BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Profil

advertisement
BAB 3
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1
Profil Perusahaan
PT.. Jakarta International Container Terminal (JICT), suatu badan usaha
patungan antara PT..(Persero) Pelabuhan Indonesia II dengan Grosbeak,
PT.e.Ltd. yang berkedudukan di Singapura, adalah salah satu Operator Container
Terminal yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok
Lahir sebagai anak perusahaan PT..(Persero) Pelabuhan Indonesia II
pada tanggal 27 Maret 1999, PT..Jakarta International Container Terminal
bergerak maju dengan melengkapi peralatan dan fasilitas modern yang siap untuk
menjadi Operator Container Terminal yang terbaik di Indonesia.
Peningkatan kinerja bongkar muat yang berkesinambungan adalah
semangat kerja yang selalu dipelihara.Hal ini merupakan modal dasar untuk
menghasilkan layanan kelas dunia sehingga diharapkan Terminal Petikemas PT..
Jakarta International Container Terminal mampu menjadi pintu gerbang
perekonomian dan perdagangan International Indonesia.
Berbekal
harapan menjadikan
Terminal
Petikemas
PT..
Jakarta
International Container Terminal mencapai “ LAYANAN KELAS DUNIA”,
PT.. (Persero) Pelabuhan Indonesia II dan Grosbeak,PT.e.Ltd. yang mempunyai
reputasi internasional dalam mengelola dan mengoperasikan pelabuhanpelabuhan dan Container Terminal mancanegara, kedua institusi tersebut secara
bersama-sama mewujudkan PT.. Jakarta International Container Terminal
menjadi Terminal Petikemas yang handal dan professional didalam memberikan
kepuasan kepada pelanggan.
26
27
3.1.1 Bidang Usaha
Bidang usaha yang dimiliki oleh setiap terminal petikemas yang berada di
Indonesia berupaya menyediakan fasilitas untuk melayani petikemas dalam
kegiatan pembongkaran dan pemuatan. PT.. Jakarta International Container
Terminal Tanjung Priok memberikan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan yang
mempunyai banyak jenis bidang usaha, diantaranya :
a.
Memberikan pelayanan jasa pembongkaran dan pemuatan
petikemas impor dan ekspor dari dan ke kapal.
b.
Memberikan
pelayanan
jasa
penumpukan
sementara
bagi
petikemas impor maupun ekspor.
c.
Memberikan pelayanan jasa mekanis (Lift on/ Liff Off) dalam
kaitannya dengan kegiatan Receiving dan Delivery.
d.
Memberikan pelayanan jasa pada petikemas Reefer.
e.
Memberikan pelayanan jasa pada petikemas yang berisi barangbarang berbahaya.
f.
Memberikan
pelayanan
jasa
angkutan
petikemas
dengan
menggunakan kereta api bekerjasama dengan PT.. (persero)
Kereta Api.
g.
Menyediakan pelayanan jasa tambat sebagai tempat tambat kapalkapal untuk kegiatan bongkar muat diterminal petikemas.
Sebagai sebuah perusahaan Jasa, PT.. Jakarta International Container
Terminal Tanjung Priok menempatkan pelanggan sebagai penentu kesuksesan
untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,
bukan hanya dari sisi operasional, seperti penurunan Waiting Time,Turn Round
Time, Peningkatan Produktivitas Bongkar/ muat dan lain-lain, namun juga dalam
aspek non operasional seperti :
1.
Pelayanan informasi,pelayanan klaim dan pelayanan pengamanan.
2.
Pelayanan operasional dibuka non stop selama 24 jam setiap hari
dengan dukungan sumber daya manusia yang cukup memadai
baik dalam jumlah maupun kualitas. Secara bertahap para operator
peralatan bongkar/muat dikirim untuk mengikuti pelatihan di
28
Singapura (PSA).
3.
Pengguna
jasa
yang
ingin
ingin
memperoleh
informasi
operasional seperti informasi kedatangan kapal dan posisi
petikemas (baik yang berada di JICT maupun di Depo Petikemas
diluar JICT) dapat memperoleh dengan mudah tanpa harus datang
ke JICT, tapi cukup menghubungi HOTLINE SERVICES
4304784 Pengguna Jasa akan memperoleh pelayanan yang ramah
dan cepat (kurang dari 1 menit).
4.
Apabila seluruh dokumen pendukung telah siap, penerbitan SP2
dan Nota Pembayaran akan selesai dalam waktu kurang dari 5
menit.
5.
Selain pelayanan yang cepat kepada pengguna jasa disediakan
ruang tunggu yang nyaman dengan kebersihan dan keamanan
yang terjamin.
Untuk mendukung program Pemerintah dalam memacu ekspor JICT
Tanjung Priok memberikan pelayanan khusus kepada PET (Perusahaan Ekspor
Tertentu) baik dalam hal administrasi maupun operasional.
Dalam rangka percepatan proses penyelesaian dokumen saat ini telah
dibangun Gateway IntercePT. antara JICT dan Inhouse Sistem Bea Cukai (KINS
II dan III) yaitu sistem yang memadukan penyelesaian proses dokumen SPPB
(Surat Perintah Pengeluaran Barang) dengan SP2 (Surat Penyerahan Petikemas)
Diharapkan ditahun yang akan datang arus petikemas impor dan
ekspor akan mengalami peningkatan yang signifikan. Sejalan dengan upaya
pemerintah untuk menjadikan JICT sebagai pelabuhan HUB PORT, dimana
kapal-kapal yang mengunjungi JICT tidak perlu lagi harus transit di Singapura,
namun upaya tersebut harus diimbangi dengan pelayanan jasa yang berkelas
dunia.
29
3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
Visi perusahaan terminal petikemas PT.. Jakarta International Container
Terminal adalah menjadi terminal pilihan di Indonesia dan memberikan
pelayanan yang profesional untuk memenuhi tuntutan dan keinginan pelanggan
secara konsisten.
Misi Perusahaan adalah mendorong pengembangan pelabuhan sebagai
pelopor industri nasional melalui pelayanan berkualitas, operasi yang inovatif
dan semangat kerjasama.
3.1.3 Organisasi dan Manajemen
Suatu
terminal
petikemas
memiliki
susunan
organisasi
dalam
menjalankan kegiatan operasional sehari hari.Tidak terkecuali PT. JICT
dikepalai oleh seorang kepala perusahaan dengan dibantu oleh divisi-divisi
sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya. Jenis Organisasi yang
diterapkan di PT..Jakarta International Container Terminal Tanjung Priok adalah
Lini dan Staf. Pertimbangan penggunaan jenis organisasi ini adalah organisasi
besar dengan daerah kerja luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam
serta rumit dengan jumlah karyawan yang banyak.Dalam konteks organisasi staf
adalah orang-orang yang ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi
pandangan dan saran dalam bidang tertentu kepada pejabat pimpinan di dalam
organisasi.
Keunggulan Organisasi Lini dan Staf antara lain :
1.
Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil,
apapun tujuan perusahaan.
2.
Terdapat pembagian tugas antara pemimpin dengan pelaksana
sebagai akibat adanya staf ahli.
3.
Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat
dikembangkan menjadi suatu spesialisasi.
4.
Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisinya/keahliannya.
5.
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat walaupun
banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih
dalam satu tangan.
30
6.
Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas terperinci.
7.
Semangat kerja bertambah besar karena pekerjanya disesuaikan
dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya :
1.
Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan tidak saling
mengenal.
2.
Perintah-perintah menjadi kabur dengan adanya fungsi, tugas,
wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing
departemen.
3.
Kesatuan komando berkurang.
4.
Koordinasi
yang
kurang
baik
pada
tingkat
staf
dapat
mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.
Struktur Organisasi PT.. Jakarta International Container Terminal
dipimpin oleh seorang Presiden Direktur dan membawahi bagian yang langsung
berada dibawah pengawasannya, yaitu Corporate Affairs, IT dan Legal
Departemen. Presiden Direktur membawahi (4) Direktur yaitu :
1.
Commercial Director
Commercial Director membawahi 3 Senior Manager yaitu :
a.
Senior Manager Marketing
b.
Senior Manager Business Development
c.
Senior Manager Customer Services
2.
Operations & Engineering Director
Operation & Engineering Director membawahi 6 Senior Manager yaitu :
a.
Senior Manager Operation Terminal 1
b.
Senior Manager Operation Terminal 2
c.
Senior Manager Planning
d.
Senior Manager Operation Support
e.
Senior Manager Infrastructure and Facilities
f.
Senior Manager Equipment and workshop
31
3.
Finance Director
Finance Director membawahi 3 Senior Manager yaitu :
a.
Senior Manager Supply Chain
b.
Senior Manager Accounting Service
c.
Senior Manager Finance Accounting
4.
Human Resource & Administration Director
Human Resource Director membawahi tiga 4 Senior Manajer yaitu :
a.
Senior Manager Office and Employee Service
b.
Senior Manager GA & QA
c.
Senior Manager Safety & Security
d.
Senior Manager HR
32
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. JICT
33
3.1.4 Fasilitas Terminal Petikemas PT..JICT
Fasilitas yang terdapat di terminal petikemas meliputi prasarana
pelayanan umum jasa yang digunakan untuk memperlancar aktivitas terminal
petikemas dan kegiatan lain yang menyangkut bidang usaha terminal petikemas.
Fasilitas peralatan yang dimiliki oleh PT.. Jakarta International Container
Terminal
sebagaimana
pada
tabel
1.1,
disamping
itu
dalam
rangka
mengupayakan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggan, PT.. Jakarta
International Container Terminal menambah peralatan dan fasilitas yang lebih
baik berupa unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan Unit Container Crane (CC)
Pos Panamax.
3.1.5 Sumber Daya Manusia
Dalam setiap tahunnya manajemen terminal petikemas, tidak terkecuali
terminal petikemas PT. JICT, melakukan perekrutan pegawai.Dan juga
kelancaran operasional PT.. Jakarta International Container Terminal ditentukan
dengan sumber daya manusia yang terampil dan mempunyai kinerja yang
baik.Jumlah sumber daya manusia di PT.. Jakarta International Container
Terminal Tanjung Priok periode Tahun 2004 sebanyak 2.241 orang termasuk sub
kontrak. (Sumber : HRA PT.. Jakarta International Container Terminal).
Untuk meningkatkan sumber daya manusia, PT.. Jakarta International
Container Terminal melakukan pembinaan seperti :
1. Melakukan Pendidikan dan Latihan (Diklat)
2. On The Job Training, yang dilakukan di luar negeri seperti di
Singapura, Hongkong, dll.
3. Studi banding.
4. Seminar dan Lokakarya.
3.1.6 Kebijakan Mutu PT.. Jakarta International Container Terminal
Pada setiap tahunnya terminal petikemas yang ada di Indonesia, tentumya
memiliki suatu kebijakan mutu dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya dan
pengembangan usahanya.Kebijakan tersebut tidak terlepas dari kualitas yang
diberikan pihak terminal.PT.. Jakarta International Container Terminal selalu
mengutamakan kepuasan pelanggan dan mempunyai komitmen dengan
34
memenuhi dan melebihi persyaratan pelanggan dengan terus menerus
mengupayakan pelayanan yang prima, inovasi dan pengembangan kerjasama
kelompok.
Komitmen perusahaan tersebut diwujudkan melalui :
1.
Peningkatan mutu pelayanan yang berkesinambungan.
2.
Pemeliharaan lingkungan untuk menarik dan menjaga orang-orang
terbaik dibidang kepelabuhanan.
3.
Peningkatan dan pengembangan keahlian dan kemampuan
perusahaan secara terus menerus sebagai jaminan dalam
memelihara jabatan kepemimpinan dibidang kepelabuhanan.
Untuk mewujudkan dan menopang misi serta mencapai visi yang telah
ditetapkan, perusahaan menyadari bahwa semuanya akan terlaksana hanya jika
perusahaan memahami, menjamin dan menyeimbangkan kebutuhan dari
pelanggan, karyawan, pemegang saham dan lingkungan perusahaan. Prinsipprinsip acuan perusahaan yang berkaitan dengan hal tersebut sebagai berikut :
1.
Komitmen perusahaan kepada pelanggan adalah secara konsisten
memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah disepakati dalam
bidang usaha dan keahlian perusahaan.
2.
Komitmen perusahaan kepada karyawan menjamin lingkungan
dan kondisi kerja yang kondusif untuk melaksanakan pekerjaan
serta menyediakan kesempatan untuk pengembangan potensi yang
mereka miliki.
3.
Komitmen
perusahaan
kepada
pemegang
saham
adalah
menjunjung tinggi asas-asas hukum, standar moral dan etika
dalam merencanakan dan melaksanakan seluruh peluang bisnis
dengan cara yang profesional.
4.
Komitmen perusahaan kepada lingkungan adalah meciPT.akan
kesempatan kerja, ikut berpartisipasi dalam kegiatan amal dan
menekan dampak buruk bagi lingkungan akibat kegiatan
perusahaan.
35
3.2
Analisis Sistem
3.2.1 Perangkat Hardware
Perangkat hardware yang digunakan dalam sistem jaringan perusahaan di
PT..JICT :
1.
Cisco Switch model 2950
Switch ini bekerja menggunakan konfigurasi tetap dimana
mampu meng-handle jaringan dari yang skala kecil, sedang,
cabang
perusahaan,
maupun
lingkungan
industry
dalam
menentukan konfigurasi yang dibutuhkan. Dengan adanya
Standard Image Software switch ini menawarkan Cisco IOS
software untuk data dasar, suara, dan layanan video. Untuk
jaringan yang membutuhkan keamanan tambahan, Quality of
Services (QoS), dan ketersediaan yang tinggi, Enhanced Image
Software memberikan layanan cerdas seperti rate limiting dan
security filtering pada tepi jaringan. Switch ini digunakan pada
terminal 1 lantai 2, terminal 2 lantai 3, security office, dan kantin.
Gambar 3.2 Cisco Switch 2950
( Sumber : http://networkliquidationglobal.com/switches/cisco-wsc2950t-24.html, 10 April 2013 )
36
2.
Cisco Switch model 2960 dan 2960g
Cisco switch ini menyediakan konektivitas jaringan yang
efisien dan hemat biaya untuk penggunaan di kantor cabang atau
usaha kecil dan menengah. Switch kelas entri level ini sangat
aman dan mendukung layanan jaringan yang tak terbatas. Switch
ini yang paling banyak digunakan, terdapat pada terminal 1 dan
terminal 2 dimana switch ini bertugas untuk memparalelkan
jaringan yang ada agar berguna untuk kapasitas yang lebih
banyak.
Gambar 3.3 Cisco Switch 2960g
( Sumber : http://www.vology.com/cisco/network-switches/ws-c2960g48tc-l, 10 April 2013 )
37
3.
Cisco Switch model 3550
Switch ini dapat digunakan secara stackable, yaitu dengan
menghubungkan dua atau lebih switch dengan menggunakan
kabel khusus agar terlihat seperti sebuah switch yang menjadi satu
kesatuan, dan harus dengan switch yang sama. Switch ini
merupakan multilayer switch yang memberikan ketersediaan
kapasitas yang tinggi, QoS, dan kemampuan untuk meningkatkan
keamanan jaringan. Dengan kemampuan dari kabel fast Ethernet
dan Gigabit Ethernet maka switch ini sangat tepat untuk
penggunaan pada perusahaan dan koneksi di kota metropolitan,
User dapat membangun jaringan cerdas terbaru seperti
advanced QoS, rate limiting, Cisco security access list, multicast
management, dan high performance IP Routing.Switch ini
digunakan di lantai 4 gedung utama terminal 1 main building.
Gambar 3.4 Cisco Switch 3550
( Sumber : http://www.cablesandkits.com/cisco-3550-port-poe-switchwsc355024pwrsmi-p-564.html, 10 April 2013 )
38
4.
Cisco Switch model 3560g
Switch ini juga bersifat stackable, sama seperti cisco
switch 3550 diatas. Switch ini mendukung system teknologi
EnergyWise Cisco yang dapat membantu perusahaan dalam
mengelola konsumsi daya dari insfrastruktur jaringan dan
perangkat jaringan yang terpasang agar mengurangi biaya energy
dan carbon footprint.
Switch ini ideal untuk digunakan perusahaan, ritel, dan
kantor cabang agar dapat memaksimalkan produktivitas juga
memberikan perlindungan investasi dengan memungkinkan
jaringan terpadu untuk data, suara, dan video. Alat ini digunakan
di gedung utama lantai 6 untuk membagi jaringan di lantai
tersebut.
Gambar 3.5 Cisco Switch 3560g
( Sumber : http://www.shopricom.com/WSC356048TSE , 10 April 2013 )
5.
Cisco Switch model 3750g
Switch jenis ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan
Cisco switch 3560, namun switch jenis ini mampu memberikan
kemampuan yang lebih baik dalam hal meningkatkan ketahanan
jaringan dana juga skalabilitas yang lebih besar. Switch ini
digunakan di terminal 2 lantai 3 dan lantai 2.
Gambar 3.6 Cisco Switch 3750g
( Sumber : http://lodand.indonetwork.co.id/3805947 , 10 April 2013)
39
6.
Cisco Catalyst Switch 4503
Switch ini memberikan ketahanan jaringan yang baik,
kemudahan dalam mengontrol jaringan pusat. Ketahanan yang
ditawarkan oleh switch ini seperti power yang masuk untuk IP
telephony,
software
yang
dapat
mentoleransi
kesalahan,
meminimalkan hardware dan software downtime sehingga dapat
menjamin produktivitas tenaga kerja. Switch ini digunakan di
gedung utama sebagai pusat core jaringan.
Gambar 3.7 Cisco catalyst 4503
(Sumber :
http://www.cisco.com/en/US/products/ps9295/prod_view_selector.html , 10
April 2013)
7.
Cisco Catalyst Switch 4948
Merupakan switch bekecepatan tinggi, low latency, menggunakan
konfigurasi tetap yang dapat mengoPT.imalkan kinerja server.
Switch ini menawarkan kinerja yang luar biasa dan keandalan
untuk low density, gabungan multilayer server dan workstation
dengan kinerja tinggi. Switch ini digunakan di gedung utama
lantai 2, yang tepatnya berada di data center namun bertugas
untuk mengakomodir jaringan yang ada di perusahaan.
40
Gambar 3.8 Cisco Catalyst Switch 4948
(Sumber:http://www.1st-computer-networks.co.uk/cisco-4948.php,10
April 2013)
8.
Cisco Catalyst Switch 6506
Switch ini mampu memberikan waktu uPT.ime maksimum
dengan redudansi dan cepat yaitu hanya 2-3 detik pada seluruh
perangkat yang terhubung. Switch system keamanan firewall ini
merupakan model tiga slot yang menyediakan solusi turn key
untuk kontrol system, layanan routing, dan dual gigabit Ethernet
port. Switch ini menyediakan 5Gbps layanan firewall, dan sebuah
slot terbuka untuk kostumasi situs. Switch ini digunakan di data
center.
Gambar 3.9 Cisco Catalyst Switch 6506
( Sumber :
http://www.cisco.com/cisco/web/support/model/tsd_hardware_switch_model_65
06e.html#0, 10 April 2013)
41
9.
Cisco Telephony Gateway SPA8800
Cisco Telephony Gateway SPA8800 adalah solusi serbaguna
dimana perusahaan kecil dapat digunakan untuk menghubungkan IP dasar
private branch exchange (PBX) pada public switch telephone network
(PSTN), atau menghubungkan sisa time-division multiplexing (TDM)
PBX atau system kunci untuk layanan Voice Over IP (VOIP).
Cisco SPA8800 menyediakan kombinasi dari empat port Foreign
eXchange Office (FXO) dan empat Foreign eXchange Subscribers (FXS)
untuk tersambung ke telepon analog yang ada, yang membantu
melindungi dan memperluas investasi peralatan komunikasi yang ada.
Cisco Telephony Gateway SPA8800 terdapat pada terminal 1 lantai 2 di
yang merupakan tempat divisi IT bekerja dan data center.
Gambar 3.10 Cisco Telephony Gateway SPA8800
( Sumber : http://www.hardware.com/store/cisco-smallbusiness/SPA8800 , 10 April 2013)
42
3.3
Analisis Kebutuhan Sistem
Untuk mengetahui kebutuhan karyawan akan sistem yang mereka inginkan,
maka dilakukan survei pada tanggal 20/04/2013 menggunakan kuesioner kepada
karyawan di bagian IT sebanyak 20 orang. Berikut hasil kuisioner yang telah
dilakukan di bagian IT PT.. JICT :
1.
Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan "Bagaimana
menurut anda kinerja sistem jaringan site to site VPN yang telah di
terapkan?", dinyatakan sebanyak 16 orang dengan persentase 80% menjawab
Baik, sebanyak 4 orang dengan persentase 20% menjawab cukup.
Tabel 3.1 Hasil Kuisioner 1
43
2. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan "Apakah jaringan
perusahaan pernah mengalami gangguan?", dinyatakan sebanyak 20 orang
dengan persentase 100% menjawab pernah.
Tabel 3.2 Hasil Kuisioner 2
44
3. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan "Seberapa banyak intensitas
terjadinya gangguan pada jaringan perusahaan dalam sebulan?", dinyatakan
sebanyak 3 orang dengan persentase 15% menjawab terjadi sebanyak 1-5 kali
dalam sebulan, sebanyak 6 orang dengan persentase 30% menjawab terjadi
sebanyak 6-10 kali dalam sebulan, sebanyak 7 orang dengan persentase 35%
menjawab gangguan terjadi 10-20 kali dalam sebulan, dan terakhir 4 orang
menjawab gangguan terjadi sebanyak lebih dari 20 kali dalam sebulan.
Tabel 3.3 Hasil Kuisioner 3
45
4. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan "Apakah menurut anda
terjadinya gangguan pada jaringan perusahaan mengganggu pekerjaan anda di
kantor?", dinyatakan sebanyak 15 orang dengan persentase 75% menjawab
mengganggu, sebanyak 4 orang dengan persentase 20% menjawab cukup
mengganggu, sebanyak 1 orang menjawab biasa saja, dan tidak ada yang
memilih tidak mengganggu.
Tabel 3.4 Hasil Kuisioner 4
46
5. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan “Apakah anda mengetahui
tentang jaringan VPN remote-access yang dapat berguna untuk me-remote
access jaringan perusahaan dari lokasi manapun selama terhubung dengan
internet?”. Sebanyak 15 orang dengan persentase 75% menjawab iya
mengetahui, sebanyak 4 orang dengan persentase 20% menjawab cukup
mengetahui, 1 orang dengan persentase 5% menjawab kurang mengetahui,
dan 0% yang memilih tidak mengetahui.
Tabel 3.5 Hasil Kuesioner 5
47
6. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan “Menurut anda, apabila di
PT.JICT diterapkan jaringan VPN remote-access yang sesuai fungsinya akan
memberikan kemudahan atau berguna dalam hal pengaksesan jaringan dari
luar wilayah kantor dan juga melakukan beberapa pekerjaan seperti
mainteneance jaringan, monitoring, dll?”. Sebanyak 18 orang dengan
persentase 90% menjawab iya, 2 orang dengan persentase 10% menjawab
biasa saja, dan tidak ada yang menjawab tidak (0%).
Tabel 3.6 Hasil Kuesioner 6
48
7. Hasil dari jawaban kuesioner dengan pertanyaan “Apakah anda setuju apabila
PT.JICT menerapkan jaringan VPN remote-access?”. Sebanyak 19 orang
dengan persentase 95% menjawab setuju, 1 orang dengan persentase 5%
menjawab ragu-ragu, dan tidak ada yang menjawab tidak setuju.
Tabel 3.7 Hasil Kuesioner 7
49
3.3.1 Analisis Hasil Kuesioner
Setelah melakukan kuesioner yang ditujukan kepada karyawan pada
Divisi IT PT.. JICT. Maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Hampir secara keseluruhan responden menyatakan bahwa kinerja
site to site vpn telah berjalan dengan baik.
2. Semua
peserta
kuesioner
menyatakan
pernah
mengalami
gangguan pada jaringan PT.JICT saat mereka bekerja.
3. Dalam sebulan waktu efektif jam kerja kantor, PT. JICT dinilai
cukup sering mengalami gangguan pada jaringan perusahaan. Hal
itu dapat dilihat dari jumlah persentase yang menyatakan jumlah
gangguan yang terjadi dengan intensitas diatas 10 kali mencapai
55%.
4. Sebanyak 75% karyawan pada divisi IT menyatakan bahwa
gangguan jaringan perusahaan juga mengganggu karyawan dalam
melakukan pekerjaannya, dengan didukung 20% lainnya yang
merasa cukup terganggu dengan terjadinya gangguan pada
jaringan perusahaan. Dapat disimpulkan apabila keadaan seperti
ini sering terjadi dan terus-menerus dikhawatirkan kinerja
perusahaan pun ikut terganggu.
5. Mayoritas dari responden mengetahui jaringan VPN remoteaccess, hal ini sangat masuk akal dilihat karena para responden
merupakan para karyawan di divisi IT.
6. Responden dari divisi IT ini beranggapan bahwa jaringan VPN
remote-access akan berguna dalam hal memberikan hak akses
jaringan kantor dari area manapun seperti dari rumah atau luar
kota sehingga meskipun mereka tidak ada di kantor, mereka tetap
bisa berkomunikasi dengan perangkat jaringan kantor apabila
dibutuhkan.
7. Rata-rata secara keseluruhan para responden menyetujui apabila
PT. JICT akan menerapkan jaringan VPN remote-access.
50
3.4
Analisis Sistem Berjalan
Setelah melakukan pengumpulan data maka akan dilakukan analisis
sistem agar mendapatkan kebutuhan dari sistem yang sedang berjalan. PT.
JICT memiliki 2 area utama dalam sistem jaringannya, yaitu meliputi terminal
1 dan 2. Topologi yang digunakan dalam PT. JICT menggunakan topologi star
dan bus. Topologi star digunakan saat terhubungnya internet dengan core pusat
dalam jaringna perusahaan. Topologi bus digunakan saat masuk dalam jaringan
dalam perusahaan.
Saat ini PT. JICT menggunakan site to site VPN, karena koneksi
antara kantor pusat yang berada di hongkong dan yang yang berada di jakarta
harus terkoneksi selama 24jam/hari. Hal tersebut dilakukan hanya untuk dapat
memonitoring bisnis perusahaan dengan bentuk laporan secara grafik.
Setelah melakukan analisis maka mendapatkan beberapa kelebihan
dan kekurangan yang terdapat pada PT. JICT, yaitu :
1. Kelebihan
a. Keamanan jaringan yang baik karena menggunakan cisco asa
firewall
licensed
penggunaan
asa
firewall licensed
ini
memberikan tingkat keamanan yang baik dalam mengakses
jaringan lokal perusahaan, karena tidak semua orang dapat
mengaksesnya, melainkan hanya user yang memiliki hak akses
yang telah ditentukan oleh admin
b. Menggunakan Routing Protocol OSPF memberikan hak akses
kepada user di jaringan internal, user mudah mengatur dan
memodifikasi jaringan karena routing protokol ini masih
termasuk ke dalam jenis routing protokol IGRP( Interior
Gateway Routing Protocol) routing jenis ini menggunakan
konsep hierarki routing yang kelebihannya adalah penyebaran
informasi
menjadi
teratur
dan
tersegmentasi
sehingga
penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai
konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute
terbaik menuju ke sebuah lokasi
c. PT..JICT berusaha untuk selalu menjaga koneksi yang baik di
jaringan internal perusahaan, dapat dilihat dari topologi yang
menggunakan 2 jalur utama yang dimana jalur utama dipakai
51
untuk koneksi yang berjalan dan jalur kedua sebagai back-up
apabila terjadi gangguan pada jalur utama, maka dari itu jalur
kedua harus selalu stand-by.
2. Kekurangan
a. Tidak dapat mengakses jaringan perusahaan dari luar,dalam
mengakses jaringan lokal perusahaan karyawan harus berada di
wilayah perusahaan, hal ini menjadi hambatan apabila seorang
karyawan berhalangan hadir di kantor tetapi harus melakukan
mainteneance jaringan maka ia tidak dapat melakukannya saat
dibutuhkan. Karena karyawan tersebut tidak dapat mengakses
jaringan perusahaan dari lokasi dimana dia berada.
Maka dari itu PT.. JICT membutuhkan suatu sistem yang dapat
memberikan hak untuk mengakses jaringan perusahaan dari jauh. Dengan
adanya tingkat mobilitas yang tinggi dan keterbatasan dari segi jarak dan
waktu, maka perusahaan disarankan untuk membuat jaringan VPN Remoteaccess agar dapat memperluas cakupan wilayah dalam mengakses jaringan PT.
JICT.
52
Gambar 3.11 Topologi Jaringan JICT
53
3.5
Permasalahan yang dihadapi
Dalam persaingan bisnis, PT. JICT bertindak sebagai penyedia jasa
bongkar muat container dalam dan luar negeri. Koneksi jaringan perusahaan
memegang peranan penting dalam menjalankan bisnis perusahaan. Sehingga
harus dapat dimonitoring kapanpun dan dimanpun sehingga apabila terjadi
gangguan dalam sistem jaringan perusahaan dapat segera diperbaiki.
Dalam hal ini divisi IT PT.JICT memegang peranan penting dalam hal
mempertahankan kestabilan jaringan perusahaan agar tidak menggaggu
kinerja dari berbagai divisi yang bekerja pada PT. JICT. Divisi IT PT. JICT
dituntut harus selalu siaga untuk memonitoring jaringan, menerima laporan
gangguan yang berkaitan dengan jaringan perusahaan, juga menindak lanjuti
laporan tersebut dengan segera memperbaikinya atau minimal melakukan
pengecekan terlebih dahulu.
Setelah mengamati sistem yang sedang berjalan pada PT. JICT,
didapatkan kendala yang dapat menghambat kinerja dari perusahaan. Kendala
yang dimaksud adalah keterbatasan proses kerja hanya dapat dilakukan
didalam kantor, sedangkan apabila permasalahan jaringan terjadi namun jam
kerja telah usai karyawan merasa kesulitan karena harus kembali ke kantor
untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. Karyawan membutuhkan
jaringan dengan cakupan yang luas dan dapat mengakses dari luar kantor agar
dapat melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan apabila tidak berada
didalam kantor.
3.6
Usulan Pemecahan Masalah
Dari permasalahan yang terjadi PT. JICT, maka mendapatkan solusi
untuk memecahkan masalah yaitu dengan menerapkan jaringan Virtual
Private Network (VPN) dengan remote-access. Dengan menerapkan sistem
ini maka mendapatkan kelebihan seperti :
1. Dapat mengakses jaringan perusahaan menggunakan koneksi
internet dari mana saja dan kapan saja.
54
2. Dapat menghubungkan jaringan yang terhubung dengan VPN
Server sehingga karyawan dapat mengakses keseluruh sistem yang
sangat dibutuhkan untuk divisi IT dalam hal maintenance dan
monitoring jaringan.
3. Remote-access VPN memiliki tingkat keamanan yang tinggi
karena memiliki jalur yang telah terenkripsi sehinggan keamanan
data perusahaan pun dapat terjaga.
Download