Hubungan antara Kualitas Pelayanan Poli KIA/KB

advertisement
Hubungan antara Kualitas Pelayanan Poli KIA/KB dengan Derajat Kesehatan Ibu dan Anak di Dua
Puskesmas di Kabupaten Jember
The Correlation between Service Quality of Maternal and Child Healthcare/Family Planning
Clinic and Degree of Maternal and Child Health at Two Primary Health Care Centers in Jember
Kunthi Kencana Makayasa Putri1, Ida Srisurani Wiji Astuti2, Sugiyanta3
1
2
Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
3
Laboratorium Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
Jl. Kalimantan 37, Jember 68121, Indonesia, Telp./Fax. (+62331) 337877
e-mail korespondensi: [email protected]
Abstrak
Salah satu masalah kesehatan di Indonesia pada kelompok ibu dan anak adalah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi (AKB). Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu dan anak, maka salah satu indikator
terpenting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan melihat AKI dan AKB. Kualitas pelayanan terdiri
dari lima dimensi yaitu dimensi tangible, responsiveness, reliability, assurance, dan empathy.Tujuan dari penelitian ini
adalah mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan Poli KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu dan anak di Dua
Puskesmas di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Cross-sectional Design dengan jumlah sampel sebanyak
144 responden. Kualitas pelayanan dinilai dengan menggunakan kuesioner ServQual dan derajat kesehatan ibu dan
anak dinilai dengan melihat AKI dan AKB. Hasil uji statistik dengan uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan
signifikansi (p)= 0,000 dan koefisien korelasi (r)=0,690. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi
yang kuat antara kualitas pelayanan Poli KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu dan anak di Dua Puskesmas di
Kabupaten Jember.
Kata kunci: Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu, ServQual
Abstract
The high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) is still a major health problem in Indonesia.
As an one of indicator to assess the quality of maternal and child healthcare is MMR and IMR. Service quality consists
of five dimensions i.e., tangible, responsiveness, reliability, assurance, and empathy. The aim of this research was to
determine the correlation between service quality of maternal and child healthcare/family planning polyclinic and
degree of maternal and child health at Two Primary Health Care Centers in Jember. This research used cross-sectional
design with 144 respondents. Service quality was measured using ServQual questionnaire and degree of maternal and
children health were measured using MMR and IMR. The results of statistical test with Spearman correlation test
showed that the significance (p) = 0.000 and correlation coefficients (r) = 0.690. Thus, it can be concluded that there
were a strong correlation between service quality of maternal and child healthcare/family planning clinic and degree of
maternal and child health at Two Primary Health Care Centers in Jember.
Keywords: Maternal Mortality Rate, Infant Mortality Rate, ServQual.
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
7
Pendahuluan
Salah satu permasalahan pokok yang dihadapi
bangsa Indonesia adalah masalah kesehatan pada
kelompok ibu dan anak, yang ditandai dengan masih
tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka
Kematian Bayi (AKB). Sebagai tolak ukur keberhasilan
kesehatan ibu dan anak, maka salah satu indikator
terpenting untuk menilai
kualitas
pelayanan
kesehatan adalah dengan melihat AKI dan AKB di
wilayah tersebut. Masih tingginya AKI dan AKB
menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan
anak sangat mendesak untuk ditingkatkan baik dari
segi jangkauan maupun kualitas pelayanannya
[Palutturi S, Nurhayani, Mandak N, 2007].
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas
kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan
di wilayah kerja [Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, 2004]. Salah satu fokus upaya kesehatan
wajib di Puskesmas adalah upaya kesehatan ibu
dan anak serta keluarga berencana [Efendi F,
Makhfudli, 2009].
Puskesmas Jember Kidul dan Puskesmas Sukowono
adalah Puskesmas yang letaknya di wilayah Jember.
Kasus kematian ibu dan bayi di Puskesmas Jember
Kidul tergolong rendah, yaitu pada tahun 2014 tidak
terdapat kematian ibu dan terdapat 6 kasus
kematian bayi. Sedangkan kasus kematian ibu dan
bayi di Puskesmas Sukowono tergolong tinggi, yaitu
tahun 2014 terdapat 1 kematian ibu dan 37 kematian
bayi.
Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan
jumlah kematian ibu dan kematian bayi di suatu
wilayah adalah kualitas pelayanan yang diberikan,
terutama pelayanan pada ibu hamil [Efendi F,
Makhfudli, 2009]. Kualitas pelayanan kesehatan
dapat diukur dari lima dimensi, yaitu dimensi
tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan
empathy yang tiap dimensinya saling berkaitan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kualitas pelayanan dan derajat kesehatan ibu dan
anak, serta menganalisis hubungan antara kualitas
pelayanan Poli KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu
dan anak di Puskesmas Jember Kidul Kabupaten
Jember.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik
dengan metode cross sectional. Penelitian ini
dilakukan di Poli KIA/KB Puskesmas Jember Kidul dan
Puskesmas Sukowono pada bulan November 2015.
Besar sampel pada penelitian ini adalah 144 responden dengan rincian 80 responden di Puskesmas
Jember Kidul dan 64 responden di Puskesmas Sukowono dengan tehnik pengambilan sampel
menggunakan consecutive sampling
Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien ibu
hamil, pasien yang memasang kontrasepsi, dan
pasien yang berkonsultasi yang berumur ≥20 tahun
di Poli KIA/KB Puskesmas Jember Kidul dan Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember, mampu untuk
membaca, menulis, dan berkomunikasi bahasa Indonesia dengan baik, kondisi sehat dan kooperatif, bersedia menjadi responden dan mengikuti prosedur
penelitian sampai tahap akhir. sedangkan kriteria
eksklusi yaitu pasien yang merupakan pegawai Puskesmas Jember Kidul dan Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember, pasien yang menderita sakit berat,
gangguan berkomunikasi atau tidak kooperatif sehingga tidak dapat mengisi kuesioner penelitian
sesuai prosedur, dan pasien yang tidak bersedia untuk mengisi kuisioner yang telah disediakan sebagai
tanda persetujuan sampel penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi rekam medis dan kuesioner ServQual yang
digunakan untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan.
Kriteria derajat kesehatan ibu dan anak dinilai
berdasarkan kriteria rendah (AKI > 102, AKB > 23),
normal (102, 23), dan tinggi (<102, <23).
Penilaian tingkat kualitas pelayanan dibagi berdasar
kriteria sangat kurang baik (20-35,9%), kurang baik
(36-51,9%), cukup baik (52-67,9%), baik (68-83,9%),
dan sangat baik (84-100%).
Uji statistik yang digunakan adalah uji normalitas
Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi Spearman’s Rho
karena jenis data dari kedua variabel yang dinilai
adalah kategorikal-ordinal.
Hasil Penelitian
Kualitas Pelayanan Poli KIA/KB
Data hasil penelitian mengenai kualitas pelayanan
kesehatan dengan menggunakan lima dimensi
kualitas pelayanan di Poli KIA/KB dari persepsi
pengguna layanan terdapat pada Tabel 1 di bawah ini.
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
8
Tabel 1. Persepsi responden terhadap kualitas Pelayanan
Poli KIA/KB
Kualitas Pelayanan
Jumlah
Puskesmas Jember Kidul
-
sangat kurang baik
0
kurang baik
2
cukup baik
9
baik
40
sangat baik
29
- Puskesmas Sukowono
sangat kurang baik
0
kurang baik
15
cukup baik
41
baik
6
sangat baik
2
Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa
sebagian besar responden sebanyak 40 orang
menyatakan kualitas pelayanan Poli KIA/KB
Puskesmas Jember Kidul baik, sedangkan sebagian
besar responden sebanyak 41 orang menyatakan
kualitas pelayanan Poli KIA/KB Puskesmas Sukowono
cukup baik.
Berdasarkan penilaian kualitas diatas dapat diketahui
secara umum kualitas pelayanan di Poli KIA/KB
dengan menghitung rata-rata skor dari lima dimensi
kualitas pelayanan yang dijabarkan pada Tabel 2 dan
Tabel 3 di bawah ini.
Tabel 2. Kualitas pelayanan Poli KIA/KB Puskesmas Jember
Kidul per dimensi
pelayanan Poli KIA/KB Puskesmas Jember Kidul
sebesar 81,11 sehingga masuk dalam kategori
kualitas pelayanan yang baik.
Tabel 3. Kualitas pelayanan Poli KIA/KB Puskesmas
Sukowono per dimensi
Total
Skor Kualitas
Skor
Pelayanan
dimensi fasilitas fisik
1000
62,50
dimensi kehandalan
1425
63,60
dimensi daya tanggap
747
58,40
dimensi jaminan kepastian
1011
63,20
dimensi empati
1237
55,20
Dimensi Kualitas Pelayanan
Rata-rata
1084
60,60
Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa dimensi
dengan nilai tertinggi adalah dimensi kehandalan
(63,60) dan dimensi dengan nilai terendah adalah
dimensi empati (55,20). Skor kualitas pelayanan Poli
KIA/KB Puskesmas Sukowono sebesar 60,60 sehingga
masuk dalam kategori kualitas pelayanan yang cukup
baik.
Derajat Kesehatan Ibu dan Anak
Berdasarkan data yang diperoleh mengenai jumlah
kematian ibu dan jumlah kematian bayi, maka dapat
diperoleh data AKI dan AKB yang dikelompokkan
menjadi tiga kategori, yaitu rendah, normal, dan
tinggi pada Tabel 4.
Tabel 4. Data AKI dan AKB bulan Januari 2015 sampai
Oktober 2015
Puskesmas
AKI
AKB
Derajat
kesehatan
Total
Skor
Skor Kualitas
Pelayanan
Jember Kidul
0
5
Tinggi
dimensi fasilitas fisik
1622
81,10
Sukowono
140
27
Rendah
dimensi kehandalan
2349
83,89
dimensi daya tanggap
1295
80,94
dimensi jaminan kepastian
1698
84,90
dimensi empati
2092
74,71
Dimensi Kualitas Pelayanan
Rata-rata
1811,2
81,11
Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa dimensi
dengan nilai tertinggi adalah dimensi jaminan
kepastian (84,90) dan dimensi dengan nilai terendah
adalah dimensi empati (74,71). Skor kualitas
Berdasarkan Tabel 4, diketahui AKB di Puskesmas
Jember Kidul sebanyak 5 per 1.000 kelahiran hidup
dan di Puskesmas Sukowono sebanyak 27 per 1.000
kelahiran hidup, sedangkan AKI di Puskesmas Jember
Kidul sebanyak nol dan di Puskesmas Sukowono
sebanyak 140 per 100.000 kelahiran hidup. Derajat
kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Jember Kidul
dalam kategori tinggi, sedangkan derajat kesehatan
ibu dan anak di Puskesmas Sukowono dalam kategori
rendah.
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
9
Hasil tabulasi silang antara kualitas pelayanan
dengan derajat kesehatan ibu dan anak dapat dilihat
di Tabel 5 berikut.
Tabel 5. Tabulasi silang kualitas pelayanan dan derajat
kesehatan ibu dan anak
Kualitas
Pelayanan
Derajat Kesehatan
Total
Tinggi
Rendah
kurang baik
2
15
17
cukup baik
9
41
50
baik
40
6
46
sangat baik
29
2
31
Total
80
64
144
Berdasarkan Tabel 5, dapat diketahui bahwa 50
responden menyatakan kualitas pelayanan cukup
baik (9 orang dengan derajat kesehatan tinggi dan 41
orang dengan derajat kesehatan rendah), 46
responden menyatakan kualitas pelayanan baik (40
orang dengan derajat kesehatan tinggi dan 6 orang
dengan derajat kesehatan rendah).
Uji Normalitas
Uji normalitas yang dipilih dalam penelitian ini
adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Pada uji ini
menunjukkan hasil signifikansi (p) = 0,000, dimana
jika p > 0,05 maka data terdistribusi normal
sedangkan jika p < 0,05 maka data terdistribusi tidak
normal. Hasil uji normalitas data menunjukkan data
terdistribusi tidak normal.
Uji Spearman’s Rho
Hasil uji korelasi Spearman disajikan dalam Tabel 6.
Tabel 6. Hasil uji korelasi Spearman’s Rho
Hasil
Nilai
Koefisien Korelasi (r)
0,690
Signifikansi (p)
0,000
Jumlah Data
n 144
Berdasarkan Tabel 6, dapat diketahui bahwa nilai
signifikansi 0,000 yang menunjukkan bahwa korelasi
antara kualitas pelayanan Poli KIA/KB dengan derajat
kesehatan ibu dan anak adalah bermakna. Nilai
korelasi Spearman’s Rho sebesar 0,690 menunjukkan
bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi
yang kuat. Hal ini berarti semakin tinggi kualitas
pelayanan Poli KIA/KB maka semakin tinggi pula
derajat kesehatan ibu dan anak.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, dari 80 responden di
Poli KIA/KB Puskesmas Jember Kidul dapat diketahui
bahwa skor untuk kualitas pelayanan adalah 81,11,
artinya sebagian besar persepsi responden terhadap
kualitas pelayanan dalam kategori baik. Berdasarkan
lima dimensi kulitas pelayanan, dimensi yang
mempunyai nilai tertinggi adalah dimensi jaminan
kepastian, kemudian diikuti dengan dimensi
kehandalan, dimensi fasilitas fisik, dimensi daya
tanggap, dan kualitas yang paling rendah adalah
dimensi empati.
Dari 64 responden Poli KIA/KB Puskesmas Sukowono
dapat diketahui bahwa skor untuk kualitas pelayanan
adalah 60,60, artinya sebagian besar persepsi
responden terhadap kualitas pelayanan Poli KIA/KB
dalam kategori cukup baik. Berdasarkan lima dimensi
kualitas pelayanan, dimensi yang mempunyai nilai
tertinggi adalah dimensi kehandalan (63,60), artinya
kemampuan tenaga medis dalam keahlian,
pengetahuan, dan profesionalisme kerja sudah cukup
baik serta sudah mampu memberikan pelayanan
yang telah dijanjikan kepada pasien. Sedangkan
dimensi yang memiliki nilai terendah adalah dimensi
empati dengan skor 55,20 yang dapat dikategorikan
dalam kualitas yang cukup baik
Hasil di atas didukung dengan penelitian sebelumnya
yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Lahore
Pakistan pada 369 responden menunjukkan bahwa
sebagian besar responden mempunyai persepsi baik
terhadap dimensi jaminan kepastian [Irfan SM, Ijaz A,
Farooq MM, 2012]. Penelitian pada 260 pasien yang
mendapat pelayanan KIA menunjukkan bahwa
sebanyak 57,3% menilai tingkat kualitas pelayanan
KIA sudah baik dan 60,8% pasien puas dengan
kualitas pelayanan KIA di Puskesmas Sukoharjo
[Maharani AF, 2013]. Penelitian sebelumnya, dari
107 pasien yang berkunjung ke dokter keluarga
dengan pembayaran kapitasi dan 107 pasien dengan
pembayaran fee-for-service dengan uji Mann
Whitney tentang kualitas pelayanan menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara
pelayanan yang diberikan kepada pasien kapitasi dan
fee-for-service. Perbedaan yang dimaksud berkaitan
dengan kualitas pelayanan dokter tersebut, pasien
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
10
fee-for-service 0,59 poin merasa lebih puas daripada
pasien kapitasi [Astuti, ISW, 2013].
Derajat kesehatan masyarakat dapat dinilai dengan
beberapa indikator, yang dapat mencerminkan suatu
kondisi tertentu seperti mortalitas atau kematian
dari kelompok masyarakat tertentu yang dapat
menggambarkan status kesehatan masyarakat secara
kasar dan dapat pula digunakan sebagai indikator
dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan
dalam program pembagunan kesehatan. Kematian
ibu dan anak dapat diukur dengan adanya indikator
Angka Kematian Ibu maternal (AKI) dan Angka
Kematian Bayi (AKB) [Yarlina S, 2013].
Berdasarkan data pada penelitian ini, derajat
kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Jember Kidul
termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat
dari angka kematian ibu yang rendah dengan nilai 0,
artinya tidak ada kematian ibu per 100.000 kelahiran
hidup dan angka kematian bayi yang rendah pula
yaitu sebesar 5 per 1.000 kelahiran hidup. Beberapa
variabel secara statistik yang berhubungan dengan
praktik responden terkait kesehatan maternal adalah
cara pembayaran kesehatan, aksesabilitas terhadap
fasilitas
kesehatan,
pengaruh
orang
yang
memutuskan dalam upaya pencarian pelayanan
kesehatan, pengetahuan responden tentang
kesehatan ibu, dan sikap ibu terhadap pelayanan
kesehatan selama hamil, bersalin, dan nifas.
Sedangkan variabel yang berhubungan bermakna
dengan praktik responden terkait kesehatan bayi dan
anak adalah usia pernikahan, jumlah anak,
pendapatan keluarga, cara pembayaran kesehatan,
aksesabilitas terhadap fasilitas kesehatan, pengaruh
orang yang memutuskan dalam upaya pencarian
pelayanan kesehatan, pengetahuan dan sikap
responden terhadap pelayanan kesehatan untuk bayi
dan anak [Zahtamal, Restuastuti T, Chandra F, 2011].
Berdasarkan hasil uji statistika didapatkan bahwa
hubungan antara kualitas pelayanan Poli KIA/KB
dengan derajat kesehatan ibu dan anak memiliki nilai
signifikansi p= 0,000. Hal ini berarti terdapat
hubungan yang signifikan antara variabel kualitas
pelayanan Poli KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu
dan anak. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,690, artinya terdapat
kekuatan hubungan yang kuat dengan arah
hubungan positif antara kualitas pelayanan Poli
KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu dan anak.
Semakin baik kualitas pelayanan Poli KIA/KB maka
semakin tinggi derajat kesehatan ibu dan anak.
AKI dan AKB menjadi salah satu indikator penting
dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat,
dimana AKI menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal akibat kehamilan, persalinan, dan nifas
tidak termasuk kecelakaan tanpa memperhitungkan
umur kehamilan atau lama kehamilan dan untuk
mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak yang
tinggi melalui peningkatan kualitas mutu pelayanan
kesehatan ibu hamil dengan kunjungan K4 yang
berkualitas [Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, 2010]. Berkaitan dengan kematian bayi
akibat persalinan, maka upaya yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan derajat kesehatan anak adalah
memperbaiki
pelayanan
kebidanan
dan
menyebarkan buku KIA [Hidayat AA, 2008]. Sekitar
80%-90% kematian bayi, dapat dicegah melalui
pelayanan antenatal di tingkat puskesmas,
puskesmas pembantu, dan posyandu [Susanti EM,
2013].
Upaya Puskesmas Jember Kidul dan Puskesmas
Sukowono dalam meningkatkan derajat kesehatan
ibu dan anak yaitu dengan menggalakkan Gerak
Berlian (Gerakan Serentak Jember Peduli Ibu, Bayi,
dan Anak). Gerak tersebut melalui 12 upaya
persalinan aman, yaitu persalinan oleh petugas
kesehatan (bidan atau dokter); pemeriksaan minimal
empat kali selama kehamilan; pemberian vaksinasi
TT; pemberian tablet Fe atau zat besi; pendampingan
ibu hamil resiko tinggi; rujukan dini; aktifitas kelas
ibu hamil; tersedianya calon pendonor darah;
tersedianya ambulan desa; suami siaga mendampingi
ibu hamil; perawatan pasca persalinan atau nifas;
dan sebagai peserta BPJS.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan
Poli KIA/KB dengan derajat kesehatan ibu dan anak
di 2 Puskesmas di Kabupaten Jember dengan
kekuatan korelasi yang kuat. Artinya, semakin baik
kualitas pelayanan Poli KIA/KB maka semakin tinggi
derajat kesehatan ibu dan anak. Meskipun demikian,
masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan
penambahan indikator derajat kesehatan ibu dan
anak seperti AKN dan AKABA, menyiapkan surveyor
minimal tiga orang, penambahan jumlah subyek
penelitian, dan penekanan pada faktor-faktor yang
berpotensi sebagai perancu (confounding factor)
misalnya pengetahuan subyek penelitian.
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
11
Daftar Pustaka
Astuti, ISW. Perbedaan Kualitas pelayanan Dokter
Keluarga dengan Metode Pembayaran Kapitasi
dan Fee For Service. Tidak Diterbitkan. Tesis.
Surakarta: Program Pasca Sarjana Universitas
Sebelas Maret; 2013.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil
Kesehatan
Indonesia
2010.
Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI; 2010.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sistem
Kesehatan Nasional 2004. Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI; 2004.
Efendi F, Makhfudli. Keperawatan Kesehatan
Komunitas: Teori dan
Praktik
dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2009.
Hidayat AA. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk
Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika; 2008.
Irfan SM, Ijaz A, Farooq MM. Patient Satisfaction and
Service Quality Of Public Hospital in Pakistan:
An Empirical Assessment. Middle-East Journal
of Scientific Research. 2012: 12 (6): 870-877.
Kesehatan Ibu dan Anak dengan Tingkat
Kepuasan Pasien di Puskesmas Sukoharjo. Tidak
Diterbitkan. Karya Tulis Ilmiah. Surakarta:
Program Studi D IV Bidan Pendidik Fakultas
Kedokteran Universitas Surakarta; 2013.
Palutturi S, Nurhayani, Mandak N. Determinan
Kinerja Bidan di Puskesmas Tahun 2006. Jurnal
Managemen Pelayanan Kesehatan. 2007: 10 (4):
195–200.
Susanti EM. Determinan Kualitas Pelayanan
Antenatal oleh Bidan di Puskesmas Kota Ambon.
Tesis. Surabaya: Universitas Airlangga; 2013. [7]
Yarlina S. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kinerja Bidan Desa dalam Melaksanakan
Program Kesehatan Ibu dan Anak di Dinas
Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2012. Tidak
Diterbitkan.
Tesis.
Padang:
Program
Pascasarjana Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas; 2013.
Zahtamal, Restuastuti T, Chandra F. Analisis Faktor
Determinan
Permasalahan
Pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak. Jurnal Kesehatan
Masyarakat Nasional. 2011: 6 (1): 9-16.
Maharani AF. Hubungan Tingkat Kualitas Pelayanan
Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences
12
Download