penggunaan media pembelajaran pendidikan agama islam dalam

advertisement
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
KELAS VII SMP BIRRUL WALIDAIN SRAGEN TAHUN AJARAN
2013/2014
NASKAH PUBLIKASI
Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) Fakultas
Agama IslamUniversitas Muhammadiyah Surakarta untuk Memenuhi Salah Satu
Syarat guna Memperoleh Gelas Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.)
Oleh:
Pristisa Nur Fitriani
NIM : G000100136
NIRM :10/ X/ 02.21/T/4444
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013/2014
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS AGAMA ISLAM
Jl. A. Yani. Tromol Pos I. Pabelan Kartasura Telp (0271) 717417, 719483 Fax 715448 Surakarta 57102
Surat Persetujuan Artikel Publikasi Ilmiah
Yang bertanda tangan di bawah ini pembimbing skripsi/tugas akhir:
Nama
: 1. Drs. Zaenal Abdidin, M.Pd
2. Drs. Saifudin Zuhri, M.Ag
Telah membaca dan mencermati naskah artikel publikasi ilmiah, yang merupakan
ringkasan skripsi/tugas akhir dari mahasiswa:
Nama
NIM/ NIRM
Fakultas
Program Studi
Judul
: Pristisa Nur Fitriani
: G 000 100 070/ 10/X/02.21/T/4444
: Agama Islam
: Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah)
: Penggunaan Media Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas
VII SMP Birrul Walidain Sragen Tahun Ajaran
2013/2014
Naskah artikel tersebut, layak dan dapat disetujui untuk dipublikasikan.
Demikian persetujuan dibuat, semoga dapat dipergunakan seperlunya.
Surakarta, 11 Juni 2014
Pembimbing I
Pembimbing II
(Drs. Zaenal Abidin, M.Pd)
(Drs. Saifudin Zuhri, M.Ag)
SURAT PERNYATAAN
ii
ABSTRAK
Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan
perhatian siswa terhadap materi belajar dan mempermudah guru dalam mengajar
sehingga tercipta lingkungan belajar yang efisien dan kondutif. Fungsi utama
media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut
mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar. Dengan adanya media
siswa lebih termotivasi mengikuti pembelajaran. Tanpa motivasi, sangat mungkin
pembelajaran tidak menghasilkan belajar.
Permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana
penggunaan media pembelajaran pendidikan agama Islam dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa kelas VII SMP Birrul Walidain Sragen dan apa saja faktor
pendukung dan penghambatnya. Sedangkan tujuan dari dilaksanakannya
penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mengkaji penggunaan media
pembelajaran pendidikan agama Islam dalam proses pembelajarannya serta usaha
guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode
dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis hasil penelitian ini, digunakan
analisis diskriptif kualitatif yang akan diperoleh melalui observasi dan
wawancara serta mengambil kesimpulan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
penggunaan media pembelajaran di SMP Birrul Walidain Sragen telah membantu
dan memudahkan guru dalam mengajar serta dapat memotivasi siswa dalam
mengikuti proses pembelajaran sehingga tercipta suasana pembelajaran yang
variatif, kondusif dan menyenangkan. Di dalam mengajar guru mengadakan
bervariasi dalam mengajar yaitu dengan menggunakan metode active learning
dan memafaatkan media pembelajaran misal dalam mengajar guru menampilkan
slide dan setiap siswanya menggunakan laptop secara mandiri. Dengan cara
seperti ini untuk melatih para siswa agar lebih aktif dan membangkitkan
keinginan untuk lebih giat belajar.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran mempunyai
peran penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa. Selain itu bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan dan bervariatif serta mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam
proses pembelajaran.
Kata kunci: Penggunaan media pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar
siswa
iv
Qur’an;
PENDAHULUAN
mampu
bermualah
dengan baik dan benar serta
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
mampu
menjaga
intern
dan
kerukunan
agama
Islam adalah suatu pendidikan
antar
umat
beragama.1Keberhasilan
yang sangat penting bagi siswa
pendidikan agama Islam tidak
sekolah
menengah
pertama
lepas dengan adanya motivasi
untuk
membimbing
mereka
atau dorongan belajar siswa.
yang beragama Islam agar
Belajar tanpa motivasi akan
menjadi pemeluk agama Islam
menyebabkan anak cepat jenuh
yang
mendalami
yang
diajarkan
ilmu-ilmu
tidak
dalam
bergairah
untuk
almempelajari
materi
yang
dikuasainya.
Seorang
anak
Qur’an dan sunnah Rasulullah
sebagai
pedoman
hidupnya.
harus memiliki motivasi yang
Dengan landasan al-Qur’an dan
kuat
sunnah
Rasulullah;
dalam
pendidikan
siswa
(menuntut
ilmu)
sehingga
beriman dan bertakwa kepada
pendidikan menjadi efektif.
Allah dan berakhlak mulia
(berbudi pekerti luhur) yang
Kegiatan pembelajaran yang
tercermin
dapat memotivasi anak agar
dalam
perilaku
sehari-hari dalam hubungannya
dapat
dengan Allah, sesama manusia,
pembelajaran haruslah melalui
dan
alam
sekitar,
mencapai
tujuan
mampu
1
Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis
Kompetensi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2005), hlm. 154.
membaca dan memahami al-
1
proses belajar mengajar yang
Walidain
sebagai
tempat
amat penting yaitu metode
penelitian
karena
sekolah
mengajar
dan
media
tersebut
pengajaran.
Fungsi
utama
unggulan
pembelajaran
adalah
Muhammadiyah dan misinya
media
merupakan
milik
sebagai alat bantu mengajar
adalah
yang
pendidikan
turut
mempengaruhi
SMP
yayasan
melaksanakan
yang
Islami
iklim, kondisi dan lingkungan
berbasis pada keunggulan Iptek
belajar.2Dengan adanya media
dan Imtaq serta punya fasilitas
siswa
media
lebih
termotivasi
pembelajaran
yang
mengikuti pembelajaran.Tanpa
memadai salah satunya adalah
motivasi,
mungkin
ruang kelas ber AC yang
tidak
dilengkapi dengan proyektor
sangat
pembelajaran
menghasilkan belajar.3
Karena
atau LCD serta semua siswa
wajib memiliki laptop pribadi.
pentingnya
penggunaan
media
pembelajaran
dalam
Atas penjelasan tersebut maka
penulis mengadakan penelitian
dengan judul “ Penggunaan
peningkatan motivasi belajar
Media
siswa seperti di atas, maka
Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam dalam
penulis memilih SMP Birrul
Meningkatan Motivasi Belajar
2
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003),
hlm.15.
3
Dewi Salma Prawiradilaga, Mozaik
Teknologi Pendidikan (Jakarta: Prenadia
Media, 2004), hlm.9
Siswa Kelas VII SMP Birrul
Walidain Sragen ”.
2
tercipta
LANDASAN TEORI
yang
Kata media berasal
lingkungan
kondusif
belajar
di
mana
penerimaannya
dari bahasa latin medius yang
melakukan
secara harfiah berarti ‘tengah’,
dapat
proses
belajar
secara efisien dan efektif. 6
‘perantara’ atau ‘pengantar’.
Dengan demikian media
Dalam bahasa Arab, media
pembelajaran
adalah
(‫)وﺳﺎﺋﻞ‬
perantara
dapat
disimpulkan bahwa alat yang
atau pengantar pesan.4
digunakan
siswa
dan
guru
menurut
untuk mempermudah proses
batasannya adalah perangkat
belajar mengajar yang dapat
lunak yang berisi pesan (atau
berupa
informasi)
recorder, kaset, laptop, film dan
Media
lazimnya
pendidikan
disajikan
yang
komputer
dengan
menggunakan peralatan.5
Media
dapat
dipahami
segala
sesuatu
sebagai
menyampaikan
buku,
shingga
tipe-
tercipta
suasana belajar yang efisen dan
kondusif.
pembelajaran
yang
slide,
Dalam
“
belajar
dapat
unsur
dan
suatu
mengajar,
yang
amat
proses
ada
dua
penting
menyalurkan pesan dari sumber
adalah metode mengajar dan
secara
media
terencana
sehingga
pengajaran.
aspek ini
Kedua
saling berkaitan.
4
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran
(Jakarta: PT RajaGrafindo, 2003), hlm. 3
5
Sadiman, Raharjo dkk, Media Pendidikan
(Jakarta: PT RajaGrafindo, 2012), hlm. 83
6
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran
(Jakarta: Refrensi (GP Press Group), 2013),
hlm. 8
3
Pemilihan salah satu metode
mengajar
tertentu
mempengaruhi
pengajaran
akan
jenis
yang
Ada beberapa alasan,
mengapa
media
pengajaran
media
dapat
mempertinggi
proses
sesuai,
belajar siswa. Alasan pertama
meskipun masih ada berbagai
berkenaan
aspek
media pengajaran dalam proses
lain
yang
harus
diperhatikan dalam memilih
media,
antara
lain
dengan
manfaat
belajar siswa antara lain:
tujuan
a) Pengajaran
akan
lebih
pengajaran, jenis tugas dan
menarik perhatian siswa
respon yang diharapkan siswa
sehingga
kuasai
menembuhkan
setelah
berlangsung,
pengajaran
dan
pembelajaran
konteks
dapat
motivasi
belajar.
termasuk
b) Bahan
karateristik siswa. 7
lebih
Secara teknis, media
pengajaran
jelas
sehingga
akan
maknanya
dapat
lebih
pembelajaran berfungsi sebagai
dipahami oleh para siswa,
sumber belajar.Dalam kalimat
dan memungkinkan siswa
“ sumber belajar ” ini tersirat
menguasai
makna keaktifan, yakni sebagai
pengajaran lebih baik.
penyalur,
penyampai,
c) Metode
penghubung dan lain-lain.8
lebih
tujuan
mengajar
bervariasi,
semata-mata
akan
tidak
komunikasi
verbal melalui penuturan
7
Azhar, Media, hlm. 13
8
Yudhi, Media, hlm. 37
4
kata-kata
oleh
guru,
guru dalam menggunakannya
sehingga siswa tidak bosan
dalam proses pengajaran.
dan guru tidak kehabisan
tenaga,
apalagi
Dengan demikian fungsi
guru
dan
manfaat
mengajar untuk setiap jam
pembelajaran
pelajaran.
membantu siswa dalam proses
d) Siswa
lebih
banyak
melakukan
belajar
ini
media
dan
dapat
dapat
kegiatan
membangkitkan minat belajar
belajar, sebab tidak hanya
siswa. Dengan adanya media
mendengarkan
pembelajaran,
guru
guru, tetapi juga aktivitas
monoton
menggunakan
lain
metode ceramah tetapi akan
seperti
uraian
mengamati,
tidak
melakukan,
lebih bervariasi dengan adanya
mendemonstrasi dan lain-
media agar mendorong siswa
lain. 9
lebih termotivasi melakukan
Oleh
sebab
itu,
kegiatan
penggunaan media pengajaran
sangat
bergantung
kepada
tujuan
pengajaran,
bahan
pengajaran,
memperoleh
sehingga
tujuan pembelajaran tercapai.
Dasar pemelihan media
sebelum
kemudahan
media
belajar
mengajar
sangat
penting untuk berlangsungnya
yang
proses belajar mengajar. Guru
diperlukan serta kemampuan
harus pandai untuk memilih
9
media yang akan digunakan
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, media
Pengajaran: Sinar Baru Agen Sindo, 2001),
hlm. 2
5
sesuai
dengan
tujuan
pertimbangan
pada
kriteria-
pembelajaran, karena dengan
kriteria pemilihan media yang
hal
logis
tersebut
menggunakan
sebelum
media
dan
benar.
Kriteria-
guru
kriteria yang menjadi fokus di
harus memilih dan menentukan
sini antara lain karateristik
metode dan media yang lebih
siswa,
tujuan
pembelajaran,
tepat sehingga akan terjadi
bahan
ajar,
kareteristik
proses belajar mengajar secara
medianya itu sendiri, dan sifat
optimal.
pemanfaatan media. 10
Dalam
proses
penyampaian
pesan
seni mendorong siswa untuk
harus
terdorong melakukan kegiatan
pembelajaran,
guru
Motivasi
merupakan
pandai memilih “ bahasa apa ”
belajar
yang paling mudah dimengerti
pembelajaran tercapai. Dengan
siswanya. Apakah pesan yang
demikian, motivasi merupakan
disampaikan
usaha dari pihak luar dalam hal
verbal,
melalui
bahasa
bahasa
bahasa
visual,
nonverbal
atau
ini
sehingga
adalah
guru
tujuan
untuk
lainnya;
mendorong, mengaktifkan dan
apakah pesan itu disalurkan
menggerakkan siswanya secara
melalui peralatan atau melalui
sadar untuk terlibat secara aktif
pengalaman
dalam proses pembelajaran. 11
pemilihan
harus
langsung.Dalam
media
dilengkapi
hendaklah
dengan
10
Yudhi, Media, hlm. 185
Ibid, hlm. 47
11
6
Berdasarkan uraian di
mencapai tujuan. Maka dengan
atas dapat disimpulkan bahwa
demikian peranan guru dalam
motivasi adalah suatu dorongan
belajar ini menjadi lebih luas
atau keinginan seorang siswa
dan lebih mengarah kepada
untuk mencapai suatu usaha
peningkatan motivasi belajar
yang di inginkan dalam tujuan
anak-anak.12
pembelajaran. Dalam proses
Dalam
belajar,
motivasi
diperlukan
proses
pembelajaran seoarang siswa
tanpa
tentunya
proses
dorongan
motivasi
pembelajaran tak akan mungkin
penggerak
yang
melakukan
siswa untuk belajar. Bila siswa
motivasi
karena
sangat
suatu
dalam
aktivitas
belajar.
Dengan di dukungnya adanya
sudah
media
melakukan
pembelajaran
maka
harus
mempunyai
sebagai
mendorong
tergerak
untuk
aktivitas
belajar
siswa lebih berminat dalam
maka siswa akan melakukan
melakukan
aktivitas
belajar
semangat
apa
aktivitas
dalam
belajar.
Dalam
proses
pembelajaran
seorang
mempunyai
tugas
dipelajarinya.
dengan
yang
Guru
telah
sangat
guru
berperan sebagai pendorong,
untuk
penggerak untuk memotivasi
mendorong, membimbing, dan
siswa
memberikan fasilitas belajar
belajarnya dan menciptakan
bagi
murid-murid
12
untuk
dalam
aktivitas
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono,
Psikologi Belajar (Jakarta: PT Rineka Cipta,
2008), hlm. 104
7
iklim yang kondusif bagi anak
realistis, memberikan insentif,
didik.
dan mengarahkan perilaku anak
Ada tiga fungsi motivasi
dalam
belajar
yang
ke
akan
arah
yang
menunjang
tercapainya
tujuan
diuraikan dalam pembahasan
pembelajaran, yaitu:
sebagai berikut:
1. Menggairahkan anak didik
1. Motivasi
sebagai
Dalam kegiatan rutin di
pendorong perbuatan.
2. Motivasi
kelas sehari-hari
sebagai
2. Memberikan
penggerak perbuatan
harapan
realistis
3. Motivasi sebagai pengarah
3. Memberikan insentif
perbuatan
4. Mengarahkan perilaku anak
didik
ke
arah
Upaya Meningkatkan Motivasi
menunjang
Belajar.
tujuan pembelajaran.
Ada empat fungsi guru
sebagai
pengajar
berhubungan
dengan
yang
Jenis penelitian ini adalah
cara
penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif, yaitu
motivasi belajar anak didik,
guru
menggairahkan
memberikan
tercapainya
METODOLOGI PENELITIAN
pemeliharaan dan peningkatan
yaitu
yang
harus
dapat
anak
didik,
harapan
yang
prosedur
menghasilkan
penelitian
data
yang
deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan
dari orang-orang dan perilaku yang
8
diamati.13Dalam
penelitian
ini
siswa
dan
pelaksanaan
pengumpulan data diambil dari
pengunaan media pembelajaran
SMP
pendidikan agama Islam.
Birrul
Walidain
Sragen.Subyek dalam penelitian ini
b. Dokumentasi
adalah
adalah Guru PAI SMP Birrul
ditunjukan untuk memperoleh
Walidain Sragen. Data-data dalam
data langsung dari tempat
penelitian ini diperoleh dengan
penelitian,
beberapa teknik sebagai berikut:
buku yang relevan, peraturan-
a. Obeservasi adalah melakukan
peraturan, laporan kegiatan,
pengamatan secara langsung ke
foto-foto, film dokumentar,
objek penelitian untuk melihat
data
dari
yang
penelitian.14
observasi
c. Wawancara
dekat
dilakukan.
kegiatan
Tekinik
meliputi
yang
buku-
relevan
adalah
bentuk
dilakukan dengan cara terjun
komunikasi antara dua orang,
langsung ke lokasi penelitian,
melibatkan seseorang yang
yakni di SMP Birrul Walidain
ingin memperoleh informasi
Sragen.
dari
Dengan
melakukan
seseorang
lainnya
observasi, diperoleh data tentang
dengan
lokasi penelitian, penggunaan
pertanyaan-pertanyaan,
media pembelajaran pendidikan
berdasarkan tujuan tertentu .15
agama
Wawancara dilakukan dengan
Islam
untuk
mengajukan
meningkatkan motivasi belajar
14
Ibid, hlm. 31
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian
Kualitatif
(Bandung:
PT
Remaja
Rosdakarya, 2002), hlm. 180.
15
13
Ari Kunto, Prosedur Penelitian (Jakarta:
PT Rineka Cipta, 2006), hlm. 10
9
panduan tertulis pokok-pokok
yang
pertanyaan kepada guru PAI
wawancara, catatan lapangan, dan
yang mengampu di kelas VII
bahan-bahan lain, sehingga dapat
sebagai
informan/responden
mudah dipahami, dan temuannya
untuk
memperoleh
dapat di informasikan kepada
data
penghambat yang dijumpai
saat
menggunakan
Proses belajar mengajar
merupakan
tersebut.
Metode
yang
dalam
penelitian
yang
penulis
adalah
peserta
digunakan
yang
diperoleh
wawancara
yang
dalam
untuk
suatu
mewujudkan
tujuan yang ditetapkan. Seorang
guru
metode
data
harus
pandai
yang akan
sesuai
akan
memilih
digunakan
dengan
pembelajaran.
dianalisis melalui observasi
dan
didik
pengajaran
metode diskriptif kualitatif.
menganalisis
interaksi
dilakukan antara guru dengan
d. Metode Analisis Data adalah
Untuk
hasil
HASIL PENELITIAN
media pembelajaran di kelas
dilakukan
dari
orang lain. 16
tentang faktor pendukung dan
pada
diperoleh
Sehingga
tujuan
akan
terjadi proses belajar mengajar
serta
yang optimal.
mengambil kesimpulan dan
verifikasi.
Proses
mencari
dan
16
menyusun secara sistematis data
Sugiyono,
Metodologi
Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung:
Alfabeta, 2010) hlm. 244.
10
Media pembelajaran dapat
dalam melakukan kegiatan dalam
dipahami sebagai “ segala sesuatu
pembelajaran.
Dalam
yang dapat menyampaikan dan
pembelajaran
seorang
menyalurkan pesan dari sumber
mempunyai
tugas
secara terencana sehingga tercipta
mendorong,
lingkungan belajar yang kondusif
memberikan fasilitas belajar bagi
di mana penerimaannya dapat
murid-murid
melakukan proses belajar secara
tujuan. Maka dengan demikian
17
efisien dan efektif.
demikian
media
proses
guru
untuk
membimbing,
untuk
dan
mencapai
Dengan
peranan guru dalam belajar ini
pembelajaran
menjadi lebih luas dan lebih
dapat disimpulkan bahwa alat
mengarah
yang digunakan siswa dan guru
motivasi belajar anak-anak.18
untuk
mempermudah
belajar
mengajar
proses
peningkatan
Berdasarkan
wawancara,
berupa slide, buku, tipe-recorder,
memberikan
kaset, laptop, film dan komputer
menggunakan
shingga tercipta suasana belajar
pembelajaran
yang efisen dan kondusif.
dengan menayangkan materi di
adanya
ketika
hasil
dapat
Dengan
yang
kepada
materi
guru
dengan
media
salah
satunya
dukungan
LCD siswa tampak bersemangat
dari media pembelajaran sehingga
dalam mengikuti pembelajaran.
siswa dapat termotivasi dalam
Siswa tidak merasa bosan dan
belajar, siswa lebih bersemangat
siswa mampu membuat tugas
17
18
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran
(Jakarta: Refrensi (GP Press Group), 2013),
hlm. 8
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono,
Psikologi Belajar (Jakarta: PT Rineka Cipta,
2008), hlm. 104
11
yang diberikan oleh guru yang
menggunakan laptop, ada juga
dikerjakan
media lainnya yang mendukung
di
laptop
masing-
masing untuk dipresentasikan di
proses
depan kelas. Pemanfaatan media
pegangan (modul), Iqro’dan al-
pembelajaran
untuk
Qur’an. Setiap pembelajaran di
dalam
mulai, peserta didik diharapkan
suasana
untuk melakukan sholat dhuha
bertujuan
membantu
guru
menciptakan
pembelajaran agar pembelajaran
penggunaan
pembelajaran
laptop
media
menggunakan
ini
a.
Mengenalkan media kepada
siswa
pembelajarannya. Jika ada materi
penggunaannya
yang berhubungan dengan media,
menggunakan
b.
laptop
mengajar
dan
c.
guru
dibutuhkan.
pembelajaran
materi
Selain
tau
efektivitas
Supaya anak tertarik dan guru
ceramah
didik untuk mencari di internet
dengan
Mempermudah
siswa
tidak harus monoton dengan
memberikan tugas kepada peserta
sesuai
supaya
belajar
biasanya guru menampilkan slide
untuk
media
pembelajaran yaitu:
tergantung kebutuhan dan tujuan
guru
buku
Adapun tujuan dengan
dengan
menggunakan
yaitu
dan mengaji bersama.
lebih menarik dan variatif.Akan
tetapi
belajar
d.
yang
media
dengan
12
Menumbuhkan kreativitas.
kesimpulan pada laptop masing-
KESIMPULAN
Berdasarkan
mengenai
pembahasan
penggunaan
masing untuk dipresentasikan di
media
depan kelas. Adapun penggunaan
pembelajaran dalam meningkatkan
laptop
motivasi belajar siswa kelas VII
bagaimana penggunaan media ini
SMP Birrul Walidain Sragen tahun
digunakan dengan baik dan benar
ajaran 2013/2014 dapat disimpulkan
serta
bahwa:
teknologi.
1. Penggunaan media pembelajaran
dapat
meningkatkan
ini
agar
siswa
2. Faktor
siswa
dapat
tahu
menguasai
pendukung
dan
motivasi
penghambat yang dihadapi oleh
belajar siswa. Dengan adanya
guru PAI SMP Birrul Sragen di
media pembelajaran yang setiap
dalam
siswanya
laptop
pembelajaran
bahwa
dengan
dan
adalah:
pribadi
menggunakan
menunjukkan
siswanya
lebih
bersemangat
aktif
untuk
pembelajaran.
pembelajaran
mengikuti
Situasi
siswa
menggunakan
salah
menggunakan
1. Fasilitas dari sekolah untuk
lebih
mendukung proses belajar
mengajar
tidak
tampak
lelah
selalu
pembelajaran
materi
yang
dengan lancar.
disampaikan
mereka
guru
mampu
laptop
kegiatan
siswa
memperhatikan
satunya
a. Faktor pendukung:
menyenangkan,
rasa
media
sehingga
2. Fasilitas
membuat
agar
yang
oleh orang tua.
13
berjalan
diberikan
b. Faktor penghambat:
1. Guru
kurang
sehingga siswa lebih nyaman
menguasai
untuk mengikuti pembelajaran.
pengawasan setiap siswa
2. Bagi Para Guru
saat menggunakan laptop
Dengan keterbatasan sarana dan
dalam proses pembelajaran.
prasarana diharapkan untuk para
2. Kurangnya kesadaran siswa
dalam
penggunaan
guru
laptop
lebih
bersemangat
lagi
dalam menyampaikan ilmu yang
akan diberikan kepada peserta
sebagai sarana pembelajaran.
didik dalam menggunakan media
SARAN-SARAN
pembelajaran khususnya dengan
Pada akhir penulisan skripsi
menggunakan IT dalam proses
ini, penulis mencoba memberikan
beberapa
saran,
yang
pembelajaran.
berkaitan
3. Bagi guru
dengan masalah “Penggunaan media
Diharapkan bagi siswa untuk
pembelajaran dalam meningkatkan
tidak
motivasi belajar siswa kelas VII
menyalahgunaan
laptop
sebagai sarana pembelajaran.
SMP Birrul Walidain Sragen tahun
DAFTAR PUSTAKA
ajaran 2013/2014“, yaitu:
1. Bagi
SMP
Birrul
Walidain
Abu
Sragen.
dan
Supriyono.
Untuk SMP
Sragen,
Ahmadi
Birrul
agar
Walidain
Widodo
2008.
Psikologi Belajar. Jakarta:
memberikan
PT Rineka Cipta
ruangan yang lebih luas lagi
dalam melakukan proses belajar
14
Abdul Majid. 2005. Pendidikan
Agama
Islam
Dewi Salma Prawiradilaga. 2004.
Berbasisi
Mozaik
Teknoligi
Kompetensi. Bandung: PT
Pendidikan.
Jakarta:
Remaja Rosdakarya.
Prenadia Media
Riduwan.2010. Skala Pengukuran
Arif S, Sadiman, dkk. 2013. Media
variabel-variabel
Pembelajaran. Jakarta: PT
penelitian.
RajaGrafindo
Alfabeta.
Arikunto, Suharsini, 2006. Prosedur
Penelitian.
Sadiman,
Suatu
Bandung:
Raharjo
dkk.
Media
2012.
Pendidikan.
pendekatan praktik (Edisi
Jakarta: PT RajaGrafindo
Revisi VI). Jakarta: PT
Persada.
Rineka Cipta.
Sugiyono.
Azhar
Arsyad.
2003.
2010.
Metode
Media
Penelitian
Pembelajaran. Jakarta: PT
Kualitatif
RajaGrafindo Persada.
Bandung: Alfabeta.
Deddy Mulyana. 2002. Metodologi
Penelitian
Bandung:
dan
R&D.
Syaiful Bahri. 2011. Psikologi
Kulaitatif.
PT
Kuantitatif
Belajar.
Remaja
Jakarta:
Rineka Cipta
Rosdakarya.
15
PT
Download