BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

advertisement
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Tahun 2001, Pemerintah Indonesia mulai melaksanakan kebijakan
otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Kebijakan tersebut diatur dalam
UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang direvisi menjadi UU
Nomor 33 Tahun 2004. Otonomi daerah mendorong pemerintah daerah
untuk mampu melakukan manajemen dan pertanggungjawaban anggaran
pendapatan, belanja, serta pembiayaan.
Bentuk pertanggungjawaban anggaran pemerintah daerah tercermin
dalam laporan keuangan, salah satunya adalah Laporan Realisasi
Anggaran (LRA). Komponen penting yang sering menjadi perhatian
publik dalam LRA adalah belanja daerah. Belanja daerah menunjukkan
program dan kegiatan yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Belanja
daerah
dalam
Permendagri
Nomor
13
Tahun
2006
apabila
diklasifikasikan menurut kelompok belanja terdiri dari belanja tidak
langsung dan belanja langsung.
Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak terkait
langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidak
langsung terdiri dari belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan
sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga.
Komposisi belanja pegawai tidak langsung terhadap total belanja daerah
2 dapat dijadikan indikator kualitas belanja daerah, yakni indikator belanja
tidak langsung.
Belanja langsung merupakan belanja yang terkait langsung dengan
program dan kegiatan yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang
dan jasa, serta belanja modal. Komposisi belanja modal terhadap total
belanja daerah dapat dijadikan indikator kualitas belanja daerah, yakni
indikator belanja modal. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2013 oleh
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Republik Indonesia tentang
laporan evaluasi belanja modal daerah menunjukkan
bahwa realiasi
penyerapan belanja daerah, khususnya belanja modal masih di bawah
target.
Berdasarakan penjabaran di atas, penulis tertarik melakukan
penelitian terhadap komposisi belanja daerah. Obyek penelitian yang
dipilih penulis adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang. Pemkot
Magelang dipilih karena sejak tahun 2011, Walikota Magelang
mencanangkan slogan baru bagi Kota Magelang yaitu "Kota Sejuta
Bunga."
Pencanangan slogan baru tersebut mengacu pada Perda Nomor 4
Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Magelang. Implikasi dari pencanangan tersebut adalah
pembangunan infrastruktur dan penataan kembali kota Magelang yang
dapat mempengaruhi komposisi belanja daerah kota Magelang.
3 1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dalam latar belakang masalah, maka
dirumuskan permasalahan yang akan diteliti, yaitu:
1. Bagaimana pengalokasian belanja daerah dalam LRA Pemerintah
Kota Magelang?
2. Bagaimana tren pengalokasian belanja daerah di Pemerintah Kota
Magelang?
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian
mengevaluasi
ini
dilakukan
kebijakan
dengan
pengalokasian
tujuan
menganalisis
anggaran
belanja
dan
daerah
Pemerintah Kota Magelang yang tercermin dalam komposisi belanja
daerah.
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberi manfaat:
1. Bagi penulis, mengetahui lebih jelas mengenai pengalokasian
belanja daerah, khususnya di Pemerintahan Kota Magelang.
2. Bagi pihak yang diteliti, memberikan masukan dan gambaran
terkait kebijakan pengalokasian belanja daerah untuk dijadikan
dasar evaluasi, koreksi, maupun perbaikan ke depan.
3. Bagi penelitian selanjutnya, memberikan wawasan bagi penelitian
sejenis, yaitu mengenai komposisi belanja daerah.
1.5. Kerangka Pemikiran
4 Kerangka pemikiran menunjukkan dasar pemikiran yang digunakan
dalam penelitian. Dari sumber data berupa Laporan Realisasi Anggaran,
penulis melihat komposisi per jenis belanja daerah terhadap total belanja
daerah. Komposisi per jenis belanja direalisasi kemudian dibandingkan
dengan komposisi pada anggaran untuk melihat ada atau tidaknya
perbedaan komposisi dan tren pengalokasian.
Berdasarkan uraian di atas, kerangka pemikiran dalam penelitian
dapat digambarkan sebagai berikut:
Laporan
Realisasi
Anggaran
Magelang
Kota
Belanja
Daerah
Belanja
Belanja Tidak
Tidak Langsung
Langsung
Belanja
Belanja Pegawai
Pegawai
Bunga
Bunga
Subsidi
Subsidi
Hibah
Hibah
Bantuan
Bantuan Sosial
Sosial
Belanja
Belanja Bagi
Bagi Hasil
Hasil
Bantuan
Bantuan Keuangan
Keuangan
Belanja
Belanja Tidak
Tidak Terduga
Terduga
Belanja Langsung
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Gambar 1.6.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 1.5 Kerangka Pemikiran
Download