a Laboratorium Pilot Plant Skala lndustri

advertisement
Pilot Plant
Skala
lndustri
a
Laboratorium
f
PROSES INDUSTRI
KIMIA
Industrial stoichiometry dalam proses manufakturing
Oleh:
Prof.Dr.Ir.Igo. Suharto, APU
IUNPARH44fi
l?>99.'J.3
94
No.
Ne
·
P../ fTI
9-.
I�
.� -.1 ?.!.t:i. .{?.·
In-cl' k �� Tgl � :-. �. ;.lf;
Hur:·
Dori
Klass
r/B�li
. .
..
....•
. . . . .. . . . . . . . . . . . . . ....... ..
\.:\.���
..
-����
·'· ·
·· · · · · · ·•
Proses Industri Kimia
Oleh
:
Prof. Dr. Ir. lgn. Suharto, APU
Hak Cipta@ 2014 pada penulis
Desain Cover
: Edi Ayudi
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Di larang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau
seluruh
isi
buku
ini
dalam
bentuk apapun,
baik
secara
elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam
atau dengan si stem penyimpanan lainnya, tanpa idzin te1tulis
dari Penulis.
Penerbit UNPAR PRESS
Jalan Ciumbuleuit 94-96, Bandung 40141
Percetakan
Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan (KOT)
Suharto, Ignatius
Proses Industri Kimia
I Ign. Suharto; Ed. I. Jilid 2
UNPAR PRESS
xliii +
446 halaman.; 148 x 21 Cm....
ISBN: 978-602-70484-2-3
I.
Proses Industri Kimia
II. Judul
III. Ign. Suharto
-
Penerbit:
Ill
Penemuan penemuan baru era tahun 1 965 bahwa
molekul
carbon . atom yang
berbentuk silinder dan
bahwa 20 tahun
kemudian
penemuan tersebut diperbaharui oleh ihnuwan Prof
Richard Smalley dan Prof Robert Curl keduanya dari
Rice
dibuat
University
tergeraklah
multiple
dari
di
penulis
Houston,
Texas,
ini
buku
untuk
USA,
rnaka
mengeksplorasi
seberapa besar isu bahan baku kimia industr·i (bbki) yang
ada di Indonesia dapat dikernbangkan, diteliti dan
dimanfuatkan
mer\iadi produk kimia yang berrnanfuat
bagi
rnasyarakat.
Sumber
Daya
Alam
(SDA)
resources) rnaupun sumber
daya alam atau bahan baku tak terbaharukan (Non
renewable resources) di Indonesia cukup melimpah
terbaharulrnn
sehingga
(Renewable
bahan
baku
kimia
industri
diproses dengan teknologi proses kimia
tersebut
perlu
mer\iadi produk
barang setengah jadi ataupun produk barang
siap di
pasarkan baik dalam negeri rnaupun ekspor keluar negeri.
Disadari pula bahwa bahan baku kimia industri yang
melimpah
di
dikernbangkan
Indonesia
dan
sedang
dinianfuatkan
dan
sudah
dengan
diteliti,
teknologi
proses kimia, namun ha! ini belum sepenuhnya
menggunakan teknologi rarnah lingkungan berbasis pada
IV
konsep
green chemistry dan green engineering oleh
sumber
daya
manusia
yang
cendekia
dan
profesional
menjadi produk barang kualitas tinggi sesuai dengan SNI
dan standard lainnya untuk memenuhi tarikan pasar baik
keperluan lokal maupun ekspor.
Tujuan
Tujuan
penulisan
buku
Proses
lndustri
Kimia
dan
proses
kimia
dan
perhitungan
dan
Industrial Stoichiometry ini ialah
1. Memberikan
industrial
uraian
teknologi
stoichiometry
untuk
penyelesaian soal-soal dalam proses industri kimia,
2. Mempelajari dan mengembangkan bahan baku kimia
industri yang melimpah di Indonesia.
Adapun
buku
bahan
baku kimia industri
dibahas dalam
ini berturut- tumt sebagai berikut:
Air taut dikonversi menjadi NaCL,CL2,H2,NaOH
Udara dikonversi menjadi 02,N2,NH1,dan gas mulia
Mi6ertiJ(�pgitili �l/ipnii�tft�nj<t.dtfe4t,Cu,N1�Mg,
Ph
Mineral non-logam dikonversi menjai CaCL2,CaC01
Batu hara dikonversi menjadi Benzena,Toluena,
Xylene
v
petrpleum· · dikpnversi
.fl##jn.(i.j g:i1§.,/��rpsin.e, 4ie!!ef
oil
Biomassa dikonversi menjadi karbon aktif
dan
bioethanol
Kimia eksplosiftermasuk nitrogliserin,dan dinamit,
Obat terlarang termasuk steroid, cocaine, codeine,
dan moljin
e
;'>��n ;.·�·�ll���0.i.�e�?a!i "!i�'1«1l
��'.·• ��c�i
�·panglllJ.9'1:
d.an<e11.ergi;1te,.. .�fffe.i�. l!aty,;:P:a:.
rw
..
.. ·.··
Sasaran buku ini ialah tercapainya penguasaan ilmu
teknik/teknologi
proses
anorganik dalam
eksplosif;
sintesis
kimia
organik
dan
industri kimia, industri furmas� industri
industri
obat
terlarang
khususnya
bagi
para
pemegang kekuasaan, dosen dan mahasiswa jurusan ilmu
teknik/teknologi
maupun
mahasiswa
ekonomi dan politik serta, analisis
jurusan
sosial­
inteligen komunitas,
militer/ kepolisian dan calon wirausaha baru.
Industri kimia sudah dikernbangkan dan bagairnana
mengembangkan proses baru, produk barang baru dan
memperbaiki
fungsi
produk
dan
biaya
produksi
yang
Vl
murah dengan
bahan baku lokal
di Indonesia masih
belum sepenuhnya dilakukan.;
Industri kimia berbasis pada konsep
dan
green chemistry
green engineering sangat diperlukan di Indonesia,
sehingga produk
barang
mampu dipasarkan di pasar
intemasional merupakan salah satu jalan merntju revolusi
teknologi global bagi kesejahteraan dan kualitas hidup.
Jika
industri kimia
Indonesia
sudah
berbasis hasil penelitian bangsa
diterapkan,
maka
sasarannya
ialah
industri kimia lebih kokoh, lebih efisien dan lebih tinggi
produktivitasnya, lebih rendah biaya produksi dan ramah
lingkungan.
Hal
penelitian
ini
teknologi
instansi/lembaga
diverifikasi,
analisis
dapat
dilaksanakan
proses
kimia
penelitian
di
dikembangkan,
sosial
dan
dari
hasil
berbagai
Indonesia
dianalisis
lingkungan
jika
hidup
dapat
tekno-ekonomi,
sebagai
landasan
studi kelayakan untuk transfer teknologi ke industri skala
kecil, menengah,
Pada
besar dan modern.
tahap
pengembangan,
berikutnya
perekayasaan,
teknologi
vertikal
dan
komitmen
memtju
industri
diperlukan
rancang
horiwntal,
kimia
teknik/teknologi,
professionaL
pasar,
Adanya
sumber
produk
pcluang
bahan
daya
barang
pemasaran
bangtm,
transfer
sehingga
tumbuh
berkelanjutan
kepedulian terhadap sosial masyarakat
responsibility).
pengenalan,
( Cmporate social
bairn
manusia
sesuai
prodttl<
dengan
kimia
industti,
cendekia
dengan
barang
dan
keinginan
dan
jasa
II..
vu
pelayanan
ihniah,
pemerintah
dan
undang-undang
dan
peraturan
diperlukan guna memhangun industri kimia
berkela1zjuta1L
Pertumbulnm
oleh
salah
kimia.
ekonomi
satu
di
·
antaranya
Perkemhangan
kornpleksnya
kimia
industri
perubalnm
kornpleks,
nasional
dipengaruhi
perkembangan industri
kimia
ihnu
unit
sangat
dipengaruhi oleh
teknik/teknologi,
proses
sintesis
reaksi
kimia
yang
melibatkan tekanan tinggi.
Sernakin kornpleks reaksi kimia dan proses kimia
dalam industri kimia, rnaka semakin dituntut keselamatan
(Safety) atau (Loss Prevention) dan kearnanan ke1ja yang
tinggi bagi operatornya dan darnpak lingkungan hidup.
Terjadinya
penelitian
terjadi
atau
interaksi
ihniah
isu
dengan
bagaimana
sebaliknya
antara
teknologi
permintaan
membangun
terjadi
tarikan
dari
konsumen,
industri
pasar
rnaka
kimia
tentang
hasil
baru
produk
barang dan jasa pelayanan ihniah, rnaka terjadi isu ingin
memhang u n industri kin1ia baru pula.
.Industl:i l<i"1i�'4a1.f�Jly¢f3pa11i�illtg1.f k¢rja.
Isu
kunci
proses
1naupun
skala
besar
industri
kimia
tenaga
kerja
profesional
industri
dan
diharapkan terwujudnya
baru yang
trarnpil,
sekaligus
kimia
siap
tenaga
dan
marnpu
kerja
mengakhiri
menengah
pendirian
menyerap
cendekia
kemiskinan
dan
anak
bangsa Indonesia dewasa ini Proses industri kimia skala
Vlll
kecil,
dan
menengah
jumlah industri kimia
Pemahaman
ialah
bahwa
sebagian jenis
dan
bellllll sepenuhnya dilaksanakan .
industri
kimia
sangat
beragarn,
bervariasi dan berbeda, namun apapun batasan dan cara
pandang
industri
kimia
kontribusi industri kimia
(Chemical
bahwa
industry)
menghasilkan beribu-ribu jenis
senyawa produk kimia bagi pertumbuhan ekonomi sangat
tinggi terhadap Pembangunan Nasional.
1111
memben'kan informasi
ihniah
untuk dipahami, dikembangkan, dan dimanfuatkan
guna
Semoga
memberi
buku
kontribusi
kepada
pembangunan
nasional
untuk memulai dan mengembangkan serta memanfuatkan
sumber
kimia
daya
menjadi
alam lokal sebagai bahan
produk
barang
sekaligus
baku industri
pengakhiran
kemiskinan bangsa Indonesia.
Semoga karya ilmiah buku
ini berguna, bermanfuat,
dan berharga bagi mencerdaskan anak bangsa Indonesia
sekarang dan selama-Jamanya.
Apapun kritik yang membanb>un demi perbaikan isi
buku ini, kami terima dengan senang hati. Terima kasih
dan Tuhan selalu membimbing, melindungi dan
beserta
Kita. Amin
Bandung,
9 Juni
2014
Penulis,
ProfDr.lr.lg n.Suharto, APU
ix
Pe1iama-tama kami ucapkan banyak terima kasih
kepada
Bapak Prof. Dr. Ir. Ign. Suharto, APU yang
sudah menyelesaikan penulisan buku be�judul ;
PROSES INDUSTRI KIMIA
Industrial stoichiometry dalam proses manufakturing
Sebuah buku yang berhasil mengeksplorasi isu sumber
bahan baku kimia industri yang melimpah di Indonesia
dala!n sintesis kimia
yang dise1iai dengan unit proses
menjadi produk kimia sungguh
organik dan anorganik
bagi pembangunan nasional bangsa
sangat berniakna
umumnya dan khususnya bagi dosen dan
Indonesia
ilmuwan
peneliti
dari berbagai
maupun
sosial-ekonomi dan juga
ilmu teknik/teknologi
para
pejabat
yang
berhubungan dengan pengembangan proses dan produk
kimia dan dampak penggunaa n produk kimia.
Menapak tilas pe�jalanan
beliau
membangun
Bandung,
membagi
Lembaga
beliau, mulai dari peran
Kimia Nasional-LIP! di
di era tahun 1965, maka beliau
selalu
waktu dan kepakaran beliau di Yayasan
Universitas Katolik Parahyangan di era tahun 1976 tanpa
kenal
Eksakta
lelah
dan
berakhir
mendirikan
dua
F akultas
barn yaitu Fakultas Teknologi Industri dan
x
Fakultas
MIPA
di
lingkungan
Universitas
Katolik
Parahyangan tahun 1992.
Tujuan pendirian dan pembukaan Fakultas baru ini
ialah untuk rnernenuhi persyaratan Universitas Katolik
Parahyangan
sebagai
Universitas
sesuai
dengan
Keputusan Mendikbud Nomor: 0686 I U I 91 tanggal 30
Desember 1991 yang rnenyatakan bahwa setiap
Universitas wajib rnemiliki minimal tiga Fakltltas
Eksakta untuk tetap dapat disebut sebagai Universitas,
jika tidak, maka Universitas rnenjadi Sekolah Tinggi
Buku ini juga rnemberikan strategi berpikir jangka
pendek dan panjang untuk rnengantisipasi revolusi
teknologi global rnernaju kehidupan umat manusia Jebih
nyaman, lebih sejahtera, dan lebih sehat dan diharapkan
mampu rnemberi kontnbusi terhadap pertumbuhan
industri kimia berbasis bahan baku kimia industri dan
potensi serta kekuatan sendiri bangsa Indonesia rnerntju
kualitas produk barang.
Semoga buku ini bermanfuat dan berguna bagi para
peneliti, para dosen, para mahasiswa, dan juga para
pejabat pemerintah yang terkait. Terima kasih.
Bandung, 9 Juni
2014
Dekan
Fakultas Teknologi Industri-Unpar
Dr.Ir.Paulus Sukapto,MBA
l
Xl
Pertama-tarna karni rnngucapkan selarnat kepada
Bapak Prof Dr. Ir. Ign. Suharto, APU atas selesainya
penulisan buku judul
PROSES INDUSTRI KIMIA
Industn'al �toichiomery tlalamproses 11u1nufakturing
Kami
segala
juga
upaya
Bapak
sangat
gernbira
dan waktu
yang
berterirna
telah
Prof.Dr.lr.Ign.Suharto,APU
di
kasih
atas
dituangkan
oleh
dalam
oenulisan
buku ini.
Buku
ini rnernuat
profil bahan baku kirnia industri
yang banyak terdapat di Indonesia, mernberikan
tentang
keterkaitan
dengan
antara
pasarlmarket
rnengenai
organik
ilmu
teknik/teknologi
rnernberikan
needs
garnbaran
singkat
sintesis
kirnia
berbagai unit proses dalarn
dan
rnemberikan
chemistry
anorganik
di
pengenalan
dan
dalam Industri Kirnia serta
terhadap
green engineering
konsep
di
dalarn
green
aspek
pengernbangan teknologi saat ini
Di dalarn Teknik Kirnia, konsep
green chemistry
I
engineering ini digunakan untuk rnemastikan
kesinarnbungan /sustainability dari setiap aspek pada
green
proses
kirnia
mulai
dari
bahan
baku
altematif untuk
Xll
sumber daya energi dan bahan kimia, sampai dengan
produk
yang
ramah
lingkungan.
chemistry dan green engineering
landasan
tidak hanya
di
dalam
Konsep
ini
telah
green
dijadikan
pengembangan
industri
kimia saja, tetapi juga sudah mencakup berbagai aspek
kehidupan lainnya.
Oleh karena itu,informasi di dalam buku
ini menjadi
sangat penting dan relevan untuk dijadikan rujukan bagi
kegiatan
pembelajamn
dan
penelitian
para dosen
dan
mahasiswa, bukan hanya untuk Teknik Kimia saja, tetapi
juga untuk program studi lainnya.
Akhir
kata,
mewakili
seluruh
sivitas
akademik
program studi Teknik Kimia, kami mengucapkan selamat
membaca dan memanfuatkan informasi yang terkandung
di dalam buku ini.
Semoga
buku ini dapat memberikan manfuat yang
besar demi kemajuan
kita bersama.
Bandung, 9 Juni
2014
Ketua Jmusan Teknik Kimia,
Dr.Henky M uljana,ST.,M.Eng
Proses lndustri Kimia
xiii
Peng11nt�r ..
Industri kimia tradisional dan modern menghasilkan
produk kimia yang sangat bermanfaat bagi peningkatan
pemeliharaan kesehatan masyarakat, meningkatkan
kualitas hidup umat manusia sehingga hidup manusia
lebih nyaman, lebih sehat dan lebih sejahtera dan
memiliki prospek industri kimia berkelanjutan. Disadari
sepenuhnya bahwa produk kimia mempunyai dampak
negatif terhadap lingkungan, namun dengan konsep dan
penerapan kimia hijau (Green chemistry) dan green
engineering dan pembangunan berkelanjutan, maka ha!
ha! yang negatif produk kimia dapat diatasi.
Kemajuan proses industri kimia sangat tergantung
pada kemajuan ilmu dan teknologi sehingga proses
industri kimia yang melibatkan banyak reaksi kimia yang
kompleks pada kondisi tekanan tinggi, suhu tinggi, dan
senyawa kimia yang reaktif serta bahan berbahaya dan
beracun diperlukan sumber daya manusia cendekia dan
profesional yang mampu bekerja dengan konsep
Accurate,Brief,dan Correct (ABC).
Semakin kompleks reaksi kimia dalam proses
produksi, maka semakin
kompleks penerapan
keselamatan (Safety) kerja bagi operator di unit produksi.
Keselamatan kerja di unit produksi sama pentingnya
xiv
Ringkasan Proses Industri Kimia
dengan teknologi produksi. Disadari sepenuhnya bahwa
konsep keselamatan kerja adalah termasuk konsep lama
dan dewasa ini konsep keselamatan (Safety) kerja diganti
dengan istilah loss prevention.
Konsep pendekatan kimia hijau (Green chemistry)
adalah perancangan proses industri kimia dan produk
kimia mampu mereduksi atau mengeliminasi penggunaan
dan penciptaan bahan beracun dan berbahaya. Penerapan
kimia hijau (Green chemistry) diantaranya ialah
mencegah terjadinya limbah kimia di unit teknologi
produksi, memaksimalkan semua proses kimia industri
menjadi produk kimia akhir tanpa adanya produk
sampingan dan limbah, mengusahakan dan menggunakan
bahan baku kimia industri sedikit mungkin dan
menghindari senyawa kimia yang beracun, menciptakan
produk kimia dengan sedikit mungkin toksisitasnya,
meminimumkan penggunaan energi yang digunakan,
memaksimalkan penggunaan bahan baku kimia industri
yang terbaharui (Renewable resources).
Desain proses industri kimia merupakan unsur kritis
dalam penerapan pembangunan proses industri kimia
L
Proses lndustri Kimia
xv
berkelanjutan. Desain, komersialisasi dan penggunaan
proses dan produk kimia hendaknya layak secara
ekonomi, diterima secara sosial, secara teknis dapat
dilakukan, dan secara ekologi tidak menimbulkan
pencemaran lingkungan. Sementara itu, proses industri
kimia tanpa polusi wajib dilaksanakan untuk mengurangi
resiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan
sekitarnya. Dalam desain proses industri kimia dan
produk kimia, maka diperlukan penggunaan analisis
sistem dan sekaligus mengintegrasikan dengan dampak
lingkungan. Pola pikir siklus hidup (life cycle) wajib
diterapkan dalam segala aktivitas green enginering.
Indonesia memiliki sumber daya alam terbaharui
(Renewable resources) dan sumber daya alam yang tak
terbaharui (Non-renewable resources) yang sangat
melimpah sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku
kimia industri. Bahan baku kimia industri (BBKI) yang
terdapat di Indonesia cukup melimpah dan belum
dimanfaatkan secara optimal. Adapun BBKI yang
dimaksud adalah;
1. Air laut,
2. Udara,
3. Mineral logam,
4. Mineral non-logam,
5. Petroleum,
xvi
Ringkasan Proses Industri Kimia
6. Gas alam,
7. Batu bara, dan
8. Biomassa.
BBKI tersebut diproses dengan teknologi proses kimia
sesuai dengan konsep green chemistry dan green
engineering dan sumber daya manusia cendekia dan
profesional menj adi produk kimia sesuai dengan tarikan
pasar (Market needs) yang memenuhi SN! dan standard
lainnya.
Berbasis pada BBKI air laut diproses menjadi garam
dapur, soda kostik, gas khlor, dan gas hidrogen.
BBKI udara diproses menjadi gas nitrogen, oksigen
dan argon, neon, kripton, dan xenon.
BBKI mineral logam diproses menjadi besi baja,
aluminium, tembaga, magensium, dan timbal.
BBKI mineral non logam diproses menjadi berbagai
macam produk diantaranya aluminum sulfat, gips,
kalsium karbonat, kalsium khlorida, titanium dioksida,
iodin, keramik, kaca, clan semen.
BBKI petroleum diproses menjadi berbagai macam
produk bensin, kerosine, minyak diesel, asphalt.
BBKI batu bara diproses menjadi produk energi baik
Lmtuk pembangkit listrik tenaga uap maupun energi di
industri kimia lainnya.
BBKI biomassa diproses menjadi produk karbon
aktif, ethanol, clan obat obatan.
xvii
����
���
Proses Industri Kimia
BBKI untuk produksi bahan eksplosif baik untuk
kegiatan penambangan mineral maupun keperluan
mi liter.
Ifill:���=:� ��-�
M•';
Semakin kompleks reaksi kimia dalam industri kimia
tanpa polusi, maka semakin dituntut keselamatan kerja
(Safety) bagi para operator dan lingkungan industri. Pola
pikir sistem dalam perekayasaan proses dan produk kimia
sangat membantu dalam mempertimbangkan suatu unit
perekayasaan sebagai sistem agar tidak terjadi
kecelakaan ( Zero accident).
Produk kimia pada dasarnya adalah bahan berbahaya
dan beracun, namun dengan penerapan konsep kimia
hijau (Green che mistry) dan perekayasaan hijau (Green
engineering) serta pembangunan berkelanjutan, maka
produk kimia tersebut tidak usah dikawatirkan baik
terhadap pemeliharaan kesehatan masyarakat maupun
dampak terhadap lingkungan kerja maupun lingkungan
sekitar pabrik.
Industrial stoichiometry untuk perhitungan kimia
dalam proses manufakturing sangat bermanfaat bagi
saijana yang bekerja di unit proses dan unit operasi
guna memonitoring, mengendalikan dan mengawasi
proses produksi di
proses industri kimia. Bagi
mahasiswa, maka Industrial stoichiometry bagi
mahasiswa akan menambah penguasaan proses industri
XVIU
Ringkasan Proses lndustri Kimia
kimia menuju ketingkat profesionalan dalam bekerja.
akan
Industrial stoichiometry
Penguasaan
meningkatkan kemampuan untuk menuju menetapkan
dan diagnosa kinerja dan penyelesaian proses kimia.
Pada buku ini dibahas soal pilihan ganda yang
meliputi hafalan dan jawaban perhitungan soal yang
diselesaikan dalam waktu singkat berbasis konsep
Accurate, Brief, dan Correct.
Pada soal soal essay meliputi beberapa butir,yaitu;
I. Perhitungan bahan bakar gas dan cair, karena
bahan bakar gas merupakan campuran yang perlu
dianalisis masing masing komponen.
2. Neraca massa dan keseimbangan reaksi kimia
yang meliputi berturut turut bahan bakar padat,
senyawa belerang dan asam sulfat, batu kapur,
dan senyawa nitrogen.
3 . Latihan pembuatan diagram alir proses industri
kimia, pemilihan basis perhitungan, penggunaan
neraca massa, unsur, dan komponen neraca,
penggunaan neraca energ1,
4. Perhitungan komponen campuran dalam jumlah
kecil,
5. Perhitungan analisis bahan bakar,
6. Penggunaan relasi keseimbangan reaksi kimia,
7. Perhitungan
pembakaran senyawa organik
hidrokarbon, dan
8. Perhitungan asam sulfat dan oleum.
i
r
XIX
DAFTARISI
n1
Pengantar . .... ..... ... .. ... ... ... ....................... ............. ....
Sambutan Dekan Fakultas Teknologi Industri
Universitas Katolik Parahyanagn (UNPAR) ............
ix
Sambutan Ketua Jurusan Teknik KimiaFakultas Teknologi Industri-Universitas
Katolik Parahyangan . ... ..... . .... . . .. .. . .. .. . ... ... .. .... ... . ......
x1
Ringkasan Proses Industri Kimia . . . . . .. .. .. .... . . .... .. .. .. . xm
Daftar isi . . .. . . . . . . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. . .. .. . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . xix
Daftar Garnbar .. . .. . .. ...... .. .... .... . .... .. .. .. . ... .. . .. . . ... .. . .. ... xLiii
Daftar Tabel .................. .. ......................................... xLvi
BAGIANI
PROSES INDUSTRI KIMIA BERBASIS
BAHANBAKU KIMIA INDUSTRI AIR
LAUT
................................................
BABI
PROSES INDUSTRI GARAM DAPUR
..............
Pengantar .............................. .... . .. .............................
Jenis - jenis NaCL ....................................... .............
Manfaat garam dapur . . .. .. .. . .. .. . . . . . .. . .. . .. .. .. .. . . . . .. .. . . .. . ..
Proses dan prosedur ....... :. .. ... .. . .. ... .. .. . ... .. . .... . .. ... . .. .. .
Pembuatan garam dapur rakyat .. . .. .. . .. . .. .. .. .. .. .. . . .. . ..
1
2
2
3
4
5
6
xx
. . .
Diagram alir pembuatan NaCL
Kelarutan dan non-kelarutan .. . .. . .. . .. .. . .. .. . .. ... .. .. . .. .. .
10
i�I
�ii��.
·��·�
l'f
...................
....
.... .
.
·· ··
7
·v&·i·:'Bmn::;;• ?'. <><+.·····
fiF·�01�.au.:»J!lim.i\is1s
' li�;'.�+��:�1���): ��'.1:���:1�:�:·'.��:- �:, ��'.�)�}l,�:�t: -L�-.-.�.'.�-;��':'.L-�-�..
Pengantar ................................................................
Jenis natrium karbonat ...........................................
Manfaat soda abu ...................................................
. .
.
U mt proses k1mia . ...................................................
Ernest Solvay . . ........................................................
Soda abu dari garam trona ......................................
Hidrolisis soda abu .................................................
Pengantar
Jenis NaOH ............................................................
Manfaat NaOH .......................................................
Unit proses kimia . . . . ........ ........................................
.
.
.
.
.
.
.
.
19
19
20
20
.
23
................................................................. .
Pengantar .................................................................
11
12
12
13
14
16
16
.
.
-
Jenis NaOH ...........................................................
Manfaat soda kostik ..............................................
Manfaat gas khlor ....................................................
Manfaat gas hidrogen ............................................
.
.
Umt proses k'1mia ..................................................
Test adanya garam khlorida ..................................
Contoh so al ..............................................................
..
..
.
..
.
..
.
24
24
25
25
25
27
28
';.\f1\'.�iJ.:i •'��.��N:1�
I?Iio$�s1��§��1��13£�A.s1s
BAMN>B;t'KUKJMM.lNDUSTRI
:UD
- ARA:-;: \;_:�J§;{:ti-.'..,� : . 1:�:i:j�:l:'.,i'.li:i,-�l;:1·��t;J-�� .-�:_.-:�-�:��-��:-�_�:;�-�;�:.-�--·-··.:.
29
29
Pengantar ................................................................
Manfaat gas oksigen ..............................................
Proses dan prosedur pembuatan gas oksigen ..........
Produksi dingin .......................................................
Pemisahan udara cryogenic ....................................
Soal
Jawab .....................................................................
..
..
.
.
.
..................................................................... .
.
29
30
31
31
32
32
32
XX!l
Pengantar .. .. . . . . .. . . . . . . .. .. . .. . .. . .. . .. . . .. . .. . . . . .. . . . .. . .. . . . . . . . . . . . . .
Fiksasi nitrogen .
... ..
.. .... . . .
... . . . .
Manfaat Nitrogen . .. .. . . . . . ... . .. . ..... .. .
Proses produksi gas nitrogen....................................
Proses pemisahan udara cryogenic...........................
Proses pemisahan udara non cryogenic....................
Bahan baku nitrogen untuk ammonia.......................
Contoh perhitungan .. ..
. ...... ..
. .. . . . . . . .
...
.......
..
....
.
.
.
.
.........
..
.....
. .
.........
....
.
.
.
....
.
.......
......
.
....
...
.
.
.
.
.
.
...
33
33
34
34
34
36
36
36
•••·'·',!XJs,�';01:\fi "i· 2:fl";tei�;t�J < ·••·
ASIS
lUSTRI- 2ID:MIABERB
PROSES11Nl
--- ·
-- -
·.1 _:, --:-1_- - - INE�l:J
,",- ,"-�'.��,',"•'_:• :...- �.•,:::,". .-.-�.-:.:;.�.-.-::...�:;:_,.. ;0.- -,,- ,-,(lQm_
•, ",•, •-', •, _,-,., ,-,-. ,.,,,.:,-;.,-���:
-- -- """' -- ; ----·- ---· --i: 0-'.'.IJ
. .
.
..--•..........
37
;,;;·;·;· ...
>·•·.
.. . ;.·
·.··.· · ··· · •·
·
·
;{•••·· · ·· .· ..•. >(t ;j',; ».;
.PJ1QSJ!lS �!!$'.l'RlllJ!lSI:O�N::�AJA· ..... : ... .
37
Pengantar
Bahan baku pembuatan besi dan baja ..................... ..
Manfaat besi ........................................................... .
Tahap- tahap pembuatan besi dan baja.................... .
Reaksi kimia tahap I ................................................ .
Reaksi kimia tahap II ...............................................
Reaksi kimia tahap III ............................................. .
Umpan dan produk pada tanur besi (Blastfurnace).
Proses pembuatan besi dan baja ..............................
37
38
38
39
39
39
40
40
41
. .... ...
. .
•
.. .•
1l�1l�<·
.
...
..................................................................
.
.
·sA.'Bi.Il.
+1*
·-m:
XXlll
PROSES INDUSTRI ALUl\1INlUM . . . .. . . .
43
Pengantar
Manfaat . . . . . . .. . .. . .. .. . . . ... . .. . .. .. . . . .. . .. . .. . .. . . . .. .. . .. . . . .. . .. .. . ..
Tahap I
: Proses pembuatan aluminium .............
Langkah I : Penggilingan dan pencampuran . .... .. .
Langkah 2 : Pemanasan/Digestion .... .... . .. :..........
Langkah 3 : Unit pengendapan dan filtrasi . ...........
Langkah 4 : Pengendapan dan kristalisasi . . . .........
Langkah 5 : Pengeringan .. . .. ....................................
Tahapll.
Reduksi,pencampuran dan casting,
rolling..................... . . . . . . . . ..... ...........
Langkah I : Reduksi alumina oleh elektrolisis . . .
Langkah 2 : Pencampuran (Blending) dan alloy.....
Langkah 3 : Casting dan rolling ............................
Contoh penggunaan bahan baku pembuatan
aluminium.......................................
43
43
44
44
44
44
45
45
Pengantar ............... ..... ...... ..... ........ . .... .... .... .....
Manfaat...... .. .. . ... . . . . . . . . ... . . . .. . . . .. . .. . .. . . . . . . .. . .. . . ... .. . .. . .. .. . .
Proses produksi tembaga ..........................................
Pemekatan biji Cu ................. . . ............... .. . .. .... ..
Pemanasan(Roasting!Heating) biji tembaga di tanur
Peleburan (Smelting) .. .... .. .. .... .. .... .. ... . . ... .. ... .. .. .. .. .... .
Reaksi reduksi .. .. .. .. .... ...... .. .... .. ... .. .... .. .. .. .. .. .. .... .. .....
47
48
48
48
48
49
49
.. .. .. .
. . ..
..................................................................
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
45
46
46
46
46
XXIV
Pengantar ................................................................. .
Manfaat timbal ........................................................
Prosess pembuatan timbal ........... . ............................
Pemisahan dan pemekatan biji timbal ......................
Proses pelebuaran/roasting .......................................
Oksida timbal ................................................... . ...... .
51
51
52
52
52
54
Pengantar ......... . ....................................................... .
Manfaat chromium .................................................. .
Unit proses kimia .................................................... .
Proses natrium dichromate................. ..... ... . . . . . . . . . . . . .
55
55
56
56
Pengantar ........................................ .........................
Manfaat.....................................................................
Unit proses kimia .......................... ..........................
Proses elektrolisis .............................................. .......
Proses produksi Mg dari air laut . . .. . . .. .. .. . .. . .. . . . .. . . . .. . .
Magnesit sebagai bahan baku
kimia industri untuk MgCL2
59
59
60
60
61
.
.
.
.••.•..• • . • . • • . • . • • . . • . • . • • . • . • •
62
xxv
Reduksi termal.........................................................
.
62
Pengantar
Jenis jenis Ab(S04)3...............................................
Manfaat Al2(S04)3
. .
. .
..
Proses dan prosedur.................................................
Tahap I : Reaksi kimia bahan baku ......................... .
Tahap 11: Pemisahan Ab(S04)3 ..............................
..
63
64
65
66
67
67
Pengantar .................................................................
Jenis jenis Gips ...................................... ...................
Manfaat gips .... ,
.. . .
. .. .
Proses dan prosedur .................................................
Reaksi kimia ............................................................
Reaksi dan filtrasi hemihidrat.. ................................
Hidrasi dan filtrasi dihidrat .....................................
Permurnian gips dihidrat ........................................
71
72
72
74
75
76
77
77
................... ................... ........... . . . ............. .
..
......
....
..............
..
.........
. .... · · · · . .
.
.
.........
..
..
................
..
.....
............
.
.
.
.
..
XXVI
Pengeringan, kalsinasi dan dehidrasi.. .. .. . .. . .. . . . . . . . .. . ..
Cfranulasi ... .. . .. . .. .. . . . .. . .. . .. .. . .. . .. .. .. .. . . .. . .. . . .. . .. . .. . . .. .. ... . .
Aspek ekonomi gips . ..... ...........................................
77
77
78
Pengantar .. . .. . .. . .. . . . . . .. . .. . .. . . . . . . . . .. .. . .. . .. . .. .. .. . ... . . . . . . . . . . . . .
Jenis jenis magnesium trisilikat................................
Manfaat magnesiumtrisilikat ........................ ...... ......
Proses dan prosedur. .. . .. . .. . . . . .. .. . .. ... ... . . . . . .. .. . . .. .. .. .. . .. . .
Alat dan mesin..........................................................
Magnesium alloy ......................................................
79
80
80
81
81
82
Pengantar ... .. . .. . .. . . . .. . . . .. . . . . .. . .. . . . . . .. . . . . . .. .. .. . . . . .. . . . .. . . .. . ..
Jenis jenis Na2Cr201.2H20 .......................................
Manfaat Na2Cr201.2H20 ................. ................... .....
Proses kimia .............................................................
Prosedur.. .. . .. ... ... .. .. . .. ... ... .. . .. . . . .. . . . ... . .. . . . . . .. . .. . .. . . . . . .. . ..
Senyawa chromium ..................................................
83
83
83
85
86
86
Pengantar
Jenis jenis TiOz.........................................................
87
87
.
..................................................................
xxvn
Manfaat Ti02............................................................
Pro ses dan prosedur... .. . .. . . . ... .. ... . .. ... . . . .. . .. .. . .. .. . .. . .. . .. .
Reaksi kimia .... :........................................................
Proses khlorin ............................ ..............................
Titaniumdioksidadari ilmenit ....... . . ................. ........
87
88
88
89
90
Pengantar ..... .. . .. . .. .. . . . ... . .. ... .. . .. .. . .. . .. . .. .. .. . .. ... .. . .. . .. . .. ..
Jenis jenis natrium sulfida .. .............................. ......
Manfaat natrium sulfida ........ .. .............. ................
Proses dan prosedur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ... ... . . ... . . . . . . . . . . . . . ... . . .
Reaksi kimia .. . .. . .. . . . . . ... . .. . . . .. . .. . ... .. . .. . . . .. . . . .. . .. .. . ... .. . . . .
Reaksi Natrium thiosulfat.........................................
Reaksi kelebihan Na2S .. ................................... .......
Diagram alir pembuatan Na2S..................................
91
91
91
92
93
93
93
93
Pengantar
Jenis-jenis CaCL2 ...................................... ..............
Manfaat CaCL2 .. . . . . . .. . . .. . . . .. . .. . .. . . . . .. . . . .. . . . .. . .. .. . .. . .. . .. ..
Proses dan prosedur.... .. . .. . . . .. . ... .. . .. . .. . .. .. . . . .. . .. . .. . . . .. . ..
Produk CaCL2 dari campuran CaCL2 dan MgCL2 ...
Reaksi kimia CaCL2 dengan HCL ......................... ..
CaCL2 dari garam alam . ...........................................
Reaksi kimia MgCL2 dengan Ca(OH)2 ...................
95
96
96
98
99
I 00
I 02
I 02
.
.
.
.
.
.
.
.
..................................................................
.
.
.
'
:'"\�"''
:!10
;·g
;7§;
XXVlll
:fJ�
%i
Pengantar ..................................................................
Jenis jenis CaC03 .....................................................
Manfaat CaC03 ... . . .. .... .. .. .... ...... .. .... .. .. .. .... ..............
Proses dan prosedur...... . ................................... ...
Kalsinasi
Hasil samping pembuatan kostik soda .....................
Reaksi CaCL2 dengan Na2C03 dan (NH4)2C03 .......
Panas reaksi pembentukan kalsium karbonat...........
Contoh soal batu kapur ......... ................ ....... ...........
1 03
1 03
1 04
I 05
1 05
I 05
I 06
1 06
I 06
Pengantar.................................... ... ... . .. .. .. . ... . . . .. . . .. . .. .
Jenis-jenis iodin............... .........................................
Manfaat iodin ............................. .. . ... . .. . ............
Proses dan prosedur ................................ .................
Metode peniupan udara ......... ..................................
Iodin berasal dari biji tam bang nitrat .......................
Reaksi keseluruhan........................................... ........
Iodin dari pertukaran ion..........................................
Keelompok unsur halogen........................................
1 07
1 07
1 07
1 08
1 08
I 09
1 09
1 10
110
. .
...
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
,
.
.
.
. ..
.
.
::[;:
If&
$)
I
:1
·
:I
XXIX
Pengantar ..... .. .. . .. . . ... . .. . .. .. . . . .. . . ... . .. . .. . . . .. . . . .. ... .. .. ... . . .. .
Bahan baku asam sulfat............................................
Belerang dari gas alam .............................................
Belerang dari petroleum ...........................................
Gas S02 dan S01 dari pirit .......................................
Manfaat asam sulfat.. .... .. .... .. .. .. .. .... .. .. .. .... .. .. .. .. .. .. .. ..
Pembentukan belerang dioksida .................... ,..........
Prosedur pembentukan H2S04 berbasis proses
kontak ..................................................................
Pengeringan ..............................................................
Proses produksi H2S04 dengan proses kontak .........
Proses kamar timbal .. .. .... .. .. .. .. .... .. ...... .. .. .... .. .. .. .. .. .. .
Penggunaan air proses ..............................................
Produk oleum ...........................................................
Pembentukan oleum .. .... .. .... .. .... .. .... .. .. .. .... .. ... .. .... ... .
Persen penurunan volume ........................................
Contoh perhitungan asam sulfat...............................
Soal ........................................................ .............
111
111
111
1 12
1 13
1 13
113
1 14
1 14
115
118
118
1 19
1 19
1 20
121
1 22
.
Y Y ••• •• • •••
PRos:Es·�nusTRJ J{ll\fJA.•'[email protected]·
<<· • ••• > > •• l.l.f\.<t
. IJ\.N
..·. · .
·
<· ·
.
·
.·
· ··
·
BAHANBAKU·KIMIAINDUSTRIGAS
.··�·.��•·.�·.•.��.·• �..�·���:· � .�:�·�·�·.:...•·,;�,•' ·.· . �·:i ·�· •:�".. ..12·3 ·
:ALAM
.
.
.
.
..
•
••
Pengantar pemurnian gas alam.................................
.
1 23
'�;'
:1:
:'r�
Wi
xxx
Manfaat gas alam .. . . . . ..... . .. ... .. .. .. .. .. .. . . .. ... . .. .. ... .. .. .. . .. 124
Penghilangan kontaminan air dan H2S
dalam gas al am . .. . .. . .. . .. . .. . . . . . . .. . .. . . . . .. ... .. . .. . .. . . ... . . . . 125
Reaksi kimia diethanola amin .............. . ....... .. .......... 128
Metode teknologi membran ........... ........................ .. 128
t
i
;I
W{
'b\
Bi.
,:f:·
·SC<·�
{·/
'.;�:
;;,:
,m·:
:fr}\
"'
Pengantar ...................................... . ....... . ................. . .
Manfaat gas hidrogen ................................... ............
Proses dan prosedur gas hidrogen ............ . ...............
Gas hidrogen dari metana dan etana.........................
Gas H2 dari oksidasi parsial metana . .. . . . . . . .. . .. . . . . . .. .. . .
Gas H2 dari oksidasi parsial propana..... .. . .. . ... ... . ... . . .
Adsorpsi gas C02 . . . .. . . .. .. . . .. .. . .. .. . .. . .. .. . . . . .. . .. . .. . . . . . .. . . . .
Gas H2 dari proses elektrolisis air ............................
Metana ......................................................................
Propana .....................................................................
Gas H2 dari senyawa hidrokarbon ............................
Aspek ekonomi gas hidrogen ...................................
Contoh perhitungan H2 menjadi HCL ......................
129
129
130
130
1 31
1 31
1 32
1 33
133
134
135
l36
136
Pengantar gas alam ...................................................
13 7
XXXI
P enghilangan kontaminan gas alam .. .. . .. ... ... . .. . . .. . .. . .
Contoh soal gas alam.. .. . .. . .. . . . . .. . . . . .. . . . .. . . . . . . . . .. . .. .. . . . . ..
1 38
1 40
Pengantar gas alam menjadi gas alam cair ............... 1 41
Gas alam substitusi ................. ................................. 1 42
Prekursor dari gas alam . . . . .. . .. . .. . .. . .. . . . .. . . . .. . . . . . . .. . .. . . . . . 1 43
Contoh soal pembaakaran gas alam ............ ............ 1 45
Jawab ............. .............................................. . .. ..... 1 46
.
.
.
..
', ,<,t.;, > ;,'��<;�N;�,>
f��O§'ltl§ �P;J,ISJl'� ��J3EJlll.i\SJS
BAHA-NB.AKTJ KIMI.A.INDUSTRl ·
.
: trl\l:�:�·t.t:·:l·:'i :.�:�;-�;i.'f��)��t:i:r:�:..::�·i.�:·� :�-�'.;'.� ·:·-�- .:.:�- . ·i 47
'PET.JiQ·EE
-
Pengantar . . . ...............................................................
Industri pencarian dan pengeboran petroleum .........
Industri trasnportasi petroleum.................................
Industi pemurnian minyak bumi kasar (Crude oil) ..
Proses dan produk dan pemurnian petroleum .........
Pemurnian petroleum ...............................................
Visbreaking...................................... .........................
Distilasi fraksionasi minyak baumi kasar.................
.
1 47
1 49
1 49
1 49
153
154
155
155
xxxu
Produk fraksi pemurnian petroleum .........................
Minyak tanah atau kerosine ......................................
Analisis petroleum....................................................
Contoh soal jlash point.............................................
Manfaat minyak bumi ..............................................
Desalting dan dewatering ............................... .........
Pertimbangan lingkungan.. .. . . . . .. . . . . .. . .. .. . . . .. . . .. . . . . . . . . . . .
155
156
156
158
158
158
160
Pengantar produk petrokimia ........ .........................
Pengantar industri kimia organik . . .. . .. . . . .. . .. . .. . . . . . .. ... .
Diversifikasi .............................................................
Diveersifikasi gas alam ............................................
Diversifikasi minyak bumi ......... .............................
Manfaat produk petrokimia......................................
Jenis-jenis polimir dan karet sintetis ........................
Polimir ...................................................... ................
Poly Vinyl Chloride ..................................................
Polyolefins ...................... .........................................
Polystyrene...............................................................
Poliamida..................................................................
Etilen glikol ..............................................................
Hexametilen diamine................................................
Asam tereftalik . .. . . . . . . . . . .. . .. . .. . .. . .. . . . . .. . . . .. . . . . . . . .. .. . . . . . .. . .
Pembuatan Nylon 6...................................................
Pembuatan Nylon 6. 6................................... .............
Nylon 6,10 ............................ ...................................
161
164
166
167
167
167
168
169
169
1 69
169
1 70
1 70
1 70
1 71
1 72
1 72
1 73
.
.
.
.
.
XXXlll
B akelit
Poliakrilonitril (Polyacrylonitrile) .. . .... .. .... ..... ...
Poliakrilat(Polyacrylates).........................................
Polimetakrilat(PolymethaCJylates .. . .. .. ........ .......
Polikkhoroprene (Polychloroprene, neoprene)........
Polivinilalkohol (Polyvinyl alcohol) ........................
Karel sintetis.............................................................
Poliuretan (Polyurethane) ........................................
Aditive untuk polimir .......................... .. . . . . .. .....
Lem dari tepung . . . . .. ... . ...................................
Lem hewani . . . .......... . .... .. ........ .... . ..................
Adhesive resin sintetik .. . . ............................. .. .. ..
Pendahuluan senyawa oksigenat . .. . . .. ..................
Senyawa Tetra Ethyl Lead ......................... . . ........
Manfaat senyawa oksigenat......................................
Proses dan prosedur..................................................
Reaksi pmbuatan TEL ..............................................
Fllow sheet pembuatan MTBE.................................
1 73
1 73
1 75
1 75
1 75
1 76
1 76
1 76
1 77
1 77
1 78
1 78
178
1 79
1 80
1 80
1 80
1 81
BAyJANYII
JJROSE INDJJS'I'Rl BIOMA.SSA
183
.................. ....................................................
.
. .
.
. ..
. ..
..
....
.
.
.
. .
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
..
·
.·
•..
<
.
.
.
.
.
. .
.
. .
.
.
.
.
.
..
.
.
··
.
.
.
\
;
. ..........
Pengantar industri biomassa
..................... . . ....... 1 83
Jenis biomassa dan limbah lignosellulosa . . .. .. . . 1 86
Penelitian dan pengembangan biomassa
.
.
. .
.
.
.. .
XXXIV
1 87
(Research & Development)
.
Perbedaan produk petroleum dan biomassa . . . .. .. . . . .. 1 87
Peranan dan penerapan bioteknologi terhadap
biomassa . . . . . .
..
. .
1 88
Jenis produk bioteknologi berbasis substrat
glukosa
1 88
Kimi a sakarida . .. ... .. .. . .. . .. . .. . .. . . . .. . .. . .. . . . .. . . . ... .. .. . . . .. . . . 192
.....................
....
....
.
.
...
..
..............
.
...........
..........
....
.......
................................................................
.
Pengantar . . . .. .. . ... .. .. . .. ... . .. . .. ... .. .. . .. . .. . . . .. ... ... .. . . . .. .. . ..
Jenis-j enis karbon aktif
.
..
Manfaat karbon aktif
.
. ..
Penggunaan karbon aktif di bidang kesehatan .. .. ... .
Penggunaan karbon aktif..........................................
Proses dan prosedur proses karbon aktif..................
Proses perolehan arang kayu
. .
..
193
194
195
196
196
197
197
Pengantar sabun .
. .. .. .. . . .
. .. .
Sabun jenuh dan sabun takjenuh .
...
Reaksi kimia dasar proses pembuatan sabun . . .
Lemak dan sabun .. . . . .. . .. . .. . .. . .. .. . ... .. . .. . .. .. . .. . .. . . . .. .. ... ..
Sabun organik . .
.. . . . .
. . ..
Formulasi sabun . . ... . . . . . . . . .. .
. .
201
202
203
204
206
208
..
............
...........
..........
.
..................
.......................
.. .
.......
.
............ . .
..
........
.....
.
.
.... ..
...
..
...........
......
..
.
.....
.......
.. ...
.
... .. .....
..
...
.
..
.....
.
....
..................
. ..
.
.......
......
.....
.
..
.. .
..........
.
.
..
.
. . ...
.......
....
.
xxxv
7
7
surfaktan ......... ....................................................... .
Surfaktan ka�io�ik
Surfaktan amo1.11k . ................................................... .
Surfaktan non-1omk ..................... ..................... . ..... .
Surfaktan amphoterik ............................................. .
dan wujud .................... ................. .
Batasan. deterjen
.
Industn deter1en
'
Jenis dan manfaat deterjen ..................................... .
Deterjen NaOH ........................................................ .
Deterjen Na2C03 .................................................... .
Deterjen orthosilika ................................................ .
Deterj en asam ......................................................... .
Deterjen penolong .................................................. .
Deterjen bahan permukaan aktif ............................. .
Manfaat deterj en ..................................................... .
.
.
Dete1Jen anorgamk ................................................. .
Deterjen fosfat (phosphate) .....................................
Deterjen silikat ........................................................ .
Deterj en karbonat .................................................... .
Deterjen zeolit . ........................................................ .
Deterjen senyawa aktif pemucat.. ............................ .
Sabun dan dete1jen . ................................................ .
Gliserin ................................................................... .
Jenis-jenis ............................................................... .
Manfaat ................................................................... .
Proses dan prosedur ................................................ .
Batasan-batasan ...................................................... .
· · · ················································
· · · · · · · · · · · · · · · · · · · · ·· · · · · · · · ·· · · · · · · · · · · · · · ·
·········
21 0
21 1
212
212
212
21 3
21 3
21 7
21 7
21 7
21 8
21 8
21 8
219
219
221
221
222
222
222
223
223
224
225
225
225
226
XXXVI
Pengantar .. . . . .. . .. ... .. . .. . . . .. . .. . .. . . .. . .. . .. . .. .. . . . ... .. . .. .. .. . . . ..
Bahan baku pulp .................................................. . ....
Tahap pembuatan pulp
.
.
. .. . . . . ..
Proses sufat atau kraft untuk pembuatan pulp .........
Air limbah .. . . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . . .. . . . .. .. .. .. . . .. .. ..
Proses semi kimia .... .. .. .... .. .... .. .. .... .. .. .... .. .. .... .. .. .. .. ...
Proses sulfite (asam)
..
. . . . . . ..
Proses soda
Proses semi kimia . . . . . . . . . .. .
.
Pemutihan pulp (bleaching)
.. . .. .. . .. . . . .. .
Proses klorinasi pulp ................................................
Proses ekstraksi pulp ................................................
Proses hipo untuk pulp .............................................
Tahap pembuatan kertas
. ..
. . .... . ...
Tahap pembuatan lembaran kertas basah ................
Tahap pengepresan .. .. .. .. .. .. .. .... .. .... .. .. .. .... .. .. ...... .. ..
Tahap pengeringan lembaran kertas .
. .
Tahap pelapisan kertas ............................................
Bahan kimia penolong .............................................
Bahan sizing .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. ..
Tahap pembuatan lembar kertas ..............................
Refiner untuk menghaluskan serat ..........................
Rangkuman pembuatan kertas .. .. .... . . . .... . .. .
Lokasi pabrik kertas di Indonesia
Distribusi dan pemasaran pulp ................................
Contoh nomor 1 ........................................................
Contoh nomor 2........... .... ...... .. .... .. .... .. .. .. .. .. .. .. ...... .. .
.
.......
.............
......
.
.
.
....
..
.................
.
........
..
..
...
..
...
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..... .................................
..
.
.
..
..
..
..
....
.
.........
................
...
.
..............
...
.
..
.
.......
.
.
..
.....
.
.
.
.
.
.....
.
..
..
....
.
. .. . . . . . . . . . .
..
...
.
.
.
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . .
BABV
227
228
228
229
229
230
230
23 1
232
232
234
234
235
235
235
235
236
236
238
23 8
239
241
241
232
244
244
244
xxxvn
!7
!8
!8
:9
:9
0
0
I
2
2
4
4
5
5
5
5
6
6
8
8
)
l
l
2
I
I
I
Pengantar
Kecelakaan pabrik karbamat di Bhopal India ... . . . ..
Air sungai tercemar oleh bahan berbahaya dan
beracun . . . . . . .. . .. . . . .. . .. . .. . . . . . . .. . . . .. . .. . . . . .. . . . .. .. .. . .. . . . . . . .
Kiasifikasi pestisida .. . . . . .. . .. . .. . .. . .. . .. .. . .. ... .. . .. .. . .. . .. ... .
Arti pest dan pertanian berkelanjutan
Senyawa anorganik sebagai insektisida .
Pertanian berkelanjutan
Manfaat pestisida dan insektisida .
.
Insektisida alami
Piretrin (Pyrethrins)
Nikotin (Nicotine)
.
Rotenone
Senyawa organik sintetis
Karbofos (Carbophos) .
Karbamat (Carbarnate)
P-Dikhlorobenzena
Dimetoat . .. . . . .. . . . .. . .. ... . . . .. . .. . .. . . . .. . .. . . . .. . .. . .. . .. .. .. . .. . .. . ..
Rodentisida
Proses bahan aditif monokhrotophos
Proses DDT
Perang Dunia Ke II dan pengendalian pestisida ......
Masalah DDT
Insektisida organophosphate .. . .. . .. ... .. . .. . .. .. ... . .. . .. ..
. . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
.
.
......................
.
................
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ........
....
.....................
.
. . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .......................
................................................
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ...
...................
..................................................................
.........................................
.
...........................................
...........................................
..................................................
.
..............................................................
......................
. . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . ...................................................
...
245
246
24 7
24 7
248
249
249
250
252
252
253
253
253
253
254
254
254
254
255
256
257
258
25 8
,.
·m
\W
-{\
.
:1
XXXV!ll
P]lOSES INJ)USTRlKIMIA
BERBASIS MINERAL NON LOGAM
BAGI KONSTRUKSI DAN ENERGI
259
.....
BABI
PROSES INDUSTRl SEMEN .................. ...........
259
Pengantar . . . . . . .. . . . . .
... . .
Manfaat semen . .... ......... .... .... .. .. .... .. .. ... ... .... . .. ...... ..
Proses pembuatan semen Portland . . .. . . . . . .
Penyiapan bahan baku semen .. .. .... .. .. .... .. ...... . .. .. .. .
Reaksi kimia pembuatan semen
. . . .. .
Proses basah pembuatan semen
.
.
Penyiapan bahan mentah
.. . . . .
Penyiapan clinkerlterak semen.................................
Proses kering pembuatan semen .... .. .. ... .... .. .. .. .... .. ..
Jenis-jenis produk semen Portland menurut
ASTM
Kekuatan tekan semen
.
.
. .
Proses pengerasan semen .
.
. . . . .. .
Semen abu terbang (fly ash cement) . . . .
Semen putih (white cement)
.
. .
Semen sumur minyak (oil well cement) ...................
Panas pengerasan semen
.
. .
.
267
268
269
269
270
270
270
BAB II
PROSE INDUSTRI KACA ..,....:...........................
271
Pengantar ...................................... .. . .. . .. ... .. . .. .. . .. . . . .
Bahan baku kaca
. .
. . .. . .
Pasir kuarsa, Si02
.
..
.
.
271
271
271
..
. .
.
..
..
.
..
..
...
..
..
..
..............
.
.
..
...
.
.
....
..
.
..
. .
....
..
..
......
.
.....
..
.
....................
.......................
..
.........
...
.....
......
.
..
..
.
..................................................................
. . . . . . . . . . . . . . . . . . ......
...
.......
.......
.........
....
.......
.......
..
....
..
........
..
...
.
.
..
..
.........
....
.......
.....................
...........
..
.....
........
...
...............
.......
.....
............
.............
.........
...
...
.......
...
..
..
............
259
260
260
260
262
262
263
265
266
�
·I�
%'
W·
f�:
:1
I
i8'""
�' 1-
1:-1
-!:
i:
\JU'
:I
�' I
ti
XXXlX
.
.
272
Soda abu (Soda ash, Na2C03)
it,
CaC01.MgC03
.
272
Dolom
272
Batu kapur (CaC03)
Al(OH)3
.
272
..
Feldspar, R10.Ah0. 6Si02
273
273
ax
Bor
.
.
:.......... 273
Cullie! (Beling)
.
.
.
273
Na2S04 (Salt cake)
.
273
Zat pewarna
.
. 274
Jenis-jenis kaca
.
. .
274
Manfaat
Proses dan prosedur . .. .. .... .. .... .. . . ... .... .. .... .... .. .... .. . 2 75
277
.
Proses industri gelas
.
.
.
277
Peleburan silika
277
Silika alkali
.
277
Komposisi gelas
.
278
Gelas Pb .
Gelas borosilikat
279
Gelas khusus
.
.
279
Gelas fiber, tahan semua kondisi udara/iklim
atau kaca serat
. .
.
. 279
D aur ulang kaca .. .. .... .. ... ... ... .... .. .. .... .. .. .... .. .. .. .. .. ... . 2 79
......
....
.....................
..............................
..........
................................................
. . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
..................
........................
...........
......................................................................
9
0
0
0
2
2
3
5
6
......................
......
............................
8
i
i
)
)
.........
.................
.....
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . .
......................................
. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . .............
................
...........
.
.........
....
......
....
.........................................
. .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .........
......
............
. . . . . .. . . . . . . . . . . . ............ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .........
. . . . . . . ............
7
............
...................
..................................
.........................................................
........
......................................................
...............
.....................................
...............
..
. . . . . . . . . . . . ...
......
................
.
..
)
Pengantar industri keramik ... ... .. ... .... .. ...... .. .. .... .. ..
Bahan baku keramik atau silikat ... ...... .. . .. .. .. .... .....
Bahan baku feldspar
.. .. .... ... ... .. .... .. .... .. ... .. .. .... ... ..
Konversi kimia
..
..
...
..
....
....
.
. ...............
...............................
281
283
284
284
xi
Pengantar .................................. ... ............................ 285
Manfaat batu bara ................. . .. . . . . ...................... . .. . .. 286
Penghilangan belerang dalam batu bara ....... . . . .. . . . . .. 286
Proses dan prosedur kimia batu bara .. .................... . 286
Distilasi Coal tar ................. . .......................... . . . ...... 288
Metode distilasi .............................. . .. . ... . ................. 288
Produk distilasi coal tar ... ........................... . . . .. . ...... 288
Minyak ringan (Light oil) ........................................ 289
Minyak menengah ( Middle oil) . ...... . ..... . ................. 289
Minyak berat (Heavy oil) ......................................... 290
Minyak anthracene ..... . ... ....................... . . ............... 290
Gas produser ....... . . . . ....................... ........................ . . 291
Reaksi kimia ............................................................. 291
Gas air ( Water gas) . . .. . ........................... . ......... . ..... 291
Gas sintetis (Synthesis gas) atau Syngas ......... . ...... . 292
BAGIANIX
·
1JB.AT·:.TE,�1tR.�1N'(l.:�t�,�t.�::�:��:2��:.:��:��-,��:;.:.;�:�:·::�:�.���··�}.�·�········�
•
·
;.··ii••• ···· ·• · ! '. ; :'{'i'••..
<7<)l�r<
INDUSTRlOBATTERI.'-AR.ANG
......
.
. .. .
. ...... .
...
293
293
xii
5
6
5
5
s
l
........................................................
Pengantar
Kontribusi ilmu teknik kimia terhadap
produk farmasi .............. . ..................... . ...............
Produk hormon steroid ............................... . ............
Jenis-jenis obat terlarang . ........................................
Manfaat ............ . . ............................................... . .. . . . .
Ekstraksi Erythtoxylon coca menjadi cocaine .........
Ecgonine ...... . . . ............. . .... . .... . .. . ............... . . . . ...........
Morphine .. .... ... ... ... .. ... ..... ... ... .. ... .. ... ...... ..... ........ ... ..
��� . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . ........
Caffeine .. ..... .. . . . . . . . . . . ...... ... ..... ..... ... .. . .. . . . . . . . . . . . ... ..... . .
Heroin ......................................................................
293
293
294
295
295
295
296
297
297
298
298
l
)
)
)
)
I
BAGIAN X
BAHAN EKSPLOSIE ..................... ;........ 299
Pengantar . .. .. . . . .. . . . . .. .. . .. . .. .. . .. . .. . . . .. .. . .. . .. . .. . .. .. . . . .. . .. . .. .
Manfaat bahan eksplosif ...... .. .. .. .. .. .... .. .... .. .. . .. .. . . .. ...
Pengembangan eksplosif kimia dari
masa ke masa .... . . . ........ . ............ . ...................... . ..
Black powder . ..........................................................
Nitrogliserin .......... . .................................................
Nitrosellulosa ................................ . ... . .....................
Asam pikrat . . . .............................. . ...........................
Tetryl ............... . . ...... . ..... . . . . . ... . .. . ....... . ....... . .............
299
3 00
300
300
30 I
302
303
303
xiii
TNT atau trinitrotluena ........... . .................. . .............
Nitroguanidine ................. . . . . ....................................
Senyawa kimia PETN ............................ . .......... . .....
Senyawa RDX .................................................. .......
Senyawa kimia HMX ............... . ..............................
Mercury fulminate ...................................... . ............
Lead azide ............ ............................ .. .....................
Dinamit ......... . .... . .. . .... . ....................................... . . . .. .
Ammonium nitrat ....................... . ............................
Amato! .....................................................................
ANFO ....... . .. . ..... . ............................... . . . ...................
Jii1\:(i��m1�§ ·$��'!,¥:s(JJ�'!.�
•.
iI.:1 :
••
••.••
·
,. ·· 309
FffA.B I
s;.
,
i
;
ii.
f
})l• . .;;; Si\\ .. . . .. . . .
��,,,· _ .-.:�;!_•:!�-� -.,·:�:+�·:!.!'!�:�t:f;_�._:.::�:�_.:�_�:�-� - � -!'o: •.
.
-
_
.
-
304
304
304
305
306
306
307
307
307
308
308
!
' ,' '
''309
pi.'Nt" !fiie1"f'i•:£!· ····�;·•• >••1•·.,•;• - cs;•c•..;�- •M; .•5 •.•.·... -. /·'. 7 ••.•···••·•
• •>;
;,jp
�
,_ti:-0
. ��it�.��� ••:�.�.-�:.�- .:·:�••·.. ·.•.•�·.•.·.·!.• •. :'.. )t.2
; i:,,�ESl::�;���
..
.. 3
- , -/-•"•'"'
-· -->--�l?tf:i
-:-'.-.-.,
'""·'•'•
,.,,,._.,,.____ -·-··· ,, ' ·-·-·\·,:<-·-·,-·,,-..,·-�----'----·-"-'·'·'''''''-'··.-·:-·--·-----·-·--: ·:·•:-:• · - - - . . ·-. - · \-B
:
·.
•.,.,;.:--·--.-:.•- .•..
xliii
4
4
4
5
s
5
7
7
7
l
l
>
Gambar 1-1 . Diiagram alir proses pembuatan
NaCL oleh pengrajin rakyat ......
Gambar 1-2. Diagram alir proses garam dapur......
Gambar 1-3 . Kelarutan NaCL dalam 1 00 g air ......
Gambar II- 1 . Diagram alir kualitatif pembuatan
soda abu .....................................
Gambar III-1 . Diagram alir pembuatan NaOH
tanpa proses elektrolisis.............
Gambar IV- 1 . Unit elektrolisis.................................
Gambar IV-2. Elektrolisis NaCL .............................
Gambar IV-3 . Alat untuk menetapkan
konduktivitas ..... . .............. .....
.
Gambar 1-1 .
.
.
Peleburan biji besi dengan tanur
tinggi berdinding
miring (blast furnace) ..................
7
8
9
18
22
23
27
28
41
xliv
Gambar l-2.
Gambar lll-1 .
Gambar IV- 1 .
Gambar IV-2.
Gambar IV-3.
Gambar IV-4.
Gambar V-1.
Gambar V-2.
Gambar Vl- 1 .
Diagram alir proses pembuatan besi
dan baja .......................................
Tungku peleburan cepat ...................
Pembuatan PbO ...............................
Pembuatan PbO ...............................
Pembuatan PbO ...............................
Pembuatan PbO ...............................
Alat asidulator ..................................
Proses pembuatan asam chromat
Na2Cr207 dengan S ......................
Produk Mg dari air laut ....................
42
50
53
53
53
54
57
58
61
1J.AGIA.N21.f:' .
Diagram alir proses Ab(S04)3 ..
Gambar I - 1 .
Diagram alir pembuatan Na2S ....
Gambar VI-1
Diagram
alir kualitatif
Gambar VII-I . .
pembuatan CaCb .....................
Menara
absorpsi/penyerap S02
Gambar X-1
dari 0, 1 8% menjadi 0,005% .....
Proses kontak pembuatan asam
Gambar X-2
sulfa!
Konversi gas S02 menjadi S03 ..
Gambar X-3
..
.
.
. .. .. . . .......... . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . ...
.
69
94
99
1 14
1 15
1 16
xiv
42
50
53
53
53
54
57
58
51
i9
14
9
4
5
6
Gambar 1 - 1 .
Pemurnian gas alam dengan
MEA
Gambar II- I . Produksi gas H2 dengan metode
hidrokarbon reformasi uap . . .. . .. .
Gambar III- I . Pemisahan gas alam dan LPG ..........
.........................................
Gambar IV - 1 . Produksi gas alam substitusi dari
batu bara . .... . . . . . .. . .
Gambar IV-2. Diagram alir dari gas alam ke bahan
bakar cair dan polyolefin . . .. .
..
.
.
..
..
.....
.
.
.
.
.
....
.
.
..
1 27
1 35
1 39
143
146
Gambar I - 1 .
Gas alam dan minyak bumi dalam
perut bumi . .. . .. . . . .. . ... ... .. . . . . . .. . .. . ..
Gambar 1-2. Pengenalan distilasi fraksionasi
minyak bumi kasar . .. . .. . . . . . .. . .. . .. .
Gambar 1-3 . Manfaat petroleum ...........................
Gambar II- I . Produksi nylon . .... . .. . . .... .. .. .
Gambar ll-2. Pembuatan MTBE . .. ..... . . . . ..
Gambar II-3. Si stem distilasi untuk pembuatan
ETBE . ..... .
.. .. .... . . . ..
...
.
..
.
.
Gambar I - 1 .
.
..
. .
.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
....
..
..
.....
.
.
.
.
Biokonversi biomassa menjadi
ethanol kadar rendah .. . .. . . ... .. . .. . .. .
148
1 54
159
171
181
1 82
191
xlvi
Gambar II- 1 . Aktivasi arang karbon menjadi
arang aktif ...................................
Gambar II-2. Diagram alir kualitatif karbon aktif .
Gambar III- 1 . Pembuatan sabun dan asam-asam
lemak ...........................................
Gambar III-2. Altematif alur (route) terhadap
pembuatan deterjen .....................
Gambar III-3 . Proses pembuatan deterjen sulfatasi­
sulfonasi kontinyu . .. .. . .. . . . .. . . . .. . . . . .
Gambar IV- 1 . Pembuatan pulp atau bahan kertas
setengah jadi ................................
Gambar IV-2. Beater/Hollander ........ ........... ........
Gambar IV-3. Proses pembuatan kertas ..................
.
.
198
200
207
214
215
237
241
242
BAGIAN VIII
Gambar l-1 . Skema diagram alir proses semen ... .
Gambar I-2. Proses basah pembuatan semen ...... .
Gambar II- 1 . Diagram alir proses batch
pembuatan kaca .......................... .
263
264
278
DAFTAR TABEL
:BAGIANIJ.I
Tabel IV- 1 . Oksida timbal,warna dan manfaat
..
...
....
. .
...
54
Tabel 1-1 .
Lambang yang digunakan pada industri
semen
261
Komposisi dalam berbagai produk
semen
269
Pirolisis batu bara
287
..........................................
Tabel 1-2.
..........................................
Tabel IV- I .
............ . . . . . . . . . . . . . ...
�
I
J
l
80£
············
J!SOJdS�;l B!ill!� uuum�llUBiJ
-
!!!AJX
I
Kimia
Proses Industri
08
Bahan baku kimia industri berupa air Laut sungguh
tak terbatas jumlahnya, oleh karena itu pembuatan
garam dapur NaCl sebagai bahan baku kimia industri
lanjutan untuk memproduksi soda abu, soda kostik, gas
khlor, gas hidrogen merupakan industri kimia yang
sangat menjanjikan dalam dunia usaha. Produk kimia
berbasis bahan baku kimia industri air laut setara
dengan bahan baku kimia industri asam sulfat dan
ammonia.
. . ;,:.�
�
'
-•'.r-;- ''
, � 1• •
_., , •f,.••,) , r..
.Bab m: �'-,1!,
�'.,.' .�...,;\�·-'!!:��...
:��
·.· �;. �;l.i!�,;� I
•
I
•
IiI
elektrolisis,
2
Proses lndustri Garam Dapur, NaCl
Industri garam dapur adalah salah satu industri kimia
yang paling tua untuk kehidupan umat manusia.Garam
dapur merupakan komoditi penting untuk kehidupan
umat manusia danj uga sebagai sumber bahan baku kimia
industri seperti proses pembuatan NaOH, Na2S04, HCL,
Na3HP04 dan gas CL2.
Pembuatan garam dapur atau NaCl sudah lama
dikenal. Garam dapur diperoleh dari air laut dan hasil
tambang. Garam dapur atau NaCl berwarna putih, titik
didih 2575°F, titik lebur 1 474°F, larut dalam air. Massa
molekul relative (Mr) = 58,43. NaCl menyebabkan iritasi
pada mata dan kulit manusia, dalam j umlah besar garam
dapur menyebabkan iritasi gastrointestinal dan iritasi
saluran pernapasan. NaCl berbentuk kristal dan berwarna
putih dengan spesifik gravity = 2,1 65, titik leleh =
800,8°C, titik didih = 1 4 1 3°C, dan pH = 6,7 - 7,3 larut
dalam air dengan kelarutan sebesar 35,9 g/1 OOmL pada
suhu 25°C dan sedikit larut dalam alkohol . Air laut
mengandung kadar garam NaCl. Kelarutan NaCl dalam
larutan ammonia sebesar 3,02 g/100 g pelarut, dan dalam
metanol sebesar 1 ,4 g/l 00 g pelarut. Sumber bahan baku
garam NaCl berasal dari air laut, dan hasil tambang
Pr
g2
m
di
te
et
in
6:
la
d�
io
k<
fl:
b<
p(
se
di
Je
d1
Cl
Proses Industri Kim ia
3
garam [Faith,W.L. , 1 957; Austin, G.T., 1 975]. Air laut
merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks dan
2
1 ,5 x 1 0 1 Liter, dimana
ditaksir volume air laut
terdapat 3,5% massa terlarut dalam air laut [Harrison, W.,
et al, 1 982] Air laut merupakan sumber bahan baku
industri untuk NaCl, Mg, dan brom dengan konsentrasi
65 mg Br per kg air laut. Garam NaCl diperoleh dari air
Jaut dengan cara penguapan. Kadar garam sangat penting
dalam kehidupan biologi seperti kadar garam NaCl atau
ion natrium dalam darah manusia sangat mempengaruhi
kesehatan manusia.
Kadar garam NaCl sebesar 0.90% disebut larutan
fisiologi, karena isotonik dengan plasma darah yang
berfungsi untuk mengatasi dehidrasi seseorang.
Pengertian garam NaCl berkaitan erat dengan agama
seperti agama Shinto di Jepang. Garam murni NaCL
ditaburkan pada lokasi pertunjukan gulat Sumo di
Jepang. Garam oralit adalah campuran garam NaCl
dengan glukosa atau gula pasir yang berfungsi menjaga
kescimbangan total cairan dan mineral dalam tubuh
manusia. Cairan infus adalah garam NaCl 0,9% ditambah
KC! 0,3%.
=
Lia
m
an
.ia
L,
1a
;ii
ik
SI
m
si
1a
=
�t
la
it
TI
TI
u
g
1 . Garam dapur kasar,
2. Garam dapur meja (table salt) atau halite,
4
Proses Industri Garam Dapur, NaCl
3 . Garam pro analisis dengan kadar NaCl lebih dari
99% digunakan sebagai reagen di laboratorium
uji mutu, garam farmasetis digunakan di industri
farmasi, dan garam industri.
Garam dapur digunakan sebagai:,
1 . Garam dapur (NaCL) digunakan pada proses
elektrolisis NaCL untuk pembuatan soda api atau
NaOH, gas khlor (CL2), dan gas H2.
2. Garam dapur (NaCL) digunakan pada de-icing
atau pemecahan es di jalan raya pada musim
winter dan sarana transportasi lain pada musin
dingin (winter) karena air dengan NaCL
membentuk campuran eutektik yang mempunyai
suhu 1 0°C dibawah titik beku.
Ion ini mencegah terbentuknya es sehingga
jalan raya bebas es. Penggunaan garam NaCL
untuk memecah gumpalan es pada musim winter
sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan
khususnya pada badan mobil.
3 . Garam dapur NaCL digunakan pada pengemasan
dan pengawetan daging. Garam dapur NaCL
digunakan pula pada pengawetan ikan karena air
dalam sel daging ikan keluar melalui proses
osmose sehingga kadar air dalam daging
menurun.
l
Cl
iri
lill
tri
es
au
7g
m
Proses Industri Kimia
5
4. Garam dapur NaCL digunakan pada bahan
refrigerasi, perlakuan air, industri metallurgi,
industri natriumsulfat dan asam khlorida.
5. Garam dapur NaCL sebagai bahan baku untuk
pembuatan natrium sulfat dengan mereaksikan
NaCL dan asam sulfat.
NaCL + I·hS04 � NaHS04 + HCL
NaHS04 + NaCL � Na2S04 + HCL
Proses lain pembuatan natrium sulfat ialah proses
Hargreaves dengan reaksi kimia:
4NaCL + 2S02 +2 H20 +02 � 2 Na2S04 + 4 HCL
m
:L
ai
lll
lll
L
tr
�s
Air laut merupakan bahan baku pembuatan garam
dapur. Se lain NaCl, zat padat yang terlarut dalam air laut
yaitu: MgCb, MgS04, dan CaS04. Semakin tinggi
kandungan MgS04, CaS04, dan MgCb, berarti semakin
rendah kualitas N aCI. Zat padat yang terlarut dalam air
laut sebesar 3,5% CaS04 dan 5% MgS04. Pada
pemekatan air laut, gips atau CaS04 merupakan kendala
pemungutan hasil NaCl. Kandungan ion sulfat lebih
besar daripada ion kalsium, maka apabila bahan baku air
laut ditambahkan ion kalsium berarti terjadi pengendapan
CaS04 lebih besar. Ion Ca++ ditambahkan harus murah
agar diperoleh produk gips murah pula.
Garam
CaCl2
sangat
dianjurkan
untuk
mengendapkan gips tersebut. Selain itu, larutan Ca(OH)i
Download