PELAKSANAAN PENILAIAN KETERAMPILAN PELAJARAN

advertisement
PELAKSANAAN PENILAIAN KETERAMPILAN PELAJARAN
SEJARAH BERDASARKAN KURIKULUM 2013
DI SMA N 2 PADANG
Marisi Tambun Manurung1,Buchari Nurdin2,Liza Husnita2
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
2
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
[email protected]
1
ABSTRACT
This research was based on teachers’ difficulties in carrying out the
assessment of learning of psychomotor aspect in Curriculum 2013. One of them is
the form of performance assessment through discussion and presentation to the
students during learning process. This research was a qualitative research by using
evaluative type. Technique of data collection used Observation, Interview, and
Documentation. The findings of the research showed that: The implementation of
performance assessment conducted by history teachers on Indonesian history
subjects should include one form of skill: performance assessment which
conducted through classroom discussion and presentation used scientific approach
for fifteen weeks. The learning process proved by the results of students’
discussion and presentation as well as appendices of students’ notes of historical
lesson. Besides, the implementation of performance assessment form in
Curriculum 2013 conducted by the history teachers during teaching and learning
process in the classroom, it seemed that the teachers found difficulties namely:
1. Not enough time in doing discussion and presentation in the classroom, 2. Not
enough time in counting up the score of discussion each student in each week of
learning history, 3. Not enough time in carrying out post-teaching activities that is
making conclusion of learning material studied by students.
Keywords: Scientific, Learning, Assessment, Curriculum
kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
PENDAHULUAN
Lahirnya
menjawab
untuk
kurikulum
ini
tantangan
dan
bernegara, dan peradaban dunia.
Pada tahun ajaran 2013/2014
pergeseran paradigma pembangunan
awal
pada abad ke 21 Kurikulum 2013
diterapkannya
bertujuan
mempersiapkan
yang ditetapkan pemerintah yaitu
manusia indonesia agar memiliki
kurikulum 2013. Pada kurikulum
kemampuan hidup sebagai pribadi
2013 ini terdapat bentuk perubahan
dan warga negara beriman, produktif,
struktur
kreatif, inovatif, dan afektif serta
kurikulum yang sebelumnya yang
mampu
diterapkan
untuk
berkontribusi
pada
pertama
yang
kali
mulai
kurikulum
terbaru
berbeda
oleh
sekolah
dengan
akan
tetapi telah menjadi suatu kesatuan
yang
yang utuh yang disesuaikan dengan
kurikulum pada tingkat nasional dan
metode pembelajaran yang dipilih
pengembangan muatan lokal pada
untuk
tingkat
digunakan
dalam
proses
berfungsi
sebagai
daerah
serta
belajar mengajar di dalam kelas dan
pengembangan
pendekatan pembelajaran hendaknya
Sekolah Menengah Atas.
menggambarkan
sebuah
proses
Struktur
acuan
pedoman
kurikulum
kurikulum
Sekolah
pembelajaran yang menkedepankan
Menengah
peran aktif peserta didik di dalam
pengorganisasian kompetensi inti,
proses pembelajaran.
mata pelajaran, beban belajar dan
Sesuai
Pemerintah
Atas
pada
dasar
merupakan
dengan
Peraturan
kompetensi
Republik
Indonesia
Sekolah Menengah Atas muatan
setiap
Nomor 32 Tahun 2013 Tentang
kurikulum
Perubahan
pendidikan meliputi sejumlah mata
atas
Peraturan
pada
pada
satuan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015
pelajaran
tentang Standar Nasional Pendidikan
pendalamannya merupakan beban
serta di dukung dengan Peraturan
belajar bagi peserta didik pada satuan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
pendidikan di samping itu materi
Republik Indonesia No.160 Tahun
muatan
2014
pengembangan diri atau kegiatan
tentang
Pemberlakuan
Kurikulum
tahun
2006
dan
Kurikulum
2013
dan
telah
diberlakukannya
terbaru
tahun
lokal
keluasan
dan
dan
kegiatan
estrakulikuler termasuk ke dalam isi
kurikulum.
Permendikbud
2016
yang
tingkat
Maka dengan melihat tujuan
yaitu
dan struktur kurikulum yang dimiliki
Permendikbud Nomor 21 Tahun
sekolah tersebut dapat disimpulkan
2016 yang
merupakan perubahan
bahwa seluruh anggota staf pendidik
dari yang sebelumnya yang bertujuan
pengajar dengan segala status profesi
menjelaskan tentang kerangka dasar
kedudukan di bidang mata pelajaran
kurikulum Sekolah Menengah Atas
berbeda yang diembankan sebagai
merupakan
suatu
landasan
filosofis,
sosiologis, pedagogis, dan yuridis
pengabdian
salah
satunya
struktur dan tujuan kurikulum dapat
digunakan para guru sebagai acuan
pelaksanaan
dalam
2013 yang sudah lama diterapkan
melakukan
pelaksanaan
penilaian
kurikulum
proses penilaian kepada siswa demi
pelaksanaannya
keberlangsungan transformasi makna
yang ditunjuk dan dipilih
pembelajaran itu sendiri disampaikan
menunjukan bahwa guru masih di
sebagaimana mestinya
hadapkan
Ketika melakukan penilaian
yang
perlu
diperhatikan
memerhatikan input
melalui
pada
satunya
sekolah
hasil
kesulitan
adalah
pada
salah
penilaian
adalah
keterampilan masih banyaknya guru
proses output
yang belum terbiasa mengunakan
peserta didik yang merupakan bagian
beberapa
dari penilaian autentik yang mana
pada
penilaian hasil belajar peserta didik
penilaian portofolio dan proyek.
dilakukan dari awal pembelajaran
(Sumber:Panduan Penilaian SMA
selama pembelajaran dan setelah
2013 Kemendikbud RI).
pembelajaran
yang
sesuai dengan tujuan
tertera
pada
Standar
teknik
penilaian
keterampilan
Alasan
seperti
yang
pada
mendasari
penulis
melakukan
Kompetensi Lulusan untuk jenjang
penelitian
mengenai
pendidikan di mulai dari jenjang
penilaian keterampilan berdasarkan
SMA/MA/SMK/SMALB dan Paket
kurikulum
C yaitu pada dimensi keterampilan
untuk
yaitu memiliki kemampuan pikir dan
terealisasikan
bertindak yang efektif dankreatif
pelaksanaan semua bentuk penilaian
dalam ranah
keterampilan
abstrak dan konkret
2013
kegiatan
pelaksanaan
yang
mengetahui
dan
atau
yang
bertujuan
melihat
tidaknya
ada
dalam
sebagai pengembangan dari yang
kurikulum 2013 pada mata pelajaran
dipelajari di sekolah secara mandiri.
sejarah
Kenyataannya
sehingga
penulis
dapat
pelaksanaan
memilih dari semua bentuk penilaian
kurikulum
yang ada maka fokus penelitian
2013 dari awal penerapannya belum
ditetapkan ke bentuk pelaksanaan
terlaksana sepenuhnya sebagaimana
penilaian unjuk kerja dalam bentuk
diharapkan
kegiatan diskusi dan presentasi yang
penilaian
monitoring
berdasarkan
berdasarkan
dan
evalusi
hasil
terkait
dilakukan guru sejarah di dalam
presentasi yang dijalankan oleh guru
proses pembelajaran di kelas.
ke siswa melalui pendekatan saintifik
Melihat penjelasan diatas maka
terbaru yang tidak mengharuskanlagi
alasan penulis memilih sekolah SMA
menggunakannya secara berurutan
Negeri 2 Padang adalah sebagai
seperti
berikut: Guru di SMA Negeri 2
umumnya guru sejarah di sekolah
Padang tersebut merupakan guru
tersebut masih menggunakan metode
yang
dan
berceramah dalam menyampaikan
melaksanakan
materi kepada siswa pada jam mata
sudah
terlatih
di
pengajaran
dengan
berpengalaman
dalam
di
dunia
pendidikan
menggunakan
kurikulum
sebelumnya
dan
pada
pelajaran sejarah Indonesia Wajib.
Berbagai
macam
bentuk-
2013 dari awal penerapanya tahun
bentuk penilaian keterampilan dalam
ajaran
kurikulum 2013
2013/2014
sampai
tahun
guru
dipilihnya sekolah ini oleh penulis
dengan
adalah sekolah ini belum pernah
konstruktivistik kepada peserta didik
sama sekali dipilih menjadi lokasi
dengan belajar mencari tahu dan
tempat
menggali
oleh
peneliti
dalam
dilakukan
ajaran 2016/2017 dan alasan lain
penelitian
di
yang
pembelajaran
menerapkan
pengetahuan
secara
sebelumnya serta sekolah tersebut di
mandiri
kepala sekolahi oleh yang merupakan
kemampuan dengan maksimal untuk
lulusan jurusan pendidikan sejarah
menemukan nilai dan makna dari
yang
suatu materi pembelajaran sejarah
mana
penulis
dapat
melakukan
memudahkan
penelitian
di
sekolah ini.
mengembangkan
yang mereka pelajari di dalam kelas
bersama guru melalui bentuk-bentuk
Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan
serta
paradigma
penulis
satu
maka kajian pembahasan di dalam
semester terlihat bahwa guru masih
skripsi tersebut difokuskan ke bentuk
mengalami
kendala
dalam
penilaian keterampilan yang ada dan
di
dalam
penilaian unjuk kerja diskusi dan
unjuk
kerja
presentasi di dalam kelas disamping
bentuk penilaian keterampilan yaitu
itu melihat kendala yang dihadapi
pada kegiatan diskusi dan kegiatan
dalam
melakukan kegiatan
melaksanakan
bentuk
penilaian keterampilan yang ada
mana
sesuai
kurikulum
2013.
Sesuai
pembelajaran konstruktivisme adalah
dengan
rumusan
masalah
yang
:Peserta didik pada pembelajaran
dikemukakan diatas, maka penelitian
kontruktivisme yang terdiri dari:
tersebut
berikut:
1) Peserta didik aktif dalam proses
1) Mendeskripsikan bentuk penilaian
pembelajaran 2) Melalui pertanyaan
aspek unjuk kerja yang digunakan
dan penemuan oleh mereka sendiri
oleh
berinteraksi
adalah
guru
sejarah
2)
sebagai
dalam
pada
pembelajaran
kurikulum
Mendeskripsikan
2013.
peserta
didik
dengan
sehingga
mereka
pada
lingkungan
membangun
pelaksanaan
pengetahuan 3) Belajar secara aktif
penilaian aspek unjuk kerja yang
melalui kemampuan berpikir secara
dilakukan
kritikal dan pemecahan masalah dan
oleh
guru
dalam
pembelajaran sejarah berdasarkan
4)
kurikulum 2013. 3) Mendeskripsikan
pembelajaran bermakna pada proses
kendala-kendala yang dihadapi guru
pembelajaran.
dalam menjalankan bentuk penilaian
unjuk
kerja
pada
pembelajaran
sejarah berdasarkan kurikulum 2013.
Pendekatan
digunakan
permasalahan
teoritis
dalam
ini
Peserta
Teori
menemukan
belajar
konstruktivisme
pemikiran
dilandasi
bahwa
pengetahuan bukanlah sesuatu dari
yang
alam karena hasil kontak manusia
mengkaji
dengan alam tetapi pengetahuan
teori
merupakan
konstruktivisme menurut Jean Piaget
(bentukan)
mengenai
sendiri
teori
didik
adalah
ini
tentang
hasil
aktif
jadi
dapat
konstruksi
manusia
itu
disimpulkan
pembelajaran yang menggambarkan
bahwa pembelajaran konstruktivisme
bagaimana suatu pengetahuan itu di
berarti
dapatkan di mana teori belajar ini
menemukan, dan pengembangkan
menekankan pada pemerolehan ilmu
pengetahuan oleh siswa sendiri.
dan pengetahuan yang dilakukan
METODE PENELITIAN
membentuk,
secara aktif oleh warga belajar
Jenis
memperoleh pengetahuannya melalui
digunakan
pengalaman-pengalamannya
adalah
yang
menciptakan,
penelitian
dalam
tipe
yang
penelitian
evaluatif
ini
kualitatif
menurut Nana Syaodih Sukmadinata
dari adanya suatu penelitian didaerah
(2010:120) dimaksudkan penelitian
yang diteliti. Adapun teknik analisis
evaluatif merupakan suatu desain dan
data yang digunakan adalah teknik
prosedur
dalam
analisis data model interatif yang
menganalisis
diajukan oleh Milles dan Huberman
evaluasi
mengumpulkan
dan
data
sistematik
secara
untuk
melalui tiga tahap yaitu, reduksi data,
menentukan nilai atau manfaat dari
penyajian
suatu praktik atau pelaksanaan.Studi
Penelitian dilakukan di SMA Negeri
evaluatif berusaha mendeskripsikan
2 Padang.
dan memberikan gambaran mengenai
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan
penilaian
keterampilan
pada
aspek
pembelajaran
data
dan
Mengenai
penilaian
verifikasi.
pelaksanaan
aspek
keterampilan
sejarah berdasarkan Kurikulum 2013
berdasarkan kurikulum 2013 sudah
di
mengacu kepada Peraturan Menteri
SMA
dengan
Negeri
tujuan
mengungkapkan
yang
sedang
2
Padang
melukiskan
keadaan
terjadi
atau
sesuatu
pada
Pendidikan
Indonesia
Nasional
No.
23
Republik
Tahun
2016
saat
tentang standar penilaian dengan
penelitian
berlangsung
yang
beberapa instrumen penilaian yang
dilaksanakan
pada semester ganjil
diuraikan pada mekanisme penilaian
tahun pelajaran 2016-2017 dengan
yakni penilaian keterampilan yang
informan penelitian adalah guru
dilakukan melalui Praktik Unjuk
sejarah yang mengajar di kelas
Kerja, Produk, Proyek dan Portofolio
XI MIPA 5 dengan jumlah siswa
atau sesuai dengan kompetensi yang
adalah 35 orang
dinilai.
Metode pengumpulan data
Melihat
penjelasan
dalam penelitian ini adalah pertama
mengenai
observasi.
wawancara,
keterampilan yang ada di dalam
wawancara yang penulis lakukan
kurikulum 2013 yang dijalankan
untuk mengumpulkan data adalah
guru kepada siswa di dalam proses
wawancara mendalam. Ketiga studi
pembelajaran
dokumen, berfungsi sebagai bukti
memfokuskan ke salah satu bentuk
Kedua
bentuk
diatas
maka
penilaian
peneliti
penilaian
yang
pengamatan
terlihat
satu
melalui
semester
yaitu
Bentuk
merupakan
penilaian
bagian
dari
ini
bentuk
bentuk penilaian unjuk kerja diskusi
penilaian keterampilan yang ada
dan presentasi yang dilakukan guru
pada
di dalam proses pembelajaran serta
dilaksanakan guru di dalam proses
menguraikannya yang dimulai dari
pembelajaran guna dengan maksud
bentuk penilaian aspek keterampilan
untuk
unjuk kerja tersebut, pelaksanaannya,
kompetensi yang menuntut peserta
dan kendala-kendala yang dihadapi
didik melakukan tugas tertentu yaitu
dalam
penilaian
kegiatan diskusi kelas dan kegiatan
keterampilan unjuk kerja diskusi dan
presentasi yang dilakukan oleh siswa
presentasi
di dalam
pelaksanaan
yang
dijalankan
kurikulum
2013
menilai
yang
ketercapaian
proses pembelajaran
berdasarkan kurikulum 2013 yang
sejarah dengan menyiapkan
akan di uraikan berikut ini :
penilaian untuk mengamati perilaku
A. Bentuk–Bentuk
Penilaian
Aspek Keterampilan Unjuk
Kerja Pada Pelajaran Sejarah
Berdasarkan Kurikum 2013
peserta
didik
praktik
dalam
pada
pembelajaran
rubrik
melakukan
saat
proses
yang digunakan di
dalam kelas XI MIPA 5 yang
Bentuk Penilaian Unjuk Kerja
atau Praktik
dilakukan
ketika
pembelajaran.
Kedua rubrik tersebut berbentuk
Berdasarkan hasil pengamatan
kolom yaitu rubrik diskusi yang
penelitian yang dilakukan penulis
pertama kolom keterangan yang
mengenai
penilaian
memuat nama siswa satu kelas
pembelajaran
dilanjutkan lima kolom aspek poin
bentuk-bentuk
penilaian yang terdiri dari kolom
pelaksanaan
keterampilan
sejarah
pada
mengenai
penilaian
keterampilan
yang
aspek
kerja sama, kolom aspek
digunakan guru sejarah berdasarkan
mengkomunikasikan
kurikulum 2013 di kelas MIPA yakni
kolom aspek toleransi, kolom aspek
kelas MIPA 5 selama pembelajaran
kreativitas
satu semester.
menghargai pendapat teman dan
dan
pendapat,
kolom
aspek
dilanjut dengan kolom keterangan
jumlah skor nilai kegiatan yang
yang
diikuti
sebelum
siswa,
kolom
nilai
dan
dimiliki
guru
melihatkan
dilaksanakannya
proses
selanjutnya kolom keterangan nilai
pembelajaran pada bentuk penilaian
diskusi siswa yang telah diolah oleh
unjuk kerja kegiatan diskusi dan
guru
presentasi di dalam kelas yang
pada
setiap
minggu
pembelajaran sejarah dilakukan di
dijalankan
kelas serta rubrik presentasi yang
dengan berbagai materi yang akan di
terdiri yang kolom pertama memuat
sampaikan dan dipelajari bersama
keterangan nama siswa satu kelas
dengan lampiran bukti nilai dari
dan dilanjutkan tiga kolom aspek
kedua rubrik yang dipakai serta
poin penilaian yang terdiri dari
lampiran catatan pribadi masing-
kolom aspek aktif bertanya, kolom
masing siswa.
aspek aktif menjawab
dan kolom
dalam
satu
semester
Dari penjelasan di atas maka
aspek aktif tampil ke depan serta
penulis
kolom keterangan jumlah skor yang
pelaksanaan
memperlihatkan berapa kali siswa
penilaian aspek keterampilan unjuk
tersebut
keaktifannya.
kerja yang dilakukan oleh guru
Kedua rubrik tersebut digunakan dan
dalam proses pembelajaran sejarah
dijalankan guru dalam melakukan
berdasarkan
kurikulum
2013.
penilaian
Berdasarkan
pengamatan
yang
terhitung
unjuk
kerja
yang
akan
dari
menguaraikan
bentuk-bentuk
dilaksanakan selama satu semester
dilakukan oleh oleh guru setiap hari
melalui pengamatan guru terhadap
kamis di kelas XIMIPA 5 didalam
hasil kerja siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran dengan guru
pembelajaran terhadap 35 orang
yang mengajar Ibu Desiwati S.Pd
siswa di dalam kelas selama satu
(DS) di jam pelajaran 08.30 wib
semester.
terlihat guru sebelum melakukan
B. Pelaksanaan Penilaian Aspek
Keterampilan Unjuk Kerja
Pada
Pelajaran
Sejarah
Berdasarkan Kurikulum 2013
bentuk penilaian unjuk kerja dalam
Berdasarkan pedoman rencana
pelaksanaan
pembelajaran
(RPP)
bentuk
kegiatan
diskusi
dan
presentasi terhadap siswa di dalam
proses pembelajaran sejarah
menyampaikan
rubrik
guru
aspek
penilaian terlebih dahulu yang akan
di temukan di dalam buku sumber
digunakan dalam menilai siswa pada
yang merupakan pelengkap materi
kegiatan
presentasi
yang terkait pada pembahasan yang
terhadap siswa kemudian barulah
sedang dipelajari bersama siswa
guru melakukan kegiatan saintifik
selanjutnya pada langkah ketiga
kepada siswa di dalam belajar sambil
Menanya pada langkah ini setelah di
menyampaikan judul materi yang
suruhnya siswa menggali materi
akan dipelajari siswa di dalam kelas
melalui buku sumber yang ada dan
yang dipelajari selama lima belas
baik melalui pencarian penggalian
kali minggu pertemuan
materi pembahasan melalui internet
diskusi
dan
dengan
uraian langkah saintifik yang di
dan
lakukan guru kepada siswa adalah
terkait pembahasan
dimulai
kegiatan
dalam buku sumber kemudian guru
kegiatan Mengeksplorasi dibagikan
memberikan dorongan agar siswa
kelompok
sesuai
dapat mengajukan pertanyaaan yang
dengan urutan deretan bangku tempat
terkait pada pembahasan materi yang
duduk masing-masing siswa di dalam
dibahas dan pada langkah ke empat
melakukan pelaksanaan diskusi yang
Mengasosiasikan di suruh siswa
mana guru menyuruh siswa menggali
mencatat poin-poin penting yang
informasi
pembahasan
dibahas didalam diskusi yang sedang
tersebut baik melalui buku utama
di pelajari bersama serta di setiap
Sejarah Indonesia maupun buku
kali
sumber
melalui
perkenankan memberikan pendapat
penggunaan fasilitas internet dalam
jawabannya mengenai materi yang di
menggali bahasan materi yang di
pelajari dan baik menjawab soal
pelajari
pada
latihan yang ada di dalam buku
langkah kedua Mengamati ini siswa
utama yang di miliki siswa yang
disuruh
hanya
sebelumnya siswa telah di beritahu
membahas materi yang di diskusikan
oleh guru agar membaca buku yang
saja namun siswa di suruh ikut juga
dimilikinya jauh-jauh hari di rumah
mengamati gambar-gambar yang ada
sebelum membahas
dari
tahapan
belajar
terkait
lain
siswa
oleh
dan
siswa
bisa
kemudian
guru
tidak
mengamati
ada
gambar-gambar
yang ada di
kesempatan
siswa
di
materi yang
dipelajari ketika belajar di kelas
menuliskan nilai yang sesuai dengan
kelima Mengkomunikasikan pada
hasil kerja siswa yang dimunculkan
langkah
melalui
ini
dorongan
guru
kepada
memberikan
siswa
dengan
kegiatan
diskusi
keaktifan siswa melalui
serta
kegiatan
memilih beberapa siswa secara acak
presentasi
di
masing-
dilakukan penilaian kepada seluruh
masing yang mana guru memberikan
siswa pada kedua rubrik penilaian
pertanyaan mengenai materi yang
unjuk kerja tersebut lalu dilakukan
dipelajari lalu kemudian siswa yang
perekapan atau pendokumentasi hasil
dipilih
penilaian
dalam
kelompoknya
secara
acak
tersebut
kemudian
unjuk
kerja
tersebut
satu
semester
menuliskan jawabannya dengan maju
selama
ke depan kemudian menuliskan di
pembelajaran sampai selesai.Untuk
papan tulis. Setelah semua langkah
hasil kerja siswa pada kegiatan
kegiatan saintifik dilakukan oleh
diskusi
guru kepada siswa di dalam proses
pengelolah nilai lima aspek poin
pembelajaran
dalam
penilaian yang ada pada rubrik
kegiatan diskusi dan presentasi dan
diskusi selama lima belas minggu
disaat itu pula guru melakukan
pembelajaran satu semester adalah
penilaian dengan mengamati kerja
sebagai berikut melalui pengamatan
siswa pada kegiatan diskusi maupun
aspek penilaian terhadap 35 orang
pada
siswa
sejarah
kegiatan
di
presentasi
sambil
dalam
setelah
yang
yaitu
dilakukan
aspek
melalui
Kerja
sama,
membandingkan hasil kerja peserta
Mengkomunikasikan
didik sesuai dengan maksud aspek
Teleransi,
Kreativitas,
penilaian yang ada pada rubrik
Menghargai
Pendapat
penilaian
rubrik
adalah dengan hasil nilai diskusi
diskusi
dan
Pendapat,
dan
Teman,
presentasi
tersebut
kemudian
berikut ini : 1. Afdal Cassady Heru
melakukan
penilaian
individual
nilai 73, Ammanullah Muhammad
kepada masing-masing siswa setelah
Farhan nilai 77, Arrinni Qisti Adila
dilakukannya pengamatan dengan
Yuryski
membandingkan hasil kerja siswa
Rahmadhini Saputri nilai 77, Bunga
lalu kemudian mencatatkan atau
Astuti nilai 77,5, Fadilla Amara
nilai
72,5,
Aulia
Martiasnilai 77,5, Fauziah Afrilda
pengelolahnya diambil dengan cara
nilai 73, Hafizah Rahmayan nilai 78,
menjumlahkan nama masing-masing
Hubert Javas Hammam Hardon nilai
siswa yang aktif selama lima belas
77,5,
kali pertemuan dalam satu semester
Karina
Munadiayuna
Alhudanilai 78, Muhammad Hafizh
hasilnya
Eka Putra nilai 78, Muhammad
berikut:.Afdal Cassady Heru jumlah
Syafiq nilai 72, Nur Ichsan Abdillah
4, Ammanullah Muhammad Farhan
nilai 77, Odma Syahdena nilai 77,5,
jumlah 6, ArrinniQisti Adila Yuryski
Rahayu Dwi Lestari nilai 77,5
jumlah 5, Aulia Rahmadhini Saputri
Rahmat
Ferdiansyah
78,
jumlah 6, Bunga Astuti jumlah 2,
Rahmat
Ikbal
Rahmi
Fadilla Amara Martias jumlah 8,
Hasanah Aulia nilai 72, Rio Gautama
Fauziah Afrilda jumlah 5, Hafizah
77,5, Rizki Hidayat nilai 77, Rofi
Rahmayani jumlah 6, Hubert Javas
Afif
Hammam Hardon jumlah 5, Karina
nilai
nilai
Hasibuan
78,
nilai
78,
Sarah
terdiri
adalah
Khairunnisa Putri nilai 77, Sharly
Munadiayuna
Jihannisa Nursahara nilai 78, Shifa
Muhammad Hafizh Eka Putra jumlah
Helena nilai 78, Siti Maya Delingga
1, Muhammad Syafiq jumlah 4, Nur
nilai 73, Syaira Chairunnisa nilai 73,
Ichsan Abdillah jumlah 5, Odma
Thasya Putri Andira 77,5, Tsani
Syahdena jumlah 6, Rahayu Dwi
Tsamara Amnedya nilai 77, Ulfany
Lestari
Luky Maisya nilai 72, Vanessa
Ferdiansyah jumlah 1,Rahmat Ikbal
Mairieska
Winda
jumlah 3, Rahmi Hasanah Aulia
Yasser
jumlah 3, Rio Gautama jumlah 3,
nilai
Gusmawarni
Rahman
nilai
Yulius
78,
78,
nilai
72,
Zul
Alhuda
sebagai
jumlah
jumlah
0,
3,
Rahmat
Rizki Hidayat jumlah 5, Rofi Afif
Tsatunnimah nilai 78, Rahma Femi
Hasibuan
nilai 72, dan Dwi Salsabillah nilai
Khairunnisa Putri jumlah 2, Sharly
78
penilaian
Jihannisa Nursahara jumlah 1, Shifa
unjuk kerja presentasi dilakukan
Helena Jumlah 0, Siti Maya Delingga
melalui pengamatan dan pemberian
jumlah 4, Syaira Chairunnisa jumlah
tanda ceklist pada siswa yang aktif
5, Thasya Putri Andira jumlah 3,
terlihat dalam satu semester dan
Tsani Tsamara Amnedya jumlah 2,
Serta
pengambilan
jumlah
3,
Sarah
Ulfany Luky Maisya jumlah 2,
hasil
Vanessa Mairieska jumlah 4,Winda
menghadapi
Gusmawarni
pemberian penilaian terhadap siswa
Rahman
jumlah
Yulius
3,
jumlah
Yasser
3,
sebagai
berikut:
1)
kesulitan
Guru
pada
Zul
pada bentuk penilaian unjuk kerja
Tsatunnimah jumlah 3, Rahma Femi
yang dilakukan melalui kegiatan
jumlah 3,
diskusi dan presentasidi karenakan
dan Dwi Salsabillah
jumlah 2.
waktu
terbatas
karena
tidak
C. Kendala-Kendala
Yang
Dihadapi
Guru
Dalam
Pelaksanaan Penilaian Unjuk
Kerja Pada Pelajaran Sejarah
Kurikulum 2013
seluruhnya siswa teramati untuk di
Pada bagian ini akan dijelaskan
siswa pada kegiatan unjuk kerja
nilai keaktifannya 2). Kurangnya
waktu yang dibutuhkan guru dalam
menjumlahkan nilai yang di dapatkan
kendala–kendala yang dihadapi guru
diskusi
dalam pelaksanaan bentuk penilaian
3). Tidak cukupnya waktu di dalam
keterampilan
pembelajaran
melakukan kegiatan penutup yaitu
sejarah yang di jalankan guru dalam
menyimpulkan materi yang dipelajari
proses pembelajaran di satu semester
bersama siswa.
yaitu diskusi dan presentasi di dalam
KESIMPULAN
pembelajaran sejarah yang dilakukan
1. Pelaksanaan Penilaian Aspek
Keterampilan Unjuk Kerja
Pelajaran Sejarah Berdasarkan
Kurikulum 2013
pada
pada langkah saintifik terhadap siswa
yang terdiri dari langkah-langkah
sebagai berikut
pembelajaran
Pertama
Kelima
ilmiah
adalah:
Mengeksplorasi,
Mengamati,
Keempat
tahapan langkah
Ketiga
Kedua
Menanya,
Mengasosiasikan,
Mengkomunikasikan
dilakukan melalui dengan memakai
rubrik
kedua penilaian
tersebut
yang mana kendala yang dihadapi
dan di rasa oleh guru dengan paparan
dan
Guru
melaksanakan
presentasi
serta
sejarah
telah
bentuk
penilaian
keterampilan yang dianjurkan dalam
kurikulum 2013 yaitu dalam bentuk
pelaksanaan penilaian unjuk kerja
yang dilaksanakan dengan kegiatan
belajar diskusi dan presentasi oleh
siswa di dalam kelas selama jam
pembelajaran sejarah dengan minggu
efektif
lima
belas
kali
minggu
pertemuan tatap muka proses belajar
menyimpulkan
materi
mengajar di kelas dengan diikut
dengan siswa
mengenai materi
sertakan
perlawanan
rubrik
yang
lampiran bukti
penilaian
dipakai
yang
unjuk
guru
memperlihatkan
konstruktivistik
mengikuti
kedua
rakyat
kerja
melawan bangsa barat .
tersebut
DAFTAR PUSTAKA
sikap
siswa
dalam
pembelajaran
sejarah
bersama guru mata pelajaran sejarah
di dalam kelas.
2. Kendala-kendala yang dihadapi
guru
dalam
menjalankan
bentuk penilaianketerampilan
pada pembelajaran sejarah
berdasarkan kurikulum 2013
adalah
Pada bentuk penilaian unjuk
kerja dalam bentuk kegiatan diskusi
dan presentasi di karenakan waktu
bersama
Indonesia
Afrizal. 2014. Metode Penelitian
Kualitatif. Jakarta. PT.Raja
Grafindo. Persada
Anissa Basleman .2011. Teori
Belajar
Orang
Dewasa.
Bandung. PT.
Remaja
Rosdakarya
Hamdani
Hamid
2013.
Pengembangan
Kurikulum
Pendidikan. Bandung: CV
Pustaka Setia
Hosnan,
Dipl.Ed,M.Pd.
2016.
Pendekatan
Saintifik
dan
Kontekstual
Dalam
Pembelajaran Abad 21. Bogor.
Ghalia Indonesia
terbatas sehingga tidak seluruhnya
siswa
teramati
untuk
dinilai
keaktifannya di dalam sekali minggu
pertemuan proses belajar mengajar di
kelas dengan mata pelajaran yang di
ajarkan adalah mata pelajaran sejarah
wajib
dengan
alokasi
waktu
mengajar dua jam lamanya serta dari
tidak
cukupnya
waktu
dalam
menjumlahkan hasil diskusi siswa di
setiap minggu pertemuan dan yang
terakhir tidak cukupnya waktu guru
dalam menjalankan kegiatan penutup
Mulyasa.2013.Pengembangan dan
Implementasi Kurikulum 2013
Perubahan
dan
Pengembangan
Kurikulum
2013.
Bandung:
Remaja
Rosdakarya
Ridwan Abdullah Sani. 2016.
Penilaian Autentik. Jakarta
Bumi Aksara
Syaffruddin,
Nurdin.
2016.
Kurikulum dan Pembelajaran
Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
Tim
Penyusun. 2013. Pedoman
Penulisan SKRIPSI. Padang
Zainal
Arifin .2014. .Evaluasi
Pembelajaran Bandung: PT.
Raja
Grafindo
Persad
Download