BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis
1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis rasio keuangan (financial statement analysis) adalah aplikasi dari
alat dan teknik dan analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan datadata yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang
bermanfaat dalam analisis bisnis (Wild, Subramanyam, dan Hasley 2005:3).
Analisis laporan keungan melibatkan penggunaan laporan keuangan, terutama
neraca dan laporan laba rugi karena laporan keuangan menyajikan informasi
mengenai suatu perusahaan. Seperti yang disebutkan dalam Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia:
2007), bahwa informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca.
Informasi kinerja keuangan terutama disediakan dalam laporan laba rugi.
Neraca merupakan suatu daftar aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik
pada tanggal tertentu, biasanya pada akhir tahun. Laporan laba rugi
merupakan suatu ikhtisar yang berisi pendapatan dan beban selama periode
waktu tertentu.
Universitas Sumatera Utara
2. Analisis Rasio
a. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio (ratio analysis) merupakan salah satu alat analisis
keuangan yang paling popular dan banyak digunakan. Salah satu cara untuk
melakukan analisis keuangan adalah dengan cara mempelajari hubungan
antara berbagai perkiraan-perkiraan dalam laporan keuangan. Hubungan
antara pos-pos tersebut dinyatakan dengan angka yang disebut dengan rasio.
Rasio-rasio ini penting bagi analisis intern maupun ekstern dan menilai
perusahaan dan laporan keuangan yang diumumkan perusahaan.
Rasio
keuangan
merupakan
suatu
perhitungan
rasio
dengan
menggunakan laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur
dalam menilai kinerja perusahaan. Menurut Sofyan Syafri Harahap (1999 :
297) “rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan
dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai
hubungan yang relevan dan signifikan atau berarti”.
Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengetahui apakah telah terjadi
penyimpangan dalam melaksanakan aktivitas operasional perusahaan.
Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005 : 36) “Rasio merupakan alat
untuk menyediakan pandangan terhadap kondisi yang mendasari. Rasio
merupakan salah satu titik awal, bukan titik akhir. Rasio
yang
diinterpretasikan dengan tepat mengindikasikan area yang memerlukan
investigasi lebih lanjut”. Analisis rasio dapat mengungkapkan hubungan
Universitas Sumatera Utara
penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren
yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen
yang membentuk rasio.
b. Jenis-jenis Rasio Keuangan
Banyak penulis yang menyodorkan jenis rasio yang menurut
penulisnya cocok untuk memahami perusahaan. Tetapi, menurut Sofyan
Syafri Harahap (1999 : 301) adapun rasio keuangan yang sering digunakan
adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Rasio Likuiditas
Rasio Solvabilitas
Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
Rasio Leverage
Rasio Aktivitas
Rasio Pertumbuhan
Market Based Value (Penilaian Pasar)
Rasio Produktivitas
Berbeda dari yang dikemukakan oleh Home dan Wachowicz (2005:204)
Rasio-rasio keuangan yang umumnya digunakan pada dasarnya terdiri atas
dua jenis. Jenis pertama meringkas beberapa aspek dari “kondisi
keuangan” perusahaan untuk suatu periode-periode dengan neraca yang
telah dibuat. Rasio-rasio ini disebut rasio neraca (balance sheet ratio),
karena baik pembilang maupun penyebut dalam setiap rasio berasal
langsung dari neraca. Jenis kedua dari rasio meringkas beberapa aspek
kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu, biasanya dalam
setahun. Rasio-rasio ini disebut sebagai rasio laporan laba-rugi (income
statement ratio) atau rasio laba-rugi/neraca (income statement/balance
sheet ratio).
Universitas Sumatera Utara
Dan secara umum rasio dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis kelompok
rasio keuangan antara lain :
1) Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas biasa digunakan dalam melakukan analisis kredit karena
likuiditas berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Pihak-pihak yang berkepentingan dalam menilai tingkat
likuiditas perusahaan adalah kreditor-kreditor jangka pendek seperti pemasok dan
banker.
Rasio likuiditas dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing
rasio likuiditas mencerminkan perspektif yang berbeda dalam mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Salah satu
rasio likuiditas yang menjadi fokus penelitian ini adalah rasio lancar (current
ratio/CR), rumus untuk menghitungnya adalah:
𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢 𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
Rumus tersebut menunjukkan hubungan antara aktiva lancar dengan
kewajiban lancar. Semakin besar aktiva lancar, maka rasio semakin tinggi.
2)
Rasio Leverage
Perusahaan memperoleh sumber pendanaan dari dua sumber yaitu kreditor
dan pemegang saham. Rasio leverage menunjukkan berapa besar perusahaan
didanai oleh kreditor dan pemegang saham. Rasio leverage atau rasio utang, rasio
ini menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap modal maupun
Universitas Sumatera Utara
asset. Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau
pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal (equity).
Rasio leverage yang menjadi fokus penelitian ini adalah :
a) Debt to Asset Ratio
Yaitu rasio total kewajiban terhadap asset. Rasio ini menekankan
pentingnya pendanaan utang dengan jalan menunjukkan persentase aktiva
perusahaan yang didukung oleh utang. Rasio ini juga menyediakan
informasi tentang kemampuan perusahaan dalam mengadaptasi kondisi
pengurangan aktiva akibat kerugian tanpa mengurangi pembayaran bunga
pada kreditor. Rumus yang digunakan adalah :
DAR =
b) Debt to Equity Ratio
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham
terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio, semakin rendah
pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham.
DER=
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸
3) Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas sering juga disebut sebagai rasio efisiensi atau rasio
pemanfaatan aktiva. Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan,
pembelian dan kegiatan lainnya.
Universitas Sumatera Utara
Rasio aktivitas yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah :
a) Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover)
Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume
penjualan, dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva
menciptakan penjualan. Rumus yang digunakan adalah:
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 =
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
b) Rasio Perputaran Persediaan (inventory turnover ratio)
Rasio ini menunjukkan berapacepat perputaran persediaan dalam siklus
produksi normal. Semakin besar rasio ini semakin baik, karena dianggap
bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat. Rumus yang digunakan adalah :
𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 =
𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐 π‘œπ‘œπ‘œπ‘œ 𝑔𝑔𝑔𝑔𝑔𝑔𝑔𝑔 𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠
𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖
4) Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas disebut juga rasio kinerja operasi. Rasio profitabilitas atau
kinerja operasi digunakan untuk mengevaluasi margin laba dan aktivitas operasi
yang dilakukan perusahaan. Dalam hubungannya dengan penjualan dan investasi,
rasio profitabilitas dapat diklasifikasikan menjadi margin laba kotor (gross profit
margin), margin laba operasi (operating profit margin), margin laba sebelum
pajak (pretax profit margin), margin laba bersih (net profit margin), return on
asssets, return on investment.
Universitas Sumatera Utara
Rasio profitabilitas yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah return on
assets (ROA), return on equity (ROE), dan gross profit margin (GPM).
a) Return on Assets (ROA)
Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila
diukur dari nilai aktiva. Rumus untuk menghitungnya adalah :
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝑂𝑂𝑂𝑂 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 =
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
b) Return On Equity (ROE)
Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur
dari modal pemilik, jika angka yang diperoleh besar, maka akan lebih baik.
Rumus yang digunakan adalah :
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝑂𝑂𝑂𝑂 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸 =
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸
c) Gross Profit Margin (GPM)
Rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui keuntungan kotor dari setiap
barang yang dijual perusahaan. Penggunaan rasio ini dalam menentukan
bagaimana tingkat profitabilitas perusahaan memiliki kelemahan karena rasio
ini hanya memberi tahu besarnya keuntungan kotor dari penjualan yang
dilakukan perusahaan tanpa memasukkan struktur biaya yang ada pada
perusahaan. Rumus untuk menghitung gross profit margin (GPM) adalah:
Universitas Sumatera Utara
𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 =
𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆 − 𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢 π‘œπ‘œπ‘œπ‘œ 𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺𝐺 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆
𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆
3. Laba
a. Pengertian Laba
Laba yang maksimal merupakan salah satu tujuan akhir dari
perusahaan. Wild, Subramanyam, dan Hasley (2005 : 25) mendefenisikan
laba sebagai berikut:
Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas
perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas
untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci
bagaimana laba didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan atau
penurunan ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang
ekuitas.
Menurut Stice, Stice, dan Skousen (2004 : 230) dalam bukunya
Financial Accounting Standard Board, laba terdiri dari empat elemen
yaitu, pendapatan (revenue), beban (expense), keuntungan (gain), dan
kerugian (loss), pengertian masing-masing elemen tersebut adalah sebagai
berikut:
i.
ii.
Pendapatan (revenue) adalah arus masuk atau peningkatan lain dari
aktiva suatu entitas atau pelunasan kewajibannya atau kombinasi dari
keduanya dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa,
atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha utama
yang sedang dilakukan entitas tersebut.
Beban (expense) adalah arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva
atau timbulnya kewajiban (atau kombinasi dari keduanya) dari
penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa, atau
pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha
utama yang sedang dilakukan oleh entitas tersebut.
Universitas Sumatera Utara
iii.
iv.
Keuntungan (gain) adalah peningkatan dalam ekuitas (aktiva bersih)
dari transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu
entitas dan semua transaksi, kejadian, dan kondisi lainnya yang
mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan
atau investasi pemilik.
Kerugian (loss) adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari
transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu
entitas dan dari semua transaksi, kejadian, dan kondisi lainnya yang
mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan
atau investasi pemilik.
Informasi tentang komponen-komponen laba akan membantu pemakai
laporan keuangan untuk memprediksi laba dan arus kas di masa yang
akan datang.
b. Pengertian Pertumbuhan Laba
Tujuan semua perusahaan adalah mencapai laba yang maksimal,
karena besarnya laba yang diperoleh sangat berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup bagi perusahaan tersebut. Pertumbuhan laba yang
semakin meningkat sangat diinginkan oleh setiap perusahaan dalam setiap
tahunnya. Pertumbuhan laba adalah peningkatan laba suatu perusahaan
pada suatu tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prediksi
pertumbuhan laba dapat digunakan untuk menilai bagaimana kinerja suatu
perusahaan. Jadi, memahami laba, apa yang diukur oleh laba dan
komponen-komponennya adalah penting untuk dapat memahami dan
menginterpretasikan keadaan keuangan perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007) “Penghasilan bersih (laba)
seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi
ukuran yang lain seperti imbalan investasi (return on investment) atau
penghasilan per saham (earnings per share).
Maka dalam memprediksi pertumbuhan laba dalam penelitian ini
menggunakan rumus pertumbuhan laba bersih.
π‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒπ‘ƒβ„Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 =
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž π‘‡π‘‡π‘‡π‘‡β„Žπ‘’π‘’π‘’π‘’ 𝑑𝑑 − 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž π‘‡π‘‡π‘‡π‘‡β„Žπ‘’π‘’π‘’π‘’ 𝑑𝑑−1
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž π‘‡π‘‡π‘‡π‘‡β„Žπ‘’π‘’π‘’π‘’ 𝑑𝑑−1
4. Hubungan Rasio Keuangan Dengan Prediksi Laba
Rasio keuangan digunakan dalam pengambilan keputusan menentukan
pembelian saham perusahaan, peminjaman uang, atau untuk memprediksi
kekuatan financial perusahaan di masa yang akan datang. Pemegang saham
potensial tertarik pada keuntungan dari pembelian atau penjualan saham.
Keuntungan dapat direalisasikan pada seberapa menguntungkan perusahaan
pada saat ini dan di masa yang akan datang. Dengan melihat laporan keuangan
perusahaan yang mengindikasikan seberapa bagus manajemen perusahaan
dalam menggunakan sumber daya yang tersedia. Hubungan antar elemenelemen pada laporan keuangan dijelaskan oleh rasio keuangan. Rasio
keuangan adalah alat yang digunakan untuk memprediksi laba perusahaan di
masa yang akan datang.
Universitas Sumatera Utara
B. Tinjauan Peneliti Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu memberikan hasil yang tidak konsisten.
Penelitian Dian (2005) dan Haryanti (2007) menemukan bahwa perputaran
total aktiva (total asset turnover) berpengaruh terhadap perubahan laba dan
perubahan kinerja. Sedangkan Widiasih (2006) dan Sari (2008) menemukan
bahwa total asset turnover tidak berpengaruh terhadap perubahan laba,
sehingga tidak dapat memprediksi pertumbuhannya. Selain itu, penelitian dari
Widiasih (2006) menemukan bahwa secara parsial gross profit margin (GPM)
berpengaruh terhadap perubahan laba, sedangkan penelitian Meilina Sari
(2008) menemukan bahwa gross profit margin tidak berpengaruh terhadap
perubahan laba. Ringkasan tinjauan penelitian terdahulu ditampilkan dalam
table 2.1 di bawah ini.
Tabel 2.1
Ringkasan Tinjauan Peneliti Terdahulu
Nama
Judul
Variabel yang
Hasil Penelitian
Digunakan
Dian
Analisis rasio keuangan
Current ratio,
Rasio yang berpengaruh
Meriewaty
terhadap perubahan
quick ratio,
signifikan terhadap
(2005)
kinerja pada perusahaan
working capital
perubahan kinerja
di industry food and
to total asset,
perusahaan adalah current
beverages yang terdaftar
total debt to
ratio, total asset turnover
di BEI
equity ratio,
dan return on investment
Universitas Sumatera Utara
total debt to
total capital
asset ratio, long
term debt to
equity ratio,
ROI,ROA,
Working capital
turnover ratio
Lina
Kemampuan Rasio
Current ratio,
Rasio yang dapat
Purnamawati
Keuangan dalam
gross profit
digunakan sebagai
Memprediksi
margin,
prediktor perubahan laba
Pertumbuhan Laba
operating profit
adalah inventory turnover,
margin, net
total asset turnover, net
income to sales,
income to sales, dan sales
return on equity,
to current liabilities.
(2005)
inventory
turnover, total
asset turnover,
Nur Ari
Analisis Rasio Keuangan
Persediaan,
Mempunyai pengaruh
Widiasih
dalam Memprediksi
Perputaran
terhadap perubahan laba.
Pertumbuhan Laba pada
aktiva tetap,
Sedangkan secara parsial
Perusahaan Manufaktur
Gross Profit
hanya gross profit margin
yang Terdaftar di Bursa
Margin (GPM),
yang berpengaruh terhadap
Efek Jakarta (BEJ
dan leverage
perubahan laba
Dwi
Evaluasi Manfaat Rasio
Total Asset to
Secara simultan, variable
Haryanti
Keuangan dalam
debt ratio, Total
Debt Ratio, Total Asset
(2007)
Memprediksi
Asset turnover,
Turnover, Net Profit
Pertumbuhan Laba pada
Net Profit
Margin, dan Rate of
KPRI di Kota Semarang
Margin, dan
Return on Investment
(2006)
Universitas Sumatera Utara
Yustinus Ari
Wijaya
(2007)
Return of Return
berpengaruh secara
on Investment
signifikan.
Evaluasi Kegunaan
Working capital
Working capital to total
Rasio Keuangan dalam
to total asset,
asset dan working capital
Memprediksi
working capital
turnover dapat
Pertumbuhan Laba di
turnover, total
memprediksi pertumbuhan
Masa yang Akan Datang
debt to capital
laba satu tahun yang akan
(Studi Kasus Perusahaan
asset..
datang..
Pengaruh Rasio
Current Ratio,
Secara simultan, Current
Keuangan Terhadap
Tottal Asset
Ratio, Total Asset
Laba Perusahaan
Turnover,
Turnover, Return on
Manufaktur Industri
Return on
Equity, dan Gross Profit
Barang Konsumen yang
Equity, dan
Margin berpengaruh
Terdaftar di Bursa Efek
Gross Profit
terhadap perubahan laba.
Indonesia
Margin.
Secara parsial, hanya
Sektor Perdagangan,
Jasa, dan Investasi yang
Terdaftar di Bursa Efek
Jakarta)
Meilina Sari
(2008)
variable Debt Ratio yang
berpengaruh secara
signifika, sedangkan
variabel lainnya tidak
berpengaruh secara parsial
terhadap perubahan laba
Sumber : Data diolah penulis, 2010
Universitas Sumatera Utara
C. Kerangka Konseptual
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah rasio
keuangan yang terdiri dari current ratio (CR), debt asset ratio (DAR), debt to
equity ratio (DER), total assets turnover (TATO), return on assets (ROA), return
on equity (ROE), gross profit margin (GPM), inventory turnover (ITO). Variabel
dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba. Berdasarkan latar
belakang masalah, tinjauan teoritis, dan tinjauan penelitian terdahulu, maka
dirumuskan kerangka konseptual penelitian pada gambar 2.1.
Universitas Sumatera Utara
Current Ratio
(𝑋𝑋1 )
Debt Equity Ratio
(𝑋𝑋2 )
Debt Asset Ratio
(X3)
Total Asset Turnover
(X4)
Return On Asset
Profitabilitas
(𝑋𝑋5 )
(Y)
Return On Equity
(𝑋𝑋6 )
Gross Profit Margin
(𝑋𝑋7 )
Inventory Turnover
(𝑋𝑋8 )
Gbr 2.1 : Kerangka Konseptual
Semakin tinggi CR, maka perusahaan semakin likuid dan akan semakin
mudah
memperoleh
pendanaan
dari
kreditor
maupun
investor
untuk
memperlancar kegiatan operasionalnya sehingga pertumbuhan laba juga akan
meningkat. Semakin tinggi DAR, menunjukkan peningkatan pada resiko pada
kreditor berupa ketidakmampuan perusahaan membayar semua kewajibannya dan
Universitas Sumatera Utara
akan mengakibatkan pembayaran bunga yang tinggi yang pada akhirnya akan
mengurangi pembayaran deviden. Semakin tinggi DER, maka semakin rendah
pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham, jika rasio semakin
rendah, maka semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka panjang. Semakin tinggi total asset turnover (TATO), maka semakin
efisien perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan
dan laba perusahaan juga dapat meningkat.
Semakin tinggi return on asset (ROA), semakin tinggi laba yang akan
diperoleh perusahaan dari aktiva yang dimilikinya dan akan berpengaruh terhadap
pertumbuhan laba. Semakin tinggi return on equity (ROE), maka akan
menunjukkan perolehan laba bersih perusahaan yang diukur melalui modal
pemilik. Semakin tinggi gross profit margin (GPM), maka semakin efektif dan
efisien perusahaan dalam melaksanakan aktivitas operasionalnya sehingga akan
dapat mempengaruhi laba bersih yang akan diperoleh perusahaan. Semakin tinggi
inventory turnover (ITO), maka menunjukkan kecepatan perputaran persediaan
dalam siklus produksi normal, apabila semakin besar rasio ini, maka dianggap
bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual, maka hipotesis
dari penelitian ini adalah current ratio, debt ratio, total asset turnover, return on
asset, return on equity, inventory turnover dan gross profit margin bersama-sama
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Universitas Sumatera Utara
Download