Latihan Otot Inspirasi pada Pasien-pasien Quadriplegia

advertisement
c Janne Marques Silveira, Ada Clarice Gastaldi,
Cristina de Matos Boaventura, Hugo Celso Souza
J Bras Pneumol, 2010;36(3):313-319
Pendahuluan
‡ Quadriplegi akibat cedera medula spinalis (CMS), dapat
menyebabkan masalah pernapasan.
‡ Lesi di atas C3 mengancam jiwa, menyebabkan
kelumpuhan otot diafragma, interkostal, skalenus, dan
abdomen sehingga berkurangnya ventilasi dan
membutuhkan ventilasi mekanis.
‡ Lesi di bawah C3, diafragma diinervasi total atau sebagian.
Namun, fungsinya terganggu karena kelumpuhan otot-otot
pernafasan lainnya, termasuk otot abdomen.
Pendahuluan
‡ Pasien quadriplegi mempunyai keterbatasan ventilasi,
berkurangnya VC, TLC, MIP, MEP, kapasitas inspirasi dan
waktu endurans, juga kemampuan untuk batuk, terutama
dalam posisi duduk. Oleh karena itu, mereka sangat rentan
terhadap kelelahan otot inspirasi dan komplikasi paru.
‡ Latihan spesifik pada otot inspirasi dengan beban melalui
penggunaan alat latihan otot inspirasi resistif atau
threshold dapat meningkatkan MIP.
Pendahuluan
‡ Ketika latihan resistif digunakan, beban inspirasi tergantung
pada diameter orifisium dan pola pernapasan pasien,
sehingga beban konstan tidak tercapai.
‡ Ketika threshold trainer digunakan, beban inspirasi konstan
(cmH2O) dapat ditetapkan, karena aliran inspirasi terjadi
jika pasien menghasilkan tekanan yang lebih tinggi
daripada yang diatur, untuk membuka katup. Setelah
ambang tercapai, resistensi tetap konstan terlepas dari
aliran inspirasi.
Pendahuluan
‡ Beberapa studi telah menunjukkan bahwa otot-otot inspirasi
pasien quadriplegi dapat dilatih dengan meningkatkan MIP,
endurans otot inspirasi, volume dan kapasitas paru.
‡ Studi-studi ini menggunakan metode yang berbeda untuk
beban otot-otot inspirasi, seperti penggunaan threshold
trainer, latihan resistif atau abdominal weight, serta
hiperpnea normocapnic dan protokol latihan dengan beban
tinggi atau tidak diketahui.
Pendahuluan
‡ Meskipun dua tinjauan sistematik terbaru telah menunjukkan
sedikit ³kecenderungan", tidak ada bukti efektivitas latihan
otot respirasi pada pasien CMS.
‡ Manfaat dari latihan, yang biasanya dihubungkan dengan
beban tinggi, tergantung pada intensitas dan panjang.
Namun, latihan otot inspirasi pada beban tinggi sulit untuk
dilakukan dan dapat menyebabkan kelelahan otot.
Pendahuluan
‡ Dua penelitian pada pasien PPOK telah menunjukkan bahwa
protokol latihan pada beban 12% dan 15% dari MIP tidak
efektif, sedangkan beban 30% dari MIP cukup untuk
menghasilkan efek latihan. Belum ada penelitian yang
mengkaji manfaat dari protokol ini pada pasien quadriplegi.
‡ Tujuan penelitian ini adalah menentukan apakah latihan otot
inspirasi dengan threshold trainer pada beban rendah (30%
dari MIP) dapat meningkatkan kekuatan dan endurans otototot inspirasi pada pasien quadriplegi
Metode
Š Sampel :
‡ 8 pasien quadriplegi (7 ƃ dan 1 Ƃ )
‡ 19 - 52 tahun
‡ Lesi segmen C4-C7
‡ derajat A pada scale
Š Semua pasien diterapi di Sekolah Pusat Fisioterapi
Universitas Triangulo (Unitra), Uberlandia, Brasil.
Metode
‡ Kriteria inklusi :
‡ terdapat lesi lengkap
medula spinalis
servikal > 12 bulan
‡ secara klinis stabil
‡ bukan perokok
‡ tidak memiliki
riwayat penyakit
pernafasan kronis
‡ Studi ini telah
disetujui oleh
Komite Etika
Penelitian Manusia
UNITRA.
‡ Semua pasien
atau kuasa hukum
mereka memberi
informed consent
tertulis.
Metode
‡ Empat asisten telah dipilih dan dilatih teknik yang diterapkan
selama pengujian (kekuatan dan endurans otot-otot
pernafasan, FVC dan latihan otot inspirasi)
‡ MIP, MEP, FVC dan endurans diukur sebelum pengukuran
pertama dicatat untuk menghindari efek belajar.
‡ Pengukuran dilakukan pada posisi duduk dan telentang,
pada periode pretraining dan pada akhir minggu ke-4 dan
ke-8 latihan. Penelitian dilakukan selama 8 minggu berturutturut.
Metode
‡ Pasien melakukan latihan otot inspirasi pada posisi duduk,
dengan pola napas alami selama 30 menit/hari, 5 hari/minggu,
selama 8 minggu.
‡ Èhreshold trainer otot inspirasi (HealthScan Products Inc,
Cedar Grove, NJ, USA) diatur pada 30% dari MIP atau
sampai beban mencapai 41 cmH2O, yang merupakan beban
maksimum untuk alat. Semua sesi latihan diawasi oleh
seorang anggota tim studi, dan beban latihan disesuaikan
pada setiap awal minggu.
Metode
‡ Tekanan pernafasan maksimal
plateau diukur dengan manometer
vakum (OEM Medis, Marshalltown,
IA, USA) yang terhubung ke mulut
plastik dengan diameter 2-cm dan 1
mm lubang di bagian atas untuk
menghindari gangguan yang dapat
disebabkan oleh tekanan ekstra otot
businator dalam pengukuran akhir.
Metode
‡ MIP dan MEP diukur, berdasarkan RV dan TLC, masingmasing, sepuluh kali, pasien memakai klip hidung. Interval
istirahat 2 menit antara pengukuran.
‡ Hanya tekanan terus menerus selama minimal 2 detik
dicatat, dan MIP ditentukan pada nilai tertinggi yang
diperoleh.
‡ Hasilnya dianalisis sebagai nilai absolut dan persentase,
menurut persamaan yang ditetapkan oleh Neder et al.
Metode
‡ Digunakan spirometer Wright
(Markus 8; Ferrari Medical Ltd,
Enfield, Inggris) untuk mengukur
FVC pasien dalam posisi duduk dan
telentang.
‡ Pasien menarik nafas hingga TLC
tercapai dan kemudian hembuskan
ke dalam 21 cm corong plastik alat
latihan resisitif dengan diameter 2
cm. Sesuai dengan rekomendasi
ATS, minimal tiga pengukuran
diambil, dan nilai tertinggi dipilih
untuk analisis statistik. Hasilnya
dianalisis sebagai nilai absolut.
Metode
‡ Uji endurans adalah uji steady state yang diatur berdasarkan
data grafis yang dipresentasikan oleh Bellemare dan
Grassino, dan berdasarkan indeks tegangan-waktu. Dalam
studi ini untuk menentukan kekuatan otot inspirasi, digunakan
MIP
‡ Pola pernapasan dikontrol oleh sinyal suara berdasarkan
rasio waktu inspirasi dan waktu total pernafasan (TI / Ttot)
pada 0,6, dan beban diaplikasikan pada otot-otot pernapasan
dengan threshold trainer otot (% MIP). Pengujian dilakukan
pada pasien dalam posisi duduk.
Metode
‡ Beban dipertahankan konstan selama pengujian dengan
mengontrol TI dan tekanan inspirasi untuk setiap siklus
respirasi, dan hasilnya disajikan dalam menit.
‡ Uji respirasi dihentikan bila aliran inspirasi pasien cukup
untuk menghasilkan tekanan minimum yang diperlukan
untuk membuka threshold trainer selama tiga inhalasi
berturut-turut atau ketika pasien mencapai waktu
maksimum 45 menit.
Metode
‡
tudent's t-test untuk perbandingan nilai yang diukur
dengan diprediksi, dan nilai yang diperoleh dalam posisi
duduk dengan posisi telentang.
‡ Untuk membandingkan nilai pretraining pada minggu ke-4
dan 8, dilakukan ANOVA dan uji t berpasangan.
‡ Tingkat signifikansi ditetapkan 5%.
Hasil
‡ Tujuh dari delapan pasien menyelesaikan studi. Satu
telah meninggalkan sesi latihan setelah 4 minggu tanpa
alasan yang jelas.
Hasil
‡ Tabel 1. MIP, MEP, FVC
dan waktu endurans
diukur pada pasien
penelitian dalam posisi
duduk dan telentang
pada awal, minggu ke-4,
dan minggu ke-8 latihan
Hasil
‡ Gambar 1.
MIP diukur pada
pasien penelitian
dalam posisi duduk
dan telentang pada
awal, minggu ke-4,
dan minggu ke-8
latihan
Hasil
Gambar 2.
MEP diukur pada
pasien dalam posisi
duduk dan
telentang pada
awal, minggu ke-4,
dan minggu ke-8
latihan
Hasil
Gambar 3.
FVC diukur pada
pasien penelitian
dalam posisi duduk
dan telentang pada
awal, minggu ke-4,
dan minggu ke-8
penelitian
Hasil
Gambar 4.
Waktu endurans
diukur pada pasien
penelitian dalam
posisi duduk dan
telentang pada awal,
minggu ke-4 dan
minggu ke-8
penelitian.
DISKUSI
‡ Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan otot inspirasi dengan
threshold trainer beban rendah (30% MIP) meningkatkan kekuatan
otot respirasi pada pasien quadriplegi.
‡ Latihan otot inspirasi beban rendah memiliki efek positif pada pasien
quadriplegi, karena nilai awal latihan lebih rendah daripada nilai
prediksi, sedangkan nilai yang diperoleh setelah 8 minggu latihan
lebih tinggi dari nilai awal dan tidak menunjukkan perbedaan
signifikan dengan nilai prediksi, menunjukkan kecenderungan untuk
normal setelah latihan spesifik.
‡ Protokol ini merupakan latihan yang mudah dilakukan, lebih
meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
DISKUSI
‡ Protokol latihan untuk pasien quadriplegi berdasarkan literatur,
harus diberikan satu atau dua kali sehari dalam sesi 15-30 menit,
5-7 hari/minggu selama 6, 7, 8 atau 16 minggu, atau bahkan
setahun. Berdasarkan studi yang dikutip di atas, penelitian ini
menggunakan protokol sesi latihan 30 menit pada 30% MIP,
sekali sehari, 5 hari/minggu, selama 8 minggu.
‡ Penulis pinal Cord njury Rehabilitation Evidence Research
Èeam, menyarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan
beban latihan otot inspirasi yang ideal dengan threshold trainer.
DISKUSI
‡ Dalam studi ini, MIP, MEP, FVC dan endurans diukur dalam
posisi duduk dan dibandingkan dengan posisi telentang.
‡ Perbedaan antara dua posisi ditemukan pada MIP awal,
menunjukkan bahwa posisi duduk tidak menguntungkan bagi
pasien.
‡ Perbedaan antara posisi duduk dan telentang tidak bertahan
setelah 4 - 8 minggu latihan, mungkin karena posisi duduk
diadopsi selama sesi latihan, sehingga meminimalkan kerugian
bagi pasien.
DISKUSI
‡ Setelah 4 dan 8 minggu latihan, MIP meningkat.
‡ Beberapa penelitian lain juga medapatkan peningkatan MIP,
meskipun dengan latihan otot inspirasi beban tinggi atau latihan
resistif. Hal ini mungkin efek latihan dapat dicapai bahkan tanpa
mengetahui beban.
‡ Namun, menurut sebuah studi, keuntungan latihan otot inspirasi
dengan threshold trainer adalah memungkinkan penentuan akurat
beban latihan sehingga menghindarkan kelelahan otot-otot
inspirasi.
DISKUSI
‡ Aspek lain terkait dengan durasi quadriplegia.
‡ Berdasarkan sekelompok penulis, sekitar 3 bulan setelah cedera
tonus otot abdomen meningkat dan satu tahun setelah cedera
fungsi paru-paru meningkat dibandingkan dengan fase awal dan
cenderung untuk menjadi stabil.
‡ Dalam penelitian ini, tidak ada pasien yang berada dalam fase
akut, karena durasi lesi bervariasi antara 35 - 318 bulan, dan
perbaikan spontan tidak mungkin terjadi dalam fase ini.
DISKUSI
‡ MEP meningkat pada posisi duduk dan berbaring, setelah 4
minggu latihan.
‡ Peningkatan ini mungkin disebabkan peningkatan elastic
recoil paru yang dihasilkan dari FVC yang tinggi.
Peningkatan MEP diamati oleh penulis lain dihubungkan
dengan intervensi otot ekspirasi spesifik yang tidak terjadi
dalam penelitian ini karena hanya diterapkan pada otot
inspirasi.
DISKUSI
‡ Pada minggu ke 4, FVC meningkat hanya pada posisi
duduk.
‡ Peningkatan FVC disebabkan peningkatan kekuatan otot
inspirasi, juga dapat dihubungkan dengan posisi duduk
selama latihan.
DISKUSI
‡ Sekelompok penulis menetapkan bahwa nilai FVC >1,8 +0.8 L
dapat mengurangi risiko komplikasi paru pada pasien quadriplegi
dan merupakan suatu prediksi penting morbiditas.
‡ Pasien ini mempunyai nilai FVC lebih tinggi, juga memiliki RV
lebih tinggi.
‡ FVC lebih tinggi berarti kemampuan yang lebih baik untuk batuk,
yang mengurangi akumulasi sekret dan mencegah infeksi
pernafasan yang sering terjadi pada pasien ini.
DISKUSI
‡ Endurans adalah kemampuan otot inspirasi untuk
mempertahankan beban yang diberikan dalam waktu tertentu.
‡ Hasil endurans kami menunjukkan tidak ada perbaikan setelah 8
minggu latihan untuk posisi duduk saja, pasien kami
menunjukkan setiap perbaikan yang signifikan dalam hal
endurans, mungkin karena variabilitas dari data yang diperoleh,
dengan peningkatan 173 + 233% dalam posisi duduk dan 116 +
189% pada posisi terlentang.
DISKUSI
‡ Menurut rekomendasi ATS/European Respiratory ociety, ada
beberapa cara untuk menilai dan mengukur endurans otot
inspirasi, karena kurangnya sistem standar untuk mengukur
variabel ini.
‡ Bellemare dan Grassino mengembangkan teknik yang lebih tepat
untuk mengukur endurans diafragma. Para penulis menyatakan
bahwa penting untuk mengontrol pola pernapasan (TI / Ttot) dan
mengetahui beban (tekanan inspirasi / MIP) yang diterapkan pada
otot selama uji endurans.
DISKUSI
‡ Jumlah pasien yang sedikit dan tidak adanya kelompok
kontrol adalah keterbatasan yang utama untuk penelitian
kami. Namun, penelitian lain menunjukkan keterbatasan
yang sama, mungkin karena kesulitan tertentu berhubungan
dengan populasi pasien ini
DISKUSI
‡ Menurut satu tinjauan sistematik, sangat sedikit studi yang
menunjukkan bukti efektivitas latihan otot inspirasi pada pasien
dengan CMS servikal. Penulis dari tinjauan lain menunjukkan
bahwa ada kecenderungan peningkatan kekuatan otot ekspirasi
dan VC, serta RV menurun setelah latihan otot respirasi.
‡ Data yang tersedia masih belum cukup untuk menarik kesimpulan,
dan diperlukan studi lebih lanjut yang melibatkan sampel yang
lebih besar, kelompok kontrol, penggunaan threshold trainer dan
variabel lain.
KESIMPULAN
‡ Latihan otot inspirasi pada 30% latihan beban otot
berhubungan dengan peningkatan kekuatan otot
inspirasi dan FVC, dan efektivitas otot-otot ekspirasi,
untuk pasien quadriplegi
Download