Outline Paparan - Sistem Informasi Biro Bina Sosial Setda Provinsi

advertisement
Didik Darmanto
Direktorat Agama, Kebudayaan, Pemuda & Olahraga
Kementerian PPN/Bappenas
Semarang, 23 November 2015
OUTLINE PRESENTASI
1) Revolusi Mental:
 Makna, Rasional, Perubahan Pola Pikir & Kandungan Nilai
 Syarat & Modal Dasar
2) Kerangka Pikir dan Ruang Lingkup Revolusi Mental
3) Sasaran, Arah Kebijakan, dan Strategi Revolusi Mental
4) Pelembagaan Revolusi Mental
5) Sinergi Lintas Jalan Revolusi Mental
6) Sistem Berlapis Pendukung Revolusi Mental
7) Kerangka Regulasi & Kelembagaan
8) Aneka Lampiran:
 K/L Terkait Sasaran Revolusi Mental
 Catatan Pembahasan Musrenbangnas
 Tindak Lanjut
 Matriks Lintas Bidang Revolusi Mental
2
PERPRES No. 2/2015
Tentang RPJMN 2015-2019
Buku I 6.8 Revolusi Karakter Bangsa
Revolusi Mental dapat dijalankan, antara lain, melalui pendidikan
selain melalui kebudayaan yang diturunkan ke sistem
persekolahan dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran.
Buku II Bab 1 Lintas Bidang Revolusi Mental
Revolusi Mental sebagai gerakan kolektif yang melibatkan
seluruh bangsa, dengan memperkuat peran semua institusi
pemerintahan dan pranata sosial budaya yang ada di
masyarakat dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai
esensial pada individu, keluarga, institusi sosial, masyarakat
sampai dengan lembaga-lembaga negara.
3
APA ITU REVOLUSI MENTAL?
 Revolusi Mental: mengubah cara pandang, pikiran, sikap,
perilaku yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan,
sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu
berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
 Lawrence E. Harrison (1998): “Underdevelopment is a state of
mind.”
 Michael Fairbanks & Stace Lindsay (2000) menyebut: “Mental
Model” consists of beliefs, attitudes, and inferences that are
pro-innovation & create the conditions for prosperity. It’s a
mental map of how the world works.
 Revolusi Mental sejatinya berkenaan dengan mindset bahwa
setiap orang (individual) dan masyarakat & bangsa (kolektif)
memiliki energi kreatif untuk meraih prestasi tinggi dan kinerja
prima, yang memberi faedah bagi kepentingan publik dan
kemaslahatan bersama.
MENGAPA REVOLUSI MENTAL?
 Gerakan Reformasi tahun 1998 telah mengubah secara sangat
fundamental struktur politik & sistem pemerintahan. Politik
Indonesia mengalami transformasi radikal menuju perubahan
mendasar yang ditandai:
 Otoritarianisme berganti demokrasi
 Sentralisasi berganti desentralisasi
 Pemilu langsung legislatif & presiden
 Proses konsolidasi demokrasi berlangsung relatif mulus-lancar, diikuti
pelembagaan politik yang makin kuat & mantap.
 Struktur politik & sistem pemerintahan sudah sepenuhnya modern
(karena mengadopsi sistem demokrasi modern Barat), namun
perilaku sosial & praksis politik belum selaras dengan sistem yang
telah mengalami modernisasi.
 Untuk itu, diperlukan suatu gerakan sosial-budaya untuk mengubah
pola pikir & sikap mental agar sejalan dengan modernisasi sistem
politik & pemerintahan.
Rasional: Revolusi Mental (1)
 Bangsa Indonesia harus mempunyai ambisi besar dan cita-cita mulia
untuk menjadi negara maju, modern, dan bermartabat. Bangsa yang
bermartabat ditandai oleh tiga hal pokok (konsep Trisakti):
(i) Berdaulat secara politik
(ii) Berdikari secara ekonomi
(iii) Berkepribadian dalam kebudayaan
 Bangsa yang maju ditentukan oleh mentalitas yang tangguh, baik
individual maupun kolektif dari warga negara Indonesia.
 Revolusi Mental bermula di alam pikiran yang menuntun bangsa dalam
meraih cita-cita bersama dan mencapai tujuan kolektif bernegara:
(1) memajukan kesejahteraan umum; dan
(2) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat
Indonesia.
 Revolusi Mental membangkitkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia
memiliki kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif, dan
berpotensi menjadi bangsa maju dan modern.
Rasional: Revolusi Mental (2)
 Revolusi Mental sebagai gerakan kolektif yang
melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat
peran semua institusi pemerintahan dan pranata
sosial-budaya yang ada di masyarakat.
 Revolusi Mental dilaksanakan melalui internalisasi
nilai-nilai esensial pada individu, keluarga, instititusi
sosial politik, masyarakat, sampai dengan lembagalembaga negara – pelaku dan penyelenggara
pemerintahan negara.
 Bertujuan untuk meningkatkan akselerasi
pembangunan dan peningkatan produktivitas bangsa.
Rasional: Revolusi Mental (3)
 Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat
ditentukan, antara lain, oleh hal-hal berikut:






sikap & dorongan untuk giat bekerja
sikap untuk menjadi produktif
sikap dalam mengelola kekayaan dan materi
sikap dalam berkeluarga dan merawat anak
motivasi meraih pencapaian tinggi
dorongan untuk melakukan penemuan (invention)
dan pembaruan (innovation)
 Karakteristik sikap dan perilaku tersebut
berpangkal pada akal budi dan pikiran
manusia, yang terbingkai di dalam mentalitas
individual  kolektif: mentalitas bangsa.
REVOLUSI MENTAL:
PERUBAHAN POLA PIKIR
 Revolusi Mental ditandai oleh perubahan pola pikir dan
perilaku yang berkebalikan:
 Negatif  Positif
 Malas  Kerja Keras
 Melanggar Hukum  Taat Hukum
 Tak Disiplin  Disiplin Tinggi
 Bohong  Jujur
 Korupsi  Antikorupsi
 Konflik  Harmoni, Konsensus
 Prasangka  Saling Percaya
 Tidak punya tanggung jawab  Bertanggung jawab
 Terkungkung Masa Silam  Berorientasi Masa Depan
KANDUNGAN REVOLUSI MENTAL
Revolusi Mental mengandung nilai-nilai esensial (elemenelemen pokok) yang sangat diperlukan untuk menggerakkan
masyarakat dan bangsa meraih kemajuan dan kemodernan:









Integritas
Etos kemajuan
Etika kerja
Motivasi berprestasi
Produktif
Inovatif
Adaptif
Disiplin
Taat hukum & aturan
Sportivitas & Fairness
Berpandangan optimistis
Gotong royong, kerja sama
Kepedulian & solidaritas sosial
Saling menghargai, toleran
Berorientasi pada kepentingan
umum
 Berpedoman pada kebajikan
publik (civic virtue, al-mashlaha
al-ammah)






SYARAT REVOLUSI MENTAL
 Untuk mencapai Indonesia yang maju, makmur dan sejahtera serta
mandiri diperlukan manusia-manusia unggul:




berpendidikan baik
berpengetahuan dan menguasai teknologi
memiliki keahlian dan keterampilan
pekerja keras dan punya etos kemajuan
 Manusia unggul juga harus punya sikap optimistik dalam menatap
masa depan dan memiliki nilai-nilai luhur:



gotong royong
toleransi, solidaritas
rukun, saling menghargai dan menghormati
 Manusia unggul juga harus memiliki kesadaran bahwa:


sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah aset yang harus
digunakan secara efisien dan tetap dijaga kualitasnya.
tanpa mengurangi hak & kesempatan generasi mendatang melakukan
eksplorasi kekayaan alam tersebut bagi kesejahteraan mereka.
MODAL DASAR REVOLUSI MENTAL

Indonesia adalah archipelagic country – negara maritim yang bertaburan pulau-pulau:
 Sekitar 75% luas wilayah Indonesia adalah lautan dengan garis pantai terpanjang nomor dua
di dunia (setelah Kanada) mencapai panjang 99.093 kilometer.
 Terletak di antara dua benua: Asia & Australia – dua samudera: Hindia & Pasifik.
 Berposisi membentang di atas 1/8 garis equator yang mengelilingi dunia.
Sebagai negara maritim, posisi geografis Indonesia sangat strategis yang berpotensi menjadi salah
satu pemain kunci perdagangan internasional dan transportasi laut antarnegara:
 Sekitar 50% kapal niaga melewati perairan Indonesia (selat Malaka) menuju berbagai
negara di dunia.
 Berperan sebagai pelabuhan alamiah di antara semua negara yang mengitarinya.
Jumlah penduduk besar (254 juta jiwa): modal manusia  meningkatkan produktivitas nasional.

Posisi geo-ekonomi dan geo-politik yang sangat strategis ini sangat menguntungkan:



Dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi-politik tangguh di kawasan Asia dan dunia.
KERANGKA PIKIR REVOLUSI MENTAL
RASIONAL
SYARAT RM
 Mentalitas menentukan kemajuan suatu bangsa
 Revolusi Mental bermula di alam pikiran,
menuntun dalam meraih cita-cita dan mencapai
tujuan bernegara.
 Revolusi Mental membangkitkan kesadaran
untuk berprestasi tinggi, produktif menuju
bangsa maju dan modern.
Manusia unggul dengan
pendidikan yang baik,
memiliki keahlian dan
keterampilan, menguasai
teknologi, pekerja keras,
mempunyai etos kemajuan
NILAI-NILAI ESENSIAL RM
 Integritas: jujur, taat hukum dan aturan, disiplin, sportivitas dan fairness
 Etos kerja dan etos kemajuan: motivasi berprestasi, berpandangan
optimistis, produktif, inovatif , dan adaptif
 Gotong royong: kerja sama, toleran, saling menghargai, berorientasi
pada kepentingan umum, berpedoman pada kebajikan publik dan
kemaslahatan umum.
MAKNA REVOLUSI MENTAL
MODAL DASAR RM
• Mengubah cara pandang, pikiran, sikap,
perilaku untuk berorientasi pada kemajuan dan
kemodernan,
• Gerakan kolektif yang melibatkan seluruh
komponen bangsa dengan memperkuat peran
institusi pemerintahan dan pranata sosialbudaya di masyarakat.
• Internalisasi nilai-nilai esensial pada individu,
keluarga, insititusi sosial, masyarakat dan
lembaga negara.
 Posisi geografis: strategis
sebagai negara maritim
 Geo-ekonomi dan geopolitik: strategis menjadi
kekuatan ekonomi-politik
tangguh di kawasan
 Jumlah Penduduk yang
besar (254 juta jiwa)
 Kekayaan Sumber Daya
Alam
HASIL AKHIR
Bangsa Indonesia yang
maju, modern, makmur,
sejahtera & bermartabat
PILAR
REVOLUSI
MENTAL
 Kedaulatan
Politik
 Kemandirian
Ekonomi
 Kepribadian
dalam
Kebudayaan
Ditunjukkan melalui:
Kedaulatan Politik
1. Meningkatnya Indeks
Pembangunan Hukum
2. Meningkatnya Indeks
Perilaku Anti Korupsi
3. Meningkatnya Integritas
Pelayanan Publik
4. Meningkatnya Indeks
Demokrasi Indonesia
Kemandirian Ekonomi
1. Menurunnya Indeks Gini
2. Meningkatnya PDB per
Kapita
Kepribadian dalam
Kebudayaan
1. Meningkatnya Indeks
Pembangunan Manusia
2. Meningkatnya Indeks
Pembangunan Masyarakat
13
RUANG LINGKUP REVOLUSI MENTAL
Kemendagri, Kemenag,
Kemensos,
Kemenkominfo, Kemenpora,
Kemenkes, Kemen PP & PA
BKKBN, Kemenko PMK
Kemedikbud,
Kemenag, Kemendagri,
Kemenko Polhukam,
Kemenpora, Kemen LH
& Hutan, Kemenko
Bidang Kemaritiman,
Kemenkes, Kemen PU
& PR, KPK, Perpusnas
Peningkatan
peran lembaga
sosial, agama,
keluarga, media
publik
Pengembangan
kepribadian &
peneguhan jati
diri bangsa
Kemensos, Kemen Desa,
Trans, PDT, Kemen PP & PA
Kedaulatan Politik
Kemandirian Ekonomi
Kepribadian dalam Kebudayaan
Peningkatan
kepatuhan &
penegakan
hukum dan
reformasi
lembaga
peradilan
Bappenas: Koord
Perencanaan;
Menko: Koord
Pelaksanaan
MELAKSANAKAN
REVOLUSI MENTAL
Pemanfaatan
Modal Sosial dan
Modal Budaya
Kemenkum & HAM, TNI-POLRI, Kejaksaan RI,
KPK, MK, Komnas HAM,
Ombudsman RI, Kemenhub, Kemen PP & PA,
Perkuatan
kelembagaan
politik &
reformasi
birokrasi
pemerintahan
Peningkatan
kemandirian
ekonomi & daya
saing bangsa
Pembangunan
pendidikan yang
berkualitas dan
kebudayaan yang
memacu daya
cipta & inovasi
Kemendagri,
Kemen PAN & RB, KPU, Kemenkes,
Kemenko Polhukam, Bawaslu, LAN,
BPKP, Ombudsman RI, Kemen Desa,
Trans, PDT, Kemen PP & PA,
Kemenkominfo, Kemenlu
Kemendag,
Kemenperin, Kemen KP,
Kemenpar, KPPU,
KemRistek & Dikti,
Kementan, Kemen
ESDM, Kemen PP &
PA, BPOM, BKPM,
Kemenkes
Kemdikbud,
KemRistek & Dikti, Kemenag;
Kemen KP, Kemenkes,
Kemenhub
14
Sasaran: Kedaulatan Politik (1)
1) Mantapnya proses konsolidasi demokrasi yang ditandai
oleh:
 meningkatnya peran dan kapasitas lembaga demokrasi;
 terjaminnya kebebasan sipil dan hak-hak politik termasuk keterwakilan
perempuan;
 meningkatnya kualitas kehidupan demokrasi yang beradab;
 meningkatnya partisipasi politik rakyat, terutama dalam proses
pengambilan keputusan politik dan perumusan kebijakan publik, diukur
melalui peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia dan tingkat partisipasi
politik rakyat.
2) Meningkatnya stabilitas sosial politik ditandai berkurangnya
konflik dan meningkatnya kerukunan antarkelompok
masyarakat yang didukung dengan berkurangnya kesenjangan
sosial ekonomi, birokrasi pemerintahan yang bersih,
menurunnya ancaman kebebasan sipil dan perlindungan
aparat keamanan.
Sasaran: Kedaulatan Politik (2)
3) Efektifnya penegakan hukum dan meningkatnya budaya
hukum dalam bentuk kepatuhan pada hukum dan aturan,
serta munculnya kesadaran dan ketaatan dalam proses
penegakan hukum yang berkeadilan oleh aparat dan
lembaga peradilan yang berintegritas, untuk menumbuhkan
kepercayaan masyarakat.
4) Meningkatnya peran Indonesia dalam forum-forum internasional
yang ditandai dengan semakin kuatnya kebijakan luar negeri
dengan dukungan kemampuan nasional di bidang ekonomi,
pertahanan dan keamanan.
5) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan birokrasi
pemerintahan dan layanan perizinan yang ditandai oleh
tumbuhnya budaya pelayanan (service culture), yang
berorientasi pada pelayanan prima dan transparan, yang
berdampak pada peningkatan efisiensi dan kepuasan masyarakat.
Sasaran: Kemandirian Ekonomi (1)
1) Meningkatnya produktivitas bangsa yang tercermin pada
meningkatnya aktivitas ekonomi dan industri, yang tidak lagi
bertumpu pada eksplorasi sumber daya alam yang bersifat
ekstraktif, serta menguatnya internalisasi nilai-nilai
persaingan usaha yang sehat di kalangan pelaku ekonomi,
pemerintah, dan masyarakat.
2) Meningkatnya kemandirian ekonomi nasional yang
berdaya saing, yang ditandai oleh:
 menguatnya kecintaan terhadap produksi dalam negeri dan
mantapnya kedaulatan energi dan kedaulatan pangan;
 berkembangnya ekonomi dan industri kreatif dan manufaktur
yang didukung oleh peningkatan kapasitas SDM nasional; dan
 terlindunginya ekonomi rakyat (ekonomi subsisten, ekonomi
sektor informal), untuk menjaga kelangsungan kehidupan
masyarakat.
Sasaran: Kemandirian Ekonomi (2)
3) Berkembangnya ekonomi nasional yang bertumpu
pada budaya maritim, yang ditandai oleh:
 optimalnya pemanfaatan potensi laut dan pariwisata
bahari;
 berkembangnya perdagangan internasional melalui jalur
laut; dan
 terbangunnya poros maritim dunia melalui kemitraan
antarnegara yang saling menguntungkan.
4) Meningkatnya budaya produksi sehingga lebih kuat
dari budaya konsumsi, sejalan dengan meningkatnya
budaya inovasi di masyarakat, yang didukung oleh
sistem logsitik nasional yang baik untuk mendukung
ditribusi bahan produksi dan konsumsi.
Sasaran: Kepribadian dalam Kebudayaan (1)
1) Meningkatnya pemahaman, penghayatan, dan
pengamalan nilai-nilai luhur budaya bangsa (gotong
royong, toleransi, solidaritas, harmoni) berdasarkan
falsafah Pancasila dan kesadaran masyarakat akan
pentingnya penguatan karakter bangsa dan untuk
menegaskan identitas nasional dan meneguhkan jati diri
bangsa, yang ditandai oleh:
 semakin kuatnya partisipasi generasi muda Indonesia
dalam mengapresiasi budaya nasional;
 semakin kuatnya ketahanan masyarakat dari pengaruh
budaya asing yang kurang produktif; dan
 semakin majunya industri kreatif berbasis budaya
nasional.
Sasaran: Kepribadian dalam Kebudayaan (2)
2) Meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang
unggul, maju, mandiri, berakhlak mulia, berbudaya,
dan berkeadaban yang didukung oleh menguatnya etika
kerja dan sikap gotong royong baik dalam kehidupan
sosial kemasyarakatan maupun dalam kegiatan produktif
yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
3) Meningkatnya partisipasi publik dalan berbagai
kegiatan untuk menggerakkan agenda Revolusi
Mental, yang berbasis pada kelompok-kelompok
strategis di masyarakat dan pelibatan lembaga publik
yang berpengaruh, seperti pejabat publik, pelaku
usaha, organisasi sosial, asosiasi profesi, lembaga dan
pemangku adat, tokoh agama, dan pemuka
masyarakat.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kedaulatan Politik (1)
1) Peningkatan kualitas peran dan fungsi lembaga-lembaga
demokrasi, disertai jaminan pemenuhan kebebasan sipil
dan hak-hak politik rakyat, termasuk peningkatan peran
organisasi masyarakat sipil dan peningkatan
keterwakilan perempuan dalam politik dan pengambilan
keputusan publik.
2) Pemantapan iklim kondusif bagi terpeliharanya
stabilitas sosial politik yang ditandai dengan
menurunnya konflik sosial politik. Pemantapan ini
diupayakan melalui penerapan strategi nasional
pemantapan wawasan kebangsaan dan karakter bangsa
dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan
bangsa.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kedaulatan Politik (2)
3) Peningkatan kepatuhan dan penegakan hukum serta
reformasi peradilan secara konsisten dan berintegritas
untuk menciptakan ketertiban sosial dan mewujudkan
keadilan, serta pelaksanaan reformasi birokrasi
untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan
dan layanan perizinan yang bersih, transparan, dan
akuntabel, yang sejalan dengan pengembangan
budaya pelayanan.
4) Peningkatan kontribusi dan kualitas peran kebijakan
luar negeri Indonesia dalam berbagai forum
internasional untuk mendukung pencapaian
kepentingan nasional di dalam negeri, serta sebagai
upaya untuk turut mewujudkan perdamaian dan
keadilan dunia.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kemandirian Ekonomi (1)
1) Peningkatan kemandirian ekonomi nasional melalui:
a) pemberian akses yang merata ke sumber daya ekonomi bagi
seluruh masyarakat, sejalan dengan pengembangan ekonomi
berbasis maritim dengan penerapan doktrin poros maritim dunia;
b) pengelolaan energi dan pangan melalui hilirisasi produk-produk
pertanian (pangan) dan pengolahan minyak bumi dan hasil
tambang, untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat;
c) peningkatan kapasitas produksi dan produktivitas hasil pertanian
dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pasar
global (impor);
d) peningkatan penggunaan produk dalam negeri dengan (i)
meningkatkan proporsi produk dalam negeri yang diperdagangkan
di pasar dalam negeri; (ii) meningkatkan kesadaran masyarakat
untuk menggunakan produk dalam negeri; dan (iii) meningkatkan
kesadaran produsen untuk menggunakan komponen produk dalam
negeri yang lebih tinggi.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kemandirian Ekonomi (2)
2) Pemberdayaan pelaku usaha kecil-menengah, ekonomi
dan industri kreatif, ekonomi rakyat dan ekonomi
subsisten, dengan meningkatkan pemerataan peluang
dalam pengembangan ekonomi dan distribusi aset-aset
produktif yang adil.
3) Penguatan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat di kalangan
pelaku ekonomi, pemerintah dan masyarakat untuk
mencegah praktik monopoli yang menyebabkan kegiatan
usaha tidak sehat dan ekonomi tidak efisien melalui:
a) pendidikan formal dan nonformal untuk mendorong internalisasi
nilai-nilai persaingan usaha yang sehat,
b) penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai landasan
hukum dalam pengembangan kebijakan, dan
c) pembentukan mekanisme harmonisasi kebijakan persaingan usaha
yang sehat.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kemandirian Ekonomi (3)
4) Peningkatan pemasyarakatan budaya produksi melalui
peningkatan pemahaman dan penyadaran bahwa
konsumsi berlebihan (excessive consumption) tidak baik
dan tidak bijak, serta penyebaran pengetahuan teknikteknik pembuatan barang dan jasa yang dilakukan sendiri
baik melalui jalur pendidikan maupun pemasyarakatan
sehingga terbangun budaya swadesi.
5) Peningkatan dan pengembangan iklim yang kondusif bagi
inovasi melalui pemberian penghargaan bagi temuantemuan baru dan penegakan hak kekayaan intelektual,
serta penyediaan ruang publik yang mendorong kreativitas
dan yang memfasilitasi perwujudan ide kreatif ke dalam
bentuk barang, audio, visual, grafis, koreografi, dan lain-lain.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kepribadian dalam Kebudayaan (1)
1) Peningkatan pendidikan yang berkualitas untuk
melahirkan manusia-manusia unggul, yang mampu
mengembangkan kebudayaan, daya cipta dan
kreativitas, daya saing, serta merancang masa depan
bangsa yang maju, modern, dan mandiri.
2) Peningkatan kualitas lembaga pendidikan
(sekolah/madrasah dan unversitas) sebagai sarana dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek), yang tercermin pada:
 proses pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan iptek,
 pengembangan bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, Jepang,
Prancis, Jerman) sebagai instrumen untuk mengakses sumbersumber ilmu pengetahuan dan membangun peradaban
modern.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kepribadian dalam Kebudayaan (2)
3) Peningkatan peran keluarga sebagai basis utama dan
pertama pembentukan karakter dan kepribadian anak
melalui pengasuhan dan pendidikan di rumah, pembinaan
akhlak mulia dan budi pekerti, serta wahana sosialisasi dan
persemaian nilai-nilai luhur.
4) Peningkatan kesadaran masyarakat akan kemajemukan
yang menuntut setiap warga negara hidup rukun, toleran,
gotong royong, dan menjaga hubungan sosial yang
harmonis, dengan menghargai perbedaan suku, agama,
bahasa, adat istiadat, agar tercipta keutuhan, persatuan, dan
kesatuan dalam kebhinnekaan.
5) Pengembangan karakter dan jati diri bangsa yang tangguh,
berbudaya, dan beradab, serta berdaya saing dan dinamis,
yang dilandasi oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berdasarkan Pancasila.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan:
Kepribadian dalam Kebudayaan (3)
6) Pencanangan proyek percontohan dalam bentuk
Komunitas Berkarakter sebagai “kantungkantung perubahan,” untuk mengawali gerakan
nasional kampanye revolusi mental di kalangan
aparatur negara, pengelola BUMN/BUMD, dan
masyarakat umum.
7) Peningkatan kampanye publik melalui berbagai
media (film, sastra, iklan layanan masyarakat),
untuk menumbuhkan etos, semangat berkarya,
daya juang, sikap antikorupsi, orientasi mencari
ilmu, hidup toleran dan menjaga harmoni sosial di
dalam masyarakat majemuk.
PELEMBAGAAN REVOLUSI MENTAL
 Institusi pendidikan: sekolah, universitas—berperan sangat penting
untuk menyiapkan warga negara (penduduk usia sekolah) menjadi
insan-insan terpelajar, fokus pada pengembangan literacy & scientific
knowledge. Institusi pendidikan juga harus dapat menjalankan dua
fungsi sekaligus: sebagai l’homme de science dan sebagai l’homme de
culture.
 Lembaga negara & institusi politik: kebijakan publik dan keputusan
politik, keteladanan pejabat publik.
 Lembaga hukum dan peradilan—para penegak hukum
mendasarkan pada prinsip moralitas publik dan keadilan dalam
proses penegakan hukum.
 Lembaga agama, lembaga keluarga dan pranata sosial-budaya:
berperan sangat penting untuk menjadi wahana sosialisasi nilai, etika,
moral; menanamkan civility, civic virtues, public moralities untuk
membangun cultured society & civilized nation.
Sinergi Lintas-Jalan dalam
Menggerakkan Revolusi Mental












Pendidikan untuk mewujudkan
insan cerdas, berkarakter
Pendidikan untuk pengembangan
literacy dan scientific knowledge
Budaya sekolah
Guru sebagai role model
Pendidikan karakter
Pendidikan kewargaan
Pendidikan bahasa Indonesia
Praktik politik berlandaskan civic
virtues
Penyelenggaraan negara
berorientasi pada kepentingan
publik dan untuk mewujudkan
common goal s
Politik pemerintahan tidak
berbasisi transaksi ekonomipolitik yang berbuah korupsi
Tata kelola pemerintahan bersih
(anti-korupsi)
Birokrasi pemerintahan efisien

Institusi kebudayaan menjadi
kekuatan penggerak untuk
mengembangkan daya cipta
kebudayaan dan membangun
peradaban unggul
Pemanfaatan cultural capital
dalam wujud sistem pengetahuan,
sistem nilai dan norma sosial,
sistem hukum, local wisdom,
pranata sosial-budaya-ekonomi
untuk mendorong meraih
kemajuan

Jalan
Pendidikan
Jalan
Kebudayaan


Jalan Politik
Jalan Hukum


Penegakan hukum tegas
berprinsip keadilan
Hukum berpihak dan tunduk
pada kebenaran, serta
dijalankan dengan prinsip
equality before the law
Lembaga peradilan dan aparat
penegak hukum berintegritas
(antikorupsi)
Moralitas menjadi sandaran
tertinggi dalam proses
penegakan hukum
SISTEM BERLAPIS PENDUKUNG
REVOLUSI MENTAL
BANGSA MAJU, MODERN, BERPERADABAN UNGGUL
KERANGKA REGULASI DAN KELEMBAGAAN
 Harmonisasi Peraturan Perundangan
 Untuk mendorong dan mengatur perilaku masyarakat dan penyelenggara
negara dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan lintas
bidang Revolusi Mental, perlu ditelaah dan dikaji lebih lanjut semua
peraturan perundangan yang terkait, agar tidak bersifat kontraproduktif
bagi pencapaian arah kebijakan dan strategi pencapaian yang sudah
ditetapkan.
 Sinergi antar kementerian/lembaga dan SKPD
 Pembangunan lintas bidang Revolusi Mental akan dilaksanakan oleh
masing-masing kementerian/lembaga terkait, dan satuan kerja
pemerintah daerah provinsi dan kabupaten. Saat ini telah banyak
prakarsa dan ide pembangunan Revolusi Mental yang telah dilakukan
oleh berbagai tokoh masyarakat dan masyarakat sipil, tidak saja berasal
dari pusat, tetapi juga dari daerah. Kesemua inisiatif tersebut harus
berjalan sinergi satu sama lain.
Hightlight Pelaksanaan Revolusi Mental
KEGIATAN
TARGET 2016
K/L
Kedaulatan Politik
Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat
300 desa
Kementerian Hukum dan HAM
TOT Diklat Revolusi Mental dalam Pelayanan Publik
PNS Pusat dan Daerah
Lembaga Administrasi Negara
(LAN)
Inovasi dan Sistem Informasi Pelayanan Publik
400 inovasi
Kementerian PAN dan RB
Pembinaan Keteknikan, Perlindungan Lingkungan dan
Usaha Penunjang Mineral dan Batubara
6.700 Ha Reklamasi wilayah bekas tambang
98% Perusahaan yang memenuhi batu mutu lingkungan
Kementerian ESDM
Pengawasan Persaingan Usaha
50% dunia usaha memahami nilai-nilai persaingan usaha
yang sehat
Komisi Pengawas Persaingan
Usaha (KPPU)
Peningkatan kualitas SDM koperasi dan UKM
2.420 orang yang dilatih diklat perkoperasian termasuk
perkoperasian syariah
Kementerian Koperasi dan UKM
Pemberdayaan Dagang Kecil, Menengah dan Peningkatan
Penggunaan Produk Dalam Negeri
92,5% kontribusi produk dalam negeri dalam konsumsi
rumah tangga nasional
Kementerian Perdagangan
Pendidikan karakter melalui pembelajaran di kelas dan
pengembangan kegiatan ekstrakurikuler
Semua jenjang pendidikan
Kemdikbud, Kemenag
Peningkatan kualitas guru sebagai figur teladan
Seluruh guru
Kemdikbud, Kemenag
Penghargaan Tokoh Inspiratif Bidang Kebudayaan
Tokoh Masyarakat dan Tokoh Budaya
Kemdikbud
Peningkatan Sensor Film
46.200 produk film
Kemdikbud
Pembinaan Kerukunan Umat Beragama
514 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi dan
Kab/Kota
Kemenag
Pelestarian Nilai-Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan
Kesetiakawanan Sosial
15.380 generasi muda
Kemsos
Kemandirian Ekonomi
Kepribadian Dalam Kebudayaan
Tindak Lanjut:
Revolusi Mental (1)
1) Penetapan Payung Hukum Pelaksanaan Gerakan Revolusi
Mental (Perpres/Inpres Gerakan Revolusi Mental);
2) Penetapan penanggung jawab pelaksanaan Kampanye
Gerakan Revolusi Mental secara massif di tingkat pusat
dan daerah;
3) Kementerian/Lembaga (K/L) melakukan sosialisasi
pelaksanaan program/kegiatan dalam Matrik Rencana
Tindak Pembangunan Lintas Bidang Revolusi Mental;
4) Kementerian/Lembaga (K/L) menyusun indikator khusus
Revolusi Mental, selain petikan dari indikator yang relevan
dari K/L, agar pelaksanaan program dan kegiatan Revolusi
Mental lebih fokus dan terarah;
Tindak Lanjut:
Revolusi Mental (2)
5) Pemerintah Daerah diharapkan melakukan
penyesuaian program/kegiatan daerah untuk
mendukung pelaksanaan Revolusi Mental;
6) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Revolusi Mental
dalam program/kegiatan di K/L perlu dilakukan di
bawah koordinasi Kemenko PMK;
7) Matriks Rencana Tindak Pembangunan Lintas Bidang
Revolusi Mental dapat disesuaikan pada proses
perencanaan setiap tahun, baik dalam RKP maupun
Renja K/L.
TERIMA KASIH
ANEKA LAMPIRAN:
37
K/L TERKAIT
SASARAN REVOLUSI MENTAL
38
K/L TERKAIT
SASARAN REVOLUSI MENTAL
NAWACITA
DIREKTORAT
BAPPENAS
KEMENTERIAN/LEMBAGA/BUMN
Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan dan
penegakan hukum dan
reformasi lembaga peradilan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Kementerian Hukum dan HAM
TNI-POLRI
Kejaksaan RI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
MK
Komnas HAM
Ombudsman RI
Kementerian Perhubungan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi birokrasi
pemerintahan.
1. Kementerian Dalam Negeri
2. Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi
3. Komisi Pemilihan Umum (KPU)
4. Kementerian Kesehatan
5. Kemenko Polhukam
6. Bawaslu
7. LAN
8. BPKP
9. Ombudsman RI
10.Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi
11.Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
12.Kementerian Komunikasi dan Informatika
13.Kementerian Luar Negeri
 Dit. Hukum dan HAM
 Dit. Pertahanan dan
Keamanan
 Dit. Kependudukan,
Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak
 Dit. Transportasi
Dit. Politik dan Komunikasi
Dit. Aparatur Negara
Dit. Otonomi Daerah
Dit. Kesehatan dan Gizi
Masyarakat
• Dit. Kependudukan,
Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak
•
•
•
•
39
K/L TERKAIT
SASARAN REVOLUSI MENTAL
NAWACITA
KEMENTERIAN/LEMBAGA/BUMN
DIREKTORAT
BAPPENAS
Kemandirian Ekonomi
1. Peningkatan kemandirian
ekonomi dan daya saing
bangsa.
1. Kementerian Perdagangan
2. Kementerian Perindustrian
3. Kementerian Pariwisata
4. Kementerian Kelautan Perikanan
5. Komisi Pengawas Persaingan Usaha
6. Kementerian Ristek dan Dikti
7. Kementerian Pertanian
8. Kementerian ESDM
9. Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
10.Badan POM
11.Badan Koordinasi Penanaman Modal
12.Kementerian Dalam Negeri
 Dit. Industri, IPTEK,
Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
 Dit. PIKEI
 Dit. Pangan dan
Pertanian
 Dit. Kelautan dan
Perikanan
 Dit. SDEMP
 Dit. KP3A
 Dit. KGM
 Dit. Pendidikan
40
K/L TERKAIT
SASARAN REVOLUSI MENTAL
NAWACITA
KEMENTERIAN/LEMBAGA/BUMN
DIREKTORAT
BAPPENAS
Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan
yang berkualitas dan
kebudayaan yang memacu
daya cipta dan inovasi.
1. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
2. Kementerian RISTEK dan DIKTI
3. Kementerian Agama
4. Kementerian Kelautan Perikanan
5. Kementerian Kesehatan
6. Kementerian Perhubungan
 Dit. Pendidikan
 Dit. AKPO
 Dit. Industri, Iptek,
Pariwisata dan
Ekraf
 Dit. KP
 Dit. KGM
 Dit. Transportasi
2. Pemanfaatan modal sosial
dan modal budaya.
1. Kementerian Sosial
2. Kementerian Desa , PDT, dan
Transmigrasi
3. Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
 Dit. AKPO
 Dit. Perlindungan
dan Kesejahteraan
Masyarakat
 Dit. KP3A
41
K/L TERKAIT
SASARAN REVOLUSI MENTAL
NAWACITA
3. Pengembangan kepribadian dan
peneguhan jati diri bangsa.
4. Peningkatan peran lembaga sosial,
agama, keluarga dan media publik
DIREKTORAT
BAPPENAS
KEMENTERIAN/LEMBAGA/BUMN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Agama
Kementerian Dalam Negeri
Kemenko Polhukam
Kementerian Pemuda dan Olahraga
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan
7. Kemenko Bidang Kemaritiman
8. Kementerian Kesehatan
9. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
10.Komisi Pemberantasan Korupsi
11.Perpustakaan Nasional RI



1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.



Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Agama
Kementerian Sosial
Kementerian Komunikasi dan Informasi
Kementerian Pemuda dan Olah Raga
Kementerian Kesehatan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional
8. Kemenko PMK







Dit. Pendidikan
Dit. AKPO
Dit. Politik dan
Komunikasi
Dit. Kehutanan dan
Konservasi Sumber
Daya Air
Dit. KP
Dit. KGM
Dit. Perkim
Dit. Kumham
Dit. AKPO
Dit. KP3A
Dit. Politik dan
Komunikasi
Dit. KGM
Dit. Perlindungan dan
Kesejahteraan
Masyarakat
42
CATATAN PEMBAHASAN MUSRENBANG
43
Kegiatan Revolusi Mental di Daerah (1)
No
Provinsi
Kegiatan Revolusi Mental
1
Aceh
Penyusunan kurikulum terkait Revolusi Mental
2
Sumatera Barat
Pendidikan; Reformasi Birokrasi; Penciptaan produk hukum daerah; Kaukus Politik
Perempuan
3
DIY
Pengentasan kemiskinan; pemahaman kepahlawanan, karang taruna
4
DKI
Pencegahan dan penanggulangan konflik serta pengembangan wawasan kebangsaan;
Fasilitasi Komisi Intelejen Daerah; Gema Gotong Royong Pancasila; PTSP, Roadshow
pendidikan nilai-nilai kejuangan di sekolah-sekolah; Peningkatan kualitas pelayanan front
office dan back office di kelurahan
5
Jawa Timur
Jambore Animasi Nasional dengan tema kepahlawanan dan sejarah; Kota Layak Anak
6
Kepulauan Riau
Fokus pada keamanan wilayah perbatasan
7
Lampung
Peningkatan kesadaran siswa akan negara maritim dan cinta tanah air; sosialisasi
perlindungan konsumen; pengembangan kawasan industry
8
Sumatera Selatan
Penguatan 3 R (reorientasi, reposisi); Penguatan jiwa
enterpreneursip; Pelaksanaan event internasional
9
Kalimantan Selatan
Penanggulangan kemiskinan; Program Capacity Building KTM di Barito
10
Kalimantan Timur
Kerja sama Diskominfo dengan sektor pendidikan dan agama
11
Bali
Penyelenggaraan dialog budaya untuk 100 siswa SMA/SMK
12
Banten
RAD Reformasi Birokrasi; Penanganan
masyarakat miskin melalui pemberdayaan; Fasilitasi Kampung Adat
13
Nusa Tenggara Barat
Pengembangan Generasi Emas NTB 2025; Kewajiban membaca karya sastra; NTB
Membaca/NTB Cerdas
44
Kegiatan Revolusi Mental di Daerah (2)
No
Provinsi
Kegiatan Revolusi Mental
14
Nusa Tenggara Timur
Mengubah proporsi belanja publik menjadi lebih besar dari pada belanja aparat (60:40);
Pengembangkan sekolah hijau; Program seni masuk sekolah; Dialog pelestarian nilai-nilai
budaya
15
Gorontalo
Pembinaan Imtak; Himbauan Gubernur untuk menghentikan aktivitas pada saat ibadah;
Aturan terkait pergaulan bebas pegawai pemda dan merokok; tes kesehatan mental
pegawai dengan menggunakan computer based test
16
Sulawesi Barat
Wawasan Kebangsaan; Bina Sosial
17
Sulawesi Tengah
Telah disusun satu perda terkait pendidikan karakter; pendidikan kebangsaan dan
harmoni untuk anak-anak eks konflik Poso; aturan sanksi pegawai; Mendorong lomba
membaca dan literasi; Mendorong penulis-penulis lokal menyusun buku-buku terkait
cerita tradisional yang
mengandung kearifan lokal; Pengenalan kembali permainan tradisional kepada
masyarakat
18
Maluku Utara
Pelayanan dan perizinan satu pintu
19
Maluku
Hibah kepada lembaga pendidikan; Beasiswa S2; merayakan hari-hari besar kebudayaan;
Hibah untuk program keagamaan; Program untuk peningkatan kualitas pemuka agama;
pendidikan karakter dan kompetisi guru
20
Papua Barat
Peningkatan kualitas guru dan pembekalan muatan lokal; Pemberdayaan ekonomi;
Pengiriman siswa dari Papua Barat untuk belajar di luar daerah (Jawa) dan ke luar negeri
21
Papua
Program Strategis Pembangunan Ekonomi Kampung
22
Sulawesi Tenggara
Pemutaran film keliling bertema kebudayaan dan sejarah bangsa; Dialog budaya;
Pemberdayaan masyarakat di Buton Selatan
45
Kegiatan Revolusi Mental K/L yang
Akan Dilaksanakan di Daerah (1)
No
Kementerian/ Lembaga
Kegiatan Revolusi Mental
1
Kementerian Dalam Negeri
1. fasilitasi politik dalam negeri, dengan indikator, antara lain: jumlah anggota
Parpol yang memiliki keterampilan legislasi dan prinsip good governance;
2. Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan;
3. kegiatan fasilitasi pembentukan tim penanganan konflik sosial di 34 provinsi;
4. Pendidikan politik bagi perempuan;
5. Penguatan forum-forum seperti FKUB
2
Kementerian Desa, PDT dan
Transmigrasi
1. Pembentukan kelembagaan sosial budaya di lokasi transmigrasi
3
Kementerian PP dan PA
1. Mengembangkan program perlindungan anak dan wanita melalui partisipasi
masyarakat desa
2. fasilitasi penyuluhan di desa terkait bahaya TPPO
3. Sosialisasi pengasuhan anak yang berkualitas
4
Kementerian Komunikasi dn
Informatika
Strategi Komunikasi Revolusi Mental
5
Kementerian Sosial
1. pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan,dan kesetiakwanan sosial,
melalui kegiatan baru seperti wisata sejarah, ziarah wisata, bulan bakti
kesetiakawanan sosial, membangun karakter nasional ( nation character
building); taman makam pahlawan (pahlawan center), Olimpiade Kebangsaan di
daerah secara nasional;
2. pemberdayaan keluarga dan kelembagaan sosial masyarakat. Kegiatan lain
diarahkan untuk tingkat siswa di sekolah, karang taruna dan masyarakat umum.
Pembuatan kampung siaga bencana; pembentukan tenaga pendamping sosial,
Penanganan Korban Narkoba; tenaga gerak cepat untuk penjangkauan 7 masalah
sosial.
46
Kegiatan Revolusi Mental K/L yang
Akan Dilaksanakan di Daerah (2)
No
Kementerian/ Lembaga
Kegiatan Revolusi Mental
6
BKKBN
Peran peningkatan fungsi keluarga melalui kegiatan Tribina: Bina Keluarga Balita dan
Anak (BKB), Bina ketahanan remaja (BKR), dan Bina ketahanan keluarga lansia dan
rentan (BKL).
7
Kementerian Agama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
meningkatkan budaya religius siswa;
meningkatkan fasilitas sekolah dan pesantren, laboratorium;
meningkatkan kapasitas guru-guru (agama dan pendidikan umum);
peningkatan pelayanan perguruan tinggi (BSM, kompetensi dosen dan sertifikasi
dosen)
pembangunan KUA dan asrama haji melalui dana SBSN
pengadaan kitab suci untuk seluruh agama
mengadakan pelatihan untuk penyuluh dan pembinaan agama konghucu
fasilitasi penyediaan Sekber FKUB dan bantuan operasional
8
Kementerian Kesehatan
1. pembinaan kesehatan dasar dan rujukan, terutama dengan akreditasi Puskesmas
dan Rumah Sakit;
2. Peningkatan intelegensia kesehatan;
3. pengembangan kawasan bebas rokok;
4. kegiatan kefarmasian dan rujukan;
5. pelaksanaan jaminan kesehatan nasional; dan
6. pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan.
9
Kementerian Ristek dan Dikti
1.
2.
3.
4.
Pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa yang berminat;
penguatan dosen melalui pendidikan S2, S3, dan sertifikasi;
pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
Penyediaan dosen dan tenaga kependidikan bermutu
47
Kegiatan Revolusi Mental K/L yang
Akan Dilaksanakan di Daerah (3)
No
Kementerian/ Lembaga
Kegiatan Revolusi Mental
10
Kementerian Hukum dan HAM
peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui pengembangan desa sadar
hukum
11
Kementerian PAN dan RB
Penciptaan inovasi baru dalam pelayanan publik
12
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
1. peningkatan ekstrakurikuler di masing-masing jenjang formal (SD, SMP, SMA);
2. pendidikan karakter untuk siswa SMA/K;
3. peningkatan kualitas kepala sekolah;
4. kegiatan bina kecakapan hidup serta pendidikan kewirausahaan;
5. pengembangan kepribadian dalam kebudayaan;
6. fasilitasi komunitas budaya;
7. revitalisasi desa adat;
8. internalisasi nilai budaya;
9. pemberian penghargaan pada maestro di bidang kebudayaan;
10. pemutaran film di ruang-ruang terbuka (bioskop keliling);
11. kegiatan fasilitasi alat kesenian di satuan pendidikan/sekolah;
12. fasilitasi laboratorium seni budaya di satuan pendidikan (SMASMK);
13. revitalisasi museum
13
Kementerian Koordinator
Bidang PMK
Melakukan sosialisasi program revolusi mental melalui media elektronik dan cetak
untuk pelatihan pelopor revolusi mental
14
Kementerian Pemuda dan
Olahraga
1. kegiatan olahraga rekreasi, yaitu untuk melestarikan olahraga tradisional;
2. pengembangan kepramukaan, bantuan pendanaan untuk kwarda dan kwarcab
dan pembinaan pembina pramuka;
3. kegiatan ketiga adalah peningkatan wawasan pemuda;
4. Kegiatan kewirausahaan untuk pemuda melalui bantuan pendampingan dan
permodalan.
48
Kegiatan Revolusi Mental K/L yang
Akan Dilaksanakan di Daerah (4)
No
Kementerian/ Lembaga
Kegiatan Revolusi Mental
15
Kementerian Perdagangan
1. Pemberdayaan konsumen (sosialisasi pemerintah dengan target konsumen
cerdas, peringatan hari konsumen;
2. Kegiatan daerah tertib ukur, yaitu bantuan pelaksanaan tera dan tera ulang serta
pembelian alat ukur baru.
16
Badan Koordinasi Penanaman
Modal
1. dibentuknya PTSP Pusat;
2. mendorong penyelenggaraan pelayanan perizinan sesuai SOP yang disusun.
17
Kepolisian Republik Indonesia
1. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan polri;
2. perbaikan kurikulum diklat polri;
3. pembinaan potensi keamanan
18
Kejaksaan RI
Penerangan dan penyuluhan hukum, untuk meningkatkan kesadaran hukum
masyarakat. Target sebesar 512 satker di kajati dan kajari.
19
Perpustakaan Nasional RI
1. fasilitasi untuk kegiatan terkait budaya baca;
2. penghargaan dibidang perpustakaan
20
Komisi Pengawas Persaingan
Usaha
1. tingkat pemahaman dunia usaha terkait nilai-nilai persaingan usaha yang sehat;
2. jumlah universitas yang mengajarkan mata kuliah persaingan usaha;
3. implementasi competition checklist untuk perda terkait persaingan usaha
21
Kementerian Pertanian
infrastruktur dan peningkatan kualitas tanaman pangan
22
Badan Pengawas Obat dan
Makanan
1. inspeksi suplemen, kosmetik dan obat tradisional
2. inspeksi dan sertifikasi makanan dan obat
23
Komisi Pemberantasan Korupsi
Pendidikan Masyarakat melalui pengembangan kesadaran masyarakat anti-korupsi
24
Komisi Nasional HAM
penguatan kesadaran HAM masyarakat dan aparatur negara
49
Lingkup Usulan Tambahan Daerah
Usulan
Provinsi
Keterangan
Kedaulatan Politik
a. Peningkatan kepatuhan
dan penegakan hukum dan
reformasi lembaga
peradilan
Gorontalo, DKI Jakarta, Aceh,
Sulteng, Kaltim, Maluku
Penanganan radikalisme dan
terorisme; Pembinaan
karakter, wasbang, dan
nasionalisme di Lapas,
perbatasan dan daerah
rawan konflik
b. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi
birokrasi pemerintahan
Maluku, Kepri, Kaltara, Babel,
Jatim, Malut, Sultra, Sulbar,
NTB, Jateng, Papua, Sulteng,
NTT, Jambi, Sumsel
FKUB sebagai bagian
pembinaan wasbang;
Penguatan monev konflik
sosial; Penguatan SDM
Aparatur Daerah
Kaltim, Papua, Jabar, Jambi,
Sulsel, Kaltara, Malut, Kalsel,
NTT, Kalbar
Bantuan pembangunan
infrastruktur dan ekonomi,
review metode DAK
Kemandirian Ekonomi
a. Peningkatan kemandirian
ekonomi dan daya saing
bangsa
Lingkup Usulan Tambahan Daerah
Usulan
Provinsi
Keterangan
Kepribadian dalam
Kebudayaan
a. Pembangunan pendidikan
yang berkualitas dan
kebudayaan yang memacu
daya cipta dan inovasi
Maluku, Malut,
Papua Barat
Peningkatan kompetensi guru melalui sertifikasi
dan afirmasi; Pengembangan pendidikan inklusif
untuk anak berkebutuhan khusus;
Beasiswa untuk putra daerah
b. Pemanfaatan modal sosial
dan modal budaya
Bali, Jatim,
Sumsel
Bantuan event kebudayaan; bantuan untuk
pendaftaran HAKI; Bantuan untuk Jambore
Animasi Nasional; Bantuan program Kota Layak
Anak
c. Pengembangan
kepribadian dan
peneguhan jati diri bangsa
d. Peningkatan peran
lembaga sosial, agama,
keluarga dan media publik
Lampung,
Sulteng,
Kalteng,
Gorontalo,
Malut, Maluku,
Sulbar, Sultra
Kalbar, Jabar,
Kaltara
Sosialisasi Revolusi Mental di Fasilitas Umum;
Program Satu Desa Satu PAUD; Penyediaan
Fasilitasi Penyandang Cacat; Peningkatan
Pengawasan Narkoba; Peningkatan Dialog
Keagamaan; Pembinaan Pramuka; Penguatan
TKSK; Pengadaan Alat Olahraga
Penguatan Pengelolaan Arsip Negara; Penguatan
penguasaan bahasa untuk daerah perbatasan
1.
2.
3.
4.
5.
Beberapa Catatan dalam Pembahasan
MUSRENBANGNAS
Mengingat Revolusi Mental merupakan agenda pembangunan yang baru,
Daerah kesulitan memasukkan usulan Program dan Kegiatan khusus
terkait Revolusi Mental;
Beberapa Daerah menilai indikator Revolusi Mental tidak cukup hanya
memetik dari indikator yang relevan dalam Program/Kegiatan di K/L yang
terkait;
Mengingat indikator Revolusi Mental merupakan petikan dari indikator
yang relevan dari K/L, Daerah menganggap kegiatan Revolusi Mental
menjadi tidak fokus dan terkesan duplikasi dari kegiatan yang sudah ada di
K/L;
Daerah mengusulkan indikator khusus untuk Revolusi Mental yang
terpisah dari indikator yang terpilih dari Program/Kegiatan K/L. Untuk itu,
Bappenas dan K/L perlu merumuskan kembali indikator yang spesifik
untuk Revolusi Mental;
Meskipun demikian, sejumlah daerah antara lain Sumatera Barat, NTT,
Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Banten, Kalimantan Barat dan Maluku
sudah berusaha melaksanakan Program dan Kegiatan yang mendukung
Revolusi Mental.
Tindak Lanjut:
Revolusi Mental (1)
1) Penetapan Payung Hukum Pelaksanaan Gerakan Revolusi
Mental (Perpres/Inpres Gerakan Revolusi Mental);
2) Penetapan penanggung jawab pelaksanaan Kampanye
Gerakan Revolusi Mental secara massif di tingkat pusat
dan daerah;
3) Kementerian/Lembaga (K/L) melakukan sosialisasi
pelaksanaan program/kegiatan dalam Matrik Rencana
Tindak Pembangunan Lintas Bidang Revolusi Mental;
4) Kementerian/Lembaga (K/L) menyusun indikator khusus
Revolusi Mental, selain petikan dari indikator yang
relevan dari K/L, agar pelaksanaan program dan kegiatan
Revolusi Mental lebih fokus dan terarah;
Tindak Lanjut:
Revolusi Mental (2)
4) Kemenko PMK selaku koordinator pelaksanaan Revolusi Mental
perlu memandu K/L dalam menyusun indikator spesifik Revolusi
Mental, yang terpisah dari indikator yang terpilih dari
Program/Kegiatan K/L. Penyusunan idikator spesifik Revolusi
Mental ini penting untuk menghindari duplikasi dari indikator
kegiatan yang sudah ada di K/L;
5) Pemerintah Daerah diharapkan melakukan penyesuaian
program/kegiatan daerah untuk mendukung pelaksanaan
Revolusi Mental;
6) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Revolusi Mental dalam
program/kegiatan di K/L perlu dilakukan di bawah koordinasi
Kemenko PMK;
7) Matriks Rencana Tindak Pembangunan Lintas Bidang Revolusi
Mental dapat disesuaikan pada proses perencanaan setiap tahun,
baik dalam RKP maupun Renja K/L.
MATRIK LINTAS BIDANG
REVOLUSI MENTAL
55
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
A. Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan dan
penegakan hukum dan
reformasi birokrasi
pemerintahan
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi
birokrasi pemerintahan
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
Kementerian
Dalam Negeri
PROGRAM/KEGIATAN
Program Bina Otonomi Daerah
Kegiatan Fasilitasi KDH, DPRD dan
Hubungan Antarlembaga
Program Pembinaan Kesatuan
Bangsa dan Politik
Fasilitasi Politik Dalam Negeri
Badan
Pengawasan
Pemilu
TARGET 2016
INDIKATOR
2 Gubernur
Fasilitasi Kepala Daerah dan
danPimpinan Pimpinan dan Anggota DPRD dalam
DPRD, 83 Bupati penyelenggaraan pemerintahan
dan Pimpinan daerah
DPRD,15 Walikota
dan Pimpinan dan
Anggota DPRD"
34 Provinsi
Jumlah Penguatan Pokja Demokrasi
Program Pengawasan
Penyelenggaraan Pemilu
Teknis Penyelenggaraan Pengawasan
Pemilu
Komisi Pemilihan Program Penguatan Kelembagaan
Demokrasi dan Perbaikan Proses
Umum
Politik
Fasilitasi Pelaksanaan Tahapan
Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden
dan Wakil Presiden, Pemilukada,
Publikasi dan Sosialisasi serta
Partisipasi Masyarakat dan PAW
(3364)
34 paket
9
Jumlah fasilitasi penguatan dan
pemberdayaan masyarakat dalam
pengawasan pemilu partisipatif
Jumlah kegiatan pendidikan pemilih
56
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
A. Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan dan
penegakan hukum dan
reformasi birokrasi
pemerintahan
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi
birokrasi pemerintahan
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
Pembangunan Sumber Daya
Kementerian Desa, Manusia dan modal sosial budaya
masyarakat desa
PDT dan
Transmigrasi
Pembangunan Sumber Daya Manusia 100% update Indeks kohesi sosial tersusun
dan modal sosial budaya masyarakat indeks kohesi
desa
sosial
Program Kesetaraan Gender dan
Kementerian
Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
Pengarusutamaan gender bidang
politik dan pengambilan keputusan
Program Pengembangan Aplikasi
Kementerian
Komunikasi dan Informatika
Informatika
Pembinaan dan Pengembangan TIK
Untuk Pemberdayaan Masyarakat
Kementeriann Program Peningkatan Koordinasi
Koordinator Bidang Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan
Polhukam
Koordinasi Wawasan Kebangsaan
3 Kebijakan Jumlah kebijakan bidang politik dan
pengambilan keputusan yang
disusun, direview, dikoreksi, dan
difasilitasi untuk diharmonisasikan
menjadi responsif gender
2
Jumlah penguatan dan pembuatan
purwarupa fasilitas umum untuk
Internet Boat CAP dan M-CAP
Jumlah K/L/Prov/Kab/Kota yang
50%
Kementerian/ menerapkan wasbang/karbang
dalam kebijakan dan regulasi
Lembaga
57
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
A. Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan
dan penegakan hukum dan
reformasi birokrasi
pemerintahan
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
Kemenkominfo
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi
birokrasi pemerintahan
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
Program Pengembangan Aplikasi
Informatika
Pembinaan dan Pengembangan TIK
Untuk Pemberdayaan Masyarakat
2
Jumlah penguatan dan pembuatan
purwarupa fasilitas umum untuk
Internet Boat CAP dan M-CAP
Program Pendayagunaan Aparatur
Kementerian PAN Negara dan Reformasi Birokrasi
dan RB
Perumusan Kebijakan Inovasi dan
Sistem Informasi Pelayanan Publik
400 inovasi
Jumlah inovasi di bidang pelayanan
publik
100 Peserta
Jumlah peserta TOT Diklat Reformasi
Mental dalam Pelayanan Publik
Program Pengkajian Administrasi
Lembaga
Negara dan Diklat Aparatur Negara
Administrasi Negara
BPKP
Penyelenggaraan Diklat Teknis dan
Fungsional
Program Pengawasan Intern
Akuntabilitas Keuangan Negara dan
Pembangunan Nasional serta
Pembinaan Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah
Pembinaan SPIP (Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah) K/L/P
80%
Jumlah K/L/P menerapkan SPIP
dalam Perencanaan Pembangunan
58
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
A. Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan dan
penegakan hukum dan
reformasi birokrasi
pemerintahan
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi birokrasi
pemerintahan
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
Program Pembinaan Upaya
Kesehatan
Kemenkes
Pembinaan Upaya Kesehatan
Dasar
210
Jumlah Kab/Kota yang siap
akreditasi fasilitas kesehatan
primer
Program Peningkatan Peran dan
Diplomasi Indonesia di Bidang
Kementerian Luar Multilateral
Negeri
Kerja Sama Multilateral Terkait Isu
Keamanan Internasional, Senjata
Pemusnah Massal dan Senjata
Konvensional, Penanggulangan
Kejahatan Lintas Negara dan
Terorisme
90%
Persentase posisi Indonesia yang
diterima dalam forum multilateral
mengenai penanganan isu
keamanan internasional, senjata
pemusnah massal dan senjata
konvensional, penanggulangan
kejahatan lintas negara, dan
terorisme
59
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
A. Kedaulatan Politik
1. Peningkatan kepatuhan
dan penegakan hukum
dan reformasi birokrasi
pemerintahan
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
Kejaksaan
2. Perkuatan kelembagaan
politik dan reformasi
birokrasi pemerintahan
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
Program Penyelidikan/
Pengamanan/ Penggalangan
Permasalahan Hukum di Bidang
Ipoleksosbud Hukum dan
Hankam
Penerangan dan Penyuluhan
Hukum
512
Kepolisian RI
Program Pemberdayaan Potensi
Keamanan
Pembinaan Potensi Keamanan
Program Pembinaan Hukum
Kementerian
Hukum dan HAM Nasional
Peningkatan Kesadaran Hukum
Masyarakat
Komisi Nasional Program Peningkatan Pemajuan
dan Penegakan Hukum
HAM
Penguatan Kesadaran HAM
Masyarakat dan Aparatur Negara
Mahkamah
Konstitusi
Program Peningkatan
Pemahaman Hak Konstitusional
Warga Negara
Pendidikan dan Pelatihan Hak
Konstitusional Warga Negara serta
Diseminasi Perkara Konstitusi dan
Putusan MK
47.000 orang
300 Desa
INDIKATOR
Kegiatan penyuluhan dan penerangan
hukum dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang sadar hukum dalam
upaya pencegahan secara preventif
tindak pidana
Jumlah Bhabinkantibmas yang
ditempatkan di desa
Jumlah desa sadar hukum dan kelompok
kadarkum di setiap wilayah
Jumlah aparatur negara dan masyarakat
50
yang memperoleh pendidikan pelatihan
orang/aparatur
(ToT) HAM
16 kegiatan
Jumlah laporan kegiatan pendidikan dan
pelatihan hak konstitusional warga
negara
60
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET
2016
INDIKATOR
B. Kemandirian Ekonomi
1. Peningkatan kemandirian
ekonomi dan daya saing
bangsa
Kementerian
Pertanian
Program Peningkatan Produksi,
Produktivitas dan Mutu Hasil
Produksi Tanaman Pangan
Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia
Penyaluran Bantuan Pengembangan
550000 Budidaya Padi (GAP) (Ha)
Program Peningkatan Nilai Tambah
dan Daya Saing Hasil Pertanian
Pengembangan Pemasaran Domestik
14
Kementerian
Perindustrian
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah
Penyebaran dan Penumbuhan Industri
Kecil dan Menengah Wilayah I
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Alat
Transportasi, Mesin, Elektronika dan
Alat Pertahanan
Penumbuhan Industri Permesinan dan
Alat Mesin Pertanian
90
Pengembangan unit pemasaran
poktan/gapoktan (UPPG) Cabai dan
bawang merah (unit usaha) - dalam rangka
Program Nawacita
Tumbuhnya Wirausaha Industri Baru IKM
Pengolahan Kopi Spesial di Aceh, Sumatera
Utara, Lampung
280
Meningkatnya Kompetensi SDM Industri
Permesinan dan Alat Mesin Pertanian
(orang)
50%
Tingkat pemahaman dunia usaha terkait
nilai-nilai persaingan usaha yang sehat
Komisi Pengawas Program Pengawasan Persaingan
Persaingan Usaha Usaha
61
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
B. Kemandirian Ekonomi
1. Peningkatan
kemandirian ekonomi
dan daya saing bangsa
Kemenkes
Program Penguatan
Pelaksanaan Jaminan
Kesehatan Nasional
Pengembangan Pembiayaan
Kesehatan dan JKN/KIS
Kementerian Ristek Program Pendidikan Tinggi
dan Pendidikan Penyediaan Layanan
Kelembagaan dan Kerja Sama
Tinggi
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
Kementerian
Pariwisata
Program Pengelolaan
Sumber Daya Laut, Pesisir
dan Pulau-Pulau Kecil
Pengelolaan dan
Pengembangan Konservasi
Kawasan dan Jenis
Program Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Pengembangan Industri
Pariwisata
Program Pengelolaan
Kementerian ESDM Pertambangan Mineral dan
Batubara
Pembinaan Keteknikan,
Perlindungan Lingkungan dan
Usaha Penunjang Mineral dan
Batubara
99,6
3.969.736
Jumlah penduduk yang menjadi peserta
penerima bantuan iuran (PBI) melalui Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN)/Kartu Indonesia
Sehat (KIS) (dalam juta)
Persentase mahasiswa diploma dan sarjana
yang dilatih kewirausahaan dengan
bekerjasama dengan dunia usaha/dunia industri
28
Jumlah kawasan konservasi yang dilakukan
upaya perlindungan dan pelestariannya
(kawasan)
5
Pembinaan karakter pelaku usaha dan pekerja
jasa pariwisata yang memberikan pelayanan
terbaik kepada pendatang (Lokasi)
6700
98
375
Reklamasi wilayah bekas tambang (Ha)
Persentase perusahaan yang memenuhi batu
mutu lingkungan (%)
Tingkat keparahan kecelakaan pada perusahaan
pertambangan mineral dan batubara
62
(Keparahan)
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
4
Jumlah kebijakan bidang
ketenagakerjaan yang disusun,
direview, dikoreksi, dan difasilitasi
untuk diharmonisasikan menjadi
responsif gender
Jumlah kebijakan bidang
ketenagakerjaan yang disusun,
direview, dikoreksi, dan difasilitasi
untuk diharmonisasikan menjadi
responsif gender
B. Kemandirian Ekonomi
1. Peningkatan kemandirian
ekonomi dan daya saing
bangsa
Program Kesetaraan Gender
Kementerian
Pemberdayaan dan Pemberdayaan Perempuan
Perempuan dan Pengarusutamaan gender bidang
Perlindungan Anak ketenagakerjaan
"Pengarusutamaan gender bidang
Koperasi,Usaha Mikro dan Kecil,
Industri, dan Perdagangan"
Badan POM
BKPM
Program Pengawasan Obat dan
Makanan
Inspeksi dan Sertifikasi Obat
Tradisional, Kosmetik dan
Suplemen Kesehatan
2
66
Jumlah pelaku usaha industri obat
tradisional (IOT) yang memiliki
sertifikat Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang Baik (CPOTB)
Program Peningkatan Daya
Saing
70%
Persentase PTSP Pusat yang telah
menyelenggarakan pelayanan
perizinan investasi yang sesuai
dengan SOP perizinan yang telah
ditetapkan
63
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan
Kementerian
yang berkualitas dan
Pendidikan dan
kebudayaan yang memacu
Kebudayaan
daya cipta dan inovasi
SASARAN NAWACITA
2. Pemanfaatan modal sosial
dan modal budaya
3. Pengembangan kepribadian
dan peneguhan jati diri
bangsa
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
PROGRAM/KEGIATAN
Program Pendidikan Dasar dan
Menengah
Penjaminan kepastian layanan
pendidikan SD
Penjaminan kepastian layanan
pendidikan SMP
Peningkatan Akses dan Mutu PK
dan PLK SDLB/SMPLB
Penyediaan dan Peningkatan
Layanan Pendidikan SMA
Penyediaan dan Peningkatan
Layanan Pendidikan SMK
Program Pelestarian Budaya
Pembinaan Kepercayaan Terhadap
Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi
Pelestarian Sejarah dan Nilai
Tradisional
Pengembangan Sejarah
Program Dukungan Manajemen
dan Pelaksanan Tugas Teknis
Lainnya Kemdikbud
Pengembangan Perfilman
Indonesia
Program Pengembangan dan
Pembinaan, dan Pelindungan
Bahasa dan Sastra
Pembinaan dan Pemasyarakatan
Bahasa dan Sastra
TARGET 2016
31526
7760
626
443
3300
175
20481
INDIKATOR
Jumlah SD yang Menerapkan Proses
Pembelajaran dan Penilaian Sesuai
Kurikulum yang berlaku
Jumlah SMP yang menerapkan
Kurikulum yang berlaku
Jumlah SDLB/SMPLB/SLB yang
melaksanakan Kurikulum yang berlaku
Jumlah sekolah SMA yang menerapkan
pendidikan karakter
Jumlah sekolah SMK yang menerapkan
pendidikan karakter
Komunitas Budaya yang difasilitasi
Peserta internalisasi nilai budaya
6
Penyusunan Buku Tokoh Inspiratif
4
Pengkayaan Materi Ajar melalui media
film
1600
Jumlah pendidik terbina dalam
penggunaan bahasa dan apresiasi sastra
64
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET
2016
Program Pendidikan Islam
Peningkatan Akses, Mutu,
Kesejahteraan dan Subsidi RA/BA
dan Madrasah
3.000
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan yang
berkualitas dan kebudayaan
yang memacu daya cipta dan
inovasi
2. Pemanfaatan modal sosial dan
modal budaya
3. Pengembangan kepribadian dan
peneguhan jati diri bangsa
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
Kementerian
Agama
10
2000
Program Bimbingan
Masyarakat Islam
Pengelolaan dan Pembinaan
Penerangan Agama Islam
Program Bimbingan
Masyarakat Kristen
Pengelolaan dan Pembinaan
Pendidikan Kristen
Pengelolaan dan Pembinaan
Urusan Agama Kristen
Program Bimbingan
Masyarakat Katolik
Pengelolaan dan Pembinaan
Pendidikan Agama Katolik
Pengelolaan dan Pembinaan
Urusan Agama Katolik
75313
415
35
100
35
Jumlah MTs yang dipersiapkan untuk
ditingkatkan mutu akreditasinya
Jumlah madrasah daerah
tertinggal/perbatasan/pedalaman yang
meningkat kualitasnya
Jumlah Siswa MA yang mengikuti program
pemagangan di DU/DI
Jumlah penyuluh agama yang difasilitasi
dalam pembinaan dan pengembangan
Penguatan Pengawas Pendidikan Agama
Kristen
Jumlah fasilitasi pembinaan,
pemberdayaan dan kerukunan intern umat
beragama Kristen (kegiatan)
Jumlah Pengawas Pendidikan Agama
Katolik Tingkat Dasar dan Menengah yang
memenuhi standar kompetensi
Jumlah fasilitasi pembinaan,
pemberdayaan dan kerukunan intern umat
beragama Katolik (kegiatan)
65
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan
yang berkualitas dan
kebudayaan yang memacu
daya cipta dan inovasi
2. Pemanfaatan modal sosial
dan modal budaya
3. Pengembangan kepribadian
dan peneguhan jati diri
bangsa
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
Kementerian
Agama
Program Bimbingan Masyarakat
Hindu
Peningkatan Kualitas Pembinaan
dan Pengelolaan Pendidikan Agama
Hindu
Peningkatan kualitas pembinaan
dan pengelolaan Urusan Agama
Hindu
Program Bimbingan Masyarakat
Budha
Peningkatan Kualitas Pembinaan
dan Pengelolaan Pendidikan Agama
Budha
Pengelolaan dan Pembinaan
Urusan Agama Buddha
Program Kerukunan Umat
Beragama
Bimbingan Umat Khonghucu
269341
35
3.555
35
1.340
Pembinaan Kerukunan Umat
Beragama
461
Jumlah siswa yang memperoleh
layanan pendidikan Agama Hindu
Jumlah fasilitasi pembinaan,
pemberdayaan dan kerukunan
intern umat beragama Hindu
(kegiatan)
Jumlah peserta didik yang difasilitasi
dalam pembinaan dan
pengembangan
Jumlah fasilitasi pembinaan,
pemberdayaan dan kerukunan
intern umat beragama Buddha
(kegiatan)
Jumlah Guru Agama Konghucu yang
kompeten
Jumlah fasilitasi penyelenggaraan
dialog antarumat beragama di
kalangan tokoh agama, guru agama,
pendakwah, cendikiawan, pemuda,
dan lembaga sosial keagamaan
66
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET
2016
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan yang Kementerian
berkualitas dan kebudayaan
Kelautan dan
yang memacu daya cipta dan
Perikanan
inovasi
2. Pemanfaatan modal sosial dan
modal budaya
3. Pengembangan kepribadian
Kementerian
dan peneguhan jati diri bangsa
Ristek
dan Dikti
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
Program Pengembangan SDM
Kelautan dan Perikanan
Pendidikan Kelautan dan Perikanan
6500
Program Pembelajaran dan
Kemahasiswaan
Peningkatan Layanan
Kemahasiswaan dan Penyiapan Karir
Program Perlindungan Anak
Kementerian Pemenuhan Hak Anak Bidang
Pemberdayaan Lingkungan dan Penanaman NilaiPerempuan dan Nilai Luhur (PNNL)
Perlindungan
Anak
BKKBN
572.085
5
Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
Pembinaan Keluarga Balita dan Anak
55,5%
Jumlah peserta didik pada satuan
pendidikan KKP sistem vokasi yang
kompeten (orang)
Jumlah mahasiswa yang dilatih
kewirausahaan
Jumlah kebijakan pemenuhan hak anak
bidang lingkungan dan penanaman nilainilai luhur yang disusun, direview,
dikoreksi, dan difasilitasi untuk
diharmonisasikan
Persentase keluarga yang mempunyai
balita dan anak memahami dan
melaksanakan pengasuhan dan
pembinaan tumbuh kembang balita dan
anak
67
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET
2016
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan yang
berkualitas dan kebudayaan
yang memacu daya cipta dan
inovasi
2. Pemanfaatan modal sosial dan
modal budaya
3. Pengembangan kepribadian dan
peneguhan jati diri bangsa
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
Kementerian
Sosial
Program Pemberdayaan Sosial
dan Penanggulangan Kemiskinan
Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan,
Keperintisan, dan Kesetiakawanan
Sosial
Kementerian
Dalam Negeri
Program Pembinaan Kesatuan
Bangsa dan Politik
Bina Ideologi dan Wawasan
Kebangsaan
15380
Jumlah Generasi Muda yang mengikuti PraManggala dan Manggala Indonesia,
internalisasi dan keterampilan transformasi
nilai Kepahlawanan, Keperintisan,
Kesetiawakanan Sosial (K2KS)
34 Provinsi, Jumlah fasilitasi kampanye nasional terkait
34K/L, 27 revolusi mental dan restorasi sosial
LNPK
Program Peningkatan Koordinasi
Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan
Kementerian
Koordinator
Bidang Polhukam Koordinasi Penanganan Daerah Rawan
Konflik dan Kontijensi
Kementerian
Pemuda dan
Olahraga
Kementerian
Kesehatan
34
Jumlah provinsi yang mendapatkan fasilitasi
koordinasi dan konsolidasi terkait pencegahan
dan penanganan konflik sosial
Program Kepemudaan dan
Keolahragaan
Pengembangan Kepramukaan
5600
Jumlah pemuda yang difasilitasi dalam
pendidikan kepramukaan
19260
Jumlah tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan
masyarakat yang ditingkatkan kemampuannya
melalui pelatihan
Program Pengembangan dan
Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan (PPSDMK)
Pendidikan dan Pelatihan Tenaga
Kesehatan
68
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan
Program Pengembangan Informasi
Kementerian
pendidikan yang
Komunikasi dan dan Komunikasi Publik
berkualitas dan
Pelayanan Informasi Kenegaraan Melalui 1 dokumen strategi
Informatika
kebudayaan yang
Media Publik
komunikasi
memacu daya cipta
kampanye revolusi
dan inovasi
mental
2. Pemanfaatan modal
Program Pembinaan dan
Kementerian PU
sosial dan modal
Pengembangan Infrastruktur
dan Pera
budaya
Permukiman
3. Pengembangan
Proyek percontohan ruang terbuka
kepribadian dan
publik untuk menonton bersama
300
peneguhan jati diri
video/film bertema revolusi mental
bangsa
Kementerian LH Program Perhutanan Sosial dan
4. Peningkatan peran
dan Kehutanan Kemitraan Lingkungan
lembaga sosial,
Kemitraan Lingkungan dan Peran Serta
412 komunitas dan
agama, keluarga
Masyarakat
480 orang
dan media publik
Program Koordinasi Pengem-bangan
Kebijakan Kemaritiman
Kemenko Bidang Peningkatan Koordinasi Kebijakan
Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim
Kemaritiman
100%
Kemenko
Pembangunan
Manusia dan
Kebudayaan
Strategi komunikasi kepada masyarakat
kampanye revolusi mental pada proyek
percontohan ruang terbuka di 1.200
kecamatan
Jumlah kecamatan percontohan
jumlah role model perilaku peduli
lingkungan dan kehutanan meningkat
setiap tahun
Persentase permasalahan sektoral
mengenai diklat maritim, pendayagunaan
iptek maritim, seni, budaya dan olahraga
maritim, penguatan inovasi dan ekonomi
kreatif maritim, sistem observasi dan
informasi maritim, yang dapat
dipecahkan dan dikoordinasikan
implementasinya (%)
Program Koordinasi Pengembangan
Kebijakan PMK
Koordinasi Kebijakan Bidang
Kebudayaan
1 dokumen
Jumlah laporan hasil sosialisasi dan
komunkasi publik kegiatan revolusi
mental
69
CONTOH INDIKATOR REVOLUSI MENTAL
BERDASARKAN PROGRAM K/L
SASARAN NAWACITA
KEMENTERIAN/
LEMBAGA
PROGRAM/KEGIATAN
TARGET 2016
INDIKATOR
C. Kepribadian dalam Kebudayaan
1. Pembangunan pendidikan yang
berkualitas dan kebudayaan
yang memacu daya cipta dan
inovasi
2. Pemanfaatan modal sosial dan
modal budaya
3. Pengembangan kepribadian
dan peneguhan jati diri bangsa
4. Peningkatan peran lembaga
sosial, agama, keluarga dan
media publik
Program Pembangunan Desa
Kementerian Pembangunan Sumber Daya
Desa, PDT dan Manusia dan modal sosial budaya
Transmigrasi masyarakat desa
Perpustakaan Program Pengembangan
Perpustakaan
Nasional
Pengembangan Perpustakaan dan
Pembudayaan Gemar Membaca
Jumlah kabupaten/kota yang
terfasilitasi dalam pemberdayaan
20 kabupaten/
Lembaga Adat Desa dan Kesatuan
kota
Masyarakat Hukum Adat
Pemasyarakatan Minat Baca (kali)
137
70
Download