pengaruh komunikasi interpersonal orangtua dan anak, kompetensi

advertisement
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANGTUA DAN
ANAK, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN SIKAP
BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA KELAS XI BISNIS MANAJEMEN
DI SMKN 1 SIJUNJUNG
Melza Ali Fadillah1, Nilmadesri Rosya2, Yosi Eka Putri2
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
2
Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
[email protected]
1
ABSTRACT
This study aims to see the influence of interpersonal communication of
parents and children, professional competence of teachers and attitudes toward
learning achievement students class XI business management at SMK N 1
Sijunjung. The results showed 1) There is a positive and significant influence of
interpersonal communication of parents and children on student achievement
shown by the value of regression coefficient (X1) of 0,514. Obtained a tcount of
5.603> ttable of 1.9766. 2) There is a positive and significant influence of
professional competence of teachers on student achievement shown by the value
of regression coefficient (X2) of 0.546. Obtained tcount of 10,068> ttable equal to
1,9766. 3) There is positive and significant influence of student's attitude toward
student achievement shown by value of regression coefficient (X3) equal to 0,657.
Obtained a tcount of 6.007> ttable of 1.9766. 4) There is a positive and significant
influence of parent and child interpersonal communication, professional
competence of teachers and attitudes of learning together towards student
achievement. Obtained value Fcount 74,621> Ftable 2,6674.
Keywords: Parent and Child Interpersonal Communication, Professional
Teacher Competence, Learning Attitude, Learning Achievement
lingkungan
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah
untuk
hidupnya.
kepentingan
Usaha
untuk
diri
melalui
satu kebutuhan yang penting dalam
meningkatkan
kehidupan
manusia
pendidikan mutlak dilakukan agar
mengalami
perkembangan
dan
turut
seiring
dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan
tidak
mengembangkan
manusia
diri
dalam
perkembangan ilmu pengetahuan.
dan Teknologi (IPTEK). Melalui
pendidikan,
ketinggalan
Kualitas pendidikan yang baik
dapat
terletak pada sumber daya manusia
maupun
yang baik pula, dimana semua pihak
memberdayakan potensi alam atau
yang
terlibat
dalam
proses
pendidikan
harus
berusaha
berprestasi yang tinggi maka siswa
yang
harus memiliki prestasi yang baik,
dimiliki, ini sesuai dengan dasar,
prestasi belajar merupakan tolak ukur
fungsi
yang
mengembangkan
dan
potensi
tujuan
pendidikan
utama
untuk
mengetahui
belajar
seseorang.
nasional di dalam UU No. 20 Tahun
keberhasilan
2003 Tentang Sistem Pendidikan
Peningkatan prestasi belajar siswa
Nasional, pasal 3 yang berbunyi:
akan dipengaruhi oleh kualitas proses
Pendidikan
belajar mengajar di kelas. Hal ini
Nasional
bertujuan
mengembangkan kemampuan dan
berarti
membentuk watak serta peradaban
pendidikan
salah
bangsa
tergantung
pada
yang
rangka
bermartabat
mencerdaskan
bertujuan
untuk
dalam
tercapai
tidaknya
satunya
proses
tujuan
akan
belajar
bangsa,
mengajar yang berlangsung dengan
berkembangnya
baik dimana guru mampu menguasai
potensi peserta didik agar menjadi
dan
manusia yang beriman dan bertakwa
keterampilan mengajar dalam proses
kepada Tuhan Yang Maha Esa,
belajar mengajar.
berakhlak mulia, sehat, berilmu,
mengimplementasikan
Dari hasil observasi awal pada
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
SMKN
warga negara yang demokratis serta
memperoleh data sekunder mengenai
bertanggung jawab.
prestasi belajar siswa kelas XI bisnis
Terkait
pendidikan
individu
dengan
untuk
yang
1
Sijunjung,
penulis
dunia
manajemen yaitu nilai rapor semester
menciptakan
ganjil tahun ajaran 2016/2017, dapat
berkualitas
dan
dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Daftar Nilai Rapor Semester Ganjil Siswa Kelas XI Bisnis
Manajemenen Tahun Ajaran 2016/2017
Jumlah
Tidak
Nilai
Program
Tuntas
No
Siswa KKM
Tuntas
Rata-rata
Keahlian
(orang)
(orang)
(orang)
Kelas
1
2
Akuntansi
Administrasi
Perkantoran
64
71
60
4
60
71
52
8
78,14
13
72,34
3 Pemasaran
63
71
50
Sumber: Wali Kelas XI Bisnis Manajemen,2017
82,02
Dari tabel di atas dapat dilihat
langsung,
baik
verbal
maupun
bahwa dari 3 program keahlian
nonverbal, komunikasi interpersonal
dalam bisnis manajemen yang ada di
ini adalah komunikasi yang hanya
SMKN 1 Sijunjung terlihat bahwa
dua orang, seperti suami istri, dua
program
sejawat, dua sahabat dekat, guru
keahlian
memiliki
nilai
pemasaran
rata-rata
kelas
murid dan sebagainya.
terendah yaitu dengan jumlah siswa
Permasalahan
yang
63 orang, 13 orang diantaranya tidak
dialami
tuntas dengan nilai rata-rata 72,34.
memberikan
Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-
anak-anaknya banyak dikarenakan
rata
kesibukan mereka mencari nafkah,
kelas
dari
ketiga
program
oleh
umum
orangtua
dalam
dukungan terhadap
keahlian yang ada di jurusan bisnis
mereka
bahwa
mereka
manajemen itu jauh berbeda dilihat
sangat tidak mempunyai
waktu
dari nilai rata-rata kelasnya pada
untuk
nilai rapor semester ganjil.
mengerjakan pekerjaan rumah bagi
Salah
satu
faktor
berdalih
sekedar
membantu
yang
anaknya. Orang tua merasa bahwa
mempengaruhi prestasi belajar siswa
waktu yang mereka miliki tidak
yaitu
sampai atau tidak mencukupi untuk
komunikasi
interpersonal
orangtua dan anak. Effendy (2011:9)
memberikan
mengemukakan bahwa komunikasi
anaknya,
adalah proses penyampaian pesan
dihabiskan
oleh komunikator kepada komunikan
bekerja.
melalui media yang menimbulkan
efek
tertentu.
Menurut
bimbingan
semua
untuk
bagi
waktunya
bekerja
Komunikasi
dan
interpersonal
Mulyana
dapat terbentuk dalam kehidupan
dalam Aw (2011:3) mengemukakan
sebuah keluarga yang melibatkan
bahwa
antara orang tua dan anak. Anak
komunikasi
(interpersonal
antarpribadi
communication)
membutuhkan
orang
lain
dalam
adalah komunikasi antara orang–
berkembang. Dalam hal ini yang
orang secara tatap muka, yang
paling
memungkinkan
pesertanya
bertanggung jawab adalah orangtua.
menangkap reaksi orang lain secara
Perbedaan umur yang cukup jauh
setiap
utama
dan
pertama
antara orang tua dan anak, berarti
prestasi belajar adalah sikap belajar
pula perbedaan masa yang dialami
siswa.
kedua belah pihak. Perbedaan masa
menjelaskan bahwa sikap merupakan
yang
memberikan
kesiapan atau kesediaan seseorang
jejak-jejak yang berbeda pula dalam
untuk menerima atau menolak suatu
bentuk
pandangan-
objek berdasarkan penilaian terhadap
pandangan antara orangtua dan anak.
objek itu, apakah berarti atau tidak
Faktor selanjutnya yang dapat
bagi dirinya, sikap nampak dalam
mempengaruhi prestasi belajar siswa
bentuk kemauan, minat, perhatian,
adalah kompetensi profesional guru.
perubahan perasaan dan sebagainya.
dialami
akan
sikap
dan
Dalam Standar Nasional Pendidikan,
Sudjana
(2013:48)
Sikap belajar dapat diartikan
penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c
sebagai
(dalam
2003:135)
ketika ia mempelajari hal-hal yang
dikemukakan bahwa yang dimaksud
bersifat akademik. Perubahan sikap
dengan kompetensi profesional guru
dapat
adalah kemampuan penguasan materi
pembelajaran, tujuan yang ingin
pembelajaran
dan
dicapai, keteguhan, dan konsistensi
memungkinkan
terhadap sesuatu. Penilaian sikap
Mulyasa,
mendalam
membimbing
secara
yang
peserta
luas
kecendrungan
diamati
dalam
perilaku
proses
didik
adalah penilaian yang dilakukan
memenuhi standar kompetensi yang
untuk mngetahui sikap peserta didik
ditetapkan oleh Standar Nasional
terhadap mata pelajaran, pendidik,
Pendidikan.
dan sebagainya.
Pentingnya kompetensi guru
Sikap siswa dalam belajar juga
dalam meningkatkan prestasi belajar
sangat
mempengaruhi
prestasi
siswa yang optimal, merupakan salah
belajar
siswa,
apabila
satu kekuatan eksternal yang dapat
sikapnya baik dalam proses belajar
digunakan oleh seorang guru untuk
mengajar
melaksanakan pengaruhnya dalam
dengan sungguh-sungguh pelajaran
mengajar.
yang dijelaskan oleh guru, maka ia
dengan
karena
memperhatikan
Selain kompetensi profesional
akan lebih paham dengan pelajaran
guru, faktor lain yang mempengaruhi
tersebut dibandingkan dengan sikap
siswa yang tidak memperhatikan
menjadi sampel sebanyak 148 orang
guru dalam pembelajaran. Siswa
dengan
yang memperhatikan guru dapat
sampelya itu proportional random
dilihat dari keaktifannya, karena jika
sampling
siswa yang memperhatikan pelajaran
rumus Isaac dan Michael sampel
yang disajikan guru, maka ia akan
yang baik adalah jumlah siswa dalam
termotivasi untuk aktif bertanya atau
satu
memberikan pendapat.
responden/
yang
dilakukan
merupakan penelitian yang bersifat
deskriptif dan asosiatif. Menurut
Siregar
(2013:15)
“Penelitian
diskriptif adalah penelitian yang
dilakukan untuk mengetahui nilai
variable mandiri, baik satu variable
atau
lebih
membuat
pengambilan
dengan
kelas
XI
menggunakan
jumlah
jumlah
anggota
populasi.Skala
pengukuran data yang dipergunakan
METODE PENELITIAN
Penelitian
teknik
(independent)
perbandingan
tanpa
atau
penghubung dengan variabel lain”.
Sedangkan
menurut
Siregar
(2013:15),
“Penelitian
assosiatif
adalah penelitian yang bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara
dua variable atau lebih.”.
Penelitian ini dilakukan di
SMK N 1 Sijunjung. Subjek dalam
penelitian ini adalah semua siswa
kelas XI bisnis manajemen di SMK
Negeri 1 Sijunjung yang berjumlah
187 orang. Dari 187 orang yang
dalam penelitian ini adalah skala
likert,
dengan
skala
yang
berhubungan
pernyataan
atau
sikap
seseorang terhadap sesuatu dengan
interval
penilaian
untuk
setiap
jawaban responden 1-5.
Sebelum
angket
disebarkan
kepada responden, terlebih dahulu
dilakukan uji coba. Uji coba ini
bertujuan untuk mengetahui validitas
dan reliabilitas angket. Menurut
Arifin (2011: 245) validitas adalah
suatu derajat ketepatan instrumen
atau alat ukur apakah instrumen yang
digunakan betul-betul tepat untuk
mengukur apa yang diukur. Sebuah
instrumen dinyatakan valid apabila
mampu
mengukur
diinginkan.
apa
Sebuah
yang
instrumen
dikatakan valid apabila pernyataan
pada
suatu
angket
mampu
mengungkapkan sesuatu yang akan
diukur
oleh
Pernyataan
angket
dikatakan
tersebut.
valid
jika
nilai cronbach alpha > 0.70. Untuk
mengukur reliabilitas dilihat dari
Corrected item-total correlation >
nilai
0,361. Menurut Ghozali (2011:48)
menggunakan
suatu
SPSS Versi 16.0.
kontruks
atau
variabel
cronbach
alpha
bantuan
dengan
program
dikatakan reliabel jika memberikan
Tabel 2. Hasil Uji Coba
Variabel
Komunikasi Interpersonal (X1)
Kompetensi Profesional Guru (X2)
Sikap Belajar (X3)
Sumber: Hasil Olahan Data Primer
Tabel 3. Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel
No
1 Komunikasi Interpersonal (X1)
2 Kompetensi Profesional Guru (X2)
3 Sikap Belajar (X3)
Sumber : Hasil Olahan Data Primer
Keterangan
Valid
Tidak Valid
11
3
17
1
8
1
R alpha
R tabel
Keterangan
0,847
0,898
0,810
0,70
0,70
0,70
Reliabel
Reliabel
Reliabel
HASIL DAN PEMBAHASAN
bisnis manajemen di SMKN 1
Pengaruh komunikasi interpersonal
Sijunjung yang ditunjukkan oleh
orangtua
nilai koefisien regresi (X1) sebesar
dan
anak,
kompetensi
profesional guru dan sikap belajar
0,514.
terhadap prestasi belajar siswa kelas
sebesar 5,603 > ttabel sebesar
XI bisnis manajemen di SMK N 1
1,9766 dengan nilai signifikan
Sijunjung adalah sebagai berikut :
0,000<
a. Hipotesis 1, terdapat pengaruh
diterima dan H0 ditolak. Hal ini
positif
dan
komunikasi
orangtua
dan
signifikan
Diperoleh
=
0,05,
nilai
berarti
thitung
Ha
antara
berarti semakin tinggi komunikasi
interpersonal
interpersonal orangtua dan anak
anak
terhadap
prestasi belajar siswa kelas XI
maka akan semakin meningkat
prestasi belajar.
b. Hipotesis 2, terdapat pengaruh
versi 16.0, bahwa nilai Fhitung
positif dan signifikan kompetensi
sebesar 74,621 > Ftabel sebesar
profesional guru terhadap prestasi
2,6674 dan nilai signifikan 0,000
belajar siswa kelas XI di SMKN 1
< α 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha
Sijunjung yang ditunjukkan oleh
diterima.Dengan demikian dapat
nilai koefisien regresi (X2) sebesar
dikatakan
0,546.
pengaruh yang signifikan antara
Diperoleh
nilai
thitung
bahwa
terdapat
sebesar 10,068 > ttabel sebesar
komunikasi
1,9766 dengan nilai signifikan
orangtua dan anak, kompetensi
0,000<
profesional guru dan sikap belajar
=
0,05,
berarti
Ha
interpersonal
diterima dan H0. ditolak. Hal ini
secara
berarti semakin tinggi kompetensi
prestasi belajar siswa kelas XI
profesional
akan
bisnis manajemen di SMKN 1
prestasi
Sijunjung, artinya semakin baik
semakin
guru
maka
meningkat
bersama–sama
komunikasi
belajar .
terhadap
interpersonal
c. Hipotesis 3, terdapat pengaruh
orangtua dan anak, kompetensi
positif dan signifikan sikap belajar
profesional guru dan sikap belajar
siswa terhadap prestasi belajar
maka
siswa kelas XI bisnis manajemen
semakin baik.
di SMKN 1 Sijunjung yang
1.
prestasi
belajar
Komunikasi
akan
Interpersonal
ditunjukkan oleh nilai koefisien
Orangtua dan Anak Terhadap
regresi
Prestasi Belajar Siswa Kelas
(X3)
sebesar
0,657.
Diperoleh nilai thitung sebesar 6,007
XI
> ttabel sebesar 1,9766 dengan nilai
SMKN 1 Sijunjung
signifikan 0,000< = 0,05, berarti
bisnis
manajemen
di
Berdasarkan analisis data dan
Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini
pengujian
hipotesis
berarti
semakin
sikap
disimpulkan
bahwa
komunikasi
belajar
maka
semakin
interpersonal
orangtua
dan anak
tinggi
akan
berpengaruh positif dan signifikan
meningkat prestasi belajar.
d. Dari hasil pengolahan data dengan
menggunakan
program
dapat
SPSS
terhdap prestasi belajar siswa dengan
nilai koefisien regresi (X1) sebesar
0,514. Nilai ini signifikan karena
orangtua
nilai thitung sebesar 5,603 > ttabel
signifikan terhadap prestasi belajar
sebesar
siswa.
1,9766
dengan
nilai
dan
Hasil
signifikan 0,000< = 0,05, berarti Ha
anak
berpengaruh
penelitian
ini
sesuai
diterima dan H0 ditolak. Artinya jika
dengan penelitian terdahulu yang
komunikasi interpersonal orangtua
dilakukan oleh Junaidi (2013) yang
dan anak meningkat sebesar satu
menyatakan
bahwa
satuan maka prestasi belajar akan
interpersonal
orangtua
meningkat
berpengaruh positif dan signifikan
sebesar
0,514
dalam
komunikasi
dan anak
setiap satuannya. Dengan demikian
terhadap prestasi belajar siswa.
dapat
2.
dikatakan
pengaruh
bahwa
positif
dan
terdapat
Kompetensi Profesional Guru
Terhadap
signifikan
Prestasi
secara parsial antara komunikasi
Siswa
interpersonal
manajemen
orangtua
dan anak
Kelas
XI
di
SMKN
1
Berdasarkan analisis data dan
XI bisnis manajemen di SMKN 1
Sijunjung. Hal ini berarti semakin
pengujian
hipotesis
tinggi
disimpulkan
bahwa
interpersonal
bisnis
Sijunjung
terhadap prestasi belajar siswa kelas
komunikasi
Belajar
dapat
kompetensi
antara orangtua dan anak maka akan
profesional guru berpengaruh positif
semakin meningkat prestasi belajar.
dan
signifikan
terhdap
prestasi
Berdasarkan analisis rata-rata
belajar siswa dengan nilai koefisien
variabel Komunikasi interpersonal
regresi (X2) sebesar 0,546. Nilai ini
orang tua dan anak yaitu 4,4 dengan
signifikan karena nilai thitung sebesar
TCR sebesar 87,76 %. Hal ini
10,068 > ttabel sebesar 1,9766 dengan
menunjukkan
nilai signifikan 0,000<
bahwa
Komunikasi
= 0,05,
interpersonal orang tua dan anak
berarti Ha diterima dan H0 ditolak.
berada pada kategori baik.
Artinya jika kompetensi profesional
Hasil
penelitian
sesuai
guru meningkat sebesar satu satuan
dengan teori yang disampaikan oleh
maka prestasi belajar akan meningkat
Aw
menyatakan
sebesar 0,546 dalam setiap satuannya.
interpersonal
Dengan demikian dapat dikatakan
(2011:3)
bahwa
yang
komunikasi
ini
bahwa terdapat pengaruh positif dan
signifikan
secara
kompetensi
parsial
antara
profesional
guru
terhadap prestasi belajar siswa kelas
3.
Sikap
Belajar
Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Kelas
XI
bisnis
manajemen
di
SMKN 1 Sijunjung
XI bisnis manajemen di SMKN 1
Berdasarkan analisis data dan
Sijunjung. Hal ini berarti semakin
pengujian
hipotesis
dapat
tinggi kompetensi profesional guru
disimpulkan bahwa sikap belajar
maka akan semakin meningkat hasil
berpengaruh positif dan signifikan
belajar .
terhdap prestasi belajar siswa dengan
Berdasarkan analisis rata-rata
nilai koefisien regresi (X3) sebesar
variabel kompetensi profesional guru
0,657. Nilai ini signifikan karena
yaitu
nilai thitung sebesar 6,007 > ttabel
4,4
dengan
TCR
sebesar
87,98 %. Hal ini menunjukkan
sebesar
bahwa kompetensi profesional guru
signifikan 0,000< = 0,05, berarti Ha
pada kategori baik.
diterima dan H0 ditolak. Artinya jika
Hasil
penelitian
ini
1,9766
dengan
nilai
sesuai
sikap belajar meningkat sebesar satu
dengan teori yang disampaikan oleh
satuan maka prestasi belajar akan
Hamzah (2007:18)yang menyatakan
meningkat
bahwa kompetensi profesional guru
setiap satuannya. Dengan demikian
berpengaruh
dapat
signifikan
terhadap
prestasi belajar siswa.
Hasil
penelitian
dikatakan
pengaruh
positif
0,657
bahwa
dan
dalam
terdapat
signifikan
sesuai
secara parsial antara sikap belajar
dengan penelitian terdahulu yang
terhadap prestasi belajar siswa kelas
dilakukan oleh Dunggio (2007) yang
XI bisnis manajemen di SMKN 1
menyatakan
kompetensi
Sijunjung. Hal ini berarti semakin
profesional guru berpengaruh positif
tinggi sikap belajar maka akan
dan
semakin meningkat prestasi belajar.
bahwa
signifikan
belajar siswa.
ini
sebesar
terhadap
prestasi
Berdasarkan analisis rata-rata
variabel sikap belajar yaitu 4,4
dengan TCR sebesar 87,50 %. Hal
ini menunjukkan bahwa sikap belajar
bahwa terdapat pengaruh positif dan
pada kategori baik.
signifikan
Hasil
penelitian
ini
sesuai
antara
komunikasi
interpersonal,
kompetensi
dengan teori yang disampaikan oleh
profesional guru dan sikap belajar
Sudjana (2013:48) yang menyatakan
secara
bahwa sikap belajar berpengaruh
prestasi belajar siswa kelas XI bisnis
signifikan terhadap prestasi belajar
manajemen di SMKN 1 Sijunjung,
siswa.
artinya semakin baik komunikasi
Hasil
penelitian
ini
bersama–sama
terhadap
sesuai
interpersonal orangtua dan anak,
dengan penelitian terdahulu yang
kompetensi profesional guru dan
dilakukan oleh Marliana (2013) yang
sikap belajar maka prestasi belajar
menyatakan bahwa sikap belajar
akan semakin baik.
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap prestasi belajar siswa.
4. Komunikasi
Orangtua
KESIMPULAN
Interpersonal
dan
Anak,
Kompetensi Profesional Guru
dan
Sikap
bersama-sama
Belajar
secara
terhadap
Berdasarkan hasil penelitian
dan pembahasan dapat disimpulkan
bahwa :
1. Terdapat pengaruh positif dan
signifikan
komunikasi
Prestasi Belajar Siswa Kelas
interpersonal orangtua dan anak
XI bisnis manajemen di SMK
terhadap prestasi belajar siswa
N 1 Sijunjung.
kelas XI bisnis manajemen di
Dari hasil pengolahan data dengan
menggunakan program SPSS versi
16.0, dapat dilihat pada tabel di atas
menunjukkan bahwa nilai Fhitung
74,621 >Ftabel 2,6674 dan nilai
signifikan 0,000 <
= 0,05. Hal ini
berarti H0 ditolak dan Ha diterima.
Dengan demikian dapat dikatakan
SMKN
1
Sijunjung
yang
ditunjukkan oleh nilai koefisien
regresi
(X1)
sebesar
0,514.
Diperoleh nilai thitung sebesar
5,603 > ttabel sebesar 1,9766
dengan
0,000<
nilai
signifikan
= 0,05, berarti Ha
diterima dan H0 ditolak dengan
demikian dapat dikatakan bahwa
terdapat pengaruh positif dan
SMKN
signifikan secara parsial antara
ditunjukkan oleh nilai koefisien
komunikasi
regresi
interpersonal
orangtua dan anak
1
Sijunjung
(X3)
sebesar
yang
0,657.
terhadap
Diperoleh nilai thitung sebesar
prestasi belajar siswa kelas XI
6,007 > ttabel sebesar 1,9766
bisnis manajemen di SMKN 1
dengan
Sijunjung.
0,000<
2. Terdapat pengaruh positif dan
signifikan
nilai
signifikan
= 0,05, berarti Ha
diterima dan H0 ditolak dengan
kompetensi
demikian dapat dikatakan bahwa
terhadap
terdapat pengaruh positif dan
prestasi belajar siswa kelas XI
signifikan secara parsial antara
bisnis manajemen di SMKN 1
sikap belajar terhadap prestasi
Sijunjung yang ditunjukkan oleh
belajar siswa kelas XI bisnis
nilai
manajemen
di
sebesar 0,546. Diperoleh nilai
Sijunjung.
Hal
thitung sebesar 10,068 > ttabel
semakin tinggi sikap belajar
sebesar 1,9766 dengan nilai
maka akan semakin meningkat
signifikan
prestasi belajar.
profesional
guru
koefisien
regresi
0,000<
=
(X2)
0,05,
berarti Ha diterima dan H0
SMKN
ini
1
berarti
4. Terdapat pengaruh positif dan
ditolak dengan demikian dapat
signifikan
dikatakan
terdapat
interpersonal orangtua dan anak,
pengaruh positif dan signifikan
kompetensi profesional guru dan
secara parsial antara kompetensi
sikap belajar secara bersama-
profesional
terhadap
sama terhadap prestasi belajar
prestasi belajar siswa kelas XI
siswa kelas XI bisnis manajemen
bisnis manajemen di SMKN 1
di
Sijunjung.
Diperoleh nilai Fhitung 74,621 >
bahwa
guru
SMK
komunikasi
N
1
Sijunjung.
3. Terdapat pengaruh positif dan
Ftabel 2,6674 dan nilai signifikan
signifikan sikap belajar siswa
0,000 < = 0,05. Hal ini berarti
terhadap prestasi belajar siswa
H0 ditolak dan Ha diterima.
kelas XI bisnis manajemen di
Dengan
demikian
dapat
dikatakan
bahwa
terdapat
profesional
guru
sikap
pengaruh positif dan signifikan
belajar
secara
antara
terhadap prestasi belajar siswa
interpersonal
kelas XI bisnis manajemen di
simultan
komunikasi
orangtua dan anak, kompetensi
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010). Prosedur
Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Aw,
S. (2011).
Interpersonal.
Graha Ilmu.
Komunikasi
Yogyakarta:
Effendy, O. U. (2011). Ilmu
Komunikasi. Bandung: PT.
Remaja Rosda Karya.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Progam
IMB.
SPSS19.
Semarang:
Badan Penerbit Universitas
Dipenogoro.
Kunandar. (2007). Guru Profesional
Implementasi
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dan Sukses Dalam
Sertifikasi Guru. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Mercer Jenny. (2012). Psikologi
Sosial. Jakarta: Erlangga.
Mulyasa.
(2003).
Standar
Kompetensi dan Sertifikasi
Guru. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
secara
dan
bersama–sama
SMKN 1 Sijunjung.
Sadirman. (2011). Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Sudjana, N. (2013). Dasar-Dasar
Proses Belajar Mengajar.
Bandung:
Sinar
Baru
Algensindo.
Suryabrata.
(2005).
Psikologi
Pendidikan. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Syah,
M.
(2008).
Psikologi
Pendidikan. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya Offset.
Syaiful Bahri Djamarah. (2014).
Pola Asuh Orangtua dan
Komunikasi dalam Keluarga.
Jakarta: Rineka cipta.
Syofian Siregar. (2013). Statistik
Parametrik untuk Penelitian
Kuantitatif. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
(n.d.). Jakarta: Kementerian
Pendidikan Nasional.
Wirawan. (2002). Profesi dan
Standar Evaluasi. Jakarta:
Yayasan Bangun Indonesia &
UHAMKA.
Download