BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

advertisement
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Penelitian
Pembangunan telekomunikasi di Indonesia telah memasuki babak baru
dengan semakin berkembang pesatnya industry teknologi informasi. Jangkauan
telepon seluler sudah mencapai seluruh propinsi di Indonesia dan sebagian besar
kabupaten/kota
di Indonesia. Penyelenggara jasa telekomunikasi juga semakin
banyak dengan semakin beragamnya jenis jasa telekomunikasi yang disediakan dari
mulai telepon tetap, telepon bergerak,
wireless telepon dan sebagainya.
Pertumbuhan pengguna jasa telekomunikasi dan pelanggan telepon khususnya untuk
telepon bergerak juga semakin tinggi.
Perkembangan industryi telekomunikasi Indonesia khususnya telepon
bergerak (seluler) memang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk
penyelenggara telepon seperti ditunjukan pada Tabel 1.1, sampai Juni 2009 di
Indonesia sudah terdapat 15 operator penyelenggara, untuk operator telepon
bergerak sebanyak 8 operator. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap local
kabel baru
3 perusahaan dan penyelenggara telepon tetap nirkabel baru 4
perusahaan. Terdapat dua perusahaan yang menjadi penyelenggara telepon untuk tiga
jenis penyelenggaraan telepon yaitu PT. Telkom dan PT. Indosat.
Tabel 1.1. Operator Penyelenggara Telepon di Indonesia Tahun 2014
Sumber: Laporan Postel Sem.I/2014
2
Jumlah pelanggan telekomunikasi jaringan juga menunjukkan peningkatan
yang
signifikan khususnya telepon bergerak seluler sejak tahun 2005. Sampai
dengan Maret 2009, jumlah pelanggan telepon bergerak seluler mencapai lebih dari
140 juta pelanggan yang berasal dari 8 operator telepon seluler bergerak di
Indonesia. Peningkatan jumlah pelanggan ini berasal dari bertambahnya jumlah
operator (dari hanya 4 operator pada 2004 menjadi 8 operator pada 2009) maupun
peningkatan jumlah pelanggan yang meningkat di masing- masing operator dari
variasi produk yang ditawarkan yang semakin mudah diakses konsumen. Sebagian
besar dari pelanggan telepon bergerak seluler ini adalah pelanggan dengan sistem
prabayar yang proporsinya mencapai 97,5% dari total pelanggan telepon bergerak
seluler. Pada masing-masing operator, pelanggan jenis prabayar ini proporsinya
berkisar antara 95% sampai dengan 98%. Pada operator utama seperti Telkomsel,
Indosat dan Exelcomindo, pelanggan prabayar ini proporsinya masing- masing
mencapai 97,3%, 97% dan 98,4%.
Tabel 1.2. Jumlah Pelanggan Telepon Seluler Tahun 2000-2012
Sumber: ITU-D ICT Statistics, 2014
Pesatnya perkembangan industri seluler yang ditandai dengan bertambahnya
jumlah operator pada satu sisi memang telah membawa peningkatan jumlah
pelanggan, dimana kini pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dan kemudahan. Di
sisi lainnya perkembangan tersebut telah membawa industri seluler kepada kondisi
persaingan khususnya perang harga mulai pertengahan 2007.
3
Persaingan operator seluler ternyata tidak hanya terjadi dalam hal
mengakuisisi pelanggan baru, namun telah saling mengakuisi pelanggan sesama
operator. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka perpindahan pelanggan, alias
churn.
Gambar 1.1. Perkembangan Pertumbuhan Pelanggan Telepon Bergerak
Seluler
Sumber: Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, 2010
Trend penurunan pertumbuhan pelanggan telepon bergerak seluler dalam 4
tahun terakhir diduga disebabkan oleh mulai adanya kejenuhan pasar akibat
persaingan yang sangat ketat diantara operator. Jumlah pelanggan yang sudah
melebihi setengah penduduk Indonesia menjadi indikasi pasar yang sudah mulai
jenuh.
Kondisi persaingan yang ini ternyata tidak hanya menimpa operator kecil
namun juga operator incumbent, salah satunya PT Telekomunikasi Selular
(Telkomsel)
yang saat ini dikenal sebagai market leader. Laporan terakhir
4
menyebutkan bahwa Telkomsel membukukan pendapatan bersih Rp 5,92 triliun pada
semester I/2010, melorot 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar
Rp 6,19 triliun.
Untuk mendukung mutu layanan di tahun 2010, Telkomsel menginvestasikan
sekitar Rp13 triliun guna memperluas coverage, peningkatan kapasitas dan kualitas
jaringan, serta mengimplementasikan LTE (Long Term Evolution). Sebanyak 10% di
antaranya atau sekitar Rp1,3 triliun dari total dana investasi, akan dialokasikan
khusus untuk layanan broadband, termasuk infrastruktur dan pengembangan
layanannya.
Dengan begitu besarnya jumlah pelanggan Telkomsel yang tersebar merata di
seluruh pelosok Indonesia maka perusahaan perlu memperhatikan cara untuk dapat
mempertahankan sikap menarik pelanggan atau memperluas pelanggan baru.
Sebagai operator selular yang memilikivisi “Best and Leading Mobile
Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam
pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paska
bayar kartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle
yang
semakin
berkualitas
sangat
jelas
terlihat
dengan
secara
konsisten
mengimplementasikan roadmap teknologi selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA,
HSPA+, serta LTE. Tahun ini Telkomsel mengembangkan jaringan mobile
broadband dengan mencanangkan 40 kota besar sebagai broadband city.
Sebagai pemimpin di industry telekomunikasi selular, Telkomsel telah
memiliki 85.420 Base Transceiver Station termasuk lebih dari 39.022 Node B (BTS
3G) tersebar di seluruh Indonesia yang menjangkau 97 persen wilayah populasi
Indonesia, serta dukungan gateway internet internasional berkapasitas bandwidth 15
Gbps.
Seiring diselesaikannya program Universal Service Obligation yang
diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan
Telkomsel menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. Bahkan
kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri
tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300
mitra operator data roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.
Seharusnya kerasnya persaingan bukan semata-mata karena masalah tarif,
dimana persaingan kedepan itu haruslah bagaimana memberikan pelayanan yang
5
terbaik kepada pelanggan. Kualitas layanan ini sangat mempengaruhi sikap
konsumen dalam keputusan pembelian.
Keadaan kompetisi yang semakin ketat antar operator telekomunikasi,
mendorong bermunculan strategi baru dalam pemasaran. Di mana tren yang terjadi
meliputi tiga faktor, yaitu kualitas layanan, karakteristik produk dan ekuitas merek.
Peningkatan kualitas layanan merupakan strategi utama bagi operator
telekomunikasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Pada saat
ini layanan yang telah diberikan Telkomsel dalam brand simPATI untuk para
pelanggannya bukan hanya sekedar untuk penggunaan telepon dan Short Message
Service (SMS) saja tetapi juga layanan berupa data yang diberikan seiring dengan
perkembangan teknologi untuk telepon genggam.
Sedangkan untuk pelayanan yang diberikan oleh Telkomsel kepada para
pelanggannya adalah Telkomsel mendirikan GraPARI, Shop dan Gerai untuk dapat
melayani dan menangani pelanggan secara langsung. Total GraPARI yang telah
didirikan di seluruh Indonesia sebanyak 413 GraPARI.
Telkomsel juga sangat memperhatikan pelayanan – pelayanan yang dilakukan
oleh para petugas GraPARI terhadap pelanggannya. Dan semaksimal mungkin
melakukan pelayanan yang cepat dan tepat.
Di samping kualitas layanan yang baik, karakteristik produk adalah salah satu
hal yang diperhatikan oleh seorang konsumen sebelum memutuskan untuk membeli
suatu produk. Telkomsel menghadirkan produk-produk yang disesuaikan dengan
kebutuhan pelanggannya.
Disamping kualitas layanan dan karakteristik produk, fenomena yang ada
pada masyarakat Indonesia adalah bahwa mereka senang menggunakan barangbarang yang mempunyai nilai lebih jika kita menggunakan merek tersebut. Maka
untuk menarik perhatian pelanggan baru atau menjaga pelanggan lama diperlukannya
suatu citra akan merek tersebut.
Kepuasan akan mendorong konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi
ulang suatu produk, sebaliknya perasaan yang tidak
puas akan menyebabkan
konsumen menghentikan pembeliannya ( Sumarwan dalam Evanty dan Hendriyana
2011).
Pembelian kembali dalam jumlah yang besar akan sangat menuntungkan
perusahaan dan dapat meningkatkan profit perusahaan ( Bloomer dan Odekerken
dalam Evanty dan Hendriyana 2011) Oliver dalam Shentikumar (2012) mengatakan
6
bahwa “kepuasan pelanggan sebagai evaluasi purna beli, dimana prespsi terhadap
kinerja suatu produk yang dipilih dapat memenuhi atau melebihi harapan sebelum
pembelian.
Salah satu fitur yang paling penting dalam dunia layanan yang mendorong
kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan (Butt;safdar and murtaza : 2011).
Dimana jika kualitas pelayanan dapat memuaskan konsumen dan berlangsung secara
berturut-turut, dapat menghasilkan loyalitas pelanggan yang tinggi dan menimbulkan
keinginan untuk merekomendasikan kepada orang lain (Bohon et all; Butt; safdar and
murtaza,2011).
Perilaku konsumen akan menentukkan proses pengambilan keputusan dalam
pembelian mereka, proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyesuaian
masalah yang terdiri dari lima tahap yang dilakukan konsumen, kelima tahap tersebut
adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, penilaian alternatif, membuat
keputusan, dan perilaku pasca pembelian (Kotler, 2004:224). Indikator yang
mencirikan keputusan pembelian yang digunakan penelitian ini, yaitu:
1. Kebutuhan dan keinginan akan suatu produk
2. Keinginan mencoba
3. Kemantapan akan kualitas suatu produk
4. Keputusan pembelian ulang
Menurut Kotler dan Amstrong (2009) kepuasaan pelanggan berkaitan erat
dengan kualitas atau kinerja dari suatu produk. Produk yang berkualitas dengan
harga bersaing merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan, yang pada
akhirnya akan dapat memberikan nilai kepuasan yang lebih tinggi ( Purwaningsih
dan Soenhadji ,2010).
1.2 Rumusan Masalah
Dengan adanya pengaruh dari kualitas layanan, karakteristik produk dan
ekuitas merek maka akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian seorang
konsumen dan dampaknya terhadap pembelian ulang.
7
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah kualitas layanan, karakteristik produk dan ekuitas merek berpengaruh
secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian?
2. Apakah keputusan pembelian berpengaruh terhadap pembelian ulang?
3. Apakah kualitas layanan, karakteristik produk dan ekuitas merek berpengaruh
secara langsung dan parsial terhadap pembelian ulang?
4. Apakah kualitas layanan, karakteristik produk dan ekuitas merek berpengaruh
terhadap pembelian ulang setelah konsumen membeli?
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Agar penellitian ini lebih focus dan tidak meluas dari pembahasan yang
dimaksud, maka dalam skripsi ini penullis membatasinya pada ruang lingkup
penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian ini focus pada manajemen pemasaran variable kualitas layanan,
ekuitas merek, karakteristik produk terhadap keputusan pembelian dan
dampaknya pada pembelian ulang.
2. Batasan masalah pada penelitian ini dilakukan kepada responden pengguna
Telkomsel di BSD.
3. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2015.
4. Responden yang dipilih adalah pengguna Telkomsel berusia diats 17 tahun.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian pengaruh dari dimensi kualitas layanan,
karakteristik produk dan ekuitas merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian
dan dampaknya pada pembelian ulang adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan dari kualitas layanan,
karakteristik produk dan ekuitas merek terhadap keputusan pembelian.
2. Untuk mengetahui keputusan pembelian terhadap pembelian ulang.
3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, karakteristik produk dan
ekuitas merek terhadap pembelian ulang setelah konsumen membeli.
8
1.5 Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak yang terkait
secara langsung atau tidak langsung. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi PT Telkomsel:
Penelitian ini bermanfaat bagi PT Telkomsel untuk mengetahui apa-apa saja
yang menjadi pertimbangan pelanggan dalam memutuskan untuk membeli
produk.
2. Bagi Ilmu Pengetahuan:
Memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang
dapat memperkuat teori-teori tentang kualitas layanan, karakteristik produk,
ekuitas merek, keputusan pembelian, serta pengaruhnya satu sama lain.
Menambah referensi bagi peneliti lain, yang ingin meneliti tentang
kemungkinan faktor-faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap keputusan
pembelian.
Download