bab iii analisa perhitungan gaya pada motor honda astrea grand

advertisement
41
BAB III
ANALISA PERHITUNGAN GAYA PADA MOTOR HONDA
ASTREA GRAND YANG DIKOMBINASI DENGAN MOTOR
LISTRIK
3.1.
Data Perancangan
Perancangan motor Honda astrea grand tahun 1994 yang saya kombinasi
dengan motor dc (Brushless). Perancang ini kurang lebih selama 6 bulan samapai
menemukan hasil untuk pengambilan data, dalam waktu 6 bulan saya menemukan
2 kali kegagalan diantaranya :
1.
Motor Honda astrea grand saya kombinasikan dengan Dinamo Stater.
Dinamo starter baru dinyalakan kurang lebih 10 menit bodi dinamo
panasnya mencapai kurang lebih 1000 C. Fungsi dari dinamo starter itu
sendiri merupakan suatu alat pemutar mesin ketika mesin mobil itu sendiri
dihidupkan. Sebagai pembangkit tenaga listrik yang bias mengubah energy
kinetic ke energy listrik. Tak hanya itu fungsi dari dinamo starter juga
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
42
lebih tepatnya sebagai pendorong mesin supaya bisa mengalirkan daya
listrik ke bagian mesin lainya untuk mendapat suatu tekanan yang cukup
untuk menghidupkan seluruh bagian mesin mobil termasuk perangkat luar
dari mobil itu sendiri.
2.
Motor Honda astrea grand saya kombinasikan dengan Dinamo Servomotor
encoder Type TS 1980 N 100 E 200 W.
Menururt analisa saya, kegagalan ini terjadi karena pada sistem Dinamo
Servo yang saya gunakan memiliki daya atau watt yang rendah, sehingga
tidak mampu memutar roda pada saat diberi beban.
3.
Motor Honda Astrea Grand saya kombinasikan dengan Dinamo dc
(Brushless) 500W/48V.
mendapatkan hasil yang menurut kami sudah mampu menghasilkan data
untuk perhitungan gaya yang bekerja pada motor yang saya kombinasikan
dengan motor dc (Brushless) . setelah saya kombinasi total berat motor
120 Kg.
3.2.
Pengambilan Data
Pada proses pengambilan data mula-mula dilakukan dengan melakukan 3 Kali uji
kecepatan dengan beban berbeda – beda menempuh jarak 800 m dengan beban 178 kg
dengan catatan waktu 165 s. Dari data ini diperoleh kecepatannya
⁄ . Selanjutnya
pengambilan data ke dua dilakukan dengan beban 190 kg dengan catatan waktu 168 s,
diperoleh kecepatan
⁄ . Selanjutnya pengambilan data ke tiga dengan beban 248
kg dengan catatan waktu 175 s, diperoleh kecepatan
masing-masing beban tersebut mendapatkan data :
Pengujian 1
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
⁄ . Melalu pengujian dari
43
 Lokasi
: Jalan raya
 Berat Motor
: 120 kg
 Total beban keseluruhan
: 120 + 58 = 178 kg
 Daya battray Motor
: 51 V
 Jarak tempuh
: 800 m
 Kecepatan
:
 Waktu
: 2 mn 45 s = 165 s
 Motor dalam kondisi diam
kecepatan maksimal
⁄
⁄
kemudian melaju sampai
⁄ membutuhkan waktu 6 s.
Pengujian 2
 Lokasi
: Jalan raya
 Beban Motor
: 120 kg
 Total beban keseluruhan
: 120 + 70 = 190 kg
 Daya battray Motor
: 51 V
 Jarak tempuh
: 800 m
 Kecepatan
:
 Waktu
: 2 mn 48 s = 168 s
 Motor dalam kondisi diam
kecepatan maksimal
⁄
⁄
kemudian melaju sampai
⁄ membutuhkan waktu 8 s.
Pengujian 3
 Lokasi
: Jalan raya
 Beban Motor
: 120 kg
 Total beban keseluruha
: 120 + 128 = 248 kg
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
44
 Daya battray Motor
: 51 V
 Jarak tempuh
: 800 m
 Kecepatan
:
 Waktu
: 2 mn 55 s = 175 s
 Motor dalam kondisi diam
⁄
kemudian melaju sampai
⁄ membutuhkan waktu 12 s.
kecepatan maksimal
3.3.
⁄
Analisa dan Perhitungan
Dari hasil pengujian ke 1
Diketahui:
Jarak tempuh = 800m = 0,80 km
Kecepatan maksimum = 0.80 km/2,45 mn x 60
Daya motor (P) = 500 W/48 V
Waktu (t) = 2,45 mn = 165 s
Energi listrik yang diperlukan (W)
⁄
Energi yang tersedia pada battery
Arus yang diperlukan motor:
Waktu yang dapat ditempuh
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
=
⁄ =
⁄
45
Jarak tempuh
(
Motor dalam kondisi diam
)
⁄
kemudian melaju sampai kecepatan maksimal
⁄ membutuhkan waktu 6 s, maka percepatanya adalah:
⁄
⁄
Mencari gaya dorong yang dibutuhkan untuk menggerakan motor sehingga dapat
⁄ .
melaju sampai
Total masa motor
= 120 kg + 58 kg
= 178 kg
Menentukan koefisien gesek
Ket: Untuk kecepatan rencana <
untuk kecepatan rencana antara
Koefisien gesek
=
=
Menentukan gaya normal
= 178
9,81
⁄
untuk kecepatan
⁄
= 1746,18 N
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
⁄ berlaku
= -0,00065 V + 0,192 dan
⁄ berlaku
= -0,00125 V + 0,24
46
Menentukan gaya yang bekerja pada motor.
(
⁄ )
Jadi gaya yang bekerja pada motor adalah
Dari hasil pengujian ke 2
Diketahui:
Jarak tempuh
= 800 m = 0,80 km
Kecepatan maksimum
= 0.80 km/2,45 mn x 60
Daya motor (P)
= 500 W/48 V
Waktu
= 2,48 mn = 168 s
Energi listrik yang diperlukan (W)
⁄
Energi yang tersedia pada battery
Arus yang diperlukan motor:
Waktu yang dapat ditempuh
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
=
⁄ =
⁄
47
Jarak tempuh
(
Motor dalam kondisi diam
)
⁄ kemudian melaju sampai kecepatan maksimal
⁄ membutuhkan waktu 8 s, maka percepatanya adalah:
⁄
⁄
Mencari gaya dorong yang dibutuhkan untuk menggerakan motor sehingga dapat
⁄ .
melaju sampai
Masa motor
= 120 kg + 70 kg
= 190 kg
Menentukan koefisien gesek
Ket: Untuk kecepatan rencana <
untuk kecepatan rencana antara
Koefisien gesek
⁄
untuk kecepatan
=
=
Menentukan gaya normal
⁄
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
⁄ berlaku
= -0,00065 V + 0,192 dan
⁄ berlaku
= -0,00125 V + 0,24
48
Mencari gaya yang bekerja pada motor
(
⁄ )
Jadi gaya yang bekerja pada motor adalah
Dari hasil pengujian ke 3
Diketahui :
Jarak tempuh
= 800m = 0,80 km
Kecepatan maksimum
= 0.80 km/2,55 mn x 60
Daya motor (P)
= 500 W/48 V
Waktu
= 2,55 mn = 175 s
Energi listrik yang diperlukan (W)
⁄
Energi yang tersedia pada battery
Arus yang diperlukan motor:
Waktu yang dapat ditempuh
Jarak tempuh
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
=
⁄ = 35
⁄
49
(
Motor dalam kondisi diam
)
⁄ kemudian melaju sampai kecepatan maksimal
⁄ membutuhkan waktu 12 s, maka percepatanya adalah:
⁄
⁄
Mencari gaya dorong yang dibutuhkan untuk menggerakan motor sehingga dapat
melaju sampai 35
Masa motor
⁄ .
= 120 kg + 128 kg
= 248 kg
Menentukan koefisien gesek
Ket: Untuk kecepatan rencana <
untuk kecepatan rencana antara
Koefisien gesek
⁄
untuk kecepatan 35
=
=
Menentukan gaya normal
⁄
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
⁄ berlaku
= -0,00065 V + 0,192 dan
⁄ berlaku
= -0,00125 V + 0,24
50
Mencari gaya yang bekerja pada motor.
(
⁄ )
Jadi gaya yang bekerja pada motor adalah
3.4. Grafik
88
87
DAYA (kJ)
86
85
84
PERCOBAAN BEBAN
TERHADAP DAYA
83
82
81
80
178 kg
190 kg
248 kg
BEBAN
Grafik 3.4.2 Beban Terhadap Daya (kJ)
Data konsumsi batrai ini diambil dari hasil percobaan yang dilakukan
sendiri, dengan Jarak tempuh 800 m dengan beban 178 kg, 190 kg, dan 248 kg.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
51
176
174
WAKTU (s)
172
170
168
PERCOBAAN BEBAN
TERHADAP WAKTU
166
164
162
160
178kg
190kg
248kg
BEBAN
Grafik 3.4.3. Beban Terhadap Waktu (s).
Data waktu tempuh ini diambil dari hasil percobaan yang dilakukan
sendiri, dengan jarak tempuh 800 m dan menggunakan alat bantu stopwatch,
dengan beban yang berbeda.
41
KECEPATAN (km/J)
40
39
38
37
PERCOBAAN BEBAN
TERHADAP
KECEPATAN
36
35
34
33
32
178 kg
190 kg
248 kg
BEBAN
Grafik 3.4.4. Beban Terhadap Kecepatan (km/J)
Data kecepatan ini diambil dari hasil percobaan yang dilakukan sendiri,
dengan menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh 800 m dengan beban
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
52
178 kg, 190 kg, dan 248 kg. data hasil kecepatan diambil dari sepedometer saat
GAYA (N)
motor listrik ini berjalan.
500
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0
PERCOBAAN BEBAN
TERHADAP GAYA
178 kg
190 kg
248 kg
BEBAN
Grafik 3.4.5. Beban Terhadap Gaya (N).
Dari grafik diatas menjelaskan bahwa dengan beban 178 kg, gaya yang
berkerja pada motor 296,273 . Dan beban 190 kg, gaya yang berkerja pada
motor 318,337
428,628
. Dan beban 248 kg, gaya yang berkerja pada motor listrik
.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
53
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa dengan jarak tempuh yang
sama tetapi untuk beban yang berbeda akan mempengaruhi pada kecepatan dan
waktu tempuh, semakin beban bertambah maka kecepatan akan menurun dan
waktu tempuh akan lebih lama, tahan batrai tanpa pengisian, Apabila batrai
digunakan dengan beban yang berbeda maka semakin besar bebannya maka gaya
yang bekerja semakin besar juga, dan memperpendek jarak tempuh.
Produk Honda terkenal dengan keiritan bahan bakarnya tak terkecuali
dengan motor Astrea Grand dalam sebuah tes didapatkan konsumsi BBM Astrea
Grand rata rata mencapai 50 km untuk 1 liter bensin dan bahkan mencapai 60 km
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
54
bila dijalankan dengan kecepatan konstan 40 - 55 km/J. Namun nilai itu bisa
kurang atau lebih tergantung cara mengendarai dan medan yang dilalui.
Perbandingan Biaya ‘bahan bakar’ untuk tenaga listrik kurang lebih 30 % dari
biaya bensin. Jika Motor Honda Grand memerlukan 1 liter bensin (Rp. 6500)
untuk jarak kurang lebih 50 km, motor listrik hanya memerlukan kurang lebih Rp.
1956,267 untuk jarak tempuh 50 km.
Dari analisa perhitungan diatas kita dapat berpedoman pada Hukum
Newton II Percepatan sebuah benda yang diberi gaya adalah sebanding dengan
besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. Jadi dalam khasus ini
dapat di simpulkan bahwa semakin beban bertambah maka gaya yang bekerja juga
bertambah besar.
3.5.
Gambar Perancangan.
3.5.1. Gambar Perancangan Pertama dan Kedua.
Gambar 3.5.1.1. Motor Honda sebelum di kombinasikan.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
55
Gambar 3.5.1.2. Dinamo Starter
Gambar 3.5.1.3. Dinamo Servo
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
56
Gambar 3.5.1.4. Dudukan Roda Gigi .
Gambar 3.5.1.5. Dinamo Servo, Roda Gigi 35, 14T, dudukan Roda Gigi.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
57
Gambar 3.5.1.6. Dudukan setelah dipasang Roda Gigi
Gambar 3.5.1.7. Dudukan Roda Gigi
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
58
Gambar 3.5.1.8. Roda gigi 14 T pada Motor Honda.
Gambar 3.5.1.9. Posisi dinamo pada motor Honda.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
59
3.5.2. Gambar Perancangan Ketiga
Gambar 3.5.2.1. Motor Honda sebelum dikombinasi
Gambar 3.5.2.2. Posisi Dinamo pada Roda Depan.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
60
Gambar 3.5.2.3. Penambahan Plat pada Sock.
Gambar 3.5.2.4. Battry dan kontroler pada motor.
FAKULTAS TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MERCU BUANA
Download