pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan

advertisement
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PENJUALAN,
PROFITABILITAS DAN STUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA.
Nova Sukaria
Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Email: [email protected]
ABSTRACT
This research aims to excamine Influence the size of corporate, sales growth, profitability and
capital structure on firm value. The object on his research is manufacturing companies was
listed in Indonesian Stock Exchange in 2010-2014. This research used purposive sampling, and
getting 18 companies with 126 observed data. The data analysis was conducted by using
multiple linear regresion.
The results after analysis is corporate size has influence on the firm value , sales growth
has influence on firm value , profitability ( ROA ) has influence on firm value and capital
structure ( DER ) has influence on firm value
Key words : size of corporate, sales growth, profitability (ROA) and capital structure (DER)
1. Pendahuluan
Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memaksimalkan kekayaan pemilik perusahaan
atau pemegang saham. Tujuan suatu perusahaan adalah meningkatkan kesejahteraan perusahaan,
salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan
dengan memberikan tingkat pengembalian investasi yang diharapkan para pemilik perusahaan
(Pantow et al. 2015
Pertumbuhan penjualan mencerminkan pencapaian perusahaan di masa lalu, dimana
pertumbuhan penjualan digunakan untuk memprediksikan pencapaian perusahaan di masa depan.
Pertumbuhan penjualan juga dapat menunjukkan daya saing perusahaan dalam pasar. Apabila
pertumbuhan penjualan perusahaan positif dan semakin meningkat, maka akan mengindikasikan
nilai perusahaan yang besar, yang merupakan harapan dari pemilik perusahaan.
Ukuran perusahaan turut menentukan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan (size)
menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah
penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total aktiva
Profitabilitas yaitu kinerja keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dengan
menggunakan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan. Perusahaan yang menghasilkan
keuntungan akan mempengaruhi minat para calon investor dalam menanamkan modalnya.
Apabila kenaikan keuntungan permintaan akan saham perusahaan tersebut, maka secara tidak
langsung akan meningkatkan nilai saham
ROA dipilih sebagai indikator pengukur kinerja keuangan karena ROA digunakan untuk
mengukur efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan
aktiva yang dimilikinya (Pantow et al. 2015).
Struktur modal merupakan salah satu yang mempengaruhi nilai perusahaan. Modal dapat
mempermudah perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Struktur modal merupakan
perbandingan antara jumlah utang jangka panjang dan modal pemilik yang dimiliki oleh
perusahaan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan menaikan nilai
perusahaan tersebut di mata publik. Struktur modal berkaitan dengan kebijakan manajemen
perusahaan untuk menambah dana dari pinjaman atau penerbitan saham atau obligasi.
2.
Rumusan Masalah
1) Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
2) Apakah pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap niali perusahaan?
3) Apakah stuktur modal berpengaruh terhadap niali perusahaan?
4) Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
3. Landasan Teori
Nilai perusahaan
Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh
suatu perusahaan
sebagai
gambaran
dari
kepercayaan
masyarakat
terhadap
perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu
sejak perusahaan
tersebut
didirikan
sampai
dengan
saat
ini.
Meningkatnya
nilai perusahaan adalah sebuah prestasi, yang sesuai dengan keinginan para pemiliknya,
karena dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka kesejahteraan para pemilik juga
akan meningkat ( Hansen dan Juniarti, 2015).
Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan dinyatakan sebagai determinan dari struktur keuangan dalam
hampir setiap studi dan untuk sejumlah alasan berbeda. Ukuran perusahaan dapat
menentukan tingkat kemudahan perusahaan dalam memperoleh dana dari pasar modal
dan menentukan kekuatan tawar-menawar (bargaining power) dalam kontrak keuangan.
Perusahaan besar biasanya dapat memilih pendanaan dari berbagai bentuk utang,
termasuk penawaran spesial yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan
kecil. Semakin besar jumlah uang yang terlibat, semakin memungkinkan membuat
kontrak yang dapat dirancang sesuai dengan preferensi kedua pihak, sebagai ganti dari
penggunaan kontrak standar utang (Hasnawati dan Sawir, 2015).
Pertumbuhan Penjualan
Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu
dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. (Barton et al.
1989) dalam (Mardiyati et al. 2015) . Pertumbuhan penjualan merupakan indikator
permintaan dan daya saing perusahaan dalam suatu industri. Laju pertumbuhan suatu
perusahaan akan mempengaruhi kemampuan mempertahankan keuntungan dalam
menandai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan
tinggi,maka akan mencerminkan pendapatan meningkat sehingga pembayaran deviden
cenderung meningkat.
Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba
dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh (Hansen dan
Juniarti, 2015) bahwa Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham
tertentu. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profit)
yang akan menjadi dasar pembagian dividen perusahaan. Prolitabilitas menggambarkan
kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh modal
yang dimiliki.
Struktur Modal
Struktur modal menurut Hasnawati dan Sawir, (2015) adalah bauran sumber
pendanaan permanen (jangka panjang) yang digunakan perusahaan. Struktur modal
adalah bauran atau proporsi pendanaan permanen jangka panjang perusahaan yang
diwakili oleh utang, saham preferen, dan ekuitas saham biasa. Sedangkan menurut
Hasnawati dan Sawir (2015) Struktur modal adalah merupakan perimbangan jumlah
hutang jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham preferen
dan saham biasa. Dapat disimpulkan bahwa struktur modal adalah proporsi pendanaan
perusahaan yang terdiri dari modal sendiri, hutang, saham biasa serta saham preferen
guna membiayai operasional perusahaan jangka panjang.
4. Model Penelitian
5. Hipotesis
H1 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
H2 : Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
H3 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
H4 : Stuktur Modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
A. Teknik penyampelan
Metode penyampelan yang digunakan pada penelitian ini adalah
menggunakan purposive random sampling. Obyek penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur Indonesia yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada
tahun 2010-2014
B. Jenis data
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian menurut
tingkat ekplanasi yaitu penelitian dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan
kepada tujuan dan obyek–obyeknya
C. Pengumpulan data
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Data yang
digunakan berupa laporan keuangan perusahaan. Kriteria sampel penelitian yaitu :
a) Perusahaan manufaktur telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk
periode 2012-2014.
b) Penjualanya meningkat.
c) Perusahaan tidak mengalami kerugian selama tahun 2012-2014.
D. Definisi Operasional.
a) Nilai Perusahaan (Y) Nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai pasar. Nilai
perusahaan dapat diukur dengan (price to book value) PBV, yaitu
perbandingan antara harga saham dengan nilai buku per saham Brigham dan
Gapenski, (2006) dalam Pantow et al. (2015). Nilai perusahaan dapat
memberikan keuntungan pemegang saham secara maksimum apabila harga
saham perusahaan meningkat. Semakin tinggi harga saham, maka makin
tinggi kekayaan pemegang saham. Nilai Perusahaan dinyatakan dalam
persamaan berikut:
PBV =
b) Ukuran perusahaan (X1) Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya
suatu perusahaan. Ukuran perusahaaan umumnya mencerminkan nilai
perusahaan yang juga berpengaruh pada penilaian investor dalam membuat
keputusan investasi. Secara umum, ukuran perusahaan diukur dengan
besarnya total aset yang dimiliki karena nilai total asset umumnya sangat
besar dibandingkan variabel keuangan lainnya, menurut Hasnawati dan Sawir,
(2015) ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan logaritma natural dari
nilai buku aktiva
Size = Log Natural Total Asset
c) Pertumbuhan
Penjualan
(X2)
Pertumbuhan
penjualan
mencerminkan
keberhasilan operasional perusahaan di periode masa lalu dan dapat dijadikan
sebagai prediksi pertumbuhan diamsa yang akan datang. Menurut Hansen dan
Juniarti, (2015) pertumbuhan penjualan adalah perubahan total penjualan
perusahaan. Pertumbuhan penjualan dihitung sebagai berikut:
Growth of sales =
Keterangan : S1 :penjualan pada tahun ke t
St-1:penjualan pada periode sebelumnya.
d) Stuktur modal (X3) Struktur modal menurut Hasnawati dan Sawir, (2015)
ialah Bauran sumber pendanaan permanen (jangka panjang) yang digunakan
perusahaan. Struktur modal adalah merupakan perimbangan jumlah hutang
jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham
preferen dan saham biasa. Dapat disimpulkan bahwa struktur modal adalah
proporsi pendanaan perusahaan yang terdiri dari modal sendiri, hutang, saham
biasa serta saham preferen guna membiayai operasional perusahaan jangka
panjang.
Manajemen struktur modal bertujuan untuk menciptakan suatu bauran sumber
dana permanen sedemikian rupa agar mampu memaksimalkan harga saham
yang merupakan cermin dari nilai perusahaan. Nilai perusahaan akan naik
apabila harga saham perusahaan tersebut juga naik. Dalam penelitian ini
struktur modal dihitung dengan Debt to Equity Ratio (DER).
Debt equity ratio=
e) Profitabilitas (X4) Profitabilitas menunjukkan hasil akhir dari seluruh
kebijakan keuangan dan keputusan operasional Profitabilitas menceriminkan
bagaimana baik atau buruknya nilai perusahaan (Agnova dan Muid, 2015).
Profitabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan Return On Asset
(ROA). ROA merupakan rasio yang menunjukkan seberapa mampu
perusahaan menggunakan modal yang ada untuk menghasilkan laba atau
keuntungan. ROA dapat dihitung dengan formula :
ROA=
E. Metode analisis
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
analisis kuantitatif, merupakan suatu teknik analisa data yang menggunakan
angka-angka agar pemecahan masalah dapat dihitung secara pasti.
Alat analisis yang digunkan adalah regresi linear berganda yang
menghasilkan nilai koefisien determinasi dan model persamaan regresi linear
berganda. Regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau
lebih variabel, untuk menguji variabel dengan menggunakan SPSS 22.
Persamaan regresi yang digunakan :
Y = α +β1X2 +β2X2 +β3X3 +β4X4 + e
Dimana :
Y: Nilai Perusahaan
α : Konstanta
β1,2,3,4 : Koefisien Regresi yang menunjukkan angka peningkatan atau
penurunan variable dependen yang didasarkan pada variable independen.
X1 : Pertumbuhan Penjualan
X2 : Ukuran Perusahaan
X3 : ROA
X4 : Struktur Modal
e : Variabel Residual (tingkat kesalahan).
6. Hasil dan Pembahasan
Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu perusahaan sebagai gambaran atas
kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang terjadi pada saat perusahaan berdiri
sampai masa mendatang. Penelitian ini menguji pengaruh ukuran perusahaan,
pertumbuhan penjualan, retun on asset (ROA) dan debt equity ratio (DER), terhadap nilai
perusahaan. Berdasarkan pada pengujian yang telah dilakukan terhadap beberapa
hipotesis dalam penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
positif siginifikan tehadap nilai perusahaan, pertumbuhan penjualan positif siginifikan
tehadap nilai perusahaan, retun on asset (ROA) positif siginifikan tehadap nilai
perusahaan dan debt equity ratio (DER) positif siginifikan tehadap nilai perusahaan.
1. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda variabel Ukuran Perusahaan
mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari pada taraf signifikansi, ini berarti Ukuran
Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian
hipotesis pertama yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan diterima. Semakin besar ukuran sebuah
perusahaan akan ikut meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. Ukuran
perusahaan dapat menentukan tingkat kemudahan perusahaan dalam memperoleh
dana dari pasar modal dan menentukan kekuatan tawar-menawar (bargaining power)
dalam kontrak keuangan. Perusahaan besar biasanya dapat memilih pendanaan dari
berbagai bentuk utang, termasuk penawaran spesial yang lebih menguntungkan
dibandingkan dengan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan menggambarkan besar
kecilnya suatu perusahaan yang dapat dinyatakan dengan total aktiva atau total
penjualan bersih. Semakin besar total aktiva maupun penjualan, maka semakin besar
pula ukuran suatu perusahaan. Perusahaan yang besar lebih leluasa masuk ke pasar
modal dan mendapatkan sumber dana. Dengan dana yang didapatkan perusahaan
dapat menambah aktiva perusahaan. Besar kecilnya aktiva yang dimiliki perusahaan
akan mempengaruhi nilai perusahaan (Rachmawati dan Triatmoko. 2007).
H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
2. Pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda variabel pertumbuhan penjualan
mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari pada taraf signifikansi, ini berarti
pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan
demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan diterima. Pertumbuhan penjualan
digunakan oleh banyak pihak baik pemilik perusahaan, investor, kreditor, maupun
pihak lain untuk melihat prospek suatu perusahaan. Dengan melihat data penjualan
dimasa lalu, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk
mengembangkan nilai perusahaan yang ada. Para investorpun bisa menggunakan data
pertumbuhan penjualan untuk memproyeksikan keuntungan yang akan diraup
perusahaan tersebut dimasa depan. Bagi para kreditor, memantau pertumbuhan
penjualan dilakukan sebagai salah satu bukti dari aktivitas pemanfaatan sumber daya
yang dilakukan oleh perusahaan (Pantow, et al. 2015).
H2: Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
3. Pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda variabel Return On Asset (ROA)
mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari pada taraf signifikansi, ini berarti ROA
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hipotesis
pertama yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan diterima. Pada peneltian Agnova dan Muid (2015) Beberapa indikator
yang dapat digunakan sebagai ukuran penilaian nilai perusahaan salah satunya yakni
perolehan laba yang didapat perusahaan. Profitabilitas merupakan salah satu bagian
financial yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas menunjukan
tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat
menjalankan operasinya para pemegang saham selalu menginginkan keuntungan dari
investasi yang mereka tanamkan pada perusahaan, keuntungan tersebut diperoleh
dari keuntungan setelah bunga dan pajak.
H3: Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
4. Pengaruh Stuktur Modal terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda variabel Debt Equity Ratio (DER)
mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari pada taraf signifikansi, ini berarti DER
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hipotesis
pertama yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan diterima. penggunaan hutang dalam stuktur modal akan meningkatkan
nilai perusahaan namun hanya sampai pada batas tertentu dan jika melebihi batas
tersebut, penggunaan hutang justru akan menurunkan nilai perusahaan. Nilai
perusahaan yang terus menurun akan menyebabkan kebangkrutan. Stuktur modal
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Berdasarkan Agency Cost / Tax Shield
Trade-Off Model (trade off theory), penggunaan hutang akan meningkatkan nilai
perusahaan namun hanya sampai pada batas tertentu. Jika melebihi batas tersebut,
penggunaan hutang justru akan menurunkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang
terus menurun akan menyebabkan kebangkrutan (Rahmawati et al. 2015).
H4: Stuktur Modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
7. Saran
1) Investor yang akan berinvestasi pada perusahaan yang sudah go public yang terdaftar
di BEI perlu mempertimbangkan faktor-faktor Ukuran perusahaan, pertumbuhan
penjualan, profitabilitas dan stuktur modal, karena faktor tersebut terbukti
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
2) Penelitianselanjutnya hendaknya menggunakan semua perusahaan yang terdaftar di
BEI.
3) Periode penelitian hendaknya diperpanjang agar diperoleh hasil yang lebih baik.
8. Daftar Pustaka
Agnova, V dan D, Muid. 2015. Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Profitabilitas,
Kesempatan Investasi dan Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan. Diponegoro
Journal Of Accounting. Vol. 4 No. 4, hlm 1-12.
Agnes, S. 2004. Analisis Pengaruh Investasi, Likuiditas, Pertumbuhan Perusahaan Dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis.Vol 9 No 1.
Dewi, P.Y.S, Yuniarta, G.A, dan A.W.T, Atmadja. 2014. Pengaruh Struktur Modal,
Pertumbuhan Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan
LQ 45 Di BEI Periode 2008-2012. E-Journal Akutansi Universitas Pendidikan.Vol. 2
No. 1.
Hansen, V dan Juniarti. 2015. Pengaruh Family Control, Size, Sales Growth, Dan
Leverage Terhadap Profitabilitas Dan Nilai Perusahaan Pada Sektor Perdagangan, Jasa,
dan Investasi. . Jurnal Ekonomi Bisnis, Vol. 13 No. 1, hlm. 39-56.
Hasnawati, S dan Sawir, A. 2015. Keputusan Keuangan, Ukuran Perusahaan, Struktur
Kepemilikan dan Nilai Perusahaan Publik Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis. Vol. 17
No 1, hlm 65-75.
Hanafi, M.M. 2004. Manajemen Keuangan, Edisi 1,BPFE, Yogyakarta.
Mardiyati, U, Ahmad, G.N, dan R, Putri. 2015. Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan
Hutang dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Riset Manajemen Sains
Indonesia. Vol. 3 No. 1.
Pantow, M.S.R, Murni, S, dan I, Trang. 2015. Analisa Pertumbuhan Penjualan, Ukuran
Perusahaan, Return On Asset dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Yang
Tercatat di Indeks LQ 45. Jurnal Ekonomi Bisnis. Vol. 3 No 1, hlm 961-971.
Prastowo. 2008. Pengaruh ukuran perusahaan, kebijakan deviden, kebijakan hutang dan
Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 20 No. 1.
Prasetyorini. 2013. Pengaruh Profitabilitas, Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Manajemen. Vol.12 No.2.
Rahmawati, A.D, Topowijono, dan S, Sulasmiati 2015. Pengaruh Ukuran Perusahaan,
Profitabilitas, Struktur Modal dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 23 No. 2, hlm 1-7.
Rachmawati dan Triatmoko. 2007. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan
Pendanaan,Ukuran Perusahaan dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Dinamika Akuntansi. Vol. 4 No. 1, hlm 1-12.
Sukarno dan Syaichu. 2006. Pengaruh stuktur modal, ROA, Keputusan Investasi dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. E-journal Univesitas Diponegoro. Vol. 3
No.2, hlm 46-53.
Suwito dan Herawati. 2005. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Profitabilitas Terhadap
Nilai Perusahaan. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol. 6 No. 1, hlm. 45- 54.
Triyono, Raharjo, K, dan R, Arifiati. 2013. Pengaruh Kebijakan Dividen, Struktur
Kepemilikan, Kebijakan Hutang, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai
Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi,
Bisnis & Sosial, Vol. 6 No. 1, hlm. 42-61.
Widhiastuti dan Latrini. 2015. Pengaruh Return On Asset dan Intangible Asset Terhadap
Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Pemoderasi.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 11 No 2, hlm 370-383.
Download