Analisis Preposisional dalam Tajuk Wacana Berita di Kompas, Solo

advertisement
ANALISIS PREPOSISIONAL 255
Analisis Preposisional dalam Tajuk
Wacana Berita di Kompas, Solo Pos, dan
Republika
Diana Rozelin
Fakultas Adab IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Abstrak:
Preposisi adalah salah satu dari kelas kata yang jumlahnya
sangat beragam. Banyak para ahli linguistik yang mengkaji
kelas kata ini dan memaparkan jumlah pembagiannya yang
berbeda-beda. Penelitian ini diangkat karena preposisi yang
dimunculkan di koran-koran lokal ada yang telah sesuai
dengan struktur dari kajian preposisi itu sendiri dan ada
juga yang tidak. Jenis penelitian ini adalah penelitian
kualitatif di mana pengumpulan data menggunakan teknik
catat untuk analisis data menggunakan metode distribusional dari Djajasudarma atau disebut juga dengan metode
agih menurut Sudaryanto. Berdasarkan keseluruhan data
yang ada, dapat disimpulkan bahwa preposisi yang menyatakan tempat ‘di’ berjumlah 10 data; preposisi ‘pada’ berjumlah 2 data dan preposisi ‘dalam’ berjumlah 5 data. Preposisi
yang menyatakan peralihan ‘ke’ berjumlah 1 datum dan
preposisi ‘dari’ berjumlah 3 data. Preposisi yang menyatakan arah ‘terhadap’ berjumlah 1 datum. Selain itu, preposisi
yang menyatakan perihal ‘akan’ berjumlah 1 datum. Preposisi yang menyatakan penjadian ‘oleh’ juga berjumlah 1
datum. Selanjutnya, preposisi yang menyatakan penyamaan ‘seperti’ berjumlah 2 data dan preposisi ‘sebagai’
berjumlah 1 datum. Sedangkan adposisi bertumpuk berjumlah 2 data. Data-data tersebut dapat diklasifikasikan lagi ke
dalam Language Universal, yaitu: (a) Jika preposisinya
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
256 DIANA ROZELIN
berupa: di; ke; dari; pada; dalam; seperti; di depan, maka
akan bervalensi nomina yang berupa tidak bernyawa serta
berbentuk kongkret; (b) Jika preposisinya berupa: oleh;
terhadap; sebagai, maka akan bervalensi nomina yang
berupa bernyawa serta berbentuk kongkret; (c) Jika
preposisinya berupa: akan dan dengan; maka akan
bervalensi nomina atau verba yang berupa tidak bernyawa
serta berbentuk kongkret.
Kata Kunci: Preposisi, tajuk rencana, berita.
Pendahuluan
Linguistik adalah ilmu yang mengkaji seluk-beluk bahasa atau ilmu
yang memperlakukan bahasa sebagai bahasa, khususnya bahasa yang
digunakan oleh manusia baik dalam bentuk bahasa lisan maupun
tulisan. Bahasa merupakan suatu kajian yang sangat kompleks baik
dari segi struktur maupun semantik. Pada kajian struktur akan terkait
pada fungsi, kategori dan peran, sedangkan pada kajian semantik akan
terkait dengan makna yang dihasilkan baik dari kata, frasa, klausa
atau kalimat.
Kata linguistik dalam bahasa Indonesia, linguistics dalam bahasa
Inggris, linguistique dalam bahasa Perancis, linguistiek dalam bahasa
Belanda dimana semua kata tersebut diturunkan dari bahasa Latin
yaitu lingua yang berarti bahasa. Ilmu Linguistik sering juga disebut
dengan linguistik umum (general linguistics), maksudnya kajian
linguistik ini tidak hanya mengkaji satu bahasa saja, misal bahasa
Inggris saja atau bahasa Jawa saja, melainkan mengkaji semua selukbeluk bahasa yang ada di dunia. Teorinya bisa saja sama tetapi objek
bahasanya bisa berbeda-beda, ada bahasa daerah, bahasa Indonesia,
bahasa Inggris dan sebagainya. Bahasa-bahasa yang ada di dunia ini
tentunya memiliki persamaan dan perbedaan, karena itulah adanya
ciri-ciri yang bersifat universal.
Preposisi adalah salah satu dari kelas kata yang jumlahnya sangat
beragam. Banyak para ahli Linguistik yang mengkaji kelas kata ini
dan memaparkan jumlah pembagiannya yang berbeda-beda.
Penelitian ini diangkat karena preposisi yang dimunculkan di koran-
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 257
koran lokal ada yang telah sesuai dengan struktur dari kajian preposisi
itu sendiri dan ada juga yang tidak. Selain itu, penelitian ini juga akan
mengamati konstituen-konstituen apa yang boleh mengikuti dan
mendahului dari preposisi tersebut, sehingga penggunaan dari
preposisi tersebut tidaklah rancu.
Penjabaran tentang pembagian dari preposisi bahasa Indonesia
dalam penelitian ini menggunakan teori dari Sudaryanto dan Verhaar,
di mana Sudaryanto membagi preposisi yang menyatakan hubungan
ke dalam 11 bagian, yaitu: tempat (di,pada,dalam); peralihan (ke,dari);
arah (terhadap); perihal (akan); tujuan (untuk,buat); asal atau sebab
(karena,lantaran); persesuaian (sesuai dengan, selaras dengan);
penjadian (oleh); kesertaan (dengan); penyamaan (seperti,sebagai);
keberlangsungan (sejak,sampai) 1. Koran-Koran yang dijadikan
sumber ini adalah Koran-koran yang dianggap telah menggunakan
Tata Bahasa Indonesia dengan baik dan memiliki jumlah pembaca
yang banyak.
Pertanyaan yang akan dijawab dalam artikel ini adalah apa
sajakah preposisi yang menyatakan hubungan yang terdapat pada
koran Kompas, Solo Pos dan Republika dalam tajuk berita serta
bagaimanakah klasifikasi preposisi pada koran Kompas, Solo Pos dan
Republika dalam tajuk berita menurut language universal?
Preposisi
Preposisi merupakan salah satu kelas kata yang perilaku
sintaksisnya cukup menonjol. Preposisi Bahasa Indonesia merupakan
salah satu sarana untuk menyatakan hubungan sintaksis antarkata
atau antarkonstituen dalam klausa. Preposisi adalah kata penghubung
yang secara sintaksis termasuk dalam kategori. Menurut Purwo ciri
semantis preposisi pada dasarnya dapat dibagi atas 14 bagian, yakni:
Ciri semantis pertama ialah “place”, misalnya di ‘in,at’. Ciri
semantik kedua ialah “direction”, misalnya ke ‘to’. Ciri semantik
ketiga ialah “source”, misalnya dari ‘from’. Ciri semantik
keempat ialah “time” misalnya pada ‘on’. Ciri semantik kelima
ialah “substance”, misalnya dari ‘from, of’. Ciri semantik
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
258 DIANA ROZELIN
keenam ialah “agent”, misalnya oleh ‘by’. Ciri semantik ketujuh
ialah “instrument”, misalnya dengan ‘with’. Ciri semantik
kedelapan ialah “accompaniment”, misalnya dengan ‘with
atau ’, tanpa ‘without’. Ciri semantik ke Sembilan ialah “manner”,
misalnya lewat ‘by’, menurut ‘according to’. Ciri semantik
kesepuluh ialah “benefactive”, misalnya bagi ‘for’. Ciri semantik
kesebelas ialah “purpose”, misalnya untuk ‘for,to’. Ciri semantik
kedua belas ialah “cause/reason”, misalnya akibat ‘because
of’. Ciri semantik ketiga belas ialah “range of class”, misalnya
sebagai ‘as’. Ciri semantik keempat belas ialah “description”,
misalnya mengenai ‘about’ 2.
Jadi, makna preposisi tersebut tercakup dalam dua bagia yakni:
preposisi ‘dengan’ di mana dalam pembagiannya termasuk pada
“instrument”-with dan “accompaniment”-with, without. Beberapa
contoh data di bawah ini diperoleh dari buku karangan Sudaryanto
(disertasi yang dipublikasikan) yang menyatakan bahwa jika
konstruksi preposisional berbentuk sebagai penguasa, maka sebagai
pembatasnya dapat berupa: nomen, verba, ajektif, adverbia dan frasa
tertentu3.
Subkategorisasi preposisi dalam Bahasa Indonesia yang
dilakukan oleh Ramlan menghasilkan seratus lima belas (115) jenis
preposisi, di mana pada pembagian tersebut dibedakan atas preposisi
dasar dan preposisi gabungan. Lebih lanjut, Ramlan menyatakan ada
tiga ciri dari kata depan yakni:
(1)Kata depan termasuk golongan partikel, (2) kata depan
berfungsi sevagai penanda dalam dalam frase eksosentrik, (3)
secara semantic kata depan menandai pertalian antara kata atau
frase yang mengikutinya, atau yang disebut penanda, dengan kata
atau frasa lain dalam kalimat atau frase yang lebih besar4.
Ciri-ciri tersebut sangat membantu dalam membedakan antara
preposisi dengan konjungsi. Satu kata depan dapat mempunyai arti
lebih dari satu atau satu makna dapat dinyatakan dengan beberapa
preposisi, contoh kata dari mempunyai makna asal, bahan, alasan,
perbandingan, dan sebagainya.
Selain itu, Badudu berpendapat bahwa preposisi itu terdiri atas
(1) kata depan sejati (di, ke, dan dari), (2) kata depan majemuk, yakni
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 259
gabungan kata depan sejati dan kata lainnya (di dalam, ke muka, dari
samping), (3) kata depan yang tidak tergolong kelompok (1) dan (2)
(tentang, perihal, akan, oleh,dsb)5. Jadi, dapat diartikan bahwa kata
depan majemuk merupakan penggabungan antara preposisi dengan
preposisi atau preposisi dengan selain preposisi.
Ahli linguistik lainnya, Djajasudarma dan Sobarna menyatakan
bahwa preposisi adalah kategori yang terletak di depan kategori
lainnya, terutama nomina sehingga membentuk frasa ekosentris
direktif. Lebih lanjut, Djajasudarma menjelaskan bahwa preposisi
dibagi atas dua bagian yakni: preposisi dasar dan preposisi turunan.
Preposisi turunan tersebut terdiri atas: (1) gabungan preposisi dengan
preposisi lain dan (2) gabungan preposisi dan non-preposisi6. Jadi,
preposisi itu sendiri tidak hanya merupakan satu kata tetapi dapat
juga merupakan gabungan beberapa kata.
Nomina atau pronominal yang mengikuti preposisi merupakan
objek dari preposisi itu sendiri. Crystal menyatakan bahwa umumnya,
preposisi berkedudukan sebagai head dan kata yang mengikutinya
adalah pelengkap7. Kata yang mengikuti preposisi tidak selamanya
berfungsi sebagai pelengkap tetapi dapat juga berfungsi sebagai
keterangan.
Alwi, dkk menyatakan bahwa jika dilihat dari fungsi sintaksis
preposisi dapat menduduki tiga tempat yakni berfungsi sebagai
prediket, pelengkap dan keterangan8. Fungsi-sungsi sintaksis tersebut
harus diisi oleh makna tertentu yaitu peran, sehingga setiap fungsi
dalam kalimat konkret merupakan tempat kosong yang harus diisi
oleh dua pengisi kategorial bentuk dan makna.
Ada baiknya mengetahui perbedaan antara konjungsi dengan
preposisi agar mempermudah dalam menganalisis data nantinya.
Preposisi dan konjungsi digolongkan ke dalam kelas kata partikel
karena keduanya tidak mengalami perubahan bentuk dan tidak dapat
berdiri sendiri baik sebagai subyek, prediket, atau objek. Perbedaan
antara preposisi dan konjungsi terletak pada penggunaannya dalam
kalimat. Kridalaksana menyatakan bahwa preposisi berfungsi sebagai
penanda dalam frasa eksosentrik, sedangkan konjungsi berfungsi
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
260 DIANA ROZELIN
sebagai penghubung klausa dalam kalimat (membentuk frasa
endosentrik) 9. Sementara itu, Djajasudarma menyatakan bahwa
konjungsi merupakan kata sambung, berfungsi menghhubungkan dua
unsur atau lebih pada tataran sintaktik atau preposisi dapat
dipermutasikan sedangkan konjungsi tidak (frasa, klausa, dan
kalimat)10. Jadi, untuk membedakan antara preposisi dan konjungsi
salah satunya dapat dilihat dari fungsi kata itu sendiri dalam kalimat.
Metode
Penelitian kualitatif menurut Subroto banyak digunakan untuk
mengkaji masalah-masalah yang terkait dengan ilmu-ilmu humaniora
atau ilmu-ilmu kemanusiaan 11. Pandangan ini sejalan dengan
pandangan dari Lincoln (dalam Muhammad) yang menyatakan bahwa:
“qualitative research is multi-method in focus, involving an
interpretive, naturalistic approach to its subject matter. This
means that qualitative researcher study in their natural setting,
attempting to make sense of or interpret phenoma in terms of
the meanings the people bring to them”. 12
Penelitian kualitatif mendeskripsikan data real di lapangan
(secara alamiah) dengan memperlihatkan kondisi bahasa dan
kosakata yang diucapkan oleh informan secara langsung saat
wawancara ataupun dalam kegiatan keseharian mereka. Miles dan
Huberman menyatakan bahwa data yang dikumpulkan tersebut
merupakan kumpulan kata dan bukan rangkaian angka13. Metode
deskriptif merupakan gambaran ciri-ciri secara akurat sesuai dengan
sifat alamiahnya sendiri. Djajasudarma menyatakan bahwa secara
deskriptif peneliti dapat memerikan ciri-ciri, sifat-sifat, serta
gambaran data melalui pemilihan data yang dilakukan pada tahap
pemilihan data setelah data terkumpul14. Penelitian kualitatif juga
bermaksud untuk mengkaji permasalahan yang dialami oleh informan
baik itu berupa perilaku, budaya, bahasa, motivasi dan sebagainya.
Moleong menyatakan bahwa fenomena tersebut dideskripsikan ke
dalam bentuk kata-kata dalam konteks yang alamiah15
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 261
Tahap Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik catat karena
data utamanya adalah ragam bahasa tulis di tajuk wacana berita koran.
Penelitian yang dilakukan di perpustakaan akan melibatkan hubungan
peneliti dengan buku-buku (dalam penelitian ini terkait dengan korankoran) sebagai sumber data16. Melalui koran-koran tersebut penulis
akan mengumpulkan data yang dicari.
Tahap Analisis Data
Setelah data dikumpulkan dan diklasifikasikan, maka tahap
selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan metode distribusional dari Djajasudarma
atau disebut juga dengan metode agih menurut Sudaryanto. Metode
ini menggunakan alat penentu unsur bahasa yang ada di dalam bahasa
itu sendiri. Penggunaannya metode distribusional ini didasarkan atas
pertimbangan bahwa setiap unsur bahasa berhubungan satu dengan
yang lainnya, membentuk satu kesatuan padu (the whole unified).
Metode distribusional memakai teknik bagi unsur langsung
sebagai teknik dasar, yaitu membagi satuan lingual datanya menjadi
beberapa bagian atau unsur dan unsur tersebut dianggap sebagai
bagian langsung yang membentuk satuan lingual yang dimaksud.
Teknik bagi unsur langsung ini memiliki teknik-teknik lanjutan,
Teknik ini merupakan pandangan dari Djajasudarma dan Sudaryanto
yaitu: teknik lesap (delesi), teknik sulih (substitusi), teknik perluas
(ekspansi), teknik sisip (intrusi), teknik pemindahan unsur
(permutasi), teknik pengulangan unsur, dan parafrase17. Penelitian
ini hanya menggunakan teknik sisip (instrusi), teknik sulih
(substitusi), dan teknik perluas (ekspansi).
Instrumen
Instrumen yang digunakan berupa tajuk wacana berita yang terdapat
pada Koran Kompas, Solo Pos dan Republika khususnya yang terkait
dengan preposisi. Koran yang digunakan sebagai sumber utama dalam
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
262 DIANA ROZELIN
penelitian ini berjumlah 5 koran dengan pembagian 3 koran Kompas,
1 koran Republika dan 1 koran Solo Pos.
Preposisi yang Menyatakan Hubungan pada Koran
Kompas, Solo Pos, dan Republika
Berdasarkan pembagiannya preposisi menurut Sudaryanto ada 11
kelompok, sedangkan data yang ditemukan pada koran Kompas, Solo
Pos dan Republika dalam wacana tajuk berita hanya ada 7 kelompok
yang ditemukan dan 1 datum dari Verhaar, yaitu:
a. Tempat (di, pada, dalam)
/di sektor/; /di Indonesia/; /di PT Bank Mega/; /di Libya/
; /di Afrika utara/; /di ranah Eropa/; /di stadion/; /di Pengadilan/
; /di jalan/; /di tempat wisata/; /pada sidang/; /pada Sabtu/; /
dalam pemilihan/; /dalam bentuk/; /dalam pesan/; /dalam
kondisi/; /dalam persaingan/
b. Peralihan (ke, dari)
/dari jabatan/; /dari Fraksi/; /dari empat/; /ke luar negeri/
c. Arah (terhadap)
/terhadap mantan/
d. Perihal (akan)
/akan diterbitkannya/
e. Tujuan (untuk, buat)
Ø
f. Asal atau sebab (karena,lantaran)
Ø
g. Persesuaian (sesuai dengan, selaras dengan)
Ø
h. Penjadian (oleh)
/oleh Komisi Pemberantasan Korupsi/;
i. Kesertaan (dengan)
/dengan mengalahkan/; /dengan angkutan/
j. Penyamaan (seperti,sebagai)
/sebagai tersangka/; /seperti Citarum/; /seperti pantai/;
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 263
k.
Keberlangsungan (sejak,sampai)
Ø
l. Adposisi bertumpuk-menurut Verhaar terdapat pada data:
/di depan rumah/; /di depan pintu/
Penjabaran dari hasil temuan tersebut akan dikemukakan di
bawah.
Preposisi yang Menyatakan Hubungan Tempat atau yang
Menyatakan Keadaan
Berdasarkan keseluruhan data yang terkumpul terdapat 10 frasa
preposisi ‘di’. Preposisi di cenderung bervalensi dengan nomina,
khususnya yang ‘tidak bernyawa’ dan tidak bisa digunakan pada kata
yang ‘bernyawa’. Selain itu, preposisi di cenderung diikuti oleh nomina
‘kongkret’. Misal:
1. Hal-hal yang perlu ditata ulang pengaturannya di sektor
perbankan antara lain perbatasan kepemilikan asing, asas
resiprokal, dan skala bank yang boleh membeli saham bank di
Indonesia. (KOMPAS, 24 MEI 2011)
2. Hotel yang terletak di tempat wisata seperti pantai atau
kawasan pegunungan sudah lumrah ditemukan. (SOLO POS, 1
MEI 2011)
3. Wanita warga negara Filipina, Calaud CherryAnn Panaligan (26),
terdakwa kasus penyelundupan heroin seberat 1,193 kilogram,
selasa (7/6), hadir pada sidang perdana di Pengadilan negeri
Boyolali,tanpa didampingi pembela. (KOMPAS, 27 April 2011)
A. *Baju Bu lurah ada di saya (kalimat ini adalah kalimat
ungrammatical seharusnya preposisi ‘di’ diikuti oleh nomina
tidak bernyawa dan bukan pronomina).
Preposisi ‘Pada’
Preposisi ‘pada’ hanya ada 2 data. Preposisi ini biasanya bervalensi
pada nomina dan pronomina; juga dapat diikuti oleh kata ‘bernyawa’
dan ‘tidak bernyawa’. Berdasarkan keseluruhan data yang terkumpul
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
264 DIANA ROZELIN
preposisi ‘pada’ yang diikuti oleh ‘pronomina’ tidak ada, yang ada
hanyalah preposisi ‘pada’ yang diikuti oleh nomina-tidak
bernyawa. Pada contoh nomor 6 preposisi ‘pada’ diikuti oleh nomina
yang berupa penunjuk waktu-tidak bernyawa. Preposisi ini juga
memiliki posisi yang sama dengan preposisi ‘di’ di mana nominanya
bersifat ‘kongkret’. Pada contoh nomor 7, preposisi ‘pada’ tidak diikuti
oleh nomina kongkret tetapi nomina abstrak (ungramatical).
Contohnya:
4. Wanita warga negara Filipina, Calaud CherryAnn Panaligan (26),
terdakwa kasus penyelundupan heroin seberat 1,193 kilogram,
selasa (7/6), hadir pada sidang perdana di Pengadilan negeri
Boyolali,tanpa didampingi pembela. (KOMPAS, 27 April 2011)
5. Pemerintah Mesir akhirnya membuka gerbang Rafah pada
Sabtu (28/5), setelah empat tahun diblokade. (REPUBLIKA, 29
Mei 2011)
A. *Pemerintah Mesir akhirnya membuka gerbang Rafah pada
hari yang telah diimpi-impikan (28/5), setelah empat
tahun diblokade.
Jika diamati lebih cermat, kalimat nomor 7 itu bisa saja
dimunculkan, tetapi dalam wacana tajuk koran yang berupa informasi
haruslah diperjelas waktunya, sehingga pembaca tidak menebaknebak atau mendapat penjelasan yang tidak komplit.
Preposisi ‘Dalam’
Jumlah preposisi ‘dalam’ ada 5 data. Preposisi ini bervalensi dengan
nomina dan bersifat ‘kongkret’. Biasanya preposisi ini bersifat
‘abstrak’, tetapi pada data nomor 8, 9 dan 10 preposisi diikuti oleh
nomina yang berbentuk ‘kongkret’; misal:
6. Direktur utama PT Elnusa Tbk (Elsa) Suharyanto, Minggu (24/
4), menyatakan, pencairan dana 111 milyar yang disimpan di
PT Bank Mega Cabang Jababeka-Cikarang dalam bentuk
deposito berjangka dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen
Elnusa. (KOMPAS, 25 April 2011)
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 265
7.
Perang yang selama tiga bulan terakhir berkecamuk di Libya dan
mengalirnya pengungsi akibat kerusuhan di Afrika utara menjadi
salah satu sorotan perhatian pemimpin umat Katolik Paus
Benediktus XVI dalam pesan paskahnya, Minggu (24/4).
(KOMPAS, 25 April 2011)
8. Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, saat ini
negara Indonesia dalam kondisi bahaya. (REPUBLIKA, 29 Mei
2011)
Jika dihilangkan kata ‘kondisi’ pada nomor 10, maka struktur
yang muncul adalah tetap sama di mana preposisi ‘di’ diikuti oleh
nomina, karena kata ‘bahaya’ kelas katanya adalah nomina. Berarti
konstituen ‘kondisi’ bukanlah unsur inti, yang menjadi unsur inti
adalah preposisi ‘dalam’ karena jika preposisi tersebut dihilangkan,
maka kalimat menjadi tidak berterima. Contohnya:
A. Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, saat
ini negara Indonesia dalam bahaya.
B. *Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, saat
ini negara Indonesia kondisi bahaya.
Preposisi yang Menyatakan Hubungan Peralihan ‘Ke’
Hanya ada 1 data preposisi ini. Preposisi ini memperlihatkan adanya
proses peralihan perpindahan atau adanya gerak. Preposisi ‘ke’
bervalensi dengan nomina yang juga bervalensi dengan nomina ‘tidak
bernyawa’. Pada data nomor 11 terlihat preposisi’ke’ diikuti oleh
nomina kemudian diikuti oleh preposisi ‘oleh’ yang juga bervalensi
‘nomina’. Misal:
9. Rencana pencekalan mantan bendahara umum Partai Demokrat
ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
diduga kuat bocor sebelum yang bersangkutan meninggalkan
Indonesia. (REPUBLIKA, 29 Mei 2011)
Preposisi ‘ke’ yang diikuti oleh ‘luar’, menurut Verhaar termasuk
dalam adposisi bertumpuk karena preposisi ‘ke’diikuti oleh nomina
‘luar’ yang juga bervalensi dengan preposisi ‘ke dalam, ke atas, ke
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
266 DIANA ROZELIN
bawah’.
Preposisi ‘Dari’
Preposisi ‘dari’ berjumlah 4 data. Preposisi ‘dari’ bervalensi nomina
dan bisa juga bervalensi bilangan. Biasanya preposisi ‘dari’ dapat juga
bervalensi dengan ‘pronomina’, tetapi tidak ditemukan dalam
keseluruhan data yang ada. Preposisi ‘dari’ bervalensi kongkret,
contohnya:
10. Dewan Kehormatan Partai Demokrat, senin malam,
mengumumkan pemberhentian Muhammad Nazaruddin dari
jabatan bendaharaUmum Partai demokrat. (KOMPAS, 24 MEI
2011)
11. Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), Mustofa, diduga menipu empat orang
yang berminat menjadi pegawai negeri sipil. (KOMPAS, 27 APRIL
2011)
12. Seorang Polisi Hamas berdiri di depan pintu gerbang Rafah yang
dijaga petugas keamanan Mesir, Sabtu (28/5). Kemarin, secara
resmi gerbang yang menghubungkan Gaza dan Mesir ini dibuka
setelah lebih dari empat tahun ditutup. (REPUBLIKA, 29 Mei
2011)
A. Kemarin, secara resmi gerbang yang menghubungkan Gaza
dan Mesir ini dibuka setelah lebih empat tahun ditutup.
B. * Kemarin, secara resmi gerbang yang menghubungkan Gaza
dan Mesir ini dibuka setelah dari empat tahun ditutup.
Hal yang menarik di sini adalah pada nomor 12 apabila frasa
‘lebih dari’ dihilangkan maka kalimat tersebut masih grammatical,
berarti posisi frasa tersebut tidaklah wajib hal ini juga berlaku pada
nomor A, di mana ketidakhadiran preposisi ‘dari’ tidak mengubah
arti dan kalimat masih termasuk dalam grammatical dikarenakan
adanya konstituen ajektifa ‘lebih’ yang menjembatani antarfrasa
tersebut.
Dilain pihak, pada nomor B, ketidakhadiran ajektifa ‘lebih’ dan
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 267
munculnya preposisi ‘dari’ pada kalimat tersebut, membuat kalimat
tersebut menjadi rancu, sehingga dapat disimpulkan bahwa posisi
ajektifa ‘lebih’ sebagai unsur inti, karena ketika konstituen tersebut
tidak hadir kalimat menjadi ungrammatical atau tidak berterima.
Preposisi yang Menyatakan Hubungan Arah
Preposisi ini hanya ditemukan 1 data, yaitu preposisi ‘terhadap’.
Preposisi ini termasuk dalam preposisi jenis arah yang bervalensi
dengan nomina. Misal:
13. Partai Demokrat menyiapkan langkah bantuan hukum terhadap
mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin. (SOLO
POS, 1 Mei 2011)
Pada contoh di atas, preposisi ‘terhadap’ diikuti oleh konstituen
nomina, jika konstituen ‘mantan’ tersebut dihilangkan maka kalimat
masih berterima, tetapi apabila preposisi ‘terhadap’ dihilangkan
kalimat menjadi tidak berterima dengan kata lain preposisi tersebut
merupakan unsur inti dalam kalimat tersebut. Contohnya:
A. Partai Demokrat menyiapkan langkah bantuan hukum
terhadap Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin.
B. *Partai Demokrat menyiapkan langkah bantuan hukum
mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin.
Preposisi yang Menyatakan tentang Perihal
Presposisi ini ada dua macam, yaitu: ‘tentang dan akan’, tetapi dari
keseluruhan data yang ada hanya ditemukan satu datum yang
berhubungan dengan preposisi ‘akan’. Preposisi ini berusaha
memperlihatkan sesuatu yang ingin diungkapkan oleh pernyataan
yang menyertainya. Contohnya:
14. Permintaan itu mengemuka menyusul akan diterbitkannya
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur mengenai tunjangan
kesehatan bagi legislator. (SOLO POS, 1 Mei 2011)
A. Permintaan itu mengemuka menyusul diterbitkannya
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
268 DIANA ROZELIN
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur mengenai
tunjangan kesehatan bagi legislator.
B. *Permintaan itu mengemuka menyusul akan Peraturan
Pemerintah (PP) yang mengatur mengenai tunjangan
kesehatan bagi legislator.
Pada kalimat nomor 16, terlihat preposisi ‘akan’ yang diikuti oleh
verba-pasif, jika preposisi ‘akan’ (contoh pada kalimat A) dihilangkan,
maka meaning kalimat tersebut akan berubah. Preposisi ‘akan’
mengidentifikasikan sesuatu yang akan dilaksanakan atau diterbitkan,
jika preposisi tersebut dihilangkan, maka makna yang muncul adalah
Peraturan Pemerintah tersebut telah diterbitkan. Pada contoh
kalimat B, memperllihatkan bahwa konstituen ‘diterbitkannya’
termasuk unsur inti, jika dihilangkan maka kalimat menjadi
ungrammatical.
Preposisi yang Menyatakan Hubungan Penjadian
Hanya ditemukan satu datum untuk presposisi ini; preposisi ini hanya
dapat diikuti oleh nomina atau frasa nomina atau perluasannya dan
pronominal orang. Preposisi ‘oleh’ memperlihatkan adanya suatu
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kelompok
organisasi. Nomina yang mengikuti preposisi ini biasanya bervalensi
kongkret, contohnya:
15. Rencana pencekalan mantan bendahara umum Partai Demokrat
ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
diduga kuat bocor sebelum yang bersangkutan meninggalkan
Indonesia. (REPUBLIKA, 29 MEI 2011)
A. Rencana pencekalan mantan bendahara umum Partai
Demokrat ke luar negeri oleh Presiden Susilo Bambang
Yudoyono, diduga kuat bocor sebelum yang bersangkutan
meninggalkan Indonesia.
B. *Rencana pencekalan mantan bendahara umum Partai
Demokrat ke luar negeri oleh, diduga kuat bocor sebelum
yang bersangkutan meninggalkan Indonesia.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 269
C. *Rencana pencekalan mantan bendahara umum Partai
Demokrat ke luar negeri Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), diduga kuat bocor sebelum yang
bersangkutan meninggalkan Indonesia.
Pada contoh di atas terlihat preposisi ‘oleh’ bervalensi nomina
‘KPK’ yang bisa disubstitusi atau diganti dengan pronomina orang
pada contoh A. Sedangkan pada contoh B da C terlihat bahwa preposisi
‘oleh’ dan nomina ‘Komisi Pemberantasan Korupsi’ keduanya
termasuk dalam unsur inti dalam kalimat karena ketika kedua kata
tersebut dihilangkan secara bergantian kalimat menjadi tidak
berterima. Pada contoh B, terlihat rancu karena tidak diketahui siapa
pelakunya, sedangkan pada nomor C pemarkah yang menunjukkan
sesuatu yang dilakukan oleh seseorang atau suatu lembaga itu tidak
ada.
Preposisi Kesertaan
Preposisi kesertaan hanya ada dua data, preposisi ‘dengan’ dapat
diikuti nomina, pronominal, ajektifa, adverbial dan verba tertentu.
Berdasarkan data yang telah terkumpul, preposisi ‘dengan’ pada data
ini bervalensi dengan nomina dan verba aktif saja. Preposisi ini
bervalensi dengan preposisi ‘tidak bernyawa’ yang bersifat:
menggunakan sebagai alat. Tetapi, apabila preposisi ‘dengan’ diikuti
oleh verba maka hubungan kesertaan itu bersifat hubungan asal atau
sebab. Contohnya:
16. Tuan rumah Persijap Jepara bertekad membalikkan sejarah
dengan mengalahkan Arema Indonesia dalam lanjutan Liga
Super Indonesia (LSI) di stadion Gelora Bumi kartini (GBK), Rabu
(8/6). (KOMPAS, 27 April 2011)
A. Tuan rumah Persijap Jepara bertekad membalikkan sejarah
dengan menjatuhkan Arema Indonesia dalam lanjutan
Liga Super Indonesia (LSI) di stadion Gelora Bumi kartini
(GBK), Rabu (8/6).
B. Tuan rumah Persijap Jepara bertekad membalikkan sejarah
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
270 DIANA ROZELIN
mengalahkan Arema Indonesia dalam lanjutan Liga Super
Indonesia (LSI) di stadion Gelora Bumi kartini (GBK), Rabu
(8/6).
C. *Tuan rumah Persijap Jepara bertekad membalikkan sejarah
dengan Arema Indonesia dalam lanjutan Liga Super
Indonesia (LSI) di stadion Gelora Bumi kartini (GBK), Rabu
(8/6).
17. Ojek sepeda masih menjadi angkutan pilihan warga Jakarta.
Mereka bertahan dalam persaingan dengan angkutan motor.
(REPUBLIKA, 29 Mei 2011)
A. Ojek sepeda masih menjadi angkutan pilihan warga Jakarta.
Mereka bertahan dalam persaingan dengan kendaraan
motor.
B. *Ojek sepeda masih menjadi angkutan pilihan warga Jakarta.
Mereka bertahan
dalam persaingan angkutan motor.
C. Ojek sepeda masih menjadi angkutan pilihan warga Jakarta.
Mereka bertahan dalam persaingan dengan motor.
Pada contoh nomor 16 dan a terlihat bahwa posisi preposisi
‘dengan’ bervalensi dengan verba dan apabila digantikan dengan kelas
kata lain seperti ajektifa ‘gigih’ akan terlihat rancu, sehingga untuk
kalimat tersebut preposisi ‘dengan’ hanya bisa bervalensi dengan
verba dan tidak dengan kelas kata lainnya. Pada kalimat B dan C ketika
salah satu konstituennya dihilangkan, maka yang terjadi adalah
perubahan maknanya. Kalimat B mengandung arti Persijap Jepara
ingin mengalahkan Arema; pada kalimat C mengandung makna
Persijap Jepara bersama Arema akan membuat sejarah baru dalam
pertandingan Liga Sepakbola tersebut.
Pada nomor 17 dan 17 A terlihat bahwa posisi preposisi ‘dengan’
bervalensi dengan nomina yang tidak bisa diganti dengan kelas kata
lainnya. Jika diganti dengan kelas kata verba ‘mengendarai’ maka
kalimat tersebut akan bertolak belakang dengan kalimat sebelumnya
dan tentunya menjadi ungrammatical. Preposisi ‘dengan’ pada
kalimat tersebut termasuk dalam unsur inti kalimat.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 271
Preposisi Hubungan Penyamaan
Preposisi yang menyatakan hubungan penyamaan ada 3 data.
Preposisi ‘seperti dan sebagai’ menyatakan adanya sesuatu yang
disamakan yang mengikutinya dan bervalensi nomina.
18. Hotel yang terletak di tempat wisata seperti pantai atau
kawasan pegunungan sudah lumrah ditemukan. (SOLO POS, 1
MEI 2011)
A. Hotel yang terletak di tempat wisata pantai atau kawasan
pegunungan sudah lumrah ditemukan.
B. *Hotel yang terletak di tempat wisata seperti atau kawasan
pegunungan sudah lumrah ditemukan.
19. Tidak ada sungai yang peran dan fungsinya seperti Citarum.
(KOMPAS, 25 April 2011)
A. Tidak ada sungai yang peran dan fungsinya seperti
Bengawan Solo
B. *Tidak ada sungai yang peran dan fungsinya Citarum.
20. Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan Nunun
Nurbaeti sebagai tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan
dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun
2004 yang dimenangi Miranda S Goeltom. (KOMPAS, 24 MEI
2011)
A. Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan
Nunun Nurbaeti sebagai terdakwa (pelaku) kasus dugaan
suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior
Bank Indonesia tahun 2004 yang dimenangi Miranda S
Goeltom.
B. *Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan
Nunun Nurbaeti sebagai kasus dugaan suap cek perjalanan
dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
tahun 2004 yang dimenangi Miranda S Goeltom.
C. *Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan
Nunun Nurbaeti tersangka kasus dugaan suap cek
perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia tahun 2004 yang dimenangi Miranda S Goeltom.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
272 DIANA ROZELIN
Pada kalimat nomor 18, terlihat preposisi ‘seperti’ bervalensi
dengan nomina ‘pantai’, apabila preposisinya dihilangkan , maka
kalimat masih berterima tetapi apabila nomina ‘pantai’ dihilangkan,
maka kalimat menjadi tidak berterima. Berdasarkan contoh tersebut
terlihatlah bahwa nomina ‘pantai’ yang mengikuti preposisi ‘seperti’
adalah unsur inti pada kalimat tersebut.
Contoh nomor 19, preposisi ‘seperti’ bervalensi dengan nomina
‘Citarum’ yang juga bisa diganti denga kelas kata yang sama yakni
nomina ‘Bengawan Solo’. Pada contoh B terlihat bahwa posisi preposisi
‘seperti’ dan nomina ‘Citarum’ sangatlah erat. Keduanya termasuk
dalam unsur inti kalimat, karena apabila salah satunya dihilangkan
kalimat menjadi ungrammatical.
Pada contoh nomor 20 A, terlihat nomina ‘tersangka’ bisa
disubsitusi atau diganti dengan ‘terdakwa atau pelaku’ yang samasama bervalensi nomina. Pada contoh B dan C preposisi ‘sebagai’ dan
nomina ‘tersangka’ keduanya adalah unsur inti dalam kalimat. Pada
kalimat B, jika nomina ‘tersangka’ dihilangkan kalimat menjadi
ungrammatical. Begitupula contoh C, jika preposisi ‘sebagai’
dihilangkan, maka harus ada penjelasan diujung kalimat sebagai apa,
karena seakan-akan ada informasi yang terputus pada kalimat
tersebut.
Adposisi Bertumpuk
Ada 2 data adposisi bertumpuk. Menurut Verhaar, preposisi ‘di’ jika
diikuti oleh kata ‘depan atau belakang atau samping’ disebut dengan
preposisi bertumpuk. Frasa preposisional di depan pintu dapat
menjadi atribut pada berdiri yang bervalensi dengan verba.
Begitupula dengan frasa preposisi di depan rumah yang dapat
menjadi atribut pada terjadi yang bervalensi dengan verba. Jadi,
preposisi ‘di depan’ bervalensi dengan nomina dan bersifat kongkret.
21. Seorang Polisi Hamas berdiri di depan pintu gerbang Rafah
yang dijaga petugas keamanan Mesir, Sabtu (28/5). Kemarin,
secara resmi gerbang yang menghubungkan Gaza dan Mesir ini
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 273
dibuka setelah lebih dari empat tahun ditutup. (REPUBLIKA, 29
Mei 2011)
22. Pembunuhan sadis terjadi di depan rumah Dinas Walikota
Semarang di jalan Borobudur Selatan, Manyaran, senin (6/6)
malam. (KOMPAS, 27 APRIL 2012)
A. Pembunuhan sadis terjadi di rumah Dinas Walikota
Semarang di jalan Borobudur Selatan, Manyaran, senin (6/
6) malam.
B. Pembunuhan sadis terjadi depan rumah Dinas Walikota
Semarang di jalan Borobudur Selatan, Manyaran, senin (6/
6) malam.
Pada contoh nomor 22 A, terlihat bahwa apabila preposisi ‘depan’
dihilangkan, maka akan terjadi perubahan makna di mana pembunhan
itu terjadi di dalam rumah Dinas Walikota Semarang. Sedangkan pada
contoh b, terlihat bahwa kejadian tersebut berada di depan rumah
dinas Walikota Semarang, walaupun tidak ada preposisi ‘di’ pada
kalimat tersebut, tetapi secara tidak langsung mengidentifikasikan
atau mempertegas posisi kejadian itu.
Analisis untuk Language Universal
Berdasarkan data yang ada, analisis untuk language universal
sebagaimana di bawah:
·
di = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
pada = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
dalam = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
ke = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
dari = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
terhadap = N, bernyawa, kongkret.
·
akan = V, N, tidak bernyawa, kongkret.
·
oleh = N, bernyawa, kongkret.
·
dengan = N, V.aktif, tidak bernyawa, kongkret.
·
seperti = N, tidak bernyawa, kongkret.
·
sebagai = N, bernyawa, kongkret.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
274 DIANA ROZELIN
·
di depan = N, tidak bernyawa, kongkret.
Jika penjabaran tersebut dimasukkan ke dalam pola, maka yang
terlihat adalah:
·
N, tidak bernyawa, kongkret =
di; ke; dari; pada; dalam;
seperti; di depan
·
N, bernyawa, kongkret = oleh; terhadap; sebagai
·
N, V, tidak bernyawa, kongkret = akan dan dengan
Simpulan
1. Berdasarkan keseluruhan data yang ada, dapat disimpulkan
bahwa preposisi yang menyatakan tempat ‘di’ berjumlah 10 data;
preposisi ‘pada’ berjumlah 2 data dan preposisi ‘dalam’ berjumlah
5 data. Preposisi yang menyatakan peralihan ‘ke’ berjumlah 1
datum dan preposisi ‘dari’ berjumlah 3 data. Preposisi yang
menyatakan arah ‘terhadap’ berjumlah 1 datum. Selain itu,
preposisi yang menyatakan perihal ‘akan’ berjumlah 1 datum.
Preposisi yang menyatakan penjadian ‘oleh’ juga berjumlah 1
datum. Selanjutnya, preposisi yang menyatakan penyamaan
‘seperti’ berjumlah 2 data dan preposisi ‘sebagai’ berjumlah 1
datum. Sedangkan adposisi bertumpuk berjumlah 2 data.
2. Walaupun dalam penelitian terdahulu Sudaryanto menyatakan
bahwa preposisi ‘dengan’ dapat diikuti nomina, pronominal,
ajektifa, adverbial dan verba tertentu, tetapi dalam data yang
telah terkumpulkan ini hanya mencakup nomina dan verba saja.
Data-data tersebut dapat diklasifikasikan lagi ke dalam Language
Universal, yaitu:
a. Jika preposisinya berupa: di; ke; dari; pada; dalam; seperti;
di depan, maka akan bervalensi nomina yang berupa tidak
bernyawa serta berbentuk kongkret.
b. Jika preposisinya berupa: oleh; terhadap; sebagai, maka akan
bervalensi nomina yang berupa bernyawa serta berbentuk
kongkret.
c. Jika preposisinya berupa: akan dan dengan; maka akan
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
ANALISIS PREPOSISIONAL 275
bervalensi nomina atau verba yang berupa tidak bernyawa
serta berbentuk kongkret.
Catatan:
1 . Sudaryanto, Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Djambatan, 1983), hlm. 99.
2 . Bambang K. Purwo, “Pengolahan Bahasa Indonesia untuk
Komputer”, makalah disajikan dalam Pertemuan Linguistik Pusat
Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya (PELBBA 7), Jakarta, hlm.
18 3.
3 . Ramlan, Kata Depan atau Preposisi dalam Bahasa Indonesia,
(Yogyakarta: CV. Karyono, 1996), hlm. 20.
4 . J.S. Badudu, Pelik-pelik Bahasa Indonesia, (Bandung: CV. Pustaka
Prima, 1993), hlm. 132.
5 . T. Fatimah Djajasudarma, Metode Linguistik: Ancangan Metode
Penelitian dan Kajian, (Bandung: Eresco, 1993), hlm. 44.
6 . Cece Sobarna, “Preposisi Bahasa Sunda: Satu Kajian Struktur dan
Semantik”, disertasi program doktor Universitas Padjadjaran
Bandung, 2003, hlm. 26.
7 . Crystal, The Cambridge Encyclopedia of Language, (Cambridge:
Cambridge U.P., 1987), hlm. 30.
8. Alwi Hasan, dkk., Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, edisi II,
(Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1998), hlm.
326- 330.
9 . Harimurti Kridalaksana, Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem
dalam Bahasa Indonesia, (Yogyakarta: Kanisius, 1988), hlm. 81.
1 0 . Djajasudarma, Metode Linguistik, hlm. 44-46.
1 1 . Edi Subroto, Pengantar Metode Penulisan Linguistik Struktural,
(Surakarta: Sebelas Maret University Press, 1992), hlm. 5.
12 . Muhammad, Metode Penulisan Bahasa, (Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2011), hlm. 30.
13 . Matthew B. Miles dan A.M. Huberman, Qualitative Data Analysis,
terj. Tjetjep Rohendi, (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992),
hlm. 15.
14 . Djajasudarma, Metode Linguistik, hlm. 15-16.
1 5 . L.J. Moleong, Metodologi Penulisan Kualitatif, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 6.
16 . Djajasudarma, Metode Linguistik, hlm. 4.
1 7 . Djajasudarma, Metode Linguistik, hlm. 62; Sudaryanto, Metode
dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, (Yogyakarta: Duta Wacana
University Press, 2001), hlm. 36.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
276 DIANA ROZELIN
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi
II. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Badudu, J. S. 1993. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: CV.
Pustaka Prima.
Crystal. 1987. The Cambridge Encyclopedia of Language.
Cambridge: U.P.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Metode Linguistik, Ancangan
Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco.
Kridalaksana, Harimurti. 1988. Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem
dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
Miles, Matthew B dan Huberman A.M. 1992. Qualitative Data
Analysis. Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi. Jakarta:
Universitas Indonesia Press.
Moleong, L.J. 2002. Metodologi Penulisan Kualitatif. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Muhammad. 2011. Metode Penulisan Bahasa. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media.
Purwo, Bambang K. Oktober 1993. Pengolahan Bahasa Indonesia
untuk Komputer. Makalah. Disajikan dalam Pertemuan
Linguistik Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya (PELBBA
7). Jakarta.
Ramlan. 1996. Kata Depan atau Preposisi dalam Bahasa Indonesia.
Yogyakarta: CV. Karyono.
Sobarna, Cece. 2003. Preposisi Bahasa Sunda: Satu Kajian Struktur
dan Semantik. Disertasi Program Doktor Universitas
Padjadjaran Bandung.
Sudaryanto. 1983. Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
Djambatan.
Sudaryanto. 2001. Metode dan Aneka teknik Analisis Bahasa,
(ed.2).Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Subroto, Edi. 1992. Pengantar Metode Penulisan Linguistik
Struktural. Surakarta: Sebelas Maret university Press.
Verhaar, J.W.M. 2001. Asas-Asas Linguistik Umum.Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Media Akademika, Vol. 27, No. 2, April 2012
Download