Kuliah_IV

advertisement
Kelompok
Potensi pembangunan
Wilayah laut dan pesisir,
1. sumberdaya tak dapat pulih
(non-renewable resources);
2. sumberdaya dapat pulih
(renewable resources);
3. jasa lingkungan
(environmental services).
Ekosistem Estuaria
Perairan yang semi tertutup yang
berhubungan bebas dengan laut,
sehingga air laut dengan salinitas tinggi
dapat bercampur dengan air tawar
Perubahan secara fisik akibat pasang-surut
membawa pengaruh besar secara fisiologi terhadap
organisme.
Ekosistem Mangrove
Ekosistem Mangrove
Sering juga disebut hutan payau atau hutan
pasang surut, merupakan perpaduan antara
daratan dan lautan atau ekosistem peralihan
antara darat dan laut. .
- Melindungi pantai dari gempuran ombak,
- Sebagai filter untuk mengurangi efek yang merugikan
dari perubahan lingkungan utama
- Penyerap logam berat dan pestisida
-Sumber makanan bagi biota laut (pantai) dan biota darat.
Bahan organik tinggi
- Tempat pemijahan
(spawning ground),
- Pengasuhan
(nursery ground),
- Pembesaran / mencari makan
(feeding ground)
 Luas hutan Mangrove di Indonesia:
2.496.185 ha, total spesies 89 jenis,
35 spesies tanaman,
9 spesies perdu,
9 spesies liana,
29 spesies epifit,
5 spesies terna dan
2 spesies parasitic
(Dahuri et al, 1996).
Ekosistem Padang Lamun
 Padang lamun (seagrass beds) adalah
tumbuhan berbunga yang telah menyesuaikan
diri hidup terbenam di dalam laut dangkal.
60 jenis lamun dunia, ( 13 di Indonesia)
Terdapat banyak jenis biota laut hidup berasosiasi
dengan lamun, seperti teripang, bintang laut, bulu babi,
kerang, udang, dan kepiting. Duyung (Dugong dugon)
Fungsi lainnya, menangkap sedimen, menstabilkan
substrat dasar dan menjernihkan air, bahan baku pupuk
Ekosistem Terumbu Karang
Selain berperan melindungi pesisir atau pantai dari abrasi
akibat hempasan ombak dan gelombang pasang, tingginya
produktifitas pada ekosistem ini sehingga secara ekologis
ekosistem ini menjadi tempat pemijahan (spawning ground),
pengasuhan (nursery mound), dan pembesaran atau mencari
makan (feeding ground) dari beberapa ikan hias, dan ikan-ikan
serta biota laut lainnya yang mempunyai nilai ekonomis
luas terumbu karang Indonesia 75.000 km2 yaitu
sekitar 12 sampai 15 % luas terumbu karang dunia.
7 % terumbu karang yang kondisinya sangat baik,
33 % baik,
46 % rusak,
15 % kondisinya sudah kritis
(Supriharyono, 2000).
POTENSI EKONOMIS
WILAYAHLAUT DAN PESISIR
Potensi sumberdaya perikanan yang dikembangkan
untuk usaha marikultur:
1. budidaya berbasis laut (marine base aquaculture)
2. budidaya tambak (land based aquaqulture).
Potensi sumberdaya ikan (SDI) yang dapat
dihasilkan dari usaha perikanan budidaya yaitu
sekitar 57,7 juta ton per tahun, dan baru
diproduksi sebesar 1,6 juta ton
atau baru
dimanfaatkan sekitar 0,3% (FAO, 2003).
Industri Bioteknologi Kelautan
Bioteknologi: pendayagunaan ilmu-ilmu dasar dan
rekayasa dalam upaya pemanfaatan substansi biologis
(bioactive substances) secara terkendali dan terarah
untuk menghasilkan barang atau jasa yang berguna
untuk kehidupan manusia dan lingkungannya
 Kekayaan keanekaragaman hayati pesisir dan
laut untuk bioteknologi yang bermanfaat
bagi manusia sebagai sumber bahan baku
industry pangan, farmasi, kosmetik, dan
obat-obatan.
Nilai ekonomi dari potensi bioteknologi kelautan diperkirakan
mencapai US$ 40 milyar (Dahuri, 2003).
Ocean Thermal Energy Conversion
(OTEC)
= bentuk pengalihan energy yang tersimpan dari
sifat fisika air laut menjadi energy listrik. Suhu
air laut akan menurun sesuai dengan
bertambahnya kedalaman. Perbedaan suhu air
di permukaan dengan suhu air di kedalaman
dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
energy listrik.
Pariwisata Bahari
 Wisata bahari dalam pengertian sebagai
pariwisata modern, yakni wisata yang
berbasis ramah lingkungan, pemanfaatan
potensi lokal dan kepedulian kelestarian alam
menjadi faktor terdepan
wisata bahari per tahun baru mencapai 2 Milyar dolar AS.
The Great Reef di Australia , . Dengan panjang garis
pantai hanya 2,1 km, negara bagian Australia mampu
menghasilkan devisa sebesar 2 Milyar dolar.
Pertambangan dan Energy
 42 cekungan berpotensi mengandung
minyak dan gas bumi. Dari 40 cekungan itu
12 telah diteliti secara insentif dan 30 belum
terjamah. Diperkirakan ke 42 cekungan itu
berpotensi menghasilkan 106,2 milyar barel
minyak, namun baru 16,7 milyar barel yang
diketahui
Sumber daya non-konvensional
adalah sumber daya alam dan jasa-jasa
lingkungan laut Indonesia, yang karena
alasan teknis maupun ekonomis belum layak
(feasible) untuk dimanfaatkan. Misalnya:
deep sea mineral resources, deep sea
fisheries, deep seawater industries, dan
hydrothermal vents.
Sumber daya non-konvensional
 Sumber daya nonkonvensional adalah sumber daya
alam dan jasa-jasa lingkungan laut Indonesia, yang
karena alasan teknis maupun ekonomis belum layak
(feasible) untuk dimanfaatkan. Misalnya: deep sea
mineral resources, deep sea fisheries, deep seawater
industries, dan hydrothermal vents.
Barang Muatan Kapal Tenggelam
(BMKT)
 Sejak abad ke XV telah banyak laporan sejarah
menyebutkan peranan penting Malaka, terutama
letaknya yang strategis sebagai pintu gerbang
pelayaran kuno.
487 lokasi potensi BMKT yang tersebar di 21 wilayah
perairan Indonesia (Gatra, 2006).
POTENSI SUMBERDAYA ALAM KELAUTAN
(DEWAN MARITIM 2006)
 POTENSI PERIKANAN U$ 31, 93 MILYAR
 WILAYAH PESISIR




U$ 56,00 MILYAR
BIOTEKNOLOGI
U$ 40,00 MILYAR
WISATA BAHARI
U$ 2,00 MILYAR
MINYAK BUMI
U$ 23,25 MILYAR
TRANSPORTASI LAUT U$ 20,00 MILYAR
____________________
U$ 173, 18 MILYAR
Kuiz
 Jelaskan potensi laut dan pesisir
secara:
- Ekonomi
- Ekologi
Download