i SKRIPSI PENGARUH EFEKTIVITAS IKLAN TERHADAP

advertisement
SKRIPSI
PENGARUH EFEKTIVITAS IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN KARTU PERDANA TELKOMSEL (STUDI DI
KELURAHAN SANUA KECAMATAN KENDARI BARAT)
OLEH :
OLEH :
MUHAMMAD RUSYADY
B1B1 13 250
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
i
ABSTRAK
Muhammad Rusyady (B1B1 13 250), Pengaruh Efektivitas Iklan Terhadap
Keputusan Pembelian Kartu Perdana Telkomsel (Studi Di
Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat)”. Skripsi Jurusan
Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Halu Oleo.
Pembimbing; (1). Nasrul , (2) Sinarwati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara simultan dan parsial
pengaruh efektivitas iklan yang meliputi; (dimensi Emphaty, Persuasion, Impact,
Comunication) terhadap keputusan Pembelian Kartu Perdana Telkomsel.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di
Kelurahan Sanua berjumlah 3336 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 97
responden dengan menggunakan metode rumus slovin. Teknik pengambilan
sampel dalampenelitian ini adalah accidental sampling, yaitu pengambilan sampel
berdasarkan masyarakat yang secara kebetulan ditemui pada lingkungan
Kelurahan Sanua. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
kuesioner. Alat analisis yang digunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menyatakan bahwa secara simultan dan parsial efektivitas
iklan yang meliputi; (dimensi Emphaty, Persuasion, Impact, Comunication)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kartu perdana
Telkomsel.
Kata kunci : Efektivitas iklan, Emphaty, Persuasion, Impact, communication
Keputusan pembelian
v
ABSTRACT
Muhammad Rusyady (B1B1 13 250), Effect of Effectiveness on Telkomsel Card
Buying Decision (The Study The Sanua In Kendari West)". Thesis
Department of Management, Faculty of Economics, University of Halu
Oleo. Supervisior; (1). Nasrul, (2) Sinarwati.
This study aims to determine the simultaneous and partial effect of advertising
effectiveness that includes; (Dimensions of Emphaty, Persuasion, Impact,
Comunication) to the decision of Telkomsel's Prime Card Purchase.
The population in this study is the entire community living in the village of Sanua
amounted to 3336 people. The sample in this research is 97 respondents by using slovin
formula method. The sampling technique in this research is accidental sampling, ie
sampling based on the society which accidentally encountered in Sanua Village
neighborhood. Data collection method in this research is questionnaire. Analyzer used
multiple linear regression.
The results of research indicate that simultaneously and partially the
effectiveness of advertisement which include; (Dimensions of Emphaty, Persuasion,
Impact, Comunication) have a positive and significant effect on the decision of
purchasing Telkomsel starter pack.
Keywords: Effectiveness, Emphaty, Persuasion, Impact, communication Purchase
decision
vi
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam atas limpahan rahmat serta
hidayah-Nya atas segala kelapangan dan kemudahan yang diberikan sehingga
penulis yang memiliki keterbatasan dapat menyelesaikan skripsi ini, juga salawat
dan salam penulis hanturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kupersembahkan
kepada yang tercinta Ayahanda Arifin, SE dan Ibunda tercinta Yenny Zusanna
Muller (almh) atas segala pengorbanan, kasih sayang, doa restu serta dukungan
moril maupun material kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. Juga untuk
saudara-saudaraku Agung asmaul, SE, Aswin dwi poetra, Aan guswandi dan
Arini anggraini serta seluruh keluarga yang selalu memberikan semangat
untukku dalam menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Nasrul, SE, M.Si selaku
pembimbing I dan Ibu Dr. Sinarwati, SE, M.Si selaku pembimbing II yang
dengan tulus ikhlas bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan
mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. juga untuk saudarasaudaraku serta seluruh keluarga yang selalu memberikan semangat untuk saya
dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari, bahwa skripsi ini dapat terwujud berkat bantuan moril
maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu kepada yang telah membantu
penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada:
vii
1. Bapak Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si, selaku Pelaksana Rektor
Universitas Haluoleo.
2. Ibu Dr. Hj. Rostin SE., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Haluoleo.
3. Bapak Laode Asfahyaddin Aliddin, SE., MM, selaku Ketua Jurusan
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu
Oleo.
4. Ibu Dr. Sri Wiyati Maharani, SE., M,Si, selaku Sekretaris Jurusan Program
Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo.
5. Ibu Dr. Sri Wiyati Maharani, SE., M,Si, selaku Penasehat Akademik.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis khususnya dosen
Program Studi Manajemen.
7. Seluruh Staf Pengajar dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis
khususnya Jurusan Manajemen Universitas Haluoleo, atas ilmu dan
bantuannya selama ini.
8. Untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2013, Sariep, Fikar, Akbar, Ari,
Juned, Ridul, Imank, Ahmad, Imonk, Acil, Rial, Icad, Farid, Vera, Nufi,
Ezi, Sadri, Wulan, Ira, Lala, Ayu, Evi, Lutfi dan Yully serta yang tidak
sempat saya sebutkan yang telah memberikan semangat dan motivasi
untuk menyelesaikan skripsi ini saya mengucapkan terima kasih banyak.
9. Serta teman-teman alumni SMA N 9 Kendari 2013, Fikar, Sandy, Aswar,
Putra, Fatur, Wawan, Dian, Feby, Uni, Risma, Uja, Evi, Fitri, Renal, Tesa,
Munir, Adrian dan yang terkhusus bagi Nurfitriani Reformasi serta yang
viii
tidak sempat saya sebutkan namanya saya mengucapkan terima kasih atas
masukan dan motivasinya untuk menyelesaikan skripsi ini.
10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu.
Kendari, Mei 2017
MUHAMMAD RUSYADY
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PERESETUJUAN ..................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHA ............................................................................ iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ...................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................................v
ABSTRACT ..................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR .................................................................................... vii
DAFTAR ISI .....................................................................................................x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................7
1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................8
1.4 Manfaat Peneltian.............................................................................9
1.5 Ruang Lingkup Penelitian ................................................................9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu .......................................................................11
2.2 Pemasaran .......................................................................................13
2.2.1 Definisi Pemasaran ................................................................13
2.3 Periklanan ........................................................................................18
2.3.1 Sifat – sifat periklanan...........................................................18
2.3.2 Menentukan tujuan periklanan ..............................................19
2.2.3 Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
beriklan .................................................................................19
2.4 Iklan.................................................................................................20
2.4.1 Menentukan pesan iklan ........................................................21
2.4.2 Efektifitas iklan .....................................................................22
2.4.3 Efektifitas iklan diukur dengan metode EPIC Model ...........22
2.5 Keputusan Pembelian ......................................................................33
2.5.1 Komponen Keputusan Pembelian .........................................33
2.5.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian...........................35
2.5.3 Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian ..........................38
2.6 Kerangka Pikir Penelitian................................................................38
2.7 Hipotesis ..........................................................................................40
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian .............................................................................41
3.2 Populasi dan Sampel .......................................................................41
3.2.1 Populasi .................................................................................41
3.2.2 Sampel ...................................................................................41
x
3.3 Jenis dan Sumber Data ....................................................................42
3.4 Metode Pengumpulan Data .............................................................43
3.5 Skala Pengukuran Data ...................................................................43
3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen .........................................44
3.6.1 Uji Validitas ..........................................................................44
3.6.2 Uji Realibilitas......................................................................46
3.7 Peralatan Analisis Data ...................................................................47
3.8 Analisis Data ...................................................................................47
3.9 Definisi Operasional........................................................................48
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...............................................51
4.2 Karakteristik Responden .................................................................51
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..........51
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ..........................52
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ...............53
4.3 Hasil Deskriptif Variabel Penelitian ...............................................54
4.3.1 Variabel EPIC (X) .................................................................54
4.3.1.1 Dimensi Empathy (Empati) ......................................54
4.3.1.2 Dimensi Persuasion (Persuasi) .................................56
4.3.1.3 Dimensi Impact (Dampak) .......................................57
4.3.1.4 Dimensi Communication (Komunikasi) ...................58
4.3.2 Deskripsi Variabel Keputusan Pembelian .............................60
4.4 Hasil Analisis Regresi .....................................................................64
4.4.1 Estimasi Koefisien Regresi ...................................................64
4.4.2 Koefisien Determinasi ...........................................................66
4.4.3 Pengujian Hipotesis ...............................................................67
4.4.4 Pengujian secara simultan .....................................................67
4.4.5 Pengujian secara pasial..........................................................68
4.5 Pembahasan .....................................................................................70
4.5.1 Pengaruh EPIC Terhadap Keputusan Pembelian ..................70
4.5.2 Pengaruh Dimensi Emphaty Terhadap Keputusan
Pembelian .............................................................................71
4.5.3 Pengaruh Dimensi Persusif Terhadap Keputusan
Pembelian .............................................................................72
4.5.4 Pengaruh Dimensi Impact Terhadap Keputusan Pembelian .73
4.5.5 Pengaruh Dimensi Communication Terhadap Keputusan
Pembelian .............................................................................74
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan .....................................................................................75
5.2 Saran ................................................................................................76
DAFTRA PUSTAKA ........................................................................................
LAMPIRAN .......................................................................................................
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Pelanggan Operator Seluler tahun 2016 di Indonesia ........................4
Tabel 1.2 Komposisi Pelanggan Telkomsel tahun 2016 ....................................5
Tabel 2.1 Tingkatan Pengetahuan Produk ........................................................31
Tabel 3.1 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas........................................................45
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil uji Reliabilitas Instrumen Penelitian...................46
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ......................52
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ......................................52
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ...........................53
Tabel 4.4 Jawaban Responden Atas Dimensi Emphaty ....................................54
Tabel 4.5 Jawaban Responden Atas Dimensi Persuasi ....................................56
Tabel 4.6 Jawaban Responden Atas Dimensi Impact .......................................57
Tabel 4.7 Jawaban Responden Atas Dimensi Communication.........................59
Tabel 4.8 Jawaban Responden Atas Variabel Keputusan Pembelian ...............61
Tabel 4.9 Koefisien Regresi dan Nilai t Hitung ................................................65
Tabel 4.10 Koefisien Determinasi.....................................................................66
Tabel 4.11 Anova untuk pengujian Koefisien Regresi secara Simultan ...........67
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Sistem Pemasaran Sederhana ........................................................14
Gambar 2.2 Dua Jalur Persuasi Dalam MKE....................................................29
Gambar 2.3 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian...................................35
Gambar 2.4 Kerangka Pikir Penelitian..............................................................39
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam era teknologi dan persaingan pasar yang makin ketat saat ini,
limpahan informasi dan terbukanya peluang untuk mengakses informasi membuat
konsumen makin kritis dalam memilih produk. Agar dapat unggul dalam
persaingan, salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan
kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumenya dimana
salah satu wujudnya adalah melalui kegiatan periklanan (advertising).
Periklanan yang tepat sasaran (efektif) dapat digunakan oleh perusahaan
atau produsen dan Biro iklan untuk mempengaruhi presepsi (pendapat) terhadap
berbagai merek produk di pasar yang menjadi salah satu faktor penting dalam
proses pengambilan keputusan oleh konsumen untuk memilih produk. Selain
sebagai alat penyampaian pesan (informasi), periklanan yang dilakukan haruslah
mampu bersaing dengan berbagai kegiatan periklanan yang menjadi pesaing
perusahaan tersebut untuk memenangkan minat konsumen serta mempertahankan
nama baik perusahaan itu sendiri.
Dari sisi konsumen iklan itu sendiri dipandang sebagai salah satu penyedia
informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk, maupun atribut lainya yang
berkaitan dengan suatu produk (Durianto :2003).
Sebaik apapun suatu produk jika tidak di ikuti oleh penyampaian informasi
yang tepat tentang keberadaan produk tersebut di pasar, maka kecil sekali peluang
bagi produk untuk dibeli dan di konsumsi oleh konsumen periklanan yang efektif
1
2
akan mengubah pengetahuan publik mengenai ketersediaan dan karateristik
beberapa produk, elastisitas permintaan produk akan sangat dipengaruhi oleh
aktivitas periklananan.
Berbagai hasil penelitian menunjukan bahwa anggaran iklan berpengaruh
positif terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran
iklan pesaing akan berpengaruh negatif terhadap tingkat penjualan dan market
share pesaingnya (Darmadi Durianto, 2003). Dampak iklan ternyata berfariasi
tergantung efektivitasnya, dengan demikian anggaran yang lebih besar tidak selalu
mampu mengubah penjualan dan market share dalam tataran yang lebih besar
pula.
Efektivitas periklanan memperoleh perhatian yang serius, strategi dan
program yang handal diperlukan untuk mencapai dampak iklan yang diinginkan,
terlebih lagi diperlukan pula teknik pengukuran untuk memantau efektivitas iklan
baik secara kuantitatif maupun kualitatif. EPIC model adalah salah satu model
untuk mengukur efektivitas iklan yang dikembangkan oleh AC- Nielsen, salah
satu perusahaan peneliti terkemuka di dunia yang mencakup empat dimensi kritis
yaitu: Empati, Persuasi, Dampak, dan Komonikasi (Emphaty, Persuasion, Impact,
and Communication). Dari keempat dimensi kritis akan di dapatkan batasan
(range) yang akan menentukan posisi iklan dalam tujuh tingkat efektivitas
(Durianto 2003:86).
Lahirnya bermacam-macam kartu seluler atau kartu SIM (Subricider
Identity Module) mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap perkembangan
telepon seluler (handphone) dan kebutuhan masyarakat yang selalu ingin Going
3
mobile. Dengan adanya tuntutan seperti itu membuat para perusahaan-perusahaan
yang bergerak dibidang telekomunikasi berlomba-lomba mengeluarkan SIM
(subicider
identity
modul)
yang
berbasis
teknologi
GSM.
Dengan
perkembangannya sekarang ini khususnya di Indonesia sekarang ini terdapat dua
jenis teknologi sistem telekomunikasi seluler yang disediakan penyedia layanan
telekomunikasi yang bisa dipakai masyarakat dalam berkomunikasi yaitu (Global
Sistem for Mobile Communication) GSM dan (Code Division Multiple Access)
CDMA. GSM adalah merupakan sistem teknologi digital yang digunakan dalam
komunikasi mobile yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Sedangkan
CDMA merupakan sistem teknologi yang digunakan dalam berkomunikasi fixed
(disambungkan dengan kabel) maupun mobile yang beroperasi setelah GSM.
Walaupun kehadiran CDMA memberikan pengaruh yang cukup bersaing terhadap
GSM karena keunggulan dalam kejernihan suara, kecepatan transfer data dan tarif
yang lebih murah dibanding GSM, akan tetapi yang paling dominan digunakan
masyarakat sekarang ini adalah GSM (Global Sistem for mobile communication)
karena kemudahannya dalam penggunaan, dan daerah pengguna yang luas.
Pada perkembangannya saat ini banyak kita temui jenis operator yang
mewarnai jaringan telekomunikasi seluler yang berbasis GSM terutama yang ada
di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat, PT.Exelcomindo Pratama (XL), Axis,
fren, smart dan lain sebagainya. Tiga diantaranya merupakan penguasa pasar saat
ini yaitu Telkomsel, Indosat dan Exelcomindo. Persaingan antar operator pun
semakin ketat sekarang ini, karena semua operator berusaha dalam meraih pasar
dan keuntungan dari para pelanggannya. Ditengah sengitnya persaingan operator
4
kartu seluler saat ini, berbagai starategi dilakukan perusahaan untuk menarik
perhatian konsumen dan mempertahankan pelanggannya, mulai dari persaingan
tarif harga, jaringan, persaingan akan layanan, hingga persaingan iklan di televisi.
Perkembangan bisnis operator seluler yang begitu pesat di Indonesia tidak
lepas dari jumlah penduduk di Indonesia yang besar. Jumlah penduduk Indonesia
yang mencapai 250 juta jiwa, maka potensi pasar kartu seluler di Indonesia masih
terbentang luas. Asosiasi Telekomunikasi seluler Indonesia (ATSI) memprediksi
bahwa empat tahun ke depan jumlah konsumen seluler di Indonesia diperkirakan
akan mencapai 233 juta.
Tabel 1.1 Pelanggan Operator Seluler tahun 2016 di Indonesia
Jenis
Operator
GSM
CDMA
Perusahaan
Produk
PT. Telkomsel
PT. Indosat
PT. Excelcomindo
Pelanggan
(juta)
Simpati, As,Halo
125
IM3,Mentari,Matrix 58,5
Bebas,Jempol,X-plore 45,8
PT. Telekomunikasi
Indonesia PT. Natrindo
PT. Mobile dan Telecom
PT. Bakrie Telecom
Flexi
Lipotel
Fren dan Hepi
Esia
13,49
5
3
10.6
Banyaknya kartu GSM yang di pasaran berarti memberikan keleluasan
bagi konsumen untuk memilih merek yang sesuai dengan keinginannya.
Sehinggga banyak dari konsumen yang sering berganti operator ataupun memiliki
beberapa layanan dari beberapa operator tersebut, dengan tujuan agar
mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi, mendapatkan tarif yang murah
dan layanan yang ditawarkan karena setiap operator tentunya memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing. Bagi para konsumen, apa yang mereka inginkan
5
tentunya selalu ingin dipuaskan terhadap suatu produk atau jasa yang mereka beli
dan mereka gunakan. Oleh kerena itu setiap perusahaan harus selalu berorientasi
pada keinginan konsumen agar dapat mempertahankan hidup perusahaan dengan
cara menetapkan strategi yang baik dan kompetitif khususnya marketing mix (4P)
produk, harga, tempat dan promosi, sehingga apa yang mereka tawarkan bias
diterima dan dibeli konsumen.
Tabel 1.2 Komposisi Pelanggan Telkomsel tahun 2016
No Nama Produk Pelanggan (Juta) Persentase (%)
1
Kartu Simpati
60
48
2
As
57,5
46
3
Halo
2,2
6
Sumber: Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2016
PT.Telkomsel atau biasa dikenal dengan sebutan Telkomsel merupakan
salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler tertua dan terbesar di
Indonesia yang memfokuskan pada penyediaan sarana komunikasi berbasis
teknologi satelit. Telkomsel juga merupakan operator telekomunikasi seluler
GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar dan prabayar. Sebagai
perusahaan telekomunikasi yang telah lama beroperasi Indonesia Telkomsel
hampir menguasai 70% pangsa pasar di Indonesia dengan jumlah pelanggan lebih
dari 100 juta pelanggan pada tahun 2016 (www.telkomsel.co.id) terbanyak dari
pesaing-pesaingnya. Ini disebabkan Telkomsel memiliki jaringan yang sudah
menjangkau seluruh provinsi, kabupaten dan seluruh wilayah kecamatan di
Indonesia yang mana lebih luas dibandingkan pesaingnya. Kualitas jaringan yang
ditawarkan
Telkomsel
merupakan
standar
dunia,
dimana
tingkat
6
keterhubungannya mencapai 98,66% kenyamanan koneksi juga didukung akses
jaringan Dual-Band GSM 900, 1800, plus 3G (WCDMA/HSDPA).
Selain itu dari layanannya Telkomsel memiliki, layanan transfer pulsa,
internasional roaming, layanan dunia 3G, NSP, Telkomsel call me, Telkomsel
Flash, mobile banking, mobile wallet T-Cash, BlackBerry Internet Service,
Telkomsel SMS me, call waiting,call forwarding, SMS, MMS dan GPRS dan
ribuan konten layanan lainnya. Guna menunjang kebutuhan dan kepuasan
konsumenya. Telkomsel juga memiliki sarana penyaluran guna mempermudah
pelangganya mendapatkan layanannya seperti: berupa Call Center, GraPARI,
GeraiHALO, KiosHALO, Outlet Dealer, dan M-Kios.
Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian akan dipengaruhi oleh
beberapa faktor yang datang dari suatu unit usaha yang mana bisa dikendalikan
oleh unit usaha itu sendiri. Sebagai unit usaha yang ingin mempertahankan
kelangsungan hidupnya, perusahaan harus mengetahui apa yang menjadi daya
tarik konsumen membeli produk kartu As, dengan mengetahui apa yang
menyebabkan konsumen membeli, maka perusahaan dapat menentukan dan
menyusun strategi yang kompetitif, sehingga perusahaan dapat menarik lebih
banyak konsumen dan mempertahankan konsumennya.
Berdasarkan
hasil
observasi
yang
dilakukan
dikelurahan
Sanua
Kecamatan Kendari Barat bahwa kurangnya iklan yang dilakukan oleh pihak
telkomsel sehingga masyarakat kelurahan Sanua memakai kartu Telkomsel karena
hanya mengikuti sebahagian dari orang, tanpa mengetahui kelebihan dan
kekurangan dari kartu Telkomsel, dilihat dari kondisi riil yang ada produk
7
Telkomsel dengan pengguna terbanyak, sebab kartu Telkomsel memiliki banyak
keunggulan seperti; kartu perdana ini pas jika dipakai oleh mereka yang
memerlukan koneksi internet, BBM-an, SMS ataupun nelpon murah, tarif internet
begitu murah dan paket internet Telkomsel bisa dipilih mulai paket harian sampai
bulanan bertarif murah.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan penelitian yang
berjudul “Pengaruh Efektivitas Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Kartu
Perdana Telkomsel (Studi Di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat)”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan fenomena dan uraian diatas latar belakang diatas maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Efektivitas Iklan yang meliputi dimensi (Emphaty, Persuasion,
Impact, Comunication) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan
terhadap keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan
Sanua Kecamatan Kendari Barat?
2. Apakah dimensi Emphaty berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat?
3. Apakah dimensi Persuasion berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat?
8
4. Apakah dimensi Impact berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat?
5. Apakah dimensi Comunication berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh Efektivitas Iklan yang meliputi dimensi
(Emphaty, Persuasion, Impact, Comunication) secara simultan terhadap
keputusan pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat?
2. Untuk mengetahui pengaruh dimensi Emphaty terhadap keputusan
pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan
Kendari Barat?
3. Untuk mengetahui pengaruh dimensi persuasion terhadap keputusan
pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan
Kendari Barat?
4. Untuk mengetahui pengaruh dimensi impact terhadap keputusan pembelian
Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat?
9
5. Untuk mengetahui pengaruh dimensi communication terhadap keputusan
pembelian Kartu Perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan
Kendari Barat?
1.4 Manfaat penelitian :
Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka manfaat dalam penelitian ini
adalah :
a. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
dan masukan yang berguna bagi Telkomsel sebagai bahan pertimbangan
dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pemasaran
produknya.
b. Bagi pihak lain, dapat sebagai bahan referensi yang nantinya dapat
memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian pada masa yang
akan datang.
c. Bagi penulis, merupakan suatu kesempatan untuk menerapkan teori-teori
dan literatur yang penulis peroleh dari bangku kuliah, kemudian
memperluas wawasan penulis tentang keputusan pembelian konsumen.
1.5 Runag Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pengaruh efektivitas iklan
terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada
penelitian ini
terdiri dari dua (2) variabel yaitu efektivitas iklan dan keputusan pembelian,
dimana variable efektivitas iklan sebagai variable independen yang diukur dengan
4 (empat indicator) yakni; Emphaty; Persuasion; Impact dan communication.
Darmadi Durianto (2003).
10
Sedangkan keputusan pembelian sebagai variable dependen, yang diukur
dengan 5 (lima) indicator yakni; Identifikasi Kebutuhan, Pencarian Informasi,
Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian dan Perilaku Pasca Pembelian. Kotler
dan Keller (2007).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang
dilakukan oleh Andromedha Wisnu Nugroho, 2013 Dengan Judul “Analisis
Pengaruh Efektivitas Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Matik
Yamaha di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pesan, daya
tarik iklan, dan frekuensi penayangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
efektivitas iklan baik secara parsial maupun simultan. Efektivitas iklan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang
efektivitas iklan terhadap keputusan pembelian, sedangkan perbedaannya terletak
pada obyek penelitian,dan alat analisis yang digunakan.
Penelitian yang dilakukan oleh Stella Fitriana, 2013 Dengan Judul “Pengaruh
Efektivitas Iklan Terhadap Minat Beli Yang Dimediasi Oleh Citra Merek. Hasil
penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial
efektivitas iklan dan citra merek terhadap minat beli, hal ini dibuktikan nilai
thitung > nilai ttabel dan value < 0,05, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan
secara simultan efektivitas iklan dan citra merek terhadap minat beli, hal ini
dibuktikan nilai Fhitung > nilai Ftabel dan value < 0,05. (3) Citra merek
memediasi pengaruh efektivitas iklan terhadap minat beli, hal ini dibuktikan
ketika citra merek diregresikan secara bersama-sama hasilnya berpengaruh tidak
signifikan.
11
12
Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang
efektivitas, sedangkan perbedaannya terletak pada obyek penelitian dan alat
analisis yang digunakan.
Penelitian yang dilakukan oleh Mega Christin Kairupan, 2014 dalam
jurnalnya yang berjudul “ Sikap, Keyakinan dan Efektivitas Iklan Pengaruhnya
Terhadap Keputusan Penggunaan Produk Kartu As Konsumen Di Manado Town
Square”. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan dan parsial Sikap,
keyakinan, dan efektivitas iklan berpengaruh secara simultan terhadap keputusan
penggunaan Produk Kartu As pada konsumen, sehingga hipotesis yang
menyatakan diduga sikap, keyakinan, dan efektivitas iklan secara simultan
berpengaruh terhadap keputusan penggunaan produk kartu as pada konsumen
yang berbelanja di MTS dapat di terima. Secara parsial sikap tidak berpengaruh
terhadap keputusan penggunaan produk, dengan demikian hipotesis di tolak.
Keyakinan dan efektivitas iklan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
penggunaan produk kartu As. Manajemen Kartu As (PT. Telkomsel Manado)
sebaiknya meningkatkan kualitas dan keterandalan produknya, sehingga sikap
konsumen terhadap produk dapat berubah menjadi positif.
Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama membahas efektivitas iklan
terhadap keputusan, sedangkan perbedaannya, penelitian terdahulu menggunakan
variabel sikap dan keyakinan, dan juga alat analisis yang digunakan.
Vannia Ariestya, 2012 dengan judul “Analisis Efektivitas Iklan Dalam
Mempengaruhi Keputusan Pembelian Kartu Seluler Im3 Versi “Im3 Seru Gratis
Gak Abis Abis” (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor).
13
Berdasarkan hasil analisis data secara keseluruhan Kartu Seluler IM3 telah
menjadi top of mind yang menunjukan bahwa Kartu Seluler IM3 memiliki citra di
benak konsumen. Pengukuran efektivitas iklan dengan menggunakan EPIC
Model, didapatkan hasil efektif dalam memperkenalkan produk kepada pemirsa.
Hasil yang didapat dari hasil pengukuran DRM (Direct Rating Method) iklan
termasuk dalam kategori baik dan menunjukan iklan cukup berhasil dalam
menarik perhatian, pemahaman, kognitif, afektif, dan perilaku konsumen untuk
membeli Kartu Seluler IM3. Berikutnya untuk hasil uji Chi-Square menunjukan
bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik perilaku menonton televisi dengan
keputusan pembelian.
Persamaan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh efektivitas
iklan terhadap keputusan pembelian, sedangkan perbedaannya terletak pada obyek
penelitian.
2.2 Pemasaran
2.2.1. Definisi Pemasaran
Secara tradisional pasar adalah tempat fisik dimana penjual dan pembeli
berkumpul
untuk
membeli
dan
menjual
barang.
Para
ahli
ekonomi
menggambarkan pasar sebagai kumpulan pembeli dan penjual yang melakukan
transaksi atas sebuah produk atau kelompok produk tertentu. Dipihak lain, para
pemasar
sering
menggunakan
istilah
pasar
untuk
meliput
berbagai
pengelompokkan pelanggan. Dalam sistem pemasaran sederhana, para penjual
dan pembeli dihubungkan oleh empat arus. Penjual mengirimkan barang dan jasa
14
serta komunikasi seperti iklan ke pasar, sebagai imbalannya mereka mendapatkan
uang untuk barang dan informasi (sikap, data penjualan).
Gambar 2.1 Sistem Pemasaran Sederhana
Barang atau Jasa
Industri
(kumpulan penjual)
Pasar
(kumpulan pembeli)
Uang
Sumber: Kotler dan Keller, 2007:16)
Pemasaran
berhubungan
dengan
mengidentifikasi
dan
memenuhi
kebutuhan manusia dan masyarakat. Salah satu definisi pemasaran terpendek
adalah “memenuhi kebutuhan secara menguntungkan”. Asosiasi Pemasaran
Amerika (Kotler dan Keller, 2007:6), mengartikan pemasaran sebagai satu fungsi
organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan
menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan
cara yang menguntungkan organisasi dan pemilik sahamnya. Sedangkan Angipora
(2005:5), mendefinisikan pemasaran sebagai proses bisnis yang dinamis karena
merupakan sebuah proses integrasi yang menyeluruh dan bukan gabungan aneka
fungsi dan pranata yang sesuai.
Definisi pemasaran terbagi dua, yaitu definisi sosial dan definisi
manajerial. Definisi sosial menunjukkan peran yang dimainkan pemasaran dalam
masyarakat. Dalam hal ini, seorang pemasar mengatakan bahwa pemasaran adalah
“menyerahkan standar hidup yang lebih tinggi”. Definisi sosial mengartikan
pemasaran sebagai suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
15
menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan
pihak lain. Menurut definisi manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai
“seni menjual produk”. Akan tetapi orang heran ketika mendengar bahwa bagian
yang paling penting dari pemasaran bukanlah penjualan (Kotler dan Keller,
2007:7). Pemasaran bertujuan untuk mengetahui dan memahami pelanggan
sedemikian rupa sehingga produk dan jasa itu cocok dengan pelanggan dan
selanjutnya
menjual
dirinya
sendiri.
Idealnya,
pemasaran
hendaknya
menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang
dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk dan jasa itu.
Dalam melangsungkan kegiatan pemasaran, orang pemasaran telibat
dalam 10 jenis entitas yang berbeda:
1. Barang
Barang-barang fisik merupakan bagian terbesar dari produksi dan usaha
pemasaran kebanyakan negara. Dan bukan hanya perusahaan yang
memasarkan barang-barang mereka, melainkan juga internet, bahkan
individu dapat secara efektif memasarkannya.
2. Jasa
Ketika perekonomian semakin maju, maka semakin meningkat proporsi
kegiatan mereka yang difokuskan pada ptoduksi jasa. Jasa mencakup hasil
kerja perusahaan-perusahaan penerbangan, hotel, sewa mobil, tukang
cukur dan ahli kecantikan, orang-orang yang melakukan pemeliharaan dan
perbaikan, juga para profesional yang bekerja dalam atau untuk
perusahaan seperti akuntan, pengacara, insinyur, dokter, pemrograman
16
perangkat lunak, dan konsultan manajemen. Banyak tawaran pasar yang
terdiri dari bauran variabel barang dan jasa. Pada restoran siap saji
misalnya, pelanggan mengkonsumsi baik produk maupun jasa.
3. Acara Khusus (Event)
Pemasar dapat mempromosikan acara-acara khusus yang terkait dengan
waktu bersejarah, seperti pameran dagang yang besar, dan pementasan
seni.
4. Pengalaman
Dengan
merangkai
beberapa
barang dan
jasa,
seseorang dapat
menciptakan, menggelar, dan memasarkan pengalaman. Walt Disney
World’s
Magic
Kingdom
adalah
suatu
pengalaman.
Pelanggan
mengunjungi negeri dongeng, kapal bajak laut, atau rumah hantu. Begitu
juga dengan Hard Rock Café, dimana pelanggan dapat menikmati
pertunjukkan musik dalam konser yang berlangsung.
5. Orang
Pemasaran selebritis menjadi bisnis yang penting. Dewasa ini, setiap
bintang film yang memiliki seorang agen, seorang manajer pribadi, dan
menjalin hubungan dengan agen-agen kehumasan. Beberapa contoh orang
yang telah melakukan tugas pemasaran diri yang luar biasa, seperti
Madonna, The Rolling Stones, Aerosmith, dan Michael Jordan.
6. Tempat
Kota, negara bagian, wilayah, dan bangsa-bangsa secara keseluruhan
bersaing aktif untuk menarik para turis, pabrik, kantor pusat pemerintahan,
17
dan tempat tinggal baru. Para pemasar tempat mencakup para spesialis
pengembangan ekonomi, agen real estate, bank-bank komersial, asosiasi
bisnis setempat, dan agen-agen kehumasan serta periklanan.
7. Properti
Properti adalah hak kepemilikan tak terwujud, baik itu berupa benda nyata
(real estate) atau finansial (saham dan obligasi). Agen real estate bekerja
atas nama pemilik atau pencari properti guna menjual atau membeli real
estate untuk kepentingan komersial atau tempat tinggal. Perusahaan
investasi dan bank memasarkan sekuritas, baik ke investor yang bersifat
kelembagaan maupun investor individual.
8. Organisasi
Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang kuat dan
menyenangkan dalam pikiran masyarakat publik mereka. Dimana
perusahaan menghabiskan banyak uang untuk iklan identitas korporat.
Universitas, museum, orgnaisasi pementasan seni dan semua organisasi
nirlaba menggunakan pemasaran untuk mendorong citra publik mereka
dan bersaing untuk mendapatkna khalayak dan dana.
9. Informasi
Informasi dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. Pada
hakikatnya,
informasi
merupakan
sesuatu
yang
diproduksi
dan
didistribbusikan ileh sekolah dan universitas dengan harga tertentu kepada
orang tua, mahasiswa, dan masyarakat. Ensiklopedia dan kebanyakan buku
nonfiksi memasarkan informasi. Majalah seperti Road and Track dan Byte
18
memasok informasi penting, masing-masing tentang dunia mobil dan
komputer. Produksi, pengemasan, dan distribusi informasi merupakan
salah satu dari industri utama masyarakat.
10. Gagasan
Setiap pemasaran mencakup suatu gagasan dasar. Produk jasa adalah
platform untuk menyerahkan beberapa gagasan atau manfaat. Misalnya,
“Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Gangguan
Kehamilan Dan Janin” (Kotler dan Keller, 2007:9).
2.3 Periklanan
Pengertian iklan secara komperhensif adalah “semua bentuk untuk
menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal
yang di bayar oleh sponsor tertentu. Caples Jhon (1997) menyatakan bahwa
periklanan adalah segala bentuk penyajian non personal, promosi, dan ide barang
ataupun jasa oleh sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Sedangkan menurut Darmadi Durianto (2003) periklanan merupakan suatu
proses komonikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk
mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
2.3.1 Sifat – sifat periklanan
Berikut ini adalah beberapa sifat – sifat periklanan, antara lain sebagai
berikut (Frank Jefkins 1997/32)
1. Presentasi umum, adalah cara komonikasi yang umum, sifat tersebut dapat
memberikan keabsahan produk dan penawaran yang terstandarisasi
19
2. Tersebar luas, periklanan merupakan media dengan daya sebar yang luas
yang memungkinkan komonikator mengulang satu pesan secara berkali –
kali.
3. Iklan menginginkan pembeli untuk menerima dan membandingkan pesan
dari iklan pesaing.
4. Tidak bersifat pribadi, periklanan memiliki peluang untuk mendaramatisasi
perusahaan dan produknya melalui penggunaan cetakan, suara dan warna
yang penuh dengan unsur – unsur seni.
5. Ekspresi yang kuat, periklanan tidak memiliki kemampuan memaksa seperti
wiraniaga perusahaan, audiens tidak merasa wajib untuk memperhatikan
atau menanggapi karena iklan melakukan komonikasi yang bersifat
menolong.
2.3.2 Menentukan tujuan periklanan
Menurut Philip Kotler (1997:57)
langkah pertama dalam membuat
program periklanan adalah menetapkan tujuan periklanan. Tujuan ini harus
berdasarkan keputusan sebelumnya mengenai pasar sasaran, penentuan posisi
pasar dan bauran pemasaran, mendefenisikan tugas yang harus dilaksanakan
periklanan dalam program pemasaran secara keseluruhan.
2.3.3 Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam beriklan
Kriteria yang dipakai untuk menentukan faktor kunci adalah apakah
informasi tersebut akan mempengaruhi pilihan iklan yang digunakan.
Pemilihan waktu, Ini selalu penting dan dapat di bagi menjadi beberapa
segi :
20
a) Kapan konsep pemasaran harus siap
b) Kapan iklan tersebut harus berjalan
c) Berapa lama iklan tersebut akan berjalan
Pemilihan waktu pada setiap tahap akan sangat mempengaruhi apa yang
dapat dan tidak dapat tercapai.
a. Pasar sasaran. Pasar sasaran menentukan ciri kelompok yang dituju :
umur, lokasi, kelas sosial, jenis kelamin, dan frekwensi pembelian. Untuk
pasar perusahaan ini akan membedakan menurut besarnya perusahaan
dan jenis usahanya.
b. Perubahan-perubahan dalam pasar. Adalah menentukan hal – hal penting
dari apa yang sedang terjadi dalam pasar, apakah pasar membaik atau
memburuk, apa yang sedang dilakukan para pesaing, apakah dampak
musiman dan lain – lain.
c. Nilai produk atau jasa. Bagaimana atau apa yang dimiliki oleh produk
atau jasa yang ditawarkan apakah rasanya sangat menyenangkan atau
kasar.
d. Pengalaman masa lalu. Hindari pemborosan waktu dengan tidak
menggunakan yang dulu ternyata gaagal, gagasan yang dibuang atau
bonus yang diterima secara etis.
2.4 Iklan
Menurut Darmadi Durianto (2003:17) iklan merupakan suatu media
penyampaian pesan yang terkandung di dalamnya
proses komonikasi yang
21
bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan
yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Iklan pada dasarnya adalah salah satu media promosi yang digunakan oleh
perusahaan untuk berkomonikasi dengan para konsumen, pelanggan dan calon
konsumenya.Dengan adanya iklan ini, perusahaan berharap para calon
konsumenya melihat, mendengar, atau menonton iklan yang ditayangkan.
Selanjutnya mereka diharapkan memiliki pandangan yang positif terhadap
produk perusahaan dan terbujuk untuk membelinya disisi lain, para
calon
konsumen menjadi sasaran iklan perusahaan tersebut dapat berpresepsi positif
atau negatif tergantung sikap mereka pada iklan itu sendiri (Istijanto, 2005: 222).
Suatu kelompok masyarakat mungkin bersikap negatif terhadap suatu
iklan. Namun disisi lain, kelompok masyarakat yang lain bersikap netral ataupun
bersikap positif karena dipandang sebagai media informasi. Terlepas dari
pandangan kelompok suatu masyarakat terhadap iklan, fungsi iklan itu sendiri
adalah memberikan informasi, membujuk, mengingatkan, memberikan nilai
tambah, dan membantu upaya lain dari perusahaan (Shimp, 2005:237).
2.4.1 Menentukan pesan iklan
Kampanye iklan berbeda
dalamhal kreatifitasnya. Menurut Berbanc
(Philip Kotler 1997/104) fakta – fakta tidaklah cukup, jangan lupa bahwa
Shaskespaeremenggunkan alur cerita yang cukup membosankan, namun pesanya
sampai dengan penampilan yang luar biasa.
Sangat jelas bahwa pengaruh kreatifitas dalam kampanye iklan lebih
penting dari pada jumlah uang yang dikeluarkan, suatu iklan baru dapat
22
membantu meningkatkan penjualan hanya setelah mendapat perhatian. Namun
seberapapun kreatifitasnya sebuah iklan tidak akan mampu mendukung produk
yang cacat.
2.4.2 Efektivitas iklan
Kemampuan suatu iklan untuk menciptakan sikap yang mendukung
terhadap suatu produk, dimana pesan suatu iklan dapat terpatri secara mendalam
dalam benak konsumen, dankonsumen mencermatinya dengan sudut pandang
yang benar (Durianto : 2003).
Efektivitas iklan dapat diukur berdasarkan dampak komonikasi dari suatu
iklan, yang pada akhirnya mempengaruhi aspek kognitif, emosi, dan konatif
konsumen dalam memilih produk.
2.4.3 Efektivitas iklan diukur dengan metode EPIC Model
Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Epic model, Darmadi
Durianto (2003). Epic model yang dapat dikembangkan oleh AC Nielsen, adalah
perusahaan peneliti terkemuka di dunia, dan mencakup empat dimensi kritis yaitu
empati, persuasi, dampak dan komonikasi (emphaty, persuasion, impact, and
commonications – EPIC).
Iklan yang efektif biasanya kreatif, yakni bisa membedakan dirinya dari
iklan-iklan massa yang sedang-sedang saja. Iklan yang sama dengan sebagian
besar iklan lainnya tidak akan mampu menerobos kerumunan iklan kompetitif dan
tidak akan menarik perhatian konsumen Shimp (2003), menggambarkan
kreativitas sebagai suatu sensitivitas terhadap sifat alami manusia serta
kemampuan untuk mengkomunikasikannya. Iklan kreatif yang terbaik hadir dari
23
suatu pemahaman tentang apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang-orang.
Secara keseluruhan, iklan yang efektif, kreatif, harus menghasilkan dampak abadi
secara relatif terhadap konsumen. Dengan kata lain, iklan harus membuat suatu
kesan.
Dari keempat dimensi kritis tersebut akan di dapatkan batasan (range)
yang akan menentukan posisi suatu iklan dalam tujuh tingkat efektivitas.
0,000 - 0,857
: Sangat Tidak Efektif Sekali
0,858 - 1,714
: Sangat Tidak Efektif
1,715 - 2,571
: Tidak Efektif
2,572 - 3,428
: Cukup Efektif
3,429 - 4,285
: Efektif
4,286 - 5,142
: Sangat Efektif
5,143 - 6,000
: Sangat Efektif Sekali
Dari keempat dimensi kritis yang diukur dalam empat dimensi kritis yang
dikur dalam Model EPIC ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Dimensi Empati. Dimensi empati memberikan informasi yang berharga
tentang daya tarik suatu merek. Empati melibatkan afeksi dan kognisi
konsumen, menurut J. Paul Peter dan Jerry C Olson (1999), afeksi dan
kognisi mengacu pada dua tipe tanggapan internal psikologis yang dimiliki
konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, afeksi melibatkan perasaan, sementara
kognisi melibatkan pemikiran variasi tanggapan afektif dapat berupa penialaian
positif, negatif, menyenangkan atau tidak menyenangakan, dan konsumen dapat
24
merasakan empat jenis tanggapan afektif yaitu emosi, perasaan khusus, suasana
hati dan evaluasi yang berbeda dalam tingkat intensitas dan daya improvisasinya.
Kognisi mengacu pada struktur mental dan kondisi pengetahuan yang
dilibatkan dalam tanggapan seseorang terhadap lingkunganya, termasuk juga
pengetahuan yang diperoleh seseorang dari pengalaman serta yang tertanam
dalam ingatan mereka. Menurut (Sciffman dan Kanuk, 2000) perasaan (affective)
dan penilaian (cognitive) akibat adanya (eksposure) keterbukaan dari iklan yang
akan mempengaruhi sikap terhadap merek produk yang diiklankan.
Jika iklan yang diiklankan mampu menciptakan kepercayaan positif
terhadap merek,konsumen akan lebih mungkin mempunyai sikap positif terhadap
merek atau produk tersebut.
b. Dimensi Persuasi. Dimensi persuasi memberikan informasi apa
yang
dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan dan penguatan karakter
suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang
dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta
memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik
suatu merek.
Suatu iklan dapat dikatakan efektif, apabila tujuan dari periklanan tersebut
dapat tercapai atau terlaksana. Purnama (2001 : 159) menyatakan bahwa :
“Tujuan dari pembuatan iklan harus dapat menginformasikan, membujuk dan
mengingatkan pembeli tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan melalui
media iklan tersebut”.
25
Handoko (1998 : 103) menyatakan bahwa ada beberapa kriteria dalam menilai
efektivitas, yaitu :
a. Kegunaan,
b. Ketepatan dan Objektivitas,
c. Ruang lingkup,
d. Efektivitas biaya,
e. Akuntabilitas, dan
f. Ketepatan waktu.
Agar berguna bagi perusahaan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran,
maka suatu periklanan harus fleksibel, stabil, berkesinambungan dan sederhana
serta mudah untuk dipahami. Hal ini memerlukan analisa, peramalan dan
pengembangan usaha periklanan dengan mempertimbangkan segala sesuatu
pembuatan iklan sebagai proses yang berkesinambungan.
Kegiatan iklan harus dievaluasi untuk mengetahui apakah jelas, mudah
dipahami, dan akurat dan tepat pada sasarannya. Berbagai keputusan dan kegiatan
perusahaan hanya efektif bila didasarkan atas informasi yang tepat. Periklanan
juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensiveness),
kepaduan (unity) dan konsistensi.
Efektivitas biaya menyangkut masalah waktu, usaha dan aliran emosional
dari pencapaian iklan tersebut. Kemudian periklanan juga harus memperhatikan
aspek tanggungjawab atas pelaksanaan iklan tersebut dan tanggungjawab atas
implementasi kegiatan periklanan tersebut. Sehingga segala kegiatan periklanan
yang telah dilakukan akan tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan. Apabila
26
tujuan periklanan tersebut dapat tercapai, dengan terlebih dahulu mengadakan
pemilihan media yang sesuai serta mengadakan penyusunan anggaran untuk
kegiatan periklanan tersebut, maka suatu iklan dapat dikatakan efektif.
Selain itu efektivitas iklan menurut Subroto (2008:76) bisa diukur dengan
mengetahui proses yang dilakukan oleh audience pada ketiga pertanyaan,
yaknibrand, communicator dan execution.
Communicator berbicara
tentang
figure
yang
digunakan
utuk
mengkomunikasikan produk dan ini tidak selalu orang tetapi bisa figure lain
seperti binatang atau kartun. Dalam tahap inilah pilihan antara artis atau bukan
artis muncul. Penggunaan artis memiliki kelebihan untuk familiarity-nya,
sehingga
produk
produk
tingkat awareness. Tetapi
ada
baru
juga
mudah
resiko
sekali
menenggelamkan
mendapatkan
produknya
karena communicatornya lebih menonjoI. Resiko lain adalah overused karena satu
artis mengiklankan banyak merek sehingga akhirnya semua merek malahan tidak
mendapatkan manfaatnya.
Berbicara tentang pemilihan gambar warna, huruf, perpindahan frame,
jalan cerita, dan lain-lain. Eksekusi juga sangat menentukan keberhasilan iklan
karena akan diresponse langsung oleh audience. Beberapa tahun yang lalu BCA
membuat satu iklan yang konsepnya sederhana dan communicatornya juga bukan
selebritis, tetapi karena eksekusinya sangat bagus mendapatkan response yang
bagus. Sebaliknya pemilihan Communicatoryang sangat baik dari produk yang
sangat baik akan kurang baik hasilnya apabila eksekusi iklan dilakukan tidak baik.
Iklan BRI yang menggunakan uang ratusan ribu sebagai pesawat kertas kemudian
27
melayang-layang di berbagai fasilitas BRI sebenarnya bagus tetapi eksekusinya
sangat tidak mendukung.
Yang ketiga adalah produk/merek itu sendiri. Ketika melihat sebuah iklan,
konsumen memiliki pandangan tertentu terhadap produk yang dilklankan. Melihat
iklan shampoo misalnya penonton akan dibawa pada suatu pemikiran bahwa
shampoo tersebut bisa membuat rambut menjadi hitam sehingga kulit wajah yang
sama menjadi lebih putih. Respon terhadap produk ini penting karena sebenarnya
disinilah kunci keberhasilan iklan, yakni mengubah attitude audiencenyatentang
produk yang diiklankan.
Ketiga jenis response di atas bermuara pada dua hal yakni ad-likability,
yakni tingkat kesukaan pada iklan dan product likability, yakni tingkat kesukaan
pada
produknya
sendiri.
Dua likability ini
akhirnya
bermuara
pada preferensi dan buying intention.
Dengan
demikian
performance
iklan
tidak
cukup
kalau
hanya
mendapatkan ad-likeability dan tidak bisa mendapatkan product likability. Lomba
iklan favorit melalui berbagai penghargaan yang berbicara satu dimensi,
ad-likeability saja, mungkin akan menjadi menarik kalau juga diukur dimensi
yang lain, bahkan kalau mungkin sampai dampaknya mendorong minat beli
konsumen. Kalau hanya satu dimensi saja, bisa saja iklan dibuat sangat baik dan
dengan kreatifitas yang sangat tinggi serta visualisasinya menarik tetapi ternyata
penjualan produknya tetap saja jeblok. Kalimat ini tentu saja jangan diartikan bahwa iklan yang baik harus selalu mendorong penjualan, karena hal ini berarti
28
bahwa pembuatan iklan kembali kepada advertising objective yang jelas dan
terukur
Persuasi (persuasion) adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan
keinginan, berperilaku yang disebabkan komonikasi promosi. Komonikasi
promosi seperti periklanan, yang dapat mempengaruhi konsumen dapat
menggunakan dua proses kognitif, yaitu : “jalur sentral” dan “jalur pariferal”
menuju persuasi. Proses persuasi yang akan dipakai ditentukan dengan tingkat
keterlibatan konsumen dalam pesan produk. (Peter dan Olson 2000).
Model Kecenderungan Elaboarasi menjelaskan dua proses kognitif dimana
komonikasi promosi seperti perikalanan dapat mempengaruhi konsumen yaitu:
jalur sentral dan jalur paripheral. Jalur sentral dan jalur paripeheral dalam persuasi
promsi dapat digambarkan sebagai berikut:
29
Gambar 2.2 Dua Jalur Persuasi Dalam MKE
Jalur Sentral Menuju Persuasi
Keterlibatan
yang lebih tinggi
pada produk
atau pesan
Perhatian
fokus pada
informasi
“sentral” yang
berkaitan
dengan produk
Pemahaman
Persuasi
- Pemikiran
lebih dalam
tentang ciri –
ciri dan
konsekuensi
produk
Kepercayaan
produk
- Rincian yang
keinginan
membeli
lebih dalam
Eksposur
tehadap
komonikasi
persuasive
(iklan)
sikap merek
sikap merek
Jalur Paripheral Menuju Persuasi
Keterlibatan
yang lebih
rendah pada
produk atau
pesan
Perhatian
Pemahaman
Persuasi
Fokus pada
“Paripheral”
informasi non
produk
- Pemikiran yang
dangkal tentang
informasi non
produk
- Keprcayaan
non produk
- Rincian yang
dangkal
- Sikap
terhadap iklan
- sikap merek
- keinginan
membeli
Dalam jalur Sentral menuju Persuasi, konsumen mengalami tingkat
keterlibatan yang lebih tinggi pada produk atau pesan termotivasi untuk
memperhatikan
informasi
sentral
yang
berkaitan
dengan
produk
serta
30
memahaminya dalam tingkat yang lebih dalam dan terperinci. Pemahaman
konsumen terhadap informasi yang berkaitan dengan produk dindikasikan dengan
jenis tanggapan kognitif yang mereka miliki terhadap pesan promosi yang
diterima. Sedangakan Jalur Paripheral menuju persuasi bentuknya cukup berbeda,
konsumen dengan keterlibatan lebih rendah pada pesan produk memiliki motivasi
yang lebih kecil informasi sentral produk yang ada dalam iklan. Oleh karena itu,
persuasi langsung menjadi rendah karena konsumen membangun tingkat
kepercayaan yang rendah terhadap merek dan cenderung tidak akan membentuk
sikap merek atau keinginan untuk membeli.
Namun demikian konsumen ini dapat memberikan perhatian pada aspek aspek peripheral (non produk) dari sebuah komonikasi promosi seperti gambar,
iklan, actor, sebagai hiburan semata. Selanjutnya jika koansumen ingin
mengevaluasi suatu merek pada saat proses pengambilan keputusan, makna yang
berkaitan dengan iklan ini dapat diaktifkan untuk membentuk sikap atau suatu
keinginan untuk membeli.
c. Dimensi Impact. Dimensi impact menunjukan apakah suatu merek dapat
terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan
apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang
disampaikan.
Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan
adalah jumlah
pengetahuan produk (produk knowledge) yang dicapai konsumen melalui
tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk atau proses
pemilihan.
31
Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk (levels of product
knowledge)
yang
berbeda-beda,
yang
dapat
digunakan
untuk
menerjemahkan informasi baru dan membuat pilihan pembelian.
Tabel 2.1 Tingkatan Pengetahuan Produk
Lebih Abstrak
Kurang Abstrak
Kelas produk
Bentuk poduk
Merek
Model / Ciri
Produk otomotif
Motor
Yamaha Mio Sekuter Matic
Sporty
Diadaptasi dari : J Paul Peter dan Jery C. Olson. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran
edisi Keempat 1996
Selain itu konsumen juga dapat memiliki tiga jenis pengetahuan produk,
yaitu pengetahuan tentang ciri atau karakter produk, konsekuensi atau manfaat
positif menggunakan mengacu pada presepsi konsumen tentang pentingnya atau
relevansi personal suatu objek, kejadian atau aktifitas.
Konsumen yang melihat bahwa suatu produk memiliki konsekwensi yang
relevan secara pribadi, maka konsumen dikatakan terlibat dengan produk tersebut
dan memiliki hubungan dengan produk tersebut.
Konsekuensi dengan satu produk atau suatu produk memiliki aspek
kognitif maupun pengaruh.Secara kognitif, yang termasuk dalam keterlibatan
adalah pengaruh seperti evaluasi produk.
Jika keterlibatan suatu produk tinggi, maka orang akan mengalami
tanggapan
pengaruh yang lebih kuat, seperti emosi dan perasaan yang
kuat.Keterlibatan dapat berkisar dari tingkat yang rendah sedikit atau tidak ada
32
relevansinya ketingkat yang moderat ada relevansi yang dirasakan hingga ke
tingkat yang tinggi relevansinya sangat dirasakan.
Keterlibatan adalah status motivasi yang menggerakan serta mengarhkan
proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat mereka mengambil keputusan.
d. Dimensi Komunikasi. Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang
kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan,
pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan
tersebut.
Prespektif
pemprosesan
kognitif
adalah
inti
untuk
mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan
permasalahan komonikasi.
Proses dimulai ketika sumber komonikasi promosi menentukan informasi
apa yang harus dikomonikasikan, kemudian meng-enkoding pesan tersebut
dalam bentuk simbol – simbol yang paling tepat (menggunakan kata,
gambar atau tindakan). Kemudian pesan ditransmisikan ke sebuah
penerima melalui berbagai media, seperti pertunjukan televisi, penawaran
via pos, billboard atau majalah.
Penerima atau konsumen, jika digiring ke suatu promosi, harus mendekoding atau menerjemahkan maknanya.Kemudian, konsumen dapat
mengambil tindakan, seperti pergi ke toko atau melakukan pembelian.
Dua tahapan model komunikasi sangat dibutuhkan, khususnya demi
keberhasilanpenerapan strategi promosi.Tahapan pertama terjadi ketika
pemasar menciptakan komunikasipromosi untuk mengenkoding suatu
makna.
33
Tahap kedua adalah pen-dekoding-an, yaitu konsumen masuk dan
memahami informasi dalam komunikasi promosi dan mengembangkan
interpretasi pribadi mereka terhadap makna yang ditangkap.
2.5 Keputusan Pembelian
2.5.1 Komponen Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah suatu kegiatan membeli sejumlah barang dan
jasa, yang dipilih berdasarkan informasi yang didapat tentang produk, dan segera
disaat kebutuhan dan keinginan muncul, dan keinginan ini menjadi informasi
untuk pembelian selanjutnya.
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli atau sebenarnya
merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli
mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh komponen. Komponen tersebut
menurut Swastha DH dan Irawan (2005:118) adalah :
1. Keputusan tentang jenis produk. Konsumen dapat mengambil keputusan
untuk membeli sebuah produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan
lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada
orang-orang yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif lain yang
mereka pertimbangkan.
2. Keputusan tentang produk. Konsumen dapat mengambil keputusan untuk
membeli bentuk produk tertentu. Keputusan tersebut menyangkut bentuk
ukuran, mutu, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus
melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang
produk bersangkutan agar dapat memaksimumkan daya tarik mereknya.
34
3. Keputusan tentang merek. Konsumen harus mengambil keputusan tentang
merek mana yang akan dibeli. Setiap merek mempunyai perbedaanperbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui
bagaimana konsumen memilih sebuah merek.
4. Keputusan tentang jumlah produk, konsumen dapat mengambil keputusan
tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Dalam
hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan
keinginan yang berbedabeda dari para pembeli.
5. Keputusan tentang penjualannya. Konsumen harus mengambil keputusan
tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Dalam
hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan
keinginan yang berbedabeda dari para pembeli.
6. Keputusan tentang waktu pembelian. Konsumen dapat mengambil
keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Oleh karena itu
perusahaan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan
konsumen dalam waktu pembelian.
7. Keputusan tentang cara pembayarannya. Konsumen harus mengambil
keputusan tentang metode pembayaran produk yang dibeli, apakah secara
tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi
keputusan penjual dan jumlah pembelian.
35
2.5.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
Kotler dan Keller (2007a:214) menjelaskan bahwa proses pengambilan
keputusan merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting
dalam memahami bagaimana konsumen secara actual mengambil keputusan
pembelian.
Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang
berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa
alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh
alternatif terbaik dari promosi konsumen.
Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi
yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen
serta situasi yang dihadapinya. Keputusan pembelian akan dilakukan dengan
menggunakan kaidah menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu
merek ataupun mencari solusi terbaik dari perspektif konsumen yang setelah
konsumsi akan dievaluasi kembali. Proses pembelian yang spesifik terdiri dari
urutan kejadian sebagai berikut: Pengenalan masalah kebutuhan, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan keputusan pasca
pembelian. Proses keputusan pembelian bisa di lihat pada skema di bawah ini:
Pengenalan
Masalah
Gambar
2.3:
Pencarian
Informasi
Evaluasi
Alternativ
Proses Pengambilan
Kotler,2004:204)
Keputusan
Keputusan
Pembelian
Pembelian
Keputusan
pasca
Pembelian
(Sumber:
36
a. Pengenalan Masalah. Kotler (2004), berpendapat bahwa proses pembelian
dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Kebutuhan
tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal.
Rangsangan internal, yakni dorongan yang muncul dari diri dalam pribadi
pembeli, sedangkan rangsangan eksternal adalah dorongan yang muncul dari
pengaruh luar pembeli. Pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang
memicu kebutuhan tertentu. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah
konsumen, pemasar dapat mengidentifikasi rangsangan yang paling sering
membangkitkan minat akan suatu kategori produk. Pemasar kemudian dapat
mengembangkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.
b. Pencarian Informasi. Sumarwan (2002), pencarian informasi mulai dilakukan
ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi
dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Konsumen akan mencari
informasi yang tersimpan di dalam ingatannya (pencarian internal) dan
mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Proses pencarian informasi
secara internal dari memori konsumen dilakukan dua langkah. Langkah
pertama konsumen akan berusaha mengingat semua produk dan merek.
Langkah kedua konsumen akan berfokus kepada produk dan merek yang
sangat dikenalnya.
c. Evaluasi Alternatif. Engel, et al. (1994), berpendapat bahwa pada tahap ini
konsumen mengevaluasi pilihan berkenaan dengan manfaat yang diharapkan
dan menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. Evaluasi alternatif
adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merek, dan memilihnya
37
sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses evaluasi alternatif,
konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya (Sumarwan, 2002).
d. Keputusan Pembelian. Pada tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi
terhadap merekmerek yang terdapat pada perangkat pilihan. Konsumen juga
membentuk tujuan membeli untuk merek yang paling disukai. Walaupun
demikian, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi tujuan membeli dan
keputusan pembelian konsumen. Faktor yang pertama adalah sikap orang
lain, faktor ini tergantung pada dua hal (1). Intensitas sikap negatif orang lain
tersebut terhadap altenatif pilhan konsumen dan (2). Motivasi konsumen
untuk menuruti keinginan orang lain tersebut.
e. Keputusan Pasca Pembelian. Produk yang dilakukan konsumen akan
mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen
tersebut juga akan terlibat dalam tindakan-tindakan sesudah pembelian dan
penggunaan produk yang akan menarik minat pemasar. Pekerjaan pemasar
tidak akan berakhir pada saat suatu produk dibeli, tetapi akan terus
berlangsung hingga periode sesudah pembelian. Keputusan Pasca Pembelian
informasi konsumen dapat dikelompokan menjadi empat (Kotler, 2002),
yaitu:
1. Sumber pribadi : Keluarga, teman, tetangga, kenalan
2. Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan
3. Sumber umum :Media massa, organisasi dan konsumen
4. Sumber pengalaman : Penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk
38
2.5.3 Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian
Keputusan membeli atau tidak suatu produk, lebih-lebih yang berdampak
untuk orang banyak, maka memerlukan banyak orang yang ikut campur dalam
proses pengambilan keputusan. Secara umum ada lima peranan yang dapat
dilakukan oleh seseorang dalam melakukan pembelian (Kotle,2005:221) yaitu :
1. Pencetus (Initiator). Seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan
untuk membeli suatu produk/jasa.
2. Pemberi pengaruh (Influencer). Seseorang yang pandangan atau sarannya
mempengaruhi keputusan pembelian
3. Pengambil keputusan (Decision Maker). Seseorang yang mengambil
keputusan untuk setiap komponen keputusan pembeli, apakah membeli,
tidak membeli, bagaimana membeli, dan dimana akan dibeli.
4. Pembeli (Buyer). Orang yang melakukan pembelian sesungguhya.
5. Pemakai (User). Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan
produk atau jasa yang bersangkutan.
2.6 Kerangka Pikir Penelitian
Kerangka pikir merupakan pondasi utama dimana sepenuhnya proyek
penelitian itu ditujukan, hal ini merupakan jaringan hubungan antar variabel yang
secara logis diterangkan, dikembangkan, dan diealaborasi dari perumusan masalah
yang telah di identifikasi melalui wawancara, observasi, dan survey literature.
Sedangkan hubungan antara variabel bebas dan terikat merupakan
hubungan kausal (sebab-akibat), dan model hubungannya adalah variable
penyebab sebagai variabel bebas dan variabel akibat sebagai variabel terikat,
39
sehingga yang akan diuji adalah bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat. Secara teori variabel bebas yang terdiri atas efektivitas iklan maka
akan meningkatkan keputusan pembelian. Hubungan antara variabel bebas dan
terikat dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.4 Kerangka Pikir Penelitian
Masyarakat
Kelurahan Sanua
Efektivitas Iklan (X)
Dimensi Empati (X1)
Dimensi Persuasi (X2)
Dimensi Impact (X3)
Dimensi Komunikasi (X4)
Durianto (2003)
Keputusan Pembelian (Y)
1. Pengenalan Masalah
2. Pencarian Informasi
3. Evaluasi Alternatif
4. Keputusan Pembelian
5. Keputusan Pasca
Pembelian
Kotler (2004:204)
Analisis Regresi Berganda
Pembahasan
Kesimpulan dan
Saran
40
2.7 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir diatas, maka hipotesis dalam
penelitian ini adalah :
1. Efektivitas iklan yang meliputi dimensi (Emphaty, Persuasion, Impact,
Comunication) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari
Barat Kota Lama Kendari
2. Dimensi Emphaty berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari
Barat Kota Lama Kendari
3. Dimensi Persuasion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari
Barat Kota Lama Kendari
4. Dimensi Impact berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari
Barat Kota Lama Kendari
5. Dimensi Comunication berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel di Kelurahan Sanua
Kecamatan Kendari Barat Kota Lama Kendari
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat
Kota Lama Kendari.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2006). Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sanua
yang berjumlah 3.336
3.2.2 Sampel
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang mempunyai karakteristik
tertentu (Umar,2005:77). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari
masyarakat Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.
Sedangkan metode pengambilan sampelnya menggunakan metode Slovin
(Umar,2005:78) :
N
n = -------------------1 + N ( e )2
n
= ukuran sampel
N = jumlah populasi = 3.336
e = kesalahan dalam pengambilan sampel, misalnya 10 %, maka:
41
42
3.336
n = -------------------1 + 3.336 ( 0,1 )2
3.336
-------------------1 + 3.336 ( 0,01 )
3.336
-------------------1 + 33.36
3.336
-------------------- = 97
34.36
Berdasarkan perhitungan, maka dperoleh sampel sebanyak 97. Jadi sampel
dalam penelitian ini adalah 97 responden (n = 97).
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental
sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan masyarakat yang secara
kebetulan ditemui pada lingkungan Kelurahan Sanua (Sugiono,2001). Kriteria
sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Masyarakat kelurahan sanua yang melakukan pembelian kartu Telkomsel
2. Responden berdasarkan umur 17 tahun sampai 54 tahun.
3.3 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Data
primer yaitu data diperoleh dengan cara melakukan menyebarkan
kuesioner kepada responden yang meliputi data tentang efektivitas iklan dan
keputusan pembelian. Data primer didapat dari hasil pengisian kuesioner oleh
pengguna kartu perdana Telkomsel.
43
2. Data Sekunder : merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara
tidak langsung melalui media perantara dan sifatnya saling melengkapi. Data
yang diperoleh dalam bentuk dokumen yang sudah di buat oleh perusahaan
yang ada kaitannya dengan penelitian ini dan data yang meliputi data tentang
sejarah
3.4
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1.
Kuisioner; Kuisioner diberikan secara langsung kepada konsumen yang
menggunakan kartu perdana Telkomsel yang berisi item-item pertanyaan atau
pernyataan tertulis untuk dijawab.
2.
Interview (wawancara); melakukan tanya jawab secara langsung terhadap
informasi penelitian ini.
3.
Studi pustaka yaitu ; mencari data-data dan informasi yang berkaitan dengan
obyek penelitian melalui literatur dan publikasi lainnya.
3.5 Skala Pengukuran Data
Skala Likert digunakan dalam pengukuran variabel bebas dan terikat.Skala
likert ini termasuk data interval yang digunakan untuk mengukur sikap,pendapat
dan persepsi seseorang atau sekelompok menggunakan lima kategori derajat
kesetujuan (likert skala) yakni :mulai dari skor 1 sampai dengan skor 5.
Pernyataan Responden
Skor Pernyataan
 sangat tidak setuju
1
 tidak setuju
2
 netral
3
44
 setuju
4
 sangat setuju
5
3.6
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
3.6.1
Uji Validitas
Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketepatan alat ukur
(instrumen) yang digunakan dalam mengukur
variabel yang akan diukur.
Variabel laten (konseptual) yang akan diukur adalah efektivitas iklan dan
keputusan pembelian.
Uji validitas instrumen dalam penelitian ini digunakan taraf kepercayaan
(significance level) sebesar α =0,05. Uji validitas digunakan model analisis
korelasi product moment person, untuk menghasilkan indeks atau angka koefisien
validitas akan digunakan program SPSS versi 20.0. Suatu instrumen dikatakan
valid jika telah memenuhi syarat minimal atau sebesar 0,30 (Solimun 2002:26).
45
Tabel 3.1 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas
Variabel
Penelitian
Empathy
Persuassion
Impact
Communication
Keputusan
Pembelian
Item
Signifikansi
Keterngan
X1.1
X1.2
X2.1
X2.2
X3.1
X3.2
X4.1
X4.2
Y1.1
Koefisien
korelasi (r)
0,774
0,746
0,608
0,732
0,782
0,727
0,722
0,744
0,774
0,000
0.000
0,000
0.000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Y1.2
0,746
0,000
Valid
Y1.3
0,608
0,000
Valid
Y1.4
0,732
0,000
Valid
Y1.5
0,782
0,000
Valid
Y1.6
0,727
0,000
Valid
Y1.7
0,722
0,000
Valid
Y1.8
0,744
0,000
Valid
Y1.9
0,736
0,000
Valid
Y1.10
0,739
0,000
Valid
Sumber: Data primer diolah 2017
Berdasarkan hasil uji validitas dari seluruh item penyataan yang ada dalam
instrument penelitian ini pada item Emphaty (E), Perssuasion (P), Impact (I) dan
Communication (C) memiliki koefisien korelasi ≥ 0,30 dan nilai signifikan dari
seluruh item pernyataan yang diajukan pada konsumen pengguna Telkomsel pada
Kelurahan Sanua berada dibawah α= 0,05. Ini dapat diartikan bahwa semua item
pernyataan yang digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini adalah valid.
46
3.6.2
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah sehubungan dengan pertanyaan
apakah alat ukur (instrumen) yang digunakan dalam mengukur efektivitas iklan
dan keputusan pembelian dalam pembelian dapat digunakan oleh peneliti lain
secara berulang-ulang dengan hasil pengukuran yang sama.
Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan taraf kepercayaan
(significance level) sebesar α= 0,05. Uji reliabilitas instrumen digunakan model
analisis korelasi Product Moment Person, sedangkan untuk menghasilkan indeks
atau angka koefisien validitas akan digunakan program SPSS 20.0. Suatu
instrumen dikatakan reliabel jika telah memenuhi syarat alpha minimal 0,60
(Malhotra 1999:282).
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil uji Reliabilitas Instrumen Penelitian.
Variabel Penelitian
Cronbach's
Keterngan
Alpha)
0,801
Reliabel
Empathy
Persuassion
0,711
Reliabel
Impact
0,796
Reliabel
0,776
Reliabel
Identifikasi Masalah
0,801
Reliabel
Pencaharian Informasi
0,711
Reliabel
Evaluasi Alternatif
0,796
Reliabel
Communication
0,776
Keputusan Pembelian
Perilaku Pasca
0,780
Pembelian
Sumber : Data Primer, di olah tahun 2017
Reliabel
Reliabel
47
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas instrument penelitian pada tabel
3.2 diatas, menunjukkan bahwa semua item indikator yang digunakan untuk
mengukur masing-masing variabel adalah reliabel, dimana semua item indikator
mempunyai koefisien keandalan/alpha lebih besar dari 0,60 (> 0,60).
3.7 Peralatan Analisis Data
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menaksir bagaimana
keadaan (naik turunnya) variabel dependen, variabel dependen sebagai faktor
predictor
dimanipulasi
(dinaik
turunkan
nilainya),
(Sugiyono,
2012 : 277).
Bentuk persamaan dari regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Y
= Keputusan Pembelian
a
= Konstanta, yaitu besarnya nilai Y ketika nilai X = 0
b
= Koefisien Regresi
X
= Efektivitas Iklan
Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial digunakan uji t.
Apabila tsig<α0,05 maka variabel bebas tersebut berpengaruh nyata terhadap
variabel terikat. Demikian pula sebaliknya, apabila tsig>α0,05 maka variabel bebas
tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat.
3.8 Analisis Data
Analisis statistik yang memakai regresi linier berganda, disajikan estimasi
tentang adanya kevalitan sehingga diuji dengan model sebagai berikut:
48
3.8.1. Uji Simultan (F)
Uji ketepatan model (goodness of fit) bertujuan apakah perumusan model
sudah tepat atau fit. Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi nilai
P-value dengan nilai α (0,05).
Uji F statistik digunakan untuk membuktikan bahwa Emphaty, Persuasion,
Impact, Comunication secara simultan mempengaruhi keputusan pembelian
digunakan uji F statistik. Adapun dasar keputusannya adalah apabila nilai α
(0,05) > P-value maka tolak H0 atau terima Ha dan apabila nilai α (0,05) < P-value
maka terima H0 atau tolak Ha.
3.8.2. Uji Parsial (t)
Uji koefisien regresi parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari
masing-masing variabel bebas (independent variable). Untuk mengetahui apakah
hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima atau sebaliknya
diuji dengan membandingkan nilai α (0,05) dengan P-value. Bilamana nilai α
(0,05) > P-value, maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternative diterima.
Sebaliknya, jika nilai α (0,05) < P-value, maka hipotesis nol (Ho) diterima dan
hipotesis alternatif (Ha) ditolak (Hair, 2006).
3.9. Definisi Operasional Variabel
Berdasarkan kajian teoritis dan definisi konstruk penelitian yang relevan,
maka dibuat definisi operasional terhadap variabel yang dimaksud dalam
penelitian ini yaitu :
49
3.9.1
Variabel Efektivitas Iklan (X)
Efektivitas iklan adalah kondisi sejauh mana efek pesan iklan yang
disampaikan itu dapat menarik perhatian, dimengerti, dipahami, membangkitkan
emosi dan menggerakkan sasarannya untuk memberikan tanggapan yang
dikehendaki. Dimana efektivitas iklan diukur dengan 4 (empat) indikator yakni:
a. Emphaty adalah tanggapan responden tentang informasi yang berharga
tentang daya tarik suatu merek
b. Persuasion adalah tanggapan responden tentang informasi apa yang dapat
diberikan suatu iklan untuk peningkatan dan penguatan karakter suatu
merek
c. Impact adalah tanggapan responden tentang apakah suatu merek dapat
terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa.
d. Communication
adalah
tanggapan
responden
tentang
informasi
kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan,
pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan
tersebut.
3.9.2
Variabel Keputusan Pembelian
Keputusan Pembelian merupakan suatu pilihan konsumen untuk melakukan
pembelian Kartu Perdana Telkomsel sebagai salah satu produk GSM, dengan
indikator sebagai berikut :
a. Pengenalan masalah adalah tanggapan responden tentang proses
pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau
kebutuhan yang diinginkan
50
b. Pencarian informasi adalah tanggapan responden tentang informasi
mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan
tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu
produk.
c. Evaluasi alternative adalah tanggapan responden tentang proses
mengevaluasi pilihan produk dan merek, dan memilihnya sesuai
dengan yang diinginkan konsumen.
d. Keputusan membeli adalah tanggapan responden tentang keputusan
membeli suatu produk yang disukai.
e. Perilaku pasca pembelian adalah tanggapan responden tentang perasaan
yang individu rasakan setelah menggunakan suatu produk, puas atau
tidak puas.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Secara umum wilayah Kota Kendari yang mencakup Kependudukan,
Geografis, Pemerintahan Dan Sosial.Lokasi penelitian ini adalah Kelurahan Sanua
Kota Kendari yang terletak di Kota Lama, dimana masyarakata yang berdomosili
dikelurahan sanua adalah 3336 jiwa.Luas wilayah 1.83 km2 dengan keadaan iklim
terjadi 166 hari hujan (hh) dengan curah hujan 2.619 mm. Jumlah RW 6 orang, RT
17 orang petugas teknis LPM yang di ketuai oleh 1 orang dan 14 anggota. Juga
adanya 2 pos kamling, 20 hansip dan 16 linmas.
Terdapat 1 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama negeri juga 1
taman kanak-kanak swasta. Terdapat juga 1 rumah sakit, 3 praktek dokter, 4
posyandu, 3 apotik dan 1 toko obat. Untuk tempat ibadah terdapat 1 mesjid, 1
langgar dan 1 gereja katolik.
4.2 Karakteristik Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini merupakan gambaran dari
identitas individu (konsumen) yang berjumlah 97 responden. Analisis data ini
bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai identitas individu yang meliputi :
jenis kelamin, usia dan pendidikan
4.2.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah responden dengan jenis kelamin Laki-laki menunjukan jumlah yang
lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan. Untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
51
52
Tabel. 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis
Jumlah Responden
Kelamin
(Orang)
1
Laki-Laki
76
2
Perempuan
21
Jumlah
97
Sumber : Data Primer diolah, 2017
No
Persentase (%)
78.35
21.65
100.00
Berdasarkan data pada tabel diatas, dapat disimpulkan responden berjenis
kelamin Laki-laki lebih banyak dibanding jenis kelamin perempuan, Dimana jumlah
responden Laki-laki berjumlah 76 orang atau 78,35% dari jumlah responden yang
ada, sedangkan jumlah responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 21
responden atau 21,65% dari jumlah keseluruhan responden yang ada.
Berdasarkan penelitian di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden
yang dipilih sebagai sampel yaitu responden yang memiliki jenis kelamin Laki-laki
sebesar 76 orang atau 78,35%. Hal ini dikarenakan laki-laki merupakan mayoritas
lebih banyak menggunakan Kartu perdana Telkomsel.
4.2.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan hasil penelitian, pengguna kartu perdana Telkomsel, berdasarkan
usia, dapat dijelaskan pada tebel dibawah ini:
Tabel. 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No
Usia (Tahun)
17-25
26 – 40
41-54
Jumlah
Sumber : Data Primer diolah, 2017
1
2
3
Jumlah Responden
(Orang)
46
32
19
97
Persentase (%)
47.42
32.99
19.59
100.00
53
Berdasarkan data pada tabel diatas, responden yang berusia 17-25 tahun
sebanyak 46 orang atau 47,42%, usia 26-40 tahun sebanyak 32 orang atau 32,99%
dan diusia 41-54 tahun sebanyak 19 orang atau 19,59%, dari tabel diatas dapat
disimpulkan bahwa kebanyakan yang menggunakan kartu GSM telkomsel di
Kelurahan Sanua pada usia 17-25 tahun yaitu sebanyak 46 orang dari jumlah
responden yang ada, banyak jumlah responden pada usia 17-25 tahun karena diumur
tersebut sudah bias mendiskripsikan peryataan yang diajukan sebagai instrument
penelitian tentang keputusan pembelian.
4.2.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian, pengguna kartu perdana Telkomsel, berdasarkan
pendidikan, dapat dijelaskan pada tebel dibawah ini:
Tabel. 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Jumlah Responden
(Orang)
1
SMA
48
2
S1
31
3
S2
18
Jumlah
97
Sumber : Data Primer diolah, 2017
No
Pendidikan
Persentase (%)
49.48
31.96
18.56
100.00
Berdasarkan data pada tabel diatas, responden yang berpendidikan SMA
sebanyak 48 orang atau 49,48% yang menggunakan kartu perdana Telkomsel, S1
sebanyak 31 orang atau 31,96%, dan S2 sebanyak 18 orang atau 18,56%. Dari hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa pengguna kartu perdana Telkomsel di Kelurahan
Sanua yang terbanyak adalah yang berpendidikan SMA, karena mayoritas
masyarakat kelurahan Sanua berpropesi sebagai wiraswasta.
54
4.3 Hasil Deskriptif Variabel Penelitian
Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan yaitu sebanyak 97 responden
dengan tingkat kesalahan sebesar 5% dan tingkat keyakinan sebesar 95%, maka
toleransi kesalahan sebesar 5% dalam konteks penelitian ini masih dapat ditoleransi
(Arikunto, 2002:69).
Dari hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner terhadap 97
responden selanjutnya dalam sub bab ini dijabarkan hasil analisa dan perhitungan
terhadap 4 (empat) dimensi EPIC Model yang menjadi parameter pengukuran
efektivitas iklan pada pengguna Kartu Perdana Telkomsel" yaitu Empathy (Empati),
Persuasion (Persuasi), Impact (Dampak), Communication (Komunikasi).
4.3.1 Variabel Efektivitas Iklan (X)
4.3.1.1 Dimensi Empathy (Empati)
Dimensi Empathy (Empati) menginformasikan tentang tingkat baik (menarik)
tidaknya iklan yang disampaikan berdasarkan pemikiran (kognisi) dan tingkat
kesukaan dalam iklan berdasarkan perasaan (afeksi). Untuk penelitian ini dimensi
Empathy diwakili oleh dua peryataan yang menjelaskan dimensi Empathy sebagai
acuan untuk melihat efektivitas iklan.
Tabel 4.4 Jawaban Responden Atas Dimensi Emphaty
Jawaban Responden (skor)
Variabel
Penelitian
Empaty
Indikator
SS (5)
S (4)
N (3)
TS (2)
STS (1)
Mean
Kategori
0.00
4.35
Baik
0.00
4.37
Baik
4.36
Baik
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
X1.1
41
42.27
49
50.52
7
7.22
0
0.00
0
X1.2
41
42.27
51
52.58
5
5.15
0
0.00
0
Rata-Rata
Sumber: Data Primer, diolah, 2017
55
Pernyataan Pertama tentang: Saya menyukai kartu perdana Telkomsel yang
ditampilkan dalam iklan, responden menjawab sangat setuju sebanyak 41 orang atau
42,27%, setuju sebanyak 49 orang atau 50,52%, dan responden menjawab netral
sebanyak 7 orang atau 7,22%. Berdasarkan jawaban responden, dapat dilihat
kebanyakan menjawab setuju dengan pernyataan bahwa keputusan pembelian pada
kartu perdana Telkomsel karena iklan yang ditampilkan dimedia dapat membuat
konsumen untuk melakukan pembelian. Hal ini menunjukkan perlunya penyampaian
iklan yang lebih baik lagi
Pernyataan kedua tentang: Pengetahuan masyarakat terhadap kartu perdana
Telkomsel cukup baik, responden menjawab sangat setuju sebanyak 41 orang atau
42,27%, setuju sebanyak 51 orang atau 52,58%, dan responden menjawab netral
sebanyak 5 orang atau 5,15%. Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan
bahwa kebanyakan responden menjawab setuju dengan pernyataan bahwa keputusan
pembelian pada kartu perdana Telkomsel karena pengetahuan tentang produk kartu
Perdana Telkomsel sudah baik. Hal ini menunjukkan iklan yang disampaikan melalui
media iklan dapat membuat pengetahuan konsumen bertambah tentang produk
Telkomsel.
Berdasarkan hasil jawaban responden atas dimensi emphaty memperoleh
rata-rata sebesar 4,36, hal ini dikategorikan baik, artinya kesediaan untuk peduli,
memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan. Pemberian perhatian yang tulus dan
bersifat pribadi, termasuk berupaya memahami keinginan konsumen adalah termasuk
dalam emphaty.
56
4.3.1.2 Dimensi Persuasion (Persuasi)
Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan
untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan
memperoleh pemahaman tentang dampak iklan tehadap keinginan konsumen untuk
membeli
serta
memperoleh
gambaran
kemampuan
suatu
iklan
dalam
mengembangkan daya tarik suatu merek. Untuk penelitian ini dimensi Persuasion
diwakili oleh 2 pernyataan,yaitu:
Tabel 4.5 Jawaban Responden Atas Dimensi Persuasi
Jawaban Responden (skor)
Variabel
Penelitian
Persuasi
Indikator
SS (5)
S (4)
N (3)
TS (2)
STS (1)
Mean
Kategori
0.00
4.41
Baik
0.00
4.37
Baik
4.39
Baik
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
X2.1
41
42.27
55
56.70
1
1.03
0
0.00
0
X2.2
42
43.30
49
50.52
6
6.19
0
0.00
0
Rata-Rata
Sumber: Data Primer, diolah, 2017
Pernyataan pertama tentang: Saya merasa puas terhadap performa kartu
perdana Telkomsel, responden menjawab sangat setuju sebanyak 41 orang atau
42,27%, setuju sebanyak 55 orang atau 56,70%, dan responden menjawab netral
sebanyak 1 orang atau 1,03%. Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan
bahwa kebanyakan responden menjawab setuju dengan pernyataan bahwa konsumen
merasa puas setelah merasakan performa dari Kartu Perdana Telkomsel. Hal ini
menunjukkan konsumen merasa puas dengan kinerja yang telah dilakukan, maka
perlu meningkatkan kinerja dalam menampilkan iklan.
Pernyataan kedua tentang: Iklan kartu Telkomsel di televisi memberikan
dampak positif dalam penjualnya, responden menjawab sangat setuju sebanyak 42
orang atau 43,30%, setuju sebanyak 49 orang atau 50,52%, dan responden menjawab
netral sebanyak 6 orang atau 6,19%. Berdasarkan jawaban responden, dapat
57
disimpulkan bahwa kebanyakan responden menjawab setuju dengan pernyataan
bahwa iklan yang ada di televisi memberikan dampak positif, sehingga dapat
memutuskan pembelian pada konsumen. Hal ini perlunya peningkatan pemberian
informasi kepada konsumen guna meningkatkan penjualan.
Berdasarkan hasil jawaban responden atas dimensi persuasi memperoleh
rata-rata sebesar 4,39, hal ini dikategorikan baik, artinya komunikasi yang digunakan
untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Melalui persuasi setiap individu
mencoba berusaha mempengaruhi kepercayaan dan harapan orang lain.
4.3.1.3 Dimensi Impact (Dampak)
Dimensi Impact menunjukkan, apakah suatu iklan dapat terlihat lebih kreatif
dan menonjol dibanding merek lain pada kategori yang serupa, dan jumlah
pengetahuan produk (Product Knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat
keterlibatan (Involfement) konsumen dengan produk atau proses pemilihan. Untuk
penelitian ini dimensi Impact diwakili oleh 2 pertanyaan,yaitu:
Tabel 4.6 Jawaban Responden Atas Dimensi Impact
Jawaban Responden (skor)
Variabel
Penelitian
Impact
Indikator
SS (5)
S (4)
N (3)
TS (2)
STS (1)
Mean
Kategori
0.00
4.39
Baik
0.00
4.38
Baik
4.39
Baik
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
X3.1
44
45.36
47
48.45
6
6.19
0
0.00
0
X3.2
40
41.24
54
55.67
3
3.09
0
0.00
0
Rata-Rata
Sumber: Data Primer, diolah, 2017
Pernyataan pertama tentang: dengan banyak keunggulan memudahkan saya
dalam menggunakan produk Telkomsel, responden menjawab sangat setuju sebanyak
44 orang atau 45,36%, setuju sebanyak 47 orang atau 48,45%, dan responden
menjawab netral sebanyak 6 orang atau 6,19%. Berdasarkan jawaban responden,
58
dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden menjawab setuju dengan
pernyataan bahwa dengan banyak keunggulan memudahkan dalam menggunakan
produk Telkomsel, artinya banyaknya keunggulan yang ada pada produk Telkomsel
membuat calon pengguna untuk melakukan keputusan pembelian. Hal ini
menunjukkan dengan melakukan kegiatan iklan akan memberikan keputusan
pembelian bagi konsumen.
Pernyataan kedua tentang: Produk Telkomsel konsisten terhadap kualitasnya,
responden menjawab sangat setuju sebanyak 40 orang atau 41,24%, setuju sebanyak
54 orang atau 55,67%, dan responden menjawab netral sebanyak 3 orang atau 3,09%.
Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden
menjawab setuju dengan pernyataan bahwa Produk Telkomsel konsisten terhadap
kualitasnya, artinya pihak perusahaan lebih memperhatikan kualitas produknya guna
membuat calon konsumen untuk tertarik menggunakan produk Telkomsel. Hal ini
produk Telkomsel lebih meningkatkan efektivitas iklan.
Berdasarkan hasil jawaban responden atas dimensi impact memperoleh ratarata sebesar 4,39, hal ini dikategorikan baik, artinya impact merupakan ukuran
tingkat pengaruh sosial, ekonomi, lingkungan, atau kepentingan umum lainnya yang
dinilai oleh pencapaiankinerja setiap indikator dalam suatu kegiatan.
4.3.1.4 Dimensi Communication (Komunikasi)
Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen
dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta
kekuatan pesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Untuk penelitian ini dimensi
Communication diwakili oleh 2 peryataan, yaitu:
59
Tabel 4.7 Jawaban Responden Atas Dimensi Communication
Jawaban Responden (skor)
Variabel
Penelitian
Komunikasi
Indikator
SS (5)
S (4)
N (3)
TS (2)
STS (1)
Mean
Kategori
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
X4.1
38
39.18
54
55.67
5
5.15
0
0.00
0
0.00
4.34
Baik
X4.2
40
41.24
51
52.58
6
6.19
0
0.00
0
0.00
4.35
Baik
4.37
Baik
Rata-Rata
Sumber: Data Primer, diolah, 2017
Pernyataan pertama tentang: Iklan produk Telkomsel di televisi lebih jelas
dibanding dengan produk lainnya, responden menjawab sangat setuju sebanyak 38
orang atau 39,18%, setuju sebanyak 54 orang atau 55,67%, dan responden menjawab
netral sebanyak 5 orang atau 5,15%. Berdasarkan jawaban responden, dapat
disimpulkan bahwa kebanyakan responden menjawab setuju dengan pernyataan
bahwa iklan produk Telkomsel di televisi lebih jelas dibanding dengan produk
lainnya, artinya keputusan pembelian berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan
melalui media iklan. Hal ini menunjukkan lebih meningkatkan iklan yang
ditampilkan guna menarik perhatian konsumen untuk menggunakan Telkomsel.
Pernyataan kedua tentang: setelah melihat iklan produk Telkomsel di televisi
membuat saya tertarik untuk membeli kartu perdana Telkomsel, responden
menjawab sangat setuju sebanyak 40 orang atau 41,24%, setuju sebanyak 51 orang
atau 52,58%, dan responden menjawab netral sebanyak 6 orang atau 6,19%.
Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden
menjawab setuju artinya, keputusan pembelian konsumen karena iklan yang
diberikan membuat tertarik para calon konsumen yang akan menggunakan produk
Telkomsel.
60
Berdasarkan hasil jawaban responden atas dimensi komunikasi memperoleh
rata-rata sebesar 4,37, hal ini dikategorikan baik, artinya komunikasi merupakan
usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran
mengenai keberadaan produk dipasar. Konsep yang secara umum sering digunakan
untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut bauran promosi atau bauran
pemasaran.
4.3.2 Deskripsi Variabel Keputusan Pembelian
Hasil pengukuran mengenai keputusan pembelian (Y) dengan indikator
mengenai; identifikasi masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan
pembelian dan perilaku pasca pembelian.
61
Tabel 4.8 Jawaban Responden Atas Variabel Keputusan Pembelian
Jawaban Responden (skor)
Variabel
Penelitian
Keputusan
Pembelian
Indikator
Mean
Ket
0.00
4.35
Baik
0
0.00
4.37
Baik
0
0.00
4.41
Baik
0.00
0
0.00
4.37
Baik
0
0.00
0
0.00
4.39
Baik
3.09
0
0.00
0
0.00
4.38
Baik
5
5.15
0
0.00
0
0.00
4.34
Baik
52.58
6
6.19
0
0.00
0
0.00
4.35
Baik
51
52.58
8
8.25
0
0.00
0
0.00
4.31
Baik
45
46.39
7
7.22
0
0.00
0
0.00
4.39
Baik
4.37
Baik
SS (5)
S (4)
N (3)
TS (2)
STS (1)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
f
(%)
Y1.1
41
42.27
49
50.52
7
7.22
0
0.00
0
Y1.2
41
42.27
51
52.58
5
5.15
0
0.00
Y1.3
41
42.27
55
56.70
1
1.03
0
0.00
Y1.4
42
43.30
49
50.52
6
6.19
0
Y1.5
44
45.36
47
48.45
6
6.19
Y1.6
40
41.24
54
55.67
3
Y1.7
38
39.18
54
55.67
Y1.8
40
41.24
51
Y1.9
38
39.18
Y1.10
45
46.39
Rata-rata Variabel
Sumber: Data Primer (diolah), tahun 2017
Pernyataan pertama tentang; keputusan membeli kartu perdana Telkomsel
karena saya sudah mengetahui kualitas produknya, responden menyatakan sangat
setuju sebanyak 41 orang atau 42,27%, setuju sebanyak 49 orang atau 50,52%, netral
sebanyak 7 orang atau 7,22%. Dari hasil pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa
keputusan membeli kartu perdana Telkomsel karena sudah mengetahui kualitas dari
fitur-fiturnya. Hal ini bahwa kualitas produk telkomsel dapat menarik perhatian
konsumen untuk membeli.
Pernyataan kedua tentang; Keputusan membeli kartu perdana Telkomsel
karena tidak ada masalah, menyatakan sangat setuju sebanyak 41 orang atau 42,27%,
setuju sebanyak 51 orang atau 52,58%, netral sebanyak 5 orang atau 5,15%. Dari
hasil pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian kartu perdana
Telkomsel karena setelah melakukan pembelian, masalah yang timbul pada kartu
tersebut tidak ada. Hal ini menujukkan bahwa masalah tentang produk telkomsel
tidak ada masalah.
62
Pernyataan ketiga tentang; saya sangat aktif dalam mencari informasi tentang
konten-konten maupun layanan terbaru kartu perdana Telkomsel, responden
menyatakan sangat setuju sebanyak 41 orang atau 42,27%, setuju sebanyak 55 orang
atau 56,70%, netral sebanyak 1 orang atau 1,03%. Dari hasil pengukuran ini dapat
disimpulkan sebelum melakukan pembelian, konsumen mencari informasi tentang
keunggulan produk kartu perdana Telkomsel. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan
pembelian konsumen berdasarkan konten-konten yang ada pada telkomsel, maka
lebih meningkatkan konten-konten yang ada pada produk telkomsel.
Pernyataan keempat tentang; saya membeli kartu perdana Telkomsel karena
sudah mengetahui informasi tentang produk Telkomsel, responden menyatakan
sangat setuju sebanyak 42 orang atau 43,30%, setuju sebanyak 49 orang atau
50,52%, netral sebanyak 6 orang atau 6,19%. Dari hasil pengukuran ini dapat
disimpulkan keputusan pembelian konsumen, karena sudah mengetahui informasi
tentang produk Telkomsel. Hal ini menunjukkan responden menjawab setuju, maka
yang harus dilakukan adalah memberikan informasi yang jelas melalui media iklan.
Pernyataan kelima tentang; saya sangat teliti dalam mengavaluasi dan
mempertimbangkan manfaat untuk membeli kartu perdana Telkomsel, responden
menyatakan sangat setuju sebanyak 44 orang atau 45,36%, setuju sebanyak 47 orang
atau 48,45%, netral sebanyak 6 orang atau 6,19%. Dari hasil pengukuran ini dapat
disimpulkan sebelum melakukan pembelian, konsumen teliti dan mengevaluasi
apabila setelah membeli apakah dia memperoleh manfaat.
Pernyataan keenam tentang; saya sangat teliti dalam membeli kartu perdana
Telkomsel, responden menyatakan sangat setuju sebanyak 40 orang atau 41,24%,
63
setuju sebanyak 54 orang atau 55,67%, netral sebanyak 3 orang atau 3,09%. Dari
hasil pengukuran ini dapat disimpulkan sebelum melakukan pembelian, konsumen
mempertimbangkan dan teliti untuk menggunakan produk Telkomsel.
Pernyataan ketujuh tentang; saya sangat teliti dalam memutuskan untuk
membeli kartu perdana setelah mempertimbangkan kebutuhan, mengumpulkan
informasi, responden menyatakan sangat setuju sebanyak 38 orang atau 39,18%,
setuju sebanyak 54 orang atau 55,67%, netral sebanyak 5 orang atau 5,15%. Dari
hasil pengukuran ini dapat disimpulkan sebelum melakukan pembelian, konsumen
mengumpulkan informasi dan mempertimbangkan kebutuhan untuk menggunakan
kartu perdana Telkomsel.
Pernyataan kedelapan tentang; saya sangat teliti dalam memutuskan untuk
membeli kartu perdana setelah mengumpulkan informasi, responden menyatakan
sangat setuju sebanyak 40 orang atau 41,24%, setuju sebanyak 51 orang atau
52,58%, netral sebanyak 6 orang atau 6,19%. Dari hasil pengukuran ini dapat
disimpulkan sebelum pengumpulan informasi untuk melakukan keputusan pembelian
sangat diperlukan, guna mengetahui keunggulan dan mengetahui manfaat setelah
menggunakan produk Telkomsel.
Pernyataan kesembilan tentang; saya puas dengan manfaat, serta layanan
yang ditawarkan kartu Telkomsel, responden menyatakan sangat setuju sebanyak 38
orang atau 39,18%, setuju sebanyak 51 orang atau 52,58%, netral sebanyak 8 orang
atau 8,25%. Dari hasil pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa keputusan
pembelian konsumen apabila sudah merasa puas denhan manfaat serta layanan yang
telah dirasakan.
64
Pernyataan kesepuluh tentang; saya puas dengan layanan yang ditawarkan
kartu Telkomsel, responden menyatakan sangat setuju sebanyak 45 orang atau
46,39%, setuju sebanyak 45 orang atau 46,39%, netral sebanyak 7 orang atau 7,22%.
Dari hasil pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian konsumen
apabila sudah merasa puas denhan layanan yang telah dirasakan.
Hasil jawaban responden atas variabel keputusan pembelian dikategorikan
sangat baik pada rata-rata 4,37, artinya persepsi konsumen atas; identifikasi masalah,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca
pembelian ditanggapi baik.
4.4 Hasil Analisis Regresi
Sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk menguji variabel empati,
persuasif, impact dan komunikasi yang mempengaruhi keputusan pembelian kartu
Perdana Telkomsel, maka penulis akan melakukan serangkaian analisis kuantitatif
yang relevan dengan tujuan dari penelitian tersebut. Hipotesis diuji menggunakan
analisis regresi berganda dan semua pengolahan data menggunakan bantuan software
SPSS 20,0. Pengujian hipotesis bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh
variabel independen terdiri dari empati, persuasif, impact dan komunikasi terhadap
keputusan pembelian
4.4.1 Estimasi Koefisien Regresi
Setelah diuraikan kekuatan hubungan masing-masing variabel, selanjutnya
dianalisa pengaruh empati, persuasif, impact dan komunikasi terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel menggunakan regresi linear berganda dengan
persamaan sebagai berikut :
65
Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + e
Dimana :
Y : Keputusan Pembelian
X1 : Empati
X3 : Impact
X2 : Persuasif
X4 : Komunikasi
b0 : Konstanta
b1, b2, : koefisien variabel X1 , X2
e : Error (pengaruh factor lain)
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil regresi empati, persuasif,
impact dan komunikasi terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel
dapat dilihat pada tabel 4.9
Tabel 4.9 Koefisien Regresi dan Nilai t Hitung
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti diuraikan pada tabel 4.9 maka
dapat dibentuk persamaan regresi empati, persuasif, impact dan komunikasi terhadap
keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel sebagai berikut :
Y = 4,809 + 0,484X1 + 0,434 X2 + 0,378 X3 + 0,485 X4 + 2,029
66
Koefisien regresi hasil estimasi pada persamaan diatas dapat semua variabel
indepeden memiliki koefisien bertanda positif, artinya empati, persuasif, impact dan
komunikasi terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel.
4.4.2 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang menyatakan besar
pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Pada
permasalahan yang diteliti ini yaitu pengaruh terhadap Keputusan Pembelian,
diperoleh koefisien determinasi sebagai berikut.
Tabel 4.10 Koefisien Determinasi
Berdasarkan nilai R-Square seperti yang tercantum pada table 4.10 diketahui
nilai koefisien determinasi hasil regresi keempat variabel independen terhadap
Keputusan Pembelian adalah sebesar 0,763 atau 76,3%. Nilai ini menunjukan besar
pengaruh dari keempat variabel independen terhadap Keputusan Pembelian. Jadi
melalui penelitian ini diketahui bahwa 76,3% Keputusan Pembelian dijelaskan atau
disebabkan oleh perubahan keempat variabel independen (empati, persuasif, impact
dan komunikasi), Sementara 23,7%, merupakan pengaruh faktor lain.
Melalui nilai standardized coefficients yang terdapat pada table 4.10, dapat
diketahui bahwa diatara keempat variabel yang mempengaruhi Keputusan
Pembelian, variabel komunikasi memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap
Keputusan Pembelian, sebaliknya variabel impact memberikan pengaruh yang paling
kecil terhadap Keputusan Pembelian keartu Perdana Telkomsel.
67
4.4.3 Pengujian Hipotesis
Setelah koefisien korelasi dan koefisien regresi dihitung, selanjutnya
hipotesis penelitian yang telah diajukan sebelumnya akan dibuktikan kebenarannya
melalui pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dimulai dari pengujian secara
simultan dan dilanjutkan dengan pengujian secara pasial.
4.4.4 Pengujian secara simultan
Pengujian simultan bertujuan untuk membuktikan apakah keempat variabel
independen berpengaruh signifikan pada Keputusan Pembelian dengan rumusan
hipotesis statistik sebagai berikut .
Untuk menguji hipotesis diatas digunakan statistic uji-F yang diperoleh melalui
table anova seperti yang tertera pada table 4.11 dibawah ini
Tabel 4.11 Anova untuk pengujian Koefisien Regresi secara Simultan
Pada tabel 4.11 dapat dilihat bahwa dengan nilai signifikansi F = 0,000.
dibandingkan dengan α = 0,05. Karena nilai signifikansi F = 0,000 < α = 0,05, maka
hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat
disimpulkan bahwa artinya empati, persuasif, impact dan komunikasi berpengaruh
positif terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel.
68
4.4.5 Pengujian secara pasial
Pada pengujian secara parsial akan diuji peranan masing-masing kedua
variabel independen terhadap Keputusan Pembelian. satatistik uji yang digunakan
pada pengujian parsial adalah uji t.
Diduga bahwa empati berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian. Melalui
nilai t signifikansi yang terdapat pada table 4.11 bahwa dengan nilai t signifikansi =
0,000 dibandingkan dengan α = 0,05. Karena nilai t signifikansi = 0,000 < α = 0,05,
maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya dengan tingkat kepercayaan 95
% dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari empati terhadap
Keputusan Pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada koefisien regresi variabel
empati bernilai positif menyatakan bahwa dengan mengasumsikan ketiadaan variabel
independen lainnya, maka apabila empati mengalami peningkatan, maka keputusan
pembelian cenderung mengalami peningkatan
Diduga bahwa persuasif berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu
perdana Telkomsel. Melalui nilai t signifikansi yang terdapat pada table 4.11 bahwa
dengan nilai t signifikansi = 0,000. dibandingkan dengan α = 0,05. Karena nilai t
signifikansi = 0,000 < α = 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya
dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang
signifikan persuasif terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada
koefisien regresi variabel persuasif
bernilai positif menyatakan bahwa dengan
mengasumsikan ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila persuasif
mengalami peningkatan, maka keputusan Pembelian cenderung mengalami
peningkatan.
69
Diduga bahwa impact berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu
perdana Telkomsel. Melalui nilai t signifikansi yang terdapat pada table 4.11 bahwa
dengan nilai t signifikansi = 0,000. dibandingkan dengan α = 0,05. Karena nilai t
signifikansi = 0,000 < α = 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya
dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang
signifikan impact terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada
koefisien regresi variabel impact bernilai positif menyatakan bahwa dengan
mengasumsikan ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila impact
mengalami peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami
peningkatan.
Diduga bahwa komunikasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu
perdana Telkomsel. Melalui nilai t signifikansi yang terdapat pada table 4.11 bahwa
dengan nilai t signifikansi = 0,000. dibandingkan dengan α = 0,05. Karena nilai t
signifikansi = 0,000 < α = 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, artinya
dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang
signifikan komunikasi terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada
koefisien regresi variabel komunikasi bernilai positif menyatakan bahwa dengan
mengasumsikan ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila komunikasi
mengalami peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami
peningkatan.
70
4.5 Pembahasan
4.5.1 Pengaruh Efektivitas Iklan Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan pembelian pada
kartu perdana Telkomsel
dimensi
EPIC
melalui efektivitas iklan diukur dengan menggunakan
(Emphaty,
Persuasion,
Impact,
Comunication)
pada
konsumen/masyarakat Kelurahan Sanua. Dari keempat dimensi EPIC ini dimensi
yang lebih tinggi rata-ratanya atau paling efektif adalah dimensi persuasif dan impact
dibandingkan 2 dimensi yang lain. Dimensi persuasive dan impact mendapat skor
rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4,39 sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian
informasi yang disampaikan melalui media sudah mampu memberikan informasi
dan maksud pesan yang ingin disampaikan dengan baik dan menginformasikan
bahwa konsumen cukup memahami apa yang ingin disampaikan iklan tersebut. Hal
ini dapat dilihat melalui jawaban responden yang dikategorikan baik mengenai;
menyukai kartu perdana Telkomsel yang ditampilkan dalam iklan, Pengetahuan
masyarakat terhadap kartu perdana Telkomsel cukup baik, puas terhadap performa
kartu perdana Telkomsel, Iklan kartu Telkomsel di televisi memberikan dampak
positif
dalam
penjualnya,
banyak
keunggulan
memudahkan
saya
dalam
menggunakan produk Telkomsel, Produk Telkomsel konsisten terhadap kualitasnya,
Iklan produk Telkomsel di televisi lebih jelas dibanding dengan produk lainnya,
setelah melihat iklan produk Telkomsel di televisi membuat saya tertarik untuk
membeli kartu perdana Telkomsel.
71
Jadi setelah melihat hasil pembahasan penelitian, dapat digunakan untuk
menjawab hipotesis atau dugaan sementara. Ternyata terdapat variabel yang
memberi kontribusi yang paling besar diantara emphaty, persuasion, impact,
communication yaitu dimensi persuasive dan impact sebesar 4,39.
Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Farola Bram
(2012), Wisnu Nugroho, 2013 dan Fitriana, 2013 yang sama-sama menilai efektivitas
iklan
dengan
menggunakan
model
EPIC
(Emphaty,
Persuasion,
Impact,
Communication).
4.5.2 Pengaruh Dimensi Emphaty Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil uji hipotesis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dimensi
emphaty terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada koefisien
regresi dimensi emphaty bernilai positif menyatakan bahwa dengan mengasumsikan
ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila dimensi emphaty mengalami
peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami peningkatan, dengan
demikian dimensi emphaty berperan penting dalam mendapatkan keputusan
pembelian.
Dimensi emphaty mandapat skor rata-rata sebesar 4,36 sehingga dapat
dikatakan bahwa secara emphaty iklan sudah mampu menarik perhatian konsumen
untuk melihat dan menilai sebuah iklan berdasarkan kepribadiannya dan berdasarkan
pada aspek tingkat baik tidaknya iklan yang disampaikan berdasarkan pemikiran
(kognisi) dan tingkat kesukaan terhadap iklan yang disampaikan berdasarkan tingkat
persaan (afeksi).
72
Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Andromedha Wisnu Nugroho, (2013) yang menyatakan bahwa efektivitas iklan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian juga teori yang dinyatakan
oleh (Sciffman dan Kanuk, 2000), Jika iklan yang diiklankan mampu menciptakan
kepercayaan positif terhadap merek,konsumen akan lebih mungkin mempunyai sikap
positif terhadap merek atau produk tersebut.
4.5.3 Pengaruh Dimensi Persusif Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil uji hipotesis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dimensi
persuasif terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada koefisien
regresi dimensi persuasif bernilai positif menyatakan bahwa dengan mengasumsikan
ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila dimensi persuasif mengalami
peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami peningkatan, dengan
demikian dimensi persuasif perperan penting dalam mendapatkan keputusan
pembelian.
Dimensi Persuasif sebesar 4,39 dan dapat dikatakan bahwa dari dimensi
Persuasif sudah mampu ”sudah mampu meningkatkan karakter suatu merek. Dari
penilaian tersebut juga dikatakan bahwa sudah mampu menarik minat konsumen
untuk mencari informasi tentang produk kartu perdana Telkomsel.
Hasil penelitian didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Vannia
Ariestya, 2012 yang menyatakan bahwa efektivitas iklan dengan menggunakan EPIC
Model, didapatkan hasil efektif dalam memperkenalkan produk
Teori yang dinyatakan oleh Purnama (2001 : 159) menyatakan bahwa
tujuan dari pembuatan iklan harus dapat menginformasikan, membujuk dan
73
mengingatkan pembeli tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan melalui
media iklan tersebut.
4.5.4 Pengaruh Dimensi Impact Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil uji hipotesis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dimensi
impact terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada koefisien
regresi dimensi impact bernilai positif menyatakan bahwa dengan mengasumsikan
ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila dimensi impact mengalami
peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami peningkatan, dengan
demikian dimensi impact perperan penting dalam mendapatkan keputusan
pembelian.
Dimensi Impact memiliki skor 4,39 sehingga dapat dikatakan bahwa dari
dimensi Impact sudah mampu menunjukkan perbedaan atau tampil beda dengan
iklan merek lain pada usaha yang sejenis dan mampu melibatkan konsumen untuk
memahami informasi yang ditunjukkan sebuah iklan pada merek yang diiklankan.
Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Andromedha Wisnu Nugroho, (2013) yang menyatakan bahwa efektivitas iklan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian hasil penelitian ini juga
didukung teori yang dinyatakan oleh Peter dan Olson, 2000 dampak (impact) yang
diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (produk knowledge)
yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan
produk atau proses pemilihan.
74
4.5.5 Pengaruh Dimensi Communication Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil uji hipotesis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dimensi
communication terhadap keputusan pembelian kartu perdana Telkomsel. Pada
koefisien regresi dimensi communication bernilai positif menyatakan bahwa dengan
mengasumsikan ketiadaan variabel independen lainnya, maka apabila dimensi
communication mengalami peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung
mengalami peningkatan, dengan demikian dimensi communication berperan penting
dalam mendapatkan keputusan pembelian.
Dimensi communication memiliki skor 4,37 sehingga dapat dikatakan
bahwa dari dimensi communication sudah mampu memberikan informasi tentang
kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan,
pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Hasil
penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andromedha
Wisnu Nugroho, (2013) yang menyatakan bahwa efektivitas iklan berpengaruh
signikan terhadap keputusan pembelian
Teori yang dinyatakan oleh Subroto (2008), informasi tentang kemampuan
konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen,
serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Komunikasi promosi
menentukan informasi apa yang harus dikomunikasikan, kemudian meng-enkoding
pesan tersebut dalam bentuk simbol-simbol yang paling tepat (menggunakan kata,
gambar atau tindakan).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Efektivitas iklan yang meliputi: Empathy, Persuasion, Impact, dan
Communication berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel.
2. Dimensi Empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel, artinya apabila empati mengalami
peningkatan, maka keputusan pembelian cenderung mengalami peningkatan
3. Dimensi Persuasion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel, artinya apabila persuasi mengalami
peningkatan, maka keputusan Pembelian cenderung mengalami peningkatan
4. Dimensi Impact berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian kartu perdana Telkomsel, artinya apabila impact mengalami
peningkatan, maka keputusan Pembelian cenderung mengalami peningkatan
5. Dimensi Communication berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan
pembelian
communication
kartu
mengalami
perdana
peningkatan,
cenderung mengalami peningkatan.
75
Telkomsel,
maka
artinya
keputusan
apabila
Pembelian
76
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan beberapa hal untuk
dilaksanakan sebagai berikut :
1. Dalam membuat efektivitas iklan yang baik menyangkut Empathy,
Persuasion, Impact, dan Communication sehingga konsumen mengetahui ciri
khas dan image dari produk ini meskipun dengan versi iklan yang lain.
2. Meningkatkan efektivitas iklan dalam hal memberikan pemahaman kepada
konsumen untuk dapat melakukan keputusan pembelian. Dan lebih
meningkatkan kualitas produk melalui media iklan agar konsumen dapat
melakukan keputusan pembelian.
3. Pada penelitian selanjutnya diharapkan memperluas variabel-variabel yang
terdapat pada dimensi EPIC model sehingga lebih mampu menjelaskan
dimana letak keefektivitas sebuah iklan atau ketidak efektifisan sebuah iklan
yang telah ditayangkan pada masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2016
Caples, Jhon. (1997).Tested Advertising Method. Fifth Edition. Prentice Hall.
Christin Kairupan, 2013 “ Sikap, Keyakinan dan Efektivitas Iklan Pengaruhnya
Terhadap Keputusan Penggunaan Produk Kartu As Konsumen Di Manado
Town Square”. Jurnal EMBA Vol.1
Darmadi Durianto, Sugiarto, Anton widajaj, Hendrawan S.Invasi Pasar dengan
Iklan Yang Efektif.PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta 2003.
Frank Jefkins, 1997,Periklanan.Erlangga, Jakarta.
Husein Umar, 2005. Metode Penelitian. Jakarta : Salemba Empat
Istijanto, 2005, Aplikasi Praktis Riset Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
J. paul Peter dan Jery. C olson 1996, Perilaku Konsumen dan Strategi
Pemasaran.alih bahasa Damos Sihombing, edisi keempat, Jakarta.
Kotler,
Philip. 1997. Marketing Management “Analysis, Planning,
Implementation and Control” (9th ed.). New Jersey: Prentice Hall
International, Inc.
Kotler,
Philip. 2004. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan,
implementasi dan Kontrol, Edisi Sebelas. Alih Bahasa, Hendra Teguh.
Jakarta: Penerbit PT. Prenhallindo.
Kotler dan Keller, 2007. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1, PT.Indeks,
Jakarta.
Kotler, 2002. Marketing, Erlangga, Jakarta.
……………,Marketing Management. Prentice Hall, New Jersey.
Peter, J. Paul dan Jerry C Olson. 2000. Consumer behavior: Perilaku Konsumen
Dan Strategi Pemasaran Jilid 1. Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.
Schiffman, Leon, G.,Leslie Lazar Kanuk, 2000, Consumer Behavior, Edisi Tujuh,
Prentice-Hall, New Jersey
Swastha, Basu DH, 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta.
Sumarwan, Ujang. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam
Pemasaran. Bandung: Penerbit Ghalia Indonesia.
Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.
Solimun. 2002, Multivariate Analysis Structural Equation Modelling (SEM) Lisrel
dan Amos. Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.
Vannia Ariestya, 2012 “Analisis Efektivitas Iklan Dalam Mempengaruhi
Keputusan Pembelian Kartu Seluler Im3 Versi “Im3 Seru Gratis Gak Abis
Abis” (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor). Skripsi.
Yudi Farola Bram. Analisis Efektifitas Iklan Dengan Menggunakan Model EPIC
Sebagai Salah Satu Strategi Pemasaran Perusahaan Percetakan Dan
Penerbitan PT Rambang Dengan Menggunakan Metode EPIC Model.
2012
Lampiran 1. Angket Penelitian
Judul :
PENGARUH EFEKTIVITAS IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN KARTU PERDANA TELKOMSEL (STUDI DI
KELURAHAN SANUA KECAMATAN KENDARI BARAT)
I.
Identitas Responden
1. Nama/kode responden
: ……………………………………..
2. Jenis Kelamin
: ……………………………………..
3. Usia
: ……………………………………..
4. Pendidikan
: ……………………………………..
5. Lama menggunakan Kartu Telkomsel : …………………………………..
II.
Petunjuk
1. Berilah tanda ceklist () pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia.
2. Ada lima alternatif jawaban yang disiapkan, dimana kelima alternatif tersebut
dikembangkan atas dasar kategori dalam skala Likert, yaitu :
a. Sangat setuju
(SS)
b. Setuju
(S)
c. Netral
(N)
d. Tidak setuju
(TS)
e. Sangat tidak setuju
(STS)
3. Jawaban yang saudara berikan tidak satupun yang dianggap salah dan tetap
dijamin kerahasiaanya.
4. Ceklist penelitian ini dimanfaatkan untuk kepentingan penulisan skripsi bukan
untuk kepentingan yang lain.
5. Terima kasih atas jawaban yang saudara berikan.
III.
Pernyataan
Variabel Efektivitas Iklan (X)
No
Alternatif Jawaban
Pernyataan
SS
S
N
TS STS
Emphaty
1
Saya menyukai kartu perdana Telkomsel yang
ditampilkan dalam iklan
2
Pengetahuan
masyarakat
terhadap
kartu
perdana Telkomsel cukup baik
Persuasion
3
Saya merasa puas terhadap performa kartu
perdana Telkomsel
4
Iklan kartu Telkomsel di televisi memberikan
dampak positif dalam penjualnya
Impact
5
Dengan banyak keunggulan memudahkan saya
dalam menggunakan produk Telkomsel
6
Produk
Telkomsel
konsisten
terhadap
kualitasnya
Communication
7
Iklan produk Telkomsel di televisi lebih jelas
dibanding dengan produk lainnya
8
setelah melihat iklan produk Telkomsel di
televisi membuat saya tertarik untuk membeli
kartu perdana Telkomsel
STS = sangat tidak setuju, TS = tidak setuju, N = Netral, S = setuju, SS = sangat setuju
Keputusan Pembelian (Y)
No
Pernyataan
Alternatif Jawaban
SS S
N TS STS
Identifikasi Masalah
1 Keputusan membeli kartu perdana Telkomsel
karena saya sudah mengetahui kualitas
produknya
2 Keputusan membeli kartu perdana Telkomsel
karena tidak ada masalah
Pencarian Informasi
3 Saya sangat aktif dalam mencari informasi
tentang konten-konten maupun layanan terbaru
kartu perdana Telkomsel
4 Saya membeli kartu perdana Telkomsel karena
sudah mengetahui informasi tentang produk
Telkomsel
Evaluasi Alternatif
5 Saya sangat teliti dalam mengavaluasi dan
mempertimbangkan manfaat untuk membeli
kartu perdana Telkomsel
6 Saya sangat teliti dalam membeli kartu perdana
Telkomsel
Keputusan Pembelian
7 Saya sangat teliti dalam memutuskan untuk
membeli
kartu
perdana
setelah
mempertimbangkan kebutuhan, mengumpulkan
informasi
8 Saya sangat teliti dalam memutuskan untuk
membeli kartu perdana setelah mengumpulkan
informasi
Perilaku Pasca Pembelian
9 Saya puas dengan manfaat, serta layanan yang
ditawarkan kartu Telkomsel
10 Saya puas dengan layanan yang ditawarkan kartu
Telkomsel
STS = sangat tidak setuju, TS = tidak setuju, N = Netral, S = setuju, SS = sangat setuju
Correlations
Reliability
Regression
Lampiran 5. Maping Penelitian Terdahulu
No
1
2
Nama, Tahun, Judul
Mega Christin
Kairupan, 2014 dalam
jurnalnya yang
berjudul “ Sikap,
Keyakinan dan
Efektivitas Iklan
Pengaruhnya
Terhadap Keputusan
Penggunaan Produk
Kartu As Konsumen
Di Manado Town
Square”
Variabel
-
Sikap
-
Keyakinan
-
Efektifitas iklan
-
Keputusan
Alat
Analisis
SEM
pengguna
Vannia Ariestya, 2012 - Efektifitas iklan
dengan judul
- Keputusan
“Analisis Efektivitas
pembelian
Iklan Dalam
Mempengaruhi
Keputusan Pembelian
Kartu Seluler Im3
Regresi
linear
Berganda
Hasil
Persamaan
Perbedaan
Hasil penelitian menunjukkan secara
simultan dan parsial Sikap, keyakinan, dan
efektifitas iklan berpengaruh secara simultan
terhadap keputusan penggunaan Produk
Kartu As pada konsumen, sehingga hipotesis
yang menyatakan diduga sikap, keyakinan,
dan efektifitas iklan secara simultan
berpengaruh terhadap keputusan
penggunaan produk kartu as pada konsumen
yang berbelanja di MTS dapat di terima.
Secara parsial sikap tidak berpengaruh
terhadap keputusan penggunaan produk,
dengan demikian hipotesis di tolak.
Keyakinan dan efektifitas iklan berpengaruh
signifikan terhadap keputusan penggunaan
produk kartu As. Manajemen Kartu As (PT.
Telkomsel Manado) sebaiknya
meningkatkan kualitas dan keterandalan
produknya, sehingga sikap konsumen
terhadap produk dapat berubah menjadi
positif.
Sama-sama
- Objek penelitian
membahas tentang
- Penelitian sebelumnya
efektifitas iklan
terhadap keputusan menambahkan
pengguna
variabel sikap dan
hasil analisis data secara keseluruhan Kartu
Seluler IM3 telah menjadi top of mind yang
menunjukan bahwa Kartu Seluler IM3
memiliki citra di benak konsumen.
Pengukuran efektivitas iklan dengan
menggunakan EPIC Model, didapatkan hasil
efektif dalam memperkenalkan produk
Sama-sama
keyakinan
- Alat analisis yang
digunakan
- Objek penelitian
membahas tentang
pengaruh
efektivitas
iklan
terhadap keputusan
Versi “Im3 Seru
Gratis Gak Abis Abis”
(Studi Kasus
Mahasiswa S1 Institut
Pertanian Bogor).
3
4
- Efektifitas iklan
Andromedha Wisnu
Nugroho, 2013
- Keputusan
dengan judul Analisis
pembelian
Pengaruh Efektivitas
Iklan Terhadap
Keputusan Pembelian
Sepeda Motor Matik
Yamaha di Semarang
Regresi
Stella Fitriana, 2013 - Efektifitas iklan
Dengan Judul
- Minat beli
“Pengaruh Efektivitas
konsumen
Iklan Terhadap Minat
Beli Yang Dimediasi - Citra merek
Oleh Citra Merek
Regresi
linear
Linear
kepada pemirsa. Hasil yang didapat dari
hasil pengukuran DRM (Direct Rating
Method) iklan termasuk dalam kategori baik
dan menunjukan iklan cukup berhasil dalam
menarik perhatian, pemahaman, kognitif,
afektif, dan perilaku konsumen untuk
membeli Kartu Seluler IM3.
pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kualitas pesan, daya tarik iklan, dan
frekuensi penayangan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap efektivitas iklan
baik secara parsial maupun simultan.
Efektivitas iklan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian.
Sama-sama
- Obyek penelitian
membahas tentang
efektifitas
iklan
terhadap keputusan
pembelian
- Objek penelitian
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat Sama-sama
pengaruh yang signifikan secara parsial
membahas tentang - Penelitian sebelumnya
efektifitas iklan dan citra merek terhadap
menggunakan variabel
minat beli, hal ini dibuktikan nilai thitung > efektifitas iklan
nilai ttabel dan value < 0,05, (2) Terdapat
minat beli konsumen,
pengaruh yang signifikan secara simultan
sedangkan penelitian
efektifitas iklan dan citra merek terhadap
ini menggunakan
minat beli, hal ini dibuktikan nilai Fhitung >
nilai Ftabel dan value < 0,05. (3) Citra
variabel keputusan
merek memediasi pengaruh efektifitas iklan
pembelian
terhadap minat beli, hal ini dibuktikan ketika
citra merek diregresikan secara bersamasama hasilnya berpengaruh tidak signifikan.
Download