penerapan metode inkuiri terhadap hasil belajar

advertisement
PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA
PELAJARAN IPS SOSIOLOGI
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS X1 MA AN
NAJAH PETUKANGAN JAKARTA SELATAN)
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH
AKMAL MAULANA NASRULLAH
NIM : 1111015000076
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING
PENERAPAN METODE INKUIRI TERTIADAP HASIL BELA.IAR PADA
PELAJARAN IPS SOSIOLOGI
(PENELITIAN TINDAKAII KELAS PADA SISWA KELAS Xl MA AN
NAJAH JAKARTA SELATAN)
Skripsi ini diajukan kepada Fakultas Ilmu ?arbiyah dan Keguruan
untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar sarjana pendidikan
Oleh:
Akmal Maulana Nasrullah
NIM:
1111015000076
Ivlurgetahui
Dosen Pembimbing
I
Dosen Pembimbing
:?4
l0l
II
Anissa Windarti, M.Sc
NIP. 19820802 201101 2 00s
1 006
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBTYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYTULLAH
JAKARTA
20ts
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi berjudul "Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar pada
Pelajaran IPS Sosiologi, (Penelitia-n Tinclakan Kelas Pada Siswa Kelas X1
MA AN
NAJAII Petukarrgan Jakarta Selatan). Disusun oleh Akmal Maulana Nasrullah dengan
Nomor Induk Mahasiswa 0\IM) 11110i5000076, diajukan kepada Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan
lulus
Ujian Munaqasall pada tanggal 4 Desember 2015 dihadapan dewan penguji. Karela
itu
penulis berhak memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam bidang pendidikan
ilmu Pengetahuan Sosial.
Jakafta, 4 Desember 201 5
Panitia Ujian Munaqasah
Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program
Studi)
.
Tanggal
Tanda Tangan
Dr. Iwan Purwanto. M.Pd
NrP. 19730424200801 I 012
Sekretaris (Sekretaris Jurusan/prodi)
Drs. Syadpulloh. M.Si
NrP. 19670909 2A0701 1 033
Penguji
i
-L) /
Andri Noor Andriyansyah. S.Pd. M.Si
NIP. 1 9840312 201s03 1002
Pengu.li
I tt--utf
ryl 2aK /lg/
ln
II
Neng Sri Nuraeni. M.Pd
NIP.
NIP. 1gss
,r/-
I fuY-'
=*= ^-
SURAT PERNYATAAN KARYA
ILMIA}I
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama
Akmal Maulana Nasrullah
NIM
111
Jurusan/Prodi
Pendidikan IPS/Sosiologi
Angkatan
20tt
1015000076
MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA
Bahwa skripsi yang berjudul Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Hasil
Belajar Pada Pelajaran IPS Sosiologi (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa
Kelas Xl MA Alt NAJAH Jakarta Selatan) adalah benar hasil karya sendiri
dibawah bimbingan:
Nama
Moc. Noviadi Nugroho, M.Pd
NIP
19761118 201101 r 006
dan
Nama
Annisa Windarti, M.Sc
NIP
19820802 201101 2 005
Demikian surat pemyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya
bertanggungiawab secara akademis atas apa yang saya tulis.
J
akarta, 3 0 Novemb er 20 I 5
1111015000076
ABSTRAK
Akmal Maulana Nasrullah, “Penerapan Metode Inkuiri Terhadap Hasil
Belajar Pada Pelajaran IPS Sosiologi (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa
Kelas X1 MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan)”, Program Studi
Pendidikan IPS, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan
menggunakan metode inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan di MA AN NAJAH
Petukangan Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). PTK dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi
permasalahan yang muncul pada rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPS
Sosiologi. Metode yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu perencanaan,
pelaksanaan, dan refleksi. Ketiga tahap tersebut merupakan siklus yang
berlangsung secara berulang dan dilakukan dengan langkah-langkah yang sama
dan difokuskan pada pembelajaran dengan metode inkuiri. Berdasarkan hasil
penelitian yang didapatkan di MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan, dapat
disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada pelajaran IPS
Sosiologi dengan menggunakan metode inkuiri di dalam kelas X1 MA AN
NAJAH Petukangan Jakarta Selatan. Hal ini dapat dibuktikan pada analisis data
menunjukan bahwa nilai Postes Siklus I yaitu dengan rata-rata 54,5 atau 54,4 %,
dengan kategori tidak berhasil dan berhasil pada siklus II yaitu dengan rata-rata
87,5 atau 87,5% dengan kategori sangat berhasil. Dengan demikian, berarti nilai
tersebut memenuhi nilai standar KKM yang telah ditetapkan yaitu 75,
dibandingkan dengan nilai pretes yaitu 60,5 atau 60,5%. Berdasarkan hal tersebut,
dapat dikatakan bahwa ada peningkatan hasil belajar dengan metode inkuiri.
Kata Kunci : Metode Inkuiri, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil belajar
iii
ABSTRACT
Akmal Maulana Nasrullah, “Application Method Inquiry concerning result
Study to Lesson IPS Sociology (Classroom Action Research to Student X1 Class
MA AN NAJAH PETUKANGAN SOUTH JAKARTA)”, Social Science
Education Study Program, Sociology Department, Tarbiyah & Teaching Faculty,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
The objectives of this study were increased IPS result learning used
inquiry method. The method used in this research is a classroom action research
(CAR). CAR conducted to overcome set of problem low result learning IPS
Sosiology lesson. This method is implemented in three stages: planning,
exercising, and reflection. The third step is carried out repeatedly and made with
the same steps and focused on learning by inquiry methoed. Based on the results
obtained in the MA AN NAJAH PETUKANGAN SOUTH JAKARTA, it can be
concluded thet is an increase in learning IPS Sociology to class X1 MA AN
NAJAH PETUKANGAN SOUTH JAKARTA. This is evident inthe analysis of the
data showed thet the postest cycle 1 is the medium of 54,5 or 54,5%, with
categories and cycle 2 is succesful with an average of 87,9 or 87,9 with very
succesful category. Thus, the mean value meets the standards of KKM values set
to 75. Based on this; it can be said that there is an increase in result learning with
the inquiry method.
Keywords: Inquiry Method, Classroom Action Research, Result learning.
iv
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada penulis sehingga akhirnya penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini berjudul Penerapan Metode Inkuiri Terhadap
Hasil Belajar Pada Pelajaran IPS (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa
Kelas X1 MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan) ditulis guna
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan di Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan ucapan
terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas memberikan bantuan
dan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini terutama kepada :
1. Bapak Prof. DR. Dede Rosyada, sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
2. Bapak Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak DR. Iwan Purwanto M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial
4. Bapak Syaripullah M.Si, selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Iilmu
Pengetahuan Sosial
5. Bapak Moch. Noviadi Nugroho, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I
Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
6. Ibu Annisa Windarti, M.Sc selaku Dosen Pembimbing II Skripsi
Iniversitas Islam Negri Syarif Hidayatullah
7. Bapak/Ibu Dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah, terima kasih atas ilmu yang sangat bermanfaat
yang telah diberikan
8. Bapak Drs. Bukhori, M.Si, selaku Kepala Sekolah MA AN NAJAH
Petukangan Jakarta Selatan yang telah mengizinkan penulis melakukan
penelitian guna penyusunan skripsi ini.
v
9. Kedua orang tua penulis tercinta, Ayahanda H. Nasan dan Ibunda Hj.
Amah, yang selalu mengusahakan anak-anaknya untuk sukses dan tiada
hentinya mencurahkan kasih sayang dan do’a yang selalu terucap untuk
keberhasilan penulis.
10. Kakak dan Adik, Lia Nadia Khoirunnisa dan M. Afga Klhoirul Faqqi yang
selalu
menghibur
dan
memberikan
semangat
sehingga
penulis
menyelesaikan skripsi ini.
11. Teman-teman seperjuangan dalam dosen pembimbing skripsi, Sri Maya,
Ida F.M dan Dedy F. Prasetyo, terima kasih karena telah berbagi pikiran
dan membantu meringankan kesulitan penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
12. Teman-teman BDS, Saddam Husein Syaifullah, Emil Dwi Febrian,
Muhammad Rizky, Khoirul Fahrudin, Firdaus, Imam Wahyudi, Dedi
Firman Prasetyo, Fari Agung Setiadi, Delvi Andrizal, Ibnu Ardhani,
Antoni Widodo, Dendy Harmadi, Jonathan Alfrendi, Asif Nazri, Sigit
Rahmadinur, Aprian Hidayat dan Muhammad Nurul Huda yang selalu
memberikan kata-kata semangat dan menghibur penulis dalam suka
maupun duka sehingga penulis dapat segera menyelesaikan skripsi ini,
semoga persahabatan ini selalu menjadi baik dan semakin baik.
13. Teman-teman kelas Sosiologi Pendidikan IPS angkatan 2011 yang telah
berjuang bersama dalam setiap perkuliahan yang ada dan saling bantu
dalam kebersamaan, semoga kita disukseskan dan selalu diberikan yang
terbaik.
14. Kepada semua pihak yang namanya belum disebutkan yang telah
memberikan bantuan secara langsung maupun tidak langsung sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
Akhirnya penulis mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam
penulisan ini. Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari sepenuhnya
bahwa skrips ini belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang
vi
membangun sanga penulis harapkan demi penyempurnaan pengetahuan penulis di
masa yang akan datang.
Jakarta, 30 November 2015
Akmal Maulana Nasrullah
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING .................................................. i
SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH .................................................. ii
ABSTRAK ......................................................................................................... iii
ABSTRACT ....................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ....................................................................................... v
DAFTAR ISI ...................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................
B. Identifikasi Masalah ...........................................................................
C. Pembatasan Masalah...........................................................................
D. Rumusan Masalah ..............................................................................
E. Tujuan Penelitian ...............................................................................
F. Manfaat Penelitian ..............................................................................
1
6
6
7
7
7
BAB II KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Tentang Metode Inkuiri ..........................................................
a. Pengertian Metode Inkuiri ............................................................
b. Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial ............................................
c. Langkah-langkah Melaksanakan Metode Inkuiri .........................
d. Keunggulan dan Kelemahan Metode Inkuiri................................
B. Tinjaun Tentang Belajar dan Hasil Belajar .......................................
a. Pengertian Belajar.........................................................................
b. Tujuan Belajar ..............................................................................
c. Jenis-jenis Belajar .........................................................................
d. Faktor-faktor Belajar ....................................................................
e. Hasil Belajar .................................................................................
f. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ........................
C. Tinjauan Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) .......................
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas .........................................
b. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas .....................................
c. Model Penelitian Tindakan Kelas ...............................................
d. Hasil Penelitian Yang Relevan ....................................................
e. Hipotesis Tindakan ......................................................................
8
8
10
11
13
14
14
15
16
19
20
21
23
24
25
25
26
27
viii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian............................................................ 28
B. MetodePenelitian ................................................................................ 29
C. Subyek/Partisipan yang Terlibat dalam Penelitian ............................. 31
D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian ......................................... 31
E. Tahapan Intervensi Tindakan ............................................................. 31
F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan ...................................... 32
G. Data dan Sumber Data ........................................................................ 32
H. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................ 33
I. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 34
J. Teknik Keabsahan Data ...................................................................... 34
K. Teknik Analisis Data .......................................................................... 37
L. Tindak Lanjut Pengembangan Perencanaan Tindakan ....................... 38
BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data ................................................................................... 39
1. Sejarah Sekolah ............................................................................ 39
2. Profil Sekolah ............................................................................... 40
3. Tenaga Kependidikan ................................................................... 41
4. Siswa............................................................................................. 43
5. Sarana dan Prasarana .................................................................... 44
B. Hasil Uji Instrumen .......................................................................... 46
1. Uji Instrumen Siklus I .................................................................. 46
2. Uji Instrumen Siklus II ................................................................. 51
C. Analisis Tindakan Siklus I dan II ................................................... 55
1. Tindakan Pembelajaran Siklus I ................................................... 55
2. Tindakan Pembelajaran Siklus II.................................................. 58
D. Hasil Pembahasan ............................................................................ 62
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................................... 67
B. Saran ................................................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 69
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1
Perencanaan Waktu Penelitian
Tabel 3.2
Tahapan Intervensi Tindakan Siklus
Tabel 3.3
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Tabel 3.4
Kriteria Reliabelitas
Tabel 3.5
Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal
Tabel 3.6
Klasifikasi Daya Pembeda
Tabel 3.7
Kriteria Konsep Siswa Berdasarkan Kriteria N Gain
Tabel 4.1
Nama-nama Kepala Sekolah
Tabel 4.2
Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan Berdasarkan Jenjang
Pendidikan
Tabel 4.3
Jumlah Siswa-siswi Dari Tahun 2011-2013
Tabel 4.4
Tamatan Siswa-siswi Sekolah MA AN NAJAH
Tabel 4.5
Sarana dan Prasarana Sekolah
Tabel 4.6
Peralatan Penunjang Pembelajaran
Tabel 4.7
Rekapitulasi Soal yang Valid
Tabel 4.8
Rekaptulasi reliabelitas Instrumen
Tabel 4.9
Rekapitulasi Daya Pembeda
Tabel 4.10
Rekapitulasi Tingkat Kesukaran
Tabel 4.11
Rekapitulasi Soal yang Valid
Tabel 4.12
Rekapitulasi Reliabilitas uji Instrumen
Tabel 4.13
Rekapitulasi Daya Pembeda
Tabel 4.14
Rekapitulasi Tingkat Kesukaran
Tabel 4.15
Hasil Statistik Siklus I
Tabel 4.16
Rekapitulasi N- Gain Sklus I
Tabel 4.17
Hasil Statistik Siklus II
Tabel 4.18
Rekapitulasi N- Gain Siklus II
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1
Diagram Batang Perbandingan Nilai Pretes dan Postes
Siklus I
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Instrumen Soal Uji Validitas Siklus I
Lampiran 2
Uji Validitas Exel Siklus I
Lampiran 3
RPP Siklus I
Lampiran 4
Instrumen Kisi-kisi Soal Siklus I
Lampiran 5
Soal Siklus I
Lampiran 6
Kunci Jawaban Soal Siklus I
Lampiran 7
Perhitungan N Gain Siklus I
Lampiran 8
Hasil Anates Siklus I
Lampiran 9
Lembar Observasi Siklus I
Lampiran 10
Instrumen Soal Uji Validitas Siklus II
Lampiran 11
Uji Validitas Exel Siklus II
Lampiran 12
RPP Siklus II
Lampiran 13
Kisi-kisi Instrumen Siklus II
Lampiran 14
Instrumen Soal Siklus II
Lampiran 15
Kunci Jawaban Soal Siklus II
Lampiran 16
Hasil Anates Siklus II
Lampiran 17
Perhitungan N Gain Siklus II
Lampiran 18
Lembar Observasi Siklus II
Lampiran 19
Dokumentasi Siklus I dan Siklus II
Lampiran 20
Wawancara
Lampiran 21
Obsevasi Awal
Lampiran 22
Surat Izin Melakukan Penelitian (dari UIN)
Lampiran 23
Surat Izin Melakukan Penelitian (dari Sekolah)
Lampiran 24
Biodata
Lampiran 25
Daftar Referensi
xii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar
dan
proses
pembelajaran
agar
peserta
didik
secara
aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1
Sekolah tempat siswa memperoleh pengetahuan yang bermacam-macam
mulai dari pengetahuan spiritual dan sosial. Sekolah juga tempat siswa belajar
menjadi anggota masyarakat dalam lingkupan yang lebih kecil sebelum siswa
turun ke masyarakat yang cakupannya lebih luas lagi. Karena itu pendidikan
merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui
pendidikan manusia memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan
tuntutan dalam kehidupan. Sehingga, peserta didik menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berilmu, berakhlak mulia, sehat, cakap,
kreatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menjadi warga negara yang
demokratis.2
Observasi awal yang peneliti yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2015
dengan guru pamong IPS yaitu Bapak Hamid S.Pd bahwa siswa kelas X1 MA
AN NAJAH memiliki nilai IPS yang rendah. Hal itu dikarenakan awalnya
mereka memang kelas IPA yang semester sebelumnya tidak belajar IPS
Sosiologi. Hasil belajar IPS Sosiologi yang rendah juga bisa dilihat pada hasil
UTS semester dua kelas X1 MA AN NAJAH yang terlampir pada lampiran
23. Walaupun ada siswa yang mendapatkan nilai tinggi 85 namun secara
keseluruhan masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah KKM 75.
1
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional h. 5
2
Aziz Safa, Restorasi Pendidikan Indonesia: Menuju Masyarakat Terdidik Berbasis
Budaya, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011) h. 5
1
2
Pada tahun 2014 mulai dengan kurikulum baru yaitu menggunakan
kurikulum 2013 tidak lagi menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan
(KTSP).
Walaupun
memakai
kurikulum
2013
sistem
pembelajarannya lebih mengedepankan siswa untuk aktif belajar namun umur
guru yang sudah relatif tidak muda lagi membuat proses pembelajaran
metode ceramah. Guru yang sudah relatif tidak muda lagi beranggapan bahwa
sulit untuk diterapkan terlebih masalah penilaiannya yang begitu banyak
aspek penilaiannya tak terkecuali guru IPS Sosiologi. Dan pada semester dua
sekolah yang tidak cocok dengan kurikulum 2013 dikembalikan ke kurikulum
2006.
Dalam proses pembelajaran dikelas X1 MA AN NAJAH sebenarnya
sama saja menggunakan kurikulum KTSP ataupun Kurikulum 2013 guru
lebih banyak menggunakan metode ceramah di dalam kelas. Terlebih lagi
pada kelas X1 pada semester pada semester awal menggunakan Kurikulum
2013 pelajaran IPS belum ada dan pada semester yang kembali ke kurikulum
KTSP pelajaran IPS ada kembali. Siswa-siswinya banyak yang mengeluh
untuk belajar yang belum belajar yang di semester sebelumnya tidak ada
pelajaran IPS
dan di semester dua ada pelajaran IPS. Oleh sebab itu
pembelajaran menekankan pada proses pembelajaran dan hasil belajar seperti
yang ada pada metode inkuiri meskipun mereka baru belajar IPS akan
dituntut untuk aktif dalam proses kegiatan belajar yang berdampak pada hasil
belajar.
Dalam
proses
pembelajaran
anak
kurang
didorong
untuk
mengembangkan kemampuan berfikir sudah menjadi kebiasaan terjadi pada
pendidikan di sekolah-sekolah. Sekolah lebih banyak dengan metode ceramah
guru yang membuat siswa kurang berpikir, mereka hanya berusaha menghafal
apa yang dikatakan guru di depan kelas. Proses pembelajaran didalam kelas
diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi, otak dipaksa
untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk
3
memahami informasi yang diinginkan itu untuk menghubungkan dengan
kehidupan sehari-hari.3
Pada hakekatnya belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi
pada setiap orang sepanjang hidupnya. sejak dilahirkan hingga manusia
meninggal. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi anatara seseorang
dan lingkungan sekitarnya. Belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Tanda sesorang yang yang telah belajar adalah dengan adanya perubahan
tingkah laku karena bertambahnya pengetahuan pada dirinya serta
bertambahnya keterampilan dan sikap yang semakin dewasa.
Pengertian IPS pada tingkat SMA paling tidak ada dua arti: pertama, IPS
bisa berarti salah satu Jenis program study (A3).4 Kedua Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) berhubungan tentang mencari fenomena-fenomena yang terjadi
di masyarakat. Jadi IPS mengkaji semua yang terjadi dimasyarakat yang
selalu berkembang dengan kejadian-kejadian yang tidak terduga setiap
harinya. Karena sosial itu selalu mengalami perubahan setiap harinya yang
membuat manusia harus memahaminya kenapa itu bisa terjadi.
Proses pembelajaran IPS menekankan pada pengembangan proses
berpikir untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajah dan memahami
kehidupan bermasyarakat secara langsung. Pendidikan IPS diarahkan untuk
inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk
memperoleh
pemahaman
yang
lebih
mendalam
tentang
kehidupan
bermasyarakat. IPS sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari untuk
kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat
diidentifikasikan. Penerapan IPS dilakukan secara bijaksana agar tidak
berdampak buruk dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.
Proses
pembelajaran
IPS
yang
dilakukan
secara
inkuiri
agar
menumbuhkan kemampuan berfikir siswa, bekerja dan bersikap ilmiah serta
mengkomunikasikannya. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis dan
kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
3
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta :
Kencana Prenada Media Group, 2006), cet pertama h. 1
4
H. Supriya, Konsep Dasar IPS, (Bandung : UPI PRESS, 2006) Cet. pertama
4
kehidupan sosial.5 Sehingga dalam proses pembelajaran siswa di tuntut untuk
berpikir bukan hanya terdiam dan mendengarkan penjelasan guru. Ini juga
memicu siswa untuk lebih paham materi pelajaran dalam proses pembelajaran
berlangsung. Dan apabila siswa turut serta dalam pembelajaran memberikan
dia pengalaman yang tidak terlupakan.
Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran penyelidikan yang
melibatkan proses mental dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : (1)
mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang fenomena (2) merumuskan
masalah yang ditemukan. (3) merumuskan hipotesis, (4) merancang dan
melakukan eksperimen. (5) mengumulkan dan menganalisa data, (6) menarik
kesimpulan mengembangkan sikap ilmiah, yakni : objektif, jujur, hasrat ingin
tau, terbuka, berkemauan, dan tanggung jawab.6
Hasil belajar dapat diartikan sebagai segala perilaku yang dimiliki
seorang sebagai akibat proses belajar yang telah ditempuhnya. Belajar
diarahkan pada pencapaian ssasaran atau tujuan belajar, baik yang berjangka
panjang (tujuan institusional, kurikuler) maupun tujuan jangka pendek (tujuan
pembelajaran). Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar
yang dicapai oleh siswa, tetapi juga dari segi prosesnya.
Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar.
Hal ini berarti bahwa optimalnya hasil belajar siswa bergantung pula pada
proses belajar siswa dan proses mengajar guru.7 Untuk itu sudah selayaknya
pendidik tidak lagi berpandangan bahwa guru adalah seseorang yang dapat
memberikan ilmu pengetahuan yang pasif, namun guru harus beranggapan
bahwa siswa sebagai agen pembelajar yang aktif, dan guru hanya sebagai
fasilitator sekaligus mediator yang kreatif.
Guru yang biasanya mengajar dengan metode konvensional berupa
ceramah, siswa menjadi pasif, guru melakukan pembelajaran yang tidak
5
E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebuah Panduan Praktis, (Bandung :
PT. Remaja Rosda Karya, 2011), cet Kedelapan, h.126
6
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2010), cet
11, h. 109
7
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Belajar Mengajar, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya,
2011), cet keenam belas, h. 65
5
mengarah pada pembentukan konsep diri siswa. contohnya menyuruh
mengerjakan rangkuman materi yang ada pada buku pelajaran. lalu guru tidak
menyuruh siswa untuk mengamati fenomena-fenomena sosial yang terjadi
dan melakukan analisis terjadinya fenomena-fenomena sosial tersebut.
Kurangnya guru memberikan contoh-contoh masalah sosial membuat siswa
kurang memahami pelajaran, dan proses belajar tidak seperti yang
diharapkan.
Mengenai masalah tersebut, peneliti mencoba melakukan penelitian
untuk menerapkan satu sistem yang berorientasi pada pengalaman. Adapun
sistem yang berorientasi pada pengalaman tersebut salah satunya dapat
dilakukan
dengan
menerapkan
metode
inkuiri
(belajar
melalui
pengalaman/proses menemukan). konsep yang mendasari dari metode ini
adalah bahwa pengetahuan itu diberikan langsung dari pikiran guru kepikiran
siswa secara utuh, melainkan pengetahuan tersebut dibangun oleh siswa.
Melihat permasalahan di atas, peneliti berpendapat dengan menggunakan
metode inkuiri yang tepat, maka akan tecapai suatu proses pembelajaran yang
efektif dan hasil belajar yang baik. Strategi belajar mengajar yang efektif
untuk mencapai tujuan tertentu tergantung pada kondisi masing-masing unsur
yang terlibat dalam proses belajar mengajar secara faktual, baik itu
kemampuan siswa, kemapuan guru dalam mensiasati pembelajaran, sifat
materi, sumber belajar, maupun hal-hal yang menyangkut masalah belajar
mengajar.
Oleh karena itu, melalui metode inkuiri inilah siswa akan terdorong
untuk belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsipprinsip yang sesuai, ditambah lagi dengan dorongan yang diberikan guru,
agar setiap siswa memiliki proses berpikir yang memungkinkan mereka
menemukan prinsip-prinsip mereka sendiri. Dengan begitu, keinginan siswa
untuk mengetahui akan menambah motivasi mereka untuk melanjutkan
pekerjaannya hingga mereka menemukan solusi/jawaban dari masalahnya.
Metode inkuiri juga mengajarkan kepada siswa untuk belajar
memecahkan masalahnya sendiri secara mandiri, sehingga dalam diri mereka
6
akan akan muncul kemampuan berpikir yang kritis, karena selama proses
pembelajaran berlangsung, guru terus menerus mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada sisa yang dapat membangkitkan pemikiran siswa secara
alamiyah, dengan demikian pikiran siswa akan termotivasi untuk selalu
berpikir. Selain itu untuk mendukung metode inkuiri untuk meningkatkan
hasil belajar peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Karena PTK hanya berfokus pada satu kelas saja. Disamping itu PTK juga
mampu memperbaiki proses pembelajaran yang membantu guru untuk
membuat refleksi kegiatan belajar yang lebih baik. Pada tiap siklusnya guru
bisa memperbaiki apa kekurangan yang harus diperbaiki untuk meningkatkan
hasil belajar siswa.
Tidak hanya itu dalam metode inkuiri setiap pertanyaan yang akan
diberikan guru menuntut siswa akan aktif mencari serta meneliti sendiri
pemecahan dari masalah yang dihadapinya.
B. Identifikasi Masalah
Dilihat dari uraian yang telah penulis kemukakan pada latar belakang
masalah diatas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam hal ini dapat
diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Rendahnya hasil belajar siswa kelas X1 dalam pembelajaran IPS
Sosiologi.
2. Guru sulit dalam memilih metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan
tujuan, jenis, dan sifat materi yang diajarkan.
3. Kurangnya penguasaan guru dalam menggunakan berbagai metode yang
bervariasi
C. Pembatasan Masalah
Mengacu pada masalah-masalah yang muncul di atas, maka demi
terarahnya penelitian ini penulis perlu membatasi masalah yang akan diteliti
yakni hanya pada masalah Peningkatan hasil belajar IPS Sosiologi pada
7
Siswa Kelas X1 MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan dengan
menggunakan metode inkuiri.
D. Perumusan Masalah
Agar tidak terjadinya perbedaan interpretasi pada pembahasan ini, maka
diperlukan suatu perumusan yang konkrit, yaitu :”Apakah penerapan metode
inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar pada pelajaran IPS Sosiologi pada
siswa kelas X1 MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan?”.
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan hasil belajar IPS Sosiologi siswa melalui metode inkuiri.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan
pengetahuan dalam menggunakan metode pembelajaran yang telah baik
dan praktis dalam mata pelajaran IPS Sosiologi.
2. Manfaat Praktis
1. Bagi guru:
Dengan dilaksanakan penelitian ini, guru dapat mengetahui metode
pembelajaran yang lebih baik, lebih praktis, dan kreatif sehingga dapat
memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
2. Bagi siswa
1) Memberi suasana belajar yang menyenangkan
2) Siswa kreatif dalam pembelajaran
3. Bagi peneliti lain:
Diharapkan mampu memberikan sumber penelitian serta dapat
dikembangkan sebagai bahan pertimbangkan bagi peneliti lain.
BAB II
KAJIAN TEORITIK
A. Tinjauan Tentang Metode Inkuiri
a. Pengertian Metode Inkuiri
Metode secara harfiah berarti “cara”. Sedangkan menurut Nana Sudjana
dalam bukunya mengatakan “ Metode dan alat adalah cara atau teknik yang
digunakan dalam mencapai tujuan”.1 Dalam pemakaian yang umum, metode
diartikan sebagai cara melakukan sesuatu kegiatan atau cara melakukan
pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis.
Dalam dunia psikologi, metode berarti prosedur sistematis (tata cara yang
berurutan) yang biasa digunakan untuk menyelidiki fenomena (gejalagejala) kejiwaan seperti metode klinik, metode eksperimen, dan sebagainya.
Selanjutnya, yang dimaksud dengan metode mengajar ialah cara yang berisi
prosedur baku puntuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya
kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.
Inquiry adalah istilah dalam bahasa inggris, ini merupakan suatu teknik
atau cara yang digunakan guru untuk mengajar didepan kelas.2 Carin dan
Sund, menggunakan bahwa “inkuiri adalah the process of investigating a
problem”,
yaitu
mengemukanan
proses
bahwa
menemukan
“inkuiri
masalah”.
merupakan
suatu
Adapun
metode
Piaget
yang
mempersiapkan peserta didik untuk melakukan eksperimen sendiri secara
luas agar melihat apa yang terjadi ingin melakukan suatu, mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban sendiri, serta menghubungkan
1
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2009) h. 22
2
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta, PT Rineka Cipta, 2002), cet.
kedelapan h. 75
8
9
penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang
ditemukan dengan penemuan peserta didik lain”.3
Metode Inkuiri ini menerangkan tentang bagaimana siswa untuk
menyelidiki masalah-masalah yang terjadi sehingga menemukan suatu
penemuan. Siswa akan mendapat pengetahuan baru hasil dari mereka
berdiskusi tentang masalah yang diberikan guru.
Strategi pembelajaran inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan
pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan
analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu
masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya
dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi
pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristis, yang berasal
dari Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.4
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan, dapat kita simpulkan
bahwa inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang dapat
memicu keinginan peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan, serta
memotivasi mereka untuk melanjutkan pekerjaannya dengan melibatkan
seluruh kemampuan yang mereka miliki, sehingga mereka dapat
menemukan sendiri jawaban-jawaban dari pengalaman serta percobaan yang
telah mereka lakukan.
Dalam proses belajar siswa memerlukan waktu untuk menggunakan
daya otak untuk berpikir dan memperoleh konsep, prinsip, dan teknik
menyelidiki masalah. Untuk meningkatkan teknik inkuiri dapat ditimbulkan
dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :5
a. Membimbing kegiatan laboratorium
Guru menyediakan petunjuk yang cukup luas kepada siswa, dan
sebagian besar perencanaannya dibuat oleh guru. Dimana siswa
melakukan kegiatan percobaan/penyelidikan untuk menemukan konsepkonsep atau prinsip-prinsip yang ditetapkan guru.
3
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2010), cet
11 h. 108
4
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta:Kencana,2006) h. 196
5
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta, PT Rineka Cipta, 2002), cet.
kedelapan h. 77
10
b. Modifikasi Inkuiri
Dalam hal ini guru hanya menyediakan masalah-masalah, dan
menyediakan bahan/alat yang diperlukan untuk memecahkan masalah
secara perseorangan maupun kelompok.
c. Kebebasan Inkuiri
Setelah siswa mempelajari dan mengerti tentang bagaimana
memecahkan suatu problema dan memperoleh pengetahuan cukup
tentang mata pelajaran tertentu, serta telah melakukan modofikasi
inkuiri, maka siswa telah siap untuk melakukan kebebasan inkuiri.
d. Inkuiri Pendekatan Peranan
Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan masalah yang caracaranya serupa dengan cara-cara yang biasa dilakukan oleh ilmiawan.
e. Mengundang ke dalam Inkuiri
Merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam
tim-tim yang masing-masing terdiri dari 4 anggota untuk memecahkan
masalah, masing-masing anggota diberi tugas suatu peranan yang
berbeda seperti penasihat teknis, merekam data, dan proses penilaian.
f. Teka-teki bergambar
Salah satu teknik untuk mengembangkan motivasi dan perhatian
siswa di dalam diskusi kelompok kecil/besar.
g. Kejelasan Nilai-nilai
Pendekatan ini untuk menstimulir bakat-bakat kreatif siswa.
Misalnya science dan ilmu-ilmu sastra lebih lanjut dikatakan emosi,
efektif dan komponen-komponen rasional pada pikiran.
b. Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial
Pembelajaran inkuiri sosial memang baru orang mendengarnya karena
memang pembelajaran inkuiri identik dengan pelajaran IPA atau ilmu-ilmu
alam seperti kimia, biologi, dan fisika. Namun pada perkembangannya
ilmu-ilmu sosial juga mampu menggunkan pembelajaran inkuiri seperti
ilmu sosiologi dan sejarah.
11
Menurut Bruce Joyce dalam buku Wina Sanjaya mengakatakan “inkuiri
sosial merupakan strategi pembelajaran dari kelompok sosial (social family)
subkelompok konsep masyarakat (concept of society).6 Karena kajian ilmuilmu sosial mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat serta
masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan
yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat
fakta-fakta, tetapi juga hasil menemukan sendiri.7 Oleh sebab itu
pembelajaran inkuiri sosial merupakan dari pembaruan pendidikan yang
awalnya digunakan hanya untuk pembelajaran IPA namun sekarang bisa di
gunakan untuk pembelajaran IPS. Adapun karakteristik pembelajaran
inkuiri sosial yaitu :8
1. Aspek masalah
Aspek ini sangat penting untuk terciptanya diskusi antara anggota
kelompok agar saling membantu dan bekerja sama. Permasalahan ini bisa
berupa berita fenomena sosial dari koran, surat kabar, atau artikel dari
internet.
2. Rumusasn hipotesis
Rumusan hipotesis ini merupakan dari fokus inkuiri karena
penekanan fokus berpikir dari permasalahan, kenapa masalah itu bisa
terjadi.
3. Penggunaan fakta sebagai pengujian hipotesis
Disini menekankan pada fakta yang ada dari permasalahan sosial
dari untuk mendukung hipotesis tersebut apakah benar ada atau tidak.
c. Langkah-Langkah Melaksanakan Metode Inkuiri
Menurut
Roestiyah dalam bukunya proses belajar melalui inkuiri
melalui (1) Otonomi siswa, (2) Kebebasan dan dukungan pada siswa, (3)
Sikap keterbukaan, (4) Percaya pada diri sendiri, (5) Self-consept, (6)
6
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta:Kencana,2006) h. 205
7
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2013) h. 89
8
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta:Kencana,2006) h. 206
12
Pengalaman inkuiri yaitu terlibat dalam masalah.9 Sedangkan menurut
Syaiful Sagala dalam bukunya mengatakan “langkah-langkahnya (1)
merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau
melakukan observasi, (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan,
gambar, laporan, bagan, (4) Mengkomunikasikan pada teman sekelas,
Guru.10 Dan Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan Sistm
Pembelajaran Inkuiri (SPI) dapat mengikuti langkah-langkah sebagai
berikut :11
a) Orientasi
Langkah Oorientasi adalah langkah untuk membina suasana atau
iklim
pembelajaran
yang
responsif.
Pada
langkah
ini
guru
mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelakjaran.
Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan
masalah.
b) Merumuskan Masalah
Langkah membawa siswa pada susatu persoalan yang mengandung
teka-teki. Proses mencari jawaban dari teka-teki itulah yang sangat
penting dalam strategi inkuiri, oleh sebab itu melalui proses tersebut
siswa akan memperoleh pengalaman sangat berharga sebagai upaya
mengembangkan mental melalui proses berpikir.
c) Merumuskan Hipotesis
Langkah ini manakala ingin membuktikan tebakannya, maka ia
akan sampai pada posisi yang bisa mendorong untuk berpikir lebih
lanjut. Oleh sebab itu potensi untuk mengembangkan kemampuan
menebak pada setiap individu harus selalu dibina.
9
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta, PT Rineka Cipta, 2002), cet.
kedelapan h. 80
10
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2013) h. 89
11
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta:Kencana,2006) h. 201-205
13
d) Mengumpulkan Data
Dalam pembelajaran Inkuiri, mengumpulkan data merupakan
proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual.
Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah
mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk mencari
informasi yang dibutuhkan.
e) Menguji Hipotesis
Proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan
data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat
keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan.
f) Merumuskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan proses mendeskripsikan temuan yang
diperoleh
berdasarkan
hasil
pengujian
hipotesis.
merumuskan
kesimpulan merupakan proses akhir dalam proses pembelajaran. Hasil
dari tugas kelompok yang diberikan guru diakhiri dengan merumuskan
kesimpulan.
d. Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Dalam pembelajaran Inkuiri mempunyai keunggulan dan kelemahan
berikut ini:
1. Keunggulan Strategi Pembelajan Inkuiri
Metode Inkuiri merupakan pembelajaran yang banyak dianjurkan
oleh karena metode ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :12
a. Dapat membentuk dan mengembangkan “self-consept” pada diri
siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan
ide-ide baik.
b. Membantu menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses
belajar yang baru..
12
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar: Salah Satu Unsur Pelaksanaan Strategi Belajar
Mengajar: Teknik Penyajian, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2012), h.76-77
14
c. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya
sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka.
d. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan
hipotesisnya sendiri.
e. Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik.
f. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.
g. Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.
h. Memberikan kebebasan siswa untuk belajar sendiri.
i. Siswa dapat menghindari cara-cara yang tradisional.
j. Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga
mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
2. Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri
Disamping memiliki keunggulan, Metode Inkuiri juga mempunyai
kelemahan, diantaranya :13
a. Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit
mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena
terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
c. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan
waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan
dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan
siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sulit di
implementasikan oleh setiap guru.
B. Tinjauan Tentang Belajar dan Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Banyak orang mengatakan belajar hanya menghapal pelajaran di
Sekolah dan mendengarkan guru ceramah. Menurut Witherington dalam
13
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta:Kencana,2006), h.208-209
15
buku Nana syaodah mengatakan “ Belajar merupakan perubahan dalam
kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola respon yang baru yang
berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.14
Menurut Howard L. Kingskey mengatakan bahwa “learning is the
process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed
through practice or training. Belajar adalah proses di mana tingkah laku
(dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.”15
Berdasarkan dari beberapa definisi di atas tentang belajar dapat
disimpulkan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku
seseorang dengan pengalaman yang didapatkan serta bertambahnya
pengetahuan (kognitif) dan pengembangan psikomotoriknya ke arah yang
lebih baik. dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan membuat
seseorang secara sadar untuk mengubah perilakunya berdasarkan norma
dan nilai yang berlaku disekitarnya serta mampu hidup ditengah
masyarakat dengan baik.
b. Tujuan Belajar
Belajar dilakukan secara terencana, sehingga belajar pasti memiliki
tujuan-tujuan yang ingin dicapai setelah proses belajar terjadi. Tujuan
belajar ini juga menjadi bahasan tersendiri bagi para pakar pendidikan
sehingga menghasilkan beragam pandangan.
Menurut Prof. Pupuh Faturrahman dalam bukunya mengatakan “
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional, yakni mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, maka sangat
dibutuhkan peran pendidik yang profesional”.16 Oleh sebab itu, pendidikan
akan berfaedah besar, apabila dapat menumbuhkembangkan kepribadian
manusia, maka tujuan dari pembelajaran adalah mengembangkan strategi
dan teknologi yang lebih manusiawi dalam rangka menciptakan ketahanan
14
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2009) Cet kelima , h. 155
15
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2011), Cet ketiga
h. 13
16
Pupuh Fathurrohman dan Aa Suryana, Guru Profesional, (Bandung: PT Refliks Aditama,
2012) Cet Pertama h. 15
16
dan keterampilan manusia guna menghadapi kehidupan yang secara terusmenerus berubah. Oleh sebab itu, pembelajaran harus mampu menjawab
kebutuhan peserta didik, untuk merencanakan tujuan hidup, bagaimana
membangun identitas diri, bagaimana membentuk ketangguhan diri, dan
bagaimana mengupayakan relasi dan komunikasi pribadi yang efektif
dengan sesama lingkungannya. Dengan demikian secara umum ada tiga
tujuan pembelajaran yaitu :
1. Untuk mendapatkan pengetahuan.
2. Untuk menanamkan konsep dari pengetahuan, dan
3. Untuk membentuk sikap atau kepribadian.
c. Jenis-jenis Belajar
Dalam proses belajar dikenal adanya bermacam-macam kegiatan yang
memiliki corak yang berbeda antara satu dengan lainnya, baik dalam aspek
materi dan metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah
laku yang diharapkan. Keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam
dunia pendidikan sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia juga
bermacam-macam. Berikut macam-macam jenis belajar :17
1. Belajar Abstrak
Belajar abstrak ialah belajar yang menggunakan cara-cara berfikir
abstrak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan
pemecahan masalah-masalah tidak nyata. Dalam mempelajari hal-hal
yang abstrak diperlukan peranan akal yang kuat di samping
penguasaan atas prinsip, konsep dan generalisasi, termasuk dalam
jenis ini misalnya belajar matematika, astronomi, filsafat, dan materi
bidang studi agama seperti tauhid.
2. Belajar Keterampilan
Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan
gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat
syaraf dan otot-otot/neuro muscular. Tujuannya untuk memperoleh
17
h. 34
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar,(Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2011), Cet ketiga
17
dan menguasai keterampilan jasmaniah tertentu. Dalam belajar jenis
ini misalnya belajar olahraga, musik, menari, melukis, dan
memperbaiki benda-benda elektronik, dan juga sebagian materi
pelajaran agama seperti ibadah shalat dan haji.
3. Belajar Sosial
Belajar sosial pada dasarnya adalah belajar memahami masalahmasalah dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah tersebut.
Tujuannya untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam
memecahkan masalah-masalah sosial seperti masalah keluarga,
masalah persahabatan, masalah kelompok, dan masalah-masalah yang
lain yang bersifat kemasyarakatan.
Selain itu, belajar juga bertujuan untuk mengatur dorongan nafsu
pribadi demi kepentingan bersama dan memberi peluang kepada orang
lain atau kelompok lain untuk memenuhi kebutuhannya secara
berimbang dan proporsional. Bidang-bidang studi yang termasuk
bahan pelajaran sosial antara lain pelajaran agama dan PPKn.
4. Belajar Berpikir
Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang
harus dipecahkan tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam
pengamatan.
Belajar
berpikir
pada
dasarnya
adalah
belajar
menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis,
logis, teratur, dan teliti. Tujuannya ialah untuk memperoleh
kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah
secara rasional, lugas dan tuntas. Untuk itu, kemampuan siswa dalam
menguasai konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi serta
insight (tilikan akal) amat diperlukan.
Dalam hal ini hampir semua bidang dapat dijadikan sarana belajar
pemecahan masalah untuk keperluan ini, guru.
5. Belajar Rasional
Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan
berpikir secara logis dan rasional (sesuai dengan akal sehat).
18
Tujuannya ialah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan
menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep jenis belajar ini
sangat erat kaitannya dengan belajar pemecahan masalah. Dengan
belajar rasional, siswa diharapkan memiliki kemampuan rasioanl.
Problem Solving, yaitu kemampuan memecahkan masalah dengan
menggunakan pertimbangan dan strategi akal sehat, logis dan
sistematis.
Bidang-bidang studi yang dapat digunakan sebagai sarana belajar
rasional sama dengan bidang-bidang studi untuk belajar pemecahan
masalah. Perbedaannya, belajar rasional tidak memberikan tekanan
khusus pada penggunaan bidang studi eksakta. Artinya bidang-bidang
studi non eksakta pun dapat memberi efek yang sama dengan bidang
studi eksakta dalam belajar rasional.
6. Belajar Kebiasaan
Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaankebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada.
Belajar kebiasaan selain menggunakan perintah, suri tauladan dan
pengalaman khusus juga menggunakan hukuman dan ganjaran.
Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaankebiasaan perbuatan baru dan waktu (kontekstual). Selain itu arti tepat
dan positif di atas ialah selaras dengan norma dan tata nilai moral
yang berlaku, baik yang bersifat religius maupun tradisional dan
kultural. Belajar kebiasaan akan lebih tepat dalam konteks pendidikan
keluarga sebagaimana yang dimaksud oleh UUSPN 2003 Bab VI
Pasal 27 (1) san Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni TK dan
RS (Raudhatul Athfal) sebagaimana yang diisyaratkan dalam Bab VI
pasal 28 (1) undng-undang tersebut. Namun demikian tentu tidak
tertutup kemungkinan penggunaan pelajaran agama sebagai sarana
kebiasaan bagi para siswa.
19
7. Belajar Apresiasi
Belajar apresiasi adalah belajar mempertimbangkan (judgment)
arti penting atau nilai suatu obyek. Tujuannya agar siswa memperoleh
dan mengembangkan kecakapan ranah rasa (affective skills) yang
dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai
objek tertentu misalnya apresiasi sastra, apresiasi musik, dan
sebagainya.
Bidang-bidang studi yang dapat menunjang tercapainya tujuan
belajar apresiasi antara lain bahasa dan sastra, kerajinan tangan
(prakarya), kesenian, dan menggambar. Selain bidang-bidang studi
ini, bidang studi agama juga memungkinkan untuk digunakan sebagai
alat pengimbangan apresiasi siswa, misalnya dalam hal seni baca tulis
Al-Qur’an.
d. Faktor-faktor Belajar
Dalam penyusuan kurikulum perlu diperhatikan beberapa faktor
belajar. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :18
1. Kegiatan belajar
Belajar memerlukan banyak kegiatan, agar anak memperoleh
pengalaman guna mengembangkan pengetahuan dan pemahaman,
sikap dan nilai, serta pengembangan keterampilan. Pengajaran
dianggap efektif jika anak bersifat aktif, sedangkan guru bertindak
selaku pembimbing. Kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar
memberikan kesempatan yang luas pada siswa untuk melakukan
berbagai kegiatan belajar seperti melihat, berpikir, kegiatan motorik,
pemecahan masalah, dan sebagainya.
Hasil belajar akan menjadi lebih mantap jika para siswa sering
diberikan ulangan dan latihan secara kontinyu, sistematis, dan
terbimbing. Kurikulum perlu menyediakan alokasi waktu yang
memadai
18
h. 44
dengan
sistem
penyampaian
yang
tepat,
sehingga
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar,(Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2011), Cet ketiga
20
memungkinkan dilakukannya ulangan, latihan dan penggunaan hasil
belajar. Dengan demikian efisiensi dan efektivitas kurikulum harus
direncnakan sedemikian rupa sehingga mutu pendidikan meningkat.
2. Kepuasan dan Kesenangan
Dorongan belajar akan bertambah besar jika belajar tersebut
memberikan kepuasan kepada siswa. Karena kurikulum harus disusun
sedemikian rupa sehingga
menyenangkan
para siswa dalam
melakukan kegiatan belajarnya. Kepuasan juga akan tumbuh jika
siswa mengetahui kemajuan belajarnya, sedangkan kegagalan justru
memunculkan rasa frustasi yang tidak diharapkan.
3. Asosiasi dan Transfer
Berbagai pengalaman yang diperoleh, yaitu pengalaman lama dan
baru, harus diasosiasikan dengan pengalaman dari situasi lain,
sehingga memudahkan transfer hasil belajar. Berkaitan dengan
transfer ini sering dibahas tiga toeri berikut :
a) Teori disiplin formal. Pembentukan berbagai daya pada manusia
dapat diperkuat melalui latihan akademis.
b) Teori unsur-unsur yang identik. Transfer terjadi jika diantara dua
situasi atau kegiatan terdapat unsur-unsur yang bersamaan.
4. Pengalaman Masa Lampau dan Pengertian
Berbagai pengalaman dan pengertian yang telah dimiliki sesuai
akan memudahkannya menerima pengalaman baru. Pengalaman dan
pengertian masa lampau tersebut menjadi dasar serta pengalaman
apersepsi.
e. Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasilhasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini
mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa.
Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku seperti
telah dijelaskan di muka. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam
pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris.
21
Oleh sebab itu, dalam penilaian hasil belajar, peranan tujuan instruksional
yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan
dikuasai siswa menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian.19
f. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
Dalam
proses
pembelajaran
ada
beberapa
faktor
yang
mempengaruhinya seperti faktor internal yaitu faktor psikologis dan
fisiologis. adapun proses psikologis yaitu :20
a) Intelegensi
Intelegensi diartikan sebagai kemampuan menghadapi dan
menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif,
kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif, dan
kemampuan pertralian-pertalian dan belajar dengan cepat sekali
b) Perhatian
Perhatian adalah keaktifan jiwa dipertinggi, jiwa semata-mata
tertuju pada suatu obyek ataupun sekumpulan obyek.
c) Minat dan bakat
Minat dan bakat diartikan sebagai kecendrungan yang tetap untuk
memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.
d) Motif dan Motivasi
Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri
ada keinginan untuk belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam
kegiatan pendidikan dan pengajaran. Keinginan atau dorongan untuk
belajar inilah yang disebut dengan motivasi. Sedangkan Menurut
Hamzah B. Uno dalam bukunya mengatakan “motivasi itu perlu
dalam belajar, ada beberapa peranan penting motivasi dalam belajar
dan pembelajaran, antara lain :21
1. Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar
19
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2012) h. 3
20
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Referensi (GP Pres Group, 2013) h. 26
21
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang Pendidikan,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008) Cet. Ketiga h. 27- 28
22
Motivasi dapat berperran dalam penguatan belajar apabila
seorang anak yang belajar dihadapkan suatu masalah yang
memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat halhal yang pernah dilaluinya. Contohnya seorang anak akan
memecahkan permasalahan berita pembegalan dari koran yang
diberikan oleh gurunya, kemudian anak itu menggunakan internet
sebagai alat bantu pemecahan masalah tersebut. Si anak
menggunakan internet untuk mencari solusi dari berita tersebut
2. Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar
Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat
kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk
belajar sesuatu jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat
diketahui atau dinikmati manfaat bagi anak. Sebagai contoh
seorang anak belajar menghitung dalam sekolah, setelah pulang
sekolah ia pergi kewarung membeli makanan, dan ia menghitung
sendiri apa yang ia beli. Dengan begitu ia semakin termotivasi
belajar menghitung karena merasakan sendiri manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar
Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu,
akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan
harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak
bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun
belajar. sebaliknya apabila seseorang kurang atau tidak memiliki
motivasi untuk belajar, maka dia tidak akan lama tahan belajar.
e. Kognitif dan daya nalar
Mengenai mengingat dan berpikir. seperti mengolah informasi
sekitar akan di bawa kemana informasi itu apakah ke rasional atau
tidak
23
Menurut ahli yang lain seperti Toni fakor yang berasal dari fisiologis
meliputi :22
1). Nutrisi harus cukup karena kekurangan kadar makanan ini akan
mengakibatkan kurangnya kadar makanan ini akan mengakibatkan
kurangnya tonus jasmani, yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan,
lekas mengantuk, lekas lelah, dan sebagainya.
2). Beberapa penyakit yang kronis sangat mengganggu belajar tu.
Misalnya : Pilek, Influenza, sakit gigi, batuk, dan sebagainya.
3). Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi-fungsi panca
indra.
C. Tinjauan Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
a. Pengertian Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Pengertian
penelitian
tindakan
kelas
adalah
penelitian
yang
mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu
tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau suatu usaha seseorang
untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah
proses perbaikan dan perubahan.23
Menurut Kemmis “ Action research as a form of self-reflective inquiry
undertasken by participants in a social (including education) situation in
order to improve the rationality and justice of (a) their on social or
educational practices, (b) their understanding of these practice, and (c) the
situation in which practices are carried out.24 Jadi menurut Kemmis
penelitian tindakan merupakan tindakan mengevaluasi diri dengan cara
mengembangkan rasionalitas dengan cara melatih memposisikan diri seperti
pada posisi tersebut.
22
Sumadi Suryabrata, Psikokologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung : PT
Remaja Rosdakarya, 2010) hal 131-134
23
Rochiati Wiriaatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Meningkatkan
Kinerja Guru dan Dosen, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), Cet Kedua h. 11
24
Didik Komaidi dan Wahyu Wijayati, Panduan Lengkap PTK Penelitian Tindakan Kelas,
(Yogyakarta: Sabda Media,2011), Cet Pertama h. 1
24
Pengertian lain Menurut Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama dalam
bukunya mengatakan “ Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang
dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan,
melaksanakan, merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif
dengan bertujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil
belajar meningkat”.25
Berdasarkan beberapa pengertian dapat disimpulkan bahwa Penelitian
Tindakan Kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur
penelitian dengan tindakan substantif yang melatih rasionalitas yang benar
ddan dilakukan oleh guru didalam keras dengan cara merencanakan,
melaksanakan, merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif
dengan bertujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil
belajar meningkat”.
b. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
Karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK) dan membedakannya
dengan jenis penelitian lain dapat dilihat pada ciri-ciri sebagai berikut:26
1) Masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru
bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai
masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa
bahwa ada suatu yang perlu dipernaiki dalam pembelajaran yang
dilakukannya selama ini, dan perbaikan tersebut diprakarsai dari dalam
guru sendiri (an inquiry of practice from within), bukan oleh orang luar.
2) Self-reflective inquiry atau penelitian melalui refleksi diri merupakan
ciri PTK yang paling esensial. Berbeda dengan penelitian biasa yang
mengumpulkan data dari lapangan atau objek atau tempat lain seperti
responden, maka PTK mensyaratkan guru mengumpulkan data
praktiknya sendiri melalui refleksi diri.
25
Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta:
PT Indeks, 2010) Cetakan kedua h. 9
26
Igak Wardhani dan Kuswaya Wihardit, Penelitian Tindakan Kelas (Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka, 2012), Cet Keempat belas h. 1.5
25
3) Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan di dalam kelas, sehingga
focus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru
dan siswa dalam melakukan interaksi belajar mengajar
4) Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran.
Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama
kegiatan penelitian dilakukan
5) Ciclic (siklus). Konsep tindakan (action) dalam PTK di terapkan
melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang (cyclical).
Siklus dalam PTK terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan
tindakan, melakukan tindakan, pengamatan atau observasi dan analisis
atas refleksi.27
6) Partisipatory (collaborative) dilaksanakan secara kolaboratif dan
bermitra dengan pihak lain, seperto teman sejawat. Jadi, dalam PTK
perlu ada partisipasi dari pihak lain yang berperan sebagai pengamat.
Hal ini deperlukan untuk mendukung objektivitas dari hasil PTK.
Kolaborasi dalam pelaksanaannyam, seperti antara guru dengan teman
sejawat, guru dengan kepala sekolah, guru dengan dosen dan guru
dengan pengawas.
7) Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran.
Perbaikan dilakukan secara terus menerus, selama kegiatan dilakukan.
Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya siklus pelaksanaan berupa
pola: perencanaan-pelaksanaan-observasi-refleksi-revisi (Perencanaan
ulang).28
c. Model Penelitian Tindakan Kelas
Pada prinsipnya diterapkan PTK atau CAR (Classroom Action
Research) dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat
di dalam kelas. Terdapat beberapa model atau desain yang dapat diterapkan,
27
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas : sebagai pengemban prifesi guru,
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008) h. 59-60
28
Igak Wardhani dan Kuswaya Wihardit, Penelitian Tindakan Kelas (Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka, 2012), Cet Keempat belas h. 1.7
26
diantaranya : 1. model Kurt Lewin, 2. model Kemmis dan Mc Taggart, 3.
model John Elliot, 4. model Hopkins, dan 5. model Mc Keman.29
Dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart.
Model Kemmis dan Mc Taggart merupakan perkembangan dari konsep
dasar yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Hanya saja, komponen action
dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai alat satu kesatuan.
Disatukannya kedua komponen tersebut disebabkan oleh adanya kenyataan
bahwa antara implementasi action dan observing merupakan dua kegiatan
yang tidak terpisahkan. Maksudnya, kedua kegiatan haruslah dilakukan
dalam satu kesatuan waktu, begitu berlangsungnya suatu tindakan begitu
pula observasi juga dilaksanakan.
d. Hasil Penelitian Yang Relevan
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan beberapa penelitian
yang relevan. Penelitian relevan yang pertama yaitu penelitian yang
berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Penerapan
Metode Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah
Darussaman Kedoya Utara Jakarta Barat ”, yang ditulis oleh Alfiyah metode
inkuiri sebagai salah satu metode pembelajaran dapat membuat siswa
menjadi lebih aktif dan mempunyai pengalaman. metode inkuiri
menekankan pada proses belajar dan hasil belajar. Dalam pembelajaran
keterlibatan siswa siswa secara langsung pada mampu memberikan
pengalaman pada siswa. Dalam pembelajaran yang lebih mengedepankan
siswa aktif mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam yang
berdampak pada hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada penelitian ini
mencapai ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 80%. 30
29
Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta:
PT Indeks, 2010) Cetakan kedua h. 19
30
Alfiyah, “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Penerapan Metode
Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darussaman Kedoya Utara
Jakarta Barat ”, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, (Jakarta: Perpustakaan
Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, 2013)
27
Penelitian relevan yang kedua yaitu penelitian dengan judul “Pengaruh
Metode Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa MTs. AlIttihadiyah Ciseeng pada Materi Pokok Perubahan Materi” dari penelitian
ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar kelompok kontrol dan
proses berpikir siswa akan semakin bertambah kreatif, karena metode
inkuiri menuntut siswa membentuk sendiri pengetahuan yang diperoleh dari
hasil percobaannya, dan diharapkan mampu menerapkannya dalam
kehidupan nyata.31
Relevansi ketiga yaitu penelitian Mustatiroh berjudul “Peningkatan
Kemampuan Membedakan Fakta dan Opini Dalam Artikel Surat Kabar
Dengan Metode Inkuiri Siswa Kelas IX SMPN 225 Jakarta Barat” dalam
penelitian ini mustatiroh ingin meningkatkan hasil belajar bahsa indonesia
dengan menggunakan metode inkuiri. Metode ini membedakan kalimat
fakta dan opini secara kritis dengan pengamatan dan menyimpulkan dengan
kalmat sendiri. Penelitian ini sukses mengalami ketuntasan belajar siswa
mencapai 100%.32
e. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap susatu masalah
sampai terbukti kebenarannya oleh data atau fakta yang dikumpulkan dari
lapangan.33 Berdasarkan kajian teoritis maka hipotersis penelitian ini adalah
“Penerapan Metode Inkuiri Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada
Pelajaran IPS Sosiologi (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas X1
MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan)”.
31
Ita Puspita Dewi, “Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Kimia”,Skripsi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, (Jakarta: Perpustakaan Jurusan Tarbiyah dan
Keguruan, 2009), h. 66
32
Mustatiroh berjudul “Peningkatan Kemampuan Membedakan Fakta dan Opini Dalam
Artikel Surat Kabar Dengan Metode Inkuiri Siswa Kelas IX SMPN 225 Jakarta Barat”, Skripsi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, (Jakarta: Perpustakaan Jurusan Tarbiyah dan
Keguruan, 2012)
33
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : PT.
Rineka Cipta, 2006), h. 71
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Februari – 31 Juni 2015
terhadap kelas X semester 2 tahun ajaran 2014/2015 yang bertempat di MA
AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan.
Tabel 3.1 Perencanaan Waktu Penelitian
Waktu Penelitian
NO
Tahap Penelitian
Januari
Februari
1 2 3 4 1 2 3 4
1
Perencanaan
Penelitian
Penyusunan dan
pengajuan proposal
Pengajuan izin
penelitian
Penyusunan
instrumen dan
perangkat
penelitian
2
Pelaksanaan
Penelitian
Proses penelitian
3
Penyelesaian
28
Maret
April
Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
29
Penelitian
Proses analisis data
Penyusunan laporan
penelitian
B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan
kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh
guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan,
dan (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan
tujuan memperbaiki kinerja guru, sehingga belajar siswa dapat meningkat.1
Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru bidang study IPS
Sosiologi di sekolah. Dalam penelitian ini terdiri empat fase, yaitu
perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi. Model penelitian tindakan
kelas yang akan digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart.
Tahapannya sebagai berikut :2
1. Perencanaan (planning)
Pada tahap perencanaan ini peneliti melakukan rencana kegiatan
sebagai berikut :
a. Menyusun rencana pembelajaran sebagai acuan pelaksana proses
pembelajaran
b. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS)
c. Menyusun lembar observasi aktivitas siswa dan guru
d. Menyusunlembar wawancara siswa dan guru
e. Menyusun tes akhir siklus
1
Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT
Indeks, 2010) Cetakan kedua h. 9
2
Ibid, h. 20-21
30
2. Tindakan (action) dan Pengamatan (observation)
a. Tindakan (action)
Tindakan dilaksanakan berdasarkan rencana pembelajaran yang
telah disusun sebelumnya dengan rincian sebagai berikut :
1) Peneliti membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang
beranggotakan 5-6 siswa
2) Peneliti
melaksanakan
pembelajaran
dengan
memberikan
penjelasan mengenai materi yang akan dibahas dan menyuruh
siswa melakukan eksperimen.
3) Peneliti menyuruh siswa mengerjakan soal LKS setelah siswa
melakukan eksperimen
4) Secara acak peneliti menunjuk perwakilan kelompok tiap-tiap
kelompok untuk eksperimennya didepan kelas.
5) Pada akhir siklus dilakukan tes akhir untuk mengethui
perkembangan siswa dalam bentuk essai. Hasil tes pada akhir
siklus ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk
tindakan berikutnya.
3. Pengamatan (Observing)
Pengamatan dilakukan bersamaan dengan proses pelaksanaan
tindakan. Pada tahap ini dilakukan kolaborasi, guru sebagai obsrver untuk
mengisi lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi aktivitas
guru. Observasi digunakan bila obyek penelitian bersifat perilaku manusia,
proses kerja, gejala alam, responden kecil.3
4. Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini, hasil pengamatan yang dapat dari hasil belajar, lembar
observasi aktivitas guru (peneliti), dan hasil wawancara dengan guru dan
siswa dianalisis dengan guru pamong sehingga dapat diketahui kekurangan
yang ada pada siklus I. Hasil analisis tersebut dapat dijadikan acuan untuk
merencanakan tindakan pada siklus II.
3
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D),
(Bandung, Alfabeta : 2008) h. 172
31
C. Subyek/Partisipan yang Terlibat dalam penelitian
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah Kelas X1 yang berjumlah 34
orang semester genap di MA AN NAJAH PETUKANGAN JAKARTA
SELATAN tahun ajaran 2014-2015.
D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai pengajar. Guru bidang
studi IPS Sosiologi MA AN NAJAH PETUKANGAN JAKARTA
SELATAN berperan sebagai observer.
E. Tahapan Intervensi Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam dua siklus. Hal ini
dimaksudkan untuk melihat bagaimana hasil belajar siswa pada setiap siklus
setelah diberikan tindakan. Jika pada siklus I terdapat kekurangan maka
penelitian pada siklus II lebih diarahkan pada perbaikan dan jika pada siklus I
terdapat
keberhasilan
maka
pada
siklus
II
lebih
diarahkan
pada
pengembangan.
Tabel 3.2 Tahapan Intervensi Tindakan Siklus I
Tahap
Perencanaan
Kegiatan
1. Mengurus surat izin penelitian
2. Membuat rencana pembelajaran
3. Membuat LKS, Lembar Observasi guru dan
siswa, dan Pedoman Wawancara
4. Membuat Instrumen penelitian
5. Melakukan uji validitas, reliabilitas, tingkat
kesukaran, dan daya pembeda.
6. Menyiapkan perlengkapan penelitian
Pelaksanaan
1. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan
diawali pemberian pretes.
32
2. Penyampaian tujuan pembelajaran khusus
3. Melaksanakan langkah pembelajaran dengan
metode Inkuiri
Observasi
1. Observasi dilakukan saat kegiatan pembelajaran
berlangsung. Aspek-aspek yang dievaluasi adalah
pada ranah kognitif. Kegiatan belajar diakhiri
postes
Refleksi
1. Hasil evaluasi dijadikan dasar tahap refleksi
dalam rangka perbaikan, pelaksanaan tindakan
selanjutnya. (siklus II dan seterusnya).
F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan
Proses
pembelajaran
melalui
metode
inkuiri
diharapkan
dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep Penyimpangan sosial.
Indikator untuk mengetahui keberhasilan penelitian ini ditetapkan adanya
peningkatan hasil belajar siswa pada konsep Penyimpangan Sosial yang
dilihat dari ketercapaian KKM 75. Indikator keberhasilan ketuntasan belajar
pada konsep Penyimpangan Sosial 100%. Peningkatan hasil belajar siswa
dapat tercermin dalam hasil belajar yang mencapai ketuntasan dengan nilai
>75.
G. Data dan Sumber Data
Sumber data diperoleh dari siswa kelas X1 MA AN NAJAH
PETUKANGAN JAKARTA SELATAN tahun ajaran 2014/2015. Data yang
diperoleh dari hasil penelitian berupa peningkatan hasil belajar IPS Sosiologi
pada kemampuan kognitif, lembar observasi, dan lembar wawancara.
33
H. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri
dari lembar observasi, pedoman wawancara, tes hasil belajar. Berikut
penjelasan masing-masing.
1. Lembar Observasi
Lembar observasi terdiri dari dua macam yaitu lembar observasi
guru dan lembar obsrvasi siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk
mengevaluasi kegiatan mengajar peneliti selama tindakan pada siklus I
dan siklus II. Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui
aktifitas siswa dalam proses belajar IPS Sosiologi.
2. Wawancara dengan Guru dan Siswa
Wawancara dilakukan untuk mengetahui tanggapan dan kesan guru
atau subyek terhadap kegiatan tindakan pada siklus I dan siklus II dengan
menggunakan pedoman wawancara. Wawancara juga digunakan untuk
mengetahui gambaran umum proses pembelajaran dan masalah-masalah
pada tindakan siklus I dan II.
3. Tes Hasil Belajar
Menurut Arikunto tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis
dan obyektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan
yang diinginkan seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan
cepat.4 Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah,
menjodohkan, uraian, jawaban singkat.5 Tes hasil belajar terdiri dari 20
soal pilihan gandan yang disusun berdasarkan indikator yang ada pada
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
4. Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi instrumen berupa ciri-ciri soal yang akan diuji cobakan
pada soal pretes dan postes yang akan diberikan pada siswa.
4
Iskandarwassid dan Dadang Suhendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2009) h. 179
5
Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014)
Cet kedua h. 278
34
5. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barangbarang tertulis.6 Dokumentasi berupa foto-foto dalam penelitian untuk
memperkuat argumen penelitian.
I. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis
dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan
data.7 Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel
3.2.
Tabel 3.2 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
No
Instrumen
Teknik Pengumpulan Data
Lembar Observasi
Pengisian lembar observasi untuk peneliti
1
dan siswa dilakukan oleh observer (guru
pamong)
2
Pedoman
Peneliti melakukan wawancara kepada guru
Wawancara
pamong dan siswa pada observasi awal dan
setiap akhir siklus
J. Teknik Keabsahan Data
Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitiam ini adalah
sebagai berikut :
1. Uji Validitas
Validitas adalah derajat yang menunjukan sejauh mana hasil tersebut
berguna (relevan) sebagai petunjuk untuk guru tertentu, serta untuk
memberi informasi dan argumen tentang meningkatkan praktik pedidikan
dimasyarkat profesional yang lebih luas.8 Untuk menghitung validitas
6
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktik, (Jakarta, PT Rineka
Cipta:2013) h. 201
7
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: IKAPI, 2013)
Cet ketiga belas h. 224
8
Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta:
PT Indeks, 2010) Cetakan kedua h. 85
35
digunakan rumus korelasi product moment.9 Rusumusnya sebagai
berikut:
rxy
=
–
√
Keterangan:
rxy
= Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
N
= jumlah frekuensi (banyaknya individu)
∑X2 = jumlah X Kuadrat
∑Y2 = jumlah Y Kuadrat
(∑X)2 = jumlah skor X yang dikuadratkan
(∑Y)2 = jumlah skor Y yang dikuadratkan
Untuk mengetahui valid atau tidaknya butir soal, maka rxy
dibandingkan dengan rtabel dengan taraf dignifikansi (α=0,05). Jika rxy ≥
rtabel maka soal tersebut valid dan jika rxy < rtabel maka soal tersebut
dinyatakan tidak valid. Dari 50 soal yang diujicobakan pada siklus I yaitu
nomor 25 soal sampai dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen dapat
dipercaya untuk digunakan sebagai pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik.10 Untuk menghitung realibilitas soal menggunakan
rumus Alpha sebagai berikut.11
[{
}
]
Keterangan :
r11
: reliabilitas yang dicari
: jumlah varians skor tiap-tiap item
: varians total
9
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h.
72
10
Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2009) Cet kedua h. 186
11
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
Edisi Revisi, Cet 7 h. 109
36
Tabel 3.3 Kriteria Reliabilitas
Kriteria
Sangat reliabel
Reliabel
Cukup reliabel
Kurang reliabel
Tidak reliabel
>0,9
0,7 ≤ r 11 < 0,9
0,4 ≤ r 11 < 0,7
0,2 ≤ r 11 < 0,4
< 0,2
3. Uji Kesukaran
Tingkat kesukaran soal dipandang dari dari kesanggupan atau
kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru
sebagai pembuat soal.12 Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu
mudah dan tidak terlalu sukar. Untuk dapat mengukur tingkat kesukaran
suatu soal digunakan rumus:13
Keterangan :
P = Indeks Kesukaran
B = Banyak siswa yang menjawab soal dengan benar
JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Tabel 3.4 Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal
Nilai P
Kriteria
0,00 > 0,30
Sukar
0,30 ≤ P < 0,70
Sedang
0, 70 ≤ P < 1,00
Mudah
4. Daya Pembeda
Analisis daya pembeda mengkaji butir-butir soal dengan tujuan
untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang
tergolong mampu (tinggi prestasinya) dengan siswa yang tergolong
kurang atau lemah prestasinya.14 Daya beda digunakan untuk mengetahui
12
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2009) Cet Keempat belas h. 135
13
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
Edisi Revisi, Cet 7, h, 208
14
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2009) Cet Keempat belas h. 141
37
kemampuan butir dalam membedakan kelompok siswa ntara kelompok
siswa yang pandai dengan kelompok siswa kurang pandai.15
Keterangan :
D
: Koefisien daya pembeda soal.
Ba
: Jumlah sisa kelompok atas yang menjawab soal dengan
benar
Bb
: Jumlah sisa kelompok bawah yang menjawab soal dengan
benar
Ja
: Banyak siswa kelompok atas
Jb
: Banyaknya siswa kelompok bawah
Tabel 3.5 Klasifikasi Daya Pembeda16
Skor Daya Pembeda Soal
(D)
Negatif
0,00 ≤ D < 0,20
0,20 ≤ D < 0,40
0,40 ≤ D < 0,70
0,70 ≤ D < 1,00
Klasifikasi
Semua tidak baik
Jelek
Cukup
Baik
Baik Sekali
K. Teknik Analisis Data
1) N-Gain
Uji n-gain dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
siswa kelas X1 MA AN NAJAH setelah diberikan metode inkuiri. Cara
penghitungan n-gain sebagai berikut:17
15
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
Edisi Revisi, Cet 7, h. 213
16
Ibid., h. 218
17
Environment Analysis and Spatial Modeling Laboratory Department of
Forest Resources Conservation Faculty of Forestry. IPB h.64
38
Dalam penghitungan n-gain memiliki tiga kategori yaitu tinggi,
sedang, dan rendah. Berikut tiga kategorisasi perolehan skor n-gain
sebagai berikut.
Tabel 3.6 Kriteria Konsep Siswa Berdasarkan Kriteria N-Gain
Rentang Indeks Gain
Nilai (g) ≥ 0,7
Kategori Peningkatan
Tinggi
Nilai 0,7 > (g) ≥ 0,3
Sedang
Nilai (g) < 0,3
Rendah
2) Teknik Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa
Data hasil observasi siswa akan dianalisis menggunakan analisis
statistik deskriptif. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran
umum aktivitas siswa pada setiap tahapan pembelajaran dengan penerapan
metode Inkuiri selama pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui data
observasi tersebut, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :18
L. Tindak Lanjut Pengembangan Perencanaan Tindakan
Apabila setelah tindakan pertama (siklus I) selesai dilakukan dan hasil
yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan peningkatan
kreativitas siswa maka akan ditindak lanjuti dengan melakukan tindakan
selanjutnya sebagai rencana perbaikan pembelajaran, dengan melakukan
tahapan pada siklus II, dan seterusnya.
18
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengejar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2009), Cet 13 h. 133
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Sejarah Sekolah
Madrasah Aliyah Annajah berdiri pada tahun 1985. Pada awalnya
sekolah ini bernama Darunnajah di bawah yayasan pimpinan keluarga
Bapak H. Diedy Faried Wadjdy, SH. Alasan didirikan MA AN NAJAH
pada awalnya dikarenakan inisiatif dari pemimpin yayasan dan guru-guru
yang melihat banyak sekali siswa Tsanawiyah mereka yang lulus
melanjutkan ke sekolah menengah atas umum yang lain di Jakarta. Lalu
mereka mendirikan Madrasah Aliyah AN NAJAH agar para siswa
Tsanawiyah bisa meneruskan pendidikan lanjutannya di MA AN NAJAH
yang berbasis Islami. Pada awal pertama kali MA AN NAJAH berdiri,
gedung sekolah ini terbilang sangat sederhana. Gedung MA Annajah hanya
dibangun dari bahan material yang sederhana dan bangunan sekolahya tidak
terlalu besar. Sangat berbeda dengan keadaan MA AN NAJAH yang
sekarang. MA AN NAJAH berdiri di atas tanah seluas ± 3.000
dan
berlantai tiga, dengan design bangunan minimalis.
Madrasah ini menjadi cikal bakal berdirinya pesantren Darunnjah
Ulujami Jakarta Selatan. Tetapi antara kedua sekolah tersebut dinaungi oleh
yayasan yang berbeda. Dan pada tahun 2006 sekolah madrasah ini berganti
nama menjadi AN NAJAH. Pergantian nama dari Darunnajah menjadi AN
NAJAH
dikarenakan
untuk
menghindari
kesalahpahaman
dalam
penerimaan bantuan operasional dari Departemen Agama (DEPAG) antara
pesantren Darunnajah dan Madrasah Darunnajah yang sekarang bernama
MA AN NAJAH.
Guru-guru yang mengajar di sekolah ini rata-rata sudah mempunyai jam
terbang yang tinggi dalam mengajar, rata-rata dari mereka sudah 15 tahun
mengajar di MA AN NAJAH dan sangat dipercaya untuk mengajar di
39
40
sekolah ini dikarenakan kinerja dan pengabdian mereka yang sangat baik
terhadap MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan ini. Sebagian dari
guru-guru disini mendapatkan status atau diangkat menjadi Pegawai Negeri
juga ketika mereka mengajar disini. Berikut nama beberapa Kepala Sekolah
yang pernah memimpin MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan,
antara lain:
Tabel 4.1 Nama-nama Kepala Sekolah
NO.
NAMA
MASA JABATAN /
TMT
1.
Drs. H. Muhaimin Lutfi
Dari tahun 1985 sampai
dengan tahun 1988
2.
Drs. H. Ashari, MM.
Dari tahun 1989 sampai
dengan tahun 2011
3.
Drs. Bukhori
Dari tahun 2011 sampai
dengan sekarang
KET.
Diperbantukan
dari DEPAG
(Departemen
Agama)
Promosi dari
Ketua Yayasan
dan Kepala
Sekolah
Promosi dari
Ketua Yayasan
dan Kepala
sekolah
2. Profil Sekolah
Sekolah MA AN NAJAH memiliki profil sebagai berikut :
1)
Nama Sekolah
: MA AN NAJAH
2)
Alamat
: Jl. Ciledug Raya RT. 001/004,
Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
3)
Fax/Telp
: (021) 7359616
4)
Status Sekolah
: Swasta
5)
Akreditasi
: A (Mulai tahun 2009)
6)
Nama Yayasan/Pengelola
:Yayasan Annajah
7)
Nama Ketua Yayasan
: H. Diedy Faried Wadjdy, SH.
8)
N.S.S
:1 231 711 10 10
9)
N.I.S
: 20109380
41
10)
Nomor Akte Pendirian
: WJ/MAN/1679/1994
11)
Luas Lahan/Bangunan : ± 3.000
12)
Status dan Bukti
: Akte Notaris
13)
Kepemilikian Lahan
: Milik Pribadi
14)
Nama Kepala Sekolah
: Drs. Bukhori
15)
Alamat
: Kampung Rawa, KebayoranLama
16)
Kurikulum
: KTSP
17)
Waktu Belajar
: 07.30 s.d 15.00
18)
Muatan Lokal : Bahasa Jepang, Tahfidz dan Tadarus AlQur’an
19)
Kegiatan Ekskul
: Pramuka, PMR, Futsal, Basket, Bela
DiriMarawis, Paduan Suara, Paskibra, Muhadhoroh, Marching
Band, Tari Saman
Visi MA AN NAJAH yaitu:
Cerdas, inovatif, mandiri, kreatif, berwawasan IPTEK dan IMTAQ.
Misi MA AN NAJAH adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas akademik.
b. Mengembangkan
penelitian
untuk
mendapatkan
gagasan
baru
berorientasi pada masa depan.
c. Mengembangkan
ilmu
pengetahuan
dan
tekhnologi
serta
berakhlak mulia.
d. Menumbuhkan semangat belajar.
3. Tenaga Kependidikan
Yayasan MA AN NAJAH memiliki tenaga pendidik berjumlah 18
orang lulusan S1, terdiri dari 14 laki-laki dan 4 perempuan. Sedangkan
tenaga pendidik yang memiliki lulusan S2 berjumlah satu orang dengan
jenis kelamin laki-laki. Data sebagai berikut :
Tabel 4.2 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan Berdasarkan
Jenjang Pendidikan
No.
1
Uraian
Tenaga Guru
<D-II
D-II
D-III
S-1
S-2
S-3
42
2
Laki – Laki
14
Perempuan
4
1
Tenaga Laboran
Laki – Laki
Perempuan
3
Tenaga
Pustakawan
Laki – Laki
Perempuan
4
Tenaga Tata
Usaha
Laki – Laki
1
Perempuan
5
Penjaga Sekolah
Laki – Laki
2
Perempuan
6
Tukang Kebun
Laki – Laki
Perempuan
7
Keamanan
Laki – Laki
2
Perempuan
Jumlah
4
19
1
43
4. Siswa
a. Jumlah Siswa-siswi
Siswa-siswi pada sekolah MA AN NAJAH sejak tahun 2011 sampai
2013 mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 memiliki siswa sebanyak
55 orang, pada tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 97 orang,
dan pada tahun 2013 memiliki siswa-siswi sebanyak 105 orang. Dari
jumlah tiga tahun terakhir jumlah siswa berjumlah 781 orang. Datanya
sebagai berikut :
Tabel 4.3 Jumlah Siswa-siswi Dari tahun 2011-2013
NO
Tahun
Jumlah Siswa
1
2011
55
2
2012
97
3
2013
105
Jumlah
781
b. Profil Tamatan
Siswa-siswi MA AN NAJAH dari tahun 2011 sampai 2013 dalam
menghadapi Ujian Nasional lulus 100%. Datanya sebagai berikut :
Tabel 4.4 Tamatan Siswa-siswi Sekolah MA AN NAJAH
Ujian Nasional
Tamatan (%)
Jumlah
Siswa
2010/2011
100
2011/2012
2012/2013
Thn.Pel
Ranking
Sekolah
Jumlah Nilai
Tertinggi
55
3
73,71
100
97
4
68,42
100
105
7
48,83
44
5. Sarana dan Prasarana
1). Data Keadaan Sarana dan Prasarana
Untuk menunjang proses pembelajaran MA AN NAJAH memiliki 8
ruang kelas dengan keadaan baik, 1 Ruang Lab IPA deangan keadaan
baik, 1 Ruang Perpustakaan dengan keadaan baik, 1 Ruang Lab.
Komputer dengan keadaan baik, Ruang Multimedia dengan keadaan
baik, Lapangan Olahraga, 1 Ruang UKS dengan keadaan baik. Untuk
Kepala yaysan juga memiliki ruangan khusus dengan keadaan baik, juga
memiliki Ruang Kepala Sekolah dengan keadaan baik, ruang Tata Usaha
dengan keadaan baik, Kamar Mandi Siswa dengan keadaan baik, Ruang
Kamar Mandi Siswi dengan keadaan baik. Data sebagai berikut :
Tabel 4.5 Sarana dan Prasarana Sekolah
No.
Sarana Prasarana
Jumlah
Baik
1.
Ruang Kelas
8
8
2.
Ruang Kepala Yayasan
1
1
3.
Ruang Kepala Sekolah
1
1
4.
Ruang Guru dan Tata Usaha
1
1
5.
Ruang Lab IPA
1
1
6.
Ruang Perpustakaan
1
1
7.
Ruang Lab.Komputer
1
1
8.
Ruang Keterampilan
1
1
9.
Ruang Multi Media
1
1
10.
Masjid/Musholla
1
1
11.
Lapangan Olahraga /
Upacara
1
1
12.
Ruang UKS
1
1
Rusak
Ringan
Rusak
Berat
45
13.
Ruang Kamar Mandi Guru
Laki-laki
1
1
14
Ruang Kamar Mandi Guru
Perempuan
1
1
15.
Ruang Kamar Mandi Siswa
Laki-laki
1
1
16.
Ruang Kamar Mandi Siswa
Perempuan
1
1
17.
Ruang Pantry
1
1
2). Peralatan Penunjang Pembelajaran
Untuk kenyamanan proses belajar mengajar sekolah MA AN NAJAH
memiliki peralatan pembelajaran IPA yang baik terletak pada Lab IPA
dengan keadaan baik, memiliki proyektor yang memadai dan masih
keadaan baik, AC dengan kondisi baik. Namun pada lapangan olahraga
kurang memadai karena disamping lapangan ada parkir motor, dan juga
ruang perpustakaan yang belum memadai. Tapi Madrasah ini belum
mempunyai Lab IPS untuk menunjang pelajaran IPS. Data sebagai berikut
:
Tabel 4.6 Peralatan Penunjang Pembelajaran
No
JUMLAH
KONDISI
Cukup
Baik
Jenis
Kurang
√
Rusak
Ketera
ngan
√
1
Peralatan Lab.IPA
2
Peralatan Lab.IPS
3
Peralatan TIK
4
Peralatan Olahraga
Siswa
√
√
5
Buku Perpustakaan
√
√
Belum
ada
√
√
46
6
LCD/ Proyektor
√
√
7
Air Conditioner
(AC)
√
√
B. Hasil Uji Instrumen
1. Uji Instrumen Siklus I
a) Uji Validitas
Sebelum melakukan pembelajaran menggunakan metode inkuiri
siklus I peneliti melakukan uji validitas soal kepada kelas yang sudah
mempelajari bab penyimpangan sosial. Berikut data uji validitas soal
pretes dan postes :
Tabel 4.7 Rekapituasi Soal yang Valid
NO SOAL
YANG VALID
INDIKATOR SOAL
Pretes
1. Siswa dapat menentukan pengertian
menurut Bruce J. Cohen, James Vander
Zander, Robert M.Z. Lawang
Siswa dapat memahami penyimpangan
positif
postes
1
Siswa dapat memahami penyimpangan
negative
Siswa dapat memahami Penyimpangan 17
Individu
12
Siswa dapat memahami Penyimpangan 18
Kelompok
20
Siswa
dapat
Penyimpangan
Association
memahami
Teori
sosial
Differential
Siswa
dapat
memahami
Penyimpangan sosial Labeling
Teori
47
Siswa
dapat
memahami
Teori
Penyimpangan sosial Jenjang Makro
Siswa dapat memahami bentuk adaptasi
menurut Robert K. Merton
Siswa dapat memahami faktor pendorong
Penyimpangan Sosial
Keterangan terlampir pada lampiran
Dari 20 soal yang di uji validitas terdapat 2 soal yang valid pada
pretes yaitu indikator 5 satu soal, dan indikator 6 satu soal. Sedangkan
pada postes yang valid 3 soal yaitu indikator 2 satu soal, indikator 4 satu
soal, dan indikator 5 satu soal.
b) Uji Reliabilitas
Dari hasil uji instrumen 20 soal siklus I terdapat reliabilitas sebagai
berikut :
Tabel 4.8 Rekapitulasi Reliabilitas Instrumen
postes
pretes
ganjil
genap
ganjil
genap
7
6
13
8
7
4
15
8
9
8
17
10
6
15
8
8
10
6
10
8
12
10
10
6
12
8
12
48
4
10
6
12
4
8
6
10
4
8
4
10
4
8
4
8
10
8
8
10
8
12
10
12
4
8
6
10
6
10
10
12
6
8
4
10
6
18
10
8
4
0,816496581
0,866025404
ganjil
ganjil
1
genap
49
genap 0,109635
1
Keterangan terlampir pada lampiran 1
Dari hasil uji reliabilitas siklus I pada pretes mendapatkan nilai
0,866025404 dan postes mendapatkan nilai 0,816496581. Dari kedua
nilai uji reliabilitas sama-sama mendapatkan nilai yang tergolong tinggi
yaitu 0,8.
c) Daya Pembeda
Dari 20 soal yang di uji memiliki daya pembeda. Berikut rekapitulasi
daya pembeda instrumen uji validitas siklus I :
Tabel 4.9 Rekapitulasi daya pembeda
Pretes
Postes
No
Soal
DP
1
-0,2
2
Kesimpulan
DP
Kesimpulan
Ditolak
-0,2
Ditolak
0,2
Diperbaiki
0,2
Diperbaiki
3
0,2
Diperbaiki
0,2
Diperbaiki
4
0,3
Diterima
0,3
Diterima
5
0,2
Diperbaiki
0,2
Diperbaiki
6
0,4
Diterima
0,4
Diterima
7
0
Ditolak
0
Ditolak
8
0,3
Diterima
0,3
Diterima
9
0,3
Diterima
0,3
Diterima
10
0
Ditolak
0
Ditolak
11
0,1
Diperbaiki
0,1
Diperbaiki
12
0,7
Diterima
0,7
Diterima
13
0,3
Diterima
0,3
Diterima
14
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
50
15
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
16
0
Ditolak
0
Ditolak
17
0,3
Diterima
0,3
Diterima
18
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
19
0,4
Diterima
0,4
Diterima
20
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
Keterangan lengkap terlampir pada lamporan 1
Dari tabel diatas daya pembeda pada pretes memiliki soal yang
diterima 8, ditolak 8, dan diperbaiki 4 soal. Sedangkan
postesnya
memiliki soal yang ditolak 8 soal, diperbaiki 4 soal, dan di terima 8 soal.
d) Tingkat Kesukaran
Dari 20 soal yang di uji memiliki tingkat kesukaran yang berbedabeda. Berikut rekapitulasi tingkat kesukaran instrumen uji validitas siklus
I:
Tabel 4.10 Rekapitulasi Tingkat Kesukaran
NO
PRETES
KETERANGAN
POSTES
JUMLAH
JUMLAH
19
1
Sangat Sukar
2
Sukar
19
3
Sedang
1
4
Mudah
5
Sangat mudah
Jumlah soal
1
20
20
Keterangan terlampir pada lampiran
Dari hasil uji validitas siklus I pretes terdapat jumlah soal yang
sukar 19 soal, soal yang memiliki tingkat kesukaran sedang 1 soal.
Sedangkan postes terdapat 19 soal sukar, dan 1 soal mudah.
51
2. Uji Instrunen Siklus II
a) Uji Validitas
Sebelum melakukan pembelajaran menggunakan metode inkuiri siklus
II peneliti melakukan uji validitas soal kepada kelas yang sudah
mempelajari bab penyimpangan sosial. Berikut data uji validitas soal :
Tabel 4.11 Rekapituasi Soal yang Valid
INDIKATOR SOAL
NO SOAL YANG
VALID
Pretes
postes
13
3. Siswa dapat menentukan pengertian
menurut Gilin, Paul B. Horton, Lewis
Coser
Siswa dapat memahami penyimpangan
1
positif
Siswa dapat memahami penyimpangan
12
negative
Siswa dapat memahami Penyimpangan
Individu
Siswa dapat memahami Penyimpangan
20
Kelompok
Siswa
dapat
memahami
Teori
Penyimpangan
sosial
Differential
Association
Siswa
dapat
memahami
Teori
Penyimpangan sosial Labeling
Siswa
dapat
memahami
Teori
Penyimpangan sosial Jenjang Makro
Siswa dapat memahami bentuk adaptasi
menurut Robert K. Merton
Siswa
dapat
memahami
faktor
pendorong Penyimpangan Sosial
Keterangan terlampir pada lampiran
17
20
Dari 20 soal yang di uji validitas soal terdapat 3 soal yang valid dan
3 soal dari postes. Dari pretes soal yang valid dari indikator 2 satu soal,
dari indikator 3 satu soal, dan dari indikator 5 satu soal. Sedangkan dari
postes terdapat 3 soal yang valid yaitu dari indikator 1 satu soal, dari
indikator 3 satu soal, dan dari indikator 10 satu soal.
52
b) Reliabelitas
Dari hasil uji instrumen 20 soal siklus I terdapat reliabelitas sebagai
berikut :
Tabel 4.12 Rekapitulasi Reliabelitas
Uji Instrumen
Postes
Pretes
ganjil
genap
ganjil
Genap
13
8
17
18
9
12
17
18
13
8
17
18
13
10
17
18
13
10
17
16
11
12
15
18
15
12
17
14
11
10
17
16
12
19
20
12
17
20
10
17
18
10
15
20
12
15
16
10
19
10
19
12
17
8
17
8
17
53
8
19
10
15
10
17
10
12
0,115727512
12
12
-0,303642193
ganjil
genap
ganjil
1
genap 0,109635
1
Keterangan terlampir pada lampiran
Dari hasil uji reliabelitas mendapatkan nilai 0,4564 termasuk ke dalam
nilai yang cukup reliabel.
c) Daya Pembeda
Dari 20 soal yang di uji memiliki daya pembeda. Berikut rekapitulasi
daya pembeda instrumen uji validitas siklus I :
Tabel 4.13 Rekapitulasi daya pembeda
Pretes
Postes
No
Soal
DP
Kesimpulan
DP
Kesimpulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
-0,2
0,2
0,2
0,3
0,2
0,4
0
0,3
0,3
0
0,1
0,7
0,3
Ditolak
Diperbaiki
Diperbaiki
Diterima
Diperbaiki
Diterima
Ditolak
Diterima
Diterima
Ditolak
Diperbaiki
Diterima
Diterima
-0,2
0,2
0,2
0,3
0,2
0,4
0
0,3
0,3
0
0,1
0,7
0,3
Ditolak
Diperbaiki
Diperbaiki
Diterima
Diperbaiki
Diterima
Ditolak
Diterima
Diterima
Ditolak
Diperbaiki
Diterima
Diterima
54
14
15
16
17
18
19
20
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
0
Ditolak
0
Ditolak
0,3
Diterima
0,3
Diterima
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
0,4
Diterima
0,4
Diterima
-0,1
Ditolak
-0,1
Ditolak
Keterangan lengkap terlampir pada lamporan 1
Dari tabel diatas daya pembeda pada pretes memiliki soal yang di
terima 8, di tolak 8, dan di perbaiki 4 soal. Sedangkan postesnya memiliki
soal yang di tolak 8 soal, di perbaiki 4 soal, dan di terima 8 soal..
d) Tingkat Kesukaran
Dari 20 soal yang di uji memiliki tingkat kesukaran yang berbedabeda. Berikut rekapitulasi tingkat kesukaran instrumen uji validitas siklus I
:
Tabel 4.14 Rekapitulasi Tingkat Kesukaran
NO
KETERANGAN
1
Sangat Sukar
2
Sukar
1
3
Sedang
19
4
Mudah
4
5
Sangat mudah
16
Jumlah soal
PRETES
20
POSTES
20
Keterangan terlampir pada lampiran
Dari hasil uji validitas terdapat jumlah soal yang sukar 1 soal, soal yang
memiliki tingkat kesukaran sedang 19 soal pada pretes. Sedangkan pada
postes soal yang mudah 4 soal, soal yang sangat mudah berjumlah 16 soal.
55
C. Analisis Tindakan Siklus I dan II
1. Tindakan Pembelajaran Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pembelajaran pada siklus I ini terdiri dari 2 kali pertemuan dengan
durasi 2 x 40 menit, dengan menerapkan strategi metode inkuiri dengan
teknik modifikasi. Materi pembelajaran pada siklus ini adalah pengertian
sumber bunyi. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah peneliti
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi
untuk setiap pertemuan, dan membuat alat evaluasi berupa soal untuk
masing-masing kelompok dan diakhiri dengan melakukan soal postes.
b. Tahap Pelaksanaan
1) Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari senin tanggal 19
Mei 2015. Pertemuan pertama berlangsung dalam durasi 2 x 40 menit.
Dengan jumlah siswa yang hadir 34 siswa. Peneliti bertindak sebagai
guru mata pelajaran IPS dan guru kolaborator bertugas mencatat absen
siswa, mengisi lembar observasi dan mengamati siswa di dalam kelas.
Peneliti yang bertindak sebagai guru terlebih dahulu menjelaskan
tujuan pembelajaran kemudian guru memberikan soal pretes kepada
siswa yang harus mereka kerjakan sebelum penjelasan materi dimulai,
ini bertujuan agar mengetahui kemampuan atau pengetahuan siswa
sebelum proses pembelajaran.
Setelah itu guru menjelaskan materi pelajaran tentang pengertian
penyimpangan sosial dengan menerapkan metode inkuiri dengan
teknik
modifikasi.
pertanyaan
yang
Kegiatan
harus
berikutnya
mereka
peneliti
diskusikan
memberikan
dengan
teman
kelompoknya. Kemudian peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok
masing- masing kelompok terdiri dari 4 - 5 orang siswa, masingmasing kelompok mempunyai anggota yang heterogen, baik jenis
kelamin, ras, etnik, maupun kemampuannya. Guru membimbing siswa
untuk menyiapkan rancangan penemuan solusi permasalahan.
Kemudian
guru
meminta
siswa
untuk
mengumpulkan
dan
56
menganalisis data dari hasil diskusi kemudian dicatat di lembar
kegiatan siswa. Guru berkeliling mengamati dan mengarahkan siswa
yang sedang berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing.
2) Pertemuan kedua
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa
dengan memberikan pertanyaan untuk mereview atau mengulang
kembali materi pada pertemuan sebelumnya. Guru mempersilahkan
kepada siswa untuk kembali membentuk kelompok seperti pada
pertemuan pertama. Selanjutnya guru memberikan penegasan
mengenai materi pertemuan pertama dan meminta para siswa bersama
kelompoknya mendiskusikan hasil yang mereka dapat dari praktek
kemarin. Setelah masing-masing kelompok sudah siap, guru
membagikan lembar pertanyaan yang harus mereka diskusikan dengan
teman kelompoknya.
Setelah selesai diskusi dan pembahasan, kemudian bersama-sama
menyimpulkan hasil diskusi pada pertemuan ini Guru mengevaluasi
hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dan mengevaluasi
cara masing-masing kelompok bekerjasama. Dan diakhiri dengan
melakukan soal post test.
c. Tahap Pengamatan
Pada pelaksanaan proses pembelajaran siklus I, masih terdapat
beberapa kekurangan dalam setiap pertemuan. Beberapa kejadian yang
terjadi pada proses pembelajaran antara lain:
1. Masih terdengar suara ribut siswa di dalam kelas pada saat proses
pembelajaran terjadi.
2. Masih ada siswa yang belum dapat bekerjasama dengan baik di
dalam kelompoknya
3. Masih terlihat beberapa siswa kurang aktif bahkan tidak aktif dalam
diskusi
4. Siswa masih belum berani mengeluarkan pendapat dalam kelas
5. Alokasi waktu dalam proses pembelajaran masih belum optimal
57
d. Tahap Refleksi
Hasil analisis dan evaluasi pada siklus I mendeskripsikan secara
garis besar kekurangan dapat di atasi dengan guru memberikan reward
bagi siswa yang memberikan pendapat di dalam kelas berupa nilai,
makanan, atau tepuk tangan. Selain itu guru juga harus berkeliling pada
tiap-tiap kelompok agar mereka merasa terawasi dalam diskusi
kelompok. Guru juga harus memberikan nilai kerjasama kelompok agar
setiap kelompok lebih mampu membimbing temannya yang memiliki
kemampuan kurang.
e. Hasil Penelitian Siklus 1
Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes pada siklus 1,
didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.15 Hasil Statistik Siklus 1
NO KETERANGAN
NILAI
1
Nilai Pretes Terendah
20
2
Nilai Pretes Tertinggi
50
3
Nilai Rata-rata Pretes
31, 6176
4
Nilai Postes Terendah
40
5
Nilai Postes Tertinggi
85
6
Nilai Rata-rata Postes
52, 647
Keterangan : Perhitungan lengkap terlampir
Dari tabel di atas, dapat dilihat nilai paling rendah yang diperoleh
siswa pada saat pretes nilai terendah adalah 20, sedangkan nilai tertinggi
pada pretes adalah 50. Nilai terendah yang diperoleh siswa pada saat
postes sebesar 40, sedangkan nilai tertinggi pada saat postes sebesar 85.
Dari nilai KKM 75 pada saat pretes tidak ada yang mencapai nilai 75.
Sedangkan pada saat postes juga 95% siswa masih di bawah nilai KKM
58
75, hanya 3 siswa yang tuntas sampai nilai 75. Ini berarti metode inkuiri
dengan teknik modifikasi yang digunakan belum cukup efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa.. Sedangkan nilai N-Gain masuk dalam
kelompok rendah (N-gain < 0.30). Tabelnya sebagai berikut :
NO
Tabel 4.16 Rekapitulasi N- Gain Siklus I
N – Gain
Kriteria N- Gain Jumlah
1
Nilai (g) ≥ 0,7
Tinggi
2
Nilai 0,7 > (g) ≥ 0,3
Sedang
10
3
Nilai (g) < 0,3
Rendah
24
Jumlah
34
Keterangan perhitungan lengkap terlampir pada lampiran
Dari tabel di atas untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai N-gain
sedang sejumlah 10 orang, dan yang memperoleh
N-gain rendah
sejumlah 24 orang. Bisa dilihat banyaknya yang memperoleh nilai Ngain rendah hampir 60%. Ini menunjukan metode inkuiri modifikasi
masih belum efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Tindakan Pembelajaran Siklus II
Dalam memperbaiki kekurangan proses pembelajaran pada siklus I
maka dilakukan tindakan pembelajaran pada siklus II. Tindakan pada siklus
II ini untuk memperbaiki dan menyempurnakan tindakan yang sudah
dilakukan pada siklus I. Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Siklus II ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yang
dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2015 dengan menggunakan metode
inkuiri dengan teknik bebas.
a. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan untuk siklus II didasarkan pada hasil refleksi dari
tindakan yang dilakukan pada siklus I. Adapun perencanaan yang
dilakukan pada siklus II berupa penyusunan rencana pembelajaran untuk
59
materi ajar yang akan dibahas pada siklus II dan penyusunan tes hasil
belajar.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan pertama
Pada awal pembelajaran guru menjelaskan tujuan pembelajaran
yang hendak dicapai. Selanjutnya guru memberikan soal pretes
kepada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum
pembahasan materi dilakukan.
Setelah pretes dilaksanakan dilanjutkan dengan mengulas kembali
materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah
peneliti membahas materi yang akan disampaikan dilanjutkan dengan
pembagian
kelompok.
Disini
siswa
dengan
masing-masing
kelompoknya akan berusaha menggali sendiri tentang materi
penyimpangan sosial yang telah dijelaskan sebelumnya oleh guru.
Kemudian terlaksana proses pembelajaran dengan metode inkuiri
dengan
teknik
bebas.
Siswa
kemudian
bergabung
dengan
kelompoknya masing-masing untuk melakukan praktek mengenai
materi penyimpangan sosial. Pada teknik inkuiri bebas ini peneliti
hanya berfungsi sebagai pengamat karena masing-masing siswa
bersama kelompoknya yang harus dapat mencari tahu dan menggali
lebih banyak tentang materi penyimpangan sosial. Mereka harus bisa
mencari kesimpulan dari praktek materi penyimpangan sosial yang
mereka lakukan bersama kelompoknya. Mereka pun juga harus
mempersiapkan diri mereka untuk dapat menjawab pertanyaan yang
akan dilontarkan oleh kelompok lain pada saat presentasi.
2) Pertemuan kedua
Proses Pembelajaran ini dibuka dengan berdoa’a terlebih dahulu,
kemudian mengabsen kehadiran siswa dan menyampaikan tujuan
pembelajaran. Tidak lupa guru memberikan motivasi kepada siswa.
Selanjutnya peneliti sedikit mengulas kembali materi yang sudah
dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Peneliti melanjutkan dengan
60
sedikit membahas materi ulang materi yang telah disampaikan pada
pertemuan pertama.
Kemudian peneliti mempersilahkan masing-masing siswa untuk
bergabung bersama kelompoknya masing-masing. Setelah mereka
berada
pada
kelompoknya
masing-masing,
maka
peneliti
mempersilahkan untuk masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil kerja kelompok mereka secara bergantian. Proses pembelajaran
ini direspon baik oleh siswa, dapat dilihat dengan lontaran pertanyaan
mereka terhadap peneliti. Pada akhir pembelajaran, mereka bersamasama menyimpulkan hasil diskusi mereka dan peneliti hanya
meluruskan dan mengarahkan kesimpulan yang dibuat oleh masingmasing kelompok. Sebagai penutup, peneliti melakukan evaluasi
postes untuk melihat seberapa jauh para siswa berhasil memahami
materi pelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dengan teknik
bebas.
c. Tahap Pengamatan
Proses pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan
dibandingkan dengan siklus I. Kondisi ini dapat diamati berdasarkan
hasil observasi pada saat proses pembelajaran. Beberapa peningkatan
tersebut antara lain:
1. Suasana kelas lebih tertib, siswa menjadi lebih terkendali dan lebih
berkonsentrasi pada saat praktek dan pada saat berlangsunganya
proses diskusi dengan menerapkan metode inkuiri dengan teknik
bebas.
2. Siswa sudah mulai dapat mengembangkan sendiri materi yang
dilemparkan oleh peneliti kepada masing-masing kelompok siswa
untuk lebih mendalami dan memahami materi dengan menerapkan
metode inkuiri dengan teknik bebas.
d. Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi data pada siklus II dengan
penerapan metode inkuiri dengan teknik bebas, diperoleh hasil bahwa
61
penerapan metode pembelajaran inkuiri dengan teknik bebas dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dicapai siswa telah
mencapai indikator yang telah ditetapkan pada awal penelitian. Dengan
demikian, indikator pada penelitian ini sudah tercapai sehingga penelitian
ini menunjukan keberhasilan.
e. Hasil Penelitian Siklus 2
Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes pada siklus 2, didapat
hasil sebagai berikut :
Tabel 4.17 Hasil Statistik Siklus 2
NO KETERANGAN
NILAI
1
Nilai Pretes Terendah
35
2
Nilai Pretes Tertinggi
75
3
Nilai Rata-rata Pretes
54, 6
4
Nilai Postes Terendah
35
5
Nilai Postes Tertinggi
100
6
Nilai Rata-rata Postes
87,5
Keterangan : Perhitungan lengkap terlampir
Dari tabel di atas, dapat dilihat nilai paling rendah yang diperoleh
siswa pada saat pretes adalah 35, sedangkan nilai tertinggi pada pretes
adalah 75. dan rata-rata nilai pretes adalah 54,6. Hampir 90% siswa masih
dibawah nilai KKM 75. Sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa
pada saat postes sebesar 85, sedangkan nilai tertinggi pada saat postes
sebesar 100. Nilai rata-rata postes yaitu 87,5. Pada postes ini siswa lulus
100% mencapai nilai KKM 75. Ini berarti metode inkuiri dengan teknik
bebas yang digunakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, 2.
Berikut rekapitulasi nilai N Gain siklus II sebagai berikut :
62
Tabel 4.18 Rekapitulasi N- Gain Siklus II
NO
N – Gain
Kriteria N- Gain
Jumlah
1
Nilai (g) ≥ 0,7
Tinggi
21
2
Nilai 0,7 > (g) ≥ 0,3
Sedang
9
3
Nilai (g) < 0,3
Rendah
4
Jumlah
34
Keterangan terlampir pada lampiran
Untuk hasil belajar siklus 2 diperoleh rata-rata N-gain sebesar 0,76.
Jumlah siswa yang mendapatkan Nilai N-gain tinggi 21 orang, jumlah
siswa yang mendapatkan N-gain sedang sebanyak 9 orang, dan jumlah
siswa yang mendapakan N-gain sedang 4 orang.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Proses pembelajaran yang dilakukan penelitian ini adalah siswa kelas X1
MA AN NAJAH adalah menerapkan metode inkuiri dengan dua teknik yang
berbeda yaitu dengan teknik modifikasi pada siklus 1 dan teknik bebas pada
siklus 2.
Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran dengan menerapkan metode
inkuiri, proses pembelajaran IPS Sosiologi lebih didominasi oleh guru.
Sehingga siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain
itu, faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurangnya kreativitas
guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatif.
Metode inkuiri adalah penelitian yang dilakukan di kelas dengan tujuan
memperbaiki atau meningkatkan mutu praktek pembelajaran. Dengan lebih
menekankan pada proses pembelajaran pada siswa agar lebih menguasai materi
pelajaran dan berhasil pada hasil belajar yang berupa tes kognitif. Penerapan
Metode inkuiri terdiri dari beberapa tahap yaitu: Perencanaan (Planning),
63
Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Hasil
pengamatan melalui lembar observasi dan hasil wawancara dengan guru dan
siswa pada penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menyenangi proses
pembelajaran IPS melalui penerapan metode inkuiri. Penerapan metode inkuiri
dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan pengamatan selama
berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan metode ini siswa menjadi
lebih aktif karena diharuskan berdiskusi dengan anggota kelompoknya untuk
membahas soal yang diberikan oleh peneliti. Siswa juga dapat bertukar pikiran
antara anggota kelompok lain. Sehingga penerapan metode inkuiri dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
Menurut Lif Khoiru Ahmadi dkk dalam bukunya mengemukakan “dalam
kegiatan akhir perlu dilakukan penilaian formatif dan salah satunya adalah
penilaian acuan patokan setiap kompetensi harus diberikan feedback”.1
Penilaian banyak bentuknya baik berupa tes tertulis dan tidak tertulis. Peneliti
melakukan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan tes tertulis dengan
jumlah persiklus 20 soal. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada siklus I
diperoleh nilai paling rendah yang diperoleh siswa pada saat pretes adalah 20
dan nilai tertinggi pada saat pretes adalah 50 dengan nilai rata-rata nilai pretest
46.04. Masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM 75.
Sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa pada saat postes sebesar 40,
sedangkan nilai tertinggi pada skor postes sebesar 85 dengan rata-rata nilai
posttest 52,64 juga masih di bawah nilai KKM. Walaupun ada yang mendapat
nilai 85 hampir 95% siswa yang masih di bawah nilai KKM yaitu 75. Untuk
hasil belajar siklus I diperoleh rata-rata N-gain sebesar 0,29 Dari hasil tes yang
diperoleh diketahui ketuntasan siswa belum maksimal. Ini berarti penerapan
metode inkuiri dengan teknik modifikasi yang digunakan belum efektif dalam
meningkatkan hasil belajar sesuai dengan standar n-gain.
Dengan demikian indikator keberhasilan penelitian ini belum tercapai,
sehingga diperlukan penyempurnaan untuk masing-masing nilai siswa dan
1
lif Khoiru Ahmadi dkk, Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP, (Jakarta : PT. Prestasi
Pustakarya, 2011), h. 163
64
peneliti melanjutkan ke siklus 2 mencoba memperbaiki dan menyempurnakan
dari kekurangan yang terdapat di siklus I. Berdasarkan hasil observasi siklus I
aktifitas siswa belum memuaskan. Hal ini terlihat dari kurangnya komunikasi
dalam kelompok, sebagian besar kelompok masih mengandalkan siswa yang
pintar untuk mengerjakan tugas, masih sedikitnya jumlah siswa yang bertanya
maupun yang menjawab pertanyaan, serta munculnya rasa bosan siswa dalam
kegiatan proses pembelajaran.
Dalam mengatasi kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I, guru
melakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II. Hasil belajar siswa
pada siklus II yaitu nilai paling rendah yang diperoleh siswa pada saat pretes
adalah 35 dan nilai tertinggi pada saat pretes adalah 75 dengan nilai rata-rata
pretes 54.6 yang masih di bawah nilai KKM yaitu 75. Sedangkan nilai terendah
pada saat postes sebesar 75, dan skor postes sebesar 100 dengan nilai rata-rata
postes 87.6 di atas nilai KKM 75. Ini menunjukkan ketuntasan siswa mencapai
100% pada siklus II. Untuk hasil belajar siklus 2 diperoleh rata-rata N– gain
sebesar 0,76.
Dengan demikian indikator keberhasilan penelitian ini sudah tercapai.
“Hasil belajar atau achievement merupakan realisasi atau pemekaran dari
kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.
Keberhasilan
belajar
seseorang
juga
dipengaruhi
oleh
keterampilan-
keterampilan yang dimilikinya, seperti keterampilan membaca, berdiskusi,
memecahkan masalah, mengerjakan tugas-tugas dll”2.
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, dapat dikatakan bahwa jalannya
pembelajaran pada siklus 2 telah berhasil memperbaiki berbagai kelemahan
yang terjadi pada siklus I. Perbaikan tersebut menimbulkan peningkatan hasil
belajar siswa yang memuaskan. Siswa memberikan respon yang positif
terhadap metode pembelajaran inkuiri dengan teknik bebas yang diterapkan
pada siklus 2 karena siswa dapat berusaha untuk menggali dan mendalami
2
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2007), h. 163
65
materi belajar yang disampaikan oleh guru. Siswa saling membantu dalam
memahami materi yang diajarkan. Metode pembelajaran inkuiri dengan dua
teknik yang diterapkan pada siklus 1 dan 2 yaitu teknik modifikasi dan bebas
telah dapat menumbuhkan kerjasama dan tanggung jawab siswa. Berikut
diberikan grafik perbandingan hasil penelitian siklus 1 terhadap siklus 2.
100
87,6
90
80
70
52,64
60
54,6
SIKLUS I
50
40
31,61
SIKLUS II
30
20
10
0
PRE TEST
POST TEST
Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Nilai Rata-rata Pretes dan Postes
Siklus 1 dan 2
Menurut
Wina
Sanjaya
dalam
bukunya
mengatakan
“
Strategi
Pembelajaran Inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan
kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama
pentingnya, yaitu proses belajar dan hasil belajar.3 Dari paparan tersebut bisa
penekanan proses belajar dan hasil belajar, dan dari data diatas bisa
disimpulkan bahwa hasil penelitian ini sukses karena hasil belajar menunjukan
tingkat kelulusan 100% pada siklus kedua. Penelitian ini relevan pada
penelitian Alfiyah menyimpulkan4 ” menerapkan metode inkuiri berhasil
meningkatkan pelajaran IPA di SD dengan keberhasilan ketuntasan belajar
3
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta :
Kencana Prenada Media Group, 2006), cet pertama h. 207
4
Alfiyah, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Melalui Penerapan Metode Inkuiri
Pada Mata Pelajaran Ipa Di Kelas Iv Madrasah Ibtifaiyah Darussaman Kedoya Utara Jakarta
Barat
66
siswa mencapai 80%”. Sedangkan dalam penelitian ini juga di dukung oleh
penelitian Mustatiroh menerangkan5 “ mengalami keberhasil belajar mencapai
100% ketuntasan. Dengan menggunakan metode inkuiri Mustatiroh berhasil
meningkatkan hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia sampai 100 %
siswa tuntas.
5
Mustatiroh, Peningkatan Kemampuan Membedakan Fakta Dan Opini Dalam Artikel
Surat Kabar Dengan Metode Inkuiri Siswa Kelas Ix Smpn 225 Jakarta Barat
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan metode inkuiri terhadap
hasil belajar IPS Sosiologi dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri
dapat meningkatkan hasil belajar IPS Sosiologi sangat memuaskan pada siswa
MA AN NAJAH Petukangan Jakarta Selatan.
Pada siklus I dengan
menggunakan metode inkuiri dengan teknik modifikasi hasil belajar siswa
yang ditunjukkan pada nilai rata-rata
pretes siklus I 31,61 dengan nilai
terendah 20 dan nilai tertinggi 50 belum ada yang mencapai nilai KKM 75.
Sedangkan nilai rata” postes siklus I adalah 52,64 dengan nilai terendah 40 dan
nilai tertinggi 85. walaupun ada yang mencapai nilai 85 melebihi nilai KKM 75
namun masih 95% siswa masih di bawah nilai KKM 75. Dan nilai rata-rata Ngain pada siklus I sebesar 0,28 (masuk dalam kelompok N-Gain rendah).
Sedangkan pada penerapan metode inkuiri dengan teknik bebas pada siklus 2
mengalami peningakatan yang sangat luar biasa. Dengan nilai rata-rata pretes
siklus II yaitu 54,6 dengan nilai terendah 35 dan nilai tertinggi pretes 75.
Namun pada pretes siklus II masih banyak siswa yang di bawah nilai KKM 75.
Sedangkan pada nilai rata-rata postes 87,6 dengan nilai terendah yaitu 75 dan
nilai tertinggi postes mencapai 100. Di lihat dari hasil N-Gain yaitu sebesar
0,76 (masuk dalam kelompok N-Gain tinggi). Dengan demikian pada siklus II
ketuntasan hasil belajar mencapai 100% dari nilai KKM 75.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka penulis
mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
a. Pihak sekolah hendaknya memberikan dukungan pada pengembangan
penerapan metode inkuiri sehingga pembelajaran IPS dapat berjalan
secara efektif.
67
68
b. Diharapkan Guru IPS khususnya di MA AN NAJAH Petukangan Jakarta
Selatan dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih variatif,
sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yang
akan berdampak positif dalam peningkatkan mutu hasil belajar siswa.
c. Diharapkan bagi para pendidik dapat memilih metode atau cara mengajar
yang tepat, agar memicu semangat dalam kegiatan proses belajar
mengajar, dapat menumbuhkan minat dan motivasi dalam mengikuti
pelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar
siswa.
69
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,
2007), Edisi Revisi, Cet 7
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : PT.
Rineka Cipta, 2006)
Bahri Djamarah, Syaiful, Psikologi Belajar, (Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2011), Cet
ketiga
B. Uno, Hamzah, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang
Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008) Cet. Ketiga
Didik Komaidi dan Wahyu Wijayati, Panduan Lengkap PTK Penelitian Tindakan
Kelas, (Yogyakarta: Sabda Media,2011), Cet Pertama
Igak Wardhani dan Kuswaya Wihardit, Penelitian Tindakan Kelas (Tangerang
Selatan: Universitas Terbuka, 2012), Cet Keempat belas
Iskandarwassid dan Dadang Suhendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2009)
lif Khoiru Ahmadi dkk, Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP, (Jakarta : PT.
Prestasi Pustakarya, 2011),
Majid, Abdul,
Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2014) Cet kedua
Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja
Rosda Karya, 2010), cet Ketujuh
Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya,
2010), cet Kesebelas
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Referensi (GP Pres Group, 2013)
N.K, Roestiyah , Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta, Pt Rineka Cipta, 2002), cet.
kedelapan h. 75
Pupuh Fathurrohman dan Aa Suryana, Guru Profesional, (Bandung: PT Refliks
Aditama, 2012) Cet Pertama
Safa, Aziz, Restorasi Pendidikan Indonesia: Menuju Masyarakat Terdidik
Berbasis Budaya, (Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2011)
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
(Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2006), cet pertama
Sagala,
Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu
Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfabeta,
2013)
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Belajar Mengajar, (Bandung : PT. Remaja Rosda
Karya, 2011), cet keenam belas
70
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D), (Bandung, Alfabeta : 2008)
Suryabrata, Sumadi, Psikokologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung
: PT Remaja Rosdakarya, 2010)
Suharsimi Arikunto dan Suhardjono, Supardi, Penelitian Tindakan Kelas,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008)
Supriya, H, Konsep Dasar IPS, (Bandung: UPI Press, 2006), Cet. Pertama
Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2009) Cet. Kelima
Wijaya Kusuma dan Dedy Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas,
(Jakarta: PT Indeks, 2010) Cetakan kedua
Wiriaatmadja, Rochiati,
Metode Penelitian Tindakan Kelas : Untuk
Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2006), Cet Kedua
Alfiyah, “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Penerapan
Metode Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV Madrasah
Ibtidaiyah Darussaman Kedoya Utara Jakarta Barat ”, Skripsi Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah, (Jakarta: Perpustakaan Jurusan Tarbiyah
dan Keguruan, 2013)
Ita Puspita Dewi, “Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar
Kimia”,Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, (Jakarta:
Perpustakaan Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, 2009)
Mustatiroh berjudul “Peningkatan Kemampuan Membedakan Fakta dan Opini
Dalam Artikel Surat Kabar Dengan Metode Inkuiri Siswa Kelas IX SMPN
225 Jakarta Barat”, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,
(Jakarta: Perpustakaan Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, 2012)
Environment Analysis and Spatial Modeling Laboratory Department of Forest
Resources Conservation Faculty of Forestry. IPB
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Lampiran 1
Soal Uji Instrumen Validitas Siklus I
Nama
:
Kelas
:
Pelajaran :
1. Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk
melembagakan tujuan dan cara baru disebut....
a. inovasi
d. Rebelion,,,
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
2. Meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional
sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial disebut...
a. inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme,,,
3. Andi dan tono mencuri sepeda motor di pasar. Tindakan mereka berdua termasuk
penyimpangan...
a. Individu
d. berat
b. Kelompok
e. ringan
c. Campuran
4. Pembegalan termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. Berat
b. Kelompok
e. Ringan
c. Campuran
5. Rina tidur terlalu malem sampai ia terlambat masuk sekolah. Terlambatnya rina termasuk
penyimpangan....
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
6. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku
dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu
untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Menurut pendapat...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Robert M.Z. Lawang,,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
7. Karena putus dengan pacarnya Andy merokok dan miras. Tindakan Andy termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
8. Ciri utama penyimpangan individu adalah...
a. dilakukan sendiri
b. dilakukan berdua
c. dilakukan bersama teman
d. dilakukan 5 orang
e. dilakukan beberapa orang
9. Rahmat tidak pernah ikut tawuran. Namun ketika bermain dengan Firman menjadi ikut
tawuran. Penyimpangan tersebut termasuk kedalam teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
10. Apabila Rizky pernah sekali mencuri lalu teman-temannya sudah menjulukinya sebagai
pencuri termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
11. Tokoh dari teori penyimpangan labeling adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
12. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai
hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Pengertian penyimpangan sosial menurut...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden,,,
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
13. Tokoh dari teori penyimpangan differensiasi asociation adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
14. Inti dari teori leballing adalah...
a. Julukan
d. Ekonomi
b. Sosialisasi tidak sempurna
e. Pengaruh teman
c. Salah pergaulan
15. Seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
16. Seseorang yang menyimpang karena terpengaruh temannya termasuk kedalam
penyimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
Differential association
Perampokan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
b. negatif
e. berat
c. campuran
Munculnya wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Andi mencuri sepeda motor di parkiran rumah temannya termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku
dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem
itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Menurut pendapat...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Robert M.Z. Lawang,,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan, meskipun cara yang
dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku disebut...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial
keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas
kelompok.
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku yang konformis saja, tetapi juga
menghasilkan perilaku menyimpang. Pengertian teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Pencurian termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. ringan
b. Negatif
e. berat
c. Campuran
26. Penyimpangan sosial yang berwujud tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap
rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Pengertian
dari...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
27. Ciri utama penyimpangan individu adalah...
d. dilakukan sendiri
d. dilakukan 5 orang
e. dilakukan berdua
e. dilakukan beberapa orang
f. dilakukan bersama teman
28. Pembunuhan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
b. negatif
e. berat
c. campuran
29. Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
30. Seseorang yang melakukan penyimpangan sosial akibat sosialisasi tidak sempurna
termasuk kedalam penimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
31. Andi mencuri sepeda motor di parkiran rumah temannya termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
32. Penyimpangan yang dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain dan
berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan disebut
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
33. Pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah
melakukan penyimpangan primer (primary deviation ) misalnya pencuri, penipu,
pemabuk, dan sebagainya. Termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
34. Korupsi termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. ringan
b. Negatif
e. berat
c. Campuran
35. Perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang
dilarang oleh masyarakat (dengan melakukan tindak kriminal) disebut...
a. inovasi,,,
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
36. Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
37. Penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah
menyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (cultural
transmission) termasuk penyimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
38. Perubahan kebijakan tentang kenaikan BBM membuat kericuhan pada masyarakat. Hal
tersebut contoh dari teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
39. Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa
yang cenderung provokatif dan menebar kebencian Faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
40. Demonstrasi termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. ringan
a. Kelompok
e. berat
b. Campuran
41. Perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai
tujuan tersebut disebut...
a. inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas,,,
c. Retreatisme
42. Tawuran termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. ringan
b. Kelompok
e. berat
c. Campuran
43. Perubahan sistem pemerintahan Prancis sistem pemerinahan abslut membuat kericuhan.
Hal ini termasuk kedalam teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
44. Ani seorang anak yang baik. Namun ketika ani bermain dengan rina menjadi seorang
perokok. Dari contoh tersebut termasuk penyimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
45. Perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap
berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat disebut...
a. inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme,,,
e. Konformitas
c. Retreatisme
46. Seorang pencuri namun masyarakat menjuluki anaknya sebagai pencuri juga termasuk
teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
47. Seorang wanita menjadi sopir taksi termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
48. Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk
menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser,,
49. Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
50. Tokoh dari teori Jenjang makro adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
LAMPIRAN 2
TABEL VALIDITAS
No
Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
Skor
1
AGUNG YULIANTO
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
13
2
DINDA ASTRIA
1
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
14
196
3
ALIF YUNADI
1
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
1
1
0
1
0
1
0
0
0
0
1
21
441
4
BELQIS FIISABIL PHILIA
0
1
0
1
1
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
22
484
Nama Subyek
Y2
169
5
NADIA NURFAZA
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
1
15
225
6
RABILLA TUZAHRA ADISTI
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
29
841
7
AYU APRILIA IMPIAWATI
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
30
900
8
MUHAMMAD FAHMI
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
20
400
9
LISA WIDIYANTI
0
1
0
1
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
25
625
10
BAYU ANDIKA PRATAMA
0
0
0
0
1
0
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
11
121
11
ALDI GUNTARA SETIAWAN
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
28
784
12
NISRINA ZAHRA
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
0
1
0
0
1
0
0
1
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
16
256
13
SYARIF HIDAYAT
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
10
100
14
FEBY NURAENI
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
1
0
1
1
0
0
0
0
1
0
1
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
13
169
15
FAUZA KHANINDO
1
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
17
289
16
RASYID SIDIK
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
0
0
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
20
400
17
NIKEN LARASWATI
0
0
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
23
529
18
SHAFIRA BUNGA PERTIWI
1
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
0
17
289
19
RISMAWATI
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
29
841
20
rama
0
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
40
1600
21
Rina
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
29
841
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
1
30
900
23
Akmal
1
1
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
34
1156
24
Budi
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
34
1156
TESYA MUFTIYAS
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
30
900
22
25
Syerly
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
0
0
Benar (∑Y)
15
14
6
15
19
10
10
6
10
5
9
13
9
15
9
15
17
8
15
9
15
9
8
9
17
10
16
5
8
7
16
7
8
7
13
16
15
14
13
11
17
11
15
9
11
15
6
13
8
12
Salah
10
11
19
10
6
15
15
19
15
20
16
12
16
10
16
10
8
17
10
16
10
16
17
16
8
15
9
15
17
18
9
18
17
18
12
9
10
11
12
14
8
14
10
16
14
10
19
12
17
13
∑XY
238
219
66
66
334
141
119
108
148
42
148
214
112
262
129
237
298
92
759
106
257
99
103
111
263
142
30
121
73
273
82
106
70
596
295
Rxy
0.233577783
0.268610979
-0.020968599
0.081244446
-0.072225173
0.467155567
0.243733339
0.013979066
0.19295556
0.323387087
0.132671625
0.503892093
0.111941684
-0.101555558
0.640555191
-0.060933335
0.516208598
0.497010757
0.426533343
0.350336011
0.528088901
-0.033167906
0.305032353
0.04975186
0.142917256
0.477311122
0.458131706
0.572146384
0.497010757
0.514140759
0.468496677
0.613866337
0.23037408
0.4808989
-0.03385836
0.30265715
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
Ttabel
KETERANGAN
#REF!
223 #REF!
0.48746668
0.26861098
224
0
0.65326722
0.4842122
295 #REF!
0.4842122
0.51316724
249
142
190
283
59
0.45700001
0.66128513
0.47307605
0.44684446
0.35180649
0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0,444
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
valid
tidak
valid
tidak
valid
valid
tidak
valid
valid
valid
tidak
valid
tidak
valid
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
tidak
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
tidak
valid
valid
sedang
sedang
sukar
sedang
sangat
mudah
sukar
sukar
sukar
sukar
sangat
sukar
sukar
sedang
sukar
sedang
sukar
sedang
sangat
mudah
sukar
sedang
sukar
sedang
sukar
sukar
sukar
mudah
sukar
mudah
sangat
sukar
sukar
s sukar
mudah
sukar
sukar
sukar
tidak
valid
tidak
valid
valid
tidak
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
sedang mudah sedang sedang sedang sedang mudah sedang sedang sukar
valid
valid
tidak
valid
sedang sedang sukar
225
117
135
0.1951835
0.45434889
0.51185877
0.444 0.444 0.444
tidak
valid
valid
sedang sukar
valid
sedang
Lampiran 3
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) SIKLUS I
Nama Sekolah/Madrasah
: MA AN NAJAH Petukangan
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester
: X / II
Standar Kompetensi
: 1. Memahami Penyimpangan sosial dan Sikap Anti
Sosial
Kompetensi Dasar
Alokasi Waktu
:1.1 Mendeskripsikan Penyimpangan sosial Menurut
Bruce J. Cohen, James Vander Zander ,
Robert
M.Z.
Lawang,
Bentuk-bentuk
Penyimpangan Sosial, Teori Penyimpangan
Sosial
: 2x 40 Menit (1 x pertemuan)
Pertemuan Ke-
: 10
1. Indikator
1. Mendeskripsikan Pengertian Penyimpangan Sosial menurut Bruce J.
Cohen, James Vander Zander, Robert M.Z. Lawang.
2. Mendeskripsikan penyimpangan primer
3. Mendeskripsikan pembagian penyimpangan negatif
4. Menyebutkan contoh-contoh Penyimpangan Sosial
5. Mendeskripsikan teori-teori Penyimpangan Sosial
6. Memberikan contoh teori penyimpangan sosial
7. Mendeskripsikan faktor pendorong penyimpangan sosial
8. Siswa dapat mendeskripsikan dampak penyimpangan sosial
2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Mendeskripsikan Pengertian Penyimpangan Sosial menurut
Bruce J. Cohen, James Vander Zander, Robert M.Z. Lawang.
2. Siswa dapat Mendeskripsikan penyimpangan primer.
3. Siswa dapat membagi penyimpangan negatif
4. Siswa dapat Menyebutkan contoh-contoh Penyimpangan Sosial
5. Siswa dapat mendeskripsikan teori Penyimpangan sosial
6. Siswa dapat memberikan contoh teori penyimpangan sosial
7. Siswa dapat mendeskripsikan faktor pendorong penyimpangan sosial
8. Siswa dapat mendeskripsikan dampak penyimpangan sosial
3. Materi Pembelajaran
a. Materi pokok
: Penyimpangan Sosial
b. Uraian Materi
: Terlampir
4. Metode Pembelajaran
a. Metode Pembelajaran
: Inkuiri, Ceramah interaktif, Diskusi, Tanya
Jawab, Tugas
5. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal (± 10 menit)
1) Mengucap salam, menanyakan kabar siswa, berdoa serta mendoakan
siswa/orang tua siswa yang sakit (jika ada)
2) Menggugah minat belajar siswa dengan cara guru menceritakan
pengalaman menarik dalam hidupnya.
3) Mendeskripsikan secara singkat materi yang hendak di pelajari serta
menyampaikan tujuan pembelajaran dan media yang akan digunakan
pada materi pembelajaran Penyimpangan Sosial.
4) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
5) Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan hasil belajar
siswa yang diharapkan
6) Siswa mengerjakan soal pretest
7) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus
B. Kegiatan Inti (± 65 menit)
1) Guru memulai mengidentifikasikan kebutuhan siswa
2) Guru melibatkan peserta didik untuk mengetahui pengertian, konsep,
teori, dampak dan generalisasi Penyimpangan Sosial.
3) Guru menyeleksi materi pembelajaran dan problema atau tugas-tugas
yang akan diberikan
4) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan dan membimbing siswa
agar mengetahu apa yang harus dilakukan
5) Guru mensetting kelas dan alat-alat yang diperlukan
6) Guru mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan
dipecahkan dan tugas-tugas pada siswa
7) Guru membantu siswa dengan informasi/data jika diperlukan
8) Guru membantu siswa menganalisis sendiri dengan pertanyaan yang
mengarahkan dan mengidentifikasi proses
9) Guru membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi
atas hasil penemuan.
C. Penutup (± 10 menit)
1) Guru mengajak siswa untuk ikut menyimpulkan materi yang telah
dipelajari
2) Menyampaikan umpan balik serta mengulas kembali pembahasan dari
awal hingga akhir secara ringkas
3) Melakukan tanya jawab mengenai materi pelajaran
4) Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa agar termotivasi
5) Guru mengingatkan siswa pada tugas yang telah diberikan
6) Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
kepada murid
6. Media Pembelajaran
a. Media Pembelajaran : Power Point, Buku cetak, LKS, papan tulis,
laptop, proyektor,
7. Sumber Belajar
a. Buku paket (Muh, Nurdin, Mari Belajar IPS : Ilmu Pengetahuan
Sosial Untuk SMS/MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.)
b. LKS Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X Semester 2
8. Penilaian.
Aspek yang dinilai
-
Aspek afektif (sikap)
Komponen yang dinilai meliputi keberanian, kejujuran, kerjasama,
keaktifan,
kemampuan
mengkomunikasikan
hasil
kegiatan,
dan
melaporkan hasil diskusi.
-
Aspek Psikomotorik
Komponen yang dinilai meliputi ketepatan menganalisis contoh-contoh
permasalahan yang diberikan,
-
Aspek Kognitif
Komponen yang dinilai meliputi kemampuan menjawab pertanyaan yang
dilontarkan guru pada saat tanya jawab.
Bentuk Penilaian
a.
Tes tertulis : Soal-soal uji kompetensi dalam bentuk pilihan berganda dan
lisan
b.
Untuk kerja : melakukan kegiatan diskusi.
c.
Produk (hasil kerja) : laporan dan tugas
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPS
(ABD. Hamid Maghfur S.Pd)
NIP. 197410052007101002
Jakarta, 20 Mei 2015
Mahasiswa
(Akmal Maulana)
NIM. 1111015000088
Lampiran
PENYIMPANGAN SOSIAL
A. Pengertian Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidak sadar
pernah kita alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun
dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau
kecil, dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya
keseimbangan
kehidupan
dalam
masyarakat.
Suatu
perilaku
dianggap
menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang
berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah
segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity)
terhadap kehendak masyarakat.
Definisi-definisi penyimpangan sosial:
a. James W. Van Der Zanden:
Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang
dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
b. Robert M. Z. Lawang:
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang
berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang
dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
B. Bentuk-bentuk penyimpangan
Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai
berikut.

Penyimpangan bersifat positif
Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai
dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsurunsur inovatif, kreatif,
dan
memperkaya wawasan seseorang.
Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai
perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan
masyarakat yang memunculkan wanita karier.

Penyimpangan bersifat negatif
Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke
arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal
yang buruk seperti pencurian, perampokan, pelacuran, dan pemerkosaan.
Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:

Penyimpangan primer (primary deviation)
Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang
yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Misalnya seorang
siswa yang terlambat masuk sekolah karena ban sepeda motornya bocor,
seseorang yang menunda pembayaran pajak karena alasan keuangan yang
tidak mencukupi, atau pengemudi kendaraan bermotor yang sesekali
melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Penyimpangan sekunder (secondary deviation)
Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan
seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang
lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu
pulang dalam keadaan mabuk.
C. Berdasarkan pelakunya
Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
a. Penyimpangan individual (individual deviation)
Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh
seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang
telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiri tanpa rencana
melaksanakan suatu kejahatan. Penyimpangan individu berdasarkan kadar
penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
1. Pembandel, yaitu penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat
orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
2. Pembangkang, yaitu penyimpangan karena tidak taat pada peringatan
orang-orang.
3. Pelanggar, yaitu penyimpangan karena melanggar norma-norma
umum yang berlaku. Misalnya orang yang melanggar rambu-rambu
lalu lintas pada saat di jalan raya.
4. Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan karena mengabaikan
norma-norma umum sehingga menimbulkan kerugian harta benda
atau jiwa di lingkungannya. Misalnya pencuri, penjambret, penodong,
dan lain-lain.
5. Munafik, yaitu penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata
bohong, berkhianat, dan berlagak membela.
b. Penyimpangan kelompok (group deviation)
Penyimpangan kelompok adalah tindakan yang dilakukan oleh
sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok yang bertentangan
dengan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya, sekelompok orang
menyelundupkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya.
c. Penyimpangan campuran (combined deviation)
Penyimpangan seperti itu dilakukan oleh suatu golongan sosial
yang memiliki organisasi yang rapi, sehingga individu ataupun kelompok
didalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan
norma masyarakat yang berlaku. Misalnya, remaja yang putus sekolah dan
pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat, dengan di bawah
pimpinan seorang tokoh mereka mengelompok ke dalam organisasi
rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng).
D. Teori Perilaku Menyimpang
Dalam ilmu sosiologi, dikenal
menyimpang yakni;
berberapa
teori
a. Teori Pergaulan Berbeda (Differential Association)
mengenai
perilaku
Teori ini dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland. Menurut teori ini,
penyimpangan bersumber dari pergaulan antara individu yang tidk pernah
melakukan
penyimpangan
dengan
sekelompok
orang
yang
telah
menyimpang.
b. Teori Lebelling
Teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert. Menurut teori ini, seseorang
menjadi menyimpang karena proses labeling yang diberikan masyarakat
kepaa si pelaku yang melakukan penyimpangan. Maksudnya ialah, pemberian
cap atau julukan yang biasanya negative kepada pelaku yang melakukan
penyimpangan primer akan cenderung melakukan kembali penyimpangan
tersebut dan berkembang menjadi penyimpangan sekunder.
c. Teori Fungsi
Teori ni dikemukakan oleh Emile Durkheim. Menurut teori ini, keseragaman
dalam kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan
karena setiap individu berbeda satu sama dengan lainnya.
d. Teori Tipologi Adaptasi
Teori ini dikembangkan oleh Robert K. Merton. Beliau menggunakan teori
ini untuk menjelaskan struktur – struktur social yang ada di masyarakat.
Menurutnya, struktur social bukan hanya mnghasilkan perilaku yang
komformis saja tetapi ada pula yang menghasilkan perilaku menyimpang.
Dalam hal ini, Merton mengembangkan tipolog cara – cara terhadap adaptasi
dalam table berikut:
a) Inovasi, yaitu perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi
memakai cara yang dilarang oleh masyarakat (dengan melakukan tindak
kriminal).
b) Ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan
budaya, namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah
digariskan masyarakat.
c) Pengunduran/pengasingan diri (retreatisme), yaitu meninggalkan baik
tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional
sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial.
d) Pemberontakan (rebellion), yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara
konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara
baru.
e) Konformitas, yaitu perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan
oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
E. Faktor-faktor Penyimpangan Sosial
a) Menurut James W. Van Der Zanden Faktor-faktor penyimpangan sosial
adalah sebagai berikut:
a. Longgar/tidaknya nilai dan norma.
Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar
salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran longgar
tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Norma dan nilai sosial
masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat
yang lain. Misalnya: kumpul kebo di Indonesia dianggap penyimpangan,
di masyarakat barat merupakan hal yang biasa dan wajar.
b. Sosialisasi yang tidak sempurna.
Di masyarakat sering terjadi proses sosialisasi yang tidak sempurna,
sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Contoh: di masyarakat
seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman,
menjadi teladan namun kadangkala terjadi pemimpin justru memberi
contoh yang salah, seperti melakukan KKN. Karena masyarakat mentolerir
tindakan tersebut maka terjadilah tindak perilaku menyimpang.
c. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang.
Perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai
sub kebudayaan yang menyimpang, yaitu suatu kebudayaan khusus yang
normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan/ pada
umumnya. Contoh: Masyarakat yang tinggal di lingkungan kumuh,
masalah etika dan estetika kurang diperhatikan, karena umumnya mereka
sibuk dengan usaha memenuhi kebutuhan hidup yang pokok (makan),
sering cekcok, mengeluarkan kata-kata kotor, buang sampah sembarangan
dan sebagainya. Hal itu oleh masyarakat umum dianggap perilaku
menyimpang.
b) Menurut Casare Lombroso
Perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor:
1). Biologis
Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Ia membuat
penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. Berdasarkan ciri-ciri tertentu
orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Ciri- ciri fisik tersebut antara
lain: bentuk muka, kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya.
2). Psikologis
Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian
retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan
penyimpangan. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang.
3). Sosiologis
Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan
sosialisasi yang kurang tepat. Individu tidak dapat menyerap norma-norma
kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana
melakukan penyimpangan.
E. Dampak Perilaku Penyimpangan Sosial
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang ada di masyarakat akan
membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada
umumnya.
a. Dampak Penyimpangan sosial Bagi Pelaku
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seorang
individu akan memberikan dampak bagi si pelaku. Berikut ini beberapa
dampak tersebut.
1. Memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan
mental terhadap pelaku karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat
atau dijauhi dari pergaulan.
2. Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan.
3. Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa.
4. Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.
b. Dampak Penyimpangan sosial Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
Perilaku penyimpangan juga membawa dampak bagi orang lain atau
kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa di antaranya adalah meliputi
hal-hal berikut ini.
1. Dapat mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam
masyarakat.
2. Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku di
masyarakat.
3. Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku.
4. Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku
individu dalam kehidupan masyarakat.
F. Dampak positif yang ditimbulkan akibat perilaku penyimpangan sosial
Menurut pandangan umum, perilaku menyimpang dianggap merugikan
masyarakat baik terhadap pelaku maupun terhadap orang lain pada umumnya
adalah bersifat negatif. Akan tetapi, menurut Emile Durkheim, perilaku
menyimpang juga memiliki kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
Beberapa kontribusi penting dari perilaku menyimpang yang bersifat positif
bagi masyarakat meliputi hal-hal berikut ini.
1. Perilaku menyimpang memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat.
Bahwa setiap perbuatan baik merupakan lawan dari perbuatan yang tidak
baik. Dapat dikatakan bahwa tidak akan ada kebaikan tanpa ada ketidakbaikan. Oleh karena itu perilaku penyimpangan diperlukan untuk semakin
menguatkan moral masyarakat.
2. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan memperjelas batas moral.
Dengan dikatakan seseorang berperilaku menyimpang, berarti masyarakat
mengetahui kejelasan mengenai apa yang dianggap benar dan apa yang
dianggap salah.
3. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan
masyarakat.
4. Setiap ada perilaku penyimpangan masyarakat pada umumnya secara
bersama-sama akan menindak para pelaku penyimpangan. Hal tersebut
menegaskan bahwa ikatan moral akan mempersatukan masyarakat.
5. Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial. Para pelaku
penyimpangan senantiasa menekan batas moral masyarakat, berusaha
memberikan alternatif baru terhadap kondisi masyarakat dan mendorong
berlangsungnya perubahan.
G. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga Sekolah dan
Masyarakat
Berbagai perilaku penyimpangan sosial dalam masyarakat selalu ada. Untuk
menekan agar perilaku menyimpang ini tidak menjalar sebagaimana wabah, ada
upaya-upaya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan, baik itu di lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sebagaimana banyak
orang berkata bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati.
1. Di Lingkungan Keluarga
Di sini perlu dukungan dari semua anggota keluarga, baik keluarga inti
maupun keluarga luas. Anggota keluarga hendaknya mampu mengembangkan
sikap kepedulian, kompak, serta saling memahami peran dan kedudukannya
masing-masing di keluarga. Orang tua memegang peran utama dalam
membentuk perwatakan dan membina sikap anak-anaknya. Orang tua
merupakan figur utama anak yang dijadikan panutan dan tuntunan. Orang tua
hendaknya dapat melakukan beberapa hal sbb.
a.
b.
c.
d.
Menciptakan suasana harmonis, perhatian, dan penuh rasa kekeluargaan.
Menanamkan nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, dan ketaatan beribadah.
Mengembangkan hubungan yang akrab dengan anak.
Selalu menghargai pendapat anak, memberikan solusi jika anak mendapat
kesulitan.
e. Memberikan teguran jika anak bersalah dan memberikan pujian jika anak
berbuat baik.
f. Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai tingkat usia dan
pendidikannya.
2.
Di Lingkungan Sekolah
Pendidik di lingkungan sekolah memegang peran utama dalam
mengarahkan anak agar tidak melakukan berbagai penyimpangan sosial. Berbagai
hal yang dapat dilakukan guru/pendidik:
a. Menciptakan hubungan yang harmonis dengan setiap anak didiknya.
b. Menanamkan nilai-nilai agama, disiplin, budi pekerti, moral.
c. Selalu mengembangkan sikap keterbukaan, jujur, dan saling percaya.
d. Memberi kebebasan dan mendukung siswa untuk mengembangkan potensi
diri.
e. Bersedia mendengar keluhan siswa serta mampu membantu mecari solusi
3.
Di Lingkungan Masyarakat
Pengaruh lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian
seseorang. Lingkungan pergaulan yang sehat dan nyaman dapat dijadikan tempat
ideal untuk membentuk karakter anak yang baik. Hal-hal yang dapat
dikembangkan dalam masyarakat sebagai upaya pencegahan perilaku
penyimpangan social
a. Mengembangkan kerukunan antar warga masyarakat. Seperti rasa kepedulian,
gotong royong, dan kekompakan.
b. Membudayakan perilaku disiplin bagi warga masyarakat, misalnya disiplin
dalam menghormati keputusan-keputusan bersama, seperti ronda
malam,gotongroyong kebersihan lingkungan dll.
c. Mengembangkan berbagai kegiatan warga yang bersifat positif, seperti
perkumpulan PKK, Karang Taruna, Pengajian, Kegiatan Kemanusiaan.
Lampiran 4
KISI-KISI INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR SIKLUS I
SK
KD
Memahami
Pengertian,
Tujuan,
BentukBentuk
penyimpangan
sosial dan anti
sosial
Mengidentifikasikan1.
Pengertian, Tujuan,
Bentuk-Bentuk
penyimpangan
sosial, dan teoriteori penyimpangan
sosial
INDIKATOR
SOAL
Siswa
dapat
menentukan
pengertian
menurut Bruce J.
Cohen,
James
Vander
Zander,
Robert
M.Z.
Lawang
Siswa
dapat
memahami
penyimpangan
positif
Siswa
dapat
memahami
penyimpangan
negatif
Siswa
dapat
memahami
Penyimpangan
Individu
Siswa
dapat
memahami
Penyimpangan
Kelompok
Siswa
dapat
memahami Teori
Penyimpangan
sosial Differential
Association
Siswa
dapat
memahami Teori
Penyimpangan
sosial Labeling
Siswa
dapat
memahami Teori
Penyimpangan
sosial
Jenjang
Makro
Siswa
dapat
memahami bentuk
adaptasi menurut
Robert K. Merton
Siswa
dapat
memahami faktor
pendorong
Penyimpangan
Sosial
Lampiran 5
Soal Pretes siklus I
Nama
:
Kelas
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Mata Pelajaran
:
Penyimpangan sosial yang berwujud tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap
rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Pengertian
dari...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
Seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa
yang cenderung provokatif dan menebar kebencian Faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
Demonstrasi termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. ringan
e. berat
b. Kelompok
c. Campuran
Ciri utama penyimpangan individu adalah...
a. dilakukan sendiri
d. dilakukan 5 orang
e. dilakukan beberapa orang
b. dilakukan berdua
c. dilakukan bersama teman
Perubahan sistem pemerintahan Prancis sistem pemerinahan abslut membuat kericuhan.
Hal ini termasuk kedalam teori penyimpangan...
a.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Ani seorang anak yang baik. Namun ketika ani bermain dengan rina menjadi seorang
perokok. Dari contoh tersebut termasuk penyimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai
tujuan tersebut disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
Munculnya wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan Negatif
d. Penyimpangan Ringan
b. Penyimpangan Campuran
e. Penyimpangan Berat
c. Penyimpangan Positif
Perampokan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
b. negatif
e. berat
c. campuran
Pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah
melakukan penyimpangan primer (primary deviation ) misalnya pencuri, penipu,
pemabuk, dan sebagainya. Termasuk teori penyimpangan...
a. Konflik
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Labelling
c. Differential association
Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai
hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Pengertian penyimpangan sosial menurut...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Tawuran termasuk kedalam penyimpangan...
a. Kelompok
d. ringan
b. Individu
e. berat
c. Campuran
17. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku
dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem
itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Menurut pendapat...
a. Bruce J. Cohen
d. Robert M.Z. Lawang
e. Paul B. Horton
b. James Vanden Zenden
c. Lewis Coser
18. Pembunuhan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
b. negatif
e. berat
c. campuran
19. Perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap
berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
20. Seorang pencuri namun masyarakat menjuluki anaknya di cap akan sebagai pencuri juga
termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Soal Postes siklus I
Nama
:
Kelas
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Mata Pelajaran
:
Munculnya wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Demonstrasi termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. ringan
b. Kelompok
e. berat
c. Campuran
Perampokan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
b. negatif
e. berat
c. campuran
Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa
yang cenderung provokatif dan menebar kebencian Faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
Penyimpangan sosial yang berwujud tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap
rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Pengertian
dari...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Ciri utama penyimpangan individu adalah...
a. dilakukan sendiri
d. dilakukan 5 orang
b. dilakukan berdua
e. dilakukan beberapa orang
c. dilakukan bersama teman
Pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah
melakukan penyimpangan primer (primary deviation ) misalnya pencuri, penipu,
pemabuk, dan sebagainya. Termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku
dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem
itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Menurut pendapat...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Robert M.Z. Lawang,,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Pembunuhan termasuk penyimpangan...
a. positif
d. ringan
e. berat
b. negatif
c. campuran
Seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap
berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme,,,
e. Konformitas
c. Retreatisme
Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
Tawuran termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. ringan
b. Kelompok
e. berat
c. Campuran
Perubahan sistem pemerintahan Prancis sistem pemerinahan abslut membuat kericuhan.
Hal ini termasuk kedalam teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Ani seorang anak yang baik. Namun ketika ani bermain dengan rina menjadi seorang
perokok. Dari contoh tersebut termasuk penyimpangan teori...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
18. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai
hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Pengertian penyimpangan sosial menurut...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden,,,
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
19. Perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai
tujuan tersebut disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas,,,
c. Retreatisme
20. Seorang pencuri namun masyarakat menjuluki anaknya di cap akan sebagai pencuri juga
termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Lampiran 6
KUNCI JAWABAN PRETEST SIKLUS I
1.
A
11. C
2.
B
12. B
3.
B
13. E
4.
C
14. B
5.
E
15. D
6.
B
16. A
7.
A
17. D
8.
D
18. B
9.
C
19. C
10. E
20. A
KUNCI JAWABAN POSTEST SIKLUS I
1.
D
11. D
2.
A
12. E
3.
E
13. C
4.
B
14. A
5.
C
15. B
6.
A
16. E
7.
B
17. C
8.
D
18. A
9.
C
19. B
10. A
20. D
Lampiran 7
Perhitungan N- Gain Siklus I
1.
0,25
13.
2.
0,25
14.
3.
4.
0,25
15.
0,25
16
25.
0,36
26.
0,25
27.
0,25
28.
5.
17.
6.
18.
7.
19.
8.
20.
0,25
32.
9.
21.
0,375
33.
10.
22.
0,3
34. .
11.
12.
0, 36
29.
0,28
23.
24.
0,25
30.
0,46
31.
0,25
0,6
0,25
Lampiran 9
Lembar Observasi Terhadap Peneliti Siklus I
No
INDIKATOR/ASPEK YANG DINILAI
Kegiatan Awal
1. Guru mengucap salam, menanyakan kabar siswa
2. Guru mendeskripsikan secara singkat materi yang hendak
dipelajari
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan media
yang akan digunakan
4. Guru
mengajukan
pertanyaan-pertanyaan
yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
5. Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan
hasil belajar siswa yang diharapkan
6. Guru memberikan soal pretest
Kegiatan Inti
1. Guru memulai mengidentifikasikan kebutuhan siswa
2. Guru melibatkan peserta didik untuk mengetahui
pengertian, konsep, teori, dan dampak dan generalisasi
Penyimpangan Sosial
3. Guru menyeleksi materi pembelajaran dan problema atau
tugas-tugas yang akan diberikan
4. Guru membagi siswa menjadi menjadi 6 kelompok
5. Setiap kelompok berjumlah 5-6 orang
6. Guru memberikan koran tentang penyimpangan sosial
kepada setiap kelompok
7. Guru membimbing kegiatan diskusi sampai mengerti
penyimpangan sosial, bentuk penyimpangan serta solusi
dari koran tersebut
8. Setiap kelompok menganalisis berita tentang faktorfaktor penyimpangan yang terjadi dikoran
9. Setiap kelompok membuat laporan dan menyampaikan
didepan kelas
Penutup
1. Guru mengajak siswa ikut menyim[ulkan materi yang
telah diajarkan
2. Menyampaikan umpan balik serta kembali pembehasan
dari awal hingga akhir secara ringkas
3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa agar
Skor
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
termotivasi
4. Guru mengingatkan tugas yang telah diberikan
5. Guru memberikan Soal Post test
6. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran
menucapkan salam kepada murid
dengan
01234
01234
01234
Catatan :Nilai 0= Sangat Kurang Baik, Nilai 1= Kurang Baik, Nilai2 = Cukup,
Nilai 3= Baik, Nilai 4 = Sangat Baik
Guru Pamong
(ABD. Hamid Maghfur M.Pd)
NIP. 197410052007101002
Hasil Observasi Terhadap Siswa Siklus I
No
INDIKATOR/ASPEK YANG DINILAI
Skor
Kegiatan Awal
1. Siswa menjawab salam, menjawab pertanyaan kabar guru
01234
2. Siswa menyimak materi yang hendak dipelajari
01234
3. Siswa memperhatikan apa yang disampaikan guru
01234
4. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
01234
guru
5. Siswa memperhatikan apa yang diinformasikan guru
01234
6. Siswa menjawab soal pretest
01234
Kegiatan Inti
1. Siswa memulai mengidentifikasikan kebutuhannya
01234
2. Siswa menjawab apa yang guru tanyakan
01234
3. Siswa mendengarkan tugas yang diberikan oleh guru
01234
4. Siswa membuat kelompok menjadi menjadi 6 kelompok
01234
5. Siswa berkelompok menjadi 5-6 orang
01234
6. Setiap kelompok diberikan koran tentang penyimpangan
01234
sosial oleh guru
7. Siswa dibimbing kegiatan diskusi sampai mengerti
01234
penyimpangan sosial, bentuk penyimpangan serta solusi
dari koran tersebut
8. Setiap kelompok menganalisis berita tentang faktor01234
faktor penyimpangan yang terjadi dikoran
9. Setiap kelompok membuat laporan dan menyampaikan
01234
didepan kelas
Penutup
1. Siswa ikut menyimpulkan materi yang telah diajarkan
01234
2. Siswa menjawab umpan balik yang diberikan guru
01234
3. Siswa bertepuk tangan untuk apresiasi dirinya agar
01234
termotivasi
4. Siswa memperhatikan tugas yang telah diberikan
01234
5. Siswa mengerjakan soal post test
01234
6. Siswa menjawab salam guru
01234
Catatan :Nilai 0= Sangat Kurang Baik, Nilai 1= Kurang Baik, Nilai2 = Cukup,
Nilai 3= Baik, Nilai 4 = Sangat Baik
NILAI PRETES SIKLUS I.txt
SKOR DATA DIBOBOT
=================
Jumlah Subyek
= 34
Jumlah butir
= 20
Bobot jwb benar = 1
Bobot jwb salah = 0
Keterangan: data terurut berdasarkan skor (tinggi ke rendah)
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Kode/Nama
M. Syauqi ...
Rama Ramadino
Wilda Khof...
Clarissa A...
Fairuz Hum...
Fajar Wica...
Fahry Rahm...
Hilda Safira
Dicko Atha...
Mutiara Ag...
Nadhiefa R...
Ahmad Soba...
Aldi Febri...
Almeira Pu...
Aulia Rach...
Fakhrur Ro...
Lia Listiana
M. Dicka R...
Nona Riza ...
Rafli Tegu...
Rizky Naji...
Sabilia Is...
Abdan Syak...
Iqbal Zainul
M. Al Fiqi
M. Fauzan ...
M. Luthfi ...
M. Rembang...
M. Rizky S...
Nadine Aulia
Nafi Nufafi
Rois Abdullah
Yuni Rahma...
Agustina C...
Benar
10
10
10
9
9
9
8
8
7
7
7
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
Salah
10
10
10
11
11
11
12
12
13
13
13
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
17
Kosong
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Skr Asli
10
10
10
9
9
9
8
8
7
7
7
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
Skr Bobot
10
10
10
9
9
9
8
8
7
7
7
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
RELIABILITAS TES
================
Rata2= 6,09
Simpang Baku= 2,05
KorelasiXY= -0,27
Reliabilitas Tes= -0,72
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
Kode/Nama Subyek
M. Syauqi Sut...
Rama Ramadino
Wilda Khofikoini
Clarissa Adisty
Fairuz Humair...
Fajar Wicaksono
Fahry Rahmansyah
Hilda Safira
Skor Ganjil
Skor Genap
8
1
3
7
4
6
4
5
5
4
4
5
3
5
4
4
Page 1
Skor Total
9
10
10
9
9
9
8
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Dicko Athala ...
Mutiara Agustina
Nadhiefa Rahm...
Ahmad Sobari ...
Aldi Febriansyah
Almeira Putri...
Aulia Rachman...
Fakhrur Rozi ...
Lia Listiana
M. Dicka Rach...
Nona Riza Nad...
Rafli Teguh I...
Rizky Najib M...
Sabilia Ismi ...
Abdan Syakur ...
Iqbal Zainul
M. Al Fiqi
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
Nadine Aulia
Nafi Nufafi
Rois Abdullah
Yuni Rahmawati
Agustina Chan...
NILAI PRETES SIKLUS I.txt
5
2
0
7
4
3
2
4
5
1
3
3
2
4
2
4
5
1
3
3
4
2
2
4
2
4
4
2
1
3
2
2
0
4
2
2
1
3
2
2
3
1
2
2
3
1
2
2
2
2
2
1
7
7
7
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
Kel Unggul & Asor
=================
Kelompok Unggul
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
Hilda Safira
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Agustina Chan...
Fairuz Humair...
Lia Listiana
M. Fauzan Adenry
Nadine Aulia
Jml Jwb Benar
Skor
15
13
13
13
12
12
12
12
12
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
Hilda Safira
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Agustina Chan...
Fairuz Humair...
Lia Listiana
M. Fauzan Adenry
Nadine Aulia
Jml Jwb Benar
12
1
1
1
1
1
1
1
7
13
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
1
1
7
2
1
1
1
3
14
1
1
1
1
1
1
6
15
1
1
1
1
4
3
1
1
1
1
1
1
6
16
1
1
1
1
1
1
6
4
1
1
1
3
17
1
1
1
1
1
1
6
5
1
1
1
1
1
1
6
18
1
1
1
1
1
1
1
1
8
6
1
1
1
1
1
5
19
1
1
1
1
1
1
1
7
7
1
1
1
1
1
1
1
1
8
8
1
1
1
3
9
1
1
1
1
1
1
6
10
1
1
1
1
1
5
11
1
1
1
1
1
5
20
1
1
1
1
1
1
1
1
1
9
Kelompok Asor
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No.Urut
Kode/Nama Subyek
Skor
1
2
3
Page 2
4
5
6
7
8
9
10
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
M. Syauqi Sut...
Nadhiefa Rahm...
M. Dicka Rach...
M. Luthfi Al ...
Abdan Syakur ...
Ahmad Sobari ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
Mutiara Agustina
Jml Jwb Benar
NILAI PRETES SIKLUS I.txt
10
1
1
1
10
1
1
1
9
1
1
1
9
1
1
1
8
1
1
8
1
1
8
1
1
8
1
1
1
8
1
1
7
3
6
2
5
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
M. Syauqi Sut...
Nadhiefa Rahm...
M. Dicka Rach...
M. Luthfi Al ...
Abdan Syakur ...
Ahmad Sobari ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
Mutiara Agustina
Jml Jwb Benar
12
1
1
2
13
1
1
1
1
1
1
6
14
1
1
1
3
15
1
1
1
1
1
5
16
1
1
2
17
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
4
18
1
1
1
3
19
1
1
2
1
1
1
1
4
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
6
1
1
1
1
1
1
1
1
1
7
20
1
1
DAYA PEMBEDA
============
Jumlah Subyek= 34
Klp atas/bawah(n)= 9
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Kel. Atas
5
2
4
5
5
4
4
3
3
5
4
6
2
4
3
5
6
6
3
1
Kel. Bawah
3
1
2
2
3
3
0
3
1
2
3
3
1
2
1
3
1
0
1
0
Beda
2
1
2
3
2
1
4
0
2
3
1
3
1
2
2
2
5
6
2
1
Indeks DP (%)
22,22
11,11
22,22
33,33
22,22
11,11
44,44
0,00
22,22
33,33
11,11
33,33
11,11
22,22
22,22
22,22
55,56
66,67
22,22
11,11
TINGKAT KESUKARAN
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No Butir
Jml Betul
Tkt. Kesukaran(%)
Tafsiran
Page 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
NILAI PRETES SIKLUS I.txt
47,06
Sedang
17,65
Sukar
26,47
Sukar
44,12
Sedang
44,12
Sedang
38,24
Sedang
38,24
Sedang
35,29
Sedang
35,29
Sedang
35,29
Sedang
41,18
Sedang
41,18
Sedang
20,59
Sukar
26,47
Sukar
17,65
Sukar
35,29
Sedang
26,47
Sukar
20,59
Sukar
14,71 Sangat Sukar
2,94 Sangat Sukar
16
6
9
15
15
13
13
12
12
12
14
14
7
9
6
12
9
7
5
1
KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL
=================================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Korelasi
0,046
0,133
0,271
0,225
0,196
-0,004
0,265
0,151
0,151
0,242
0,082
0,289
0,158
0,271
0,285
0,242
0,502
0,626
0,311
0,337
Signifikansi
Signifikan
Sangat Signifikan
-
Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:
df (N-2)
10
15
20
25
30
40
50
P=0,05
0,576
0,482
0,423
0,381
0,349
0,304
0,273
P=0,01
0,708
0,606
0,549
0,496
0,449
0,393
0,354
Bila koefisien = 0,000
df (N-2)
60
70
80
90
100
125
>150
P=0,05
0,250
0,233
0,217
0,205
0,195
0,174
0,159
P=0,01
0,325
0,302
0,283
0,267
0,254
0,228
0,208
berarti tidak dapat dihitung.
Page 4
NILAI PRETES SIKLUS I.txt
KUALITAS PENGECOH
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI PRETES
SIKLUS I BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
a
16**
8++
109-13--13--13**
10-12--11-10-9-16--13--14-12**
1012-121**
b
26**
24++
213**
7+
3+
3+
23+
14**
4+
9**
25++
37**
7++
7++
c
27++
4+
15**
21-3+
3+
12**
3+
14**
4++
236++
25++
8++
5**
7++
d
11--7++
9**
3+
24++
3+
12**
26++
3+
4++
5+
6++
6**
5++
9**
0-9++
9++
e
3+
6++
9+
3+
15**
3+
86++
5++
12**
4++
3+
7**
36++
10-7++
7++
1-10++
Keterangan:
** : Kunci Jawaban
++ : Sangat Baik
+ : Baik
- : Kurang Baik
-- : Buruk
---: Sangat Buruk
Page 5
*
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
NILAI POSTEST SIKLUS I.txt
SKOR DATA DIBOBOT
=================
Jumlah Subyek
= 34
Jumlah butir
= 20
Bobot jwb benar = 1
Bobot jwb salah = 0
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Kode/Nama
Abdan Syak...
Agustina C...
Ahmad Soba...
Aldi Febri...
Almeira Pu...
Aulia Rach...
Clarissa A...
Dicko Atha...
Fahry Rahm...
Fairuz Hum...
Fajar Wica...
Fakhrur Ro...
Hilda Safira
Iqbal Zainul
Lia Listiana
M. Al Fiqi
M. Dicka R...
M. Fauzan ...
M. Luthfi ...
M. Rembang...
M. Rizky S...
M. Syauqi ...
Mutiara Ag...
Nadhiefa R...
Nadine Aulia
Nafi Nufafi
Nona Riza ...
Rafli Tegu...
Rama Ramadino
Rizky Naji...
Rois Abdullah
Sabilia Is...
Wilda Khof...
Yuni Rahma...
Benar
8
10
10
9
10
10
12
10
10
12
13
10
12
8
10
8
10
8
8
8
10
15
12
12
12
8
10
10
12
15
9
10
17
7
Salah
12
10
10
11
10
10
8
10
10
8
7
10
8
12
10
12
10
12
12
12
9
5
8
8
8
12
10
10
8
5
11
10
3
13
Kosong
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Skr Asli
8
10
10
9
10
10
12
10
10
12
13
10
12
8
10
8
10
8
8
8
10
15
12
12
12
8
10
10
12
15
9
10
17
7
Skr Bobot
8
10
10
9
10
10
12
10
10
12
13
10
12
8
10
8
10
8
8
8
10
15
12
12
12
8
10
10
12
15
9
10
17
7
RELIABILITAS TES
================
Rata2= 10,44
Simpang Baku= 2,26
KorelasiXY= -0,24
Reliabilitas Tes= -0,64
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Abdan Syakur ...
Agustina Chan...
Ahmad Sobari ...
Aldi Febriansyah
Almeira Putri...
Aulia Rachman...
Clarissa Adisty
Dicko Athala ...
Fahry Rahmansyah
Skor Ganjil
Skor Genap
2
6
7
3
3
6
6
3
6
4
4
6
5
6
5
5
5
5
Page 1
Skor Total
8
10
9
9
10
10
11
10
10
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Fairuz Humair...
Fajar Wicaksono
Fakhrur Rozi ...
Hilda Safira
Iqbal Zainul
Lia Listiana
M. Al Fiqi
M. Dicka Rach...
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
M. Syauqi Sut...
Mutiara Agustina
Nadhiefa Rahm...
Nadine Aulia
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Rafli Teguh I...
Rama Ramadino
Rizky Najib M...
Rois Abdullah
Sabilia Ismi ...
Wilda Khofikoini
Yuni Rahmawati
NILAI POSTEST SIKLUS I.txt
5
6
7
5
5
4
5
6
4
4
5
4
6
1
2
7
4
3
2
6
5
3
2
7
7
7
4
7
7
4
3
8
3
4
4
6
5
5
5
6
8
6
5
3
3
7
8
8
3
4
11
12
9
11
8
9
7
9
7
8
8
9
14
11
11
11
7
10
10
11
14
8
10
16
7
Kel Unggul & Asor
=================
Kelompok Unggul
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
M. Syauqi Sut...
Rizky Najib M...
Fajar Wicaksono
Clarissa Adisty
Fairuz Humair...
Hilda Safira
Mutiara Agustina
Nadhiefa Rahm...
Jml Jwb Benar
Skor
17
15
15
13
12
12
12
12
12
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
M. Syauqi Sut...
Rizky Najib M...
Fajar Wicaksono
Clarissa Adisty
Fairuz Humair...
Hilda Safira
Mutiara Agustina
Nadhiefa Rahm...
Jml Jwb Benar
12
1
1
1
1
1
1
1
1
8
13
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
1
1
7
2
1
1
1
1
1
1
6
14
1
1
1
1
1
1
6
15
1
1
1
1
1
1
6
3
1
1
1
1
1
1
1
7
16
1
1
1
1
1
1
6
4
1
1
1
1
1
1
1
7
17
1
1
1
1
1
5
5
1
1
1
1
1
1
6
18
1
1
1
1
1
1
6
6
1
1
1
1
1
1
6
19
1
1
1
1
1
1
1
7
7
1
1
2
8
1
1
1
1
1
1
1
7
9
1
1
1
1
1
1
1
1
8
10
1
1
1
1
4
11
1
1
1
3
20
1
1
1
1
1
1
1
1
1
9
Kelompok Asor
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No.Urut
1
Kode/Nama Subyek
Rois Abdullah
Skor
9
1
-
2
3
1
1
Page 2
4
-
5
1
6
1
7
-
8
-
9
-
10
1
11
-
2
3
4
5
6
7
8
9
Abdan Syakur ...
Iqbal Zainul
M. Al Fiqi
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
M. Rembang S. R.
Nafi Nufafi
Yuni Rahmawati
Jml Jwb Benar
NILAI POSTEST SIKLUS I.txt
8
1
1
1
8
1
1
1
8
1
1
8
1
1
1
8
1
1
1
8
1
1
1
8
1
1
7
1
1
5
3
4
5
3
5
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Rois Abdullah
Abdan Syakur ...
Iqbal Zainul
M. Al Fiqi
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
M. Rembang S. R.
Nafi Nufafi
Yuni Rahmawati
Jml Jwb Benar
12
1
1
13
1
1
1
1
4
14
1
1
1
3
15
1
1
2
16
1
1
1
1
1
5
17
1
1
18
1
1
1
1
4
19
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
4
1
1
1
3
1
1
2
1
1
1
1
5
1
1
1
1
4
20
1
1
1
1
4
DAYA PEMBEDA
============
Jumlah Subyek= 34
Klp atas/bawah(n)= 9
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Kel. Atas
7
6
7
7
6
6
2
7
8
4
3
8
4
6
6
6
5
6
7
9
Kel. Bawah
5
3
4
5
3
5
4
3
2
5
4
1
4
3
2
5
1
4
5
4
Beda
2
3
3
2
3
1
-2
4
6
-1
-1
7
0
3
4
1
4
2
2
5
Indeks DP (%)
22,22
33,33
33,33
22,22
33,33
11,11
-22,22
44,44
66,67
-11,11
-11,11
77,78
0,00
33,33
44,44
11,11
44,44
22,22
22,22
55,56
TINGKAT KESUKARAN
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No Butir
1
Jml Betul
23
Tkt. Kesukaran(%)
Tafsiran
67,65
Sedang
Page 3
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
NILAI POSTEST SIKLUS I.txt
55,88
Sedang
52,94
Sedang
55,88
Sedang
61,76
Sedang
61,76
Sedang
38,24
Sedang
55,88
Sedang
52,94
Sedang
58,82
Sedang
38,24
Sedang
44,12
Sedang
52,94
Sedang
41,18
Sedang
47,06
Sedang
44,12
Sedang
41,18
Sedang
52,94
Sedang
61,76
Sedang
58,82
Sedang
19
18
19
21
21
13
19
18
20
13
15
18
14
16
15
14
18
21
20
KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL
=================================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Korelasi
0,165
0,362
0,319
0,256
0,183
0,074
-0,074
0,229
0,452
0,058
0,034
0,489
0,187
0,183
0,290
0,197
0,237
0,213
0,156
0,488
Signifikansi
Signifikan
Signifikan
Signifikan
Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:
df (N-2)
10
15
20
25
30
40
50
P=0,05
0,576
0,482
0,423
0,381
0,349
0,304
0,273
P=0,01
0,708
0,606
0,549
0,496
0,449
0,393
0,354
Bila koefisien = 0,000
df (N-2)
60
70
80
90
100
125
>150
P=0,05
0,250
0,233
0,217
0,205
0,195
0,174
0,159
P=0,01
0,325
0,302
0,283
0,267
0,254
0,228
0,208
berarti tidak dapat dihitung.
Page 4
NILAI POSTEST SIKLUS I.txt
KUALITAS PENGECOH
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS I\NILAI POSTEST
SIKLUS I.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
a
3++
19**
10--3++
6-21**
10-8--8-20**
97+
8-14**
4++
11--10-18**
3++
2+
b
0-2+
0-19**
10-13**
0-22+
21-3+
6++
16**
1-3+
1-21**
1-
c
4+
66+
7-21**
595+
18**
4++
4++
10--18**
5++
8-5++
14**
76-5+
d
23**
4++
0-3++
54++
219**
4++
3++
13**
1-4++
24++
25++
7120**
e
4+
3++
18**
2+
14++
0-2+
25+
6++
15**
0-7+
215**
21-3++
6-
Keterangan:
** : Kunci Jawaban
++ : Sangat Baik
+ : Baik
- : Kurang Baik
-- : Buruk
---: Sangat Buruk
Page 5
*
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Lampiran 10
SOAL VALIDITAS SIKLUS II
Nama
:
Kelas
:
1. Tokoh dari teori penyimpangan labeling adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
2. Munculnya
wanita
karier
yang
sejalan
dengan
emansipasi
wanita
termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
3. Pembegalan termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. Ringan
b. Kelompok
e. Berat
c. Campuran
4. Perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap berpegang
pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat disebut...
a. inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
5. Korupsi termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. Berat
b. Negatif
e. Ringan
c. Campuran
6. Seorang wanita menjadi sopir taksi termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
7.
Penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah
menyimpang.
Penyimpangan
diperoleh
transmission) termasuk penyimpangan teori...
melalui
proses
alih
budaya (cultural
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential
association
8. Pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah melakukan
penyimpangan primer (primary deviation ) misalnya pencuri, penipu, pemabuk, dan
sebagainya. Termasuk teori penyimpangan...
9.
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
Seseorang yang melakukan penyimpangan sosial akibat sosialisasi tidak sempurna
termasuk kedalam penimpangan teori...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
10. Andi dan tono mencuri sepeda motor di pasar. Tindakan mereka berdua termasuk
penyimpangan...
a. Individu
d. Berat
b. Kelompok
e. Ringan
c. Campuran
11. Setelah perceraian kedua orang tuanya, Doni menjadi seorang pemabuk dan sering
membolos daris ekolah. Contoh tersebu tmerupakan perilaku menyimpang yang dilator
belakangi oleh faktor . . .
a. Lemahnya sanksi bagi pelanggar
b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna
c. Adanya subkebudayaan yang menyimpang
d. Masuknya unsure budaya asing
e. Kurangnya pengawasan sekolah
12. Apabila seorang wanita bermain sepak bola termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
13. Penyimpangan sosial yang tergolong dalam perwujudan gaya hidup adalah . . .
a. Mabuk-mabukan
b. Kumpul kebo dan pelacuran
c. ArogansidanHedonisme
d. Perjudian
e. Homoseksual dan transvetisme
14. Berdasarkan sifatnya, perilaku menyimpang dibedakan menjadi dua, yaitu . . .
a. Primer dan sekunder
b. Induvidual dan kelompok
c. Positif dan negatif
d. Terorganisasi dan korporat
e. Primer dan negatif
15. Penyimpangan yang dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain dan
berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan disebut
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
16. Setelah lulus SMA, Aldi mengisi kegiatan sehari-harinya dengan berjudi bersama temantemannya. Sifat dari Aldi tersebut merupakan bentuk penyimpangan . . .
a. Primer
b. Sekunder
c. Induvidu
d. Kelompok
e. Gaya hidup
17. Perilaku menyimpang adalah tindakan pelanggaran yang dilakukan induvidu atau
kelompok terhadap . . .
a. Kaidah
d. Sistem
b. Nilai
e. perilaku
c. Struktur
18. Anak laki-laki yang menggunakan anting dan berambut gondrong. Lalu wanita yang
menggunakan pakaian pria meruapak contoh dari penyimpangan . . .
a. Penyimpangan seksual
b. Penyimpangan gaya hidup
d. Hak asasi manusia
e. Induvidu
c. Tindakan kriminal
19. Manakah yang termasuk kedalam penyimpangan gaya hidup . . .
a. Hidup sederhana
d. Penggunaan narkotika
b. Hedonisme
e. Berjudi
c. Mabuk-mabukan
20. Dampak negative dengan adanya perkelahian antar pelajar adalah . . .
a. Mendapatcitra buruk dari masyarakat
b. Terganggunya nilai dan norma sosial
c. Terganggunya sarana dan prasarana umum
d. Terganggunya kegiatan belajar dan kecemasan orang tua dan masyarakatluas
e. Terganggunya stabilitas ekonomi negara
21. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial
keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas
kelompok. Pengertian penyimpangan menurut...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
22. Pernyataan berikut ini yang bukan merupakan perilaku menyimpang adalah . . .
a. Andi berkelahi dengan anto
b. Rio menggunakan narkoba karena depresi
c. Seorang wanita menjadi pelacur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
d. Dhea belajar dengang ia tuntuk meningkatkan prestasinya di sekolah
e. Rani melakukan hubungan seksual pranikahdenganpacarnya
23. Tokoh dari teori Jenjang makro adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
24. Karena banyak kegiatan korupsi yang dilakukan oleh pejabat desa, warga desa karang
anyar justru ikut-ikutan melakukan kegiatan korupsi karena meniru perilaku buruk dari
pejabat di desanya tersebut. Perilak umenyimpang yang dilakukan warga desa tersebut
disebabkan oleh . . .
a. Subkebudayaan yang menyimpang
d.Proses
belajar
yang
menyimpang
b. Sosialisasi yang tidaksempurna
e. Generalized others
c. Ikatansosial yang berlainan
25. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri
dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Menurut pengertian
a. Bruce J. Cohen,,
d. James Vander Zenden
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
26. Perampokan termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. Berat
b. Negatif
e. Ringan
c. Campuran
27. Karena putus dengan pacarnya Andy merokok dan miras. Tindakan Andy termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
28. Rahmat tidak pernah ikut tawuran. Namun ketika bermain dengan Firman menjadi ikut
tawuran. Penyimpangan tersebut termasuk kedalam teori...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
29. Pembunuhan termasuk penyimpangan...
a.
Positif
d. Berat
b.
Negatif
e. Ringan
c.
Campuran
30. Perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang
dilarang oleh masyarakat (dengan melakukan tindak kriminal) disebut...
a. inovasi,,,
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
31. Demonstrasi termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. Ringan
b. Kelompok
e. Berat
c. Campuran
32. Andi mencuri sepeda motor di parkiran rumah temannya termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
33. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai
hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden,,,
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
34. Rina tidur terlalu malem sampai ia terlambat masuk sekolah. Terlambatnya rina termasuk
penyimpangan....
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
35. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku
dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem
itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Menurut pendapat...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Robert M.Z. Lawang
e. Paul B. Horton
c. Lewis coser
36. Apabila Rizky pernah sekali mencuri lalu teman-temannya sudah menjulukinya sebagai
pencuri termasuk teori penyimpangan...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
37. Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a.
Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b.
Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c.
Penyimpangan campuran
38. Perubahan kebijakan tentang kenaikan BBM membuat kericuhan pada masyarakat. Hal
tersebut contoh dari teori penyimpangan...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
39. Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk
melembagakan tujuan dan cara baru disebut....
a. inovasi
d. Rebelion,,,
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
40. Ani seorang anak yang baik. Namun ketika ani bermain dengan rina menjadi seorang
perokok. Dari contoh tersebut termasuk penyimpangan teori...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
41. Menurut Lemerd, seorang perilakupenyimpangan primer yang diberikan label atau cap
sebagai penyimpang, maka orang tersebut terdorong untuk bertindak menyimpang.
Dalam hal ini, cap atau label berfungsi sebagai . . .
a. Alat pembenaran
b. Media penyimpangan
d. Alasan untuk menyimpang
e. Alat pengendalian diri
c. Dorongan untuk menyimpang
42. Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk
menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
a.
Bruce J. Cohen
d. James Vender Zenden
b.
Gillin
e. Paul B. Horton
c.
Lewis Coser,,
43. Perubahan sistem pemerintahan Prancis sistem pemerinahan abslut membuat kericuhan.
Hal ini termasuk kedalam teori penyimpangan...
a.
labelling
d. Jenjang Makro
b.
Fungsi
e. Konflik
c.
Differential association
44. Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
45. Tokoh dari teori penyimpangan differensiasi asociation adalah...
a. Emil Durkheim
d. Edwin Sutherland
b. Karl max
e. Robert K. Merton
c. Edwin M. Lamert
46. Meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional
sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial disebut...
a. inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme,,,
47. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri
dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Menurut pengertian
d. Bruce J. Cohen,,
d. James Vander Zenden
e. Gillin
e. Paul B. Horton
f. Lewis Coser
48. Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
49. Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa
yang cenderung provokatif dan menebar kebencian Faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
50. Karenatinggal di lingkungan yang kumuh, Fadil jadi terbiasa berbicara dengan kata-kata
yang kasar dan membuang sampah sembarangan. Perilaku menyimpang yang
dilakukanoleh Fadil tersebut disebabkan oleh . . .
a. Subkebudayaan yang menyimpang
d.Prosesbelajar yang menyimpang
b. Sosialisasi yang tidaksempurna
e. Generalized others
c. Ikatan sosial yang berlainan
No Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Nama Subyek
AGUNG YULIANTO
DINDA ASTRIA
ALIF YUNADI
BELQIS FIISABIL PHILIA
NADIA NURFAZA
RABILLA TUZAHRA ADISTI
AYU APRILIA IMPIAWATI
Raka
Dhani
Budhi
Anissa
Fahmi
21
22
23
24
25
MUHAMMAD FAHMI
LISA WIDIYANTI
BAYU ANDIKA PRATAMA
ALDI GUNTARA SETIAWAN
NISRINA ZAHRA
SYARIF HIDAYAT
FEBY NURAENI
FAUZA KHANINDO
RASYID SIDIK
NIKEN LARASWATI
SHAFIRA BUNGA PERTIWI
RISMAWATI
TESYA MUFTIYAS
Benar (∑Y)
Salah
∑XY
Rxy
Ttabel
KETERANGAN
2
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
3
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
4
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
6
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
1
0
0
1
0
8
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
9
0
0
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
1
1
10
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
0
11
1
0
0
0
0
1
0
0
1
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
1
1
12
0
0
1
0
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1
1
13
0
0
1
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
14
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
1
1
15
0
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
16
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
0
1
0
1
17
0
0
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
18
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
19
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
0
0
1
1
1
0
1
1
20
0
0
0
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
21
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
1
22
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
0
23
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
0
0
1
1
0
0
0
0
24
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
25
1
0
1
0
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
0
0
1
26
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
27
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
0
0
0
1
0
1
19
21
21
19
19
7
6
19
15
10
9
13
9
16
9
15
18
5
17
8
15
4
7
9
13
9
15
6
4
4
6
6
18
19
6
10
15
16
12
16
9
16
10
7
20
8
17
10
21
18
16
12
16
10
389
386
389
389
371
125
91
346
250
132
154
266
161
287
143
267
349
64
888
113
287
47
109
128
236
168
237
-0.491342848
0.476080276
0.517358913
0.111024586
0.051968955
0.586447263
0.089764559
0.512602875
0.463351547
0.504538352
-0.027323469
0.452334224
0.193366088
-0.056748743
0.529654936
-0.010296701 0.424668708
0.088275823
0.499592897
0.149229047
0.504538352
0.198137456
0.03595079
0.046239717
0.442237478
0.48761883
0.494241651
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
0.444
tidak valid
valid
valid
tidak valid
tidak valid
valid
tidak valid
valid
valid
valid
tidak valid
valid
tidak valid
tidak valid
valid
tidak valid
tidak valid
tidak valid
valid
tidak valid
valid
tidak valid
tidak valid
tidak valid
tidak valid
valid
valid
s mudah
s. Mudah
s. Mudah
sedang
mudah
sukar
sukar
mudah
sedang
sukar
sukar
sedang
sukar
mudah
sukar
sedang
mudah
s. Sukar
mudah
sukar
sedang
s. Sukar
sukar
sukar
sedang
sukar
sedang
Lampiran 12
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) SIKLUS II
Nama Sekolah/Madrasah
: MA AN NAJAH Petukangan
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester
: X / II
Standar Kompetensi
: 1. Memahami Penyimpangan sosial dan Sikap Anti Sosial
Kompetensi Dasar
Alokasi Waktu
: 1.1 Mendeskripsikan Penyimpangan sosial Menurut Bruce J.
Cohen, James Vander Zander , Robert M.Z. Lawang,
Bentuk-bentuk
Penyimpangan
Sosial,
Teori
Penyimpangan Sosial
: 2x 40 Menit (1 x pertemuan)
Pertemuan Ke-
: 12
1. Indikator
1. Mendeskripsikan Pengertian Penyimpangan Sosial menurut Bruce J. Cohen, James
Vander Zander, Robert M.Z. Lawang.
2. Membedakan bentuk-bentuk Penyimpangan Sosial.
3. Menyebutkan contoh-contoh Penyimpangan Sosial
4. Mendeskripsikan teori-teori Penyimpangan Sosial
2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Mendeskripsikan Pengertian Penyimpangan Sosial menurut Bruce J.
Cohen, James Vander Zander, Robert M.Z. Lawang.
2. Siswa dapat Mendeskripsikan penyimpangan primer.
3. Siswa dapat membagi penyimpangan negatif
4. Siswa dapat Menyebutkan contoh-contoh Penyimpangan Sosial
5. Siswa dapat mendeskripsikan teori Penyimpangan sosial
3. Materi Pembelajaran
a. Materi pokok
: Penyimpangan Sosial
b. Uraian Materi
: Terlampir
4. Metode Pembelajaran
a. Metode Pembelajaran
Tugas
: Inkuiri, Ceramah interaktif, Diskusi, Tanya jawab,
5. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal (± 10 menit)
1) Mengucap salam, menanyakan kabar siswa, berdoa serta mendoakan siswa/orang
tua siswa yang sakit (jika ada)
2) Menggugah minat belajar siswa dengan cara guru menceritakan pengalaman
menarik dalam hidupnya.
3) Mendeskripsikan secara singkat materi yang hendak di pelajari serta
menyampaikan tujuan pembelajaran dan media yang akan digunakan pada materi
pembelajaran Penyimpangan Sosial.
4) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari
5) Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan hasil belajar siswa yang
diharapkan
6) Siswa mengerjakan soal pretest
7) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
B. Kegiatan Inti (± 65 menit)
1) Guru memulai pembelajaran dengan bertanya kepada siswa, terkait dengan
Penyimpangan Sosial dan Sikap Anti Sosial
2) Guru melibatkan peserta didik untuk mengetahui pengertian Penyimpangan
Sosial.
3) Guru memberikan pengantar tentang pengertian Penyimpangan Sosial menurut
tokoh, Penyimpangan Positif dan Negatif.
4) Guru meminta siswa untuk memberikan contoh penyimpangan dalam kehidupan
sehari-hari.
5) Guru membimbing kegiatan diskusi sampai siswa mampu mengeri pengertian
penyimpangan sosial dan bentuk penyimpangan positif dan negatif.
6) Siswa diarahkan untuk membuat 5 kelompok
7) Kelompok 1 sampai 5 diberikan berita tentang penyimpangan sosial
8) Setiap kelompok menganalisis berita tersebut
9) Setiap kelompok membuat laporan dan menyampaikannya didepan kelas.
C. Penutup (± 10 menit)
1) Guru mengajak siswa untuk ikut menyimpulkan materi yang telah dipelajari
2) Menyampaikan umpan balik serta mengulas kembali pembahasan dari awal
hingga akhir secara ringkas
3) Melakukan tanya jawab mengenai materi pelajaran
4) Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa agar termotivasi
5) Menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan berikutnya.
6) Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada
murid
6. Media Pembelajaran
a. Media Pembelajaran : Power Point, Buku cetak, LKS, papan tulis, laptop, proyektor,
7. Sumber Belajar
a. Buku paket (Muh, Nurdin, Mari Belajar IPS : Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk
MA/SMA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,
2009.)
b. LKS Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X Semester 2
8. Penilaian.
Aspek yang dinilai
-
Aspek afektif (sikap)
Komponen yang dinilai meliputi keberanian, kejujuran, kerjasama, keaktifan,
kemampuan mengkomunikasikan hasil kegiatan, dan melaporkan hasil diskusi.
-
Aspek Psikomotorik
Komponen yang dinilai meliputi ketepatan menganalisis contoh-contoh permasalahan
yang diberikan,
-
Aspek Kognitif
Komponen yang dinilai meliputi kemampuan menjawab pertanyaan yang dilontarkan
guru pada saat tanya jawab.
Bentuk Penilaian
a.
Tes tertulis : Soal-soal uji kompetensi dalam bentuk pilihan berganda dan lisan
b.
Untuk kerja : melakukan kegiatan diskusi.
c.
Produk (hasil kerja) : laporan dan tugas
Mengetahui
Jakarta, 22 Mei 2015
Guru Mata Pelajaran IPS
Praktikan
(ABD. Hamid Maghfur S.Pd)
(Akmal Maulana)
NIP. 197410052007101002
NIM. 1111015000088
Lampiran 13
KISI-KISI INSTRUMEN VALIDITAS SIKLUS II
SK
KD
INDIKATOR SOAL
Memahami
Pengertian,
Tujuan,
BentukBentuk
penyimpangan
sosial dan anti
sosial
Mengidentifikasikan1.
Pengertian, Tujuan,
Bentuk-Bentuk
penyimpangan
sosial, dan teori-teori
penyimpangan sosial
Siswa dapat menentukan Pilihan
pengertian menurut Gilin, Ganda
Paul B. Horton, Lewis
Coser
Siswa dapat memahami
penyimpangan positif
Siswa dapat memahami
penyimpangan negatif
Siswa dapat memahami
Penyimpangan Individu
Siswa dapat memahami
Penyimpangan Kelompok
Siswa dapat memahami
Teori
Penyimpangan
sosial
Differential
Association
Siswa dapat memahami
Teori
Penyimpangan
sosial Labeling
Siswa dapat memahami
Teori
Penyimpangan
sosial Jenjang Makro
Siswa dapat memahami
bentuk adaptasi menurut
Robert K. Merton
Siswa dapat memahami
faktor
pendorong
Penyimpangan Sosial
BENTUK
SOAL
NO
SOAL
YANG
VALID
21, 42
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
2, 6, 12
Pilihan
Ganda
8, 36
Pilihan
ganda
38, 43
Pilihan
Ganda
39, 46
Pilihan
Ganda
44, 49,
50
3, 26,
29
15, 27,
32
10, 31,
37
28, 45
Lampiran 14
Soal Pretes Siklus II
6.
Nama
:
Kelas
:
Mata Pelajaran :
1. Munculnya wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
2. Seorang wanita menjadi sopir taksi termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
3. Andi dan tono mencuri sepeda motor di pasar. Tindakan mereka berdua termasuk
penyimpangan...
a. Individu
d. Berat
b. Kelompok
e. Ringan
c. Campuran
4. Apabila seorang wanita bermain sepak bola termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
5. Penyimpangan yang dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain dan
berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan disebut
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial
keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas
kelompok...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
7. Perampokan termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. Berat
b. Negatif
e. Ringan
c. Campuran
8. Karena putus dengan pacarnya Andy merokok dan miras. Tindakan Andy termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
c. Peenyimpangan campuran
Rahmat tidak pernah ikut tawuran. Namun ketika bermain dengan Firman menjadi ikut
tawuran. Penyimpangan tersebut termasuk kedalam teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Tawuran termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. Ringan
b. Kelompok
e. Berat
c. Campuran
Andi mencuri sepeda motor di parkiran rumah temannya termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Apabila Rizky pernah sekali mencuri lalu teman-temannya sudah menjulukinya sebagai
pencuri termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk
melembagakan tujuan dan cara baru disebut....
a. Inovasi
d. Rebelion,,,
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk
menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
d. James Vender Zenden
a. Bruce J. Cohen
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Perubahan kebijakan tentang kenaikan BBM membuat kericuhan pada masyarakat. Hal
tersebut contoh dari teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
18. Meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional
sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
19. Seseorang yang melakukan penyimpangan sosial akibat sosialisasi tidak sempurna
termasuk kedalam penimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential a ssociation
20. Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
Soal Postes Siklus II
Nama
:
Kelas
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Mata Pelajaran :
Seseorang yang melakukan penyimpangan sosial akibat sosialisasi tidak sempurna
termasuk kedalam penimpangan teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Seorang wanita menjadi sopir taksi termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial termasuk faktor...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Media massa
c. Kesenjangan sosial
Penyimpangan yang dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain dan
berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan disebut
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial
keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas
kelompok...
a. Bruce J. Cohen
d. James Vander Zenden
b. Gillin,,
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
Perampokan termasuk penyimpangan...
a. Positif
d. Berat
e. Ringan
b. Negatif
c. Campuran
Meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional
sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial disebut...
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
Karena putus dengan pacarnya Andy merokok dan miras. Tindakan Andy termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan ringan
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan berat
c. Peenyimpangan campuran
Rahmat tidak pernah ikut tawuran. Namun ketika bermain dengan Firman menjadi ikut
tawuran. Penyimpangan tersebut termasuk kedalam teori...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Perubahan kebijakan tentang kenaikan BBM membuat kericuhan pada masyarakat. Hal
tersebut contoh dari teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Tawuran termasuk kedalam penyimpangan...
a. Individu
d. Ringan
b. Kelompok
e. Berat
c. Campuran
Andi mencuri sepeda motor di parkiran rumah temannya termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
e. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan kelompok
c. Peenyimpangan campuran
Apabila Rizky pernah sekali mencuri lalu teman-temannya sudah menjulukinya sebagai
pencuri termasuk teori penyimpangan...
a. labelling
d. Jenjang Makro
b. Fungsi
e. Konflik
c. Differential association
Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok
yang bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku...
a. Penyimpangan individu
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan kelompok
e. Penyimpangan ringan
c. Peenyimpangan campuran
Apabila seorang wanita bermain sepak bola termasuk penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan ringan
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan berat
c. Penyimpangan campuran
Andi dan tono mencuri sepeda motor di pasar. Tindakan mereka berdua termasuk
penyimpangan...
a. Individu
d. Berat
b. Kelompok
e. Ringan
c. Campuran
Penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk
melembagakan tujuan dan cara baru disebut....
a. Inovasi
d. Rebelion
b. Ritualisme
e. Konformitas
c. Retreatisme
18. Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk
menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
a. Bruce J. Cohen
d. James Vender Zenden
b. Gillin
e. Paul B. Horton
c. Lewis Coser
19. Munculnya wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita termasuk
penyimpangan...
a. Penyimpangan negatif
d. Penyimpangan berat
b. Penyimpangan positif
e. Penyimpangan ringan
c. Penyimpangan campuran
20. Perbedaan status terutama antara orang kaya dengan orang miskin yang sangat
mencolok, dapat menimbulkan sehingga terjadi saling ejek faktor penyimpangan...
a. Lingkungan Pergaulan
d. Intellegensi
b. Keluarga
e. Sosialisasi tidak sempurna
c. Kesenjangan sosial
Lampiran 15
KUNCI JAWABAN PRETEST SIKLUS II
1.
A
11. D
2.
D
12. B
3.
C
13. C
4.
D
14. A
5.
B
15. E
6.
E
16. E
7.
A
17. B
8.
B
18. A
9.
C
19. B
10. B
20. C
KUNCI JAWABAN POSTEST SIKLUS II
1.
E
11. E
2.
A
12. B
3.
C
13. D
4.
B
14. A
5.
D
15. C
6.
A
16. C
7.
B
17. E
8.
E
18. B
9.
C
19. D
10. D
20. C
NILAI PRETEST SIKLUS II BENER.txt
SKOR DATA DIBOBOT
=================
Jumlah Subyek
= 34
Jumlah butir
= 20
Bobot jwb benar = 1
Bobot jwb salah = 0
Keterangan: data terurut berdasarkan skor (tinggi ke rendah)
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Kode/Nama
Wilda Khof...
Hilda Safira
Nafi Nufafi
Nona Riza ...
Agustina C...
Fairuz Hum...
Lia Listiana
M. Fauzan ...
Nadine Aulia
Rafli Tegu...
Rama Ramadino
Rizky Naji...
Sabilia Is...
Yuni Rahma...
Fajar Wica...
Iqbal Zainul
Rois Abdullah
Aldi Febri...
Almeira Pu...
Aulia Rach...
Clarissa A...
Dicko Atha...
Fahry Rahm...
Fakhrur Ro...
M. Al Fiqi
M. Syauqi ...
Nadhiefa R...
M. Dicka R...
M. Luthfi ...
Abdan Syak...
Ahmad Soba...
M. Rembang...
M. Rizky S...
Mutiara Ag...
Benar
15
13
13
13
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
11
11
11
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
9
9
8
8
8
8
8
Salah
5
7
7
7
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
9
9
9
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
11
11
12
12
12
12
12
Kosong
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Skr Asli
15
13
13
13
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
11
11
11
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
9
9
8
8
8
8
8
Skr Bobot
15
13
13
13
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
11
11
11
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
9
9
8
8
8
8
8
RELIABILITAS TES
================
Rata2= 10,74
Simpang Baku= 1,73
KorelasiXY= -0,70
Reliabilitas Tes= -4,60
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
Kode/Nama Subyek
Abdan Syakur ...
Agustina Chan...
Ahmad Sobari ...
Aldi Febriansyah
Almeira Putri...
Aulia Rachman...
Clarissa Adisty
Dicko Athala ...
Skor Ganjil
Skor Genap
2
6
7
4
3
5
4
5
4
5
5
5
4
5
3
6
Page 1
Skor Total
8
11
8
9
9
10
9
9
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
NILAI PRETEST SIKLUS II BENER.txt
Fahry Rahmansyah
4
5
Fairuz Humair...
1
10
Fajar Wicaksono
7
3
Fakhrur Rozi ...
4
5
Hilda Safira
8
4
Iqbal Zainul
4
6
Lia Listiana
3
8
M. Al Fiqi
2
8
M. Dicka Rach...
2
7
M. Fauzan Adenry
5
6
M. Luthfi Al ...
5
4
M. Rembang S. R.
5
3
M. Rizky Setyadi
4
4
M. Syauqi Sut...
0
10
Mutiara Agustina
2
6
Nadhiefa Rahm...
1
8
Nadine Aulia
4
7
Nafi Nufafi
7
5
Nona Riza Nad...
5
7
Rafli Teguh I...
6
5
Rama Ramadino
5
6
Rizky Najib M...
7
4
Rois Abdullah
6
5
Sabilia Ismi ...
4
7
Wilda Khofikoini
6
8
Yuni Rahmawati
5
6
9
11
10
9
12
10
11
10
9
11
9
8
8
10
8
9
11
12
12
11
11
11
11
11
14
11
Kel Unggul & Asor
=================
Kelompok Unggul
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
Hilda Safira
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Agustina Chan...
Fairuz Humair...
Lia Listiana
M. Fauzan Adenry
Nadine Aulia
Jml Jwb Benar
Skor
15
13
13
13
12
12
12
12
12
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode/Nama Subyek
Wilda Khofikoini
Hilda Safira
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Agustina Chan...
Fairuz Humair...
Lia Listiana
M. Fauzan Adenry
Nadine Aulia
Jml Jwb Benar
12
1
1
1
1
1
1
1
7
13
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
1
1
7
2
1
1
1
3
14
1
1
1
1
1
1
6
15
1
1
1
1
4
3
1
1
1
1
1
1
6
16
1
1
1
1
1
1
6
4
1
1
1
3
17
1
1
1
1
1
1
6
5
1
1
1
1
1
1
6
18
1
1
1
1
1
1
1
1
8
6
1
1
1
1
1
5
19
1
1
1
1
1
1
1
7
7
1
1
1
1
1
1
1
1
8
8
1
1
1
3
9
1
1
1
1
1
1
6
10
1
1
1
1
1
5
11
1
1
1
1
1
5
20
1
1
1
1
1
1
1
1
1
9
Kelompok Asor
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No.Urut
Kode/Nama Subyek
Skor
1
2
3
Page 2
4
5
6
7
8
9
10
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
No.Urut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
NILAI PRETEST SIKLUS II BENER.txt
M. Syauqi Sut...
10
1
1
1
Nadhiefa Rahm...
10
1
1
1
M. Dicka Rach...
9
1
1
1
M. Luthfi Al ...
9
1
1
1
1
Abdan Syakur ...
8
1
1
1
Ahmad Sobari ...
8
1
1
1
M. Rembang S. R.
8
1
1
M. Rizky Setyadi
8
1
1
1
Mutiara Agustina
8
1
1
1
Jml Jwb Benar
7
3
6
2
5
4
Kode/Nama Subyek
M. Syauqi Sut...
Nadhiefa Rahm...
M. Dicka Rach...
M. Luthfi Al ...
Abdan Syakur ...
Ahmad Sobari ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
Mutiara Agustina
Jml Jwb Benar
12
1
1
2
13
1
1
1
1
1
1
6
14
1
1
1
3
15
1
1
1
1
1
5
16
1
1
2
17
1
1
1
1
1
5
18
1
1
1
3
19
1
1
2
1
1
1
1
4
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
6
1
1
20
1
1
DAYA PEMBEDA
============
Jumlah Subyek= 34
Klp atas/bawah(n)= 9
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Kel. Atas
7
3
6
3
6
5
8
3
6
5
5
7
4
6
4
6
6
8
7
9
Kel. Bawah
7
3
6
2
5
4
4
4
6
1
7
2
6
3
5
2
5
3
2
1
Beda
0
0
0
1
1
1
4
-1
0
4
-2
5
-2
3
-1
4
1
5
5
8
Indeks DP (%)
0,00
0,00
0,00
11,11
11,11
11,11
44,44
-11,11
0,00
44,44
-22,22
55,56
-22,22
33,33
-11,11
44,44
11,11
55,56
55,56
88,89
TINGKAT KESUKARAN
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No Butir
Jml Betul
Tkt. Kesukaran(%)
Tafsiran
Page 3
1
1
1
1
1
1
1
7
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
NILAI PRETEST SIKLUS II BENER.txt
67,65
Sedang
41,18
Sedang
67,65
Sedang
29,41
Sukar
61,76
Sedang
58,82
Sedang
52,94
Sedang
44,12
Sedang
67,65
Sedang
38,24
Sedang
58,82
Sedang
50,00
Sedang
50,00
Sedang
52,94
Sedang
47,06
Sedang
50,00
Sedang
52,94
Sedang
58,82
Sedang
55,88
Sedang
67,65
Sedang
23
14
23
10
21
20
18
15
23
13
20
17
17
18
16
17
18
20
19
23
KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL
=================================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Korelasi
-0,071
0,095
0,151
-0,013
0,198
0,186
0,303
-0,071
0,151
0,264
-0,095
0,432
-0,155
0,372
-0,234
0,363
0,165
0,326
0,418
0,705
Signifikansi
Signifikan
Sangat Signifikan
Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:
df (N-2)
10
15
20
25
30
40
50
P=0,05
0,576
0,482
0,423
0,381
0,349
0,304
0,273
P=0,01
0,708
0,606
0,549
0,496
0,449
0,393
0,354
Bila koefisien = 0,000
df (N-2)
60
70
80
90
100
125
>150
P=0,05
0,250
0,233
0,217
0,205
0,195
0,174
0,159
P=0,01
0,325
0,302
0,283
0,267
0,254
0,228
0,208
berarti tidak dapat dihitung.
Page 4
NILAI PRETEST SIKLUS II BENER.txt
KUALITAS PENGECOH
=================
Jumlah Subyek= 34
Butir Soal= 20
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
PRETEST SIKLUS II BENER.ANA
No Butir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
a
23**
3+
4+
16--3++
8--18**
5++
6--4++
4++
4++
12--18**
12--8-1-20**
3++
4+
b
13+
11-21**
11-15**
2+
13**
0-17**
1-3+
3+
718**
619**
1-
c
13+
23**
39--4++
5++
9-23**
12--7-11--17**
5++
1-212--3++
5+
23**
d
7--14**
4+
10**
0-10-3+
1220**
0-1-1-20-0-12+
3++
e
2+
11--2+
4+
120**
10--22+
3+
3++
23+
716**
17**
3+
4++
5+
3++
Keterangan:
** : Kunci Jawaban
++ : Sangat Baik
+ : Baik
- : Kurang Baik
-- : Buruk
---: Sangat Buruk
Page 5
*
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
NILAI POSTEST SIKLUS II BENER.txt
DATA MENTAH
===========
Jumlah Subyek= 34
Jumlah Butir Soal= 20
Jumlah Pilihan Jawaban= 5
Nama berkas: D:\PROPOSAL\SKRIPSI\NILAI PRETEST DAN POSTEST SIKLUS II\NILAI
POSTEST SIKLUS II BENER.ANA
No.Urut
KUNCI->
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Kode/Nama Subyek
KUNCI ->
Abdan Syakur ...
Agustina Chan...
Ahmad Sobari ...
Aldi Febriansyah
Almeira Putri...
Aulia Rachman...
Clarissa Adisty
Dicko Athala ...
Fahry Rahmansyah
Fairuz Humair...
Fajar Wicaksono
Fakhrur Rozi ...
Hilda Safira
Iqbal Zainul
Lia Listiana
M. Al Fiqi
M. Dicka Rach...
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
M. Rembang S. R.
M. Rizky Setyadi
M. Syauqi Sut...
Mutiara Agustina
Nadhiefa Rahm...
Nadine Aulia
Nafi Nufafi
Nona Riza Nad...
Rafli Teguh I...
Rama Ramadino
Rizky Najib M...
Rois Abdullah
Sabilia Ismi ...
Wilda Khofikoini
Yuni Rahmawati
1
E
E
E
E
A
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
D
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
2
A
A
A
A
A
A
A
E
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
No.Urut
KUNCI->
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Kode/Nama Subyek
KUNCI ->
Abdan Syakur ...
Agustina Chan...
Ahmad Sobari ...
Aldi Febriansyah
Almeira Putri...
Aulia Rachman...
Clarissa Adisty
Dicko Athala ...
Fahry Rahmansyah
Fairuz Humair...
Fajar Wicaksono
Fakhrur Rozi ...
Hilda Safira
Iqbal Zainul
Lia Listiana
M. Al Fiqi
M. Dicka Rach...
M. Fauzan Adenry
M. Luthfi Al ...
13
D
D
D
D
D
D
D
D
A
D
D
D
D
E
D
C
C
A
D
D
14
A
A
A
A
A
A
A
A
A
E
D
A
E
A
A
A
A
A
A
A
3
C
C
C
C
C
C
C
C
E
C
C
C
C
C
C
D
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
4
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
B
B
C
B
B
B
B
B
B
A
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
5
D
E
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
A
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
6
A
A
A
A
A
A
E
A
A
A
A
A
A
A
A
A
C
A
A
A
C
A
A
A
A
A
A
D
A
A
A
A
A
A
C
7
B
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
E
B
B
B
B
B
B
8
E
E
E
E
E
E
E
E
E
A
E
E
A
E
E
A
E
E
E
E
E
C
E
E
E
E
E
E
E
C
E
E
E
E
E
15 16 17
C
C
E
C
C
A
D
C
E
C
C
E
C
C
E
E
C
E
C
D
E
C
C
E
C
C
E
C
C
E
C
C
E
C
C
D
C
C
E
C
C
E
C
C
E
C
C
E
A
C
E
A
C
A
C
C
E
C
C
A
Page 1
18
B
B
C
B
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
C
B
B
B
B
B
19
D
D
D
E
D
D
D
D
D
D
D
A
D
D
D
D
D
D
A
D
20
C
C
C
C
C
C
C
C
E
C
C
C
C
C
C
C
D
C
C
A
9
C
C
C
C
D
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
D
C
C
C
C
D
C
C
C
C
C
C
C
C
B
C
C
A
10
D
A
D
A
D
A
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
C
E
E
A
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
11
E
E
E
E
A
E
A
E
E
E
E
E
E
E
E
E
A
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
E
12
B
B
B
E
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
B
B
B
B
B
B
B
C
B
B
B
B
B
C
B
B
B
A
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
NILAI POSTEST SIKLUS
M. Rembang S. R.
E
A
C
C
M. Rizky Setyadi
D
A
C
C
M. Syauqi Sut...
D
A
C
C
Mutiara Agustina
D
D
C
C
Nadhiefa Rahm...
D
A
C
D
Nadine Aulia
D
A
C
C
Nafi Nufafi
D
A
C
C
Nona Riza Nad...
D
A
E
C
Rafli Teguh I...
D
A
C
E
Rama Ramadino
D
C
C
C
Rizky Najib M...
D
A
C
C
Rois Abdullah
B
A
C
C
Sabilia Ismi ...
C
A
C
C
Wilda Khofikoini
D
A
C
C
Yuni Rahmawati
D
A
C
C
Page 2
II BENER.txt
A
B
D
A
E
B
C
C
E
B
D
C
E
B
D
C
E
B
D
A
E
B
D
C
E
B
D
C
E
B
D
C
E
B
D
C
E
B
D
E
E
B
D
C
E
D
E
C
E
A
D
C
E
B
D
C
D
B
D
C
Lampiran 17
Perhitungan N- Gain Siklus II
1.
0,75
12.
2.
0,875
23.
0,75
0,857
24.
0.7
25.
1
26.
1
27.
0,714
28.
0,75
0,375
3.
4.
0,7
15.
0.7
0,45
0,7
17.
0,75
18.
0,58
29.
0,5
19.
0,58
30.
0,75
20.
31.
0,44
0,7
21.
32.
0,66
0,7
22.
33.
1
34.
0,55
Lampiran 18
Lembar Observasi Terhadap Peneliti Siklus II
No
INDIKATOR/ASPEK YANG DINILAI
Kegiatan Awal
1. Guru mengucap salam, menanyakan kabar siswa
2. Guru mendeskripsikan secara singkat materi yang hendak
dipelajari
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan media
yang akan digunakan
4. Guru
mengajukan
pertanyaan-pertanyaan
yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
5. Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan
hasil belajar siswa yang diharapkan
6. Guru memberikan soal pretest
Kegiatan Inti
1. Guru memulai mengidentifikasikan kebutuhan siswa
2. Guru melibatkan peserta didik untuk mengetahui
pengertian, konsep, teori, dan dampak dan generalisasi
Penyimpangan Sosial
3. Guru menyeleksi materi pembelajaran dan problema atau
tugas-tugas yang akan diberikan
4. Guru membagi siswa menjadi menjadi 6 kelompok
5. Setiap kelompok berjumlah 5-6 orang
6. Guru memberikan koran tentang penyimpangan sosial
kepada setiap kelompok
7. Guru membimbing kegiatan diskusi sampai mengerti
penyimpangan sosial, bentuk penyimpangan serta solusi
dari koran tersebut
8. Setiap kelompok menganalisis berita tentang faktorfaktor penyimpangan yang terjadi dikoran
9. Setiap kelompok membuat laporan dan menyampaikan
didepan kelas
Penutup
1. Guru mengajak siswa ikut menyim[ulkan materi yang
telah diajarkan
2. Menyampaikan umpan balik serta kembali pembehasan
dari awal hingga akhir secara ringkas
3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa agar
Skor
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
01234
termotivasi
4. Guru mengingatkan tugas yang telah diberikan
5. Guru memberikan Soal Post test
6. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran
menucapkan salam kepada murid
dengan
01234
01234
01234
Catatan :Nilai 0= Sangat Kurang Baik, Nilai 1= Kurang Baik, Nilai2 = Cukup,
Nilai 3= Baik, Nilai 4 = Sangat Baik
Guru Pamong
(ABD. Hamid Maghfur S.Pd)
NIP. 197410052007101002
Hasil Observasi Terhadap Siswa Siklus II
No
INDIKATOR/ASPEK YANG DINILAI
Skor
Kegiatan Awal
1. Siswa menjawab salam, menjawab pertanyaan kabar guru
01234
2. Siswa menyimak materi yang hendak dipelajari
01234
3. Siswa memperhatikan apa yang disampaikan guru
01234
4. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
01234
guru
5. Siswa memperhatikan apa yang diinformasikan guru
01234
6. Siswa menjawab soal pretest
01234
Kegiatan Inti
1. Siswa memulai mengidentifikasikan kebutuhannya
01234
2. Siswa menjawab apa yang guru tanyakan
01234
3. Siswa mendengarkan tugas yang diberikan oleh guru
01234
4. Siswa membuat kelompok menjadi menjadi 6 kelompok
01234
5. Siswa berkelompok menjadi 5-6 orang
01234
6. Setiap kelompok diberikan koran tentang penyimpangan
01234
sosial oleh guru
7. Siswa dibimbing kegiatan diskusi sampai mengerti
01234
penyimpangan sosial, bentuk penyimpangan serta solusi
dari koran tersebut
8. Setiap kelompok menganalisis berita tentang faktor01234
faktor penyimpangan yang terjadi dikoran
9. Setiap kelompok membuat laporan dan menyampaikan
01234
didepan kelas
Penutup
1. Siswa ikut menyimpulkan materi yang telah diajarkan
01234
2. Siswa menjawab umpan balik yang diberikan guru
01234
3. Siswa bertepuk tangan untuk apresiasi dirinya agar
01234
termotivasi
4. Siswa memperhatikan tugas yang telah diberikan
01234
5. Siswa mengerjakan soal post test
01234
6. Siswa menjawab salam guru
01234
Catatan :Nilai 0= Sangat Kurang Baik, Nilai 1= Kurang Baik, Nilai2 = Cukup,
Nilai 3= Baik, Nilai 4 = Sangat Baik
Lampiran 19
Dokumentasi Siklus I
Gbr. 1 Siswa sedang melakukan pretes siklus I
Gbr. 2 Peneliti membimbing kelompok diskusi
Gbr. 3 Peneliti membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusi
Gbr. 2 Siswa sedang melaskukan diskusi kelompok
Gbr. 3 Siswa mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas
Gbr. 4 Siswa melakukan postessiklus I
DOKUMENTASI SIKLUS II
Gbr. 5 siswa melakukan pretes Siklus II
Gbr. 6 Siswa melakukan diskusi kelompok pada Siklus II
Gbr. 7 Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
Gbr. 8 Siswa melakukan postes pada siklus II
q
KEMENTERIAN AGAMA
UIN JAKARTA
FITK
:
Terbit :
No. Revisi; :
01
Hal
u1
No.
FORM (FR)
J, ,r fl. *rarda,\b *5 C4elat ,5{t2 ra€hn€sb
Dokumen
Tgl"
FITK-FR-AKD^0&2
I
Maret 2010
SURAT PERTUIOHQNAN IZIN PEIIIzuTI.,AN
Nomor : Un.01/F. 1 /KM"01 .31ob$U20t S
Lamp. :: Pemrohonan lzin Penelitian
Jakarta, 20 April 201S
Hal
Kepada Yth.
Kepala Sekolah MA An,Najah Jakarta Selatan
di
Tempat
Assalamu'a/a ikum wr.wb.
Dengan hormct kamisampaikan bahwa
Nama
NIM
Jurusan
: Pendidikan lP$ (sosiologi)
Semester
:
:
AkmalMaulana
:1111015000076
Vlll (delapan)
Judul$kripsi : Penerapan metode inkuiri terhadap hasil belajar pada pelajaran
lP$ ($tudi KaEus MA An-Najah)
adalah henar mahasiswali Fakuttas llmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta yang
sedang meRyusun skripsi, dan akan mengadakan penelitian (riseti ,li
instansi/sekolahlmadrasah yang Saudara pimpin.
untuk itu kami mohon $audara dapat mengizinkan mahasiswa
melaksanakan penelitian dimaksud.
tersehut
Atas perhatian dan kerja sama $audara, kami ucapkan terima kasih.
Wassalanu'alaikum wr.wb -
Tembusan:
1" Dekan FITK
Pemhantu Oekan Bidang Aledemik
S. Mahasiswa yang bersangkutan
2.
are.
.-rnr{*
+-
-
Iv{ADRASAH ALIYAH "AtrII{AJAH"
Jalan Ciledug Raya Petukangsn Selabn Pesanggralun
Jalgrta Selatan, TelePon: (02111359616, Fax : (021) 7359S16
trA"
SIATUS : TERAKREDITASI
ANNAJAH
Vt
ebsite : www.annajah-;ikt-com
IURAT xnTEBdS{Qlr$
No. { I ?/YPDIIW I)/JB/Vft0 15
Yang be*anda tangan dibawah
ini
Kepada lvladrasah Aliyah An Najah Petukangan
Jakarta Selatan dengan ini mener,angkan bahwa:
Akmal Maulana Nasrullnh
Nama Lengkap
:
I\[IM
r tll10I5{XXI0?6
Frodi
: Pendidikrn IPS
Jurusrn
r IPS
Fakultas
: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jskarta
Adalah benar nama tersebut telah diberikan
ijin
melakukan penelitian {riset) pada
Madrasah Ati-*-ah A$ Najah Petukangan Jakafia Selatan.
Demikian Surat Keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Jakart& i Juni ?015
Kepala N{edrasah Aliyah An Najah
,,,
lt
u
I
LEMBAR UJI REFERENSI
Nama
I*If*
Jurusan
I
2
a
3
4
: Akmal Maulana H'
: IIII$15S0S076
: Pendidikan IPS Sosiologi
BAB I
Uxdaag-undang Rep*blik trdonmb F{amor 20
Y*!r" 1**: femog Si*e$l Padidiku Nasioual .
h-5
gziz Safa" Restora'si Pendidikax Indo*esia:
t*{enuj u M*s y *r*k*t TeruIidik B er*s"-cis Budaya,
{Jasiaktrta: Ar-Ruzz Mediq 20t t} h 5
Wixs Sarrjaya S * ete gi ? e *rk e lai a r* n
Be?wriefrfisi*4#elefir Prtlses P€t didike&. $akarla: .
Kencana Media Group.2006), Cet Psrtamab.l
}l- Supriya KonsepDa.t<rrJF-S, {Bardung: UPI
Press- 2006) Cet. Pertama h. 3
5
6
s. Mutyasa" Euri*ulum Ting$at ,krtztax
?didifu, S&hudt Fadunn PrsHis, (Bao&m6
PT. Remaja Rosda Karya, 2011), eet Kedelapan,
h. 126
E. Untyasa Mexiadi Gura Prafesiox*t,
{*and:lag: PT Remaja Rosda Kary+ ?011.}, Cst
Slefoe*ns-ft.
f
If trxil
Enam Belas h. 22
",
Raestiy*h N.K, "glrcfe.gl Bet*./*r M*ngaiar,
$akaru: PT Rineka CipA ?S02)- Cet Delapan h?5
3
A
Amrtnam"
&,{*widi Gww Pwrde"rielg*1"
M},
4d)-
ffi\
Enam Belas h. 65
I
M1
I
F,ef*ixr ?ule*gxi*r.
BAB II
Fm St*jrc Fwrilaias f{c,riJ #elxiar &{rrrgaSar"
{B**S"n$ PT Bectrj* Rffi& Krya 2*l t}, C€*
,I
-ACr
-t-"-'-
lfi$
F{ffiia Budjana, I*en$si*n
4€+
/F
4
M\
//vl
/
(Bandung: PT Remaja Rosda Karya" 2011). Cet
Sebelas-h.108
$firn $anjay 4 Str*tegi F em h e lai ur*n
fie,trlri**te*i Stafid* r F rcsc& ?*ttdidikax, fi ak*rta:
Ks*cara hdedia Glorry, 2SCI6L Cet Perhmq
Roestiyah N.K,,*raleg i Be lai ar fu[engai ar,
{Jakarta: PT Rineka Cipt4 20{}2}, Cet Delapan h-
4
M\
fr+l
!.lE: JflffffT
5
tt
*
7
8
I
Wixa S*nj*ya Str*te gi ?em h*lai* rwx
ffexsriextn"*i ftm&r Fnrs*r* Fendi*likm" (Jakrha:
Kencana Media Group, 2$fi6), Cet Pertama h. ZS5
5yi;fU Sagula Konstp dcn Makn* Pemhel*i*r*n
{"*ttfifr &,{tmb *tla tx etn etshk*x Prztbl *nt otika
kfuSs r d*x !*{ exg*3* r, iBandurg: Alfabeta 20 I 3 }
B_ 6v
14ri*a Sm:iryra, .9rr*ie53 Ferm*efrybrm
Be r o r ie n tas i St snda r P r a s es P e ?rdidil{B a. {Jakarta:
K*n*a*a Medi* Graup, 2S06), Cet Pertarna h. ?06
&*estiyah H-K- -Sfrafegi &el*iar &{engaiar,
{}#EE PTRix&eCi& 3ffi?}, fttret*Pau h"
ffi
ts
Syaiful Sagala, Konsep danMak?r* Pemhelaiaran
{tstxk lt{embsrstx rx*me**}skatz Frtslslem*tik*
&ellrrj ar C*n &$*x.gtsi * r, (Banduug: AlfaMa ?0 1 3)<
tr
**
*. G'
t1
W;ra S*njrya, "Yfrafegi P emb* Iaj*mn
B e rtt r ie nfi s i Standar P r os e s P e xdid iktn, {Jakarta:
Kencana Media Group, 20S6], Cet Psrtaffa h"
t?
l3
2Sl-2S5
E€&ti}"ahHli-.Er*{e8r.SeXrybrrtrder5"'qrar,
$Ell*rtu FT Ri*eka Ciph, zffi?), CdDetAan h?6-77
lYina Saajaya, Sf r'*legi P emh * I aj *ran
Bera rientas i Standsr P roses Fendid ik*n, {Jakarta:
Km*asa Mdia Graup, ?006I Cnt Patama lr'
ffi?*&
t4
{4}
1{
1J
$6
e*rma Slmoddffr Sulmadinatc, 1,.:n*rfu't'*r F"tf*trfogf
Prose.r Petdidikan, {Band*ng: PT Rexraja
R*sd*karva" ?*09) Cet Kelirna h- 155
Sy*** Batlri Djam*ralr, Psiko[*gi #*laixr,
fHs*: FT Hffi*n Cipta ?$lf )" Ce* Kstiga h- 34'
effis* FetEs?*kslrcn dx* Aa S*rg.em, {i*.ry9
ffij
N+
#,)
M
---d-/
#f) ,-r
M>
r -l
-
Frofesional, (Bandr:ng: PT Refliks Aditama,
201?) CetPertamah. 15
Syaiful Bahri Djammah Psikiogi B*laiur.
PT Ri*eka CiBe- ?*11;" Cet K#igah. 34
B{m ffian*, F<mil*i*r $*sil Bel*iwr &{eng*iur,
(Bandung: PT Remaja Rasda Ksrya 2011), Cet
Enam Bslas h. 3
Yudhi &lruradi, M$dia Pembelaiaran" (Jakarta:
?s13) h" 26
*ef,=re{rgi GF Pr*s
fun
fu'{tttivasi
Te*ri
E{fro"
E{aeffih
Pendutikant
idang
f)
i
B
rl
s
is
Fengtkur*nny* : An*f
{Jakarta: PT Bumi Aksara, ?008} C*t Ketiga h'
&$ndi Srnqyabrata, ?sik*l*gi ?sndidikflr, fr*ngan
fimdeFdrffn fi*n+ {E*ndrmg: FT Remja
?*r*;k. I3I=!34
Roclriati Wiriafinadj 4 Metode Pexc litirrn
'{*rrtdkn$ ffeJas; {l*txk fu{*ning*alk*x Kine
t}re,ru d*x l)irrsr;x. {Bandung: PT Remaja
:#6i, Cs Ked.:a h" I I
r7
a
?sxfun
il reef"tre*f 4mtwahvnw.liaratlKeias,
L*ngkap P TK P ene I itian Thdsk*x
{Yory*karta: Sabda Mediq :SI
I }" Cet Perfama h-
t
t
Wljay* finsrxr:* da:r
kdy
Fw*efitisn Tisct*rr*sn iYela"r;
2010) Cet. Kedua h. 9
Dwit*ganra, ?u{*rgetraJ
(JakarttfT Indeks,
Igak Wardhani & Kuswaya Wihardit- mongen*l
pmeJilimr ti.*d*ko* kelss, {Tangerang Selatmr :
t"iqiversitae T€*EIk4 2g lZ1. Cet- Ktc*pat belas
Krmandar, Langk*lt Mudsh ?enelitian tin&kon
{elas ; Se}cgaf P*ngemhang Pro{bsi
g*rr,{Jakarta: PT Raja Grafindo Persada}008}
h_5?4*
kaafVrCnmi & I{nswrya t#'ibardiq w*ng*mxl
pe** f iti*n tindrrftxn kef*s. {Ymgcrarg Selrtan :
Uriversitas Terbuka, 2Al2], Cet" Keempat belas
h_1.5
Hy
DwiAgau4 E*{mg*nsl
Wj'-aya K*suma daa
Fem#r;#*s Fi:rdr*m SeJss" #at?rtaff
?*!Slk
Hdccelt-
*
In#s,
?9
.1t|
ar
t
-',
fufiyat1 -t/pcry., ffiet irxgltrttkiln
hel*iar IPA
si,nsa rnela{ai pexerdry&n mlet*de ixkuiri pada
etata p*laittr*x IPA di k*las IV htlatlrasah
i*lidx$,uk {brssxsxl*n Ket*:yts {{ts*s "{*lq*rt *
fu ftat ;',Sleripsi Univmitas Islam Negpri Sy'arif
it:asil
r
Hidayatullah, (-Iakarta:Perpustakaan fakultas
tarbiyah dan ilmu kegnr*aa. ZO*&E!!-,'Ita Pnspita Dervi, '*Pexgarah Met(xls ltl,ktiiri
Y*#t*alsrp H *s il &*iai ar & i:ria "', Skripsi
l-j*isr*r$itas Islar: Negpri Syarif Hidaysm{lab,
(.1-aitarta: Frrptrstakaen fakultas ilnru txrbiyah dan
kesuruan-2009). h.66
Murtatiroh, "' F€*ingkat** K*mampuun
fi,{xe*s*zlakrlvr Faktrl ek$n {}pirti Dalmx Artikel
Sa*tr$-€erJr*rslk65**r&de'txeJef**Sxrrisfs"rry*;fu
/F
f*es
SkriFi {.raivessifes
.f*ke$t* W
Hidayaitllah"
Syarif
$akarta:
Islam Negeri
Ferp*stakaan llm* Tarbiyah dan Kegurua:r" 2Sl?)
Erl
f-FsV."d"prVf?5
32
ffi*
""'
-F
Arikstc, ?r*seduv Pwfiisiw Suslu
P extlekatan P rqkt ik, (Jakarta: PT
Rineka Cipta,
2f!061h.71
I
2
BA& ttl
@"ya fusama daa Dedy *lvitaganx .-Menge*al
?e*s*{ itien Tindakax Kefns, ilalcartaff Iudeks,
?St0) Cet. Kedua h. 9
WGya Kusr,tttla-dan Dedy Dwitagama, &f e*gena I
f'enerrrr'drrl Ti*dnka* ffeJs.* $akarta:PT Indtks"
?*1*) Cet. Ke&ra b. ?L-?l
Sragryu)fi*" frderr*#c Feneliti*n Pendidik€*n
lfendekatan Kuant itat if, {aaf itatif tfun
.R&Dl Jbanduns:ALFABETA:0$8] h. I 72
4
lskfffl
5
?**h*lq!*
Ecs&tstrE-?*ft*1h-t?g
a#nl .+'*ji*, Fewt**i*S?**t Tewxik Terry#x,
6
ffilni
ssid & Dadang Sulreuda="Yfr#fsgi
r*!z &ahasr., {kndung; PT Eemqia
(Bandung: PT Remaja Rosdakary*'20[4) cet II
h.?78
Arftunto, Frosedar Fsnilioiam Su*ttt
F#*srfsr* Fr**ti*, $*kar* FT Ri*rks CiS"
?rH6! h l0l'
#\
N\
4tr)
I
-/f
Sugiyono, Met*de P{ne I itiafi Pendidikan
{Pexct*katm Kx**t it at iJ. Kx*litati{ dxn
R&$J "&a*dIuTHALFABETA.?S08) h,?24
qfi*e3* H$sea:e da& DedY *wia**ffi4 &fmgrml
Pwlitias Tind*kan Kelaq fiakilhJFT Indeks,
2S10) Cet. Kedua h. 85
Suha:simi Arikunto, Dttxsv- D{tE*r Et'*ht*si
Pendidka*,{Jaka*a: Bt*ni Aksara" ?SG?} h"?:
{'emfueloj*r*l* E*}r*"sq {Bamung, PT Rmaja
Rasdakarva.?$frg} h. I 8S
Sxharsimi Arikunto. Dnrar-.I}l"r"er E"r'*Jxosi
?endit{ksn,{Jakarta: Bumi Aksarn" ?0S7} h,Lq
Hm* S#jsl*, Penit*ian Hasil kt4iarl'r{*rg4iar.
{***:mC; Ft Eemaja Rsnda Kilrya" ?fil1}" C€r
€*amBe?a*k. I35
Suharsirni Arikuntc, frasar-il*ssr E'ras/u*.si
?ffi?ih.?$s
? **d*fktx, {Jakarta: Bsmi
?tIass Sudjaxa Felrilaian Ha*il Belajar Men gajar'
{Se-#=efr: FI Re*r*ja Rssds KrSn*, ?&11}, C€{
EBEEsI*$h" I4I
Sutr-ariimiArikrurto,il*sar-flss*rI-r''cJ*asi
P*atlidk**,#*karta: Bumi Aksara ?S{}7} 1L:13
Seharsimi Ark$ato, **Ear- {}*sar Etreiaas i
: Brrmi Afuser'4 ?ffi?:h-?tB
Nea S$diau' Pffiilai*E }Iesil ehiseleltg4iar,
{Bandung: PT Remaja Rosda Kary*, 2011}. Cet
Enam Belas h. 133
tif trh*iit? Ahffiadi" dkk" "tiir:rregf P*x$ttl*irrm
Ser#rresrfssi,g?SP fi akarta:PT Premsi
0l
I ) 11.163
Nina Syaadih Sukmaditrat a, L*rd*s*rz P s ik*logt
P rose x P evrdi d ik$x, (Bandung: Renraja
3
*"iiEf*a
S*ryiaya" Strategi Pembelajuam Berarisnhsi
Standar Prsses Fendidikan, (lakarfa: Kencana
20*6), Cet Pertarn* h. ?S?
Alfi3ah,
"Ei*:r*
*{fp*y*
*xl*lxi
mex*tEilr:a,tkrix hasil h*la.iar IPA
pex€r#pdrn w*.*xls mkl*ifi pada
ma$a4w:fasezrwz
tFA
tti *rtasr
l{&,6admsait
BcFat", Slripsi Univarsitas Islam Negeri Syarif
Hidayatull ah, {Jakarta:Perpustakaar fakultas
&{offibe&ks& F*fu* cfu ilpisti.klaw ,Lniket
Sarat Kabar Ileng*n Meotde lnkuiri -cliv'a r{e/.d}s
IN SMPN 225 ,lakarta Bar*t "" Skripsi Universitas
istam Negeri Symif Hidayatullah fakarfta:
ruptsgkam IImu Tarbiy*h dar Keguruas, ?01?)
h_ffi
Meny*hrjui
gI
[email protected]&g I
Dss& ku&i*rbieg
Novia{i {ugMo, M.Pd
NIP.I??6118 2SI I0l l $06
Anissa Windarti, M.8c
MP.l98?$802 2Sl101 2 OSs
Download