bab iii gambaran pengelolaan keuangan daerah

advertisement
BAB III
GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
SERTA KERANGKA PENDANAAN
3.1 Kinerja Keuangan Tahun 2005-2010
Kebijakan anggaran berdasarkan pada pendekatan kinerja dan berkomitmen
untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran kinerja adalah
suatu anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kegiatan atau output
dari rencana alokasi biaya atau input yang ditetapkan dengan memperhatikan
kondisi semua komponen keuangan. Sejalan dengan pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah maka timbul hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai
dengan uang dan memerlukan pengeluaran dalam suatu sistem pengeluaran
keuangan daerah.
Dalam pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah telah menetapkan
sejumlah Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah (PP), Permendagri, serta
Keputusan Menteri Keuangan sebagai operasionalisasi
dari Undang-undang
Otonomi Daerah, antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara
2. UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara
3. UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab
Keuangan Negara
4. PP No. 24/2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah
5. PP No. 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
6. PP No. 8/2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
7. Permendagri No. 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
yang diperbarui dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007
8. Kepmenkeu No. 141/KMK.07/2001 tentang Sistem Informasi Keuangan
Daerah
Sebagai tindak lanjut dari beberapa peraturan perundang-undangan tentang
pengelolaan keuangan tersebut diatas, disikapi dengan menerbitkan beberapa
regulasi yang bersifat implementasi di daerah, antara lain :
1. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-1
2. Peraturan Bupati Agam Nomor 6 Tahun 2008 tentang Mekanisme
Penatausahaan Pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Agam.
3. Peraturan Bupati Agam Nomor 60 Tahun 2008 tentang Kebijakan Akuntansi
Pemerintah Daerah.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah, Keuangan Daerah bermakna semua hak dan
kewajiban Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat
dinilai dengan uang termasuk
didalamnya segala bentuk kekayaan
yang
berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.
3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD 2005-2010
Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan,
pelaksanaan,
penatausahaaan,
pelaporan,
pertangungjawaban,
pengawasan keuangan daerah. Dalam rangka pengelolaan keuangan daerah
tersebut, yang menjadi pedoman dalam kegiatan selanjutnya adalah mengelola
keuangan daerah secara efektif dan efisien, yang dilaksanakan melalui tiga pilar
utama yaitu transparansi, akuntabilitas dan partisipatif.
Dengan
adanya
penerapan
prinsip-prinsip
tersebut,
maka
akan
menghasilkan pengelolaan keuangan daerah tertuang dalam APBD yang benarbenar mencerminkan kepentingan dan pengharapan masyarakat serta daerah
secara ekonomis, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab. Sehingga
nantinya akan melahirkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Terkait dengan kinerja kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah pada
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2006-2010, pengelolaan penerimaan daerah
diarahkan kepada peningkatan realisasi pendapatan daerah untuk mendukung
peningkatan kinerja keuangan secara keseluruhan. Sedangkan belanja daerah yang
dialokasikan dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib, diprioritaskan untuk
melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya
memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan
dasar seperti pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak
serta mengembangkan sistem jaminan sosial.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-2
Pada Tahun 2006-2009 rata rata pertumbuhan realisasi pendapatan daerah
adalah sebesar 10.18%, untuk gambaran lebih rincinya dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel : III-1
Rata-rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah
Kabupaten Agam Tahun 2006 s/d Tahun 2009
No
Uraian
2006
(n-5)
(Rp. 000,-)
2007
(n-4)
(Rp. 000,-)
2008
(n-3)
(Rp. 000,-)
2009
(n-2)
(Rp. 000,-)
Rata-rata
Pertumbuhan
(%)
1 PENDAPATAN
1.1 Pendapatan Asli Daerah
1.1.1 Pajak Daerah
1.1.2 Retribusi Daerah
1.1.3 Hasil Pengelolaan Keuangan Daerah Yang Dipisahkan
1.1.4 Lain-lain PAD Yang Sah
422,814,353
17,292,120
4,120,702
3,391,392
1,894,261
7,885,764
507,964,658
24,730,316
4,974,265
4,445,895
1,980,632
13,329,524
548,360,222
24,180,991
5,272,620
5,304,039
2,557,455
11,046,877
561,734,081
25,956,304
7,184,480
6,038,728
3,062,021
9,671,074
10.18
16.05
20.99
21.42
17.80
13.15
1.2 Dana Perimbangan
1.2.1 Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak
1.2.2 Dana Alokasi Umum
1.2.3 Dana Alokasi Khusus
387,729,946
19,312,946
338,577,000
29,840,000
448,111,626
21,341,626
377,132,000
49,638,000
499,184,206
22,146,458
414,880,748
62,157,000
494,596,497
21,265,207
418,752,290
54,579,000
17,792,287
-
35,122,715
-
24,995,025
-
41,181,281
-
8.68
3.43
7.44
26.46
44.44
-
2,749,000
-
631,290
-
3,939,481
2,500,000
14,427,900
-
237.75
-
12,181,066
12,383,905
14,167,644
16,496,994
10.84
2,862,221
22,107,520
4,387,900
-
10,256,387
-
51.20
(33.33)
1.3 Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
1.3.1 Hibah
1.3.2 Penerimaan Health Workforce And Services/HWS
1.3.3 Bantuan dana Pilkada dari APBN
1.3.4 Dana darurat
1.3.5
Dana Penyesuaian/Dana Penyeimbang dan Otonomi Khusus
1.3.6 Dana Bencana Alam
1.3.7 Dana Bagi Hasil Pajak Dari Propinsi dan Pemerintah Daerah
lainnya
1.3.8 Bantuan keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah
lainnya
1.3.9 Lain-lain Pendapatan Yang Sah
Pada tabel di atas terlihat realisasi Pendapatan Asli Daerah, selama periode
Tahun 2006-2009 tingkat pertumbuhan rata-rata Pendapatan Asli Daerah mencapai
24,48%. Sementara tingkat pertumbuhan rata-rata Dana Perimbangan adalah
sebesar 23,15% dan tingkat pertumbuhan rata-rata pendapatan daerah sebesar
21,90%. Artinya tingkat pertumbuhan rata-rata Pendapatan Asli Daerah lebih besar
dari tingkat pertumbuhan penerimaan dana perimbangan dan pendapatan secara
keseluruhan.
Untuk pencapaian target Pendapatan Asli Daerah telah dilakukan upaya
sebagai berikut:
1. Upaya intensifikasi yang dilakukan meliputi :
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-3
a. Mengintensifkan pemungutan sumber-sumber PAD, dengan melibatkan
Dinas/Instansi terkait.
b. Meningkatkan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat dan
pemerintah propinsi dalam penerimaan dana perimbangan dan dana bagi
hasil.
c. Peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah propinsi
untuk mewujudkan percepatan dan peningkatan penerimaan dana
perimbangan.
d. Pemberian insentif kepada Nagari yang berhasil merealisasikan PBB
sesuai dengan target yang ditetapkan.
e. Kontinuitas monitoring dan evaluasi pencapaian target masing-masing
SKPD pengelola pendapatan.
f. Melakukan evaluasi peraturan daerah tentang pajak daerah dan retribusi
daerah, dan melakukan revisi Perda lama, yaitu :
1)
Perda tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dengan
Perda Nomor 10 Tahun 2008;
2)
Perda tentang Pajak Reklame dengan Perda Nomor 7 Tahun 2009;
3)
Perda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan dengan Perda Nomor 8
Tahun 2009.
2. Sedangkan upaya Ekstensifikasi dilakukan dengan pertimbangan :
a. Memenuhi kriteria pajak atau retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
b. Memiliki potensi yang layak dan ekonomis untuk dipungut.
c. Tidak menimbulkan efek ekonomi negatif.
Sehingga dengan pertimbangan tersebut diatas, hanya 2 jenis sumber
Pendapatan Asli Daerah baru yang ditetapkan, yaitu :
a. Retribusi Izin Usaha Perikanan yang ditetapkan dengan Perda Nomor 3
Tahun 2009.
b. Retribusi Surat izin Usaha Jasa Konstruksi yang ditetapkan dengan Perda
Nomor 5 Tahun 2009.
Walaupun telah dilakukan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah,
dilihat kontribusinya terhadap total pendapatan daerah belum mengalami
peningkatan yang signifikan, selama Tahun 2006-2009 masih berkisar pada
angka 4%. Sementara konstribusi Pendapatan Transfer baik yang berasal dari
Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Propinsi terhadap total pendapatan
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-4
daerah sangat tinggi, berkisar pada angka 95% sampai dengan 96%. Hal ini
berarti bahwa tingkat ketergantungan Pemerintah Kabupaten Agam sangat
besar terhadap Pemerintah Pusat atau Pemerintah Propinsi.
Belanja Daerah diartikan sebagai kewajiban pemerintah daerah yang
diakui sebagai pengurang nilai kekayaan, dengan kata lain belanja daerah
merupakan salah satu unsur pengeluaran daerah, disamping pembiayaan
pengeluaran.
Sebagai pengeluaran daerah, belanja daerah merupakan
perkiraan beban pengeluaran daerah yang dialokasikan secara adil dan merata
agar relatif dapat dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa
diskriminasi, khususnya dalam pemberian pelayanan umum.
Pengalokasian belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai
pelaksanaan
urusan
pemerintahan
yang
menjadi
kewenangan
daerah
kabupaten, baik untuk urusan wajib dan urusan pilihan, maupun urusan yang
penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan
bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah, atau antar pemerintah
daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.
Proporsi Realisasi Belanja terhadap Anggaran Belanja pada Tahun 2008
dan 2009 terlihat pada tabel berikut :
Tabel III-2
Proporsi Realisasi Belanja Terhadap Anggaran Belanja
Kabupaten Agam Tahun 2008-2009
No
Uraian
A Belanja Tidak Langsung
2008
Realisasi
Anggaran Belanja
Belanja (Rp.
(Rp. 000,-)
000,-)
2009
(%)
Anggaran Belanja Realisasi Belanja
(Rp. 000,-)
(Rp. 000,-)
(%)
384,590,579
365,963,473
95.16
445,381,120
436,082,941
97.91
340,208,574
324,830,744
95.48
374,046,980
367,954,869
98.37
2 Belanja Bunga
0.00
0.00
0.00
0.00
3 Belanja Subsidi
0.00
0.00
0.00
0.00
500,000
500,000
100.00
23,399,296
22,065,339
94.30
12,021,346
10,903,840
90.70
12,919,748
12,167,353
94.18
1 Belanja Pegawai
4 Belanja Hibah
5 Belanja Bantuan Sosial
6 Belanja Bagi Hasil
590,279
590,279
100.00
650,941
650,941
100.00
29,770,380
28,745,326
96.56
32,392,312
31,572,002
97.47
1,500,000
393,283
26.22
1,971,842
1,672,437
84.82
B Belanja Langsung
277,938,259
209,119,946
75.24
197,482,883
180,368,042
91.33
1 Belanja Pegawai
23,980,982
19,100,842
79.65
20,325,496
18,410,479
90.58
2 Belanja Barang dan Jasa
94,930,903
79,205,034
83.43
71,782,831
64,274,428
89.54
3 Belanja Modal
159,026,375
110,814,071
69.68
105,374,555
97,683,135
92.70
C Total Belanja
662,528,839
575,083,418
86.80
642,864,003
616,450,983
95.89
7 Belanja Bantuan Keuangan
8 Belanja Tidak Terduga
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
P
A
n
g
g
III-5
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pada Tahun 2008 realisasi Belanja Tidak
Langsung (BTL) sebesar 95,16% dan realisasi Belanja Langsung (BL)
hanya
sebesar 75,24% dari anggarannya. Untuk Tahun 2009, realisasi Belanja Tidak
Langsung dan realisasi Belanja Langsung masing-masing adalah 97,91% dan
91,33% dari anggarannya. Hal ini berarti pada Tahun 2009 sistem perencanaan
Pemerintah Kabupaten telah semakin baik. Berdasarkan tabel diatas, dapat
dilakukan analisis rasio sebagaimana yang terdapat dalam tabel berikut :
Tabel III-3
Rasio Belanja Perjenis Belanja Terhadap Total Belanja
Dan Rasio Efisiensi Belanja
No
Uraian
2008
2009
1
Rasio Belanja Modal terhadap Total Belanja
19.27
15.85
2
Rasio Belanja Langsung terhadap Total Belanja
36.36
29.26
3
Rasio Belanja Tidak Langsung terhadap Total Belanja
63.64
70.74
4
Rasio Efisiensi Belanja
86.80
95.89
Keterangan:
a. Rasio Belanja Modal terhadap Total Belanja
Pada Tahun 2008 Rasio Belanja Modal terhadap Total Belanja adalah 19,27%,
berkurang menjadi 15,85% pada Tahun 2009.
b. Rasio Belanja Langsung terhadap Total Belanja dan Rasio Belanja Tidak
Langsung terhadap Total Belanja
Dari perhitungan rasio yang terdapat pada tabel diatas, dapat kita lihat bahwa
rasio Belanja Tidak Langsung lebih besar dari rasio Belanja Langsung.
Seharusnya rasio Belanja Langsung harus lebih besar dari rasio Belanja Tidak
Langsung, karena Belanja Langsung sangat mempengaruhi kualitas output
kegiatan.
c. Rasio Efisiensi Belanja
Rasio efisiensi ini digunakan untuk mengukur tingkat penghematan anggaran
yang dilakukan Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Agam.
Pemerintah dikatakan telah melakukan efisiensi anggaran jika rasionya kurang
dari 100%.
Sementara,untuk melihat proporsi realisasi belanja berdasarkan fungsinya
dapat kita lihat pada tabel berikut :
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-6
Tabel III-4
Proporsi Realisasi Belanja
Tahun 2008 dan 2009
2008
2009
Fungsi
Realisasi
Pelayanan Umum
Ketertiban dan Ketentraman
Ekonomi
Lingkungan Hidup
Perumahan dan Fasilitas Umum
Kesehatan
Pariwisata dan Budaya
Pendidikan
Jumlah
%
Realisasi
%
45.058.165.068
3.501.001.289
18.920.964.730
1.870.043.158
49.671.205.362
27.215.429.859
3.554.317.744
52.380.603.117
22,29
1,73
9,36
0,92
24,57
13,46
1,76
25,91
40.117.356.128
4.271.614.744
16.921.462.795
1.268.998.439
70.527.782.562
18.349.510.619
513.958.648
25.035.983.399
22,66
2,41
9,56
0,72
39,84
10,37
0,29
14,14
202.171.730.327
100,00
177.006.667.334
100,00
Pada Tahun 2008, belanja untuk Fungsi Pendidikan sebesar 25,91% dari total
belanja merupakan proporsi tertinggi, kemudian diikuti oleh Fungsi Perumahan dan
Fasilitas Umum sebesar 24,57%, dan Fungsi Pelayanan Umum sebesar 22,29%.
Sementara proporsi yang paling rendah adalah pada Fungsi Lingkungan Hidup
sebesar 0,92%.
Pada Tahun 2009, belanja untuk Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum
sebesar 39,84% dari total belanja merupakan proporsi tertinggi, kemudian diikuti
oleh Fungsi Pelayanan Umum sebesar 22,66% dan Fungsi Pendidikan sebesar
14,14. Sementara proporsi yang paling rendah adalah pada Fungsi Pariwisata dan
Budaya sebesar 0,29%.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-7
3.1.2 Neraca Daerah
Tabel III-5
Rata-Rata Pertumbuhan Neraca Daerah
Kabupaten Agam
TAHUN
URAIAN
ASET
ASET LANCAR
KAS
INVESTASI JANGKA PENDEK
PIUTANG
PERSEDIAAN
JUMLAH ASET LANCAR
INVESTASI JANGKA PANJANG
INVESTASI NON PERMANEN
INVESTASI PERMANEN
JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG
ASET TETAP
TANAH
PERALATAN DAN MESIN
GEDUNG DAN BANGUNAN
JALAN, IRIGASI, DAN JARINGAN
ASET TETAP LAINNYA
KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN
AKUMULASI PENYUSUTAN ASET TETAP
JUMLAH ASET TETAP
DANA CADANGAN
DANA CADANGAN
ASET LAINNYA
JUMLAH DANA CADANGAN DAN ASET LAINNYA
JUMLAH ASET
KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA
KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS DANA
EKUITAS DANA LANCAR
EKUITAS DANA INVESTASI
EKUITAS DANA CADANGAN
JUMLAH EKUITAS DANA
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA
2006
2007
2008
PERTUMBUHAN
RATA-RATA
2009
104,799,539,819.69
1,155,296,928.00
3,713,584,395.00
109,668,421,142.69
122,758,875,846.20
3,151,348,038.45
2,800,458,994.00
128,710,682,878.65
94,902,923,305.36
5,006,699,918.00
6,153,429,485.48
106,063,052,708.84
39,027,364,597.36
7,259,401,153.00
6,081,667,232.16
52,368,432,982.52
-21.48
0.00
92.21
31.32
-16.95
4,574,420,000.00
13,828,136,281.00
18,402,556,281.00
5,574,420,000.00
15,955,810,341.00
21,530,230,341.00
5,574,420,000.00
16,955,810,341.00
22,530,230,341.00
5,574,420,000.00
16,178,431,460.00
21,752,851,460.00
7.29
5.69
6.06
258,426,009,810.00
67,932,111,019.00
338,637,413,385.00
1,116,704,758,070.00
7,526,416,175.00
1,789,226,708,459.00
262,013,625,313.00
84,767,370,505.00
373,306,217,146.00
1,154,917,113,920.00
9,718,734,399.00
10,101,423,542.00
1,894,824,484,825.00
265,059,684,784.00 266,162,936,665.00
103,013,492,794.00 112,596,807,501.00
405,172,785,101.00 483,868,785,092.00
1,199,886,039,012.00 1,233,269,244,940.00
20,508,508,744.00
20,924,742,074.00
11,487,291,200.00
2,084,591,200.00
0.99
18.54
12.73
3.37
47.39
-22.71
2,005,127,801,635.00 2,118,907,107,472.00
5.80
1,917,297,685,882.69
2,045,065,398,044.65
114,317,100.00
114,317,100.00
2,133,835,401,784.84 2,193,028,391,914.52
-33.33
-33.33
4.59
814,699,322.00
814,699,322.00
37,651,188.00
80,248,315.00
117,899,503.00
109,668,421,142.69
1,806,814,565,418.00
1,916,482,986,560.69
1,917,297,685,882.69
128,673,031,690.65
1,916,274,466,851.00
2,044,947,498,541.65
2,045,065,398,044.65
22,432,511.00
8,664,043.00
31,096,554.00
367,272,222.00
367,272,222.00
106,040,620,197.84
52,001,160,760.52
2,027,763,685,033.00 2,140,659,958,932.00
2,133,804,305,230.84 2,192,661,119,692.52
2,133,835,401,784.84 2,193,028,391,914.52
Pada tabel diatas, selama periode Tahun 2006 samapai dengan Tahun 2009
dapat dilihat bahwa rata-rata pertumbuhan Aset Lancar sebesar (16,95%), investasi
jangka panjang sebesar 6,06%, dan asset tetap sebesar 5,80%. Sementara, ratarata pertumbuhan hutang dan ekuitas/modal masing-masing adalah sebesar
307,31% dan 4,60%.
Aset Lancar terdiri dari Kas,Investasi Jangka Panjang,Piutang dan Persediaan.
Rata-rata pertumbuhan tertinggi adalah pada Rekening Piutang sebesar 92,21%
yang merupakan Piutang Pajak dan Retribusi serta Piutang Bagi Hasil Pajak
Propinsi. Meningkatnya jumlah piutang setiap tahun dikarenakan belum optimalnya
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-8
498.94
-93.12
307.31
0.00
-17.07
5.81
0.00
4.60
4.59
pengelolaan piutang dan pengawasan terhadap objek/wajib pajak dan retribusi.
Sementara angka rata-rata pertumbuhan terendah berada pada Rekening Kas
sebesar (21,48%) yang ditandai dengan menurunnya saldo kas setiap tahun. Hal ini
menandakan bahwa secara keseluruhan kinerja anggaran semakin baik.
Investasi Jangka Panjang dapat dibagi menjadi Investasi Non Permanen dan
Investasi Permanen. Investasi Non Permanen merupakan Investasi Dana Bergulir,
dengan tingkat pertumbuhan 21,86% (dari Tahun 2006 ke Tahun 2007) dan rata-rata
pertumbuhan: 7,29%. Investasi Permanen merupakan Investasi dalam bentuk
penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Agam pada: Bank Nagari Sumatera Barat
sebesar
Rp.12.533.253.179,-,
Pemerintah
Provinsi
Sumatera
Barat
(untuk
pembangunan Mess Pemda Tahun 2008) sebesar Rp.1.000.000.000,-, PDAM
sebesar Rp.2.765.178.281,-, PT.Agam Karya Permai sebesar Rp.660.000.000,-, dan
Yayasan Purna Bhakti sebesar Rp.220.000.000,-. Rata-rata pertumbuhan Investasi
Permanen adalah 5,69%. Ini memperlihatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam
telah mulai gencar melakukan dan mengembangkan investasi diberbagai bidang.
Aset Tetap merupakan asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih
dari satu periode akuntansi dan digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan
pemerintah dan pelayanan publik. Aset Tetap terdiri dari : Tanah, Peralatan dan
Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan, Irigasi dan Jaringan, Aset Tetap lainnya,dan
Konstruksi dalam Pengerjaan dengan rata-rata pertumbuhan
masing-masing
sebesar : 0,99%, 18,60%, 12,73%, 3,37%, 47,39%, dan (22,71%). Pada periode
Tahun 2006 - 2009, belum ada perhitungan terhadap akumulasi penyusutan asset
tetap. Perhitungan terhadap penambahan asset tetap berasal dari pembelian atau
berasal dari penerimaan hibah,sementara perhitungan terhadap pengurangan asset
tetap berasal dari penghapusan asset karena telah habis masa manfaatnya atau
karena hal lain sehingga asset ini tidak bisa digunakan/dioperasionalkan untuk
penyelenggaraan kegiatan pemerintah dan pelayanan publik. Untuk menilai jumlah
asset yang sesungguhnya, dilakukan dengan cara: menghitung saldo awal asset
ditambah
dengan
penghapusan
asset.
pembelian
Sedangkan
asset/penerimaan
Konstruksi
hibah
dalam
dikurangi
pengerjaan
dengan
merupakan
Konstruksi dalam pengerjaan tahun–tahun sebelumnya yang masih belum selesai
dan belum dimanfaatkan.
Aset Lainnya merupakan alat-alat kantor dan rumah tangga yang rusak, yang
untuk sementara waktu ditempatkan di rekening ini menunggu diadakannya
penghapusan asset.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-9
Kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban yang harus dibayar kembali
atau jatuh tempo kurang dari satu periode akuntansi. Kewajiban jangka pendek
dapat berupa Hutang kepada Pihak Ketiga, dan Hutang SKPD dengan rata-rata
pertumbuhan sebesar 498,94% dimana pada Tahun 2009 terdapat hutang Dinas
Pendidikan sebesar Rp.325.322.222,-, dan hutang Dinas Pekerjaan Umum sebesar
Rp.41.950.000,- .
Kewajiban Jangka Panjang merupakan hutang yang harus dibayar kembali
atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. Kewajiban Jangka Panjang
berupa kewajiban/hutang kepada Lembaga Keuangan Bank dengan rata-rata
pertumbuhan sebesar (93,12%).
Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih jumlah Aktiva Lancar dengan jumlah
Hutang Lancar. Ekuitas Dana Lancar terdiri dari : SILPA, Cadangan Piutang,
Cadangan Persediaan, dan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang
jangka pendek. Rata-rata pertumbuhan Ekuitas Lancar periode Tahun 2006 s/d
Tahun 2009 adalah sebesar (17,70%).
Ekuitas Dana Investasi merupakan selisih antara jumlah Investasi,Aset Tetap,
dan Aset lainnya dengan jumlah hutang yang terdiri dari : Dana yang diinvestasikan
dalam Investasi permanen, Dana yang diinvestasikan dalam Investasi non
permanen, Dana yang diinvestasikan dalam aset tetap, Dana yang diinvestasikan
dalam aset lainnya, dan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Hutang
Jangka Panjang. Rata-rata pertumbuhan Ekuitas Dana Investasi adalah 5,85%.
Sebagai tambahan, berdasarkan informasi perkembangan Neraca pada Tabel
III-5 diatas, dapat dilihat proporsi kelompok asset seperti tabel berikut:
Tabel III-6
Proporsi Kelompok Asset Kabupaten Agam
Tahun 2006 s/d 2009
Kategori Aset
Aset Lancar
Investasi JangkaPanjang
Aset Tetap
Aset Lainnya
Total Aset
2006
2007
Rp.
%
Rp.
109,668,421,142.69 5.72 128,710,682,878.65
18,402,556,281.00 0.96 21,530,230,341.00
1,789,226,708,459.00 93.32 1,894,824,484,825.00
1,917,297,685,882.69
2,045,065,398,044.65
2008
%
Rp.
6.29 106,063,052,708.84
1.05
22,530,230,341.00
92.65 2,005,127,801,635.00
114,317,100.00
2,133,835,401,784.84
2009
%
4.97
1.05
93.97
0.01
Rp.
52,368,432,982.52
21,752,851,460.00
2,118,907,107,472.00
2,193,028,391,914.52
%
2.39
0.99
96.62
Jika dibandingkan dengan Tahun 2006, maka komposisi asset untuk Tahun
2007 dapat dikatakan lebih baik, yang ditandai dengan penambahan investasi jangka
panjang, dan pengurangan proporsi Aset Tetap. Tetapi untuk tahun-tahun berikutnya
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-10
komposisi asset malah kurang baik, terlihat pada berkurangnya Investasi Jangka
Panjang dan bertambahnya Asset Tetap. Hal ini menandakan bahwa kondisi
keuangan tidak likuid/ tidak sehat. Likuiditas Pemerintah mencerminkan kemampuan
Pemerintah Daerah dalam menjaga ketersediaan kas dan setara Kas Jangka
Pendek (Asset Lancar).
Bila dilihat dari Modal Kerja Pemerintah Daerah (pada Tabel III-7 dibawah ini),
setiap tahun modal kerja berkurang tetapi masih cukup besar bila dibandingkan
dengan hutang/kewajiban lancar. Semakin tinggi modal kerja, berarti likuiditas
keuangan semakin baik.
Tabel III-7
Perkembangan Modal Kerja Kabupaten Agam
Tahun 2006 s/d 2009
Uraian
Modal Kerja
2006
109,668,421,142.69
2007
128,673,031,690.65
2008
106,040,620,197.84
2009
52,001,160,760.52
Tetapi bila keseimbangan likuiditas tidak terjaga dengan sangat tingginya nilai
asset lancar terutama kas dan setara kas dibandingkan dengan kewajiban maka
kondisi keuangan bisa dikatakan tidak sehat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan dan pengelolaan
keuangan termasuk asset tetap, Pemerintah Kabupaten Agam belum sepenuhnya
menerapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti : Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah, dan
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang disempurnakan dengan Permendagri
Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Diharapkan untuk kedepannya pengelolaan keuangan ini lebih akuntabel dan akurat.
Dari Tabel yang memperlihatkan kondisi keuangan daerah, dapat dicari rasio
solvabilitas dan rasio likuiditas sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut:
Tabel III-8
Analisa Rasio Keuangan Kabupaten Agam
Tahun: 2006 s/d 2009
Tahun
No
Uraian
Rasio Likuiditas :
a Rasio Lancar
b Rasio Quick
2
Rasio Solvabilitas :
a Total Hutang terhadap Total Aset
b Total Hutang terhadap Modal
2006
(%)
2007
(%)
2008
(%)
2009
(%)
1
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
-
341,850.26
334,412.35
472,809.54
445,378.69
14,258.75
12,602.85
0.0425
0.0425
0.0058
0.0058
0.0015
0.0015
0.0167
0.0168
III-11
Rasio Likuiditas merupakan rasio yang dapat digunakan untuk mengukur
kemampuan Pemerintah Daerah dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Jenis Rasio Likuiditas yang digunakan adalah :
a. Rasio lancar, merupakan perbandingan/persentase (%) antara aktiva/asset
lancar dengan kewajiban jangka pendek.
Pada Tahun 2006 - 2009 kemampuan Pemerintah Kabupaten Agam dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya sangat baik. Ini terlihat dari
perhitungan pada Tabel : T-III.C.80 dimana rasionya cenderung naik. Pada
Tahun 2009, rasio lancar berkurang karena jumlah hutang jangka pendek juga
membengkak
dari
Rp.22.432.511,-
pada
Tahun
2008
menjadi
Rp.367.272.222,- tahun 2009, sementara asset lancar malah berkurang dari
Rp.106.063.052.708,84 pada Tahun 2008 menjadi Rp.52.368.432.982,52
pada Tahun 2009, tetapi ini masih sangat baik.
b. Rasio Quick, merupakan perbandingan/persentase (%) antara selisih
aktiva/aset lancar dan persediaan, dengan kewajiban jangka pendek. Rasio ini
menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Agam dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan nilai persediaan yang
ada, dengan asumsi bahwa persediaan merupakan komponen yang paling
tidak likuid/sulit untuk diuangkan dengan segera tanpa menurunkan nilainya.
Dari Tabel: T-III.C.80, dapat dilihat bahwa kemampuan Pemerintah Kabupaten
Agam dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya juga sangat baik.
Dari perhitungan kedua rasio diatas, dapat disimpulkan bahwa yang sangat
berpengaruh adalah nilai kas yang ada. Setiap tahun nilai Kas selalu melebihi nilai
kewajiban/hutang jangka pendek, sehingga ini sangat mempengaruhi kemampuan
Pemerintah Daerah dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dalam hal ini
kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Agam terlalu likuid (overliquid) dan perlu
dilakukan upaya-upaya untuk menjaga dan menciptakan keseimbangan likuiditas
keuangan.
Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan Pemerintah Daerah dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
Jenis rasio yang digunakan adalah :
a. Rasio Total Hutang terhadap Total Aset, merupakan perbandingan/
persentase
(%)
antaraTotal
Hutang
dengan
Total
Aset.
Rasio
ini
menunjukkan persentase jumlah aktiva/asset yang dibiayai oleh hutang.
b. Rasio Total Hutang terhadap Modal, merupakan perbandingan/
persentase (%) antara Total Hutang dengan Total Ekuitas Dana.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-12
Bila dilihat dari kedua rasio ini, kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten
Agam dalam memenuhi kewajiban jangka panjang sangat baik, dimana
angka rasio yang dihitung cenderung turun. Semakin kecil rasio yang dihitung
berarti semakin tinggi kemampuan Pemerintah Daerah dalam memenuhi
kewajiban jangka panjangnya.
3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Tahun Anggaran 2008 dan 2009.
3.2.1 Proporsi Penggunaan Anggaran
Untuk belanja pemenuhan kebutuhan aparatur, kita hanya menggunakan
komponen Belanja Pegawai dan Belanja Modal (karena keterbatasan data). Belanja
pegawai terdiri dari Belanja Gaji/Tunjangan dan Tambahan Penghasilan serta
Belanja Honorarium dan Lembur Pegawai. Sementara Belanja Modal yang kita
akomodir sebagai dasar perhitungan hanya belanja pada Program Sarana dan
Prasarana Aparatur, dan Belanja Peralatan Kantor.
Tabel III-9
Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur
Kabupaten Agam
No
Uraian
Total Belanja untuk
Total pengeluaran
pemenuhan kebutuhan (Belanja + Pembiayaan
aparatur
Pengeluaran)
(a)
(b)
1 Tahun Anggaran 2008
2 Tahun Anggaran 2009
346,423,236,967.00
395,360,716,975.00
Persentase
(a)/(b) x 100%
710,098,756,482.36
576,186,627,629.00
48.79
68.62
Pada Tahun 2008, Total Belanja untuk Pemenuhan Kebutuhan Aparatur
sebesar Rp.346.423.236.967,- atau 48,79% dari Total Pengeluaran. Sedangkan
pada Tahun 2009 Total Belanja untuk Pemenuhan Kebutuhan Aparatur sebesar
Rp.395.360.716.975,- atau 68.62 % dari Total Pengeluaran.
3.2.2 Analisis Pembiayaan
Tabel III-10
Defisit Riil Anggaran Kabupaten Agam
No
Uraian
1 Realisasi Pendapatan Daerah
Tahun 2008
(Rp)
Tahun 2009
(Rp)
548,360,221,927.16
561,734,081,203.00
575,083,418,347.00
616,450,982,507.00
1,103,209,282.00
1,225,655,629.00
Dikurangi Realisasi :
2 Belanja Daerah
3 Pengeluaran Pembiayan Daerah
Defisit Riil
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
(27,826,405,701.84)
(55,942,556,933.00)
III-13
Dari Tabel diatas terlihat bahwa Kenaikan Pendapatan Daerah dari Tahun
2008 Rp.548.360.221.927,16 menjadi Rp.561.734.081.203,- pada tahun 2009, diikuti
dengan bertambahnya Belanja Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah.
Belanja Daerah bertambah dari Rp.575.083.418.347,- pada Tahun 2008 menjadi
Rp.616.450.982.507,- pada Tahun 2009. Pengeluaran Pembiayaan Daerah juga
bertambah dari Rp. 1.103.209.282,- pada Tahun 2008 menjadi Rp. 1.225.655.629,pada Tahun 2009. Sehingga Defisit Riil tidak berkurang, malah bertambah dari
Rp..27.8269.405.701,84 pada Tahun 2008 menjadi Rp. 55.942.556.933,- pada
Tahun 2009.
Sementara untuk mengetahui seberapa besar komposisi sumber-sumber
penerimaan yang dapat menutup defisit riil anggaran, bisa dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-11
Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran
Kabupaten Agam
No
Uraian
Proporsi dari Total Proporsi
Defisit Riildari Total Defisit Riil
2008
2009
(Rp.)
(%)
(Rp.)
Total Defisit Riil
1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun
Anggaran sebelumnya
27,826,405,701.84
122,677,402,795.20
55,942,556,933.00
440.87 94,873,429,604.36
2 Pencairan Dana Cadangan
-
-
3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
-
-
4 Penerimaan Pinjaman Daerah
-
-
5 Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah
-
-
6 Penerimaan Piutang Daerah
-
-
7 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun berkenaan
94,850,997,093.36
(%)
340.87 38,930,872,671.36
169.59
69.59
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa untuk penutup defisit riil, sumber
dananya hanya berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) Tahun
Anggaran sebelumnya. Hal ini disebabkan karena belum optimalnya pengelolaan
pendapatan daerah dan keterbatasan sumber-sumber penerimaan daerah lainnya.
Untuk mengetahui nilai dan komposisi realisasi SILPA tahun anggaran
sebelumnya, dapat dilihat pada tabel berikut:
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-14
Tabel III-12
Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
Kabupaten Agam
2008
No
Uraian
% dari
SILPA
Rp.
1 Jumlah SILPA
2 Pelampauan Penerimaan PAD
3 Pelampauan/(Pengurangan) Penerimaan Dana
Perimbangan
4 Pelampauan Penerimaan Lain-lain Pendapatan
Daerah yang Sah
5 Sisa Penghematan Belanja atau akibat lainnya
6 Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan
akhir tahun belum terselesaikan
2009
Rata-rata
pertumbuhan
94,850,997,093.36
100.00
38,930,872,671.36
100.00
(58.96)
4,247,378,901.43
4.48
2,585,718,230.00
6.64
(39.12)
584,235,812.00
0.62
(855,992,914.00)
-2.20
(246.51)
2,508,145,840.73
2.64
10,759,235,034.00
27.64
328.97
-
7 Kegiatan Lanjutan
% dari
SILPA
Rp.
-
8,664,043.00
0.01
-
-
27,416,000,000.00
28.90
-
-
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa Jumlah SILPA pada Tahun 2009
berkurang menjadi Rp. 38.930.872.671,36 dari Rp. 94.850.997.093,36 pada Tahun
2008 dengan tingkat pertumbuhan sebesar (58,96%). Tahun 2008, pelampauan
penerimaan PAD (4,48% dari SILPA), dana perimbangan (0,62% dari SILPA) dan
Lain-lain pendapatan daerah yang sah (2,64% dari SILPA) belum dapat
mempengaruhi SILPA secara signifikan. Karena pada tahun ini masih ada kewajiban
kepada Pihak Ketiga yang sampai akhir tahun belum terselesaikan sebesar
Rp.8.664.043,- (0,01% dari SILPA), dan Kegiatan Lanjutan (pembangunan Sport
Centre) sebesar Rp. 27.416.000.000,- (28,90% dari SILPA), yang menjadi beban
APBD tahun berikutnya.
Sedangkan pada Tahun 2009, pelampauan penerimaan PAD (6,64% dari
SILPA), dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah (27,64% dari SILPA) cukup
berpengaruh terhadap nilai SILPA. Disamping ada pelampauan penerimaan,
ternyata
ada
pengurangan
terhadap
Penerimaan
Dana
Perimbangan
dari
anggarannya pada tahun ini sebesar Rp.855.992.914,- atau (2,20%) dari SILPA.
3.3 Kerangka Pendanaan
3.3.1 Analisis Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama
Selain belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur, ada lagi belanja
periodik yang wajib dan mengikat, dan belanja periodik prioritas utama yang harus
diperhitungkan untuk kebutuhan pendanaan belanja dan pengeluaran pembiayaan
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-15
yang tidak dapat dihindari, atau harus dibayar dalam suatu tahun anggaran. Untuk
lebih lengkapnya,dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-13
Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat Serta Prioritas Utama
Kabupaten Agam
No
Uraian
3
4
Belanja Tidak
Langsung
Belanja Gaji dan
Tunjangan
Belanja Penerimaan
Anggota DPRD serta
Operasional KDH/WKDH
Belanja Bunga
Belanja Bagi Hasil
B
Belanja Langsung
A
1
2
1
C
1
2
Belanja Jasa Kantor
(telepon, air, listrik dan
sejenisnya)
Pembiayaan
Pengeluaran
Pembentukan Dana
Cadangan
Tahun 2007
(Rp)
Tahun 2008
(Rp)
277.633.852.061
353.576.069.540
368.605.810.110
15,80
252.603.601.929
319.182.270.474
362.936.919.125
20,03
451.098.696
5.648.473.338
5.017.950.061
(5,58)
-
-
-
-
24.579.151.436
28.745.325.728
650.940.924
(40,39)
7.750.906.463
6.512.697.142
6.864.803.641
(5,28)
7.750.906.463
6.512.697.142
6.864.803.641
(5,28)
96.206.629
103.209.282
10.550.000
(41,25)
-
-
-
-
96.206.629
103.209.282
10.550.000
(41,25)
285.480.965.153
360.191.975.964
375.481.163.751
15,21
Pembayaran Pokok
Hutang
Total (A+B+C)
Rata-Rata
Pertumbuhan
(%)
Tahun 2009
(Rp)
Untuk menghitung pengeluaran periodik wajib dan mengikat serta prioritas
utama, komponen yang digunakan pada Belanja Tidak Langsung adalah Belanja
Gaji / Tunjangan, Belanja Penerimaan Anggota DPRD serta Operasional KDH /
WKH, Belanja Bunga, Belanja Bagi Hasil dan Belanja Bantuan Keuangan.
Komponen untuk Belanja Langsung yang bisa digunakan hanya Belanja Jasa
Kantor yang rutin dibayar setiap bulannya (karena keterbatasan data) seperti :
air,listrik, dan telepon. Sementara untuk komponen Pembiayaan Pengeluaran yang
digunakan adalah Pembayaran Pokok Hutang.
Dari tabel diatas dapat dikatakan bahwa rata-rata pertumbuhan Pengeluaran
Wajib dan Mengikat Serta Prioritas Utama selama kurun waktu 3 (tiga) tahun yaitu :
Tahun 2007 - 2009 adalah 19,59%. Tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada
Belanja Tidak Langsung, khususnya Belanja Gaji dan Tunjangan. Ini memperlihatkan
bahwa kebutuhan terhadap Belanja Gaji dan Tunjangan semakin meningkat setiap
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-16
tahunnya sejalan dengan penerimaan Dana Alokasi Umum. Sementara yang
terendah yakni (41,25%), berada pada kelompok Pembiayaan Pengeluaran tepatnya
Pembayaran Pokok Hutang.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-17
3.3.2 Proyeksi Data Masa Lalu
Tabel III-14
Proyeksi Pendapatan Daerah
Kabupaten Agam
No
Uraian
2009
(n-2)
(Rp. 000,-)
Rata-rata
Pertumbuhan
(%)
Proyeksi
Tahun 2011
Tahun 2012
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
(Rp. 000,-)
(Rp. 000,-)
(Rp. 000,-)
(Rp. 000,-)
(Rp. 000,-)
1
1.1
1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.1.4
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah
Pajak Daerah
Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Keuangan Daerah Yang Dipisahkan
Lain-lain PAD Yang Sah
561,734,081
25,956,304
7,184,480
6,038,728
3,062,021
9,671,074
10.18
16.05
20.99
21.42
17.80
13.15
700,028,070
36,050,814
10,517,184
8,902,148
4,249,406
12,382,077
767,624,308
42,549,862
12,724,816
10,808,601
5,005,970
14,010,476
845,380,475
50,269,442
15,395,846
13,123,333
5,897,233
15,853,030
935,362,799
59,446,404
18,627,545
15,933,780
6,947,176
17,937,903
1,040,128,490
70,364,717
22,537,600
19,346,103
8,184,051
20,296,963
1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3
Dana Perimbangan
Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
494,596,497
21,265,207
418,752,290
54,579,000
8.68
3.43
7.44
26.46
593,442,034
22,749,933
483,410,453
87,281,649
653,298,201
23,530,729
519,392,242
110,375,231
721,969,664
24,338,322
558,052,270
139,579,072
801,273,389
25,173,632
599,589,888
176,509,868
893,468,965
26,037,611
644,219,284
223,212,069
1.3
1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5
Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Hibah
Penerimaan Health Workforce And Services/HWS
Bantuan dana Pilkada dari APBN
Dana darurat
41,181,281
-
44.44
-
70,535,222
-
71,776,244
-
73,141,369
-
74,643,007
-
76,294,808
-
14,427,900
-
-
41,628,000
-
41,628,000
-
41,628,000
-
41,628,000
-
41,628,000
-
16,496,994
10.84
16,496,994
16,496,994
16,496,994
16,496,994
16,496,994
10,256,387
-
10.00
-
12,410,228
-
13,651,250
-
15,016,375
-
16,518,013
-
18,169,814
-
Dana Penyesuaian/Dana Penyeimbang dan Otonomi Khusus
1.3.6 Dana Bencana Alam
1.3.7 Dana Bagi Hasil Pajak Dari Propinsi dan Pemerintah Daerah
lainnya
1.3.8 Bantuan keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah
lainnya
1.3.9 Lain-lain Pendapatan Yang Sah
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-18
Untuk perhitungan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus digunakan angka
dari PPAS Tahun Anggaran 2011 dan diasumsikan sama sampai dengan Tahun 2015,
sementara untuk Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
digunakan asumsi bahwa tingkat pertumbuhan dianggap sama setiap tahunnya, yaitu
10%.
Tabel III-15
Proyeksi Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan Yang Wajib dan
Mengikat Serta Prioritas Utama Kabupaten Agam
No
A
Uraian
Belanja Tidak Langsung
1 Belanja Gaji dan Tunjangan
2 Belanja Penerimaan Anggota DPRD serta
Operasional KDH/WKDH
Tingkat RataData Tahun 2009
Rata
(Rp)
Pertumbuhan
(%)
368,605,810,110
C
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
445,726,033,444
490,152,419,236
539,014,442,654
592,755,063,276
651,861,484,501
439,153,672,142
483,069,039,356
531,375,943,292
584,513,537,621
642,964,891,383
5,017,950,061
8.63
5,921,420,378
6,432,438,956
6,987,558,438
7,590,584,731
8,245,652,194
-
-
650,940,924
-
-
-
-
-
650,940,924
650,940,924
650,940,924
650,940,924
650,940,924
6,864,803,641
5.41
7,627,667,371
8,040,324,176
8,475,305,714
8,933,819,753
9,417,139,401
6,864,803,641
5.41
7,627,667,371
8,040,324,176
8,475,305,714
8,933,819,753
9,417,139,401
10,550,000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
10,550,000
-
-
-
-
-
-
453,353,700,814
498,192,743,412
547,489,748,367
601,688,883,029
661,278,623,902
Pembiayaan Pengeluaran
1 Pembentukan Dana Cadangan
2 Pembayaran Pokok Utang
Total Belanja Wajib dan Pengeluaran
Pembiayaan Yang Wajib Mengikat Serta
Prioritas
Tahun 2012
10.00
4 Belanja Bagi Hasil
Belanja Langsung
3 Belanja Jasa Kantor (telepon, air, listrik dan
sejenisnya)
Tahun 2011
362,936,919,125
3 Belanja Bunga
B
Proyeksi ( Rupiah )
375,481,163,751
Berdasarkan tabel
diatas, dengan memperhitungkan tingkat pertumbuhan
pada Tahun 2009 (karena data Tahun 2010 belum tersedia), dapat diprediksi Belanja
dan Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama untuk 5
(lima) tahun yang akan datang dengan asumsi tingkat rata-rata pertumbuhan pada
masing-masing komponen adalah sama setiap tahunnya
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-19
3.3.3 Penghitungan Kerangka Pendanaan
Tabel III-16
Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Untuk Mendanai
Pembangunan Daerah Kabupaten Agam
No
Proyeksi (Rp.000,-)
Uraian
Tahun 2011
1 Pendapatan
Total Penerimaan
Dikurangi ;
4 Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan Yang Wajib dan
Mengikat Serta Prioritas Utama
Kapasitas Riil Kemampuan Anggaran
Berdasarkan tabel
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
700,028,070
767,624,308
845,380,475
935,362,799
1,040,128,490
-
-
-
-
-
6,587,705
2,707,399
1,112,681
457,287
187,935
706,615,775
770,331,707
846,493,156
935,820,086
1,040,316,425
453,353,701
497,780,087
546,642,110
600,382,731
659,489,152
253,262,074
272,551,621
299,851,046
335,437,355
380,827,273
2 Pencairan Dana Cadangan (sesuai Perda)
3 Sisa Lebih Riil Pembiayaan(Perhitungan) Anggaran
Tahun 2012
diatas, dengan memperhitungkan tingkat pertumbuhan
pada Tahun 2009 (karena data Tahun 2010 belum tersedia), dapat diprediksi
Pendapatan, Sisa Lebih Riil Pembiayaan (Perhitungan) Anggaran serta Belanja dan
Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan mengikat serta prioritas utama, dengan
asumsi tingkat pertumbuhan pada masing-masing komponen adalah sama setiap
tahunnya.
Untuk melihat seberapa besar nilai Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran
yang sesungguhnya, kita dapat melihat pada tabel berikut:
Tabel III-17
Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan
Kabupaten Agam
No
Uraian
1 Saldo Kas Neraca Daerah
Dikurangi :
2 Kewajiban Kepada Pihak Ketiga sampai dengan
akhir tahun belum terselesaikan
3 Kegiatan Lanjutan
Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
2008
(n-3)
Rp.
2009
(n-2)
Rp.
94,902,923,305.36
39,002,978,546.36
8,664,043.00
27,416,000,000.00
67,478,259,262.36
39,002,978,546.36
III-20
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan saldo kas neraca
daerah dari Rp.94.902.923.305,36 pada Tahun 2008 menjadi Rp..39.002.978.546,36
pada Tahun 2009 (sekitar 58,90%). Tahun 2008, nilai Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan
Anggaran tidak sama dengan angka pada Saldo Kas Neraca Daerah. Hal ini
disebabkan karena pada tahun ini masih ada kewajiban kepada Pihak Ketiga yang
belum terselesaikan sampai dengan akhir tahun, dan kegiatan lanjutan. Sehingga nilai
Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran yang dapat dipergunakan dalam penghitungan
kapasitas pendanaan pembangunan daerah menjadi berkurang. Sementara untuk
Tahun 2009, nilai Saldo Kas Neraca Daerah langsung menjadi nilai dari Sisa Lebih
(Riil) Pembiayaan Anggaran.
Kemudian, untuk mendapatkan gambaran Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan
Anggaran untuk beberapa tahun kedepan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. III-18
Proyeksi Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran
Kabupaten Agam
No
Data Tahun Tingkat
2009 (Rp) Pertumbuhan ( % ) Tahun 2011
Uraian
1 Saldo Kas Neraca Daerah
39,002,978,546
(58.90)
Dikurangi ;
2 Kewajiban Kepada Pihak ketiga Sampai Dengan
Akhir Tahun Belum Terselesaikan
-
-
3 Kegiatan Lanjutan
-
-
Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran
39,002,978,546
Proyeksi (Rupiah)
Tahun 2012
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
6,587,704,982
2,707,399,384
1,112,680,584
457,286,830
187,934,658
6,587,704,982
2,707,399,384
1,112,680,584
457,286,830
187,934,658
Berdasarkan tabel diatas, dengan memperhitungkan tingkat pertumbuhan
Tahun 2009 (karena data Tahun 2010 belum tersedia), dapat diprediksi saldo kas
neraca, kewajiban kepada pihak ketiga yang belum terselesaikan sampai dengan akhir
tahun dan kegiatan lanjutan untuk 5 (lima) tahun yang akan datang dengan asumsi
tingkat pertumbuhan pada masing-masing komponen adalah sama setiap tahunnya.
Berhubung pada Tahun 2009 kewajiban kepada pihak ketiga yang belum
terselesaikan sampai dengan akhir tahun dan kegiatan lanjutan tidak ada, maka yang
dapat dihitung adalah saldo kas neraca daerah. Dari Rp. 39.002.978.546,- pada Tahun
2009 dengan asumsi tingkat pertumbuhan/(pengurangan) sama setiap tahunnya
sebesar
(58.90%),
pada
Tahun
2015
saldo
kas
neraca
daerah
menjadi
Rp.187.934.658,-.
RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
III-21
Download