BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Tanaman Sayuran Sayuran

advertisement
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Tanaman Sayuran
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan
yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan
segar atau setelah diolah secara minimal. Istilah "sayuran" tidak bersifat
ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan,
terutama daunjuga beserta tangkainya, tetapi dapat pula batang yang masih
muda, misalnya rebung atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah bagian
tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortel, kentang, dan lobak. Terdapat
pula sayuran yang berasal dari organ generatif seperti bunga, misalnya
kecombrang dan turi, buah, misalnya terong, tomat, dan kapri, dan biji,
misalnya buncis dan kacang merah. Bagian tumbuhan lainnya yang juga
dianggap sayuran adalah tongkol jagung. Meskipun bukan tumbuhan, bagian
jamur yang dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran.
Walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sebagai
sayur-sayuran karena biasanya dikonsumsi karena rasanya yang manis dan
tidak cocok untuk disayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian dari
sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah. Sayuran
dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian
dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi
antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski
umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah
vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan,
antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.
Namun, seringkali sayuran juga mengandung racun dan antinutrients
seperti α-solanin, α-chaconine, enzim inhibitor dari cholinesterase, protease,
amilase, sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi.
Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat
dapat dimakan, nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari diet sayuran. Cooking
andor other processing may be necessary to eliminate or reduce them.
Memasak dan atau pengolahan lainnya mungkin diperlukan untuk
menghilangkan atau mengurangi mereka.
Perlindungan tanaman meliputi segala kegiatan perlindungan tanaman
terhadap kerusakan mulai dari tanam sampai produk mencapai konsumen.
Begitu pentingnya serangga hama sebagai faktor pembatas produksi
pertanian sehingga merupakan keharusan untuk menekan serangan tersebut
bukan untuk menghilangkan keberadaan serangga pada agroekosistem yang
merupakan suatu yang tidak mungkin. Di Negara maju yang telah
menerapkan perlindungan tanaman secara intensif masih kehilangan hasil
panen sampai 10% dan Negara berkembang masih mengalami kehilangan
hasil panen 40-60% dan bahkan bisa mencapai 100% bila tidak dilakukan
pengendalian (Triharso,1994).
Namun merubah pola kebiasaan petani di Indonesia yang telah
mengadopsi pertanian konvensional selama lebih kurang 25 tahun tidaklah
mudah, untuk itu harus dilakukan pembinaan secara bertahap dan
berkesinambungan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi teknologi
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
pertanian. Untuk tahap awal penekanan ke petani lebih kepada eliminasi
penggunaan pestisida pada kegiatan LEISA (Low Exsternal Input Sustainable
Agriculture), karena dampak yang ditimbulkannya jauh lebih luas dan lebih
berbahaya dibandingkan pupuk kimia yang dampaknya tidak secara langsung
kepada pemakai. Sehingga diharapkan bahan pangan yang dihasilkan oleh
petani secara pelan-pelan akan mulai bebas dari residu pestisida dan aman
untuk dikonsumsi serta memiliki nilai tambah.
Sekarang banyak konsumen menginginkan buah dan sayuran yang
bebas sama sekali dari serangga (zero tolerance) dan tidak akan mentoleransi
adanya kontaminasi atau kerusakan sedikitpun karena serangga. Produsen
telah ditekan oleh konsumen untuk menerapkan praktek pengendalian hama
yang lebih keras sehingga dihasilkan komoditas yang diinginkannya.
Konsumen tidak menyadari jika penggunaan pestisida yang intensif akan
diikuti oleh resurgensi hama dan perkembangan hama sekunder karena tidak
ada lagi musuh alaminya, serta munculnya hama resisten terhadap
insektisida.Hal ini yang menjadi salah satu kendala utama dalam implemetasi
pengelolaan hama terpadu (PHT). Produsen (petani) dan konsumen telah
dirasuki penyakit yang disebut ENTOMOFOBIA (ketakutan yang berlebihan
terhadap serangga).
Berikut ini contoh penyakit tanaman tanaman sayuran:
1.
Akar Gada
Penyakit akar gada adalah penyakit jamur yang menyerang tanaman
kubis,sawi dan merupakan penyakit yang umum di Indonesia yang
menyebabkan kerugian signifikan terhadap hasil dan panen. Penyakitini
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
disebabkan oleh patogen Plasmodiophora brassicae. Dengan olah tanah
yang baik dengan cara pemakaian Pupuk Organik Nasa dan
penggunaanAgensi Hayati Nasa yang berupaNatural Gliodan Corrin dari
awal tanam telah banyak di buktikan oleh para petani mampu menekan
angka pertumbuah patogen Plasmodiophora brassicaeyang merupakan
peyebab dari penyakit akar gada tersebut.
Gambar 1. Akar Gada
2.
Antraknosa Cabai
Penyakit antraknosa termasuk salah satu jenis penyakit penting yang
menyerang tanaman cabe. Daya rusak penyakit ini sangat tinggi dan
penularanya
juga
sangat
cepat
sehingga
sangat
merugikan
petani/pengusaha agribisnis apabila tidak dikenali dan dikendalikan
dengan tepat dan cepat. Bahkan yang paling ekstrem bisa
menggagalkan usaha agribisnis ini.
Penyebab penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabe ini
adalah cendawan terutama cendawan Colletotrichum capsici Butl dan
Gloesporium piperatum Ell.et Ev. Penyakit antraknosa ini biasanya
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
menyerang tanaman cabe pada saat kondisi kelembaban yang tinggi
(95%) pada suhu yang rendah berkisar 32 derajat celcius. Penyakit
antraknosa juga menyerang tanaman cabe yang ditanam pada lahan
dengan drainase yang tidak dikelola dengan baik, sehingga banyak
genangan air di sekitar tanaman.
Gambar 2. Antraknosa Cabai
3.
Becak Daun
Bercak daun disebabkan Cercospora canencens ell. et Mart. Jamur ini
juga disebut Isariopsis griseola sacc dan Phaeoisariopsis griserola.
Jamur ini dapat betahan hidup sampai dua tahun pada sisa-sisa
tanaman sakit di dalam biji. Kondisi lingkungan lembab dengan suhu
udara antara 20-24oC sangat cocok untuk berkembangnya jamur ini.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Gambar 3. Bercak Daun
4.
Bercak Ungu
Penyakit Bercak Ungu atau Trotol, disebabkan oleh jamur Alternaria
porimelalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai
terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putihkelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya.
Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai
berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan
rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Untuk mengendalikan
penyakit bercak ungu secara efektif dapat digunakan fungisida,
Gambar 4. Bercak Ungu
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
5.
Busuk Buah
Pada buah cabai mula-mula becak kecil kebasah-basahan,
berwarna hijau suram, yang meluas dengan cepat sehingga
meliputi seluruh buah.Buah mengering dengan cepat dan menjadi
mummi. Biji terserang, menjadi coklat dan keriput.
Gambar 5. Busuk Buah
6.
Busuk Daun
Perkembangan penyakit busuk daun yang disebabkan oleh patogen
Phytophthora Infestons(Mont) de Bary. Busukdaun sangat cepat
perkembangannya
pada
musim
penghujan.
Hal
tersebut
disebabkankarena untuk perkecambahan sporangium memerlukan air
di permukaan daun. Air juga diperlukan untuk pemencaran patogen
dan
perkembanganselanjutnya.
Busuk
daun
terbatas
perkembangannya di dataran tinggi ( > 800 m dpl ). Didataran medium
dan rendah penyakit ini tidak menjadi masalah yang utama.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Gambar 6. Busuk Daun
7.
Busuk Hitam
Penyebab penyakit ini adalah bakteri, adapun gejala serangan penyakit
ini dimulai dari bagian tepi daun yang terinfeksi berwarna kuning
pucat, yang kemudian meluas ketengah. Bakteri ini berbentuk batang,
ukuran 0,7 - 3,0 x 0,4 - 0,5 mm, membentuk rantai, berkapsula, tidak
bersepora, bergerak dengan satu flagellum polar.
Gambar 7. Busuk Hitam
8.
Layu Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia (Pseudomonas)
solanacearum. Bakteri ini termasuk mikroorganisme patogen tular
tanah atau dikenal dengan nama soil borne disease, dapat hidup
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
bertahan dalam tanah dalam waktu yang relatif sangat lama (3-5
tahun).
Serangan penyakit ini menyebabkan layunya daun-daun tanaman yang
dimulai dari daun bagian atas. Tanaman tampak seolah-olah seperti
kekurangan air. Setelah beberapa hari gejala kelayuan diikuti oleh layu
yang tiba-tiba dan layu permanen seluruh tanaman, tetapi daun tetap
berwarna hijau atau sedikit menguning.
Gambar 8. Layu Bakteri
9.
Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum.
Infeksi awal terjadi pada leher batang tanaman bagian bawah yang
bersinggungan dengan tanah. Selanjutnya infeksi menjalar ke perakaran
sehingga akar mengalami busuk basah. Gejala pada bagian tanaman di
atas tanah adalah terjadinya kelayuan daun bagian bawah, yang
selanjutnya menjalar ke atas, ke ranting-ranting muda dan akhirnya
tanaman mati. Cendawan berada di dalam pembuluh kayu dan
menyebabkan jaringan ini berwarna coklat.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Gambar 9. Layu Fusarium
10.
Mosaik
Penyakit mosaik pada tanaman cabe dapat disebabkan oleh salah satu
atau gabungan berbagai jenis virus seperti virus tomat mosaik (tomato
mosaic virus = ToMV), virus mosaik tembakau (tobacco mosaic virus =
TMV), virus mosaik mentimun (cucumber mosaic virus = CMV), virus
kentang Y (potato virus Y = PVY) dan virus X kentang (potato virus X =
PVX). Pertumbuhan tanaman yang terserang virus relatif lebih kerdil.
Mula-mula tulang daun menguning atau terjadi jalur kuning sepanjang
tulang daun. Daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, ukuran
daun lebih kecil dan lebih sempit dari ukuran daun yang normal, atau
menjadi seperti tali sepatu karena lembaran daun menghilang yang
tinggal hanya tulang daun saja. Virus mosaik mentimun sering
menyebabkan gejala bisul atau kutil pada buah.
Virus masuk ke dalam jaringan melalui luka lalu memperbanyak diri dan
menyebar ke seluruh jaringan tanaman secara sistemik. Jenis virus di
atas dapat menular melalui persinggungan secara mekanik seperti TMV,
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
ToMV dan PVX; melalui biji seperti ToMV dan TMV atau disebarkan
oleh kutu daun seperti CMV dan PVY.
Gambar 10. Mosaik
B. Sistem Pendukung Keputusan
Valverde (2011) menyatakan sebuah sistem pendukung keputusan
dapat digambarkan sebagai sistem interaktif berbasis komputer yang
dirancang untuk membantu para pengambil keputusan untuk memecahkan
masalah tak terstruktur. Tujuan sistem ini lebih ditujukan untuk mendukung
manajemen dalam situasi yang kurang terstruktur dan dengan kriteria yang
kurang jelas. Sistem pendukung keputusan tidak dimaksudkan untuk
mengotomatisasikan keputusan, tetapi menyuguhkan perangkat interaktif
yang memungkinkan pengambilan keputusan untuk melakukan berbagai
analisa untuk melakukan analisa menggunakan model-model yang tersedia.
Menurut Udayana, definisi mengenai sistem pendukung keputusan yang
ideal yaitu:
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
• Sistem pendukung keputusan adalah sebuah sistem berbasis
komputer dengan antar muka antara mesin/komputer dan
pengguna.
• Sistem pendukung keputusan ditujukan untuk membantu
pembuat keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam
berbagai level manajemen dan bukan untuk mengganti posisi
manusia sebagai pembuat keputusan.
• Sistem pendukung keputusan mampu memberi alternatif solusi
bagi masalah semi/tidak terstruktur baik bagi perseorangan atau
kelompok dan dalam berbagai macam proses dan gaya
pengambilan keputusan.
• Sistem pendukung keputusan menggunakan data, basis data dan
analisa model-model keputusan.
• Sistem pendukung keputusan bersifat adaptif, efektif, interaktif,
easy to use dan fleksibel.
• Sistem pendukung keputusan menyediakan akses terhadap
berbagai macam format dan tipe sumber data (data source).
C. Simple Additive Weighting (SAW)
Metode SAW (Simple Additive Weighting)sering dikenal istilah metode
penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW (Simple Additive
Weighting)adalah mencari pemjumlahan terbobot dari rating kinerja pada
setiap alternative pada semua atribut.Metode SAW disarankan untuk
menyelesaikan masalah penyeleksian dalam sistem pengambilan keputusan
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
multi-proses.Metode SAW merupakan metode yang banyak digunakan dalam
pengambilan keputusan yang memiliki banyak atribut (Mojahed, 2010).
Pada metode SAW, ada kriteria yang dipersepsikan sebagai kriteria
‘benefit’ dan ‘cost’. Kategori kriteria ‘benefit’ atau keuntungan, jika kriteria
tersebut mempunyai nilai semakin besar maka semakin baik, sedangkan
kriteria ‘cost’ atau biaya semakin kecil nilainya maka semakin baik. Besar dan
kecilnya nilai tersebut dilihat dari keterkaitannya dengan permasalahan yang
dianalisa.
Contoh Kasus:
Bagian
kemahasiswaan
telah
membuat
pengumuman
tentang
dibukanya kesempatan memperoleh beasiswa.Beasiswa ini diperuntukkan
untuk tiga Mahasiswa.Jumlah pendaftar sampai pada tanggal terakhir
terkumpul 50 mahasiswa.
Tugas Kita adalah “Membangun Sistem Pendukung Keputusan untuk
menentukan calon penerima beasiswa bagi mahasiswa”.
Langkah-Langkah:
Masalah
“ seleksi calon penerima beasiswa“
Kriteria
Usia, jumlah penghasilan orangtua, semester, jumlah tanggungan orangtua,
dan jumlah saudara kandung.
Penentuan kriteria yang dapat digolongkan ke dalam kriteria benefit
•
Jumlah tanggungan orangtua,
•
Jumlah saudara kandung, dan
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
•
IPK
Penentuan kriteria yang dapat digolongkan ke dalam kriteria cost
•
Usia
•
Jumlah penghasilan orangtua
•
Semester
Pembuatan table
Tabel 1. Rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria
No
KRITERIA
KETERANGAN
1
C1
Usia
2
C2
Jumlah Penghasilan Orangtua
3
C3
Semester
4
C4
Jumlah Tanggungan Orangtua
5
C5
Jumlah saudara kandung
6
C6
IPK
Kriteria dan Pembobotan
Teknik pembobotan pada criteria dapat dilakukan dengan beragai macam cara
dan metode yang abash. Pase ini dikenal dengan istilah pra-proses. Namun bisa
juga dengan cara secara sederhana dengan memberikan nilai pada masingmasing secara langsung berdasarkan persentasi nilai bobotnya. Sedangkan untuk
yang lebih lebih baik bisa digunakan fuzzy logic. Penggunaan Fuzzy logic, sangat
dianjurkan bila kritieria yang dipilih mempunyai sifat yang relative, misal umur,
panas, tinggi, baik atau sifat lainnya.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Contoh pembobotan kriteria
Gambar 11. Pembobotan Kriteria
Pembobotan (W)
Tabel 2.Pembobotan
No
KRITERIA
Nilai bobot
1
C1
0.15
2
C2
0.30
3
C3
0.10
4
C4
0.20
5
C5
0.10
6
C6
0.15
Total
1
Keterangan
A
: Calon yang diseleksi
C
: Kriteria
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Diubah ke dalam matriks keputusan sebagai berikut:
Gambar 12. Matriks Keputusan
Penghitungan Normalisasi
Untuk normalisai nilai, jika faktor kriteria cost digunakan rumusan
R ii = ( min{X ij } / X ij )
Maka nilai-nilai normalisasi cost menjadi:
R 11 = min{1;0.75;0.5} / 1
= 0.5 / 1
= 0.5
R 21 = min{1;0.75;0.5} / 0.75
= 0.5 / 0.75 = 0.67
R 31 = min{1;0.75;0.5} / 1
= 0.5 / 0.5 = 1
R 12 = min{0.5;0.5;0.5} / 0.5
= 0.5 / 0.5 = 1
R 22 = min{0.5;0.5;0.5} / 0.5
= 0.5 / 0.5 = 1
R 32 = min{0.5;0.5;0.5} / 0.5
= 0.5 / 0.5 = 1
R 13 = min{0.8;0.6;0.6} / 0.8
= 0.6 / 0.8 = 0.75
R 23 = min{0.8;0.6;0.6} / 0.6
= 0.6 / 0.6 = 1
R 33 = min{0.8;0.6;0.6} / 0.6
= 0.6 / 0.6 = 1
Untuk normalisai nilai, jika faktor kriteria benefit digunakanan rumusan
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
R ii = ( X ij / max{X ij })
Maka nilai-nilai normalisasi benefit menjadi:
R 14 = 1.00 / max{1; 0.5;0.25}
=1/ 1
=1
R 24 = 0.50 / max{1; 0.5;0.25}
= 0.5 / 1 = 0.5
R 34 = 0.25 / max{1; 0.5;0.25}
= 0.25 / 1 = 0.25
R 15 = 1.00 / max{1; 0.5;0.25}
=1/ 1
R 25 = 0.50 / max{1; 0.5;0.25}
= 0.5 / 1 = 0.5
R 35 = 0.25 / max{1; 0.5;0.25}
= 0.25 / 1 = 0.25
=1
R 16 = 0.50 / max{0.5; 0.75;0.25}
= 0.5 / 0.75
R 26 = 0.75 / max{0.5; 0.75;0.25}
= 0.75 / 0.75 = 1
R 36 = 0.25 / max{0.5; 0.75;0.25}
= 0.25 / 0.75 = 0.33
= 0.67
Faktor ternormalisasi
Gambar 13. Faktor Ternomalisasi
Perangkingan
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Gambar 14. Perangkingan
Keterangan:
Vi
= rangking untuk setiap alternatif
w j = nilai bobot dari setiap kriteria
r ij
= nilai rating kinerja ternormalisasi
V 1 = 0,8505
V 2 = 0,8005
V 3 = 0,6745
Kesimpulan:
Berdasarkan nilai perankingan maka dapat direkomendasikan prioritas calon
penerima beasiswa adalah V 1 , V 2, dan V 3 .
D. PHP
PHP atau kependekan dari Hypertext Preprocessor adalah salah satu
bahasa pemrograman open source yang sangat cocok atau dikususkan untuk
pengembangan website dan dapat ditanamkan pada sebuah skrip HTML.PHP
diciptakan untuk mempermudah pengembang website dalam menulis
halaman website dinamis dengan cepat, bahkan lebih dari itu kita dapat
mengkolaborasi hal-hal yang luar biasa dengan php.Sehingga dengan
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
demikian PHP sangat cocok untuk atau bagi para pemula, menengah maupun
expert sekalipun.
PHP begitu cepat popular dan berkembang begitu cepat karena PHP
mempunyaibeberapa keunggulan, yaitu:
a. Cepat, karena ditempelkan di dalam kode HTML, sehingga waktu
tanggap menjadi pendek.
b. Tidak mahal, pada kenyataannya PHP adalah gratis dan bisa
mendapatkannya tanpa harus membayarnya.
c. Mudah digunakan, PHP berisi beberapa fitur khusus dan fungsi yang
dibutuhkan untuk membuat halaman website dinamis. Bahasa PHP
dirancang untuk dimasukkan dengan mudah di dalam file HTML.
d. Berjalan pada beberapa sistem operasi, berjalan pada sistem
operasi yang beragam, Windows, Linux, Mac OS, dan kebanyakan
variasi dari Unix.
e. Dukungan teknis tersedia secara luas, karena PHP menyediakan
dukungan gratis via daftar diskusi e-mail.
f.
Aman, pengguna tidak melihat kode PHP, karena kode yang
ditampilkan pada browser adalah kode HTML.
Dirancang untuk mendukung database, PHP meliputi kemampuan
yangdirancang untuk berinteraksi dengan database tertentu (Pramono dan
Syafii, 2006).
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
E. Database
Hariyanto (2004) menyatakan database adalah kumpulan data
(elementer) yang secara logika berkaitan dalam mempresentasikan
fenomena/fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung
aplikasi pada sistem tertentu. Basisdata adalah kumpulan data yang saling
berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau
potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan
terstuktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut
skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data dan
hubungan diantara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi
skema atau memodelkan struktur basis data ini dikenal sebagai model basis
data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model
relasional yang menurut istilah layanan mewakili semua informasi dalam
bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari
baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi
matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan
menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model
hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk
mewakili hubungan antar tabel.
Basis data sendiri memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, dan
dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama
organisasi.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Peranan utama basis data antara lain sebagai berikut:
a.
Ketersediaan (availability): basis data harus diorganisasi sedemikian
rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun secara
fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu lokasi,
tetapi dengan teknologi jaringan komputer file-file data ini secara logis
tersedia bagi penggunanya.
b.
Kecepatan dan kemudahan (speed): basis data harus bisa menjamin
bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.
c.
Kelengkapan (completeness): data yang tersimpan dalam basis data
harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan
penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan
setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam
mengoleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur
data seperti penambahan field-field data.
d.
Keakuratan (accuracy): data dalam file-file database diorganisasi
sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada
saat pemasukan (data entry) dan pada penyimpanan (data store).
e.
Keamanan (security): sistem basis data yang baik pasti menyediakan
fasilitas pengamanan data sehingga data tidak dapat diakses,
dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak.
Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh mengakses
data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
f.
Pemakaian bersama (data sharing): basis data umumnya dirancang agar
dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu
pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja.
g.
Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency): organisasi basis data
dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data
(redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan.
Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data
dapat menghemat ruang penyimpanan.
F. MySQL
MySQL adalah salah satu database server yang cukup dikenal saat ini.
MySQL keluaran T.c.X Data ConsultAB, sebuah perusahaan IT Swedia, yang
menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan database server lainnya,
yaitu:
1.
Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
2.
Mampu menampung lebih dari 50.000 record.
3.
Sangat cepat dalam mengeksekusi perintah.
Selain itu MySQL juga menyediakan dukungan open source.Setiap
pengguna MySQL diizinkan untuk mengubah source untuk keperluan
pengembangan atau menyelaraskan spesifikasi database sesuai kebutuhan.
MySQL dan PHP bila dipasangkan akan didapatkan beberapa keuntungan,
yaitu:
1.
Mereka gratis (free) sehingga efektif biaya.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
2.
Mereka berorientasi Web (Web oriented). Keduanya dirancang secara
khusus untuk penggunaan websites. Keduanya mempunyaisekumpulan
fitur yang difokuskan pada pembangunan website dinamis.
3.
Mereka mudah digunakan (easy to use). Keduanya dirancang untuk
membangun website dengan cepat.
4.
Cepat, Keduanya dirancang dengan kecepatan sebagai tujuan utama.
Mereka bersama-sama menyediakan salah satu cara kecepatan untuk
mengirimkan halaman website untuk pengguna. Mereka berkomunikasi
baik dengan satu sama lain.
5.
PHP mempunyai fitur yang builtin untuk komunikasi dengan MySQL.
6.
Dukungan yang luas tersedia. Keduanya berdasar pada pengguna yang
besar. Keduanya sering digunakan bersama-sama. Banyak orang
bersedia untuk membantu, termasuk pada daftar diskusi email, siapa
saja yang berpengalaman menggunakan MySQL dan PHP.
Mereka customizable. Keduanya open source, sehingga mengijinkan
pemrogram untuk memodifikasi software PHP dan MySQL pada
lingkungan yang cocok untuk mereka sendiri (Darma, 2009).
G. HTML
HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa pendiskripsi
halaman
yang
menciptakan
dokumen-dokumen
hypertext
atau
hypermedia.HTML memasukkan kode-kode pengendali dalam sebuah
dokumen pada berbagai point yang dapat di spesifikasikan, yang dapat
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
menciptakan hubungan (hyperlink) dengan bagian lain dari dokumen
tersebut atau dengan dokumen lain yang berada di World Wide Web.
Sebuah halaman website minimal mempunyai empat buah tag, yaitu:
1.
<HTML> sebagai tanda awal dokumen HTML.
2.
<HEAD> sebagai informasi pada header. Di dalam tag ini kita bisa
meletakkan tagTITLE, BASE, LINK, SCRIPT, STYLE& META.
3.
<TITLE> sebagai title atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam
tag iniakanmuncul pada bagian paling atas. Browser anda (pada title
bar).
4.
<BODY> sebagai isi yang nampak pada halaman website, dapat berupa
teks,grafik,dan lain-lain.
Untuk membuat kode HTML kita dapat menggunakan editor notepad
dan menyimpannya dengan ekstensihtm atau html(Darma, 2009).
H. Penelitian Sejenis
1.
Sistem
Pendukung
Keputusan
Pemilihan
Obat
Sakit
Kepala
Menggunakan Metode Simple Additive Wieghting (SAW) (Sofiyudin,
2013).
Telah berhasil dibangunnya Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan
Obat Sakit Kepala menggunakan Metode Simple Additive Weighting
(SAW).Metode Simple Additive Wieghting (SAW) merupakan metode
yang dapat digunakan untuk pemilihan obat sakit kepala, karena
metode tersebut dapat memberikan solusi dalam penelitian obat sakit
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
kepala terbaik.Pemilihan obat berdasarkan penjumlahan terbobot dari
rating kecocokan pada setiap alternative pada setiap atribut.
2.
Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Jenis Ikan Air Tawar Di
Kabupaten Banyumas
Menggunakan Metode
Simple Additive
Wieghting (SAW) (Triyadi, 2013).
Metode Simple Additive Wieghting(SAW) merupakan metode yang
dapat digunakan dalam menentukan jenis ikan air tawar di daerah
Kabupaten Banyumas.
Aplikasi dengan metode Simple Additive Wieghting (SAW) dapat
mempermudah para petani ikan dalam menentukan jenis ikan air tawar
di Kabupaten Banyumas.
3.
Sistem Pendukung
Keputusan
Penerimaan
Karyawan
Terbaik
Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus
di Pamella Swalayan) (Ariyanto, 2012).
Berdasarkan
kegiatanyang telah dilakukan oleh penulis selama
perancangan sampai implementasi sistem pendukung keputusan
pemilihan karyawan terbaik ini, maka telah berhasil dibuat sistem
pendukung
keputusan
pemilihan
karyawan
terbaik
dengan
menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) di Pamella
Swalayan.Sistem memberikan solusi rekomendasi karyawan terbaik
kepada pegawai (user) sesuai dengan kriteria dan bobot yang ditentukan
diawal sebelum perhitungan.
Sistem Pendukung Keputusan..., Maulida Afiana, Fakultas Teknik UMP, 2014
Download