Manajemen investasi dan portofolio

advertisement
Manajemen investasi dan portofolio
1. Definisi dan pengertian Investasi
2. Tujuan Investasi
3. Sumber Risiko Investasi
Istilah portofolio dipakai dalam kegiatan yang menyangkut sejumlah bidang
kegiatan yang masing-masing memiliki arti cukup berbeda. Istilah ini adalah bentuk
latinisasi dari portefeuille. Istilah portofolio digunakan untuk menunjukkan
sekumpulan produk (barang atau jasa yang dapat diperjual-belikan) proyek, layanan
jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan.
Bidang keuangan kata "portfolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan
investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio
seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen risiko
yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, risiko tertentu dapat
dikurangi. Ada pula portfolio yang ditujukan untuk mengambil suatu risiko tinggi yang
disebut
portofolio
konsentrasi
(concentrated
portfolio)
https://id.wikipedia.org/wiki/Portofolio
Portofolio adalah teori yang menunjukkan sekumpulan berbagai surat
berharga atau aset yang dimiliki oleh seorang investor. Jika seorang memiliki 10
jenis surat berharga yang terdiri dari saham dan obligasi dan lainnya, maka ia
memiliki 10 “portofolio” bisnis.
Jadi portofolio adalah gabungan beberapa investasi surat berharga dengan
diversifikasi tertentu.
Harga pasar portofolio adalah penaksiran konsessus pasar akan nilai
portofolio.
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 1
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain
yang dilakukan saat ini dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan di masa
mendatang atau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan investor
(kesejahteraan moneter) (Kasmir, 2001). Sedangkan menurut Sharpe, Alexander,
dan Bailey (1997), investasi dalam arti luas adalah mengorbankan dolar (rupiah di
Indonesia) pada saat sekarang untuk dolar/rupiah pada masa depan, dengan dua
atribut berbeda yang melekat yaitu risiko dan waktu.
Ahmad (2004) memberikan pengertian investasi yaitu sebagai berikut :
1. Suatu tindakan membeli barang-barang modal.
2. Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan pendapatan
dimasa yang akan datang.
3. Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan
lainnya.
Halim (2003 : 2), menyebutkan bahwa investasi merupakan penempatan
sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di
masa mendatang.
Macam-macam bentuk investasi adalah sebagai berikut :
1. Investasi langsung (direct investment) adalah investasi pada asset riil (Real
Assets) misalnya : pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan
pertambangan / perkebunan, dan lain-lain.
2. Investasi tidak langsung (indirect investment) atau investasi portofolio adalah
investasi pada asset finansial (financial assets),
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 2
3. Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI.
4. Investasi di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant.
Sumber-sumber dana untuk investasi ini berasal dari :
1. Asset yang dimiliki saat ini.
2. Pinjaman dari pihak lain.
3. Tabungan.
Adapun dasar atau tujuan keputusan seseorang melakukan investasi
berdasarkan atas (Husnan, 2003 : 50):
1. Return merupakan tingkat keuntungan investasi yang terdiri dari ;
a. Expected return (return yang diharapkan) yaitu return yang diharapkan akan
didapat oleh investor di masa depan.
b. realized return (return aktual) yaitu return yang sesungguhnya terjadi /
didapatkan oleh investor.
2. Risiko merupakan kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang
diharapkan yang terdiri dari ;
a. risiko sistematis (systematic risk) atau risiko pasar (general risk) yaitu risiko yang
tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, berkaitan dengan faktor
makro ekonomi yang mempengaruhi pasar (misal : tingkat bunga, kurs, inflasi
dan kebijakan pemerintah).
b. risiko tidak sistematis (unsystematic risk) atau risiko perusahaan (risiko spesifik)
yaitu risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena
hanya ada dalam satu perusahaan / industri tertentu.
(http://www.finansialku.com/risiko-sistematis-dan-risiko-non-sistematis )
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Menurut Husnan (2003 : 47), salah satu karakteristik investasi pada pasar
modal adalah kemudahan untuk membentuk investasi portofolio. Artinya pemodal
dapat dengan mudah menyebar (melakukan diversifikasi) investasinya pada
berbagai kesempatan investasi. Oleh karena itu maka adapun langkah-langkah
dalam melakukan investasi portofolio adalah sebagai berikut (Husnan, 2003 : 454) :
1. Menentukan kebijakan investasi
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 3
Pada tahap awal pengambilan keputusan, investor perlu menetapkan tujuannya
berinvestasi dan menentukan besarnya investasi yang akan ditanam. Mengingat
adanya korelasi antara risiko dan keuntungan (return) yang diperoleh, maka
investor tidak dapat mengatakan bahwa tujuan investasinya adalah mencari
keuntungan yang sebesar-besarnya karena akan ada kerugian yang harus
dihadapinya. Jadi, tujuan investasi harus dinyatakan, baik dalam keuntungan
maupun risiko kerugian (Capital gain and Losses).
2. Analisis Sekuritas (Securities Analysis)
Pada tahap ini akan diadakan analisis terhadap individual (sekelompok)
sekuritas. Ada dua filosofi dalam melakukan analisis sekuritas, yaitu sebagai
berikut.
a. Pendapat pertama menyatakan bahwa sekuritas mispriced (harganya salah,
mungkin terlalu tinggi, mungkin terlalu rendah) Dengan analisis ini akan
dapat dideteksi sekuritas-sekuritas tersebut. Ada berbagai cara untuk
melakukan analisis ini. Cara tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu
analisis teknikal (technical analysis) dan analisis fundamental (fundamental
analysis). Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga pada
masa yang lalu sebagai upaya memperkirakan harga sekuritas di masa yang
akan datang dengan melihat nilai transaksi yang terjadi. Sedangkan analisis
fundamental didasarkan pada informasi-informasi yang diterbitkan oleh
emiten maupun oleh administratur bursa efek misalnya Laporan Keuangan
(Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan perubahan modal
dan lain-lain).
b. Pendapat kedua menyatakan bahwa pasar modal adalah efisien. Dengan
demikian, peralihan sekuritas tidak didasarkan atas frekuensi risiko para
pemodal (pemodal yang bersedia menanggung risiko tinggi akan memilih
sekuritas yang berisiko tinggi), pola kebutuhan kas, dan sebagainya. Jadi,
menurut pendapat ini keuntungan yang diperoleh pemodal sesuai dengan
risiko yang ditanggung.
3.Pembentukan Portofolio
Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas mana saja yang akan dipilih untuk
membentuk portofolio dan berapa proporsi dana yang akan ditanam pada
tiap-tiap sekuritas tersebut. Adanya pemilihan sekuritas ini (dengan kata lain
pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk meminimalkan risiko
yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini akan dipengaruhi oleh preferensi
risiko, pola kebutuhan kas, dan status pajak.
4. Melakukan Revisi Portofolio
Tahap ini merupakan pengurangan terhadap ketiga tahap sebelumnya
dengan maksud jika diperlukan akan diadakan perubahan terhadap portofolio
yang telah dimiliki. Jika portofolio yang dimiliki sekarang dirasakan tidak lagi
optimal atau tidak sesuai dengan prefensi risiko pemodal, maka pemodal
dapat melakukan perubahan terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk
portofolio tersebut.
5. Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap ini pemodal mengadakan penilaian terhadap kinerja
portofolionya, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 4
risiko yang ditanggung. Tidak benar bahwa suatu portofolio yang memberikan
keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik daripada portofolio lainnya
karena adanya faktor risiko yang perlu dimasukkan juga.
Rahardja dan Manurung ( 2008 : 278), menyebutkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi investasi langsung dan portofolio adalah sebagai berikut :
1. Tingkat pengembalian yang diharapkan (Expected Rate Of Return)
Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan,
sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan.
2. Kondisi internal perusahaan
Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah kontrol
perusahaan, misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM, dan teknologi yang
digunakan. Ketiga aspek tersebut berhubungan positif dengan tingkat
pengembalian yang diharapkan. Artinya, semakin tinggi tingkat efisiensi,
kualitas SDM dan teknologi, maka semakin tinggi pula tingkat
pengembalian yang diharapkan.
3. Kondisi eksternal perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan
keputusan akan investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat
produksi dan pertumbuhan ekonomi domestik maupun internasional serta
tingkat inflasi yang terjadi. Jika perkiraan tentang masa depan ekonomi
nasional maupun dunia bernada optimis, biasanya tingkat investasi
meningkat, karena tingkat pengembalian investasi dapat dinaikkan.
Selain perkiraan kondisi ekonomi, kebijakan yang ditempuh pemerintah
juga dapat menentukan tingkat investasi. Kebijakan menaikkan pajak,
misalnya diperkirakan akan menurunkan tingkat permintaan akan
agregat. Akibatnya tingkat investasi akan menurun. Faktor sosial politik
juga menentukan gairah investasi, karena jika sosial politik stabil maka
pada umumnya juga meningkat. Demikian pula faktor keamanan (kondisi
keamanan negara).
4. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang.
Ramalan yang menunjukkan bahwa keadaan perekonomian akan menjadi
lebih baik lagi pada masa depan, yaitu diramalkan bahwa harga-harga
akan tetap stabil (tingkat inflasi stabil) dan pertumbuhan ekonomi maupun
pertambahan pendapatan masyarakat akan berkembang dengan lebih
cepat, merupakan keadaan yang akan mendorong pertumbuhan
investasi. Jika terjadi inflasi maka akan menurunkan investasi portofolio
yang akan ditanam oleh para investor, sehingga kondisi ini akan
mempengaruhi menurunnya harga sekuritas di pasar modal sehingga
menyebabkan investor lebih suka menanamkan uangnya dalam bentuk
investasi yang lain, misalnya dengan menyimpan uangnya di bank atau
tabungan daripada menginvestasikannya dalam bentuk saham, obligasi
maupun sekuritas lainnya. Hal ini akan mendorong mereka untuk melepas
sekuritas yang mereka miliki, sehingga sekuritas yang dilepas akan
meningkatkan jumlah yang ditawarkan di pasar modal, dan selanjutnya
akan menekan harga. Jadi, semakin baik keadaan masa depan maka
semakin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh para pengusaha.
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 5
Oleh sebab itu mereka akan lebih terdorong untuk melaksanakan
investasi yang telah atau sedang dirumuskan dan direncanakan.
5. Tingkat bunga
Tingkat bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi
keuntungan kepada para pengusaha dan dapat dilaksanakan. Para
pengusaha hanya akan melaksanakan keinginan untuk menanamkan
modal apabila tingkat pengembalian modal dari penanaman modalnya itu,
yaitu persentase keuntungan neto (tetapi sebelum dikurangi bunga uang
yang dibayar) modal yang diperoleh, lebih besar dari tingkat bunga.
6. Biaya investasi
Yang paling menentukan tingkat biaya investasi adalah tingkat bunga
pinjaman, karena semakin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi
semakin mahal. Akibatnya minat berinvestasi semakin menurun.
7. Kondisi pemerintahan/birokrasi negara
Faktor lembaga juga mempengaruhi biaya investasi karena prosedur izin
yang berbelit-belit dan lama (> 3 tahun), menyebabkan biaya ekonomi
dengan memperhitungkan nilai waktu uang dari investasi semakin mahal.
Demikian halnya dengan keberadaan dan efisiensi lembaga keuangan,
tingkat kepastian hukum, stabilitas politik, dan keadaan keamanan
(Teroris).
8. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya
Hubungan antara pendapatan nasional dan investasi menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang cukup erat di antara tingkat investasi dan tingkat
pendapatan nasional. Investasi akan meningkat apabila pendapatan
nasional semakin meningkat dan begitu juga sebaliknya.
Investasi Portofolio dapat diartikan sebagai tindakan membagi modal yang
tersedia pada jenis-jenis investasi tertentu agar diperoleh risiko yang paling
minimal. Keputusan pengalokasian modal ke dalam usulan-usulan investasi yang
manfaatnya akan direalisasikan dimasa yang akan datang harus dipertimbangkan
dengan cermat. Dan investasi portofolio meliputi investasi pada asset berupa saham
dan utang jangka panjang yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, tingkat
inflasi dan iklim politik di suatu negara.
Sukirno (2005 : 381), Penanaman modal portofolio merupakan penanaman
modal dalam bentuk pemilikan surat-surat pinjaman jangka panjang dan sahamsaham dari perusahaan-perusahaan yang terdapat di negara-negara berkembang,
jadi hanyalah berupa penyertaan dalam pemilikan perusahaan dan bukan
penguasaan kegiatan perusahaan sehari-hari. Dengan kata lain investasi portofolio
(Portfolio Investment) merupakan pembelian saham dan obligasi yang semata-mata
tujuannya untuk mendapatkan hasil dari dana yang diinvestasikan oleh para investor
melalui pasar modal. Sukirno (2006 : 231), investasi portofolio adalah investasi
dalam bentuk membeli harta keuangan seperti bond, saham perusahaan dan
obligasi pemerintah. Adapun didalam neraca pembayaran investasi portofolio
meliputi investasi asing dalam harta keuangan.
Jadi dapat dikatakan bahwa, Investasi Portofolio merupakan investasi pada
sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya,
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 6
peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai
ratusan persen perbulan namun diimbangi juga dengan kemungkinan kerugian yang
besar apabila tidak dikelola dengan baik.
Manajemen Keuangan modified by Zainul Muchlas [email protected]
Page 7
Download