KERANGKA TEORI Kerangka teori merupakan kumpulan teori

advertisement
KERANGKA TEORI
Kerangka teori merupakan kumpulan teori-teori yang akan menjadi
landasan teoritis dalam suatu penelitian dan menjadi pedoman bagi penulis untuk
memudahkan
dalam
memahami
suatu
fenomena
atau
kejadian
ketika
melaksanakan penelitian.
2.1 Laporan Keuangan
2.1.1 Arti Penting Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya
dilakukan karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat
resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang
mencangkup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang
finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen perusahaan
dimasa lalu dan prospeknya dimasa yang akan datang.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan
gambaran keadaaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai
oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang
digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Apalagi informasi
mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai
pihak seperti investor,kreditur, pemerintah, bankers,pihak manajemen sendiri dan
pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Adapun arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
a.
Bagi pihak manajemen : Untuk mengevaluasi kinerja perusahaan,
kompensasi dan pengembangan karier.
Universitas Sumatera Utara
b.
Bagi
pemegang
saham : Untuk
mengetahui
kinerja
perusahaan,
pendapatan dan keamanan investasi.
c.
Bagi kreditor : Untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi
utang beserta bunganya.
d.
Bagi pemerintah : Pajak, persetujuan untuk go public.
e.
Bagi karyawan : Untuk mengetahui penghasilan yang memadai, kualitas
hidup dan keamanan kerja.
2.1.2
Pengertian Laporan Keuangan
Menurut
Ikatan
Akuntan
Indonesia (2009:2)
Laporan
Keuangan
merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya
meliputi neraca laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, laporan arus
dana), catatan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral
dari laporan keuangan.
Laporan Keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer atau
pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya
kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) terhadap perusahaan, yaitu
pemilik perusahaan (pemegang saham), pemerintah (instansi pajak), kreditor
(Bank atau Lembaga Keuangan), maupun pihak yang berkepentingan lainnya
(Rahardjo, 2003:53) .
Menurut Hanafi dan Halim (2002:63) Laporan Keuangan adalah laporan
yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan
dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan
gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan resiko perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
Laporan Keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat
digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan dengan
aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data
atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2007:2)
Berdasarkan definisi laporan keuangan diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi dalam
periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data
keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan
untuk menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan,
apakah dalam kondisi yang baik atau tidak serta untuk membantu para
pemakainya baik pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan dalam
mengambil keputusan ekonomi.
2.1.3
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (SAK:2009) tujuan laporan keuangan
adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas
perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan
dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan
pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber
daya yang dipercayakan kepada mereka.
Menurut Harahap (2008:195-197) tujuan laporan keuangan adalah sebagai
berikut :
a. Dapat memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya
mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
Universitas Sumatera Utara
b. Dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai
perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu
perusahaan yang timbul dan kegiatan usaha dalam rangka memperoleh
laba.
c. Dapat memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai
laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan
laba.
d. Dapat memberikan informasi penting lainnya mengenai pertumbuhan
dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi
mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
e. Dapat
mengungkapkan
sejauh
mungkin
informasi
lain
yang
berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan
pemakai laporan, seperti
informasi mengenai kebijakan akuntansi
yang dianut perusahaan.
Berdasarkan tujuan-tujuan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai keadaan
keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi pengguna (user) laporan keuangan dalam hal proses pengambilan suatu
keputusan perusahaan dan melihat potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
2.1.4
Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil tindakan pembuatan
ringkasan data keuangan perusahaan dan ditafsirkan untuk kepentingan
manajemen dan pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan data
Universitas Sumatera Utara
keuangan perusahaan kemudian penafsiran laporan keuangan tersebut disajikan
dalam beberapa bentuk laporan keuangan.
Bentuk-bentuk laporan keuangan umumnya ada tiga bentuk, yaitu Neraca
(Balanced), Laporan Rugi Laba (Income Statement) dan Laporan Perubahan
Modal (Capital Statement).
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (SAK:2009) laporan keuangan yang
lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:
a.
Neraca
b.
Laporan Laba-Rugi
c. Laporan Perubahan Ekuitas
d.
Laporan Arus Kas
e. Catatan Atas Laporan Keuangan
a. Neraca (Balanced) yaitu laporan secara sistematis yang menggambarkan
posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (Harta), Liabilities
(Hutang) dan Capital (Modal). Bentuk neraca harus memenuhi persamaan
akuntansi. Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir
tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam sistem akuntansi komputer
neraca dapat disusun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi
perpetual memungkinkan neraca dapat didivisual setiap saat. Dari neraca,
kita dapat memperoleh informasi-informasi lain yang sangat penting, yang
tidak terdapat dari laporan Laba Rugi. Informasi itu adalah jenis dan
besarnya harta, kewajiban (utang), dan modal perusahaan. Dengan
demikian, informasi yang lebih lengkap tentang kondisi perusahaan pada
suatu saat dapat diketahui, tidak hanya besarnya laba. Bentuk-bentuk
Universitas Sumatera Utara
neraca adalah bentuk laporan, bentuk rekening dan bentuk posisi
keuangan.
b. Laporan Laba Rugi (Income Statement) merupakan informasi yang
menyatakan keberhasilan atau kegagalan kinerja perusahaan karena
menggambarkan jumlah pendapatan dan jumlah biaya dalam satu periode
akuntansi penuh. Laba rugi disini dapat berarti laba sebelum pajak atau
sesudah pajak.
c. Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan keuangan yang menunjukkan
perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan perubahan ekuitas terdiri
dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan ditambah laba
bersih selam satu periode dikurangi dengan pengambilan prive. Komponen
akun dalam laporan perubahan ekuitas adalah Modal Awal, Laba atau
Rugi, Penarikan (prive), dan Modal Akhir.
d. Laporan Arus Kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi
aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama
periode tertentu. Informasi ini penyajiannnya diklasifikasikan menurut
jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan arus kas
keluar tersebut. Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang
pertama metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak
pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi.
e. Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan catatan keuangan yang harus
disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas harus berkaitan dengan
Universitas Sumatera Utara
informasi yang terdapat pada catatan atas laporan keuangan. Catatan atas
laporan keuangan mengungkapkan :
1. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap
peristiwa dan transaksi yang penting.
2. Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan
dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas
maupun laporan arus kas.
3. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan
namun dibutuhkan dalam rangka penyajian laporan keuangan
secara wajar.
Munawir (2002:13) mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk laporan
keuangan terdiri dari :
a. Neraca.
b. Laporan Laba Rugi.
c. Laporan Perubahan Ekuitas.
Lain halnya menurut Rahardjo (2003:49) mengungkapkan bahwa bentukbentuk laporan keuangan terdiri dari :
a. Neraca (Balance Sheet)
b. Perhitungan Laba Rugi atau Laporan Laba Rugi (Income Statement atau
Profit And Loss Statement).
c. Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Statement of Changes in Financial
Posisition)
d. Catatan Atas Laporan Keuangan.
Universitas Sumatera Utara
2.1.5
Pengguna Laporan Keuangan
Laporan keuangan diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap kinerja perusahaan seperti pemegang saham, pimpinan, investor, bank
pemerintah (kantor pajak), dan sebagainya. Para pengguna laporan keuangan
digolongkan menjadi dua yaitu, pihak internal dan eksternal.
Pihak Internal ialah pihak yang berhubungan langsung dengan operasi
perusahaan sehari-hari, misalnya pemimpin perusahaan (manajer). Manajer
sebagai pengelola perusahaan dan yang bertanggung jawab atas jalannya
perusahaan. Pihak Eksternal ialah pihak yang berkepentingan terhadap
perusahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai
keputusan dan kebijakan operasional perusahaan.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (SAK:2009), pihak pengguna dari
laporan keuangan adalah sebagai berikut :
a. Pemegang Saham atau Stakeholder
Para pemegang saham atau stakeholder ingin mengethaui kondisi
keuangan perusahaan, asset, utang, modal, hasil, biaya dan laba. Ia juga
berkepentingan dengan informasi mengenai prestasi dan perkembangan
perusahaan dari waktu ke waktu, pembagian keuntungan yang akan
diperoleh, dan penambahan modal untuk business plan selanjutnya.
b. Investor.
Investor atau penanam modal dalam hal tertentu juga sama seperti
pemegang saham. Investor akan melihat kemungkinan potensi keuntungan
yang akan diperoleh dari perusahaan yang akan dilaporkan. Pemegang
Universitas Sumatera Utara
saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk
menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
c. Kreditor.
Kreditor atau pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta
bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
d. Pemasok dan kreditor usaha lainnya.
Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang
akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada
perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi
pinjaman (kreditor) kecuali jika sebagai pelanggan utama mereka
tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
e. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan
hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka
panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
f. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaanya
berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena ini berkepentingan
dengan aktivitas perusahaan, mereka menetapkan kebijakan pajak dan
sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik
lainnya.
g. Karyawan
Universitas Sumatera Utara
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada
informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga
tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun
dan kesempatan kerja.
h. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara.
Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada
perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan
perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat
membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan
(trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta
rangkaian aktivitasnya.
2.1.6 Keterbatasan Laporan Keuangan
Berdasarkan Standar Akuntan Indonesia, laporan keuangan memiliki
beberapa keterbatasan. Berikut adalah beberapa keterbatasan laporan keuangan :
a.
Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian
yang telah lewat dimana data yang digunakan adalah data dari masa lalu.
Oleh sebab itu, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satusatunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
b. Laporan keuangan bersifat umum, yaitu laporan disajikan untuk semua
pemakai bukan hanya untuk pihak-pihak tertentu saja.
Universitas Sumatera Utara
c. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran
dan berbagai pertimbangan.
d. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Prinsip akuntansi
tidak akan diterapkan atau dilaksanakan pada suatu fakta tertentu apabila
hal tersebut dianggap tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap
kelayakan suatu laporan keuangan.
e. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
Misalnya dalam suatu peristiwa yang tidak menguntungkan selalu dihitung
kerugiaannya.
f. Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi
dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan dari sifat formal
atau hukumnya.
g. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan
pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat
dari informasi yang dilaporkan.
h. Adanya metode alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan
menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan
tingkat kesuksesan antar perusahaan.
i. Informasi
yang
bersifat
kualitatif
dan
fakta
yang
tidak
dapat
diatas
tidak
dikuantifikasikan umumnya diabaikan.
Namun,
keterbatasan-keterbatasan
laporan
keuangan
mengurangi nilai keuangan secara langsung karena hal ini memang harus
dilakukan agar dapat menunjukkan kejadian yang mendekati keadaan sebenarnya,
meskipun perubahan berbagai kondisi dari berbagai sektor terus terjadi. Artinya
Universitas Sumatera Utara
selama laporan keuangan disusun sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
maka inilah yang dianggap telah memenuhi syarat sebagai suatu laporan
keuangan.
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam membuat suatu laporan
keuangan adalah sebagai berikut :
a. Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan
dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
b. Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun
berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
c. Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan
konsep-konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut,
sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
d. Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum,
objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
e. Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada
waktunya.
f. Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat
diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan
tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan
perusahaan lain pada tahun yang sama.
2.2 Analisis Laporan Keuangan
2.2.1
Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Universitas Sumatera Utara
Arti pentingnya analisis laporan keuangan dapat dijelaskan dengan melihat
karakteristik dari laporan keuangan itu sendiri dan menghubungkannya dengan
kebutuhan atau fokus para pemakai laporan keuangan dalam proses pengambilan
keputusan.
Analisis laporan keuangan adalah usaha untuk menemukan kelemahan
kinerja keuangan yang dapat menimbulkan masalah dimasa yang akan datang dan
untuk menentukan kekuatan kinerja keuangan yang dapat diandalkan. Peralatan
analisis yang digunakan untuk menemukan kelemahan dan kekuatan tersebut
adalah laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, aliran kas
serta laporan sumber dan penggunaan dana (Martin, 2002:481).
Menurut Budi Rahardjo (2003) analisis laporan keuangan adalah
hubungan antara satu angka dengan angka yang lain, dan jumlah serta arah
perubahan dari suatu saat tertentu ke saat berikutnya. Sedangkan Dwi Prastowo
mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang
penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan
hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama
untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi
dan kinerja perusahaan pada masa yang akan datang.
Menurut Helfert (Harahap, 2008:193) analisis laporan keuangan
merupakan alat yang digunakan dalam memahami masalah
dan peluang
terjadinya kekeliruan yang terdapat dalam suatu laporan keuangan.
Berdasarkan definisi analisis laporan keuangan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk
memeriksa hubungan antara angka-angka dalam laporan keuangan dan trend
Universitas Sumatera Utara
angka-angka dalam beberapa periode tertentu,dengan tujuan untuk menemukan
kelemahan pada kinerja keuangan suatu perusahaan agar terhindar dari masalah
yang mungkin akan timbul dari kelemahan kinerja keuangan tersebut dimasa yang
akan datang.
2.2.2
Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Menurut Harahap (2004:195) tujuan analisis laporan keuangan adalah
sebagai berikut :
a. Untuk memberikan informasi yang lebih luas,lebih dalam dari pada yang
terdapat pada laporan keuangan biasa.
b. Untuk menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (eksplicit)
dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan
(implicit).
c. Untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang terkandung dalam laporan
keuangan.
d. Untuk membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam
hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitankan dengan
komponen intern laporan keuangan maupun informasi yang diperoleh dari
luar perusahaan.
e. Untuk mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan
model atau teori-teori yang terdapat dilapangan, seperti untuk prediksi dan
peningkatan (rating).
Universitas Sumatera Utara
f. Untuk menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut criteria tertentu
yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
g. Untuk memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil
keputusan.
h. Untuk menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu
yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
i. Untuk membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan
periode sebelumnya atau dengan periode sebelumnya atau dengan standart
industri normal atau standart ideal.
j. Untuk memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan,
baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya
k. Untuk memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di
masa yang akan datang.
l. Untuk memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil
keputusan. dapat menilai Prestasi perusahaan
m. Untuk memproyeksikan kauangan perusahaan, menilai kondisi masa lalu
dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu, meliputi : posisi keuangan,
hasil-hasil perusahaan, likuiditas, solvabilitas, aktivitas, rentabilitas dan
profitabilitas dan indikator pasar modal.
Sedangkan tujuan analisis laporan keuangan menurut Bernstein (Harahap,
2008:197) adalah sebagai berikut :
a. Screening.
Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan
dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger.
Universitas Sumatera Utara
b. Forcasting.
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan
dimasa yang akan datang.
c. Diagnosis.
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalahmasalah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan
atau masalah lain.
d. Evaluation.
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional,
efisiensi dan lain-lain.
Dari semua tujuan analisis laporan keuangan diatas, dapat disimpulkan
bahwa tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengurangi situasisituasi yang tidak pasti atau mempersempit lingkup ketidakpastian tersebut yang
ada disetiap proses pengambilan keputusan perusahaan. Selain itu juga untuk
menghindari masalah yang mungkin akan timbul pada masa yang akan datang
akibat kelemahan kinerja keuangan pada suatu perusahaan.
Dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang
dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan mendalam. Sehingga
hubungan satu pos dengan pos lainnya akan dapat menjadi indikator mengenai
posisi dan prestasi kinerja keuangan suatu perusahaan.
2.2.3 Tekhnik Analisis Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan adalah suatu kegiatan penilaian, penelaahan atas
laporan keuangan perusahaan dengan mendasarkan kepada beberapa metode dan
Universitas Sumatera Utara
teknik penganalisaaannya sehingga mereka yang berkepentingan terhadap
perusahaan dapat melakukan evaluasi dan tindakan lebih lanjut pada perusahaan
tersebut.
Secara umum, tekhnik analisis laporan keuangan menurut Harahap
(2008:216) adalah sebagai berikut :
a. Metode Komparatif.
Metode ini digunakan dengan memanfaatkan angka-angka laporan
keuangan dan membandingkannya dengan angka-angka laporan keuangan
lainnya. Perbandingan ini dapat dilakukan melalui perbandingan berikut:
1) Perbandingan laporan keuangan dalam beberapa tahun (horizontal)
2) Perbandingan satu tahun buku (vertikal) yang dibandingkan adalah
unsur-unsur yang terdapat dalam laporan keuangan.
3) Perbandingan dengan perusahaan terbaik.
4) Perbandingan dengan angka-angka standar industri yang berlaku
(Industrial Norm).
5) Pebandingan dengan budget atau anggaran perusahaan.
b. Metode Common Size Financial Statement (Laporan Bentuk Awam)
Metode ini merupakan metode analisis yang menyajikan laporan keuangan
dalam bentuk persentasi. Persentasi itu biasanya dikaitkan dengan suatu
jumlah yang dinilai penting, misalnya aset untuk neraca.
c. Metode Indeks Time Series (Time Series Analysis)
Metode ini merupakan metode analisis yang digunakan untuk menilai dan
membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun,.
Dari metode ini akan diketahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki
Universitas Sumatera Utara
suatu perusahaan setiap tahunnya, sehingga dapat dievaluasi dengan
mudah perkembangan angka-angka laporan keuangan perusahaan setiap
tahun serta dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan rencana dan
pengambilan keputusan dimasa yang akan datang untuk kemajuan
perusahaan.
d. Metode Analisis Rasio
Analisis rasio merupakan metode analisis laporan keuangan yang paling
banyak dipakai dalam prakteknya. Dalam menggunakan tekhnik analisis
rasio, yang perlu ditekankan adalah arti dan kegunaan dari masing-masing
angka rasio tersebut. Adapun rasio keuangan yang sering digunakan
adalah:
1) Rasio Likuiditas : menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek.
2) Rasio Solvabilitas : menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam memenuhi atau menyelesaikan kebutuhan jangka panjang.
3) Rasio Rentabilitas (Profitabilitas) : menggambarkan kemampuan
perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua sumber yang
ada, penjualan, kas, aset dan modal.
2.3 Rasio Keuangan
2.3.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka yang
diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya (Kasmir, 2008:64).
Universitas Sumatera Utara
Menurut Harahap (2008:218) rasio keuangan adalah angka yang diperoleh
dari hasil perbandingan antara pos-pos tertentu dengan pos lain yang relevan dan
memiliki hubungan signifikan (berarti).
Analisis rasio keuangan merupakan peralatan analisis keuangan yang
menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan yang lainnya, dari
suatu laporan keuangan perusahaan atau memberikan gambaran kepada
penganalisis tentang baik buruknya keadaan keuangan perusahaan terutama bila
angka rasio yang dihasilkan tersebut dibandingkan dengan angka rasio
pembanding yang digunakan sebagai standar.
Menurut Dwi Prastowo analisis rasio keuangan adalah teknik analisis
laporan keuangan yang paling banyak digunakan untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaan. Rasio ini merupakan alat analisis yang dapat memberikan
jalan keluar dan menggambarkan simpton (gejala-gejala yang tampak) dari suatu
keadaan.
Berdasarkan definisi analisis rasio keuangan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan merupakan suatu metode atau teknik
analisis untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, apakah kinerja keuangan
perusahaan tersebut sudah sesuai atau belum sesuai dengan apa yang telah
ditargetkan sebelumnya. Selain itu analisis rasio keuangan juga dapat digunakan
untuk menilai kemampuan manajemen dalam memberdayakan sumber daya
perusahaan secara efektif.
Dari hasil kinerja yang diperoleh melalui analisis rasio keuangan ini juga
dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan kedepan agar
kinerja manajemen dapat dipertahankan atau ditingkatkan sesuai dengan target
Universitas Sumatera Utara
yang telah ditetapkan oleh perusahaan, atau kebijakan yang harus diambil oleh
pemilik perusahaan untuk melakukan perubahan terhadap orang-orang yang
berada dalam manajemen untuk kedepannya.
2.3.2 Keunggulan Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan memiliki keunggulan dibandingkan dengan
tekhnik analisis lainnya. Harahap (2008:298) mengemukakan keunggulan analisis
rasio keuangan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah
dibaca dan ditafsirkan.
b. Rasio merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasinyang
disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industry lain.
d. Rasio sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model
pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score).
e. Rasio menstandarisasi size perusahaan.
f. Lebih mudah membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lain
atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series.
g. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi dimasa
yang akan datang.
2.3.3 Jenis-Jenis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan pada umumnya digunakan untuk mengetahui
tingkat
likuiditas,
solvabilitas,
dan
profitabilitas
dari
perusahaan
yang
Universitas Sumatera Utara
bersangkutan, sehingga analisis rasio dapat digolongkan menjadi: rasio likuiditas,
rasio solvabilitas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio-rasio lainnya.
Menurut Dewi Astuti (2004:31) Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga
bentuk umum yang dipergunakan yaitu: Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio), Rasio
Solvabilitas dan Rasio Rentabilitas (Profitabilitas).
a. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) merupakan ratio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka
pendek (Short Time Debt) yang harus segera dipenuhi. Rasio-rasio ini dapat
dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar
dan utang lancar.
Adapun beberapa rasio yang tergabung dalam rasio likuiditas adalah
sebagai berikut :
1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui
kesanggupan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena
rasio ini menunjukkan sejauhmana aktiva lancar dapat menutupi kewajibankewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar
maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
Rasio ini dapat di buat dalam bentuk berapa kali atau bentuk persentase.
Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti aktiva lancar dapat menutupi semua
utang lancar. Rasio lancar yang rendah biasanya dianggap menunjukkan
terjadinya masalah dalam likuiditas. Rasio lancar yang lebih aman adalah jika
Universitas Sumatera Utara
berada diatas 1 atau diatas 100%, hal ini berarti aktiva lancar harus jauh diatas
jumlah utang lancar. Namun, suatu perusahaan yang rasio lancarnya terlalu tinggi
juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada
akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan.
Rasio lancar dapat dihitung dengan rumus:
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 =
𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
𝑋𝑋100%
𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
2. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang
likuid. Semakin besar rasio ini maka akan semakin baik.
Rasio Cepat dapat dihitung dengan rumus:
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢𝐢 =
3.
𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 − 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃
𝑋𝑋100%
𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
Rasio Kas (Cash Ratio)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban jangka pendek (hutang lancar) dengan kas yang
tersedia dan yang tersimpan di bank.
Rasio kas dapat dihitung dengan rumus:
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 =
𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾
π‘₯π‘₯100%
𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
Universitas Sumatera Utara
b. Rasio Solvabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan dana yang disediakan
oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut.
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan
tersebut dilikuidasi. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka
panjang seperti aktiva tetap dan utang jangka panjang.
Adapun Rasio yang tergabung dalam Ratio Solvabilitas adalah:
1. Rasio Hutang terhadap Modal atau Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)
Rasio ini menunjukkan sejauh mana kemampuan modal sendiri atau modal
pemilik dapat memenuhi seluruh kewajibannya ataupun utang-utang
kepada pihak luar. Semakin kecil rasio ini maka akan semakin baik. Rasio
ini juga disebut rasio leverage, untuk keamanan pihak luar rasio terbaik
adalah jika jumlah modal sendiri lebih besar daripada jumlah utang atau
minimal sama besar.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus:
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘β„Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž 𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 =
2.
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻
= 𝑋𝑋 (π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜)
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀
Rasio Hutang terhadap Total Aset (Total Debt to Total Asset Ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka
panjang dengan jumlah seluruh aktiva yang diketahui.Rasio ini menunjukkan
Universitas Sumatera Utara
sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Untuk lebih aman porsi hutang
terhadap aktiva harus lebih kecil.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus :
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘π‘‘β„Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 =
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻
= 𝑋𝑋 (π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜π‘˜)
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
c. Rasio Rentabilitas atau Profitabilitas
Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba
melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas,
modal dan lain sebagainya.
Adapun rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas adalah sebagai
berikut:
1. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Rasio ini menunjukkan berapa besar persentase pendapatan bersih yang
diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini maka akan semakin baik
karena dianggap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba cukup tinggi.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus :
𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž =
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž
π‘₯π‘₯100%
𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž
2. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Universitas Sumatera Utara
Rasio ini menggambarkan persentase laba kotor yang dapat dicapai dari
setiap penjualan setelah perusahaan menghasilkan produk.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus :
𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 =
3. Return on Asset (ROA)
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾
π‘₯π‘₯100%
𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž
Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan.
Semakin besar rasio ini akan semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat
lebih cepat berputar dan meraih laba.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus :
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 π‘œπ‘œπ‘œπ‘œ 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 =
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃
π‘₯π‘₯100%
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
4. Return on Equity (ROE)
Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur
dari modal pemilik (ekuitas). Semakin besar rasio maka akan semakin bagus.
Rasio ini dapat dihitung dengan rumus :
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 π‘œπ‘œπ‘œπ‘œ 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸 =
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅β„Ž
π‘₯π‘₯100%
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 (𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸)
2.4 Kinerja Keuangan Perusahaan
2.4.1
Pengertian Kinerja Keuangan
Kinerja
keuangan
mengindikasikan
apakah
strategi
perusahaan,
implementasi strategi dan segala inisiatif perusahaan tersebut dapat memperbaiki
laba perusahaan bahkan dapat meningkatkan laba yang akan diperoleh oleh
Universitas Sumatera Utara
perusahaan dalam suatu periode tertentu dengan menelusuri serangkain indikator
yang penting bagi perusahaan. Melalui kinerja keuangan para pengambil
keputusan akan mendapatkan gambaran mengenai seluruh rangkaian kinerja dan
aktivitas perusahaan.
Harmono (2009:23) mengemukakan bahwa kinerja keuangan umumnya
diukur berdasarkan penghasilan bersih (laba) atau sebagian dasar bagi ukuran
yang lain seperti imbalan investasi (return on investment) atau penghasilan per
saham (earnings per share).
Kemudian diikuti dengan pendapat Martono dan Harjito (2008:52) bahwa
kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat bagi berbagai pihak
(stakeholders) seperti investor, kreditur, konsultan keuangan, pialang, pemerintah
dan pihak manajemen sendiri.
Fahmi (2010:82) mengemukakan bahwa kinerja keuangan adalah suatu
analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah
melaksanakan
kegiatan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar. Selanjutnya Zarkasyi (2008:48) berpendapat
bahwa kinerja merupakan sesuatu yang dihasilkan atau hasil kerja yang telah
dicapai oleh suatu perusahaan.
Sedangkan menurut Wahyudin (2008:48) kinerja keuangan merupakan
sesuatu yang dihasilkan oleh suatu organisasi dalam periode tertentu dengan
mengacu pada standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan definisi kinerja keuangan diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa kinerja keuangan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan
dalam periode waktu tertentu dengan mengacu pada standar atau target yang telah
Universitas Sumatera Utara
ditetapkan sebelumnya oleh perusahaan. Kinerja keuangan dapat ditingkatkan
melalui serangkain tindakan evaluasi yang pada intinya adalah penilaian terhadap
hasil usaha atau kinerja keuangan itu sendiri selama periode waktu tertentu.
2.4.2
Penilaian Kinerja Keuangan
Penilaian kinerja mengandung tugas-tugas untuk mengukur berbagai
aktivitas perusahaan sehingga akan menghasilkan informasi untuk memperbaiki
kinerja perusahaan tersebut. Hasil evaluasi kinerja harus dilakukan secara terusmenerus atau berkelanjutan (continuous process improvement) agar faktor
strategic (keunggulan bersaing) dapat ter capai sesuai dengan harapan atau target
perusahaan.
Menurut Rudianto (2006:311) penilaian kinerja adalah penentuan secara
periodik efektivitas operasional, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan
sasaran dan kinerja yang telah ditetapakan sebelumnya.
Sedangkan menurut Utomo Tri Widodo W penilaian kinerja merupakan
proses untuk mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah
ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran (hasil kerja) dengan persyaratan
deskripsi pekerjaan yaitu standar pekerjaan yang telah ditetapkan selama periode
tertentu.
Dalam melakukan penilaian hasil kerja suatu manajemen perusahaan
bagian keuangan, informasi yang digunakan adalah berbagai informasi keuangan
yang dihasilkan dari proses akuntansi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kinerja keuangan ini digunakan oleh pihak manajemen perusahaan
sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk menilai
Universitas Sumatera Utara
perusahaan, dengan melihat prestasi perusahaan, dan memperbaiki segala
kelemahannya agar diperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan
perusahaan.
2.4.3
Pengukuran Kinerja Keuangan
Dalam proses penilaian kinerja perusahaan kriteria yang paling penting
digunakan adalah ukuran kinerja keuangan perusahaan. Ukuran kinerja keuangan
tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok ukuran kinerja keuangan,
seperti rasio likuiditas, rasio solvabilits dan rasio rentabilitas (profitabilitas).
Rasio-rasio inilah yang digunakan untuk dalam mengukur kinerja keuangan
perusahaan.
Menurut Gitosudarmo dan Basri (2002:275) pengukuran kinerja keuangan
merupakan rangkaian aktivitas keuangan pada suatu periode tertentu dilaporkan
dalam laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca.
Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dilakukan dengan cara
menganalisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan
perusahaan. Rasio menggambarkan suatu hubungan yang dapat memberikan
penjelasan tentang baik atau buruknya kondisi keuangan suatu perusahaan.
Metode dan tekhnik analisa yang digunakan untuk mengukur hubungan
antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan, sehingga dapat diketahui
perubahan dari masing-masing pos tersebut bila dibandingkan dengan laporan dari
beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu, dan kemudian dibandingkan
kembali dengan laporan keuangan perusahaan lain yang sejenis.
Universitas Sumatera Utara
Download