ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA

advertisement
eJournal Administrasi Bisnis, 2017, 5 (4): 917-931
ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2017
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SUB SEKTOR
SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA
Nurul Istikomah1
Ringkasan
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode rasio keuangan
rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas
masing-masing perusahaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT.
Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT. Holcim Indonesia Tbk, PT. Semen
Indonesia (Persero) Tbk, dan PT. Wijaya Karya Beton Tbk. Rasio likuiditas
pada rasio lancar (current ratio), rasio sangat lancar (quick ratio), dan rasio
kas (cash ratio), PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk merupakan perusahaan
yang memiliki kemampuan membayar hutang jangka pendeknya pada saat
jatuh tempo. Rasio solvabilitas pada rasio utang terhadap aset (Debt to Asset
Ratio) dan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio), PT. Holcim
IndonesiaTbk memiliki hasil rasio yang lebih baik karena memiliki
manajemen penggunaan hutang jangka panjang yang lebih baik. Rasio
aktivitas pada perputaran piutang usaha (Receivable Turnover) PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk memiliki kemampuan mengelola piutangnya yang
lebih baik, Kemudian perputaran persediaan (Inventory Turnover) PT.
Holcim Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang menggunakan
sumberdaya yang dimiliki secara efektif. Rasio Profitabilitas pada tingkat
pengembalian aset (Return on Asset) dan tingkat pengembalian ekuitas
(Return on Equity), PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan
perusahaan yang lebih baik dibandingkan perusahaan Karena kemampuan
meperoleh pengembalian atas aset dan modal sendiri PT. Indocement Tunggal
Prakarsa lebih baik.
Kata kunci: Rasio Keuangan,Kinerja Keuangan
Pendahuluan
Perusahaan didirikan sebagai suatu usaha yang bertujuan untuk
memperoleh laba yang maksimal, supaya tujuan tersebut dapat tercapai maka
perusahaan harus dikelola dengan baik. Salah satu aspek yang berperan dalam
kemajuan sebuah perusahaan yaitu kinerja keuangan perusahaan. Baik atau
1
Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
tidaknya suatu perusahaan dilihat dari kinerja keuangan perusahaan yang
digambarkan dalam sebuah laporan keuangan.
Pertumbuhan ekonomi indonesia yang cukup tinggi mendorong
pertumbuhan pembangunan di Indonesia, termasuk pembangunan disektor
property dan infrastruktur. Pembangunan sektor properti juga infrastruktur fisik
berupa bangunan, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara dan lain-lain
membutuhkan semen sebagai salah satu bahan baku yang utama. Hal ini
menyebabkan kebutuhan semen semakin meningkat oleh karena itu industri
semen Indonesia harus semakin bertumbuh dan berkembang untuk memenuhi
permintaan yang semakin tinggi.
Dari data penjualan semen di Indonesia tahun 2008-2016 mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Dari data penjualan perusahaan sub sektor semen
tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami fluktuatif sedangkan pada laba
rugi perusahaan semen mengalami penurunan setiap tahunnya. Dan dapat dilihat
pula perusahaan sub sektor semen yang memiliki penjualan dan laba rugi tertinggi
dari tahun 2014 hingga tahun 2016 ialah perusahaan Semen Indonesia (Persero)
Tbk dan perusahaan yang memiliki penjualan terendah ialah perusahaan Semen
Baturaja (Persero) Tbk. sedangkan perusahaan yang memiliki laba rugi terendah
ialah perusahaan Wijaya Karya Beton Tbk.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul
“Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sub
Sektor Semen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”
Perumusan dari penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan
perusahaan sub sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia jika ditinjau
dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas tahun 2014-2016?
Tujuan dari penelitian ini antara lain ntuk mengetahui dan menganalisis
kinerja keuangan perusahaan sub sektor semen jika ditinjau dari rasio likuiditas,
solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas tahun 2014-2016.
Kerangka Dasar Teori
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang
dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau
aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Melalui laporan
keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendek, struktur modal perusahaan, distribusi dari aktiva,
keefektifan penggunaan aktiva, hasil usaha atau pendapatan yang telah dicapai,
dan beban-beban tetap yang harus dibayar. Menurut Sutrisno (2007:9), Laporan
Keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan
utama yakni neraca dan laporan rugi-laba
Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Menurut Hery (2015:132), analisis laporan keuangan merupakan suatu
proses untuk membedah laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya dan menelaah
918
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian
dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.
Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Kuangan
Menurut Hery (2015:133) tujuan dan manfaat dari analisis laporan
keuangan yaitu:
a. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu,
baik aset, ekuitas maupun hasil usaha yang telah dicapai selama beberapa
periode.
b. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang menjadi kekurangan
perusahaan.
c. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang menjadi keunggulan perusahaan.
d. Untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan di masa
mendatang, khususnya yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan
saat ini.
e. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen.
f. Sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis, terutama mengenai hasil
yang telah dicapai.
Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analisis laporan
keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolak ukur yang sering digunakan
adalah rasio atau indeks yang menghubungkan dua data keuangan yang satu
dengan yang lainnya. Analisis dan interpretasi dari macam-macam rasio dapat
memberikan pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi
perusahaan.
Menurut Hery (2016:15), Analisis Rasio Keuangan merupakan teknik
analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan diantara pos tertentu dalam
neraca maupun laporan laba rugi.
Jenis-jenis Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Menurut Hery (2016:47), Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka
pendek. Rasio Likuiditas terdiri dari:
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo
dengan menggunakan total aset lancar yang tersedia.
b. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo
dengan menggunakan aset sangat lancar (kas + sekuritas jangka pendek +
piutang), tidak termasuk persediaan barang dagang dan aset lancar lainnya.
c. Rasio kas (Cash Ratio)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas
919
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
atau setara kas yang tersedia untuk membayar utang jangka pendek.
Rasio Solvabilitas
Menurut Hery (2016:70), Rasio Solvabilitas atau rasio leverage
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan
dibiayai dengan utang. Rasio solvabilitas terdiri dari:
a. Rasio Utang terhadap Aset (Debt to Asset Ratio)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total
utang dengan total aset.
b. Rasio Utang Terhadap Modal (Debt to Equity Ratio)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang
terhadap modal.
Rasio Aktivitas
Menurut Hery (2016:88), Rasio Aktivitas merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang
dimilikinya, termasuk untuk mengukur tingkat efesiensi perusahaan dalam
memanfaatkan sumber daya yang ada. Rasio aktivitas terdiri dari:
a. Perputaran Piutang Usaha ( Accounts Receivable Turn Over)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang
tertanam dalam piutang usaha akan berputar dalam satu periode.
b. Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
Perputaran persediaan merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur
berapa kali dana yang tertanam dalam persediaan akan berputar dalam satu
periode.
Rasio Profitabilitas
Menurut Hery (2016:104), Rasio Profitabilitas adalah merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
dari aktivitas normal bisnisnya. Rasio profitabilitas terdiri dari:
a. Hasil Pengembalian atas Aset (Return on Asset)
merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam
menciptakan laba bersih.
b. Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity)
merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi Ekuitas dalam
menciptakan laba bersih
Kinerja Keuangan
Menurut Fahmi (2012:2) Kinerja Keuangan adalah suatu analisis yang
dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan
dengan menggunakan aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kuantitatif, menurut
Kasiram (2008) dalam Sujarweni (2015:39) penelitian kuantitatif adalah suatu
920
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai
alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.
Alat Ukur Data
Rasio Likuiditas
Rumus Rasio Likuiditas menurut Hery (2016:52) adalah sebagai berikut:
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio Lancar= Aset Lancar x 100%
Kewajiban Lancar
b. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)
Rasio Sangat Lancar= Kas+Sekuritas jk Pendek+Piutang x 100%
Kewajiban Lancar
c. Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio Kas= Kas dan Setara kas x 100%
Kewajiban Lancar
Rasio Solvabilitas
Rumus Rasio Solvabilitas menurut Hery (2016:76) adalah sebagai berikut:
a. Rasio Utang terhadap Aset (Debt to Asset Ratio)
Rasio Utang= Total Utang x 100%
Total Aset
b. Rasio Utang Terhadap Modal (Debt to Equity Ratio)
Rasio Utang= Total Utang x 100%
Total Ekuitas
Rasio Aktivitas
Rumus Rasio Aktivitas menurut Hery (2016:91) adalah sebagai berikut:
a. Perputaran Perputaran Piutang Usaha ( Accounts Receivable Turn Over)
Perputaran Perputaran Piutang Usaha=
Penjualan Kredit
(Piutang usaha awal thn:Piutang usaha akhir thn):2
b. Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
Perputaran Persediaan=
Penjualan
(Persediaan awal thn:Persediaan akhir thn):2
Rasio Profitabilitas
Rumus Rasio Profitabilitas menurut Hery (2016:106) adalah sebagai berikut:
a. Hasil Pengembalian atas Aset (Return on Asset)
Hasil Pengembalian atas Aset= Laba Bersih x100%
Total Aset
b. Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity)
Hasil Pengembalian atas Ekuitas= Laba Bersih x100%
Total Ekuitas
Teknik Analisis Data
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Langkah-langkah analisis data kuantitatif terhadap penelitian ini
adalah:
921
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan sehingga laporan
keuangan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam hal ini penulis
mendapatkan data dari situs website Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014
hingga tahun 2016.
b. Melakukan perhitungan terhadap rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio
aktivitas, dan rasio profitabilitas pada perusahaan sub sektor semen yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia dtahun 2014-2016.
c. Membandingkan perhitungan rasio keuangan antar perusahaan sub sektor
semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Rasio Likuiditas
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Perkembangan Rasio Lancar (Current Ratio) perusahaan sampel tahun 20142016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Lancar (Current Ratio)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Rata-rata
Likuiditas: (CR)
Rasio
No
Nama Perusahaan
Tahun
2014
2015
2016
20142016
PT.Indocement tunggal
1
493,37% 488,66% 452,50% 478,18%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja
2
1299,46% 757,27% 286,83% 781,19%
(Persero) Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
60,17%
65,24% 45,94%
57,12%
PT. Semen Indonesia
4
220,90% 159,70% 127,25% 169,28%
(Persero) Tbk
PT. Wijaya Karya Beton
5
140,91% 136,88% 130,91% 136,23%
Tbk
Rata-rata
442,96% 321,55% 208,69% 324,40%
Sumber: Data diolah
b. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)
Perkembangan Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio) perusahaan sampel tahun
2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Rata-rata
Likuiditas: (QR)
Rasio
No
Nama Perusahaan
Tahun
2014
2015
2016
2014922
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
2016
PT.Indocement tunggal
427,14% 416,34% 385,21%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja
2
1187,47% 504,22% 188,11%
(Persero) Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
32,83%
43,16% 25,69%
PT. Semen Indonesia
4
158,51% 115,05% 84,07%
(Persero) Tbk
PT. Wijaya Karya Beton
5
100,77% 80,41% 53,94%
Tbk
Rata-rata
381,34% 231,84% 147,40%
Sumber: Data diolah
c. Rasio Kas (Cash Ratio)
Perkembangan Rasio Kas (Cash Ratio)perusahaan sampel tahun
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Kas (Cash Ratio)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Likuiditas: (CsR)
1
No
Nama Perusahaan
2014
2015
2016
409,56%
626,60%
33,89%
119,21%
78,37%
253,53%
2014-2016
Rata-rata
Rasio
Tahun
20142016
PT.Indocement Tunggal
345,22% 322,04% 303,48% 323,58%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja
2
1142,66% 488,82% 115,31% 582,26%
(Persero) Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
5,64%
16,13%
6,10%
9,29%
PT. Semen Indonesia
4
93,41%
60,07% 34,77%
62,75%
(Persero) Tbk
PT. Wijaya Karya Beton
5
68,79%
45,92% 18,36%
44,36%
Tbk
Rata-rata
331,14% 186,60% 95,60% 204,45%
Sumber: Data diolah
Rasio Solvabilitas
a. Rasio Utang Terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio)
Perkembangan Rasio Utang Terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio)
perusahaan sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Utang Terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Solvabilitas: (DTAR)
Rata-rata
No
Nama Perusahaan
Rasio
Tahun
2014
2015
2016
1
923
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
2014-2016
PT.Indocement tunggal
14,19% 13,65% 13,31%
13,72%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja
2
7,15% 9,77% 28,57%
15,16%
(Persero) Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk 49,06% 51,22% 59,21%
53,16%
PT. Semen Indonesia
4
27,14% 28,08% 30,87%
28,70%
(Persero) Tbk
PT. Wijaya Karya Beton
5
41,46% 49,21% 46,58%
45,75%
Tbk
Rata-rata
27,80% 30,39% 35,71%
31,30%
Sumber: Data diolah
b. Rasio Utang Terhadap Total Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
Perkembangan Rasio Utang Terhadap Total Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
perusahaan sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Utang Terhadap Total Ekuitas (Debt to Equity
Ratio) Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
1
Solvabilitas: (DTER)
No
Nama Perusahaan
2014
2015
2016
Rata-rata
Rasio
Tahun
2014-2016
PT.Indocement tunggal
16,54% 15,81% 15,35%
15,90%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja
2
7,70% 10,83% 39,99%
19,51%
(Persero) Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk 96,33% 104,99% 145,18%
115,50%
PT. Semen Indonesia
4
37,25% 39,04% 44,65%
40,31%
(Persero) Tbk
PT. Wijaya Karya Beton
5
70,83% 96,87% 87,21%
84,97%
Tbk
Rata-rata
45,73% 53,51% 66,48%
55,24%
Sumber: Data diolah
Rasio Aktivitas
a. Rasio Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable Turnover)
Perkembangan Rasio Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable
Turnover) perusahaan sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Perkembangan Rasio Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable
Turnover)Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
No
Nama Perusahaan
Aktivitas: (RT)
Rata-rata
1
924
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
1
2
3
4
5
PT.Indocement tunggal
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja (Persero)
Tbk
PT. Holcim Indonesia Tbk
PT. Semen Indonesia (Persero)
Tbk
PT. Wijaya Karya Beton Tbk
2014
2015
2016
Rasio
Tahun
20142016
7,71
6,84
5,98
6,84
20,89
24,36
12,08
19,11
10,56
8,78
8,78
9,37
8,81
7,87
6,96
7,88
7,30
4,90
5,69
5,96
Rata-rata
11,05
10,55
7,90
9,83
Sumber: Data diolah
b. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Perkembangan Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) perusahaan
sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Rata-rata
Aktivitas: (IT)
Rasio
No
Nama Perusahaan
Tahun
2014
2015
2016
20142016
PT.Indocement tunggal
1
6,95
6,21
5,33
6,16
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja (Persero)
2
5,27
5,18
6,12
5,52
Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
11,30
12,01
13,57
12,29
PT. Semen Indonesia (Persero)
4
5,64
6,25
6,41
6,10
Tbk
5 PT. Wijaya Karya Beton Tbk
4,28
4,30
4,52
4,37
Rata-rata
6,69
6,79
7,19
6,89
Sumber: Data diolah
Rasio Profitabilitas
a. Rasio Hasil Pengembalian atas aset (Return on Asset)
Perkembangan Rasio Hasil Pengembalian atas aset (Return on Asset)
perusahaan sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Hasil Pengembalian atas aset (Return on Asset)
Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
925
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
Profitabilitas: (ROA)
No
Nama Perusahaan
2014
2015
2016
Rata-rata
Rasio
Tahun
20142016
PT.Indocement tunggal
18,26% 15,76% 12,84% 15,62%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja (Persero)
2
11,22% 10,84% 5,93%
9,33%
Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
3,89% 1,01% -1,44%
1,15%
PT. Semen Indonesia (Persero)
4
16,24% 11,86% 10,25% 12,78%
Tbk
5 PT. Wijaya Karya Beton Tbk
8,48% 3,86% 6,04%
6,13%
Rata-rata
11,62% 8,67% 6,72%
9,00%
Sumber: Data diolah
b. Rasio Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity)
Perkembangan Rasio Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity)
perusahaan sampel tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Perkembangan Rasio Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return on
Equity)Perusahaan Sampel Tahun 2014-2016
Rata-rata
Profitabilitas: (ROE)
Rasio
No
Nama Perusahaan
Tahun
2014
2015
2016
20142016
PT.Indocement tunggal
1
21,28% 18,25% 14,81% 18,11%
Prakarsa Tbk
PT. Semen Baturaja (Persero)
2
12,08% 12,01% 8,30%
10,80%
Tbk
3 PT. Holcim Indonesia Tbk
7,64% 2,07% -3,53%
2,06%
PT. Semen Indonesia (Persero)
4
22,29% 16,49% 14,83% 17,87%
Tbk
5 PT. Wijaya Karya Beton Tbk
14,48% 7,59% 11,31% 11,13%
1
Rata-rata
15,55% 11,28% 9,14%
11,99%
Sumber: Data diolah
Analisis Dan Pembahasan
Perkembangan rasio likuiditas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 pada rasio lancar (current ratio) dengan rata-rata rasio sebesar
324,40%. Dari perkembangan rasio masing-masing perusahaan PT. Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk mengalami penurunan setiap tahunnya dan memiliki ratarata rasio sebesar 478,18%, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami
926
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 781,19%, PT. Holcim Indonesia
Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar 57,12%, PT.
Semen Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan dan memiliki rata-rata
rasio 169,28%, PT. Wijaya Karya Beton Tbk mengalami penurunan dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 136,23%. Dari 5 perusahaan sampel nilai rata-rata
likuiditas tertinggi ditunjukkan oleh PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, dan nilai
rata-rata likuiditas terendah adalah PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio likuiditas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 pada rasio sangat lancar (quick ratio) dengan rata-rata rasio
sebesar 253,53%. Dari perkembangan rasio masing-masing perusahaan yaitu PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami penurunan setiap tahunnya dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 409,56%, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk
mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 626,60%, PT. Holcim
Indonesia Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar 33,89%,
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan dan memiliki rata-rata
rasio sebesar 119,21%, dan PT. Wijaya Karya Beton Tbk mengalami penurunan
dan memiliki rata-rata rasio sebesar 78,37%. Dari 5 perusahaan sampel nilai ratarata likuiditas tertinggi ditunjukkan pada PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, dan
nilai rata-rata terendah ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio likuiditas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 pada rasio kas (cash ratio) dengan rata-rata rasio sebesar
204,45%. Dari perkembangan rasio masing-masing perusahaan sampel yaitu PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami penurunan setiap tahunnya dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 323,58%, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk
mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 582,26%, PT. Holcim
Indonesia Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar 9,29%,
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan dan memiliki rata-rata
rasio sebesar 62,75%, PT. Wijaya Karya Beton Tbk mengalami penurunan dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 44,36%. Dari 5 perusahaan sampel nilai rata-rata
likuiditas tertinggi ditunjukkan pada PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, dan nilai
terendah ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio solvabilitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 pada rasio utang terhadap aset (debt to asset ratio) dengan
rata-rata rasio sebesar 31,30%. Dari perkembangan rasio masing-masing
perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami
penurunan setiap tahunnya dan memiliki rata-rata rasio sebesar 13,72%, PT.
Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata
rasio sebesar 15,16%, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami peningkatan dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 53,16%, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 28,70%, PT. Wijaya
Karya Beton Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar
45,75%. Dan dari 5 perusahaan sampel nilai diatas rata-rata solvabilitas
927
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
ditunjukkan pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan nilai dibawah ratarata ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio solvabilitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 pada rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) dengan
rata-rata rasio sebesar 55,24%. Dari perkembangan rasio masing-masing
perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami
penurunan setiap tahunnya dan memiliki rata-rata rasio sebesar 15,90%, PT.
Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata
rasio sebesar 19,51%, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami peningkatan dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 115,50%, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 40,31%, PT. Wijaya
Karya Beton Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar
84,97%. Dan dari 5 perusahaan sampel nilai diatas rata-rata solvabilitas
ditunjukkan pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan nilai dibawah ratarata ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio aktivitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 yaitu pada rasio perputaran piutang usaha (receivable
turnover) dengan rata-rata rasio sebesar 9,83 kali. Dari perkembangan rasio
masing-masing perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
mengalami penurunan setiap tahunnya dan memiliki rata-rata rasio sebesar 6,84
kali, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki ratarata rasio sebesar 19,11 kali, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami penurunan
dan memiliki rata-rata rasio sebesar 9,37 kali, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 7,88 kali, PT. Wijaya
Karya Beton Tbk mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 5,96
kali. Dan dari 5 perusahaan sampel nilai rata-rata rasio tertinggi ditunjukkan pada
PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk ,dan rata-rata rasio terendah ditunjukkan pada
PT. Wijaya Karya Beton Tbk.
Perkembangan rasio aktivitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 yaitu pada rasio perputaran persediaan (inventory turnover)
dengan rata-rata rasio sebesar 6,89 kali. Dari perkembangan rasio masing-masing
perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami
penurunan setiap tahunnya dan memiliki rata-rata rasio sebesar 6,16 kali, PT.
Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio
sebesar 5,52 kali, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami peningkatan dan
memiliki rata-rata rasio sebesar 12,29 kali, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 6,10 kali, PT. Wijaya
Karya Beton Tbk mengalami peningkatan dan memiliki rata-rata rasio sebesar
4,37 kali. Dari 5 perusahaan sampel nilai rata-rata rasio tertinggi yang
ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia Tbk, dan rata-rata rasio terendah
ditunjukkan pada PT. Wijaya Karya Beton Tbk.
Perkembangan rasio profitablitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 yaitu pada rasio hasil pengembalian atas aset (return on
928
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
assets) dengan rata-rata rasio sebesar 9,26%. Dari perkembangan rasio masingmasing perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
mengalami penurunan setiap tahunnya dan memiliki rata-rata rasio sebesar
15,62%, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk mengalami penurunan dan memiliki
rata-rata rasio sebesar 9,33%, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami penurunan
dan memiliki rata-rata rasio sebesar 1,15%, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio 12,78%, PT. Wijaya Karya
Beton Tbk mengalami fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar 6,13%. Dari
5 perusahaan sampel nilai rata-rata rasio tertinggi yang ditunjukkan pada PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan rata-rata rasio terendah ditunjukkan pada
PT. Holcim Indonesia Tbk.
Perkembangan rasio profitablitas perusahaan sampel tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 yaitu pada rasio hasil pengembalian atas ekuitas (return on
equity) dengan rata-rata rasio sebesar 11,99%. Dari perkembangan rasio masingmasing perusahaan sampel yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio sebesar 18,11%, PT. Semen
Baturaja (Persero) mengalami penurunan dan memiliki rata-rata rasio Tbk sebesar
10,80%, PT. Holcim Indonesia Tbk mengalami penurunan dan memiliki rata-rata
rasio sebesar 2,06%, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan
dan memiliki rata-rata rasio 17,87%, PT. Wijaya Karya Beton Tbk mengalami
fluktuatif dan memiliki rata-rata rasio sebesar 11,13%. Dari 5 perusahaan sampel
nilai rata-rata rasio tertinggi yang ditunjukkan pada PT. Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk, dan rata-rata rasio terendah ditunjukkan pada PT. Holcim Indonesia
Tbk.
Kinerja perusahaan sub sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tahun 2014-2016. Dari hasil analisis perusahaan yang memiliki
kinerja keuangan lebih baik yaitu yang pertama adalah PT. Indocement Tunggal
Prakarsa, yang kedua adalah PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, yang ketiga
adalah PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang keempat adalah PT. Holcim
Indonesia Tbk, dan yang kelima adalah PT. Wijaya Karya Beton Tbk, memiliki
kinerja dengan rasio keuangan paling baik, maka diprediksi akan lebih mampu
bertahan dan bersaing dalam perkembangan industri semen yang sedang tumbuh
pesat saat ini.
Penutup
Berdasarkan penelitian, dilihat dari perhitungan rasio likuiditas pada rasio
lancar (current ratio), PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk merupakan perusahaan
yang memiliki kemampuan membayar hutang jangka pendeknya pada saat jatuh
tempo yang paling baik dibandingkan perusahaan lainnya. Perhitungan rasio
sangat lancar (quick ratio), PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk perusahaan yang
memiliki kemampuan membayar hutang jangka pendeknya dengan menggunakan
aset lancar dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Kemudian dari hasil
perhitungan rasio kas (cash ratio), PT. Baturaja (Persero) Tbk merupakan
929
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 917-931
perusahaan yang memiliki uang kas yang tersedia untuk membayar hutang lebih
baik dibandingkan perusahaan lainnya.
Jika dilihat dari perhitungan solvabilitas pada rasio utang terhadap aset
(Debt to Asset Ratio) dan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio), PT.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memiliki hasil rasio yang lebih baik
dibandingkan perushaan lainnya. Karena PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
memiliki manajemen penggunaan hutang jangka panjang yang lebih baik.
Jika dilihat dari perhitungan aktivitas pada perputaran piutang usaha
(Receivable Turnover) PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk memiliki kemampuan
mengelola piutangnya yang lebih baik dibandingkan perusahaan lainnya.
Kemudian jika dilihat dari perhitungan perputaran persediaan (Inventory
Turnover) PT. Holcim Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang menggunakan
sumberdaya yang dimiliki secara efektif dibandingkan perusahaan lainnya.
Jika dilihat dari perhitungan rasio Profitabilitas pada tingkat
pengembalian aset (Return on Asset) dan tingkat pengembalian ekuitas (Return on
Equity), PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan perusahaan yang lebih
baik dibandingkan perusahaan lainnya. Karena kemampuan meperoleh
pengembalian atas aset dan modal sendiri PT. Indocement Tunggal Prakarsa lebih
baik.
Bagi Perusahaan
Sebaiknya perusahaan-perusahaan sub sektor semen yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia meningkatkan kinerja maupun produktivitas perusahaan.
Pengelolaan hutang, beban hutang dan beban usaha harus dapat dimaksimalkan
lagi. Selain itu produktivitas dan penjualan juga perlu mendapat perhatian dari
pihak manajemen perusahaan agar dapat memaksimalkan dan mengembangkan
strategi-strategi baru agar dapat lebih bisa bertahan dalam persaingan yang
kompetitif. Perusahaan yang memiliki nilai rasio keuangan yang tinggi
diharapkan dapat mempertahankan kinerjanya dan perusahaan yang memiliki
nilai rasio yang rendah diharapkan berupaya untuk meningkatkan kinerjanya di
masa yang akan datang.
Bagi peneliti
Disarankan untuk peneliti selanjutnya, dilakukan penelitian lebih lanjut
dengan menambahkan rentang waktu penelitian dan dapat menggunakan rasio
keuangan yang lebih bervariatif dalam meneliti kinerja keuangan perusahaan sub
sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia karena masih banyak rasio
yang bisa digunakan di luar penelitian ini.
Daftar Pustaka
Sumber Buku:
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
, 2013. Manajemen Kinerja Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
, 2014. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
, 2014. Manajemen Keuangan, Alfabeta, Bandung.
930
Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Semen (Nurul)
Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center of
Academic Publishing Service).
, 2016. Financial Ratio for Business. Jakarta: Grasindo.
Kasmir. 2014. Analisis Rasio Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Munawir, S. 2010. Analisis Rasio Keuangan. Bandung: Liberty.
Najib, Mohammad. 2015. Manajemen Keuangan. CV. Pustaka Setia, Bandung.
Sugiono. 2016. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung:
Alfabeta
Sunyoto, Danang. 2013. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center
of Academic Publishing Service).
Sujarweni, V.Wiratna. 2015. Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi, Yogyakarta:
Pustakabarupress.
Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta:
Ekonisia.
Syamsuddin, Lukman. 2012, Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Sumber Skripsi:
Galib, Rahmi Kurnia. 2015. “Analisis Manfaat Rasio Laporan Keuangan Untuk
Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Kelompok Industri Logam
Mineral lainnya”. Makassar: Falkutas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Hasanuddin.
Sumber Jurnal:
Amelia. 2016. “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Batubara
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2013-2015”. eJurnal
Ilmu Administrasi, (online), (http://eJournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id,
diakses tanggal 31 Desember 2016).
Junita, Silvi dan Siti Khairani. 2012. “Analisis kinerja perusahaan dengan
menggunakan analisa rasio keuangan pada perusahaan telekomunikasi yang
terdaftar
di
Bursa
Efek
Indonesia”.
(Online)
Hal.
2
(http://eprints.mdp.ac.id/748/1/JURNAL%202009200043%20SILVI_JUNI
TA.pdf, diakses 13 Desember 2016)
Sumber Internet:
http://www.kompasiana.com/irenegracesitompul/semen-indonesia-dari-indonesiaoleh-indonesia-untuk-indonesia_54f77d94a333114c718b4590 (diakses
tanggal 27 November 2016)
http://economy.okezone.com/read/2014/05/13/279/984121/kontribusi-industrisemen-bagi-pembangunan (diakses tanggal 31 Desember 2016)
https://www.indonesia-investments.com/id/business/industriessectors/cement/item6179 (diakses tanggal 13 Mei 2017)
www.idx.co.id. Laporan Keuangan Sub Sektor Semen Tahun 2013-2015 (diakses
17 Desember 2016).
931
Download