KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN VARIABEL YANG

advertisement
KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN VARIABEL YANG
MEMPENGARUHINYA PADA KOSMETIK WARDAH DI
WARDAH BEAUTY HOUSE SRIWIJAYA
Disusun Oleh:
SITI VIKA MASFUFAH
ABSTRAK
Dalam dunia bisnis sekarang kita akan sering mengenal dan mendengar berbagai
macam taktik atau kiat dari para penjual baik penjual partai besar maupun penjual
partai kecil dalam menarik dan menggoda para pembeli atau calon pembelinya untuk
membeli atau hanya liat–liat saja. Pembeli dalam membeli suatu barang dan jasa yang
ditawarkan pada pedagang di pasar sering kali berdasarkan pada naluri atau minat.
Populasi adalah seluruh pelanggan tahun 2015 yang tidak diketahui
jumlahnya. sampel yang diambil dalam penelitian diperoleh sebesar 96,04 kemudian
dibulatkan menjadi 100 orang. Jadi sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah
pelanggan di Wardah beauty house sriwijaya. Alat analisis yang digunakan adaalah
regresi linier berganda
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian dan variabel yang
mempengaruhinya (keragaman produk, harga, lokasi, kualitas pelayanan, dan
promosi) pada pengguna kosmetik wardah di wardah beauty house sriwijaya
Kata kunci : eragaman produk, harga, lokasi, kualitas pelayanan, dan promosi
ASTRACT
Company engaged in the service must be able to maintain a good reputation in the
eyes of its customers. The quality of good service and quality will tend to give more
facilities to customers who use the services of the company. Regardless of the quality
of service so do not expect the company can continue to maintain its image in the
eyes of customers.
The population is all customers of for the year 2015.The samples taken in the study
are obtained to 96.04 and then rounded up to 100 people. This samples taken in this
study is a customer. The analytical tool used is multiple linear regression.
The results show that the service quality,trust and facilities effect on customer
satisfaction either partially or simultaneously.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dewasa ini menyebabkan
perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat. Dalam era perkembangan
zaman yang semakin cepat dan batas yang semakin tipis membuat manusia menuntut
untuk diperhatikan lebih customized. Terlebih lagi dalam hal pemenuhan terhadap
kebutuhan, konsumen sekarang ini cenderung lebih individualis dan menuntut sesuatu
hal yang lebih bersifat pribadi atau personal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut
perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan konsumen agar
tetap survive. Diterima tidaknya produk yang dijual sangat tergantung pada persepsi
konsumen atas produk tersebut. Jika konsumen merasa produk tersebut dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginannya pasti konsumen akan membeli produk
tersebut (Ahmadi, Herman, 2013)
Berdasarkan beberapa responden yang menyatakan tidak setuju terhadap
pernyataaan permasalahan yang ada di Pengguna kosmetik Wardah sehingga perlu
diperhatikan untuk meningkatkan jumlah penjualan agar dapat bersaing dengan
produk sejenis lainnya, maka dibuat suatu penelitian yang berjudul : “KEPUTUSAN
PEMBELIAN
DAN
VARIABEL
YANG
MEMPENGARUHINYA
(KERAGAMAN PRODUK, HARGA, KUALITAS PELAYANAN, LOKASI
DAN PROMOSI) PADA PENGGUNA KOSMETIK WARDAH DI WARDAH
BEAUTY HOUSE SRIWIJAYA”
Perumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakan masalah maka dapat dirumuskan sebagai
berikut :
1. Bagaimanakah pengaruh antara keragaman produk terhadap keputusan pembelian
Pengguna kosmetik Wardah ?
2. Bagaimanakah pengaruh antara harga terhadap keputusan pembelian Pengguna
kosmetik Wardah ?
3. Bagaimanakah pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
Pengguna kosmetik Wardah ?
4. Bagaimanakah pengaruh antara lokasi terhadap keputusan pembelian Pengguna
kosmetik Wardah ?
5. Bagaimanakah pengaruh antara promosi terhadap keputusan pembelian Pengguna
kosmetik Wardah ?
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi pengertian pemasaran, keragaman
produk , harga, kualitas pelayanan, lokasi, promosi dan minat beli, Penelitian
terdahulu, kerangka pikir dan hipotesis.
Keputusan Pembelian
Sebelum merencanakan pemasaran, suatu perusahaan perlu mengidentifikasi
konsumen, sasarannya dan proses keputusan mereka. Walaupun banyak keputusan
pembelian melibatkan hanya satu pengambilan keputusan, keputusan yang lain
mungkin melibatkan beberapa peserta yang memerankan peran, pencetus ide,
pemberi pengaruh, pengambil keputusan, pembeli dan pemakai.
Keragaman produk
Keragaman produk berkaitan dengan konsep produk, produk adalah
pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha
untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan
pelanggan , sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Dengan kata lain, keragaman produk bisa diukur sejauh mana produk tersebut bisa
memuaskan pelanggannya. Selain itu, produk dapat pula didefinisikan sebagai
persepsi pelanggan yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Secara
lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, kemasan, merk, label, pelayanan dan
jaminan.
Harga
Harga adalah jumlah rupiah yang bisa dibayar oleh pasar. Dari sudut pandang
pemasaran merupakan satuan moneter atau ukuran lainya (barang dan jasa) yang
ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau
jasa. Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para
pembeli yaitu peranan alokasi dan peranan informasi. (Tjiptono, 2011)
Kualitas pelayanan
Menurut Tjiptono (dalam Aditya, 2011 : 23) Kualitas jasa merupakan sesuatu
yang dipersepsikan oleh pelanggan. Pelanggan akan menilai kualitas sebuah jasa yang
dirasakan berdasarkan apa yang mereka deskripsikan dalam benak mereka. Pelanggan
akan beralih ke penyedia jasa lain yang lebih mampu memahami kebutuhan spesifik
pelanggan dan memberikan layanan yang lebih baik.
Lokasi
Menurut Slauss (2012) mengenai lokasi bagi sebuah usaha pertokoan
merupakan suatu masalah yang sangat penting karena pemilihan lokasi yang strategis
dapat menimbulkan keputusan pembelian konsumen dan keberhasilan dalam
menentukan lokasi akan memberikan kontra prestasi terhadap perusahaan yaitu
naiknya tingkat penjualan dan laba konsumen dalam membeli barang tidak sematamata hanya mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga yang wajar dan
kualitas yang baik sesuai dengan yang diharapkan tetapi juga cenderung melihat
beberapa aspek pendukung seperti lokasi toko, kelengkapan jenis produk, bahkan ada
yang mengarahkan pada pembelian untuk mendapatkan diskon penjualan atau
penjualan yang berhadiah.
Promosi
Menurut Kotler (2011) promosi penjualan adalah insentif jangka pendek
untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk atau jasa sedangkan
menurut William j Stanton promosi merupakan periklanan, penjualan personal dan
lain-lain cara penjualan tujuan promosi penjualan menurut Kotler (2011) adalah
untuk menarik konsumen agar mau mencoba produk baru, memancing konsumen
agar meninggalkan produk pesaing, atau untuk membuat konsumen meninggalkan
produk yang sudah matang, atau menahan atau member penghargaan pada konsumen
yang loyal.
Keputusan pembelian
Menurut Sukmawati (2012), yaitu merupakan bagian dari komponen perilaku
konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak
sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Keputusan pembelian
merupakan perilaku konsumen yang menunjukkan sejauh mana komitmennya untuk
melakukan pembelian. Kebutuhan dan keinginan konsumen akan barang dan jasa
berkembang dari masa ke masa dan mempengaruhi perilaku mereka dalam pembelian
produk. Dalam istilah asing, perilaku konsumen disebut consumer buying behaviour
atau consumer’s behaviour.
Kerangka Pemikiran
Dengan mengutamakan pelayanan yang baik maka pembeli akan
memudahkan perusahaan mencapai tujuan perusahaan yaitu mencapai laba yang
maksimal melalui peningkatan jumlah pembeli oleh konsumen secara terus menerus.
Selain itu harga merupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh perusahaan
karena itu menyangkut kemampuan atau daya beli konsumen, oleh karena itu
perusahaan dalam menentukan harga produk harus menetapkannya dengan hati-hati
dengan melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga tersebut. Sedangkan
produk merupakan suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba, termasuk bungkus,
warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer
yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Untuk
lebih jelasnya dapat digambarkan dalam model sebagai berikut:
Keragaman Produk
(X1)
Harga (X2)
H1
H2
Keputusan
pembelian (Y)
H3
Kualitas pelayanan
(X3)
H4
Lokasi (X4)
Promosi (X5)
H5
Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Pengaruh Keragaman produk terhadap Keputusan pembelian
Variabel produk merupakan variabel yang memiliki pengaruh yang positif
terhadap keputusan pembelian. Menurut American Society for Quality Control,
kualitas merupakan keseluruhan karakteristik-karakteriktik dari suatu produk dalam
hal kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan dan
bersifat laten.
Adanya kesamaan tampilan produk sejenis dari pesaing merupakan factor
mendorong terjadinya inovasi produk, biasanya produk pesaing itu muncul tanpa
mengalami perubahan yang berarti bahkan cenderung statis. Keadaan tersebut dapat
menjadi hal yang menguntungkan, karena persaingan yang timbul dengan munculnya
produk pesaing dapat diatasi dengan melakukan inovasi produk.
Inovasi produk merupakan sesuatu yang dapat dilihat sebagai kemajuan
fungsional produk yang dapat membawa produk selangkah lebih maju dibandingkan
dengan produk pesaing. Apabila produk tersebut memiliki suatu kelebihan yang
dipandang sebagai nilai tambah bagi konsumen. Pengembangan produk baru dan
strategisnya yang lebih efektif seringkali menjadi penentu keberhasilan dan
kelangsungan hidup suatu perusahaan, tetapi ini bukanlah sebuah pekerjaan yang
mudah. Pengembangan produk baru memerlukan upaya, waktu dan kemampuan
termasuk besarnya resiko dan biaya kegagalan.
Song dan Parry (2012) menjelaskan bahwa perilaku konsumen suatu produk
merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru (hingga suatu
produk inovasi harus mempunyai keunggulan dibanding dengan produk lain sejenis).
Hal ini juga sejalan dengan pendapat Cooper (2013) bahwa keunggulan produk baru
sangat penting dalam lingkaran pasar global yang sangat bersaing. Keunggulan
tersebut tidak lepas dari pengembangan produk inovasi yang dihasilkan sehingga
akan mempunyai keunggulan dipasar yang selanjutnya akan menang dalam
persaingan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan
(2012), Hafrizal (2012), Candra (2012) dan Rahmat (2012) yang menyatakan bahwa
produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
H1 = Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keragaman produk
terhadap keputusan pembelian di Pengguna kosmetik Wardah .
Pengaruh Harga terhadap Keputusan pembelian
Hipotesis harga adalah semakin menarik harga yang ditawarkan oleh
pembelian produk maka akan semakin dapat meningkatkan keputusan konsumen
untuk membeli produk. Menurut Marwan Asri, 2001 penilaian harga dapat
memberikan pengaruh yang besar bagi konsumen untuk memilih produk tertentu
maupun toko atau penjual tertentu. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan seseorang
dari produk tersebut maka semakin tinggi nilai tukar produk tersebut dimatanya dan
semakin besar pula alat penukar yang bersedia dikorbankan. Berdasarkan harga yang
ditetapkan, konsumen akan mengambil keputusan apakah akan membeli produk
tersebut atau tidak. Bahwa terdapat enam usaha utama yang dapat diraih suatu
perusahaan melalui harga yaitu bertahan hidup, maksimalisasi laba jangka pendek,
maksimalisasi pendapatan jangka pendek, unggul dalam pangsa pasar dan unggul
dalam mutu produk.
Menurut Asri, (2011) penilaian harga dapat memberikan pengaruh yang
besar bagi konsumen untuk memilih produk tertentu maupun toko atau penjual
tertentu. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan seseorang dari produk tersebut maka
semakin tinggi nilai tukar produk tersebut dimatanya dan semakin besar pula alat
penukar yang bersedia dikorbankan.
Tingkat persaingan yang tinggi antara perusahaan-perusahaan sejenis
membuat konsumen sensitif terhadap harga (perbedaan harga swalayan berbeda
tipis), sehingga bila harga dinaikkan, maka konsumen cenderung untuk berpindah ke
merk lain, artinya bila harga meningkat pembelian ulang menurun.
Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam menentukan
suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. Apalagi apabila
produk atau jasa yang akan dibeli tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari seperti
makanan, minuman dan kebutuhan pokok lainnya,konsumen akan sangat
memperhatikan harganya. Pengusaha perlu untuk memperhatikan hal ini, karena
dalam persaingan usaha, harga yang ditawarkan oleh pesaing bisa lebih rendah
dengan kualitas yang sama atau bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Sehingga
dalam penentuan harga produk atau jasa yang dijual, baik perusahaan besar maupun
usaha kecil sekalipun harus memperhatikan konsumen dan para pesaingnya.
Konsumen dalam melakukan pembelian, faktor harga merupakan faktor yang lebih
dulu diperhatikan, kemudian disesuaikan dengan kemampuannya sendiri. Harga dapat
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: mahal, sedang, dan murah. Sebagian konsumen
yang berpendapatan menengah menganggap bahwa harga yang ditawarkan mahal,
namun konsumen yang berpendapatan tinggi beranggapan bahwa harga produk
tersebut murah. Berdasarkan harga yang ditetapkan, konsumen akan mengambil
keputusan apakah akan membeli produk tersebut atau tidak.
Harga dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan harga yang
ditawarkan dan kesesuaian harga. Harga diukur harga yang ditawarkan dan
kesesuaian harga. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara harga terhadap
keputusan pembelian di Starbucks Coffee Ciputra Semarang
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan
(2012), Hafrizal (2012), Candra (2012) dan Rahmat (2009) yang menyatakan bahwa
harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
H2= Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga terhadap keputusan
pembelian di Pengguna kosmetik Wardah .
Pengaruh Kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berpengaruh terhadap
keptuusan pembelian. Pelayanan yang diberikan meningkat maka keputusan
pembelian meningkat. Baik buruknya kualitas pelayanan yang diberikan tergantung
pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara
konsisten. Dalam bisnis jasa, sikap dan pelayanan merupakan aspek yang sangat
penting dalam menentukan kualitas jasa yang dihasilkan . Bila aspek tersebut
dilupakan atau bahkan sengaja dilupakan, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama
perusahaan yang bersangkutan bisa kehilangan dan dijauhi calon konsumen.
Pengertian kualitas dapat pula dibedakan menurut pandangan produsen dan
konsumen. Definisi kualitas menurut produsen adalah kesesuaian terhadap
spesifikasi, dimana produsen memberikan toleransi tertentu yang dispesifikasikan
untuk dimensi-dimensi kritis dan tiap bagian yang dihasilkan. Pada bidang jasa,
kualitas dipertahankan dengan memenuhi standar pelayanan. Dari sudut pandang
konsumen, kualitas berarti nilai yaitu seberapa baik suatu produk atau jasa
menyajikan tujuan yang dimaksudkan dengan tingkat harga yang bersedia dibayar
oleh konsumen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan
(2012), Hafrizal (2012), Candra (2012) dan Rahmat (2009) yang menyatakan bahwa
pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
H4 = Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap
keputusan pembelian di Pengguna kosmetik Wardah.
Pengaruh Lokasi terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi berpengaruh terhadap keptuusan
pembelian. Lokasi strategis maka keputusan pembelian meningkat. Strategi lokasi
para pengecer merupakan salah satu dari determinan paling penting dalam pemilihan
toko. Lokasi penjualan yang dipilih pada umumnya meliputi lokasi penjualan yang
strategis, tempat yang mudah dicapai, aman, serta lokasinya dekat dengan rumah
konsumen. Menentukan lokasi tempat untuk setiap bisnis merupakan suatu tugas
penting bagi pemasar, karena keputusan yang salah dapat mengakibatkan kegagalan
sebelum bisnis dimulai. Memilih lokasi berdagang merupakan keputusan penting
untuk bisnis yang harus membujuk pelanggan untuk datang ke tempat bisnis dalam
pemenuhan kebutuhannya.
Strategi lokasi para pengecer merupakan salah satu dari determinan paling
penting dalam pemilihan toko. Lokasi penjualan yang dipilih pada umumnya meliputi
lokasi penjualan yang strategis, tempat yang mudah dicapai, aman, serta lokasinya
dekat dengan rumah konsumen. Menentukan lokasi tempat untuk setiap bisnis
merupakan suatu tugas penting bagi pemasar, karena keputusan yang salah dapat
mengakibatkan kegagalan sebelum bisnis dimulai. Memilih lokasi berdagang
merupakan keputusan penting untuk bisnis yang harus membujuk pelanggan untuk
datang ke tempat bisnis dalam pemenuhan kebutuhannya.
Lokasi merupakan saluran distribusi yaitu jalur yang dipakai untuk
perpindahan produk dari produsen ke konsumen. Lokasi adalah keputusan yang
dibuat perusahaan berkaitan dengan dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan
(Rambat Lupiyoadi, 2012). Komponen yang menyangkut lokasi (Tjiptono, 2012)
meliputi: pemilihan lokasi yang strategis (mudah dijangkau), di daerah sekitar pusat
perbelanjaan, dekat pemukiman penduduk, aman, dan nyaman bagi pelanggan,
adanya fasilitas yang mendukung seperti adanya lahan parkir, serta faktor-faktor yang
lainnya.
Menentukan lokasi tempat untuk setiap bisnis merupakan suatu tugas
penting bagi pemasar, karena keputusan yang salah dapat mengakibatkan kegagalan
sebelum bisnis dimulai. Memilih lokasi berdagang merupakan keputusan penting
untuk bisnis yang harus membujuk pelanggan untuk datang ke tempat bisnis dalam
pemenuhan kebutuhannya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan
(2012), Hafrizal (2012), Candra (2012) yang menyatakan bahwa lokasi berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.
H3 = Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lokasi terhadap keputusan
pembelian di Pengguna kosmetik Wardah .
Pengaruh Promosi terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh terhadap
keptuusan pembelian. Semakin sering promosi dilakukan oleh Starbucks Coffee
Ciputra Semarang maka akan semakin dapat meningkatkan keputusan pembelian
konsumen untuk membeli produk. Karena dengan adanya promosi maka konsumen
akan menarik minat untuk membeli produk
Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat
penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, baik berupa
harga/jasa. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Swatha (2012) yang
mengemukakan, bahwa promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang
dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang
menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Singkatnya promosi memberi informasi
dan membujuk. Kegiatan-kegiatan promosi tersebut dapat merubah perilaku dan
pendapat, serta memperkuat tingkah laku konsumen yang ada. Konsumen yang
melihat, mendengarkan, atau merasakan promosi akan terpengaruh untuk melalukan
pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini menandakan
semakin baik promosi yang dilakukan oleh perusahaan dapat menciptakan perilaku
konsumen produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan
(2012), Hafrizal (2012), Candra (2012) yang menyatakan bahwa promosi
berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
H5 = Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi terhadap keputusan
pembelian di Pengguna kosmetik Wardah .
METODE PENELITIAN
Variabel dan Definisi Operasional
Definisi Operasinal
Definisi operasional adalah salah suatu operasional yang diberikan pada suatu
variabel atau dengan cara memberikan arti kegiatan ataupun membenarkan suatu
operasional yang perlu mengukur variabel tersebut (Umar, 2012). Definisi
operasional meliputi :
Variabel
Keragaman
produk
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Konsep Variabel
Indikator
Produk adalah suatu barang, produk 1. Kesesuaian produk dengan
yang dipasarkan untuk memenuhi
manfaat
kebutuhan dan keinginan seorang 2. Produk memiliki daya tahan
pelanggan. (Lupiyoadi,2008)
yang baik
3. Penampilan produk memadai
(Lupiyoadi, 2008)
1. harga yang ditawarkan
2. kesesuaian harga
3. Manfaat yang diperoleh
(Rangkuti, 2013)
Harga
Harga (price) adalah jumlah uang yang
dibebankan atau dikenakan atas sebuah
produk yang di jual di Pengguna
kosmetik Wardah
Kualitas
pelayanan
Kualitas pelayanan
merupakan a.
berbagai kegiatan yang dilakukan antar
perusahaan untuk mengkomunikasikan b.
manfaat dari produknya dan untuk
meyakinkan konsumen sasaran agar
membelinya. (Rangkuti, 2013)
c.
d.
e.
Lokasi
Fasilitas dan peralatan (bukti
fisik)
Informasi
diberikan
memenuhi
keinginan
konsumen (keandalan)
Ketanggapan
terhadap
konsumen (daya tanggap)
Kepedulian terhadap keluhan
konsumen (empathy)
Jaminan keamanan atau
garansi
servis
layanan
(jaminan)
(Rangkuti, 2013)
Lokasi berarti berhubungan dengan 1) Lokasi strategis
dimana Perusahaan melaksanakan 2) Lokasi terjangkau
operasional perusahaan
3) Lokasi parkir yang memadai
(Fure, 2013)
Variabel
Promosi
Keputusan
pembelian
Konsep Variabel
Promosi merupakan suatu bentuk
komunikasi pemasaran yang dilakukan
oleh bagian marketing
Indikator
1) Pemberian potongan harga
2) Iklan
3) Pemberian hadiah, bonus dan
kupon.
(Sulityarini, 2014 )
Keputusan pembelian adalah tindakan 1. Pelanggan akan
melakukan
tindakan individu yang secara langsung
pembelian ulang
terlibat dalam suatu usaha untuk 2. Pelanggan
akan
memproleh kepuasan di Pengguna
merekomendasikan
kepada
kosmetik Wardah
pihak lain
3. Pelanggan tidak niat pindah
(Lupiyoadi, 2008)
Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah dari semua objek atau individu yang akan diteliti,
dimana objek tersebut memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap (Setiawan,
2011). Adapun yang dijadikan sebagai populasi adalah seluruh pelanggan Pengguna
Kosmetik Wardah
Sampel adalah bagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki
dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Karena dalam penelitian ini sulit
untuk mengetahui jumlah populasi yang menggunakan Kosmetik Wardah, maka
menurut Djarwanto (2010) dasar pengambilan sampel yang digunakan adalah :
n=
Z
1
/2 
.
2
E
Keterangan :
N
= banyaknya sampel yang diperlukan
Z 1/2 α
= distribusi normal
E
= besarnya kesalahan yang dapat diterima

= standar deviasi
Dalam penelitian ini Z1/2 α yang diperoleh dari tabel distribusi normal adalah
sebesar 1,96 besarnya kesalahan yang dapat diterima (E) sebesar 1 % dan standar
deviasi () yang digunakan adalah 0,50 sehingga diperoleh perhitungan sebagai
berikut :
2
1,96 x 0,50
n=
n = 96,04  100
0,01
Berdasarkan perhitungan diatas, sampel yang diambil dalam penelitian
diperoleh sebesar 96,04 kemudian dibulatkan menjadi 100 orang. Jadi sampel yang
diambil dalam penelitian ini adalah responden Pengguna Kosmetik Wardah.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
purposive sampling yaitu teknik sampling berdasarkan kriteria. Kriteria yang
digunakan dalam penelitian ini adalah responden telah melakukan pembelian lebih
dari 2 kali.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh
kualitas produk, harga, Kualitas pelayanan dan Lokasi terhadap keputusan pembelian
secara bersama-sama melalui suatu persamaan regresi linear berganda. Hasil output
dari regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4.12
Regresi Linier Berganda
Coeffici entsa
Model
1
(Constant)
produk
harga
Pelay anan
lokasi
promosi
Unstandardized
Coef f icients
B
Std. Error
-2.738
1.083
.095
.045
.092
.042
.230
.028
.366
.050
.339
.055
Standardized
Coef f icients
Beta
.129
.119
.466
.463
.359
t
-2.529
2.078
2.213
8.269
7.336
6.159
Sig.
.013
.040
.029
.000
.000
.000
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
.734
.973
.890
.712
.831
1.362
1.028
1.123
1.404
1.203
a. Dependent Variable: keputusan
Sumber : Output SPSS
Bila hasil perhitungan dari print out komputer dengan bantuan program SPSS
dapat menarik garis regresinya menjadi :
^
Y =--2.738 + 0,095Produk + 0,092Harga
+ 0,230kualitas pelayanan+ 0,366Lokasi+
0,339Promosi + e
Dari persamaan tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Nilai konstanta -2,738 mempunyai arti bahwa nilai keputusan pembelian akan
sebesar -2,738 produk, harga, kualitas pelayanan, lokasi dan promosi bernilai 0
atau tetap maka keputusan pembelian bernilai negatif
- Nilai keputusan pembelian akan ikut naik 0,095 apabila koefisien regresi dari
produk ditingkatkan, sedangkan koefisien regresi harga, kualitas pelayanan, lokasi
dan promosi tidak berubah atau konstan. Artinya jika keragaman produk
ditingkatkan maka keputusan pembelian akan meningkat.
- Nilai keputusan pembelian Y akan ikut naik 0,092 apabila harga terjangkau,
sedangkan variabel produk, kualitas pelayanan, lokasi dan promosi bernilai 0 atau
tetap (konstan). Artinya jika harga terjangkau maka keputusan pembelian akan
meningkat.
- Nilai keputusan pembelian akan ikut naik 0,230 apabila kualitas pelayanan
meningkat, sedangkan koefisien produk, harga, lokasi dan promosi tidak berubah
atau konstan. Artinya jika kualitas pelayanan ditingkatkan maka keputusan
pembelian akan meningkat.
- Nilai keputusan pembelian akan ikut naik 0,366 apabila lokasi terjangkau,
sedangkan koefisien regresi produk produk, harga, kualitas pelayanan dan promosi
tidak berubah atau konstan. Artinya jika lokasi ditingkatkan maka keputusan
pembelian akan meningkat.
- Nilai keputusan pembelian akan ikut naik 0,339 apabila promosi meningkat,
sedangkan koefisien regresi produk, harga, kualitas pelayanan dan lokasi tidak
berubah atau konstan. Artinya jika promosi ditingkatkan maka keputusan
pembelian akan meningkat.
Uji Hipotesis Simultan (F test)
Pengujian koefisien regresi bertujuan untuk menguji signifikansi hubungan
antara variabel bebas x dan variabel terikat Y, apakah x (produk, harga, kualitas
pelayanan, lokasi dan promosi) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap Y (keputusan pembelian ) Berdasarkan hasil perhitungan dengan
menggunakan SPSS dan gambar kurva diatas, dimana F tabel 0,197 sedangkan F
hitung 51.829, berarti F hitung > F tabel dengan tingkat signifikan sebesar 0,000
maka Ho ditolak dan Ha diterima
Uji Hipotesis Parsial (t test)
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS dan gambar kurva
diatas, dimana t tabel 1,661 sedangkan t hitung 2,078, berarti t hitung > t tabel
dengan tingkat signifikan sebesar 0,040 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif antara variabel
keragaman produk (X1) terhadap keputusan pembelian
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS dan gambar kurva
diatas, dimana t tabel 1,661 sedangkan t hitung 2,213 berarti t hitung > t tabel dengan
tingkat signifikan sebesar 0,029 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa ada ada pengaruh antara variabel Harga (X2) terhadap
keputusan pembelian
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS dan gambar kurva
diatas, dimana t tabel 1,661 sedangkan t hitung 8,269, berarti t hitung > t tabel
dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif variabel Kualitas
pelayanan (X3) terhadap keputusan pembelian .
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS dan gambar kurva
diatas, dimana t tabel 1,661 sedangkan t hitung 7,336, berarti t hitung > t tabel
dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif variabel Lokasi (X4)
terhadap keputusan pembelian
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS dan gambar kurva
diatas, dimana t tabel 1,661 sedangkan t hitung 6,159, berarti t hitung > t tabel
dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif variabel pramosi (X5)
terhadap keputusan pembelian
Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi menunjukkan seberapa besar variabel keputusan
pembelian dapat dijelaskan oleh keempat variabel independentnya yaitu variabel
keragaman produk (X1), Harga (X2), Kualitas pelayanan (X3) dan Lokasi (X4) promosi (X5).
Adjusted R Square yaitu sebesar 0,720 atau sebesar 72,0 %. Hal ini menunjukkan bahwa 72,0
% variabel keputusan pembelian dijelaskan oleh keragaman produk, harga, kualitas
pelayanan, lokasi dan promosi sisanya (100 %-72,0%) yaitu sebesar 28,0 % keputusan
pembelian dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.
Pembahasan
Pengaruh Keragaman produk terhadap Keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman produk berpengaruh terhadap
keputusan pembelian. Hal ini berarti bahwa keragaman produk memiliki peranan yang
penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Semakin banyak
keragaman produk pada suatu toko, maka semakin besar dorongan konsumen untuk
melakukan pembelian pada toko tersebut. Dengan demikian, dapatdiketahui bahwa
keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh keragaman produk.
Berdasarkan tanggapan responden selama ini keragamanan produk berdasarkan
jenis, kemasan sudah sesuai dengan harapan pelanggan, sehingga Apabila sebuah toko
memiliki beragam produk yang dijual didalamnya maka akan menarik minat calon
pelanggan untuk berbelanja pada toko tersebut. Calon pelanggan akan mendapatkan
kemudahan untuk mencari sesuatu yang di inginkan dan memiliki alternatif pilihan
dalam satu tempat sehingga tidak perlu repot untuk berpindah ke tempat lain hanya
untuk mencari produk pembanding. Keragaman produk yang dijual dalam satu toko
tidak hanya untuk mempermudah pelanggan untuk mencari alternatif kebutuhannya,
tetapi kadang akan menimbulkan minat beli baru terhadap produk – produk yang
menarik perhatian pelanggan tersebut. Semakin banyak ragam produk yang ditawarkan
ke pelanggan maka akan semakin tinggi minat pelanggan untuk memutuskan untuk
membeli berbagai produk yang ditawarkan pada toko tersebut.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hesti Mayasari, SE,
MM (2012) yang menyatakan bahwa keragaman produk berpengaruh terhadap keputusan
pembelian.
Pengaruh Harga terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Penetapan harga yang tepat pada suatu toko dan dapat diterima oleh konsumen
mampu mendorong konsumen untuk melakukan pembelian pada toko tersebut. Dengan
demikian, dapat diketahui bahwa keputusan pembelian oleh harga.
Berdasarkan tanggpan responden konsumen akan membeli suatu produk bermerek
jika harganya dipandang layak oleh mereka. Konsumen dalam membeli suatu produk, tidak
hanya mempertimbangkan kualitasnya saja, tetapi juga memikirkan kelayakan harganya.
Harga yang dirasakan oleh konsumen berpengaruh untuk menimbulkan keputusan pembelian
yang kemudian berpengaruh terhadap kepuasan sehingga tercipta loyalitas. Untuk dapat
mempertahankan atau meningkatkan harga suatu produk dapat dilakukan dengan inovasi
pada kemasan yang bermanfaat dengan bentuk dan desain yang indah. Pemberian harga pada
suatu produk juga harus mempertimbangkan kualitas yang terkandung dalam produk.
Sehingga dapat menciptakan emosi dan kepuasan tersendiri bagi konsumen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitin yang dilakukan oleh Prasetyo (2015) yang
menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap
keptuusan pembelian. Berdasarkan tanggapan responden pengetahuan karyawan
merupakan indikator dari variabel kualitas pelayanan. Penelitian kualitas pelayanan
memperlihatkan bukti fisik yang memenuhi perlengkapan dan paralatan kerja yang
mendukung pelayanan kepada pelanggan nya. Untuk dapat meningkatkan keputusan
pelanggan dalam menabung, maka pihak perusahaan harus bias menampilkan sikap jujur
yang dimiliki karyawannya.
Karyawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan
dengan baik. Kecepatan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan serta kemudahan
karyawan dalam meberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan juga akan
mempengaruhi keputusan pelanggan dalam menabung. Ketepatan proses pelayanan dan
kecepatan sesuai prosedur yang diberikan juga sangat menentukan bagi pelanggan dalam
menabung. Assurance atau jaminan juga menjadi faktor penentu dalam meningkatkan
keputusan pelanggan dalam menabung. Hal itu terlihat dari kemampuan dari karyawan dalam
berkomunikasi dengan pelanggan .
Jaminan yang diberikan bagi pihak karyawan dalam memberikan rasa aman bagi
pelanggan . Pelanggan akan merasa aman jika perusahaan tersebut juga dapat memberikan
perlindungan hukum. Emphaty juga akan menjadi pertimbangan bagi pelanggan dalam usaha
meningkatkan keputusan pelanggan. Hal itu terlihat dari pemahaman dari karyawan terhadap
kebutuhan parapelanggan , sikap karyawan dalam menawarkan bantuan pelayanan kepada
para pelanggan , serta kemudahan dalam melakukan hubungan antara karyawan dengan
pelanggan . Untuk meningkatkan keputusan pelanggan dalam menabung juga terlihat dari
sikap dari karyawan dalam memahami dan membina hubungan baik kepada pelanggan.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yayah (2005) bahwa bukti
fisik, kehandalan, daya tanggap jaminan dan empati mempunyai pengaruh yangpositif
terhadap keputusan pelanggan. Dan hasil penelitian Kodu (2013) menunjukkan bahwa
adanya pelayanan yang berkualitas akan mendorong keputusan pembelian konsumen.
Selain itu, pelayanan yang berkualitas juga dapat mendorong konsumen untuk menjalin
ikatan yang kuat dengan perusahaan.
Pengaruh Lokasi terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Suatu lokasi disebut strategis bila berada dipusat kota, kepadatan populasi,
kemudahan mencapainya menyangkut kemudahan transportasi umum, kelancaran lalu
lintas dan arahnya tidak membingungkan konsumen. Sejalan dengan semakin menjamurnya
bisnis atau usaha yang menawarkan produk atau jasa yang sejenis, perbedaan yang sangat
tipis sekalipun pada lokasi dapat berdampak kuat pada pangsa pasar dan kemampulabaan
sebuah usaha.
Hasil tanggapan responden menyatakan bahwa Hal ini membuktikan bahwa lokasi
yang dekat dengan jalan raya serta dilalui kendaraan umum dan pribadi, lokasi dapat
dilihat dengan jelas, konsumen ada kepentingan disekitar lokasi minimarket, dan lokasi
tempat parkir yang luas dan aman. Hal ini dapat memberikan pengaruhi konsumen
dalam memutuskan pembelian.
Hasil mendukung penelitian yang dilakukan oleh M.Misbakhul munir (2011),
Singgih priatmajisasongko (2013) dan Roki pariyanto (2013) menyatakan bahwa lokasi
berpengaruh secara parsial terhadap putusan pembelian.
Pengaruh Promosi terhadap keputusan pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promos berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Hal ini membuktikan bahwa promosi dengan menggunakan radio,brosur,
papan reklame, promosi pribadi dengan memperkenalkan produk-produk tersebut, dan
Menghubungi nomer/alamat yang tertera jika ada keluhan hal tersebut dapat
memberikan pengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian.
Berdasarkan tanggapan responden promosi melalui periklanan merupakan
penilaian pelanggan
terhadap kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan cara
mengkonsumsikan produk kepada pelanggan. Dengan memperkenalkan produk kepada
pelanggan maka hal itu akan menarik minat pelanggan , karena dengan begitu pelanggan
aklan mengenal akan produk tersebut, sehingga akan berdampak pada pengaruh pelanggan
dalam mengambil kredit. Faktor promosi yang lain berpengaruh adalah seringnya pihak
perusahaan tersebut melakukanh kegiatan promosi, baik promosi melalui media cetak dan
media elektroni.
Hasil mendukung penelitian yang dilakukan oleh M.Misbakhul munir (2011),
Singgih priatmajisasongko (2013) dan Roki pariyanto (2013) menyatakan bahwa promosi
berpengaruh secara parsial terhadap putusan pembelian.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
a) Keragaman produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian
b) Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
c) Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian
d) Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
e) Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka peneliti perlu
memberikan saran-saran, antara lain:
a. Kualitas pelayanan merupakan variabel dominan yang mempengaruhi keputusan
pembelian. Indiktor terkecil dari kualitas pelayanan adalah Karyawan memiliki
kepedulian terhadap keluhan konsumen diharapkan dapat lebih memperhatikan
setiap keluhan dari pelanggannya dengan cara memberikan sarana keluhan
pelanggan melalui website, email, dan nomor khusus yang dapat dihubungi untuk
penanganan keluhan pelanggan dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik
kepada pelanggannya. Dan memberikan perhatian secara khusus dalam
berkomunikasi dengan para pelanggan dalam menangani keluhan para pelanggan
agar pelanggan tidak merasa kecewa dan dirugikan terus menerus karena keluhan
yang tidak dapat diatasi dengan baik.
b. Variabel kedua yang mempengaruhi keputusan adalah kualitas produk. Indikator
yang paling kecil adalah produk memenuhi standar. Kualitas yang terdapat di produk
perusahaan yang diteliti harus terus diperhatikan lagi agar dapat berkembang lebih
baik lagi dan sesuai dengan keadaan yang real sehingga dapat meningkatkan tingkat
penjualan. Karena, jika tidak diperhatikan secara berkesinambungan maka tingkat
kualitas produk perusahaan dapat menurun sewaktu-waktu. Oleh karena itu harus
lebih diperhatikan lagi tingkat kualitas produk dari setiap produk yang sudah
diproduksi dengan tingkat ketelitian yang lebih maksimal lagi.
c. Harga merupakan variabel yang mempengaruhi keputusan pelanggan . Pada faktor
harga masih perlu ada perhatian khususnya mengenai harga bersaing dengan merek
lain yang sejenis, karena mendapatkan penilaian terendah. Agar dapat bersaing
dengan merek lain yang sejenis maka perlu mengeluarkan produk dengan harga dan
type yang berimbang dengan produk pesaing Dengan harga dan spesifikasi yang
bersaing maka konsumen tentu akan lebih memilih untuk selalu menggunakan
produk karena mereknya sudah terkenal sehingga mencitrakan kualitas produk yang
lebih baik.
d. Variabel berikutnya adalah promosi. Promosi yang dilakukan sudah cukup baik,
hanya saja masih perlu diitingkatkan mengenai dipromosikan dengan brosur-brosur
melalui agen (sales), karena mendapatkan nilai indeks terendah. Hal ini berarti
penyebaran brosur melalui agen (sales) harus lebih sering dilakukan yaitu setiap
konsumen yang datang ke toko e harus diberi brosur yang berisi informasi produk
terbaru baik menyangkut spesifikasi produk, maupun harganya sehingga konsumen
akan semakin tertarik untuk selalu menggunakan produk.
e. Pihak perusahaan harus meningkatkan kreativitas dan keunikan iklannya di media
sosial dengan cara pesan – pesan yang disampaikan dalam iklan berbeda dengan
iklan merek lainnya. Hal ini dikarenakan indikator dari promosi dengan item
pertanyaan iklan di media sosial mempunyai rata – rata terendah dibandingkan
dengan item pertanyaan lainnya meskipun masih tergolong baik/tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Herman. 2013. Analisis Pengaruh Harga dan Kualitas Layanan Terhadap Minat Beli
Ulang Gas Elpiji 3 Kg dalam Meningkatkan Citra Perusahaan. Ekomaks, Vol.2, No.1.
Alana, Aditya Yessika, dkk. ____ , “Pengaruh Citra Merek, Desain Dan Fitur Produk Terhadap
Keputusan Pembelian Handphone Nokia (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas
Diponegoro)”. Jurnal. Universitas Diponegoro Semarang. Diakses 14 November 2013
Alghifari, 2012, Metode Riset Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Arikunto, Suharsimi. 2010. Metode Penelitian. PT Adhi Mahasatya. : Jakarta
Assaury.2004. Manajemen Pemasaran.. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Basrah Saidani. 2012. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Konsumen dan Minat
Beli pada Ranch Market.Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI).Vol. 3, No.
1, 2012.
Basu Swasta dan Irawan. 2012. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty : Yogyakarta.
Buchari Alma. 2011. Manajemen Pemasaran & Pemasaran Jasa.Bandung:CV. Alfabeta
Djarwanto, 2000, Statistik Induktif. BPFE : Yogyakarta,
Fandy.Tjiptono, 2004. Manajemen Jasa. Penerbit Andi Edisi Kedua : Yogyakarta
Harini. 2012. MakroekonomiPengantar. PT GramediaPustakaUtama: Jakarta.
Heryus. 2012. Strategi pemasaran dalam persaingan bisnis . Program Studi Ilmu Manajemen.
Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatera Utara.
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2012.Manajemen Pemasaran. Edisi 12 Jilid1dan 2.
Terjemahan: Benyamin Molan.Jakarta: PT. Indeks
Kotler, Philip, 2012. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium, Prenhallindo, Jakarta.
Kotler, Philip, Gery Amstrong. 2011. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan Pengendalian. Jilid I dan II, Edisi Kedelapan. Salemba Empat.
Jakarta
Lidyawatie. 2012. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty : Yogyakarta.
Lupiyoadi, Rambat, 2012. Manajemen Pemasaran Jasa, Salemba Empat :Jakarta
Mamuaya, Nova Christian Immanuel.2012. Pengaruh Variabel-variabel Retail mix terhadapKeputusan
PembelianKonsumen di SupermarketKota Manado.Jurnal Formas.Vol. 2 No. 1. Desember
2012. (diakses 25 April 2012).
Mardhatillah Shanti.2015 pengaruh brand image, kualitas produk, dan reference group
terhadap minat beli produk kosmetik lipstik wardah Di kota malang . Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang
Marghaniyata, Nela. (2012). Peran Reference Group dalam Purchase Decision. Skripsi .
Program Studi Ilmu Komunikasi – Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora. Uin Sunan
Kalijaga Yogyakarta
Morrisan. 2010. Periklanan dan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Tangerang:Ramdina
Prakasa.
Mouren 2012, Pengantar Bisnis ,Edisi 2000 yang diperbaruhi, Alih Bahasa Fadriansyah
Anwar, Erlangga, 2000.
Oldhy, Andi. Yogyakarta. 2012
Rorlen 2012. “Peran Kelompok Acuan dan Keluarga Terhadap ProsesKeputusan Untuk
Membeli”. Business & Management Journal BundaMulia, Vol: 3, No. 2, September.
Hal 12-18.
Sujoko, 2011. Faktor-Faktor Yang MempengaruhiKeputusan Pemakaian Jasa Warnet Di Kota
Jember,Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol. 2, No. 1, April, Universitas Kristen
Petra, Surabaya
Sukmawati, 2010. Metodologi Penelitian. Cetakan 4. Jakarta : Penerbit : Ghalia Indonesia.
Sutisna. 2011, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Penerbit PT. Remaja
Rosdakarya, Bandung, Cetakan I.
Swasta dan Irawan. 2012. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty : Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy. 2012. Manajemen Jasa. Penerbit Andi Edisi Kedua : Yogyakarta
Trisnawati, dkk. 2012,Analisis Faktor-Faktor Kunci dari Niat Pembelian Kembali Secara
Online (Study Kasus Pada Konsumen Fress Shop). Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE).
Vol.19,No.2
Umar, Husein, 2010, Metode Riset, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Zeithaml Valarie A., Leonard L Berry, & A. Parasuraman, 2012, The Behavioral Conseque nces
of Service Quality.” Journal of Marketing, Vol. 60 (April 1996), 31‐46.
Download