pengaruh disiplin dan pembagian kerja terhadap kinerja karyawan

advertisement
PENGARUH DISIPLIN DAN PEMBAGIAN KERJA
TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI TKBM
DI TANJUNG REDEB
Budi Susanto
STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb
ABSTRACT
The aim of this study was to determine the effect of discipline and the division of labor on
the performance of employees in the TKBM cooperative in Tanjung Redeb . The
analytical tool used in this research is multiple linear regression equation .
From the analysis that has been done , it can be seen that the multiple linear regression
equation of the discipline and the division of labor on the performance of employees in
the TKBM Cooperative in Tanjung Redeb is Y = 7.91 + 0,28X1 + 0,70X2 , it shows the
effect is significant , Where the value of the performance of employees will increase by
28 % ( 0.28 ) when the value of discipline is increased by 1 % , assuming the value of the
division of labor remains. Similarly , the value of the performance of employees will
increase by 70 % ( 0.70 ) when the value of the division of labor increased by 1 % ,
assuming the value of the discipline of work remains .
The correlation coefficient of the analysis of the discipline and the division of labor with
the employee's performance is very strong in the amount of 89 % , an increase in the
value of discipline and the division of labor will be followed by an increase in the value
of employee performance . The coefficient of determination shows that the increased and
decreased of the value of the employee's performance in the TKBM Cooperative in
Tanjung Redeb of 79.21 % influenced by factors of discipline and division of labor .
While the remainder is equal to 20.79 % is as a result of other factors.
Key word : Disclipline, division of labor and performance of employees
menjalankan
PENDAHULUAN
Perusahaan
pada
hakekatanya
aktivitasnya,
jadi
manajemen sangat penting bagi seorang
terdiri dari kumpulan orang-orang dan
pimpinan
dalam
menggerakkan
peralatan
karyawan. Seorang
manajer dalam
operasionalnya,
sehingga
berhasil atau tidaknya suatu perusahaan
menggerakkan orang-orang agar mau
untuk
melakukan
mencapai
tujuannya
perintahnya,
memaksimalkan keuntungan ditentukan
memiliki
suatu
oleh
keahlian
tersendiri.
individu-individu
menjalankan
manajemen
yang
perusahaan
tersebut.
Masalah manajemen ini akan
haruslah
pengetahuan
Untuk
dan
itulah
diperlukan suatu wadah yang dapat
menghimpun orang-orang, wadah itulah
yang disebut dengan organisasi.
selalu ada selama perusahaan masih
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
Organisasi itu sendiri merupakan
lain. Karena itu seorang pimpinan dalam
alat yang berhubungan dengan satuan-
menggerakkan
karyawan
untuk
satuan
melaksanakan
pekerjaannya,
perlu
kerja,
dimana
orang-orang
ditempatkan dalam struktur wewenang.
memperhatikan tentang pembagian kerja
Sehingga
yang baik dan selalu memupuk rasa
pekerjaan
yang
akan
dilaksanakan dapat dikoordinasikan oleh
disiplin yang tinggi pada karyawannya.
perintah para atasan kepada bawahan,
Koperasi Tenaga Kerja Bongkar
dari bagian puncak manajemen sampai
Muat (TKBM) di Kabupaten Berau
kebawah dari seluruh unit per bagian.
adalah salah satu badan usaha koperasi
Perusahaan
organisasi
yang
yang mempunyai
dan
teratur
tidak
akan
mempunyai 13 orang pengurus dan 416
mengalami hambatan-hambatan dalam
orang anggota yang bekerja sebagai
mengerjakan tugasnya dengan efektif.
tenaga bongkar muat di pelabuhan
Begitu pula sebaliknya bila perusahaan
Tanjung
tidak mempunyai organisasi yang baik
Koperasi TKBM yang terbilang banyak
dan teratur, dalam melaksanakan tugas
ini
dan pekerjaan yang diberikan oleh
pembagian kerja yang baik, agar tidak
pimpinan
terjadi
kemungkinan
baik
yang kegiatannya adalah dibidang jasa
besar
kepada
bawahan
akan
bongkar
muat.
Redeb,
memerlukan
tumpang
Koperasi
jumlah
suatu
TKBM
anggota
pengaturan
tindih
dalam
mengalami hambatan. Hal ini seringkali
pelaksanaan pekerjaannya. Pembagian
disebabkan
adanya
kerja haruslah jelas dan tegas dalam
pembagian kerja yang baik dan rasa
suatu organisasi perusahaan begitu pula
disiplin dalam melaksanakan tugas yang
pada
diberikan.
pekerjaan bongkar muat dapat berjalan
karena
tidak
Koperasi
TKBM,
sehingga
Pembagian kerja yang baik dan
teratur dan efektif. Pembagian kerja itu
disiplin
dalam
sendiri akan berjalan baik apabila diikuti
melaksanakan tugas sangat penting bagi
oleh rasa disiplin yang tinggi dari para
karyawan untuk melakukan tugasnya
karyawan untuk melaksanakan apa yang
sehingga dapat terwujud kinerja yang
menjadi tugasnya.
rasa
baik.
yang
tinggi
Sehingga akan berdampak baik
Dalam
melaksanakan
bagi kelangsungan dan perkembangan
kegiatannya, Koperasi TKBM mengatur
perusahaan untuk mencapai tujuannya
agar semua karyawan dapat melakukan
serta dapat bersaing dengan perusahaan
pekerjaannya dengan baik sesuai dengan
tugas
yang
diberikan
kepadanya,
lainnya seperti modal, bahan mentah,
berdasarkan pembagian kerja yang telah
peralatan, dan lain-lain untuk mencapai
digariskan disertai dengan disiplin kerja
tujuan organisasi.
yang baik, dari sanalah tercipta kinerja
Menurut Henry Simamora (1997)
atau prestasi kerja yang baik guna
: Manajemen Sumber Daya Manusia
mencapai tujuan Koperasi TKBM untuk
adalah
mensejahterakan anggotanya. Dengan
pengembangan,
kinerja karyawan yang baik maka akan
balasan jasa dan pengelolaan terhadap
meningkatkan produktivitas Koperasi
individu
TKBM sehingga pada akhirnya akan
kelompok
membuat
Koperasi
berkembang
dan
sebagai
pendayagunaan,
penilaian,
anggota
pemberian
organisasi
atau
MSDM
juga
bekerja.
TKBM
mampu
menyangkut desain dan implementasi
bersaing
dengan
sistem
perusahaan lainnya.
perencanaan,
penyusunan
personalia, pengembangan karyawan,
Disiplin dan pembagian kerja itu
pengeloaan
karir,
evaluasi
kerja,
sangat penting bagi kinerja karyawan
kompensasi karyawan dan hubungan
untuk
perburuhan yang mulus.
mencapai
tujuan
perusahaan,
maka penulis meneliti hal tersebut pada
Marwansyah (2010) berpendapat,
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb yaitu
Manajemen sumber daya manusia dapat
dengan judul “Pengaruh Disiplin dan
diartikan sebagai pendayagunaan sumber
Pembagian
daya manusia di dalam organisasi, yang
Kerja
terhadap
Kinerja
Karyawan pada Koperasi TKBM di
dilakukan
melalui
Tanjung Redeb”.
perencanaan
sumber
TINJAUAN PUSTAKA
rekruitmen dan seleksi, pengembangan
Manajemen Sumber Daya Manusia
sumber daya manusia, perencanaan dan
Pengertian Manajemen Sumber Daya
pengembangan
Manusia
kompensasi
Dalam
suatu
organisasi
atau
perusahaan peranan manajemen sumber
fungsi-fungsi
daya
karir,
dan
manusia,
pemberian
kesejahteraan,
keselamatan dan kesehatan kerja, dan
hubungan industrial.
daya manusia (SDM) sangatlah penting.
Pada dasarnya tujuan manajemen
Hal ini dapat kita mengerti karena tanpa
SDM adalah menyediakan tenaga kerja
SDM, suatu organisasi tidak mungkin
yang efektif bagi organisasi untuk
berjalan. Manusia merupakan penggerak
mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dan pengelola faktor-faktor produksi
sebelumnya. Dalam proses pencapaian
tujuan ini, maka manajemen SDM atau
personalia
mempelajari
memperoleh,
bagaimana
mengembangkan,
memanfaatkan, mengevaluasikan dan
mempertahankan
tenaga
l.
kerja
kondisi
karyawan
(Stability of staff)
m. Prakarsa (Initiative)
n.
baik
dalam jumlah maupun tipe yang tepat.
Stabilitas
Semangat kesatuan/korps (Esprite
de corps)
Disiplin Kerja
Manusia yang sukses adalah
Prinsip-prinsip Manajemen
Prinsip-prinsip dalam manajemen
manusia yang mampu mengatur dan
bersifat lentur dalam arti bahwa perlu
mengendalikan diri yang menyangkut
dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-
pengaturan cara hidup dan mengatur
kondisi khusus dan situasi-situasi yang
cara kerja. Maka erat hubungannya
berubah. Menurut Henry Fayol, seorang
antara manusia sukses dengan pribadi
pencetus teori manajemen yang berasal
disiplin. Berkaitan dengan disiplin itu
dari Perancis yang dikutip oleh Siagian
sendiri para ahli memiliki bermacam-
(2002),
macam
prinsip-prinsip
umum
pemaknaan
diungkapkan
a.
Pembagian kerja (Division of work)
disiplin itu berasal dari bahasa Latin dari
b.
Wewenang dan tanggung jawab
kata “disciplina” yang berarti latihan
(Authority and responsibility)
atau
c.
Disiplin (Discipline)
kerohanian serta pengembangan tabiat.
d.
Kesatuan
(Unity
of
command)
e.
Kesatuan
pengarahan
(Unity
of
(2000),
kesopanan
dan
Oleh Sinungan (1997) dijabarkan
bahwasanya:
direction)
f.
pendidikan
Martoyo
yang
manajemen ini terdiri dari:
perintah
oleh
seperti
kejiwaan
Disiplin
dari
adalah
seseorang
sekelompok
orang
untuk
yang
sikap
atau
senantiasa
Mengutamakan
kepentingan
berkehendak
organisasi
kepentingan
mematuhi segala aturan yang telah
diatas
sendiri (Subordination of individual
interest to the common good)
mengikuti
atau
ditetapkan.
Malayu S.P. Hasibuan (2007)
g.
Penggajian pegawai (Remuneration)
menyatakan bahwa: Kedisiplinan adalah
h.
Pemusatan (Centralization)
kesadaran
i.
Hirarki (The hierarchy)
mentaati semua peraturan perusahaan
j.
Ketertiban (Order)
dan norma-norma sosial yang berlaku.
k.
Keadilan dan kejujuran (Equity)
Kedisiplinan diartikan jika karyawan
dan
kesediaan
seseorang
selalu datang dan pulang tepat pada
mempunyai kemampuan terbatas untuk
waktunya,
semua
melakukan segala macam pekerjaan.
pekerjaannyan dengan baik, mematuhi
Dengan adanya pembagian kerja dapat
semua peraturan perusahaan dan norma-
menjadikan orang bertambah terampil
norma sosial yang berlaku.
dalam menangani tugasnya. Pembagian
mengerjakan
Dari pengertian-pengertian yang
kerja yang baik merupakan kunci bagi
diungkapkan di atas tampak bahwa
penyelenggaraan kerja terutama dalam
disiplin
memberikan
pada
dasarnya
merupakan
jaminan
tindakan manajemen untuk mendorong
kestabilan,
agar para anggota organisasi dapat
kerja. Sebaliknya jika pembagian kerja
memenuhi
itu dilakukan dengan ceroboh, artinya
berbagai
ketentuan
dan
kelancaran
terhadap
efisiensi
peraturan yang berlaku dalam suatu
tidak
organisasi, yang didalamnya mencakup:
seseorang dengan bidang pekerjaannya,
adanya
ketentuan-
maka ia akan bepengaruh tidak baik
ketentuan dan adanya kepatuhan para
bahkan dapat menimbulkan kegagalan
pengikut
dalam melaksanakan pekerjaannya.
tata
tertib
serta
atau
adanya
sanksi
bagi
pelanggar.
menyesuaikan
dan
kemampuan
Menurut Abdul Syani (1987),
Suatu
pelanggaran
yang
yaitu:
Pembagian
kerja
adalah
diketahui harus ada tindakan yang tegas
pemecahan tugas dengan sedemikian
dan
rupa
tidak
membiarkan
tersebut berlarut-larut.
pelanggaran
Dengan jalan
sehingga
karyawan
setiap
orang
dalam
atau
organisasi
memasukkan unsur partisipasi maka
bertanggungjawab dan melaksanakan
para karyawan akan merasa bahwa
aktivitas tertentu saja. Menurut James
peraturan tentang ancaman hukuman
A.F. Stoner (2004) : Pembagian kerja
adalah hasil persetujuan bersama. Agar
adalah penjabaran tugas yang harus
kedisiplinan dapat dilaksanakan dalam
dikerjakan sehingga setiap orang dalam
prakteknya,
organisasi
hendaknya
perusahaan
maka
dapat
serta
kedisiplinan
menunjang tujuan
sesuai
dengan
kemampuan dari karyawan.
pelaksanaan
disebabkan
kerja
karena
seperangkat
dan
aktivitas
tertentu dan bukan keseluruhan tugas.
Oleh
Pembagian Kerja
Pembagian
melaksanakan
bertanggungjawab
karena
pekerjaan
itu
harus
dalam
ada
muncul
pembagian kerja yang sesuai dengan
seseorang
pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan
oleh
orang-orang
akan
efisien, karena adanya kebijakan atau
mengerjakannya dengan kata lain harus
program yang lebih baik atas sumber
adanya spesialisasi antara pekerjaan
daya
dengan
akan
organisasi. Menurut Henry Simamora
mengerjakan pekerjaan tersebut demi
(2004) : Penilaian kinerja adalah proses
tercapainya tujuan organisasi.
yang dipakai oleh organisasi untuk
Kinerja Karyawan
mengevaluasi pelaksanaan kerja individu
keahlian
yang
orang
yang
Kinerja menurut Mangkunegara
manusia
yang
ada
dalam
karyawan.
(2006) yaitu: Kinerja (prestasi kerja)
Penilaian kinerja individu sangat
adalah hasil kerja secara kualitas dan
bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang
organisasi secara keseluruhan, melalui
pegawai dalam melaksanakan tugasnya
penilaian tersebut maka dapat diketahui
sesuai dengan tanggung jawab yang
kondisi sebenarnya tentang bagaimana
diberikan kepadanya. Menurut Malayu
kinerja
S.P.
dijelaskan
Hasibuan
(2007)
menjelaskan
karyawan.
bahwa
Seperti
yang
telah
memegang
bahwa: Kinerja merupakan hasil kerja
peranan penting dalam suatu organisasi
yang
dicapai
seseorang
dalam
tergantung pada kinerja karyawannya.
tugas-tugas
yang
Agar karyawan dapat bekerja sesuai
dibebankan kepadanya didasarkan atas
pembagian tugasnya, maka dalam diri
kecakapan, pengalaman, kesungguhan
seorang karyawan harus ditumbuhkan
serta waktu.
disiplin kerja untuk meraih segala
melaksanakan
Kinerja
kemampuan
karyawan
mencapai
adalah
sesuatu
yang
diinginkan.
syarat-syarat
disiplin
kerja
tinggi
Apabila
maka
semua
pekerjaan, dimana suatu pekerjaan dapat
pekerjaan yang dibebankan kepadanya
diselesaikan pada waktu yang tepat atau
akan lebih cepat dan tepat selesai.
tidak
yang
Pekerjaan yang dengan cepat dan tepat
disediakan. Dengan demikian kinerja
selesai adalah merupakan suatu kinerja
karyawan dapat memberikan kontribusi
prestasi kerja yang baik.
bagi perusahaan tersebut.
METODE PENELITIAN
melampui
batas
waktu
Penilaian kinerja (performance
Penelitian
ini
merupakan
penjelasan
(explanatory
appraisal) pada dasarnya merupakan
penelitian
faktor
research) karena tujuannya adalah untuk
kunci
guna
mengembangkan
suatu organisasi secara efektif dan
menjelaskan hubungan kausal antara
kinerja karyawan (variabel dependen)
faktor melalui pengujian hipotesis.
maka
Sampel
penelitian
ini
akan
alat
analisis
statistik
yang
digunakan adalah persamaan regresi
diarahkan pada anggota dan karyawan
linier berganda.
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb,
HASIL PENELITIAN
dengan waktu Bulan Desember 2015.
Sebelum
melakukan
analisis
Sedangkan pengukuran variable dengan
terhadap hipotesis yang telah diajukan
menggunakan skala likert.
maka berdasarkan data hasil kuesioner
Untuk memperoleh data dan
informasi
yang
diperlukan
mengenai disiplin kerja, pembagian
dalam
tugas dan kinerja karyawan pada
penelitian ini, penulis menggunakan
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb,
tehnik
dibuat
pengumpulan
data
sebagai
berikut: Field Work Research yaitu
mengadakan pengamatan langsung ke
lapangan terhadap obyek penelitian yang
dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
Wawancara, Kuesioner, Observasi. Studi
Kepustakaan
merupakan
tehnik
pengumpulan data yang berorientasi
pada sumber-sumber dan literatur, bukubuku yang mempunyai hubungan erat
dengan
penelitian
ini
dan
dapat
digunakan untuk memecahkan masalah
yang diteliti.
Untuk
yang
telah
menganalisa
data-data
dikumpulkan
serta
membahas permasalahan yang telah
dikemukakan
sebelumnya
maka
diperlukan alat analisis yang tepat yaitu
alat analisis statistik. Dalam hal ini
adalah untuk mengetahui pengaruh
variabel disiplin dan pembagian kerja
(variabel independen) terhadap variabel
tabulasi
data
seperti
disajikan pada tabel berikut:
yang
Tabel 1
Tabulasi data hasil kuesioner
No.
Kinerja
Karyawan (Y)
Disiplin Kerja
(X1)
Pembagian Tugas
(X2)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
4,83
3,33
4,33
4,00
4,67
4,50
3,83
4,17
3,83
4,33
4,83
4,00
3,33
3,83
3,67
4,83
4,00
4,00
4,00
3,67
3,83
3,50
4,50
3,83
3,67
3,50
4,17
4,00
4,33
3,33
3,17
4,00
3,83
4,83
4,67
4,00
4,00
3,83
4,83
4,67
4,00
3,67
3,83
3,83
3,83
4,00
4,50
3,17
3,33
4,67
4,75
3,25
4,00
4,00
4,50
4,25
4,25
3,75
3,50
4,00
4,75
4,00
3,25
4,50
3,50
4,75
4,00
3,50
3,75
3,50
3,75
3,75
4,25
3,75
3,50
4,00
3,50
4,00
4,50
3,50
3,50
4,00
4,00
4,25
4,50
4,00
3,75
4,25
4,50
4,50
4,00
3,75
3,25
3,25
3,75
4,00
4,25
3,25
3,75
4,50
4,60
3,20
3,80
3,80
4,60
4,40
3,80
4,20
3,60
4,40
4,80
4,20
3,20
3,60
3,60
4,40
4,00
4,00
3,60
3,80
4,00
3,80
4,60
3,80
4,00
3,60
3,80
4,00
4,40
3,40
3,40
4,00
3,80
4,40
4,60
4,00
3,80
3,80
4,80
4,60
4,00
3,80
3,40
3,00
4,20
4,00
4,40
3,40
3,40
4,60
Sumber: Diolah dari hasil kuesioner, 2015.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
Hasil
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Alat analisis yang digunakan
dilakukan
analisis
sebelumnya,
yang
telah
maka
dapat
dalam penelitian ini adalah Persamaan
diketahui bahwa persamaan regresi linier
Regresi Linier Berganda. Berdasarkan
berganda mengenai pengaruh disiplin
hasil perhitungan diperoleh persamaan
dan pembagian kerja terhadap kinerja
regresi
mengenai
karyawan pada Koperasi TKBM di
pengaruh disiplin dan pembagian kerja
Tanjung Redeb adalah sebagai berikut :
linier
terhadap
berganda
kinerja
karyawan
pada
Y = 7,91 + 0,28X1 + 0,70X2
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb,
yaitu sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan regresi
linier
berganda
tersebut
dapat
Y = 7,91 + 0,28X1 + 0,70X2
menunjukkan keadaan sebagai berikut :
Untuk mengukur kuat lemahnya
1.
Nilai konstanta adalah 7,91. Ini
hubungan antara disiplin dan pembagian
berarti bahwa dalam keadaan nilai
kerja terhadap kinerja karyawan pada
disiplin dan pembagian kerja tetap
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb,
atau dalam keadaan tidak ada
maka dihitung koefisien korelasi parsial.
pengaruh
dari
disiplin
Hasil analisis
pembagian
kerja,
maka
korelasi antara disiplin
dan
kinerja
kerja dan kinerja karyawan sebesar 0,80.
karyawan akan bergerak naik atau
Artinya disiplin kerja mempengaruhi
turun sebesar 7,91.
kinerja karyawan sangat kuat yaitu
2.
sebesar 80 %.
Koefisien
regresi
disiplin
kerja
bertanda positif ini menunjukkan
Selanjutnya nilai F hitung (Fh)
bahwa
varibel
disiplin
dibandingkan dengan nilai F pada tabel
berpengaruh
(Ft). Nilai Fh adalah 89,60 sedangkan
dengan variabel kinerja karyawan.
nilai Ft adalah 3,20. Oleh karena nilai Fh
Nilai
lebih besar dari Ft (Fh > Ft), maka
mengalami kenaikan sebesar 28%
hipotesis yang diajukan dalam penelitian
(0,28)
ini diterima atau terbukti berarti bahwa
dinaikkan
disiplin
anggapan nilai pembagian kerja
dan
pembagian
kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan pada Koperasi TKBM di
Tanjung Redeb.
positif
kinerja
dan
kerja
karyawan
apabila
sebesar
nilai
1%,
searah
akan
disiplin
dengan
tetap.
3.
Koefisien regresi pembagian kerja
bertanda positif ini menunjukkan
bahwa varibel pembagian kerja
berpengaruh
positif
searah
disiplin dan pembagian kerja, ini berarati
dengan variabel kinerja karyawan.
sangat kuat karena berada diatas standar
Nilai
50%, sisanya dipengaruhi oleh faktor
kinerja
dan
karyawan
akan
mengalami kenaikan sebesar 70%
(0,70) apabila nilai pembagian kerja
dinaikkan
sebesar
1%,
dengan
anggapan nilai disiplin tetap.
lain yang tidak diteliti sebesar 20,79 %.
Pengujian kebenaran hipotesis
penelitian
yang
telah
diajukan
sebelumnya, yaitu mengenai pengaruh
Apabila melihat keadaan tersebut
disiplin dan pembagian kerja terhadap
di atas, maka dapat diketahui bahwa
kinerja karyawan pada Koperasi TKBM
secara umum pengaruh pembagian kerja
di Tanjung Redeb, maka dilakukan uji F
lebih besar daripada pengaruh disiplin
dengan derajat kebebasan 5 % dengan
dalam
pembilang 2 dan penyebut n-3 adalah
hal
pembentukan
kinerja
karyawan terhadap Koperasi TKBM di
sebesar 89,60.
Tanjung Redeb.
Rendahnya pengaruh
hitung (Fh) dibandingkan dengan nilai F
disiplin kerja tersebut dapat dikaitkan
pada tabel (Ft). Nilai Fh adalah 89,60
dengan
sedangkan nilai Ft adalah 3,20.
latar
anggota
belakang
Koperasi
pendidikan
Oleh
yang
karena nilai Fh lebih besar dari Ft (Fh >
kebanyakan hanya lulusan SD dan SMP,
Ft), maka hipotesis yang diajukan dalam
sehingga secara umum mempengaruhi
penelitian ini diterima atau terbukti
cara berpikir dan pemahaman tentang
bahwa disiplin dan pembagian kerja
pekerjaan.
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
Koefisien
TKBM
Selanjutnya nilai F
korelasi
dari
hasil
karyawan pada Koperasi TKBM di
analisis terhadap disiplin dan pembagian
Tanjung Redeb.
kerja dengan kinerja karyawan bersifat
KESIMPULAN DAN SARAN
positif yaitu sebesar 0,89 %, dimana
Kesimpulan
peningkatan
nilai
disiplin
dan
Berdasarkan hasil analisis dan
pembagian kerja akan diikuti dengan
pembahasan,
peningkatan nilai kinerja karyawan pada
kesimpulan
yaitu
sebagai
berikut:
Koperasi
Persamaan
regresi
linier
berganda
TKBM.
Nilai
koefisien
maka
dapat
ditarik
determinasi menunjukkan bahwa naik
mengenai disiplin dan pembagian kerja
turunnya nilai kinerja karyawan pada
terhadap
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb
dipengaruhi sebesar 79,21 % oleh faktor
adalah :
kinerja
karyawan
pada
Y = 7,91 + 0,28X1 + 0,70X2.
sama Koperasi TKBM dan anggotanya
Nilai koefisien korelasi bersifat positif
dapat menciptakan suasana kedisiplinan
yaitu sebesar 0,89 atau 89 %, dimana
yang tinggi, sehingga kinerja yang bagus
peningkatan
dapat
nilai
disiplin
dan
terjaga
dan
pada
akhirnya
pembagian kerja akan diikuti dengan
membuat organisasi Koperasi TKBM
peningkatan nilai kinerja karyawan pada
menjadi kuat dan dapat bersaing dengan
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb.
perusahaan lain.
Nilai Fh adalah 89,60 sedangkan nilai Ft
DAFTAR PUSTAKA
adalah 3,20. Sehingga nilai Fh lebih
Abdul
besar dari Ft (Fh > Ft), maka hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini
diterima atau terbukti bahwa disiplin dan
pembagian kerja berpengaruh signifikan
terhadap
kinerja
karyawan
yang
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: PT. Reneka
Cipta.
telah dilakukan di Koperasi TKBM,
maka penulis memberikan saran yang
dapat dijadikan masukan dari penulis
kepada pihak Koperasi TKBM yaitu :
Rendahnya nilai disiplin kerja yang
diduga
dikarenakan
pendidikan
ditingkatkan
yang
latar
rendah
dengan
belakang
dapat
mengadakan
pelatihan-pelatihan keahlian yang dapat
menunjang pekerjaan anggota Koperasi
TKBM,
contohnya:
pelatihan
penggunaan alat forklip dan sebagainya.
Hendaknya Koperasi TKBM lebih tegas
dalam
membuat
Regresi.
pada
Saran
penelitian
Algifari. 2000. Analisis
Yogyakarta: BPFE.
Anwar Prabu Mangkunegara. 2006.
Manajemen
Sumber
Daya
Manusia Perusahaan. Bandung:
PT Remaja Rosda Karya.
Koperasi TKBM di Tanjung Redeb.
Berdasarkan
Syani, 1987. Manajemen
Organisasi. Jakarta: Penerbit PT.
Bina Aksara.
peraturan-peraturan
yang bersangkutan dengan kedisiplinan
anggota/ karyawan. Secara bersama-
Darwin,
Muhadjir.
1994.
Teori
Organisasi Publik, Yogyakarta:
BPFE.
Davis, Keith & John W Newstrom.
1996.
Perilaku
Dalam
Organisasi,
jilid
1,2
(terjemahan), edisi ketujuh.
Jakarta: Erlangga.
Edwin
B. Flippo. 2001, Personel
Management
(Manajemen
Personalia), Edisi VII Jilid II,
Terjemahan Alponso S, Jakarta:
Erlangga.
Handoko,
T
Hani.
1995.
Manajemen.Yogyakarta: BPFE.
Hasibuan,
Malayu
S.P.,
2007,
Manajemen
Sumber
Daya
Manusia, edisi revisi, Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Heijerachman, Suad. Hasan. 1993.
Manajemen
Personalia.
Yogyakarta: BPFE.
Sumber Daya Manusia : Suatu
Pendekatan Mikro. Jakarta:
Djambatan.
Henri Simamora. 2004. Riset Sumber
Daya Manusia, Edisi Ke-2.
Cetakan Ketiga, Yogyakarta:
STIE YKPN.
Siagian P Sondang. 2002. Manajemen
Sumber
Daya
Manusia.
Jakarta: Bumi Aksara.
Manullang, M. 1994. Dasar-dasar
Manajemen. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Manullang, M. 2001.
Sumber
Daya
Yogjakarta: BPFE.
Manajemen
Manusia,
Martoyo, S. 2000. Manajemen Sumber
Daya
Manusia.
Edisi
4,
Yogyakarta: BPFE.
Mathis, L Robert. & Jackson, H,John.,
2006,
Human
Resource
Management, Terjemahan Diana
Angelica, Edisi Sepuluh, Jakarta:
Salemba Empat.
Nitisemito, Alex, S. 1999, Manajemen
Personalia, Jakarta: Penerbit
Ghalia Indonesia.
Prawirosentono, Suyadi. 2008. Analisis
Kinerja Organisasi. Bandung:
PT. Rineka Cipta.
Robbins, Stephen P, 1982, Perilaku
Organisasi,
Alih
Bahasa
Hadyanan
P,
Jakarta:
PT.Prenhallindo.
Saydam, Gouzali. 2005. Manajemen
Sinungan. 1997. Produktivitas Apa dan
Bagaimana. Jakarta: Aksara
Persada Pres.
Stoner, James A.F.,1996. Manajemen
(Terjemahan), Jakarta: Erlangga.
Sudjana. 1996. Teknik Analisis Regresi
dan Korelasi. Bandung: Tarsito.
Sugiyono, 2010, Statistika untuk
Penelitian, Bandung: Alfabeta.
Tohardi, Ahmad. 2002. Pemahaman
Praktis Manajemen Sumber
Daya Manusia. Bandung: CV
Mandar Maju.
Veithzal Rivai, 2005. Performance
Appraisal : System Yang Tepat
Untuk
Menilai
Kinerja
Karyawan dan Meningkatkan
Daya Saing Perusahaan. Edisi 1.
Jakarta:
PT.Raja
Grafindo
Persada.
Wibowo, Singgih. 2007. Petunjuk
Mendirikan Perusahaan Kecil,
Edisi Revisi. Jakarta: Niaga
Swadaya.
Winardi.1993. Asas-asas Manajemen.
Bandung: Alumni.
Download