peran gender pada perempuan bertattoo

advertisement
PERAN GENDER PADA PEREMPUAN BERTATTOO
Alvita Setyo Wardani dan DP. Budi Susetyo
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gender pada perempuan bertattoo.
Peran gender terbagi menjadi tiga yaitu peran gender maskulin, feminim dan androgini.
Subjek dalam penelitian ini adalah tiga perempuan yang memiliki tattoo yang terletak
dibagian dada, punggung, perut atau kaki bagian atas (paha) selama kurang lebih satu
tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara bebas
terstruktur ditambah dengan observasi terhadap ketiga subjek penelitian. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa peran gender perempuan bertattoo cenderung kearah peran
gender feminim. Melalui tattoo yang melekat ditubuhnya para subjek ingin membuktikan
bahwa tattoo tersebut adalah sebagai bentuk untuk mempertegas atau memperjelas peran
gender yang mereka miliki. Penelitian ini juga mengungkap bahwa arti tattoodari ketiga
subjek adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa seorang perempuan itu
harus menjaga diri, dilindungi oleh laki-laki, penurut, lemah lembut, tulus, anggun, dan
seksi. Arti tattoo dari ketiga subjek menggambarkan bahwa ketiga subjek ingin
memperjelas peran gender feminim mereka melalui perwujudan tattoo yang feminim.
Katakunci:Peran Gender, Perempuan, Tattoo.
siginifikan mengenai jumlah pengguna
PENDAHULUAN
Fenomena
mengenai
perempuan
tattoo di Indonesia, namun hal ini dapat
bertattoo kini kian marak di Indonesia,
dilihat dari maraknya tempat pembuatan
khususnya di kota-kota besar salah
tattoo yang menawarkan jasa pembuatan
satunya di Semarang. Meskipun belum
ada
perhitungan
statistik
tattoo diberbagai kota-kota besar di
yang
Indonesia. (Hasanah, 2013, hal.177).
40
Persepsi masyarakat terhadap tattoo,
tusukan itu. Dalam membuat gambar
kini mengalami perubahan dan cara
permanen pada tubuh manusia bisa
pandang yang berbeda. Dahulu, sekitar
dengan menggunakan dua cara, yang
tahun 1970 sampai dengan 1980-an,
pertama, adalah tattoo yaitu melukis
masyarakat menilai tattoo adalah simbol
pada kulit tubuh dengan cara menusuki
dari kejahatan dan tindakan kriminal,
dengan
karena
biasanya
memasukan zat warna ke dalam bekas
mereka yang membuat tattoo ketika
tusukan itu, dan yang kedua, retas tubuh
mereka berada di dalam penjara. Setelah
(scarification), yang berarti menggores
tahun 1990-an, tattoo sedikit demi
permukaan kulit dengan benda tajam
sedikit mulai dipandang sebagai sebuah
sehingga menimbulkan luka, dan saat
bentuk karya seni. Pada saat ini, tidak
luka itu sembuh akan menimbulkan
hanya seorang pria yang memiliki
tonjolan pada permukaan kulit. (Olong,
tattoo, bahkan sudah banyak perempuan
2006, hal. 23)
di
masa
tersebut
juga memiliki tattoo. (Olong, 2006, hal.
jarum
halus,
kemudian
Kecenderungan perempuan untuk
39).
terlihat cantik, menarik, dan menjadi
Menurut
kamus
bahasa
pusat perhatian dengan memiliki tattoo
Indonesia arti kata tattoo adalah gambar
merupakan suatu alasan bagi para
(lukisan) pada tubuh, sedangkan arti
perempuan
kata mentattoo adalah melukis pada
perempuan ingin menciptakan kesan
kulit tubuh dengan cara menusuki kulit
kagum, terpesona, terkejut, tergelitik,
dengan
kemudian
senang, atau terpikat dengan dirinya
memasukan zat warna ke dalam bekas
yang terlihat lebih menarik. Perempuan
jarum
besar
halus,
41
untuk
bertattoo.
Para
menyadari bahwa mereka yang menarik
Indonesia,
biasanya diperlakukan lebih baik dari
mempublikasikan
pada perempuan yang kurang menarik.
tempat-tempat tertentu telah menjadi
Dikutip (dalam Winayu, 2009, hal. 3),
dilemma
perempuan
Misalnya saja di lingkungan kampus,
bahwa
bertattoo
dengan
beranggapan
memiliki
tattoo
di
keterbatasan
tattoo
tersendiri
untuk
mereka
untuk
di
mereka.
adanya peraturan untuk memakai baju
tubuhnya akan membuat perempuan
tertutup
tersebut merasa lebih percaya diri. Hal
eksibisionis para perempuan bertattoo.
ini sesuai dengan yang diungkapkan
Alhasil
oleh Sarwono (1984, hal. 71) bahwa
mempublikasikan
seorang individu ingin kehadirannya
tempat-tempat
diakui sebagai bagian dari komunitas
peraturan mengenai cara berpakaian.
secara umum dan secara khusus menjadi
bagian
dari
menghalangi
mereka
Persepsi
akan
tattoo
yang
tetap
mereka
tidak
masyarakat
sisi
di
memiliki
terhadap
sebaya.
perempuan yang memiliki tattoo seperti
cenderung
hasil penelitian Tapaningtyas (dalam
mengarah pada tipikal perempuan yang
Dewi, 2011, hal.4) menyebutkan bahwa
eksibisionis. Kebanggaan dan keinginan
pandangan
menampilkan tattoo yang ada di bagian
perempuan bertattoo 55,45% negatif,
tertentu tubuhnya, termasuk kategori
12,22% positif, dan 32,33% netral.
eksibisionis.
Wanita
Perempuan
kelompok
telah
bertattoo
Seolah
perempuan
yang
masyarakat
mentattoo
terhadap
tubuhnya
bertattoo ingin memperlihatkan sisi
identik dengan hal yang negatif (sangar,
kelembutannya
menyeramkan,
dengan
mewujudkan
sebuah tattoo yang indah. Akan tetapi di
preman,
perempuan
nakal, liar). Hal ini senada dengan
42
penelitan Amstrong yang menyatakan
TINJAUAN PUSTAKA
bahwa
A. Peran Gender
perempuan
bertattoo
lebih
banyak mendapatkan komentar negatif
1. Pengertian Peran Gender
dan masalah stigma di depan umum,
Menurut Bem (1974, hal.
tempat kerja, atau sekolah dari pada pria
156) peran gender merupakan
bertattoo.
istilah psikologis dan kultural,
Tattoo
yang
digunakan
oleh
diartikan
sebagai
perasaan
perempuan adalah untuk mempercantik
subyektif seseorang mengenai
dan memperindah diri mereka dan ingin
ke-pria-an
menunjukkan
kewanitaan (femaleness).
keberadaan
mereka
sebagai perempuan bertattoo yang selalu
dianggap
rendah
dan
(maleness)
Menurut
untuk
hal.221),
atau
Myers
peran
(2012,
gender
menyetarakan keberadaan diri mereka
merupakan suatu set tingkah
dengan perempuan yang tidak memiliki
laku
tattoo karena dengan adanya tattoo
masyarakat
ditubuh mereka, mereka dianggap orang
untuk laki-laki dan perempuan.
lain sebagai perempuan yang lebih
Bervariasinya peran gender di
berani dan membuat orang lain lebih
antara berbagai budaya serta
menyegani diri mereka sebagai seorang
jangka
perempuan bertattoo. Dari fenomena
bahwa
tersebut
membentuk peran gender.
peneliti
ingin
mengetahui
seperti apakah Peran Gender Pada
yang
diharapkan
(berupa
waktu
budaya
Berdasarkan
norma)
menunjukkan
memang
penjelasan
diatas maka dapat disimpulkan
Perempuan Bertattoo.
43
bahwa pengertian peran gender
dan dibentuk oleh budaya
adalah pola tingkah laku yang
sebagai
dianggap sesuai untuk masing-
perempuan. Trait tersebut
masing gender yang didasarkan
diantaranya adalah empati,
pada harapan masyarakat.
penurut,
ideal
lemah
Menurut Bem (1974, hal.
cenderung memperdulikan
157) mengklasifikasikan tipe
afeksi, dan sabar.
peran gender menjadi 3 bagian,
c. Androgini adalah tingginya
yaitu:
kehadiran
adalah
lembut,
menyayangi/mencintai,
2. Klasifikasi Peran Gender
a. Maskulin
bagi
sifat
karakterisitik
maskulin dan feminin yang
dipercaya dan bentuk oleh
diinginkan
budaya sebgai ciri-ciri yang
individu
ideal
laki-laki.
bersamaaan. Individu yang
Misalnya asertif, dominan,
androgini adalah seorang
cenderung memperdulikan
laki-laki yang asertif (sifat
logika,
kuat,
maskulin) dan mengasihi
mengetahui arah, disiplin,
(sifat feminin), atau seorang
dan
berjuang
perempuan yang dominan
sebagai trait
(sifat maskulin) dan sensitif
bagi
mandiri,
mampu
dianggap
maskulin.
b. Feminin
terdapat
adalah
atau trait yang
ciri-ciri
pada
pada
perasaaan
lain (sifat feminin).
dipercaya
44
satu
saat
orang
“membantali”
B. Perempuan Dan Tattoo
kesakitan, dan kepedihan
1. Perempuan
Menurut
Kartono
(1992,
atau dusta nestapa.
hal.52), beberapa sifat khas
perempuan
dituntut
kekerasan,
yang
dan
c. Kerendahan hati
banyak
disoroti
Rendah hati itu artinya tidak
oleh
angkuh,
masyarakat luas ialah :
mengunggulkan diri sendiri,
a. Keindahan
tetapi
Dikemukakan
tidak
selalu
bersedia
pendapat-
mengalah,
pendapat
tradisional
memahami kondisi pihak
mengenai
kecantikan,
kejelitaan,
gratie
dan
berusaha
lain.
(gaya,
2. Tattoo
solek, kemolekan), elegansi
Tattoo atau Tattoo dalam
(elegant=gaya yang menarik)
bahasa Indonesia adalah suatu
dan kehalusan tingkah laku.
tanda
b. Kelembutan
(rajah)
yang
dibuat
dengan memasukkan pigmen
Kelembutan
itu
atau warna ke dalam kulit.
mengandung
unsur
Menurut Krakov (dalam Olong,
kehalusan, selalu menyebar
2006, hal.78) mengungkapkan
iklim
secara
psikis
yang
teknis
bahwa
tattoo
menyenangkan. Di samping
adalah perwarnaan permanen
itu
pada
kelembutan
diperlukan
juga
untuk
45
tubuh
dengan
cara
diresapkan dengan benda tajam
c. Body Painting
ke dalam kulit (dermis).
Jenis
Menurut Ari (dalam Olong,
ini
memiliki
ketahanan hanya untuk satu
2006, hal.90), tattoo secara
hari
umum dibagi menjadi tiga jenis,
acara-acara tertentu.
yaitu:
Dari penjelasan para ahli di
dipakai
untuk
atas, dapat dimaknai bahwa
a. Permanent Tattoo
Jenis
dan
tattoo
ini
tattoo merupakan gambar atau
ketahanannya untuk seumur
lukisan dengan pigmen warna
hidup, karena zat warna atau
yang
tinta
lapisan
yang
digunakan
menembus
epidermis,
lapisan
tepat
dibawah
dalam
kulit
dengan
C. Perempuan Bertattoo
Tattoo dianggap sebagai sesuatu
yang
b. Temporary Tattoo
Jenis tattoo ini memiliki
sekitar
ke
menggunakan benda tajam.
permukaan kulit.
ketahanan
diresapkan
fashionable
mempercantik
dua
penampilan
yang
dapat
tubuh
maupun
seseorang
sehingga
minggu sampai satu bulan,
akan berpengaruh pada citra tubuh
karena
orang tersebut. Para perempuan
menempel
sifatnya
hanya
dipermukaan
yang
kulit.
memiliki
tattoo
tersebut
beranggapan mereka akan merasa
lebih cantik setelah memiliki tattoo
dan semakin banyak pria yang
46
menyukainya.
Mereka
juga
3. Tattoo
dimiliki
seseorang
beranggapan bahwa dengan adanya
karena untuk mengikuti sang
tattoo mereka tetaplah perempuan
idola
cantik
yang
tetap
menjaga
4. Tattoo
kefeminimannya.
Jadi,
perempuan
ditubuhnya
mempercantik
merupakan
tindakan penyiksaan diri
bertattoo
5. Adanya
adalah perempuan yang memiliki
tattoo
bukan
yang
penghilangan
tattoo
ingin
tubuh
teknik
E. Peran Gender Pada Perempuan
dan
Bertattoo
penampilan dengan menggunakan
Menurut
tattoo.
Putranto
(dalam
Agustin, 2008, hal.2) perempuan
yang
yang secara lahiriah sudah terlihat
Perempuan
indah, merasa semakin percaya diri
D. Faktor-Faktor
Mempengaruhi
apabila ditunjang dengan tattoo. Ia
Membuat Tattoo
Menurut Olong (2006, hal.310),
seakan ingin memperlihatkan sisi
terdapat berbagai macam faktor
kelembutannya dengan mewujudkan
yang memotivasi seseorang untuk
tattoo yang indah. Berkaitan dengan
menato tubuhnya, yang semakin
perempuan bertattoo, di satu sisi
marak dalam masyarakat yaitu :
tattoo merupakan suatu seni yang
1. Tattoo
dapat
sebagai
alat
untuk
mencerminkan kebebasan
2. Tattoo
merupakan
memperindah
mempercantik
ajang
membuat
ekspresi kaum muda
menarik.
47
penampilan,
tubuh
ataupun
seseorang
terlihat
Harapan
masyarakat
dahulu hingga masyarakat modern
biasa. Yang membedakan mereka
seperti saat ini bahwa peran gender
pada perempuan pada umumnya dan
seorang perempuan haruslah sesuai
yang menjadikan mereka sebagai
dengan
kaum
norma-norma
didalam
yang
masyarakat,
ada
seperti
minoritas
kelamin
dalam
jenias
perempuannya
adalah
menjaga kebersihan kulit, bertutur
hanya tattoo yang tergambar di
kata halus, berperilaku baik sesuai
tubuh mereka sedangkan mayoritas
norma masyarakat yang berlaku,
perempuan
tidak kasar, tidak bertattoo, tidak
memiliki tattoo.
merokok, tidak beranting lebih dari
satu,
menghargai
orang
di
Indonesia
tidak
METODE PENELITIAN
lain,
Penelitian ini menggunakan metode
penurut, suka menolong, perasa,
kualitatif
setia, feminim, simpatik, pengertian
fenomenologis. Bogdan dan Taylor
dan suka dipuji, dapat dipercaya,
(dalam
ingin dicintai, tulus, jujur, percaya
mendefinisikan
diri, dan peka terhadap perasaan
sebagai
orang lain.
menghasilkan deskripsi berupa kata-kata
Secara umum, para perempuan
dengan
Moleong,
prosedur
pendekatan
2013,
metode
kualitatif
penelitian
perilaku yang dapat diamati.
sama
Subjek Penelitian
umumnya.
perempuan
Mereka
yang
tertulis atau lisan dari orang-orang dan
bertattoo menganggap diri mereka
seperti
hal.3)
pada
tetaplah
Sampel
perempuan biasa dan melaksanakan
perempuaan
aktivitas
tubuh (minimal sudah 1 tahun) dan
sehari-harinya
seperti
48
penelitian
bertattoo
ini
adalah
permanen
di
perempuan bertattoo dibagian dada,
yang memberikan jawaban atas
punggung, perut atau kaki bagian atas
pertanyaan
(paha).
penelitian
Metode Pengumpulan Data
wawancara
Menurut
Banister
Poerwandari,
2001,
observasi
digunakan
jenis
yaitu
(dalam
yang
hal.62)
pewawancara
diarahkan
Dalam
ini
terstruktur
1. Observasi
istilah
itu.
bebas
wawancara
dilaksanakan
dengan
(interviewer)
hanya mempunyai garis-garis
pada kegiatan memperhatikan
besar
secara
pertanyaan yang diajukan pada
akurat,
mencatat
fenomena yang muncul dan
terhadap
interviewee.
mempertimbangkan hubungan
HASIL
antar aspek dalam fenomena
PEMBAHASAN
tersebut.
Patton
pertanyaan-
(dalam
PENELITIAN
DAN
Menurut Myers (2012, hal. 221),
Poerwandari, 2001, hal.62)
peran gender merupakan suatu set
tingkah
2. Wawancara
laku
yang
diharapkan
Wawancara adalah percakapan
masyarakat (berupa norma) untuk laki-
dengan
tertentu.
laki dan perempuan. Latar belakang
Percakapan itu dilakukan oleh
budaya dari ketiga subyek inilah yang
dua pihak, yaitu pewawancara
pada akhirnya membentuk peran gender
(interviewer) yang mengajukan
mereka. Subyek 1 dan 3 yang semenjak
pertanyaan
yang
kecil sudah diterapkan kearah peran
(interviewee)
gender feminim, dewasanyapun mereka
maksud
diwawancarai
dan
49
melakukan peran gendernya sebagai
Pada subyek 1, ia memutuskan
seorang yang feminim. Berbeda dengan
untuk membuat tattoo karena semasa ia
subyek
oleh
duduk di bangu SMP ia melihat artis
untuk
idolanya yaitu Angelina Jolie, dimana
lebih
Angelina Jolie adalah aktris wanita
maskulin
seksi, anggun, dan dapat menjaga
tetapi ia menyadari bahwa semakin
dirinya. Angelina Jolie adalah seorang
dewasa ia semakin merasa peran gender
ibu muda yang mampu melakukan peran
yang dominan terhadap dirinya adalah
gendernya dengan baik., ia adalah
peran gender feminim.
seorang perempuan yang pintar merawat
2
yang
keluarganya
menjadi
semenjak
peran
mengarah
diterapkan
gender
pada
kecil
yang
sifat-sifat
Pengambilan keputusan pada setiap
diri dan mengurus rumah. (Tahap
subyek untuk membuat tattoo tidak
Attention).
Setelah
itu
subyek
lepas dari proses kognisi sosial. Dimana
menyimpan
informasi
ini
kedalam
kognisi sosial menurut Baron dan Byrne
memorinya. Ia mengingat-ingat dengan
(dalam Ningrum 2005, hal. 5) adalah
baik setiap hal yang ia perhatikan dari
merupakan
menganalisa,
menggunakan
cara
individu
untuk
sang idola. (Tahap Econding). Pada
mengingat,
dan
tahap terakhir, saat duduk di bangu
informasi
mengenai
perkuliahan,
subyek
menemukan
kejadian atau peristiwa-peristiwa social.
beberapa
Proses kognisi sosial terjadi melalui 3
Angelina Jolie. Ia mengaggap dirinya
tahap, yaitu attention, econding dan
adalah seorang perempuan yang anggun
retrieval.
dan seksi, dan ia juga harus bisa
hal
yang
sama
dengan
menjaga diri dan merawat tubuhnya. Ia
50
ingin mempertegas peran gendernya
seperti diri kita sebenarnya. (Tahap
sebagai seorang yang feminim, yang
Attention) Setelah itu ia menyimpan
dapat mempertegas peran gendernya
informasi yang ia dapat ke dalam
sebagai seorang perempuan dengan
memorinya,
mewujudkan
yang
digunakan untuk menjelaskan seperti
letaknya mirip dengan tattoo dari sang
apa diri kita yang sebenarnya. (Tahap
idola. (Tahap Retrieval)
Econding) Pada tahapan terakhir ia
tattoo
yulisan
Pada subyek 2, ia memutuskan
untuk
membuat
lingkungan
tattoo
pertemanannya
kebanyakan
tattoo
dapat
akhirnya memutuskan membuat tattoo
karena
di
yang
punggungnya
karena
ia
mermbandingkan apabila teman-teman
orang-orang
laki-lakinya
dari
teman
adanya
laki-laki
yang
ditubuh mereka, pasti ia juga akan
mempunyai tattoo di beberapa bagian
terlihat cantik apabila memakai tattoo
tubuh seperti tangan, leher, punggung
dengan
dan kaki dengan gambar-gambar yang
perempuan.
menunjukkan
meutruskan
bertatttoo.
subyek
adalah
bahwa
Kebanyakan
adalah
sisi
kelaki-lakiannya
terlihat
tattoo
macho
bergambar
gambar
yang
Lalu
untuk
dengan
serigala
terkesan
akhirnya
membuat
ia
tattoo
seperti harimau, serigala dan naga. Ia
dengan gambar unicorn tersebut. (Tahap
melihat bahwa teman-temannya yang
Retrieval)
bertattoo tersebut terlihat begitu macho
Subyek yang terakhir yaitu subyek
dengan adanya tattoo di tubuhnya. Ia
ketiga yang pada akhirnya memutuskan
berfikir bahwa dengan adanya tattoo
membuat tattoo karena memang sedari
akan semakin menjelaskan mengenai
kecil
51
sudah
terbiasa
melihat
ayah
kandungnya yang merupakan seorang
yang melekat pada dirinya. Ketiga
seniman
subyek menjalankan hari-harinya seperti
yang
mempunyai
tattoo
ditubuhnya. Tattoo bergambar harimau
layaknya
di
di
masyarakat Indonesia. Mereka tetap
punggungnya tersebut berarti bahwa
tampil anggun, menjaga diri mereka,
ayahnya seorang laki-laki yang dominan
merawat
dan berkuasa. (Tahap Attention) Pada
berperilaku lemah lembut, dan tidak
akhirnya
ingatannya
melanggar norma masyarakat seperti
mengenai tattoo ayahnya itu ke dalam
merokok, minum-minuman keras dan
memorinya. (Tahap Econding) Ia yang
menggunakan narkoba. Pola pikir ketiga
memang senang menggambar akhirnya
subyekpun
memutuskan untuk mendesain gambar
dengan sifat-sifat feminim yang terdapat
tattoonya sendiri. Ia menemukan bahwa
di
ada kesamaan antara dirinya dengan
Inventory) seperti sabar, pengertian,
ayahnya. Mereka sama-sama menyukai
perasaan ingin dilindungi, mempunyai
seni gambar. Ia lalu memutuskan untuk
empati yang tinggi terhadap keadaan
membuat
mawar
sekitar dan merasa ingin dipimpin oleh
merah yang identik dengan perempuan
seorang laki-laki sebagai pemimpinnya.
agar dirinya semakin terlihat seksi,
Ketiga subyek memilih tattoo untuk
anggun dan cantik. (Tahap Retrieval)
membuktikan kepada masyarakat bahwa
dada
dan
ia
burung
menyimpan
tattoo
elang
bergambar
Peran gender yang jelas tampak
seorang
diri
dalam
perempuan
perempuan
mereka,
dapat
BSRI
berperilaku
dikatakan
(Bem
bertattoo
di
sesuai
Sex
Role
tetap
menjadi
sebagai
seorang
pada ketiga diri subyek melalui perilaku
peran
kesehariannya, pola pikir dan arti tattoo
feminim dengan mewujudkan tattoo-
52
gendernya
tattoo yang mempunyai arti feminim.
yang
Pada subyek 1 arti tattoonya yang
berkorban, setia, mempunyai empati
menunjukkan bahwa ia adalah seorang
tinggi,
perempuan yang merasa harus menjaga
menyayangi. Terakhir adalah subyek 3
dirinya dan merasa ingin dilindungi oleh
yang mewujudkan seni melalui tattoo
laki-laki ia aplikasikan kepada tattoo
yang
bertliskan ”It’s My Terittory” agar ia
kegemarannya dalam menggambar, ia
dapat menunjukkan kepada masyarakat
memutuskan untuk membuat tattoo
bahwa ia bertattoo tetapi ia tetap
bunga mawar berwarna merah karena ia
seorang perempuan yang feminim yang
yakin bahwa masyarakat pasti menilai
ingin menjaga dirinya dari lingkungan
bunga mawar merah identik dengan
negatif seperti merokok, seks bebas,
seorang perempuan. Ia mengartikan
minum-minuman keras dan narkoba.
bahwa bunga mawar merah adalah
Subyek
sebuah bunga yang cantik, anggun dan
2
kefeminimannya
merealisasikan
lembut,
penurut,
ia
desain
tulus,
dan
sendiri
rela
mampu
karena
makhluk
seksi karena warnanya yang merah itu.
mitologi yaitu seekor unicorn. Unicorn
Hal ini sesuai dengan dirinya yang ingin
dipercaya adalah seekor makhluk yang
menunjukkan bahwa ia adalah seorang
mempunyai
lembut,
wanita yang feminim, anggun, cantik,
mempunyai hati yang tulus, penyayang
dan seksi. Jadi hasil penelitian ini
dan rela berkorban untuk orang yang
menunjukkan
disayanginya. Hal ini diakui sama
perempuan bertattoo cenderung kearah
dengan diri subyek 2. Ia mengaku
peran gender feminim. Melalui tattoo
bahwa sebenarnya ia adalah seseorang
yang melekat ditubuhnya para subjek
sifat
melalui
lemah
lemah
53
bahwa
peran
gender
ingin
tattoo
kognisi yaitu attention, econding dan
tersebut adalah sebagai bentuk untuk
retreival yang bertujuan untuk semakin
mempertegas atau memperjelas peran
memperlihatkan atau memperjelas peran
gender yang mereka miliki. Penelitian
gender mereka.
ini juga mengungkap bahwa arti tattoo
SARAN
dari
membuktikan
ketiga
subjek
bahwa
adalah
untuk
1. Bagi perempuan bertattoo dan
menunjukkan kepada masyarakat bahwa
perempuan yang akan bertattoo
seorang perempuan itu harus menjaga
Perempuan bertattoo agar tetap
diri, dilindungi oleh laki-laki, penurut,
menjaga perilaku sesuai dengan
lemah lembut, tulus, anggun, dan seksi.
peran gender yang diharapkan
Arti
masyarakat
tattoo
dari
ketiga
subjek
agar
masyarakat
menggambarkan bahwa ketiga subjek
tidak menilai negatif terhadap
ingin
perempuan
memperjelas
peran
gender
bertattoo.
feminim mereka melalui perwujudan
Perempuan bertattoo harus tetap
tattoo yang feminim.
menjalankan
KESIMPULAN
sebagai
Dari hasil penelitian didapatkan
hasil
dari
ketiga
subyek
peran
seorang
gender
perempuan
feminim yang bisa menjaga diri,
bahwa
merawat
diri,
berpenampilan
perempuan bertattoo lebih mengarah
dan berperilaku anggun, lemah
kepada peran gender feminim. Peran
lembut,
gender yang sudah terbentuk dari kecil
tinggi dan ingin di lindungi oleh
karena lingkungan sekitar dan keputusan
laki-laki
untuk membut tattoo melalui proses
diharapkan masyarakat selama
54
penurut,
seperti
berempati
yang
ini. Bagi para perempuan yang
DAFTAR PUSTAKA
akan bertattoo, bahwa tattoo itu
Agustin, R. 2008. Body Images Of
tidak
dilarang,
perempuan
masih
selama
Tennagers
bisa
[terhubung
With
Tattoos.
menunjukkan peran gendernya
berkala]http://papers.gunadarma
sebagai seorang yang feminim
.ac.id/index.php/psychology/arti
dengan misalkan menjaga diri,
cle/view/110. [10 april 2015]
Baron,
merawat diri, lemah lembut dan
R.A
&
Byrne,
D.
2005.
Psikologi Sosial, Jilid 2. Alih
anggun.
bahasa Djuwita, R. Jakarta:
2. Bagi masyarakat
Erlangga. (Edisi 10)
Masyarakat sebaiknya jangan
menilai
perempuan
Bem,
dari
S.
L.
1974.
Masculine
Or
tattoonya saja, karena tidak
Feminine Or Both. Journal of
semua
Consulting
perempuan
bertattoo
and
Clinical
adalah perempuan yang lari dari
Psychology. The measurement
peran gendernya. Masyarakat
of
harus
Vol 42. (155-162)
bisa
lebih
membuka
psychological
androgyny.
pikiran dan melihat semakin
Costa, P. T., Terracciano, A. & McCrae,
dalam tentang diri perempuan
R. R. 2001. Gender Differences
bertattoo.
in Personality Traits Across
Cultures: Robust and Surprising
Findings.
Perfsonality
55
Journal
and
of
Social
Moleong,
Psycology. National Institute
L.
J.
2013.
Metodologi
on Aging, National Institutes of
Penelitian Kualitatif. Bandung:
Health Vol. 81. No. 2 (322-
Remaja Rosda karya. (Edisi
331).
Revisi)
Dewi, S. 2011. Wanita Bertattoo :
Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi
Dan
Motivasinya
Myers G. 2012. Psikologi Sosial, Edisi
10. Alih bahasa Tusyani, A.
Jakarta: Salemba Humanika.
[terhubung
Nevid, J. S. 2009. Psychology Concepts
berkala]
and
http://download.portalgaruda.or
Edition.
g/article.php?article=123256&v
Hague.
al=5545 [10 april 2015]
Hasanah,
U.
2013.
Applications,
USA:
Fourth
Jon
David
Ningrum, A.P. 2005. Hubungan antara
Pembentukan
Kognisi Sosial dan Konstrual
Identitas Diri Dan Gambaran
Diri terhadap Ketidakpuasan
Diri
Bentuk Tubuh pada Remaja
Pada
Bertattoo
Remaja
Di
Putri
Samarinda.
Madya
di
SMA
Negeri
3
eJournal Psikologi, 1 (2): ISSN
Malang
0000-0000,
http://www.academia.edu/56464
ejournal.ip.fisip-
[terhubung
berkala
14/Jurnal_Annisa_0911230043
unmul.org. (177-186)
[10 april 2015]
Kartono, K. 1992. Psikologi Wanita
Jilid I (Mengenal Gadis Remaja
Nugum. 2011. Perempuan Bertattoo.
dan Wanita Dewasa). Bandung:
(Online). Tersedia: perempuan-
Mandar Maju.
56
bertattoo.html.
[10
Jurnal%20Tr%20Perspektif%20
Agustus
gender.pdf. [10 april 2015]
2013].
Olong,
H.
A.
K.
Yogyakarta:
2006.
LKIS
Tattoo.
Santrock,
Pelangi
W.
2002.
Life
Span
Development - Perkembangan
Masa Hidup, Jilid 2. Alih
Aksara.
bahasa Achmad Chusairi dan
Pertiwi, P. 2011. Counter Hegemony di
Kalangan Perempuan Bertattoo
Juda
di Kota Surabaya. eJournal
Erlangga. (Edisi Kelima)
Psikologi, 1 (2): ISSN 2456-
Sarwono, S.W. 1984. Psikologi Sosial.
0630,
Winayu,
unair.org. (1-13)
Perilaku
2009.
Body
Image
Tattoo. eJournal Psikologi, 1
Penelitian
Manusia.
I.J.
Mahasiswa Yang Menggunakan
Poerwandari, E. K. 2001. Pendekatan
untuk
Jakarta:
Jakarta: Balai Pustaka
ejournal.ip.psychology-
Kualitatif
Damanik.
(2):
Jakarta:
ISSN
3556-0894,
Lembaga Pengembangan Sarana
ejournal.ip.psikologi.ub.ac.id.
Pengukuran
(1-13)
dan
Pendidikan
Psikologi.
Putraningsih, T. 2008. Pertunjukan
Tari
:
Sebuah
Kajian
Perspektif Gender. [terhubung
berkala]
file:///C:/Users/user/Downloads/
57
Download