pendegradasi minyak bumi dari sumur bangko

advertisement
g4t$
US
w
s3
t';:JC.t t B YAt..,:, .\O.2. 2t)o(t
lsolasibertahapdan identifikasiisolatbakteritermofilik
pendegradasi
minyakbumidarisumurbangko
Aditiawati,
Astuti
MeggaRatnasari
Pikoli,Pingkan
danDeaIndriani
Jurusan Biologi, lnstitut TeknologiBandung,Labtek XI ltn. lV, Jln. Ganesa No 10. Bandung 40132
[email protected];[email protected]
e-mail: [email protected];
Masirk:Februari2000:revisinrasuk:Juni 2000:diterima:Uesember2000
Sari
Tclatr tlilakrikan isolasi bakteri temrot'ilik pendegradasirninyak brrtni dari Surnur Bangko dengan cara bertahapkarena proseclur
secaralengkap.Isolasi tahapI dilakukan langsungdai crude oil di
isi.;lasr
biasa belum tentu dapatmengisolasibakteripendegradasi
dalam medium basal Stone Mineral Salt Solution ditambah ekstrak ragi (SMSSe) pada 50"C. Isolasi tahap II dan III dilakukan dari
sumber-isolatyang sama,medium basal dan kondisi kultur yang sama,tetapi medium pengisolasidiperkayadcngan minyak sisa
degradasi (MSD) isolat campuran tahap sebelumnya.Pada tahap I diperoleh 4 isolat, yutu Bacillus polytnyxa, B. lichenifonnis,
Bacillus sp.1, dan Pseudomonasaeruginosa;pada tahap II diperoleh3 isolat, yutu Bacillus sp.2, B. stearothermophllus,dan B.
brevis; seAangkanpada tahap III hanya diperoleh i isolat, yaitu B. coagulans. Semua isolat ini nantirrya digunakan untuk
mendegradasi
crude oil.
iiura kwtti.' bakteri;degradzsi;isolasi;isolasibertahap;minyak bumi.
Abstract
A sequential isolation and isolate identification of thcrmophilic
oil degrading bacteria from bangko reservoir
A strrily(,rrthe isolaliorro1'tlierinuphrlicoil dcgialirrgLactcrialium thc cruclcoil (pelroleuni)of Ban3korcscrvoirhas bccn
'I'he
first isolationstage
ccnducbd u;r a scquentialwa-v.The converitionalisolationproceduredid not rsolatethe bacteriacolnpletely.
was performeddirectly on the cmde oil sampleby using StoneMinelal Salt Solutionplus yeastextract(SMSSe),as basalmedium,at
50"C. The secondand third isolation stagesused the samesource,basalmediunr,and condition as the ilrst stage,but were enriched
with a depleted-oilobtained from the crude oil degaded from the previous stage'smixed culture bacteria.Four bacterialisolates
were reco.;eredfi'om the first isolation stage,identifled as Bacillus polynryxa,B. Lichetifonnis,Bacillus sp.l, and Pseudomonas
aentginosa.The secondstagegave anotherthree differentbacterialisolates,identifiedas Bacillus sp.2,B. stearothennophillus,and
B. brevis, *,treLeaithe thir"rl stage gave only one isolate namely llucillus t:oagLtlans.These isolates could be applied for the
degradatioirof crudeoil.
Ke.ywords:bacteria; crude oil; degradation; isolation; sequential isolation.
1. Pendahuluan
Isolasi bakteri dari surulr rninyak bumi rnenghasilkiut
isolat bakteri pendegradasiminyak bumi yang digunakan
untuk meningkatkan perolehan minyak bumi dengan
memanfaatkankemampuanmikoba (MEOR = Microbial
Enhanr:edOil Recovery).Bakteri pendegra-dasiminyak
burni ini merrghasilkanbioproduk seperti asam lemak,
gas,srrrFaktari,
rlan biopolirneryang dapat mr.ilingkalkan
polusitas dar peilncaliilitas batuaii reservoir tbfirtasi
klastik dan karbonat I7l. Pada prinsipnya, MEOR
dilakukan denganmeningkatkanjumlah dan kemarnpuan
bakteri in sim dan ex .\itu dalam sumur minyak. Isolat
untuk
hasil isolasidari surnurruinyakjuga dikernbangkzur
hioremediasilingkungandan limbah minyak bttmi, baik
di air maupun di darat, sehingga keberhasilanisolasi
bakteri dari sulnur minyak secara lengkap sangat
dibutuhkan.
Prosedur isolasi bakteri yang lazirn dilakukan biasarya
hanya dapat mengisolasi bakteri pendegradasi minyak
bumi yang rnendominasikultur, yailu bakteri yang rnulaurula menggunakan kornponen minyak yang rnudah
terdegradasisehinggamalnpu mencapaikonsentrasiscl
finggi dcrrganccpat. Isolat tcrscbutbiasanyamenrpakan
pengoksidasi alkana normal karena komponen ini
rlcndomirrasi ketlanyakanmrnyak burni, lebih mudah
larut dalam air, dan terdifusr ke dalam membran scl
bakteri [4,6,8]. Bakteri pendegradasikomponenminyak
yang lebih sulit didegradasiberjurrrlahlebih sedikit dan
I'Ri](. i'tLt,\/()l J2,idu ),2a00
54
tunrbult lebiii larntiat kari;iia k-aiah bersaing dengan
pendegradasi
alkanayartgrnemiliki substratlcbih banyak
dan lebih rrrudahdidegradasi.sehinggabakteri ini sulit
terirolasr. Pt:ran bakteri ini sebenarilyapentirrg dalam
melaksauakanuegradasi kornporrenmirryak lairr yang
sulit dide.gradasi
[.11.
Bakferi penriegradasi kourpoiren rninyak yang sulit
didegrada.siini dapat diperoleh dengan rnemanfaatkan
kompcrrrenniinyak buini yang masih ada setelah
perturnbrrlrairyarrg lcngkap hakteri pendegradasiawal
[31. Oleh li:irena im, unluk memperolehisolat bakteri
yang lehih lcngkap l;rituk rnenghasilkandegradasitotal
minyaii hriiriri valrg lebih besar, isolasi bakteri
pendcgiadasii.t.rri',ili bumi tiilakukan secara bertahap
dan III dilakukar-rdengan prose.dur dan kondisi yuiig
sama,tetapi mediurnpengisolasinya(SN,'lSSc)
diperkaya
denganrninyak sisa tlegradasi(MSl)) tahap srbclumitl,a
Isola.sitahapIl menggunakanMSD I, sedangkanisolasi
tahapIII menggunakanMSD II. Prosedurisolasi baktcri
secara bertahap dari minyak bumi secara garis besar
dipedihatkan pada gambar I dan prosedur pemrrnian
bakteri tahap I, II, dan III dapat dilihat pada gambar 2.
Isolat bakteri yang diperoleh kcmudian diidentifikasi
melalui pengamatanmorfologi koloni, sel, dan sejumlah
uji biokimia [21.
t-{1.
Isolasi fritLiii! ,.'iiir"i br:rlahapini teiah dilakukan oleh
I{orowitz.(197;,) [4] dari ininyak burni dan rnenghasilkan seluirriuh isiilat yang bekerja secara bertahap,
terganrung paJi keliralnpuailnyaurenggunakankomponen r-Ixnlakbtiri,i .laii ya.ligmudah sampaiyang sulit
terdegratlasi.Ist,iasr takteri secara konvensionaltelah
dilakukarrdari rixlyak burni suritur Bangko pada tahun
1997 dair l.rlah dipastikan bahwa fi)ntoh rninyak bumi
dari sururii tlaiigko rirengandungbakteri yarlg rriarnpu
mendegrada.sirniny,ak bumi. Unluk incningkatkan
keunmpuarr degradasinya, dilaki.rkan isolasi bakteri
secarabertahapagar cliperolchisolat lail yang bcrperan
dalam rangkaian degradasi selain yang sudah diperoleh
dan diketahuiunrtankerja dari mikroba hasil isolasi.
Gafllbar 1 Bagan pros€dur isolasi bakleri secara beriahapdari
minyak bumi
--' - -r-{
T**-m P4 "sude ofl" Eongko
I
I
(tidakdklerill /
/ t
\
tr,,rr",u*,,
{'-J
I
kocok $0"C.3- 7 h(}ri
-"-*--'1*-"---""'--f"-"" - - -t
2. Metodtilogi
hdd kd3
h<Ii ke-4
h6i k{}.s
ftari ke 6
lhri k&7
Isolasi dilakukan dalali; 3 fatrap,ile:nlj;n nicnggunakan
sarnpelminyak bwri (crude oll) dari surnur Bangko,
Sumaterasobagai ,qurtrberisolat. Medium basal yang
digunakan atlalahStcrzelr4incral Salt SoLution(SMSS)
yang terdiri atas 5 g CaCO:; 2,5 g NI{aNO3; I g
Na2HPOa
dan
TH:O; 0.-5g KftrPOa;0,5 g MgSOa.TIIzO;
g
[4nt-)l2."itr\'O :rallg iiilanrtkan di dalain I liter
0,2
akuades t5l" r,k-rtiak rtegi sebirnliak 0,017o (b/v)
kr rialarrirnediuniSMSS sebagaisurnberN
ditarrrbahkan
dalam berrtuk asanr amino dan grov,th factor tambahan.
N{ediuin StuISS yang mengandung ekstrak ragi ini
selanjutnya discLtut SMSSe untuk rnernpermudah
penyebutannya.Ke tlaiarn mctlium tersebutditambahkart
minyak bnmi sebanyak2c/o(b/v) sebagaisumber karbon.
pH rnediunrini adalah6,8-7.
Isolasi tahap I didahului dengan pengocokan2Vo (blv)
crude ctil di dalant rnedium SMSSe selama7 hari dengan
kecepatan 120 lpm" Untuk keperluan isolasi,
pengambilancontoh diantlil setiap hari, kemudian isola.si
dilakukan deirgan metode pengenceran.Contoh diambil
sebanyak I ml untuk dibiakkan di atas lempeng agar
SMSSc yang rrrengandung cntde oil <Iengan metode
cawan tuang. Setiap koloni yarrg berbeda dimurnikan
kernbahpada rnedium padat yang serupa.Isolasi lahap II
Gambar2 Prosedurisolasidan oeniurnianbakt€ritahaDl. ll.
dan lll
3. Hasil dan Pembahasan
Isolat bakteri yang diperoleh secarabertahapdari minyak
bumi Bangko di dalam medium SMSSe dengan
kecepatanpengocokan 120 rpm berjumlah 8 isolat, yaitu
4 isolat dari tahap I, 3 isolat dari tahapII, dan I isolat
PROC ITB, V]L. J2, Nu. 2, 2000
qlalttiwnittulrilt:tltlr;tt:t)*ttiittltt:itt4ttll;4itttit::r/z
ls">lat lXrZ (..tttiiltr),t B,ttlrtltfutt*xlthilla| y
|trr:t* l1-l {l}adllwr vp.71
!,it1;;i:ti:.1i.
ji4;:;i:ttitii;i:::M,&iii:m
1**1*tlltr t&$ttllws
1000x)
Gambar3 Fotoisolatbakleripendegradasi
rrinyakbumi(perbesaran
Tabel 1 Karaklerislikkoloniisolatbakleri
BeVasl
Warha
P€rfiiukaah
Lobate
Raised
Kuning
Kasar
Kuning
Kasar
lsolal
Berltuk
T€[i
t_ |
Irregular
t'2
Irregular
Lobate
Raised
| -'l
Circular
Entire
Pulvinate
Bening
M€ngkilap
t4
Circular
Serrate
Flat
Hijau
Kasar
il-1
Circular
Undulate
Raised
Putih
Mengkilap
|-2
Circular
Llndrtlate
Convex
Putih
il-3
Irregular
Lobate
Raised
Krem
Kasar
ill
Circular
Entire
Convex
Coklatmuda
Mengkilap
_-. [glq]rup _
padaagarnutrisipadasuhu40" C selama24 jam
Keterangan
: Koloniyangdiarnatiadalahkoloniyangditumbuhkan
lrregulitr
Circulur
r.k'
tobuie : l*,
Enire
Serrute
RerAcj
.
PulvinLte
*j
I;lut
.
b
Und.ukrte hj
",.;*
:
{-"\
&,N
Oorrt.x
th
56
dan tahap iii. [sril;;ayrrlg drl,crili{:hparla mhlgr i arialali
(isolat f-i), 14izr:illuslir'ltentformis
Badllus yt:tL-,;trr1,Nt
(isolat 1"2), fi;tnll.ul sp I iisolat I--l), ri;in P,reuilomonas
(r:rolati .{); pailauiirapil Srtt'il.lulsp.2(isolat
aeni.girr.ii.tir
LI-l). ItatiLks .\t(;lrothernrophLlu,t(isaiat II-2), dan
BaciLutslii'cr'ls (isolat II-3).; sedangkanpada tahap iII
hanyadipeirrleirI isolat" yult Bacillus coagulans(isolat
III). Gaurbar3 rll$l'liuukkan keoelapanisolat tersebut.
Pada Tri;cl I ilirrngkapkantrahwa isolat I-1 dan t-2
tamlraksemlla, yaitu memiliki bentuk koloni yang tidak
beraturaii\trrt:grtkt.r'),tepi lobate, berwarnakuning, dan
penrrukaair yarig kasar, tidak mengkilap. Apabila kedua
isolaf tersct,ut diainati secara lebih saksama,terutama
bila pongamatan dilakukan dengan menggunakan
mikrrrskuirlxrlerrsa obyektif 4 kali, kedua isolat tarnpak
memilrki 1;rlhodatrnlrentuk koloni pada elevasi, Kcdua
isolat sarira.rJrrlaitei]riliki elevasi yang naik (raiser[)
mulai tlari tepi koloni, tetapi ketnrdiair nrenurtrnpada
bagian tengah koliini svliinggakoloni lainpak nrerniliki
lingkarandi tcngrr"hny.a"
Pengamatandengan ntcnggunakan mikrr.,skophedensa obyektif 10 t<ali nienunjukkan
lingkararrrc,rgalriersebutmerupakankurnpulan titik yang
padatberwarnaabu-abudcnganlatar bclakangbcrwailla
krrningsepertiwarnatepinya.Perbedaanrrl,a
adalahisolat
I-1 merniliki lingliiuarrtengahyang lebih br:sardaiipada
isolat I 2. Pada kulnrr yang tiennrrur tira (48 jam atau
lebih) isolat I-l nrenriliki tepi koloni dcngairjulnranyang
lebih panjangdaripaclaisolat I-2 pada umirr yang"sama.
Llal-haltersebutcukulr untuk mernbuklikanhahwa kedua
koloni yang har-npirrmrip tersebutrnerupakartdua isolat
yang berbeda.
IsolatI-3 danI 4 ruenriliKikalaklcriolilikol(irriydfiglihas
yang rnudahdibctlakan dari isolat tahap I lainrrya.Kolorii
dari isolat I-3 tampak bering, rrrengkilap,dengan tepi
yang rata menyerupai tetesan air" Isolat 1-4 memiliki
karakteristik ktrloni yalig paiing nrudah tlibcdakan diiri
yang lain, y:rinr rnemiliki warna hijau. Sebenarnyakoloni
isolat I*1 berwarna l*ning rnuda kehijauan pada
pengamaiilrrtlcrrg|rr uir'.iiggunnlianrnikroskop, narnrn
bila drtrnltrr'i,karrpaila aga:inufrisi, kurnpulankoloni dan
agar nriirii;irryalrt:rwiiiriahi.jarragak trra.I.)crttikianpula
bila iscilat 1'1 rliturnbuhkarrdr dala-miriedium SMSSe
yang menganiung crude oil, kulnir tunggal yang berumur
2x24 je"r.uakan nienyebabkan wama ilediurn cair itu
berwarnahrjau kecoklatan.
Crude riil yang tligunakan sebagaisurnberkarbon dalam
isolali tahap I secara langsung relah menyeleksijenis
bakteri iloilggu{ra hidrokarbon. Alkana normal dengan
panjaug riurtai C1a-C30
merupakan kisaran senyawayang
paling disukai untuk didegradasioleh bakteri [6]. Oleh
karena itu, seimra isolat yang diperoleh pada tahap I
diduga urenrpakan bakteri yang merniliki spesifisitas
dalam degradasi kelompok senyawa tersebut. Bakteri
yang rnendegradasikomponen yang sukar didegradasi
dalatn cnde oil sulit unnrk diisolasi nrelalui prosedur
pada tahap 1 ini. Hal ini dapat disebabkan oleh
pendegradasikornponen rninor dalam crude oil kalah
Plrt),
t :i,, \ ( i:
t:, ,t:I
'
?t)ti('
bersairtgdenganporidflgiadasialkarra)eiii: ii:iriir inuiJr:fu
didegradasi[4].
Isola,si tahap II dan III ditujukan urituk mernperoleir
bakteri pendegradasikornponenlain yang trdak donurran
di dalam crude oil karena peran bakteri iui dalam
mendegradasi senyawa hidrokarbon di alam tetap
penting,meskipunjumlahnya sedikit. Pada isolasi tahap
II dan IlI, sumber isolat yang dipakar tetap berasal dari
crude oil. Di dalam cntde oil mernangterdapatberbagai
bakteri pengguna senyawa hidrokarbon yang berbeda,
meskipun tidak senruanyadalam keadaanaktif [5].
Pada isolasi tahap II, rnediurn agar SMSSe yang
diperkaya deuganminyak sisa degradasitahap I (lvISD D
ditumbuhi beberapamacam kitloni. Koloni yang telah dimrrnikan kemudiantlinrrnbuhkankembali pada lempeng
agar nutdsi dan diamati denganrnenggunakannrikroskop
berlensa cibyektrf 4 rlau 10 kali. Setrlah rnerrfblogi
koloninya dibandirrgl"andeiigarrrnorfblogr ktiioni isolat
tahap I, baru dapat diyakini bairwa isolat yarrg bei'beda
dari isolat tahapI menrpakanisolat tahapII.
Pada pengamatansecara sepintas, koloni isolat II-3
rneilyeiTpiilis.;lat I-1 tlan i-2, yaitii tliiJairrltal bentuk"
tepi, elevasi,dan permukaaixlya.Apahila <liarnatisecara
isolatII 3 bcrwirrnakrcin lsbilr tcrangdariparJa
saksarna,
isolat I-1 dan I-2 yarrgberwarnakirning. Isolat II-l dan
II-2 sarna-sarnarneiniliki warna koloui putili, tetapi
wann putih koloni iselat II-2 cenilsrungbening.Elevasi
pada keduakoloni juga cuhrp untuk membcdakankedua
isolat itu, yaitu koloni isolat lI-2 naik membulat atau
cembrrng (cont'et:.),sodangkankoloni isolat II-1 naik
rnerrdalar(rrtiscr[). l{oluui isolat II'2 juga riierr;,crrrlrai
isolat I-3, tetapi parla lrcngarnatan
denganrnenggunakan
rnikroskopberleirsaotryektif 4 kali ele'vasikecernbungan
koloni isolat I-3 lcbih mernLrulatQtulvinate) daripada
isolatIi-Z.
PadaisolasitahapIII lrarryaI jenis rsolatyairg terisolasi,
Medium yalg diperkaya dengan e'lSD II bcnar-trenar
selektif mengisolasiisolat tahap lIL Isolat ini memiliki
karakteristik koloni yang khas, yarm memiliki warna
coklat muda agak transparan, sehingga sangat berbeda
dari semuaisolat tahap sebelumnya.
Tabel2 Karakteristik
selisolatbakteri
Fanjehg Gram rrr, etbk ,'
Bbnliik,,
lsolal Benluk:rr
bndobpora endospora
{ilm} "
t-1 Batang 2 - 2 . 5 Positif Terminal
Elips
l:2 Balang 1 , 5- 2 , 3 Positif Sentral
Elips
J
Negatif
Terminal
t-3 Batang
Elips
l-+
lr-l
|-2
il-3
ill
Batang
pendek
nq-1
Batanq 2 - 2 , 5
Batang
Batang 1 R - r e
Batanq 2 - 2 , 5
Keterangan:
Negatif
Tidak ada
Positif
Senlral
Elips-bulat
Positif Terminal
Elips
Positif Sublerminal Elips-bulal
Posilif Terminal
Elips
Sel yang diwarnaiberumur24 jam,lerminal= di
* di antaraujLingdan
ujungsel;subterminal
tengahsel; sentral= di lengahsel;elips= bulat
telur
PROi r) B, \tOL.32, NO. 2, 2Un
JI
Tabel 3 l"iasilr"rjibiokirnrapada isolatbakteri
Uji biokimia
lsolal bakterihasillsolasipada suhu 50"C
1"1
t-z
t -'l
li
il-1
il-3
ll-2
Glukosa
+
+
+
+
Laktosa
+
+
+
+
+
ill
+
Dekstrosa
Pali
+
+
L€mak
J
+
Kas€in
+
Gelatin
TSIA
Asam
+
+
+
+
Asam
Asam
+
+
Alkali
+
+
+
Alkali
+
Asam
Alkali
Asam
lndol
MR
+
VF
$. Sitrat
+
FIaS
Motilitas
+
Nitrat
tleaksiLttmus
+
Asam
+
+
+
+
+
Reduksi Asam,gas,reduksiProieolisis Asam
litmus
oan curo
+
Tidak
b€rubafi
Reduksi Asam gas, reduksi
litnrus
dan cLJrd
Keteiatigan
: Sirhupengirjian
40"C selama24-48jan, + = hasilreaxsipositif;- = lrasilreaksinegatilsesuaiderrganproseduruji
biokimiasecaramikrobiologis(2). Curd= dadihyangterbentukkar€napresipitasikaseindi dalam susu.
Pengamatanselanjutnyadilakukan pada karakteristik sel
setiap isolat, yaitu melalui preparat yang terlebih dahulu
diwarnai. Pengamatanpada senlua preparat (Tabel 2)
menunjukkan bahwa semua isolat merupakan bakteri
batang.Ilan4iir serrruaisolal iirerupakanbakleri Grarn
positif. Istllat t-4 tampak sangat berbeda dari isolat
lainnya karena nrerupakan bakteri Grarn negatil
berbentukbatang pendek, tidak memiliki endospora,dan
bemkuran sangat kecil, bahkan hampir menyerupai
kokus.
Isolat pada scnlra tahap rnernihki errdospora,kel:uali
isolat I-4. Sel Gram positif berspora tersebutdiisolasi
secara aerob; jadi, genus bakteri berspora ini adalah
Bacilhts. Isolat I-3, meskipun terwamai Gram negatif,
tetap menrpakan Racillus karena cukup memenuhi ciriciri pcnting Bticillus. Bacillus rnerupakan bakteri
berbentukbatang, merriliki endospora,dan rnen4rakan
setu-siltunyabakteri batang yailg aerob, sedangkan
golongarr tsacillaceae batang berspora larnnya bersifat
(Sporolactobacillus) atau anaerob
mikroacrofilik
(Clostidium) |1.
tiasil u.;i triokinria yarig diperlihatkan pada Tabel 3
memperkuatdugaan bahwa kedelapan isolat merupakan
spesics yar;g burtreda-bedaSetiap rrrikroba nierriiliki
karakteristik biokimia
tersendiri yang disebut
biochenicalfingerprints. Perangkatini dikendalikanoleh
aktivitas enzimatis sel dan bertanggung jawab dalam
biosintesisdan biodegrada.si
[2].
Dua isolarbakteri dari gerrusBacillus"yainr I-3 dan II-1,
belurn berhasildiidentifikasi sampai spesies.Enarn dari
kedelapan isolat telah berhasil diidentifikasi sampai
spcsiesberdasarkanperbedaankarakteristiknya,terutama
dari liasil uji biokimia, yarrg berpanduanpada buku
Bergev'sManual of DeterminativeBacteriolog"y[1].
4. Kesimpulan
Isolat bakteri yang diperoleh dari minyak bumi Surntr
Bangko yang diisolasi secara t'ertahap dengan
nrenggunakannredium SMSSe (Stone fuIineral Sah
Solution yang mengandungekstrak ragi) adalah Bacillus
polynryxa, B. Iichenfornis, Ilacillus sp.1, dan
Pseudomonas
aeruginosa,dari TahapI; Bacillus sp.2,B.
slearoiherrnophillusdan B. brevis dari Tahap II; dan B.
coagulans dari Tahap IlL Terisolasinyajenis bakteri
yang berbeda pada setiap tahap isolasi menunjukkan
bahwa sernua isolat bakteri yang diperoleh rnemiliki
kemampuan menggunakan komponen yang berbeda di
dalarncrude oil.
5. Ucapanterinrakasih
Peruilis rrrerlgucapkarr
terirna kirsih kcpada LIRGE dan
Center Grant Jurusarr Biologi 11B 1997ll99tt atas
bantuanbiayapenelilian.
PRoC.r'r'ts.v0t,. 32.Na.2.7M{)
58
6. Dattar Pustaka
l.
Bucharan,R.E.& Gibbons,N.E.,Bergey'sManual
af DetermirtativeBacteriology,The William and
(1974).
WrlkinsCo..Baltimore.
529-550
2. Capuccino,J.G. & Sherman,N., Microbiology:A
lnboratory Marural, The Benjamini Cummings
Publishing
Co.,Inc.,California,19-179 ( 1987).
J.
A
Harayanra,
S., Sigiura K., Asaumi,M., Shimauchi,
T., Goto, M., Sa.saki,S. &. Ishihara M.,
Biodegradationof Crude Oil, dalamProgram and
Absvatcs in the First Asia-Pasific Marine
Biotechnul.ogyConference,Shimizu, Shizuoka,
Iapan,19-24
f i995).
Horu)ri'ltz.A., Gutnicl! D. & Rosenberg,E.,
Seque.irtia-l
Grovrthof Bacteriaon Crude Oil, Appl.
Micrabittl.30(r)
, l0-19(1975).
5 . Sharpley,
Elementary
Perolewnt
J.M.,
Miuobiology, Gulf PublishingCompany,Texas,6.5-
9s,lls-117(1966).
6. Sigiura, K., Ishihara, M.. Shimauchi,T" &
Harayama, S., PhysicochemicalProporties and
Biodegradability of Crude Oil, Environ. Sci.
Technol.3l (1997), 45-51.
Tarner, R.S., Microbial EnhancedOil Recovery
from CarbonatesReservoirs,Geomicrobiol.J., 9,
(i991).
169-195
Walker,J.D. & R.R. Colwell,MicrobialPetroleum
Degradation:
Useof Mixed HydrocarbonSubstrates,
(1974)
Appl.Microbiol.27(6), 1053-1060
Download