PT ACSET INDONUSA Tbk

advertisement
Tanggal Efektif
Masa Penawaran Umum
Tanggal Penjatahan
:
:
:
12 Juni 2013
14, 17, 18 Juni 2013
20 Juni 2013
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik
Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia
:
:
:
21 Juni 2013
21 Juni 2013
24 Juni 2013
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA
MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL
TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT ACSET INDONUSA Tbk (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS
KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA BURSA EFEK INDONESIA (”BEI”)
PT ACSET INDONUSA Tbk
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam jasa konstruksi
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
Kantor Pusat:
Wisma ITC Building, lantai 4, R.401
Jalan Abdul Muis No. 8,
Jakarta Pusat 10160 - Indonesia
Telepon : 021-3448157
Faksimili : 021-3505212
Website : www.acset.co
Email: [email protected]
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM
Sejumlah 150.000.000 (seratus lima puluh juta) atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan
setelah Penawaran Umum Perdana Saham, yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham, yang
terdiri dari Saham Biasa Atas Nama yang dikeluarkan dari simpanan (portepel) Perseroan sejumlah 100.000.000 (seratus juta) (“Saham Baru”) dan
sejumlah 50.000.000 (lima puluh juta) Saham Biasa atas nama milik PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia (“LCK dan CPI”) sebagai
Pemegang Saham Penjual (“Saham Divestasi”), yang ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran Rp2.500,- (dua ribu lima ratus Rupiah)
setiap saham yang ditetapkan berlaku untuk seluruh Saham Yang Ditawarkan (Saham Baru dan Saham Divestasi), yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”). Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebesar
Rp375.000.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) yang terdiri dari sebesar Rp250.000.000.000 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dari
penawaran Saham Baru dan sebesar Rp125.000.000.000,- (seratus dua puluh lima miliar Rupiah) dari Saham Divestasi.
Berdasarkan Perjanjian Peminjaman Saham yang dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian
Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, dalam hal terjadi
kelebihan pemesanan saham dalam Penawaran Umum, Pemegang Saham Penjual memberikan opsi kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek (“Opsi
Penjatahan Lebih”) untuk dapat (1) melakukan penjatahan lebih minimal 5.000.000 (lima juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual
sampai dengan sebanyak-banyaknya 15.000.000 (lima belas juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual, yang merupakan sebanyakbanyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum dengan harga pelaksanaan yang sama dengan harga
Penawaran Umum dan (2) melakukan pembelian Saham di Pasar Sekunder untuk menjaga harga Saham pada tingkat harga yang tidak lebih rendah dari
Harga Penawaran. Pembelian Saham tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Pencatatan dan dapat
dihentikan sewaktu-waktu dalam jangka waktu tersebut. PT Kim Eng Securities, yang juga merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, telah ditunjuk oleh
Perseroan sebagai Agen Stabilisasi.
Berdasarkan Akta No. 107 tanggal 2 April 2013 dan Akta No. 11 tanggal 1 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si.,
Notaris di Jakarta, Perseroan melaksanakan program ESA dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) atau sebanyak-banyaknya sebesar
15.000.000 (lima belas juta) saham dari jumlah yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham. Sebagian saham program ESA diberikan
kepada karyawan Perseroan sebagai penghargaan dengan diskon 100% (seratus persen) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2.000.000 (dua juta) saham
penghargaan. Informasi lebih lengkap mengenai program ESA dapat dilihat pada Bab I Prospektus.
Sehubungan dengan penjualan Saham Divestasi, pelaksanaan peralihan kepemilikan saham yang berasal dari Pemegang Saham Penjual kepada
Masyarakat akan dilakukan pada Tanggal Distribusi saham, bersamaan dengan distribusi Saham Baru.
Seluruh pemegang saham Perseroan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah
ditempatkan dan disetor penuh, sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan
para Penjamin Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran saham Perseroan.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT Kim Eng Securities
PENJAMIN EMISI EFEK
PT UOB Kay Hian Securities, PT Danasakti Securities, PT Overseas Securities, PT Dhanawibawa Arthacemerlang, PT Jasa Utama Capital,
PT Lautandhana Securindo, PT Universal Broker Indonesia, PT Buana Capital, PT Panin Sekuritas Tbk., PT Ciptada Securities, PT Reliance Securities Tbk.,
PT Madani Securities, PT OnixSekuritas, PT Mega Capital Indonesia, PT Valbury Asia Securities, PT Erdhika Sekuritas, PT Waterfront Securities Indonesia,
PT Yulie Sekurindo Tbk., PT Victoria Securities Indonesia, PT MNC Securities, PT Panca Global Securities Tbk., PT Woori Korindo Securities Indonesia
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENUNDAAN ATAU TIDAK TERBAYARNYA PEMBAYARAN OLEH PELANGGAN.
RISIKO INI TERJADI AKIBAT TERTUNDANYA/TIDAK TERBAYARNYA TAGIHAN PROYEK YANG MENIMBULKAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH
SEHINGGA MENGGANGGU MODAL KERJA ATAU ARUS KAS PERSEROAN DAN JUGA SECARA TIDAK LANGSUNG MEMPENGARUHI LABA
PERSEROAN. RISIKO USAHA LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB VI TENTANG RISIKO USAHA DALAM PROSPEKTUS INI.
RISIKO TERKAIT DENGAN KEPEMILIKAN ATAS SAHAM PERSEROAN YAITU TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI, MENGINGAT JUMLAH SAHAM YANG DITAWARKAN PERSEROAN TIDAK TERLALU BESAR, MAKA
TERDAPAT KEMUNGKINAN PERDAGANGAN SAHAM PERSEROAN DI BURSA EFEK INDONESIA AKAN MENJADI TIDAK LIKUID. DENGAN
DEMIKIAN, PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMPREDIKSI APAKAH PERDAGANGAN SAHAM PERSEROAN DI BURSA EFEK AKAN AKTIF ATAU
LIKUIDITAS SAHAM PERSEROAN AKAN TERJAGA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM
TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DI ADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN
SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 14 Juni 2013
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham
ini kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal - OJK di Jakarta dengan Surat No. 010/DIR-ACSET/IV/2013 tanggal 3
April 2013 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang
Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No.
3608 (“UUPM”) dan peraturan pelaksanaannya berikut segala perubahannya.
Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan BEI
dengan surat tertanggal 2 April 2013 apabila memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI antara lain
mengenai jumlah Pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di BEI dan masing-masing Pemegang Saham
memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan saham. Apabila syarat-syarat pencatatan saham tersebut tidak
terpenuhi, maka Penawaran Umum Perdana Saham batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima wajib
dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan UUPM.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini bertanggung jawab
sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuran pendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini
sesuai dengan fungsi mereka, sesuai dengan peraturan yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia dan kode etik,
norma serta standar profesi masing-masing.
Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham ini, setiap pihak yang terafiliasi dilarang memberikan keterangan
atau pernyataan apapun mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis
dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
PT Kim Eng Securities selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek serta Penjamin Emisi Efek, dan Lembaga dan Profesi
Penunjang Pasar Modal dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini dengan tegas menyatakan tidak terafiliasi dengan
Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.
DALAM RANGKA STABILISASI HARGA EFEK, AGEN STABILISASI WAJIB MEMBELI EFEK DENGAN TUJUAN
UNTUK MEMPERTAHANKAN HARGA PENAWARAN UMUM ATAU MENSTABILKAN HARGA PADA TINGKAT
HARGA YANG LEBIH TINGGI DARI YANG MUNGKIN TERJADI DI BURSA EFEK SEKIRANYA TIDAK DILAKUKAN
STABILISASI HARGA JIKA HARGA EFEK BERADA DI BAWAH HARGA PENAWARAN UMUM.
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU
PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANGSIAPA DI LUAR WILAYAH REPUBLIK
INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI, MAKA PROSPEKTUS ATAU DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT
TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA
PENAWARAN TERSEBUT, ATAU PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN
MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU DI
NEGARA TERSEBUT ATAU YURISDIKSI DI LUAR WILAYAH REPUBLIK INDONESIA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN
TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .......................................................................................................................
i
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN ..........................................................................................
iii
RINGKASAN .......................................................................................................................
x
I.
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM ..............................................................................
1
II.
RENCANA PENGGUNAAN DANA ........................................................................................
9
III.
PERNYATAAN UTANG....................................................................................................
11
IV.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ................................................................................
17
V.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN..................................................................
21
VI.
RISIKO USAHA ............................................................................................................
45
VII.
KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ..............
49
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN ................................................................................
51
1.
RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN ...........................................................................................................
51
2.
IZIN-IZIN TERKAIT KEGIATAN USAHA ....................................................................................................
53
3.
PERKEMBANGAN PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN .........................................
53
4.
PENGURUSAN DAN PENGAWASAN ........................................................................................................
58
5.
SUMBER DAYA MANUSIA.......................................................................................................................
61
6.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY - CSR) ...............
66
7.
STRUKTUR ORGANISASI ........................................................................................................................
67
8.
KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM UTAMA PERSEROAN BERBENTUK BADAN
HUKUM ...................................................................................................................................................
9.
67
HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGURUSAN, PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG
SAHAM PERSEROAN ..............................................................................................................................
69
10. KETERANGAN TENTANG ENTITAS ANAK ................................................................................................
70
11. ASET........................................................................................................................................................
75
12. ASURANSI...............................................................................................................................................
80
13. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI ....................................................................................................
81
14. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING YANG DILAKUKAN PERSEROAN..................................................
82
15. PERKARA-PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, DIREKSI & KOMISARIS
IX.
PERSEROAN DAN DIREKSI & KOMISARIS ENTITAS ANAK ....................................................................
92
KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN .....................................................................
95
1.
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................
95
2.
KEGIATAN USAHA PERSEROAN .............................................................................................................
95
3.
PROSES BISNIS PERSEROAN................................................................................................................. 100
4.
PEMASARAN ........................................................................................................................................... 102
5.
PELANGGAN & DAYA SAING .................................................................................................................. 102
6.
BAHAN BAKU .......................................................................................................................................... 104
7.
TEKNOLOGI INFORMASI ......................................................................................................................... 104
i
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
8.
PERSAINGAN .......................................................................................................................................... 105
9.
PROSPEK USAHA.................................................................................................................................... 106
10. STRATEGI USAHA ................................................................................................................................... 106
11. TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE – GCG) ............................................ 107
12. ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (“AMDAL”) .................................................................... 107
13. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ..................................................................................................... 108
X.
EKUITAS ................................................................................................................... 109
XI.
KEBIJAKAN DIVIDEN ..................................................................................................... 111
XII.
PERPAJAKAN ............................................................................................................. 113
XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK .............................................................................................. 115
XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ............................................................ 117
XV.
PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ......................................................................................... 121
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN ................................... 139
XVII. LAPORAN PENILAI ....................................................................................................... 249
XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN ...................................................................................... 257
XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM .................................................................. 279
XX.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ....................... 285
ii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN
Istilah dan ungkapan dalam Prospektus ini mempunyai arti sebagai berikut:
Afiliasi
Berarti pihak sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 1 UUPM, yaitu:
x hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik
secara horizontal maupun vertikal;
x hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur atau komisaris dari pihak tersebut;
x hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota
direksi atau dewan komisaris yang sama;
x hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
x hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak
langsung, oleh pihak yang sama; atau
x hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Agen Stabilisasi
Berarti PT Kim Eng Securities.
BAE
Berarti Biro Admistrasi Efek, yaitu PT Sinartama Gunita, berkedudukan di Plaza BII
Menara 1 Lantai 9, Jl. MH. Thamrin No.51 Jakarta, sebagai pihak yang ditunjuk oleh
Perseroan untuk melaksanakan administrasi saham dalam rangka Penawaran Umum.
Bank Kustodian
Berarti bank umum yang memperoleh persetujuan dari OJK untuk memberikan jasa
penitipan atau melakukan jasa kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Bapepam
Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UUPM.
Bapepam dan LK
Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat 1 UUPM dan Keputusan Menteri Keuangan No.184/PMK.01/2010
tanggal 11 Oktober 2010 (dahulu dikenal sebagai Badan Pengawas Pasar Modal atau
Bapepam) tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.
BEI
Berarti PT Bursa Efek Indonesia, suatu Perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum Indonesia dan berkedudukan hukum di Jakarta (atau para pengganti atau penerus
haknya), merupakan Bursa Efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4 UUPM,
dimana saham-saham Perseroan akan dicatatkan.
Bejana Tekan
Suatu konstuksi berbentuk tabung yang menerima beban tekan.
Bekisting
Pembuatan struktur beton dengan ukuran atau bentuk sesuai yang direncanakan dan
berfungsi sebagai struktur sementara bangunan.
DPPS
Berarti Daftar Pemesanan Pembelian Saham, daftar yang memuat nama-nama dari
pemesan Saham Yang Ditawarkan dan jumlah saham yang ditawarkan, yang disusun
berdasarkan FPPS dan dibuat oleh masing-masing Penjamin Emisi Efek.
DPS
Berarti Daftar Pemegang Saham yang memuat keterangan tentang kepemilikan saham
dalam Perseroan.
Efek
Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,
obligasi, tanda bukti uang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka
atas Efek, dan setiap derivatif Efek.
iii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Entitas Anak
Advance Civil Structure Engineering Technology
Berarti perusahaan-perusahan yang:
x Saham-sahamnya dimiliki oleh Perseroan dalam jumlah 50% atau lebih dari
seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan yang
bersangkutan; atau
x Kebijaksanannya dan pengelolaan perusahaan dikendalikan oleh Perseroan;
atau
x Laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan laporan keuangan Perseroan
sesuai dengan Prinsip Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
Dimana per tanggal Prospektus ini diterbitkan terdiri dari Acset Indonusa Co., Ltd. dan
PT Innotech Systems.
Entitas Asosiasi
Berarti perusahaan-perusahan yang saham-sahamnya dimiliki oleh Perseroan dalam
jumlah kurang dari 50% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
perusahaan yang bersangkutan.
Dimana per tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia.
ESA
Berarti singkatan dari Employee Stock Allocation atau Program Alokasi Saham Karyawan.
FKP
Berarti Formulir Konfirmasi Penjatahan, formulir yang dikeluarkan oleh Manajer Penjatahan
yang merupakan konfirmasi atas hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti
kepemilikan atas Saham Yang Ditawarkan yang dijual oleh Perseroan pada pasar
perdana.
Formwork
Penahan beton pada tempatnya hingga masa konstruksi selesai atau mencapai kekuatan
yang memadai.
FPPS
Berarti asli Formulir Pemesanan Pembelian Saham Yang Ditawarkan yang disediakan oleh
Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang harus diisi,
ditandatangani dan diajukan dalam rangkap 5 (lima) oleh calon pembeli kepada Penjamin
Emisi Efek.
Grup
Berarti Perseroan dan Entitas Anak.
Harga Penawaran
Berarti harga setiap Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum, yang besarnya
akan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Perseroan dan Penjamin Pelaksana
Emisi Efek dan yang akan dituangkan kemudian dalam Perubahan Perjanjian Penjaminan
Emisi Efek.
Hari Bursa
Berarti hari-hari dimana Bursa Perdana melakukan aktivitas transaksi perdagangan
Perdana menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan
Bursa Perdana tersebut.
Hari Kalender
Berarti semua hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius tanpa kecuali,
termasuk Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh
Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh
Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja.
Hari Kerja
Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan
oleh Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh
Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja biasa.
Kegiatan Usaha Utama
Bergerak dalam jasa konstruksi.
Komite Audit
Berarti komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dalam rangka membantu
melaksanakan tugas dan fungsinya.
iv
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
KSEI
Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang
bertugas mengadministrasikan penyimpanan Efek berdasarkan Perjanjian Pendaftaran
Efek pada Penitipan Kolektif.
Manajer Penjatahan
Berarti PT Kim Eng Securities, yang bertanggung jawab atas penjatahan Saham Yang
Ditawarkan sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan Bapepam
No. IX.A.7.
Masa Penawaran
Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan saham.
Masyarakat
Berarti perorangan dan/atau badan hukum, baik warga negara Indonesia maupun warga
negara asing dan/atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang
bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau
berkedudukan di luar Indonesia.
Menkumham
Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia (dahulu dikenal
sebagai Menteri Kehakiman Negara Republik Indonesia, Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Negara Republik Indonesia, atau Menteri Hukum dan Perundang-undangan
Negara Republik Indonesia).
Otoritas Jasa Keuangan
atau OJK
Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang
mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan
penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor: 21 Tahun 2011 tanggal
22 November 2011 (Tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU Nomor: 21 Tahun 2011). Sejak
tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan
kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Bapepam dan LK kepada OJK,
sesuai dengan Pasal 55 UU Nomor : 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima
hak dan kewajibannya.
Pemegang Rekening
Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub
Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang
disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.
Pemegang Saham
Berarti Masyarakat yang memiliki manfaat atas saham yang disimpan dan
diadministrasikan dalam:
x Daftar Rekening Saham Perseroan;
x Rekening Efek pada KSEI; atau
x Rekening Efek pada KSEI melalui Perusahaan Efek
Pemegang Saham Penjual
Berarti PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia yang merupakan pemegang
saham Perseroan yang akan menjual Saham Divestasi.
Pemerintah
Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Pemesan Khusus
Berarti karyawan yang berhak untuk melakukan pemesanan berdasarkan Program ESA.
Penawaran Awal
Berarti ajakan baik langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan Prospektus
Awal, yang antara lain bertujuan untuk mengetahui minat calon pembeli atas Efek yang
akan ditawarkan dan/atau perkiraan harga penawaran Efek segera setelah diumumkannya
Prospektus Ringkas di surat kabar, yang bertujuan untuk mengetahui minat Masyarakat
atas Saham Yang Ditawarkan, berupa indikasi jumlah saham yang ingin dibeli dan/atau
perkiraan Harga Penawaran, tapi tidak bersifat mengikat dan bukan merupakan suatu
pemesanan sesuai dengan peraturan No. IX.A.8, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-41/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Prospektus Awal dan Info Memo
dan dengan memperhatikan Peraturan Bapepam No. IX.A.2.
v
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penawaran Umum
Berarti kegiatan penawaran umum saham perdana yang dilakukan oleh Perseroan untuk
menjual Saham Yang Ditawarkan kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur
dalam UUPM dan peraturan pelaksanaannya dan ketentuan-ketentuan lain yang
berhubungan, serta menurut ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam perjanjian
Penjaminan Emisi Efek.
Penitipan Kolektif
Berarti jasa penitipan Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang
kepentingannya diwakiliki oleh Kustodian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 16
UUPM.
Penjamin Emisi Efek
Berarti PT Kim Eng Securities bersama-sama dengan Penjamin Emisi Efek lainnya
sebagaimana tercantum dalam Addendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang
menjamin penjualan Saham Yang Ditawarkan berdasarkan kesanggupan penuh (full
commitment).
Penjamin Pelaksana Emisi
Efek
Berarti pihak yang melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan Penawaran Umum
yang dalam hal ini adalah PT Kim Eng Securities, yang juga merupakan Penjamin Emisi
Efek.
Peraturan Bapepam No.
VIII.G.12
Berarti Peraturan Bapepam No. VIII.G.12, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-17/PM/2004, tanggal 13 April 2004 tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan
Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek Atau Pembagian Saham Bonus.
Peraturan Bapepam No.
IX.A.2
Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
LK No. Kep-122/BL/2009, tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum.
Peraturan Bapepam
No.IX.A.6
Berarti Peraturan Bapepam No. IX.A.6, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-06/PM/2001, tanggal 8 Maret 2001 tentang Pembatasan Atas Saham Yang
Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum.
Peraturan Bapepam No.
IX.A.7
Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan
Efek Dalam Penawaran Umum.
Peraturan Bapepam No.
IX.C.1
Berarti Peraturan Bapepam No. IX.C.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-42/PM/2000, tanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi
Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan Bapepam No.
IX.C.2
Berarti Peraturan Bapepam No. IX.C.2, Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-51/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi
Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan Bapepam No.
IX.E.1
Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1. Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam
dan LK No. Kep-412/BL/2009, tanggal 25 November 2009, tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Peraturan Bapepam No.
IX.E.2
Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2, Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam
dan LK No. Kep-614/BL/2011, tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan Bapepam No.
IX.J.1
Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
LK No. Kep-179/BL/2008, tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar
Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan
Publik.
Peraturan Bapepam No.
X.K.4
Berarti Peraturan Bapepam No. X.K.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-27/PM/2003, tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana
Hasil Penawaran Umum.
vi
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Peraturan BEI No. I-E
Berarti Peraturan BEI No. I-E, Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta
No. 306/BEJ/07-2004, tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek atau PPEE
Berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penawaran
Umum Perdana Saham Perseroan sesuai dengan dalam Akta No.108 tanggal 2 April 2013,
yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No. 25 tanggal
2 Mei 2013, dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek No. 12 tanggal 4 Juni 2013, semua akta tersebut dibuat dihadapan Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, dan/atau penambahannya dan/atau
pembaharuannya yang akan dibuat dikemudian hari.
Perjanjian Peminjaman
Saham
Berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau Agen
Stabilisasi sesuai dengan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan
Akta Perubahan I Perjanjian Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta
tersebut dibuat dihadapan DR. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, dan/atau
penambahannya dan/atau pembaharuannya yang akan dibuat dikemudian hari.
Pernyataan Efektif
Berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai dengan
ketentuan yang berlaku yaitu :
a. atas dasar lewatnya waktu yaitu :
45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima
OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam
peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran
Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau
45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak tanggal perubahan terakhir atas Pernyataan
Pendaftaran yang disampaikan Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau
b. atas dasar pernyataan Efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau
tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan
Pernyataan Pendaftaran
Berarti dokumen yang wajib diajukan oleh Perseroan kepada OJK, bersama-sama dengan
Penjamin Pelaksana Emisi Efek sebelum Perseroan melakukan penawaran dan penjualan
Saham Yang Ditawarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 19 UUPM juncto
Peraturan Bapepam No. IX.C.1, dan dengan memperhatikan ketentuan dalam Peraturan
Bapepam No. IX.A.2.
Perseroan
Berarti PT Acset Indonusa Tbk, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia
dan berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia.
Perusahaan Efek
Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara
Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sesuai ketentuan dalam Pasal 1 Angka 21
UUPM.
PPh
Berarti Pajak Penghasilan.
Program ESA
Berarti program kepemilikan saham Perseroan oleh karyawan Perseroan.
Prospektus
Berarti dokumen tertulis final yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama dengan
Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta
penting dan relevan mengenai Perseroan dan Saham Yang Ditawarkan dalam bentuk dan
substansi sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.C.2.
Prospektus Awal
Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi
Efek dalam rangka penawaran saham perdana dan memuat seluruh infomasi dalam
Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran,
kecuali informasi mengenai jumlah, harga penawaran Saham, penjaminan emisi efek atau
hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat
ditentukan.
vii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Prospektus Ringkas
Berarti Pernyataan atau informasi tertulis yang merupakan ringkasan dari Prospektus Akhir
yang akan diumumkan dalam sekurang-kurangnya 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang berperedaran nasional yang disusun oleh Perseroan bersama-sama
dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.C.3
dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah diterimanya pernyataan OJK
bahwa Perseroan wajib mengumumkan Prospektus Ringkas sebagaimana diatur dalam
Peraturan Bapepam No. IX.A.2.
Rekening Efek
Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik Pemegang
Saham yang diadministrasikan oleh KSEI, Bank Kustodian, atau Perusahaan Efek
berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani dengan
Pemegang Saham.
Rekening Penawaran Umum
Berarti Rekening yang dibuka atas nama Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk
menampung dana yang diterima dari Investor.
RUPS
Berarti Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu rapat umum para pemegang saham
Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan anggaran dasar
Perseroan dan UUPT dan UUPM serta peraturan-peraturan pelaksananya.
Saham Baru
Berarti saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap
saham, yang akan dikeluarkan dari dalam simpanan (portepel) Perseroan dalam rangka
Penawaran Umum, dengan jumlah 100.000.000 (seratus juta) saham.
Saham Biasa Atas Nama
Berarti Efek yang mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki
Perseroan dan ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya
harus melalui prosedur tertentu.
Saham Divestasi
Berarti saham-saham atas nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap
saham milik Pemegang Saham Penjual yang akan dijual, yaitu sejumlah 50.000.000 (lima
puluh juta) saham.
Saham Yang Ditawarkan
Berarti Saham Baru dan Saham Divestasi yang akan ditawarkan dan dijual kepada
Masyarakat oleh melalui Penawaran Umum, atau seluruhnya sejumlah 150.000.000
(seratus lima puluh juta) saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah modal
yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum, yang
merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap
saham yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.
Tanggal Distribusi
Berarti tanggal yang sama dengan Tanggal Pembayaran, yaitu selambat-lambatnya 2
(dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan, pada tanggal mana Saham Yang Ditawarkan
didistribusikan secara elektronik oleh KSEI kepada Pemegang Rekening.
Tanggal Pembayaran
Berarti tanggal pembayaran hasil penjualan Saham Yang Ditawarkan yang harus disetor
oleh Penjamin Emisi Efek kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yaitu
pada Tanggal Distribusi Saham Yang Ditawarkan, sebagaimana tercantum dalam
Prospektus.
Tanggal Pencatatan
Berarti tanggal pencatatan Saham Yang Ditawarkan untuk diperdagangkan di Bursa Efek
dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi.
Tanggal Pengembalian/
Refund
Berarti tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan oleh
Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Para Penjamin Emisi Efek, yang sebagaian atau
seluruh pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya kelebihan pemesanan atau
dalam hal Penawaran Umum dibatalkan atau ditunda di mana tidak boleh lebih lambat dari
2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan atau tanggal penundaan/pembatalan
penawaran umum.
Tanggal Penjatahan
Berarti selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa
Penawaran.
viii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Undang-Undang Pasar
Modal atau UUPM
Berarti Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tanggal
10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4
Tahun 1995, Tambahan No. 3608, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.
Undang-Undang
Perusahaan Terbatas atau
UUPT
Berarti Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tanggal
16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia
No. 106 Tahun 2007, Tambahan No. 4756.
Singkatan Nama Perusahaan Dalam Grup Usaha Perseroan
Pemegang Saham Perseroan
CPI
: PT Cross Plus Indonesia
LCK
: PT Loka Cipta Kreasi
Entitas Anak
AIC
IS
: Acset Indonusa (Vietnam) Co., Ltd.
: PT Innotech Systems
Entitas Asosiasi
BKEI
: PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
ix
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
RINGKASAN
Ringkasan dI bawah ini merupakan fakta-fakta serta pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan serta
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan informasi lain yang lebih rinci,
termasuk laporan keuangan konsolidasian dan catatan atas laporan keuangan konsolidasian terkait, serta risiko usaha, yang
seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini. Seluruh informasi keuangan yang tercantum dalam prospektus ini bersumber
dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan
standar akuntansi keuangan yang berlaku umum di Indonesia.
Kecuali dinyatakan lain, seluruh pembahasan atas informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini dilakukan pada
tingkat konsolidasian. Seluruh informasi keuangan, termasuk saldo, jumlah, persentase, yang disajikan dalam Prospektus ini
dibulatkan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Oleh karena itu, setiap perbedaan yang terjadi atas penjumlahan
informasi keuangan tersebut yang disajikan dalam tabel-tabel yang tercantum dalam Prospektus ini, yaitu antara nilai
menurut hasil penjumlahan dengan nilai yang tercantum dalam Prospektus, disebabkan oleh faktor pembulatan tersebut.
1.
RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah secara sah berdiri dan dijalankan
berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia serta berkantor di Wisma ITC,Lantai 4, R.401,
Jl. Abdul Muis No.8, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Pada awalnya, Perseroan didirikan dengan nama PT Acset Indonusa berdasarkan Akta Pendirian No. 2 tanggal 10 Januari
1995, dibuat di hadapan Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian tersebut telah disetujui oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai Surat Keputusannya No. C2-3460.HT.01.01.TH.95 tanggal 22 Maret 1995
dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 22 September 1995, Tambahan
No. 7928.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Berita Acara Rapat umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 75 tanggal 8 Februari 2013 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.,
Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar yang dimuat dalam Akta No.75 tersebut, telah mendapat persetujuan Menteri
Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-10360.AH.01.02. Tahun 2013
tanggal 4 Maret 2013, dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian
Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-07749 tanggal 5 Maret 2013,
pada saat ini sedang dalam proses untuk diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (“Akta No.75”) antara lain
mengenai penawaran umum saham perdana Perseroan melalui pengeluaran Saham Baru dari dalam simpanan Perseroan
sebanyak-banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham dan Saham Divestasi sebanyak-banyaknya 50.000.000 (lima puluh
juta) saham. Berdasarkan Akta No. 75, pemegang saham Perseroan telah menyetujui, antara lain: (i) Persetujuan rencana
Perseroan untuk melakukan penawaran perdana saham-saham Perseroan kepada masyarakat; (ii) persetujuan perubahan
nama Perseroan menjadi PT ACSET INDONUSA, Tbk; (iii) persetujuan perubahan nilai nominal masing-masing saham
Perseroan sebesar Rp100,00 (seratus Rupiah); (iv) persetujuan untuk mengeluarkan saham portepel Perseroan dan
menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui penawaran umum kepada
masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham baru dengan nilai nominal masing-masing
saham sebesar Rp100,00 (seratus Rupiah). Sehubungan dengan hal tersebut, para pemegang saham Perseroan setuju
untuk melepaskan haknya untuk membeli terlebih dahulu saham baru tersebut dalam rangka penawaran umum; (v)
Persetujuan penawaran/penjualan yang dimiliki oleh PT Loka Cipta Kreasi dengan jumlah sebanyak-banyaknya 25.000.000
(dua puluh lima juta) saham masing-masing dengan nilai nominal Rp100,00 (seratus Rupiah) atau dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp2.500.00.000,00 (dua miliar lima ratus juta Rupiah) dan PT Cross Plus Indonesia dengan jumlah
sebanyak-banyaknya 25.000.000 (dua puluh lima juta) saham masing-masing dengan nilai nominal Rp100,00 (seratus
Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp2.500.00.000,00 (dua miliar lima ratus juta Rupiah); (vi)
Persetujuan untuk mencatatkan seluruh saham Perseroan setelah dilaksanakannya penawaran umum atas saham-saham
yang ditawarkan dan dijual kepada masyarakat melalui pasar modal, serta menyetujui untuk mendaftarkan saham-saham
Perseroan dalam Penitipan Kolektif; (vii) Persetujuan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris; (viii)
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan Penawaran Umum saham kepada masyarakat melalui Pasar Modal; (ix) Memberikan kuasa kepada Direksi dan/atau
Dewan Komisaris untuk menyatakan dalam akta tersendiri mengenai jumlah saham yang ditempatkan dan disetor, termasuk
menyatakan susunan saham Perseroan setelah Penawaran Umum saham kepada Masyarakat; (x) Menyetujui perubahan
seluruh anggaran dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum saham melalui Pasar Modal.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang jasa
pelaksana konstruksi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama
x
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
dan kegiatan usaha penunjang. Kegiatan usaha utama bergerak di bidang pelaksana konstruksi yang meliputi: (i) konstruksi
gedung tempat tinggal, gedung perkantoran, gedung industri, gedung perbelanjaan, gedung kesehatan, gedung pendidikan,
gedung penginapan, gedung tempat hiburan, gedung lainnya; (ii) jasa konstruksi bangunan sipil berupa bangunan jalanan,
jembatan dan landasan, bangunan jalan dan jembatan kereta api, bangunan sipil lainnya. Kegiatan usaha penunjang berupa
usaha-usaha lain yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Perseroan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi gedung di Indonesia dengan fokus
usaha pada konstruksi proyek-proyek properti komersial, hunian, industri, dan resor. Dengan pengalaman selama 18 tahun,
Perseroan berkeyakinan sangat dikenal di industri dalam membangun gedung berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
Secara historis, sebagian besar dari proyek Perseroan dilaksanakan di Pulau Jawa, Indonesia. Perseroan telah
menyelesaikan konstruksi proyek dalam berbagai sektor perekonomian Indonesia. Sejak pendiriannya pada tahun 1995,
Perseroan telah berpengalaman di dalam berbagai macam proyek antara lain proyek apartemen residensial, proyek gedung
perkantoran, proyek infrastruktur, dan proyek gedung komersial.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2011, 2012, pendapatan atas kontrak jasa konstruksi
Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp241.245 juta, Rp347.606 juta dan Rp513.057 juta, yang merupakan sekitar
80%, 81% dan 77% dari jumlah pendapatan Perseroan. Sedangkan sisanya berasal dari pendapatan atas kontrak pondasi.
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris (Komisaris Independen)
Komisaris
: Robert Mulyono
: Andi Anzhar Cakra Wijaya
Direksi:
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
: Tan Tiam Seng Ronnie
: Hilarius Arwandhi
: Agustinus Hambadi
: Djatikesumo Subagio
Keterangan mengenai Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
Perseroan memiliki 2 (dua) Entitas Anak dan 1 (satu) Entitas Asosiasi pada saat Prospektus ini diterbitkan yaitu sebagai
berikut:
Persentase
Kepemilikan
100%
Tahun Mulai
Penyertaan
2008
Status
Operasional
Aktif
Jasa Pelaksana
Konstruksi
89%
2011
Aktif
Jasa Pelaksana
Konstruksi
37%
2012
Aktif
No.
Nama Perusahaan
1.
Acset Indonusa
(Vietnam) Co., Ltd.
(selanjutnya disebut
“AIC”)
PT Innotech Systems
(selanjutnya disebut
“IS”)
Jasa Konstruksi
Sipil
PT Bintai Kindenko
Engineering Indonesia
(selanjutnya disebut
“BKEI”)
2.
3.
Kegiatan Usaha
xi
Keterangan
Entitas Anak
Entitas Anak,
mulai
menjalankan
usahanya
pada Maret
2013
Entitas
Asosiasi
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
Advance Civil Structure Engineering Technology
STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 75 tanggal 8 Februari 2013, dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-10360.AH.01.02. Tahun 2013 tanggal 4 Maret 2013, dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
No. AHU-AH.01.10-07749 tanggal 5 Maret 2013, pada saat ini sedang dalam proses untuk diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia (“Akta No. 75”), yaitu sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. PT Cross Plus Indonesia (selanjutnya
disebut “CPI”)
2. PT Loka Cipta Kreasi (selanjutnya
disebut “LCK”)
3. Tn. Hilarius Arwandhi
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
3.
Jumlah Saham
dengan
Nilai Nominal
Rp100,00
1.600.000.000
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
%
160.000.000.000
220.000.000
22.000.000.000
55,00
176.000.000
4.000.000
17.600.000.000
400.000.000
44,00
1,00
400.000.000
1.200.000.000
40.000.000.000
120.000.000.000
100,00
PENAWARAN UMUM
1.
Jumlah Saham Yang Ditawarkan
:
Sejumlah 150.000.000 (seratus lima puluh juta) atau sebesar
30% (tiga puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan
dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum, yang
merupakan saham biasa atas nama yang terdiri dari:
x Sejumlah 100.000.000 (seratus juta) Saham Biasa Atas
Nama yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari
portepel Perseroan (“Saham Baru”);
x Sejumlah 50.000.000 (lima puluh juta) Saham Biasa Atas
Nama milik PT Loka Cipta Kreasi sebanyak 25.000.000
(dua puluh lima juta) saham dan PT Cross Plus Indonesia
sebanyak 25.000.000 (dua puluh lima juta) saham (“Saham
Divestasi”).
2.
3.
Nilai Nominal
Harga Penawaran
:
:
4.
Jumlah Saham yang Dicatatkan
5.
Jumlah Penawaran Umum
:
:
Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Rp2.500,- (dua ribu lima ratus Rupiah) setiap saham yang harus
dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS
Sejumlah 500.000.000 (lima ratus juta) saham
6.
7.
Tanggal Penawaran Umum
Tanggal Pencatatan di BEI
:
:
Rp375.000.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima miliar Rupiah),
yang terdiri atas:
x Rp250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh miliar Rupiah)
dari Saham Baru
x Rp125.000.000.000,- (seratus dua puluh lima miliar Rupiah)
dari Saham Divestasi
14, 17 dan 18 Juni 2013
24 Juni 2013
Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum ini adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan
dan Saham Divestasi, yang akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal
dengan saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen dan hak suara
dalam RUPS. Sesuai dengan ketentuan pasal 52 ayat 1 UUPT, hak-hak pemegang saham Perseroan adalah sebagai
berikut:
a. Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS;
b. Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi; dan
c. Menjalankan hak lainnya berdasarkan UUPT.
xii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dengan terjualnya seluruh Saham Baru yang ditawarkan Perseroan dan Saham Divestasi milik Pemegang Saham Penjual
dalam Penawaran Umum ini, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham
dalam Perseroan sesudah Penawaran Umum, secara proforma menjadi sebagai berikut.
Susunan Permodalan Perseroan Sebelum dan Setelah Penawaran Umum Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
CPI
LCK
Tn. Hilarius Arwandhi
Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Sebelum Penawaran Umum Saham Perdana
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
22.000.000.000
17.600.000.000
4.000.000
-
Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
195.000.000
19.500.000.000
39,00
400.000.000
-
55,00
44,00
1,00
-
151.000.000
4.000.000
150.000.000
15.100.000.000
400.000.000
15.000.000.000
30,20
0,80
30,00
400.000.000
40.000.000.000
100,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
1.200.000.000
120.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau “ESA”)
Program alokasi saham karyawan (“ESA”) merupakan program pemberian jatah pasti saham yang merupakan bagian dari
Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan kepada Karyawan Perseroan dan Entitas Anak yang telah memenuhi
kualifikasi dari Perseroan (“Peserta ESA”) dengan ketentuan bahwa direktur, komisaris dan/atau pemegang saham utama
Perseroan tidak diperkenankan untuk mengikuti program ESA.
Berdasarkan Akta No. 107 tanggal 2 April 2013 dan Akta No. 11 tanggal 1 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat di hadapan
Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si., Notaris di Jakarta, jumlah saham yang akan dialokasikan dalam program ESA adalah
sebanyak-banyaknya 15.000.000 (lima belas juta) saham dalam bentuk saham jatah pasti atau sebanyak-banyaknya
Rp37.500.000.000,- (tiga puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah). Saham untuk program ESA ditawarkan pada Harga
Penawaran setiap saham. Sebagian saham program ESA diberikan kepada karyawan Perseroan sebagai penghargaan
dengan diskon 100% (seratus persen) sejumlah 1.582.500 (satu juta lima ratus delapan puluh dua ribu lima ratus) saham
penghargaan.
Tujuan utama program ESA adalah agar karyawan Perseroan dan Entitas Anak mempunyai rasa memiliki (sense of
belonging) dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kinerja
korporasi secara keseluruhan sehingga terdapat peningkatan nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh stakeholder
Perseroan.
Saham hasil ESA memiliki masa lock-up selama 1 (satu) tahun. Hal ini berarti selama masa lock-up berlangsung, saham
hasil ESA tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam transaksi di BEI dan transaksi apapun dimanapun, serta tidak dapat
dialihkan kepada pihak manapun.
Program ESA diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 tentang Pemesanan Dan Penjatahan Efek
Dalam Penawaran Umum (“Peraturan Bapepam No. IX.A.7”).
xiii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini telah terjual dan program ESA
seperti dijelaskan di atas telah diimplementasikan, maka susunan modal saham dan pemegang saham Perseroan sebelum
dan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:
Susunan Permodalan Perseroan Sebelum dan Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,00 (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
CPI
LCK
Tn. Hilarius Arwandhi
Masyarakat
ESA
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Nilai Nominal Rp100,00 per Saham
Sebelum Penawaran Umum Saham Perdana
Setelah Penawawan Umum Saham Perdana
dan Pelaksanaan ESA
dan Pelaksanaan ESA
Nilai Nominal
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
Jumlah Saham
%
(Rp)
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
1.600.000.000
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
4.000.000
-
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
-
55,00
44,00
1,00
-
195.000.000
151.000.000
4.000.000
135.000.000
15.000.000
19.500.000.000
15.100.000.000
400.000.000
13.500.000.000
1.500.000.000
39,00
30,20
0,80
27,00
3,00
400.000.000
40.000.000.000
100,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
1.200.000.000
120.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
OPSI PENJATAHAN LEBIH DAN STABILISASI HARGA
PENJATAHAN LEBIH
Berdasarkan Perjanjian Peminjaman Saham yang dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan
Akta Perubahan I Perjanjian Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, dalam hal terjadi kelebihan pemesanan saham dalam Penawaran Umum,
Pemegang Saham Penjual memberikan opsi kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek (“Opsi Penjatahan Lebih”) untuk dapat
(1) melakukan penjatahan lebih minimal 5.000.000 (lima juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual
sampai dengan sebanyak-banyaknya 15.000.000 (lima belas juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual,
yang merupakan sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum
dengan harga pelaksanaan yang sama dengan harga Penawaran Umum dan (2) melakukan pembelian Saham di Pasar
Sekunder untuk menjaga harga Saham pada tingkat harga yang tidak lebih rendah dari Harga Penawaran. Pembelian
Saham tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Pencatatan dan dapat
dihentikan sewaktu-waktu dalam jangka waktu tersebut.
Susunan modal saham dan Pemegang Saham Perseroan secara proforma sesudah Penawaran Umum dengan kondisi
apabila seluruh Opsi Penjatahan Lebih tidak dilaksanakan dan seluruh Opsi Penjatahan Lebih dilaksanakan adalah sebagai
berikut:
Susunan Permodalan Perseroan Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
1. CPI
2. LCK
3. Tn. Hilarius Arwandhi
4. Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Nilai Nominal Rp100,00 per Saham
Setelah Penawaran Umum Saham Perdana dan
Setelah Penawawan Umum Saham Perdana
Opsi Penjatahan Lebih tidak dilaksanakan
dan Opsi Penjatahan Lebih dilaksanakan
Nilai Nominal
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
Jumlah Saham
%
(Rp)
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
1.600.000.000
160.000.000.000
195.000.000
151.000.000
4.000.000
150.000.000
19.500.000.000
15.100.000.000
400.000.000
15.000.000.000
500.000.000
50.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
xiv
39,00
30,20
0,80
30,00
100,00
186.750.000
144.250.000
4.000.000
165.000.000
18.675.000.000
14.425.000.000
400.000.000
16.500.000.000
500.000.000
50.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
37,35
28,85
0,80
33,00
100,00
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
STABILISASI HARGA
Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Agen Stabilisasi akan melakukan stabilisasi harga melalui pembelian Saham di
pasar sekunder untuk menjaga agar harga Saham tidak lebih rendah dari Harga Penawaran (“Stabilisasi Harga”). Untuk
tujuan tersebut, Agen Stabilisasi dapat melakukan Stabilisasi Harga dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak
Tanggal Pencatatan (“Periode Stabilisasi”) dengan ketentuan diantaranya sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Stabilisasi Harga hanya dapat dilakukan dalam Periode Stabilisasi;
Jumlah Saham yang dapat dibeli oleh Agen Stabilisasi dibatasi maksimal sejumlah dana yang diperoleh dari
pelaksanaan Opsi Penjatahan Lebih;
Agen Stabilisasi hanya dapat melakukan pembelian Saham di pasar sekunder bila harga pasar Saham Perseroan
berada di bawah Harga Penawaran;
Harga pelaksanaan Stabilisasi Harga paling tinggi sama dengan Penawaran Umum;
Agen Stabilisasi hanya akan melakukan pembelian saham dan tidak akan menjual kembali saham yang telah
dibelinya dalam rangka Stabilisasi Harga;
Agen Stabilisasi akan melakukan transaksi pembelian saham melalui pasar reguler di bursa;
Agen Stabilisasi tidak akan mengambil manfaat lain selain komisi sebagai Agen Stabilisasi;
Agen Stabilisasi dalam melaksanakan Stabilisasi Harga wajib menjaga independensinya dan menghindari potensi
terjadinya benturan kepentingan;
Agen Stabilisasi wajib melaporkan pelaksanaan Stabilisasi Harga kepada OJK, Penjamin Pelaksana Emisi Efek
dan Pemegang Saham Penjual.
Agen stabilisasi wajib melaporkan seluruh transaksi harian dalam rangka stabilisasi pada hari kerja berikutnya. Setelah
periode stabilisasi harga selesai, laporan kepada OJK dilakukan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah periode stabilisasi
harga berakhir.
Pada akhir Periode Stabilisasi atau pada saat dihentikannya aktivitas Stabilisasi Harga, Agen Stabilisasi memiliki alternatif
pengembalian Dana Stabilisasi kepada Pemegang Saham Penjual, yaitu:
1.
2.
3.
Dengan menggunakan Saham yang dibeli di pasar sekunder dalam rangka pelaksanaan Stabilisasi Harga jika
harga Saham Perseroan di pasar sekunder selama Periode Stabilisasi atau sampai dengan dihentikannya aktivitas
Stabilisasi Harga berada pada tingkat di bawah dengan Harga Penawaran; atau
Dengan menggunakan Saham yang dibeli di pasar sekunder dan sisa Dana Stabilisasi; atau
Dengan menggunakan Dana Stabilisasi bila Agen Stabilisasi tidak melaksanakan Stabilisasi Harga.
Seluruh biaya-biaya transaksi yang berkaitan dengan pelaksanaan Stabilisasi Harga akan dikeluarkan dari Dana Stabilisasi.
Nama dan alamat Agen Stabilisasi adalah sebagai berikut :
PT Kim Eng Securities
Citibank Tower 17th floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 5455
Jakarta 12190, Indonesia
Telepon : (021) 2557 1188
Faksimili : (021) 2557 1156
Website : www.kimeng.co.id
Email : [email protected]
Diluar dari Opsi Penjatahan Lebih, Pemegang Saham Pendiri tidak akan menjual sisa saham mereka dalam Perseroan
dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah Tanggal Pencatatan di BEI.
Bersamaan dengan pencatatan Saham yang berasal dari Penawaran Umum Perdana ini, yaitu sebesar 150.000.000
(seratus lima puluh juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan Saham Baru dan Saham Divestasi dengan nilai nominal
Rp100 (seratus Rupiah) setiap Saham, atau yang mewakili sejumlah 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan
disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, maka Perseroan juga akan mencatatkan seluruh
Saham Biasa Atas Nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 350.000.000 (tiga ratus lima puluh
juta) Saham atau 70% (tujuh puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana.
Dengan demikian, jumlah Saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 500.000.000 (lima ratus juta)
Saham, atau sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum
Perdana ini.
xv
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yang dapat dikonversikan
menjadi Saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran
Umum ini menjadi efektif.
Risiko terkait dengan kepemilikan atas Saham Perseroan yaitu tidak likuidnya Saham Yang Ditawarkan pada Penawaran
Umum ini. Mengingat jumlah Saham Yang Ditawarkan Perseroan tidak terlalu besar, maka terdapat kemungkinan
perdagangan Saham Perseroan di Bursa Efek akan menjadi tidak likuid. Dengan demikian, Perseroan tidak dapat
memprediksi apakah perdagangan Saham Perseroan di Bursa Efek akan aktif atau likuiditas saham Perseroan akan terjaga.
Pemegang Saham baru dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal
dengan Pemegang Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, termasuk
hak atas pembagian dividen.
4. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan oleh
Perseroan untuk:
a.
b.
c.
Sekitar 57,50% (lima puluh tujuh koma lima persen) akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja;
Sekitar 30,00% (tiga puluh persen) akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank
Internasional Indonesia Tbk;
Sekitar 12,50% (dua belas koma lima persen) akan digunakan oleh Perseroan sebagai belanja modal;
Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dibaca pada Bab II mengenai Rencana Penggunaan Dana.
5. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
Kegiatan usaha utama yang dilakukan oleh Perseroan adalah jasa konstruksi yang dapat diklasifikasi menjadi 2 (dua)
segmen usaha yaitu i) kontrak jasa konstruksi, dan ii) kontrak pondasi. Didukung oleh tenaga kerja ahli dengan kemampuan
multi disiplin, Perseroan berkeyakinan dapat memberikan solusi kepada kliennya untuk setiap tahapan kegiatan proyek yang
dimiliki oleh klien. Adapun kontribusi pendapatan masing-masing unit usaha Perseroan terhadap total pendapatan usaha
Perseroan tahun 2008-2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Jenis Pendapatan
Usaha
Kontrak Jasa
Konstruksi
Kontrak Pondasi
Total Pendapatan
Usaha
2008
2009
2010
2011
2012
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
277.694
56.502
83,09%
16,91%
210.269
57.220
78,61%
21,39%
241.245
61.862
79,59%
20,41%
347.606
81.457
81,02%
18,98%
513.057
156.849
76,59%
23,41%
334.196
100,00%
267.489
100,00%
303.107
100,00%
429.063
100,00%
669.906
100,00%
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai setiap segmen usaha utama Perseroan:
a. Kontrak Jasa Konstruksi
Dalam melaksanakan kegiatan usaha utamanya, pendapatan usaha yang diterima oleh Perseroan paling besar diterima dari
pengerjaan kontrak jasa konstruksi. Kontrak jasa konstruksi yang dilakukan Perseroan antara lain ialah proyek pengerjaan
pembangunan gedung hotel, apartemen residensial, pusat perbelanjaan, menara perkantoran, dan infrastruktur (antara lain
power plant, dan jembatan). Perseroan pada saat ini berfokus dalam pengerjaan gedung hotel, apartemen residensial, pusat
perbelanjaan, dan menara perkantoran dengan kelas premium.
b. Kontrak Pondasi
Kontrak pondasi merupakan suatu pekerjaan pembuatan pondasi untuk gedung, jembatan, dan bangunan lainnya, termasuk
pekerjaan retaining wall atau dinding penahan tanah. Pondasi yang dimaksud adalah pondasi dalam, seperti bangunan bor,
bored piling juga dinding diaphragm sebagai retaining wall. Dimana pekerjaan pondasi ini dikerjakan dengan menggunakan
peralatan berat (bored piling rigs, diaphragm wall grab, crawler crane, excavator, dan lain-lain). Perseroan memiliki
pengalaman dalam pengerjaan proyek pondasi karena telah banyak menyelesaikan berbagai proyek pondasi dan deep
basement yang memiliki kompleksitas dan skala besar.
xvi
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
6. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan-keunggulan kompetitif Perseroan antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Perseroan memiliki rekam jejak dan pengalaman selama 18 tahun. Sedangkan pendiri Perseroan telah aktif dalam
industri jasa konstruksi di Indonesia selama lebih dari 25 tahun.
“Brand Recognition” yang kuat dalam pengerjaan proyek prestisius dan high-end.
Basis klien yang luas mencakup pengembang/pemilik properti lokal dan asing.
Memiliki spesialisasi dalam penyediaan jasa kontraktor pondasi dan diaphragm wall.
Penyedia solusi jasa kontruksi secara menyeluruh.
Memiliki manajemen dan tenaga kerja yang berpengalaman dan berdedikasi.
Berfokus dalam kualitas, keandalan, ketepatan waktu, keamanan, dan efisiensi biaya atas setiap proyek yang ditangani
oleh Perseroan.
Kapabilitas dalam menangani proyek dengan cakupan yang luas.
Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan di bidang konstruksi yang dimiliki dalam setiap segmen pengerjaan
proyek.
Merupakan perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi dalam menangani pengerjaan proyek pondasi dan
basement terdalam hingga high-rise building di Indonesia.
7. STRATEGI USAHA
Strategi Perseroan untuk mewujudkan pencapaian usaha dalam hal nilai kontrak, pendapatan usaha dan laba Perseroan
dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Meningkatkan aktivitas bisnis konstruksi Perseroan pada segmen pasar Perseroan yaitu proyek-proyek dengan kualitas
premium.
b. Melakukan ekspansi usaha dalam bidang konstruksi sipil dan marine works seiring dengan pertumbuhan infrastruktur di
Indonesia.
c. Menambah peralatan dan mesin konstruksi untuk mendukung kegiatan, pertumbuhan, dan profitabilitas proyek.
d. Memperluas kegiatan usaha dan mendirikan anak perusahaan dalam bidang:
- Penyewaan peralatan konstruksi (tower cranes, crawler cranes, dan concrete pumps)
- Penyediaan dan jasa sub-kontraktor formworks
- Jasa mekanikal, elektrikal, dan plumbing
- Penyediaan dan pemasangan bahan konstruksi khusus
- Penyediaan bahan baku konstruksi seperti ready mixed concrete.
e. Ekspansi usaha ke luar negeri terutama di Vietnam dan Myanmar melalui Entitas Anak yaitu AIC untuk Vietnam dan
anak perusahaan yang saat ini sedang dalam proses pendirian di Myanmar.
f. Ekspansi usaha melalui kerjasama operasi (KSO) dan mencari partner strategis dengan perusahaan multinasional.
g. Berinvestasi dalam penggunaan teknologi dan metode kerja terkini antara lain (i) penggunaan Building Information
Modelling (BIM); dan (ii) sistem konstruksi terkini. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas
Perseroan.
h. Berinvestasi dalam sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan kegiatan usaha Perseroan antara lain
dengan mengikuti dan memberikan pelatihan kepada karyawan Perseroan dalam rangka meningkatkan kualitas dan
produktivitas.
Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dibaca pada Bab VIII mengenai Kegiatan dan Prospek Usaha Perseroan.
8. RISIKO USAHA
Risiko-risiko berikut merupakan risiko-risiko yang material dan dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan dan Entitas
Anak. Risiko usaha dibawah ini disusun berdasarkan bobot risiko dan dampak dari masing-masing risiko terhadap kinerja
keuangan Perseroan dan Entitas Anak, dimulai dari risiko utama Perseroan.
A.
Risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan Entitas Anak
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Risiko Penundaan atau Tidak Terbayarnya Pembayaran Oleh Pelanggan
Risiko Peningkatan Biaya Konstruksi (Cost Overrun)
Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku
Risiko Persaingan
Risiko Penurunan Permintaan
Risiko Berkurangnya Proyek dari Pelanggan Berulang
xvii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
B.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Risiko Pengunduran Diri Karyawan Kunci
Risiko Proyek Konstruksi di Daerah Baru
Risiko Kondisi Pasar Properti
Risiko Perubahan Peraturan
Risiko Kesulitan dengan Sub-Kontraktor
Risiko Kekurangan Tenaga Kerja Terampil
Risiko Penundaan Penerimaan Penyerahan Proyek
Risiko Denda
Risiko Sosial dan Politik
Risiko usaha yang berhubungan dengan saham
a. Tidak likuidnya saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum Perdana Saham ini
b. Harga Saham Perseroan mungkin mengalami fluktuasi yang signifikan di kemudian hari
c. Kepentingan pemegang saham pengendali Perseroan dapat bertentangan dengan kepentingan pembeli Saham
Yang Ditawarkan
d. Penjualan saham Perseroan di masa mendatang dapat berdampak negatif terhadap harga pasar saham Perseroan
e. Perseroan tidak dapat menjamin kepastian waktu pembayaran dividen di kemudian hari
f. Nilai aset bersih per saham dari Saham Yang Ditawarkan secara signifikan lebih rendah dari Harga Penawaran
dan para pembeli dapat segera mengalami penurunan nilai yang substansial
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai risiko usaha yang dihadapi Perseroan dapat dibaca pada Bab VI mengenai Risiko
Usaha.
9. KEBIJAKAN DIVIDEN
Pemegang Saham baru dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal
dengan Pemegang Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, termasuk
hak atas pembagian dividen.
Setelah Penawaran Umum ini, manajemen Perseroan bermaksud untuk membayarkan dividen kas kepada pemegang
saham Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 40% (empat puluh persen) dari laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sejak tahun buku 2013. Kebijakan penetapan laba bersih minimum untuk dapat dilakukannya pembagian dividen
kas kepada pemegang saham Perseroan adalah sebesar Rp30.000.000.000 (tiga puluh miliar Rupiah). Pembayaran dividen
Perseroan turut memperhatikan ketentuan mengenai penyisihan cadangan wajib sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
UUPT. Pembayaran dividen diputuskan oleh pemegang saham Perseroan melalui RUPS Tahunan Perseroan berdasarkan
rekomendasi dari Direksi Perseroan.
10. PERKARA MATERIAL YANG DIHADAPI PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini, Perseroan tercatat dan masih terlibat dalam 1 (satu) perkara perdata pada Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan, yaitu perkara perdata dalam register No. 15/Pdt.G/2012/PN.JKT.SEL. antara Perseroan sebagai Penggugat
dengan Pemerintah Republik Indonesia cq. Kementerian Badan Usaha Milik Negara cq. PT Perusahaan Listrik Negara
sebagai Tergugat. Pada tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengeluarkan putusan yang mengabulkan
gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Saat ini, perkara tersebut sedang dalam pemeriksaan tingkat banding di Pengadilan
Tinggi Jakarta.
Manajemen Perseroan telah mengungkapkan perkara yang sedang dihadapi oleh Perseroan, dan berkeyakinan bahwa
apapun hasil keputusan dari proses perkara tersebut, tersebut tidak akan memiliki pengaruh yang material terhadap
operasional dan kinerja keuangan Perseroan.
11. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut ini disajikan laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009, dan
2008 dan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011, 2010, 2009, dan 2008. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah di
audit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst & Young Global Ltd.) dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
tertentu yang efektif tanggal 1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif, dan informasi keuangan Entitas
Induk melalui laporannya tertanggal 2 Mei 2013. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2010,
2009 dan 2008 telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra (member of McMillan Woods) dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian melalui laporannya tertanggal 24 Juni 2011.
xviii
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
2012
2011
Total Aset
754.771
359.091
Total Liabilitas
536.560
Total Ekuitas
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Komprehensif Tahun
Berjalan
31 Desember
2010
2009
2008
226.444
179.678
187.058
193.550
96.961
116.222
137.646
218.211
669.906
165.541
429.063
129.483
303.107
63.456
267.489
49.412
334.196
(40.385)
(30.612)
(29.362)
(14.925)
(13.637)
52.670
35.769
27.026
14.044
16.221
xix
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
xx
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
I.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM
Perseroan dan Pemegang Saham Penjual dengan ini melakukan Penawaran Umum sejumlah 150.000.000 (seratus lima
puluh juta) atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah
Penawaran Umum yang merupakan Saham Biasa Atas Nama, yang terdiri dari:
x
x
Sejumlah 100.000.000 (seratus juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan Saham Baru yang dikeluarkan dari
simpanan Perseroan (saham portepel) dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham (“Saham
Baru”); dan
Sejumlah 50.000.000 (lima puluh juta) Saham Biasa Atas Nama milik PT Loka Cipta Kreasi sejumlah 25.000.000
(dua puluh lima juta) saham dan PT Cross Plus Indonesia sejumlah 25.000.000 (dua puluh lima juta) saham
(“Saham Divestasi”).
Keseluruhan saham tersebut di atas ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran Rp2.500,- (dua ribu lima
ratus Rupiah) setiap saham dan harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. Nilai saham yang ditawarkan dalam
Penawaran Umum secara keseluruhan adalah sebesar Rp375.000.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) yang
terdiri dari sebesar Rp250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dari penawaran Saham Baru dan
Rp125.000.000.000,- (seratus dua puluh lima miliar Rupiah) dari Saham Divestasi (selanjutnya disebut sebagai “Saham
Yang Ditawarkan”). Seluruh saham Perseroan yang telah dikeluarkan maupun yang akan dikeluarkan dalam rangka
Penawaran Umum ini akan dicatatkan di BEI.
Berdasarkan Perjanjian Peminjaman Saham yang dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan
Akta Perubahan I Perjanjian Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, dalam hal terjadi kelebihan pemesanan saham dalam Penawaran Umum,
Pemegang Saham Penjual memberikan opsi kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek (“Opsi Penjatahan Lebih”) untuk dapat
(1) melakukan penjatahan lebih minimal 5.000.000 (lima juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual
sampai dengan sebanyak-banyaknya 15.000.000 (lima belas juta) saham biasa atas nama milik Pemegang Saham Penjual,
yang merupakan sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum
dengan harga pelaksanaan yang sama dengan harga Penawaran Umum dan (2) melakukan pembelian Saham di Pasar
Sekunder untuk menjaga harga Saham pada tingkat harga yang tidak lebih rendah dari Harga Penawaran. Pembelian
Saham tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Pencatatan dan dapat
dihentikan sewaktu-waktu dalam jangka waktu tersebut. PT Kim Eng Securities, yang juga merupakan Penjamin Pelaksana
Emisi Efek, telah ditunjuk oleh Perseroan sebagai Agen Stabilisasi.
Berdasarkan Akta No. 107 tanggal 2 April 2013, dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si., Notaris di Jakarta, dan
Akta No. 11 tanggal 1 Mei 2013, dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si., Notaris di Jakarta, Perseroan
melaksanakan program ESA dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) atau sebanyak-banyaknya
sejumlah 15.000.000 (lima belas juta) saham dari jumlah yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham.
Sebagian saham program ESA diberikan kepada karyawan Perseroan sebagai penghargaan dengan diskon 100% (seratus
persen) sejumlah 1.582.500 (satu juta lima ratus delapan puluh dua ribu lima ratus) saham penghargaan.
Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum ini akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan
sederajat dalam segala hal dengan saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk menghadiri dan
mengeluarkan hak suara dalam RUPS yang diselenggarakan oleh Perseroan dan hak atas pembagian dividen. Hak-hak
tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 52 ayat 1 UUPT.
PT ACSET INDONUSA Tbk
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam jasa konstruksi
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
Kantor Pusat:
Wisma ITC Building, lantai 4 R.401
Jalan Abdul Muis No. 8,
Jakarta Pusat 10160 - Indonesia
Telephone : +62-21-3448157
Faksimili : +62-21-3505212
Website : www.acset.co
Email : [email protected]
1
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENUNDAAN ATAU TIDAK TERBAYARNYA
PEMBAYARAN OLEH PELANGGAN. RISIKO INI TERJADI AKIBAT TERTUNDANYA/TIDAK TERBAYARNYA TAGIHAN
PROYEK YANG MENIMBULKAN PIUTANG BERMASALAH SEHINGGA MENGGANGGU MODAL KERJA ATAU ARUS
KAS PERSEROAN DAN JUGA SECARA TIDAK LANGSUNG MEMPENGARUHI LABA PERSEROAN. RISIKO USAHA
LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB VI TENTANG RISIKO USAHA DALAM PROSPEKTUS INI.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham No. 75 tanggal 8 Februari 2013, dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si,
Notaris di Jakarta, para pemegang saham Perseroan menyetujui untuk mengubah nilai nominal saham dari semula
Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah) per saham menjadi Rp100,- (seratus Rupiah) per saham, yaitu sebagai berikut :
Susunan Permodalan Perseroan Sebelum Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Cross Plus Indonesia
2. Loka Cipta Kreasi
3. Tn. Hilarius Arwandhi
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Jumlah Saham Dalam Portepel
1.600.000.000
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
4.000.000
400.000.000
1.200.000.000
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
40.000.000.000
120.000.000.000
%
55,00
44,00
1,00
100,00
Dengan terjualnya seluruh Saham Baru dan Saham Divestasi dalam Penawaran Umum ini, maka struktur permodalan dan
Pemegang Saham Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:
Susunan Permodalan Perseroan Sebelum dan Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
Cross Plus indonesia
Loka Cipta Kreasi
Tn. Hilarius Arwandhi
Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Sebelum Penawaran Umum Saham Perdana
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
4.000.000
-
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
-
55,00
44,00
1,00
-
195.000.000
151.000.000
4.000.000
150.000.000
19.500.000.000
15.100.000.000
400.000.000
15.000.000.000
39,00
30,20
0,80
30,00
400.000.000
40.000.000.000
100,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
1.200.000.000
120.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau “ESA”)
Berdasarkan Akta No. 107 tanggal 2 April 2013 dan Akta No. 11 tanggal 1 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat di hadapan
Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si., Notaris di Jakarta, Perseroan melaksanakan program ESA dengan jumlah sebanyakbanyaknya 10% (sepuluh persen) atau sebanyak-banyaknya sejumlah 15.000.000 (lima belas juta) saham dari jumlah yang
ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham. Sebagian saham program ESA diberikan kepada karyawan
Perseroan dan Entitas Anak sebagai penghargaan dengan diskon 100% (seratus persen) sejumlah 1.582.500 (satu juta lima
ratus delapan puluh dua ribu lima ratus) saham penghargaan. Harga pelaksanaan program ESA adalah sama dengan harga
penawaran pada saat Penawaran Umum Perdana Saham.
Tujuan utama program ESA adalah agar karyawan Perseroan dan Entitas Anak mempunyai rasa memiliki (sense of
belonging) dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kinerja
2
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
korporasi secara keseluruhan sehingga terdapat peningkatan nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh stakeholder
Perseroan.
Saham hasil ESA memiliki masa lock-up selama 1 (satu) tahun. Hal ini berarti selama masa lock-up berlangsung, saham
hasil ESA tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam transaksi di BEI dan transaksi apapun dimanapun, serta tidak dapat
dialihkan kepada pihak manapun.
Alokasi saham untuk program ESA terdiri dari :
1.
2.
Saham Penghargaan yaitu pemberian saham kepada pegawai sebagai Penghargaan. Saham Penghargaan yang
diberikan sudah termasuk PPh atau sejumlah 1.582.500 (satu juta lima ratus delapan puluh dua ribu lima ratus) saham
atau 1,06% (satu koma nol enam persen) dari total saham yang diterbitkan pada saat Penawaran Umum Perdana
Saham.
Saham Jatah Pasti yaitu jumlah total saham untuk program ESA dikurangi jumlah saham untuk Saham Penghargaan.
Rasio antara jumlah Saham Penghargaan dengan Saham Jatah Pasti = 10,55% : 89,45%.
Dasar perhitungan yang digunakan Perseroan untuk perhitungan program ESA (alokasi Saham Penghargaan dan Saham
Jatah Pasti) adalah Jabatan, masa kerja, dan prestasi kerja.
Peserta yang dapat diikutsertakan dalam program ESA terdiri Pegawai yang memenuhi persyaratan kepersertaan yakni
adalah sebagai berikut :
1. Pegawai peserta program ESA adalah seluruh pegawai Perseroan dengan status aktif pada 30 April 2013 sebanyak
1.220 karyawan.
2. Masih bekerja sampai dengan tanggal dikeluarkannya surat efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan
pendaftaran Penawaran Umum Perdana Perseroan.
3. Pegawai yang tidak dalam status terkena sanksi administratif pada saat implementasi program ESA.
Apabila jumlah saham yang telah dialokasikan dalam program ESA tidak terbagi habis, maka sisanya akan ditawarkan
kembali kepada masyarakat.
Ketentuan pelaksanaan program ESA adalah sebagai berikut:
1.
Saham Penghargaan
a. Saham penghargaan diberikan kepada seluruh peserta program ESA yang memenuhi persyaratan atas nama
masing-masing peserta.
b. Perhitungan pengalokasian Saham Penghargaan berdasarkan jabatan, masa kerja, dan prestasi pegawai
peserta.
c. Saham penghargaan memiliki lock-up period selama 12 (dua belas) bulan.
d. Selama masa lock-up bilamana pegawai mengundurkan diri atau diberhentikan maka hak atas Saham
Penghargaan menjadi gugur, dan Perseroan berhak menentukan peserta program ESA lain yang memenuhi
ketentuan sebagaimana disebutkan sebagai pengganti hak karyawan yang telah gugur.
e. Peserta tidak dikenakan biaya atas kepemilikan saham penghargaan. Biaya tersebut akan ditanggung oleh
Perseroan dengan menggunakan kas internal. Perseroan tidak akan membebankan biaya tersebut ke dalam
biaya-biaya terkait dengan pelaksanaan Penawaran Umum.
2.
Saham Jatah Pasti
a. Saham jatah pasti diberikan kepada seluruh peserta program ESA yang memenuhi persyaratan atas nama
masing-masing peserta yang akan ditetapkan dengan keputusan Direksi.
b. Perhitungan pengalokasian dan penjatahan saham jatah pasti berdasarkan gaji jabatan dan masa kerja pegawai
peserta.
c. Saham jatah pasti memiliki periode lock-up selama 12 (dua belas) bulan.
d. Peserta hanya dikenakan biaya atas kepemilikan saham jatah pasti sebesar 1% dari total nilai saham. Tidak ada
biaya tambahan yang akan dikenakan kepada karyawan yang menerima saham jatah pasti dari Program ESA.
e. Apabila terdapat sisa alokasi saham jatah pasti yang disebabkan saham tidak dibeli oleh peserta, maka kelebihan
saham yang tidak dibeli oleh pegawai akan dijual ke masyarakat.
Selama periode lock-up, karyawan memiliki hak-hak yang sama dengan pemegang saham Perseroan lainnya, yaitu sebagai
berikut:
3
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
a.
b.
c.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS;
Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi; dan
Menjalankan hak lainnya berdasarkan UUPT.
Tata cara pembagian penjatahan saham
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 019/SK/DIR/V/2013 Tanggal 1 Mei 2013, tata cara pembagian
penjatahan saham ESA adalah sebagai berikut:
Pembagian penjatahan nilai saham penghargaan (bonus) diberikan Perseroan kepada setiap pegawai ditetapkan
dengan ketetapan Direksi tersendiri
Dasar alokasi penjatahan saham penghargaan kepada masing-masing pegawai meliputi jabatan, masa kerja, dan
prestasi pegawai
Penjatahan pembelian saham jatah pasti oleh pegawai diatur sama dengan saham penghargaan. Hasil perhitungan
alokasi saham penghargaan dan saham jatah pasti akan dietapkan dengan ketetapan Direksi tersendiri
Peserta yang berminat ikut dalam Program Saham ESA agar melaksanakan ketentuan sebagai berikut:
a. Mentaati ketentuan peraturan kepemilikan saham ESA yang ditetapkan Perseroan dan peraturan pasar modal
Indonesia
b. Melakukan pendaftaran sebagai peminat saham ESA melalui bagian SDM di kantor pusat Perseroan.
Periode pemesanan akan dilakukan pada tanggal 14 dan 17 Juni 2013. Apabila jumlah saham yang telah dialokasikan dalam
program ESA tidak terbagi habis, maka sisanya akan ditawarkan kembali kepada masyarakat
Prosedur pelaksanaan program ESA
Prosedur yang dapat dilakukan oleh pegawai untuk memperoleh saham dalam program ESA adalah sebagai berikut:
-
-
Untuk Saham Penghargaan, Peserta Program akan memperoleh alokasi Saham Penghargaan secara Cuma-Cuma
pada tanggal penjatahan saham untuk Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan. Peserta Program akan
memperoleh Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham
Untuk Saham Jatah Pasti, Peserta Program yang ingin membeli saham yang ditawarkan dengan jatah pasti tersebut
dengan mengajukan pemesanan saham Jatah Pasti sesuai dengan jumlah yang dialokasikan atas nama Peserta. Pada
saat pemesanan saham Jatah Pasti tersebut Peserta wajib menyediakan dana pembayaran harga secara penuh sesuai
dengan jumlah yang dipesan. Pada tanggal penjatahan saham Peserta akan memperoleh Konfirmasi Penjatahan
Saham atas saham Jatah Pasti yang dipesan melalui program ESA
Setiap peserta program ESA akan memiliki rekening efek sesuai dengan nama masing-masing.
Aspek perpajakan program ESA
Untuk program ESA, baik saham penghargaan maupun saham jatah pasti, peserta program ESA akan dikenakan pajak
penghasilan sesuai dengan tarif yang berlaku dan wajib dibayarkan pada saat peserta program ESA menerima saham.
Pajak penghasilan tersebut, baik untuk saham penghargaan maupun saham jatah pasti, akan dibebankan kepada
Perseroan.
Setelah periode lock-up berakhir dan peserta program ESA melakukan transaksi penjualan saham melalui bursa efek atau
diluar bursa efek maka pajak penghasilan akan dibebankan kepada masing-masing peserta program ESA. Atas pelaksanaan
penjualan tersebut, berlaku ketentuan perpajakan sebagai berikut :
a.
b.
Untuk pelaksanaan penjualan melalui bursa efek akan dikenakan pajak yang bersifat final yang besarnya 0,1% (nol
koma satu persen) dari nilai transaksi
Untuk pelaksanaan penjualan saham diluar bursa efek akan dikenakan pajak yang diperhitungkan dari capital gain yang
diterima oleh Peserta dan akan dikenakan pajak progresif sesuai dengan tarif yang berlaku.
Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini telah terjual dan program ESA
seperti dijelaskan di atas telah diimplementasikan sepenuhnya, maka susunan modal saham dan pemegang saham
Perseroan sebelum dan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:
4
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Susunan Permodalan Perseroan Sebelum dan Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
1. Cross Plus Indonesia
2. Loka Cipta Kreasi
3. Tn. Hilarius Arwandhi
4. Masyarakat
5. ESA
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Sebelum Penawaran Umum Saham Perdana
dan Pelaksanaan ESA
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
Setelah Penawawan Umum Saham Perdana
dan Pelaksanaan ESA
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
4.000.000
-
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
-
55,00
44,00
1,00
-
195.000.000
19.500.000.000
39,00
151.000.000
4.000.000
135.000.000
15.000.000
15.100.000.000
400.000.000
13.500.000.000
1.500.000.000
30,20
0,80
27,00
3,00
400.000.000
40.000.000.000
100,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
1.200.000.000
120.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
OPSI PENJATAHAN LEBIH DAN STABILISASI HARGA SAHAM
PENJATAHAN LEBIH
Berdasarkan Perjanjian Peminjaman Saham yang dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan
Akta Perubahan I Perjanjian Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, dalam hal terjadi kelebihan pemesanan saham dalam Penawaran Umum,
Pemegang Saham Penjual memberikan opsi kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek (“Opsi Penjatahan Lebih”) untuk dapat
(1) melakukan penjatahan lebih sampai dengan sebanyak-banyaknya 15.000.000 (lima belas juta) saham biasa atas nama
milik Pemegang Saham Penjual, yaitu LCK dan CPI, yang merupakan sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari
jumlah Saham Yang Ditawarkan pada Penawaran Umum dengan harga pelaksanaan yang sama dengan harga Penawaran
Umum dan (2) melakukan pembelian Saham di Pasar Sekunder untuk menjaga harga Saham pada tingkat harga yang tidak
lebih rendah dari Harga Penawaran. Pembelian Saham tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) Hari
Kalender sejak Tanggal Pencatatan dan dapat dihentikan sewaktu-waktu dalam jangka waktu tersebut oleh Agen Stabilisasi
sesuai instruksi Pemegang Saham Penjual.
Pemegang Saham Penjual telah setuju untuk meminjamkan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang dengan ini
menerima peminjaman dari Pemegang Saham atas Saham Pinjaman, dalam rangka pelaksanaan Opsi Penjatahan Lebih.
Adapun proporsi pemberian pinjaman atas Saham Pinjaman tersebut adalah:
a. CPI sebesar 55% (empat puluh lima persen) dari jumlah Saham Pinjaman;
b. LCK sebesar 45% (lima puluh lima persen) dari jumlah Saham Pinjaman.
Dalam hal jumlah kelebihan pemesanan saham kurang dari 15.000.000 (lima belas juta) saham, opsi ini tetap dapat
dilaksanakan dengan ketentuan sekurang-kurangnya 5.000.000 (lima juta) saham, oleh Pemegang Saham Penjual secara
proporsional dengan persentase alokasi saham yang sama sebagaimana yang disebutkan diatas.
Tujuan dari dilakukannya penjatahan lebih berdasarkan Opsi Penjatahan Lebih ini adalah agar Penjamin Pelaksana Emisi
Efek melalui Agen Stabilisasi dapat menggunakan dana hasil penjatahan lebih tersebut untuk melakukan stabilisasi harga
melalui pembelian Saham di pasar sekunder untuk menjaga harga Saham agar tidak lebih rendah dari Harga Penawaran
(“Stabilisasi Harga Saham”).
Opsi Penjatahan Lebih ditentukan 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Pencatatan.
Susunan modal saham dan Pemegang Saham Perseroan secara proforma sesudah Penawaran Umum dengan kondisi
apabila seluruh Opsi Penjatahan Lebih tidak dilaksanakan dan seluruh Opsi Penjatahan Lebih dilaksanakan adalah sebagai
berikut:
5
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Susun an Permodalan Perseroan Setelah Penawaran Umum Saham Perdana
Terdiri Dari Saham Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan &
Disetor
1. Cross Plus Indonesia
2. Loka Cipta Kreasi
3. Tn. Hilarius Arwandhi
4. Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam
Portepel
Setelah Penawaran Umum Saham Perdana dan
Seluruh opsi tidak dilaksanakan
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
Setelah Penawawan Umum Saham Perdana
dan Seluruh opsi dilaksanakan
Nilai Nominal
Jumlah Saham
%
(Rp)
1.600.000.000
160.000.000.000
195.000.000
19.500.000.000
39,00
186.750.000
18.675.000.000
37,35
151.000.000
4.000.000
150.000.000
15.100.000.000
400.000.000
15.000.000.000
30,20
0,80
30,00
144.250.000
4.000.000
165.000.000
14.425.000.000
400.000.000
16.500.000.000
28,85
0,80
33,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
500.000.000
50.000.000.000
100,00
1.100.000.000
110.000.000.000
1.100.000.000
110.000.000.000
STABILISASI HARGA SAHAM
Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Agen Stabilisasi akan melakukan stabilisasi harga melalui pembelian Saham di
pasar sekunder untuk menjaga agar harga Saham tidak lebih rendah dari Harga Penawaran (“Stabilisasi Harga Saham”).
Berdasarkan Perjanjian Peminjaman Saham yang dituangkan dalam Akta No.110 tanggal 2 April 2013 yang diubah dengan
Akta Perubahan I Perjanjian Peminjaman Saham No. 26 tanggal 2 Mei 2013, kedua akta tersebut dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, ketentuan-ketentuan pokok atas Stabilisasi Harga Saham diantaranya
adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Stabilisasi Harga hanya dapat dilakukan dalam Periode Stabilisasi;
Jumlah Saham yang dapat dibeli oleh Agen Stabilisasi dibatasi maksimal sejumlah dana stabilisasi yang diperoleh
dari pelaksanaan Opsi Penjatahan Lebih;
Agen Stabilisasi hanya dapat melakukan pembelian Saham di pasar sekunder bila harga pasar Saham Perseroan
berada di bawah Harga Penawaran;
Harga pelaksanaan Stabilisasi Harga paling tinggi sama dengan Penawaran Umum;
Agen Stabilisasi hanya akan melakukan pembelian saham dan tidak akan menjual kembali saham yang telah
dibelinya dalam rangka Stabilisasi Harga;
Agen Stabilisasi akan melakukan transaksi pembelian saham melalui pasar reguler di BEI;
Agen Stabilisasi tidak akan mengambil manfaat lain selain komisi sebagai Agen Stabilisasi;
Agen Stabilisasi dalam melaksanakan Stabilisasi Harga wajib menjaga independensinya dan menghindari potensi
terjadinya benturan kepentingan;
Agen Stabilisasi wajib melaporkan pelaksanaan Stabilisasi Harga kepada OJK, Penjamin Pelaksana Emisi Efek
dan Pemegang Saham Penjual.
Agen stabilisasi wajib melaporkan seluruh transaksi harian dalam rangka stabilisasi pada hari kerja berikutnya. Setelah
periode stabilisasi harga selesai, laporan kepada OJK dilakukan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah periode stabilisasi
harga berakhir.
Pada akhir Periode Stabilisasi atau pada saat dihentikannya aktivitas Stabilisasi Harga, Agen Stabilisasi memiliki alternatif
pengembalian Dana Stabilisasi kepada Pemegang Saham Penjual, yaitu:
1.
2.
3.
Dengan menggunakan Saham yang dibeli di pasar sekunder dalam rangka pelaksanaan Stabilisasi Harga jika
harga Saham Perseroan di pasar sekunder selama Periode Stabilisasi atau sampai dengan dihentikannya aktivitas
Stabilisasi Harga berada pada tingkat di bawah dengan Harga Penawaran; atau
Dengan menggunakan Saham yang dibeli di pasar sekunder dan sisa Dana Stabilisasi; atau
Dengan menggunakan Dana Stabilisasi bila Agen Stabilisasi tidak melaksanakan Stabilisasi Harga.
6
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Seluruh biaya-biaya transaksi yang berkaitan dengan pelaksanaan Stabilisasi Harga akan dikeluarkan dari Dana Stabilisasi.
Nama dan alamat Agen Stabilisasi adalah sebagai berikut :
PT Kim Eng Securities
Citibank Tower 17th floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 5455
Jakarta 12190, Indonesia
Telepon : (021) 2557 1188
Faksimili : (021) 2557 1156
Website : www.kimeng.co.id
Email : [email protected]
Bersamaan dengan pencatatan Saham yang berasal dari Penawaran Umum ini, yaitu sebesar 150.000.000 (seratus lima
puluh juta) Saham Biasa Atas Nama yang merupakan Saham Baru dan Saham Divestasi dengan nilai nominal Rp100
(seratus Rupiah) setiap Saham, atau yang mewakili sejumlah 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor
penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum, maka Perseroan juga akan mencatatkan seluruh Saham Biasa Atas
Nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum sebesar 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta) Saham atau 70%
(tujuh puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum. Dengan demikian, jumlah Saham
yang akan dicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 500.000.000 (lima ratus juta) Saham, atau sebesar 100%
(seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum ini.
PERSEROAN TIDAK BERMAKSUD UNTUK MENGELUARKAN ATAU MENCATATKAN SAHAM LAIN DAN/ATAU
EFEK LAIN YANG DAPAT DIKONVERSIKAN MENJADI SAHAM DALAM JANGKA WAKTU 12 (DUA BELAS) BULAN
SEJAK TANGGAL PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INI MENJADI EFEKTIF.
7
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
8
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
II.
Advance Civil Structure Engineering Technology
RENCANA PENGGUNAAN DANA
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum setelah dikurangi dana atas penjualan Saham Divestasi dan biaya-biaya
emisi saham, akan digunakan oleh Perseroan untuk:
1.
Sekitar 57,50% (lima puluh tujuh koma lima persen) akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja.
Alokasi penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum untuk modal kerja akan digunakan untuk mendanai
kegiatan operasional Perseroan, yang seluruhnya berkaitan dengan konstruksi dan penunjang konstruksi, yang
diantaranya mencakup:
a. Pembayaran upah tenaga kerja
b. Pembelian bahan baku/material (antara lain besi, beton, ready mix dan semen)
c. Biaya sub-kontraktor (antara lain pekerjaan bekisting, precast, pengecatan dan lain-lain)
d. Biaya pengerjaan proyek-proyek baru, yang meliputi:
ƒ Menyiapkan talangan biaya proyek
ƒ Biaya penerbitan jaminan uang muka (advanced payment bonds)
ƒ Biaya jaminan pelaksanaan (performance bonds)
ƒ Jaminan masa pemeliharaan (retention bonds)
ƒ Pemeliharaan dan pembaharuan peralatan yang dipakai.
2.
Sekitar 30,00% (tiga puluh persen) akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank
Internasional Indonesia Tbk (“BII”) .
Jenis utang dari BII yang sebagian akan dibayarkan dari dana Penawaran Umum merupakan fasilitas pinjaman jangka
pendek berulang untuk modal kerja dan belanja modal Perseroan. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Mei 2014
dan Juli 2015. Perseroan berencana melunasi sebagian utang yang dimaksud pada bulan Juni 2013. Jumlah pelunasan
sebagian utang kepada BII tersebut akan ditentukan kemudian dan akan menyesuaikan dengan jumlah terutang pada
saat akan dilunasinya pinjaman bank dimaksud.
Adapun ringkasan keterangan mengenai fasilitas pinjaman jangka pendek yang akan dibayar Perseroan dengan
menggunakan dana Penawaran Umum adalah sebagai berikut:
Bentuk Fasilitas
Tujuan Fasilitas
Jumlah Fasilitas
Suku Bunga
Jangka Waktu
Saldo per 30 April
2013
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3
Untuk kebutuhan kerja (existing dan future
project)
Rp40 miliar (empat puluh miliar Rupiah)
12,0% (dua belas persen) per tahun
dimulai sejak tanggal 23 November 2012 dan
berakhir pada tanggal 10 Mei 2013 dan telah
diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Mei
2014
Rp40.000.000.000
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4
Untuk pembelian maupun refinancing heavy
equipment baik baru maupun bekas
Rp35 miliar (tiga puluh lima miliar Rupiah)
12,0% (dua belas persen) per tahun
dimulai sejak tanggal 23 November 2012
dan berakhir pada tanggal 23 Juli 2015
Rp5.071.871.380
Di antara Perseroan dengan BII tidak terdapat hubungan pihak afiliasi.
Pembayaran hutang sebelum jatuh tempo dapat dilakukan oleh Perseroan kepada BII dan tidak memerlukan
persetujuan dari BII karena sudah sesuai dengan ketentuan Akta Perubahan Perjanjian Kredit No. 48 tanggal
23 November 2012 yang dibuat dihadapan Veronica Nataadmadja, S.H., M.Corp Admin, Mcom., Notaris di Jakarta
pasal 2.3 mengenai Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo Jangka Waktu Fasilitas Kredit.
3.
Sekitar 12,50% (dua belas koma lima persen) akan digunakan oleh Perseroan sebagai belanja modal.
Alokasi penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum untuk belanja modal akan dipergunakan untuk
membiayai pembelian alat-alat konstruksi diantaranya adalah diaphragm wall grab, crawler crane, drilling rig, tower
crane, passenger hoist, concrete pumps dan formworks systems yang akan menunjang kegiatan Perseroan. Rencana
pembelian barang modal untuk akhir tahun 2013 adalah sebesar Rp60 miliar dan jumlah keseluruhan anggaran belanja
modal hingga lima tahun kedepan (tahun 2018) adalah sebesar Rp300 miliar. Anggaran belanja modal ini disusun untuk
mendukung rencana perluasan skala usaha Perseroan dalam beberapa tahun kedepan baik dalam segmen usaha jasa
konstruksi maupun penunjang konstruksi. Pembelian barang-barang modal ini akan dilakukan langsung kepada pihak
ketiga yang bukan merupakan pihak afiliasi Perseroan.
9
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dana hasil penjualan Saham Divestasi yang ditawarkan oleh Pemegang Saham Penjual dalam Penawaran Umum ini akan
dibayarkan kepada Pemegang Saham Penjual. Perseroan tidak akan menerima hasil dari penjualan Saham Divestasi.
Pemegang Saham Penjual dan Perseroan akan secara bersama-sama menanggung beban biaya emisi saham sehubungan
dengan Penawaran Umum. Biaya yang akan dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum ini akan ditanggung secara
proporsional antara Pemegang Saham Penjual dan Perseroan, berdasarkan jumlah saham yang dijual oleh Pemegang
Saham Penjual dan jumlah saham yang akan ditawarkan oleh Perseroan dalam Penawaran Umum ini, yaitu sebesar 66,67%
(enam puluh enam koma enam puluh tujuh persen) dari Perseroan dan sebesar 33,33% dari Pemegang Saham Penjual dari
total beban biaya emisi.
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa setiap penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum akan
mengikuti ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku, terutama dalam bidang pasar modal.
Perseroan akan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum ini secara periodik kepada
pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
setiap 3 bulan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. X.K.4, Perseroan juga diwajibkan untuk melaporkan realisasi
penggunaan dana hasil Penawaran Umum ini secara berkala kepada BEI sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. I-E.
Dalam hal Perseroan akan melaksanakan transaksi dengan menggunakan dana hasil Penawaran Umum yang merupakan
transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu dan/atau transaksi material, Perseroan akan memenuhi
ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Transaksi Tertentu (“Peraturan Bapepam No. IX.E.1”) dan/atau Peraturan Bapepam No. IX.E.2 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (“Peraturan Bapepam No. IX.E.2”).
Apabila Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dananya tidak seperti yang tercantum dalam Prospektus,
maka rencana tersebut harus terlebih dahulu dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengemukakan
alasan beserta pertimbangannya dan perubahan penggunaan dana tersebut harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu
dari RUPS.
Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006
tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, perkiraan total biaya
(termasuk pajak) yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar 3,027% (tiga koma nol dua puluh tujuh persen) dari total
dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini, dengan rincian persentase untuk masing-masing biaya dari total biaya yang
dikeluarkan adalah sebagai berikut:
x Biaya jasa penyelenggaraan (management fee)
: 1,750%
x Biaya jasa penjaminan (underwriting fee)
: 0,375%
x Biaya jasa penjualan (selling fee)
: 0,375%
x Biaya jasa profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang terdiri dari :
o Biaya jasa kantor akuntan publik
: 0,103%
o Biaya jasa konsultan hukum sebesar
: 0,105%
o Biaya jasa notaris
: 0,027%
o Biaya jasa biro administrasi efek
: 0,028%
o Biaya jasa penilai
: 0,043%
x Biaya lain-lain (terdiri dari pencatatan di BEI, pendaftaran KSEI, biaya penyelenggaraan Public Expose
: 0,221%
dan rapat Due Dilligence, roadshow, percetakan Prospektus, sertifikat dan formulir, iklan surat kabar,
dan lainnya)
Apabila dana hasil Penawaran Umum belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara atas dana hasil
Penawaran Umum tersebut harus dilakukan Perseroan dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat
memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi Perseroan dan sesuai dengan ketentuan peraturan serta perundangundangan yang berlaku, khususnya dalam bidang Pasar Modal.
10
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
III.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroan memiliki total liabilitas konsolidasian sebesar Rp536.560 juta, yang terdiri dari
total liabilitas jangka pendek sebesar Rp527.978 juta, dan total liabilitas jangka panjang sebesar Rp8.582 juta, yang angkaangkanya diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, yang tercantum dalam
Prospektus ini dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst & Young
Global Ltd.), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tertentu yang efektif tanggal 1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun
retrospektif, dan informasi keuangan Entitas Induk melalui laporannya tertanggal 2 Mei 2013.
Perincian liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 disajikan di bawah ini:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Total Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
Jumlah
118.646
4.062
27.107
3.462
274.286
6.182
93.822
411
527.978
5.040
3.543
8.582
536.560
Penjelasan masing-masing liabilitas adalah sebagai berikut:
1.
Utang Usaha
Saldo utang usaha Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp122.709 juta yang terdiri dari utang
usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp118.646 juta dan utang usaha kepada pihak berelasi sebesar Rp4.062 juta.
Rincian dari saldo utang usaha adalah sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Adhimix Precast Indonesia
PT Cahaya Indotama Engineering
PT Pioneer Beton Industri
PT Manunggal Sejati Utama
PT Inter World Steel Mills Indonesia
PT Expanda Megah Indonesia
7.703
6.780
5.968
5.344
4.805
4.682
11
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT Sarana Metal Indah
PT Hamanroko
PT Cipta Mortar Utama
PT Jaya Readymix
CV Kharisma Karya Persada
Sahabat Motor
PT Beton Perkasa Wijaksana
PT SCG Readymix Indonesia
PT Asia Asindo Sukses
PT Beton Konstruksi Wijaksana
PT Gerindo Indahtama Sukses
PT Prima Rezeki Pertiwi
PT Prima Jasa Aldodua
CV Multi Steelindo Perkasa
PT Karya Beton Sudhira
PT Sembilan Sedjati Sarana
PT Sinar Powerindo Utama
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar)
Dalam Dolar Amerika Serikat
PT Sany Indonesia Machinery (US$1.156.000)
Zoomlion Heavy Industry Science Co., Ltd. (US$956.120)
Way Engineering Co., Ltd. (USD246.000)
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) (US$38.435)
Dalam Vietnam Dong
Lain-lain (VND1.311.000)
Sub-total
4.365
3.801
3.417
2.633
1.924
1.706
1.682
1.550
1.540
1.538
1.534
1.523
1.499
1.386
1.383
1.238
1.151
26.319
0,61
118.646
Pihak berelasi
Dalam Rupiah
PT Dinamik Struktural Sistem
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
Sub-total
Total Utang Usaha
2.518
1.544
4.062
122.709
11.179
9.246
2.379
372
Utang Lain-lain
Saldo utang lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp27.107 juta. Rincian dari saldo
utang lain-lain adalah sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
Lain-lain
22.338
4.000
722
Dalam Vietnam Dong
Lain-lain (VND101.859.713)
Total Utang lain-lain
47
27.107
12
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
3.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Utang Pajak
Saldo utang pajak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp3.462 juta. Rincian dari saldo utang
pajak adalah sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Pajak Penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 4 (2)
Pajak Pertambahan Nilai
Total Utang Pajak
4.
270
149
1.535
1.507
3.462
Pendapatan Diterima di Muka
Saldo pendapatan diterima di muka Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp274.286 juta yang
terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Proyek Jasa Konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
KSO Setiabudi Rasuna
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Mandiri Eka Abadi
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Graha Megaria Bali
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Elite Prima Hutama
PT Gading Raya Propertindo
PT Panen GL Indonesia
Dalam Dolar Amerika Serikat
KSO Setiabudi Rasuna (USD1.564.043)
PT Rasuna Setiabudi Raya (USD1.111.086)
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Greenland Rajawali Utama
PT Bahanasemesta Citranusantara
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Sumber Cipta Griya Utama
KSO Obayashi-Jasa Konstruksi
KSO Sahid Megatama Karya Gemilang
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Asialand
PT Puri Dibya Property
Sub-total
Total pendapatan diterima di muka
117.381
37.340
27.169
16.318
5.868
5.494
4.312
2.871
1.810
23
14.243
10.142
242.971
13.636
6.150
3.877
3.075
2.444
1.419
694
13
6
31.315
274.286
13
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Utang Sewa Pembiayaan
Perseroan mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Balimor Finance pada tanggal 10 Agustus 2011 dan
akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus 2013 untuk pembelian kendaraan dan dikenakan bunga sebesar 4,95% per
tahun. Saldo utang sewa pembiayaan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp411 juta, yang
terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
451
41
411
Keterangan
Utang sewa pembiayaan
Dikurangi beban bunga
Utang sewa pembiayaan - neto
6.
Utang Bank Jangka Panjang
Saldo utang bank jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp98.861 juta dengan
rincian sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Rupiah
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
85.659
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
13.202
Total utang bank jangka panjang
98.861
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang berkisar antara 11,00%
sampai dengan 12,25% pada tahun 2012, sementara pinjaman dalam Dolar AS dikenakan tingkat suku bunga tahunan
yang berkisar antara 6,50% sampai dengan 7,00% pada tahun 2012.
Perseroan menandatangani fasilitas pinjaman dengan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”) pada tanggal
9 Mei 2007 dan telah mengalami beberapa kali perpanjangan, terakhir pada tanggal 23 November 2012 dimana fasilitas
pinjaman tersebut terdiri dari fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
Fasilitas Pinjaman Berjangka
Fasilitas ini dibagi menjadi Fasilitas Pinjaman Berjangka I (PBK I) dengan batas kredit maksimum Rp2.800.000.000,
Fasilitas Pinjaman Berjangka II (PBK II) dengan batas kredit maksimum sebesar US$1.000.000, Fasilitas Pinjaman
Berjangka III (PBK III) dengan sub limit fasilitas Letter of Credit (L/C) sebesar US$2.000.000 dan/atau sub limit PBK III
sebesar Rp19.000.000.000 dan Fasilitas Pinjaman Berjangka IV (PBK IV) dengan batas kredit maksimum sebesar
Rp35.000.000.000. PBK I digunakan untuk membiayai pembelian supply of formwork system yang digunakan untuk
pembuatan kolom konstruksi. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar 12,25% per tahun dan sudah dilunasi pada
tanggal 6 April 2012. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012, 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp466.666.667,
Rp1.400.000.000 dan Rp933.333.333.
PBK II digunakan untuk pembelian 3 unit Hydraulic Rotary Drilling Rig yang akan digunakan dalam proses konstruksi
bangunan. Selama availability period, Perseroan telah mencairkan fasilitas PBK II sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu:
(i) sebesar US$290.909 pada tanggal 25 April 2011 dan harus dilunasi melalui angsuran setiap bulan sampai dengan
20 April 2013; (ii) sebesar US$168.000 pada tanggal 24 Oktober 2011 dan harus dilunasi melalui angsuran setiap bulan
sampai dengan 20 Oktober 2013; dan (iii) sebesar US$197.000 pada tanggal 19 Desember 2011 dan harus dilunasi
melalui angsuran setiap bulan sampai dengan 19 Desember 2013. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6,5% per
tahun. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar US$327.954,50 dan US$110.969,67.
PBK III digunakan untuk membiayai pembelian alat-alat berat. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar 6,50% per
tahun untuk sub limit L/C dan sebesar 11,00% per tahun untuk sub limit PBK III, dan jatuh tempo pada tanggal
7 Agustus 2015. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar US$106.000.
14
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PBK IV digunakan untuk membiayai pembelian alat-alat berat. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar 12,00% per
tahun dan jatuh tempo pada tanggal 23 Juli 2015. Perseroan belum menggunakan fasilitas pinjaman tersebut.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I (PPB I) yang diperoleh dari BII merupakan fasilitas dengan batas kredit
maksimum sebesar Rp29.000.000.000.
Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal kerja Perseroan dan dikenakan suku bunga sebesar 11,00% per tahun
dan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2014. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012, 2011 dan 2010 masing-masing
sebesar Rpnihil, Rp10.000.000.000 dan Rp12.744.200.000.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II (PPB II) yang diperoleh dari BII merupakan fasilitas dengan batas kredit
maksimum sebesar Rp100.000.000.000 dengan sub limit fasilitas Bank Garansi sebesar Rp60.000.000.000 dan fasilitas
Letter of Credit sebesar US$10.000.000. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar Rpnihil.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang III
Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal kerja Perseroan (pembiayaan proyek). Selama availability period,
Perseroan telah mencairkan fasilitas PPB II sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu: (i) sebesar Rp2.950.426.021 pada tanggal
4 Desember 2012; (ii) sebesar Rp10.658.870.527 pada tanggal 7 Desember 2012; dan (iii) sebesar Rp3.049.819.592
pada tanggal 21 Desember 2012 dan dikenakan suku bunga sebesar 12,00% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal
10 Mei 2014.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang III (PPB III) yang diperoleh dari BII merupakan fasilitas dengan batas kredit
maksimum sebesar Rp40.000.000.000. Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar Rpnihil.
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran
Fasilitas ini memiliki batas kredit maksimum Rp5.000.000.000 dan dikenakan suku bunga sebesar 11,00% per tahun
dan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2014.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit, Perseroan tidak diperbolehkan tanpa persetujuan BII; memberikan mandat untuk
mengoperasikan Perseroan pada pihak lain, merubah pengurus Perseroan dan pemegang saham, memberikan
pinjaman kepada pemegang saham, affiliasi, dan membayar pinjaman pemegang saham, membayar dividen,
melakukan pencairan modal disetor dan laba ditahan, melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham,
memperoleh atau menambah pinjaman kepada pihak lain, menerbitkan obligasi kecuali untuk transaksi bisnis normal,
menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini, menyatakan pailit, dan menjaminkan aset tetap atau
kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau bertindak sebagai penjamin untuk kepentingan pihak lain.
Utang bank jangka panjang dijamin dengan tanah dan bangunan milik Perseroan, jaminan fidusia atas mesin dan alat
berat, setoran jaminan tunai minimal 10% dari bank garansi, piutang usaha dan jaminan personal dari Direktur
Perseroan.
Utang bank yang akan dilunasi dengan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham adalah PPB III
sebesar Rp40.000.000.000 (empat puluh miliar Rupiah) dan PBK IV sebesar kurang lebih Rp35.000.000.000 (tiga puluh
lima miliar Rupiah), dimana utang ini merupakan fasilitas baru yang diperoleh Perseroan. Prosedur dan persyaratan
fasilitas ini mengacu pada perjanjian tanggal 23 November 2012 dan telah diperpanjang.
7.
Liabilitas Imbalan Kerja
Perseroan menyediakan imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan berupa gaji, THR dan lain-lain. Perusahaan
juga menyediakan imbalan kerja bagi para karyawan yang mencapai pensiun pada usia 55 tahun berdasarkan
ketentuan Undang-undang Tenaga Kerja No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Liabilitas imbalan pasca-kerja berupa imbalan pasti ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaris independen, PT Dian
Artha Tama, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi sebagai berikut:
Saldo liabilitas imbalan kerja tangguhan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp3.543 juta yang terdiri dari:
15
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
5.278
(295)
(1.441)
3.543
Keterangan
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja
Biaya jasa lalu yang belum diakui
Rugi aktuaria yang belum diakui
Liabilitas imbalan kerja
SELURUH LIABILITAS KONSOLIDASIAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK PADA TANGGAL 31 DESEMBER
2012 TELAH DIUNGKAPKAN DI DALAM PROSPEKTUS INI. DARI TANGGAL 31 DESEMBER 2012 SAMPAI
DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN DARI TANGGAL LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN SAMPAI DENGAN EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, TIDAK TERDAPAT LIABILITAS
YANG TELAH JATUH TEMPO YANG BELUM DILUNASI OLEH PERSEROAN.
SEJAK TANGGAL 31 DESEMBER 2012 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN
DARI TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI LIABILITAS-LIABILITAS LAIN, KOMITMEN DAN KONTIJENSI
KECUALI LIABILITAS-LIABILITAS YANG TIMBUL DARI KEGIATAN OPERASIONAL NORMAL PERSEROAN DAN
ENTITAS ANAK SERTA LIABILITAS-LIABILITAS YANG TELAH DISAJIKAN DALAM PROSPEKTUS INI DAN YANG
TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN.
DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN KEWAJIBANNYA SERTA HARAPAN
PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA MENDATANG, PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPAN UNTUK
DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA
MESTINYA.
SAMPAI DENGAN PROSPEKTUS INI DITERBITKAN TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEMBATASAN
(NEGATIVE COVENANTS) YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK.
SAMPAI DENGAN PROSPEKTUS INI DITERBITKAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN PERBANKAN
YANG TELAH JATUH TEMPO NAMUN BELUM DILUNASI/DIBAYAR.
16
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
IV.
Advance Civil Structure Engineering Technology
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini yang berhubungan dengan
laporan keuangan konsolidasian Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan konsolidasian terkait, yang tercantum
dalam Prospektus ini. Calon investor juga harus membaca Bab V Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen.
Berikut ini disajikan laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009, dan
2008 dan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011, 2010, 2009, dan 2008. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst & Young Global Ltd.) dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
tertentu yang efektif tanggal 1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif, dan informasi keuangan Entitas
Induk melalui laporannya tertanggal 2 Mei 2013. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2010,
2009 dan 2008 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra (member of McMillan Woods) dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian melalui laporannya tertanggal 24 Juni 2011.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang Usaha Pihak ketiga – neto
Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang retensi
Tagihan bruto pemberi kerja
Uang muka
Biaya dan pajak dibayar di muka
Proyek dalam pelaksanaan
Total Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi
Aset tetap - neto
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Investasi
Aset lain-lain
Total Aset Tidak Lancar
TOTAL ASET
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
2012
2011
64.965
86.692
20.345
19.424
32
484
48.016
195.555
70.275
6.074
135.686
607.780
31 Desember
2010
2009
2008
16.842
28.141
24.039
40.493
18.531
30.463
56
776
33.377
105.420
12.587
192
67.150
259.326
138
611
9.881
33.389
26.463
146
27.583
143.195
2.864
11.367
6.720
12.539
61
2.212
100.293
21.024
7.727
10.036
2.637
133
37.992
128.543
1.392
134.582
89.380
80.251
76.655
52.587
9.960
1.056
146.991
754.771
9.881
504
99.765
359.091
1.984
1.015
83.249
226.444
1.984
745
79.384
179.678
4.310
1.618
58.515
187.058
118.646
4.062
48.605
4.533
40.762
6.983
50.344
579
83.371
-
27.107
3.462
274.286
17.698
5.218
80.494
1.027
377
25.678
698
14.388
5.884
28.754
1.911
2.878
27.479
17
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Total Liabilitas Jangka Pendek
2012
6.182
2011
4.504
93.822
411
527.978
27.441
704
189.196
5.040
3.543
8.582
536.560
31 Desember
2010
-
2009
-
2008
-
20.400
95.228
4.727
105.375
115.639
1.968
411
1.976
4.354
193.550
467
1.266
1.733
96.961
10.031
816
10.847
116.222
2.446
478
19.083
22.007
137.646
40.000
180.289
40.000
128.040
40.000
91.554
1.000
63.783
1.000
48.004
(2.352)
(2.789)
(2.071)
(1.327)
408
217.937
275
218.211
754.771
165.251
290
165.541
359.091
129.483
129.483
226.444
63.456
63.456
179.678
49.412
49.412
187.058
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja
Utang lain-lain pihak berelasi
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal
Rp1.000.000 per saham
Modal dasar - 160.000 saham pada
tahun 2012, 2011 dan 2010, dan 3.000
saham pada tahun 2009 dan 2008
Modal ditempatkan dan disetor penuh 40.000 saham pada tahun 2012, 2011
dan 2010, dan 1.000 saham pada
tahun 2009 dan 2008
Saldo laba
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
Total Ekuitas
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
18
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian
2012
2011
PENDAPATAN USAHA
BEBAN POKOK PENDAPATAN
LABA KOTOR
669.906
(554.358)
115.548
429.063
(348.640)
80.424
Beban Usaha
Lain-lain - neto
LABA USAHA
(40.385)
1.870
77.033
Bagian atas rugi bersih perusahaan
asosiasi - neto
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
31 Desember
2010
2009
2008
303.107
(239.227)
63.881
267.489
(231.723)
35.766
334.196
(297.531)
36.664
(30.612)
985
50.797
(29.362)
2.534
37.054
(14.925)
3.325
24.166
(13.637)
1.218
24.245
(88)
2.300
(6.915)
1.242
(2.712)
713
(2.296)
720
(1.089)
955
(1.779)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
72.331
49.327
35.470
23.797
23.421
BEBAN PAJAK
Pajak kini
LABA TAHUN BERJALAN
(20.097)
52.234
(12.841)
36.486
(7.700)
27.771
(8.018)
15.779
(7.200)
16.221
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing
437
(718)
(744)
(1.735)
-
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
52.670
35.769
27.026
14.044
16.221
LABA TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
TOTAL
52.249
(16)
52.234
36.486
36.486
27.771
27.771
15.779
15.779
16.221
16.221
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
TOTAL
52.686
(16)
52.670
35.769
35.769
27.026
27.026
14.044
14.044
16.221
16.221
1.306.227
912.156
750.393
15.779.325
16.220.753
LABA PER SAHAM
Dasar, laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas
induk (Rupiah penuh)
19
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Rasio-rasio Keuangan
Rasio Keuangan
Rasio Pertumbuhan
(persentase)
Pendapatan Usaha
Beban Pokok Pendapatan
Laba Kotor
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba Tahun Berjalan
Aset
Liabilitas
Ekuitas
Rasio Usaha (Persentase)
Laba Kotor/Pendapatan Usaha
Laba Usaha/Pendapatan Usaha
Laba Tahun Berjalan/Pendapatan
Usaha
Laba Tahun Berjalan/Rata-rata
Ekuitas
Laba Tahun berjalan/Rata-rata
Aset
2012
2011
56,13%
59,01%
43,67%
31,93%
51,65%
43,16%
110,19%
177,22%
31,82%
41,55%
45,74%
25,90%
4,26%
37,09%
31,38%
58,58%
99,62%
27,85%
17,25%
11,50%
31 Desember
2010
2009
2008
13,32%
3,24%
78,61%
96,73%
53,33%
76,00%
26,03%
-16,57%
104,05%
-19,96%
-22,12%
-2,45%
9,44%
-0,33%
-2,72%
-3,95%
-15,56%
28,42%
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
18,74%
11,84%
21,08%
12,22%
13,37%
9,03%
10,97%
7,25%
7,80%
8,50%
9,16%
5,90%
4,85%
27,22%
24,73%
28,79%
27,96%
N/A
9,38%
12,46%
13,68%
8,61%
N/A
Rasio Keuangan (kali)
Aset Lancar/Liabilitas Jangka
Pendek
1,15
1,37
1,50
0,95
1,11
Modal Kerja Bersih (dalam jutaan
Rupiah)
79.802
70.130
47.967
(5.082)
12.904
Rasio Kas
0,12
0,11
0,18
0,23
0,16
Liabilitas/Ekuitas
2,46
1,17
0,75
1,83
2,79
Liabilitas/Aset
0,71
0,54
0,43
0,65
0,74
Perputaran Piutang Usaha
13
18
9
8
N/A
Periode Perputaran Piutang
Usaha (hari)
29
20
41
48
N/A
Debt Service Coverage Ratio
15
26
22
33
18
Ket *): N/A berarti tidak disajikan sebagai komparasi atas rasio terhadap tahun-tahun setelahnya karena angka laporan
keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2007 tidak ditampilkan dalam Prospektus ini.
20
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
V.
Advance Civil Structure Engineering Technology
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen ini harus dibaca bersama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting, laporan
keuangan konsolidasian Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan konsolidasi terkait, dan informasi keuangan
lainnya, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini. Laporan keuangan konsolidasian tersebut telah disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst and Young Ltd.) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tertentu yang efektif tanggal
1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif, dan informasi keuangan Entitas Induk melalui laporannya
tertanggal 2 Mei 2013. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra (member of McMillan Woods) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian melalui
laporannya tertanggal 24 Juni 2011.
1.
Umum
Perseroan bergerak dalam bidang usaha jasa konstruksi, yang meliputi gedung, konstruksi industri, ketenagakerjaan dan
rancang bangun. Perseroan merupakan perusahaan konstruksi terintegrasi yang menyediakan jasa teknis dan konstruksi di
bidang pekerjaan sipil, bangunan dan laut. Nama ACSET mengandung arti Advance Civil Structure Engineering
Technology.
Adapun proyek-proyek yang pernah ditangani Perseroan meliputi :
Buildings and Civil Engineering Works
1. Pacific Place, Jakarta
8 lantai podium shopping mall, 32 & 33 lantai luxury apartements, 4 level basement, 38 lantai gedung perkantoran,
Ritz Carlton Hotel & Residence.
2. Gandaria City, Jakarta
Gross floor Area – 600.000m2, 3 Basements, 5 Storey shopping mall, 32 lantai gedung perkantoran, 32 & 36 Floor
Apartements, 19 lantai hotel bintang 5.
3. Equity Tower, Jakarta
Gross floor Area – 132.000m2, 4 basement dengan 3.5 raft foundation, 46 Storey grade a perkantoran, 7 lantai
tempat parkir.
4. Residence 8 @ Senopati ,Office & Apartment, Jakarta
Tower 1 terdiri dari 32 lantai untuk Perkantoran dengan mempunyai 3 lantai basements. Tower 2 dan 3 terdiri dari
34 lantai termasuk 7 lantai untuk pondium dengan total Apartemen 1 dan 2 serta gedung perkantoran 186.250 m2.
Basement levels & podium sebesar 39.200 m2. Total site area 15.300 m2
5. The Pakubuwono Signature, The Pakubuwono House dan Town House
6. Kota Kasablanka development, Jakarta
7. New British Embassy, Jakarta
8. Supermal Pakuwon Indah & PTC ,Surabaya
9. BG Junction, Surabaya
10. Plaza Tunjungan IV, Surabaya
11. Sun Plaza, Medan
12. Imperial Family Club, Surabaya
13. Tanjung Jati B Power Plant Expansion Project
14. The Estella High-rise Residential Development, Ho Chi Minh-Vietnam
15. Setiabudi SkyGarden, Jakarta
16. TS Suites Hotel & Mall Bali
17. Alila Hotel, Seminyak Bali
18. Satrio Office Tower, Jakarta
Foundation and Diaphragm Wall Works
1. Ciputra World Development
2. Surabaya-Madura Approach Bridge
3. Pacific Place, Jakarta
4. Coal Fired Power Plant in Rembang, Central Java
5. Tanjung Jati B Coal Fired Power Plant
6. Estella Residential Development, Ho Chi Minh, Vietnam
7. Tanjung Priok Access Road E2A
8. BII Plaza , Jakarta
21
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Bank Indonesia Building “D”, Jakarta
Menara Sahid, Jakarta
Wisma Dharmala, Surabaya
Graha Niaga 2, Jakarta
Sun Plaza, Medan
Plaza Asia & Sudirman Mansion, Jakarta
Pasar Tanah Abang Blok A& B, Jakarta
Plaza Ambarukmo, Yogyakarta
Plaza Sudirman, Jakarta
Smesco Promotion & Convention Center, Jakarta
Gandaria City, Jakarta
Margo Hotel Depok
The St. Regis, Jakarta
Menara Satrio Office Tower, Jakarta
18 Office Park, Jakarta
The Pakubuwono Signature, The Pakubuwono House dan Town House, Jakarta
District 8 Office Tower, Jakarta
Bahana Office Tower, Jakarta
Kantor pusat Perseroan berkedudukan di Gedung Wisma ITC Lantai 4 R.401, Jalan Abdul Muis Nomor 8, Jakarta Pusat
10610.
2.
Pandangan Manajemen
Pandangan manajemen terhadap kondisi perekonomian dan kondisi pasar
Manajemen memperkirakan pada tahun 2013 Indonesia masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Didukung
dengan tiga modal dasar yang kuat yaitu kondisi ekonomi yang stabil, permintaan domestik dengan basis kelas menengah
yang tumbuh dan ketersediaan ruang kebijakan yang cukup memadai untuk meredam risiko global. Ketiga hal tersebut dapat
menjadi daya dorong bagi berlanjutnya proses akumulasi modal yang bersumber dari dalam maupun dari luar negeri.
Manajemen memperkirakan laju pertumbuhan investasi yang pada tahun 2012 tumbuh 10,7% akan meningkat menjadi
11,6%-12% pada tahun 2013. Di lain pihak, kekuatan daya beli masyarakat mampu menciptakan pertumbuhan konsumsi
domestik sekitar 5%-5,4%.
Secara umum, manajemen memperkirakan perekonomian nasional tahun 2013 akan tumbuh 6,3%- 6,7%.
Perubahan perilaku konsumen terhadap perubahan teknologi baru, kondisi demografi pasar dan faktor lainnya
Perkembangan teknologi akan memunculkan produk baru, pasar baru dan kesempatan baru. Manajemen memiliki perhatian
terhadap perkembangan teknologi yang ada agar bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan daya saing.
Manajemen beryakinan bahwa teknologi memiliki efek yang cukup besar terhadap perubahan gaya hidup, pola konsumsi,
serta perilaku ekonomi.
Dengan selalu mengadaptasi teknologi terkini, manajemen berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada klien.
Perubahan dalam metode penjualan seperti perjanjian kerja baru atau perkembangan tim penjualan
Dalam kondisi tertentu perubahan dalam metode penjualan seperti perjanjian kerja baru atau perkembangan tim penjualan,
Perseroan tidak mengalami kesulitan yang besar karena manajemen telah mengantisipasi kondisi-kondisi yang terjadi pada
masa transisi perubahan-perubahan tersebut.
Perubahan yang terjadi pada pesaing usaha
Seperti halnya pada industri lain, pasar jasa konstruksi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh daya beli dari masyarakat dan
pemerintah, dimana daya beli ini berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi makro Indonesia. Perbaikan beberapa
indikator ekonomi makro dan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional juga akan membuka peluang bagi pihak swasta
untuk untuk masuk ke dalam pasar industri jasa konstruksi.
Manajemen berkeyakinan dengan pengalaman, jejak rekam, dan kemampuan Perseroan dalam melihat peluang-peluang
yang ada akan menjaga Perseroan tetap kompetitif dalam persaingan jasa industri konstruksi.
22
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dalam rangka meningkatkan daya saing, Perseroan menyediakan jasa pengerjaan formwork melalau Entitas Anak IS dan
mekanikal & elektrikal melalui Entitas Asosiasi BKEI.
Perubahan dalam harga, persoalan dengan pemasok, atau peristiwa lainnya yang mempengaruhi penjualan Perseroan
Perseroan selama ini menjalin hubungan yang baik dengan para pemasok. Diharapkan, hal ini dapat menjaga kepastian
harga dan pasokan atas material yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan proyek.
Pengaruh perubahan bahan baku atau penarikan bahan baku
Pengaruh perubahan bahan baku atau penarikan bahan baku dalam industri konstruksi tidak terlalu berpengaruh dengan
pengerjaan proyek yang akan atau sedang dikerjakan Perseroan karena dalam dokumen penawaran harga telah mencakup
persyaratan teknis yang disepakati dalam kontrak, sehingga apabila ada perubahan bahan baku, dapat menyesuaikan harga
berdasarkan kondisi saat perubahan tersebut terjadi.
Penggunaan mata uang Rupiah
Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, mata uang yang digunakan Perseroan dalam melakukan kegiatan usaha
Perseroan sebagian besar adalah dalam Rupiah dengan pertimbangan untuk menghindari adanya risiko fluktuasi kurs atau
suku bunga dalam pembelian bahan baku.
3.
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah seperti fiskal, moneter, pajak atau kebijakan lain yang mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan
adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
Kebijakan moneter seperti kenaikan tingkat suku bunga dan fluktuasi nilai kurs mata uang asing yang terjadi akan
mempengaruhi pendapatan Perseroan karena untuk operasional Perseroan masih mendanai dana kerja dengan
pinjaman bank.
Kebijakan fiskal seperti perubahan tarif pajak dan cukai tertentu akan berdampak pada meningkatnya beban pajak dan
biaya perolehan material tertentu.
Kebijakan infrastruktur seperti program percepatan pembangunan (MP3EI) akan berdampak pada meningkatnya
pangsa pasar yang berpotensi meningkatkan nilai kontrak dan penjualan Perseroan.
Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi posisi keuangan keseluruhan Perseroan termasuk dampaknya bagi kondisi
keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Kebijakan harga BBM yang akan mempengaruhi harga dari supplier yang akan berakibat pada biaya produksi
Perseroan.
b. Kebijakan tarif pajak yang akan mempengaruhi beban pajak dan laba bersih Perseroan
c. Kebijakan ketenagakerjaan seperti perubahan tingkat Upah Minimum Regional (UMR) dan/atau Umum Minimum
Propinsi (UMP) dan jaminan sosial yang akan mempengaruhi biaya upah dan gaji pekerja/pegawai Perseroan.
Komponen-komponen penting dari pendapatan atau beban lain-lain untuk mengetahui hasil usaha Perseroan dapat dilihat
pada laporan keuangan Perseroan tentang pendapatan lain-lain.
23
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
4.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Analisa Keuangan
4.1. Perkembangan Profitabilitas Perseroan
Tabel berikut menyajikan informasi mengenai hasil operasional historis Perseroan:
Keterangan
Pendapatan Usaha
Beban Pokok Pendapatan
Laba Kotor
Beban Usaha
Laba Usaha
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Laba Per Saham Dasar (Rupiah Penuh)
4.1.1.
2012
669.906
(554.358)
115.548
(40.385)
77.033
52.670
1.306.227
2011
429.063
(348.640)
80.424
(30.612)
50.797
35.769
912.156
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2010
2009
2008
303.107
267.489
334.196
(239.227)
(231.723)
(297.531)
63.881
35.766
36.664
(29.362)
(14.925)
(13.637)
37.054
24.166
24.245
27.026
14.044
16.221
750.393
15.779.325
16.220.753
Pendapatan usaha
Berikut ini adalah perkembangan pendapatan usaha Perseroan berdasarkan masing-masing kontributor pendapatan usaha
yang dicatat oleh Perseroan sejak tahun 2008 hingga tahun 2012.
Keterangan
Kontrak Jasa Konstruksi
Kontrak Pondasi
2012
513.057
156.849
2011
347.606
81.457
2010
241.245
61.862
(dalam jutaan Rupiah)
2009
2008
210.269
277.694
57.220
56.502
Total Pendapatan Usaha
669.906
429.063
303.107
267.489
334.196
Grafik Pendapatan Usaha (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Pendapatan Usaha
800
700
600
500
400
300
200
100
-
56,13%
41,55%
13,32%
-19,96%
2012
2011
2010
Pendapatan Usaha
2009
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
-10%
-20%
-30%
2008
Pertumbuhan
Pendapatan usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar Rp240.843 juta atau sekitar 56,13% dari Rp429.063 juta pada
tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp669.906 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh
kenaikan pendapatan usaha dari kontrak jasa konstruksi dan dari kontrak pondasi, masing-masing sebesar Rp165.451 juta
dan Rp75.392 juta. Kenaikan pendapatan usaha ini seiring dengan meningkatnya nilai proyek yang ditangani Perseroan
selama periode berjalan. Peningkatan pendapatan usaha Perseroan sejalan dengan perkembangan industri konstruksi
nasional dimana pada semester pertama tahun 2012 realisasi belanja konstruksi mengalami pertumbuhan sebesar 30% jika
dibandingkan dengan semester pertama tahun 2011. Berdasarkan data dari Asosiasi Kontraktor Indonesia, pernyerapan
belanja konstruksi nasional selama semester pertama tahun 2012 mencapai sebesar Rp70 triliun, dimana pada periode yang
sama pada tahun 2011 hanya mencapai Rp50 triliun.
24
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Peningkatan pendapatan usaha dari kontrak jasa konstruksi yang signifikan sekitar 47,60% pada tahun 2012 terjadi sebagai
akibat dari pengakuan pendapatan atas penyelesaian proyek yang ditangani Perseroan terutama dari proyek pembangunan
Setiabudi Skygarden dan New British Embassy.
Pendapatan usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Jumlah pendapatan usaha Perseroan naik sebesar Rp125.956 juta atau sekitar 41,55% dari Rp303.107 juta pada tanggal
31 Desember 2010 menjadi Rp429.063 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Kenaikan pendapatan usaha ini
dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan usaha dari kontrak jasa konstruksi sebesar Rp106.361 juta dari Rp241.245 juta
sepanjang tahun 2010 menjadi Rp347.606 juta sepanjang tahun 2011.
Peningkatan pendapatan usaha dari kontrak jasa konstruksi yang signifikan sekitar 44,09% pada tahun 2011 terjadi sebagai
akibat dari penambahan jumlah nilai proyek yang ditangani Perseroan terutama dari proyek pembangunan Kota Kasablanka
dan Senopati Residence 8 dan sebagai efek kelanjutan dari stabilnya perekonomian Indonesia serta kredibilitas Perseroan
yang semakin meningkat.
Pendapatan usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp303.107 juta dimana terjadi peningkatan sebesar 13,32%
atau setara dengan Rp35.618 juta dibandingkan dengan pendapatan usaha sebesar Rp267.489 juta pada tahun 2009.
Peningkatan pendapatan usaha pada tahun 2010 disebabkan terutama oleh kenaikan pendapatan usaha dari kontrak jasa
konstruksi yang memiliki proporsi terbesar dalam pendapatan usaha Perseroan. Pendapatan usaha dari kontrak jasa
konstruksi mengalami peningkatan sebesar 14,73% atau setara dengan Rp30.976 juta, peningkatan pendapatan tersebut
bersumber dari kontrak jasa konstruksi yang memiliki kontribusi besar antara lain Senopati Residence 8 dan Gandaria City.
Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh mulai membaiknya kondisi perekonomian pada tahun-tahun bersangkutan, dan juga
dipengaruhi dengan semakin dikenalnya kualitas kerja Perseroan di bidang jasa konstruksi di Indonesia.
4.1.2.
Beban Pokok Pendapatan
Grafik Beban Pokok Pendapatan (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Beban Pokok Pendapatan
600
59,01%
500
45,74%
400
300
3,24%
200
100
-22,12%
2012
2011
2010
Beban Pokok Pendapatan
2009
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
-10%
-20%
-30%
2008
Pertumbuhan
Beban pokok pendapatan terdiri dari beban bahan baku, tenaga kerja, overhead, sewa alat dan sub-kontraktor.
Beban pokok pendapatan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Beban pokok pendapatan meningkat sebesar Rp205.718 juta atau sekitar 59,01% dari Rp348.640 juta pada tanggal
31 Desember 2011 menjadi Rp554.358 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan beban pokok pendapatan ini
seiring dengan meningkatnya jumlah proyek yang dikerjakan oleh Perseroan sepanjang tahun 2012. Hal ini juga disebabkan
oleh adanya penyesuaian harga-harga sebagai akibat dari faktor eksternal seperti inflasi. Dari segi internal Perseroan,
peningkatan beban pokok disebabkan karena semakin banyaknya sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan jumlah
proyek yang meningkat. Kontributor utama atas kenaikan beban pokok pendapatan berasal dari kontrak jasa konstruksi yang
ditangani Perseroan selama periode berjalan.
25
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Beban pokok pendapatan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Peningkatan beban pokok pendapatan yang dibukukan pada periode 2010-2011 sejalan dengan kenaikan pendapatan pada
periode yang sama, dimana beban pokok pendapatan naik sebesar Rp109.413 juta atau sekitar 45,74% dari Rp239.227 juta
pada akhir tahun 2010 menjadi Rp348.640 juta pada akhir tahun 2011.
Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa komposisi terbesar dari beban pokok pendapatan berasal dari kontrak jasa
konstruksi. Pada tahun 2011, jumlah beban pokok pendapatan dari beban bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan sewa
alat adalah sebesar Rp226.057 juta atau naik sebesar Rp59.735 juta atau sekitar 35,92% dari tahun 2010 yang berjumlah
Rp166.321 juta.
Kontributor utama atas kenaikan beban pokok pendapatan berasal dari kontrak jasa konstruksi yang dikerjakan Perseroan
selama periode berjalan.
Beban pokok pendapatan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Kenaikan beban pokok pendapatan juga terjadi pada periode 2009-2010 dimana beban pokok pendapatan tersebut hanya
naik sebesar Rp7.504 juta atau sekitar 3,24% dari Rp231.723 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp239.227 juta pada akhir
tahun 2010.
Kenaikan beban pokok pendapatan ini terhitung sangat rendah mengingat pertumbuhan pendapatan usaha yang dibukukan
oleh Perseroan adalah sebesar 13,32% pada periode yang sama. Hal ini disebabkan karena telah diselesaikannya proyekproyek yang sebagian besar pengerjaannya dilakukan pada tahun sebelumnya, sedangkan pada tahun 2010 proyek yang
ditangani Perseroan baru saja dimulai.
4.1.3.
Laba Kotor
Grafik Laba Kotor (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Laba Kotor
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
-10%
140
78,61%
120
100
80
43,67%
60
25,90%
40
20
-2,45%
2012
2011
2010
Laba Kotor
2009
2008
Pertumbuhan
Laba kotor untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Laba kotor meningkat sebesar Rp35.124 juta atau sekitar 43,67% dari Rp80.424 juta pada tanggal 31 Desember 2011
menjadi Rp115.548 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan usaha Perseroan
dari kontrak jasa konstruksi sebesar 47.60% atau setara dengan Rp165.451 juta dan peningkatan pendapatan usaha dari
kontrak pondasi sebesar 92,55% atau setara dengan Rp75.392 juta. Peningkatan ini merupakan salah satu hasil dari strategi
Perseroan dalam meningkatkan kegiatan operasionalnya dengan mulai mengerjakan proyek mulai dari detail design sampai
dengan penyediaan mekanikal dan elektrikal, yaitu proyek Setiabudi Skygarden, dimana proyek ini memberikan kontribusi
yang besar dalam peningkatan laba kotor Perseroan. Pada tahun yang sama, Perseroan juga mengerjakan proyek-proyek
lainnya, seperti New British Embassy, Pakubuwono Signature dan penyelesaian proyek-proyek sebelumnya seperti kota
Kasablanka dan Senopati Residence. Selain itu, kenaikan laba kotor Perseroan juga dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan
26
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
jasa pondasi Perseroan yang signifikan pada tahun 2012 seiring dengan semakin baiknya reputasi Perseroan sebagai
spesialis pondasi.
Laba kotor untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Laba kotor meningkat sebesar Rp16.543 juta atau sekitar 25,90% dari Rp63.881 juta pada tanggal 31 Desember 2010
menjadi Rp80.424 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Hal ini terutama terutama disebabkan oleh peningkatan usaha
Perseroan dari kontrak jasa konstruksi sebesar 44,09% atau setara dengan Rp106.361 juta dan peningkatan pendapatan
usaha dari kontrak pondasi sebesar 31,68% atau setara dengan Rp19.595 juta. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan
jumlah proyek baru yang dikerjakan sesuai dengan semakin meningkatnya reputasi Perseroan.
Laba kotor untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Laba kotor meningkat sebesar Rp28.115 juta atau sekitar 78,61% dari Rp35.766 juta pada tanggal 31 Desember 2009
menjadi Rp63.881 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan laba kotor ini seiring dengan peningkatan pendapatan
usaha yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun 2010. Hal ini terutama terutama disebabkan oleh peningkatan usaha
Perseroan dari kontrak jasa konstruksi sebesar 14,73% atau setara dengan Rp30.976 juta dan peningkatan pendapatan
usaha dari kontrak pondasi sebesar 8,11% atau setara dengan Rp4.642 juta. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan
jumlah proyek baru yang dikerjakan sesuai dengan semakin meningkatnya reputasi Perseroan.
4.1.4.
Beban Usaha
Grafik Beban Usaha (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Beban Usaha
45
40
35
30
25
20
15
10
5
-
120%
100%
96,73%
80%
60%
40%
22,70%
20%
12,10%
2012
2011
9,44%
2010
Beban Usaha
2009
0%
2008
Pertumbuhan
Beban usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Jumlah beban usaha yang dibebankan sepanjang tahun 2012 meningkat sebesar Rp9.773 juta atau sekitar 31,93%
dibandingkan dengan tahun 2011 dari sebesar Rp30.612 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp40.385 juta pada
tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan beban usaha ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban gaji dan
kesejahteraan karyawan serta beban penyusutan sebesar Rp21.906 juta dan Rp1.957 juta. Sedangkan pada tahun 2011,
beban tersebut bernilai masing-masing sebesar Rp18.375 juta dan Rp700 juta. Peningkatan beban-beban tersebut seiring
dengan perkembangan kegiatan operasional Perseroan. Peningkatan beban gaji dan kesejahteraan karyawan terutama
disebabkan oleh peningkatan upah dan jumlah karyawan Perseroan.
Beban usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Pada tanggal 31 Desember 2011, beban usaha yang dicatat oleh Perseroan meningkat sebesar Rp1.250 juta atau naik
sekitar 4,26% dari jumlah beban usaha yang dicatat pada tahun 2010. Dari komposisi beban usaha yang telah dibukukan
oleh Perseroan selama periode 2010-2011, kenaikan beban usaha secara signifikan disebabkan oleh meningkatnya beban
gaji dan kesejahteraan karyawan serta beban jasa profesional masing-masing sebesar Rp5.913 juta dan Rp1.584 juta
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang dicatatkan sebesar Rp12.462 juta dan Rp725 juta.
27
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Beban usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Beban usaha yang dicatat oleh Perseroan untuk periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 telah naik
sebesar Rp14.437 juta atau sekitar 96,73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp14.925 juta yang
menjadi Rp29.362 juta pada akhir tahun 2010. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban gaji dan beban
perbaikan suku cadang.
4.1.5.
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan
Grafik Laba Sebelum Pajak Penghasilan (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Laba Sebelum Pajak Penghasilan
80
70
60
50
40
30
20
10
-
60%
50%
49,05%
46,64%
40%
39,07%
30%
20%
10%
1,61%
2012
2011
2010
2009
0%
2008
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Laba sebelum beban pajak penghasilan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan
dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat sebesar Rp23.004 juta atau sekitar 46,64% dari Rp49.327 juta pada
tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp72.331 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan laba sebelum beban pajak
penghasilan ini seiring dengan peningkatan pendapatan usaha yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun 2012.
Laba sebelum beban pajak penghasilan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan
dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat sebesar Rp13.857 juta atau sekitar 39,07% dari Rp35.470 juta pada
tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp49.327 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan laba sebelum beban pajak
penghasilan ini seiring dengan peningkatan pendapatan usaha yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun 2011.
Laba sebelum beban pajak penghasilan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan
dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat sebesar Rp11.673 juta atau sekitar 49,05% dari Rp23.797 juta pada
tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp35.470 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan laba sebelum beban pajak
penghasilan ini dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan usaha yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun 2010.
28
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
4.1.6.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Laba Komprehensif
Grafik Laba Komprehensif (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Laba Komprehensif
60
80%
92,44%
50
60%
47,25%
40
40%
32,35%
30
20%
20
-13,42%
10
0%
-20%
2012
2011
2010
Laba komprehensif
2009
2008
Pertumbuhan
Laba komprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Perseroan mencatatkan peningkatan laba komprehensif pada periode 2011-2012 sebesar Rp16.901 juta atau sekitar
47,25% dari Rp35.769 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi sebesar Rp52.670 juta pada tanggal 31 Desember
2012. Peningkatan laba komprehensif pada periode ini berkaitan dengan peningkatan kinerja pendapatan usaha Perseroan
dengan kenaikan sebesar Rp240.843 juta atau sekitar 56,13% pada periode yang sama yang diakibatkan oleh penambahan
nilai proyek yang ditangani Perseroan seperti Setiabudi Skygarden dan new British Embassy. Hal ini juga dikarenakan
adanya peningkatan atas selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing senilai Rp1.154 juta.
Laba komprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Perseroan mencatatkan peningkatan laba komprehensif yaitu sebesar Rp8.743 juta atau sekitar 32,35% dari Rp27.026 juta
pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp35.769 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan laba
komprehensif pada tahun 2011 secara signifikan merupakan kontribusi dari peningkatan pendapatan usaha yang berhasil
dibukukan oleh Perseroan pada periode berjalan walaupun tidak ada peningkatan selisih kurs penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing yang signifikan.
Laba komprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Pada tanggal 31 Desember 2010, nilai laba komprehensif yang dicatat oleh Perseroan meningkat sebesar Rp12.982 juta
atau sebesar 92,44% dari jumlah laba komprehensif yang dicatat pada tanggal 31 Desember 2009 yang bernilai Rp14.044
juta menjadi Rp27.026 juta pada tahun 2010. Peningkatan laba komprehensif ini berkaitan dengan lebih besarnya
peningkatan pendapatan usaha secara relatif terhadap peningkatan beban pokok pendapatan yang dibukukan oleh
Perseroan pada tahun 2010 dan 2009 yaitu masing-masing senilai 13,32% atau Rp35.618 juta dan 3,24% atau Rp7.504 juta.
Hal ini disebabkan karena telah diselesaikannya proyek-proyek yang sebagian besar pengerjaannya dilakukan pada tahun
sebelumnya, sedangkan pada tahun 2010 proyek yang ditangani Perseroan baru saja dimulai.
29
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
4.2 Perkembangan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Perkembangan jumlah aset, liabilitas dan ekuitas Perseroan dalam untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012, 2011,
2010, 2009 dan 2008 disajikan dalam grafik berikut ini:
Grafik Aset, Liabilitas, dan Ekuitas (miliar Rupiah)
dan Pertumbuhan Aset, Lliabilitas, dan Ekuitas
800
120%
100%
80%
60%
40%
20%
0%
-20%
110,19%
600
58,58%
400
26,03%
200
-3,95%
2012
2011
2010
Aset
2009
600
200%
177,22%
500
150%
400
100%
99,62%
300
200
-16,57%
50%
-15,56%
0%
100
-50%
-
2008
2012
Pertumbuhan
2011
2010
2009
Liabilitas
2008
Pertumbuhan
120%
250
104,05%
200
100%
80%
150
60%
100
31,82%
40%
28,42%
27,85%
50
20%
0%
-
2012
2011
2010
Ekuitas
4.2.1.
2009
2008
Pertumbuhan
Aset
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha pihak ketiga - neto
Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang retensi
Tagihan bruto pemberi kerja
Uang muka
Biaya dan pajak dibayar di muka
Proyek dalam pelaksanaan
Total Aset Lancar
2012
2011
31 Desember
2010
64.965
86.692
20.345
19.424
16.842
28.141
24.039
40.493
18.531
30.463
32
484
48.016
195.555
70.275
6.074
135.686
607.780
56
776
33.377
105.420
12.587
192
67.150
259.326
138
611
9.881
33.389
26.463
146
27.583
143.195
2.864
11.367
6.720
12.539
61
2.212
100.293
21.024
7.727
10.036
2.637
133
37.992
128.543
30
2009
2008
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi
Aset tetap - neto
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Investasi
Aset lain-lain
Total Aset Tidak Lancar
TOTAL ASET
2012
2011
31 Desember
2010
2009
2008
1.392
134.582
89.380
80.251
76.655
52.587
9.960
9.881
1.984
1.984
-
1.056
146.991
754.771
504
99.765
359.091
1.015
83.249
226.444
745
79.384
179.678
4.310
1.618
58.515
187.058
Komponen terbesar dalam aset yang dimiliki oleh Perseroan adalah tagihan bruto pemberi kerja, aset tetap dan proyek
dalam pelaksanaan dimana pada tanggal 31 Desember 2012 ketiga aset tersebut memiliki kontribusi terhadap total aset
Perseroan sebesar 25,91%, 17,83%, dan 17,98%.
Aset pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2011
Aset Perseroan meningkat sebesar Rp395.680 juta atau sekitar 110,19% dari aset pada tanggal 31 Desember 2011 yaitu
sebesar Rp359.091 juta menjadi sebesar Rp754.771 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan nilai tagihan bruto pemberi kerja, piutang usaha - neto pihak ketiga, dan proyek dalam
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp90.135 juta, Rp67.268 juta, dan Rp68.536 juta selama periode berjalan. Hal ini
sejalan dengan meningkatnya nilai proyek yang ditangani Perseroan selama tahun 2012.
Kenaikan total aset secara signifikan ini juga disebabkan oleh adanya pembelian alat berat pendukung proyek seperti
crawler crane, excavator, rotary drilling, dan formwork dengan total nilai sebesar Rp56.009 juta. Pembelian alat berat ini
dilakukan untuk mendukung kegiatan operasi Perseroan, dimana ketersediaan alat tersebut untuk disewa sangat terbatas
sehingga Perseroan membeli alat-alat tersebut. Selain itu, peningkatan aset ini juga disebabkan oleh strategi Perseroan
untuk melaksanakan proyek secara keseluruhan dari mulai detail desain sampai dengan penyediaan mechanical and
electrical sehingga meningkatkan total nilai proyek. Strategi ini telah dilaksanakan pada proyek Setiabudi Skygarden dan
diharapkan dengan berjalannya strategi ini akan dapat meningkatkan nilai dan reputasi Perseroan dimasa mendatang.
Peningkatan nilai proyek tersebut mengakibatkan peningkatan nilai aset Perseroan, karena secara otomatis diantaranya
meningkatkan kas dan setara kas, tagihan bruto dan piutang.
Aset pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2010
Aset Perseroan naik sebesar Rp132.647 juta atau sekitar 58,58% dari aset pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar
Rp226.444 juta menjadi sebesar Rp359.091 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset
lancar meningkat 81,10% atau setara dengan Rp116.131 juta. Kenaikan yang terjadi pada periode ini disebabkan oleh tiga
hal utama yakni kenaikan tagihan bruto pemberi kerja, proyek dalam pelaksanaan dan piutang retensi masing-masing
mengalami peningkatan sebesar Rp72.031 juta, Rp39.567 juta dan Rp23.496 juta dalam periode tersebut yang disebabkan
oleh meningkatnya nilai proyek yang ditangani Perseroan selama tahun 2011.
Aset pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2009
Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp226.444 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar 26,03% atau setara dengan Rp46.766 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009 sebesar
Rp179.678 juta. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset lancar meningkat 42,78% atau setara dengan Rp42.902 juta. Faktorfaktor utama yang menyebabkan kenaikan ini adalah kenaikan tagihan bruto pemberi kerja, proyek dalam pelaksanaan, dan
uang muka. Masing-masing faktor mengalami kenaikan sebesar Rp26.669 juta, Rp25.371 juta dan Rp13.924 juta
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
31
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
a)
Advance Civil Structure Engineering Technology
Kas dan setara Kas
Kas terdiri atas kas on hand dan kas di bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat
likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal
penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp64.965 juta, dimana terjadi kenaikan
sebesar 219,32% atau setara dengan Rp44.620 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp20.345 juta.
Kenaikan kas dan setara kas ini terutama dikarenakan penempatan jumlah kas Perseroan pada bank-bank yang merupakan
pihak ketiga mengalami kenaikan sebesar 250,14% atau setara dengan Rp34.157 juta jika dibandingkan dengan nilai pada
tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan adanya peningkatan penerimaan uang muka, pelunasan tagihan dari pelanggan,
serta penarikan fasilitas pembiayaan dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk selama periode berjalan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Kas dan setara kas Perseroan naik sebesar Rp3.503 juta atau sekitar 20,80% dari kas dan setara kas pada tanggal
31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp16.842 juta menjadi sebesar Rp20.345 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan kas
Perseroan yang ditempatkan di bank, masing-masing sebesar Rp4.418 juta atau setara dengan 47,83% dibandingkan
dengan periode sebelumnya. Hal ini seiring dengan tujuan dan strategi Perseroan untuk menjaga rasio kas Perseroan dalam
mengantisipasi kebutuhan dana atas peningkatan proyek yang ditangani Perseroan selama tahun 2011.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan penurunan kas dan setara kas Perseroan yaitu sebesar Rp7.197 juta atau sekitar 29,94% dari
Rp24.039 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp16.842 juta pada tanggal 31 Desember 2010.
Penurunan kas dan setara kas ini disebabkan oleh penurunan nilai kas Perseroan yang ditempatkan di dalam bank sebesar
Rp8.715 juta atau setara dengan 48,55% dimana kas yang ditempatkan di bank pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar
Rp9.237 juta sedangkan kas yang ditempatkan di bank pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp17.952 juta. Hal ini
terutama disebabkan karena penggunaan dana-dana tersebut untuk mendanai kegiatan operasional dan proyek yang
ditangani pada tahun 2010.
Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan dalam meminimalisasi faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan/
kinerja Perseroan:
1. Pemberi kerja dipersyaratkan memberikan uang muka proyek minimal sebesar 20% dari total nilai kontrak.
2. Pemilihan pemberi kerja yang selektif dan credible dalam pembayaran.
3. Pengaturan cashflow yang baik.
b)
Piutang usaha – neto
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, piutang usaha neto Perseroan adalah sebesar Rp86.692 juta, dimana terjadi kenaikan
sebesar 346,31% atau setara dengan Rp67.268 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp19.424 juta.
Kenaikan piutang usaha neto ini terutama dikarenakan jumlah piutang usaha neto untuk kontrak jasa konstruksi mengalami
kenaikan sebesar 306,48% atau setara dengan Rp53.123 juta jika dibandingkan dengan nilai pada tahun sebelumnya.
Kenaikan pada kontrak jasa konstruksi terutama disebabkan oleh proyek Kasablanka dan beberapa proyek baru yang
diterima oleh Perseroan pada tahun berjalan seperti New British Embassy.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Piutang usaha bersih Perseroan turun sebesar Rp8.717 juta atau sekitar 30,98% dari piutang usaha neto pada tanggal
31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp28.141 juta menjadi sebesar Rp19.424 juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan piutang
usaha baik dari kontrak jasa konstruksi maupun dari kontrak pondasi yang masing-masing sebesar Rp6.600 juta atau setara
dengan 27,58% dan Rp4.419 juta atau setara dengan 45,48% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011
beberapa pelanggan utama Perseroan melakukan pelunasan atas piutang dari periode sebelumnya. Saldo piutang usaha
pada 31 Desember 2011 diantaranya adalah kepada PT Putra Pratama Sukses, PT Bintang Sedayu Makmur, dan
PT Inkoprima Utama Jaya masing-masing sebesar Rp1.943 juta, Rp8.599 juta, dan Rp2.392 juta.
32
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatat penurunan piutang usaha neto sebesar Rp12.352 juta atau setara dengan 30,50% dari Rp40.493 juta
pada tanggal 31 Desember 2009 turun menjadi Rp28.141 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Penurunan piutang neto
Perseroan pada periode ini dapat dijelaskan oleh penurunan nilai piutang usaha kontrak pondasi secara signifikan sebesar
Rp6.191 juta atau setara dengan 38,92% dimana piutang usaha proyek pondasi pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar
Rp9.717 juta dan piutang usaha kontrak pondasi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp15.908 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penerimaan pembayaran piutang usaha dari beberapa pelanggan utama Perseroan.
c)
Piutang retensi
Piutang retensi merupakan pendapatan Perseroan dan Entitas Anak yang ditahan oleh pemberi kerja sebagai jaminan dalam
masa pemeliharaan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, piutang retensi Perseroan adalah sebesar Rp48.016 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar
43,86% atau setara dengan Rp14.639 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp33.377 juta. Kenaikan
piutang retensi ini terutama disebabkan oleh peningkatan nilai proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan
baik jasa konstruksi maupun jasa pondasi, adapun proyek-proyek tersebut antara lain Sahid Sudirman Centre, Kota
Kasablanka dan New British Embassy.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Piutang retensi Perseroan naik sebesar Rp23.496 juta atau sekitar 237,79% dari piutang retensi pada tanggal 31 Desember
2010 yaitu sebesar Rp9.881 juta menjadi sebesar Rp33.377 juta. Kenaikan ini dapat dijelaskan oleh kenaikan piutang retensi
untuk kontrak jasa konstruksi yang signifikan pada periode ini sebesar Rp23.054 juta atau setara dengan 348,35% dimana
piutang retensi kontrak jasa konstruksi pada 31 Desember 2011 sebesar Rp29.672 juta dan piutang retensi kontrak jasa
konstruksi pada 31 Desember 2010 sebesar Rp6.618 juta. Peningkatan ini sejalan dengan penyelesaian proyek Gandaria
City, Senopati Residence 8, dan Kota Kasablanka.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan penurunan piutang retensi Perseroan yaitu sebesar Rp1.486 juta atau sekitar 13,07% dari Rp11.367
juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp9.881 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Penurunan piutang
retensi ini terutama disebabkan oleh telah selesainya masa pemeliharaan atas proyek Ciputra World dan Pasar Tanah
Abang Blok B.
d)
Tagihan bruto pemberi kerja
Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang Perseroan dari pekerjaan yang telah diakui sebagai pendapatan usaha
sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan namun belum
diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal laporan
keuangan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, tagihan bruto pemberi kerja Perseroan adalah sebesar Rp195.555 juta, dimana terjadi
kenaikan sebesar 85,50% atau setara dengan Rp90.135 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp105.420 juta. Kenaikan tagihan bruto pemberi kerja ini terutama dikarenakan jumlah tagihan bruto pemberi kerja untuk
kontrak jasa konstruksi mengalami kenaikan sebesar 85,04% atau setara dengan Rp78.606 juta jika dibandingkan dengan
nilai pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama disebabkan adanya beberapa proyek baru yaitu antara lain
Setiabudi Skygarden, The Pakubowono House, dan Kota Kasablanka. Saldo tagihan bruto pemberi kerja Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2012 diantaranya adalah kepada KSO Setiabudi Rasuna, PT Elite Prima Hutama, PT Mandiri Eka
Abadi masing-masing sebesar Rp57.526 juta, Rp36.317 juta, dan Rp26.018 juta.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Tagihan bruto pemberi kerja Perseroan naik sebesar Rp72.031 juta atau sekitar 215,73% dari tagihan bruto pemberi kerja
pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp33.389 juta menjadi sebesar Rp105.420 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh peningkatan tagihan bruto pemberi kerja dari kontrak jasa konstruksi dan kontrak pondasi secara signifikan pada
33
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
periode ini, masing-masing sebesar Rp59.049 juta dan Rp12.982 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saldo
tagihan bruto pemberi kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 diantaranya adalah kepada PT Elite Prima Hutama,
Mace International Ltd., PT Bintang Sedayu Makmur masing-masing sebesar Rp29.691 juta, Rp15.399 juta, dan Rp19.420
juta.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatat kenaikan tagihan bruto pemberi kerja sebesar Rp26.669 juta atau setara dengan 396,86% dari Rp6.720
juta pada tanggal 31 Desember 2009 naik menjadi Rp33.389 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan tagihan bruto
pemberi kerja Perseroan pada periode ini terutama disebabkan oleh pengerjaan proyek pada periode berjalan antara lain
Kota Kasablanka dan Senopati Residence 8. Saldo tagihan bruto pemberi kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010
diantaranya adalah kepada PT Elite Prima Hutama dan PT Bintang Sedayu Makmur masing-masing sebesar Rp6.627 juta
dan Rp26.761 juta.
e)
Uang muka
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, uang muka Perseroan adalah sebesar Rp70.275 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar
458,31% atau setara dengan Rp57.688 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp12.587 juta.
Kenaikan uang muka terutama disebabkan oleh peningkatan pembayaran uang muka kepada pemasok dan sub-kontraktor
dalam rangka menjaga ketersediaan material dan harga seiring dengan peningkatan nilai proyek yang ditangani Perseroan
selama periode berjalan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Uang muka Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp13.876 juta atau sekitar 52,44% dari uang muka pada tanggal
31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp26.463 juta menjadi sebesar Rp12.587 juta pada tanggal 31 Desember 2011.
Penurunan ini dapat dijelaskan oleh penurunan secara signifikan pada nilai uang muka pembelian yang dibukukan oleh
Perseroan. Penurunan uang muka pada periode ini terutama disebabkan karena nilai uang muka yang dibayarkan pada
periode sebelumnya masih mencukupi untuk kegiatan operasional Perseroan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan kenaikan uang muka yaitu sebesar Rp13.924 juta atau sekitar 111,05% dari Rp12.539 juta pada
tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp26.463 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan uang muka terutama
disebabkan oleh peningkatan pembayaran uang muka kepada pemasok dan sub-kontraktor dalam rangka menjaga
ketersediaan material dan harga seiring dengan peningkatan nilai proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan.
f)
Proyek dalam pelaksanaan
Proyek dalam pelaksanaan merupakan proyek Perseroan dan Entitas Anak yang berasal dari biaya pekerjaan jasa
konstruksi yang belum diselesaikan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam berita acara
penyelesaian.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai proyek dalam pelaksanaan Perseroan adalah sebesar Rp135.686 juta, dimana terjadi
kenaikan sebesar 102,06% atau setara dengan Rp68.536 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp67.150 juta. Kenaikan proyek dalam pelaksanaan ini terutama disebabkan oleh pengerjaan proyek Setiabudi Skygarden,
New British Embassy Jakarta dan The Pakubuwono Signature pada periode berjalan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Proyek dalam pelaksanaan Perseroan naik sebesar Rp39.567 juta atau sekitar 143,45% dari proyek dalam pelaksanaan
pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp27.583 juta menjadi sebesar Rp67.150 juta. Hal ini disebabkan oleh
kenaikan proyek dalam pelaksanaan dari kontrak jasa konstruksi yang signifikan yaitu sebesar Rp37.997 juta atau setara
dengan 142,99% dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana nilai proyek dalam pelaksanaan dari kontrak jasa
konstruksi pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp64.570 juta dan nilai proyek dalam pelaksanaan dari kontrak jasa
konstruksi pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp26.573 juta. Beberapa proyek dalam pelaksanaan tersebut antara
lain Senopati Residence 8 dan Kota Kasablanka.
34
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatat kenaikan nilai proyek dalam pelaksanaan sebesar Rp25.371 juta atau setara dengan 1146,97% dari
Rp2.212 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp27.583 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan proyek dalam pelaksanaan dari kontrak jasa konstruksi secara signifikan yaitu sebesar
Rp24.361 juta atau setara dengan 1.101,31% dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana nilai proyek dalam
pelaksanaan dari kontrak jasa konstruksi pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp26.573 juta dan nilai proyek dalam
pelaksanaan dari kontrak jasa konstruksi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp2.212 juta. Beberapa proyek dalam
pelaksanaan tersebut antara lain Senopati Residence 8 dan Gandaria City.
g)
Aset tetap – neto
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap neto Perseroan adalah sebesar Rp134.582 juta, dimana terjadi kenaikan
sebesar 50,57% atau setara dengan Rp45.202 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp89.380 juta.
Kenaikan aset tetap neto ini terutama disebabkan oleh pembelian alat berat yang dilakukan Perseroan selama periode
berjalan dalam mendukung peningkatan proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan, diantaranya adalah
crawler crane dan rotary drilling rig.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Aset tetap neto Perseroan naik sebesar Rp9.129 juta atau sekitar 11,38% dari aset tetap neto pada tanggal 31 Desember
2010 yaitu sebesar Rp80.251 juta menjadi sebesar Rp89.380 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh pembelian alat berat yang dilakukan Perseroan selama periode berjalan dalam mendukung peningkatan
proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan, diantaranya adalah Hydrolic Drilling Rig dan Concrette Pump.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan kenaikan aset tetap neto Perseroan yaitu sebesar Rp3.596 juta atau sekitar 4,69% dari Rp76.655
juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp80.251 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh pembelian alat berat yang dilakukan Perseroan selama periode berjalan dalam mendukung
peningkatan proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan.
4.2.2.
Liabilitas
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Pendapatan diterima dimuka
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Total Liabilitas Jangka Pendek
2012
2011
118.646
4.062
48.605
4.533
27.107
3.462
274.286
6.182
93.822
411
527.978
31 Desember
2010
2009
2008
40.762
6.983
50.344
579
83.371
-
17.698
5.218
80.494
4.504
1.027
377
25.678
-
698
14.388
5.884
28.754
-
1.911
2.878
27.479
-
27.441
704
189.196
20.400
95.228
4.727
105.375
115.639
35
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
2011
5.040
3.543
8.582
536.560
1.968
411
1.976
4.354
193.550
31 Desember
2010
2009
2008
10.031
816
10.847
116.222
2.446
478
19.083
22.007
137.646
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja
Utang lain-lain pihak berelasi
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
467
1.266
1.733
96.961
Komponen terbesar dalam liabilitas Perseroan adalah liabilitas jangka pendek berupa pendapatan diterima di muka, utang
usaha pihak ketiga, dan utang bank yang memberikan kontribusi sebesar 51,12%, 22,11%, 18,43% dari total liabilitas
Perseroan. Untuk memenuhi liabilitas jangka pendeknya, Perseroan menggunakan arus kas dari aktivitas operasi dan/atau
memperpanjang jangka waktu liabilitas pendeknya.
Saat ini, Perseroan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai transaksi dalam mata uang asing.
Liabilitas pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2011
Liabilitas Perseroan meningkat sebesar Rp343.010 juta atau sekitar 177,22% dari liabilitas pada tanggal 31 Desember 2011
yaitu sebesar Rp193.550 juta menjadi sebesar Rp536.560 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Pada tanggal
31 Desember 2012, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami kenaikan sebesar 179,06% atau setara dengan
Rp338.782 juta, dari Rp189.196 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp527.978 juta. Kenaikan liabilitas jangka
pendek ini terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan diterima di muka, utang usaha pihak ketiga, dan utang bank yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun masing-masing sebesar Rp193.792 juta, Rp70.041 juta, dan Rp66.381 juta selama
periode berjalan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah proyek yang ditangani Perseroan. Jumlah liabilitas jangka
panjang meningkat sebesar 97.11% atau setara dengan Rp4.228 juta, dari Rp4.354 juta pada tanggal 31 Desember 2011
menjadi Rp8.582 juta. Meningkatnya liabilitas jangka panjang ini disebabkan oleh meningkatnya utang bank sebesar
156,10% atau setara dengan Rp3.072 juta untuk mendukung pembelian alat berat yang dibiayai oleh Bank.
Liabilitas pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2010
Liabilitas Perseroan naik sebesar Rp96.589 juta atau sekitar 99,62% dari liabilitas pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu
sebesar Rp96.961 juta menjadi sebesar Rp193.550 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Pada tanggal 31 Desember 2011,
liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami kenaikan sebesar 98,68% atau setara dengan Rp93.968 juta, dari Rp95.228
juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp189.196 juta. Kenaikan liabilitas jangka pendek yang terjadi pada periode
ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai pendapatan diterima di muka sebesar 213,47% atau setara dengan Rp54.816
juta, dari Rp25.678 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp80.494 juta seiring dengan peningkatan jumlah proyek
yang ditangani Perseroan. Jumlah liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 151,24% atau setara dengan Rp2.621 juta,
dari Rp1.733 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp4.354 juta. Meningkatnya liabilitas jangka panjang ini
disebabkan oleh meningkatnya utang bank sebesar 321,41% atau setara dengan Rp1.501 juta untuk mendukung pembelian
alat berat yang dibiayai oleh Bank.
Liabilitas pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2009
Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp96.961 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar 16,57% atau setara dengan Rp19.261 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009 sebesar
Rp116.222 juta. Pada tanggal 31 Desember 2010, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan sebesar 9,63%
atau setara dengan Rp10.147 juta, dari Rp105.375 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp95.228 juta. Penurunan
liabilitas jangka pendek ini terutama disebabkan oleh penurunan utang lain-lain pada pihak berelasi, dan utang usaha pada
pihak ketiga, masing-masing sebesar Rp14.388 juta dan Rp9.582 juta. Jumlah liabilitas jangka panjang menurunnya sebesar
84.02% atau setara dengan Rp9.114 juta, dari Rp10.847 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp1.733 juta.
Menurunnya liabilitas jangka panjang ini disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar 95.34% atau setara dengan
Rp9.564 juta seiring dengan strategi Perseroan untuk mengurangi proporsi hutang jangka panjang.
36
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
a)
Advance Civil Structure Engineering Technology
Utang usaha dari pihak ketiga
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, utang usaha dari pihak ketiga Perseroan adalah sebesar Rp118.646 juta, dimana terjadi
kenaikan sebesar 144,10% atau setara dengan Rp70.041 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp48.605 juta. Kenaikan utang usaha dari pihak ketiga ini sejalan dengan peningkatan kontrak jasa konstruksi yang
ditangani Perseroan selama periode berjalan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan/material yang diperlukan oleh proyek.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Utang usaha dari pihak ketiga Perseroan naik sebesar Rp7.843 juta atau sekitar 19,24% dari utang usaha dari pihak ketiga
pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp40.762 juta menjadi sebesar Rp48.605 juta pada tanggal 31 Desember
2011. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan kontrak jasa konstruksi yang ditangani Perseroan selama periode berjalan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan penurunan utang usaha dari pihak ketiga yaitu sebesar Rp9.582 juta atau sekitar 19,03% dari
Rp50.344 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp40.762 juta pada tanggal 31 Desember 2010.
Penurunan utang usaha dari pihak ketiga ini terutama disebabkan karena adanya pelunasan yang dilakukan Perseroan
kepada pemasok.
b)
Utang lain-lain dari pihak ketiga
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, utang lain-lain dari pihak ketiga Perseroan adalah sebesar Rp27.107 juta, dimana terjadi
kenaikan sebesar 53,16% atau setara dengan Rp9.409 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp17.698 juta. Kenaikan utang lain-lain dari pihak ketiga ini terutama disebabkan karena adanya penerimaan pembayaran
dari pelanggan atas proyek yang akan selesai, namun Perseroan belum menerbitkan faktur kepada pelanggan karena masih
dalam proses penghitungan akhir.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Utang lain-lain dari pihak ketiga Perseroan naik sebesar Rp16.671 juta atau sekitar 1.623,27% dari utang lain-lain dari pihak
ketiga pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp1.027 juta menjadi sebesar Rp17.698 juta. Kenaikan utang lain-lain
dari pihak ketiga ini terutama disebabkan karena adanya penerimaan pembayaran dari pelanggan atas proyek yang akan
selesai, namun Perseroan belum menerbitkan faktur kepada pelanggan karena masih dalam proses penghitungan akhir.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatat kenaikan nilai utang lain-lain dari pihak ketiga sebesar Rp329 juta atau setara dengan 47,13% dari
Rp698 juta pada tanggal 31 Desember 2009 naik menjadi Rp1.027 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan utang
lain-lain dari pihak ketiga ini terutama disebabkan karena adanya penerimaan pembayaran dari pelanggan atas proyek yang
akan selesai, namun Perseroan belum menerbitkan faktur kepada pelanggan karena masih dalam proses penghitungan
akhir.
c)
Pendapatan diterima di muka
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, pendapatan diterima di muka Perseroan adalah sebesar Rp274.286 juta, dimana terjadi
kenaikan sebesar 240,75% atau setara dengan Rp193.792 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp80.494 juta. Kenaikan pendapatan diterima di muka ini terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah dan nilai proyek yang
ditangani Perseroan selama periode berjalan, yang diantaranya adalah kepada KSO Setiabudi Rasuna dan PT Rasuna
Setiabudi Raya.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Pendapatan diterima di muka Perseroan naik sebesar Rp54.816 juta atau sekitar 213,47% dari pendapatan diterima di muka
pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp25.678 juta menjadi sebesar Rp80.494 juta pada tanggal
37
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
31 Desember 2011. Kenaikan ini dapat dijelaskan oleh nilai pendapatan diterima di muka untuk kontrak jasa konstruksi yang
dicatat oleh Perseroan yang naik secara signifikan sebesar Rp53.120 juta atau setara dengan 245,20% dibandingkan
dengan periode sebelumnya (pendapatan diterima di muka dari kontrak jasa konstruksi 2011 sebesar Rp21.664 juta;
pendapatan diterima di muka dari kontrak jasa konstruksi 2010 sebesar 74.784 juta). Kenaikan pendapatan diterima di muka
ini terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah dan nilai proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan diterima di muka Perseroan yaitu sebesar Rp3.076 juta atau sekitar 10,70%
dari Rp28.754 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp25.678 juta pada tanggal 31 Desember 2010.
Penurunan pendapatan diterima di muka ini terutama disebabkan karena pada tahun 2010 Perseroan masih mengerjakan
proyek dari tahun sebelumnya, diantaranya kepada PT Elite Prima Hutama dan Mace International Ltd.
d)
Utang bank
Pengakuan bunga terutang per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp587 juta.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, total utang bank Perseroan adalah sebesar Rp98.861 juta, dimana terjadi kenaikan
sebesar 236,17% atau setara dengan Rp69.453 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp29.408 juta.
Kenaikan utang bank ini disebabkan oleh pencairan fasilitas pinjaman yang berasal dari PT Bank Internasional Indonesia
Tbk. Dana hasil pencairan fasilitas tersebut digunakan Perseroan untuk mendanai modal kerja Perseroan dan beberapa
pembelian alat pengerjaan proyek pondasi antara lain 5 (lima) unit excavator dan 4 (empat) unit hydraulic rotary drilling rig.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Utang bank Perseroan naik sebesar Rp8.541 juta atau sekitar 40,93% dari utang bank pada tanggal 31 Desember 2010
yaitu sebesar Rp20.867 juta menjadi sebesar Rp29.408 juta. Kenaikan utang bank ini disebabkan oleh pencairan fasilitas
pinjaman yang berasal dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Dana hasil pencairan fasilitas tersebut digunakan
Perseroan untuk mendanai pembelian 3 (tiga) unit hydraulic rotary drilling rig.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatat kenaikan nilai utang bank sebesar Rp6.110 juta atau setara dengan 41,40% dari Rp14.757 juta pada
tanggal 31 Desember 2009 naik menjadi Rp20.867 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Kenaikan utang bank ini
disebabkan oleh pencairan fasilitas pinjaman yang berasal dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Dana hasil pencairan
fasilitas tersebut digunakan Perseroan untuk mendanai modal kerja Perseroan.
4.2.3.
Ekuitas
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
EKUITAS
Modal saham dasar -160.000 saham (pada
31 Desember 2012, 2011 dan 2010); 3.000
saham (pada 31 Desember 2009 dan
2008)
Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh - 40.000 saham (pada 31 Desember
2012, 2011 dan 2010) dan 1.000 saham
(pada 31 Desember 2009 dan 2008)
Saldo laba
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
Total Ekuitas
2012
2011
31 Desember
2010
40.000
180.289
40.000
128.040
40.000
91.554
1.000
63.783
1.000
48.004
(2.352)
(2.789)
(2.071)
(1.327)
408
217.937
275
218.211
165.251
290
165.541
129.483
129.483
63.456
63.456
49.412
49.412
38
2009
2008
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2011
Ekuitas Perseroan meningkat sebesar Rp52.670 juta atau sekitar 31,82% dari ekuitas pada tanggal 31 Desember 2011 yaitu
sebesar Rp165.541 juta menjadi sebesar Rp218.211 juta pada tanggal 31 Desember 2012. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan saldo laba yang dibukukan Perseroan sebesar 40,81%, setara dengan Rp52.249 juta pada
tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan saldo laba terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih Perseroan dan tidak
adanya koreksi cadangan umum.
Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2010
Ekuitas Perseroan naik sebesar Rp36.058 juta atau sekitar 27,85% dari ekuitas pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu
sebesar Rp129.483 juta menjadi sebesar Rp165.541 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Kenaikan yang terjadi pada
periode ini disebabkan oleh kenaikan saldo laba yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp36.486 juta atau setara dengan
39,85% dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana saldo laba pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp128.040
juta dan pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp91.554 juta. Peningkatan saldo laba terutama disebabkan oleh
peningkatan laba bersih Perseroan dan tidak adanya koreksi cadangan umum.
Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2009
Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp129.483 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar 104,05% atau setara dengan Rp66.027 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009 sebesar
Rp63.456 juta. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan ini adalah meningkatnya modal saham yang disetor dan
ditempatkan penuh serta saldo laba perseroan yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar Rp39.000 juta dan
Rp27.771 juta.
4.3 Arus Kas
Keterangan
Arus kas neto diperoleh (digunakan untuk)
dari aktivitas operasi
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas
investasi
Arus kas neto diperoleh (digunakan untuk)
dari aktivitas pendanaan
(dalam jutaan Rupiah)
2009
2008
2012
2011
2010
44.408
30.836
(19.897)
27.657
80.980
(69.374)
(36.498)
(17.524)
(33.469)
(33.181)
68.452
9.423
30.721
11.321
(30.410)
43.485
3.762
(6.700)
5.508
17.389
Kas dan setara kas pada awal tahun
Dampak bersih perubahan nilai tukar atas
kas dan setara kas
20.345
16.842
24.039
18.531
1.141
1.135
(258)
(496)
-
-
Kas dan setara kas pada akhir tahun
64.965
20.345
16.842
24.039
18.531
Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara
kas
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2012 dengan per tanggal 31 Desember 2011
Pada tanggal 31 Desember 2012, arus kas neto yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp44.408
juta, dimana terjadi kenaikan sebesar 44,01% atau setara dengan Rp13.572 juta dibandingkan posisi tanggal 31 Desember
2011 sebesar Rp30.836 juta. Kenaikan arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi ini terutama disebabkan oleh
kenaikan penerimaan neto proyek sebesar Rp35.331 juta atau setara dengan 49,55% dibandingkan dengan periode
sebelumnya.
Selain itu, arus kas neto yang digunakan oleh Perseroan untuk aktivitas investasi juga mengalami kenaikan sebesar
Rp32.876 juta atau setara dengan 90,08% dari Rp36.498 juta pada tahun 2011 naik menjadi Rp69.374 juta pada tahun 2012.
Hal ini terutama disebabkan oleh pembelian alat berat yang dilakukan Perseroan dalam mendukung peningkatan proyek
yang ditangani selama periode berjalan. Pada periode berjalan, penggunaan kas sehubungan dengan pembelian aset tetap
mengalami peningkatan sebesar 135,53% atau Rp40.667juta jika dibandingkan pada periode sebelumnya.
Sementara itu, Perseroan mencatatkan kenaikan arus kas neto yang diterima dari aktivitas pendanaan yaitu sebesar
Rp59.029 juta atau sekitar 626,44% dari Rp9.423 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp68.452 juta pada tanggal
31 Desember 2012. Kenaikan arus kas neto yang diterima dari aktivitas pendanaan ini dapat dijelaskan oleh kenaikan
39
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
penerimaan pinjaman yang diperoleh Perseroan sebesar Rp36.888 juta atau 100,08% jika dibandingkan penerimaan
pinjaman yang diperoleh pada tahun 2011. Kenaikan pinjaman untuk pembelian aset tetap.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2011 dengan per tanggal 31 Desember 2010
Arus kas neto yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi naik sebesar Rp50.733 juta dari arus kas neto yang digunakan
untuk aktivitas operasi pada tanggal 31 Desember 2010 yaitu sebesar Rp19.897 juta menjadi arus kas neto yang diperoleh
dari aktivitas operasi sebesar Rp30.836 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Kenaikan ini dapat dijelaskan oleh kenaikan
penerimaan neto proyek sebesar Rp58.234 juta atau setara dengan 445,62% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Perseroan membukukan kenaikan arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp18.974 juta atau setara
dengan 108,27% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan kas
sehubungan dengan pembelian aset tetap yang dilakukan Perseroan sebesar Rp11.620 juta atau setara dengan 63,20%
dimana penggunaan kas untuk pembelian aset tetap pada tahun 2011 sebesar Rp30.007 juta sedangkan penggunaan kas
untuk pembelian aset tetap pada tahun 2010 sebesar Rp18.387 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2011, arus kas neto yang diperoleh Perseroan dari aktivitas pendanaan menurun sebesar
Rp21.298 juta atau setara dengan 69,33% dari Rp30.721 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp9.423 juta pada
tanggal 31 Desember 2011. Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan setoran modal pada tahun 2010
sebesar Rp39.000 juta. Sedangkan pada tahun 2011, Perseroan tidak menambah setoran modal.
Perbandingan per tanggal 31 Desember 2010 dengan per tanggal 31 Desember 2009
Perseroan mencatatkan penurunan arus kas neto yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi sebesar Rp47.554 juta
atau sekitar 171,94% dari arus kas neto yang diterima Perseroan dari aktivitas operasi sebesar Rp27.657 juta pada tanggal
31 Desember 2009 menjadi arus kas neto yang digunakan Perseroan untuk aktivitas operasi sebesar Rp19.897 juta pada
tanggal 31 Desember 2010. Penurunan arus kas neto yang diterima Perseroan dari aktivitas operasi ini terutama disebabkan
oleh kenaikan penggunaan kas sehubungan dengan proyek yang ditangani Perseroan selama periode berjalan.
Arus kas neto yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi turun sebesar Rp15.945 juta atau setara dengan 47,64%
dari sebesar Rp33.469 juta pada tahun 2009 menjadi Rp17.524 juta pada tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh penurunan
penggunaan kas untuk pembelian aset tetap yang dilakukan Perseroan pada periode berjalan sebesar Rp18.716 juta dimana
penggunaan kas untuk pembelian aset tetap pada tahun 2010 sebesar Rp18.387 juta sedangkan penggunaan kas untuk
pembelian aset tetap pada tahun 2009 sebesar Rp37.103 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan membukukan kenaikan arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
sebesar Rp19.400 juta atau setara dengan 171,36% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh
adanya penambahan setoran modal sebesar Rp39.000 juta yang dikurangi oleh pembayaran kepada pihak berelasi sebesar
Rp14.388 juta dalam periode tersebut.
4.4 Belanja Modal
Tabel berikut menyajikan informasi mengenai belanja modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
31 Desember
2012
2011
2010
2009
2008
Aset tetap
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
Sewa Pembiayaan
Kendaraan
67.643
2.569
416
45
1.054
25.575
1.215
392
11
4.506
13.155
600
67
59
36.839
133
120
12
28.620
5.271
133
3
-
1.760
-
-
-
Total
70.674
30.007
18.387
37.103
34.025
40
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Sumber dana Perseroan untuk membiayai pembelian barang modal sebagian besar adalah dari pinjaman bank dan sisanya
menggunakan hasil usaha. Perseroan terus berusaha untuk menerapkan perencanaan yang matang di dalam menjalankan
usahanya. Hal ini diterapkan Perseroan dalam melakukan pembelanjaan modal, dimana proses yang melibatkan
pembelanjaan, terutama dalam jumlah besar, dilakukan secara cermat dan hati-hati, antara lain dengan melakukan proses
seleksi yang terarah.
Mengingat pembelian barang modal yang dilakukan oleh Perseroan dalam bentuk investasi alat yang setiap pembeliannya
selalu direncanakan dengan baik, maka Perseroan tidak mengalami masalah atas ketidaksesuaian antara dengan pembelian
dan tujuan penggunaannya. Adapun pengaruh pembelian barang modal tersebut dapat meningkatkan kinerja Perseroan
dalam meningkatkan pendapatan usaha.
4.5 Sumber Pendanaan
Sumber-sumber pendanaan kegiatan usaha Perseroan, selain menggunakan modal sendiri juga diperoleh melalui
pemberian fasilitas pinjaman dari Bank Internasional Indonesia. Hingga per 31 Desember 2012, Perseroan masih memiliki
saldo pinjaman ke Bank Internasional Indonesia dengan jumlah sebesar Rp98.861 juta.
Fasilitas pinjaman yang diperoleh Perseroan berupa fasilitas pinjaman modal kerja dan kredit investasi. Fasilitas pinjaman
tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan milik Perseroan, jaminan fidusia atas mesin dan peralatan, mesin-mesin dan
alat berat, dan piutang usaha tertentu.
Fasilitas yang dimiliki Perseroan dari PT Bank International Indonesia Tbk. per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
Keterangan
Fasilitas Pinjaman Berjangka I
Fasilitas Pinjaman Berjangka II
Fasilitas Pinjaman Berjangka III
Fasilitas Pinjaman Berjangka IV
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang III
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran
Suku Bunga
12,25%
6,5%
6,50% dan/atau 11,00%
12,00%
11,00%
11,00%
12,00%
11,00%
Batas Kredit Maksimum
Rp2.800.000.000
US$1.000.000
US$2.000.000 dan/atau Rp19.000.000.000
Rp35.000.000.000
Rp29.000.000.000
Rp100.000.000.000
Rp40.000.000.000
Rp5.000.000.000
4.6 Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Imbal Hasil
Keterangan
Likuiditas
Rasio Kas (x)
Rasio Lancar (x)
Solvabilitas
Rasio utang bersih terhadap ekuitas
(Net Debt to Equity) (x)
Rasio total liabilitas terhadap total
ekuitas (Debt to Equity) (x)
Imbal Hasil
Rasio imbal hasil aset (ROA) (%)
Rasio imbal hasil ekuitas (ROE) (%)
31 Desember
2010
2012
2011
2009
2008
0,12
1,15
0,11
1,37
0,18
1,50
0,23
0,95
0,16
1,11
0,16
0,05
0,03
-0,15
-0,33
2,46
1,17
0,75
1,83
2,79
9,38%
27,22%
12,46%
24,73%
13,68%
28,79%
8,61%
27,96%
N/A
N/A
Likuiditas
Likuiditas menunjukan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek, yang dapat dihitung dengan rasio
kas dan rasio kas lancar. Rasio kas dapat dihitung dengan cara membandingkan kas yang dimiliki oleh Perseroan dengan
jumlah liabilitas jangka pendek, sedangkan rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan
jumlah liabilitas jangka pendek.
Rasio kas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 0,12x, 0,11x,
0,18x, 0,23x dan 0,16x.
41
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Rasio lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 1,15x, 1,37x,
1,50x, 0,95x dan 1,11x.
Solvabilitas
Solvabilitas menunjukan kemampuan Perseroan dalam membayar liabilitas-liabilitasnya, yang dapat dihitung dengan
beberapa cara, yaitu: (i) rasio liabilitas terhadap ekuitas (debt to equity ratio), yang dihitung dengan cara membandingkan
total liabilitas dengan total ekuitas, dan (ii) rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt to equity ratio), dimana utang bersih
adalah hasil penjumlahan dari utang bank jangka pendek dan utang bank jangka panjang, setelah dikurangi oleh kas dan
setara kas.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 masing-masing
sebagai berikut: : 2,46x, 1,17x, 0,75x, 1,83x dan 2,79x.
Rasio utang bersih terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 masingmasing sebagai berikut : 0,16x, 0,05x, 0,03x, -0,15x dan -0,33x.
Imbal Hasil Investasi
Imbal hasil investasi menunjukan kemampuan aset produktif Perseroan dalam menghasilkan laba bersih yang dihitung
dengan cara membandingkan laba tahun berjalan dengan rata-rata aset pada awal dan akhir periode.
Rasio imbal hasil aset Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, dan 2009
adalah sebagai berikut: 9,38%, 12,46%, 13,68%, dan 8,61%.
Pergerakan pada imbal hasil investasi adalah disebabkan oleh pergerakan pada total aset dan laba komprehensif Perseroan.
Imbal Hasil Ekuitas
Imbal hasil ekuitas menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dengan cara
membandingkan laba bersih dengan rata-rata ekuitas pada awal dan akhir periode.
Rasio imbal hasil ekuitas Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, dan
2009 masing-masing 27,22%, 24,73%, 28,79%, dan 27,96% .
Pergerakan pada imbal hasil ekuitas adalah disebabkan oleh pergerakan pada jumlah ekuitas dan laba komprehensif
Perseroan.
5.
Manajemen Risiko
Perseroan senantiasa melakukan evaluasi atas rencana dan tindak lanjut analisa risiko yang dilakukan oleh manajemen
Perseroan untuk mencari alternatif penyelesaian terbaik untuk risiko-risiko yang dihadapi Perseroan. Di bawah ini adalah
mitigasi yang dilakukan Perseroan atas risiko-risiko usaha, yaitu:
1)
Mitigasi risiko pembayaran
Mensyaratkan adanya uang muka minimum dari pemberi kerja sebesar 10%-20%.
Melakukan penelaahan dan seleksi terhadap pemilik proyek.
Memastikan bahwa kontrak kerja hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak
atau sejarah kredit yang baik
Menetapkan batasan maksimum piutang usaha yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan.
Memastikan piutang usaha Perseroan tidak terkonsentrasi pada pelanggan tertentu.
Memonitor umur dan pencairan piutang usaha.
2)
Mitigasi risiko kenaikan harga dan ketersediaan bahan baku
Memberikan uang muka kepada para pemasok untuk mendapatkan kepastian harga dan pasokan atas material
pabrikan yang berskala besar seperti: besi, beton, concrete, dan lain-lain.
Memperhitungkan estimasi inflasi pada harga penawaran terutama pada kontrak yang tidak ada klausal
eskalasinya.
42
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
3)
Mitigasi risiko kebijakan pemerintah
Senantiasa mengikuti perkembangan terakhir atas kebijakan-kebijakan yang akan dan sedang dilakukan
Pemerintah.
Melakukan analisa atas kemungkinan-kemungkinan perubahan kebijakan tersebut.
4)
Mitigasi risiko persaingan usaha
Menjalankan visi dan misi Perseroan yaitu menjadi perusahaan jasa konstruksi terbaik yang mengkontribusikan
dan memberikan nilai tambah bagi para stakeholders dengan meningkatkan nilai perusahaan untuk menjadi
semakin kompetitif dan berkualitas dengan:
a. Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten
b. Mengembangkan sinergi dengan pelanggan, mitra kerja dan lembaga keuangan, serta
c. Berorientasi pada keselamatan, kesehatan dan peduli lingkungan.
Menerapkan misi Perseroan yaitu “To contribute, Add Value and be Significant to Client and Our People Success”.
Dengan motto usaha: “Building Trust and Partnership”.
Menjalankan kebijakan Perseroan untuk selalu mengendalikan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja,
lingkungan, mutu dan pengamanan dengan cara menerapkan sistem manajemen Perseroan untuk memenuhi
kepuasan stakeholders.
Melakukan optimalisasi dan review metode kerja untuk efisiensi dan efektivitas penyelesaian pekerjaan.
Melakukan pengembangan usaha baru untuk meningkatkan value dan return yang semaksimal mungkin bagi
Perseroan.
Menetapkan kebijakan untuk mempertahankan kualitas pelayanan, menciptakan inovasi baru dibidang rancang
bangun dan metode pengerjaan proyek.
Mempertahankan reputasi baik Perseroan.
Kualitas pekerjaan yang tinggi.
Hubungan baik dengan para pelanggan.
Mengimplementasikan strategi pemasaran baru untuk meningkatkan pemilihan proyek-proyek yang ada.
5)
Mitigasi risiko sosial & politik
Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk kelanjutan dan kelancaran pekerjaan
Mempekerjakan warga / penduduk lokal (sekitar proyek) sebagai low skill employee
Melakukan sub-kontraktor/supplier lokal untuk melaksanakan pekerjaan penunjang
Melakukan sosialisasi pada instansi terkait dan masyarakat di sekitar proyek
Melakukan koordinasi dengan aparat desa, kecamatan, kabupaten serta aparat keamanan setempat
6)
Mitigasi risiko berkurangnya proyek dari pelanggan berulang
Melakukan penetrasi pasar (pelanggan) baru
Bersinergi dengan pelanggan dengan menawarkan alternatif model proyek EPC, Design & Build kepada pemilik
proyek
Mulai masuk ke dalam pengerjaan proyek infrastruktur, dimana Perseroan telah memiliki pengalaman dalam
proyek ini
Meningkatkan prioritas terhadap pengerjaan proyek infrastruktur.
7)
Mitigasi risiko fluktuasi kurs atau suku bunga
Perseroan tidak melakukan transaksi dalam mata uang asing untuk pemenuhan bahan baku dalam operasional seharihari.
Perseroan melakukan transaksi utang dalam mata uang asing untuk harga jual yang ditetapkan oleh pemasok dalam
mata uang asing. Sebagai dampak dari transaksi tersebut, mempengaruhi secara signifikan terhadap laporan posisi
keuangan Perseroan.
Perseroan bergerak di bidang usaha jasa konstruksi dimana pendanaan berasal dari pinjaman bank dengan tingkat
suku bunga tertentu yang digunakan untuk pembelian belanja modal dan operasional Perseroan dalam melakukan
kegiatan usahanya. Disamping jumlah pendanaan, faktor lainnya yang juga menentukan adalah jangka waktu
pendanaan dan tingkat suku bunga yang diberikan. Mengingat jangka waktu operasional proyek Perseroan yang
bervariasi, maka sumber pendanaan harus disesuaikan dengan jangka waktu operasional tersebut. Apabila terjadi
peningkatan tingkat suku bunga, beban bunga dapat bertumbuh lebih cepat dari pendapatan usaha Perseroan yang
akan berdampak negatif secara material pada kinerja usaha Perseroan.
43
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
44
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
VI.
Advance Civil Structure Engineering Technology
RISIKO USAHA
Investasi dalam Saham Perseroan mengandung risiko. Calon investor harus mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor
risiko berikut ini, serta informasi-informasi lainnya yang disebutkan di dalam Penawaran ini, sebelum melakukan investasi
dalam Saham Perseroan. Risiko-risiko yang dijelaskan di bawah ini bukan satu-satunya risiko yang dapat mempengaruhi
saham-saham Perseroan. Risiko-risiko lain yang saat ini tidak Perseroan ketahui atau yang saat ini tidak dianggap penting
juga dapat mengganggu bisnis, arus kas, hasil usaha, kondisi keuangan atau prospek usaha Perseroan. Secara umum,
investasi dalam efek-efek dari perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang seperti Indonesia mengandung risikorisiko yang umumnya tidak terkait dengan investasi pada efek-efek di perusahaan-perusahaan di negara dengan keadaan
ekonomi yang lebih maju. Apabila hal tersebut terjadi, maka harga Saham Perseroan di pasar modal dapat turun dan para
investor dapat menghadapi potensi kerugian investasi.
Risiko-risiko yang akan diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko yang material bagi Perseroan dan Entitas
Anak serta telah dilakukan pembobotan berdasarkan dampak dari masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan
Perseroan dan Entitas Anak dimulai dari risiko utama Perseroan.
A. RISIKO YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan dan Entitas Anak menghadapi risiko yang mungkin dapat mempengaruhi hasil
usaha Perseroan dan Entitas Anak apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Beberapa risiko
yang diperkirakan dapat mempengaruhi usaha Perseroan dan Entitas Anak secara umum dapat dikelompokan sebagai
berikut:
1.
Risiko Penundaan atau Tidak Terbayarnya Pembayaran Oleh Pelanggan
Risiko ini terjadi akibat tertundanya/tidak terbayarnya tagihan proyek oleh pelanggan yang menimbulkan piutang tidak
tertagih sehingga mengganggu modal kerja atau arus kas Perseroan dan juga secara tidak langsung mempengaruhi
laba Perseroan.
Walaupun Perseroan telah mengatur mengenai mekanisme pembayaran pekerjaan dalam kontrak antara Perseroan
dengan pelanggan, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa pelanggan akan melakukan pembayaran atau melakukan
pembayaran tepat waktu sehingga hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap arus kas dan kinerja keuangan
Perseroan.
2.
Risiko Peningkatan Biaya Konstruksi (Cost Overrun)
Kinerja keuangan Perseroan dapat dipengaruhi secara negatif oleh biaya yang melebihi anggaran (cost overrun). Untuk
setiap proyek, Perseoran melakukan estimasi biaya, sesuai dengan informasi dari sub-kontraktor dan pemasok, serta
dari pengalaman Perseroan di masa lalu. Tidak ada jaminan bahwa estimasi Perseroan atau informasi yang menjadi
dasar dari estimasi tersebut telah tepat. Di samping itu, proyek-proyek yang dikerjakan oleh Perseroan dilaksanakan
dalam jangka waktu yang tidak pendek, dan dapat memberikan dampak negatif melalui faktor-faktor yang berada di luar
kendali Perseroan. Beberapa kontrak Perseroan dengan para pelanggannya, terutama pelanggan dari sektor swasta,
tidak menyediakan ruang bagi penyesuaian nilai kontrak apabila terdapat peningkatan beban kontrak. Oleh karena itu,
setiap beban kontrak yang terjadi, yang jumlahnya lebih besar dari beban yang diestimasikan, dapat mempengaruhi
secara negatif profitabilitas proyek, jika beban yang meningkat tersebut harus ditanggung oleh Perseroan, hal ini dapat
mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan.
3.
Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku
Dalam setiap proyek, Perseroan melakukan estimasi biaya yang mengacu kepada informasi dari pemasoknya serta
berdasarkan pengalaman Perseroan sebelumnya. Tidak ada jaminan bahwa estimasi Perseroan maupun informasi
yang diperoleh Perseroan adalah tepat. Dengan tenggang waktu pekerjaan berkisar antara satu hingga tiga tahun
terdapat risiko adanya faktor-faktor diluar kendali Perseroan yang dapat mempengaruhi estimasi biaya seperti kenaikan
harga bahan baku konstruksi. Kenaikan harga bahan baku konstruksi dapat mengakibatkan meningkatnya biaya
proyek, sehingga dapat mengurangi keuntungan Perseroan.
4.
Risiko Persaingan
Persaingan di industri konstruksi Indonesia menjadi semakin ketat dengan masuknya perusahaan-perusahaan swasta
lokal baru maupun perusahaan-perusahaan asing ke dalam industri ini. Persaingan yang semakin ketat ini akan
memberikan dampak negatif terhadap kemampuan Perseroan untuk mendapatkan proyek-proyek dengan harga yang
lebih menguntungkan, sehingga hal ini dapat mengurangi pendapatan Perseroan.
45
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Risiko Penurunan Permintaan
Penurunan permintaan atas gedung-gedung yang berkualitas, berskala besar, dapat mempengaruhi kegiatan usaha
dan hasil operasi Perseroan secara negatif. Perseroan berfokus pada konstruksi gedung-gedung berkualitas tinggi dan
berskala besar, termasuk blok perkantoran, apartemen dan hotel bertingkat tinggi. Oleh karena itu, kegiatan usaha
Perseroan bersifat rentan terhadap setiap penurunan permintaan terhadap gedung-gedung berkualitas tinggi dan tidak
ada jaminan bahwa pemilik tanah atau pengembang akan membutuhkan kualitas tinggi di masa yang akan datang.
Setiap penurunan permintaan untuk gedung kualitas tinggi di pasar dimana Perseroan beroperasi akan mempengaruhi
secara negatif kondisi keuangan, hasil operasi, dan prospek pertumbuhan Perseroan.
Salah satu langkah yang akan dan sedang dilakukan Perseroan untuk mengantisipasi risiko ini adalah dengan mulai
masuk ke dalam pengerjaan proyek infrastruktur, dimana Perseroan telah memiliki pengalaman dalam proyek ini namun
belum menjadi prioritas utama. Kedepannya, Perseroan akan semakin meningkatkan prioritas terhadap pengerjaan
proyek infrastruktur ini.
6.
Risiko Berkurangnya Proyek dari Pelanggan Berulang
Penurunan atau tidak adanya proyek yang berulang (repetitif) dari para pelanggan utama dapat mempengaruhi
profitabilitas Perseroan. Perseroan telah lama menjalin hubungan yang sangat baik dan memperoleh kepercayaan dari
para pemilik tanah dan pengembang utama yang telah menjadi pelanggan rutin dan berulang. Tidak ada jaminan bahwa
para pelanggan Perseroan akan terus-menerus membangun dan menunjuk Perseroan sebagai kontraktor proyek
mereka dimana hal ini dapat mempengaruhi kondisi keuangan, hasil operasi, dan prospek pertumbuhan Perseroan.
7.
Risiko Pengunduran Diri Karyawan Kunci
Pengunduran diri setiap karyawan kunci dalam manajemen Perseroan dapat mempengaruhi operasi dan kegiatan
usaha Perseroan. Karyawan kunci Perseroan, yang terdiri dari tenaga kerja terampil, memperoleh keahlian mereka
melalui pengalaman kerja dalam jangka waktu yang tidak pendek. Oleh karena itu, peningkatan permintaan atas tenaga
kerja yang terampil, yang dapat menyebabkan karyawan kunci Perseroan mengundurkan diri atau tidak bekerja lagi
pada Perseroan, dapat memberikan dampak negatif kepada Perseroan dalam pengerjaan suatu proyek, dan
selanjutnya, hal tersebut dapat mempengaruhi kegiatan operasi, prospek pertumbuhan, dan profitabilitas Perseroan.
8.
Risiko Proyek Konstruksi di Daerah Baru
Prospek pertumbuhan Perseroan dapat dipengaruhi secara negatif oleh proyek-proyek konstruksi di daerah baru di
Indonesia dimana Perseroan belum pernah beroperasi. Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jakarta yang berada di
Pulau Jawa. Sebagian besar aktiva, proyek, dan sub-kontraktor yang digunakan oleh Perseroan berada di Pulau Jawa
serta pembangunan sejumlah proyek berada di Pulau Bali dan Sumatera. Perseroan memiliki rencana untuk terus
mengembangkan usaha dengan menangani proyek-proyek konstruksi di daerah-daerah lain di Indonesia, yang dimana
Perseroan tidak dapat menjamin atas berjalannya rencana tersebut, dikarenakan kurangnya pengalaman tentang
estimasi beban proyek, hubungan dengan sub-kontraktor atau pemasok lokal yang baru, atau tingkat profitabilitas yang
dapat dihasilkan di daerah tersebut. Disamping itu, tidak terdapat pula jaminan untuk mengantisipasi pertumbuhan
dimasa mendatang yang bisa memberatkan manajemen. Oleh karena itu, kendala diatas dapat memberikan pengaruh
negatif terhadap kondisi keuangan, hasil operasi, dan prospek pertumbuhan Perseroan.
9.
Risiko Kondisi Pasar Properti
Fluktuasi kegiatan dan kondisi pasar properti di Indonesia dapat mempengaruhi secara negatif kegiatan usaha, kondisi
keuangan, dan prospek pertumbuhan Perseroan. Sifat, skala, dan waktu dari proyek konstruksi dipengaruhi oleh
sejumlah faktor, termasuk prospek dan tren musiman (cyclical) perekonomian Indonesia, kinerja pasar properti,
ketersediaan pendanaan untuk proyek konstruksi swasta, ketersediaan dana Pemerintah untuk proyek konstruksi
Pemerintah, peningkatan harga bahan baku, fluktuasi tingkat bunga, kondisi alam dan cuaca yang kurang baik, dan
faktor-faktor lainnya, yang seluruhnya di luar dari kendali Perseroan. Setiap perlambatan pertumbuhan pasar properti di
Indonesia, dapat berakibat pada menurunnya kegiatan pengembangan properti dan proyek konstruksi di Indonesia,
yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara negatif kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan prospek pertumbuhan
Perseroan.
10. Risiko Perubahan Peraturan
Perubahan peraturan ataupun kebijakan Pemerintah sehubungan dengan sektor konstruksi di Indonesia dapat
berdampak negatif terhadap kegiatan usaha dan kegiatan operasi Perseroan. Industri konstruksi di Indonesia diatur
terutama dengan Undang-undang Jasa Konstruksi No. 18 Tahun 1999, disamping berbagai peraturan dan kebijakan
Pemerintah lainnya termasuk ketentuan mengenai lingkungan hidup. Sebagai penyedia jasa konstruksi, perusahaan
konstruksi memiliki berbagai tanggung jawab kepada pelanggan dan kepada publik, termasuk tanggung jawab terhadap
kerugian yang diderita oleh pelanggan ataupun anggota masyarakat sebagai akibat dari kegagalan bangunan yang
menjadi tanggung jawab penyedia jasa konstruksi untuk periode sampai dengan 10 tahun terhitung sejak penyerahan
46
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
pekerjaan konstruksi. Perubahan terhadap undang-undang ataupun kebijakan Pemerintah sehubungan dengan sektor
konstruksi, dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha dan operasional Perseroan.
11. Risiko Kesulitan dengan Sub-Kontraktor
Kesulitan yang dialami oleh sub-kontraktor atau perselisihan yang timbul antara sub-kontraktor dapat memberikan
dampak negatif kepada kegiatan dan hasil operasi Perseroan. Perusahaan industri konstruksi di Indonesia pada
umumnya melakukan kerja sama dengan sub-kontraktor untuk mengerjakan suatu proyek. Setiap kesulitan seperti
perolehan dan kualitas bahan baku, pengelolaan lokasi serta perselisihan yang timbul antara Perseroan dan para subkontraktornya, dapat menyebabkan penundaan dan peningkatan biaya konstruksi. Hal-hal tersebut di atas dapat
mempengaruhi secara negatif kegiatan dan hasil operasi Perseroan.
12. Risiko Kekurangan Tenaga Kerja Terampil
Pertumbuhan dalam proyek-proyek konstruksi di Indonesia dan di negara-negara lain telah mendorong meningkatnya
permintaan atas tenaga kerja konstruksi terampil dan jasa-jasa sub-kontraktor yang menyediakan tenaga kerja terampil.
Di Indonesia, tidak terdapat pendidikan atau sistem pelatihan formal untuk mengembangkan tenaga kerja konstruksi
terampil. Tenaga kerja terampil memperoleh keahlian mereka dari pengalaman kerja dalam suatu periode waktu yang
tidak pendek. Meningkatnya permintaan atas tenaga kerja yang terampil dapat mengakibatkan berkurangnya
kemampuan Perseroan untuk mengerjakan suatu proyek, dan selanjutnya, hal tersebut dapat mempengaruhi kegiatan
operasi, prospek pertumbuhan, dan profitabilitas Perseroan.
13. Risiko Penundaan Penerimaan Penyerahan Proyek
Penundaan penerimaan penyerahan proyek-proyek yang telah selesai oleh pelanggan akan menunda pembayaran
yang akan diterima oleh Perseroan dan menunda dimulainya periode pemeliharaan, yang dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan arus kas Perseroan.
Para pemilik proyek biasanya akan menerima penyerahan pertama dan penyerahan kedua atas proyek secara formal.
Seperti yang biasa dilaksanakan dalam suatu kontrak konstruksi di Indonesia, pada umumnya penyerahan pertama
atas suatu proyek akan memberikan Perseroan hak untuk menerima pembayaran sampai dengan 95% dari nilai kontrak
dan penyerahan kedua yaitu sebesar 5%. Penyerahan pertama menandakan dimulainya periode pemeliharaan oleh
perusahaan konstruksi. Terdapat kemungkinan adanya penundaan atas penyerahan pertama atau penyerahan kedua
oleh pemilik proyek karena berbagai alasan. Penundaan atas proses penyerahan akan menunda penerimaan
pembayaran akhir ataupun pembayaran retensi. Oleh sebab itu, penundaan-penundaan atas penyerahan tersebut akan
dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan arus kas Perseroan.
14. Risiko Denda
Denda-denda yang timbul disebabkan penundaan penyelesaian proyek dapat berdampak negatif atas keuntungan
Perseroan. Penundaan terhadap penyelesaian dan penyerahan suatu proyek konstruksi oleh kesalahan Perseroan
dapat berakibat dikenakannya denda. Kontrak-kontrak dengan pelanggan Perseroan pada umumnya mengatur tentang
kewajiban pembayaran denda dalam hal terjadi penundaan penyelesaian proyek. Pembayaran denda-denda tersebut
akan menimbulkan biaya tambahan yang dapat mempengaruhi keuntungan Perseroan.
15. Risiko Sosial dan Politik
Gejala sosial dan politik dapat berdampak luas pada sektor ekonomi. Gejolak ini dapat mengakibatnya turunnya
berbagai kegiatan di berbagai sektor industri. Apabila hal tersebut terjadi maka dapat mengurangi pekerjaan/proyek
Perseroan sehingga dapat mengurangi pendapatan Perseroan, seperti adanya pergantian pejabat pemerintah,
pembebasan tanah, dan demo yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar lokasi proyek.
B. RISIKO USAHA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SAHAM
1.
Tidak likuidnya saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum Perdana Saham ini
Risiko utama terkait dengan kepemilikan atas saham Perseroan yaitu tidak likuidnya saham yang ditawarkan pada
Penawaran Umum Perdana Saham ini, mengingat jumlah saham yang ditawarkan Perseroan tidak terlalu besar, maka
terdapat kemungkinan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia akan menjadi tidak likuid. Dengan
demikian, Perseroan tidak dapat memprediksi apakah perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia akan
aktif atau likuiditas saham Perseroan akan terjaga.
Perseroan telah mendaftarkan pencatatan Saham Yang Ditawarkan di BEI. Saat ini belum terdapat pasar yang
memperdagangkan saham-saham tersebut. Mengingat hal-hal tersebut di atas, tidak ada kepastian bahwa pemegang
Saham Yang Ditawarkan akan dapat menjual Saham Yang Ditawarkan pada harga, atau pada waktu, dimana
pemegang Saham Yang Ditawarkan tersebut akan dapat melakukan hal tersebut di pasar yang lebih likuid, atau tidak
melakukannya sama sekali.
47
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Harga Saham Perseroan mungkin mengalami fluktuasi yang signifikan di kemudian hari
Harga Saham Yang Ditawarkan setelah Penawaran Umum dapat berfluktuasi secara tajam, bergantung pada beberapa
faktor, termasuk:
x perbedaan realisasi kinerja keuangan dan operasional Perseroan aktual dengan yang diharapkan oleh para
pembeli dan analis;
x perubahan rekomendasi atau persepsi para analis terhadap Perseroan atau negara Indonesia;
x perubahan kondisi ekonomi, politik atau kondisi pasar di Indonesia;
x perubahan harga saham perusahaan-perusahaan asing (khususnya di Asia) dan di negara-negara berkembang;
x fluktuasi harga pasar saham;
x putusan akhir atas suatu litigasi yang sedang berjalan atau yang akan terjadi di masa mendatang;
x penjualan Saham Yang Ditawarkan oleh pemegang saham mayoritas Perseroan; dan
x prospek industri konstruksi serta kegiatan usaha dan operasi Perseroan.
3.
Kepentingan pemegang saham pengendali Perseroan dapat bertentangan dengan kepentingan pembeli Saham
Yang Ditawarkan
Para pemegang saham pengendali Perseroan dimungkinkan memiliki kepentingan usaha lain selain kegiatan usaha
utama Perseroan saat ini, termasuk usaha lain di industri konstruksi di Indonesia, dan dapat mengambil tindakan, yang
dapat melibatkan atau tidak melibatkan Perseroan, yang akan menyebabkan kepentingan para pemegang saham
pengendali atau perusahaan lainnya tersebut di atas kepentingan Perseroan dan/atau kepentingan pembeli Saham
yang Ditawarkan, serta menimbulkan dampak negatif dan material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil
usaha dan prospek Perseroan.
4.
Penjualan saham Perseroan di masa mendatang dapat berdampak negatif terhadap harga pasar saham
Perseroan
Penjualan saham Perseroan dalam jumlah substansial di masa yang akan datang di pasar, atau persepsi bahwa
penjualan tersebut dapat terjadi, dapat berdampak negatif terhadap harga pasar yang berlaku atas sahamnya atau
terhadap kemampuannya untuk mengumpulkan modal melalui penawaran umum ekuitas tambahan atau efek yang
bersifat ekuitas. Penjualan saham Perseroan dalam jumlah besar di masa mendatang, atau persepsi bahwa penjualan
tersebut dapat terjadi, dapat mengakibatkan harga saham Perseroan untuk menurun dan mempersulit proses
penambahan modal Perseroan.
5.
Perseroan tidak dapat menjamin kepastian waktu pembayaran dividen di kemudian hari
Walaupun Perseroan telah memiliki kebijakan pembayaran dividen kepada para pemegang saham Perseroan, akan
tetapi kemampuan Perseroan untuk mengumumkan pembagian dividen sehubungan dengan saham Perseroan yang
ditawarkan akan bergantung pada kinerja keuangan Perseroan di masa depan, yang juga bergantung pada
keberhasilan implementasi strategi pertumbuhan Perseroan; pada faktor kompetisi, peraturan, teknis, lingkungan dan
faktor-faktor lainnya; pada kondisi ekonomi secara umum; pada pipeline proyek yang sebagian besar berada di luar
kendali Perseroan.
6.
Nilai aset bersih per saham dari Saham Yang Ditawarkan secara signifikan lebih rendah dari Harga Penawaran
dan para pembeli dapat segera mengalami penurunan nilai yang substansial
Harga Penawaran secara substansial lebih tinggi daripada nilai aset bersih per saham dari saham yang beredar yang
diterbitkan ke para pemegang saham Perseroan yang telah ada. Oleh karena itu, para pembeli Saham Yang
Ditawarkan akan segera mengalami penurunan nilai yang substansial dan para pemegang saham Perseroan yang telah
ada akan mengalami peningkatan besar atas nilai aset bersih per saham pada saham yang mereka miliki.
MANAJEMEN PERSEROAN DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN
SELURUH RISIKO USAHA MATERIAL YANG DIHADAPI PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK.
48
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
VII.
Advance Civil Structure Engineering Technology
KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
AUDITOR INDEPENDEN
Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha
Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 2 Mei 2013 atas laporan keuangan untuk
periode 31 Desember 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst
and Young Ltd.) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini.
49
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
50
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
VIII.
1.
Advance Civil Structure Engineering Technology
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan adalah suatu Perseroan Terbatas berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah secara sah berdiri dan dijalankan
berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia serta berkantor di Wisma ITC, Lantai 4, R 401,
Jl. Abdul Muis No.8, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Acset Indonusa berdasarkan Akta Pendirian No. 2 tanggal 10 Januari
1995 yang dibuat di hadapan Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No. 2 tanggal 10 Januari 1995, Notaris di Bekasi. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-3460.HT.01.01.TH.95 tanggal 22 Maret 1995 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76
tanggal 22 September 1995, Tambahan No. 7928.
Sejak pendiriannya, Perseroan sudah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar, yaitu sebagai berikut:
1.
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.3 tanggal 4 Maret 1998 dibuat dihadapan Liliana
Arif Gondoutomo, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan yang dimuat dalam akta tersebut dituangkan dalam:(i) Data
Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tanggal 23 Maret 1998 dari Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H., yang
telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Kehakiman
Republik Indonesia) berdasarkan Surat Keputusan No.C2-11.056.HT.01.04.TH.98 tanggal 12 Agustus 1998, dan
telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.3565/BH.09.05/II/99
tanggal 12 Februari 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.35 tanggal 30 April
1999, Tambahan No.2525; dan (ii) Laporan Data Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tanggal 23 Maret 1998
dari Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H., yang telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Kehakiman Republik Indonesia) berdasarkan Surat No.C2-11.056
HT.01.04.TH.98 tanggal 12 Agustus 1998, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya
Jakarta Pusat di bawah No.3565/BH.09.05/II/99 tanggal 12 Februari 1999, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No.35 tanggal 30 April 1999, Tambahan No.2525. Akta ini menyetujui penyetoran saham
yang masih dalam simpanan, dan perubahan seluruh anggaran dasar Perseroan dengan cara menyusun kembali
untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang No.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.
2.
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.51 tanggal 9 November 2004 dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta. Perubahan yang dimuat dalam akta tersebut dituangkan dalam:
(i) Format Isian Akta Notaris Model II, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-04926.HT.01.04.TH.2005 tanggal 25 Februari 2005, dan
telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.1075/RUB.09.05/IV/2005
tanggal 28 April 2005, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.51 tanggal 28 Juni 2005,
Tambahan No.6668; dan (ii) Format Isian Akta Notaris Model III, yang telah diterima dan dicatat dalam database
Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (d/h Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) berdasarkan Surat No.C-06211
HT.01.04.TH.2005 tanggal 9 Maret 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Pusat di bawah No.1075/RUB.09.05/IV/2005 tanggal 28 April 2005, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No.51 tanggal 28 Juni 2005, Tambahan No.6668. Akta ini menyetujui dan memutuskan:
a) Merubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha menjadi berusaha dibidang pembangunan dan bidang yang
berkaitan; b) Merubah seluruh anggaran dasar Perseroan.
3.
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.163 tanggal 25 Mei 2005 dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta. Perubahan dalam akta tersebut dituangkan dalam: (i) Format
Isian Akta Notaris Model II, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-17333.HT.01.04.TH.2005 tanggal 22 Juni 2005, dan telah didaftarkan
pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.12338/RUB.09.05/X/2009 tanggal
20 Oktober 2009, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.8/2011 tanggal 28 Januari
2011, Tambahan No.552/2011; dan (ii) Format Isian Akta Notaris Model III, yang telah diterima dan dicatat dalam
database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia (d/h Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) berdasarkan
Surat No.C-19796.HT.01.04.TH.2005 tanggal 19 Juli 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran
Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.17659/UB/09.05/XI/2010 tanggal 11 November 2010, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.8/2011 tanggal 28 Januari 2011, Tambahan No.552. Akta ini
menyetujui perubahan pasal 4 anggaran dasar Perseroan.
51
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
4.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.33 tanggal 6 Agustus 2008 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-90909.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 27 November 2008, dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.8/2011 tanggal 28 Januari 2011, Tambahan No.553, yang
merubah seluruh ketentuan anggaran dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-undang No.40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Akta ini menyetujui merubah seluruh anggaran dasar Perseroan, untuk disesuaikan dengan
ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.229 tanggal 28 Januari 2010 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar yang dimuat dalam Akta No.229 tersebut, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No.AHU-44261.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 8 September 2010, dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
No.AHU-AH.01.10-24617 tanggal 30 September 2010, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No.15/2012 tanggal 21 Februari 2012, Tambahan No.3065. Akta ini diantaranya menyetujui: (i) Menyetujui untuk
merubah pasal 4 (empat) anggaran dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal; (ii) Mengubah seluruh
anggaran dasar Perseroan sehubungan pengubahan status Perseroan menjadi perusahaan dengan fasilitas
Penanaman Modal Asing (PMA)
5.
Akta Berita Acara Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No.75 tanggal 8 Februari 2013 dibuat
dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar yang dimuat dalam Akta
No.75 tersebut, telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-10360.AH.01.02. Tahun 2013 tanggal 4 Maret 2013, dan telah diterima dan
dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-07749 tanggal 5 Maret 2013, pada saat ini sedang dalam proses
untuk diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. Akta ini diantaranya menyetujui: (i) Rencana Perseroan
untuk melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perseroan kepada masyarakat (“Penawaran Umum”) dan
mencatatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada bursa efek di Indonesia serta mengubah status Perseroan dari
Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka; (ii) Menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi Perseroan Terbatas
PT Acset Indonusa Tbk; (iii) Menyetujui perubahan nilai nominal masing-masing saham Perseroan dari semula sebesar
Rp1.000.000.00 (satu juta Rupiah) menjadi sebesar Rp100 (seratus Rupiah);
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Akta No. 75 tanggal 8 Februari 2013 merupakan perubahan Anggaran Dasar
terakhir Perseroan.
Perseroan memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jakarta dan merupakan salah satu perusahaan dalam bidang konstruksi
gedung di Indonesia dengan fokus usaha pada konstruksi proyek-proyek properti komersial, hunian, dan perkantoran.
Dengan pengalaman selama 18 tahun, Perseroan berkeyakinan sangat dikenal di industri dalam membangun gedung
berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
Secara historis, sebagian besar dari proyek Perseroan dilaksanakan di Pulau Jawa, Indonesia. Perseroan telah
menyelesaikan konstruksi proyek dalam berbagai sektor perekonomian Indonesia. Sejak pendiriannya pada tahun 1995,
Perseroan telah berpengalaman di dalam berbagai macam proyek antara lain proyek apartemen residensial, proyek gedung
perkantoran, proyek infrastruktur, dan proyek gedung komersial.
Perseroan memiliki 2 (dua) Entitas Anak yaitu AIC dan IS yang laporan keuangannya dikonsolidasi ke dalam laporan
keuangan konsolidasian Perseroan. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah jasa konstruksi baik yang dilakukan sendiri
maupun melalui kedua Entitas Anak yang memiliki kegiatan usaha utama yang berkaitan dengan kegiatan usaha utama
Perseroan. AIC merupakan Entitas Anak yang menyediakan jasa konstruksi sipil di negara Vietnam, sedangkan IS adalah
Entitas Anak yang menyediakan jasa penunjang konstruksi, hingga diterbitkannya Prospektus ini, status AIC adalah entitas
aktif sedangkan IS sudah beroperasi.
Perseroan juga memiliki 1 (satu) Entitas Asosiasi yaitu BKEI. BKEI merupakan Entitas Asosiasi yang menyediakan jasa
pelaksana konstruksi, hingga diterbitkannya Prospektus ini, status BKEI adalah entitas aktif.
52
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
Advance Civil Structure Engineering Technology
IZIN-IZIN TERKAIT KEGIATAN USAHA
Untuk dapat menjalankan kegiatan usaha di atas khususnya di bidang jasa konstruksi, Perseroan telah memenuhi ketentuan
dalam Undang-undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Pemerintah No. 28, 29 dan 30 Tahun
2000, dimana Perseroan telah memperoleh Sertifikat Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi dengan Nomor Registrasi
2-3173-1-02-1-09-003539 tertanggal 29 Februari 2012 yang berlaku dari 29 Februari 2012 sampai dengan 28 Februari 2014.
Perseroan juga telah memperoleh Izin Usaha Konstruksi dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
No. 89/1/IU/PMA/PU/2010 tertanggal 11 Maret 2010 atas nama PT Acset Indonusa yang ditetapkan atas nama Menteri
Pekerjaan Umum serta telah terdaftar dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) dengan
Nomor anggota Registrasi yang tercatat pada GAPENSI No. 02.2013.09.3173.000235 yang berlaku dari 1 Januari 2013
sampai dengan 31 Desember 2013.
Berikut ini adalah daftar perijinan umum dan perijinan operasional yang dimiliki Perseroan hingga tanggal Prospektus ini
diterbitkan:
Perseroan
No. Ijin
I
Perijinan Umum
A. Tanda Daftar Perseroan (TDP)
B. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
C. Nomor Pokok Wajib Pajak
D. Nomor Pokok Wajib Pajak Cileungsi Bogor
E. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
Kabupaten Cileungsi Bogor
F. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
Kecamatan Cileungsi Bogor
II
Perijinan Operasional
A. Angka Pengenal Importir – Produsen (API-P)
B. Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional
Indonesia
C. Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi
(Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
Nasional (LPJKN))
D. Izin Gangguan (HO), Jenis Usaha “Bengkel Kerja
dan Penampungan Alat Berat”
IS
Ijin
A. Tanda Daftar Perseroan (TDP)
B. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
(SKDP)
C. Nomor Pokok Wajib Pajak
D. Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal tentang Izin Usaha
Perdagangan
3.
Nomor Perijinan
Jatuh Tempo
09.05.45.30708
258/1.824.02/III/2013
01.709.626.4-028.000
01.709.626.4-436.001
503/124/XI/2012Perekonomian
503/42/XII/2012
22 Juni 2015
3 April 2014
Tidak ada jatuh tempo
Tidak ada jatuh tempo
17 Desember 2013
090202064-B
09.73.21.1016.936.03459
9 November 2017
31 Desember 2013
00057323
28 Februari 2014
566.71/004/00148/BPT/2012
4 April 2015
17 Desember 2013
Nomor Perijinan
09.05.1.46.70514
954/1.824.02/X/2012
Jatuh Tempo
14 Oktober 2016
10 Oktober 2013
31.364.780.2-028.000
54/1/IU/I/PMA/PERDAGANGAN/2013
Tidak ada jatuh tempo
PERKEMBANGAN PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Komposisi permodalan dan kepemilikan saham Perseroan telah mengalami perubahan sejak tahun berdirinya. Adapun
riwayat perkembangan kepemilikan saham Perseroan sejak tahun 1995 sampai dengan Prospektus ini diterbitkan dapat
dilihat pada keterangan di bawah ini.
Tahun 1995
Sesuai dengan Akta No.2 tanggal 10 Januari 1995 dibuat dihadapan Liliana Arif Gondoutomo, S.H., Notaris di Bekasi, yang
telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Kehakiman
Republik Indonesia) berdasarkan Surat Keputusan No.C2-3640-HT.01.01.TH’95 tanggal 22 Maret 1995, dan telah
didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dibawah No.1048/1995 tanggal 3 Juli 1995, serta telah
53
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 22 September 1995, Tambahan No.7928, struktur
permodalan Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Thomas Haryo Darmo Sugondo
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
600
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
600.000.000.000
90
30
120
480
90.000.000.000
30.000.000.000
120.000.000.000
480.000.000.000
Jumlah Saham
%
75,00
25,00
100,00
Kebenaran pemenuhan penyetoran modal oleh para pendiri/pemegang saham Perseroan tersebut, didukung oleh Surat
Pernyataan tertanggal 11 Maret 2013 yang ditandatangani oleh para pemegang saham Perseroan, terdiri dari PT Cross Plus
Indonesia, PT Loka Cipta Kreasi, dan Hilarius Arwandhi, yang menyatakan dan menegaskan antara lain sebagai berikut:
(i) menjamin bahwa saham-saham yang telah dikeluarkan dan diambil bagian oleh para pemegang saham Perseroan telah
disetor penuh ke dalam kas Perseroan dan penyetoran tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku pada saat penyetoran tersebut dilaksanakan; (ii) menjamin dan bertanggung jawab terhadap segala
klaim/gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari sehubungan dengan keabsahan penyetoran modal oleh
para pendiri atau pemegang saham Perseroan berkaitan dengan tidak diketemukannya bukti-bukti penyetoran modal, dan
karenanya para pemegang saham dengan ini membebaskan Perseroan dari resiko apapun, termasuk tetapi tidak terbatas
pada ganti rugi terhadap gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari, dan (iii) menjamin bahwa sahamsaham Perseroan yang dimiliki oleh Para Pemegang Saham tidak berada dalam penyitaan atau sengketa dalam bentuk
apapun. (iv) Isi surat pernyataan atas Direksi Perseroan: para pemegang saham publik dibebaskan dari resiko termasuk
tetapi tidak terbatas terhadap gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari.
Sesuai dengan keputusan rapat umum luar biasa para pemegang saham Perseroan tanggal 16 November 1995 yang dimuat
dalam Akta Berita Acara No.14 tanggal 16 November 1995 dibuat dihadapan Liliana Arif Gondoutomo, S.H., Notaris di
Jakarta, dan telah didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dibawah No.1293/1995 tanggal 28 November
1995, para pemegang saham Perseroan menyetujui penjualan sebagian saham yang dimiliki oleh Hilarius Arwandhi dan
Thomas Haryo Darmo Sugondo, masing-masing sebanyak 30 (tiga puluh) saham, kepada Ario Boy Wowor. Jual beli saham
tersebut masing-masing telah dilaksanakan berdasarkan Akta Jual Beli Saham No.15 dan No.16, keduanya tertanggal
16 November 1995 dibuat dihadapan Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H.
Dengan adanya jual beli saham tersebut maka susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Ario Boy Wowor
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
600
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
600.000.000.000
60
60
120
480
60.000.000.000
60.000.000.000
120.000.000.000
480.000.000.000
Jumlah Saham
%
50,00
50,00
100,00
Tahun 1997
Sesuai dengan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa Perseroan tanggal 11 Juli 1997 yang dimuat dalam Akta
Berita Acara No.8 tanggal 11 Juli 1997 dibuat dihadapan Liliana Arif Gondoutomo, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Kehakiman Republik
Indonesia) oleh Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H. sebagaimana dimuat dalam Surat No.101/VII/1997/N.- tanggal 15 juli
1997 dan telah diterima tanggal 18 Juli 1997, serta telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Pusat di bawah No.1127/RUB.IX.5/II/1999 tanggal 12 Februari 1999, para pemegang saham Perseroan menyetujui antara
lain penjualan 60 (enam puluh) saham yang dimiliki oleh Ario Boy Wowor, kepada Hilarius Arwandhi sebanyak 40 (empat
puluh) saham dan Hot Asina Munthe sebanyak 20 (dua puluh) saham. Jual beli saham tersebut seluruhnya dilaksanakan
berdasarkan Akta Jual Beli Saham No.9 tanggal 11 Juli 1997 dibuat dihadapan Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H.
54
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dengan adanya jual beli saham tersebut maka susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Hot Asina Munthe
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
600
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
600.000.000.000
100
20
120
480
100.000.000.000
20.000.000.000
120.000.000.000
480.000.000.000
Jumlah Saham
%
83,33
16,67
100,00
Tahun 1998
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 4 Maret 1998 yang dimuat dalam
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.3 tanggal 4 Maret 1998 dibuat dihadapan Liliana Arif
Gondoutomo, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (d/h Menteri Kehakiman Republik Indonesia) berdasarkan Surat No.C2-11.055 HT.01.04.TH.98. tanggal
12 Agustus 1998, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah
No.3565/BH.09.05/II/99 tanggal 12 Februari 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No.35 tanggal 30 April 1999, Tambahan No.2525, para pemegang saham Perseroan antara lain menyetujui untuk
meningkatkan modal ditempatkan/disetor Perseroan dari semula Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta Rupiah) terbagi
atas 120 (seratus dua puluh) saham menjadi Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta Rupiah) terbagi atas 150 (seratus
lima puluh) saham dengan cara mengeluarkan saham yang masih dalam simpanan sebanyak 30 (tiga puluh) saham dengan
nilai nominal seluruhnya Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta Rupiah), yang diambil bagian dan disetor oleh Hilarius Arwandhi
sebanyak 25 (dua puluh lima) saham dan Hot Asina Munthe sebanyak 5 (lima) saham. Susunan kepemilikan saham
Perseroan menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Hot Asina Munthe
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
600
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
600.000.000.000
125
25
150
450
125.000.000.000
25.000.000.000
120.000.000.000
480.000.000.000
Jumlah Saham
%
83,33
16,67
100,00
Kebenaran pemenuhan penyetoran modal oleh para pendiri/pemegang saham Perseroan tersebut, didukung oleh Surat
Pernyataan tertanggal 11 Maret 2013 yang ditandatangani oleh para pemegang saham Perseroan, terdiri dari PT Cross Plus
Indonesia, PT Loka Cipta Kreasi, dan Hilarius Arwandhi, yang menyatakan dan menegaskan antara lain sebagai berikut:
(i) menjamin bahwa saham-saham yang telah dikeluarkan dan diambil bagian oleh para pemegang saham Perseroan telah
disetor penuh ke dalam kas Perseroan dan penyetoran tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku pada saat penyetoran tersebut dilaksanakan; (ii) menjamin dan bertanggung jawab terhadap segala
klaim/gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari sehubungan dengan keabsahan penyetoran modal oleh
para pendiri atau pemegang saham Perseroan berkaitan dengan tidak diketemukannya bukti-bukti penyetoran modal, dan
karenanya para pemegang saham dengan ini membebaskan Perseroan dari resiko apapun, termasuk tetapi tidak terbatas
pada ganti rugi terhadap gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari, dan (iii) menjamin bahwa sahamsaham Perseroan yang dimiliki oleh Para Pemegang Saham tidak berada dalam penyitaan atau sengketa dalam bentuk
apapun. (iv) Isi surat pernyataan atas Direksi Perseroan: para pemegang saham publik dibebaskan dari resiko termasuk
tetapi tidak terbatas terhadap gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari.
Tahun 2005
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 25 Mei 2005 yang dimuat dalam
Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.160 tanggal 25 Mei 2005 dibuat dihadapan Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum Kementerian Hukum
Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia)
berdasarkan Surat No.W7-HT.01.10-5865 tanggal 27 April 2007, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan
Kodya Jakarta Pusat tertanggal 20 Oktober 2009, para pemegang saham Perseroan menyetujui pengalihan saham yang
dimiliki oleh Hilarius Arwandhi sebanyak 65 (enam puluh lima) saham dan Hot Asina Munthe sebanyak 25 (dua puluh lima)
saham, seluruhnya kepada Cross Plus Projects Pte., Ltd. Jual beli saham tersebut masing-masing telah dilaksanakan
berdasarkan Akta Jual Beli Saham No.161 dan No.162, keduanya tertanggal 25 Mei 2005 dibuat dihadapan Notaris
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.
55
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dengan adanya jual beli saham tersebut maka susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Cross Plus Projects Pte.Ltd
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
600
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
600.000.000.000
60
90
150
450
60.000.000.000
90.000.000.000
120.000.000.000
480.000.000.000
Jumlah Saham
%
40,00
60,00
100,00
Sesuai dengan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa Perseroan tanggal 25 Mei 2005 yang dimuat dalam Akta
Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.163 tanggal 25 Mei 2005 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang (i) telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-17333.HT.01.04.TH.2005 tanggal 22 Juni 2005, dan telah didaftarkan pada
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.12338/RUB.09.05/X/2009 tanggal 20 Oktober 2009; dan
(ii) telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian
Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia)
berdasarkan Surat No.C-19796.HT.01.04.TH.2005 tanggal 19 Juli 2005, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran
Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No.17659/UB/09.05/XI/2010 tanggal 11 November 2010; serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No.8/2011 tanggal 28 Januari 2011, Tambahan No.553/2011, para pemegang
saham Perseroan antara lain menyetujui perubahan struktur permodalan Perseroan, yaitu: (i) peningkatan modal dasar
Perseroan dari semula Rp600.000.000,00 (enam ratus juta Rupiah) terbagi atas 600 (enam ratus) saham dengan nilai
nominal saham masing-masing sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah) menjadi Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar Rupiah)
terbagi atas 3.000 (tiga ribu) saham dengan nilai nominal saham masing-masing sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah);
dan (ii) peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari semula Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta
Rupiah) terbagi atas 150 (seratus lima puluh) saham menjadi Rp1.000.000.000,00 (satu miliar Rupiah) terbagi atas 1.000
(seribu) saham dengan cara mengeluarkan 850 (delapan ratus lima puluh) saham dalam simpanan dengan nilai nominal
seluruhnya Rp850.000.000,00 (delapan ratus lima puluh juta Rupiah), yang diambil bagian oleh Hilarius Arwandhi sebanyak
340 (tiga ratus empat puluh) saham dengan nilai nominal Rp340.000.000,00 (tiga ratus empat puluh juta Rupiah) dan
Cross Plus Project Pte., Ltd. sebanyak 510 (lima ratus sepuluh) saham dengan nilai nominal Rp510.000.000,00 (lima ratus
sepuluh juta Rupiah).
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. Hilarius Arwandhi
2. Cross Plus Projects Pte.Ltd
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
3.000
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
3.000.000.000.000
400
600
1.000
2.000
400.000.000.000
600.000.000.000
1.000.000.000.000
2.000.000.000.000
Jumlah Saham
%
40,00
60,00
100,00
Penyetoran modal oleh para pemegang saham Perseroan telah dilaksanakan melalui PT Bank Internasional Indonesia Tbk.
sebagaimana terlihat dari bukti Aplikasi Transfer pada tanggal 2 Juni 2005 dan tanggal 6 Juni 2005.
Tahun 2010
Sesuai dengan Keputusan Pemegang Saham tanggal 23 Desember 2009 dan 30 Desember 2009 yang dituangkan dalam
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.229 tanggal 28 Januari 2010 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-44261.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 8 September 2010, dan telah diterima dan
dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.10-24617 tanggal 30 September 2010, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No.15 tanggal 21 Februari 2012, Tambahan No.3065, para pemegang saham Perseroan antara lain
menyetujui: (i) pengalihan saham yang dimiliki oleh Cross Plus Projects Pte. Ltd sebanyak 600 (enam ratus) saham kepada
PT Cross Plus Indonesia, jual beli tersebut telah dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 30 Desember
2009 dibuat dibawah tangan sebagaimana dimuat dalam Akta Penyimpanan (Depot) No.230 tanggal 28 Januari 2010 dibuat
dihadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.; (ii) peningkatan modal dasar Perseroan dari sebelumnya sebesar
Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar Rupiah) terbagi atas 3.000 (tiga ribu) saham dengan nilai nominal masing-masing saham
sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah) menjadi Rp160.000.000.000,00 (seratus enam puluh miliar Rupiah) terbagi atas
160.000 (seratus enam puluh ribu) saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta
Rupiah); dan (iii) peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar Rupiah)
56
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
terbagi atas 1.000 (seribu) saham menjadi sebesar Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar Rupiah) terbagi atas 40.000
(empat puluh ribu) saham, dengan cara mengeluarkan saham dalam simpanan sebanyak 39.000 (tiga puluh sembilan ribu)
saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp39.000.000.000,00 (tiga puluh sembilan miliar Rupiah), yang diambil
bagian masing-masing oleh PT Cross Plus Indonesia sebanyak 21.400 (dua puluh satu ribu empat ratus) saham dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp21.400.000.000,00 (dua puluh satu miliar empat ratus juta Rupiah) dan PT Loka Cita Kreasi
sebanyak 17.600 (tujuh belas ribu enam ratus) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp17.600.000.000,00 (tujuh
belas miliar enam ratus juta Rupiah).
Penyetoran atas saham-saham yang diambil bagian oleh PT Cross Plus Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi telah dilakukan
dengan kompensasi hutang Perseroan kepada: (i) PT Cross Plus Indonesia sebesar Rp21.400.000.000,00 (dua puluh satu
miliar empat ratus juta Rupiah); dan (ii) PT Loka Cipta Kreasi sebesar Rp17.600.000.000,00 (tujuh belas miliar enam ratus
juta Rupiah) berdasarkan Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi tanggal 31 Desember 2008 antara Perseroan selaku
penerbit Obligasi Konversi dengan Cross Plus Projects Pte., Ltd. (pada saat itu adalah pemegang saham Perseroan), yang
selanjutnya telah dilakukan pengalihan atas Obligasi Konversi tersebut dari CPP kepada CPI dan LCK masing –masing
berdasarkan: (i) Sale and Purchase Agreement antara CPP selaku penjual dengan CPI selaku pembeli dan (ii) Sale and
Purchase Agreement antara CPP selaku penjual dengan LCK selaku pembeli keduanya ditandatangani pada tanggal
23 Desember 2009. Hutang pokok yang dialihkan berdasarkan kedua Sale and Purchase Agreement tersebut adalah
keseluruhannya sebesar Rp39.000.000.000,- (tiga puluh sembilan miliar Rupiah) dengan rincian: (i) sebesar
Rp21.400.000.000,- adalah yang diambil alih oleh CPI dan (ii) sebesar Rp17.600.000.000,- yang diambil alih oleh LCK.
Adapun syarat-syarat Obligasi Konversi tersebut adalah antara lain: (a) Obligasi Konversi diberi nama Obligasi Konversi
Acset; (b) Obligasi Konversi adalah Obligasi Konversi atas nama dan dapat dialihkan oleh Pemegang Obligasi Konversi;
(c) Obligasi Konversi jatuh tempo, yaitu apabila Pemegang Obligasi Konversi belum melaksanakan konversi menjadi Sahamsaham Perseroan hasil konversi dan karenanya wajib dilunasi pada Tanggal Jatuh Tempo; (d) Obligasi Konversi diterbitkan
dengan bunga sebesar 1% (satu persen) per tahun dari nilai Obligasi Konversi, dengan sekali pembayaran bunga pada saat
Tanggal Jatuh Tempo; Jika Pemegang Obligasi Konversi mengkonversikan Obligasi Konversi menjadi Saham-saham
Perseroan Hasil Konversi, maka tidak ada pembayaran bunga; (e) Obligasi Konversi akan diterbitkan dalam 1 (satu)
Sertifikat Obligasi Konversi dengan denominasi sebesar Rp39.000.000.000,- (tiga puluh sembilan miliar Rupiah), (jika
diminta oleh Pemegang Obligasi Konversi); (f) Jatuh tempo Obligasi Konversi ini adalah pada Tanggal Jatuh Tempo; (g) Baik
sebagian atau seluruh nilai Obligasi Konversi dapat dialihkan dan/ atau diperdagangkan oleh Pemegang Obligasi Konversi;
(h) Baik sebagian atau seluruh nilai Obligasi Konversi dapat dikonversi setiap saat oleh Pemegang Obligasi Konversi
menjadi kepemilikan atas Saham-saham Perseroan Hasil Konversi.
Selanjutnya terhadap pengalihan saham dari CPP kepada CPI adalah tidak menimbulkan adanya perubahan pengendalian
terhadap Perseroan, mengingat CPI adalah merupakan suatu perseroan yang sahamnya sebagian besar (95%) dimiliki oleh
CPP dan terdapat kesamaan pengurus padai kedua badan hukum tersebut yakni keduanya masing-masing memiliki
Director/ Direktur tunggal di dalamnya yang sama yaitu: Tan Tiam Seng Ronnie.
Sehubungan dengan penyetoran atas pengambilbagian saham baru oleh PT Cross Plus Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi
tersebut, Perseroan telah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.15 Tahun
1999 tentang Bentuk-Bentuk Tagihan Tertentu Yang Dapat Dikompensasikan Sebagai Setoran Saham, yaitu: (i) mendapat
persetujuan dari seluruh pemegang saham Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham No.229 tanggal 28 Januari 2010 dibuat dihadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.; dan
(ii) mengumumkan dalam surat kabar harian, yaitu Harian Ekonomi Neraca dan Harian Pelita, keduanya tertanggal
24 Agustus 2011.
Berdasarkan struktur permodalan tersebut di atas maka susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. PT Cross Plus Indonesia
2. PT Loka Cipta Kreasi
3. Hilarius Arwandhi
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
160.000
Nilai Nominal
(Rp1.000.000,-)
160.000.000.000
22.000
17.600
400
40.000
120.000
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
40.000.000.000
120.000.000.000
Jumlah Saham
%
55,00
44,00
1,00
100,00
Tahun 2013
Berdasarkan Akta Berita Acara Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 75 tanggal 8 Februari 2013,
dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-10360.AH.01.02. Tahun 2013 tanggal 4 Maret 2013, dan telah diterima dan dicatat
57
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-07749 tanggal 5 Maret 2013, pada saat ini sedang dalam proses untuk diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia (“Akta No. 75”), para pemegang saham Perseroan menyetujui untuk mengubah nilai
nominal saham dari semula Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah) per saham menjadi Rp100,- (seratus Rupiah) per saham,
sehingga susunan permodalan dan pemegang saham menjadi sebagai berikut:
1.600.000.000
Nilai Nominal
(Rp100,-)
160.000.000.000
220.000.000
176.000.000
4.000.000
400.000.000
1.200.000.000
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
40.000.000.000
120.000.000.000
Jumlah Saham
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan & Disetor
1. PT Cross Plus Indonesia
2. PT Loka Cipta Kreasi
3. Hilarius Arwandhi
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham Dalam Portepel
%
55,00
44,00
1,00
100,00
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan tidak mengalami
perubahan.
4.
PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah diangkat sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan
Akta Berita Acara Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 75 tanggal 8 Februari 2013 dibuat dihadapan Dr. Irawan
Soerodjo, S.H.,M.Si., Notaris di Jakarta. Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tersebut telah diterima
dan dicatat didalam Database Sisminbakum Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat No. AHU-AH.01.10-07750 tanggal 5 Maret 2013.
Masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah masing-masing untuk jangka waku 5 (lima) tahun,
kecuali apabila ditentukan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum
Pemegang Saham untuk memberhentikannya sewaktu-waktu. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang masa
jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris (Komisaris Independen)
Komisaris
: Robert Mulyono
: Andi Anzhar Cakra Wijaya
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur/ Direktur Tidak Terafiliasi
:
:
:
:
Tan Tiam Seng Ronnie
Hilarius Arwandhi
Agustinus Hambadi
Djatikesumo Subagio
DEWAN KOMISARIS:
Robert Mulyono, Presiden Komisaris & Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia, 65 tahun. Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak
tahun 2013.
Memperoleh gelar dari Fakultas Teknik Sipil dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1975.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Nindya Karya (2002-2008), Direktur
Utama PT Hutama Karya (1999-2002), Ad-Interim Direktur Utama PT Hutama Karya
(1998-1999), Direktur Operasional II PT Hutama Karya (1993-1998), Vice Branch Manager XVI
PT Hutama Karya (1988-1989).
58
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Andi Anzhar Cakra Wijaya, Komisaris
Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2013.
Memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2007,
Sarjana Hukum dari Universitas Jakarta, Jakarta pada tahun 2005, BBM Degree dari
Pamantasan Nang Lungsod Nang, Manila Filipina pada tahun 1998, dan Sarjana Ekonomi dari
Universitas Pancasila, Jakarta pada tahun 1994.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Cakra Karya Bersama
(1998 – sekarang), PT Cakra Griya Pratama (1999 – sekarang), Ketua Yayasan Ibnu Hadjar
(2000 – sekarang), Pembina Yayasan Andi Anzhar (2008 – sekarang), Direktur Utama di
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (2008 – sekarang), Komisaris Utama PT Bogor
Bangun Sarana (2010 – sekarang), dan Direktur Utama PT Bara Prima Mandiri
(2012 – sekarang) .
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Balinusa Sukses Pratama
(1998-2004), Direktur Utama PT Ahapacivica Putratama (1994-2001) dan sebagai Direktur di
PT Satya Mandiri Lestari (1992-1993).
DIREKSI:
Tan Tiam Seng Ronnie, Presiden Direktur
Warga Negara Singapura, 54 tahun. Menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun
2013.
Memperoleh gelar Diploma jurusan Pemasaran dari Marketing Institute, Inggris pada tahun 1988,
Diploma jurusan Penjualan dan Pemasaran, Marketing Institute, Singapura pada tahun 1983,
dan Diploma jurusan Building, Politeknik Singapura pada tahun 1978.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Acset Indonusa (2005-2012),
Managing Director PT Acset Indonusa (1995-2004), Managing Director Acset Construction (Pte)
Ltd, Singapura (1993-1995), General Manager (Luar Negeri) Bored Piling (Pte) Ltd, Singapura
(1990-1993), Business Development & Country Head di Indonesia untuk L&M Group PLC,
Singapura (1986-1989), Executive Director di High Ground Sdn Bhd, Kuala Lumpur (1983-1985).
Hilarius Arwandhi, Direktur Operasional
Warga Negara Indonesia, 51 tahun. Menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan sejak
tahun 2013.
Memperoleh gelar insinyur dari Universitas Maranatha, Bandung, jurusan Teknik Sipil pada tahun
1986.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Dinamik Struktural Sistem
(2003-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Acset Indonusa
(1993-2012) Project Manager PT Elenem Indonusa (1988–1991) dan Site Manager PT Pilar
Utama Nusantara (1987–1988).
Agustinus Hambadi, Direktur Keuangan
Warga Negara Indonesia, 35 tahun. Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak tahun
2013.
Memperoleh gelar Magister Manajemen dengan jurusan keuangan dari Universitas Indonesia
pada tahun 2003 dan gelar Sarjana Ekonomi dengan jurusan Akuntansi dari Universitas
Tarumanegara pada tahun 2000.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer di PT Acset Indonusa (2011-2013)
dan Corporate Accounting Manager di PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (2003-2010).
59
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Djatikesumo Subagio, Direktur Proyek/ Direktur Tidak Terafiliasi
Warga Negara Indonesia, 51 tahun. Menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan sejak
tahun 2013.
Memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Kristen Petra, Surabaya pada tahun
1985.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Project Director PT Acset Indonusa (2012-sekarang),
Direktur Project Pakuwon Group (2006-2011), Project Manager PT Manunggal Wiratama
(2002-2006), Project Manager PT Binareksa Ekajaya (2000-2002), CEO Property Division di
PT Jakarta Steel Group (1998-1999), Direktur PT Pacific Metrorealty (1999-2006), Asisten
Direktur PT Pacific Metrorealty (1996-1998), Project Manager PT Pacific Metrorealty
(1993-1996), Project Manager PT Metropolitan Lingga Jaya (1992-1993), Project Manager
PT Multicipta Permai Wirasta (1991-1992), dan Direktur PT Animo Sarana (1985-1991).
Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan
Bapepam No.IX.I.6, tentang Direksi dan Komisaris Perseroan dan Perusahaan Publik.
Dalam memilih dan mengangkat Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan memiliki beberapa kualifikasi atau kriteria
pemilihan seperti pengalaman kerja yang terbukti di bidang yang relevan, memiliki integritas dengan tidak pernah terlibat
perkara kriminal dan memiliki kepemimpinan yang kuat.
KOMPENSASI KOMISARIS DAN DIREKSI
Remunerasi, yaitu gaji dan tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris per 31 Desember 2012, 2011 dan
2010 masing-masing sebesar Rp834.200.000, Rp617.381.450, Rp544.487.900, Direksi per 31 Desember 2012, 2011 dan
2010 masing-masing sebesar dan Rp560.030.000, Rp409.426.500, Rp370.826.500 berdasarkan Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan.
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sehubungan dengan pemenuhan Peraturan Bapepam No. IX.I.4 lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996
tanggal 17 Januari 1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan juncto Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta
No. Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.001/SK/DIR/II/2013 tentang
Penunjukan Sekretaris Perusahaan, Perseroan telah mengangkat Any Setyowati sebagai Sekretaris Perusahaan.
Tanggung Jawab Utama
Tugas dan tanggung jawab utama Corporate Secretary adalah mengikuti perkembangan peraturan-peraturan yang berlaku
di bidang Pasar Modal, memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi Perseroan dan
memberikan masukan kepada Direksi Perseroan untuk mematuhi ketentuan UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan
peraturan pelaksanaannya serta sebagai penghubung antara Perseroan dengan OJK atau masyarakat.
Alamat Corporate Secretary
Telp
Faks
E-mail
: Wisma ITC, 4th floor. R.401, Jl. Abdul Muis No. 8, Jakarta 10160, Indonesia
: (62-21) 344 8157
: (62-21) 350 5212
: [email protected]
KOMITE AUDIT
Dalam rangka penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik, Perseroan akan membentuk Komite Audit sesuai dengan
Peraturan Bapepam No. IX.I.5 lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004
tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, dan Peraturan BEI No.I.A.
Perseroan akan membentuk Komite Audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku selambat-lambatnya dalam jangka waktu
6 (enam) bulan setelah tanggal pencatatan saham Perseroan di BEI atau Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, mana
yang lebih dahulu.
60
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dalam rangka membantu melaksanakan tugas dan
fungsinya. Sebuah perusahaan publik wajib memiliki Komite Audit beserta pedoman kerja komite audit, dimana Komite Audit
terdiri dari sekurang-kurangnya satu orang Komisaris Independen dan sekurang-kurangnya dua orang anggota lainnya
berasal dari luar Perseroan.
Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat professional yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap
laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh direksi kepada Dewan Komisaris serta mengidentifikasi hal-hal yang
memerlukan perhatian Dewan Komisaris, yang antara lain meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan seperti Laporan Keuangan,
proyeksi dan informasi keuangan lainnya;
Menelaah independensi dan objektifitas akuntan publik;
Melakukan penelaahan atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik untuk memastikan semua
risiko yang penting telah dipertimbangkan;
Melakukan penelaahan atas efektifitas pengendalian internal Perusahaan;
Menelaah tingkat kepatuhan Perusahaan Tercatat terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan
peraturan perundangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan;
Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan adanya kesalahan dalam keputusan rapat direksi atau penyimpangan dalam
pelaksanaan hasil keputusan rapat direksi. Pemerikasaan tersebut dapat dilakukan oleh Komite Audit atau pihak
independen yang ditunjuk oleh Komite Audit atas biaya Perusahaan Tercatat yang bersangkutan.
AUDIT INTERNAL
Audit Internal adalah penilai independen yang merupakan bagian dari struktur pengendalian internal Perusahaan yang
berfungsi menguji dan mengevaluasi keandalan dan efektifitas sistem pengendalian lainnya dengan maksud meningkatkan
efektifitas pengendalian dan terlaksananya Good Corporate Governance perusahaan secara keseluruhan.
Tugas Audit Internal adalah membantu manajemen dan unit kerja lainnya dalam pencapaian pelaksanaan tugas dan
kewajiban mereka dengan memberikan bantuan analisa, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi mengenai
aktivitas yang direviewnya kepada unit kerja terkait.
Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Audit Internal memiliki tugas sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam memonitor dan meningkatkan pengendalian manajemen, corporate
governance Perseroan, mendorong efektifitas unit-unit corporate governance, proses pengendalian manajemen,
manajemen risiko, implementasi etika bisnis, dan pengukuran kinerja organisasi.
Melakukan pemerikasaan, penilaian dan rekomendasi agar kegiatan Perseroan atas pencapaian tujuan dan sasaran
usaha secara efisien, efektif dan ekonomis.
Mengarahkan kebijakan manajemen terhadap tindak lanjut perubahan lingkungan, risiko bisnis yang muncul, dan halhal lain yang mempengaruhi hasil dan kinerja Perseroan.
Mengidentifikasi peluang-peluang untuk meningkatkan kehematan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan untuk
menciptakan nilai tambah Perseroan.
Melakukan pemeriksaan dan memberikan saran tindak lanjut bagi upaya-upaya manajemen operasional dalam
mengembangkan sistem pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan dan sasaran Perseroan.
Melakukan monitoring atas pelaksanaan saran tindak lanjut yang dibuat oleh KAP, Internal Audit dan institusi
pemeriksaan lain.
Sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Audit Internal,
berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 002/SK/DIR/II/2013 tanggal 11 April 2013, telah diangkat Petrus Sulardi
sebagai Kepala Unit Audit Internal. Perseroan juga telah memiliki Piagam Unit Audit Internal tanggal 11 Februari 2013.
5.
SUMBER DAYA MANUSIA
Per tanggal 31 Desember 2012, Perseroan dan Entitas Anak memiliki 1.220 karyawan, dengan 133 karyawan tetap.
Karyawan inti Perseroan memiliki pengalaman dan keahlian yang sudah matang di berbagai industri, terutama di industri
konstruksi.
61
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Komposisi Karyawan
Berikut ini adalah komposisi karyawan Perseroan dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 menurut jenjang pendidikan, jenjang jabatan, kelompok usia dan status kerja:
Perseroan
Komposisi Karyawan Perseroan Menurut Jenjang Jabatan
Jenjang Jabatan
Direksi
Manajer
Staf
Non-staf
Jumlah
2012
5
150
302
763
1.220
2011
5
85
301
630
1.021
31 Desember
2010
4
60
211
518
793
2009
4
50
207
441
702
2008
5
50
204
434
693
2011
11
139
290
215
366
1.021
31 Desember
2010
8
129
275
219
162
793
2009
6
125
255
189
127
702
2008
4
130
215
175
169
693
Komposisi Karyawan Perseroan Menurut Usia
Usia
>55 th
46-55 th
36-45 th
26-35 th
18-25 th
Jumlah
2012
16
141
327
324
412
1.220
Komposisi Karyawan Perseroan Menurut Jenjang Pendidikan
Jenjang Pendidikan
Pasca Sarjana
Sarjana
Sarjana Muda dan
setingkat
SLTA dan sederajat
SLTP/SD dan sederajat
Total
2012
10
227
2011
6
190
31 Desember
2010
5
147
2009
4
130
2008
4
130
176
150
115
110
110
517
290
1.220
425
250
1.021
400
126
793
290
168
702
295
154
693
2011
73
948
1.021
31 Desember
2010
55
738
793
2009
55
647
702
2008
55
638
693
Komposisi Karyawan Perseroan Menurut Status
Status
Tetap
TidakTetap
Jumlah
2012
133
1.087
1.220
62
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
AIC
Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan
Jenjang Jabatan
Direksi
Manajer
Staf
Non-staf
Jumlah
2012
1
12
11
2011
1
17
18
31 Desember
2010
1
26
27
2009
1
25
26
2008
1
20
21
Komposisi Karyawan Menurut Usia
Usia
2012
2
2
2
5
11
>55 th
46-55 th
36-45 th
26-35 th
18-25 th
Jumlah
2011
2
4
2
10
18
31 Desember
2010
3
9
2
10
3
27
2009
2
7
4
8
5
26
2008
5
2
4
10
21
Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan
Jenjang Pendidikan
Pasca Sarjana
Sarjana
Sarjana Muda dan
setingkat
SLTA dan sederajat
SLTP/SD dan sederajat
Total
2012
4
2011
9
31 Desember
2010
18
2009
19
2008
7
1
2
1
2
11
6
11
7
18
8
27
5
26
3
21
2012
11
11
2011
18
18
31 Desember
2010
27
27
2009
26
26
2008
21
21
Komposisi Karyawan Menurut Status
Status
Tetap
TidakTetap
Jumlah
Per 31 Desember 2012, IS belum memiliki karyawan karena baru beroperasi pada bulan Maret 2013.
Jumlah karyawan tidak tetap untuk Perseroan dan Entitas Anak mewakili jumlah karyawan yang telah pensiun namun masih
tetap dikaryakan sebagai karyawan kontrak dan juga mewakili jumlah karyawan yang masih dalam masa percobaan atau
pelatihan (training) sepanjang belum dikeluarkannya surat keputusan pengangkatan karyawan tetap.
Karyawan Kunci
Di dalam melakukan aktivitas operasionalnya, Perseroan memiliki beberapa karyawan kunci yang apabila karyawan tersebut
mengundurkan diri atau tidak bekerja lagi pada Perseroan dapat mempengaruhi operasi dan kegiatan usaha Perseroan.
Karyawan kunci Perseroan terdiri dari Direksi Perseroan yaitu:
No.
1.
2.
3.
4.
Nama
Tan Tiam Seng Ronnie
Hilarius Arwandi
Agustinus Hambadi
Djatikesumo Subagio
Jabatan
Presiden Direktur
Direktur Operasional
Direktur Keuangan
Direktur Proyek
63
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Tenaga Asing
Pada tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Perseroan memiliki tenaga kerja asing yang menempati berbagai posisi.
Berikut ini uraian mengenai tenaga kerja asing yang dipekerjakan oleh Perseroan:
IMTA
No
Nama
Jabatan
Perusahaan
Warga
Negara
1.
Tan Tiam
Seng
Ronnie
Presiden
Direktur
Perseroan
Singapura
2.
Chen
Wen Chin
Environment
Engineer
Perseroan
Taiwan
3.
Wong
Hee Tiek
Technical
Manager
Perseroan
Malaysia
4.
Tseng
Ching
Kuei
Geologist
Engineer
Perseroan
Taiwan
No.
KEP.023
68/MEN/
B/IMTA/
2013
KEP.11/
635/ME
N/B/IMT
A/2013
KEP.207
78/MEN/
B/IMTA/
2012
KEP.116
36/MEN/
B/IMTA/
2013
Jatuh Tempo
KITAS/KITAP
No.
Jatuh Tempo
12
Desember
2013
2C11JF32
56-L
12 Desember
2013
28 Februari
2014
2C11JE46
82-M
22 Februari
2014
30
November
2013
2C21JE64
15-A
30 November
2013
28 Februari
2014
2C11JE46
83-M
22 Februari
2014
FASILITAS DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Sebagai salah satu komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkesinambungan, Manajemen Perseroan
melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem remunerasi dan paket kesejahteraan yang diberikan kepada para
karyawan Perseroan dan Entitas Anak. Peninjauan yang dilakukan terhadap sistem penggajian dan remunerasi yang
diberikan senantiasa mengakomodir perkembangan yang relevan dalam dunia pasar tenaga kerja yang berpedoman pada
pemenuhan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional serta menunjuk pada peraturan daerah
setempat dalam hal pelaksanaannya. Penetapan besarnya upah karyawan Perseroan dan Entitas Anak senantiasa
berpedoman pada ketentuan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Upah Minimum Regional (UMR). Dalam prakteknya,
Perseroan telah membayarkan gaji dan upah serta fasilitas kesejahteraan yang lebih baik dari kisaran UMP setempat dan
bersaing dengan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sejenis di industri konstruksi. Penetapan upah karyawan ini
juga diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP) antara Perseroan dan Entitas Anak dengan karyawan kesejahteraan yang
diberikan oleh Perseroan selain mencakup gaji dan upah yang dibayarkan setiap bulan atau dua minggu sekali (khusus
karyawan SKT) juga terdiri dari tunjangan-tunjangan yang diberikan dalam bentuk pembayaran maupun natura. Tunjangan
yang diberikan berwujud pemberian makan dan minum di lokasi kerja selama jam istirahat pada hari kerja, pemberian
Tunjangan Hari Raya (THR) yang nilainya dapat mencapai 2 kali gaji bulanan (untuk masa kerja tertentu), pemberian
seragam kerja sebanyak 2 stel pakaian setiap tahunnya, maupun perlengkapan kerja khususnya untuk memenuhi standar
komunikasi & safety misalnya: helm, sepatu dll. Disamping itu pemberian paket fasilitas kesehatan dalam bentuk
penggantian biaya pengobatan maupun program asuransi untuk karyawan.
Setiap akhir tahun, Perseroan menerapkan sistem remunerasi atas dasar tingkat inflasi dan kinerja, dimana tingkat
penyesuaian gaji, tunjangan maupun fasilitas lain yang ada didasarkan pada prestasi dan kontribusi setiap karyawan. Paket
fasilitas kesehatan yang diberikan kepada karyawan mencakup penggantian biaya pengobatan dan perlindungan asuransi
kepada karyawan dan anggota keluarga (istri dan anak) yang dapat digunakan untuk rawat jalan, rawat inap, serta proses
persalinan (hingga anak ketiga). Besar penggantian dan paket asuransi yang diberikan tergantung dari pangkat
kepegawaian yang ditentukan oleh Perseroan.
Disamping itu, Perseroan juga mendaftarkan para karyawannya dalam kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(Jamsostek) yang meliputi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM)
maupun Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) termasuk keluarga yaitu istri/suami dan 3 (tiga) orang anak kandung.
Untuk proyek yang memerlukan tenaga kerja cukup banyak, disediakan dokter praktek dari pagi sampai sore, setiap hari
Senin dan Kamis untuk melayani tenaga kerja yang memerlukan pemeriksaan medis.
64
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
REKRUITMEN DAN PELATIHAN KARYAWAN
Program pengembangan sumber daya manusia dalam lingkungan Perseroan dan Entitas Anak dimulai dengan analisa
kebutuhan tenaga karyawan yang disesuaikan dengan Rencana Tahunan Perseroan. Rencana Tahunan yang disusun
selain memuat anggaran proyeki, juga memuat rencana kebutuhan tenaga kerja baik yang berkaitan langsung dengan
proses proyek, tenaga penjualan maupun tenaga administrasi di lingkungan kantor Perseroan.
Proses perekrutan tenaga kerja dilaksanakan dengan memperhatikan asas kesetaraan dan kualifikasi dari setiap kandidat
yang mengirimkan aplikasi untuk posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh Perseroan. Kandidat yang melamar akan melalui
serangkaian proses penerimaan karyawan baru berupa tes tertulis, tes psikologis, pemeriksaan medis dan wawancara
langsung dengan pimpinan/kepala divisi yang bersangkutan. Untuk beberapa posisi kunci, kandidat akan dipertemukan oleh
tim Manajemen Perseroan (Direksi) dan melakukan wawancara langsung. Pada dasarnya hanya kandidat terbaik yang akan
diproses untuk proses perekrutan karyawan.
Untuk setiap kandidat yang diterima menjadi karyawan Perseroan akan melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan atau
masa kontrak untuk beberapa posisi pekerjaan. Dalam masa percobaan ini, karyawan baru akan dinilai berdasarkan
kemampuan bekerja pada bidangnya masing-masing oleh Pimpinan atau Kepala Divisi yang bersangkutan. Hasil penilaian
selama masa percobaan akan menjadi dasar unruk keputusan pengangkatan menjadi karyawan tetap Perseroan.
Program pengembangan sumber daya manusia juga ditempuh dengan pembekalan-pembekalan pengetahuan dan
peningkatan keterampilan melalui pelatihan (training). Pada masa awal seorang karyawan diterima bekerja dalam lingkungan
Perseroan, terdapat masa orientasi sebagai pengenalan budaya organisasi dan pengetahuan mengenai kegiatan
operasional Perseroan.
Divisi Human Resources Development (HRD) bertanggungjawab untuk menyusun serangkaian program pelatihan sesuai
matrix kompetensi mereka, baik yang berupa teknis maupun kemampuan soft skills karyawan. Beberapa program pelatihan
yang telah dilaksanakan oleh Perseroan diantaranya adalah:
1.
2.
3.
4.
Integrated Internal Audit Management system ISO 9001:2008, ISO 19001:2004 & OHSAS 18001-2007
Deep Foundation Dynamic Testing & Analysis Workshop
Teknologi beton
Ethos kerja, Completed staff work
Untuk memastikan kelancaran hubungan kerja serta menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban Perseroan dengan
para karyawannya, masing-masing Entitas Anak memiliki Peraturan Perusahaan (PP), PP tersebut disosialisasikan pada
saat rekrutmen karyawan baru dan apabila terjadi perubahan.
Peraturan Perusahaan (PP) yang berlaku hingga saat diterbitkannya Prospektus ini telah mendapatkan pengesahan dari
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Pengesahan Nomor:
770/PP/L/IX/D/2012 tanggal 19 September 2012 Pendaftaran Peraturan Perusahaan PT Acset Indonusa. PP ini berlaku
untuk paling lama 2 (dua) tahun, untuk selanjutnya bisa diperpanjang sesuai dengan Peraturan Pemerintah maupun
Undang-Undang Ketenagaan kerja yang berlaku.
STANDAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Dalam menjalankan operasional sehari-hari, Perseroan berupaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan semua
karyawan dalam lingkungan pekerjaan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh manajemen Perseroan meliputi pembentukan
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang secara aktif melakukan penyuluhan dan mengawasi
pemenuhan aspek-aspek keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, baik lingkungan pabrik, kantor maupun daerahdaerah operasional lain dalam jangkauan sistem pemasaran Perseroan.
Pembentukan P2K3 ini juga merupakan pemenuhan ketentuan Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja pasal 9 dan 10 Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Menteri Tenaga
Kerja No. PER.04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli
Keselamatan Kerja. Perseroan telah memperoleh Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI
Jakarta dengan tentang Pengesahan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja No. 810/2013 tertanggal
31 Januari 2013.
62
65
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
P2K3 dibentuk dan disahkan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota pada setiap proyek yang sedang berlangsung pada saat
ini dan berlaku sampai dengan selesainya proyek.
Kerangka kerja P2K3 berpedoman pada undang-undang ketenagakerjaan yang dimulai dari penerbitan kebijakan internal
perusahaan tentang masalah keselamatan dan kesehatan kerja, kemudian diikuti dengan proses administratif berupa
pembentukan rencana kerja, pengorganisasian dan tata cara pelaksanaan kebijakan. Tindakan-tindakan evaluatif dijalankan
untuk kebijakan-kebijakan yang belum tepat sasaran apabila masih ditemui kasus-kasus kecelakaan kerja yang merugikan
kesehatan pekerjaan dan kerugian bagi Perseroan.
Ruang lingkup kerja P2K3 meliputi sumber daya manusia Perseroan, harta benda atau properti yang digunakan operasional
sehari-hari, serta proses proyek itu sendiri.
P2K3 menerbitkan Laporan Kegiatan Bulanan yang meliputi uraian pertemuan-pertemuan (meeting) yang dilakukan oleh
tim P2K3, aktivitas sosialisasi yang telah dilakukan selama bulan berjalan dan temuan-temuan atau rincian setiap
kecelakaan kerja yang terjadi dalam bulan berjalan.
Dalam pengamatan P2K3 Perseroan, hingga diterbitkannya Prospektus ini, Perseroan tidak pernah mengalami kasus
kecelakaan kerja dalam kategori berat yang menyebabkan kehilangan nyawa pekerja maupun menderita cacat atau luka
permanen. Dari data yang dilaporkan, kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan Perseroan dan Entitas Anak merupakan
jenis kecelakaan lalu-lintas yang terjadi pada saat berangkat atau pulang dari lokasi kerja ke kediaman masing-masing
karyawan. Dari beberapa kasus kecelakaan kerja ringan yang dilaporkan, mengakibatkan hilangnya jumlah hari kerja bagi
karyawan yang bersangkutan, yang menurut data P2K3, jumlahnya tidak lebih dari 6 (enam) hari setiap bulannya. Namun
demikian, operasional Perseroan tidak mengalami gangguan karena terdapat karyawan lain yang menggantikan tugas-tugas
bersangkutan.
6.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY - CSR)
Setiap semester Perseroan bekerja sama dengan Jamsostek mengadakan program Medical Check Up, pemeriksaan dokter
secara cuma-cuma baik untuk karyawan proyek maupun masyarakat sekitar proyek sebagai bentuk kepedulian Perseroan.
Disamping itu, setiap triwulannya, Perseroan bekerja sama dengan pihak pengelola gedung dimana kantor pusat Perseroan
berdiri dan melakukan kegiatan donor darah bersama PMI.
66
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
7.
Advance Civil Structure Engineering Technology
STRUKTUR ORGANISASI
Berikut ini merupakan struktur organisasi Perseroan yang berlaku pada saat Prospektus ini diterbitkan.
Sumber: Perseroan
8.
KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM UTAMA PERSEROAN BERBENTUK BADAN HUKUM
a.
PT Cross Plus Indonesia (“CPI”)
Riwayat Singkat
PT Cross Plus Indonesia (selanjutnya disebut “CPI”) adalah badan hukum Indonesia berkedudukan di Jakarta Pusat, yang
telah secara sah berdiri dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Akta Pendirian No.178 tanggal 17 Desember 2009 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-62093.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 21 Desember 2009, dan telah
didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dibawah No.14310/BH.09.05/III/2010 tanggal
10 Maret 2010, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 5 Oktober 2011 Tambahan
No. 27193.
Kantor operasional CPI beralamat di Wisma ITC Building, lantai 4, dengan No. Telepon +62-21-3448157 dan No. Faksimili
+62-21-3505212.
Kegiatan Usaha
CPI menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa konsultasi manajemen bisnis di bidang properti, antara lain melakukan
perencanaan dan pembuatan desain dalam rangka pengembangan manajemen bisnis di bidang properti.
Struktur Permodalan
Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham PT Cross Plus
Indonesia adalah sebagai berikut:
67
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Tan Tiam Seng Ronnie
Cross Plus Projects Pte. Ltd
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Jumlah Saham dan Portepel
Advance Civil Structure Engineering Technology
Nilai Nominal Rp9.472,Jumlah Nilai
Jumlah Saham
Nominal (Rupiah)
800.000
7.577.600.000
%
10.000
190.000
94.720.000
1.799.680.000
5
95
200.000
1.894.400.000
100
600.000
5.683.200.000
Pengurusan dan Pengawasan
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan Direksi dan Dewan Komisaris CPI adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur
: Tan Tiam Seng Ronnie
Dewan Komisaris
Komisaris
: Lie Fuena
Pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris CPI sebagaimana dimuat dalam Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham CPI No. 249 tanggal 30 Januari 2013 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta.
b.
PT Loka Cipta Kreasi (“LCK”)
Riwayat singkat
PT Loka Cipta Kreasi (selanjutnya disebut “LCK”) adalah badan hukum Indonesia berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah
secara sah berdiri dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.
Berdasarkan ketentuan pasal 3 Akta Pendirian No. 240 tanggal 31 Juli 2009 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.,
Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No.AHU-47463.AH.01.01. Tahun 2009 tanggal 2 Oktober 2009, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 2009, Tambahan No. 28172.
Kantor operasional LCK beralamat di Wisma ITC Building, lantai 4, dengan No. Telepon +62-21-3448157 dan No. Faksimili
+62-21-3505212.
Kegiatan usaha
PT Loka Cipta Kreasi melakukan kegiatan usaha dalam bidang konsultasi manajemen dalam bidang konstruksi dan properti.
Struktur Permodalan
Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham PT Loka Cipta Kreasi
adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Hilarius Arwandhi
Lie Fuena
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Jumlah Saham dan Portepel
Nilai Nominal Rp1.000,Jumlah Nilai
Jumlah Saham
Nominal (Rupiah)
1.000.000
1.000.000.000
500.000
500.000.000
443.200
443.200.000
56.800
56.800.000
500.000
500.000.000
500.000
500.000.000
68
%
88,64
11,36
100
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Pengurusan Dan Pengawasan
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Loka Cipta Kreasi adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur
:
Hilarius Arwandhi
Dewan Komisaris
Komisaris
:
Rotua Ambarita
Pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT Loka Cipta Kreasi berdasarkan keputusan rapat umum pemegang
saham luar biasa yang diadakan pada tanggal 21 Desember 2009 sebagaimana dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.209 tanggal 21 Desember 2009 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.,
Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) berdasarkan
Surat No.AHU-AH.01.01-03553 tanggal 11 Februari 2010.
9.
HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGURUSAN, PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM
PERSEROAN
Berikut adalah diagram hubungan kepemilikan yang menggambarkan hubungan kepemilikan Perseroan dengan pemegang
saham Perseroan individu dan berbentuk badan hukum hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan:
Bagan Kepemilikan Perseroan, Entitas Anak, dan Entitas Asosiasi
TTSR
HA
100%
CPP
LF
95%
5%
CPI
55%
100%
AIC
11,36%
88,64%
LCK
1%
89%
IS
Sumber: Perseroan
Pihak Pengendali Perseroan adalah Tan Tiam Seng Ronnie (“TTSR”)
69
44%
37%
BKEI
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Hubungan Pengurusan dan Pengawasan
No.
Perusahaan
Nama
Perseroan
AIC
IS
BKEI
CPI
LCK
1.
RM
PK
-
-
-
-
-
2.
AA
K
-
-
-
-
-
3.
TTSR
PD
PK
-
PK
D
-
4.
HA
D
K&D
K
D
-
D
5.
AH
D
-
-
-
-
-
6.
DS
D
-
-
-
-
-
7.
RA
-
-
-
-
-
K
8.
AA
LF
K
9.
Keterangan:
Jabatan
PK
: Presiden Komisaris
PD
: Presiden Direktur
Nama-nama pihak
RM
: Robert Mulyono
AA
: Andi Anzhar Wijaya
Perusahaan
CPI
: PT Cross Plus Indonesia
AIC
: Acset Indonusa Co., Ltd.
-
-
-
-
K
-
K : Komisaris
D : Direktur
AH : Agustinus Hambadi
HA : Hilarius Arwandhi
LCK
IS
TTSR: Tan Tiam Seng Ronnie
LF : Lie Fuena
: PT Loka Cipta Kreasi
: PT Innotech Systems
CPP
BKEI
RA : Rotua Ambarita
DS : Djatikusumo Subagio
: Cross Plus Projects Pte., Ltd.
: PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
10. KETERANGAN TENTANG ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI
10.1. Entitas Anak
Perseroan memiliki 2 (dua) Entitas Anak secara langsung, yaitu :
A. Acset Indonusa (Vietnam) Co., Ltd. (“AIC”)
Riwayat Singkat
AIC adalah suatu perusahaan (one member limited liability company) yang didirikan berdasarkan hukum Republik Sosialis
Vietnam, beralamat di 2nd Floor Vinaconex Building, No. 47 Dien Bien Phu, Dakao Ward, District 1, Vietnam berdasarkan
Investment License No.411043000447 tanggal 4 Januari 2008.
Kantor operasional AIC beralamat di 3rd Floor, C2 Thuy Loi Building, No.301, D1 street, Binh Thanh District, HCMC, Vietnam,
dengan No.Telepon : +84 822103915 dan No. Faksimili:+84 835121151.
Maksud, Tujuan Dan Kegiatan Usaha
Berdasarkan perubahan ketiga pada Investment Certificate No.411043000447 tanggal 16 Desember 2010 yang pertama kali
diterbitkan pada tanggal 4 Januari 2008 dan telah diubah pada tanggal 25 Maret 2009 dan 26 Februari 2008, yang
dikeluarkan oleh Deputy Chairman People’s Committee In Ho Chi Minh City, menyatakan bahwa Acset Indonusa (Vietnam)
Co., Ltd mempunyai maksud dan tujuan untuk berusaha dalam bidang konstruksi sipil. AIC saat ini menjalankan kegiatan
usaha dalam bidang konstruksi sipil.
Struktur Modal
Berdasarkan Notification for Contribution of member of Acset Indonusa (Vietnam) Co., Ltd and Executing Regulations of Law
on Enterprises No.03/TBGV/2009 tanggal 1 Januari 2009, yang dikeluarkan oleh AIC, dalam hal ini diwakilli oleh Hilarius
Arwandhi, menyatakan mengetahui kontribusi yang dilakukan oleh Perseroan sebesar 11.917.287.920 VND (sebelas miliar
sembilan ratus tujuh belas juta dua ratus delapan puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh Vietnam Dong) yang terbagi
dalam bentuk uang tunai sebesar 2.483.589.320 VND (dua miliar empat ratus delapan puluh tiga juta lima ratus delapan
puluh sembilan ribu tiga ratus dua puluh Vietnam Dong) dan dalam bentuk lainnya sebesar 9.433.698.600 VND (sembilan
70
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
miliar empat ratus tiga puluh tiga juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu enam ratus Vietnam Dong) yang telah
dikontribusikan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu pada tanggal sebagai berikut:
a.
b.
c.
Penyetoran pertama senilai 3.868.348.600 VND (tiga miliar delapan ratus enam puluh delapan juta tiga ratus
empat puluh delapan ribu enam ratus Vietnam Dong) pada bulan Februari 2008;
Penyetoran kedua senilai 5.795.139.320 VND (lima miliar tujuh ratus sembilan puluh lima juta seratus tiga puluh
sembilan ribu tiga ratus dua puluh Vietnam Dong) pada bulan Maret 2008;
Penyetoran ketiga senilai 2.253.800.000 VND (dua miliar dua ratus lima puluh tiga juta delapan ratus ribu Vietnam
Dong) pada bulan April 2008.
Berdasarkan struktur permodalan di atas, susunan pemegang saham AIC hingga per 31 Desember 2012 adalah sebagai
berikut:
No.
Pemegang Saham
1.
Perseroan
Total
Nilai Nominal
(Vietnam Dong)
11.917.287.920
11.917.287.920
Persentase
(%)
100
100
Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Confirmation Letter No.00132/GXN-SKHDT, perihal Registration list of Members’ Council and Management
tanggal 26 Mei 2008, yang dikeluarkan oleh Deputy Director Department of Planning and Investment, susunan Anggota
Dewan Komisaris dan Direksi Acset Indonusa (Vietnam) Co., Ltd adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur
Direktur
: Hilarius Arwandhi
: Liew Kok Kee
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
:
:
:
:
Tan Tiam Seng Ronnie
Hilarius Arwandhi
Liew Kok Kee
Budy Sunarja
Ikhtisar Data Keuangan
(dalam Vietnam Dong)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Total Aset
Total Liabilitas
Total Ekuitas
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Rugi Tahun Berjalan
2012
31 Desember
2011
2010
11.465.969.443
103.170.713
11.362.798.730
16.233.307.903
102.037.188
16.131.270.715
19.235.395.622
496.983.579
18.738.412.043
3.554.706.498
(4.759.095.202)
2.439.118.400
5.882.692.047
(3.514.171.330)
8.387.285.060
5.503.263.095
(2.079.682.347)
Analisa Keuangan
Pada tahun 2010, Entitas Anak Saigon AIC menangani proyek konstruksi Estella Residential Development dan proyek
foundation specialist Saigon Residence dan Long Thanh Dau Giay yang seluruhnya berada di Vietnam.
Proyek konstruksi Estella Residential Development baru diselesaikan pada tahun 2011 sehingga AIC mencatat pendapatan
usaha sebesar VND2.439.118.400
71
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
B. PT Innotech Systems (“IS”)
Riwayat Singkat
IS adalah badan hukum Indonesia berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah secara sah berdiri dan dijalankan
berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.
IS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 164 tanggal 18 Mei 2011 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.,
Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-40292.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 9 Agustus 2011. Pada saat ini sedang dalam
proses untuk diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Kantor operasional IS beralamat di Wisma ITC Building, lantai 4, dengan No. Telepon 021-3448157 dan No. Faksimili
021-3505212.
Maksud, Tujuan Dan Kegiatan Usaha
Berdasarkan ketentuan pasal 3 anggaran dasar IS sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian No.164 tanggal 18 Mei 2011
dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-40292.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal
9 Agustus 2011, IS mempunyai maksud dan tujuan untuk berusaha dalam bidang perdagangan besar.
IS saat ini menjalankan kegiatan usaha dalam bidang jasa konstruksi.
Struktur Modal
Sejak didirikan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham IS
tidak mengalami perubahan, yaitu sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian No. 164 tanggal 18 Mei 2011 dibuat
dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-40292.AH.01.01 Tahun 2011 tanggal 9 Agustus
2011. dengan susunan pemegang saham IS hingga per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Perseroan
Wong Hee Tiek
Maharso Rusman Suparto
Kusnadi
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham dan Portepel
Nilai Nominal Rp8.789,Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham
(Rupiah)
1.200.000
10.546.800.000
267.000
12.000
12.000
9.000
300.000
900.000
2.346.663.000
105.468.000
105.468.000
79.101.000
2.636.700.000
7.910.100
%
89
4
4
3
100
Penyetoran modal atas saham oleh masing-masing pendiri IS yaitu Perseroan, Wong Hee Tiek, Maharso Rusman Suparto,
dan Kusnadi adalah dalam bentuk uang tunai melalui kas sebagaimana dimuat dalam Akta No.164 tanggal 18 Mei 2011 dari
Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.
Pengurusan dan Pengawasan
Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan Direksi dan Dewan Komisaris IS adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur
:
Maharso Rusman Suprapto
Dewan Komisaris
Komisaris
:
Hilarius Arwandhi
72
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Direksi dan Dewan Komisaris IS tersebut diatas merupakan Direksi dan Dewan Komisaris yang diangkat pertama kali pada
saat pendirian IS berdasarkan Akta Pendirian No.164 tanggal 18 Mei 2011 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-40292.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 9 Agustus 2011.
Masa jabatan anggota Direksi IS adalah 5 tahun (Pasal 11 ayat 3 Anggaran Dasar IS).
Masa jabatan anggota Dewan Komisaris IS adalah selama 5 tahun (Pasal 14 ayat 3 Anggaran Dasar IS).
Ikhtisar Data Keuangan
(dalam Rupiah)
31 Desember
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Total Aset
Total Liabilitas
Total Ekuitas
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Rugi Tahun Berjalan
2012
2011
2.495.463.231
2.495.463.231
2.636.700.000
2.636.700.000
142.560.000
(141.236.769)
-
Analisa Keuangan
Per tanggal 31 Desember 2012, IS belum beroperasi.
10.2. Entitas Asosiasi
Perseroan memiliki 1 (satu) Entitas Asosiasi secara langsung, yaitu:
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (“BKEI”)
Riwayat Singkat
BKEI adalah badan hukum Indonesia berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah secara sah berdiri dan dijalankan
berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.
BKEI didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 338 tanggal 30 Juli 2012 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.,
Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-44574.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 15 Agustus 2012. Pada saat ini sedang dalam
proses untuk diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Perseroan memulai aktivitas komersial pada bulan September 2012.
Maksud, Tujuan Dan Kegiatan Usaha
Berdasarkan ketentuan pasal 3 anggaran dasar BKEI sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian No. 338 tanggal 30 Juli
2012 dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri
Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-44574.AH.01.01.Tahun 2012
tanggal 15 Agustus 2012, PT BKEI mempunyai maksud dan tujuan untuk berusaha dalam bidang jasa pelaksana konstrusi.
BKEI saat ini menjalankan kegiatan usaha dalam bidang jasa pelaksana konstruksi, meliputi konstruksi alarm dan kebakaran
dan konstruksi alarm pencurian, konstruksi lift dan escalator, isolasi (kabel listrik, air, pemanas, suara), pemasangan kabel
dan listrik, plumbing (pekerjaan drain, termasuk menyiapkan pembuangan air kotor), pemasangan peralatan pemanas,
ventilasi dan pengatur suara udara.
73
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Struktur Modal
Sejak didirikan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham BKEI
tidak mengalami perubahan, yaitu sebagaimana dimuat Akta Pendirian No. 338 tanggal 30 Juli 2012 dibuat dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-44574.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 15 Agustus 2012,
dengan susunan pemegang saham BKEI adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Perseroan
Bintai Kindenko Indonesia Holdings Pte. Ltd
PT VS Lighting Control
PT Pandu Usaha Selaras
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Saham dan Portepel
Nilai Nominal Rp1.000.000,Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham
(Rupiah)
8.000
8.000.000.000
1.480
1.200
1.200
120
4.000
4.000
%
1.480.000.000
1.200.000.000
1.200.000.000
120.000.000
4.000.000.000
4.000.000.000
37
30
30
3
100
Penyetoran modal atas saham oleh masing-masing pendiri BKEI yaitu Perseroan, Bintai Kindenko Indonesia Holdings Pte. Ltd,
PT VS Lighting Control, dan PT Pandu Usaha Selaras adalah dalam bentuk uang tunai melalui kas sebagaimana dimuat
dalam Akta No. 338 tanggal 30 Juli 2012 dari Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si.
Pengurusan dan Pengawasan
Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan Direksi dan Dewan Komisaris BKEI adalah sebagai berikut:
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
:
:
:
Ignatius Hendry Gunawan
Hilarius Arwandhi
Yeo Beng Hoe
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
:
:
:
Tan Tiam Seng Ronnie
Haryono Tantra Setiady
Chua Swee Ann
Ikhtisar Data Keuangan
(dalam Rupiah)
31 Desember
2012
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Total Aset
Total Liabilitas
Total Ekuitas
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Penjualan
Beban Usaha
Rugi Tahun Berjalan
5.058.082.312
1.295.665.659
3.762.416.653
1.651.556.000
513.688.708
(237.583.347)
Analisa Keuangan
BKEI baru beroperasi pada tahun 2012, seluruh akun penjualan, piutang usaha, piutang retensi, dan uang muka dari
pelanggan merupakan hasil transaksi dengan Perseroan selaku pemegang saham BKEI.
74
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
11. ASET
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, Perseroan memiliki dan/atau menguasai 5 bidang tanah dengan total luas lebih
kurang 20.907m2 dengan jenis hak atas tanah berupa Hak Guna Bangunan, dimana sebagian besar diantaranya
dipergunakan untuk kegiatan operasional Perseroan dengan perincian sebagai berikut:
a.
Tanah dan Bangunan
Tabel dibawah ini adalah daftar aset tetap berupa tanah dan bangunan dengan total nilai buku sebesar Rp10.647 juta yang
dikuasai dan/atau dimiliki oleh Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 31 Desember 2012 :
Tanah & Bangunan
Status Legal
No.
Pemilik
Deskripsi
Lokasi
Sertifikat
Penerbit
Periode Masa
Berlaku
Luas tanah
(m2)
Luas
bangunan
(m2)
1.
Perseroan
Sebidang
tanah
Jl. Cikini VII No. 1,
Kelurahan Cikini,
Kecamatan Menteng,
Kotamadya Jakarta
Pusat
Sertifikat Hak
Guna
Bangunan
No.920 tanggal
6 Januari 2006
Kepala Kantor
Pertanahan
Kotamadya
Jakarta Pusat
17 April 1995
s/d 6 Januari
2036
434
-
2.
Perseroan
Sebidang
tanah
Jl. Mampir Desa
Gandoang RT 03 RW
03, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten
Bogor, Provinsi Jawa
Barat
Sertifikat Hak
Guna
Bangunan
No.430 tanggal
4 Januari 2000
Kepala Kantor
Pertanahan
Kabupaten Bogor
4 Januari 2000
s/d 3 Januari
2029
2.805
-
3.
Perseroan
Sebidang
tanah &
gudang
Jl. Raya Cileungsi –
Jonggol Km 7
RT03/RW03, Desa
Gandoang,
Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor,
Provinsi Jawa Barat
Sertifikat Hak
Guna
Bangunan
No.1387
tanggal 8
Februari 2007
Kepala Seksi Hak
Tanah Dan
Pendaftaran
Tanah atas nama
Kepala Kantor
Pertanahan
Kabupaten Bogor
28 Februari
2007 s/d 23
November 2035
16.292
840
4.
Perseroan
Sebidang
tanah
Jl. Raya Cileungsi –
Jonggol Km 7
RT03/RW03, Desa
Gandoang,
Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor,
Provinsi Jawa Barat
Sertifikat Hak
Guna
Bangunan
No.1585
tanggal 9
Oktober 2007
Kepala Seksi Hak
Tanah Dan
Pendaftaran
Tanah atas nama
Kepala Kantor
Pertanahan
Kabupaten Bogor
9 Oktober 2007
s/d 9 Oktober
2037
870
-
5.
Perseroan
Sebidang
tanah &
ruko
Pergudangan Bumi
Maspion Jl. Maspion
Romokalisari II No.
45 Blok D-09,
Kelurahan
Romokalisari,
Kecamatan Benowo,
Kota Surabaya,
Provinsi Jawa Timur
Sertifikat Hak
Guna
Bangunan
No.126 tanggal
15 Juli 2005
Kepala Kantor
Pertanahan Kota
Surabaya
15 Juli 2005 s/d
9 Juni 2034
506
396
6.
Theresia
The Ming
Lien
Sebidang
tanah &
ruko
Jl. Kranggang
Margorejo No. 12C,
kecamatan wonocolo,
Surabaya
Sertifikat Hak
Milik No.1409
tanggal 5
Februari 2001
Kepala Kantor
Pertanahan Kota
Surabaya
Selamanya
72
180
7.
Perseroan
1 (satu)
unit rusun
hunian
apartemen
Penthouse Tower 2
lantai 27 No. 06 unit
No. EM2-2706
Apartemen The
Eminence
Darmawangsa Jalan
Darmawangsa X
No.86, Kelurahan
Cipete Utara,
Kecamatan
Kebayoran Baru,
Kotamadya Jakarta
Selatan
Perjanjian
Pengikatan Jual
Beli Apartemen
The Eminence
Darmawangsa
tertanggal 1
Agustus 2007
Kantor
Pertanahan
Kotamadya
Jakarta Selatan
-*)
-**)
369
75
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Status Legal
No.
Pemilik
8.
Perseroan
Deskripsi
1 (satu)
unit rusun
hunian
apartemen
Lokasi
Apartemen Pantai
Mutiara, Tower
Bunaken, lantai 6 No.
09, Jakarta
Sertifikat
Penerbit
Periode Masa
Berlaku
Satuan Hak
Milik Atas
Satuan Rumah
Susun (HMSRS) No.3137
tanggal 28
November 2005
yang didirikan
diatas Hak
Guna
Bangunan
No.8633
tanggal 28
November 2005
Kepala Kantor
Pertanahan
Jakarata Utara
28 November
2005 s/d 25
Agustus 2037
Luas tanah
(m2)
Luas
bangunan
(m2)
-**)
98
Keterangan:
*) Masih berbentuk Hak Guna Bangunan, sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun masih dalam pengurusan
**) Kepemilikan berbentuk Satuan Rumah Susun yang berarti Perseroan hanya memiliki bangunan tanpa memiliki tanah
b.
Kendaraan Bermotor dan Peralatan
Kendaraan Bermotor dan Angkutan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
No. Polisi
B4914TD
B6218VV
B6513PHR
B6889PME
B6141EFB
B6051THD
B6709TEX
B6255UDB
B6896ECJ
B6486EAN
B6019EBE
B9729TB
B9812JL
B9444PB
B9996BN
B9102ZL
B9990FG
B9809BT
B9092QK
B9906RO
B1174ID
B9154RX
B9858OL
B9418QD
B9902OT
B315AO
B9653OB
B166SH
B1212BB
B1066AL
L8003CT
BM9501AH
B2842YT
BPKB No.
C3050758G
C5424171G
C9636543H
D4392881G
D9615885G
E0021615G
D6165816G
D7473786G
D4519513G
C9847621G
C7863454G
A3383268G
A2765184G
A2699434G
A2427716G
A4108789G
A4347182G
A3849613G
A6067211J
A8148412G
C1445671G
C0102938G
C2097197N
C1655657G
C5501971G
C8031193G
C8397202G
D2053795G
D8465445G
E2189578G
C1008762J
D0185340D
A9408922G
Merek/Jenis Kendaraan
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Honda/Sepeda Motor
Mitsubitshi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubishi L300DP/Pick Up
Isuzu Panther/Pick Up
Toyota Kijang/Minibus
Mitsubishi L300/Pick Up
Mitsubhisi FE349/Truck
Toyota Dyna/Light Truck
Mitsubishi FE349/Truck
Toyota Avanza/Minibus
Mitsubishi FE349/Dump Truck
Mercedez Benz E200 KAT/Sedan
BMW 520 i E60/Sedan
Toyota Avanza/Minibus
Mitsubhisi FE304/Truck
Ford Ranger/Pick Up
Mitsubishi Kuda/Minibus
76
Status Kepemilikan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
R. Harya Buddy Prawira, SE.
Cik Sa’adah
Emri Iswandi
Hery Mahmud
Fransiskus Xaverius A
Bonifasius Arwandhi
Fransiskus Xaverius A
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Yuwono
PT Ekariau Pancakarsa
Hot Assina Munthe
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
B9413KX
A8700B
B8556GI
B8596QU
B8192QY
B1641XU
B8134XE
E3465806G
C7336668H
D8588925G
D9350164G
E1126071G
E0784480G
E0479214
Advance Civil Structure Engineering Technology
Toyota Dyna/Light Truck
Mitsubishi FE349/Truck
Toyota Kijang Innova GAT/Minibus
Toyota Avanza 1300/Minibus
Toyota Kijang Innova G/Minibus
Toyota Kijang Innova G/Minibus
Toyota Kijang Innova G/Minibus
Tono
Sa’at B. Haji Husen
Lintang Pramesti
Sakti N Hoedoyo
Wiliam
Yangko Pakasi
Kamil
Alat Berat
Bejana Tekan
No.
1.
2.
3.
No. Seri
F 80176-83244N
G1850983
011-S-7755
No. Sertifikat Pengesahan Alat
566.1891/Wasnaker/UL-BT/2013
566.2394/Wasnaker /2013
566.2393/Wasnaker /2013
Produksi
Iwata Kogyosho
ELGI
ELGI
Status Kepemilikan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Kendaraan angkat dan angkut
1.
2.
3.
333270
7MB01559
66134
566.1884/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1883/ Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.2387/Wasnaker/UL-PA&A/2013
4.
5.
145-19642
R-B 40135
566.2390/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.2376/Wasnaker/UL-PA&A/2013
6.
3MR01896/EX.01/AI029
6-240/BC.06/AI-006
38-RB 281 R
107/BC.04/AI 004
R-B 37034/SC.02/AI014
LS 078-0513/AI-086
LS 118-0384/SC.04/AI016
BC17/AI-100
566.2391/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Jenis
Kendaraan
Mobil Crane
Buldozer
Crawler Crane
NCK Rapier
6052
Excavator
Crawler Crane
RB.38
Excavator
566.2385/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.5372/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
Crawler Crane
566.2380/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Crawler Crane
566.2383/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.5377/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
Crawler Crane
566.238/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Crawler Crane
BC 11/AI-011
566.5374/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
R-B 38552 BC.10/AI010
LS 1080663/SC11/AI/104
LS 078-2368 (SC 06/AI085)
26193 SC 09/AI-088
566.2378/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Crawler Crane
566.8508/Wasnaker/UL-PA&A/2012
No.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
No. Seri
No. Sertifikat Pengesahan Alat
Produksi
Kato
Caterpillar
NCK
Rapier
Status
Kepemilikan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Hitachi
Ruston
Bucyrus
Caterpillar
Perseroan
Perseroan
Koehring
Ruston
Bucyrus
Ruston
Bucyrus
Link Belt
Link Belt
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Crawler Crane
Ruston
Bucyrus
Ruston
Bucyrus
Ruston
Bucyrus
Link Belt
566.8510/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
Link Belt
Perseroan
566.8507/ Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler CraneIHI CH 500
Crawler Crane
Link Belt
Sumitomo
Link Belt
Sumitomo
NCK 6052
B
Link Belt
Perseroan
Hitachi
Perseroan
LS0785013/SC10/AI/101
66272 (BC.13/AI 089)
566.8506/Wasnaker/UL-PA&A/2012
L 068-1078 (BC.12/AI012)
0289 (BC.09/AI-009)
566.8515/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8519/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8514/Wasnaker/UL-PA&A/2012
77
Crawler CraneNCK 6052 B
Crawler CraneLS 78 RS
Crawler CraneHitachi
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
Advance Civil Structure Engineering Technology
LS.781298 (BC 08/AI008)
89 R 251
566.8524/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler CraneLS. 78 RS
Crawler Crane
RB.38
Crawler Crane
RB.38
Crawler Crane
LS 108BSS
Crawler Crane
Link Belt
Perseroan
Ruston
Bucyrus
Ruston
Bucyrus
Link Belt
Perseroan
RB 378405 (BC 01/AI001)
1080586(BC 07/AI-007)
566.8527/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Link Belt
Perseroan
Link Belt
Perseroan
566.8521/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
LS 108 BS
Hydrolic Borring
Perseroan
566.8523/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8518/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Hydrolic Borring
Hydrolic Borring
566.8520/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Hydrolic Borring
YN09300 / EX 04
YN09299 / EX 03
566.1879/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1878Wasnaker/UL-PA&A/2013
Excavator
Excavator
Casagran
de
Soilmec
Casagran
de
Liebherr
CMV
Kobelco
Kobelco
5BR01819 EX 02/AI030
BC16/AI-099
BC18/AI-105
243-2175
203-0289 (BC.21/AI139)
247-0132(8C.20/AI130)
KH 180 (BC 19/AI-129)
ZL030010110589
(EX.10/AI-143)
566.1877Wasnaker/UL-PA&A/2013
Excavator
Caterpillar
Perseroan
566.5384/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.2388/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.8505/Wasnaker/2012
566.5946/Wasnaker/2012
Crawler Crane
Crawler Crane
Crawler Crane
Crawler Crane
NCK
NCK
Hitachi
Hitachi
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
566.8516/ Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
Hitachi
Perseroan
566.8517/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.6551/Wasnaker/2012
Crawler Crane
Excavator
Perseroan
Perseroan
Perseroan
LS 118 RM (SC.03/AI015)
LS 1559
(SC 01/AI-013)
C20-07C9-0721
(HDR 02/AI-019)
11182
B120-07CC-0110 (HDR
01/AI-018)
182113
566.8526/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8525/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8512/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.8513/Wasnaker/UL-PA&A/2012
42.
ZL030010110625
(EX.13/AI-146)
566.6552/Wasnaker/2012
Excavator
43.
ZL030010110800
(EX.14/AI-147)
566.6553/Wasnaker/2012
Excavator
44.
ZL030010110783
(EX.12/AI-145)
566.6554/Wasnaker/2012
Excavator
45.
ZL030010110857
(EX.11/AI-144)
566.6555/Wasnaker/2012
Excavator
ZCC70-0552 (SC12/AI138)
SCC 550-R II G, ID
566.5947/Wasnaker/2012
Crawler Crane
Hitachi
Changsha
Zoomilion
Heavy
Industries,
China
Changsha
Zoomilion
Heavy
Industries,
China
Changsha
Zoomilion
Heavy
Industries,
China
Changsha
Zoomilion
Heavy
Industries,
China
Changsha
Zoomilion
Heavy
Industries,
China
Zoomlion
566.5945/Wasnaker/2012
Crawler Crane
Beijing
40.
41.
46.
78
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
No.12CC00500177
(SC13/AI-140)
47.
20-2547-90
566.1887/Wasnaker/UL-PA&A/2013
48.
LS108-0663/SC08/AI087
9 L 3704 SC05/AI-017
EX 06/AI-034
EX 05/AI-033
515748
49.
50.
51.
52.
566.8509/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Overhead
Travelling
Crane
Crawler Crane
Link Belt
Perseroan
566.8511/Wasnaker/UL-PA&A/2012
566.2392/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1880/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1885/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Crawler Crane
Excavator
Excavator
Mobile Crane
Link Belt
Kobelco
Kobelco
Tadano
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Mait
Perseroan
53.
SY4022 RR,
12DX023207968/ (HDR
11)/ AI-141
566.1872/Wasnaker/2013
Hydraulic
Drilling Rig
54.
SYC 4022 R. ID No.12
DX023207508
566.4076/Wasnaker/2012
Hydrolic Drilling
Rig
55.
150331210
566.1886/Wasnaker/UL-PA&A/2013
56.
57.
HDR03/AI-020
SY31CR,
09DX03110223/(HDR
10 / AI-134
566.2375/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1871/Wasnaker/2013
Hydrolic
Borring
Hydrolic Borring
Hydraulic
Drilling Rig
58.
SY 230 R, ID
No.10DX023286008/(H
DR 07/AI-127)
566.8522/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Hydrolic
Drilling
Rig
59.
SYC4022 R,ID No.
12DX023207528
566.2374/Wasnaker/2013
Hydrolic
Drilling
Rig
60.
61.
62.
63.
64.
65.
3638629/GS.06/AI-047
GS.13/AI-054
1330298/GS.16/AI-057
4 RG02447
23219374
BC.05/AI-005
566.1888/Wasnaker/UL-MD/2013
566.1889/Wasnaker/UL-MD/2013
566.1890/Wasnaker/UL-MD/2013
566.2372/Wasnaker/UL-MD/2013
566.2371/Wasnaker/UL-MD/2013
566.2384/Wasnaker/UL-PA&A/2013
66.
66062/BC.14/AI-090
566.2386/Wasnaker/UL-PA&A/2013
67.
EX 07 / AI-035
566.1881/Wasnaker/UL-PA&A/2013
Motor Diesel
Motor Diesel
Motor Diesel
Motor Diesel
Motor Diesel
Crawler
Crane
Crawler
Crane
Excavator
68.
69.
EX 08/AI-036
16H00160/ (HDR 12)/
AI-142
SR 200 C/ 12 SR
00860328/ (HDR 13)/
AI-153
566.1882/Wasnaker/UL-PA&A/2013
566.1873/Wasnaker/2013
70.
Sany
Heavy
Machinery
Mannesm
an Demag
566.1874/Wasnaker/2013
79
Excavator
Hydraulic
Drilling Rig
Hydraullic
Drilling Rig
Bauer
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
DENYO
DENYO
DENYO
Caterpillar
Cummins
Koehring
Perseroan
Perseroan
Emten
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
NCK
Rapier
Kobelco
Perseroan
Hitachi
Soilmec
Perseroan
Perseroan
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Perseroan
Perseroan
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
71.
SR 200 C/ 12 SR
00860103 Y/ (HDR 14)/
AI-154
566.1875/Wasnaker/2013
Hydraulic
Drilling Rig
72.
SR 400 C/ L 5X00131/
BC 23/ AI-159
566.1876/Wasnaker/2013
Crawler Crane
73.
-/BC.11/AI-011
566.2379/Wasnaker/UL-PA&A/ 2013
Crawler Crane
74.
89 R 251/BC.03/AI-003
566.5380/Wasnaker/UL-PA&A/2012
Crawler Crane
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Beijing
Sany
Heavy
Machinery
Co Ltd
Ruston
Bucyrus
Ruston
Bucyrus
Perseroan
Perseroan
Perseroan
Perseroan
12. ASURANSI
Perseroan telah mengasuransikan harta kekayaan yang dimiliki berupa benda-benda tidak bergerak maupun benda-benda
bergerak yang penting bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya pada beberapa perusahaan asuransi pihak
ketiga dengan jumlah pertanggungan yang memadai.
Berikut ini adalah beberapa kontrak asuransi yang diterbitkan untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian yang terjadi atas
aset tetap Perseroan dan Entitas Anak.
PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK
Bangunan
No.
1.
Perusahaan
Asuransi
PT Asuransi
Rama Satria
Wibawa
No. Polis Asuransi
Obyek Pertanggungan
Nilai Pertanggungan
(Rp)
0201091201468
Apartement Building Tower Eminence (Tower I & II)
of Essence Dharmawangsa Apartement
250.000.000
Jangka
Waktu
8 Oktober
2012 – 8
Oktober 2013
Kendaraan
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jenis
Kendaraan
Hino Dutro
130 HD
Mitsubishi FE
71 CH
Toyota New
Kijang Innova
G 2.0 A/T MC
Toyota Kijang
Innova G 2.5
M/T Diesel
Toyota
Avanza New
1.3 G VVT-I
M/T
Honda New
CR-V 2.0
Automatic
Toyota
Avanza 1.3
M/T
Toyota Kijang
Innova G 2.5
A/T Diesel
Toyota
Avanza 1.3 G
Toyota
Avanza 1.3 G
Mitsubishi
Perusahaan Asuransi
No Polis
B 9095
KYT
PT Asuransi Sinar Mas
02.055.2012.52275
B 9795 WI
PT Asuransi Sinar Mas
02.055.2012.52354
B 8556 GI
PT Asuransi Sinar Mas
02.062.2012.60324
02-02-2013 s/d -2-022014
100.000.000
B 1641 XU
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
152.800.000
B !415
TKD
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
120.300.000
B 1171
LTO
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
127.000.000
B 1518
PVC
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
95.250.000
B 2451 SU
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
160.000.000
B 1066 AL
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868;
B 1912
BFJ
B 2842 YT
80
Masa Berlaku
Nilai Pertanggungan
(Rp)
No Polisi
15-10-2012 s/d 15-102014
15-10-2012 s/d 15-102014
14-02-2013 s/d 14-022014
14-02-2013 s/d 14-022014
14-02-2013 s/d 14-02-
235.000.000
175.000.000,00
101.000.000
121.800.000
70.000.000
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
No.
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Jenis
Kendaraan
Kuda
Toyota
Avanza 1.3 G
Mercedes
Benz E200
A/T
Toyota
Avanza New
1.3 G VVT-I
M/T
Toyota
Avanza 1.3 G
Toyota Kijang
Innova G 2.5
M/T Diesel
Toyota Kijang
Innova G 2.5
M/T Diesel
Toyota
Avanza New
1.3 G VVT-I
M/T
Toyota
Avanza 1.3 G
Hino Dutro
130 HD
Mitsubishi FE
73
Mitsubishi FM
517 HS
No Polisi
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perusahaan Asuransi
Nilai Pertanggungan
(Rp)
No Polis
Masa Berlaku
101.000.000
2014
B 8596 QU
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
B 1666 SH
PT Asuransi Adira Dinamika
230212012591
08-11-2012 s/d 08-112013
316.350.000
B 1704
TFV
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
114.500.000
B 1070
UFJ
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
115.000.000
B 8134 XE
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
148.150.000
B 8192 QY
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
152.000.000
B 1372
KFD
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
112.000.000
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
PT Asuransi Adira Dinamika
218412002486
B 9651 DX
PT Asuransi Adira Dinamika
218412002358
F 8795 FY
PT Asuransi Central Asia
218411003617
Toyota
Avanza 1.3 G
B 1317
UFS
PT Central Sejahtera
Insurance
010102021100002.00
9994
Mercedes
Benz E250
CGI
Toyota
Avanza 1.3
GMMEJ
Mitsubishi
Kuda
Toyota Kijang
KF71 SHR
B 12 RON
B 1439
PVD
B 9096
KYT
B 29 TMS
11-V0060621-MVA
PT Asuransi Qbe Pool
11-V00622-MVA
14-02-2013 s/d 14-022014
01-08-2012 s/d 01-082014
20-07-2012 s/d 20-072014
11-08-2011 s/d 11-082013
113.900.000
235.000.000
192.000.000
485.000.000
13-08-2012 s/d 13-082013
137.500.000
05-08-2011 s/d 05-082013
880.000.000
B 315 AO
PT Asuransi Mitra Maparya
0108021200386
20-07-2012 s/d 20-072013
100.000.000
B 2842 YT
PT Asuransi Adira Dinamika
230213002868
14-02-2013 s/d 14-022014
70.000.000
B 11741 ID
PT Asuransi Mitra Maparya
0108021200535
3-10-2012 s/d 3-10-2013
90.000.000
Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi QBE Pool Indonesia,
PT Central Sejahtera Insurance, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Mitra Maparya, dan PT Prakarsa Semesta Alam
sebagai perusahaan penyedia jasa asuransi. Manajemen Perseroan berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi atas
aset-aset material milik Perseroan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang bersangkutan.
13. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perseroan dan Entitas Anak melakukan transaksi dagang dan transaksi lainnya dengan
pihak-pihak afiliasi, yang terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak melalui kepemilikan ekuitas langsung dan tak
langsung, dan/atau di bawah kendali pihak yang sama, dan/atau melalui manajemen kunci yang sama.
1.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Pengadaaan dan Pemasangan Mechanical & Electrical System
Proyek Plaza Cikampek, Letter of Acceptance No. 002/LOA/TPH-NEW SH/MEA/AH/VI/2012 tertanggal 4 Juli 2012,
dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pihak Pertama
Pihak Kedua
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
e.
Jangka Waktu Perjanjian
:
f.
Harga
:
Perseroan;
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia;
Pengadaan & Pemasangan Mechanical & Electrical System
Proyek Plaza Cikampek;
Sesuai dengan Master Schedule yang dibuat oleh
Perseroan;
Rp6.820.000.000,- (enam miliar delapan ratus dua puluh
juta Rupiah);
81
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
Advance Civil Structure Engineering Technology
g.
Hak & Kewajiban
:
h.
Denda
:
-
Pihak Kedua wajib melakukan pergantian maupun
perbaikan bila terjadi kemacetan akibat tidak adanya
peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuanketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian ini;
Bilamana pekerjaan Pihak Kedua menimbulkan
kerugian bagi pihak lain maka segala kerugian
ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kedua
Pihak Kedua wajib membayar denda kepada Pihak Pertama
maksimal 5% dari Nilai Kontrak;
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Pengadaaan dan Pemasangan Temporary Non-removable
Ground Anchoring System Proyek Setiabudi Sky Garden Apartemen Jakarta, Surat Perintah Kerja No. 025/SPK/AIDSS/VI/2012 tertanggal 12 Juni 2012, dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pihak Pertama
Pihak Kedua
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
e.
Jangka Waktu Perjanjian
:
f.
Harga
:
g.
Hak & Kewajiban
:
h.
Denda
:
Perseroan;
PT Dinamik Struktural Sistem;
Pengadaaan dan Pemasangan Temporary Non-removable
Ground Anchoring System Proyek Setiabudi Sky Garden
Apartemen Jakarta;
Sesuai dengan Master Schedule Plaza Cikampek yang
dibuat oleh Perseroan;
Rp3.245.000.000 (tiga miliar dua ratus empat puluh lima juta
Rupiah);
Pihak Kedua wajib melakukan pergantian maupun
perbaikan bila terjadi kemacetan akibat tidak adanya
peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuanketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian ini;
Bilamana pekerjaan Pihak Kedua menimbulkan
kerugian bagi pihak lain maka segala kerugian
ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kedua;
Pihak Kedua wajib membayar denda kepada Pihak Pertama
maksimal 5% dari Nilai Kontrak;
Hubungan dengan pihak-pihak afiliasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak afiliasi
Sifat dari hubungan
Sifat dari transaksi
Saldo Utang per
30 April 2013
PT Dinamik Struktural Sistem
Kesamaan Pemegang Saham
dan Direksi
Utang usaha
Rp1.533.846.600
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
Entitas asosiasi
Utang usaha
Rp1.010.880.860
14. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING YANG DILAKUKAN PERSEROAN
Dibawah ini adalah perjanjian-perjanjian yang dilakukan Perseroan dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perseroan.
Perjanjian Kredit
1.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Berjangka (Term Loan) dengan
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”), sesuai dengan dokumentasi dan ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan dalam Perjanjian Kredit antara lain:
a.
Bentuk Fasilitas
:
-
b.
Tujuan Fasilitas
:
-
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2;
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub limit
Fasilitas Letter Of Credit (L/C);
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2 digunakan
untuk pembelian Hydraulic Rotary Drilling Rig;
82
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
-
c.
Jumlah Fasilitas
:
-
-
-
d.
Suku Bunga
-
e.
Jangka Waktu
:
-
-
-
f.
Jaminan
:
-
-
-
-
-
-
-
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub
limit Fasilitas Letter Of Credit (L/C) digunakan untuk
pembelian alat-alat berat;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4 digunakan
untuk pembelian maupun refinancing heavy equipment baik
baru maupun bekas;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2 penggunaan
maksimal sebesar USD1.000.000,00 (satu juta Dollar
Amerika Serikat);
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub
limit Fasilitas Letter of Credit (L/C) sebesar USD
2,000,000.00 (dua juta Dollar Amerika).
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4 dengan
maksimal penggunaan sebesar Rp35.000.000.000,00 (tiga
puluh lima miliar Rupiah);
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2 dengan suku
bunga 6,5% (enam koma lima persen) per tahun;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub
limit Fasilitas Letter Of Credit (L/C) dengan suku bunga
6,5% (enam koma lima persen) per tahun dan sub limit
fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan suku
bunga 11% (sebelas persen);
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4 dengan suku
bunga 12% (dua belas persen) per tahun;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2 dimulai sejak
tanggal 4 Maret 2011 dan berakhir pada tanggal 4 Maret
2013 dan telah diperpanjang sampai dengan 10 Mei 2014;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub
limit Fasilitas L/C dan sub limit fasilitas Pinjaman Berjangka
(Term Loan) 3 dimulai sejak tanggal 21 September 2012
dan berakhir pada tanggal 7 Agustus 2015;
Fasilitas Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4 dimulai sejak
tanggal 23 November 2012 dan berakhir pada tanggal
23 Juli 2015;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Gandoang atas
tanah dan bangunan yang terletak di Desa Gandoang,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1585/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 430/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 920/Cikini atas tanah
dan bangunan di Jalan Kali Pasir Guru Demar I No. 1,
RT 001/01, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta
Pusat;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 126/Romokalisari atas
tanah dan bangunan di Jalan Blok VIII – 9D, Kelurahan
Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya;
Personal Guarantee atas nama Hilarius Arwandi;
The Eminence Apartement Dharmawangsa lantai 27 No. 6
atas nama Perseroan, lokasi jalan Dharmawangsa X No. 86
Jakarta senilai Rp4.506.000.000,00 (empat miliar lima ratus
enam juta Rupiah);
Mesin dan pelengkapan senilai Rp26.840.000.000,00 (dua
puluh enam miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah)
dan USD4,069,525.92 (empat juta enam puluh sembilan ribu
lima ratus dua puluh lima koma sembilan puluh dua Dollar
Amerika Serikat);
83
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
g.
h.
Domisili Hukum
Pembatasan/Larangan
:
:
Account Receivable Perseroan senilai Rp167.500.000.000,00
(seratus enam puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah);
Margin Deposit sebesar 10% (sepuluh persen) dari setiap
pembukaan L/C dan Bank Garansi;
Setoran jaminan tunai (Margin Deposit) minimal 10%
(sepuluh persen) dari nilai Bank Garansi yang akan
diterbitkan oleh Bank berdasarkan Fasilitas Bank Garansi;
Account Receivable Perseroan senilai Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar Rupiah);
Penyerahan invoice alat berat maksimal 8 (delapan) bulan
setelah tanggal penarikan pertama;
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor;
Selama jangka waktu kredit, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal dibawah ini tanpa
persetujuan BII:
1.
Memberikan mandat untuk mengoperasikan Perseroan pada pihak lain.
2.
Mengubah pengurus perusahaan dan shareholder.
3.
Memberikan pinjaman kepada pemegang saham, afiliasi dan membayar pinjaman pemegang
saham.
4.
Membayar dividen.
5.
Melakukan pencairan paid-up capital dan retain earning.
6.
Melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham.
7.
Memperoleh pinjaman atau menambah pinjaman kepada pihak lain, dan menerbitkan obligasi
kecuali untuk transaksi bisnis normal.
8.
Menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini.
9.
Menyatakan pailit.
10.
Menjaminkan fix asset atau menjaminkan kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau
bertindak sebagai guarantor untuk kepentingan pihak lain.
2.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) dengan
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”), sesuai dengan dokumentasi dan ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan dalam Perjanjian Pembiayaan antara lain:
a.
Bentuk Fasilitas
:
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2 Berjangka
dengan sub limit Fasilitas Bank Garansi dan Letter Of Credit;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3.
b.
Tujuan Fasilitas
:
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1 digunakan
untuk kebutuhan modal kerja Perseroan;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2 Berjangka
(Term Loan) dengan sub limit Fasilitas Bank Garansi dan
Letter Of Credit digunakan untuk kebutuhan modal kerja
(Project Financing);
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3 digunakan
untuk kebutuhan kerja (existing dan future project)
c.
Jumlah Fasilitas
:
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1 sampai
jumlah setinggi-tingginya sebesar Rp29.000.000.000,00
(dua puluh sembilan miliar Rupiah)
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2 sampai
jumlah setinggi-tingginya sebesar Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar Rupiah); sub limit fasilitas Bank Garansi
sebesar Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar Rupiah);
sub limit Letter Of Credit sebesar US$10.000.000,00
(sepuluh juta Dollar Amerika Serikat);
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3 sampai
jumlah setinggi-tingginya sebesar Rp40.000.000.000,00
(empat puluh miliar Rupiah).
d.
Suku Bunga
: Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1 dengan suku
bunga 11% (sebelas persen) per tahun;
84
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
e.
Jangka Waktu
:
f.
Jaminan
:
g.
h.
Domisili Hukum
Pembatasan/Larangan
:
:
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2 sub limit
fasilitas Bank Garansi dan/atau fasilitas Letter Of Credit
dengan suku bunga 11% (sebelas persen) per tahun;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3 dengan suku
bunga 12% (dua belas persen) per tahun.
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1 dimulai sejak
tanggal 10 Mei 2009 dan berakhir pada tanggal 10 Mei 2013
dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Mei 2014;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2 sub limit
fasilitas Bank Garansi dan/atau fasilitas Letter Of Credit
dimulai sejak tanggal 28 Oktober 2009 dan berakhir pada
tanggal 10 Mei 2013 dan telah diperpanjang sampai dengan
tanggal 10 Mei 2014;
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3 dimulai sejak
tanggal 23 November 2012 dan berakhir pada tanggal
10 Mei 2013 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal
10 Mei 2014:.
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Gandoang atas
tanah dan bangunan yang terletak di Desa Gandoang,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1585/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 430/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 920/Cikini atas tanah
dan bangunan di Jalan Kali Pasir Guru Demar I No. 1,
RT 001/01, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta
Pusat;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 126/Romokalisari atas
tanah dan bangunan di Jalan Blok VIII – 9D, Kelurahan
Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya;
Personal guarantee atas nama Hilarius Arwandi;
The Eminence Apartement Dharmawangsa lantai 27 No. 6
atas nama Perseroan, lokasi jalan Dharmawangsa X No.86
Jakarta senilai Rp4.506.000.000,00 (empat miliar lima ratus
enam juta Rupiah);
mesin dan pelengkapan senilai Rp26.840.000.000,00 (dua
puluh enam miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah)
dan USD4,069,525.92 (empat juta enam puluh sembilan
ribu lima ratus dua puluh lima koma sembilan puluh dua
Dollar Amerika Serikat);
account receivable Perseroan senilai Rp167.500.000.000,00
(seratus enam puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah);
Margin Deposit sebesar 10% (sepuluh persen) dari setiap
pembukaan L/C dan Bank Garansi;
Setoran jaminan tunai (Margin Deposit) minimal 10%
(sepuluh persen) dari nilai Bank Garansi yang akan
diterbitkan oleh Bank berdasarkan Fasilitas Bank Garansi;
account receivable Perseroan senilai Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar Rupiah);
penyerahan invoice alat berat maksimal 8 (delapan) bulan
setelah tanggal penarikan pertama;
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor;
85
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Selama jangka waktu kredit, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal dibawah ini tanpa
persetujuan BII:
1.
Menerima atau mendapatkan fasilitas pinjaman dari pihak lain untuk mengikat diri sebagai
penjamin;
2.
Menjual, menyewakan, mentransfer, memindahkan hak, menghapuskan sebagian besar atau
seluruh harta kekayaan Debitur
3.
Memberikan mandat untuk mengoperasikan Perseroan pada pihak lain.
4.
Mengubah pengurus perusahaan dan shareholder.
5.
Memberikan pinjaman kepada pemegang saham, afiliasi dan membayar pinjaman pemegang
saham.
6.
Membayar dividen.
7.
Melakukan pencairan paid-up capital dan retain earning.
8.
Melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham.
9.
Memperoleh pinjaman atau menambah pinjaman kepada pihak lain, dan menerbitkan obligasi
kecuali untuk transaksi bisnis normal.
10.
Menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini.
11.
Menyatakan pailit.
12.
Menjaminkan fix asset atau menjaminkan kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau
bertindak sebagai guarantor untuk kepentingan pihak lain.
3.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Rekening Koran (Overdraft Loan) dengan
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”), sesuai dengan dokumentasi dan ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan dalam Perjanjian Pembiayaan antara lain:
a.
Bentuk Fasilitas
:
Pinjaman Rekening Koran (Overdraft Loan);
b.
Tujuan Fasilitas
:
Pinjaman Rekening Koran (Overdraft Loan) dipergunakan untuk
tambahan modal kerja Perseroan;
c.
Jumlah Fasilitas
:
sampai jumlah setinggi-tingginya sebesar Rp5.000.000.000,00
(lima miliar Rupiah);
d.
Suku Bunga
:
11% (sebelas persen) per tahun;
e.
Jangka Waktu
:
Pinjaman Rekening Koran (Overdraft Loan) dimulai sejak tanggal
10 Mei 2007 dan berakhir pada tanggal 10 Mei 2013 dan telah
diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Mei 2014;
f.
Jaminan
:
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Gandoang atas
tanah dan bangunan yang terletak di Desa Gandoang,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1585/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 430/Gandoang atas
tanah dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan
Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 920/Cikini atas tanah
dan bangunan di Jalan Kali Pasir Guru Demar I No. 1,
RT 001/01, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta
Pusat;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 126/Romokalisari atas
tanah dan bangunan di Jalan Blok VIII – 9D, Kelurahan
Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya;
Personal Guarantee atas nama Hilarius Arwandi;
The Eminence Apartement Dharmawangsa lantai 27 No. 6
atas nama Perseroan, lokasi jalan Dharmawangsa X No.86
Jakarta senilai Rp4.506.000.000,00 (empat miliar lima ratus
enam juta Rupiah);
Mesin dan pelengkapan senilai Rp26.840.000.000,00 (dua
puluh enam miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah)
dan USD4,069,525.92 (empat juta enam puluh sembilan ribu
lima ratus dua puluh lima koma sembilan puluh dua Dollar
Amerika Serikat);
Account Receivable Perseroan senilai Rp167.500.000.000,00
(seratus enam puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah);
86
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
g.
h.
Domisili Hukum
Pembatasan/Larangan
:
:
Margin Deposit sebesar 10 % (sepuluh persen) dari setiap
pembukaan L/C dan Bank Garansi;
Setoran jaminan tunai (Margin Deposit) minimal 10%
(sepuluh persen) dari nilai Bank Garansi yang akan
diterbitkan oleh Bank berdasarkan Fasilitas Bank Garansi;
Account Receivable Perseroan senilai Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar Rupiah);
penyerahan invoice alat berat maksimal 8 (delapan) bulan
setelah tanggal penarikan pertama;
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor;
Selama jangka waktu kredit, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal dibawah ini tanpa
persetujuan BII:
1.
Menerima atau mendapatkan fasilitas pinjaman dari pihak lain untuk mengikat diri sebagai
penjamin;
2.
Menjual, menyewakan, mentransfer, memindahkan hak, menghapuskan sebagian besar atau
seluruh harta kekayaan Debitur
3
Memberikan mandat untuk mengoperasikan Perseroan pada pihak lain.
4.
Mengubah pengurus perusahaan dan shareholder.
5.
Memberikan pinjaman kepada pemegang saham, afiliasi dan membayar pinjaman pemegang
saham.
6.
Membayar dividen.
7.
Melakukan pencairan paid-up capital dan retain earning.
8.
Melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham.
9.
Memperoleh pinjaman atau menambah pinjaman kepada pihak lain, dan menerbitkan obligasi
kecuali untuk transaksi bisnis normal.
10.
Menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini.
11.
Menyatakan pailit.
12.
Menjaminkan fix asset atau menjaminkan kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau
bertindak sebagai guarantor untuk kepentingan pihak lain.
4.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit Fasilitas Bank Garansi Line 1 dengan PT Bank
Internasional Indonesia Tbk (“BII”), sesuai dengan dokumentasi dan ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan dalam Perjanjian Pembiayaan antara lain:
a. Bentuk Fasilitas
:
Pinjaman Bank Garansi Line 1;
b. Tujuan Fasilitas
:
Bank Garansi Proyek (Bid Bond)
c. Jumlah Fasilitas
:
Setinggi-tingginya Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
Rupiah)
d. Jangka Waktu
:
Pinjaman Bank Garansi Line 1 akan berakhir pada tanggal
10 Mei 2013 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal
10 Mei 2014;
f. Jaminan
:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Gandoang atas
tanah dan bangunan yang terletak di Desa Gandoang,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor;
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 430/Gandoang atas tanah
dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor;
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 920/Cikini atas tanah dan
bangunan di Jalan Kali Pasir Guru Demar I No. 1, RT 001/01,
Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat;
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 126/Romokalisari atas
tanah dan bangunan di Jalan Blok VIII – 9D, Kelurahan
Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya;
- Personal Guarantee atas nama Hilarius Arwandi;
- The Eminence Apartement Dharmawangsa lantai 27 No. 6
atas nama Perseroan, lokasi jalan Dharmawangsa X No.86
Jakarta senilai Rp4.506.000.000,00 (empat miliar lima ratus
enam juta Rupiah);
87
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
g. Domisili Hukum
h. Pembatasan/Larangan
:
:
Mesin dan pelengkapan senilai Rp26.840.000.000,00 (dua
puluh enam miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah)
dan USD4,069,525.92 (empat juta enam puluh sembilan ribu
lima ratus dua puluh lima koma sembilan puluh dua Dollar
Amerika Serikat);
Account Receivable Perseroan senilai Rp167.500.000.000,00
(seratus enam puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah);
Margin Deposit sebesar 10% (sepuluh persen) dari setiap
pembukaan L/C dan Bank Garansi;
Setoran jaminan tunai (Margin Deposit) minimal 10%
(sepuluh persen) dari nilai Bank Garansi yang akan
diterbitkan oleh Bank berdasarkan Fasilitas Bank Garansi;
Account Receivable Perseroan senilai Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar Rupiah);
penyerahan invoice alat berat maksimal 8 (delapan) bulan
setelah tanggal penarikan pertama;
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor;
Selama jangka waktu kredit, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal dibawah ini tanpa
persetujuan BII:
1.
Menerima atau mendapatkan fasilitas pinjaman dari pihak lain untuk mengikat diri sebagi
penjamin;
2.
Menjual, menyewakan, mentransfer, memindahkan hak, menghapuskan sebagian besar atau
seluruh harta kekayaan Debitur
3.
Memberikan mandat untuk mengoperasikan Perseroan pada pihak lain.
4.
Mengubah pengurus perusahaan dan shareholder.
5.
Memberikan pinjaman kepada pemegang saham, afiliasi dan membayar pinjaman pemegang
saham.
6.
Membayar dividen.
7.
Melakukan pencairan paid-up capital dan retain earning.
8.
Melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham.
9.
Memperoleh pinjaman atau menambah pinjaman kepada pihak lain, dan menerbitkan obligasi
kecuali untuk transaksi bisnis normal.
10.
Menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini.
11.
Menyatakan pailit.
12.
Menjaminkan fix asset atau menjaminkan kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau
bertindak sebagai guarantor untuk kepentingan pihak lain.
5.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit Fasilitas Bank Garansi Line 2 dengan PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (“BII”), sesuai dengan dokumentasi dan ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan dalam Perjanjian Pembiayaan antara lain:
a.
b.
Bentuk Fasilitas
Tujuan Fasilitas
:
:
c.
Jumlah Fasilitas
:
d.
Jangka Waktu
:
f.
Jaminan
:
Pinjaman Bank Garansi Line 2;
Bank Garansi Untuk Proyek dari MACE (Mace International Limited
UK) untuk proyek New British Embassy;
Setinggi-tingginya Rp43.000.000.000,00 (empat puluh tiga miliar
Rupiah)
Pinjaman Bank Garansi Line 2 dimulai 17 Oktober 2011 dan akan
berakhir pada tanggal 10 Mei 2013 dan telah diperpanjang sampai
dengan 4 Maret 2014;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1387/Gandoang atas
tanah dan bangunan yang terletak di Desa Gandoang,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 430/Gandoang atas tanah
dan bangunan di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor;
88
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
-
-
-
-
-
g.
Domisili Hukum
:
h.
Pembatasan/Larangan
:
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 920/Cikini atas tanah dan
bangunan di Jalan Kali Pasir Guru Demar I No. 1, RT 001/01,
Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat;
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 126/Romokalisari atas
tanah dan bangunan di Jalan Blok VIII – 9D, Kelurahan
Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya;
Personal guarantee atas nama Hilarius Arwandi;
The Eminence Apartement Dharmawangsa lantai 27 No. 6
atas nama Perseroan, lokasi jalan Dharmawangsa X No.86
Jakarta senilai Rp4.506.000.000,00 (empat miliar lima ratus
enam juta Rupiah);
Mesin dan pelengkapan senilai Rp26.840.000.000,00 (dua
puluh enam miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah)
dan USD4,069,525.92 (empat juta enam puluh sembilan ribu
lima ratus dua puluh lima koma sembilan puluh dua Dollar
Amerika Serikat);
Account Receivable Perseroan senilai Rp167.500.000.000,00
(seratus enam puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah);
Margin Deposit sebesar 10% (sepuluh persen) dari setiap
pembukaan L/C dan Bank Garansi;
Setoran jaminan tunai (Margin Deposit) minimal 10%
(sepuluh persen) dari nilai Bank Garansi yang akan
diterbitkan oleh Bank berdasarkan Fasilitas Bank Garansi;
Account Receivable Perseroan senilai Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar Rupiah);
penyerahan invoice alat berat maksimal 8 (delapan) bulan
setelah tanggal penarikan pertama;
Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor;
Selama jangka waktu kredit, Perseroan tidak diperbolehkan melakukan hal-hal dibawah ini tanpa
persetujuan BII:
1.
Menerima atau mendapatkan fasilitas pinjaman dari pihak lain untuk mengikat diri sebagi
penjamin;
2.
Menjual, menyewakan, mentransfer, memindahkan hak, menghapuskan sebagian besar atau
seluruh harta kekayaan Debitur
3.
Memberikan mandat untuk mengoperasikan Perseroan pada pihak lain.
4.
Mengubah pengurus perusahaan dan shareholder.
5.
Memberikan pinjaman kepada pemegang saham, afiliasi dan membayar pinjaman pemegang
saham.
6.
Membayar dividen.
7.
Melakukan pencairan paid-up capital dan retain earning.
8.
Melakukan pembayaran hutang kepada pemegang saham.
9.
Memperoleh pinjaman atau menambah pinjaman kepada pihak lain, dan menerbitkan obligasi
kecuali untuk transaksi bisnis normal.
10.
Menjalankan bisnis baru yang tidak terkait dengan bisnis saat ini.
11.
Menyatakan pailit.
12.
Menjaminkan fix asset atau menjaminkan kontrak (yang telah dijaminkan kepada BII) atau
bertindak sebagai guarantor untuk kepentingan pihak lain.
Perseroan telah memperoleh persetujuan dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk selaku kreditor atas penghapusan
pembatasan terhadap hak-hak Perseroan untuk: (i) Merubah pengurus Perusahaan dan pemegang saham; (ii) Membayar dividen;
dan (iii) Melakukan pencairan paid-up capital dan Retain Earnings yang semula dibatasi oleh kreditor tersebut, sesuai dengan
Surat Nomor.S.2013.0007/DIR WHOLESALE-Corp. Banking. Portfolio Mgmt Commercial tanggal 6 Februari 2013, Surat Nomor
No.S.2013.0050/DIR WHOLESALE-Corp. Banking. Portfolio Mgmt Commercial tanggal 2 Mei 2013 dan Surat Nomor
No.S.2013.0225/DIR WHOLESALE-Corp. Banking. Portfolio Mgmt Corporate, tanggal 13 Mei 2013 perihal Persetujuan
Perubahan Negative Covenant yang diterima Perseroan, dengan telah diperolehnya surat persetujuan tersebut Perseroan berhak
untuk melakukan: (i) Perubahan susunan pengurus Perseroan dan pemegang sahamnya; (ii) Melakukan pembayaran dividen
kepada para pemegang sahamnya; dan (iii) Melakukan pencairan atas bagian dari Modal Disetor dan Laba Ditahan. Persetujuan
89
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
tersebut mencakup seluruh perjanjian kredit yang telah dibuat oleh dan antara Perseroan dan BII pada saat Prospektus ini
diterbitkan.
Adapun saldo masing-masing Perjanjian Kredit Perseroan terhadap Bank BII per 30 April 2013 adalah sebagai berikut.
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 2
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 3 dengan sub limit Fasilitas Letter Of
Credit (L/C)
Pinjaman Berjangka (Term Loan) 4
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 1
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 2
Pinjaman Promes Berulang (Demand Loan) 3
Pinjaman Rekening Koran (Overdraft Loan)
Pinjaman Bank Garansi Line 1
Pinjaman Bank Garansi Line 2
:
:
USD107,667
USD1,116,109
:
:
:
:
:
:
:
Rp5.071.871.380,Rp29.000.000.000,Rp28.899.569.749,Rp40.000.000.000,Rp0,Rp11.230.916.156,Rp2.117.639.835,-
Perjanjian Konstruksi & Pondasi
6.
7.
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek The Pakubuwono Signature II (”TPS”) dengan
PT Mandiri Eka Abadi, Letter of Acceptance No. 004/LOA/TPS/MEA/AH/VI/2011 tertanggal 15 juni 2011 yang
kemudian dirubah pada 22 November 2011 dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai
berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
:
:
:
:
:
f.
Harga Pekerjaan
:
g.
Jaminan Pelaksanaan
:
PT Mandiri Eka Abadi;
Perseroan;
Pengerjaan Proyek The Pakubuwono Signature;
Jalan Pakubuwono No. 6, Jakarta Selatan;
14 hari setelah dikeluarkan Surat Perintah Kerja oleh
Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) sampai dengan
30 November 2013;
Rp171.061.017.628,00 (seratus tujuh puluh satu miliar enam
puluh satu juta tujuh belas ribu enam ratus dua puluh
delapan Rupiah);
Advance Payment Bond dari Asuransi ACA; Performance
Bond dari Asuransi ACA sejumlah Rp11.249.000.000,00
(sebelas miliar dua ratus emapat puluh sembilan juta
Rupiah).
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek The Pakubuwono House 4 - Struktur dengan
PT Mandiri Eka Abadi, Letter of Acceptance No. 002/LOA/TPH-NEW SH/MEA/AH/VI/2012 tertanggal 11 Juni
2012, dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
d.
e.
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
:
:
f.
Harga Pekerjaan
:
g.
Jaminan Pelaksanaan
:
PT Mandiri Eka Abadi;
Perseroan;
Pengerjaan proyek The Pakubuwono House 4 – Struktur
Jakarta;
Jalan Pakubuwono No. 6, Jakarta Selatan;
14 Hari sejak Surat Perintah Kerja oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi (MK) dan batas waktu penyelesaian
pekerjaan tanggal 28 Februari 2014;
Rp88.930.351.627,00 (delapan puluh delapan miliar
sembilan ratus tiga puluh juta tiga ratus lima puluh satu ribu
enam ratus dua puluh tujuh ribu Rupiah);
Advance Payment Bond; Performance Bond sejumlah
Rp4.446.517.581,00 (empat miliar empat ratus empat puluh
enam juta lima ratus tujuh belas ribu lima ratus delapan
puluh satu Rupiah);
90
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
8.
9.
10.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek Alila Seminyak Resort Bali dengan PT Anaamaya
Mitra Selaras, Surat Penunjukan No. 002/AMS-PENJ/VI/2012 tertanggal 18 Juni 2012, dibuat dibawah
tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
:
:
:
:
:
f.
Harga Pekerjaan
:
g.
Jaminan Pelaksanaan
:
PT Anaamaya Mitra Selaras;
Perseroan;
Pekerjaan Struktur dan Arsitektur Proyek Alila;
Bali;
15 Bulan untuk Alila Seminyak (sampai dengan September
2013) dan 16 Bulan untuk Blok A dan Blok J (sampai
dengan Oktober 2013) sejak ditandatanganinya Surat
penunjukan ini;
Rp185.705.000.620,00 (seratus delapan puluh lima miliar
tujuh ratus lima juta enam ratus dua puluh Rupiah);
5% dari nilai kontrak;
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek Apartemen Setiabudi Skygarden dengan KSO
Setiabudi Rasuna, Letter of Accaptance No. 001/LOA/JO-AI/SSG/XII/2011 tertanggal 21 Desember 2011,
dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
d.
e.
f.
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
Harga Pekerjaan
:
:
:
KSO Setiabudi Rasuna;
Perseroan;
Pengerjaan apartemen Setiabudi Skygarden Tower satu dan
dua Apartemen Setiabudi yang meliputi Concrete works
comprising poured concrete, reinforcing steel and formwork;
structural steel works; integral; fluid applied; membrane dan
cementtatious waterproofing; masonry termasuk block work
with practical columns & lintels; Plaster, screed, painting,
floor hardener and traffic markings; ceramic, homogeneous
and stone tiling; stair balustrades and handrails; etc.
Jakarta;
21 Desember 2011 sampai dengan 21 November 2014;
Rp575.828.421.727 (lima ratus tujuh puluh lima miliar
delapan ratus dua puluh delapan juta empat ratus dua puluh
satu ribu tujuh ratus dua puluh tujuh Rupiah) dan
US$ 7.411.023,00 (tujuh juta empat ratus sebelas ribu dua
puluh tiga Dollar Amerika Serikat);
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek Apartemen Setiabudi Skygarden dengan KSO
Setiabudi Rasuna, Letter of Accaptance No. 007/HO-DIR/RSR/XII/2011 tertanggal 21 Desember 2011, dibuat
dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
d.
e.
f.
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
Harga Pekerjaan
:
:
:
KSO Setiabudi Rasuna;
Perseroan;
Pengerjaan pembangunan tower 3 Apartemen Setiabudi
yang meliputi Concrete works comprising poured concrete,
reinforcing steel and formwork; structural steel works;
integral, fluid applied, membrane dan cementtatious
waterproofing; masonry termasuk block work with practical
columns & lintels; Plaster, screed, painting, floor hardener
and traffic markings; ceramic, homogeneous and stone tiling;
stair balustrades and handrails; etc.
Jakarta;
21 Desember 2011 sampai dengan 21 November 2014;
Rp177.778.047.147,00 (seratus tujuh puluh tujuh miliar tujuh
ratus tujuh puluh delapan juta empat puluh tujuh ribu seratus
empat puluh tujuh Rupiah) dan US$ 5.037.525,00 (lima juta
tiga puluh tujuh ribu lima ratus dua puluh lima Dollar
Amerika Serikat);
91
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
11.
12.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Kerja Proyek ST. Regis Office dan Hotel dengan PT Greenland
Rajawali Utama, perjanjian No. 054/GRU-LOA-PACKAGE03A/XI/2012 dan No.055/GRU-LOAPACKAGE03B/XI/2012 tertanggal 28 November 2012, dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan antara lain
sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
d.
e.
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
:
:
f.
Harga Pekerjaan
:
PT Greenland Rajawali Utama;
Perseroan;
Supply, installation, testing, monitoring of the bored pilling
dan diaphragm wall; Ground anchors; demolition work and
ground anchor installation; excavation & mat foundation.
Jakarta;
Fase 1 dimulai tanggal 29 November 2012 dan berakhir
pada 10 Februari 2013; Fase 2 dimulai 18 Januari 2013 dan
berakhir pada 28 juni 2013;
Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua miliar Rupiah) dan
Rp18.000.000.000,00 (delapan belas miliar Rupiah);
Emiten telah menandatangani Perjanjian Kerja Main Building Works - District 8 Mixed Use Development
Project
Phase
1
dengan
PT
Sumbercipta
Griyautama,
Surat
Perjanjian
Kerja
No. 102/SCGU12000/EXT/IV/2013 tertanggal 25 April 2013, dibuat dibawah tangan, dengan ketentuan
antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pelaksana proyek
Kontraktor
Ruang Lingkup Kerjasama
:
:
:
d.
e.
f.
Lokasi Pekerjaan
Jangka Waktu Perjanjian
Harga Pekerjaan
:
:
:
PT Sumbercipta Griyautama;
(i) Emiten dan (ii) Daewoo Engineering & Construction Ltd;;
Main Contract System; Pekerjaan persiapan, pekerjaan
struktur dan arsitektur; mengkoordinasi dan mengatur
Nominated Supplier dan Nominated Sub Contractor; Masa
Pemeliharaan selama 1 tahun setelah BAST 1; sesuai
dengan gambar, spesifikasi teknis, serta berita acara yang
telah diberikan; Material supply by Owner, terdiri dari:
a) readymix concrete, wastage 3%, b) besi beton, wastage
3% (scrap material milik owner), c). Homogeneous Tile &
Ceramic Tile, wastage 3% untuk pola standart dan dihitung
per keeping / tile untuk pola khusus, d) Sanitary fixtures
tanpa wastage + biaya pengganti material rusak sesuai
kesepakatan kedua belah pihak;
Jakarta;
33 bulan kalender dari serah terima lahan;
Rp800.800.000.000,00 (delapan ratus miliar delapan ratus
juta Rupiah);
15. PERKARA-PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, DIREKSI & KOMISARIS PERSEROAN
DAN DIREKSI & KOMISARIS ENTITAS ANAK
Dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tersangkut/terlibat dalam satu perselisihan, baik yang telah
menjadi perkara atau diadili dimuka pengadilan maupun yang belum menjadi perkara dimuka pengadilan. Perselisihan
tersebut tidak membawa dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan. Untuk perkara hukum atau
perselisihan yang bersifat material terhadap Perseroan, maka telah diungkapkan sebagaimana dalam laporan keuangan
Perseroan per 31 Desember 2012, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada tanggal Prospektus ini, Perseroan tercatat dan masih terlibat dalam 1 (satu) perkara perdata pada Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan, yaitu perkara perdata dalam register No. 15/Pdt.G/2012/PN.JKT.SEL. antara Perseroan sebagai Penggugat
dengan Pemerintah Republik Indonesia cq. Kementerian Badan Usaha Milik Negara cq. PT Perusahaan Listrik Negara
sebagai Tergugat.
Adapun ringkasan isi gugatan tersebut adalah sebagai berikut:
Para Pihak
Penggugat : Perseroan
Tergugat : Pemerintah Republik Indonesia Cq. Kementerian Badan Usaha Milik Negara Cq. PT. Perusahaan Listrik Negara
92
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Kasus Posisi:
- Penggugat sedang mengerjakan proyek property/konstruksi di Apartemen Residence Senopati yang beralamat di Jalan
Senopati Raya – Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan;
- Tergugat mewajibkan Penggugat untuk membayar tagihan susulan pelanggaran golongan III (TS3) atas ID Pel
No. 543104747697 dan ID Pel No.543104753550 yang masing-masing berjumlah sebesar Rp1.180.856.880,00 (satu
miliar seratus delapan puluh juta delapan ratus lima puluh enam ribu delapan ratus delapan puluh Rupiah), total
seluruhnya menjadi Rp2.361.713.760,00 (dua miliar tiga ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tiga belas ribu tujuh ratus
enam puluh Rupiah) atas proyek property/konstruksi di Apartemen Residence Senopati;
- Penggugat tidak memenuhi klaim Tergugat disebabkan karena Tergugat tidak memiliki dasar hukum yang sah, juga tidak
disertai bukti-bukti yang kuat dengan melalui uji teknis dan uji tera;
- Kemudian Tergugat melakukan tindakan pemutusan sementara pasokan aliran tenaga listrik ke area kerja Penggugat
secara sepihak dan pemutusan permanen/bongkar rampung aliran listrik dengan cara membongkar alat pembatas dan
pengukur (APP) yang terpasang diarea kerja Penggugat;
- Atas tindakan Tergugat tersebut, Penggugat mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan.
Nilai Perkara:
Kerugian materiil Rp2.361.713.760,00 (dua miliar tiga ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tiga belas ribu tujuh ratus enam
puluh Rupiah).
Pada tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengeluarkan putusan yang mengabulkan gugatan
Penggugat untuk seluruhnya. Saat ini, perkara tersebut sedang dalam pemeriksaan tingkat Banding di Pengadilan Tinggi
Jakarta.
Manajemen Perseroan telah mengungkapkan perkara yang sedang dihadapi oleh Perseroan, dan berkeyakinan bahwa
apapun hasil keputusan dari proses perkara tersebut, tersebut tidak akan memiliki pengaruh yang material terhadap
operasional dan kinerja keuangan Perseroan, dan rencana Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.
93
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
94
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
IX.
1.
Advance Civil Structure Engineering Technology
KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
PENDAHULUAN
Perseroan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi gedung di Indonesia dengan fokus
usaha pada konstruksi proyek-proyek properti komersial, hunian, industri, dan resor. Dengan pengalaman selama 18 tahun,
Perseroan berkeyakinan sangat dikenal di industri dalam membangun gedung berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
Secara historis, sebagian besar dari proyek Perseroan dilaksanakan di Pulau Jawa, Indonesia. Perseroan telah
menyelesaikan konstruksi proyek dalam berbagai sektor perekonomian Indonesia. Sejak pendiriannya pada tahun 1995,
Perseroan telah berpengalaman di dalam berbagai macam proyek antara lain proyek apartemen residensial, proyek gedung
perkantoran, proyek infrastruktur, dan proyek gedung komersial.
Kantor pusat Perseroan berkedudukan di Gedung Wisma ITC, Jalan Abdul Muis Nomor 8, Jakarta Pusat. Seluruh unit kerja
berlokasi di Wisma ITC, Jakarta. Nama ACSET mengandung arti Advance Civil Structure Engineering Technology.
Perseroan dibentuk dan dikelola oleh tim profesional yang berpengalaman dan spesialis dibidangnya. Perseroan memiliki
pengalaman sebagai konsultan spesialis konstruksi dan memiliki catatan pengalaman proyek di Jakarta, Aceh, Medan,
Pekan Baru, Dumai, Batam, Balikpapan, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Gresik, Semarang, Jepara, Rembang, Tuban,
Surabaya, Bali dan Ho Chi Minh Vietnam.
Perseroan telah meraih berbagai macam penghargaan sebagai wujud dari keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata
kelola perusahaan yang baik serta keahlian dalam bidangnya. Adapun berbagai penghargaan maupun sertifikasi yang
diperoleh, sebagai berikut:
Sertifikasi Perseroan
ISO 9001:2008
Sumber: Perseroan
2.
OHSAS 18001:2007
ISO 14001:2004
KEGIATAN USAHA PERSEROAN
Kegiatan usaha utama yang dilakukan oleh Perseroan adalah jasa konstruksi yang dapat diklasfikasi menjadi 2 (dua)
segmen usaha yaitu i) kontrak jasa konstruksi, dan ii) kontrak pondasi. Didukung oleh tenaga kerja ahli dengan kemampuan
multi disiplin, Perseroan berkeyakinan dapat memberikan solusi kepada kliennya untuk setiap tahapan kegiatan proyek yang
dimiliki oleh klien.
Adapun kontribusi pendapatan masing-masing unit usaha Perseroan terhadap total pendapatan usaha Perseroan tahun
2008-2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
Jenis
Pendapatan
Usaha
Kontrak Jasa
Konstruksi
Kontrak
Pondasi
Total
Pendapatan
Usaha
2008
2009
2010
2011
2012
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
Pendapatan
Usaha
%
277.694
83,09%
210.269
78,61%
241.245
79,59%
347.606
81,02%
513.057
76,59%
56.502
16,91%
57.220
21,39%
61.862
20,41%
81.457
18,98%
156.849
23,41%
334.196
100,00%
267.489
100,00%
303.107
100,00%
429.063
100,00%
669.906
100,00%
95
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai setiap segmen usaha utama Perseroan:
a. Kontrak Jasa Konstruksi
Dalam melaksanakan kegiatan usaha utamanya, pendapatan usaha yang diterima oleh Perseroan paling besar diterima dari
pengerjaan kontrak jasa konstruksi. Kontrak jasa konstruksi yang dilakukan Perseroan antara lain ialah proyek pengerjaan
pembangunan gedung hotel, apartemen residensial, pusat perbelanjaan, menara perkantoran, dan infrastruktur (antara lain
power plant, dan jembatan). Perseroan pada saat ini berfokus dalam pengerjaan gedung hotel, apartemen residensial, pusat
perbelanjaan, dan menara perkantoran dengan kelas premium.
Proyek-proyek kontrak jasa konstruksi yang pernah dikerjakan oleh Perseroan antara lain meliputi:
No
Nama Proyek
Lokasi
Pemilik Proyek
Nilai Kontrak
(Jutaan
Rupiah)
Tahun
Penyelesaian
Jakarta
PT Mandiri Eka Abadi
9.900
2012
Jakarta
PT Inspirasi Jelas Itqoni
29.300
2012
Jakarta
PT Pacific Place
10.550
2012
Jakarta
PT Elite Prima Hutama
123.000
2012
4
The Pakubuwono
Townhouse
Plaza Pasar Cikampek
Renovasi sisi Selatan Pacific
Place
Kota Kasablanka II
5
Kota Kasablanka
Jakarta
PT Elite Prima Hutama
134.000
2011
6
Senopati Residence 8
Jakarta
PT Bintang Sedayu Makmur
218.085
2011
7
Metro Dallas Bandung
Bandung
PT Barisan Integra
42.000
2011
8
Pabrik Lelco
Ekspansi Pembangkit Listrik
Tanjung Jati B
Tangerang
PT Lelco Trinindo Nusantara
Mitsui Engineering &
Shipbuilding Co. Ltd
12.690
2011
23.509
2010
10
Gandaria City
Jakarta
PT Artisan Wahyu
222.805
2010
11
Equity Tower
Peremajaan Pasar Induk
Kramat Jati
Jakarta
PT Graha Sampoerna
PT Tritunggal Sentra
Sejahtera
145.873
2010
22.750
2009
1
2
3
9
12
Semarang
Jakarta
13
Pacific Place
Jakarta
PT Pacific Place Jakarta
278.577
2007
14
Techno World
Bogor
PT Daihan Cipta
13.829
2007
15
Surabaya
PT Sentral Supel Perkasa
249.590
2006
Jakarta
PT Kiang Multi Corporation
7.568
2006
Surabaya
PT Pakuwon Permai
126.683
2004
18
BG Junction
Gedung Perkantoran
PT Kiang Multi Corporation
Supermal-PTC Pakuwon
Indah
Mirota Batik
Yogyakarta
PT Mirota Batik
3.852
2004
19
Jogjatronik
Yogyakarta
PT Kaidi Indojaya
20.708
2003
20
Sun Plaza
Medan
PT Manunggal Wiratama
124.603
2003
21
Mal Tunjungan Plaza IV
Surabaya
PT Artisan Surya Kreasi
12.400
2001
22
Tunjungan Plaza IV
Surabaya
PT Pakuwon Jati
2.834
1997
16
17
96
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Proyek-proyek kontrak jasa konstruksi yang sedang dikerjakan oleh Perseroan antara lain meliputi:
No.
1
2
3
Nama Proyek
Lokasi
The Pakubuwono
Signature
The Pakubuwono
House
New British
Embassy
Jakarta
Jakarta
Jakarta
4
TS Suites Hotel
Bali
5
Mall Townsquare
Bali
Bali
6
Alila Hotel Bali
Bali
7
8
9
10
11
12
Setiabudi
Skygarden
Setiabudi
Skygarden Tower 3
Plaza Pasar
Cikampek
TS Suites Hotel
(arsitektur)
Mall Townsquare
Bali (arsitektur)
Cikampek
Satrio Office Tower
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Bali
Bali
Pemilik Proyek
PT Mandiri Eka
Abadi
PT Mandiri Eka
Abadi
Mace International
(UK) Ltd.
PT Graha Megaria
Bali
PT Graha Megaria
Bali
PT Anaamaya
Resort Seminyak
JSO KSO Proyek
Setiabudi Rasuna
PT Rasuna
Setiabudi Raya
PT Inspirasi Jelas
Itqoni
PT Graha Megaria
Bali
PT Graha Megaria
Bali
PT Mitra Pertala
Perkasa
Nilai Kontrak
(Jutaan Rupiah)
Waktu Pelaksanaan
Konstruksi
Dimulai
Selesai
155.510
2011
2013
89.845
2012
2013
119.221
2011
2013
20.428
2012
2013
20.071
2012
2013
168.823
2012
2014
584.116
2012
2015
202.833
2012
2015
29.300
2012
2013
17.645
2013
2013
6.155
2013
2013
54.938
2013
2013
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2011, 2012, pendapatan atas kontrak jasa konstruksi
Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp241.245 juta, Rp347.606 juta dan Rp513.057 juta, yang merupakan sekitar
80%, 81% dan 77% dari jumlah pendapatan Perseroan. Sedangkan sisanya berasal dari pendapatan atas kontrak pondasi.
b. Kontrak Pondasi
Kontrak pondasi merupakan suatu pekerjaan pembuatan pondasi untuk gedung, jembatan, dan bangunan lainnya, termasuk
pekerjaan retaining wall atau dinding penahan tanah. Pondasi yang dimaksud adalah pondasi dalam, seperti bangunan bor,
bored piling juga dinding diaphragm sebagai retaining wall. Dimana pekerjaan pondasi ini dikerjakan dengan menggunakan
peralatan berat (bored piling rigs, diaphragm wall grab, crowler crane, excavator, dan lain-lain). Perseroan memiliki
pengalaman dalam pengerjaan kontrak pondasi karena telah banyak menyelesaikan berbagai kontrak pondasi dan deep
basement yang memiliki kompleksitas dan skala besar.
Proyek-proyek kontrak pondasi yang pernah dikerjakan oleh Perseroan antara lain meliputi:
No
Nama Proyek
Lokasi
Pemilik Proyek
Nilai Kontrak
(Jutaan
Rupiah)
Tahun
Penyelesaian
1
Sahid Sudirman Center
Jakarta
KSO Sahid Megatama
Gemilang
70.000
2012
2
Tanah Abang Blok B
Jakarta
Gading Raya Propertindo
24.972
2012
Jakarta
Obayashi Corporation
16.512
2012
Jakarta
PT Simpruk Arteri Lestari
34.300
2012
5
Tanjung Priok Access Road
E2A
Botanical Residences
Jakarta
Hotel 101 Dharmawangsa
Jakarta
PT Visi Utama Indonesia
1.664
2012
6
Margo Hotel Depok
Depok
PT Puri Dibya Property
25.190
2012
3
4
97
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
7
8
9
10
11
12
13
Hotel Grand Aston
Ekspansi Pembangkit Listrik
Tanjung Jati B
Ciputra World
KonstruksiPT Semen Gresik
Foundation
Penambahan Baris Gerbang
Toll Manyaran-Jatingaleh
Toll Semarang-Solo Tahap
1
Pembangkit Listrik Tenaga
Batu Bara
Yogyakarta
Advance Civil Structure Engineering Technology
Jakarta
PT Jonatan Bintang Utama
Mitsui Engineering &
Shipbuilding Co. Ltd.
PT Ciputra Adi Graha
9.850
2010
3.791
2009
100.143
2009
Surabaya
PT Swadaya Graha
2.040
2009
Semarang
PT Waskita Karya
834
2009
Semarang
PT Waskita Karya
2.512
2009
Semarang
PT Zelan Indonesia
27.445
2008
10.225
2008
Semarang
14
Jembatan Suramadu
Surabaya
Consortium of Chinese
Contractor (CRBC-CHEC)
Indonesia Suramadu Bridge
Project
15
Ciputat Flyover
Jakarta
Obayashi Corporation
1.840
2008
Ho Chi Minh
Estella Joint Venture Co. Ltd.
78.481
2008
Jakarta
PT Bangun Kharisma
2.348
2008
Jakarta
PT Putra Pratama Sukses
39.433
2008
18
Pengembangan Estella
Residential
Konstruksi Kantor
Penghubung Provinsi
Sumatra Barat
Pasar Tanah Abang Blok B
19
Jalan Utama Gandaria
Jakarta
PT Artisan Wahyu
2.090
2007
20
Gedung Departemen
Kelautan & Perikanan
Jakarta
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
1.471
2007
21
Gedung Sekretariat Negara
Jakarta
PT Adhi Karya (Persero), Tbk
2.474
2007
22
Pembangkit Tenaga Listrik
PT SAI
Aceh
Xiament Huadian Power
Equipment Co. Ltd. (XHPEC) /
China Huadian Engineering
Co. Ltd.
5.043
2007
23
SMESCO Promotion Center
& Convention Center
Jakarta
PT Lince Romauli Raya
3.127
2007
24
Century Hill
Bandung
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.058
2006
16
17
Jakarta
KSO PP-CAI
4.175
2006
26
Gedung Departemen
Perdagangan
Sekolah IPEKA Meruya
Jakarta
PT Palu Mas Sejati
462
2006
27
Gedung YKK Zipper
Bandung
Sjimizu-SBCK J.O
439
2006
28
Hotel Marriott
Medan
PT Kurnia Tetap Mulia
7.700
2006
29
Gedung Dipenda
Semarang
PT Surya Baru
265
2005
30
Gedung Geologi
Jakarta
PT Jatikarta Megah Laksana
317
2005
31
Grand Hyatt Bali (Ruang
Bali)
Bali
Shimizu- SBCK J.O
1.117
2005
32
Pacific Place
Jakarta
28.325
2005
33
Plaza Sudirman
Jakarta
PT Metropolitan Mulia
Persada
PT Savitya Tridaya
24.200
2005
34
Menara Merdeka
Banten
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
322
2005
25
98
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
35
Hotel Bahana Surya
Balikpapan
PT. Bumi Liputan Jaya
1.122
2005
36
Saphir Square
Yogyakarta
PT Saphir Yogya Supermall
3.720
2004
37
Plaza Ambarukmo
Yogyakarta
PT Putera Mataram Mitra
Sejahtera
5.335
2004
38
Pasar Tanah Abang Blok A
Jakarta
PT Priamanaya Djan Faridz
International
31.339
2004
39
Plaza Asia & Sudirman
Mansion
Jakarta
PT Metropolitan Mulia
Persada
24.200
2003
40
Proyek BKPM
Jakarta
PT Waskita Karya
241
2003
41
Hotel Crown International
Medan
PT Sewangi Suryapermai
4.898
2003
42
Sun Plaza
Medan
PT Manunggal Wiratama
13.298
2002
43
Pakuwon Golf & Family
Club
Surabaya
PT Artisan Surya Kreasi
21.921
2002
44
Bank Mestika
Medan
PT Nusa Raya Cipta
1.100
1998
45
Menara Telkom
Jakarta
PT Telekomunikasi indonesia
5.535
1998
46
Menara Gas
Jakarta
PT Wahana Seno Utama
13.027
1998
47
Menara Merdeka
Jakarta
PT Graha Lintas Properti
14.550
1997
48
Menara Sahid
Jakarta
Sahid Group
25.250
1997
49
Supermal
Surabaya
PT Artisan Surya Kreasi
520
1997
50
Graha Niaga 2
Jakarta
PT PP-Taisei
11.857
1997
51
Tunjungan Plaza IV
Surabaya
PT Pakuwon Jati
792
1997
52
Plaza Dago
Bandung
PT Adhi Mitra Jasa Indah
1.487
1997
53
Menara Jakarta
Jakarta
PT Indocitra Grahabawana
599
1996
54
Apartemen Megah Indah
Jakarta
PT Panen Emas Indah
2.573
1996
55
Wisma Dharmala
Jakarta
PT Dharmala Intiland
3.850
1996
56
Graha Iskandarsyah
Jakarta
PT Ismawa Trimitra
2.667
1996
57
Bank Indonesia Gedung “D”
Jakarta
PT Waskita Karya
2.832
1995
58
Ekstension Le Meridien
Jakarta
PT Duta Graha Indah
402
1995
Proyek-proyek kontrak pondasi yang sedang dikerjakan oleh Perseroan antara lain meliputi:
No.
1
2
3
Nama Proyek
Botanica Residences
Jakarta
Tanjung Priok Access
Road E2A
Silo Bosowa Mataram
Lokasi
Jakarta
Jakarta
Nusa
Tenggara
Pemilik Proyek
PT Simpruk Arteri
Lestari
Obayashi
Corporation
PT Waskita Karya
99
Nilai Kontrak
(Jutaan
Rupiah)
Waktu Pelaksanaan
Konstruksi
Dimulai
Selesai
31.182
2012
2013
22.282
2012
2013
1.100
2013
2013
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Barat
4
Bahana Office Tower @
Mega Kuningan
Jakarta
5
18 Office Park
Jakarta
6
Satrio Office Tower
Jakarta
7
District 8 @ Senopati
Jakarta
8
Delta Spa Pancoran
Jakarta
9
Sahid Yogya
Yogyakarta
10
Silo Banjarmasin
Banjarmasin
11
St Regis (Hotel)
Jakarta
12
St Regis (Office)
Jakarta
PT Bahanasemesta
Citra Nusantara
PT Kalma
Propertindo Jaya
PT Mitra Pertala
Perkasa
PT Sumber Cipta
Griya Utama
PT Galaxy Chandra
Purnama
PT Koba Pangestu
PT PP (Persero)
PT Greenland
Rajawali Utama
PT Greenland
Rajawali Utama
30.750
2013
2013
30.600
2013
2013
9.875
2013
2013
20.500
2013
2013
4.239
2013
2013
33.500
2013
2013
1.300
2013
2013
16.364
2013
2013
74.545
2013
2013
Salah satu proyek yang menjadi proyek notable Perseroan adalah dalam pengerjaan proyek Pacific Place, Jakarta, dimana
Perseroan tidak hanya mampu menyelesaikan proyek tersebut pada medan yang sangat sulit, tetapi juga mampu
melakukannya dalam jangka waktu yang singkat, dimana Perseroan dapat menyelesaikan proyek Pacific Place dalam waktu
18 (delapan belas) bulan dimulai dari lantai lower ground.
3.
PROSES BISNIS PERSEROAN
Proses bisnis pada jasa konstruksi yang diberikan oleh Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) proses utama, yaitu proses
pemasaran dan proses persiapan & pelaksanaan proyek. Proses tersebut dapat dijabarkan dengan skema sebagai berikut:
Proses Pemasaran (Marketing)
Keterangan proses bisnis:
1.
2.
3.
4.
Menerima dan mencatat informasi lisan/tertulis dari pelanggan.
Mempelajari permintaan pelanggan termasuk ketersediaan peralatan, sumber daya manusia, dan lain-lain. Atas
dokumen tender yang diberikan kepada departemen lain maka kemudian dibuatkan dokumen tanda terima. Jika
memutuskan untuk tidak berpartisipasi maka Perseroan membuat pemberitahuan ke pelanggan yang
bersangkutan.
Jika ikut berpartisipasi, maka Perseroan lalu menyiapkan dan mengirimkan surat penawaran harga ke pelanggan.
Menghadiri undangan klarifikasi.
Jika tidak ada undangan klarifikasi maka penjelasan akan disampaikan via telepon atau faksimili.
Jika tidak ada revisi penawaran harga, maka Perseroan kemudian memastikan apakah mendapatkan proyek
atau tidak.
100
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
5.
Jika terdapat revisi harga, maka Perseroan kemudian mengirimkan dokumen revisi penawaran harga yang
ditandatangai Direksi atau dapat diwakili oleh manager pemasaran.
6. Menerima undangan negosiasi. Jika tidak ada undangan negosisasi, Perseroan tidak melanjutkan ke tahap
selanjutnya.
7. Jika ada undangan negosisasi dari pelanggan secara tertulis/lisan maka Perseroan kemudian menghadiri
undangan negosiasi dan mendapatkan risalah rapat.
8. Memastikan mendapatkan proyek:
Jika tidak mendapatkan proyek, proses selesai.
Bagian pemasaran akan melakukan evaluasi atas tender yang kalah. Bagian pemasaran memiliki sasaran
mutu dalam hal pencapaian target tender yang diperoleh. Jika sasaran mutu tidak dicapai maka bagian
pemasaran melakukan analisa terhadap ketidakpencapaian target tersebut dengan mengeluarkan formulir
tindakan koreksi dan pencegahan.
Jika mendapatkan proyek maka Perseroan akan menerima Surat Perintah Kerja (“SPK”)
9. Perseroan menerima SPK dari pelanggan.
SPK ditandatangani oleh Direktur/Presiden Direktur setelah ditandatangani oleh manajer pemasaran.
SPK dikoordinasikan dengan bagian terkait, yaitu : manajer operasional/proyek dan manajer keuangan.
10. Mempelajari SPK atau kontrak dari pelanggan.
Jika tidak disetujui maka Perseroan tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya.
11. Jika SPK disetujui, Perseroan kemudian membuat data proyek & koordinasi dengan bagian terkait.
Jika terjadi perubahan kontrak maka bagian pemasaran akan menginformasikan ke departemen terkait dan
bagian pemasaran akan menerima perubahan kontrak terkait.
12. Setelah menyelesaikan proyek, bagian pemasaran akan melakukan survei kepuasan pelanggan yang dilakukan
setahun sekali atau setiap proyek selesai.
Proses Persiapan dan Pelaksanaan Proyek
Keterangan proses bisnis:
1.
2.
3.
4.
5.
Menerima SPK & data proyek dari Direksi.
Menerima dokumen kontrak untuk pelaksanaan proyek yang memuat SPK, data proyek, rencana kerja &
syarat, spesifikasi, Bill of Quantity serta gambar konstruksi
Survei lokasi, membentuk tim pelaksana proyek dan menyusun jadwal dan metode kerja.
Membuat suatu rencana mutu atau kualitas yang akan dilaksanakan pada proyek tersebut, dengan
mempertimbangkan ketepatan waktu pelaksanaan dan biaya yang telah ditetapkan
Membuat /merevisi Project Quality Plan (PQP) dan meminta persetujuan direksi.
Jika pekerjaan di sub-kontrakan ke perusahaan lain maka dibuat Surat Perjanjian Kerja atau Surat Perintah Kerja.
PQP dibuat 1 minggu sebelum pelaksanaan proyek dilakukan.
Melakukan aktivitas proyek sesuai PQP dan membuat Laporan Kemajuan Proyek.
Laporan Kemajuan Proyek antara lain:
Laporan Harian
Laporan Mingguan
Laporan Bulanan
Dokumentasi Proyek, dan lain-lain
Melakukan pengawasan atas semua aktivitas proyek dengan membuat surat / form permohonan ijin & inspeksi
yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek tersebut, yaitu:
Ijin Kerja Lembur
Ijin Pengecoran
Inspeksi Bekisting & Pembesian Tersting & Commisioning, dan lain-lain.
101
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
6.
7.
8.
9.
4.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Menyelesaikan proyek. Jika ada penyimpangan, membuat daftar & memberi status terhadap NCR (Non
Compliance Report).
Persiapan serah terima proyek jika progres pekerjaan telah mencapai 100% (seratus persen).
Melakukan inspeksi proyek. Jika tidak setuju, maka bagian pemasaran kemudian membuat data proyek dan
koordinasi dengan pihak terkait.
Jika setuju, maka antara Perseroan dengan pemilik proyek melakukan serah terima bangunan.
PEMASARAN
Di bidang usaha jasa konstruksi, kegiatan pemasaran baru dapat terlaksana apabila pengguna jasa memberikan
“kepercayaan” kepada pelaksana. Hal tersebut berkaitan dengan sifat jasa konstruksi yang menawarkan sesuatu yang
belum terwujud dengan suatu harga, kualitas dan waktu penyerahan yang telah ditentukan. Proses pengerjaan proyek
dilaksanakan di tempat pengguna jasa berdasarkan kontrak yang disepakati bersama antara pengguna jasa dan penyedia
jasa.
Guna mengintensifkan usaha-usaha pemasaran, nama baik Perseroan saat ini telah menjadi sarana pemasaran yang utama.
Dalam kaitannya untuk memperoleh suatu proyek, Perseroan mengumpulkan informasi mengenai proyek-proyek yang
potensial melalui informasi yang didapatkan dari berbagai sumber.
Kegiatan pemasaran dan distribusi Perseroan didukung dengan:
a. Rekomendasi yang diperoleh dari pelanggan yang telah menggunakan jasa Perseroan sebelumnya, konsultan, arsitek,
dan pihak-pihak yang pernah terlibat dalam proyek-proyek sebelumnya.
b. Hubungan baik yang telah terjalin antara manajemen Perseroan dengan para pemilik proyek
c. Menggunakan networking untuk mendapatkan informasi proyek yang berasal dari para pemilik proyek.
d. Mengikuti proses prakualifikasi, lelang, sampai dengan kontrak.
5.
PELANGGAN & DAYA SAING
Berikut ini merupakan daftar pelanggan yang dimiliki oleh Perseroan semenjak Perseroan berdiri hingga tanggal Prospektus
ini diterbitkan:
No
Nama Klien
Proyek
1
CIC (Consortium of Indonesian Contractors) PT Wijaya Karya,
Waskita Karya, Hutama Karya & Adhi Karya
Jembatan Suramadu
2
Company Mechanized Construction 6
Long Thanh Dau Giay Project, Ho Chi Minh, Vietnam
3
Consortium of Chinese Contractor (CRBC-CHEC) Indonesia
Suramadu Bridge Project
Jembatan Suramadu
4
Estella Joint Venture Co. Ltd
Estella Residential Development Project
5
JO KSO Setiabudi
Setiabudi Skygarden
6
KSO PP-CAI
Gedung kantor Departemen Perdagangan
7
KSO Shimizu-SBCK
Grand Hyat Bali dan YKK Zipper Building, Cimanggis
8
Mace International
New British Embassy, Jakarta
9
Ministry of Foreign Affairs Singapore
Singapore Embasy, Jakarta
10
Mitsui Engineering & Shipbuilding Co., Ltd.
Tanjung Jati B Power Plant Expansion Project (2 x 660 MW), Jepara, Jawa
Tengah
11
Obayashi Corporation
Flyover Ciputat
12
PT Adhi Karya
Menara Merdeka, Century Hill Bandung, Sekretariat Negara Building,
Departemen Kelautan dan Perikanan
13
PT Adhi Mitra Jasa Indah
Plaza Dago
14
PT Anaamaya Mitra Selaras
Alila Seminyak Resort Bali
15
PT Artisan Surya Kreasi
Supermal Surabaya, Mal Tunjangan Plaza IV Surabaya, Pakuwon Golf &
Family Club
16
PT Artisan Wahyu
Gandaria City, Gandaria Mainstreet
102
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
No
Advance Civil Structure Engineering Technology
Nama Klien
Proyek
17
PT Aryan Indonesia
Kidzania Pacific Place
18
PT Asialand
The Peak
19
PT Barisan Integra
Gedung Metro Dallas Alun-Alun Bandung
20
PT Bintang Sedayu Makmur
Residence 8 @ Senopati
21
PT Bumi Liputan Jaya
Hotel Bahana Surya Extension
22
PT Ciputra Adigraha
Ciputra World
23
PT Daihan Cipta Prima Developer
Techno World Plaza Bogor
24
PT Dharmala Intiland
Wisma Dharmala
25
PT Dizamatra Powerindo
Proyek Pelabuhan/Dermaga Patra Tani
26
PT Elite Prima Hutama
Kota Kasablanka
27
PT Gading Raya Propetindo
Pertokoan & Perkantoran Blok A Zona 3 Tanah Abang
28
PT Graha Lintas Properti
Menara Merdeka
29
PT Graha Megaria Bali
TS Suites Hotel Bali dan Mall Townsquare Bali
30
PT Graha Sampoerna
Equity Tower
31
PT Hotel Candi Baru
Hotel Tentrem
32
PT Indocitra Grahabawana
Menara Jakarta
33
PT Indokoprima Utamajaya
SK LBO Dumai
34
PT Inspirasi Jelas Itqoni
Pasar Plaza Cikampek
35
PT Ismawa Trimitra
Graha Iskandarsyah Building
36
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Setiabudi Skygarden
37
PT Jatikarya Megah Laksana
Geologi Building
38
PT Jonatan Bintang Utama
Hotel Grand Aston Yogyakarta
39
PT Kaidi Indojaya
Jogjatronik
40
PT Karya Propertindo Investama
Sophie Paris Building
41
PT Karyadeka Graha Lestari
Alamanda Tower
42
PT Kiang Multi
Office Building of PT. Kiang Multi Corporation
43
PT Korea World Center
Korea Town
44
PT Krakatau Engineering
Proyek P5 New Coal Grinding Mill PT Indocement, Proyek Tuban IV
45
PT Kurnia Tetap Mulia
The Marriot Hotel Medan
46
PT Lelco Trindo Nusantara
Gedung Pabrik Lelco
47
PT Lince Romauli Raya
SMESCO Promotion Center & Convention Center Building
48
PT Mandiri Eka Abadi
The Pakubuwono Signature, The Pakubuwono House.
49
PT Manunggal Wiratama
Sun Plaza Medan
50
PT Metropolitan Mulia Persada
Plaza Asia & Sudirman Mansion, Pacific Place SCBD
51
PT Mirota Batik
Mirota Batik
52
PT Mitra Pertala Perkasa
Satrio Office Tower
53
PT Nusa Raya Cipta
Bank Mestika
54
PT Pacific Place Jakarta
Pacific Place
55
PT Pakuwon Jati
Tunjungan Plaza IV,
56
PT Pakuwon Permai
Supermal - PTC Pakuwon Indah
57
PT Palarudhibi Teguh Makmur
Medan Focal Point, Medan
103
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
No
Advance Civil Structure Engineering Technology
Nama Klien
Proyek
58
PT Palu Mas Sejati
IPEKA Meruya,
59
PT Panen Emas Indah
Megah Indah Apartement I
60
PT Panen GL
Galeries Lafayette, Pacific Place
61
PT PP - Taisei
Graha Niaga 2
62
PT Priamanaya Djan Faridz International
Pasar Tanah Abang Blok A
63
PT Putra Mataram Prima
Plaza Ambarukmo
64
PT Putra Pratama Sukses
Pasar Tanah Abang Blok B
65
PT Rasuna Setiabudi Raya
Tower 3 Setiabudi Skygarden Apartment
66
PT Saphir Yogya
Saphir Square
67
PT Savitya Tridaya
Plaza Sudirman
68
PT Sentral Supel Perkasa
BG Junction
69
PT Sewangi Surya Permai
Crown International Hotel Medan
70
PT South Pacific Viscose
Bored Pile Foundation of Line Viscose Building PT. South Pacific Viscose Purwakarta
71
PT Surya Baru Sejahtera
Dipenda Building
72
PT Swadaya Graha
Bore Pile Proyek Pembangunan Pondasi PT. Semen Gresik, Proyek
Mossanto, Mojokerto-Jatim
73
PT Telekomunikasi Indonesia
Menara Telkom
74
PT Tripura Indah Persada
Project MR
75
PT Tritunggal Sentra Sejahtera
Peremajaan Pasar Induk Kramat Jati
76
PT Truba Gading Megah
Main Power Building Kahatex 1X7 MW Power Plant
77
PT Visi Utama Indonesia
Hotel 101 Darmawangsa
78
79
PT Wahana Seno Utama
PT Waskita Karya
80
PT Zelan Indonesia
Menara Gas
BKPM, Ruas Gerbang Tol Manyaran-Jatingaleh, Tol Semarang-Solo Tahap
I & Ruas Semarang-Bawen, Hotel Santika
Coal Fired Power Plant, Rembang, Jawa Tengah
81
Sahid Group
Menara Sahid
82
Saigon Apartment
Saigon Residence, Vietnam
83
Xiament Huadian Power Equipment Co.Ltd
Captive Power Plant of PT SAI
Sumber: Perseroan
6.
BAHAN BAKU
Bahan baku yang digunakan oleh Perseroan sebagian besar berasal dari materi lokal (berkisar antara 70-75%), sementara
sisanya impor (khususnya peralatan mekanikal, elektrikal, dan plumbing). Biaya bahan baku yang berasal dari pemasok,
dalam struktur beban kontrak (cost structure) Perseroan adalah sebesar 60-65%, yang pengadaannya dituangkan dalam
bentuk kontrak pengadaan bahan baku dengan harga dan jangka waktu tertentu. Banyaknya pemasok yang tersedia
menguntungkan Perseroan untuk mendapatkan bahan baku sehingga Perseroan selama ini tidak memiliki ketergantungan
terhadap pemasok tertentu.
7.
TEKNOLOGI INFORMASI
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan dengan
cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas usaha khususnya dalam dunia konstruksi.
Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan munculnya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi.
Manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan teknologi informasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
104
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
a.
b.
c.
d.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Mudah mencari informasi pasar konstruksi.
Mudah mencari informasi perkembangan teknologi konstruksi.
Mudah untuk mengembangkan database vendor ke luar negeri.
Sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan dan mitra kerja melalui publikasi website Perseroan.
Dalam usaha mengembangkan Perseroan yang didasari atas rencana pengembangan konsep kerja, peningkatan kualitas
sumber daya manusia, peningkatan kinerja pegawai, efisiensi dan efektifitas kerja serta pengenalan produk baru, dibutuhkan
penerapan teknologi informasi yang terintegrasi sehingga rencana pengembangan Perseroan dapat terealisasi dan berjalan
dengan baik.
Saat ini sistem informasi yang digunakan Perseroan telah menggunakan teknologi elektronik, baik secara visual, audio,
maupun audio visual. Pada perkembangannya, teknologi informasi pastinya dibuat untuk memudahkan individu/golongan
dalam menerima informasi berupa data yang tepat, akurat, dan aktual. Seiring dengan hal tersebut, kemajuan yang terjadi
adalah meningkatnya produktivitas pekerjaan dan efisiensi waktu dan kontrol dalam sebuah entitas usaha pada umumnya
dan bidang konstruksi pada khususnya. Para penggunanya pun saat ini sudah dimudahkan dalam mengirim, menerima,
ataupun mengakses teknologi informasi tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa segala jenis kegiatan telah
berbasis teknologi.
Hal positif yang didapat dengan semakin berkembang dan majunya teknologi informasi adalah sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.
e.
Mendapatkan informasi mengenai pemasok secara lengkap dengan mudah.
Membuat promosi Perseroan melalui website resmi Perseroan, sehingga mitra kerja dari luar negeri pun dapat
mengenal Perseroan.
Memiliki account email resmi Perseroan untuk masing-masing pegawai sehingga mudah dihubungi.
Mudah mencari informasi tentang kemajuan di bidang konstruksi di dalam dan luar negeri.
Dengan mudah mengembangkan database vendor keluar negeri.
Tingkat kompetisi yang tinggi memaksa Perseroan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pelanggan seperti waktu
pelaksanaan yang lebih cepat dan kualitas yang lebih tinggi.
Sejalan dengan rencana tersebut, Perseroan telah merancang bagian terpenting dari sistem informasi perseroan yaitu
pengembangan aplikasi dan pembangunan perangkat keras yang baru, sesuai perkembangan teknologi informasi, sebagai
berikut :
a.
Aplikasi disposisi surat elektronik yang digunakan untuk mendistribusikan surat-surat Perseroan secara elektronik dan
mail intranet dengan menggunakan perangkat lunak.
Memanfaatkan fasilitas internet dengan membuat website Perseroan (www.acset.co) sebagai media promosi agar
dapat diakses oleh pelanggan secara global.
Penggunaan sistem informasi proyek secara online yaitu program SIAP Kontraktor.
Server terdapat di kantor pusat dan dapat di akses secara interaktif melalui internet dari seluruh proyek Perseroan,
kantor pusat dan workshop.
b.
c.
d.
8.
PERSAINGAN
Dalam industri jasa konstruksi, perusahaan-perusahaan dibagi dalam beberapa klasifikasi berdasarkan Undang-Undang
Jasa Konstruksi No. 22 tahun 2000, yaitu:
No.
Klasifikasi
1.
Kelas B (Besar)
2.
Kelas M (Menengah)
3.
Kelas K (Kecil)
Nilai Proyek
Rp1.000.000.000 s/d Rp10.000.000.000
<Rp1.000.000.000
Saat ini Perseroan berada pada klasifikasi Kelas B (Besar). Persaingan dalam industri jasa konstruksi cukup tajam karena
jumlah pesaing sekitar 125 Perusahaan klasifikasi B di seluruh Indonesia. Persaingan tersebut menjadi semakin ramai
dengan masuknya kontraktor-kontraktor asing untuk mengikuti tender-tender ICB (International Competitive Biding) pada
proyek-proyek yang didanai dengan pinjaman luar negeri. Walau demikian, tidak mudah bagi suatu Perusahaan untuk
masuk dalam usaha jasa konstruksi klasifikasi Kelas B (Besar) karena dibatasi oleh penguasaan teknologi, padat modal dan
pengusahaan serta penguasaan pasar yang tinggi. (Sumber: Biro Pusat Statistik, 2012).
105
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan memahami bahwa persaingan dalam penjualan di industri konstruksi di Indonesia sangatlah ketat. Namun dengan
keahlian dan pengalaman yang telah dimilikinya, Perseroan yakin memiliki posisi kuat dalam persaingan. Hal ini terutama
didukung dengan keunggulan bersaing Perseroan diantaranya pengalaman dan rekam jejak serta tenaga kerja yang ahli
serta manajemen yang berpengalaman yang dimiliki Perseroan dalam proyek-proyek pembangunan pondasi serta premium
high-rise building.
Dibawah ini adalah beberapa perusahaan konstruksi yang menjadi kompetitor Perseroan:
No.
Nama Perusahaan
Kegiatan Usaha
Pesaing dalam hal
1.
PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora)
Jasa Konstruksi (Pondasi)
Penjualan
2.
PT Tata Wirautama
Jasa Konstruksi
Penjualan
3.
PT Total Bangun Persada Tbk
Jasa Konstruksi
Penjualan
4.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jasa Konstruksi
Penjualan
5.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Jasa Konstruksi
Penjualan
Dengan adanya persaingan di industri konstruksi, sesuai dengan data olahan internal Perseroan dengan sumber dari Badan
Pusat Statistik bulan Desember 2012, Perseroan meyakini bahwa pangsa pasar Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar
0,08% (nol koma nol delapan persen) yaitu diperbandingkan antara pasar yang diperoleh Perseroan dengan total nilai
belanja pada industri konstruksi atas dasar harga berlaku yang informasinya tersedia untuk umum, dengan rincian sebagai
berikut:
(dalam miliar Rupiah)
2012
Keterangan
2008
2009
2010
2011
Produk Domestik Bruto industri konstruksi atas dasar
Harga berlaku (per Desember 2012)
419.712
555.193
660.891
754.484
860.965
Pendapatan usaha Perseroan
334
267
303
429
670
(%)
0,08%
0,05%
0,05%
0,06%
0,08%
Catatan: *) Data merupakan hasil olahan internal Perseroan dengan sumber dari BPS
9.
PROSPEK USAHA
Keunggulan Kompetitif
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia yang telah dikenal oleh banyak Perusahaan pengembang dalam dan
luar negeri, Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang memperkuat kinerja Perseroan yaitu sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Perseroan memiliki rekam jejak dan pengalaman selama 18 tahun. Sedangkan pendiri Perseroan telah aktif dalam
industri jasa konstruksi di Indonesia selama lebih dari 25 tahun.
“Brand recognition” yang kuat dalam pengerjaan proyek prestisius dan high-end.
Basis klien yang luas mencakup pengembang/pemilik properti lokal dan asing.
Memiliki spesialisasi dalam penyediaan jasa kontraktor pondasi dan diaphragm wall .
Penyedia solusi jasa kontruksi secara menyeluruh.
Memiliki manajemen dan tenaga kerja yang berpengalaman dan berdedikasi.
Berfokus dalam kualitas, keandalan, ketepatan waktu, keamanan, dan efisiensi biaya atas setiap proyek yang ditangani
oleh Perseroan.
Kapabilitas dalam menangani proyek dengan cakupan yang luas.
Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan di bidang konstruksi yang dimiliki dalam setiap segmen pengerjaan
proyek.
Merupakan perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi dalam menangani pengerjaan proyek pondasi dan
basement terdalam hingga high-rise building di Indonesia.
10. STRATEGI USAHA
Strategi Perseroan untuk mewujudkan pencapaian usaha dalam hal nilai kontrak, pendapatan usaha dan laba Perseroan
dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Meningkatkan aktivitas bisnis konstruksi Perseroan pada segmen pasar Perseroan yaitu proyek-proyek dengan kualitas
premium.
106
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Melakukan ekspansi usaha dalam bidang konstruksi sipil dan marine works seiring dengan pertumbuhan infrastruktur
di Indonesia.
Menambah peralatan dan mesin konstruksi untuk mendukung kegiatan, pertumbuhan, dan profitabilitas proyek.
Memperluas kegiatan usaha dan mendirikan anak Perusahaan dalam bidang:
- Penyewaan peralatan konstruksi (tower cranes, crawler cranes, dan concrete pumps)
- Penyediaan dan jasa sub-kontraktor formworks
- Jasa mekanikal, elektrikal, dan plumbing
- Penyediaan dan pemasangan bahan konstruksi khusus
- Penyediaan bahan baku konstruksi seperti ready mixed concrete.
Ekspansi usaha ke luar negeri terutama di Vietnam dan Myanmar melalui Entitas Anak yaitu AIC untuk Vietnam dan
anak perusahaan yang saat ini sedang dalam proses pendirian di Myanmar.
Ekspansi usaha melalui kerjasama operasi (KSO) dan mencari partner strategis dengan perusahaan multinasional.
Berinvestasi dalam penggunaan teknologi dan metode kerja terkini antara lain (i) penggunaan Building Information
Modelling (BIM); dan (ii) sistem konstruksi terkini. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas
Perseroan.
Berinvestasi dalam sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan kegiatan usaha Perseroan antara lain
dengan mengikuti dan memberikan pelatihan kepada karyawan Perseroan dalam rangka meningkatkan kualitas dan
produktivitas.
Perseroan tetap percaya bahwa kesiapan manajemen didukung dengan tata kelola perusahaan yang baik, pengembangan
sumber daya manusia yang berkesinambungan dan strategi usaha yang telah diprogramkan, akan membawa peluang
pertumbuhan dan mewujudkan harapan masa depan Perseroan yang lebih baik.
11. TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE – GCG)
Penerapan GCG merupakan suatu hal yang sangat penting bagi integritas bisnis Perseroan. Berdasarkan prinsip ini, maka
seluruh jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Perseroan berkomitmen untuk menerapkan praktek-praktek GCG
yang mengedepankan prinsip moral dan etika serta praktek-praktek transparansi yang dijalankan sepenuhnya sesuai
dengan ketentuan yang berlaku bagi perusahaan publik.
Perseroan senantiasa memperhatikan dan mematuhi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate
Governance) (“GCG”) sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam - LK dan BEI. Terkait dengan penerapan Prinsip GCG
dalam kegiatan usaha Perseroan, Perseroan telah membentuk dan memiliki alat-alat kelengkapan sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No: Kep-305BEJ/07-2004 tentang Peraturan No. I-A tentang Pencatatan Saham
Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat (“Peraturan Pencatatan Bursa”) dan
peraturan-peraturan Bapepam-LK terkait sebagai berikut :
x
x
x
Komisaris Independen, yaitu Robert Mulyono
Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary), yaitu Any Setyowati
Direktur Tidak Terafiliasi, yaitu Djatikesumo Subagio
Disamping itu, Perseroan juga berkomitmen untuk membentuk Komite Audit paling lambat 6 (enam) bulan setelah Perseroan
tercatat sesuai dengan ketentuan Peraturan Pencatatan Bursa dan dengan tetap memperhatikan ketentuan Peraturan
Bapepam dan LK No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Perseroan juga telah memiliki anggota Direksi yang memiliki kemampuan teknis maupun non-teknis, serta pengalaman
dalam bidang konstruksi sesuai dengan ketentuan peraturan pencatatan di BEI. Perseroan juga telah membentuk divisi
internal audit yang berfungsi untuk melakukan pengawasan atas implementasi dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh
manajemen Perseroan.
12. ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (“AMDAL”)
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.86 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, bagi usaha dan atau kegiatan yang tidak
diwajibkan menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup wajib melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
Perseroan telah memperoleh pengesahan atas dokumen UKL dan UPL untuk kegiatan usaha workshop/bengkel kerja dan
penampungan alat berat yang berlokasi di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagaimana dimuat
dalam Surat No.660/3847/BA tanggal 30 Desember 2008 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Tata Ruang Dan Lingkungan
Hidup Kabupaten Bogor.
107
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
13. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan sedang mengajukan permohonan pendaftaran Merek dan Hak Cipta
pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagai berikut:
No.
Nama HAKI
1.
“ACSET” (Stylized)
Jenis
HAKI
Merek
Kelas
37
No.
Sertifikat
-
Masa
Berlaku
-
2.
“ACSET” (Figuratif)
Merek
37
-
-
3.
Merek
37
-
-
4.
“ACSET INDONUSA +
Lukisan”
“ACSET” (Stylized)
Merek
42
-
-
5.
“ACSET”
Hak Cipta
-
-
-
108
Kolom Keterangan
Masih dalam Pengurusan dengan No. Agenda
J002013011793, Tanggal Penerimaan 15 Maret 2013
Masih dalam Pengurusan dengan No. Agenda
J002013011794, Tanggal Penerimaan 15 Maret 2013
Masih dalam Pengurusan dengan No. Agenda
J002013011795, Tanggal Penerimaan 15 Maret 2013
Masih dalam Pengurusan dengan No. Agenda
J002013011796, Tanggal Penerimaan 15 Maret 2013
Masih dalam Pengurusan dengan No. Agenda
C00201301061, Tanggal Penerimaan 15 Maret 2013
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
X.
Advance Civil Structure Engineering Technology
EKUITAS
1. Permodalan
Tabel berikut ini menyajikan posisi ekuitas konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009, dan
2008, yang angka-angkanya bersumber dari laporan keuangan konsolidasian auditan Perseroan pada tanggal 31 Desember
2012, 2011, 2010, 2009, dan 2008. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (member of Ernst and Young Global Ltd.) dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan tertentu yang efektif tanggal 1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif, dan informasi keuangan
Entitas Induk melalui laporannya tertanggal 2 Mei 2013. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember
2010, 2009 dan 2008 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra (member of McMillan Woods) dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian melalui laporannya tertanggal 24 Juni 2011.
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2012
2011
2010
Modal saham dasar -160.000 saham (pada 31 Desember 2012, 2011 dan
2010); 3.000 saham (pada 31 Desember 2009 dan 2008)
Modal saham ditempatkan dan disetor penuh - 40.000 saham (pada 31
Desember 2012, 2011 dan 2010) dan 1.000 saham (pada 31 Desember
2009 dan 2008)
Saldo laba
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
Total Ekuitas
2.
40.000
40.000
40.000
180.289
128.040
91.554
(2.352)
(2.789)
(2.071)
217.937
165.251
129.483
275
290
-
218.211
165.541
129.483
Perubahan Struktur Modal Perseroan
Akta Berita Acara Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 75 tanggal 8 Februari 2013, dihadapan
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-10360.AH.01.02. Tahun 2013 tanggal 4 Maret 2013, dan telah diterima dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat No. AHU-AH.01.10-07749 tanggal 5 Maret 2013, pada saat ini sedang dalam proses untuk diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia (“Akta No. 75”). Berdasarkan Akta No. 75, pemegang saham Perseroan telah menyetujui, antara
lain:
1)
penawaran umum saham perdana Perseroan melalui pengeluaran Saham Baru dari dalam simpanan Perseroan
sebanyak-banyaknya 100.000.000 (seratus juta) saham dan Saham Divestasi sebanyak-banyaknya 50.000.000
(limapuluh juta) saham;
2)
perubahan status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka;
3)
perubahan nama PT Acset Indonusa menjadi PT Acset Indonusa Tbk;
4)
perubahan nominal saham Perseroan dari Rp1.000.000,00 (satu juta Rupiah) menjadi Rp100,00 (seratus Rupiah); dan
5)
perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.J.1 tentang
Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan
Publik, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 (“Peraturan IX.J.1”);
109
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
3.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Proforma Struktur Modal Perseroan
Apabila Penawaran Umum perdana sejumlah 150.000.000 (seratus lima puluh juta) saham dengan nilai nominal Rp100
(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp2.500,- (dua ribu lima ratus Rupiah) setiap saham terjadi pada
tanggal 31 Desember 2012, maka proforma ekuitas pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
Posisi ekuitas menurut laporan
keuangan konsolidasi pada
tanggal 31 Desember 2012
Perubahan ekuitas setelah
tanggal 31 Desember 2012 jika
diasumsikan telah terjadi pada
tanggal tersebut:
- Penawaran Umum
sejumlah 100.000.000
saham biasa atas nama
yang merupakan saham
baru Perseroan dengan
nilai nominal Rp100 per
saham dengan Harga
Penawaran Rp2.500 per
saham setelah dikurangi
estimasi biaya Penawaran
Umum yang ditanggung
Perseroan
Posisi ekuitas menurut laporan
keuangan konsolidasi per
tanggal 31 Desember 2012
setelah Penawaran Umum
kepada pemegang saham
dilaksanakan
Modal
saham
Biaya
Emisi
Tambahan
modal
disetor
40.000
-
-
180.289
220.289
10.000
11.349
360.000
-
381.349
50.000
11.349
360.000
180.289
561.638
Saldo Laba
Jumlah Ekuitas
Tidak ada perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal penerbitan laporan keuangan yang terakhir.
110
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XI.
Advance Civil Structure Engineering Technology
KEBIJAKAN DIVIDEN
Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, pembagian dividen Perseroan dilakukan berdasarkan keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Anggaran Dasar Perseroan. Sebelum berakhirnya tahun keuangan,
dividen interim dapat dibagikan sepanjang hal itu diperbolehkan oleh anggaran dasar Perseroan dan pembagian dividen
interim tidak menyebabkan aset bersih Perseroan menajdi kurang dari modal ditempatkan dan disetor penuh dan cadangan
wajib Perseroan. Pembagian dividen interim tersebut ditetapkan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris. Jika setelah berakhirnya tahun keuangan dimana terjadi pembagian dividen interim Perseroan mengalami
kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan tersebut harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan.
Dewan Komisaris serta Direksi akan bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk pengembalian dimaksud jika dividen
interim tidak dikembalikan oleh pemegang saham.
Perseroan merencanakan untuk membagikan dividen dalam bentuk uang tunai sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
Besarnya dividen dikaitkan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan
tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk
menentukan lain sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Riwayat pembagian dividen yang dilakukan Perseroan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dengan rincian sebagai
berikut:
Tahun Fiskal
Pembayaran
Pembayaran Dividen
Tunai Per Saham (Rp)
Jumlah Saham
2008
0
1.000
2009
0
2010
Jumlah yang
Dibayarkan (Rp)
Laba Tahun Berjalan Yang dapat Diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Jumlah (Jutaan Rp)
Periode tahun yang
berakhir
0
16.221
31 Des 2008
1.000
0
15.779
31 Des 2009
0
40.000
0
27.771
31 Des 2010
2011
0
40.000
0
36.486
31 Des 2011
2012
0
40.000
0
52.249
31 Des 2012
Setelah Penawaran Umum ini, manajemen Perseroan bermaksud untuk membayarkan dividen kas kepada pemegang
saham Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 40% (empat puluh persen) dari laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sejak tahun buku 2013. Kebijakan penetapan laba bersih minimum untuk dapat dilakukannya pembagian dividen
kas kepada pemegang saham Perseroan adalah sebesar Rp30.000.000.000 (tiga puluh miliar Rupiah). Pembayaran dividen
Perseroan turut memperhatikan ketentuan mengenai penyisihan cadangan wajib sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
UUPT. Pembayaran dividen diputuskan oleh pemegang saham Perseroan melalui RUPS Tahunan Perseroan berdasarkan
rekomendasi dari Direksi Perseroan. Keputusan Direksi Perseroan dalam memberikan rekomendasi pembayaran dividen
tergantung pada:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan;
Perkiraan kinerja keuangan dan kebutuhan modal kerja Perseroan;
Prospek usaha Perseroan di masa yang akan datang;
Belanja modal dan rencana investasi Perseroan lainnya;
Perencanaan investasi dan pertumbuhan lainnya; dan
Kondisi ekonomi dan usaha secara umum dan faktor-faktor lainnya yang dianggap relevan oleh Direksi Perseroan serta
ketentuan pembatasan mengenai pembayaran dividen berdasarkan perjanjian terkait.
Pemegang Saham baru dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal
dengan Pemegang Saham lainnya yang modal sahamnya telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, termasuk
hak atas pembagian dividen.
Sehubungan dengan seluruh perjanjian kredit yang ditandatangani oleh Perseroan dan PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (“BII”), negative covenant yang berkaitan dengan pembagian dividen telah dicabut oleh BII
berdasarkan surat BII kepada Perseroan No.S.2013.0225/DIR WHOLESALE-Corp.Banking.Portfolio Mgmt Corporate,
tanggal 13 Mei 2013 perihal Persetujuan Penghapusan Negative Covenant.
111
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
112
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XII.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PERPAJAKAN
DIVIDEN YANG DIBAGIKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM ASING
Dividen atas saham yang diumumkan oleh Perseroan dari laba yang ditahan dan dibagikan kepada pemegang saham asing
dikenakan pemotongan pajak penghasilan di Indonesia, dengan tarif pada saat ini sebesar 20% (dua puluh persen) dari
jumlah yang dibagikan (untuk pembagian dividen secara tunai) atau dari nilai pembagian atas bagian saham yang dimiliki
oleh Pemegang Saham (normalnya dihitung berdasarkan nilai nominal saham untuk pembagian dividen dalam bentuk
saham). Kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu Negara yang telah menandatangani suatu Perjanjian
Penghindaran Pajak Berganda (“P3B”) dengan Indonesia serta memenuhi Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-03/PJ.101/1996
tanggal 29 Maret 1996 tentang Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dapat memperoleh fasilitas
tarif yang lebih rendah apabila penerima dividen merupakan penerima yang sesungguhnya atas dividen tersebut dan dapat
menunjukkan surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang di negara asal yang menandatangani
Tax Treaty dengan Indonesia. Sertifikat ini berlaku untuk masa 1 (satu) tahun dan selanjutnya harus diperpanjang. Namun
untuk bank, selama bank tersebut tidak mengubah alamat seperti yang tercantum dalam sertifikat tersebut, sertifikat tersebut
tetap berlaku. Indonesia telah menjalin kerjasama dan mengikatkan diri dalam Tax Treaty dengan sejumlah Negara,
diantaranya: Amerika Serikat, Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Inggris, India, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia,
Norwegia, Thailand, Jepang, Pakistan, Philipina, Perancis, Selandia Baru, Singapura dan Swedia.
DIVIDEN YANG DIBAGIKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM INDONESIA
Dividen yang diumumkan oleh Perseroan dan dibagikan kepada Pemegang Saham Indonesia dikenakan pajak penghasilan
pasal 23 dalam UU PPh No. 36 Tahun 2008 sebesar 15% (lima belas persen) untuk wajib pajak badan dan pajak
penghasilan final dengan tarif 10% (sepuluh persen) untuk wajib pajak orang pribadi.
Berdasarkan pasal 4 (3) Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan dengan UU PPh No. 36 tahun 2008, telah diatur bahwa yang dikecualikan dari objek pajak adalah:
“dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh Perseroan Terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi,
badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan
bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat :
1.
2.
dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan
bagi perseroan terbatas, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima dividen, kepemilikan
saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang
disetor
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 234/PMK.03/2009 tanggal 29 Desember 2009 tentang
Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun, Yang Dikecualikan Sebagai
Objek Pajak Penghasilan bahwa atas Penghasilan yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah
disahkan Menteri Keuangan dari penanaman modal berupa dividen dari saham pada perseroan terbatas yang tercatat pada
bursa efek di Indonesia dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan.
PAJAK PENJUALAN SAHAM
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 258/PMK.03/2008 tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 Atas
Penghasilan Dari Penjualan Atau Pengalihan Saham Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 18 Ayat (3c) Undang-Undang
Pajak Penghasilan Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri sesuai dengan Pasal 1 ayat (3) tarif pajak
penghasilan adalah sebesar 20% (dua puluh persen) dari perkiraan penghasilan neto dan sesuai Pasal 1 ayat (4) besarnya
perkiraan penghasilan neto adalah 25% (dua puluh lima persen) dari harga jual.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari
Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 14 tahun 1997 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi
Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Februari
1995 perihal Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Transaksi, telah ditetapkan sebagai berikut:
1.
2.
Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek
dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,1% (satu per sepuluh persen) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan
bersifat final. Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara
pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan;
Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5% (lima per sepuluh
persen) dari nilai jual saham pendiri yang dimilikinya pada saat Penawaran Umum Perdana;
113
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
3.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penyetoran tambahan Pajak Penghasilan yang terutang dapat dilakukan oleh Perseroan atas nama masing-masing
pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut diperdagangkan
di Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memilih metode pembayaran tersebut, maka penghitungan
Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku umum sesuai dengan pasal 17
Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tahun 2000.
PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN OLEH PERSEROAN
Sebagai Wajib Pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai
(PPN), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan
perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan
tidak memiliki tunggakan pajak.
CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI DIHARAPKAN UNTUK
BERKONSULTASI DANGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG
TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN
UMUM PERDANA SAHAM INI.
114
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XIII.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PENJAMINAN EMISI EFEK
A. KETERANGAN TENTANG PENJAMINAN EMISI EFEK
Sesuai dengan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
Penawaran Umum Perseroan No.108 tanggal 2 April 2013, yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan
Emisi Efek No. 25 tanggal 2 Mei 2013, dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
No. 12 tanggal 4 Juni 2013, semua akta tersebut dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta,
(selanjutnya disebut “Perjanjian Penjaminan Emisi Efek”), para Penjamin Emisi Efek yang namanya disebut di bawah ini,
secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, menyutujui sepenuhnya untuk menawarkan dan menjual saham yang akan
ditawarkan Perseroan kepada Masyarakat sesuai bagian penjaminannya masing-masing dengan kesanggupan penuh (full
commitment) dan mengikatkan diri untuk membeli saham yang akan ditawarkan yang tidak habis terjual pada tanggal
penutupan Masa Penawaran Umum.
Perjanjian Penjaminan Emisi Efek ini menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ada
sebelumnya dan yang akan ada dikemudian hari antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek.
Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang ikut serta dalam penjaminan emisi saham Perseroan telah sepakat untuk
melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 Keputusan Ketua Bapepam Nomor
Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.
Adapun susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari anggota sindikasi Penjaminan Emisi Efek dalam
Penawaran Umum Perseroan yang dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) adalah sebagai berikut:
No.
Keterangan
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
1.
PT Kim Eng Securities
PENJAMIN EMISI EFEK
1.
PT UOB Kay Hian Securities
2.
PT Danasakti Securities
3.
PT Overseas Securities
4.
PT Dhanawibawa Arthacemerlang
5.
PT Jasa Utama Capital
6.
PT Lautandhana Securindo
7.
PT Universal Broker Indonesia
8.
PT Buana Capital
9.
PT Panin Sekuritas Tbk
10.
PT Ciptadana Securities
11.
PT Reliance Securities Tbk
12.
PT Madani Securities
13.
PT Onix Sekuritas
14.
PT Mega Capital Indonesia
15.
PT Valbury Asia Securities
16.
PT Erdikha Elit Sekuritas
17.
PT Waterfront Securities Indonesia
18.
PT Yulie Sekurindo Tbk
19.
PT Victoria Securities Indonesia
20.
PT MNC Securities
21.
PT Panca Global Securities Tbk
22.
PT Woori Korindo Securities Indonesia
Sub Total
TOTAL
Saham
Porsi Penjaminan
Nilai (Rp)
Persentase (%)
138.000.000
345.000.000.000
92,00%
3.000.000
2.000.000
1.000.000
1.000.000
800.000
750.000
750.000
500.000
500.000
500.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
12.000.000
150.000.000
7.500.000.000
5.000.000.000
2.500.000.000
2.500.000.000
2.000.000.000
1.875.000.000
1.875.000.000
1.250.000.000
1.250.000.000
1.250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
250.000.000
30.000.000.000
375.000.000.000
2,00%
1,33%
0,67%
0,67%
0,53%
0,50%
0,50%
0,33%
0,33%
0,33%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
0,07%
8,00%
100,00%
Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Para Penjamin Emisi seluruhnya dengan tegas menyatakan tidak mempunyai
hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan hubungan afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
115
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
B. PENENTUAN HARGA PENAWARAN SAHAM PADA PASAR PERDANA
Harga Penawaran untuk Saham Yang Ditawarkan ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi Perseroan
dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan mempertimbangkan hasil Penawaran Awal (bookbuilding) yang dilakukan
sejak tanggal 21 Mei 2013 sampai dengan tanggal 3 Juni 2013.
Berdasarkan hasil Penawaran Awal (bookbuilding) jumlah permintaan terbanyak yang diterima oleh Penjamin Pelaksana
Emisi Efek, berada pada kisaran harga Rp2.200,- (dua ribu dua ratus Rupiah) sampai dengan Rp2.750,- (dua ribu tujuh
ratus lima puluh Rupiah) setiap saham. Dengan mempertimbangkan hasil Penawaran Awal tersebut di atas maka
berdasarkan kesepakatan antara Penjamin Pelaksana Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan menetapkan Harga
Penawaran sebesar Rp2.500 (dua ribu lima ratus Rupiah). Penentuan harga ini juga telah mempertimbangkan faktor-faktor
berikut:
x
x
x
x
x
x
x
x
x
Kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan;
Permintaan investor domestik;
Permintaan dari calon investor yang berkualitas;
Kinerja keuangan Perseroan;
Data dan informasi mengenai Perseroan, kinerja Perseroan, sejarah singkat, prospek usaha, dan keterangan
mengenai industri yang terkait konstruksi di Indonesia;
Status dari perkembangan terakhir Perseroan;
Faktor-faktor di atas dengan kaitannya dengan penentuan nilai pasar dan berbagai metode penilaian untuk beberapa
perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis dengan Perseroan;
Penilaian berdasarkan rasio perbandingan PER dari beberapa perusahaan publik yang tercatat dalam bursa efek
regional yang dapat dijadikan perbandingan; dan
Mempertimbangkan kinerja saham di pasar sekunder.
116
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XIV.
Advance Civil Structure Engineering Technology
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang membantu dan berperan dalam rangka Penawaran Umum ini adalah
sebagai berikut:
Akuntan Publik
:
KAP Purwantono, Suherman & Surja
Indonesia Stock Exchange Building
Tower 2, 7th Floor
Jl. Jend Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12190
Telp: (62 21) 5289 5000; Fax: (62 21) 5289 4111
KAP Purwantono, Suherman & Surja saat ini merupakan anggota Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) dengan Nomor Keanggotaan: No. AP.0687 atas nama Agung Purwanto.
Nomor STTD sebagai Akuntan Publik di OJK: atas nama Agung Purwanto, STTD: No.
119/BL/STTD-AP/2010 tertanggal 12 Agustus 2010.
Surat Penunjukan No. 0566/PSS-AS/2012 tanggal 15 Oktober 2012.
Tugas utama Akuntan Publik dalam Penawaran Umum Saham ini adalah melaksanakan
audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Di
dalam standar tersebut Akuntan Publik diharuskan untuk merencanakan dan
melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa Laporan
Keuangan bebas dari salah saji yang material. Dalam hal ini Akuntan Publik bertanggung
jawab atas pendapat yang diberikan terhadap Laporan Keuangan yang diauditnya.
Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik mencakup pemeriksaan atas pengujian buktibukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam Laporan Keuangan dan
juga penilaian atas Prinsip Akuntansi yang dipergunakan dan estimasi yang signifikan
yang dibuat oleh manajemen tentang penilaian terhadap penyajian Laporan Keuangan
secara keseluruhan.
Konsultan Hukum
:
Warens & Partners
Jalan Sisingamangaraja No. 63. Kebayoran Baru
Jakarta 12120
Telp. (021) 72780011 (hunting); Fax. (021) 72780010
Nomor STTD sebagai Konsultan Hukum di OJK: atas nama M.U Fachri Asaari, S.H.
STTD No. 95/STTD-KH/PM/1996 tertanggal 10 September 1996
Keanggotaan Asosiasi: Anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM)
No. 98016.
Surat Penunjukan No. 0709/FA/W&P/XII/12 tanggal 20 Desember 2012.
Tugas dan kewajiban pokok :
Tugas dan kewajiban pokok Konsultan Hukum dalam Penawaran Umum ini adalah
melakukan pemeriksaan dan penelitian atas fakta yang ada mengenai Perseroan dan
keterangan lain yang berkaitan sebagaimana yang disampaikan oleh Perseroan ditinjau
dari segi hukum. Hasil pemeriksaan dan penelitian hukum tersebut dimuat dalam
Laporan Hasil Uji Tuntas Segi Hukum, yang menjadi dasar dari Pendapat Hukum yang
diberikan secara obyektif dan mandiri, dengan berpedoman pada kode etik, standar
profesi, dan peraturan pasar modal yang berlaku.
Notaris
:
Dr. Irawan Soerodjo, S.H. M.Si.
Jalan K.H. Zainul Arifin No.2
Komplek Ketapang Indah Blok B-2 No. 4-5
Jakarta 11140
Telp. (021) 6301511 (hunting); Fax. (021) 6337851.
117
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Nomor STTD sebagai Notaris di OJK: 31/STTD-N/PM/1996.
Keanggotaan Asosiasi: Ikatan Notaris Indonesia (INI), nomor anggota: 060.2.021.150152.
Surat Penunjukan No. 03/DIR-ACSET/XII/2012 tanggal 18 Desember 2012.
Tugas dan kewajiban pokok Notaris dalam Penawaran Umum ini adalah menyiapkan dan
membuatkan akta-akta dalam rangka Penawaran Umum, antara lain perubahan seluruh
Anggaran Dasar Perseroan, Perjanjian Penjaminan Emisi Efek dan Perjanjian
Peminjaman Saham antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Para
Penjamin Emisi Efek, dan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham antara Perseroan
dengan Biro Administrasi Efek dengan berpedoman pada Peraturan Jabatan Notaris dan
Kode Etik Notaris.
Perusahaan Penilai
:
Suhartanto Budhihardjo & Rekan
Jl. Cipinang Muara Raya No.11 Lantai 1
Jakarta Timur 13420
Nomor STTD sebagai Perusahaan Penilai di OJK: STTD No. 1.99.0008 tanggal 31 Mei
2006 atas nama Ir. Suhartanto Budhiharjo, MSc.
Keanggotaan Asosiasi: Anggota Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Nomor
84-S-0040.
Surat Penunjukan No. 005/SBR/PROP/I/2013 tanggal 4 Januari 2013.
Tugas dan Kewajiban Pokok:
Melaksanakan pemeriksaan fisik, penelitian, penganalisaan data dan menentukan nilai
wajar harta Perseroan dengan tujuan mengungkapkan suatu pendapat mengenai nilai
pasar yang wajar dengan berpedoman pada norma-norma penilaian Indonesia yang
berlaku Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2007 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Biro Administrasi Efek
:
Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 1 Lantai 9
Jl. MH. Thamrin No. 51
Jakarta 10350, Indonesia
Telp: 021-3922332 (hunting)
Fax: 021-3923003
Nomor STTD sebagai Biro Adminisatrasi Efek di OJK: Izin Usaha BAE
No. KEP-82/PM/1991 tanggal 30 September 1991 atas nama PT Sinartama Gunita.
Surat Penunjukan No. 06/DIR-ACSET/II/2013 tanggal 5 Pebruari 2013.
Tugas dan Kewajiban Pokok:
Bertanggung jawab atas penerimaan pemesanan saham berupa Daftar Pemesanan
Pembelian Saham (DPPS) dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang
telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana diisyaratkan dalam pemesanan
pembelian saham dan telah mendapat persetujuan dari Penjamin Pelaksana Emisi
sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham serta melakukan
administrasi pemesanan pembelian saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada
BAE. Bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi, BAE mempunyai hak untuk
menolak pemesanan pembelian saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan
dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.
Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah saham yang ditawarkan, BAE
melakukan proses penjatahan saham dengan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh
Manajer Penjatahan, mencetak Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) dan menyiapkan
laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab menerbitkan Surat Kolektif Saham
(SKS) apabila diperlukan, dan menyusun laporan Penawaran Umum Perdana sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
118
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Profesi Penunjang Pasar Modal dengan ini menyatakan bahwa tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Pasar Modal.
PARA LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM PERDANA
INI MENYATAKAN DENGAN TEGAS TIDAK MEMPUNYAI HUBUNGAN AFILIASI BAIK SECARA LANGSUNG
MAUPUN TIDAK LANGSUNG DENGAN PERSEROAN SEBAGAIMANA DIDEFINISIKAN DALAM UUPM.
119
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
120
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XV.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PENDAPAT DARI SEGI HUKUM
Berikut adalah salinan Pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Perseroan, dalam
rangka Penawaran Umum saham melalui Prospektus ini, yang telah disusun oleh Konsultan Hukum Warens & Partners.
121
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
122
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
123
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
124
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
125
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
126
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
127
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
128
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
129
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
130
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
131
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
132
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
133
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
134
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
135
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
136
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
137
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
138
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XVI.
LAPORAN AUDITOR
PERSEROAN
Advance Civil Structure Engineering Technology
INDEPENDEN
DAN
LAPORAN
KEUANGAN
Laporan Keuangan konsolidasian Perseroan dan Anak Perseroan untuk periode dua belas bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja
(member of Ernst & Young Global Ltd.), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai
penerapan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tertentu yang efektif tanggal 1 Januari 2012, baik secara
prospektif maupun retrospektif, dan informasi keuangan Entitas Induk melalui laporannya tertanggal 2 Mei 2013. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik
Rama Wendra (member of McMillan Woods) dengan pendapat wajar dan tanpa pengecualian melalui laporannya tertanggal
24 Juni 2011.
139
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
140
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
141
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
142
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
143
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
144
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
145
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
146
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan
Untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2012
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures
For December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
(Catatan 37/
Note 37)
1 Jan. 2010/
31 Des. 2009/
Jan. 1, 2010/
Dec. 31, 2009/
(Catatan 37/
Note 37)
2010
(Catatan 37/
Note 37)
_______
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
2b,2d,2l,4,30
Piutang usaha
2b,2d,2l,5,30
Pihak ketiga setelah dikurangi
penyisihan penurunan
nilai sebesar
Rp4.514.380.254
Rp3.206.908.521
Rp5.508.905.764
masing-masing
pada tanggal
31 Desember 2012,
2011 dan 2010
Piutang lain-lain
2b,2d,2l,30
Pihak berelasi
2e,25b
Pihak ketiga
Piutang retensi
2b,2d,2l,6,30
Tagihan bruto pemberi kerja 2d,2g,2l,8,30
Uang muka
7
Biaya dan pajak di bayar
di muka
26
Proyek dalam pelaksanaan
9
Total Aset Lancar
ASSETS
64.965.044.869
20.345.215.084
16.841.866.630
24.038.711.127
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
86.692.093.592
19.423.869.809
28.141.459.599
40.493.159.390
32.282.407
484.387.648
48.016.498.382
195.554.948.751
70.275.145.798
56.034.940
775.700.636
33.376.577.079
105.419.983.554
12.587.127.718
138.410.382
610.689.417
9.880.562.751
33.389.077.616
26.462.832.413
2.864.236.765
11.366.953.804
6.719.628.168
12.538.736.088
Trade receivables
Third parties - net of
allowance for
impairment of
Rp4,514,380,254
Rp3,206,908,521
Rp5,508,905,764
as of December 31, 2012,
2011 and 2010
respectively
Other receivables
Related parties
Third parties
Retention receivables
Due from customers
Advances
6.073.780.368
135.685.746.302
191.925.245
67.149.635.849
146.326.708
27.583.420.369
60.564.404
2.211.500.409
Prepaid expenses and tax
Project under construction
607.779.928.117
259.326.069.914
143.194.645.885
100.293.490.155
Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas
asosiasi
2o,10
1.392.094.161
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp92.933.931.590,
Rp67.708.028.434,
Rp48.876.332.411
dan Rp34.879.933.382
masing-masing pada
tahun 2012, 2011,
2010 dan 2009
2h,11
134.582.169.142
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya 2b,2d,2l,12,30
9.960.424.000
Aset lain-lain
1.056.435.943
-
-
-
89.379.957.190
80.250.649.583
76.655.325.989
NON-CURRENT ASSETS
Investment in associated
company
Fixed assets - net of
accumulated depreciation
of Rp92,933,931,590,
Rp67,708,028,434,
Rp48,876,332,411 and
Rp34,879,933,382
in 2012, 2011,
2010 and 2009
respectively
9.880.960.000
504.329.431
1.983.984.000
1.014.555.801
1.983.984.000
745.073.465
Restricted time deposits
Other assets
Total Aset Tidak Lancar
146.991.123.246
99.765.246. 621
83.249.189.384
79.384.383.454
Total Non-Current Assets
TOTAL ASET
754.771.051.363
359.091.316.535
226.443.835.269
179.677.873.609
TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these consolidated
financial statements taken as a whole.
147
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan
Untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2012
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures
For December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
(Catatan 37/
Note 37)
1 Jan. 2010/
31 Des. 2009/
Jan. 1, 2010/
Dec. 31, 2009/
(Catatan 37/
Note 37)
2010
(Catatan 37/
Note 37)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
LIABILITAS
JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Pendapatan diterima
di muka
Beban akrual
Utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa
pembiayaan
LIABILITIES
118.646.282.617
4.062.339.180
48.605.427.540
4.532.544.244
40.762.172.591
6.983.470.857
50.344.267.404
579.335.356
2e
2k,26b
27.107.215.576
3.461.628.959
17.697.944.905
5.217.964.347
1.027.075.888
377.243.095
698.191.564
14.387.800.220
5.884.139.435
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables
Third parties
Related parties
Taxes payable
16
2l,30
274.285.981.369
6.181.537.541
80.494.066.124
4.503.807.485
25.678.478.335
-
28.754.021.355
-
Unearned revenues
Accrued expenses
2b,2d,2l,14,30
2e,25a
2b,2d,2l,15,30
2d,2l,13,30
2l,18,30
Total Liabilitas
Jangka Pendek
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang sewa
pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja
27.440.553.532
20.400.000.000
4.726.854.610
410.666.670
704.000.000
-
-
527.977.576.009
189.196.308.177
95.228.440.766
105.374.609.944
Total Current Liabilities
NON-CURRENT LIABILITIES
2d,2l,13,30
5.039.544.675
1.967.619.980
466.666.664
10.030.531.291
2l,18,30
2i,17
3.542.617.209
410.666.670
1.975.564.567
1.266.184.771
816.475.983
Total Liabilitas
Jangka Panjang
Total Liabilitas
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal
Rp1.000.000 per saham
Modal dasar 160.000 saham pada
pada tahun 2012, 2011
dan 2010
dan 3.000 saham
pada tahun 2009
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 40.000 saham pada
tahun 2012, 2011
dan 2010,
dan 1.000 saham pada
tahun 2009
Saldo laba
93.821.924.097
Current maturities of
long-term debts
Bank loans
Obligation under
finance lease
8.582.161.884
4.353.851.217
1.732.851.435
536.559.737.893
193.550.159.394
96.961.292.201
Long-term
debts - net of current
maturities
Bank loans
Obligation under
finance lease
Employee benefits liability
10.847.007.274 Total Non-Current Liabilities
116.221.617.218
Total Liabilities
EQUITY
Equity Attributable
to Owners of
the Parent Entity Share
capital - Rp1,000,000
par value per share
Authorized - 160,000 shares
in 2012, 2011 and
2010 and 3,000
shares in 2009
20
40.000.000.000
180.289.298.656
40.000.000.000
128.040.216.794
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
40.000.000.000
91.553.968.377
1.000.000.000
63.783.262.634
Issued and fully paid 40,000 shares in 2012,
2011 and 2010 and
1,000 shares in 2009
Retained earnings
The accompanying notes form an integral part of these consolidated
financial statements taken as a whole.
148
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan
Untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2012
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures
For December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
(Catatan 37/
Note 37)
1 Jan. 2010/
31 Des. 2009/
Jan. 1, 2010/
Dec. 31, 2009/
(Catatan 37/
Note 37)
2010
(Catatan 37/
Note 37)
EKUITAS (lanjutan)
Selisih kurs penjabaran
laporan keuangan dalam
mata uang asing
2c
Total Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
Total Ekuitas
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
19
(2.352.486.141)
(2.789.096.653)
(2.071.425.309)
(1.327.006.243)
EQUITY (continued)
Exchange difference
due to translation of
financial statements
in foreign currency
217.936.812.515
165.251.120.141
129.482.543.068
63.456.256.391
Total Equity Attributable
to Owners of
the Parent Entity
274.500.955
290.037.000
-
-
Non-controlling Interests
218.211.313.470
165.541.157.141
129.482.543.068
63.456.256.391
Total Equity
179.677.873.609
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
754.771.051.363
359.091.316.535
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
226.443.835.269
The accompanying notes form an integral part of these consolidated
financial statements taken as a whole.
149
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2012
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
Years Ended
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
2010
PENDAPATAN USAHA
2j,21
669.905.664.071
429.063.354.860
303.107.368.653
BEBAN POKOK
PENDAPATAN
2j,22
(554.357.668.462)
(348.639.811.929)
(239.226.509.025)
115.547.995.609
80.423.542.931
63.880.859.628
(40.385.205.520)
1.870.499.668
(30.611.689.026)
985.308.236
(29.361.612.001)
2.534.428.648
77.033.289.757
50.797.162.141
37.053.676.275
(87.905.839)
2.300.335.071
(6.915.003.250)
1.241.545.660
(2.711.773.669)
712.986.891
(2.296.347.793 )
72.330.715.739
49.326.934.132
35.470.315.373
(20.097.169.922)
(12.840.685.715)
(7.699.609.630)
52.233.545.817
36.486.248.417
27.770.705.743
LABA KOTOR
Beban usaha
Lain-lain - neto
23
LABA USAHA
Bagian atas rugi bersih
perusahaan asosiasi - neto
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
2o,10
24
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK
Pajak kini
2k,26c
LABA TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN
KOMPREHENSIF LAIN
Selisih kurs penjabaran
laporan keuangan dalam
mata uang asing
2c
TOTAL LABA
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
436.610.512
52.670.156.329
(717.671.344)
35.768.577.073
(744.419.066)
REVENUES
COST OF REVENUE
GROSS PROFIT
Operating expenses
Miscellaneous - net
OPERATING PROFIT
Equity in net loss of associated
company - net
Finance income
Finance expenses
INCOME BEFORE
INCOME TAX EXPENSE
TAX EXPENSE
Current tax
INCOME FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Exchange difference due to translation
of financial statements
in foreign currency
27.026.286.677
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR
LABA TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
52.249.081.862
(15.536.045)
36.486.248.417
-
27.770.705.743
-
INCOME FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
TOTAL
52.233.545.817
36.486.248.417
27.770.705.743
TOTAL
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
52.685.692.374
(15.536.045)
35.768.577.073
-
27.026.286.677
-
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
TOTAL
52.670.156.329
35.768.577.073
27.026.286.677
TOTAL
750.393
EARNINGS PER SHARE
Basic, income for the year
attributable to owners
of the parent entity
LABA PER SAHAM
Dasar, laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
2q, 29
1.306.227
912.156
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these consolidated
financial statements taken as a whole.
150
4
151
2c
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
1.000.000.000
27.770.705.743
40.000.000.000
-
-
40.000.000.000
-
-
-
180.289.298.656
52.249.081.862
-
128.040.216.794
36.486.248.417
-
-
91.553.968.377
40.000.000.000
-
-
63.783.262.634
-
39.000.000.000
Saldo Laba/
Retained Earnings
151
(2.352.486.141)
-
436.610.512
(2.789.096.653)
-
-
(717.671.344)
(2.071.425.309)
-
(744.419.066)
-
(1.327.006.243)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Saldo per 31 Desember 2012
Laba tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Saldo per 31 Desember 2011
2c
19
Setoran modal kepentingan nonpengendali
pada Entitas Anak
Laba tahun berjalan
2c
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Saldo per 31 Desember 2010
Laba tahun berjalan
20
Setoran modal
Saldo per 31 Desember 2009
Catatan/
Notes
Modal Saham Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Capital Stock Issued and
Fully Paid
Selisih Kurs
Penjabaran
Laporan Keuangan
dalam Mata
Uang Asing/
Exchange
Difference Due to
Translation of
Financial
Statements
in Foreign
Currency
274.500.955
(15.536.045)
-
290.037.000
-
290.037.000
-
-
-
-
-
-
218.211.313.470
52.233.545.817
436.610.512
165.541.157.141
36.486.248.417
290.037.000
(717.671.344)
129.482.543.068
27.770.705.743
(744.419.066)
39.000.000.000
63.456.256.391
Total Ekuitas/
Total Equity
Balance as of December 31, 2012
Income for the year
Exchange difference due to
translation of financial statements
in foreign currency
Balance as of December 31, 2011
Income for the year
Capital contribution of non-controlling
interest in Subsidiary
Exchange difference due to
translation of financial statements
in foreign currency
Balance as of December 31, 2010
Income for the year
Exchange difference due to
translation of financial statements
in foreign currency
Paid in Capital
Balance as of December 31, 2009
The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated
financial statements.
217.936.812.515
52.249.081.862
436.610.512
165.251.120.141
36.486.248.417
-
(717.671.344)
129.482.543.068
27.770.705.743
(744.419.066)
39.000.000.000
Kepentingan
Nonpengendali/
Non-controlling
Interests
PT ACSET INDONUSA AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Years Ended December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
63.456.256.391
Total/
Total
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to the Owners of the Parent Entity
PT ACSET INDONUSA DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan proyek
Pembayaran proyek
Pembayaran beban pajak
Pembayaran beban gaji,
tunjangan dan
kesejahteraan karyawan
Pembayaran beban operasional
Pembayaran bunga
(Pembayaran) penerimaan
lainnya
Arus kas neto diperoleh
(digunakan untuk) dari
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pendapatan bunga
Hasil penjualan aset tetap
Pembelian aset tetap
Penempatan deposito
berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Penyertaan saham
Arus kas neto digunakan
untuk aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan pinjaman
Pembayaran pinjaman
Tambahan setoran modal
Pelunasan pinjaman
pihak berelasi
Arus kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan
2012
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
2010
692.428.615.172
(585.796.278.477)
(21.855.097.704)
399.251.249.416
(327.949.009.241)
(7.945.845.667)
281.691.561.265
(268.624.104.372)
(13.268.942.921)
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Receipts from projects
Payments of projects
Payments of tax expenses
(20.338.591.710)
(13.804.460.993)
(4.387.810.072)
(17.665.821.080)
(13.969.247.663)
(2.354.741.098)
(12.012.095.989)
(10.010.369.049)
(1.939.150.349)
Payments of salaries, allowances
and employees’ benefits
Payments of operating expenses
Payments of interest expenses
(1.838.710.640)
1.469.763.673
44.407.665.576
30.836.348.340
(19.897.347.353)
Net cash flows provided by
(used in) operating activities
712.986.891
150.000.000
(18.387.475.360)
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Interest receipts
Proceeds from sale of fixed assets
Acquisition of fixed assets
2.300.335.071
479.159.000
(70.673.919.304)
1.241.545.660
164.000.000
(30.006.686.194)
10
(1.480.000.000)
(7.896.976.000)
-
-
Placement of restricted
time deposits
Investment in shares of stock
(69.374.425.233)
(36.498.116.534)
(17.524.488.469)
Net cash flows used in
investing activities
23.544.200.000
(17.434.919.237)
39.000.000.000
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
Receipts of borrowings
Payments of borrowings
Additional capital contribution
(14.387.800.220)
Payments of loan to related parties
73.747.497.091
(5.295.467.595)
-
36.858.864.183
(27.435.367.834)
-
-
-
68.452.029.496
9.423.496.349
43.485.269.839
3.761.728.155
KAS DAN SETARA KAS
PADA AWAL TAHUN
20.345.215.084
16.841.866.630
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN
(Payments) other receipts
11
11
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS
DAN SETARA KAS
DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN SETARA KAS
4.265.754.062
1.134.559.946
(258.379.701)
64.965.044.869
20.345.215.084
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.
30.721.480.543
(6.700.355.279)
24.038.711.127
(496.489.218)
16.841.866.630
Net cash flows provided by
financing activities
NET INCREASE (DECREASE)
IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
NET EFFECT OF CHANGES
IN EXCHANGE RATES ON
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
The accompanying notes form an integral part of these consolidated
financial statements.
152
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
UMUM
a.
1.
Pendirian dan informasi umum
GENERAL
a.
Establishment and general information
PT Acset Indonusa (“Perusahaan”) didirikan
berdasarkan Akta Notaris Ny. Liliana Arif
Gondoutomo,
S.H.,
No.
2
tanggal
10 Januari 1995, Notaris di Bekasi. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan
No.
C2-3460.HT.01.01.TH.95
tanggal 22 Maret 1995 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 76 tanggal 22 September 1995,
Tambahan No. 7928. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si. No. 229
tanggal 28 Januari 2010 mengenai perubahan
modal dasar dan modal ditempatkan dan
disetor penuh dari sebelumnya modal dasar
sebesar
Rp3.000.000.000
menjadi
Rp160.000.000.000 dan modal ditempatkan
dan
disetor
penuh
dari
sebelumnya
Rp1.000.000.000 menjadi Rp40.000.000.000.
Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-44261.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal
8 September 2010 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 3065 tanggal 21 Februari 2012,
Tambahan No. 15.
PT Acset Indonusa (the “Company”) was
established based on Notarial Deed No. 2
dated January 10, 1995 of Ny. Liliana Arif
Gondoutomo, S.H., Notary in Bekasi.
The deed of establishment was approved
by the Minister of Justice of the Republic
of Indonesia in its Decision Letter
No.
C2-3460.HT.01.01.TH.95.
dated
March 22, 1995 and has been published in
the State Gazette No. 76 dated September 22,
1995, Supplement No. 7928. The Company’s
articles of association has been amended
several times, the latest amendment was
covered by
Notarial Deed No. 229 of
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., dated
January 28, 2010 concerning changes of
authorized, issued and fully paid capital, where
authorized capital was increased from
Rp3,000,000,000 to Rp160,000,000,000 and
issued and fully paid capital was increased
from Rp1,000,000,000 to Rp40,000,000,000.
The amendment has been approved by
the Minister of Laws and Human Rights of
the Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. AHU-44261.AH.01.02.Year 2010 dated
September 8, 2010 and has been published in
the State Gazette No. 3065 dated
February 21, 2012, Supplement No. 15.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar
Perusahaan,
ruang
lingkup
kegiatan
Perusahaan terutama bergerak dalam bidang
pembangunan
dan
jasa
konstruksi.
Perusahaan telah menjalankan kegiatan usaha
seperti membangun gedung pertokoan, hotel,
kantor, apartemen, jembatan dan lain-lain.
According to article 3 of the Company’s
articles of association, the scope of its
activities
is
mainly
to
engage
in
the development and services in constructions.
The Company has operates bussiness
activities such as build department stores,
hotel, office, apartment, bridges and others.
Perusahaan
memulai
aktivitas
komersialnya sejak tahun 1995.
usaha
The Company’s commercial operations started
in 1995.
Perusahaan berdomisili di Jl. Abdul Muis No. 8
Jakarta.
The Company is domiciled at Jl. Abdul Muis
No. 8 Jakarta.
PT Cross Plus Indonesia dan Cross Plus
Projects Pte. Ltd adalah masing-masing entitas
induk dan entitas induk terakhir Perusahaan.
PT Cross Plus Indonesia and Cross Plus
Projects Pte. Ltd. Are the parent entity and
the ultimate parent entity, respectively, of
the Company.
153
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
UMUM (lanjutan)
b.
1.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
b. Board of Commissioners,
Directors and Employees
Direksi
Direktur
Tan Tiam Seng Ronnie
Hot Assina Munthe
Hilarius Arwandhi
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur (tidak terafiliasi)
of
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Directors
Director
Based on the Notarial Deed No. 75 of
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si. dated
February 8, 2013, the members of
the Company’s Boards of Commissioners and
Directors have been changed to become
the following (Note 33):
Berdasarkan Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si. No. 75 tanggal 8 Februari 2013,
susunan Dewan Komisaris dan Direksi telah
mengalami perubahan menjadi sebagai berikut
(Catatan 33):
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris (Komisaris Independen)
Komisaris
Board
As of December 31, 2012, 2011 and 2010,
the members of the Company’s Boards of
Commissioners and Directors are as follows:
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 2010, adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
GENERAL (continued)
Robert Mulyono
Andi Anzhar Cakra Wijaya
Tan Tiam Seng Ronnie
Hilarius Arwandhi
Agustinus Hambadi
Djatikesumo Subagio
Board of Commissioners
President Commissioner (Independent Commissioner)
Commissioner
Board of Directors
President Director
Director
Director
Director (not affiliated)
Berdasarkan
Surat
Keputusan
Direksi
No. 001/SK/DIR/II/2013 tanggal 11 Februari
2013, Direksi memutuskan pengangkatan Any
Setyowati sebagai Sekretaris Perusahaan.
Based on the Director Decision Letter
No. 001/SK/DIR/II/2013, dated February 11,
2013, the Board of Directors decided
the appointment of Any Setyowati as
a Corporate Secretary.
Berdasarkan
Surat
Keputusan
Direksi
No. 002/SK/DIR/II/2013 tanggal 11 Februari
2013, Direksi memutuskan pengangkatan
Petrus Sulardi sebagai Kepala Unit Audit
Internal.
Based on the Director Decision Letter
No. 002/SK/DIR/II/2013, dated February 11,
2013, the Board of Directors decided
the appointment of Petrus Sulardi as the Head
of Internal Audit Unit.
Berdasarkan Surat Direksi No. 011/DIRACSET/IV/2013, manajemen menyatakan
pembentukan Komite Audit Perusahaan akan
dilaksanakan paling lambat 6 (enam) bulan
setelah saham Perusahaan tercatat.
Based on the Director Letter No. 011/DIRACSET/IV/2013, the Management declared
that the establishment of the Audit Committee
will be held no later than 6 (six) months after
the shares are listed.
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki 133, 73
dan 55 karyawan tetap masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(tidak diaudit).
The Company and Subsidiaries have a total of
133, 73 and 55 permanent employees as of
December 31, 2012, 2011 and 2010,
respectively (unaudited).
154
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
UMUM (lanjutan)
c.
1.
Entitas Anak
GENERAL (continued)
c.
The Company’s ownership interest in its
consolidated Subsidiaries is as follows:
Kepemilikan saham Perusahaan pada Entitas
Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai
berikut:
Entitas Anak/
Subsidiaries
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of Ownership
Acset Indonusa Co. Ltd.
PT Innotech Systems
d.
100%
89%
Total aset/Total assets
2011
2010
5.296.245.945
2.495.463.231
6.997.172.572
2.636.700.000
8.874.594.850
-
2012
-
2011
2010
1.040.497.686
-
3.960.875.191
-
Acset Indonusa Co. Ltd., Entitas Anak,
didirikan dan memulai kegiatan usahanya
pada tahun 2008. Entitas Anak tersebut
bergerak dalam bidang jasa konstruksi dan
berdomisili di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Acset Indonusa Co. Ltd., a Subsidiary, was
established and started its commercial
operation in 2008. The Subsidiary is engaged
in construction services and is domiciled in
Ho Chi Minh City, Vietnam.
PT Innotech Systems, Entitas Anak, didirikan
pada tahun 2011 dan belum memulai kegiatan
usahanya. Entitas Anak tersebut bergerak
dalam bidang jasa penunjang konstruksi dan
berdomisili di Jakarta.
PT Innotech Systems, a Subsidiary, was
established in 2011 and has not started its
commercial operation. The Subsidiary is
engaged in construction support services and
is domiciled in Jakarta.
Penyelesaian
konsolidasian
IKHTISAR
SIGNIFIKAN
a.
Pendapatan usaha/Revenues
2012
laporan
keuangan
d.
KEBIJAKAN
Completion of the consolidated financial
statements
The management of the Company is
responsible
for
the
preparation
of
the consolidated financial statements which
were completed and authorized for issue on
March 5, 2013.
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab
atas
penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian ini yang telah diselesaikan dan
diotorisasi
untuk
terbit
pada
tanggal
5 Maret 2013.
2.
Subsidiaries
AKUNTANSI
2.
Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian dan pernyataan kepatuhan
SUMMARY
POLIClES
a.
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Basis of preparation of the consolidated
financial statements and statement of
compliance
The consolidated financial statements have
been prepared in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards (“IFAS”),
which
comprise
the
Statements
and
Interpretations
issued
by
the
Board
of Financial Accounting Standards of
the Indonesian Institute of Accountants and
the Regulation of the Capital Market and
Financial Institutions Supervisory Agency
(Bapepam-LK) No.VIII.G.7, Attachment KEP347/BL/2012 dated June 25, 2012 concerning
“Financial
Statement
Presentation
and
Disclosure”.
As
disclosed
further
in
the relevant succeeding notes, several
amended and published accounting standards
were adopted effective on January 1, 2012.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”),
yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
No.VIII.G.7, Lampiran Keputusan KEP347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 mengenai
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik”.
Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan
terkait berikut di bawah ini, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan,
diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012.
155
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
a.
2.
Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian dan pernyataan kepatuhan
(lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
a.
ACCOUNTING
Basis of preparation of the consolidated
financial statements and statement of
compliance (continued)
Laporan keuangan konsolidasian disusun
sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (“PSAK”) No. 1 (Revisi 2009),
“Penyajian
Laporan
Keuangan”
yang
diterapkan sejak tanggal 1 Januari 2011.
The consolidated financial statements are
prepared in accordance with the Statement of
Financial Accounting Standards (“SFAS”)
No. 1 (Revised 2009), “Presentation of
Financial
Statements”
adopted
on
January 1, 2011.
PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian
laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan
pelaporan, komponen laporan keuangan,
penyajian secara wajar, materialitas dan
agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset
lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka
pendek dan jangka panjang, informasi
komparatif,
konsistensi
penyajian
dan
memperkenalkan pengungkapan baru, antara
lain, sumber estimasi ketidakpastian dan
pertimbangan,
pengelolaan
permodalan,
pendapatan
komprehensif
lainnya,
penyimpangan
dari
standar
akuntansi
keuangan dan pernyataan kepatuhan.
SFAS No. 1 (Revised 2009) regulates
presentation of financial statements as to,
among others, the objective, component of
financial
statements,
fair
presentation,
materiality
and
aggregate,
offsetting,
distinction between current and non-current
assets and short-term and long-term liabilities,
comparative information, and consistency and
introduces new disclosures such as, among
others, key estimations and judgments, capital
management, other comprehensive income,
departures from accounting standards and
statement of compliance.
Penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2009) tersebut
memberikan pengaruh yang berarti bagi
penyajian dan pengungkapan terkait dalam
laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of SFAS No. 1 (Revised 2009)
has a significant impact on the related
presentations
and
disclosures
in
the consolidated financial statements.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah selaras dengan kebijakan akuntansi
yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan dan
Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, kecuali
bagi penerapan beberapa SAK yang telah
direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2012
dan 2011 seperti yang telah diterapkan pada
Catatan ini.
The
accounting
policies
adopted
in
the preparation of the consolidated financial
statements are consistent with those followed
in the preparation of the Company and
Subsidiaries’s
consolidated
financial
statements for the year ended December 31,
2011 and 2010, except for the adoption of
several amended FASs effective January 1,
2012 and 2011 as disclosed in this Note.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali
untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun
berdasarkan
basis
akrual
dengan
menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali
untuk beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi akun
tersebut.
The consolidated financial statements, except
for the consolidated statements of cash flows,
are prepared on the accrual basis using
the historical cost concept, except for certain
accounts which are measured on the basis
described in the related accounting policies for
those accounts.
156
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
a.
b.
2.
Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian dan pernyataan kepatuhan
(lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
a.
ACCOUNTING
Basis of preparation of the consolidated
financial statements and statement of
compliance (continued)
Laporan arus kas konsolidasian disusun
dengan menggunakan metode langsung yang
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas
dan setara kas yang diklasifikasikan dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows
have been prepared using the direct method,
which present receipts and payments of cash
and cash equivalents classified into operating,
investing and financing activities.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian
ini adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan.
The
presentation
currency
used
in
the consolidated financial statements is
Indonesian Rupiah, which is the Company’s
functional currency.
Prinsip konsolidasian
b.
Principles of consolidation
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan secara
retrospektif PSAK No. 4 (Revisi 2009),
“Laporan Keuangan Konsolidasian dan
Laporan
Keuangan Tersendiri”, kecuali
beberapa hal berikut yang diterapkan secara
prospektif : (i) rugi entitas anak yang
menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan
non pengendali (“KNP”) ; (ii) kehilangan
pengendalian
pada
entitas
anak ;
(iii) perubahan kepemilikan pada entitas anak
yang
tidak
mengakibatkan
hilangnya
pengendalian ; (iv) hak suara potensial dalam
menentukan keberadaan pengendalian ; dan
(v) konsolidasian atas entitas anak yang
memiliki pembatasan jangka panjang.
Effective on January 1, 2011, the Company
and Subsidiaries retrospectively adopted
SFAS No. 4 (Revised 2009), “Consolidated
and Separate Financial Statements”, except
for the following items that were applied
prospectively: (i) losses of a subsidiary that
result in a deficit balance to non-controlling
interests (“NCI”); (ii) loss of control over
a subsidiary; (iii) change in the ownership
interest in a subsidiary that does not result in
a loss of control; (iv) potential voting rights in
determining the existence of control;
(v) consolidation of a subsidiary that is subject
to long-term restriction.
Sejak Tanggal 1 Januari 2011
Since January 1, 2011
Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan Entitas
Anak
seperti
yang
disebutkan
pada
Catatan 1c yang dimiliki oleh Perusahaan
(secara langsung atau tidak langsung) dengan
kepemilikan saham lebih dari 50%.
The consolidated financial statements include
the financial statements of the Company and
Subsidiaries mentioned in Note 1c in which
the Company maintains (directly or indirectly)
equity ownership of more than 50%.
Seluruh transaksi dan saldo akun antar
perusahaan yang signifikan (termasuk laba
atau rugi yang belum direalisasi) telah
dieliminasi.
All significant intercompany transactions and
account balances (including the related
significant unrealized gains or losses) have
been eliminated.
157
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
Prinsip konsolidasian (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Sejak Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Since January 1, 2011 (continued)
Laporan keuangan konsolidasian disusun
dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk peristiwa dan transaksi
sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila
laporan keuangan entitas anak menggunakan
kebijakan akuntansi yang berbeda dari
kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasian, maka
dilakukan penyesuaian yang diperlukan
terhadap laporan keuangan entitas anak
tersebut.
The consolidated financial statements are
prepared using uniform accounting policies for
transactions
and
events
in
similar
circumstances. If the subsidiaries’ financial
statements use accounting policies different
from those adopted in the consolidated
financial statements, appropriate adjustments
are made to the subsidiaries’ financial
statements.
PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian untuk sekelompok entitas yang
berada dalam pengendalian suatu entitas
induk, dan akuntansi untuk investasi pada
entitas-entitas anak, pengendalian bersama
entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan
keuangan
tersendiri
disajikan
sebagai
informasi tambahan.
SFAS No. 4 (Revised 2009) prescribes
the
preparation
and
presentation
of
consolidated financial statements for a group
of entities under the control of a parent, and
the accounting for investments in subsidiaries,
jointly controlled entities and associated
companies when separate financial statements
are presented as additional information.
Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak
tanggal akuisisi, yaitu tanggal entitas induk
memperoleh pengendalian, sampai dengan
tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.
Pengendalian dianggap ada ketika entitas
induk memiliki secara langsung atau tidak
langsung melalui entitas anak, lebih dari
setengah kekuasaan suara entitas.
Subsidiaries are fully consolidated from
the date of acquisition, being the date
on which the parent obtained control, and
continue to be consolidated until the date such
control ceases. Control is presumed to exist if
the parent owns, directly or indirectly through
subsidiaries,
more
than
a
half
of
the voting power of an entity.
Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan
PSAK No. 4 (Revisi 2009) tersebut tidak
memberikan pengaruh yang berarti terhadap
pelaporan keuangan berikut pengungkapan
terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.
As described herein, the adoption of
SFAS No. 4 (Revised 2009) has no significant
impact on the financial reporting including
related disclosures in the consolidated
financial statements.
Suatu pengendalian atas suatu entitas anak
lain dianggap ada bilamana entitas induk
menguasai lebih dari lima puluh persen (50%)
hak suara, atau entitas induk dapat
menentukan kebijakan keuangan dan operasi
entitas anak, atau mempunyai kemampuan
untuk
memberhentikan
atau
menunjuk
mayoritas direksi entitas anak, atau mampu
menguasai suara mayoritas dalam rapat
pengurus.
Control over a subsidiary is presumed to exist
where more than 50% of the subsidiary’s
voting power is controlled by the parent, or
the parent has the ability to control
the financial and operating policies of
the subsidiary, or has the ability to remove or
appoint the majority of the subsidiary’s board
of directors, or control the majority vote during
management meeting.
158
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
Prinsip konsolidasian (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Sejak Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Since January 1, 2011 (continued)
Pengendalian juga ada ketika entitas induk
memiliki setengah atau kurang kekuasaan
suara suatu entitas jika terdapat:
Control also exists when the parent owns half
or less of the voting power of an entity when
there is:
kekuasaan yang melebihi setengah hak
suara sesuai perjanjian dengan investor
lain;
power over more than half of the voting
rights by virtue of an agreement with other
investors;
kekuasaan untuk mengatur kebijakan
keuangan
dan
operasional
entitas
berdasarkan
anggaran
dasar
atau
perjanjian;
power to govern the financial and
operating policies of the entity under
a statute or an agreement;
kekuasaan
untuk
menunjuk
atau
mengganti sebagian besar direksi atau
organ pengatur setara dan mengendalikan
entitas melalui direksi atau organ tersebut;
atau
power to appoint or remove the majority of
the members of the board of directors or
equivalent governing body and control of
the entity is by that board or body; or
kekuasaan
untuk
menunjuk
atau
mengganti sebagian besar direksi atau
organ pengatur setara dan mengendalikan
entitas melalui direksi atau organ tersebut;
atau
power to cast the majority of votes at
meetings of the board of directors or
equivalent governing body and control of
the entity is by that board or body.
Dalam hal pengendalian terhadap Entitas
Anak dimulai atau diakhiri dalam suatu periode
berjalan, maka hasil usaha Entitas Anak yang
diperhitungkan ke dalam laporan keuangan
konsolidasi hanya sebatas hasil pada saat
pengendalian tersebut mulai diperoleh atau
hingga saat pengendalian itu berakhir.
Where Subsidiaries, if any, either began or
ceased to be controlled during the period,
the result of operations of that Subsidiary is
included in the consolidated financial
statements only from the date that the control
has commenced or up to the date that
the control has ceased.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu
Entitas Anak, maka Perusahaan:
In case of loss of control over a Subsidiary,
then the Company:
menghentikan pengakuan aset (termasuk
goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
derecognizes the assets (including
goodwill) and liabilities of the Subsidiaries;
menghentikan pengakuan jumlah tercatat
setiap KNP;
derecognizes the carrying amount of any
NCI;
menghentikan
pengakuan
akumulasi
selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas,
jika ada;
derecognizes the cumulative translation
differences, recorded in equity, if any;
159
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
Prinsip konsolidasian (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Sejak Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Since January 1, 2011 (continued)
Jika kehilangan pengendalian atas suatu
Entitas Anak, maka Perusahaan (lanjutan):
In case of loss of control over a Subsidiary,
then the Company (continued):
mengakui nilai wajar pembayaran yang
diterima;
recognizes
the
fair
the consideration received;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai
wajarnya;
recognizes the fair
investment retained;
mengakui
setiap
perbedaan
yang
dihasilkan sebagai keuntungan atau
kerugian dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian; dan
recognizes any surplus or deficit in
consolidated statement of comprehensive
income; and
mereklasifikasi
bagian
induk
atas
komponen yang sebelumnya diakui
sebagai pendapatan komprehensif ke
laporan laba rugi komprehensif, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo
laba.
reclassifies the parent’s share of
components previously recognized in
other comprehensive income to profit or
loss or retained earnings, as appropriate.
value
value
of
of
any
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi
dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung maupun
tidak langsung pada Entitas Induk, yang
masing-masing disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
NCI represents the portion of the profit or loss
and net assets of the Subsidiaries attributable
to equity interests that are not owned directly
or indirectly to the Parent Entity, which are
presented in the consolidated statements of
comprehensive income and under the equity
section of the consolidated statements of
financial position, respectively, separately from
the corresponding portion attributable to
the equity holders of the parent entity.
Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara
penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal
ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo
defisit.
Losses of a non-wholly owned Subsidiaries
are attributed to the NCI even if that results in
a deficit balance.
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011
Prior January 1, 2011
Kerugian yang menjadi bagian dari KNP pada
Entitas Anak tertentu yang tidak dimiliki secara
penuh yang sudah melebihi bagiannya dalam
modal
disetor
Entitas
Anak
tersebut
dibebankan sementara kepada pemegang
saham pengendali, kecuali terdapat kewajiban
yang mengikat KNP untuk menutupi kerugian
tersebut. Laba Entitas Anak tersebut pada
periode berikutnya terlebih dahulu akan
dialokasikan kepada pemegang saham
pengendali sampai seluruh bagian kerugian
KNP yang dibebankan kepada pemegang
saham pengendali dapat ditutup.
Losses attributable to the NCI in certain
non-wholly owned Subsidiaries that have
exceeded the NCI’s portion in the equity of
the said Subsidiaries were temporarily
charged against the controlling shareholder
unless the NCI has a binding obligation to
cover these losses. Subsequent profits of
the said Subsidiaries shall be allocated to
the controlling shareholder until the NCI’s
share of losses previously absorbed by
the controlling shareholder has been
recovered.
160
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
c.
2.
Prinsip konsolidasian (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Prior January 1, 2011 (continued)
Akuisisi
atas
KNP
dicatat
dengan
menggunakan metode ekstensi induk-Entitas
Anak, perbedaan antara biaya perolehan
investasi dan jumlah tercatat aset bersih
Entitas Anak yang diakuisisi atau dilepaskan
diakui sebagai goodwill untuk “selisih positif”
dan ke laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian untuk “selisih negatif”.
Acquisitions of NCI were accounted for using
the parent-Subsidiaries extension method,
whereby
the
difference
between
the
consideration
given/received
and
the carrying amount of the underlying net
assets acquired or given up is recognized
as goodwill for “positive excess”, and to
consolidated statement of comprehensive
income for “negative excess”.
Penjabaran laporan keuangan dalam mata
uang asing
c.
Translation of foreign currency financial
statements
Laporan keuangan Entitas Anak yang
menggunakan mata uang penyajian selain
Rupiah dijabarkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dengan prosedur sebagai
berikut:
The Subsidiary’s financial statements with
reporting currency other than Rupiah, was
translated in the consolidated financial
statements using the following procedures:
a.
aset dan liabilitas untuk setiap laporan
posisi keuangan yang disajikan (termasuk
komparatif) dijabarkan menggunakan kurs
penutup yang ditetapkan Bank Indonesia
pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian tersebut;
a.
assets and liabilities for each presented
statement of financial position (including
comparatives) shall be translated at
the closing rate issued by Bank Indonesia
at the date of the consolidated statement
of financial position;
b.
penghasilan dan beban untuk setiap
laporan laba rugi komprehensif yang
disajikan (termasuk komparatif) dijabarkan
menggunakan kurs rata-rata bulanan
periode bersangkutan; dan
b.
income and expenses for each presented
statement of comprehensive income
(including
comparatives)
shall
be
translated at average exchange rate of
the related period; and
c.
semua selisih kurs yang dihasilkan diakui
dalam pendapatan komprehensif lain.
c.
any resulting exchange differences shall
be recognised in other comprehensive
income.
161
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
c.
2.
Penjabaran laporan keuangan dalam mata
uang asing (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
c.
Translation of foreign currency financial
statements (continued)
The financial statements accounts of Acset
Indonusa Co. Ltd, a Subsidiary which
domiciled in Ho Chi Minh City, Vietnam,
was reported in the Vietnamese Dong and was
translated into Rupiah for the consolidated
financial statements. The assets and
liabilities accounts were translated using
the foreign exchange rate at the consolidated
statements of
financial position
date
(VND1 = Rp0.46191, VND1 = Rp0.431038 and
VND1 = Rp0.461368 as of December 31,
2012, 2011 and 2010, respectively, and VND1
=
Rp0,531462
as
of
January
1,
2010/December 31, 2009), the equity accounts
using the historical foreign exchange rate
(VND1 = Rp0.645700 as of February 29, 2008,
VND1 = Rp0.572919 as of March 31, 2008
and VND1 = Rp0.578145 as of April 30, 2008)
while income and expenses accounts using
the
average
foreign
exchange
rate
(VND1 = Rp 0.449035, VND1 = Rp0.426588
and VND1 = Rp0.472248 in 2012, 2011 and
2010,
respectively).
Differences
in
the translation of the financial statements in
foreign currencies are recorded as other
comprehensive income.
Akun-akun laporan keuangan Acset Indonusa
Co. Ltd., Entitas Anak yang berkedudukan di
Ho Chi Minh City, Vietnam, diselenggarakan
dalam mata uang Dong Vietnam dan
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah untuk
laporan keuangan konsolidasian. Akun aset
dan liabilitas dijabarkan dengan kurs pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
(VND1 = Rp0,46191, VND1 = Rp0,431038 dan
VND1 = Rp0,461368 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
serta VND1 = Rp0,531462 pada tanggal
1 Januari 2010/31 Desember 2009), akun
modal saham dijabarkan berdasarkan kurs
historis (VND1 = Rp0,645700 pada tanggal
29 Februari 2008, VND1 = Rp0,572919 pada
tanggal
31
Maret
2008
dan
VND1 = Rp0,578145 pada tanggal 30 April
2008) sedangkan akun pendapatan dan beban
dijabarkan
dengan
kurs
rata-rata
(VND1 = Rp0,449035, VND1 = Rp0,426588
dan VND1 = Rp0,472248 masing-masing pada
tahun 2012, 2011 dan 2010). Selisih translasi
laporan keuangan dalam mata uang asing
dicatat sebagai pendapatan komprehensif lain.
d.
ACCOUNTING
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
d.
Foreign
balances
currency
transactions
and
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No.10
(Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Kurs
Valuta Asing”.
Effective January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted SFAS No.10 (Revised
2010), “Effects of Changes in Foreign
Exchange Rates”.
Penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang signifikan
terhadap
pelaporan
keuangan
dan
pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
The adoption of SFAS No. 10 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan
ke mata uang Rupiah dengan menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam
Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Transactions
denominated
in
foreign
currencies are converted into Rupiah at
the exchange rates prevailing at the dates of
the transactions. At the consolidated statement
of financial position date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies
are translated to Rupiah at the exchange rates
prevailing at such date.
162
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
d.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
(lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
d.
Foreign
currency
balances (continued)
ACCOUNTING
transactions
and
Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang
timbul dari transaksi dalam mata uang asing
dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing diakui pada usaha
tahun berjalan.
Exchange rate gains or losses arising from
the foreign currency transactions and from
the
translation
of
foreign
currency
denominated monetary assets and liabilities
are recognized in the current year operations.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut:
The exchange rates used to translate
the
monetary
assets
and
liabilities
denominated in foreign currencies as of
December 31, 2012, 2011 and 2010 are as
follows:
2012
1 Dolar Amerika Serikat
1 Dong Vietnam
e.
2.
2011
9.670
0,461910
2010
9.068
0,431038
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
8.991
0,461368
e.
1 United States Dollar
1 Vietnamese Dong
Transactions with related parties
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 7
(Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo
pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen,
dalam laporan keuangan konsolidasian dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan
secara individual. Penerapan PSAK yang
direvisi tersebut memberikan pengaruh
terhadap pengungkapan terkait dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Effective January 1, 2011, the Company and
Subsidiaries
applied
SFAS
No.
7
(Revised 2010), “Related Party Disclosures”.
The revised SFAS requires disclosure of
related party relationships, transactions and
outstanding balances, including commitments,
in the consolidated financial statements and
also applies to individual financial statements.
The adoption of the said revised SFAS has
impact on the related disclosures in
the consolidated financial statements.
Suatu pihak dianggap berelasi
Perusahaan dan Entitas Anak jika:
A party is considered to be related to
the Company and Subsidiaries if:
dengan
a.
langsung, atau tidak langsung yang
melalui satu atau lebih perantara, suatu
pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan
oleh, atau berada di bawah pengendalian
bersama, dengan Perusahaan dan Entitas
Anak; (ii) memiliki kepentingan dalam
Perusahaan dan Entitas Anak yang
memberikan pengaruh signifikan atas
Perusahaan dan Enaktitas Anak; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas
Perusahaan dan Entitas Anak;
a.
directly, or indirectly through one or more
intermediaries, the party (i) controls, or
controlled by, or is under common control
with, the Company and Subsidiaries;
(ii) has an interest in the Company and
Subsidiaries that gives its significant
influence over the Company and
Subsidiaries; or, (iii) has joint control over
the Company and Subsidiaries;
b.
suatu pihak yang berelasi
Perusahaan dan Entitas Anak;
b.
the party is an associate of the Company
and Subsidiaries;
dengan
163
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
e.
f.
Transaksi
(lanjutan)
dengan
pihak-pihak
2.
berelasi
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
e.
Transactions
(continued)
with
ACCOUNTING
related
parties
c.
suatu pihak adalah ventura bersama di
mana Perusahaan dan Entitas Anak
sebagai venturer;
c.
the party is a joint venture in which
the Company and Subsidiaries is
a venturer;
d.
suatu pihak adalah anggota dari personil
manajemen kunci Perusahaan dan Entitas
Anak atau induk;
d.
the party is a member of the key
management personnel of the Company
and Subsidiaries or its parent;
e.
suatu pihak adalah anggota keluarga
dekat dari individu yang diuraikan dalam
butir (a) atau (d);
e.
the party is a close member of the family
of any individual referred to in (a) or (d);
f.
suatu
pihak
adalah
entitas
yang
dikendalikan, dikendalikan bersama atau
dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di
mana hak suara signifikan pada beberapa
entitas, langsung maupun tidak langsung,
individu seperti diuraikan dalam butir (d)
atau (e); atau
f.
the party is an entity that is controlled,
jointly controlled or significantly influenced
by or for which significant voting power in
such entity resides with, directly or
indirectly, any individual referred to in (d)
or (e); or
g.
suatu pihak adalah suatu program imbalan
pasca kerja untuk imbalan kerja dari
Perusahaan dan Entitas Anak atau entitas
yang terkait dengan Perusahaan dan
Entitas Anak.
g.
the party is a post employment benefit
plan for the benefit of employees of
the Company and Subsidiaries, or of any
entity that is a related party of
the Company and Subsidiaries.
Transaksi
ini
dilakukan
berdasarkan
persyaratan yang disetujui oleh kedua belah
pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang
dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
The transactions are made based on terms
agreed by both parties, whereas such terms
may not be the same as those transactions
with unrelated parties.
Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian yang relevan.
All significant transactions and balances with
related parties are disclosed in the relevant
notes to the consolidated financial statements.
Kas dan Setara Kas
f.
Cash and Cash Equivalents
Cash and cash equivalents comprise cash on
hand and in banks and short-term deposits
with an original maturity of 3 months or less at
the time of placements and not restricted as to
use.
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank
dan deposito berjangka dengan jangka waktu
3 bulan atau kurang sejak saat penempatan
dan tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman.
164
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
g.
2.
Tagihan dan utang bruto kepada pemberi
kerja
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
g.
Due from and to customers
Due from customers constitutes receivable
from construction employment contract with
the customers in which the activities are still in
progress. The amount of due from and to
customers represents the difference between
the accrued cost plus admitted profit and
deducted by admitted loss and installment.
Tagihan bruto kepada pemberi kerja
merupakan piutang yang berasal dari
pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan
kepada pihak pemberi kerja namun pekerjaan
yang dilakukan masih dalam pelaksanaan.
Nilai dari tagihan dan utang bruto kepada
pemberi kerja merupakan selisih antara biaya
konstruksi yang terjadi ditambah laba yang
diakui dan dikurangi dengan jumlah kerugian
yang diakui dan angsuran.
h.
ACCOUNTING
Aset tetap
h.
Fixed assets
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK No. 16
(Revisi 2011), “Aset Tetap” dan ISAK No. 25,
“Hak atas Tanah”. Penerapan PSAK No. 16
(Revisi 2011) dan ISAK No. 25 tidak
memberikan dampak yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted SFAS No. 16 (Revised
2011), “Fixed Assets” and ISAK No. 25, “Land
Rights”. The adoption of SFAS No. 16
(Revised 2011) and ISAK No. 25 have no
significant impact on the financial reporting
and disclosures in the consolidated financial
statements.
ISAK No. 25 menetapkan bahwa biaya
pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk
Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”)
ketika tanah diperoleh pertama kali diakui
sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi.
Sementara
biaya
pengurusan
atas
perpanjangan atau pembaruan legal hak atas
tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui
sebagai beban ditangguhkan pada laporan
posisi
keuangan
konsolidasian
dan
diamortisasi sepanjang mana yang lebih
pendek antara umur hukum hak dan umur
ekonomik tanah.
ISAK No. 25 prescribes that the legal cost of
land rights in the form of Business Usage
Rights (“Hak Guna Usaha” or “HGU”), Building
Usage Right (“Hak Guna Bangunan” or “HGB”)
and Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when
the land was acquired initially are recognized
as part of the cost of the land under the “Fixed
Assets” account and not amortized. Meanwhile
the extention or the legal renewal costs of land
rights in the form of HGU, HGB and HP
were recognized as deferred charges in
the consolidated statements of financial
position
and
were
amortized
over
the shorter of the rights’ legal life and land’s
economic life.
Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, yang terdiri atas harga
perolehan dan biaya-biaya tambahan yang
dapat diatribusikan langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai
dengan maksud manajemen.
All fixed assets are initially recognized at cost,
which comprises its purchase price and any
costs directly attributable in bringing the asset
to the location and condition necessary for it to
be capable of operating in the manner
intended by management.
Setelah
pengakuan
awal,
aset
tetap
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai.
Subsequent to initial recognition, fixed assets
are carried at cost less any subsequent
accumulated depreciation and impairment
losses.
165
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
h.
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Depreciation of an asset starts when it is
available for use and is computed using
a double-declining balance method, except for
the depreciation of buildings which are
computed using the straight-line method,
based on the estimated useful lives of
the assets, as follows:
Penyusutan aset dimulai pada saat aset
tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya
dan
dihitung
dengan
menggunakan metode saldo menurun ganda,
kecuali untuk penyusutan atas bangunan yang
dihitung dengan menggunakan metode garis
lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap yang bersangkutan,
sebagai berikut:
Tahun/Years
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
20
8
8
4-8
8
Buildings
Heavy equipments and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan
dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset
jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
The carrying amounts of fixed assets are
reviewed for impairment when events or
changes in circumstances indicate that
the carrying values may not be fully
recoverable.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset
tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi
manfaat ekonomik masa depan yang
diekspektasikan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan tersebut dimasukkan
ke dalam laba rugi untuk tahun penghentian
pengakuan tersebut dilakukan.
The carrying amount of an item of fixed assets
is derecognized upon disposal or when no
future economic benefits are expected from its
use or disposal. Any gain or loss arising from
the derecognition of the asset is directly
included in the profit or loss when the item is
derecognized.
Nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan
disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan.
The asset residual values, useful lives and
depreciation method are reviewed at each
year end and adjusted prospectively if
necessary.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak disusutkan.
Land are stated at cost and not depreciated.
Jika biaya perolehan tanah termasuk biaya
pembongkaran, pemindahan, dan restorasi
lokasi serta manfaat yang diperoleh dari
pembongkaran, pemindahan dan pemugaran
tersebut terbatas, maka biaya tersebut
disusutkan selama periode manfaat yang
diperolehnya. Dalam beberapa kasus, tanah
itu sendiri memiliki umur manfaat yang
terbatas, dalam hal ini disusutkan dengan cara
yang mencerminkan manfaat yang diperoleh
dari tanah tersebut.
If the cost of land includes the costs of site
dismantlement, removal and restoration, and
the benefits from the site dismantlement,
removal and restoration is limited, that portion
of the land asset is depreciated over the period
of benefits obtained by incurring those costs.
In some cases, the land itself may have
a limited useful life, in which case it is
depreciated in a manner that reflects
the benefits to be derived from it.
166
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
h.
Fixed assets (continued)
Repairs and maintenance are taken to
the profit or loss when are incurred. The cost
of major renovation and restoration is included
in the carrying amount of the related fixed
asset when it is probable that future economic
benefits in excess of the originally assessed
standard of performance of the existing asset
will flow to the Company and Subsidiaries, and
is depreciated over the remaining useful life of
the related assets.
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan pada operasi pada saat terjadinya.
Beban pemugaran dan penambahan dalam
jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah
tercatat aset tetap terkait bila besar
kemungkinan bagi Perusahaan dan Entitas
Anak manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan
sepanjang sisa masa manfaat aset tetap
terkait.
i.
ACCOUNTING
Imbalan kerja
i.
Employees’ benefits
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 24
(Revisi 2010), “Imbalan Kerja”.
Effective January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted SFAS No. 24 (Revised
2010), “Employee Benefit”.
Revisi PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan
Kerja” yang relevan terhadap Kelompok Usaha
adalah
diperbolehkannya
entitas
untuk
menerapkan metode yang sistematis atas
pengakuan yang lebih cepat, yang antara lain
adalah pengakuan langsung dari seluruh
Karena
keuntungan/kerugian
aktuarial.
Kelompok Usaha tidak memilih metode ini
namun
tetap
menggunakan
metode
pengakuan keuntungan/kerugian yang jatuh di
luar “koridor” seperti diuraikan lebih lanjut
berikut ini, maka penerapan PSAK No. 24
yang direvisi tersebut tidak memberikan
pengaruh terhadap pelaporan keuangan
Kelompok Usaha.
Revision on SFAS No.24 (Revised 2010),
“Employee Benefits” that is relevant to the
Group is permission for entities to adopt
certain systematic methods of faster
recognition,
which
include
immediate
recognition of all actuarial gains and losses.
Since the Group opted not to apply this
method but to continue to use the method
used to recognize actuarial gain/loss falling
outside the “corridor” as further discussed
below, the adoption of the revised SFAS No.24
had no impact on the Group’s financial
reporting.
Penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan
dampak
yang
significant
terhadap
pelaporan
keuangan
dan
pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
The adoption of SFAS No. 24 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat
penyisihan untuk imbalan kerja karyawan
sesuai dengan Undang-undang No. 13 tahun
2003
tentang
Ketenagakerjaan
(“UU
No. 13/2003”). Berdasarkan UU No. 13/2003,
perusahaan-perusahaan diharuskan untuk
membayar uang pesangon, penghargaan
masa kerja dan penggantian hak kepada
karyawan apabila persyaratan yang ditentukan
dalam UU No. 13/2003 terpenuhi.
The Company and Subsidiaries recognize
provision for employee service entitlements in
accordance with Law No. 13 year 2003
regarding Labor (“Law No. 13/2003”). Under
Law No. 13/2003, companies are required to
pay separation, gratuity and compensation
benefits to their employees if the conditions
specified in Law No. 13/2003 are met.
167
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
2.
Imbalan kerja (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
i.
Employees’ benefits (continued)
The calculation of estimated liability of
employee benefits is determined using
actuarial calculations using the Projected Unit
Credit method. Provisions made pertaining to
past service costs are deferred and amortized
over the expected average remaining service
years of the qualified employees. On the other
hand, provisions for current service costs are
directly charged to operations of the current
year. Actuarial gains or losses arising from
experience adjustments and changes in
actuarial assumptions are recognized as
income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at
the end of the previous reporting period
exceed the greater of 10% of the present value
of the defined benefit obligations or 10% of
the fair value of program assets, at that date.
The actuarial gains or losses in excess of
the said 10% threshold are recognized on
a straight-line method over the expected
average
remaining
service
years
of
the qualified employees.
Perhitungan estimasi liabilitas untuk imbalan
kerja
tersebut
ditentukan
dengan
menggunakan perhitungan aktuarial dengan
metode “Projected Unit Credit”. Penyisihan
biaya jasa masa lalu ditangguhkan dan
diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata
yang diharapkan dari karyawan yang
memenuhi syarat tersebut. Selain itu,
penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan
langsung pada operasi tahun berjalan.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam
asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai
pendapatan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang
belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai
wajar aset program pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang
melebihi batas 10% tersebut diakui atas dasar
metode garis lurus selama ekspektasi rata-rata
sisa masa kerja karyawan yang memenuhi
syarat.
j.
ACCOUNTING
Pengakuan pendapatan dan beban
j.
Revenue and expense recognition
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 34
(Revisi 2010), “Kontrak Konstruksi”.
Effective on January 1, 2012, the Company
and Subsidiaries adopted SFAS No. 34
(Revised 2010), “Construction Contract”.
Penerapan PSAK No. 34 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of PSAK No. 34 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.
Pendapatan usaha diakui berdasarkan metode
persentase
penyelesaian.
Persentase
penyelesaian
konstruksi
ditetapkan
berdasarkan kemajuan fisik proyek pada
tanggal akhir periode pelaporan.
Revenues
are
recognized
based
on
percentage
of
completion
method.
Construction percentage of completion is
determined using physical projects progress at
the end of reporting date.
Beban
diakui
(metode akrual).
Expenses are
(accrual basis).
pada
saat
terjadinya
recognized
as
incurred
Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan
diakui segera sebagai beban tahun berjalan
pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
Contract costs that are not probable of being
recovered are recognized as expenses in
the current year in the consolidated statements
of comprehensive income.
Beban langsung dan beban tidak langsung
proyek yang dapat dialokasikan ke suatu
proyek tertentu, diakui sebagai beban pada
proyek yang bersangkutan, sedangkan beban
yang tidak dapat didistribusikan atau tidak
dapat dialokasikan ke aktivitas proyek menjadi
beban non proyek (beban usaha).
Direct and indirect costs of projects which can
be allocated to a particular project,
is recognized as an expense on the related
projects, while the expenses that can not be
distributed or can not be allocated to
the project activities are recognized under nonproject expenses (operating expenses).
168
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
k.
2.
Perpajakan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
k.
ACCOUNTING
Taxation
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 46
(Revisi 2010) “Pajak Penghasilan”, yang
menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak
penghasilan
dalam
memperhitungkan
konsekuensi pajak kini dan mendatang dari
pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset
(liabilitas) masa depan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dan
transaksi dan kejadian lain dari periode kini
yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Effective on January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries applied SFAS No. 46 (Revised
2010) “Income Taxes”, which prescribes
the accounting treatment for income taxes to
account for the current and future tax
consequences
of
the
future
recovery
(settlement) of the carrying amount of assets
(liabilities)
that
are
recognized
in
the consolidated statements of financial
position and transactions and other events of
the current period that are recognized in
the consolidated financial statements.
Penerapan awal
PSAK yang direvisi
tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap
pengungkapan dan penyajian terkait dalam
laporan keuangan konsolidasian.
The initial adoption of the revised SFAS gave
no impact on the related disclosures and
presentation in the consolidated financial
statements.
Pajak Penghasilan Final
Final Income Tax
Pajak penghasilan Perusahaan dan
Entitas Anak dari aktivitas jasa konstruksi
dihitung
berdasarkan
Peraturan
Pemerintah (PP) No. 40 tahun 2009
mengenai perubahan atas PP No. 51
tahun 2008 tentang pajak penghasilan
atas penghasilan dari usaha jasa
konstruksi yang berlaku efektif mulai
tanggal
1 Agustus
2008,
dimana
perlakuan
pengenaan
pajak
final
dikenakan atas kontrak sebesar 3% yang
diperoleh mulai tanggal 1 Agustus 2008.
The Company and Subsidiaries income
tax from construction is computed
based on the Government issued
Regulation No. 40 year 2009 concerning
amendments of Regulation No. 51 year
2008 concerning income tax from
the construction business which effective
starting August 1, 2008, where the final
tax at 3% is applied for contract signed
starting August 1, 2008.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas
yang
berhubungan
dengan
pajak
penghasilan
final
dengan
dasar
pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai
aset atau liabilitas pajak tangguhan.
The difference between the financial
statement carrying amounts of existing
assets and liabilities, and their respective
final tax bases are not recognized as
deferred tax assets or liabilities.
Pajak Penghasilan di Luar Pajak Final
Non-Final Income Tax
Current tax expense is determined based
on the taxable income for the year
computed using prevailing tax rates.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan
laba kena pajak dalam tahun yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.
169
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
k.
2.
Perpajakan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
k.
ACCOUNTING
Taxation (continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui
atas
konsekuensi
pajak
periode
mendatang yang timbul dari perbedaan
jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut
laporan
keuangan
dengan
dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas,
kecuali perbedaan yang dikenakan pajak
final. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena
pajak dan aset pajak tangguhan diakui
untuk
perbedaan
temporer
yang
boleh dikurangkan, sepanjang besar
kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa
datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized
for
the
future
tax
consequences attributable to differences
between the financial statement carrying
amounts of existing assets and liabilities
and their respective tax bases, except
those differences that are subject to final
tax. Deferred tax liabilities are recognized
for all taxable temporary differences while
deferred tax assets are recognized for
deductible temporary differences to
the extent that it is probable that taxable
income will be available in future periods
against which the deductible temporary
differences can be utilized.
Pajak
tangguhan
diukur
dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku
atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai
tercatat
aset
dan
liabilitas
pajak
tangguhan
yang
disebabkan
oleh
perubahan tarif pajak dibebankan pada
periode berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi
yang
sebelumnya
telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke
ekuitas. Efek pajak tangguhan yang timbul
dari akuisisi disajikan sebagai bagian dari
akun
“Aset
atau
Liabilitas
Pajak
Tangguhan”.
Deferred tax is calculated at the tax rates
that have been enacted or substantively
enacted at the reporting date. Changes in
the carrying amount of deferred tax assets
and liabilities due to a change in tax rate
are charged to current period, except to
the extent that it relates to items
previously charged or credited to equity.
The deferred tax effect arising from
acquisition is recognized as part of
the “Deferred Tax Asset or Liability”
account.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan
disajikan secara saling hapus di laporan
keuangan konsolidasian, kecuali aset dan
liabilitas pajak tangguhan untuk entitas
yang berbeda sesuai dengan penyajian
aset dan liabilitas pajak kini.
Deferred tax assets and liabilities are
offset in the statements of financial
position, except if these are for different
legal entities, in the same manner
the current tax assets and liabilities are
presented.
Pada saat ini seluruh pendapatan Perusahaan
dan Entitas Anak dikenakan pajak penghasilan
final.
Currently, all revenues of the Company and
Subsidiaries are subjected to final income tax.
170
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
k.
l.
2.
Perpajakan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
k.
ACCOUNTING
Taxation (continued)
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak
yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan
Pajak ("SKP") diakui sebagai pendapatan atau
beban dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian periode berjalan, kecuali jika
diajukan upaya penyelesaian selanjutnya.
Jumlah tambahan pokok pajak dan denda
yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria
pengakuan aset.
The amounts of additional tax principal and
penalty imposed through a Tax Assessment
Letter (“SKP”) shall be recognized as income
or expense in the current period of
the consolidated statement of comprehensive
income, unless further settlement is submitted.
The amounts of tax principal and penalty
imposed through SKP are deferred as long as
they meet the asset recognition criteria.
Entitas Anak di Vietnam dikenakan tarif pajak
sebesar 25%. Pajak tangguhan tidak dihitung
karena tidak terdapat perbedaan temporer
yang signifikan antara dasar pengenaan pajak
dan komersial.
The Subsidiary in Vietnam is subject to income
tax rate at 25%. No deferred tax is accounted
as there is no significant temporary difference
noted for commercial and tax base values.
Instrumen keuangan
l.
Financial instruments
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 50
(Revisi
2010),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian”, dan PSAK No. 55 (Revisi 2011),
“Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran”, serta PSAK No. 60, “Instrumen
Keuangan:
Pengungkapan”,
yang
menggantikan PSAK No. 50 (Revisi 2006),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian
dan
Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi
2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran” yang diterapkan sejak tanggal
1 Januari 2010 yang menggantikan PSAK
No. 50 (Revisi 1999), “Akuntansi Investasi Efek
Tertentu” dan PSAK No. 55 (Revisi 1999),
“Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas
Lindung Nilai”.
Effective on January 1, 2012, the Company
and Subsidiaries adopted SFAS No. 50
(Revised 2010), “Financial Instruments:
Presentation”, and SFAS No. 55 (Revised
2011), “Financial Instruments: Recognition and
Measurement”, and SFAS No. 60, “Financial
Instruments: Disclosures”, which superseded
SFAS No. 50 (Revised 2006), “Financial
Instruments: Presentation and Disclosures”,
and SFAS No. 55 (Revised 2006), “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”
which was adopted since January 1, 2010
which supersede SFAS No. 50, “Accounting
for Investments in Certain Securities” and
SFAS No. 55 (Revised 1999), “Accounting for
Derivative Instruments and Hedging Activities”.
Penerapan PSAK Revisi baru pada tahun 2012
tersebut memberikan pengaruh yang besar
terhadap pengungkapan dalam laporan
keuangan konsolidasian. Penerapan PSAK
revisi pada tahun 2010 dilakukan secara
prospektif dan tidak menimbulkan dampak
yang signifikan dan penyesuaian transisi per
tanggal 1 Januari 2010 terhadap laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan dan
Entitas Anak.
The adoption of those new revised SFAS in
2012 have significant impact on disclosures in
the
consolidated
financial
statements.
The adoption of the revised SFAS in 2010 was
applied prospectively and did not have any
significant effect and result in transition
adjustments as of January 1, 2010 on
the Company’s and Subsidiaries’ consolidated
financial statements.
171
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan
Financial assets
Pengakuan awal
Initial recognition
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55
(Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan
dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh
tempo, dan aset keuangan tersedia untuk
dijual. Perusahaan dan Entitas Anak
menetapkan klasifikasi aset keuangan setelah
pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan
sesuai, akan melakukan evaluasi atas
klasifikasi ini pada setiap akhir tahun
keuangan.
Financial assets within the scope of
SFAS No. 55 (Revised 2011) are classified as
financial assets at fair value through
profit or loss,
loans
and
receivables,
held-to-maturity investments, and available-forsale financial assets. The Company and
Subsidiaries determines classification of its
financial assets after initial recognition and,
where allowed and appropriate, re-evaluates
this designation at each financial year-end.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai
wajar, dan dalam hal aset keuangan tidak
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan
biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung.
Financial assets are recognized initially at fair
value, and in the case of financial assets not at
fair value through profit or loss, the fair value
shall include directly attributable transaction
costs.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak
seluruhnya diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang yang meliputi kas
dan setara kas, deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya, piutang usaha,
piutang retensi, piutang lain-lain dan tagihan
bruto pemberi kerja.
The Company and Subsidiaries financial
assets are classified as loans and receivables
which include cash and cash equivalents,
restricted time deposits, trade receivables,
retention receivables, other receivables and
due from customers.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Subsequent measurement
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset
keuangan
non-derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Setelah
pengakuan awal, PSAK No. 55 (Revisi 2011)
mensyaratkan aset tersebut dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE) dan
keuntungan atau kerugian terkait diakui pada
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
ketika pinjaman yang diberikan dan piutang
dihentikan pengakuannya atau mengalami
penurunan nilai, atau melalui proses
amortisasi.
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. After initial recognition, SFAS No. 55
(Revised 2011) requires such assets to be
carried at amortized cost using the effective
interest (EIR) method and the related gains or
losses are rocognized in the consolidated
statements of comprehensive income when
the loans and receivables are derecognized or
impaired, as well as through the amortization
process.
172
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan (lanjutan)
Financial assets (continued)
Penghentian pengakuan
Derecognition
Penghentian pengakuan atas suatu aset
keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk
bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan serupa terjadi bila:
A financial asset, or, where applicable a part of
a financial asset or part of similar financial
assets, is derecognized when:
i.
hak kontraktual atas arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau
i.
the contractual rights to receive cash
flows from the asset have expired; or
ii.
Perusahaan dan Entitas Anak mentransfer
hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar
arus kas yang diterima tersebut tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak
ketiga
melalui
suatu
kesepakatan
penyerahan dan (a) secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat
atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
atau (b) secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan
tersebut,
namun
telah
mentransfer pengendalian atas aset
keuangan tersebut.
ii.
the Company and Subsidiaries have
transferred their rights to receive cash
flows from the asset or have assumed
an obligation to pay them in full without
material delay to a third party under
a “pass-through” arrangement and either
(a) have transferred substantially all
the risks and rewards of the asset, or
(b) have neither transferred nor retained
substantially all the risks and rewards of
the asset, but have transferred control of
the asset.
Apabila Perusahaan dan Entitas Anak
mentransfer hak untuk menerima arus kas
yang berasal dari aset keuangan atau
mengadakan kesepakatan penyerahan dan
tidak mentransfer maupun tidak memiliki
secara substansial seluruh risiko dan manfaat
atas aset keuangan tersebut dan juga tidak
mentransfer pengendalian atas aset keuangan
tersebut, maka suatu aset keuangan baru
diakui oleh Perusahaan dan Entitas Anak
sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan
aset keuangan tersebut.
Where the Company and Subsidiaries have
transferred their rights to receive cash flows
from an asset or have entered into a passthrough arrangement and have neither
transferred nor retained substantially all
the risks and rewards of the asset nor
transferred control of the asset, a new asset is
recognized to the extent of the Company and
Subsidiaries’s continuing involvement in
the asset.
Keterlibatan
berkelanjutan
berbentuk
pemberian jaminan atas aset yang ditransfer,
diukur sebesar jumlah terendah antara nilai
aset yang ditransfer dan nilai maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin
harus dibayar kembali oleh Perusahaan dan
Entitas Anak.
Continuing involvement that takes the form of
a guarantee over the transferred asset,
is measured at the lower of the original carrying
amount of the asset and the maximum amount
of consideration that the Company and
Subsidiaries could be required to repay.
Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak
juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang
ditransfer
diukur
atas
dasar
yang
merefleksikan hak dan kewajiban Perusahaan
dan Entitas Anak yang ditahan.
In that case, the Company and Subsidiaries
also recognize an associated liability.
The transferred asset and the associated
liability are measured on a basis that reflects
the rights and obligations that the Company
and Subsidiaries have retained.
173
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan (lanjutan)
Financial assets (continued)
Penghentian pengakuan (lanjutan)
Derecognition (continued)
Pada saat penghentian pengakuan atas aset
keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari
(i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap
aset baru yang diperoleh dikurangi setiap
liabilitas baru yang harus ditanggung; dan
(ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif
yang telah diakui secara langsung dalam
ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi
komprehensif.
On derecognition of a financial asset in its
entirety, the difference between the carrying
amount and the sum of (i) the consideration
received, including any new asset obtained
less any new liability assumed; and (ii) any
cumulative gain or loss that has been
recognized directly in equity is recognized in
the statements of comprehensive income.
Penurunan nilai aset keuangan
Impairment of financial assets
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan,
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi
apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan
mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai
atas aset keuangan atau kelompok aset
keuangan dianggap telah terjadi jika, dan
hanya jika, terdapat bukti yang obyektif
mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari
satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah
pengakuan awal aset tersebut (“peristiwa yang
merugikan”), dan peristiwa yang merugikan
tersebut berdampak pada estimasi arus kas
masa depan atas aset keuangan atau
kelompok aset keuangan yang dapat
diestimasi secara andal.
The Company and Subsidiaries assess at each
statements of financial position date whether
there is any objective evidence that a financial
asset or a group of financial assets is impaired.
A financial asset or a group of financial assets
is deemed to be impaired if, and only if, there is
objective evidence of impairment as a result of
one or more events that has occurred after
the initial recognition of the asset (an incurred
“loss event”), and that loss event has an impact
on the estimated future cash flows of
the financial asset or groups of financial assets
that can be reliably estimated.
Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi
pihak peminjam atau kelompok pihak
peminjam mengalami kesulitan keuangan
signifikan, wanprestasi atau
tunggakan
pembayaran bunga atau pokok, terdapat
kemungkinan bahwa pihak peminjam akan
dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya dan pada saat data yang
dapat diobservasi mengindikasikan adanya
penurunan yang dapat diukur atas estimasi
arus kas masa datang, seperti meningkatnya
tunggakan atau kondisi ekonomi yang
berkorelasi dengan wanprestasi.
Evidence of impairment may include indications
that the debtors or a group of debtors is
experiencing significant financial difficulty,
default or delinquency in interest or principal
payments, the probability that they will enter
bankruptcy or other financial reorganization and
when observable data indicate that there is
a measurable decrease in the estimated future
cash flows, such as changes in arrears or
economic conditions that correlate with
defaults.
174
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan (lanjutan)
Financial assets (continued)
Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Impairment of financial assets (continued)
a.
a.
Aset keuangan yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi
Financial assets carried at amortized cost
Untuk pinjaman yang diberikan dan
piutang yang dicatat pada biaya perolehan
yang diamortisasi, Perusahaan dan
Entitas Anak pertama kali secara
individual menentukan bahwa terdapat
bukti obyektif mengenai penurunan nilai
atas aset keuangan yang signifikan
secara individual, atau secara kolektif
untuk aset keuangan yang tidak signifikan
secara individual. Jika Perusahaan dan
Entitas Anak menentukan tidak terdapat
bukti obyektif mengenai penurunan nilai
atas aset keuangan yang dinilai secara
individual,
terlepas
aset
keuangan
tersebut signifikan atau tidak, maka
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
memasukkan aset tersebut ke dalam
kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif. Aset yang penurunan
nilainya dinilai secara individual dan untuk
itu kerugian penurunan nilai diakui atau
tetap diakui, tidak termasuk dalam
penilaian atau penurunan nilai secara
kolektif.
For loans and receivables carried at
amortized cost, the Company and
Subsidiaries first assess individually
whether objective evidence of impairment
exists individually for financial assets that
are individually significant, or collectively
for financial assets that are not individually
significant.
If
the
Company
and
Subsidiaries determine that no objective
evidence of impairment exists for
an individually assessed financial asset,
whether significant or not, they include
the asset in a group of financial assets
with similar credit risk characteristics and
collectively assess them for impairment.
Assets that are individually assessed for
impairment and for which an impairment
loss is, or continues to be, recognized are
not included in a collective assessment or
impairment.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa
kerugian penurunan nilai telah terjadi,
jumlah kerugian tersebut diukur sebagai
selisih antara nilai tercatat aset dengan
nilai kini estimasi arus kas masa datang
(tidak termasuk kerugian kredit di masa
mendatang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas masa datang didiskonto
menggunakan suku bunga efektif awal
dari aset keuangan tersebut. Jika
pinjaman yang diberikan atau piutang
memiliki suku bunga variabel, tingkat
diskonto untuk mengukur kerugian
penurunan nilai adalah suku bunga efektif
terkini.
When there is objective evidence that
an impairment loss has been incurred,
the amount of the loss is measured as
the difference between the asset’s
carrying amount and the present value of
estimated future cash flows (excluding
future credit losses that have not been
incurred).
The
present
value
of
the estimated future cash flows is
discounted at the financial asset’s original
EIR. If a loan or receivable has a variable
interest rate, the discount rate for
measuring impairment loss is the current
EIR.
175
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan (lanjutan)
Financial assets (continued)
Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Impairment of financial assets (continued)
a.
a.
b.
Aset keuangan yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi (lanjutan)
Financial assets carried at amortized cost
(continued)
Nilai tercatat aset keuangan dikurangi
melalui penggunaan akun penyisihan dan
jumlah kerugian tersebut diakui secara
langsung dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian. Pendapatan
bunga terus diakui atas nilai tercatat yang
telah dikurangi tersebut berdasarkan suku
bunga
yang
digunakan
untuk
mendiskontokan arus kas masa depan
dengan tujuan untuk mengukur kerugian
penurunan nilai. Pinjaman yang diberikan
dan piutang beserta dengan penyisihan
terkait dihapuskan jika tidak terdapat
kemungkinan
yang
realistis
atas
pemulihan di masa mendatang dan
seluruh agunan, jika ada, sudah
direalisasi
atau
ditransfer
kepada
Perusahaan dan Entitas Anak.
The carrying amount of the asset is
reduced through the use of an allowance
account and the amount of the loss is
directly recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.
Interest income continues to be accrued
on the reduced carrying amount based on
the rate of interest used to discount future
cash flows for the purpose of measuring
impairment loss. Loans and receivables,
together with the associated allowance
are written off when there is no realistic
prospect of future recovery and all
collateral, if any, has been realized or has
been transferred to the Company and
Subsidiaries.
Jika, dalam tahun berikutnya, nilai
estimasi kerugian penurunan nilai aset
keuangan bertambah atau berkurang
yang dikarenakan peristiwa yang terjadi
setelah penurunan nilai diakui, maka
kerugian
penurunan
nilai
yang
sebelumnya diakui ditambahkan atau
dikurangi
(dipulihkan)
dengan
menyesuaikan
akun
penyisihan.
Pemulihan
tersebut
tidak
boleh
mengakibatkan
nilai
tercatat
aset
keuangan melebihi biaya perolehan
diamortisasi
yang
seharusnya
jika
penurunan nilai tidak diakui pada tanggal
pemulihan dilakukan. Jika penghapusan
nantinya terpulihkan, jumlah pemulihan
aset keuangan diakui pada laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.
If, in a subsequent year, the amount
of the estimated impairment loss
increases or decreases because of event
occurring after the impairment was
recognized, the previously recognized
impairment loss is increased or reduced
by adjusting the allowance account.
The reversal shall not result in a carrying
amount of the financial asset that exceeds
what the amortized cost would have been
had the impairment not been recognized
at the date the impairment is reversed,
the
recovery
is
recognized
in
the
consolidated
statements
of
comprehensive income.
b.
Aset keuangan yang dicatat pada biaya
perolehan
Financial assets carried at cost
When there is objective evidence that an
impairment loss has occurred, the amount
of the impairment loss is measured as
the difference between the carrying
amount of the financial asset and
the present value of estimated future cash
flows discounted at the current market
rate of return for a similar financial asset
(excluding future expected credit losses
that have not yet been incurred).
Jika terdapat bukti obyektif bahwa
kerugian penurunan nilai telah terjadi,
maka jumlah kerugian penurunan nilai
diukur berdasarkan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dengan nilai kini
dan estimasi arus kas masa mendatang
yang
didiskontokan
pada
tingkat
pengembalian yang berlaku di pasar untuk
aset keuangan serupa (tidak termasuk
ekspektasi kerugian kredit masa datang
yang belum terjadi).
176
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLIClES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Pengakuan awal
Initial recognition
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK
No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, utang dan
pinjaman, atau derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung
nilai yang efektif, mana yang sesuai.
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan dan
Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan
selain yang diklasifikasikan sebagai utang dan
pinjaman. Perusahaan dan Entitas Anak
menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within scope of SFAS No. 55
(Revised 2011) are classified as financial
liabilities at fair value through profit or loss,
loans and borrowings, or as derivatives
designated as hedging instruments in an
effective hedge, as appropriate. As at
the reporting dates, the Company and
Subsidiaries have no other financial liabilities
other than those classified as loans and
borrowings. The Company and Subsidiaries
determine the classification of its financial
liabilities at initial recognition.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dalam
bentuk utang dan pinjaman dicatat pada nilai
wajar ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung.
Financial liabilities in the form of loans and
borrowings are initially recognized at their fair
values plus directly attributable transaction
costs.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mengklasifikasikan liabilitas keuangannya
yang terdiri dari utang bank, utang sewa
pembiayaan, utang usaha, utang lain-lain dan
beban akrual.
The Company and Subsidiaries classified its
financial liabilities which consist of bank loans,
obligations under finance leases, trade
payables, other payables and accrued
expenses.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Subsequent measurement
a.
a.
Utang dan pinjaman jangka panjang yang
dikenakan bunga
Long-term interest-bearing
borrowings
loans
and
Subsequent to initial recognition, longterm
interest-bearing
loans
and
borrowings are measured at amortized
cost using the effective interest rate (EIR)
method. At the reporting dates, accrued
interest is recorded separately from
the
associated
borrowings
within
the current liabilities section. Gains and
losses are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income
when the liabilities are derecognized as
well as through amortization process
using the EIR method.
Setelah pengakuan awal, utang dan
pinjaman jangka panjang yang dikenakan
bunga diukur dengan biaya yang
diamortisasi
dengan
menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE).
Pada tanggal pelaporan, biaya bunga
yang masih harus dibayar dicatat secara
terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam
bagian liabilitas lancar. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif
konsolidasian
ketika
liabilitas dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasi menggunakan
metode SBE.
177
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
l.
Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pengukuran
(lanjutan)
a.
setelah
pengakuan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
Financial instruments (continued)
Financial liabilities (continued)
awal
Subsequent measurement (continued)
a.
Utang dan pinjaman jangka panjang yang
dikenakan bunga (lanjutan)
Long-term interest-bearing
borrowings (continued)
loans
and
Amortized cost is calculated by taking into
account any discount or premium on
acquisition and fee or costs that are
an integral part of the EIR. The EIR
amortization is included under “Finance
Expenses” account in the consolidated
statements of comprehensive income.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan
mempertimbangkan
setiap
diskonto atau premium atas perolehan
dan komisi atau biaya yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai bagian
dari “Beban Keuangan” dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian.
b.
ACCOUNTING
b.
Utang
Payables
Liabilities for current trade and other
current payable, and accrued expenses
are stated at carrying amounts (nominal
amounts), which approximate their fair
values.
Liabilitas untuk utang usaha dan utang
lain-lain lancar, dan beban akrual
dinyatakan sebesar jumlah tercatat
(jumlah nosional) yang kurang lebih
sebesar nilai wajarnya.
Penghentian pengakuan
Derecognition
Suatu
liabilitas
keuangan
dihentikan
pengakuannya pada saat kewajiban yang
ditetapkan dalam kontrak tersebut dihentikan,
atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
A financial liability is derecognized when
the obligation under the contract is discharged
or cancelled or expired.
Ketika suatu liabilitas keuangan ditukar
dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of
an existing financial liability are substantially
modified, such an exchange or modification is
treated as derecognition of the original financial
liability and recognition of a new financial
liability, and the difference in the respective
carrying
amounts
is
recognized
in
the consolidated statements of comprehensive
income.
Saling hapus instrumen keuangan
Offsetting of financial instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan
disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, terdapat hak secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah tercatat dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat
intensi untuk menyelesaikan secara bersih,
atau
untuk
merealisasikan
aset
dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Financial assets and financial liabilities are
offset and the net amount reported in
the consolidated statements of financial
position if, and only if, there is a currently
enforceable legal rights to offset the recognized
amounts and there is an intention to settle on
a net basis, or to realize the assets and settle
the liabilities simultaneously.
178
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Liabilitas keuangan (lanjutan)
Financial liabilities (continued)
Nilai wajar instrumen keuangan
Fair value of financial instruments
Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan di pasar aktif pada setiap
tanggal
pelaporan
ditentukan
dengan
mengacu pada kuotasi harga pasar atau
kuotasi harga pedagang efek (harga
penawaran untuk posisi beli dan harga
permintaan untuk posisi jual), tidak termasuk
pengurangan apapun untuk biaya transaksi.
The fair value of financial instruments that are
traded in active markets at each reporting date
is determined by reference to quoted market
prices or dealer price quotations (bid price for
long position and ask price for short position),
without any deduction for transaction costs.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki
pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan
teknik
penilaian.
Teknik
penilaian mencakup penggunaan transaksi
pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh
pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
(recent arm’s length market transactions);
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
yang secara substansial sama; analisa arus
kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
For financial instruments where there is no
active market, fair value is determined using
valuation techniques. Such techniques may
include using recent arm’s length market
transactions; reference to the current fair value
of another instrument that is substantially
the same; discounted cash flow analysis; or
other valuation models.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
ditentukan secara handal, aset keuangan
tersebut diakui dan diukur pada nilai
tercatatnya.
When the fair value of the financial instruments
not traded in an active market cannot be
reliably determined, such financial assets are
recognized and measured at their carrying
amounts.
m. Penurunan nilai aset non-keuangan
m. Impairment of non-financial assets
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan secara
prospektif PSAK No. 48 (Revisi 2009),
“Penurunan Nilai Aset”.
Effective on January 1, 2011, the Company
and Subsidiaries prospectively adopted
SFAS No. 48 (Revised 2009), “Impairment of
Assets”.
Penerapan awal
PSAK yang direvisi
tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap
pengungkapan dan penyajian terkait dalam
laporan keuangan konsolidasian.
The initial adoption of the revised SFAS gave
no impact on the related disclosures and
presentation in the consolidated financial
statements.
PSAK No. 48 (Revisi 2009) menetapkan
prosedur-prosedur yang diterapkan entitas
agar aset dicatat tidak melebihi jumlah
terpulihkannya. Suatu aset dicatat melebihi
jumlah terpulihkannya jika jumlah tersebut
melebihi jumlah yang akan dipulihkan melalui
penggunaan atau penjualan aset. Pada kasus
demikian, aset mengalami penurunan nilai dan
pernyataan ini mensyaratkan entitas mengakui
rugi penurunan nilai. PSAK yang direvisi ini
juga menentukan kapan entitas membalik
suatu rugi penurunan nilai dan pengungkapan
yang diperlukan.
SFAS No. 48 (Revised 2009) prescribes
the procedures to be employed by an entity to
ensure that its assets are carried at no more
than their recoverable amount. An asset is
carried at more than its recoverable amount if
its carrying amount exceeds the amount to be
recovered through use or sale of the asset.
If this is the case, the asset is described as
impaired and this revised SFAS requires
the entity to recognise an impairment loss.
This
revised
SFAS
also
specifies
when an entity should reverse an impairment
loss and prescribes disclosures.
179
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
m. Penurunan
(lanjutan)
nilai
aset
2.
non-keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
m. Impairment
(continued)
of
ACCOUNTING
non-financial
assets
Pada setiap akhir periode pelaporan,
Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah
terdapat indikasi bahwa suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut
atau pada saat pengujian tahunan atas
penurunan nilai aset tertentu diperlukan, maka
Perusahaan dan Entitas Anak membuat
estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
The Company and Subsidiaries assess at
each annual reporting period whether there is
an indication that an asset may be impaired.
If any such indication exists, or when annual
impairment testing for an asset is required,
the Company and Subsidiaries make
an estimate of the asset’s recoverable amount.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset
individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas
(UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok
aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar
daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut dianggap mengalami penurunan nilai
dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan
nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui
pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian sebagai “rugi penurunan nilai”.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan neto didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto
sebelum
pajak
yang
menggambarkan
penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan
risiko spesifik aset.
An asset’s recoverable amount is the higher of
an asset’s or cash generating unit’s (CGU) fair
value less costs to sell and its value in use,
and is determined for an individual asset,
unless the asset does not generate cash
inflows that are largely independent of those
from other assets or groups of assets. Where
the carrying amount of an asset exceeds its
recoverable amount, the asset is considered
impaired and is written down to its recoverable
amount. Impairment losses of continuing
operations are recognized in the consolidated
statement of comprehensive income as
“impairment losses”. In assessing the value in
use, the estimated net future cash flows
are discounted to their present value using a
pre-tax discount rate that reflects current
market assessments of the time value of
money and the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, digunakan harga penawaran
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas
Anak menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh
pengali penilaian atau indikator nilai wajar
yang tersedia.
In determining fair value less costs to sell,
recent market transactions are taken into
account, if available. If no such transactions
can be identified, an appropriate valuation
model is used to determine the fair value of
the
assets.
These
calculations
are
corroborated by valuation multiples or other
available fair value indicators.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian sesuai
dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi aset yang diturunkan nilainya.
Impairment losses of continuing operations,
if any, are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income under
expense categories that are consistent with
the functions of the impaired assets.
180
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
m. Penurunan
(lanjutan)
nilai
aset
2.
non-keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
m. Impairment
(continued)
non-financial
assets
An assessment is made at each reporting date
to assess whether there is any indication that
previously recognized impairment losses
recognized for an asset may no longer exist or
may have decreased. If such indication exists,
the recoverable amount is estimated.
A previously recognized impairment losses for
an asset is reversed only if there has been
a change in the assumptions used to
determine the asset’s recoverable amount
since the last impairment loss was recognized.
If that is the case, the carrying amount of
the asset is increased to its recoverable
amount. The reversal is limited so that the
carrying amount of the assets does not exceed
its recoverable amount, nor exceed the
carrying amount that would have been
determined, net of depreciation, had no
impairment loss been recognized for the asset
in prior years. Reversal of an impairment loss
is recognized in the consolidated statement of
comprehensive income. After such a reversal,
the depreciation charge on the said asset is
adjusted in future periods to allocate
the asset’s revised carrying amount, less any
residual value, on a systematic basis over its
remaining useful life.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal
pelaporan untuk menentukan apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah
diakui dalam periode sebelumnya untuk aset
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah
menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan,
maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang
telah diakui dalam periode sebelumnya untuk
aset dibalik hanya jika terdapat perubahan
yang
digunakan
untuk
asumsi-asumsi
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya
tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut,
penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan
jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi
nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya.
n.
of
ACCOUNTING
Sewa
n.
Leases
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan PSAK No. 30 (Revisi
2011), “Sewa”.
Starting January 1, 2012, the Company and
Subsidiaries adopted SFAS No. 30 (Revised
2011), “Lease”.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh
mana risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset sewaan berada pada lessor
atau lessee, dan pada substansi transaksi
daripada bentuk kontraknya.
The Company and Subsidiaries classify
leases based on the extent to which risks
and rewards incidental to the ownership
of a leased asset are vested upon the lessor
or the lessee, and the substance of
the transaction rather than the form of
the contract.
Penerapan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tidak
menyebabkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan konsolidasian.
The adoption of SFAS No. 30 (Revised
2011) has no significant impact on the
financial reporting and disclosures in the
consolidated financial statements.
181
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
n.
o.
2.
Sewa (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.
ACCOUNTING
Leases (continued)
Sewa pembiayaan - sebagai lessee
Finance lease - as lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substansi seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan.
Sewa tersebut dikapitalisasi sebesar nilai wajar
aset sewaan atau sebesar nilai kini dari
pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih
rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa
minimum harus dipisahkan antara bagian yang
merupakan beban keuangan dan bagian yang
merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian
rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat
suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas.
Beban
keuangan
dibebankan
langsung ke operasi tahun berjalan.
A lease is classified as a finance lease if it
transfers substantially all the risks and
rewards incidental to ownership of the leased
assets. Such leases are capitalized at
the inception of the lease at the fair value of
the leased property or, if lower, at the present
value of minimum lease payments. Lease
payments
are
apportioned
between
the finance charges and reduction of
the lease liability so as to achieve a constant
rate of interest on the remaining balance of
liability. Finance charges are charged directly
to the profit or loss.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa
lessee akan mendapatkan hak kepemilikan
pada akhir masa sewa, aset sewaan
disusutkan selama estimasi masa manfaat
aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian
tersebut, maka aset sewaan disusutkan
selama periode yang lebih pendek antara
umur manfaat aset sewaan atau masa sewa.
Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual
dan sewa-balik kembali ditangguhkan dan
diamortisasi selama sisa masa sewa.
Capitalized leased assets are depreciated
over the shorter of the estimated useful life of
the asset or the lease term, if there is no
reasonable certainty that the lessee will
obtain ownership by the end of the lease
term. Any excess of sales proceeds over
the carrying amount of an asset in as saleand-leaseback transaction is deferred and
amortized over the lease term.
Sewa operasi - sebagai lessee
Operating lease - as lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansi seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan aset. Dengan
demikian, pembayaran sewa diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa.
A lease is classified as an operating lease if it
does not transfer substantially all the risks
and rewards incidental to ownership of
the leased asset. Accordingly, the related
lease payments are recognized in profit or
loss on a straight-line method over the lease
term.
Investasi pada Entitas Asosiasi
o.
Investment in Associates
The Company and Subsidiaries applied SFAS
No. 15 (Revised 2009), “Investments in
Associated Companies”. The revised SFAS
prescribes the accounting for investments in
associated companies as to determination of
significant influence, accounting method to be
applied, impairment in value of investments
and separate financial statements.
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
PSAK No. 15 (Revisi 2009), “Investasi pada
Entitas Asosiasi”. PSAK revisi ini mengatur
akuntansi investasi dalam entitas asosiasi
dalam hal penentuan pengaruh signifikan,
metode akuntansi yang harus diterapkan,
penurunan nilai investasi dan laporan
keuangan tersendiri.
182
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
o.
p.
2.
Investasi pada Entitas Asosiasi (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
ACCOUNTING
Investment in Associates (continued)
Investasi Perusahaan dan Entitas Anak pada
entitas asosiasi diukur dengan menggunakan
metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu
entitas di mana Perusahaan dan Entitas Anak
mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai
dengan metode ekuitas, nilai perolehan
investasi ditambah atau dikurang dengan
bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba
atau rugi bersih dan penerimaan dividen dari
investee sejak tanggal perolehan.
The Company and Subsidiaries’ investment in
its associated company is accounted for using
the equity method. An associated company is
an entity in which the Company and
Subsidiaries has significant influence. Under
the equity method, the cost of investment is
increased
or
decreased
by
the Company and Subsidiaries’ share in net
earnings or losses, and dividends received
from the investee since the date of acquisition.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
mencerminkan bagian atas hasil operasi dari
entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang
diakui langsung pada ekuitas dari entitas
asosiasi, Perusahaan dan Entitas Anak
mengakui bagiannya atas perubahan tersebut
dan mengungkapkan hal ini, jika dapat dipakai,
dalam
laporan
perubahan
ekuitas
konsolidasian. Laba atau rugi yang belum
direalisasi sebagai hasil dari transaksitransaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak
dengan entitas asosiasi dieliminasi pada
jumlah
sesuai
dengan
kepentingan
Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas
asosiasi.
The
consolidated
statements
of
comprehensive income reflect the share of
the results of operations of the associate.
Where there has been a change recognized
directly in the equity of the associate,
the Company and Subsidiaries recognize its
share of any such changes and discloses this,
when applicable, in the consolidated
statement of changes in equity. Unrealized
gains and losses resulting from transactions
between the Company and Subsidiaries and
the associate are eliminated to the extent of
the Company and Subsidiaries’ interest in
the associate.
Setelah
menerapkan
metode
ekuitas,
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan
apakah diperlukan untuk mengakui tambahan
rugi penurunan nilai atas investasi Perusahaan
dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan
pada setiap tanggal pelaporan apakah
terdapat
bukti
yang
objektif
yang
mengindikasikan bahwa investasi dalam
entitas asosiasi mengalami penurunan nilai.
Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak
menghitung
jumlah
penurunan
nilai
berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan
atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai
tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian.
The Company and Subsidiaries determine
whether it is necessary to recognize an
additional impairment loss on the Company
and Subsidiaries’ investment in its associate.
The Company and Subsidiaries determine at
each reporting date whether there is any
objective evidence that the investment in
the associate is impaired. If this is the case,
the Company and Subsidiaries calculates
the impairment as the difference between
the recoverable amount of the investment in
associate and its carrying value and
recognizes the amount in the consolidated
statement of comprehensive income.
Provisi
p.
Provisions
Effective January 1, 2011, the Company and
Subsidiaries adopted SFAS No. 57 (Revised
2009), “Provisions, Contingent Liabilities,
and Contingent Assets”. The revised SFAS
is to be applied prospectively.
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 57
(Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi,
dan Aset Kontinjensi”. PSAK revisi ini
diterapkan secara prospektif.
183
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
p.
q.
2.
Provisi (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.
ACCOUNTING
Provisions (continued)
Penerapan PSAK No. 57 (Revisi 2009) dan
tidak memberikan dampak terhadap pelaporan
keuangan dan pengungkapan dalam laporan
keuangan konsolidasian.
The adoption of SFAS No. 57 (Revised 2009)
have no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.
Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas
Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat
hukum maupun bersifat konstruktif) yang,
akibat
peristiwa
masa
lalu,
besar
kemungkinannya
penyelesaian
kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisions
are
recognized
when
the Company and Subsidiaries have
a present obligation (legal or constructive)
where, as a result of a past event, it is
probable that an outflow of resources
embodying economic benefits will be
required to settle the obligation and a reliable
estimate can be made of the amount of
the obligation.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar
sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibalik.
Provisions are reviewed at each reporting
date and adjusted to reflect the current best
estimate. If it is no longer probable that
an outflow of resources embodying
economic benefits will be required to settle
the obligation, the provision is reversed.
Provisi untuk biaya pembongkaran aset
diestimasi berdasarkan beberapa asumsi dan
disajikan berdasarkan nilai wajar sesuai
dengan tingkat diskonto yang berlaku.
Provision for asset dismantling costs is
estimated based on certain assumptions and
carried at fair value based on applicable
discount rates.
Laba per saham
q.
Earnings per share
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011),
“Laba per Saham”. PSAK revisi ini mengatur
dampak dilutif pada opsi, waran dan
ekuivalennya. Penerapan PSAK yang direvisi
tersebut tidak memberikan pengaruh yang
signifikan
terhadap
laporan
keuangan
konsolidasian.
Effective January 1, 2012, the Company
applied SFAS No. 56 (Revised 2011),
“Earnings per Share”. The revised SFAS
establishes the dilutive effects of options,
warrants and their equivalents. The adoption
of the revised SFAS has no significant
impact on the consolidated financial
statements.
Laba per saham dihitung dengan membagi
laba tahun berjalan dengan rata-rata
tertimbang jumlah saham yang beredar selama
tahun yang bersangkutan.
Earnings per share is computed by dividing
income for the year by the weighted average
number of issued and fully paid shares
during the year.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi
saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010, dan oleh
karenanya, laba per saham dilusian tidak
dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
The Company has no outstanding dilutive
potential
ordinary
shares
as
of
December 31, 2012, 2011 and 2010, and
accordingly, no diluted earnings per share is
calculated and presented in the consolidated
statements of comprehensive income.
184
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
r.
3.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
Segmen Operasi
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
r.
ACCOUNTING
Operating Segments
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”.
PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang
memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari aktivitas bisnis yang mana
entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana
entitas beroperasi.
The Company and Subsidiaries applied
SFAS No. 5 (Revised 2009), “Operating
Segments”. The revised SFAS requires
disclosures that will enable users of financial
statements to evaluate the nature and
financial effects of the business activities in
which the entity engages and the economic
environments in which it operates.
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan
dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat
baik dalam menyediakan produk atau jasa
tertentu (segmen usaha), maupun dalam
menyediakan produk atau jasa dalam
lingkungan
ekonomi
tertentu
(segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan segmen lainnya.
A segment is a distinguishable component of
the Company and Subsidiaries that is
engaged either in providing certain products
or services (business segment), or in
providing products or
services within
a
particular
economic
environment
(geographical segment), which is subject to
risks and rewards that are different from
those of other segments.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen mencakup item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Item-item segmen ditentukan sebelum saldo
dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas
Anak dieliminasi sebagai bagian dari proses
konsolidasi.
Segment revenues, expenses, results,
assets and liabilities include items directly
attributable to a segment as well as those
that can be allocated on a reasonable basis
to that segment. They are determined before
intra-group
balances
and
intra-group
transactions are eliminated
SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
Pertimbangan
Judgments
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan dan Entitas Anak mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlahjumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban,
aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas
liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.
The preparation of the Company and Subsidiaries’
consolidated
financial
statements
requires
management to make judgments, estimates and
assumptions that affect the reported amounts of
revenues, expenses, assets and liabilities, and
the disclosure of contingent liabilities, at end of
the reporting period. Uncertainty about these
assumptions and estimates could result in
outcomes that require a material adjustment to
the carrying amount of the assets and liabilities in
future periods.
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan Entitas Anak yang memiliki
pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian:
The following judgments are made by management
in the process of applying the Company and
Subsidiaries’ accounting policies that have
the most significant effects on the amounts
recognized
in
the
consolidated
financial
statements:
185
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Pertimbangan (lanjutan)
Judgments (continued)
Penentuan mata uang fungsional
Determination of functional currency
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas
dalam grup perusahaan adalah mata uang dari
lingkungan ekonomi primer dimana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang
yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari
jasa yang diberikan.
The functional currency of each entity in the group
is the currency from the primary economic
environment where such entity operates. Those
currencies are the currencies that influence
the revenues and costs of each respective entity.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Classification of financial assets and financial
liabilities
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan
klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai
aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan
apakah
definisi
yang
ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti
diungkapkan pada Catatan 2.
The Company and Subsidiaries determine
the classifications of certain assets and liabilities as
financial assets and financial liabilities by judging if
they meet the definition set forth in SFAS No. 55
(Revised 2011). Accordingly, the financial assets
and financial liabilities are accounted for in
accordance with the Company and Subsidiaries’
accounting policies disclosed in Notes 2.
Penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang
Allowance for impairment losses on receivables
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun
tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan
yang bersangkutan tidak dapat memenuhi
kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut,
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
mempertimbangkan,
berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak
terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan
pelanggan
dan
status
kredit
pelanggan
berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan
faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan
guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan
dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak.
Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
mempengaruhi jumlah penyisihan kerugian
penurunan nilai piutang.
The Company and Subsidiaries evaluate
specific accounts where they have information
that certain customers are unable to meet their
financial obligations. In these cases, the Company
and Subsidiaries use judgment, based on the best
available facts and circumstances, including but
not limited to, the length of its relationship with
the customer and the customer’s current credit
status based on third party credit reports and
known market factors, to record specific provisions
for customers against amounts due to reduce its
receivable amounts that the Company and
Subsidiaries expect to collect. These specific
provisions are re-evaluated and adjusted as
additional information received affects the amounts
of allowance for impairment losses on receivables.
Nilai tercatat dari piutang Perusahaan dan Entitas
Anak sebelum penyisihan untuk kerugian
penurunan
nilai
adalah
sebesar
Rp91.206.473.846,
Rp22.630.778.330
dan
Rp33.650.365.363 masing-masing pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010. Penjelasan
lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.
The carrying amount of the Company and
Subsidiaries’ receivables before allowance for
impairment losses amounted to Rp91,206,473,846,
Rp22,630,778,330 and Rp33,650,365,363 as of
December 31, 2012, 2011 and 2010, respectively.
Further details are contained in Note 5.
186
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan asumsi
Estimates and assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama
estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya,
diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas
Anak mendasarkan asumsi dan estimasinya pada
parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas
Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and
other key sources of estimation uncertainty at
the reporting date that have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
financial year/period are disclosed below.
The Company and Subsidiaries based its
assumptions and estimates on parameters
available when the consolidated financial
statements were prepared. Existing circumstances
and assumptions about future developments may
change due to market changes or circumstances
arising beyond the control of the Company and
Subsidiaries. Such changes are reflected in
the assumptions when they occur.
Imbalan kerja
Employee benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan
Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi
yang digunakan oleh aktuaris independen dalam
menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto,
tingkat
kenaikan
gaji
tahunan,
tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak langsung
diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya.
Walaupun Perusahaan dan Entitas Anak
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar
dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak dapat
mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi
atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
The determination of the Company and
Subsidiaries’ obligations and employee benefits
liabilities is dependent on their selection of certain
assumptions used by the independent actuaries in
calculating such amounts. Those assumptions
include among others, discount rates, future
annual salary increase, annual employee turn-over
rate, disability rate, retirement age and mortality
rate. Actual results that differ from the Company
and Subsidiaries’ assumptions are recognized
immediately in the profit or loss as and when they
occurred. While the Company and Subsidiaries
believe that their assumptions are reasonable and
appropriate, significant differences in the Company
and Subsidiaries’ actual experiences or significant
changes in the Company and Subsidiaries’
assumptions may materially affect their estimated
liabilities for employee benefits and net employee
benefits expense.
Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan
kerja Perusahaan dan Entitas Anak pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
adalah masing-masing sebesar Rp3.542.617.209,
Rp1.975.564.567
dan
Rp1.266.184.771.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 17.
The
carrying
amount
of
the
Company
and Subsidiaries’ estimated liabilities for postemployment benefits as of December 31, 2012,
2011
and
2010
are
Rp3,542,617,209,
Rp1,975,564,567
and
Rp1,266,184,771,
respectively. Further details are discussed in
Note 17.
187
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Estimates and assumptions (continued)
Penyusutan aset tetap
Depreciation of fixed assets
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode saldo menurun berganda,
kecuali untuk penyusutan atas bangunan yang
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus,
berdasarkan
estimasi
masa
manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa
manfaat ekonomis aset tetap antara 4 (empat)
sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah
umur yang secara umum diharapkan dalam
industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak
menjalankan
bisnisnya.
Perubahan
tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
depan mungkin direvisi.
The costs of fixed assets are depreciated on
a double-declining balance method, except for
the depreciation of buildings which is computed
using the straight-line method, over their estimated
useful lives. Management estimates the useful
lives of these fixed assets ranging from 4 (four) to
20 (twenty) years. These are common life
expectancies applied in the industries where
the Company and Subsidiaries conducts their
businesses. Changes in the expected level of
usage and technological development could impact
the economic useful lives and the residual values
of these assets, and therefore future depreciation
charges could be revised.
Nilai tercatat neto atas aset tetap Perusahaan dan
Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 2010 adalah masing-masing sebesar
Rp134.582.169.142,
Rp89.379.957.190
dan
Rp80.250.649.583.
Penjelasan
lebih
rinci
diungkapkan dalam Catatan 11.
The net carrying amounts of the Company and
Subsidiaries’ fixed assets as of December 31,
2012, 2011 and 2010 are Rp134,582,169,142,
Rp89,379,957,190
and
Rp80,250,649,583,
respectively. Further details are disclosed in
Note 11.
Instrumen keuangan
Financial instruments
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang
mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi.
Walaupun komponen signifikan atas pengukuran
nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai
wajar dapat berbeda bila Perusahaan dan Entitas
Anak menggunakan metodologi penilaian yang
berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara
langsung laba atau rugi Perusahaan dan Entitas
Anak.
The Company and Subsidiaries carry certain
financial assets and liabilities at fair values, which
requires the use of accounting estimates.
While significant components of fair value
measurement were determined using verifiable
objective evidences, the amount of changes in fair
values would differ if the Company and
Subsidiaries
utilized
different
valuation
methodology. Any changes in fair values of these
financial assets and liabilities would affect directly
the Company and Subsidiaries’ profit or loss.
Nilai tercatat aset keuangan pada nilai wajar
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2012, 2011
dan 2010 adalah masing-masing sebesar
Rp405.705.679.649,
Rp189.278.341.102
dan
Rp90.986.050.395, sedangkan nilai tercatat
liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 2010 adalah masing-masing sebesar
Rp255.269.510.356,
Rp105.862.564.356
dan
Rp69.639.386.000 (Catatan 30).
The carrying amounts of financial assets at fair
values in the consolidated statements of financial
position as of December 31, 2012, 2011 and 2010
are Rp405,705,679,649, Rp189,278,341,102 and
Rp90,986,050,395, respectively, while the carrying
amounts of financial liabilities carried in
the consolidated statements of financial position as
of December 31, 2012, 2011 and 2010 are
Rp255,269,510,356,
Rp105,862,564,356
and
Rp69,639,386,000, respectively (Note 30).
188
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Estimates and assumptions (continued)
Pengakuan pendapatan dan beban konstruksi
Revenue and expense recognition of construction
contract
Kebijakan pengakuan pendapatan dan beban
konstruksi Perusahaan dan Entitas Anak
mensyaratkan penggunaan estimasi yang dapat
mempengaruhi jumlah yng dilaporkan dari
pendapatan dan beban pokok pendapatan.
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui
pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang
berhubungan
dengan
kontrak
konstruksi
berdasarkan tahap penyelesaian aktivitas kontrak
pada tanggal akhir periode pelaporan (metode
persentase penyelesaian). Perusahaan dan
Entitas Anak mengestimasi kemajuan fisik proyek
untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak
konstruksi. Walaupun Perusahaan dan Entitas
Anak berkeyakinan bahwa estimasi yang dibuat
adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada
tahap
penyelesaian
aktual
dapat
mempengaruhi secara material pendapatan dan
beban pokok pendapatan dari kontrak konstruksi.
The policy of revenue and expense recognition on
construction contract of the Company and
Subsidiaries required use of estimation which may
impact the reported amount of revenues and cost
of revenues. The Company and Subsidiaries
recognize revenues and expenses related to
construction contract based on the completion
stage of contract activities at end of reporting
period (percentage of completion method). The
Company and Subsidiaries estimate the physical
projects progress to determine the completion
stage of construction contract. While the Company
and Subsidiaries believe that their estimation are
reasonable and appropriate, significant differences
on the actual completion stage may materially
affect the revenues and cost of revenues of
construction contracts.
Pajak penghasilan
Income tax
Pertimbangan
signifikan
dilakukan
dalam
menentukan penyisihan atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal.
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas
atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi penghasilan kena pajak badan.
Significant judgment is involved in determining
the provision for corporate income tax. There are
certain transactions and computation for which
the ultimate tax determination is uncertain during
the ordinary course of business. The Company and
Subsidiaries recognize liabilities for expected
corporate income tax issues based on estimates of
corporate taxable income.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Impairment of non-financial assets
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset
atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yaitu yang
lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi
biaya
untuk
menjual
didasarkan
pada
ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang
mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas
aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati
dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan dengan pelepasan aset.
An impairment exists when the carrying value of
an asset or CGU exceeds its recoverable amount,
which is the higher of its fair value less costs to sell
and its value in use. The fair value less costs to
sell calculation is based on available data from
binding sales transactions in an arm’s length
transaction of similar assets or observable market
prices less incremental costs for disposing
the asset.
189
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
4.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Estimates and assumptions (continued)
Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Impairment of non-financial assets (continued)
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model
arus kas yang didiskontokan. Proyeksi arus kas
tidak mencakup aktivitas restrukturisasi yang
belum ada komitmennya atau investasi signifikan
di masa depan yang akan meningkatkan kinerja
UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling sensitif
terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk
model arus kas yang didiskontokan dan juga arus
kas masuk masa depan yang diharapkan dan
tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan
ekstrapolasi. Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak diperlukan pencatatan kerugian penurunan
nilai pada tanggal pelaporan.
The value in use calculation is based on
a discounted cash flow model. The future cash flow
projection does not include restructuring activities
that the Company and Subsidiaries is not yet
committed to or significant future investments that
will enhance the asset’s performance of the CGU
being tested. The recoverable amount is most
sensitive to the discount rate used for
the discounted cash flow model as well as
the expected future cash inflows and the growth
rate
used
for
extrapolation
purposes.
The management believes that no impairment loss
is required at reporting dates.
KAS DAN SETARA KAS
4.
CASH AND CASH EQUIVALENTS
Cash and cash equivalents consist of:
Kas dan setara kas terdiri dari:
2012
Kas
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
(US$10.000)
Dong Vietnam (VND 157.799,
VND3.798.896 dan
VND10.625.732 masing-masing
pada tahun 2012, 2011,
dan 2010)
Total kas
Kas di Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank BRISyariah
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank Muamalat Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
Rekening Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
(US$721.020, US$824.621
dan US$337.562
masing-masing
pada tahun 2012, 2011
dan 2010)
PT Bank Central Asia Tbk
(US$628.815 pada tahun
2012 dan US$994
pada tahun 2011)
2011
2010
Cash on hand
Rupiah
733.575.821
10.719.083
3.196.641
96.700.000
-
-
United States Dollar (US$10,000)
Vietnamese Dong
(VND157,799, VND3,798,896 and
VND10,625,732 in 2012, 2011
and 2010, respectively)
72.889
1.637.469
4.902.372
830.348.710
12.356.552
8.099.013
21.382.871.561
7.039.060.169
4.147.958.916
1.192.916.083
5.171.212.765
770.000
193.922.491
4.132.983.153
1.382.753.609
404.058.296
227.030.530
286.095.569
227.270.530
10.534.749
77.109.169
181.859.860
111.228.280
13.032.743
179.774.819
41.092.512
13.149.783
176.663.142
134.195.501
13.336.162
6.972.260.306
6.080.643.081
7.477.660.054
9.035.460
190
Total cash on hand
Cash in Banks
Rupiah Accounts
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank BRISyariah
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank Muamalat Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
United States Dollar Accounts
3.057.446.445
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
(US$721,020, US$824,621
and US$337,562
in 2012, 2011 and
2010, respectively)
-
PT Bank Central Asia Tbk
(US$628,815 in 2012
and US$994 in 2011)
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
4.
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
Cash and cash equivalents consist of (continued):
Kas dan setara kas terdiri dari (lanjutan):
2012
Rekening Dolar Amerika Serikat
(lanjutan)
United Overseas Bank (Vietnam)
(US$4.950 pada tahun
2011 dan US$4.804
pada tahun 2010)
Rekening Dong Vietnam
Housing Development Bank
(VND103.044.730 pada
tahun 2012 dan
VND20.670.865
pada tahun 2011)
United Overseas Bank (Vietnam)
(VND23.481.781,
VND1.857.069 dan
VND1.851.626
masing-masing
pada tahun 2012, 2011
dan 2010)
An Binh Commercial Joint
Stock Bank (Vietnam)
(VND1.259.190,
VND1.231.570 dan
VND450.398.102
masing-masing pada tahun
2012, 2011 dan 2010)
Total kas di bank
Setara kas - deposito berjangka
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (US$54.662
pada tahun 2012)
Rekening Dong Vietnam
An Binh Commercial Joint
Stock Bank (Vietnam)
(VND9.040.000.000,
VND10.600.000.000 dan
VND7.500.000.000
masing-masing
pada tahun 2012, 2011
dan 2010)
2011
-
2010
44.437.439
47.597.391
43.191.113
8.909.928
-
10.846.470
800.467
854.281
581.632
530.853
207.799.244
47.811.945.318
13.654.662.670
9.236.866.568
9.000.000.000
-
-
2.478.500.000
1.969.193.062
3.996.641.500
140.000.000
140.000.000
140.000.000
528.584.441
-
-
4.175.666.400
4.569.002.800
3.460.259.549
Total setara kas deposito berjangka
16.322.750.841
6.678.195.862
7.596.901.049
Total kas dan setara kas
64.965.044.869
20.345.215.084
16.841.866.630
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Dong Vietnam
4,00% - 5,50%
0,15% - 1,00%
9,00% - 14,00%
Housing Development Bank
(VND103,044,730 in 2012
and VND20,670,865
in 2011)
United Overseas Bank (Vietnam)
(VND23,481,781,
VND1,857,069 and
VND1,851,626
in 2012, 2011
and 2010, respectively)
An Binh Commercial Joint
Stock Bank (Vietnam)
(VND1,259,190,
VND1,231,570 and
VND450,398,102
in 2012, 2011 and 2010,
respectively)
Total cash in banks
Cash equivalents - time deposits
Rupiah Accounts
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
United States Dollar Accounts
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
(US$54,662 in 2012)
Vietnamese Dong Accounts
An Binh Commercial Joint
Stock Bank (Vietnam)
(VND9,040,000,000,
VND10,600,000,000 and
VND7,500,000,000
in 2012, 2011
and 2010, respectively)
Total cash equivalents time deposits
Total cash and cash equivalents
Interest rates on time deposits per year are as
follows:
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah
sebagai berikut:
2012
United States Dollar
Accounts (continued)
United Overseas Bank (Vietnam)
(US$4,950 in 2011 and
US$4,804 in 2010)
Vietnamese Dong Accounts
2011
5,75% - 11,00%
0,50% - 1,75%
13,00%
191
2010
5,75% - 6,25%
0,50% - 1,25%
9,80% - 12,00%
Rupiah
United States Dollar
Vietnamese Dong
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG USAHA
5.
TRADE RECEIVABLES
The details of trade receivables are as follows:
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
2012
Proyek jasa konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Elite Prima Hutama
Mace International Limited
PT Graha Megaria Bali
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Inkoprima Utamajaya
PT Gading Raya Propertindo
PT Sentral Supel Perkasa
PT Ciputra Adigraha
PT Graha Sampoerna
PT Barisan Integra
PT Kiang Multi Corporation
PT Pakuwon Sentosa Abadi
PT Mandiri Eka Abadi
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Pacific Place Jakarta
PT Artisan Wahyu
PT Daihan Cipta Prima
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp100 juta)
Dalam Dolar Amerika Serikat
Mace International Limited
(US$136.734)
Dalam Vietnam Dong
Saigon Trade Center dan
Apartemen JVC
(VND582.229.191
masing-masing
pada tahun 2012, 2011
dan 2010)
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp100 juta)
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Greenland Rajawali Utama
PT Mitra Pertala Perkasa
Obayashi Jaya Konstruksi
PT Puri Dibya Property
PT Waskita Karya
(Persero) Tbk.
PT Swadaya Graha
PT Lince Romauli Raya
PT Karya Propertindo
Investama
Konsorsium Kontraktor
Indonesia - Proyek Jembatan
Suramadu
PT Pakubumi Semesta
PT Hutama Karya (Persero)
PT Putra Pratama Sukses
PT Palarudhibi Teguh Makmur
PT Visi Utama Indonesia
PT Karyadeka Graha Lestari
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp100 juta)
Sub-total
Total
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai atas piutang usaha
Total piutang usaha - neto
2011
2010
24.050.233.689
11.047.541.367
9.148.964.616
6.043.227.096
4.961.756.600
4.175.911.934
2.794.351.500
2.392.064.272
1.402.245.435
758.755.409
667.755.000
557.165.290
289.894.392
231.615.000
129.722.600
120.535.314
-
733.439.212
8.599.517.798
2.392.064.272
758.755.409
667.755.000
557.165.290
217.167.120
231.615.000
129.722.600
1.525.644.259
866.250.000
309.764.847
-
86.416.785
11.142.521.998
3.042.064.272
758.755.409
667.755.000
557.165.290
231.615.000
129.722.600
309.764.847
6.489.444.450
58.091.544
61.031.998
61.031.998
1.322.217.780
-
-
268.937.486
250.962.906
268.621.882
34.643.250
70.455.629.574
32.327.850
17.333.183.561
188.316.552
23.933.196.083
15.000.000.000
1.545.241.608
-
-
1.298.514.892
863.008.500
-
-
504.034.839
425.828.990
316.552.475
931.718.926
295.465.824
316.552.475
2.615.390.364
1.151.671.774
316.552.475
167.614.386
167.614.386
165.324.049
155.000.000
146.673.481
126.367.745
-
434.174.900
146.673.481
126.367.745
1.943.532.947
455.825.700
249.578.505
-
987.013.434
326.549.641
126.367.745
2.693.273.977
1.122.000.000
202.007.356
20.750.844.272
91.206.473.846
230.089.880
5.297.594.769
22.630.778.330
213.025.821
9.717.169.280
33.650.365.363
(4.514.380.254)
86.692.093.592
(3.206.908.521)
19.423.869.809
(5.508.905.764)
28.141.459.599
192
Construction service projects
Third parties
In Rupiah
PT Elite Prima Hutama
Mace International Limited
PT Graha Megaria Bali
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Inkoprima Utamajaya
PT Gading Raya Propertindo
PT Sentral Supel Perkasa
PT Ciputra Adigraha
PT Graha Sampoerna
PT Barisan Integra
PT Kiang Multi Corporation
PT Pakuwon Sentosa Abadi
PT Mandiri Eka Abadi
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Pacific Place Jakarta
PT Artisan Wahyu
PT Daihan Cipta Prima
Others
(each below Rp100 million)
In United States Dollar
Mace International Limited
(US$136,734)
In Vietnamese Dong
Saigon Trade Center and
Apartment JVC
(VND582,229,191
in 2012, 2011
and 2010, respectively)
Others
(each below Rp100 million)
Sub-total
Foundation projects
Third parties
In Rupiah
PT Greenland Rajawali Utama
PT Mitra Pertala Perkasa
Obayashi - Jaya Konstruksi
PT Puri Dibya Property
PT Waskita Karya
(Persero) Tbk.
PT Swadaya Graha
PT Lince Romauli Raya
PT Karya Propertindo
Investama
Consortium of Indonesian
Contractor - Suramadu
Bridge Project
PT Pakubumi Semesta
PT Hutama Karya (Persero)
PT Putra Pratama Sukses
PT Palarudhibi Teguh Makmur
PT Visi Utama Indonesia
PT Karyadeka Graha Lestari
Others
(each below Rp100 million)
Sub-total
Total
Less allowance for impairment losses
on trade receivables
Total trade receivables - net
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG USAHA (lanjutan)
5.
TRADE RECEIVABLES (continued)
The aging analysis of trade receivables are as
follows:
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai
berikut:
2012
2011
2010
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 – 30 hari
31 – 60 hari
Lebih dari 60 hari
76.666.427.196
7.770.495.691
2.798.881.940
4.309.375.325
739.545.900
9.491.125.425
1.037.769.434
1.377.426.765
12.445.086.440
1.448.460.523
6.054.575.636
23.348.447.264
Current
Overdue:
1 – 30 days
31 – 60 days
More than 60 days
Total
91.206.473.846
22.630.778.330
33.650.365.363
Total
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai atas piutang usaha
(4.514.380.254)
(3.206.908.521)
(5.508.905.764)
Neto
86.692.093.592
19.423.869.809
28.141.459.599
Less allowance for impairment losses
on trade receivables
Net
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya
penurunan nilai piutang pada akhir tahun,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai atas piutang usaha di
atas dapat mencukupi untuk menutup kerugian
atas penurunan nilai piutang tersebut.
Based on the results of review for impairment of
receivable accounts at the end of the year,
the management believes that the above
allowance for impairment losses on trade
receivables is sufficient to cover losses from
impairment of such receivables.
Perubahan saldo penyisihan kerugian penurunan
nilai adalah sebagai berikut:
The movements in the balance of allowance for
impairment losses are as follows:
2012
2011
2010
Saldo pada awal tahun
Penambahan (pemulihan)
cadangan selama tahun berjalan
3.206.908.521
5.508.905.764
-
1.307.471.733
(2.301.997.243)
5.508.905.764
Balance at beginning of year
Additional (reversal of)
provisions made during the year
Saldo pada akhir tahun
4.514.380.254
3.206.908.521
5.508.905.764
Balance at end of year
Manajemen telah membentuk penyisihan kerugian
penurunan nilai atas piutang usaha berdasarkan
penilaian secara individual atas masing-masing
pemberi kerja.
Management has established the allowance for
impairment losses on trade receivable based on
individual assessment of each customers.
Piutang usaha minimum sebesar 125% dari nilai
pinjaman digunakan sebagai jaminan sehubungan
dengan fasilitas kredit yang diterima dari
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Catatan 13).
Trade receivables amounting to minimum of 125%
of loan amount are pledged as collateral for loans
from PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(Note 13).
193
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PIUTANG RETENSI
6.
RETENTION RECEIVABLES
Project
retention
receivables
represents
the Company and Subsidiaries earnings which are
retained by the customers as guarantee during the
maintenance period, with details as follows:
Piutang retensi proyek merupakan pendapatan
Perusahaan dan Entitas Anak yang ditahan oleh
pemberi kerja sebagai jaminan dalam masa
pemeliharaan, dengan rincian sebagai berikut:
2012
Proyek jasa konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
Mace International Limited
Setiabudi Rasuna
PT Mandiri Eka Abadi
PT Graha Megaria Bali
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Artisan Wahyu
Dalam Dolar Amerika Serikat
Mace International Limited
(US$98.748)
Setiabudi Rasuna
(US$24.056)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(US$6.761)
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
Sahid Megatama
Karya Gemilang
Mitsui Engineering &
Shipbuilding Co. Ltd.
PT Simpruk Arteri Realty
PT Mandiri Eka Abadi
PT Puri Dibya Property
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Tripura Indah Persada
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Visi Utama Indonesia
PT Karya Propertindo
Investama
PT South Pacific Viscose
Proyek pondasi (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Dalam Rupiah (lanjutan)
PT Truba Gading Megah
PT Barisan Integra
PT Waskita Karya
(Persero) Tbk
PT Hotel Candi Baru
Jonathan B.U.
2011
2010
13.557.355.314
10.192.917.309
4.075.732.510
2.697.894.712
2.576.258.956
1.597.559.460
612.737.875
563.835.985
298.713.500
7.068.841.994
9.912.972.676
12.689.843.377
920.633.379
5.697.659.090
-
954.893.160
-
-
232.621.520
-
-
65.378.870
-
-
37.425.899.171
29.671.658.047
6.618.292.469
Construction service projects
Third parties
In Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
Mace International Limited
Setiabudi Rasuna
PT Mandiri Eka Abadi
PT Graha Megaria Bali
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Artisan Wahyu
In United States Dollar
Mace International Limited
(US$98,748)
Setiabudi Rasuna
(US$24,056)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(US$6,761)
Sub-total
2.790.364.500
-
-
1.916.815.753
1.564.444.954
1.454.112.224
1.185.950.050
643.090.909
546.150.204
235.800.529
178.240.238
75.629.850
738.204.766
1.242.925.565
511.941.527
548.750.000
-
738.204.766
-
-
373.878.947
207.660.000
158.096.426
-
Foundation projects
Third parties
In Rupiah
Sahid Megatama
Karya Gemilang
Mitsui Engineering &
Shipbuilding Co. Ltd.
PT Simpruk Arteri Realty
PT Mandiri Eka Abadi
PT Puri Dibya Property
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Tripura Indah Persada
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Visi Utama Indonesia
PT Karya Propertindo
Investama
PT South Pacific Viscose
Foundation projects (continued)
Third parties (continued)
In Rupiah (continued)
PT Truba Gading Megah
PT Barisan Integra
-
81.558.227
-
1.754.076.364
-
-
239.597.079
196.066.423
176.229.224
PT Waskita Karya (Persero) Tbk
PT Hotel Candi Baru
Jonathan B.U.
Sub-total
10.590.599.211
3.704.919.032
3.262.270.282
Sub-total
Total piutang retensi
48.016.498.382
33.376.577.079
9.880.562.751
Total retention receivables
The Company and Subsidiaries management
believes that all retention receivables are not
impaired, therefore no allowance for impairment
losses has been provided.
Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak
berpendapat bahwa seluruh piutang retensi tidak
mengalami penurunan nilai, sehingga tidak
dibentuk penyisihan kerugian penurunan nilai.
194
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
UANG MUKA
7.
Advances consist of:
Uang muka terdiri dari:
2012
8.
ADVANCES
2011
2010
Uang muka pemasok
Uang muka lain-lain
53.621.050.291
16.654.095.507
7.081.498.881
5.505.628.837
25.743.355.664
719.476.749
Advance to suppliers
Other advances
Total
70.275.145.798
12.587.127.718
26.462.832.413
Total
TAGIHAN DAN UTANG
PEMBERI KERJA
BRUTO
KEPADA
8.
DUE FROM AND TO CUSTOMERS
Tagihan bruto kepada pemberi kerja berasal dari
pekerjaan jasa konstruksi yang sudah diakui
sebagai pendapatan sesuai dengan metode
persentase penyelesaian yang belum diterbitkan
fakturnya. Sedangkan utang bruto kepada pemberi
kerja merupakan liabilitas Perusahaan dan Entitas
Anak yang berasal dari pekerjaan kontrak
konstruksi yang diberikan oleh pihak pemberi kerja
dan telah dibayarkan namun pekerjaan yang
dilakukan secara fisik masih dalam penyelesaian.
Due from customers are receivables derived from
the revenue recognition of construction services
based on the percentage of completion method for
which the related invoice is not yet issued.
While due to customers represent the Company
and Subsidiaries liabilities derived from advances
received on construction services from customers
but the services have not yet been rendered.
Rincian tagihan (utang) bruto kepada pemberi kerja
adalah sebagai berikut:
The details of due from (to) customers are as
follows:
2012
Biaya konstruksi
Laba yang diakui
2011
2010
554.357.668.462
115.547.995.609
348.639.811.929
80.423.542.931
239.226.509.025
63.880.859.628
669.905.664.071
(474.350.715.320)
429.063.354.860
(323.643.371.306)
303.107.368.653
(269.718.291.037)
Tagihan bruto kepada
pemberi kerja - neto
195.554.948.751
105.419.983.554
33.389.077.616
Due from customers - net
Tagihan bruto pemberi kerja
Utang bruto pemberi kerja
195.554.948.751
-
105.419.983.554
-
33.389.077.616
-
Due from customers
Due to customers
Neto
195.554.948.751
105.419.983.554
33.389.077.616
Net
Penagihan
195
Construction cost
Recognized profit
Progress billing
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.
TAGIHAN DAN UTANG BRUTO
PEMBERI KERJA (lanjutan)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
KEPADA
8.
DUE FROM AND TO CUSTOMERS (continued)
The details of due from customers are as follows:
Rincian saldo tagihan bruto kepada pemberi kerja
adalah sebagai berikut:
2012
Proyek jasa konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
Setiabudi Rasuna
PT Elite Prima Hutama
PT Mandiri Eka Abadi
PT Barisan Integra
Mace International Limited
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Graha Megaria Bali
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Gading Raya Propertindo
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Panen GL Indonesia
PT Lelco Trindo Nusantara
Dalam Dolar Amerika Serikat
Mace International Limited
(US$129.318)
Setiabudi Rasuna
(US$118.413)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(US$37.487)
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Bahanasemesta
Citranusantara
PT Mandiri Eka Abadi
PT Mitra Pertala Perkasa
Sahid Megatama
Karya Gemilang
Obayashi-Jasa Konstruksi
PT Sumber Cipta Griya Utama
PT Swadaya Graha
PT Galaxy Chandra Purnama
PT Visi Utama Indonesia
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Palarudhibi Teguh Makmur
Sub-total
Total tagihan bruto
pemberi kerja
9.
2011
2010
57.526.470.480
36.317.032.229
26.018.600.095
12.442.832.370
12.011.078.823
7.242.960.000
6.562.695.928
4.205.778.169
2.818.045.000
1.505.475.666
1.245.302.030
390.088.470
29.691.525.459
10.252.126.444
12.442.832.370
15.399.207.763
19.420.234.273
5.232.142.455
6.627.912.427
26.761.165.189
-
1.250.505.060
-
-
1.145.051.002
-
-
362.503.158
-
-
171.044.418.480
92.438.068.764
33.389.077.616
Construction service projects
Third parties
In Rupiah
Setiabudi Rasuna
PT Elite Prima Hutama
PT Mandiri Eka Abadi
PT Barisan Integra
Mace International Limited
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Graha Megaria Bali
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Gading Raya Propertindo
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Panen GL Indonesia
PT Lelco Trindo Nusantara
In United States Dollar
Mace International Limited
(US$129,318)
Setiabudi Rasuna
(US$118,413)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(US$37,487)
Sub-total
7.090.637.229
-
-
5.864.301.750
3.157.685.949
3.096.198.749
7.311.992.328
-
-
2.130.800.000
1.240.925.351
749.275.000
748.745.493
356.330.900
75.629.850
-
2.836.053.993
173.797.395
2.119.576.074
540.495.000
-
Foundation projects
Third parties
In Rupiah
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Bahanasemesta
Citranusantara
PT Mandiri Eka Abadi
PT Mitra Pertala Perkasa
Sahid Megatama
Karya Gemilang
Obayashi-Jasa Konstruksi
PT Sumber Cipta Griya Utama
PT Swadaya Graha
PT Galaxy Chandra Purnama
PT Visi Utama Indonesia
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Palarudhibi Teguh Makmur
24.510.530.271
12.981.914.790
-
Sub-total
195.554.948.751
105.419.983.554
33.389.077.616
Total due from customers
PROYEK DALAM PELAKSANAAN
9.
PROJECTS UNDER CONSTRUCTION
Project
under
construction
represents
the Company and Subsidiaries projects derived
from the cost of construction work which not yet
settled in accordance with the percentage of
completion method as stated in the Minutes of
Settlement. The details of projects under
construction are as follows:
Proyek dalam pelaksanaan merupakan proyek
Perusahaan dan Entitas Anak yang berasal dari
biaya pekerjaan jasa konstruksi yang belum
diselesaikan sesuai dengan metode persentase
penyelesaian yang dinyatakan dalam Berita Acara
Penyelesaian. Rincian saldo proyek dalam
pelaksanaan adalah sebagai berikut:
196
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PROYEK DALAM PELAKSANAAN (lanjutan)
9.
2012
Proyek jasa konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Mandiri Eka Abadi
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Gading Raya Propertindo
PT Graha Megaria Bali
PT Artisan Wahyu
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Barisan Integra
PT Karya Propertindo
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Asialand
PT Krakatau Engineering
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Greenland Rajawali Utama
Obayashi-Jaya Konstruksi
Sahid Megatama
Karya Gemilang
PT Waskita Karya
(Persero) Tbk
PT Puri Dibya Property
PT Palarudhibi Teguh Makmur
Sub-total
Total proyek dalam pelaksanaan
PROJECTS
(continued)
2011
UNDER
CONSTRUCTION
2010
62.856.952.229
34.822.504.895
16.518.787.865
11.391.297.826
4.277.089.850
465.318.566
346.788.610
-
23.061.558.057
24.162.102.410
6.017.962.497
11.113.513.445
215.333.630
-
9.654.197.129
11.235.207.574
4.137.513.055
551.668.407
510.000.000
275.834.204
209.000.000
Construction service projects
Third parties
In Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Mandiri Eka Abadi
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Gading Raya Propertindo
PT Graha Megaria Bali
PT Artisan Wahyu
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Barisan Integra
PT Karya Propertindo
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Asialand
PT Krakatau Engineering
130.678.739.841
64.570.470.039
26.573.420.369
Sub-total
1.886.056.724
1.597.539.816
1.143.084.180
-
-
379.498.230
-
-
827.511
-
1.565.593.619
1.013.572.191
1.010.000.000
Foundation projects
Third parties
In Rupiah
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Greenland Rajawali Utama
Obayashi-Jaya Konstruksi
Sahid Megatama
Karya Gemilang
PT Waskita Karya (Persero) Tbk
PT Puri Dibya Property
PT Palarudhibi Teguh Makmur
5.007.006.461
2.579.165.810
1.010.000.000
Sub-total
135.685.746.302
67.149.635.849
27.583.420.369
Total projects under construction
10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
10. INVESTMENT IN AN ASSOCIATED COMPANY
Investment in associated company consists of:
Investasi pada entitas asosiasi terdiri dari:
2012
2011
2010
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
Nilai perolehan penyertaan saham
Bagian rugi neto
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
Cost of investment in shares of stock
Equity in net loss
1.480.000.000
(87.905.839)
-
-
Total investasi entitas asosiasi
1.392.094.161
-
- Total investment in associated company
The Company has investment in shares of stock of
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
amounting to 37% of its paid-in capital.
The associated company was establized on
July 30, 2012 and engaged in managing
construction services. Ending reporting period of
the associated company is the same with
the Company. As of December 31, 2012,
the
aggregate
amount
of
assets,
liabilities, revenues, and loss for the year of
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
amounted to Rp5,058,082,312, Rp1,295,665,659,
Rp1,651,556,000,
and
Rp237,583,347,
respectively.
Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar
37% atas modal disetor PT Bintai Kindenko
Engineering Indonesia. Perusahaan asosiasi
didirikan pada tanggal 30 Juli 2012 dan
bergerak di bidang jasa pelaksana konstruksi. Akhir
periode pelaporan perusahaan asosiasi adalah
sama dengan Perusahaan. Pada tanggal
31 Desember 2012, jumlah agregat aset, liabilitas,
pendapatan, dan rugi tahun berjalan PT Bintai
Kindenko Engineering Indonesia adalah masingmasing
sebesar
Rp5.058.082.312,
Rp1.295.665.659,
Rp1.651.556.000,
dan
Rp237.583.347.
197
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP
11. FIXED ASSETS
Fixed assets consist of:
Aset tetap terdiri dari:
2012
Selisih
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign
exchange
translation
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Addition
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
4.259.185.900
7.324.956.213
134.326.064.124
7.748.070.486
1.486.538.841
183.170.060
67.643.483.587
2.569.479.377
415.571.340
45.385.000
7.898.661
631.000.000
-
208.723.515
178.326.633
6.044.317
-
4.259.185.900
7.324.956.213
202.170.372.565
9.864.876.496
1.908.154.498
228.555.060
Acquisition cost
Direct ownership
Lands
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
Sub-total
155.327.985.624
70.673.919.304
638.898.661
393.094.465
225.756.100.732
Sub-total
1.760.000.000
-
-
-
1.760.000.000
Finance lease
Vehicles
157.087.985.624
70.673.919.304
638.898.661
393.094.465
227.516.100.732
Total acquisition cost
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
608.164.666
61.075.897.761
4.584.932.032
1.114.535.972
115.642.987
328.249.118
23.174.210.076
1.251.786.430
228.023.112
24.978.152
7.898.661
382.838.775
-
149.028.496
109.443.940
4.623.124
-
936.413.784
84.391.237.672
5.563.323.627
1.347.182.208
140.621.139
Accumulated depreciation
Direct ownership
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
Sub-total
67.499.173.418
25.007.246.888
390.737.436
263.095.560
92.378.778.430
Sub-total
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Total harga perolehan
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Pengurangan/
Deduction
_____
Saldo akhir/
Ending balance
208.855.016
346.298.144
-
-
555.153.160
Finance lease
Vehicles
Total akumulasi penyusutan
67.708.028.434
25.353.545.032
390.737.436
263.095.560
92.933.931.590
Total accumulated
depreciation
Total nilai tercatat
89.379.957.190
134.582.169.142
Total carrying amount
2011
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Addition
Selisih
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign
exchange
translation
Pengurangan/
Deduction
Saldo akhir/
Ending balance
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
4.259.185.900
6.271.256.213
109.317.445.549
8.006.385.969
1.100.068.303
172.640.060
1.053.700.000
25.575.047.467
1.215.000.000
392.408.727
10.530.000
337.614.040
1.224.418.482
-
(228.814.852)
(248.897.001)
(5.938.189)
-
4.259.185.900
7.324.956.213
134.326.064.124
7.748.070.486
1.486.538.841
183.170.060
Sub-total
129.126.981.994
28.246.686.194
1.562.032.522
(483.650.042)
155.327.985.624
Sub-total
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Total harga perolehan
Acquisition cost
Direct ownership
Lands
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
-
1.760.000.000
-
-
1.760.000.000
Finance lease
Vehicles
129.126.981.994
30.006.686.194
1.562.032.522
(483.650.042)
157.087.985.624
Total acquisition cost
198
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Fixed assets consist of (continued):
Aset tetap terdiri dari (lanjutan):
2011
Selisih
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign
exchange
translation
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Addition
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
312.573.868
43.135.888.350
4.378.741.692
951.816.209
97.312.292
295.590.798
18.144.817.355
1.073.327.878
165.816.659
18.330.695
97.714.459
754.011.022
-
(107.093.485)
(113.126.516)
(3.096.896)
-
608.164.666
61.075.897.761
4.584.932.032
1.114.535.972
115.642.987
Sub-total
48.876.332.411
19.697.883.385
851.725.481
(223.316.897)
67.499.173.418
Sub-total
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Pengurangan/
Deduction
Saldo akhir/
Ending balance
Accumulated depreciation
Direct ownership
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
-
208.855.016
-
-
208.855.016
Finance lease
Vehicles
Total akumulasi penyusutan
48.876.332.411
19.906.738.401
851.725.481
(223.316.897)
67.708.028.434
Total accumulated
depreciation
Total nilai tercatat
80.250.649.583
89.379.957.190
Total carrying amount
2010
Selisih
penjabaran
laporan
keuangan/
Foreign
exchange
translation
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Addition
4.259.185.900
1.765.065.995
96.460.262.329
7.897.264.194
1.039.842.993
113.637.960
4.506.190.218
13.155.124.569
599.847.916
67.310.557
59.002.100
123.367.000
-
(297.941.349)
(367.359.141)
(7.085.247)
-
4.259.185.900
6.271.256.213
109.317.445.549
8.006.385.969
1.100.068.303
172.640.060
Acquisition cost
Lands
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
111.535.259.371
18.387.475.360
123.367.000
(672.385.737)
129.126.981.994
Total acquisition cost
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
237.943.514
30.125.665.932
3.574.307.056
863.097.091
78.919.789
74.630.354
13.106.720.979
991.112.602
90.845.179
18.392.503
80.935.584
-
(96.498.561)
(105.742.382)
(2.126.061)
-
312.573.868
43.135.888.350
4.378.741.692
951.816.209
97.312.292
Accumulated depreciation
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Furniture and fittings
Total akumulasi penyusutan
34.879.933.382
14.281.701.617
80.935.584
(204.367.004)
48.876.332.411
Total accumulated
depreciation
Total nilai tercatat
76.655.325.989
80.250.649.583
Total carrying amount
Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot dan perlengkapan
Total harga perolehan
Pengurangan/
Deduction
The details of gains on disposals of fixed assets
are as follows:
Rincian dari laba atas penjualan aset tetap adalah
sebagai berikut:
2012
Saldo akhir/
Ending balance
2011
2010
Penerimaan dari penjualan
Nilai buku neto
479.159.000
248.161.225
164.000.000
48.530.577
150.000.000
42.431.416
Proceeds from disposals
Net book value
Laba atas penjualan aset tetap
230.997.775
115.469.423
107.568.584
Gains on disposals of fixed assets
199
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Lands consist of:
Tanah terdiri dari:
Alamat/
Address
Jl. Mampir Ds. Gandoang Rt.03/Rw.03 Cileungsi
Jl. Raya Margorejo Indah No. 10C Surabaya
Jl. Cikini VII No. 1, Jakarta Pusat
Jl. Raya Cileungsi - Jonggol Km.7
Rt.03/Rw.03 Cileungsi
Pergudangan Bumi Maspion Jl. Maspion
Romokalisari II No. 45 Blok D-09 Surabaya
Jl. Raya Cileungsi - Jonggol Km.7
Rt.03/Rw.03 Cileungsi
Total
Luas tanah/
Land Area
2.805 m2
72 m2
434 m 2
Tahun perolehan/
Acquisition year
2000
2005
2006
Nilai tercatat/
Carrying value
318.500.000
156.672.000
1.300.000.000
16.292 m2
2007
2.120.263.900
506 m 2
2007
253.000.000
870 m2
2007
110.750.000
4.259.185.900
Buildings consist of:
Bangunan terdiri dari:
Alamat/
Address
Type bangunan/
Building type
Jl. Raya Margorejo Indah No. 10C Surabaya
Jl. Raya Cileungsi - Jonggol Km.7
Rt.03/Rw.03 Cileungsi
Apartemen The Essence Darmawangsa,
Penthouse Tower 2, 27th floor, Jakarta
Jl. Romokalisari Industri II/45 VIII D9, Surabaya
Apartemen Pantai Mutiara, Tower Bunaken,
6th floor No. 09, Jakarta
Luas bangunan/
Building area
Tahun perolehan/
Acquisition year
Nilai tercatat/
Carrying value
180 m
2
2006
243.593.301
840 m
2
2007
862.123.416
Apartemen/Apartment
Ruko/Store-house
2
369 m
396 m2
2007
2007
4.076.517.804
208.278.007
Apartemen/Apartment
98 m2
2011
Ruko/Store-house
Gudang/Workshop
Total
998.029.901
6.388.542.429
The details of fixed assets as of December 31,
2012
based
on
independent
appraisal,
KJPP Suhartanto Budhihardjo and Partner, in its
report dated May 2, 2013 are as follows:
Rincian nilai pasar aset tetap pada tanggal
31 Desember 2012 berdasarkan penilai independen,
KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan, dalam
laporannya tertanggal 2 Mei 2013 adalah sebagai
berikut:
Nilai pasar/
Market value
Aset Tetap
Fixed Assets
Tanah
Bangunan
Alat berat dan mesin
Kendaraan
Peralatan kantor
19.224.000.000
10.396.200.000
139.039.200.000
5.562.700.000
604.500.000
Land
Buildings
Heavy equipment and machineries
Vehicles
Office equipment
Total
174.826.600.000
Total
The allocation of depreciation of fixed assets for
the years ended December 31, 2012, 2011 and
2010 are as follows:
Alokasi beban penyusutan aset tetap untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
2012
2011
2010
Beban pokok pendapatan
Beban usaha (Catatan 23)
23.396.702.689
1.956.842.343
19.206.868.232
699.870.169
13.156.262.038
1.125.439.579
Cost of revenues
Operating expenses (Note 23)
Total
25.353.545.032
19.906.738.401
14.281.701.617
Total
200
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan atas
risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya
kepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungan
sebesar
Rp60.586.117.500.
Manajemen
berkeyakinan pertanggungan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang
dipertanggungkan tersebut.
Fixed assets, except land, are covered by
insurance against losses from fire and other risks
through third parties with total coverage of
Rp60,586,117,500. Management is of the opinion
that the insurance coverage is adequate to cover
possible losses that may arise from the insured
risks.
Berdasarkan Akta Notaris No. 48 tentang
Perubahan Perjanjian Kredit, tanah dan bangunan
sebesar Rp19.425.000.000 dan alat berat dan
mesin
sebesar
Rp26.840.000.000
dan
US$4.069.526
digunakan
sebagai
jaminan
sehubungan dengan fasilitas kredit yang diterima
dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(Catatan 13).
Based on Notarial Deed No. 48 regarding Changes
in the Credit Agreement, land and buildings
amounted to Rp19,425,000,000 and heavy
equipment and machineries amounted to
Rp26,840,000,000 and US$4,069,526 are pledged
as collaterals for the credit facilities received from
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Note 13).
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
jumlah harga perolehan aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan dalam
kegiatan operasional adalah masing-masing
sebesar Rp11.739.336.795, Rp5.684.318.910 dan
Rp3.391.760.665.
As of December 31, 2012, 2011 and 2010, the cost
of fixed assets which have been fully depreciated
and still used in the operational activities amounted
to Rp11,739,336,795, Rp5,684,318,910 dan
Rp3,391,760,665.
Berdasarkan penilaian manajemen, tidak ada
peristiwa
atau
perubahan
keadaan
yang
mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
Based on the management’s assessment, there
are no events or changes in circumstances which
indicate impairment in value of fixed assets as of
December 31, 2012, 2011 and 2010.
12. DEPOSITO BERJANGKA
PENGGUNAANNYA
YANG
DIBATASI
12. RESTRICTED TIME DEPOSITS
This
account
represents
time
deposits
denominated in Rupiah and United States Dollar
account with maturity period of less than 3 (three)
months which is placed at PT Bank Internasional
Indonesia Tbk and used as guarantee for contract
completion.
Akun ini merupakan deposito berjangka dalam
mata uang Rupiah dan Dolar AS dengan jangka
waktu kurang dari 3 (tiga) bulan yang ditempatkan
pada PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan
dijaminkan untuk penyelesaian kontrak konstruksi.
2012
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
(US$132.000)
Total deposito berjangka
yang dibatasi penggunaannya
2011
8.683.984.000
8.683.984.000
1.983.984.000
Rupiah
1.276.440.000
1.196.976.000
-
United States Dollar (US$132,000)
9.960.424.000
9.880.960.000
1.983.984.000
Total restricted time deposits
Interest rates on restricted time deposits per year
are as follows:
Tingkat bunga deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya per tahun adalah sebagai berikut:
2012
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
2010
4,00% - 5,50%
0,15% - 1,00%
2011
5,75% - 11,00%
0,50% - 1,75%
201
2010
5,75% - 6,25%
-
Rupiah
United States Dollar
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. UTANG BANK JANGKA PANJANG
13. LONG-TERM BANK LOANS
Long-term bank loans consist of:
Utang bank jangka panjang terdiri dari:
2012
Rupiah
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
(US$1.365.290 pada tahun
2012 dan US$544.939
pada tahun 2011)
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
(Rp85.659.116.140
dan US$844.137 pada tahun
2012, Rp24.466.666.667
dan US$327.954
pada tahun 2011 dan
Rp20.400.000.000 pada
tahun 2010)
Bagian jangka panjang
(US$521.153
pada tahun 2012,
US$216.985
pada tahun 2011
dan Rp466.666.664 pada
tahun 2010)
85.659.116.132
2011
24.466.666.660
2010
20.866.666.664
Rupiah
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
United States Dollar
13.202.352.640
93.821.924.097
5.039.544.675
4.941.506.852
-
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
(US$1,365,290 in 2012 and
US$544,393 in 2011)
27.440.553.532
Less current maturities
(Rp85,659,116,140 and US$844,137
in 2012, Rp24,466,666,667 and
US$327,954 in 2011 and
Rp20,400,000,000
20.400.000.000
in 2010)
1.967.619.980
Long-term portion
(US$521,153 in 2012,
US$216,985 in 2011 and
Rp466,666,664 in 2010)
466.666.664
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah
dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang
berkisar antara 11,00% sampai dengan 12,25%
pada tahun 2012 (2011: antara 12,25% sampai
dengan 12,50%; 2010: antara 12,50% sampai
dengan 14,00%), sementara pinjaman dalam Dolar
AS dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang
berkisar antara 6,50% sampai dengan 7,00% pada
tahun 2012 (2011: 7,00%).
The loan facilities denominated in Rupiah bear
interest at annual rates ranging from 11.00% to
12.25% in 2012 (2011: from 12.25% to 12.50%;
2010: from 12.50% to 14.00%), while the credit
facilities denominated in US Dollar bear interest at
annual rates ranging from 6.50% to 7.00% in 2012
(2011: 7.00%).
Perusahaan menandatangani fasilitas pinjaman
dengan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”)
pada tanggal 9 Mei 2007 dan telah mengalami
beberapa kali perpanjangan, terakhir pada tanggal
23 November 2012 dimana fasilitas pinjaman
tersebut terdiri dari fasilitas-fasilitas sebagai
berikut:
The Company signed a loan facility with
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”) on May
9, 2007 and has been renewed for several times,
the last on November 23, 2012 whereby
the loans consist of the following facilities:
Fasilitas Pinjaman Berjangka
Term Loan Facility
Fasilitas ini dibagi menjadi Fasilitas Pinjaman
Berjangka I (PBK I) dengan batas kredit maksimum
Rp2.800.000.000, Fasilitas Pinjaman Berjangka II
(PBK II) dengan batas kredit maksimum
sebesar
US$1.000.000,
Fasilitas
Pinjaman
Berjangka III (PBK III) dengan sub-limit fasilitas
Letter of Credit (L/C) sebesar US$2.000.000
dan/atau
sub
limit
PBK
III
sebesar
Rp19.000.000.000
dan
Fasilitas
Pinjaman
Berjangka IV (PBK IV) dengan batas kredit
maksimum sebesar Rp35.000.000.000.
This facility is divided into the Term Loan Facility I
(TLF I) with a maximum credit limit of
Rp2,800,000,000, Term Loan Facility II (TLF II)
with a maximum credit limit of US$1,000,000, Term
Loan Facility III (TLF III) with sub-limit
Letter of Credit facility (L/C) amounting to
US$2,000,000 and/or sub limit TLF III amounting to
Rp19,000,000,000 and Term Loan Facility IV (TLF
IV) with a maximum credit limit Rp35,000,000,000.
202
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)
PBK I digunakan untuk membiayai pembelian
supply of formwork system yang digunakan untuk
pembuatan kolom konstruksi. Fasilitas ini
dikenakan suku bunga sebesar 12,25% per tahun
dan sudah dilunasi pada tanggal 6 April 2012.
Pembayaran pinjaman pada tahun 2012, 2011 dan
2010 masing-masing sebesar Rp466.666.667,
Rp1.400.000.000 dan Rp933.333.333.
TLF I used for funding the purchase of supply of
formwork systems which used to build the
construction field. This facility bears interest rate at
12.25% per annum and has been fully paid on
April 6, 2012. The payments of the loan in 2012,
2011 and 2010 amounted to Rp466,666,667,
Rp1,400,000,000
and
Rp933,333,333,
respectively.
PBK II digunakan untuk pembelian 3 unit Hydraulic
Rotary Drilling Rig yang akan digunakan dalam
proses konstruksi bangunan. Selama availability
period, Perusahaan telah mencairkan fasilitas
PBK II sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu: (i) sebesar
US$290.909 pada tanggal 25 April 2011 dan harus
dilunasi melalui angsuran setiap bulan sampai
dengan 20 April 2013; (ii) sebesar US$168.000
pada tanggal 24 Oktober 2011 dan harus dilunasi
melalui angsuran setiap bulan sampai dengan
20 Oktober 2013; dan (iii) sebesar US$197.000
pada tanggal 19 Desember 2011 dan harus
dilunasi melalui angsuran setiap bulan sampai
dengan 19 Desember 2013. Fasilitas ini dikenakan
bunga sebesar 6,5% per tahun. Pembayaran
pinjaman pada tahun 2012 dan 2011 masingmasing
sebesar
US$327.954,50
dan
US$110.969,67.
TLF II used for purchase of 3 unit of Hydraulic
Rotary Drilling Rig which will be used
in
the
construction
building
process.
During the availability period, the Company has
drawndown TLF II facility for 3 (three) times:
(i) the amount of US$290,909 on April 25, 2011
and shall be repaid through monthly installments
until April 20, 2013; (ii) the amount of US$168,000
on October 24, 2011 and shall be repaid through
monthly installments until October 20, 2013; and
(iii) the amount of US$197,000 on December 19,
2011 and shall be repaid through monthly
installments until December 19, 2013. This facility
bears interest at the rate of 6.50% per annum.
The payments of the loan in 2012 and 2011
amounted to US$327,954.50 and US$110,969.67,
respectively.
PBK III digunakan untuk membiayai pembelian
alat-alat berat. Fasilitas ini dikenakan suku bunga
sebesar 6,50% per tahun untuk sub limit L/C dan
sebesar 11,00% per tahun untuk sub limit PBK III,
dan jatuh tempo pada tanggal 7 Agustus 2015.
Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar
US$106.000.
TLF III used for funding the purchase of heavy
equipment. This facility bears interest at the rate of
6.50% per annum for sub limit L/C and 11.00% per
annum for sub limit TLF III, and will mature on
August 7, 2015. The payments of the loan in 2012
amounted to US$106,000.
PBK IV digunakan untuk membiayai pembelian
alat-alat berat. Fasilitas ini dikenakan suku bunga
sebesar 12,00% per tahun dan jatuh tempo pada
tanggal 23 Juli 2015. Perusahaan belum
menggunakan fasilitas pinjaman tersebut.
TLF IV used for funding the purchase of heavy
equipment. This facility bears interest at the rate of
12.00% per annum, and will mature on July 23,
2015. The Company has not used the loan facility.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I
Revolving Demand Loan Facility I
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I (PPB I) yang
diperoleh dari BII merupakan fasilitas dengan batas
kredit maksimum sebesar Rp29.000.000.000.
Revolving Demand Loan Facility I (DLF I) which
obtained from BII is a facility with a maximum credit
limit amounting to Rp29,000,000,000.
Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal kerja
perusahaan dan dikenakan suku bunga sebesar
11,00% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal
10 Mei 2013.
This facility is used for additional of the company’s
working capital of the Company and bears interest
at the rate of 11.00% per annum and will mature on
May 10, 2013.
Pembayaran pinjaman pada tahun 2012, 2011 dan
2010
masing-masing
sebesar
Rpnihil,
Rp10.000.000.000 dan Rp12.744.200.000.
The payments of the loan in 2012, 2011 and 2010
amounted to Rpnil, Rp10,000,000,000 dan
Rp12,744,200,000.
203
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II
Revolving Demand Loan Facility II
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II (PPB II)
yang diperoleh dari BII merupakan fasilitas
dengan
batas
kredit
maksimum
sebesar
Rp100.000.000.000 dengan sub limit fasilitas Bank
Garansi sebesar Rp60.000.000.000 dan fasilitas
Letter of Credit sebesar US$10.000.000.
Revolving Demand Loan Facility II (DLF II)
obtained from BII is a facility with a maximum credit
limit amounting to Rp100,000,000,000 with sub
limit Guarantee Bank facility amounting to
Rp60,000,000,000 and Letter of Credit facility
amounting to US$10,000,000.
Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar
Rpnihil.
The payments of the loan in 2012 amounted to
Rpnil.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang III
Revolving Demand Loan Facility III
Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal
kerja
perusahaan
(pembiayaan
proyek).
Selama availability period, Perusahaan telah
mencairkan fasilitas PPB II sebanyak 3 (tiga) kali,
yaitu: (i) sebesar Rp2.950.426.021 pada tanggal
4 Desember 2012; (ii) sebesar Rp10.658.870.527
pada tanggal 7 Desember 2012; dan (iii) sebesar
Rp3.049.819.592 pada tanggal 21 Desember 2012
dan dikenakan suku bunga sebesar 12,00%
per tahun dan jatuh tempo pada tanggal
10 Mei 2013.
This facility is used for additional working capital of
the
Company
(project
financing).
During
the availability period, the Company has
drawndown DLF II facility for 3 (three) times: (i) the
amount of Rp2,950,426,021 on December 4, 2012;
(ii) the amount of Rp10,658,870,527 on December
7, 2012; and (iii) the amount of Rp3,049,819,592
on December 21, 2012 and bears interest at
the rate of 12.00% per annum and will mature on
May 10, 2013.
Fasilitas Pinjaman Promes Berulang III (PPB III)
yang diperoleh dari BII merupakan fasilitas
dengan
batas
kredit
maksimum
sebesar
Rp40.000.000.000.
Revolving Demand Loan Facility III (DLF III)
obtained from BII is a facility with a maximum credit
limit amounting to Rp40,000,000,000.
Pembayaran pinjaman pada tahun 2012 sebesar
Rpnihil.
The payments of the loan in 2012 amounted to
Rpnil.
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran
Overdraft Bank Loan Facility
Fasilitas ini memiliki batas kredit maksimum
Rp5.000.000.000 dan dikenakan suku bunga
sebesar 11,00% per tahun dan jatuh tempo pada
tanggal 10 Mei 2013.
This facility has a maximum credit limit amounting
to Rp5,000,000,000 and bears interest at the rate
of 11.00% per annum and will be mature on
May 10, 2013.
204
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
13. LONG-TERM BANK LOANS (continued)
Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit, Perusahaan
tidak diperbolehkan tanpa persetujuan BII;
memberikan mandat untuk mengoperasikan
perusahaan pada pihak lain, merubah pengurus
perusahaan dan pemegang saham, memberikan
pinjaman kepada pemegang saham, affiliasi, dan
membayar pinjaman pemegang saham, membayar
dividen, melakukan pencairan modal disetor dan
laba ditahan, melakukan pembayaran hutang
kepada pemegang saham, memperoleh atau
menambah
pinjaman
kepada
pihak
lain,
menerbitkan obligasi kecuali untuk transaksi bisnis
normal, menjalankan bisnis baru yang tidak terkait
dengan bisnis saat ini, menyatakan pailit, dan
menjaminkan aset tetap atau kontrak (yang telah
dijaminkan kepada BII) atau bertindak sebagai
penjamin untuk kepentingan pihak lain.
Under the loan agreement, the Company shall not
without the BII’s approval; give authority to others
to operate the Company, change the Company’s
management and shareholders, provide loans to
shareholders, affiliate, and pay shareholders loan,
pay dividends, undertake paid-up capital and
retained earning disbursement, debt payment to
shareholders, acquire or increase a loan to another
party, issue an obligation except for normal
business transactions, run a new business that is
not related to current business, declared bankrupt,
and pledge fixed assets or contract (which has
been pledged to BII) or act as a guarantor for
the others interests.
Utang bank jangka panjang dijamin dengan tanah
dan bangunan milik Perusahaan, jaminan fidusia
atas mesin dan alat berat, setoran jaminan tunai
minimal 10% dari bank garansi, piutang usaha dan
jaminan personal dari Direktur Perusahaan.
The long-term bank loan share is secured by land
and building owned by the Company, fiduciaries
transfer of machineries and heavy equipment,
margin deposit minimum 10% from guarantee
bank, several trade receivables and personal
guarantee by Directors of the Company.
Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2012,
2011,
dan
2010
masing-masing
sebesar
Rp98.861.468.772,
Rp29.408.173.512
dan
Rp20.866.666.664. Beban bunga yang dibebankan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing
sebesar Rp4.241.426.288, Rp2.311.847.763 dan
Rp1.902.206.849, dan disajikan sebagai bagian
dari “Beban keuangan” dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
The outstanding balance as of December 31, 2012,
2011, and 2010 amounted to Rp98,861,468,772,
and
Rp20,866,666,664,
Rp29,408,173,512
respectively. The interest expense charged for
the years ended December 31, 2012, 2011
and 2010
amounted
to
Rp4,241,426,288,
Rp2,311,847,763
and
Rp1,902,206,849,
respectively, and are presented as part of “Finance
expenses” in the consolidated statements of
comprehensive income.
205
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG USAHA
14. TRADE PAYABLES
This account represents trade payables related to
projects with the following detail:
Akun ini merupakan utang usaha proyek dengan
rincian sebagai berikut:
2012
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Adhimix Precast Indonesia
PT Cahaya Indotama
Engineering
PT Pioneer Beton Industri
PT Manunggal Sejati Utama
PT Inter World Steel
Mills Indonesia
PT Expanda Megah Indonesia
PT Sarana Metal Indah
PT Hamanroko
PT Cipta Mortar Utama
PT Jaya Readymix
CV Kharisma Karya Persada
Sahabat Motor
PT Beton Perkasa Wijaksana
PT SCG Readymix Indonesia
PT Asia Asindo Sukses
PT Beton Konstruksi Wijaksana
PT Gerindo Indahtama Sukses
PT Prima Rezeki Pertiwi
PT Prima Jasa Aldodua
CV Multi Steelindo Perkasa
PT Karya Beton Sudhira
PT Sembilan Sedjati Sarana
PT Sinar Powerindo Utama
PT Abadi Prima Inti Karya
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp1 miliar)
Dalam Dolar Amerika Serikat
PT Sany Indonesia Machinery
(US$1.156.000)
Zoomlion Heavy Industry
Science Co., Ltd.
(US$956.120)
Way Engineering Co., Ltd.
(USD246.000)
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp1 miliar)
(US$38.435 pada tahun
2012 dan US$204.482
pada tahun 2011)
Dalam Vietnam Dong
Lain-lain (VND1.311.000,
VND11.841.063,
dan VND3.179
masing-masing pada tahun
2012, 2011 dan 2010)
Sub-total
2011
2010
7.703.166.137
2.308.190.987
8.903.729.925
6.780.054.665
5.967.828.450
5.343.695.098
4.250.226.332
2.244.748.000
-
3.947.576.331
279.394.500
-
4.804.784.235
4.681.529.955
4.364.977.870
3.800.592.183
3.417.358.532
2.632.976.850
1.924.417.845
1.706.195.300
1.681.706.962
1.550.069.210
1.540.350.614
1.537.899.516
1.534.120.221
1.523.337.690
1.498.539.624
1.386.098.750
1.382.652.750
1.238.468.960
1.151.006.598
-
416.013.428
1.896.984.000
1.681.425.399
332.134.572
456.595.118
107.006.620
114.767.932
6.783.867.672
433.206.840
275.431.273
44.349.250
329.186.827
1.151.006.598
1.163.109.431
3.113.310.006
204.143.500
7.796.569
85.745.800
563.575.288
443.672.046
5.510.909.363
739.422.530
117.474.500
1.151.006.598
-
26.319.164.412
22.757.827.998
15.665.825.940
11.178.520.000
-
-
9.245.680.400
-
-
2.378.820.000
-
-
371.664.226
1.854.245.315
-
605.564
5.103.948
28.589.695
118.646.282.617
48.605.427.540
40.762.172.591
206
Third parties
In Rupiah
PT Adhimix Precast Indonesia
PT Cahaya Indotama
Engineering
PT Pioneer Beton Industri
PT Manunggal Sejati Utama
PT Inter World Steel
Mills Indonesia
PT Expanda Megah Indonesia
PT Sarana Metal Indah
PT Hamanroko
PT Cipta Mortar Utama
PT Jaya Readymix
CV Kharisma Karya Persada
Sahabat Motor
PT Beton Perkasa Wijaksana
PT SCG Readymix Indonesia
PT Asia Asindo Sukses
PT Beton Konstruksi Wijaksana
PT Gerindo Indahtama Sukses
PT Prima Rezeki Pertiwi
PT Prima Jasa Aldodua
CV Multi Steelindo Perkasa
PT Karya Beton Sudhira
PT Sembilan Sedjati Sarana
PT Sinar Powerindo Utama
PT Abadi Prima Inti Karya
Others (each below Rp1 billion)
In United States Dollar
PT Sany Indonesia Machinery
(US$1,156,000)
Zoomlion Heavy Industry
Science Co., Ltd.
(US$956,120)
Way Engineering Co., Ltd.
(US$246,000)
Others (each below Rp1 billion)
(US$38,435 in 2012 and
US$204,482 in 2011)
In Vietnamese Dong
Others (VND1,311,000,
VND11,841,063,
and VND3,179
in 2012, 2011
and 2010, respectively)
Sub-total
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
14. UTANG USAHA (lanjutan)
14. TRADE PAYABLES (continued)
2012
Pihak berelasi (Catatan 25a)
Dalam Rupiah
PT Dinamik Struktural Sistem
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
PT Alfa Stilindo
Sub-total
Total utang usaha
2011
2010
2.518.134.320
2.726.349.728
4.867.148.191
1.544.204.860
-
1.806.194.516
2.116.322.666
4.062.339.180
4.532.544.244
6.983.470.857
Sub-total
122.708.621.797
53.137.971.784
47.745.643.448
Total trade payables
The aging analysis of trade payables is as follows:
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2012
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 – 30 hari
31 – 60 hari
Lebih dari 60 hari
Total
2011
2010
58.877.212.226
13.767.226.160
15.377.691.105
19.878.222.849
13.444.607.143
30.508.579.579
14.210.692.140
9.091.011.313
16.069.042.171
8.221.225.244
7.981.932.129
16.164.794.970
Current
Overdue:
1 – 30 days
31 – 60 days
More than 60 days
122.708.621.797
53.137.971.784
47.745.643.448
Total
There were no assets pledged for the above trade
payables.
Tidak terdapat aset yang dijaminkan terhadap
utang usaha tersebut di atas.
15. UTANG LAIN-LAIN
15. OTHER LIABILITIES
The details of other liabilities are as follows:
Rincian utang lain-lain adalah sebagai berikut:
2012
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Artisan Wahyu
Subianto
Lain-lain
Dalam Dolar Amerika Serikat
N & C Resources SDN BHD
(US$94.500)
Dalam Vietnam Dong
Lain-lain
(VND101.859.713,
VND90.196.125 dan
VND435.016.346
masing-masing pada
tahun 2012, 2011 dan 2010)
Total utang lain-lain
Related parties (Note 25a)
In Rupiah
PT Dinamik Struktural Sistem
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
PT Alfa Stilindo
2011
2010
22.338.332.682
4.000.000.000
721.832.874
4.478.995.847
1.000.000.000
9.922.414.626
828.374.820
572.351.665
826.373.292
-
856.929.990
-
47.050.020
38.877.957
200.702.596
27.107.215.576
17.697.944.905
1.027.075.888
Third parties
In Rupiah
PT Elite Prima Hutama
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Artisan Wahyu
Subianto
Others
In United States Dollar
N & C Resources SDN BHD
(US$94,500)
In Vietnam Dong
Others (VND101,859,713,
VND90,196,125 and
VND435,016,346
in 2012, 2011
and 2010, respectively)
Total other liabilities
The liabilities to PT Elite Prima Hutama,
PT Bintang Sedayu Makmur, PT Artisan Wahyu
and Subianto in 2012 and 2011 are borrowings
which will be calculate with the settlement of
receivables. The liabilities in 2012 and 2011
amounted
to
Rp26,338,332,682
and
Rp16,229,785,293, respectively.
Utang kepada PT Elite Prima Hutama, PT Bintang
Sedayu Makmur, PT Artisan Wahyu dan Subianto
pada tahun 2012 dan 2011 merupakan pinjaman
yang akan diperhitungkan dengan penyelesaian
piutang. Jumlah utang tersebut pada tahun 2012
dan
2011
masing-masing
sebesar
Rp26.338.332.682 dan Rp16.229.785.293.
207
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
16. UNEARNED REVENUES
The details of unearned revenues are as follows:
Rincian pendapatan diterima di muka adalah
sebagai berikut:
2012
Proyek jasa konstruksi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
Setiabudi Rasuna
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Mandiri Eka Abadi
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Graha Megaria Bali
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Elite Prima Hutama
PT Gading Raya Propertindo
PT Panen GL Indonesia
Mace International Limited
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Artisan Wahyu
Dalam Dolar Amerika Serikat
Setiabudi Rasuna
(USD1.564.043)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(USD1.111.086)
Mace International Limited
(USD396.219)
Sub-total
Proyek pondasi
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Greenland Rajawali Utama
PT Bahanasemesta
Citranusantara
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Sumber Cipta Griya Utama
Obayashi-Jasa Konstruksi
Sahid Megatama
Karya Gemilang
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Asialand
PT Puri Dibya Property
PT Tri Pura Indah Persada
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Swadaya Graha
PT Visi Utama Indonesia
PT Palarudhibi Teguh Makmur
PT Krakatau Engineering
PT Dizamatra Powerindo
Sub-total
Total pendapatan
diterima di muka
2011
2010
117.380.660.717
37.340.420.214
27.168.779.094
16.318.436.799
5.867.677.063
5.493.842.814
4.311.960.328
2.871.262.848
1.810.000.000
22.650.000
-
30.677.300.831
13.933.767.167
19.553.323.912
4.545.454.545
2.518.044.286
-
3.657.655.322
13.196.656.495
4.809.391.518
14.243.243.675
-
-
10.142.123.846
-
-
-
3.556.065.525
-
242.971.057.398
74.783.956.266
21.663.703.335
Construction service projects
Third parties
In Rupiah
Setiabudi Rasuna
PT Rasuna Setiabudi Raya
PT Mandiri Eka Abadi
PT Anaamaya Mitra Selaras
PT Graha Megaria Bali
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Inspirasi Jelas Itqoni
PT Elite Prima Hutama
PT Gading Raya Propertindo
PT Panen GL Indonesia
Mace International Limited
PT Lelco Trindo Nusantara
PT Bintang Sedayu Makmur
PT Artisan Wahyu
In United States Dollar
Setiabudi Rasuna
(USD1,564,043)
PT Rasuna Setiabudi Raya
(USD1,111,086)
Mace International Limited
(USD396,219)
Sub-total
13.636.363.637
-
-
6.150.000.000
3.877.498.414
3.075.000.000
2.444.085.593
-
-
1.419.271.000
693.696.037
13.009.490
5.999.800
-
13.009.490
4.580.000.000
48.300.760
382.539.054
290.000.004
226.889.550
169.371.000
-
131.675.000
1.020.000.000
2.610.000.000
209.000.000
44.100.000
Foundation projects
Third parties
In Rupiah
PT Greenland Rajawali Utama
PT Bahanasemesta
Citranusantara
PT Kalma Propertindo Jaya
PT Sumber Cipta Griya Utama
Obayashi-Jasa Konstruksi
Sahid Megatama
Karya Gemilang
PT Mitra Pertala Perkasa
PT Asialand
PT Puri Dibya Property
PT Tri Pura Indah Persada
PT Karyadeka Graha Lestari
PT Swadaya Graha
PT Visi Utama Indonesia
PT Palarudhibi Teguh Makmur
PT Krakatau Engineering
PT Dizamatra Powerindo
31.314.923.971
5.710.109.858
4.014.775.000
Sub-total
274.285.981.369
80.494.066.124
25.678.478.335
Total unearned revenues
Unearned revenues represents the Company and
Subsidiaries debts arising from construction work
advances from the customer.
Pendapatan diterima di muka merupakan utang
Perusahaan dan Entitas Anak yang berasal dari
uang muka pekerjaan jasa konstruksi yang diterima
dari pemberi kerja.
208
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA
17. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
penyisihan imbalan kerja yang dicatat dalam akun
“Liabilitas Imbalan Kerja” adalah masing-masing
sebesar
Rp3.542.617.209,
Rp1.975.564.567
dan Rp1.266.184.771. Beban terkait sebesar
Rp1.567.052.642,
Rp709.379.796
dan
Rp468.274.669 masing-masing pada tahun 2012,
2011 dan 2010 dicatat sebagai bagian dari “Beban
usaha - Gaji dan kesejahteraan karyawan” pada
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
(Catatan 23).
As of December 31, 2012, 2011 and 2010,
the liability for post-employment defined benefits
which is recorded under “Employee Benefits
Liability” account amounted to Rp3,542,617,209,
Rp1,975,564,567
and
Rp1,266,184,771,
respectively. The related expenses amounting to
Rp1,567,052,642,
Rp709,379,796
and
Rp468,274,669 in 2012, 2011 dan 2010,
respectively, are recorded as part of “Operating
expenses - Salaries and employees’ benefits” in
the consolidated statements of comprehensive
income (Note 23).
Perusahaan menyediakan imbalan kerja yang
diberikan kepada karyawan berupa gaji, THR dan
lain-lain. Perusahaan juga menyediakan imbalan
kerja bagi para karyawan yang mencapai pensiun
pada usia 55 tahun berdasarkan ketentuan
Undang-undang Tenaga Kerja No.13/2003 tanggal
25 Maret 2003.
The Company provides employee benefits to
employees such as salary, THR and others.
The Company also provides employee benefits
who reach the mandatory retirement age of 55
years under the provisions of Labor Law No.
13/2003 dated March 25, 2003.
Liabilitas imbalan pasca-kerja berupa imbalan pasti
ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaris
independen, PT Dian Artha Tama, yang dalam
laporannya tertanggal 25 Februari 2013, 16 Juli
2012 dan 6 Mei 2011 masing-masing untuk tahun
2012, 2011 dan 2010, menggunakan metode
“Projected Unit Credit” dengan asumsi sebagai
berikut:
The post-employement benefits liability which is
defined benefit plans was determined based on
independent actuarial calculation performed by PT
Dian Artha Tama, as shown in its reports dated
February 25, 2013, July 16, 2012 and May 6, 2011
for 2012, 2011 and 2010, respectively, using the
“Projected Unit Credit” method with the following
assumptions:
Tingkat diskonto :
Tingkat kenaikan gaji tahunan
:
Umur pensiun
:
Referensi tingkat kematian
:
5% untuk 2012 (2011 dan 2010: 6%) per tahun
5% for 2012 (2011 and 2010: 6%) per year
5% untuk 2012 (2011 dan 2010: 5%) per tahun
5% for 2012 (2011 and 2010: 5%) per year
55 tahun/55 years of age
Tabel Mortalita Indonesia 1999/
Indonesian Mortality Table 1999
a.
Beban imbalan kerja
2012
b.
Discount rate
:
Future annual salary increase
:
Retirement age
:
Mortality rate reference
The following tables summarize the components
of employee benefits liability and expenses
recognized in the consolidated statements of
financial position and consolidated statements of
comprehensive income:
Tabel-tabel
berikut
menunjukkan
ringkasan
komponen liabilitas dan biaya penyisihan imbalan
pasca-kerja yang dicatat dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian:
a.
:
Employee benefits expense
2011
2010
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Rugi aktuaria neto
Biaya jasa lalu
1.311.275.661
158.303.498
54.129.884
43.343.599
516.574.331
125.666.060
23.795.806
43.343.599
324.121.641
100.809.429
43.343.599
Current service cost
Interest cost
Net actuarial losses
Past service cost
Beban atas imbalan kerja
1.567.052.642
709.379.796
468.274.669
Employee benefits expense
b.
Liabilitas imbalan kerja
2012
2011
2010
Employee benefits liability
2009
2008
Nilai kini liabilitas imbalan
pasca-kerja
Biaya jasa lalu yang
belum diakui
(Rugi) laba aktuaria yang
belum diakui
(294.939.350)
(338.282.950)
(381.626.550)
(408.155.292)
(449.837.308)
(1.440.752.473)
(852.222.413)
(446.623.020)
(54.052.469)
109.299.331
Unrecognized actuarial (losses) gains
Liabilitas imbalan kerja
3.542.617.209
797.910.102
470.714.549
Employee benefits liability
5.278.309.032
3.166.069.930
1.975.564.567
2.094.434.341
1.266.184.771
209
1.260.117.863
811.252.526
Present value of future benefit
obligations (“PBO”)
Unrecognized past service cost
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
c.
17. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)
c.
Mutasi liabilitas penyisihan imbalan kerja
2012
Movements in employee benefits liability
2011
2010
Saldo awal
Penyisihan pada tahun berjalan
1.975.564.567
1.567.052.642
1.266.184.771
709.379.796
797.910.102
468.274.669
Beginning balance
Provision during the year
Saldo akhir
3.542.617.209
1.975.564.567
1.266.184.771
Ending balance
A one percentage point change in the assumed
discount rate would have the following effects:
Perubahan satu poin persentase dalam tingkat
diskonto yang diasumsikan akan memiliki dampak
sebagai berikut:
2012
Kenaikan/
Increase
2011
Penurunan/
Decrease
Kenaikan/
Increase
2010
Penurunan/
Decrease
Kenaikan/
Increase
Penurunan/
Decrease
Dampak pada agregat biaya jasa
kini dan biaya bunga
(89.676.657)
102.922.936
(35.279.243)
40.533.830
(19.678.339)
23.127.366
Dampak kewajiban manfaat pasti
(333.039.998)
377.445.889
(190.047.754)
214.360.873
(125.086.681)
148.423.527
18. UTANG SEWA PEMBIAYAAN
Effect on the aggregate
current service cost and
interest cost
Effect on the defined
benefit obligation
18. OBLIGATIONS UNDER FINANCE LEASE
Perusahaan
mengadakan
perjanjian
sewa
pembiayaan dengan PT Mizuho Balimor Finance
pada tanggal 10 Agustus 2011 dan akan jatuh
tempo pada tanggal 10 Agustus 2013 untuk
pembelian kendaraan dan dikenakan bunga
sebesar 4,95% per tahun.
The Company entered into lease agreement with
PT Mizuho Balimor Finance on August 10, 2011
and will mature on August 10, 2013 to purchase
vehicle with lease and bears annual interest at
the rate of 4.95%.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
pembayaran sewa minimum di masa yang akan
datang berdasarkan perjanjian tersebut adalah
sebagai berikut :
As of December 31, 2012, 2011 and 2010,
the future minimum lease payments under
the finance lease agreement is as follows:
2012
2011
2010
Utang sewa pembiayaan
Dikurangi beban bunga
451.332.000
40.665.330
1.225.044.000
110.377.330
-
Obligations under finance lease
Less interest expenses
Utang sewa pembiayaan - neto
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
410.666.670
1.114.666.670
-
Obligations under finance lease - net
410.666.670
704.000.000
-
Less current maturities
-
410.666.670
-
Long-term portion
Bagian jangka panjang
The payment schedules of the obligations under
finance lease by the year maturity are as follows:
Jadwal pembayaran utang sewa pembiayaan
berdasarkan tahun jatuh tempo adalah sebagai
berikut:
2012
2011
2010
Dalam 1 tahun
Dalam 1 - 5 tahun
451.332.000
-
773.712.000
451.332.000
-
Within 1 year
Within 1 - 5 years
Total utang sewa pembiayaan
Dikurangi beban bunga
451.332.000
40.665.330
1.225.044.000
110.377.330
-
Total obligations under finance lease
Less interest expenses
Total utang sewa pembiayaan neto
410.666.670
1.114.666.670
-
210
Total obligations under finance
lease - net
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
19. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
19. NON-CONTROLLING INTERESTS
Non-controlling interests in net assets
consolidated Subsidiaries are as follows:
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih
Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai
berikut:
2012
Wong Hee Tiek
Maharso Rusman Suparto
Kusnadi
Total kepentingan
nonpengendali
2011
2010
99.818.529
99.818.529
74.863.897
105.468.000
105.468.000
79.101.000
-
Wong Hee Tiek
Maharso Rusman Suparto
Kusnadi
274.500.955
290.037.000
-
Total non-controlling interests
20. MODAL SAHAM
20. CAPITAL STOCK
The composition of the Company’s shareholders
and share ownership as of December 31, 2012,
2011 and 2010 are as follows:
Susunan pemegang saham Perusahaan dan
kepemilikan saham pada tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
Pemegang saham
of
Total saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of shares
issued and
fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Jumlah/
Amount
Shareholders
PT Cross Plus Indonesia
PT Loka Cipta Kreasi
Tn. Hilarius Arwandhi
22.000
17.600
400
55%
44%
1%
22.000.000.000
17.600.000.000
400.000.000
PT Cross Plus Indonesia
PT Loka Cipta Kreasi
Mr. Hilarius Arwandhi
Total
40.000
100%
40.000.000.000
Total
Berdasarkan
pernyataan
keputusan
Para
Pemegang Saham yang telah diaktakan melalui
Akta Notaris No. 229 tanggal 28 Januari 2010 para
pemegang
saham
memutuskan
untuk
meningkatkan modal dasar Perusahaan dari
sebesar Rp3.000.000.000 dengan nilai nominal
Rp1.000.000 per saham atau sebanyak 3.000
saham menjadi sebesar Rp160.000.000.000
dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau
sebanyak 160.000 saham dan meningkatkan
modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan
dari sebesar Rp1.000.000.000 dengan nilai
nominal Rp1.000.000 per saham atau sebanyak
1.000 saham menjadi Rp40.000.000.000 dengan
nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau
sebanyak 40.000 saham. Perubahan tersebut telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia
dalam
Surat
Keputusan
No. AHU-44261.AH.01.02. tahun 2010 tanggal
8 September 2010 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 3065
tanggal
21
Februari
2012,
Tambahan
No. 15.
Based on the Notarial Deed No. 229 dated
January 28, 2010 of Statements of Shareholders,
the shareholders agreed to increase the authorized
capital of the Company from Rp3,000,000,000 with
par value of Rp1,000,000 per share or totaling
3,000 shares to Rp160,000,000,000 with par value
of Rp1,000,000 per share or totaling 160,000
shares and agreed to increase issued and fullypaid capital of the Company from Rp1,000,000,000
with par value of Rp1,000,000 per shares or
totaling 1,000 shares to Rp40,000,000,000 with par
value of Rp1,000,000 per share or totaling 40,000
shares. The amendment was approved by Ministry
of Laws and Human Rights in its Decision Letter
No. AHU-44261.AH.01.02. year 2010 dated
September 8, 2010 and has been published in
the State Gazette No. 3065 dated February 21,
2012, Supplement No. 15.
Berdasarkan Akta Notaris No. 75 tanggal
8 Februari 2013 dari Notaris Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si., nilai nominal saham Perusahaan telah
diubah dari semula Rp1.000.000 per saham
menjadi Rp100 per saham (Catatan 33).
Based on the Notarial Deed No. 75 dated
February 8, 2013 of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., the par value of the Company’s shares was
changed from Rp1,000,000 per share to Rp100 per
share (Note 33).
211
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
21. PENDAPATAN USAHA
21. REVENUES
Details of revenues are as follows:
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
2012
2011
2010
Pihak ketiga
Kontrak jasa konstruksi
Kontrak pondasi
513.057.118.982
156.848.545.089
347.606.253.538
81.457.101.322
241.245.305.864
61.862.062.789
Third party
Construction services contracts
Foundation contracts
Total pendapatan usaha
669.905.664.071
429.063.354.860
303.107.368.653
Total revenues
For the years ended December 31, 2012, 2011 and
2010, the details of revenues from customers with
individual cumulative amount each exceeding 10%
of consolidated revenues are as follows:
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010, rincian
pendapatan dari pelanggan dengan jumlah
penjualan kumulatif individual masing-masing
melebihi 10% dari pendapatan usaha konsolidasian
adalah sebagai berikut:
2012
Persentase
terhadap
total
penjualan/
Percentage
to total sales
Total/
Total
PT Ciputra Adigraha
PT Artisan Wahyu
PT Bintang Sedayu
Makmur
PT Elite Prima
Hutama
Mace International
Limited
Setiabudi Rasuna
Total
2011
2010
Persentase
terhadap
total
penjualan/
Percentage
to total sales
Total/
Total
Persentase
terhadap
total
penjualan/
Percentage
to total sales
Total/
Total
-
-
-
-
35.049.895.458
92.127.832.279
11,56%
30,39%
-
-
107.897.849.081
25,15%
75.341.826.250
24,86%
133.444.146.195
19,92%
146.027.812.343
34,03%
-
-
97.064.960.237
116.880.191.190
14,49%
17,45%
-
-
-
-
PT Ciputra Adigraha
PT Artisan Wahyu
PT Bintang Sedayu
Makmur
PT Elite Prima
Hutama
Mace International
Limited
Setiabudi Rasuna
347.389.297.622
51,86%
253.925.661.424
59,18%
202.519.553.987
66,81%
Total
22. BEBAN POKOK PENDAPATAN
22. COST OF REVENUES
The details of cost of revenues are as follows:
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai
berikut:
2012
2011
2010
Bahan baku
Biaya tenaga kerja
Overhead
Sewa alat
Sub-kontraktor
234.781.436.441
107.865.757.295
35.012.769.709
55.592.035.709
121.105.669.308
125.501.815.433
48.502.807.641
25.059.639.280
26.992.328.134
122.583.221.441
81.831.776.466
45.857.612.844
17.461.634.630
21.170.221.148
72.905.263.937
Direct material
Labor cost
Overhead
Equipments rental
Sub-contractor
Total beban pokok
pendapatan
554.357.668.462
348.639.811.929
239.226.509.025
Total cost of revenues
During the years ended December 31, 2012, 2011
and 2010, there were no purchases made from
any single supplier with a cumulative amount
exceeding 10% of the consolidated revenues.
Selama tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010, tidak ada
transaksi dari satu pemasok yang jumlah pembelian
kumulatifnya melebihi 10% dari pendapatan usaha
konsolidasian.
212
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
23. BEBAN USAHA
23. OPERATING EXPENSES
The details of operating expenses are as follows:
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2012
Gaji dan kesejahteraan
karyawan (Catatan 17)
Perbaikan dan pemeliharaan
Penyusutan (Catatan 11)
Jasa profesional
Sewa kantor
Pajak dan perijinan
Pembentukan (pembalikan)
cadangan kerugian
penurunan nilai
Transportasi
Pemasaran
Administrasi
Lain-lain
Total beban usaha
2011
21.905.644.352
7.908.479.044
1.956.842.343
1.697.042.248
1.405.358.384
1.348.053.011
2010
18.375.200.876
7.976.230.981
699.870.169
2.309.197.651
641.461.639
881.171.590
1.003.890.997
894.613.083
808.323.591
388.109.248
1.068.849.219
(2.301.997.243)
683.718.455
642.658.789
578.343.828
125.832.291
40.385.205.520
30.611.689.026
24. BEBAN KEUANGAN
12.461.804.777
5.345.495.222
1.125.439.579
724.520.103
725.614.664
1.801.208.862
Salaries and employees' benefits
(Note 17)
Repair and maintenance
Depreciation (Note 11)
Professional fees
Office rental
Tax and licenses
5.508.905.764
534.971.080
496.263.671
334.044.819
303.343.460
Provision (reversal)
for impairment losses
Transportation
Marketing
Administrative
Miscellaneous
29.361.612.001
Total operating expenses
24. FINANCE EXPENSES
The details of finance expenses are as follows:
Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
2012
2011
2010
Bunga pinjaman (Catatan 13)
Administrasi bank
Bunga sewa pembiayaan
4.241.426.288
2.527.193.178
146.383.784
2.311.847.763
357.032.571
42.893.335
1.902.206.849
357.197.444
36.943.500
Interest loan (Note 13)
Bank administrative
Finance lease interest
Total beban keuangan
6.915.003.250
2.711.773.669
2.296.347.793
Total finance expenses
25. SALDO DAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI
25. SIGNIFICANT
BALANCES
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
In the normal course of business, the Company
and Subsidiaries engage in trade and other
transactions with related parties, which are
affiliated with the Company and Subsidiaries
through equity ownership, either direct or indirect,
and/or under common control, and/or common key
management. The significant transactions and
balances with these related parties are as follows:
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan
dan Entitas Anak melakukan transaksi dagang dan
transaksi lainnya dengan pihak-pihak berelasi,
yang terafiliasi dengan Perusahaan dan Entitas
Anak melalui kepemilikan ekuitas langsung dan tak
langsung, dan/atau di bawah kendali pihak yang
sama, dan/atau melalui manajemen kunci yang
sama. Transaksi dan saldo yang signifikan dengan
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Dasar Transaksi/Nature of
Transactions
Tahun yang
Berakhir
pada Tanggal/
Year Ended
Perusahaan
Sepengendali/
Under
Common
Control
Companies
Pihak
Terkait
Lainnya/
Other Related
Parties
Pembelian/Purchases
31 Des. 2012/Dec. 31, 2012
31 Des. 2011/Dec. 31, 2011
31 Des. 2010/Dec. 31, 2010
1.403.822.600
-
9.314.091.323
9.698.845.531
10.216.836.606
Utang usaha/Trade payables
31 Des. 2012/Dec. 31, 2012
31 Des. 2011/Dec. 31, 2011
31 Des. 2010/Dec. 31, 2010
1.544.204.860
-
2.518.134.320
4.532.544.244
6.983.470.857
Utang lain-lain/Other payables
31 Des. 2012/Dec. 31, 2012
31 Des. 2011/Dec. 31, 2011
31 Des. 2010/Dec. 31, 2010
2.346.663.000
-
-
213
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
25. SALDO DAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
25. SIGNIFICANT
BALANCES
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
(continued)
Syarat dan ketentuan transaksi-transaksi
dengan pihak-pihak berelasi
Terms and conditions of the transactions with
related parties
a.
a.
Penjualan dan pembelian dari pihak-pihak
berelasi dilakukan pada harga yang disepakati
tergantung jenis produk terkait dan/atau
berdasarkan harga pasar. Saldo terkait pada
akhir tahun adalah tanpa jaminan, tanpa
bunga dan penyelesaian dilakukan dalam
bentuk tunai. Tidak terdapat jaminan yang
diberikan atau diterima untuk setiap piutang
atau utang dari pihak-pihak berelasi.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
Perusahaan dan Entitas Anak tidak membuat
provisi atas penurunan nilai piutang dari pihakpihak berelasi, dikarenakan manajemen
berpendapat bahwa, berdasarkan hasil
penilaian, seluruh piutang dagang dari pihakpihak berelasi dapat ditagih. Penilaian ini
dilakukan pada setiap akhir tahun keuangan
dengan memeriksa posisi keuangan dari
pihak-pihak berelasi dan pasar di mana pihakpihak tersebut beroperasi. Saldo terkait atas
utang dagang yang timbul dari transaksi
pembelian adalah sebagai berikut:
2012
2011
2010
PT Dinamik Struktural Sistem
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
PT Alfa Stilindo
2.518.134.320
2.726.349.728
4.867.148.191
1.544.204.860
-
1.806.194.516
2.116.322.666
Total
4.062.339.180
4.532.544.244
6.983.470.857
Total
14.63%
Percentage to total
trade payables
Persentase terhadap total
utang usaha
3,31%
8.53%
PT Dinamik Struktural Sistem
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
PT Alfa Stilindo
Purchases from PT Alfa Stilindo have equality
price with the others suppliers.
Pembelian dari PT Alfa Stilindo memiliki
kesetaraan harga dengan pemasok lainnya.
b.
Sales and purchases from related parties are
made at agreed prices depending on the type
of product involve and/or based on market
prices. The related outstanding balances at
end of year are unsecured, interest-free and
settlement is made in cash. There were no
guarantees provided or received for any
related party receivables or payables.
For the years ended December 31, 2012, 2011
and 2010, the Company and Subsidiaries have
not made any provision for impairment relating
to the amounts due from related parties, since
management
believes,
based
on
its
assessment, that all trade receivables from
related
parties
are
fully
collectible.
This assessment is undertaken each financial
year by examining the financial positions of
the related parties concerned, and the market
in which the related parties operate.
The related trade payables arising from these
purchase transactions are as follows:
b.
Entitas Anak memiliki piutang kepada
Mr. Liew Kok Kee pada tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 masing-masing sebesar
VND69.888.955,
VND130.000.000
dan
VND308.617.375
(setara
dengan
Rp32.282.407,
Rp56.034.940
dan
Rp138.410.382) yang disajikan sebagai bagian
dari “Piutang lain-lain” pada laporan posisi
keuangan konsolidasian.
214
The Subsidiary has a receivable from
Mr. Liew Kok Kee as of December 31, 2012,
2011,
and
2010
amounting
to
VND69,888,955,
VND130,000,000
and
VND308,617,375
(equivalent
to
Rp32,282,407,
Rp56,034,940
and
Rp138,410,382), respectively, which are
presented as part of “Other receivables” in
the consolidated statements of financial
position.
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
25. SALDO DAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
25. SIGNIFICANT
BALANCES
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
(continued)
Syarat dan ketentuan transaksi-transaksi
dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Terms and conditions of the transactions with
related parties (continued)
c.
c.
Kompensasi manajemen kunci
Key
management
includes
board
of
commissioners
and
directors.
The compensation paid or payable to key
management
for
employee
services
represented short-term employee benefits.
The
compensation
paid
or
payable
amounted for the years ended December 31,
2012, 2011 and 2010 are as follows:
Manajemen kunci terdiri dari dewan komisaris
dan direksi. Kompensasi yang dibayar atau
terutang pada manajemen kunci atas jasa
pekerja merupakan imbalan kerja jangka
pendek. Kompensasi yang dibayar atau
terutang masing-masing untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
2012
Dewan Komisaris
Direksi
Total
Salaries and other compensation benefits
2011
2010
834.200.000
560.030.000
617.381.450
409.426.500
544.487.900
370.826.500
Board of Commissioners
Board of Directors
1.394.230.000
1.026.807.950
915.314.400
Total
The relationships with the related parties mentioned
in the foregoing are as follows:
Hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi/
Related parties
Sifat dari hubungan/
Nature of relationship
Sifat dari transaksi/
Nature of transaction
PT Cross Plus Indonesia
Pemegang saham Perusahaan/
Shareholder of the Company
PT Loka Cipta Kreasi
Pemegang saham Perusahaan/
Shareholder of the Company
Mr. Liew Kok Kee
Direktur Entitas Anak/
Subsidiary’s Director
Piutang lain-lain/
Other receivables
PT Dinamik Struktural Sistem
Pihak berelasi lainnya/
Other related party
Utang usaha/
Trade payables
PT Bintai Kindenko Engineering
Indonesia
Perusahaan asosiasi/
Associated company
Utang usaha/
Trade payables
PT Alfa Stilindo
Pihak berelasi lainnya/
Other related party
Utang usaha/
Trade payables
26. PERPAJAKAN
a.
26. TAXATION
Pajak dibayar di muka
a.
2012
2011
Prepaid taxes
2010
Pajak Pertambahan Nilai
-
-
348.072
Value-Added Tax (VAT)
Total pajak dibayar
di muka
-
-
348.072
Total prepaid taxes
215
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
26. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
26. TAXATION (continued)
Utang pajak
b.
2012
c.
2011
2010
Pajak Penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 4(2)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
269.939.359
149.306.959
1.534.961.922
1.507.420.719
111.882.901
59.599.353
3.506.783.486
1.539.698.607
33.999.751
57.159.498
286.083.846
-
Income Tax
Article 21
Article 23
Article 4(2)
Value-Added Tax (VAT)
Total utang pajak
3.461.628.959
5.217.964.347
377.243.095
Total taxes payable
Pajak penghasilan
c.
2012
2011
Income tax
2010
Pajak kini - final
20.097.169.922
12.840.685.715
7.699.609.630
Current tax - final
Total pajak penghasilan
20.097.169.922
12.840.685.715
7.699.609.630
Total income tax
Pajak final
Final tax
Perhitungan
beban
dan
utang
pajak
penghasilan final untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
The computation of final tax expense and
tax
payable
for
the
years
ended
December 31, 2012, 2011 and 2010 are as
follows :
2012
Pendapatan jasa konstruksi
Dikurangi:
Pendapatan usaha luar negeri
tidak kena pajak
Pendapatan jasa konstruksi
kena pajak final
Total beban pajak
2011
2010
669.905.664.071
429.063.354.860
303.107.368.653
-
1.040.497.686
4.064.375.191
Income from construction services
Deduction:
Income from overseas
not subject to tax
669.905.664.071
428.022.857.174
299.042.993.462
Income from construction service
subject to final tax
20.097.169.922
12.840.685.715
7.699.609.630
Total tax expense
Annual Corporate Income Tax Return for fiscal
years 2012, 2011 and 2010 has been
submitted in accordance with the above
amount.
SPT Tahunan PPh Badan untuk tahun pajak
2012, 2011 dan 2010 telah dilaporkan sesuai
dengan angka di atas.
d.
Taxes payable
Manfaat (beban) pajak tangguhan
d.
Deferred tax benefit (expense)
The Company and Subsidiaries did not
recognize the deferred tax assets or liabilities
since the Company and Subsidiaries are
engaged in construction services which
revenues are subjected to final tax.
Perusahaan dan Entitas Anak tidak mencatat
aset atau liabilitas pajak tangguhan karena
Perusahaan dan Entitas Anak merupakan
perusahaan konstruksi yang pendapatannya
dikenakan pajak final.
216
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
27. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG
ASING
27. ASSETS AND
CURRENCIES
LIABILITIES
IN
FOREIGN
As of December 31, 2012 and 2011 the Company
and Subsidiaries have monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies. The
values of these currency denominated assets and
liabilities as of the reporting date and completion
date of the consolidated financial statements are
presented below:
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
Perusahan dan Entitas Anak memiliki aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing. Nilai
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
pada tanggal pelaporan dan tanggal penyelesaian
laporan keuangan konsolidasian disajikan sebagai
berikut:
2012
Mata uang asing/
Foreign currency
Aset
Kas dan setara kas
Dalam Dolar AS (USD)
Dalam Dong Vietnam (VND)
Piutang usaha - neto
Dalam Dolar AS (USD)
Piutang lain-lain
Dalam Dong Vietnam (VND)
Piutang retensi
Dalam Dolar AS (USD)
Tagihan bruto pemberi kerja
Dalam Dolar AS (USD)
Aset lain-lain
Dalam Dong Vietnam (VND)
5 Maret 2013
(Tanggal
penyelesaian)/
March 5, 2013
(Completion date)
87.722.950
87.988.829
Assets
Cash and cash equivalents
In US Dollar (USD)
In Vietnamese Dong (VND)
Trade receivables - net
In US Dollar (USD)
Other receivables
In Vietnamese Dong (VND)
Retention receivables - net
In US Dollar (USD)
Due from customers
In US Dollar (USD)
Other assets
In Vietnamese Dong (VND)
23.371.749.531
23.453.775.912
Total assets in foreign currencies
1.414.497
9.167.943.500
13.678.185.990
4.234.764.782
13.727.693.385
4.247.599.903
136.734
1.322.217.780
1.327.003.470
82.064.513
37.906.419
38.021.310
129.565
1.252.893.550
1.257.428.325
285.218
2.758.058.060
2.768.040.690
189.913.512
Total aset dalam mata uang asing
Liabilitas
Utang usaha
Dalam Dolar AS (USD)
Dalam Dong Vietnam (VND)
Utang lain-lain
Dalam Dong Vietnam (VND)
Utang pajak
Dalam Dong Vietnam (VND)
Utang bank
Dalam Dolar AS (USD)
31 Desember 2012
(Tanggal pelaporan)/
December 31, 2012
(Reporting date)
2.396.555
1.311.000
23.174.686.850
605.564
23.258.566.275
607.399
44.854.933
20.718.942
20.781.739
57.004.780
26.331.078
26.410.885
1.365.290
Liabilities
Trade payables
In US Dollar (USD)
In Vietnamese Dong (VND)
Other payables
In Vietnamese Dong (VND)
Tax payables
In Vietnamese Dong (VND)
Bank loans
In US Dollar (USD)
13.202.354.300
13.250.139.450
Total liabilitas dalam mata uang asing
36.424.696.734
36.556.505.748
Total liabilities in foreign currencies
Liabilitas neto dalam mata uang asing
13.052.947.203
13.102.729.836
Net liabilities in foreign currencies
As of March 5, 2013, the rate of exchange is
Rp9,705 to US$1 and Rp0.463310 to VND1 based
on the middle rate of exchange for bank notes as
published by Bank Indonesia. If the net liabilities in
foreign currency as of December 31, 2012 are
reflected using the middle rate as of March 5, 2013,
the net liabilities will increase by Rp49,782,633.
Pada tanggal 5 Maret 2013, kurs tengah uang
kertas asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia
adalah Rp9.705 untuk US$1 dan Rp0,463310
untuk VND1. Jika liabilitas neto dalam mata uang
asing pada tanggal 31 Desember 2012 dikonversi
dengan kurs tengah pada tanggal 5 Maret 2013,
liabilitas
neto
akan
bertambah
sebesar
Rp49.782.633.
217
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
27. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG
ASING (lanjutan)
27. ASSETS AND LIABILITIES
CURRENCIES (continued)
IN
FOREIGN
2011
Mata uang asing/
Foreign currency
Aset
Kas dan setara kas
Dalam Dolar AS (USD)
Dalam Dong Vietnam (VND)
Piutang usaha - neto
Dalam Dong Vietnam (VND)
Piutang lain-lain
Dalam Dong Vietnam (VND)
Aset lain-lain
Dalam Dong Vietnam (VND)
962.565
10.627.558.400
8.728.539.420
4.580.881.518
657.229.191
283.290.756
130.000.000
56.034.940
250.695.834
108.059.431
Assets
Cash and cash equivalents
In US Dollar (USD)
In Vietnamese Dong (VND)
Trade receivables - net
In Vietnamese Dong (VND)
Other receivables
In Vietnamese Dong (VND)
Other assets
In Vietnamese Dong (VND)
13.756.806.065
Total assets in foreign currencies
Total aset dalam mata uang asing
Liabilitas
Utang usaha
Dalam Dolar AS (USD)
Dalam Dong Vietnam (VND)
Utang bank
Dalam Dolar AS (USD)
Utang lain-lain
Dalam Dolar AS (USD)
Dalam Dong Vietnam (VND)
Utang pajak
Dalam Dong Vietnam (VND)
31 Desember 2011
(Tanggal pelaporan)/
December 31, 2011
(Reporting date)
204.482
11.841.063
1.854.242.776
5.103.948
544.939
4.941.506.852
94.500
77.658.232
856.926.000
33.473.649
12.537.893
5.404.308
Liabilities
Trade payables
In US Dollar (USD)
In Vietnamese Dong (VND)
Bank loans
In US Dollar (USD)
Other payables
In US Dollar (USD)
In Vietnamese Dong (VND)
Tax payables
In Vietnamese Dong (VND)
Total liabilitas dalam mata uang asing
7.696.657.533
Total liabilities in foreign currencies
Aset neto dalam mata uang asing
6.060.148.532
Net assets in foreign currencies
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN
28. COMMITMENTS AND AGREEMENTS
Kontrak kerja yang masih berjalan:
Outstanding contracts:
1. Proyek The Pakubuwono Signature (“TPS”)
1.
The Company entered into an agreement with
PT Mandiri Eka Abadi on January 26, 2011 to
build the foundation of TPS apartment, located
on Jalan Pakubuwono No. 6, South Jakarta.
The
contract
value
amounted
to
Rp26,500,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Mandiri Eka Abadi pada tanggal
26 Januari 2011 untuk membangun pondasi
apartemen TPS yang terletak di Jalan
Pakubuwono No. 6, Jakarta Selatan. Nilai
kontrak sebesar Rp26.500.000.000.
2. Proyek The
(“TPS II”)
Pakubuwono
Signature
The Pakubuwono Signature (“TPS”) project
2.
II
The Pakubuwono Signature (“TPS II”) project
The Company entered into an agreement with
PT Mandiri Eka Abadi on June 15, 2011 to
build the TPS II apartment. The contract value
amounted to Rp224,966,872,761.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Mandiri Eka Abadi pada tanggal
15 Juni 2011 untuk membangun proyek
apartemen TPS II. Nilai kontrak sebesar
Rp224.966.872.761.
218
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
Signature
AGREEMENTS
Outstanding contracts (continued):
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
2. Proyek The Pakubuwono
(“TPS II”) (lanjutan)
AND
2.
II
The Pakubuwono Signature (“TPS II”) project
(continued)
On November 22, 2011, the Company and
PT Mandiri Eka Abadi signed an addendum
for price and work adjustment to be
Rp171,061,017,628.
Pada tanggal 22 November 2011, Perusahaan
dan PT Mandiri Eka Abadi menandatangani
perjanjian perubahan untuk penyesuaian
harga dan pekerjaan menjadi sebesar
Rp171.061.017.628.
3.
3. Proyek The Pakubuwono House (“TPH”)
The Pakubuwono House (“TPH”) project
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Mandiri Eka Abadi pada tanggal
15 Juli 2011 untuk membangun untuk
membangun pondasi apartemen TPH yang
terletak di Jalan Pakubuwono No. 6, Jakarta
Selatan.
Nilai
kontrak
sebesar
Rp7.000.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Mandiri Eka Abadi on July 15, 2011 to build
the foundation of TPH apartment, located on
Jalan Pakubuwono No. 6, South Jakarta.
The
contract
value
amounted
to
Rp7,000,000,000.
Pada tanggal 18 November 2011, Perusahaan
dan PT Mandiri Eka Abadi menandatangani
perjanjian
perubahan
untuk
tambahan
pekerjaan sebesar Rp3.770.000.000.
On November 18, 2011, the Company and
PT Mandiri Eka Abadi signed an addendum for
additional
work
which
amounted
to
Rp3,770,000,000.
4. Proyek The
(“TOHO”)
Pakubuwono
Town
4.
House
The Pakubuwono Town House (“TOHO”)
project
The Company entered into an agreement with
PT Mandiri Eka Abadi on November 11, 2011
to build the TOHO apartment, located on
Jalan Pakubuwono No. 6, South Jakarta.
The
contract
value
amounted
to
Rp9,900,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Mandiri Eka Abadi pada tanggal
11 November 2011 untuk membangun proyek
apartemen TOHO yang terletak di Jalan
Pakubuwono No. 6, Jakarta Selatan.
Nilai kontrak sebesar Rp9.900.000.000.
5.
5. Proyek The Pakubuwono House 4 - Jasa
Kontruksi
The Pakubuwono House 4 - Construction
Service
The Company entered into an agreement with
PT Mandiri Eka Abadi on June 11, 2012 to
build the The Pakubuwono House 4, located
on Jalan Pakubuwono No. 6, South Jakarta.
The
contract
value
amounted
to
Rp88,930,351,627.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Mandiri Eka Abadi pada tanggal
11 Juni 2012 untuk membangun proyek
The Pakubuwono House 4 yang terletak di
Jalan Pakubuwono No. 6, Jakarta Selatan.
Nilai kontrak sebesar Rp88.930.351.627.
6.
6. Proyek Kota Kasablanka 1 (“KK 1”)
Kota Kasablanka 1 (“KK 1”) project
The Company entered into an agreement with
PT Elite Prima Hutama on March 24, 2010 to
build the apartment project of Kota Kasablanka
located on Jalan Casablanca, South Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp147,400,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Elite Prima Hutama pada tanggal
24 Maret 2010 untuk membangun proyek
apartemen Kota Kasablanka yang terletak di
Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. Nilai awal
kontrak sebesar Rp147.400.000.000.
219
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
6. Proyek Kota Kasablanka 1 (“KK 1”) (lanjutan)
6.
AGREEMENTS
Kota Kasablanka 1 (“KK 1”) project (continued)
Agreement between the Company and
PT Elite Prima Hutama has been amended for
price and work adjustment, and the latest
addendum on December 2012 with contract
amount of Rp181,298,636,930.
Perjanjian antara Perusahaan dan PT Elite
Prima Hutama telah mengalami perubahan
dan penyesuaian harga, perubahan terakhir
pada bulan Desember 2012 dengan nilai
kontrak menjadi Rp181.298.636.930.
7.
7. Proyek Kota Kasablanka 2 (“KK 2”)
Kota Kasablanka 2 (“KK 2”) project
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Elite Prima Hutama pada tanggal
14 Januari 2011 untuk membangun proyek
apartemen KK 2 yang terletak di Jalan
Casablanca, Jakarta Selatan. Nilai kontrak
awal sebesar Rp135.300.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Elite Prima Hutama on January 14, 2011
with contract to build the KK 2 apartment
project located on Jalan Casablanca, South
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp135,300,000,000.
Perjanjian antara Perusahaan dan PT Elite
Prima Hutama telah mengalami perubahan
dan penyesuaian, perubahan terakhir pada
bulan November 2012 dengan nilai kontrak
menjadi Rp164.124.539.205.
Agreement between the Company and
PT Elite Prima Hutama has been amended for
price and work adjustment and the latest
addendum on November 2012 with contract
amount of Rp164,124,539,205.
8. Proyek Gedung
Bandung (“MDB”)
Metro
Dallas
8.
Alun-alun
Metro Dallas Alun-alun Bandung Building
(“MDB”) project
The Company entered into an agreement with
PT Barisan Integra on June 7, 2010 to build
the Metro Dallas Alun-alun Bandung building
located on Jalan Dalem Kaum No. 48,
Bandung. The initial contract value amounted
to Rp42,000,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Barisan Integra pada tanggal
7 Juni 2010 untuk membangun proyek gedung
Metro Dallas Alun-alun Bandung yang terletak
di Jalan Dalem Kaum No. 48, Bandung.
Nilai kontrak awal sebesar Rp42.000.000.000.
9.
9. Proyek Apartemen Residence 8 @Senopati
(“SPT”)
Residence 8 @Senopati Apartment (“SPT”)
project
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Bintang Sedayu Makmur pada
tanggal 1 Oktober 2009 untuk membangun
proyek gedung apartemen Residence 8
@Senopati yang terletak di Jalan Senopati,
Jakarta Selatan. Nilai kontrak awal sebesar
Rp153.579.704.916.
The Company entered into an agreement with
PT
Bintang
Sedayu
Makmur
on
October 1, 2009 to build the Residence 8
@Senopati apartment building project located
on
Jalan
Senopati,
South
Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp153,579,704,916.
Perjanjian antara Perusahaan dan PT Bintang
Sedayu Makmur telah mengalami perubahan
dan penyesuaian harga beberapa kali,
perubahan terakhir tanggal 20 Maret 2012
dengan
nilai
kontrak
menjadi
Rp221.677.175.156.
Agreement between the Company and
PT Bintang Sedayu Makmur has been
amended for price and work adjustment for
several times, the latest addendum on
March 20, 2012 with contract amount of
Rp221,677,175,156.
220
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
10. Proyek pabrik lampu Lelco
10. Lelco lamp factory project
AGREEMENTS
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Lelco Trindo Nusantara pada
tanggal 20 Maret 2011 untuk membangun
proyek pabrik lampu Lelco yang terletak di
Kawasan Industri Jatake, Tangerang, Banten.
Nilai kontrak awal sebesar Rp12.690.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Lelco Trindo Nusantara on March 20, 2011
to build the Lelco lamp factory project which is
located
on
Jatake
Industrial
Estate,
Tangerang, Banten. The initial contract value
amounted to Rp12,690,000,000.
Pada tanggal 13 Desember 2011, Perusahaan
dan
PT
Lelco
Trindo
Nusantara
menandatangani perjanjian perubahan untuk
penyesuaian harga dan pekerjaan sebesar
Rp2.683.447.976.
On December 13, 2011, the Company and
PT
Lelco
Trindo
Nusantara
signed
an addendum for price and work adjustment
which amounted to Rp2,683,447,976.
11. MR Menteng Project
11. Proyek MR Menteng
The Company entered into an agreement with
PT Tri Pura Indah Persada on May 25, 2011 to
build the foundation of MR Menteng which is
located in Jakarta. The initial contract value
amounted to Rp12,072,500,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Tri Pura Indah Persada pada
tanggal 25 Mei 2011 untuk membangun
pondasi MR Menteng yang terletak di Jakarta.
Nilai kontrak awal sebesar Rp12.072.500.000.
12. Margo City Hotel Project
12. Proyek Margo City Hotel
The Company entered into an agreement with
PT Puri Dibya Property on Augustus 22, 2011
to build the foundation of Margo City Hotel
which is located in Depok. The initial contract
value amounted to Rp25,190,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Puri Dibya Property pada tanggal
22 Augustus 2011 untuk membangun pondasi
Margo City Hotel yang terletak di Depok. Nilai
kontrak awal sebesar Rp25.190.000.000.
13. BP Conveyor 604 Project
13. Proyek BP Conveyor 604
The Company entered into an agreement with
PT Swadaya Graha on October 8, 2011 to
build the foundation of BP Conveyor 604 which
is located in Tuban, East Java. The initial
contract value amounted to Rp1,740,081,480.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Swadaya Graha pada tanggal
8 Oktober 2011 untuk membangun pondasi BP
Conveyor 604 yang terletak di Tuban, Jawa
Timur.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp1.740.081.480.
14. Hotel 101 Darmawangsa Project
14. Proyek Hotel 101 Darmawangsa
The Company entered into an agreement with
PT Visi Utama Indonesia on Augustus 22,
2011 to build the foundation of Hotel 101
Darmawangsa which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp1,663,856,700.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Visi Utama Indonesia pada tanggal
22 Augustus 2011 untuk membangun pondasi
Hotel 101 Darmawangsa yang terletak di
Jakarta.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp1.663.856.700.
15. Alamanda Tower Project
15. Proyek Alamanda Tower
The Company entered into an agreement with
PT Karyadeka Graha Lestari on Februari 11,
2011 to build the foundation of Alamanda
Tower which is located in Jakarta. The initial
contract
value
amounted
to
Rp14,068,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Karyadeka Graha Lestari pada
tanggal 11 Februari 2011 untuk membangun
pondasi Alamanda Tower yang terletak di
Jakarta.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp14.068.000.000.
221
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
AGREEMENTS
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
16. Proyek renovasi Mal Pacific Place
16. Renovation of Pacific Place Mall projects
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Pacific Place Jakarta pada tanggal
19 April 2011 untuk melakukan renovasi sisi
selatan Mal Pacific Place yang terletak di
Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta
Selatan.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp10.500.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Pacific Place Jakarta on April 19, 2011 to
renovate the south side of Pacific Place Mall,
which is located at Sudirman Center Business
District, South Jakarta. The initial contract
value amounted to Rp10,500,000,000.
Pada tanggal 1 Maret 2012 dan 10 April 2012,
Perusahaan dan PT Pacific Place Jakarta
menandatangani perjanjian perubahan untuk
penyesuaian harga dan pekerjaan masingmasing
sebesar
Rp137.500.000
dan
Rp429.097.317.
On Maret 1, 2012 and April 10, 2012
the Company and PT Pacific Place Jakarta
signed an addendum for price and work
adjustment which amounted to Rp137,500,000
and Rp429,097,317, respectively.
17. British Embassy building projects
17. Proyek gedung Kedutaan Besar Inggris
The Company entered into an agreement with
Mace International (UK) Ltd. on August 31,
2011 to build the British Embassy building, in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp111,529,811,800 and US$2,179,202.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan Mace International (UK) Ltd. pada
tanggal 31 Agustus 2011 untuk melakukan
pembangunan gedung Kedutaan Besar Inggris
di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp111.529.811.800 and US$2.179.202.
18. Gandaria City Mall projects
18. Proyek Mal Gandaria City
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Artisan Wahyu pada tanggal
1
Februari
2008
untuk
melakukan
pembangunan Mal Gandaria City yang
berlokasi di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp269.594.614.278.
The Company entered into an agreement with
PT Artisan Wahyu on February 1, 2008 to
build Gandaria City Mall, which is located in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp269,594,614,278.
Perjanjian antara Perusahaan dan PT Artisan
Wahyu telah mengalami perubahan dan
penyesuaian harga beberapa kali, perubahan
terakhir pada bulan Oktober 2012 dengan nilai
kontrak menjadi Rp298.162.986.944.
Agreement between the Company and
PT Artisan Wahyu has been amended for price
and work adjustment for several times,
the latest addendum on October 2012 with
contract amount of Rp298,162,986,944.
19. Proyek Pusat Accessories & Perkantoran Blok
A Zona 3 Tanah Abang
19. Accessories & Office Center Block A Zona 3
Tanah Abang Project
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Gading Raya Propertindo pada
tanggal 16 Juni 2012 untuk melakukan
pembangunan
Pusat
Accessories
&
Perkantoran Blok A Zona 3 Tanah Abang yang
berlokasi di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp9.955.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Gading Raya Propertindo on June 16,
2012 to build Accessories & Office Center
Block A Zone 3 Tanah Abang, which is located
in Jakarta. The initial contract value amounted
to Rp9,955,000,000.
222
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
AGREEMENTS
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
20. Proyek Galeries Lafayette Pacific Place
20. Galeries Lafayette Pacific Place Project
The Company entered into an agreement with
PT Panen GL Indonesia on March 21, 2012 to
build Galeries Lafayette Pacific Place, which
located in Jakarta. The initial contract value
amounted to Rp124,575,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Panen GL Indonesia pada tanggal
21
Maret
2012
untuk
melakukan
pembangunan Galeries Lafayette Pacific Place
di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp124.575.000.
21. Townsquare Suites Hotel and Mall Project
21. Proyek Hotel Townsquare Suites dan Mall
The Company entered into an agreement with
PT Graha Megaria Bali on January 19, 2012 to
build Townsquare Suites Hotel and Mall, which
is located in Bali. The initial contract value
amounted
to
Rp22,471,317,474
and
Rp22,078,688,452, respectively.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Graha Megaria Bali pada tanggal
19
Januari
2012
untuk
melakukan
pembangunan Hotel Townsquare Suites dan
Mall
di
Bali.
Nilai
kontrak
awal
masing-masing sebesar Rp22.471.317.474
dan Rp22.078.688.452.
22. Pasar Plaza Cikampek Project
22. Proyek Pasar Plaza Cikampek
The Company entered into an agreement with
PT Inspirasi Jelas Itqoni on May 11, 2012 to
build Pasar Plaza Cikampek. The initial
contract
value
amounted
to
Rp32,230,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Inspirasi Jelas Itqoni pada tanggal
11 Mei 2012 untuk melakukan pembangunan
Pasar Plaza Cikampek. Nilai kontrak awal
sebesar Rp32.230.000.000.
23. Alila Seminyak Resort Bali Project
23. Proyek Alila Seminyak Resort Bali
The Company entered into an agreement with
PT Anaamaya Mitra Selaras on June 15, 2012
to build Alila Seminyak Resort Bali, which is
located in Bali. The initial contract value
amounted to Rp185,705,000,620.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Anaamaya Mitra Selaras pada
tanggal 15 Juni 2012 untuk melakukan
pembangunan Alila Seminyak Resort Bali di
Bali.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp185.705.000.620.
24. Botanica Residences Apartment Project
24. Proyek Apartemen Botanica Residences
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Simpruk Arteri Realty pada tanggal
25
Januari
2012
untuk
melakukan
pembangunan pondasi Apartemen Botanica
Residences di Jakarta. Nilai kontrak awal
sebesar Rp34.300.000.000.
The Company entered into an agreement with
PT Simpruk Arteri Realty on January 25, 2012
to build the foundation of Botanica Residences
Apartment Project, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp34,300,000,000.
Perjanjian antara Perusahaan dan PT Simpruk
Arteri Realty telah mengalami perubahan dan
penyesuaian harga pada tanggal 16 Oktober
2012
dengan
nilai
kontrak
menjadi
Rp34.417.789.000.
Agreement between the Company and
PT Simpruk Arteri Realty has been amended
for
price
and
work
adjustment
on
October 16, 2012 with contract amount of
Rp34,417,789,000.
223
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
AGREEMENTS
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
24. Proyek Apartemen
(lanjutan)
24. Botanica Residences
(continued)
Botanica
Residences
Apartment
Project
The Company entered into an agreement with
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. as
a subcontractor on September 26, 2012 to
work on the bor pile in Botanica Residences
Apartment Project, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp354,689,500.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
sebagai
subkontraktor
pada
tanggal
26 September 2012 untuk mengerjakan bor
pile di Apartemen Botanica Residences
di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp354.689.500.
25. Sahid Sudirman Centre Project
25. Proyek Sahid Sudirman Centre
The Company entered into an agreement with
Sahid Megatama Karya Gemilang on
May 15, 2012 to build the foundation of Sahid
Sudirman Centre, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp77,000,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan Sahid Megatama Karya Gemilang
pada tanggal 15 Mei 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi Sahid Sudirman Centre
di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp77.000.000.000.
26. 18 Office Park Simatupang Project
26. Proyek 18 Office Park Simatupang
The Company entered into an agreement with
PT Kalma Propertindo Jaya on July 30, 2012
to build the foundation of 18 Office Park
Simatupang, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp33,660,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Kalma Propertindo Jaya pada
tanggal 30 Juli 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi 18 Office Park
Simatupang di Jakarta. Nilai kontrak awal
sebesar Rp33.660.000.000.
27. Satrio Office Tower Project
27. Proyek Satrio Office Tower
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Kalma Propertindo Jaya pada
tanggal 30 Juli 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi Satrio Office Tower di
Jakarta.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp10.862.500.000.
The Company entered into an agreement with
PT Kalma Propertindo Jaya on July 30, 2012
to build the foundation of Satrio Office Tower,
which is located in Jakarta. The initial contract
value amounted to Rp10,862,500,000.
28. Proyek Tanjung Priok Access Road Section
E2A
28. Tanjung Priok Access Road Section E2A
Project
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan Obayashi-Jaya Konstruksi pada
tanggal 28 April 2012 dan 21 Mei 2012 untuk
melakukan pembangunan pondasi Tanjung
Priok Access Road Section E2A di Jakarta.
Nilai kontrak awal masing-masing sebesar
Rp15.027.335.896 dan Rp9.482.764.130.
The Company entered into an agreement with
Obayashi-Jaya Konstruksi on April 28, 2012
and May 21, 2012 to build the foundation of
Tanjung Priok Access Road Section E2A,
which is located in Jakarta. The initial contract
value amounted to Rp15,027,335,896 and
Rp9,482,764,130, respectively.
29. Delta Spa Pancoran Project
29. Proyek Delta Spa Pancoran
The Company entered into an agreement with
PT
Galaxy
Chandra
Purnama
on
September 12, 2012 to build the foundation of
Delta Spa Pancoran, which is located in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp2,833,710,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Galaxy Chandra Purnama pada
tanggal 12 September 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi Delta Spa Pancoran di
Jakarta.
Nilai
kontrak
awal
sebesar
Rp2.833.710.000.
224
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
28. COMMITMENTS
(continued)
AND
Kontrak kerja yang masih berjalan (lanjutan):
Outstanding contracts (continued):
30. Proyek District 8 @ Senopati
30. District 8 @ Senopati Project
AGREEMENTS
The Company entered into an agreement with
PT Sumber Cipta Griya Utama on
October 15, 2012 to build the foundation of
District 8 @ Senopati, which is located in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp22,550,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Sumber Cipta Griya Utama pada
tanggal 15 Oktober 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi District 8 @ Senopati
di Jakarta. Nilai kontrak awal sebesar
Rp22.550.000.000.
31. Silo Bosowa Mataram Project
31. Proyek Silo Bosowa Mataram
The Company entered into an agreement with
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. on
October 25, 2012 to do slip form in Silo
Bosowa Mataram project, which is located in
Mataram. The initial contract value amounted
to Rp1,210,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. pada
tanggal 25 Oktober 2012 untuk melakukan
pekerjaan slip form pada proyek Silo Bosowa
Mataram di Mataram. Nilai kontrak awal
sebesar Rp1.210.000.000.
32. Bahana Office Tower Project
32. Proyek Bahana Office Tower
The Company entered into an agreement with
PT
Bahanasemesta
Citranusantara
on
October 10, 2012 to build the foundation of
Bahana Office Tower, which is located in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp33,825,000,000.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Bahanasemesta Citranusantara
pada tanggal 10 Oktober 2012 untuk
melakukan pembangunan pondasi Bahana
Office Tower di Jakarta. Nilai kontrak awal
sebesar Rp33.825.000.000.
33. Setiabudi Skygarden Apartment Project
33. Proyek Apartemen Setiabudi Skygarden
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan Setiabudi Rasuna pada tanggal 21
Desember
2012
untuk
melakukan
pembangunan Setiabudi Skygarden Apartment
Tower Satu dan Dua di Jakarta. Nilai kontrak
awal
sebesar
Rp575.828.421.727
dan
USD7.411.023.
The Company entered into an agreement with
Setiabudi Rasuna on December 21, 2012 to
build Setiabudi Skygarden Apartment First and
Second Towers, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp575,828,421,727 and USD7,411,023.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Rasuna Setiabudi Raya pada
tanggal 21 Desember 2012 untuk melakukan
pembangunan
Apartemen
Setiabudi
Skygarden Tower Tiga di Jakarta. Nilai kontrak
awal
sebesar
Rp177.778.047.147
dan
USD5.037.525.
The Company entered into an agreement with
PT Rasuna Setiabudi Raya on December 21,
2012 to build Setiabudi Skygarden Apartment
Third Tower, which is located in Jakarta.
The initial contract value amounted to
Rp177,778,047,147 and USD5,037,525.
34. ST. Regis Office and Hotel Project
34. Proyek ST. Regis Office dan Hotel
The Company entered into an agreement with
PT
Greenland
Rajawali
Utama
on
November 28, 2012 to build the foundation of
ST. Regis Office and Hotel, which is located in
Jakarta. The initial contract value amounted to
Rp82,000,000,000
dan Rp18,000,000,000,
respectively.
Perusahaan mengadakan kontrak kerja
dengan PT Greenland Rajawali Utama pada
tanggal 28 November 2012 untuk melakukan
pembangunan pondasi ST. Regis Office dan
Hotel di Jakarta. Nilai kontrak awal masingmasing sebesar Rp82.000.000.000
dan
Rp18.000.000.000.
225
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. LABA PER SAHAM
29. EARNINGS PER SHARE
Details of earnings per share computation is as
follows:
Rincian perhitungan laba per saham adalah
sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012
Laba tahun
berjalan/
Income
for the year
Laba neto per saham dasar
52.249.081.862
Jumlah rata-rata
tertimbang saham/
weighted average
number of shares
40.000
Laba per saham/
Earnings per share
(angka penuh/
full amount)
Year ended
December 31, 2012
1.306.227
Basic earnings per share
Tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011
Laba neto per saham dasar
Year ended
December 31, 2011
36.486.248.417
40.000
912.156
Tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2010
Laba neto per saham dasar
Basic earnings per share
Year ended
December 31, 2010
27.770.705.743
37.008
30. INSTRUMEN KEUANGAN
750.393
Basic earnings per share
30. FINANCIAL INSTRUMENTS
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah
tercatat baik karena jumlah tersebut adalah
approksimasi nilai wajarnya atau karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragrafparagraf berikut.
Financial instruments presented in the consolidated
statements of financial position are carried at fair
value, otherwise, they are presented at carrying
amounts as either these are reasonable
approximation of fair values of their fair values
cannot be reliably measured. Further explanations
are provided in the following paragraphs.
Instrumen keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi
Financial instruments carried at fair value or
amortized cost
Utang sewa pembiayaan diklasifikasikan dalam
instrumen keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode SBE. Seluruh utang sewa pembiayaan
akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sehingga
nilai tercatatnya kurang lebih sama dengan nilai
wajarnya.
Obligation under finance lease are classified as
financial instruments carried at amortized costs
using the EIR method. All obligation under finance
lease will be due within one year hence their
carrying amounts approximate their fair values.
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Financial instruments with carrying amounts
that approximate their fair values
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat
(berdasarkan jumlah nosional) kas dan setara kas,
deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, piutang retensi,
tagihan bruto pemberi kerja, utang usaha, utang
lain-lain dan beban akrual kurang lebih sebesar
nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut
sebagian besar berjangka pendek.
Management has determined that the carrying
amounts (based on notional amounts) of cash and
cash equivalents, restricted time deposits, trade
receivables,
other
receivables,
retention
receivables, due from customers, trade payables,
other payables and accrued expenses reasonably
approximate their fair values because they are
mostly short-term in nature.
Nilai tercatat pinjaman bank jangka panjang
dengan suku bunga mengambang besarnya kurang
lebih sama dengan nilai wajarnya karena dinilai
ulang secara berkala.
The carrying amounts of long-term bank loans with
floating interest rates approximate their fair values
as they are re-priced frequently.
226
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
30. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)
The following table presents the classification of
financial instruments as of December 31, 2012,
2011 and 2010:
Tabel berikut menyajikan klasifikasi instrumen
keuangan pada tanggal 31 Desember 2012, 2011
dan 2010:
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans and
receivables
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized cost
Total/
Total
31 Desember 2012
December 31, 2012
Aset
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha, retensi dan lainnya
Tagihan bruto pemberi kerja
64.965.044.869
135.225.262.029
195.554.948.751
-
64.965.044.869
135.225.262.029
195.554.948.751
Assets
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade, retention and other receivables
Due from customers
Sub-total
395.745.255.649
-
395.745.255.649
Sub-total
Aset tidak lancar
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Non current assets
9.960.424.000
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha dan lainnya
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Sub-total
-
9.960.424.000
Restricted time deposits
-
149.815.837.373
6.181.537.541
149.815.837.373
6.181.537.541
Liabilities
Current liabilities
Trade and other payables
Accrued expenses
-
410.666.670
93.821.924.097
410.666.670
93.821.924.097
Current maturities of long-term debts
Obligation under finance lease
Bank loans
-
250.229.965.681
250.229.965.681
Sub-total
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Non-current liabilities
-
5.039.544.675
5.039.544.675
Long-term debts – net of
current maturities
Obligation under finance lease
Bank loans
Sub-total
-
5.039.544.675
5.039.544.675
Sub-total
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans and
receivables
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized cost
Total/
Total
31 Desember 2011
December 31, 2011
Aset
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha, retensi dan lainnya
Tagihan bruto pemberi kerja
20.345.215.084
53.632.182.464
105.419.983.554
-
20.345.215.084
53.632.182.464
105.419.983.554
Assets
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade, retention and other receivables
Due from customers
Sub-total
179.397.381.102
-
179.397.381.102
Sub-total
Aset tidak lancar
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Non current assets
9.880.960.000
-
227
9.880.960.000
Restricted time deposits
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
30. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans and
receivables
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha dan lainnya
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Sub-total
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized cost
Total/
Total
-
70.835.916.689
4.503.807.485
70.835.916.689
4.503.807.485
Liabilities
Current liabilities
Trade and other payables
Accrued expenses
-
704.000.000
27.440.553.532
704.000.000
27.440.553.532
Current maturities of long-term debts
Obligation under finance lease
Bank loans
-
103.484.277.706
103.484.277.706
Sub-total
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Non-current liabilities
-
410.666.670
1.967.619.980
410.666.670
1.967.619.980
Long-term debts - net of
current maturities
Obligation under finance lease
Bank loans
Sub-total
-
2.378.286.650
2.378.286.650
Sub-total
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang/
Loans and
receivables
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi/
Liabilities at
amortized cost
Total/
Total
31 Desember 2010
December 31, 2010
Aset
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha, retensi dan lainnya
Tagihan bruto pemberi kerja
16.841.866.630
38.771.122.149
33.389.077.616
-
16.841.866.630
38.771.122.149
33.389.077.616
Assets
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade, retention and other receivables
Due from customers
Sub-total
89.002.066.395
-
89.002.066.395
Sub-total
Aset tidak lancar
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha dan lainnya
Beban akrual
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Sub-total
Non current assets
1.983.984.000
-
1.983.984.000
Restricted time deposits
-
48.772.719.336
-
48.772.719.336
-
Liabilities
Current liabilities
Trade and other payables
Accrued expenses
-
20.400.000.000
20.400.000.000
Current maturities of long-term debts
Obligation under finance lease
Bank loans
-
69.172.719.336
69.172.719.336
Sub-total
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Non-current liabilities
-
466.666.664
466.666.664
Long-term debts - net of
current maturities
Obligation under finance lease
Bank loans
Sub-total
-
466.666.664
466.666.664
Sub-total
228
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan
dan Entitas Anak adalah risiko pasar (yaitu risiko
suku bunga atas nilai wajar dan arus kas dan risiko
mata uang), risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko
pasar. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan
untuk mengelola masing-masing risiko tersebut
yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
The main risks arising from the Company and
Subsidiaries’ financial instruments are market risk
(i.e. interest rate risks on fair values and cash flows
and foreign currency risk), credit risk,liquidity risk
and market risk. The Directors review and agree
policies for managing each of these risks, which
are described in more details as follows:
Risiko pasar
Market Risk
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari
arus kas masa depan dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan
harga pasar, Perusahaan dan Entitas Anak
dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko
tingkat suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
dan risiko mata uang asing.
Market risk is the risk that the fair value of future
cash flows of a financial instrument will fluctuate
because of changes in market prices, the Company
and Subsidiaries is exposed to market risks, in
particular, interest rate risk on fair values and cash
flows and foreign currency risk.
a.
a.
Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus
kas
Interest rate risks on fair values and cash
flows
Risiko suku bunga Perusahaan dan Entitas
Anak terutama timbul dari pinjaman modal
kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai
suku bunga menimbulkan risiko suku bunga
atas nilai wajar kepada Perusahaan dan
Entitas Anak.
The Company and Subsidiaries’ interest risk
mainly arises from loans for working capital
and investment purposes. Loans at variable
rates expose the Company and Subsidiaries to
fair value interest rate risk.
Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak
mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas
risiko suku bunga.
Currently, the Company and Subsidiaries do
not have a formal hedging policy for interest
rate exposures.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010, berdasarkan simulasi yang rasional, jika
tingkat suku bunga utang bank masing-masing
tahun lebih tinggi/lebih rendah 50 basis poin,
dengan seluruh variabel-variabel lain tidak
berubah, maka laba sebelum pajak untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
Desember 2012, 2011 dan 2010 akan lebih
rendah/lebih tinggi masing-masing sebesar
Rp150.369.348,
Rp70.463.312
dan
Rp111.238.426, terutama akibat biaya bunga
utang
bank
dengan
tingkat
bunga
mengambang yang lebih tinggi/lebih rendah.
As of December 31, 2012, 2011 and 2010,
based on a sensible simulation, had
the interest rates of bank loans been 50 basis
points higher/lower, with all other variables
held constant, profit before tax for the years
ended December 31, 2012, 2011 and 2010
would
have
been
Rp150,369,348,
Rp70,463,312
and
Rp111,238,426,
respectively, lower/higher, mainly as a result of
higher/lower interest charges on floating rate
bank loans.
229
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus
kas (lanjutan)
a.
The table below presents the carrying
amounts, by maturity, of the Company and
Subsidiaries’ financial liabilities as of
December 31, 2012, 2011 and 2010 that are
exposed to interest rate risk:
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat liabilitas
keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
yang memiliki risiko bunga, berdasarkan
periode jatuh temponya masing-masing:
Total/
Total
Interest rate risks on fair values and cash
flows (continued)
Dalam 1 tahun/
Within 1 year
1-2 tahun
1-2 years
31 Desember 2012
Liabilitas jangka pendek
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Total
December 31, 2012
Current liabilities
410.666.670
93.821.924.097
410.666.670
93.821.924.097
-
Non-current liabilities
5.039.544.675
-
5.039.544.675
Long-term debts – net of
current maturities
Obligation under finance lease
Bank loans
99.272.135.442
94.232.590.767
5.039.544.675
Total
31 Desember 2011
Liabilitas jangka pendek
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang sewa pembiayaan
Utang bank
Total
December 31, 2012
Current liabilities
704.000.000
27.440.553.532
704.000.000
27.440.553.532
-
410.666.670
1.967.619.980
-
410.666.670
1.967.619.980
Long-term debts – net of
current maturities
Obligation under finance lease
Bank loans
30.522.840.182
28.144.553.532
2.378.286.650
Total
Dalam 1 tahun/
Within 1 year
1-2 tahun
1-2 years
31 Desember 2010
Liabilitas jangka panjang
Utang jangka panjang – setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang bank
Total
Current maturities of long-term debts
Obligation under finance lease
Bank loans
Non-current liabilities
Total/
Total
Liabilitas jangka pendek
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang bank
Current maturities of long-term debts
Obligation under finance lease
Bank loans
December 31, 2012
Current liabilities
20.400.000.000
20.400.000.000
-
Current maturities of long-term debts
Bank loans
Non-current liabilities
466.666.664
-
466.666.664
Long-term debts – net of
current maturities
Bank loans
20.866.666.664
20.400.000.000
466.666.664
Total
230
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b.
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko mata uang
b.
Foreign currency risk
Sebagai akibat transaksi penempatan kas dan
setara kas, utang supplier dan utang bank
dalam mata uang asing serta transaksi
operasional Entitas Anak di luar negeri,
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian
Perusahaan dan
Entitas Anak
dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan
nilai tukar mata uang asing. Saat ini,
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
tidak
mempunyai kebijakan formal lindung nilai
transaksi dalam mata uang asing. Namun
Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai
penempatan kas dan setara kas dalam mata
uang asing yang dapat memberikan lindung
nilai alamiah terbatas terhadap dampak
fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang
asing atas pinjaman dalam mata uang asing.
As a result of certain foreign currencies
transactions in placement of cash and cash
equivalents, payables to suppliers and bank
loans, as well operational transactions of
Foreign Subsidiary, the Company and
Subsidiaries’ consolidated statements of
financial position may be affected significantly
by movements in the foreign currencies
exchange rates. Currently, the Company and
Subsidiaries do not have a formal hedging
policy for foreign currency exposures.
However, the Company and Subsidiaries have
placement in foreign currencies cash and cash
equivalents which provide limited natural
hedge against the impact of fluctuations in
exchange rate of Rupiah against foreign
currencies on foreign exchange liabilities.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010, berdasarkan simulasi yang rasional, jika
nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing
melemah/menguat sebesar 10%, dengan
seluruh variabel-variabel lain tidak berubah,
maka laba sebelum pajak untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 akan lebih rendah/lebih
tinggi
masing-masing
sebesar
Rp1.574.637.005,
Rp616.955.915
dan
Rp737.479.025 terutama sebagai akibat dari
kerugian/keuntungan
selisih
kurs
atas
penjabaran kas dan setara kas, piutang, utang
bank dan utang dalam mata uang asing.
As of December 31, 2012, 2011 and 2010,
based on a sensible simulation, had
the exchange rate of Rupiah against
the foreign currencies depreciated/appreciated
by 10%, with all other variables held constat,
profit before tax for the years ended December
31, 2012, 2011 and 2010 would have been
Rp1,574,637,005,
Rp
616,955,915,
Rp737,479,025, respectively, lower/higher,
mainly as a result of foreign exchange
losses/gains on the translation of cash and
cash equivalents, receivables, bank loans and
payables.
Risiko kredit
Credit risk
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan
Entitas Anak berasal dari kredit yang diberikan
kepada pelanggan dan penempatan rekening koran
dan deposito pada bank.
The Company and Subsidiaries have credit risk
arising from the credits granted to the customers
and placement of current accounts and deposits in
the banks.
Selain dari pengungkapan di bawah ini,
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki
konsentrasi risiko kredit.
Other than as disclosed below, the Company and
Subsidiaries have no concentration of credit risk.
a.
a.
Kas dan setara kas
Cash and cash equivalents
Credit risk arising from placements of current
accounts and deposits is managed in
accordance
with
the
Company
and
Subsidiaries’ policy. Investments of surplus
funds are limited for each banks and reviewed
annually by the board of directors. Such limits
are set to minimize the concentration of credit
risk and therefore mitigate financial loss
through potential failure of the banks.
Risiko kredit atas penempatan rekening koran
dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai
dengan kebijakan Perusahaan dan Entitas
Anak. Investasi atas kelebihan dana dibatasi
untuk tiap-tiap bank dan kebijakan ini
dievaluasi setiap tahun oleh direksi. Batas
tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko
konsentrasi kredit sehingga mengurangi
kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan
bank-bank tersebut.
231
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
b.
b.
Piutang
Receivables
Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai
kebijakan untuk memastikan bahwa kontrak
kerja hanya dilakukan kepada pelanggan yang
dapat dipercaya dengan rekam jejak atau
sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan
Perusahaan dan Entitas Anak bahwa semua
pelanggan yang akan melakukan kontrak kerja
harus melalui prosedur verifikasi kredit.
Perusahaan dan Entitas Anak memberikan
jangka waktu kredit 30 (tiga puluh) hari dari
tanggal penerbitan faktur. Saldo piutang
dipantau
secara
terus-menerus
untuk
mengurangi risiko piutang tak tertagih.
The Company and Subsidiaries have policies
in place to ensure that contracts are made
only to creditworthy customers with proven
track records or good credit history.
It is the Company and Subsidiaries’ policy that
all customers who wish to enter the contracts
are subject to credit verification procedures.
The Company and Subsidiaries may grant its
customers credit terms 30 (thirty) days from
the issuance of invoice. The receivable
balances are monitored on an ongoing basis
to reduce the Company and Subsidiaries’
exposure to bad debts.
Ketika pelanggan gagal melakukan pelunasan
sesuai
dengan
syarat
pembayaran,
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
akan
menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti
piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika
pelanggan tidak melunasi piutang yang telah
jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah
ditentukan, Perusahaan dan Entitas Anak akan
menempuh jalur hukum. Sesuai dengan
evaluasi oleh Perusahaan dan Entitas Anak,
penyisihan spesifik dapat dibuat jika piutang
dianggap tidak tertagih. Untuk menekan risiko
kredit, Perusahaan dan Entitas Anak akan
menghentikan kontrak kerja baru dengan
pelanggan yang gagal bayar.
When a customer fails to make payment
within the granted credit terms, the Company
and Subsidiaries will contact the customer to
act on overdue receivable. If the customer
does not settle the overdue receivable within
a reasonable time, the Company and
Subsidiaries will proceed with the legal
actions. Depending on the Company and
Subsidiaries’ assessment, specific provisions
may be made if the debt is deemed
uncollectible. To mitigate its credit risk,
the Company and Subsidiaries will cease
the new contract to customers in the event of
default.
Risiko likuiditas
Liquidity risk
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola profil
likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan
melunasi utang yang jatuh tempo dengan
menyediakan kas dan setara kas yang cukup untuk
membiayai operasional Perusahaan dan Entitas
Anak dan untuk mengurangi dampak fluktuasi
dalam arus kas. Perusahaan dan Entitas Anak juga
secara berkala mengevaluasi proyeksi arus kas
dan aktual arus kas dan terus-menerus menilai
kondisi di pasar keuangan untuk mempertahankan
fleksibilitas dalam pendanaan dengan menjaga
komitmen atas fasilitas kredit yang tersedia.
Kegiatan ini dapat mencakup pinjaman bank dan
pasar modal.
The Company and Subsidiaries manage its liquidity
profile to be able to finance their capital
expenditures and service their maturing debts by
maintaining sufficient cash and cash equivalents
finance the Company and Subsidiaries’ operations
and to mitigate the effects of fluctuation in cash
flows. The Company and Subsidiaries also
regularly evaluate the projected and actual cash
flows and continuously assess conditions in
the financial markets to maintain flexibility in
funding by keeping committed credit facilities
available. These activities may include bank loans
and equity market.
232
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
MANAJEMEN
31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Pengelolaan modal
Capital management
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan
Entitas
Anak
adalah
untuk
memastikan
pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham.
The primary objective of the Company and
Subsidiaries’s capital management is to ensure
that it maintains healthy capital ratios in order to
support its business and maximize shareholder
value.
Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan untuk
memelihara tingkat permodalan tertentu oleh
perjanjian pinjaman. Persyaratan permodalan
eksternal tersebut telah dipenuhi oleh Perusahaan
dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak juga
dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan
efektif
tanggal
16
Agustus
2007
untuk
mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal
saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam
dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan
dipertimbangkan oleh Perusahaan dan Entitas
Anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) berikutnya.
The Company and Subsidiaries are required by
the respective loan agreements to maintain the
level of existing share capital. This externally
imposed capital requirement has been complied
with by the Company and Subsidiaries for
the years ended December 31, 2012, 2011 and
2010. In addition, the Company and Subsidiaries
are also required by the Corporate Law effective
August 16, 2007 to contribute to and maintain
a non-distributable reserve fund until the said
reserve reach 20% of the issued and fully paid
share capital. This externally imposed capital
requirements will be considered with by
the Company and Subsidiaries in their next Annual
General Shareholders Meeting (AGM).
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur
permodalan
dan
melakukan
penyesuaian
berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk
memelihara
dan
menyesuaikan
struktur
permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak
ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
The Company and Subsidiaries manage their
capital structure and makes adjustments to it, in
light of changes in economic conditions.
To maintain and adjust the capital structure,
the Company and Subsidiaries may adjust
the dividend payment to shareholders, issue new
shares or raise debt financing. No changes were
made in the objectives, policies or processes for
the years ended December 31, 2012, 2011 and
2010.
Perusahan dan Entitas Anak mengawasi modal
dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing
ratio), dengan membagi utang neto dengan total
modal. Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak
adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
perusahaan-perusahaan terkemuka dalam industri
sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses
terhadap pendanaan pada biaya yang rasional.
Perusahaan dan Entitas Anak menyertakan dalam
utang, total utang dikurangi kas dan setara kas.
Termasuk dalam modal adalah total ekuitas yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
The Company and Subsidiaries monitor their
capital using gearing ratios, by dividing net debt
with the total capital. The Company and
Subsidiaries’ policy is to maintain the gearing ratio
within the range of gearing ratios of the leading
companies with similar industry in Indonesia in
order to secure access to finance at a reasonable
cost. The Company and Subsidiaries include within
net debt, total liabilities less cash and cash
equivalents.
Capital
includes
total
equity
attributable to the equity holders of the parent entity
of the Company.
2012
2011
2010
Total liabilitas
Dikurangi kas dan setara kas
536.559.737.893
64.965.044.869
193.550.159.394
20.345.215.084
96.961.292.201
16.841.866.630
Total liabilities
Less cash and cash equivalents
Pinjaman - neto
Total ekuitas
471.594.693.024
218.211.313.470
173.204.944.310
165.541.157.141
80.119.425.571
129.482.543.068
Net debts
Total equity
2,16
1,05
0,62
Gearing ratio
Rasio pengungkit
233
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
32. SEGMEN OPERASI
32. OPERATING SEGMENTS
Manajemen memantau hasil operasi dari unit
usahanya secara terpisah guna keperluan
pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber
daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen
dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi dan
diukur secara konsisten dengan laba atau rugi
operasi pada laporan keuangan konsolidasian.
Namun, pendanaan Kelompok Usaha (termasuk
biaya pendanaan dan pendapatan pendanaan) dan
pajak penghasilan dikelola secara Kelompok
Usaha dan tidak dialokasikan kepada segmen
operasi. Pada saat ini segmen usaha Perusahaan
yang sudah beroperasi hanya segmen konstruksi .
Management monitors the operating results of its
business units separately for the purpose of
making decisions about resource allocation and
performance assessment. Segment performance is
evaluated based on operating profit or loss and is
measured consistently with operating profit or loss
in the consolidated financial statements. However,
Group financing (including finance costs and
finance income) and income taxes are managed on
a group basis and are not allocated to operating
segments. Currently, business segments of the
Company that already operated is construction
segment only.
Harga pengalihan antara entitas hukum dan antara
segmen diatur dengan cara yang sama dengan
transaksi dengan pihak ketiga.
Transfer prices between legal entities and between
segments are set on a manner similar to
transactions with third parties.
Segmen Usaha
Business segments
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan
dan laba dan aset dan liabilitas tertentu
sehubungan dengan segmen usaha Kelompok
Usaha:
The following table presents revenue and profit,
and certain asset and liability information regarding
the Group’s business segments:
Konstruksi/Construction
2012
Pendapatan usaha
Beban pokok pendapatan
Laba usaha segmen
Bagian atas rugi bersih
entitas asosiasi - bersih
Beban usaha
Lain-lain - neto
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
Beban pajak penghasilan
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada
kepentingan nonpengendali
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
2011
2010
669.905.664.071
(554.357.668.462)
429.063.354.860
(348.639.811.929)
115.547.995.609
80.423.542.931
63.880.859.628
(87.905.839)
(40.385.205.520)
1.870.499.668
2.300.335.071
(6.915.003.250)
(20.097.169.922)
(30.611.689.026)
985.308.236
1.241.545.660
(2.711.773.669)
(12.840.685.715)
(29.361.612.001)
2.534.428.648
712.986.891
(2.296.347.793)
(7.699.609.630)
15.536.045
-
303.107.368.653
(239.226.509.025)
Revenue
Cost of revenue
-
Segmen results
Equity in net earnings
of associated company - net
Operating expenses
Miscellaneous - net
Finance income
Finance expenses
Income tax expense
Income for the year
attributable to
non-controlling interest
52.249.081.862
36.486.248.417
27.770.705.743
Income for the year
attributable to owners
of the parent entity
Aset dan liabilitas
Aset segmen
Investasi pada entitas asosiasi
753.378.957.202
1.392.094.161
359.091.316.535
-
226.443.835.269
-
Assets and Liabilities
Segment assets
Investment in associated company
Total aset
754.771.051.363
359.091.316.535
226.443.835.269
Total assets
Liabilitas segmen
Kepentingan nonpengendali
536.559.737.893
274.500.955
193.550.159.394
290.037.000
96.961.292.201
-
Segment liabilities
Non-controlling interest
Total
536.834.238.848
193.840.196.394
96.961.292.201
Total
Pengeluaran modal
72.153.919.304
30.006.686.194
18.387.475.360
Capital expenditure
Penyusutan
25.353.545.032
19.906.738.401
14.281.701.617
Depreciation
234
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERISTIWA SETELAH
PELAPORAN (lanjutan)
b.
TANGGAL
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PERIODE
33. SUBSEQUENT
EVENTS
AFTER
REPORTING PERIOD (continued)
THE
Lebih lanjut, berdasarkan hasil Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 2 April
2013 yang diaktakan dalam Akta Notaris
No. 107 dari Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., para pemegang saham Perusahaan
menyetujui antara lain, hal-hal sebagai berikut:
1. Menegaskan dan menyetujui rencana
Perusahaan untuk melakukan penawaran
umum perdana saham-saham Perseroan
kepada masyarakat dan mengubah status
Perseroan dari Perseroan Tertutup
menjadi Perseroan Terbuka.
2. Menegaskan dan menyetujui untuk
mengeluarkan saham baru melalui
penawaran umum kepada masyarakat.
Subsequently, based on the Extraordinary
Shareholders
General
Meeting
dated
April 2, 2013 which was notarized by Notary
Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si. No. 107,
the shareholders agreed, among others,
the following:
1. To affirm the Company’s plan to conduct
initial public offerings of its shares and
change its status to become a publicly
listed company.
2.
To affirm the issuance of new shares
through public offerings.
3.
Menegaskan
dan
menyetujui
penawaran/penjualan saham yang dimiliki
oleh pemegang saham yaitu PT Loka
Cipta Kreasi dan PT Cross Plus
Indonesia.
3.
To affirm the offering/sales of shares
owned by PT Loka Cipta Kreasi and
PT Cross Plus Indonesia, the existing
shareholders.
4.
Menyetujui untuk memberikan program
alokasi saham kepada karyawan.
4.
To provide shares allocation program to
employees.
5.
Menyetujui opsi penjatahan lebih dalam
penawaran umum maupun stabilisasi
harga pasar sekunder.
5.
The over-allotment option in public
offerings or secondary market prices
stabilization.
6.
Menegaskan dan menyetujui untuk
mencatatkan seluruh saham Perusahaan
setelah
dilaksanakannya
penawaran
umum pada Bursa Efek Indonesia.
6.
To affirm wholly listing Company’s shares
after public offerings in Indonesian Capital
Market.
b.
Berdasarkan
Surat
No.S.2013.0007/DIR
WHOLESALE-Corp.Banking.Portfolio
Mgmt
Commercial tanggal 6 Februari 2013 BII
menyetujui permintaan Perusahaan untuk
menghapus atau mengubah negative covenant
yang melarang Perusahaan untuk i) merubah
kepengurusan perusahaan dan pemegang
saham, ii) membayar dividen dan iii)
melakukan pencairan setoran modal dan saldo
laba dengan kondisi:
1. Perubahan susunan pengurus perusahaan
dan pemegang saham agar tetap menjaga
kepemilikan saham PT Cross Plus
Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi
secara mayoritas yaitu sebesar minimal
51%.
2.
Based on the Letter No.S.2013.0007/DIR
Mgmt
WHOLESALE-Corp.Banking.Portfolio
Commercial dated February 6, 2013, BII
approved the Company’s request to remove or
change negative covenants that prohibit the
Company to i) change the management and
shareholders of the Company, ii) distribute
dividends and iii) disburse paid-up capital and
retained earnings with the following conditions:
1.
2.
Dividen dapat dicairkan maksimal 40%
dari laba tahun berjalan dengan mengacu
pada Undang-Undang No. 40 tahun 2007
tentang
Perseroan
Terbatas
dan
Peraturan Bursa Efek Indonesia.
235
The changes in the composition of
management
and
shareholders
of
the
Company
should
maintain
the ownership of PT Cross Plus Indonesia
and PT Cipta Loka Kreasi as majority
shareholders of the Company which is a
minimum of 51%.
Dividends shall be paid at the maximum
amounting to 40% of income for the year
and in accordance with the Limited
Liability Company Law No. 40 year 2007
and regulations in the Indonesian Capital
Market.
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
32. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
32. OPERATING SEGMENTS (continued)
Segmen Geografis
Geographical segments
Segmen geografis Perusahaan dikelompokkan
berdasarkan lokasi geografis. Segmen operasi
berdasarkan lokasi geografis adalah sebagai
berikut:
The Company’s geographical segments are
classified based on geographical location.
Operating segments based on the geographical
location are as follows:
2012
2011
2010
Segmen penjualan
Indonesia
Luar negeri
Eliminasi
669.905.664.071
-
428.022.857.174
1.040.497.686
-
299.042.993.462
4.064.375.191
-
Segment revenue
Indonesia
Overseas
Elimination
Total setelah eliminasi
669.905.664.071
429.063.354.860
303.107.368.653
Total after elimination
Segmen aset tidak lancar
Indonesia
Luar negeri
Eliminasi
145.893.798.484
958.939.542
(9.822.038.778)
100.050.119.642
1.923.117.299
(12.088.950.321)
87.710.109.497
4.271.823.755
(10.716.727.868)
Total setelah eliminasi
137.030.699.248
89.884.286.620
81.265.205.384
33. PERISTIWA SETELAH
PELAPORAN
a.
TANGGAL
PERIODE
33. SUBSEQUENT
EVENTS
REPORTING PERIOD
a.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa tanggal 8 Februari 2013
yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 75
tanggal
8
Februari
2013
dari
Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., yang
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU10360.AH.01.02.Tahun 2013 tanggal 4 Maret
2013, para pemegang saham Perusahaan
menyetujui antara lain, hal-hal sebagai berikut:
Segment non-current assets
Indonesia
Overseas
Elimination
Total after elimination
AFTER
THE
Based on the Extraordinary Shareholders
General Meeting on February 8, 2013 which
was notarized by Notarial Deed No. 75 of Dr.
Irawan Soerodjo, S.H., M.Si, dated February 8,
2013, the amendment has been approved by
the Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its Decision Letter No.
No.AHU-10360.AH.01.02.Year 2013 dated
March 4, 2013, the shareholders agreed,
among others, the following:
1.
Rencana Perusahaan untuk melakukan
penawaran umum
perdana saham
Perusahaan kepada masyarakat dan
mengubah status Perusahaan menjadi
Perusahaan Terbuka.
1.
The Company’s plan to conduct initial
public offerings of its shares and change
its status to become a publicly listed
company.
2.
Perubahan nama Perusahaan menjadi
“PT Acset Indonusa Tbk.”.
2.
Change the Company’s name to become
“PT Acset Indonusa Tbk.”.
3.
Perubahan
nilai
nominal
saham
Perusahaan
dari
semula
sebesar
Rp1.000.000 per saham menjadi Rp100
per saham.
3.
Change the par value of the Company’s
share from Rp1,000,000 per share to
Rp100 per share.
4.
Perubahan susunan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi Perusahaan.
4.
Change the composition of the Company’s
Boards of Commissioners and Directors.
5.
Perubahan seluruh anggaran dasar
Perusahaan dalam rangka penawaran
umum saham sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan
peraturan yang berlaku di pasar modal.
5.
Change the entire Company’s articles of
association in relation with the plan for
initial public offerings to be in accordance
with the related laws and regulations in
the capital market.
236
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERISTIWA SETELAH
PELAPORAN (lanjutan)
3.
TANGGAL
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PERIODE
33. SUBSEQUENT
EVENTS
AFTER
REPORTING PERIOD (continued)
3.
Perusahaan
diperkenankan
untuk
mencairkan saldo laba terkait dengan
pembayaran
dividen,
namun
tidak
diperkenankan pencairan untuk setoran
modal.
THE
The Company is allowed to disburse
retained earnings related to the payment
of dividends, but not allowed to disburse
for paid-up capital.
Subsequently,
based
on
the
Letter
No.S.2013.0050/DIR
WHOLESALECorp.Banking.Portfolio Mgmt Commercial, BII
approved the Company’s request to remove
point 2 of the above agreement with condition
that dividends shall be paid in accordance with
the Limited Liability Company Law No. 40 year
2007 and regulations in the Indonesian Capital
Market.
Lebih
lanjut,
berdasarkan
Surat
No.S.2013.0050/DIR
WHOLESALECorp.Banking.Portfolio
Mgmt
Commercial
tanggal 2 Mei 2013, BII menyetujui permintaan
Perusahaan untuk menghapus persetujuan
yang tercantum pada poin 2 di atas dengan
kondisi pembayaran dividen dapat dilakukan
dengan mengacu pada Undang-Undang No.
40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan Peraturan Bursa Efek Indonesia.
c.
Berdasarkan
Surat
Penawaran
Kredit
No. S.2013.0032/ DIR WHOLESALE- Corp.
Banking.Portfolio Mgmt Commercial tanggal
3 April 2013. Perusahaan memperoleh
perpanjangan jangka waktu pinjaman dengan
PT Bank Internasional Indonesia Tbk untuk
fasilitas kredit PPB I, PPB II, PPB III dan PRK
sampai dengan tanggal 10 Mei 2014.
c.
Based on the Credit Offering Letter
No. S.2013.0032/ DIR WHOLESALE- Corp.
Banking.Portfolio Mgmt Commercial dated
April 3, 2013, the Company obtained the
extention of loans with PT Bank Internasional
Indonesia Tbk for DLF I, DLF II, DLF III and
Overdraft
Loan
facilities
until
May 10, 2014.
d.
Perusahaan telah mencairkan fasilitas PBK IV
sebanyak 4 (empat) kali, yaitu: (i) sebesar
Rp1.557.029.300 pada tanggal 14 Februari
2013; (ii) sebesar Rp726.158.400 pada
tanggal 15 Maret 2013; (iii) sebesar
Rp779.400.000 pada tanggal 25 Maret 2013;
dan (iv) sebesar Rp762.322.400 pada tanggal
24 April 2013.
d.
The Company has drawndown TLF IV facility
for 4 (four) times: (i) the amount of
Rp1,557,029,300 on February 14, 2013; (ii)
the amount of Rp726,158,400 on March 15,
2013; (iii) the amount of Rp779,400,000 on
March 25, 2013; and (iv) the amount of
Rp762,322,400 on April 24, 2013.
e.
Berdasarkan
Pernyataan
Keputusan
Pemegang Saham PT Innotech Systems dan
Akta Jual Beli Saham PT Innotech Systems
(Entitas Anak) yang masing-masing diaktakan
dalam Akta Notaris No. 97 dan 98 pada
tanggal 2 April 2013 dari Notaris Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.Si., para pemegang saham
Entitas Anak menyetujui penjualan saham
yang dimiliki oleh Perusahaan sebanyak
15.000 lembar saham dengan nilai nominal
Rp131.835.000 kepada Ujang Wahyudin
(Direktur Entitas Anak).
e.
Based on the Statements of Shareholders of
PT Innotech Systems and Notarial Deed of
Selling and Purchasing of Shares of
PT Innotech Systems (Subsidiary) which were
notarized by Notarial Deed No. 97 and 98,
respectively, of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si, dated April 2, 2013, the shareholders of
Subsidiary agreed to sell 15,000 shares with
nominal
value
of
Rp131,835,000
of
the Company’s shares to Ujang Wahyudin
(Director of Subsidiary).
f.
Dalam rangka rencana penawaran umum
perdana
saham
Perusahaan
kepada
masyarakat, pada tanggal 2 April 2013,
Perusahaan telah menunjuk PT Kim Eng
Securities sebagai penjamin pelaksana emisi
efek dan PT Sinartama Gunita sebagai
pengelola administrasi saham Perusahaan.
f.
In accordance with the Company’s plan to
conduct initial public offerings of its shares,
on April 2, 2013 the Company has appointed
PT Kim Eng Securities, as the underwriter and
PT Sinartama Gunita, as the shares registrar.
237
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. INFORMASI PENTING LAINNYA
34. OTHER SIGNIFICANT INFORMATION
Kasus hukum
Legal case
Pada bulan Januari 2012, Perusahaan mengajukan
gugatan
perdata
terhadap
Pemerintah
Republik Indonesia, Cq. Kementerian Badan
Usaha Milik Negara, Cq. Perusahaan Listrik
Negara (“Tergugat”) ke Pengadilan Negeri
Jakarta
Selatan
dengan
nomor
perkara
15/PDT.G/2012/PN.JKT.SEL.
Pada
tanggal
15 Agustus 2012, Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan mengabulkan seluruh gugatan Perusahaan
dan
memerintahkan
Tergugat
untuk
mengembalikan uang yang telah disetor pemberi
kerja Perusahaan (PT Bintang Sedayu Makmur)
sebesar Rp2.361.713.760. Atas putusan tersebut,
Tergugat telah mengajukan banding ke Pengadilan
Tinggi Jakarta dan sampai tanggal laporan auditor
independen, banding ini masih dalam proses.
In January 2012, the Company filed a civil suit
against the Government of the Republic of
Indonesia, Cq. Stated-Owned Enterprise, Cq.
Perusahaan Listrik Negara (the “Defendant”) at
South Jakarta District Court with the case number
15/PDT.G/2012/PN.JKT.SEL. On August 15, 2012,
South Jakarta District Court declared the decision
to grant all the Company suits and order the
Defendant to return the money that has been paid
by the Companys’ customer (PT Bintang Sedayu
Makmur)
amounting
to
Rp2,361,713,760.
The Defendant has filed an appeal on the decision
at Jakarta High Court and until the date of
the independent auditors’ report, the appeal is still
in the process.
35. TRANSAKSI NON KAS
35. NON-CASH TRANSACTIONS
Listed below are significant non-cash transactions:
Berikut ini transaksi non kas penting:
2012
Penambahan aset tetap melalui
Sewa pembiayaan
2011
-
2010
1.760.000.000
-
Acquisition of fixed assets through
Finance lease
36. STANDAR AKUNTANSI REVISI YANG TELAH
DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU
EFEKTIF
36. REVISED ACCOUNTING STANDARDS THAT
HAVE BEEN ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
Standar akuntansi yang telah dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
sampai dengan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak tetapi
belum efektif terdiri dari:
Accounting standards issued by the Indonesian
Accounting Standards Board (IASB) up to the date
of completion of the Company’s consolidated
financial statements but not yet effective are as
follows:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari
2013
Effective on or after January 1, 2013
PSAK No.38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”.
SFAS
No.38
(Revised
2012),
“Business
Combination for Common Controlled Entities”.
Perusahaan
dan
Entitas
Anak
sedang
mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari
standar yang direvisi tersebut terhadap laporan
keuangan konsolidasiannya.
The Company and Subsidiaries are presently
evaluating and have not yet determined the effects
of the revised standard on their consolidated
financial statements.
238
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
37. REKLASIFIKASI AKUN (lanjutan)
Dilaporkan sebelumnya/
As previously reported
37. RECLASSIFICATION
(continued)
Diklasifikasikan kembali/
As reclassified
OF
Jumlah/
Amount
ACCOUNTS
Alasan/
Reason
31 Desember 2010 (lanjutan)/
December 31, 2010 (continued)
Utang lain-lain/Other payables
Utang pajak/Tax payables
22.972.382
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Liabilitas imbalan kerja/
Employee benefits liability
Utang lain-lain/Other payables
12.442.077
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
1.983.984.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
31 Desember 2009/
December 31, 2009
Aset lain-lain/Other assets
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
38. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
38. REISSUANCE
OF
THE
FINANCIAL STATEMENTS
CONSOLIDATED
The Company and Subsidiaries previously have
issued its consolidated financial statements for
the years ended December 31, 2012 and 2011
with comparative figures for December 31, 2010
and January 1, 2010/December 31, 2009 which
have been audited by Public Accounting Firm
Purwantono, Suherman & Surja with Independent
Auditors’ Reports No. RPC-3363/PSS/2013 dated
March 5, 2013. In connection with the Company’s
plan to conduct an intial public offering and to
comply with Financial Services Authority (FSA)
regulations, the Company and Subsidiaries have
reissued the above consolidated financial
statements, with additional disclosures in notes
the consolidated financial statements which are
Notes 1a, 1b, 2c, 2j, 11, 15, 23, 25, 26, 27, 31, 33,
37 and 38.
Perusahaan dan Entitas Anak sebelumnya telah
menerbitkan laporan keuangan konsolidasian untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 dengan angka
perbandingan untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Suherman & Surja dalam Laporan Auditor
Independen No. RPC-3363/PSS/2013 tertanggal
5 Maret 2013. Sehubungan dengan rencana
Perusahaan untuk melakukan penawaran umum
saham perdana dan untuk memenuhi ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perusahaan dan
Entitas Anak menerbitkan kembali laporan
keuangan konsolidasian yang disebut di atas,
dengan beberapa tambahan pengungkapan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian yaitu
Catatan-catatan 1a, 1b, 2c, 2j, 11, 15, 23, 25, 26,
27, 31, 33, 37 dan 38.
239
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ACSET INDONUSA
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ACSET INDONUSA
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
37. REKLASIFIKASI AKUN
37. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
Certain amounts in the consolidated financial
statements as of December 31, 2011 and 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009 have been
reclassified. The nature of these reclassification
had no effect on previously reported income. These
reclassifications were as follows:
Beberapa angka perbandingan laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 telah
direklasifikasi. Sifat reklasifikasi tersebut tidak
mempengaruhi
laba
tahun
sebelumnya.
Reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
Dilaporkan sebelumnya/
As previously reported
Diklasifikasikan kembali/
As reclassified
Jumlah/
Amount
Alasan/
Reason
31 Desember 2011/
December 31, 2011
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - lancar/
Restricted time deposits current
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
9.880.960.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Lain-lain - neto/
Miscellaneous - net
Beban usaha - Pembentukan
cadangan kerugian
penurunan nilai/
Operating expense - Provision
for impairment losses
2.301.997.243
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Aset lain-lain/Other assets
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
1.983.984.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Aset lain-lain/Other assets
Piutang lain-lain pihak ketiga/
Other receivables third parties
3.975.781
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Proyek dalam pelaksanaan/
Project under construction
Aset lain-lain/Other assets
267.780.584
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Biaya dan pajak di bayar dimuka/
Prepaid expenses and tax
Aset lain-lain/Other assets
27.773.376
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun Utang bank/Long-term debts net of current maturities Bank loan
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun Utang bank/Current maturities of
long-term debts - Bank loan
20.400.000.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Utang usaha pihak ketiga/
Trade payable third parties
Utang usaha pihak berelasi/
Trade payable related parties
6.983.470.857
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 7
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 7 (Revised 2009)
Utang usaha pihak ketiga /
Trade payable third parties
Utang lain-lain/Other payables
3.321.850
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
31 Desember 2010/
December 31, 2010
240
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TERSENDIRI ENTITAS INDUK (lanjutan)
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan
Untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
PT ACSET INDONUSA
SEPARATE STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION PARENT ENTITY (continued)
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures
For December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
2010
(Catatan 4/
Note 4)
1 Jan. 2010/
31 Des. 2009/
Jan. 1, 2010/
Dec. 31, 2009
(Catatan 4/
Note 4)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
LIABILITAS
JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Pendapatan diterima
di muka
Beban akrual
Utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang sewa
pembiayaan
Utang bank
Total Liabilitas
Jangka Pendek
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang sewa
pembiayaan
Utang bank
Liabilitas imbalan kerja
Total Liabilitas
Jangka Panjang
Total Liabilitas
LIABILITIES
118.645.677.053
4.062.339.180
48.600.323.592
4.532.544.244
40.733.582.896
6.983.470.857
48.814.149.545
579.335.356
27.060.165.557
3.461.628.959
17.659.066.949
2.346.663.000
5.217.964.347
826.373.291
377.243.095
536.887.782
14.387.800.220
5.615.843.254
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables
Third parties
Related parties
Taxes payable
274.285.981.369
6.181.537.533
80.494.066.124
4.503.807.485
25.678.478.335
-
28.754.021.356
-
Unearned revenues
Accrued expenses
410.666.678
93.821.924.097
704.000.000
27.440.553.532
20.400.000.000
4.726.854.610
Current maturities of
long-term debts
Obligation under
finance lease
Bank loans
527.929.920.426
191.498.989.273
94.999.148.474
103.414.892.123
Total Current Liabilities
NON-CURRENT LIABILITIES
5.039.544.675
3.542.617.209
410.666.670
1.967.619.980
1.975.564.567
466.666.664
1.266.184.771
8.582.161.884
4.353.851.217
1.732.851.435
536.512.082.310
195.852.840.490
96.731.999.909
10.030.531.291
797.910.102
Long-term
debts - net of current
maturities
Obligation under
finance lease
Bank loans
Employee benefits liability
10.828.441.393 Total Non-Current Liabilities
114.243.333.516
Total Liabilities
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal
Rp1.000.000 per saham
Modal dasar 160.000 saham pada
pada tahun 2012, 2011
dan 2010
dan 3.000 saham
pada tahun 2009
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 40.000 saham pada
tahun 2012, 2011
dan 2010,
dan 1.000 saham pada
tahun 2009
Saldo laba
40.000.000.000
180.022.790.033
40.000.000.000
125.418.890.789
40.000.000.000
87.958.201.825
1.000.000.000
61.503.292.082
Total Ekuitas
220.022.790.033
165.418.890.789
127.958.201.825
62.503.292.082
Total Equity
176.746.625.598
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
EQUITY
Equity Attributable
to Owners of
the Parent Entity
Share capital - Rp1,000,000
par value per share
Authorized - 160,000 shares
in 2012, 2011 and
2010 and 3,000
shares in 2009
756.534.872.343
361.271.731.279
241
224.690.201.734
Issued and fully paid 40,000 shares in 2012,
2011 and 2010 and
1,000 shares in 2009
Retained earnings
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
The following is the PT Acset Indonusa’s (the “Parent
Entity”)
Financial
Information,
consisting
of the separate statements of financial position
of the Parent Entity as of December 31, 2012, 2011
with comparative figures for December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009 and the related
separated statements of comprehensive income,
changes in equity, and cash flows of the Parent Entity
for the years ended December 31, 2012 and 2011 with
comparative figures for December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009 and year ended
December 31, 2010. The Parent Entity Financial
Information is presented as supplementary information
to the consolidated financial statements as of
December 31, 2012 and 2011 and years ended
December 31, 2012 and 2011 with comparative figures
for December 31, 2010 and January 1, 2010/
December 31, 2009 and year ended December 31,
2010
Berikut ini adalah Informasi Keuangan PT Acset
Indonusa (“Entitas Induk”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tersendiri Entitas Induk tanggal
31 Desember 2012, 2011 dengan angka perbandingan
untuk 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010/
31 Desember 2009, serta laporan laba rugi
komprehensif tersendiri, laporan perubahan ekuitas
tersendiri, dan laporan arus kas tersendiri Entitas Induk
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 dengan angka
perbandingan untuk 31 Desember 2010 dan 1 Januari
2010/31 Desember 2009 serta tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2010. Informasi keuangan
Entitas Induk ini merupakan informasi tambahan dalam
laporan keuangan konsolidasian tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
dengan angka perbandingan untuk 31 Desember 2010
dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 serta tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.
PT ACSET INDONUSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan
Untuk 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
PT ACSET INDONUSA
SEPARATE STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION PARENT ENTITY
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures
For December 31, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1 Jan. 2010/
31 Des. 2009/
Jan. 1, 2010/
Dec. 31, 2009
(Catatan 4/
Note 4)
2010
(Catatan 4/
Note 4)
2011
_______
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Piutang retensi
Tagihan bruto pemberi kerja
Uang muka
Biaya dan pajak di bayar
di muka
Proyek dalam pelaksanaan
Total Aset Lancar
ASSETS
58.234.816.856
15.719.896.128
13.124.860.071
23.232.755.595
86.692.093.592
19.140.579.053
27.684.521.165
37.472.708.427
478.763.636
48.016.498.382
195.554.948.751
70.275.145.798
485.663.636
33.376.577.079
105.419.983.554
12.587.127.718
606.713.636
9.880.562.751
33.389.077.616
26.431.195.664
2.852.718.485
11.366.953.804
6.719.628.168
12.499.886.464
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables - net
Third parties
Other receivables
Third parties
Retention receivables
Due from customers
Advances
6.009.145.166
135.685.746.302
82.514.625
67.149.635.849
348.072
27.583.420.369
1.467.179.007
Prepaid expenses and tax
Project under construction
600.947.158.483
253.961.977.642
138.700.699.344
95.611.829.950
Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan saham
Investasi pada entitas
asosiasi
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp87.931.527.572,
Rp64.034.661.494,
Rp45.479.317.546
dan Rp32.569.289.530
masing-masing pada
tahun 2012, 2011, 2010
dan 2009
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Aset lain-lain
9.467.624.316
9.467.624.316
7.120.961.316
7.120.961.316
1.480.000.000
-
-
-
133.710.952.550
87.564.899.321
76.290.557.075
71.363.744.709
NON-CURRENT ASSETS
Investments in
shares of stock
Investment in associated
company
Fixed assets - net of
accumulated depreciation
of Rp87,931,527,572,
Rp64,034,661,494,
Rp45,479,317,546 and
Rp32,569,289,530
in 2012, 2011,
2010 and 2009
respectively
9.960.424.000
968.712.994
9.880.960.000
396.270.000
1.983.984.000
593.999.999
1.983.984.000
666.105.623
Restricted time deposits
Other assets
Total Aset Tidak Lancar
155.587.713.860
107.309.753.637
85.989.502.390
81.134.795.648
Total Non-Current Assets
TOTAL ASET
756.534.872.343
361.271.731.279
224.690.201.734
176.746.625.598
TOTAL ASSETS
242
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Tahun yang berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
PENDAPATAN USAHA
PT ACSET INDONUSA
SEPARATE STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME PARENT ENTITY
Years Ended
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
2010
669.905.664.071
428.022.857.174
299.146.493.462
(554.357.668.462)
(348.062.709.104)
(236.531.279.209)
LABA KOTOR
115.547.995.609
79.960.148.070
62.615.214.253
Beban usaha
Lain-lain - neto
(37.612.719.056)
1.869.499.668
(28.102.779.263)
461.220.609
(26.762.709.244)
94.563.294
LABA USAHA
79.804.776.221
52.318.589.416
35.947.068.303
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
1.810.961.637
(6.914.668.693)
694.558.932
(2.711.773.669)
503.798.863
(2.296.347.793)
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
74.701.069.165
50.301.374.679
34.154.519.373
(20.097.169.922)
(12.840.685.715)
(7.699.609.630)
54.603.899.243
37.460.688.964
26.454.909.743
INCOME FOR THE YEAR
-
-
-
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
54.603.899.243
37.460.688.964
26.454.909.743
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR
BEBAN POKOK
PENDAPATAN
BEBAN PAJAK
Pajak kini
LABA TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN
KOMPREHENSIF LAIN
TOTAL LABA
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
243
REVENUES
COST OF REVENUE
GROSS PROFIT
Operating expenses
Miscellaneous - net
OPERATING PROFIT
Finance income
Finance expenses
INCOME BEFORE
INCOME TAX EXPENSE
TAX EXPENSE
Current tax
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo per 31 Desember 2009
Setoran modal
Laba tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2010
Laba tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2011
Laba tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2012
PT ACSET INDONUSA
SEPARATE STATEMENTS OF
CHANGES IN EQUITY PARENT ENTITY
Years Ended
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Modal Saham Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Capital Stock Issued and
Fully Paid
Saldo Laba/
Retained Earnings
1.000.000.000
61.503.292.082
62.503.292.082
Balance at December 31, 2009
39.000.000.000
-
39.000.000.000
Paid in capital
-
26.454.909.743
26.454.909.743
Income for the year
40.000.000.000
87.958.201.825
127.958.201.825
-
37.460.688.964
37.460.688.964
40.000.000.000
125.418.890.789
165.418.890.789
-
54.603.899.244
54.603.899.244
40.000.000.000
180.022.790.033
220.022.790.033
244
Total Ekuitas/
Total Equity
Balance at December 31, 2010
Income for the year
Balance at December 31, 2011
Income for the year
Balance at December 31, 2012
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI
ENTITAS INDUK
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan Angka Perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan proyek
Pembayaran proyek
Pembayaran beban pajak
Pembayaran beban gaji,
tunjangan dan
kesejahteraan karyawan
Pembayaran beban operasional
Pembayaran bunga
(Pembayaran) penerimaan
lainnya
Arus kas neto diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pendapatan bunga
Hasil penjualan aset tetap
Pembelian aset tetap
Penempatan deposito
berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Penyertaan saham
Arus kas neto digunakan
untuk aktivitas investasi
2012
PT ACSET INDONUSA
SEPARATE STATEMENTS OF CASH FLOWS
PARENT ENTITY
Years Ended
December 31, 2012 and 2011
With Comparative Figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
2010
692.145.324.416
(588.710.206.332)
(21.853.505.310)
398.037.104.052
(326.421.559.239)
(7.999.616.392)
275.167.173.544
(265.710.953.712)
(12.938.557.860)
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Receipts from projects
Payments of projects
Payments of tax expenses
(19.531.965.935)
(12.697.691.262)
(4.387.810.072)
(16.867.927.214)
(12.159.412.891)
(2.354.741.098)
(10.961.001.566)
(8.719.067.650)
(1.939.150.349)
Payments of salaries, allowances
and employees’ benefits
Payments of operating expenses
Payments of interest expenses
(2.172.015.560)
42.792.129.945
679.835.410
32.913.682.628
1.810.961.637
479.159.000
(70.673.919.304)
694.558.932
164.000.000
(30.006.686.194)
(1.480.000.000)
(7.896.976.000)
(2.346.663.000)
(69.863.798.667)
(39.391.766.262)
2.410.350.284
(22.691.207.309)
Net cash flows provided by
(used in) operating activities
503.798.863
150.000.000
(18.387.475.360)
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Interest receipts
Proceeds from sale of fixed assets
Acquisition of fixed assets
-
(17.733.676.497)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan pinjaman
Pembayaran pinjaman
Tambahan setoran modal
Pelunasan pinjaman
pihak berelasi
Arus kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan
73.747.497.091
(5.295.467.587)
-
Net cash flows used in
investing activities
-
68.452.029.504
36.858.864.183
(27.435.367.834)
-
23.544.200.000
(17.434.919.237)
39.000.000.000
Receipts of borrowings
Payments of borrowings
Additional capital contribution
(91.996.957)
(14.295.803.263)
Payments of loan to related parties
9.331.499.392
41.380.360.782
2.853.415.758
KAS DAN SETARA KAS
PADA AWAL TAHUN
15.719.896.128
13.124.860.071
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN
Placement of restricted
time deposits
Investment in shares of stock
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS
DAN SETARA KAS
DAMPAK NETO PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN SETARA KAS
(Payments) other receipts
1.134.559.946
58.234.816.856
(258.379.701)
15.719.896.128
245
30.813.477.500
(9.611.406.306)
23.232.755.595
(496.489.218)
13.124.860.071
Net cash flows provided by
financing activities
NET INCREASE (DECREASE)
IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
NET EFFECT OF CHANGES
IN EXCHANGE RATES ON
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
AKUNTANSI
PT ACSET INDONUSA
NOTES TO THE SEPARATE
FINANCIAL STATEMENTS PARENT ENTITY
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
YANG
1.
SUMMARY
POLICIES
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Dasar penyusunan informasi keuangan entitas
induk
Basis of preparation of the the parent entity
financial information
PSAK No.4 (Revisi 2009) mengatur dalam hal
entitas induk memilih untuk menyajikan laporan
keuangan tersendiri maka laporan tersebut hanya
dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam
laporan
keuangan
konsolidasian.
Laporan
keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang
disajikan oleh entitas induk yang mencatat
investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan
pengendalian
bersama
entitas
berdasarkan
kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan
pelaporan hasil dan aset neto investee.
SFAS No.4 (Revised 2009) regulates that when
parent entity elected to present the separate
financial statements, such financial statements
should be presented as supplementary information
to the consolidated financial statements. Separate
financial statements are those presented by
a parent, in which the investments are accounted for
on the basis of the direct equity interest rather than
on the basis of the reported results and net assets of
the investees.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan Informasi keuangan Entitas Induk
adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian Grup sebagaimana diungkapkan
dalam Catatan 2 atas laporan keuangan
konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada
entitas anak.
Accounting policies adopted in the preparation of
the parent entity financial information are the same
as the accounting policies adopted in the preparation
of the Group’s consolidated financial statements as
disclosed in Note 2 to the consolidated financial
statements, except for investments in subsidiaries.
Sesuai dengan PSAK No.4 (Revisi 2009), Entitas
Induk mengubah pencatatan penyertaan pada
Entitas Anak dari sebelumnya dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas menjadi metode
biaya. Perubahan ini diterapkan secara retrospektif
sejak 1 Januari 2011. Sehubungan dengan
perubahan tersebut, Entitas induk menyajikan
kembali informasi keuangan Entitas induk yang
dilaporkan sebelumnya dan mengungkapkan
tambahan laporan posisi keuangan tersendiri
entitas induk periode awal komparatif yaitu
1 Januari 2010/31 Desember 2009 sebagaimana
dipersyaratkan oleh PSAK No.1 (Revisi 2009).
In accordance with SFAS No.4 (Revised 2009),
the Parent Entity changed the accounting for
investments in subsidiaries from previously using
equity method to cost method. Such change was
applied retrospectively since January 1, 2011.
In relation to such change, the Parent Entity restated
its previously reported financial information and
presented the Parent Entity’s statement of financial
position at the beginning of the earliest comparative
period, which is January 1, 2010/December 31, 2009
in accordance with the requirement of SFAS No. 1
(Revised 2009).
246
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ACSET INDONUSA
NOTES TO THE SEPARATE
FINANCIAL STATEMENTS PARENT ENTITY
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
PENYERTAAN SAHAM PADA ENTITAS ANAK
2.
INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK OF
SUBSIDIARIES
As of December 31, 2012, 2011 and 2010, Parent
Entity has the following investments in shares of
stock of subsidiaries:
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010,
Entitas Induk memiliki penyertaan saham pada
entitas anak berikut:
31 Desember 2012/December 31, 2012
Nama Entitas/
Entity Name
Entitas Anak/Subsidiaries
Acset Indonusa Co. Ltd.
PT Innotech Systems
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Nilai tercatat
1 Jan. 2012/
Carrying value
Jan. 1, 2012
100%
89%
Sub-total Entitas Anak/
Sub-total Subsidiaries
Entitas Asosiasi/Associates
PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia
37%
Neto/Net
Penambahan/
Additions
Nilai tercatat
31 Des. 2012/
Carrying value
Dec. 31, 2012
Pengurangan/
Deduction
7.120.961.316
2.346.663.000
-
-
7.120.961.316
2.346.663.000
9.467.624.316
-
-
9.467.624.316
-
1.480.000.000
-
1.480.000.000
9.467.624.316
1.480.000.000
-
10.947.624.316
31 Desember 2011/December 31, 2011
Nama Entitas/
Entity Name
Entitas Anak/Subsidiaries
Acset Indonusa Co. Ltd.
PT Innotech Systems
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Nilai tercatat
1 Jan. 2011/
Carrying value
Jan. 1, 2011
100%
89%
Sub-total Entitas Anak/
Sub-total Subsidiaries
Entitas Asosiasi/Associates
-
Neto/Net
Penambahan/
Additions
Nilai tercatat
31 Des. 2011/
Carrying value
Dec. 31, 2011
Pengurangan/
Deduction
7.120.961.316
-
2.346.663.000
-
7.120.961.316
2.346.663.000
7.120.961.316
2.346.663.000
-
9.467.624.316
-
-
-
-
7.120.961.316
2.346.663.000
-
9.467.624.316
31 Desember 2010/December 31, 2010
Nama Entitas/
Entity Name
Entitas Anak/Subsidiaries
Acset Indonusa Co. Ltd.
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Nilai tercatat
1 Jan. 2010/
Carrying value
Jan. 1, 2010
100%
Sub-total Entitas Anak/
Sub-total Subsidiaries
Entitas Asosiasi/Associates
-
Neto/Net
247
Penambahan/
Additions
Nilai tercatat
31 Des. 2010/
Carrying value
Dec. 31, 2010
Pengurangan/
Deduction
7.120.961.316
-
-
7.120.961.316
7.120.961.316
-
-
7.120.961.316
-
-
-
-
7.120.961.316
-
-
7.120.961.316
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Appendix I
Lampiran I
The original Parent Entity financial information as supplementary
information to the consolidated financial statements are in Indonesian
language.
PT ACSET INDONUSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011
Dengan angka perbandingan untuk 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
PT ACSET INDONUSA
NOTES TO THE SEPARATE
FINANCIAL STATEMENTS PARENT ENTITY
Years ended
December 31, 2012 and 2011
With comparative figures for 2010
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
SALDO DAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI
3.
In the normal course of business, the Company
engaged in trade and other transactions with
related parties, which are affiliated with the
Company through equity ownership, either direct or
indirect, and/or under common control, and/or
common key management. The significant
transactions and balances with these related
parties are as contained in Notes 25a dan 25b.
There were no transaction with Subsidiaries other
than investment.
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan
melakukan transaksi dagang dan transaksi lainnya
dengan pihak-pihak berelasi, yang terafiliasi
dengan Perusahaan melalui kepemilikan ekuitas
langsung dan tak langsung, dan/atau di bawah
kendali pihak yang sama, dan/atau melalui
manajemen kunci yang sama. Transaksi dan saldo
yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah
seperti yang diungkapkan dalam Catatan 25a dan
25b. Tidak terdapat transaksi dengan Entitas Anak
selain investasi.
4.
REKLASIFIKASI AKUN
4.
RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
Certain amounts in the separate financial
statements parent entity as of December 31, 2010
and January 1, 2010/December 31, 2009 have
been reclassified. These reclassifications were as
follows:
Beberapa angka perbandingan laporan keuangan
tersendiri entitas induk pada tanggal 31 Desember
2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 telah
direklasifikasi.
Reklasifikasi
tersebut
adalah
sebagai berikut:
Dilaporkan sebelumnya/
As previously reported
SIGNIFICANT
BALANCES
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Diklasifikasikan kembali/
As reclassified
Jumlah/
Amount
Alasan/
Reason
31 Desember 2011/
December 31, 2011
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - lancar/
Restricted time deposits current
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
9.880.960.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Lain-lain - neto/
Miscellaneous - net
Beban usaha - Pembentukan
cadangan kerugian
penurunan nilai/
Operating expense - Provision
for impairment losses
2.301.997.243
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 1
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 1 (Revised 2009)
Aset lain-lain/Other assets
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
1.983.984.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun Utang bank/Long-term debts net of current maturities Bank loan
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun Utang bank/Current maturities of
long-term debts - Bank loan
20.400.000.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
Utang usaha pihak ketiga/
Trade payable third parties
Utang usaha pihak berelasi/
Trade payable related parties
6.983.470.857
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
persyaratan penyajian dalam PSAK No. 7
(Revisi 2009)/Reclassification to conform
with the presentation requirement of
SFAS No. 7 (Revised 2009)
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya - tidak lancar/
Restricted time deposits non-current
1.983.984.000
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
Peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with
the Bapepam Regulation No.VIII.G.7
31 Desember 2010/
December 31, 2010
31 Desember 2009/
December 31, 2009
Aset lain-lain/Other assets
248
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XVII.
Advance Civil Structure Engineering Technology
LAPORAN PENILAI INDEPENDEN
Berikut ini adalah salinan Laporan Penilai untuk aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012, yang dinilai oleh
KJPP Suhartanto Budihardjo dan Rekan.
249
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
250
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
251
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
252
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
253
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
254
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
255
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
256
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XVIII.
Advance Civil Structure Engineering Technology
ANGGARAN DASAR
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
1.
2.
Perseroan ini bernama PT ACSET INDONUSA Tbk (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan
“Perseroan”), berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat.
Perseroan dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah
Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi.
JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN
Pasal 2
Perseroan ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA
Pasal 3
1.
2.
Maksud dan tujuan Perseroan ialah: Berusaha dalam bidang jasa pelaksana konstruksi.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:
a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan usaha-usaha di bidang jasa pelaksana konstruksi yang antara lain
meliputi
i. Jasa konstruksi gedung tempat tinggal, gedung perkantoran gedung industri, gedung perbelanjaan,
gedung kesehatan, gedung pendidikan, gedung penginapan, gedung tempat hiburan, gedung lainnya.
ii. Jasa konstruksi bangunan sipil berupa bangunan jalan, jembatan dan landasan, bangunan jalan dan
jembatan kereta api, bangun sipil lainnya.
iii. Jasa konstruksi elektrikal dan telekomunikasi lainnya.
iv. Jasa konstruksi khusus berupa pemasangan pondasi dan pilar.
b. Kegiatan usaha penunjang yaitu menjalankan usaha-usaha lain yang berkaitan dan menunjang kegiatan
usaha pada butir a diatas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
MODAL
Pasal 4
1.
2.
3.
4.
Modal dasar Perseroan berjumlah Rp160.000.000.000 (seratus enam puluh miliar Rupiah) terbagi atas
1.600.000.000 (satu miliar enam ratus juta) saham, masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100,00
(seratus Rupiah).
Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% (tujuh puluh lima persen) atau sejumlah 400.000.000
(empat ratus juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar
Rupiah) oleh para pemegang saham Perseroan.
Penyetoran modal dapat pula dilakukan dengan cara selain dalam bentuk uang, baik berupa benda berwujud
maupun tidak berwujud, wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. benda yang dijadikan setoran modal dimaksud wajib diumumkan kepada publik pada saat pemanggilan Rapat
Umum Pemegang Saham mengenai penyetoran tersebut;
b. benda yang dijadikan sebagai setoran modal wajib dinilai oleh penilai yang terdaftar di Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya dan tidak
dijaminkan dengan cara apapun juga;
c. memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
d. dalam hal benda yang dijadikan sebagai setoran modal dilakukan dalam bentuk saham perseroan yang
tercatat di Bursa Efek, maka harganya harus ditetapkan berdasarkan nilai pasar wajar; dan
e. dalam hal penyetoran tersebut berasal dari laba ditahan, agio saham, laba bersih Perseroan dan/atau unsur
modal sendiri, maka laba ditahan, agio saham, laba bersih Perseroan dan/atau unsur modal sendiri lainnya
tersebut, sudah dimuat dalam Laporan Keuangan Tahunan terakhir yang telah diperiksa akuntan yang
terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau
penggantinya, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
Saham-saham yang masih dalam simpanan akan dikleuarkan Perseroan dengan persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham dengan syarat dan harga tertentu yang ditetapkan oleh Direksi dan harga tersebut tidak di bawah
257
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
7.
Advance Civil Structure Engineering Technology
harga pari, dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang termuat dalam Anggaran Dasar ini, peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, serta peraturan Bursa Efek di tempat
dimana saham-saham Perseroan tercatatkan.
a. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat Ekuitas adalah Saham atau
Efek yang dapat ditukar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh Saham antara lain
Obligasi Konversi atau Waran) yang dilakukan dengan pemesanan, maka hal tersebut wajib dilakukan dengan
memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam
Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal yang ditentukan Rapat Umum Pemegang Saham yang
menyetujui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah Saham yang telah
terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama pemegang saham masing-masing pada tanggal
tersebut;
b. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu wajib dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka waktu
sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar
Modal;
c. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut di atas harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, dengan syarat-syarat dan jangka waktu sesuai
dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan;
d. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dan tidak diambil oleh pemegang Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu harus dialokasikan kepada semua pemegang saham yang memesan tambahan Efek
Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang dipesan melebihi jumlah Efek
Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan, Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil tersebut wajib dialokasikan
sebanding dengan jumlah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang dilaksanakan oleh masing-masing
pemegang saham yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, satu dan lain dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
e. Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham
sebagaimana dimaksud huruf (d) di atas, maka dalam hal terdapat pembeli siaga, Efek Bersifat Ekuitas tersebut
wajib dialokasikan kepada pihak tertentu yang bertindak sebagai pembeli siaga dengan harga dan syarat-syarat
yang sama, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang
Pasar Modal;
f. Penambahan modal disetor menjadi efektif setelah terjadinya penyetoran, dan saham yang diterbitkan
mempunyai hak-hak yang sama dengan saham yang diterbitkan oleh Perseroan, dengan tidak mengurangi
kewajiban Perseroan untuk mengurus pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia;
g. Pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada pemegang
saham dapat dilakukan dalam hal pengeluaran Efek:
i. ditujukan kepada karyawan Perseroan;
ii. ditujukan kepada pemegang obligasi atau Efek lain yang dapat dikonversi menjadi saham, yang telah
dikeluarkan dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham;
iii. dilakukan dalam rangka reorganisasi dan/atau restrukturisasi yang telah disetujui oleh Rapat Umum
Pemegang Saham; dan/atau
iv. dilakukan sesuai dengan sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan dan peraturan yang
berlaku di bidang Pasar Modal yang memperbolehkan penambahan modal tanpa memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu;
h. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari ketentuan seperti
tersebut dalam Pasal 4 ayat 5 huruf (a) sampai dengan huruf (g) di atas apabila ketentuan peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat dimana
saham-saham Perseroan dicatatkan mengizinkannya.
Pelaksanaan pengeluaran saham dalam simpanan untuk pemegang Efek yang dapat ditukar dengan saham atau
Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan oleh Direksi berdasarkan persetujuan
Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdahulu yang telah menyetujui pengeluaran efek tersebut, dengan
memperhatikan peraturan-peraturan yang termuat dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham
Perseroan dicatatkan
Penambahan modal dasar Perseroan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham.
Dalam hal modal dasar ditingkatkan, maka setiap penempatan saham-saham lebih lanjut harus disetujui oleh Rapat
Umum Pemegang Saham, dengan memperhatikan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal. Penambahan modal dasar Perseroan hanya dapat
dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
258
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
8.
9.
10.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Dalam hal modal dasar ditingkatkan, maka setiap penempatan saham-saham lebih lanjut harus disetujui oleh Rapat
Umum Pemegang Saham, dengan memperhatikan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini, peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Penambahan modal dasar yang mengakibatkan modal ditempatkan dan disetor menjadi kurang dari 25% (dua puluh
lima persen) dari modal dasar, dapat dilakukan sepanjang :
a. telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, yang menyetujui untuk menambah modal
dasar;
b. telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
c. penambahan modal ditempatkan dan disetor, sehingga menjadi paling sedikit 25% (dua puluh lima persen)
dari modal dasar, wajib dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ayat 8.b Pasal ini;
d. dalam hal penambahan modal disetor sebagaimana dimaksud dalam ayat 8.c tidak terpenuhi sepenuhnya,
maka Perseroan harus mengubah kembali anggaran dasarnya, sehingga modal ditempatkan dan disetor
paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar dengan memperhatikan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dalam jangka waktu 2 (dua) bulan setelah jangka waktu dalam ayat 8.c
Pasal ini tidak terpenuhi;
e. persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud dalam ayat 8.a Pasal ini, termasuk
juga persetujuan untuk mengubah anggaran dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat 8.d Pasal ini.
Perubahan anggaran dasar dalam rangka penambahan modal dasar menjadi efektif setelah terjadinya penyetoran
modal yang mengakibatkan besarnya modal disetor menjadi paling kurang 25% (dua puluh lima persen) dari modal
dasar dan mempunyai hak-hak yang sama dengan saham lainnya yang diterbitkan oleh Perseroan, dengan tidak
mengurangi kewajiban Perseroan untuk mengurus persetujuan perubahan anggaran dasar kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas pelaksanaan penambahan modal disetor tersebut.
Perseroan dapat membeli kembali saham-saham yang telah dibayar penuh sampai dengan 10% (sepuluh persen)
dari jumlah saham yang telah ditempatkan atau dalam jumlah lain apabila peraturan perundang-undangan
menentukan lain.
Pembelian kembali saham tersebut dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan
yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Saham
Pasal 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah Saham atas nama.
Perseroan dapat mengeluarkan saham dengan nilai nominal atau tanpa nilai nominal. Pengeluaran saham tanpa
nilai nominal wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Perseroan hanya mengakui seorang atau 1 (satu) pihak saja, baik perorangan maupun badan hukum sebagai
pemilik dari 1 (satu) saham, yaitu orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai pemilik saham yang
bersangkutan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan. Dalam hal Perseroan tidak menerbitkan surat saham,
pemilikan saham dapat dibuktikan dengan surat keterangan atau catatan yang dikeluarkan oleh Perseroan.
Apabila saham karena sebab apapun menjadi milik beberapa orang, maka mereka yang memiliki bersama-sama itu
diwajibkan untuk menunjuk secara tertulis seorang diantara mereka atau seorang lain sebagai kuasa mereka
bersama dan hanya nama dari yang diberi kuasa atau yang ditunjuk itu saja yang dimasukkan dalam Daftar
Pemegang Saham dan harus dianggap sebagai Pemegang Saham dari saham yang bersangkutan serta berhak
mempergunakan semua hak yang diberikan oleh hukum yang timbul atas saham-saham.
Selama ketentuan dalam ayat 4 Pasal ini belum dilaksanakan, maka para pemegang saham tersebut tidak berhak
mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham, sedangkan pembayaran dividen untuk saham itu
ditangguhkan.
Dalam hal para pemilik bersama lali untuk memberitahukan secara tertulis kepada Perseroan mengenai penunjukan
wakil bersama itu, Perseroan berhak memberlakukan pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan sebagai satu-satunya pemegang saham yang sah atas saham-saham tersebut.
Setiap pemegang saham yang memiliki 1(satu) saham atau lebih dengan sendirinya menurut hukum harus tunduk
kepada Anggaran Dasar dan kepada semua keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang
Saham serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perseroan dapat dijaminkan dengan mengikuti ketentuan peraturan
perundang-undangan mengenai pemberian jaminan saham, peraturan perundang-undangan dan peraturan yang
berlaku di bidang Pasar Modal.
Untuk saham Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek di Indonesia, berlaku ketentuan peraturan di bidang Pasar
Modal di Indonesia dan peraturan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan.
259
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Pasal 6
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Perseroan dapat mengeluarkan surat saham atas nama pemiliknya yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham
Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar
Modal serta ketentuan yang berlaku di Bursa Efek di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan.
Apabila dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap saham diberi sehelai surat saham.
Surat kolektif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti pemilikan 2 (dua) atau lebih saham-saham yang dimiliki oleh
seorang pemegang saham.
Pada surat saham sekurangnya harus dicantumkan:
a. Nama dan alamat pemegang saham;
b. Nomor surat saham;
c. Tanggal pengeluaran surat saham;
d. Nilai Nominal saham;
e. Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi.
Pada surat kolektif saham sekurangnya harus dicantumkan:
a. Nama dan alamat pemegang saham;
b. Nomor surat kolektif saham;
c. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham;
d. Nilai nominal saham;
e. Jumlah saham dan nomor urut saham yang bersangkutan;
f. Tanda pengenal sebagaimana akan ditentukan oleh Direksi.
Surat saham dan surat kolektif saham dan/atau Obligasi Konversi dan/atau Waran dan/atau Efek Bersifat Ekuitas
lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham dapat dicetak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, serta ditandatangani oleh seorang anggota Direksi dan seorang
anggota Dewan Komisaris, atau tanda tangan tersebut dicetak langsung pada surat saham dan surat kolektif saham
dan/atau Obligasi Konversi dan/atau Waran dan/atau Efek Bersifat Ekuitas lainnya yang bersangkutan, dengan
mengindahkan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pada
Bank Kustodian (khusus dalam rangka kontrak investasi kolektif), Perseroan menerbitkan sertifikat atau konfirmasi
tertulis kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau pada Bank Kustodian yang bersangkutan, yang
ditandatangani oleh seorang anggota Direksi dan seorang anggota Dewan Komisaris, atau tanda tangan tersebut
dicetak langsung pada sertifikat atau konfirmasi tertulis tersebut.
Konfirmasi tertulis yang dikeluarkan Direksi untuk saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif, sekurangkurangnya mencantumkan :
a. Nama dan alamat Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Kolektif yang bersangkutan;
b. Tanggal pengeluaran sertifikat atau konfirmasi tertulis;
c. Jumlah saham yang tercakup dalam sertifikat atau konfirmasi tertulis;
d. Jumlah nilai nominal saham yang tercakup dalam sertifikat atau konfirmasi tertulis;
e. Ketentuan bahwa setiap saham dalam Penitipan Kolektif dengan klasifikasi yang sama, adalah sepadan dan
dapat pertukarkan antara satu dengan yang lain;
f. Persyaratan yang ditetapkan oleh Direksi untuk perubahan sertifikat atau konfirmasi tertulis.
Pengganti Surat Saham
Pasal 7
1.
2.
3.
4.
Dalam hal surat saham rusak, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika;
a. Pihak yang mengajukan permohonan penggantuan saham adalah pemilik surat saham tersebut; dan
b. Perseroan telah menerima surat saham yang rusak.
Perseroan wajib memusnahkan surat saham yang rusak setelah memberikan pengganti surat saham
Dalam hal surat saham hilang, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika :
a. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian saham adalah pemilik surat saham tersebut;
b. Perseroan telah mendapatkan dokumen pelaporan dari Kepolisian RepubIik Indonesia atas hilangnya surat
saham tersebut;
c. Pihak yang mengajukan permohonan penggantian saham memberikan jaminan yang dipandang cukup oleh
Direksi Perseroan; dan
d. rencana pengeluaran pengganti surat saham yang hilang telah diumumkan di Bursa Efek di tempat dimana
saham Perseroan dicatatkan dalam waktu paling kurang 14 (empat belas) hari sebelum pengeluaran pengganti
surat saham.
Biaya untuk pengeluaran pengganti surat saham itu harus ditanggung oleh pemegang saham yang bersangkutan.
260
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
7.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Pengeluaran pengganti surat saham, menurut Pasal ini, mengakibatkan surat aslinya menjadi batal dan tidak berlaku
lagi.
Pengeluaran pengganti surat saham yang terdaftar pada Bursa Efek di Indonesia, dilakukan dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal di Indonesia.
Ketentuan dalam Pasal 6 ini, mutatis-mutandis juga berlaku bagi pengeluaran pengganti surat kolektif saham dan
pengganti sertifikat atau konfirmasi tertulis.
Daftar Pemegang Saham Dan Daftar Khusus
Pasal 8
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Perseroan berkewajiban untuk mengadakan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di tempat kedudukan
Perseroan.
Dalam Daftar Pemegang Saham dicatat :
a. Nama dan alamat para Pemegang Saham;
b. Jumlah, nomor dan tanggal perolehan saham yang dimiliki para Pemegang Saham; c.
Jumlah yang disetor atas setiap saham;
d. Nama dan alamat dari orang atau badan hukum yang menjadi penerima gadai atau fidusia atas saham dan
tanggal pembebanan saham tersebut, serta;
e. Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi dan/atau diharuskan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.
Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris
beserta keluarganya dalam Perseroan dan/atau pada perseroan lain serta tanggal saham itu diperoleh.
Setiap perubahan alamat dari pemegang saham wajib diberitahukan secara tertulis kepada Direksi atau kuasa
Direksi yang sah (Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Direksi). Selama pemberitahuan demikian belum
diterima, maka semua surat kepada pemegang saham atau pengumuman dan pemanggilan untuk Rapat Umum
Pemegang Saham akan dikirim kepada alamat pemegang saham yang terakhir tercatat dalam Daftar Pemegang
Saham Perseroan.
Direksi berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus sebaikbaiknya.
Setiap Pemegang Saham berhak melihat Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus pada waktu jam kerja Kantor
Perseroan.
Pencatatan dan/atau perubahan pada Daftar Pemegang Saham harus disetujui Direksi dan dibuktikan dengan
penandatanganan pencatatan atas perubahan tersebut oleh Presiden Direktur atau salah seorang anggota Direksi
atau kuasa Direksi yang sah (Biro Administrasi Efek yang ditunjuk Direksi), sesuai dengan peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal di Indonesia.
Setiap pendaftaran atau pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham termasuk pencatatan mengenai suatu
penjualan, pemindah-tanganan, pembebanan yang menyangkut saham atau hak atau kepentingan atas saham
harus dilakukan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, dan untuk saham yang terdaftar pada Bursa Efek di
Indonesia, dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar
Modal di Indonesia.
Atas permintaan pemegang saham yang bersangkutan atau penerima gadai atau penerima fidusia, pembebanan
atas saham harus dicatat dalam Daftar Pemegang Saham dengan cara yang akan ditentukan oleh Direksi
berdasarkan bukti yang memuaskan yang dapat diterima oleh Direksi mengenai gadai atau fidusia atas saham yang
bersangkutan.
PENITIPAN KOLEKTIF
Pasal 9
1.
2.
3.
4.
Saham dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian harus dicatat dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan atas nama Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk kepentingan pemegang
rekening pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
Saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang dicatat dalam rekening Efek pada
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dicatat atas nama Bank Kustodian atau Perusahaan Efek dimaksud untuk
kepentingan pemegang rekening pada Bank Kustodian atau Perusahaan Efek tersebut.
Apabila saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian merupakan bagian dari portofolio efek Reksa Dana
berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian, maka Perseroan akan mencatatkan saham tersebut dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas
nama Bank Kustodian untuk kepentingan pemilik Unit Penyertaan dari Reksa Dana berbentuk kontrak investasi
kolektif tersebut.
Perseroan wajib menerbitkan sertifikat atau konfirmasi tertulis kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini, atau Bank Kustodian sebagaimana yang dimaksud dalam ayat
3 Pasal ini, sebagai tanda bukti pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.
261
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perseroan wajib memutasikan saham dalam Penitipan Kolektif yang terdaftar atas nama Lembaga Penyimpanan
dan Penyelesaian atau Bank Kustodian untuk Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan menjadi atas nama pihak yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian atau Bank Kustodian dimaksud. Permohonan mutasi disampaikan oleh Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian atau Bank Kustodian kepada Perseroan atau Biro Administrasi Efek yang ditunjuk Perseroan.
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek wajib menerbitkan konfirmasi
tertulis kepada pemegang rekening sebagai tanda bukti pencatatan dalam rekening Efek.
Dalam Penitipan Kolektif setiap saham dari jenis dan klasifikasi yang sama, yang diterbitkan Perseroan adalah
sepadan dam dapat dipertukarkan antara satu dengan yang lain.
Perseroan wajib menolak pencatatan mutasi saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila surat saham tersebut hilang
atau musnah, kecuali pemegang saham yang meminta mutasi dimaksud dapat memberikan bukti dan/atau jaminan
yang cukup bahwa yang bersangkutan adalah benar-benar pemilik yang sah dari saham yang hilang atau musnah
tersebut dan saham tersebut benar-benar hilang atau musnah.
Perseroan wajib menolak pencatatan mutasi saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila saham tersebut dijaminkan,
diletakkan dalam sita berdasarkan penetapan Pengadilan atau disita untuk pemeriksaan perkara pidana.
Pemegang rekening Efek yang Efeknya tercatat dalam Penitipan Kolektif berhak hadir dan/atau mengeluarkan suara
dalam Rapat Umum Pemegang Saham, sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya pada rekening Efek tersebut.
Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar rekening Efek beserta jumlah saham Perseroan
yang dimiliki oleh masing-masing pemegang rekening pada Bank Kustodian dan Perusahaan Efek tersebut kepada
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, untuk selanjutnya diserahkan kepada Perseroan paling lambat 1 (satu)
hari kerja sebelum tanggal pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham.
Manajer Investasi berhak hadir dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham atas saham yang
termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari portofolio Efek Reksa Dana
berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian, dengan ketentuan bahwa Bank Kustodian tersebut wajib menyampaikan nama Manajer Investasi
tersebut paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham.
Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan pemilikan saham
kepada Lembag Penyimpanan dan Penyelesaian atas saham dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan
dan Penyelesaian, dan seterusnya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tersebut menyerahkan dividen, saham
bonus atau hak-hak lain kepada Bank Kustodian dan kepada Perusahaan Efek untuk kepentingan masing-masing
pemegang rekening pada Bank Kustodian dan Perusahaan Efek tersebut.
Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan pemilikan saham
kepada Bank Kustodian atas saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang merupakan bagian dari
portofolio Efek Reksa Dana yang berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif
pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
Batas waktu penentuan pemegang rekening Efek yang berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hakhak lainnya sehubungan dengan pemilikan saham dalam Penitipan Kolektif ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang
Saham, dengan ketentuan Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar pemegang rekening
Efek beserta jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang rekening Efek tersebut kepada Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian, paling lambat pada tanggal yang menjadi dasar penentuan pemegang saham yang
berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak-hak lainnya, untuk selanjutnya diserahkan kepada
Perseroan paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah tanggal yang menjadi dasar penentuan pemegang saham yang
berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak-hak lainnya tersebut.
Ketentuan mengenai Penitipan Kolektif tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang
berlaku di bidang Pasar Modal serta ketentuan Bursa Efek di wilayah Republik Indonesia di tempat dimana sahamsaham Perseroan dicatatkan.
PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM
Pasal 10
1.
2.
3.
Pendaftaran pemindahan hak atas saham wajib dilakukan oleh Direksi dengan cara mencatatkan pemindahan hak
itu dalam Daftar Pemegang Saham yang bersangkutan berdasarkan akta pemindahan hak yang ditandatangani oleh
yang memindahkan dan yang menerima pemindahan atau wakil mereka yang sah atau berdasarkan surat-surat lain
yang cukup membuktikan pemindahan hak itu menurut pendapat Direksi tanpa mengurangi ketentuan dalam
Anggaran Dasar.
Akta pemindahan hak atau surat lain sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 harus berbentuk sebagaimana
ditentukan dan/atau yang dapat diterima oleh Direksi dan salinannya disampaikan kepada Perseroan, dengan
ketentuan bahwa dokumen pemindahan hak atas saham yang tercatat pada Bursa Efek di Indonesia harus
memenuhi peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal di Indonesia.
Pemindahan hak atas saham yang tercatat dalam rekening pada Penitipan Kolektif dicatat sebagai mutasi antar
rekening, ataupun sebagai mutasi dari suatu rekening dalam Penitipan Kolektif ke atas nama individu pemegang
262
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Advance Civil Structure Engineering Technology
saham yang bukan pemegang rekening dalam Penitipan Kolektif, dengan melaksanakan pencatatan atas
pemindahan hak oleh Direksi Perseroan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 9 di atas.
Pemindahan hak atas saham hanya diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam Anggaran Dasar telah dipenuhi.
Segala tindakan yang bertentangan dengan ketentuan dalam Pasal ini, membawa akibat bahwa suara yang
dikeluarkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham untuk saham itu dianggap tidak sah, sedang pembayaran
dividen atas saham itu ditangguhkan.
Pemindahan hak atas saham harus dicatat baik dalam Daftar Pemegang Saham, maupun pada surat saham dan
surat kolektif saham yang bersangkutan. Catatan itu harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh Presiden Direktur
dan Presiden Komisaris, atau kuasa mereka yang sah, atau oleh Biro Administrasi yang ditunjuk oleh Direksi.
Direksi atas kebijaksanaan mereka sendiri dan dengan memberikan alasan untuk itu, dapat menolak untuk
mendaftarkan pemindahan hak atas saham dalam Daftar Pemegang Saham apabila ketentuan dalam Anggaran
Dasar tidak dipenuhi atau apabila salah satu dari persyaratan dalam pemindahan saham tidak terpenuhi.
Apabila Direksi menolak untuk mendaftar pemindahan hak atas saham, maka Direksi wajib mengirim pemberitahuan
penolakan kepada pihak yang akan memindahkan haknya selambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
permohonan untuk pendaftaran itu diterima oleh Direksi.
Mengenai saham Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek, setiap penolakan untuk mencatat pemindahan hak atas
saham yang dimaksud, dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal di Indonesia.
Daftar Pemegang Saham harus ditutup pada 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal iklan pemanggilan untuk Rapat
Umum Pemegang Saham, untuk menetapkan nama para pemegang saham yang berhak hadir dalam Rapat Umum
Pemegang Saham yang dimaksud.
Setiap orang yang memperoleh hak atas suatu saham karena kematian seorang pemegang saham atau karena
sebab lain yang mengakibatkan pemilikan suatu saham beralih demi dan/atau berdasarkan hukum, dengan
mengajukan bukti haknya sebagaimana sewaktu-waktu dipersyaratkan oleh Direksi dapat mengajukan permohonan
secara tertulis untuk didaftarkan sebagai pemegang saham dari saham tersebut.
Pendaftaran hanya dapat dilakukan apabila Direksi dapat menerima baik bukti hak itu, dengan memperhatikan
ketentuan dalam Anggaran Dasar, peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar
Modal di Indonesia.
Semua pembatasan, larangan dan ketentuan dalam Anggaran Dasar yang mengatur hak untuk memindahkan hak
atas saham dan pendaftaran dari pemindahan hak atas saham harus berlaku pula secara mutatis mutandis terhadap
setiap peralihan hak menurut ayat 10 dari Pasal ini.
Dalam hal terjadi pengubahan pemilikan dari suatu saham, pemilik asalnya yang terdaftar dalam Daftar Pemegang
Saham dianggap tetap sebagai pemilik dari saham tersebut hingga nama dari pemilik baru tersebut telah tercatat
dalam Daftar Pemegang Saham, hal tersebut dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta ketentuan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham
Perseroan dicatatkan.
Pemindahan hak atas saham yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia dan/atau saham yang diperdagangkan di
Pasar Modal, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal di Indonesia serta ketentuan Bursa Efek di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan.
DIREKSI
Pasal 11
1.
2.
3.
4.
Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota Direksi, seorang
diantaranya dapat diangkat sebagai Presiden Direktur, bilamana diperlukan dapat diangkat seorang atau lebih Wakil
Presiden Direktur dan yang lainnya diangkat sebagai Direktur, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
Yang boleh diangkat sebagai anggota Direksi adalah orang perseorangan yang memenuhi persyaratan sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku, mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan
pailit atau menjadi anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan
dinyatakan pailit atau orang yang tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan
Negara dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya.
Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 Pasal ini, pengangkatan anggota Direksi
dilakukan dengan memperhatikan keahlian, pengalaman serta persyaratan lain berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Masa jabatan anggota Direksi adalah untuk jangka waktu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan yang ke-5 (kelima) setelah pengangkatan anggota Direksi yang dimaksud, dengan tidak
mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham tersebut untuk memberhentikan anggota Direksi tersebut sewaktuwaktu sebelum masa jabatannya berakhir, dengan menyebutkan alasannya, setelah anggota Direksi yang
bersangkutan diberi kesempatan untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham guna membela diri dalam
Rapat Umum Pemegang Saham tersebut. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan Rapat Umum
263
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Pemegang Saham yang memutuskan pemberhentiannya kecuali tanggal lain yang ditentukan oleh Rapat Umum
Pemegang Saham.
Setelah masa jabatan berakhir anggota Direksi tersebut dapat diangkat kembali oleh Rapat Umum Pemegang
Saham.
Para anggota Direksi dapat diberi gaji tiap-tiap bulan dan tunjangan lainnya yang besarnya ditentukan oleh Rapat
Umum Pemegang Saham dan wewenang tersebut oleh Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada
Dewan Komisaris.
Apabila oleh suatu sebab jabatan anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak
terjadi lowongan, harus diumumkan kepada para pemegang saham tentang akan diselenggarakannya Rapat Umum
Pemegang Saham untuk mengisi lowongan itu. Masa jabatan seorang yang diangkat untuk mengisi lowongan
tersebut adalah sisa masa jabatan dari anggota Direksi yang jabatannya telah menjadi lowong tersebut.
Apabila oleh suatu sebab apapun semua jabatan anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)
hari sejak terjadinya lowongan tersebut harus diumumkan kepada para pemegang saham tentang akan diadakannya
Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengangkat Direksi baru, dan untuk sementara Perseroan diurus oleh
Dewan Komisaris.
Seorang anggota Direksi berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis
mengenai maksudnya tersebut kepada Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran
dirinya.
Perseroan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran
diri anggota Direksi dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah diterimanya surat pengunduran
diri tersebut kepada anggota Direksi yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas tetap dapat dimintakan
pertanggungjawabannya sejak pengangkatan yang bersangkutan sampai dengan tanggal pengunduran dirinya,
dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut.
Dalam hal Perseroan tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu sebagaimana
dimaksud dalam ayat 10 Pasal ini ini, maka dengan lampaunya jangka waktu tersebut, pengunduran diri anggota
Direksi menjadi sah tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Dalam hal anggota Direksi mengundurkan diri sehingga mengakibatkan jumlah anggota Direksi menjadi kurang dari
yang diatur pada ayat 1 Pasal ini, maka pengunduran diri tersebut sah apabila telah ditetapkan oleh Rapat Umum
Pemegang Saham dan telah diangkat anggota Direksi yang baru sehingga memenuhi persyaratan minimal jumlah
anggota Direksi tersebut.
Jabatan anggota Direksi berakhir apabila :
a. Meninggal dunia;
b. Masa jabatannya berakhir;
c. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan dalam Pasal ini;
e. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan Pengadilan;
f. Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI
Pasal 12
1.
2.
3.
4.
Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai
maksud dan tujuannya.
Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya, dengan
mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar.
Tugas pokok Direksi adalah :
a. Memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan sesuai dengan tujuan Perseroan dan senantiasa berusaha
meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perseroan;
b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan;
c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan Perseroan dan wajib disampaikan kepada
Dewan Komisaris untuk memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku yang
akan datang.
Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian,
mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan, baik
yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam ayat
5 Pasal ini, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar
Modal di Indonesia.
264
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Perbuatan-perbuatan Direksi sebagai berikut :
a. meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perseroan (tidak termasuk mengambil uang Perseroan di Bank)
kecuali dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari;
b. mendirikan suatu usaha baru atau turut serta pada perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri;
harus mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Untuk menjalankan perbuatan hukum :
a. mengalihkan, melepaskan hak yang jumlahnya lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah kekayaan bersih
Perseroan atau merupakan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik dalam 1 (satu) transaksi atau beberapa
transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain dalam 1 (satu) tahun buku; atau
b. menjadikan jaminan utang yang jumlahnya lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah kekayaan bersih
Perseroan atau merupakan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik dalam 1 (satu) transaksi atau beberapa
transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain;
Direksi harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham, yang dihadiri atau diwakili para
pemegang saham yang memiliki paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak
suara yang sah dan disetujui oleh lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan
secara sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Apabila dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dimaksud
tersebut di atas kuorum yang ditentukan tidak tercapai, maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat
21 (dua puluh satu) hari setelah Rapat Umum Pemegang Saham pertama itu dapat diselenggarakan Rapat Umum
Pemegang Saham kedua dengan acara yang sama seperti Rapat Umum Pemegang Saham pertama.
Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rapat
Umum Pemegang Saham kedua tersebut dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal rapat,
serta untuk pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut tidak perlu dilakukan pengumuman
terlebih dahulu dan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut harus dihadiri atau diwakili para pemegang
saham yang memiliki paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah
dan disetujui lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat
Umum Pemegang Saham. Dalam hal kuorum kehadiran dalam Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut
juga tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan, kuorum kehadiran, jumlah suara untuk mengambil
keputusan, pemanggilan dan waktu penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham ditetapkan oleh Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya.
Untuk menjalankan perbuatan hukum berupa transaksi yang memuat benturan kepentingan antara kepentingan
ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham, dengan kepentingan
ekonomis Perseroan, Direksi memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam
Pasal 23 ayat 8 Anggaran Dasar ini.
Apabila terjadi sesuatu hal dimana kepentingan Perseroan bertentangan dengan kepentingan pribadi (benturan
kepentingan) salah seorang anggota Direksi, Perseroan akan diwakili oleh anggota Direksi lainnya yang tidak
mempunyai benturan kepentingan, dan dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan
kepentingan pribadi (benturan kepentingan) seluruh anggota Direksi, maka dalam hal ini Perseroan akan diwakili
oleh Dewan Komisaris, dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan
pribadi (benturan kepentingan) seluruh anggota Direksi dan seluruh anggota Dewan Komisaris maka dalam hal ini
Perseroan diwakili oleh pihak lain yang tidak mempunyai benturan kepentingan yang ditunjuk oleh Rapat Umum
Pemegang Saham, satu dan lain dengan tidak mengurangi ketentuan dalam ayat 7 Pasal ini.
a. Presiden Direktur berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan;
b. Dalam hal Presiden Direktur tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu
dibuktikan kepada pihak ketiga, maka seorang anggota Direksi lainnya berhak dan berwenang bertindak untuk
dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
Tanpa mengurangi tanggung jawabnya, Direksi untuk perbuatan tertentu berhak pula mengangkat seorang atau
lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan memberikan kepadanya kekuasaan atas tindakan tertentu yang diatur
dalam suatu surat kuasa, wewenang yang demikian harus dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar.
Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar adalah tidak sah.
Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan
wewenang tersebut oleh Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris, dalam hal
Rapat Umum Pemegang Saham tidak menetapkan maka pembagian tugas dan wewenang anggota Direksi
ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.
Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan wajib bertindak sesuai dengan keputusan yang ditetapkan
oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
265
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
RAPAT DIREKSI
Pasal 13
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Rapat Direksi dapat diadakan setiap waktu bilamana dipandang perlu atas permintaan seorang atau lebih anggota
Direksi atau atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris, atau atas permintaan tertulis
1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari
jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.
Pemanggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi menurut ketentuan Pasal
12 Anggaran Dasar.
Pemanggilan Rapat Direksi harus disampaikan dengan surat tercatat, atau dengan surat yang disampaikan
langsung kepada setiap anggota Direksi dengan mendapat tanda terima atau dengan telegram, telex, facsimile yang
ditegaskan dengan surat tercatat sekurangnya 7 (tujuh) hari sebelum Rapat diadakan, dengan tidak
memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal Rapat, sepanjang seluruh anggota Direksi (atau penggantinya,
tergantung kasusnya) dapat, dengan tertulis, mengabaikan persyaratan ini atau setuju dengan panggilan yang lebih
pendek.
Pemanggilan Rapat itu harus mencantumkan antara lain tanggal, waktu, tempat dan agenda Rapat yang berisikan
hal-hal yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut, dan disertai dengan dokumen-dokumen yang berhubungan
dengan diskusi dalam rapat.
Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha utama Perseroan di dalam
wilayah Republik Indonesia. Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, pemanggilan terlebih dahulu tersebut
tidak disyaratkan dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun di dalam wilayah Republik Indonesia sebagaimana
yang ditentukan oleh Direksi dan Rapat Direksi tersebut berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
Rapat Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur, dalam hal Presiden Direktur berhalangan atau tidak hadir karena
alasan apapun juga hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Direksi akan dipimpin oleh
salah seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari antara para anggota Direksi yang hadir dalam Rapat Direksi
yang bersangkutan.
Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan surat
kuasa yang diberikan khusus untuk keperluan tersebut.
Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila lebih dari 1/2 (satu per
dua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili secara sah dalam Rapat.
Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat; Dalam hal keputusan berdasarkan
musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara
setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat.
Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang, maka Ketua Rapat Direksi yang akan menentukan.
a.
Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara
untuk setiap anggota Direksi lain yang diwakilinya.
b.
Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan,
sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan kecuali Ketua Rapat
menentukan lain tanpa ada keberatan berdasarkan suara terbanyak dari yang hadir.
c.
Suara abstain (blanko) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan dengan suara mayoritas yang
mengeluarkan suara dalam Rapat.
Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Direksi harus dibuat Risalah Rapat.
Risalah Rapat Direksi dibuat oleh seorang notulis yang ditunjuk oleh Ketua Rapat dan setelah Risalah Rapat
dibacakan dan dikonfirmasikan kepada para peserta Rapat, kemudian harus ditandatangani oleh Ketua Rapat dan
salah seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh dan dari antara mereka yang hadir guna memastikan kelengkapan
dan kebenaran Risalah tersebut. Risalah ini merupakan bukti yang sah untuk para anggota Direksi dan untuk pihak
ketiga mengenai keputusan yang diambil dalam Rapat yang bersangkutan. Apabila Risalah dibuat oleh Notaris
penandatanganan demikian tidak disyaratkan.
Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan semua
anggota Direksi telah diberitahu secara tertulis mengenai usul keputusan yang dimaksud dan semua anggota Direksi
memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut.
Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil
dengan sah dalam Rapat Direksi.
266
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
DEWAN KOMISARIS
Pasal 14
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Pengawasan Perseroan dilakukan oleh Dewan Komisaris. Dewan Komisaris terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua)
orang anggota Dewan Komisaris, seorang diantaranya dapat diangkat sebagai Presiden Komisaris, bilamana
diperlukan dapat diangkat seorang atau lebih Wakil Presiden Komisaris, dan yang lainnya diangkat sebagai
Komisaris. Perseroan wajib memiliki Komisaris Independen sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal di Indonesia.
Yang boleh diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris adalah orang perseorangan yang memenuhi persyaratan
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah
dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi atau Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu
perseroan dinyatakan pailit, atau orang yang tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan
keuangan Negara dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya.
Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 Pasal ini, pengangkatan anggota Dewan
Komisaris dilakukan dengan memperhatikan persyaratan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Masa jabatan anggota Dewan Komisaris adalah untuk jangka waktu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan yang ke-5 (kelima) setelah pengangkatan anggota Dewan Komisaris yang dimaksud,
dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan anggota Dewan Komisaris
tersebut sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya berakhir, dengan menyebutkan alasannya setelah anggota
Dewan Komisaris yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri dalam Rapat Umum Pemegang Saham
tersebut. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan Rapat Umum Pemegang Saham yang memutuskan
pemberhentian tersebut, kecuali tanggal lain yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali oleh Rapat Umum
Pemegang Saham.
Anggota Dewan Komisaris dapat diberi gaji atau honorarium dan tunjangan yang besarnya ditentukan oleh Rapat
Umum Pemegang Saham.
Apabila oleh suatu sebab jabatan anggota Dewan Komisaris lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari
setelah terjadinya lowongan, harus diumumkan kepada para pemegang saham tentang akan diadakannya
pemanggilan dari Rapat Umum Pemegang Saham yang akan diselenggarakan untuk mengisi lowongan itu. Masa
jabatan seseorang yang diangkat untuk mengisi lowongan tersebut adalah sisa masa jabatan dari anggota Dewan
Komisaris yang jabatannya telah menjadi lowong tersebut.
Seorang anggota Dewan Komisaris berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara
tertulis mengenai maksud tersebut kepada Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal
pengunduran dirinya.
Perseroan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran
diri anggota Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah diterimanya surat
pengunduran diri tersebut. Kepada anggota Dewan Komisaris yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas,
tetap dapat dimintakan pertanggungjawaban sebagai anggota Dewan Komisaris hingga saat pengunduran dirinya
dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut.
Dalam hal Perseroan tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu sebagaimana
dimaksud dalam ayat 9 Pasal ini ini, maka dengan lampaunya jangka waktu tersebut, pengunduran diri anggota
Dewan Komisaris menjadi sah tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dalam hal anggota Dewan Komisaris mengundurkan diri sehingga mengakibatkan jumlah anggota Dewan Komisaris
menjadi kurang dari yang diatur pada ayat 1 Pasal ini, maka pengunduran diri tersebut sah apabila telah ditetapkan
oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan telah diangkat anggota Dewan Komisaris yang baru sehingga memenuhi
persyaratan minimal jumlah anggota Dewan Komisaris tersebut.
Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila :
a. Meninggal dunia;
b. Masa jabatannya berakhir;
c.
Diberhentikan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan Pasal ini;
e. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan Pengadilan;
f.
Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar ini dan
peraturan perundang-undangan lainnya.
267
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS
Pasal 15
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Dewan Komisaris bertugas :
a. Melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi dan memberikan persetujuan atas
rencana kerja tahunan Perseroan, selambat-lambatnya sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang.
b. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran Dasar, peraturan perundangundangan yang berlaku dan/atau berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
c.
Melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
d. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan
tahunan tersebut.
e. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan, serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran.
Sehubungan tugas Dewan Komisaris sebagaimana yang dimaksud ayat 1 Pasal ini, maka Dewan Komisaris
berkewajiban :
a. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan;
b. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, dan dalam Perseroan menunjukkan gejala kemunduran yang
mencolok, segera melaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dengan disertai saran mengenai
langkah perbaikan yang harus ditempuh.
c.
Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai setiap persoalan lainnya
yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan.
d. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
e. Mengenai perkembangan Perseroan.
Dewan Komisaris setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan halaman atau
tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat
dan alat bukti lainnya, persediaan barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas (untuk keperluan
verifikasi) dan lain-lain surat berharga serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh
Direksi, dalam hal demikian Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala
hal yang ditanyakan oleh anggota Dewan Komisaris atau tenaga ahli yang membantunya.
Jika dianggap perlu, Dewan Komisaris berhak meminta bantuan tenaga ahli dan/atau Komite dalam melaksanakan
tugasnya untuk jangka waktu terbatas atas beban Perseroan.
Pembagian kerja diantara para anggota Dewan Komisaris diatur oleh mereka, dan untuk kelancaran tugasnya
Dewan Komisaris dapat dibantu oleh seorang sekretaris yang diangkat oleh Dewan Komisaris atas beban Perseroan.
Rapat Dewan Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota
Direksi dari jabatannya, apabila anggota Direksi tersebut dianggap bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar
ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang
mendesak bagi Perseroan.
Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan kepada bersangkutan dengan disertai alasan dari tindakan
tersebut.
Dalam jangka waktu paling lambat 45 (empat puluh lima) hari sesudah pemberhentian sementara itu, Perseroan
wajib untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham yang khusus diadakan untuk itu yang akan
memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada
kedudukannya semula, sedangkan kepada anggota Direksi yang diberhentikan sementara itu diberi kesempatan
untuk hadir guna membela diri. Rapat Umum Pemegang Saham tersebut dipimpin oleh Presiden Komisaris dan
dalam hal Presiden Komisaris tidak hadir atau berhalangan hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga
maka Rapat akan dipimpin oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris lainnya, dan dalam hal tidak ada
seorangpun anggota Dewan Komisaris yang hadir atau berhalangan, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak
lain, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari antara pemegang
saham dan/atau kuasa pemegang saham yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang bersangkutan.
Apabila Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud pada ayat 8 Pasal ini, tidak diadakan dalam waktu
45 (empat puluh lima) hari setelah pemberhentian sementara itu maka pemberhentian sementara tersebut menjadi
batal demi hukum dan yang bersangkutan menduduki kembali jabatannya.
Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan untuk sementara dan Perseroan tidak mempunyai seorangpun
anggota Direksi, maka untuk sementara Dewan Komisaris diwajibkan untuk mengurus Perseroan, dalam hal
demikian kekuasaan sementara kepada seorang atau lebih diantara mereka atas tanggungan mereka bersama.
Dalam hal hanya ada seorang Komisaris maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Presiden
Komisaris atau anggota Dewan Komisaris dalam anggaran dasar ini berlaku pula baginya.
268
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
RAPAT DEWAN KOMISARIS
Pasal 16
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan sekurangnya setiap bulan sekali atau setiap waktu bilamana dianggap perlu
oleh Presiden Komisaris atau oleh 1/3 (satu per tiga) bagian dari jumlah anggota Dewan Komisaris atau atas
permintaan tertulis dari Rapat Direksi atau atas permintaan dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang memiliki
sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak suara yang sah, dalam Rapat
mana Dewan Komisaris dapat mengundang Direksi.
Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Presiden Komisaris, dalam hal Presiden Komisaris
berhalangan oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Presiden Komisaris.
Pemanggilan Rapat Dewan Komisaris, baik untuk anggota Dewan Komisaris maupun untuk anggota Direksi
disampaikan dengan surat tercatat atau disampaikan secara langsung dengan mendapat tanda terima yang layak,
atau dengan telegram, telefax, faksimile yang segera ditegaskan dengan surat tercatat sekurangnya 14 (empat
belas) hari dan dalam hal mendesak sekurangnya 3 (tiga) hari sebelum Rapat diadakan.
Pemanggilan Rapat itu harus mencantumkan tanggal, waktu, dan tempat rapat serta acara rapat yang telah
ditentukan sebelumnya atas hal-hal yang akan dibicarakan dengan cara terperinci dan disertai dengan dokumendokumen yang akan digunakan dalam rapat.
Rapat Dewan Komisaris diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha utama Perseroan.
Apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili, pemanggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan
dan Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan dimanapun di dalam wilayah Republik Indonesia sebagaimana yang
ditentukan oleh Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris tersebut berhak mengambil keputusan yang sah dan
mengikat.
Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Presiden Komisaris, dalam hal Presiden Komisaris tidak dapat hadir atau
berhalangan hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak lain, maka rapat akan dipimpin oleh salah seorang
anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh dan dari anggota Dewan Komisaris yang hadir dan/atau diwakili dalam
Rapat Dewan Komisaris yang bersangkutan.
Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris hanya oleh anggota Dewan
Komisaris lainnya berdasarkan surat kuasa yang diberikan khusus untuk keperluan itu.
Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya apabila lebih dari 1/2
(satu per dua) bagian dari jumlah anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili dalam Rapat tersebut.
Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan
berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam Rapat. Setiap anggota Dewan
Komisaris berhak untuk mengeluarkan satu suara.
Apabila suara yang setuju dan tidak setuju berimbang, maka Ketua Rapat Dewan Komisaris yang akan menentukan.
a. Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu)
suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lainnya yang diwakilinya.
b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tandatangan, sedangkan
pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan dengan lisan kecuali ketua Rapat menentukan lain tanpa
ada keberatan berdasarkan suara terbanyak dari yang hadir.
c.
Suara abstain (blanko) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan dengan suara mayoritas yang
mengeluarkan suara dalam Rapat.
Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris harus dibuat Risalah Rapat
oleh seorang Notulis yang ditunjuk oleh Ketua Rapat dan sebagai pengesahannya harus ditandatangani oleh Ketua
Rapat dan oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh dan dari antara mereka yang hadir.
Apabila Risalah dibuat oleh Notaris, penandatanganan tersebut tidak disyaratkan.
Risalah Rapat Dewan Komisaris yang dibuat dan ditandatangani menurut ketentuan dalam ayat 12 Pasal ini akan
berlaku sebagai bukti yang sah, baik untuk para anggota Dewan Komisaris dan untuk pihak ketiga mengenai
keputusan Dewan Komisaris yang diambil dalam Rapat yang bersangkutan.
Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan
ketentuan semua anggota Dewan Komisaris telah diberitahu secara tertulis mengenai usul keputusan yang
dimaksud dan semua anggota Dewan Komisaris memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara
tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian, mempunyai
kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris
RENCANA KERJA, TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN
Pasal 17
1.
Tahun buku Perseroan berjalan dari tanggal 1 (satu) Januari dan berakhir pada tanggal 31 (tiga puluh satu)
Desember tahun yang sama. Pada akhir bulan Desember tiap tahun, buku-buku Perseroan ditutup.
269
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
2.
3.
4.
5.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Direksi menyampaikan rencana kerja tahunan yang memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan
Komisaris untuk mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang.
Rencana kerja tahunan tersebut disampaikan, sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Direksi menyusun Laporan Tahunan yang diantaranya memuat laporan keuangan terdiri dari neraca dan
perhitungan laba rugi tahun buku yang bersangkutan beserta laporan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya, serta telah ditandatangani
oleh semua anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris untuk diajukan kepada dan guna mendapatkan
persetujuan dan pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
Laporan tahunan tersebut sudah tersedia untuk para pemegang saham di kantor Perseroan sebelum tanggal Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan diselenggarakan, dengan jangka waktu sebagaimana ditetapkan oleh peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Sebelum menandatangani Laporan Tahunan tersebut dalam ayat 3 Pasal ini, Dewan Komisaris akan menelaah dan
menilai Laporan Tahunan tersebut dan untuk keperluan mana dapat diminta bantuan tenaga ahli atas biaya
Perseroan dan kepada siapa Direksi wajib memberikan keterangan yang diperlukan.
Perseroan wajib mengumumkan Neraca dan Laporan Laba Rugi Perseroan dalam surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang berperedaran nasional, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar
Modal.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 18
1.
2.
Rapat Umum Pemegang Saham dalam Perseroan adalah :
a. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 Anggaran Dasar ini.
b. Rapat Umum Pemegang Saham lainnya, yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar disebut Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa yaitu Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan
kebutuhan, sebagaimana diatur dalam Pasal 20 Anggaran Dasar ini
Yang dimaksud dalam Rapat Umum Pemegang Saham dalam Anggaran Dasar ini berarti kedua-duanya yaitu Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, kecuali dengan tegas
dinyatakan lain.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN
Pasal 19
1.
2.
3.
4.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diselenggarakan tiap tahun, selambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun
buku Perseroan ditutup.
Dalam Rapat umum Pemegang Saham Tahunan :
a. Direksi wajib mengajukan Laporan Keuangan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi dari tahun buku
yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut, dan yang telah diperiksa oleh Akuntan Publik yang
harus diajukan untuk mendapat persetujuan dan pengesahan Rapat;
b. Direksi wajib mengajukan Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan, tata usaha keuangan
dari tahun buku yang bersangkutan, hasil yang telah dicapai, perkiraan mengenai perkembangan Perseroan
dimasa yang akan datang, kegiatan utama Perseroan dan perubahannya selama tahun buku serta rincian
masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan Perseroan untuk mendapatkan
persetujuan Rapat;
c. Diputuskan penggunaan laba Perseroan;
d. Dilakukan penunjukan akuntan publik yang terdaftar atau pemberian kuasa untuk melakukan penunjukan akuntan
publik yang terdaftar;
e. Jika perlu melakukan pengangkatan dan/atau perubahan susunan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
Perseroan;
f. Dapat diputuskan hal-hal lain yang diajukan secara sebagaimana mestinya dalam Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan, sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.
Pengesahan dan/atau persetujuan Laporan Tahunan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, berarti
memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge) kepada para
anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku
yang lalu, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan.
Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, Direksi
wajib memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atas permintaan tertulis dari
Dewan Komisaris atau dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu
per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
270
Penawaran
SahamPerdana
PerdanaPT
PTAcset
AcsetIndonusa
IndonusaTbk
Tbk
Penawaran Umum
Umum Saham
5.
6.
Advance
Civil Structure
Engineering
Technology
Advance
Civil Structure
Engineering
Technology
Dewan Komisaris wajib memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
dimintakan tersebut apabila Direksi tidak memanggil Rapat tersebut dalam tempo 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
permintaan tersebut diterima oleh Direksi atau Dewan Komisaris. Permintaan tertulis tersebut harus disampaikan
secara tercatat dengan menyebutkan hal-hal yang hendak dibicarakan disertai alasannya.
Apabila Direksi atau Dewan Komisaris lalai untuk memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 setelah lewat waktu 60 (enam puluh) hari terhitung sejak surat
permintaan itu diterima oleh Direksi atau Dewan Komisaris, maka pemegang saham yang bersangkutan yang
menandatangani permintaan itu berhak memanggil sendiri Rapat atas biaya Perseroan setelah mendapat izin dari
Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Perseroan.
Pelaksanaan Rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 harus memperhatikan penetapan Pengadilan Negeri yang
memberi izin tersebut.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Pasal 20
1.
2.
3.
4.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa diadakan tiap-tiap kali, apabila dianggap perlu oleh Direksi dan/atau
Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham.
Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, Direksi
wajib memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atas permintaan tertulis dari
Dewan Komisaris atau dari 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu
per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Dewan Komisaris wajib memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
dimintakan tersebut apabila Direksi tidak memanggil Rapat tersebut dalam tempo 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
permintaan tersebut diterima oleh Direksi atau Dewan Komisaris.
Permintaan tertulis tersebut harus disampaikan secara tercatat dengan menyebutkan hal-hal yang hendak dibicarakan
disertai alasannya.
Apabila Direksi atau Dewan Komisaris lalai untuk memanggil dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 setelah lewat waktu 60 (enam puluh) hari terhitung sejak surat
permintaan itu diterima oleh Direksi atau Dewan Komisaris, maka pemegang saham yang bersangkutan yang
menandatangani permintaan itu berhak memanggil sendiri Rapat atas biaya Perseroan setelah mendapat izin dari
Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Perseroan.
Pelaksanaan Rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus memperhatikan penetapan Pengadilan Negeri yang
memberi izin tersebut.
TEMPAT DAN PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 21
1.
2.
3.
4.
Rapat Umum Pemegang Saham dapat diadakan di :
a. tempat kedudukan Perseroan;
b. tempat Perseroan menjalankan kegiatan usahanya; atau
c.
tempat kedudukan Bursa Efek dimana saham-saham Perseroan dicatatkan;
dengan ketentuan Rapat Umum Pemegang Saham tersebut wajib diselenggarakan dalam wilayah Negara
Republik Indonesia.
Sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum diberikannya pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham
dengan tidak memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal pemanggilan, pihak yang berhak untuk
memberikan pemanggilan, mengumumkan kepada para pemegang saham dengan cara memasang iklan
pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal, bahwa
akan diadakan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham.
Pemanggilan untuk Rapat Umum Pemegang Saham harus dilakukan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari
sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham, dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal
Rapat Umum Pemegang Saham. Pemanggilan untuk Rapat Umum Pemegang Saham harus disampaikan kepada
para pemegang saham dengan pemuatan iklan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional atau tempat kedudukan Bursa Efek di Indonesia di tempat dimana saham Perseroan dicatatkan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham harus mencantumkan tempat, hari, tanggal dan waktu maupun acara
rapat, dan pemanggilan untuk Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan harus disertai pemberitahuan bahwa neraca
dan perhitungan laba rugi tahun buku yang baru berlalu tersedia untuk para pemegang saham di kantor Perseroan
sejak tanggal pemanggilan, kecuali diatur lain dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Harus
diberitahukan juga bahwa salinan-salinan neraca dan perhitungan laba rugi tahun buku yang baru berlalu dapat
271
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
5.
6.
Advance Civil Structure Engineering Technology
diperoleh dari Perseroan atas permintaan tertulis dari pemegang saham, permintaan mana harus diterima di kantor
pusat Perseroan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan bersangkutan
diselenggarakan.
Apabila semua pemegang saham dengan hak suara yang sah hadir atau diwakili dalam Rapat Umum Pemegang
Saham, maka pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud dalam ayat 2
dan ayat 3 Pasal ini tidak menjadi syarat dan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut dapat diambil
keputusan yang sah serta mengikat mengenai hal yang akan dibicarakan, sedangkan Rapat Umum Pemegang
Saham dapat diselenggarakan dimanapun juga dalam wilayah Republik Indonesia.
Usul Pemegang saham akan dimasukkan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham, jika :
a. Usul tersebut diajukan secara tertulis kepada Direksi oleh seorang atau lebih pemegang saham yang bersamasama mewakili sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak
suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan; dan
b. Usul tersebut diterima oleh Direksi sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum tanggal pemanggilan
untuk Rapat Umum Pemegang Saham yang bersangkutan dikeluarkan; dan
c. Menurut pendapat Direksi usul itu dianggap berhubungan langsung dengan usaha Perseroan.
PIMPINAN DAN BERITA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 22
1.
2.
3.
4.
Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Dewan
Komisaris. Dalam hal semua anggota Dewan Komisaris tidak ada yang hadir atau semua berhalangan hal mana tidak
perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh Presiden Direktur, dalam
hal Presiden Direktur tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun hal mana tidak perlu dibuktikan kepada
pihak ketiga, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi. Dalam hal semua
anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi tidak hadir atau berhalangan hal mana tidak perlu dibuktikan kepada
pihak ketiga, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah seorang pemegang saham yang hadir dalam
Rapat Umum Pemegang Saham yang ditunjuk dari dan oleh peserta Rapat Umum Pemegang Saham.
Dalam hal anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris mempunyai benturan kepentingan atas hal
yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh
anggota Dewan Komisaris lainnya yang tidak mempunyai benturan kepentingan yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris.
Apabila semua anggota Dewan Komisaris mempunyai benturan kepentingan, maka Rapat Umum Pemegang Saham
dipimpin oleh Presiden Direktur. Dalam hal Presiden Direktur mempunyai benturan kepentingan atas hal yang akan
diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh anggota
Direksi yang tidak mempunyai benturan kepentingan. Apabila semua anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi
mempunyai benturan kepentingan, maka Rapat Umum Pemegang Saham dipimpin oleh salah seorang pemegang
saham independen yang ditunjuk oleh pemegang saham lainnya yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Mereka yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham harus membuktikan wewenangnya untuk hadir dalam
Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Direksi atau Dewan
Komisaris pada waktu pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham, yang demikian dengan ketentuan untuk saham
yang tercatat di Bursa Efek, dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal di Indonesia.
Dari segala hal yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham dibuatlah risalah rapat oleh
Notaris. Risalah Rapat tersebut menjadi bukti yang sah terhadap semua Pemegang Saham dan Pihak Ketiga tentang
keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat.
KUORUM, HAK SUARA DAN KEPUTUSAN
Pasal 23
1.
a. Rapat Umum Pemegang Saham (termasuk Rapat Umum Pemegang Saham untuk pengeluaran Efek Bersifat
Ekuitas; untuk penambahan modal ditempatkan dan disetor dalam batas modal dasar) dapat dilangsungkan
apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh
saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, kecuali apabila dalam Anggaran Dasar
ini ditentukan lain.
b. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.a tidak tercapai maka dapat diadakan pemanggilan
Rapat Umum Pemegang Saham kedua tanpa didahului dengan pengumuman tentang akan diadakannya
pemanggilan Rapat.
c. Rapat Umum Pemegang Saham kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua
puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Umum Pemegang Saham pertama dengan syarat dan acara yang sama
seperti yang diperlukan untuk Rapat Umum Pemegang Saham pertama kecuali mengenai persyaratan kuorum
sebagaimana ditetapkan dalam butir d dan pemanggilan yang harus dilaksanakan paling lambat 7 (tujuh) hari
sebelum Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut, dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan
272
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
dan tanggal rapat, dan disertai informasi bahwa Rapat Umum Pemegang Saham pertama telah diselenggarakan
tetapi tidak mencapai kuorum.
d. Rapat Umum Pemegang Saham kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila
dihadiri oleh pemegang saham atau kuasa yang sah dari pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/3 (satu
per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
e. Dalam hal kuorum kehadiran Rapat Umum Pemegang Saham kedua tidak tercapai, maka atas permohonan
Perseroan kuorum kehadiran, jumlah suara untuk mengambil keputusan, pemanggilan dan waktu
penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya.
2. Pemegang saham dapat diwakili oleh pemegang saham lain atau orang lain dengan surat kuasa. Surat kuasa harus
dibuat dan ditandatangani dalam bentuk sebagaimana ditentukan oleh Direksi Perseroan, dengan memperhatikan
ketentuan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang bukti perdata serta diajukan
kepada Direksi sekurangnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham yang bersangkutan.
Ketua rapat berhak meminta agar surat kuasa untuk mewakili pemegang saham diperlihatkan pada waktu Rapat
Umum Pemegang Saham diadakan.
3. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham, tiap saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu)
suara.
4. Anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan karyawan Perseroan boleh bertindak selaku kuasa dalam Rapat
Umum Pemegang Saham, namun suara yang mereka keluarkan selaku kuasa dalam Rapat Umum Pemegang Saham
tidak dihitung dalam pemungutan suara.
5. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan suara tertutup yang tidak ditandatangani dan mengenai hal
lain secara lisan, kecuali apabila ketua rapat menentukan lain tanpa ada keberatan dari 1 (satu) atau lebih pemegang
saham yang bersama-sama mewakili sedikitnya 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan
suara yang sah.
6. Pemegang saham dengan hak suara yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham namun tidak mengeluarkan
suara (abstain/blanko) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang saham yang
mengeluarkan suara.
7. Semua keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah
untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham,
kecuali bila dalam Anggaran Dasar ini ditentukan lain. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama
banyaknya, maka keputusan mengenai diri orang akan ditentukan melalui undian sedangkan mengenai hal-hal lain
maka usul harus dianggap ditolak.
8. Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan tentang transaksi yang mempunyai benturan kepentingan
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, dilakukan dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. pemegang saham yang mempunyai benturan kepentingan dianggap telah memberikan keputusan yang sama
dengan keputusan yang disetujui oleh pemegang saham independen yang tidak mempunyai benturan
kepentingan;
b. Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham independen yang mewakili lebih dari 1/2 (satu
per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang dimiliki oleh pemegang saham
independen dan keputusan adalah sah jika disetujui oleh pemegang saham independen yang mewakili lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang dimiliki oleh pemegang
saham independen;
c. dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat 8b Pasal ini tidak tercapai, maka dalam Rapat Umum
Pemegang Saham kedua, keputusan sah apabila dihadiri oleh pemegang saham independen yang mewakili lebih
dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang dimiliki oleh
pemegang saham independen dan disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah saham yang
dimiliki oleh pemegang saham independen yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham; dan
d. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat 8c Pasal ini tidak tercapai, maka atas
permohonan Perseroan, kuorum kehadiran, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
Saham ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang
berwenang dan/atau penggantinya, termasuk jumlah suara untuk mengambil keputusan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham tersebut dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang belaku
di bidang Pasar Modal.
9. Berkenaan dengan transaksi material sebagaimana ditetapkan oleh peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal,
yang akan dilakukan oleh Perseroan, wajib dilakukan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
10. Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang mengikat di luar Rapat Umum Pemegang Saham dengan
syarat semua pemegang saham dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan menandatangani usul yang
bersangkutan.
273
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
11.
Saham Perseroan tidak mempunyai hak suara, apabila :
a. saham Perseroan yang dikuasai sendiri oleh Perseroan;
b. saham induk Perseroan yang dikuasai oleh anak perusahaannya secara langsung atau tidak langsung, atau
saham Perseroan yang dikuasai oleh perseroan lain yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung telah
dimiliki oleh Perseroan;
c.
hal-hal lain sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang
Pasar Modal.
12. Setiap usul yang diajukan oleh para pemegang saham selama pembicaraan atau pemungutan suara dalam Rapat
Umum Pemegang Saham harus memenuhi syarat, sebagai berikut :
a. Menurut pendapat Ketua Rapat hal tersebut berhubungan langsung dengan salah satu acara Rapat yang
bersangkutan; dan
b. Hal-hal tersebut diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham bersama-sama yang memiliki sedikitnya 10%
(sepuluh persen) dari jumlah seluruh pemegang saham dengan hak suara yang sah; dan
c. Menurut pendapat Direksi usul itu dianggap berhubungan langsung dengan usaha Perseroan.
PENGGUNAAN LABA
Pasal 24
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantum dalam neraca dan perhitungan laba rugi yang telah
disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi menurut cara
penggunaannya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham tersebut.
Dividen hanya dapat dibayarkan sesuai dengan kemampuan keuangan Perseroan berdasarkan keputusan yang
diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham, dalam keputusan mana juga akan ditentukan waktu pembayaran dan
bentuk dividen. Dividen untuk 1 (satu) saham harus dibayarkan kepada orang atas nama siapa saham itu terdaftar
dalam daftar pemegang saham pada hari kerja yang akan ditentukan oleh atau atas wewenang dari Rapat Umum
Pemegang Saham dalam mana keputusan untuk pembagian dividen diambil. Hari pembayaran harus diumumkan oleh
Direksi kepada semua pemegang saham. Ketentuan pengumuman dalam Pasal 21 ayat 2 Anggaran Dasar ini, berlaku
secara mutatis mutandis bagi pengumuman tersebut.
Dengan memperhatikan pendapatan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan dari pendapatan bersih seperti
tersebut dalam Neraca dan Perhitungan Laba Rugi yang telah disahkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan
setelah dipotong Pajak Penghasilan, dapat diberikan tantieme kepada anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
Perseroan, yang besarnya ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dengan memenuhi ketentuan peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.
Apabila perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup dengan dana
cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun buku
selanjutnya Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat dan dimasukan dalam
perhitungan laba rugi itu belum sama sekali ditutup, demikian dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Direksi berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris berhak untuk membagi
dividen sementara (dividen interim) apabila keadaan keuangan Perseroan memungkinkan, dengan ketentuan bahwa
dividen sementara (dividen interim) tersebut akan diperhitungkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Permegang
Saham Tahunan berikutnya yang diambil sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal serta ketentuan Bursa Efek di
Indonesia di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan.
Laba yang dibagikan sebagai dividen yang tidak diambil dalam waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal yang ditetapkan
untuk pembayaran dividen lampau, dimasukkan ke dalam cadangan khusus. Dividen dalam cadangan khusus tersebut,
dapat diambil oleh pemegang saham yang berhak dengan menyampaikan bukti haknya atas dividen tersebut yang
dapat diterima oleh Direksi Perseroan. Dividen yang tidak diambil dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal
yang ditetapkan untuk pembayaran dividen lampau menjadi milik Perseroan.
PENGGUNAAN DANA CADANGAN
Pasal 25
1.
2.
3.
Penyisihan laba bersih untuk dana cadangan ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham setelah
memperhatikan usul Direksi (bilamana ada), dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penyisihan laba bersih untuk Dana cadangan dilakukan sampai dengan jumlah paling sedikit 20% (dua puluh persen)
dari jumlah modal yang ditempatkan hanya digunakan untuk menutup kerugian yang diderita oleh Perseroan.
Apabila jumlah dana cadangan telah melebihi 20% (dua puluh persen) tersebut maka Rapat Umum Pemegang
Saham dapat memutuskan agar jumlah dari dana cadangan yang telah melebihi jumlah sebagaimana ditentukan
dalam ayat 2 digunakan bagi keperluan Perseroan.
274
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
4.
5.
Advance Civil Structure Engineering Technology
Direksi harus mengelola dana cadangan agar dana cadangan tersebut memperoleh laba, dengan cara yang dianggap
baik olehnya dengan persetujuan Dewan Komisaris, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Setiap bunga dan keuntungan lainya yang didapat dari dana cadangan harus dimasukan dalam perhitungan laba rugi
Perseroan.
PENGUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 26
1.
2.
3.
4.
5.
Pengubahan Anggaran Dasar ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, yang dihadiri oleh pemegang saham
yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan yang
mempunyai hak suara yang sah dan keputusan disetujui berdasarkan musyawarah untuk mufakat, di dalam hal
keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju
yang mewakili lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam Rapat Umum
Pemegang Saham. Pengubahan Anggaran Dasar tersebut harus dibuat dengan akta notaris dan dalam bahasa
Indonesia.
Pengubahan ketentuan Anggaran Dasar yang menyangkut nama, tempat kedudukan, maksud dan tujuan, kegiatan
usaha, besarnya modal dasar, pengurangan modal yang ditempatkan dan disetor, serta pengubahan status
Perseroan dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka atau sebaliknya, wajib mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya.
Pengubahan Anggaran Dasar selain yang menyangkut hal-hal yang tersebut dalam ayat 2 Pasal ini cukup
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau instansi yang berwenang
dan/atau penggantinya.
Apabila dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini kuorum kehadiran yang
ditentukan tidak tercapai, maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari setelah
Rapat Umum Pemegang Saham pertama itu, dapat diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham kedua dengan
syarat dan acara yang sama seperti yang diperlukan untuk Rapat Umum Pemegang Saham pertama, kecuali
mengenai jangka waktu pemanggilan harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rapat Umum Pemegang
Saham kedua tersebut dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal rapat, dan disertai informasi
bahwa Rapat Umum Pemegang Saham pertama telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum, serta untuk
pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut tidak perlu dilakukan pengumuman terlebih dahulu dan
Rapat Umum Pemegang Saham kedua harus dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga
per lima) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat. Dalam hal kuorum kehadiran
dalam Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut juga tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan,
kuorum kehadiran, jumlah suara untuk mengambil keputusan, pemanggilan dan waktu penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau
instansi yang berwenang dan/atau penggantinya.
Keputusan mengenai pengurangan modal harus diberitahukan secara tertulis kepada semua kreditur Perseroan dan
diumumkan oleh Direksi dalam Berita Negara Republik Indonesia dan sedikitnya 1 (satu) surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal keputusan tentang
pengurangan modal tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di
bidang Pasar Modal.
PENGGABUNGAN, PELEBURAN, PENGAMBILALIHAN DAN PEMISAHAN
Pasal 27
1.
2.
Dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal,
maka penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham yang dihadiri oleh pemegang saham atau kuasa mereka yang sah yang bersamasama mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan
keputusan disetujui berdasarkan musyawarah untuk mufakat, di dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk
mufakat tidak dapat dicapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju dari pemegang saham atau kuasa
mereka yang sah yang bersama-sama mewakili lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah suara yang
dikeluarkan dengan sah dalam Rapat.
Apabila dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dimaksud tersebut di atas kuorum yang ditentukan tidak
tercapai, maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari setelah Rapat Umum
Pemegang Saham pertama itu, dapat diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham kedua dengan acara yang
sama seperti Rapat Umum Pemegang Saham pertama.
Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rapat
Umum Pemegang Saham kedua tersebut dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal rapat,
275
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
3.
Advance Civil Structure Engineering Technology
dan disertai informasi bahwa Rapat Umum Pemegang Saham pertama telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai
kuorum, serta untuk pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut tidak perlu dilakukan pengumuman
terlebih dahulu dan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut harus dihadiri atau diwakili para pemegang
saham yang memiliki paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah
dan keputusan disetujui berdasarkan musyawarah untuk mufakat, di dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah
untuk mufakat tidak dapat dicapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 3/4 (tiga per empat)
bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat. Dalam hal kuorum kehadiran dalam
Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut juga tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan, kuorum
kehadiran, jumlah suara untuk mengambil keputusan, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau instansi yang
berwenang dan/atau penggantinya.
Direksi wajib mengumumkan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional mengenai
ringkasan rancangan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan Perseroan sekurang-kurangnya
30 (tiga puluh) hari sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham, dengan memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
Pasal 28
1.
Dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pembubaran Perseroan dapat
dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dihadiri oleh pemegang saham atau kuasa
mereka yang sah yang bersama-sama mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham
dengan hak suara yang sah dan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat, di dalam hal keputusan
berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak dicapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju dari
pemegang saham atau kuasa mereka yang sah yang bersama-sama mewakili lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam Rapat.
Apabila dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dimaksud tersebut di atas kuorum yang ditentukan tidak tercapai,
maka paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari setelah Rapat Umum Pemegang
Saham pertama itu, dapat diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham kedua dengan acara yang sama seperti
Rapat Umum Pemegang Saham pertama.
Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Rapat
Umum Pemegang Saham kedua tersebut dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal rapat, dan
disertai informasi bahwa Rapat Umum Pemegang Saham pertama telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai
kuorum, serta untuk pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut tidak perlu dilakukan pengumuman
terlebih dahulu dan Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut harus dihadiri atau diwakili para pemegang saham
yang memiliki paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan
keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat, di dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat
tidak dapat dicapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian dari
jumlah seluruh suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat.
Dalam hal kuorum kehadiran dalam Rapat Umum Pemegang Saham kedua tersebut juga tidak tercapai, maka atas
permohonan Perseroan, kuorum kehadiran, jumlah suara untuk mengambil keputusan dan waktu penyelenggaraan
Rapat Umum Pemegang Saham ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau
instansi yang berwenang dan/atau penggantinya.
2. Apabila Perseroan dibubarkan, baik karena berakhirnya jangka waktu berdirinya atau dibubarkan berdasarkan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau karena dinyatakan bubar berdasarkan penetapan Pengadilan, maka
harus diadakan likuidasi oleh likuidator.
3. Direksi bertindak sebagai likuidator, apabila dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau penetapan
sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 tidak menunjuk likuidator lain.
4. Upah bagi para likuidator ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham atau berdasarkan penetapan Pengadilan.
5. Likuidator wajib memberitahukan kepada para kreditur dengan cara mengumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia dan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional serta memberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan atau instansi yang berwenang dan/atau penggantinya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
6. Anggaran Dasar seperti yang termaktub dalam akta ini beserta pengubahannya dikemudian hari tetap berlaku sampai
dengan tanggal disahkannya perhitungan likuidasi oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan persetujuan dari
surat terbanyak yang dikeluarkan secara sah dan diberikannya pelunasan dan pembebasan sepenuhnya kepada para
likuidator.
7. Sisa perhitungan likuidasi harus dibagikan kepada para pemegang saham, masing-masing akan menerima bagian
menurut perbandingan jumlah nilai nominal yang telah dibayar penuh untuk saham yang mereka miliki masing-masing.
276
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
8.
Pihak yang melakukan likuidasi juga diwajibkan mengumumkan rencana pembagian sisa kekayaan setelah dilakukan
likuidasi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan dalam Berita Negara Republik
Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar
Modal.
9. Dalam hal Perseroan bubar, maka Perseroan tidak dapat melakukan perbuatan hukum kecuali diperlukan untuk
membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi.
10. Tindakan pemberesan sebagaimana dimaksud dalam ayat 9 Pasal ini meliputi :
a. Pencatatan dan pengumpulan kekayaan Perseroan;
b. Penentuan tata cara pembagian kekayaan;
c. Pembayaran kepada para kreditor;
d. Pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada Rapat Umum Pemegang Saham; dan
e. Tindakan-tindakan lain yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan pemberesan kekayaan.
TEMPAT TINGGAL (DOMISILI)
Pasal 29
Untuk hal-hal yang mengenai Pemegang Saham yang berkaitan dengan Perseroan, para Pemegang Saham dianggap
bertempat tinggal pada alamat sebagaimana dicatat dalam buku Daftar Pemegang Saham yang dimaksud dalam Pasal 8
Anggaran Dasar ini
PERATURAN PENUTUP
Pasal 30
Dalam segala hal yang tidak atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini, Rapat Umum Pemegang Saham yang akan
memutuskannya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menegaskan bahwa setelah perubahan nilai nominal masing-masing saham sebagaimana termaktub dalam keputusan
untuk agenda acara ketiga diatas berlaku efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
serta bertalian dengan ketentuan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan, maka susunan pemegang saham Perseroan
adalah sebagai berikut :
a. PT Cross Plus Indonesia, sejumlah 220.000.000 (dua ratus dua puluh juta) saham, dengan nilai nominal seluruhnya
sebesar Rp22.000.000.000,00 (dua puluh dua miliar Rupiah)
b. PT Loka Cipta Kreasi, sejumlah 176.000.000 (seratus tujuh puluh enam juta) saham, dengan nilai nominal seluruhnya
sebesar Rp17.600.000.000,00 (tujuh belas miliar enam ratus juta Rupiah)
c. Tuan Hilarius Arwandhi, sejumlah 4.000.000 (empat juta) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp400.000.000,00 (empat ratus juta Rupiah)
sehingga seluruhnya berjumlah 400.000.000 (empat ratus juta) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar Rupiah)
MANAJEMEN PERSEROAN DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA ANGGARAN DASAR YANG DIMUAT DALAM
PROSPEKTUS INI MERUPAKAN ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG TERAKHIR SESUAI DENGAN
PERATURAN BAPEPAM NO. IX.J.1.
277
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Halaman ini sengaja dikosongkan
278
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XIX.
1.
Advance Civil Structure Engineering Technology
PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Pemesanan pembelian saham harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Prospektus ini dan
Formulir Pemesanan Pembelian Saham (selanjutnya disebut “FPPS”).
Pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan dilakukan dengan mengunakan FPPS asli yang dikeluarkan Penjamin
Pelaksana Emisi Efek yang dapat diperoleh dari Perusahaan Efek yang menjadi anggota sindikasi Penjamin Emisi Efek
dan/atau agen penjualan efek yang namanya tercantum dalam Bab XX Penyebarluasan Prospektus Dan Formulir
Pemesanan Pembelian Saham di dalam Prospektus ini. FPPS tersedia cukup bagi para pemesan. FPPS dibuat dalam
5 (lima) rangkap.
Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas ditolak.
Pemesanan pembelian saham yang telah disampaikan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek dapat dibatalkan oleh
pemesan karena sebab apapun juga sepanjang Masa Penawaran Umum belum ditutup. Pembatalan dilakukan pada
periode Penawaran Umum dengan mengajukan permohonan secara tertulis dengan melampirkan bukti pemesanan saham
dan bukti pembayaran atas pemesanan tersebut. Pengembalian uang pemesanan atas pemesanan yang telah memperoleh
persetujuan Pembatalan dari Penjamin Pelaksana Emisi akan dilaksanakan pada tanggal pengembalian uang pemesanan
saham (refund date).
Setiap pemesan harus memiliki rekening efek pada Perusahaan Efek yang telah menjadi pemegang rekening di
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
2.
PEMESAN YANG BERHAK
Pemesan yang berhak adalah Perorangan dan/atau Lembaga/Badan Usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
No. 8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Peraturan No. IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer
Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum, yang merupakan lampiran
Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011.
3.
JUMLAH PEMESANAN
Pemesanan pembelian saham harus diajukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan yakni 500 (lima
ratus) saham dan selanjutnya dalam jumlah kelipatan 500 (lima ratus) saham.
4.
PENDAFTARAN EFEK KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF
Saham-saham yang ditawarkan ini telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek Bersifat
Ekuitas di KSEI pada Penitipan Kolektif No SP-001/PE/KSEI/0413 tanggal 2 April 2013 yang ditandatangani antara
Perseroan dengan KSEI.
A.
Dengan didaftarkannya saham tersebut pada KSEI maka atas saham-saham yang ditawarkan pada penawaran umum
ini berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
i. Perseroan tidak menerbitkan saham hasil Penawaran Umum dalam bentuk Surat Kolektif Saham, tetapi saham
tersebut akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam Penitipan Kolektif KSEI. Sahamsaham hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam rekening efek atas nama pemegang rekening selambatlambatnya pada tanggal 21 Juni 2013.
ii. Sebelum saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini dicatatkan pada Bursa Efek,pemesan akan
memperoleh konfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan dalam bentuk Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham
(FKP).
iii. KSEI dan Perusahaan Efek akan menerbitkan konfirmasi tertulis kepada pemegang rekening sebagai surat
konfirmasi mengenai kepemilikan saham. Konfirmasi tertulis merupakan surat konfirmasi yang sah atas saham yang
tercatat dalam rekening efek.
iv. Pengalihan kepemilikan saham dilakukan dengan pemindahbukuan antar rekening efek di KSEI.
279
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
v. Pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas dividen, bonus, hak memesan efek terlebih dahulu
dan memberikan suara dalam RUPS, serta hak-hak lain yang melekat pada saham.
vi. Pembayaran dividen, bonus, dan perolehan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham
dilaksanakan oleh Perseroan, atau BAE yang ditunjuk oleh Perseroan melalui rekening efek di KSEI untuk
selanjutnya diteruskan kepada pemilik manfaat (benefeciary owner) yang menjadi pemegang rekening efek di
Perusahaan Efek.
vii. Setelah Penawaran Umum dan setelah saham Perseroan dicatatkan, pemegang saham yang menghendaki
Sertifikat Saham dapat melakukan penarikan saham keluar dari Penitipan Kolektif di KSEI setelah saham hasil
Penawaran Umum didistribusikan ke dalam Rekening Efek Perusahaan Efek atau Bank Kusodian yang telah
ditunjuk.
viii. Penarikan tersebut dilakukan dengan mengajukan permohonan penarikan saham kepada KSEI melalui Perusahaan
Efek yang mengelola sahamnya dengan mengisi Formulir Penarikan Efek.
ix. Saham-saham yang ditarik dari Penitipan Kolektif akan didistribusikan dalam bentuk Surat Kolektif Saham selambatlambatnya 5 (lima) hari kerja setelah permohonan diterima oleh KSEI dan diterbitkan atas nama Pemegang Saham
sesuai dengan permintaan Perusahaan Efek yang mengelola saham.
x. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan saham wajib menunjuk Perusahaan Efek yang telah menjadi
Pemegang Rekening di KSEI untuk menerima dan menyimpan saham-saham yang didistribusikan oleh Perseroan.
B.
Saham-saham yang telah ditarik keluar dari Penitipan Kolektif KSEI dan diterbitkan Surat Kolektif Sahamnya tidak
dapat dipergunakan untuk penyelesaian transaksi di bursa. Informasi lebih lanjut mengenai prosedur penarikan saham
dapat diperoleh pada Penjamin Emisi atau Agen Penjualan di tempat dimana FPPS yang bersangkutan diajukan.
Distribusi Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham kepada masing-masing rekening efek pemesan saham pada para
Penjamin Emisi Efek di mana FPPS yang bersangkutan diajukan akan dilaksanakan paling cepat dalam waktu 1 (satu) hari
kerja setelah Tanggal Penjatahan. Formulir Konfirmasi Penjatahan atas distribusi saham tersebut dapat diambil dengan
menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham.
5.
PROSEDUR PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Sebelum Masa Penawaran Umum, para pemesan yang berhak dapat melakukan pemesanan pembelian saham selama jam
kerja yang berlaku pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau para Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan
dimana FPPS diperoleh.
Setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) FPPS dan wajib diajukan oleh pemesan yang bersangkutan dengan
melampirkan fotokopi tanda jati diri (KTP/Paspor bagi perorangan dan anggaran dasar bagi badan hukum) serta melakukan
pembayaran sesuai dengan jumlah pemesanan. Bagi pemesan asing, di samping melampirkan fotokopi paspor, pada FPPS
wajib mencantumkan nama dan alamat di luar negeri/ domisili hukum yang sah dari pemesan secara lengkap dan jelas
serta melakukan pembayaran sebesar jumlah pesanan.
Sejalan dengan ketentuan dalam keputusan Ketua Bapepam No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang
Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum, dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Efek dan terbukti
bahwa Pihak tertentu mengajukan pemesanan Efek melakui lebih dari satu formulir pemesanan untuk setiap Penawaran
Umum, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat
mengikutsertakan satu formulir pemesanan Efek yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.
Agen Penjualan, Penjamin Emisi Efek, Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan berhak untuk menolak pemesanan
pembelian saham atas pihak yang melakukan pemesanan lebih dari satu FPPS atau apabila FPPS tidak diisi dengan
lengkap atau bila persyaratan pemesanan pembelian saham tidak terpenuhi.
6.
MASA PENAWARAN UMUM
Masa Penawaran Umum akan dilaksanakan pada tanggal 14, 17 dan 18 Juni 2013 mulai pada pukul 09.00 WIB sampai
dengan pukul 15.00 WIB. Namun demikian jika jumlah keseluruhan saham yang dipesan telah melebihi dari jumlah saham
yang ditawarkan maka Penjamin Pelaksana Emisi Efek dapat memberitahukan terlebih dahulu kepada OJK, dapat
mempersingkat Masa Penawaran Umum dengan ketentuan Masa Penawaran Umum tersebut tidak kurang dari 1 (satu) hari
kerja.
280
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Tanggal Penjatahan dimana para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan menetapkan penjatahan saham untuk
setiap pemesanan dan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu pada tanggal 20 Juni 2013.
Manajer Penjatahan akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada OJK paling lambat 5 (lima) hari kerja
setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.A.2.
Manajer Penjatahan wajib menunjuk Akuntan yang terdaftar di OJK untuk melaksanakan pemeriksaan khusus. Manajer
Penjatahan dimaksud dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya masa penawaran umum harus
menyampaikan laporan hasil pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan,
termasuk tersedianya dana hasil Penawaran Umum tersebut. Semua dokumen yang berhubungan dengan proses
penjatahan wajib disimpan oleh Manajer Penjatahan yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun.
8.
PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM SECARA KHUSUS
Pemesanan pembelian saham secara khusus oleh para pegawai Perseroan dengan Harga Penawaran dapat diajukan
langsung kepada Perseroan, tanpa melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek dengan periode
penawaran pada tanggal 14 dan 17 Juni 2013 dan jumlah saham yang ditawarkan secara khusus sebanyak-banyaknya
sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham yang Ditawarkan. Komposisi jumlah saham yang diberikan dalam
pemberian saham pada program ESA yang terdiri dari Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti sebanyak-banyaknya
10% (sepuluh persen) dari total saham yang diterbitkan pada saat IPO.
Peserta yang dapat diikutsertakan dalam program kepemilikan saham atau program ESA adalah sebagai berikut :
a. Pegawai peserta program ESA adalah seluruh pegawai Perseroan dengan status aktif pada 30 April 2013 sebanyak
1.220 karyawan.
b. Masih bekerja sampai dengan tanggal dikeluarkannya surat efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan
pendaftaran Penawaran Umum Perdana Perseroan.
c. Pegawai yang tidak dalam status terkena sanksi administratif pada saat implementasi program ESA.
Harga Penawaran yang akan diberikan kepada pegawai Perseroan pada program ESA untuk Saham Penghargaan maupun
Saham Jatah Pasti adalah sama dengan Harga Penawaran yang diberikan kepada investor.
9.
SYARAT-SYARAT PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan dengan uang tunai, cek, pemindahbukuan atau wesel bank dalam mata uang Rupiah serta
dibayarkan oleh pemesan yang bersangkutan (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa tanda jati diri dan FPPS yang
sudah diisi lengkap dan benar kepada Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan pada waktu FPPS diajukan. Pembayaran
untuk satu FPPS hanya dapat dilakukan dengan salah satu bentuk metode pembayaran, yaitu dengan menggunakan cek
atau tunai atau pemindahbukuan
Apabila pembayaran dilakukan menggunakan cek, maka cek tersebut harus merupakan cek atas nama/milik pihak yang
mengajukan (menandatangani) formulir pemesanan. Cek milik/atas nama pihak ketiga tidak dapat diterima sebagai
pembayaran. Semua biaya bank dan biaya transfer sehubungan dengan pembayaran tersebut menjadi tanggung jawab
pemesan. Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan, cek atau
wesel bank ditolak oleh bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan adalah batal. Tanggal pembayaran
dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang telah diterima dengan baik pada rekening para
Penjamin Pelaksana Emisi (in good funds). Pembayaran dengan cek/pemindahbukuan/giro hanya dapat diterima pada
tanggal 14 Juni 2013.
Untuk pemesanan pembelian saham secara khusus, pembayaran dilakukan langsung kepada Perseroan melalui Divisi SDM
Perseroan. Untuk pembayaran yang dilakukan melalui transfer dari bank lain, pemesan harus melampirkan fotokopi Nota
Kredit Lalu Lintas Giro (LLG) dari bank yang bersangkutan.
Selanjutnya, semua setoran dari Penjamin Emisi Efek dan Agen Penjualan harus dimasukkan ke dalam rekening Penjamin
Pelaksana Emisi Efek pada:
PT Bank Internasional Indonesia Tbk.
Cabang Bursa Efek Jakarta
A/C No: 2-170-60009-8
a/n : PT Kim Eng Securities QQ IPO PT Acset Indonusa Tbk
281
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Untuk pemesanan saham yang dilakukan melalui Penjamin Emisi Efek yang telah menyampaikan konfirmasi dari Bank
Pembayaran pada saat penyampaian pemesanan pembelian saham dapat melakukan penyetoran pada rekening Penjamin
Pelaksana Emisi Efek pada tanggal sebagaimana diatur pada Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
10.
BUKTI TANDA TERIMA
Penjamin Pelaksana Emisi Efek, para Penjamin Emisi Efek, atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan FPPS, akan
menyerahkan kembali kepada pemesan, tembusan atau fotokopi lembar ke-5 (lima) dari FPPS yang telah ditandatangani
(tanda tangan asli) sebagai Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian
Saham ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan. Bukti Tanda Terima tersebut harus disimpan dengan baik
agar kelak dapat diserahkan kembali pada saat pengembalian uang pemesanan dan/atau penerimaan Formulir Konfirmasi
Penjatahan atas pemesanan pembelian saham. Bagi pemesan pembelian saham secara khusus, Bukti Tanda Terima
Pemesan Pembelian Saham akan diberikan langsung oleh Perseroan.
11.
PENJATAHAN SAHAM
Pelaksanaan penjatahan akan dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek selaku Manajer Penjatahan dengan sistem
kombinasi yaitu Penjatahan Terpusat (Pooling) dan Penjatahan Pasti (Fixed Allotment) sesuai dengan Peraturan Bapepam
No. IX.A.7 serta peraturan perundangan yang lain termasuk bidang Pasar Modal yang berlaku. Adapun sistem porsi
penjatahan yang akan dilakukan adalah sistem kombinasi yaitu Penjatahan Pasti (Fixed Allotment) dibatasi hingga jumlah
maksimum 98% (sembilan puluh delapan persen) dari jumlah yang ditawarkan. Sisanya sebesar 2% (dua persen) akan
dilakukan dengan Penjatahan Terpusat (Pooling).
A. Penjatahan Pasti (Fixed Allotment)
Pelaksana Penjatahan dengan menggunakan sistem Penjatahan Pasti, maka penjatahan tersebut hanya dapat
dilaksanakan apabila memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1)
2)
3)
Manajer Penjatahan, yaitu PT Kim Eng Securities, menentukan besarnya persentase dan pihak-pihak yang akan
mendapatkan penjatahan pasti dalam Penawaran Umum. Penetuan besarnya persentase Penjatahan Pasti wajib
memperhatikan kepentingan pemesan perorangan;
Jumlah Penjatahan Pasti sebagaimana dimaksud pada butir 1) termasuk pula jatah bagi pegawai Perseroan yang
melakukan pemesanan dalam Penawaran Umum (jika ada) dengan jumlah paling banyak 10% (sepuluh perseratus)
dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum;
Penjatahan Pasti dilarang diberikan kepada Pemesan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a angka 3
Peraturan No. IX.A-7.
B. Penjatahan Terpusat (Pooling)
Jika jumlah saham yang dipesan melebihi jumlah saham yang ditawarkan, makan Manajer Penjatahan harus melaksanakan
prosedur penjatahan sisa Efek setelah alokasi untuk Penjatahan Pasti sebagai berikut:
a.
Jika setelah mengecualikan Pemesan Saham yang terafiliasi dan terdapat sisa saham yang jumlahnya sama atau lebih
besar dari jumlah yang dipesan, maka:
1. Pemesan yang tidak dikecualikan itu akan menerima seluruh jumlah saham yang dipesan.
2. Dalam hal para pemesan yang tidak dikecualikan telah menerima penjatahan sepenuhnya dan masih terdapat
sisa Efek, maka sisa Efek tersebut dibagikan secara proporsional kepada para Pemesan yang Mempunyai
Hubungan Istimewa menurut jumlah yang dipesan oleh para pemesan.
b.
Jika setelah mengecualikan Pemesan Saham yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan terdapat sisa saham yang
jumlahnya lebih kecil dari jumlah yang dipesan, maka penjatahan bagi pemesan yang tidak dikecualikan itu akan
dialokasikan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Dalam hal akan dicatatkan di Bursa Efek, maka Efek tersebut dialokasikan dengan memenuhi persyaratan berikut ini:
x Para pemesan yang tidak dikecualikan memperoleh satu satuan perdagangan di Bursa, jika terdapat satuan
perdagangan yang tersedia. Dalam hal jumlahnya tidak mencukupi, maka satuan perdagangan yang tersedia
akan dibagi dengan diundi. Jumlah saham yang termasuk dalam satuan perdagangan yang dimaksud adalah
satuan perdagangan penuh terbesar yang ditetapkan oleh Bursa di mana saham tersebut akan dicatatkan.
x Apabila masih terdapat sisa saham yang tersisa, maka setelah satu satuan perdagangan dibagikan kepada
pemesan, pengalokasian dilakukan secara proporsional, dalam satuan perdagangan menurut jumlah yang
dipesan oleh para pemesan.
Penjatahan saham akan diaudit dengan mengikuti prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam No.VIII.G.12.
282
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
12. PENUNDAAN MASA PENAWARAN UMUM ATAU PEMBATALAN PENAWARAN UMUM
Berdasarkan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perseroan No. 108 tanggal 2 April 2013 yang
diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No. 25 tanggal 2 Mei 2013, dan terakhir diubah dengan
Akta Perubahan II Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No. 12 tanggal 4 Juni 2013, semua akta tersebut dibuat dihadapan
DR. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., Notaris di Jakarta, Penawaran Umum dapat dibatalkan atau ditunda sesuai dengan
peraturan OJK yang berlaku, oleh Perseroan dengan pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada OJK dan pihak lain
yang berwenang mengenai ditundanya Penawaran Umum, apabila:
a.
b.
c.
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama 3 (tiga) Hari Bursa berturutturut;
Bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan
usaha Perseroan; dan/atau
Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang ditetapkan oleh OJK.
13. PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN
a.
Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan, apabila terjadi kelebihan pemesanan, maka para Penjamin
Emisi Efek bertanggung jawab dan wajib mengembalikan kelebihan uang pemesanan dalam denominasi mata uang
Rupiah kepada Para Penjamin Emisi Efek selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan dan
setiap Penjamin Emisi Efek bertanggung jawab dan wajib mengembalikan uang pemesanan kepada para pemesan
yang telah diterimanya sehubungan dengan pembelian sesegera mungkin namun bagaimanapun juga tidak boleh lebih
lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan. Oleh karenanya para Penjamin Pelaksan Emisi Efek dan
Para Penjamin Emisi Efek dengan ini membebaskan Perseroan dari segala tuntutan/denda atas kelalaian tersebut.
b.
Pengembalian uang tersebut dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan atau
melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro yang dapat diambil langsung oleh pemesan
yang bersangkutan pada Penjamin Emisi Efek dimana pemesanan diajukan dengan menyerahkan bukti tanda terima
pemesanan Saham dan bukti tanda jati diri. Pengembalian uang tidak dapat dilakukan dengan transfer antar bank.
Untuk Para Pemesan Khusus, pengembalian uang pemesanan karena adanya penjatahan akan diatur dan
dilaksanakan langsung oleh Perseroan dan oleh karenanya Perseroan membebaskan para Penjamin Pelaksana Emisi
Efek, Penjamin Emisi Efek dari segala tuntutan/denda atas kelalaian Perseroan tersebut.
c.
Setiap pihak yang lalai dalam melakukan pengembalian uang pemesanan sehingga terjadi keterlambatan dalam
pengembalian uang pemesanan tersebut atau mengakibatkan pihak lain menjadi terlambat dalam melakukan
kewajibannya untuk mengembalikan uang pemesanan, wajib membayar denda kepada para pemesan yang
bersangkutan sebesar suku bunga per tahun rekening giro Rupiah yang berlaku di Bank Penerima (“Suku Bunga”)
sampai dengan dilunasinya jumlah yang belum dibayar tersebut, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga
ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
Pihak yang terlambat melakukan pengembalian uang pemesanan kepada pemesan karena kelalaian pihak lainnya
sesuai dengan ketentuan Pasal 10.7 harus dibebaskan dari segala tuntutan yang disebabkan oleh keterlambatan
pengembalian uang pemesanan dan dibebaskan dari kewajiban membayar denda tersebut.
d.
Sehubungan dengan batalnya Penawaran Umum atau penundaan Penawaran Umum yang mengakibatkan
pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, berlaku
ketentuan antara lain sebagai berikut:
-
Pengembalian uang pemesanan (termasuk setiap denda atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan)
menjadi tanggung jawab para Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau Para Penjamin Emisi Efek sesuai dengan
bagiannya masing-masing atau Perseroan (terhadap Pemesan Khusus), dan harus diselesaikan dalam waktu
selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah terjadinya pengakhiran Perjanjian Emisi Efek tersebut atau
pengumuman penundaan Penawaran Umum;
-
Apabila uang pemesanan yang akan dikembalikan telah tersedia (termasuk untuk Pemesan Khusus), akan tetapi
pemesan tidak datang untuk mengambil dalam waktu 2 Hari Kerja setelah tanggal keputusan penundaan atau
pembatalan Penawaran Umum tersebut atau berakhirnya Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, maka hal tersebut
bukan merupakan tanggung jawab Perseroan, para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan/atau para Para Penjamin
Emisi Efek, sehingga tidak ada kewajiban pembayaran denda dan atau bunga kepada para pemesan.
283
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
Penjamin Emisi Efek, agen penjualan Efek, Afiliasi dari Penjamin Emisi Efek, atau Afiliasi dari agen penjualan Efek dilarang
membeli atau memiliki Efek untuk portfolio Efek mereka sendiri, dalam hal terjadi kelebihan permintaan beli dalam suatu
Penawaran Umum, apabila para pemesan telah menerima penjatahan sepenuhnya dan masih terdapat sisa Efek, maka
sisa Efek tersebut dibagikan secara proporsional menurut jumlah yang dipesan oleh para pemesan yang merupakan
(i) direktur, komisaris, pegawai, atau pihak yang memiliki 20% (dua puluh persen) atau lebih saham dari Penjamin Emisi
Efek atau agen penjualan Efek sehubungan dengan Penawaran Umum; (ii) direktur, komisaris, dan/atau pemegang saham
utama Perseroan; atau (iii) Afiliasi dari Pihak sebagaimana untuk kepentingan pihak ketiga.
Dalam hal terjadi kekurangan permintaan beli dalam Penawaran Umum, maka Penjamin Emisi Efek, agen penjualan efek
atau pihak-pihak terafiliasi dengannya dilarang menjual efek yang telah dibeli atau akan dibelinya berdasarkan Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek sampai dengan Efek tersebut dicatatkan di Bursa Efek.
284
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
XX.
PENYEBARLUASAN
PEMBELIAN SAHAM
Advance Civil Structure Engineering Technology
PROSPEKTUS
DAN
FORMULIR
PEMESANAN
Prospektus dan FPPS dapat diperoleh di kantor Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Penjamin Emisi Efek dan para Agen
Penjualan yang ditunjuk yaitu Perantara Pedagang Efek yang terdaftar sebagai anggota BEI. Penjamin Pelaksana Emisi
Efek, Penjamin Emisi Efek dan Agen Penjualan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK:
PT KIM ENG SECURITIES
Citibank Tower 17th floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 5455
Jakarta 12190, Indonesia
Telepon : (021) 2557 1188
Faksimili : (021) 2557 1156
Website: www.kimeng.co.id
Email: [email protected]
PENJAMIN EMISI EFEK
PT UOB Kay Hian Securities
UOB Plaza, Thamrin Nine Lantai 36
Jl. M.H. Thamrin Kav. 8-10
Jakarta 10230
Telepon : (021) 2993 3888
Fax: (021) 230 0238
Website: www.uobkayhian.co.id
PT Danasakti Securities
Jl. Tanah Abang III No. 6
Jakarta 10160
Telp. +6221 231 2345
Fax. 6221 231 4880
Website: www.danasaktisecurities.com
PT Overseas Securities
Plaza Bapindo, Mandiri Tower Lantai 16
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta 12190
Telepon: (021) 527 7008
Faksimili: (021) 527 7009
PT Dhanawibawa Arthacemerlang
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower I Lantai 15 Suite 1504
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53
Jakarta 12920
Telp. +6221 515 1678
Fax. +6221 515 1681
Website : www.dcoins.co.id
PT Jasa Utama Capital
Menara Thamrin Lantai 2 Suite 203
Jl. M.H. Thamrin Kav. 3
Jakarta 10250
Telepon: (021) 230 1860
Faksimili: (021) 230 1862
Website: www.jasautamacapital.com
PT Lautandhana Securindo
Wisma Keiai Lantai 15
Jl. Jend. Sudirman Kav. 3
Jakarta 10220
Telepon: (021) 5787 1818
Faksimili: (021) 5785 1717
Website: www.lots.co.id
PT Universal Broker Indonesia
Menara BCA Lantai 49
Jl. M.H. Thamrin No. 1
Jakarta 10310
Telepon: (021) 235 86878
Faksimili: (021) 235 86879
www.universalbroker.co.id
PT Buana Capital
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower II Lantai 26
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53
Jakarta 12190
Telp. +6221 515 0203
Fax. +6221 515 0241
Website: www.buanacapital.com
PT Panin Sekuritas Tbk
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower 2 Lt. 17
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190
Telp. +6221 5153 055
Fax. +6221 5153 061
Website: www.pans.co.id
PT Ciptadana Securities
Plaza Asia Office Park Unit 2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 59
Jakarta 12190
Telepon: (021) 25574800
Faksimili: (021) 25574842
Website: www.ciptadana.com
285
Penawaran Umum Saham Perdana PT Acset Indonusa Tbk
Advance Civil Structure Engineering Technology
PT Reliance Securities Tbk
Reliance Capital Building
Jl. Pluit Putra Kencana No. 15A
Jakarta 14450
Telepon: (021) 661 7768
Faksimili: (021) 661 9884
Website: www.reliance-securities.com
PT Madani Securities
Menara Prima, Lantai 25
Jl. DR Ide Anak Agung Gede
Blok 6.2. Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950
Telepon: (62-21) 5794 8170
Faksimili: (62-21) 5794 8171
Website: www.madanisecurities.com
PT Onix Sekuritas
Deutsche Bank Building #15-04
Jl. Imam Bonjol No. 80
Jakarta 10350
Telepon: (021) 319 01777
Faksimili: (021) 319 01616
Wesite: www.onix.co.id
PT Mega Capital Indonesia
Menara Bank Mega, Lt. 2
Jl. Kapten Tendean, Kav. 12 – 14 A
Jakarta 12790
Telp. +6221 7917 5599
Fax. +6221 7919 3900
Website: www.megaci.com
PT Valbury Asia Securities
Menara Karya Lantai 10
Jl. HR Rasuna Said Blok X-5
Kav. 1-2 Jakarta 12950
Telepon: (62-21) 2553 3600
Faksimili: (62-21) 2553 3700
Website: www.vas.co.id
PT Erdikha Elit Sekuritas
Gedung Sucaco, Lt. 3
Jl. Kebon Sirih Kav. 71
Jakarta 10340
Telp. +6221 3983 6420
Fax. +6221 315 2641
Website: www.erdhika.com
PT Waterfront Securities Indonesia
CIMB Niaga Plaza Lt. 10
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920
Telp. +6221 5292 1166
Fax. +6221 5292 2266
Website: www.waterfrontsecurities.com
PT Yulie Sekurindo Tbk
Plaza ABDA, Lt. 5
Jl. Jend. Sudirman Kav. 59
Jakarta 12190
Telp. +6221 5140 2181
Fax. +6221 5140 2182
Website: www.yuliesekurindo.com
PT Victoria Securities Indonesia
Senayan City, Panin Tower Lantai 8
Jl. Asia Afrika Lot. 19
Jakarta 10270
Telepon: (021) 7278 2310
Faksimili: (021) 7278 2280
Website : www.victoriasecurities.co.id
PT MNC Securities
MNC Tower, Lt. 4
Jl. Kebon Sirih Kav. 17 – 19
Jakarta 10340
Telp. +6221 392 2000
Fax. +6221 3983 6868
Website: www.mncsecurities.com
PT Panca Global Securities Tbk
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower I Suite 1706A
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53
Jakarta 12190
Telp. +6221 5155 456
Fax. +6221 5155 466
Website: www.pancaglobal.co.id
PT Woori Korindo Securities Indonesia
Wisma Korindo Lt. 7
Jl. M.T. Haryono Kav. 62, Pancoran
Jakarta 12780
Telp. +6221 7976202
Website: www.woorisec.com
Gerai Penawaran Umum akan dibuka selama masa Penawaran Umum di:
Gedung Sentral Senayan 3, Lobby on Ground Floor
Jl. Asia Afria No. 8
Senayan – Gelora Bung Karno, Jakarta 10270
286
Download