133 rancang bangun sistem informasi pilkada

advertisement
Rancang Bangun Sistem Informasi Pilkada Berbasis WEB …………….……………………..Yusman dan Maryanti
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PILKADA BERBASIS WEB
DI KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH
Yusman1 dan Maryanti2
1
Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe
2
Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe
ABSTRAK
Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) secara langsung adalah proses demokrasi memilih kepala daerah dimana
pemilih mendatangi ke TPS-TPS, untuk melakukan pemilihan suara, calon pemilih harus mengantri. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi PILKADA Kabupaten Pidie berbasis web untuk membantu
kelancaran tugas-tugas KIP Pidie dalam proses pemilihan. Aplikasi dikembangkan dengan menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan database Mysql, dan macromedia Dreamweaver untuk mendesain tampilan web. Pengujian
aplikasi yang dikembangkan dapat menampilkan menu pasangan calon kandidat, perolehan suara sementara,
perolehan suara akhir, seputar informasi di Kabuaten Pidie dan dapat juga melakukan pemilihan secara online.
Aplikasi dapat berjalan dengan baik pada web browser Mozilla Firefox dan Opera. Keamanan data lebih terjamin
karena adanya pembatasan hak akses untuk pengguna aplikasi, metodelogi yang digunakan pada aplikasi sistem
informasi PILKADA berbasis Web ini adalah water fall yaitu dengan menganalisa, merancang, membuat,
menguji, dan memelihara..
Kata Kunci: Sistem Informasi, PILKADA, Online, Database.
I.
berasal dari pasangan calon perseorangan yang
didukung oleh banyak orang.
Pemilihan kepala daerah/wakil kepala
daerah
di Kabupaten Pidie pada tahun 2007
pemilihannya masih secara manual, yang di
selenggarakan oleh komisi independen pemilihan
(KIP) dengan di awasi oleh panitia pengawasan
pemilihan. Adapun sistem informasi yang digunakan
untuk perhitungan suara PILKADA masih berbentuk
dekstop (Database Manual), dimana hasil suara yang
sudah dihitung dari TPS-TPS secara manual oleh
panitia pelaksanaan pilkada kotak suara dibawa ke
kantor kecamatan, kemudian dari kantor kecamatan
kotak suara tersebut langsung dibawa ke kantor KPU.
Kotak suara dari TPS-TPS di hitung secara manual di
kantor KPU kemudian hasil dari perhitungan
langsung di masukan ke dalam database KPU
Kabupaten Pidie[5].
PENDAHULUAN
PILKADA merupakan salah satu bentuk
pelaksanaan demokrasi di Negara Republik
Indonesia. PILKADA menjadi hak setiap warga
Negara Republik Indonesia untuk memilih pemimpin
yang dianggap bisa membawa perubahan bagi negara
ke arah yang lebih baik. Pemilihan kepala
daerah/wakil kepala daerah dalam konsep otonomi
daerah telah meletakkan prinsip-prinsip demokrasi
dalam partisipasi. Pemerintah membentuk komisi
pemilihan
umum
daerah
(KPUD)
sebagai
penyelenggaraan PILKADA yang diharapkan
independen, jujur, dan adil. Pemilihan kepala
daerah/wakil kepala daerah yang langsung, umum,
rahasia, jujur, dan adil diharapkan dapat tercermin di
dalam pelaksanaan PILKADA tersebut.
Sejak tahun 2004 pemilihan kepala
daerah/wakil kepala daerah tidak lagi di pilih oleh
dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) melainkan
dipilih langsung oleh rakyat. Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) yang berada di ujung Pulau
Sumatera memiliki 23 kabupaten, kemudian
bertambah 1 kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya,
pemekaran dari Kabupaten Pidie jadi sekarang jumlah
Kabupaten di Provinsi Nanggraoe Aceh Darussalam
sekarang menjadi 24.
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah/wakil
kepala daerah di Kabupaten Pidie baru pertama kali
di lakukan yaitu pada tahun 2007. Berdasarkan UU
No.32 tahun 2004 peserta PILKADA adalah
pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik
atau gabungan dari partai politik. Kemudian
ketentuan ini diubah dengan UU No.12 tahun 2008
yang menyatakan bahwa peserta pilkada juga dapat
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Aditya WN (2011), telah merancang sebuah
sistem informasi e-voting PILKADA dengan bentuk
implementasi demokrasi secara elektronik (edemocracy), Metode penelitian yang digunakan
adalah pengembangan sistem, yaitu eksperimen untuk
rancang bangun aplikasi e-voting dengan bahasa
pemrograman PHP, tag HTML serta memanfaatkan
database MySQL sebagai database server. Aplikasi evoting dikembangkan mengunakan berbasis web..
Pada Penelitian ini, dirancang sebuah sistem
informasi PILKADA berbasis web dimana sistem
informasi ini dapat menampilkan hasil dari
PILKADA sekaligus sebagai e-voting, kelebihan dari
sistem ini adalah bisa memilih secara online.
133
Jurnal Litek (ISSN: 1693-8097) Volume 9 Nomor 2, September 2012: hal. 133-138
melaui jaringan kepada browser. Setiap permintaan
akan dilayani dan ditangani sebagai suatu koneksi
terpisah yang berbeda.
a. Pengertian PILKADA Online
Sistem Pilkada Online adalah suatu sistem
pemilihan kepala daerah berbasis web yang berperan
sebagai media pemilihan langsung berbasis web
dimana para calon pemilih dapat menggunakan hak
pilihnya dimana saja dengan mengakses website
PILKADA online. Sehingga nantinya website ini
dapat digunakan oleh calon pemilih untuk memilih
kandidat kepala daerah melalui website, selain itu
sistem pilkada online juga dapat dimanfaatkan untuk
mendapatkan informasi yang berkaitan dengan
kegiatan PILKADA seperti tabulasi hasil PILKADA
dan lain sebagainya.
Basis data
Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi
dari tipe data, struktur, dan batasan dari data atau
informasi yang akan disimpan. Basis data (database)
terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Database
atau Basis data adalah kumpulan informasi yang
menyangkut suatu topik tertentu. Basis data dapat
pula diartikan sebagai kumpulan data tentang suatu
benda atau kejadian yang saling berhubungan satu
sama lain
Basis dapat diartikan sebagai markas atau
gudang tempat berkumpul. Sedangkan data adalah
representasi fakta dunia nyata yang mewakili objek
seperti manusia, barang, hewan, peristiwa konsep
dsb, yang direkam dalam bentuk angka, huruf,
symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basisdata dapat didefinisikan dalam berbagai sudut
pandang seperti berikut :
1. Himpunan kelompok data yang saling
berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa
sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat
dan mudah.
2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang
disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa
pengulangan (redundancy) yang tidak perlu,
untuk memenuhi kebutuhan.
3. Kumpulan
file/tabel/arsip
yang
saling
berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpan elektronik[2].
World Wide Web
Pada prisipnya World Wide Web (singkatnya
disebut “web” saja) bekerja dengan cara
menampilkan file-file HTML yang berasal dari server
web pada program client khusus, yaitu browser web.
Program browser pada client mengirimkan
permintaan (request) kepada server web, yang
kemudian akan dikirim oleh server dalam bentuk
HTML. File HTML berisi instruksi-instruksi yang
diperlukan untuk membentuk tampilan. Perintahperintah HTML ini kemudian diterjemahkan oleh
browser web sehingga isi informasinya dapat
ditampilkan secara visual kepada pengguna di layar
komputer.
PHP ( PHP: Hypertext Preprocessor )
PHP adalah sebuah bahasa scripting yang
dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi
server. Sebagian besar perintahnya berasal dari C,
Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi
khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para
pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML
dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah,
yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan
untuk mengganti teknologi lama seperti CGI
(Common Gateway Interface).
PHP biasa berinteraksi dengan hampir semua
teknologi web yang sudah ada. Developer biasa
menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi
suatu program CGI di server web lain. Fleksibilitas
ini amat bermanfaat bagi pemilik situs-situs web
yang besar dan sibuk, karena pemilik masih biasaa
mempergunakan aplikasi-aplikasi yang sudah
terlanjur dibuat di masa lalu dengan CGI, ISAP, atau
dengan script seperti perl, Awk atau python selama
proses migrasi ke aplikasi baru yang dibuat dengan
PHP. Ini mempermudah dan memperhalus peralihan
antara teknologi lama den teknologi baru.
Saat server melayani permintaan dari
browser web akan suatu dokumen, server
sebenarnya hanya mengambil suatu file di dalam
Gambar 1 Konsep dasar web browser dan web
server[1]
Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
Web merupakan salah satu teknologi sistem
informasi yang berhubungan data dari banyak
sumber dan layanan yang beragam macamnya di
Internet. Pengguna tinggal mengklikkan tombol
mousenya pada link-link hypertext yang ada untuk
melompat ke dokumen-dokumen di berbagai lokasi
di Internet.
Server dan browser web berkomunikasi satu
sama lain dengan protocol yang memang dibuat
khusus untuk ini, yaitu HTTP. HTTP bertugas
menangani permintaan-permintaan (request) dari
broser untuk mengambil dokumen-dokumen web.
HTTP bisa diangggap sebagai sistem yang
bermodel client-server. Browser web, sebagai
clientnya, mengirimkan permintaan kepada server
web untuk mengirimkan dokumen-dokumen web
yang dikehendaki pemgguna. Server web lalu
memenuhi permintaan ini dan mengirimkannya
134
Rancang Bangun Sistem Informasi Pilkada Berbasis WEB …………….……………………..Yusman dan Maryanti
disk dan melakukan beberapa pekerjaan untuk
transmisi seperti menambahkan informasi tipe
dokumen, merubah formatnya agar biasa dikirim
menggunakan HTTP, yang mengirimkan semuanya
ke browser. Browser web menerima file HTML dan
menampilkannya ke layar monitor client.
Sumbernya tetap berada di server dan di sana ia
tidak berubah sama sekali [4].
yang menunjukkan pelaku rancang bangun sistem
PILKADA berbasis Web.
- login
Admin
Data Pasangan
Kandidat
Pemilih
- informasi kecamatan
Data nomor ktp
Data admin
- info kabupaten
- Profile Kandidat
Rancang Bangun
Sistem Informasi
PILKADA Berbasis
Web di Kabupaten
Pidie
- data
pribadi
- data pribadi
- perolehan suara akhir
Kandidat
KIP
- Melihat informasi
- melihat pasangan kandidat
- perolehan suara sementara
User
Gambar 3. DFD Diagram Konteks Proses PILKADA
Berbasis Web
Pada lingkaran serta hubungan dengan
entitas dan menunjukkan bagaiman fungsi-fungsi
sistem berdasarkan hak akses yang akan dibagi dalam
empat tingkat yaitu sebagai berikut:
1. Admin
Yaitu orang yang atau petugas pengelola Web
database PILKADA Berbasis Web yang
bertugas untuk Mengisi data secara manual dan
berbasis web ke dalam sebuah from, admin juga
dapat melihat data-data yang sudah diinputkan
oleh pemilih, admin juga membuat laporan
hasil perolehan suara.
2. Pemilih
Yaitu orang yang akan melakukan pemilihan
tetapi sebelum melakukan pemilihan, pemilih
terlebih dahulu harus mengisi form pendaftaran,
jika
pemilih
tersebut
sudah
berhasil
menginputkan data pribadinya, berarti nomor
ktp pemilih tersebut sudah terdaftar oleh admin
untuk melakukan pemilihan secara online.
3. KIP
Yaitu dengan adanya infomasi tentang kode
kecamatan, kode desa, kode tps, pemilih akan
lebih mudah melakukan pemilihan dan adanya
data jumlah suara dari perkecamatan yang
diperoleh dari hasil pelaksaan pilkada secara
manual.
4. Kandidat
Yaitu orang yang mencalonkan dirinya untuk
menjadi Bupati/Wakil Bupati atau pasangan
calon perseorangan yang didukung oleh
masyarakat.
Gambar 2. Common gateway interface
MySQL
Menurut Utdirartatmo (2001: 1) MySQL
adalah database server relational yang gratis di bawah
lisensi GNU General Public License. Dengan
sifatnya yang Open Source, memungkinkan juga user
untuk melakukan modifikasi pada source codenya
untuk memenuhi kebutuhan spesifiknya mereka
sendiri. MySQL merupakan database server multiuser
dan multi-threaded yang tangguh (robust). Dengan
memiliki banyak feature MySQL bisa bersaing
dengan database komersial sekalipun.
MySQL dikembangkan oleh MySQL AB,
sebuah perusahaan komersial yang membangun
layanan bisnisnya melalui database MySQL. Awal
mula pengembangan MySQL adalah penggunaan
mSQL untuk koneksi ke tabel mempergunakan rutin
level rendah (ISAM). Setelah beberapa pengujian
diperoleh kesimpulan mSQL tidak cukup cepat dan
fleksibel untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga
dihasilkan suatu antarmuka SQL baru pada database
tetapi dengan API yang mirip mSQL. API ini dipilih
sedemikian sehingga memudahkan porting kode.
Base directory dan sejumlah serta tool pada saat
pengembangan telah diawali dengan “my” selama
sekitar 10 tahun[3].
III.
METODE PENELITIAN
3.2 Perancangan Entity Relantionship Diagram
(ERD)
Entity Relationship Diagram pada Gambar 4
di atas menjelaskan tentang proses pemilihan kepala
daerah dimana setiap entitas saling berhunbungan
kecuali admin.
3.1 Perancangan Data Flow Diagram (DFD)
Gambar 3 adalah Data Flow Diagram
rancang bangun sistem informasi PILKADA berbasis
web yang terdiri dari beberapa entitas. Pada Gambar
3 adalah Konteks Diagram terdapat entitas-entitas
135
Rancang Bangun Sistem Informasi Pilkada Berbasis WEB …………….……………………..Yusman dan Maryanti
Kabupaten
1
Mempunyai
M
1
Kecamatan
Memiliki
1
1
Admin
M
Kandidat Bupati/
wakil Bupati
Mempunyai
Input
M
M
1
Desa
Data
Pemilihan
1
Memiliki
1
TPS
Terdaftar
Kecamatan
1
M
Pemilih
Tanggal Lahir
1
1
1
Menghasilkan
Memberi
Nama
M
Suara
No_KTP
1
Jenis Kelamin
Tempat Lahir
No_tps
No_Urut
No_kandidat
Desa
Gambar 4. ERD Proses Pemilihan Kepala Daerah
Sedangkan struktur tabel yang digunakan adalhan
sebagai berikut:
Tabel 2 digunakan untuk menyimpan data pribadi
seorang admin. Pada tabel ini hak akses tidak
dibedakan oleh level karena pada sistem ini hanya
mengunakan seorang admin. Tabel ini berisi
username, password, tanggal lahir, alamat, no hp.
3.3 Perancangan Tabel
Tabel 1 adalah tabel-tabel yang digunakan dalam
sistem pemilihan kepala daerah:
Tabel 1 Daftar tabel yang digunakan
Tabel
Admin
Pemilih
Laporan
Jumlah Suara
Kabupaten
Kecamatan
Desa
TPS
Fungsi
Digunakan untuk menyimpan data
pribadi seorang admin.
Digunakan untuk menyimpan data
pemilih yang mendaftarkan dirinya
melalui sistem ini.
Digunakan untuk menginputkan hasil
perolehan suara sementara yang
berlangsungg secara manual.
Apabila semua suara sudah terkumpul
maka admin akan menginputkan
kedalam bentuk laporan perolehan
suara akhir.
Digunakan untuk menyimpan namanama kecamatan dan berapa banyak
kecamatan yang ada di kabupaten
tersebut
Digunakan untuk menyimpan nama
kecamatan
Digunakan untuk menyimpan namanama desa
Digunakan untuk menyimpan nomor
tps yang ada di setiap desa
Tabel 2 Tabel admin
Field
UserName
Tipe Data
Varchar(20)
Password
Varchar(10)
Tanggal
lahir
Date
Alamat
Varchar(20)
No Hp
Varchar(20)
Fungsi
Menyimpan
Username
admin
Menyimpan
password
Menyimpan
tanggal lahir
admin
Menyimpan
alamat
Menyimpang
nomor
handphone
admin
Keterangan
Primary
key
Tabel 3 digunakan untuk menyimpan data
pemilih yang mendaftarkan dirinya melalui sistem
ini. Tabel ini berisi No.ktp, Nama , Tanggal Lahir,
Tempat Lahir, Jenis Kelamin, Kecamatan, Desa,
No_tps, No_Urut, No_kandidat.
136
Rancang Bangun Sistem Informasi Pilkada Berbasis WEB …………….……………………..Yusman dan Maryanti
Tabel 3 Pemilih
Field
No.KTP
Nama
Jenis Kelamin
Tipe
Data
Varchar
(20)
Varchar
(20)
Varchar
(10)
Tanggal Lahir
Date
Tempat Lahir
Varchar
(20)
Varchar
(20)
Kecamatan
Desa
No_tps
No_Urut
IV.
Varchar
(20)
Varchar(2
0)
Varchar(2
0)
Fungsi
Menyimpan
No_KTP
Menyimpan
Nama
Menyimpan
Jenis
Kelamin
pemilh
Menyimpan
Tanggal lahir
Menyimpan
tempat lahir
Menyimpan
Nama
Kecamatan
Menyimpan
nama desa
Menyimpan
no_tps
Menyimpan
No_Urut
Pemilih
Halaman Profil Kandidat
Berikutnya Gambar 6 halaman untuk
pasangan kandidat, halaman ini merupakan halaman
untuk melihat nomor urut kandidat, pasangan
kandidat dan melihat riwayat hidup pasangan
kandidat dengan cara mengklik pada nomor urut
pasangan kandidat. Halaman pasangan kandidat bisa
dilihat oleh siapa saja karena tidak ada login bagi
user, login hanya berlaku bagi pendaftar untuk
melakukan pemilihan.
Keterangan
Primary key
HASIL DAN PEMBAHASAN
Halaman Tampilan
Pada bagian ini akan diberikan gambaran
mengenai desain antar muka (interface design) dari
masing-masing fungsi yang terdapat dalam rancang
bangun sistem informasi PILKADA di Kabupaten
Pidie. Ada empat bagian desain antar muka yang ada
pada rancang bangun sistem informasi PILKADA
berbasis web yaitu Home, Pemilih, administrator,
dan user.
Gambar 6. Desain Tampilan Pasangan Kandidat
Daftar Pemilih
Halaman Daftar Pemilih merupakan
Tampilan yang disediakan oleh sistem digunakan
khusus untuk yang ingin melakukan pemilihan
secara online.Untuk melakukan pemilihan harus
mengisi persyaratan yang diajukan oleh sistem
seperti No_ktp (harus diisi 14 digit), Nama (nama
lengkap), Tanggal Lahir (Tahun-Bulan-Tanggal),
Tempat Lahir, Jenis Kelamin (laki-laki, Perempuan),
Kecamatan (pilih nama kecamatan), Desa (tempat
tinggal sekarang), No_tps (no_tps desa), No_urut (
isi No_urut pemilih yang ada pada undangan untuk
melakukan pemilihan). Gambar 7 adalah halaman
daftar pemilih.
Home
Home merupakan tampilan halaman utama
ataupun yang dikenal dengan halaman index dari
program ini. Halaman ini menampilkan beberapa link
yang akan di akses oleh user, diantaranya adalah
halaman Tentang Pidie, Kandidat, Sekilas Pilkada
dan beberapa link lainnya seperti daftar pemilih,
perolehan suara sementara, perolehan akhir,
pemerintahan, parawisata, sekilas situs, potensi alam,
dan pemilih terdaftar, seperti ditunjukkan dalam
Gambar 5. Link daftar pemilih hanya dapat digunakan
oleh pemilih yang belum melakukan pemilihan,
dengan memasukan data pribadinya pemilih tersebut
maka pemilih bisa mengisi form berikutnya.
Gambar 7. Desain Tampilan Daftar Pemilih
Kemudian apabila ada nomor ktp yang belum
terdaftar oleh admin, maka pemilih tidak dapat
melakukan pemilihan secara online data yang diisi
Gambar 5. Desain Tampilan Halaman Utama
137
Jurnal Litek (ISSN: 1693-8097) Volume 9 Nomor 2, September 2012: hal. 133-138
oleh pemilih tersebut tidak dapat disimpan ke dalam
database karena sistem akan memberi peringatan
(Warning) kepada pemilih.
Halaman Perolehan Suara Terakhir
Halaman perolehan suara akhir adalah link
yang dapat digunakan oleh semua user terutama
masyarakat Kabupaten Pidie untuk melihat perolehan
suara akhir pilkada yang sudah berlangsung.
Gambar 9. Laporan Data Pemilih
V.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari
penelitian ini adalah:
1. Sistem Informasi PILKADA online masih dalam
tahap perancangan sistem belum dalam tahap
implementasi.
2. Hasil simulasi menunjukkan sistem dapat bekerja
sesuai dengan rancangan.
3. Validasi data pemilih diperlukan agar data akhir
yang diperoleh lebih akurat.
Gambar 8. Tampilan perolehan suara akhir
Halaman perolehan suara akhir pada Gambar
8 adalah konfersi perolehan suara yang sudah
dikumpulkan
baik
dari
pemilihan
yang
diselenggarakan
secara
manual
ataupun
pemilihanan yang dilakukan secara online. Bisa
dilihat pada halaman tersebut hasil perolehan suara
setiap pasangan kandidat adalah berbeda persennya,
tetapi hasil dari perolehan suara jika dihitung adalah
100% semuanya hasil persen berbentuk batang dan
angka. Bisa dilihat pada halaman tersebut pasangan
kandidat yang memiliki persen tertinggi adalah
pasangan
kandidat
yang
berhak
menjadi
bupati/wabup di Kabupaten Pidie yang dipilih
langsung oleh masyarakat setempat.
Pembuatan Laporan Data Pemilih
Dalam menu Laporan ada 4 macam jenis
laporan yang dapat dilihat oleh seorang admin, yaitu
: Tabel data Pemilih, laporan persentase perolehan
suara sementara, dan table perolehan suara
sementara yang diselenggarakan secara manual.
Salah satu laporan adalah table data pemilih,
halaman data pemilih berfungsi untuk admin supaya
bisa melihat berapa orang yang sudah melakukan
pemilihan secara online. Gambar 9 adalah halaman
data pemilih.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Erma.
2009.
Cara Kerja Website.
http://foreverma.wordpress.com/2009/10/361/.
Diakses pada tanggal 26 Maret 2011.
[2] Kusrini. 2007. Strategi Perancangan dan
Pengelolaan Basis Data. Andi Offset,
Yogyakarta.
[3] Syafii,M. 2004. Membangun Aplikasi Berbasis
PHP dan MySQL. Penerbit : Andi Yogyakarta.
[4] Nugroho, Bunafid. 2007. PHP Profesional:
Pengembangan Data Array dalam Membuat
Aplikasi Web. Penerbit; Andi Yogyakarta.
[5]
http://acehpedia.org/Kabupaten_Pidie
pada tanggal 2 januari 2011.
Diakses
[6] Aditya WN. 2011. Perancangan E-Voting
Berbasis WEB (Studi Kasus Pemilihan
Kepala Daerah Sukoharjo). Skripsi, UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[7] Firrar Utdirartatmo. 2002. Mengelola Database
Server MySQL Di Linux Dan Windows . Andi
Publisher, Yogyakarta.
138
Download