PERBEDAAN PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

advertisement
Lampiran1. Lembar instrumen
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (x)
pada huruf a, b, c, d, ataue !
1. Makna keterbukaan dapat berarti, kecuali ….
a. jernih, jelas, nyata
b. mudah dipahami
c. memberikan peluang kepada pihak luar
d. nyata dan mudah dipahami
e. ketulusan,kejujuran, tidak sewenag-wenang
2. Menurut Plato keadilan prosedural adalah ….
a. keadilan yang memberikan pengakuan yang seimbang antara hak dan
kewajiban
b. perbuatan yang dilakuakan sesuai dengan prosedur
c. adil bila sesuai dengan ketentuan hukum
d. keadilan bila kita menaati peraturan
e. perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasanya
3. Globalisasi merupakan akibat dari perkembangan pemikiran. Hal yang
ditekankan kepada warga masyarakat di era keterbukaan adalah ….
a. keinginan
b. aspirasi
c. kepentingan
d. motivasi
e. kreatifitas
4. Keadilan legaitas marupakan keadilan hukum. Kedilan ini merupakan macam
keadilan menurut ….
a. Notonegoro
b. Aristoteles
c. Plato
d. Panitia Ad-hoc MPRS 1966
e. Mecadonia
5. Polisi menangkap terduga teroris dan ternyata orang tersebut tidak terlibat
jaringan teroris. Dari kejadian tersebut polisi harus mengembalikan nama baik
terduaga teroris tersebut. Hai ini merupakan keadilan ….
a. konvensional
b. kodrat alam
c. legalitas
d. perbaikan
e. distributive
6. Memasuki era keterbukaan setiap warga negara dituntut berperan aktif,
misalnya dengan menciptkan ….
a. kondisi dimana masyarakat dapat meningkatkan prakarsa dan kreatifitas
b. sebuah tekanan agar pemerintah memperhatikan rakyat
c. lembaga swadaya masyarakat yang memperjuangkan kepentinagn
masyarakat
d. masyarakat mandiri, yaitu sebuah kehidupan yang tidak tergantung pada
pemerintah
e. kehidupan yang teratur sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam
dasar negara
7. Dalam kehidupan bermasyarakat saatnya ditumbulkan sikap keterbukaan agar
pemerataan pembangunan tetap terjamin. Sikap ini pada hakikatnya
merupakan perwujutan pancasila terutama sila ….
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V
8. Didalam kehidupan bermasyarakat keterbukaan dapat dimaknai sebagai ….
a. besarnya partisipasi setiap warga negara
b. tingginya pemahaman warga negara terhadap hak dan kewajiban
c. pengalaman terhadap pluralisme
d. kepercayaan terhadap pendapatnya sendiri
e. mempercayai fungsi pemerintahan
9. Sikap keterbukaan sangat diperlukan dalam upaya pelaksanaan pembangunan
nasioanal. Agar bangsa Indonesia mampu mengikuti perkembangan di era
keterbukaan, maka kita harus ….
a. menutup semua informasi dari luar
b. memberikan kesempatan kepada investor luar untuk berinvestasi ke
Indonesia
c. mampu menyaring informasi dari luar, tampa kehilangan jati diri bangsa
d. mampu menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang tanpa syarat
e. membuka luas ruang gerak bagi masyarakat yang sudah mampu
10. Pengadilan telah memutuskan hukuman penjara bagi pejabat yang melakukan
tindakan korupsi. Tindakan tersebut merupakan perwujutan keadilan ….
a. distributive
b. komulatif
c. konvensional
d. legalitas
e. prosedural
11. Konsep pemerintahan dalam bahasa inggris disebut ….
a. government
b. governing
c. goverence
d. to governen
e. good governance
12. Suatu hubungan yang sinergis dan konstruktif antara sector swasta dan
masyarakat merupakan devinisi good governance menurut ….
a. peraturan pemerintah no. 101 tahun 2000,
b. worl bank, good gevernance
c. UNDP
d. rule of law
e. ensiklopedia
13. Menurut ilmu adsministrasi negara istilah kepemerintahan yang baik disebut
juga ….
a. good governance
b. good government
c. good governing
d. good cabinet
e. good govern
14. Para pengambil keputusan memiliki pertanggung jawaban kepada publik
sesuai dengan jenis keputusan,baik internal maupun external. Hal tersebut
merupakan karakteristik dari pemerintahan yng baik dalam bentuk….
a. partisipasi
b. daya tangkap
c. transparan
d. kesetaraan
e. akuntbilitas
15. Dalam prinsip pemerintahan yang baik salah satu prinsipnya yaitu
akuntabilitas. Akuntabilitas adalah ….
a. hukm harus adil tampa pandang bulu
b. para pengambil keputusan baik pemerintah, swarta dan masyarakat
madani harus bertanggung jawab kepada publik
c. memberikan kesempatan yang sama baik pada laki-laki maupun
perempuan dalamu paya meningkatkan dan memelihara kualitas
hidupnya.
d. proses yang dilakukan setiap institusi diupayakan untuk melayani
berbagai pihak
e. memberikan kesempatan yang sama baik pada laki-laki maupun
perempuan dalam upaya meningkatkan dan memelihara memperoleh
pekerjaan
16. Pemerintahan yang tidak transparan cenderung mengabikan efektifitas dan
evisiensi yang dilakukan dalam bentuk ….
a. manajemen penyelenggarn negara bersifat konvensional dan terpusat
b. pengambilan keputusan didominasi oleh pemerintah
c. penyelenggaran pemerintahan statis dan tidak memiliki prospek jangka
panjang
d. semua aturan hanya bersifat formalitas
e. banyak peraturan yang masih berpihak pada gender tertentu
17. Pada orde baru penengakan hukum di Indonesia menunjukan bahwa ….
a. rakyat berada pada posisi yang lemah
b. rakyat ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan
c. supremasi hukum telah dapat di tegakan dengan baik
d. aparat penegak hukum bekerja dengan baik
e. lembaga peradilan selalu memihak yang lemah
18. Kebebasan berpendapat tidak selamnya berdampak positif. Salah satu dampak
negatif yang dapat terjadi berupa …
a. terjadinya konflik antar anggota masyarakat
b. masyarakat umun semakin kritis
c. timbulnya semangat demokrasi yang diikuti dengan tanggung jawab
d. hak-hak bersuara melalui saluran informasi semakin dihargai
e. kebebasab pers dilaksanakn dalam kerangka demokrasi pancasila
19. Hubungan antara hukum dan jaminan keadilan sangat erat, hal ini dekarenakan
hokum ….
a. sebagai peraturan yang mengikat
b. saling mempengaruhi dengan keadilan
c. merupakan alat untuk menerapkan jaminan keadilan
d. menyangkut keadilan moral dan spiritual
e. merupakan ciri pemerintahan
20. Perhatikan komponen dibawah ini!
1. Sektor publik
2. Sektor swasta
3. Sektor institusi pemerintah
4. Sektor masyarakat
Komponen yang terlibat dalam kepemerintahan adalah…
a. 1,2,3
b. 2,3,4
c. 1,3,4
d. 1,2,4
e. 3,4,2
21. Keadilan distributuf menurut Aristoteles adalah ….
a. berhubungan dengan persamaan hak dan kewajiban
b. berdasarkan kemampuan alam sekitar dan lingkungan
c. keadilan berdasarkan kekuasan dan wewenang penguasa
d. berdasar kepada turan hukum yang berlaku
e. berhubungan dengan distribusi jasa sesuai dengan kerjanya
22. Keadilan yang berkembang dengan persaman yang diterima oleh setiap orang
tampa melihat jasa – jasanya disebut ….
a. keadilan distributif
b. keadilan komutatif
c. keadilan kodrat alam
d. keadilan konvensional
e. keadilan menurut hukum
23. Makna keterbukaan dalam dalam kehidupan bermasyarakt adalah ….
a. memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara
b. menerima dan mengamalkan prinsip pluralisme
c. percaya dan yakin terhadap fungsi dan peran pemerintah
d. mempertahankan apa yang menjadi pendapat serta keyakinan sendiri
e. setiap warga negara diharap partisipasinya
24. Salah satu alasan penting keterbukaan dalam penyelenggaraan negara adalah ….
a. pemerintahan berasal dari rakyat dan untuk kaum elit
b. pembatasan akses informasi bagi rakyat
c. kekuasan cenderung diselewangkan
d. pemeritahan yang tidak adil melahirkan kemakmuran
e. pelarangan terhadap masyarakat dalam kegiatan pemerintah
25. Pentingnya jaminan hukum dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara antara lain ….
a. supaya aparat penegak hukum dapat dipercaya
b. memperkukuh persatuan dan kesatuan
c. agar masyarakat tumbuh dan berkembang
d. untuk mewujudkan cita-cita bangsa
e. investasi dapat tumbuh dan berkembang
26. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mengembangkan dan
menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, tranparansi, pelayanan
prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum dan dapat diterima
seluruh masyarakat. Devinisi tersebut marupakan penertian kepemerintahan yang
baik menurut ….
a. peraturan pemerintah no. 101 tahun 2000,
b. worl bank, good gevernance
c. UNDP
d. rule of law
e. ensiklopedia
27. Perhatikan visi setrategi pemerintah dibawah ini;
1. Perspektif yang luas jauh kedepan mengenai tata pemerintahan yang baik
dan pembangunan manusia.
2. Kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan
pengembangan pemerintahan yang baik
3. Transparansi informasi dalam kebaikan pencapain keberhasilan
pemerintahan dan menutupi kegagalan program pemerintah
4. Pemahaman atas kompleksitas sejarah, budaya dan sosial yang menjadi
dasar perspektif kedepan tersebut.
5. Pembatasan akses informasi bagi ruang publik
Dari ciri good gevernance menurut MTI, visi strategi pemerintah yang benar
adalah ….
a. 3, 4, 5
b. 4, 5,1
c. 5, 1, 2
d. 1, 2, 4
e. 2, 3, 5
28. Adolf Hitler merupakan salah satu tokoh yang mempopulerkan bentuk
pemerintahan yang tertutup yang berbentuk ….
a. monarki absolut
b. olkokrasi
c. autokrasi
d. oligarki
e. diktatoris
29. Dengan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan diharapkan dapat
melahirkan ….
a. pemerintahan yang tinggi dari masyarakat internasional
b. pemerintahan yang bersih
c. dorongan masyarakat untuk mengawasi pemerintah
d. partisipasi masyarakat rendah
e. berkurangnya anggaran untuk mengawasi pemerintah
30. Upaya pemerintah terhadap jaminan keadilan salah satunya ….
a. semua anggota MA harus lulus fit and proper test
b. membuat kebijakan negara yang memihak pada pemerintah
c. MA hurus beranggotakan masyarakat yang tidak berintelektual
d. tidak memperdulikan hak dan kewjiban orang lain
e. pelayanan terhadap pelayanan publik tidak sesuai standar
31. Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah, kecuali ….
a. memperkokoh posisi penyelenggara negara
b. kepercayaan dunia luar berkurang terhadap negara
c. selalu menimbulkan kecurigaan orang lain walaupun itu benar
d. pertisipasi masyarakat terhadap negara rendah
e. terjadinya kesewenang-wenangan oleh pemerintah
32. Pemerintah ambsolut bukanlah pemerintahan yang positif. Salah satu dampak dari
pemerintahan yang absolut adalah ….
a. jalannya pemerintahan lancar dan tidak terkendala
b. menghasilkan pemerintahan yang efektif dan efisisen
c. terjadinya penyalahgunaan kekuasaan
d. rakyat akan menolak dan menjatuhkanya
e. melahirkan kekacauan dan ketidak puasan
33. Era modernisasi menuntut pemerintahan yang terbuka. Arti penting keterbukaan
antara lain ….
a. menciptakan kebebasab kehidupan berbangsa dan bernegara
b. memperkut kekuasaan pemerintah
c. meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemerintah
d. memperbanyak ancaman, baik dari dalam dan dari luar
e. memperlemah ketahanan negara lain
34. Suatu bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang raja yang memiliki
kekuasaan yang tidak terbatas, ini merupakan pengertian dari bentuk
pemerintahan ….
a. tirani
b. otokrasi
c. oligarki
d. monarki absolut
e. demokrasi
35. Salah satu ciri pemerintahan yang tertutup adalah ….
a. kontrol politik egois dan otoriter
b. pemegang kekuasaan menolak campur tangan pihak luar
c. pemerintah menutup rapat dari pihak luar
d. kepala pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya
e. hasil perjanjian luhur bangsa
36. Bila pemerintahan melahirkan kekacauan, korupsi dan konflik kepentingan ,
pemerintahan tersebut msuk dlm bentuk pemerintahan tidak tranpran yang disebut
….
a. anarki
b. tirani
c. oligarki
d. mabokrasi
e. akhlokrasi
37. Kekuasaan eksekutif dimana keputusan yang diambil secara tertutup dan
dikontrol oleh presiden dapat berakibat ….
a. fungsi lembaga negara tidak berkembang
b. garis komando berjalan lancar
c. menciptakan stabilitas nasional
d. hubungan pusat dan daerah semakin baik dan mempercepat pembangunan
e. permasalahan yang timbul mudah dan cepat diatasi
38. Wujud dari keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat terlihat
dalam kehidupan demokrasi yang dikembangkan dengan tujuan untuk ….
a. memperkuat posisi pemeritah
b. menampung aspirasi yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam
masyarakat.
c. menampung aspirasi kaum elit
d. mempersilahkan campur tangan kelopok lain
e. mengabaikan aspirasi yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam
masyarakat
39. Peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan keterbukaan dan jaminan
keadilan antara lain sebagai berikut:
1. Partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik.
2. Menciptakan dan mengembangkan kondisi – kondisi dalam melaksanakan
pemberantasan KKN
3. Mengawasi kinerja lembaga - lembaga hukum.
4. Penyelesaian sengketa di tingkat pusat atau daerah melalui sepihak
5. Membiasakan diri bertindak tidak adil di lingkungan keluarga, masyarakat,
dan tempat kerja
Yang merupakan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan keterbukaan
dan jaminan keadilan yang paing tepat adalah ….
a.
b.
c.
d.
e.
2, 3, 4
3, 4, 5
5, 1, 2
1, 2, 3
1, 2, 4
40. Salah satu contoh peran serta siswa dalam upaya peningkatan keterbukaan dan
jaminan keadilan, kecuali adalah ….
a. membiasakan diri bertindak adil di lingkungan sekolah dan temen-temen
b. penyelesaian sengketa disekolah dengan sepihak
c. mengawasi kinerja ketua kelas
d. menciptakan dan mengembangkan kondisi – kondisi belajar yang tenang
e. partisipasi siswa dalam pemilihan ketua osis
41. Berikut ini pengertian pemerintahan yang terbuka adalah ….
a. pemerintah yang selalu mempertimbangkan kepentingan rakyat
b. pemerintah yang dipilih secara jujur dan adil
c. pemerintah yang memiliki kejelasan atau keterbukaan anggaran dasar negara
d. pemerintahan yang melaksanakan privatisasi pada badan usaha milik negara
e. pemerintah yang melaksanakan kekuasaan menerapkan prinsip-prinsip
membuka ruang bagi kontrol masyarakat
42. Makana good gevernance yang paling tepat adalah ….
a. keadilan dan keterbukaan
b. national leadership
c. transparasi anggaran
d. tata kelola pemerintahan yang baik
e. keterbuakaan pemerintah
43. Mewujudkan kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama negara modern.
Bidang pembangunan yang tidak sejalan dengan tujuan ini adalah ….
a. pembukaan pasar bebas
b. mendapatkan pekerjaan
c. jaminan kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat
d. penggalian sumber kekayaan alam
e. pendidikan dan kebudayaan
44. Orang yang memiliki sifat terbuaka biasanya memiliki ciri antara lain ….
a. membenarkan pendapatnya sendiri
b. menghargai pendapat orang lain
c. benyak berpendapat
d. bebas berbicara
e. berbicara dengan siapapun
45. Demi tercapainya ketertiban dalam kehidupan masyarakat, keadilan harus
ditegakan. Hal ini menujukan bahwa ….
a. tidak semua orang melakukan keadilan
b. keadilan sangatlah penting
c. menghormati hak orang lain
d. banyak orang yang berbuat adil
e. sulit menegakan kebenaran dan keadilan
46. Bersikap adil dan bijaksana harus diterapkan karena ….
a. Menguntungkan kelompok
b. Menguntungkan lingkunagan
c. Menguntungkan diri sendiri
d. Merupakan kewajiban moral
e. sesuai dengan amanat pemerintah
47. Menurut Plato berbuat adil berdasarkan pada keseimbangan hak dan kewajiban.
Pendapat ini disebut dengan keadilan ….
a. moral
b. prosedural
c. komotatif
d. konvensional
e. legalitas
48. Dalam pemerintahan yang terbuka dituntut adanaya kesediaan pemerintah untuk
memberikan berbagai informasi mengenai penyelenggaran pemerintah terutama
informasi yang bersifat ….
a. aktual
b. fenomenal
c. faktual
d. sensasional
e. prokedural
49. Para pengambil keputusan sektor swasta dan organisai-organisasi masyarakat
bertanggung jawab kepada masyarakat maupun lembaga-lembag yang
berkepentingan. Ini makna dari salah satu prinsip pemerintahan yang baik , yaitu
….
a. kesetaraan
b. akuntabilitas
c. keterbukaan
d. partisipasi masyarakat
e. efisiensi
50. Arti penting jaminan hukum dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara adalah ….
a. agar aparat hukum dapat dipercaya
b. memperkokoh persatuan dan kesatuan
c. masyarakat dapat tumbuh dan berkembang
d. mewujudkan cita-cita bangsa
e. mewujudkan tujuan nasional
51. Asas yang mengutamakan keseimbangan
penyelenggaraan negara adalah adalah asas….
a. keterbukaan
b. kepentinagn umum
c. profesionalitas
d. proposionalitas
e. keadilan
antara
hak
52. Akibat pelaksanaan pemerintahan yang tidak transparan yaitu ….
a. memperkokoh perstuan dan kesatuan
b. pertisipasi warga meningkat
dan
kewajiban
c. berkurangnya kesewenag-wenangan oleh penguasa
d. selalu menimbulakan kecurigaan terhadap orng lain meskipun benar
e. meningkatkan keaktifan masyarakat dalam mengawasi pemerintah
53. Contoh keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah ….
a. melaksankan pemilu dengan aman dan tertib
b. menghitung hasil pemilu di depan umum
c. menjadikan pemilu menjadi perta rakyat
d. memberikan petunjuk mengenai pemilu
e. menyelenggarakan pemilu sebagai formalitis
54. Adanya kebijaksanaan yang saling memperkuat dan terkait merupkan definisi dari
pemerintahan menurut …
a. UNDP
b. PP no.101 thun 2002
c. world bank
d. UU no.28 tahun 1990
e. UUD 1945
55. Perilaku yang menujukan sikap positif terhadap upaya peningkatan jaminan
keadilan ….
a. melaporkan kekayaan para pejabat
b. mengaudit penggunaan uang negara
c. melaporkan adanya kejahatan pada yang berwenang
d. pejabat harus mengundurkan diri bila tidak mampu
e. mengawasi setiap perilaku pegawai pemerintah
56. Keterbukaan dalam penyelenggaraan negara bermanfaat mendorong masyarakat
untuk melakuakn control sosial terhadap kebijakan pemerintah agar terhindar dari
….
a. KKN
b. keterbelakangan
c. ketergantungan
d. ketertutupan
e. kemiskinan
57. Suasana keterbukaan akan mewujudkan ….
a. kebersamaan
b. kekeluargaan
c. kesatuan
d. keadilan
e. kesalah pahaman
58. Menurut Plato berbuat adil berdasarkan pada keseimbangan hak dan kewajiban.
Pendapat ini disebut dengan keadilan ….
a. moral
b. prosedural
c. komotatif
d. konvensional
e. legalitas
Lampiran 2 Reliabilitas dan validitas.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.500
58
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
VAR00001
VAR00002
VAR00003
VAR00004
VAR00005
VAR00006
VAR00007
VAR00008
VAR00009
VAR00010
VAR00011
36.8889
37.0833
37.4722
37.1667
37.1389
37.0556
37.1389
37.1111
37.0833
37.1389
37.3889
Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha
Item Deleted
Total Correlation if Item Deleted
24.902
24.593
23.913
25.343
23.437
23.311
24.580
25.473
23.793
23.723
25.102
-.062
-.001
.148
-.157
.240
.294
-.002
-.186
.174
.178
-.109
.506
.505
.490
.521
.480
.476
.505
.523
.488
.487
.516
VAR00012
VAR00013
VAR00014
VAR00015
VAR00016
VAR00017
VAR00018
VAR00019
VAR00020
VAR00021
VAR00022
VAR00023
VAR00024
VAR00025
VAR00026
VAR00027
VAR00028
VAR00029
VAR00030
VAR00031
VAR00032
VAR00033
VAR00034
VAR00035
VAR00036
VAR00037
VAR00038
VAR00039
VAR00040
VAR00041
VAR00042
VAR00043
VAR00044
VAR00045
VAR00046
VAR00047
VAR00048
37.1111
37.1111
37.1667
37.1111
36.9167
37.0833
37.1111
37.0556
37.1944
37.0833
36.9444
37.1944
36.9167
37.1389
37.3056
37.0833
37.1111
37.2500
37.1111
37.1389
37.1111
37.4722
36.9444
36.9722
37.0833
37.1389
37.1667
37.1111
37.1111
37.0556
37.1667
37.0278
37.1389
37.0556
37.1111
37.0833
37.1111
24.673
23.473
23.571
24.159
25.507
23.107
25.187
25.140
24.618
23.793
24.225
25.075
23.279
24.809
25.304
24.250
24.444
25.907
23.473
23.894
24.616
25.399
23.368
24.771
23.107
24.409
24.200
25.759
24.559
22.625
23.114
24.085
23.437
23.311
23.187
24.479
24.559
-.020
.238
.206
.089
-.233
.330
-.127
-.118
-.012
.174
.118
-.104
.415
-.049
-.148
.073
.028
-.263
.238
.142
-.008
-.172
.354
-.031
.330
.033
.074
-.243
.004
.457
.305
.123
.240
.294
.302
.024
.004
.507
.481
.484
.496
.519
.472
.517
.515
.507
.488
.494
.516
.472
.510
.521
.498
.502
.532
.481
.491
.506
.521
.475
.506
.472
.502
.498
.528
.505
.460
.473
.493
.480
.476
.474
.502
.505
VAR00049
VAR00050
VAR00051
VAR00052
VAR00053
VAR00054
VAR00055
VAR00056
VAR00057
VAR00058
37.1944
37.0556
36.9722
37.1111
37.2500
37.5556
37.0556
37.1389
37.2500
37.0833
23.647
23.654
23.399
23.073
24.821
24.368
22.625
24.466
22.821
23.850
.187
.214
.321
.328
-.054
.063
.457
.021
.357
.162
.486
.484
.476
.471
.511
.498
.460
.503
.467
.489
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.743
36
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
VAR00003
VAR00005
VAR00006
VAR00009
VAR00010
VAR00013
VAR00014
VAR00015
VAR00017
VAR00021
VAR00022
VAR00024
VAR00027
VAR00028
VAR00030
VAR00031
VAR00034
VAR00036
23.5278
23.1944
23.1111
23.1389
23.1944
23.1667
23.2222
23.1667
23.1389
23.1389
23.0000
22.9722
23.1389
23.1667
23.1667
23.1944
23.0000
23.1389
Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha
Item Deleted
Total Correlation if Item Deleted
26.885
25.933
26.559
26.866
26.390
26.314
27.263
27.457
25.723
26.866
27.543
26.371
27.152
27.171
26.486
26.561
25.943
26.637
.179
.363
.258
.183
.269
.291
.090
.057
.428
.183
.072
.410
.124
.115
.255
.234
.490
.231
.741
.731
.736
.740
.736
.735
.746
.747
.727
.740
.745
.731
.743
.744
.737
.738
.727
.738
VAR00037
VAR00038
VAR00040
VAR00041
VAR00042
VAR00043
VAR00044
VAR00045
VAR00046
VAR00049
VAR00050
VAR00051
VAR00052
VAR00054
VAR00055
VAR00056
VAR00057
VAR00058
23.1944
23.2222
23.1667
23.1111
23.2222
23.0833
23.1944
23.1111
23.1667
23.2500
23.1111
23.0278
23.1667
23.6111
23.1111
23.1944
23.3056
23.1389
27.075
27.092
27.514
25.702
26.463
27.221
25.933
26.559
27.000
26.136
26.444
26.771
26.257
27.159
25.702
27.133
25.761
26.752
.130
.123
.046
.448
.248
.122
.363
.258
.150
.310
.283
.250
.303
.144
.448
.119
.380
.207
.743
.744
.748
.727
.737
.743
.731
.736
.742
.733
.735
.737
.734
.742
.727
.744
.729
.739
Lampiran 3 Materi
KETERBUKAAN DAN KEADILAN
A. Pengertian Keterbukaan dan Keadilan
1. Pengertian Keterbukaan Keadilan
a. Pengertian Keterbukaan (Transparansi)
Makna terbuka atau transparan memiliki arti jernih,jelas,nyata,dan mudah
dipahami atau memberi peluang luar untuk masukdan menerima berbagai hal.
Keterbukaan dalam berarti penyelenggaraan pemerintahan adalah kesediaan
pemerintah untuk senantiasa memberikan informasi faktual mengenai
berbagai hal yang berkenaan dengan proses penyelenggaraan pemerintahan.
Misalnyaketerbukaan dalam penyelenggaraan pemerintah berarti kesediaan
pemerintah untuk memberikan informasi factual mengenai berbagai hal yang
berkaitan dengan proses penyelengggaraan pemerintah,sikap transparansi
b. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut KUBI berasal darai kata adil yang berarti kejujuran,
kelurusan dan keikhlasan dan tidak berat sebelah, tidak memihak, tidak
sewenang-wenang. Menurut Ensiklopedi Indonesia kata Adil berarti :

Tidak berat sebelah.

Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengannya

Mengetahui hak dan kewajiban

Tidak pilih kasih dan pandang siapapun
2. Macam-Macam Keadilan
Menurut Aristoteles,ada lima jenis perbuatan yang digolongkan adil.Kelima
jenis keadilan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keadilan Komutatif, yaitu perlakuan terhadap seseorang tanpa melihat
jasa-jasanya.Misalnya, sanksi yang diberikan kepada sesorang sebagai
akibat pelanggarannya tanpa memandang kedudukan/jabatanya.
b. Keadilan Distributif, yaitu perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan
jasa-jasa yang diberikannya. Misalnya, seorang karyawan diberi upah
sesuai masa kerja,jenis pekerjaan,atau kepangkatannya.
c.
Keadilan Kodrat Alam, yaitu perlakuan terhadap seseorang atau lebih
sesuai jasa-jasa yang telah diberikannya. Misalnya,menjawab salam yang
telah diucapkan oleh orang lain.
d. Keadilan Konvensional, yaitu keadilan yang diberlakukan bila kita
menaati
peraturan
perundangan
yang
berlaku.
Misalnya
dalam
berkendaraan,pengemudi wajib mengenakan sabuk pangaman untuk mobil
dan mengenakan helm untuk motor.
e. Keadilan Perbaikan, yaitu keadilan yang diberlakukan terhadap seseorang
yang mencemarkan nama baik orang lain.Misalnya,permintaan maaf
melalui media massa karena telah mencemarkan nama baik seseorang.
Menurut Plato, keadilan terbagi dua kelompok,yaitu keadilan moral dan keadilan
procedural.Keadilan moral,yaitu keadilan yang mampu memberikan pengakuan
seimbang (selaras) dengan hak dan kewajibannya. Keadilan procedural, yaitu
apabila perbuatan yang dilakukan sesuai tata cara atau prosedur yang di tentukan.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro, SH., selain menyetujui pendapat Aristoteles, dia
menambahkan adanya keadilan legalitas (hukum), yaitu adil jika sesuai ketentuan
hukum yang berlaku.
3. Makna Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Dalam teori demokrasi pemerintahan yang terbuka adalah suatu hal yang
penting terutama akses bebas setiap warga negara terhadap berbagai sumber
informasi, supaya tidak terjadi saling curiga antar individu, masyarakat dengan
pemerintah. Keterbukaan dalam penyelenggaraan yaitu setiap kebijakan
haruslah jelas, tidak dilakukan secara sembunyi, rahasia tetapi perencanaan,
pelaksanaan, pertanggung jawabannya bisa diketahui publik dan rakayat
berhak atas informasi faktual mengenai berbagai hal yang menyangkut
pembuatan dan penerapan kebijakan. Ada 3 alasan pentingnya keterbukaan
dalam penyelenggaraan pemerintahan :
a. Kekuasaan pada dasarnya cenderung diselewengkan. Semakin besar
kekuasaan semakin besar pula kemungkinan terjadi penyelewengan.
b. Dasar penyelenggaraan pemerintahanh itu dari rakyat oleh rakyat dan
untuk rakyat, agar penyelenggaraan pememrintahan itu tetap dijalur yang
benar untuk kesejahteraan rakyat.
c. Dengan keterbukaan memungkinkan adanya akses bebas bebas
warganegara terhadap informasi yang pada gilirannya akan memiliki
pemahaman yang jernih sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam
menciptakan pemerintahan yang konstruktif dan rasional.
4. Ciri-Ciri Keterbukaan
Ciri-ciri keterbukaan menurut David Beetham dan Kevin Boyle :
a. Pemerintah menyediakan berbagai informasi faktual mengenai kebijakan
yang akan dan sudah dibuatnya.
b. Adanya peluangn bagi publik dan pers untuk mendapatkan atau
mengakses berbagai dokumen pemerintah melalui parlemen.
c. Terbukanya rapat-rapat pemerintah bagi publik dan pers, termasuk rapatrapat parlemen.
d. Adanya konsultasi publik yang dilakukan secara sistematik oleh
pemerintah mengenai berbagai kepentingan yang berkaitan dengan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan.
Prinsip mengenai pemerintahan yang terbuka tidak berarti bahwa semua
informasi mengenai penyelenggaraan boleh diakses oleh publik.
Ada
informasi tertentu yang tidak boleh diketahui oleh umum berdasarkan undangundang.
B. Penyelengaraan Pemerintah
1. Perbedaan Konsep Pemerintah Dan Kepemerintahan
NO
1
Unsur
perbandingan
Pengertian
Government
Lembaga yang dijalankan
Governance
Cara penggunaan atau
sutu organ tertinggi dalam
negara
Hiraskhis (pemeritah
berada diatas)
Sebagai subjek hanya ada
satu institusi pemerintah
peleksanaan
Semua memegang peran
sesuai dengan fungsi masingmasing
Partisipasi warga Negara
2
Sifat hubungan
3
Komponen yang
terlibat
4
Pemegang peran
dominan
Sector pemerintah
5
Efek yang
diharapkan
Hasil yang
diharaapkan
Kepetuhan warganegara
6
Pencapaian tujuan negra
melalui kepetuhan warga
Negara
Hiraskhis (kesetaraan
kedudukan)
1. Sector public
2. Sector swasta
3. Sector masyarakat
Pencapaian tujuan Negara
dan tujuan masyarakat
melalui pertisipasi
warganegara
2. Pengertian Keperintahan yang Baik
a. Worl Bank, Good Gevernance adalah suatu penyelenggaraan manajemen
pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip
demokrasi,pasar yang efisien, pencegahan korupsi menjalankan desiplin
anggaran dan penciptaan kerangka hukum dan politik bagi tumbuhnya
aktivitas swasta.
b. UNDP,Good Governance adalah suatu hubnungan yang sinergis dan
konstruktif di antara sektr swasta dan masyarakat.
c. Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2000, Pemerintahan yang baik adalah
pemerintahan
yang
mengembangkan
dan
menerapkan
prinsip-prinsip
profesionalitas, akuntabilitas, tranparansi, pelayanan prima, demokrasi,
efisiensi, efektivitas, supremasi hukum dan dapat diterima seluruh
masyarakat.
3. Ciri atau karakteristik, prinsip Good Governance menurut UNDP :

prinsip Good Governance menurut UNDP
1) Partisipasi (Participation), yaitu keikutsertaan masyarakat dalam proses
pembuatan
keputusan,
kebebasan
berserikat
dan
berpendapat,
berpartisipasi secara konstruktif.
2) Aturan Hukum (rule of law), hukum harus adil tanpa pandang bulu.
3) Tranparan (transparency) yaitu adanya kebebasan aliran informasi
sehingga mudah diakses masyarakat
4) Daya Tanggap (responsivenes) yaitu proses yang dilakukan setiap
institusi diupayakan untuk melayani berbagai pihak (stakeholder).
5) Berorientasi Konsessus (Consensus Oriented) bertindak sebagai mediator
bagi kepentingan yang berbeda untuk mencapai kesepakatan.
6) Berkeadilan (equity) memberikan kesempatan yang sama baik pada laki
maupun perempuan dalamupaya meningkatkan danmemelihara kualitas
hidupnya.
7) Efektifitas dan Efisiensi (Effectiveness and Efficiency) segala proses dan
kelembagaan diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar
sesuai dengan kebutuhan melalui pemamfaatan berbagai sumber yang
tersedia dengan baik.
8) Akuntabilitas (Accountability) yaitu para pengambil keputusan baik
pemerintah, swasta dan masyarakat madani harus bertanggung jawab
pada publik.
9) Bervisi strategis (Stratrgic Vision) para pemimpin dan masyarakat emiliki
perspektif yang luas dan jangka panjang dalammenyelenggaraan dan
pembangunan dengan mempertimbangkan aspek historis,kultur dan
kompleksitas sosial.
10) Kesalingketerkaitan
(Interrelated),adanya
kebijakan
yang
saling
memperkuat dan terkait (mutually reinforcing) dan tidak berdiri sendiri.

Prinsip-prinsip, ciri atau karakteristik good governance menurut Masyarakat
Transparansi Indonesia (MTI) ada sembilan macam :
a. Partisipasi masyarakat, semua warga masyarakat mempunyai hak
suara dalam pengambilan keputusan, langsung atau tak langsung
melalui lembaga perwakilan yang sah seperti DPR, DPD.
b. Tegaknya supremasi hukum, bersifat adil dan diberlakukan kepada
setiap orang tanpa pandang bulu.
c. Keterbukaan, seluruh informasi mengenai proses pemerintahan dan
mengenai lembaga-lembaga pemerintahan lainnya dapat diakses oleh
pihak yang berkepentingan, informasi harus memadai agar dapat
dipantau rakyat melalui media massa, tv, radio atau internet.
d. Peduli pada stakeholder, lembaga-lembaga dan proses pemerintahan
berusaha melayani masyarakat tanpa diskriminasi.
e. Berorientasi
pada
konsensus,
kepentingan
yang
berbeda
menjembatani
dalam
kelompok
kepentingan
–
masyarakatdemi
kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
f. Kesetaraan, semua warga masyarakat memiliki kesempatan yang sama
untuk memperbaiki dan mempertahankan kesejahteraan mereka.
g. Efektifitas dan efisiensi, proses-proses pemerintahan dan lembagalembaga mampu menggunakan
sumber daya yang ada secara
maksimal untuk kebutuhan masyarakat.
h. Akuntabilitas,
para
pengambil
keputusan
pemerintah,
swasta,
organisasi masyarakat bertanggung jawab kepada masyarakat atau
lembaga yang bersangkutan.
i. Visi Strategis, para pemimpin dan masyarakat memiliki:

Persfektif yang luas jauh kedepan mengenai tata pemerintahan
yang baik dan pembangunan manusia.

Kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan
pemngembangan pemerintahan yang baik

Pemahaman atas kompleksitas sejarah, budaya dan sosial yang
menjadi dasar persfektif kedepan tersebut.
4. Bentuk-Bentuk
Pemerintahan
Yang
Berpotensi
Melahirkan
Pemerintahan Tertutup
Monarki Absolut
Olkokrasi
Tirani
Diktatoris
Autokrasi
Oligarki
5. Dampak Penyelenggaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan
Sistem pemerintahan yang demokratis seharusnya diselenggarakan secara
terbuka. Alasan system pemerintahan demokrasi dilakukan secara tertutup, hal
itu akan berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi
pemerintah yang berkuasa, mungkin akan menikmatinya karena tidak ada
pertanggungjawaban kepada rakyat. Kontrol dan keterlibatan langsung dari
rakyat pun tidak ada atau sangat kecil, serta tidak ada pembagian kekuasaan
yang jelas di pemerintahan.Akan tetapi, rakyatlah yang paling merasakan
pahitnya penderitaan dari sistem yang tertutup (tidak transparan) ini.
Dampak utama yang ditimbulkan dari penyelenggaraan pemerintahan yang
tidak transparan adalah korupsi dan penyalahgunaan jabatan publik untuk
kepentingan pribadi atau kelompok di berbagai aspek-aspek kenegaraan, yaitu
sebagai berikut :
1) Bidang Politik
Lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan eksaminatif tidak berfungsi
optimal.Setiap kali ada kebijkan yang diusulkan menjadi proyek kadang
untuk memperkaya diri.Hasilnya, kebijakan-kebijakan tersebut merugian
rakyat.Jelas, bahwa hal ini tidak ada keadilan bagi rakyat kecil.Apalagi
setiap tuntutan dari rakyat pun menjadi ladang untuk memperkaya diri
lembaga-lembaga peradilan.Kehidupan demokrasi tidak berjalan baik.
2) Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup
Semua kegiatan ekonomi selalu dikaitkan dengan birokrasi dan menjadi
lapangan usaha tambahan untuk memperkaya diri setiap birokrat.Kegiatan
ekonomi berbelit-belit, uang pelicin banyak terjadi, pembangunan tidak
merata dan anggaran menjadi bengkak.Illegal logging dimana-mana tetapi
para tersangkanya selalu bebas, begitu pula dengan illegal fishing.Ketika
tejadi bencana, rakyat yang menderita.
3) Bidang Sosial Budaya
Tindakan menyimpang dari nilai-nilai agama dan budaya dikesampingkan,
yang dimunculkan adalah budaya KKN (korupsi,kolusi, dan nepotisme).
Ketimpangan sosial makin meningkat, terjadi pelanggaran HAM, dan
ibadah keagamaan hanya sebagai simbol,pers dibungkam.
4) Bidang Pertahanan dan Keamanan
Profesionalisme aparat reendah, tidak sesuai tuntutan jaman dan keinginan
rakyat. Kekuatan korps hanya untuk menakuti rakyat dan melindungi
pejabat-pejabat yang punya modal besar dn kedudukan lebih tinggi, ulah
oknum aparat selalu dilindungi hukum, militer. Akibat selanjutnya,
timbulnya disintegrasi bangsa karena kekerasan aparat.
6. Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
Keterbukaan dan jaminan keadilan memungkinkan terwujudnya sutu
kehidupan masyarakat yang madani (civil society ). Prinsip dasar kehidupan
masyarakat madani sebenarnya sama dengan masyarakat demokrasi. Dengan
demikian, pihak yang menekan atau menghambat terwujudnya keterbukaan
dan jaminan keadilan, berarti telah menghambat kehidupan masyarakat yang
madani.Hal ini berarti pula menentang terwujudnya demokrasi.
1. Sikap Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta adanya
jaminan keadilan dalam kehidupan merupakan awal dari suatu pemerintah
yang benar dan baik.Wujud dari keterbukaan dapat terlihat dalam
kehidupan
demokrasi
yang
dikembangkan
dengan
tujuan
untuk
menampung aspirasi yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam
masyarakat.
Saat ini, demokrasi menjadi suatu sistem pemerintahan yang popular di
muka bumi.Bahkan hampir semua negara di dunia menyatakan
demikian.Bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan repulblik Indonesia,
mereka sepakat bahwa republik Indonesia harus berdasarka kedaulatan
rakyat.Berarti harus negara demokrasi.
Kehidupan demokrasi tidak semata mata bergantung pada lembagalembaga.Hal yang penting adalah bagaimana lembaga-lembaga itu
terbentuk dan bekerja secara terbuka dan adil. Sikap keterbukaan akan
memberi peluang pada warga negara untuk bersikap agar tidak mudah
untuk ditipu dan mendorong masyarakat untuk memupuk lebih banyak
kekuatan yang berpihak pada demokrasi.
2. Sikap Adil dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Masyarakat adalah suatu komponen yang dapat menunjang terciptanya
kondisi
atau
iklim
keadilan.Peningkatan
yang
kondusif
jaminan
keadilan
dalam
rangka
penegakkan
tidak
cukup
bila
hanya
dipercayakan pada lembaga-lembaga supremasi hukum.Pemimpin harus
memberi contoh dan suri tauladan yang baik, karena Negara ini tidak
memerlukan pemimpin yang hanya bias berteriak dan memerintah tanpa
pernah sekalipun mau diperintah.Hubungan pemerintah dan rakyat harus
benar-benar saling terkait dan menyatu (blend together). Sistem yang
sudah ada dibenahi dan diperbaiki, tetapi tetap melalui proses rekrutmen
calon pemimpinnya tetap melakukan. Di antara system juri yang sudah
banyak diterapkan adalah uji kelayakan (fit and proper test) dan juga
memperhatikan pendidikan formal.
Dalam mewujudkan perbaikan sistem hukum dan peradilan masih
diperlukan waktu dan perjuangan ekstra, karena kondisi saat ini masih
memprihatinkan.Pengadilan
seharusnya
tempat
untuk
menukan
keadilan.Akan tetapi, lembaga ini beluim memberikan asa keadilan
sepenuhnhya
kepada
rakyat.Untuk
memangku
amanah
tegaknya
supremasi hokum yang didambakan, diperlukan pemimpin yang mampu
serti mengerti seluk-beluk dunia hokum dan peradilan.Oleh karenanya,
upaya-upaya pemerintah terhadap jamminan keadilan adalah sbagai
berikut.
1. Mengingatkan kepada semua kandidat ketua MA harus lulus fit and
proper test agar di kemudian hari tidak muncul istilah “membeli
kucing dalam karung”.
2. Kandidat haruslah seorang yang intelektual, bias bermasyarakat dan
beraklak yang baik.
3. Membuat kebijakan politik Negara yang menjamin upaya
peningkatan keadilan.
4. Pembenahan aparatur Negara untuk meningkatkan pelayanan
masyarakat.
5. Meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dan warga
Negara.
7. Peran Serta Masyarakat dalam Meningkatkan Keterbukaan dan
Jaminan Keadilan
Kita menyadari bahwa manuisa banyak kelemahan dan kekurangan.
Menganggap diri sempurna dan tidak mau menerima pendapat orang lain
merupakan suatu cara untuk menutupi kelemahan yang terdapat dalam diri
kita sendiri, meskipun pendapat orang tersebut benar.
Jika sifat dan sikap keterbukaan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,
maka kita tidak perlu khawatir untuk menyampaikan kebenaran karena adany
jaminan hukum.Bukannya jaminan hukum dan keadilan orang/golongan
kelompok tertentu saja, tetapi setiap masyarakat harus mau mampu
berpartisipasi dalam upaya peningkatan jaminan hukum dan keadilan dalam
kehidupan sehari – hari.
Apabila hal ini dapat tumbuh dan berkembang, kita dapat berharap tumbuhnya
masyarakat yang madani. Kita bersedia untuk memberi dan menerima serta
orang lain. Peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan keterbukaan dan
jaminan keadilan antara lain sebagai berikut:
1. Partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik. Hal tersebut
dapat melalui konferensi pers, media massa (cetak dan elektronik), surat,
petisi, dengan pendapat, kelompok/organisasi, atau LSM (Lembaga
Swadaya Masyarakat) serta kelompok aktivis mahasiswa.
2. Menciptakan
dan
mengembangkan
kondisi
–
kndisi
dalam
melaksanakan pemberantasan KKN, terutama menerima perngaduan
dari berbagai perilaku KKN yang dilakukan melalui KPK.
3. Mengawasi kinerja lembaga - lembaga hukum. Hal ini dapat dilakukan
melalui lembaga Ombudsman.
4. Penyelesaian sengketa di tingkat pusat atau daerah melalui proses
mediasi dan/atau judikasi.
5. Berusaha mengetahui dan memahami berbagai hal mendasar tentang
jaminan keadilan.
6. Membiasakan diri bertindak adil di lingkungan keluarga, masyarakat,
dan tempat kerja
Lampiran 4. Sintak Pembelajaran
Sintaks Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
No.
1.
2.
Fase
Menyampaikan RPP
dan tujuan
Mengorganisasi siswa
ke dalam kelompokkelompok belajar
3.
Memotivasi siwa
4.
Menyajikan informasi
5.
Membimbing
kelompok belajar dan
bekerja (Turnamen)
Keterangan
Guru membuka dan menyampaikan rencana yang
akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok
kecil secara hiterogen
Memberikan motivasi siswa supaya aktif dalam
proses pembelajaran
Guru menyajikan materi informasi kepada siswa
dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Guru memulai turnamen dan membacakan
peraturanya permainan serta membagi perlengkapan
turnamen kepda setiap kelompok:
1. Permainan dimulai dengan siawa dalam
kelompok menarik kartu untuk menentukan
tugas masing–masing dalam putaran pertama
6.
Evaluasi
2. Siswa memperoleh angka tertinggi ditugaskan
sebagai reader 1, Siswa yang memperoleh
nomor tertinggi ke dua menjadi penantang 1,
Siswa yang memperoleh nomor tertinggi ke
tiga menjadi penantang ke 2, Siswa yang
memperoleh nomor tertinggi ke empat menjadi
penantang ke 3, Siswa yang memperoleh angka
terendah menjadi reader 2
3. Pada putaran pertama reader 1 mengocok kartu
nomor mengambil satu kartu soal sesuai dengan
kartu nomor yang diambilnya.Reader 1
membacakan soal kemudian menjawab soal
yang dibaca
4. Apabila ada anggota kelompokyang tidak setuju
dengan jawaban reader 1 maka penantang 1
diberikan hak untuk menjawab atau
melewatinya, jika jawaban penantang 1 juga
tidak disetujui maka penantang 2 berhak
menjawab. Reader 2 membacakan kunci
jawaban.
5. Pada putaran kedua posisi reader 1 ditempati
penantang 1 posisi penantang 1 ditempati
penantang , penantang 2 ditempati reader 2 dan
posisi reader 2 ditempti reader 1.
6. Setiap pergantian nomor soal posisi tempat
duduk berpindah searah jarum
jam.Permainanberlanjut seperti yang telah
ditentukan oleh guru, sampai periode kelas
berakhir atau jika seluruh soal terambil
7. Apabiala permainan sudah berakhir, para siswa
mencatat/ merekap total skor yang telah mereka
dapatkan. Penskoran didasarkan pada jumlah
perolehan kartu yang diperoleh siswa
8. Setelah siswa dalam kelompok merekap skor
yang diperoleh pada lembar penilaian guru
mengumpulkan lembar tersebut kemudian
mengemukakan perolehan skor untuk setiap
kelompok dan memberikan penghargaan pada
kelompok dan individu yang memperoleh skor
tertinggi
Guru memberi umpan balik berupa ulangan kepada
siswa untuk memastikan bahwa siswa sungguh-
7.
Memberikan
penghargaan
sungguh memahami materi pembelajaran
Guru memberikan penghargaan pada kelompok dan
individu yang memperoleh skor tertinggi
Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah
: MAN Temanggung
Mata Pelajaran
: Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester
: XI IPS-3 / I
Alokasi Waktu
: 10 x 45 menit
Standar Kopetensi
: Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam
kehidupan berbangsa dan berrnegara.
Kopetensi Dasar
:
a. Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
b.
Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan.
c. menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Indikator
:
1. Mendiskripsikan pengertian keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Mengidentifikasi macam-macam keterbukaan
3. Mendiskripsikan pentingnya keterbukaan dan jaminan keadilan
4. Menguraikan karakteristik prinsip-prinsip good government
5. Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
6. Menguraikan sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Mendeskrisikan peran serta masyarakat dalam meningkatkan keterbukaan dan
jaminan keadilan
Tujuan pembelajaran
:
1. Siswa mampu mendiskripsikan makna keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Siswa paham dan mampu menguraikan macam-macam keterbukaan
3. Siswa mampu menjelaskan pentingnya keterbukaan dan jaminan keadilan.
4. Siswa paham dan mampu menguraikan karakteristik prinsip-prinsip good
government
5. Siswa mampu menganalisa dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
transparan
6. Siswa mampu menguraikan sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Siswa mampu menyabutkan dan menjelaskan peran serta masyarakat dalam
meningkatkan keterbukaan dan jaminan keadilan
Materi pokok
1. Keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Macam-macam keterbukaan
3. Keterbukaan dan jaminan keadilan
4. Prinsip-prinsip good government
5. Penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
6. Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan keterbukaan dan jaminan keadilan
Metode pembelajaran
1. Pembelajaran kooperetif tipe TGT
Langkah – langkah
Kegiatan
Awal 1.
2.
3.
4.
5.
Langkah - Langkah
Memberi salam dan berdoa bersama
Memperkenalkan diri dan peserta didik
Melakukan presensi
Menyampaikan SK, KD dan tujuan pembelajaran
Guru membuka dan menyampaikan rencana yang akan
dilaksanakan dalam proses pembelajaran
6. Memberikan motivasi belajar tentang keterbukaan dan keadilan
7. Memberikan motivasi siswa supaya aktif dalam proses
pembelajaran
Pertemuan Pertama
Eksplorasi:
1) Guru menerangkan tentang pembelajaran kooperatif yang
akan dilaksanakan
2) Guru menggali pengetahuan siswa dengan bertanya
keterbukaan dan jaminan keadilan
3) Guru menerangkan tentang pengertian keterbukaan dan
keadilan
4) Guru menjelaskan sekilas sentang macam-macam keadilan
5) Guru menanyakan kepada siswa kepada makna keterbukaan
dalam kehidupan berbangsa
6) Guru memberikan pendalaman terhadap siswa mengenai
Waktu
5 menit
Inti
85
menit
makna keterbuakaan
7) Guru menerangakan kepeda siswa tentang ciri-ciri
keterbukaan
8) Guru meminta siswa untuk membedakan antara pemerintah
dan pemerintahan
9) Guru memberi penguatan perbandingan antara pemerintah
dan pemerintahan
10) Guru menerangkan tentang pengertian Good Gevernance
11) Guru menajalaskan tentang ciri-ciri dan pripsip Good
Gevernance
Elaborasi:
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil secara
hiterogen,
85menit
Pertemuan Ke Dua
Elaborasi:
1. Permainan dimulai dengan siawa dalam kelompok menarik
kartu untuk menentukan tugas masing–masing dalam
putaran pertama
2. Siswa memperoleh angka tertinggi ditugaskan sebagai
reader 1, Siswa yang memperoleh nomor tertinggi ke dua
menjadi penantang 1, Siswa yang memperoleh nomor
tertinggi ke tiga menjadi penantang ke 2, Siswa yang
memperoleh nomor tertinggi ke empat menjadi penantang
ke 3, Siswa yang memperoleh angka terendah menjadi
reader 2.
3. Pada putaran pertama reader 1 mengocok kartu nomor
mengambil satu kartu soal sesuai dengan kartu nomor yang
diambilnya.Reader 1 membacakan soal kemudian menjawab
soal yang dibaca.
4. Apabila ada anggota kelompokyang tidak setuju dengan
jawaban reader 1 maka penantang 1 diberikan hak untuk
menjawab atau melewatinya, jika jawaban penantang 1 juga
tidak disetujui maka penantang 2 berhak menjawab. Reader
2 membacakan kunci jawaban.
5. Pada putaran kedua posisi reader 1 ditempati penantang 1
posisi penantang 1 ditempati penantang , penantang 2
ditempati reader 2 dan posisi reader 2 ditempti reader 1.
6. Setiap pergantian nomor soal posisi tempat duduk berpindah
searah jarum jam.Permainanberlanjut seperti yang telah
ditentukan oleh guru, sampai periode kelas berakhir atau
jika seluruh soal terambil
7. Apabiala permainan sudah berakhir, para siswa mencatat/
merekap total skor yang telah mereka dapatkan. Penskoran
didasarkan pada jumlah perolehan kartu yang diperoleh
siswa.
8. Setelah siswa dalam kelompok merekap masing–masing
skor yang diperoleh pada lembar penilaian guru
mengumpulkan lembar tersebut kemudian mengemukakan
perolehan skor untuk setiap kelompok
Konfirmasi :
1. Pemberian jawaban yang benar atas tournament pada lembar
jawaban yang tersedia
Pertemuan Ketiga
Eksplorasi:
1. Guru melakukan Tanya jawab mengenai materi minggu lalu
sebagai penguatan.
2. Guru menjelaskan tentang bentuk – bentuk pemerintahan
yang berpotensi melahirkan pemerintahan yang
tertutup:Monarki Absolut,Tirani, Autokrasi, Oligarki,
Diktatoris dan Olkokrasi
3. Guru meminta siswa untuk mendiskusikn dan memberikan
contoh bentuk – bentuk pemerintahan yang berpotensi
melahirkan pemerintahan yang tertutup
4. Guru meminta siswa untuk memberikan gambarran dampak
penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan dalam
bidang :Politik, Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Sosial
Budaya dan Pertahanan dan Keamanan
5. Guru memberikan penguatan kepada siswa tenteng dampak
penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
6. Guru menjelaskan tentang sikap keterbukaan dan jaminan
keadilandalam kehidupam berbangsa dan berbnegara.
7. Guru menerangkan tentang peran serta masyarakat dalam
meningkatkan ketrbukaa dan jaminan keadilan
8. Guru memnita siswa untuk memberikan contoh
peransertanya dalam maningkatkan keterbukaan dan
jaminan keadilan.
Pertemuan Keempat
Elaborasi:
1. Permainan dimulai dengan siawa dalam kelompok menarik
kartu untuk menentukan tugas masing–masing dalam
putaran pertama
2. Siswa memperoleh angka tertinggi ditugaskan sebagai
reader 1, Siswa yang memperoleh nomor tertinggi ke dua
85
menit
85
menit
menjadi penantang 1, Siswa yang memperoleh nomor
tertinggi ke tiga menjadi penantang ke 2, Siswa yang
memperoleh nomor tertinggi ke empat menjadi penantang
ke 3, Siswa yang memperoleh angka terendah menjadi
reader 2.
3. Pada putaran pertama reader 1 mengocok kartu nomor
mengambil satu kartu soal sesuai dengan kartu nomor yang
diambilnya.Reader 1 membacakan soal kemudian menjawab
soal yang dibaca.
4. Apabila ada anggota kelompokyang tidak setuju dengan
jawaban reader 1 maka penantang 1 diberikan hak untuk
menjawab atau melewatinya, jika jawaban penantang 1 juga
tidak disetujui maka penantang 2 berhak menjawab. Reader
2 membacakan kunci jawaban.
5. Pada putaran kedua posisi reader 1 ditempati penantang 1
posisi penantang 1 ditempati penantang , penantang 2
ditempati reader 2 dan posisi reader 2 ditempti reader 1
6. Setiap pergantian nomor soal posisi tempat duduk berpindah
searah jarum jam.Permainanberlanjut seperti yang telah
ditentukan oleh guru, sampai periode kelas berakhir atau
jika seluruh soal terambil
7. Apabiala permainan sudah berakhir, para siswa mencatat/
merekap total skor yang telah mereka dapatkan. Penskoran
didasarkan pada jumlah perolehan kartu yang diperoleh
siswa.
8. Setelah siswa dalam kelompok merekap masing–masing
skor yang diperoleh pada lembar penilaian guru
mengumpulkan lembar tersebut kemudian mengemukakan
perolehan skor untuk setiap kelompok
Konfirmasi :
1. Pemberian jawaban yang benar atas tournament pada lembar
jawaban yang tersedia
80
Pertemuan Kelima
Guru memberi umpan balik berupa ulangan kepada siswa untuk menit
memastikan bahwa siswa sungguh-sungguh memahami materi
pembelajaran.
Penutup1. Guru memberikan kesimpulan dari proses pembelajaran
2. Guru memberikan penjelasan mengenai hasil pembelajaran
yang telah dilakuakan
3. Guru memberikan penghargaan pada kelompok dan individu
yang memperoleh skor tertinggi
Alat dan sumber
1. Pendidikan Kewarganegaraan kelasa 2 (M. Taupan: Bandung)
2. Pendidikan kewarganegaraan SMA/MA kelas 2 (Bumi Aksara)
3. Peta konsep
Penilaian
1.
2.
3.
4.
:
Bentuk soal
Soal
Kunci Jawaban
Penilaian
: Pilihan Ganda
: Terlampir
: Terlampir
:
Nilai : benar : 3
Temanggung, November 2012
Guru PKn
Peneliti
Darwati S.Pd.
Setyorini
NIP :
NIM:172009015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah
: MAN Temanggung
Mata Pelajaran
: Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester
: XI IPS-1 / I
Alokasi Waktu
: 10 x 45 menit
Standar Kopetensi
: Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam
kehidupan berbangsa dan berrnegara.
Kopetensi Dasar
:
a. Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
b.
Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan.
c. menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Indikator
:
1. Mendiskripsikan pengertian keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Mengidentifikasi macam-macam keterbukaan
3. Mendiskripsikan pentingnya keterbukaan dan jaminan keadilan
4. Menguraikan karakteristik prinsip-prinsip good government
5. Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
6. Menguraikan sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Mendeskrisikan peran serta masyarakat dalam meningkatkan keterbukaan dan
jaminan keadilan
Tujuan pembelajaran
:
1. Siswa mampu mendiskripsikan makna keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Siswa paham dan mampu menguraikan macam-macam keterbukaan
3. Siswa mampu menjelaskan pentingnya keterbukaan dan jaminan keadilan.
4. Siswa paham dan mampu menguraikan karakteristik prinsip-prinsip good
government
5. Siswa mampu menganalisa dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
transparan
6. Siswa mampu menguraikan sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Siswa mampu menyabutkan dan menjelaskan peran serta masyarakat dalam
meningkatkan keterbukaan dan jaminan keadilan
Materi pokok
1. Keterbukaan dan jaminan keadilan
2. Macam-macam keterbukaan
3. Keterbukaan dan jaminan keadilan
4. Prinsip-prinsip good government
5. Penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
6. Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
7. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan keterbukaan dan jaminan
keadilan
Metode pembelajaran
1. Ekspositori
Langkah – langkah
Kegiatan
Awal
Langkah – Langkah
1. Memberi salam dan berdoa bersama
2. Memperkenalkan diri dan peserta didik
3. Melakukan presensi
4. Siswa menjawab pertanyaan dengan benar
5. Menyampaikan SK, KD dan tujuan pembelajaran
Waktu
6. Guru membuka dan menyampaikan rencana yang akan
dilaksanakan dalam proses pembelajaran
7. Memberikan motivasi belajar tentang keterbukaan dan
keadilan
8. Memberikan motivasi siswa supaya aktif dalam proses
pembelajaran
Pertemuan Pertama
Eksplorasi:
1. Guru mencoba menggali pengetahuan siswa tentang
keterbukaan dan keadilan
2. Guru menerangkan tantang makna keterbukaan
3. Guru menerangkan tantang makna jaminan keadilan
4. Guru menjelaskan macam-macam keadilan
5. Guru meminta siswa memberikan contoh macam-macam
keadilan dalam kehidupan sehari–hari
6. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan
memberikan contoh macam-macam keadilan dalam
kehidupan sehari–hari
7. Guru meminta siawa untuk menjelaskan makna
keterbukaan dalam kehidupan berbangsa
8. Guru meminta siswa untuk mendiskusikn dan
memberikan penjelasan makna keterbukaan dalam
kehidupan berbangsa
Elaborasi:
Siswa melakukan diskusi dengan teman sebngkunya unuk
membahas pertanyaan dari guru
Pertemuan Ke Dua
Eksplorasi
1. Guru melakuakan tanya jawab tentang materi yang lalu
untuk mengetahui pengetahun siswa.
2. Guru menerangakan kepeda siswa tentang ciri-ciri
keterbukaan
3. Guru meminta siswa untuk membedakan antara
pemerintah dan pemerintahan
4. Guru memberi penguatan perbandingan antara pemerintah
dan pemerintahan
5. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan
memberikan contoh perbandingan antara pemerintah dan
pemerintahan
6. Guru menerangkan tentang pengertian Good Gevernance
7. Guru menajalaskan tentang ciri-ciri dan pripsip Good
Gevernance
Elaborasi:
Siswa melakukan diskusi dengan teman sebngkunya unuk
membahas pertanyaan dari guru
Pertemuan Ketiga
Eksplorasi:
1. Guru melakukan Tanya jawab mengenai materi minggu
lalu sebagai penguatan.
2. Guru menjelaskan tentang bentuk – bentuk pemerintahan
yang berpotensi melahirkan pemerintahan yang tertutup:
1. Monarki Absolut
2. Tirani
3. Autokrasi
4. Oligarki
5. Diktatoris
6. Olkokrasi
3. Guru meminta siswa untuk mendiskusikn dan
memberikan contoh bentuk – bentuk pemerintahan yang
berpotensi melahirkan pemerintahan yang tertutup
4. Guru meminta siswa untuk memberikan gambarran
dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
transparan dalam bidang :
1. Politik
2. Ekonomi dan Lingkungan Hidup
3. Sosial Budaya
4. Pertahanan dan Keamanan
Elaborasi:
Siswa melakukan diskusi dengan teman sebngkunya unuk
membahas pertanyaan dari guru
Pertemuan Keempat
Eksplorasi:
1. Guru memberikan penguatan kepada siswa tenteng
dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
2. Guru menjelaskan tentang sikap keterbukaan dan
jaminan keadilandalam kehidupam berbangsa dan
berbnegara.
3. Guru menerangkan tentang peran serta masyarakat
dalam meningkatkan ketrbukaa dan jaminan keadilan
4. Guru memnita siswa untuk memberikan contoh
peransertanya dalam maningkatkan keterbukaan dan
jaminan keadilan.
Elaborasi:
Siswa melakukan diskusi dengan teman sebngkunya unuk
membahas pertanyaan dari guru
Pertemuan Kelima
Guru memberi umpan balik berupa ulangan kepada siswa
untuk memastikan bahwa siswa sungguh-sungguh
memahami materi pembelajaran.
Penutup
1. Guru memberikan kesimpulan dari proses pembelajaran
2. Guru memberikan penjelasan mengenai hasil
pembelajaran yang telah dilakuakan
Alat dan sumber
4. Pendidikan Kewarganegaraan kelasa 2 (Mtaupan: Bandung)
5. Pendidikan kewarganegaraan SMA/MA kelasa 2 (Bumi Aksara)
6. Peta konsep
Penilaian
5.
6.
7.
8.
:
Bentuk soal
Soal
Kunci Jawaban
Penilaian
: Pilihan Ganda
: Terlampir
: Terlampir
:
Nilai :benar : 3
Temanggung,
November 2012
Guru PKn
Peneliti
Darwati S.Pd.
Setyorini
NIP :
NIM:172009015
Download