LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

advertisement
LAKIP
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH
TAHUN 2015
RUMAH SAKIT JIWA
PROF. Dr. SOEROJO MAGELANG
Jl. Ahmad Yani 169 Magelang 56102
Telp. 0293-363601 Faks. 0293-365183
Website : www.rsjsoerojo.co.id
Email : [email protected]
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua,
sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah
Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang ini disusun sebagai pelaksanaan atas amanah Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,
Kolusi dan Nepotisme serta INPRES Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja
Instalasi Pemerintah yang mewajibkan setiap pemimpin satuan kerja sebagai penyelenggara
negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta pemanfaatanpemanfaatan sumber daya yang dipercayakan kepadanya setiap tahun dalam bentuk laporan
akuntabilitas kinerja.
Tugas pokok dan fungsi organisasi yang dijabarkan dalam Rencana Strategis dan
Bisnis 2015 – 2019 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang mempunyai tugas
meningkatkan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program
Pelayanan Kesehatan, dan Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang tahun 2015.
Laporan akuntabilitas kinerja merupakan bentuk dari pertanggungjawaban tertulis atas
kinerja Rumah Sakit jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang selama Tahun 2015, yang tidak hanya
melaporkan keberhasilan tetapi juga melaporkan kegagalan, permasalahan dan alternatif solusi
pemecahannya, sehingga laporan akuntabilitas kinerja ini diharapkan dapat digunakan sebagai
media informasi dan umpan balik dilingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Laporan akuntabilitas kinerja ini juga merupakan salah satu cara evaluasi yang obyektif,
efisien dan efektif, yang dapat memberikan kontribusi kepada Direktorat Jenderal Pelayanan
Kesehatan dan Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang
bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Magelang, Januari 2016
i
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
IKHTISAR EKSEKUTIF
Untuk mewujudkan Visi dan
Misi,
Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
secara terus menerus berupaya untuk melakukan perubahan baik peningkatan mutu maupun
cakupan pelayanan melalui program pelayanan unggulan dan pendidikan kesehatan jiwa
secara holistik.
Maksud dan tujuan penyusunan laporan akuntabilitas untuk memberikan gambaran
umum tentang pencapaian kinerja pelayanan, SDM dan organisasi, keuangan dan sarana dan
prasarana Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam program pelayanan kesehatan
jiwa maupun pelayanan umum dan pengelolaan sumber daya yang ada.
Dengan ketersediaan sumber daya manusia, sumber daya anggaran, sumber daya
sarana dan prasarana yang ada , Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang menghasilkan
kinerja dan tingkat kesehatan rumah sakit yang baik. Upaya yang dilakukan meliputi
peningkatan kinerja keuangan, peningkatan kinerja pelayanan, dan peningkatan kinerja mutu
pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.
Peningkatan kinerja yang dicapai Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
merupakan dampak dari penataan sistem manajemen rumah sakit secara keseluruhan dan
berkelanjutan meliputi sumber daya manusia, pelayanan, pendidikan, penelitian, keuangan,
umum dan operasional yang mengedepankan etos kerja, produktivitas, efisiensi dan efektifitas
dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki.
Penyusunan pertanggungjawaban pelaksanaan seluruh kegiatan Rumah Sakit Jiwa
Prof. Dr. Soerojo Magelang mengacu kepada Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi yang
dijabarkan dalam Rencana Strategi Bisnis 2015 – 2019 dan Rencana Bisnis dan Anggaran
tahun 2015.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang tahun
2015 berisi sasaran strategis, indikator kinerja, hasil pengukuran kinerja pelayanan, SDM &
organisasi, kinerja keuangan dan sarana & prasarana. Pengukuran pencapaian sasaran
kegiatan dan program Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Tahun 2015 terdapat
dalam pencapaian kinerja dengan rincian sebagai berikut :
1.
Kinerja pelayanan dengan capaian kinerja 48,75 dari target 54,00 atau tercapai 90,28
Persen.
2.
Kinerja SDM dan organisasi dengan capaian kinerja 3,00 dari target 3,00 atau tercapai 100
Persen.
3.
Kinerja keuangan dengan capaian kinerja 18,85 dari target 22,15 atau tercapai 85,10
Persen.
4.
Kinerja sarana dan prasarana capaian kinerja 2,40 dari target 3,00 atau tercapai 80
Persen.
ii
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2015
RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
Disahkan di
: Magelang
Pada tanggal
: Januari 2016
Oleh
dr. Bambang Prabowo, M.Kes
Direktur Utama
.....................................
dr. Dyah Wahyu Priyanti, MPH
Plh. Direktur Medik dan
Keperawatan
.....................................
dr. Dyah Wahyu Priyanti, MPH
Direktur SDM dan Pendidikan
.....................................
Mustaqim, S.IP, M.Si
Direktur Keuangan dan Adm.
Umum
.....................................
iii
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................
i
IKHTISAR EKSEKUTIF ..............................................................................................
ii
DAFTAR ISI................................................................................................................
iv
BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................
1
A. Latar Belakang...............................................................................................
1
B. Maksud dan Tujuan .......................................................................................
1
C. Tugas Pokok dan Fungsi ...............................................................................
2
D. Sistematika Penulisan ...................................................................................
4
BAB II PERENCANAAN KINERJA .............................................................................
5
A. Perencanaan Kinerja .....................................................................................
5
B. Perjanjian Kinerja...........................................................................................
9
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ........................................................................... 11
A. Capaian Kinerja Organisasi ........................................................................... 11
B. Realisasi Anggaran........................................................................................ 60
BAB IV PENUTUP ...................................................................................................... 62
LAMPIRAN
Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ................................................................................... 64
Rencana Kinerja Tahun 2015 ..................................................................................... 67
iv
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tercapainya kelangsungan penyelenggarakan rumah sakit yang bersih dan
bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme maka dalam pelaksanaannya harus
berpedoman pada azas-azas umum penyelenggaraan negara yang melipui azas
kepastian
hukum,
tertib
penyelenggaraan
rumah
sakit,
kepentingan
umum,
keterbukaan, proporsionalitas dan akuntabilitas.
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dibangun dalam
rangka upaya mewujudkan good governance dan sekaligus result oriented governance.
SAKIP merupakan sebuah sistem dengan pendekatan manajemen berbasis kinerja
(performance-base management) untuk penyediaan informasi kinerja. Dalam rangka
meningkatkan penyelenggaraan pemerintah yang lebih berdaya guna, berhasil guna,
bersih dan bertanggung jawab, serta sebagai wujud pertanggungjawaban instansi
pemerintah yang lebih baik, maka disusun laporan akuntabilitas kinerja setiap tahun.
Azas akuntabilitas adalah azas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan
hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan rumah sakit dengan ketentuan perundangundang. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah mewajibkan setiap Instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara
pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya
serta mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan kebijaksanaan yang
dipercayakan berdasarkan perencanaan strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan
sebelumnya.
Untuk memenuhi hal-hal tersebut diatas, Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang setiap tahun menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja kepada Direktorat
Jenderal Bina Upaya Kesehatan.
Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.Soerojo Magelang di tahun 2016 telah memenuhi
standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan lulus tingkat paripurna berdasarkan
sertifikat akreditasi nomor : KARS-SERT/190/1/2016 oleh Badan Komisi Akreditasi
Rumah Sakit.
B.
MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang ini
disusun sebagai bentuk dari pertanggungjawaban secara tertulis atas pelaksanaan
tugas-tugas yang telah dilaksanakan dalam tahun 2015 yang meliputi
kinerja
pelayanan, SDM & organisasi, keuangan, dan sarana & prasarana.
1
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
merupakan rangkuman dari suatu proses dimana setiap unit kerja melakukan evaluasi
kinerjanya masing-masing yang memuat keberhasilan maupun kegagalan dalam
pencapaian kinerja selama melaksanakan kegiatan tahun 2015.
C.
TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang mempunyai tugas pokok dalam
melaksanakan upaya kesehatan jiwa yang meliputi usaha preventif, kuratif, promotif,
dan rehabilitatif serta menyelenggarakan upaya sebagai pusat rujukan dan tempat
pendidikan kesehatan jiwa.
FUNGSI :
1. Melaksanakan usaha pelayanan kesehatan jiwa pencegahan
2. Melaksanakan usaha pelayanan kesehatan jiwa pemulihan
3. Melaksanakan usaha pelayanan kesehatan jiwa kemasyarakatan
4. Melaksanakan sistem rujukan ( sistem referal )
PELAYANAN :
1. Pelayanan Kesehatan Jiwa
-
Pelayanan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
-
Pelayanan Kesehatan Jiwa Dewasa
-
Pelayanan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut (Geriatri)
-
Pelayanan Napza
-
Pelayanan Kesehatan Jiwa Forensik
-
Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat
-
Pelayanan Rehabilitasi Psikososial
2. Pelayanan Kesehatan Saraf Terpadu
3. Pelayanan Psikologi
4. Pelayanan Pengobatan Penyakit Dalam Terpadu
-
Pelayanan Diabetes Terpadu
5. Pelayanan Kesehatan Kebidanan Dan Kandungan Terpadu
6. Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut
7. Pelayanan Rehabilitasi Medik Terpadu
8. Pelayanan Rehabilitasi Anak Terpadu
9. Pelayanan Bedah Terpadu
10. Pelayanan Penilaian Kapasitas Mental
-
Pelayanan General Check Up Fisik
2
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
STRUKTUR ORGANISASI :
3
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
D.
SISTEMATIKA
Sistematika penulisan laporan akuntabilitas kinerja ini mencakup
Bab I
: Pendahuluan
Memuat latar belakang , maksud dan tujuan disusunnya laporan akuntabilitas kinerja,
serta tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang.
Bab II : Perencanaan Kinerja
Berisi rencana kinerja tahunan dan perjanjian kinerja
gambaran singkat sasaran
strategis dan sasaran program/kegiatan. indikator kinerja dan targetnya, kebijakan dan
strategi untuk mencapai visi, misi serta sasaran.
Bab III : Akuntabilitas Kinerja
Menguraikan capaian kinerja organisasi (kinerja pelayanan, keuangan, SDM &
organisasi dan sarana & prasarana) dan realisasi anggaran.
Bab IV : Simpulan
Berisi simpulan atas capaian kinerja organisasi.
Lampiran – Lampiran
1. Perjanjian kinerja tahun 2015
2. Rencana kinerja tahun 2015
4
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A.
PERENCANAAN KINERJA
Strategi untuk meningkatkan kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang, dilakukan pemilihan prioritas utama strategi
yang didasarkan pada peta
kekuatan organisasi Rumah Sakit Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Prioritas strategi utama dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis rumah sakit
yang tertuang dalam Rencana Strategis dan Bisnis Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang pada periode tahun 2010– 2014 adalah sebagai berikut :
1.
Bidang Pelayanan
Strategi yang diterapkan adalah melakukan inovasi produk layanan baik bidang
psikiatri maupun bidang layanan fisik dengan menambah dan mengembangkan
layanan spesialis lainnya. Dan untuk meningkatkan profesionalisme layanan maka
setiap tindakan layanan dilakukan berdasarkan pada protap dan SOP. Dan dalam
rangka membuka pangsa pasar baru yaitu membuka layanan kesehatan sosial,
maka diperlukan melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan (Badan
Penyelenggaraan Jaminan Sosial).
2.
Bidang Keuangan
Strategi yang diterapkan dalam bidang keuangan yaitu melakukan investasi baru
sesuai kemampuan rumah sakit yang potensial mendatangkan laba dengan tidak
membebani biaya operasional rumah sakit dan untuk memperlancar pembayaran
biaya perawatan bagi pasien BPJS maka diperlukan MOU dengan pihak
pemerintah daerah. Disamping itu juga perlu melakukan penyempurnaan pola tarif
rumah sakit untuk menghitung unit cost dan membuat rencana pendapatan dan
operasional rumah sakit.
3.
Bidang Organisasi
Untuk melakukan pengembangan bisnis rumah sakit, maka strategi organisasi
rumah sakit membentuk unit bisnis baru, dengan mengembangkan jaringan bisnis
dengan pihak ke tiga, dimana dalam pengembangan unit bisnis tersebut dilakukan
sesuai dengan pedoman , garis-garis yang ditetapkan dalam Rencana Strategis
dan Bisnis Rumah Sakit serta Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit yang
selaras dengan Visi dan Misi Rumah Sakit.
5
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
4.
Bidang Sumber Daya Manusia
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan untuk menghadapi tantangan layanan kesehatan yang semakin
kompetitif. Dan dalam rangka meningkatkan kinerja, meningkatkan kesejahteraan,
kedisiplinan pegawai, maka diperlukan sistem remunerasi untuk menilai kinerja
pegawai secara obyektif.
5.
Bidang Sarana dan Prasarana
Strategi yang diterapkan untuk bidang sarana dan prasarana adalah melakukan
mengadakan sarana dan prasarana sesuai prioritas kebutuhan pelayanan rumah
sakit, memelihara sarana gedung secara rutin dan menyediakan prasarana rumah
sakit seperti alat kesehatan dan pengembangan sistem informasi rumah sakit
untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Sedangkan sasaran, strategi, kebijakan dan program kerja untuk mencapai
Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang pada tahun 2015 adalah :

Direktorat Medik dan Keparawatan
1.
Sasaran
o
Peningkatan volume pelayanan rawat inap dan rawat jalan dengan target
masing-masing sebesar 5 – 10 %
o
Meningkatnya kepuasan pasien pada pembayaran rawat inap
o
Meningkatnya pendapatan fungsional dengan target 10 – 15 %
o
Meningkatnya jumlah dan kualitas kerjasama pelayanan kesehatan
dengan pihak ke III
o
Optimalisasi indikator kinerja operasional pelayanan dan indikator mutu
manfaat.
2.
3.
Strategi
o
Optimalisasi sumber daya yang dipunyai rumah sakit
o
Melakukan diversifikasi jenis pelayanan
o
Mengoptimalkan unit yang potensional
Kebijakan
o
Melaksanakan sepenuhnya kebijakan pemerintah tentang pelayanan
publik, antara lain pelayanan pasien miskin.
o
Pelayanan bersifat customer oriented
o
Menerapkan pelayanan komprehensif serta one stop service.
6
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
o
Mengalokasikan dana ( 3 – 5 % ) dari kebutuhan program kerja jajaran
medik dan keperawatan
4.
Program Kerja
o
Peningkatan fasilitas fisik pelayanan kesehatan jiwa dan pelayanan
penunjang
o
Melengkapi sarana medis dan non medis
o
Pengembangan jenis pelayanan
o
Peningkatan SDM
o
Peningkatan mutu pelayanan
o
Peningkatan utilisasi alat
o
Memfasilitasi kebutuhan tim di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.Soerojo
Magelang

o
Memfasilitasi kejadian tak terduga (musibah masal, KLB)
o
Pemeliharaan sarana dan prasarana
o
Program pelayanan pasien miskin
Direktorat SDM dan Pendidikan
1.
2.
Sasaran
o
Meningkatnya komitmen dan disiplin SDM
o
Meningkatnya kompetensi dan produktifitas SDM
o
Meningkatnya kesejahteraan pegawai berbasis sistem remunerasi
o
Mengikatnya volume dan kualitas pelatihan profesi
o
Membangun instalasi diklat sebagai pusat pendapatan
Strategi
o
Penempatan SDM sesuai kompetensi
o
Perbaikan skor / index jasa pelayanan berdasarkan key performance
indicator ( KPI )
3.
o
Menyusun tata hubungan kerja organisasi
o
Meningkatkan pemasaran pelatihan
o
Meningkatkan mutu pelayanan asrama diklat
o
Meningkatkan litbang berkaitan pelayanan dan mutu rumah sakit
o
Intensifikasi pendapatan SDM dan pendidikan
o
Membuat format laporan berdasar indikator kinerja
Kebijakan
o
Penyesuaian sistem insentif yang berbasis remunerasi
7
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
o
Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM
o
Memperjelas jangkauan pemasaran pelatihan
o
Bekerjasama dengan SMF / bagian untuk menyelenggarakan pelatihan
sesuai spesialisasi
4.

o
Mengembangkan sistem magang
o
Meningkatkan aktivitas penelitian didukung secara material dan materiil
Program Kerja
o
Penyusunan remunerasi karyawan
o
Program kesejahteraan karyawan
o
Pengembangan karir planning
o
Raker penyusunan tata hubungan kerja organisasi
o
Program pelatihan intern dan ekstern
o
Program peningkatan sarana prasarana diklat
o
Program magang
o
Program litbang
o
Program review penelitian
Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum
1.
Sasaran
o
Tersusunnya Rencana Bisnis Anggaran tepat waktu
o
Tersusunnya laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja Rumah Sakit (
LAKIP ) tepat waktu
o
Tersedianya pola perhitungan tarif
berbasis unit cost dengan target
paling lambat semester I
o
Tersedianya billing system dan sistem inventory berbasis IT dengan
target paling lambat semester I
o
Peningkatan
kualitas
manajemen
administrasi
umum
dan
kerumahtanggaan rumah sakit
o
2.
Peningkatan kualitas SIMAK – BMN
Strategi
o
Mengoptimalkan pendapatan fungsional dan non fungsional
o
Mempercepat penagihan piutang
o
Memperpendek waktu tunggu pembayaran
8
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
3.
Kebijakan
o
Meningkatkan pengendalian sistem keuangan di unit kerja
o
Selektifitas pembayaran pasien umum, askes, gakin
o
Perhitungan unit cost dengan metode ABC ( case mix )
o
Melakukan negosiasi ulang dengan PT.Askes tentang jenis dan tarif
pelayanan
4.
B.
o
Kerjasama dengan kantor piutang negara
o
Pengaturan lokasi pembayaran pada unti-unit pelayanan
o
Meningkatkan kerjasama dengan baik
Program Kerja
o
Koordinasi intern dan ekstern ( PT Askes, Jamsostek dll )
o
Peningkatan kemampuan billing system
o
Program penagihan piutang
o
Memperbaiki tata ruang pembayaran
o
Melengkapi hardware billing
o
Menyusun tarif pelayanan berdasarkan real cost dan uji coba case mix
o
Pelatihan keuangan
o
Program sarana kantor untuk mendukung kinerja
PERJANJIAN KINERJA
PERJANJIAN KINERJA
UNIT PELAKSANA TEKNIS : RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
TAHUN
: 2015
NO
SASARAN STRATEGIS
IKU
TARGET
2015
1
2
3
4
I
PERSPEKTIF KEUANGAN
1
Terwujudnya peningkatan
pendapatan
2
Terwujudnya efisiensi
II
PERSPEKTIF PELANGGAN
3
III
1
Rasio pencapaian pendapatan
terhadap proyeksi
Rasio Pendapatan Operasional
terhadap Biaya Operasional
Terwujudnya Kepuasan
Kepuasan Pelanggan
Stake Holder
PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Terwujudnya Inovasi
Pelayanan Holistik
Jumlah produk layanan inovatif
kesehatan jiwa anak dan remaja
100%
69%
85%
2
9
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
NO
SASARAN STRATEGIS
IKU
Jumlah produk layanan
Consultation Liaison Psikiatri
(CLP)
Jumlah produk layanan Psychiatri
Forensik
2
3
4
5
6
7
8
IV
1
2
3
4
Terwujudnya pendidikan dan
pelatihan berbasis best
practice dari pelayanan
Terwujudnya kemitraan
strategis dengan institusi dan
masyarakat dalam
pelayanan, pendidikan, dan
penelitian
Terwujudnya penerapan
proses bisnis terintegrasi
Terwujudnya hasil riset
berdasarkan blue print
penelitian
Terwujud mutu pelayanan
dan keselamatan pasien
(Good Clinical Governance)
2
1
Jumlah Topik Pelatihan berbasis
best practice dari pelayanan
2
Jumlah penambahan kemitraan
dengan institusi dan masyarakat
dalam pelayanan
3
Jumlah kemitraan dengan institusi
dan masyarakat pendidikan dan
penelitian
Maksimum temuan setiap hasil
audit
5
10
Jumlah Hasil Riset dari Blue Print
2
Prosentase Pencapaian Indikator
Mutu Klinik
82%
Prosentase Pencapaian Indikator
Mutu Manajerial
Jumlah Pelatihan yang memliki
Kurikulum Terstandar
Terwujudnya standar mutu
pendidikan dan pelatihan
Terwujudnya tata kelola
Capaian indikator kinerja RS BLU
organisasi yang baik (Good
tahun berjalan
Corporate Governance)
PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN
Terwujudnya budaya kerja
sesuai nilai-nilai organisasi
Terwujudnya SIM RS
terintegrasi
Tersedianya SDM yang
kompeten sesuai kebutuhan
organisasi
Terwujudnya keandalan
sarana dan prasarana
TARGET
2015
Prosentase Hasil Penilain Nilai
Nilai Organisasi
Jumlah modul Manajemen yang
terintegrasi
82%
2
84%
65%
15
Prosentase Pencapaian
Kompetensi SDM
70%
Minimum Prosentase OEE
50%
10
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A.
CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran kinerja merupakan manajemen khususnya membandingkan tingkat
kinerja yang dicapai dengan standar, rencana atau target dengan menggunakan
indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja diperlukan untuk
mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan
oleh Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam kurun waktu bulan Januari
sampai dengan bulan Desember tahun 2015.
Tahun 2015 merupakan tahun pertama dari Rencana Strategis dan Bisnis
Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Tahun 2015 – 2019. Adapun pengukuran
kinerja yang dilakukan adalah dengan membandingkan realisasi capaian dengan
rencana tingkat capaian (target) pada setiap indikator kegiatan di dalam Rencana
Strategis dan Bisnis, sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian
masing – masing indikator. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh
informasi menyangkut masing – masing indikator, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam
perencanaan program/kegiatan di masa yang akan datang agar setiap
program/kegiatan yang direncanakan dapat lebih berhasil guna dan berdaya guna.
Selain untuk mendapatkan informasi mengenai masing – masing indikator,
pengukuran kinerja ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit Jiwa
Prof. Dr. Soerojo Magelang khususnya dibandingkan dengan target yang ingin dicapai
dan sudah ditetapkan diawal tahun. Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk
memberikan gambaran kepada pihak-pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan
program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan dalam Rencana Strategis dan Bisnis Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelang dan penetapan kinerja.
Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Rumah Sakit
Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam
kurun waktu 1 (satu) tahun. Dalam rangka mencapai sasaran, perlu ditinjau indikatorindikator Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang yang ditetapkan sasaransasarannya adalah sebagai berikut :
A.
KINERJA PELAYANAN
 Kelompok masyarakat anak dan remaja
 Peserta pendidikan PPDS II
 Kelompok masyarakat dewasa
 Kelompok masyarakat usia lanjut
 Pasien rawat inap
 Pasien rawat inap dan rawat jalan
 Semua kelompok masyarakat
B.
KINERJA SDM DAN ORGANISASI
 Tersusunnya struktur organiasi BLU
 Meningkatnya jumlah staf yang
 memenuhi kompetensi sesuai bidangnya
11
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
 Meningkatnya disiplin tanggung jawab pegawai terhadap tupoksi
 Menurunnya komplain lewat media massa
C.
KINERJA KEUANGAN
 Tercapainya kinerja keuangan yang sehat
 Tercapainya tingkat rentabilitas RS yang wajar
 Tercapainya tingkat likuiditas RS dan struktur permodalan yang kuat
 Tercapainya pemanfaatan anggaran dalam bentuk investasi
 Tercapainya pengelolaan keuangan yang akuntabel
D.
KINERJA SARANA DAN PRASARANA
 Meningkatnya jumlah gedung pelayanan yang representatif
 Menurunnya jumlah bangunan gedung yang rusak, tidak terawat, tidak
digunakan
 Terpenuhinya dan terawatnya sarana pendukung pelayanan keswa
 Tersedianya sarana sistem informasi manajemen cepat/ akurat
Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja
sebagai berikut :
1. MEMBANDINGKAN ANTARA TARGET TAHUN 2015 DAN REALISASI KINERJA
TAHUN 2015:
2015
NO
A.
INDIKATOR
KINERJA
KINERJA PELAYANAN
a. Pertumbuhan Produktivitas
TARGET
REALISASI
54,00
48,75
13,00
10,75
1
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan
1,50
2,00
2
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat
1,50
1,25
3
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
1,00
0,50
4
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
1,50
1,50
5
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
1,50
0,50
6
Pertumbuhan Operasi
1,50
0,00
7
Pertumbuhan Rehab Medik
2,00
2,00
8
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran
1,00
1,50
9
Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
b. Efektivitas Pelayanan
1,50
1,50
13,00
9,00
1
Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan
2,00
1,00
2
Pengembalian Rekam Medik
2,00
2,00
3
Angka Pembatalan Operasi
1,50
1,50
4
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
2,00
0,50
5
Penulisan Resep sesuai Formularium
1,50
2,00
6
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
2,00
1,50
7
Bed Occupancy Rate (BOR)
2,00
0,50
11,00
11,50
c. Mutu Pelayanan
12
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
NO
INDIKATOR
KINERJA
TARGET
REALISASI
1
Emergency Response Time Rate
1,50
2,00
2
Waktu Tunggu Rawat Jalan
1,50
2,00
3
Length of Stay
1,50
0,50
4
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
1,50
1,00
5
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2,00
2,00
6
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
1,50
2,00
7
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
1,50
2,00
d. Mutu Klinik
11,00
11,50
1
Angka Kematian di Gawat Darurat
2,00
1,50
2
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam
2,00
2,00
3
Post Operative Death Rate
2,00
2,00
4
Angka Infeksi Nosokomial
3,00
4,00
5
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
2,00
2,00
e. Keperdulian Kepada Masyarakat
3,50
4,00
1
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat dan Sarana
Kesehatan Lain
1,00
1,00
2
Penyuluhan Kesehatan
1,00
1,00
3
Rasio Tempat Tidur Kelas III
1,50
2,00
f. Kepuasan Pelanggan
2,50
2,00
1
Penanganan Pengaduan/Komplain
1,00
1,00
2
Kepuasan Pelanggan
1,50
1,00
B
SDM DAN ORGANISASI
3,00
3,00
3,00
3,00
a. Pertumbuhan Pembelajaran
1
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
1,00
1,00
2
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT
1,00
1,00
3
Program Reward dan Punishment
1,00
1,00
C
KEUANGAN
22,15
18,85
11,30
8,00
a. Rasion Keuangan
1
Rasio Kas ( Cash Ratio)
0,25
0,25
2
Rasio Lancar (Current Ratio)
2,50
2,50
3
Periode Penagihan Piutang ( Collection Periods)
2,00
2,00
4
Perputaran Aset tetap ( Fixed Asset Turnover)
0,50
0,50
5
Imbalan atas Aset Tetap ( return on Fixed Aset)
1,10
0,00
6
Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)
1,20
0,00
7
Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)
1,25
1,00
8
Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional
2,50
1,75
9
Rasio Subsidi Biaya Pasien
b. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
0,00
10,85
10,85
1
RBA Definitif
2,00
2,00
2
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
1,85
1,85
13
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
NO
INDIKATOR
KINERJA
TARGET
REALISASI
3
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU
2,00
2,00
4
Tarif layanan
1,00
1,00
5
Sistem Akuntansi
1,00
1,00
6
Persetujuan Rekening
0,50
0,50
7
SOP Pengelolaan Kas
0,50
0,50
8
SOP Pengelolaan Piutang
0,50
0,50
9
SOP Pengelolaan Utang
0,50
0,50
10
SOP Pengadaan Barang & Jasa
0,50
0,50
11
SOP Pengelolaan Barang Inventaris
0,50
0,50
D
SARANA DAN PRASARANA
3,00
2,40
3,00
2,40
2,00
2,00
a. Kepedulian Terhadap Lingkungan
1
Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri)
2
Hasil Pelaksanaan Program Proper Lingkungan
SUB TOTAL INDIKATOR KINERJA
2.
1,00
0,40
82,15
73,00
MAMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA
TAHUN 2015 DENGAN TAHUN 2014
- Perbandingan capaian kinerja tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 adalah sebagai
berikut :
2014
NO
INDIKATOR
A.
KINERJA
2015
REALISASI
CAPAIAN
(%)
REALISASI
CAPAIAN
(%)
KINERJA PELAYANAN
55,00
88,00
48,75
90,28
a. Pertumbuhan Produktivitas
15,00
83,33
10,75
82,69
1,50
75,00
2,00
133,33
1,50
75,00
1,25
83,33
3
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat
Darurat
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
0,00
0,00
0,50
50,00
4
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
2,00
100,00
1,50
100,00
5
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
2,00
100,00
0,50
33,33
6
Pertumbuhan Operasi
2,00
100,00
0,00
0,00
7
Pertumbuhan Rehab Medik
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan
Kedokteran
Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
2,00
100,00
2,00
100,00
2,00
100,00
1,50
150,00
2,00
100,00
1,50
100,00
10,50
77,78
9,00
69,23
2,00
100,00
1,00
50,00
1
2
8
9
b. Efektivitas Pelayanan
Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai
1
Pelayanan
2
Pengembalian Rekam Medik
2,00
100,00
2,00
100,00
3
Angka Pembatalan Operasi
1,50
75,00
1,50
100,00
4
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
0,50
25,00
0,50
25,00
14
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2014
NO
INDIKATOR
5
KINERJA
2015
REALISASI
CAPAIAN
(%)
REALISASI
CAPAIAN
(%)
Penulisan Resep sesuai Formularium
2,00
133,33
2,00
133,33
6
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
2,00
100,00
1,50
75,00
7
Bed Occupancy Rate (BOR)
c. Mutu Pelayanan
0,50
25,00
0,50
25,00
11,50
88,46
11,50
104,55
1
Emergency Response Time Rate
2,00
100,00
2,00
133,33
2
Waktu Tunggu Rawat Jalan
1,50
75,00
2,00
133,33
3
Length of Stay
1,00
50,00
0,50
33,33
4
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
1,00
100,00
1,00
66,67
5
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2,00
100,00
2,00
100,00
6
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
2,00
100,00
2,00
133,33
7
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
2,00
100,00
2,00
133,33
12,00
100,00
11,50
104,55
d. Mutu Klinik
1
Angka Kematian di Gawat Darurat
2,00
100,00
1,50
75,00
2
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam
2,00
100,00
2,00
100,00
3
Post Operative Death Rate
2,00
100,00
2,00
100,00
4
Angka Infeksi Nosokomial
4,00
100,00
4,00
133,33
5
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
2,00
100,00
2,00
100,00
4,00
100,00
4,00
114,29
e. Keperdulian Kepada Masyarakat
1
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan
Masyarakat dan Sarana Kesehatan Lain
1,00
100,00
1,00
100,00
2
Penyuluhan Kesehatan
1,00
100,00
1,00
100,00
3
Rasio Tempat Tidur Kelas III
2,00
100,00
2,00
133,33
2,00
100,00
2,00
80,00
100,00
f. Kepuasan Pelanggan
1
Penanganan Pengaduan/Komplain
1,00
100,00
1,00
2
Kepuasan Pelanggan
1,00
100,00
1,00
66,67
B
SDM DAN ORGANISASI
3,00
100,00
3,00
100,00
a. Pertumbuhan Pembelajaran
3,00
100,00
3,00
100,00
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat
TOT
1,00
100,00
1,00
100,00
1,00
100,00
1,00
100,00
3
Program Reward dan Punishment
1,00
100,00
1,00
100,00
C
KEUANGAN
21,20
95,71
18,85
85,10
10,35
91,59
8,00
70,80
1
2
a. Rasion Keuangan
1
Rasio Kas ( Cash Ratio)
0,25
100,00
0,25
100,00
2
Rasio Lancar (Current Ratio)
2,50
100,00
2,50
100,00
3
Periode Penagihan Piutang ( Collection Periods)
1,00
50,00
2,00
100,00
4
Perputaran Aset tetap ( Fixed Asset Turnover)
1,00
200,00
0,50
100,00
5
Imbalan atas Aset Tetap ( return on Fixed Aset)
0,80
72,73
0,00
0,00
6
Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)
0,80
66,67
0,00
0,00
7
Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)
1,00
80,00
1,00
80,00
15
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2014
NO
8
9
INDIKATOR
KINERJA
Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya
Operasional
Rasio Subsidi Biaya Pasien
b. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
2015
REALISASI
CAPAIAN
(%)
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,50
100,00
1,75
70,00
0,00
#DIV/0!
10,85
100,00
10,85
100,00
0,50
1
RBA Definitif
2,00
100,00
2,00
100,00
2
1,85
100,00
1,85
100,00
2,00
100,00
2,00
100,00
4
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan
Belanja BLU
Tarif layanan
1,00
100,00
1,00
100,00
5
Sistem Akuntansi
1,00
100,00
1,00
100,00
6
Persetujuan Rekening
0,50
100,00
0,50
100,00
7
SOP Pengelolaan Kas
0,50
100,00
0,50
100,00
8
SOP Pengelolaan Piutang
0,50
100,00
0,50
100,00
9
SOP Pengelolaan Utang
0,50
100,00
0,50
100,00
10
SOP Pengadaan Barang & Jasa
0,50
100,00
0,50
100,00
11
SOP Pengelolaan Barang Inventaris
0,50
100,00
0,50
100,00
A
T
2,40
80,00
2,40
80,00
2,40
80,00
2,40
80,00
2,00
10,00
2,00
100,00
0,40
40,00
0,40
40,00
81,60
90,02
73,00
88,86
3
a. Kepedulian Terhadap Lingkungan
Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit
1
Berseri)
2
Hasil Pelaksanaan Program Proper Lingkungan
SUB TOTAL INDIKATOR KINERJA
16
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
3. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2015 dengan
beberapa tahun terakhir.
CAPAIAN
SUBASPEK / INDIKATOR
SKOR
TA.
2015
II. KINERJA PELAYANAN
64.00
52.53
CAPAIAN
(%)
88.00
55.00
CAPAIAN
(%)
88.00
48.75
CAPAIAN
(%)
90.28
a. Pertumbuhan Produktivitas
18.00
13.00
79.00
15.00
83.33
10.75
82.69
2.00
2.00
100.00
1.50
75.00
2.00
133.33
2.00
2.00
100.00
1.50
75.00
1.25
83.33
2.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.50
50.00
1
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan
TA. 2013
TA. 2014
3
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat
Darurat
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
4
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
1.50
100.00
5
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
2.00
1.50
75.00
2.00
100.00
0.50
33.33
6
Pertumbuhan Operasi
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
0.00
0.00
7
Pertumbuhan Rehab Medik
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan
Kedokteran
Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
0.00
0.00
2.00
100.00
1.50
150.00
2
8
9
b. Efektivitas Pelayanan
Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai
1
Pelayanan
2
Pengembalian Rekam Medik
2.00
1.50
100.00
2.00
100.00
1.50
100.00
14.00
9.25
74.00
10.50
78.00
9.00
69.23
2.00
1.25
83.00
2.00
100.00
1.00
50.00
2.00
2.00
300.00
2.00
100.00
2.00
100.00
3
Angka Pembatalan Operasi
2.00
0.50
25.00
1.50
75.00
1.50
100.00
4
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
2.00
0.50
25.00
0.50
25.00
0.50
25.00
5
Penulisan Resep sesuai Formularium
2.00
2.00
133.00
2.00
133.33
2.00
133.33
6
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
2.00
1.50
75.00
2.00
100.00
1.50
75.00
7
Bed Occupancy Rate (BOR)
2.00
1.50
75.00
0.50
25.00
0.50
25.00
c. Mutu Pelayanan
14.00
12.50
96.00
11.50
88.00
11.50
104.55
1
Emergency Response Time Rate
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
133.33
2
Waktu Tunggu Rawat Jalan
2.00
2.00
100.00
1.50
75.00
2.00
133.33
3
Length of Stay
2.00
1.50
75.00
1.00
50.00
0.50
33.33
4
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
2.00
2.00
200.00
1.00
100.00
1.00
66.67
5
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
6
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
2.00
1.00
50.00
2.00
100.00
2.00
133.33
7
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
d. Mutu Klinik
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
133.33
12.00
12.00
100.00
12.00
100.00
11.50
104.55
1
Angka Kematian di Gawat Darurat
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
1.50
75.00
2
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
3
Post Operative Death Rate
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
4
Angka Infeksi Nosokomial
4.00
4.00
100.00
4.00
100.00
4.00
133.33
5
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
4.00
4.00
100.00
4.00
100.00
4.00
114.29
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
e. Keperdulian Kepada Masyarakat
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan
1
Masyarakat dan Sarana Kesehatan Lain
2
Penyuluhan Kesehatan
17
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
SUBASPEK / INDIKATOR
f. Kepuasan Pelanggan
SKOR
2.00
1.78
CAPAIAN
(%)
89.00
TA. 2013
CAPAIAN
CAPAIAN
TA. 2014
(%)
2.00
100.00
TA.
2015
2.00
CAPAIAN
(%)
80.00
1
Penanganan Pengaduan/Komplain
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
2
Kepuasan Pelanggan
1.00
0.78
78.00
1.00
100.00
1.00
66.67
3.00
3.00
100.00
3.00
100.00
3.00
100.00
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
B. SDM DAN ORGANISASI
a. Pertumbuhan Pembelajaran
1
2
3
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat
TOT
Program Reward dan Punishment
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
C. KINERJA KEUANGAN
30.00
20.15
89.00
21.20
96.00
18.85
85.10
a. Rasion Keuangan
19.00
9.10
81.00
10.35
92.00
8.00
70.80
1
Rasio Kas ( Cash Ratio)
2.00
0.25
100.00
0.25
100.00
0.25
100.00
2
Rasio Lancar (Current Ratio)
2.50
2.50
100.00
2.50
100.00
2.50
100.00
3
Periode Penagihan Piutang ( Collection Periods)
2.00
0.50
25.00
1.00
50.00
2.00
100.00
4
Perputaran Aset tetap ( Fixed Asset Turnover)
2.00
0.50
100.00
1.00
200.00
0.50
100.00
5
Imbalan atas Aset Tetap ( return on Fixed Aset)
2.00
1.40
127.27
0.80
72.73
0.00
0.00
6
Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)
2.00
1.20
100.00
0.80
66.67
0.00
0.00
7
Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)
Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya
Operasional
Rasio Subsidi Biaya Pasien
2.00
0.75
60.00
1.00
80.00
1.00
80.00
2.50
2.00
80.00
2.50
100.00
1.75
70.00
2.00
0.00
0.00
#DIV/0!
8
9
b. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
0.50
11.00
10.60
97.70
10.85
100.00
10.85
100.00
1
RBA Definitif
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2
2.00
1.85
100.00
1.85
100.00
1.85
100.00
2.00
2.00
100.00
2.00
100.00
2.00
100.00
4
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan
Belanja BLU
Tarif layanan
1.00
0.75
75.00
1.00
100.00
1.00
100.00
5
Sistem Akuntansi
1.00
1.00
100.00
1.00
100.00
1.00
100.00
6
Persetujuan Rekening
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
7
SOP Pengelolaan Kas
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
8
SOP Pengelolaan Piutang
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
3
9
SOP Pengelolaan Utang
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
10
SOP Pengadaan Barang & Jasa
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
11
SOP Pengelolaan Barang Inventaris
0.50
0.50
100.00
0.50
100.00
0.50
100.00
a. Kepedulian Terhadap Lingkungan
Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit
1
Berseri)
2
Hasil Pelaksanaan Program Proper Lingkungan
3.00
2.40
80.00
2.40
80.00
2.40
80.00
2.00
2.00
100.00
2.00
10.00
2.00
100.00
1.00
0.40
40.00
0.40
40.00
0.40
40.00
SUB TOTAL INDIKATOR KINERJA
100.00
77.63
88.00
81.60
90.00
73.00
88.86
D. SARANA DAN PRASARANA
18
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Perbandingan capaian indikator kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr Soerojo Magelang Tahun
2011 dengan 2012 adalah sebagai berikut.
2011
NO
INDIKATOR KINERJA
A. INDIKATOR KINERJA KEUANGAN
REALISASI
2012
CAPAIAN (%)
9,84
REALISASI
CAPAIAN (%)
12,80
100,95
1
Imbalan Investasi ( Return on Investment )
0,40
50,00
1,80
300,00
2
Rasio Kas ( Cash Ratio )
3,00
100,00
2,40
80,00
3
Rasio lancar ( Curent Ratio )
1,80
60,00
0,00
0,00
4
Collection Period ( CP )
0,72
24,00
3,00
208,33
5
Perputaran Persediaan ( PP )
0,72
40,00
3,00
208,33
6
Perputaran Total Asset ( Tatto )
1,40
100,00
0,80
57,14
7
Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva
1,80
75,00
1,80
100,00
22,45
77,82
25,70
77,88
B. INDIKATOR KINERJA PELAYANAN
A.
PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS
5,20
53,61
4,10
48,81
1.
Rerata kunjungan rawat jalan per hari
0,40
20,00
0,80
66,67
2.
Rerata kunjungan rawat darurat per hari
1,60
80,00
0,80
50,00
3.
Hari Perawatan ( H P )
0,80
66,67
0,80
50,00
4.
Pemeriksaan Radiologi/Hr
0,50
0,30
60,00
Pemeriksaan Psikometri/Hr
0,00
0,20
100,00
Pemeriksaan Laboratorium/Hr
0,20
0,00
0,00
Kegiatan Kesehatan Jiwa Masyarakat/Bl
1,00
100,00
0,00
0,00
Rata-rata Operasi/Hr
0,30
30,00
0,00
0,00
Kegiatan Psikoterapi/Hr
0,10
40,00
0,20
40,00
Rata-rata Rehab Medik/Hr
0,20
20,00
0,50
100,00
Pelayanan Rehab Psikososial/Hr
0,10
40,00
0,50
100,00
B.
EFISIENSI PELAYANAN
6,00
104,35
7,50
60,00
1.
Rasio Pasien Rawat Jalan dg Dokter
0,25
100,00
0,25
25,00
2.
Rasio Pasien Rawat Jalan dengan Perawat
0,25
100,00
0,50
50,00
3.
Rasio Pasien Rawat darurat dengan dokter
0,25
100,00
0,50
50,00
4.
Rasio Pasien Rawat Darurat dengan Perawat
0,25
100,00
0,50
50,00
5.
Rasio Pasien Rawat Inap dengan Dokter
0,25
50,00
0,25
50,00
6.
Rasio Pasien Rawat Inap dengan Perawat
0,25
100,00
0,50
100,00
7.
BOR
2,00
400,00
2,00
100,00
8.
AvLOS
1,50
100,00
2,00
133,33
9.
BTO
0,50
100,00
0,50
25,00
10.
TOI
0,50
33,33
0,50
25,00
C.
PERTUMBUHAN DAYA SAING
1,00
41,67
1,60
100,00
1.
Sales Growth ( SALG )
0,60
30,00
1,20
100,00
2.
Activity Growth
0,40
100,00
0,40
100,00
5.
6.
7.
0,00
19
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2011
NO
INDIKATOR KINERJA
2012
REALISASI
CAPAIAN (%)
REALISASI
CAPAIAN (%)
D.
1.
2.
PENGEMBANGAN SDM
Program Diklat
Penghargaan dan Sanksi
2,50
1,50
1,00
83,33
75,00
100,00
2,50
1,50
1,00
100,00
100,00
100,00
E.
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
2,25
90,00
4,00
160,00
1.
Pengembangan Produk baru Bidang Pelayanan
0,75
50,00
2,00
133,33
2.
Pengembangan sistem Manajemen
1,00
200,00
1,00
200,00
3.
Penelitian
0,50
100,00
4.
Peningkatan Penguasaan Teknologi
F.
ADMINISTRASI
5,50
100,00
6,00
109,09
1.
Ketetapan penyampaian RBA
2,00
100,00
2,00
100,00
2.
Laporan Triwulan ( ketepatan )
2,00
133,33
2,00
133,33
1,50
75,00
2,00
100,00
34,75
96,53
35,73
95,92
18,00
83,72
16,23
90,17
3.
Laporan Tahunan (ketepatan )
C. INDIKATOR KINERJA MUTU PELAYANAN DAN
MANFAAT BAGI MASYARAKAT
A.
MUTU PELAYANAN
0,00
1,00
1
Emergency response time rate
1,50
75,00
1,50
100,00
2
Angka kematian di UGD
1,50
50,00
1,50
100,00
3
Angka Pasien Lari
1,50
100,00
1,50
100,00
4
Angka Bunuh Diri
1,50
100,00
1,50
100,00
5
Angka Kematian Netto ³ 48 jam (NDR)
3,00
150,00
3,00
100,00
6
Angka pasien rawat inap yang dirujuk
1,50
75,00
0,48
32,00
7
Post Operative Death Rate
1,00
50,00
1,00
100,00
8
Angka inveksi nosokomial
1,50
75,00
1,50
100,00
9
Angka Cidera Fisik
1,00
100,00
0,50
50,00
10
Kecepatan pelayanan resep obat jadi
1,00
50,00
0,75
75,00
11
Waktu tunggu sebelum operasi
1,00
66,67
1,00
100,00
12
Pasien dengan Askep Modal Praktek
Keperawatan Profesional
2,00
200,00
2,00
100,00
B.
KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT
9,50
190,00
10,50
87,50
1.
Pembinaan kepada Puskesmas, unit terkait dan
sarana kesehatan lain
2,00
2,00
80,00
2.
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit
(PKMRS)
1,00
200,00
1,00
66,67
3.
Rasio Tempat Tidur kelas III
1,50
150,00
2,00
100,00
4.
Pemanfaatan TT (BOR) kelas III
1,50
150,00
1,50
60,00
5.
Prosentase Pasien Rawat Jalan tidak mampu
2,00
200,00
2,00
100,00
6.
Penyuluhan di luar Rumah Sakit
1,50
100,00
2,00
133,33
20
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2011
NO
INDIKATOR KINERJA
REALISASI
CAPAIAN (%)
REALISASI
CAPAIAN (%)
C.
KEPUASAN PELANGGAN
4,25
70,83
6,00
141,18
1.
2.
3.
Prosentase komplain
Lama waktu tunggu di poliklinik
Kemudahan pelayanan
1,50
0,75
2,00
75,00
37,50
100,00
2,00
2,00
2,00
133,33
266,67
100,00
D.
KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN
3,00
85,71
3,00
100,00
1.
Kebersihan lingkungan
1,50
100,00
1,50
100,00
2.
Hasil Uji AMDAL
1,50
75,00
1,50
100,00
67,04
83,54
74,23
89,51
Jumlah
1.
2012
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja
serta alternatif solusi yang telah dilakukan
Uraian kinerja dari masing-masing sasaran dan indikatornya adalah sebagai berikut:
I.
INDIKATOR KINERJA BLU RUMAH SAKIT
A.
KINERJA PELAYANAN
Untuk mencapai sasaran ini, ada beberapa indikator kinerja yang digunakan dimana
masing-masing indikator dapat diuraikan kondisi capaian, permasalahan dan usul
pemecahan masalahnya sebagai berikut:
a. Pertumbuhan Produktivitas
1. Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan pada
tahun 2015 sebesar 2.00 sudah tercapai 133,33 persen dari yang
ditargetkan yaitu 1,50.
b. Kendala yang dihadapi
Masih kurangnya koordinasi dengan adanya data billing dengan data
masing – masing instalasi/unit yang terkait.
c. Usul pemecahan masalah
 Perlu meningkatkan produk pelayanan yang ada di pelayanan
rawat jalan untuk dapat mendukung pencapaian sasaran yang
ada baik data maupun pelayanan.
 Mengarahkan pemanfaatan data untuk mendukung pencapaian
indikator.
Data Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat
Jalan
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
21
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2.
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat pada
tahun 2015 sebesar 1,25 tercapai 83,33 persen dari yang ditargetkan
yaitu 1,50. Hal ini terjadi karena adanya perubahan regulasi rujukan
berjenjang BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
Berubahnya kebijakan BPJS dan masih munculnya perbedaan persepsi
di masyarakat tentang kriteria pasien yang harus mendapatkan
pelayanan gawat darurat.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kompetensi SDM
professional dan sosialisasi ke masyarakat tentang criteria pelayanan
gawat darurat.
Data Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan
Rawat Darurat
3.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
1,25
83,33
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Hari Perawatan pada tahun 2015 sebesar
0,50 tercapai 50 persen dari yang ditargetkan yaitu 1,00. Belum
tercapai dari skor yang ditargetkan dikarenakan pasien rawat inap
mengalami penurunan.
b. Kendala yang dihadapi
Menurunnya kunjungan pasien.
c. Usul pemecahan masalah
Meningatkan mutu asuhan pasien dan mengoptimalkan pemasaran dan
promosi rumah sakit.
Data Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat
Inap
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
0,50
50,00
22
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
4.
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi pada tahun 2015
sebesar 1,50 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan. Hal ini dapat
tercapai dikarenakan semakin meningkatnya permintaaan pemeriksaan
radiologi.
b. Kendala yang dihadapi
Walaupun target tercapai tetapi masih ada pelayanan yang belum bisa
dilayani oleh karena fasilitas alkes belum ada.
c. Usul pemecahan masalah
Mulai tahun 2016 produk layanan radiologi akan bertambah dengan
adanya pemeriksaan CT scan.
Data Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
5.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
1,50
100,00
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium pada tahun 2015
sebesar 0,50 tercapai 33,33 persen dari yang ditargetkan sebesar 1,50.
Jumlah pemeriksaannya menurun dibanding tahun sebelumnya
dikarenakan sistem rujukan berjenjang dari BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
 Sistem rujukan yang berjenjang sehingga menyebabkan jumlah
pasien menurun.
 Tarif paket sehingga terjadi efisiensi pemeriksaan penunjang
menyebabkan jumlah permintaan menurun.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan promosi pemeriksaan laboratorium (Lab) bukan dari
pasien JKN.
Data Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
0,50
33,33
23
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
6.
Pertumbuhan Operasi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Operasi pada tahun 2015 sebesar 0, belum
tercapai target dikarenakan angka pasien masih belum memenuhi
target.
b. Kendala yang dihadapi
Karena adanya kebijakan tentang rujukan berjenjang melalui proses.
c. Usul pemecahan masalah
Peningkatan fasilitas ruang operasi dan peningkatan kompetensi
profesional.
Data Pertumbuhan Operasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
Pertumbuhan Operasi
7.
KINERJA
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
0,00
0,00
Pertumbuhan Rehab Medik
a. Kondisi yang dicapai
Pertumbuhan Instalasi Rehabilitasi Medik di 2015 mencapai 16%, suatu
angka pertumbuhan yang cukup tinggi, diatas persyaratan pertumbuhan
yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan sebesar 10%. Jika
dibandingkan dengan pertumbuhan di tahun 2014 yang sebesar 49%,
maka di tahun 2015 angka pertumbuhan mengalami penurunan sebesar
33%. Hal ini dikarenakan layanan TMS di semester II tahun 2015
mengalami penurunan yang signifikan sehubungan dengan tidak bisa
terklaimnya layanan TMS dan BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
 Beberapa alat elektromedik belum bisa difungsikan secara optimal
karena kurang dimanfaatkan alat-alat tersebut oleh dokter.
 Jumlah fisioterapis yang masih kurang dibandingkan dengan beban
kerja.
 Belum ada koding layanan TMS, Stress Analyzer di sistem BPJS
sehingga layanan tersebut tidak bisa terbayar sebagai tindakan
tersendiri.
c. Usul pemecahan masalah
 Penambahan SDM Fisioterapi sebanyak 2 orang.
 Peningkatan kebutuhan/kepedulian dokter untuk pemanfaatan
peralatan peralatan elektromedik diagnostik dan terapeutik.
 Peningkatan kompetensi dokter dan perawat elektromedik untuk
operasionalisasi alat elektromedik.
 Penambahan koding layanan TMS dan Stress Analyzer di sistem
BPJS.
24
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Data Pertumbuhan Rehab Medik dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Rehab Medik
8.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
2,00
100,00
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran pada
tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 150 persen dari yang ditargetkan.
Kenaikan jumlah coass sebanyak 34 orang dibandingkan tahun 2014
berasal dari FK Universitas Tanjungpura yang melakukan kerjasama
kepaniteraan klinik dengan mengirimkan coassnya pada April 2015.
Data Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran dapat di lihat pada
tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan
Kedokteran
9.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,50
150,00
Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan pada tahun
2015 sebesar 1,50 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan.
b. Kendala yang dihadapi
Untuk meningkatkan jumlah penelitian yang dipublikasikan perlu
adanya peningkatan minat dari pegawai rumah sakit.
c. Usul pemecahan masalah
Mengadakan lomba penulisan ilmiah.
Data Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pertumbuhan Penelitian yang
Dipublikasikan
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
1,50
100,00
25
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
b.
Efektifitas Pelayanan
1. Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan
pada tahun 2015 sebesar 1,00 tercapai 50 persen dari yang ditargetkan
2,00.
b. Kendala yang dihadapi
 Resume medis terlambat diisi.
 Dokter tidak visit setiap hari.
 Banyak formulir rekam medis yang tidak terisi.
c. Usul Pemecahan Masalah
 Koordinasi dengan DPJP.
 Supervisi pengisian dokumen rekam medis di pelayanan
sebelum dikembalikan ke Instalasi Rekam Medis.
Data Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai
Pelayanan
2.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
1,00
50,00
Pengembalian Rekam Medik
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Pengembalian Rekam Medik pada tahun 2015 sebesar
2,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 2,00.
b. Kendala yang dihadapi
Tidak ada kendala karena semua dokumen rekam medis Rawat Inap
setelah pelayanan kembali ke Rekam Medis.
c. Usul Pemecahan Masalah
Lebih ditingkatkan agar tercapai 100%.
Data Pengembalian Rekam Medik dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pengembalian Rekam Medik
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
2,00
2,00
CAPAIAN
(%)
100,00
26
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
3.
Angka Pembatalan Operasi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Pembatalan Operasi pada tahun 2015 sebesar 1,50
tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 1,50. Hal ini tercapai karena
semakin baiknya manajemen bedah.
b. Usul
Monitoring evaluasi mempertahankan hasil yang sudah baik.
Data Angka Pembatalan Operasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Pembatalan Operasi
4.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
1,50
1,50
CAPAIAN
(%)
100,00
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Kegagalan Hasil Radiologi pada tahun 2015
sebesar 0,50 tercapai 25 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal ini
terbesar dipengaruhi oleh faktor alat dan proses yang masih manual.
b. Kendala yang dihadapi
Karena dalam pengelolaan hasil data pasien radiologi masih
menggunakan proses manual.
c. Usul pemecahan maslah
Tahun ini sudah direncanakan untuk pembelian alat CR (Computerized
Radiographic) yang akan memperbaiki proses hasil dan meminimalkan
kegagalan.
Data Angka Kegagalan Hasil Radiologi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
5.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
2,00
0,50
CAPAIAN
(%)
25,00
Penulisan Resep sesuai formularium
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Penulisan Resep sesuai Formularium pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 133,33 persen dari yang ditargetkan 1,50.
Kondisi kepatuhan peresepan terhadap formularium rumah sakit masih
di bawah Standar Pelayanan Minimum yaitu untuk kepatuhan terhadap
formularium rumah sakit 100 persen.
b. Kendala yang dihadapi
Ada beberapa kasus tertentu dimana obat yang dibutuhkan untuk terapi
belum masuk ke formularium.
27
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
c. Usul pemecahan masalah
 Membeli obat pada apotik yang mempunyai perjanjian kerjasama
dengan rumah sakit.
 Meminjam obat pada rumah sakit yang mempunyai perjanjian
kerjasama dengan rumah sakit.
Data Penulisan Resep sesuai Formularium dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Penulisan Resep sesuai Formularium
6.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
1,50
2,00
CAPAIAN
(%)
133,33
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Penulisan Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
pada tahun 2015 sebesar 1,50 tercapai 75 persen dari yang ditargetkan
2,00, capaian masih di bawah target karena jumlah pengulangan
pemeriksaan masih cukup banyak.
b. Kendala yang dihadapi
Ada beberapa alat yang umurnya sudah lebih dari 5 tahun,
menyebabkan kondisi yang tidak stabil.
c. Usul pemecahan masalah
Memerlukan pengadaan alat baru.
Data Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Pengulangan Pemeriksaan
Laboratorium
7.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
1,50
75,00
Bed Occupancy Rate (BOR)
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Bed Occupancy Rate (BOR) pada tahun 2015 sebesar
0,50 tercapai 25 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hai ini dipengaruhi
oleh regulasi rujukan berjenjang oleh BPJS.
b. Kendala yang dihadapi
Adanya perubahan sistem layanan rujukan berjenjang.
c. Usul pemecahan masalah
Skrening rutin dan meningkatkan kerjasama dengan puskesmas
jejaring.
28
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Data Bed Occupancy Rate (BOR) dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Bed Occupancy Rate (BOR)
c.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
2,00
0,50
CAPAIAN
(%)
25,00
Mutu Pelayanan
1.
Emergency Response Time Rate
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Emergency Response Time Rate pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 133,33 persen dari yang ditargetkan 1,50, ratarata waktu tunggu sampai mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat
Darurat adalah 37 detik sesuai dengan pedoman SK Menteri
Kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang standar Pelayaan
Minimal Rumah Sakit.
b. Kendala yang dihadapi
Indikator yang digunakan berbeda dengan indikator Rumah Sakit BLU
sehingga tidak dapat dibandingkan.
c. Usul pemecahan masalah
Penyesuaian indikator yang digunakan.
Data Emergency Response Time Rate dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Emergency Response Time Rate
2.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
Waktu Tunggu Rawat Jalan
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Waktu Tunggu Rawat Jalan pada tahun 2015 sebesar
2,00 tercapai 133.33 persen dari yang ditargetkan 1,50, rata-rata
waktu tunggu sampai mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat
Darurat adalah 25 menit 15 detik dengan pedoman sesuai SK Menteri
Kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang standar Pelayaan
Minimal Rumah Sakit.
b. Kendala yang dihadapi
Indikator yang digunakan berbeda dengan indikator Rumah Sakit BLU
sehingga tidak dapat dibandingkan.
c. Usul pemecahan masalah
Perlunya penyesuaian indikator yang digunakan.
29
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Data Waktu Tunggu Rawat Jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Waktu Tunggu Rawat Jalan
3.
SKOR
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
2,00
Length of Stay
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Length of Stay pada tahun 2015 sebesar 0,50 tercapai
33,33 persen dari yang ditargetkan 1,50, belum tercapai sesuai yang
ditargetkan dikarenakan lama rawat pasien jiwa masih tinggi.
b. Kendala yang dihadapi
Keterlibatkan keluarga dalam pemberian asuhan di rumah sakit masih
rendah.
c. Usul pemecahan masalah
Meningkatkan edukasi dan koordinasi dengan keluarga dan care
giver.
Data Length of Stay dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
Length of Stay
4.
KINERJA
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
0,50
33,33
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
a. Kondisi yang dicapai
Kondisi pelayanan obat jadi resep pasien rawat jalan melebihi
Standar Pelayanan Minimal yaitu untuk waktu tunggu obat jadi ≤ 30
menit.
b. Kendala yang dihadapi
 Kurangnya sumber daya manusia.
 Masuknya resep ke apotik secara bersamaan.
 Billing klaim obat kronis BPJS dilakukan oleh tenaga farmasis.
 Sistem IT belum dipergunakan secara maksimal.
c. Usul pemecahan masalah
 Penambahan sumber daya manusia.
 Billing klaim obat kronis BPJS dilakukan oleh tenaga non
farmasis.
 Memaksimalkan sistem IT sehingga kegiatan manual dapat
dikurangi.
30
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Data Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
5.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
1,00
66,67
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Waktu Tunggu Sebelum Operasi pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hai ini
tercapai karena manajemen bedah semakin baik.
Data Waktu Tunggu Sebelum Operasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
6.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
2,00
100,00
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Waktu Tunggu Hasil Laboratorium pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 133.33 persen dari yang ditargetkan 1,50.
Lama menunggu hasil laboratorium adalah 1 jam 18 menit.
b. Kendala yang dihadapi
Ada beberapa alat yang umurnya sudah lebih dari 5 tahun,
menyebabkan kondisi yang tidak stabil.
c. Usul pemecahan masalah
Pengusul pengadaan alat baru.
Data Waktu Tunggu Hasil Laboratorium dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
7.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Waktu Tunggu Hasil Radiologi pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 133.33 persen dari yang ditargetkan 1,50.
Lama menunggu hasil laboratorium adalah 18 menit 39 detik.
31
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
b.
Kendala yang dihadapi
Pasien jiwa maupun pasien kritis kebanyakan tidak kooperatif/sulit
dipositioningkan.
c.Usul pemecahan masalah
 faktor operator dapat
diupayakan dengan melakukan
pertemuan internal membahas mutu sekaligus peningkatan
mutu melalui training terkait.
 Untuk faktor alat diupayakan alat dalam kondisi optimum
dengan maintenance adekuat, namun perlu didukung
dengan adanya sistem CR ( Computerized Radiographic )
dimana dapat dicapai ZERO REJECT dimana pengolahan
data pasien radiographic secara computerized , sehingga
kegagalan film cetak dapat dihindari.
Data Waktu Tunggu Hasil Radiologi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
d.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
Mutu Klinik
1.
Angka Kematian di Gawat Darurat
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Kematian di Gawat Darurat pada tahun 2015
sebesar 1,50 tercapai 75 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal ini
mendorong rumah sakit untuk meningkatkan fasilitas dan
meningkatkan kompetensi professional di IGD.
b. Kendala yang dihadapi
 Monev pelayanan di IGD belum optimal.
 Sistem rujukan dengan RS jejaring belum optimal.
c. Usul pemecahan masalah
 Meningkatkan mutu pelayanan.
 Meningkatkan kompetensi SDM professional.
 Meningkatkan kerjasama dengan RS rujukan jejaring.
Data Angka Angka Kematian di Gawat Darurat dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Kematian di Gawat Darurat
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
1,50
75,00
32
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2.
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Kematian/Kebutaan ≥ 48 jam pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal ini
dikarenakan semakin baiknya manajemen pelayanan.
b. Usul
Monitoring evaluasi berkelanjutan
Data Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48
Jam
3.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
2,00
2,00
CAPAIAN
(%)
100,00
Post Operative Death Rate
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Post Operative Death Rate Darurat pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 100,00 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal
ini dikarenakan manajemen pelayanan bedah yang semakin baik.
Data Post Operative Death Rate dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
SKOR
Post Operative Death Rate
4.
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
2,00
100,00
Angka Infeksi Nosokomial
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Infeksi Nosokomial pada tahun 2015 sebesar 4,00
tercapai 133,33 persen dari yang ditargetkan 3,00. Hal ini dikarenakan
meningkatnya kepatuhan cuci tangan petugas dan pencegahan
infeksi di lingkungan RS.
Data Angka infeksi nosokomial dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Infeksi Nosokomial
SKOR
4,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
3,00
4,00
133,33
33
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
5.
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
a. Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit pada tahun 2015
sebesar 2,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan 2,00. Hal ini
dikarenakan telah terlaksannya sistem PONEK di RSJ Prof. Dr.
Soerojo Magelang.
b. Kendala yang dihadapi
Belum optimalnya pelaksanaan rujukan di rumah sakit jejaring.
c. Usul pemecahan masalah
Meningkatkan pelaksanaan PONEK dengan MONEV yang
berkelanjutan.
Data Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
e.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
2,00
100,00
Kepedulian kepada Masyarakat
1.
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat dan Sarana
Kesehatan Lain
a. Analisis kondisi yang dicapai
 Kegiatan integritas kesehatan jiwa pada tahun 2015
dilaksanakan melauli pemberdayaan petugas kesehatan
puskesmas dengan metode pelatihan deteksi dini dan
penatalaksanaan gangguan jiwa di layanan primer dengan
harapan mereka mampu melakukan pelayanan kesehatan
jiwa secara mandiri.
 Kegiatan integrasi kesehatan jiwa pada tatanan anak dan
remaja dilakukan di wilayah sekolah dengan asumsi anak dan
remaja paling banyak menghabiskan kegiatannya disekolah.
b. Kendala yang dihadapi
 Stigma gangguan jiwa yang tidak hanya melekat pada
masyarakat awam saja tetapi juga pada pemerintah (pemda),
sehingga belum semua kabupaten/kota mengerti akan
pentingnya kesehatan jiwa.
 Kendala intergrasi kesehatan jiwa di ranah pendidikan, belum
adanya kesepahaman tentang kesehatan jiwa disekolah
(adanya stigma bahwa kesehatan jiwa adalah identik dengan
sakit jiwa).
 Kendala integrasi kesehatan jiwa di ranah sosial, laju
pertumbuhan PGOT (Gelandang Psikotik) dengan jumlah
panti sosial yang tidak sebanding.
34
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
c. Usul pemecahan masalah
 Perlu dukungan kebijakan dan regulasi sehingga kesehatan
jiwa mendapatkan perhatian.
 Penguatan TPKJM (Tim Pembina / Pelaksana Kesehatan Jiwa
Masyarakat) baik ditingkat pusat maupun daerah.
 Pemenuhan sarana dan prasarana termasuk obat untuk
pelayanan ditingkat primer.
Data Angka Pembinaan Kepada Pusat Kesehatan Masyarakat dan Sarana
Kesehatan Lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan
Masyarakat dan Sarana Kesehatan Lain
2.
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
Penyuluhan Kesehatan
a. Analisis kondisi yang dicapai
Kegiatan pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan
keluarga telah menjadi kewajiban RSJ Prof. Dr. soerojo Magelang
dengan diberlakukannya kebijakan pemberian informasi dan edukasi
yang dilakukan oleh seluruh pemberi asuhan (dokter, perawat, dan
penunjang medis).
b. Kendala yang dihadapi
Pemberian informasi dan edukasi mempunyai hambatan
diantaranya adalah perubahan budaya dan perilaku untuk
memberikan informasi dan edukasi membutuhkan sosialisasi dan
waktu yang lama, serta membutuhkan kerja sama seluruh civitas
hospitalia.
c. Usul pemecahan masalah
 Dukungan dan komitmen mulai dari pimpinan Rumah Sakit
sampai pelaksana untuk membrikan pendidikan kepada pasien
dan keluarga.
 Sebagai Rumah Sakit pendidikan, Penyuluhan di Poliklinik / Unit
rawat jalan dengan memberdayakan mahasiswa kesehatan yang
sedang praktik di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Data Penyuluhan Kesehatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
Penyuluhan Kesehatan
KINERJA
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
35
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
3.
Rasio Tempat Tidur Kelas III
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Tempat Tidur Kelas III pada tahun 2015 sebesar 2,00
tercapai 133,33 persen dari target 1,50.
b. Kendala yang dihadapi
Untuk kapasitas tempat tidur masih berubah-rubah dan untuk pasien
kelas III administrasinya mengacu pada BPJS
c. Usul pemecahan masalah
Menata dan membenahi kapasitas tempat tidur kelas III
Data Rasio Tempat Tidur Kelas III dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Rasio Tempat Tidur Kelas III
f.
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
2,00
133,33
Kepuasan Pelanggan
1. Penanganan Pengaduan/Komplain
a. Analisa Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Penanganan Pengaduan/Komplain pada tahun 2015
sebesar 1,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan, pengaduan
kompalin tertulis tahun 2015 sebanyak 30 dan sudah ditindaklanjuti
semua.
b. Kendala yang dihadapi
 Kotak saran dan form komplain belum terdistribusi merata ke
semua unit pelayanan.
 Sosialisasi kebijakan penanganan komplain berdasarkan kategori
(merah, Kuning, hijau) muncul di akhir tahun.
 Belum ada pembentukan tim penanganan komplain untuk
mengoptimalkan koordinasi penanganan komplain.
c. Usul pemecahan masalah
 Menyegarkan pendistribusian kotak saran dan form komplain.
 Dilakukan sosialisasi ulang kebijakan penanganan komplain.
 Segera dibentuk tim penanganan komplain.
Data Penanganan Pengaduan/Komplain dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Penanganan Pengaduan/Komplain
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
36
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2. Kepuasan Pelanggan
a. Analisa Kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Kepuasan Pelanggan pada tahun 2015 sebesar 1,00
tercapai 66,67 persen dari yang ditargetkan, kepuasan pelanggan
tertulis tahun 2015 dengan hasil penilaian IKM adalah 80,7.
b. Kendala yang dihadapi
Hasil survey kepuasan belum ada analisa tersendiri dari setiap satker.
c. Solusi pemecahan masalah
Berkoordinasi dengan satker terkait perencanaan peningkatan dan
pelayanan di tahun berikutnya.
Data Penanganan kepuasan pelanggan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Kepuasan pelanggan
B.
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,50
1,00
66,67
KINERJA SDM DAN ORGANISASI
Untuk mencapai sasaran ini, ada beberapa indikator kinerja yang digunakan dimana
masing-masing indikator dapat diuraikan kondisi capaian, permasalahan dan usul
pemecahan masalahnya sebagai berikut:
a. Pertumbuhan Pembelajaran
1. Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan pada tahun 2015
sebesar 1,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan.
b. Kendala yang dihadapi
Kurangnya pemerataan pelatihan untuk staff dan keterbatasan pihak
penyelenggara yang mendapatkan pelatihan untuk staf di area kritis.
c. Usul pemecahan masalah
Perbaikan basis data pelatihan yang diikuti oleh pegawai di masingmasing unit kerja.
Data Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
37
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2.
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT
a. Analisis kondisi yang dicapai
Untuk Rasio Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT pada
tahun 2015 sebesar 1,00 tercapai 100 persen dari yang ditargetkan,
saat ini sudah semua dokdiknis sudah mengikuti TOT.
b. Kendala yang dihadapi
Jumlah dokdiknis berkurang karena ada mutasi ke rumah sakit lain.
c. Usul pemecahan masalah
Adanya tambahan pembimbing klinis baru yang telah mengikuti TOT
dimungkinkan untuk ditawarkan proses dokdiknis.
Data Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat
TOT
3.
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
Program Reward dan Punishment
a. Analisis kondisi yang dicapai
Program Reward dan Punishment diterapkan pada semua pegawai,
adapun penerapan punishment berdasarkan PP 53 tahun 2010
tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.
b. Kendala yang dihadapi
Reward belum merata ke semua pegawai.
c. Usul pemecahan masalah
Agar jajaran manajerial di semua lini dan unit memperhatikan kinerja
pegawai di bawahnya.
Data Program Reward dan Punishment dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Program Reward dan Punishment
SKOR
1,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
1,00
1,00
100,00
38
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
C. KINERJA KEUANGAN
2014
NO
C
INDIKATOR KINERJA
KEUANGAN
a. Rasion Keuangan
2015
21,20
CAPAIAN
(%)
95,71
10,35
REALISASI
18,85
CAPAIAN
(%)
85,10
91,59
8,00
70,80
REALISASI
1
Rasio Kas ( Cash Ratio)
0,25
100,00
0,25
100,00
2
Rasio Lancar (Current Ratio)
2,50
100,00
2,50
100,00
3
Periode Penagihan Piutang ( Collection Periods)
1,00
50,00
2,00
100,00
4
Perputaran Aset tetap ( Fixed Asset Turnover)
1,00
200,00
0,50
100,00
5
Imbalan atas Aset Tetap ( return on Fixed Aset)
0,80
72,73
0,00
0,00
6
Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)
0,80
66,67
0,00
0,00
7
Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)
Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya
Operasional
Rasio Subsidi Biaya Pasien
1,00
80,00
1,00
80,00
2,50
100,00
1,75
70,00
8
9
b. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
0,50
0,00
10,85
100,00
10,85
100,00
1
RBA Definitif
2,00
100,00
2,00
100,00
2
1,85
100,00
1,85
100,00
2,00
100,00
2,00
100,00
4
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan
Belanja BLU
Tarif layanan
1,00
100,00
1,00
100,00
5
Sistem Akuntansi
1,00
100,00
1,00
100,00
6
Persetujuan Rekening
0,50
100,00
0,50
100,00
7
SOP Pengelolaan Kas
0,50
100,00
0,50
100,00
8
SOP Pengelolaan Piutang
0,50
100,00
0,50
100,00
9
SOP Pengelolaan Utang
0,50
100,00
0,50
100,00
10
SOP Pengadaan Barang & Jasa
0,50
100,00
0,50
100,00
11
SOP Pengelolaan Barang Inventaris
0,50
100,00
0,50
100,00
3
Indikator Kinerja Keuangan terdiri atas 2 aspek, yaitu aspek keuangan dan
aspek kepatuhan. Indikator kinerja keuangan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
tahun 2015 mengalami penurunan dibanding tahun 2014, yaitu dari 21,70%
menjadi 18,85%. Hal-hal yang berpengaruh dalam capaian indikator kinerja
keuangan antara lain adalah:
1. Turunnya pendapatan di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Kondisi ini
disebabkan oleh:
 Perubahan regulasi dari BPJS, yaitu adanya aturan rujukan berjenjang
 Jamkesda Propinsi di tahun 2015 sudah tidak memberikan subsidi
pembiayaan untuk Kabupaten atau Kota di Propinsi Jawa Tengah, dan
tidak diimbangi dengan kenaikan prosentase jaminan di masing-masing
Kabupaten/Kota. Bahkan beberapa Kabupaten/Kota tidak memberikan
39
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2.
3.
4.
5.
penjaminan karena sudah bertransformasi ke BPJS untuk penjaminan
kesehatan di wilayahnya. Selain itu PMKS/pasung/PGOT sudah tidak
dijamin lagi oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.
Belum dimanfaatkannya aset tetap yang diinvestasikan oleh rumah sakit secara
optimal, bahkan terdapat aset tetap yang belum dimanfaatkan sama sekali.
Belum dilakukannya pemanfaatan idle cash untuk menghasilkan pendapatan.
Belum dilakukannya efisiensi biaya.
Belum berjalannya sistem informasi rumah sakit secara optimal sehingga
support data belum berjalan tepat waktu dan pengolahan data untuk
penyusunan laporan keuangan masih manual, yang berdampak pada laporan
keuangan tidak tersaji secara tepat waktu.
Guna meningkatkan skor indikator kinerja keuangan, upaya-upaya yang dapat
dilakukan adalah:
1. Senantiasa meningkatkan penatausahaan piutang
2. Membuat perencanaan yang lebih baik
3. Meningkatkan pendapatan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki
rumah sakit yang berpotensi menghasilkan pendapatan
4. Melakukan efisiensi biaya
5. Melakukan percepatan pembangunan sistem informasi rumah sakit
Analisis kondisi yang dicapai, kendala dan usul pemecahan masalah di setiap
indikator keuangan adalah sebagai berikut :
a. ASPEK KEUANGAN
1. Rasio Kas/Cash Ratio
 Realisasi skor yang diperoleh RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang adalah
0,25. Hal tersebut disebabkan karena nilai kas dan setara kas yang
dimiliki rumah sakit sangat besar atau lebih dari cukup untuk memenuhi
kewajiban yang timbul (sangat likuid). Hal tersebut juga mengindikasikan
adanya idle cash yang berarti bahwa rumah sakit belum dapat
mengoptimalkan pengelolaan aset lancar khususnya kas yang
“menganggur”.
 Dalam rangka pencapaian skor cash ratio yang ideal, maka hal-hal yang
perlu dilakukan, dengan asumsi nilai kewajiban jangka pendek tidak
berubah signifikan, yaitu memanfaatkan idle cash dengan cara
mengalokasikan kas dan setara kas yang tersedia dalam bentuk deposito
termasuk ke dalam kelompok investasi jangka pendek (jatuh tempo tiga
bulan sampai dengan 1 tahun) maupun dalam bentuk penanaman dana
lainnya.
2. Rasio Lancar/Current Ratio
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang sudah
memperoleh skor ideal dalam arti rumah sakit memiliki dana yang lebih
dari cukup untuk memenuhi/mambayar hutang-hutangnya.
40
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
 Karena sudah mencapai skor ideal, maka perlu mempertahankan nilai
tersebut atau dengan meningkatkan aset lancar. Namun peningkatan
aset lancar ini seyogyanya tidak tertumpu pada kas/setara kas. Apabila
sebagian besar adalah kas, maka harus dapat memanfaatkan idle cash
yang ada, karena akan berpengaruh terhadap rasio kas juga.
3. Collection Period
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang sudah
memperoleh skor ideal yaitu 2,00. Artinya bahwa rata-rata jangka waktu
dari timbulnya piutang sampai dengan piutang tersebut dapat tertagih
dalam 1 tahun telah masuk dalam kategori yang ideal. Kondisi ini
disebabkan karena piutang yang dimiliki oleh RSJ Prof. Dr. Soerojo
Magelang sebagian besar adalah piutang lancar, yaitu piutang dari
penajmin (BPJS, Jamkesda, dan penjamin lainnya). Disamping itu juga
dikarenakan pengelolaan piutang yang cukup memadai, baik sisi
penatausahaan maupun penagihannya.
 Telah tercapainya skor yang ideal ini perlu dipertahankan dengan
mengoptimalkan fungsi pengelolaan piutang, serta senantiasa berupaya
meningkatkan pendapatan.
4. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
 Realisasi skor yang diperoleh RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang adalah
0,50 atau di bawah skor yang ideal. Kondisi ini mencerminkan nilai aset
tetap yang dimiliki rumah sakit belum dapat menghasilkan pendapatan
yang signifikan terhadap biaya yang telah dikeluarkan. Hal ini disebabkan
oleh :
- Aset tetap yang dimiliki rumah sakit belum dimanfaatkan secara
optimal guna menghasilkan pendapatan.
- Banyaknya aset tetap baru yang diperoleh di tahun 2015 dan di
tahun tersebut belum berfungsi, sehingga belum menghasilkan
pendapatan, serta adanya realisasi aset tetap yang tidak bertujuan
untuk menghasilkan pendapatan.
- Realisasi aset tetap tidak diimbangi dengan peningkatan
pendapatan bahkan pendapatan tahun 2015 menurun
dibandingkan tahun 2014.
 Upaya yang dapat dilakukan rumah sakit untuk mencapai skor yang
meningkat antara lain adalah:
- Meningkatkan pendapatan
- Segera memanfaatkan aset-aset tetap yang dimiliki rumah sakit
untuk
pelayanan-pelayanan
yang
dapat
menghasilkan
pendapatan.
5. Imbalan atas Aset Tetap (Return on Asset)
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tidak
mendapatkan skor disebabkan karena rumah sakit mengalami defisit,
yaitu biaya yang dikeluarkan rumah sakit lebih besar dari pendapatan
yang diperoleh. Hal tersebut mengindikasikan bahwa aktifitas operasional
41
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
rumah sakit yang belum efektif dan optimal sehingga berpengaruh pada
profit yang dihasilkan.
 Upaya yang dapat dilakukan rumah sakit agar skor ROA lebih meningkat
adalah:
- Meningkatkan pendapatan rumah sakit
- Melakukan pemanfaatan aset tetap secara optimal terutama untuk
menghasilkan pendapatan
- Melakukan efisiensi biaya operasional rumah sakit
6. Imbalan Ekuitas (Return on Equity)
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tidak
mendapatkan skor disebabkan karena rumah sakit mengalami defisit,
yaitu biaya yang dikeluarkan rumah sakit lebih besar dari pendapatan
yang diperoleh. Hal tersebut mengindikasikan bahwa aktifitas operasional
rumah sakit yang belum efektif dan optimal sehingga berpengaruh pada
profit yang dihasilkan.
 Upaya yang dapat dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan rasio ini
adalah
dengan
meningkatkan
surplus/defisit
sebelum
pos
keuntungan/kerugian
yaitu
dengan
meningkatkan
pendapatan
operasional dan melakukan efisiensi biaya operasional rumah sakit.
7. Rasio Perputaran Persediaan (PP)
 Realisasi skor RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang di tahun 2015 belum
mencapai skor yang ideal dikarenakan besarnya nilai persediaan di akhir
tahun. Sehingga persediaan tersebut menumpuk di gudang tanpa dapat
menghasilkan pendapatan secara optimal.
 Upaya yang dapat dilakukan rumah sakit:
- Memperbaiki sistem perencanaan yang terkait dengan pembelian
persediaan
- Memperbaiki penatausahaan persediaan di gudang
- Melakukan efisiensi
8. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang belum
mencapai skor yang ideal, dikarenakan belum seimbangnya antara biaya
operasional yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diterima.
Sehingga guna meningkatkan pencapaian skor, upaya yang dapat
dilakukan antara lain:
 Meningkatkan pendapatan operasional rumah sakit dengan menggali
sumber daya yang dimiliki, baik aset tetap, aset lancar (pemanfaatan idle
cash), dan aset yang lainnya, serta terobosan-terobosan lain yang bisa
meng”generate” pendapatan.
 Diperlukan komitmen dari seluruh unsur yang ada di rumah sakit untuk
melakukan efisiensi
42
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
9. Rasio Subsidi terhadap Pendapatan PNBP
 Berdasarkan perhitungan, RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang tidak
mendapatkan skor untuk rasio tersebut.
 Dari data hasil perhitungan tersebut mencerminkan bahwa dari
pendapatan yang diterima rumah sakit, maka subsidi yang diberikan
belum sebanding dengan pendapatan yang diterima. Hal ini dikarenakan
sebagian besar pasien yang dilayani adalah pasien jaminan, sehingga
subsidi yang diberikan rumah sakit juga kecil. Guna mencapai skor yang
ideal maka disamping rumah sakit meningkatkan pendapatan juga perlu
diimbangi dengan pelaksanaan Public Service Obligation (PSO), yang
juga harus ditatausahakan dengan baik.
b.
ASPEK KEPATUHAN
 Penilaian kinerja keuangan dari aspek kepatuhan sebagian besar telah
memenuhi skor ideal, hanya ada 1 aspek kepatuhan yang belum
memenuhi skor ideal yaitu penyampaian laporan keuangan berdasarkan
Standar Akuntansi Keuangan dimana masih terdapat keterlambatan ratarata sampai dengan 30 hari. Kondisi ini disebabkan oleh :
- Support data yang belum berjalan secara optimal
- Pengolahan data yang masih manual
 Guna meningkatkan skor ini, hal yang dapat dilakukan adalah:
- Senantiasa meningkatkan koordinasi dengan unit kerja supporting
data dan dokumen sumber dapat optimal
- Memfokuskan pada pembangunan sistem informasi yang dapat
mendukung kevalidan data serta aplikasi akuntansi
- Penyediaan SDM yang cukup dan kompeten dibidang akuntansi
Dari hasil perhitungan tersebut, menggambarkan bahwa kinerja keuangan tahun 2015
menurun dibandingkan kinerja tahun 2014. Hal ini disebabkan:
1. Turunnya pendapatan di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Kondisi ini
disebabkan oleh:
- Perubahan regulasi dadri BPJS, yaitu adanya aturan rujukan
berjenjang
- Jamkesda Propinsi di tahun 2015 sudah tidak memberikan subsidi
pembiayaan untuk Kabupaten atau Kota di Propinsi Jawa Tengah,
dan tidak diimbangi dengan nkenaikan prosentase jaminan di
masing-masing
Kabupaten/Kota.
Bahkan
beberapa
Kabupaten/Kota tidak memberikan penjaminan karena sudah
bertransformasi ke BPJS untuk penjaminan kesehatan di
wilayahnya. Selain itu PMKS/pasung/PGOT sudah tidak dijamin
lagi oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.
2. Belum dimanfaatkannya aset tetap yang diinvestasikan oleh rumah sakit
secara optimal, bahkan terdapat aset tetap yang belum dimanfaatkan
sama sekali.
3. Belum dilakukannya pemanfaatan idle cash untuk menghasilkan
pendapatan.
43
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
4. Belum dilakukannya efisiensi biaya.
5. Belum berjalannya sistem informasi rumah sakit secara optimal sehingga
support data belum berjalan tepat waktu dan pengolahan data untuk
penyusunan laporan keuangan masih manual, yang berdampak pada
laporan keuangan tidak tersaji secara tepat waktu.
Untuk itu, guna meningkatkan skor indikator kinerja keuangan, perlu ditempuh halhal sebagai berikut:
1. Senantiasa meningkatkan penatausahaan piutang
2. Membuat perencanaan yang lebih baik
3. Meningkatkan pendapatan dengan mengoptimalkan sumber daya yang
dimiliki rumah sakit yang berpotensi menghasilkan pendapatan
4. Melakukan efisiensi biaya
5. Melakukan percepatan pembangunan sistem informasi rumah sakit
D.
KINERJA SARANA DAN PRASARANA
Untuk mencapai sasaran ini, ada beberapa indikator kinerja yang digunakan dimana
masing-masing indikator dapat diuraikan kondisi capaian, permasalahan dan usul
pemecahan masalahnya sebagai berikut:
a. Kepedulian Terhadap Lingkungan
1. Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri)
a. Kondisi yang dicapai :
 Bersih, sampah tidak tercecer, tidak ada timbunan sampah,
tempat sampah dilapisi plastik.
 Pemantauan TPS Limbah Non Medis.
 Checklist Kepuasan pelanggan terhadap kinerja cleaning
service.
b. Kendala yang dihadapi :
 Pemilahan belum maksimal.
 Petugas masihbada yang tidak memakai APD, bangunan
belum permanen, tidak ada pemilahan di TPS.
 Belum banyak menggunakan APD.
c. Usul pemecahan masalah :
 Sosialisasi tentang limbah.
 Pembuatan TPS permanen.
 Usul agar penyedia cleaning service menyediakan APD ke
cleaning service.
Data Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri)dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :
44
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
INDIKATOR
KINERJA
Kebersihan Lingkungan (Program Rumah
Sakit Berseri)
SKOR
2,00
TARGET
REALISASI
CAPAIAN
(%)
2,00
2,00
100,00
2.
II.
Proper Lingkungan
a. Kondisi yang dicapai :
 Setiap bulan mengirim sampel air bersih, air minum dan air
limbah ke BBTKLPP Yogjakarta.
 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang sudah
bekerjasama dengan pihak ke tiga terkait pemusnah limbah
medis dan limbah B3.
 Beberapa kali melakukan pelaporan terakit perubahan kondisi
lingkungan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. soerojo Magelang.
b. Kendala yang dihadapi :
 Belum adanya IPLC (Ijin Pengeolah Air Limbah Cair) dan Ijin
Emisi dan Ijin Pengolahan Limbah Medis.
 Belum adanya Ijin Pengelolaan Limbah B3.
 Bangunan penyimpanan limbah B3 yang belum ada.
 Belum memiliki kerjasama dengan pihak pengangkut dan
pemusnah limbah B3.
 Persyaratan perundangan yang mensyaratkan melakukan
pemeriksaan air limbah sebulan sekali ke Laboratorium
Lingkungan yang terakreditasi (ada di BTKL dan BLK
Yogyakarta) perlu pembiayaan ulang untuk pemeriksaan dan
pengambilan sample air limbahnya.
 Persyaratan pemeriksaan emisi udara yang dilakukan Rumah
Sakit perlu Dana yang cukup besar.
 Kondisi IPAL dan Incinerator perlu ada pembenahan mengenai
kondisi yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan
perundangan yang ada.
c. Usul pemecahan masalah :
 Mengajukan IPLC (Ijin Pengeolah Air Limbah Cair) dan Ijin
Emisi dan Ijin Emisi dan Ijin Pengolahan Limbah Medis.
 Mengajukan ijin Pengelolaan Limbah B3.
 Membangun Tempat (Gedung B3).
 Perbaikan kondisi IPAL dan Incinerator sesuai dengan
persyaratan yang ada di perundangan.
 Melakukan pemeriksaan emisi udara untuk persyaratan
perijinan.
INDIKATOR KINERJA UTAMA RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO
MAGELANG
A.
PERSPEKTIF KEUANGAN
45
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
1. Rasio pencapaian pendapatan terhadap proyeksi
Data Rasio pencapaian pendapatan terhadap proyeksi dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Rasio pencapaian pendapatan terhadap
proyeksi
Bobot
TARGET
CAPAIAN
10,00%
100%
79%
2. Rasio Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional
Data Rasio Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR KINERJA
Rasio Pendapatan Operasional terhadap
Biaya Operasional
B.
Bobot
TARGET
CAPAIAN
10.00%
69%
46.48%
PERSPEKTIF PELANGGAN
1. Kepuasan Pelanggan
Capaian belum sesuai target karena kuesioner survey kurang dimengerti oleh
responden.
Data Kepuasan Pelanggan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
Kepuasan Pelanggan
C.
KINERJA
Bobot
TARGET
CAPAIAN
5,00%
85
80,75
PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
1. Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja.
secara umum target tercapai yaitu pelayanan autis dan kesulitan belajar.
Adapun program yang belum terlaksana adalah pembentukan Student Service
Hub (Pusat pelayanan kesehatan jiwa pelajar di sekolah
Data Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
46
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa
anak dan remaja
Bobot
TARGET
CAPAIAN
Jumlah
2
2
2. Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP)
produk layanan CLP yang tercapai pada tahun 2015 adalah Psiko geriatri dan
Gastro enterologi.
Data Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP) dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah produk layanan Consultation Liaison
Psikiatri (CLP)
Bobot
TARGET
CAPAIAN
Jumlah
3
2
3. Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik
produk layananan psikiatri forensik tahun 2015 adalah anak dan perempuan
(woman and child)
Data Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP) dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik
Bobot
TARGET
CAPAIAN
Jumlah
1
1
4. Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan
Hasil penelitian APSI (Aplikasi Pendekatan Spiritual Islami) belum memenuhi
syarat best practice.
Data Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
2015
47
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Jumlah topik pelatihan berbasis best practice
dari pelayanan
Bobot
TARGET
CAPAIAN
10%
1
0
5. Jumlah penambahan kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam
pelayanan
Pencapaian melebihi target yang ditetapkan dalam RSB. Jumlah penambahan
kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan adalah
Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas
Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan
Data jumlah topik pelatihan berbasis best practice dari pelayanan pelatihan
berdapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah penambahan kemitraan dengan
institusi dan masyarakat dalam pelayanan
Bobot
TARGET
CAPAIAN
5%
3
9
6. Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat pendidikan dan
penelitian
Jumlah institusi jejaring sudah sesuai dengan SDM dan fasilitas yang ada. Hal
ini sebagai dasar untuk merevisi IKU, program kerja dan target pada RSB.
Data Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat pendidikan dan penelitian
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
2015
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah kemitraan dengan institusi dan
masyarakat pendidikan dan penelitian
Bobot
TARGET
CAPAIAN
5%
5%
0
7. Maksimum temuan setiap hasil audit
Jumlah temuan setiap audit target IKU 10, sehingga dengan temuan kurang
dari 10, temuan setiap auditnya capaian di atas target.
Data capaian temuan setiap hasil audit dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
2015
48
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Maksimum temuan setiap hasil audit
Bobot
TARGET
CAPAIAN
10%
10
8
8. Jumlah Hasil Riset dari Blue Print
Penelitian berdasarkan blueprint sedang berlangsung, dengan topik depresi.
Data Jumlah Hasil Riset dari Blue Print dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah Hasil Riset dari Blue Print
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
5%
1
0
9. Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik
Indikator Mutu Klinik terdiri dari 9 indikator. Secara umum pencapaian indikator
mutu klinik melebihi target yang ditetapkan di tahun 2015. Indikator aliran
darah perifer bulan januari-maret 2015 masih di bawah standar sedangkan
indikator penerapan keselamatan ECT yang masih di bawah standar ada pada
bulan januari-september 2015
Data Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
Persen
82
88,8
10. Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial
Indikator Mutu Manajerial terdiri dari 9 indikator. Secara umum pencapaian
indikator mutu manajerial sesuai target yang ditetapkan di tahun 2015.
Indikator BOR dan Pengembalian Rekam medis < 24 jam yang belum sesuai
dengan target.
Data Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Prosentase Pencapaian Indikator Mutu
Manajerial
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
Persen
82
82,2
11. Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar
49
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Telah terlaksana pelatihan BHD berdasarkan kurikulum terstandar, Masih
diperlukan pelatihan penyusunan kurikulum bagi anggota tim.
Data Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum
Terstandar
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
5%
1
1
12. Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan
Untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate
Governance), dengan adanya indikator kinerja BLU tahun 2015 dengan target
82 mencapai 70.50 belum memenuhi target dikarenakan nilai pelayanan dan
nilai keuangan juga menurun.
Data Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Capaian indikator kinerja RS BLU tahun
berjalan
D.
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
5%
82
70.50
PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN
1. Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi
Kegiatan diklat tahun 2015 lebih difokuskan kepada persiapan akreditasi
KARS versi 2012.
Data Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
KINERJA
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai
Organisasi
2,50%
60
33
INDIKATOR
2. Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi
50
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Pembuatan Aplikasi - aplikasi pada unit kerja tercapai 188% dengan target 8
tercapai 15.
Data Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
INDIKATOR
KINERJA
Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
2,50%
8
15
3. Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM
Capaian kurang dari target dikarenakan kurangnya penawaran pelatihan yang
dibutuhkan dan relevansinya. Capaian kegiatan diklat untuk Instalasi Keswar
sudah melebihi target.
Data Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
INDIKATOR
KINERJA
Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM
Bobot
2015
TARGET
CAPAIAN
2,5%
65
61
4. Minimum Prosentase OEE
Capaian indikator OEE masih di bawah target yang ditetapkan hal ini karena
salah satu penyebabnya adalah penggunaan alat medis canggih belum bisa
ditanggung oleh BPJS.
Data Minimum Prosentase OEE Direktorat Medik dan Keperawata dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
INDIKATOR
KINERJA
Minimum Prosentase OEE
2.
Bobot
2015
TARGET
2,50%
50
CAPAIAN
49,05
Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
 Sumber Daya Manusia
Keadaan pegawai Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang per tanggal 31
Desember 2015 berjumlah 979 Pegawai, yang dapat dilihat secara lebih rinci pada
tabel sebagai berikut :
- Sumber Daya Manusia menurut Jabatan
51
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
NO
JABATAN
L
P
JML
1
Dewan Pengawa
5
-
5
2
Sekretaris Dewas
1
-
1
3
Direktur Utama
1
-
1
4
Direktur Keu dan adm Umum
1
-
1
5
Direktur SDM dan Pendidikan
-
1
1
6
Direktur Medik dan Keperawatan
-
1
1
7
Kepala Bagian
3
1
4
8
Kepala Bidang
1
1
2
9
Kepala Seksi
3
1
4
10
Kepala Sub.Bagian
7
3
10
11
Kepala Instalasi
8
13
21
12
Ketua SPI
1
-
1
13
Ketua Komite Medik
1
-
1
14
Ketua Komite Etik dan Hukum
1
-
1
15
Komite Keperawatan
1
-
1
16
Kepala ULP
-
1
1
34
22
56
JUMLAH
- Sumber Daya Manusia menurut Golongan
PNS
No
CPNS
Non PNS
Uraian
Jumlah
L
P
L
P
L
P
1.
Golongan IV
23
33
56
2.
Golongan III
199
231
1
2
433
3.
Golongan II
81
64
3
10
158
4.
Golongan I
11
1
12
52
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
PNS
No
Non PNS
Jumlah
L
5.
CPNS
Uraian
P
L
P
Non Golongan
Jumlah
314
329
4
12
L
P
172
148
320
172
148
979
53
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
- Sumber Daya Manusia menurut Pendidikan
No
III.
Uraian
PNS
L
CPNS
P
L
P
Non PNS
L
P
Jumlah
Menurut Pendidikan
0
a. Tenaga Medis
0
-
S3 (Dokter Konsultan)
-
Dokter Umum
2
13
15
-
Dokter PPDS *)
4
7
11
-
Dokter Spesialis Jiwa
4
4
8
-
Dokter Spesialis Dalam
1
1
2
-
Dokter Spesialis Obgyn
1
1
2
-
Dokter Spesialis Anak
-
Dokter Spesialis Bedah
-
Dokter Spesialis Anastesi
-
Dokter Spesialis Syaraf
-
Dokter Spesialis Patologi
Klinik
1
1
-
Dokter Spesialis Radiologi
1
1
-
Dokter Spesialis Ortodentis
-
Dokter Gigi
1
1
1
1
2
2
1
1
1
1
2
1
1
2
2
b. Tenaga Keperawatan
0
-
Ners
8
9
2
19
-
S 1 Keperawatan
50
44
1
95
-
D 4 Keperawatan
24
12
1
37
-
D 3 Keperawatan
61
96
43
281
-
D 3 Keperawatan Gigi
2
3
-
SPRG
1
-
Tenaga Keperawatan
(SPRA/SPRB/SPKSJ)
8
-
S 1 / D IV Kebidanan
1
3
5
73
1
16
24
0
54
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
No
Uraian
-
PNS
L
CPNS
P
L
3
D 3 Kebidanan
P
Non PNS
L
1
P
13
c. Kefarmasian
Jumlah
17
0
-
Apoteker
1
4
-
D 3 Farmasi
1
2
-
SAA / SMF
1
2
1
2
7
2
6
10
13
d. Kesehatan Masyarakat
0
-
S 2 Psikologi
5
-
S 1 Psikologi
-
S 1 Kesehatan Masyarakat
-
D 3 Kesehatan Masyarakat
-
S 1 Teknik Lingkungan
-
D 3 Teknik Lingkungan
-
D 3 Kesehatan Lingkungan
3
-
D 1 Kesehatan Lingkungan
1
1
1
7
2
1
3
4
2
6
0
2
2
1
1
1
4
1
e. Gizi
0
-
S 1 / D IV Gizi
1
1
1
3
-
D 3 Gizi
1
5
1
7
-
Tenaga Gizi Lainnya
3
5
1
1
f. Keterapian Fisik
0
-
S 1 / D IV Fisioterapi
-
D 3 Fisioterapi
-
D 3 Okupasi Terapi
1
1
-
D 3 Terapi Wicara
1
1
1
1
3
3
1
2
g. Keteknisian Medis
-
D 3 Rekam Medis
3
0
1
5
4
3
55
13
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
No
Uraian
PNS
L
-
D 3 Teknik Elektromedik
2
-
D 3 Analis Kesehatan
1
-
D 4 Radiologi
1
-
D 3 Radiologi
2
CPNS
P
L
P
Non PNS
L
P
Jumlah
2
3
2
5
11
1
4
6
h. Non Kesehatan
0
-
S 2 (Pasca Sarjana)
14
2
-
S 1 Ekonomi/Akutansi
5
9
-
S 1 Administrasi
1
4
-
S 1 Manajemen
-
S 1 Hukum
-
S 1 Tehnik Sipil
-
S 1 Komputer
1
-
S 1 Fisika
1
-
S 1 Sosial Politik
6
-
S 1 Teknik
2
2
-
S 1 Sastra Inggris
1
1
-
S 1 Komunikasi
1
1
-
S 1 Pertanian
1
1
-
D 3 Ekonomi Akutansi
7
11
-
D 3 Perpajakan
1
-
D 3 Hubungan Masyarakat
2
-
D 3 Administrasi
4
-
D 3 Pendidikan
1
-
D 3 Perpustakaan
-
D 3 Statistik
-
D 3 Arsiparis
-
D 3 Bahasa Inggris
16
4
5
3
4
1
2
18
1
3
1
5
1
1
2
6
3
13
1
5
1
11
1
1
7
1
1
3
4
15
1
1
1
2
3
1
1
1
2
1
1
56
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
No
Uraian
PNS
L
CPNS
P
L
P
Non PNS
L
P
Jumlah
-
D 3 Perhotelan
1
-
D 3 Komputer
3
-
D 1 PAUD
-
SMA / SMU / MAN / Paket C
46
16
18
-
SMEA
6
14
1
21
-
STM
24
17
41
-
SMKK
-
SMP / MTs / Paket B
10
-
SD / Paket A
8
314
1
1
5
2
11
1
1
8
88
3
16
2
10
22
1
9
329
4
12
15
172
148
34
979
Jumlah
643
16
320
979
Dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa Sumber Daya Manusia yang
terbesar adalah tenaga para medis yang termasuk tenaga paramedis adalah tenaga
kesehatan yang mempunyai ijazah S2 Kesehatan , S1 keperawatan sampai dengan
SPK / SPRB . Ini sangat mendukung
kinerja rumah sakit, karena tenaga
keperawatan bersama tenaga medis adalah menjadi ujung tombak rumah sakit
dalam menjalankan fungsi utamanya dibidang pelayanan kesehatan masyarakat.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan, untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan
upaya kesehatan. Tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga keterapian
fisik, tenaga keteknisan medis. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia nomor : Permenkes 81 / 2004 tentang ketenagaan Rumah Sakit diketahui
bahwa kebutuhan ketenagaan untuk Rumah Sakit Umum kelas A dan kelas B.
57
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Kebutuhan Ideal Ketenagaan
No
Jenis Tenaga
Formula Kebuituhan Tenaga sesuai Permenkes 81 / 2004
Kuantitas Kegiatan
Pokok
1
Struktural
Kebutuhan SDM =
Standar Beban
Kerja
Kuantitas Kegiatan
Pokok
2
Tenaga Medis
Kebutuhan SDM =
Standar Beban
Kerja
3
4
5
Tenaga
Keperawatan
Tenaga
Penunjang
Medik
Tenaga Non
Medis
Kuantitas Kegiatan
Pokok
Kebutuhan SDM =
Standar Beban
Kerja
Kuantitas Kegiatan
Pokok
Kebutuhan SDM =
Standar Beban
Kerja
Kuantitas Kegiatan
Pokok
Kebutuhan SDM =
Standar Beban
Kerja
Jumlah
3.
Keb. Ideal
Tenaga
Standar
+ Kelonggar
an
24
Standar
+ Kelonggar
an
54
Standar
+ Kelonggar
an
497
Standar
+ Kelonggar
an
121
Standar
+ Kelonggar
an
308
1004
Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian
pernyataan kinerja
Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum
Untuk Subbagian dan Instalasi semua Tupoksi sudah berjalan namun masih ada
kendala maupun kegagalannya anatar lain sebagai berikut :
 Belum lancarnya data dukung pelaporan Rumah Sakit
 Penatausahaan BMN
 Penentuan dan Penyelesaian Tahubja
 Dengan adanya KMK Remunerasi masih penyesuaian Anggaran
 Masih terdapat klaim yang tidak dibayar BPJS Kesehatan
58
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
 Kurangnya kendaraan kapasitas memadai untuk mengambil linen kotor (kebutuhan
mobil pick up)
 Belum ada pemilahan limbah medis dan non medis dari unit kerja
 Terbatasnya alat-alat Laboratorium sehingga pengujian sampel harus dilakukan di
luar instalasi
 Sarana prasarana yang belum terpenuhi.
 Pemantauan kondisi bangunan gedung dan fasilitas peralatan mesin, jaringan
listrik, air dan telepon
 Pekerjaan pemeliharaan pencegahan bangunan gedung dan fasilitas peralatan
mesin, jaringan listrik, air dan telepon
-
Direktorat Medik dan Keperawatan
 Merumuskan program kerja Direktorat SDM dan Pendidikan berdasarkan RBA dan
Renstra Rumah Sakit
 Mengkoordinasikan tugas kepada para Kepala Bagian sesuai tugas dan tanggung
jawabnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas Direktorat SDM dan Pendidikan
 Mengarahkan pelaksanaan tugas di Bagian SDM dan Bagian Diklit
 Melaksanakan pengelolaan SDM dan kegiatan pendidikan dan penelitian
-
Direktorat SDM dan Pendidikan
 Keamanan dan parkir yang belum sesuai dengan harapan stekholder
 Kunjungan saat ini baik di rawat jalan dan rawat inap menurun (bor 35-40%)
terutama core bisnis Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang
 Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang
 belum siap dengan pelayanan sub spesialistik kecuali kesehatan jiwa anak &
remaja, penyakit dalam (endokrin)
 Bangsal perawatan kelas 1.2 dan vip sangat terbatas, padahal saat ini banyak
peserta bpjs mandiri dan eks askes, tni polri haknya dikelas 1 dan 2 (inden)
 Clinical pathway dari smf belum semua ada dan belum terimplementasikan
 Tarif Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang belum berbasis unit cost
 Belanja tupoksi masuk dalam anggaran BLU
 Akutansi biaya belum ada, sehingga analisa keuangan terhadap biaya operasional
belum terlaksana dengan baik
 Regulasi kebijakan pemda dan bpjs setempat memposisiskan rsjs sebagai ppk3
dengan regulasi yang sangat tidak menguntungkan buat Rumah Sakit Jiwa Prof.
dr. Soerojo Magelang
59
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
B.
REALISASI ANGGARAN
Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung tercapainya sasaran Rencana
Strategis Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Tahun 2015 – 2019, pada tahun
2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang didukung oleh jumlah anggaran
sebagai berikut:
No
Uraian
1. Anggaran Rupiah Murni
1.
Belanja Pegawai
2.
Belanja Barang
3.
Belanja Modal
Jumlah Rupiah Murni
2. Anggaran Badan Layanan Umum
1 Belanja Barang
2 Belanja Modal
Jumlah BLU
Total RM dan BLU
Anggaran
(Rp)
Realisasi
(Rp)
Sisa
(Rp)
%
43,411,804,000
18,419,000,000
18,000,000,000
79,830,804,000
40,538,958,804
14,403,023,057
16,850,047,029
71,792,028,890
93.38%
78.20%
93.61%
89.93%
2,872,845,196
4,015,976,943
1,149,952,971
8,038,775,110
73,459,195,000
15,659,138,000
89,118,333,000
168,949,137,000
66,752,203,209
9,358,608,735
76,110,811,944
147,902,840,834
90.87%
59.76%
85.40%
87.54%
7,150,473,459
6,300,529,265
13,451,002,724
21,046,296,166
 Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Pengelolaan Barang Milik Negara Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
periode 1 Januari s/d Desember 2015, dapat dilaporkan dalam bentuk Intrakomtable,
Ekstrakomtable, Gabungan Intrakomtable dan Ekstrakomtable, Aset Tak Berwujud
dan Konstruksi dalam pengerjaan.
Adapun laporan perkembangan masing-masing Barang Milik Negara adalah sebagai
Berikut :
a.
b.
c.
BMN INTRAKOMTABLE
Posisi awal (1 Januari 2015)
Penambahan
Pengurangan
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
:
:
:
Rp 698.608.078.326,00
Rp 33.498.694.728,00
Rp
967.130.734,00
Rp 731.239.642.320,00
Posisi awal (1 Januari 2015)
Penambahan
Pengurangan
Posisi Akhir (31 Desember 2015 )
:
:
:
:
Rp
Rp
Rp
Rp
BMN GABUNGAN INTRA & EKSTRA
Posisi awal (1 Januari 2015)
:
Rp 698.865.349.526,00
BMN EKSTRAKOMTABEL
257.271.200,00
50.107.070,00
307.378.270,00
60
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
d.
e.
Penambahan
Pengurangan
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
:
:
Rp 33.548.801.798,00
Rp
867.130.734,00
Rp 731.547.020.590,00
BMN ASET TAK BERWUJUD
Posisi awal (1 Januari 2015)
Penambahan
Pengurangan
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
:
:
:
Rp
Rp
Rp
Rp
53.090.000,00
110.000.000,00
163.090.000,00
KONTRUKSI DALAM PENGERJAAN
Posisi awal (1 Januari 2015)
:
Rp
729.040.000,00
Penambahan
Aset yang menjadi Definitif
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
:
:
Rp 13.886.668.120,00
Rp 14.421.807.120,00
Rp
193.901.000,00
Berdasarkan hasil laporan posisi Barang Milik Negara Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.
Soerojo Magelang berdasarkan Neraca sampai 31 Desember 2015 Tahun Anggaran
2015 tercatat sebesar Rp. 731.547.020,00
61
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
BAB IV
PENUTUP
Untuk mencapai Visi dan Misi, Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang telah
melaksanakan Strategi dan Pengukuran Kinerja selama tahun 2015, dengan rincian capaian
kinerja sebagai berikut :
1.
Kinerja Pelayanan dengan capaian kinerja 48,75 dari Target 54,00 atau tercapai 90,28
Persen.
2.
Kinerja SDM dan Organisasi dengan capaian kinerja 3.00 dari Target 3.00 atau tercapai
100 Persen.
3.
Kinerja Keuangan dengan capaian kinerja 18.85 dari Target 22.15 atau tercapai 85.10
Persen.
4.
Kinerja Sarana dan Prasarana capaian kinerja 2.40 dari Target 3.00 atau tercapai 80
Persen.
Langkah yang akan dilakukan dimasa mendatang untuk meningkatkan kinerja adalah
pengembangan pelayanan sub spesialistik dibidang psikiatri, optimalisasi peralatan penunjang
medik, optimalisasi alat-alat diagnosistik psikiatri untuk pelayanan pendidikan, penelitian dan
pelatihan, pengembangan pendidikan berbasis rumah sakit untuk psikiatri anak remaja,
meningkatkan jejaring dengan lembaga pendidikan, meningkatkan preventif dan promotif
psikiatri komunitas, dengan tidak mengesampingkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif,
perbaikan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan, serta peningkatan kesehatan sumber daya
manusia.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Jiwa
Prof. Dr. Soerojo Magelang yang kami buat masih terdapat kekurangan dan kelemahan yang
memerlukan perbaikan / penyempurnaan lebih lanjut dan kami berharap dengan Laporan
Akuntabilitas Kinerja tahun 2015 ini dapat diketahui sampai seberapa jauh kegiatan – kegiatan
/ program – program Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang yang telah diberikan
kepada masyarakat, khususnya daerah kedu dan sekitarnya yang merupakan daerah cakupan
pelayanan kesehatan jiwa Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Dengan segala
keterbatasan kami, masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan Laporan
Akuntabilitas Kinerja tahun 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang, karena itu
masukan serta saran - saran dari berbagai pihak sangat diharapkan dalam penyempurnaan di
masa
62
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
yang akan datang. Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu, bekerja sama dan berpartisipasi dalam penyusunan Laporan
Akuntabilitas Kinerja Tahun 2015 dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing
kita semua serta memberkahi semua pelayanan yang kita lakukan.
63
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA
RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel
serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
: dr. Bambang Prabowo, M.Kes
Jabatan
: Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
Magelang
Selanjutnya disebut pihak pertama
Nama
:
Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U (K)
Jabatan
:
Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan
Selaku atasan langsung pihak pertama, Selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran
perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah
ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target
kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi
terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam
rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
64
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
PERJANJIAN KINERJA
UNIT PELAKSANA TEKNIS : RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
TAHUN
: 2015
NO
SASARAN STRATEGIS
IKU
TARGET
2015
1
2
3
4
I
PERSPEKTIF KEUANGAN
1
Terwujudnya peningkatan
pendapatan
2
Terwujudnya efisiensi
II
PERSPEKTIF PELANGGAN
3
III
1
Rasio Pencapaian pendapatan
terhadap proyeksi
Rasio Pendapatan Operasional
terhadap Biaya Operasional
Terwujudnya Kepuasan
Kepuasan Pelanggan
Stake Holder
PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Terwujudnya Inovasi
Pelayanan Holistik
Jumlah produk layanan inovatif
kesehatan jiwa anak dan remaja
Jumlah produk layanan
Consultation Liaison Psikiatri
(CLP)
Jumlah produk layanan Psychiatri
Forensik
2
3
4
5
6
7
Terwujudnya pendidikan dan
pelatihan berbasis best
practice dari pelayanan
Terwujudnya kemitraan
strategis dengan institusi dan
masyarakat dalam
pelayanan, pendidikan, dan
penelitian
Terwujudnya penerapan
proses bisnis terintegrasi
Terwujudnya hasil riset
berdasarkan blue print
penelitian
Terwujud mutu pelayanan
dan keselamatan pasien
(Good Clinical Governance)
Terwujudnya standar mutu
pendidikan dan pelatihan
100%
69%
85%
2
2
1
Jumlah Topik Pelatihan berbasis
best practice dari pelayanan
2
Jumlah penambahan kemitraan
dengan institusi dan masyarakat
dalam pelayanan
3
Jumlah kemitraan dengan institusi
dan masyarakat pendidikan dan
penelitian
Maksimum temuan setiap hasil
audit
5
10
Jumlah Hasil Riset dari Blue Print
2
Prosentase Pencapaian Indikator
Mutu Klinik
82%
Prosentase Pencapaian Indikator
Mutu Manajerial
Jumlah Pelatihan yang memliki
Kurikulum Terstandar
82%
2
65
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
NO
8
IV
1
2
3
4
SASARAN STRATEGIS
IKU
TARGET
2015
Terwujudnya tata kelola
Capaian indikator kinerja RS BLU
organisasi yang baik (Good
tahun berjalan
Corporate Governance)
PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN
Terwujudnya budaya kerja
sesuai nilai-nilai organisasi
Terwujudnya SIM RS
terintegrasi
Tersedianya SDM yang
kompeten sesuai kebutuhan
organisasi
Terwujudnya keandalan
sarana dan prasarana
Prosentase Hasil Penilain Nilai
Nilai Organisasi
Jumlah modul Manajemen yang
terintegrasi
84%
65%
15
Prosentase Pencapaian
Kompetensi SDM
70%
Minimum Prosentase OEE
50%
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2015 : Rp. 138.323.623.000,-
Catatan : dengan adanya penambahan saldo, maka Jumlah Anggaran menjadi Rp.
168.949.137.000,-
66
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
TARGET INDIKATOR KINERJA BLU
RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
UNIT PELAKSANA TEKNIS
: RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO
MAGELANG
TAHUN
: 2015
2015
NO
A.
INDIKATOR
KINERJA
SKOR
KINERJA PELAYANAN
TARGET
a. Pertumbuhan Produktivitas
18,00
54,00
13,00
1
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan
2
Pertumbuhan Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat
3
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
4
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
5
Pertumbuhan Pemeriksaan Laboratorium
6
Pertumbuhan Operasi
7
Pertumbuhan Rehab Medik
8
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran
9
Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
b. Efektivitas Pelayanan
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
14,00
1,50
1,50
1,00
1,50
1,50
1,50
2,00
1,00
1,50
13,00
1
Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan
2
Pengembalian Rekam Medik
3
Angka Pembatalan Operasi
4
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
5
Penulisan Resep sesuai Formularium
6
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
7
Bed Occupancy Rate (BOR)
c. Mutu Pelayanan
1
Emergency Response Time Rate
2
Waktu Tunggu Rawat Jalan
3
Length of Stay
4
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
5
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
14,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
1,50
2,00
1,50
2,00
2,00
11,00
1,50
1,50
1,50
1,50
2,00
2,00
1,50
2,00
12,00
2,00
2,00
1,50
11,00
2,00
2,00
6
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
7
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
d. Mutu Klinik
1
Angka Kematian di Gawat Darurat
2
Angka Kematian/Kebutaan≥ 48 Jam
67
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
NO
A.
INDIKATOR
KINERJA
SKOR
KINERJA PELAYANAN
TARGET
2,00
4,00
2,00
4,00
54,00
2,00
3,00
2,00
3,50
1,00
1,00
1,00
1,00
2,00
1,50
f. Kepuasan Pelanggan
2,00
2,50
1
Penanganan Pengaduan/Komplain
2
Kepuasan Pelanggan
B SDM DAN ORGANISASI
a. Pertumbuhan Pembelajaran
1
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan
2
Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT
1,00
1,00
3,00
3,00
1,00
1,00
1,00
1,50
3,00
3,00
1,00
1,00
3
Post Operative Death Rate
4
Angka Infeksi Nosokomial
5
Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
e. Keperdulian Kepada Masyarakat
Pembinaan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat dan
1
Sarana Kesehatan Lain
2
Penyuluhan Kesehatan
3
Rasio Tempat Tidur Kelas III
3
Program Reward dan Punishment
1,00
1,00
C
KEUANGAN
30,00
22,15
a. Rasion Keuangan
19,00
11,30
1
Rasio Kas ( Cash Ratio)
2
Rasio Lancar (Current Ratio)
3
Periode Penagihan Piutang ( Collection Periods)
4
Perputaran Aset tetap ( Fixed Asset Turnover)
5
Imbalan atas Aset Tetap ( return on Fixed Aset)
6
Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)
7
Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)
8
Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional
9
Rasio Subsidi Biaya Pasien
b. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
2,00
2,50
2,00
2,00
2,00
2,00
2,00
2,50
2,00
11,00
0,25
2,50
2,00
0,50
1,10
1,20
1,25
2,50
10,85
2,00
2,00
2,00
1,00
1,00
0,50
0,50
0,50
0,50
2,00
1,85
2,00
1,00
1,00
0,50
0,50
0,50
0,50
1
2
3
4
5
6
7
8
9
RBA Definitif
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU
Tarif layanan
Sistem Akuntansi
Persetujuan Rekening
SOP Pengelolaan Kas
SOP Pengelolaan Piutang
SOP Pengelolaan Utang
68
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
2015
NO
A.
INDIKATOR
KINERJA
KINERJA PELAYANAN
10 SOP Pengadaan Barang & Jasa
11 SOP Pengelolaan Barang Inventaris
D SARANA DAN PRASARANA
a. Kepedulian Terhadap Lingkungan
1
2
SKOR
Kebersihan Lingkungan (Program Rumah Sakit Berseri)
Hasil Pelaksanaan Program Proper Lingkungan
SUB TOTAL INDIKATOR KINERJA
TARGET
0,50
0,50
3,00
3,00
54,00
0,50
0,50
3,00
3,00
2,00
1,00
36,00
2,00
1,00
82,15
69
Laporan Akuntabilitas Kinerja 2015 Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
INDIKATOR KEGIATAN PELAYANAN TAHUN 2010 S/D TAHUN 2015
NO
U R A I A N
2011
2012
2013
2014
2015
1
2
3
4
5
6
7
1
Tempat Tidur Tersedia
800
819
869
889
828
2
Jumlah pasien keluar hidup dan mati
Rata - rata pasien keluar
8.206
22,48
8.176
22,4
9.031
24,74
10.450
28,63
9.551
52,77
3
Jumlah kematian
Sesudah 48 jam
132
69
119
60
228
114
346
177
351
187
Sebelum 48 jam
Gross Death Rate (%)
Net Death Rate (%)
63
16,1
8,4
59
14,6
7,6
114
25,2
12,6
169
33,1
16,9
164
36,8
19,6
365.194
44,5
225.532
27,58
243.611
26,97
154.550
14,79
139.116
14,6
8.310
22,77
8.240
22,58
8.821
24,17
10.451
28,63
9.747
53,85
231.956
635,5
235.909
646,33
192.455
527,27
145.549
398,76
129.138
713,47
4
Lamanya dirawat pasien keluar
Rata - rata lamanya dirawat (AVLOS)
5
Jumlah pasien masuk
Rata - rata pasien masuk
6
Jumlah hari perawatan
Rata - rata dirawat perhari
7
Ratio penggunaan tempat tidur (BOR)
79,4
79,1
61,2
44,9
42,7
8
Rata - rata frekuensi penggunaan
tempat tidur (BTO)
10,3
10
10,5
11,8
11,5
Jarak waktu antara pemakaian tempat
tidur (TOI)
7,3
7,6
13,3
17,1
18,1
9
70
Download