bab ii tinjauan pustaka

advertisement
 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Integrated Marketing Communications
2.1.1. Definisi Integrated Marketing Communication
Perusahaan tidak hanya mebuat produk dan programnya tanpa penyaluran
informasi kepada pelanggannya, karena apabila produk yang ditawarkan memiliki
FAB (Feature, Advantage, dan Benefit) yang tinggi namun kalah persaingannya
dengan produk pesaing, maka keunggulan tersebut akan sia-sia karena FAB produk
tidak dimengerti oleh pelanggan. Perusahaan sebaiknya membagi divisinya yang
bertugas untuk memasarkan produknya, divisi tersebut bisa dinamakan divisi
Marketing Communications.
Menurut sebuah tim taskforce American Association of Advertising Agencies
(AAAA) dalam Schultz, Ogden & Ogden, dan Belch & Belch dalam (Soefijanto &
Idris, 2012)
IMC merupakan konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang menghargai pentingnya
nilai tambah dari sebuah perencanaan yang komprehensif yang digunakan untuk
mengevaluasi peran-peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi-contohnya periklanan
secara umum, tanggapan langsung, promosi penjualan, dan kehumasan- dan menggabungkan
semua disiplin tersebut untuk menyajikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang
maksimal.
Duncan (2008), “IMC merupakan sebuah proses untuk perencanaan, pelaksanaan,
dan pemantauan pesan merek yang menciptakan hubungan dengan konsumen.”
Menurut Don Schultz & Heidi Schultz dalam (Soefijanto & Idris, 2012)
IMC adalah suatu proses bisnis strategis yang digunakan untuk merencanakan
mengembangkan melaksanakan, dan mengevaluasi program-program komunikasi merek yang
terkoordinasi, terukur, dan persuasive untuk jangka waktu tertentu dengan konsumen,
pelanggan, calon konsumen, dan sasaran lainya, serta pemerhati yang berkaitan di dalam dan
luar perusahaan.
Kesimpulan dari teori diatas jika dilihat dari kelebihan dan kelemahan masing-
masing teori, lengkapnya IMC mencakup empat hal pokok dalam komunikasi
pemasaran, yaitu (1) proses perencanaan bisnis, (2) integrasi banyak media promosi,
(3) pengukuran
empiris, dan (4) evaluasi berkelanjutan.
Proses perencanaan
bisnis
Integrasi banyak media
promosi
Evaluasi
Pengukuran
empiris
Gambar 2.1 Siklus definisi IMC yang menunjukan integrasi empat aktivitas
berkelanjutan
Sumber :(Soefijanto & Idris, 2012)
2.1.2. Strategi Integrated Marketing Communications
Pemasaran adalah salah satu program perusahaan dalam menyampaikan informasi
kepada target pasarnya. Suatu program akan berjalan baik apabila memiliki rencana
yang jelas. Jika rencana yang telah dibentuk terstruktur maka penyaluran dapat
dengan mudah diterima oleh pelanggan, termasuk dalam proses pengambilan
keputusan pembelian.
Menurut (Kotler & Keller, 2006)
Model ini menunjukan beberapa faktor penting dalam komunikasi yang baik. Pengirim perlu
mengetahui harapan yang ingin dicapai dan respons yang diinginkan oleh audience sasaran.
Mereka harus menyampaikan pesan yang benar, sehingga harus mempertimbangkan cara
audience sasara n menguraikanya, Pesan harus dikirim melalui media agar mencapai audience
sasaran, dan mereka harus mengembangkan saluran umpan balik sehingga dapat mengukur
respons audience terhadap pesan.
Pengirim
Pengiriman
Pesan
Pesan
Penguraian
Pesan
Gangguan
Umpan
Balik
Respons
Gambar 2.2 Proses Komunikasi
Sumber :(Kotler & Keller, 2006)
Penerima
(Kotler & Keller, 2006) menjelaskan :

Marketing Communications adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya
menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung
tentang produk dan merek yang mereka jual. Marketing Communications didalamnya
mengandung
promotion mix yang terdiri berbagai jenis alat komunikasi pemasaran (marketing
tools), yaitu Advertising (Iklan), Sales Promotion (Promosi Penjualan), Public Relations
(Hubungan Masyarakat), Direct Marketing (Pemasaran secara Langsung), dan Personal
Seling (Penjualan Langsung).
Iklan atau advertising merupakan komunikasi pemasaran yang paling dikenal
khalayak.
Menurut Belch & Belch dalam (Soefijanto & Idris, 2012), definisi
iklan
adalah semua bentuk komunikasi/pesan nonpribadi yang memberitahukan
tentang organisasi, produk, jasa, atau ide dan dibayar oleh sponsor yang jelas.
Menurut (Kotler & Keller, 2006) upaya periklanan mempunyai beberapa tujuan
antara lain: menginformasikan adanya merk produk di pasaran, membujuk
konsumen untuk membeli produk, dan mengingatkan konsumen terhadap
produk.

Promosi penjualan adalah kegiatan pemasaran yang memberikan nilai ekstra
atau intensif ke tenaga penjualan, distiributor, atau konsumen akhir dan dapat
menstimulasi penjualan segera Belch & Belch dalam (Soefijanto & Idris, 2012).

Public relations menurut Belch & Belch dalam (Soefijanto & Idris, 2012)
menyebutkan :
publisitas merujuk ke komunikasi nonpribadi tentang organisasi, produk, jasa, atau ide
dan tidak langsung dibayar oleh suatu institusi. Karena itu bentuknya sering tersamar
sebagai berita, ulasan editorial, atau sekedar pengumuman tentang institusi, organisasi,
atau produk. Kelebihan media promosi semacam ini adalah kredibilitasnya.
Tujuan utama dari Public relations adalah :
1) Membina tercapainya saling memahami pesan yang disampaikan
antara publik dan perusahaan (mutual understanding).
2) Membangun citra positif perusahaan dimata publik.
3) Diterima dan mendapat kerjasama yang baik dari publik, yang sering
kali dicapai bila perusahaan memiliki reputasi yang baik.
Sedangkan menurut (Kotler & Keller, 2006) Marketing public relations dapat
berkontribusi terhadap berbagai tujuan pemasaran, yaitu : Meningkatkakan
kesadaran ,membangun kredibilitas, menstimulasi penjualan, mengurangi biaya
promosi.

Direct marketing menurut Belch & Belch dalam (Soefijanto & Idris, 2012),
bentuknya tidak selalu berupa surat atau catalog, namun juga situs internet yang
menawarkan diskon dan penjualan langsung, telemarketing dan berbagai
kegiatan
pemasaran yang mengharapkan respons instan dari konsumen. Adapun
kemampuan
atau kompentensi yang dimiliki oleh : menunjukan target yang
jelas, personalisasi, mendorong tindakan segera, strategi yang tidak terlihat,
keterukuran.(Saladin:2003)

Personal selling menurut Belch & Belch dalam (Soefijanto & Idris, 2012),
Bentuk komunikasi antarpribadi dimana penjual berusaha menjual atau mendekati
pembeli untuk mau membeli produk, jasa, atau ide yang ditawarkan. Lebih jauh
dijelaskan bahwa media pemasaran ini memberikan keleluasaan kepada penjual untuk
berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen atau calon konsumen. Aksi dan reaksi
berlangsung segera.
Terdapat 5 aspek penting dalam personal selling, agar dapat dilakukan secara
efektif dan baik : Profesionalism, negotiation, relationship marketing, selling
person role, managerial. (Kotler & Keller, 2006)
2.1.3. Langkah-Langkah
Dalam
Mengelola
Dan
Mengembangkan
Komunikasi Yang Efektif
langkah-langkah dalam mengelola dan mengembangkan program bauran promosi
menurut (Kotler & Keller, 2006):
1.) Mengidentifikasi audiens sasaran
Proses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens
sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan,
pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi keputusan..
Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu, atau
masyarakat umum. Audiens yang dituju tersebut akan sangat mempengaruhi
keputusan komunikator tentang apa yang akan dikatakan, bagaimana mengatakannya,
kapan mengatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan, dan kepada siapa
pesan tersebut
akan disampaikan.
2.) Menentukan tujuan komunikasi
Tujuan komunikasi dapat ditetapkan pada tingkat mana saja dari model hirarki
efek. Rossiter dan Percy mengidentifikasi empat kemungkinan tujuan sebagai berikut:
o Kebutuhan kategori, membangung produk atau kategori yang layanan
sejauh perlu untuk membuang atau memenuhi kesenjangan yang dirasakan
antara situasi motivasi sekarang dan situasi emosional yang diinginkan.
o Kesadaran merek, kemampuan untuk mengidentifikasi (mengakui dan
mengingat) merek dalam kategori, secara cukup rinci untuk melakukan
pembelian.
o Sikap merek, evaluasi merek dengan menghargai kemampuannya yang
dirasakan untuk memenuhi kebutuhan yang relevan sekarang ini.
o Maksud pembelian merek, swainstruksi untuk membeli merek atau
melakukan tindakan yang berkaitan dengan pembelian.
3.) Merancang pesan
Merumuskan komunikasi untuk mencapai tanggapan yang diinginkan akan
menuntut pemecahan tiga masalah : apa yang harus dikatakan (strategi pesan),
bagaimana mengatakanya (strategi kreatif), dan siapa yang harus mengatakannya
(sumber pesan).
o Strategi pesan, dalam menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya
tarik, tema, atau gagasan yang akan mengikat ke dalam penentuan posisi
merek, dan membantu untuk membangun titik kesamaan atau titik
perbedaan.
o Strategi kreatif, adalah cara pemasar menerjemahkan pesan mereka ke
dalam satu komunikasi yang spesifik, dapat dikasifikasi secara luas sebagai
meliputi entah daya tarik “informasional” (mencakup atribut atau manfaat
produk atau jasa) atau “transformasional” ( mencakup manfaat atau citra
yang berkaitan dengan non-produk). Dua kategori ini umum ini masingmasingnya mencakup beberapa pendekatan kreatif spesifik yang berbeda.
o Sumber pesan, sumber yang menarik atau terkenal akan memperoleh
perhatian dan daya ingat yang lebih tinggi. Yang penting adalah kredibilitas
(keahlian, kelayakan dipercayai, dan kemampuan disukai) yang harus ada
didalam sumber pesan.
4.) Memilih saluran komunikasi
Menurut Hackley dalam (Soefijanto & Idris, 2012),
Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan ketika memilih media tempat beriklan.
Pertama, tentu saja apakah media tersebut banyak dipakai oleh khalayak yang menjadi target
kampanye iklan. Kedua apakah biaya beriklan pada media tersebut bisa diliput oleh anggaran
yang tersedia. Ketiga, pola hubungan dan konteks komunikasi antara media tersebut dengan
konsumen.
Perencana media membuat pilihan dari berbagai kategori media dengan
mempertimbangkan karakteristik berikut :
Tabel 2.1 Karakteristik Media
MEDIUM
KEUNGGULAN
Koran
Relatif cepat karena biasa terbit
setiap hari, fleksibel, sumber
informasi yang terpercaya.
Majalah
Fleksibel, berwarna, jangka
waktu lama, dibaca berulangulang.
Kuat dengan program hiburan
musik, popular, segera bisa
digunakan beriklan bergitu
diperlakukan, target khalayak
yang khusus, relatif murah.
Televisi
Radio
Audio-Visual, Prestisius,
Khalayak luas.
KELEMAHAN
Mahal, Jumlah iklan tv yang
banyak, Durasi iklan yang pendek,
Khalayak sering tak
memperhatikan waktu iklan
ditayangkan.
Mahal jika beriklan berskala
nasional, kualitas cetakan yang
kadang tak prima, kurang selektif
menerima iklan.
Relatif lambat, karena periode
terbitnya.
Durasi iklan yang pendek,
khalayak sering tak
memperhatikan waktu iklan
ditayangkan.
Luar ruang
Internet
Direct mail
E-mail dan SMS
Tampak terlihat dan menarik
perhatian, jangkauan luas pada
tingkat lokal.
Keterlibatan tinggi, sumber
informasi yang luas, adanya
fasilitas untuk merespons
langsung.
Personal, target spesifik,
terukur, dalam hal respons
khalayak, pesan bisa diperinci.
Murah, personal.
Relatif mahal, pesan yang
tersampaikan terbatas, jangkauan
terbatas pada lokalitas.
Terlalu banyak informasi di
internet, otoritas sumber informasi
yang bisa dipertanyakan.
Sering tidak diperhatikan oleh
penerima, pemeliharaan pangkalan
data.
Sering diabaikan oleh penerima
Sumber : Hackley dalam (Soefijanto & Idris, 2012)
a. Menyeleksi wahana media tertentu
Pada tahap ini perencana media harus mencari media yang paling efektif, murah
dan tepat sasaran diantara berbagai media yang ada.
b. Menentukan waktu penayangan.
Setelah menentukan media yang akan dipakai tahap selanjutnya adalah
menentukan jadwal penayangan agar benar-benar tepat sasaran.
5.) Menetapkan anggaran total komunikasi pemasaran
Salah satu keputusan pemasaran yang tersulit adalah besar biaya yang perlu
dikeluarkan untuk promosi. Ada empat metode yang digunakan untuk menyusun
anggaran promosi :
o Metode kesanggupan (affordable method) yaitu penetapan anggaran promosi
oleh pihak manajemen sampai sebatas yang mampu ditanggung oleh
perusahaan.
o Metode persentase penjualan (percentage of sales method) yaitu penetapan
anggaran promosi sebesar persentase tertentu dari penjualan terkini atau yang
diramalkan atau sebagai pesentase dari harga penjualan satuan.
o Metode keseimbangan persaingan (competitive-farity method)
penetapan anggaran promosi setara dengan yang dikeluarkan pesaing
Yaitu
o Metode tujuan dan tugas (objective-and-task method) Yaitu pengembangan
promosi dengan (1) menetapkan tujuan promosi yang spesifik (2) menentukan
tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, (3) memperkirakan biaya
pelaksanaan tugas. Jumlah dari biaya ini menjadi anggaran promosi yang
diajukan.
6.) Menentukan bauran promosi
Perusahaan
harus mengalokasikan anggaran promosi diantara lima alat promosi
yaitu periklaanan,
promosi penjualan, hubungan masyarkat/publisitas, wiraniaga,
serta pemasaran langsung. Setiap alat promosi memiliki karakteristik dan biaya
tersendiri yang unik. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
mengembangkan bauran promosi : (1) jenis pasar produk, (2) kesiapan konsumen
melakukan pembelian, (3) tahap dalam siklus hidup produk tersebut.
7.) Mengukur hasil komunikasi
Setelah menerapkan rencana promosi, komunikator harus mengukur dampaknya
pada audiens sasaran. Kegiatan ini mencakup menanyakan kepada audiens sasaran
apakah mereka mengenali atau mengingat pesan yang telah disampaikan, berapa kali
mereka melihatnya, hal-hal apa saja yang mereka ingat, bagaimana perasaan mereka
tentang pesan tersebut, dan sikap mereka yang sebelumnya dan yang sekarang atas
produk dan perusahaan itu. Komunikator harus juga mengumpulkan ukuran perilaku
dan tanggapan audiens, seperti berapa kali orang membeli produk terrsebut, apakah
mereka menyukainya, dan menceritakannya kepada orang lain.
(Soefijanto & Idris, 2012) mengemukakan bahwa :
Evaluasi dibutuhkan dalam proses IMC. Evaluasi itu harus mencakup area penting, seperti
perancangan cross-functional dan monitoring, pembuatan pesan brand, perencanaan media
dan pembelian, serta mendengarkan keluhan,saran,dan pujian dari konsumen. Dalam hal ini,
IMC menguatkan hubungan dan menentukan keuntungan suatu brand. Sebuah perusahaan
tidak akan bisa sepenuhnya membangun hubungan eksternal sebelum berhasil membangun
hubungan internal. Dengan itulah, bagian ini akan dimulai dengan diskusi mengenai audit
internal IMC.
I.
Alasan mengukur efektivitas
a. Menghindari kesalahan pembiayaan. Jika program periklanan dan promosi
tidak mencapai tujuannya, tidak hanya uang yang hilang, tetapi juga
keuntungan potensial yang dihasilkan dari program yang efektif yang akan
menolong perusahaan memaksimalkan investasi.
b. Mengevaluasi strategi alternatif. Penelitian dirancang untuk membantu
manajer menentukan strategi yang paling efektif. Perusahaan sering
menguji versi iklan mereka di kota yang berbeda, untuk menentukan iklan
yang komunikasinya paling efektif.
c. Meningkatkan efisiensi periklanan secara umum. Penelitian dapat
mengembangkan komunikasi yang lebih efektif dan efisien bagi
perusahaan.
d. Membatasi jika tujuan telah tercapai. Spike Cramphorn, “penelitian harus
membahas apakah iklan tersebut memberikan tujuan lain dan bagaimana
langkah yang tepat digunakan untuk membuat penilaian ini.”
II.
Elemen-Elemen yang akan dievaluasi dalam mengukur efektivitas IMC.
Menurut Duncan dalam (Soefijanto & Idris, 2012), elemen yang dapat
diukur dalam mengukur keefektifan IMC adalah :
a. Sumber. Sebuah pertanyaan paling penting, apakah spokes person yang
digunakan efektif dan bagaimana target pasar meresponya.
b. Pesan. Faktor pesan akan berdampak pada efektivitas, termasuk judul,
ilustrasi, teks, dan tata letak.
c. Media strategis. Memilah media yang paling efektif dan menghasilkan,
hal ini juga dapat menugukur dalam penntuan penempatan media. Sebuah
penelitian menunjukan bahwa pembaca lebih memperhatikan iklan yang
lebih besar.
d. Keputusan biaya dan penganggaran. Sejumlah studi meneliti efek ukuran
anggaran pada efektivitas iklan dan dampak pengeluaran berbagai iklan
penjualan.
2.2. Keputusan Pembelian
2.2.1. Proses Keputusan Pembelian
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya,
termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi. Perilaku konsumen akan menentukan
proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.
(Kotler & Keller, 2006) menggambarkan proses pembelian model 5 tahap (Five
Stage model of the Costumer Buying Prosess) sebagai berikut :
Problem
Recognition
information
Search
Evaluation of
Alternatives
Purchase
Decision
Postpurchase
Behavior
Gambar 2.3 Proses Pembelian Model Lima Tahap
Sumber : (Kotler & Keller, 2006)
Berikut ini uraian dari masing-masing tahap diatas :
a. Problem recognition (Pengenalan Masalah)
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau
kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau
eksternal.
b. Information Search (Pencarian Informasi)
Konsumen yang tergugah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Pada tingkat selanjutnya, orang itu mungkin
memasuki pencarian aktif informasi : mencari bahan bacaan, menelepon teman,
dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk.
c. Evaluation Of Alternatives (Evaluasi Alternatif)
Terdapat beberapa proses evaluasi keputusan, dan model-model yang terbaru
memandang proses evaluasi konsumen sebagai proses yang berorientasi kognitif
yaitu, model tersebut menganggap konsumen membentuk penilaian atas produk
terutama
secara sadar dan rasional.
d. Purchase Decision (Keputusan pembelian)
Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi atas merek-merek
dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga mungkin membentuk niat untuk
membeli produk yang paling disukainya. Berikut ini ada faktor yang berada
dintara
niat pembelian dan keputusan pembelian yang terdapat dalam gambar 2.5
Faktor
pertama adalah sikap orang lain, sejauh mana orang lain mengurangi
alternative yang disukai seseorang akan bergantung pada intensitas sikap negative
orang lain terhadap alternative yang disukai konsumen dan motivasi konsumen
untuk menuruti keinginan orang lain. Sedangkan faktor kedua adalah faktor
situasi yang tidak terantisipasi yang dapat muncul dan mengubah niat pembelian.
Menurut (Kotler & Keller, 2006) terdapat beberapa hal yang mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen, diantaranya adalah sikap orang lain dan faktor
situasi yang tidak terantisipasi yang dapat muncul dan mengubah niat pembelian.
Purchase Decision
Unanticipated situasional
factors
Attitudes of Other
Purchase intention
Evaluation of
Alternatives
Gambar 2.4 Tahap-tahap Antara Evaluasi Alternatif dan Keputusan Pembelian
Sumber : (Kotler & Keller, 2006)
Menurut (Duncan, 2005) Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap
proses pembuatan
keputusan pembelian: Perception, Motivation, Attitude Formation,
Integration.

Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri
manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap
stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan
pengalamanya terhadap rangsangan tersebut.

Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam
diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan
suatu hal.

Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan.
Integrasi merupakan respon yang atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan
mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan
membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
e. Post Purchase Behavior (Perilaku Pasca pembelian)
Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau
ketidakpuasan tertentu. Tugas akhir pemasar tidak berakhir saat produk dibeli,
melainkan berlanjut hingga periode pasca pemebelian. Pemasar harus memantau
kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pemebelian, dan pemakaina produk pasca
pembelian.
2.2.2. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah :
Chartered Intitute of Marketing, mencoba menggabungkan teknik-teknik tersebut
dari sudut pandang keputusan pembelian. Dan rangkaian kesatuan prilaku yang
digunakan pada model ini banyak mengadopsi unsur model DAGMAR
Mekanisme
Pemicu
Kebutuhan
Kesadaran
Kesadaran
Humas
Keyakinan
Tenaga penjualan
Pemahaman
Iklan/Pemasaran
langsung
Preferensi
Tenaga penjualan
Pengemasan
Niat untuk membeli
Pembelian
Promosi penjualan
Gambar 2.5 Model Dagmar
Evaluasi
pembelian
Sumber :(Sciffman & Kanuk, 2004)
Menurut (Sciffman & Kanuk, 2004),
dalam pemasaran terdapat bauran pemasaran yang merupakan strategi bagi pemasar untuk
menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Dimana dalam kegiatan bauran pemasaran ini,
perusahaan berusaha menyampaikan manfaat produk dan jasa mereka kepada para konsumen
potensial dan jika hal ini dihayati dengan mendalam maka akan mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen.
2.3. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu berguna sebagai gambaran yang dapat memberikan
ketajaman peneliti dalam menentukan kerangka berpikir dalam pembahasan
penelitian ini, selain itu juga sebagai bahan perbandingan dan pertimbangan dalam
penulisanya. Maka dalam tujuan tersebut, penulis mencantumkan mengenai hasil
penelitian terdahulu yang relevan mengenai analisis pengaruh bauran promosi
terhadap keputusan pembelian.
Tabel 2.2 Perbedaan
Antara Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang
No
Peneliti
1
(Tudin & Lingling,
2012)
Judul
Promotion Mix
: Level of
Awareness
and
Purchase
Likelihood.
2
(Nochai & Nochai,
2011)
3
(Klarisa, Hidayati, &
Kulleh)
Sumber : Data Diolah, 2013.
The Influence
of Sales
Promotion
Factors on
Purchase
Decisions: A
Case Study of
Portable PCs in
Thailand
Pengaruh
Bauran
Promosi
Terhadap
Keputusan
Pembelian
Konsumen Di
Swalayan Maxi
Balikpapan
Variabel
1.Advertising
2.Public Relations,
3.Direct
Marketing,
4.Personal Selling,
5.Sales
Promotions.
1.Sales
Promotions.
1. Periklanan
2. Promosi
Penjualan,
Pendekatan
Kuantitatif
dengan
menggunakan
metode Kuisioner
sebagai
pengumpulan
data.
Alat Analisis
Uji Validitas, Uji
Realibilitas,
Regresi Linier
Berganda, dan
Korelasi Liner
Berganda.
Hasil
Consumers’ level of awareness
is high after being exposed to
sales promotion and public
relations.
Kuantitatif
dengan
menggunakan
metode Survey
dan Kuisioner
sebagai
pengumpulan
data.
Binary Logistic
Regression
Analysis.
Sales promotion factors are the
important factors that impact
on consumers’ purchasing
decision. Portable PC in the
study should focus on these
sales promotion factors in
order to increase the customer
base and make more market
share in this segmentations.
variabel periklanan ,promosi
penjualan dan personal selling
memiliki pengaruh yang positif
terhadap keputusan pembelian
konsumen dalam membeli
barang di swalayan maxi
Kuantitatif
Regresi Linier
dengan
Berganda &
menggunakan
Korelasi
metode Kuisioner
3. Personal Selling. sebagai
pengumpulan
data.
2.4. Kerangka Konseptual
Berdasarkan latar belakang masalah dan kajian teori yang telah penulis uraikan
sebelumnya, maka penulis akan meneliti tentang pengaruh bauran promosi terhadap
keputusan pembelian.
Perilaku konsumen sangat erat hubunya dengan keputusan pembelian. Baik
dengan individu maupun kelompok dan organisasi dalam memenuhi kebutuhuan dan
keinginan
mereka baika terhadap barang maupun jasa. Perushaaan penting
memahami prilaku konsumendan memadukannya dengan strategi pemasaran yang
baik, salah satunya dibidang promosi.
Agar lebih memudahkan penelitian dan pembahasan, maka penulis akan
mengemukakan skema yang akan menjadi pedoman dalam penelitian. Berikut
kerangka berfikir dalam penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :
VARIABEL X
Advertising
Sales Promotion
VARIABEL Y
Public Relations
Keputusan Pembelian
Personal Selling
Direct Marketing
Gambar 2.6 Model Penelitian
Sumber : (Kotler & Keller, 2006)
2.5. Hipotesis Penelitian
a. Hubungan antara variabel strategi promosi terhadap keputusan
pembelian.
: advertising berhubungan positif signifikan terhadap keputusan pembelian
masyarakat kota Bandung.
: sales promotion berhubungan positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: public relations berhubungan positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: personal selling berhubungan positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: direct marketing berhubungan positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
b. Pengaruh antara variabel strategi promosi terhadap keputusan
pembelian.
: advertising berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian
masyarakat kota Bandung.
: sales promotions berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: public relations berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: personal selling berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
: direct marketing berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan
pembelian masyarakat kota Bandung.
Download