KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

advertisement
KEPUTUSAN KEPALA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI BANTEN
NOMOR : 050.05/ 0081.5 –Data–Bapp/2014
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BANTUAN KEUANGAN
KEPADA KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI BANTEN
UNTUK UP DATE DATA/PELAPORAN PEMBANGUNAN DAN MDGs
TAHUN ANGGARAN 2014
PEMERINTAH PROVINSI BANTEN
2014
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Indonesia
Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan
Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4010);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
5. Undang-Undang
Nomor
1
Tahun
2004
tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4355);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor
125,
Tambahan
Lembaran
Negara
Nomor
4437)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara
Republik
Indonesia
Tahun
2008
Nomor
59,
tambahan
Lembaran Negara Nomor 4844);
7. Undang-Undang
Nomor
25
tahun
2004
tentang
Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
8. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik;
9. Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2011 tentang Informasi
Geospasial;
10. Peraturan
Pemerintah
Nomor
51
Tahun
1999
tentang
Penyelenggaraan Statistik;
11.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomro 165, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4593);
12. Peraturan
Pemerintah
Nomor
38
Tahun
2007
Pembagian
Urusan
Pemerintahan
antara
Pemerintah
Daerah
Provinsi
Pemerintah
dan
tentang
Pemerintah,
Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4773);
13. Peraturan
Pemerintah
Nomor
39
Tahun
2007
Tentang
Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4738);
14. Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
15. Instruksi
Presiden
Nomor
3
Tahun
2010
tentang
Pembangunan yang berkeadilan;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010
Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011
tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013
Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah Tahun Anggaran 2014;
19. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun
2007
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi
Banten;
20. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2010
tentang RPJPD tahun 2005 – 2025;
21. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012
tentang RPJMD tahun 2012 – 2017;
22. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2014
tentang APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2014;
23. Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2011 Tentang RAD
Percepatan Pencapaian Tujuan Milenium Provinsi Banten
2011-2015.
24. Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penjabaran
APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2014.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
:
KESATU
: Petunjuk
Teknis
Kabupaten/Kota
Pelaksanaan
se-Provinsi
Banten
Bantuan
untuk
Keuangan
up
date
data/pelaporan pembangunan dan MDGs Tahun Anggaran
2014, sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, II, dan III yang
merupakan bagian tidak terpisah dari Keputusan ini.
KEDUA
: Biaya
yang
timbul
akibat
ditetapkannya
Keputusan
ini,
dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Provinsi Banten Tahun Anggaran 2014.
Lampiran I
Nomor
Tanggal
Tentang
: Keputusan Kepala Bappeda
: 050.05/ 0081.5 –Data/Bapp/2014
: 27 Januari 2014
: Petunjuk
Teknis
(JUKNIS)
Pelaksanaan
Bantuan
Keuangan
Kepada Kab./Kota Untuk UpDate
Data/Pelaporan Pembangunan dan
MDGS Tahun Anggaran 2014
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN
BANTUAN KEUANGAN KEPADA KAB./KOTA
UNTUK UP DATE DATA DAN PELAPORAN PEMBANGUNAN
TAHUN ANGGARAN 2014
1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang
No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk
menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan
tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat
dan daerah. Perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan
dapat dipertanggung jawabkan.
Memperhatikan Permendagri No. 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah
nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah, pada pasal 13 ayat (1), bahwa penyusunan rencana
pembangunan daerah menggunakan data dan informasi perencanaan daerah serta rencana
tataruang.
Mengacu pada Undang-Undang
No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, Data adalah
informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. Statistik
adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis
serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik.
Jenis statistik meliputi: Statistik Dasar, Statistik Sektoral, dan Statistik Khusus.
Statistik Dasar adalah Statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang
bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral,
berskala nasional, makro, dan yang penyelanggaraannya menjadi tanggung jawab BPS (Badan
Pusat Statistik). Statistik Sektoral adalah Statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk
memenuhi
kebutuhan
instansi
tertentu
dalam
rangka
penyelenggaraan
tugas-tugas
pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.
Statistik Khusus adalah Statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan
lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga,
organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.
Pengelolaan data menjadi penting dan strategis serta menjadi kebutuhan dalam
pembangunan daerah. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas penyelenggaraan
statistik sektor secara optimal untuk mendukung penyusunan perencanaan pembangunan
daerah dan penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini menjadi wajib sebagaimana diatur pada
Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2007 tentang pembagian kewenangan, dimana urusan
statistik menjadi urusan wajib pemerintah Provinsi dan pemerintah daerah kab/kota.
Sesuai dengan peraturan daerah No.04 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Banten tahun 2012 – 2017, mengamanatkan
bahwa urusan statistik menjadi urusan wajib, dengan kebijakan umum meningkatkan kualitas
data dan informasi pendukung perencanaan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan,
dilaksanakan melalui Program Penyediaan Data Pembangunan Daerah.
Data pembangunan daerah merupakan suatu hal yang penting karena merupakan input yang
menjadi pertimbangan utama dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Penyusunan data pembangunan daerah diperlukan untuk :
a.
Identifikasi dan analisis suatu kondisi / permasalahan.
Identifikasi dan analisis akan sangat membutuhkan data sebagai input dalam memahami
kondisi suatu daerah. Dengan adanya data tersebut maka dapat dilakukan proses analisis
lebih lanjut sesuai output yang dihasilkan.
b.
Perencanaan kebijakan/program
Dalam kegiatan perencanaan, data akan sangat dibutuhkan untuk memberikan dasar dan
orientasi terhadap penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
c.
Monitoring - Evaluasi (Monev)
Dalam menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi yang konsisten dan berkelanjutan,
maka akan sangat tergantung dari pemenuhan kebutuhan data yang relevan. Dalam
kegiatan monitoring dan evaluasi diperlukan indikator-indikator yang digunakan sebagai
alat untuk mengukur keberhasilan program, baik berupa indikator input, indikator proses,
indikator output, indikator outcome, serta indikator dampak. Dan sudah barang tentu pada
setiap indikator tersebut akan dibutuhkan data sebagai sumber informasi dan pelaksanaan
program.
2. Permasalahan
a. Penyelenggaraan Statistik sektor skala Provinsi dan Kabupaten/Kota belum dilaksanakan
dan dikelola secara optimal
b. Integrasi data perencanaan dan evaluasi pembangunan Provinsi Banten belum optimal
c. Sistem pengelolaan dan penyajian data dilakukan secara parsial dari berbagai sumber data
yang berbeda
d. Koordinasi Penyediaan, Pengolahan dan Pemanfaatan Data antar sektor belum optimal
3. Tujuan
a. Mendukung penyediaan basis data yang kuat dan akurat untuk analisis kebijakan
pembangunan daerah.
b. Meningkatkan
kualitas
perencanaan,
pengendalian
pembangunan
daerah
dan
penyelenggaraan pemerintahan.
c. Mendukung keterbukaan informasi publik dan meningkatkan komitmen sektor dalam
penyediaan data berkualitas dan tepat waktu.
d. Untuk Membangun koordinasi satu data pembangunan daerah.
e. Untuk mendukung percepatan pencapaian target MDG’s.
4. Pelaksana dan Hasil Kegiatan
a. Pelaksana
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten/Kota.
b. Hasil Kegiatan
Penyediaan data pembangunan daerah kabupaten/kota berupa indikator kinerja sesuai
dengan lampiran Permendagri No. 54 Tahun 2010 (lampiran II), data sektor
Kabupaten/Kota, dan Data MDG’s (lampiran III) dalam bentuk Soft Copy dan Buku.
5. Anggaran Bantuan Keuangan
Bantuan keuangan Tahun Anggaran 2014 pada masing-masing Kabupaten/Kota sebesar Rp.
150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) yang terdiri dari:
a.
1. Penyediaan Data dan Informasi Pembangunan Sesuai Permendagri Nomor 54
Tahun 2010 sebesar Rp. 100.000.000,2. Data Sektoral terkait dengan indikator kinerja daerah di Kabupaten/Kota
b. Penyediaan Data MDG’s Kabupaten/Kota sebesar Rp. 50.000.000,6. Jadwal
Jadwal penyampaian Data pembangunan daerah adalah sebagai berikut :
1. Data Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Sesuai Permendagri Nomor 54
Tahun 2010
a.
Data Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Sesuai Permendagri
Nomor 54 Tahun 2010 Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten semester I tahun 2014
berisi data periode Januari 2013 s/d Desember 2013, disampaikan ke Bappeda Provinsi
Banten pada akhir bulan Juni tahun 2014, dalam bentuk soft copy dan print out.
b.
Data Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Sesuai Permendagri
Nomor 54 Tahun 2010 Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten semester II tahun 2014
berisi data periode Januari 2014 s/d Juni 2014, disampaikan ke Bappeda Provinsi
Banten pada akhir bulan November tahun 2014, dalam bentuk soft copy dan buku.
c.
Data Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Sesuai Permendagri
Nomor 54 Tahun 2010 tahun 2014 dimaksud, dilengkapi dengan data time series tahun
2013, 2012, dan 2011.
2. Data MDG’s
a. Matrik Rencana Aksi Daerah (RAD) MDG’s Kabupaten/ Kota, disampaikan ke
Bappeda Provinsi Banten pada akhir bulan Juni tahun 2014, dalam bentuk soft copy
dan print out.
b. Data Status Capaian MDG’s Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten tahun 2014 berisi
data periode Januari 2012 s/d 2013, disampaikan ke Bappeda Provinsi Banten pada
akhir bulan November tahun 2014, dalam bentuk soft copy dan buku.
c. Penyediaan Data MDG’s tahun 2014 dimaksud, dilengkapi dengan data time series
tahun 2013, 2012, dan 2011.
7. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penyediaan data pembangunan daerah meliputi :
1. Data Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Sesuai Permendagri Nomor 54
Tahun 2010, meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek
daya saing daerah sesuai dengan Indikator Kinerja Pada Lampiran II Permendagri No. 54
tahun 2010.
Data pembangunan daerah disusun berdasarkan Sistematika sebagai berikut :
-
Kata Pengantar
-
Daftar Isi
-
Daftar Tabel/Gambar
-
Data Pembangunan daerah tentang :
I. Aspek Geografi dan Demografi
II. Data Pembangunan daerah Kabupaten/Kota sesuai Permendagri nomor 54 tahun
2010 yang meliputi :
A. Aspek Kesejahteraan Masyarakat
-
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
1. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
-
Fokus Kesejahteraan Masyarakat
1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Pertanahan
4. Ketenagakerjaan
-
Fokus Seni dan Budaya Olahraga
1. Kebudayaan
2. Pemuda dan Olahraga
B. Aspek Pelayanan Umum
-
Fokus Layanan Urusan Wajib
1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Pekerjaan Umum
4. Perumahan
5. Penataan Ruang
6. Perencanaan Pembangunan
7. Perhubungan
8. Lingkungan Hidup
9. Pertanahan
10. Kependudukan dan Catatan Sipil
11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
13. Sosial
14. Ketenagakerjaan
15. Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
16. Penanaman Modal
17. Kebudayaan
18. Kepemudaan dan Olahraga
19. Kesatuan bangsa dan Politik Dalam Negeri
20. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
21. Ketahanan Pangan
22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
23. Statistik
24. Kearsipan
25. Komunikasi dan Informatika
26. Perpustakaan
-
Fokus Layanan Urusan Pilihan
1. Pertanian
2. Kehutanan
3. Energi dan Sumber Daya Mineral
4. Pariwisata
5. Kelautan dan Perikanan
6. Perdagangan
7. Perindustrian
8. Ketransmigrasian
C. Aspek Daya Saing Daerah
-
Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
1. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
2. Pertanian
-
Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
1. Perhubungan
2. Penataan Ruang
3. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
4. Lingkungan Hidup
5. Komunikasi dan Informatika
-
Fokus Iklim Berinvestasi
1. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
-
Fokus Sumber Daya Manusia
1. Ketenagakerjaan
III. Data Sektoral daerah Kabupaten/Kota.
4. Data MDG’s yang sesuai dengan Laporan Penyampaian Tujuan Pembangunan Milenium
sesuai Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor 0068/M.PPN/02/2012 dan Nomor 050/583/SJ (7 Tujuan 15
Target 42 Indikator) Indikator Sasaran Pembangunan Millenium (MDG’s):
Tujuan 1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan
Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan
kurang dari USD 1 (PPP) per hari dalam kurun waktu 1990- 2015
Target 1B: Mewujudkan kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak
untuk semua, termasuk perempuan dan kaum muda
Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk yang menderita kelaparan
dalam kurun waktu 1990- 2015
Tujuan 2. Mencapai Pendidikan Dasar Untuk Semua
Target 2A:
Menjamin pada 2015 semua anak-anak, laki-laki maupun perempuan
dimanapun dapat menyelesaikan pendidikan dasar
Tujuan 3. Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan
pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari 2015
Tujuan 4. Menurunkan Angka Kematian Anak
Target 4A: Menurunkan Angka Kematian Balita (AKB) hingga dua per tiga dalam kurun
waktu 1990- 2015
Tujuan 5. Meningkatkan Kesehatan Ibu
Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga per empat dalam kurun waktu
1990- 2015
Target 5B: Mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2015
Tujuan 6. Memerangi HIV dan AIDS, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya
Target 6A:
Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru HIV
dan AIDS hingga tahun 2015
Target 6B:
Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV dan AIDS bagi semua yang
membutuhkan sampai dengan tahun 2010
Target 6C: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru Malaria
dan penyakit utama lainnya hingga tahun 2015
Target 6D:
Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru
Tuberkulosis dan penyakit utama lainnya hingga tahun 2015
Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup
Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan yang berkesinambungan dengan
kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya
lingkungan yang hilang
Target 7B:
Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses
berkelanjutan terhadap sumber layak dan fasilitasi sanitasi dasar layak hingga
tahun 2015
Target 7C: Mencapai peningkatan yang signifikan dalam kehidupan penduduk miskin di
permukiman kumuh (minimal 100 juta) pada tahun 2020
8. Sumber Data
a. Data Primer, yang diperoleh dari kegiatan penelitian, monitoring dan evaluasi serta
kegiatan sejenis lainnya yang dilaksanakan secara periodik oleh SKPD/ Instansi
b. Data Sekunder, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), instansi vertikal lain, hasil
riset/audit/study oleh lembaga yang kompeten dibidangnya
c. Jenis dan elemen data pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD)
d. Buku Daerah Dalam Angka
e. Profil Desa/Kelurahan
9. Penggunaan Dana Bantuan Keuangan
Penggunaan dana bantuan keuangan tahun anggaran 2014 untuk up date data dan pelaporan
pembangunan harus dapat menghasilkan:
A. Buku Data Pembangunan daerah, dimana penggunaannya dapat berupa :
1.
Tim Penyusun Pengolahan Data Pembangunan Daerah terdiri dari :
a. Honor tim pengumpul data
b. Honor tim verifikasi data
c. Honor tim analisa data
Tim Penyusun Pengolahan Data Pembangunan Daerah agar melibatkan keanggotaan BPS
Kabupaten/Kota
2.
Rapat Koordinasi Data Pembangunan Daerah di Kabupaten/Kota
3.
Koordinasi dan Konsultasi Penyusunan Data Pembangunan Daerah
4.
Data pembangunan daerah Kabupaten/Kota Semester I Tahun 2014 berisi data dari
Januari 2013 s/d Desember 2013 dilengkapi dengan time series 2011 dan 2012 dalam
bentuk soft copy dan print out
5.
Data pembangunan daerah Kabupaten/Kota Semester II Tahun 2014 berisi data dari
Januari 2014 s/d Juni 2014 dilengkapi dengan time series tahun 2011, 2012, dan 2013
dalam bentuk soft copy dan buku
B. Laporan Pelaksanaan MDG’s, dimana penggunaannya dapat berupa :
1.
Honor Tim Pengelolaan Data MDG’s
2.
Rapat Koordinasi Percepatan Pencapaian MDG’s
3.
Koordinasi dan Konsultasi Data MDG’s
4.
Buku dan Data meliputi:
a.
RAD MDG’s
b.
Laporan Status Pencapaian MDG’s
c.
Laporan Pemantauan
10. Penutup
Petunjuk Teknis dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan penguatan up date data dan
pelaporan pembangunan untuk menghasilkan basis data yang kuat dan akurat umtuk
meningkatkan kualitas perencanaan dan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Banten dan
Kabupaten/Kota.
Lampiran II
: Keputusan Kepala Bappeda
Nomor
: 050.05/ 0081.5-Data-Bapp/2014
Tanggal
: 27 Januari 2014
Tentang
:
Petunjuk
Teknis
(JUKNIS)
Pelaksanaan Bantuan Keuangan
Kepada Kabupaten/Kota Untuk Up
Date Data/ Pelaporan Pembangunan
dan MDGs Tahun Anggaran 2014
Tabel. T-1.A.1
ASPEK, FOKUS DAN INDIKATOR KINERJA MENURUT BIDANG URUSAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
1.
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
PDRB(
)
− PDRB(
PDRB(
1.1.
Pertumbuhan PDRB
)
x 100%
)
Dimana:
t+1
= tahun pengamatan PDRB
t
= tahun pengamatan PDRBsebelumnya
[ 1 + ∆Inf
1 + ∆Inf
/
1 + ∆Inf
]− 1
Dimana :
∆Inf
= perubahan inflasi dari nilai tahunsebelumnya
t
=adalah periode pengamatanperubahan nilai inflasi.
Sedangkan ∆Infdihitung dengan rumus sebagai berikut :
1.2.
Laju inflasi provinsi
∆Inf =
Inf (
)
− inf (
Inf(
)
x 100%
)
Dimana :
Inf
=
nilai inflasi pada tahun n
Inf (
=
nilai pada 1 tahun berikutnya
=
tahun ...
n
1.3.
PDRB per kapita
)
PDRB
Penduduk Pertengahan tahun
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
k
G = 1 - åPi (Qi + Qi-1 )
i =1
dimana:
1.4.
Indeks Gini
Pi : persentase rumahtangga atau penduduk pada kelas ke-i
Qi : persentase kumulatif total pendapatan atau pengeluaran sampai kelas ke-i
Nilai gini ratio berkisar antara 0 dan 1, jika:
G < 0,3
=
ketimpangan rendah
0,3 ≤ G ≤ 0,5
=
ketimpangan sedang
G > 0,5
=
ketimpangan tinggi
YD = Q
−
40 − P
xq
P− P
Dimana:
YD4 = Persentase pendapatan yang
diterima oleh 40 % penduduk
1.5.
Pemerataan pendapatan versi Bank
Dunia
lapisan bawah
Qi -l = Persentase kumulatif pendapatan
ke i-1
Pi
= Persentase kuraulatif penduduk
qi
= Persentase pendapatan ke i
ke i
IW =
(Y − Y) f l n
Y
Dimana:
Untuk kabupaten/kota:
1.6.
Indeks ketimpangan Williamson
(Indeks Ketimpangan Regional)
Yi
=
PDRB perkapita di kecamatan I
Y
=
PDRB perkapita rata-rata kab/kota
Fi
=
jumlah penduduk di kecamatan i
n
=
jumlahpenduduk di kab/kota
Untuk provinsi
1.7.
Persentase penduduk diatas garis
kemiskinan
1.8.
Angka kriminalitas yang tertangani
Fokus Kesejahteraan Masyarakat
1.
Pendidikan
Yi =
PDRB perkapita di kab/kota i
Y
=
PDRB perkapita rata-rata provinsi
fi
=
jumlah penduduk di kab/kota i
n
=
jumlah penduduk di provinsi
(100 – angka kemiskinan)
Jumlah tindak kriminal tertangani dalam 1 tahun
x10.000
Jumlah penduduk
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
LIT
1.1.
1.2.
Angka melek huruf
Angka rata-rata lama sekolah
dimana:
LIT
=
L
=
P
=
=
Angka partisipasi kasar
Kombinasi antara partisipasi sekolah, jenjang pendidikan yang sedang dijalani, kelas yang
diduduki. dan pendidikan yang ditamatkan.
Dimana,
h
=
a
=
t
=
E
=
P
,
=
1.4.
Dimana:
h
=
t
=
P
=
P
=
E
x 100
P,
jenjang pendidikan
kelompok usia
tahun
adalah jumlah penduduk yang pada tahun tdari berbagai usia sedangsekolah pada
jenjang pendidikan h
adalah jumlah penduduk yang pada tahun tberada pada kelompok usia yaitu
kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan h
APT =
Angka pendidikan yang ditamatkan
x 100
angka melek huruf ( penduduk usia 15 tahunkeatas) pada tahun t
Jumlah penduduk (usia diatas 15 tahun) yang bisa menulis pada tahun t
Jumlah penduduk usia 15 tahunkeatas
APK =
1.3.
L
P
P
x 100
P
jenjang pendidikan
tahun
jumlah penduduk yang mencapai jenjang pendidikan h pada tahun t
total jumlah penduduk pada tahun t
APM =
E
P
,
x 100
,
dimana:
1.5.
Angka Partisipasi Murni
h
=
jenjang pendidikan
a
=
kelompok usia
t
=
tahun
E
,
=
jumlah siswa/penduduk kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h
pada tahun t
P
,
=
jumlah penduduk kelompok usia a
1.5.1.
Angka Partisipasi Murni (APM)
SD/MI/Paket A
Jumlah siswa usia 7-12 Tahun dijenjang
SD/MI/Paket A
x100%
Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 Tahun
1.5.2.
Angka Partisipasi Murni (APM)
SMP/MTs/Paket B
Jumlah siswa usia 13-15 Tahun dijenjang SMP/MTs/Paket B
x100%
Jumlah penduduk kelompok usia 13-15 Tahun
1.5.3.
Angka Partisipasi Murni (APM))
SMA/SMK/MA/Paket C
Jumlah siswa usia 16-18 Tahun dijenjang SMA/SMK/MA/Paket C
x100%
Jumlah penduduk kelompok usia 16-18 Tahun
2.
Kesehatan
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
AKB =
D
t
x 1000
∑ Lahir Hidup
AKHB = (1 − AKB)
Dimana:
2.1.
Angka kelangsungan hidup bayi
1
= per 1000 kelahiran
AKB
= Angka Kematian Bayi / Infant Mortality Rate (IMR)
D
t
= Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu.
∑LahirHidup = Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu.
2.2.
Angka usia harapan hidup
2.3.
Persentase balita gizi buruk
3.
Pertanahan
3.1.
Persentase penduduk yang memiliki
lahan
4.
Ketenagakerjaan
4.1.
Rasio penduduk yang bekerja
Angka perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola
mortalitas menurut umur
Jumlah balita gizi buruk
x100
Jumlah balita
Penduduk memiliki lahan x100 Jumlah penduduk
Rasio penduduk yang bekerja=
Fokus Seni Budaya dan Olahraga
1.
Kebudayaan
1.1.
Jumlah grup kesenian
Jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk
1.2.
Jumlah gedung
Jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk.
2.
Pemuda dan Olahraga
2.1.
a. Jumlah klub olahraga
Jumlah klub olahraga per 10.000 penduduk.
2.2.
b. Jumlah gedung olahraga
Jumlah gedung olahraga per 10.000 penduduk.
ASPEK PELAYANAN UMUM
Fokus Layanan Urusan Wajib
1.
Pendidikan
1.1.
Pendidikan dasar:
Penduduk yang bekerja
Angkatan kerja
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
APS =
E ,
x 1.000
P,
dimana:
1.1.1.
Angka partisipasi sekolah
1.1.2.
Rasio ketersediaan
sekolah/penduduk usia sekolah
1.1.3.
Rasio guru/murid
1.1.4.
Rasio guru/murid per kelas rata-rata
1.2.
Pendidikan menengah:
1.2.1.
Angka partisipasi sekolah
1.2.2.
Rasio ketersediaan sekolah
terhadap penduduk usia sekolah
1.2.3.
Rasio guru terhadap murid
1.2.4.
Rasio guru terhadap murid per kelas
rata- rata
1.2.5.
Penduduk yang berusia >15 Tahun
melek huruf (tidak buta aksara)
1.3.
Fasilitas Pendidikan:
1.3.1.
Sekolah pendidikan SD/MI kondisi
bangunan baik
1.3.2.
Sekolah pendidikan SMP/MTs dan
SMA/SMK/MA kondisi bangunan
baik
h
=
jenjang pendidikan
a
=
kelompok usia
t
=
tahun
E
,
=
jumlah siswa kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada
tahun t
P
,
=
jumlah penduduk kelompok usia a
Jumlah sekolah (SD/MI +SMP/MTs)
x10.000
Jumlah penduduk usia 7 s.d 12 thn + (13 s.d 15) thn
Jumlah Guru (SD/MI +SMP/MTs)
x10.000
Jumlah Murid (SD/MI+SMP/MTs)
Jumlah guru sekolah pendidikan dasar per kelas
x1000
Jumlah murid pendidikan dasar
APS 16-19=
Jumlah murid usia 16-19 thn
x1.000
Jumlah penduduk usia 16-19 thn
Jumlah sekolah (SMA/MA/ SMK)
x10.000
Jumlah penduduk usia 16 s.d 19 thn
Jumlah Guru (SMA/MA/SMK)
x10.000
Jumlah Murid (SMA/MA/SMK)
Jumlah guru sekolah pendidikan menengah per kelas
x10.000
Jumlah murid pendidikan menengah
Jumlah Capaian Kinerja Penduduk yang berusia >15 Tahun
melek huruf se-Kabupaten dan Kota
x100%
Jumlah Seluruh Penduduk yang berusia > 15 tahun
Melek Huruf se-Kabupaten dan Kota
Jumlah sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik
x100%
Jumlah seluruh sekolah SD/MI
Jumlah sekolah pendidikanSMP/MTsdan
SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik
x100%
Jumlah seluruh sekolah
SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
1.4.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD):
1.4.1.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
1.5.
Angka Putus Sekolah:
1.5.1.
Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI
1.5.2.
Angka Putus Sekolah (APS)
SMP/MTs
Jumlah Capaian Kinerja APS SMP/MTs
se-Kabupaten dan Kota
x100%
Jumlah Seluruh APS SMP/MTs se-Kabupaten dan Kota
1.5.3.
Angka Putus Sekolah (APS)
SMA/SMK/MA
Jumlah Capaian Kinerja APS SMA/SMK/MA
se-Kabupaten dan Kota
x100%
Jumlah Seluruh APS SMA/SMK/MA
se-Kabupaten dan Kota
1.6.
AngkaKelulusan:
Jumlah Siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak
x100%
Jumlah anak usia 4 – 6 Tahun
Jumlah Capaian Kinerja APS SD/MI
se-Kabupaten dan Kota
x100%
Jumlah Seluruh APS SD/MI
se-Kabupaten dan Kota
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI
x100%
Jumlah siswa tingkat tertinggi pada
jenjangSD/MIpd tahun sebelumnya
1.6.1.
Angka Kelulusan (AL) SD/MI
1.6.2.
Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs
1.6.3.
Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA
1.6.4.
Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI
ke SMP/MTs
1.6.5.
Angka Melanjutkan (AM) dari
SMP/MTs ke SMA/SMK/MA
1.6.6.
Guru yang memenuhi kualifikasi
S1/D-IV
2.
Kesehatan
2.1.
Rasio posyandu per satuan balita
Jumlah posyandu
x1000
Jumlah balita
2.2.
Rasio puskesmas, poliklinik, pustu
per satuan penduduk
Jumlah puskesmas, poliklinik, pustu
x1000
Jumlah penduduk
2.3.
Rasio Rumah Sakit per satuan
penduduk
2.4.
Rasio dokter per satuan penduduk
2.5.
Rasio tenaga medis per satuan
penduduk
2.6.
Cakupan komplikasi kebidanan yang
ditangani
Jumlah komplikasi kebidanan yg mendpt penanganan
difinitif di satu wilayah kerja pd kurun waktu tertetu
x100%
Jumlah ibu dgn komplikasi kebidanan di satu wilayah
kerja Pada kurun waktu yg sama
2.7.
Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan
Jumlah ibu bersalin yg ditolong oleh tenaga kesehatan
Di satu wilayah kerja pd kurun waktu tertentu
x100%
Jumlah seluruh sasaran ibu bersalin di satu wilayah
Kerja dalam kurun waktu yg sama
2.8.
Cakupan Desa/kelurahan Universal
Child Immunization (UCI)
2.9.
Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat
perawatan
Jumlah balita gizi buruk mendapat
perawatan di sarana Pelay. Kes. Di sati wil kerja
pada kurun waktu tertentu
x100%
Jumlah Seluruh balita gizi buruk yg ditemukan di satu
wilayah kerja dalam waktu yang sama
2.10.
Cakupan penemuan dan
penanganan penderita penyakit TBC
BTA
Jumlahpenderita baru TBC BTA + yang ditemukan
dan diobati di satu wil. Kerja selama 1 Tahun
x100%
Jumlah perkiraan penderita baru TBC BTA (+) dalam
Kurun wkt yang sama
2.11.
Cakupan penemuan dan
penanganan penderita penyakit DBD
Jumlah penderita DBD yang ditangani sesuai SOP
di satu wil. Kerja selama 1 Tahun
x100%
Jumlah penderita DBD yang ditemukan di satu wilayah
dalam Kurun wkt yang sama
2.12.
Cakupan pelayanan kesehatan
rujukan pasien masyarakat miskin
2.13.
Cakupan kunjungan bayi
2.14.
Cakupan puskesmas
Jumlah lulusan pada jenjang SMP/MTs
x100%
Jumlah siswa tingkat tertinggi pada
jenjangSMP/MTSpd tahun sebelumnya
Jumlah lulusan pada jenjangSMA/SMK/MA
x100%
Jumlah siswa tingkat tertinggi pada
jenjangSMA/SMK/MA pd tahun sebelumnya
Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMP/MTs
x100%
Jumlah lulusan pd jenjang SD/MI Tahun ajaran sebelumnya
Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang SMA/SMK/MA
x100%
Jumlah lulusan pd jenjang SMP/MTs Tahun ajaran sebelumnya
Jumlah guru berijasah kualifikasi S1/D-IV
x100%
Jumlah Guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA
Jumlah rumah sakit
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah dokter
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah tenaga medis
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah Desa / Kelurahan UCI
x100%
Jumlah Seluruh Desa / Kelurahan
Jumlah kunjungan pasien miskin di sarana
Kesehatan Strata 1
x100%
Jumlah seluruh miskin di Kab/Kabupaten
Jumlah kunjungan bayi memperoleh pelayanan kes.
sesuai standar
di satu wilayah kerja pd Kurun waktu tertentu
x100%
Jumlah seluruh bayi lahir hidupdi satu wilayah kerja pd
Kurun waktu yang sama
Jumlah puskesmas
x100%
Jumlah seluruh kecamatan
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Jumlah pembantu puskesmas
x100%
Jumlah seluruh desa
2.15.
Cakupan pembantu puskesmas
3.
PekerjaanUmum
3.1.
Proporsi panjang jaringan jalan
dalam kondisi baik
3.2.
Rasio Jaringan Irigasi
3.3.
Rasio tempat ibadah per satuan
penduduk
3.4.
Persentase rumah tinggal bersanitasi
Jumlah rumah tinggal berakses sanitasi
x100
Jumlah rumah tinggal
3.5.
Rasio tempat pemakaman umum per
satuan penduduk
Jumlah daya tampung tempat pemakaman umum
x1000
Jumlah penduduk
3.6.
Rasio tempat pembuangan sampah
(TPS) per satuan penduduk
3.7.
Rasio rumah layak huni
3.8.
Rasio permukiman layak huni
3.9.
Panjang jalan dilalui Roda 4
3.10.
Jalan Penghubung dari ibukota
kecamatan ke kawasan pemukiman
penduduk (mimal dilalui roda 4)
3.11.
Panjang jalan kabupaten dalam
kondisi baik ( > 40 KM/Jam )
Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik
x100%
Panjang seluruh jalan kabupaten di daerah tersebut
3.12.
Panjang jalan yang memiliki trotoar
dan drainase/saluran pembuangan
air ( minimal 1,5 m)
Panjang jalan yang memiliki trotoar dan dranesi (Km)
x100%
Panjang seluruh jalan kabupaten (Km)
3.13.
Sempadan jalan yang dipakai
pedagang kaki lima atau bangunan
rumah liar
Panjang Sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima
atau bangunan rumah liar (Km)
x100%
Panjang seluruh jalan Sempadan kabupaten (Km)
3.14.
Sempadan sungai yang dipakai
bangunan liar
Panjang Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar (Km)
x100%
Panjang seluruh Sempadan sungai kabupaten (Km)
3.15.
Drainase dalam kondisi baik/
pembuangan aliran air tidak
tersumbat
Panjang drainase tersumbat pembuangan aliran air (Km)
x100%
Panjang seluruh drainase di daerah kabupaten (Km)
3.16.
Pembangunan turap di wilayah jalan
penghubung dan aliran sungai rawan
longsor lingkup kewenangan kota
3.17.
Luas irigasi Kabupaten dalam
kondisi baik
3.18.
Lingkungan Pemukiman
4.
Perumahan
4.1.
Rumah tangga pengguna air bersih
4.2.
Rumahtanggapengguna listrik
4.3.
Rumahtanggaber-Sanitasi
Panjang jalan kondisi baik
Panjang jalan seluruhnya
Panjang saluran irigasi
Luas lahan budidaya pertanian
Jumlah tempat ibadah
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah daya tampung TPS
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah rumah layak huni
Jumlah penduduk
Luas pemukiman layak huni
Luas wilayah permukiman
Jumlah panjang jalan (Km)
Jumlah penduduk
Jumlah kawasan pemukiman penduduk
yang belum dilalui kendaraan roda 4
x100%
Jumlah seluruh kawasan pemukiman penduduk
Jumlah lokasi pembangunan turap di wilayah
jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor
x100%
Jumlah seluruh wilayah rawan longsor
Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik
x100%
Luas irigasi kabupaten
Luas Kawasan Kumuh
x100%
Luas Wilayah
Jumlah rumah tangga pengguna air bersih
x100%
jumlah seluruh rumah tangga
Jumlah rumah tangga pengguna listrik
x100%
Jumlah seluruh rumah tangga
Jumlah rumah tangga ber sanitasi
x100%
Jumlah seluruh rumah tangga
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Luas lingkungan permukiman kumuh
x100%
Luas wilayah
4.4.
Lingkungan pemukimankumuh
4.5.
Rumah layak huni
5.
Penataan Ruang
5.1.
Rasio Ruang Terbuka Hijau per
Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB
Luas ruang terbuka hijau
Luas wilayah ber HPL/HGB
5.2.
Rasio bangunan ber- IMB per satuan
bangunan
Jumlah bangunan ber – IMB
Jumlah bangunan
5.3.
Ruang publik yang berubah
peruntukannya
6.
Perencanaan Pembangunan
6.1.
Tersedianya dokumen perencanaan
RPJPD yg telah ditetapkan dgn
PERDA
Ada/ tidak
6.2.
Tersedianya Dokumen Perencanaan
: RPJMD yg telah ditetapkan dgn
PERDA/PERKADA
Ada/ tidak
6.3.
Tersedianya Dokumen Perencanaan
: RKPD yg telah ditetapkan dgn
PERKADA
Ada/ tidak
6.4.
Penjabaran Program RPJMD
kedalam RKPD
7.
Perhubungan
7.1.
Jumlah arus penumpang angkutan
umum
Jumlah rumah layak huni
x100%
Jumlah seluruh rumah
Jumlah ruang publik yang berubah fungsi (ha)
x100%
Jumlah ruang publik yang tersedia (ha)
Jumlah program RKPD Tahun berkenaan
x100%
Jumlah program RPJMD yang harus dilaksanakan
Tahun berkenaan
Jumlah arus penumpang angkutan umum (bis/kereta api/kapal laut/pesawat udara) yang
masuk/keluar daerah selama 1 (satu) tahun.
Jumlah arus penumpang angkutan umum yang masuk/keluar daerah
Jumlah ijin trayek yang dikeluarkan
Jumlah penduduk
7.2.
Rasio ijin trayek
7.3.
Jumlah uji kir angkutan umum
Jumlah Uji kir angkutan umum merupakan pengujian setiap angkutan umum yang diimpor,
baik yang dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di jalan agar
memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan
7.4.
Jumlah Pelabuhan
Laut/Udara/Terminal Bis
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
7.5.
Angkutan darat
7.6.
Kepemilikan KIR angkutan umum
7.7.
Lama pengujian kelayakan angkutan
umum (KIR)
Jangka waktu proses pengujian angkutan umum
7.8.
Biaya pengujian kelayakan angkutan
umum
Biaya pengujian kelayakan angkutan umum
7.9.
Pemasangan Rambu-rambu
8.
LingkunganHidup
8.1.
Persentase penanganan sampah
Volume sampah yang ditangani
x100
Volume produksi sampah
8.2.
Persentase
Pendudukberaksesairminum
Penduduk berakses air minum
x100
Jumlah penduduk
Jumlah angkutan darat
x100%
Jumlah penumpang angkutan darat
Jumlah angkutan umum yang tidak
memiliki KIR pada Tahun n
x100%
Jumlah angkutan umum pada Tahun n
Jumlah pemasangan rambu-rambu pada Tahun n
x100%
Jumlah rambu-rambu yang seharusnya tersedia
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
8.3.
PersentaseLuaspemukiman yang
tertata
8.4.
Pencemaran status mutu air
8.5.
Cakupan penghijauan wilayah rawan
longsor dan Sumber Mata Air
8.6.
Cakupan pengawasan terhadap
pelaksanaan amdal.
8.7.
Tempat pembuangan sampah (TPS)
per satuan penduduk
8.8.
Penegakan hukum lingkungan
9.
Pertanahan
RUMUS
Luas area permukiman tertata
x100
Luas area permukiman keseluruhan
Jumlah kawasan pemukiman atau industri dan sumber
data air yang dipantau mutuairnya
x100%
Jumlah kawasan pemukiman atau industri dan sumber
mata air
Jumlah penghijauan wilayah rawan longsor
dan sumber mata air
x100%
Jumlah seluruh wilayah rawan longsor dan sumber
mata air
Jumlah perush wajib AMDAL yg telah diawasi
x100%
Jumlah seluruh perusahaan wajib AMDAL
Jumlah daya tampung TPS (m3)
x100%
Jumlah penduduk
Jumlah kasus lingkungan yang diselesaikan pemda
x100%
Jumlah kasus lingk.yang ada
9.1.
Persentase luas lahan bersertifikat
Jumlah Luas Lahan bersertifikat
x1000
Jumlah penduduk
9.2.
Penyelesaian kasus tanah Negara
Jumlah kasus yang diselesaikan
x100%
Jumlah kasus yang terdaftar
9.3.
Penyelesaian izin lokasi
10.
Kependudukan dan Catatan Sipil
10.1.
Rasio penduduk berKTP per satuan
penduduk
10.2.
Rasio bayi berakte kelahiran
10.3.
Rasio pasangan berakte nikah
10.4.
Kepemilikan KTP
10.5.
Kepemilikan akta kelahiran per
1000 penduduk
10.6.
Ketersediaan database
kependudukan skala provinsi
10.7.
Penerapan KTP Nasional berbasis
NIK
11.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
11.1.
Persentase partisipasi perempuan di
lembaga pemerintah
11.2.
Partisipasi perempuan di lembaga
swasta
11.3.
Rasio KDRT
11.4.
Persentase jumlah tenaga kerja
dibawah umur
11.5.
Partisipasi angkatan kerja
perempuan
Jumlah Ijin Lokasi
Permohonan Ijin Lokasi
x100%
Jml penduduk usia > 17 yang ber KTP
Jml penduduk usia > 17 atau telah menikah
Jml penduduk ber KK
Jml penduduk yang telah menikah
Jumlah pasangan nikah berakte nikah
Jumlah keseluruhan pasangan nikah
Jumlah Penduduk yang memiliki KTP
x100%
Jumlah penduduk wajib KTP (>17 dan atau
Pernah/sudah menikah)
Jumlah penduduk memiliki akta kelahiran
x100%
Jumah penduduk
Ada/tidak ada
Sudah/belum
Pekerja perempuan di lembaga pemerintah
x100
Jumlah pekerja perempuan
Pekerja perempuan di lembaga swasta
x100
Jumlah pekerja perempuan
Jumlah KDRT
x100
Jumlah rumahh tangga
Pekerja anak usia 5-14 tahun
x100
Jumlah pekerja usia 5 tahun keatas
Jumlah partisipasi angkatan kerja perempuan
x100%
Jumlah angkatan kerja perempuan
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Jumlah pengaduan perlindungan
perempuan dan anak yang terselesaikan
x100%
Jumlah pengaduan perlindungan
perempuan dan anak
11.6.
Penyelesaian pengaduan
perlindungan perempuan dan anak
dari tindakan kekerasan
12.
Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
12.1.
Rata-rata jumlah anak per keluarga
12.2.
Rasio akseptor KB
Jumlah akseptor KB
x100
Jumlah pasangan usia subur
12.3.
Cakupan peserta KB aktif
Jumlah peserta program KB aktif
x100%
Jumlah pasangan usia subur
12.4.
Keluarga Pra Sejahtera dan
Keluarga Sejahtera I
13.
Sosial
13.1.
Sarana sosial seperti panti asuhan,
panti jompo dan panti rehabilitasi
13.2.
PMKS yg memperoleh bantuan
sosial
13.3.
Penanganan penyandang masalah
kesejahteraan sosial
14.
Ketenagakerjaan
14.1.
Angka partisipasi angkatan kerja
14.2.
Angka sengketa pengusaha-pekerja
per tahun
Jumlah sengketa pengusaha pekerja
x1000
Jumlah perusahaan
14.3.
Tingkat partisipasi angkatan kerja
Jumlah penduduk Angkatan Kerja
x100%
Jumlah penduduk usia kerja (15-64 Tahun)
14.4.
Pencari kerja yang ditempatkan
14.5.
Tingkat pengangguran terbuka
Jumlah penganggur terbuka usia angkatan kerja
x100%
Jumlah penduduk angkatan kerja
14.6.
Keselamatan dan perlindungan
Jumlah Perusahaan yang
menerapkan K3 pada Tahun n
x100%
Jumlah perusahaan
di wilayah kabupaten pada Tahun n
14.7.
Perselisihan buruh dan pengusaha
terhadap kebijakan pemerintah
daerah
15.
Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
15.1.
Persentase koperasi aktif
15.2.
Jumlah UKM non BPR/LKM UKM
15.3.
Jumlah BPR/LKM
15.4.
Usaha Mikro dan Kecil
16.
Penanaman Modal
Jumlah anak
Jumlah keluarga
Jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I
x100%
jumlah keluarga
Menunjukan jumlah sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo, panti rehabilitasi, rumah
singgah dll yang terdapat di suatu daerah.
Jumlah PMKS yg diberikan bantuan
x100%
Jumlah PMKS yg seharusnya menerima bantuan
Jumlah PMKS yg tertangani
x100%
Jumlah PMKS yg ada
Angkatan kerja 15 tahun ke atas
x100
Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas
Jumlah pencari kerja yang ditempatkan
x100%
Jumlah pencari kerja yang mendaftar
Jumlah penyelesaian perselisihan buruh dan
pengusaha dengan kebijakan pemda pada Tahun n
x100%
Jumlah kejadian perselisihan buruh dan
pengusaha dgn kebijakan pemda
Jumlah koperasi aktif
x100
Jumlah seluruh koperasi
Jumlah UKM aktif non BPR/LKM UKM
Jumlah BPR/LKM aktif
Jumlah usaha mikro dan kecil
x100%
Jumlah seluruh UKM
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
16.1.
Jumlah investor berskala nasional
(PMDN/PMA)
Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)
16.2.
Jumlah nilai investasi berskala
nasional (PMDN/PMA)
Jumlah nilai investasi berskala nasional(PMDN/PMA)
16.3.
Rasio daya serap tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan
PMA/PMDN Jumlah seluruh PMA/PMDN
16.4.
Kenaikan / penurunan Nilai
Realisasi PMDN (milyar rupiah)
Realisasi PMDN Tahun evaluasi – Realisasi PMDN
Tahun sebelum evaluasi
x100%
Realisasi PMDN sebelum evaluasi
17.
Kebudayaan
17.1.
Penyelenggaraan festival seni dan
budaya
Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya
17.2.
Sarana penyelenggaraan seni dan
budaya
Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya
17.3.
Benda, Situs dan Kawasan Cagar
Budaya yang dilestarikan
18.
Kepemudaan dan Olahraga
18.1.
Jumlah organisasi pemuda
Jumlah organisasi pemuda
18.2.
Jumlah organisasi olahraga
Jumlah organisasi olahraga
18.3.
Jumlah kegiatan kepemudaan
Jumlah kegiatan kepemudaan
18.4.
Jumlah kegiatan olahraga
Jumlah kegiatan olahraga
18.5.
Gelanggang / balai remaja (selain
milik swasta)
18.6.
Lapangan olahraga
19.
Kesatuan Bangsadan Politik Dalam Negeri
19.1.
Kegiatan pembinaan terhadap LSM,
Ormas dan OKP
Menunjukkan Jumlah Kegiatan pembinaan terhadap LSM,
19.2.
Kegiatan pembinaan politik daerah
Menunjukan Jumlah Kegiatan pembinaan politik daerah
20.
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
20.1.
Rasio jumlah Polisi Pamong Praja
per 10.000 penduduk
20.2.
Jumlah Linmas per Jumlah 10.000
Penduduk
20.3.
Rasio Pos Siskamling per jumlah
desa/kelurahan
Jumlah pos siskamling
Jumlah desa/kelurahan
20.4.
Pertumbuhan ekonomi
( + 1) –
( )
20.5.
Kemiskinan
(100 – angka kemiskinan)
20.6.
Sistem informasi Pelayanan
Perijinan dan adiministrasi
pemerintah
Ada tidak
Jumlah Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya
yang dilestarikan
x100%
Total Benda, situs & kawasan yang dimiliki daerah
Jumlah gelanggang/balai remaja di kabupaten
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah lapangan olahraga di kabupaten
x1000
Jumlah penduduk
Ormas dan OKP
Jumlah polisi pamong praja
x10.000
Jumlah penduduk
Jumlah Linmas
x10.000
Jumlah penduduk
( )
100%
NO
20.7.
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Jumlah penyelesaian penegakan PERDA
x100%
Jumlah pelanggaran PERDA
Penegakan PERDA
Jumlah patroli petugas Satpol PP pemantauan dan penyelesaian pelanggaran K3 dalam 24
Jam
20.8.
Cakupan patroli petugas Satpol PP
20.9.
Tingkat penyelesaian pelanggaran
K3 (ketertiban, ketentraman,
keindahan) di Kabupaten
Jumlah penyelesaian pelanggaran K3
x100%
Jumlah pelanggaran K3
20.10.
Petugas Perlindungan Masyarakat
(Linmas) di Kabupaten
Jumlah petugas perlindungan masyarakat
x100%
Jumlah penduduk
20.11.
Cakupan pelayanan bencana
kebakaran kabupaten
20.12.
Tingkat waktu tanggap (response
time rate) daerah layanan Wilayah
Manajemen Kebakaran (WMK)
20.13.
Cakupan sarana prasarana
perkantoran pemerintahan desa
yang baik
20.14.
Sistim Informasi Manajemen Pemda
Menunjukkan Jumlah Sistim Informasi Manajemen Pemda yang telah dibuat oleh pemda ybs
20.15.
Indeks Kepuasan Layanan
Masyarakat
Ada atau tidaknya survey IKM di Pemda
21.
KetahananPangan
21.1.
Regulasi ketahanan pangan
21.2.
Ketersediaan pangan utama
22.
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
22.1.
Rata-rata jumlah kelompok binaan
lembaga pemberdayaan masyarakat
(LPM)
22.2.
Rata-rata jumlah kelompok binaan
PKK
22.3.
Jumlah LSM
22.4.
Jumlah ketepatan waktu tindakan pemadam kebakaran
( < 1 jam setelah pengaduan)
x100%
Jumlah kejadian kebakaran
Jumlah kantor pemerintahan desa yang baik
x100%
Jumlah seluruh pemerintahan desa
Ada/tidak peraturan tentang kebijakan ketahanan pangan dalam bentuk perda,perkada, dsb.
Rata2 jumlah ketersediaan pangan
utama per Tahun (kg)
x100%
Jumlah penduduk
Jumlah kelompok binaan LPM
Jumlah LPM
Jumlah kelompok binaan PKK
Jumlah PKK
Jumlah LSM yang aktif
LPM Berprestasi
22.5.
PKK aktif
22.6.
Posyandu aktif
22.7.
Swadaya Masyarakat terhadap
Program pemberdayaan masyarakat
22.8.
Pemeliharaan Pasca Program
pemberdayaan masyarakat
23.
Statistik
23.1.
Jumlah mobil pemadam kebakaran
x100%
Jumlah penduduk
Buku ”kabupaten dalam angka”
Jumlah LPM berprestasi
x100%
Jumlah LPM
Jumlah PKK aktif
x100%
Jumlah PKK
Jumlah Posyandu aktif
x100%
Total Posyandu
Jumlah Swadaya masyarakat mendukungan
Program Permberdayaan Masyarakat
x100%
Total Program Permberdayaan Masyarakat
program pemberdayaan masyarakat
yang dikembangkan dan
dipelihara masyarakat
x100%
Total pasca program pemberdayaan
masyarakat
Ada/Tidak
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
23.2.
Buku ”PDRB kabupaten”
24.
Kearsipan
24.1.
Pengelolaan arsip secara baku
24.2.
Peningkatan SDM pengelola
kearsipan
25.
Komunikasi dan Informatika
25.1.
Jumlah jaringan komunikasi
25.2.
Rasio wartel/warnet terhadap
penduduk
25.3.
Jumlah surat kabar nasional/lokal
Jenis surat kabar nasional/lokal yang masuk ke daerah
25.4.
Jumlah penyiaran radio/TV lokal
Jumlah penyiaran radio/TV yang masuk ke daerah
25.5.
Web site milik pemerintah daerah
Ada/Tidak
25.6.
Pameran/expo
Menunjukkan jumlah pameran/expo yang dilaksanakan per Tahun
26.
Perpustakaan
26.1.
Jumlah perpustakaan
26.2.
Jumlah pengunjung perpustakaan
per tahun
26.3.
Koleksi buku yang tersedia di
perpustakaan daerah
Ada/Tidak
Jumlah SKPD yang telah menerapkan
arsip secara baku
x100%
Jumlah SKPD
Menunjukkan jumlah Kegiatan peningkatan SDM
pengelola kearsipan
Jumlah jaringan telepon genggam
stasioner
Jumlah wartel/warnet
x1000
Jumlah penduduk
Jumlah perpustakaan
Jumlah kunjungan ke perpustakaan selama 1 Tahun
Jumlah orang dalam populasi yg harus dilayani
Jumlah koleksi judul buku yg
tersedia di Perpustakaan daerah
Jumlah koleksi jumlah buku yg
tersedia di Perpustakaan daerah
Fokus Layanan Urusan Pilihan
1.
Pertanian
1.1.
Produktivitas padi atau bahan
pangan utama lokal lainnya per
hektar
1.2.
Kontribusi sektor
pertanian/perkebunan terhadap
PDRB
1.3.
Kontribusi sektor pertanian
(palawija) terhadap PDRB
1.4.
Kontribusi sektor perkebunan
(tanaman keras) terhadap PDRB
Jumlah Kontribusi perkebunan (tanaman keras)
x100%
Jumlah PDRB sektor pertanian/perkebunan
1.5.
Kontribusi Produksi kelompok petani
terhadap PDRB
Jumlah Produksi padi/bahanpangan utama lokal
hasil kelompok petani (ton) Tahun n
x100%
Jumlah produksipadi/bahanpangan utama
di daerah ton Tahun n
1.6.
Cakupan bina kelompok petani
Produksi tanaman padi/bahan pangan utama lokal
lainnya (ton)
x100%
Luas areal tanaman padi/bahan pangan utama lokal
lainya (ha)
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor pertanian/ perkebunan
x100%
Jumlah PDRB
Jumlah Kontribusi sektor pertanian (palawija)
x100%
Jumlah PDRB sektor pertanian/perkebunan
Jumlah kelompok petani yang mendapatkan
bantuan pemda Tahun n
x100%
jumlah kelompok tani
NO
2.
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
Kahutanan
Luas hutan dan lahan kritis yang direhabilitasi
x100%
Luas total hutan dan lahan kritis
2.1.
Rehabilitasi hutan dan lahan kritis
2.2.
Kerusakan Kawasan Hutan
Luas Kerusakan Kawasan Hutan
x100%
Luas Kawasan Hutan
2.3.
Kontribusi sektor kehutanan
terhadap PDRB
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor kehutanan
x100%
Jumlah PDRB
3.
Energi dan Sumber Daya Mineral
3.1.
Pertambangan tanpa ijin
3.2.
Kontribusi sektor pertambangan
terhadap PDRB
4.
Pariwisata
4.1.
Kunjungan wisata
4.2.
Kontribusi sektor pariwisata
terhadap PDRB
5.
Kelautan dan Perikanan
5.1.
Produksi perikanan
Jumlah Produksi Ikan (Ton)
x100%
Target Daerah (Ton)
5.2.
Konsumsi ikan
Jumlah Konsumsi Ikan (Kg)
x100%
Target Daerah (Kg)
5.3.
Cakupan bina kelompok nelayan
Jumlah kelompok nelayan yg mendapatkan
bantuan pemda Tahun n
x100%
Jumlah kelompok nelayan
5.4.
Produksi perikanan kelompok
nelayan
Jumlah Produksi Ikan (Ton) kontribusi hasil
kelompok nelayan
x100%
Jumlah produksi ikan di daerah
6.
Perdagangan
6.1.
Kontribusi sektor Perdagangan
terhadap PDRB
6.2.
Ekspor Bersih Perdagangan
6.3.
Cakupan bina kelompok
pedagang/usaha informal
7.
Perindustrian
7.1.
Kontribusi sektor Industri terhadap
PDRB
7.2.
Kontribusi industri rumah tangga
terhadap PDRB sektor Industri
7.3.
Pertumbuhan Industri.
7.4.
Cakupan bina kelompok pengrajin
8.
Ketransmigrasian
Luas Penambangan Liar yang ditertibkan
x100%
Luas area penambangan yang liar
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor pertambangan
x100%
Jumlah PDRB
Jumlah Capaian Kinerja Kunjungan Wisata
se-Kabupaten dan Kota
x100%
Jumlah seluruh Kunjungan Wisata
se-Kabupaten dan Kota
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor pariwisata
x100%
Jumlah PDRB
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor perdagangan
x100%
Jumlah PDRB
nilai ekspor bersih = nilai ekspor – nilai impor
Jumlah kelompok pedagang/usaha informal yg
mendapatkan bantuan binaan pemda Tahun n
x100%
Jumlah kelompok pedagang/usaha informal
Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor industri
x100%
Jumlah PDRB
Jumlah Kontribusi PDRB jasa industri rumah tangga
x100%
Jumlah PDRB sektor Industri
Jumlah Industri Tahun n- Jumlah Industri Tahun (n-1)**)
x100%
Jumlah Industri s/d Tahun n
Jumlah kelompok pengrajin yg mendapatkan
bantuan binaan pemda Tahun n
x100%
Jumlah kelompok pengrajin
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
8.1.
Transmigran swakarsa
8.2.
Kontibusi transmigrasi terhadap
PDRB
RUMUS
Jumlah transmigran swakarsa
x100%
Jumlah transmigrasi
Jumlah Kontribusi PDRB dari transmigrasi
x100%
Jumlah PDRB
ASPEK DAYA SAING DAERAH
Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
1.
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
1.1.
Pengeluaran konsumsi rumah
tangga per kapita
1.2.
Pengeluaran konsumsi non pangan
perkapita
1.3.
Produktivitas total daerah
2.
Pertanian
2.1.
Nilai tukar petani
Total Pengeluaran RT
Jumlah RT
Total Pengeluaran RT Non Pangan
x 100
Total Pengeluaran
Nilai Tambah Sektor ke-i
Jumlah Angkatan Kerja
Indeks yang diterima petani lt
x 100
Indeks yang dibayar petani (lb)
Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur
1.
Perhubungan
1.1.
Rasio panjang jalan per jumlah
kendaraan
1.2.
Jumlah orang/ barang yang
terangkut angkutan umum
Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum
1.3.
Jumlah orang/barang melalui
dermaga/bandara/ terminal per
tahun
Jumlah orang/barang melalui dermaga/ bandara /terminal per tahun
2.
Penataan Ruang
2.1.
Ketaatan terhadap RTRW
2.2.
Luas wilayah produktif
Jumlah luas wilayah Produktif
x 100
Jumlah luas seluruh wilayah budidaya
2.3.
Luas wilayah industri
Jumlah luas wilayah Industri
x 100
Jumlah luas seluruh wilayah budidaya
2.4.
Luas wilayah kebanjiran
Jumlah luas wilayah Kebanjiran
x 100
Jumlah luas seluruh wilayah budidaya
2.5.
Luas wilayah kekeringan
Jumlah luas wilayah Kekeringan
x 100
Jumlah luas seluruh wilayah budidaya
2.6.
Luas wilayah perkotaan
Jumlah luas wilayah Perkotaan
x 100
Jumlah luas seluruh wilayah budidaya
3.
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
3.1.
Jenis dan jumlah bank dan cabang
Jumlah dan jenis bank dan cabang- cabangnya
3.2.
Jenis dan jumlah perusahaan
asuransi dan cabang
Jumlah dan jenis perusahaan asuransi dan cabang-cabangnya
3.3.
Jenis, kelas, dan jumlah restoran
Persentase jumlah restoran menurut jenis dan kelas
3.4.
Jenis, kelas, dan jumlah
penginapan/ hotel
Persentase jumlah penginapan/hotel menurut jenis dan kelas
Panjang Jalan
Jumlah Kendaraan
Realisasi RTRW
x 100
Rencana Peruntukan
NO
BIDANG URUSAN/INDIKATOR
RUMUS
4.
Lingkungan Hidup
4.1.
Persentase Rumah Tangga (RT) yang
menggunakan air bersih
5.
Komunikas dan Informatika
5.1.
Rasio ketersediaan daya listrik
Daya listrik terpasang
Jumlah kebutuhan
5.2.
Persentase rumah tangga yang
menggunakan listrik
Jumlah RT menggunakan listrik
Jumlah Rumah Tangga
5.3.
Persentase penduduk yang
menggunakan HP/telepon
Jumlah RT menggunakan air bersih
Jumlah RT
x100
x100
x100
Jumlah penduduk menggunakan HP/telepon
Jumlah penduduk
x100
Fokus Iklim Berinvestasi
1.
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
1.1.
Angka kriminalitas
1.2.
Jumlah demo
Jumlah demo dalam 1 tahun
1.3.
Lama proses perijinan
Rata-rata lama proses perijinan (dalam hari)
1.4.
Jumlah dan macam pajak dan
retribusi daerah
Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah
1.5.
Jumlah Perda yang mendukung
iklim usaha
Jumlah Perda yang mendukung iklim usaha
1.6.
Persentase desa berstatus
swasembada terhadap total desa
Jumlah tindak kriminal yang terjadi selama 1 tahun
Jumlah penduduk seluruhnya
Jumlah desa atau kelurahan berswasembada
Jumlah desa atau kelurahan
Fokus Sumber Daya Manusia
1.
Ketenagakerjaan
1.1.
Rasio lulusan S1/S2/S3
1.2.
Rasio ketergantungan
Jumlah lulusan S1/S2/S3
Jumlah penduduk
x10.000
Penduduk usia<15 th+usia>64
x100
Penduduk usia 15-64
x10.000
x10.000
Lampiran III
: Keputusan Kepala Bappeda
Nomor
: 050.05/ 0081.5-Data-Bapp/2014
Tanggal
: 27 Januari 2014
Tentang
:
Petunjuk
Teknis
(JUKNIS)
Pelaksanaan Bantuan Keuangan
Kepada Kabupaten/Kota Untuk Up
Date Data/ Pelaporan Pembangunan
dan MDGs Tahun Anggaran 2014
SISTEMATIKA MATRIKS RAD MDG’s
Download