51 STUDI HUBUNGAN ANTARA BEBAN ENGINE TRAKTOR

advertisement
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
STUDI HUBUNGAN ANTARA BEBAN ENGINE TRAKTOR DENGAN EFISIENSI
DAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN TANAH
Utomo Ramelan, S.Pd, ST, M.Pd
Sfaf Pengajar, Program Studi D3 Mesin Otomotif
Politeknik Indonusa Surakarta
Jl. KH. Samanhudi No. 31 Mangkuyudan Surakarta
E-mail: [email protected]
Abstrak
Teknik budidaya pertanian yang bisa diandalkan untuk peningkatan produksi pangan
adalah teknik intensifikasi pertanian, yakni mulai dari pengolahan tanah, pembibitan,
penanaman dan pemupukan hingga panen. Pengolahan tanah menjadi awal kegiatan budidaya
pertanian sebelum kegiatan lainnya sehingga pada kegiatan ini perlu diupayaklan secara efektif
dan efisien, oleh karena menyangkut kwalitas hasil dan ketepatan waktu pengolahan tanah.
Pengolahan tanah secaraefektif dan efisien bisa ditempuh dengan cara mekanis menggunakan
traktor-traktor pertanian.
Pengolahan tanah secara efektif dan efisien akan dapat dicapai apabila traktor dan alat
pngolah tanah cocok dengan kondisi tanah yang diolah, kwalitas hasil pengolahan tanahnya
tinggi, dan tempo pengolahan tanahnya singkat sehingga hasil olahan tanahnya cocok untuk
tanaman yang akan ditanam dan hemat biaya operasi traktor.
Tiga hal mendasar yang sering digunakan untuk menilai hasil pengolahan tanah dengan
menggunakan traktor, yaitu besarnya gaya penarikan (draf), slip roda traktor, efifsiensi lapang.
Kenyataan menunjukkan bahwa banyak operator traktor yang sering mengoperasikan traktor
yang hanya didasarkan atas kebiasaan memenuhi target menyelasaikan pekerjaan pada waktu
tertentu. Mereka mengolah tanah dengan mengabaikan besarnya daya yang hilang, waktu
hilang, slip tinggi dan komsumsi bahan bakar yang tinggi. Hal ini bisa menyebabkan efisiensi
lapangnya rendah, biaya operasional tinggi dan umur pakai traktornya pendek.
Dari hasil pengujian didapatkan data sebagai berikut; bahwa pada pengujian dilahan
basah menunjukkan hasil bahwa pada pengujian dengan kecepatan dibawak optimum,
kecepatan optimum dan pada kecepatan diatas optimum menunjukkan hasil pada kecepatan
optimum adalah cara operasi traktor yang paling baik karena selain luas lahan yang terolah
sekitar 562,5 m²/jam, konsumsi bahan baker 1 l/jam dan kecepatan traktor 1,5 m/dt.Juga
menunjukkan akan umur dari traktor akan lebih awet dengan pertimbangan cara perawatan juga
dengan betul dan baik. Hail ini juga terjadi pada pengoperasian dilahan keringbahwa
pengoperasian traktor yang terbaik adalah dengan kecepatan optimum, dimana hasil yang
didapat sebagai berikut : Luas lahan yang terolah adalah 750 m²/jam, konsumsi bahan baker 1
l/jam dan kecepatan maju traktor 2 m/dt. Dimana factor kondisi fisik operator traktor sangat
menentukan diman dengan pengoperasian pada kecepatan putar optimum tidak akan membuat
operator cepat capai atau lelah.
Kata kunci : Traktor, Intensifikasi, Efektif dan Efisien
impor. Dalam hal ini diutamakan
pemenuhan kebutuhan pangan melalui
produksi pangan oleh karena Indonesia
adalah negara agraris yang berpotensi untuk
meningkatkan produksi pangan. Untuk dapat
meningkatkan produksi pangan tersebut
perlu digalakkan upaya-upaya yanmg
mengarah ke peningkatan produksi pangan
nasional.
I.
PENDAHULUAN
Pangan adalah kebutuhan utama yang
pertama bagi manusia disamping papan dan
sandang. Kebutuhan pangan akan semakin
meningkat seiring dengan bertambahnya
jumlah penduduk. Penduduk Indonesia yang
kini mencapai 200 juta jiwa lebih, sehingga
untuk memenuhi kebutuhan pangan akan
terpenuhi apabila ada pemasokan pangan,
baik melalui produksi pangan atau melalui
51
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
Teknik budidaya pertanian yang bisa
diandalkan untuk peningkatan produksi
pangan adalah teknik intensifikasi pertanian,
yakni mulai dari pengolahan tanah,
pembibitan, penanaman dan pemupukan
hingga panen. Pengolahan tanah menjadi
awal kegiatan budidaya pertanian sebelum
kegiatan lainnya sehingga pada kegiatan ini
perlu diupayaklan secara efektif dan efisien,
oleh karena menyangkut kwalitas hasil dan
ketepatan
waktu
pengolahan
tanah.
Pengolahan tanah secaraefektif dan efisien
bisa ditempuh dengan cara mekanis
menggunakan traktor-traktor pertanian.
Pengolahan tanah secara efektif dan
efisien akan dapat dicapai apabila traktor
dan alat pngolah tanah cocokdengan kondisi
tanah yang diolah, kwalitas hasil pengolahan
tanahnya tinggi, dan tempo pengolahan
tanahnya singkat sehingga hasil olahan
tanahnya cocok untuk tanaman yang akan
ditanam dan hemat biaya operasi traktor.
Tiga hal mendasar yang sering
digunakan untuk menilai hasil pengolahan
tanah dengan menggunakan traktor, yaitu
besarnya gaya penarikan (draf), slip roda
traktor, efifsiensi lapang. Kenyataan
menunjukkan bahwa banyak operator traktor
yang sering mengoperasikan traktor yang
hanya didasarkan atas kebiasaan memenuhi
target menyelasaikan pekerjaan pada waktu
tertentu. Mereka mengolah tanah dengan
mengabaikan besarnya daya yang hilang,
waktu hilang, slip tinggi dan komsumsi
bahan bakar yang tinggi. Hal ini bisa
menyebabkan efisiensi lapangnya rendah,
biaya operasional tinggi dan umur pakai
traktornya pendek.
Hasil pengumpulan data lapang di
empat lokasi didaerah sragen diperoleh hasil
kapsitas lapang pengolahanmenggunakan
traktor roda dua dan bajak singkal berkisar
antara 0,11 hingga 0,13 ha/jam, atau 7,70
hingga 9,10 jam /ha. Berdasarkan data
spesifikasi teknis traktor seharusnya bisa
diperoleh kapasitas lapang sebesar 7,8
jam/ha. Hal ini menunjukan bahwa masih
banyak operator traktor yang belum terampil
mengoptimalkan kemampuan kerja traktor,
yaitu pengaturan kecepatan maju traktor
yang rendah atau terlalu tinggi. Disisi lain
ternyata diperoleh data efisiensi lapang yang
mencapai lebih dari 100% padahal
umumnya berkisar antara 60 hingga 80 %.
Hal ini menunjukkan bahwa masih ada
operator traktor yang mengolah tanah
dengan kwalitas yang buruk karena masih
banyak tanah tak terolah.
Dari permasalah diatas maka penulis
ingin meneliti mengenai sejauh mana
hubungan antara pengaturan beban enjin
traktor dan efisiensi pengolahan tanah.
Adapun parameter-parameter utama yang
digunakan
untuk
menilai
efisiensi
pengolahan tanah terdiri atas gaya penarikan
alat(draf), slip roda traktor, konsumsi bahan
bakar, kapasitas lapang dan efisiensi lapang.
52
1.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil survey dilapangan
bahwa
permasalahan-permasalahan
yang dihadapi para pengguna/pemilik
traktor bajak tanah adalah kurang
efisiennya pengolahan tanah yang
dilakukan oleh operator sehinga
terkadang banyak sekali kerugiankerugian yang diterima oleh para
pemilik traktor bajak tanah tersebut
seperti, umur traktor yang tidak lama,
konsumsi bahan baker yang terlalu
boros, luas tanah yang dibajak kurang
luas. Sehingga kami TIM PKMP mau
melihat sejauh mana peran beban
engine traktor terhadap efisiensi
pengolahan tanah sehingga nantinya
akan didapatkan cara pengoperasian
traktor yang efisien dengan luas tanah
yang terbajak cukup luas.
2.
Perumusan Masalah
Untuk dapat melakukan identifikasi
permasalahan maka perlu diuraikan
serentetan hubungan sebab akibat
ketika kecepatan putar motor (engine)
traktor diatur pada kecepatan putar
dibawah kecepatan putar optimum,
pada kisaran kecepatan putar optimum
dan pada kecepatan putar diatas
kecepatan putar optimum.
Jadi dari permasalahan tersebut dapat
disimpulkan masalah sebagai berikut:
1. Sejauh mana hubungan beban
engine traktor dengan efisiensi
pengolahan tanah.
2. Sejauh mana hubungan antara
kecepatan engine traktor dengan
gaya tarik alat(draf), slip roda
traktor, konsumsi bahan bakr,
kapsitas lapang dan efisiensi lapang.
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
3.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
a. Mengetahui hubungan antara beban
engine traktor dengan efisiensi dan
efektivitas pengolahan tanah.
b. Dengan kecepatan putar engine pada
kisaran
dibawah
kecepatan
optimum, pada kecepatan putar
optimum dan
diatas kecepatan
putar optimum.dapat diketahui gaya
penarikan alat (draf), slip roda
traktor, konsumsi bahan bakar,
kapasitas lapang dan efisiensi
lapang.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Suatu traktor pertanian dapat digunakan
untuk mengolah tanah apabila daya traktor
yang tersedia mencuklupi untuk pekerjaan
pengolahan tanah. Besarnya daya traktor
yang diperlukan untuk membajak tanah
sangat ditentukan oleh besarnya gaya yang
diperlukan agar tanah dapat dibajak dan
kecepatan kerja pembajakan. Dalam hal ini
gaya yang diperlukan agar tanah dapat
terbajak sama dengan besarnya draft
pembajakan tanahnya.
Smith (1955) secara empiris merumuskan
besarnya daya pembajakan untuk menarik
alat seperti bajak seperti terlihat pada
persamaan (1) berikut ini.
P = F . v …………………1
Dimana : P = Daya pembajakan
untuk menarik alat bajak (power), kgm/det.
F = Gaya penarikan alat
bajak (Draft) kg
V = kecepatan maju
pembajakan m/det
Berdasarkan persam,aan (1) diatas
terlihat bahwa daya pembajakan akan
semaikin meningkat dengan naiknya draft
dan
bertambahnya
kecepatan
maju
pembajakan.
Kepner (1978), menyebutykan bahwa
selama besarnya gay percepatan dan selam
draft terdiri atas komponen yang pada
hakekatnya tidak tergantung oleh kecepatan
maju
maka
secara
logis
untuk
menggambarkan hubungan antara kecepatan
pembajakan dan draft pembajakan dapat
digunkanan persamaan (2) sebagai berikut:
Ds = Do + K v² ………………..2
Dimana Ds = draft pada kecepatan
sebesar S, kg
Do = Komponen static draft
yang tidak tergantung kecepatan. Kg
K
= Konstanta yang
nilainya berkaitan dengan tipe dan
desain alat bajak
serta kondisi tanah.
Kg.det²/m².
v
= Kecepatan
pembajakan. M/det.
Liljedahl et al. (1989) Menuliskan suatu
poersamaan untuk menentukan slip roda
traktor sebagaimana terlihat pada persamaan
(30 berikut :
S = (1-Va) x !00% …………….3
Dimana S = slip roda traktor, %
Va = kecepatanh maju actual, m/dt
Vt = Kecepatan linier teoritis roda
penggerak traktor, m/dt
Atas dasar persamaan (3) diatas maka
ketika kecepatan putar rodanya dinaikkan
sebenarnya kecepatan teoritisnya akan naik
dan nilainya akan selalu lebih besar
dibanding kecepatan aktualnya. Sehingga
dengan semakin tinggi kecepatan putar roda
traktor akan menyebabkan terjadinya slip
roda yang semakin tinggi.
II. MANFAAT PENELITIAN
Jadi dari Manfaat penelitian tersebut
dapat disimpulkan masalah sebagai berikut:
a. Dapat mengetahui Sejauh mana
hubungan beban engine traktor dengan
efisiensi pengolahan tanah.
b. Dapat mengetahui Sejauh mana
hubungan antara kecepatan engine
traktor dengan gaya tarik alat(draf), slip
roda traktor, konsumsi bahan bakr,
kapsitas lapang dan efisiensi lapang.
IV. METODE PENDEKATAN
Penelitian dilaksanakan diarea lahan
kering dan area lahan basah (sawah), dengan
lokasi diwilayah Kabupaten Sragen . Traktor
roda dua dan bajak singkal tunggal
digunakan untuk mengolah tanah didua area
tersebut. Sebelum dilakukan percobaan
terlebih dahulu dilakukan uji performasi
motor (engine) traktor tersebut sehingga
dapat diketahui kurva
karakteristik
enginenya.
Dengan
melihat
kurva
karakteristik engine tersebut akan dapat
dilihat hubungan antara kecepatan putar
engine dengan daya motor (power), torsi(
torque), dan konsumsi bahan bakar (fuel
consumption). Selanjutnya dapat pula
ditentukan besarnya kecepatan putar
optimumnya, yaitu kecepatan putar poros
53
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
engkol yang menghasilkan torsi tertinggi
(maksimum).
Percobaan lapang didua area tersebut
dilakukan pada tiga taraf kecepatan putar
engine pada saat tanpa beban, yaitu :
1. Kecepatan putar engine traktor diatur
dibawah atau lebih rendah dari kecepatan
putar optimum (1250 rpm).
2. Kecepatan putar traktor diatur pada
kisaran kecepatan putar optimum (1500
rpm).
3. Kecepatan putar engine traktor diatur
diatas atau lebih tinggi dari kecepatan
putar optimum (1750 rpm).
Pada saat selama percobaan lapang
diukur besarnya:
1. draft pembajakan.
2. Slip roda traktor.
3. Kecepatan maju traktor (forward
speed).
4. Lebar olah (plowing width).
5. Kedalam olah (plowing depth).
6. Konsumsi bahan bakar ( fuel
consumption).
7. Luas tanah terolah.
8. Waktu lapang total.
Selanjutnya data–data dari hasil
percobaan lapang ini selanjutnya diolah
untuk dihitung efisiensi lapang dengan
menggunakan persamaan (1), (2), dan (3)
Pada penelitian ini akan digunakan
traktor yang dilengkapi kopling belok,
dimana traktor ini terdiri atas tiga kecepatan
(rendah, sedang dan tinggi).
Adapun spesifikasi mesin yang
digunakan adalah sebagai berikut :
- Merk Trakror : Traktor Tangan Yanmar
- Panjang
: 2470 mm
- Lebar
: 770 (1078) mm
- Tinggi
: 1134 (1289) mm
- Berat dengan motor penggerak : 236,5
(270,5) mm
- Model
: TF 85 MLY – di
- Jenis
: Motorr Diesel Horizontal 4
Langkah
- Daya maksimum
: 8,5 Hp/ 2200 rpm
- Volume silinder
: 493 cc
- Sistem pendinginan
:
Air
dengan radiator
- Bahan Bakar
: Solar
- Kapasitas tangki bahan baker : 10,5 liter
- Kapasitas tangki minyak pelumas: 2,2
liter
- Berat kosong
: 89,2 kg
- Transmisi
: Maju 2 ;
Mundur 1
- Kopling utama : Cakram majemuh kering
- Koling belok
: Gigi cakar
- Rem
: Ekspansi dalam
- Jenis bajak : Bajak tunggal (Singkal)
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
Instrumen Pelaksanaan
Sarana dan prasarana pendukung
dalam pelaksanaan Program Penelitian
Dosen Muda ini adalah saran praktikum
yang dimiliki oleh Laboratorium Politeknik
Indonusa Surakarta serta alat pendukung
lainya dengan system sewa, yaitu meliputi :
a. Mesin Traktor
b. Bajak Singkal
c. Alat ukur rpm engine diesel.
1.
N
o
1
2
3
Hasil Pembahasan
Dalam pelaksanaan PKM)
untuk
mencari hubungan beban engine traktor
dengan efisiensi dan efektivitas pengolahan
tanah adalah, data-data diperoleh sebagai
berikut:
4
5
6
54
Uji I dilahan Basah
Instrum
en
Yang
Diukur
Draf
Pembaja
kan
Slip
Roda
Traktor
Kecepat
an Maju
Traktor
Lebar
Olah
Kedala
man
Olah
Konsum
si Bahan
Perlakuan Traktor
Kecepata Kecepata Kecep
n
n
atan
Dibawah
Optimun Diatas
Optimum
Opti
mum
270,5 kg
272,75 kg 276,7
5 kg
0,10
0,20
0,25
1 m/dt
0,3 m
1,5
m/dt
2,5
m/dt
0,3 m
0,3
m
0,2 m
0,2 m
0,2
m
0,8
lt/jam
1 lt/jam
1,5
lt/jam
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
7
8
Bakar
Luas
Tanah
Terolah
Waktu
lapang
Total
437,5
m²/jam
562,5
m²/jam
1jam
1jam
pada tabel dari hasil pengujian yaitu bahwa
pengoperasian traktor yang paling baik
adalah pada kecepatan optimum.
750
m²/ja
m
1
jam
c.
2. Uji II dilahan kering
N
o
Instrume
n Yang
Diukur
1
Draf
Pembajak
an
Slip Roda
Traktor
Kecepatan
Maju
Traktor
Lebar
Olah
Kedalama
n Olah
Konsumsi
Bahan
Bakar
Luas
Tanah
Terolah
Waktu
lapang
Total
2
3
4
5
6
7
8
Perlakuan Traktor
Kecepata Kecepat Kecep
n
an
atan
Dibawah Optimu Diatas
Optimum
n
Opti
mum
270,5 kg
274,5 kg 279,5
kg
0,15
1 m/dt
0,25
2
m/dt
0,3 m
0,3 m
0,2 m
0,2 m
0,35
3
m/dt
d.
0,3
m
0,2
m
0,8
lt/jam
1
lt/jam
1,5
lt/jam
600
m²/jam
750
m²/jam
900
m²/ja
m
1
jam
1jam
1 jam
Dari hasil pengujian didapatkan
suatu hubungan antara draf pembajakan, slip
roda traktor, kecepatan maju traktor, lebar
olah, kedalaman olah, konsumsi bahan
baker, luas tanah terolah, waktu lapang total.
Dimana sebagai patokan adalah kecepatan
maju traktor akan mempengaruhi dari pada
komponen-komponen yang lain. Baik pada
pembajakan pada lahan basah maupun
kering.
Untuk menentukan pada kecepatan
maju berapa yang paling baik didalam
mengoperasikan traktor adalah bisa kita lihat
55
Pada lahan Basah
Bisa dilihat tabel pada pengolahan
dilahan basah, dari lebar lahan yang
diolah, kedalaman, konsumsi bahan
baker, luas tanah yang terolah, dan
waktu
lapang
total.
Dimana
pengoperasian yang baik ini juga
harus didukung oleh kondisi fisik
operator traktor, dimana operator
traktor tidak boleh terlalu cepat
mengendalikan traktor sehingga efek
kelelahan
tidak
mempengaruhi
kinerja, sehingga akan terlalu cepat
beristirahat dan hal ini bisa
menghilangkan waktu kerja yang
efektif. Jadi bisa disimpulkan bahwa
pada pengoperasian traktor dengan
kecepatan yang optimum akan lebih
baik dari sisi kinerja operator traktor,
luas lahan yang terolah, kecepatan
traktor
maupun konsumsi bahan
bakarnya. Yaitu luas lahan yang
terolah 562,5 m²/jam , kecepatan
traktor 1,5 m/dt dan konsumsi bahan
baker 1 lt/jam.
Pada Lahan Kering
Begitu juga pada pengoperasian
traktor dilahan kering , bisa dilihat
tabel pada pengolahan dilahan kering ,
dari lebar lahan yang diolah,
kedalaman, konsumsi bahan baker,
luas tanah yang terolah, dan waktu
lapang total. Dimana pengoperasian
yang baik ini juga harus didukung
oleh kondisi fisik operator traktor,
dimana operator traktor tidak boleh
terlalu cepat mengendalikan traktor
sehingga
efek kelelahan tidak
mempengaruhi kinerja, sehingga akan
terlalu cepat beristirahat dan hal ini
bisa menghilangkan waktu kerja yang
efektif. Jadi bisa disimpulkan bahwa
pada pengoperasian traktor dengan
kecepatan yang optimum akan lebih
baik dari sisi kinerja operator traktor,
luas lahan yang terolah, kecepatan
traktor
maupun konsumsi bahan
bakarnya. Yaitu luas lahan yang
terolah 750 m²/jam , kecepatan traktor
2 m/dt dan konsumsi bahan baker 1
lt/jam.
Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014
2.
Dari cara pengoperasian traktor
tersebut diatas harus didukung oleh hal-hal
sebagai berikut :
d. Cara pengoperasian traktor yang baik
menurut petunjuk dari produsen traktor
yang telah dibukukan.
e. Cara perawatan traktor yang baik.
Untuk masalah luas tanah yang
terolah tidak bisa disamakan antara satu
lahan dengan lahan yang lain, hal ini
disebabkan kondisi lahan persawahan juga
mempengaruhi akan luas total lahan yang
terolah, seperti kondisi lahan yang tidak rata,
lahan
sempit-sempit,
lahan
daerah
pegunungan dan juga dari sifat fiisk dari
tanah itu sendiri seperti tanah liat, tanah
kapur, tanah gambut tanah merah dan lain
sebagainya..
Dosen pembina yang telah
memberikan pengarahan dan
masukan-masukannya.
Penutup
Berbagai upaya untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan yang dihadapi
oleh masyarakat khususnya masalah
pengolahan
tanah,
dimana
untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pengolahan tanah dengan menggunakan
traktor perlu dilakukan dengan cara-cara
yang benar dan efisien, salah satunya ialah
dengan memperhitungkan kondisi engine,
kondisi tanah yang dibajak, serta cara
pengoperasian traktor.. Salah satu penelitian
yang kami lakukan adalah untuk menjawab
permasalahan yang terjadi diatas yaitu
dengan cara menghubungkan beban engine
traktor dengan efisiensi dan efektifitas
pengolahan tanah, serta cara pengoperasian
traktor yang benar.
Mudah-mudahan hasil penelitian ini
bisa menjadi acuanbagi para operator traktor
untuk mengoperasikan traktor dengan lebih
baik dan efisien.
Besar
harapan kami kritik dan saran dari berbagai
pihak yang dapat membangun dan demi
perbaikan Program Penelitian Dosen Muda
(PDM) selanjutnya,
V. PENUTUP
Kesimpulan
Dari
pelaksanaan
Program
Penelitian Dosen Muda (PDM) ini bisa
ditarik kesimpulan sebagai berikut
a. Bahwa pengoperasian traktor akan lebih
baik dengan mengoperasikan pada
kecepatan putar optimum dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :.
- Kondisi lahan
- Kondisi mesin traktor (alat)
- Pemakain bahan bakar
- Struktur tanah
- Kondisi fisik operator
DAFTAR PUSTAKA
1. Smith, H. P. 1955, Farm Machinery and
Equipment, 4 th Edition. Mc Graw Hill
Book Company, New York.
2. Biro Pusat Statistik. 1996, Statistik
Indonesia, BPS, Jakarta.
3. PT. Yanmar Diesel Indonesia, 1993,
Yanmar Motor Diesel Seri TS, Brosur,
PT Yanmar Diesel Indonesia, Bogor.
4. Kepner, R. A. 1978, Principles of Farm
Machinery, 3th Edition, AVI Publishing
Company, Inc., Westport, Connecticut,
USA.
5. Liljedahl, J.B., P.K. Turnquist, D.W.,
Smit and Hoki. 1989, Tractor and Their
Power Unit, 4th Edition, AVI Book , New
York.
Saran :
- Sebagai tindak lanjut dari program
penelitian ini diharapkan para operator
traktor
bisa
mengubah
cara
pengoperasian traktor dengan lebih baik.
- Kepada pihak produsen traktor agar lebih
baik memberikan spesifikasi yang lebih
baik terhadap produk yang dihasilkan.
Ucapan Terima Kasih :
Tim pelaksana PDM Politeknik
Indonusa Surakarta mengucapkan terima
kasih Kepada :
1.
Politeknik Indonusa Surakarta
yang telah memberikan dana
untuk penelitain sekaligus
payung
kami
dalam
berkreativitas
56
Download