BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan dalam dunia perhotelan merupakan kegiatan yang
mengedepankan standar tentang sikap hospitality yang menjadikan tamu
yang datang utuk menginap menjadi nyaman dan senang, serta akan
kembali bila tamu mendapatkan kesan baik dan puas atas pelayanan yang
diberikan oleh hotel tersebut. Tidak mudah untuk mengajak tamu datang
dan menikmati menu yang ada pada restoran, biasanya tamu lebih
menyukai makanan enak dan lebih murah.
Pariwisata memiliki artian yaitu segala sesuatu yang berhubungan
dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta
usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut (Undang-undang No.9 Tahun
1990).
Penginapan/hotel memiliki klasifikasi tersendiri ,di antaranya :
Kenyamanan dan Harga, lamanya tamu menginap, letak, kesibukan lalu
lintas, jumlah kamar, pemiliknya, rencana yang dilaksanakan, jangka
waktu hotel buka. Hotel merupakan salah satu sarana penting dalam
kegiatan pariwisata. Dengan menggunakan sarana akomodasi ini, tamu
selain berkunjung untuk menginap juga menikmati pelayanan yang
dimiliki hotel. Setiap pelayanan yang diberikan mengikuti aturan yang
ditentukan atau SOP. Peran waiter/waitrees dalam restoran pun
memberikan atmosfer tersendiri. Waiter/waitrees mampu menarik minat
1
2
tamu yang datang dan memesan menu ala carte yang tersedia di
restaurant.
Pelayanan yang diutamakan untuk menarik tamu dalam memesan
menu yang tersedia di restaurant. Hospitality pun menjadi bagian
tersendiri dalam penyampaian pelayanan terhadap tamu. Tamu merasa
puas akan datang kembali dengan mengajak rekan atau keluarganya.
Dalam sebuah restaurant yang ada di hotel, biasanya telah
memiliki atmosphere yang berbeda dengan restaurant di hotel yang
lainnya.
Sebuah
restaurant
biasa
menyediakan
berbagai
menu,
diantaranya: Chinesse Food, Russian Food, Traditional Food, American
Food, dan Asian Food. Tetapi tidak semua restaurant memiliki
keseluruhan dari macam menu tersebut.
Setiap pengeluaran untuk pembelian bahan-bahan pada menu
menjadi salah satu yang terpenting guna pembanding saat bahan-bahan
mentah menjadi sebuah makanan atau minuman yang disajikan kepada
tamu. Pengeluaran dan pendapatan ini menjadi tolok ukur apakah
restaurant mampu menjual lebih banyak menu, baik makanan maupun
minuman.
Sementara itu, standart sequence of service of ala carte menu atau
standar pelayanan menu ala carte memiliki beberapa rangkaian. Diantara
rangkaian tersebut, sebagai para waiter/waitress sudah mampu untuk
memiliki dan mempraktekkannya dengan baik dan benar. Harus demikian
3
karena tamu akan memberikan kesan bahwa para waiter/waitress pada
sebuah restaurant telah ahli dan terpecaya.
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta merupakan hotel bintang
lima yang memiliki tiga macam menu. Hotel yang terletak di jalan Adi
Sucipto No. 81, Yogyakarta 55281 – Indonesia. Hotel ini memliki sebuah
Restaurant yang bernama The Royal Restaurant, berada di Lobby. The
Royal Restaurant memiliki kapasitas 200 orang, diantaranya untuk area
tidak merokok dan area merokok.
Untuk menu favorite ala carte yang ada di The Royal Restaurant,
yaitu Soto Tangkar. Sementara itu, minuman yang cukup unik di The
Royal Restaurant yaitu, WPA(Wedang Peredam Amarah).
Pelayanan di dalam Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta
menjadikan tamu merasa puas dan kembali lagi untuk menginap dan
menikmati sarapan, makan siang ataupun makan malam di hotel ini.
Sementara bagi tamu yang ingin memesan “Romantic Dinner”, Hotel
Royal Ambarrukmo menyediakan Garden yang terdiri dari beberapa
Gazebo untuk tempatnya.
Penilaian atau pembelajaran dalam pelayanan terhadap tamu tidak
hanya di lakukan oleh karyawan staff saja, baik casual maupun training di
latih untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan SOP. Pembelajaran
ini biasanya diberikan sebelum masuk, atau biasa di sebut masa orientasi.
Selanjutnya pembelajaran atau pelatihan lainnya akan diberikan oleh
supervisor atau karyawan staff.
4
Sebagaimana pelayanan yang seharusnya dilakukan, para casual
dan training pun dapat belajar dan mencari informasi untuk perbaikan
dalam penanganan pelayanan terhadap tamu baik saat sarapan, makan
siang, ataupun makan malam.
Setiap hotel berbintang memiliki SOP yang telah diberlakukan
secara universal, biasanya hotel berbintang juga memiliki beberapa
pelayanan: Family Style, Buffet Service, Set Menu(meliputi : Indonesian
Set Menu, Chinese Set Menu, Western Set Menu), American Service,
Russians Service, English Service dan French Service. Dari bermacam
pelayanan tersebut, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta mengikuti cara
dari American Service. Dimana American Service itu merupakan cara
melayani tamu yang elegan, tidak terlihat mahal, terlihat friendly, dan cara
melayani dari sebelah kanan serta berlawanan arah jarum jam. American
service juga memiliki aturan, dimana bila ada seorang wanita, maka
dahulukan wanita terlebih dahulu.
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menggunakan American
Service tidak hanya saat ala Carte, namun secara keseluruhan dalam
melayani tamu yang datang ke restaurant menggunakan American Service.
Penggunaan pelayanan ini gunanya untuk melayani tamu lebih cepat, dan
lebih melayani sepenuh hati. Hasil dari American Service menjadikan
tamu selalu mengingat pelayanan terbaik yang dimiliki Hotel Royal
Ambarrukmo Yogyakarta, serta mengajak para keluarga atau rekan
kerjanya untuk datang dan menginap untuk menikmati atmosfer yang
5
dimiliki Hotel Royal Ambarrukmo baik dalam suasana dekorasi,
pelayanan maupun keadaan sekitar atau fasilitas yang dimiliki.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah
standar
pelayanan
yang
dilakukan
waiter/waitress agar jumlah tamu yang datang ke The Royal
restaurant meningkat?
2. Bagaimanakah respon/pendapat tamu dari pelayanan yang
diberikan?
3. Upaya apa yang dilakukan oleh Hotel Royal Ambarrukmo
Yogyakarta untuk meningkatkan kepuasan tamu yang datang?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengetahui sequence of service ala carte menu di The
Royal Restaurant.
2. Menerapkan materi dengan cara menghandle tamu yang datang
di The Royal Restaurant, serta sebagai bekal pengalaman kerja
nyata guna menyesuaikan saat terjun ke lapangan nantinya.
3. Dapat mengetahui macam set-up yang digunakan dalam menu
ala carte di The Royal Restoran.
Disamping itu, Penulis juga berharap agar penulisan laporan ini
nantinya dapat menambah pengetahuan bagi pelaku dalam dunia
perhotelan agar lebih cermat dan tepat dalam praktek kerja lapangan, serta
6
mengembangkan buah pikir di bidang ketrampilan dalam melayani tamu di
suatu hotel dan dapat bermanfaat bagi industry Kepariwisataan.
Penelitian ini menjadi suatu bagian agar memberikan sequence of
service ala carte menu kepada tamu dan meningkatkan jumlah kunjungan
tamu ke The Royal Restaurant di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta
tiap harinya.
D. Manfaat Penelitian
1. Praktis
Untuk mendapatkan pengetahuan yang sesuai dengan pelayanan
standar Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dan untuk memberikan
informasi pada pelaku usaha akomodasi maupun restaurant dalam
penanganan terhadap tamu. Sebagai bahan koreksi bila perusahaan
memiliki kekurangan dalam SOP maupun dalam peningkatan
pelayanan terhadap tamu.
2. Teoritis
Menerapkan pembelajaran hospitality di bangku kuliah dengan
keadaanya nyata di lapangan/di dunia perhotelan. Menambah
pengetahuan dan pembelajaran tentang sequence of service ala carte
menu di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Berbagai manfaat
yang di dapatkan semoga bermanfaat pula bagi perusahaan, penulis,
maupun pembaca, sehingga laporan tugas akhir ini dapat berguna di
kemudian hari.
7
E. Kajian Pustaka
1. Akomodasi
Akomodasi
merupakan
sarana
penunjang
dalam
industry
pariwisata yang dikelola dan memiliki tata aturan dalam pelaksanaannya
sesuai dengan peraturan atau kebijakan yang ada, baik dalam pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah.
2. Hospitality
Hospitality dalam perhotelan merupakan kewajiban tentang tata
aturan dalam menghadapi tamu yang menginap. Seperti halnya tamu yang
datang telah memberikan kewajibannya membayar, kemudian tamu
tersebut mendapatkan haknya yaitu, mendapatkan pelayanan sesuai SOP,
mendapatkan kenyamanan dan kepuasan dari tamu datang hingga tamu
selesai menginap.
3. Food and Beverage Departement
Food and Beverage Departement adalah bagian dari hotel yang
mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan
dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari cara tamu yang
tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara
komersial serta profesional. (Soekresno dan Pendit, 1998:4).
Food and Beverage departement merupakan departement yang
sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan dan pelayanan
makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya food and beverage
8
departement terbagi menjadi dua bagian yang saling bergantung satu sama
lain dan harus saling bekerjasama. Dua bagian tersebut adalah:
1. Food and Beverage bagian depan (front service), yaitu
bagian yang langsung berhubungan dengan tamu, terdiri
dari bar, restoran, banquet, dan room service.
2. Food and Beverage bagian belakang (back service), yaitu
bagian yang tidak langsung berhubungan dengan tamu
karena harus melalui perantara pramusaji, terdiri dari
kitchen, stewarding.
Tujuan departemen Food and Beverage menurut Soekresno dan
Pendit (1998:5) adalah:
1. Menjual makanan dan minuman sebanyak-banyakannya
dengan harga yang sesuai.
2. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya
kepada tamu
sehingga tamu merasa puas. Hal ini menyangkut mutu,
pelayanan mutu, makanan dan minuman, sikap karyawan,
dekorasi ruangan serta suasana sekitar, peralatan yang
dipakai dan sanitasinya.
3. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan untuk
kesinambungan usaha.
Di dalam penelitian Tugas Akhir Laila Najmi dari Diploma
Kepariwisataan UGM tahun 2013 yang berjudul Peran Food And Beverage
9
Departement Dalam Meningkatkan Pelayanan Terhadap Tamu Di Sahid
Raya Hotel Yogyakarta, menyebutkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan
untuk meningkatkan pelayanan diantaranya:
1. Makanan segar, dimasak dengan baik dan disajikan dengan
penampilan yang menarik optimal.
2. Pelayanan baik, cepat, sopan dan memenuhi syarat-syarat
kesehatan.
3. Makanan enak, rasa sesuai resep standar.
4. Menggunakan bahan yang berkualitas.
5. Makanan panas benar-benar disajikan dalam kondisi panas.
6. Waktu penyajian tepat
7. Tingkat kebersihan dan higienis yang tinggi
8. Senyum dan sambut serta menyapa setiap tamu yang
datang.
9. Berbicara
dengan
tamu
dengan
penuh
kehangatan,
keakraban dan sopan santun.
10. Menunjukkan perhatian tulus dengan penuh antusiasme
kepada tamu.
Di dalam penelitian Tugas Akhir Chandra Wibawa dari Diploma
Kepariwisataan UGM tahun 2013 yang
berjudul Upaya Untuk
Meningkatkan Kualitas Food And Beverage Product Di Ros-In Hotel
Yogyakarta, menyebutkan bahwa Food and Beverage Departement adalah
departemen hotel yang menangani hal-hal yang berkaitan dengan
10
mengolah,
menyediakan
makanan
dan
minuman
serta
bertugas
memberikan pelayanan kepada tamu pada saat makan di restoran. Food
and Beverage Departement dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Food and Beverage Product
Adalah suatu bagian yang bertugas mengolah bahan makanan
menjadi makanan siap saji untuk disediakan kepada para tamu.
b. Food and Beverage Sevice
Adalah suatu bagian yang bertugas memebrikan pelayanan
berupa pengantaran order tamu.
Di dalam penelitian Tugas Akhir Prita Eri Daryanti dari Diploma
Kepariwisataan UGM tahun 2013 yang berjudul Peran Penting Food and
Beverage Departement Dalam Meningkatkan Kepuasan Tamu di Hotel
Sahid Raya Yogyakarta, menyebutkan usaha-usaha yang dilakukan untuk
mencapai target dan meningkatkan pendapatan hotel adalah sebagai
berikut :
1. Peningkatan pelayanan
Pelayanan kepada tamu merupakan jalur terakhir dalam
menjual
produk
sangat
memegang
peranan.
Kesalahan/keterlambatan mengakibatkan tamu kurang puas dan
bahkan mungkin tidak merasa puas sama sekali.
11
2. Produk yang bermutu
Produk yang bermutu yang bervariasi memerlukan penanganan
yang harus professional.
3. Keberhasilan dan kelengkapan peralatan
4. Suasana yang menyenangkan
5. Pengemasan kerja yang baik
F. Landasan Teori
1. Hotel
Pengertian hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh
pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman, dan
fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan
perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai
dengan
pelayanan
yang
diterima
tanpa
ada
perjanjian
khusus.
(Sulastiyono, 2006:5).
Adapun hotel menurut
MENPARPOSTEL No. KM37/PW
340/MPPT-86 (dalam Sulastiyono,2002:6), hotel adalah suatu jenis
akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk
menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa
penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
(Sulastiyono, 2002:6).
12
2. Klasifikasi Hotel
Menurut SK Menparpostel nomor KM 34/HK/103/MPPT-87, hotel
dapat dibedakan menurut tipenya, antara lain:
a. Hotel kecil (25 kamar)
b. Hotel sedang (100 kamar)
c. Hotel di atas rata-rata (100-300 kamar)
d. Hotel besar (300 kamar)
Adapun menurut Suwithi, (2010:7) klasifikasi hotel berdasarkan
bintang, anatara lain:
a. Satu-Melati:
i.
Jumlah kamar standar minimal 15 kamar
ii.
Kamar mandi di dalam
iii.
Luas kamar minimal 20m²
b. Dua-Melati
i.
Jumlah kamar standar minimal 20 kamar
ii.
Kamar suite minimal 1 kamar
iii.
Kamar mandi dalam
iv.
Luas kamar minimal 22m²
v.
Luas kamar suite minimal 44m²
c. Tiga-Bintang
i.
Jumlah kamar minimal 30 kamar
ii.
Kamar suite minimal 2 kamar
iii.
Kamar mandi dalam
13
iv.
Luas kamar minimal 24m²
v.
Luas kamar suite 48m²
d. Empat-Bintang
i.
Jumlah kamar minimal 50 kamar
ii.
Kamar suite minimal 3 kamar
iii.
Kamar mandi di dalam
iv.
Luas kamar minimal 24m²
v.
Luas kamar suite 48m²
e. Lima-Bintang
i.
Jumlah kamar minimal 100 kamar
ii.
Kamar suite minimal 4 kamar
iii.
Kamar mandi dalam
iv.
Luas kamar 26m²
v.
Luas kamar suite 52m²
3. Restaurant
Menurut Wojowasito Poerwodarminto, restoran adalah suatu bisnis
yang direncanakan dengan baik yang dimaksudkan dan ditunjukan untuk
suatu tujuan tertentu. (Marsum W. A. , 2005:8)
Restoran adalah ruangan atau tempat di mana tamu dapat membeli
dan menikmati makanan dan minuman atau merupakan suatu seksi untuk
menyiapkan makan dan minum bagi tamu yang memerlukannya. Pada
hotel besar biasanya terdapat lebih dari satu restoran. (Mertayasa, 2012:2).
14
Menurut Marsum W. A. (1993:7), restoran adalah suatu tempat
atau
bangunan
yang
di
organisasi
secara
komersial,
yang
menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik
berupa makan dan minum. Adapun beberapa macam restoran diantaranya
adalah:
a. A’la Carte Restaurant
Adalah restoran yang telah mendapat ijin penuh untuk menjual
makanan lengkap dengan banyak fariasi dimana tamu bebas
memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap
makanan dan minuman memiliki harga sendiri-sendiri.
b. Table D’hote Restaurant
Adalah suatu restaurant yang khusus menjual menu table
d’hote , yaitu satu susunan menu yang lengkap (dari hidangan
pembuka hingga makanan penutup), dan tertentu dengan harga
yang telah di tentukan pula.
c. Coffee Shop atau Brasserie
Adalah suatu restaurant yang pada umumnya berhubungan
dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan
siang, dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan.
Pada umumnya sistem ini dengan pelayanan American service
dimana yang di utamakan adalah kecepatannya.
15
d. Cafetaria atau Café
Adalah suatu restaurant kecil yang mengutamakan penjualan
cake, sandwich, kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan
tidak menjual minuman beralkohol.
e. Canteen
Adalah restaurant yang berhubungan dengan kantor, pabrik,
atau sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar bisa
mendapatkan makan siang dan coffee break.
f. Pub
Adalah tempat hiburan umum yang mendapat ijin untuk
menjual bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu
mendapat minumannya dari meja counter (meja panjang yang
membatasi tamu). Pengunjung dapat menikmati minuman sambil
berdiri atau duduk di table.
4. Definisi Sequence of Service Ala Carte Menu
Sequence of service merupakan tata urutan dalam melayani tamu
dari tamu datang hingga tamu meninggalkan restoran. (Hotel Royal
Ambarrukmo Yogyakarta).
5. Pelayanan
Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan
produk, manusia/tenaga kerja, proses dan tugas serta lingkungan yang
memenuhibatau melebihi harapan pelanggan atau konsumen. (Gavin dan
Darvis, 1994:3)
16
Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan
persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima
atau peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau
inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasayang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan
dipersepsikan sangat baik dan berkualitas. Sebaliknya jika jasa yang
diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan
dipersepsikan
buruk.
Bagi
pelanggan
kualitas
pelayanan
adalah
menyesuaikan diri dengan spesifikasi yang dituntut pelanggan. Pelanggan
memutuskan bagaimana kualitas yang dimaksud dan apa yang di anggap
penting. Untuk itu kualitas dapat dideteksi pada persoalan bentuk,
sehingga dapat ditemukan :
1. Kualitas pelayanan merupakan bentuk dari sebuah janji
2. Kualitas adalah tercapainnya sebuah harapan dan kenyataan
suatu komitmen yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. Kualitas
dan
integritas
merupakan
sesuatu
yang
tak
terpisahkan.
Menurut Garvin dan Davis (1994:198) ada 5 dimensi utama
kualitas pelayanan sesuai dengan relatifnya adalah sebagai berikut
1. Realibitas, berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk
memberikan layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa
membuat kesalahan apapun dan menyampaikan jasanya sesuai
dengan waktu yang disepakati.
17
2. Daya tanggap, berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan
para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespon
permintaan mereka, serta menginformasikan kapan jasa akan
diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat.
3. Jaminan, yakni perilaku para karyawaan mampu menumbuhkan
kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan
bisa menciptakan rasa aman bagi para pelanggannya. Jaminan
juga berarti bahwa para karyawan selalu bersikap sopan dan
menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan
untuk menangani setiap pertanyaan atau masalah pelanggan.
4. Empati, berarti bahwa perusahaan memahami masalah para
pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta
memberikan perhatian personal kepada para pelanggan dan
memiliki jam operasi yang nyaman
5. Bukti fisik, berkenaan dengan daya tarik fasilitas fisik,
perlengkapan, dan material yang digunakan perusahaan, serta
penampilan karyawan. (Service Quality & Satisfaction : 198).
G. Metode Penelitian
1. Observasi
Penelitian menggunakan observasi di dalam Judul ini yaitu untuk
mengetahui bagaimana tanggapan tamu untuk pelayanan, maupun
hidangan atau minuman yang dinikmati telah mencapai kepuasan
mereka atau tidak. Dengan mengandalkan sequence of service yang
18
telah sesuai dengan standar internasional atau standar hotel bintang
lima. Dimaksudkan pelayanan ini menjadi kepuasaan dan kebanggan
tamu saat datang ke Hotel Royal Ambarrukmo dan datang kembali
bersama keluarga atau rekan-rekannya karena merasa Hotel Royal
Ambarrukmo merupakan Hotel yang konsisten dalam pelayanan
terhadap tamu.
2. Wawancara
Metode wawancara merupakan proses untuk berinteraksi terhadap
tamu, bagaimana keluhan ata saran ataupun kritikan dari tamu untuk
menjadikan Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta lebih maju dan
mengkoreksi dalam pelayanan yang diberikan.
3. Literatur
Literatur yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tentang
Akomodasi, Perhotelan, Hospitality, Food and Beverage, Restaurant,
serta Literatur lainnya yang berkenaan dengan penelitian dari tugas
akhir ini.
H. Sistematika Penelitian
Dalam penelitian ini, sistematika penulisan demi bab yang akan
diuraikan sebagai berikut :
BAB I
: PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian
19
pustaka, landasan teori, metode penelitian serta sistematika
penulisan.
BAB II
: DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
Berisi tentang Sejarah Hotel Royal Ambarrukmo,
Profil Hotel Royal Ambarrukmo, struktur organisasi pada
bagian Food and Beverage Departement.
BAB III
: PEMBAHASAN
Berisi analisis terhadap data yang diperoleh,
rangkaian sequence of service, melakukan analisis yang
didasarkan pada landasan teori pada BAB I, mengumpulkan
hasil dari penelitian.
BAB IV
: KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dari tugas akhir ini sebagai hasil dari
penelitian dan pembahasan yang dilakukan selama PKL
(Praktek Kerja Lapangan). Saran dibuat dari hasil penelitian
bersifat membangun.
Download