redistribusi tanah - UIGM | Login Student

advertisement
REDISTRIBUSI TANAH ... ?
Redistribusi tanah merupakan salah satu program pelaksanaan kebijakan
LANDREFORM
REDISTRIBUSI TANAH
Pengertian Landreform:
Secara harfiah Landreform yg terdiri dari kata “land” dan “reform”.
land = tanah dan reform = perombakan atau perubahan.
Berdasarkan UUPA N0.5 Tahun 1960 dan N0.56 Prp 1960 serta sesuai dgn rumusan FAO,
“landreform adalah tindakan yang saling berhubungan yang bertujuan untuk menghilangkan
penghalang-penghalang dibidang ekonomi dan social yang timbul dari kekurangankekurangan yang terdapat dalam struktur pertanahan”.
“LANDREFORM” merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat
pedesaan khususnya bagi para petani dan oleh karena itu, tujuan utama yang hendak
dicapai meliputi tujuan ekonomi, sosial, politis, dan mental psikologis. Untuk melaksanakan
tujuan tersebut pemerintah telah melaksanakan Landreform dalam arti yang sempit yaitu
salah satunya adalah kegiatan proyek redistribusi tanah.
Pada tataran implementasi, istilah land reform sering dipadankan atau diidentikkan
dengan istilah agrarian reform atau reforma agraria, karena land reform secara
langsung dapat menunjukkan hasil yang lebih nyata melalui perombakan pemilikan
dan penguasaan tanah yang lebih berkeadilan dan dapat dirasakan oleh seluruh
lapisan masyarakat.
Pelaksanaan land reform :
1. Pelaksanaan dengan model redistribusi tanah untuk di pedesaan, dan
2. Pelaksanaan kebijakan konsolidasi tanah untuk di perkotaan.
Latar Belakang Redistribusi Tanah
Redistribusi tanah dilatarbelakangi oleh adanya monopoli kepemilikan
lahan yaitu sebagian besar tanah pertanian yang luas hanya dimiliiki oleh
beberapa orang saja. Sedangkan bagian-bagian tanah pertanian yang kecil
(tidak luas) dimiliki oleh sebagian besar rakyat khususnya para petani yang
sangat menggantungkan kehidupannya dari usaha pertanian yang
dikelolanya dan dengan sungguh-sungguh memanfaatkannya.
PENGERTIAN REDISTRIBUSI
 Program redistribusi tanah yaitu sesuatu yang berhubungan dengan
perubahan dan penyusunan kembali sistem yang disengaja dalam sistem
penguasaan dan pemilikan tanah (land tenure), pengawasan hak-hak atas
tanah dan lain-lain yang berhubungan dengan tanah.
 “Redistribusi tanah pada dasarnya merupakan pengambil alihan sebagian
atau seluruh tanah yg dikuasiai tuan-tuan tanah dan pembagian kembali
kepada petani-petani yang tidak memiliki tanah atau petani yang mempunyai
tanah yang sangat sempit; biasanya diberikan dalam bentuk ladang-ladang
kecil yang dimiliki secara pribadi tetapi ada kalanya diberikan dalam bentuk
tanah kepunyaan bersama.”
Tujuan Redistribusi Tanah meliputi Aspek Sosial Ekonomis,
Sosial Politis dan Mental Psikologis.
a. Tujuan sosial ekonomi, meliputi:
1) Memperbaiki keadaan sosial ekonomi rakyat dengan memperkuat Hak Milik
serta memberi fungsi pada hak milik;
2) Memperbaiki produktivitas nasional khususnya sektor pertanian guna
mempertinggi penghasilan dan taraf hidup rakyat.
b. Tujuan sosial politik, meliputi:
1) Mengakhiri sistem tuan tanah dan menghapus pemilikan tanah yang luas;
2) Mengadakan pembagian yang adil atas sumber penghidupan rakyat tani
berupa tanah dengan maksud agar ada pembagian hasil yang adil.
c. Tujuan mental psikologi, meliputi:
1) Meningkatkan kegairahan kerja petani penggarap dengan cara memberi
kepastian hak mengenai pemilikan tanah;
2) Memperbaiki hubungan kerja antara pemilik tanah dan penggarapnya.
Sedangkan tujuan dari pelaksanaan redistribusi tanah di Indonesia adalah untuk lebih meningkatkan
penghasilan dan taraf hidup petani sebagai landasan atau prasyarat untuk menyelenggarakan
pembangunan ekonomi menuju masyarakat adil dan makmur.
Pelaksana Redistribusi tanah dilaksanakan oleh
Badan Eksekutif yaitu Panitia Pertimbangan Land Reform.
1) Menteri dalam negeri.
2) Gubernur kepala daerah.
3) Bupati / Walikota
Tanah Negara Yang Menjadi Obyek Pengaturan Penguasaan Tanah
(Keputusan Kepala BPN Nomor 25 Tahun 2002)
(1) tanah Negara bebas;
(2) tanah bekas erfpacht;
(3) tanah bekas HGU yang telah berakhir jangka waktunya dan tidak
diperpanjang oleh pemegang hak atau telah dicabut/dibatalkan oleh
pemerintah;
(4) tanah kehutanan yang telah digarap / dikerjakan oleh rakyat dan
telah dilepaskan haknya oleh instansi yang bersangkutan;
(5) tanah bekas hak adat / ulayat
PROGRAM PASCA REDISTRIBUSI TANAH
BPN dalam melaksanakan kegiatan redistribusi tanah hanya
sebatas melakukan pembagian tanah kepada petani yang
dilengkapi dengan pemberian sertipikat.
Upaya untuk mencapai tujuan keberhasilan redistribusi tanah
setelah pasca redistribusi, BPN perlu didukung oleh lembaga /
instansi latau pihak swasta lain , guna mendapat dukungan
dalam hal :
-modal produksi / bantuan kredit,
-pengetahuan pertanian,
-perdagangan hasil-hasil pertanian,
-dan perbaikan sistim pemasaran serta dukungan infrastruktur.
Program Pembinaan
Pasca Redistribusi Tanah
1) Pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur sarana dan
prasarana produksi, jalan, irigasi, pengolahan hasil pertanian,
pasar, air bersih, listrik, fasilitas sosial.
2) Pembinaan subyek antara lain :
a) pembinaan usaha tani;
b) pembelajaran dan fasilitasi akses permodalan dan
pemasaran;
c) pembinaan kesadaran untuk memelihara sarana dan
prasarana yang sudah dibangun;
d) dan lain-lain
3) beberapa peranserta stake holders dalam rangka mendukung
program pasca redistribusi tanah antara lain :
a) Departemen / Dinas Pertanian, antara lain:
(1) Penyuluhan pertanian;
(2) Penyediaan pupuk, bibit, teknologi pertanian, pemasaran;
b) Departemen Kehutanan / Dinas Kehutanan, antara lain:
Pelepasan kawasan hutan yang secara nyata di lapangan telah digarap oleh
masyarakat selama puluhan tahun.
c)
Kementerian Negara Usaha Kecil Menengah (UKM), antara lain:
(1) Penyediaan dana;
(2) Pembentukan badan usaha baik koperasi atau badan hukum lainnya;
(3) Pendampingan manajemen, pemasaran, modal, advokasi.
d) Departemen / Dinas pekerjaan Umum:
(1) Pematangan tanah;
(2) Pembangunan jalan desa dan jalan penghubung ke jalan kabupaten, provinsi
dan nasional, jembatan, terminal dan lain sebagainya;
(3) Pembangunan irigasi dan fasilitas pertanian lainnya;
(4) Pembangunan pasar.
e) Lembaga keuangan , antara lain:
(1) Penyediaan kredit dengan bunga ringan untuk membiayai kegiatan pra
redistribusi dan redistribusi
(2) Penyediaan kredit dengan bunga ringan untuk kegiatan pasca
redistribusi, misalnya untuk modal kerja dan lain sebagainya.
f)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi petani, antara lain:
(1) Membantu menyeleksi petani atau penduduk miskin yang memenuhi
persyaratan;
(2) Mencegah masuknya penduduk dari daerah lain ke daerah (desa atau
kecamatan) letak tanah yang akan dibagikan;
(3) Mencegah masuknya para spekulan tanah;
(4) Pendampingan advokasi, manajemen, teknologi pertanian, pemasaran.
g) Pihak swasta (dunia usaha), antara lain:
Berbagai bentuk kemitraan yang setara dan menguntungkan masing-masing
pihak;
Payung Hukum ... ?
 Status lahan ... ?
 Perubahan fungsi lahan ... ?
 Tujuan program redistribusi lahan ... ?
 Hubungan Penataan Ruang dengan Redistribusi Tanah ... ?
Download