Badan Tenaga Nuklir Nasional J A K A R T A

advertisement
Badan Tenaga Nuklir Nasional
JAKARTA
Yth.: Bp. Kepala BadanTenaga Nuklir Nasional
Nomor :
GUNTINGAN BERITA
HHK 2.1/HM 01/08/2017
Hari, tanggal
Jumat, 25 Agustus 2017
Sumber Berita
https://news.detik.com/i
nternasional/d3615373/teroris-dibandung-rancang-bomkimia-ini-dampaknya-jikameledak
Hal. - Kol. -
Teroris di Bandung Rancang Bom Kimia, Ini Dampaknya Jika Meledak
Cici Marlina Rahayu
Foto: Mochamad Solehudin/detikcom
Jakarta, Agutus 2017
Copy dikirim kepada Yth.:
1. Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir
2. Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir
3. Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir
Bagian Humas,
Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama
4.
5.
Sekretariat Utama
BGAC-melalui PAIR
Jakarta - Terduga teroris di Bandung berencana meledakkan bom kimia di Mako Brimob hingga Istana
Negara akhir Agustus ini. Jika bom kimia tersebut meledak, maka dampaknya sangat berbahaya.
Dilansir Reuters, para terduga teroris tersebut akan mengubah radioaktif jenis Thorium 232 (Th-232)
menjadi Uranium 233 (U-233) yang dapat mematikan. Menurut panduan instruksi, para terduga teroris
akan menggabungkan Uranium (U-233) dengan Triacetone Triperoxide (TATP) buatan sendiri, yang
diduga mampu menciptakan 'Bom Nuklir'.
Penggeledahan rumah salah satu terduga teroris/ Foto: Mochamad Solehudin/detikcom
TATP adalah sebuah perangkat yang dibilang cukup efektif untuk penyebaran radiologis bom kimia.
TATP juga bisa menyemprotkan bahan radioaktif saat bom konvensional meledak.
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto menolak rencana pembuatan bom kimia tersebut. Ia juga
mengatakan rencana bom kimia yang dibuat daro TATP telah berhasil menewaskan tiga polisi pada bulan
Mei lalu.
"Jika bom ini diselesaikan, itu akan memiliki dampak yang lebih merusak dari pada bom (kategori) 'Mother
of Satan'," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (25/8/2017).
"(Bom kimia ini) Bisa membakar apa saja dan menyulitkan orang untuk bernafas," sambungnya.
Thorium 232 dapat diubah menjadi Uranium-233, namun membutuhkan neutron untuk diserap, proses ini
juga memerlukan iradiasi yang kuat. Terduga teroris tersebut juga menyarankan agar mesin X-Ray atau
microwave turut digunakan. Namun, ahli perangkat radiologi dari Institut Nautilus, Peter Hayes
mengatakan sinar-X tidak memiliki cukup pukulan untuk membuat Uranium 233.
"Sinar X tidak akan memiliki cukup pukulan untuk mengatasi energi ikatan atom Thorium," kata Peter
yang dihubungi Reuters melalui email.
"Dan, tidak, anda tidak bisa memasak Th-232 untuk membuat U-233 dalam microwave. Jika anda bisa,
anda akan mengalami kematian yang menyakitkan dan cepat dari sifat radioaktif U-232 bersama yang
diproduksi bersama U -233," Jelas Peter.
Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan bom yang
disiapkan merupakan bom jenis baru. Para pelaku menyiapkan bom kimia yang cukup berbahaya.
Penangkapan di Bandung/ Foto: Mochamad
Solehudin/detikcom
Bom kimia yang dirakit kelima terduga teroris ini memiliki daya ledak rendah. Namun efek ledakannya
sangat membahayakan berbeda dengan bom panci.
"Bom ini meledak bukan seperti bom panci yang meledak keluar paku-paku. Ini dia meledak tidak
terlalu besar tapi dampak udara saja mengakibatkan kulit rusak yang hirup juga bisa membahayakan,"
tutur Yusri.
(cim/jbr)
Download