PENGARUH MEDIA SPRINGBOARD TERHADAP AKTIVITAS

advertisement
808
PENGARUH MEDIA SPRINGBOARD TERHADAP AKTIVITAS,
MINAT, DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Ida Sulistyawati, Imas Srinana Wardani
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jawa Timur
E-mail: [email protected]
Abstrak: Media Springboard merupakan permainan papan loncat yang kaya
akan variasi. Permainan ini merupakan cara menyenangkan untuk memahami
materi, dan kegiatan ini multi indera yang menggunakan belajar auditory,
visual dan kinestetik. Penelitian yang digunakan adalah penelitian
eksperimen, desain true experimental jenis posttest-only control design.
Populasi yang digunakan seluruh siswa kelas II pada SD sekolah mitra UNIPA
Surabaya, yaitu SD yang berada di Surabaya, dengan sampel siswa kelas II
SDN Ngagelrejo II Surabaya, SDN Dukuh Menanggal II Surabaya, dan SDN
Tenggilis Mejoyo I Surabaya. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data
penelitian meliputi: pengamatan/observasi, angket, dan tes untuk mengetahui
hasil belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan, aktivitas belajar siswa
meningkat dikarenakan dalam belajar, siswa merasa senang. Siswa diajak
bermain sambil belajar sebuah materi pelajaran. Hasil aktivitas belajar
tersebut menunjukkan bahwa minat belajar siswa juga meningkat sehingga
akan berpengaruh juga pada peningkatan hasil belajar siswa dibuktikan
dengan nilai thitung = 6,97 pada sekolah SDN Ngagelrejo II/397 Surabaya, nilai
thitung = 5,73 SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya, dan nilai thitung = 5,77 SDN
Dukuh Menanggal II Surabaya, lebih besar dari nilai ttabel = 2,000 pada taraf
signifikan 5% (thitung>ttabel).
Kata Kunci: media springboard, minat, hasil belajar
Abstract: Media Springboard diving board is a great game that is rich in
variety. These games are a fun way to understand the material, and this multisensory activities that use learning auditory, visual and kinesthetic. The
research is experimental research, true experimental design types posttestonly control design. The population of the entire second grade at the
elementary school Surabaya UNIPA partners, namely SD in Surabaya, with a
sample of grade II SDN Ngagelrejo II Surabaya, SDN Dukuh II Menanggal
Surabaya, and SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya. The technique used for
data collection research include: observation, questionnaires, and tests to
determine student learning outcomes. The analysis showed, student activity
increases due in learning, students feel happy. Students are invited to play
while learning a subject matter. The results showed that the learning activities
of student interest is also increased so that it will also affect the improvement
of student learning outcomes evidenced by the value of t = 6.97 in primary
schools Ngagelrejo II / 397 Surabaya, the value of t = 5.73 SDN Tenggilis
Mejoyo I Surabaya, and the value of t = 5.77 Menanggal SDN Dukuh II
Surabaya, is greater than the value of table = 2.000 at significance level of
5%.
809
Keywords: springboard media, Interests, learning outcomes
Profesi guru merupakan profesi yang membutuhkan kreativitas dalam mengemas sebuah
materi yang menarik dan menyenangkan dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain,
diperlukan perencanaan pembelajaran yang efektif sebelum melakukan proses belajar
mengajar. Untuk memperoleh hasil yang optimal dalam menyusun perencanaan
pembelajaran dan terwujudnya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan
bagi siswa, diperlukan media pembelajaran yang tepat.
Media pembelajaran digunakan untuk menangkap suatu pesan atau peristiwa.
Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa
untuk belajar (Sadiman dkk, 2009:6). Media berguna sebagai alat bantu dalam proses
belajar mengajar. Media juga dapat digunakan untuk memanipulasi keadaan, peristiwa,
atau objek tertentu, serta mengembangkan aktivitas siswa (mendekatkan siswa dengan
kondisi yang sebenarnya) dan memotivasi belajar siswa. Media membantu guru
memberikan informasi dengan lebih baik, memudahkan guru dalam menjelaskan objek
pembelajaran yang abstrak menjadi konkret sehingga mudah dimengerti siswa.
Media Pembelajaran memiliki fungsi, sebagai: alat bantu untuk mewujudkan situasi
belajar mengajar yang efektif, mempercepat proses belajar mengajar dan membantu
siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru, dan Mempertinggi mutu belajar
mengajar. Nana Sudjana (Djamarah dan Zain, 2010:134)
Dalam memilih media ada beberapa kriteria (Arsyad, 2009:75) : sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai, tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta,
konsep, prinsip, atau generalisasi, praktis, luwes, dan bertahan., guru terampil
menggunakannya, pengelompokan sasaran, mutu teknis.
Media Springboard merupakan permainan papan loncat yang kaya akan variasi.
Permainan ini sangat mudah dimainkan, menantang, bahkan sangat membantu siswa
dalam mempelajari suatu tema tentang hidup rukun, siswa akan belajar untuk
menganalisis suatu permasalahan, memindahkan tubuh dengan berbagai cara, serta
melatih keseimbangan ketika melompat dengan dua kaki.
METODE
810
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan desain penelitianya
menggunakan true experimental desain jenis posttest-only control design. dapat
digambarkan sebagai berikut.
Tabel 1 Prosedur Penelitian Kelompok Perlakuan Pelaksanaan Tes
R1
X
O2
R2
Y
O4
Keterangan :
R1
: Kelompok eksperimen (II A).
R2
: Kelompok kontrol
(II B).
X
: Pengajaran menggunakan media springboard.
Y
: Pengajaran yang tidak menggunakan media springboard.
O2
: Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media
springboard.
O4 : Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tidak menggunakan
media springboard. (Sugiyono, 2010:76)
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II pada SD sekolah mitra
UNIPA Surabaya, yaitu SD yang berada di Surabaya, dengan sampel siswa kelas II SDN
Ngagelrejo II Surabaya, SDN Dukuh Menanggal II Surabaya, dan SDN Tenggilis Mejoyo I
Surabaya. Dalam setiap sampel terdapat kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
Teknik
yang
digunakan
untuk
pengumpulan
data
penelitian
meliputi:
Pengamatan/observasi, angket, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini sebagai berikut: menentukan
populasi atau sampel yang ingin digunakan untuk penelitian, melakukan tes awal
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, memberi perlakuan pada kelompok
eksperimen dengan menggunakan media springboard, melakukan tes akhir yang
dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar, dan menetapkan
teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian. Pada penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket, pengamatan, dan
tes.
HASIL
Deskripsi data penelitian diperoleh dari hasil angket untuk melihat minat siswa dan
data hasil belajar siswa didapatkan dari tes kemampuan awal (pretest) dan test
kemampuan akhir (Posttest) kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah
dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media springboard.
811
Deskripsi Angket Minat Belajar Siswa
Data hasil validasi angket minat belajar siswa dianalisis berdasarkan tabel dengan
menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skoring setiap jawaban. Berdasarkan skor
yang telah ditetapkan dapat dihitung. Jumlah skor ideal untuk seluruh item = 5 x 10 x 38 =
1900. Jumlah skor yang diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas
kontrol SDN Ngagelrejo II Surabaya berjumlah 67%, sedangkan Jumlah skor yang
diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas eksperimen SDN
Ngagelrejo II Surabaya berjumlah 85%.
Jumlah skor yang diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas
kontrol SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya berjumlah 65%, sedangkan Jumlah skor yang
diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas eksperimen SDN
Tenggilis Mejoyo I Surabaya berjumlah 89%.
Jumlah skor yang diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas
kontrol SDN Dukuh Menanggal II Surabaya berjumlah 66%, sedangkan Jumlah skor yang
diperoleh dari penelitian angket minat belajar siswa untuk kelas eksperimen SDN Dukuh
Menanggal II Surabaya berjumlah 83%.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa SD kelas II pada SDN
Ngagelrejo II Surabaya, SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya, dan SDN Dukuh Menanggal
II Surabaya, peneliti mendapatkan hasil bahwa ada pengaruh perbedaan minat belajar
siswa, antara kelas yang tidak menggunakan media Springboard (kontrol) dengan kelas
yang menggunakan media Springboard (eksperimen).
Deskripsi Tes Hasil Belajar Siswa
Hipotesis H 0 : µ1 = µ2, artinya tidak ada pengaruh hasil belajar siswa yang diajar
menggunakan media springboard dan siswa yang diajarkan tidak menggunakan media
springboard. H 1
:
µ1 ≠
µ2, artinya ada pengaruh hasil belajar siswa yang diajar
menggunakan media springboard dan siswa yang diajarkan tidak menggunakan media
springboard.
Dari data hasil belajar siswa dapat disajikan hasil tes belajar dari kelas yang
menggunakan media springboard dengan kelas yang
tidak menggunakan media
springboard dan atas dasar pembuktian yang diperoleh melalui suatu analisa data dengan
menggunakan uji-t (terdapat pada lampiran), Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung
= 6,97 pada sekolah SDN Ngagelrejo II/397 Surabaya, nilai thitung = 5,73 SDN Tenggilis
812
Mejoyo I Surabaya, dan nilai thitung = 5,77 SDN Dukuh Menanggal II Surabaya, lebih besar
dari nilai ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 5% (thitung>ttabel). maka dapatlah ditarik suatu
kesimpulan bahwa : “Ada pengaruh antara hasil belajar siswa yang menggunakan media
springboard dengan siswa yang tidak menggunakan media springboard” Pengaruhnya
disini adalah siswa yang menggunakan media springboard hasil belajarnya lebih baik dari
pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media springboard.
Hipotesis membuktikan
H 0 ditolak dan H1 diterima, Hal ini menunjukkan bahwa
penggunaan media springboard dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil
belajar dan dapat mengatasi hambatan-hambatan pada diri siswa untuk mencapai hasil
belajar yang lebih baik. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, bersosialisasi dengan teman
sebaya, dan siswa juga bersikap jujur dalam mengerjakan tes.
Pengaruh Pembelajaran Menggunakan Media Springboard terhadap Minat, dan
Hasil Belajar
Berdasarkan hasil kajian secara empirik, menunjukkan bahwa minat belajar siswa
meningkat, hal ini dapat
ditunjukkan dari hasil kelas yang menggunakan media
Springboard persentase hasil perhitungan lebih besar daripada yang tidak menggunakan
media Springboard sehingga akan berpengaruh juga pada peningkatan hasil belajar
siswa. Pernyataan ini didukung dari data hasil belajar siswa dengan menggunakan media
springboard dan tanpa menggunakan media springboard. karena diperoleh data tes hasil
belajar yang menggunakan media springboard dapat tercapai hasil belajar siswa yang
lebih baik dibanding dengan cara belajar tidak menggunakan media springboard.
Berdasarkan hasil kajian secara empirik diketahui bahwa media Springboard memberikan
pengaruh yang positip terhadap minat, dan hasil belajar siswa
PEMBAHASAN
Media
pembelajaran
Springboard
adalah
media
yang
menuntut
siswa
mengartikulasi dan menjelaskan pemahaman mereka secara verbal (Ginnis, 2007:176).
Kegiatan ini multi indera yang menggunakan belajar auditory, visual dan kinestetik.
Keterampilan kinestetik adalah keterampilan yang melibatkan kontrol gerakan tubuh,
termasuk keseimbangan, kelincahan, keanggunan, dan perasaan tentang tubuh. Manfaat
permainan springboard: mempermudah penyampaian materi, meningkatkan motivasi dan
minat belajar siswa, meningkatkan keterampilan psikomotor, afektif, dan kognitif siswa.
813
Minat belajar adalah salah satu bentuk keaktifan seseorang yang mendorong untuk
melakukan serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dalam lingkungannya
yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.
Untuk membangkitkan minat pada suatu subjek yang baru adalah dengan
membentuk minat-minat baru pada diri siswa dengan memberikan informasi pada siswa
mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan
pengajaran yang lalu dan menguraikan kegunaannya bagi siswa. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tumbuh kembangnya minat maupun sebaliknya mematikan minat belajar
ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor dalam diri
siswa antara lain: kematangan, latihan dan ulangan, dan motivasi (Purwanto, 2006:103).
Faktor eksternal adalah faktor dari luar siswa, antara lain: faktor guru, faktor metode, dan
faktor materi pelajaran. Dalam Winkel (1983:30) guru harus membuat siswa senang
dalam belajar, dengan cara 1) membina hubungan akrab dengan siswa, 2) menyajikan
bahan pelajaran yang tidak terlalu sulit, namun tidak terlalu mudah, 3) menggunakan alatalat pelajaran yang menunjang proses belajar 4) bervariasi dalam cara pengajarannya,
namun tidak berganti-ganti metode.
Menurut Gagne (dalam Suprijono, 2012:2) belajar adalah perubahan disposisi atau
kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Pada teori belajar konstruktivisme
dijelaskan bahwa belajar merupakan hubungan timbal balik dan fungsional antara individu
dan individu, antara individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok (Suprijono,
2012:39).
Menurut Bloom (dalam Suprijono 2012:6) hasil belajar mencakup kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Munadi
(2008:24) mengelompokkan beberapa faktor diantaranya:
Faktor internal, yaitu faktor fisiologis secara umum kondisi fisiologis, seperti
kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat
jasmani, dan sebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar,
Faktor Psikologis Setiap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi
psikologis yang berbeda-beda, terutama dalam hal kadar bukan dalam hal jenis, tentunya
perbedaan-perbedaan ini akan berpengaruh pada proses dan hasil belajarnya masingmasing.
Faktor eksternal, yaitu faktor lingkungan berupa lingkungan fisik atau alam dan
dapat pula berupa lingkungan sosial, Faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan
dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Kingsley
814
(dalam Susanto, 2013:3) membagi hasil belajar menjadi tiga macam, yaitu: Keterampilan
dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita-cita. Dapat disimpulkan
bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku pada siswa sebelum maupun
sesudah mengikuti pembelajaran. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian, maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut: (1) pada kelas II SD dalam pembelajaran tematik terpadu dengan tema
kerukunan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data
bahwa minat belajar siswa semakin meningkat setelah menggunakan media springboard;
dan (2) Penggunaan media springboard pada kelas II SD dalam pembelajaran tematik
terpadu dengan tema kerukunan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan
hasil analisis data bahwa hasil belajar siswa semakin meningkat setelah menggunakan
media springboard.
Saran
Guru harus membuat siswa senang dalam belajar, dengan cara 1) membina
hubungan akrab dengan siswa, 2) menyajikan bahan pelajaran yang tidak terlalu sulit,
namun tidak terlalu mudah, 3) menggunakan alat-alat pelajaran yang menunjang proses
belajar 4) bervariasi dalam cara pengajarannya, namun tidak berganti-ganti metode.
DAFTAR RUJUKAN
Depdiknas .2003.. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Biologi Sekolah Menengah Atas
dan madrasah Aliah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah
Ginnis Paul, 2008. Encyclopedia of Educational Technology 2nd Edition. New York:
Elsevier Science, Inc. Tirk&Taktik mengajar. Penerbit Indeks
Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Prabowo, 1998. Metodelogi Penelitian (Materi Ajar), Surabaya: Program Pasca Sarjana
Surabaya
815
Sadiman,Arif, Rahardjo, Haryono, Anung, 2010. Media Pendidikan. Jakarta: Penerbit
Rajawali Pers
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit
Alfabeta
Sudjana, Nana. 2009. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru
Algesindo
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.Jakarta: Ke
ncana Prenada Media
Wina Sanjaya, 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media
Winkel NS. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru.
Yasa,
Doantara. 2008. Metode Pembelajaran
org/artikelbebas/doantarablog
Kooperatif.
(http://www.wikipedia.
Download