- Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan

advertisement
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
BALITBANG KP 2016
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | i
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
T P
IM
ENYUSUN
M. Zulficar Mochtar
Umi Windriani
Drama Panca Putra
M. Hikmat Jayawiguna
Asri Nurhayati
Puji Artiningsih
Indriani Musthapia
Ridona Viju Rafeliandi
Andi Astowo
Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi
Bagian Data, informasi dan Monitoring dan Evaluasi
Sekretariat Balitbang KP
Gdg Balitbang KP I, Jln. Pasir Putih 1 Ancol Timur
Telp : (021) 64711583; Fax : (021) 64711438
Email : [email protected]
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | i
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
K
ONTRIBUTOR
Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir
Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut
Balai Penelitian Perikanan Laut
Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan
Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias
Balai Penelitian Pemulian Ikan
Balai Penelitian dan Observasi Laut
Loka Penelitian Perikanan Tuna
Loka Penelitian dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut
Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan
Loka Penelitian Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir
Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | ii
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
P
uji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa, karena atas izin dan rahmat-Nya penyusunan ”Laporan
Kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan Tahun 2016” dapat diselesaikan. Laporan ini
merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan berbagai
kewajiban pembangunannya, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan tugas pokok
dan fungsinya dalam kaitannya dengan terselenggaranya good governance.
Laporan Kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun 2016
ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja, baik makro maupun
mikro serta langkah-langkah pelaksanaan kebijakan dan program penelitian dan pengembangan
IPTEK kelautan dan perikanan tidak hanya kinerja 2016 namun juga selama kurun waktu 2015-
2016, dikarenakan masuk dalam RPJMN III Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015 - 2019.
Sangat disadari bahwa laporan kinerja ini belum secara sempurna menyajikan prinsip transparansi
dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya masyarakat dan berbagai pihak yang
berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil – hasil penelitian dan pengembangan
IPTEK kelautan dan perikanan, catatan keberhasilan dan kendala selama 2 tahun pelaksanaan
RPJMN III berikut rekomendasi serta rencana aksi selanjutnya.
Berkat dukungan dan kerja keras dari seluruh jajaran, program dan kegiatan penelitian dan
pengembangan IPTEK kelautan dan perikanan dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. Hal ini
menjadi modal dasar untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan penelitian yang inovatif dan tepat
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | iii
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
guna di masa mendatang, sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal
dan berkelanjutan.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada semua pihak atas
tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun dan diterbitkan.
Jakarta,
Maret 2017
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan
M. Zulficar Mochtar
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | iv
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
D
AFTAR
I
SI
Hal.
Tim Penyusun
i
Kontributor
ii
Kata Pengantar
iii
Ikhtisar Eksekutif
viii
PEND AHUL UAN
1
1.1. Latar Belakang
2
1.3. Keragaan SDM Balitbang KP (Kekuatan SDM)
9
Daftar Isi
I.
v
1.2. Tugas, Fungsi Balitbang KP dan Struktur Organisasi
II.
4
1.4. Sistematika Laporan Kinerja
19
PER ENC ANAAN D AN PERJAN JIAN K I NERJ A
20
2.1. Rencana Strategis Balitbang KP 2015-2019
21
2.3. Perjanjian Kinerja Balitbang KP TA 2016
29
2.2. Sasaran Strategis dan Rencana Kerja Tahunan Balitbang KP TA 2016
III.
25
AK UNT ABIL IT AS K INERJA
50
3.1. Capaian IKU Balitbang KP
53
3.3. Evaluasi dan Analisis Kinerja
59
3.2. Hasil Pengukuran Balitbang KP
SS 1.
Meningkatnya Pengelolaan SDKP Yang Berkelanjutan
IKU 1.
SS 2.
55
Jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan
Meningkatnya hasil penyelenggaran Litbang dan layanan iptek
60
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | v
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara
dari sektor KP
IKU 2.
Persentase hasil litbang KP yang digunakan sesuai dengan
IKU 3.
Jumlah rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan
kontrak kinerja Eselon I KKP
untuk dijadikan bahan kebijakan
SS 3.
Tersedianya kebijakan pembangunan KP yang efektif
SS 4.
IKU 4. Indeks efektivitas kebijakan pemerintah
Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan pembangunan
67
69
74
KP yang efektif
IKU 5. Jumlah Rekomendasi dan Masukan Kebijakan KP
81
IKU 7. Jumlah Karya Tulis Ilmiah
88
IKU 6. Jumlah Data dan Informasi Ilmiah KP
SS 5.
Terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan yang inovatif
84
untuk penyelenggaraan tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil,
berdaya saing dan berkelanjutan
IKU 8. Jumlah Hasil litbang KP yang terekomendasikan untuk
masyarakat dan/atau industri
IKU 9. Jumlah hasil litbang yang inovatif untuk pembangunan KP
IKU 10. Jumlah Hasil Litbang yang diusulkan HKI dan/atau dirilis
SS 6.
IKU 11. Jumlah Sentera Nelayan
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya
90
96
106
108
Litbang dan Layanan IPTEK KP
IKU 12. Proporsi fungsional Balitbang KP dibandingkan total pegawai
Balitbang KP
IKU 13. Jumlah sarana prasarana, serta kelembagaan litbang KP yang
ditingkatkan kapasitasnya
SS 7.
IKU 14. Jumlah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk
Terselenggaranya Pengendalian Litbang KP
IKU 15. Proporsi kegiatan riset aplikatif dibandingkan total kegiatan
SS 8.
riset litbang KP
Tersedianya ASN Balitbang KP yang kompeten dan profesional
112
113
116
119
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | vi
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
IKU 16. Indeks Kompetensi dan Integritas Balitbang KP
SS 9.
IKU 17. Jumlah ASN Balitbang KP yang dikembangkan kompetensinya
Tersedianya Manajemen Pengetahuan Balitbang KP yang handal
121
123
dan mudah diakses
IKU 18. Persentase unit kerja Balitbang KP yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar
SS 10. Terwujudnya birokrasi Balitbang KP yang efektif, efisien, dan
124
berorientasi pada layanan prima
IKU 19. Nilai kinerja Reformasi Birokrasi Balitbang KP
IKU 20. Nilai SAKIP Balitbang KP
SS 11. Terkelolanya anggaran pembangunan Balitbang KP secara efisien
127
129
dan akuntabel
IKU 21. Nilai kinerja anggaran Balitbang KP
IKU 22. Persentase kepatuhan teradap SAP lingkup Balitbang KP
IV.
135
137
3.4 Akuntabilitas Keuangan
P E N U T U P
167
4.1
Kesimpulan
168
4.3
Kebijakan Litbang KP Tahun 2017 - 2019
171
4.2
4.4
Permasalahan
Saran dan Rekomendasi
139
170
173
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | vii
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
RINGKASA
N
EKSEKUTIF
LAPORAN KIN ERJA
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN 2016
D
alam rangka menjamin pelaksanaan program penelitian dan pengembangan kelautan dan
perikanan yang konsisten dan kontinyu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan telah menetapkan Penyusunan Rencana Strategis Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Renstra Balitbang KP) Tahun 2015 – 2019
tentunya tidak terlepas dari Renstra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang
menjadi panduan utama dalam penyusunan Renstra Balitbang KP. Renstra Kementerian Kelautan dan
Perikanan sendiri telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI (Permen KP)
Nomor 25/PERMEN-KP/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015 –
2019. Rencana strategis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; Rencana Pembangunan Kelautan dan Perikanan Jangka
Panjang 2005-2025; Rencana Pembangunang Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019; dan
Renstra Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015-2019. Renstra Litbang Kelautan dan Perikanan
merupakan dokumen perencanaan yang berisikan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, kebijakan, strategi,
program, dan kegiatan penelitian dan pengembangan pembangunan IPTEK kelautan dan perikanan yang
akan dilaksanakan oleh Balitbang KP selama lima tahun ke depan (2015-2019). Agar Balitbang KP dapat
senantiasa eksis, antisipatif, dan inovatif, dalam dokumen ini pula, ditetapkanlah visi Balitbang KP ke depan
yaitu " C E N T E R O F E X C E L L E N C E ( P U S A T K E P A K A R A N ) S E B A G A I S U M B E R I N O V A S I
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | viii
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
IPTEK DAN OPSI KEBIJAKAN UNTUK MEWUJUDKAN VISI PEMBANGUNA N KELAUTAN
DAN PERIKANAN".
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balitbang KP
menetapkan satu program dan delapan kegiatan. Program yang digunakan yaitu " P R O G R A M
P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N I P T E K K E L A U T A N D A N P E R I K A N A N " ; dimana
keberhasilan kinerja atas pelaksananaan program ini menjadi tanggungjawab unit Eselon I yaitu Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, sedangkan keberhasilan kinerja atas pelaksanaan
kegiatan menjadi tanggungjawab masing-masing Eselon II lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan. Berikut ini adalah program dan kegiatan Litbang IPTEK kelautan dan Perikanan,
yaitu sebagai berikut : 1) Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan, 2) Penelitian dan Pengembangan
IPTEK Sumberdaya Laut dan Pesisir, 3) Penelitian dan Pengembangan IPTEK Pengolahan Produk dan
Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 4) Penelitian Sosial Ekonomi dan Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan, 5) Penelitian dan Perekayasaan Alat dan Mesin Kelautan dan Perikanan, 6) Penelitian Sumberdaya
Lahan dan Klimat Kelautan dan Perikanan, 7) Pengelolaan Inovasi dan Alih Teknologi Kelautan dan
Perikanan, dan 8) Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | ix
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 1
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
LAUT
ADALAH
MASA DEPAN BANGSA
“Kita harus bekerja sekeraskerasnya untuk
TRISAKTI & NAWACITA
VISI KKP
MEWUJUDKAN SEKTOR KELAUTAN &
PERIKANAN INDONESIA YANG MANDIRI,
MAJU, KUAT DAN BERBASIS
KEPENTINGAN NASIONAL
mengembalikan Indonesia
sebagai negara maritim.
3 PILAR MISI KKP
Samudera, laut, selat, dan
1. KEDAULATAN
2. KEBERLANJUTAN
teluk adalah masa depan
3. KESEJAHTERAAN
peradaban kita. Kita telah
terlalu lama memunggungi laut,
memunggungi samudera dan
memunggungi selat dan teluk.
Ini saatnya kita
mengembalikan semuanya
sehingga jalesveva jayamahe,
di laut justru kita jaya,
sebagai semboyan nenek
moyang kita di masa lalu bisa
kembali lagi membahana”.
Presiden Joko Widodo,
Program
Litbang
pada
dasarnya
dilaksanakan dalam rangka mendukung kebijakan
pembangunan kelautan dan perikanan yang
didasarkan rekomendasi kebijakan yang yang
ilmiah,
dan
mengedapankan
memperkuat
tentunya
pada
hasil
teknologi
nasional
kedaulautan
bangsa,
yang
untuk
yang
merupakan bagian dari fungsi litbang yang harus
menjadi penghela dan pendorong pembangunan
kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dan
berdaya saing secara internasional.
Dalam
pembangunan
mendukung
kelautan
dan
kebijakan
perikanan
sebagaimana telah dicanangkan oleh Kementerian
Kelautan dan Perikanan. walaupun dalam struktur
organisasi Litbang merupakan unsur penunjang
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 2
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
yang tidak langsung mengelola pembangunan
sektor kelautan dan perikanan, Litbang berperan
menjadi pendorong penerapan teknologi dan
alternatif
kebijakan
dalam
kesisteman
dalam kurun waktu tertentu, sebagai hakekat dari
anggaran berbasis kinerja.
Sebagai sandaran peraturan penerapan
pengelolaan suatu sistem usaha kelautan dan
akuntabilitas mengacu Peraturan Presiden Nomor
isu yang berkembang, peran Litbang dan IPTEK
Kinerja
perikanan. Selain itu, dalam merespon sejumlah
yang dihasilkan menjadi sangat vital. Sebagai
contoh
dalam
merespon
isu
pengelolaan
sumberdaya kelautan dan perikanan secara
berkelanjutan, maka kebijakan berbasis Litbang
harus dikembangkan.
29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas
internasional, sebagai langkah penting dalam
meningkatkan dayasaing bangsa. Untuk itu hasil
Litbang kelautan dan perikanan selanjutnya
diharapkan menjadi komponen penting dalam
upaya mewujudkan Sistem Inovasi Nasional (SIN).
Dalam melaksanakan program dan kegiatan
penelitian dan pengembangan IPTEK, Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
sebagai
satuan
kerja
Eselon
Pemerintah
dan
Peraturan
Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan diwajibkan untuk:
1.
Hasil Litbang kelautan dan perikanan
diharapkan dapat bersaing secara nasional dan
Instansi
Melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah
pertanggungjawaban
2.
sebagai
instansi
wujud
pemerintah
dalam mencapai misi dan tujuan organisasi.
Menyampaikan
Laporan
Kinerja
Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan pada setiap tahun kepada Menteri
Kelautan dan Perikanan melalui Sekretariat
Jenderal
Perikanan.
Kementerian
Kelautan
dan
Atas dasar hal-hal di atas tersebut, Badan
I
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
dituntut untuk menyesuaikan dengan perubahan
Penyelenggara Negara telah menetapkan target
Kementerian Kelautan dan Perikanan semakin
sistem manajemen Kementerian kelautan dan
perikanan yang menuntut azas akuntabilitas, di
mana setiap penyelenggaraan negara dituntut
untuk dapat mempertangungjawabkan kinerja
atau hasil-hasilnya dari seluruh program/kegiatan
kepada masyarakat atas penggunaan dana dan
kewenangan yang diberikan. Sebagai contoh pada
performance keuangan yang tidak hanya sebatas
mengukur seberapa besar realisasinya, tetapi bisa
mengukur
besarnya
dana
bisa
mendorong
seberapa besar peningkatan kinerja yang dicapai
Perikanan
sebagai
Instansi
Pemerintah
dan
kinerja tahun 2016 dilanjutkan dengan melakukan
monitoring dan pengukuran kinerja yang telah
dicapai, kemudian dituangkan ke dalam susunan
Laporan
Kinerja
Badan
Penelitian
dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun
2016 sebagai wujud akuntabilitas dari mandat
yang diemban.
Dasar hukum penyusunan laporan Laporan
Kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 3
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kelautan dan Perikanan
tahun 2016, sebagai
berikut.
1.
2.
3.
Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang
penyelenggaran Negara yang bersih dan
bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006
tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah.
Peraturan Menteri Negara PAN dan RB
Nomor: 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan
4.
AKIP.
Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor
53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata
5.
3. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2015
tentang perubahan atas Undang- Undang
Nomor
27
Tahun
2007
pasal
23
mengamanahkan Pemanfaatan Pulau-Pulau
kecil dan perairan sekitarnya diprioritaskan
untuk
kepentingan
Penelitian
Pengembangan.
dan
4. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2015 pada
bagian ketiga UU Klautan sebagai Riset Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2008
tentang
Penyelenggaraan
Pengembangan Perikanan.
Penelitian
dan
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor
Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi
63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan
Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor
dan Perikanan Nomor 23 Tahun 2015 tentang
Pemerintah.
20 tahun 2013 tentang Perubahan Lampiran
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25
tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Evaluasi
Akuntabilitas
KInerja
Pemerintah.
Instansi
1.2. TUGAS, FUNGSI BALITBANG KP
DAN STRUKTUR ORGANISASI
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan merupakan amanah dari :
1. Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2002
tentang
Sistem
Pengembangan
Nasional
dan
Penelitian,
Penerapan
Pengetahuan dan Teknologi.
Ilmu
2. Undang - Undang Nomor 45 Tahun 2009
tentang
Perikanan
mengamanahkan
Pasal
66
Penelitian
Pengembangan Perikanan.
ayat
(3)
dan
dan Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan
dan Perikanan maka Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dibentuk
sebagai satu-satunya unit organisasi eselon I pada
Kementerian
Kelautan
dan
Perikanan
yang
menyelenggarakan penelitian dan pengembangan
di bidang Kelautan dan Perikanan.
A. TUGAS DAN FUNGSI
Dalam
tahun
organisasi
dan
2015,
tata
terdapat
kerja
perubahan
di
lingkup
Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga
dalam
Laporan
Kinerja
ini
menyajikan
gambaran organisasi Balitbang KP sesuai
dengan Peraturan Menteri Kelautan dan
Perikanan Nomor 15 Tahun 2010 Tentang
Organisasi
dan
Tata
Kerja
Kementerian
Kelautan dan Perikanan dan Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan nomor 23 Tahun 2015
tentang
Organisasi
dan
Tata
Kerja
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 4
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan yang
ditetapkan sejak 14 Agustus 2015, maka Badan
Peneitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
mengemban
tugas
sebagai berikut :
dan
fungsi
B. STRUKTUR ORGANISASI
3. Pemantauan,
evaluasi,
dan
pelaporan
pelaksanaan penelitian dan pengembangan
di bidang kelautan dan perikanan; dan
4. Pelaksanaan administrasi Balitbang KP.
PERMEN KP Nomor 23 Tahun 2015
Merujuk Organisasi dan Tata kerja lingkup
Tugas : Menyelenggarakan penelitian dan
Permen KP Nomor PER.15/MEN/2010 tentang
perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (sesuai
Organisasi
Kelautan
organisasi
dan
dan
Tata
Kerja
Perikanan)
Badan
Kementerian
maka
Penelitian
susunan
dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan secara
pengembangan di bidang kelautan dan
FUNGSI :
1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan
program penelitian dan pengembangan di
bidang kelautan dan perikanan;
rinci meliputi :
2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan
2. Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan
3. Pemantauan,
1. Sekretariat Badan
Konservasi Sumber Daya Ikan
3. Pusat
Penelitian
4. Pusat
Pengkajian
5. Pusat
Penelitian
Perikanan Budidaya
dan
Pengembangan
dan
Perekayasaan
Teknologi Kelautan dan Perikanan
dan
Pengembangan
Sumberdaya Laut dan Pesisir
6. Kelompok Jabatan Fungsional.
PERMEN KP Nomor 15 Tahun 2010
Tugas : Melaksanakan penelitian dan
pengembangan di bidang kelautan dan
perikanan
FUNGSI :
1. Penyusunan kebijakan teknis rencana dan
program penelitian dan pengembangan di
kelautan dan perikanan;
evaluasi
dan
pelaporan
pelaksanaan penelitian dan pengembangan
di bidang kelautan dan perikanan;
4. Pelaksanaan administrasi Badan penelitian
dan
pengembangan
kelautan
dan
perikanan; dan
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan
oleh Menteri KP.
Struktur organisasi tingkat Pusat tersebut
didukung oleh Unit Pelaksana Teknis sebanyak 16
satuan kerja terdiri dari 3 (tiga) Balai Besar
Penelitian dan Pengembangan, 8 Balai Penelitian
dan Pengembangan (delapan) Balai dan 5 (lima)
Loka Penelitan dan Pengembangan yaitu :
bidang kelautan dan perikanan;
2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan
di bidang kelautan dan perikanan;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 5
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
a. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Budidaya Laut berkedudukan di Kabupaten
Buleleng (sesuai dengan Permen KP Nomor
PER.26/MEN/2011 tentang Organisasi dan
Tata
Kerja
Balai
Besar
Penelitian
Pengembangan Budidaya Laut).
dan
b. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan
Nomor PER.28/MEN/2011 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan Perikanan).
d. Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum
berkedudukan di Kota Palembang (sesuai
dengan Permen KP Nomor PER.29/MEN/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
Penelitian Perikanan Perairan Umum).
dan Perikanan berkedudukan di Jakarta Pusat
e. Balai Penelitian Perikanan Laut berkedudukan
PER.27/MEN/2011 tentang Organisasi dan
Nomor PER.30/MEN/2011 tentang Organisasi
(sesuai
Tata
dengan
Kerja
Permen
Balai
Pengembangan
Besar
Pengolahan
KP
Nomor
Penelitian
Produk
Bioteknologi Kelautan dan Perikanan)
c. Balai
Besar
Penelitian
Sosial
dan
dan
Ekonomi
Kelautan dan Perikanan berkedudukan di
Jakarta Utara (sesuai dengan Permen KP
di Jakarta Utara (sesuai dengan Permen KP
dan Tata Kerja Balai Penelitian Perikanan
Laut).
f. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya
Air Tawar berkedudukan di Kota Bogor
(sesuai
dengan
Permen
KP
Nomor
PER.31/MEN/2011 tentang Organisasi dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 6
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan
Budidaya Air Tawar).
g. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya
Air Payau berkedudukan di Kabupaten Maros
(sesuai
dengan
Permen
KP
Nomor
PER.32/MEN/2011 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan
Budidaya Air Payau).
h. Balai Penelitian Pemuliaan Ikan berkedudukan
di Kabupaten Subang (sesuai dengan Permen
KP
Nomor
PER.33/MEN/2011
tentang
Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian
Pemuliaan Ikan).
i. Balai Penelitian Observasi Laut berkedudukan
di
Kabupaten
Permen
KP
Jembrana
Nomor
(sesuai
dengan
PER.34/MEN/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
Penelitian dan Observasi Laut).
j. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya
Ikan Hias berkedudukan di Kota Depok (sesuai
dengan Permen KP Nomor PER.35/MEN/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan
Hias).
k. Balai Peneltian Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan berkedudukan di Kabupaten
Gambar 1.1. K E P A L A B A L A I B E S A R / B A L A I / L O K A L I N G K U P B A D A N P E N E L I T I A N D A N
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, 2016
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 7
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Purwakarta (sesuai dengan Permen KP Nomor
PER.36/MEN/2011 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Balai Penelitian Pemulihan dan
Konservasi Sumberdaya Ikan).
l. Loka
Penelitian
berkedudukan
Permen
di
KP
Perikanan
Benoa
Nomor
melaksanakan tugas dan fungsi yang diemban
sebagai berikut :
Tuna
(sesuai
dengan
PER.27/MEN/2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka
Penelitian Perikanan Tuna).
m. Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan
Pesisir di Kota Padang (sesuai dengan Permen
KP
Nomor
PER.37/MEN/2011
tentang
Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian
Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir).
n. Loka Penelitian dan Pengembangan Budidaya
Rumput Laut di Kabupaten Boalemo (sesuai
dengan Permen KP Nomor PER.39/MEN/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka
Penelitian
dan
Rumput Laut).
o. Loka
Pengembangan
Penelitian
Mekanisasi
dan
Pengolahan
Budidaya
Pengembangan
Hasil
Perikanan
berkedudukan di Kabupaten Bantul (sesuai
dengan Permen KP Nomor PER.38/MEN/2011
tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka
Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi
Pengolahan Hasil Perikanan).
p. Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan di
Kabupaten Wakatobi (sesuai dengan Permen
KP
Nomor
PER.40/MEN/2011
tentang
Organisasi dan Tata Kerja Loka Perekayasaan
Teknologi Kelautan).
Dengan gambaran struktur organisasi yang
mengambarkan fungsi satker
Pusat sebagai
pembina dan koordinator satker UPT dalam
Gambar 1.2. S T R U K T U R O R G A N I S A S I
BALITBANG KP TAHUN 201 5
(SESUAI PERMEN KP 15/2010)
Dalam
PERMEN
KP
25/2015,
Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan terdiri dari 4 Pusat dan 1 Sekretaris
Badan dengan rincian sebagai berikut :
1) Pusat
Penelitian
dan
Pengembangan
2) Pusat
Penelitian
dan
Pengembangan
3) Pusat
Penelitian
dan
Pengembangan
Perikanan
Sumberdaya Laut dan Pesisir
Peningkatan Daya Saing dan Bioteknologi
Kelautan dan Perikanan
4) Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
5) Sekretariat Balitbang KP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 8
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dengan struktur organisasi dan tata kerja
tesebut, unit kerja teknis Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dirancang
sebanyak 15 (lima belas) buah, yang terdiri dari :
1 (satu) Balai Besar, 9 (sembilan) Balai dan 4
(empat) Loka.
dan
Golongan
I
sebanyak
21
orang,
dibandingkan tahun 2015 menurut Golongan
IV sebanyak 209 orang, Golongan III sebanyak
829 orang, Golongan II sebanyak 312 orang
dan Golongan I sebanyak 21 orang.
Sumber: SIMPEG KKP, 2016
Grafik 1.1. J U M L A H P E G A W A I
BALITBANG KP MENURUT GOLONGAN
TAHUN 2015-2016
Sesuai dengan Grafik 1.1. diatas terlihat,
1.3.
komposisi pegawai Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan paling
Gambar 1.3. S T R U K T U R O R G A N I S A S I
BALITBANG KP TAHUN 2016
(SESUAI PERMEN KP 25/2015)
KERAGAAN
SUMBER
banyak pada Golongan III yaitu sebanyak 822
DAYA
MANUSIA (SDM) BALITBANG KP
Dari 19 (sembilan belas) satuan kerja
lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan, dapat diketahui bahwa
jumlah pegawai sampai dengan akhir bulan
Desember Tahun 2016 mencapai 1.343 orang,
dengan rincian sebagai berikut :
1. M ENURUT GOL ONGA N
Jumlah
pegawai
Pengembangan
Badan
Kelautan
Penelitian
dan
dan
Perikanan
menurut golongan pada tahun 2016 : Golongan
IV sebanyak 213 orang, Golongan III sebanyak
822 orang, Golongan II sebanyak 287 orang,
orang (61,21%), diikuti Golongan II yaitu
sebanyak 287 orang (21,37%) dan jumlah
terkecil
pada
tingkat
Golongan
sebanyak 21 orang (1,56%).
I
yaitu
2. MENURUT JABATAN
Jumlah pegawai menurut jabatan pada tahun
2015 menurut Eselon I.a sebanyak 1 orang,
jabatan Eselon II.a dan II.b sebanyak 6 orang,
jabatan Eselon III.a dan III.b sebanyak 29
orang, jabatan Eselon IV.a dan IV.b sebanyak
76 orang, jabatan Eselon V sebanyak 31 orang,
jabatan fungsional 676 orang, dan pelaksana
sebanyak 558 orang, dibandingkan tahun 2016
menurut Eselon I.a sebanyak 1 orang, Eselon
I.b sebanyak 0 orang, Eselon II.a sebanyak 5
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 9
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
orang, Eselon II.b sebanyak 1 orang, Eselon
D4 sebanyak 27 orang, SM sebanyak 6 orang,
0 orang, Eselon IV.a sebanyak 70 orang, Eselon
SLTA sebanyak 337 orang, SLTP sebanyak 23
III.a sebanyak 26 orang, Eselon III.b sebanyak
IV.b sebanyak 8 orang, Eselon V sebanyak 26
orang, jabatan fungsional 684 orang dan
D3 sebanyak 103 orang, D2 sebanyak 7 orang,
orang, dan SD sebanyak 31 orang.
pelaksana sebanyak 523 orang.
Sumber: SIMPEG KKP, 2016
Sumber: SIMPEG KKP, 2016
Grafik 1.2. J U M L A H P E G A W A I
BALITBANG KP MENURUT JABATAN
TAHUN 2015-2016
Jika dilihat berdasarkan Grafik 1.2. di atas
terlihat
menurut
jabatannya,
komposisi
pegawai Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan
terbanyak
pada
tingkat jabatan fungsional sebanyak 684 orang
(50,93%), diikuti dengan tenaga administrasi
sebanyak 523 orang (38,94%) dan jumla
terkecil pada jabatan I.a dan II.b yaitu
sebanyak 1 orang (0,07%).
3. MENURUT PENDIDIKAN
Jumlah pegawai menurut tingkat pendidikan
pada tahun 2015, S3 sebanyak 86 orang, S2
sebanyak 322 orang, S1 sebanyak 397 orang,
D4 sebanyak 28 orang, SM sebanyak 8 orang,
D3 sebanyak 114 orang, D2 sebanyak 7 orang,
SLTA sebanyak 351 orang, SLTP sebanyak 27
orang, SD sebanyak 37 orang, dibandingkan
Grafik 1.3. J U M L A H P E G A W A I
BALITBANG KP MENURUT PENDIDIKAN
TAHUN 2015-2016
Jika dilihat berdasarkan Grafik 1.3. di atas
terlihat komposisi pegawai Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
terbanyak dengan tingkat pendidikan S1
mencapai 393 orang (29,26%), dan jumlah
terkecil pada tingkat pendidikan SM yaitu
sebanyak 6 orang (0,45%).
4. MENURUT STATUS KEPEGAWAIAN
Jumlah pegawai menurut status kepegawaian
pada tahun 2015 sebanyak CPNS sebanyak 48
orang, PNS sebanyak 1.322 orang, PNS dari
K/L lain sebanyak 2 orang dan PNS KKP
dipekerjakan ke K/L lain sebanyak 5 orang,
dibandingkan tahun 2016, CPNS sebanyak 15
orang, PNS sebanyak 1.321 orang, PNS dari
K/L lain sebanyak 2 orang dan PNS KKP
diperkerjakan ke K/L lain sebanyak 5 orang.
tahun 2016, S3 sebanyak 88 orang, S2
sebanyak 328 orang, S1 sebanyak 393 orang,
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 10
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Sumber: SIMPEG KKP, 2016
Grafik 1.4. J U M L A H P E G A W A I
BALITBANG KP MENURUT STATUS
KEPEGAWAIAN TAHUN 2015 -2016
Jika dilihat berdasarkan Grafik 1.4. di atas
terlihat komposisi pegawai Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
menurut status kepegawaian terbanyak pada
pegawai PNS yaitu mencapai 98,36% dan
jumlah terkecil pada PNS dari K/L lain yaitu
sebesar 0,15%.
5. MENURUT KELOMPOK UMUR
Jumlah pegawai menurut kelompok umur
>=56 tahun sebanyak 144 orang, kelompok
umur 46-55 tahun sebanyak 363 orang,
kelompok umur 36-45 tahun sebanyak 449
orang, kelompok umur 26-35 tahun sebanyak
391 orang, dan kelompok umur <=25 tahun
sebanyak 30 orang.
Sumber: SIMPEG KKP, 2016
Grafik 1.5. J U M L A H P E G A W A I B A L I T B A N G
KP MENURUT KELOMPOK UMUR
TAHUN 2015-2016
Jika dilihat berdasarkan Grafik 1.5. di atas
terlihat komposisi pegawai Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
terbanyak menurut kelompok umur pada usia
36-45 tahun mencapai 463 orang (34,48%),
dan jumlah terkecil pada kelompok umur <25
tahun yaitu sebanyak 22 orang (1,64%). Hal ini
memperlihatkan bahwa beberapa pegawai
struktural maupun fungsional di lingkup
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan dalam 2 tahun sekarang banyak
mengalami purna tugas.
 PENTINGNYA LITBANG SEBAGAI BASIS
KEBIJAKAN
Menurut
Undang-Undang
Dasar
1945,
Indonesia adalah sebuah Negara Kepulauan yang
berciri Nusantara yang batas-batas dan hakhaknya
ditetapkan
dengan
Undang-Undang.
Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan
Indonesia sangat besar yang apabila dapat
dikelola secara benar akan memberi manfaat bagi
kesejahteraan masyarakat dan kejayaan bangsa
dan negara sepanjang masa. Sesuai amanah
konstitusi, perintah undang-undang dan trend
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 11
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
global yang direkomendasikan dalam berbagai
perairan (aquaculture) diyakini masih dapat
maka pembangunan kelautan dan perikanan
tahun-tahun mendatang.
konvensi dan resolusi internasional yang berlaku,
harus dijalankan dengan menerapkan prinsipprinsip pembangunan berkelanjutan. Ini sejalan
dengan apa yang dimaksud dalam Agenda 21
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Implementasi
secara
benar
konsep
akan
mampu
pembangunan kelautan dan perikanan secara
berkelanjutan
diharapkan
mewujudkan perairan yang bersih, sehat, asri dan
lestari serta produktif sehingga dapat memberi
manfaat banyak untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan penguatan daya tahan ekonomi
bangsa sepanjang masa.
Sektor kelautan dan perikanan merupakan
salah satu sektor yang mampu bertahan, dan tetap
memberi
kontribusi
ekonomi
yang
cukup
signifikan, dalam situasi krisis multi dimensi pada
tahun 1997 yang lalu. Potensi ekonomi ini diyakini
masih dapat dikembangkan lebih jauh dengan
berkelanjutan
dan perikanan
masih
membutuhkan
komitmen dalam bentuk kebijakan yang kuat
berbasiskan
dengan
litbang
dukungan
based
(research
ilmu
policy)
pengetahuan
dan
teknologi yang memadai. Dengan demikian,
penyelenggaraan litbang dan keberadaan ilmu
pengetahuan serta teknologi yang handal adalah
kunci utama dalam implementasi research based
policy dimaksud.
 ASPEK LEGAL
Sebagai negara kepulauan yang berciri
nusantara, Indonesia menyadari secara penuh
pentingnya
litbang
dalam
penyelenggaraan
pembangunan nasional. Kesadaran itu telah
tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945
Pasal 31 Ayat (5) yang berbunyi: Pemerintah
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
Unreported (IUU) Fishing, destructive fishing,
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban
irresponsible
serta kesejahteraan umat manusia. Selain itu
praktik
aquaculture
Unregulated
secara
Pembangunan kelautan
and
menekan
Illegal,
ditingkatkan produksinya secara signifikan pada
serta
dengan
memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah
produk dan merehabilitasi habitat perikanan yang
rusak.
Berdasarkan statistik perikanan dunia yang
dilansir oleh Food and Agricultural Organization
(FAO, 2014), produksi total perikanan Indonesia
termasuk tumbuhan laut menempati peringkat
kedua di dunia setelah China. Potensi produksi
perikanan Indonesia ini di masa depan akan dapat
terus meningkat mengingat potensi budidaya
terdapat
berikut:
a.
pasal-pasal
Pentingnya
yang
menekankan
pembangunan
hal
ekonomi
didasarkan pada prinsip berkelanjutan dan
b.
berwawasan lingkungan.
Memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan
dan teknologi adalah hak bagi setiap orang
dalam mengembangkan dirinya.
Dalam
pengetahuan
rangka
dan
memajukan
teknologi,
ilmu
sebagaimana
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 12
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945,
ilmu
mengatur sistem kelitbangan, yaitu Undang-
undang yang mengamanatkan penyelenggaraan
terdapat
satu
buah
undang-undang
yang
undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Sistem
Nasional
Penelitian,
Pengembangan
Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
dan
Pembangunan Jangka Panjang Nasional
yang disahkan dengan Undang-undang Nomor 17
Tahun 2007 memiliki delapan misi pembangunan.
Misi kedua di antara kedelapan misi tersebut yaitu
Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing, yang
pencapaiannya antara lain dengan meningkatkan
penguasaan dan pemanfaatan iptek
melalui
penelitian, pengembangan, dan penerapan menuju
inovasi secara berkelanjutan. Sedangkan misi ke
tujuh yaitu, Mewujudkan Indonesia menjadi
negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan
berbasiskan kepentingan nasional, pencapaiannya
antara lain dengan meningkatkan kapasitas
sumber daya manusia yang berwawasan kelautan
melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kelautan. “Strategi untuk menjadi negara
maju adalah dengan memadukan pendekatan
sumberdaya alam, iptek dan budaya (knowledgebased,
resource
based
and
culture-based
development)”, strategi tersebut dinyatakan oleh
Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo
Bambang Yudhoyono pada silaturrahim dengan
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan
Masyarakat Ilmiah di Pusat Penelitian Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), SerpongTangerang, Januari 2010.
harus
dan
teknologi
mutlak
diperlukan. Sedikitnya terdapat tiga undangpenelitian dan pengembangan di bidang Kelautan
dan Perikanan, yaitu:
a. Undang-undang
Nomor
31
Tahun
2004
Undang-undang
Nomor
45
Tahun
2009,
tentang Perikanan yang telah diubah dengan
mengamanatkan
penelitian
dan
pengembangan perikanan untuk menghasilkan
pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan
dalam pengembangan usaha perikanan agar
lebih efektif, efisien, ekonomis, berdaya saing
tinggi dan ramah lingkungan serta menghargai
kearifan tradisi/budaya lokal.
b. Undang-undang
Nomor
27
Tahun
2007
tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil, mengamanatkan penelitian
dan pengembangan di wilayah pesisir dan
pulau-pulau
kecil
untuk
menghasilkan
pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan
dalam pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulaupulau
Kecil
agar
lebih
efektif,
efisien,
ekonomis, berdaya saing tinggi dan ramah
lingkungan, serta menghargai kearifan tradisi
atau budaya lokal.
c. Undang-undang
Nomor
17
Tahun
1985
tentang Ratifikasi the United Nation on the Law
of the Sea (UNCLOS) 1982, mengamanatkan
agar Negara-negara melakukan penelitian
ilmiah kelautan serta pengembangan dan alih
teknologi kelautan.
1.4. PERMASALAHAN
Pembangunan kelautan dan perikanan
dilakukan
pengetahuan
dengan
pendekatan
pembangunan berkelanjutan sehingga dukungan
Pada
bagian
sebelumnya,
kita
telah
ditunjukkan tentang potensi yang sangat besar
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 13
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dalam sektor kelautan dan perikanan. Urgensi
(27,09%) dan udang vaname (15,90%).
penelitian serta aspek legal telah menuntut
tahun 2014 sebesar 10 juta ton dengan
kebijakan
yang
didasarkan
oleh
kegiatan
peranan yang lebih besar dari Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
dalam
pembangunan
sektor
kelautan
dan
perikanan. Namun demikian, peranan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan dalam pembangunan sektor kelautan
dan perikanan di Indonesia juga menghadapi
sejumlah permasalahan utama, antara lain:
(1) Gambaran potensi kelautan dan perikanan
yang besar belum memberikan peranan yang
terlalu
signifikan
dari
Balitbang
KP.
Rekomendasi bagi pengelolaan perikanan
tangkap, budidaya laut, pemanfaatan wilayah
pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil, dan
kelautan serta sosial ekonomi kelautan dan
perikanan laut masih belum banyak yang
teradopsi oleh para pengguna sebagai bahan
kebijakan. Padahal, penyelesaian berbagai
permasalahan
kelautan
yang
terus
berkembang dan lebih kompleks harus terus
dilakukan melalui kebijakan yang diambil
berbasiskan iptek hasil penelitian. Terlebihlebih dalam menghadapi perubahan iklim
global
diperlukan
adanya
cara-cara
beradaptasi dengan dampak perubahan iklim
(2)
tersebut.
Pemanfaatan ikan lokal sebagai komoditas
Rumput laut yang sasaran produksinya pada
kenaikan per tahunnya 32,18% masih belum
diikuti dengan upaya peningkatan konsumsi
oleh industri dalam negeri. Hal ini akan
menyebabkan ketergantungan pemasaran
hasil budidaya rumput laut pada pemasaran
rumput laut kering ke luar negeri yang
harganya ditentukan pembeli. Sasaran hasil
perikanan budidaya sebesar 16,9 juta ton
(tahun 2014) dari 4,8 juta ton (2009) belum
diikuti oleh kemandirian penyediaan pakan
yang tidak tergantung pada impor bahan
baku komponen pakan utama (tepung ikan,
kedelai, tepung terigu, vitamin dan mineral),
penyediaan
benih
lingkungan
budidaya
pemuliaan
induk,
bertanggungjawab.
yang
dan
cukup
yang
melalui
pengelolaan
baik
Unsur-unsur
dan
yang
diperlukan dalam kesisteman usaha kelautan
dan perikanan belum berjalan seperti yang
diharapkan seperti di antaranya peran
penyuluhan dan akses atau komunikasi
terhadap teknologi, permodalan, pembinaan
kelembagaan di tingkat produsen, pemasaran
dan distribusi hasil. Peningkatan kapasitas
Balai Benih Ikan (BBI) baik ikan air tawar
maupun pantai masih harus dilakukan di
berbagai daerah.
budidaya masih belum diperhatikan secara
(3) Pembangunan kelautan dan perikanan sudah
ikan-ikan introduksi dari luar negeri. Sasaran
berkelanjutan agar sumberdayanya dapat
serius dibanding dengan perhatian terhadap
KKP untuk kenaikan per tahun pada 2009 –
2014 dari ikan-ikan lain non unggulan cukup
tinggi sebesar 13,72% tetapi lebih rendah
dari ikan introduksi lele (35,10%); nila
disadari
harus
dilakukan
secara
dimanfaatkan secara optimal dengan caracara pengelolaan yang dilakukan berbasis
pada ilmu pengetahuan dan teknologi tepat
guna. Namun demikian, hasil penelitan dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 14
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
pengembangan
sampai
saat
ini
belum
sepenuhnya menjadi landasan bagi bahan
kebijakan berbasis hasil litbang.
(4) Saat ini faktor organisasi dan kelembagaan
masih menjadi kendala bagi Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
dalam
kegiatan
tahun-tahun
Badan
Pengembangan
awal
pelaksanaan
Penelitian
Kelautan
dan
dan
Perikanan
dalam Kabinet Kerja. Hal ini mengingat
belum selesainya proses perbaikan struktur
organisasi Lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Selain itu, proses penyesuaian juga menjadi
tantangan untuk dipercepat agar target
Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan
Lembaga Pemerintah Nonkementerian, maka
UPT yang melakukan litbang semestinya
kedudukannya berada di bawah badan yang
mempunyai
tugas
di
bidang
litbang.
Keberadaan UPT yang menghasilkan iptek di
bawah unit eselon I di luar Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
menjadi kendala bagi Badan Penelitian dan
Pengembangan
Kelautan
dalam
mengoptimalkan
Badan
Penelitian
dan
Perikanan
dukungannya.
Seharusnya iptek adalah output spesifik bagi
Kelautan
dan
dan
Perikanan
Pengembangan
dan
dijadikan
masukan bagi unit-unit eselon I lainnya.
kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan
(6) Masih dijumpai adanya kelemahan dalam
(5) Masih terbatasnya jangkauan pelayanan unit
peneliti (mulai dari pembuatan proposal
Kelautan dan Perikanan dapat tercapai.
kerja Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan karena sebaran
lokasinya belum sepadan dengan luasnya
wilayah kerja pembangunan kelautan dan
perikanan
di
seluruh
Indonesia
yang
memerlukan penanganan litbang. Kondisi ini
diperparah oleh domisili unit-unit kerja
litbang tersebut yang secara geografis tidak
tersebar secara merata. Hal lain yang masih
menjadi
permasalahan
organisasi
yaitu
sampai dengan akhir periode RPJM Nasional
II masih terdapat Unit Pelaksana Teknis
(UPT) KKP di luar Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang
melaksanakan
tugas
litbang,
atau
research management di tingkat institusi dan
sampai dengan pelaporan dan diseminasi
hasil) termasuk pembinaan aset teknologi
dan sumberdaya manusia iptek. Kegiatan
litbang bersama atau terintegrasi masih
belum
terbangun
dengan
baik
seperti
kegiatan lintas Kerangka Acuan Kegiatan
(KAK) dan Eselon II pada topik tertentu yang
memerlukan network. Contoh penelitian yang
memerlukan kebersamaan yaitu penelitian
yang terkait dengan peningkatan produksi
agar Indonesia menjadi penghasil perikanan
terbesar, revitalisasi perikanan, perubahan
iklim global, pengembangan sistem usaha
kelautan
dan
perikanan
penanggulangan kemiskinan.
serta
menghasilkan produk litbang. Sesuai dengan
(7) Hingga akhir tahun 2014 sejumlah sarana
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 18
dibangun di 14 UPT litbang. Namun demikian
Pasal
24
Peraturan
Menteri
Negara
Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi
dan prasarana iptek penunjang litbang telah
kelengkapan
sarana-prasarana tersebut
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 15
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
masih
harus
ditingkatkan,
mengingat
umurnya yang sudah tua, sehingga besar
kemungkinan terjadi penurunan fungsi, serta
sudah tidak up-to-date untuk mengikuti
perkembangan kebutuhan litbang.
(8) Pengembangan sarana dan prasarana iptek
kelautan dan perikanan
dengan
mutu.
menerapkan
Saat
mendapatkan
ini
baru
harus
sistem
manajemen
satu
akreditasi
dikelola
UPT
dari
telah
Komisi
Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan
Pengembangan
laboratorium
sertifikat
uji
(KNAPPP)
telah
International
Standardization
dan
dua
mendapatkan
dalam
menghadapi
perubahan
lingkungan
strategis adalah upaya komunikasi, diseminasi
dan difusi hasil litbang harus selalu ditingkatkan
agar keluaran (output) hasil penelitian segera
terbentuk menjadi outcome melalui penerapannya
di tingkat pengguna sehingga manfaat serta
dampak
keberadaan
Badan
Penelitian
dan
Upaya yang mentransfer keluaran iptek dan
di Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan belum sepenuhnya
dipercaya oleh pengguna jasa.
Sejumlah permasalahan di atas menjadi
pekerjaan rumah bagi Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan untuk
dapat terus berkembang menjadi center of
kegiatan
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
17025:2005.
terakreditasi menyebabkan laboratorium uji
dalam
Langkah pertama bagi Badan Penelitian
for
Laboratorium-laboratorium uji yang belum
excellence
Indonesia.
Pengembangan Kelautan dan Perikanan lebih
Organization
(ISO)
pembangunan sektor kelautan dan perikanan di
penelitian
dan
pengembangan sektor kelautan dan perikanan di
Indonesia.
1.5. LINGKUNGAN STRATEGIS
Perkembangan suatu organisasi tentunya
tidak terlepas dari perkembangan lingkungan
strategisnya. Begitu pula dengan Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang
menghadapi perubahan dan isu strategis yang
perlu dihadapi untuk meningkatkan kinerja
dapat dirasakan oleh para pemangku kepentingan.
inovasi
litbang
outcome
menjadi
menjadi
tantangan ke depan terutama dalam rangka
mendukung sistem usaha yang kuat di kawasan
minapolitan,
pelaku
kelompok
mengembangkan
usaha,
kewirausahaan
memperkuat
usaha,
kelembagaan
membentuk
dan
mengembangkan jaringan kerja dan kemitraan
penelitian. Kesemuanya itu harus menghasilkan
produksi perikanan yang sangat tinggi sesuai
dengan
visi
kesejahteraan
KKP
untuk
masyarakat
meningkatkan
kelautan
dan
perikanan. Selain itu, tantangan ke depan yaitu
dukungan
terhadap
terhadap
litbang
harus
penyediaan
dampak
diperhatikan
iptek
perubahan
pada
iklim
pula
adaptasi
global,
globalisasi perdagangan, krisis keuangan global,
dan penyelesaian batas maritim.
Upaya-upaya ini hendaknya berdampak
pada penanggulangan kemiskinan, revitalisasi
perikanan
dan
peningkatan
pengelolaan
sumberdaya kelautan dan perikanan yang lebih
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 16
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
baik dan berkelanjutan. Untuk menjalankan itu
Environment Management Network (INFREM)
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
Perikanan Indonesia (Ispikani). Demikian pula
semua pelaksanaan good-governance baik di
dan Perikanan maupun di mitra kerja harus terus
diimplementasikan. Agar tercipta kehandalan
hasil pengujian laboratorium di lingkup Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
yang
diterima
oleh
pengguna,
yang kesemuanya dilahirkan oleh Ikatan Sarjana
jaringan-jaringan penelitian yang terkait dengan
kelautan seperti mitra bahari, jaringan kerja
dalam pembangunan galangan kapal atau jaringan
lainnya yang dibangun oleh Ikatan Sarjana
Oseanologi Indonesia (ISOI).
akreditasi laboratorium litbang dan akreditasi
 ISU-ISU STRATEGIS
penerapan iptek untuk tujuan lainnya seperti
Dalam
lembaga litbang harus ditingkatkan. Model-model
pembangunan
kelautan
dan
membangun prototipe industri, pengembangan
perikanan, walaupun dalam struktur organisasi
harus
langsung
kawasan atau pengelolaan ekosistem ke depan
dibangun
mengimplementasikan
industri dan komersial.
terutama
prototipe
pada
dalam
skala
Lembaga nonstruktural seperti publishing
house, komisi rekomendasi iptek dan tim analis
kebijakan harus terus dibina keberadaannya atau
dibangun bila belum terbentuk. Keberadaan
lembaga nonstruktural ini diharapkan dapat
membantu mempercepat pembentukan keluaran.
Pembinaan sistem enumerasi, program observer
dalam pengumpulan perikanan tangkap berbagai
komoditas terutama komoditas yang menjadi
litbang merupakan unsur penunjang yang tidak
mengelola
pembangunan
sektor
kelautan dan perikanan, litbang berperan menjadi
pendorong penerapan teknologi dan alternatif
kebijakan dalam kesisteman pengelolaan suatu
sistem usaha kelautan dan perikanan. Selain itu,
dalam merespon sejumlah isu yang berkembang,
peran litbang dan iptek yang dihasilkan menjadi
sangat vital. Sebagai contoh dalam merespon isu
pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan
secara berkelanjutan, maka kebijakan berbasis
litbang harus dikembangkan.
Selain
isu
pengelolaan
sumberdaya
perhatian dunia dalam pengelolaannya harus
kelautan dan perikanan secara berkelanjutan yang
yang sudah terbentuk ke depan harus terus
kebijakan KKP terdapat sejumlah isu strategis
terus dikembangkan. Pembinaan jaringan kerja
dilakukan seperti Indonesian Network Fisheries
Genetic Research and Development (INFIGRAD),
Indonesian Network Fisheries Health Management
(INFHEM), Network Sosial Ekonomi Perikanan
(Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economic
Research Network), Indonesian Fish Nutrition (IFN)
Network, dan Network Pengelolaan Sumberdaya
Ikan yaitu Indonesian Fisheries Resources and
merupakan strategi dalam menjalankan arah
yang memerlukan kontribusi hasil litbang dan
iptek yang dihasilkannya, yaitu antara lain:
a.
Pengembangan
Pengembangan
minapolitan
Usaha
Mina
dan
Pedesaan
(PUMP), yang merupakan upaya percepatan
pengembangan pembangunan kelautan dan
perikanan di sentra-sentra produksi. Sasaran
minapolitan yaitu (a) meningkatkan ekonomi
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 17
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
rumah tangga kelautan dan perikanan, (b)
perubahan iklim harus dikembangkan dalam
menengah ke atas menjadi berdaya saing, dan
yang bertanggungjawab.
menambah usaha kelautan dan perikanan
(c) menjadikan sektor kelautan dan perikanan
b.
menjadi penggerak ekonomi nasional.
enterprenuership
Pengembangan
technopreneurship,
penguatan
rangka pengelolaan kelautan dan perikanan
e.
menuju
dan
memanfaatkan
iptek
untuk
meningkatkan nilai, produksi, produktifitas
dan daya saing dengan didukung oleh tata
usaha
kelautan
dan
f.
informasi.
kemampuannya
co-management
menjalankan
c.
laut
g.
anggota
jaringan
serta
masih
adanya
d.
kerja tersebut.
Teknologi dan inovasi sistem akuakultur,
h.
kelautan
bioteknologi
eksploitasi,
yang
kelautan,
mencakup
i.
konservasi
dan
pengelolaan
sumberdaya pesisir dan laut serta adaptasi
energi
terbarukan
menjadi
efisiensi usaha.
Perubahan iklim global: Dalam menghadapi
dampak
perubahan
iklim
pada
sektor
beradaptasi pada dampak yang terjadi.
Globalisasi perdagangan menuntut perbaikan
standar
mutu
produk.
Perwujudan
produk,
manajemen
dan
Indonesia
sebagai
Negara
Kepulauan yang maju, kuat mandiri dan
berbasiskan
teknologi
eksplorasi,
untuk
pengelolaan sumberdaya serta daya saing
penangkapan, pengolahan dan pengembangan
produk,
Pemanfaatan
iklim diperlukan antisipasi dan kiat-kiat cara
keterbatasan dana, sarana/prasarana litbang
menjadi dasar dari pengembangan jaringan
5%.
kelautan dan peran laut dalam perubahan
dilakukan untuk identifikasi dan penyelesaian
komunikasi dan saling memberdayakan antar
dari
biomasa
kelautan dan perikanan diperlukan untuk
bisnis, ilmuwan, dan kerjasama internasional
masalah yang sangat beragam. Perlunya
lebih
termasuk
depan. Teknologi hemat energi untuk industri
sumberdaya kelautan dan perikanan.
antar pusat-daerah, lintas sektor, komunitas
lainnya,
tantangan litbang kelautan dan perikanan ke
pengelolaan
penguatan jaringan kerja baik secara internal,
Energi Nasional tahun 2025 (Peraturan
mikroalga, rumput laut atau arus dan ombak
dalam
Pengembangan networking. Penciptaan dan
Pengembangan energi: Sasaran Kebijakan
menjadi
pula,
ditingkatkan
lapangan kerja.
terbarukan
terhadap
Demikian
peningkatan
2006) yaitu agar peran energi baru dan
permodalan, pemasaran hasil dan teknologi
serta
pada
Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
perikanan
akses
diprioritaskan
konsumsi ikan per kapita dan penyediaan
dipenuhi kebutuhannya dalam melengkapi
sarana-prasarana,
peningkatan
produksi perikanan untuk meningkatkan
kelola yang baik (good governance). Para
pelaku
kemiskinan,
ketahanan pangan dan revitalisasi perikanan
perlu
pemberdayaan kelompok masyarakat yang
mampu
Penanggulangan
kepentingan
nasional
memerlukan peran iptek yang lebih besar
j.
dalam menjawab isu di maksud.
Perwujudan Bangsa Indonesia yang berdaya
saing menghendaki peningkatan peran iptek
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 18
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dalam
peningkatan
daya
saing
bangsa
terutama pada jumlah HaKI dan penerapan
k.
analisis
terhadap
capaian
kinerja
dan
hasil penelitian pada skala komersial dan

keuangan pada tahun 2016.
Krisis keuangan global menuntut adanya

terhadap pencapaian kinerja di tahun 2016.
industri.
Bab IV – Penutup, menyajikan simpulan
Lampiran-lampiran
peningkatan daya tahan sektor kelautan
dalam menghadapi krisis ekonomi global yang
l.
bisa terjadi setiap saat.
Penyelesaian batas maritim antar negara
memerlukan dukungan data ilmiah terkini
sebagai bahan bernegosiasi dengan negara
tetangga yang terkait.
1.6. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA
Laporan
kinerja
ini
bertujuan
untuk
mengkomunikasikan pencapaian kinerja Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan pada tahun 2016, yaitu
melakukan
(performance
analisis
results)
atas
tahun
capaian
2016
dengan
kinerja
terhadap
rencana kinerja (performance plans) tahun 2016.
Analisis
tersebut
teridentifikasikannya
sejumlah
memungkinkan
celah
kinerja
(performance gap) sebagai umpan balik perbaikan
kinerja di masa datang. Sejalan dengan hal
tersebut, sistematika penyajian laporan kinerja
adalah sebagai berikut :

Bab I – Pendahuluan, menyajikan latar
belakang, tugas dan fungsi, dan struktur

organisasi.
Bab II – Rencana Strategis dan Penetapan
Kinerja, menyajikan rencana strategis tahun

2016 dan penetapan kinerja tahunan 2016.
Bab
III
–
Akuntabilitas
Akuntabilitas
Keuangan,
Kinerja
dan
menyajikan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 19
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 20
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
PERENCANAAN KINERJA
2.1. RENCANA STRATEGIS BALITBANG
KP 2015 - 2019
Rencana Strategis Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan 2015 2019 yang baru telah menerapkan/menggunakan
manajemen kinerja dengan pendekatan Balanced
Scorecard (BSC) yang berisi langkah-langkah
stratejik jangka menengah yang akan memberi
arah
bagi
penyelenggaraan
penelitian
dan
Penelitian
dan
pengembangan IPTEK kelautan dan perikanan.
Penyusunan
renstra
Badan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan mengacu
pada draf renstra kementerian kelautan dan
perikanan tahun 2015 - 2019.
metode
Balanced
Scorecard
Penggunaan
(BSC)
dalam
pengelolaan kinerja organisasi pada tingkat Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan telah dilaksanakan sejak tahun 2013.
Sehubungan dengan hal tersebut, visi,
misi, tujuan, sasaran strategis penelitian dan
pengembangan IPTEK
kelautan dan perikanan
tahun 2015 - 2019 dan penetapan kinerja 2015.
Secara ringkas subtansi renstra Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dapat
diilustrasikan sebagai berikut:
a. VISI
Sebelum menjelaskan tentang Visi Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan Periode 2015 – 2019, penting pula kita
perhatikan pertimbangan yang digunakan dalam
penentuan
Visi
Kementerian
Kelautan
dan
Perikanan. KKP mempertimbangkan salah satu
misi pembangunan nasional yang terkait dengan
pembangunan kelautan dan perikanan yaitu
Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maritim
yang
Mandiri,
Maju,
Kepentingan Nasional.
Kuat
dan
Berbasis
Sebagai organisasi yang
membantu Presiden untuk membidangi urusan
kelautan dan perikanan, maka visi KKP ditetapkan
selaras dengan visi pembangunan nasional serta
bertujuan
untuk
mendukung
terwujudnya
Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Renstra KKP secara tegas menyatakan Visi
KKP adalah “M e w u j u d k a n S e k t o r K e l a u t a n
Dan Perikanan Indonesia Yang Mandiri,
Maju, Kuat Dan Berbasis Kepentingan
N a s i o n a l ”. Kata ‘Mandiri’ dimaksudkan ke depan
Indonesia dapat mengandalkan kemampuan dan
kekuatan sendiri dalam mengelola sumber daya
kelautan dan perikanan, sehingga sejajar dan
sederajat
dengan
bangsa
lain.
Kata
‘Maju’
dimaksudkan dapat mengelola sumber daya
kelautan dan perikanan dengan kekuatan SDM
kompeten dan iptek yang inovatif dan bernilai
tambah,
untuk
mencapai
kesejahteraan
masyarakat yang tinggi dan merata. Kata ‘Kuat’
diartikan
memiliki
meningkatkan
kemampuan
pertumbuhan
ekonomi
dalam
dari
pengelolaan potensi sumberdaya kelautan dan
perikanan dan menumbuhkan wawasan dan
budaya bahari. ‘Berbasis kepentingan nasional’
dimaksudkan
adalah
mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan
secara
berkelanjutan
masyarakat.
untuk
kesejahteraan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 21
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Berdasarkan Visi Kementerian Kelautan
dan Perikanan tersebut, Badan Penelitian dan
Pengembangan
menyusun
Visi
Kelautan
dan
Badan
Perikanan
Penelitian
dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2015 – 2019 yaitu :
Pengembangan
inovasi
disebutkan
bahwa
penyusunan Misi KKP mengacu pada tugas, fungsi
dan wewenang yang telah dimandatkan oleh
peraturan perundang undangan kepada KKP dan
dan
pembangunan
perikanan
guna
yang
menopang
kemandirian
kelautan dan perikanan, dan mencerminkan
Visi
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui
sumber
KKP,
ekonomi dengan mengamankan sumberdaya
Kelautan dan Perikanan dalam visi tersebut secara
sebagai
Renstra
berdaulat,
DAN PERIKANAN”.
peranannya
dalam
kelautan
PEMBANGUNAN KELAUTAN
pencapaian
Kelautan dan Perikanan Tahun 2015 – 2019. Di
mewujudkan
UNTUK MEWUJUDKAN VISI
mendukung
Pengembangan
1. Kedaulatan (Sovereignty), yakni
IPTEK DAN OPSI KEBIJAKAN
eksplisit
dan
yakni:
SEBAGAI SUMBER INOVASI
dan
Penelitian
maka terdapat 3 pilar yang menjadi misi KKP
(PUSAT KEPAKARAN)
Penelitian
Badan
penjabaran dari misi pembangunan nasional,
“CENTER OF EXCELLENCE
Badan
Visi
Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi dalam pembangunan
sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Selain
itu, atas prinsip research based policy, Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan juga ikut memberikan pandangannya
tentang opsi kebijakan yang dapat diambil KKP
dalam mendorong kinerja pembangunan sektor
kelautan dan perikanan di Indonesia.
b. MISI
Perumusan Misi Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2015 – 2019 mengikuti logika yang sama dalam
penyusunannya, yaitu memperhatikan Misi KKP
Tahun 2015 – 2019 serta menerjemahkan dari
kepribadian
Indonesia
kepulauan.
sebagai
negara
2. Keberlanjutan (Sustainability),
yakni
mewujudkan pengelolaan
sumberdaya
kelautan
perikanan yang berkelanjutan.
3. Kesejahteraan
yakni
dan
(Prosperity),
mewujudkan masyarakat
kelautan
dan
perikanan
yang
sejahtera, maju, mandiri, serta berkepribadian
dalam kebudayaan.
Kedaulatan diartikan sebagai kemandirian
dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya
kelautan dan perikanan
kemampuan
nasional
dengan memperkuat
untuk
melakukan
penegakan hukum di laut demi mewujudkan
kedaulatan
secara
ekonomi.
Keberlanjutan
dimaksudkan untuk mengelola dan melindungi
sumberdaya kelautan dan perikanan dengan
prinsip ramah lingkungan sehingga tetap dapat
menjaga kelestarian sumberdaya. Kesejahteraan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 22
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
diartikan
bahwa
pengelolaan
sumberdaya
Berdasarkan Visi Badan Penelitian dan
kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
KKP senantiasa memberikan perhatian penuh
atas, maka Badan Penelitian dan Pengembangan
besarnya kemakmuran rakyat. Dalam kaitan ini,
terhadap seluruh stakeholders kelautan dan
perikanan, yakni nelayan, pembudidaya ikan,
pengolah/pemasar hasil perikanan, petambak
garam, dan masyarakat kelautan dan perikanan
lainnya.
Ketiga
hal
di
atas
dilakukan
2015 – 2019 serta Misi KKP Tahun 2015 – 2019 di
Kelautan dan Perikanan menyusun Misi Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan Tahun 2015 – 2019 adalah sebagai
berikut:
"MENI NGKATKAN PERAN
IPTEK DALAM
secara
MENDUKUNG MI SI
bertanggungjawab berlandaskan gotong royong,
PEMBANGUNAN
sehingga saling memperkuat, memberi manfaat
KELAUTAN DAN
dan menghasilkan nilai tambah ekonomi, sosial
dan budaya bagi kepentingan bersama. Secara
ilustratif, tiga pilar Visi KKP yang menjadi Misi
KKP Tahun 2015 – 2019 dapat ditunjukkan pada
Gambar 2.1 berikut ini:
PERIKANAN"
Pernyataan Misi di atas secara jelas
menunjukkan
Pengembangan
bahwa
Badan
Kelautan
Penelitian
dan
dan
Perikanan
memainkan peranan yang penting untuk aspek
kemakmuran (prosperity) melalui inovasi IPTEK
namun di sisi lain,
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan juga
memberikan dukungan pengambilan kebijakan
bagi pencapaian aspek Misi KKP lainnya.
c. TUJUAN
Perumusan Tujuan Pembangunan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
Sumber: Renstra KKP, 2015-2019
Gambar 2.1 T I G A A S P E K V I S I Y A N G M E N J A D I
MISI KKP 2015 - 2019
Tahun
2015
–
2019
mempertimbangkan komponen tujuan dalam
Renstra KKP yang didedikasikan untuk Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan capai pada tahun 2015 – 2019. Selain
itu, Tujuan Pembangunan Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan disusun
berdasarkan
Misi
Badan
Penelitian
dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 23
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2015- 2019.
Renstra
KKP
juga
secara
2. Mengembangkan sistem perkarantinaan ikan,
pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan,
dan keamanan hayati ikan.
eksplisit
menggambarkan tujuan pembangunan sektor
kelautan dan perikanan itu dalam bentuk Gambar
2.2 berikut ini :
TUJUAN
Kedaulatan
(Sovereignty)
K e se jaht e r aan
( P r o sp e r it y )
Keberlanjutan
1
2
Meningkatkan
pengawasan
pengelolaan
sumberdayakelautan
danperikanan
Mengembangkan
sistemperkarantinaan
ikan,pengendalian
mutu,keamananhasil
perikanan,dan
keamananhayatiikan
3
4
5
Sumber: Renstra KKP, 2016
(Sustainabiltiy)
Mengoptimalkanpengelolaan
ruanglaut,konservasidan
keanekaragamanhayatilaut
TAHUN 2015 - 2019
Dalam Renstra KKP, menjabarkan misi
pembangunan kelautan dan perikanan, maka
dinyatakan tujuan pembangunan kelautan dan
perikanan adalah sebagai berikut :
pengawasan
Meningkatkan
inovasiiptek
kelautandan
perikanan
Meningkatkandayasaingdan
sistemlogistikhasilkelautan
danperikanan
KELAUTAN DAN PERIKANAN
1. Meningkatkan
7
Meningkatkankeberlanjutan
usahaperikanantangkapdan
budidaya
Gambar 2.2. T U J U A N P E M B A N G U N A N S E K T O R
Kedaulatan (Sovereignty), yakni :
6
Mengembangan
kapasitasSDM,
dan
pemberdayaan
masyarakat
pengelolaan
sumberdaya kelautan dan perikanan.
Keberlanjutan (Sustainability), yakni :
1. Mengoptimalkan
pengelolaan
ruang
laut,
konservasi dan keanekaragaman hayati laut.
2. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan
tangkap dan budidaya.
3. Meningkatkan daya saing dan sistem logistik.
4. hasil kelautan dan perikanan.
Kesejahteraan (Prosperity), yakni :
1. Mengembangan
kapasitas
pemberdayaan masyarakat
SDM
dan
2. Mengembangkan inovasi iptek kelautan dan
perikanan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 24
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan
Perikanan
Pembangunan
Perikanan
Strategis
Sektor
Dari
"Tujuan
menyusun
Kelautan
Dan
Panda ng
Nilai
Sudut
Badan
Penelitian
Dan
2.2. SASARAN
STRATEGIS
RENCANA
KERJA
DAN
TAHUNAN
BALITBANG KP TA 2016
Peta strategi merupakan suatu dashboard
(panel instrument) yang memetakan SS ke dalam
Pengembangan Kelautan Dan Perikanan
suatu kerangka hubungan sebab akibat yang
T a h u n 2 0 1 5 – 2 0 1 9 " adalah sebagai berikut:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
1)
2)
Memperkuat kapasitas – kapabilitas, sinergi
dan integrasi sumberdaya menuju lembaga
Litbang bertaraf internasional.
Menyelenggarakan Litbang Kelautan dan
Perikanan secara terpadu dengan tata kelola
yang baik (good governance) untuk:
a. Memperkuat
basis
data
dan
menyempurnakan manajemen data dan
informasi nasional untuk pengelolaan
sumberdaya kelautan dan perikanan yang
berkelanjutan.
b. Memperkuat
inovasi
IPTEK
yang
berorientasi pada mutu, daya saing,
keamanan
pangan
dan
kelestarian
sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
c. Menyediakan
3)
rekomendasi
kebijakan yang implementatif.
dan
menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi
dan Perikanan. Peta strategi memudahkan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
untuk
mengkomunikasikan
keseluruhan strateginya kepada seluruh pejabat/
pegawai
dalam
rangka
pemahaman
demi
suksesnya pencapaian visi, misi, dan tujuan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan. Peta strategi Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun
2016 yang disepakati antara Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
dengan
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan pada Maret 2016 ditunjukkan dalam
Gambar 2.1 berikut:
opsi
Mempercepat pemanfaatan hasil Litbang
IPTEK
dengan
pendekatan
Research
Extension Linkage (REL) dan pendekatan
Research Company Linkage (RCL) dalam
membangun sistem bisnis atau kegiatan
ekonomi
kelautan
dan
perikanan
produktif, kuat dan berbasis IPTEK.
yang
Gambar : 2.3. P E T A S T R A T E G I S
BALITBANG KP TA HUN 2016
Peta
strategi
Pengembangan
Badan
Kelautan
Penelitian
dan
dan
Perikanan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 25
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
memetakan setiap sasaran strategsi yang disusun
sasaran
visi dan misi yang diemban. Dengan menggunakan
berkelanjutan,
dalam rangka pencapaian tujuan organisasi sesuai
Balanced
metodologi
Scorecard,
setiap
SS
dikelompokan kedalam empat perspektif, yaitu
strategis
meningkatkan
yang
disusun
untuk
meningkatkan
hasil
pengelolaan
SDKP
yang
penyelenggaraan Litbang dan layanan IPTEK yang
stakeholders perspective, customers perspective,
mendukung daya saing produksi dan pemanfaatan
internal process perspective, dan learning and
Litbang KP.
growth perspective.
Dari
stakeholder,
Dari internal process perspektif
Badan
dimana
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
disusun untuk melihat dampak dari program
strategis pada satu layer customers perpektif
perspektif
perpektif
SDKP dan meningkatnya produk KP hasil inovasi
tersebut
mencerminkan
SS
yang
penelitian dan pengembangan IPTEK kelautan dan
perikanan bagi KKP dan stakeholder. Berdasarkan
reviu capaian kinerja dan laporan kinerja dari
Inspektorat
Jenderal
dan
kesepakatan
di
perencanaan manajemen kinerja berbasis BSC,
maka tingkat kinerja harus memastikan sasaran
strategis dan indikator kegiatan yang berkorelasi
kuat dan dapat diukur secara langsung oleh
penanggungjawab kinerja.
Untuk itu, Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan mulai tahun 2015 - 2016 tidak
Perikanan, untuk mendukung pencapaian sasaran
tersebut diperlukan adanya 4 (empat) faktor
penting berupa tersedianya rekomendasi dan
masukan pembangunan KP yang implementatif
berdasarkan
data
dan
informasi
ilmiah,
terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan
yang inovatif, terwujudnya peningkatan kapasitas
dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan
IPTEK KP dan Terselenggaranya pengendalian
litbang KP.
Sedangkan dari learning and growth
mencascading sasaran strategis dan indikator
perspektif,
kementerian kelautan dan perikanan yaitu Nilai
Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang
kinerja
utama
dari
stakeholder
perspektif
Indeks Kesejahteraan Masyakatat KP (target 101)
dan Pertumbuhan PDB Perikanan (target 7%)
karena Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan tidak menyumbang angka
capaian kinerja secara langsung di level customer
perspektif
namun
hanya
bersifat
supporting/mendukung secara tidak langsung.
Dari
Kementerian
customers
Kelautan
perspektif
dan
terhadap
Perikanan
dan
masyarakat kelautan dan perikanan, terdapat
Tersedianya
terdapat
ASN
empat
Badan
faktor
penting
Penelitian
dan
kompeten dan professional, tersedianya informasi
yang valid, handal dan mudah diakses lingkup
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan
Perikanan,
birokrasi
efisien.
dan
Sedangkan
terselenggaranya
terkelolanya
penjabaran
reformasi
anggaran secara
dari
sasaran
strategis diatas pada Renstra Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 26
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
disusunlah indikator kinerja dan targetnya sesuai
dengan tabel dibawah ini :
Tabel : 2.1. R E N C A N A S T R A T E G I S
BALITBANG KP TAHUN 2016
SASARAN
INDIKATOR
T
STRATEGIS
KINERJA UTAMA
2016
CUSTOMER PERSPECTIVE
Jumlah WPP
yang
Terwujudnya
Terpetakan
pengelolaan
Potensi
SDKP yang
Sumberdaya
partisipatif,
1
4
KP untuk
bertanggungja
Pengembangan
wab,dan
Ekonomi
berkelanjutan
Kelautan yang
Berkelanjutan
Persentase
hasil litbang
KP yang
Meningkatnya
digunakan
hasil
2
100
sesuai dengan
penyelenggara
Kontrak
an Litbang dan
Kinerja Eselon
layanan Iptek
I KKP
yang
Jumlah
mendukung
rekomendasi
produktivitas
dan/atau
usaha dan
inovasi litbang
pendapatan
3
yang diusulkan
20
negara dari
untuk
sektor KP
dijadikan
bahan
kebijakan
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Tersedianya
Indeks
kebijakan
efektivitas
4
6,5
pembangunan
kebijakan
KP yang efektif
pemerintah
Jumlah
rekomendasi
5
52
dan masukan
Tersedianya
kebijakan KP
rekomendasi
Jumlah data
dan masukan
6
dan informasi
114
kebijakan
ilmiah KP
pembangunan
Jumlah karya
KP yang efektif
tulis ilmiah
7
493
yang
diterbitkan
Terwujudnya
Jumlah hasil
hasil penelitian
litbang KP
dan
yang
8
12
pengembangan
terekomendasi
yang inovatif
untuk
untuk
masyarakat
SASARAN
STRATEGIS
penyelenggara
an tata kelola
pemanfaatan
SDKP yang adil,
berdaya saing
dan
berkelanjutan
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
dan/atau
industri
Jumlah hasil
litbang yang
9
inovatif untuk
143
pembangunan
KP
Jumlah hasil
litbang yang
10
diusulkan HKI
5
dan/atau
dirilis
Proporsi
fungsional
Balitbang KP
11
55
dibandingkan
total pegawai
Balitbang KP
Terwujudnya
Jumlah sarana
peningkatan
dan prasarana,
kapasitas dan
serta
kapabilitas
kelembagaan
sumberdaya
12
19
litbang KP
litbang dan
yang
layanan iptek
ditingkatkan
KP
kapasitasnya
Jumlah jejaring
dan/atau
13
kerjasama
58
litbang yang
terbentuk
Proporsi
Terselenggaran
kegiatan riset
ya
aplikatif
14
90
pengendalian
dibandingkan
litbang KP
total kegiatan
riset litbang KP
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Terwujudnya
ASN Balitbang
Indeks
KP yang
Kompetensi
15
77
kompeten,
dan Integritas
profesional dan
Balitbang KP
berkepribadian
Persentase unit
Tersedianya
kerja Balitbang
manajemen
KP yang
pengetahuan
menerapkan
Balitbang KP
16
sistem
50
yang handal
manajemen
dan mudah
pengetahuan
diakses
yang
terstandar
Terwujudnya
Nilai Kinerja
birokrasi
Reformasi
A
17
Balitbang KP
Birokrasi
(90)
yang efektif,
Balitbang KP
efisien, dan
18
Nilai SAKIP
84
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 27
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
berorientasi
pada layanan
prima
Terkelolanya
anggaran
pembangunan
Balitbang KP
secara efisien
dan akuntabel
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
Balitbang KP
19
20
T
2016
Nilai kinerja
anggaran
Balitbang KP
Persentase
kepatuhan
terhadap SAP
lingkup
Balitbang KP
85
100
Penuangan dari Renstra Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Tahun 2015-2019 diatas dituangakan kedalam
rencana kinerja tahunan sesuai tabel dibawah ini :
Tabel : 2.2. R E N C A N A K E R J A T A H U N A N
BALITBANG KP TAHUN 2016
SASARAN
INDIKATOR
T
STRATEGIS
KINERJA UTAMA
2016
CUSTOMER PERSPECTIVE
Jumlah WPP
yang
Terwujudnya
Terpetakan
pengelolaan
Potensi
SDKP yang
Sumberdaya
partisipatif,
1
4
KP untuk
bertanggungja
Pengembangan
wab,dan
Ekonomi
berkelanjutan
Kelautan yang
Berkelanjutan
Persentase
hasil litbang
KP yang
Meningkatnya
digunakan
hasil
2
100
sesuai dengan
penyelenggara
Kontrak
an Litbang dan
Kinerja Eselon
layanan Iptek
I KKP
yang
Jumlah
mendukung
rekomendasi
produktivitas
dan/atau
usaha dan
inovasi litbang
pendapatan
3
yang diusulkan
20
negara dari
untuk
sektor KP
dijadikan
bahan
kebijakan
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Tersedianya
Indeks
kebijakan
4
efektivitas
6,5
pembangunan
kebijakan
SASARAN
STRATEGIS
KP yang efektif
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
pemerintah
Jumlah
rekomendasi
5
52
dan masukan
Tersedianya
kebijakan KP
rekomendasi
Jumlah data
dan masukan
6
dan informasi
114
kebijakan
ilmiah KP
pembangunan
Jumlah karya
KP yang efektif
tulis ilmiah
7
493
yang
diterbitkan
Jumlah hasil
litbang KP
yang
Terwujudnya
terekomendasi
hasil penelitian
8
12
untuk
dan
masyarakat
pengembangan
dan/atau
yang inovatif
industri
untuk
Jumlah hasil
penyelenggara
litbang yang
an tata kelola
9
inovatif untuk
143
pemanfaatan
pembangunan
SDKP yang adil,
KP
berdaya saing
Jumlah hasil
dan
litbang yang
berkelanjutan
10
diusulkan HKI
5
dan/atau
dirilis
Proporsi
fungsional
Balitbang KP
11
55
dibandingkan
total pegawai
Balitbang KP
Terwujudnya
Jumlah sarana
peningkatan
dan prasarana,
kapasitas dan
serta
kapabilitas
kelembagaan
sumberdaya
12
19
litbang KP
litbang dan
yang
layanan iptek
ditingkatkan
KP
kapasitasnya
Jumlah jejaring
dan/atau
13
kerjasama
58
litbang yang
terbentuk
Proporsi
Terselenggaran
kegiatan riset
ya
aplikatif
14
90
pengendalian
dibandingkan
litbang KP
total kegiatan
riset litbang KP
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Terwujudnya
Indeks
15
77
ASN Balitbang
Kompetensi
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 28
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
KP yang
kompeten,
profesional dan
berkepribadian
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
dan Integritas
Balitbang KP
Tersedianya
manajemen
pengetahuan
Balitbang KP
yang handal
dan mudah
diakses
16
Terwujudnya
birokrasi
Balitbang KP
yang efektif,
efisien, dan
berorientasi
pada layanan
prima
17
18
Terkelolanya
anggaran
pembangunan
Balitbang KP
secara efisien
dan akuntabel
Persentase unit
kerja Balitbang
KP yang
menerapkan
sistem
manajemen
pengetahuan
yang
terstandar
Nilai Kinerja
Reformasi
Birokrasi
Balitbang KP
19
20
Nilai SAKIP
Balitbang KP
Nilai kinerja
anggaran
Balitbang KP
Persentase
kepatuhan
terhadap SAP
lingkup
Balitbang KP
T
2016
tahun 2016 untuk semua SS berjumlah 22 IKU.
Sebagai alat ukur pencapaian SS, target 22 IKU
50
A
(90)
84
85
100
TAHUN 2016
Pada tahun 2016, Badan Penelitian dan
Perikanan
Kelautan
telah
dan
menetapkan
target kinerja yang akan dicapai
dalam bentuk kontrak
kinerja
Kepala
Penelitian
antara
Badan
Pengembangan
(IKU). Keseluruhan IKU Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada
2.3. PERJANJIAN KERJA BALITBANG KP
Pengembangan
yang disebut sebagai Indikator Kinerja Utama
dan
Kelautan dan Perikanan dengan
Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pada Kontrak kinerja tersebut terdapat peta
strategi (strategy map) dengan 11 sasaran
strategis (SS) yang ingin dicapai. Untuk setiap SS
yang disusun dan ditetapkan memiliki ukuran
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan yang ditetapkan pada tahun 2016
adalah sebagai berikut :
1. Perjanjian
kinerja
versi
awal
(penandatanganan Maret 2016);
Perjanjian kinerja ini terdiri dari 11 sasaran
strategis (SS) dan 20 indikator kinerja utama
(IKU) yang telah disepakati sebagai target
penetapan kinerja yang diturunkan oleh
Menteri Kelautan dan perikanan kepada
Kepala Badan Litbang Kelautan dan perikanan
di awal tahun anggaran 2016
Tabel : 2.3. P E N E T A P A N K I N E R J A
BALITBANG KP TAHUN 2016
(PENANDATANGAN BULAN MARET)
SASARAN
INDIKATOR
STRATEGIS
KINERJA UTAMA
CUSTOMER PERSPECTIVE
Jumlah WPP
yang
Terwujudnya
Terpetakan
pengelolaan
Potensi
SDKP yang
Sumberdaya
partisipatif,
1
KP untuk
bertanggungja
Pengembangan
wab,dan
Ekonomi
berkelanjutan
Kelautan yang
Berkelanjutan
Persentase
Meningkatnya
hasil litbang
hasil
KP yang
penyelenggara
digunakan
an Litbang dan
2
sesuai dengan
layanan Iptek
Kontrak
yang
Kinerja Eselon
mendukung
I KKP
produktivitas
Jumlah
usaha dan
rekomendasi
pendapatan
3
dan/atau
negara dari
inovasi litbang
sektor KP
yang diusulkan
T
2016
4
100
20
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 29
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
untuk
dijadikan
bahan
kebijakan
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Tersedianya
Indeks
kebijakan
efektivitas
4
6.5
pembangunan
kebijakan
KP yang efektif
pemerintah
Jumlah
rekomendasi
5
52
dan masukan
Tersedianya
kebijakan KP
rekomendasi
Jumlah data
dan masukan
6
dan informasi
114
kebijakan
ilmiah KP
pembangunan
Jumlah karya
KP yang efektif
tulis ilmiah
7
493
yang
diterbitkan
Jumlah hasil
litbang KP
Terwujudnya
yang
hasil penelitian
terekomendasi
dan
8
12
untuk
pengembangan
masyarakat
yang inovatif
dan/atau
untuk
industri
penyelenggara
Jumlah hasil
litbang yang
an tata kelola
9
inovatif
untuk
143
pemanfaatan
pembangunan
SDKP yang adil,
KP
berdaya saing
Jumlah hasil
dan
litbang yang
berkelanjutan
10
diusulkan HKI
5
dan/atau
dirilis
Proporsi
fungsional
Balitbang KP
11
55
dibandingkan
total pegawai
Balitbang KP
Terwujudnya
Jumlah sarana
peningkatan
dan prasarana,
kapasitas dan
serta
kapabilitas
kelembagaan
sumberdaya
12
19
litbang KP
litbang dan
yang
layanan iptek
ditingkatkan
KP
kapasitasnya
Jumlah jejaring
dan/atau
13
kerjasama
58
litbang yang
terbentuk
Terselenggaran
14
Proporsi
90
SASARAN
STRATEGIS
ya
pengendalian
litbang KP
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
kegiatan riset
aplikatif
dibandingkan
total kegiatan
riset litbang KP
(minimal)
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Terwujudnya
ASN Balitbang
Indeks
KP yang
Kompetensi
15
77
kompeten,
dan Integritas
profesional dan
Balitbang KP
berkepribadian
Persentase
unit kerja
Tersedianya
Balitbang KP
manajemen
yang
pengetahuan
menerapkan
Balitbang KP
16
50
sistem
yang handal
manajemen
dan mudah
pengetahuan
diakses
yang
terstandar
Terwujudnya
Nilai Kinerja
birokrasi
Reformasi
A
17
Balitbang KP
Birokrasi
(90)
yang efektif,
Balitbang KP
efisien, dan
berorientasi
Nilai SAKIP
18
84
pada layanan
Balitbang KP
prima
Nilai kinerja
anggaran
Terkelolanya
19
85
Balitbang KP
anggaran
(%)
pembangunan
Persentase
Balitbang KP
kepatuhan
secara efisien
20
terhadap SAP
100
dan akuntabel
lingkup
Balitbang KP
Perjanjian Kinerja Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2016 (Versi penandatangan Maret 2016) yang
dianggarkan sebesar Rp. 888,93 Milyar,-. dengan
rincian sesuai tabel dibawah :
Tabel : 2.4. P R O P O R S I A N G G A R A N B A L I T B A N G
KP TAHUN 2016
(PENANDATANGAN MARET 2016)
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 30
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
No
1
2
3
4
5
KEGIATAN
ANGGARAN
(Rp. Milyar)
Penelitian dan
Pengembangan Iptek Daya
Saing Produk dan
Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan
Penelitian Sosial Ekonomi
dan Analisis Kebijakan
Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Sumber Daya Laut dan
Pesisir
Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan
JUMLAH
53,53
33,47
348,49
223,58
229,86
888,93
(Penandatangan Mei 2016);
Pada bulan Mei 2016 terjadi perubahan Tapja
di lingkup Balitbang KP yang disebabkan oleh
turunnya DIPA APBN-P Nomor DIPA-032-
111.1.452904/2016 tanggal 10 Mei 2016
(revisi buka blokir antar kegiatan) dimana hal
ini merupakan tindaklanjut Surat Menteri
Kelautan dan Perikanan kepada Menteri
Reformasi
Aparatur
Birokrasi
dengan keluarnya keputusan Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan Nomor 5/KEP-BALITBANGKP/2016
tentang kedudukan unit pelaksana teknis
lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan. Dengan penundaan
pembentukan 2 (dua) Balai Besar maka
kegiatan
dan
anggaran
dalam
dokumen
rencana kerja (RENJA) dan RKA-KL 2 (dua)
Balai Besar tersebut dialihkan ke Kegiatan
Eselon II/Pusat lain.
Tabel : 2.5. P E N E T A P A N K I N E R J A
BALITBANG KP TAHUN 2016
(PENANDATANGAN BULAN MEI)
2. Perjanjian kinerja versi APBN-P
Pendayagunaan
Kelautan dan Perikanan. Hal ini ditindaklanjuti
negara
dan
Nomor
238/SJ/OT.210/IV/2016 tertanggal 13 April
2016 tentang penataan organisasi dan tata
kerja UPT d lingkungan Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Dalam
surat tersebut Kementerian kelautan dan
Perikanan menunda pembentukan 2 (dua)
Balai Besar yakni Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Teknologi Kelautan serta Balai
Besar Penelitian Inovasi dan Alih Teknologi
SASARAN
INDIKATOR
T
STRATEGIS
KINERJA UTAMA
2016
CUSTOMER PERSPECTIVE
Jumlah WPP
yang
Terwujudnya
Terpetakan
pengelolaan
Potensi
SDKP yang
Sumberdaya
partisipatif,
1
4
KP untuk
bertanggungja
Pengembangan
wab,dan
Ekonomi
berkelanjutan
Kelautan yang
Berkelanjutan
Persentase
hasil litbang
KP yang
Meningkatnya
digunakan
hasil
2
100
sesuai dengan
penyelenggara
Kontrak
an Litbang dan
Kinerja Eselon
layanan Iptek
I KKP
yang
Jumlah
mendukung
rekomendasi
produktivitas
dan/atau
usaha dan
inovasi litbang
pendapatan
3
yang diusulkan
20
negara dari
untuk
sektor KP
dijadikan
bahan
kebijakan
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Tersedianya
Indeks
kebijakan
4
efektivitas
6.5
pembangunan
kebijakan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 31
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
KP yang efektif
Tersedianya
rekomendasi
dan masukan
kebijakan
pembangunan
KP yang efektif
Terwujudnya
hasil penelitian
dan
pengembangan
yang inovatif
untuk
penyelenggara
an tata kelola
pemanfaatan
SDKP yang adil,
berdaya saing
dan
berkelanjutan
Terwujudnya
peningkatan
kapasitas dan
kapabilitas
sumberdaya
litbang dan
layanan iptek
KP
Terselenggaran
ya
pengendalian
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
pemerintah
Jumlah
rekomendasi
5
dan masukan
kebijakan KP
Jumlah data
6
dan informasi
ilmiah KP
Jumlah karya
tulis ilmiah
7
yang
diterbitkan
Jumlah hasil
litbang KP
yang
terekomendasi
8
untuk
masyarakat
dan/atau
industri
Jumlah hasil
litbang yang
9
inovatif untuk
pembangunan
KP
Jumlah hasil
litbang yang
10
diusulkan HKI
dan/atau
dirilis
Jumlah sentra
nelayan yang
terbangun dan
11
terkelola
sistem
informasi
Proporsi
fungsional
Balitbang KP
12
dibandingkan
total pegawai
Balitbang KP
Jumlah sarana
dan prasarana,
serta
kelembagaan
13
litbang KP
yang
ditingkatkan
kapasitasnya
Jumlah jejaring
dan/atau
14
kerjasama
litbang yang
terbentuk
Proporsi
15
kegiatan riset
aplikatif
T
2016
54
122
504
18
162
5
30
55
25
66
91
SASARAN
STRATEGIS
litbang KP
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
dibandingkan
total kegiatan
riset litbang KP
(minimal)
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Indeks
Kompetensi
16
77
Terwujudnya
dan Integritas
ASN Balitbang
Balitbang KP
KP yang
Jumlah ASN
kompeten,
yang
profesional dan
ditingkatkan
17
262
berkepribadian
kompetensinya
lingkup
Balitbang KP
Persentase
unit kerja
Tersedianya
Balitbang KP
manajemen
yang
pengetahuan
menerapkan
Balitbang KP
18
50
sistem
yang handal
manajemen
dan mudah
pengetahuan
diakses
yang
terstandar
Terwujudnya
Nilai Kinerja
birokrasi
Reformasi
A
19
Balitbang KP
Birokrasi
(90)
yang efektif,
Balitbang KP
efisien, dan
berorientasi
Nilai SAKIP
20
84
pada layanan
Balitbang KP
prima
Nilai kinerja
Terkelolanya
21
anggaran
85
anggaran
Balitbang KP
pembangunan
Persentase
Balitbang KP
kepatuhan
secara efisien
22
terhadap SAP
100
dan akuntabel
lingkup
Balitbang KP
Perjanjian kinerja ini terdiri dari 11 sasaran
strategis (SS) dan 22 indikator kinerja utama
(IKU) yang telah disepakati sebagai bentuk
penyesuaian
terhadap
anggaran yang ada.
perubahan
struktur
Perjanjian Kinerja Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2016 (Versi penandatangan Mei 2016) yang
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 32
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dianggarkan sebesar Rp. 889,06 Milyar,-. dengan
rincian sesuai tabel dibawah :
KP TAHUN 2016
(PENANDATANGAN MEI 2016)
ANGGARAN
(Rp. Milyar)
KEGIATAN
Penelitian dan
Pengembangan Iptek Daya
Saing Produk dan
Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan
Penelitian Sosial Ekonomi
dan Analisis Kebijakan
Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Sumber Daya Laut dan
Pesisir
Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Badan Penelitian
dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan
JUMLAH
1
2
3
4
5
64,945
33,47
374,881
341,749
74,018
889,06
3. Perjanjian kinerja versi Revisi I (OTK)
(Penandatangan Agustus 2016);
Pada bulan Agustus 2016 terjadi perubahan ke-2
dokumen
penetapan
APBN-P
2016
kinerja
(Tapja)
yang
DIPA
032-
merupakan tindak lanjut adanya Revisi DIPA
Nomor
SP
11.1.452904/2016 tanggal 5 Agustus 2016 dalam
rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor
4 tahun 2016 tertanggal 12 Mei 2016 tentang
langkah-langkah penghematan dan pemotongan
Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka
pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja
negara tahun anggaran 2016 serta meindaklanjuti
Surat
Menteri
penghematan/pemotongan anggaran belanja K/L
Tahun 2016. Dalam Inpres dan surat Menkeu
Tabel : 2.6. P R O P O R S I A N G G A R A N B A L I T B A N G
No
377/MK.02/2016 tertanggal 13 Mei 2016 tentang
Keuangan
Nomor
S-
tersebut, besaran target penghematan anggaran
KKP adalah Rp. 2,890,470,303,000,- dari anggaran
semula Rp. 13,801,192,731,000,-. Berdasarkan
Surat Menteri Keuangan, kesimpulan rapat kerja
Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV
DPR-RI tanggal 27 Juni 2016 serta hasil retreat
KKP 27-29 Juni 2019, maka perubahan Pagu
anggaran APBN-P tahun 2016 Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
adalah sebesar Rp. -230,447,616,000,- yang terdiri
dari penghematan I senilai Rp. -190,447,510,000,dan penghematan II Rp. -40,000,106,000,-.
Tabel : 2.7. P E N E T A P A N K I N E R J A
BALITBANG KP TAHUN 2016
(PENANDATANGAN BULAN AGUSTUS)
SASARAN
INDIKATOR
T
STRATEGIS
KINERJA UTAMA
2016
CUSTOMER PERSPECTIVE
Jumlah WPP
yang
Terwujudnya
Terpetakan
pengelolaan
Potensi
SDKP yang
Sumberdaya
partisipatif,
1
4
KP untuk
bertanggungja
Pengembangan
wab,dan
Ekonomi
berkelanjutan
Kelautan yang
Berkelanjutan
Persentase
hasil litbang
KP yang
Meningkatnya
digunakan
hasil
2
100
sesuai dengan
penyelenggara
Kontrak
an Litbang dan
Kinerja Eselon
layanan Iptek
I KKP
yang
Jumlah
mendukung
rekomendasi
produktivitas
dan/atau
usaha dan
inovasi litbang
pendapatan
3
yang diusulkan
20
negara dari
untuk
sektor KP
dijadikan
bahan
kebijakan
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 33
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
Tersedianya
kebijakan
pembangunan
KP yang efektif
Tersedianya
rekomendasi
dan masukan
kebijakan
pembangunan
KP yang efektif
Terwujudnya
hasil penelitian
dan
pengembangan
yang inovatif
untuk
penyelenggara
an tata kelola
pemanfaatan
SDKP yang adil,
berdaya saing
dan
berkelanjutan
Terwujudnya
peningkatan
kapasitas dan
kapabilitas
sumberdaya
litbang dan
layanan iptek
KP
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
Indeks
efektivitas
4
kebijakan
pemerintah
Jumlah
rekomendasi
5
dan masukan
kebijakan KP
Jumlah data
6
dan informasi
ilmiah KP
Jumlah karya
tulis ilmiah
7
yang
diterbitkan
Jumlah hasil
litbang KP
yang
terekomendasi
8
untuk
masyarakat
dan/atau
industri
Jumlah hasil
litbang yang
9
inovatif untuk
pembangunan
KP
Jumlah hasil
litbang yang
10
diusulkan HKI
dan/atau
dirilis
Jumlah sentra
nelayan yang
terbangun dan
11
terkelola
sistem
informasi
Proporsi
fungsional
Balitbang KP
12
dibandingkan
total pegawai
Balitbang KP
Jumlah sarana
dan prasarana,
serta
kelembagaan
13
litbang KP
yang
ditingkatkan
kapasitasnya
Jumlah jejaring
dan/atau
14
kerjasama
litbang yang
terbentuk
T
2016
6.5
51
120
504
27
151
5
30
55
18
66
SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
T
KINERJA UTAMA
2016
Proporsi
kegiatan riset
Terselenggaran
aplikatif
ya
15
dibandingkan
91
pengendalian
total kegiatan
litbang KP
riset litbang KP
(minimal)
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Indeks
Kompetensi
16
77
Terwujudnya
dan Integritas
ASN Balitbang
Balitbang KP
KP yang
Jumlah ASN
kompeten,
yang
profesional dan
ditingkatkan
17
262
berkepribadian
kompetensinya
lingkup
Balitbang KP
Persentase
unit kerja
Tersedianya
Balitbang KP
manajemen
yang
pengetahuan
menerapkan
Balitbang KP
18
50
sistem
yang handal
manajemen
dan mudah
pengetahuan
diakses
yang
terstandar
Terwujudnya
Nilai Kinerja
birokrasi
Reformasi
A
19
Balitbang KP
Birokrasi
(90)
yang efektif,
Balitbang KP
efisien, dan
berorientasi
Nilai SAKIP
20
84
pada layanan
Balitbang KP
prima
Nilai kinerja
Terkelolanya
21
anggaran
85
anggaran
Balitbang KP
pembangunan
Persentase
Balitbang KP
kepatuhan
secara efisien
22
terhadap SAP
100
dan akuntabel
lingkup
Balitbang KP
Perjanjian kinerja ini tetap terdiri dari 10 sasaran
strategis (SS) dan 22 indikator kinerja utama
(IKU) yang telah disepakati sebagai bentuk
penyesuaian
anggaran
terhadap
yang
ada.
perubahan
Akan
tetapi
struktur
terdapat
perubahan target kinerja yang dipandang sangat
diperlukan sebagai bentuk penyesuaian dengan
kondisi dan struktur anggaran yang baru. Adapun
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 34
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
beberapa perubahan tersebut antara lain disajikan
pada Tabel 2.8. di bawah ini
Tabel : 2.8. p e r u b a h a n t a r g e t I K U b e r d a s a r k a n
tapja revisi ke-2
No.
Target
Target
IKU
awal
akhir
5
54
51
6
8
9
13
122
120
18
27
162
151
25
18
keterangan
No
5
KEGIATAN
Pesisir
Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan
JUMLAH
ANGGARAN
(Rp. Milyar)
72.473
662,943
Jumlah
rekomendasi/masuk
an kebijakan
Data dan informasi
ilmiah
Hasil
litbang
terekomendasi
Hasil litbang inovatif
Jumlah sarpras dan
kelembagaan
Perjanjian Kinerja Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2016 (Versi penandatangan Agustus 2016) yang
dianggarkan sebesar Rp. 662,943 Milyar,-. dengan
rincian sesuai tabel dibawah :
Tabel : 2.9. P R O P O R S I A N G G A R A N B A L I T B A N G
KP TAHUN 2016
No
1
2
3
4
(PENANDATANGAN AGUSTUS 2016)
KEGIATAN
Penelitian dan
Pengembangan Iptek Daya
Saing Produk dan
Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan
Penelitian Sosial Ekonomi
dan Analisis Kebijakan
Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan Iptek
Sumber Daya Laut dan
ANGGARAN
(Rp. Milyar)
46,598
27,663
284.840
231.369
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 35
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 36
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
AKUNTABILITAS KINERJA
Kinerja utama Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan ditentukan sampai
sejauh mana hasil - hasil Litbang kelautan dan perikanan dimanfaatkan pengguna sesuai dengan sasaran
strategis yang telah ditetapkan dengan mengimplementasikan metode balanced scorecard dalam pengelolaan
kinerjanya, meskipun dalam prakteknya belum sepenuhnya mengakomodir prinsip - prinsip balanced
scorecard, namun hal tersebut tetap dilanjutkan dengan tujuan untuk memastikan target - target sasaran
yang telah dicanangkan akan tercapai, dimana dengan harapan akhir misi - misinya dapat terwujud dengan
nyata. Manfaat positif lainnya adalah dapat terhindarkannya duplikasi (overlap) kegiatan antar unit kerja/
satuan kerja, dan dapat ditelusurinya kontribusi unit kerja bawahan terhadap sasaran kinerja yang telah
ditetapkan. Dalam manajemen kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun
2016 terdapat 11 (sebelas) sasaran strategis dan 22 (dua puluh dua) indikator kinerja utama.
Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data bahwa capaian kinerja organisasi Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan adalah sebesar 102,81%. Nilai tersebut berasal dari
capaian kinerja pada masing-masing perspektif yang ditetapkan sesuai dengan gambar berikut :
CUSTOMER
PERSPECTIVE
101,25%
INTERNAL
PROCESS
99,75%
LEARNING AND
GROWTH
107,44%
Sumber: Kinerjaku KKP, 2016
Gambar : 3.1. C A P A I A N K I N E R J A P E R - P E S P E K T I F
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016, dari 11 (sebelas) sasaran strategis dan 22 (dua
puluh dua) indikator kinerja utama Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
menunjukkan : 1) terdapat 4 (empat) indikator kinerja utama yang bestatus hati - hati; dan 2) terdapat 18
(Delapan belas) indikator kinerja utama melebihi target. Perbandingan jumlah indikator kinerja utama
berdasarkan indeks capaian tertuang dalam garfik di atas berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 51
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
PERBANDINGAN JUMLAH IKU BERDASARKAN INDEKS CAPAIAN
0
18 IKU Berstatus Hijau (81,82%)
4
22.22
0
81.82
IKU Bestaus Kuning (22,22%)
IKU Berstatus Merah (0,00%)
Capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) pada tahun 2016
merupakan kontribusi dari 19 (sembilan belas) unit kerja
lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan yang sasaran dan indikator kinerjanya diturunkan/
dicascading sampai dengan unit kerja level 4.
Sumber : kinerjaku.kkp.gp.id, 2016
Gambar 3.2. P E T A S T R A T E G I S H A S I L P E N G U K U R A N
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 52
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.1
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA BALITBANG KP
Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan
pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi
dan misi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Pengukuran kinerja dimaksud
merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada indikator kinerja utama (IKU) yang telah
diidentifikasi agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategi yang dituangkan pada penetapan kinerja
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 dapat tercapai.
Capaian indikator kinerja utama (IKU) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan tahun 2016 pada c u s t o m e r p e r s p e c t i v e , i n t e r n a l p r o c e s s p e r s p e c t i v e d a n l e a r n
& g r o w t h p e r s p e c t i v e mengalami perubahan dan penyesuaian yang mengacu pada Balanced Scorecard
(BSC). Berdasarkan penetapan target pada setiap indikator kinerja tersebut, sebagian besar telah berhasil
tercapai. pencapaian sasaran strategis (SS) dengan indikator kinerja utama (IKU) tahun 2016 yang mengacu
Balanced Scorecard (BSC) dapat dilihat pada Tabel 3.1 dan 3.2 sebagai berikut :
Tabel 3.1. C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA UTAMA
TAHUN 2016
T
R
%
4
4
100,0
100
100
100,0
Jumlah rekomendasi dan/atau
inovasi litbang yang diusulkan untuk
dijadikan bahan kebijakan
20
21
105,0
Indeks efektivitas kebijakan
pemerintah
6,5
6,02
92,6
51
51
100,0
531
105,3
CUSTOMER PERSPECTIVE
Terwujudnya
pengelolaan SDKP yang
partisipatif,
bertanggungjawab,dan
berkelanjutan
Meningkatnya hasil
penyelenggaraan
Litbang dan layanan
Iptek yang mendukung
produktivitas usaha dan
pendapatan negara dari
sektor KP
Tersedianya kebijakan
pembangunan KP yang
efektif
Tersedianya
rekomendasi dan
masukan kebijakan
pembangunan KP yang
efektif
Terwujudnya hasil
1
2
3
4
5
6
7
8
Jumlah WPP yang Terpetakan Potensi
Sumberdaya KP untuk
Pengembangan Ekonomi Kelautan
yang Berkelanjutan
Persentase hasil litbang KP yang
digunakan sesuai dengan Kontrak
Kinerja Eselon I KKP
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Jumlah rekomendasi dan masukan
kebijakan KP
Jumlah data dan informasi ilmiah KP
Jumlah karya tulis ilmiah yang
diterbitkan
Jumlah hasil litbang KP yang
120
121
27
28
504
100,8
103,7
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 53
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SASARAN
STRATEGIS
penelitian dan
pengembangan yang
inovatif untuk
penyelenggaraan tata
kelola pemanfaatan
SDKP yang adil, berdaya
saing dan berkelanjutan
Terwujudnya
peningkatan kapasitas
dan kapabilitas
sumberdaya litbang dan
layanan iptek KP
Terselenggaranya
pengendalian litbang KP
Terwujudnya ASN
Balitbang KP yang
kompeten, profesional
dan berkepribadian
Tersedianya manajemen
pengetahuan Balitbang
KP yang handal dan
mudah diakses
Terwujudnya birokrasi
Balitbang KP yang
efektif, efisien, dan
berorientasi pada
layanan prima
Terkelolanya anggaran
pembangunan Balitbang
KP secara efisien dan
akuntabel
INDIKATOR KINERJA UTAMA
terekomendasi untuk masyarakat
dan/atau industri
Jumlah hasil litbang yang inovatif
9
untuk pembangunan KP
Jumlah hasil litbang yang diusulkan
10
HKI dan/atau dirilis
Jumlah sentra nelayan yang
11
terbangun dan terkelola sistem
informasi
Proporsi fungsional Balitbang KP
12
dibandingkan total pegawai
Balitbang KP
Jumlah sarana dan prasarana, serta
13
kelembagaan litbang KP yang
ditingkatkan kapasitasnya
Jumlah jejaring dan/atau kerjasama
14
litbang yang terbentuk
Proporsi kegiatan riset aplikatif
15
dibandingkan total kegiatan riset
litbang KP
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Indeks Kompetensi dan Integritas
16
Balitbang KP
Jumlah ASN Balitbang KP yang
17
dikembangkan kompetensinya
18
19
20
21
22
Persentase unit kerja Balitbang KP
yang menerapkan sistem manajemen
pengetahuan yang terstandar
Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi
Balitbang KP
Nilai SAKIP Balitbang KP
Nilai kinerja anggaran Balitbang KP
Persentase kepatuhan terhadap SAP
lingkup Balitbang KP
TAHUN 2016
T
R
%
151
151
100,0
30
28
93,3
55
55,47
100,8
18
18
100,0
66
71
107,5
91
91
100,0
77
62,89
354
81,6
135,1
50
100
200,0
A
(90)
88,31
98,1
84
85
84,50
100
90,40
100,6
100
100,0
5
262
6
120,0
106,3
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 54
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan
pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi
dan misi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Pengukuran kinerja dimaksud
merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada indikator kinerja utama yang telah diidentifikasi
agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategis yang dituangkan pada penetapan kinerja Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun 2016 dapat tercapai.
3.2
HASIL PENGUKURAN BALITBANG KP
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan pada tahun 2016 pada customer perspective (CP), internal process perspective (IP) dan learn &
growth perspective (L&G) mengalami perubahan dan penyesuaian yang mengacu pada Balanced Scorecard
(BSC). Berdasarkan penetapan target tahun 2016 pada setiap indikator kinerja tersebut, secara fisik dan
volume telah berhasil tercapai. Pencapaian sasaran strategis (SS) dengan indikator kinerja utama tahun 2016
yang mengacu Balanced Scorecard (BSC).
3.2.1. NILAI PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS (NPSS)
Nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) adalah nilai yang menunjukan konsolidasi dari
seluruh indikator kinerja utama di dalam 1 (satu) sasaran strategis (SS). Status capaian sasaran
strategis (SS) yang ditunjukan dengan warna merah/kuning/hijau (buruk/sedang/baik) ditentukan
oleh NPSS. Untuk menghitung NPSS perlu diperhatikan bobot masing-masing IKU terhadap SS tersebut
dengan indeks toleransi 0%. Sistem pembobotan yang digunakan didasarkan atas tingkat validitas IKU
seperti Tabel berikut :
Tabel 3.2. T I N G K A T V A L I D A S I I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
NO
1
2
3
4
L
L
L
L
VALIDITAS IKU
e a d I n p u t
e a d P r o s e s
a g O u t p u t
a g O u t c o m e
BOBOT
0,1
0,2
0,3
0,4
Status capaian nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan ditentukan oleh nilai indeks sebagai berikut :
Tabel 3.3. I N D E K S N I L A I P E N C A P A I A N
BAIK
Indeks Capaian > 100 %
SASARAN STRATEGIS
SEDANG
BURUK
Indeks Capaian = 100%
Indeks Capaian < 100 %
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 55
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dalam melakukan pengukuran kinerja dilakukan dengan cara menentukan dan mensepakati
standar status kinerja nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) sesuai dengan kriteria sebagai berikut.
Tabel 3.4. K L A S I F I K A S I D A N S T A T U S
NILAI PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS
KLASIFIKASI
STATUS NPSS
MAXIMIZE
MINIMIZE
STABILIZE
(Toleransi 0%)
X<100%
X>100%
X>100% atau X<100%
BURUK
X≥100%
X≤100%
X=100%
X=100%
X=100%
SEDANG
-
BAIK
Dalam melakukan pengukuran kinerja juga harus menentukan klasifikasi target indikator
kinerja diantaranya adalah: Maximixe adalah kondisi dimana semakin tinggi pencapaian dari target
maka kinerja semakin baik; Minimize adalah kondisi dimana semakin rendah pencapaian dari target
maka kinerja semakin baik; dan Stabilize adalah kondisi dimana semakin stabil (tidak naik dan tidak
turun) pencapaian dari target maka kinerja semakin baik.
pada
Pengukuran capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Tahun
2016
menggunakan
metode/tools
pengukuran
yang
menggunakan
aplikasi
k i n e r j a k u . k k p . g o . i d . Berikut nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) tahun 2016 menggunakan
aplikasi k i n e r j a k u . k k p . g o . i d , yang dipergunakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 56
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Sumber : kinerjaku.kkp.gp.id, 2016
Gambar 3.3. N I L A I P E N C A P A I A N S A S A R A N S T R A T E G I S B A D A N P E N E L I T I A N D A N
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PADA KINERJAKU.KKP.GO.ID
Hasil pengukuran capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan yang menggunakan k i n e r j a k u . k k p . g o . i d sesuai gambar di atas diatas. Pada tahun 2016
nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan sebesar 102,81%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai
berikut :
1. Perspektif pelanggan (customer perspective) dengan bobot 33,33%, capaian kinerjanya sebesar
101,25%;
2. Perspektif internal (internal process perspective) dengan bobot 33,33%, capaian kinerjanya sebesar
99,75%;
3. Perspektif learn & growth (learn & growth perspective) dengan bobot 33,33%, capaian kinerjanya
sebesar 107,44%.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 57
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dalam implementasi pengukuran kinerja yang menggunakan aplikasi kinerjaku Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan masih belum 100% sempurna, namun Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sudah melakukan penyeragaman/ allingment
indikator kinerja utama (IKU) pada masing-masing unit eselon II lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Tetapi capaian Level 2 Pusat lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan masih tidak terakumulasi capaiannya ke dalam aplikasi
kinerjaku, berikut kendala yang dihadapi dalam implementasi aplikasi K I N E R J A K U . K K P . G O . I D
diantaranya :
a)
Di beberapa Satker level 3 dan 4 lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan sudah melakukan input sasaran strategis (SS), indikator kinerja utama (IKU) dan
Rencana Aksi tiba-tiba hilang, tetapi pada sub-menu peta indikator tetap tampil datanya; Contoh :
b)
c)
Pada Satker LPPMPHP, LPPT dll;
Tidak dapat melakukan input rencana aksi; Contoh : Pada Satker BPPBAT, BPPBAP dll;
Cascading pada level 2 masing-masing Pusat tidak muncul Satuan kerja Level 3 dan 4 lingkupnya,
tetapi justru cascading seluruh data satuan kerja muncul pada Level 1 Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan; Contoh : 1) PUSLITBANGKAN (Satker lingkupnya (BPPL;
BP3U; BP2KSI; BPPBAP; BPPBAT; BPPBIH; BPPI; LPPT; LPPBRL)); 2) P3SDLP (Satker lingkupnya
d)
(BPOL; LPSDKP; LPTK)); 3) P3DSPBKP (Satker lingkupnya LPPMPHP);
Masih terdapat double counting satuan kerja yang seharusnya sudah hilang, tetapi masih muncul
di Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan;
NO
1
e)
f)
g)
2
ORGANISASI LAMA
ORGANISASI BARU
(YANG DIHAPUS)
Pusat penelitian dan pengembangan
perikanan budidaya
Pusat pengkajian dan perekayasaan
teknologi kelautan dan perikanan
Pusat penelitian dan pengembangan
perikanan
-
Beberapa kali terjadi inputan sasaran strategis (SS) dan indikator kinerja utama (IKU) tiba-tiba
hilang, terus muncul kembali pada Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan, Contoh : Pada Satker LPPT dll;
Menambahkan data kelompok fungsional agar muncul pada peta strategis seperti apa, karena di
Badan Penelitian dan Pengembangan Keluatan dan Perikanan dalam 1 (satu) satuan kerja
terdapat lebih dari 1 (satu) kelompok fungsional;
Mengisi data komponen dan sub komponen pada rencana aksi harus mengirimkan file - z RKA-KL
ke konsultan aplikasi kinerjaku di KKP.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 58
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3
EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA
berjalan,
Evaluasi dan analisis kinerja menampilkan perbandingan target dan capaian dengan dalam tahun
kinerja
dengan
tahun
sebelumnya
dan
target
jangka
menengah
berikut
keberhasilkan/penurunan kinerja pada indikator kinerja utama di masing-masing sasaran strategis.
analisis
Pengukuran Kinerja, Pelaporan
Kinerja, Evaluasi Kinerja, dan
Capaian
Kinerja
Komponen
Merupakan
"SAKIP"
yang
berorientasi hasil dari evaluasi
akuntabilitas kinerja yang dapat
menjadi
ukuran
sejauh
Instansi
mana
Pemerintah
berorientasi kepada hasil yang
dituangkan
dalam
Laporan
Kinerja. "Wakil Presiden Jusuf
Kalla".
(http://www.menpan.go.id)
3.3.1 CUSTOMER PERSPEKTIVE
Capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada
Perspektif pemangku kepentingan (Customer Perspektive) dengan bobot perspektif sebesar 40% yang
berasal dari 2 (dua) sasaran strategis yaitu 1) Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif,
bertanggungjawab, dan berkelanjutan; dan 2) Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan
layanan iptek yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP.
3.3.1.1 SASARAN STRATEGIS -1 : TERWUJUDNYA PENGELOLAAN SDKP
YANG PARTISIPATIF, BERTANGGUNGJAWAB, DAN BERKELANJUTAN
Nilai sasaran strategis "Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggungjawab,
dan berkelanjutan"
sebesar 100,0%. Indikator kinerja utama yang ditetapkan untuk
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 59
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja
utama (IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.1 IKU KE -1. : JUMLAH WPP YANG TERPETAKAN
POTENSI
SUMBERDAYA
KP
UNTUK
PENGEMBANGAN
EKONOMI KELAUTAN YANG BERKELANJUTAN (WPP)
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai
lembaga penelitian dan pengembangan, salah satu amanah yang harus dijalankan
adalah UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan yang mengamanatkan adanya
kebijakan pengelolaan sumberdaya ikan secara lestari yang didukung dengan
pendugaan potensi, pengendalian dan pengawasan yang sistematis. Berbagai
kerawanan akibat IUU fishing dan konflik antar pemengang kewenangan pengelolaan
perlu diantisipasi dimana kawasan rawan IUU fishing menjadi prioritas dalam
pengelolaan wilayah pengelolaan perikanan (WPP).
Satuan
wilayah
pengelolaan
yang
mencerminkan karakteristik wilayah dan sumberdaya
diperlukan untuk melakukan pendugaan potensi,
pengendalian dan pengawasan. Pembagian WPP
didasarkan pada karakteristik geo-bio-ekologi dengan
membagi WPP menjadi 11 (sebelas) satuan WPP.
Dari (sebelas) 11 WPP yang telah dibagi tersebut
terdiri dari WPP 571 (Selat Malaka dan Laut
Andaman), WPP 572 (Barat Sumatera dan Selat
Sunda), WPP 573 (Selatan Jawa dan Laut timor
Barat) dan WPP 712 (laut Jawa) merupakan WPP
yang
berpotensi
karena
merupakan
daerah
pemijahan (breading ground) dan daerah bertelur
(spawning ground) yang cukup berlimpah.
Ruang lingkup pemetaan potensi sumberdaya KP untuk pengembangan
ekonomi kelautan yang berkelanjutan antara lain : Kajian potensi dan rekomendasi
pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap yang lestari dan berkelanjutan;
rekomendasi dan kajian potensi sumberdaya kelautan untuk marikultur (kegiatan
budidaya yang dilakukan baik perairan terbuka/open ocean maupun tambak yang
menggunakan air laut); teknologi pengawasan, pemantauan dan perlindungan sumber
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 60
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
daya Kelautan; pemetaan karakteristik dinamika laut mendukung pengelolaan
sumberdaya KP yang lestari; teknologi pasca panen dan informasi tingkat losses; dan
Model Kebijakan sosial ekonomi pembangunan sektor KP.
Gambar 3.3. F O K U S 4 W P P T A H U N 2 0 1 6
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTA N DAN PERIKANAN
Indikator jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan (WPP) bertujuan sebagai
bentuk kontribusi hasil Litbang KP dalam peningkatan potensi nilai ekonomi
sumberdaya kelautan di WPP 571, 572, 573 dan 712. Bukti capaian akhir yang harus
disampaikan di akhir anggaran berupa laporan teknis potensi sumberdaya KP
berbasis WPP. Indikator ini menggunakan polarisasi maximize, dimana capaiannya
diharapkan melebihi target yang ditetapkan.
Jumlah WPP yang ditetapkan (melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan) yang sifatnya terintegrasi
antar Eselon II lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Jumlah WPP yang diintegrasikan pada masing-masing Eselon II lingkup Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan antara lain PUSLITBANGKAN
(WPP 571, 572, 573 & 712); P3SDLP (WPP 712 dan 715); P3DSPBKP (WPP 712 &
573); PPSEKP (WPP 572, 573 & 712).
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 61
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah WPP yang terpetakan potensi
sumberdaya KP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan (WPP)
dideskripsikan sebagai berikut :
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah WPP yang terpetakan
potensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi kelautan
yang berkelanjutan
2015
T
R
%
3
3 100,0
2016
T
R
%
4
4 100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
jumlah
Dari tabel di atas diatas capaian
WPP
yang
terpetakan
potensi
sumberdaya KP untuk pengembangan ekonomi
kelautan yang berkelanjutan (WPP) sampai
akhir tahun 2016 sebesar 100% sesuai target
yang ditetapkan sebanyak 4 buah WPP. Secara
fisik capaian indikator jumlah WPP yang terpetakanpotensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan tercapai 100%, dan secara
anggaran terserapa sebesar 86,29% dari target yang ditetapkan sebesar 85%.
Indikator jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk pengembangan
ekonomi kelautan yang berkelanjutan (WPP) yang akan diemban oleh Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada pelaksanaan penelitian
dan pengembangan kelautan dan perikanan dalam kurun waktu 2015 - 2019 dimana
targetnya akumulatif setiap tahunnya.
Berikut hasil potensi sumberdaya kelautan dan perikanan pada WPP 571,
572, 573, dan 712 yang telah dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan tahun 2016.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 62
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.4. P E T A P O T E N S I S U M B E R D A Y A K P
Sesuai gambar 3.4. diatas terlihat potensi sumberdaya kelautan dan
perikanan pada masing-masing WPP, sebagai berikut :
1. WPP 571 (Selat Malaka), dengan kegiatan penelitian karakteristik biologi
perikanan serta habitat sumberdaya, potensi produksi dan kapasitas penangkapan
dengan hasil sebagai berikut :
Paling tidak sekitar 100 ribu ton lebih
ikan didaratkan di tiga lokasi utama, yaitu
Belawan, Tanjung Balai, Langsa dan Idi Rayeuk;
diduga underestimate akibat ‘ureported‘;
perikanan berkembang kearah indikasi
IUU
(ukuran
tangkap,
zona
kapal
diperkecil,
penangkapan)
alat
sejalan
dengan kurang baiknya pendataan di
basis utama perikanan;
puncak
Hasil tangkapan berfluktuasi bulanan;
musim
penangkapan
bervariasi
menurut lokasi/komoditi, pukat cincin di
Aceh Timur sekitar musim timur, dua puncak musim (peralihan 1 dan 2) di area
lebih ke selatan (Belawan dan Tanjungbalai) termasuk cumi-cumi; SeptemberLaporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 63
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Maret musim kekerangan, puncak musim Oktober-Nopember tangkapan kerang
mencapai 1,3 ton lebih per kapal;
Puncak pemijahan kembung (R. brachysoma dan R. kanagurta) layang (D.
russelli dan D. macarellus) diduga terjadi pada periode setelah musim timur.
Individu matang gonad dan spent juga ditemukan pada udang (Langsa), rajungan
(Asahan) kepiting (Tanjung Balai);
Gugusan pulau-pulau di perairan timur Tanjungbalai hingga utara P.
Rupat merupakan daerah penangkapan utama juga terindikasi menjadi lokasi
pemijahan. Ukuran rata-rata beberapa komoditas cenderung lebih kecil
dibanding ukuran matang pertama. Pada sekitar musim timur efisiensi
penangkapan pukat cincin Kuala Idi (30-80 GT) cukup baik dan masih efisien
(100%), kapal dengan tingkat pemanfaatan optimal mencapai 42%; tingkat
efisiensi semakin menurun pada musim peralihan (65%);
Pada area survey seluas 12780 km2 di sekitar pulau-pulau di timur
Tanjungbalai diperkirakan kepadatan stok ikan pelagis kecil 0.0044 ton/km2,
pelagis besar 0.0607 ton/km2, demersal 0.509 ton/km2. Densitas lebih tinggi
ditemukan di sekitar P. Berhala dan Kep. Aruah.
2. WPP 572 (Samudera Hindia Barat Sumatera),
dengan kegiatan penelitian
karakteristik biologi perikanan, habitat sumberdaya dan potensi produksi
sumberdaya ikan dengan hasil sebagai berikut :
 Penelitian telah dilakukan dilokasi-lokasi yang
merupakan basis perikanan pelagis, demersal
dan
udang,
kegiatan
pengumpulan
data
selanjutnya dilakukan oleh enumerator yang
ditempatkan
di
lokasi
basis
 Telah
diperoleh
pendaratan ikan;
data dan informasi
tentang keragaan perikanan, daerah penagkapan, komposisi jebis hasil dan
CPUE dari beberapa unit penagkapan, aspek biologi (jenis kelamin, tingkat
kematangan gonad, panjang dan berat) dan statistik perikanan tangkap, potensi
stok, daerah penyebaran dan kondisi oseanografi habitat ikan;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 64
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
 Secara umum untuk ikan-ikan pelagis seperti tongkol krei (Auxis thazard),
tongkol lisong (A.rochei), layang biru (Decapterus macarellus) ukuran yang
tertangkap banyak yang ukuran besar dengan TKG yang sudah dewasa (TKG 3
dan 4);
 Ikan dasar seperti kakap merah (Lutjanus gibus) ukutan yang tertangkap
berkisar antara 20-60 cmFL, dengan kondisi TKG banyak yang belum dewasa
(immature), Lobster bamboo (Penalirus versicolor) ukuran yang tertangkap
berkisar antara 54-120 CL, dngan kondisi TKG banyak yang belum dewasa
(immature),Kepiting bakau (Scylla serata) ukurannya berkisar antara 70-198
CW, dngan kondisi TKG banyak yang belum dewasa (immature);
 Musim
penangkapan
ikan
pelagis
maupun
demersal secara umum mengalami puncaknya
mulai bulan September, Oktober, November;
 Potensi lestari ikan pelagis kecil di WPP 572
adalah sebesar 342,518 ton/tahun, berkurang
sekitar 6% dari hasil kajian tahun 2015, potensi
lestari ikan pelagis besar adalah sebesar 416,953
ton/tahun, bertambah 1% dari tahun 2015.
potensi lestari ikan demersal di WPP 572 adalah
sebesar 348,081 ton/tahun, lebih rendah 5% dari hasil kajian tahun 2015.
3. WPP 573 (Samudera Hindia Selatan Jawa),
dengan kegiatan penelitian
karakteristik biologi perikanan, habitat sumberdaya dan potensi produksi
sumberdaya ikan dengan hasil sebagai berikut :
 Operasional penangkapan ikan pelagis
besar, pelagis kecil, demersal dan udang
didominasi oleh armada 5 – 30 GT. Alat
tangkap yang mendominasi untuk ikan
pelagis besar adalah tonda, pelagis kecil
pukat cincin, demersal pancing ulur atau
dasar dan udang trammel nets. Daerah
penangkapan di perairan sekitar rumpon tidak
jauh dari pesisir;
 Hasil survei akustik estimasi potensi lestari
pelagis besar 508,791 ton/tahun, pelagis kecil
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 65
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
367,436 ton/tahun, demersal 12,270 ton/tahun;
 Ukuran pelagis besar yang tertangkap 21 - 192 cm, pelagis kecil 6.5 – 19.75 cm
TL, demersal 9.0 - 66 cm TL dan udang 11 – 52 mmCL;
 Pada pelagis besar jenis kelamin betina dan TKG
I lebih mendominasi, pelagis kecil jenis kelamin
betina dan TKG I lebih mendominasi, demersal
jenis kelamin lebih mendominasi pada TKG dan
pada
udang
mendominasi;
jenis
kelamin
jantan
lebih
 Status pemanfaatan komuditas ikan pelagis
besar dan nontuna masih batas layak
dimanfaatkan, komuditas pelagis kecil sudah
mengalami tangkap lebih, komuditas udang
mengarah pada kondisi lebih tangkap (over fishing). Kondisi
lingkungan perairan pada saat pengamatan berkorelasi
positif terhadap kondisi ikan. Produktivitas perairan
berpengaruh terhadap kondisi plankton dan biota laut yang
merupakan bahan pangan dari ikan. Berdasarkan hasil
diatas maka opsi rekomendasi yang dapat disampaikan; perlu adanya
pembatasan waktu tangkap pada beberapa jenis ikan agar ukuran ikan maupun
perkembangan reproduksinya tidak terganggu.
4. WPP 712 (Laut Jawa), dengan kegiatan penelitian karakteristik biologi perikanan,
habitat sumberdaya dan potensi produksi sumberdaya ikan dengan hasil sebagai
berikut :
 Rata - rata hasil
tangkapan pertawur
pada
periode
observasi
berjalan
cantrang
tipe
pada
armada
No
No
Jenis Ikan
Lokasi
Nama Lokal
1 P. merguiensis Udang jerbung
2 P. merguiensis Udang jerbung
3 M.ensis
Udang dogol
4 P.pelagicus
Rajungan
5 P.pelagicus
Rajungan
6 P.pelagicus
Rajungan
7 P.pelagicus
Rajungan
8 S.serrata
Kepiting bakau
9 P.versicolor
Lobster bambu
Cirebon
Tanah Laut
Tanah Laut
Cirebon
Pati
Lampung Timur
Tanah Laut
Pati
Karimunjawa
Lm
(mm)
L50
Status
(mm)
35,45
29,06
L50 < Lm
43,39
30,80
L50 < Lm
35,91
22,52
L50< Lm
126,87 110,77
L50 < Lm
119,79 121,89
L50 > Lm
121,94 118,00
L50 < Lm
143,82 149,95
L50 > Lm
119,84 101,92
L50 < Lm
62,00
38,20
L50< Lm
Jenis Ikan
Nama Lokal
Parameter
Z
M
F
E
1 P.tayenus
Swanggi
3,86
1,83
2,03
0,52
2 S. taeniopterus
Coklatan
5,31
1,62
3,69
0,69
3 N. japonicus
Kurisi
5,47
1,90
3,57
0,65
4 N.hexodon
Kurisi
4,32
2,04
2,28
0,53
5 U. sulphureus
Kuniran
5,85
2,50
3,35
0,57
6 L. splendens
Petek
5,13
2,42
2,71
0,53
7 Siganus coralinus
Semandar
3,4
1,43
2
0,58
8 Siganus virgatus
Semandar
1,57
1,24
0,34
0,21
9 Diagramma pictum
Kaneke
0,89
0,7
0,2
0,22
1,99
1,17
0,82
0,41
11 Cephalopholis cyanostigma
Lencam
Kerapu
karang
1,76
1,21
0,55
0,31
12 Caesio cuning
Ekor kuning
2,91
1,3
1,61
0,55
10 Lethrinus lentjan
I
(bulanan) cenderung stabil berkisar 74 – 98 kg/tawur dengan ragam yang
relatif rendah ; tipe II (mingguan) sebesar 35 - 65 kg/tawur dan tipe III (harian)
3 – 6 kg per tawur;
 Rata-rata ukuran ikan tertangkap pelagis besar non tuna (tongkol dan tengiri),
pelagis kecil, ikan demersal dan ikan karang belum sempat melakukan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 66
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
pemijahan (SL-50 < Lm), tentu mengkhawatirkan keberlanjutan sumberdaya.
Ukuran rata-rata tertangkap (SL-50) udang jerbung, udang dogol, rajungan di
pantura Jawa bagian barat dan timur Lampung, kepiting bakau dan lobster
bambu adalah lebih kecil dibandingkan ukuran rata-rata matang gonad (Lm),
sehingga spesies-spesies yang tertangkap rata-rata belum sempat pemijahan;
 Tingkat pemanfaatan
(E)
dari
masing
masingspesies
pelagis besar, pelagis
kecil, ikan demersal,
udang, rajungan dan kepiting bakau menunjukkan bahwa pemanfaatan sudah
melebihi batas optimum dan memerlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Berbeda dengan status ikan karang dan lobster di perairan Karimunjawa masih
di bawah batas pemanfaatan optimum. Sehingga masih ada peluang dalam
upaya pemanfaatan.
3.3.1.2
SASARAN
STRATEGIS
-2
:
MENINGKATNYA
HASIL
PENYELENGGARAN LITBANG DAN LAYANAN IPTEK YANG MENDUKUNG
PRODUKTIVITAS USAHA DAN PENDAPATAN NEGARA DARI SEKTOR KP
Nilai sasaran strategis "Meningkatnya hasil penyelenggaraan Litbang dan layanan IPTEK
yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP"
102,50%.
sebesar
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran
meningkatnya hasil penyelenggaran litbang dan layanan iptek yang mendukung produktivitas
usaha dan pendapatan negara dari sektor KP terdiri dari 2 (dua) indikator kinerja utama (IKU)
sebagai berikut :
3.3.1.1.2
IKU
KE
-2
:
PERSENTASE
HASIL
LITBANG
KP
DIGUNAKAN SESUAI DENGAN KONTRAK KINERJA ESELON I KKP
YANG
Kontrak Kinerja merupakan kesepakatan atau perjanjian antara Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dengan Eselon I lingkup KKP
(Ditjen dan Badan) yang berisi komitmen penyedian hasil-hasil riset sesuai dengan
kebutuhan dari Eselon I KKP yang selanjutnya akan digunakan oleh Eselon I KKP
sebagai dasar penyusunan Kebijakan.
Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan dukungan Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan kepada Eselon I lainnya dalam hal penyediaan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 67
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
hasil Litbang KP sesuai kebutuhan. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan
Perikanan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan harus
mampu lebih mengambil peran sebagai inhouse consultant bagi Eselon I lainnya.
Kegiatan ini dilakukan melalui pertemuan antar eselon I lingkup Kementerian
Kelautan dan Perikanan seperti yang pernah dirintis mulai tahun 2013 untuk
merumuskan kebutuhan hasil Litbang KP yang diperlukan pada tahun mendatang.
Adapun capaian atas indikator kinerja persentase hasil Litbang KP yang
digunakan sesuai dengan kontrak kinerja Eselon I Kementerian Kelautan dan
Perikanan dideskripsikan sebagai berikut :
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2016
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Persentase hasil Litbang KP yang digunakan
sesuai dengan kontrak kinerja Eselon I KKP
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
T
R
%
100
100
100,0
Dari tabel diatas capaian persentase hasil Litbang KP yang digunakan sesuai
dengan kontrak kinerja Eselon I KKP sampai akhir tahun 2016 sebesar 100,00%
sesuai target yang ditetapkan sebesar 100,00%.
Indikator kinerja persentase hasil Litbang KP yang digunakan sesuai dengan
kontrak kinerja Eselon I KKP merupakan indikator kinerja baru, maka tidak bisa
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 68
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.5. P E N A N D A T A N G A N A N K O N T R A K K I N E R J A K E P A L A B A L I T B A N G K P
DENGAN DIREKTUR JENDERAL PRL DAN KEPALA BKIPM SEBAGAI
DUKUNGAN BALITBANG KP TERHADAP PROGRAM PRIORITAS KKP
3.3.1.1.3 IKU KE -3 : JUMLAH REKOMENDASI DAN/ATAU INOVASI
LITBANG YANG DIUSULKAN UNTUK DIJADIKAN BAHAN KEBIJAKAN
Indikator kinerja jumlah rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang
diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan (buah) didefinisikan sebagai berikut :
1.
Hasil litbang KP (berupa rekomendasi, bahan kebijakan/informasi terapan,
policy brief, naskah akademik) yang disampaikan oleh Kepala Badan dan / atau
Kepala Pusat (tembusan Kepala Badan) kepada stakeholder (MKP, Eselon I KKP,
Pemda, K/L lain) melalui dokumen penyampaian resmi (Surat, Memorandum,
Nota Dinas) dan menjadi bahan kebijakan yang telah dirumuskan (peraturan,
2.
3.
buku pedoman, keputusan, dll) baik rancangan/draf atau yang telah diterbitkan;
Monitoring status usulan bahan kebijakan di tingkat stakeholder untuk level
Eselon I dilakukan oleh Sekretariat dan Eselon II terkait, Sedangkan yang
disampaikan oleh Level II Pusat dilakukan oleh masing-masing Eselon II;
Tujuan indikator rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk
dijadikan bahan kebijakan (buah) sebagai gambaran kontribusi Balitbang KP
dalam
meberikan
masukan/rumusan
kebijakan
berbasis
ilmiah
untuk
pengelolaan sumberdaya KP yang lestari dan berkelanjutan. Formula/cara
perhitungan indikator ini dengan cara jumlah rekomendasi dan inovasi litbang
yang dijadikan bahan kebijakan untuk stakeholder (MKP, Eselon I KKP, Pemda,
K/L lain) dari hasil usulan. Bukti capaian akhir yang harus disampaikan berupa
rekomendasi, bahan kebijakan/informasi terapan, policy brief, naskah akademik,
dokumen penyampaian (Memo Kepala Pusat) dan bahan kebijakan yang telah
dirumuskan (peraturan, buku pedoman, dan keputusan).
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 69
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah rekomendasi dan/atau
inovasi litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan dideskripsikan di
bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah rekomendasi
dan/atau inovasi litbang
yang diusulkan untuk
dijadikan bahan
kebijakan
2015
2016
T
R
%
T
R
%
20
21
105,0
20
20
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dari tabel diatas terlihat capaian indikator jumlah rekomendasi dan/atau
inovasi Litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan pada tahun 2016
yaitu sebsar 21 buah atau 105,0% dari target yang ditetapkan sebesar 20 buah
rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan
kebijakan. Apablia dibandingkan dengan tahun 2015, target jumlah rekomendasi
dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan tidak
mengalami kenaikan, sedangkan untuk capaianya juga mengalami peningkatan
sebesar 5%. Kenaikan capaian pada tahun 2015, disebabkan oleh adanya tambahan
alokasi anggaran untuk kegiatan pematangan teknologi adaptif lokasi (APBN-P)
sebanyak 23 lokasi yang beberapa kegiatan ditargetkan mempunyai tingkat adopsi
yang sedang-tinggi.
Tabel 3.5. R E K O M E N D A S I B A L I T B A N G K P Y A N G D I G U N A K A N S E B A G A I B A H A N
NO
1
2
3
4
KEBIJAKAN STAKEHOLDER
REKOMENDASI
BADAN LITBANG KP
Sargassum spp. sebagai bahan baku alginat untuk
pengikat warna dalam tekstil
Rumput laut coklam segar sebagai bahan baku
fukusantin
Analisis kebijakan potensi pengembangan
budidaya kekerangan
Analisis kebijakan pengembangan ikan lokal
STAKEHOLDER
Direktorat Jenderal PDS, KKP
Direktorat Jenderal PDS, KKP
Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi Kep. Bangka Belitung
1. Balai Pelestarian Perikanan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 70
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
NO
REKOMENDASI
BADAN LITBANG KP
prospektif sebagai kandidat ikan budidaya
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
STAKEHOLDER
Perairan umum dan ikan
hias, Ciherang, Kab. Cianjur,
Jawa Barat
2. Dinas Peternakan dan
Perikanan Kab. Temaggung,
Jawa Tengah
Analisis kebijakan pengembangan perbenihan
nilaunggul srikand melalui peningkatan efisiensi
UPR
Dinas Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan Kab. Sleman, DIY
Model penerapan rancang bangun mini line heuler
untuk penangkapan tuna dengan pancing ukur di
sekitar rumpon
Dinas Kelautan dan Perikanan
Kab. Trenggalek, Jawa Timur
Kajian kebijakan penyerasian dan analisis stock
asessment /komisu nasional pengkajian stok
sumber daya ikan
Penerapan model IPTEK pengelolaan Cultured
Based Fisheries (CBF) ikan patin di waduk gedung
ombo jawa tengah
Kajian mengenai efektifitas implementasi
kebijakan konservasi hiu dan mamalia laut
(WPP573)
Model Penerapan pengelolaan kawasan
konservasi berbasis masyarakat di teluk cempi
Penelitian bahan penetapan status perlindungan
jenis ikan Napoleon (cheilinus undulatus) di
kepulauan anambas dan antuna, Kepulauan Riau
Analisis Kebijakan KP “Kajian Dampak Sosial
Ekonomi Pelarangan Pengoprasian Alat
Penangkap Ikan (API) Cantrang di Wilayah
Provinsi Jawa Tengah”
Model Sistem Logistik Ikan Nasional Terintegrasi
(SLIN) dengan MP3EI dan Sistem Transportasi
Laut Melalui Pendekatan Sistem Penyimpanan,
Distribusi dan Pengadaan Stok Ikan
Penentuan Indeks Kesejahteraan Masyarakat
Kelautan dan Perikanan dan Proyeksi 2015-2019
Kajian Indeks Resistensi Wilayah dan Kelayakan
Inovasi Teknologi
Proyeksi Produksi Perikanan Tangkap , Perikanan
Budidaya dan Pengolah Hasil Perikanan Sampai
Tahun 2015
Keputusan Menteri Kelautan dan
Perikanan Republik Indonesia
Nomor 47/KEPMEN-KP/2016
Direktorat Jenderal Perikanan
Tangkap
1. Dinas Peternakan dan
Perikanan Kab. Boyolali,
Jawa Tengah
2. Dinas Peternakan dan
Perikanan Kab. Sragen, Jawa
Tengah
Dinas Kelautan Perikanan
Provinsi NTB
Dinas Kelautan Perikanan Kab.
Dompu, NTB
Dinas Kelautan Perikanan
Natuna, Kepulauan Riau
1. Biro Perencanaan Sekertaris
Jenderal KKP;
2. Direktorat Jenderal Kapal
Perikanan dan Alat
Penangkapan Ikan (DJPTKKP)
Inspektorat Jenderal KKP
Biro Perencanaan Sekertaris
Jenderal KKP
Dinas Kelautan, Perikanan dan
Peternakan Kabupaten Gresik
(Melalui UPT Pengembangan
Budidaya dan Penangkapan Ikan)
Biro Perencanaan Sekertaris
Jenderal KKP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 71
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
REKOMENDASI
BADAN LITBANG KP
NO
17
18
19
20
Mewujudkan Maluku Sebagai Lumbung Ikan
Nasional (MLIN)
Kajian Sosial Ekonomi Terhadap Rencana Rencana
Pembangunan Giant Sea Wall (GSW)
Rapid Assesment Terhadap Perikanan Bandeng
Sebagai Antisipasi Kebijakan Ekspor Nener
Bandeng
Kajian Teknologi untuk optimalisasi produksi
magnesium hidroksida dari limbah cair industri
garam (bittern)
STAKEHOLDER
Pemerintah Provinsi Maluku
(melalui Dekan FPIK Unpati)
Fakultas Ekologi Manusia Institut
Pertanian Bogor
Asosiasi Perikanan Pole & Line
dan Handline Indonesia (AP2HI)
Petambak garam, Kab.
Pamekasan
Sesuai dengan tabel 3.5. diatas, stakeholder utama yang menggunakan
kajian ilmiah dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
didominasi oleh Eselon I KKP sebanyak dan Pemerintah Daerah sebanyak 38,10%,
sedangkan sisanya 14,29% berasal dari pihak lain (swasta) dan universitas. Sesuai
dengan tusi yang diemban, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan seyogyanya mengedepankan kebutuhan-kebutuhan kajian ilmiah sebagai
basis kebijakan yang disusun oleh Eselon I KKP untuk selanjutnya ditetapkan oleh
Menteri KP. Selain itu, hasil pelaksanaan litbang di daerah menjadi luaran penting
bagi pemangku keoentingan di daerah dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan
perikanan di wilayahnya.
Dibandingkan prosentase capaian pada tahun 2015 yaitu sebesar 105,0%,
maka capaian di tahun 2016 sama yaitu sebesar 100,0%. Capaian yang melebihi target
di tahun 2015 - 2016 tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal :
1)
Meningkatkan permintaan kajian berbasis ilmiah dari stakeholder sebagai dasar
penyusunan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan.
Kebijakan
Menteri Kelautan dan Perikanan dengan 3 pilar (keberlanjutan, kedaulan dan
kesejahteraan) secara berkesinambungan menerbitkan peraturan dalam
pengelolaan pemanfaatan sumberdaya perikanan di WPP NRI dengan prinsip
keberlanjutan;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 72
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
1
2
0
ES 1
PEMDA
8
K/L LAIN
SWASTA
UNIVERSITAS
8
Gambar 3.6. P R O P O R S I S T A K E H O L D E R Y A N G M E M A N F A A T K A N
REKOMENDASI LITBANG KP
2)
Jejaring dengan baik dengan stakeholder daerah dalam proses pelaksanaan
penelitian dan pengembangan yang berawal dari kebutuhan kajian dari PEMDA.
Kajian yang dibutuhkan oleh Pemda berupa model rencana zonasi pesisir, data
dan informasi sumberdaya perikanan di PUD dan teknologi untuk pemantauan
kualitas perairan untuk budidaya perikanan.
Namun demikian, capaian indikator kinerja tersebut masih memberikan
catatan untuk perbaikan kedepan diantaranya :
1)
2)
3)
Mekanisme penyampaian bukti rekomendasi kebijakan tidak secara formal dan
terdokumentasi dengan baik sehingga banyak kajian yang telah digunakan tidak
dapat dihitung mengingat bukti dokumen tidak tersedia;
Perumusan rekomendasi dan kebijakan belum mempertimbangkan analisis
dampak;
Kurang pengawalan dan pemantauan atas pencapaian indikator kinerja utama
oleh penanggung jawab indikator kinerja utama dan penanggung jawab
operasional kegiatan terkait dukungan dan target indikator kinerja atasan yang
harus dicapai.
Langkah-langkah Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan untuk perbaikan kedepan terkait dengan target indikator kinerja jumlah
rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan
kebijakan adalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 73
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
1)
Melakukan sosialisasi Manual IKU terhadap seluruh SDM Satker (peneliti,
2)
Perumusan kegiatan rekomendasi mendatang didasarkan pada isu dan
3)
4)
5)
6)
perencana dan personil monev);
permasalahan yang ada di end user;
Mendorong output teknis satker agar dimanfaatkan stakeholder menjadi
outcome;
Melakukan inventarisasi dan monitoring khusus terkait capaian outcome dan
stakeholder oleh tim pengukur, penanggungjawab operasional kegiatan dan
penanggungjawab IKU;
Kegiatan yang diusulkan harus merupakan kegiatan yang bermitra (menjawab
kebutuhan stakeholder);
Rekomendasi/output
yang
dihasilkan
dapat
mengoptimalkan
dukungan
terhadap stakeholder melalui penajaman rencana kerja terkait kegiatan dengan
stakeholder.
3.3.2 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada
Perspektif internal (Internal Process Perspektive) dengan bobot perspektif sebesar 30% yang berasal
dari 5 (lima) sasaran strategis yaitu 1) tersedianya kebijakan pembangunan KP bidang litbang yang
efektif; 2) tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan pembangunan KP yang efektif; 3)
terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan yang inovatif untuk penyelenggaraan tata kelola
pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan; 4) terwujudnya peningkatan kapasitas
dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan IPTEK KP; dan 5) terselenggaranya pengendalian
Litbang KP.
3.3.1.3
SASARAN
STRATEGIS
-3
:
TERSEDIANYA
KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN KP BIDANG LITBANG YANG EFEKTIF
Nilai sasaran strategis "T e r s e d i a n y a k e b i j a k a n p e m b a n g u n a n K P b i d a n g L i t b a n g
yang efektif"
sebesar 92,62%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur
keberhasilan sasaran tersedianya kebijakan pembangunan KP bidang litbang yang efektif terdiri
dari 1 (satu) indikator kinerja utama (IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.4 IKU KE -4 : INDEKS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN
PEMERINTAH BIDANG LITBANG KP
Indikator kinerja indeks efektivitas kebijakan pemerintah
bidang Litbang KP didefinisikan sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 74
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
•
Efektivitas kebijakan pemerintah adalah keputusan yang diambil oleh KKP
melalui penerbitkan Peraturan Menteri dan/atau Keputusan Menteri dapat
dilaksanakan dan mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan
•
pembuatan kebijakan tersebut;
Indeks efektivitas kebijakan pemerintah adalah suatu ukuran untuk menilai
sejauh mana kebijakan yang diterbitkan oleh KKP dapat diterima oleh
stakeholders KP, serta mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan
pembuatan kebijakan tersebut.
Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
yang diukur adalah rekomendasi teknologi dan komoditas Rilis. Rekomendasi
teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang diukur
yaitu produk teknologi antilin dan antiraks yaitu “test kit antilin untuk uji residu
formalin pada produk perikanan” dan test kit antirax untuk menguji residu boraks
pada produk perikanan”; “teknologi pendederan ikan patin pasupati” dan atau
“Teknologi produksi massal larva ikan patin pasupati”; teknologi “budidaya ikan nila
Srikandi di tambak” yang dikutip dari Buku Rekomendasi Teknologi Kelautan
danPerikanan 2013. Rekomendasi Teknologi selanjutnya yang dilakukan pengukuran
yaitu teknologi budidaya ikan air tawar sistem akuaponik yang seiring waktu disebut
dengan
Yumina-Bumina.
Selanjutnya
teknologi
“peningkatan
produktivitas
pembesaran ikan lele melalui penggunaan strain unggul mutiara” yang menjadi
rekomendasi teknologi Kelautan dan Perikanan 2015 yang diterbitkan oleh Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Komoditas rilis yang dilakukan pengukuran indeksnya yaitu komoditas
pelepasan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik
Indonesia nomor 22/Kepmen-KP/2014 tentang pelepasan ikan nila salina, Kepmen
KP Nomor 77/KEPMEN-KP/2015 tentang pelepasan ikan lele mutiara, Kepmen KP
Nomor KEP.25/MEN/2006 tentang pelepasan varietas ikan patin pasupati sebagai
varietas benih unggul.
Tujuan pengukuran Indeks Efektivitas kebijakan pemerintah lingkup Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan adalah menghitung indeks
efektifitas kebijakan pemerintah lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan melalui pengukuran teknologi yang direkomendasikan dan
komoditas rilis. Responden pada pengukuran indeks efektifitas ditentukan dengan
purpossive sampling yaitu mengambil sampel secara sengaja dengan persyaratan yang
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 75
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
telah ditentukan.
Pengukuran ini menggunakan metode survey dan wawancara
menggunakan form Survey/Kuesioner.
Adapun capaian atas indikator kinerja indeks efektivitas kebijakan
pemerintah bidang Litbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Indeks efektivitas kebijakan pemerintah
bidang Litbang KP
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
2016
T
R
%
6,5
6,02
92,62
Efektifitas kebijakan teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan yang diukur meliputi rekomendasi teknologi dan komoditas
rilis. Survey yang dilakukan di masing-masing Kota/Kabupaten bisa berbeda-beda
tergantung jenis penerapan kebijakan teknologi (rekomendasi teknologi/komoditas
rilis) dan lokasi survey. Setelah diketahui skor yang dihasilkan terhadap penerapan
hasil penelitian rilis di beberapa wilayah, kemudian dilakukan penghitungan indeks
efektifitasnya.
 INDEKS EFEKTIFITAS REKOMENDASI TEKNOLOGI (REKOMTEK)
Hasil penelitian untuk komoditas rekomendasi teknologi yaitu Yumina-
Bumina, Lele Mutiara, Nila Srikandi, Patin Pasupati, dan produk antilin antiraks.
Survey yang dilakukan di masing-masing Kota/Kabupaten bisa berbeda-beda
tergantung jenis penerapan Kebijakan Rekomendasi teknologi. Setelah diketahui skor
yang dihasilkan terhadap penerapan hasil penelitian rilis di beberapa wilayah,
kemudian dihitung indeks efektifitasnya. Secara keseluruhan, hasil pengukuran indeks
efektifitas kebijakan pemerintah untuk komoditas Rekomtek menunjukkan bahwa
penerapan hasil penelitian Balitbang KP cukup efektif dengan skor 65,66 dan indeks
6,15.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rekomtek Yumina-Bumina dilakukan di tiga
Kabupaten/Kota yaitu Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Hasil penelitian di tiga
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 76
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
lokasi tersebut menunjukkan bahwa penerapan kebijakan Yumina-Bumina di
Kabupaten Sleman dinilai efektif oleh para responden dibandingkan dua Kabupaten
lainnya. Hal ini dikarenakan masyarakat dapat dengan mudah mengadopsi metode
Yumina-Bumina dalam budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya. Artinya, dengan
media yang serupa fungsinya (tidak harus sama), pembudidaya dapat menerapkan
metode ini. Skor Efektifitas kebijakan pemerintah di tiga lokasi untuk penerapan
Yumina-Bumina masing-masing yaitu Bantul 74,47; Kota Yogya 71,33, dan Sleman
77,75. Rata-rata skor hasil pengukuran indeks efektifitas kebijakan Rekomtek
Yumina-Bumina masuk dalam kategori efektif. Indeks yang dihasilkan untuk masing-
masing lokasi Rekomtek Yumina-Bumina yaitu Bantul 7,13; Kota Yogya 6,78, dan
Sleman 7,25 sehingga hasil rata-rata indeks nasional untuk rekomtek Yumina-Bumina
sebesar 7,05 berada pada kategori efektif.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rekomtek lele mutiara dilakukan di
Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa
penerapan kebijakan lele mutiara di Kabupaten Cirebon dinilai cukup efektif oleh para
responden. Skor Efektifitas kebijakan pemerintah untuk penerapan lele mutiara di
Kabupaten Cirebon yaitu 71,60 dengan rata-rata skor hasil pengukuran efektifitas
kebijakan Rekomtek lele mutiara masuk dalam kategori efektif. Sedangkan hasil
indeks pengukuran efektifitas kebijakan sebesar 6,52 dengan kategori efektif.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rekomtek nila srikandi dilakukan di
Kabupaten Brebes dan Cirebon. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan
bahwa penerapan kebijakan nila srikandi di Kabupaten Brebes dan Cirebon dinilai
cukup efektif oleh para
responden. Skor Efektifitas kebijakan pemerintah untuk
penerapan nila srikandi di Kabupaten Brebes yaitu 70,50, sedangkan di Kabupaten
Cirebon yaitu 65,50. Rata-rata hasil skor pengukuran efektifitas kebijakan Rekomtek
nila srikandi masuk dalam kategori cukup efektif dengan skor 68,00. Sedangkan hasil
pengukuran indeksnya mengasilkan nilai di Brebes 6,70 dan 6,22 untuk lokasi Cirebon
dengan kategori efektif.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rekomtek patin pasupati dilakukan di
Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa
penerapan kebijakan patin Pasupati di Kabupaten Cirebon dinilai cukup efektif oleh
para
responden. Skor Efektifitas kebijakan pemerintah untuk penerapan patin
Pasupati di Kabupaten Cirebon yaitu 53,20, sedangkan hasil pengukuran indeksnya
menghasilkan nilai 4,91 dengan kategori cukup efektif.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 77
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Sementara itu, lokasi survey untuk kebijakan Rekomtek antilin-antiraks
dilakukan di Kota Tarakan. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa
penerapan kebijakan antilin-antiraks di Kota Tarakan dinilai cukup efektif oleh para
responden. Skor Efektifitas kebijakan pemerintah untuk penerapan antilin-antiraks di
Kabupaten Tarakan yaitu 61,00. Rata-rata hasil pengukuran skor efektifitas kebijakan
Rekomtek antilin-antiraks masuk dalam kategori kurang efektif dengan skor 61,00.
Sedangkan hasil pengukuran indeksnya menghasilkan nilai 5,80 beradapada kategori
cukup efektif. Pengamatan di lapang, berdasarkan wawancara dengan responden,
menyebutkan bahwa antilin-antiraks dirasakan efektif untuk mendeteksi adanya
bahan berbahaya formalin dan boraks pada makan. Namun, pada tahun ini responden
mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk antilin-antiraks tersebut sehingga
mengalihkan penggunaan produk antilin-antiraks dengan produk lain yang mudah
dijumpai di Kota Tarakan.
Grafik 3.1. I N D E K S E F E K T I F I T A S K E B I J A K A N R E K O M E N D A S I T E K N O L O G I
 INDEKS EFEKTIFITAS KOMODITAS RILIS
Efektifitas Kebijakan Pemerintah yang diukur oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan meliputi penerapan hasil penelitian yang
telah dirilis. Hasil penelitian yang telah dirilis yaitu Lele Mutiara, Nila Srikandi, dan
Patin Pasupati. Survey yang dilakukan di masing-masing Kota/Kabupaten bisa
berbeda-beda tergantung jenis penerapan Kebijakan Rilis. Setelah diketahui skor yang
dihasilkan terhadap penerapan hasil penelitian rilis di beberapa wilayah, kemudian
dihitung indeks efektifitasnya. Hasil penguran skor efektifitas kebijakan pemerintah
komoditas rilis dapat dilihat pada Tabel di atas sedangkan pengukuran indeks
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 78
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
efektifitas kebijakan pemerintah untuk komoditas Rilis dapat dilihat pada tabel di
atas.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rilis lele mutiara dilakukan di Kabupaten
Brebes, Tegal, dan Bekasi. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa
penerapan kebijakan lele mutiara di masing-masing lokasi yaitu Kabupaten Brebes
dinilai efektif dengan skor 69,50, Tegal 82,00 dengan kategori efektif, dan Bekasi
67,17 dengan kategori efektif. Rata-rata skor terboboti untuk ketiga lokasi yaitu
sebesar 72,89 dengan kategori efektif. Sedangkan hasil indeks pengukuran efektifitas
kebijakan Rilis lele mutiara di Kabupaten Brebes sebesar 5,84; Tegal 8,11; dan Bekasi
5,64. Rata-rata hasil pengukuran indeks efektifitas Rilis pada komoditas lele mutiara
sebesar 6,53 dengan kategori efektif. Lele mutiara dinilai oleh responden lebih cepat
pertumbuhannya dan tahan terhadap penyakit.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rilis patin Pasupati dilakukan di Kabupaten
Brebes, Tegal, dan Bekasi Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa
penerapan kebijakan patin Pasupati di masing-masing lokasi yaitu Kabupaten Brebes
dinilai efektif dengan skor 73,00, Tegal 73,29 dengan kategori efektif, dan Bekasi
59,33 dengan kategori cukup efektif. Rata-rata skor terboboti untuk ketiga lokasi yaitu
sebesar 68,54 dengan kategori efektif. Sedangkan hasil indeks pengukuran efektifitas
kebijakan Rilis patin Pasupati di Kabupaten Brebes sebesar 6,13; Tegal 7,94; dan
Bekasi 4,96. Rata-rata hasil pengukuran indeks efektifitas Rilis pada komoditas patin
Pasupati sebesar 6,35 dengan kategori cukup efektif.
Lokasi Survey untuk kebijakan Rilis Nila Srikandi dilakukan di Kabupaten
Tegal dan Bekasi. Hasil penelitian di lokasi tersebut menunjukkan bahwa penerapan
kebijakan nila srikandi di masing-masing lokasi yaitu Tegal 45,07 dengan kategori
kurang efektif, dan Bekasi 63,00 dengan kategori cukup efektif. Rata-rata skor
terboboti untuk kedua lokasi yaitu sebesar 54,04 dengan kategori cukup efektif.
Sedangkan hasil indeks pengukuran efektifitas kebijakan Rilis patin Pasupati di
Kabupaten Tegal 7,94; dan Bekasi 4,98. Rata-rata hasil pengukuran indeks efektifitas
Rilis pada komoditas nila srikandi sebesar 6,35 dengan kategori cukup efektif.
Secara keseluruhan, hasil pengukuran indeks efektifitas kebijakan
pemerintah untuk komoditas Rilis menunjukkan bahwa penerapan hasil penelitian
Balitbang KP cukup efektif dengan skor 65,15 dan indeks komposit 5,89. Secara
umum, indeks efektifitas kebijakan untuk komoditas rilis lele mutiara, nila srikandi,
dan patin pasupati dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 79
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Grafik 3.2. I N D E K S E F E K T I F I T A S K E B I J A K A N P E M E R I N T A H U N T U K
KOMODITAS RILIS
Setelah dilakukan perhitungan indeks efektifitas kebijakan pemerintah
untuk rekomendasi teknologi dan komoditas rilis produk teknologi Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, maka dilakukan perhitungan Efektifitas
Kebijakan Teknologi (EKT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan. Nilai EKT Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
yaitu 6,02 pada kategori cukup efektif. Nilai ini didasarkan pada nilai rata-rata
gabungan antara indeks kebijakan rilis dan rekomendasi teknologi. Indeks Kebijakan
Teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dapat dilihat
pada tabel di atas.
Tabel 3.6. I N D E K S K E B I J A K A N T E K N O L O G I B A D A N P E N E L I T I A N D A N
PENGEMBANGAN TAHUN 2016
KEBIJAKAN TEKNOLOGI
1. RILIS
2. REKOMTEK
EKT (EFEKTIFITAS
KEBIJAKAN TEKNOLOGI)
SKOR
TERTIMBANG
65,15
65,66
65,41
RATA-RATA (NASIONAL)
INDEKS
KATEGORI
TERTIMBANG
EFEKTIVITAS
5,89
cukup efektif
6,15
cukup efektif
6,02
cukup efektif
Sumber : data primer diolah, 2016
Indeks efektifitas teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan berasal dari pengukuran kebijakan teknologi berupa rekomendasi
teknologi (rekomtek) dan komoditas rilis. Nilai skor dan indeks tertimbang pada
masing-masing rekomendasi kebijakan teknologi dapat dilihat pada grafik di atas.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 80
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
6.02
EKT
65.41
6.15
Rekomtek
65.66
Indeks Tertimbang
Skor Tertimbang
5.89
Rilis
65.15
0
10
20
30
40
50
60
70
Grafik 3.3. I N D E K S E F E K T I F I T A S T E K N O L O G I B A D A N P E N E L I T I A N D A N
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Langkah-langkah Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan untuk perbaikan kedepan terkait dengan target indikator kinerja indeks
efektifitas kebijakan pemerintah adalah sebagai berikut :
1.
2.
Dengan capaian indeks efektifitas kebijakan teknologi (EKT) cukup efektif, masih
terdapat peluang untuk meningkatkan teknologi yang diterapkan oleh Balitbang
KP menjadi efektif atau sangat efektif;
Peluang peningkatan EKT dimungkinkan dengan mendorong peningkatan EKT
pada beberapa rekomendasi teknologi berikut : Produk Antilin dan Antiraks di
Kota Tarakan, Nila Srikandi dan Patin Pasopati di Kabupaten Cirebon. Serta
dengan mendorong peningkatan EKT pada produk pelepasan/rilis berikut : Nila
Srikandi di Kabupaten Bekasi; Lele Mutiara, Patin Pasopati, dan Nila Srikandi di
3.
Kabupaten Bekasi;
Peningkatan EKT pada beberapa komoditas dan beberapa wilayah dimaksud,
mengacu pada hasil skor per indikator dan per kategori, untuk dilihat pada
kategori mana teknologi Balitbang KP perlu ditingkatkan dan didorong upaya
perbaikannya.
3.3.1.4 SASARAN STRATEGIS - 4 : TERSEDIANYA REKOMENDASI DAN
MASUKAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KP YANG EFEKTIF
Nilai sasaran strategis " T e r s e d i a n y a
rekomendasi
dan
masukan
kebijakan
p e m b a n g u n a n K P y a n g e f e k t i f " sebesar 101,77% . Indikator kinerja yang ditetapkan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 81
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
untuk mengukur keberhasilan sasaran tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan
pembangunan KP yang efektif terdiri dari 3 (tiga) indikator kinerja utama (IKU) sebagai berikut:
3.3.1.1.5 IKU KE -5. :
MASUKAN KEBIJAKAN KP
JUMLAH REKOMENDASI DAN
Jumlah rekomendasi dan masukan kebijakan KP didefinisikan
sebagai hasil kegiatan Litbang (dari output rekomendasi kebijakan KP) yang berisi
bahan pertimbangan masukan, serta opsi kebijakan dan analisis
d a m p a k berdasarkan hasil kegiatan penelitians untuk digunakan sebagai bahan
kebijakan. Indikator ini bertujuan untuk mendapatkan luaran rekomendasi dan
masukan kebijakan KP yang dihasilkan oleh Eselon II Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Formula/cara perhitungan indikator ini berupa agregat
jumlah hasil
Litbang KP dari output rekomendasi/model kebijakan yang dihasilkan oleh Eselon II
Pusat lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Bukti
capaian akhir yang harus disampaikan pada akhir tahun anggaran yaitu berupa
laporan akhir kegiatan output rekomendasi kebijakan.
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah rekomendasi dan masukan
kebijakan KP (paket/buah) dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah rekomendasi
dan masukan kebijakan
KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
66
66
100,0
51
51
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dari 51 (lima puluh satu) buah rekomendasi yang diperjanjikan, dapat
tercapai seluruhnya sebesar 100%. Jika dibandingkan baik target atau capaian
mengalami penurunan yang disebabkan oleh pengurangan/pemotongan anggaran.
Berdasarkan target jangka menengah yang tertuang dalam renstra Badan Penelitian
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 82
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan 2015 – 2019, mengamanatkan target
indikator kinerja utama rekomendasi kebijakan pada tahun 2016 sebesar 51 buah dan
meningkat setiap tahun sehingga total rekomendasi yang akan dihasilkan di tahun
2019 dengan total akumulasi sebanyak 416 buah. Dengan demikian, capaian pada
tahun 2016 telah melebihi target yang ditetapkan dalam renstra namun bila
dibandingkan dengan total akumulasi target selama 5 tahun kedepan maka capaian
tahun 2016 baru mengkaver 15,86% dari target yang ditetapkan.
Hal yang perlu menjadi perhatian dan perbaikan dalam pelaksanakan
Litbang untuk menghasilkan rekomendasi dan masukan kebijakan KP (paket/buah)
sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)
Mempertajam rumusan analisis atau rekomendasi dengan mengedepankan pada
analisis dampak kebijakan, opsi kebijakan berikut langkah operasional sehingga
mampu memberikan gambaran komprehensif kepada stakeholder;
Perencanaan penelitian rekomendasi kebijakan berbasis kebutuhan user atau isu
terkini;
Memberikan alokasi anggaran dan fleksibilitas judul penelitian untuk
memfasilitasi kegiatan crash program yang membutuhkan reaksi tanggap cepat
dalam bentuk policy brief atau naskah akademik;
Rekomendasi yang disampaikan kepada stakeholder secara resmi dan
terdokumentasikan dengan baik untuk selanjutnya dipantau pemanfaatannya
sebagai sumbangan indikator outcome Badan Penelitian dan Pengembangan
5)
Kelautan dan Perikanan;
Agar luaran rekomendasi kebijakan dapat implementatif, operasional dan
mampu memberikan gambaran opsi serta langkah strategis maka diperlukan
SDM peneliti yang berkompeten dan ahli dalam pelaksanaan kegiatan dan
perumusannya.
Sesuai tabel di atas diatas, beberapa rekomendasi unggulan yang dihasilkan
di tahun 2016 antara lain :
1) Potensi Budidaya Komoditas Moluska (kerang dan siput) di Pulau Bangka,
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
2) Kesiapan pelaku usaha budidaya udang di tarakan menerapakan kebijakan
ekolabel Aquaculture Stewardship Cousncil (ASC);
3) Valuasi ekonomi sumberdaya kelautan dan perikanan di lokasi rehabilitasi dan
wisata bahari;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 83
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
4) Policy Brief tentang Analisis dan Penghitungan Indeks Kesejahteraan Masyarakat
Kelautan dan Perikanan Tahun 2015;
5) Policy Brief tentang Aspek Sosek Masyarakat KP terhadap Pelaksanaan
Reklamasi Pantura Jakarta;
6) Policy Brief tentang Dampak Sosek Pengoperasian Alat Tangkap Cantrang di
Wilayah Prov. Jawa Tengah;
7) Policy Brief tentang SOP Penghitungan Dampak Kerugian dalam Rangka
Penanggulangan Dampak Tumpahan Minyak terhadap Sumber Daya KP;
8) Policy Brief tentang Strategi Antisipasi Lonjakan Harga Ikan di Pasar Domestik
Jelang Bulan Puasa dan Lebaran; dan
9) Policy Brief tentang Dampak Ekonomi Kebijakan Pemberantasan IUUF terhadap
Perikanan Skipjack tuna Indonesia;
10) Rekomendasi Sosek tentang Pengaturan Sosial Ekonomi Sumber Daya KP di
TWP Kapoposang, TN Karimunjawa, dan TWP Gili Matra;
11) Rekomendasi Sosek tentang Valuasi Ekonomi SDKP Di TWP Kapoposang, KKLD
Natuna, dan TWP Gili Matra;
12) Rekomendasi Sosek mengenai Perlindungan Nelayan Terhadap Keberlanjutan
Usaha Perikanan Tangkap;
13) Rekomendasi Sosek mengenai Penguatan Kelembagaan Pengelola WPP 712 dan
718;
14) Rekomendasi Sosek mengenai Kesiapan Pelaku Usaha Budidaya Udang di
Tarakan Menerapkan Kebijakan Ecolabel Aquaculture Stewardship Council (ASC);
dan
15) Rekomendasi
Sosek
mengenai
Pentingnya
Revisi
UU
Konservasi
Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Sebagai Payung Hukum Pemanfaatan
Sumber Daya Hayati Indonesia.
3.3.1.1.6 IKU KE -6 : JUMLAH DATA DAN INFORMASI
ILMIAH KP
Jumlah data dan informasi ilmiah KP didefinisikan berupa data
informasi hasil penelitian yang tekah disusun dalam bentuk paket informasi (hasil
pengolahan dan analisis data). Indikator ini bertujuan untuk mendapatkan data dan
informasi ilmiah yang dihasilkan dari kegiatan Litbang KP yang dihasilkan dari
kegiatan Litbang KP yang dilaksanakan.
Cara perhitungan indikator jumlah data dan informasi ilmiah KP berasal
dari jumlah data dan informasi yang sudah disampaikan secara resmi oleh Kepala
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 84
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Satker kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Jumlah data dan informasi merupakan perhitungan akumulasi dari beberapa indikator
kinerja utama Satker berupa : 1) Data informasi hasil litbang; 2) Jumlah kawasan
pesisir yang terpetakan sumberdayanya; dan 3) WPP yang terpetakan karakterisik
dan dinamika laut. Bukti capaian akhir dari indikator ini berupa laporan akhir.
Indikator ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapakan
adalah sesuai dengan target yang ditetapkan.
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah data dan informasi ilmiah KP
dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah data dan
informasi ilmiah KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
110
110
100,0
120
121
100,8
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dari tabel diatas terlihat bahwa capaian data dan informasi ilmiah KP pada
tahun 2016 mengalami peningkatan sejumlah 21 buah dibandingkan tahun 2015.
Kenaikan volume target dan capaian tahun 2016 dipengaruhi oleh meningkatnya
target data dan informasi yang ditetapkan pada RPJMN dan tambahan anggaran
APBN-P.
Selama tahun 2016, terdapat perubahan target pada jumlah data dan
informasi ilmiah KP yang sebelumnya 114 buah menjadi 120 buah buah. Perubahan
target ini disepakati akibat kebijakan penambahan anggaran untuk penelitian dan
pengembangan yang ditetapkan pada pertengahan tahun 2016. Data dan informasi
yang telah dihasilkan antara lain :
1)
PENELITIAN BIOPOTENSI TERUMBU KARANG CTI
Penelitian ini menghasilkan data dan informasi terkait hasil pengamatan
bioekologi dan biopotensi terumbu karang yang terdapat di KKPD 1 Kabupaten
Buton Selatan meliputi pola hidrologis, terumbu karang, dan biopotensi perairan
sebagai studi dasar dalam pembentukan sistem zonasi konservasi berupa: (1)
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 85
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
pola hidrologis yang meliputi variabel air yang berupa salinitas, nutrien, pH, dan
suhu, (2) terumbu karang yang meliputi tutupan dan pergeseran komunitas
akibat lingkungan, (3) biopotensi keragaman dan bioaktiitas sitotoksik dari biota
invetebrata
laut
spons,
karang
lunak,
dan
asicidian.
Penelitian
ini
merekomendasikan tiga area konservasi inti di KKPD 1 Kabupaten Buton Selatan,
yaitu:



Daerah Perlindungan Laut Perairan Pulau Liwutonkidi
Daerah Perlindungan Laut Perairan Barat Daya Pulau Kadatua
Daerah Perlindungan Laut Perairan Barat Laut Pulau Siompu
Rekomendasi Daerah Perlindungan Laut (DPL) di KKPD Kota Buton
Selatan berbasis bioekologi lingkungan dan keragaman biopotensi invertebrata
terumbu karang sebagai berikut:
Gambar 3.7. R E K O M E N D A S I D P L D I K K P D K O T A B U T O N S E L A T A N
BERBASIS BIOEKOLOGI LINGKUNGAN DAN KERAGAMAN BIOPOTENSI
INVERTEBRATA TERUMBU KARANG
2)
BIOEKOLOGI
LAUT
LINGKUNGAN
DAN
BIOPOTENSI
INVERTEBRATA
Penelitian ini menghasilkan peta karakteristik ekologis dari pola
lingkungan dan pengaruhnya terhadap biopotensi biota invetebrata, sebagai
studi dasar untuk penetapan zonasi di Kawasan Konservasi Perairan Daerah
(KKPD) Kota Batam. Penelitian ini merekomendasikan disain zonasi wilayah
Takong, Pangelep, dan Kalo sebagai zona konservasi ikan dan terumbu karang.
Zona tersebut diharapkan menjadi titik-titik habitat sumberdaya perikanan dan
biopotensi invetebrata di KKPD Kota Batam.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 86
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.8. R E K O M E N D A S I D A E R A H P E R L I N D U N G A N L A U T ( D P L ) D I
KKPD KOTA BATAM BERBASIS BIOEKOLOGI LINGKUNGAN DAN
BIOPOTENSI TERUMBU KARANG
3)
REMEDIASI MEDIA NONYLFENOL PADA TANAMAN AIR ANUBIAS
DAN DOMESTIKASI TANAMAN HIAS AIR BUCHEPALANDRA
Remediasi media air yang mengandung nonilfenol dengan konsentrasi
2,5 mg/L menggunakan tanaman eceng gondok membutuhkan waktu 1 hari
sedangkan tanpa tanaman membutuhkan waktu 2 hari atau lebih. Pertumbuhan
ikan mas koki dengan tiga jenis tanaman hias air yang dipelihara bersama dalam
satu sistem yang terintegrasi (akuaponik), menunjukkan hasil yang baik. Hasil
uji lanjut menunjukkan pertumbuhan yang terbaik adalah pemeliharaan ikan
mas koki dan dengan tanaman melati air (Echinodorus sp.). Tanaman
Bucephalandra merupakan jenis tanaman yang memerlukan suhu yang sejuk
berkisar antara 28 -32 °C dengan kelembaban relatif berkisar antara 85-99%
agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Gambar 3.9. K E G I A T A N P E N E L I T I A N T A N A M A N A I R
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 87
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
4)
EKSPLORASI SUMBER DAYA GENETIK IKAN HIAS LAHAN GAMBUT
DAN IKAN INTRODUKSI
a)
b)
Sequensing gen COI (DNA barcoding) ikan hias introduksi melalui Macrogen
Optimasi suhu dan lama waktu anelling
serta ekstensi stage pada amplifikasi gen
Cyt b dan RAG 2, amplifikasi gen RAG
menunjukkan waktu otimasi aneling
adalah 1,5 menit pada suhu 60oC dan
ekstensi adalah 2,5 menit pada waktu
72oC, untuk jenis cat fish terdapat
singleband sedangkan ikan tigerfish
c)
d)
terdapat multiband
Telah dilakukan ekstrasi gel elektroforesis untuk amplifikasi band spesifik
Ikan Bamble bee (Brachygobius doriae) berhasil memijah di lingkungan
terkontrol setelah 3 bulan pemeliharaan
Gambar 3.10. I K A N B O T I A K U B O T A I , B O T I A S I D T H I M U N K I , B O T I A
BERDMOREI
3.3.1.1.7 IKU KE -7. : JUMLAH KARYA TULIS ILMIAH
YANG DITERBITKAN
Indikator Jumlah Karya Tulis Ilmiah yang diterbitkan
merupakan tulisan yang disusun berdasarkan data dan
informasi yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah
diterbitkan di jurnal atau prosiding dalam dan/atau luar negeri pada tahun berjalan.
Indikator ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran jumlah karya tulis ilmiah yang
dihasilkan oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah karya tulis ilmiah yang
diterbitkan dideskripsikan di bawah ini.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 88
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah karya tulis ilmiah
yang diterbitkan
2015
2016
T
R
%
T
R
%
480
546
113,7
504
531
105,3
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Gambar di atas menunjukan bahwa target dan capain jumlah karya tulis
ilmiah KP pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebanyak 105,3% dan 113,7%
buah dibandingkan tahun 2015. Volume target karya tulis ilmiah yang meningkat
didasarkan pada capaian yang diperoleh pada tahun 2015 dan disesuaikan/disepakati
dengan terget yang direncanakan oleh Satuan Kerja.
Gambar 3.11. P R O S I D I N G D A N J U R N A L Y A N G D I T E R B I T K A N
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 89
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3.1.5 SASARAN STRATEGIS -5 : TERWUJUDNYA HASIL PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
KELOLA
YANG
INOVATIF
PEMANFAATAN
SDKP
UNTUK
YANG
PENYELENGGARAAN
ADIL,
BERDAYA
SAING
TATA
DAN
BERKELANJUTAN
Nilai sasaran strategis " T e r w u j u d n y a h a s i l p e n e l i t i a n d a n p e n g e m b a n g a n y a n g
inovatif untuk penyelenggaraan tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil,
b e r d a y a s a i n g d a n b e r k e l a n j u t a n " sebesar 100,44%. Indikator kinerja yang ditetapkan
untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 4 (empat) indikator kinerja utama
(IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.8
IKU
KE
-8
:
JUMLAH
HASIL
LITBANG
KP
YANG
TEREKOMENDASIKAN UNTUK MASYARAKAT DAN/ATAU INDUSTRI
Indikator kinerja hasil litbang KP yang terekomendasikan untuk masyarakat
dan/atau industri (buah) didefinisikan sebagai berikut :
 Rekomendasi teknologi merupakan salah satu upaya menjalankan Undang-undang
Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan
Kehutanan Pasal 28 : (1) Materi penyuluhan dalam bentuk teknologi tertentu yang
akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha harus mendapat
rekomendasi dari lembaga pemerintah, kecuali teknologi yang bersumber dari
pengetahuan tradisional; (2) Lembaga pemerintah pemberi rekomendasi wajib
mengeluarkan rekomendasi segera setelah proses pengujian dan administrasi
selesai; (3) Teknologi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan
oleh Menteri;
 Teknologi yang terekomendasi dapat dihasilkan dari hasil litbang pada tahun
berjalan maupun tahun-tahun sebelumnya (5 tahun terakhir).
 Tujuan indikator kinerja ini memberikan gambaran kontribusi teknologi litbang KP
yang terekomendasikan untuk diterapkan di masyarakat atau dunia industri. Bukti
capaian yang harus disampaikan di akhir tahun anggaran berupa buku
rekomendasi teknologi. Formula/cara perhitungan indikator hasil litbang yang
terekomendasikan untuk masyarakat dan/atau industri (buah) dengan cara
jumlah teknologi yang dihasilkan oleh satuan kerja Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang terekomendasi dan ditetapkan dalam
keputusan Menteri KP. Teknologi yang terekomendasi telah diusulkan sesuai
dengan format usulan yang telah ditetapkan dan lulus penilaian oleh komisi
Litbang dalam 2 tahap : 1) administrasi, dan 2) oral melalui presentasi. Indikator
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 90
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
ini menggunakan polarisasi maximize, dimana capaianya diharapkan melebihi
target yang ditetapkan.
Berikut tahapan proses seleksi hasil litbang KP yang terekomendasikan
untuk masyarakat dan/atau industri (buah) yang dilaksanakan oleh komisi penelitian
dan pengembangan kelautan dan perikanan (Litbang KP) tahun 2016 :
Tabel 3.7. T A H A P A N S E L E K S I R E K O M E N D A S I T E K N O L O G I T A H U N 2 0 1 6
No
Tahapan Seleksi
1
2
Usulan Awal
Presentasi/Paparan
TOTAL
Satuan Kerja
Balitbang Eselon
KP
I Lain
12
11
11
10
Kategori Teknologi
Budidaya
Kelautan
Tangkap
32
27
3
1
6
2
36
Pengolahan/
Pasca Panen
6
6
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah hasil Litbang KP yang
terekomendasikan untuk masyarakat dan/atau industri dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah hasil Litbang KP
yang terekomendas ikan
untuk masyarakat
dan/atau industri
2015
2016
T
R
%
T
R
%
18
12
66,67
27
28
103,7
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dalam rangka penyusunan rekomendasi tersebut, maka dibentuk Komisi
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Komisi Litbang KP)
berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 43/KEPMENKP/2013, dengan fungsi penerimaan penilaian bahan usulan rekomendasi teknologi
dan pengusulan penetapan rekomendasi teknologi. Setelah melalui tahapan seleksi
dan penilaian oleh Komisi Litbang KP, maka pada tahun 2016 telah terpilih 36 judul
teknologi dari 23 UPT KKP.
Dari tabel diatas terlihat capaian Jumlah hasil litbang KP yang
terekomendasi untuk masyarakat dan/atau industri pada tahun 2016 sebanyak 28
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 91
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
buah rekomendasi teknologi yang berasal dari Satker Lingkup Balitbang KP atau
sebesar 175%, lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Jika dibandingkan dengan
capaian tahun 2015 yaitu sebanyak 12 buah atau 66,67% lebih rendah dan tidak
tercapainya rekomendasi teknologi disebabkan oleh teknologinya belum siap
diaplikasikan ke masyarakat dan aspek penilaian dari Tim Komisi Litbang KP
diperketat dengan melihat tingkat penerapan di masyarakat dan analisis ekonominya.
Gambar 3.12. B U K U R E K O M E N D A S I
TEKNOLOGI
BADAN
PENELITIAN
DAN
PENGEMBANGAN
KELAUTAN
DAN PERIKANAN TAHUN 2013-2014
Gambar
3.13.
BUKU
REKOMENDASI
TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
KELAUTAN
DAN
PERIKANAN TAHUN 2015-2016
No.
1
2
Tabel 3.8. R I N C I A N K E G I A T A N H A S I L L I T B A N G K P Y A N G L O L O S M E N J A D I R E K O M E N D A S I
NAMA TEKNOLOGI
Jaring dua lapis sebagai alat
tangkap penunjang upaya
konservasi ikan terubuk
Pelolosan ikan kecil (juvenil) pada
alat tangkap cantrang dengan
menggunakan square mesh
TEKNOLOGI KP TAHUN 2016
PENGUSUL
1.
2.
3.
1.
2.
3.
Hufiadi, S.Pi, M.Si
Ir. Mahiswara, M.Si
Baihaqi, S.Pi
Hufiadi, S.Pi, M.Si
Ir. Mahiswara, M.Si
Baihaqi, S.Pi
UNIT KERJA PENGUSUL
BPPL - Muara Baru
BALITBANG KP
BPPL - Muara Baru
BALITBANG KP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 92
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
No.
NAMA TEKNOLOGI
window
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Budidaya ikan lele strain mutiara
melalui aplikasi vaksin hydrovac
dan probiotik pato-aero 1 dalam
kolam terpal
Teknologi budidaya ikan bandeng
dalam keramba jaring apung di
laut
Penerapan kalender musim tanam
untuk budidaya rumput laut yang
produktif dan berkelanjutan
Teknologi budidaya rumput laut
Sargassum sp
Teknologi kultur masal kopepod
untuk mendukung pembenihan
ikan laut
Teknologi produksi induk unggul
bandeng melalui seleksi
Teknologi produksi benih kepiting
bakau scylla paramamosain
Vaksin koktail hydrogalaksivac
untuk pencegahan penyakit koinfeksi motile aeromonads
septicemia (MAS) dan
stretptoccosis pada ikan nila,
oreochromis miloticus
Budidaya Yumina-Bumina
(Budidaya sayur + Ikan dan Buah
+ Ikan)
PENGUSUL
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Dr. R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi, S.Pi, M.Si
Bambang Iswanto, S.Pi, M.P
Ir. Evi Tahapari
Dr. Angela Mariana Lusiastuti
Dra. Irsyaphiani Insan, M.Si
Ir. Bambang Priono, S.U
Dr. Ir. Usman, M.Si
Ir. Burhanuddin
Makmur, S.Pi
Daud S. Pongsapan
Prof. Dr, Ir. Rayman Syah, MS
Petrus Rani Pong-Masak, S.Pi, M.Si
Muslimin, S.Pi, MP
Pustika Ratnawati, S.Pi
Muslimin,S. S.Pi., MP
Wiwin kusuma perdana sari.,S.Si
Petrus Rani Pong-Masak, S.Pi, M.Si
Rina Puji Astuti, S.Pd, M.Si
Ir. Ketut Maha Setyawati
Dr. Gede S.Sumiarsa, M.Sc
Prof. Dr. I.N.Adiasmara Giri, M.S
Ir. Toni Setia Dharma
Ir. Irwan Setyadi
Prof. Dr. Haryanti, MS
Ida Komang Wardhana, S.Si
Ir. Titiek Aslianti, MP
Dr. Gede S.Sumiarsa, M.Sc
Ir. Zafran, M.Sc
Drs. Marzuki
Gigih Setia Wibawa, S.Pi
Ir. Ibnu Rusdi, MP
Ir. Irwan Setyadi
Ir. Bambang Susanto, M.Si
Ir. Zafran, M.Sc
Ir. Dahlan Makatutu, M.Si
Ir. Jhon Harianto Hutapea, M.Sc
Prof. Dr. Haryanti, M.S
Prof. Dr. Ketut Sugama, M.Sc
Tuti sumiati, S.Pi
Dr. Desy Sugiani, M.Si
Dr. Drh. Angela Mariana Lusiastuti, M.Si
Ir. Taukhid, M.Sc
Drh. Uni Purwaningsih, M.Si
Ir. Imam Taufik, M.Si
Eri Setiadi, S.Si., M.Sc
Dr. Ani Widiyati, M.Si
Ir. Lies Setijaningsih, M.Si
Yohanna, R.W. M.Sc
Ir. Yosmaniar, M.Si
UNIT KERJA PENGUSUL
PUSLITBANGKAN - Ancol
BALITBANG KP
BPPBAP - Maros
BALITBANG KP
LPPBRL - Gorontalo
BALITBANG KP
LPPBRL - Gorontalo
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
IP4I - Depok
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 93
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
No.
12
13
14
15
16
17
18
NAMA TEKNOLOGI
Penggunaan strain unggul
mustika untuk meningkatkan
produksi pembesaran ikan mas
Aplikasi probiotik PONDBIOAERO untuk pencegahan
penyakit motile aeromonads
septicemia pada budidaya ikan
lele
Teknologi recirculating
aquaculture system (RAS) untuk
budidaya pembesaran lobster
pasir panulirus homarus
Teknologi pendederan ikan gabus
(channa striata)
Pembenihan ikan gabus secara
alami dan semi alami
Teknologi pendederan abalon
haliotis squamata
Teknologi pakan pembesaran ikan
patin (pangasionodon
hypopthalmus) berbasis bahan
baku lokal di kolam lahan gambut
PENGUSUL
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
Adang Saputra, S.Pi, M.Si
Nuryad, S.Pi
Dewi Puspaningsih, S.Pi, M.Si
Khairul Syahputra, M.Si
Didik Ariyanto, M.Si
Yogi Himawan, S.Pi
Flandrianto Sih P, S.Si
Listio Dharmawanto
Supriyanto, A.Md
Kusnadi
Yunus Nugraha
Dr. Angela Mariana Lusiastuti
Munti Yuhana
Ir. Taukhid, M.Sc
Desy Sugiani, S.Pi, M.Si
Yani Aryati, S.Pi, M.Si
Hessy Novita, S.Pi, M.Si
Widanarni
Kukuh adiyana, ST, MSi
Dr. Ir. Eddy Supriyono, M.Sc
Amin Pamungkas, ST
Lolita Theresiana, S.Si
Agus Cahyadi, M.Si
Riza Zulkarnain, ST, MT
Waryanto, ST
Adang saputra, A.Pi, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno, M.S
Dr. Ir. Ani Widiyati, M.Si
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Dewi Puspaningsih, S.Pi, M.Si
M.H. Fariduddin Ath-thar, S.Pi, M.Si
Vitas Atmadi Prakoso, S.Pi
Gleni Hasan Huwoyon, S.Pi
Dra. Irin Iriana Kusmini, M.Si
Dr. Rudhy Gustiano
Drs. Jojo Subagja, M.Si
M.H. Fariduddin Ath-thar, S.Pi, M.Si
Vitas Atmadi Prakoso, S.Pi
Deni Radona, S.Pi
Ir. Ibnu Rusdi, MP
Fitriyah Husnul Khitomah, M.Si
I Gusti Ngurah Permana, S.Pi, M.P
Hendra Agung Kurniawan, A.Md
Ir. Bambang Susanto, M.Si
Prof. Dr. I Nyoman Adiasmara Giri, M.S
Prof. Dr. Ketut Sugama, M.Sc
Ir. Jhon Harianto Hutapea, M.Sc
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno,MS
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Deisi Heptarina, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Endhay Kusnendar Kontara, M.S
UNIT KERJA PENGUSUL
BPPI - Sukamandi
BALITBANG KP
IP4I - Depok
BALITBANG KP
PUSLITBANGKAN - Ancol
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 94
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
No.
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
NAMA TEKNOLOGI
PENGUSUL
Formula pakan tenggelam untuk
pembesaran ikan nila berbasis
bahan baku lokal
Teknik Seleksi benih udang
melalui metode stresing
Teknologi Pengendalian Buangan
Sisa Pakan dengan Aplikasi
Rancangan SMART KJA
Alat transportasi ikan
berpendingin untuk pedagang
ikan keliling menggunakan sepeda
motor (ALTIS-2)
Alat Pencacah Tulang dan Kepala
Ikan - Shredder untuk pengolahan
tepung ikan (solusi mengatasi
kemacetan pada peralatan
pengolahan tepung ikan tipe
kontinu)
Rekomendasi teknologi Gel
pengharum ruangan dari alkali
treated cottoni (ATC)
Rekayasa proses pengolahan abon
ikan secara mekanik
Peti berinsula di atas kapal untuk
penanganan TTC
Teknologi penanganan dan
pengolahan krispi ikan kaca-kaca
Alat pelembut dan pencuci garam
korosok (salt disc mill)
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
M.Sulhi, S.Pi
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno,MS
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Endhay Kusnendar Kontara, M.S
M.Sulhi, S.Pi
Dra. Irin Iriana Kusmini, M.Si
Ir. Muliani, M.Si
Bunga Rante Tampangallo, S.Pi, M.Si
Nurbaya, S.Pi
Nurhidayah, S.Pi, M.Si
Ir. Muharijadi Atmomarsono, M.Sc
Zulkarnaen Fahmi, M.Si
Dr. Joni Hariyadi, M.Sc
Dr. Lismining PA, M.Si
Andika Luky S.P, S.Pi
UNIT KERJA PENGUSUL
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BPPBAP - Maros
BALITBANG KP
BP2KSI - Jatiluhur
BALITBANG KP
1. Tri Nugroho Widianto, M.Si
2. Arif Rahman Hakim, S.Pi
3. Bakti Berlayanto Sedayu, S.Pi, M.Sc
LPPMPHP - Bantul
BALITBANG KP
1. Luthfi Assada, S.Pi
2. Bakti Berlayanto Sedayu, S.Pi, M.Sc
3. Wahyu Tri Handoyo, ST
LPPMPHP - Bantul
BALITBANG KP
1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Dr. Ellya Siburat, M.Si
Prof. Rosmawaty
M. Darmawan, MT
Ir. Jamal Basmal, M.Sc
Luthfi Assadad, S.Pi
Arif Rahman Hakim, S.Pi
Dr. Bagus Setiadi Bandol Utomo, MAppSc
Dr. Singgih Wibowo, MS
Ir. Sugiyono, M.Si
Syamdidi, MAppSc
Memen Suherman, BE
Dr. Singgih Wibowo, MS
Dra. Th. Dwi Suryaningrum, MS
Ir. Ijah Muljanah, MS
Hasta Octavini, SP
Hariyanto Triwibowo, ST
Dr. Bagiyo Suwasono, MT
Bagus Hendrajana, M.Sc
Ali Munazid, MT
Erish Widjanarko, ST
Arif Winarno, MT
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
Buku rekomendasi teknologi merupakan penerbitan tahun kempat untuk
menindaklanjuti amanat UU nomor 16 tahun 2016 tentang sistem penyuluhan
pertanian, perikanan dan kehutanan sekaligus sebagi bentuk dedikasi Balitbang KP
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 95
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dalam mendukung program pembangunan KP ke arah komersialisasi dengan tetap
menjaga kelestarian sumber daya secara berkenlanjutan.
Untuk mendorong penerapan komeralisasi produk KP tentunya diperlukan
ilmu teknologi (IPTEK) dan inovasi, agar sumber daya dapat dikelola dan
dikembangkan secara berkelanjutan serta dapat dihasilkan produk KP yang bernilai
tambah dan berdaya saing. Buku ini merupakan salah satu perwujudan fungsi komisi
penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan dalam menilai dan menyeleksi
usulan rekomendasi untuk ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.
Balitbang KP dan Komisi Litbang KP dalam tiga tahun terakhir terus melakukan
perbaikan dalam proses pengusulan rekomendasi teknologi.
Perluasan sumber
teknologi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi teknologi yang semakin
layak diterapkan secara ekonomis, teknis dan memiliki keunggulan dari berbagai sisi
lainnya. Rekomendasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi bahan diseminasi,
difusi, dan adaptasi teknologi dalam kegiatan penyuluhan kelautan dan perikanan.
3.3.1.1.9 IKU KE -9 : JUMLAH HASIL LITBANG YANG INOVATIF UNTUK
PEMBANGUNAN KP
Hasil kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan yang
memiliki kebaruan
sebagian atau seluruhnya yang akan dipergunakan dalam
mengembangkan sistem produksi, pengolahan dan pemasaran berbasis IPTEK
berupa: 1) inovasi teknologi 2) komponen inovasi dan 3) model sosial ekonomi.
Indikator kinerja ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan
produktivitas suatu usaha di sektor Kelautan dan Perikanan pada masyarakat melalui
pemanfaatan IPTEK KP tersebut.
Penerapan IPTEK telah nyata meningkatkan
produksi dan produktivitas yang dinyatakan dalam bentuk laporan akhir kegiatan.
Perhitungan capaian didasarkan pada Jumlah hasil kegiatan penelitian dan
pengembangan kelautan dan perikanan IPTEK berupa: 1) inovasi teknologi (produk
biologi, paket teknologi, inovasi teknologi, rilis, jumlah rancang bangun/ desain) 2)
komponen inovasi (komponen teknologi, rancangan bangun/desain) dan 3) model
sosial ekonomi yang dihasilkan pada tahun berjalan.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 96
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah hasil litbang yang
inovatif untuk
pembangunan KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
133
133
100,0
151
151
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Capaian indikator kinerja jumlah hasil litbang yang inovatif untuk
pembangunan KP tahun 2016 telah seluruhnya dilaksanakan dengan prosentase
realisasi sebesar 100% berdasarkan bukti dokumen yang tersedia. Pencapaian
indikator kinerja disumbangkan oleh output kinerja berupa : Produk biologi,
komponen teknologi, paket teknologi, inovasi teknologi, rancang bangun alat,
teknologi pengelolaan/konservasi dan inovasi jasa dan produk kelautan, dengan
capaian unggulan antara lain :
1)
PENELITIAN
MIKROENKAPSULASI
MINYAK
IKAN
SEBAGAI
SUMBER ASAM LEMAK ESSENSIAL PADA PRODUK PANGAN
Hasil dari kajian ini adalah inovasi teknologi produksi minyak ikan yang meliputi
proses ekstraksi dan pemurnian serta karakterisasi minyak ikan dari hasil
samping industri pengolahan ikan (filet, penepungan, pengalengan dan
pengasapan). Inovasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi UKM
pengolah ikan untuk memanfaatkan potensi hasil sampingnya. Teknologi
fortifikasi minyak ikan terenkapsulasi pada produk pangan diharapkan dapat
meningkatkan nilai nutrisi produk dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.
Gambar 3.14. M I K R O E N K A P S U L M I N Y A K I K A N
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 97
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
2)
PENELITIAN PEMBUATAN PUPUK BIO PADAT DAN CAIR DARI
RUMPUT LAUT
Kajian
ini
menghasilkan
inovasi teknologi berupa
teknologi
ekstraksi
sap
liquid Sargassum sp. dengan
penambahan
tetes
tebu
silase
dan
untuk
meningkatkan unsur hara N
dan unsur hara C-organik. Lebih lanjut, adanya penambahan mikroba (Bacillus
subtillis, Pseudomonas fluorescens dan Trichoderma) pada pupuk dapat
meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan. Penelitian ini juga menghasilkan
teknologi pembuatan pupuk padat dari limbah padat ekstraksi agar. Dengan
dihasilkannya pupuk yang berkualitas dan bermutu tinggi diharapkan dapat
mengatasi permasalahan yang sering timbul di bidang pertanian, serta
meningkatkan harga jual produk pertanian.
3)
FORMULASI BAHAN PENGAWET UNTUK IKAN PINDANG
Dari
kajian
diperoleh
2
ini
telah
formula
pengawet yang berasal dari
ekstrak sirih hijau, ekstrak
teh hijau dan asam sorbat
yang cukup efektif dan
tidak
perubahan
memperlihatkan
karakteristik
sensori pindang secara signifikan. Penggunaan pengawet tersebut lebih tepat
digunakan sebagai larutan perendam sebelum perebusan dalam pemindangan.
Selain itu diperoleh juga informasi umur simpan pengawet pada suhu kamar,
dingin, dan beku. Hasil penelitian ini merupakan peluang bagi tersedianya
pengawet yang aman untuk pindang. Dengan tersedianya inovasi teknologi dari
formula pengawet ini, maka diharapkan dapat menjadi landasan untuk
penyempurnaan dan pengembangan formula pengawet produk perikanan
khususnya pindang.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 98
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
4)
TEKNOLOGI PRODUKSI BAHAN BAKU PRODUK KESEHATAN DAN
KOSMETIK DARI TERIPANG
Inovasi teknologi yang dihasilkan dari kajian ini adalah teknik ekstraksi untuk
menghasilkan ekstrak teripang Holothuria atra dalam bentuk serbuk yang sudah
diketahui khasiat, keamanan dan stabilitasnya. Khasiat secara in vitro
diperlihatkan melalui uji sitotoksik terhadap sel T47D MCF7, HeLa dan WiDr
dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 13,2 ppm; 12,6 ppm; 8,9 ppm dan 10,5
ppm. Ekstrak aktif tersebut tersebut mengandung senyawa aktif holothurin B1
dan holothurinogen. Holothurin B1 stabil terhadap sinar matahari dan suhu
sampai 60oC. Ruang lingkup komponen teknologi ekstraksi senyawa aktif dari
teripang H.atra meliputi penanganan bahan baku, transportasi, ekstraksi dan
teknik karakterisasinya melalui analisis fitokimia, FTIR, dan HPLC dan uji khasiat
in vitro. Sasaran pengguna komponen teknologi ini adalah masyarakat nelayan
penghasil teripang dan pihak industri farmaseutika dan nutraseutikal.
5)
PAKET TEKNOLOGI KIT UJI CEPAT RESIDU PESTISIDA
Telah dihasilkan inovasi teknologi berupa test kits residu pestisida. Test kits ini
digunakan untuk mendeteksi residu pestisida pada makanan dalam bentuk padat
atau cairan. Test kits terdiri atas: dua botol reagen (Reagen A dengan botol
volume 5-7 ml yang berisi Acetyl Cholin Bromide, Reagen B dengan botol volume
7-10 ml yang berisi larutan indikator pH), 2 buah botol kaca bening untuk
pengujian dan dilengkapi dengan satu syring dengan volume 5-10 ml untuk
mengambil larutan uji dalam jumlah tertentu, serta 1 lembar petunjuk cara
pengujian. Test kits pestisida ini cukup sensitif, dapat mendeteksi kandungan
pestisida hingga 25 ppm.
Gambar 3.15. P R O T O T I P E D I S A I N K I T U J I C E P A T R E S I D U P E S T I S I D A
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 99
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
6)
RANCANG
BANGUN
CHILLING
MENGGUNAKAN TENAGA HIBRIDA
STORAGE
UNTUK
KAPAL
Komponen inovasi teknologi yang dihasilkan pada tahun pertama ini berupa
palka yang dilengkapi dengan sistem pendingin Refrigerated Sea Water (RSW)
yang dapat digunakan untuk menyimpan ikan di atas kapal. Komponen RSW yang
utama
terdiri
dari
palka
yang
telah
ditambahkan
evaporator
untuk
mendinginkan air laut serta unit pendingin yang terdiri dari komponen utama
berupa kompresor, katup eskpansi, kondensor, recivier dan motor pengerak.
Gambar 3.16. D E S A I N D A N H A S I L K O N S T R U K S I C H I L L I N G S T O R A G E
7)
RANCANG BANGUN ALAT UJI KESEGARAN IKAN BERBASIS NON
DESTRUKTIF
Komponen inovasi teknologi yang dihasilkan yaitu konstruksi alat uji kesegaran
ikan berbasis non destruktif dan hasil pengolahan citra mata ikan. Penentuan
kesegaran ikan mampu dilakukan dengan pengolahan citra mata dan bau pada
ikan. Tahapan pengolahan citra mata ikan adalah croping dan resize citra mata,
image enhancement, segmentasi menggunakan ROI dan ekstraksi fitur
menggunakan wavelet metode Haar dan GLCM. Terdapat korelasi antara nilai
TVB dengan nilai mean, correlation dan contrast. Sehingga tiga parameter
tersebut bersama degan nilai nitrogen dijadikan data masukan untuk klasifier
SVM.
Gambar 3.17. A L A T U J I K E S E G A R A N I K A N D A N H A S I L P E N G O L A H A N C I T R A
MATA
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 100
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
8)
PRODUK BIOLOGI
NAMA PRODUK
Pro-Flok
(Probiotik
pembentuk
pakan alami
mikroba
(bioflok))
EEM (Efektif
Efisien Mikroba)
BPPBAT4
2
Pembentuk pakan alami
mikroba (bioflok)
Mengurangi pakan buatan
3
Mengoptimalkan kualitas air
1
2
Mengurangi limbah nitrogen
Mengoptimalkan kualitas air
4
Meningkatkan pertumbuhan
ikan air tawar
1
Ikan tengadak popuasi
Kalimantan mempunyai respon
yang sama pada pemeliharaan
multi sistem (Kolam tanah.
Jaring apung dan kolam beton).
2
Pada umur yang sama
mempunyai bobot rata-rata
yang lebih tinggi dibandingkan
dengan ikan tengadak Jawa
Barat.
1
Mampu beradaptasi pada
pemeliharaan di KJA dan Kolam
air deras dengan Sintasan diatas
50% pemeliharaan di KJA dan
80% pemeliharaan di Kolam Air
Deras
1
3
Calon Induk
Tengadak G1
Populasi
Kalimantan
Ikan Semah
Generasi
pertama, hasil
domestikasi
kisaran bobot 30
-50 g sebanyak
1500 ekor,
sebagai calon
induk
pembentuk
generasi ke 2
FOTO /
DOKUMENTASI
KEUNGGULAN
Menekan mortalitas pada
budidaya ikan air tawar
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 101
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
NAMA PRODUK
Vaksin KHVAeroVac
VIAT-1 (Vaksin
Ikan Air Tawar)
Vaksin
TRIVALEN
(vaksin bakteri
in-aktif
Aeromonas
hydrophila,
Streptococcus
agalactiae dan
Mycobacterium
fortuitum)
IchtahydroVac
Pro-P, Pro-G,
Pro-G(m)
HydroGalaksiVac
KEUNGGULAN
1
1
1
2
FOTO /
DOKUMENTASI
Mencegah penyakit KHV dan
infeksi sekunder A. hydrophila
pada ikan mas dan koi
Vaksin terenkapsulasi dalam
bentuk freeze dry lebih praktis
dan daya simpan lebih lama
Mencegah penyakit ko-infeksi
yang disebabkan oleh ketiga
jenis bakteri tersebut secara
sinergis pada budidaya ikan air
tawar (lebih powerfull
dibandingkan dengan sediaan
vaksin monovalen)
Lebih efisien dalam packaging,
transportasi, dan penyimpanan
(tiga dalam satu)
1
Mampu meningkatkan SR dan
RPS lebih tinggi dibanding
kelompok ikan yang tidak
divaksin setelah uji tantang
skala laboratorium
1
Mudah diaplikasikan dan
meningkatkan kinerja
pertumbuhan dan SR
1
Sebagai materi pengendali
penyakit MAS dan
Streptococcosis
2
Dapat meningkatkan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 102
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
NAMA PRODUK
KEUNGGULAN
FOTO /
DOKUMENTASI
kelangsungan hidup ikan nila
sampai 20%
Kultur sel
primer GT2
(Gouramy tail-2)
9)
1
Dapat digunakan untuk
mengisolasi virus irido air
tawar dari ikan gurami
2
Mampu memperbanyak
konsentrasi virus irido air
tawar sebesar dua kali lipat
dalam waktu 5 hari
BUDIDAYA KARANG HIAS POLIP BESAR PADA KEDALAMAN YANG
BERBEDA (PLEROGYRA SP, PHYSOGYRA SP, NEMENZOPHYLLIA SP)
DI ALAM DAN SISTEM SIRKULASI
Penelitian propagasi karang polip besar sudah berhasil dilakukan di pulau
Panggang Kepulauan Seribu untuk jenis karang Plerogyra sp dan Physogyra sp.
Karang jenis Nemenzophyllia sp tidak berhasil hidup pada ke tiga kedalaman
berbeda. Perubahan warna terjadi pada bulan Juni seiring dengan terjadinya
peristiwa pemutihan karang secara global di dunia, namun kembali ke kondisi
awal pada akhir penelitian. Parameter lingkungan yang mempengaruhi warna
adalah intensitas cahaya, karang jenis Plerogyra sp dan Physogyra sp lebih
menyukai intensitas cahaya yang rendah.
Gambar 3.18. ( A ) K O N D I S I P L E R O G Y R A S P P A D A K E D A L A M A N 5 M , ( B )
KONDISI KARANG PHYSOGYRA SP PADA KEDALAMAN 5 M
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 103
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
10) PEMBENTUKAN IKAN HIAS CLOWN BIAK STRAIN BLACK PERCULA
GENERASI PERTAMA (F0) HASIL SELEKSI
a) Ekstraksi DNA total ikan clown untuk analisa gen tyrosine;
b) Telah memijah pertama kali dua pasangan induk baru ikan clown di Sistem
Resirkulasi Air Laut (SRAL) dengan jumlah telur sekitar 50 butir (Total induk
memijah Juni-September: 3 pasang);
c) Kondisi ion SRAL Ca 0.29 mg/L; Mg 2.32 mg/L; Na 9.28 mg/L; K 0.58 mg/L;
Cl2 <0.01 mg/L; SO42-3009.28 mg/L, dan Kualitas air SRAL 30 AgustusSeptember 2016 Suhu: 26-27 C; Salinitas 30-39 ppt; pH: 7-8; DO: 7,95-9,42
mg/L; konduktivitas: 48,27-57,5 µS; intesitas cahaya (IC) atas: 14,9-56,2 lux;
IC bawah: 3,1-13,6 lux;
d) Berkaca pada kasus keragaan warna black clownfish, pembentukan strain
black percula ikan clown dapat diarahkan berdasarkan pola, persentase
penutupan, dan jenis warna. Marker diperlukan untuk mempermudah seleksi.
Sistem resirkulasi perlu dievaluasi dengan lebih baik untuk meningkatkan
kinerjanya.
Gambar 3.19. T E L U R D A N I N D U K Y A N G M E M I J A H ( A ) , P E R G A N T I A N
AIR LAUT (B)
11) INOVASI
PAKAN
AKUARIUM
UNTUK
BUDIDAYA
IKAN
HIAS
LAUT
DI
a) feeding trial tahap 1 terkait penggunaan bahan alami untuk meningkatkan
kualitas warna ikan hias clown percula sudha selesai, saat ini sedang
dilakukan pengolahan data. Hasil sementara menunjukkan tidak ada
perbedaan anatara perlakuan menggunakan ubi ungu, buah naga dan buah bit
terhadap warna ikan;
b) Feeding trial tahap 2 menggunakan astaxanthin dan canthaxantin terhadap
ikan clown percula dan ocellaris masih berlangsung. Hasil optimum pada jenis
ikan ocelaris terdapat pada perlakuan 300 ppm astaxanthin meskipun dosis
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 104
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
tertinggi yang diberikan adalah 400 ppm yaitu pada skor 5 untuk warna dada
dan 7 bagian tubuh belakang dan ekor. Sedangkan pada ikan clown perkula
perlakuan 200 ppm menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan dengan
perlakuan lainnya termasuk pakan otohime. Penggunaan cantaxanthin tidak
signifikan dalam meningkatkan kualitas warna clown percula. Kedua
perlakuan baik pada ocelaris maupun percula menghasilkan warna yang lebih
baik dibandingkan pakan otohime, namun pertumbuhannya kurang optimal.
Hal tersebut diduga karena kandungan asam amino pakan perlakuan lebih
rendah dibandingkan otohime (hasil analisis kimia) meskipun kandungan
protein sama yaitu 57%;
c) Penambahan astxanthin dan cantaxanthin dapat meningkatkan kualitas
warna ikan clown A percula dan A ocelaris terutama pada jaringan ekor dan
sirip, namun tidak meningkatkan kualitas warna kulit.
Gambar 3.20. H E W A N U J I D A N W A D A H P E M E L I H A R A A N
Gambar 3.21. M E T O D E P E N G U K U R A N W A R N A
12) APLIKASI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN AIR ANUBIAS SP.
DENGAN TEKNIK HIDROPONIK
Aplikasi teknologi hidroponik untuk pengaturan lingkungan media tanam
menggunakan pasir malang, dosis pupuk 5 ml/L, intensitas cahaya dibawah
20.000 lux dan pengaturan kelembaban melakukan penyiraman tanaman setiap
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 105
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
hari. tanaman anubias dapat tumbuh baik dengan kriteria daun tumbuh 2 helai
per pohon per bulan dan jumlah rerata bunga tumbuh 0,9 bunga per pohon
Gambar 3.22. K E G I A T A N A P L I K A S I T E K N O L O G I B U D I D A Y A T A N A M A N A I R
3.3.1.1.10 IKU KE -10 : JUMLAH HASIL LITBANG YANG DIUSULKAN
HKI DAN/ATAU DIRILIS
Salah satu luaran dari hasil inovasi litbang berupa usulan HKI dan rilis atas
komoditas perikanan.
Sesuai dengan rumusan IKU jumlah hasil litbang yang
diusulkan HKI dan/atau rilis ditetapkan untuk mengetahui luaran litbang yang dapat
menghasilkan paten sekaligus mampu memenuhi kebutuhan stakeholder atas
pelaksanaan litbang. Sesuai dengan PP 30/2008, salah satu luaran penyelenggaran
litbang adalah produk biologi unggul baru yang dihasilkan dari kegiatan pemuliaan
untuk memperkaya jenis dan varietas dari suatu komoditas ikan.
Untuk
memperkenalkan komoditas unggul tersebut, perlu dilakukan pelepasan melalui
keputusan Menteri KP.
Rilis komoditas tersebut, diharapkan dapat menunjang
peningkatan produksi perikanan budidaya serta peningkatan produksi perikanan
nasional, pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya ikan.
Inisiatif strategis dari indikator kinerja jumlah hasil litbang yang diusulkan
HKI dan/atau rilis untuk menghasilkan output/luaran teknologi, rancang bangun,
paket teknologi, produk biologi, komponen teknologi dan inovasi teknologi yang
selanjutnya diusulkan oleh satuan kerja kepada Sentra HKI dan/atau tim penilai
pelepasan varietas.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 106
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah hasil litbang yang diusulkan
HKI dan/atau dirilis dideskripsikan di bawah ini :
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah hasil litbang yang
diusulkan HKI dan/atau dirilis
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
2015
2016
T
R
%
T
R
%
7
7
100,0
5
5
100,0
Tabel 3.9. D E T A I L C A P A I A N H A S I L L I T B A N G Y A N G D I U S U L K A N H K I D A N /
NO
1
2
3
4
5
ATAU DIRILIS
RENCANA USULAN HKI/RILIS
SATKER
Metoda dan alat pendeteksi vitelogenin untuk mengetahui jenis kelamin
ikan arwana
Alat pembersih butiran garam secara bertingkat
Proses Pembuatan Sediaan Fukoidan pada Pakan Udang dan Produk yang
dihasilkannya
Probiotik RICA pada peningkatan produksi dan sintasan udang windu
merupakan komposisi probiotik untuk memperbaiki mutu air tambak
udang
Produksi bakteri probiotik untuk meningkatkan kecernaan pakan ikan
merupakan sediaan probiotik dalam pakan ikan untuk meningkatkan
kecernaan ikan air tawar dan metode pembuatannya
BPPBIH
P3SDLP
P3DSBPKP
P4
Dengan membandingkan target 2015-2016, menunjukan adanya target yang
menurun sebanyak 2 buah. Hal ini dipengaruhi oleh adanya penghematan anggaran
dan penyesuain target kinerja yang memasukan jumlah hasil litbang diusulkan untuk
dirilis. Adapun capaian kinerja sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu 100%.
1.
2.
Test Kit Residu Boraks pada makanan (inventor : Jovita Tri Murtini, Endah Sri
Herawati, Farida Aryani, Tuti Haryati Siregar, Nandang Priyanto, dan rudi
Riyanto), Nomor Paten : IDS000001448 tanggal 30 Maret 2016; dan
Alat ukur ikan sidat (inventor : Tri Muryanto dan Mujiyanto), Nomor Paten :
IDS000001470 tanggal 22 Juni 2016.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 107
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.23. S E R T I F I K A T P A T E N S E D E R H A N A D A R I K E M E N T E R I A N H U K U M
DAN HAK ASASI MANUSIA
Serta juga telah dilakukan workshop pembuatan dokumen paten HKI di
beberapa Satuan Kerja lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan dalam kurun waktu tahun 2016.
Gambar 3.24. W O R K S H O P H A K K E K A Y A A N I N T E L E K T U A L ( H K I )
3.3.1.1.11 IKU KE -11 : JUMLAH SENTRA NELAYAN YANG TERBANGUN
DAN TERKELOLA SISTEM INFORMASI
Dalam pelaksanaan agenda pembangunan nasional dalam Nawa Cita yang
tertuang dalam Quick Wins terutama Membangun Gerakan Nelayan Hebat, Balitbang
KP berkontribusi dalam penyediaan sistem informasi nelayan pintar (SINP) yang
berlokasi di sentra nelayan dengan target 2015 – 2019 sebanyak 100 lokasi. SINP
yang dibangun akan memberikan informasi terkait dengan : peta daerah penangkapan
ikan, dinamika perairan, dan harga ikan lokal yang berlokasi di pusat aktifitas nelayan
di 30 lokasi pelabuhan (tahun 2015). Sistem tersebut selanjutnya akan diintegrasikan
dengan sarana prasarana pendukung (LCD, jaringan internet dan dukungan operator)
yang sudah disediakan oleh Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT).
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah sentra nelayan yang
terbangun dan terkelola sistem informasi dideskripsikan di bawah ini :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 108
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah sentra nelayan
yang terbangun dan
terkelola system
informasi
2015
2016
T
R
%
T
R
%
30
30
100,0
30
28
93,3
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Kegiatan yang mendukung indikator kinerja Jumlah sentra nelayan yang
terbangun dan terkelola sistem informasinya adalah Pengembangan Sistem Informasi
Nelayan Pintar Berbasis Mobile Multi Media. Kegiatan pengembangan sistem
informasi nelayan pintar berbasis mobile multimedia tahun 2016 telah menghasilkan
aplikasi nelayan pintar (nelpin) yang mendukung aktifitas penangkapan ikan. Aplikasi
dapat diunduh secara gratis melalui playstore. Tahun 2016 telah selesai dengan
mengimplementasikan aplikasi nelpin di 28 lokasi dari 30 lokasi yang ditargetkan. 28
(dua puluh delapan) lokasi implementasi nelayan pintar tahun 2016 yaitu :
Gambar 3.25. L O K A S I I M P L E M E N T A S I A P L I K A S I N E L P I N D I I N D O N E S I A
Badan Litbang KP telah melakukan litbang terkait survei pesisir, observasi
laut, analisis data, maupun melakukan prediksi dan prakiraan melalui pemodelan
satatistik dan numerik sejak pertama berdiri. Pembangunan Sistem Informasi Nelayan
Pintar di Badan Litbang KP dengan mengakomodir konsep usulan Ditjen Perikanan
tangkap dapat secara cepat diwujudkan dilakukan oleh 3 satuan kerja yaitu :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 109
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3)
Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP)
dalam mengkompilasi data dan informasi yang dihasilkan dari satker lain di
Badan Litbang KP. Informasi tersebut agar lebih mudah diakses oleh nelayan dan
masyarakat lainnya, disediakan dalam format berbasis teknologi Android,
sehingga juga dapat ditampilkan oleh Ditjen Perikanan Tangkap di Pelabuhan4)
pelabuhan perikanan yang ada melalui Videotron, dan media informasi lainnya.
Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) adalah salah satu UPT dari P3TKP
yang telah menghasilkan: Peta Prediksi Daerah Penangkapan Ikan untuk 3 hari
kedepan (sejak tahun 2004), Peta Prediksi Lokasi Ikan Tuna (PELIKAN) untuk 3
hari kedepan, dan menjadi Basis operasionalisasi Infrastruktur Development for
Space Oceanography (INDESO) sejak 2014 yang menghasilkan prakiraan (untuk
10 hari kedepan): kesuburan laut, pola sirkulasi arus dan gelombang, volume
5)
ikan tuna (spesies: yellowfin tuna, skipjack, bigeye, albacore).
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP)
sejak 2011 telah mengembangkan Prakiraan pasang Surut (Pasut) di Pelabuhan
Perikanan untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan untuk 14 hari kedepan;
kemudian sejak 2013 terbentuk Indonesia Ocean Observing Systems (INAOFS)
yang menampilkan Prakiraan untuk 5 (lima) hari kedepan arus dan suhu
permukaan laut
Sejak dicanangkan pada bulan Juni 2015 "Sistem Informasi Nelayan Pintar
(SINP)", melakukan berbagai pengembangan yang ditujukan guna memberi informasi
tentang keadaan cuaca (temperatur udara, presipitasi/curah hujan, dan kecepatan
serta arah angin), pola arus laut, pola temperatur permukaan laut, serta pasang surut
air laut sebagai bahan pertimbangan kegiatan penangkapan ikan.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan disaat
peluncuran Produk Inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan pada tanggal 11 Agustus 2015 di Jakarta, Menteri KP mengatakan "Inovasi
teknologi yang dilakukan, punya dua hal, yaitu mudah diterapkan (applicable) dan
mudah diakses (accessible)".
Sistem Informasi Nelayan Pintar (SINP) memiliki keunggulan antara lain : a)
dirancang untuk mudah diterapkan dikarenakan SINP terbagi berdasarkan
pelabuhan-pelabuhan perikanan yang tersebar diseluruh Indonesia, b) mudah diakses
dikarenakan sistem ini tersedia secara online di website (P3SDLP). Indikasi tersebut
dibuktikan dengan telah terunduhnya informasi sebanyak 144.722 kali dalam kurun
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 110
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
waktu sampai dengan 31 Desember 2015. Kedepannya sistem ini diharapkan dapat
dipergunakan bagi masyarakat lebih luas secara umum, dan secara khususnya untuk
masyarakat nelayan/pesisir.
Adapun untuk Aplikasi nelayan pintar berbasis android telah dapat diinstal,
dioperasikan nelayan dengan bantuan buku petunjuk teknis yang dibagi.
Dalam
pelatihan dan sosialisasi, nelayan telah dapat mengakses 6 (enam) informasi utama (6
menu utama): informasi lokasi potensi penangkapan ikan, informasi cuaca, informasi
kondisi perairan, informasi kesuburan perairan dan informasi harga ikan. Sosialisasi
dilakukan pada 30 pelabuhan perikanan dengan peserta lebih dari 1000 orang yang
terdiri dari nelayan, penyuluh, pemilik kapal, asosiasi/komunitas nelayan, dinas,
pelabuhan. Selain itu, juga dilaksanakan FGD dengan stakeholser terkait di 4 kota:
Ternate, Belawan, Pekalongan, Jakarta.
Dalam rangka pengembangan sistem kedepan, beberapa hal yang akan terus
dilakukan antara lain adalah:
1)
Melanjutkan produksi data prakiraan data dan informasi cuaca dan daerah
2)
Memantau jumlah pengguna data dan informasi tersebut;
3)
4)
5)
potensial penangkapan ikan di pelabuhan perikanan;
Melakukan survei feedback kepada pihak pengguna;
Melakukan diseminasi data dan informasi SINP;
Menggandeng pihak-pihak terkait lainnya baik yang berasal dari internal dan
eksternal untuk mendiseminasikan data dan informasi SINP, seperti provider,
sakter pelabuhan, penyuluh perikanan, RRI dan radio. Karena pada saat ini ada
sedikit kendala terkait biaya yang besar apabila menyiarkan diseminasi data dan
informasi SINP
Melalui SINP tersebut, diharapkan dapat membantu nelayan dalam kegiatan
penangkapan ikan dan penjualannya secara lebih efektif dan efisien melalui
pemanfaatan informasi daerah potensi penangkapan ikan dan perkiraan harga jual
ikan.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 111
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
SALAH SATU FASILITAS AKSES
INFORMASI PRAKIRAAN PASUT
BERBASIS ANDROID
MENU DALAM SINP
Gambar 3.26. M E N U S I N P Y A N G D I K E M B A N G K A N B A L I T B A N G K P
3.3.1.6
SASARAN
STRATEGIS
-6
:
TERWUJUDNYA
PENINGKATAN
KAPASITAS DAN KAPABILITAS SUMBERDAYA LITBANG DAN LAYANAN
IPTEK KP
Nilai sasaran strategis " T e r w u j u d n y a p e n i n g k a t a n k a p a s i t a s d a n k a p a b i l i t a s
s u m b e r d a y a L i t b a n g d a n l a y a n a n I P T E K K P " sebesar 103,93%. Indikator kinerja yang
ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 3 (tiga) indikator kinerja
utama (IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.12 IKU KE -12 : PROPORSI FUNGSIONAL BALITBANG KP
DIBANDINGKAN TOTAL PEGAWAI BALITBANG KP
Indikator proporsi fungsional Balitbang KP dibandingkan total pegawai
Balitbang KP bertujuan untuk mendapatkan gambaran proporsi pegawai dengan
fungsional tertentu yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi isntansi secara
kompeten, efektif dan proporsional.
Indikator proporsi fungsional Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan dibandingkan total pegawai Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan (%) menggunakan klasifikasi maximize,
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 112
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun
capaian
atas
indikator
kinerja
proporsi
fungsional
Badan
Penelitian
dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dibandingkan total pegawai Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (%) dideskripsikan dibawah ini :
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Proporsi fungsional
Balitbang KP
dibandingkan total
pegawai Balitbang KP
55
53,42
97,1
55
55,47
100,8
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Pada tahun 2016, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan menargetkan Prosentase jumlah pegawai fungsional Litbang KP
dibandingkan dengan total pegawai Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan sebesar 55%, dan telah terealisasi sebesar 55,47% atau 100,8% jika
dibandingkan dengan target. Nilai 55,47% diperoleh dengan membandingkan jumlah
pegawai fungsional litbang KP sebanyak 745 orang dan jumlah pegawai Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebanyak 1.343 orang. Hal ini
disebabkan beberapa pegawai Balitbang KP yang telah mengikuti diklat pertama
belum memproses penerbitan PAK sebagai syarat pengangkatan sebagai pegawai
fungsional. Beberapa upaya yang dilakukan untuk memenuhi target indikator kinerja
tersebut melalui pengawalan proses pengusulan PAK pertama yang selambatkan 6
bulan setelah pelaksanaan diklat dan meningkatkan jumlah pegawai untk mengikuti
diklat fungsional baik yang dianggarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan maupun dari pihak eksternal.
3.3.1.1.13
IKU
KE
-13
:
JUMLAH
SARANA
PRASARANA,
SERTA
KELEMBAGAAN LITBANG KP YANG DITINGKATKAN KAPA SITASNYA
Indikator kinerja utama ini didefiniskan sebagai peningkatan kapasitas
sarana dan prasarana serta kelembagaan yang berbentuk pengadaan fisik/belanja
modal atau ruang lingkup akreditasi yang dilaksanakan oleh satuan kerja Balitbang
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 113
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KP. Hal ini untuk mendorong perwujudan Balitbang KP sebagai center of excellent
untuk litbang di tingkat nasional dan internasional dimana dibutuhkan sarana
prasarana yang memadai dan modern. Kondisi saat ini kelengkapan sarana-prasarana
tersebut masih harus ditingkatkan, mengingat umurnya yang sudah tua, sehingga
besar kemungkinan terjadi penurunan fungsi, serta sudah tidak up-to-date untuk
mengikuti perkembangan kebutuhan litbang.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Jumlah sarana prasarana,
serta kelembagaan
Litbang KP yang
ditingkatkan
kapasitasnya
39
39
100,0
18
18
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Peningkatan sarana, prasarana dan kelembangaan lingkup Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang telah diusulkan pada Tahun 2016
sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
SATKER
BPPBAP,
Maros
BP2KSI,
Jatiluhur
BPPBIH,
Depok
BPPL, Muara
Baru
Tabel 3.10. D A T A L A B O R A T O R I U M
DALAM PROSES AKREDITASI TA 2016
LABORATORIUM
Lab. Bioteknologi
Lab. Biologi Ikan
Lab. Planton
Lab. Benthos
Lab. Biologi
Lab. Kimia/Kualitas Air
Lab. Nutrisi
Lab. Genetik
Lab. Pakan Alami
Lab. Kesehatan Ikan
Lab. Biologi Populasi
Lab. Biologi Reproduksi
Lab. Biologi Lingkungan
PARAMETER
Isolasi DNA, Isolasi RNA, Analisis
RAPD, Analisis 16 Srna
Identifikasi Jenis Ikan, Pengukuran
Panjang Berat Morfometrik,
Pembacaan Ring Otolit, Mikronutrien
Otolit
Fekunditas dan Diameter Telur, Larva,
Histologi dan Juvenil
Fitoplankton, Zooplankton, Parasit,
Benthos, Isi Lambung
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 114
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Serta
progress
data
pengadaan
barang/jasa
lingkup
Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sampai dengan Tahun
2016 yang melalui LPSE KKP sebagai berikut :
Tabel 3.11. D A T A P E N G A D A A N B A R A N G / J A S A
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
LINGKUP BALITBANG KP TA 2016
NAMA LELANG
Pengadaan Jasa Satuan
Keamanan Gedung
Balitbang KP I dan II
Pengembangan Sistem
Integrasi Data
Balitbang KP Tahap II
Jasa Konsultansi
Perencana (DED)
Kapal Riset Kelautan
60 Meter
Perencanaan
Pembangunan
Kelembagaan Riset
Kelautan di
Pangandaran
Perencanaan DED
Pembangunan
Kelembagaan Riset
Kelautan di Morotai
Pembangunan
Tambak Garam di
Pamekasan
Manajemen
Konstruksi Kapal Riset
60 meter
Manajemen
Konstruksi
Pembangunan
Kelembagaan Riset
Kelautan di
Pangandaran
Penggantian
Generator set dan
Docking KR. Bawal
Putuh 3
Belanja Bahan Kimia
Pengadaan pakan ikan
penelitian
Pekerjaan Pemagaran
Lingkungan Penelitian
Meubelair dan Interior
Gedung IFRDMD II
Pengadaan Meubelair
Pengadaan Peralatan
Survei Geologi Laut
Perencanaan Teknis
KATEGORI
Jasa Lainnya
Konsultansi
KONTRAK
132/BALITBANGKP.0/PPK/PL.410/IV/20
16 tanggal 01 April 2016, 9 Bulan
Pekerjaan / Kontrak tidak dilaksanakan
(Pemotongan Anggaran)
Konsultansi
Lelang Selesai
Konsultansi
47/PPK/BALITBANGKP.2/PL.420/VI/201
6 tanggal 08 Juni 2016, 120 Hari (8 Juni s.d
5 Oktober)
Konsultansi
Konstruksi
46/PPK/BALITBANGKP.2/PL.420/VI/201
6 tanggal 13 Juni 2016, 120 Hari (13 Juni
s.d 10 Oktober)
lelang Selesai
Konsultansi
Lelang Selesai
Konsultansi
Lelang Selesai
Barang
lelang Selesai
Barang
Pemenang Pertama tidak melaksanakan
pekerjaan sehingga Pekerjaan tersebut
dilaksankan Pemenang Cadangan dengan
diterbitkannya SPPBJ 15 Agustus 2016.
574/BALITBANGKP/BPPI/PL.421/III/201
6 tgl 29 Maret 2016
628/BALITBANGKP/BPPI/PL.421/IV/201
6, tanggal 06 April 2016, 60 hari kalender
1162/BALITBANGKP/BP3U/PL.420/VI/2
016, 17 Juni 2016
Lelang Selesai
Konsultansi
2004/BALITBANG.KP/BPPBAP/PL.420/IV
Barang
Barang
Konstruksi
Konstruksi
Barang
Lelang Selesai
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 115
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
No
NAMA LELANG
Pengembangan
Hathcry Kepiting
Pembangunan
Pengembangan
Hatchry Kepiting
Pengadaan Peralatan
Laboratorium
Pengadaan Mesin
Speedboat Penunjang
Pemantauan
Pengadaan Penunjang
Fasilitas Operasional
Radar Pantai
Pengadaan Peralatan
Radar Pantai
Pembangunan
Laboratorium Kualitas
Air
17
18
19
20
21
22
Pembangunan Pagar
Kantor
23
Pengadaan Alat
Observasi Laut
Renovasi
Gedung/Bangunan
Pengadaan Data Satelit
Radar Cosmo Skymed
24
25
26
KATEGORI
Konstruksi
Bangunan
KONTRAK
/2016 Tgl 11 April 2016 , 60 hari kelender
Lelang Selesai
Barang
Lelang Selesai
Barang
Lelang Selesai
Barang
Lelang Selesai
Konstruksi
Bangunan
Lelang Selesai
Barang
Lelang Selesai
Konstruksi
Bangunan
602/BALITBANGKP/LP2BRL/PL.420/V/2
016,( Tanggal 11 Mei 2016, 90 hari
kalender)
Konstruksi
Bangunan
Lelang Selesai
Barang
Barang
Lelang Selesai
Lelang Selesai (Informasi ULP per tgl 6
Oktober 2016 lelang ulang karena ada
sanggahan
3.3.1.1.14 IKU KE -14. : JUMLAH JEJARING DAN/ATAU KERJASAMA LITBANG
YANG TERBENTUK
Indikator kinerja ini didefinisikan sebagai Jumlah jejaring, kemitraan dan/
atau kerja sama litbang yang dijalin oleh satuan kerja pada tahun berjalan. Adapun
ruang lingkup jejaring, kemitraan dan/ atau kerja sama litbang adalah :
- J e j a r i n g adalah jalinan asosiasi/forum/ organisasi lainnya yang memiliki
kesamaan profesi/kepakaran yang diikuti oleh Satker/ UPT lingkup Balitbang KP
- K e m i t r a a n adalah hubungan dengan badan/ perorangan untuk melakukan
aktivitas bersama dan/atau memiliki perjanjian kerja sama (sedang berjalan)
- Kerja sama litbang
adalah penyelenggaraan kerja sama litbang antara
Balitbang KP dengan pihak mitra pada tahun berjalan yang dituangkan dalam
perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan ruang
lingkup meliputi:
1.
Penelitian, pengembangan dan penerapan iptek;
3.
Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, tenaga ahli dan material
2.
4.
Peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan;
penelitian;
Perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan hasil litbang;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 116
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
5.
Diseminasi dan publikasi;
7.
Peningkatan pelayanan publik atas ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.
Pertemuan ilmiah, seminar bersama dan lokakarya bersama; dan/atau;
Jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk memiliki tujuan sebagai
upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan iptek
KP. Indikator ini menggunakan polirisasi maximize, dimana capaian yang diharapkan
adalah meleibihi target yang ditetapkan dan bukti capaian akhirnya berupa dokumen
kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang (KB/IA,
PKS/MoU, SK/dokumen lainnya yang sejenis). Formula/cara perhitungan indikator
jumlah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk/dijalin oleh Satker/UPT
lingkup Balitbang KP pada tahun berjalan, khusus untuk dokumen kerjasama pada
tingkat Balai/Loka harus mendapatkan persetujuan atau mengetahui Eselon II
(Kepala Pusat).
Adapun capaian atas indikator kinerja Jumlah jejaring dan/ atau kerjasama
litbang yang terbentuk (buah) dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah jejaring dan/atau
kerjasama Litbang yang
terbentuk
2015
2016
T
R
%
T
R
%
98
105
107,1
66
71
107,5
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dari Tabel diatas menunjukan perkembangan capaian indikator kinerja
jumlah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk pada Tahun 2016 dari
target 66 buah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk, telah teralisasi
sebanyak 71 buah atau sebesar 107,5%. Apabila dibandingkan dengan tahun 2015,
target jumlah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk mengalami
penurunan sebesar 67,35%, sedangkan untuk capaianya juga mengalami penurunan
sebesar 67,62% atau sebanyak 34 buah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang
terbentuk.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 117
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dari hasil analisis capaian kinerja pada tahun 2016, beberapa faktor
keberhasilan yang tercatat antara lain :
1)
Bertambahnya jalinan kerjasama dengan pihak internasional sebagai dampak
dari kebijakan 3 pilar KKP (kedaulatan, keberlanjutan, kesejahteraan) khususnya
dalam rangka pemberantasan IUU Fishing di kawasan regional, penelitian untuk
2)
3)
keanekaragaman hayati : blue carbon, pengembangan perikanan spesifik;
Hasil litbang yang telah siap serta mendapatkan kerjasama dan komersialisasi
dengan swasta meningkat antara lain : komersialisasi benih unggul ikan air tawar
terutama hasil pemuliaan, Litbang Produk Kesehatan dari Hasil Laut;
Meningkatnya permintaan kerjasama dari stakeholder daerah (PEMDA) untuk
dapat memanfaatkan hasil litbang KP dari hasil penerapan iptek induk unggul,
pematangan teknologi adaptif lokasi serta data informasi dan kajian ilmiah atas
sumberdaya KP di daerah.
Gambar 3.27. PENGEMBANGAN JEJARING PENGETAHUAN SOSIAL EKONOMI
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3.1.7 SASARAN STRATEGIS -7 : TERSELENGGARANYA PENGENDALIAN
LITBANG KP
Nilai sasaran strategis " T e r s e l e n g g a r a n y a
pengendalian
Litbang
KP"
sebesar
100,00%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut
terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja utama (IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.15 IKU KE -15 : PROPORSI KEGIATAN PENELITIAN TERAPAN
DAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
DIBANDINGKAN
KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
TOTAL
Indikator proporsi kegiatan penelitian terapan dan pengembangan
eksperimental dibandingkan total kegiatan penelitian dan pengembangan (minimal)
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 118
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
sesuai PP 30 tahun 2008 terdapat 3 bentuk kegiatan litbang diantaranya sebagai
berikut :
a) Penelitian dasar perikanan;
Merupakan kegiatan penelitian yang bersifat eksploratif dan/atau eksperimental
untuk memperoleh ilmu pengetahuan baru sebagai acuan bagi penelitian terapan
perikanan. Ilmu pengetahuan baru dapat berupa data dan informasi ilmiah
tentang prinsip-prinsip dasar dari fenomena atau fakta serta interaksi keduanya
yang teramati di bidang perikanan. Yang dimaksud dengan “kegiatan penelitian
yang bersifat eksploratif”, antara lain, kegiatan inventarisasi, ekspedisi,
identifikasi, karakteristisasi, studi, sensus, dan survey di bidang perikanan.
Untuk penelitian dasar, selanjutnya diwujudkan dalam penelitian kemitraan
melalui kerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPNK dan ditetapkan
melalui SK Kepala Balitbang KP.
b) Penelitian terapan perikanan;
Merupakan kegiatan penelitian yang memanfaatkan hasil penelitian dasar
perikanan, dan diarahkan untuk tujuan praktis guna memperoleh pengetahuan
dan teknologi di bidang perikanan.
Pengetahuan dan teknologi di bidang
perikanan dapat berupa pengetahuan praktis dan teknologi terapan yang
langsung dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan dan
pengembangan usaha perikanan. Yang dimaksud dengan "penelitian terapan
perikanan", antara lain desain, rancang bangun dan konstruksi, permodelan,
pemetaan, dan pengkajian di bidang perikanan.
c) Pengembangan eksperimental perikanan
Merupakan kegiatan sistematik dengan menggunakan pengetahuan yang sudah
ada yang diperoleh melalui penelitian dasar perikanan dan/atau penelitian
terapan perikanan, untuk memperoleh sistem teknologi yang lebih efektif dan
efisien serta menghasilkan produk unggulan di bidang perikanan.
Sistem
teknologi yang lebih efektif dan efisien dapat berupa teknologi yang sederhana,
murah, terjangkau, adaptif, dan ramah lingkungan. Adapun Produk unggulan
dapat berupa produk yang memiliki nilai tambah tinggi, berdaya saing tinggi, dan
aman dikonsumsi serta terjangkau masyarakat luas. Yang dimaksud dengan
"pengembangan eksperimental perikanan", antara lain, perekayasaan, scaling-up,
dan inovasi teknologi di bidang perikanan
Adapun capaian atas indikator kinerja kegiatan penelitian terapan dan
pengembangan
eksperimental
dibandingkan
total
pengembangan (minimal) dideskripsikan di bawah ini.
kegiatan
penelitian
dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 119
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Proporsi kegiatan
penelitian terapan dan
pengembangan
eksperimental
dibandingkan total
kegiatan penelitian dan
pengembangan
2016
T
R
%
T
R
%
89
89
100,0
91
91
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dalam perhitungan IKU 16 berdasarkan pada Keputusan Kepala Balitbang
KP No 48/KEP-BALITBANGKP/2015 yang telah menetapkan kegiatan penelitian yang
dikategorikan penelitian dasar yang dapat dimitrakan dengan instansi penelitian lain
(Perguruan tinggi, LPND). Judul yang ditetapkan sebagai penelitian dasar sebanyak
40 (empat puluh) kegiatan yang seluruhnya menghasilkan output data dan informasi
dasar. Dengan demikian, pada pelaksanaan litbang KP 2015, terdapat 344 buah
penelitian
yang
eksperimental.
termasuk
dalam
penelitian
terapan
dan
pengembangan
3.3.3 LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
Capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada
Perspektif learn & growth (Learn and Growth Perspektive) dengan bobot perspektif sebesar 30% yang
berasal dari 4 (empat) sasaran strategis yaitu 1) Terwujudnya ASN Balitbang KP yang kompeten,
professional dan berkepribadian; 2) Tersedianya manajemen pengetahuan Balitbang KP yang handal
dan mudah diakses; 3) Terwujudnya birokrasi Balitbang KP yang efektif, efisien, dan berorientasi pada
layanan prima; dan 4) Terkelola anggaran pembangunan Balitbang KP secara efisien dan akuntabel.
3.3.1.8 SASARAN STRATEGIS -8 : TERSEDIANYA ASN BALITBANG KP YANG
KOMPETEN, PROFESSIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
Nilai
sasaran
strategis
"Tersedianya
ASN
Balitbang
KP
yang
kompeten,
p r o f e s s i o n a l d a n b e r k e p r i b a d i a n " sebesar 107,23%. Indikator kinerja yang ditetapkan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 120
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 2 (dua) indikator kinerja utama
(IKU) sebagai berikut :
3.3.1.1.16 IKU KE -16. : INDEKS KOMPETENSI DAN INTEGRITAS
BALITBANG KP
Kompetensi dan intergritas pegawai sangat
penting
bagi
pegawai
negeri
sipil
untuk
dengan
cara
peningkatan
menciptakan pegawai yang profesional yang
dilakukan
kemampuan untuk melaksanakan tugas sesuai
dengan kemampuan dan pengetahuan yang diikuti
dengan kepatuhan sikap terhadap
aturan dan
norma.
Perhitungkan indeks kompetensi dan integritas Balitbang KP dilakukan
pada 4 (empat) variabel yaitu : 1). Kompetensi hasil asesment dengan
membandingkan kompetensi hasil rekomendasi penilaian kompetensi/asesment dari
asesor dengan jenis standar kompetensi yang dipersyarakatkan sesuai Peraturan
Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 34/KEPMEN/SJ/2014; 2). Prosentase capaian
output pegawai pada e-SKP; 3. Prosentase tingkat kehadiran pegawai dan 4.
Kepatuhan ASN dalam pelaporan LHKPN. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh
nilai setiap variabel sebagai berikut :
Kompetensi
Hasil
Assesment
41,66
% Capaian
SKP
80,88
% Tingkat
Kehadiran
% Pelaporan
LHKPN
55,40
Indeks Kompetensi
& Integritas
75,54
63,37
Adapun capaian atas indikator kinerja indeks kompetensi dan integritas
Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Indeks kompetensi dan
integritas Balitbang KP
Baik (Capaian >=100%)
2015
2016
T
R
%
T
R
%
65
63,26
97,3
77
62,89
81,6
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 121
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Berdasarkan tabel diatas, untuk indikator indeks kompetensi dan integritas
Balitbang KP ini masih belum memenuhi target dengan beberapa faktor :
1.
2.
Asessment test yang dilakukan terhadap pejabat/staf lingkup Balitbang KP yang
menggandeng Universitas indonesia sebagai penguj tidak diaku hasilnyaole Biro
Kepegawaian, Sekretaria jenderal KKP;
Prosentase kepatuhan pengisian SKP masih rendah. Rendahnya nilai tersebut
disebabkan oleh ASN belum secara rutin dan tepat waktu mengisi capian kinerja
individu perbulan. Hal ini dikarenakan belum adanya sistem reward punishment
atas capaian kinerja individu. Saat ini perhitungan reward berupa tunjangan
3.
kinerja didasarkan pada kepatuhan kehadiran pegawai;
Belum semua aparat sipil negara melaporkan kekayaannya sesuai Surat Edaran
Kementeria PAN da RB Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penyampaian
Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) di lingkungan instansi
Pemerintah.
tersebut.
Hal ini dikarenakan belum dilakukan sosialisasi atas aturan
Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah masih rendahnya
ketaatan ASN terkait dalam pelaporan LHKPN sesuai Undang-Undang Nomor 28
Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi,
Kolusi Dan Nepotisme serta Surat Edaran Kementerian PAN dan RB Nomor
SE/03/M.PAN/01/2005 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara
NegaraTentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Upaya peningkatan kompetensi dan integritas bagi
aparatur sipil negara (ASN) akan terus dilakukan melalui
beberapa hal diantaranya :
1.
Lelang jabatan terbuka melalui tes assesment yang telah
dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan
diharapkan mampu menurunkan gap antara kompetensi
2.
3.
4.
seorang pejabat dengan standar kompetensi suatu jabatan yang telah ditetapkan;
Memetakan kebutuhan pelatihan dan pengembangan personil yang diharapkan
dapat berdampak pada keberhasilan organisasi;
Menyusun mekanisme reward and punishment atas capaian kinerja individu;
Melakukan sosialisasi dan bimtek pengisian formulir LHKPN.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 122
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3.1.1.17
IKU
KE
-17.
:
JUMLAH
ASN
KOMPETENSINYA LINGKUP BALITBANG KP
YANG
DITINGKATKAN
SDM Balitbang KP baik PNS, CPNS maupun tenaga kontrak yang menempuh
pendidikan gelar (tugas belajar dalam dan luar negeri) yang sedang berjalan dan baru,
non gelar (diklat fungsional tertentu/diklatpim), pelatihan (kursus teknis dalam dan
luar negeri) dan izin belajar (yang berjalan) dalam rangka untuk meningkatkan dan
mengembangkan kompetensi untuk menunjang tugas dan fungsinya.
Adapun capaian atas indikator kinerja jumlah ASN yang ditingkatkan
kompetensinya lingkup Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah ASN yang ditingkatkan
kompetensinya lingkup Balitbang KP
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Dari 262
2016
T
R
%
262
329
135,9
(dua ratus enam puluh dua) ASN yang ditingkatkan
kompetensinya lingkup Balitbang KP yang diperjanjikan, dapat tercapai sebanyak 329
(tiga ratus dua puluh sembilan) ASN yang ditingkatkan kompetensinya atau sebesar
135,9%. Indikator kinerja jumlah ASN yang ditingkatkan kompetensinya lingkup
Balitbang KP tahun 2016 tidak dapat dibandingkan dengan capaian pada tahun 2015,
dikarenakan merupakan indikator kinerja baru/bukan merupakan lanjutan dari
indikator kinerja dari penetapan kinerja (PK) tahun 2015.
3.3.1.9
SASARAN
STRATEGIS
-9
:
TERSEDIANYA
MANAJEMEN
PENGETAHUAN BALITBANG KP YANG HANDAL DAN MUDAH DIAKSES
Nilai sasaran strategis " T e r s e d i a n y a m a n a j e m e n p e n g e t a h u a n B a l i t b a n g K P y a n g
h a n d a l d a n m u d a h d i a k s e s " sebesar 120,00%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk
mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 (satu) IKU sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 123
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3.1.1.18 IKU KE -18. : PERSENTASE UNIT KERJA BALITBANG KP
YANG
MENERAPKAN
TERSTANDAR
SISTEM
MANAJEMEN
PENGETAHUAN
YANG
Merujuk pada Permen PAN & RB Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pelaksanaan
Program
Manajemen
Pengetahuan
(Knowledge
Management),
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan salah satu indikator
kinerja utamanya pada salah satu sasaran strategisnya yaitu Tersedianya manajemen
pengetahuan yang handal dan mudah diakses
: “Persentase unit kerja yang
menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)”, dimana target
pada tahun 2016 sebesar 50%. Yang kemudian dipersempit pada level I, Balitbang KP
menetapkan menjadi “Persentase unit kerja Balitbang KP yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar”.
Sesuai dengan definisi pada manual indiaktor kinerja utama tingkat KKP,
Sistem Manajemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian yang memanfaatkan
teknologi informasi yang digunakan oleh instansi pemerintah ataupun swasta untuk
mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan
untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari. Dimana formula yang digunakan
yaitu “Unit Kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan dibandingkan
dengan total Unit Kerja seluruh Balitbang KP”. Indikator kinerja ini diturunkan
(lingkup dipersempit) ke tingkat Eselon I, sehingga metode pengukurannya yaitu Unit
Kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan dibandingkan dengan total
Unit Kerja tingkat Pusat Lingkup Balitbang KP”. Metode pengukuran yang digunakan
oleh KKP pada level Eselon I yaitu “Persentase unit kerja level 1-2 yang bergabung di
sistem aplikasi dibagi unit kerja level 1-2”.
Salah satu perangkat berbasis teknologi informasi yang digunakan sebagai
implementasi dalam pengukuran indikator kinerja ini yaitu “Aplikasi Bitrix24”, yang
dapat diakses melalui alamat https://www.kinerjakkp.bitrix24.com/ seperti terlihat
pada gambar berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 124
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.28. S C R E E N S H O T A P L I K A S I B I T R I X 2 4
Pada level 1, Balitbang KP memiliki beberapa library yang dapat diakses
oleh pihak luar antara lain yang memuat Info terkait Baldan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dan Hasil Litbang KP dari beberapa satuan
kerja. Selain itu Badan Penelitiam dam Pengembangan Kelautan dan Perikanan juga
mengikuti perkembangan pengetahuan yang dibagi (sharing) oleh Unit kerja Eselon I
maupun unit kerja di KKP.
Selain itu level I (Balitbang KP) juga telah terhubung satu sama lain dengan
unit 19 (sembilan belas) Eselon II, III, dan IV Lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Dari target sebesar 50%, realisasi indikator
Persentase unit kerja Balitbang KP yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan
yang terstandar telah tercapai sebanyak 100%, dimana dari 19 (sembilan belas)
Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan telah
menggunakan aplikasi Bitrix24 dan saling terhubung satu sama lain.
Adapun capaian atas indikator kinerja Persentase unit kerja Balitbang KP
yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar di deskripsikan di
bawah ini.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 125
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Persentase unit kerja
Balitbang KP yang
menerapkan system
manajemen pengetahuan
yang terstandar
40
100
250,0
50
100
200,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Di tahun 2015, dari pengukuran capaian indikator kinerja persentase unit
kerja Balitbang KP yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang
terstandar, diperoleh prosentase realisasi sebesar 200% yang menunjukkan 19
(sembilan belas) satuan kerja lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan yang ditargetkan telah terhubung dengan Sistem bitrix24 untuk
berbagi data informasi yang saling dapat dimanfaatkan. Nilai capaian yang cukup
tinggi disebabkan sistem yang dipilih sebagai platform untuk manajemen
pengetahuan relatif sederhana dan sudah digunakan di beberapa organisasi di dunia.
Sistem tersebut mampu untuk membuat, menyimpan, mentransfer dan menerapkan
pengetahuan dalam organisasi dan pada tahun 2016 sebagai tahun pertama dalam
inisiasi penerapan knowladge management terstandar. Sistem bitrix24 tersebut
melengkapi sistem manajemen sederhana yang secara umum sudah digunakan untuk
berbagi informasi melalui e-mail, website atau media pertukaran informasi lainnya.
Tantangan kedepan dalam penerapan sistem manajemen pengetahuan
terstandar adalah membangun sistem pengetahuan terstruktur yang mampu
menyerderhanakan akses informasi, modul untuk pencarian data informasi,
pengolahan data dan klasifikasi dengan menyertakan perangkat untuk sistem jaringan
dengan pihak luar melalui pembangunan Pusat Data Kelautan dan Perikanan di
Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang akan
menjadi hub bagi Laboratorium Data yang dibangun oleh satuan kerja lingkup Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dengan jejaring laboratorium
data di Perguruan tinggi maupun instansi riset lainnya.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 126
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Capaian Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
tahun 2016 melebihi dari target yang ditetapkan berkat dukungan satuan kerja
lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang sudah
100% menerapkan aplikasi bitrix24 pada masing-masing unti kerjanya, seperti
berikut :
Grafik 3.4. C A P A I A N P E N G G U N A A P L I K A S I B I T R I X 2 4
LINGKUP PUSAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.3.1.10 SASARAN STRATEGIS -10. : TERSELENGGARAANYA BIROKRASI
BALITBANG
KP
YANG
EFEKTIF,
EFISIEN,
DAN
BERORIENTASI
PADA
LAYANAN PRIMA
Nilai sasaran strategis " T e r s e l e n g g a r a n y a
birokrasi Balitbang KP yang efektif,
efisien,
layanan
dan
berorientasi
prima "
sebesar
pada
99,36%.
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk
mengukur keberhasilan sasaran tersebut
terdiri dari 2 (empat) IKU sebagai berikut :
3.3.1.1.19
IKU
KE
-19
:
NILAI KINERJA REFORMASI
BIROKRASI BALITBANG KP
Dalam rangka penerapan
reformasi birokrasi dan merujuk
pada
Peraturan
Menteri
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 127
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2014
tentang pedoman evaluasi reformasi birokrasi instansi pemerintah. Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 telah dilakukan
penilaian atau evaluasi implementasi reformasi birokrasi yang dilakukan oleh
Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Evaluasi dilakukan
terhadap 2 komponen utama yaitu komponen pengungkit (proses) dan komponen
hasil.
Reformasi Birokrasi bukan lagi sekedar tuntutan dari segenap elemen
masyarakat yang mengharapkan agar birokrasi dan terutama aparatur dapat
berkualitas lebih baik lagi. Reformasi birokrasi kini benar-benar menjadi kebutuhan
bagi aparatur pemerintahan. Reformasi birokrasi yang dilaksanakan di lingkungan
Balitbang KP pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan
perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang
pelaksanaan dilakukan melalui program-program meliputi :
Adapun capaian atas indikator kinerja nilai kinerja reformasi birokrasi
Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
Nilai kinerja
reformasi
birokrasi
Balitbang KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
BB
(80)
A
(84,69)
105,8
A
(90)
88,31
98,1
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Nilai capaian RB didasarkan pada hasil evaluasi RB Balitbang KP (November
2016) dengan masing-masing penilaian sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 128
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : 3.12. N I L A I C A P A I A N H A S I L E V A L U A S I
KOMPONEN RB
Manajemen Perubahan
Penataan peraturan
perundangan-undangan
Penataan dan penguatan
organisasi
Penataan tata laksana
Penataan sistem
manajemen SDM
Penguatan akuntabilitas
Penguatan pengawasan
Peningkatan kualitas
pelayanan publik
TOTAL PENGUNGKIT
Kapasitas dan akuntabilitas
kinerja pemerintah
Pemerintah yang bersih
dan bebas KKN
Kualitas pelayanan publik
TOTAL HASIL
TOTAL NILAI RB
REFORMASI BIROKRASI TAHUN 2016
NILAI EVALUASI
2015
3,89
(%)
2015
77,80
NILAI EVALUASI
2016
4,74
(%)
2016
94,79
6
100
1,91
95,29
5
100
4,63
92,53
5,80
10,15
96,67
84,58
14,20
0,83
4,38
83,40
87,63
94,64
14,86
54,41
79,18
4,03
56,03
67,08
14,86
74,29
84,50
16,98
7,95
30,28
84,69
80
79,5
7,95
32,27
88,31
80,00
80,8
4,75
7,47
75
Sumber : Lembar Kerja Evaluasi RB, 2016
6
11,03
7,35
99,08
100,00
91,89
73,00
Implementasi Reformasi Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan tahun 2016 mengalami perbaikan dan peningkatan yang
cukup signifikan (4,58%)
bila dibandingkan tahun 2015, dan selalu meningkat
tersebut disebabkan oleh kesadaran akan pentingnya reformasi birokrasi di Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai lembaga Penelitian
dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dan selalu menjadi rujukan bagi
Direktorat Jenderal Teknis lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam
menerapkan konsep reformasi birokrasi.
3.3.1.1.20 IKU KE -20 : NILAI SISTEM AKUNTABLITAS KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP) BALITBANG KP
Tahun 2014 merupakan cikal bakal/ awal tahun yang sangat strategis bagi
pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini ditandai dengan
telah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan ditandatanganinya MoU (nota
kesepahaman) antara Menteri PANRB dengan Menteri PPN/BAPPENAS, yang
mengatur tentang pengintegrasian/ penyelesarasan Sistem Perencanaan dan
Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Pusat. MoU tersebut mengatur arsitektur
perencanaan pembangunan nasional, pengintegrasian sistem perencanaan dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 129
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
penganggaran, serta istilah-istilah yang digunakan. MoU tersebut diharapkan
memudahkan pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat
Kedepan khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
sebagai salah satu unit kerja Eselon I dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan,
dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.
Dengan terbitnya Peraturan Presiden tersebut, Instansi pemerintah
khususnya
Badan
Penelitian
dan
Pengembangan
Kelautan
dan
Perikanan
(BALITBANG KP) didorong untuk lebih akuntabel dan lebih bertanggung jawab
terhadap kinerja atau hasil yang telah dicapai. Akuntabilitas Kinerja adalah suatu
kondisi dimana instansi pemerintah telah merubah orientasinya dari yang biasanya
berorientasi kepada anggaran (input) atau kegiatan (output) semata menjadi
berorientasi kepada hasil atau outcome.
Untuk mengetahui tingkat akuntabilitas instansi pemerintah terhadap
kinerjanya, setiap tahun Inspektorat Jenderal KKP melakukan evaluasi atas
akuntabilitas kinerja pada masing-masing unit eselon I Kementerian Kelautan dan
Perikanan, sedangkan Kementerian PANRB melakukan evaluasi atas akuntabilitas
kinerja pada tingkat kementerian Pusat/ daerah. Berdasarkan Peraturan Menteri
PANRB Nomor 12 Tahun 2015 tentang pedoman evaluasi atas implementasi sistem
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, terdapat beberapa predikat penilaian
akuntabilitas kinerja dari yang paling rendah yaitu kategori "D" sampai dengan yang
tertinggi yaitu kategori "AA", dengan penjelasan sebagai berikut :
Tabel : 3. 13. K A T E G O R I P E N I L A I A N
NO
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP)
KATEGORI
1
AA
3
BB
5
CC
6
C
2
4
A
B
NILAI
ANGKA
> 90 100
> 80 90
> 70 80
> 60 70
> 50 60
> 30 50
KARAKTERISTIK
AKUNTABILITAS INSTANSI
Sangat Memuaskan,
Memuaskan, Memimpin perubahan, berkinerja tinggi, dan
sangat akuntabel
Sangat Baik, Akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem
manajemen kinerja yang andal
Baik, Akuntabilitas kinerjanya sudah baik, memiliki sistem
yang dapat digunakan untuk manajemen kinerja, dan perlu
sedikit perbaikan
Cukup (Memadai), Akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat
kebijakan, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk
memproduksi informasi kinerja untuk pertanggung jawaban,
perlu banyak perbaikan tidak mendasar
Kurang, Sistem dan tatanan kurang dapat diandalkan,
memiliki sistem untuk menejemen kinerja tapi perlu banyak
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 130
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KARAKTERISTIK
AKUNTABILITAS INSTANSI
perbaikan minor dan perbaikan yang mendasar
Sangat Kurang, Sistem dan tatanan tidak dapat diandalkan
7
D
0 - 30
untuk penerapan manajemen kinerja, perlu banyak
perbaikan, sebagaian perubahan yang sangat mendasar
Sumber: PERMEN PANRB 12, 2015
NO
KATEGORI
NILAI
ANGKA
Komponen penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP) meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja,
evaluasi internal dan capaian kinerja. Instansi pemerintah yang dinilai akuntabel atau
yang akuntablitas kinerjanya baik adalah instansi yang berdasarkan hasil evaluasi
memperoleh predikat minimal "CC" atau "Cukup Baik", dengan setiap komponen dan
sub-komponen penilaian diberikan alokasi nilai sebagai berikut :
NO
Tabel : 3.14. K O M P O N E N D A N S U B - K O M P O N E N P E N I L A I A N
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP)
KOMPONEN
BOBOT
1
Perencanaan
Kinerja
30%
2
Pengukuran
Kinerja
25%
Evaluasi
Internal
10%
3
4
5
Pelaporan
Kinerja
Capaian
Kinerja
TOTAL
15%
20%
100%
SUB KOMPONEN
a) Rencana strategis (10%), meliputi : pemenuhan renstra
(2%), kualitas renstra (5%) dan implementasi renstra
(3%)
b) Perencanaan kinerja tahunan (20%), meliputi
pemenuhan RKT (4%), kualitas RKT (10%) dan
implementasi RKT (6%)
a) Pemenuhan pengukuran (5%)
b) Kualitas pengukuran (12,5%)
c) Implementasi pengukuran (7,5%)
a) Pemenuhan pelaporan (3%)
b) Kualitas pelaporan (7,5%)
c) Pemanfaatan pelaporan (4,5%)
a) Pemenuhan evaluasi (2%)
b) Kualitas evaluasi (5%)
c) Pemanfaatan hasil evaluasi (3%)
a) Kinerja yang dilaporkan (outout) (5%)
b) Kinerja yang dilaporkan (outcome) (10%)
c) Kinerja tahun berjalan (benchmark) (5%)
Sumber: PERMEN PANRB 12, 2015
Adapun capaian atas indikator kinerja nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP) Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 131
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Nilai SAKIP Balitbang
KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
83
83,48
100,5
84
84,50
100,6
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Pencapaian nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP) Balitbang KP tidak lepas dari
kinerja seluruh Satker Lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016.
Pada tahun 2015 Sekretariat Badan Penelitian dan
Pengembangan
Kelautan
dan
Perikanan
telah
melaksanakan bimbingan teknis secara bertahap 2 (dua)
kali dalam 1 (satu) tahun dengan melibatkan seluruh Satker lingkup Badan Penelitian
dan Pengembangan Kelauatan dan Perikanan dan pada tahun 2016 sudah
diimplementasi
pengukuran
mandiri
Sistem
Akuntabilitas
Pemerintah (SAKIP) pada seluruh Satker lingkup
Kinerja
Instansi
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelauatan dan Perikanan, dengan nilai 84,50 dari nilai maksimum 100
dengan predikat penilaiaan "A - Memuaskan", sebagaimana pada tabel berikut :
NO.
KOMPONEN YANG DINILAI
1.
Perencanaan Kinerja
2.
Pengukuran Kinerja
3.
Pelaporan Kinerja
4.
Evaluasi Internal
5.
Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi
NILAI HASIL EVALUASI 5 KOMPONEN
PREDIKAT PENILAIAN
BOBOT (%)
30
25
15
10
20
100
AA/A/B/CC/C/D
NILAI
26,38
19,51
11,97
8,00
18,63
84,50
A
Beberapa catatan hasil penilaian SAKIP terhadap masing-masing komponen
manajemen kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
tahun 2016, sebagai berikut :
1. Renstra Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan belum
ditandatangani oleh Kepala Badan dan belum dipublikasikan dalam website
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan;
2. Laporan kinerja (LKj) triwulan III tahun 2016 belum ditandatangani oleh Kepala
Badan, dan laporan kinerja (LKj) triwulan IV tahun 2016 belum disusun;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 132
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3. Reward and punishment terhadap keberhasilan dan kegagalan pencapaian target
kinerja belum ada;
4. Menyusun ukuran capaian kinerja sampai eselon III dan IV dengan
memanfaatkan
perjanjian
kinerja
untuk
identifikasi
selanjutnya dilakukan pengukuran secara berjenjang;
kinerja,
kemudian
5. Menyusun dan menetapkan mekanisme pengumpulan data kinerja secara up to
date serta mencantumkan penanggungjawab secara jelas;
6. Melakukan pemantauan kinerja secara berkala dengan menggunakan rencana
aksi pengukuran kinerja;
7. Menggunakan hasil pengukuran kinerja sebagai dasar pemberian reward and
punishment;
8. Menyajikan informasi keuangan yang terkait pencapaian kinerja instansi pada
laporan kinerja;
9. Menggunakan
LKj
dalam
perbaikan
perencanaan
untuk
menilai
dan
memperbaiki pelaksanaan program serta untuk peningkatan kinerja;
10. Menggunakan hasil evaluasi internal dalam memberikan alternatif perbaikan
kinerja.
Berdasarkan berita acara pemantauan tindak lanjut yang ditandatangani
pada tanggal 10 September 2016, bersama tim pemantauan tindak alnjut Inspektorat
Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Telah dilakukan pemantauan tindak
lanjut terhadap hasil pengawasan sistem akuntabilitas kinerja isntasni pemerintah
pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, dengan hasil
seluruh hasil temuan telah ditindaklajuti hingga tuntas semua, dengan rincian sebagai
berikut :
NO
A
B
C
Tabel : 3.15. B E R I T A A C A R A P E M A N T A U A N T I N D A K L A N J U T
URAIAN
TEMUAN
1. Awal
TINDAK LANJUT
1. Tuntas
2. Proses
3. Pending
SISA TEMUAN
1. Proses
2. Pending
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN
JUMLAH
NILAI
KEJADIAN
SARAN
4
16
-
-
-
-
4
-
16
-
-
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 133
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tantangan ke depan akan semakin berat, maka upaya yang akan dilakukan
untuk peningkatan capaian indikator kinerja nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah (SAKIP) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
akan terus dilakukan melalui beberapa hal diantaranya :
Implemetasi PK
ke seluruh
unit kerja sampai
level individu
Memanfaatkan informasi
Laporan kinerja dan hasil
evaluasi AKIP dan evaluasi program
sebagai feedback
untuk peningkatan
akuntabilitas kinerja dan efektivitas
program
Optimalisasi
implementasi
sistem
akuntabilitas
berbasis TI hingga
tinggat individu
Memanfaatkan
hasil pengukuran
kinerja sebagai
dasar pemberian
reward &
punishment
"Kinerja tidak hanya dilihat
dari sisi penyerapan
anggaran tetapi juga
dengan kesesuain dengan
hasil yang diperoleh"
Wakil Presiden RI
Menyederhanakan
substansi program dan
kegiatan agar fokus pada pencapaian hasil
Nilai
pemerintah
sistem
menunjukan
pertanggungjawaban
penggunaan
akuntabilitas
atas
anggaran
tingkat
hasil
dalam
kinerja
instansi
akuntabilitas
(outcome)
rangka
atau
terhadap
terwujudnya
pemerintahan yang berorientasi kepada hasil (result
oriented goverment). Perkembangan sistem akuntabilitas
kinerja
instansi
pemerintah
Badan
Penelitian
dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2011
terus mengalami peningkatan sebagaimana capaian berikut :
Jusuf Kalla
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 134
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
PERKEMBANGAN NILAI SAKIP BALITBANG KP
77.98
80.25
84.12
83.48
2014
2015
84.5
42.47
2011
2012
2013
2016
Sumber : Lembar Kerja Evaluasi SAKIP, 2016
3.3.1.11
SASARAN
STRATEGIS
-11
:
TERKELOLANYA
ANGGARAN
PEMBANGUNAN BALITBANG KP SECARA EFISIEN DAN AKUNTABEL
Nilai sasaran strategis " T e r k e l o l a n y a a n g g a r a n p e m b a n g u n a n B a l i t b a n g K P s e c a r a
e f i s i e n d a n a k u n t a b e l " sebesar 103,18%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk
mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 (satu) indicator kinerja utama (IKU)
sebagai berikut :
3.3.1.1.21 IKU KE -21. : NILAI KINERJA ANGGARAN BALITBANG KP
Berdasarkan PMK 249/2011 perlu dilakukan evaluasi kinerja suatu
program dari capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen RKA-K/L oleh
Menteri/Pimpinan Lembaga (self-evaluation), meliputi tiga aspek evaluasi, yaitu
aspek implementasi, aspek manfaat, dan aspek konteks. Evaluasi kinerja atas aspek
implementasi untuk menghasilkan informasi kinerja pelaksanaan kegiatan dan
pencapaian keluaran meliputi : penyerapan anggaran; konsistensi antara perencanaan
dan implementasi; pencapaian keluaran dan efisiensi.
Untuk aspek manfaat
merupakan capaian indicator kinerja utama. Sedangkan evaluasi kinerja atas aspek
konteks dilakukan dalam rangka menghasilkan informasi mengenai relevansi
masukan, kegiatan, keluaran dan hasil dengan dinamika perkembangan keadaan
termasuk kebijakan pemerintah.
Bobot kinerja aspek implementasi sebesar 33,3% dan aspek manfaat
sebesar 66,7%. Bobot masing-masing indicator pada aspek implementasi terdiri dari :
penyerapan anggaran 9,7%; konsistensi antara perencanaan dan implementasi
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 135
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
18,2%; pencapaian keluaran 43,5% dan efisiensi 28,6%. Selaanjutnya nilai kinerja
merupakan penjumlahan hasil perkalian antara nilai kinerja atas aspek implementasi
dan nilai kinerja atas aspek manfaat dengan masing-masing bobot berkenaan.
Nilai kinerja dihitung dengan menjumlahkan hasil perkalian antara nilai
kinerja atas aspek implementasi dan nilai kinerja atas aspek manfaat dengan masingmasing bobot. Hasil penilaian kinerja sebagaimana diatas dikelompokan dalam
kategori sebagai berikut :
Tabel: 3.16. K A T E G O R I P E N I L A I A N K I N E R J A
NO
NILAI ANGKA
1
> 90% - 100%
2
> 80% - 90%
3
> 60% - 80%
4
> 50% - 60%
5
≥ 50%
Sumber: PERMEN KEUANGAN 249/PMK.02, 2011
INTERPRESTASI
Sangat Baik
Baik
Cukup/Normal
Kurang
Sangat Kurang
Tata cara pengukuran indikator nilai kinerja anggaran Balitbang KP (%)
melalui beberapa proses tahapan diantaranya sebagai berikut : 1) Penyerapan
anggaran; 2) Konsistensi antara perencanaan dan implementasi; 3) Pencapaian
keluaran; 4) Efisiensi; 5) Aspek manfaat; 6) Capaian hasil; 7) Nilai Efisiensi; dan 8)
Nilai Kinerja.
NK = (I x WI) + (CH x WCH)
Dengan
I = (P x Wp) + (K x Wk) + (PK x WPK) + (NE x WE)
KETERANGAN :
NK
I
P
K
PK
NE
CH
WI
WCH
WP
Wk
WPK
WE
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Nilai Kinerja
Nilai aspek implementasi
Penyerapan anggaran
Konsistensi antara perencanaan dan implementasi
Pencapaian Keluaran
Nilai Efisiensi
Capaian Hasil
Bobot aspek implementasi
Bobot capaian hasil
Bobot penyerapan anggaran
Bobot konsistensi antara perencanaan dan implementasi
Bobot pencapaian keluaran
Bobot efisiensi
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 136
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Adapun capaian atas indikator kinerja nilai kinerja anggaran Balitbang KP
dideskripsikan di bawah ini.
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Nilai kinerja
anggaran Balitbang
KP
2016
T
R
%
T
R
%
80-90
92,46
100,5
85
90,40
106,3
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Capaian indikator kinerja nilai kinerja anggaran Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan dipengaruhi oleh tingginya pencapaian
keluaran sebesar 99,7% dengan penyerapan anggaran senilai 79,28% sehingga
memberikan nilai efisiensi yang cukup besar yaitu 20,0%. Dengan demikian, nilai
kinerja anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
sebesar 90,40 dikategorikan sebagai sangat baik.
3.3.1.1.22 IKU KE -22. : PERSENTASE KEPATUHAN TERHADAP SAP
LINGKUP BALITBANG KP
Dasar hukum pelaksanaan sistem akuntansi pemerintah Pusat (SAPP) pada
lingkup Balitbang KP (%) antara lain : 1) UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan
negara; 2) UU Nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara; 3) PMK Nomor
171/PMK.05/2007 tentang sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah
pusat; 4) PMK Nomor 196/PMK.05/2008 tentang tata cara penyusunan dan penyajian
laporan keuangan belanja subsidi dan belanja lain-lain pada bagian anggaran
pembiayaan dan perhitungan; 5) PMK Nomor 191/PMK.05/2011 tentang mekanisme
pengelolaan hibah; 6) PMK Nomor 230/PMK.05/2011 tentang sistem akuntansi
hibah; dan 7) PMK Nomor 233/PMK.05/2011 tentang perubahan atas PMK Nomor
171/PMK.05/2007 tentang sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah
pusat.
Pembagian fungsi berdasarkan UU Nomor 1 tahun 2004 tentang
perbendaharaan
negara
pasal
51
:
1)
Menteri
keuangan
selaku
BUN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 137
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana,
termasuk pembiayaan dan perhitungan (SA-BUN); 2) Menteri/Pimpinan Lembaga
selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan,
aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi pendapatan dan belanja (SAI); dan
3) Akuntansi digunakan untuk menyusun LKPP sesuai dengan standar akuntansi
pemerintah.
Tujuan kebijakan umum sistem akuntansi pemerintah di lingkup Balitbang
KP terdiri dari 3 (tiga) yaitu :
1.
Akuntabilitas, sebagai upaya untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan
sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada Balitbang
KP dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui laporan
2.
3.
keuangan pemerintah secara periodik.
Manajerial, menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaan
dan pengelolaan keuangan Balitbang KP serta memudahkan pengendalian yang
efektif atas seluruh aset, utang dan ekuitas dana.
Transparansi, dalam pelaporan keuangan bertujuan untuk menyediakan
informasi keuangan yang terbuka bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan
penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
Indikator ini dilakukan berdasarkan analisis laporan hasil pemeriksaan
(LHP) keuangan tahun 2015. Indikator ini bertujuan untuk menganalisis secara
spesifik peran dan fungsi SPIP dalam meminimalasi tingkat kesalahan pencatatan
akuntansi. Formulasi yang ditetapkan untuk menghitung prosentase terhadap
kepatuhan SAP lingkup Balitbang KP dengan mempertimbangkan salah satunya nilai
temuan materiil oleh APIP terhadap total alokasi anggaran.
Berdasarkan data sementara dari hasil pemeriksanaan APIEP TA 2015 (per
Januari 2016) terdapat proporsi temuan materiil (terhadap total anggaran) sebesar
0,39%.
Dengan demikian capaian atas indikator kinerja persentase kepatuhan
terhadap SAP lingkup Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 138
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Tabel : C A P A I A N I N D I K A T O R K I N E R J A U T A M A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Persentase kepatuhan
terhadap SAP lingkup
Balitbang KP
2015
2016
T
R
%
T
R
%
100
99,61
99,61
100
100
100,0
Baik (Capaian >=100%)
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%)
Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Nilai capaian indikator kinerja ini menunjukkan bahwa sudah cukup baik
karena pemantauan sistem pengendalian internal pemerintah sudah berjalan dengan
baik dalam mengontrol pelaksanaan kegiatan terutama pekerjaan fisik/belanja modal.
Peran tim teknis perlu diperkuat agar mampu bekerja sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya. Untuk itu, beberapa upaya perbaikan kinerja kedepan yang akan
ditempuh oleh Badan Penelitian dan Pengemabnagan Kelautan dan Perikanan berupa
: 1). Melaksanakan SPIP sesuai peraturan yang ditetapkan; 2). Membentuk tim teknis
yang kompeten; dan 3). melibatkan pihak eksternal dalam mengawasi berjalannya
proses pekerjaan.
3.4
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Berdasarkan surat pengesahan DIPA (SP-DIPA) induk tahun anggaran 2016 dari Dirjen Anggaran,
Kementerian Keuangan dengan Nomor SP DIPA-032.11-0/2016 dan dengan nomor digital stamp (DS) 92813724-3292-6015 tertanggal 7 Desember 2015, maka alokasi anggaran untuk Badan Penelitan dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan adalah Rp. 888.929.232.000,-. Pagu tersbut terdiri dari Rupiah Murni
Rp. 815.164.421.000,-; PNBP Rp. 1.653.323.000,- dan PLN INDESO Rp. 72.111.488.000,-. DIPA Induk tersebut
dituangkan dala 19 DIPA petikan Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan yang terbagi dalam tujuh kegiatan Eselon II sebagai berikut :
Tabel 3.17. P A G U A N G G A R A N B A D A N P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N K E L A U T A N D A N
PERIKANAN TAHUN 2016 PER-JENIS BELANJA
KODE
URAIAN
032.11
Balitbang KP
Program Litbang Iptek
KP
Litbang Iptek Daya
Saing Produk dan
032.11.04
2368
BELANJA PEGAWAI
(OPERASIONAL)
189,713,441
189,713,441
17,779,673
BELANJA BARANG
OPERASIONAL
NON OPS
BELANJA
MODAL
Rp. (000)
JUMLAH
87,306,225
318,409,180
293,500,386
888,929,232
7,964,687
17,981,000
2,865,389
46,590,749
87,306,225
318,409,180
293,500,386
888,929,232
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 139
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KODE
BELANJA PEGAWAI
(OPERASIONAL)
URAIAN
Bioteknologi KP
Penelitian Sosial
Ekonomi dan Analisis
Kebijakan
Litbang Iptek
Perikanan
Litbang Iptek
Instrumentasi
Litbang Iptek Sumber
Daya Laut dan Pesisir
Dukungan Menajemen
dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya
Balitbang KP
Peneliti Kewilayahan
dan Klimat KP
2369
2370
2372
2373
2374
5746
11,408,710
BELANJA BARANG
OPERASIONAL
2,622,248
NON OPS
18,350,484
BELANJA
MODAL
1,087,741
JUMLAH
33,469,183
118,747,489
52,061,922
143,854,612
33,828,575
348,492,598
10,579,943
6,633,964
30,885,746
145,628,636
193,728,289
22,737,061
12,168,999
92,178,089
102,781,027
229,865,176
4,734,057
3,273,098
8,914,100
1,557,098
18,478,353
3,726,508
2,581,307
6,245,149
5,751,920
18,304,884
Tabel 3.18. P A G U A N G G A R A N B A D A N P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N K E L A U T A N D A N
PERIKANAN TAHUN 2016 PER - SUMBER DANA
KODE
URAIAN
032.11
032.11.04
Balitbang KP
Program Litbang Iptek KP
Litbang Iptek Daya Saing Produk dan
Bioteknologi KP
Penelitian Sosial Ekonomi dan Analisis
Kebijakan
Litbang Iptek Perikanan
Litbang Iptek Instrumentasi
Litbang Iptek Sumber Daya Laut dan Pesisir
Dukungan Menajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Balitbang KP
Peneliti Kewilayahan dan Klimat KP
2368
2369
2370
2372
2373
2374
5746
RUPIAH
MURNI
815,164,421
815,164,421
PNBP
1,653,323
1,653,323
46,559,749
31,000,000
346,915,353
18,304,884
193,728,289
1,577,245
33,461,683
157,753,688
18,440,775
7,500,000
37,578
PHLN
JUMLAH
72,111,488
888,929,232
888,929,232
72,111,488
72,111,488
46,590,749
33,469,183
348,492,598
18,304,884
193,728,289
229,865,176
18,478,353
Dalam anggaran Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun
2016 sejumlah Rp. 229,865,176,000,- terdapat alokasi PHLN INDESO senlai Rp. 72,111,488,000,- untuk
melanjutkan kegiatan INDESO pada tahun 2015 berada di Satker P3TKP yang menjadi inaktif karena
reorganisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Selain itu dalam anggaran
Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan terdapat output cadangan senilai
Rp. 85,252,725,000,- yang terdiri dari Belanja Pegawai Rp. 7,398,845,000,- Belanja Barang Rp.
52,382,981,000,- dan Belanja Modal Rp. 25,470,899,000,- yang sedianya dialokasikan untuk 2 (dua) Balai
Besar baru yang sampai akhir Desember 2015 masih dalam proses penerbitan Peraturan Menteri Kelautan
dan Perikanan. Adapun 2 (dua) Balai Besar tersebut adalah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Teknologi Kelautan serta Balai Besar Penelitian Inovasi dan Alih Teknologi Kelautan dan Perikanan. Rincian
output cadangan tersebut adalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 140
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
NO
1
a
b
c
d
2
a
b
c
URAIAN
Balai Besar Litbang Teknologi KP
Belanja Manajerial
Belanja Litbang
Belanja Modal
Belanja Pegawai
Uang lembur 83 Pegawai eks P3TKP
Tunjangan Kinerja 83 Pegawai eks P3TKP
Operasional Perkantoran Eks P3TKP
Balai Besar Penelitian Inovasi dan AT KP
Belanja Manajerial
Belanja Litbang
Belanja Modal
JUMLAH
ANGGARAN (Rp.000)
49,676,423
7,837,233
7,917,030
23,000,000
10,922,160
100,260
7,298,585
3,523,315
35,576,302
4,481,495
28,623,908,000
2,470,899,000
85,252,725,000
Adapun beberapa revisi anggaran sepanjang tahun 2016, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Revisi nomenklatur dan kewenagan Satker Pusat sebagai tndaklanjut Peraturan Menteri Kelautan dan
i.
Perikanan dan Tata kerja Kementerian Kelauatan dan Perikanan, yaitu :
Revisi nomenklatur Satker 427737 dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan budidaya
(P4B) menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan budidaya (PUSLITBANGKAN) yang
merupakan penggabungan dua Satker Pusat, yaitu Satker 634125 Pusat Penelitian Pengelolaan
Perikanan dan konservasi Sumberdaya Ikan (P4KSI) dan P4B. Revisi in merupakan kewenangan
ii.
kantor wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta;
Revisi di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan terkait perubahan nomenklatur dan
kewenangan :
 Satker 452904, semula Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan
Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP) dan Kewenangan Kantor Daerah (KD) menjadi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
(P3DSBPKP) dengan kewenangan kantor pusat (KP);
 Satker 452910 semula Balai Besar Penlitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP)
dengan kewenangan KD menjadi Pusat Penlitan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (PPSEKP)
dengan kewenangan KP.
b. Revisi buka blokir dan antar kegiatan (10 Me 2016) dengan kewenangan Ditjen Anggaran Kemenkeu,
i.
yaitu :
Revisi buka blokir anggaran Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelauatan dan Perikanan
dilakukan menindaklanjuti Surat Menteri Kelautan dan Perikanan kepa Menteri Pendayagunaan
Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 238/SJ/OT.210/IV/2016 tertanggal 13 April 2016
tentang penataan organisasi dan tata kerja UPT d lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan. Dalam surat tersebut Kementerian kelautan dan Perikanan menunda
pembentukan 2 (dua) Balai Besar yakni Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kelautan
serta Balai Besar Penelitian Inovasi dan Alih Teknologi Kelautan dan Perikanan. Terkait dengan
penundan tersebut, maka KKP mengadakan pengalihan tugas, fungsi, serta kegiatan dan anggaran
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 141
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
kedua Balai Besar tersebut ke Pusat-Pusat lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan termasuk penataan SDM dan BMN. Surat Menteri Kelautan dan Perikanan ini ditindaklanjuti
dengan terbitnya keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Nomor 118/KEP-BALITBANGKP/2016 tentang pengalihan tugas, fungsi, kegiatan dan anggaran
lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Dalam revisi buka blokir ini
terjadi pergeseran anggaran antar Satker kegiatan dalam satu program, ayitu pergeseran anggaran
dari Sekretariat Badan Penellitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan ke Puslitbangkan,
P3SDLP, P3DSBPKP dan BPOL. Dalam revisi buka blokir ini disertai pula pergeseran anggaran PHLN
ii.
INDESO dari Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan ke BPOL;
Revisi perpindahan kegiatan antar kegiatan merupakan tindak lanjut penundaan pembentukan 2 (dua)
Balai Besar sebagaimana Surat Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 238/SJ/OT.210/IV/2016 serta
keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Nomor 5/KEPBALITBANGKP/2016 tentang kedudukan unit pelaksana teknis lingkup Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Dengan penundaan pembentukan 2 (dua) Balai Besar maka
kegiatan dan anggaran dalam dokumen rencana kerja (RENJA) dan RKA-KL 2 (dua) Balai Besar
tersebut dialihkan ke Kegiatan Eselon II/Pusat lain. Revisi ini melibatkan perpindahan kegiatan pada
tiga UPT Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, yaitu :
 BPOL : Semula Penelitian Kewilayahan dan Klimat Kelautan dan Perikanan (5746) menjadi Penelitian
dan Pengembangan Iptek Sumber daya Laut dan pesisir (2373);
 LPTK : semual Penelitian dan Pengembangan Iptek Instrumentasi kelautan dan Perikanan (2372)
menjadi Penelitian dan Pengembangan Iptek Sumber Daya Laut dan pesisir (2373);
 LPPMPHP : semula Penelitian dan Pengembangan Iptek Instrumentasi Kelautan dan Perikanan
(2372) menjadi Penelitian dan Pengembangan Iptek Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan
dan perikanan (2368).
c. Revisi APBN-P 2016 (5 Agustus 2016) dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 4 tahun
2016 tertanggal 12 Mei 2016 tentang langkah-langkah penghematan dan pemotongan Belanja
Kementerian/Lembaga dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun
anggaran 2016 serta meindaklanjuti Surat Menteri Keuangan Nomor S-377/MK.02/2016 tertanggal 13
Mei 2016 tentang penghematan/pemotongan anggaran belanja K/L Tahun 2016. Dalam Inpres dan surat
Menkeu tersebut, besaran target penghematan anggaran KKP adalah Rp. 2,890,470,303,000,- dari
anggaran semula Rp. 13,801,192,731,000,-. Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, kesimpulan rapat kerja
Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 27 Juni 2016 serta hasil retreat KKP
27-29 Juni 2019, maka perubahan Pagu anggaran APBN-P tahun 2016 Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan adalah sebesar Rp. -230,447,616,000,- yang terdiri dari
penghematan I senilai Rp. -190,447,510,000,- dan penghematan II Rp. -40,000,106,000,-. Revisi APBN-P
ini melibatkan penghematan anggaran dari seluruh Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 142
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kelautan dan Perikanan yaitu 19 Satker. Dalam APBN-P ini juga dilakukan droploan PHLN INDESO pada
Satker BPOL senilai Rp. 15,777,441,000,- yaitu semula Rp. 72,111,488,000,- menjadi Rp. 56,334,047,000,-.
Selain itu terdapat pula penambahan anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan senilai Rp. 19,784,000,000,- sebagai reward pelaksanaan anggaran tahun 2015. Reward
tersebut dialokasikan di Sekretariat sebagai belanja pegawai transito (512412) dalam posisi terblokir
dengan kode blokir 2 (alokasi harus dilengkapi dasar hukum pengalokasiannya dan/atau dokumen
terkait) yang direncanakan akan digunakan sebagai tambahan anggaran dalam kenaikan tunjangan
kinerja tahun 2016.
d. Revisi penghematan anggaran melalui blokir mandiri (self blocking) 3 Oktober 2016 sebagai tindaklanjut
Inpres nomor 8 tahun 2016 tertanggal 26 Agustus 2016 tentang langkah-langkah penghematan belanja
kementerian/lembaga dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan
tahun anggaran 2016. Besaran self blocking anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan sebagaimana Nota Dinas Sekretaris Jenderal KKP Nomor 244/SJ/IX/2016 tertanggal 28
September 2016 tentang rekomposisi ke Dua penghematan anggaran belanja self blocking awal Rp. 81,012,000,000,- dan self blocking reward Rp. 19,784,000,000,-. Revisi self blocking ini hanya melibatkan
16 Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan selain BBPPBL – Gondol,
BPPI – Sukamandi dan LPPMPHP – Bantul.
e. Revisi penambahan pagu pemanfaatan PNBP tahun 2016 (18 november 2016) sebagai tindaklanjut
terlampauinya target penerimaan PNBP fungsional pada Satker BBPPBL – Gondol dan BPPI – Sukamandi.
Usulan revisi penambahan pagu pemanfaatan dari Satker BBPPBL sebesar Rp. 84,823,000,- digunakan
dalam pengadaaan sarpras laboratorium, sementara Satker BPPI sebesar Rp. 321,683,000,- digunakan
untuk kegiatan Litbang dan pengadaan sarpras laboratorium;
f. Revisi pencantuman anggaran PHLN INDESO tahun 2016 pada Satker BPOL (15 Desember 2016) sebagai
tindak lanjut surat Kepala KPPN khusus pinjaman hibah Ditjen Perbendaharaan Kanwil DKI Jakarta
Nomor S-962/WPB.12/KP.0621/2016 tentang penyediaan pagu anggaran atas withdrawal aplication
(WA) tahun 2015 untuk penerbitan surat perintah pengesahan/pembukuan (SP3). Hal ini dilatarbelakangi
SP3 PHLN INDESO tahun 2015 tidak dapat diterbitkan karena pagu INDESO pada DIPA satker P3TKP (inaktif) sebesar Rp. 59,249,601,000,- tidak mencukupi penarikan sejumlah USD 4,399,941 (setara Rp.
60,697,186,095). Penyediaan pagu sebagaimana dimaksud dilakukan melalui mekanisme revisi
pencantuman anggaran dengan nilai pebulatan menjadi Rp. 60,697,187,000,-.
g. Selain yang disebutkan di atas, masih terdapat beberapa revisi yang menjadi kewenangan kanwil Ditjen
Perbendaharaan masing-masing perbendaharaan masing-masing provinsi sesuai lokasi Satker Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, di antaranya revisi pencantuman pagu anggaran
HLL pada Satker BBPPBL – Gondol, BPOL – Perancak dan Puslitbangkan.
Setelah melalui serangkaian revisi sepanjang tahun, maka pagu anggaran Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun 2016 per-31 Desember 2016 aadalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 143
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KODE
622103
427737
427712
237821
660045
660054
427721
238094
237270
452929
660052
649679
634150
660053
452935
660057
452904
660055
452910
SATKER
SEKRETARIAT
PUSLITBANGKAN
BPPL
BP3U
BP2KSI
LPPT
BBPPBL
BPPBAP
BPPBAT
BPPBIH
BPPI
LPPBRL
P3SDLP
LPSDKP
BPOL
LPTK
P3DSBPKP
LPPMPHP
PPSEKP
JUMLAH
RUPIAH
MURNI
72,473,306
50,739,019
45,877,353
21,379,912
15,951,393
8,400,685
37,435,526
34,465,741
24,846,055
16,819,141
17,714,396
9,178,435
118,911,012
10,069,524
36,111,058
9,905,437
40,831,974
5,735,005
27,655,833
604,500,805
PNBP
PLN
HLL
3,351,550
13,000
414,823
855,817
125,250
75,000
415,037
1,400,084
37,578
117,031,234
18,131
7,500
1,975,005
117,031,234
4,769,765
31,000
JUMLAH
SELFBLOCK
72,473,306
54,090,569
45,877,353
21,392,912
15,951,393
8,400,685
39,250,433
35,321,558
24,971,305
16,894,141
18,129,433
9,178,435
118,911,012
10,069,524
153,198,001
9,905,437
40,862,974
5,735,005
27,663,333
728,276,809
ANGGARAN
TANPA SELF
BLOCK
(22,810,249)
(791,767)
(3,000,000)
(48,592)
(300,000)
(100,000)
(158,323)
(66,670)
(600,000)
(325,857)
(65,643,810)
(272,636)
(3,462,793)
(621,877)
(1,641,426)
(950,000)
(100,796,000)
49,663,057
53,298,802
42,877,353
21,344,320
15,651,393
8,300,685
39,250,433
35,163,235
24,902,635
16,294,141
18,129,433
8,852,578
53,267,202
9,796,888
149,735,208
9,283,560
39,221,548
5,735,005
26,713,333
627,480,809
Capaian realisasi anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun
2016 sebesar 79,28%. Pagu dan realisasi anggaran tahun 2016 berdasarkan jenis belanja, dapat dilihat pada
tabel berikut :
NO
1
2
3
Tabel 3.19. P A G U D A N R E A L I S A S I A N G G A R A N T A H U N 2 0 1 6 ( P E R - B E L A N J A )
BELANJA
PAGU
REALISASI
%
Belanja Pegawai
201,905,185,000
162,290,028,930
80,38
Belanja Modal
236,471,141,000
161,935,837,085
68,48
Belanja Barang
Jumlah
289,900,483,000
728,276,809,000
253,158,594,831
577,384,460,846
87,33
79,28
Sumber: OMSPAN KEMENKEU, 9 Feb 2017
Sampai dengan tanggal 9 Februari 2017, realisasi anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan sebesar Rp. 577,384,460,846,- atau 79,28% dari total anggaran sebesar Rp.
728,276,809,000,-. Sesuai dengan tabel di atas diatas maka realisasi tertinggi menurut per-belanja adalah
belanja barang sebesar 87,33%, diikuti oleh realisasi belanja pegawai sebesar 80,38% dan belanja modal
sebesar 68,48%. Dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2015 sebesar 80,03%, performance realisasi
anggaran tahun 2016 lebih kecil dengan nilai 79,28% (status akses OMSPAN, 9 Februari 2017).
NO
Tabel 3.20. P A G U D A N R E A L I S A S I A N G G A R A N T A H U N 2 0 1 6 ( P E R - K E G I A T A N )
PROGRAM/ KEGIATAN
PROGRAM PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN IPTEK KELAUTAN DAN
PERIKANAN
1
Peningkatan Dukungan Manajemen dan
PAGU
REALIASI
%
728,276,809,000
577,384,460,846
79,28
72,473,306,000
40,431,554,447
55,79
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 144
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
NO
2
3
4
5
6
7
PROGRAM/ KEGIATAN
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan
Penelitian Kewilayahan dan Klimat
Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan Pengembangan Iptek
Perikanan Budidaya
Pengkajian dan Perekayasaan
Teknologi Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan Pengembangan Iptek
Kewilayahan, Dinamika dan Sumber
Daya Laut dan Pesisir
Penelitian dan Pengembangan Iptek
Pengolahan Produk dan Bioteknologi
Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan Perekayasaan Sosial
Ekonomi Kelautan dan Perikanan
PAGU
3,989,396,000
REALIASI
3,612,789,323
90,56
1,724,627,878
96,80
289,458,217,000
264,300,799,817
287,220,052,000
204,256,767,971
45,690,882,000
38,629,534,915
1,781,623,000
27,663,333,000
%
24,428,386,495
91,31
71,12
84,55
88,31
Dalam table di atas menunjukan realisasi anggaran per-kegiatan (Eselon II) dengan realisasi
tertinggi pada kegiatan pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan sebesar 96,80% dan
terendah pada kegiatan peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebesar 55,79%. Beberapa catatan atas anggaran yang
tidak terserap antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
Terdapat self blocking anggaran sebesar Rp. 100.796.000.000 (13,84%);
Terdapat alokasi anggaran untuk kenaikan tunjangan kinerja yang tidak dapat diserap karena Perpres
dan Permen KP terkait pembayaran kenaikan tunjangan kinerja tidak terbit;
Terdapat sisa anggaran Pinjaman Luar Negeri sebesar Rp. 2.456.047.134 (0,34%), karena ada selisih
kurs;
Terdapat sisa anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 411.080.226 (0,06%), karena
target penerimaan tidak tercapai;
Terdapat sisa anggaran Hibah Luar Negeri sebesar Rp. 1.045.098.930, dan akan menjadi luncuran pada
kegiatan hibah tahun 2017.
Jika membandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2015 sebesar Rp. 775,617,749,000,-, anggaran
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan untuk DIPA awal (Rp. 527,223,345,000,-)
mengalami kenaikan dan untuk pagu DIPA APBN-P (Rp. 762,223,345,000,-) mengalami kenaikan menjadi
44,57% dibandingkan dengan DIPA awal. Adapun ditinjau dari realisasi anggaran, performance penyerapan
anggaran di tahun 2015 lebih tinggi (80,03%) dari pada tahun 2016 (79,28%), salah satu faktor penyebab
utama adalah DIPA Revisi APBN-P terbit pada bulan maret 2016 sehingga pelaksanaan kegiatan baru
dilaksanakan di triwulan II/III serta kebijakan self blocking.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 145
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
100
90
80
70
96,19
80,38
60
86,64
80,03
87,33
50
62,48
68,48
79,28
2015
2016
40
30
20
10
0
B. Pegawai
B. Barang
B. Modal
Total
Grafik 3.5. P E R B A N D I N G A N R E A L I A S I P E R - J E N I S B E L A N J A 2 0 1 5 - 2 0 1 6
Tabel 3.21. P A G U D A N R E A L I S A S I A N G G A R A N T A H U N 2 0 1 6
Sumber: OMSPAN KEMENKEU, 9 Feb 2017
Pada tahun 2016, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan mengelola pagu
sebesar Rp. 728,276,809,000,-, yang berumber dari rupiah murni (Rp. 604,500,805,000,-), PNBP (Rp.
1,975,005,000,-), HLN (Rp. 4,769,765,000,-) dan pinjaman luar negeri (Rp. 117,031,234,000,-). Khusus untuk
anggaran HLN telah tercatat sebaga realisasi di Kementerian Keuangan sebesar Rp. 3,724,666,070,- atau
21,91% sedangkan sisa pagu HLN yang belum terserap sebesar Rp. 1,045,098,930,-, dengan beberapa catatan
terkait pelaksanaan hibah dan pinjaman yang perlu mendapat perhatian antara lain :
a. Kegiatan Developing Research Capacity for Management of Indonesia-s Pelagic Fisheries Resources yang
dilaksanakan oleh Satker Puslitbangkan, Perjanjian kerjasamanya berakhir pada 31 Desember 2016
namun beberapa kegiatan belum dapat dilaksanakan contohnya penelitian tingkah laku ikan memerlukan
peralatan survey acoustic equipment, dimana peralatan tersebut diprioritaskan untuk pelaksanaan survey
stock assessment BPPL (APBN) di tahun 2016 sehingga belum dapat dilaksanakan. Biaya kegiatan sudah
dikirimkan ke Indonesia namun belum dapat direalisasikan;
b. Kegiatan Sustainable Management of Highly Mirgatory Fish Stocks in The West Pacific and East Asian Seas
yang dilaksanakan oleh Satker Puslitbangkan, Kegiatan pembuatan Guideline
mitigasi dan adaptasi
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 146
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dampak perubahan iklim pada perikanan tuna di wilayah WCPFC Indonesia belum dapat dilaksanakan;
c. Kegiatan Enabling Enforcement Through Improved Use Of Monitoring Information To Support Surveillance
Activities yang dilaksanakan oleh Satker Puslitbangkan, training luar negeri baru dapat dilaksanakan 1 kali
yang rencananya dilaksanakan 2 kali pada tahun 2016, dikarenakan keterlambatan proses regristrasi;
d. Kegiatan Expanding Spiny Lobster Aquaculture in Indonesia yang dilaksanakan oleh Satker BBPPBL,
Kesulitan untuk mendapatkan benih dan baby lobster untuk kegiatan 2017, dan nelayan tidak melakukan
penangkapan lobster mengikuti regulasi MenKP tentang penangkapan lobster;
e. Kegiatan Establish of ICCOC (Indonesia-China Center for Ocean and Climate) yang dilaksanakan Satker
P3SDLP, MoU kerjasama Indonesia – Tiongkok telah habis masa berlakunya pada bulan Mei 2013; Posisi
draft MoU Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (d/h PUSKITA) sejak bulan Maret 2015; sampai
sekarang tidak ada perkembangan lebih lanjut; dan SOA sudah mengirimkan surat resmi kepada Menteri
KP per tanggal 17 Februari 2016 mengenai kelanjutan kerjasama Indonesia – Tiongkok. Menunggu
instruksi lebih lanjut dari Men KP.
f. Kegiatan Installation Services of an Infrastructure for Operational Oceanographic System in Indonesia
(INDESO) yang dilaksanakan oleh Satker BPOL, Keterbatasan jumlah pegawai dengan beban dan tanggung
jawab kerja yang tinggi (Keberhasilan akuisisi data dan ketepatan analisis menjadi informasi/acuan
penting dalam sebuah operasi laut); jam kerja harian rata >12 jam/hari (termasuk Sabtu-Minggu jika ada
operasi laut); sebagian besar personil merupakan NON PNS; dan dukungan anggaran dalam operasional
rutin (Anggaran koordinasi lintas institusi, Lembur).
Lebih lanjut, untuk sumber pendanaan dari PNPB tahun 2016, dari total pagu Rp. 1,975,005,000,-
terealisasi sebesar 78,85%. Realisasi tersebut lebih rendah dari penggunaan PNBP di tahun 2015 sebesar Rp.
2,278,297,000,- atau 96,46%. Pelaksanaan kegiatan dari sumber PNBP di tahun 2016 dibandigkan dengan
tahun 2015 dari target menurun 15,61%.
Tindak lanjut untuk masing-masing Satuan kerja terkait permasalahan/kendala kegiatan pinjaman
luar negeri dan hibah langsung laur negeri lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan tahun 2016 sebagai berikut :
a. Kepala Satker agar melakukan pencantuman anggaran hibah dan pinjaman agar segera melakukan revisi
DIPA TA 2015 dan berkoordinasi dengan bidang terkait, serta segera mengusulkan pengesahan realisasi
hibah dan pinjaman ke Kementerian Keuangan;
b. Kepala Satker agar memantau dan mengawal proses pengusulan, pelaksanaan, dan pelaporan, serta
penutupan kegiatan hibah yang dilaksanakan oleh satker, sesuai dengan ketentuan Permen KP Nomor
23/PERMEN-KP/2014 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Hibah Luar Negeri di Lingkungan
Kementerian Kelautan dan Perikanan;
c. Kepala Satker agar menyusun grand design pelaksanaan hibah dan pinjaman, untuk dapat diajukan ke
dalam dokumen Green Book dan Blue Book (Daftar Rencana Prioritas Pinjaman/ Hibah Luar Negeri)
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 147
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Bappenas.
JAN
90
FEB
80
MAR
70
APR
60
MEI
50
JUN
40
JUL
AGT
30
SEPT
20
10
0
OKT
2015
NOV
2016
Gambar 3.28. PROSENTASE P E N Y E R A P A N A N G G A R A N
DES
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015 - 2016
Secara umum penyerapan anggaran perbulan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan menunjukan pola yang seragam pada kurun waktu tahun 2015-2016. Lonjakan penyerapan
anggaran banyak dipengaruhi oleh realisasi belanja modal yang meningkat pada triwulan IV tahun 2015.
Adapun pada tahun 2016, lonjakan penyerapan anggaran juga terdapat pada belanja modal dan terakumulasi
di bulan desember 2016. Untuk itu beberapa rekomendasi untuk perbaikan kinerja pelaksanaan anggaran
tahun selanjutnya antara lain :
(1) Melaksanakan Proses pengadaan barang dan jasa paling lambat akhir triwulan I;
(2) Untuk menghindari lelang ulang, agar membentuk tim teknis yang kompeten dan mempersiapkan
dokumen HPS/spesifikasi barang dan jasa secara lengkap;
(3) Mempercepat proses revisi DIPA (al : blokir anggaran atau hasil kebijakan pimpinan) yang sekiranya
dapat mengganggu pelaksanaan anggaran;
(4) Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kelautan No..dengan menyusun ROK dan melaksanakan kegiatan
sesuai ROK yang telah ditetapkan;
(5) Melakukan pengelolaan anggaran sesuai peraturan yang berlaku terutama terkait dengan penyelesaian
SPJ pembelanjaan anggaran; dan
(6) Meningkatkan peran SPIP dan melakukan evaluasi serta pemantauan intensif atas faktor-faktor resiko
yang dapat menganggu pelaksanaan kegiatan.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 148
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.5
ANALISIS CAPAIAN DAN KEBERHASILAN LAINNYA
3.5.1 CAPAIAN DAN KEBERHASILAN LAINNYA
Di samping capaian atas indikator kinerja untuk mewujudkan tujuan dan sasaran strategis
diatas terdapat beberapa keberhasilan kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan tahun 2016 antara lain :
(1) SERTIFIKASI LIPI AKREDITASI JURNAL ILMIAH
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan yang diterbitkan oleh Pusat
Penelitian Sosial EKonomi Kelautan dan Perikanan memperoleh pengakuan sebagai jurnal ilmiah
dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) setelah mendapatkan sertifikat akreditasi
jurnal ilmiah yang diserahkan oleh Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI, Prof. Dr. Dwi Eny Djoko
Setyono, M.Sc,. Penyerahan Sertifikat Akreditasi Majalah Ilmiah Periode II Tahun 2016 yang
merupakan hasil sidang akreditasi majalah ilmiah periode II, tanggal 31 Agustus 2016. Sidang
Periode II 2016 telah mengimplementasikan peraturan baru yakni PerKa LIPI Nomor 3 Tahun
2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah yang telah diberlakukan secara penuh
mulai 1 April 2016. PerKa LIPI tersebut mendorong majalah ilmiah (khususnya yang diterbitkan
oleh lembaga litbang) untuk tidak lagi dikelola secara tercetak (printed), namun harus dikelola
secara elektronik (e-journal). Total 18 jurnal majalah ilmiah dari berbagai instansi dan organisasi
profesi melakukan usulan akreditasi baru dan ulang, terdiri dari 2 majalah ilmiah usulan
akreditasi baru dan 16 majalah ilmiah akreditasi ulang.
Hasil sidang diputuskan 11 majalah ilmiah terakreditasi dan 7 majalah ilmiah tidak
terakreditasi. Masa berlaku bagi jurnal terakreditasi dengan aturan baru ini adalah lima tahun,
namun akan tetap dipantau dan dievaluasi secara ketat. Sertifikat diserahkan oleh Ketua Panitia
Penilai Majalah Ilmiah (P2MI-LIPI) LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., didampingi Kepala
Pusbindiklat Peneliti LIPI kepada 11 redaksi Majalah Ilmiah Terakreditasi LIPI. Sebagai informasi
sampai dengan bulan Oktober 2016 terdapat 199 Majalah Ilmiah yang telah terakreditasi LIPI.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dari jumlah periode sebelumnya yaitu 204 majalah ilmiah,
karena terdapat pengurangan sejumlah 7 jurnal yang tidak lolos akreditasi ulang, meskipun
terdapat penambahan jurnal baru yang terakreditasi sebanyak 2 majalah ilmiah.
Redaksi Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelutan dan Perikanan terus mengajak para
peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan untuk
mempublikasikan hasil penelitiannya di Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Mulai
tahun 2017 Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelutan dan Perikanan diterbitkan secara elektronik
(e-journal), sehingga para penulis bisa mendaftarkan naskahnya secara online melalui laman
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkse.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 149
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.29. P E N Y E A H A N S E R T I F I K A T A K R E D I T A S I J U R N A L K E B I J A K A N S O S I A L
EKONOMI KP DI PUSBINDIKLAT LIPI, CIBINONG
(2) PENGUKUHAN PROFESOR RISET
Pada Tahun 2015, Jumlah Profesor riset yang dikukuhkan tidak terealisasi, hal ini
disebabkan naskah orasi ilmiah yang diajukan oleh kandidat profesor riset masih belum
memenuhi tata cara penulisandan gaya selingkung naskah orasi ilmiah sesuai dengan panduan
penulisan naskah orasi profesor riset. Sedangkan pada
tahun 2016 memenuhi target yang ditetapkan sebagai
profesor riset
sebagai berikut :
a)
dan kandidat yang diajukan adalah
Dr.Ir.Agus Djoko Utomo, M.Si, dengan bidang
kepakaran Sumberdaya dan Lingkungan, dengan
judul orasi "optimalisasi pengelolaan suaka
perikanan di rawa banjiran untuk kelestarian sumber daya ikan";
b)
Dr.Ir.Agus Heri Purnomo, M.Sc, dengan
bidang
kepakaran
Sosial
Ekonomi
Kelautan dan Perikanan, dengan judul
orasi "model pengelolaan loka adaptif
terpandu (PLAT) untuk optimalisasi
manfaat
sumber
daya
hayati
laut
nonkonvesional";
c)
Dr.Ir. Ekowati Chasanah, M.Sc, dengan bidang
kepakaran Pasca Panen dan Bioteknologi Kelautan
dan Perikanan, dengan judul orasi "bioprospeksi
enzim mikroba laut sebagai landasan pengembangan bioindustri di indonesia".
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 150
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Secara keseluruhan proporsi jumlah profesor riset yang
ada pada kementerian kelautan dan perikanan ada 28 orang, yang
bestatus
aktif
sebanyak
18
orang,
dan
wafat/pensiun/diberhentikan sebanyak 10 orang.
yang
bestatus
Sumber: PUSBINDIKLAT LIPI, 2016
Gambar 3.30. PROSESI ORASI PROFESOR RISET, 2016
(3) RILIS
Sebanyak 3 (tiga) buah rilis komoditas, hasil litbang KP telah ditetapkan melalui
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP), antara lain :
a) Abalon (Haliotis Squamata) Hasil Domestikasi, yang telah ditetapkan melalui Kepmen KP
Nomor 22/KEPMEN-KP/2016 tentang Pelepasan Abalon (Haliotis Squamata) Hasil
Domestikasi tertanggal 13 Juni 2016. Komoditas ini berasal dari Pekutatan – Bali (2007) hasil
domestikasi yang dilakukan oleh Balai.
Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut-Gondol, dengan keunggulan jenis dan/
atau varietas yaitu mudah dibudidayakan, dipijahkan secara buatan, dapat ditransportasikan
dalam kondisi hidup. Ketahanan terhadap penyakit Vibrio harveyi dengan sintasan 73,33 –
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 151
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
100%, dengan manfaat pada beberapa aspek antara lain : aspek teknologi (mudah diterapkan
di masyarakat), aspek ekonomi (memberikan keuntungan yang optimal), aspek sosial (dapat
diterima oleh masyarakat), dan aspek lingkungan (memberikan konstribusi terhadap
kelestarian alam).
Gambar 3.31. A B A L O N ( H A L I O T I S S Q U A M A T A ) H A S I L D O M E S T I K A S I
b) Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Super RD, yang telah ditetapkan melalui Kepmen KP
Nomor 23/KEPMEN-KP/2016 tentang Pelepasan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Super
RD tertanggal 13 Juni 2016. Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Super RD yang digunakan
sebagai populasi merupakan koleksi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar
(BPPBAT) Bogor, pada tahun 1997 yang berasal dari petani Desa Rajadanu, Kecamatan
Jalaksana, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tahun 1998-2001 dilakukan kegiatan seleksi kerja
sama dengan Woldfish (INGA-ICLARM) menghasilkan F1. Hasil F1. Tahun 2001-2002
dilakukan pembentukan F2 dilaksanakan di BBPBI Wanayasa dan hasil seleksi F2 dikoleksi
kembali di Instalasi Penelitian dan Pengembangan Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar
Cijeruk. Tahun 2008-2014 dilanjutkan kegiatan seleksi untuk pembentukan generasi
selanjutnya di Instalasi Penelitian dan Pengembangan Plasma Nutfah perikanan Air Tawar,
Balai Penelitian dan Pengembanagn Budidaya Air Tawar, Bogor.
Keunggulan jenis dan atau varietas yaitu unggul dalam pertumbuhan bobot disbanding ikan
mas lokal Thailand, China, India dan Banglades, serta relatif resisten terhadap bakteri
Aeromonas hidrophyla dan Koi herpesvirus (KHV). Manfaat yang diperoleh dari komoditas ini
i.
antara lain :
Aspek Teknologi (mudah diserapkan di masyarakat)
Dengan adanya Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Super RD ini dapat memberikan
peluang kepada para pembudidaya untuk mendapat pilihan jenis benih dengan kualitas
baik yang akan dibudidayakan. Penggunaan benih Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu
Super RD unggul ini akan meningkatkan produktivitas benih dalam meningkatkan
ii.
produksi nasional.
Aspek Ekonomi (memberikan keuntungan yang optimal)

Dengan tingkat konversi pakan yang rendah yang diperkuat dengan pertumbuhan
harian yang lebih baik, maka secara ekonomi produksi Ikan Mas (Cyprinus Carpio)
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 152
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Rajadanu Super RD dapat mengurangi modal yang diperlukan serta menambah

iii.
keuntungan yang didapatkan.
Peningkatan
pendapatan
bagi
meningkatkan kesejahteraannya.
pembudidaya
maka
pada
akhirnya
akan
Aspek Sosial (dapat diterima oleh masyarakat)


Penyediaan benih unggul merupakan bentuk tanggung jawab sosial kepada
masyarakat pembudidaya.
Semakin besarnya tingkat keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan benih
Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Super RD maka akan semakin banyak minat
masyarakat untuk ikut serta dalam bisnis budidaya sehingga secara tidak langsung
iv.
dapat meningkatkan/membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Aspek Lingkungan (memberikan kontribusi terhadap kelestarian alam)

Rendahnya nilai konversi pakan berarti semakin menurunnya limbah organik dan
limbah sisa pakan yang dihasilkan sehingga akan mengurangi tingkat pencemaran
yang ditimbulkan dibandingkan dengan penggunaan benih ikan mas (Cyprinus

Carpio) lokal yang umum beredar di masyarakat.
Dengan digunakan induk unggul proses budidaya akan terciptanya kondisi budidaya
yang ramah lingkungan dikarenakan tidak lagi memerlukan prebiotic dan probiotik
dalam memacu pertumbuhan.
Gambar 3.32. I K A N M A S ( C Y P R I N U S C A R P I O ) R A J A D A N U S U P E R R D
c) Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Tahan Penyakit KHV, yang telah ditetapkan melalui
Kepmen KP Nomor 23/KEPMEN-KP/2016 tentang Pelepasan Ikan Mas (Cyprinus Carpio)
Rajadanu Tahan Penyakit KHV tertanggal 13 Juni 2016.
Induk ikan mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu berasal dari populasi survivor penyakit KHV di
Waduk Cirata tahun 2006, terdiri atas dua sub populasi. Sub populasi I diperoleh tahun 2007
dan sub populasi II tahun 2010. Daerah asal Wanayasa, Purwakarta.
i.
ii.
iii.
Keunggulan komoditas ini, antara lain :
Persentase marka MHC II sebesar 100%
Daya tahan terhadap infeksi KHV tinggi (SR uji tantang 98,89%);
Pertumbuhan relatif cepat (SGR 3,01-3,62 % bobot/hari);
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 153
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
iv.
Efisiensi pakan tinggi (FCR 1,24-2,38);
vi.
Toleransi terhadap cekaman lingkungan tinggi
v.
Produktivitas pembesaran tinggi (lebih tinggi 5-67% dari pembanding);
Manfaat yang diperoleh dari komoditas ini antara lain :

ASPEK TEKNOLOGI
Teknologi budidaya mudah diterapkan karena relatif sama dengan teknologi yang sudah
berkembang di pembudidaya serta tidak memerlukan tambahan teknologi spesifik. Dapat
diaplikasikan pada berbagai jenis model atau tipe budidaya seperti kolam air tenang,

kolam air deras maupun karamba jaring apung.
ASPEK EKONOMI
Pada tahap pembesaran mempunyai ketahanan terhadap KHV dan laju pertumbuhan

relative cepat, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih tinggi.
ASPEK SOSIAL
Benih Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Tahan Penyakit KHV mempunyai keragaan
budidaya yang baik dan sudah dikenalkan ke beberapa pembudidaya di beberapa daerah

Jawa Barat dengan respons penerimaan yang baik.
ASPEK LINGKUNGAN
Selama beberapa tahun sejak pertama kali dikenalkan di masyarakat (tahun 2012), tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya ikan mas (Cyprinus
Carpio) maupun ikan lainnya. Hal ini karena Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Rajadanu Tahan
Penyakit KHV bukan merupakan spesies baru sehingga secara genotipik dan fenotipik
mempunyai sifat dan tingkah laku yang sama dengan ikan mas (Cyprinus Carpio) yang
berkembang di masyarakat.
Gambar 3.33. I K A N M A S R A J A D A N U ( C Y P R I N U S C A R P I O ) T A H A N P E N Y A K I T K H V
JANTAN (KIRI) DAN BETINA (KANAN)
(4) INOVASI TEKNOLOGI
Terdapat 2 (dua) unggulan hasil litbang KP yang terpilih sebagai 108 Inovasi
Indonesia yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center (BIC). BIC merupakan lembaga
yang didirikan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi untuk menjembatani proses Inovasi
yang terdapat dalam Akademisi, Bisnis dan Pemerintah (ABG). Di dalam kegiatan BIC terdapat
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 154
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
upaya identifikasi Pelaksanaan transfer teknologi serta usaha komersialisasi hasil penelitian dan
pengembangan. Hasil litbang KP tersebut, antara lain :
a)
Alat Transportasi Ikan Segar untuk Pedagang Ikan Keliling (ALTIS-2);
b)
SuperGold : Suplemen Pakan untuk meningkatkan Kualitas Warna Ikan Hias.
(5) USULAN PATEN
Selama tahun 2016, Balitbang KP melalui Sentra HKI telah menerima 6 usulan paten
yang akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, seperti terlihat pada Tabel di atas
berikut.
NO
Tabel 3.22. P E N D A F T A R A N P A T E N B A L I T B A N G K P T A 2 0 1 6
NAMA PATEN
NO PENDAFTARAN
SATKER
P00201600325
BBPPBL
BALITBANG KP
1
2
3
4
5
6
6
Rekombinan Protein Kapsid Megalocytivirus
Sebagai Bahan Vaksin
Vaksin Koktail Aeromonas Hydrophila Streptococcus Agalactiae dan Proses
Pembuatannya
Sediaan Probiotik Bivalen Berbasis Bakteri yang
diaplikasikan melalui Air dan Proses
Pembuatannya
Proses Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah
Agar Dan Pupuk Organik Yang Dihasilkan Dari
Proses Tersebut
Pengaduk Statik (Static Mixer) Pada Mesin
Pembuat Adonan (Bowl Cutter)
Sediaan Probiotik Dalam Pakan Ikan Untuk
Meningkatkan Kecernaan Ikan Air Tawar dan
Metode Pembuatannya
Metode Budidaya Massal Moina sp. Dengan
Media Chlorella sp.
P00201601716
BPPBAT
P00201602394
BPPBAT
P00201604323
LPPMPHP
P00201606722
BPPBAT
S00201605065
P00201506288
LPPMPHP
BPBAT - Jambi
Selain itu telah terbit juga paten tersertifikat sebanyak 2 (dua) buah, yaitu :
a) Test Kit Residu Boraks Pada Makanan, yang telah terbit nomor sertifikat patennya
IDS000001448 pada tanggal 30 Maret 2016;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 155
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
b) Alat Ukur Ikan Sidat, yang telah terbit nomor sertifikat patennya IDS000001470 pada tanggal
22 Juni 2016.
(6) 108 INOVASI INDONESIA (PERTOLONGAN PERTAMA PADA IKAN FISH FIRST
AID)
Tingkat keberhasilan budidaya ikan secara intensif sangat dipengaruhi oleh
kemampuan petani tambak ikan atau udang dalam mengatasi permasalahan penurunan kualitas
air, salah satunya karena kelarutan oksigen yang rendah. Oksigen terlarut yang cukup merupakan
faktor penting untuk memastikan kelangsungan hidup ikan maupun udang budidaya.
Aerator dua lapis (ADL) mekanik adalah alat yang digunakan untuk mensuplai udara
dalam bentuk semburan ke dalam air tambak. Semburan udara dalam kondisi terlarut
membentuk gelembung-gelembung oksigen berukuran kecil yang dibutuhkan oleh ikan untuk
bernafas. Penggunaan ADL mampu meningkatkan produktivitas ikan hingga dua kali lipat dan
menghindari kematian pada ikan. Inovatornya berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan (Agus Cahyadi), dengan
keunggulan sebagai berikut :
a) Menciptakan kelarutan oksigen (ppm) yang lebih tinggi;
b) Membantu menghilangkan zat toksik di dalam tambak;
c) Dapat diopersikan dengan BBM maupun LPG;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 156
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
d) Bersifat portable dan dapat disesuaikan dengan kondisi kolam atau tambak.
Gambar 3.34. P E R T O L O N G A N P E R T A M A P A D A I K A N F I S H F I R S T A I D
(7) PUSAT UNGGULAN IPTEK (PUI)
Salah
satu
kebijakan pembangunan iptek nasional adalah melalui peningkatan
kapasitas dan kapabilitas kelembagaan iptek melalui kegiatan pengembangan Pusat Unggulan
Iptek. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat lembaga litbang/pengembang teknologi yang
ada di Lembaga Pemerintah Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Perguruan
Tinggi, dan Badan Usaha agar mampu menghasilkan inovasi teknologi berbasis demand
driven dalam
rangka
mendukung
peningkatan daya
saing pengguna teknologi seperti
industri, pemerintah, dan masyarakat. Salah satu tujuan PUI adalah peningkatan kapasitas dan
kapabilitas lembaga litbang menjadi lembaga litbang unggul bertaraf internasional dalam bidang
prioritas spesifik. Dalam masa pembinaannya, Pusat Unggulan Iptek akan mengembangkan 4
(empat) kapasitas kelembagaan yang mencakup kapasitas lembaga mengakses informasi
(sourcing capacity), kapasitas riset (R&D capacity), kapasitas diseminasi (disseminating capacity)
dan kapasitas mendayagunakan sumber daya lokal (local resources utilization capacity). Pola
kegiatan Pusat Unggulan Iptek ini bersifat fasilitasi instrumen kebijakan berupa penyelenggaraan
supervisi, monitoring dan evaluasi bagi lembaga Pusat Unggulan Iptek yang dibina.
Manfaat yang akan diperoleh lembaga litbang kalau menjadi Pusat Unggulan Iptek di
antaranya adalah :
a)
Memperoleh dana insentif operasional Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi setiap tahun selama maksimum 3 (tiga) tahun.
Diharapkan lembaga litbang menyediakan dana pendampingan sebesar minimum 10% dari
b)
total dana insentif yang diperoleh;
Kemudahan (prioritas) mendapatkan program insentif lain yang ada di Kementerian Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 157
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
c)
Mendapatkan pembinaan secara kelembagaan dengan tujuan meningkatkan kinerja (output)
lembaga litbang dari sisi akademik dan komersialisasi hasil litbang sehingga dapat
berkontribusi lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
2 (dua) Satker Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan telah
terpilih dan memenuhi kriteria untuk proses pembinaan menuju kompetensi kelembagaan
sebagai Pusat Unggulan IPTEK. Kedua satker tersebut adalah:
Tabel 3.23. U S U L A N P U S A T U N G G U L A N I P T E K B A L I T B A N G K P T A H U N 2 0 1 6
LEMBAGA
PUSAT PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN DAYA
SAING PRODUK DAN
BIOTEKNOLOGI KP
BALAI BESAR PENELITIAN
DAN PENGEMBANGAN
BUDIDAYA LAUT
BALAI PENELITIAN
PEMULIAAN IKAN
BALAI PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN BUDIDAYA
AIR PAYAU
NAMA PUI
INSTANSI INDUK
TEMA
RISET
Pusat Unggulan
IPTEK Bahan Aktif
Laut
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
Kesehatan
dan Obat
Pusat Unggulan
IPTEK Perbenihan
Ikan Laut
Pusat Unggulan
Iptek Pemuliaan
ikan
Pusat Unggulan
Iptek Udang
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
Pangan
dan
Pertanian
Pangan
dan
Pertanian
Pangan
dan
Pertanian
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 158
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.35. M A S T E R P L A N P E N G E M B A N G A N P U S A T U N G G U L A N I P T E K ( P U I )
Satker P3DSBPKP, Slipi; BBPPBL,Gondol; BPPI, Suk amandi; dan BPPBAP, Maros, 2016
3.5.2 CAPAIAN ATAS TARGET JANGKA MENENGAH PRIORITAS NASIONAL
Secara umum dampak perubahan iklim adalah peningkatan suhu muka air laut,
peningkatan muka air laut, peningkatan derajat keasaman air laut, bahkan dapat
menyebabkan
intrusi
air
laut hingga
ke
akuifer
pesisir,
hingga
kehilangannya
keanekaragaman hayati laut dan pesisir. Berdasarkan pada keragaman dampak tersebut
diatas, maka pada Sektor Pembangunan Kelautan dan Perikanan, perubahan iklim
dikelompokkan dapat berdampak kepada:
a.
Lingkungan laut dan pesisir
c.
Perikanan Umum Darat
b.
d.
Perikanan Laut
Sosial ekonomi masyarakat pesisir
Terkait dengan hal tersebut, Balitbang KP telah menyusun Policy Paper (Kertas
Kerja) Status Terkini Litbang Kelautan dan Perikanan dalam Mengantisipasi Dampak
Perubahan Iklim yang diterbitkan di tahun 2015 yang melaporkan kontribusi Balitbang KP
sesuai dengan amanat RPJMN II 2010 – 2014, di tingkat nasional, secara aktif berkontribusi
didalam penyusunan dokumen Rencana Aksi Nasional Gerakan Penurunan Emisi Gas Rumah
Kaca (RAN-GRK) yang dikoordinir oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(BAPPENAS) sekaligus sebagai Menteri Pembangunan Nasional. Terdapat 4 rencana kegiatan
Badan Litbang KP yang tercatat di dalam dokumen Lampiran II Matrik Kegiatan Pendukung
RAN-GRK pada Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 yang ditandangani oleh Presiden RI
pada 20 September 2011.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 159
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dalam dokumen RPJMN III 2015 – 2019, Balitbang KP mengemban amanat untuk
mendukung Bidang Prioritas Lintas Bidang “ Perubahan Iklim” dengan perumusan
Program/Kegiatan dan target atas Indikator Kinerja dalam kurun waktu 2015 – 2019 sebagai
berikut :
KEGIATAN
Tabel 3.24. TARGET KINERJA DUKUNGAN PRIORITAS LINTAS BIDANG
SASARAN
INDIKATOR KINERJA
Program Penelitian dan Pengembangan
IPTEK Kelautan dan Perikanan
Penelitian dan
Pengembangan
IPTEK
Kewilayahan,
Dinamika dan
Sumber
Daya Laut dan
Pesisir
Pengkajian
dan
Perekayasaan
Teknologi
Kelautan dan
Perikanan
Tersedianya
rekomendasi
dan masukan
kebijakan KP
berdasarkan
data dan
informasi ilmiah
litbang
kewilayahan,
dinamika, dan
SD laut dan
pesisir
Tersedianya
rekomendasi
dan masukan
kebijakan KP
berdasarkan
data dan
informasi ilmiah
Litbang IPTEK
KP
Jumlah rekomendasi
terkait
pengelolaan dan
pemanfaatan
sumberdaya laut dan
pesisir secara
berkelanjutan
Jumlah Kawasan
Pesisir yang
terpetakan
sumberdayanya
(SDLP)
Jumlah data dan/atau
informasi
sumberdaya dan
kerentanan pesisir
dan laut
Data dan/atau
informasi fenomena
alam laut dan
perubahan iklim
T
R
2015
TARGET
2016
2017
2018
2019
8
8
8
8
8
8
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
2
5
2
2
2
2
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 160
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Gambar 3.36. P E T A K E N A I K A N M U K A A I R L A U T R E L A T I F D I P E R A I R A N I N D O N E S I A
Beberapa kegiatan penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji dampak
perubahan iklim, antara lain :
1)
MARINE RESEARCH CARBON IN INDONESIA
Konsep rencana strategis litbang Karbon Laut di Indonesia pertama untuk pertama
kalinya disampaikan pada UNFCCC COP-17 Tahun 2011 yang diselenggarakan di Durban,
Afrika Selatan, Badan Litbang KP berkesempatan memaparkan konsep kebijakan perubahan
iklim dengan judul “Towards (Draft) on Blue Carbon Policy 2014/2015” pada Workshop on
Managing Coastal Ecosystems For Climate Mitigation yang diselenggarakan oleh International
Union for Conservation Nature (IUCN). Secara catatan konseptual bahwa ekosistem laut dan
pesisir merupakan satu kesatuan ekosistem yang dikaji sebagai “Karbon Biru” atau Blue
carbon, namun ekosistem mangrove dan lamun (seagrass) menjadi fokus utamanya karena
peran potensialnya yang sangat besar dalam menyerap emisi karbon dari kegiatan
anthropogenik.
Beberapa kegiatan survei dan penghitungan potensi variabilitas fluks karbon, dan
kemampuan penyimpanan karbon, telah dilakukan oleh Badan Litbang KP sejak tahun 2008
yang kemudian hasil-hasil tersebut dijadikan bahan diskusi dalam berbagai workshop dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 161
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
forum diskusi baik nasional dan internasioanal yang diselenggarakan oleh Badan Litbang KP.
Salah satunya adalah Coastal carbon Technical Workshop yang dilakukan di Jakarta pada 1516 April 2015 yang diselenggarakan oleh Badan Litbang KP bekerjasama dengan World Bank.
Rekomendasi dari workshop tersebut yang akan ditindaklanjuti secara nasional dalam
kerangka periode kerja 2015-2019 adalah melakukan peningkatan standarisasi metode
ilmiah yang dapat diterima oleh komunitas internasional untuk pengukuran dalam rangka
memantau potensi emisi dan serapan karbon oleh ekosistem pesisir Indonesia.
2)
IMPLEMENTASI INDONESIA GLOBAL OCEAN OBSERVING SYSTEM (INAGOOS)
Indonesia Global Ocean Observing System (INAGOOS) pertama kali didengungkan
secara nasional adalah pada tahun 2005 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Seiring
perkembangannya, pada tahun 2014 diresmikanlah fasilitas sistem operasionaliasi
pemantauan iklim-laut untuk kegiatan perikanan (Ocean Climate Operational System for
marine and Fisheries Activities) yang terdiri dari 3 komponen utama yakni: Infrastructure
Development for Space Oceanography (INDESO); Indonesia Ocean Forecasting System
(INAOFS); dan Forum komunikasi data dan informasi nasional INAGOOS yang melibatkan
Komnas Intergovernmental Oceanographic Commisssion (IOC) Indonesia yang dikoordinatori
oleh LIPI.
Secara mandiri, Indonesia, melalui INAGOOS, mampu melakukan kegiatan pemantauan
laut dari tekanan IUU Fishing di wilayah laut teritorial Indonesia sebagai salah satu dampak
perubahan iklim terhadap kegiatan perikanan di Asia tenggara, dan juga melakukan
serangkaian kegiatan pemantauan dan pengkajian stok ikan, terumbu karang, budidaya
perikanan, dinamika pesisir, dan cemaran tumpahan minyak. Kegiatan layanan publik sebagai
langkah adaptif terhadap dampak perubahan iklim telah dihasilkan dan akan berlanjut
dilaksanakan. Layanan publik tersebut adalah berupa penyediaan informasi berupa
prakiraan daerah penangkapan ikan untuk 3 hari kedepan; prakiraan estimasi stok ikan tuna
jenis Mata Besar, Cakalang, dan Sirip kuning; prakiraan suhu dan arus permukaan laut 5
hingga 10 hari kedepan; dan prakiraan pasang surut di pelabuhan perikanan Indonesia untuk
14 hari kedepan.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 162
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3)
IMPLEMENTASI INDONESIA-CHINA OCEAN AND CLIMATE RESEARCH CENTRE
Pusat Kelautan-Iklim Indonesia Tiongkok atau Indonesia-China Ocean and Climate
Research Centre telah dilaksanakan dengan baik secara bilateral berdasarkan Nota
kesepahaman antara Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan State Oceanic
Administration P.R China pada tahun 2012. Serangkaian kegiatan bersama telah dilaksanakan
dalam mempelajari perubahan iklim pada masa lampau, masa sekarang dan masa depan
dalam bentuk:
survei pelayaran ilmiah, pengiriman mahasiswa tugas belajar ke China,
pertukaran pakar/peneliti, dan penyelenggaraan summer school yang juga melibatkan
negara-negara di Asia Tenggara dan beberapa negara yang berbatasan langsung dengan
Samudera Hindia dan Pasifik.
4)
PENINGKATAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN MUKA LAUT
Pada Assessment Report-nya yang ke-5 IPCC (2014) melaporkan bahwa suhu
permukaan laut di wilayah perairan Asia Tenggara yang 70% didominasi oleh wilayah
teritorial laut Indonesia, diprakirakan akan mengalami kenaikan 1 – 3 °C pada tahun 20812100. Hasil penelitian terkini yang dikontribusikan oleh Indonesia-China Palaeo-OceanClimate BENTHIC Studies menginformasikan adanya peningkatan suhu muka laut di Barat
Sumatra sebesar 0.017 – 0.071 °C/tahun dalam kurun masa 1962 hingga 2014. Adapun
untuk prediksinya tentang laju kenaikan muka laut Indonesia sebesar 1,1 – 1,2 mm/tahun.
Sedangkan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Badan Litbang KP (2009) kenaikannya
justeru lebih tinggi yakni berkisar 0.73-0.76 cm/tahun. Berdasarkan hasil observasi di 5
(lima) pelabuhan perikanan di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun (2004-2008), kemudian
diprakirakan muka laut di tahun 2026 akan bertambah 65 cm hingga 117 cm.
5)
POTENSI ENERGI LAUT TERBARUKAN
Badan litbang KP sementara ini bukanlah sebagai aktor utama dalam kegiatan litbang
identifikasi potensi energi laut terbarukan, namun beberapa kajian teoritis dan
eksperimental telah dilakukan berdasarkan data pengukuran deret waktu (time series) yang
cukup panjang (periode 1-3 tahun) hasil kerjasama multinasional untuk mengkaji Arus Lintas
Indonesia. Data panjang tersebut dapat merekam karakteristik laut Indonesia dengan fitur
fenomenanya secara lengkap yang dapat digunakan untuk identifikasi potensi energi listrik
yang mampu dihasilkan oleh arus di perairan Indonesia. Selain itu kegiatan eksperimental
untuk mengidentifikasi potensi energi terbarukan dari Ocean Thermal Energy Conversion
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 163
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
(OTEC) juga telah diinisiasi, namun diperlukan litbang komprehensif lebih lanjut secara
konsorsium nasional.
6)
TATA KELOLA KELEMBAGAAN & KEMASYARAKATAN PERUBAHAN IKLIM
Konsep Kebijakan Dasar Litbang Kelautan dan Perikanan untuk mendukung
pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan dalam rangka ketahanan
pangan sebagai langkah mengantisipasi perubahan iklim. Dimana secara lebih detil untuk
implementasi hingga kepada masyarakat kelautan dan perikanan, dikembangkan Kebijakan
Dasar Badan Litbang KP untuk Model Kerentanan Pelaku Usaha terhadap Perubahan Iklim.
Badan Litbang KKP dalam upayanya mendukung program Kementerian Kelautan dan
Perikanan menangani dampak perubahan iklim membagi tugas kepada pusat dan balai besar
litbang di lingkupnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Litbang sosial ekonomi kelautan dan perikanan adalah ujung tombak dari fungsional
penghasil konsep rekomendasi dan kebijakan untuk pembangunan sektor kelautan dan
perikanan terkait dengan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Tentunya dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya didukung oleh teknologi pemantauan/observasi
terhadap dinamika/variabilitas iklim-laut, yang menghasilkan data dan informasi yang tepat
dan akurat dalam rangka mengelola secara berkelanjutan sumberdaya laut, pesisir dan
perikanan. Berbagai upaya invensi dan inovasi terhadap teknologi mekanisasi, strain unggul
tahan terhadap perubahan iklim, dan bioteknologi pengolahan hasil kelautan dan perikanan
juga dilakukan oleh Badan Litbang KP.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 164
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
3.5.3 ANALISIS EFISIENSI PEMANFAATAN SUMBERDAYA
Analisis terhadap efisiensi pemanfaatan sumberdaya atas capaian kinerja Balitbang KP
ditinjau dari alur suatu kegiatan atau program yang dimulai dari input, proses, output, outcome dan
impak. Beberapa faktor yang berpengaruh dalam memajukan inovasi kp antara lain : anggaran
penelitian dan pengembangan, kondisi infrastruktur yang ada, SDM (tingkat pendidikan), penerapan
sistem informasi melalui knowledgebased system.
Gambar 3 .37. A L U R P R O G R A M / K E G I A T A N B A L I T B A N G K P
Dalam Gambar 29 diatas menunjukkan porto folio dari Balitbang KP di tahun 2016 ditinjau
dari alur suatu Program Kerja. Efisiensi dari aspek keuangan telah dapat dihitung menggunakan PMK
249/2013 dari Kementerian Keuangan berdasarkan pada realisasi keuangan yang diperhitungkan
dengan capaian keluaran output, konsistensi perencanaan dan implementasi dengan capaian nilai
efisiensi Balitbang KP tahun 2016 sebesar 20%.
Efisiensi
diperhitungkan dari realisasi anggaran,
capaian volume output kinerja dibandingkan pagu anggaran dan target volume kinerja. Sebagai
gambaran umum, disampaikan persandingan antara target realisasi IKU (pada level internal proses)
dan target realisasi keuangan pada IKU terkait sebagaimana dalam Tabel di atas. Dalam matriks
tersebut menggambarkan capaian kinerja yang seluruhnya sebesar 100% atau lebih dengan dukungan
anggaran yang terealisasi pada kisaran 60,8 % - 99,6%.
spek SDM pelaku penelitian dan pengembangan masih belum mencukupi, dengan kondisi
jumlah SDM peneliti dan perekayasa sebanyak 550 orang dibandingkan dengan 376 judul penelitian
maka rasio jumlah penelitian dengan peneliti rata-rata kurang dari 1 : 2, namun dari aspek tingkat
pendidikan, didukung oleh 58,43% berlatar belakang pendidikan S1-S3.
Aspek SDM masih menjadi
perhatian bagi pelaksanaan litbang KP kedepan mengingat cakupan lingkup kerja Balitbang secara
nasional. Salah satu upaya untuk mengatasi keterbatasan SDM melaui jejaring/kemitraan dengan
instansi penelitan lain (Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian Non Kementerian), membangun
instalasi di daerah, dan membentuk enumerator lapangan. Dengan demikian, khusus untuk
pelaksanaan penelitian di lapangan dapat dibantu dengan jejaring yang telah terbentuk.
Dalam
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 165
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
pelaksanaan litbang kp juga didukung dengan sarana prasarana yang terus mengalami modernisasi
dan revitalisasi melalui anggaran belanja modal yang berkisar 30 – 35 % dari total pagu serta
didukung oleh laboratorium riset yang 90 parameter diantaranya telah mendapatkan akreditas dari
KAN/KNAPP.
Luaran litbang KP harus menunjang kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan
perikanan secara berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan beberapa kajian yang telah disusun guna
mendukung science based policy untuk mewujudkan outcome pengelolaan sumberdaya kelautan dan
perikanan yang berkelanjutan antara lain :
1) Pengaturan musim penangkapan untuk melestarikan sumberdaya dan mengoptimumkan
produksi udang di Laut Arafura (WPP 718) yang diharapkan dapat mengurangi fishing mortality
2)
3)
sekitar 13%;
Dampak kebijakan moratorium terhadap kelimpahan stok sumberdaya ikan [Permen Kelautan
Perikanan No 54 Tahun 2014] diharapkan meningkatkan kelimpahan stok sumber daya ikan
hingga mencapai 162 %;
Kajian area yang dilindungi untuk daerah pemijahan (breeding ground) dan daerah bertelur
(spawning ground) Thunnus albacores sebagai dasar Permen KP 4/2015 tentang larangan
penangkapan ikan di WPP NRI 714;
4)
Kajian early warning kerentanan pesisir, PUD dan Laut dari bencana dan pencemaran melalui
5)
Analisis citra satelit untuk mendeteksi tumpahan minyak sejak Oktober 2014;
6)
7)
penyediaan teknologi pemantauan dan data informai serta rekomendasi;
Analisis citra satelit untuk mendeteksi aktifitas IUU Fishing ;
Kajian susut hasil produk perikanan yang diharapkan dapat mengurangi losses dan meningkatkan
nilai tambah produk.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 166
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 167
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Sesuai dengan visi dan misi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan di atas, pada
tahun 2016 Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan telah menetapkan target kinerja
yang akan dicapai dalam bentuk kontrak kinerja antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan
dan Perikanan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Pada Kontrak kinerja tersebut terdapat peta strategi
dengan 11 Sasaran Strategis (SS) yang ingin dicapai. Untuk setiap Sasaran Strategis (SS) yang disusun dan
ditetapkan memiliki ukuran yang disebut sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU). Keseluruhan IKU Badan
Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 berjumlah 22 Indikator Kinerja
Utama (IKU).
Gambar 4.1. P E T A S T R A T E G I S C A P A I A N K I N E R J A
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, 2016
Sesuai dengan gambar 4.xxx diatas terlihat bahwa capaian sasaran strategis Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada toleransi 0% berstatus hijau sedangkan capaian Indikator
Kinerja Utama (IKU) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun 2016 adalah 2 (dua)
sasaran strategis yang tidak sesuai dengan target, 2 (dua) sasaran strategis sesuai dengan target yang
ditetapkan dan 7 (tujuh) sasaran strategis yang melebihi target.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 168
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Beberapa capaian sasaran strategis penelitian dan pengembangan IPTEK kelautan dan perikanan
tahun 2016 diantaranya sebagai berikut :
1.
2.
Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggungjawab dan berkelanjutan yang
ditunjukkan pencapaian 4 WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk pengembangan ekonomi
kelautan yang berkelanjutan (WPP 571, 572, 573 dan 712);
Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan iptek yang mendukung produktivitas usaha
dan pendapatan negara dari sektor KP yang tercapai melalui 100% hasil litbang KP yang digunakan
sesuai dengan kontrak kinerja Eselon I KKP dan 21 buah rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang
3.
4.
5.
diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan;
Tersedianya kebijakan pembangunan KP bidang litbang yang efektif yang ditunjukan dengan
pencapaiaan 6,02 efektifiktas kebijakan pemerintah bidang litbang KP;
Tersedianya rekomendasi kebijakan dan masukan kebijakan pembangunan KP yang efektif yang
ditunjukkan dengan pencapain rekomendasi dan masukan kebijakan KP sebanyak 51 buah, data
dan/atau informasi ilmiah KP sebanyak 121 buah, dan karya tulis ilmiah (KTI) sebanyak 531;
Terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan yang inovatif untuk penyelenggaraan tata kelola
pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan dengan pencapaian hasil litbang KP yang
terekomendasikan untuk masyarakat dan/atau industri sebanyak 28 buah rekoemndasi teknologi, hasil
litbang uang inovatif untuk pembangunan KP sebanyak 151 buah, hasil litbang yang diusulkan HKI
dan/atau dirilis sebanyak 5 buah dan 28 lokasi sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem
6.
Informasi;
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan IPTEK KP dengan
pencapaian antara lain 55,47% jumlah SDM Balitbang KP telah mempunyai jabatan fungsional tertentu,
18 buah sarana prasarana serta kelembangaan litbang KP yang ditingkatkan kapasitasnya dan 71 buah
7.
8.
9.
jejaring dan kerjasama litbang yang terbentuk;
Terselenggaranya pengendalian Litbang KP yang ditunjukkan dengan 91% kegiatan litbang tahun 2016
berupa kegiatan penelitian terapan dan pengembangan eksperimental;
Terwujudnya ASN Balitbang KP yang kompeten, professional dan berkepribadian dengan pencapaian
dari nilai indeks kompetensi dan integritas Balitbang KP sebesar 62,89% dan ASN yang yang
ditingkatkan kompteneisnya sebanyak 354 orang;
Tersedianya manajemen pengetahuan Balitbang KP yang handal dan mudah diakses sebagai perwujudan
dari seluruh unit kerja Balitbang KP telah menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar;
10. Terwujudnya birokrasi Balitbang KP yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima yang
pencapaiannya dari nilai kinerja RB Balitbang KP sebesar 88,31% dan nilai SAKIP Balitbang KP sebesar
84,50;
11. Terkelolanya anggaran pembangunan Balitbang KP secara efisien dan akuntabel melalui pencapaian nilai
kinerja anggaran Balitbang KP sebesar 90,40 dan tingkat kepatuhan terhadap SAP lingkup Balitbang KP
sebesar 100%.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 169
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dari anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun 2016 sebesar Rp.
577,384,460,846,- telah terealisasi sebesar 79,28% dan menghasilkan luaran berupa : 4 buah WPP yang
terpetakan potensi sumberdaya KP, 21 buah rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk
dijadikan bahan kebijakan, 51 rekomendasi dan masukan kebijakan KP, 121 data dan informasi, 531 karya
tulis ilmiah, 28 rekomendasi teknologi, 151 hasil litbang KP inovatif, 5 usulan HKI/rilis, 28 sentra nelayan
terkelola sistem informasi, 18 buah sarana dan prasarana, serta kelembagaan litbang KP yang ditingkatkan
kapasitasnya, 71 buah jejaring dan/atau kerjasama Litbang dan 354 orang ASN yang ditingkatkan
komptensinya.
4.2
PERMASALAHAN
Secara umum, dengan menggunakan batas toleransi pengukuran nilai pencapaian sasaran stragis
(NPSS) dan nilai pencapaian perspektif (NPP) dengan mengunakan batas toleransi +/- 0% seluruh SS dan
Perspektif Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan mempunyai nilai hijau (kategori
baik) namun masih terdapat beberapa NPSS dengan pencapaian < 100% sebagai berikut :
1.
Indikator kinerja 11 : Sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem informasi, beberapa
permasalahan atas implementasinya adalah sebagai berikut :
a) Alamat mengunduh aplikasi SNIP (versi ex. P3TKP) bisa di akses, namun diperlukan login yang tidak
dijelaskan di dalam buku manual, menyebabkan nelayan kesulitan dalam mengoperasikan;
b) Menu “informasi cuaca” yang disajikan dalam aplikasi SINP kurang lengkap, data cuaca yang
disajikan
masih global (pantai utara jawa), padahal nelayan membutuhkan informasi spesifik
wilayah, sehingga para nelayan menggunakan informasi lain yaitu dari website freemeteo.co.id yang
lebih akurat dan detail;
c) Menu-menu dalam SINP sulit dipahami/dimengerti para nelayan, yang menyebabkan nelayan lebih
memilih aplikasi “SIMAIL (Sistem Informasi Mitigasi Bencana, Adaptasi Perubahan Iklim dan
Lingkungan)” dari Ditjen PRL untuk melihat kesuburan perairan dibandingkan dengan menu yang
sama dari SINP, hal ini disebabkan informasi yang disajikan lebih mudah dipahami oleh nelayan;
d) Beberapa komoditas ikan yang dihasilkan oleh nelayan antara lain kakap, kerapu, kue, juwaha dan
ekor kuning tidak ditemukan dalam menu “daftar harga ikan” pada aplikasi, sehingga nelayan tidak
menggunakan aplikasi tersebut sebagai acuan, sehingga ketergantungan nelayan pada tengkulak
(dalam penentuan harga ikan) masih tinggi;
e) SINP tidak begitu efektif jika dibawa ke laut, disebabkan lokasi penangkapan ikan atau fishing ground
nelayan di Pelabuhan Ratu yang semakin jauh sedangkan jangkauan sinyal SINP hanya sejauh 25-30
mil. Aplikasi ini juga hanya bisa digunakan oleh nelayan longline, karena tidak efektif digunakan oleh
2.
nelayan kecil, nelayan pancing tonda, dan nelayan rumpon;
Indikator kinerja 16 : Indeks kompetensi dan integritas Balitbang KP, beberapa permasalahan atas
ketidaktercapaian adalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 170
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
a) Assessment test yang dilakukan terhadap pejabat setingkat Eselon III dan IV belum digunakan untuk
penempatan personil untuk menduduki jabatan belum menggunakan metode untuk mengukur
kemampuan personil dalam menangani tugas/tanggungjawab yang akan diemban sesuai dengan
kriteria kesuksesan jabatan tersebut;
b) Prosentase kepatuhan pengisian SKP masih rendah. Rendahnya nilai tersebut disebabkan oleh : ASN
belum secara rutin dan tepat waktu mengisi capian kinerja individu perbulan, belum adanya sistem
reward punishment atas capaian kinerja individu;
c) Belum semua aparat sipil negara melaporkan kekayaannya sesuai Surat Edaran KemenPAN RB
Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil
Negara (LHKASN) di lingkungan instansi Pemerintah karena belum dilakukan sosialisasi atas aturan
tersebut dan rendahnya ketaatan ASN terkait dalam pelaporan LHKPN sesuai Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi
Dan Nepotisme serta Surat Edaran KemenPAN RB Nomor: SE/03/M.PAN/01/2005 tentang Laporan
Harta Kekayaan Penyelenggara NegaraTentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
3.
(LHKPN).
Indikator kinerja 19 : Nilai kinerja reformasi birokrasi Balitbang KP, beberapa permasalahan atas
ketidaktercapaian beberapa Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan adalah sebagai berikut :
a) Belum menyiapkan dokumen percepatan jenis layanan;
b) Belum mendapatkan sosialiasi tentang road map reformasi birokrasi Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan;
c) Belum memperoleh informasi aktivitas PMPRB;
d) Karena adanya perubahan struktur organisasi sehingga SOP yang ada di Satker Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan belum disesuaikan dengan struktur organisasi baru;
e) Pengembangan e-government untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat belum
terintegrasi dengan PUSDATIN;
f) Belum seluruh pegawai lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
dilakukan assessment pegawai. Saat ini baru 200 pegawai (14,90%) dari 1.342 pegawai yang telah
dilakukan assessment.
4.3
KEBIJAKAN LITBANG KP TAHUN 201 7-2019
Dalam rangka mendukung arah kebijakan dan strategi pembangunan kelautan dan perikanan tahun
2016 - 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan akan menetapkan 3 kebijakan
strategis yaitu : a. Litbang berawal dan berakhir pada pengguna (starts from and ends with the users); b.
Litbang harus market driven dan market driving, sekaligus policy driven dan c. Hasil Litbang menunjang
kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dengan memfokuskan 10
kegiatan penelitian pengembangan dan inovasi sebagai berikut :
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 171
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
1.
Sustainable fisheries
Kegiatan ini bertujuan mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal dan
berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan SDI di WPP laut dan KPP PUD,
Litbang teknologi penangkapan ikan, pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (EAFM) di WPP laut dan
2.
3.
4.
KPP PUD, serta pengolahan perikanan berbasis budidaya (culture based fisheries).
Sustainable aquaculture
Perubahan iklim
Jasa Kelautan
Kegiatan ini bertujuan untuk pemanfaatan bangunan laut yang ditinggalkan untuk mendukung
pengembangan budidaya perikanan laut dan offshore logistic, serta pemanfaatan ekosistem terumbu
5.
karang dan situs arkelologi maritim untuk pengembangan wisata bawah air.
Kemandirian pangan dan bahan baku industri
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan komoditas yang mempunyai nilai jual tinggi dan dapat
dikembangkan pada skla industri dengan memperhatikan beberapa bagian, yaitu :
a) Komoditas unggulan berupa tuna, udang, rumput laut, lobster, kepting dan rajungan, abalone, serta
ikan hias;
b) Kriteria meliputi pasar internasional, sumber daya melimpah, sumber devisa, teknologi dikuasai dan
bersifat industri;
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 172
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
c) Aspek, yaitu sumber daya genetik, teknologi pembenihan, teknologi pembesaran, sosial dan ekonomi,
pengolahan produk, serta rekayasa alat;
d) Dukungan program, dengan budidaya komoditas unggulan menggunakan teknologi yang efisien,
sustainable dan domestika;
e) Rekomendasi, yaitu teknologi budidaya dan kelayakn inovasinya, sosial, market intelligent/analisis
pasar dan perdangangan dalam atau luar negeri, kelembagaan usaha, serta sistem rantai pasok dan
nilai.
6.
Konservasi dan mitigasi serta rehabilitasi
8.
Poverty reduction dan pemberdayaan masyarakat
7.
9.
Inovasi teknologi
pengembangan usaha, sitem bisnis dan trading
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan komoditas yang dapat diproduksi secara masal, mudah, murah,
serta mudah sebaga sumber pangan dan gizi.
10. Kajian kewilayahan dan geopolitik
Selain 10 fokus penelitian pengembangan dan inovasi diatas, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kelautan dan Perikanan mempunyai 4 kegiatan prioritas di tahun 2017 diantaranya sebagai berikut :
4.4. SARAN DAN REKOMENDASI
1.
Langkah-langkah yang perlu diambil untuk perbaikan terkait sistem informasi nelayan pintar adalah :
2.
Rendahnya penyerapan anggaran pada tahun 2016 menjadi suatu kondisi yang sering terjadi pada
a)
setiap tahunnya. Pelaksanaan kegiatan sering kali tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 173
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
diselesaikan pada akhir tahun anggaran. Untuk itu, peran monitoring dan evaluasi perlu ditingkatkan
lagi.
Sistem Monev yang telah terbangun di Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan akan lebih diperkuat dan menjadi salah satu sarana pemantauan, pengendalian dan masukan
3.
dalam penetapan reward pusnishment atas kinerja yang dihasilkan oleh organisasi.
Target kinerja akan mempertimbangkan hasil capaian sebelumnya sehingga Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan Perikanan akan terus memacu hasil ipteknya untuk kinerja yang lebih baik
lagi untuk kepentingan stakeholder dan menghindari KPI game. Arah penelitian dan pengembangan
dititikberatkan pada penelitian hilir dengan porsi lebih besar untuk litbang experimental dan terapan.
Untuk penelitian dasar, diperkuat dengan jejaring dan kerjasama penelitian dengan Perguruan Tinggi
dan Lembaga Litbang K/L lain. Perubahan arah litbang kedepan, dimaksudkan agar proses hasil litbang
4.
KP lebih cepat sampai kepada para pengguna.
Meningkatkan implementasi Reformasi Birokrasi melalui 8 area perubahan terutama pada aspek
manajemen perubahan, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang masih
dalam kisaran 70-85. Kualitas pelayan publik diarahkan untuk dapat memberikan pelayanan prima dan
sesuai kebutuhan pengguna. Perbaikan dilakukan terhadap sistem website Eselon I dan peningkatan
5.
akreditas laboratorium serta instansi/organisasi yang akan terus dilaksanakan di tahun 2017.
Beberapa upaya agar rekomendasi APIP KL/BPK bisa segera ditindaklanjutkan dengan cara
meningkatkan koordinasi dengan instansi lain atau pihak ketiga dalam hal tindak lanjut temuan
pemeriksaan APIEP KL/BPK, optimalisasi waktu dalam tindak lanjut temuan pemeriksa melalui
dokumen yang dibutuhkan. Penyelesaian terhadap rekomendasi APIP KL ditargetkan diselesaikan pada
6.
semester I tahun 2017.
Agar hasil litbang cepat terintroduksi dan tepat guna bagi stakeholder maka :
a) Untuk persiapan penerapan teknologi KP kepada masyarakat harus mempertimbangkan kesiapan
teknologi, ketepatgunaan, kebutuhan yang mampu memberikan potensi keberhasilan yang tinggi
bagi masyarakat. Untuk itu, perlu kiranya dilakukan penilaian tingkat kesiapan teknologi dari hasilhasil litbang.
Sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap peneliti dan personil bidang
perencanaan/monev telah dilaksanakan pada tahun 2016 dan untuk pengukuran dilakukan pada
Semester I 2017 untuk menilai tingkat kesiapan teknologi hasil penelitian 2014-2016.
b) Perlu dibuatkan data dan informasi hasil litbang yang bisa diakses secara mudah dan cepat melalui
sistem informasi dan teknologi yang up to date melalui pengelolaan data dan informasi ilmiah secara
terpadu sebagai Pusat Data Ilmiah KP Nasional/Internasional melalui antara lain : IOFS (Indonesia
Ocean Forecasting System) dan AOFIC (APEC Ocean and Fisheries Information Centre) serta
laboratorium data yang telah dibangun di setiap Satker dan terintegrasi di melalui Data Center
Sekretariat Balitbang KP tahun 2016.
Pencapaian terhadap target terhadap sasaran kinerja penelitian IPTEK pengembangan kelautan dan
perikanan yang telah dicapai pada tahun 2016 serta penyelesaian permasalahan yang dihadapi, diharapkan
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 174
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
dapat menjadi salah satu acuan yang strategis untuk merumuskan kebijakan dan program di masa yang akan
datang.
Diperlukan komitmen dan dukungan semua pihak untuk melaksanakan amanah IPTEK kelautan dan
perikanan sehingga tidak hanya menjadi laporan dan pergulatan pemikiran semata-mata, namun hasil IPTEK
kelautan dan perikanan benar-benar dapat memberikan dampak serta diaplikasikan dalam pembuatan
kebijakan pembangunan KP.
Akhirnya, adanya laporan kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun
2016 ini diharapkan dapat menjadi pertanggung jawaban tertulis kepada pemberi wewenang serta dapat
menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan sehingga terbentuklah
pemerintahan yang baik (Good Governance). Selain itu, Laporan Kinerja ini juga diharapkan dapat menjadi
salah satu sumbangan penting dalam penyusunan dan implementasi rencana kerja (Operational Plan),
Rencana Kinerja (Performance Plan), Rencana Anggaran (Financial Plan), dan Rencana Strategis (Strategic
Plan) pada masa-masa yang akan datang.
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 175
BADAN PENELIT IAN DAN PENGEMBANGAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 176
1. Penetapan Kinerja 2016 (awal)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 1
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 2
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 3
2. Penetapan Kinerja 2016 (APBN -P)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 4
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 5
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 6
3. Penetapan Kinerja 2016 ( REVISI APBN-P)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 7
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 8
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 9
4. Pengukuran Kinerja 2016 (Sistem Aplikasi Pengelolaan Kinerja -SAPK)
a) Dashboard SAPK Unit Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan
Perikanan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 10
b) Peta Strategis
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 11
c) Dashboard Kinerja
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 12
d) Laporan Capaian Kinerja
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 13
e) Rekap perbandingan hasil capaian IKU Tahun 2015 dan 2016
2015
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah WPP yang terpetakan
potensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi kelautan
yang berkelanjutan
2016
T
R
%
3
3 100,0
Persentase hasil Litbang KP yang digunakan
sesuai dengan kontrak kinerja Eselon I KKP
(IKU BARU)
Jumlah rekomendasi
dan/atau inovasi litbang
yang diusulkan untuk
dijadikan bahan
kebijakan
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah data dan
informasi ilmiah KP
4
4 100,0
R
%
100
100
100,0
2016
T
R
%
T
R
%
20
21
105,0
20
20
100,0
2016
Indeks efektivitas kebijakan pemerintah
bidang Litbang KP (IKU baru)
Jumlah rekomendasi
dan masukan kebijakan
KP
%
T
2015
INDIKATOR KINERJA UTAMA
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
R
2016
INDIKATOR KINERJA UTAMA
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
T
R
%
6,5
6,02
92,62
2015
2016
T
R
%
T
R
%
66
66
100,0
51
51
100,0
2015
2016
T
R
%
T
R
%
110
110
100,0
120
121
100,8
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 14
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah karya tulis ilmiah
yang diterbitkan
2016
T
R
%
T
R
%
480
546
113,7
504
531
105,3
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah hasil Litbang KP
yang terekomendasikan
untuk masyarakat
dan/atau industri
2016
T
R
%
T
R
%
18
12
66,67
27
28
103,7
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah hasil litbang yang
inovatif untuk
pembangunan KP
2016
T
R
%
T
R
%
133
133
100,0
151
151
100,0
2015
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah hasil litbang yang
diusulkan HKI dan/atau dirilis
2016
T
R
%
T
R
%
7
7
100,0
5
5
100,0
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah sentra nelayan
yang terbangun dan
terkelola system
informasi
2016
T
R
%
T
R
%
30
30
100,0
30
28
93,3
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Proporsi fungsional
Balitbang KP
dibandingkan total
pegawai Balitbang KP
55
53,42
97,1
55
55,47
100,8
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 15
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Jumlah sarana prasarana,
serta kelembagaan
Litbang KP yang
ditingkatkan
kapasitasnya
39
39
100,0
18
18
100,0
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Jumlah jejaring dan/atau
kerjasama Litbang yang
terbentuk
T
R
%
T
R
%
98
105
107,1
66
71
107,5
2015
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Proporsi kegiatan
penelitian terapan dan
pengembangan
eksperimental
dibandingkan total
kegiatan penelitian dan
pengembangan
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Indeks kompetensi dan
integritas Balitbang KP
2016
2016
T
R
%
T
R
%
89
89
100,0
91
91
100,0
2015
2016
T
R
%
T
R
%
65
63,26
97,3
77
62,89
81,6
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Jumlah ASN yang ditingkatkan
kompetensinya lingkup Balitbang KP (IKU
BARU)
2016
T
R
%
262
329
135,9
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 16
2015
2016
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
T
R
%
T
R
%
Persentase unit kerja
Balitbang KP yang
menerapkan system
manajemen pengetahuan
yang terstandar
40
100
250,0
50
100
200,0
2015
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
Nilai kinerja
reformasi
birokrasi
Balitbang KP
T
R
%
T
R
%
BB
(80)
A
(84,69)
105,8
A
(90)
88,31
98,1
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Nilai SAKIP Balitbang
KP
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Nilai kinerja
anggaran Balitbang
KP
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
Persentase kepatuhan
terhadap SAP lingkup
Balitbang KP
2016
2015
2016
T
R
%
T
R
%
83
83,48
100,5
84
84,50
100,6
2015
2016
T
R
%
T
R
%
80-90
92,46
100,5
85
90,40
106,3
2015
2016
T
R
%
T
R
%
100
99,61
99,61
100
100
100,0
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 17
f) Dokumen kontrak kinerja Balitbang KP dengan eselon I terkait
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 18
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 19
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 20
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 21
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 22
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 23
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 24
5. Rekapitulasi Bukti Kinerja 2016
a)
IK 1 : Jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang
berkelanjutan (WPP)
No
LOKASI SPESIFIK
WPP 571
1
2
WPP 571 (Selat
Malaka)
WPP 572
1
2
WPP 572 (Samudra
Hindia Barat Sumatera)
3
WPP 572 (Kota Sabang
dan Bengkulu Utara
(Enggano) )
1
2
WPP 573
WPP 573 (Samudra
Hindia Selatan Jawa)
Target
JUDUL HASIL PEMETAAN
POTENSI SDKP
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan Serta
Habitat Sumber Daya, Potensi
Produksi dan Kapasitas
Penangkapan di WPP 571
(Selat Malaka)
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya Ikan di
WPP 572 (Samudra Hindia
Barat Sumatera)
PROFIL SOSIAL EKONOMI
PERIKANAN WPP 572 (Kota
Sabang dan BengkuluP.Enggano)
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya Ikan di
WPP 573 (Samudra Hindia
Selatan Jawa)
DESKRIPSI HASIL PEMETAAN POTENSI SDKP
Pada area survey seluas 12.780 KM2 disekitar pulau-pulau di timur Tanjung
Balai diperkirakan kepadatan stok ikan pelagis kecil 4,4 Kg/Km2, Pelagis
besar 60,7 Kg/Km2, Demersal 509 Kg/Km2, Densitas lebih tinggi ditemukan
di sekiitar pulau berhala dan kepulauan arwah
Realisasi
%
SATKER
PELAKSANA
:
:
:
4
4
100,00
BUKTI DOKUMEN
P4
BPPL
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
P4
Diperoleh angka potensi lestari ikan pelagis kecil 342.518 Ton/th; pelagis
besar 416.953 ton/th; Demersal 348.081 ton/th
Menjelaskan Data dan Informasi PROFIL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
WPP 572
BPPL
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
PPSEKP
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
P4
Diperoleh angka potensi lestari ikan pelagis kecil 367.436 Ton/th; pelagis
besar 508.791 ton/th; Demersal 12.270 ton/th
BPPL
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 25
No
LOKASI SPESIFIK
JUDUL HASIL PEMETAAN
POTENSI SDKP
3
WPP 573 (Jawa Barat
(Palabuhan Ratu,
Cilacap), dan Jawa
Timur (Malang Sendangbiru))
Keragaman kualitas dan nilai
hasil tangkapan ikan antar
musim di beberapa lokasi di
WPP 573
4
WPP 573 (Sumba
Timur dan Lembata)
WPP 712
PROFIL SOSIAL EKONOMI
PERIKANAN WPP
WPP 712 (Laut Jawa)
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya Ikan di
WPP 712 (Laut Jawa)
1
2
Laut Jawa dan Laut
Maluku
Analisis Sumberdaya Kelautan
di WPP 712, 715 dalam
Rangka Pengelolaan
Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan
3
WPP 712 Jawa Barat
(Blanakan (Subang),
Jawa Tengah
(Pekalongan), dan Jawa
Timur (Probolinggo)
Keragaman kualitas dan nilai
hasil tangkapan ikan antar
musim di beberapa lokasi
dalam WPP 712
DESKRIPSI HASIL PEMETAAN POTENSI SDKP
Dari analisis data yang didasarkan pada hasil kegiatan lapang, diperoleh
data dan informasi sebagai berikut:
1 Ada keragaman mutu dan jumlah tangkapan ikan akibat musim dan proses
penanganan di kapal.
2 Sebagian pelaku usaha mengatasi dampak keragaman di atas melalui
berbagai tindakan adaptasi, contoh: mendatangkan ikan dari daerah lain,
menghentikan sementara usahanya, melakukan substitusi.
3 Terkait tindakan-tindakan adaptasi tersebut, terdata informasi tentang
kendala-kendala yang dihadapi oleh nelayan, pedagang dan pengolah dalam
mengatasi dampak dari keragaman tersebut.
4 "Kendala tersebut mencakup variabel internal maupun eksternal. Variabel
internal yang banyak mengkendala tindakan adaptasi pelaku pasar adalah
kemampuan finansial, penguasaan teknologi, dan kepemilikan aset fisik.
Sementara itu, variabel eksternal yang sering muncul adalah kondisi saranaprasarana, kebijakan pemerintah lokal dan kondisi pasar.
Hasil di atas menunjukkan perlunya intervensi pengambil kebijakan untuk
memperkuat kinerja atas tindakan-tindakan adaptif dari pelaku pasar
tersebut. Intervensi tersebut terutama mencakup fasilitasi
distribusi/logistik, peningkatan ketrampilan dan peningkatan kondisi
sarana-prasarana untuk mendukung sistem rantai dingin."
Menjelaskan Data dan Informasi PROFIL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
WPP
Diperoleh angka tingkat pemanfaatan dari masing masing species ikan
pelagis kecil; pelagis besar ; Demersal ; Udang , Rajungan dan Kepiting
Bakau yang menunjukan bahwa pemanfaatan sudah melebih batas optimum
dan memerlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya
1. Membuat desain awal integrasi antara data BALITBANG KP dengan data
dari PSDKP dan DJPT untuk pengelolaan sumberdaya berkelanjutan.
2. Analisis data radar INDESO
3. Menganalisa data VMS Kapal dari PSDKP dan data kesuburan perairan
dan data pergerakan migrasi ikan tuna di WPP 712 dan 715.
4. analisis pemodelan bio geo fisik
Dari analisis data yang didasarkan pada hasil kegiatan lapang, diperoleh
data dan informasi sebagai berikut:
1 Ada keragaman mutu dan jumlah tangkapan ikan akibat musim dan proses
penanganan di kapal.
2 Sebagian pelaku usaha mengatasi dampak keragaman di atas melalui
berbagai tindakan adaptasi, contoh: mendatangkan ikan dari daerah lain,
menghentikan sementara usahanya, melakukan substitusi.
3 Terkait tindakan-tindakan adaptasi tersebut, terdata informasi tentang
kendala-kendala yang dihadapi oleh nelayan, pedagang dan pengolah dalam
mengatasi dampak dari keragaman tersebut.
4 "Kendala tersebut mencakup variabel internal maupun eksternal. Variabel
internal yang banyak mengkendala tindakan adaptasi pelaku pasar adalah
kemampuan finansial, penguasaan teknologi, dan kepemilikan aset fisik.
Sementara itu, variabel eksternal yang sering muncul adalah kondisi saranaprasarana, kebijakan pemerintah lokal dan kondisi pasar.
Hasil di atas menunjukkan perlunya intervensi pengambil kebijakan untuk
memperkuat kinerja atas tindakan-tindakan adaptif dari pelaku pasar
tersebut. Intervensi tersebut terutama mencakup fasilitasi
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (TERLAMPIR)
PPSEKP
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
BPPL
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (TERLAMPIR)
P4
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 26
No
LOKASI SPESIFIK
JUDUL HASIL PEMETAAN
POTENSI SDKP
DESKRIPSI HASIL PEMETAAN POTENSI SDKP
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
PPSEKP
SCAN LAPORAN AKHIR
(TERLAMPIR)
distribusi/logistik, peningkatan ketrampilan dan peningkatan kondisi
sarana-prasarana untuk mendukung sistem rantai dingin."
4
b)
WPP 712 dan 718
Penataan Kelembagaan
Pengelola WPP 712 dan 718
Menjelaskan Model Penataan Kelembagaan Pengelola WPP 712 dan 718
IK 2 : Persentase hasil litbang KP yang digunakan sesuai dengan Kontrak Kinerja Eselon I KKP
Target
Realisasi
%
PIHAK PERTAMA
No.
(DITJEN PERIKANAN TANGKAP)
No.
1.
1.
WPP yang Terkelola Sesuai RPP
2.
3.
2.
Bantuan Kapal Perikanan Untuk Nelayan
3.
Alat Penangkap Ikan dan Alat Bantu Penangkapan
Ikan Yang Ramah Lingkungan
4.
5.
6.
7.
:
:
:
100
100
100,00
PIHAK KEDUA
(BADAN PENELITIAN DAN
HASIL OUTPUT
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN
PERIKANAN)
Penelitian Karakteristik Biologi
Perikanan Serta Habitat Sumber Daya,
Data dan informasi ilmiah litbang perikanan (paket)
Potensi Produksi dan Kapasitas
Penangkapan di 11 WPP NRI
Pengukuran Karakteristik TS (Target
Strength) dan Formulasi TS-Length Pada
Data dan Informasi Litbang Perikanan
Ikan Indikator Kunci Untuk Peningkatan
Akurasi Estimasi Stok Ikan
Analisis Sumberdaya Kelautan dan
Rekomendasi pemantauan dan pengawasan sumberdaya kelautan di
Perikanan di WPP 712, 715
WPP 712 dan 715
Kajian Dinamika Laut untuk Mendukung
Pemetaan Potensi Sumber Daya Kelautan
Efektifitas Program Bantuan KKP
Model Pengelolaan Program Bantuan Perikanan Tangkap KKP
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Sektor Kelautan dan Perikanan
Kajian Alat Tangkap Alternatif Pengganti Alat Tangkap Pukat Tarik, Pukat Hela, dan Purse Seine:
Penggunaan Alat Bantu Penangkapan
Cahaya Lampu pada Perikanan Pelagis
Data dan Informasi Litbang Perikanan
Pengaruhnya Terhadap Hasil Tangkapan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 27
Desain dan Konstruksi Alat Tangkap
Lobster (Panulirus spp.) Ramah
Lingkungan
Penggunaan Alat Tangkap Ramah
Lingkungan di DAS Barito (KPP PUD 435)
4.
Nelayan yang Mampu Mengelola Usahanya
8.
Panel Kelautan dan Perikanan Nasional
(PANELKANAS)
9.
Kajian Perlindungan Nelayan Terhadap
Keberlanjutan Usaha
10.
11.
12.
5.
Kawasan Sentra /Kampung Nelayan yang Tertata Dan
Terintegrasi
Kajian Interaksi Laut Atmosfer Terhadap
Karakteristik Hidrodinamika Perairan
Selatan Jawa untuk Sistem Informasi di
Sentra Nelayan
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Sektor Kelautan dan Perikanan
Pengembangan Sistem Informasi Nelayan
Pintar Berbasis Mobile Multi Media :
Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan di
Wilayah Pesisir
Validasi Daerah Potensial Penangkapan
Ikan
Operasional Oseanografi untuk Prediksi
Dinamika Laut
Kajian Interaksi Laut Atmosfer Terhadap
Karakteristik Hidrodinamika Perairan
Selatan Jawa untuk Sistem Informasi di
Sentra Nelayan
Data dan Informasi Litbang Perikanan
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Data dan Informasi mengenai Modal Sosial Masyarakat Nelayan
Data dan Informasi mengenai Karakteristik Sumber Daya Manusia dan
Pendapatan Rumah Tangga Nelayan
Data dan Informasi mengenai Karakteristik Konsumsi dan Pengeluaran
Rumah Tangga Nelayan
Data dan Informasi mengenai Karakteristik Usaha Penangkapan Ikan
Rekomendasi Sosek mengenai Perlindungan Nelayan Terhadap
Keberlanjutan usaha Perikanan Tangkap
Hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dikombinasikan dengan
pemodelan numerik oseanografi dirasa sudah mencukupi untuk dapat
membuat analisis terkait kondisi hidrodinamika di Selat Makassar dan
dampaknya pada ekosistem laut. Recovery subsurface mooring di
Labani Channel harus diagendakan di 2017 untuk melengkapi data
hidro-oseanografi di Selat Makassar.
-
Algoritma yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengekstraksi
parameter SPL dan klorofil-a dari citra Landsat 8 di kedua lokasi
penelitian. Namun performa algoritma masih perlu ditingkatkan dengan
menambah jumlah dataset pengukuran lapangan.Penelitian ini
dilakukan di perairan Wakatobi (WPP-NRI 715) dan Selat Madura
(WPP-NRI 712). Dengan Metode penggunaan citra satelit Landsat 8 dari
hasil analisa hasil penelitian ini menunjukkan masing-masing perairan
memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kajian
dan perlakuan yang berbeda pula. Pada perairan yang lebih jernih (TN.
Wakatobi) dibandingkan dengan Selat Madura yang memiliki turbiditas
yang tinggi.
Hasil :
Validasi PPDPI dengan metode experimental fishing pada periode
musim timur dari 4 titik tangkapan diperoleh 1 titik bertampalan
dengan daerah penangkapan, 2 titik bertampalan dengan daerah
potensi penangkapan dan 1 titik tidak bertampalan keduanya.
Nilai persen Validasi PELIKAN Cakalang dengan metode experimental
fishing pada periode musim timur sebesar 48,8 %
Informasi oseanografi yang didapatkan di daerah penelitian pada saat
muson tenggara adalah SPL 29 – 29,5 oC, konsentrasi klorofil
maksimum di kedalaman 45 – 50 m sebesar 0,66 -0,88 mg/m3, Salinitas
permukaan 33,72 – 33,86 psu dengan nilai salinitas maksimum di
kedalaman 5—60 m berkisar 34,2 psu. Konsentrasi nitrat 0,004 – 0,014
mg/L, Fosfat 0,002 – 1,011 mg/L, Silika 0,016 – 0,027 mg/L
Validasi baru bias mewakili waktu sesaat saja yaitu muson timur dan
perlu dilakukan validasi di muson baratlaut dengan memperbanyak
jumlah titik experimental fishing sehingga dihasilkan nilai akurasi yang
lebih akurat
Informasi mengenai karakteristik dan dinamika kondisi fisik dan
biogeokimia di perairan Laut Banda secara umum dapat diketahui
melalui hasil operasionalisasi model numerik INDO12. Data prediksi
model operasional INDO12 di WPP-RI 714 dapat digunakan sebagai
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 28
representasi yang mendekati kondisi fisik dan biogeokimia laut yang
sebenarnya.
Kajian ini menghasilkan luaran berupa sistem prediksi curah hujan,
suhu udara dan angin; Sistem prediksi suhu muka laut; dan Sistem
prediksi arus laut.
13.
Pengkajian Stok SDI untuk Spesies Tertentu, Khususnya Tuna, Tongkol, Cakalang :
Penelitian Struktur Dan Karakteristik Perikanan Pukat Cincin (Purse Seine) di Samudera Hindia untuk Menunjang
Pengelolaan Perikanan Laut Lepas di Wilayah RFMO
Karakteristik Biopopulasi Madidihang
(Thunnus albacares) di WPP 572 dan 573
untuk Menunjang Pengelolaan Perikanan
Laut Lepas di Wilayah RFMO
Karakteristik Eko-Biologi Sumberdaya
Ikan Pelagis Di Sekitar Rumpon Di WPP573 (Samudera Hindia Selatan Jawa
Data dan Informasi Litbang Perikanan
Hingga Nusa Tenggara)
Data Saintifik Perikanan
Data Enumerasi Perikanan
Kajian Kebijakan Pemanfaatan Sumber
Daya Ikan Tuna Berkelanjutan di Sekitar
Rumpon Laut Dalam di Perairan
Samudera Hindia
Jejak Karbon Perikanan Tuna Cakalang
Rekomendasi dan Masukan Kebijakan Pengelolaan Perikanan dan
Tongkol di WPP 572 dan 573
Konservasi Sumber Daya Ikan
14.
Pengkajian Stok SDI di Perairan Umum Daratan :
Identifikasi Karateristik Lingkungan,
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Potensi dan Biologi Ikan Ekonomis Untuk
6.
WPP yang Terkelola Sesuai Rencana Pengelolaan
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Pengelolalan Perikanan di Sungai
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Batanghari
Kajian Stok dan Konsep Pengelolaan
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Sumberdaya Perairan di Estuari Berau,
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Kalimantan Timur
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Karakteristik Lingkungan, Potensi dan
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Biologi Ikan di Danau Paniai Papua
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Bioeksplorasi Potensi Perikanan Sungai
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Membramo Papua
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Kajian Bioekologi dan Lingkungan
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Perikanan Sidat (Anguilla spp) di Pantai
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Barat Sumatera.
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Kajian Stok Sebagai Dasar untuk
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Pengelolaan Sumberdaya Ikan Danau
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Tondano Sulawesi Utara
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD)
Kajian Sumberdaya Perairan Waduk Batu
yang Teridentifikasi Karakteristik Biologi Perikanan serta Habitat
Bulan Kabupaten Sumbawa Propinsi NTB
Sumber Daya, Potensi Produksi, Kapasitas Penangkapan Ikannya
Aspek Biologi dan Dinamika Populasi di
Waduk Pondok dan Widas Jawa Timur.
LAMPIRAN KONTRAK KINERJA PENCAPAIAN PROGRAM PRIORITAS KKP : DITJEN PRL – BALITBANG KP
PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA
(BADAN PENELITIAN DAN
NO.
NO.
HASIL OUTPUT
(DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT)
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN
PERIKANAN)
1.
Data dan Peta Salinitas Untuk RZWP3K Seluruh
1.
Analisis Potensi Ekosistem Pesisir Teluk
Laju Perubahan Luas tutupan mangrove pada zona selatan pada periode
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 29
Propinsi
2.
Data dan Peta Kecerahan Untuk RZWP3K Seluruh
Propinsi
Bone
2.
3.
Kajian Konektifitas antara Biofisik Dan Sosial Ekonomi
3.
4.
Identifikasi Wilayah Spawning Ground Ikan Ekonomis
Penting Sebagai Dasar Penentuan Zona Inti Dalam
Kawasan Konservasi
4.
5.
Kajian dan Analisis Manfaat Kawasan Konservasi Bagi
Perikanan
5.
6.
Kajian dan Pemetaan Sebaran Populasi Jenis Ikan
6.
Analisis Potensi Ekosistem Pesisir Teluk
Bone
tahun 1989 ke 2016, cukup signifikan yaitu mencapai 3.62 Ha/thn; Dari
kondisi fisik, kerusakan terumbu karang terjadi akibat tindakan DF
(bom dan bius ) dan sedimentasi; Laju perubahan penutupan karang
berkisar 2.91 Ha/Tahun; Melakukan manajemen limbah dengan
menekan masukan limbah antropogenik ke perairan sebesar 10%. Daya
dukung perairan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan
pngembangan budidaya rumput laut; Untuk mengetahui fluktuasi
optimum biocapacity dengan skenario pengelolaan menekan limbah
10% akan menghasilkan biocapacity perairan yang paling tinggi;
Laju Perubahan Luas tutupan mangrove pada zona selatan pada periode
tahun 1989 ke 2016, cukup signifikan yaitu mencapai 3.62 Ha/thn; Dari
kondisi fisik, kerusakan terumbu karang terjadi akibat tindakan DF
(bom dan bius ) dan sedimentasi; Laju perubahan penutupan karang
berkisar 2.91 Ha/Tahun; Melakukan manajemen limbah dengan
menekan masukan limbah antropogenik ke perairan sebesar 10%. Daya
dukung perairan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan
pngembangan budidaya rumput laut; Untuk mengetahui fluktuasi
optimum biocapacity dengan skenario pengelolaan menekan limbah
10% akan menghasilkan biocapacity perairan yang paling tinggi;
Survey dan pemetaan biofisik dan sosial
ekonomi untuk calon kawasan konservasi
perairan, pesisir, dan pulau-pulau kecil :
Penelitian Pengembangan Kawasan
Konservasi Perikanan di Lombok Tengah,
Nusa Tenggara Barat (BP2KSI)
Pengaturan dan Pemanfaatan Kawasan Konservasi Untuk Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan
Valuasi Ekonomi Sumber Daya Kelautan
dan Perikanan di Lokasi Rehabilitasi dan
Policy Brief
Wisata Bahari
Rekomendasi Sosek tentang Pengaturan Sosial Ekonomi Sumber Daya
KP di TWP Kapoposang, TN Karimunjawa, dan TWP Gili Matra
Rekomendasi Sosek tentang Valuasi Ekonomi SDKP Di TWP
Kapoposang, KKLD Natuna, dan TWP Gili Matra
Teknologi Pemantauan Wilayah Perairan
Dapat memantau korelasi jenis ikan dan jenis terumbu karang dan
: Rekayasa Kamera Pemantau Perairan
memantau efektifitas Kawasan Konservasi Perairan terhadap Terumbu
Berbasis Satelit
Karang. Desain dan rancang bangun selesai:
o Uji Teknologi di Pulau Pramuka 2016.
Penelitian Kawasan Konservasi Induk
o Daya listrik menggunakan solar-cell.
Udang [P. monodon] di Pantai Timur
o 24 jam/1minggu waktu operasional.
Aceh, Kabupaten Aceh Timur)
Policy Brief
Limbah kerang kur kur sebagai bahan beton atau kerang campuran
dapat digunakan sebagai bahan terumbu buatan dengan harapan beton
menjadi “amis” dan dapat memancing ikan (chamotaxis). Mix Desain utk
Teknologi Pemanfaatan Limbah Kerang :
beton dengan limbah kerang sebagai non struktur untuk material
terumbu buatan dapat dilakukan. Untuk memperoleh kekuatan di atas
yang di syaratkan SK SNI dapat dilakukan dengan menambahkan
portland semen di atas mix desain yang diperoleh.
Pemanfaatan Limbah Kerang sebagai
Data dan Informasi tentang Biopotensi Terumbu Karang CTI
Perkuatan Struktur Terumbu Buatan
Penelitian Biopotensi Terumbu Karang
Data dan Informasi tentang Bioekologi Lingkungan dan Biopotensi
CTI
Invertebrata Laut
Bioekologi Lingkungan dan Biopotensi
Invertebrata Laut
Survei dan Pemetaan Habitat, Populasi,
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 30
Terancam Punah dan Endemik
7.
Identifikasi dan Pengembangan Garam Turunan untuk
Kebutuhan Industri Kimia
7.
8.
Upaya Peningkatan Produktifitas Usaha Garam Melalui
Teknologi Tepat Guna
8.
9.
Sistem Pencucian Garam Yang Efektif untuk
Meningkatkan Kadar NaCL
9.
10.
Kajian Konsep Desain Hijau Tanggul Laut Jakarta
10.
Dan Sosial Ekonomi 20 Jenis Ikan
Prioritas Dilindungi/ Terancam Punah :
Kajian Mengenai Efektifitas Implementasi
Kebijakan Konservasi Hiu Dan Mamalia
Laut (WPP573)
Penelitian Kajian Bioekologi dan Lingkungan Perikanan Sidat (Anguilla SPP) di Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung
dan Kabupaten Cilacap (KPP PUD 439 dan 432)
Ecological related species of rays and
1.
Policy Brief
sharks
Ecological Assessment Untuk Restocking
2.
Policy Brief
Belida di Perairan Provinsi Riau
Ecological Related Species untuk Kima,
3.
Policy Brief
Bambu Laut dan Kuda Laut
Kajian Hasil Restocking Lobster dan
Penempatan Terumbu Karang Buatan di
4.
Policy Brief
Kawasan Konservasi
Kesesuaian Zonasi di Taman Nasional
5.
Policy Brief
Laut Sawu
Penelitian Bahan Penetapan Status
Perlindungan Jenis Ikan Napoleon
6.
Policy Brief
[Cheilinus undulatus] di Kepulauan
Anambas dan Natuna, Kepulauan Riau
Produk yang dikeringkan adalah magnesium hidroksida murni
[Mg(OH)2] tanpa ada kandungan NaCl. Karena magnesium hidroksida
Kajian Teknologi untuk Optimalisasi
[Mg(OH)2] memiliki banyak kegunaan dan manfaat terutama bagi
Produksi Magnesium Hidroksida dari
kesehatan. Tingkat kemurnian Mg(OH)2 yang dihasilkan antara 85
Limbah Cair Industri Garam (Bittern)
sampai 100%; Alur proses produksi padatan magnesium telah
terkonfirmasi (Proses kristalisasi, Proses filtrasi dan Proses
pengeringan).
Proses produksi garam menggunakan model yang telah dikaji
optimasinya tersebut dapat menghasilkan lebih dari 120 ton perhektar
Model Tata Kelola Tambak Garam Rakyat
permusim (3,5-4 bulan) dengan kualitas K1. Sehingga pendapatan
permusim dari 1 hektar tambak tidak kurang dari 72 juta jika harga
perkilo Rp 600,-.
- Model ini dapat menghindarkan petambak memfungsikan kolam
kristalisasi sebagai condenser sehingga kualitas garam meningkat
karenaikutan pengotor (impurities) gypsum jauh berkurang.
- Penerapan model ini akan diperkuat dengan menghitung masukan
Penelitian Peningkatan Kualitas Garam
(intake) debit ideal air tua yang dikombinasi dengan laju evaporasi air
Secara Biologi
disetiap tahapan proses, sehingga diharapkan dapat ditentukan pola
pengaturan debit air tua yang akan membuat sistem bekerja dengan
sendirinya.
- Data dan Informasi tentang Peningkatan Kualitas Garam Secara Biologi
Telah terinstalnya mesin pembuat garam grosok kerjasama dengan
Universitas Hang Tuah Surabaya; Mengaplikasikan teknologi adaptif
lokasi teknologi pemurnian garam secara mekanis. 1. Menaikkan
kualitas dari KW 3 menjadi KW 1
Menaikkan Nilai Jual garam konsumsi dari 500 rupiah sampai dengan
Paket Teknologi Pemurni Garam sebagai
2500 rupiah
Model Industri Garam Rakyat
Menambah Pendapatan Petambak Garam dengan produk MGOH atau
garam magnesium yang memiliki nilai jual 20000/kg yang
memanfaatkan limbah garam /Bittern/Air Tua
Mengurangi Biaya Produksi Pengolahan Garam Konsumsi dengan
beralihnya sumber energi solar menjadi listrik
Kajian Konsep Desain Hijau Tanggul Laut
Rekomendasi Pokja Reklamasi Teluk Jakarta;
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 31
Jakarta
Uji Kinerja Teknologi Eco-Hibryd untuk
Perlindungan Pantai
11.
Kajian Kerentanan Pesisir di Pantai Timur
Pangandaran (Identifikasi Mangrove, Biota di PRPM
Pangandaran)
11.
Kajian Kerentanan Pesisir di Pantai
Timur Pangandaran
12.
Kajian Dampak Reklamasi Teluk Benoa terhadap
Ekosistem Laut dan Pesisir
12.
Kajian Dampak Reklamasi Teluk Benoa
Terhadap Ekosistem Laut dan Pesisir
13.
Analisis Karakteristik Hidro-Oseanografi dan
Dinamika Pesisir di Pantura Jawa Tengah
13.
Kajian Hidrodinamika Perairan Indonesia
dan Dampaknya Terhadap Ekosistem
Laut
14.
Survey dan Pemetaan Potensi Pembangunan Sentra
14.
Analisis Karakteristik Dimensi Ekologi
Kerjasama penelitian terjalin Judul: Investigasi pengurangan dampak
kerusakan pantai dengan hutan bakau melalui pemodelan numerik,
Mitra: Telkom University Bandung (hingga 2018); Keberadaan hutan
mangrove (topografi/batimetri dan tegakan pohon) mereduksi secara
signifikan energi gelombang datang (lebih dari 50%) mengurangi
ongkos konstruksi tanggul beton di belakangnya; Keberadaan pulau
reklamasi akan mengubah karakteristik perairan hutan mangrove
Angke;
Aplikasi echo-hibrid untuk daerah Tabanan cukup berhasil, dengan
tingkat kerusakan sekitar 10% akibat terkena gelombang badai, dan
untuk daerah Wonokerto implementasi teknologi eco hibrid berhasil
dengan tingkat pertumbuhan akar sesuai prediksi yaitu dalam waktu 3
bulan, pertambahan panjang akar sekitar 1 meter. Kuat geser tanah
meningkat karena adanya akar vetiver, sehingga teknologi eco hybrid
dapat menahan erosi karena mampu meningkatkan ikatan tanah pantai.
Terjadi peningkatan besaran sudut geser tanah antara tanah sebelum
ada eco hibrid (vetiver) dan setelah adanya eco hibrid (vetiver).
• Pemetaan smartline menghasilkan peta kerentanan yang dibagi
menjadi 5 tingkatan; Sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat
tinggi.
• Pantai Barat Pangandaran didominasi oleh wilayah dengan
kerentanan tinggi.
• Pantai Timur Pangandaran hampir seluruhnya diklasifikasikan ke
dalam kerentanan sedang.
• Sumber air tawar di Pantai Timur Pangandaran berasal dari air tanah
dangkal (<20 m).
Kondisi lingkungan perairan Tel. Benoa secara umum dalam kondisi
tercemar.
Terjadi perubahan fisik kawasan Teluk Benoa saat sebelum ada
reklamasi (studi tahun 1995) dan kondisi eksisting (tahun 2015-2016),
serta saat adanya pulau reklamasi yang sedang direncanakan (skenario
studi tahun 2018) berupa kondisi batimetri, kecepatan arus, dan tinggi
gelombang.
Ekosistem pesisir (mangrove) dan laut (karang), secara spasial terlihat
perubahan saat pembangunan jalan tol, namun kembali bertambah saat
eksisting (tahun 2015). Di dalam teluk sendiri tidak terlihat adanya
terumbu karang hidup.
Selama ekspedisi oseanografi, beberapa fenomena penting di sepanjang
Selat Makassar hingga ke Lombok dapat terlihat dengan jelas dari hasil
CTD-casting, antara lain kedalaman dimana salinitas dan konsentrasi
klorofil-a maksimum, transformasi karakteristik massa air
pascamelewati Labani Channel, dan karakteristik massa air NPSW dan
NPIW di Selat Makassar.
Data temperatur dan salinitas terhadap kedalaman dan waktu di subsurface mooring M1 di ujung utara Selat Makassar dan L1 di Selat
Lombok dapat menunjukkan dengan jelas keberadaan gelombang
internal dan upwelling/downwelling di Selat Makassar dan Lombok.
Hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dikombinasikan dengan
pemodelan numerik oseanografi dirasa sudah mencukupi untuk dapat
membuat analisis terkait kondisi hidrodinamika di Selat Makassar dan
dampaknya pada ekosistem laut.
Recovery subsurface mooring di Labani Channel harus diagendakan di
2017 untuk melengkapi data hidro-oseanografi di Selat Makassar.
Perairan Nunukan sangat sesuai untuk area budidaya rumput laut
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 32
Kelautan Perikanan Terpadu
Untuk Menunjang Pengelolaan PulauPulau Kecil Terluar di Nunukan
Kajian Potensi Sumber Daya Arkeologi
Maritim di Perairan Pulau Laut, Natuna
Analisis Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan di WPP 712, 715
Baseline Survey dan Mapping Sosial
Ekonomi untuk Mendukung
Pembangunan Sentra Kelautan Perikanan
Terpadu
15.
Penyusunan Basisdata Laut dan Pesisir di Pulau-Pulau
Kecil
15.
Model Kelembagaan Sentra Inovasi
Teknologi dan Bisnis pada Kawasan TP
untuk Mendukung PKSPT di Pulau
Simeulue
Sudah dilakukan Kajian di Beberapa
Lokasi Pengembangan Marikultur di
Pulau Terluar TA 2015: Simelue, Tahuna
(Sangihe), Natuna, Saumlaki (Maluku
Tenggara Barat), Merauke
Sedang dilakukan penelitian
pengembangan marikultur di TA 2016:
Pulau Rote Ndao (NTT), Nunukan
(Kaltara), Morotai (Maluku Utara), Tual
dan Pulau Kisar (Maluku Tenggara).
Penyusunan Basisdata Laut dan Pesisir di
Biak
Penyusunan Basisdata Laut dan Pesisir di
Tanimbar
khususnya untuk jenis Eucheuma sp., karena:
o Distribusi nitrat & logam Berat masih dalam batas yang bisa ditoleransi oleh lingkungan;
o Kecepatan arus 20 – 40 meter/menit, bahkan sampai berkisar 50
cm/dt;
o Pada waktu surut yang masih digenangi air sedalam 30 – 60 cm;
o pH antara 7,3 – 8,2;
o Suhu air laut berkisar antara 27 – 300C.
o Salinitas antara 30 – 37 permil, dengan salinitas optimum 33 permil;
Sebaran indeks vegetasi pada tahun 2016 menunjukkan data kepadatan
vegetasi mangrove yang sangat rendah.
Terdapat 3 lokasi di Kawasan Perairan Pulau Laut, Natuna yang
merupakan wilayah terdepan NKRI berpotensi untuk dikembangkan
menjadi kawasan pemanfaatan sumberdaya arkeologi maritim
berkelanjutan yang dipadu dengan keindahan ekosistem bawah lautnya
dalam kerangka konsep Taman Bawah Laut Eko-Arkeologi (Marine EcoArchaeological Park). Lokasi tersebut adalah Kawasan Perairan Karang
Panjang ( 20 ), Karang Kie (16) dan Kawasan Perairan Pulau Sekatung
(15), sementara itu satu lokasi yaitu lokasi kapal kayu masih belum
dapat di analisis dikarenakan tidak cukupnya data pendukung. Konsep
ini diusulkan dapat berjalan selaras dengan rencana pengembangan
wilayah Natuna oleh KKP dan Presiden RI.
Terdapat Data dan Informasi untuk pemantauan dan pengawasan
sumberdaya kelautan di WPP 712 dan 715
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 571
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 711 Wilayah Sumatera
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 711 Wilayah Kalimantan
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 573
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 724
Profil Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 718
Model Kelembagaan Sentra Inovasi Teknologi Dan Bisnis di Simeulue
Laporan Teknis
Policy Brief
Dihasilkan dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang ) yang
siap digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir. Parameter dari dataset
pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir,
indeks kondisi terumbu karang, dan keanekaragaman hayati.
Dihasilkan dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang ) yang
siap digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir. Parameter dari dataset
pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 33
Penyusunan Basisdata Laut dan Pesisir di
Pulau Rote
16.
Kajian Kegiatan Reklamasi di Indonesia
16.
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Pengelolaan Sumber Daya Laut dan
Pesisir
Kajian Hidro-Oseanografi, Pemodelan,
Sedimen Transport dan Ekosistem Pesisir
Teluk Jakarta (Studi Kasus Kegiatan
Reklamasi Teluk Jakarta)
17.
Kajian/Analisa Kejadian Coral Bleaching di Indonesia
18.
19.
RPP Izin Lokasi dan Izin Pengelolaan
Kajian Perubahan Iklim
17.
19.
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Pengelolaan Sumber Daya Laut dan
Pesisir
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Pengelolaan Sumber Daya Laut dan
Pesisir
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir,
indeks kondisi terumbu karang, dan keanekaragaman hayati.
Dihasilkan dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang ) yang
siap digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir. Parameter dari dataset
pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir,
indeks kondisi terumbu karang, dan keanekaragaman hayati.
Analisis Kebijakan Reklamasi Pulau C, D, dan G di Teluk Jakarta :
o Segera membuat alur antara Pulau C dan D, membangun tanggul di
Pulau C, melakukan pengerukan sedimen di selatan Pulau C dan D, dan
membuat kanal di kawasan mangrove agar suplai air laut tidak
terganggu.
o Memperlebar jarak antara Pulau G dengan daratan, sekurangkurangnya 700 meter dari titik surut terendah agar tidak mengganggu
aktivitas nelayan, mengurangi laju sedimentasi, dan tidak mengganggu
proses perawatan pipa bawah laut serta operasional PLTU/PLTGU
Muara Karang.
Blue Carbon:
o Pembahasan aspek sains dan kebijakan dalam penyusunan
rekomendasi akan dilanjutkan pada agenda selanjutnya.
Coral Bleaching Alert System (CoBAS)
o Upaya pengurangan pemutihan terumbu karang dengan
mengoptimalkan INA GOOS/NODC dan kemampuan prediksi parameter
oseanografi Balitbang KP.
-
Analisis Kebijakan Reklamasi Pulau C, D, dan G di Teluk Jakarta :
o Segera membuat alur antara Pulau C dan D, membangun tanggul di
Pulau C, melakukan pengerukan sedimen di selatan Pulau C dan D, dan
membuat kanal di kawasan mangrove agar suplai air laut tidak
terganggu.
o Memperlebar jarak antara Pulau G dengan daratan, sekurangkurangnya 700 meter dari titik surut terendah agar tidak mengganggu
aktivitas nelayan, mengurangi laju sedimentasi, dan tidak mengganggu
proses perawatan pipa bawah laut serta operasional PLTU/PLTGU
Muara Karang.
Blue Carbon:
o Pembahasan aspek sains dan kebijakan dalam penyusunan
rekomendasi akan dilanjutkan pada agenda selanjutnya.
Coral Bleaching Alert System (CoBAS)
o Upaya pengurangan pemutihan terumbu karang dengan
mengoptimalkan INA GOOS/NODC dan kemampuan prediksi parameter
oseanografi Balitbang KP.
Analisis Kebijakan Reklamasi Pulau C, D, dan G di Teluk Jakarta :
o Segera membuat alur antara Pulau C dan D, membangun tanggul di
Pulau C, melakukan pengerukan sedimen di selatan Pulau C dan D, dan
membuat kanal di kawasan mangrove agar suplai air laut tidak
terganggu.
o Memperlebar jarak antara Pulau G dengan daratan, sekurangkurangnya 700 meter dari titik surut terendah agar tidak mengganggu
aktivitas nelayan, mengurangi laju sedimentasi, dan tidak mengganggu
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 34
20.
20.
Adaptasi Ekosistem Pesisir terhadap
Perubahan Lingkungan
21.
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus
Pengelolaan Sumber Daya Laut dan
Pesisir
22.
Studi Pembaharuan Titik Situs Kapal
Karam Bersejarah di Kawasan Perairan
Bangka-Belitung
Pengembangan Wisata Bahari Berkelanjutan
23.
Kajian Potensi Sumber Daya Arkeologi
Maritim di Perairan Pulau Laut, Natuna
proses perawatan pipa bawah laut serta operasional PLTU/PLTGU
Muara Karang.
Blue Carbon:
o Pembahasan aspek sains dan kebijakan dalam penyusunan
rekomendasi akan dilanjutkan pada agenda selanjutnya.
Coral Bleaching Alert System (CoBAS)
o Upaya pengurangan pemutihan terumbu karang dengan
mengoptimalkan INA GOOS/NODC dan kemampuan prediksi parameter
oseanografi Balitbang KP.
(1) Respon ekosistem mangrove terhadap perubahan lingkungan dapat
diperlihatkan oleh tingkat produktivitas (pertumbuhan mangrove) dan
proses geomorfologi yang terjadi (perubahan elevasi dan sedimentasi);
(2) Pertumbuhan karang massive (Porites) dan analisis konsentrasi
logam berat yang terkandung di dalamnya dengan alat ICP-OES dapat
menggambarkan respon karang terhadap perubahan lingkungan.
Analisis Kebijakan Reklamasi Pulau C, D, dan G di Teluk Jakarta :
o Segera membuat alur antara Pulau C dan D, membangun tanggul di
Pulau C, melakukan pengerukan sedimen di selatan Pulau C dan D, dan
membuat kanal di kawasan mangrove agar suplai air laut tidak
terganggu.
o Memperlebar jarak antara Pulau G dengan daratan, sekurangkurangnya 700 meter dari titik surut terendah agar tidak mengganggu
aktivitas nelayan, mengurangi laju sedimentasi, dan tidak mengganggu
proses perawatan pipa bawah laut serta operasional PLTU/PLTGU
Muara Karang.
Blue Carbon:
o Pembahasan aspek sains dan kebijakan dalam penyusunan
rekomendasi akan dilanjutkan pada agenda selanjutnya.
Coral Bleaching Alert System (CoBAS)
o Upaya pengurangan pemutihan terumbu karang dengan
mengoptimalkan INA GOOS/NODC dan kemampuan prediksi parameter
oseanografi Balitbang KP.
65 titik terindikasi keberadaan situs kapal karam bersejarah 7 titik
telah diverifikasi dengan penyelaman; 3 sampel artefak pada Situs
Berlian –Beltim diidentifikasi dari masa Dinasti Sung ( 960 – 1279 M Ming ( 1368 – 1424 M); Situs kapal karam di Perairan Bangka Belitung
sebagian besar terkubur pada kedalaman 25 – 40 m; Situs-situs berasal
dari masa Sriwijaya awal yang semasa dengan masa Dinasti Tang (Cina
Kuno awal abad 7) hingga masa Kolonial dan Perang Dunia II;
Pelestarian in situ merupakan pilihan utama untuk melestarikan nilai
sejarah dan budaya maritim yang tersimpan pada situs, namun
ekskavasi merupakan pilihan terakhir jika situs terancam oleh faktor
alam dan perusakan dari kegiatan illegal ekskavasi dan treasure
hunter.
Terdapat 3 lokasi di Kawasan Perairan Pulau Laut, Natuna yang
merupakan wilayah terdepan NKRI berpotensi untuk dikembangkan
menjadi kawasan pemanfaatan sumberdaya arkeologi maritim
berkelanjutan yang dipadu dengan keindahan ekosistem bawah lautnya
dalam kerangka konsep Taman Bawah Laut Eko-Arkeologi (Marine EcoArchaeological Park).
Lokasi tersebut adalah Kawasan Perairan Karang Panjang ( 20 ), Karang
Kie (16) dan Kawasan Perairan Pulau Sekatung (15), sementara itu satu
lokasi yaitu lokasi kapal kayu masih belum dapat di analisis
dikarenakan tidak cukupnya data pendukung
Konsep ini diusulkan dapat berjalan selaras dengan rencana
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 35
24.
Kajian Sumber Daya Arkeologi Maritim
sebagai Potensi Kawasan Konservasi
Maritim di Maluku Utara
Policy Brief tentang Sustainable Marine
Tourism (CTI-CFF)
Penyusunan Policy Brief Bangunan Laut
21.
RPP Bangunan Laut
26.
sebagai Bahan Masukan RPP
Penyusunan Policy Brief Perencanaan
22.
RPP Perencanaan Ruang Laut
27.
Ruang Laut sebagai Bahan Masukan RPP
LAMPIRAN HASIL KONTRAK KINERJA PENCAPAIAN PROGRAM PRIORITAS KKP : BKIPM – BALITBANG KP
PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA
(BADAN PENELITIAN DAN
No.
No.
(BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU
PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN
DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN)
PERIKANAN)
Monitoring dalam Rangka
Monitoring dalam Rangka Pengendalian Mutu dan
1.
1.
Pengendalian Mutu dan Keamanan
Keamanan Hasil Perikanan :
Hasil Perikanan :
Keamanan Lingkungan Perairan dari
Cemaran Logam Berbahaya dan Biotoksin
a.
Dari Cemaran Marine Biotoxine dan Logam Berat
di Perairan Sidoarjo dan Sekitarnya
(Jakarta, Surabaya, Ambon, Tanjung Balai, Asahan,
a.
Zonasi Berbasis Cemaran Logam Berat
Lampung, Gorontalo)
dan Marine Biotoxine (Racun Cemaran
Laut) di Perairan Teluk Jakarta
Standarisasi Sarana dan Prasarana Penanganan
Penelitian Teknologi Proses Pengolahan
b.
Loining Tuna (Mini plant Loining Tuna) di pantai
b.
Tuna Loin
Pendaratan Ikan
Prevalensi Kandungan Histamin pada
Produk Tuna Tangkapan Nelayan Kecil
Ambon
Risiko Keamanan Pangan Produk KP Untuk Pasar
c.
Ekspor dari Cemaran Mikroba Patogen (Listeria
c.
Kajian Resiko V. parahaemolyticus pada
Monocytogenes, Staphylococcus) pada Tuna dan Udang
Udang
Kajian Risiko Salmonella pada Tuna
Tangkapan Nelayan Kecil Ambon
Alat Uji Cepat (Test Kit) Residu Bahan Berbahaya di
Paket Teknologi Kit Uji Cepat Residu
d.
d.
Lapangan
Pestisida
Batas Maksimum Kandungan Formaldehid yang
Kajian Kandungan Formaldehid Pada
e.
Dihasilkan Secara Alamiah dan Terkait Pembusukan
e.
Produk Olahan Ikan
Ikan
Metoda Pengujian untuk Membedakan Kandungan
Formulasi Bahan Pengawet untuk Ikan
f.
Formalin (Alamiah) Organik dan Anorganik (yang
f.
Pindang
Ditambahkan)
Informasi Cemaran Potensial Mikotoksin pada Produk
Profil Risiko Mikotoksin Pada Produk
g.
g.
Olahan Perikanan
Olahan Perikanan
2.
Karantina dan Keamanan hayati ikan
2.
Karantina dan Keamanan hayati ikan
a.
Peta Lokasi Pelepasliaran Kepiting, Lobster, dan
a.
Kajian Hasil Restocking Lobster dan
25.
pengembangan wilayah Natuna oleh KKP dan Presiden RI.
Situs bawah air / Arkeologi masih belum ditetapkan sebagai benda
cagar budaya bawah air dan juga kawasan konservasi maritim.
WreckSS. Aquila dapat ditemukan pada kedalaman 15-40 m, wreck
pesawat dapat ditemukan pada kedalaman 7 m, sedangkan kapal
karam lainnya terletak pada kedalaman 20 m (lokasi dekat benteng
Victory).
Dari segi kualitas perairan ditinjau dari karakter fisika dan kimia
didapatkan bahwa kondisi perairan Teluk Ambon termasuk dalam
kondisi tercemar sedang dengan nilai -13 sampai dengan -15. Kecepatan
arus di sekitar situs tersebut berkisar 0.0009-1.463 m/s.
-
HASIL OUTPUT
Rekomendasi tentang Keamanan Lingkungan Perairan dari Cemaran
Logam Berbahaya dan Biotoksin di Perairan Sidoarjo dan Sekitarnya
Rekomendasi tentang Zonasi Berbasis Cemaran Logam Berat dan
Marine Biotoxine (Racun Cemaran Laut) di Perairan Teluk Jakarta
Inovasi Teknologi tentang Teknologi Proses Pengolahan Tuna Loin
Rekomendasi tentang Prevalensi Kandungan Histamin pada Produk
Tuna Tangkapan Nelayan Kecil Ambon
Rekomendasi tentang Kajian Resiko V. parahaemolyticus pada Udang
Rekomendasi tentang Kajian Risiko Salmonella pada Tuna Tangkapan
Nelayan Kecil Ambon
Inovasi Teknologi tentang Paket Teknologi Kit Uji Cepat Residu
Pestisida
Data dan Informasi tentang Kajian Kandungan Formaldehid pada
Produk Olahan Ikan
Inovasi Teknologi tentang Formulasi Bahan Pengawet untuk Ikan
Pindang
Data dan Informasi tentang Profil Risiko Mikotoksin Pada Produk
Olahan
Policy Brief
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 36
b.
c.
c)
Rajungan Hasil Penahanan Karantina Sesuai dengan
Kajian Data Restocking
Kajian Penyebaran Early Mortality Syndrome di
Indonesia
Kajian Penyebaran Invasif Alien Species di Perairan
Umum
b.
c.
Penempatan Terumbu Karang di
Kawasan Konservasi (Prigi,
Pangandaran)
Analisis Kebijakan Emergency Diseases
Pada Budidaya Udang (2015-2016)
Pengendalian Ikan Invasif Alien Species
(IAS) di Danau Matano
Policy Brief
Policy Brief
IK 3 : Jumlah rekomendasi dan/atau inovasi litbang yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan
Target
NO
1
2
3
4
5
6
JUDUL BAHAN
KEBIJAKAN
Analisis Kebijakan
Potensi Pengembangan
Budidaya Kekerangan
Indonesia
Analisis Kebijakan
Pengembangan Ikan
Lokal Prospektif sebagai
Kandidat Ikan Budidaya
Pengembangan
Perbenihan Strain Nila
Srikandi (unggul)
melalui Peningkatan
Efisiensi Unit Perbenihan
Rakyat (UPR) di Wilayah
Tambak Pantura
Kajian Kebijakan
Penyerasian dan Analisis
Stock Assessment /
Komisi Nasional
Pengkajian Stok Sumber
Daya Ikan
Model Penerapan
Rancang Bangun Mini
Line Hauler untuk
Penangkapan Tuna
dengan Pancing Ulur di
Sekitar Rumpon
Penerapan model IPTEK
pengelolaan culter based
fisheries (CBF) Ikan
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
SATKER
PELAKSANA
rekomendasi dan policy paper kebijakan
pengembangan budidaya kekerangan di
Indonesia
P4
STAKEHOLDER
PENGGUNA BAHAN
KEBIJAKAN
Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi
Kepulauan Bangka
Belitung
Realisasi
%
:
:
:
20
21
105,00
BUKTI DOKUMEN
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
rekomendasi untuk pengembangan ikan lokal
prospektif sebagai kandidat ikan budidaya
P4
Balai Pengembangan
Perikanan Perairan Umum
dan Ikan Hias
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Tehnik produksi benih nila unggul berbasis
kemitraan dengan UPR yg diharapkan akan
mempercepat distribusi benih unggul guna
mendukung industrialisasi perikanan.
P4
Dinas Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan
Kabupaten Sleman
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Menghasilkan rekomendasi Kajian Kebijakan
Penyerasian dan Analisis Stock Assessment /
Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumber Daya
Ikan
P4
KKP
Laporan Akhir dan Surat KEPMEN Estimasi Potensi,
Jumlah Tangkapan Yang Diperbolehkan, dan Tingkat
Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah
Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia
Menghasilkan teknologi rancang bangun mini
line hauler untuk menangkap tuna
P4
Dinas
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
nelayan dalam mengelola sumber daya
perikanan di Waduk Kedung Ombo (WKO)
P4
Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten
Sragen
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 37
NO
JUDUL BAHAN
KEBIJAKAN
patin di Waduk Gedung
Ombo Jawa Tengah
7
8
9
Kajian mengenai
efektifitas implementasi
kebijakan konservasi hiu
dan mamalia laut
Model Penerapan
Pengelolaan Kawasan
Konservasi Berbasis
Masyarakat di Teluk
Cempi
Model Rehabilitasi
Ekosistem Terumbu
Karang Melalui
Pengembangan Terumbu
Buatan di Perairan Barat
Sumatera
1
Teknologi Pelembut dan
Pencuci Garam Krosok
(Diskmill)
1
Teknologi penanganan
dan pengolahan ikan
perairan umum (Nila dan
Lele)
2
Rancangan Standar
Nasional Indonesia 3
(RSNI 3) : Sargassum
spp. sebagai bahan baku
alginat untuk pengikat
warna dalam tekstil Syarat mutu dan
penanganan
3
Rancangan Standar
Nasional Indonesia 3
(RSNI 3) : Rumput laut
coklat segar sebagai
bahan baku fukosantin Syarat mutu dan
penanganan
SATKER
PELAKSANA
STAKEHOLDER
PENGGUNA BAHAN
KEBIJAKAN
BUKTI DOKUMEN
Menghasilkan rekomendasi Kajian mengenai
efektifitas implementasi kebijakan konservasi
hiu dan mamalia laut
P4
Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Nusa
Tenggara Barat
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Menghasilkan naskah akademik pengembangan
konservasi habitat udang di teluk cempi, NTB
P4
Dinas Kelautan dan
Perikanan Kabupaten
Dompu
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Model Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang
Melalui Pengembangan Terumbu Buatan di
Perairan Barat Sumatera
P4
Dinas Kelautan dan
Perikanan Kabupaten
Pesisir Selatan, CV SANARI
Laporan Akhir dan Surat Pemanfaatan Output
Pemurnian garam menggunakan alat conveyor
screw diskmill dapat merubah garam KW3 ke
KW 1 dengan peningkatan NaCl 5 – 10
P3SDLP
masyarakat/ petani garam
SCAN SURAT RESMI PENYAMPAIAN REKOMENDASI
P3DSPBKP
Dinas Kelautan dan
Perikanan Kabupaten
Kebumen, Pemerintah
Kabupaten Kebumen
Scan surat Resmi Penyampaian Kegiatan
Penyebarluasan Hasil Litbang Teknologi Penanganan
dan Pengolahan Ikan Perairan Umum, Teknologi
yang disampaikan, Scan Pernyataan Menindaklanjuti
Acara Penyegaran teknologi untuk penyuluh pada
Tahun 2017 dari Dinas KP Kabupaten Kebumen
P3DSPBKP
Badan Standardisasi
Nasional (BSN)
Scan Surat Keputusan Ketua Komite Teknis 65-08:
Produk Perikanan Non Pangan Nomor :
KEP.056/KPA.1/HK.155/V/2016 tentang Penetapan
Konseptor dan Editor Tahun 2016, Scan RSNI 3
P3DSPBKP
Badan Standardisasi
Nasional (BSN)
Scan Surat Keputusan Ketua Komite Teknis 65-08:
Produk Perikanan Non Pangan Nomor :
KEP.056/KPA.1/HK.155/V/2016 tentang Penetapan
Konseptor dan Editor Tahun 2016, Scan RSNI 3
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
secara lestari
2. Meningkatkan hasil tangkapan ikan di Waduk
Kedung Ombo (WKO) Jawa Tengah
Teknologi penanganan dan pengolahan ikan
perairan umum menjadi produk olahan keripik
kulit ikan nila, keripik babyfish ikan nila,
amplang ikan nila, mie kremes ikan nila, otakotak ikan nila, tahu bulat ikan nila, nugget ikan
nila, serta abon tulang ikan lele.
Sargassum spp. merupakan sumber daya laut
hasil panen alami yang dibutuhkan sebagai
bahan baku industri tekstil printing yaitu
alginat. Pemenuhan kebutuhan alginat di
Indonesia 100% impor, sehingga diperlukan
upaya untuk membangun kemandirian bahan
baku dan teknologi produksi alginat. Adapun
standar Sargassum spp. sebagai bahan baku
alginat untuk tekstil dijabarkan dalam SNI
tersebut. SNI dapat berfungsi sebagai acuan
dalam penentuan kondisi Sargassum spp. layak
panen, layak menjadi bahan baku, dan sebagai
acuan dalam upaya pembudidayaannya
Rumput laut coklat (Sargassum sp, Padina sp
dan Turbinaria sp) yang segar merupakan
sumber daya laut hasil panen alami yang
dibutuhkan sebagai bahan baku industri
kosmetik dan farmasi yaitu Fukosantin.
Pemenuhan kebutuhan bahan baku kosmetik
dan farmasi di Indonesia 100% impor. Untuk itu
pemanfaatan fukosantin sebagai bahan baku
industri tersebut diharapkan dapat mengurangi
ketergantungan atas bahan baku impor,
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 38
NO
1
2
3
4
5
JUDUL BAHAN
KEBIJAKAN
Kajian Studi Budaya
Bahari Dalam
Pemanfaatan
Sumberdaya Laut
Model Sistem Logistik
Ikan Nasional
Terintegrasi dengan
MP3EI dan Sistem
Transportasi Laut
Melalui Pendekatan
Sistem Penyimpanan
Model Sistem Logistik
Ikan Nasional
Terintegrasi dengan
MP3EI dan Sistem
Transportasi Laut
Melalui Pendekatan
Distribusi
Model Sistem Logistik
Ikan Nasional
Terintegrasi dengan
MP3EI dan Sistem
Transportasi Laut
Melalui Pendekatan
Pengadaan Stok Ikan
Analisis Kebijakan KP
6
Analisis Kebijakan KP
7
Analisis Kebijakan KP
8
9
Kajian Sosial Ekonomi
Terhadap Rencana
Pembangunan GIant Sea
Wall
Model Sistem Logistik
Ikan Nasional
Terintegrasi dengan
MP3EI dan Sistem
SATKER
PELAKSANA
STAKEHOLDER
PENGGUNA BAHAN
KEBIJAKAN
BUKTI DOKUMEN
Kearifan Lokal Dalam Rencana Perlindungan
dan Pengelolaan Sumber Daya Laut di
Kabupaten/Kota
PPSEKP
BAPPEDA Provinsi Nusa
Tenggara Timur
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Model pengembangan SLIN terintegrasi dengan
MP3EI da STLI melalui pendekatan sistem
penyimpanan
PPSEKP
Inspektorat Jenderal KKP
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Model Pengembangan SLIN Terintregrasi
dengan MP3EI dan STLI melalui Pendekatan
Distribusi
PPSEKP
Inspektorat Jenderal KKP
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Strategi Pengamanan Stok Ikan untuk
Meningkatkan Industri Pindang Nasional
PPSEKP
Inspektorat Jenderal KKP
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
PPSEKP
DJPT Sub Direktorat KAPI
dan Setjend KP
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Biro Perencanaan
Sektetariat Jenderal KP
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
sehingga diperlukan upaya untuk membangun
kemandirian bahan baku dan teknologi
fukosantin. Adapun standar rumput laut coklat
segar sebagai bahan baku fukosantin dijabarkan
dalam SNI. SNI dapat berfungsi sebagai acuan
mutu dan penanganan rumput laut coklat
sebagai bahan baku yang layak untuk produksi
fukosantin dan berfungsi sebagai acuan dalam
upaya pembudidayaannya
Kajian Dampak Sosial Ekonomi Pelarangan
Pengoprasian Alat Penangkap Ikan (API)
Cantrang di Wilayah Provinsi Jawa Tengah
Perhitungan Indeks Kesejahteraan Masyarakat
Kelautan dan Perikanan dan Proyeksi 20152019
Proyeksi Produksi Perikanan Tangkap,
Perikanan Budidaya, dan Pengolahan Hasil
Perikanan Sampai Tahun 2015
PPSEKP
PPSEKP
Kajian Sosial Ekonomi Terhadap Rencana
Pembangunan GIant Sea Wall
PPSEKP
Buku Mewujudkan Maluku Sebagai Lumbung
Ikan Nasional
PPSEKP
Biro Perencanaan
Sektetariat Jenderal KP
Fakultas Ekologi Manusia
IPB
Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan Universitas
Pattimura
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 39
NO
JUDUL BAHAN
KEBIJAKAN
Transportasi Laut
Melalui Pendekatan
Distribusi
10
d)
Indeks Resistensi
Wilayah dan Kelayakan
Inovasi Teknologi
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
STAKEHOLDER
PENGGUNA BAHAN
KEBIJAKAN
BUKTI DOKUMEN
PPSEKP
UPT Pengembangan
Budidaya dan Penagkapan
Ikan Dinas KP dan
Peternakan Kabupaten
Gresik
Scan Surat Resmi Pernyataan Pemanfaatan
Rekomendasi Hasil Penelitian
Kajian Indeks Resistensi Wilayah dan Kelayakan
Inovasi Teknologi
IK 4 : Indeks efektifitas kebijakan pemerintah
KEBIJAKAN TEKNOLOGI
RILIS
REKOMTEK
EKT (Efektivitas Kebijakan Teknologi)
BUKTI DOKUMEN
e)
SATKER
PELAKSANA
:
:
:
:
SKOR TERTIMBANG
65.15
65.66
65.41
Target
RATA-RATA NASIONAL
INDEKS TERTIMBANG
5.89
6.15
6.02
SCAN LAPORAN KEGIATAN, FORMAT KEBIJAKAN, DLL
IK 5 : Jumlah rekomendasi dan masukan kebijakan KP
No.
1
2
3
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
Analisis Kebijakan Penyediaan Benih Unggul
untuk Pengembangan Perikanan Budidaya
Analisis Kebijakan Pengembangan Ikan
Lokal Prospektif sebagai Kandidat Ikan
Budidaya
Analisis Dampak Kebijakan Peningkatan
Produktivitas Udang dalam Rangka
Realisasi
%
:
:
:
6,50
6,02
92,60
KATEGORI EFEKTIVITAS
Cukup Efektif
Cukup Efektif
Cukup Efektif
Target
Realisasi
%
:
:
:
51
51
100,00
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
Rekomendasi untuk penyediaan benih unggul untuk pengembangan perikanan
budidaya
P4
Laporan akhir kegiatan
output
Kebijakan peningkatan daya saing udang yang akan berdampak positif terhadap
peningkatan produktivitas di tingkat nasional
P4
Laporan akhir kegiatan
output
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
Rekomendasi untuk pengembangan ikan lokal prospektif sebagai kandidat ikan
budidaya
P4
Laporan akhir kegiatan
output
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 40
No.
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
Mendorong Ekspor Komoditas Perikanan
Analisis Kebijakan Pengembangan
Perbenihan Nila Unggul Srikandi Melalui
Peningkatan Efisiensi UPR
Analisis Kebijakan Emergency Disease pada
Budidaya Udang
Analisis Kebijakan Potensi Pengembangan
Budidaya Kekerangan Indonesia
Analisis Kebijakan Pengembangan Budidaya
Laut di Pulau-Pulau Terdepan Indonesia
Kajian Identifikasi Potensi Pengembangan
Marikultur di Pulau Rote, NTT
Kajian Identifikasi Potensi Pengembangan
Marikultur di Pulau Morotai, Maluku Utara
Kajian Identifikasi Potensi Pengembangan
Marikultur di Pulau Tual, Maluku
Kajian Identifikasi Potensi Pengembangan
Marikultur di Pulau Biak, Papua
Kajian Identifikasi Potensi Pengembangan
Marikultur di Nunukan, Kalimantan Utara
Kajian Kebijakan Penyerasian dan Analisis
Stock Assessment / Komisi Nasional
Pengkajian Stok Sumber Daya Ikan
Kajian Kebijakan Pengelolaan dan Dinamika
Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelagis Kecil
dan Demersal di WPP 571 dan WPP 711
Kajian Kebijakan Pemanfaatan Sumber Daya
Ikan Tuna Berkelanjutan di Sekitar Rumpon
Laut Dalam di Perairan Samudera Hindia
Jejak Karbon Perikanan Tuna Cakalang
Tongkol di WPP 572 dan 573
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
Tehnik produksi benih nila unggul berbasis kemitraan dengan UPR yg diharapkan
akan mempercepat distribusi benih unggul guna mendukung industrialisasi
perikanan.
P4
Laporan akhir kegiatan
output
Rekomendasi kebijakan pengembangan budidaya kekerangan di Indonesia
P4
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
Rekomendasi kebijakan penyakit emergensi pada budidaya udang
Rekomendasi kebijakan dan tersusunnya langkah-langkah strategis pengembangan
budidaya laut di daerah terdepan Indonesia, yang meliputi aspek (1) perencanaan
(meliputi kesesuaian dan potensi lahan), (2) pelaksanaan budidaya (meliputi input
dalam sistem budidaya), dan (3) pasca panen (meliputi transportasi, pengolahan, dan
pemasaran ke konsumen)
P4
Rekomendasi dan masukan kebijakan kajian potensi marikultur
P4
Rekomendasi dan masukan kebijakan kajian potensi marikultur
P4
Rekomendasi dan masukan kebijakan kajian potensi marikultur
Rekomendasi dan masukan kebijakan kajian potensi marikultur
Rekomendasi dan masukan kebijakan kajian potensi marikultur
Menghasilkan rekomendasi Kajian Kebijakan Penyerasian dan Analisis Stock
Assessment / Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumber Daya Ikan
Menghasilkan rekomendasi Kajian Kebijakan Pengelolaan dan Dinamika
Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelagis Kecil dan Demersal di WPP 571 dan WPP 711
Menghasilkan rekomendasi Kajian Kebijakan Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Tuna
Berkelanjutan di Sekitar Rumpon Laut Dalam di Perairan Samudera Hindia
Menghasilkan rekomendasi Jejak Karbon Perikanan Tuna Cakalang Tongkol di WPP
572 dan 573
Sustainable Management of Highly Migratory Fish Stock in the West Pacifik and East Asian Seas
Developing Research Capacity for Management of Indonesia-s Pelagic Fisheries Resources
Enabling Enforcement Through Improved Use of Monitoring Information to Support Surveillance
Sintesis Pemanfaatan untuk
Keberlanjutan Sumberdaya Ikan
di Paparan Banjir Wilayah
Pantai Timur Sumatera
Sintesis Tekanan Ekologis dan
Penangkapan Terhadap SDI
Estuari Sungai Mahakam
Kajian mengenai efektifitas
implementasi kebijakan
konservasi hiu dan mamalia
laut (WPP573)
Kajian Pengaruh Variabilitas
P4
Menghasilkan rekomendasi Sintesis Pemanfaatan untuk Keberlanjutan Sumberdaya Ikan di
Paparan Banjir Wilayah Pantai Timur Sumatera
Menghasilkan rekomendasi Sintesis Tekanan Ekologis dan Penangkapan Terhadap SDI Estuari
Sungai Mahakam
Menghasilkan rekomendasi Kajian mengenai efektifitas implementasi kebijakan konservasi hiu
dan mamalia laut
Menghasilkan rekomendasi Kajian Pengaruh Variabilitas Iklim dan Dampak Potensial Perubahan
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan ringkas
kegiatan
Laporan ringkas
kegiatan
Laporan ringkas
kegiatan
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
output
Laporan akhir kegiatan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 41
No.
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
Iklim dan Dampak Potensial
Perubahan Iklim Terhadap SDI
dan Perikanan Pelagis Kecil di
WPP 713 dan Selat Bali
1
Analisis Karakteristik Dimensi
Ekologi untuk menunjang
pengelolaan Pulau-Pulau Kecil
terluar di Nunukan
2
Perencanaan dan Daya Dukung
Wilayah Pesisir Berbasis
Budidaya Laut di Pulau Lombok,
Nusa Tenggara Barat
3
Model Tata Kelola Tambak
Garam Rakyat
4
Kajian Daya Dukung
Sumberdaya Laut untuk
Perencanaan Kawasan
Budidaya Laut di Perairan Teluk
Saleh
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
SATKER
PELAKSANA
Iklim Terhadap SDI dan Perikanan Pelagis Kecil di WPP 713 dan Selat Bali
Rekomendasi Perairan Nunukan sangat sesuai untuk area budidaya rumput laut khususnya untuk
jenis Eucheuma sp., karena Distribusi nitrat dan logam berat masih dalam batas yang bisa ditoleransi oleh lingkungan; Kecepatan arus 20 – 40 meter/menit, bahkan sampai berkisar 50
cm/dt; Pada waktu surut yang masih digenangi air sedalam 30 – 60 cm; pH antara 7,3 – 8,2; Suhu
air laut berkisar antara 27 – 300C; Salinitas antara 30 – 37 permil, denga salinitas optimum 33
permil; Sebaran indeks vegetasi pada tahun 2016 menunjukkan data kepadatan vegetasi
mangrove yang sangat rendah.
Hasil dari analisis dari daya dukung lingkungan di lokasi penelitian Sekotong, Lombok masih
memiliki kondisi perairan yang baik untuk dikembangkan menjadi daerah budidaya;
Aktivitas budidaya laut belum melampaui kapasitasnya namun pemanfaatan sumber daya yang
ada belum optimal, sehingga perlu adanya pengembangan aktivitas budidaya laut dengan tetap
memperhatikan batasannya;
Diperlukan adanya kebijakan ataupun guideline terkait pengembangan aktivitas budidaya laut.
terutama terkait batasan-batasan sejauh mana pengembangan budidaya laut dapat dilakukan oleh
perusahaan maupun kelompok masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan budidaya
laut tetap dapat terlaksana, namun dapat diawasi dan dikontrol agar tidak melebihi kapasitas yang
ada;
Rencana pembangunan pelabuhan baru perlu perencanaan yang lebih lanjut begitu pula dengan
pengembangan aktifitas pariwisata mengingat pengaruhnya nanti yang akan mengurangi daya
dukung di daerah tersebut. Pembangunan diusahakan dapat dilakukan dengan tetap
mempertimbangkan keberlanjutan.
Pemilik tambak dapat menerima dan mudah memahami konsep penerapan desain layout tambak
meskipun terdapat beberapa informasi yang menurut mereka baru diketahui maupun beberapa
aspek yang sudah lama dikenal/diketahui namun tidak dipahami maksud atau alasannya;
Proses produksi garam menggunakan model yang telah dikaji optimasinya tersebut dapat
menghasilkan lebih dari 120 ton per hektar per musim (3,5-4 bulan) dengan kualitas K1. Sehingga
pendapatan per musim dari 1 hektar tambak tidak kurang dari 72 juta jika harga perkilo Rp 600,-.
Model ini dapat menghindarkan petambak mem-fungsikan kolam kristalisasi sebagai condenser
sehingga kualitas garam meningkat karena ikutan pengotor (impurities) gypsum jauh berkurang.
Penerapan model ini akan diperkuat dengan menghitung masukan (intake) debit ideal air tua yang
dikombinasi dengan laju evaporasi air di setiap tahapan proses, sehingga diharapkan dapat
ditentukan pola pengaturan debit air tua yang akan membuat sistem bekerja dengan sendirinya.
Hasil analisis spasial terhadap kesesuaian kawasan untuk budidaya laut di Perairan Kab. Dompu
berhasil ditentukan kawasan yang sesuai untuk budidaya rumput laut dengan luas sekitar 72.515
Ha atau 99,49 % dan kawasan yang sesuai untuk KJA dengan luas sekitar 72.831 Ha atau 99,93%
dari luas total wilayah kawasan pengembangan;
Hasil pengukuran kualitas air yang dilakukan di lokasi penelitian, menunjukan terdapat beberapa
parameter yang masih melebihi baku mutu untuk budidaya laut seperti nilai fosfat dan nitrat.
Kondisi tersebut diduga akibat dari aktivitas perekonomian oleh masyarakat sekitar yang
menghasilkan limbah ke perairan, yang dibuktikan dengan nilai parameter tersebut diatas baku
mutu di stasiun penelitian yang berlokasi dekat dengan muara sungai;
Kondisi ekosistem pesisir meliputi mangrove, lamun dan terumbu karang berada pada kondisi
cukup baik dengan indeks keseragaman mangrove bernilai 0.68 berarti keseragaman sedang dan
ditemukan dua spesies mangrove yaitu rhizophora stylosa dan rhizophora apiculata. Indeks
keseragaman lamun bernilai 0.82 yang berarti keseragaman tinggi dan ekosistem berada dalam
kondisi stabil serta ditemukan tiga spesies lamun yaitu enhalus acroides, cymodocea rotundata,
dan halodule ovalis. Indeks keseragaman terumbu karang sebesar 3.44 yang berarti keseragaman
BUKTI DOKUMEN
output
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 42
No.
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
tinggi dan kondisi ekosistem yang stabil serta ditemukan enam lifeform yaitu coral massive, coral
submassiv, coral folios, acropora branching, coral encrusting, dan coral mushroom di lokasi
penelitian;
Hasil pendugaan daya dukung budidaya KJA dapat diketahui bahwa daya dukung perairan untuk
KJA dengan komoditas ikan kerapu adalah sebesar 9,9 – 16,68 ton ikan. Apabila 1 keramba diisi
dengan 200 ekor ikan maka keramba yang dapat dibangun sebanyak 50 – 84 buah keramba; Hasil
pendugaan daya dukung budidaya Rumput Laut untuk nilai produksi pada unsur N relative tinggi
0.7 ton/th, dengan masa panen selama 7 kali, dengan penggunaan unit long line sebanyak 3 unit,
melalui luas ruang perairan 0.4 ha;Hasil kesimpulan ini sebagai rekomendasi tahap awal dan
acuan dalam pertimbangan pengambilan kebijakan pengelolaan kelautan dan perikanan di
Kabupaten Dompu dan perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan.
5
Analisis Potensi Ekosistem
Pesisir di Teluk Bone
6
Kajian Potensi Pencemaran Laut
di Perairan Pulau Bintan
7
8
Optimallisasi kajian teknologi
spray dryer untuk pengeringan
magnesium hidroksida
Kajian Potensi Sumber Daya
Arkeologi Maritim di Perairan
Pulau Laut, Natuna
Laju Perubahan Luas tutupan mangrove pada zona selatan pada periode tahun 1989 ke 2016,
cukup signifikan yaitu mencapai 3.62 Ha/thn; Dari kondisi fisik, kerusakan terumbu karang terjadi
akibat tindakan DF (bom dan bius ) dan sedimentasi; Laju perubahan penutupan karang berkisar
2.91 Ha/Tahun; Melakukan manajemen limbah dengan menekan masukan limbah antropogenik ke
perairan sebesar 10%. Daya dukung perairan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan
pngembangan budidaya rumput laut; Untuk mengetahui fluktuasi optimum biocapacity dengan
skenario pengelolaan menekan limbah 10% akan menghasilkan biocapacity perairan yang paling
tinggi;
Melakukan koordinasi dan diskusi dengan Sampel Tar Minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1
diindikasikan adalah berasal dari crude oil.
Sampel Tar Minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 menunjukkan kesamaan karakteristik dan
genetik asal batuan sumber.
Kromatogram GC memberikan indikasi bahwa material organik pembentuk minyak diendapkan di
lingkungan anoksik – suboksik.
Biomarker sterana m/z 217 dari GCMS menunjukkan bahwa kontribusi bahan organik yang
terkandung pada minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 berasal dari ganggang (algae) yang
diendapkan pada lingkungan lakustrin dengan kondisi anoksik.
Distribusi Biomarker triterpana m/z 191 dari GCMS menunjukkan tidak adanya kontribusi
tumbuhan darat dan dengan adanya kelimpahan Gamacerana mengindikasikan bahwa senyawa
asal pembentuk minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 diendapkan di lingkungan lakustrin.
Paramater kematangan termal dari fraksi saturat menunjukkan bahwa minyak Mapur-3, Mapur-4
dan Sebong-1 mempunyai tingkat kematangan yang cukup tinggi.
Jika pemerintah Indonesia memang berkomitmen dalam mewujudkan tujuan penelitian ini,
dimana Indonesia sanggup memproduksi garam magnesium sendiri dalam memenuhi kebutuhan
farmasi dalam negeri. Niscaya perekonomian Indonesia akan meningkat terutama masyarakat
pesisir pantai khususnya para kelompok petani tambak garam. Hal ini dikarenakan memiliki 2
produk yang dapat dijual, yang pertama adalah garam konsumsi (NaCl) yang diperoleh melalui
proses pengeringan tradisional dan yang kedua adalah garam magnesium [Mg(OH)2] dengan
mengolah air limbah pembuatan garam menggunakan teknologi modern;
Melalui spray dryer proses pengeringan garam magnesium akan lebih cepat dan hasil produksi
lebih banyak. Memang teknologi spray dryer membutuhkan biaya yang begitu besar, akan tetapi
harga jual garam magnesium yang begitu besar jika dibandingkan dengan harga garam konsumsi.
Terdapat 3 lokasi di Kawasan Perairan Pulau Laut, Natuna yang merupakan wilayah terdepan
NKRI berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemanfaatan sumberdaya arkeologi
maritim berkelanjutan yang dipadu dengan keindahan ekosistem bawah lautnya dalam kerangka
konsep Taman Bawah Laut Eko-Arkeologi (Marine Eco-Archaeological Park).
Lokasi tersebut adalah Kawasan Perairan Karang Panjang ( 20 ), Karang Kie (16) dan Kawasan
Perairan Pulau Sekatung (15), sementara itu satu lokasi yaitu lokasi kapal kayu masih belum dapat
di analisis dikarenakan tidak cukupnya data pendukung
Konsep ini diusulkan dapat berjalan selaras dengan rencana pengembangan wilayah Natuna oleh
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 43
No.
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
KKP dan Presiden RI.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang) yang siap
digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline) oseanografi serta ekosistem
laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks kondisi terumbu
karang, dan keanekaragaman hayati.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang) yang siap
digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline) oseanografi serta ekosistem
laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks kondisi terumbu
karang, dan keanekaragaman hayati.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70 peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang) yang siap
digunakan oleh para pengguna terkait dengan data dasar (baseline) oseanografi serta ekosistem
laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan grafik adalah suhu, salinitas, arus laut, oksigen
terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat, silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks kondisi terumbu
karang, dan keanekaragaman hayati
Suhu permukaan laut di perairan selatan jawa pada kurun waktu Agustus – Oktober 2016
cenderung mengalami kenaikan;
Suhu permukaan laut tidak berbeda jauh dengan suhu udara bulanan yang tercatat pada kurun
waktu yang sama;
Kecepatan pergerakan arus pada kurun waktu Agustus – Oktober mengalami penurunan dengan
arah arus dari Tenggara menuju Barat Laut.
Keberadaan hutan mangrove (topografi/batimetri dan tegakan pohon) mereduksi secara
signifikan energi gelombang datang (lebih dari 50%) mengurangi ongkos konstruksi tanggul
beton di belakangnya;
Keberadaan pulau reklamasi akan mengubah karakteristik perairan hutan mangrove Angke;
Kondisi lingkungan perairan di sekitar hutan mangrove harus diperbaiki untuk menjamin
keberlangsungan konsep “tanggul hijau”
Rekomendasi Pokja Reklamasi Teluk Jakarta;
Kerjasama penelitian terjalin Judul: Investigasi pengurangan dampak kerusakan pantai dengan
hutan bakau melalui pemodelan numerik, Mitra: Telkom University Bandung (hingga 2018).
9
Penyusunan Basis data Laut dan
Pesisir di Tanimbar
10
Penyusunan Basis data Laut dan
Pesisir di Biak
11
Penyusunan Basis data Laut dan
Pesisir di Rote
12
Kajian Interaksi Laut Atmosfer
terhadap Karakteristik
Hidrodinamika Perairan Selatan
Jawa untuk Sistem Informasi di
Sentra Nelayan
13
Kajian Dampak Pengembangan
NCICD pada Desain Hijau
Tanggul Laut Jakarta
14
Analisis Kebijakan dan Kajian Khusus Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Pesisir
1
Analisis Kebijakan
Pengembangan Industri
Pengolahan Hasil Perikanan
2
Zonasi berbasis cemaran logam
berat dan marine biotoxine
(racun cemaran laut) di
perairan Teluk Jakarta
Implementasi Good Manufacturing Process (GMP), Good Handling Practice (GHP) dan sistem rantai
dingin mulai dari penangkapan sampai dengan jalur distribusi.
1 Kandungan nutrien perairan (nitrit, amonia, fosfat), sebagian besar sungai di kawasan Jabotabek
yang bermuara di Teluk Jakarta telah melebih ambang batas yang diijinkan (PP RI No.82/2001
tentang Pengelolaah Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air), yaitu sungai Dadap, Angke,
Pluit, Marunda, Cilincing, Ciliwung, Bekasi. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring secara
berkala dan berkelanjutan tentang nutrien perairan sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta. Hal ini
bertujuan untuk mengurangi tingkat masukan nutrien dari daratan yang terakumulasi di perairan
Teluk Jakarta dan dapat mendorong terjadinya blooming spesies fitoplankton penyebab red tide
dan penghasil toksin Harmfull Algae Bloom (HAB).
2 Pada penelitian ini, jenis plankton penghasil saksitoksin ditemukan di perairan Cilincing dan
Kalibaru (lokasi budidaya kerang hijau) yaitu Alexandrium dan Gymnodinium. Sementara itu
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
SCAN LAPORAN AKHIR
P3SDLP
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 44
No.
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
beberapa jenis dinoflagelata penyebab red tide yang ditemukan adalah Ceratium, Prorocentrum,
Protoperidinium dan Gonyaulax. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi terjadinya blooming
plankton penghasil saksitoksin di lokasi budidaya kerang hijau cukup tinggi sehingga perlu
dilakukan pemantauan dan pengendalian secara berkala dan berkelanjutan terhadap kelimpahan
spesies fitoplankton penghasil saksitoksin terutama area budidaya kerang hijau Cilincing dan
Kalibaru. Selain itu kelimpahan fitoplankton penyebab red tide yang cukup tinggi pada beberapa
lokasi penelitian diperlukan penyusunan zona pengelolaan kegiatan perikanan budidaya di
perairan Teluk Jakarta agar dampak ekonomi akibat red tide dapat dikurangi.
3 Tingkat cemaran logam berat dari sungai yang bermuara di Teluk Jakarta mengindikasikan
tingginya tingkat cemaran logam berat di perairan tersebut, termasuk biotanya. Pengendalian
tingkat cemaran logam berat sebaiknya dilakukan secara integratif melibatkan berbagai pihak dari
hulu ke hilir, termasuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuangan
limbah ke sungai. Selain itu ditemukan bahwa tingkat pencemaran logam berat yang tinggi
terdapat di teluk dekat area sungai sehingga kegiatan budidaya kerang hijau tidak dilakukan di
area tersebut.
3
Kajian risiko Vibrio
parahaemolyticus pada udang
4
Keamanan Lingkungan Perairan
Dari Cemaran Logam Berbahaya
dan Biotoksin Di Perairan
Sidoarjo dan sekitarnya
1 Menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Good Handling Practice (GHP) saat panen
dan pasca panen.
2 Perlu dilakukan perbaikan sarana dan prasarana di tambak, terutama pada tempat panen udang
dan sortasi yang kurang memadai terutama pada rantai pasok tipe 1 (tambak-sortir ditambak-UPI
penerimaan bahan baku-UPI pengupasan udang-UPI produk akhir).
3 Implementasi sanitasi dan higiene terhadap semua sarana dan prasarana serta tenaga pengolah
yang melakukan proses pengolahan udang beku di sepanjang rantai pasok terutama di tambak,
suplier pemasok udang ke UPI, UPI penerimaan bahan baku dan UPI tahap kupas terutama di
rantai pasok tipe 1 harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Upaya ini diharapkan dapat
mengurangi peluang cemaran mikrobiologi seperti V. parahaemolyticus.
4 Diperlukan edukasi bagi pelaku usaha di semua tahap rantai pasok terutama di tambak, suplier
pemasok udang ke UPI, UPI penerimaan bahan baku hingga UPI di tahap pengupasan udang untuk
mempertahankan mutu dan keamanan produk.
5 Penerapan sistem rantai dingin mulai dari panen udang di tambak dan di sepanjang distribusi
udang ke UPI harus dilakukan. Apabila tidak dilakukan akan memperbesar peluang cemaran V.
parahaemolyticus pada produk akhir.
1 Secara umum kondisi perairan Sidoarjo masih layak untuk usaha perikanan. Di beberapa titik
lokasi pengamatan telah terjadi penurunan kualitas air, misalnya, kandungan amonia sudah sangat
tinggi hingga melewati ambang batas yang ditetapkan dalam baku mutu air laut. Sebanyak 13 dari
38 titik pengambilan sampel memiliki kadar amonia yang melewati ambang batas. Di samping itu
total padatan tersuspensi di perairan Sidoarjo juga tergolong tinggi. Semua titik memiliki total
padatan tersuspensi jauh di atas ambang batas yang dipersyaratkan. Hal ini kemungkinan karena
adanya penambahan lumpur dari Sungai Sidoarjo yang meningkatkan laju sedimentasi di perairan
laut sekitarnya. Untuk itu perlu dilakukan perhatian khusus terhadap kasus sedimentasi perairan
dan penurunan kualitas perairan di sekitar Teluk Sidoarjo yang diakibatkan oleh penambahan
lumpur dari Sungai Sidoarjo.
2 Wilayah perairan Teluk Sidoarjo tidak aman dari cemaran logam berat. Cemaran logam berat
yang tinggi terjadi di sekitar pantai Kenjeran yang merupakan wilayah untuk kegiatan perikanan,
baik budidaya maupun penangkapan. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dilakukan
penyusunan tata ruang dan zonasi pengelolaan kawasan di Teluk Sidoarjo berdasarkan hasil
monitoring dengan mengacu pada hasil kajian pencemaran logam berat yang dilakukan oleh
P3DSPBKP. Selain itu perlu adanya monitoring secara periodik terhadap lingkungan terkait
cemaran kimia logam berat di Teluk Sidoarjo untuk memastikan terjaminnya keamanan pangan
produk perikanan yang diambil dan dibudidayakan di Teluk Sidoarjo.
3 Sebaran fitoplankton penghasil alga berbahaya di perairan Sidoarjo masih dalam tahap aman.
Akan tetapi kasus cemaran biotoksin di perairan Teluk Sidoarjo akibat alga berbahaya masih
mungkin terjadi terutama di perairan Ujung Pangkah (Gresik) yang banyak terdapat budidaya
kerang hijau. Pada lokasi tersebut kelimpahan fitoplankton Alexandrium sp. cukup tinggi sehingga
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 45
No.
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
5
Prevalensi Kandungan Histamin
Pada Produk Tuna Tangkapan
Nelayan Kecil Ambon
6
Kajian Risiko Salmonella pada
Tuna Tangkapan Nelayan Kecil
Ambon
1
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
2
3
4
5
6
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
Analisis Kebijakan Kelautan dan
Perikanan
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
diperlukan monitoring dan pengendalian secara periodik dan terterintegrasi di lokasi tersebut
dengan mengacu pada hasil Kajian P3DSPBKP.
1 Persyaratan penggunaan sarana dan prasarana (alat, bahan, teknologi) perlu dibakukan.
2 Penerapan SOP di setiap titik penanganan ikan.
3 Perlu adanya inisiasi regulasi yang mengatur aktifitas di nelayan, pos pendaratan, dan miniplant,
terutama dalam mengimplementasikan GHP dan GMP.
4 Penyuluhan terkait penangkapan sampai dengan pengolahan ikan perlu dilakukan, dengan
pemantauan berkala.
5 Jaminan rantai dingin dari sejak ikan ditangkap sampai ikan diolah dan didistribusikan dengan
perbaikan palka dan sarana pengolahan.
6 Menjaga kemunduran produk melalui sistem rantai dingin yang baik untuk mencegah
pembentukan biogenik amin termasuk histamin.
7 Penanganan tuna loin di atas kapal tidak disarankan.
1 Kegiatan pengolahan loin di atas kapal tidak direkomendasikan, karena berpeluang terjadi
pencemaran bakteri dan juga penurunan mutu.
2 Jika kapal nelayan tidak memungkinkan menampung tuna utuh, dapat disediakan kapal dengan
kapasitas cukup besar dengan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat yang bertindak
sebagai kapal pengumpul hasil tangkapan nelayan.
3 Perlu perbaikan pada kapal nelayan, baik dari sisi kapasitas maupun sarana dan prasarana di
atas kapal. Dibutuhkan kapal yang dapat menampung tuna dalam bentuk utuh.
4 Penerapan sistim rantai dingin terutama saat ikan ditangkap hingga didaratkan wajib dilakukan
karena praktek yang ada saat ini adalah suhu ikan berada >10oC. Ketersediaan es yang kontinyu
dalam jumlah cukup harus dijamin.
5 Sistim rantai pasok loin tuna diupayakan sesingkat mungkin. Hal ini berdampak pada mutu dan
keamanan tuna tetap terjaga dan mempertahankan stabilitas harga.
6 Perlu adanya edukasi yang lebih sistimatis dan konsisten mengenai jaminan mutu dan keamanan
pangan serta GHP bagi pemangku kepentingan di sepanjang rantai pasok, terutama kepada
nelayan dan pengumpul di pos pendaratan.
7 Peran penyuluh dalam menyampaikan cara penanganan ikan yan baik di sepanjang rantai pasok
kepada nelayan, pos pendaratan (pengumpul) dan suplier harus rutin dilakukan.
8 Perlu adanya inisiasi regulasi yang mengatur aktifitas di nelayan, pos pendaratan, dan miniplant,
terutama dalam mengimplementasikan GHP dan GMP.
9 Perlu koordinasi melalui pertemuan bersama secara periodik antara nelayan, pengumpul,
suplier, dan UPI dengan melibatkan BKIPM, DJPDS, dan DJPT untuk membahas masalah yang
berkaitan dengan jaminan mutu dan keamanan pangan.
SATKER
PELAKSANA
BUKTI DOKUMEN
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
P3DSPBKP
SCAN LAPORAN
OUTPUT (Pendahuluan,
Metodologi, Opsi
Kebijakan/
Rekomendasi,
Stakeholder, Penutup)
Analisis dan Penghitungan Indeks Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (IKMKP)
Tahun 2015
PPSEKP
Kajian Dampak Sosial Ekonomi Pelarangan Pengoprasian Alat Penangkapan Ikan (API) Cantrang di
Wilayah Jawa Tengah
PPSEKP
Kajian Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Perikanan Terhadap Pelaksanaan Reklamasi Pantai
Utara Jakarta
Kajian Penyusunan Standard Operasional Prosedur (SOP) Perhitungan Dampak Kerugian Dalam
Rangka Penanggulangan Dampak Tumpahan Minyak Terhadap Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan
Kajian Dampak Ekonomi Kebijakan Pemberantasan IUUF Terhadap Perikanan Skipjack Tuna di
Indonesia
Kajian Ketersediaan Ikan Menjelang Hari Lebaran
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 46
No.
7
8
9
10
11
12
f)
NO
1
2
JUDUL BAHAN KEBIJAKAN
SATKER
PELAKSANA
DESKRIPSI BAHAN KEBIJAKAN
KEBIJAKAN, DLL
Kajian Hukum Kelautan dan
Perikanan Terkait Kewajiban
Indonesia Terhadap Ketentuan
Internasional Dalam
Pemanfaatan Sumberdaya
Hayati
Pentingnya Revisi Undang-undang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Sebagai
Payung Hukum Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Indonesia
PPSEKP
Penataan Kelembagaan
Pengelolaan WPP 712 dan 718
Kajian Perlindungan Nelayan Terhadap Keberlanjutan Usaha Perikanan Tangkap
PPSEKP
Penguatan Kelembagaan Pengelola WPP 712 dan 718
PPSEKP
Pengaturan Sosial Ekonomi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Kawasan Konservasi
PPSEKP
Valuasi Ekonomi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Lokasi Rehabilitasi dan Wisata Bahari
PPSEKP
Kajian Perlindungan Nelayan
Terhadap Keberlanjutan Usaha
Pengaturan dan Pemanfaatan
Kawasan Konservasi Untuk
Mendukung Keberlanjutan
Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan
Valuasi Ekonomi Sumber Daya
Kelautan dan Perikanan di
Lokasi Rehabilitasi dan Wisata
Bahari
Kepatuhan Pelaku Usaha
Terhadap Kewajiban
Pemenuhan Persyaratan
Ecolabelling Komoditas Udang
dan Tuna di Pasar Internasional
Kesiapan Pelaku Usaha Budidaya Udang di Tarakan Menerapkan Kebijakan Ekolabel Aquaculture
Stewardship Council (ASC)
IK 6 : Jumlah data dan informasi ilmiah KP
JUDUL KEGIATAN
Pendederan puerulus dan
pembesaran lobster pasir
(Panulirus homarus) di
bak beton dan keramba
jaring apung dengan
pakan yang berbeda
Pematangan Gonad
Lobster dengan Pakan
BUKTI DOKUMEN
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
SCAN LAPORAN
KEGIATAN, FORMAT
KEBIJAKAN, DLL
PPSEKP
Target
Realisasi
%
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
Menghasilkan pakan yang efektif dan efisien untuk pendederan puerulus
dan pembesaran lobster pasir di bak beton dan keramba jaring apung
BBPPBL
PDF
Pemeliharaan induk, pematangan gonad dan formulasi pakan
BBPPBL
PDF
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
LOKASI
DATA
INFORMASI
MONEV
MONEV
:
:
:
120
120
100,00
BUKTI
DOKUMEN
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 47
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
Berbeda
3
Pemantauan Insidensi
Penyakit pada Lobster
Panulirus sp. Hasil
Tangkapan di Alam dan
Budidaya
Data dan informasi: jenis-jenis penyakit pada lobster hasil tangkapan
alam dan budidaya
BBPPBL
PDF
4
Formulasi Pakan Untuk
Pendederan Benih
Teripang Pasir
(Holothuria scabra)
Data dan informasi pakan yang sesuai untuk mendukung produksi benih
teripang pasir
BBPPBL
PDF
5
Pemantauan Insidensi
Penyakit Infeksi pada
Tuna Sirip Kuning
Data dan informasi tentang pemantauan insidensi penyakit pada tuna
sirip kuning
BBPPBL
PDF
6
Penyakit pada teripang
pasir, Holothuria scabra
Diperolehnya data tentang agen penyebab luka dan borok pada teripang
pasir, Holothuria scabra, tingkat patogenisitas dan metode
penanggulangannya
BBPPBL
PDF
7
Pengaruh peningkatan
suhu air media penetasan
telur ikan tuna sirip
kuning terhadap daya
tetas
Teknik penetasan telur ikan tuna sirip kuning pada suhu media yang
terbaik
BBPPBL
PDF
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan
lingkungan berupa warna wadah yang dapat memberikan sintasan dan
pertumbuhan terbaik
BBPPBL
PDF
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan
pakan untuk larva
BBPPBL
PDF
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning melalui perbaikan
lingkungan berupa tingkat kepadatan Nannochloropsis sp. yang baik
sebagai peneduh
BBPPBL
PDF
8
9
10
Pemeliharaan larva ikan
tuna sirip kuning dengan
menggunakan warna
wadah pemeliharaan yang
berbeda
Perbedaan waktu awal
pemberian pakan dalam
pemeliharaan larva ikan
tuna sirip kuning
Perbedaan kepadatan
Nannochloropsis sp.
sebagai peneduh dalam
pemeliharaan larva ikan
tuna sirip kuning
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 48
NO
JUDUL KEGIATAN
11
Karakterisasi dan
Pemetaan Limbah
Hatchery Ikan Laut di
Kawasan Peisir Bali Utara
12
Pembenihan dan
Pendederan Ikan Kerapu
Hibrid untuk
Menghasilkan PNBP
13
14
Improving fish health
management and protocols
in marine Finfish
aquaculture in Indonesia
and Australia
Expanding spiny lobster
farming in Indonesia
1
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan Serta
Habitat Sumber Daya,
Potensi Produksi dan
Kapasitas Penangkapan di
WPP 571 (Selat Malaka)
2
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 572
(Samudra Hindia Barat
Sumatera)
3
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 573
(Samudra Hindia Selatan
Jawa)
BUKTI
DOKUMEN
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MONEV
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
12 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
PDF
12 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
PDF
13 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
FORMAT DATA
Karakteristik limbah yang tersebar pada kawasan hatcheri ikan laut,
Model dan perhitungan pengolahan limbah pada kegiatan hatcheri ikan
laut
BBPPBL
PDF
Untuk mendapatkan sintasan hidup larva dan benih yang tinggi sehingga
dapat untuk memenuhi target penerimaan PNBP
BBPPBL
PDF
Mengidentifikasi penyakit infeksi yang mempengaruhi kesehatan ikan
dan produksinya. Selain itu untuk mengurangi dampak penyakit utama
dengan mengembangkan strategi pengendalian dan manajemen
kesehatan ikan yang baik
BBPPBL dan
ACIAR
PDF
Formulasi pakan untuk pendederan dan pembesaran, teknik tranportasi
benih
BBPPBL dan
ACIAR
PDF
BPPL
PDF
BPPL
BPPL
1. Fluktuasi kelimpahan (hasil tangkapan per unit upaya), musim dan
komposisi jenis ikan yang didaratkan 2. Komposisi ukuran, parameter
populasi, biologi reproduksi, recruitment, parameter dan dugaan
pemijahan 3. Struktur populasi, dugaan unit stok, sebaran geografis unit
stok 4. Aspek pemanfaatan (alat tangkap, alat bantu, taktik dan strategi
penangkapan, struktur armada, daerah dan musim penangkapan),
potensi produksi, tingkat pemanfaatan dan kapasitas penangkapan 5.
Rekomendasi pemanfaatan secara berkelanjutan dan bertanggung
jawab.
Tersedianya data dan informasi mengenai: a. Nilai potensi sumberdaya
ikan di WPP 572 b. Komposisi jenis dan ukuran ikan/udang, c. Laju
tangkap menurut daerah penangkapan, d. Lokasi daerah penangkapan,
e. Parameter populasi dan pola rekrutmen, f. Gambaran lifehistory (isi
lambung dan reproduksi), g. Aspek pemanfaatan (alat tangkap dan alat
bantu penangkapan, metode penangkapan, struktur armada, daerah dan
musim penangkapan, serta CPUE menurut alat tangkap), h. Parameter
fisik, kimiawi dan biologi perairan dari habitat ikan di perairan WPP 572
Terhimpunnya data dan informasi tentang sumberdaya ikan di perairan
WPP 573 (Samudera Hindia Selatan Jawa) yang meliputi : a. Aspek
pemanfaatan sumber daya ikan demersal, pelagis besar, pelagis kecil dan
udang krustase b. Aspek biologi dan dinamika populasi c. Aspek
penangkapan yang mencakup komposisi hasil tangkapan, laju tangkap,
daerah tangkapan, musim pemijahan, operasional penangkapan (armada
dan alat tangkap) d. Kondisi lingkungan perairan kaitannya dengan
keberadaan stok.
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
1. Yasmina
Nirmala Asih,
M.App.Sc.
2. Prima Devi
Hardikawati,
A.Md.
LOKASI
DATA
INFORMASI
SATKER
PELAKSANA
DESKRIPSI OUTPUT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 49
NO
4
5
JUDUL KEGIATAN
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan Serta
Habitat Sumber Daya,
Potensi Produksi dan
Kapasitas
Penangkapannya di WPP
711 (Laut Tiongkok
Selatan)
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 712 (Laut
Jawa)
6
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 713 (Selat
Makassar)
7
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 714 (Laut
Banda dan Teluk Tolo)
8
9
10
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 715 (Teluk
Tomini)
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 716 Laut
Sulawesi
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 717 Teluk
DESKRIPSI OUTPUT
- data dasar tentang potensi tingkat pemanfaatan, kepadatan stok,
biomassa dan potensi penangkapannya - Data tentang aspek-aspek ‘life
history’ (kandungan isi lambung, tingkat kematangan gonad dan
fekunditas) sumberdaya ikan yang dominan dan ekonomis penting Dinamika populasi ikan yang dominan dan ekonomis penting - Potensi,
tingkat pemanfaatan dan upaya optimum - Pola pengelolaan
sumberdaya ikan dan udang penaid secara berkelanjutan
Karakteristik populasi, parameter pertumbuhan, parameter kematian,
tingkat eksploitasi, status stok dan Yield per Recruit (Y/R) - Rata-rata
panjang pertama kali matang gonad (Lm) dan rata-rata panjang
tertangkap (L-50) sebagai dasar penentuan minimum legal size - musim
pemijahan sebagai dasar dalam penentuan clossing season - Musim
penangkapan dan daerah penangkapan - Pola pengelolaan sumberdaya
ikan dan udang penaid secara berkelanjutan
a. Rekomendasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan di WPP
713 b. Data dasar tentang kepadatan stok, biomassa dan potensi
penangkapannya pada saat ini c. Sebaran daerah dan musim
penangkapan d. Potensi lestari, tingkat pemanfaatan, dan upaya
optimum pemanfaatan sumberdaya ikan dan udang e. Data tentang
panjang, fekunditas, kebiasaan makan dan musim pemijahan f. Dinamika
populasi dan hasil tangkapan per rekrut sumberdaya ikan dan udang g.
Status pemanfaatan sumberdaya ikan dan udang. h. Kondisi lingkungan
a. Komposisi jenis dan ukuran ikan/udang, b. Laju tangkap menurut
daerah penangkapan, c. Lokasi daerah penangkapan, d. Parameter
populasi dan pola rekrutmen, e. Gambaran lifehistory (isi lambung dan
reproduksi), f. Aspek pemanfaatan (alat tangkap dan alat bantu
penangkapan, metode penangkapan, struktur armada, daerah dan
musim penangkapan, serta CPUE menurut alat tangkap), g. Parameter
fisik, kimiawi dan biologi perairan dari habitat ikan di perairan Laut
Banda dan Teluk Tolo
Fluktuasi hasil tangkapan, upaya dan komposisi jenis Parameter
populasi, parameter reproduksi (tingkat kematangan, fluktuasi GSI, Lm)
dugaan pemijahan danserta habitat sumberdaya. Data dasar genetik
berupa data keragaman DNA. Status populasi (parameter) dan kondisi
bio-reproduksi saat ini (hasil evaluasi) Distribusi, densitas dan
biomassa sumberdaya ikan. Profil perikanan, produksi, upaya dan
aspek penangkapan lainnya.
a. Rekomendasi pemanfaatan sumberdaya ikan dominan di WPP 716. b.
Komposisi jenis dan ukuran ikan dominan, c. Laju tangkap menurut
daerah penangkapan, d. Lokasi daerah penangkapan, e. Parameter
populasi dan pola rekruitmen, f. Gambaran lifehistory (isi lambung dan
reproduksi), g. Aspek pemanfaatan (alat tangkap dan alat bantu
penangkapan, metode penangkapan, struktur armada, daerah dan
musim penangkapan, serta CPUE menurut alat tangkap), h. Parameter
oseanografi di Laut Sulawesi
a. Rekomendasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan di WPP
717 b. Data dasar tentang kepadatan stok, biomassa dan potensi
penangkapannya c. Sebaran daerah dan musim penangkapan d. Potensi
lestari, tingkat pemanfaatan, dan upaya optimum pemanfaatan
sumberdaya ikan dan udang e. Data tentang panjang, fekunditas,
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
BPPL
PDF
24 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
17 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
10 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
13 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
20 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
8 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
10 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 50
NO
JUDUL KEGIATAN
Cenderawasih dan
Samudra Pasifik
11
12
13
14
15
1
Penelitian Karakteristik
Biologi Perikanan, Habitat
Sumber Daya dan Potensi
Produksi Sumber Daya
Ikan di WPP 718 (Laut
Arafura)
Pengukuran Karakteristik
TS (Target Strength) dan
Formulasi TS-Length Pada
Ikan Indikator Kunci
Untuk Peningkatan
Akurasi Estimasi Stok Ikan
Penggunaan Alat Bantu
Penangkapan Cahaya
Lampu Pada Perikanan
Pelagis Pengaruhnya
Terhadap Hasil
Tangkapan
KAJIAN STOK SUMBER
DAYA IKAN DAN
LINGKUNGAN KHUSUS
TELUK JAKARTA
Inovasi Alat Tangkap Ikan
Terubuk Untuk
Menunjang Upaya
Konservasi
Sumberdaya ikan dan
Lingkungan di Waduk
Pondok dan Widas Jawa
Timur (KPP PUD 431)
2
Kajian tingkat degradasi
dan potensi sumber daya
ikan di Sungai Batanghari,
Jambi (KPP PUD 438)
3
Penelitian Kelimpahan
Stok Dan Bioekologi
Sumberdaya Ikan Di
Estuari Berau, Kalimantan
Timur (KPP PUD 436)
DESKRIPSI OUTPUT
kebiasaan makan dan musim pemijahan f. Dinamika populasi dan hasil
tangkapan per rekrut sumberdaya ikan dan udang g. Status dan optimasi
pemanfaatan sumberdaya ikan dan udang
a.Rekomendasi pemanfaatan sumberdaya ikan dan udang penaeid serta
krustasea lainnya di WPP 718 b. Data dasar tentang kepadatan stok,
biomassa dan potensi penangkapannya c. Sebaran daerah dan musim
penangkapan d. Potensi lestari, tingkat pemanfaatan, dan upaya
optimum pemanfaatan sumberdaya ikan dan udang serta krustasea
lainnya e. Data tentang fekunditas, kebiasaan makan dan musim
pemijahan f. Dinamika populasi dan hasil per rekrut ikan dan udang
serta krutasea lain g. Karakteristik habitat sumberdaya ikan dan udang.
Formulasi hubungan antaranilai TS Akustik dan panjang atau berat ikan
untuk beberapa ikan komersial penting dan dominan bagi peningkatan
akurasi estimasi stok ikan untuk pengelolaan perikanan yang
berkelanjutan
Data dan informasi intensitas dan penyebaran cahaya di udara dan
dalam air untuk beberapa jenis dan input daya lampu , respons tingkah
laku ikan terhadap cahaya, hasil tangkapan (jumlah, jenis, ukuran)
perikanan lampu yang menggunakan lampu berbeda (jenis dan input
daya
Diperolehnya gambaran tentang potensi sebaran dan tingkat tingkat
pemanfaatan sumberdaya ikan, diperolehnya gambaraan tentang aspek
life history ikan jenis ikan dominan dan bernilai ekonomis penting,
diperolehnya gambaran tentang kondisi lingkungan perairan Teluk
Jakarta
Diperolehnya alat tangkap dan cara pengoperasian yang mampu
menangkap ikan terubuk dengan kelulusan hidup yang tinggi untuk
keperluan budidaya
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
BPPL
PDF
10 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
15 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
13 Orang
BPPL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPL
PDF
8 Orang
BPPL
BPPL
PDF
8 Orang
BPPL
a) Data dan informasi tentang kualitas air dan lingkungan; b) Data
biologi beberepa jenis ikan ekonomis penting; c) Data dinamika populasi
beberapa jenis ikan; d) Data dan informasi kegiatan penangkapan ikan
BP3U
Word, Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
Identifikasi sumberdaya ikan, wilayah perlindungan ikan (reservat) dan
lingkungan perairan sebagai dasar untuk pengelolaan sumber daya ikan
dan biota air lainnya di Sungai Batanghari, Provinsi Jambi
BP3U
Word, Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
Data dan informasi mengenai komponen pengelolaan sumberdaya ikan
di estuari Berau, Kalimantan Timur:
a. Gambaran tentang kepadatan stok, struktur komunitas, biologi spesies
dominan, parameter populasi, status sebaran dan musim penangkapan,
dan aspek lingkungan sumber daya ikan
b. Informasi tentang sumberdaya ikan dan kondisi lingkungan sebagai
dasar untuk pengelolaan sumber daya ikan.
c. Diharapkan basis data yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Laporan
Teknis
Kegiatan
Laporan
Teknis
Kegiatan
Laporan
Teknis
Kegiatan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 51
NO
JUDUL KEGIATAN
4
Bioeksplorasi potensi
perikanan Sungai
Membramo Papua
5
Penggunaan Alat Tangkap
Ramah Lingkungan di
DAS Barito (KPP PUD 435)
6
7
8
KARAKTERISTIK
HABITAT, POTENSI, DAN
BIOLOGI IKAN
DI DANAU PANIAI PAPUA
(KPP PUD 412)
KAJIAN STOK SEBAGAI
DASAR UNTUK
PENGELOLAAN
SUMBERDAYA IKAN
DANAU TONDANO
SULAWESI UTARA
(KPP PUD 421)
Penelitian Bioekologi dan
Lingkungan Perikanan
Sidat (Anguilla spp) di
Bengkulu, Lampung dan
Cilacap (KPP PUD 439 dan
432)
9
KAJIAN SUMBERDAYA
PERAIRAN WADUK BATU
BULAN
KABUPATEN SUMBAWA
PROPINSI NTB
1
Penelitian Pengembangan
Kawasan Konservasi
Perikanan di Lombok
Tengah, Nusa Tenggara
Barat
2
Penelitian Kesesuaian
Zonasi di Kawasan
Konservasi Taman
Nasional Laut [TNL] Sawu
DESKRIPSI OUTPUT
untuk konsep pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan di
perairan estuari Sungai Berau, Kalimantan Timur dengan
mempertimbangkan pendekatan ekosistem.
a) Data keragaman hayati ikan dan potensi stok ikan
b) Data dan informasi tentang kualitas air dan lingkungan
c) Data biologi beberapa jenis ikan ekonomis penting
d) Data dinamika populasi beberapa jenis ikan
e) Data dan informasi kegiatan penangkapan ikan.
Data dan informasi aktivitas perikanan tangkap DAS Barito meliputi
nelayan, alat tangkap dan hasil tangkapannya untuk klasifikasi alat
tangkap ramah lingkungan atau tidak ramah lingkungan, kebijakan dann
kearipan lokal pemanfaatan sumberdaya ikan.
Data dan informasi mengenai karakteristik habitat di perairan, potensi
sumber daya ikan di Danau Paniai dan Aspek biologi beberapa jenis ikan
yang dominan tertangkap dan bernilai ekonomis penting, serta
parameter dinamika populasi di Danau Paniai.
a) Data dan informasi tentang kualitas air dan lingkungan perairan
b) Data dan informasi tentang estimasi potensi produksi ikan
c) Data dan informasi tentang biologi ikan
d) Data dan informasi stok ikan
e) Data dan informasi aktivitas perikanan
f). konsep pengelolaan perikanan Danau Tondano
a) Data dan informasi tentang aktivitas perikanan sidat
b) Data dan informasi tentang bioekologi ikan
c) Konsep pengelolaan perikanan sidat
a) Data dan informasi tentang kualitas air dan lingkungan perairan
b) Data dan informasi tentang tingkat kesuburan perairan
c) Data dan informasi tentang estimasi potensi produksi ikan
d) Data dan informasi tentang keragaman jenis ikan, plankton dan
benthos
e) Data dan informasi perikanan tangkap
f). Data dan informasi kesesuaian ikan tebaran
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Rekomendasi rencana pengembangan TWP Bumbang penambahan zona
inti seluas 102,7 ha, serta pengembangan zona inti Teluk Sepi seluas 338
ha dan untuk Teluk Awang telah direkomendasikan sebagai calon zona
inti sebesar 87,1 ha
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Ditemukan jumlah jenis setasea yang ditemukan selama penelitian
sebanyak 11 spesies lumba-lumba dan 7 spesies paus. Lokasi
ditemukannya lumba-lumba pada kedalaman <100 m dengan kisaran
klorofil-a 0.247-0.806 mg/l sedangkan paus pada kedalaman <250 m
dengan kisaran klorofil-a 0.173-0.726 mg/l. Kemunculan paus hanya
terjadi pada beberapa periode pengamatan yaitu bulan September,
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
SATKER
PELAKSANA
LOKASI
DATA
INFORMASI
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
BUKTI
DOKUMEN
Laporan
Teknis
Kegiatan
Laporan
Teknis
Kegiatan
Laporan
Teknis
Kegiatan
Laporan
Teknis
Kegiatan
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
BP3U
Excel dan PDF
Kepala Seksi Tata
Operaional BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Laporan
Teknis
Kegiatan
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Sri Endah
Purnamaningtyas,
A.Pi
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Mujiyanto,
S.St.Pi.M.Si
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP3U
BP3U
Kepala Sub
Seksi
Monitoring
dan Evaluasi
BP3U
Laporan
Teknis
Kegiatan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 52
NO
JUDUL KEGIATAN
3
Penelitian Bahan
Penetapan Status
Perlindungan Jenis Ikan
Napoleon [Cheilinus
undulatus] di Kepulauan
Anambas dan Natuna,
Kepulauan Riau
4
Kajian Hasil Restocking
Lobster dan Penempatan
Terumbu Karang Buatan
[TKB] di Kawasan
Konservasi Indonesia
5
Ecological Related Species
of Rays and Sharks
6
Ecological Assessment
untuk Restocking Belida di
Perairan Provinsi Riau
7
Penelitian Ecological
Related Species untuk
Kima, Bambu Laut dan
Kuda Laut
DESKRIPSI OUTPUT
Oktober dan November.
Bahan dan informasi untuk mendukung penetapan kawasan konservasi
yang teridentifikasi kerentanan, kelangkaan, dan keterancaman
kelestarian sumberdaya ikan dan habitatnya.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Diperoleh lokasi dugaan terjadinya pemijahan ikan napoleon di alam
yaitu di Tj.Datuk, P.Tembuk, Tj.Ikan, Teluk Nipah, Teluk Pau, dan Tj.Sing
dengan dominansi ukuran juvenil tertangkap 2-2.5 inci. Serta waktu
kemunculan larva ikan napoleon pada Oktober-November atau JanuariFebruari. Direkomendasikan adanya pengelolaan waktu penangkapan
serta adanya peraturan 10% juvenil yang tertangkap dari total benih
yang berukuran lebih besar dari 100 mm kembali ke alam.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Laju pertumbuhan lobster terbaik diketahui dari perairan Pangandaran
berkisar 0,05-0,16 mm/hari dengan rata-rata 0,1 mm/hari dengan
pergerakan terjauh mencapai 37.6 Km. Efektifitas perkembangan
percobaan TKB lobster yang didekati dengan menggunakan 8 indikator
menunjukkan hasil bahwa TKB di lokasi Karanggongso, damas (Prigi)
dan Pananjung Timur Pangandaran telah berkembang cukup efektif.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Komposisi jenis hiu dan pari terdiri atas 21 famili dan 70 spesies hiu, 6
famili dan 33 spesies pari dan 1 famili dan 2 spesies hiu hantu
(Chimaera). Sebagian besar hiu yang tertangkap memiliki status yang
hampir terancam hingga langka dengan ukuran hiu yang tertangkap
berada pada umur dewasa dan didominasi oleh jenis kelamin betina
sehingga berisiko tinggi terhadap rekrutmen dan kelestarian hiu
tersebut. Keberadaan ERS pada perikanan hiu dan pari didominasi oleh
jenis demersal. Jenis hiu Appendix II CITES di perairan NTB cenderung
memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibandingkan jenis pari.
Keberadaan hiu paus (Rhincodon typus) di pantai Botu Barani, Bone
Bolango diduga terkait aktivitas ruayanya yang dipengaruhi oleh
ketersediaan makanan dan fenomena oseanografi.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Biomassa stok ikan di Sungai Kampar berkisar antara 30-170 kg/ha
dengan total potensi produksi ikan sebesar 485 ton/th. Rasio Potensi
Pemijahan (Spawning Potential Ratio/SPR), ikan belida sudah berada
pada tingkat prosentase yang rendah (15%) dengan laju eksploitasi (E)
sebesar 0,66 (over exploitation) dan kelestarian populasinya terancam
karena rekrutmennya terbatas/terganggu. Di Sungai Kampar Kanan,
sebanyak 15 lebung dapat dikembangkan sebagai calon kawasan suaka
ikan belida.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Jenis kima yang ditemukan yaitu T.maxima, T.crocea, T.derasa,
T.squamosa, T.gigas dan Hippopus hippopus, dimana jenis yang
ditemukan di daerah maluku utara lebih beragam dengan kelimpahan
mencapai 1-92 ind/500m2. Kelimpahan tertinggi bambu laut diketahui
tertinggi di Maluku Utara 12 - 545 koloni/500m2. Jenis kuda Laut di P.
Bintan : Hippocampus comes, H. spinossisimus, H.hystrix dan H. kuda,
sedangkan di Lampung H.comes dan H. kuda dan di Takalar adalah H.
borbouri. Kelimpahan kuda laut di P. Bintan 11-26 ind/ha, sedangkan di
Takalar 50-200 ind/ha.
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Ir, Amran Ronny
Syam, M.Si
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Danu Wijaya,
S.Pi., M.Si
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Agus Arifin
Sentosa, S.Pi
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Prof. Dr. Endi
Setiadi
Kartamihardja
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Astri Suryandari,
S.Si., M.Si
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 53
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Dr. Didik Wahju
Hendro Tjahjo,
MS.
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Ir. Hendra Satria
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
MS WORD dan PDF
Dr. Joni Haryadi
D., S.Pi., M.Sc
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Kondisi habitat kima dan bambu laut di daerah terumbu karang pada
seluruh lokasi penelitian bervariasi. Lokasi dengan terumbu karang yang
baik terdapat di Maluku Utara.
Bambu laut ditemukan di perairan yang jernih, terlindung dan dominan
ditemukan pada zona reef slope. Parameter oseanografi tidak menjadi
faktor pembatas untuk populasi kuda laut dan tipe habitat kuda laut
bervariasi, tergantung dari kompleksitas habitat hidupnya.
Kelimpahan kima tertinggi ditemukan di Tidore tepatnya perairan P.
Raja dengan total kelimpahan 92 ind/500 m2.
Populasi bambu laut melimpah di Maluku Utara terutama di Maitara
(Tidore Kepulauan) dan Kep. Guraici (Halmahera Selatan) serta di Teluk
Sape (Kab. Bima, NTB).
Kuda laut dapat ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia, tetapi
kelimpahannya sangat bervariasi. Kelimpahan kuda laut tertinggi
terdapat di Tanakeke (Kab. Takalar, Sulawesi Selatan).
Kondisi kelimpahan populasi kima dan bambu laut di alam dipengaruhi
oleh habitat dan tingkat eksploitasi. Penyimpangan dalam pemanfaatan
kuda laut masih berlangsung, salah satunya penjualan kuda laut dalam
kondisi kering.
8
Penelitian Kawasan
Konservasi Induk Udang
[Penaeus monodon] di
Pantai Timur Aceh,
Kabupaten Aceh Timur
9
Penelitian Pengendalian
Spesies Ikan Asing Invasif
[IAS] di Danau Matano
Komplek Danau Malili,
Sulawesi Selatan
10
Kegiatan Crash Program
dan Penguatan Data
IPTEK Konservasi
Sumberdaya Ikan
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Ditemukan beberapa lokasi sumber induk udang windu di empat titik
perairan pesisir Aceh Timur sebanyak 18.400 – 45.100 g/ha (sebelah
timur Simpangulin), 42.900 – 63.750 g/ha (sebelah timur Idicut ), 8.470
– 58.930 g/ha (timur peureulak), dan 9.870 – 34.100 g/ha (timur
Bayeun). Hasil analisa genetik (16srDNA PCR-RFLP) diketahui udang
windu masing-masing lokasi tersebut memiliki karakteristik genetik
dengan tingkat kesamaan diatas 95%.
Laporan Hasil Penelitian, Policy Brief
Keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap sebanyak 21 spesies
dengan perbandingan antara jenis ikan asli dan ikan introduksi sebesar
1:1,1. Ikan lohan telah menyebar di seluruh wilayah area zona litoral
Danau Matano dengan indeks relatif penting sebesar 53,76%. Dari 15
ikan introduksi yang ada di D. Matano diketahui lohan memiliki dampak
(skor 40) dan potensi resiko (skor 14) tertinggi. Teknologi pengendalian
yang direkomendasikan adalah dengan penangkapan menggunakan
mata jaring ukuran 1.5 inchi.
Laporan Hasil Penelitian
Pada tahun 2016, terjadi kejadian diluar kegiatan penelitian yang
membutuhkan repon cepat diantaranya kejadian Kematian Massal Ikan
di Waduk Cirata, Fenomena Paus Pilot Terdampar di Probolinggo,
Kematian Ikan Massal pada Budidaya KJA di D. Maninjau, Kematian Ikan
Secara Massal di D.Toba, dan Pengamatan penyu hasil curian di Sulawesi
tengah. Hasil pengamatan pada kasus terjadinya kematian massal ikan di
beberapa lokasi diketahui penyebab kematian ikan pada umumnya
dikarenakan limbah cemaran unsur hara (Waduk Cirata), fenomena tubo
belerang (D. Maninjau), serta terjadinya umbalan dan cemaran sulfur (D.
Toba). Selain kegiatan investigasi penyebab kematian massal ikan
tersebut pada tahun 2016 juga dilakukan pengambilan data morfometri
pada 11 ekor paus yang terdampar di Kab. Probolinggo dan berhasil
teridentifikasi jenis paus yang terdampar adalah Globicephala
macrorhynchus. Kegiatan pengamatan penyu hijau memperoleh hasil
BP2KSI
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 54
NO
11
JUDUL KEGIATAN
Pemulihan Habitat dan
Konservasi Sumberdaya
Danau Limboto
1
APLIKASI INFORMASI
DAN ANALISIS
GEOSPASIAL UNTUK
INVENTARISASI DAN
MONITORING KEG
BUDIDAYA TAMBAK
SKALA HAMPARAN (KAB.
PINRANG SUL-SEL)
2
EVALUASI KESESUAIAN
LAHAN TAMBAK UNTUK
DESKRIPSI OUTPUT
bahwa sebagian penyu hijau tertangkap adalah penyu muda dengan
ukuran antara 40-80 cm sebanyak 91 % (63 ekor) sedangkan penyu
yang masuk kategori dewasa hanya berjumlah 6 ekor (9%) serta
diperkirakan berasal dari 2 tipe keturunan induk yang berbeda.
Laporan Hasil Penelitian
Sumberdaya ikan asli ekonomis penting yaitu ikan manggabai
keberadaannya masih cukup banyak namun terancam punah akibat
eksploitasi yang berlebih, sedangkan untuk payangka saat ini sudah sulit
didapat. Hasil monitoring dan evaluasi kawasan reservat percobaan
menunjukkan hasil yang positif, reservat yang dibuat di daerah Iluta
sesuai bagi ikan manggabai, ditandai dengan hasil tangkapan ikan
manggabai yang berada pada daerah reservat sebanding dengan daerah
di luar area reservat dengan jumlah alat tangkap yang jauh lebih banyak
(perbandingan jumlah alat tangkap 1 : 6).
1) Hasil analisis menunjukkan secara umum bahwa aplikasi informasi
dan analisis geospasial mampu menyajikan dan menganalisis secara
rinci status dan masalah teknis mendasar mengenai karakteristik dan
pengelolaan kawasan, antara lain : 1) Adanya hambatan dalam
pergantian air (pemasukan dan pembuangan) yang diidentifikasi melalui
peta jaringan saluran dan dari karateristik spasial nilai DO dan salinitas
yang rendah untuk setiap musim serta nilai rasio C/N > 10 (dekomposisi
bahan organik lambat)
2) Karakteristik distribusi spasial lokasi BIMTEK atau demplot
hubungannya dengan karakteristik spasial kualitas biofisik lahan.
Analisis tersebut juga membantu mengetahui spektrum penyebaran
informasi, faktor pembatas lingkungan serta mengevaluasi
perkembangan produksi sebelum dan setelah adanya kegiatan.
3) Hasil anailsis geospasial kualitas lingkungan khususnya kualitas tanah
menunjukkan keberadaan faktor pembatas sehubungan dengan status
kemasaman tinggi. Nilai rata-rata pHF-pHFOX > 3 dan nilai rata-rata
SPOS serta kandungan pirit dengan nilai masing-masing 0,88 % dan
0,54% menunjukkan bahwa umumnya tambak dikawasan tersebut
tergolong Tanah Sulfat Masam (TSM). Kandungan nitrogen juga
diidentifikasi menjadi faktor pembatas untuk kegiatan budidaya tambak
dilokasi penelitian. Total kandungan nitrogen (NTOT) berkisar antara
0,018 – 0,480 % (0,118 ± 0,093). Nilai rasio N/P < 4 yang menunjukkan
bahwa N sebagai faktor pembatas, namun demikian sebelum
penambahan pupuk N perlu stategi pengelolaan lahan untuk meningkat
ketersediaan P yang terikat oleh partikel koloid tanah masam seperti
pengapuran dan pembilasan
4) Hasil analisis sosial ekonomi dengan pertimbangan perbedaan aspek
geospasial (lokasi hamparan) tambak menunjukkan perbedaan tingkat
produksi serta cara pengelolaan lahan (Tabel 2). Hasil riset ini telah
disosialisasikan melalui kegiatan ekspose hasil riset yang diikuti Dinas
Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pinrang dan DKP Provinsi
Sulawesi Selatan, LSM, penyuluh perikanan, dan kelompok pembudidaya
tambak sekabupaten Pinrang telah berhasil dilaksanakan pada tanggal
29 Agustus 2016 di Kota Pinrang.
Kondisi kualitas tanah di lokasi penelitian dinilai masih baik untuk
kegiatan budidaya tambak. Bahan organik tanah seringkali menjadi
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
BP2KSI
MS WORD dan PDF
Prof. Dr.
Krismono
BP2KSI
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
BPPBAP
Dok Word, pdf, TABEL, XLS,
dan Gambar peta
Dr. Tarunamulia,
ST., M.Sc.
BPPBAP
Maros
Laptek 2016,
Peta,
dokumentasi
kegiatan
BPPBAP
Dok Word, pdf, TABEL, XLS,
dan Gambar peta
Hasnawi, S.Kel,
M.Si
BPPBAP
Laptek 2016,
Peta,
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 55
NO
3
4
5
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
BERBAGAI TINGKAT
TEKNOLOGI PERIKANAN
BUDIDAYA AIR PAYAU DI
KAB. KOTABARU, KAL-SEL
bahan pertimbangan dalam pengelolaan budidaya tambak. Hasil analisis
kualitas air menunjukkan bahwa kualitas air tambak secara umum
masih tergolong layak untuk mendukung kegiatan budidaya tambak,
kecuali kandungan ammonia (NH3-N) harus diperhatikan karena sudah
melewati batas nilai kelayakan sehingga dapat menjadi faktor pembatas.
Dari hasil analisa citra Landsat 8 diperoleh luas tambak Ekstensif
(tradisional) di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru adalah sekitar 8.492 Ha.
Hasil analisis, penilaian, dan pembobotan kualitas tanah dan air, maka
tingkat kesesuaian lokasi lahan tambak dapat diidentifikasi dan
disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahan untuk budidaya tambak
dan yang tergolong kedalam kelas S2 (cukup sesuai) sekitar 5.674,5 Ha
dan kelas S3 (kurang sesuai) sekitar 2.817,5 Ha. Hal ini disebabkan oleh
rendahnya nilai pH atau kemasaman tanah yang tinggi sehingga tidak
dijumpai tambak eksisting yang tergolong kelas S1 (sangat sesuai).
(1) Beban limbah organik yang masuk ke lingkungan perairan Teluk
Labuange sebesar 245,68 ton yang berasal dari internal loading dan
eksternal loading. (2) Distribusi limbah oraganik berdasarkan analisa
stabil isotop, sedimen disekitar tambak udang super intensif telah
terkontaminasi oleh limbah organik yang berasa dari tambak super
intensif. (3) limbah organik telah berdampak pada kualitas air perairan
Teluk Labuange terutama TSS, BOT dan Amonia, demikian pula dengan
sedimen dimana potensial redoks disebagian besar titik sampling telah
berada di bawah -100 mV. (4) belum ditemukan adanya plankton jenis
khusus atau endemik pada limbah organik, (5) berdasarkan analisa daya
dukung N maka di lokasi di Teluk Labuange masih dapat dikembangkan
10 unit tambak udang super intensif setara 3000 m2, sedangkan
berdasarkan kandungan O, masih dapat dikembangkan 18 unit tambak
udang super intensif setara 3000 m2.
1). Insidensi wssv selama penelitian ditemukan pada bulan Februari,
Maret, April, Juni, Juli, Agustus dan Nopember dengan prevalensi 8,33%
hingga 100%. Virus ini menginfeksi plankton, benur, juvenil dan calon
induk udang windu/vaname
2). Insidensi tsv selama penelitian ditemukan pada bulan Maret, Juni,
Juli, dan Agustus dengan prevalensi 11,11% hingga 100%. Virus ini
menginfeksi benur dan juvenil udang vaname.
3) Imnv tidak ditemukan selama penelitian yang dapat mengindikasikan
lokasi ini masih bebas dari penyakit tersebut. 4). Menurunnya kualitas
lingkungan budidaya seperti konsentrasi bahan organik terlarut yang
sudah cukup tinggi di sumber air baku (>50 ppm) menyebabkan
berkembangnya bakteri patogen dalam air inlet dan diiringi dengan
penurunan mutu kualitas air dalam petakan tambak, seperti alkalinitas,
menyebabkan udang menjadi sangat rentan terhadap berbagai jenis
penyakit. Hal ini menyebabkan pembudidaya banyak yang mengalami
kegagalan panen pada tahun ini.
: 1. Pemberian vaksin VP-15 dengan dosis tunggal 2 µg terjadi
peningkatan aktivitas proPO yang signifikan hingga 120 jam setelah
injeksi dengan WSSV, dan pemberian vaksin VP-24 belum memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas proPO pada hewan uji
(p>0,05). 2.Peningkatan THC terjadi pada awal pengujian, namun setelah
24 jam jumlah THC mengalami penurunan. Uji paired t-test
menunjukkan perbedaan yang signifikan pada jumlah THC antara
perlakuan vaksin VP-15 dan kontrol hingga 24 jam setelah injeksi
PENELITIAN STUDI
LINGKUNGAN BUDIDAYA
VANNAME TEKNOLOGI
SUPER INTENSIF DI SULSEL
STUDI EPIDERMIOLOGI DI
SENTRA BUDIDAYA
UDANG VANNAME SUPER
INTENSIF DI PERAIRAN
KAB. BARRU
ISOLASI DAN
KAREKTERISASI RNA
INTERFERENS (RNAi)
PADA UDANG WINDU
(PENiNGKATAN RESPON
IMUN UDANG WINDU
MELALUI TEKNOLOGI
RNA INTERFERENS).
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
dokumentasi
kegiatan
BPPBAP
Dok Word, pdf, TABEL, XLS,
dan Gambar peta
Mudian Paena,
S.Pi, M.Si
BPPBAP
Laptek 2016
BPPBAP
TABEL, XLS
Bunga Rante, S.Pi,
M.Si
BPPBAP
Laptek 2016
BPPBAP
TABEL, XLS, GAMBAR
Sri Rejeki H.M.
S.Si. M.Si
BPPBAP
Laptek 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 56
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
1
JUDUL KEGIATAN
Karakterisasi
Nutrigenomik Pada Ikan
Air Tawar dan Identifikasi
Mikroba Proteolitik
Sebagai Kandidat
Penghasil Enzim Protease
Domestikasi Ikan Spesifik
Lokal Terancam Punah:
Koleksi, Identifikasi,
Karakterisasi, dan Aspek
Ekobiologi Ikan
Manggabai dan Uceng
Kebutuhan Nutrisi Induk
Ikan Sepat dan Tambakan
Dalam Rangka
Peningkatan Produktivitas
Benih
Pengujian Metode Deteksi
Cepat Penyakit KHV dan
MAS pada Ikan Air Tawar
Maturasi Ikan Gabus
dengan Pendekatan
Multidisiplin
Pengujian Kit Pendeteksi
Cepat Penyakit Berpotensi
Zoonosis pada Ikan Air
Tawar
Pengujian Aktivitas Herbal
Pengendali Penyakit
Potensial pada Ikan Lele
Mutiara
Karakterisasi Populasi dan
Bioreproduksi Ikan Betutu
dari Tiga Populasi ;
Karakterisasi Bio-fisiologi
Induk dan Benih dalam
Intensifikasi Teknologi
Perbenihan Ikan Gurame
Remediasi Media
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
Data dan informasi Karakterisasi Nutrigenomik Pada Ikan Air Tawar dan
Identifikasi beberapa jenis Mikroba Proteolitik Sebagai Kandidat
Penghasil Enzim Protease
BPPBAT
PDF
Dr. Ir. Mas Tri
Djoko Sunarno,
MS.
Kelti Nutrisi
dan Teknologi
Pakan Ikan
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Data dan informasi mengenai domestikasi beberapa jenis ikan air tawar
lokal terancam punah (Manggabai & Uceng) meliputi karakterisasi
morfologi, identifikasi spesies dan informasi ekobiologi.
BPPBAT
PDF
Dr. Ir. Anang Hari
Kristanto, M.Sc
Kelti
Perbenihan
dan Genetika
Populasi
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Data dan informasi mengenai kebutuhan nutrisi untuk induk ikan sepat
dan tambakan untuk meningkatkan performa reproduksi induk dan
peningkatan produktivitas benih
BPPBAT
PDF
M. Sulhi S.Pi
Kelti Nutrisi
dan Teknologi
Pakan ikan
BPPBAT
PDF
Ir. Taukhid, M.Sc
BPPBAT
PDF
Dr. Ir. Rudhy
Gustiano, M.Sc
BPPBAT
PDF
Kelti
Perbenihan
dan Genetika
Populasi
Data dan informasi beberapa jenis tanaman dan bahan aktifnya untuk
mengendalikan penyakit potensial yang sering menyerang ikan lele
Mutiara
BPPBAT
PDF
Dr. Desy Sugiani,
S.Pi., M.Si
Kelti.
Kesehatan
Ikan
Data dan informasi mengenai karakter beberapa populasi ikan betutu
termasuk aspek bioreproduksi serta data mengenai karakter induk ikan
gurame dan benihnya untuk mendukung proses intensifikasi perbenihan
ikan gurame
BPPBAT
PDF
Drs. Jojo Subagja,
M.Si
Kelti
Perbenihan
dan Genetika
Populasi
1. Remediasi media air yang mengandung nonilfenol dengan konsentrasi
BPPBIH
PDF
M. Yamin
Seksi
DESKRIPSI OUTPUT
(P<0,05), sedangkan pada pengujian vaksin VP-24 tidak terdapat
perbedaan yang signifikan pada jumlah THC (P>0,05).
: 2.Peningkatan THC terjadi pada awal pengujian, namun setelah 24 jam
jumlah THC mengalami penurunan. Uji paired t-test menunjukkan
perbedaan yang signifikan pada jumlah THC antara perlakuan vaksin VP15 dan kontrol hingga 24 jam setelah injeksi (P<0,05), sedangkan pada
pengujian vaksin VP-24 tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada
jumlah THC (P>0,05).
Data dan Informasi mengenai pengujian beberapa metode deteksi cepat
(rapid detection) untuk penyakit KHV dan motil aeromonad septicaemia
(MAS) yang menyerang ikan air tawar
Data dan informasi pematangan gonad ikan gabus melalui beberapa
pendekatan (hormonal & lingkungan)
Data dan informasi mengenai pengujian perangkat untuk deteksi cepat
penyakit berpotensi zoonosis yang terdapat pada beberapa spesies air
tawar
Dr. drh. Angela
Mariana
Lusiastuti
Kelti
Kesehatan
Ikan
Kelti
Kesehatan
Ikan
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 57
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
Nonylfenol pada tanaman
air anubias dan
domestikasi tanaman hias
air Buchepalandra
2,5 mg/L menggunakan tanaman eceng gondok membutuhkan waktu 1
hari sedangkan tanpa tanaman membutuhkan waktu 2 hari atau lebih.
2. Pertumbuhan ikan mas koki dengan tiga jenis tanaman hias air yang
dipelihara bersama dalam satu sistem yang terintegrasi (akuaponik),
menunjukkan hasil yang baik. Hasil uji lanjut menunjukkan
pertumbuhan yang terbaik adalah pemeliharaan ikan mas koki dan
dengan tanaman melati air (Echinodorus sp.)
3. Tanaman Bucephalandra merupakan jenis tanaman yang memerlukan
suhu yang sejuk berkisar antara 28 -32 °C dengan kelembaban relatif
berkisar antara 85-99% agar dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik.
1. Sequensing gen COI (DNA barcoding) ikan hias introduksi melalui
Macrogen
2. Optimasi suhu dan lama waktu anelling serta ekstensi stage pada
amplifikasi gen Cyt b dan RAG 2, amplifikasi gen RAG menunjukkan
waktu otimasi aneling adalah 1,5 menit pada suhu 60oC dan ekstensi
adalah 2,5 menit pada waktu 72oC, untuk jenis cat fish terdapat
singleband sedangkan ikan tigerfish terdapat multiband
3. Telah dilakukan ekstrasi gel elektroforesis untuk amplifikasi band
spesifik
4. Ikan Bamble bee (Brachygobius doriae) berhasil memijah di
lingkungan terkontrol setelah 3 bulan pemeliharaan
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
Pelayanan
Teknis
2
Eksplorasi Sumber daya
genetik ikan hias lahan
gambut dan ikan
introduksi
1
Struktur dan Karakteristik Perikanan Pukat Cincin (Purse Seine) di Samudera Hindia untuk Menunjang
Pengelolaan Perikanan Laut Lepas di Wilayah RFMO.
LPPT
PDF
LPPT
2
Karakteristik Eko-Biologi Sumberdaya Ikan Pelagis di Sekitar Rumpon di WPP-573 (Samudera Hindia
Selatan Jawa Hingga Nusa Tenggara)
LPPT
PDF
LPPT
3
Karakteristik Biopopulasi Madidihang (Thunnus albacares) di WPP 572 dan 573 untuk Menunjang
Pengelolaan Perikanan Laut Lepas di Wilayah RFMO
LPPT
PDF
LPPT
4
Data Enumerasi Perikanan
LPPT
PDF
LPPT
5
Data Saintifik Perikanan
LPPT
PDF
LPPT
LPPBRL
PDF
LPPBRL
PDF
1
2
Kajian Budidaya Rumput
Laut (Sargassum sp.)
dengan metode Kantong
di Perairan Teluk Tomini
Penentuan Jarak Tanam
antar Rumpun pada
Metode Vertikultur
Data Informasi IPTEK Budidaya Rumput Laut berupa
Kajian Budidaya Rumput Laut (Sargassum sp.) dengan
Metode Kantong di Perairan Teluk Tomini
Data dan informasi jarak tanam optimal antara rumpun
bibit pada metode vertikultur rumput laut untuk
peningkatan produksi rumput laut.
BPPBIH
PDF
Melta Rini Fahmi
Muslimin, Wiwin,
Ilham,
Tywnnugroho,
Dwi Ayu
Petrus Rani Pong
Masak, Nelly
Hidayanti,
Seksi
Pelayanan
Teknis
LP2BRL
LP2BRL
BUKTI
DOKUMEN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 58
NO
JUDUL KEGIATAN
Rumput laut
3
4
Penentuan Pola Musim
Tanam rumput laut di
Perairan Kabupaten
Pangkep Sulawesi selatan
Penentuan Pola Musim
Tanam rumput laut di
Perairan Kabupaten
Bolaang Mongondow,
Sulawesi Utara
1
Kajian Karbon Biru
Ekosistem Pesisir Pada
Kawasan Konservasi dan
Rehabilitasi
2
Riset Geodinamika dan
Lingkungan Perairan
Pesisir dan Laut
DESKRIPSI OUTPUT
Data Informasi IPTEK Budidaya Rumput Laut berupa
Kalender Musim Tanam Rumput Laut di Perairan
Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan
Data Informasi IPTEK Budidaya Rumput Laut berupa
Kalender Musim Tanam Rumput Laut di Perairan Kabupaten
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi
Utara
Lokasi Penelitian Kab.Berau, Karimunjawa, Pati dan Indramayu
Terdapat perbedaan simpanan karbon pada kawasan konservasi dan
rehabilitasi.
Simpanan terbanyak terdapat pada sedimen kemudian biomass atas dan
terkahir biomass bawah.
Kualitas perairan secara umum masih baik untuk menunjang kehidupan
vegetasi pesisir, namun demikian di beberapa lokasi perlu mendapat
perhatian lebih.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam
mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism)
untuk mengantisipasi perubahan iklim global; sebagai bahan untuk
penyusunan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir dan perubahan iklim
serta penyelenggaraan konservasi di wilayah pesisir.
Kualitas Perairan Karimunjawa masih dalam kondisi yang baik.
Pengelolaan sampah di karimunjawa masih belum terpadu, sehingga
dikhawatirkan sampah akan mencemari lingkungan dengan cepat.Air
tanah sudah mengalami penurunan kualitas, sehingga tidak dapat
langsung digunakan sebagai air minum.
- Rawa-rawa diduga sebagai penyebab intrusi air laut menjadi semakin
parah.
- Diperlukan percepatan pembangunan embung dan tempat
pembuangan akhir sampah untuk menjaga kualitas lingkungan terutama
air tanah.
- Diperlukan pembuatan sumur resapan dan septic tank di setiap rumah
untuk menjaga kualitas air tanah.
- Pada tahun 2016 telah dilakukan pemantauan kinerja dan pengolahan
data sensor pengukur kualitas air yang terpasang di 5 pelabuhan
perikanan, yaitu Bitung, Kendari, Pare-pare, Lamongan dan Bintan. Hasil
pemantauan menunjukkan sensor di Kendari mengalami kendala teknis,
yaitu surut yang terlalu rendah, sehingga harus dilakukan pemindahan
lokasi yang sesuai syarat teknis. Sensor di Bintan mengalami kendala
pencemaran lokal dikarenakan adanya perubahan peruntukan lahan di
dekat sensor terpasang sehingga juga dilakukan pemindahan lokasi.
Pemindahan lokasi sensor kualitas air yang terpasang di lokasi Kendari
dan Bintan telah dilakukan dengan tetap berfokus pada tujuan awal,
yaitu pemantauan kesehatan perairan;
- Hasil pengolahan data yang telah terekam sejak Desember 2015
menunjukkan variasi yang cukup dinamis pada skala harian, mingguan
maupun bulanan. Pada skala bulanan secara umum untuk semua lokasi
SATKER
PELAKSANA
LPPBRL
FORMAT DATA
PDF
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Twnnugroho,
Handy Burase
Petrus Rani PongMasak, Pustika
Ratnawati, Aditia
farman, Dwi Ayu
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
(TERLAMPIR)
LP2BRL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
LPPBRL
PDF
Muslimin, Wiwin
Kusuma Perdana
Sari, Dwi Ayu,
Aditia Farman
LP2BRL
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
P3SDLP
DESKRIPSI
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
Tim Datin dan
Laboratorium
Data Pesisir
Jakarta
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
P3SDLP
DESKRIPSI
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
Tim Datin dan
Laboratorium
Data Pesisir
Jakarta
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 59
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
menunjukkan parameter pH dan suhu yang naik, dan elevasi permukaan
air, oksigen terlarut dan salinitas yang turun. Namun demikian penilaian
akhir apakah hal ini disebabkan karena suatu fenomena lingkungan/
iklim ataukah adanya sebab teknis dari sensor terpasang masih perlu
pendalaman lebih lanjut.
3
Situs Pembaharuan Titik
Situs Kapal Karam
Bersejarah di kawasan
Perairan Bangka-Belitung
4
Kajian Hidrodinamika
Perairan Indonesia dan
Dampaknya Terhadap
Ekosistem Laut
5
Analisis Sumberdaya
Kelautan di WPP 712, 715
dalam Rangka
Pengelolaan Sumberdaya
Kelautan dan Perikanan
6
7
Kajian Perubahan Monsun
di Perairan Indonesia
(MOMSEI)
Kajian Karakteristik
65 titik terindikasi keberadaan situs kapal karam bersejarah 7 titik telah
diverifikasi dengan penyelaman;
3 sampel artefak pada Situs Berlian –Beltim diidentifikasi dari masa
Dinasti Sung ( 960 – 1279 M - Ming ( 1368 – 1424 M);
Situs kapal karam di Perairan Bangka Belitung sebagian besar terkubur
pada kedalaman 25 – 40 m;
Situs-situs berasal dari masa Sriwijaya awal yang semasa dengan masa
Dinasti Tang (Cina Kuno awal abad 7) hingga masa Kolonial dan Perang
Dunia II;
Pelestarian in situ merupakan pilihan utama untuk melestarikan nilai
sejarah dan budaya maritim yang tersimpan pada situs, namun
ekskavasi merupakan pilihan terakhir jika situs terancam oleh faktor
alam dan perusakan dari kegiatan illegal ekskavasi dan treasure hunter.
Selama ekspedisi oseanografi, beberapa fenomena penting di sepanjang
Selat Makassar hingga ke Lombok dapat terlihat dengan jelas dari hasil
CTD-casting, antara lain kedalaman dimana salinitas dan konsentrasi
klorofil-a maksimum, transformasi karakteristik massa air
pascamelewati Labani Channel, dan karakteristik massa air NPSW dan
NPIW di Selat Makassar.
Data temperatur dan salinitas terhadap kedalaman dan waktu di subsurface mooring M1 di ujung utara Selat Makassar dan L1 di Selat
Lombok dapat menunjukkan dengan jelas keberadaan gelombang
internal dan upwelling/downwelling di Selat Makassar dan Lombok.
Hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dikombinasikan dengan
pemodelan numerik oseanografi dirasa sudah mencukupi untuk dapat
membuat analisis terkait kondisi hidrodinamika di Selat Makassar dan
dampaknya pada ekosistem laut.
Recovery subsurface mooring di Labani Channel harus diagendakan di
2017 untuk melengkapi data hidro-oseanografi di Selat Makassar.
Telah disusun Laporan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur
Leg ke-3.
Album Prediksi Pasut Tahun 2016, Analisis data VMS, Analisis data radar
INDESO, dan analisis pemodelan bio geo fisik
Besaran arus di selat Karimata dipengaruhi oleh Laut Tiongkok Selatan
yang dipengaruhi oleh angin monsun
Kontribusi selat Sunda ke laut Jawa
Besaran arus di samudera Hindia selatan Jawa mengikuti perioda musim
(intra-seasonal), yang puncaknya terjadi dua kali pada bulan Feb-Mar
dan Juli-Agustus
Direvisi menjadi kegiatan kajian berbasis pengolahan data dan analisis
P3SDLP
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
P3SDLP
DESKRIPSI
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
P3SDLP
DESKRIPSI
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
P3SDLP
DESKRIPSI
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
P3SDLP
DESKRIPSI
Tim Datin dan
Laboratorium
Data Pesisir
Jakarta
Tim Datin dan Laboratorium Data
Pesisir
Tim Datin dan
Laboratorium
Data Pesisir
Tim Datin dan
Jakarta
Jakarta
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 60
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
Sumber Daya Dasar Laut
Dalam di Perairan Barat
Sumatera (WPP NRI 572)
8
1
sampel hasil BENTHIC Cruise 2014 yang belum semua berhasil
diselesaikan;
Luarannya adalah analisis terhadap contoh inti sedimen dasar laut
dalam dan air laut Perairan Barat Sumatera terkait fenomena perubahan
iklim (paleoklimat); data dan informasi untuk karakteristik sumberdaya
dasar laut dalam sebagai basis data Peta WPP NRI 572;
Sampel inti sedimen dapat menjadi proxy bagi pengungkapan fenomena
iklim kelautan dan perubahan lingkungan global menuju pendekatan
paleklimat. Namun, dukungan kontinuitas kegiatan dari berbagai
instansi yang terlibat di dalamnya (P3SDLP-KKP, P3GL-KESDM, dan
P2G-LIPI) sangat diharapkan, mengingat masih banyak sampel inti
sedimen yang belum dianalisis lebih lanjut.
Dinamika Kualitas Perairan di Pelabuhan Perikanan Indonesia
SATKER
PELAKSANA
Validasi Daerah Potensial
Penangkapan Ikan
2
Operasional Oseanografi
untuk Prediksi Dinamika
Laut
3
Validasi Aplikasi INDESO
4
INDESO Joint Expedition
Program
5
Kajian Dinamika Laut
untuk Mendukung
Pemetaan Potensi
Sumberdaya Kelautan
6
Analisis Sebaran Kapal
Ikan di Zona Penangkapan
Ikan
7
Adaptasi Ekosistem
Pesisir Terhadap
Perubahan Lingkungan
8
Prakiraan Daerah
Penangkapan Ikan di
Wilayah Pesisir
FORMAT DATA
PDF/WORD/EXCEL/LAINYA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Laboratorium
Data Pesisir
P3SDLP
LOKASI
DATA
INFORMASI
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
P3SDLP
Data dan informasi mengenai keakuratan data PPDPI dengan
menggunakan metode experimental fishing di WPP NRI 714
BPOL
PDF
Wingking Era
Rintaka Siwi
BPOL
Data dan informasi hasil analisis prediksi variabel fisik, kimia dan
dinamika populasi di laut
BPOL
PDF
Bayu Priyono
BPOL
BPOL
PDF
Dendy Mahabror
BPOL
BPOL
PDF
Indra Hermawan
BPOL
BPOL
PDF
Teguh Agustiadi
BPOL
BPOL
PDF
Komang Iwan
Suniada
BPOL
BPOL
PDF
Nuryani Widagti
BPOL
BPOL
PDF
Eko Susilo
BPOL
Data dan informasi tingkat validasi citra SAR untuk deteksi kapal dan
pola sebaran tumpahan minyak; tingkat korelasi secara otomatisasi data
echo SAR dengan data transmitter VMS dan AIS dalam identifikasi kapal
legal dan illegal; analisis penelusuran polluter tumpahan minyak yang
terdeteksi melalui citra SAR dan data transmitter AIS.
Data dan informasi kondisi fisik, biokimia dan distribusi potensi
perikanan hasil prediksi dalam bentuk operasional oseanografi yang
telah terverifikasi; data dan informasi citra radar terhadap deteksi
benda laut (kapal, rumpon dan off shore)
Data dan informasi kondisi oseanografi perairan dan eskosistem pesisir,
serta pemetaan sumber daya kelautan di Pulau Lirang Kab. Maluku Barat
Daya
Data dan informasi mengenai sebaran daerah potensi penangkapan ikan
di WPP NRI-711 dengan pendekatan teknologi penginderaan jauh
menggunkaan data tahun 2012-2014; Validasi daerah potensi
penangkapan ikan dengan menggunakan informasi sebaran kapal yang
dihasilkan oleh deteksi satelit radar dan validasi ukuran kapal dengan
menggunakan alat GPS tracker; Deteksi kapal ilegal dengan
menggunakan informasi dari VMS ataupun AIS serta penghitungan
kerugian ekomoni akibat dari adanya kapal ilegal
Data dan informasi kemampuan mangrove dalam beradaptasi terhadap
kenaikan muka laut di Kabupaten Dumai,Riau; Data dan informasi
terkait dengan pengaruh logam berat terhadap pertumbuhan karang di
Taman Nasional Bunaken dan Taman Nasional Taka Bonerate
Data dan informasi suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a
BUKTI
DOKUMEN
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 61
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
1
JUDUL KEGIATAN
Kajian Fenomena Bono
dan Pemanfaatan Pasir
Bono Terhadap Potensi
Abrasi di Kampar, Riau
Kajian Kerentanan Pesisir
di Pantai Timur
Pangandaran
Analisis Karakteristik
Hidro-Oseanografi dan
Dinamika Pesisir di
Kecamatan Sayung,
Demak
Kajian Dinamika Pesisir di
Pantai Utara Jawa untuk
Mitigasi Bencana Abrasi di
Kec.Brebes
Identifikasi Potensi
Sumber Daya Pesisir dan
Kerentanannya di Pulau
Pagai Utara Sumatra Barat
Kajian Keluaran Air Tanah
Lepas Pantai dan
Pengaruhnya Terhadap
Kondisi Ekosistem Pesisir
di Lombok Utara dan
Sekitarnya
Kajian Sumber Daya
Ekologi Maritim Sebagai
Potensi Kawasan
Konservasi Maritim
Perairan Ambon
Kajian Dampak Reklamasi
Teluk Benoa Terhadap
Ekosistem Laut dan
Pesisir
Data dan Informasi
Meteorologi Laut
DESKRIPSI OUTPUT
Data dan informasi Fenomena Bono dan Pemanfaatan Pasir Bono
Terhadap Potensi Abrasi di Kampar, Riau, yang meliputi Perubahan
morfologi dasar perairan sungai kampar, wilayah yang terabrasi dan
terakresi, Alur Sungai Kampar terus mengalami perubahan, Laporan
akhir penelitian dan KTI
Data dan informasi Kerentanan Pesisir di Pantai Timur Pangandaran
yang meliputi data kerentanan pantai timur pangandaran, data
sumberdaya air tawar, laporan akhir penelitian dan KTI
Data dan informasi Karakteristik Hidro-Oseanografi dan Dinamika
Pesisir di Kecamatan Sayung, Demak yang meliputi pemetaan
kerentanan daerah pesisir Kec.Sayung, Demak, Data dan informasi
sebagai bahan mitigasi pesisir Kec.Sayung, Demak, laporan akhir
penelitian dan KTI
Data dan informasi Dinamika Pesisir di Pantai Utara Jawa untuk Mitigasi
Bencana Abrasi di Kec.Brebes yang meliputi Data dan informasi wilayah
pantai yang mengalami abrasi dan akresi, Data dan informasi parameter
hidro-oseanografi, Data dan informasi kesesuaian kawasan untuk
pengembangan sabuk hijau dalam upaya mitigasi bencana abrasi di
pesisir kecamatan Brebes, laporan akhir penelitian dan KTI
Data dan informasi otensi Sumber Daya Pesisir dan Kerentanannya di
Pulau Pagai Utara Sumatra Barat yakni data mengenai potensi
Sumberdaya, data mengenai kerentanan pesisir, laporan akhir kegiatan
dan KTI
Data dan informasi Keluaran Air Tanah Lepas Pantai dan Pengaruhnya
Terhadap Kondisi Ekosistem Pesisir di Lombok Utara dan Sekitarnya
yang meliputi, Karakteristik fisik KALP, Fluks Komponen Darat ke Laut
yang berasal dari KALP, Kondisi Ekosistem Pesisir, laporan akhir
penelitian dan KTI
Data dan informasi Sumber Daya Ekologi Maritim Sebagai Potensi
Kawasan Konservasi Maritim Perairan Ambon mengenai sumberdaya
arkeologi maritim situs kapal kargo SS Duke of Sparta sebagai potensi
kawasan konservasi maritim (KKM) di Perairan Ambon, laporan akhir
penelitia dan KTI
Data dan informasi Dampak Reklamasi Teluk Benoa Terhadap Ekosistem
Laut dan Pesisir yang meliputi Data potensi sumber daya (ekosistem)
laut dan pesisir, serta karakteristik fisik di sekitar Teluk Benoa, Data dan
informasi bahan mitigasi, laporan akhir penelitian dan KTI
Sistem Informasi Kelautan (SIK) merupakan perangkat Meterorologi
AWS yang mengukur 5 (lima) parameter lingkungan yaitu Suhu Udara,
Tekanan Udara, Arah Angin, Kecepatan Angin dan Curah Hujan. Hasil
kalibrasi peralatan AWS hanya menghasilkan 4 (empat) parameter yang
layak untuk digunakan yaitu Suhu Udara, Tekanan Udara, Arah dan
Kecepatan Angin
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Bagian Monev
LPSDKP
LPSDKP
PDF
Leader :
Sunarwan
Asuhadi
Anggota : Efi
Noverya M.,
Moamer Barata,
Zainudin Bahrul,
Eka Fauziah,
Sarbia, Muh.
Alfiansyah
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
LPTK
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
LPTK
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 62
NO
JUDUL KEGIATAN
2
Data dan Informasi Hasil
Pemantauan MPA
1
Potensi Sumber Pangan
Fungsional dari Moluska
Hasil Perikanan
2
Pengkajian Kebijakan Nilai
Tambah Hasil Laut
3
Karakterisasi
Bakteriological Grade
Agar dari Beberapa Jenis
Rumput Laut Merah di
Indonesia
4
Karakterisasi sifat
fungsional ikan di
perairan umum
Kabupaten Merauke
BUKTI
DOKUMEN
LPTK
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
Kegiatan monitoring Marine Protected Area (MPA) dilakukan di kategori
II menurut IUCN, yakni National Park (Taman Nasional), khususnya di
Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa dan Tomia untuk menghasilkan data dan
informasi tutupan karang, lamun, dan mangrove dan dibandingkan
dengan foto citra satelit landsat 8.
LPTK
PDF
Data dan informasi mengenai karakteristik (kandungan proksimat, asam
amino, asam lemak) serta aktivitas antioksidan dari kerang darah
(Anadara granosa), kerang hijau (Perna viridis), kerang lokan (Geloina
erosa), cumi-cumi (Loligo sp.) dan sotong (Sepia sp.) yang berasal dari
Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Muara Baru (DKI Jakarta), Rembang (Jawa
Tengah) dan Belitung (Bangka Belitung).
Data dan informasi mengenai keragaman kualitas dan nilai hasil
tangkapan ikan terkait dengan perubahan volume produksi, yang dalam
penelitian ini didekati dengan fluktuasi produksi musim dan lokasi. Data
dan informasi tersebut disediakan untuk mendukung perumusan
strategi pengelolaan nilai tangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan
adanya keragaman mutu dan jumlah tangkapan ikan akibat musim dan
proses penanganan di kapal sehingga perlunya intervensi pengambil
kebijakan untuk memperkuat kinerja dari tindakan-tindakan adaptif
dari pelaku pasar tersebut di atas, terutama fasilitasi distribusi/ logistik,
peningkatan keterampilan dan peningkatan kondisi sarana-prasarana
untuk mendukung sistem rantai dingin.
Data dan informasi mengenai karakteristik bakto agar dari rumput laut
merah Indonesia sebagai berikut:
1 Bakto agar dari Gracilaria sp. dari 3 lokasi berbeda (Brebes, Karawang,
dan Palopo) telah memenuhi standard SNI untuk agar dan standar bakto
agar komersial pada parameter kadar air dan abu tak larut asam. Bakto
agar ini memiliki gugus fungsi yang identik dengan gugus fungsi yang
dimiliki oleh agar serta kadar sulfat bakto agar yang dihasilkan relatif
rendah sehingga mampu untuk menghasilkan bakto agar dengan
kekuatan gel yang tinggi. Kemampuan bakto agar untuk menumbuhkan
bakteri, lebih baik dibandingkan dengan bakto agar komersial.
2 Bakto agar dari Gelidium sp. telah memenuhi standar bakto agar
komersial untuk parameter kadar air dan kadar abu tak larut asam,
memiliki gugus fungsi yang identik dengan gugus fungsi yang dimiliki
oleh agar, kekuatan gel bakto agar telah memenuhi persyaratan standar
bakto agar komersial (Supreme marine chemical) untuk grade premium
serta mampu menumbuhkan bakteri yang lebih baik dibandingkan
dengan bakto agar komersial.
Data dan informasi yang diperoleh yaitu:
1 Karakterisasi sifat fungsional dan sifat fisiko-kimia ikan perairan
umum di Kab. Merauke.
2 Pengolahan konsentrat protein ikan (KPI) gabus sebagai sumber
pangan tinggi protein.
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Leader :
Sunarwan
Asuhadi
Anggota : Efi
Noverya M.,
Moamer Barata,
Zainudin Bahrul,
Eka Fauziah,
Sarbia, Muh.
Alfiansyah
LOKASI
DATA
INFORMASI
DESKRIPSI OUTPUT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 63
NO
JUDUL KEGIATAN
5
Penelitian Peningkatan
Kualitas Garam secara
Biologi
6
Penelitian Teknologi
Produksi Pangan
Fungsional dari Spirulina
dan stabilitasnya
7
Eksploitasi Potensi
Genetika Mikrobioma
Biota Laut sebagai
Penghasil Bahan Aktif
8
Penelitian Biopotensi
Terumbu Karang CTI
9
Isolasi Pigmen Fikoeritrin
DESKRIPSI OUTPUT
Data dan informasi berupa pilot project teknologi biologi dalam
meningkatkan kualitas garam rakyat. Penelitian yang telah dilakukan di
tambak garam rakyat Kabupaten Tuban dan Sampang (Jawa Timur),
bahwa mutu dan kualitas garam di ladang dipengaruhi oleh keberadaan
mikroba Halobacterium salinarum di tambak meja garam. Kuantitas dari
mikroba ini dipengaruhi oleh keberadaan Dunaliella salina. Penelitian ini
merekomendasikan bahwa untuk meningkatkan tingkat kemurnian
garam dari tambak rakyat, perlu dilakukan pengolahan air masuk ke
tambak garam, agar secara alamiah dan berkelanjutan menjaga kondisi
komunitas biologis tambak garam yang seimbang, dengan jumlah D.
salina dan H. salinarum yang optimal untuk pembentukan kristal garam.
Teknik pengolahan air input ke tambak garam pada skala pilot project
telah dilakukan, dengan memanfaatkan cyanobacteria kompetitor D.
salina dan juga penambahan red archaea H. salinarum. Peningkatan
kemurnian garam NaCl dapat dicapai hingga 8% melalui teknik
bioteknologi ini.
Data dan informasi mengenai kandungan senyawa aktif ekstrak dan
tepung Spirulina sebagai sumber antioksidan, klorofil, karotenoid, dan
fikosianin. Stabilitas antioksidan menurun seiring meningkatnya suhu.
Minuman Spirulina yang dikombinasikan dengan buah-buahan
mengandung antioksidan cukup tinggi. Penambahan Spirulina sebesar
0,5% dapat meningkatkan kandungan protein minuman Spirulina
berkisar 0,86-1,5%. Kadar protein otak-otak terfortifikasi tepung
Spirulina 2% meningkat lebih tinggi 1%. Jumlah bakteri produk otakotak terfortifikasi ekstrak Spirulina jauh lebih rendah dari batas
maksimum yang ditetapkan oleh SNI 7388:2009 (sebesar 5 x 105
koloni/g). Otak-otak ikan terfortifikasi tepung Spirulina, Pitaya Smoothie
Spirulina dan Banana Smoothie Spirulina diterima panelis dari segi
kenampakan, bau, tekstur, rasa.
Data dan informasi mengenai potensi genetika mikrobioma pada spons
laut di kawasan Coral Triangle Initiative (CTI). Melalui pendekatan
metagenomika, berhasil diidentifikasi bakteri potensial Entotheonella
pada mikrobioma dari spons laut asal Pulau Kapoposang. Identifikasi
bakteri ini sangat penting karena penelitian sebelumnya membuktikan
bahwa Entotheonella sebagai penghasil sejumlah bahan aktif yang
memiliki aktifitas farmakologi dari golongan poliketida dan peptida.
Data dan informasi mengenai hasil pengamatan bioekologi dan
biopotensi terumbu karang (pola hidrologis, terumbu karang, dan
biopotensi perairan) di KKPD 1 Kabupaten Buton Selatan sebagai studi
dasar dalam pembentukan sistem zonasi konservasi berupa:
1 Pola hidrologis yang meliputi variabel air yang berupa salinitas,
nutrien, pH, dan suhu
2 Terumbu karang yang meliputi tutupan dan pergeseran komunitas
akibat lingkungan
3 "Biopotensi keragaman dan bioaktiitas sitotoksik dari biota
invetebrata laut spons, karang lunak, dan asicidian.
Penelitian ini merekomendasikan tiga area konservasi inti di KKPD 1
Kabupaten Buton Selatan, yaitu:
• Daerah Perlindungan Laut Perairan Pulau Liwutonkidi
• Daerah Perlindungan Laut Perairan Barat Daya Pulau Kadatua
• Daerah Perlindungan Laut Perairan Barat Laut Pulau Siompu
Data dan Informasi mengenai teknologi isolasi pigmen fikoeritrin dari
FORMAT DATA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
P3DSPBKP
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
P3DSPBKP
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
BIDANG
SCAN
SATKER
PELAKSANA
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 64
NO
JUDUL KEGIATAN
dari Mikroalga
Rhodomonas sp.
10
Bioekologi Lingkungan
dan Biopotensi
Invertebrata Laut
11
Penelitian Ekstraksi
Phytosterol dari Mikroalga
12
Profil Risiko Mikotoksin
Pada Produk Olahan
Perikanan
13
Kajian Kandungan
Formaldehid Pada Produk
Olahan Ikan
1
Panel Kelautan dan
Perikanan Nasional
(PANELKANAS)
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
mikroalga Rhodomonas sp mengunakan 5 metode yaitu: 1). Kultivasi
mikroalga; 2). Ekstraksi fikoeritrin; 3). Pemurnian fikoeritrin; 4). Uji
antioksidan fikoeritrin; dan 5). Uji stabilitas optik fikoeritrin.
Data dan informasi peta karakteristik ekologis dari pola lingkungan dan
pengaruhnya terhadap biopotensi biota invetebrata, sebagai studi dasar
untuk penetapan zonasi di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD)
KKPD Kota Batam. Penelitian ini merekomendasikan disain zonasi
wilayah Takong, Pangelep, dan Kalo sebagai zona konservasi ikan dan
terumbu karang. Zona tersebut diharapkan menjadi titik-titik habitat
sumberdaya perikanan dan biopotensi invetebrata di KKPD Kota Batam.
Data dan informasi mengenai profil phytosterol dari mikroalga
Nannochloropsis dan Spirulina serta mempelajari teknik ekstraksinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi phytosterol dari
mikroalga lebih efektif dilakukan dengan metode langsung sedangkan
hasil uji in vivo menunjukkan berpotensi untuk dikembangkan sebagai
pangan fungsional penurun kolesterol dengan dosis efektif 300 mg/kg
bb.
Data dan informasi mengenai kontaminasi dan jenis mikotoksin pada
ikan asin yang dapat digunakan sebagai acuan keamanan pada ikan asin
dapat digunakan sebagai acuan keamanan produk hasil perikanan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan kepada pengolah agar
lebih memperhatikan sanitasi dan hygiene dalam memproduksi olahan
ikan, agar tidak ditumbuhi kapang.
Data dan informasi mengenai kandungan formaldehid pada produk
olahan ikan selama proses produksi secara tertelusur. Pada bahan baku
ikan bloso selama tahap pengolahan cenderung mengalami kenaikan
kandungan formaldehid, mulai dari ikan segar tangkapan nelayan
sampai dengan proses preparasi dan pencucian. Namun pada sebagian
bakso produk akhir olahannya, kandungan formaldehidnya tidak
terdeteksi. Penyebab penurunan mutu ikan secara signifikan selama
proses penanganan adalah karena tidak diterapkannya sistem rantai
dingin dengan baik. Sesuai hasil penelitian penelusuran mutu ikan, maka
perlu adanya pengawasan mutu dan penyuluhan kepada pengumpul
ikan dan pengolah ikan untuk menggunakan atau menerapkan sistem
rantai dingin dengan baik dan benar serta konsisten pada proses
penanganan dan pengolahan ikan.
Karakteristik Sumberdaya Manusia dan Pendapatan Rumah Tangga
Nelayan
(Sibolga, Batam, Cilacap, Pangkep, Bitung, Maluku Tengah dan Sorong)
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
PPSEKP
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
LOKASI
DATA
INFORMASI
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
BUKTI
DOKUMEN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
DESKRIPSI PDF
STAF BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN EVALUASI
BIDANG
DATA,
INFORMASI,
MONITORING,
DAN
EVALUASI
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
DESKRIPSI PDF
Dr. Ir. Tukul
Rameyo Adi, M.T,
Andrian
Ramadhan, M.T,
Tenny Apriliani,
M.Si, Subhechanis
Saptanto, M.SE,
Hakim Miftakhul
Huda, M.Si,
Christina Yuliaty,
S.Sos, Dr. Umi
Muawanah,Riesti
DATIN/PJ
PANELKANAS
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 65
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
2
Panel Kelautan dan
Perikanan Nasional
(PANELKANAS)
Karakteristik Usaha Penangkapan Ikan
(Sibolga, Batam, Cilacap, Pangkep, Bitung, Maluku Tengah dan Sorong)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
3
Panel Kelautan dan
Perikanan Nasional
(PANELKANAS)
Karakteristik Konsumsi dan Pengeluaran Rumah Tangga Nelayan
(Sibolga, Batam,Indramayu, Cilacap, Pangkep, Bitung, Maluku Tengah
dan Sorong)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
4
Panel Kelautan dan
Perikanan Nasional
(PANELKANAS)
Modal Sosial Masyarakat Nelayan
(Sibolga, Batam, Cilacap, Indramayu, Pangkep, Bitung, Maluku Tengah
Dan Sorong)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Triyanti, S.Si,
Mira, M.T, M.Sc,
Hikmah, M.Si,
Lindawati, S.Pi,
Siti Nurhayati,
S.Sos
Dr. Ir. Tukul
Rameyo Adi, M.T,
Andrian
Ramadhan, M.T,
Tenny Apriliani,
M.Si, Subhechanis
Saptanto, M.SE,
Hakim Miftakhul
Huda, M.Si,
Christina Yuliaty,
S.Sos, Dr. Umi
Muawanah,Riesti
Triyanti, S.Si,
Mira, M.T, M.Sc,
Hikmah, M.Si,
Lindawati, S.Pi,
Siti Nurhayati,
S.Sos
Dr. Ir. Tukul
Rameyo Adi, M.T,
Andrian
Ramadhan, M.T,
Tenny Apriliani,
M.Si, Subhechanis
Saptanto, M.SE,
Hakim Miftakhul
Huda, M.Si,
Christina Yuliaty,
S.Sos, Dr. Umi
Muawanah,Riesti
Triyanti, S.Si,
Mira, M.T, M.Sc,
Hikmah, M.Si,
Lindawati, S.Pi,
Siti Nurhayati,
S.Sos
Dr. Ir. Tukul
Rameyo Adi, M.T,
Andrian
Ramadhan, M.T,
Tenny Apriliani,
M.Si, Subhechanis
Saptanto, M.SE,
Hakim Miftakhul
Huda, M.Si,
Christina Yuliaty,
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
DATIN/PJ
PANELKANAS
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
PANELKANAS
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
PANELKANAS
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 66
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
5
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 572
(Kota Sabang dan Bengkulu Utara (Enggano))
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
6
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 711 Wilayah Sumatera
(Kabupaten Inhil dan Anambas)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
7
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 711 Wilayah Kalimantan
(Kabupaten Kayong Utara)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
S.Sos, Dr. Umi
Muawanah,Riesti
Triyanti, S.Si,
Mira, M.T, M.Sc,
Hikmah, M.Si,
Lindawati, S.Pi,
Siti Nurhayati,
S.Sos
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
Adi P, Nensyana
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
Adi P, Nensyana
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 67
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
8
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 573
(Sumba Timur dan Lembata)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
9
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 724
(Buton Selatan)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
10
Baseline Survey dan
Mapping Sosial Ekonomi
Untuk Mendukung
Pembangunan Sentra
Kelautan Perikanan
Terpadu
Profile Sosial Ekonomi Perikanan di WPP 718
(Kepulauan Aru)
PPSEKP
DESKRIPSI PDF
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Adi P, Nensyana
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
Adi P, Nensyana
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
Adi P, Nensyana
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
Tukul Rameyo
Adi, Rizky
Muhartono,
Armen Zulham,
Nendah
Kurniasari, Risna
Yusuf, Mei Dwi
Erlin,Retno
Widihastuti,
Muhadjir, Sapto
Adi P, Nensyana
LOKASI
DATA
INFORMASI
BUKTI
DOKUMEN
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
DATIN/PJ
BASELINE
SCAN
LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 68
NO
JUDUL KEGIATAN
g)
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
R.R.Sri Pudji Sinarni Dewi
P4
Lies Emmawati Hadie
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
SATKER
PELAKSANA
FORMAT DATA
IK 7 : Jumlah karya tulis ilmiah yang diterbitkan
P4
P4
DESKRIPSI OUTPUT
Estu Nugroho
Wartono Hadie
kusdiarti
Joni Haryadi
Agus Cahyadi
Estu Nugroho
Irsyaphiani
Rasidi
Bambang Priono
Sri Turni Hartati
Agustinus Anung Widodo
PENULIS LAINNYA
PERSONIL
PENGELOLA
DATA DAN
INFORMASI
Safitri,
Muhibbudin,
Irwan Mulyawan,
Lathifatul
Rosyidah dan Siti
Nurhayati
LOKASI
DATA
INFORMASI
Target
JUDUL KTI
Pertumbuhan ikan lele afrika (clarias gariepinus) generasi ketiga hasil
seleksi individu pada pembesaran skala komersial
Faktor utama produksi budidaya KJA ikan hias mas di Waduk
Ir.H.Djuanda-Jatiluhur dan Cirata-Jawa Barat
Strategi pemanfaatan dan potensi budidaya rumput laut alam
Implementasi dan Evaluasi dampak rilis varietas ikan terhadap
peningkatan produksi perikanan
Budidaya udang windu ekstensif plus di tambak rakyat pada kegiatan
penerapan teknologi adaptif lokal (PTAL) di kabupaten Barru, Sulawesi
Selatan
Analisis indeks kualitas perairan berdasarkan parameter nutrien di
perairan ujung genteng, jawa barat labuhanbua, nusa tenggara barat
Aplikasi teknologi eco-electric field (EEF) untuk media pendederan
budidaya udang
Nilai heritabilitas dan genetic gain pada karakter bobot ikan nila hasil
pemuliaan di Jogjakarta
Pengujian pakan mandiri berbasis bahan baku lokal dan pakan
komersial pada ikan nila, Oreochromis niloticus
Evaluasi Kebijakan pengembangan pakan mandiri
Aplikasi probiotik dan Vaksin pada budidaya lele mutiara yang
dipelihara dalam kolam bulat terpal di kabupaten Sleman, DIY
Small pelagic fishery status in makassar strait based in the northern
java
Current status of the pole-and-line fishery in eastern part of indonesia
Realisasi
%
BUKTI
DOKUMEN
:
:
:
504
504
100,00
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016,
Agustus 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vo. 22 No.1 June
2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vo. 22 No.1 June
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 69
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
P4
Andhika Prima Prasetyo
P4
Dharmadi
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
Andhika Prima Prasetyo
Agus Setiyawan
Reny Puspasari
Sandi Wibowo
Mohamad Adha Akbar Suryanto
Sri Turni Hartati
Andria Ansri
Utama
I Nyoman Radiarta
Hessy Novita,
Estu Nugroho
P4
Estu Nugroho
P4
Sri Turni Hartati
P4
Rudy Masuswo
P4
Chairulwan umar
P4
P4
P4
P4
P4
Dian Oktaviani
I nyoman radiarta
Eko Prianto
Lies Emmawati Hadie
Erlania
PENULIS LAINNYA
JUDUL KTI
Inter-Specific Competition and Fishing Effect to Population Dynamic of
Bali Sardine (Sardinella
Lemuru)
The Distribution and Abundance of Decapod and Fish Communities in
Cleveland Bay,Australia
CatchComposition and Some BiologicalAspects of Sharks inWestern
SumateraWaters of Indonesia
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi CPUE (Catch Per Unit Effort)
perikanan Huhate Berbasis di Bitung
Analisis kerentanan jenis ikan pelagis kecil di perairan selat bali dan
selat makasar terhadap dinamika suhu permukaan laut
Karakteistik upaya dan daerah penangkapan pukat cincin pelagis besar
yang berpangkalan di PPS Bitung
Analisis Perikanan Huhate di Perairan Larantuka, Flores
Sebaran Kelompok Umur dan Rasio Potensi Pemijahan Banggai Cardinal
(Pterapogon kaudermi,
Kouman, 1933) di Perairan Kepulauan Banggai Sulawesi Tengah
Dinamika Spasial Ikan Mesopelagis di samudera Hindia
Performa komoditas budidaya laut pada sistem integrated multi-trophic
aquaculture (IMTA) di teluk gerupuk, lombok tengah, nusa tenggara
barat
Uji in vitro bakteri anti quorum sensing pendegradasi acyl homoserine
lactone Aeromonas hydrophila
Estimasi Nilai Heritabilitas Bobot Ikan mas Varietas Punten dalam
Program Seleksi Individu
Evaluasi keragaman genetik ikan kalui (Osphronemus goramy) dari
Kabupaten Lima Puluh
Kota, Sumatera Barat berdasarkan marka Random Amplified
Polymorphism DNA (RAPD)
Kesehatan terumbu karang dan struktur komunitas ikan di oerairan
pantai pangandaran, jawa barat
Karakteristik biologi ikan tongkol komo (Euthynnus affinis) yang
tertangkap jaring insang hanyut di laut jawa
Penguatan kearifan lokal sebagai landasan pengelolaan perikanan
perairan umum daratan di sumatera
Strategi pengembangan perikanan tangkap berbasis budidaya waduk
:studi kasus introduksi ikan bandeng (chanos chanos) di waduk sempor,
kabupaten kebumen, jawa tengah
Analisis pengembangan budidaya rumput laut di pulau sebatik
kabupaten nunukan, kalimantan utara
Pengelolaan sumberdaya ikan komplek danau maili provinsi sulawesi
selatan
Strategi pengembangan Techno Park Perikanan Budidaya
Status Pengelolaan Sumberdaya Benih Lobster untuk Mendukung
Perikanan Budidaya: Studi Kasus
Perairan Pulau Lombok
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vo. 22 No.2
Desember 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vo. 22 No.2
Desember 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vo. 22 No.2
Desember 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 1, 1 Maret 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 1, 1 Maret 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 1, 1 Maret 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 2 Juni 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 3 September 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
Volume 22 Nomor 4, 2016
JRA
Volume 11 Nomor 1, Maret 2016
JRA Volume 11 Nomor 2, Juni 2016
JRA Volume 11 Nomor 2, Juni 2016
JRA
Volume 11 Nomor 4, Desember 2016
BAWAL
Widya Riset Perikanan Tangkap
Volume 8 Nomor 1 (APRIL 2016)
BAWAL
Widya Riset Perikanan Tangkap
Volume 8 Nomor 1 (APRIL 2016)
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 1, Mei 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 1, Mei 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 1, Mei 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 1, Mei 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 1, Mei 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 2, November 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 70
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
P4
Eko Prianto
P4
Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi
P4
Isti Koesharyani
P4
Shofihar Sinansari
P4
P4
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
Suryanto
Surveilan White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Budidaya Udang
Windu Di Kabupaten Brebes
Gusti Ngurah
Permana
Sari Budi Moria, haryanti haryanti
Bejo Slamet
Titiek Aslianti
Zafran
Ahmad Muzaki
Ketut Maha
Setiawati
Nyoman
Adiasmara Giri
Sari Budi Moria
Sembiring
Fitriyah Husnul
Khotimah
Vincensius S.P.
Oetama a,b
Ahmad Muzaki
Anak Agung Alit
Bambang Susanto
Bejo Slamet
Daniar K
Status Pemanfaatan dan Upaya Pelestarian Ikan Endemik Air Tawar di
Pulau Sumatera
Kebijakan Peningkatan Efisiensi Energi Usaha Penangkapan Tuna
Cakalang Tongkol (TCT) di
Indonesia Timur
Produktivitas dan profitabilitas budidaya ikan lele (Clarias gariepinus)
hasil seleksi dan nonseleksi
pada pemeliharaan di kolam tanah
Molecular detection and cloning for rickettsia-like bacteria of milky
haemolymph disease
of spiny lobster Panulirus spp.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA
KOLAM PLASTIK DENGAN PADAT PENEBARAN BERBEDA
Irsyaphiani Insan
Ketut Mahardika
JUDUL KTI
Indah Mastuti, Ahmad Muzaki, Sudewi
Sudewi
Sari Budi Moria Sembiring, Ida Komang
Wardana, Haryanti
Gunawan, dan Jhon Harianto Hutapea
Muhammad Marzuqi, Ibnu Rusdi, dan
Wawan A
Ida Komang Wardana, Haryanti
Haryanti
Gusti Ngurah Permana, Ibnu Rusdi,
Bambang Susanto, Alimuddin
Alimuddin
Philipp Hennersdorf a,b, Muslihudeen A.
Abdul-Aziz b,c, Grit Mrotzek a,
Haryanti , Hans Peter Saluz a,b,
Ida Komang Wardana, & Sari Budi
Moria Sembiring
Ibnu Rusdi, I Gusti Ngurah Permana,
Fitriyah Husnul Khotimah, I Nyoman
Adiasmara Giri, & Gede S. Sumiarsa
DNA EXPRESSION OF PACIFIC WHITE SHRIMP, L. vannamei INFECTED
BY TAURA SYNDROME VIRUS (TSV) USING SINGLE STRAND
CONFORMATION POLYMORPHISM) (SSCP) ANALYSIS
ADDITION OF ADJUVANTS IN RECOMBINANT SUBUNIT VACCINES FOR
THE PREVENTION OF GROUPER SLEEPY DISEASE IRIDOVIRUS (GSDIV)
INFECTION IN HUMPBACK GROUPER, Cromileptes altivelis
Perkembangan aktivitas enzim pencernaan larva ikan kerapu raja sunu
Efektivitas kombinasi vaksin bakteri polivalen dengan vaksin anti
grouper sleepy disease iridovirus (GSDIV)
Karakter fenotipe dan genotipe ikan kerapu hibrida cantik (Epinephelus
fuscoguttatus x E. polyphekadion)
Pemeliharaan larva ikan klown (Amphiprion percula) dengan pakan
alami yang berbeda
Formulasi pakan buatan dengan bahan baku rumput laut untuk
pertumbuhan abalon, Haliotis
PERFORMA BENIH TERIPANG PASIR, Holothuria scabra DARI SUMBER
INDUK YANG BERBEDA
STIMULASI PERTUMBUHAN JUVENIL ABALON, Haliotis squamata
DENGAN PEMBERIAN HORMON REKOMBINAN IKAN rElGH
Microbiome analysis and detection of pathogenic bacteria of Penaeus
monodon from Jakarta Bay and Bali
Pemijahan induk ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) hasil
budidaya
Pertumbuhan dan sintasan benih ikan kerapu sunu, Plectropomus
leopardus yang didederkan di bak secara terkontrol
Perbaikan teknologi pembesaran abalon (Haliotis squamata) dengan
sistem keranjang gantung
Budidaya lobster pasir (Panulirus homarus) di bak beton dengan sistem
massal dan baterai
Peran induksi hormonal terhadap perkembangan gonad induk kerapu
potato, Epinephelus tukula
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 2, November 2016
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Volume 8 Nomor 2, November 2016
Media Akuakultur, Volume 11 Nomor 1, Juni 2016
INDONESIAN AQUACULTURE JOURNAL, Volume 11
Number 2, December 2016
Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan
dan Kelautan, 13 Agustus 2016
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERIKANAN INDONESIA
HASIL PENELITIAN PERIKANAN DAN KELAUTAN, 28
Maret 2016
Aquacultura Indonesiana Vol 17, No 1 (2016)
Indonesian Aquaculture Journal Vol 11, No 2 (2016)
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis vol 8 no. 1
2014
Jurnal Berita Biologi Vol 15 No. 1, 2016
Jurnal Riset Akuakultur vol 11 No.1 2016
Jurnal Riset Akuakultur vol 11 No.1 2016
Jurnal Riset Akuakultur vol 11 No.1 2016
Jurnal Riset Akuakultur vol 11 No.2 2016
Jurnal Riset Akuakultur Vol 11, No 4 (2016)
Marine Pollution Bulletin 110 (2016) 718–725
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 71
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
BBPPBL
Fahrudin
Fitriyah Husnul Chotimah, Ngurah, Ibnu
Rusdi, & Nyoman Adiasmara Giri
BBPPBL
Haryanti
Sari Budi Moria Sembiring, & Fahrudin
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
Gunawan
Jhon Harianto
Hutapea
Titiek Aslianti, Haryanti, Tony
Setiadharma, & Gigih Setia Wibawa
Ananto Setiadi, Gunawan, & I Gusti
Ngurah Permana
Ketut Mahardika
Indah Mastuti
Irwan Setyadi
Ketut Maha Setiawati
Muhammad
Marzuqi
Sari Budi Moria Sembiring
Sudewi
Suko Ismi
Tony Setiadharma
Zafran
Anak Agung Alit
Apri I. Supii, & Ida Komang Wardana
Ida Komang Wardana, Gigih Setia
Wibawa, & Irwan Setyadi
Des Roza, & Ketut Mahardika
Daniar
Kusumawati
Suko Ismi
Ketut Maha
Setiawati
Ni Wayan Widya Astuti, Regina
Melianawati
Irwan Setyadi
Ketut Maha Setiawati
Tony Setiadharma
Ketut Maha
Setiawati
Regina Melianawati, Ni Wayan Widya
Astuti
Ketut Maha
Setiawati
Bejo Slamet, N.W.W. Astuti, Rina P.
Astuti
Tony Setiadharma
Irwan Setyadi
A.Alit
Ketut Mahardika
Bejo Slamet
Indah Mastuti, Dan Suko Ismi
JUDUL KTI
Keragaan plankton pada pemeliharaan larva abalone (Haliotis
squamata) dengan pemberian konsentrat Amphora sp. pada umur yang
berbeda
Perkembangan morfologi dan pertumbuhan larva ikan tuna sirip kuning
(Thunnus albacares) hasil budidaya
Konfirmasi sifat tumbuh cepat pada induk (F-1) dan benih turunannya
(F-2) udang windu Penaeus monodon hasil budidaya
Penyediaan calon induk unggul bandeng Chanos chanos G1 hasil seleksi
Performa pemijahan induk ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares)
dalam bak beton di darat dan keramba jaring apung di laut
Tingkat penetasan, pertumbuhan, dan sintasan larva ikan klown
(Amphiprion percula) pada salinitas berbeda
Sequence analysis of megalocytivirus genomic dna isolated from various
grouper and sea bass on pst1 fragment area
Uji aplikasi bakteri probiotik dalam pakan untuk meningkatkan
aktivitas enzim protease pada ikan kerapu hibrid cantik (Epinephellus
fuscoguttatus x Epinephelus polyphekadion)
Lokus indikator tumbuh cepat pada induk kerapu sunu, Plectropomus
leopardus hasil budidaya
Masalah yang teridentifikasi dalam pembenihan tiram mutiara Pinctada
maxima
Usaha-usaha pendukung ketersediaan benih kerapu di Indonesia
Perfoma pemijahan induk ikan bandeng Chanos chanos hasil seleksi
yang dipelihara dalam bak terkontrol
Respon imun juvenil kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang
divaksinasi dengan vaksin polivalen melalui perendaman
Keragaan Pertumbuhan Calon Induk Ikan Bandeng, Chanos-Chanos
Forskall Hasil Budidaya Di Hatchery Swasta
Profil protein pada tulang kerapu hybrid cantik (E.fuscoguttatus x E.
Polyphekadion) yang mengalami malformasi tulang belakang
Pengamatan Pembesaran Calon Induk Unggul Bandeng Hasil Seleksi Di
Tambak
AWAL PEMBERIAN KOPEPOD SEBAGAI PAKAN ALAMI PADA
PEMELIHARAAN LARVA KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus)
Pemeliharaan Benih Ikan Klown Pada Salinitas Berbeda Dengan Sistem
Resirkulasi
PERFORMA PERTUMBUHAN BENIH BANDENG (Chanos-Chanos
Forsskal) GENERASI 2 (G2) DENGAN PERBEDAAN SALINITAS PADA
PENDEDERAN SECARA TERKONTROL
Pengelolaan Air Pada Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu Sunu
(Plectropomus Leopardus)
Keragaan produksi telur ikan bandeng asal induk ikan bandeng dari
tambak dengan induk bandeng hasil budidaya
Pemberian Kepadatan Kopepod Yang Berbeda Pada Pemeliharaan
Larva Kerapu Sunu (Plectropomus Leopardus)
Pengaruh Suhu Dan Waktu Inkubasi Inokulum VNN Terhadap
Patogenisitasnya Pada Ikan Kerapu Hibrid Cantik
Implantasi hormon LHRH-a pada pematangan gondad dan pemijahan
induk bandeng generasi 1
Budidaya Lobster Pasir (Panulirus Homarus) Di Keramba Dasar Dengan
Wadah Pemeliharaan Berbeda
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas VI, UNAIR
Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas VI, UNAIR
Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas VI, UNAIR
Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas VI, UNAIR
Semnas Kelautan XI,Hangtuah 2016
Semnas Kelautan XI,Hangtuah 2016
Semnas Kelautan XI,Hangtuah 2016
Semnas Kelautan XI,Hangtuah 2016
Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI 2016,
UNIBRA
Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI 2016,
UNIBRA
Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI 2016,
UNIBRA
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 72
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BBPPBL
Indah Mastuti
BBPPBL
Rina P. Astuti
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
Ketut Mahardika
Suko Ismi
Tridjoko
Wawan
Andriyanto
Ketut M. Setyawati Dan Gede S.
Sumiarsa
Jhon H. Hutapea, Ketut Mahardika Dan
Yasmina N. Asih
Ida K. Wardana, Sari B. Moria Dan
Ahmad Muzaki
N.A. Giri
:DurantaD.Kembar
en
,TriErnawatidanBambangSadhotomo
HelmanNurYusuf
TriErnawati
Adi Surahman
Agus Salim
,RonnyI.Wahju,BudhiHSIskandardanDe
niA.Soeboer
DurantaD.KembarendanBambangSadho
tomo
Adi Kuswoyo
Hufiadi
M. Fadli Yahya
Hari Ilhamdi
Tirtadanu
TriErnawati
BPPL
Nurulludin
EndahFebriantidanYokeHaniRestiangsi
h
SupraptodanPrihatiningsih
Ali Suman
HariEkoIrianto, Fayakun Satriadan
KhairulAmri
Hari Ilhamdi
M. FadliYahya
BPPL
Nurulludin
BPPL
Enjah Rahmat
BPPL
Anak Agung Alit, Dan Indah Mastuti
,SuwarsodanSitiMardlijah
:Thomas Hidayat
BPPL
Ketut Mahardika
:AchmadZamroni
BPPL
BPPL
PENULIS LAINNYA
ThomasHidayatdanAsepMamun
Irma Thamrin
BPPL
Tirtadanu
DurantaD.KembarendanSuprapto
BPPL
:YokeHanyRestian
gsih
,TegoehNoegrohodanKarsonoWagiyo
BPPL
UmiChodrijah
DutoNugroho
JUDUL KTI
Kerentanan Kerapu Cantik (Epinephelus Fuscoguttatus .>< E. Microdon)
Dan Kerapu Sunu (Plectropomus Leopardus) Terhadap Virus VNN
Pengaruh Perbedaan Jenis Pakan Terhadap Pertambahan Berat Dan
Performa Organ Dalam Tubuh Ikan Kerapu Sunu, Plectropomus
Leopardus
Budidaya Massal Copepod Calanoid Dengan Pakan Yang Berbeda
Pengembangan Teknologi Pendederan Dan Pembesaran Ikan Kerapu Di
Kota Bontang Kalimantan Timur
Pengelolaan Plasma Nutfah Ikan Kerapu Hasil Seleksi
Substitusi Protein Sel Tunggal Dari ”Spent Grains” Dalam Pembesaran
Kerapu Hybrid
GenetikaPopulasiIkanBanyar (RastrelligerkanagurtaCuvier,1817)di
PerairanBaratSumatera, Selat Malaka dan Laut Cina Selatan
Faktor-Faktor Teknis Penangkapan Pukat Cincin yang Dioperasikan di
Perairan Pacitan Jawa Timur
AnalisisHasilPerPenambahanBaruPerikananLobsterPasirPanulirushom
arus(Linnaeus,1758) diPerairanAcehBarat
EvaluasiStok KepitingBakau Scyllaserrata(Forskal,
1775)diPerairanPatidanSekitarnyaserta OpsiPengelolaannya
Aspek PenangkapanJaring KembungdiTanjungBalaiAsahan,SelatMalaka
Uji Coba dan Pengoperasian Alat Tangkap jaring Ikan Terubuk lapis Dua
di Perairan Bengkalis, ProvinsiRiau
AspekOperasionalAlatTangkapTrawlpadaKM.Madidihang02danKelimpa
hanHasilTangkapan di Laut jawa
PoladanPemijahanIkanTongkolKomo(EuthynnusaffinisCantor,1850)diL
autJawa
KajianBiologiUdangJerbung(PenaeusmerguiensisDeMan,1888)diperaira
nUtaraJawaTengah
ParameterPopulasiIkanKakapLautDalam(Etelisradiosus,Anderson1981)diPerairanTelukCendrawasih,
Papua
Potensi danTingkat Pemanfaatan Sumber DayaIkan di Wilayah
PengelolaanPerikanan Negara Republik
Indonesia(WPPNRI)Tahun2015sertaOpsiPengelolaannya
Kepadatan Stok Ikan Demersal dan Udang di Samudera Hindia Barat
Sumatera pada Musim PeralihanII
PengamatanAspekOperasionalPenangkapanAlatCantrangdiPerairanTel
uk Jakarta
TeknologiPenangkapanIkanTunadenganAlatTangkapPancingUlurdiLaut
BandaolehNelayan Ambon(PropinsiMaluku)
Kepadatan Stok dan Biologi Lobster Pasir (Thenus orientalis) di Laut
Jawa
Struktur Ukuran dan Parameter Populasi Ikan Lemadang (Coryphaena
hippurus Linnaeus, 1758 ) di Laut Sulawesi
BeberapaAspekBiologiIkanTenggiriPapan(Scomberomorusguttatus)diP
erairanCilacapdanSekitarnya
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
Semnaskan tahunan XIII, UGM 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 1 Maret 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 1 Maret 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 2 Juni 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 2 Juni 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap
Volume8Nomor2Agustus2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap
Volume8Nomor2Agustus2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap
Volume8Nomor2Agustus2016
JURNAL KEBIJAKAN PERIKANAN INDONESIA Volume 8
Nomor 2 November 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 3 September 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap Volume 8 Nomor3
Desember2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap Volume 8 Nomor3
Desember2016
BAWAL WidyaRisetPerikananTangkap Volume 8 Nomor3
Desember2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 73
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPL
Isa Nagib Edrus
BP3U
Arif Wibowo
BPPL
BP3U
BP3U
Arif Wibowo
BP3U
Marson
BP3U
Subagja
BP3U
Dina
Muthmainnah
BP3U
Dina
Muthmainnah
BP3U
Arif Wibowo
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
Aktvitas Penangkapan Udang (Macrobrachium sp) Di Danau Ranau,
Sumatera Selatan
Integrated Swamp Management to Promote Sustainability of Fish
Resource Case Study in Pampangan District, South Sumatera Province,
Indonesia
Mirna Dwirastina
Yoga candra ditya
Makri
Marson
Sevi Sawestri
Solekha Aprianti
Yoga Candra Ditya
DNA Barcoding of Fish Larvae Reveals Uncharacterised Biodiversity in
Tropical Peat Swamp of New Guinea, Indonesia
Pectenocypris nigra, a new danionine species (Teleostei: Cyprinide:
Danioninae) from Sumatra (Indonesia)
Komposisi Dan Fluktuasi Hasil Tangkapan Ikan Dominan
Yangtertangkap Dengan Alat Tangkap Jaring Kantong Di Sungai Ogan,
Sumatera Selatan
Dwi Atminarso
Vipen Aldiansyah
Diversity of reef Fish Fungsional Groups in Terms of Coral Reef
Resiliences
Aspek Biologi Udang Kelong Pinggir (Penaeus Indicus H. Milne
Edwards) di Perairan Kota Langsa NAD
Komposisi Jenis Tangkapan Lampara Di Estuari Sungai Barito,
Kalimantan Selatan
Arif Wibowo
Rupawan
JUDUL KTI
Distribusi Ukuran Ikan Gulama (Johnius trachycephalus) Tangkapan
Mini Trawl di Estuari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
Herlan
Herlan
BP3U
Muhammad Abrar
Andina Ramadhani Putri Pane
BP3U
BP3U
PENULIS LAINNYA
Marson
Samuel
Dwi Atminarso
Khoirul Fatah
Utilization of Freshwater Fish Biodiversity as Income Source of Poor
Rural People (Case Study in Pampangan Subdistrict of South Sumatera
Province, Indonesia)
Phylogenetic evidence of cryptic species in Giant Fetaherback (Chitala
lopis Bleeker 1851)
Morphological variation of Mahseer (Tor tambroides, Bleeker, 1854)
along Batang Tarusan River (West Sumatera): Implications for stock
identification
Studi distribusi Spasial Kelimpahan Perifiton di Sungai Kumbe Merauke
Papua
Keanekaragaman Jenis dan Struktur Komunitas Sumberdaya Ikan
Estuari Banyuasin Sumatera Selatan
Distribusi Oksigen terlarut dan Beberapa Faktor Fisika dan Kimia
Perairan Penting di Danau Lindu Sulawesi Tengah
Sumberdaya Ikan Hias (Puntius tetrazone) di Danau Ranau Provinsi
Sumatera Selatan
Keragaman Jenis Makrozoobentos di Perairan Sungai Ogan, Sumatera
Selatan
Status Kualitas Sungai Musi Bagian Hilir Ditinjau Dari Komunitas
Perifiton
Parameter Populasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Waduk
Wadaslintang, Jawa Tengah
Kelimpahan dan Keaekaragaman Jenis Perifiton di Perairan Rawa
Banjiran Lubuk Lampam Sumatera Selatan
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
INDONESIAN FISHERIES RESEACRCH JOURNAL, Volume
22 Number 2 Desember 2016
Seminar Nasional Perikanan dan kelautan ke 5 Expo, 26
September 2016 (UNRI)
CSIRO Publishing, Marine and Fresh Water Research 67
Acta Biologica Turcica 29(4) 137-142 2016
Prosiding STP Jilid I Penangkapan IkanPermesinan
Perikanan Pengolahan Hasil Perikanan Sosial Ekonomi
Perikanan
Prosiding STP Jilid I Penangkapan IkanPermesinan
Perikanan Pengolahan Hasil Perikanan Sosial Ekonomi
Perikanan
Prosiding STP Jilid I Penangkapan IkanPermesinan
Perikanan Pengolahan Hasil Perikanan Sosial Ekonomi
Perikanan
Prosiding STP Jilid I Penangkapan IkanPermesinan
Perikanan Pengolahan Hasil Perikanan Sosial Ekonomi
Perikanan
Jurnal Freshwater, fish, and the future, proceedings of the
global cross sectoral conference. ISSN 2191-0707. ISSN
2191-0715 (Electronic). ISBN 978-981-10-0780-4. ISBN
978-981-10-0780-4 (eBook)
Asia-Pasific Biodiversity Observation Network: Aquatic
Biodiversity Conservation and Ecosystem Services,
Ecological Research Monograph
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Prosiding STP Jilid III Sumberdaya Perairan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 74
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
Perikanan Pancing (Hook and Longline) di Daerah Aliran Sungai BaritoKalimantan Engah Alat Tangkap Ramah Lingkungan
BP3U
Rupawan
BP3U
Aroef Hukmanan
Rais
Tuah N.M. Wulandari
Yoga Candra Ditya
Eko Prianto, dan Romie Jhonnerie
Siti Nurul Aida
Muhammad Ali
Dwi Atminarso
Safran Makmur
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
Muhammad Ali
Arif Wibowo
Yoga Candra Ditya
Arif Wibowo dan Krismono
Tuah Nanda
Merlia Wulandari
Asyari
Agus Djoko Utomo
Aroef Hukmanan Rais
Khoirul Fattah
Susulo Adjie
Subagja
Safran Makmur
Asyari
Dimas Angga Hedianto, Astri Suryandari, Didik Wahju
Hendro Tjahjo
Agus Arifin Sentosa, Nanang Widarmanto, Ngurah N.
Wiadnyana, Fayakun Satria
Amula Nurfiarini, Danu Wijaya, Mujiyanto, Fayakun Satria,
Endi Setiadi Kartamihardja
Amran Ronny Syam, Mujiyanto, Masayu Rahmia Anwar
Putri
BP2KSI
Danu Wijaya, Fayakun Satria, Endi Setiadi Kartamiharja
BP2KSI
Andri Warsa, Kadarwan Soewardi dan Sigid Hariyadi
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
JUDUL KTI
I Nyoman Radiarta, Erlania, Joni Haryadi, Annisya Rosdiana
Sri Turni Hartati, Arip Rahman
Masayu Rahmia Anwar Putri, Sri Turni Hartati, Fayakun
Satria
Adriani Sri Nastiti, Masayu Rahmia Anwar Putri, Sri Turni
Hartati
Keragaan Alat Tangkap Ikan di Danau Rawa Pening, Jawa Tengah
Sumberdaya Udang di Estuari Sungai Indragiri, Sungai Musi dan Sungai
Barito
Phenotypic Plasticity In The Median Lobe Thickness of Mahseer (Tor
tambroides)
Perubahan Antropogenik dan Implikasinya Terhadap Luasan Ekosistem
di Perairan Lubuk Lampam Sumatera Selatan
Laju Dekomposisi Serasah Daun di Ekosistem Hutan Rawang Pati
Lintang Sumatera Selatan
Keanekaragaman Macrophyta pada Beberapa Zona Suaka Perikanan di
Rawa Pening Jawa Tengah
Karakterisasi Genetika Ikan Sidat (Anguila sp) Berdasarkan Sekuen Gen
Sitokrom Oksidase Sub Unit (CO1) DNA Mitokondria
Kajian Kualitas Air Untuk Mendukung Kegiatan Perikanan di Danau
Ranau, Sumatera Selatan
Distribusi dan Kelimpahan Larva Ikan di Perairan Estuari Sungai Barito,
Kalimantan Selatan
Sumber daya Ikan dan Karakteristik Perairan Pulau Payung, Calon
Suaka Perikanan di Estuari Sungai Musi
Strategi Pengelolaan Suaka Perikanan Rawa Banjiran di Sumatera dan
Kalimantan
Struktur Tingkat Trofik Komunitas Ikan di Waduk WadasLintang
Kabupaten Wonosobo
Aspek Biologi Ikan Bulu-bulu (Polynemus borneensis) Sebagai Dasar
Konservasi dan Pengelolaannya di Estuari Sungai Barito
Struktur Komunitas Plankton di Perairan Danau Tondano Sulawesi
Utara
Dinamika Populasi dan Status Pemanfaatan Udang Windu (Penaeus
monodon, Fabricus 1789) di Perairan Aceh Timur, Provinsi Aceh
Perbedaan Hasil Tangkapan Hiu dari Rawai Hanyut dan Dasar yang
Berbasis di Tanjung Luar, Lombok
Pendekatan Sosial-Ekologi untuk Penilaian Kesesuaian Lokasi
Restocking Panulirus homarus pada Beberapa Perairan di Indonesia
Dugaan Daerah Pemijahan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus, Ruppell,
1835) di Sekitar Perairan Kepulauan Anambas
Efektivitas Penggunaan Berbagai Jenis Tag untuk Mengetahui
Kelangsungan Hidup Lobster Pasir (Panulirus homarus Linnaeus, 1758)
Analisis Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Pulau Sebatik,
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara
Struktur Komunitas Ikan dan Tingkat Trofik di Wilayah Genangan
Waduk Jatigede Prainundasi, Kabupaten Sumedang-Jawa Barat
Kesehatan Terumbu Karang dan Struktur Komunitas Ikan di Perairan
Pantai Pangandaran, Jawa Barat
Kematian Massal Ikan dan Sebaran Parameter Kualitas Air di Teluk
Jakarta
Hubungan Antara Kelimpahan Meroplankton dengan Kualitas Perairan
di Teluk Jakarta
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia (JKPI)
Bawal Vol.7(3)
Prosiding Forum Nasional Pemulihan Konservasi
Sumberdaya Ikan
Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 2 Juni 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 2 Juni 2017
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 2 Juni 2018
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 3 September 2016
JURNAL PENELITIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 22
Nomor 3 September 2017
JURNAL KEBIJAKAN PERIKANAN INDONESIA Volume 8
Nomor 1 Mei 2016
WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP BAWAL Volume 8
Nomor 1 April 2016
WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP BAWAL Volume 8
Nomor 1 April 2016
WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP BAWAL Volume 8
Nomor 2 Agustus 2016
WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP BAWAL Volume 8
Nomor 2 Agustus 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 75
SATKER
BP2KSI
NAMA PENULIS
PENULIS LAINNYA
PERTAMA
Adriani Sri Nastiti, Masayu Rahmia Anwar Putri, Agus
Arifin Sentosa
BP2KSI
I Nyoman Radiarta, Erlania, Joni Haryadi, Annisya Rosdiana
BP2KSI
Arip Rahman, Hendra Satria
BP2KSI
Erlania, I Nyoman Radiarta, Joni Haryadi
BP2KSI
Sri Endah Purnamaningtyas, Didik Wahju Hendro Tjahjo
BP2KSI
Indriatmoko, Raden Pandoe Prahoro
BP2KSI
Lismining Pujiyani Astuti, Niken T.M. Pratiwi
BP2KSI
Indriatmoko, Amran Ronny Syam, Khairul Syahputra
BP2KSI
Amula Nurfiarini, Andika Luky S. Hendrawan
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
Agus Arifin Sentosa, Arip Rahman
Joni Haryadi, Erlania, I Nyoman Radiarta
Rasidi, Joni
Haryadi
Agus Arifin Sentosa, Arip Rahman, Danu Wijaya
Amran Ronny Syam, Fayakun Satria, Didik Wahju Hendro
Tjahjo, Masayu Rahmia Anwar Putri
Mujiyanto,
Riswanto
BP2KSI
Yayuk Sugianti, Hendra Saepulloh
BP2KSI
Hendra Satria, Agus Arifin Sentosa, Fayakun Satria
BP2KSI
Danu Wijaya, Adriani Sri Nastiti, Arip Rahman
BP2KSI
Astri Suryandari, Masayu Rahmia Anwar Putri, Riswanto
BP2KSI
Didik Wahju Hendro Tjahjo, Astri Suryandari
BP2KSI
Dimas Angga Hedianto, Endi Setiadi Kartamihardja
BP2KSI
Amula Nurfiarini, Luky Adrianto
BP2KSI
Masayu Rahmia Anwar Putri, Astri Suryandari
BP2KSI
Riswanto, Dimas Angga Hedianto
JUDUL KTI
Komposisi dan Kelimpahan Larva Ikan Sebagai Dasar Pengelolaan
Sumberdaya Ikan di Teluk Cempi, Nusa Tenggara Barat
Analisis Pengembangan Budidaya Rumput Laut Di Pulau Sebatik,
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara
Status Pengelolaan Sumberdaya Benih Lobster untuk Mendukung
Perikanan Budidaya: Studi Kasus Perairan Pulau Lombok
Komunitas dan Biomassa Fitoplankton di Sungai Kumbe Kabupaten
Merauke Papua
Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Waduk Djuanda, Jawa Barat
Evaluasi Metode Penentuan Parameter Biochemical Oxygen Demand
(BOD)
An introduction to floating Treatment wetlands and its Application
potential for Remediation of Citarum Watershed, Indonesia
Control Region-Mitochondrial Partial DNA analysis of Humphead
Wrasse [Cheilinus undulatus (Ruppel, 1835)] from Anambas Islands,
Indonesia.
Morfometri dan hubungan panjang-bobot ikan sembilang (Neosilurus
ater Perugia, 1894) di Rawa Kiwin, Merauke, Papua
Status terkini sumber daya ikan di Danau Limboto, Provinsi Gorontalo
Analisis indeks kualitas perairan berdasarkan parameter nutrien di
perairan Ujung Genteng, Jawa Barat dan Labuhanbua, Nusa Tenggara
Barat
Evaluasi Kebijakan Pengembangan Pakan Mandiri
Keberadaan Ikan Hias Eksotik di Danau Batur Dan Beratan, Bali
Aspek Biologi, Pemanfaatan dan Pengelolaan Sumber Daya Ikan
Napoleon (Cheilinus undulatus) Di Perairan Kepulauan Anambas
Distribusi Amphiprion sp. (Clownfish) di Taman Nasional Kepulauan
Karimunjawa, Jawa Tengah
Evaluasi Status Mutu Danau Talaga, Donggala Sulawesi Tengah Sebagai
Habitat Ikan Sidat
Kajian Ekosistem Perairan Laguna Segara Anakan Untuk
Pengembangan Konservasi Sumber Daya Udang
Kajian Karakteristik Habitat dan Kelimpahan Stok Ikan Arwana Irian
(Scleropages jardinii) Di Sungai Maro, Kumbe dan Kimaam, Kabupaten
Merauke – Papua
Karakteristik Biologi dan Dampak Introduksi Ikan Kaca (Parambassis
siamensis, Fowler 1937) Di Danau Toba
Komposisi dan Kondisi Tutupan Padang Lamun pada Perairan Teluk di
Kabupaten Lombok Tengah
Penilaian Jasa Penyedia Habitat Asuhan Melalui Pendekatan Keterkaitan
Mangrove dan Perikanan: Studi Kasus di Estuari Segara Anakan
Perikanan Kepiting Bakau (Scylla spp) Dan Kaitannya Dengan
Konservasi Ekosistem Mangrove Di Kabupaten Pangandaran, Jawa
Barat
Sebaran Ukuran dan Hubungan Lebar Karapas - Berat Kepiting Bakau
(Scylla sp.) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
Status Pemanfaatan dan Perlindungan Labi-Labi (Amyda cartilagenia)
Di Provinsi Kalimantan Timur
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP BAWAL Volume 8
Nomor 3 Desember 2016
JURNAL KEBIJAKAN PERIKANAN INDONESIA Vol 8, No 1
2016
JURNAL KEBIJAKAN PERIKANAN INDONESIA Vol 8, No 2
2016
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 23, No.
1, Tahun 2016
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 23, No.
1, Tahun 2016
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 23, No.
1, Tahun 2016
Jurnal Teknologi (Sciences & Engineering) 78:4–2 (2016)
85–90
Aquatic Procedia 7 (2016) 125–131
Prosiding Seminar Nasional Ikan ke-9 Masyarakat
Iktiologi Indonesia
Prosiding Seminar Nasional Ikan ke-9 Masyarakat
Iktiologi Indonesia
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2016
Prosiding Simposium Nasional Ikan Hias 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 76
SATKER
BP2KSI
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
Hendra Saepulloh, Yayuk Sugianti
BP2KSI
Andika Luky Setiyo Hendrawan, Pandoe Prahoro
BP2KSI
Amula Nurfiarini
BP2KSI
Sri Endah Purnamaningtyas, Nanang Widarmanto
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
Indriatmoko, Andika Luky Setiyo Hendrawan, R. Pandoe
Prahoro
Amula Nurfiarini, Sonny Koeshendrajana
Zulkarnaen Fahmi, Fayakun Satria, Andika Luky Setiyo
Hendrawan
BP2KSI
Krismono, Lismining Pujiyani Astuti
BP2KSI
Andika Luky Setiyo Hendrawan, Zulkarnaen Fahmi
BP2KSI
Dyah Ika Kusumaningtyas, Dedi Sumarno, Puji Purnama
BP2KSI
Rahmat Sarbini, Yusup Nugraha, Henra Kuslani
BP2KSI
Yusup Nugraha, Aswar Rudi
BP2KSI
Soleh Romdon, Sumindar, Henra Kuslani
BP2KSI
Sukamto, Dyah Ika Kusumaningtyas, Aswar Rudi
BP2KSI
BP2KSI
Lismining Pujiyani Astuti, Krismono
Agus Arifin
Sentosa
BP2KSI
Sukamto, Tri Muryanto, Rahkmat Sarbini
BP2KSI
Aswar Rudi, Dyah Ika Kusumaningtyas, Sukamto
BP2KSI
Tri Muryanto, Sukamto
BP2KSI
Dyah Ika Kusumaningtyas, Dedi Sumarno, Sukamto
BP2KSI
Tri Muryanto, Dedi Sumarno
BPPBAP
Hasnawi. S. Kel
BPPBAP
Hidayat S Suwoyo
BPPBAP
Ince Ayu k.kadriah
JUDUL KTI
Status Terkini Sumber Daya Ikan Sidat (Anguilla sp.) Di Danau Talaga
dan Rano, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah (Sebuah Tinjauan Aspek
Penangkapan dan Konservasi)
Studi Dampak Limbah Unit Pengolahan Kerupuk Ikan Terhadap Kondisi
Perairan Di Desa Kenanga, Kabupaten Indramayu
Studi Pendahuluan Penggunaan Filter Fisik dan Tanaman Air Apu-Apu
(Pistia sp.) Sebagai Pereduksi Polutan Limbah Unit Pengolahan Ikan
Kriteria Sosial-Ekologi Dalam Penetapan Kawasan Suaka Perikanan
(Fish Sanctuary) Di Ekosistem Estuari Tropis
Peranan Danau/Situ Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Ikani : Studi
Pada Beberapa Situ/Danau Di Propinsi Jawa Barat
Komposisi dan Distribusi Hasil Tangkapan Larva Udang Di Pesisir
Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Validasi Data Real-Time Multi Sensor BOUY PLUTO dan Data Monitoring
in-situ dan Aplikasinya Dalam Pemantauan Kesehatan Perairan di
Waduk Ir. H. Djuanda
Analisis Pemasangan Buoy PLUTO di Perairan Waduk dan Danau
Pengelolaan Karamba Jaring Apung (KJA) di Perairan Waduk dan Danau
dengan Buoy PLUTO
Evaluasi Performa Probe Digital Sensor Buoy PLUTO dan Data
Monitoring In-Situ untuk Estimasi Suhu Permukaan Air di Waduk Ir. H.
Djuanda
Profil Penangkapan Hiu oleh Kapal Nelayan Rawai Permukaan di
Perairan Barat Pulau Sumba
Estimasi Ketidakpastian Pengukuran dalam Metode Penentuan Fosfat
(P-PO4) secara Spektrofotometri (SNI.06-6989.31-2005)
Teknik Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Kawasan
Konservasi, Pantai Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Teknik Pengamatan Tutupan Terumbu Karang dengan Menggunakan
Transek Garis (Line Intercept Transect) di Kepulauan Karimun Jawa
Pengamatan Larva Udang di Perairan Pesisir Kabupaten Kubu Raya,
Kalimantan Barat
Pengamatan Langsung Kemunculan Hiu Paus (Rhincodon typus) di
sekitar Perairan Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo
Pengamatan Jenis Makanan Labi-Labi (Amyda cartilaginea) Hasil
Tangkapan di Palembang, Sumatera Selatan
Tata Cara Penandaan Udang Lobster Pasir (Panulirus homarus) di
Pantai Timur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
Konsentrasi Klorofil-a dan Kecerahan serta Status Trofik Perairan
Pesisir Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Pengoperasian Alat Tangkap Jermal (Filtering Device) di Perairan Kubu
Raya Kalimantan Barat
Penangkapan Glass Eel (Anguilla sp.) dengan Menggunakan Alat
Tangkap Bubu di Muara Sungai Poso, Sulawesi Tengah
Pemanfaatan teknologi pengendinderaan jauh dan SIG untuk pemetaan
kualitas tanah tambak di Kab Konowe selatan, Sul-Sel
Uji Daya Simpan Prototype KIT Vibriosis "RICA"
Potensi limbah padat tambak udang superintensif sebagai bahan bau
pupuk organik
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Prosiding Forum Nasional Pemulihan dan Konservasi
Sumberdaya Ikan V 2016
Bunga Rampai Aplikasi Teknologi Pemantauian Kualitas
Perairan 2016
Bunga Rampai Aplikasi Teknologi Pemantauian Kualitas
Perairan 2016
Bunga Rampai Aplikasi Teknologi Pemantauian Kualitas
Perairan 2016
Prosiding Seminar Nasional Perikanan UGM XIII Jilid
MSP 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 1 Juni
2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
BULETIN TEKNIK LITKAYASA Volume 14 Nomor 2
Desember 2016
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 77
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPBAP
Bunga Rante T
BPPBAP
Makmur
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
Muh Nur Syafaat
Erfan A. Hendrajat
Andi Sahrijannah
Ince Ayu K.
Kadriah
Ince Ayu K.
Kadriah
Muliani
Nurhidayah
Sri Rejeki H Muliyaningrum
Samuel lante
Andi Indra Jaya Asaad
BPPBAP
Mudian Paena
BPPBAP
Muh. Nur Syafaat
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
Utojo
Andi Sahrijannah
Burhanuddin
Erna Ratnawati
Ike Trismawanti
Kamariah
Machluddin Amin
Makmur S.Pi
Mat Fahrur
PENULIS LAINNYA
JUDUL KTI
Prevalensi dan insidensi white spot syndrome virus calon udang windu
(Penaeus monodon) dari perairan aceh, Sul-Sel dan Tenggara
Pertumbuhan sintasan dan produksi polikultur udang windu (Penaeus
monodon) dan udang vanname (Litopenaeus vannamei) dengan
komposisi padat tebar dan waktu penebaran yang berbeda
Aerasi sebagai salah satu treatment untuk mengurangi bahan organik
limbah tambak udang vanname (Lithopenaeus vannamei) super intensif
Jenis dan kelimpahan plankton di Perairan Pesisir Kab Berau Kal-Tim
Analisis kualitas air sungai Borongkaluku sebagai pendukung budidaya
tambak di Desa Borimasunggu Kab Maros
Sensitivitas kekuatan repetisi dan recovery dari penanda spesifik
Haemolysin IAVh
Deteksi gen Thermostable Direct Hemolysin (tdh) dan Thermostable
Direct Hemolysin-Related Hemolysin(trh) pada bakterin yang dikoleksi
dari Haemolymph udang
total vibrio respon imun dan sintasan pascalarva udang windu pada
penggunaan ekstrak mangrove dengan teknik pemberian berbeda
Diagnosis Vibrio harveyi secara Elisa pada udang windu (Penaeus
monodo)
Pertumbuhan dan kandungan agar rumput laut Gracilaria sp. Dari
sumber bibit berbeda dengan pemeliharaan sistem long line di tambak
Performa reproduksi udang windu, Penaeus monodon betina dengan
umur berbeda pasca inseminasi buatan
Opsi kebijakan pengembangan teknologi akuakultur : Studi kasus
pengembangan teknologi super intensif budidaya tambak di Kab Barru,
Sul-Sel
Analisa karakteristik sedimen pada musim hujan dan kemarau di Teluk
Labuange Kab Barru sebagai perariran penerima limbah organik
tambak superintensif
Kelimpahan plankton di tambak udang intensif dan tradisional Kab.
Probolinggo Provinsi Jawa Timur
Pemeliharaan larva kepiting bakau (Scylla serrata) fase megalopa ke
krablet dengan jenis pakan tambahan yang berbeda
Studi perbaikan pematang terhadap kualitas air dan produksi udang
vanname (Litopenaeus vannamei) semi intensif pada tambak aluvial di
Kab Barru
Desain wadah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) semi
intensif di tambak
Peningkatan produktivitas dengan beberapa prioritas pengelolaan
tambak di Kab. Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Pertumbuhan harian Chaeteceros sp. Dengan menggunakan sumber air
tawar yang berbeda sebagai pengecer media kultur
Struktur komunitas fitoplankton di tambak silvofishery Kab. Subang,
Jawa Barat
Keanekaragaman plankton di tambak pembesaran calon induk udang
windu (Penaeus monodon Fabr)
Pengaruh tipe kincir terhadap produksi tambak udang vanname
(Litopenaeus vanname) super intensif
Performa instalasi pengolah air limbah (IPAL) tambak udang vanname
superintensif
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding Simposium Nas KP III Unhas Makassar 7 Mei
2016 (ISBN 9786027175921)
Prosiding SEMNASKAN UGM XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan, 13 Agustus 2016
Prosiding SEMNASKAN UGM XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan, 13 Agustus 2017
Prosiding SEMNASKAN UGM XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan, 13 Agustus 2018
Prosiding SEMNASKAN UGM XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan, 13 Agustus 2019
Prosiding SEMNASKAN UGM XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan, 13 Agustus 2020
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 78
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPBAP
Rezki antoni
BPPBAP
Nur Ansari
Rangka
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAT
Ruzkiah Asaf
Adni Athirah
Agus Nawang
Gunarto
Muh Nur Syafaat
Herlinah
Sahabuddin
Muliani
Early Septiningsih
Nurbaya
Bunga Rante T
Endang Susianingsih
Ince Ayu K.
Kadriah
Nurhidayah
Deni Radona
Vitas Atmadi
Prakoso
BPPBAT
Deni Radona
BPPBAT
Jojo Subagja
BPPBAT
Wahyulia
Cahyanti
Yohanna
Retnaning
JUDUL KTI
Simulasi arus pasang surut di Desa Punaga Provinsi Sul- Sel dengan
menggunakan mike 21
Pengaruh padat penebaran terhadap produksi udang vanname
(Litopenaeus vanname) superintensif skala kecil
Kajian usaha pada budidaya udang vanname semi intensif di tambak
idle yang menggunakan plastik mulsa dengan sistem semi sirkulasi
Kondisi perairan sekitar tambak udang superintensif berdasarkan
parameter fisika kimia Kab Takalar Provinsi Sul-Sel
Potensi keberadaan teknologi tambak intensif di Kec Gantarang Kab.
Bulukumba, Sul-Sel : Studi kasus PT Gosyen Global Aquaculture (GGA)
Pengelolaan sumber air untuk pemeliharaan larva udang windu,
Penaeus monodon
Pemeliharaan larva kepiting bakau, Scylla serrata dengan pemberian
pakan alami berbeda jenis pengayanya
Persentase sisa pakan protein tinggi dan rendah di anco (feeding tray)
pada budidaya udang vanname (Litopenaeus vanname) intensif dengan
teknik pergiliran pakan
Pembesaran calon induk kepiting bakau hasil perbenihan dengan jenis
pakan berbeda
Kepadatan pakan alami Chaetoceros sp. Yang optimal terhadap sintasan
larva udang windu fase zoea pada uji skala laboratorium
Aktivitas anti-white spot syndrome virus (WSSV) ekstrak tanaman
mangrove Sonneratia caseolaris dan Sonneratia lanceolata pada udang
windu, Penaeus monodon
Injeksi hormon dari ekstrak tanaman herbal sebagai stimulator untuk
moulting kepiting bakau, Scylla sp
Efektivitas ekstrak daun mangrove dengan teknik ekstraksi berbeda
terhadap respon imun, total vibrio, dan sintasan udang windu (P.
Monodon) pada skala laboratorium
Daya hambat chaetoceros calcitran terhadap Vibrio sp. Patogen
berpendar yang diisolasi dari larva udang windu di hatcheri
Aplikasi probiotik RICA 4,5, dan 3 pada budidaya udang vanname di
tambak yang diaerasi menggunakan blower supercharge
suwardi Tahe
BPPBAT
BPPBAT
PENULIS LAINNYA
Deteksi dini vibriosis pada air dan sedimen tambak
Sidih Asih, Jojo Subagja, Rudhy Gustiano
Ki Tae Kim, Byung Hwa Min, Rudhy
Gustiano, Young Jin Chang
Jojo Subagja, Irin Iriana Kusmini, Rudhy
Gustiano
Astri Elida Rambe, Jojo Subagja, Otong
Zenal Arifin
Vitas Atmadi Prakoso
Eri Setiadi
Uji optimasi monoklonal antibod Vibrio harveyi dengan metode ELISA
Perbaikan Mutu Genetik Ikan Mas Rajadanu Melalui Seleksi
Lethal Dissolved Oxygen and Blood Properties of Grey Mullets Mugil
cephalus in Seawater and Freshwater (Oksigen Terlarut Letal dan
Gambaran Darah Ikan Belanak Mugil cephalus di Air Laut dan Tawar)
Performa Ikan Semah (Tor douronensis) Dengan Frekuensi Pakan Yang
Berbeda
Keragaan Pertumbuhan Larva Ikan Tor tambroides Dengan Pemberian
Pakan Yang Berbeda
Adaptasi dan Keragaan Pertumbuhan Populasi Ikan Famili Mugilidae
Asal Bengkulu dan Jawa Barat pada Lingkungan Terkontrol
Hubungan Intensitas Cahaya Alami dan Total Bahan Organik Terhadap
Pembentukan Volume Flok
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA)
2016 (ISBN 9789797890520)
JRA Volume 11, Nomor 1 Tahun 2016
Berita Biologi, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN 0126-1754
636/AU3/P2MI-LIPI/07/2015
Volume 15 Nomor 1, April 2016
Hal 89-94
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.15-19
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.21-25
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.27-35
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.139146
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 79
SATKER
BPPBAT
NAMA PENULIS
PERTAMA
Widyastuti
PENULIS LAINNYA
Idil Ardi
Eri Setiadi, Reza Samsudin
BPPBAT
Ani Widiyati
Adang Saputra, Idil Ardi
BPPBAT
Anang Hari
Kristanto
BPPBAT
Lies Setijaningsih
BPPBAT
BPPBAT
Muhammad
Hunaina
Fariduddin Aththar
Muhamad Sulhi
Jojo Subagja, Muhammad Hunaina
Fariduddin Ath-thar, Otong Zenal Arifin,
Vitas Atmadi Prakoso, Wahyulia
Cahyanti
Bambang Gunadi
Dinar Tri Soelistyowati, Rudhy Gustiano
Mas Tri Djoko Sunarno, Reza Samsudin,
Dedi Jusadi
BPPBAT
Reza Samsudin
BPPBAT
Reza Samsudin
BPPBAT
Ani Widiyati
BPPBAT
Lila Gardenia
Angela Mariana Lusiastuti, Desy Sugiani,
Uni Purwaningsih, Tuti Sumiati
Septyan
Andriyanto
Taukhid Taukhid, Yani Aryati
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
Angela Mariana
Lusiastuti
Mas Tri Djoko Sunarno, Idil Ardi
Mas Tri Djoko Sunarno, Dedi Jusadi,
Lusi Herawati Suryaningrum
Mas Tri Djoko Sunarno
Septyan Andriyanto, Munti Yuhana,
Reza Samsudin
Nunak Nafiqoh
Desy Sugiani, Septyan Andriyanto
BPPBAT
Yani Aryati
Desy Sugiani, Taukhid Taukhid
BPPBAT
Tatik Mufidah
BPPBAT
Nuryadi
Angela Mariana Lusiastuti, Uni
Purwaningsih
Lies Setijaningsih
JUDUL KTI
Arus Optimal Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Betutu
(Oxyeleotris marmorata)
Pendederan Ikan Papuyu (Anabas testudineus) dengan Padat Tebar
Optimal di Kolam Gambut
Pengaruh Suhu Inkubasi Induk dan Pemberian Naungan Pada Larva
Terhadap Produksi Benih Ikan Baung
Efektivitas Substrat dan Tumbuhan Air Untuk Penyerapan Hara
Nitrogen dan Total Fosfat Pada Budidaya Ikan Berbasis Sistem
Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)
Analisis Karakter Fenotipe Ikan Sepat Siam Trichopodus pectoralis
regan 1910 Asal Sumatera, Jawa, Dan Kalimantan
Optimasi Pakan dengan Tingkat Protein Berbeda Pada Pemeliharaan
Benih Ikan Gabus (Channa sriata)
Studi Kecernaan Silase Darah Dengan Rasio Asam Organik Berbeda
Pada Ikan Nila, Oreochromis niloticus
Identifikasi Kualitas Berbagai Jenis Rumput Laut Dan Nilai
Kecernaannya Pada Ikan Gurami, Osphronemus gouramy
Pembesaran Ikan Patin (Pangasionodon hypopthalmus) Dengan
Pemberian Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal Pada Kandungan Protein
Berbeda
Uji Lapang Vaksin Koiherpes Virus Di Lokasi Berbeda Untuk
Pencegahan Penyakit Khv Pada Ikan Koi (Cyprinus carpio koi)
Sintasan Dan Aktivitas Respiratory Burst Pada Ikan Lele (clarias sp.)
Dengan Pemberian Probiotik Mikroenkapsulasi Terhadap Penyakit
Motile Aeromonads Septicemia
Karakterisasi Morfometrik Gyrodactylus sp.: Cacing Ektoparasit Pada
Ikan Lele (Clarias gariepinus)
Tes Sensitivitas Enam Jenis Bahan Herbal Terhadap Beberapa Bakteri
Patogen Dan Parasit Yang Menyerang Ikan Air Tawar
Uji Lapang Penggunaan Vaksin Flavobacterium Pada Ikan Lele Mutiara
(Clarias batrachus) dan Ikan Mas Rajadanu (Cyprinus carpio)
Uji Lapang Penggunaan Igy Anti Streptococcus agalactiae Untuk
Imunoterapi Penyakit Streptococcosis Pada Budidaya Ikan Nila Best
Efektivitas Penggunaan Probiotik pada Pendederan Ikan Lele Tahap
Ketiga
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.147153
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.155161
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.163167
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.169176
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.531537
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.621626
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.627633
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.635641
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.643652
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.741752
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.753761
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.763768
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.769775
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal.777783
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 785790
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 791796
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 80
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPBAT
Nuryadi
BPPBAT
Uni Purwaningsih
BPPBAT
Tuti Sumiati
BPPBAT
Desy Sugiani
PENULIS LAINNYA
-
Angela Mariana Lusiastuti, Desy Sugiani,
Yani Aryati
Taukhid Taukhid, Yani Aryati, Tatik
Mufidah Mufidah
Otong Zenal Arifin, Tatik Mufidah, Uni
Purwaningsih
JUDUL KTI
Efektivitas Penggunaan Probiotik Pada Pembesaran Ikan Lele Dengan
Menggunakan Teknologi Yumina-Bumina Sistem Pasang Surut
Uji Multilokasi Vaksin “MycofortyVac” Mycobacterium fortuitum Untuk
Pencegahan Penyakit Mycobacteriosis Pada Budidaya Ikan Gurami
(Osphronemus gouramy)
Respons Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Vaksin Koktail
Bakteri Aeromonas hydrophila dan Streptococcus agalactiae Di Lokasi
Pemeliharaan Berbeda
Uji Lapang Aplikasi Vaksin Bivalen Hydrofortyvac Untuk Mencegah
Penyakit Motile Aeromonads Septicemia Dan Mycobacteriosis Pada Ikan
Gurami
BPPBAT
Yohanna
Retnaning
Widyastuti
BPPBAT
Deisi Heptarina
Muhammad Sulhi
Prospek Budidaya Petek Danau Parambassis ranga (Hamilton, 1822)
BPPBAT
Vitas Atmadi
Prakoso
Wahyulia Cahyanti
Pengaruh Periode Terang dan Gelap Terhadap Frekuensi Pernapasan
dan Tingkat Kebutuhan Oksigen Ikan Belanak (Mugil cephalus) Pada
Media Pemeliharaan Air Tawar
BPPBAT
Yosmaniar
-
Budidaya Ikan Lele Yumina Bumina di Kecamatan Cihampelas
Kabupaten Bandung Barat
BPPBAT
Lies Setijaningsih
-
Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Belida Notopterus chitala Dengan
Padat Tebar Berbeda Pada Sistem Undergravel Filter Untuk
Meningkatkan Sintassan
BPPBAT
Vitas Atmadi
Prakoso
Aditiya Nugraha, Gleni Hasan Huwoyon
Keragaan Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Brek (Puntius
orphoides) Pada Kondisi Lingkungan Budidaya
BPPBAT
Desy Sugiani
Angela Mariana Lusiastuti, Esti
Handayani Hardi, Uni Purwaningsih
Kajian Streptococcus agalactiae Non Hemolitik Grup B Isolat Lokal
Indonesia dari Ikan Nila, Oreochromis niloticus
Angela Mariana Lusiastuti
Teknik Produksi Bakteri Heterotrof Untuk Bioflok Dengan Media Kultur
Yang Murah
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 797802
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 803811
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 813819
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 821827
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur hal. 829835
ejournal-balitbang.kkp.go.id
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 1-8
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 81-88
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 89-96
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 163-172
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 173-178
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 179-188
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 81
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPBAT
Septyan Adriyanto
Shofihar Sinansari
Inventarisasi dan Identifikasi Ektoparasit Ikan Lele Mutiara Pada
Pemeliharaan Dengan Ukuran dan Kepadatan yang Berbeda
BPPBAT
Ani Widiyati
-
Pendederan Benih Ikan Papuyu (Anabas testudineus) Dengan
Pemberian Jumlah Pakan buatan Optimal
BPPBAT
Deisi Heptarina
Mulyasari
Pengaruh Pemberikan Pakan Probiotik (TS2B) Terhadap Pertumbuhan
Benih Nila
BPPBAT
Deisi Heptarina
M.H. Fariduddin Ath-Thar, Reza
Samsudin
Pengelolaan Pakan Untuk Budidaya Uceng Nemacheilus fasciatus
(Valenciennes, 1846)
BPPBAT
Vitas Atmadi
Prakoso
Irin Iriana Kusmini
Hubungan Panjang - Bobot dan Pola Pertumbuhan Ikan Tengadak
Albino (Barbonymus schwanenfeldi) Hasil Adaptasi Di Lingkungan
Terkontrol
Eni Kusrini
Potensi Dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias Di Indonesia
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
Anjang Bangun
Prasetio
Anjang Bangun
Prasetio
Melta Rini Fahmi
PENULIS LAINNYA
Eni Kusrini dan Shofihar Sinansari
Asep Permana
Agus Priyadi
Siti Zuhriyyah
Musthofa
Mochammad Zamroni, dan Tutik
Kadarini
Agus Priyadi
Nina Meilisza
Eni Kusrini
Riani Rahmawati
Asep Permana
Sukarman, Siti Murniasih dan Siti
Subandiyah
Anjang Bangun Prasetio
Erma Primanita Hayuningtyas
Eni Kusrini
JUDUL KTI
Strategi Dan Kebijakan Budi Daya Ikan Hias
Transformasi Nilai Ikan Hias: Aspek Ekonomi, Aspek Ilmiah, Aspek
Psikologi, Aspek Kesehatan, Dan Aspek Lingkungan
Pengelolaan Terkontrol Induk Ikan Hias Botia (Chromobotia
macracanthus Bleeker)
Pengembangan Budi Daya Ikan Hias Botia (Chromobotia macracanthus
Bleeker) Di Masyarakat
Pemijahan Dan Pemeliharaan Larva Ikan Pelangi (Famili
Melanotaeniidae) Untuk Mendukung Budi Daya Ikan Hias Yang
Berkelanjutan
Nutrisi Dan Teknologi Pakan Untuk Peningkatan Kualitas Ikan Pelangi
Kurumoi (Melanotaenia parva)
Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Ikan Cupang Alam Indonesia Melalui
Budi Daya Terkontrol
Manajemen Pemeliharaan Larva Cupang Betta imbellis sp.
Studi Pengalihan Kelamin (Sex Reversal) Sebagai Upaya Untuk
Meningkatkan Persentase Ikan Cupang Jantan
Pemuliaan Ikan Cupang Alam Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Warna
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 211-220
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 233-242
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 243-248
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 249-254
Prosiding Seminar Nasional Ikan Ke-9 Jilid 1,
Cetakan Pertama, Desember 2016
diterbitkan oleh Masyarakat Iktiologi Indonesia
Tahun 2016,
ISBN 978-602-99314-8-8
Hal 413-420
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Bunga Rampai Ikan Hias indonesia
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 82
SATKER
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
NAMA PENULIS
PERTAMA
Mochammad
Zamroni
Tutik Kadarini
Nurhidayat
Muhamad Yamin
Melta Rini Fahmi
Tutik Kadarini
Tutik Kadarini
Rendy Ginanjar
Riani Rahmawati
Asep Permana
Ofri Johan
Nurhidayat
Eni Kusrini
Media Fitri Isma
Nugraha
Nurhidayat
Siti Zuhriyyah
Musthofa
Ruby Vidia
Kusumah
Nurhidayat
Ofri Johan
Asep Permana
PENULIS LAINNYA
Sulasy Rohmy, dan Ahmad Musa
Eddy Supriyono
Mohammad Zamroni, Bastiar Nur, dan
Asep Permana
Lela Komalasari, Iskandar, Sri Astuti,
dan Sri Cahyaningsih Herminawati
Nurhidayat, dan Siti Zuhriyyah
Musthofa
Muhamad Yamin, dan Sri Cahyaningsih
Herminawati
Eni Kusrini
Siti Zuhriyyah Musthofa, Siti Murniasih,
Agus Priyadi, dan Bastiar Nur
Agus Priyadi, Wartono Hadie, dan Sri
Cahyaningsih Herminawati
Rahmat Kurniawan, dan Tutik Kadarini
Erma Primanita Hayuningtyas, Ruby
Vidia Kusumah, dan Sawung Cindelaras
Muhammad Yamin, dan Sri
Cahyaningsih Herminawati
Abdul Ajis, dan Armen Nainggolan
Mochammad Zamroni, dan Tutik
Kadarini
Anjang Bangun Prasetio, Eni Kusrini,
Erma Primanita Hayuningtyas,dan
Sawung Cindelaras
Liza Wardin, Ediyanto Sitorus
Anjang B. Prasetio, Idil Ardi, Amran R.
Syam dan Norman J. Quinn
Erma Primanita
Hayuningtyas
Anjang Bangun Prasetio, dan Eni
Kusrini
Siti Zuhriyyah
Musthofa
Erma Primanita
Hayuningtyas
Riani Rahmawati dan Mochammad
Zamroni
Riani Rahmawati
Eni Kusrini
Siti Zuhriyyah Musthofa
Tutik Kadarini
Alimuddin, Mochammad Zairin Jr, Dinar
Tri Sulistyowati
JUDUL KTI
Ikan Tigerfish (Datnioides microlepis): Hubungan Panjang Bobot Dan
Karakter Habitat
Adaptasi Pakan Alami Pada Benih Ikan Tigerfish (Datnioides microlepis)
Pada Lingkungan Budidaya
Domestikasi Ikan Rasbora sp. Sebagai Upaya Pemanfaatan Ikan Hias
Secara Berkelanjutan
Dampak Nonilfenol Terhadap Plasma Nutfah Ikan Indonesia
Adaptasi beberapa jenis ikan hias lahan gambut di lingkungan
terkontrol
Polikultur rainbow merah (Glossolepis incisus Weber) dan lobster air
tawar (Cherax quadricarinatus) sistem resirkulasi
Pengaruh salinitas terhadap produksi larva rainbow kurumoi
(Melanotaenia parva)
Pengaruh naungan plastik terhadap laju pertumbuhan tanaman hias air
Anubias barteri var nana
Optimasi suhu pemeliharaan terhadap pertumbuhan larva ikan cupang,
Betta imbellis
Optimalisasi teknik inkubasi telur ikan (Agamyxis sp.) dengan perlakuan
suhu berbeda
Survai dan inventarisasi karang hias dan ikan hias laut di Pulau
Ketapang, Belitung Timur
Eliminasi senyawa nitrogen dalam air akuarium dengan magnetitekitosan
Efektivitas transfer gen hormon pertumbuhan ikan mas pada embrio
wild betta, Betta imbellis
Karakterisasi dan domestikasi kandidat hydro-vegetasi akuarium pada
berbagai jenis media tanam untuk komersialisasi dan konservasi
Ekstrak terminalia catappa L. untuk meningkatkan sintasan dan
pertumbuhan benih ikan Apteronootus albifrons
Penggunaan probiotik komersial pada pemeliharaan larva ikan rainbow
kurumoi (Melanotaenia parva)
Keragaan Warna Dan Genotipe Calon Induk (F-0) Ikan Clown
(Amphiprion Sp.) Strain Black Percula
The Survival and growth performance of juvenile cardinal tetra
(paracheirodon axelrodi) with application of tropical almond
(terminalia catappa) leaves
The Abundance Of Ornamental Corals After Mass Die Off In 1997 On The
Padang Shelf Reef System, West Sumatera, Indonesia.
Evaluasi Kematangan Gonad Awal Ikan Hias Botia (Chromobotia
macracanthus, Bleker 1851) Keturunan Pertama (F1) Hasil Budidaya di
Balai Penelitian Dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias,
Performa Genotip Ikan Clown Biak (Amphiprion Percula) Berdasarkan
Sumber Induk Alam Dan Budidaya
Studi Awal Efektivitas Beberapa Bahan Penurun Ph Melalui
Perendaman
Pertumbuhan dan Sintasan Larva Ikan Rainbow Kurumoi (Melanotaenia
Parva) Pada Suhu yang Berbeda
Keragaman Genotip 3 Generasi Ikan Rainbow Kurumoi (Melanotaenia
parva) Hasil budidaya
Gene Transfer On Betta Imbellis Through transfection methods with
different DNA concentration
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Simposium nasional ikan hias
Prosiding Simposium nasional ikan hias
Prosiding Simposium nasional ikan hias
Prosiding Simposium nasional ikan hias
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Forum Inovasi Teknologi Akuakultur
Nusantara bioscience
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia 2015,
STP tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia 2015,
STP tahun 2017
Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia 2015,
STP tahun 2018
Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia 2015,
STP tahun 2019
JRA No.2
IAJ Volume 1
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 83
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPBIH
Lili Sholichah
BPPBIH
Eni Kusrini
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
Melta Rini
Riani Rahmawati
Sukarman
Bastiar Nur
Ofri Johan
Melta Rini Fahmi
PENULIS LAINNYA
Siti Zuhriyyah Musthofa, Asep permana,
Mochammad Zamroni, Rendy Ginanjar
Alimuddin, Mohammad Zairin Jr, dan
Dinar Tri Sulistyowati
Sawung Cindelaras, dan Eni Kusrini
I Wayan Subamia
Sawung C
Neviaty P. Zamany, David Smith and
Michael J. Sweet. Diversity
Anjang Bangun Prasetio, Rubi Vidya
Kusumah, Bastiar Nur, Mochammad
Zamroni
BPPI
Evi Tahapari
BPPI
Evi Tahapari
Ika Nurlaela
BPPI
Bambang Gunadi
BPPI
Bambang Gunadi
Lamanto
Adam Robisalmi
BPPI
Adam Robisalmi
BPPI
Nunuk Listyowati
BPPI
Yogi Himawan
BPPI
Dessy Nurul Astuti
BPPI
BPPI
Khairul Syahputra
Flandrianto Sih
Palimirmo
BPPI
Evi Tahapari
BPPI
Sularto
Irsyaphiani Insan
Adam Robisalmi
Priadi Setyawan
Priadi Setyawan
Bambang Gunadi
R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi
Alimuddin
Flandrianto Sih Palimirmo
Yogi Himawan
Didik Ariyanto
Khairul Syahputra
Flandrianto Sih Palimirmo
Priadi Setyawan
Khairul Syahputra
Yogi Himawan
Ikhsan Khasani
Hary Krettiawan
Jadmiko Darmawan
Ika Nurlaela
Wahyu Pamungkas
Huria Marnis
Rita Febrianti
Suharyanto
JUDUL KTI
Potency and efficacy test of a vaccine in addition with adjuvant against
koi herpesvirus in koi (Cyprinus carpio)
Perkembangan larva dan ekologi ikan “six-banded tiger barb”
Desmopuntius hexazona Weber & de Beaufort, 1912
Identifikasi Ikan Cupang (Betta Imbellis) Transgenik Founder membawa
gen penyandi hormon pertumbuhan
Perbaikan Kualitas Warna Dan Pertumbuhan Ikan Wild Betta (Betta sp.)
Dengan Rekayasa Intensitas Cahaya Dan Warna Latar
Warna Ikan Koi Strain Kohaku ( Cyprinus carpio) di Kabupaten dalam
Angka
Fekunditas, indeks gonadosomatik dan diameter telur ikan tali-tali,
Pangio kuhlii Vallenciennes, 1846 (Cobitidae) hasil domestikasi
Prevalence and Incidence of Black Band Disease of Scleractinian Corals
in the Kepulauan Seribu Region of Indonesia.
DNA barcoding ikan hias lahan gambut
Teknologi budidaya ikan lele “mutiara” dalam kolam terpal dengan
aplikasi probiotik di pondok pesantren pacitan, jawa timur
Performa ikan patin hasil hibridisasi antara betina patin siam
(pangasianodon hypophthalmus) dengan jantan patin jambal
(pangasius djambal), dan nasutus (pangasius nasutus) yang dipelihara
di perairan dataran tinggi kabupaten kuningan
Analisa pertumbuhan benih ikan nila srikandi (oreochromis aureus x
niloticus) pada pemeliharaan di kolam tembok dan kolam tanah di air
tawar
Performa pertumbuhan dan estimasi nilai heterosis juvenil ikan nila
(orochromis niloticus), ikan nila biru (oreochromis aureus), dan
persilangannya yang dipelihara di kolam air tawar
Performa pertumbuhan ikan nila nirwana (oreochromis niloticus), ikan
nila merah (o. Niloticus x o. Mossambicus), ikan nila srikandi (o. Aureus
x o. Niloticus), dan ikan nila biru (o. Aureus ) pada pemeliharaan di
tambak
Performa resistensi benih ikan nila (nirwana), oreochromis niloticus
terhadap penyakit streptococcosis
Performa ketahanan terhadap khv ikan mas (cyprinus carpio) rajadanu
hasil seleksi menggunakan marka molekuler cyca-dab1*05
Performa ikan mas (cyprinus carpio) rajadanu tahan khv terhadap
cekaman ph yang berbeda
Performa ketahanan ikan mas rajadanu tahan khv f3 terhadap infeksi
bakteri aeromonas hydrophila
Studi ekspresi gen imun pada udang galah (macrobrachium
rosenbergii) yang diinfeksi vibrio harveyi
Performa ikan patin hibrida pasupati (pangasiid) dari induk terseleksi
pada sistem budidaya berbeda
Estimasi heritabilitas dan respon seleksi persilangan ikan gurami
(oshpronemus gouramy Lac
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
IAJ Volume 1
JRA No.2
JRA
JRA
UGM
UGM
MDI
JRA
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
Prosiding FITA 2016
JRA Vol. 11 No. 1 2016
JRA Vol. 11 No. 1 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 84
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
BPPI
Huria Marnis
BPPI
Khairul Syahputra
BPPI
Rita Febrianti
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
Jadmiko
Darmawan
Yogi Himawan
Flandrianto Sih P.
Dessy Nurul Astuti
Bambang Iswanto
Bambang Gunadi
Evi Tahapari
Huria Marnis
Jadmiko
Darmawan
Priadi Setyawan
Rita Febrianti
Rita Febrianti
Yogi Himawan
Yogi Himawan
Bambang Iswanto
BPPI
Bambang Iswanto
BPPI
Huria Marnis
BPPI
Khairul Syahputra
BPPI
Suharyanto
PENULIS LAINNYA
Bambang Iswanto
Rommy Suprapto
Imron
R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi
Didik Ariyanto
Erma Primanita Hayuningtyas
Evi Tahapari
Suharyanto
Nunuk Listyowati
Sularto
Khairul Syahputra
Yogi Himawan
Khairul Syahputra
Hary Krettiawan
Fajar Anggraeni
Pudji Suwargono
Adam Robisalmi
Lamanto
Muhammad Qodri Fitra
Jadmiko Darmawan
Rita Febrianti
Julinasari Dewi
Selny Febrida
Evi Tahapari
Suharyanto
Adam Robisalmi
Nunuk Listyowati
Sularto
Sularto
Suharyanto
Khairul Syahputra
Khairul Syahputra
Rommy Suprapto
Huria Marnis
Imron
Imron
Huria Marnis
Rommy Suprapto
Bambang Iswanto
Imron
Selny Febrida
R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi
Yogi Himawan
Didik Ariyanto
Flandrianto Sih Palimirmo
Rita Febrianti
Sularto
JUDUL KTI
Identifikasi zigositas ikan lele (clarias gariepinus) transgenik f-2 yang
memebawa gen hormon (phgh) dengan menggunakan realtime-qpcr
Keragaman genetik ikan mas (cyprinus carpio) varietas rajadanu tahan
koi herpervirus generasi f0 dan f1 menggunakan tiga lokus mikrosatelit
Pertumbuhan dan sintasan larva/benih ikan patin jambal (Pangasius
djambal) yang dipelihara dengan padat penebaran berbeda
Dinamika kualitas air pada budidaya ikan gurami di kolam tanah
Performa ikan mas (Cyprinus carpio) dengan karakter warna berbeda
secara indoor
Laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas rajadanu (
(Cyprinus carpio L) hasil seleksi F2 pada fase pembenihan
Evaluasi perkembangan larva udang galah (Macrobrachium
rosenbergii) strain GI Macro II generasi kedua
Pengaruh penundaan proses fertilisasi buatan terhadap penetasan telur
ikan lele (Clarias gariepinus)
Performa pertumbuhan larva nila Srikandi (Oreochromis aureus X
niloticus) pada pemeliharaan dengan media air berbeda
Aplikasi larutan asam tanin dalam upaya peningkatan daya tetas telur
ikan patin siam (Pangasionodon hypopthalmus)
Isolasi dan identifikasi bakteri streptococcus iniae yang menginfeksi
ikan kerapu tikus ( Cromileptes altivelis)
Fluktuasi asimetris anakan ikan patin siam (Pangasionodon
hypopthalmus Sauvage, 1878) generasi F2 hasil seleksi
Respon pemuasan pakan pada pendederan benih ikan nila
(Oreochromis aureus) secara indoor
Gejala klinis dan kematian ikan nila merah yang terinfeksi bakteri
Streptococcus agalactiae
Penentuan awal jenis kelamin (determinasi seks) pada ikan gurami
(Osprhonemus gouramy)
Performa ikan mas (Cyprinus carpio) strain rajadanu tahan KHV F3 di
KJA Waduk Cirata, Jawa Barat
Perform benih ikan mas (Cyprinus carpio) strain rajadanu asal induk
positif MHC-II
Performa reproduksi ikan lele Mutiara (Clarias gariepinus)
Response to selection for body weight in the third generation of mass
selection of the african cathfish (Clarias gariepinus) at research institut
for fish breeding Sukamandi
The Ability of Fast-Growing Transgenic African Catfish (Clarias
gariepinus) on Predator Avoidance
Pewarisan Marka Cyca-DAB1*05 dan Keragaan Genetik Ikan Mas
(Cyprinus carpio) Strain Rajadanu Tahan Inveksi Koi Herpes Virus dan
Tumbuh Cepat
Karakterisasi empat populasi ikan gurami (Ospronemus gouramy Lac.)
dan persilangan berdasarkan metode truss morfometriks
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
JRA Vol. 11 No. 1 2016
JRA Vol. 11 No. 1 2016
Prosiding Semnaskan Lampung 2016
Prosiding Semnaskan UGM 2016
Prosiding Semnaskan UGM 2016
Prosiding Semnaskan UGM 2016
Prosiding Semnaskan UGM 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Prosiding Masyarakat Ikhtiologi Indonesia 2016
Media Akuakultur Vol. 11 No. 1 2016
IAJ Vol. 1 No. 1 2016
IAJ Vol. 1 No. 1 2016
JRA Vol. 11 No. 2 2016
JRA Vol. 11 No. 2 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 85
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
Bambang Iswanto
Selny Febrida
Imron
R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi
Flandrianto Sih Palimirmo
Yogi Himawan
BPPI
Huria Marnis
BPPI
Khairul Syahputra
LP2T
Dian Novianto
Prawira Atmaja, Bram Setyadji
LP2T
Bram Setyadji
Dian Novianto, Budi Nugraha
BPPI
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
LP2T
Sularto
Roy Kurniawan
Bram Setyadji
Irwan Jatmiko
Andi Bahtiar
Arief Wujdi
Dian Novianto
Fathur Rochman
Bram Setyadji
Prawira Atmaja
R.T.P.
Rita Febrianti
Suharyanto
Abram Barata, Suciadi C. Nugroho
Hety Hartaty
Bram Setyadji, Dian Novianto
Abram Barata, Dian Novianto
Fathur Rochman, Irwan Jatmiko
Eko Susilo
Irwan Jatmiko, Arief Wujdi
Hety Hartaty, Siti Mardlijah
Dian Novianto, Abram Barata
LP2T
Bram Setyadji
Irwan Jatmiko, Arief Wujdi
LP2T
Bram Setyadji
I Wayan Arthana, I Wayan Kasa
LP2T
Irwan Jatmiko
Fathur Rochman, Arief Wujdi
LP2T
LP2T
LP2T
Irwan Jatmiko
Bram Setyadji
Fathur Rochman
Bram Setyadji, Rani Ekawaty
Budi Nugraha, Lilis Sadiyah
Widodo Pranowo, Irwan Jatmiko
JUDUL KTI
Transmisi Gen PhGH dan Performa Pertumbuhan Ikan Lele Afrika
(Clarias gariepinus) Transgenik Generasi Ketiga
Transmisi Gen krt-GP11 dan Performa Ketahanan Ikan Mas (Cyprinus
carpio) Transgenik F-2 terhadap Infeksi KHV
Perbandingan Jenis Kelamin dan Dimorfisme Seksual Pada
Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) serta Implikasinya
terhadap Strategi Seleksinya
Beberapa Aspek Biologi Pari Famili Mobulidae pada Perikanan Tuna di
Samudera Hindia Selatan Jawa
Laju Pancing (Hook Rate), Panjang Hiu Aer (Prionace glauca) dan
Daerah Penangkapanya di Samudera Hindia
Hubungan Antara Waktu Set dan Durasi Perendaman Pancing Terhadap
Hasil Tangkapan Sampingan Pari Lemer (Pteroplatytrygon violacea
Bonaparte, 1832)
Modelling the Diel Vertical Movement of Swordfish (Xiphias gladius
Linnaeus, 1758) Based on Temperature and Depth Recorder Data
Produksi Perikanan Tuna Hasil Tangkapan Rawai Tuna yang Berbasis di
Pelabuhan Benoa, Bali
Daerah Penangkapan, Laju Pancing dan Parameter Populasi Ikan
Gindara (Lepidocybium flavobrunneum) di Samudra Hindia
Sebaran Panjang Dan Nisbah Kelamin Untuk Investigasi Kemampuan
Pemijahan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus Lowe, 1839) Di Samudra
Hindia
Role of Sub Surface Temperature, Salinity and Chlorophyll to Albacore
Tuna Abundance in Indian Ocean
Biology and CPUE Spatial Distribution of Escolar Lepidocybium
Flavobrunneum (Smith, 1843) in Eastern Indian Ocean (Evolving
Fisheries: Today’s By-Catch is Tomorrow’s Target Catch)
The Seasonal Variability of CPUE and Catch-at-Size Distribution of Troll
and Handline Tuna Fisheries Landed in Labuhan Lombok
Beberapa aspek penangkapan, sebaran ukuran, dan nisbah kelamin hiu
buaya Pseudocarcharias kamoharai (Matsubara, 1936) pada perikanan
rawai tuna di Samudra Hindia
Modelling several morphometric relationships of swordfish (Xiphias
gladius), black marlin (Makaira indica) and blue marlin (Makaira
nigricans) caught form Indonesian longliners in the eastern Indian
Ocean
Beberapa parameter populasi ikan pedang di Samudera Hindia Bagian
Timur
The Effect of Moon Phase on The Catch of Bigeye Tuna (Tunnus obesus)
in Eastern Indian Ocean
Dinamika perubahan metode penangkapan rawai tuna di Samudera
Hindia
The effect of depth of hooks, set and soak time to the catch per unit of
effort of tuna in the Eastern Indian Ocean
The influence of swimming layer and sub-surface oceanographic
variables on catch of albacore in Eastern Indian Ocean
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
JRA Vol. 11 No. 3 2016
JRA Vol. 11 No. 4 2016
JRA Vol. 11 No. 4 2016
Prosiding Simposium Hiu Pari, Februari 2016
Prosiding Simposium Hiu Pari, Februari 2016
Prosiding Simposium Hiu Pari, Februari 2016
Jurnal Ilmu Kelautan Vol 21(1) 2016: 9-16, Maret 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol. 22 (1) 2016:
25-32, Maret 2016
BAWAL Widyariset Perikanan Tangkap Vol. 8 (1) April
2016: 49-56
Widyariset Vol. 2 (1) 2016:
67 – 76, Mei 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No.1 Juni
2016: 17-26
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No.1 Juni
2016: 27-36
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No.1 Juni
2016: 53-60
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No. 2, Juni 2016: 115-124
Journal of Fisheries Vol 4 (2): 371-376 Agustus 2016
BAWAL Widyariset Perikanan Tangkap Vol. 8 (2) Agustus
2016
Jurnal Ilmu Kelautan Vol 21 (3): 101-106, September 2016
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol. 22 (2) 2016:
September 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No. 2
Desember 2016
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No. 2
Desember 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 86
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
LP2BRL
Petrus Rani PongMasak
Nelly Hidayanti Sarira
Muslimin
Dhini Arum Pratiwi, Wiwin Kusuma
Perdana Sari
LP2BRL
LP2BRL
LP2BRL
LP2BRL
LP2BRL
LP2BRL
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
Petrus Rani PongMasak
Wiwin Kusuma
Perdana Sari
PENULIS LAINNYA
Nova Fransisca Simatupang
Muslimin
Dhini Arum
Pratiwi
Wiwin Kusuma Perdana Sari, Muslimin
Siti Fadilah
Alimuddin, Petrus Rani Pong-Masak,
Joko Santoso, Andi Panrengrengi
Siti Fadilah
Dhini Arum Pratiwi
Kuswardani Rita
Tisiana Dwi
Widodo S.
Pranowo
Widodo S.
Pranowo
Widodo S.
Pranowo
Mariska A.
Kusumaningtyas
Yusmiana
Puspitaningsih
Rahayu
Hadiwijaya
Lesmana Salim
Dini Purbani
Agustin Rustam
Novi Susetyo Adi
Yulius
Qiao Fangli
Rizal F. Abida, Engki A. Kisnarti2
Anastasia R.T.D. Kuswardani, Budi
Nugraha, Dian Novianto, Umi
Muawanah, Hari Prihatno, Weidong Yu
Armyanda Tussadiah, Mega L.
Syamsuddin, Noir P. Purba & Indah
Riyantini
Agustin Rustam, Terry L. Kepel, Restu
Nur Afi Ati, August Daulat, Peter
Mangindaan & Andreas A. Hutahaean
Rizky Anggoro Adi, Dino Gunawan
Priyambodo, Candra Dwi Puspita &
Hariyanto Triwibowo
Dini Purbani, Agustin Rustam, Yulius
Yulius, Devi Suryono, Joko Prihantono
Abdullah Aman Damai2, Yulius1, Eva
Mustikasari1, Hadiwijaya Lesmana
Salim1 dan Aida Heriati1 1Pusat
Yulius, Hadiwijaya L Salim dan M.
Ramdhan
Penny Dyah Kusumaningrum
Ardiansyah, M. Ramdhan, A. Heriati, H.L
Salim, D. Purbani,S.N. Amri & T. Arifin
JUDUL KTI
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii
dengan Aplikasi Metode Vertikultur di Kabupaten Buton Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Performansi Pertumbuhan Bibit Rumput Laut Gracilaria Verrucosa
Introduksi dengan Peremajaan pada Panjang Stek Berbeda di Tambak
Musim Tanam Produktif Rumput Laut Eucheuma Denticulatum di
Perairan Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Penentuan Bobot Bibit, Jarak Rumpun, dan Jarak Tali Bentangan untuk
Optimalisasi Budidaya Rumput Laut Sargassum Duplicatum dengan
Metode Lepas Dasardi Perairan Mananggu Kabupaten Boalemo,
Gorontalo
Penentuan Pola Musim Tanam Optimal Rumput Laut Eucheuma
Striatum di Perairan Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Growth, Morphology and Growth Related Hormone Level in
Kappaphycus alvarezii Produced by Mass Selection in Gorontalo Waters,
Indonesia
Propagasi bibit rumput laut Gracilaria gigas pada tahap kultur jaringan,
aklimatisasi, dan
pembesaran
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding FITA. Forum inovasi teknologi akuakultur.
Puslitbang, Jakarta. ISBN : 978-979-789-052- (31 Agustus
2016)
Prosiding FITA. Forum inovasi teknologi akuakultur.
Puslitbang, Jakarta. ISBN : 978-979-789-052- (31 Agustus
2016)
Prosiding FITA. Forum inovasi teknologi akuakultur.
Puslitbang, Jakarta. ISBN : 978-979-789-052- (31 Agustus
2016)
Prosiding FITA. Forum inovasi teknologi akuakultur.
Puslitbang, Jakarta. ISBN : 978-979-789-052- (31 Agustus
2016)
Prosiding FITA. Forum inovasi teknologi akuakultur.
Puslitbang, Jakarta. ISBN : 978-979-789-052- (31 Agustus
2016)
Jurnal (HAYATI Journal of Biosciences 23. 2016 | 29-34
(10 Juli 2016)
Jurnal (Media Akuakultur 11. Balitbang. p-ISSN 1907-676
(2 Desember 2016)
Application of MASNUM Wave Model in Indo Pacific Ocean and its
Verification using Altimeter Data
Identification of Ocean Currents Potential Energy in Lombok Strait
Based on Electric Turbine Scenarios
International Journal of Science and Research (IJSR)
Volume 5 Issue 3 , Maret 2016
International Journal of Science and Research (IJSR)
Volume 5 Issue 4 , April 2016
KARAKTERISTIK DAN VARIABILITAS EDDY DI SAMUDERA HINDIA
SELATAN JAWA
Jurnal Segara vol 11 no 3 Desember 2016
Ocean-Climate Interaction of South Eastern Indian Oceanfor Tuna
Fisheries & Its Socio-Economy Impacts
EKOLOGI DAN STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI TELUK
RATATOTOK, MINAHASA TENGGARA, SULAWESI UTARA
KUALITAS AIR PERMUKAAN DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR
PERAIRAN SEDANAU, NATUNA, KEPULAUAN RIAU
Spatial Pattern of Water Quality on Coral Reef Area Around Kaledupa
Island
PENGEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN
BARAT SUMATERA BERBASIS EKONOMI BIRU (Industrial Development
in Fisheries at West Sumatera Padang Waters Based on Blue Economy
Kajian Kualitas Perairan Lombok Tengah Sebagai Kawasan Konservasi
Laut Daerah :
Konsep Integrasi Teknologi Penginderaan Jauh dan Buoy untuk
Pemantauan Perairan Waduk dan Danau
KESESUAIAN KAWASAN BUDI DAYA RUMPUT LAUT DI TELUK SALEH,
KABUPATEN SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT
International Journal of Science and Research (IJSR)
Volume 5 Issue 4 , April 2016
Jurnal Segara vol 11 no 1 April 2016
Jurnal Segara vol 11 no 1 April 2016
Jurnal Segara vol 11 no 2 Agustus 2016
J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN, Vol. 23, No.2, Juli 2016:
233-240
Blue Ekonomi Lombok
Aplikasi Teknologi Pemantauan Kualitas Perairan
Jurnal Segara vol 11 no 1 April 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 87
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
P3SDLP
Semeidi Husrin
P3SDLP
Semeidi Husrin
P3SDLP
Yulius
P3SDLP
P3SDLP
Dino Gunawan
Pryambodo
Joko Prihantono
PENULIS LAINNYA
Roka Pratama, Aprizon Putra, Hadi
Sofyan, Nia Naelul Hasanah, Nita
Yuanita, Irwan Meilano
Didit Adytia
Nasir Sudirman
Ardiansyah
M. Hasanudin, Dino Gunawan, Rainer A.
Troa, Eko Triarso, Lestari C. Dewi & Ira
Dillenia
P3SDLP
Semeidi Husrin
P3SDLP
Lestari Cendekia
Dewi
Joko Prihantono
P3SDLP
Taslim Arifin
Derri Dwima
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
Taslim Arifin
M. Ramdhan
Syahrial Nur Amri,
Dino Gunawan
Pryambodo
Dino Gunawan
Pryambodo1
Rikha
Bramawanto, S.Pi
Rikha
Bramawanto
Sophia L. Sagala
Sri Suryo Sukoraharjo
A Putera
Aida Heriati
H.L. Salim, Yulius dan Eva Mustikasari
Taslim Arifin
Joko Prihantono, Rainer A. Troa, Eko
Triarso
Joko Prihantono1 dan Supriyadi2
Sophia Lasma Sagala
Ifan R. Suhelmi, Hariyanto Triwibowo,
Sophia L. Sagala
Rikha Bramawanto, Dian S. Pratama,
Ifan R. Suhelmi and Wasinton
Simanjuntak
R. Bambang Adhitya Nugraha
Sofiyan Muji Permana
Vivi Yovita Indriasari dan Agus Sufyan
Vivi Yovita Indriasari
Penny Dyah
Kusumaningrum
Handy Chandra
Handy Chandra
Bertha Berlian Borneo
JUDUL KTI
The Mechanisms of Coastal Erosion in Northeast Bali
Numerical simulations of nonbreaking solitary wave attenuation by a
parameterized mangrove forest model
IDENTIFIKASI AKUIFER AIRTANAH DI PELABUHAN PERIKANAN
SAMUDRA (PPS) BUNGUS, SUMATRA BARAT
IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI PESISIR TELUK
SALEH, KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2004-2014
ESTIMASI KETEBALAN PASIR LAUT DI PERAIRAN UTARA KABUPATEN
SERANG – BANTEN MENGGUNAKAN SUB BOTTOM PROFILER
Tsunami Vulnerability Of Critical Infrastructures In The City Of Padang,
West Sumatera
Karakteristik Kimia Perairan dan Hasil Tangkapan Benih Lobster di
Teluk Bumbang Kabupaten Lombok Tengah
Analisis Ukuran Butiran Sedimen Teluk Ekas :
Pendugaan Sebaran Suhu Permukaan Laut Teluk Ekas Menggunakan
Data Citra Satelit Landsat – 8
Analisis Ketersediaan Nitrogen Menggunakan Model Keseimbangan
Massa Pada Budidaya Ikan Kerapu di Keramba Jaring Apung
Adaptation Strategy of Seaweed Cultivation to Face the Climate Change
(Case Study in Segoro Anakan Bay Ngadirojo, Pacitan).
Identifikasi Akuifer Dangkal di Pulau Terdepan NKRI dengan Metoda
Geolistrik 2D : Studi Kasus Pulau Laut, Kab. Natuna
Zonasi Intrusi Air Asin dengan Kualitas Fisik Air Tanah di Kota
Semarang
Meteorological and physical conditions of Salt Pan Areas with FilteringThreaded Technology (TUF) in Cirebon Regency, Indonesia
Permasalahan dan Solusi Dalam Meningkatkan Produktivitas Tambak
Garam Rakyat di Jawa Tengah
Recover Magnesium as Magnesium Hydroxide from local salt bittern
Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jarak Jauh Kemaritiman
Penelitian dan Pengembangan Sistem Konversi Energi Laut (SKEAL)
Badan Litbang KP - KKP. Kondisi Eksisting dan Rencana Ke Depan
Alternatif Pemanfaatan Anjungan Lepas Pantai Pasca Produksi
Nilai Tambah Budidaya Rumput Laut terhadap Perlindungan Pantai
Perlindungan Pantai Berbasis Restorasi Ekologi
Pemantauan Kualitas Perairan Waduk Ir. H. Djuanda (Jatiluhur)
memanfaatkan Teknologi Buoy
Uji Kaji Teknologi Buoy Pluto Berbasis Telemetri untuk Pemantauan
Kualitas Perairan Danau Maninjau
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Jurnal Segara vol 11 no 2 Agustus 2016
Pertanika Journals Science & Technology 24 (1): 1 - 25
(2016)
Jurnal Segara vol 11 no 3 Desember 2016
Jurnal Segara vol 11 no 3 Desember 2016
Jurnal Segara vol 11 no 3 Desember 2016
Proceedings of the International Seminar
(Industrialization of Fisheries and Marine Resources,
FAPERIKA-UNRI 2012)
Blue Ekonomi Lombok
Blue Ekonomi Lombok
Blue Ekonomi Lombok
Blue Ekonomi Lombok
Jurnal Forum Geografi Vol 30, No 1 (2016): July
Jurnal Eksplorium vol. 37. 1. Mei 2016
Jurnal Kelautan Nasional Agustus 2016
Jurnal Segara vol 11 no 2 Agustus 2016
Prosiding Seminar Nasional Kelautan XI, Fakultas Teknik
dan Ilmu Kelautan Univ. Hang Tuah Surabaya
Proceedings 16th Asian Chemical Congress, Dhaka
Bangladesh
Bunga Ramai Penerapan Teknologi Kemaritiman
Bunga Ramai Penerapan Teknologi Kemaritiman
Bunga Ramai Penerapan Teknologi Kemaritiman
Bunga Ramai Penerapan Teknologi Kemaritiman
Bunga Ramai Penerapan Teknologi Kemaritiman
Aplikasi Teknologi Pemantauan Kualitas Perairan
Aplikasi Teknologi Pemantauan Kualitas Perairan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 88
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
PENULIS LAINNYA
P3SDLP
Eko Triarso
Rainer A Troa
P3SDLP
Rainer A.Troa
Ira Dillenia & Eko Triarso
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
Ira Dillenia
Rainer A.Troa
Eko Triarso
-
Komang Iwan Suniada
Eko Susilo, Amandangi
Wahyuning Hastuti
Frida Sidik
Eko Susilo
Amandangi Wahyuning
Hastuti
Rizki Hanintyo
Rizki Hanintyo
Amandangi Wahyuning
Hastuti
BPOL
Rizki Hanintyo
LPSDKP
LPSDKP
Ulung Jantama Wisha
Aprizon Putra
Ulung Jantama Wisha
LPSDKP
Herdiana Mutmainah
LPSDKP
Aprizon Putra,
LPSDKP
Ulung Jantama Wisha
LPSDKP
Ira Dillenia & Eko Triarso
Komang Iwan Suniada
BPOL
LPSDKP
Rainer A Troa
Wisnu Arya Gemilang
David Neil, Chaterine E. Lovelock
Sri Hadianti
Komang Iwan Suniada, Eko Susilo,
Aldino Jusach Saputra
Fikrul Islamy, Sri Hadianti, Aldino
Jusach, RM Putra Mahardika
Aldino Jusach, Fikrul Islamy,RM
Putra Mahardika, Sri Hadianti
Yuli Pancawati, I Nyoman Surana
Eko Susilo
Aida Heriati
Try Al Tanto, Ilham
Semeidi Husrin, and Gegar Sapta
Prasetyo
Gunardi Kusumah, Try Altanto,
Koko Ondara
Try Al Tanto, Ilham
Try Al Tanto, Ilham
Gunardi Kusumah
JUDUL KTI
Pemetaan Geologi Gunungapi Bawah Laut Kawio Barat Perairan
Sangihe-Talaud menggunakan Multibeam Echosounder Resolusi Tinggi
Identifikasi Situs Arkeologi Maritim Karang Panjang Perairan Pulau Laut
Natuna
Geodinamika Kawasan Timur Indonesia dan Implikasinya terhadap
Potensi Sumber Daya Dasar Laut
Sebaran Tekstur Sedimen Permukaan Dasar Perairan Teluk Buton
Natuna
Indikasi Keberadaan Gas Hidrat di Cekungan Busur Muka Simelue dan
Potensinya sebagai Sumber Energi Masa Depan dengan penulis Eko
Triarso
Perbandingan Antara Informasi Suhu Permukaan Laut dari Data Satelit
dengan Hasil Pemodelan di WPP NRI-716
Effect of High Sedimentation Rates on Surface Sediment Dynamics and
Mangrove Growth in The Porong River, Indonesia
Variasi bulanan daerah prediksi penangkapan ikan di wilayah
pengelolaan perikanan RI 711
Dapatkah Siklon Tropis Picu Peningkatan Konsentrasi Klorofil-a (Studi
Kasus Siklon Tropis LAM)
Distribusi Sebaran Kapal Ikan dan Kaitannya dengan Daerah Potensial
Penangkapan Ikan Berdasarkan Citra Satelit di WPP-NRI 711
Thermal Front pada Musim Timur di laut Sawu Tahun 2015
Berdasarkan Citra Satelit Aqua-Terra MODIS Level 2
Variasi SPL, Klorofil a dan NPP pada Lokasi Daerah Penangkapan Ikan
(Studi Kasus WPP 714, 716, 718)
Struktur Komunitas Plankton Saat Air Pasang di Kawasan Estuari
Perancak, Bali
Comparison of Chlorophyll-a Measurement Using Spatial Imagery and
Numerical Model in Bali Strait
Analisis Julat Pasang Surut (Tidal Range) Dan Pengaruhnya Terhadap
Sebaran Total Sedimen Tersuspensi (Tss) Di Perairan Teluk Pare
Granules Size Analysis and Sedimentation Rate to Coral Reefs and
Seagrass In The Bungus Bay Waters Padang City
Hydrodynamics of Bontang Seawaters: Its Effects on the Distribution of
Water Quality Parameters
Kajian kesesuaian lingkungan untuk pengembangan wisata di Pantai
Ganting, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh
Aplikasi Citra Satelit Untuk Identifikasi Perubahan Luasan Mangrove di
Teluk Bungus Kota Padang
Distribusi Spasial Suhu Permukaan Laut di Perairan Sumatera Barat
Dikaitkan Dengan Kejadian Indian Ocean Dipole (Iod) Pada Musim
Peralihan (Agustus-Oktober) (Studi Kasus: Pulau Pasumpahan Dan
Sibonta)
Gejala Intrusi Air Laut Di Daerah Pesisir Padelegan, Pademawu dan
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Jurnal Kelautan Nasional April 2016
Jurnal Kelautan Nasional April 2016
Jurnal Kelautan Nasional Agustus 2016
Jurnal Kelautan Nasional Des 2016
Jurnal Kelautan Nasional Des 2016
Bumi Lestari Jurnal Lingkungan Hidup (Journal of
Envirnment) Vol. 16 No. 1 : 32-37 ISSN 1411-9668
Marine Pollution Bulletin - April 2016
Seminar Nasional Pengelolaan Pesisir dan daerah aliran
sungai ke 2
Prosiding Seminar nasional Penginderaan Jauh 2016
ISBN 978-979-1458-99-3
Prosiding Seminar nasional Penginderaan Jauh 2016
ISBN 978-979-1458-99-3
Prosiding Seminar nasional Penginderaan Jauh 2016
ISBN 978-979-1458-99-3
Prosiding Seminar nasional Penginderaan Jauh 2016
ISBN 978-979-1458-99-3
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikaanan dan Kelautan 2016
Jilid II: Manajemen Sumberdaya Perikanan
ISSN: 2477-6327
2nd International Conference of Indonesian Society for
Remote Sensing (ICOIRS) 2016
IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science Vol. 47
No. 1
doi: 10.1088/1755-1315/47/1/012010
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 1, April 2016
PROSIDING Pasca Sarjana UNAND
ILMU KELAUTAN September 2016 Vol 21(3)
Jurnal ilmu perairan Pesisir dan Perikanan universitas
syahkuala vol 5 no. 1 2016
Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Februari
2016
Prosiding Seminar Nasional Kelautan 2016 Universitas
Trunojoyo Madura, 27 Juli 2016
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 89
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
LPSDKP
Herdiana Mutmainah
LPSDKP
Ulung Jantama Wisha
LPSDKP
Ruzana Dhiauddin
LPSDKP
Gunardi Kusumah
LPSDKP
Aprizon Putra
LPSDKP
Try Al Tanto
LPSDKP
Try Al Tanto
LPSDKP
Koko Ondara
LPSDKP
Aprizon Putra
LPSDKP
Ulung Jantama Wisha
LPSDKP
Ulung Jantama Wisha
PENULIS LAINNYA
Dominika Wara Christiana,
Gunardi Kusumah
Semeidi Husrin, Ulung
Muh. Yusuf, Lilik Maslukah
Try Al Tanto dan Gunardi
Kusumah
Semeidi Husrin
Ulung Jantama Wisha
Wisnu Arya Gemilang
Semeidi Husrin, Try Al Tanto,
Roka Pratama
Herdiana Mutmainah
Try Al Tanto dan Ilham
Aida Heriati
Susilo Wisnogroho
RANCANG BANGUN PERANGKAT KERAS ELEKTRONIS TEKNOLOGI
PEMANTAUAN UNTUK BUDIDAYA LAUT
LPTK
Ari Kuncoro
Ma'muri, Salasi W. Widyanto,
Susilo Wisnogroho
LPTK
Adiguna R. Nugraha
Nanda R. Prasetiawan
P3DSPBKP
Hedi Indra Januar
P3DSPBKP
Agustinus Robert Uria
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Hedi Indra Januar
Tuti Hartati Siregar
Tsunami Mentawai 25 Oktober 2010 Dan Dampaknya Kini Terhadap
Pantai Barat Mentawai
Karakteristik Oseanografi Fisik (Batimetri, Pasang SurutGelombang
Signifikan Dan Arus Laut) Perairan Teluk Bungus
Kelimpahan Fitoplankton Dan Konsentrasi Tss Sebagai Indikator
Penentu Kondisi Perairan Muara Sungai Porong
Kualitas Perairan Teluk Bungus Berdasarkan Baku Mutu Air Laut Pada
Musim Berbeda
Shoreline Changes Analysis Of West Pasaman Regency, West Sumatera
Simulasi Numerik Gelombang (Spectral Waves) Dan Bencana Rob
Menggunakan Flexible Mesh Dan Data Elevation Model Di Perairan
Kecamatan Sayung, Demak
Penilaian kerentanan sumberdaya air tanah di pademawu dan
sekitarnya menggunakan metode GALDIT dan DRASTIC
Kerentanan Pesisir Terhadap Perubahan Iklim Di Timur Laut Provinsi
Bali
The Mapping of Temporary Evacuation Site (TES) and Tsunami
Evacuation Route in North Pagai Island, Mentawai Islands Regency –
Indonesia
SPATIAL DISTRIBUTION OF SEA SURFACE TEMPERATURE IN WEST
SUMATERA SEAWATERS ASSOCIATED WITH INDIAN OCEAN DIPOLE
(IOD) EVENT IN TRANSITIONAL SEASONS (AUGUST-OCTOBER)
Bathymetry and Hydrodynamics in Pare Bay Waters During
Transitional Seasons (September- October
RANCANG BANGUN KONVERTER KIT DUAL FUEL (LPG-SOLAR) UNTUK
MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL
Ma'muri
Salasi W. Widyanto
Sekitarnya
Ari Kuncoro, Susilo Wisnugroho
LPTK
LPTK
JUDUL KTI
Neviaty Putri Zamani, Dedi
Soedarma and Ekowati Chasanah
-
Agustinus Robert Uria, Dewi
Seswita Zilda
Nandang Priyanto, Ajeng
Kurniasari Putri, Novalia
Rachmawati, Radestya
Triwibowo, Larissa Dsikowitzky,
Jan Schwarzbauer
LPG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK BAHAN BAKAR DUAL-FUEL
MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL
TERUMBU KARANG DAN Isis hippuris L. DI BLUE HOLE WAKATOBI
UNTUK POTENSI DAERAH DAERAH KONSERVASI
Changes In soft Coral Sarcophton sp. Abudance and ctotoxicity at
volcanic CO2 seeps in Indonesia
North-South Biodiscovery Research Collaboration of Indonesian Sponge
and Soft Coral : A Bibliographic Analysis of Publications Over the Las
Two Decades
Metagenomics – Guided Mining of Commercially Useful Biocatalysts
from Marine Microoganisms
Spatial Distribution and Seasonal Variation of the Trace Hazardous
Element Contamination in Jakarta Bay, Indonesia
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 2, Oktober 2016
MASPARI JOURNAL Juli 2016, 8(2):135-146
J. Segara Vol.12 No.2 August 2016: 91-98
Jurnal Kelautan Volume 9, No. 2, Oktober 2016
PIT PAA
Majalah Ilmiah Globë Volume 17 No.1 Juni 2015
Jurnal Earth and Environmental Science 47 (2016)
Jurnal Geomatika
Omni Akuatika, 12 (2): 1–10, 2016
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi
(Semnastek) 2016
ISSN : 2407-1848 e-ISSN :
2460-8414 Tanggal 08 November 2016
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi
(Semnastek) 2016
ISSN : 2407-1848 e-ISSN :
2460-8414 Tanggal 08 November 2016
Prosiding SEMNASKAM-UGM Jilid I Budidaya Perairan
ISSN : 2477-6327
Tanggal 13 Agustus 2016
Prosiding SEMNASKAM-UGM Jilid II Manajemen
Sumberdaya Perikanan
ISSN : 2477-6327
Tanggal 13 Agustus 2016
AIMS Environmental Science, 3 (2): 239-248
J Scientometric Res
Jan-Apr 2016 Vol 5 Issue 1
Advances in Food and Nutrition Research, Volume 78
Marine Pollution Buletin
110 (2016) 634–646
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 90
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
P3DSPBKP
Dwiyitno
P3DSPBKP
Syamdidi
P3DSPBKP
Ellya Sinurat
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Dedi Noviendri
HI Januar
Hedi Indra Januar
PENULIS LAINNYA
Larissa Dsikowitzky, Inga
Nordhaus, Nuri Andarwulan, Hari
Eko Irianto, Hanifah Nuryani Lioe,
Farida Ariyani, Sonja Kleinertz,
Jan Schwarzbauer
Hari Eko Irianto, Giyatmi
Irwandi Jaswir, M. Taher et al.
Endang Saepudin, Rosmawaty
Peranginangin, Sumi Hudiyono
NP Zamani, D. Soedharma, E.
Chasanah
Hedi Indra Januar, Neviaty Putri
Zamani, Dedi Soedharma, and
Ekowati Chasanah
P3DSPBKP
Pujoyuwono
Martosuyono
P3DSPBKP
Muhammad Nursid
P3DSPBKP
Yusro Nuri Fawzya
P3DSPBKP
Nurrahmi Dewi F
P3DSPBKP
M. nursid
-
P3DSPBKP
Rini S
Asri P, Hedi Indra J
P3DSPBKP
Syamdidi
Diah Ika Sari
P3DSPBKP
Rini S
Sugiyono and Ekowati C
P3DSPBKP
Ekowati C
P3DSPBKP
Subaryono
P3DSPBKP
Th. Dwi Suryaningrum
P3DSPBKP
Muhammad Nursid
Pujoyuwono Martosuyono, Ifah
Munifah, and Gesty Aulia Ningrum
Afrilia Putri Maharani, Riyanti,
Endar Marraskuranto
Dewi Seswita Zildam Seprinato,
Hana Nurulita Prestisia
-
Kustiriyah, Hedi Indra Januar,
Yusro N, F, Rini S and M. Nursid
Yuwanita Ardilasari, Rosmawaty
P, Fransisca Rungkat Z and Maggy
T, S
Virza Novelita dan Dedi Noviendri
Diah Ikasari, Supriyadi, Inti
JUDUL KTI
Accumulation patterns of lipophilic organic contaminants in surface
sediments and in economic important mussel and fish species from
Jakarta bay, Indonesia
Agar-abundant Marine Carbohydrate from Seaweeds in Indonesia :
Produstino, Bioactivity, and Utilization
Fabrication of Fucoxanthin-Loaded Microsphere (F-LM) By Two Steps
Double-Emulsion Solvent Evaporation Method and Characterization of
Fucoxanthin before and after Microencapsulation
Immunostimulatory activity of brown seaweed-derived fucoidans at
different molecular weights and purity levels towards white spot
syndrome virus (WSSV) in shrimps Litopenaeusvanname
New Cytotoxic Cembranoid from Indonesian Soft Coral Sarcophyton sp
Logic Structure Determination (Lsd) As A Computer Assisted Structure
Elucidation (Case) For Molecular Structure Determination Of Cytotoxic
Cembranoids From Soft Coral
Ethanolic Fermentation Efficiency of Seaweed Solid Waste hydrolysates
by Saccharomyces cerevisiae
Cytotoxic Activity And Secondary Metabolite Characteristics Of Sea
Cucumber Actinopyga Sp. Methanolic Extract
Screening of Indonesian Steptomyces sp. Capable of Secreting
Transglutaminase (MTGase) and Optimization of MTGase Production
using Different Growth Media
DNA Barcoding Approcch to Identify Fungal Species
Investigationn on Antioxidant Compounds from marine Algae Extracts
Collected from Binuangen Coast, Banten Indonesia
H-NMR Fatty Acids Metabolomics as a High Troughput Screeing in
Evaluation of Sea Cucumbar Potency for Nutraceutical Product
Development
Processing of Crispy Baby fish of tilapia using computerized
formulations
Nutrional value of merauke swamp fish to support food security
Chemical composition and biological activity of sea cucumbers from
karimunjawa and lampung water
New Alginate lynase from Indonesia bacillus megaterium s245 activities
toward polymannuronate and polyguluronate
Isolasi fukosantin dari rumput laut coklat padina australis dan
sitotoksitasnya terhadap sel Mcf7 dan sel vero
Karakteristik kerpuk panggang ikan lele (Clarias garipinus) dari
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Marine Pollution Bulletin
MPB-07435
CRC Press
Journal of Oleo Science
Journal of Applied Pharmaceutical Science
Pharmacognosy Research 15 :1274-87
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 1
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 1
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 1
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 1
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 2
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 2
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 2
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 3
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 3
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 3
Tahun 2016
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and
Biotechnology Vol. 11 No. 3
Tahun 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 91
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
P3DSPBKP
Bagus Sediadi B.U.
P3DSPBKP
Farida Ariyani
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Arifah Kusmarwati
Yusro Nuri Fawzya
Rodiah Nurbaya Sari
Diini Fithriani
Devi Ambarwaty
Oktavia
Jamal Basmal
Theresia Dwi
Suryaningrum
Asri Pratitis
Giri Rahmad Barokah
Muhamad Darmawan
Devi A. Oktavia
Nurrahmi Dewi
Fajarningsih
PENULIS LAINNYA
Mulya Arti
Dina Fransiska, Muhamad
Darmawan dan Wahyu Rahmat
Irma Hermana, dan Ninoek
Indriati
Irma Hermana dan Radestya
Triwibowo
Ekowati Chasanah , Achmad
Poernomo dan M.H. Khirzin
Bagus Sediadi Bandol Utomo,
Jamal Basmal, Ema Hastarini,
Rinta Kusumawati
Luthfi Assadad dan Zaenal Arifin
Singgih Wibowo
Irma Hermana, dan Sardino
Syamdidi, Asmanah, dan Sakinah
Haryati
Rini Susilowati dan Hedi Indra
Januar
Ajeng Kurniasari Putri, Gunawan
Syamdidi, Yusma Yenni, dan
Singgih Wibowo
Diini Fithriani dan Rodiah
Nurbaya Sari
Khaerunnisa dan Atiek Soemiati
Diini Fithriani
-
P3DSPBKP
Sugiyono
Pujoyuwono M
P3DSPBKP
Rodiah Nurbaya Sari
P3DSPBKP
Diah Lestari Ayudiarti
P3DSPBKP
Rinta Kusumawati
P3DSPBKP
Bagus SBU
Ema Hastarini, dan Diah L.
Ayudiarti
Ema Hastarini, dan Rodiah
Nurbayasari
Muhamad Darmawan dan Singgih
Wibowo
Ema Hastarini, Subaryono, Diah
Ikasari
JUDUL KTI
Beberapa perbandingan daging ikan dan tepung tapioca
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Formulasi hydrogel dari kappa dan iota karaginan untuk bahan
pembalut luka
Keberadaan v. parahaemolyticus patogenik pada udang tambak yang
berasal dari pantai utara jawa
Perubahan parameter sensori dengan metode Demerit Point score pada
penurunan kesegaran ikan patin
Isolasi dan karakteristik kolagen dari teripang gama (Stichopus
variegatus)
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 1 Vol. 11 Tahun 2016
Karakteristik pengeringan dan model matematik kurva pengeringan
Rumput Laut Eucheuma cotonii dari Lontar Banten
Identifikasi mikroba lipolitik dari limbah cair surimi dan pengalengan
rajungan
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Pemurnian minyak ikan patin dari hasil samping pengasapan ikan patin
Pemanfaatan Ampas Padat Ekstraksi Agar Kertas Untuk Pupuk Organik
Pembuatan Analog Cumi-Cumi dari Surimi Ikan Patin (Pangasius
hypopthalmus) dengan Menggunakan Berbagai Jenis Tepung
Aktivitas antibakteri dan sitotoksitas spons, karang lunak dan ascidian
sebagai biomarker pada efektivitas konversi di Taman Wisata Perairan
Laut Banda
Kelimpahan Fitoplankton penyebab HAB di perairan teluk lampung
pada musim barat dan musim timur
Pembuatan serat nano dari komposit kitosan PVA melalui Proses
Electrospinnin
Biodegradasi Menggunakan Bioremedian Bakteri dan Mikroalga
Chlorella sp.
Penapisan Senyawa Hemagglutinin dari Makroalga Asal Perairan
Manado
Pengaruh Proses Sonikasi Terhadap Perolehan Pigmen Mikroalga
Nannochloropsis sp. dan Phorpyridium sp.
Uji Stabilitas Antioksidan Ekstrak Spirulina Sebagai Bahan Fortifikasi
Olahan Produk Perikanan
Potensi Minyak Ikan Kasar dari Hasil Samping Industri Pengolahan Filet
Ikan Patin Menjadi Minyak Ikan Layak Konsumsi
Pengaruh Penggunaan Adsorben Terhadap Karakteristik Minyak Ikan
Patin Murni
Pengembangan Usaha Pengolahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste
Kharakteristik Susut Hasil Pasca Panen Perikanan di Ambon
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan No. 2
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 92
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
P3DSPBKP
Gunawan
P3DSPBKP
Ajeng Kurniasari Putri
P3DSPBKP
Arifah Kusmarwati
P3DSPBKP
Devi Ambarwaty
Oktavia
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Tuti Wahyuni, M.Si
Rodiah Nurbaya Sari
Ellya Sinurat
Dina Fransiska
Izhamil Hidayah
Muhammad Nursid
Nurhayati
Dedi Noviendri
Muhamad Darmawan
Agus Heri Purnomo
Farida Ariyani
Diini FithrianiI.S.TP,
M.Si
Diah Ikasari
Irma Hermana
Nurrahmi Dewi
Fajarningsih
PENULIS LAINNYA
Giri Rohmad Barokah dan Putri
Wullandari
Potensi Pengembangan Industri Pengolahan Pindang Modern di
Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Irma Hermana
Aplikasi Starter Leuconostoc mesenteroides BN12 Terhadap Kualitas
Peda
Jovita Tri Murtini, dan Singgih
Wibowo
-
Pujoyuwono Martosuyono
Diah Lestari Ayudiarti, dan Ema
Hastarini
Asep Saefumillah, dan Agustina
Muharromah
Muhamad Darmawan, Dian
Pribadi Perkasa dan Erizal
Linawati Hardjito dan Toto
Toharmat
Putri Aprilia Warmy dan Lestari
Rahayu
Rinta Kusumawati, dan Nurul Hak
Reno Fitri Hasrini
Dina Fransiska, Sakinah Haryati
dan Hanny Febi Maulando
Reza Bayu Anugerah
Irma Hermana dan Izhamil
Hidayah
-
Th. Dwi Suryaningrum
Izhamil Hidayah dan Ninoek
Indriati
Muhammad Nursid
LPPMPHP
Tri Nugroho Widianto
Toni Dwi Novianto, Naila Zulfia
LPPMPHP
Tri Nugroho Widianto
Arif Rahman Hakim
LPPMPHP
LPPMPHP
Arif Rahman Hakim
Tri Nugroho Widianto
JUDUL KTI
Zaenal Arifin Siregar, Tri Nugroho
Widianto
Bakti B. Sedayu, Caesar Mahendra
Kemunduran Mutu Ikan Nila Biru dan Nila Srikandi Selama
Penyimpanan Suhu Es dan Beku
Pengaruh Superfatting terhadap Kualitas Sabun Rumput Laut Natural
Pengaruh Beda Konsentrasi dan Penyimpanan Penyalut Probiotik pada
Viabilitas Bakteri
Manfaat Buah Mangrove (Bakau) Jenis Lindur(Bruguiera gymnorrhiza)
sebagai Alternatif Sumber Pangan
Studi Biosorpsi Ion Logam Berat Cadmium (II) menggunakan Adsorbent
Alginat yang diekstrak dari Biomassa Rumput Laut Coklat (Sargassum
crassifolium)
Pembuatan dan Karakterisasi Hidrogel Superabsorben dari Iota
Karaginan dan Asam Akrilat
Pengaruh Perlakuan Fermentasi Limbah Hasil Pengolahan Karagenan
Terhadap Komposisi Nutrien Yang Dihasilkan
Investigasi Bioaktivitas Rumput Laut Coklat Turbinaria ornata melalui
Uji FRAP, DPPH, DAN MTT
Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan Alginat untuk Bahan Formulasi
Pakan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus)
Mikroenkapsulasi Senyawa Karotenoid dari Sumber Laut dengan Poly(D,L-lactic-co-glycolic acid) (PLGA): Suatu Ulasan
Pengaruh Perbedaan Penggunaan Isopropil Alkohol terhadap Mutu Iota
Karaginan dari Rumput Laut Merah (Eucheuma spinosum)
Pengelolaan Nilai Hasil Tangkapan Ikan di Probolinggo
Teh dan Sirih Hijau sebagai Anti Mikroorganisme Perusak pada Ikan
Pindang
Profil Pigmen Polar dan Pigmen Non Polar Pada Mikroalga
Nannochloropsis sp. dan Phorpyridium sp.
Penggunaan Konjak dan KCl pada Pengolahan Jamur Analog dari Surimi
Ikan Demersal
Kondisi Sanitasi di Tempat Pengolahan Pindang di Palabuhan Ratu
Penapisan Bioaktivitas Antitumor dan Antioksidan Kapang yang
Berasosiasi dengan
Invertebrata Laut asal Perairan Wakatobi
Desain Bilah Pisau Bowl Cutter untuk Pembuatan Nugget Ikan
Analisis Penerimaan Alat Transportasi Ikan Segar Berpendingin
Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Models
Performansi Pendingin Termoelektrik Alat Transportasi Ikan Segar
pada Berbagai Tegangan
Pengembangan Desain Alat Transportasi Ikan Segar Roda Dua (Altis-2)
Untuk Pedagang Ikan Keliling
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Jilid III Teknologi Hasil Perikanan: Seminar
Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi KP 2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi KP Vol 11 No 1 Tahun
2016
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi KP Vol 11 No 1 Tahun
2016
Agritech vol 36 No 4, November 2016
Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi
Tepat Guna Tahun 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 93
SATKER
NAMA PENULIS
PERTAMA
LPPMPHP
I Made Susi Erawan
Tri Nugroho Widianto
LPPMPHP
I Made Susi Erawan
Koko Kurniawan
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
Putri Wullandari
Wahyu Tri Handoyo
Luthfi Assadad
Linna Sulistyowati
Wahyu Tri Handoyo
Naila Zulfia
I Made Susi Erawan
Zaenal Arifin Siregar
Koko Kurniawan
Ahmat Fauzi
Tri Nugroho Widianto
Toni Dwi Novianto
Zaenal Arifin S
PENULIS LAINNYA
Luthfi Assadad, Susilo
Wisnugroho
Bakti B. Sedayu
Putri Wullandari
Zaenal Arifin Siregar, Bakti
Berlyanto Sedayu
Luthfi Assadad
Tri Nugroho Widianto, Toni Dwi
Novianto
Koko Kurniawan
Putri Wullandari
I Made S. Erawan
Tri N. Widianto, Arif R. Hakim
Ahmat Fauzi, Arif R. Hakim
Tri Nugroho Widianto, Naila
Zulfia
Diini Fithriani
PPSEKP
Mira
Cornelia Witomo
PPSEKP
Andrian Ramadhan
Maulana Firdaus, Rizky prilian
Wijaya dan Irwan Muliawan
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
Lindawati
Riesti Triyanti
Christina Yuliaty
Siti Hajar Suryawati
Irwan Muliawan
Rismutia Hayu Deswati
Mira
Rikrik Rahadian
Maulana Firdaus
Riesti Triyanti dan Nendah
Kurniasari
Subhechanis Saptanto, Hertria
Maharani Putri
Achmad Zamroni dan Fatriyandi
Nur Priyatna
Hikmah
Rizki Muhartono, dan Siti Hajar
Suryawati
JUDUL KTI
Simulasi Aliran Udara pada Lemari Peniris Tahu Tuna dengan Sistem
Aliran Udara Paksa
Perancangan Sistem Hibrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan
PLN untuk Mesin Pembuat Es (Ice Maker)
Optimasi Waktu Pengisian Adonan Tahu Tuna (Tunnus sp.) dengan Alat
Pengisi Adonan Sistem Pedal Listrik Menggunakan Metode Fuzzy Logics
Pembuatan Pupuk Granul Berbahan Rumput Laut Menggunakan
Prototipe Granulator Vertikal dengan Variasi Kecepatan Putaran
Chopper
Tingkat Keseragaman Suhu Ruang Freezer dan Penentuan Posisi
Optimal Untuk Pembekuan dan Penyimpanan Ikan
Rancang Bangun Mesin Pencuci Rumput Laut Berdasarkan
Keergonomisan
Karakterisasi Proses Produksi dan Kualitas Tepung Ikan di Beberapa
Pengolah Skala Kecil
Prototipe Mesin Penggiling Daging Untuk Pengolahan Nugget Ikan
(Tahapan Uji Pendahuluan)
Kajian Metode Pengolahan Citra Mata Ikan dengan Parameter Region
Properties Untuk Menentukan Tahap Kemunduran Mutu Ikan Tuna
(Tunnus sp.)
Rancang Bangun Mesin Pencacah dan Penggiling Rumput Laut Sistem
Berkelanjutan
Metode Pengolahan Citra Mata Untuk Menentukan Kesegaran Ikan Tuna
Berbasis Wavelet dan Analisa Tekstur
Analisis Teknis dan EkonomisPenggunaan Heatsink Berbahan
Alumunium dan Tembaga pada Komponen TEC ALTIS-2
Rancangan Sistem Thermal pada Mini Chilling Storage untuk Kapal
Menggunakan Pendingin Kompresi Uap
Uji Kinerja Prototipe Mesin Penggiling Daging untuk Pengolahan Nugget
Ikan dengan Dua Variasi Ulangan Penggilingan
Simulasi Model Aliran Udara dalam Ruang Pengering Rumput Laut
Keunggulan Sub Sektor Perikanan Dan Pariwisata Bahari Dalam
Struktur Perekonomian Wilayah Pesisir
Penilaian dan identifikasi faktor penyebab risiko usaha perikanan
tangkap (studi kasus di kabupaten sambas)
Estimasi Kerugian Nelayan Dan Pembudidaya Ikan Akibat Reklamasi Di
Teluk Jakarta
Tingkat Kesejahteraan Nelayan Skala Kecil Di Kabupaten Indramayu
Berdasarkan Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan
DOMINANSI PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI KOTA
KENDARI Studi Kasus : Nelayan Bugis Makassar
Analisis Preferensi Konsumsi Ikan Menghadapi Natal 2015 dan Tahun
Baru 2016
Kajian Keberlanjutan Pengelolaan Budidaya Ikan Bandeng di Gresik
Identifikasi Keragaan Penerapan Teknologi Dan Analisis Kelayakan
Usaha Pengolahan Ikan Tuna Di Kabupaten Pacitan
Pengembangan Energi Terbarukan Pada Pulau-Pulau Kecil : Suplai dan
Demand
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi
Tepat Guna Tahun 2016
Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi
Tepat Guna Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 2016
Prosiding Seminar Nasional Hasil Litbang Pengolahan
Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 2016
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11 No.
1 Tahun 2016
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11 No.
1 Tahun 2016
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11 No.
1 Tahun 2016
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11 No.
1 Tahun 2016
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11 No.
1 Tahun 2016
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Vol 6 No.1 Tahun 2016
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Vol 6 No.1 Tahun 2016
Buletin Marina Volume 2 No. 1 Tahun 2016
Buletin Marina Volume 2 No. 1 Tahun 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 94
PPSEKP
NAMA PENULIS
PERTAMA
Estu Sri Luhur
Armen Zulham dan Joni Haryadi
PPSEKP
Maulana Firdaus
-
SATKER
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
Andrian Ramadhan
Andrian Ramadhan
Mira
Lathifatul Rosyidah
Permana Ari Soejarwo
Retno Widihastuti
Maulana Firdaus
Catur Pramono Adi
Mei Dwi Erlina
Rismutia Hayu Deswati
Tikkyrino Kurniawan
Maulana Firdaus
Risna Yusuf
Permana Ari Soejarwo
Subhechanis Saptanto
Cornelia Mirwantini
Witomo
Umi Muawanah
Budi Wardono
Rizky Muhartono
PENULIS LAINNYA
Tenny Apriliani
Siti Hajar Suryawati
Sapto Adi Pranowo, dan Hikmah
Risna Yusuf
Rudhy Akhwady
Mei Dwi Erlina
Riesti Triyanti
-
Muhadjir
Yayan Hikmayani, Risna Yusuf
dan Muhadjir
Mira
Irwan Mulyawan
Freshty Yulia Arthatiani
-
Andrian Ramadhan
-
Rikrik Rahadian
Muhadjir
JUDUL KTI
Potensi Pemanfaatan Limbah Perikanan Di Banda Aceh
Karakteristik Penangkapan Sumberdaya Ikan di Karimunjawa
Pengaturan Sumberdaya Perikanan Di Indonesia Dan Kontribusi Sektor
Perikanan Terhadap Pembangunan
Dampak Kenaikan Bahan Bakar Minyak pada Perikanan Budidaya
Tambak Semi Intensif dan Intensif:
Studi Kasus di Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Pengaruh Program Minapolitan Terhadap Distribusi Dan Pengolahan
Udang Dan Bandeng
Dampak Komersialisasi Tradisi Mane’e Di Desa Kakorotan, Kecamatan
Nanusa, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara
Kebijakan Penerapan Teknologi Tepat Guna Kelautan Dan Perikanan Di
Palabuharatu
Partisipasi Nelayan Dalam Memanfaatkan Bantuan Sarana Alat Tangkap
Di Kabupaten Indramayu
Nilai Ekonomi Wisata Pantai Di Pulau Saronde Kabupaten Gorontalo
Utara
Optimasi Penangkapan Udang Jerbung (Penaenus Merguiensis de Man)
di Pantai Cilacap
Kearifan Tradisional Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud Dalam
Pengelolaan Sumberdaya Laut Melalui Tradisi “Mane’e”
SLIN : Penyelamat Usaha Pengolahan Ikan Di Indonesia
Prediksi Pertumbuhan Sektor Perikanan Menggunakan Teknik
Estimation Curve
Karakteristik Pemanfaat Sumberdaya Kelautan Dan Perikanan Di
Taman Wisata Perairan (Twp) Kapoposang Sulawesi Selatan
Efektivitas Segmentasi untuk Meningkatkan Pasar Ekspor Tuna
Indonesia
Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor Lingkungan Dalam Usaha
Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan Di Pulau Panjang Serang, Banten
Analisis Dampak Ekonomi Trans-Pasifik Agreement Terhadap Sektor
Perikanan Dengan Menggunakan Pendekatan Model GTAP
Perkembangan Dan Dampak Kegiatan Pariwisata Bahari Terhadap
Masyarakat Di Kawasan Karimunjawa
Impact of COREMAP II programm on communities welfare using
national data
Belajar dari Desa: Inovasi Teknologi Terapan untuk Industri Pakan Ikan
Mandiri
Profile Usaha Perikanan Tangkap di Kecamatan Kepulauan Karimata,
Kabupaten Kayong Utara
JURNAL/PROSIDING
(NO EDISI, TANGGAL, DLL)
Buletin Marina Volume 2 No. 1 Tahun 2016
Buletin Marina Volume 2 No. 1 Tahun 2016
Buletin Marina Volume 2 No. 1 Tahun 2016
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Vol 6 No.1 Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Prosiding Jejaring Sosek KP Tahun 2016
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 95
h)
IK 8 : Jumlah hasil litbang KP yang terekomendasikan untuk masyarakat dan/atau industri
No.
1
2
3
NAMA TEKNOLOGI
Jaring dua lapis sebagai alat tangkap penunjang upaya
konservasi ikan terubuk
Pelolosan ikan kecil (juvenil) pada alat tangkap cantrang
dengan menggunakan square mesh window
Budidaya ikan lele strain mutiara melalui aplikasi vaksin
hydrovac dan probiotik pato-aero 1 dalam kolam terpal
4
Teknologi budidaya ikan bandeng dalam keramba jaring apung
di laut
5
Penerapan kalender musim tanam untuk budidaya rumput laut
yang produktif dan berkelanjutan
6
Teknologi budidaya rumput laut Sargassum sp
7
Teknologi kultur masal kopepod untuk mendukung
pembenihan ikan laut
8
Teknologi produksi induk unggul bandeng melalui seleksi
9
Teknologi produksi benih kepiting bakau scylla paramamosain
1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
PENGUSUL
Hufiadi, S.Pi, M.Si
Ir. Mahiswara, M.Si
Baihaqi, S.Pi
Hufiadi, S.Pi, M.Si
Ir. Mahiswara, M.Si
Baihaqi, S.Pi
Dr. R.R. Sri Pudji Sinarni Dewi, S.Pi, M.Si
Bambang Iswanto, S.Pi, M.P
Ir. Evi Tahapari
Dr. Angela Mariana Lusiastuti
Dra. Irsyaphiani Insan, M.Si
Ir. Bambang Priono, S.U
Dr. Ir. Usman, M.Si
Ir. Burhanuddin
Makmur, S.Pi
Daud S. Pongsapan
Prof. Dr, Ir. Rayman Syah, MS
Petrus Rani Pong-Masak, S.Pi, M.Si
Muslimin, S.Pi, MP
Pustika Ratnawati, S.Pi
Muslimin,S. S.Pi., MP
Wiwin kusuma perdana sari.,S.Si
Petrus Rani Pong-Masak, S.Pi, M.Si
Rina Puji Astuti, S.Pd, M.Si
Ir. Ketut Maha Setyawati
Dr. Gede S.Sumiarsa, M.Sc
Prof. Dr. I.N.Adiasmara Giri, M.S
Ir. Toni Setia Dharma
Ir. Irwan Setyadi
Prof. Dr. Haryanti, MS
Ida Komang Wardhana, S.Si
Ir. Titiek Aslianti, MP
Dr. Gede S.Sumiarsa, M.Sc
Ir. Zafran, M.Sc
Drs. Marzuki
Gigih Setia Wibawa, S.Pi
Ir. Ibnu Rusdi, MP
Ir. Irwan Setyadi
Target
Realisasi
%
:
:
:
UNIT KERJA PENGUSUL
BPPL - Muara Baru
BALITBANG KP
27
27
100,00
BPPL - Muara Baru
BALITBANG KP
PUSLITBANGKAN - Ancol
BALITBANG KP
BPPBAP - Maros
BALITBANG KP
LPPBRL - Gorontalo
BALITBANG KP
LPPBRL - Gorontalo
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 96
No.
10
11
12
13
NAMA TEKNOLOGI
Vaksin koktail hydrogalaksivac untuk pencegahan penyakit koinfeksi motile aeromonads septicemia (MAS) dan stretptoccosis
pada ikan nila, oreochromis miloticus
Budidaya Yumina-Bumina (Budidaya sayur + Ikan dan Buah +
Ikan)
Penggunaan strain unggul mustika untuk meningkatkan
produksi pembesaran ikan mas
Aplikasi probiotik POND-BIOAERO untuk pencegahan penyakit
motile aeromonads septicemia pada budidaya ikan lele
14
Teknologi recirculating aquaculture system (RAS) untuk
budidaya pembesaran lobster pasir panulirus homarus
15
Teknologi pendederan ikan gabus (channa striata)
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
PENGUSUL
Ir. Bambang Susanto, M.Si
Ir. Zafran, M.Sc
Ir. Dahlan Makatutu, M.Si
Ir. Jhon Harianto Hutapea, M.Sc
Prof. Dr. Haryanti, M.S
Prof. Dr. Ketut Sugama, M.Sc
Tuti sumiati, S.Pi
Dr. Desy Sugiani, M.Si
Dr. Drh. Angela Mariana Lusiastuti, M.Si
Ir. Taukhid, M.Sc
Drh. Uni Purwaningsih, M.Si
Ir. Imam Taufik, M.Si
Eri Setiadi, S.Si., M.Sc
Dr. Ani Widiyati, M.Si
Ir. Lies Setijaningsih, M.Si
Yohanna, R.W. M.Sc
Ir. Yosmaniar, M.Si
Adang Saputra, S.Pi, M.Si
Nuryad, S.Pi
Dewi Puspaningsih, S.Pi, M.Si
Khairul Syahputra, M.Si
Didik Ariyanto, M.Si
Yogi Himawan, S.Pi
Flandrianto Sih P, S.Si
Listio Dharmawanto
Supriyanto, A.Md
Kusnadi
Yunus Nugraha
Dr. Angela Mariana Lusiastuti
Munti Yuhana
Ir. Taukhid, M.Sc
Desy Sugiani, S.Pi, M.Si
Yani Aryati, S.Pi, M.Si
Hessy Novita, S.Pi, M.Si
Widanarni
Kukuh adiyana, ST, MSi
Dr. Ir. Eddy Supriyono, M.Sc
Amin Pamungkas, ST
Lolita Theresiana, S.Si
Agus Cahyadi, M.Si
Riza Zulkarnain, ST, MT
Waryanto, ST
Adang saputra, A.Pi, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno, M.S
UNIT KERJA PENGUSUL
IP4I - Depok
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BPPI - Sukamandi
BALITBANG KP
IP4I - Depok
BALITBANG KP
PUSLITBANGKAN - Ancol
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 97
No.
16
NAMA TEKNOLOGI
Pembenihan ikan gabus secara alami dan semi alami
17
Teknologi pendederan abalon haliotis squamata
18
Teknologi pakan pembesaran ikan patin (pangasionodon
hypopthalmus) berbasis bahan baku lokal di kolam lahan
gambut
19
Formula pakan tenggelam untuk pembesaran ikan nila berbasis
bahan baku lokal
20
Teknik Seleksi benih udang melalui metode stresing
21
Teknologi Pengendalian Buangan Sisa Pakan dengan Aplikasi
Rancangan SMART KJA
22
23
Alat transportasi ikan berpendingin untuk pedagang ikan
keliling menggunakan sepeda motor (ALTIS-2)
Alat Pencacah Tulang dan Kepala Ikan - Shredder untuk
pengolahan tepung ikan (solusi mengatasi kemacetan pada
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
1.
2.
PENGUSUL
Dr. Ir. Ani Widiyati, M.Si
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Dewi Puspaningsih, S.Pi, M.Si
M.H. Fariduddin Ath-thar, S.Pi, M.Si
Vitas Atmadi Prakoso, S.Pi
Gleni Hasan Huwoyon, S.Pi
Dra. Irin Iriana Kusmini, M.Si
Dr. Rudhy Gustiano
Drs. Jojo Subagja, M.Si
M.H. Fariduddin Ath-thar, S.Pi, M.Si
Vitas Atmadi Prakoso, S.Pi
Deni Radona, S.Pi
Ir. Ibnu Rusdi, MP
Fitriyah Husnul Khitomah, M.Si
I Gusti Ngurah Permana, S.Pi, M.P
Hendra Agung Kurniawan, A.Md
Ir. Bambang Susanto, M.Si
Prof. Dr. I Nyoman Adiasmara Giri, M.S
Prof. Dr. Ketut Sugama, M.Sc
Ir. Jhon Harianto Hutapea, M.Sc
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno,MS
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Deisi Heptarina, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Endhay Kusnendar Kontara, M.S
M.Sulhi, S.Pi
Dr. Ir. Mas Tridjoko Sunarno,MS
Reza Samsudin, S.Pi, M.Si
Dr. Ir. Endhay Kusnendar Kontara, M.S
M.Sulhi, S.Pi
Dra. Irin Iriana Kusmini, M.Si
Ir. Muliani, M.Si
Bunga Rante Tampangallo, S.Pi, M.Si
Nurbaya, S.Pi
Nurhidayah, S.Pi, M.Si
Ir. Muharijadi Atmomarsono, M.Sc
Zulkarnaen Fahmi, M.Si
Dr. Joni Hariyadi, M.Sc
Dr. Lismining PA, M.Si
Andika Luky S.P, S.Pi
Tri Nugroho Widianto, M.Si
Arif Rahman Hakim, S.Pi
Bakti Berlayanto Sedayu, S.Pi, M.Sc
Luthfi Assada, S.Pi
Bakti Berlayanto Sedayu, S.Pi, M.Sc
UNIT KERJA PENGUSUL
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BBPPBL - Gondol
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BPPBAT - Bogor
BALITBANG KP
BPPBAP - Maros
BALITBANG KP
BP2KSI - Jatiluhur
BALITBANG KP
LPPMPHP - Bantul
BALITBANG KP
LPPMPHP - Bantul
BALITBANG KP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 98
No.
24
25
NAMA TEKNOLOGI
peralatan pengolahan tepung ikan tipe kontinu)
Rekomendasi teknologi Gel pengharum ruangan dari alkali
treated cottoni (ATC)
Rekayasa proses pengolahan abon ikan secara mekanik
26
Peti berinsula di atas kapal untuk penanganan TTC
27
Teknologi penanganan dan pengolahan krispi ikan kaca-kaca
28
Alat pelembut dan pencuci garam korosok (salt disc mill)
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
PENGUSUL
Wahyu Tri Handoyo, ST
Dr. Ellya Siburat, M.Si
Prof. Rosmawaty
M. Darmawan, MT
Ir. Jamal Basmal, M.Sc
Luthfi Assadad, S.Pi
Arif Rahman Hakim, S.Pi
Dr. Bagus Setiadi Bandol Utomo, MAppSc
Dr. Singgih Wibowo, MS
Ir. Sugiyono, M.Si
Syamdidi, MAppSc
Memen Suherman, BE
Dr. Singgih Wibowo, MS
Dra. Th. Dwi Suryaningrum, MS
Ir. Ijah Muljanah, MS
Hasta Octavini, SP
Hariyanto Triwibowo, ST
Dr. Bagiyo Suwasono, MT
Bagus Hendrajana, M.Sc
Ali Munazid, MT
Erish Widjanarko, ST
Arif Winarno, MT
UNIT KERJA PENGUSUL
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3DSBPKP - Slipi
BALITBANG KP
P3SDLP
BALITBANG KP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 99
i)
IK 9 : Jumlah hasil litbang yang inovatif untuk pembangunan KP
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
LOKASI
KEGIATAN
DATA/PJ IKU
INOVASI TEKNOLOGI (PAKET TEKNOLOGI)
1
Uji Aplikasi Teknologi Adaptif
Lokasi PendederanIkan
Kerapudan Teripang Pasir di
Belitung Timur
Teraplikasinya teknologi pendederan kerapu
dan teripang pasir di Belitung Timur
Bangsal
Pendederandan
Karamba
Kurung Tancap
di Batu Hitam
Belitung Timur
2
Uji Aplikasi Teknologi Adaptip
Lokasi Pembenihan dan
Pendederan Kerapu di Bontang
Kalimantan Timur
Teraplikasinya pembenihan dan pendederan
kerapu yang adaptif untuk masyarakat di Kota
Bontang Kalimantan timur
Kota Madya
Bontang
Kalimantan
Timur
MONEV / Ir. Suko
Ismi, M.Si.
3
Uji Aplikasi Teknologi
Pembenihan dan Pendederan
Abalon H. squamata di BPBAPL
Wilayah Selatan Kab.
Pangandaran
Teraplikasinya Pembenihan dan Pendederan
Abalon H. squamata di BPBAPL Wilayah Selatan
Kab. Pangandaran
Balai
Pengembangan
Budidaya Air
Payau dan Laut
(BPBAPL)
Wilayah
Selatan Kab.
Pangandaran
MONEV / Ir. Ibnu
Rusdi, M.P.
MONEV / Prof. I
Nyoman
Adiasmara Giri,
M.S.
KEUNGGULAN
Target
Realisasi
%
SATKER
PELAKSANA
Belitung Timur memiliki
potensi yang besar untuk
berkembangnya budidaya
perikanan khususnya kerapu
dan teripang. Budidaya
perikanan tersebut masih
dilakukan secara sederhana
sehingga perlu dilakukan
insersi teknologi dengan
memperhatikan faktor
pendukung dan faktor
penghambat pada lokasi yang
akan dikembangkan. Hasil
insersi teknologi tersebut akan
memiliki feedback kepada
penelitian sehingga setiap
faktor penghambat akan
memiliki penyelesaian sesuai
dengan lokasinya masingmasing.
Adanya kegiatan pembenihan
kerapu di BBIP Kota Bontang
maka penyediaan benih untuk
mencukupi kebutuhan
budidaya sudah tidak lagi
menjadi kendala disamping
dapat meningkatkan
sumberdaya manusia
khususnya staf Dinas Kelautan
dan nelayan yang ditunjuk
sebagai pendamping selama
kegiatan aplikasi sehingga
nantinya menjadi tenaga
terampil yang bisa
mengaplikasikan pada
masyarakat.
Menciptakan peluang usaha
pembenihan abalon di BPBAPL
Pangandaran; Peluang usaha
penjualan benih ke lokasi
budidaya abalone di Kep.
Seribu; Penyediaan benih
untuk mendukung program
restocking abalone di alam;
:
:
:
151
151
100,00
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BBPPBL
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BBPPBL
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BBPPBL
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 100
NO
4
1
2
JUDUL KEGIATAN
Uji Aplikasi Adaftif Lokasi
Budidaya Ikan Kerapu hybrida
dalam keramba jaring apung di
Teluk Pegametan. Kabupaten
Buleleng
PERBAIKAN TEKNOLOGI
PRODUKSI MASSAL KRABLET
KEPITING BAKAU
DUKUNGAN PEMBESARAN
CALON INDUK
(PREMATURASI) UDANG
WINDU P. MONODON DI
TAMBAK
DESKRIPSI OUTPUT
Keberhasilan produksi secara komersial
budidaya kerapu di karamba jaring apung,
untuk bahan pengembangan dalam adaptasi
tekonologi oleh masyarakat
1. Larva S. transquebarica zoea-3 s/d megalopa,
yang diberi pakan nauplius Artemia yang
diperkaya dengan Nannochloropsis sp
menghasilkan jumlah krablet terbanyak
(meningkat sebanyak 57%) dan berbeda nyata
(P <0,05) dg larva zoea-3 yang diberi pakan
nauplius artemia yang tidak diperkaya dg
Nannochloropsis sp, tetapi tidak berbeda nyata
(P>0,05) dengan larva zoea-4 dan zoea-5 s/d
megalopa yang diberi pakan nauplius Artemia
yang diperkaya dengan Nannochloropsis sp.
2. Padat tebar larva sebanyak 76 ind/L
menghasilkan krablet terbanyak (495,3+22,5
ind./bak) dibanding padat tebar larva sebanyak
34-58 ind./L (produksi krablet sebanyak 48216 ekor/bak). Krablet D-10 yang
dibudidayakan di tambak selama tiga bulan
pemeliharaan. diperoleh sintasan 22-36%,
dimana lokasi tambak dekat sungai dengan
komposisi makrobenthos di dasar tambak lebih
variasi juga mudah penggantian airnya (tambak
di Pangkep) menghasilkan pertumbuhan
kepiting paling cepat (199 +64,01g/ekor)
3. Krablet yang dibudidayakan di tambak yang
sistem penggantian airnya kurang lancar karena
lokasi tambak agak jauh dari sumber
air,komposisi makrobenthos kurang bervariasi
diperoleh pertumbuhan kepiting bakau yang
lebih rendah selama pemeliharaan tiga bulan
yaitu (159+ 46,9 g/ekor) di tambak Maros dan
131.05+34.25 g/ekor di tambak Polewali
Mandar.
Unit 1. Terdapat beda nyata penggunaan
tambak substrat tanah dengan tambak beton
substrat pasir namun penggunaan tambak
beton tanpa substrat dan tambak beton substrat
pasir tidak berbeda terhadap pertambahan
berat , namun ke 3 substrat tidak bebeda
terhadap sintasan, dan produksi. Unit 2.
Pertumbuhan udang F2 asal tambak cenderung
lebih baik dibandingkan dengan udang F1
transgenik. Namun survival rate pada hewan uji
LOKASI
KEGIATAN
Desa
Pejarakana dan
Desa Patas Kec.
Gerokgak, Kab.
Buleleng,
Provinsi Bali
Maros,
Pangkep,
Polmas
Tambak
penelitian
Punaga –
Kabupaten
Takalar
(Provinsi
Sulawesi
Selatan)
LOKASI
DATA/PJ IKU
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
MONEV / Tatam
Sutarmat, B.Sc.
Keberhasilan produksi secara
komersial budidaya kerapu di
karamba jaring apung, untuk
bahan pengembangan dalam
adaptasi tekonologi oleh
masyarakat.
BBPPBL
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BPPBAP Maros
(Drs. Gunarto
MS)
v Tersedia induk kepiting
bakau F1 ukuran 250-300
g/ekor di ITP Marana, Maros
dari tokolan yang ditebar di
tambak sebanyak 500 ekor.
Tersedia calon induk kepiting
bakau F1 dan F2 dari tokolan
yang ditebar di tambak ITP
Marana Maros sebanyak 2.065
ekor. Tokoloan telah
didistribusikan ke petambak di
kab. Luwu Timur, Kab. Polman,
Kab. Pangkep, dan sebagian
lagi sebagai PNBP
BPPBAP
Laptek 2016
BPPBAP Maros
(Abdul Mansyur)
Penggunaan tambak substrat
tanah, tanpa substrat dan
substrat pasir ke tiganya layak
digunakan untuk
pemeliharaan calon induk asal
laut (F1). Penggunaan induk
asal laut dan asal tambak,
sebagai penyedia calon induk
udang windu mendukung
perbenihan di hatchery
BPPBAP
Laptek 2016
dan Petunjuk
Teknis
KEUNGGULAN
Adanya ekportir di
Pangandaran yang siap
menyerap produksi abalone
ukuran konsumsi.
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 101
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BPPBAP
(Ir. Muharijadi
Atmomarsono,
MSc)
Aplikasi probiotik
meningkatkan sintasan (30%)
dan produksi (50%).
Teknologi aplikasi Probiotik
RICA mudah diterapkan di
masyarakat dalam suatu
kelompok pembudidaya udang
(dalam hamparan), agar lebih
efisien dalam penggunaan
peralatan kultur bakteri
probiotik.
BPPBAP
Laptek 2016
Kelti Perbenihan
dan Genetika
Populasi
BPPBAT/
Kelompok
Fungsional
(Ir.Anang Hari
Kristanto, M.Sc.,
Ph.D.)
1. Peningkatan produktivitas
induk semah yang diberi
pakan bersalut (coating)
vitamin E dapat dilihat dari
frekuensi induk yang ovulasi
meningkat dari 20% menjadi
60%. Transfer teknologi
terbukti dari petugas di
UP3UD Kab. Kerinci, Prop.
Jambi sudah dapat
menentukan induk yang siap
menerima rangsangan hormon
dan menentukan waktu ikan
memijah dari suntikan
terakhir (latency time). Benih
ikan semah yang dihasilkan
sudah mencapai 13.000 ekor
2. Pada ikan baung, frekuensi
induk ikan matang gonad yang
diberi pakan bersalut (coating)
hormon estradiol 17β
meningkat dari 10% menjadi
50%. Demikian pula dengan
benih yang dihasilkan lebih
dari 10.000 ekor. Transfer
teknologi pembenihan ikan
baung telah dapat di lakukan
oleh petugas BBIS Sei Tibun
BPPBAT
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
F2 asal tambak yaitu 21 % dibanding dengan
survival rate hewan uji F1 transgenik yaitu 51
%.
3
1
APLIKASI PROBIOTIK RICA
UNTUK PENGENDALIAN
PENYAKIT PADA BUDIDAYA
UDANG DI TAMBAK
Teknologi Budidaya Ikan
Domestikasi di Sumatera
(Aplikasi Teknologi
Perbenihan Ikan Baung di BBIS
Sei Tibun, Kampar dan Ikan
Semah di BBI Kab. Kerinci)
KEUNGGULAN
Instalasi Pembenihan Udang
Windu (IPUW) dan
stakeholder lainnya (Pihak
swasta)
Produksi dan sintasan udang windu di tambak
TSM pada aplikasi pergiliran probiotik RICA1,
RICA2, dan RICA5 (perlakuan B= 93,9+11,3a
kg/ha; 16,55+12,38%), lebih baik dari pada
probiotik RICA1, RICA2, dan RICA3 (perlakuan
A= 51,5+18,4b kg/ha; 6,51+0,90%) maupun
probiotik RICA1, RICA4, dan RICA5 (perlakuan
C= 46,9+25,7b kg/ha;5,89+2,72%). Probiotik
RICA2 adalah Serratia marcescens yang berasal
dari daun mangrove. Sedangkan tambak TSM di
Sinjai Timur pada awalnya terbuat dari lahan
mangrove, sehingga wajar jika pemakaian
bakteri asal mangrove menghasilkan sintasan
dan produksi yang relatif lebih baik daripada C.
Produksi udang pada perlakuan
RICA1+RICA2+RICA 5 nyata (P<0,05) lebih
tinggi dari pada perlakuan lainnya. Adanya
probiotik RICA5 dan RICA2 diduga mampu
mengendalikan kandungan NH3-N air tambak,
sehingga kematian udang akibat ammonia dapat
diminimalisir
Tambak Rakyat
(TSM) di
Kabupaten
Sinjai, Sulsel.
Merupakan suatu bentuk teknologi perbenihan
Ikan Baung dan Ikan Semah dengan melakukan
beberapa perlakuan diantaranya dengan
pemberian pakan bersalut vitamin E maupun
hormon estradiol 17β
1. BBIS Sei
Tibun, Kampar,
Prop. Riau
2. UP3UD Kab.
Kerinci, Prop.
Jambi
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 102
NO
1
JUDUL KEGIATAN
Manipulasi hormon dan
lingkungan untuk pemijahan
ikan Agamysis (Agamyxis sp),
Gurame coklat (Sphaerichthys
osphromenoides Canestrini,
1860) dan Tigerfish (Datniodes
microlepis)
2
Penentuan Pakan Awal Larva
dan Benih Untuk Menunjang
Budidaya Ikan Agamysis,
Tigerfish dan Gurame Coklat
3
Pematangan Teknologi
Budidaya Ikan Ringau
(Datniodes Microlepis) di
Kabupaten Kapuas Hulu,
Provinsi Kalimatan Barat
4
Inovasi Pakan untuk Budidaya
Ikan Hias Laut di Akuarium
DESKRIPSI OUTPUT
• Keberhasilan pemijahan ikan agamysis dapat
diindikasikan dengan ciri-ciri yaitu kondisi
stripping lancar, telur utuh dan tidak pecah
kemudian derajat pembuahan tinggi sehingga
dapat menetas dengan maksimal. Dosis terbaik
yang menghasilkan larva tertinggi yaitu
Kombinasi hormon hCG 500 IU/kg + ovaprim
(0.7 ml/kg), jarak penyuntikan 1 dan 2 : 7 jam
• Fotoperiod 12 jam terang dan 12 jam gelap
merupakan perlakuan terbaik untuk memacu
tingkat kematangan gonad induk ikan tigerfish.
• Perlakuan kejut suhu belum berhasil membuat
ikan tigerfish memijah secara alami
• Induk ikan Gurame cokelat berhasil matang
gonad TKG III
- Pada pemeliharaan larva agamysis, pakan
alami dapat diberikan mulai umur dua hari .
Jenis pakan alami yang dapat diberikan adalah
berukuran maksimal 0,2 mm sesuai bukaan
mulut larva.
- Jenis pakan awal yang baik adalah Artemia sp.
- Pada pemeliharaan benih tigerfish, dapat
diberikan pakan alami dan pakan buatan.
- Untuk mendapatkan sintasan benih yang
tinggi, lebih baik menggunakan pakan alami
seperti Tubifex sp
• Berdasarkan data hasil penelitian maka dapat
disimpulan bahwa pematangan gonad ikan uji
telah berhasil dilaksanakan dengan jumlah ikan
yang matang gonad, terdiri dari 9 ekor jantan
pada TKG III, dan 5 ekor betina pada TKG III.
• Pada periode Januari-November induk betina
telah dua kali mengalami perkembangan gonad
menuju tingkat kematang gonad IV, yaitu pada
periode Januari-Maret dan Juli-November. Jeda
atau masa rematurasi bagi induk betina terjadi
sekitar 4 bulan. Pada bulan November ini
perkembangan telur masih berkisar antara 0,50,7 mm. oleh karena itu belum siap untuk
dilakukan pemijahan, baik secara alami, semi
buatan ataupun buatan.
- feeding trial tahap 1 terkait penggunaan bahan
alami untuk meningkatkan kualitas warna ikan
hias clown percula sudha selesai, saat ini sedang
dilakukan pengolahan data. Hasil sementara
menunjukkan tidak ada perbedaan anatara
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BPPBIH
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
Kab. Kampar, Prop. Riau yang
ditunjukan dengan
peningkatan frekuensi induk
memijah dan benih yang
dihasilkan
BPPBIH
Seksi Pelayanan
Teknis
Teknologi Pematangan gonad
dan pemijahan ikan Agamysis,
Tigerfish, dan Gurame Cokelat
BPPBIH
Seksi Pelayanan
Teknis
Teknologi Pemberian pakan
awal pada larva ikan
Agamysis, Tigerfish dan
Gurame Cokelat
BPPBIH
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BPPBIH
Seksi Pelayanan
Teknis
Teknologi Domestikasi Ikan
Ringau populasi Kalimantan
Barat
BPPBIH
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BPPBIH
Seksi Pelayanan
Teknis
Pakan Peningkat Kualitas
Warna Ikan Hias Ikan Laut
(Clown)
BPPBIH
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 103
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BPPI
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
BPPI
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
perlakuan menggunakan ubi ungu, buah naga
dan buah bit terhadap warna ikan.
- Feeding trial tahap 2 menggunakan
astaxanthin dan canthaxantin terhadap ikan
clown percula dan ocellaris masih berlangsung.
Hasil optimum pada jenis ikan ocelaris terdapat
pada perlakuan 300 ppm astaxanthin meskipun
dosis tertinggi yang diberikan adalah 400 ppm
yaitu pada skor 5 untuk warna dada dan 7
bagian tubuh belakang dan ekor. Sedangkan
pada ikan clown perkula perlakuan 200 ppm
menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan
dengan perlakuan lainnya termasuk pakan
otohime. Penggunaan cantaxanthin tidak
signifikan dalam meningkatkan kualitas warna
clown percula. Kedua perlakuan baik pada
ocelaris maupun percula menghasilkan warna
yang lebih baik dibandingkan pakan otohime,
namun pertumbuhannya kurang optimal. Hal
tersebut diduga karena kandungan asam amino
pakan perlakuan lebih rendah dibandingkan
otohime (hasil analisis kimia) meskipun
kandungan protein sama yaitu 57%.
- Penambahan astxanthin dan cantaxanthin
dapat meningkatkan kualitas warna ikan clown
A percula dan A ocelaris terutama pada jaringan
ekor dan sirip, namun tidak meningkatkan
kualitas warna kulit.
1
Paket Teknologi Pematangan
Budidaya Ikan lele Mutiara di
Kabupaten Kediri
Telah dilakukan pendampingan Paket Teknologi
Ikan Mas Tahan KHV kepada masyarakat di 7
Kecamatan wilayah Kabupaten Kediri, Jawa
Timur
Kabupaten
Kediri, Jawa
Timur
Seksi Pelayanan
Teknis
2
Paket Teknologi Ikan Mas
Tahan KHV di Kabupaten
Cianjur Jawa Barat
Telah dilakukan pendampingan Paket Teknologi
Ikan Mas Tahan KHV kepada masyarakat di
Kabupaten Cianjur Jawa Barat
Kabupaten
Cianjur, Jawa
Barat
Seksi Pelayanan
Teknis
Populasi ikan mas F3,
mempunyai laju pertumbuhan
±30% lebih baik dibanding
benih ikan mas yang banyak
dibudidayakan di masyarakat.
Dengan penerapan teknologi
ini di masyarakat, terdapat
peningkatan keuntungan
usaha yang optimal.
Proses pemijahan calon-calon
induk ikan lele MUTIARA yang
dilakukan di BBI Pare
Kabupaten Kediri dan
sembilan kelompok pembenih
mitra selama periode bulan
Juli sampai September
menghasilkan lebih dari
2.400.000 ekor benih dengan
performa pertumbuhan, daya
tahan terhadap penyakit, daya
adaptasi/toleransi lingkungan,
daya tahan stres, efisiensi
pakan dan keseragaman
ukuran yang relatif lebih tinggi
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 104
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
LPPBRL
LAPORAN
PAKET
TEKNOLOGI
(Terlampir)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
daripada benih-benih yang
dihasilkan dari induk-induk
sebelumnya, sehingga
menghasilkan keuntungan
usaha yang optimal.
1
Pengembangan Teknologi
Peremajaan Bibit Rumput Laut
Gracilaria verrucossa dengan
Metode Stek
Paket Teknologi IPTEK Budidaya Rumput Laut
berupa Teknologi Peremajaan Bibit Rumput
Laut Gracilaria verrucossa dengan Metode Stek
INOVASI TEKNOLOGI (PRODUK BIOLOGI)
Pembentukan Populasi Calon
induk Kerapu sunu
calon induk ikan kerapu sunu turunan ketiga
1
Plectropomus leopardus
yang tumbuh cepat
turunan ketiga (F3) tumbuh
cepat
Peningkatan Imunitas Juvenil
efektivitas vaksin bakteri polivalen dengan ratio
2
Kerapu melalui Aplikasi Vaksin
antigen terbaik dalam meningkatkan imunitas
Bakteri Polivalen (Lanjutan)
ikan kerapu
Uji Efektivitas Vaksin
Rekombinan Dalam
3
Vaksin protein rekombinan virus
Pencegahan Infeksi Virus Pada
Ikan Kerapu
Mendapatkan jenis bakteri probiotik yang dapat
Kandidat probiotik potensial
meningkatkan pertumbuhan, sintasan dan
4
untuk pemeliharaan benih dan
kesehatan yang baik pada benih (>3 g) dan
lobster muda, Panulirus spp.
lobster muda (> 200 g) Panulirus sp
Profil pemijahan induk
bandeng Chanos chanos hasil
5
Kualitas telur dan calin G2
seleksi G1 dan performa benih
G2
Uji aplikasi bakteri probiotik
Penggunaan bakteri probiotik dan perbedaan
dalam pakan untuk
dosis bakteri probiotik dalam pakan
6
meningkatkan pertumbuhan
terhadap pertumbuhan pada pendederan ikan
kerapu
kerapu sunu, Plectropomus leopardus
7
1
Performansi F3 abalon Haliotis
squamata tumbuh cepat
PERBAIKAN KINERJA
REPRODUKSI INDUK UDANG
WINDU DI BAK RESIRKULASI
DAN TAMBAK
≥ 5.000 ekor abalone (H. squamata) F3
terseleksi
: Hasil penelitian sub kegiatan 1 rasio betina
dan jantan berbeda menunjukkan bahwa
keberhasilan kawin diperoleh 2 ekor udang
windu betina membawa spermatofor pada rasio
betina dan jantan (1:1), sedangkan pada
perlakuan rasio (1:3 dan 1:5) tidak terjadi
udang kawin. Oleh karena itu untuk
mendapatkan udang windu kawin alami di bak
dapat digunakan rasio (1:1). Hasil pengamatan
pada penentuan ukuran udang windu produktif
Madura, Jawa
Timur
Madura, Jawa
Timur/ Ka Kelti
Stek talus bagian ujung
rumput laut yang digunakan
sebagai bibit pada siklus
penanaman berikutnya
memberikan nilai rerata
bobot, laju pertumbuhan, dan
kandungan agar tertinggi
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BBPPBL
BBPPBL
BPPBAP Maros
dan IPUW
Barru
1. Yasmina Nirmala Asih, M.App.Sc.
2. Prima Devi Hardikawati, A.Md.
BPPBAP Maros (
Ir. Samuel Lante,
MSi)
BBPPBL
Menghasilkan induk udang
windu yang produktif dan
rasio antara udang jantan dan
betina yang tepat dalam
menunjang pemijahannya di
hatcheri
BPPBAP
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Laptek 2016
dan Produk
Biologi berupa
hasil kinerja
reporduksi
udang windu di
IPUW Barru
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 105
NO
JUDUL KEGIATAN
2
TEKNOLOGI PRODUKSI LARVA
DAN CALON INDUK UDANG
WINDU TAHAN PENYAKIT
WSSV
3
UJI APLIKASI PROBIOTIK
PADA PRODUKSI MASSAL
LARVA UDANG WINDU
1
Uji Aplikasi Bakteri Heterotrof
Pembentuk Bioflok Pada
Pendederan Ikan Nila
DESKRIPSI OUTPUT
dengan pakan berbeda, dengan perlakuan
pakan cacing + semi moist pellet komersial
diperoleh 2 ekor udangjantan (berat = 67,5 g
dan 71,6 g) membawa spermatofor (berat
spermatofor: 0,04 g dan 0,05 g) dan kepadatan
sperma (21,5x106 sel/mL dan 36,8x106
sel/mL) lebih banyak dari perlakuan (cumi +
semi moist pellet dan kerang + semi moist
pellet ) masing-masing 1 ekor udang membawa
spermatofor.
: Pada unit 2 pnelitian penentuan ukurang
udang jantan produktif di tambak, dari 10 ekor
udang jantan yang di amati/perlakuan
menggunakan rangsangan listrik, masingmasing udang belum membawa
spermatofor/belum matang sperma
Pemeliharaan larva F1, G2, back up F0 dan calon
induk F0 dan F1 sedang berlangsung. Produksi
larva back up F0 sekitar 10.500 ekor dengan
berat berkisar 0,5-3 g/ekor, G2 sekitar 1300
ekor (berat 2-5 g/ekor) dipelihara di bak
bervolume 10 ton dan 20 ton, (Gambar 1).
Ukuran calon induk F1 berkisar 65-90 g/ekor.
Pengambilan sampel untuk ekstraksi DNA
sampel udang transgenik larva F2 dan back up
F0 telah dilakukan dengan kisaran kemurnian
1,81-1,89 yang selanjutnya akan dilakukan
analisis gen antivirus dan deteksi virus WSSV.
Hasil benih udang windu (PL-12) yang dicapai
sampai siklus IV sebanyak 3.092.550 ekor.
Dengan tingkat kelulusan hidup masih rendah
yaitu rata-rata 10,09%. Hal ini terjadi karena
tingginya tingkat mortalitas saat larva mencapai
stadia post larva, disebabkan karena serangan
bakteri vibrio khusunya pada siklus I sampai III.
Terjadinya kematian secara massal
kecenderungan saat larva sudah memasuki
stadia post larva yaitu PL-1 sampai PL-12. Hal
ini terjadi karena semakin tingginya tingkat
kepadatan bakteri vibrio seiring semakin
lamanya umur larva, sementara kinerja
penggunaan probiotik belum begitu efektif
dapat sepenuhnya menekan pertumbuhan
vibrio sampai larva mencapai stadia PL12.
Kinerja probiotik pada awal-awal stadia larva
yaitu dari stadia zoea sampai mysis masih
cukup bagus. Ditunjukkan hasil sampling setiap
stadia larva masih pada kisaran tingkat
kelulusan hidup 50-60%..
Pro-Flok (Probiotik pembentuk pakan alami
mikroba (bioflok)
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
IPUW Barru
BPPBAP Maros
(Andi Tenriulo,
S.Si, M.Si)
Udang windu tahan penyakit
WSSV
BPPBAP
Laptek 2016
Instalasi
Pembenihan
Udang Windu
(IPUW) Kab.
Barru, Sulsel
IPUW Barru,
Sulsel (Agus
Nawang, S.St.Pi)
Larva udang windu SSPFPF
BPPBAP
Laptek 2017
Bogor, Jawa
Barat
Kelti Lingkungan,
Toksikologi,
Teknologi
Budidaya /
1. Pembentuk pakan alami
mikroba (bioflok)
2. Mengurangi pakan buatan
3. Mengoptimalkan kualitas air
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 106
NO
2
JUDUL KEGIATAN
Formulasi Sediaan dan Lama
Penyimpanan Bakteri
pengendali Nitrogen
(Probiotik) Dalam Kemasan
3
Performa Bioreproduksi Ikan
Tengadak G1 Asal Populasi
Terpilih
4
Performa Pertumbuhan dan
Perkembangan Awal Matang
Gonad Ikan Semah Generasi
Pertama Pada Lingkungan
Budidaya
5
6
7
DESKRIPSI OUTPUT
EEM (Efektif Efisien Mikroba) BPPBAT
Calon Induk Tengadak G1 Populasi Kalimantan
LOKASI
KEGIATAN
Bogor, Jawa
Barat
Jawa Barat dan
Kalimantan
Ikan Semah Generasi pertama, hasil domestikasi
kisaran bobot 30 -50 g sebanyak 1500 ekor,
sebagai calon induk pembentuk generasi ke 2
Kab. Kerinci,
Prop. Jambi
Vaksin KHV-AeroVac
Depok, Jawa
Barat
Preparasi Sediaan Vaksin
Melalui Enkapsulasi dan
Freeze Dry untuk Pengendalian
Penyakit Ikan
VIAT-1 (Vaksin Ikan Air Tawar)
Depok, Jawa
Barat
Uji Metode Aplikasi Vaksin
Kombinasi (Aeromonas
hydrophila, Streptococcus
agalactiae, dan Mycobacterium
fortuitum) untuk Pencegahan
Penyakit Bakteri Potensial
pada Budidaya Ikan Air Tawar
Vaksin TRIVALEN (vaksin bakteri in-aktif
Aeromonas hydrophila, Streptococcus
agalactiae dan Mycobacterium fortuitum)
Pengujian Vaksin Koktail
Koiherpes Virus dan A.
hydrophila untuk Pencegahan
Penyakit Potensial pada Ikan
Mas dan/atau Koi, Cyprinus
carpio
Depok, Jawa
Barat
LOKASI
DATA/PJ IKU
Kelompok
Fungsional
(Yohanna R.,
M.Sc.)
Kelti Lingkungan,
Toksikologi,
Teknologi
Budidaya /
Kelompok
Fungsional (Ir.
Yosmaniar, M.Si.)
Kelti Perbenihan
dan Genetika
Populasi BPPBAT
/ Kelompok
Fungsional (Dra.
Irin Iriana
Kusmini, M.Si.)
Kelti Perbenihan
dan Genetika
Populasi BPPBAT
/ Kelompok
Fungsional (Drs.
Jojo Subagja,
M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Dr.
drh. Angela
Mariana
Lusiastuti, M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Dr.
Desy Sugiani,
S.Pi, M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Ir.
Taukhid M.Sc.)
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
1. Mengurangi limbah nitrogen
2. Mengoptimalkan kualitas air
3. Menekan mortalitas pada
budidaya ikan air tawar
4. Meningkatkan pertumbuhan
ikan air tawar
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
Mencegah penyakit KHV dan
infeksi sekunder A. hydrophila
pada ikan mas dan koi
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
Vaksin terenkapsulasi dalam
bentuk freeze dry lebih praktis
dan daya simpan lebih lama
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
1. Ikan tengadak popuasi
Kalimantan mempunyai
respon yang sama pada
pemeliharaan multi sistem
(Kolam tanah. Jaring apung
dan kolam beton).
2. Pada umur yang sama
mempunyai bobot rata-rata
yang lebih tinggi dibandingkan
dengan ikan tengadak Jawa
Barat
Mampu beradaptasi pada
pemeliharaan di KJA dan
Kolam air deras dengan
Sintasan diatas 50%
pemeliharaan di KJA dan 80%
pemeliharaan di Kolam Air
Deras
1. Mencegah penyakit koinfeksi yang disebabkan oleh
ketiga jenis bakteri tersebut
secara sinergis pada budidaya
ikan air tawar (lebih powerfull
dibandingkan dengan sediaan
vaksin monovalen)
2. Lebih efisien dalam
packaging, transportasi, dan
penyimpanan (tiga dalam
satu)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 107
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
KEGIATAN
8
Preparasi Vaksin Koktail
Edwardsiella ictaluri - A.
hydrophila “IctahydroVac”
untuk Pencegahan Penyakit
Pada Ikan Catfish
IchtahydroVac
Depok, Jawa
Barat
9
Uji Aplikasi Mikroenkapsulasi
Probiotik (Pro-BPPBAT)
Melalui Pakan pada Ikan Lele
dan Nila
Pro-P, Pro-G, Pro-G(m)
Depok, Jawa
Barat
10
11
1
Uji Aplikasi Vaksin Monovalen
S. agalactiae dan Bivalen S.
agalactiae – A. hydrophila
untuk Pengendalian Penyakit
pada Ikan Nila
Optimasi Suhu dan Media
Kultur Sel Primer Ikan Gurami
(Osphronemus gouramy)
Sebagai Media Tumbuh Virus
Irido
Produksi Benih/induk F1 Betta
giant Transgenik Hormon
Pertumbuhan
HydroGalaksiVac
Depok, Jawa
Barat
Kultur sel primer GT2 (Gouramy tail-2)
Depok, Jawa
Barat
- Gen PCcBA-PhGH pada ikan cupang B. imbellis
giant F1 berhasil ditransmisikan dari enerasi F0
ke generasi F1 sebesar 58,33%-66,67%.
- Ekspresi fenotipe gen PCcBA-PhGH pada ikan
cupang B. imbellis giant F1 mampu
mningkatkan pertambahan panjang 58,8%64,5% dan bobot 59,24%-62,31% dibandingkan
dengan kontrol.
- Calon induk yang membawa dan
mengeskpresikan gen GH berjumlah 330 ekor.
- Ikan cupang alam yang diberi rGH dengan
dosis perendaman 1,5mg/L dan oral 3
mg/Lmenghasilkan pertumbuhan bobot sebesar
1,235 gram dibandingkan kontrol sebesar 1,013
gram. Pertambahan panjang 3,34 sedangkan
pada ikan kontrol 3,23.Laju pertumbuhan
harian sebesar 3,34 sedangkan pada ikan
kontrol 3,23. Dihasilkan individu sebanyak 98
ekor ikan cupang rGH dan 103 ekor ikan cupang
kontrol.
- Ekspresi gen IGF-1 pada ikan cupang belum
menghasilkan fragmen DNA. Namun hasil
sintesis cDNA organ hati cupang sudah dapat
diamplifikasi menggunakan primer beta aktin
dan menghasilkan gen target 300bp.
BPPBIH
LOKASI
DATA/PJ IKU
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (drh.
Uni
Purwaningsih,
M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Yani
Aryani, S.Pi.,
M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Tuti
Sumiati, S.Pi.,
M.Si.)
Kelti Kesehatan
Ikan BPPBAT /
Kelompok
Fungsional (Dr.
drh. Angela
Mariana
Lusiastuti, M.Si.)
Seksi Pelayanan
Teknis
KEUNGGULAN
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Mampu meningkatkan SR dan
RPS lebih tinggi dibanding
kelompok ikan yang tidak
divaksin setelah uji tantang
skala laboratorium
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
Mudah diaplikasikan dan
meningkatkan kinerja
pertumbuhan dan SR
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBAT
Laporan Akhir
(Terlampir)
BPPBIH
BAST/ FOTO/
LAPORAN
1. Sebagai materi pengendali
penyakit MAS dan
Streptococcosis
2. Dapat meningkatkan
kelangsungan hidup ikan nila
sampai 20%
1. Dapat digunakan untuk
mengisolasi virus irido air
tawar dari ikan gurami
2. Mampu memperbanyak
konsentrasi virus irido air
tawar sebesar dua kali lipat
dalam waktu 5 hari
Ikan Cupang Giant
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 108
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
Telah terbentuk Ikan Patin Siam F3 cohort 1
terseleksi. Saat ini calon induk terseleksi telah
berumur >19 bulan dan memiliki bobot berkisar
antara 2.200 – 2.500 g dan sekitar 70% induk
betina sudah dalam kondisi matang gonad (TKG
IV).
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
Telah terbentuk benih Ikan Patin Hibrida
Triploid yang berumur 1 bulan dan telah
berukuran panjang standar berkisar antara 2,5 5,0 cm.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
Pembentukan Populasi F1
Strain Udang Galah Tumbuh
Cepat
Telah terbentuk populasi F1 Udang Galah
tumbuh cepat dan matang kelamin yang lambat
dengan beberapa keunggulan : Biomas panen
lebih unggul (perbedaan relatif 45,23%);
Kelangsungan hidup lebih unggul (perbedaan
relatif 40,19%); Proporsi udang belum bertelur
lebih banyak pada populasi seleksi (perbedaan
relatif 178,45%); Fekunditas larva induk udang
galah populasi terseleksi lebih tinggi
(perbedaan relatif 3,07%).
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
5
Pembentukan Populasi F2
Udang Galah
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
6
Pembentukan Poulasi F4 Ikan
Telah terbentuk populasi F2 Udang Galah
terseleksi yang memiliki beberapa keunggulan :
Kelangsungan hidup rerata benih seleksi pada
fase pendederan 25% lebih tinggi dibandingkan
kontrol; Level resistensi rerata Udang Galah (810 g) seleksi terhadap infeksi Vibrio harveyii
46% lebih tinggi dibandingkan kontrol;
Produktivitas Udang Galah seleksi pada fase
pembesaran relatif lebih tinggi dibandingkan
kontrol.
Sukamandi,
Seksi Tata
1
Seleksi Ikan Patin Siam F2
2
Pembentukan Patin Pasupati II
3
Pembentukan Ikan Patin
Hibrida Triploid
4
Telah terbentuk populasi Ikan Patin Pasupati II
dengan rataan panjang standar 26,6 cm;
panjang total 33,6 cm; dan bobot ikan 310,4 g.
Telah diperoleh populasi Ikan Nila Biru F4 hasil
KEUNGGULAN
Populasi ikan patin siam F2
seleksi memiliki performa
pertumbuhan yang lebih tinggi
dibandingkan kontrolnya
(30,82%); nilai respons seleksi
rata – rata populasi ikan patin
siam F2 sebesar 15,92%;
memiliki potensi untuk
diajukan sebagai kandidat
pelepasan ikan patin unggul
karena memiliki nilai respons
seleksi gabungan sebesar
36,83%.
Performa ikan patin Pasupati
II yang dipelihara di kolam air
tawar dengan menggunakan
kincir, lebih baik (P<0,05) dari
pada performa ikan patin
Jambal
Ikan Patin Hibrida Triploid
membawa sifat genetis daging
putih dan toleran terhadap
cekaman lingkungan, karena
merupakan hasil persilangan
ikan Patin siam diploid (2n)
dengan ikan Patin Jambal
monoploid (1n)
Biomas panen lebih unggul
(perbedaan relatif 45,23%);
Kelangsungan hidup lebih
unggul (perbedaan relatif
40,19%); Proporsi udang
belum bertelur lebih banyak
pada populasi seleksi
(perbedaan relatif 178,45%);
Fekunditas larva induk udang
galah populasi terseleksi lebih
tinggi (perbedaan relatif
3,07%)
Kelangsungan hidup rerata
benih seleksi pada fase
pendederan 25% lebih tinggi
dibandingkan kontrol; Level
resistensi rerata Udang Galah
(8-10 g) seleksi terhadap
infeksi Vibrio harveyii 46%
lebih tinggi dibandingkan
kontrol; Produktivitas Udang
Galah seleksi pada fase
pembesaran relatif lebih tinggi
dibandingkan kontrol.
Bobot yang lebih tinggi
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 109
NO
JUDUL KEGIATAN
Nila Biru Dalam Rangka
Perbaikan Pertumbuhan Ikan
Nila Srikandi
DESKRIPSI OUTPUT
pembesaran di tambak salinitas 15-20 ppt
terdiri dari populasi seleksi dan kontrol.
Populasi Ikan Nila Biru seleksi mempunyai
bobot yang lebih tinggi dibanding populasi
kontrol (perbedaan relatif 17,72%).
LOKASI
KEGIATAN
Subang dan
Cirebon, Jawa
Barat
LOKASI
DATA/PJ IKU
Operasional
7
Pembentukan Populasi Dasar
Sintetis Ikan Nila Merah F0
Telah terbentuk calon Induk Ikan Nila Merah
hasil dialel crossing dari 5 strain Ikan Nila
Merah Unggul.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
8
Pembentukan Populasi Dasar
(Komposit) Ikan Mas Tumbuh
Cepat (2 Produk Biologi)
4 Populasi sintetik (composite) Ikan Mas galur
murni yaitu Rajadanu, Majalaya, Sutisna, dan
Wildan
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
9
Pembentukan Populasi Dasar
(Komposit) Ikan Mas Tumbuh
Cepat (2 Produk Biologi)
12 populasi Ikan Mas hasil kombinasi
pemijahan galur murni
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
10
Pembentukan Populasi F1 Ikan
Lele Tumbuh Cepat dan Tahan
Penyakit
Telah dihasilkan populasi benih Ikan Lele
tumbuh cepat dan tahan penyakit, dengan
ukuran berkisar 150-550 g.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
11
Pembentukan Populasi Calon
Induk Ikan Lele Transgenik
Telah dihasilkan calon induk Ikan Lele hasil
persilangan induk Transgenik dan Nontransgenik dengan bobot berkisar 150-580
gram.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
12
Pembentukan Ikan Gurami
Hibrida
Telah dihasilkan 7 populasi persilangan Ikan
Gurami Hibrida prospektif yang memiliki
pertumbuhan cukup tinggi. Benih Ikan Gurami
hasil persilangan Strain Majalengka x
Kalimantan memiliki nilai SR dan SGR lebih
tinggi dibandingkan dengan benih Ikan Gurami
SATKER
PELAKSANA
KEUNGGULAN
dibanding populasi kontrol
(perbedaan relatif 17,72%)
Keunggulan ikan Nila Merah
F0 adalah merupakan hasil
dialel crossing dari 5 strain
ikan nila merah unggul
sehingga mempunyai
keragaman genetik tinggi dan
dapat digunakan srbagai
bahan pembentukan ikan nila
merah tumbuh cepat
berdaging tebal melalui seleksi
famili
Ikan mas strain Sutisna
mempunyai nilai keragaman
genetik paling tinggi dibanding
ketiga strain lainnya dan
mempunyai pertumbuhan
terbaik kedua setelah ikan mas
strain Majalaya
Nilai FCR tertinggi sebesar
1,44 untuk pemeliharaan di
bak beton. Nilai Kelangsungan
hidup rerata 90% hingga awal
masa penebaran.
Populasi generasi pertama
ikan lele tumbuh cepat dan
tahan penyakit yang dibentuk
dari pemijahan 50 pasang
induk populasi dasar ikan lele
tumbuh cepat dan tahan
penyakit hasil seleksi
menunjukkan keragaan
ketahanan yang tinggi
terhadap uji tantang infeksi
bakteri Aeromonas
hydrophila, dengan sintasan
100% dan hanya satu famili
yang memiliki sintasan 10%.
Ikan lele transgenik
mempunyai performa yang
baik 36% lebih tinggi
dibandingkan ikan lele nontransgenik
Benih Ikan Gurami hasil
persilangan Strain Majalengka
x Kalimantan memiliki nilai SR
dan SGR lebih tinggi
dibandingkan dengan benih
Ikan Gurami hasil persilangan
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 110
NO
JUDUL KEGIATAN
DESKRIPSI OUTPUT
LOKASI
KEGIATAN
LOKASI
DATA/PJ IKU
hasil persilangan lainnya.
13
14
Pembentukan Induk
Pembentuk Populasi F0 Ikan
Gurami Tumbuh Cepat
Telah diperoleh calon induk pembentuk F0
berumur 8-30 bulan dengan bobot berkisar
600-2.000 gram.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
Pembentukan Populasi Calon
Induk Ikan Mas Transgenik F2
Heterozigot
Telah dihasilkan 4 populasi Ikan Mas
Transgenik F2 hasil pemijahan induk jantan
Ikan Mas Transgenik F1 dengan Ikan Mas Betina
Non-transgenik, dengan ukuran panjang total
rerata 19 cm, panjang standar rerata 15 cm, dan
bobot rerata 75 gram.
Sukamandi,
Subang, Jawa
Barat
Seksi Tata
Operasional
1
Propagasi Vegetatif Bibit
Rumput Laut Gracilaria gigas
secara Ex Vitro
Bibit Rumput Laut Gracilaria gigas Hasil Kultur
Jaringan
Boalemo,
Gorontalo
Boalemo,
Gorontalo/ Ka
Kelti
2
Pemeliharaan Indoor Bibit
Rumput Laut Kappaphycus
alvarezii
Bibit Rumput Laut Kappaphycus alvarezii
Boalemo,
Gorontalo
Boalemo,
Gorontalo/ Ka
Kelti
Bibit Unggul Rumput Laut
Boalemo,
Gorontalo
Boalemo,
Gorontalo/ Ka
Kelti
Jawa Timur
(Pacitan), Jawa
Tengah
(Semarang), DI
Yogyakarta
(Yogyakarta,
Bantul, Gunung
Kidul,
Kulonprogo),
DKI Jakarta
(Jakarta Pusat),
Jawa Barat
(Bandung,
Bogor)
LPPMPHP
3
Perakitan Strain dan Produksi
Bibit Unggul Rumput Laut
Kappaphycus alvarezii melalui
Rekayasa Genetik
INOVASI TEKNOLOGI (RANCANG BANGUN)
1
Rancang Bangun Alat
Transportasi Ikan SegarALTIS-2E100
Alat transportasi ikan segar berpendingin untuk
kendaraan bermotor roda 2 kapasitas hingga 90
Kg
KEUNGGULAN
lainnya.
Estimasi respon seleksi pada
umur 11 bulan rataannya
sebesar 17,78%; estimasi
heritabilitas pada umur 11 bln
0,499; dan koefisien
keragaman ikan gurami pada
umur 11 bulan sebesar
22,22%.
Ikan mas transgenik tahan
KHV F2 heterozigot lebih
tahan terhadap KHV (SR :
76,66%) dibandingkan dengan
ikan mas ikan non-transgenik
(SR : 51,11%)
Propagasi Ex Vitro bibit
rumput laut Gracilaria gigas
Dapat dilakukan tanpa harus
sterilisasi. Bibit yang
dihasilkan berwarna hijau
gelap, segar, sehat dan
cenderung ke arah memanjang
bibit yang dipelihara dengan
penambahan pupuk organik
mempunyai performa lebih
baik dibandingkan dengan
tanpa penambahan pupuk
organik.
Bibit rumput laut yang siap uji
tantang terhadap cekaman
lingkungan
Alat transportasi ikan segar
berpendingin (tanpa
menggunakan es) untuk
kendaraan bermotor roda 2
SATKER
PELAKSANA
DOKUMENTASI
KEGIATAN
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
BPPI
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
LPPBRL
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
LPPBRL
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
LPPBRL
Laporan Teknis
Akhir Kegiatan
LPPMPHP
SCAN LAPORAN
TEKNIS
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 111
j)
IK 10 : Jumlah hasil litbang yang diusulkan HKI dan/atau dirilis
NO
1
JUDUL KEGIATAN
UJI PROBIOTIK RICA PADA PENINGKATAN
PRODUKSI DAN SINTASAN UDANG WINDU
GAMBARAN UMUM
-Pada pemeliharaan larva udang windu di hatchery IPUW
Barru diperoleh sintasan tertinggi sebesar 75.87% dan
terendah 10.49% sedang bobot pertumbuhan tertinggi
sebesar 0.0030 g dan terendah 0.0011 g
- Rata-rata sintasan tokolan udang windu setelah aplikasi
probiotik serbuk masing-masing pada perlakuan yakni
aplikasi probiotik RICA 1 serbuk (93,03 %), Probiotik
RICA 5 serbuk (81,73%), RICA 4 serbuk (88,13%)
terendah pada petakan tanpa aplikasi probiotik sebagai
kontrol (70,05%
- Pada pembesaran udang windu di tambak dengan aerasi
blower supercharge pada tahap I (musim kemarau) pada
aplikasi probiotik serbuk diperoleh sintasan 85.4%
dengan produksi 12.75 kg/25 are sedangkan dengan
aplikasi probiotik cair diperoleh sintasan 82.43% dan
produksi 7.133 kg/25 are. Untuk tahap II yang
dilaksanakan pada musim hujan dengan aplikasi probiotik
serbuk diperoleh sintasan sebesar 49.16 % dan produksi
14.66 kg/25 are sedangkan dengan aplikasi probiotik cair
sintasan diperoleh 45.92 % dan produksi 13.9 kg/25 are
- Bentuk serbuk dari probiotik RICA dapat menjadi
alternatif lain dari bentuk cair yang telah ada sehingga
lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya
2
Produksi Bakteri Probiotik Untuk Meningkatkan
Kecernaan Pakan Ikan
Invensi ini berhubungan dengan budidaya ikan air tawar
khususnya berupa penggunaan probiotik sebagai pakan
ikan, lebih khususnya berupa sediaan starter probiotik
dengan jenis bakteri Bacillus subtilis yang berasal dari
rumput laut Turbinaria sp. yang diolah melalui proses
inkubasi dalam suhu kamar, kemudian dilakukan isolasi
terhadap bakteri yang tumbuh pada substrat sehingga
menghasilkan sediaan probiotik Bacillus subtilis
3
Vaksin Koktail Aeromonas Hydrophila –
Streptococcus Agalactieae dan proses
pembuatannya (Vaksin HydrogalaksiVac)
Invensi ini berkaitan dengan produksi vaksin koktail antiAeromonas hydrophila dan Streptococcus agalactiae yang
berfungsi untuk meningkatkan respon kekebalan spesifik
terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan
Streptococcus agalactiae pada budidaya ikan nila
LOKASI
Maros, Sulawesi
Selatan
SATKER
PELAKSANA
BPPBAP
Bogor, Jawa
Barat
BPPBAT
Depok, Jawa
Barat
BPPBAT
Target
Realisasi
%
BUKTI
DOKUMEN
Terlampir
bersama
dokumen dan
Laptek kegiatan
2016
Nomor registrasi
P00201606722
tanggal 5
Oktober 2016,
scan
penyampaian
dokumen usulan
HaKI ke sentral
HaKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
(Formulir
Permohonan
Paten) DAN
DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
Nomor registrasi
P0020161716
tanggal 15 Maret
2016, scan
penyampaian
:
:
:
5
5
100,00
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Laporan Teknis
Akhir Litbang
yang Mendukung
dan Naskah
Akademik
Usulan HKI
Laporan Akhir
(Terlampir)
Laporan Akhir
(Terlampir)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 112
NO
4
5
6
GAMBARAN UMUM
LOKASI
SATKER
PELAKSANA
Sediaan Probiotik Bivalen berbasis bakteri yang
diaplikasikan melalui air dan proses
pembuatannya (Probiotik Pond BioAero)
Invensi ini berkaitan dengan suatu sediaan probiotik
bivalen berbasis bakteri dan proses pembuatannya yang
berfungsi untuk menekan pertumbuhan patogen
Aeromonas hydrophila yang hidup di air dan
meningkatkan respon kekebalan non spesifik pada ikan
air tawar, khususnya berupa suatu sediaan probiotik yang
mengandung bakteri Bacillus subtilis P23 dan
Staphylococcus lentus L1k. Bacillus subtilis yang dicampur
dengan salin dan molase dengan tahapan proses meliputi
pengembangbiakan bakteri (working seed) dengan
menumbuhkan kultur bakteri melalui teknik pengkayaan,
menstandarisasi kualitas probiotik yang meliputi :
perbanyakan volume, penetapan konsentrasi sediaan
probiotik, dan penetapan dosis aplikasi probiotik
Depok, Jawa
Barat
BPPBAT
Metoda dan alat pendeteksi vitelogenin untuk
mengetahui jenis kelamin ikan arwana
Invensi ini berhubungan dengan suatu metoda dan alat
berupa kit untuk mengetahui jenis kelamin ikan arwana
super red (Scleropages legendrei), pinoh (Scleropages
macrocephalus), golden (Scleropages aureus) dan hijau
(Scleropages formosus)dengan cara mendeteksi
vitelogenin atau protein kuning telur dengan
menambahkan larutan pewarna pada mikroplate yang
sebelumnya telah dilapisi vitolegenin dimana bila
berwarna kuning berarti betina dan bila tidak berwarna
berarti jantan.
BPPBIH
BPPBIH
Alat Pengering Garam Berputar "rotary dryer"
Invensi ini berhubungan dengan alat pengering garam
dengan cara diputar pada sebuah drum dengan
penambahan hembusan udara panas pada berkisar 60-70
derajat celcius, untuk mendapatkan tingkat kekeringan
pada garam olahan (garam halus) sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas garam
Surabaya
P3SDLP
JUDUL KEGIATAN
BUKTI
DOKUMEN
dokumen usulan
HaKI ke sentral
HaKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
(Formulir
Permohonan
Paten) DAN
DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
Nomor registrasi
P00201602394
tanggal 11 April
2016, scan
penyampaian
dokumen usulan
HaKI ke sentral
HaKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
(Formulir
Permohonan
Paten) DAN
DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
scan
penyampaian
dokumen usulan
HAKI ke sentral
HAKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
(Formulir
Permohonan
Paten) DAN
DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
scan
penyampaian
dokumen usulan
HaKI ke sentral
HaKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
(Formulir
Permohonan
Paten) DAN
DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Laporan Akhir
(Terlampir)
LAPORAN
LAPORAN
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 113
NO
7
JUDUL KEGIATAN
Teknologi Pembuatan Immunostimulan Untuk
Udang Menggunakan Fukoidan
GAMBARAN UMUM
LOKASI
Invensi ini berupa proses pembuatan sediaan fukoidan
pada pakan udang yang terdiri dari crude fukoidan, bahan
pengikat dan bahan pakan. Sediaan ini diperoleh melalui
proses pencampuran fukoidan dengan pengikat, kemudian
dicampur terhadap pakan lalu dicampur dan dikeringkan
dengan cara diangin-anginkan dibawah suhu kamar.
Produk yang dihasilkannya berupa pakan ikan yang
mengandung sediaan fukoidan dan akan berfungsi sebagai
imunostimulan pada udang.
DKI Jakarta,
Banten (Kab.
Lebak),
Lampung
(Lampung
Selatan), Kepri
(Batam), Jawa
Barat (Kota
Bogor, Kab.
Sukabumi,Kab.
Karawang), Jawa
Timur (Malang),
Sulawesi Selatan
(Maros), dan
Jawa Tengah
(Semarang).
SATKER
PELAKSANA
P3DSPBKP
BUKTI
DOKUMEN
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
Scan
penyampaian
dokumen usulan
HaKI ke sentral
HaKI Balitbang
KP/ke Kum HAM
DAN DOKUMEN
TEKNIS INOVASI
YANG
DIUSULKAN HKI
(Terlampir)
DOKUMENTASI
KEGIATAN
LAPORAN
OUTPUT
(TERLAMPIR)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 114
k)
IK 11 : Jumlah sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem informasi
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
LOKASI SOSIALISASI
Kota Padang, Sumatera Barat
Pemalang, Jawa Tengah
Banyuwangi, Jawa Timur
Kendal, Jawa Tengah
Malang, Jawa Timur
Pasuruan, Jawa Timur
Gunung Kidul, Yogyakarta
Pandeglang, Banten
Lebak, Banten
Rembang, Jawa Tengah
Kota Batam, Kep Riau
Pacitan, Jawa Timur
Kota Probolinggo, Jawa Timur
Penajam Paser Utara, Kalimantan
Timur
Indramayu, Jawa Barat
Karawang, Jawa Barat
Bengkulu, Bengkulu
Bekasi, Jawa Barat
Banjar, Kalimantan Selatan
Lombok Timur, NTB
Pangkal Pinang, Bangka Belitung
Belitung, Bangka Belitung
Balikpapan, Kalimantan Timur
Tanjung Jabung Barat, Jambi
Kota Kupang, NTT
Kab Kupang, NTT
Kubu Raya, Kalimantan Barat
Mempawah, Kalimantan Barat
WAKTU SOSIALISASI
JUMLAH PESERTA
SOSIALISASI
PENANGGUNG
JAWAB
KEUNGGULAN TEKNOLOGI
SEBELUMNYA (2015)
Target
Realisasi
%
KEUNGGULAN
TEKNOLOGI SAAT INI
(2016)
:
:
:
30
28
93,33
SATKER PELAKSANA
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 115
l)
IK 12 : Proporsi fungsional Balitbang KP dibandingkan total pegawai Balitbang KP
Target
Realisasi
%
:
:
:
55
55,47
100,8
Target
:
18
m) IK 13 : Jumlah sarana dan prasarana, serta kelembagaan litbang KP yang ditingkatkan kapasitasnya
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
SATKER
SEKRETARIAT
P4
BBPPBL
BPPL
BP3U
BP2KSI
BPPBAP
BPPBAT
BPPBIH
BPPI
LPPT
LPPBRL
P3SDLP
15
LPSKP
16
LPTK
14
BPOL
KETERANGAN
Perangkat Pengolah data dan Informasi
Docking Kapal Bawal Putih 3
Realisasi
%
:
:
18
100,00
Pembangunan Hatchery Kepiting
Renovasi Gedung/ Bangunan
Laporan Sarpras BPPBIH
Pembangunan Pagar
Pengadaan Peralatan Laboratorium
Pembangunan Lab Kualitas Air
1. Pengadaan Peralatan Laboratorium
2. Pembangunan Pagar
3. Pengadaan Research Buoy
1. Perangkat Pengolah data dan Informasi
2. Peralatan Pendukung Penelitian
3. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
1. Sewa kendaraan operasional kantor
2. Pemeliharaan kendaraan roda 4
3. Pemeliharaan speedboat
4. Pengadaan alat pengolah data
5. Perbaikan tower radar
6. Pemeliharaan gedung dan bangunan
7. Perencanaan pembangunan laboratorium konservasi laut
8. Pengadaan mesin speedboat penunjang pemantauan
9. Pengadaan penunjang fasilitas operasional radar pantai
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 116
NO
SATKER
17
P3DSPBKP
18
LPPMPHP
19
PPSEKP
TOTAL
KETERANGAN
10. Pengadaan peralatan radar pantai
11. Pemeliharaan peralatan kantor
12. Pengadaan buku referensi litbang
13. Pengadaan peralatan penunjang riset
1. Pengadaan Perangkat Pengolah Data Dan Komunikasi
2. Pengadaan Peralatan Dan Fasilitas Perkantoran
3. Pengadaan sarana dan prasarana
4. Pengadaan Kendaraan Bermotor
1. Perangkat Pengolah Data
2. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
Pengadaan Alat Pengolah Data
14
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 117
n)
NO
IK 14 : Jumlah jejaring dan/atau kerjasama litbang yang terbentuk
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
1
Jejaring Pemuliaan Ikan
DJPB
1 Tahun
2
Jejaring Pakan Ikan
DJPB
1 Tahun
Target
Realisasi
%
TUJUAN KERJASAMA
Peranan Pemuliaan Ikan
Dalam Mendukung
Instruksi Presiden Nomor 7
Tahun 2016 tentang
Percepatan Pembangunan
Industri Perikanan
Nasional, khususnya dalam
hal peningkatan produksi
perikanan budidaya,
melakukan inovasi ilmu
pengetahuan dan teknologi
budidaya perikanan.
mempertemukan antara
Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah untuk
mencari alternatif bahan
baku yang ketersediaannya
berlimpah di alam.
3
Research cooperation for
valorization of locl
biodiversity, domestication
and sustainable aquaculture
in Indonesia
Institut derecherche pour le developpement the goverment of the republic of france
17 Desember 2015 - 31 Desember 2016
4
Pengelolaan perikanan dan
konservasi sumber daya ikan
di perairan kabupaten
Bengkalis
Dinas kelautan dan
perikanan
kabupaten
Bengkalis, Riau
13 Mei 2016 - 12
Mei 2019
955/P4/KKP/PKS/V/2016
523/DKP-SEKR/V/2016/532
Pengelolaan Perikanan dan
Konservasi Sumber Daya
Ikan di Perairan Kabupaten
Bengkalis
:
:
:
66
66
100,00
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Balai dan Dinas
Balai dan Dinas
1. Basis biologis budidaya spesies
lokal (Osphronemus goramy dan
Oxyeleotris marmorata),
intensifikasi ekologis sistem
budaya (Duckweed sebagai phytoremediasi dan pakan ikan), dan
manajemen kesehatan
2. Penguatan kerjasama ilmiah
para Pihak melalui pengalihan dan
pertukaran informasi ilmiah dan
teknis (seminar, lokakarya dan
pertemuan), pelatihan jangka
pendek atau jangka panjang dan
pendidikan.
3. Penyediaan peralatan penelitian;
(1) Penyiapan tenaga peneliti
sesuai dengan bidang dan tujuan
penelitian dalam perjanjian ini. (2)
Pengumpulan dan pengolahan data
aktivitas penangkapan ikan di
perairan kabupaten Bengkalis. (3)
Rekomendasi dan upaya
pengelolaan perikanan, pemulihan
dan konservasi sumberdaya ikan di
perairan kabupaten Bengkalis. (4)
Bidang lainnya yang dianggap
perlu untuk ditindaklanjuti dan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 118
NO
5
6
7
8
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
Enabling enforcement
throught improved use of
monitoring information to
support surbeillance
activities
Collaborative for Vaccination
on Fish Disease Control
Micropropagasi dan
Perbaikan Genetik Tanaman
Hias Air Tawar Secara In
Vitro
Inventarisasi dan
Pengembangan Spesies Ikan
Hias Tomori
MITRA
KERJASAMA
Commonwealth
Scientific Industrial
and Research
Organization
NO KERJASAMA
R-7456-1
VIRBAC
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
14 Desember
2015 - 31
Desember 2018
meningkatkan nilai
informasi yang tersedia
dari data monitoring
perikanan untuk
pengelolaan perikanan; dan
untuk meningkatkan
kapasitas penelitian, dan
teknis dan operasional di
Kementerian Kelautan
Perikanan. Fokus untuk
tahun ini adalah
mengidentifikasi indikator
terjadinya kegiatan
transshipment dan
pemodelan pola
pergerakan kapal dengan
menggunakan Generalized
Additive Model (GAM) dan
untuk mengetahui variable
yang signifikan yang dapat
mengindikasikan adanya
transhipment.
1 September
2016 - 2018
Establish a joint program
on vaccination on fish
disease control for
freshwater production to
improve the survival rate of
Tilapia culture in Indonesia
Balai besar
penelitian dan
pengembangan
bioteknologi dan
sumber daya
genetik pertanian
2732/P4/KKP/PKS/X/2016
4632/KL.100/H.11/10/2016
3 Tahun, dimulai
pada 1 Januari
2017
Untuk mendapatkan
protokol perbanyakan
tanaman air dengan teknik
kultur jaringan
Joint operating
body pertamina Medco E&P Tomori
Sulawesi
2651/P4/KKP/PKS/VIII/2016
MGM 255/VIII/2016
22 Agustus 2016
- 22 Agustus
2019
Inventarisasi dan
Pengembangan Spesies
Ikan Hias Tomori
RUANG LINGKUP KERJASAMA
disepakati para pihak.
Pemodelan pola pergerakan kapal
meliputi isu transhipment dan
penggunaan rumpon
(1) Quality testing on vaccine for
tilapia (2) field testing of vaccine
for tilapia (3) capacity building in
vaccination for aquaculture in
Indonesia through training or
workshop on fish vaccine
development
a. Penelitian ini mencangkup
metoda perbanyakan tanaman hias
air (Bacopa, SP, Buce SP dan Red
Malang) secara in vitro
b. Perbaikan sifat genetik tanaman
hias air (Bacopa SP) dengan
Radiasi Sinar Gamma dan kultur in
vitro
c. barcode tanaman Hias Air (Buce
SP)
1. Penyiapan tenaga peneliti sesuai
dengan maksud dan tujuan
kerjasama dalam perjanjian
2. Pengumpulan dan pengolahan
data ikan hias di wilayah operasi
PIHAK KEDUA dan di Balai
Penelitian dan Pengembangan
Budidaya Ikan Hias, Depok
3. Melakukan inventarisasi dan
pengembangan species ikan hias
yang akan diberi nama "Tomori" di
wilayah operasi PIHAK KEDUA dan
di Balai Penelitian dan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 119
NO
1
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
Jejaring Pemuliaan Abalon
2
Jejaring Pemuliaan Kerapu
3
Jejaring Pemuliaan Bandeng
MITRA
KERJASAMA
1. BPBAL Lombok,
NTB
2. BPIUUK
Karangasem
3. Balai Perikanan
Budidaya Air Payau
Takalar, Sulawesi
Selatan
4. Balai Perikanan
Budidaya Laut
Batam, Kepulauan
Riau
5. Fakultas
Perikanan dan Ilmu
Kelautan
Universitas
Hasanudin,
Sulawesi Selatan
6. Fakultas
Perikanan dan Ilmu
Kelautan
Universitas
Haluoleo, Sulawesi
Tenggara
1. Balai Besar
Perikanan
Budidaya Laut
(BBPBL) Lampung
2. Balai Perikanan
Budidaya Air Payau
(BPBAP) Situbondo,
Jawa Timur
3. Balai Perikanan
Budidaya Laut
(BPBL) Batam,
Kepulauan Riau
4. Balai Perikanan
Budidaya Laut
(BPBL) Lombok,
Nusa Tenggara
Barat
5. Balai Perikanan
Budidaya Laut
(BPBL) Ambon,
Maluku
BBPBAP Jepara,
BPBAP Ujung Batee
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Pengembangan Budidaya Ikan
Hias, Depok
4. Bidang lainnya yang dianggap
perlu untuk ditindaklanjuti dan
disepakati oleh PARA PIHAK
1 Tahun
meningkatkan koordinasi
secara efektif dan efisien
serta berkesinambungan
dalam kegiatan pemuliaan
ikan guna mendukung
keberhasilan produksi
induk unggul dan benih
bermutu, perlu dibentuk
jejaring pemuliaan ikan
20/KEPMEN-KP/2015
1 Tahun
meningkatkan koordinasi
secara efektif dan efisien
serta berkesinambungan
dalam kegiatan pemuliaan
ikan guna mendukung
keberhasilan produksi
induk unggul dan benih
bermutu, perlu dibentuk
jejaring pemuliaan ikan
20/KEPMEN-KP/2015
1 Tahun
meningkatkan koordinasi
secara efektif dan efisien
20/KEPMEN-KP/2015
Pemuliaan Abalon Haliotis
squamata
Pemuliaan Kerapu Macan
(Epinhepelus fuscoguttatus) dan
Kerapu Bebek (Cromileptes
altivelis)
Pemuliaan Bandeng (Chanos
chanos F)
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 120
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
Aceh, BPBAP
Situbondo, BPBAP
Takalar Sulsel,
BPPBAP Maros,
Sulsel, BBIP
Cigarondong,
Banten
1
Pengembangan Dan Alih
Teknologi Budidaya Udang
Vaname Pada Tambak Sistem
Super Intensif
2
Pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
Perikanan Budidaya Air
Payau
3
Pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
Perikanan Budidaya Air
Payau Kabupaten Kotabaru
Kerja sama alih
Teknologi Litbang
Budidaya Sistem
Super Intensif
Penelitian dan
pendampingan
teknologi
Penelitian dan
pendampingan
teknologi
Perusahaan Umum Daerah Agribisnis Sulawesi Selatan
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang Sulsel
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotabaru
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
Dilaksanakan di
BPPBAP tgl 15
Agustus 2016.
Berlaku untuk 4
(empat) petak
selama 4-6 siklus
produksi
budidaya udang
vanname
teknologi super
intensif 20162019 (Lanjutan)
8 Juni 2015- 8
Juni 2018
(Lanjutan)
25 April 2016 –
25 April 2019
TUJUAN KERJASAMA
RUANG LINGKUP KERJASAMA
serta berkesinambungan
dalam kegiatan pemuliaan
ikan guna mendukung
keberhasilan produksi
induk unggul dan benih
bermutu, perlu dibentuk
jejaring pemuliaan ikan
(1) Pendampingan
penyusunan prototype
tambak super intensif di
Sulsel ; (2) Bimtek
budidaya udang vaname
teknologi super intensif .
(Takalar, 9 – 16 Juni 2015);
(3) Survei kelayakan lahan
untuk pengembangan
kawasan tambak super
intensif di Kab Bukukumba,
Pinrang dan Kab Barru
(1) Bimtek budidaya udang
vaname teknologi super
intensif .(Takalar, 9 – 16
Juni 2015); (2) Evaluasi
kesesuaian lahan untuk
pengembangan kawasan
tambak super intensif di
Kab Pinrang; (3)
Pendampingan reguler
pembudidaya udang di
Desa Wiring Tasi,
Kecamatan Suppa
Kabupaten Pinrangl (4)
Pendampingan aplikasi
probiotik di tambak;(5)
Penelitian aplikasi
informasi dan analisis
geospasial untuk
inventarisasi dan
monitoring kegiatan
budidaya tambak skala
hamparan; (6) Ekspose
hasil penelitian evaluasi
kesesuaian lahan.
(1) Penandatanganan PKS
tanggal 25 April 2016 di
Surabaya; (2)
Survei evaluasi kesesuaian
lahan untuk
pengembangan kawasan
tambak di Kab Kotabaru
(Mei – April 2016); (3)
Pendampingan dan
(1) Pengembangan budidaya udang
Vaname sistem super intensif; (2)
Pengembangan sumber daya
manusia; (3) Pemanfaatan Barang
Milik Negara (BMN) terkait tambak
(1) Pengembangan sumberdaya
manusia; (2) Penyediaan informasi
kesesuaian lahan untuk budidaya
tambak; (3) Pencegahan penyakit
udang; (4) Pendampingan
teknologi budidaya air payau
(1) Alih teknologi dan diseminasi;
(2) Pelaksanaan kegiatan
penelitian kesesuaian lahan untuk
budidaya tambak.(3)
Pendampingan teknologi budidaya
udang dengan aplikasi probiotik;
(4) Pendampingan tambak
percobaan/percontohan; (5)
Pendampingan litbang
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 121
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
4
Penelitian, Pelatihan dan
Magang Teknologi Budidaya
Air Payau
5
Kajian Penentuan Potensi,
Kesesuaian Lahan dan
Strategi Pengembangan
Budidaya Rumput Laut
6
Alih teknologi budidaya
udang vaname teknologi
super intensif (penggunaan 4
petak tambak)
7
Jejaring Pemuliaan Rumput
Laut
MITRA
KERJASAMA
Penelitian,
Pelatihan, Praktek
Kerja Lapangan
Perjanjian
kerjasama
pengadaan
swakelola non
swadaya
Perjanjian
kerjasama
Jejaring
NO KERJASAMA
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Dayanu
Ikhsanuddin Baubau
Bappeda Buton Utara (Baru)
PT Sakrizh Mina Indonesia (Baru)
Instansi Terkait berdasarkan SK
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
25 April 2016 –
25 April 2019
2016
2016-2019
2016
TUJUAN KERJASAMA
koordinasi reguler dengan
teknisi tambak uji coba
budidaya udang vaname
teknologi super intensif di
Kotabaru; (4)
Pendampingan aplikasi
probiotik
(1) Penandatanganan PKS
tanggal 25 April 2016 di
Surabaya; (2) Praktek Kerja
Lapangan Mahasiswa dari
Universitas Dayanu di
BPPBAP (April – Juni
2016); (3) Kuliah umum di
Universitas Dayanu oleh
peneliti BPPBAP
1. Laporan pendahuluan
2. Laporan antara
3. Laporan akhir
1. Data dan informasi
2. Produksi udang vaname
3. Alih teknologi sistem
budidaya udang vaname
§ Draft Pengujian dan
Penilaian Pelepasan
Varietas Rumput Laut
harus sudah selesai dibuat
maksimal Juni 2017 untuk
mengakomodasi potensi
rilis rumput laut dengan
memberikan tanggung
jawab penyediaan bahan
oleh Loka Litbang Rumput
Laut Gorontalo dan
pembiayaan disarankan
untuk dianggarkan di Pusat
Penelitian dan
Pengembangan Perikanan.
Semua anggota jejaring
yang terkait dengan
penyediaan bibit unggul
rumput laut harus
berperan aktif dalam
mendukung program
peningkatan produksi
rumput laut di Indonesia.
Indukan (parent stock)
untuk kultur jaringan harus
menggunakan rumput laut
unggul misalnya hasil
seleksi dan selajutnya
RUANG LINGKUP KERJASAMA
pembenihan udang windu.
(1) Penelitian, litbang budidaya air
payau;
(2)Pelatihan/magang meliputi
kegiatan magang teknologi,
praktek kerja lapangan, seminar,
dan penelitian mahasiswa yang
sesuai dengan bidang kajian
BPPBAP.
Menyusun kajian penentuan
potensi, kesesuaian lahan dan
strategi pengembangan budidaya
rumput laut (Kappaphycus
alvarezi)
Alih teknologi budidaya udang
vaname teknologi super intensif
(penggunaan 4 petak tambak)
Pemaparan hasil dan rencana
tindak lanjut seluruh anggota
jejaring pemuliaan rumput laut
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 122
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
8
Jejaring Kepiting
Jejaring
9
Jejaring Pakan
Jejaring
NO KERJASAMA
Instansi Terkait berdasarkan SK
Instansi Terkait berdasarkan SK
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
2016
2016
TUJUAN KERJASAMA
benih G1 yang dihasilkan
harus melalui proses
seleksi kembali sebelum
perbanyakan dan distribusi
ke pembudidaya.
§ Potensi rilis domestikasi
kepiting bakau oleh
BPPBAP Maros khususnya
spesies Scylla serrata
berpotensi dirilis pada
tahun 2018 dengan
mengacu pada PerKA
Balitbang 2014.
Pembangunan hatcheri
kepiting dan
pengadaan/perbaikan
fasilitas perbenihan yang
ada di BPPBAP Maros dan
BBAP Takalar dalam
rangka penyediaan benih
untuk mendukung dan
menjawab keterbatasan
benih sebagai dampak dari
Permen KP. No 1/2015,
dengan target produksi
larva sampai dengan
Crablet C1 adalah 2%.
Standar Operasional
Prosedur (SOP)
pemeliharaan larva sudah
harus diacu secara utuh
dalam perbenihan kepiting
bakau. Penyusunan
protokol seleksi (individu
dan family) khusus untuk
kepiting bakau sebagai
acuan pemuliaan harus
segera dibuat engan
melibatkan anggota
jejaring dan tim ahli/pakar.
Pertemuan jejaring pakan
ikan 2016 dengan tema
peran jejaring pakan untuk
penguatan institusi daerah
yang berdaya sain
dilaksanakan di Depok
pada tanggal 17 Nopember
2016. Beberapa rumusan /
catatan penting dalam
jejaring pakan ini antara
lain: Menentukan dan
mendirikan gudang bahan
baku lokal, termasuk
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Pemaparan hasil dan rencana
tindak lanjut seluruh anggota
jejaring kepiting
Sesuai tema/topik jejaring
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 123
NO
10
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
Jejaring Pemuliaan Ikan
Nasional
MITRA
KERJASAMA
Jejaring
NO KERJASAMA
Instansi Terkait berdasarkan SK
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
2016
TUJUAN KERJASAMA
tepung ikan lokal agar
dapat disimpan dalam
waktu relatif lebih lama di
sentra-sentra pakan
mandiri, terutama di
wilayah kerja anggota
jejaring pakan ikan;
Membuat buku data dasar
bahan baku lokal yang
telah teruji dan potensial
untuk digunakan dalam
formula pakan ikan;
Membuat SOP teknologi
pakan mandiri yang dapat
dijadikan sebagai pedoman
pembuatan pakan
berkualitas dan ekonomis
secara baik dan benar;
Membuat SOP teknologi
pengolahan bahan baku
lokal tepat guna;
Menganalisis kandungan
proksimat, Ca dan P bahan
baku lokal secara reguler
agar dapat digunakan
dalam pembuatan formula
pakan berkualitas dengan
harga ekonomis;
Laboratorium UPT Dirjen
dan Litbang yang memadai
dijadikan tempat pengujian
bahan baku dan pakan ikan
mandiri; Melakukan
pendampingan dan
pengontrolan dalam
pembuatan dan
pengembangan pakan
mandiri yang melibatkan
pihak UPT Dirjen, Litbang,
Universitas, dan Penyuluh
serta Dinas Provinsi dan
Kabupaten.
Pertemuan Jejaring
Pemuliaan Ikan 2016
dengan tema “Peranan
Pemuliaan Ikan dalam
Mendukung INPRES No. 7
Tahun 2016”
diselenggarakan pada
tanggal 16 November 2016
di Instalasi Penelitian
Litbang Pengendalian
Penyakit Ikan, Depok, Jawa
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Sesuai tema/topik jejaring
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 124
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
Barat dan diikuti oleh 88
peserta. Pertemuan
dilaksanakan dengan
tujuan untuk mengevaluasi
pelaksanaan kegiatan
tahun 2015 dan rencana
kerja pemulian ikan tahun
2016. Beberapa hasil
penting antara lain: Perlu
diusulkan kepada Pusat
Penelitian dan
Pengembangan Perikanan
agar melakukan monev
terkait pengajuan dokumen
rilis yang diusulkan agar
tidak terdapat duplikasi
dengan yang sedang
dikerjakan oleh anggota
jejaring yang tertuang
dalam roadmap; Rumusan
dari jejaring pemuliaan
ikan tahun 2015 yang
belum terealisasi pada
2016 akan ditindaklanjuti
pada tahun 2017; Surat
keputusan pemuliaan ikan
dan pakan ikan harus
sudah diterbitkan paling
lambat bulan April 2017,
sebagai dasar hukum
dalam pelaksanaan jejaring
pemuliaan ikan dan pakan
Nasional 2017; Untuk
mendapatkan informasi
yang mutakhir tentang
status dan progres kegiatan
jejaring di setiap
komoditas, pertemuan
koordinasi jejaring masingmasing komoditas harus
dilakukan sebelum
pertemuan koordinasi
jejaring nasional.
1
Pengembangan insitu dan
eksitu ikan semah
2
Ruang Lingkup Pekerjaan
untuk Pengembangan Vaksin
Dinas Perikanan
Kapuas Hulu
Propinsi
Kalimantan Barat
Virbac Asia Pacific
Co, Ltd.
No.075/151/DIKAN/SET-A
No.261/BPPBAT/KKP/KS/IV/2016
-
3 (tiga) tahun
50 bulan
Untuk melakukan
penelitian dan
pengembangan budidaya
ikan semah melalui
domestikasi di Kabupaten
Kapuas Hulu
Untuk menjelaskan secara
luas mengenai sarana dan
RUANG LINGKUP KERJASAMA
1. Alih teknologi dan konsultasi
pembenihan untuk ikan semah
2. Manajemen induk : pematangan
gonad, pemijahan (induced
breeding), penanganan larva,
pendederan, dan pembesaran ikan
semah
Pengujian Vaksin Streptococcus
agalactiae baik melalui dosis
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 125
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
Ikan Nila Indonesia,
Oreochromis niloticus (Non
Binding – Definitive
Agreement 2016 between
Virbac Asia Pacific Co, Ltd.
and Institute for Freshwater
Aquaculture Research and
Development, Concerning
Project Scope for The
Development of A Vaccine for
Indonesian Tilapia,
Oreochromis niloticus)
prasana yang akan
digunakan selama proses
kerjasama, pendanaan,
serta kegiatan-kegiatan
pasca pelaksanaan
kerjasama. Sebelum
ditandatanganinya
perjanjian ini, hanya
kesepakatan yang memiliki
kekuatan hukum yang
dilaksanakan, yaitu
pelaksanaan kegiatan
ilmiah seperti yang sudah
disepakati oleh kedua
belah pihak dalam nota
kesepahaman.
1
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN EKSITU/
INSITU KOMODITAS IKAN
RINGAU (TIGERFISH) DAN
BOTIA
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN
KAPUAS HULU
PROVINSI
KALIMANTAN
BARAT
2
KAJIAN PENGELOLAAN
PERIKANAN DAN
PENGEMBANGAN
SUMBERDAYA IKAN HIAS DI
KOTA PADANG PANJANG
DINAS PERTANIAN
KOTA PADANG
PANJANG
PEMERINTAH
KOTA PADANG
PANJANG
3
MICROPROPAGASI DAN
PERBAIKAN GENETIK
TANAMAN HIAS AIR TAWAR
SECARA IN VITRO
TUJUAN KERJASAMA
854/BPPBIH/KKP/PKS/IV/2016
855/BPPBIH/KKP/PKS/IV/2016
BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI DAN SUMBER
DAYA GENETIK PERTANIAN
3 (tiga) tahun
Untuk melakukan
pematangan teknologi
budidaya ikan Ringau
(Tigerfish) serta
mentransfer teknologi
budidaya ikan Ulang uli
(Botia).
3 (tiga) tahun
Untuk melakukan
penelitian, pengelolaan,
budidaya perikanan di
wilayah perairan yang ada
di Kota Padang Panjang.
3 (tiga) tahun
Untuk mendapatkan
protokol perbanyakan
tanaman air dengan teknik
kultur jaringan.
RUANG LINGKUP KERJASAMA
tunggal maupun menggunakan
booster lanjutan
(1) Penelitian ini mencakup
komoditas ikan Ringau (Tigerfish)
dan ikan Ulang uli (Botia).
(2) Manajemen induk seperti
pematangan gonad, pemijahan
(Induced breeding), penanganan
larva, pendederan dan pembesaran
ikan Ringau (Tigerfish).
(3) Alih teknologi dan konsultasi
pembenihan untuk ikan Ulang Uli
(Botia).
(4) Pengembangan budidaya ikan
Ringau (Tigerfish) dan ikan Ulang
uli (Botia).
(1) Penyiapan tenaga peneliti
sesuai dengan bidang dan tujuan
penelitian dalam perjanjian;
(2) Pengumpulan dan pengolahan
data aktifitas penangkan ikan di
perairan Kota Padang Panjang;
(3) Rekomendasi pengelolaan
perikanan dan pengembangan
sumberdaya ikan hias;
(4) Pengembangan perikanan di
sekitar perairan Kota Padang
Panjang;
(5) Bidang lainnya yang dianggap
perlu untuk ditindaklanjuti dan
disepakati oleh PARA PIHAK.
a. penelitian ini mencakup metoda
perbanyakan tanaman hias air
(Bacopa, SP, Buce SP dan Red
Malang) secara in vitro;
b. perbaikan sifat genetik tanaman
hias air (Bacopa SP) dengan
Radiasi Sinar Gamma dan kultur in
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 126
NO
4
1
2
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
JEJARING PEMULIAAN IKAN
HIAS
Produksi dan Komersialisasi
Benih Unggul Ikan Air Tawar
Hasil Pemuliaan
Pemanfaatan Lahan
yang Sedang Tidak Digunakan
untuk Kegiatan Penelitian
3
Jejaring Pemuliaan Ikan
Gurami
4
Jejaring Pemuliaan Udang
Galah
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
UPT/UPTD BBI lingkup Dirjen Budidaya/Dinas Kota/Kabupaten
PT. Suri Tani
Pemuka
Koperasi Loka
Mekar Sejahtera
Satker Ditjen
Perikanan
Budidaya, satker
Balitbang KP
(BPPBAT), UPT
Dinas KP Provinsi /
Kabupaten/ Kota
(BBI)
Satker Ditjen
Perikanan
Budidaya, satker
Nomor: 6.1/BALITBANGKP/BPPI/KS.310/VI/2014 dan
Nomor: 001/MOU/HIAT-PWKT/VI/2014
Nomor : 17/BALITBANGKP/BPPI/KS.310/I/2016 dan Nomor :
4.1/LMS/I/2016
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
Tiap Tahun
TUJUAN KERJASAMA
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Untuk mendapatkan
protokol SOP Pemuliaan
Ikan Hias
vitro;
c. barcode tanaman Hias air (Buce
SP).
Pembuatan SOP Budidaya ikan
Hias air tawar/laut dan sop
kegiatan pemuliaan ikan hias
1 Juni 2014 - 31
Mei 2019 (5
tahun)
Meningkatkan produksi
dan komersialisasi benih
unggul ikan air tawar hasil
pemuliaan
1 Januari 2016 31 Desember
2020 (5 tahun)
1. Memanfaatkan lahan
milik BPPI yang belum
digunakan untuk penelitian
agar berdaya guna dan
berhasil guna bagi Negara/
BPPI dalam melaksanakan
tugas poko dan fungsinya;
2. Mengantisipasi masalah
teknis yang secara
langusung atau tidak
langsung akan
mempengaruhi
keberhasilan
penelitian/program BPPI;
dan
3. Meningkatkan
kesejahteraan para anggota
KPRI Loka Mekar Sejahtera
yang dalam hal ini adalah
pegawai BPPI serta
membuka kesempatan
kerja bagi masyarakat
sekitarnya.
Kepmen KP Nomor 20 Tahun 2015
-
Kepmen KP Nomor 20 Tahun 2015
-
Mengkoordinasikan
kegiatan budidaya Ikan
Gurami meliputi teknologi
perbenihan, pembesaran,
pemuliaan, dsb di lingkup
anggota Jejaring
Mengkoordinasikan
kegiatan budidaya Udang
Galah meliputi teknologi
1. Melaksanakan kegiatan produksi
benih ikan, terutama hasil
pemuliaan, di lahan milik BPPI
yang belum digunakan untuk
kegiatan penelitian;
2. Melaksanakan kegiatan
pemasaran benih ikan hasil
produksi benih ikan; dan
3. Menyiapkan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan untuk
mendukung kegiatan kerjasama.
Kegiatan kerjasama ini
dilaksanakan dalam rangka
komersialisasi dan hilirisasi
produk melalui pemanfaatan
barang milik negara di Balai
Penelitian Pemuliaan Ikan yang
belum digunakan untuk kegiatan
penelitian. Bentuk pemanfaatan
barang milik negara tersebut
diarahkan pada kegiatan yang
mendukung tugas pokok dan
fungsi Balai Penelitian Pemuliaan
Ikan. Jenis dan jumlah barang milik
negara yang dikerjasamakan untuk
setiaptahun dapat mengalami
perubahan/addendum tergantung
situasi di lapangan dengan tetap
mengutamakan kegiatan penelitian
sebagai tugas pokok Balai
Penelitian Pemuliaan Ikan.
-
-
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 127
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
Balitbang KP
(BPPBAT), UPT
Dinas KP Provinsi /
Kabupaten/ Kota
(BBI)
1
Penelitian dan penerapan
ilmu pengetahuan
pengelolaan sumberdaya
perikanan tuna dan
sejenisnya di Samudera
Hindia
1
Penentuan Jarak Tanam antar
Rumpun pada Metode
Vertikultur Rumput laut
1
Operasional Kapal untuk
Cruise Kegiatan Penelitian
dan Observasi Kelautan di
Perairan Selat Sunda,
Karimata, Makassar dan,
Lombok, Samudera Hindia
Selatan Jawa dan Laut Banda
dengan KR. Baruna Jaya VIII
2
Pemanfaatan Bersama
Prototipe Pembangkit Listrik
Tenaga Arus Laut (PLTAL)Twin Turbine
Yayasan World
Wild Fund (WWF)
Indonesia
Dinas Kelautan dan
Perikanan
Kabupaten Buton
Tengah, Sulawesi
Tenggara
TUJUAN KERJASAMA
RUANG LINGKUP KERJASAMA
perbenihan, pembesaran,
pemuliaan, dsb di lingkup
anggota Jejaring
001/LP2T/KKP/PKS/XI/2016 dan nomor 406/WWF-ID/LGLPJJ/X/2016
199/BALITBANGKP/LP2BRL/PL.430/II/2016
1 Tahun
1 Tahun
Pusat Penelitian
Oseanografi LIPI
Nomor. 30/Balitbang KP.3/PPK/PL.420/IV/2016
Nomor : B-1163/IPK.2/KS/IV/2016
20-05-2016 s.d
30 Juni 2016
Pusat Pelayanan
Teknologi BPPT
Nomor. 02/BALITBANGKP/KKP/PKS/VIII/2016
Nomor :142/PKS/PB/BPPT/VIII/2016
1 tahun (8-82016 s.d 7-82017)
- Memperkuat upaya
perlindungan sumber daya
perikanan tuna dan
sejenisnya di Samudera
Hindia
- Meningkatkan peranan
masyarakat perikanan
dalam upaya mendukung
perlindungan dan
pengelolaan sumber daya
perikanan tuna dan
sejenisnya secara
berkelanjutan di Samudera
Hindia.
Penerapan paket budidaya
rumput laut Kappaphycus
alvarezii dengan metode
vertikultur untuk
memanfaatkan lahan
perairan secara optimal
bagi peningkatan produksi
dan pengembangan
budidaya rumput laut
sehingga meningkatkan
pemberdayaan masyarakat
dan pengembangan
sumberdaya manusia di
Kabupaten Buton Tengah
dan Provinsi Sulawesi
Tenggara
Koordinasi, persiapan
pelayaran riset selama 12
hari kalender untuk
melaksanakan kegiatan
penelitian dan observasi
kelutan di Perairan Selat
Sunda, Karimata dan
Samudera Hindia Selatan
Jawa
Mengadakanp pemanfaatan
bersama Prototipe
Pembangkit Listrik Tenaga
Arus Laut (PLTAL)- Twin
Turbine
- Penyelenggaraan kegiatan
penelitian perikanan tuna dan
sejenisnya di Samudera Hindia
- Pelatihan dan kampanye publik
tentang penggunaan Circle Hook
untuk mengurangi hasil tangkapan
samping (by catch) pada perikanan
rawai tuna
- Penyelenggaraan kegiatan
diseminasi hasil penelitian
- Pelaksanaan publikasi bersama
- Pemanfaatan sarana dan fasilitas
Pengumpulan dan pengolahan data
pertumbuhan rumput laut dengan
metode vertikultur di perairan
Kabupaten Buton Tengah
Rekomendasi paket budidaya
rumput laut Kappaphycus alvarezii
dengan metode vertikultur untuk
memanfaatkan lahan perairan
secara optimal bagi peningkatan
produksi dan pengembangan
budidaya rumput laut
Pengembangan metode vertikultur
rumput laut di sekitar perairan
Kabupaten Buton Tengah
Koordinasi, persiapan pelayaran
riset selama 12 hari kalender
untuk melaksanakan kegiatan
penelitian dan observasi kelutan di
Perairan Selat Sunda, Karimata dan
Samudera Hindia Selatan Jawa
memanfaatkan PLTAL untuk
mendukung kegiatan pemasangan
dan uji coba pembangkit listrik
tenaga arus laut- twin turbine
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 128
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
3
1
2
NO KERJASAMA
Japan International Cooperation Agency (JICA)
Penelitian dan Observasi Pola
Adaptasi Ekosistem Laut
Terhadap Variasi Iklim
Penelitian dan
Pengembangan Observasi
Ekosistem Pesisir untuk
Coastal Zone Managament
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
Maret 2017 Februari 2022
Proyek Perhitungan
komprehensif dengan
Assesment dan Konservasi
dari Ekosistem Karbon Biru
dan seluruh aspek yang
berpengaruh pada wilayah
segi tiga coral
Jurusan
Pemanfaatan
Sumber Daya
Perikanan dan
Kelautan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu
Kelautan ,
Universitas
Brawijaya
No. 6624/UN10.F06.13/KS/2016
No. 939.4/Balitbang KP.2/BPOL/KS.310/XII/2016
3 tahun
(6 Desember
2016 - 6
Desember 2019)
Unutk memperoleh data
dan informasi pola adaptasi
ekosistem laut terhadap
variasi iklim
Fakultas Geografi,
Universitas Gadjah
Mada
No. 974/Balitbang KP.2/BPOL/KS.310/XII/2016
No. UGM/GE/5846/M/12/16
3 tahun
(19 Desember
2016 - 19
Desember 2019)
Memperoleh data sumber
daya laut dan pesisir dalam
rangka coastal zone
management
1
Kerjasama Pemasangan AWS
dan Alat Pengukuran Pasut
LIPI
1
Kerjasama Penayangan Data
Cuaca dan Informasi Kelautan
DISHUB KOMINFO
Wakatobi
0275A
3 tahun
1
Penapisan Senyawa Aktif
Lektin dari Rumput Laut
Indonesia, Karakterisasi dan
Aplikasinya sebagai Bahan
Universitas Sebelas
Maret
No. 22.1/BALITBANGKP/BBP4BKP/KS.330/IV/2014
5 tahun
Tahun 2016
untuk mendapatkan data
yang up date
Tujuan perjanjian ini
adalah untuk pemanfaatan
data dan informasi
kelautan untuk
kepentingan publik serta
peningkatan layanan
internet
Tujuan perjanjian
kerjasama adalah untuk
melakukan penelitian
bersama dalam hal
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Implementasi kegiatan yang
tertuang dalam MOU, group
member yang terkelola dalam
kerjasama riset, dan peran serta
pemerintah lokal antara negara
Indonesia dengan negara Fillipina
1. inventarisasi data dan informasi
oseanografi dan perikanan;
2. inventarisasi data dan informasi
terumbu karang, mangrove, dan
lamun;
3. analisis pola adaptasi ekosistem
laut terhadap variasi iklim;
4. pertukaran data dan informasi
penelitian;
5. pertukaran tenaga ahli dan
tenaga pendukung;
6. pemanfaatan sarana dan
prasarana; dan
7. publikasi bersama hasil
penelitian
1. inventarisir data terumbu
karang, mangrove dan lamun;
2. analisis sebaran spasial terumbu
karang, mangrove dan lamun;
3. pertukaran data dan informasi
penelitian;
4. pertukaran tenaga ahli dan
tenaga pendukung;
5. pemanfaatan sarana dan
prasarana;
6. staff upgrading; dan
7. publikasi bersama hasil
penelitian
pemasangan peralatan
(1) Penayangan data dan informasi
kelautan pada Wakatobi TV dan (2)
Pemasangan peralatan internet
milik Dinas Perhubungan Kominfo
pada tower Radar pantai LPTK
1 Pengembangan dan penerapan
teknologi dalam bidang pangan
dan bioteknologi kelauta dan
perikanan yang strategis untuk
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 129
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
Baku Pangan Fungsional
2
3
4
5
Pengembangan Teknologi
Pemanfaatan Hasil Samping
Pengolahan Ikan Patin.
Eksplorasi Sumber Daya
Perikanan dan Aplikasinya
Penelitian dan
Pengembangan Produk
Marine
Penyelenggaraan Seminar
Nasional Tahunan XII Hasil
Penelitian Perikanan dan
Kelautan
TUJUAN KERJASAMA
penapisan senyawa aktif
lektin dari rumput laut
Indonesia, Karakterisasi
dan Aplikasinya sebagai
Bahan Baku Pangan
Fungsional dan produk
kesehatan lainnya.
Dinas Kelautan
Kabupaten Kampar
Jurusan Perikanan,
Fakultas Pertanian
UGM
No.24.2/BalitbangKP/BBP4BKP/KS.330/IX/2014
No.2712/BalitbangKP/BBP4BKP/KS.330/VIII/2015
Fakultas
Teknobiologi
Universitas Katolik
Indonesia Atma
Jaya
No.2669/BalitbangKP/BBP4BKP/KP.170/VI/2015
Jurusan Perikanan,
Fakultas Pertanian
UGM
NOMOR: 2247/ BALITBANGKP.3/KS.330/VIII/2016
NOMOR: 42/B.1/DP/VIII/2016
3 tahun
Tujuan perjanjian
kerjasama adalah untuk
mengembangkan teknologi
proses ekstraksi dan
pemurnian minyak ikan
patin sebagai produk
pemanfaatan hasil samping
pengolahan pengasapan
ikan patin
3 tahun
Tujuan perjanjian
kerjasama adalah untuk
melakukan penelitian
bersama dalam eksplorasi
sumberdaya kelautan dan
perikanan dan aplikasinya
3 tahun
1 tahun
Tujuan perjanjian
kerjasama adalah untuk
lebih meningkatkan
kemampuan sumber daya
manusia, pengembangan
serta penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi
dalam menunjang
pembangunan kelautan dan
perikanan yang
berkelanjutan.
Perjanjian kerja sama ini
disusun sebagai pedoman
untuk menyelenggarakan
Seminar Nasional Tahunan
XIII Hasil Penelitian
Perikanan dan Kelautan
RUANG LINGKUP KERJASAMA
meningkatkan kinerja para pihak;
2 Peningkatan kualitas pendidikan
ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam bidang pangan dan
bioteknologi kelautan dan
perikanan yang bermanfaat bagi
masyarakat yaitu penapisan
senyawa aktif lektin dari rumput
laut Indonesia, Karakterisasi dan
Aplikasinya sebagai Bahan Baku
Pangan Fungsional; dan
3 Bidang-bidang lain yang
dipandang perlu dan disepakati
oleh para pihak
1 Penyiapan teknologi
pemanfaatan hasil samping
pengolahan ikan patin sebagai
bahan baku produk pangan dan
non pangan;
2 Penerapan teknologi
pemanfaatan hasil samping
pengolahan ikan patin sebagai
bahan baku produk pangan dan
non pangan secara komersial.
1 Eksplorasi mikroba dari laut
sebagai penghasil enzim
prospektif, bahan aktif dan
pemanfaatannya dalam bidang
pertanian dan perikanan;
2 Pemanfaatan rumput laut dan
pengembangan produknya;
3 Peningkatan Sumber Daya
Manusia;
4 Aplikasi dan komersialisasi
produk yang dikembangkan dari
hasil penelitian
1 Penelitian, pengkajian,
pengembangan dan penerapan
Iptek di bidang kelautan dan
perikanan;
2 Peningkatan kapasitas sumber
daya manusia di bidang kelautan
dan perikanan melalui pendidikan
pengajaran dan pelatihan;
3 Pertukaran tenaga ahli;
4 Pemanfaatan sarana dan
prasarana
Ruang lingkup perjanjian kerja
sama ini meliputi penyelenggaraan
Seminar Nasional Tahunan XIII
Hasil Penelitian Perikanan dan
Kelautan tahun 2016.
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 130
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
tahun 2016.
6
Penelitian Pemanfaatan
Simbion Spons sebagai
Sumber Gen Penyandi Enzim
potensial
Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan,
UNDIP
1
Perjanjian kerjasama tentang
Pelaksanaan Penelitian dan
Pengembangan Metode
Deteksi Kesegaran Ikan Non
Destruktif pada Ikan Tuna
(Thunnus sp.)
Lembaga Penelitian
dan Pengabdian
kepada Masyarakat
(LPPM) Institut
Teknologi Sepuluh
November (ITS)
1
Oprasionalisasi Klinik IPTEK
Mina Bisnis Untuk Diseminasi
dan Pengawalan Teknologi
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kelautan dan
Perikanan (BALITBANGKP)
Dalam Rangka Pemberdayaan
Masyarakat
Dinas Kelautan dan
Perikanan
Kabupaten Lombok
Timur
2
Penelitian Dinamika
Pengelolaan Sumberdaya
Kelautan dan Perikanan
Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan
Institut Pertanian
Bogor
3
Pelaksanaan Penelitian,
Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan Diseminasi
Hasil Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
Fakultas Ilmu
Kelautan dan
Perikanan
Universitas
Hasanuddin
NOMOR : 3382/BALITBANG-KP.3/KS.330/XI/2016
NOMOR: : 4935/UN7.3.10/KS/2016
Nomor 3125/BALITBANGKP.3/KS.330/XI/2016
19.1/BalitbangKP/BBPSEKP/KS.310/XII/2014
02/BalitbangKP/KKP/PKS/X/2016
05/Balitbang/KKP/PKS/XII/2015
3 Tahun
Tujuan perjanjian ini
adalah melakukan
penelitian bersama untuk
mengeksplorasi potensi
simbion dari spons laut
sebagai sumber gen
penyandi enzim potensial
untuk meningkatkan mutu
dan diversifikasi
produk perikanan.
4 November
2016 sampai 31
Desember 2017
Menghasilkan algoritma
program deteksi kesegaran
ikan metode non destruktif
pada Ikan Tuna (Thunnus
sp.)
3 Tahun
Menjamin Terlaksananya
fungsi KIMiS melalui
pelaksanaan kegiatan di
kabupaten Lombok Timur,
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
31 Desember
2017
Untuk Memperoleh Data,
Informasi, Model, dan
Rekomendasi Kebijakan
Terkait Pengelolaan
Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan guna Menunjang
Proses Pembangunan yang
Berkelanjutan
3 Tahun
Menjamin Terlaksananya
Berbagai Kegiatan
Penelitian, Pengembangan
Kapasitas Sumber Daya
Manusia, Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
RUANG LINGKUP KERJASAMA
1 Preparasi sampel spons di
lapangan untuk isolasi bakteri dan
DNA metagenom;
2 Isolasi, identifikasi dan
penapisan bakteri simbion
penghasil enzim;
3 Analisa mikrobioma spons untuk
pencarian gen penyandi enzim;
4 Pelatihan metode penelitian di
laboratorium;
5 Pertukaran tenaga ahli dan
tenaga pendukung;
6 Publikasi bersama hasil
penelitian; dan
7 Pemanfaatan sarana dan
prasarana.
1) Pembuatan program deteksi
kesegaran ikan non destruktif pada
ikan tuna (Thunnus sp.); dan 2)
Publikasi dan/atau pengusulan
paten bersama
a. Pendampingan dalam rangka
pengembangan Usaha Kelautan
dan Perikanan
b. Diseminasi IPTEK Balitbang
Kelautan dan Perikanan
a. Penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan mengenai
dinamika pengelolaan sumberdaya
kelautan dan perikanan
b. Pelatihan metodologi penelitian
c. Pertukaran tenaga ahli
d. penyebarluasan hasil penelitian
sosial ekonomi kelautan dan
perikanan dan;
e. Pertukaran data dan informasi
sosial ekonomi kelautan dan
perikanan
a. Pelaksanaan penelitian sosial
ekonomi kelautan dan perikanan
b. Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia; dan
c. Publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 131
NO
JUDUL
KERJASAMA/JEJARING
MITRA
KERJASAMA
NO KERJASAMA
JANGKA
WAKTU
KERJASAMA
TUJUAN KERJASAMA
Kelautan dan Perikanan
4
Pelaksanaan Penelitian,
Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan Diseminasi
Hasil Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan
Universitas Halu
Oleo
02/BalitbangKP/KKP/PKS/VIII/2016
3 Tahun
5
Pelaksanaan Penelitian,
Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan Diseminasi
Hasil Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
Fakultas Ekologi
Manusia, Institut
Pertanian Bogor
03/BalitbangKP/KKP/PKS/VIII/2015
3 Tahun
6
Pelaksanaan Penelitian,
Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan Diseminasi
Hasil Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
01/BalitbangKP/KKP/PKS/VIII/2015
3 Tahun
7
Pelaksanaan Penelitian,
Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan Diseminasi
Hasil Penelitian Sosial
Ekonomi Kelautan dan
Perikanan
04/BalitbangKP/KKP/VIII/2015
3 Tahun
8
Penelitian, Peningkatan
Kapasitas, Publikasi dan
Diseminasi Hasil Penelitian
Sosial Eknomi Kelautan dan
Perikanan
Indonesian Marine
And Fisheries Socio
Economic Research
Network
(IMFISERN)
Pusat Kajian
Sumberdaya Pesisir
dan Lautan
(PKSPL), Institut
Pertanian Bogor
Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan
Universitas
Pattimura
01/BalitbangKP/KKP/PKS/VI/2016
1 Tahun
Menjamin Terlaksananya
Pelaksanaan Berbagai
Kegiatan Penelitian,
Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan
Menjamin Terlaksananya
Pelaksanaan Berbagai
Kegiatan Penelitian,
Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan
Menjamin Terlaksananya
Pelaksanaan Berbagai
Kegiatan Penelitian,
Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan
Menjamin Terlaksananya
Pelaksanaan Berbagai
Kegiatan Penelitian,
Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan
Menjamin Terlaksananya
Pelaksanaan Berbagai
Kegiatan Penelitian,
Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Publikasi dan
Penyebarluasan Hasil
Penelitian Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan
RUANG LINGKUP KERJASAMA
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
a. Pelaksanaan penelitian sosial
ekonomi kelautan dan perikanan;
b. Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia; dan
c. Publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
a. Pelaksanaan penelitian sosial
ekonomi kelautan dan perikanan;
b. Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia; dan
c. Publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
a. Pelaksanaan penelitian sosial
ekonomi kelautan dan perikanan;
b. Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia; dan
c. Publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
a. Pelaksanaan penelitian sosial
ekonomi kelautan dan perikanan;
b. Peningkatan kapasitas
sumberdaya manusia; dan
c. Publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
a. Penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan;
b. Pengembangan peningkatan
kapasitas sumberdaya manusia
dibidang sosial ekonomi; dan
c. publikasi, seminar, workshop
dan berbagai bentuk kegiatan
lainnya dalam penyebarluasan
hasil penelitian sosial ekonomi
kelautan dan perikanan
d. Pertukaran data dan informasi
sosial ekonomi kelautan dan
perikanan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 132
o)
IK 15 : Proporsi kegiatan riset aplikatif dibandi ngkan total kegiatan riset litbang KP
NO
SATKER
1
P4
2
P4
3
P4
4
P4
6
P4
5
P4
7
P4
8
P4
9
P4
10
P4
11
P4
12
P4
13
P4
14
P4
JUDUL PENELITIAN
Analisis Kebijakan Penyediaan Benih
Unggul untuk Pengembangan
Perikanan Budidaya
Analisis Kebijakan Pengembangan
Ikan Lokal Prospektif sebagai
Kandidat Ikan Budidaya
Analisis Dampak Kebijakan
Peningkatan Produktivitas Udang
dalam Rangka Mendorong Ekspor
Komoditas Perikanan
Analisis Kebijakan Pengembangan
Perbenihan Nila Unggul Srikandi
Melalui Peningkatan Efisiensi UPR
Analisis Kebijakan Emergency
Disease pada Budidaya Udang
Analisis Kebijakan Potensi
Pengembangan Budidaya
Kekerangan Indonesia
Analisis Kebijakan Pengembangan
Budidaya Laut di Pulau-Pulau
Terdepan Indonesia
Kajian Identifikasi Potensi
Pengembangan Marikultur di Pulau
Rote, NTT
Kajian Identifikasi Potensi
Pengembangan Marikultur di Pulau
Morotai, Maluku Utara
Kajian Identifikasi Potensi
Pengembangan Marikultur di Pulau
Tual, Maluku
Kajian Identifikasi Potensi
Pengembangan Marikultur di Pulau
Biak, Papua
Kajian Identifikasi Potensi
Pengembangan Marikultur di
Nunukan, Kalimantan Utara
Kajian Kebijakan Penyerasian dan
Analisis Stock Assessment / Komisi
Nasional Pengkajian Stok Sumber
Daya Ikan
Kajian Kebijakan Pengelolaan dan
Dinamika Pemanfaatan Sumberdaya
Ikan Pelagis Kecil dan Demersal di
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
Target
Realisasi
%
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
Jatim, Jateng, Bali, Batam, Sulsel, Ambon, dan, Lombok
√
Temanggung dan Cianjur
√
Lampung, Brebes dan Sulawesi Selatan
√
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
√
Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB,
Bali
√
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Medan, Sulawesi dan Kalimantan
:
:
:
91
91
100,00
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Kabupaten Biak-Numfor
√
Rote, NTT
√
Morotai, Maluku Utara
√
Kab. Tual, Maluku
√
Biak, Papua
√
Nunukan, Kalimantan Utara
√
Jakarta, Bogor
√
Pontianak, Pemangkat, Medan, Tanjungbalai Asahan, Bogor
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 133
NO
SATKER
15
P4
16
P4
17
P4
18
P4
19
P4
20
P4
21
P4
22
P4
23
P4
24
P4
25
P4
26
P4
27
P4
JUDUL PENELITIAN
WPP 571 dan WPP 711
Kajian Kebijakan Pemanfaatan
Sumber Daya Ikan Tuna
Berkelanjutan di Sekitar Rumpon
Laut Dalam di Perairan Samudera
Hindia
Jejak Karbon Perikanan Tuna
Cakalang Tongkol di WPP 572 dan
573
Sintesis Pemanfaatan untuk
Keberlanjutan Sumberdaya Ikan di
Paparan Banjir Wilayah Pantai Timur
Sumatera
Sintesis Tekanan Ekologis dan
Penangkapan Terhadap SDI Estuari
Sungai Mahakam
Kajian mengenai efektifitas
implementasi kebijakan konservasi
hiu dan mamalia laut (WPP573)
Kajian Pengaruh Variabilitas Iklim
dan Dampak Potensial Perubahan
Iklim Terhadap SDI dan Perikanan
Pelagis Kecil di WPP 713 dan Selat
Bali
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya Udang Windu
Sistem P4B (Probiotik) di Brebes,
Jawa Tengah
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya Rumput Laut Kotoni
Metode Verikultur di Kabupaten BauBau, Sulawesi Tenggara
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya Ikan Nila dengan
Benih Unggul Sukamandi di Brebes,
Jawa Tengah
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya Lele Sistem
Akuaponik (Yumina Bumina) di Solo
(Surakarta), Jawa Tengah
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya dengan
Pemanfaatan Pakan Mandiri di
Pacitan, Jawa Timur
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Teknologi Budidaya Paket
Lengkap (vaksin/probiotik) Ikan Lele
Mutiara di Sleman, DIY
Pematangan Teknologi Adaptif
Lokasi Budidaya Udang Galah dengan
Benih Unggul (GIMacro II) di Sleman,
DIY
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
Sadeng, Sendangbiru, Palabuhanratu, Bogor
√
Jakarta, Cilacap, Bogor
√
Jambi, Riau, Palembang, Bogor, Jatiluhur
√
Samarinda, Kukar, Balikpapan, Bogor, Jatiluhur
√
Lombok, Cilacap, Palabuhan Ratu, NTB, NTT, dan Bogor
√
Muncar, Pengambengan, Pekalongan, Bogor
√
Brebes, Jawa Tengah
√
Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara
√
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
√
Solo (Surakarta), Jawa Tengah
√
Pacitan, Jawa Timur
√
Kabupaten Sleman
√
Sleman, DIY
√
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 134
NO
SATKER
28
P4
29
P4
30
P4
31
P4
32
P4
1
BBPPBL
2
BBPPBL
4
BBPPBL
6
BBPPBL
7
BBPPBL
3
5
BBPPBL
BBPPBL
8
BBPPBL
9
BBPPBL
JUDUL PENELITIAN
Model Penerapan Rancang Bangun
Mini Line Hauler untuk Penangkapan
Tuna dengan Pancing Ulur di Sekitar
Rumpon
Penerapan model IPTEK pengelolaan
culter based fisheries (CBF) Ikan
patin di Waduk Gedung Ombo Jawa
Tengah
Model Penerapan Pengelolaan
Kawasan Konservasi Berbasis
Masyarakat di Teluk Cempi
Model Rehabilitasi Ekosistem
Terumbu Karang Melalui
Pengembangan Terumbu Buatan di
Perairan Barat Sumatera
RANCANG BANGUN PESAWAT
BANTU PENARIK JARING (NET
HAULER) PADA KAPAL JARING
INSANG HANYUT OSEANIK DI WPP
573
Pendederan puerulus dan
pembesaran lobster pasir (Panulirus
homarus) di di bak beton dan
keramba jaring apung dengan pakan
berbeda
Pematangan Gonad Lobster dengan
Pakan Berbeda
Pemantauan Insidensi Penyakit pada
Lobster Panulirus sp. Hasil
Tangkapan di Alam dan Budidaya
Formulasi Pakan Untuk Pendederan
Benih Teripang Pasir (Holothuria
scabra)
Pemantauan Insidensi Penyakit
Infeksi pada Tuna Sirip Kuning
Penyakit pada teripang pasir,
Holothuria scabra
Pengaruh peningkatan suhu air
media penetasan telur ikan tuna sirip
kuning terhadap daya tetas
Pemeliharaan larva ikan tuna sirip
kuning dengan menggunakan warna
wadah pemeliharaan yang berbeda
Perbedaan waktu awal pemberian
pakan dalam pemeliharaan larva ikan
tuna sirip kuning
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
Prigi dan Bogor
√
Boyolali, Sragen, Bogor, Jatiluhur
√
Teluk Cempi, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat
√
Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar
√
Pekalongan, Tegal, Cilacap, Jakarta, Bogor
√
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
Menghasilkan pakan yang efektif dan efisien
untuk pendederan puerulus dan
pembesaran lobster pasir di bak beton dan
keramba jaring apung
Pemeliharaan induk, pematangan gonad dan
formulasi pakan
Pemantauan Insidensi Penyakit pada
Lobster Panulirus sp. Hasil Tangkapan di
Alam dan Budidaya
Data dan informasi pakan yang sesuai untuk
mendukung produksi benih teripang pasir
√
√
√
√
Data dan informasi tentang pemantauan insidensi penyakit pada
tuna sirip kuning
Diperolehnya data tentang agen penyebab
luka dan borok pada teripang pasir,
√
Holothuria scabra, tingkat patogenisitas dan
metode penanggulangannya
Teknik penetasan telur ikan tuna sirip
kuning pada suhu media yang terbaik
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip
kuning melalui perbaikan lingkungan
berupa warna wadah yang dapat
memberikan sintasan dan pertumbuhan
terbaik
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip
kuning melalui perbaikan pakan untuk larva
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 135
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
10
BBPPBL
11
BBPPBL
Perbedaan kepadatan
Nannochloropsis sp. sebagai peneduh
dalam pemeliharaan larva ikan tuna
sirip kuning
12
BBPPBL
13
BBPPBL
14
BBPPBL
Karakterisasi dan Pemetaan Limbah
Hatchery Ikan Laut di Kawasan Peisir
Bali Utara
Pembenihan dan Pendederan Ikan
Kerapu Hibrid untuk Menghasilkan
PNBP
Improving fish health management
and protocols in marine Finfish
aquaculture in Indonesia and
Australia
Expanding spiny lobster farming in
Indonesia
15
BBPPBL
Penyediaan calon induk unggul
bandeng Chanos chanos G1 hasil
seleksi tumbuh cepat
16
BBPPBL
Penyediaan Induk F3 Abalon,
Haliotis squamata hasil seleksi
tumbuh cepat
17
BBPPBL
Penyediaan calon induk unggul
kerapu sunu P. Leopardus di
Instansi/Masyarakat
18
BBPPBL
Penyediaan Calon Induk unggul
Teripang Pasir, Holothuria scabra
Hasil Seleksi
19
BBPPBL
20
BBPPBL
21
BBPPBL
22
BBPPBL
23
BBPPBL
Uji Aplikasi Teknologi Adaptif Lokasi
PendederanIkan Kerapudan Teripang
Pasir di Belitung Timur
Uji Aplikasi Teknologi Adaptip
Lokasi Pembenihan dan Pendederan
Kerapu di Bontang Kalimantan Timur
Uji Aplikasi Teknologi Pembenihan
dan Pendederan Abalon H. squamata
di BPBAPL Wilayah Selatan Kab.
Pangandaran
Uji Aplikasi Adaftif Lokasi Budidaya
Ikan Kerapu hybrida dalam keramba
jaring apung di Teluk Pegametan.
Kabupaten Buleleng
Pembentukan Populasi Calon induk
LOKASI
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL dan ACIAR
BBPPBL dan ACIAR
BBPPBL; Balai Pengembangan Perikanan
Air Laut Wilayah Selatan (BPBAPL WS)
Pangandaran; P4B (Perhimpunan
Pembudidaya Perikanan Pantai Buleleng);
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air
Payau (BBPBAP)-Jepara
BBPPBL; Lembaga Ilmu Penelitian (LIPI)
Oseanografi Jakarta; Balai Perikanan
Budidaya Laut Lombok; Balai Perikanan
Budidaya Laut Batam
BBPPBL; P4B (Perhimpunan
Pembudidaya Perikanan Pantai Buleleng);
Balai Perikanan Budidaya Laut batam;
Balai Budidaya Air Payau Situbondo
BBPPBL; BPBAP Maros Sulawesi Selatan
(lokasi Takalar); Dinas Perikanan Belitung
Timur; PT. Sumatera Budidaya Marine
Desa Labuhan Kecamatan Brondong; Desa
Labuhan, Kecamatan Brondong,
Lamongan; CV. Putra Bahari Fish Milk Bali
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Teknik pemeliharaan larva ikan tuna sirip
kuning melalui perbaikan lingkungan
berupa tingkat kepadatan Nannochloropsis
sp. yang baik sebagai peneduh
Karakteristik limbah yang tersebar pada
kawasan hatcheri ikan laut, Model dan
perhitungan pengolahan limbah pada
kegiatan hatcheri ikan laut
Untuk mendapatkan sintasan hidup larva
dan benih yang tinggi sehingga dapat untuk
memenuhi target penerimaan PNBP
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
TERAPAN
√
√
√
Mengidentifikasi penyakit infeksi yang mempengaruhi kesehatan ikan dan produksinya. Selain itu
untuk mengurangi dampak penyakit utama dengan mengembangkan strategi pengendalian dan
manajemen kesehatan ikan yang baik
Formulasi pakan untuk pendederan dan pembesaran, teknik
tranportasi benih
Tersedianya induk unggul bandeng Chanos chanos G1 hasil
seleksi
√
≥ 1.000 ekor abalone (H.
squamata) F3 terseleksi
√
calon induk ikan kerapu
sunu tumbuh cepat
√
Calon induk unggul teripang
pasir
√
Bangsal Pendederandan Karamba Kurung
Tancap di Batu Hitam Belitung Timur
Teraplikasinya teknologi pendederan kerapu dan teripang pasir
di Belitung Timur
√
Balai Pengembangan Budidaya Air Payau
dan Laut (BPBAPL) Wilayah Selatan Kab.
Pangandaran
Teraplikasinya Pembenihan dan Pendederan Abalon H.
squamata di BPBAPL Wilayah Selatan Kab. Pangandaran
√
Kota Madya Bontang Kalimantan Timur
Desa Pejarakana dan Desa Patas Kec.
Gerokgak, Kab. Buleleng, Provinsi Bali
BBPPBL
Teraplikasinya pembenihan dan pendederan kerapu yang
adaptif untuk masyarakat di Kota Bontang Kalimantan timur
Keberhasilan produksi secara komersial budidaya kerapu di
karamba jaring apung, untuk bahan pengembangan dalam
adaptasi tekonologi oleh masyarakat
calon induk ikan kerapu sunu turunan
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 136
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
24
BBPPBL
BBPPBL
25
BBPPBL
26
BBPPBL
Kerapu sunu Plectropomus
leopardus turunan ketiga (F3)
tumbuh cepat
Peningkatan Imunitas Juvenil Kerapu
melalui Aplikasi Vaksin Bakteri
Polivalen (Lanjutan)
Uji Efektivitas Vaksin Rekombinan
Dalam Pencegahan Infeksi Virus Pada
Ikan Kerapu
27
BBPPBL
Profil pemijahan induk bandeng
Chanos chanos hasil seleksi G1 dan
performa benih G2
BBPPBL
28
BBPPBL
29
BBPPBL
31
BBPPBL
32
BBPPBL
33
BBPPBL
34
BBPPBL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
30
BBPPBL
Kandidat probiotik potensial untuk
pemeliharaan benih dan lobster
muda, Panulirus spp.
Uji aplikasi bakteri probiotik dalam
pakan untuk meningkatkan
pertumbuhan kerapu
Performansi F3 abalon Haliotis
squamata tumbuh cepat
Performansi biologi induk bandeng
(Chanos chanos Forskall) hasil
seleksi
Performansi pemijahan induk ikan
tuna sirip kuning (Thunnus
albacares) yang dipelihara di
karamba jaring apung (KJA)
Pembenihan, Pendederan dan
Pembesaran Benih Teripang Pasir,
Holothuria scabra
Formulasi pakan terbaik untuk
pendederan lobster pasir
Penurunan kematian larva sunu
(Plectropomus leopardus) pada
stadia awal perkembangan melalui
manajemen pemeliharaan berbeda
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
TERAPAN
ketiga yang tumbuh cepat
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
Bali, Lombok, Sulawesi dan Maluku
BBPPBL
BBPPBL
efektivitas vaksin bakteri polivalen dengan
ratio antigen terbaik dalam meningkatkan
imunitas ikan kerapu
√
Mendapatkan jenis bakteri probiotik yang
dapat meningkatkan pertumbuhan, sintasan
dan kesehatan yang baik pada benih (>3 g)
dan lobster muda (> 200 g) Panulirus sp
√
Vaksin protein rekombinan
virus
Kualitas telur dan calin G2
Penggunaan bakteri probiotik dan
perbedaan dosis bakteri probiotik dalam
pakan terhadap pertumbuhan pada
pendederan ikan kerapu sunu,
Plectropomus leopardus
≥ 5.000 ekor abalone (H.
squamata) F3 terseleksi
√
√
√
Kualitas telur dan Benih. Produksi telur dan benih bandeng
tumbuh cepat
Kualitas dan kuantitas telur (jumlah telur yang dihasilkan,
frekuensi pemijahan, daya tetas telur, diameter telur, diameter
gelembung minyak) dari hasil pemijahan induk ikan tuna sirip
kuning yang dipelihara di karamba jaring apung
Jenis pakan yang mendukung proses rematurasi induk dan
pertumbuhan benih teripang pasir yang berkualitas baik
Formulasi pakan yang tepat untuk
mendukung sintasan dan produksi benih
lobster (bobot 10 gram)
Menurunkan tingkat mortalitas larva stadia
dan meningkatkan sintasan
√
√
√
√
√
√
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan Serta Habitat Sumber Daya, Potensi Produksi dan Kapasitas Penangkapan di WPP 571 (Selat Malaka)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 572 (Samudra Hindia Barat Sumatera)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 573 (Samudra Hindia Selatan Jawa)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan Serta Habitat Sumber Daya, Potensi Produksi dan Kapasitas Penangkapannya di WPP 711 (Laut Tiongkok Selatan)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 712 (Laut Jawa)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 713 (Selat Makassar)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 714 (Laut Banda dan Teluk Tolo)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 715 (Teluk Tomini)
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 716 Laut Sulawesi
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 717 Teluk Cenderawasih dan Samudra Pasifik
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 137
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
NO
SATKER
11
12
13
14
15
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Produksi Sumber Daya Ikan di WPP 718 (Laut Arafura)
Pengukuran Karakteristik TS (Target Strength) dan Formulasi TS-Length Pada Ikan Indikator Kunci Untuk Peningkatan Akurasi Estimasi Stok Ikan
Penggunaan Alat Bantu Penangkapan Cahaya Lampu Pada Perikanan Pelagis Pengaruhnya Terhadap Hasil Tangkapan
KAJIAN STOK SUMBER DAYA IKAN DAN LINGKUNGAN KHUSUS TELUK JAKARTA
Inovasi Alat Tangkap Ikan Terubuk Untuk Menunjang Upaya Konservasi
1
BP3U
Sumberdaya ikan dan Lingkungan di
Waduk Pondok dan Widas Jawa
Timur (KPP PUD 431)
Provinsi Jawa Timur
2
BP3U
Kajian tingkat degradasi dan potensi
sumber daya ikan di Sungai
Batanghari, Jambi (KPP PUD 438)
Provinsi Jambi
3
BP3U
Penelitian Kelimpahan Stok Dan
Bioekologi Sumberdaya Ikan Di
Estuari Berau, Kalimantan Timur
(KPP PUD 436)
Kabupaten Berau, Kaltim
4
BP3U
Bioeksplorasi potensi perikanan
Sungai Membramo Papua
Papua Barat
5
BP3U
Penggunaan Alat Tangkap Ramah
Lingkungan di DAS Barito (KPP PUD
435)
Kalimantan Tengah dan Kalimantan
Selatan
DASAR
a) Data dan informasi tentang kualitas air
dan lingkungan; b) Data biologi beberepa
jenis ikan ekonomis penting; c) Data
dinamika populasi beberapa jenis ikan; d)
Data dan informasi kegiatan penangkapan
ikan
Identifikasi sumberdaya ikan, wilayah
perlindungan ikan (reservat) dan
lingkungan perairan sebagai dasar untuk
pengelolaan sumber daya ikan dan biota air
lainnya di Sungai Batanghari, Provinsi Jambi
Data dan informasi mengenai komponen
pengelolaan sumberdaya ikan di estuari
Berau, Kalimantan Timur:
a. Gambaran tentang kepadatan stok,
struktur komunitas, biologi spesies
dominan, parameter populasi, status
sebaran dan musim penangkapan, dan
aspek lingkungan sumber daya ikan
b. Informasi tentang sumberdaya ikan dan
kondisi lingkungan sebagai dasar untuk
pengelolaan sumber daya ikan.
c. Diharapkan basis data yang diperoleh
dapat digunakan sebagai bahan untuk
konsep pengelolaan dan pemanfaatan
sumberdaya ikan di perairan estuari Sungai
Berau, Kalimantan Timur dengan
mempertimbangkan pendekatan ekosistem.
- Pada pemeliharaan larva agamysis, pakan
alami dapat diberikan mulai umur dua hari .
Jenis pakan alami yang dapat diberikan
adalah berukuran maksimal 0,2 mm sesuai
bukaan mulut larva.
- Jenis pakan awal yang baik adalah Artemia
sp.
- Pada pemeliharaan benih tigerfish, dapat
diberikan pakan alami dan pakan buatan.
- Untuk mendapatkan sintasan benih yang
tinggi, lebih baik menggunakan pakan alami
seperti Tubifex sp
Data dan informasi aktivitas
perikanan tangkap DAS
Barito meliputi nelayan, alat
√
tangkap dan hasil
tangkapannya untuk
klasifikasi alat tangkap
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 138
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
BP3U
KARAKTERISTIK HABITAT, POTENSI,
DAN BIOLOGI IKAN
DI DANAU PANIAI PAPUA (KPP PUD
412)
danau Paniani, Papua
7
BP3U
KAJIAN STOK SEBAGAI DASAR
UNTUK PENGELOLAAN
SUMBERDAYA IKAN
DANAU TONDANO SULAWESI
UTARA (KPP PUD 421)
danau Tondano Sulawesi Utara
8
BP3U
Penelitian Bioekologi dan
Lingkungan Perikanan Sidat
(Anguilla spp) di Bengkulu, Lampung
dan Cilacap (KPP PUD 439 dan 432)
Bengkulu, Lampung dan Cilacap
9
BP3U
KAJIAN SUMBERDAYA PERAIRAN
WADUK BATU BULAN
KABUPATEN SUMBAWA PROPINSI
NTB
Kab. Sumbawa, NTB
6
1
BP2KSI
Penelitian pengembangan kawasan
konservasi perikanan di Lombok
Tengah, Nusa Tenggara Barat
Lombok Tengah, NTB
2
BP2KSI
Penelitian Kesesuaian Zonasi di
Kawasan konservasi Taman Nasional
Laut [TNL] Sawu
TN Laut Sawu
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
ramah lingkungan atau tidak
ramah lingkungan,
kebijakan dann kearipan
lokal pemanfaatan
sumberdaya ikan.
Data dan informasi mengenai karakteristik
habitat di perairan, potensi sumber daya
ikan di Danau Paniai dan Aspek biologi
beberapa jenis ikan yang dominan
tertangkap dan bernilai ekonomis penting,
serta parameter dinamika populasi di Danau
Paniai.
a) Data dan informasi tentang kualitas air
dan lingkungan perairan
b) Data dan informasi tentang estimasi
potensi produksi ikan
c) Data dan informasi tentang biologi ikan
d) Data dan informasi stok ikan
e) Data dan informasi aktivitas perikanan
f). konsep pengelolaan perikanan Danau
Tondano
a) Data dan informasi tentang aktivitas
perikanan sidat
b) Data dan informasi tentang bioekologi
ikan
c) Konsep pengelolaan perikanan sidat
a) Data dan informasi tentang kualitas air
dan lingkungan perairan
b) Data dan informasi tentang tingkat
kesuburan perairan
c) Data dan informasi tentang estimasi
potensi produksi ikan
d) Data dan informasi tentang keragaman
jenis ikan, plankton dan benthos
e) Data dan informasi perikanan tangkap
f). Data dan informasi kesesuaian ikan
tebaran
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Rekomendasi rencana pengembangan TWP
Bumbang penambahan zona inti seluas
102,7 ha, serta pengembangan zona inti
Teluk Sepi seluas 338 ha dan untuk Teluk
Awang telah direkomendasikan sebagai
calon zona inti sebesar 87,1 ha
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Ditemukan jumlah jenis setasea yang
ditemukan selama penelitian sebanyak 11
spesies lumba-lumba dan 7 spesies paus.
Lokasi ditemukannya lumba-lumba pada
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 139
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
3
BP2KSI
Penelitian bahan penetapan status
perlindungan jenis ikan Napoleon
[Cheilinus undulatus] di Kepulauan
Anambas dan Natuna, Kepulauan
Riau
4
BP2KSI
Kajian hasil restocking lobster dan
penempatan terumbu karang buatan
[TKB] di Kawasan Konservasi
Indonesia
Trenggalek (Jawa Timur) dan
Pangandaran (Jawa Barat)
5
BP2KSI
Ecological related species of rays and
sharks
Tanjung Luar Lombok Timur dan perairan
sekitar NTB serta di Desa Botu Barani,
Bone Bolango, Gorontalo
Kepulauan Anambas dan Natuna,
Kepulauan Riau
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
kedalaman <100 m dengan kisaran klorofila 0.247-0.806 mg/l sedangkan paus pada
kedalaman <250 m dengan kisaran klorofila 0.173-0.726 mg/l. Kemunculan paus hanya
terjadi pada beberapa periode pengamatan
yaitu bulan September, Oktober dan
November
Output : Laporan Hasil
Penelitian, Policy Brief
Diperoleh lokasi dugaan
terjadinya pemijahan ikan
napoleon di alam yaitu di
Tj.Datuk, P.Tembuk, Tj.Ikan,
Teluk Nipah, Teluk Pau, dan
Tj.Sing dengan dominansi
ukuran juvenil tertangkap 22.5 inci. Serta waktu
kemunculan larva ikan
√
napoleon pada OktoberNovember atau JanuariFebruari. Direkomendasikan
adanya pengelolaan waktu
penangkapan serta adanya
peraturan 10% juvenil yang
tertangkap dari total benih
yang berukuran lebih besar
dari 100 mm kembali ke
alam.
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Laju pertumbuhan lobster terbaik diketahui
dari perairan Pangandaran berkisar 0,050,16 mm/hari dengan rata-rata 0,1 mm/hari
dengan pergerakan terjauh mencapai 37.6
Km. Efektifitas perkembangan percobaan
TKB lobster yang didekati dengan
menggunakan 8 indikator menunjukkan
hasil bahwa TKB di lokasi Karanggongso,
damas (Prigi) dan Pananjung Timur
Pangandaran telah berkembang cukup
efektif.
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Komposisi hasil tangkapan hiu dan pari
yang didaratkan di TPI Tanjung Luar selama
periode
Januari–November 2016
berdasarkan 19.405 ekor ikan hiu dan pari
(Elasmobranchii) yang diidentifikasi di
sekitar Nusa Tenggara Barat diperoleh 28
famili dan 105 jenis ikan yang terdiri atas 21
famili dan 70 spesies hiu, 6 famili dan 33
spesies pari dan 1 famili dan 2 spesies hiu
hantu (Chimaera). Jenis tangkapan hiu
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 140
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
6
BP2KSI
Ecological Assessment untuk
Restocking Belida di Perairan
Provinsi Riau
Sungai Kampar, Riau
7
BP2KSI
Penelitian ecological related species
untuk kima, bambu laut dan kuda
laut
P. Bintan, Teluk Lampung, Teluk Bone
(Kab. Bone) , Kep. Sembilan (Sinjai), Teluk
Sape (NTB), Ternate, Tidore, Halmahera
Selatan (Maluku Utara)
8
BP2KSI
Penelitian kawasan konservasi induk
udang [Penaeus monodon] di Pantai
Timur Aceh, Kabupaten Aceh Timur
Pesisir Aceh Timur, NAS
9
BP2KSI
Penelitian pengendalian Spesies Ikan
Asing Invasif [IAS] di Danau Matano
Komplek Danau Malili, Sulawesi
Danau Matano, Sulawesi Sulatan
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
didominasi oleh jenis hiu kejen
(Carcharhinus falciformis) sedangkan jenis
pari yang tertangkap lebih didominasi oleh
famili Dasyatidae
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Biomassa stok ikan di Sungai Kampar
berkisar antara 30-170 kg/ha dengan total
potensi produksi ikan sebesar 485 ton/th.
Rasio Potensi Pemijahan (Spawning
Potential Ratio/SPR), ikan belida sudah
berada pada tingkat prosentase yang rendah
(15%) dengan laju eksploitasi (E) sebesar
0,66 (over exploitation) dan kelestarian
populasinya terancam karena rekrutmennya
terbatas/terganggu. Di Sungai Kampar
Kanan, sebanyak 15 lebung dapat
dikembangkan sebagai calon kawasan suaka
ikan belida.
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Jenis kima yang ditemukan yaitu T.maxima,
T.crocea, T.derasa, T.squamosa, T.gigas dan
Hippopus hippopus, dimana jenis yang
ditemukan di daerah maluku utara lebih
beragam dengan kelimpahan mencapai 1-92
ind/500m2. Kelimpahan tertinggi bambu
laut diketahui tertinggi di Maluku Utara 12 545 koloni/500m2. Jenis kuda Laut di P.
Bintan : Hippocampus comes, H.
spinossisimus, H.hystrix dan H. kuda,
sedangkan di Lampung H.comes dan H. kuda
dan di Takalar adalah H. borbouri.
Kelimpahan kuda laut di P. Bintan 11-26
ind/ha, sedangkan di Takalar 50-200
ind/ha.
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Ditemukan beberapa lokasi sumber induk
udang windu di empat titik perairan pesisir
Aceh Timur sebanyak 18.400 – 45.100 g/ha
(sebelah timur Simpangulin), 42.900 –
63.750 g/ha (sebelah timur Idicut ), 8.470 –
58.930 g/ha (timur peureulak), dan 9.870 –
34.100 g/ha (timur Bayeun). Hasil analisa
genetik (16srDNA PCR-RFLP) diketahui
udang windu masing-masing lokasi tersebut
memiliki karakteristik genetik dengan
tingkat kesamaan diatas 95%.
Output : Laporan Hasil Penelitian, Policy
Brief
Keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 141
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
Selatan
10
BP2KSI
Kegiatan Crash Program dan
Penguatan data IPTEK Konservasi
Sumberdaya Ikan
Danau Maninjau (Sumbar), Probolinggo
(Jawa Timur), Kendari
11
BP2KSI
Pemulihan habitat dan konservasi
sumberdaya Danau Limboto
Danau Limboto, Gorontalo
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
sebanyak 21 spesies dengan perbandingan
antara jenis ikan asli dan ikan introduksi
sebesar 1:1,1. Ikan lohan telah menyebar di
seluruh wilayah area zona litoral Danau
Matano dengan indeks relatif penting
sebesar 53,76%. Dari 15 ikan introduksi
yang ada di D. Matano diketahui lohan
memiliki dampak (skor 40) dan potensi
resiko (skor 14) tertinggi. Teknologi
pengendalian yang direkomendasikan
adalah dengan penangkapan menggunakan
mata jaring ukuran 1.5 inchi.
Output : Laporan Hasil Penelitian
Pada tahun 2016, terjadi kejadian diluar
kegiatan penelitian yang membutuhkan
repon cepat diantaranya kejadian Kematian
Massal Ikan di Waduk Cirata, Fenomena
Paus Pilot Terdampar di Probolinggo,
Kematian Ikan Massal pada Budidaya KJA di
D. Maninjau, Kematian Ikan Secara Massal di
D.Toba, dan Pengamatan penyu hasil curian
di Sulawesi tengah. Hasil pengamatan pada
kasus terjadinya kematian massal ikan di
beberapa lokasi diketahui penyebab
kematian ikan pada umumnya dikarenakan
limbah cemaran unsur hara (Waduk Cirata),
fenomena tubo belerang (D. Maninjau),
serta terjadinya umbalan dan cemaran
sulfur (D. Toba). Selain kegiatan investigasi
penyebab kematian massal ikan tersebut
pada tahun 2016 juga dilakukan
pengambilan data morfometri pada 11 ekor
paus yang terdampar di Kab. Probolinggo
dan berhasil teridentifikasi jenis paus yang
terdampar adalah Globicephala
macrorhynchus. Kegiatan pengamatan
penyu hijau memperoleh hasil bahwa
sebagian penyu hijau tertangkap adalah
penyu muda dengan ukuran antara 40-80
cm sebanyak 91 % (63 ekor) sedangkan
penyu yang masuk kategori dewasa hanya
berjumlah 6 ekor (9%) serta diperkirakan
berasal dari 2 tipe keturunan induk yang
berbeda.
Output : Laporan Hasil Penelitian
Sumberdaya ikan asli ekonomis penting
yaitu ikan manggabai keberadaannya masih
cukup banyak namun terancam punah
akibat eksploitasi yang berlebih, sedangkan
untuk payangka saat ini sudah sulit didapat.
Hasil monitoring dan evaluasi kawasan
reservat percobaan menunjukkan hasil yang
positif, reservat yang dibuat di daerah Iluta
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 142
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
12
BP2KSI
Penelitian pemulihan populasi dan
rehabilitasi habitat sumber daya ikan,
Daya dukung dan daya pulih perairan
di Daerah Aliran Sungai [DAS]
Citarum
13
BP2KSI
Pengembangan CBF di
Waduk/Situ/Embung tergenang
musiman di Nusa Tenggara Timur
LOKASI
DAS Citarum, Jawa Barat
Nusa Tenggara Timur
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
sesuai bagi ikan manggabai, ditandai dengan
hasil tangkapan ikan manggabai yang
berada pada daerah reservat sebanding
dengan daerah di luar area reservat dengan
jumlah alat tangkap yang jauh lebih banyak
(perbandingan jumlah alat tangkap 1 : 6).
Output : Laporan Hasil Penelitian
Kriteria kualitas air S. Citarum bagian hulu
dan hilir sudah jelek (bad) namun bagian
tengah masih dalam kriteria sedang.
Konsentrasi logam berat Fe, Mn dan Zn telah
melebihi baku mutu kelas I . Beban
pencemaran BOD tertinggi di sungai
Ciwidey mencapai hampir 1000 ton/bulan
dan terkecil di S. Cicangkri. Besarnya beban
pencemaran ini berkaitan erat dengan lebar,
kedalaman dan arus sungai. Dari hasil uji
serap beberapa tanaman air diketahui
Eichhornia sp, Pistia sp, dan Salvinia sp
memiliki kemampuan serap 40-60% bahan
organik. Sedangkan penyerapan logam
berat Cr oleh Pistia sp, Eichhornia sp, dan
Ipomoea sp mencapai < 90%. Penggunaan
Smart KJA diketahui mampu menurunkan
konsentrasi bahan organik, kekeruhan dan
nutrien air. Tanaman yang efisiensi purikasi
tinggi adalah kangkung dengan penurunan
N-NO2 88,15% dan pakcoy dengan
penurunan N-NO2 98,44% penurunan
BOT tertinggi pada tanaman kangkung
mencapai 42,86% dan pakcoy mencapai
51,28%
Output : Laporan Hasil Penelitian
Nusa Tenggara Timur (NTT) terinventarisir
memiliki sebanyak 984 embung dan 3
bendungan dengan kedalaman 2,3-12,3 m
yangdimanfaatkan untuk sumber air minum,
perkebunan dan keperluan rumah tangga
masyarakat. Namun demikian, pemanfaatan
badan air yang ada tersebut untuk kegiatan
perikanan masih belum optimal sedangkan
estimasi potensi cukup besar yaitu 76,6144,8 kg/ha/tahun. Pada penelitian ini telah
dilakukan penilaian kelayakan badan air
untuk pengembangan CBF berdasarkan
kriteria hidromorfologi-bioekologi, aspek
perikanan, sosial ekonomi, kelembagaanperaturan serta ketersediaan benih. Dari
hasil yang diperoleh diketahui, prioritas
badan air untuk pengembangan CBF di NTT
yaitu 1) Tilong; 2) Haliwen; 3)Haekrit; 4)
Tulamalae dan 5) Oelpuah dengan ikan
yang ditebar adalah bandeng (Channos
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 143
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
channos) dengan kebutuhan benih untuk
masing-masing badan air yaitu 1) 4190744177; 2) 42700; 3) 48200; 4) 11797 dan 5)
3377 ekor. Estimasi pendapatan yang dapat
diperoleh per periode penebaran sebesar 1)
Rp 10.500.000; 2) Rp 11.800.000; 3)
Rp13.500.000; 4) Rp 3.200.000 dan 5) Rp
1.000.000. Unduk mendukung CBF telah
tersedia benih ikan bandeng didukung oleh
BBI dengan produksi 7.023.400 ekor/tahun.
Secara umum, faktor kunci yang menunjang
keberhasilan CBF di NTT adalah dukungan
masyarakat dalam kelembagaan dan
kearifan lokal mendukung dalam
pengelolaan sumberdaya air
1
BPPBAP
Perbaikan Teknologi Produksi
Massal Krablet Kepiting Bakau
Kab. Maros, SulSel
1. Larva S. transquebarica zoea-3 s/d
megalopa, yang diberi pakan nauplius
Artemia yang diperkaya dengan
Nannochloropsis sp menghasilkan jumlah
krablet terbanyak (meningkat sebanyak
57%) dan berbeda nyata (P <0,05) dg larva
zoea-3 yang diberi pakan nauplius artemia
yang tidak diperkaya dg Nannochloropsis
sp, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05)
dengan larva zoea-4 dan zoea-5 s/d
megalopa yang diberi pakan nauplius
Artemia yang diperkaya dengan
Nannochloropsis sp.
2. Padat tebar larva sebanyak 76 ind/L
menghasilkan krablet terbanyak
(495,3+22,5 ind./bak) dibanding padat
tebar larva sebanyak 34-58 ind./L
(produksi krablet sebanyak 48-216
ekor/bak). Krablet D-10 yang
dibudidayakan di tambak selama tiga bulan
pemeliharaan. diperoleh sintasan 22-36%,
dimana lokasi tambak dekat sungai dengan
komposisi makrobenthos di dasar tambak
lebih variasi juga mudah penggantian airnya
(tambak di Pangkep) menghasilkan
pertumbuhan kepiting paling cepat (199
+64,01g/ekor)
3. Krablet yang dibudidayakan di tambak
yang sistem penggantian airnya kurang
lancar karena lokasi tambak agak jauh dari
sumber air,komposisi makrobenthos kurang
bervariasi diperoleh pertumbuhan kepiting
bakau yang lebih rendah selama
pemeliharaan tiga bulan yaitu (159+ 46,9
g/ekor) di tambak Maros dan
131.05+34.25 g/ekor di tambak Polewali
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 144
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
2
BPPBAP
Dukungan Pembesaran Calon Induk
(Prematurasi) Udang
Windu, P.monodon di Tambak
Kab. Takalar, SulSel
3
BPPBAP
Aplikasi probiotik RICA untuk
pengendalian penyakit pada
budidaya udang di tambak
Kab. Sinjai, SulSel
4
BPPBAP
Peningkatan kinerja reproduksi
induk udang windu strain tahan
penyakit di bak resirkulasi dan
tambak
IPUW Barru
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Mandar.
Unit 1. Terdapat beda nyata penggunaan
tambak substrat tanah dengan tambak
beton substrat pasir namun penggunaan
tambak beton tanpa substrat dan tambak
beton substrat pasir tidak berbeda terhadap
pertambahan berat , namun ke 3 substrat
tidak bebeda terhadap sintasan, dan
produksi
Unit 2. Pertumbuhan udang F2 asal tambak
cenderung lebih baik dibandingkan dengan
udang F1 transgenik. Namun survival rate
pada hewan uji F2 asal tambak yaitu 21 %
dibanding dengan survival rate hewan uji
F1 transgenik yaitu 51 %.
Opsi rekomendasi: Penggunaan tambak
substrat tanah, tanpa substrat dan substrat
pasir ke tiganya layak digunakan untuk
pemeliharaan calon induk asal laut (F1).
Penggunaan induk asal laut dan asal
tambak, sebagai penyedia calon induk
udang windu mendukung perbenihan di
hatchery Instalasi Pembenihan Udang
Windu (IPUW) dan stakeholder lainnya
(Pihak swasta)
Produksi dan sintasan udang windu di
tambak TSM pada aplikasi pergiliran
probiotik RICA1, RICA2, dan RICA5
(perlakuan B= 93,9+11,3a kg/ha;
16,55+12,38%), lebih baik dari pada
probiotik RICA1, RICA2, dan RICA3
(perlakuan A= 51,5+18,4b kg/ha;
6,51+0,90%) maupun probiotik RICA1,
RICA4, dan RICA5 (perlakuan C= 46,9+25,7b
kg/ha;5,89+2,72%). Probiotik RICA2 adalah
Serratia marcescens yang berasal dari daun
mangrove. Sedangkan tambak TSM di Sinjai
Timur pada awalnya terbuat dari lahan
mangrove, sehingga wajar jika pemakaian
bakteri asal mangrove (perlakuan A & B)
menghasilkan sintasan dan produksi yang
relatif lebih baik daripada C. Produksi udang
pada perlakuan B nyata (P<0,05) lebih
tinggi dari pada perlakuan A dan C. Adanya
probiotik RICA5 dan RICA2 diduga mampu
mengendalikan kandungan NH3-N air
tambak, sehingga kematian udang akibat
ammonia pada perlakuan B dapat
diminimalisir
Hasil penelitian sub kegiatan 1 rasio betina
dan jantan berbeda menunjukkan bahwa
keberhasilan kawin diperoleh 2 ekor udang
windu betina membawa spermatofor pada
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 145
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
5
BPPBAP
Teknologi produksi larva dan calon
induk udang windu (F1) tahan
penyakit WSSV
IPUW Barru
6
BPPBAP
Uji aplikasi probiotik pada produksi
massal larva udang windu
IPUW Barru
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
rasio betina dan jantan (1:1), sedangkan
pada perlakuan rasio (1:3 dan 1:5) tidak
terjadi udang kawin. Oleh karena itu untuk
mendapatkan udang windu kawin alami di
bak dapat digunakan rasio (1:1). Hasil
pengamatan pada penentuan ukuran udang
windu produktif dengan pakan berbeda,
dengan perlakuan pakan cacing + semi
moist pellet komersial diperoleh 2 ekor
udangjantan (berat = 67,5 g dan 71,6 g)
membawa spermatofor (berat spermatofor:
0,04 g dan 0,05 g) dan kepadatan sperma
(21,5x106 sel/mL dan 36,8x106 sel/mL)
lebih banyak dari perlakuan (cumi + semi
moist pellet dan kerang + semi moist pellet
) masing-masing 1 ekor udang membawa
spermatofor.
Pemeliharaan larva F1, G2, back up F0 dan
calon induk F0 dan F1 sedang berlangsung.
Produksi larva back up F0 sekitar 10.500
ekor dengan berat berkisar 0,5-3 g/ekor, G2
sekitar 1300 ekor (berat 2-5 g/ekor)
dipelihara di bak bervolume 10 ton dan 20
ton, (Gambar 1). Ukuran calon induk F1
berkisar 65-90 g/ekor. Pengambilan sampel
untuk ekstraksi DNA sampel udang
transgenik larva F2 dan back up F0 telah
dilakukan dengan kisaran kemurnian 1,811,89 yang selanjutnya akan dilakukan
analisis gen antivirus dan deteksi virus
WSSV.
Hasil benih udang windu (PL-12) yang
dicapai sampai siklus IV sebanyak 3.092.550
ekor. Dengan tingkat kelulusan hidup masih
rendah yaitu rata-rata 10,09%. Hal ini
terjadi karena tingginya tingkat mortalitas
saat larva mencapai stadia post larva,
disebabkan karena serangan bakteri vibrio
khusunya pada siklus I sampai III.
Terjadinya kematian secara massal
kecenderungan saat larva sudah memasuki
stadia post larva yaitu PL-1 sampai PL-12.
Hal ini terjadi karena semakin tingginya
tingkat kepadatan bakteri vibrio seiring
semakin lamanya umur larva, sementara
kinerja penggunaan probiotik belum begitu
efektif dapat sepenuhnya menekan
pertumbuhan vibrio sampai larva mencapai
stadia PL12. Kinerja probiotik pada awalawal stadia larva yaitu dari stadia zoea
sampai mysis masih cukup bagus.
Ditunjukkan hasil sampling setiap stadia
larva masih pada kisaran tingkat kelulusan
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 146
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
7
BPPBAP
Pengembangan Formulasi Pakan
Induk Udang Windu Fase
Prematurasi
IPUW Barru
8
BPPBAP
Pencegahan Vibriosis melaui Metode
Penghambatan Quorum Sensing
(Quorum Quenching)
Lab. BPPBAP Kab. Maros, SulSel
9
BPPBAP
Kajian desain wadah budidaya udang
windu semi intensif di tambak
marginal dengan system Semi
resirkulasi.
Instalasi Maranak, Maros SulSel
10
BPPBAP
Aplikasi Teknik Cryopreservasi
sperma Pada Induk Udang Windu
(Penaeus monodon)
IPUW Barru
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
hidup 50-60%.
Pengkayaan pakan komersil dengan minyak
ikan 5% dan minyak zaitun 1% cenderung
meningkatkan pertumbuhan dan
meningkatkan total asam lemak dalam
daging dan hepatopankreas udang windu.
Aplikasi penyuntikan ekstrak pisang
periode ke II dilakukan dengan menambah
konsentrasi dari ekstrak setara dengan 0,
25, 50, dan 75 ug/g bb. Hasil pengamatan
memperlihatkan perkembangan
spermatofor dari induk jantan dengan
perlakuan 50 Ug/bb yang paling banyak
untuk analisisis RNA untuk perkembangan
spermatofornya dan vitelogeninnya
dilakukan menggunakan teknik PCR
Perlu penelitian pemantapan desain wadah
pada budidaya udang windu di tambak
isulfat masam.
Induk udang jantan alam yang digunakan
sebanyak 20 ekor dengan berat berkisar
antara 85-107 g dan panjang berkisar
antara 18-22,5 cm. Dari 30 ekor induk
jantan yang diberi kejutan listrik, hanya 20
ekor yang membawa spermatofor yang pada
umumnya membawa 2 spermatofor dengan
berat rata-rata spermatofor 0,08 g. Ratarata 1 spermatofor mengandung 4,15 x 106
sel/mL. Kriopreservasi sperma dilakukan
dengan menggunakan 3 jenis pengawet
yaitu; (M) metanol, (G) gliserol dan (D)
dimetilsulfoksida (DMSO) masing-masing
pada konsentrasi 5 %, sebagai kontrol (S)
digunakan saline solution. Kelangsungan
hidup sel sperma tertinggi yaitu 0,81 x 106
sel/mL (80,3 %) pada masa penyimpanan
30 hari diperoleh pada sel sperma yang
dikriopreservasi menggunakan pengawet
gliserol (GC) dan disimpan pada suhu 196oC dalam liquid nitrogen diikuti oleh
penggunaan Gliserol (GB) yang disimpan
pada suhu -20oC dan dimetilsulfoksida (DC)
yang disimpan pada suhu -196oC dengan
jumlah sel sperma yang hidup sebanyak
0,69 x 106 (67,64 %) dan 0,58 x 106 sel/mL
(56,86 %). Sebaliknya sel sperma yang
dikriopreservasi tanpa pengawet dan
disimpan pada suhu ruangan diperoleh sel
sperma hanya manpu bertahan hidup
sampai 5 hari penyimpanan dan pada
pengamatan 10 hari penyimpanan, sel
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 147
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
11
BPPBAP
Upaya perbaikan kualitas
kromatofor/spermatofor serta
memacu kematangan gonad pada
udang windu di hatchery
menggunakan bahan herbal
12
BPPBAP
Penyediaan calon induk udang windu
(Prematurasi) dari berbagai strain
IPUW Barru dan Instalasi Tambak Punaga
Takalar, SulSel
13
BPPBAP
Pemanfaatan bakterin pada budidaya
udang
IPUW Barru dan Instalasi Tambak
Maranak
IPUW Barru
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
sperma sudah dijumpai lisis (hancur).
Sementara penggunaan pengawet metanol
(MB) dan Dimetilsulfoksida (DB) yang
disimpan pada suhu -20 oC, sel sperma
hanya manpu bertahan hidup masingmasing sebesar 0,03 x 106 sel/mL (2,94 %).
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
glicerol adalah pengawet yang terbaik untuk
kriopreservasi spermatozoa udang windu
Penaeus monodon dengan cara penurunan
suhu secara perlahan-lahan sebelum
disimpan dalam liquid nitrogen (-196oC).
Aplikasi penyuntikan ekstrak pisang
periode ke II dilakukan dengan menambah
konsentrasi dari ekstrak setara dengan 0,
25, 50, dan 75 ug/g bb. Hasil pengamatan
memperlihatkan perkembangan
spermatofor dari induk jantan dengan
perlakuan 50 Ug/bb yang paling banyak
untuk analisisis RNA untuk perkembangan
spermatofornya dan vitelogeninnya
dilakukan menggunakan teknik PCR
Telah diperoleh calon induk sebanyak 1317
ekor yang telah diangkut ke IPUW Barru
untuk digunakan sebagai induk pad
kegiatan penelitian Kelti Bioteknologi. Calon
Induk udang Windu dapat diproduksi pada
tambak.
Jumlah telur yang dihasilkan dari induk
yang di vaksin sebanyak 400.000 butir yang
menjadi naupli sebanyak 120.000 ekor dan
PL 31.200 ekor (26%). Untuk induk kontrol
(yang tidak di vaksin) telur yang dihasilkan
sebanyak 319.000 butir menjadi naupli
sebanyak 137.000 ekor dan menjadi PL
sebanyak 43.800 ekor (32%). THC rata-rata
induk yang divaksin adalah 9,142 x 106
sel/ml dengan nilai proPO = 0,0842 Abs
sedang THC kontrol diperoleh 5,05 x 106
sel/ml dan proPO = 0,17 Abs
Sintasan dan produksi yang diperoleh
selama 115 hari masa pemeliharaan di
tambak rakyat di kabupaten Pangkep, untuk
perlakuan aplikasi bakterin sintasan
diperoleh sebesar 15.83% dengan produksi
sebanyak 107.47 kg/Ha dan pada perlakuan
kontrol (tanpa aplikasi bakterin) sintasan
diperoleh sebsar 8.85 % dan produksi
sebanyak 61.36 kg/Ha.
Total bakteri Vibrio sp dan total populasi
bakteri baik pada sedimen maupun pada air
tambak masih berada pada kondisi yang
aman untuk budidaya udang
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 148
NO
14
15
SATKER
BPPBAP
BPPBAP
JUDUL PENELITIAN
Uji Teknologi Pencegahan penyakit
Udang Melalui Penggunaan Bahan
Alam
Pemanfaatan IPAL pada Budidaya
Udang Vaname Superintensif
LOKASI
Lab. BPPBAP Kab. Maros, SulSel
Instalasi Tambak Punaga Takalar, SulSel
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Untuk parameter kualitas air dari kedua
perlakuan selama penelitian juga masih
berada pada batas ambang kisaran yang
layak untuk budidaya udang windu
Untuk pemeliharaan di ITP Maranak
sintasan tertinggi diperoleh pada perlakuan
dengan pemberian bakterin pada induk dan
larva yang dihasilkan (80.2%) sedangkan
produksi tertinggi diperoleh pada
perlakuan B (255.43 kg/Ha) yaitu
pemberian bakterin pada larva yang
dihasilkan.
Penggunaan fraksi dietileter dalam pakan
udang windu memberikan efek yang lebih
baik terhadap sintasan udang windu dan
sistem imunitas udang dibanding
penggunaan ekstrak metanol.
- Penggunaan ekstrak daun mangrove S.
alba hasil perebusan daun segar dan daun
kering memberikan efek yang relatif sama
terhadap sintasan udang windu maupun
penurunan populasi bakteri Vibrio sp.
- Ekstral metanol S.alba yang disuntikan
pada udang windu hingga 8.000 mg/L tidak
efektif bersifat toksik, namun belum efektif
menekan sifat patogen V. harvey pada
kepadatan 108 CFU/mL
- Penggunaan ekstrak mangrove melalui
pakan hingga keonsentrasi 10%/kg pakan
masih efektif meningkatkan sintasan udang
windu skala laboratorium
- Tidak terdeteksi adanya infeksi WSSV pada
udang yang dipelihara dalam bak terkontrol
dengan penambahan ekstrak mangrove
hingga 1000 mg/L dalam air pemeliharaan,
- Ekstrak dietileter yang diaplikasikan
secara penyuntikan pada udang cenderung
meningkatkan sintasan dan sistem imun
udang windu dibanding ekstrak metanol
1. IPAL tambak superintensif di ITP Punaga
mampu menopang beroperasinya 12 unit
tambak superintensif @1000 m2 dengan
asumsi jumlah volume beban limbah
sebesar 1200 m3/hari (5% dari total
volume media budidaya) dengan laju alir 20
m3/menit dan waktu tinggal limbah di
dalam IPAL minimal 3 hari.
2. Rasio volume IPAL dengan volume media
budidaya tambak superintensif minimal
30:70.
3. Efektifitas kinerja IPAL untuk parameter
kunci air limbah (TSS, Total N, Phosphat)
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 149
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
16
BPPBAP
Pengaruh induksi hormone
terhadap kualitas induk jantan
udang windu Penaeus monodon
maturasi asal tambak
IPUW Barru
17
BPPBAP
Aplikasi pakan buatan berbahan baku
lokal dalam pedederan krablet
kepiting bakau
Maranak, Maros SulSel
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
dikategorikan sangat efisien dengan nilai
efektifitas >90%. Sementara untuk
parameter BOD5 dikategorikan efisien dan
parameter BOT cukup efisien.
4. Kinerja IPAL tambak superintensif
menghasilkan kualitas air limbah yang
memenuhi persyaratan standar air buangan
limbah tambak sehingga layak dibuang ke
badan air penerima beban limbah
Hasil penelitian induksi hormon 17αMT
dosis berbeda, diperoleh bahwa induksi
hormon 17αMT dosis 200 ng/g berat badan
dapat memacu udang jantan matang sperma
sebanyak 8 ekor dari 18 ekor yang
diinduksi hormon, merupakan tertinggi dari
induksi dosis hormon lain ( 100 ng/g berat
badan sebanyak 2 ekor, 150 ng/g berat
badan sebanyak 3 ekor, dan ablasi sebanyak
4 ekor), sehingga direkomendasikan bahwa
untuk meningkatkan udang matang sperma,
dapat menggunakan hormon 17αMT dosis
200mng/g berat udang. Pada penelitian sub
kegiatan 2) inseminasi dua spermatofor dari
sumber induk jantan berbeda diperoleh
bahwa: inseminasi pada udang betina
menggunakan dua spermatofor jantan alam
tanpa ablasi dan jantan alam ablasi kedua
menghasilkan fertilitas telur induk betina
sebanyak 3 ekor dengan daya tetas telur
masing-masing 10% dan 19%, sedangkan
inseminasi induk betina menggunakan dua
spermatofor udang jantan hasil induksi
hormon 17αMT dosis 200 ng/g berat udang
menghasilkan fertilitas telur induk betina
sebanyak 1 ekor dengan daya tetas telur
14%.
: Unit 1. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberian pakan buatan
meningkatkan sintasan krablet dengan nilai
tertinggi pada perlakuan pemberian pakan
50% (2 ind/L) artemia + 50% (6,5 mg/L)
microdiet. Rendahnya sintasan krablet pada
pemberian pakan yang hanya menggunakan
nauplii artemia disebabkan karena
kandungan DHA dan EPA artemia yang
sangat rendah. Sementara sintasan krablet
yang rendah pada pemberian 100%
microdiet disebabkan karena pakan buatan
relatif cepat turun ke dasar, sehingga pakan
tersebut belum bisa dimanfaatkan secara
maksimal oleh larva khususnya pada stadia
zoea -megalopa yang masih banyak
berenang di kolom air, dan perlu perbaikan
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 150
NO
18
19
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
BPPBAP
Uji probiotik rica pada peningkatan
produksi dan sintasan udang windu
IPUW Barru dan Instalasi Tambak
Maranak
BPPBAP
Isolasi dan Karakterisasi RNA
Interferens (RNAI) pada Udang
Windu (Peningkatan Respom Imun
Udang Windu melalui Teknologi RNA
Interferens)
Lab. BPPBAP Kab. Maros dan IPUW Barru
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
manajemen pemberian pakan. Penambahan
pakan microdiet yang mengandung DHA
dan EPA cukup tinggi membantu
meningkatkan sintasan krablet.
- Aktivitas enzim pencernaan larva relatif
sama di antara perlakuan yaitu protease
0,0567-0,0691 U/mL/menit, lipase 0,13280,1493 U/mL/menit, dan amylase 0,02790,0356 U/mL/menit.
: Unit 2. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan tepung daun murbei
hingga 20% dalam pakan tidak memberikan
pengaruh yang berbedaan nyata di antara
perlakuan (P>0,05) bagi pertumbuhan,
sintasan kepiting bakau, rasio konversi
pakan, dan rasio efisiensi protein.
Komposisi proksimat tubuh kepiting juga
relatif sama di antara perlakuan yaitu
protein 31,1-32,3%, lemak 2,7-3,1%, serat
kasar 13,2-14,1%, abu 38,1-39,2%, dan
BETN 12,2%-13,2%. Hal ini menunjukkan
bahwa tepung daun murbei dapat
digunakan hingga 20% dalam pakan
pembesaran kepiting bakau sebagai
pengganti bungkil kopra dan tepung jagung.
Namun ecdisteron yang terkandung dalam
daun murbei tampaknya belum
memberikan pengaruh positif yang
signifikan dalam peningkatan pertumbuhan
dan molting juvenil kepiting bakau.
Bentuk serbuk dari probiotik RICA dapat
menjadi alternatif lain dari bentuk cair yang
telah ada sehingga lebih efektif dan efisien
dalam penggunaannya
: 1. Pemberian vaksin VP-15
dengan dosis tunggal 2 µg
terjadi peningkatan aktivitas
proPO yang signifikan
hingga 120 jam setelah
injeksi dengan WSSV, dan
pemberian vaksin VP-24
belum memberikan
pengaruh yang signifikan
terhadap aktivitas proPO
√
pada hewan uji (p>0,05).
2.Peningkatan THC terjadi
pada awal pengujian, namun
setelah 24 jam jumlah THC
mengalami penurunan. Uji
paired t-test menunjukkan
perbedaan yang signifikan
pada jumlah THC antara
perlakuan vaksin VP-15 dan
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 151
NO
20
SATKER
BPPBAP
JUDUL PENELITIAN
Studi Epidemiology di Sentra
Budidaya Udang Vaname Super
Intensif di Kab. Barru dan Takalar
LOKASI
Kab. Barru
DESKRIPSI OUTPUT
kontrol hingga 24 jam
setelah injeksi (P<0,05),
sedangkan pada pengujian
vaksin VP-24 tidak terdapat
perbedaan yang signifikan
pada jumlah THC (P>0,05).
: 2.Peningkatan THC terjadi
pada awal pengujian, namun
setelah 24 jam jumlah THC
mengalami penurunan. Uji
paired t-test menunjukkan
perbedaan yang signifikan
pada jumlah THC antara
perlakuan vaksin VP-15 dan
kontrol hingga 24 jam
setelah injeksi (P<0,05),
sedangkan pada pengujian
vaksin VP-24 tidak terdapat
perbedaan yang signifikan
pada jumlah THC (P>0,05).
1). Insidensi wssv selama
penelitian ditemukan pada
bulan Februari, Maret, April,
Juni, Juli, Agustus dan
Nopember dengan
prevalensi 8,33% hingga
100%. Virus ini menginfeksi
plankton, benur, juvenil dan
calon induk udang
windu/vaname
2). Insidensi tsv selama
penelitian ditemukan pada
bulan Maret, Juni, Juli, dan
Agustus dengan prevalensi
11,11% hingga 100%. Virus
ini menginfeksi benur dan
juvenil udang vaname.
3) Imnv tidak ditemukan
selama penelitian yang
dapat mengindikasikan
lokasi ini masih bebas dari
penyakit tersebut. 4).
Menurunnya kualitas
lingkungan budidaya seperti
konsentrasi bahan organik
terlarut yang sudah cukup
tinggi di sumber air baku
(>50 ppm) menyebabkan
berkembangnya bakteri
patogen dalam air inlet dan
diiringi dengan penurunan
mutu kualitas air dalam
petakan tambak, seperti
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 152
NO
21
SATKER
BPPBAP
JUDUL PENELITIAN
Aplikasi Informasi dan Analisis
Geospasial untuk Inventarisasi dan
Monitoring Kegiatan Budidaya
Tambak Skala Hamparan (Kab.
Pinrang Sulawesi Selatan)
LOKASI
Kab. Pinrang SulSel
DESKRIPSI OUTPUT
alkalinitas, menyebabkan
udang menjadi sangat
rentan terhadap berbagai
jenis penyakit. Hal ini
menyebabkan pembudidaya
banyak yang mengalami
kegagalan panen pada tahun
ini.
1) Hasil analisis
menunjukkan secara umum
bahwa aplikasi informasi
dan analisis geospasial
mampu menyajikan dan
menganalisis secara rinci
status dan masalah teknis
mendasar mengenai
karakteristik dan
pengelolaan kawasan,
antara lain : 1) Adanya
hambatan dalam pergantian
air (pemasukan dan
pembuangan) yang
diidentifikasi melalui peta
jaringan saluran dan dari
karateristik spasial nilai DO
dan salinitas yang rendah
untuk setiap musim serta
nilai rasio C/N > 10
(dekomposisi bahan organik
lambat)
2) Karakteristik distribusi
spasial lokasi BIMTEK atau
demplot hubungannya
dengan karakteristik spasial
kualitas biofisik lahan.
Analisis tersebut juga
membantu mengetahui
spektrum penyebaran
informasi, faktor pembatas
lingkungan serta
mengevaluasi
perkembangan produksi
sebelum dan setelah adanya
kegiatan.
3) Hasil anailsis geospasial
kualitas lingkungan
khususnya kualitas tanah
menunjukkan keberadaan
faktor pembatas
sehubungan dengan status
kemasaman tinggi. Nilai
rata-rata pHF-pHFOX > 3
dan nilai rata-rata SPOS
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 153
NO
22
SATKER
BPPBAP
JUDUL PENELITIAN
Evaluasi kesesuaian lahan tambak
untuk berbagai tingkat teknologi
perikanan budidaya air payau di
Kabupaten Kotabaru, Kalimantan
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
serta kandungan pirit
dengan nilai masing-masing
0,88 % dan 0,54%
menunjukkan bahwa
umumnya tambak
dikawasan tersebut
tergolong Tanah Sulfat
Masam (TSM). Kandungan
nitrogen juga diidentifikasi
menjadi faktor pembatas
untuk kegiatan budidaya
tambak dilokasi penelitian.
Total kandungan nitrogen
(NTOT) berkisar antara
0,018 – 0,480 % (0,118 ±
0,093). Nilai rasio N/P < 4
yang menunjukkan bahwa N
sebagai faktor pembatas,
namun demikian sebelum
penambahan pupuk N perlu
stategi pengelolaan lahan
untuk meningkat
ketersediaan P yang terikat
oleh partikel koloid tanah
masam seperti pengapuran
dan pembilasan
4) Hasil analisis sosial
ekonomi dengan
pertimbangan perbedaan
aspek geospasial (lokasi
hamparan) tambak
menunjukkan perbedaan
tingkat produksi serta cara
pengelolaan lahan (Tabel 2).
Hasil riset ini telah
disosialisasikan melalui
kegiatan ekspose hasil riset
yang diikuti Dinas Kelautan
dan Perikanan (DKP)
Kabupaten Pinrang dan DKP
Provinsi Sulawesi Selatan,
LSM, penyuluh perikanan,
dan kelompok pembudidaya
tambak sekabupaten
Pinrang telah berhasil
dilaksanakan pada tanggal
29 Agustus 2016 di Kota
Pinrang.
Kab. Kotabaru, KalSel
Kondisi kualitas tanah di
lokasi penelitian dinilai
masih baik untuk kegiatan
budidaya tambak. Bahan
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 154
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
Selatan
23
BPPBAP
Penelitian Studi Lingkungan
Budidaya Udang Vanname Teknologi
Super Intensif di Sulawesi Selatan
Instalasi Punaga Takalar dan Perairan
Kab.Barru
DESKRIPSI OUTPUT
organik tanah seringkali
menjadi bahan
pertimbangan dalam
pengelolaan budidaya
tambak. Hasil analisis
kualitas air menunjukkan
bahwa kualitas air tambak
secara umum masih
tergolong layak untuk
mendukung kegiatan
budidaya tambak, kecuali
kandungan ammonia (NH3N) harus diperhatikan
karena sudah melewati
batas nilai kelayakan
sehingga dapat menjadi
faktor pembatas. Dari hasil
analisa citra Landsat 8
diperoleh luas tambak
Ekstensif (tradisional) di
Pulau Laut, Kabupaten
Kotabaru adalah sekitar
8.492 Ha. Hasil analisis,
penilaian, dan pembobotan
kualitas tanah dan air, maka
tingkat kesesuaian lokasi
lahan tambak dapat
diidentifikasi dan disajikan
dalam bentuk peta
kesesuaian lahan untuk
budidaya tambak dan yang
tergolong kedalam kelas S2
(cukup sesuai) sekitar
5.674,5 Ha dan kelas S3
(kurang sesuai) sekitar
2.817,5 Ha. Hal ini
disebabkan oleh rendahnya
nilai pH atau kemasaman
tanah yang tinggi sehingga
tidak dijumpai tambak
eksisting yang tergolong
kelas S1 (sangat sesuai).
(1) Beban limbah organik
yang masuk ke lingkungan
perairan Teluk Labuange
sebesar 245,68 ton yang
berasal dari internal loading
dan eksternal loading. (2)
Distribusi limbah oraganik
berdasarkan analisa stabil
isotop, sedimen disekitar
tambak udang super intensif
telah terkontaminasi oleh
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 155
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
limbah organik yang berasa
dari tambak super intensif.
(3) limbah organik telah
berdampak pada kualitas air
perairan Teluk Labuange
terutama TSS, BOT dan
Amonia, demikian pula
dengan sedimen dimana
potensial redoks disebagian
besar titik sampling telah
berada di bawah -100 mV.
(4) belum ditemukan
adanya plankton jenis
khusus atau endemik pada
limbah organik, (5)
berdasarkan analisa daya
dukung N maka di lokasi di
Teluk Labuange masih dapat
dikembangkan 10 unit
tambak udang super intensif
setara 3000 m2, sedangkan
berdasarkan kandungan O,
masih dapat dikembangkan
18 unit tambak udang super
intensif setara 3000 m2.
BPPBAT
Karakterisasi Nutrigenomik Pada
Ikan Air Tawar dan Identifikasi
Mikroba Proteolitik Sebagai Kandidat
Penghasil Enzim Protease
Bogor, Jawa Barat
2
BPPBAT
Domestikasi Ikan Spesifik Lokal
Terancam Punah: Koleksi,
Identifikasi, Karakterisasi, dan Aspek
Ekobiologi Ikan Manggabai dan
Uceng
Bogor, Jawa Barat (pengambilan sampling
di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara)
3
BPPBAT
Kebutuhan Nutrisi Induk Ikan Sepat
dan Tambakan Dalam Rangka
Peningkatan Produktivitas Benih
Bogor, Jawa Barat
4
BPPBAT
Pengujian Metode Deteksi Cepat
Penyakit KHV dan MAS pada Ikan Air
Depok, Jawa Barat
1
Data dan informasi
Karakterisasi Nutrigenomik
Pada Ikan Air Tawar dan
Identifikasi beberapa jenis
Mikroba Proteolitik Sebagai
Kandidat Penghasil Enzim
Protease
Data dan informasi
mengenai domestikasi
beberapa jenis ikan air
tawar lokal terancam punah
(Manggabai & Uceng)
meliputi karakterisasi
morfologi, identifikasi
spesies dan informasi
ekobiologi
Data dan informasi
mengenai kebutuhan nutrisi
untuk induk ikan sepat dan
tambakan untuk
meningkatkan performa
reproduksi induk dan
peningkatan produktivitas
benih
Data dan Informasi
mengenai pengujian
√
Menghasilkan data dan
informasi
√
Menghasilkan data dan
informasi
√
Menghasilkan data dan
informasi
√
Menghasilkan data dan
informasi
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 156
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
Tawar
5
BPPBAT
Maturasi Ikan Gabus dengan
Pendekatan Multidisiplin
Bogor, Jawa Barat
6
BPPBAT
Pengujian Kit Pendeteksi Cepat
Penyakit Berpotensi Zoonosis pada
Ikan Air Tawar
Depok, Jawa Barat
7
BPPBAT
Pengujian Aktivitas Herbal
Pengendali Penyakit Potensial pada
Ikan Lele Mutiara
Depok, Jawa Barat
8
BPPBAT
Karakterisasi Populasi dan
Bioreproduksi Ikan Betutu dari Tiga
Populasi; Karakterisasi Bio-fisiologi
Induk dan Benih dalam Intensifikasi
Teknologi Perbenihan Ikan Gurame
Jawa Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan
Kalimantan Selatan
9
BPPBAT
Teknologi Budidaya Ikan
Domestikasi di Sumatera
Kampar-Riau, Kerinci (Jambi), Cijeruk
(Jawa Barat)
10
BPPBAT
11
BPPBAT
12
BPPBAT
13
BPPBAT
Uji Aplikasi Bakteri Heterotrof
Pembentuk Bioflok Pada Pendederan
Ikan Nila
Formulasi Sediaan dan Lama
Penyimpanan Bakteri Pengendali
Nitrogen (Probiotik) Dalam kemasan
Performa Bioreproduksi Ikan
Tengadak G1 Asal Populasi Terpilih
Performa Pertumbuhan Dan
Perkembangan Awal Matang Gonad
Ikan Semah Generasi Pertama pada
Lingkungan Budidaya
Bogor, Jawa Barat
Bogor, Jawa Barat
Pontianak - Kalimantan Barat, Bogor Jawa Barat
Bogor, Jawa Barat
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
beberapa metode deteksi
cepat (rapid detection)
untuk penyakit KHV dan
motil aeromonad
septicaemia (MAS) yang
menyerang ikan air tawar
Data dan informasi
pematangan gonad ikan
gabus melalui beberapa
√
pendekatan (hormonal &
lingkungan)
Data dan informasi
mengenai pengujian
perangkat untuk deteksi
√
cepat penyakit berpotensi
zoonosis yang terdapat pada
beberapa spesies air tawar
Data dan informasi
beberapa jenis tanaman dan
bahan aktifnya untuk
√
mengendalikan penyakit
potensial yang sering
menyerang ikan lele Mutiara
Data dan informasi
mengenai karakter
beberapa populasi ikan
betutu termasuk aspek
bioreproduksi serta data
√
mengenai karakter induk
ikan gurame dan benihnya
untuk mendukung proses
intensifikasi perbenihan
ikan gurame
Merupakan suatu bentuk teknologi
perbenihan Ikan Baung dan Ikan Semah
dengan melakukan beberapa perlakuan
diantaranya dengan pemberian pakan
bersalut vitamin E maupun hormon
estradiol 17β
TERAPAN
Menghasilkan data dan
informasi
Menghasilkan data dan
informasi
Menghasilkan data dan
informasi
Menghasilkan data dan
informasi perikanan
budidaya air tawar
√
Pro-Flok (Probiotik pembentuk pakan alami
mikroba (bioflok)
√
Calon Induk Tengadak G1
Populasi Kalimantan
√
EEM (Efektif Efisien
Mikroba) BPPBAT
Ikan Semah Generasi pertama, hasil
domestikasi kisaran bobot 30 -50 g
sebanyak 1500 ekor, sebagai calon induk
pembentuk generasi ke 2
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Menghasilkan paket
teknologi perikanan
budidaya air tawar
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 157
NO
SATKER
14
BPPBAT
15
BPPBAT
16
BPPBAT
17
BPPBAT
18
BPPBAT
19
BPPBAT
20
BPPBAT
21
BPPBAT
JUDUL PENELITIAN
Pengujian vaksin koktail Koiherpes
Virus dan A. hydrophila untuk
pencegahan penyakit potensial pada
ikan mas dan/atau koi, Cyprinus
carpio
Preparasi Sediaan Vaksin Melalui
Enkapsulasi dan Freeze Dry untuk
Pengendalian Penyakit Ikan
Uji metode aplikasi vaksin kombinasi
(Aeromonas hydrophila,
Streptococcus agalactiae, dan
Mycobacterium fortuitum) untuk
pencegahan penyakit bakteri
potensial pada budidaya ikan air
tawar
Preparasi vaksin koktail
Edwardsiella ictaluri - A. hydrophila
“IctahydroVac” untuk pencegahan
penyakit pada ikan catfish
Uji aplikasi mikroenkapsulasi
probiotik (Pro-BPPBAT) melalui
pakan pada ikan lele dan nila
Uji Aplikasi Vaksin Monovalen S.
agalactiae dan Bivalen S. agalactiae –
A. hydrophila untuk Pengendalian
Penyakit pada Ikan Nila
Optimasi Suhu dan Media Kultur Sel
Primer Ikan Gurami (Osphronemus
gouramy) Sebagai Media Tumbuh
Virus Irido
Rilis Ikan Tambakan Hasil
Domestikasi
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Depok, Jawa Barat
Vaksin KHV-AeroVac
√
Depok, Jawa Barat
VIAT-1 (Vaksin Ikan Air
Tawar)
√
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Depok, Jawa Barat
Vaksin TRIVALEN (vaksin bakteri in-aktif
Aeromonas hydrophila, Streptococcus
agalactiae dan Mycobacterium fortuitum)
√
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Depok, Jawa Barat
IchtahydroVac
√
Depok, Jawa Barat
Pro-P, Pro-G, Pro-G(m)
√
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Depok, Jawa Barat
HydroGalaksiVac
√
Depok, Jawa Barat
Kultur sel primer GT2
(Gouramy tail-2)
√
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
√
Menghasilkan varietas
unggul hasil litbang
budidaya air tawar
yang diusulkan untuk
dirilis
Bogor, Jawa Barat
Ikan tambakan (Helostoma temminckii)
adalah jenis ikan air tawar yang potensial
untuk dikembangkan budidayanya.
Berdasarkan penelitian sebelumnya
diperoleh populasi ikan tambakan dengan
keunggulan karakter penotif, genotif,
reproduksi dan pertumbuhan yang
potensial untuk dijadikan sebagai kandidat
budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui keragaan aspek biologi ikan
tambakan yang meliputi aspek genetik,
reproduksi, pertumbuhan, kelangsungan
hidup, ketahanan lingkungan, penyakit,
efisiensi pakan dan aspek lainnya yang
mendukung. Hasil yang diperoleh
menunjukkan Keragaman genetik generasi
awal populasi (G0) mempunyai nilai
polimorfisme 35,48% dan heterozigositas
0,16. Pada G1, nilai polimorfisme turun
menjadi 6,45% dan nilai heterozigositas
0,03. Terjadi kenaikan lagi pada G2, dengan
nilai polimorfisme 16,13% dan
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Menghasilkan produk
biologi perikanan
budidaya air tawar
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 158
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
Penelitian Faktor Lingkungan pada
Pendederan Ikan Betutu (Oxyeleotris
marmorata) Skala Outdoor
LOKASI
Teknologi yumina bumina
√
Bogor, Jawa Barat
Teknologi fitoremediasi air limbah rumah
tangga untuk budidaya ikan air tawar
berbasis zerowaste aquaculture
√
BPPBAT
24
BPPBAT
25
BPPBAT
26
BPPBAT
27
BPPBAT
28
BPPBAT
Pemanfaatan Rumput Laut Sebagai
Bahan Pakan Ikan Air Tawar
Bogor, Jawa Barat
29
BPPBAT
Suplementasi Asam Lemak Pada
Pakan Induk Ikan Air Tawar
Bogor, Jawa Barat
Uji Lapang Teknik Budidaya Ikan
Gabus
Kajian Produktivitas Budidaya Ikan
Baung melalui Uji Multilokasi dan
Sistem Budidaya
TERAPAN
Bogor, Jawa Barat
23
Teknologi Pendederan Ikan Sepat
dan Ikan Tambakan Berbasis
Optimalisasi Media Budidaya Pada
Skala Indoor
DASAR
heterozigositas 0,08. Ikan tambakan
mampu bertahan hidup sampai dengan
salinitas 10 g/L, hidup pada pH 5 sampai 9,
suhu 20 sampai 35oC dan tahan selama 30
menit pada kondisi air tertutup volume 10
liter dengan bobot biomasa ikan sebesar
700 gram. Ikan tambakan termasuk jenis
ikan yang tidak tahan terhadap infeksi
Aeromonas hydrophila. Daging ikan
tambakan memiliki kandungan protein yang
tinggi, yaitu sebesar 15,73% dengan
dressing percentage sebesar 53,4±7,8% dan
fillet sebesar 39,4±5,9%. Produktivitas ikan
tambakan pada fase pembenihan sebesar
0,136±0,0033/m2 dengan jumlah benih
sebanyak 67,1±1,46 ekor/m2. Pada fase
pembesaran, produktivitas ikan tambakan
adalah sebesar 0,69±0,055 kg//m2 serta
Rasio Konversi Pakan (RKP) sebesar
1,81±0,04.
√
BPPBAT
Penggunaan Fito Remediasi Air
Limbah Rumah Tangga untuk
Budidaya Ikan Air Tawar
CEK-LIST SALAH SATU
Teknologi pemeliharaan
benih ikan betutu intensif
22
Optimalisasi Teknologi Yumina
Bumina untuk Budidaya Ikan Air
Tawar
DESKRIPSI OUTPUT
Bogor, Jawa Barat
Bogor, Jawa Barat
Teknologi pendederan benih ikan sepat dan
tambakan skala indoor
√
Bogor, Jawa Barat
Teknologi budidaya ikan
gabus
√
Bogor, Jawa Barat
Teknologi pendederan ikan baung hasil
domestikasi pada sistem budidaya keramba
jaring apung dan pada lokasi budidaya
ketinggian rendah
√
Inovasi pakan untuk ikan air tawar berbasis
rumput laut
√
Teknologi peningkatan produktivitas induk
ikan air tawar
√
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 159
NO
SATKER
30
BPPBAT
31
BPPBAT
32
BPPBAT
1
BPPBIH
JUDUL PENELITIAN
Uji Aplikasi Metode Pengendalian
Penyakit Parasitik Potensial pada
Ikan Lele Mutiara
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
Bogor, Jawa Barat
Teknologi metode pengendalian penyakit
parasitik potensial pada ikan lele mutiara
√
Penelitian Pembesaran Ikan Papuyu
di Kolam Gambut
Palangkaraya - Kalimantan Tengah, Bogor
- Jawa Barat
Teknologi pembesaran ikan
papuyu di kolam gambut
√
Produksi Bakteri Probiotik Untuk
Meningkatkan Kecernaan Pakan Ikan
Bogor, Jawa Barat
Remediasi Media Nonylfenol pada
Tanaman Air Anubias dan
Domestikasi Tanaman Hias Air
Buchepalandra
BPPBIH
Invensi ini berhubungan dengan budidaya
ikan air tawar khususnya berupa
penggunaan probiotik sebagai pakan ikan,
lebih khususnya berupa sediaan starter
probiotik dengan jenis bakteri Bacillus
subtilis yang berasal dari rumput laut
Turbinaria sp. yang diolah melalui proses
inkubasi dalam suhu kamar, kemudian
dilakukan isolasi terhadap bakteri yang
tumbuh pada substrat sehingga
menghasilkan sediaan probiotik Bacillus
subtilis
1. Remediasi media air yang
mengandung nonilfenol
dengan konsentrasi 2,5
mg/L menggunakan
tanaman eceng gondok
membutuhkan waktu 1 hari
sedangkan tanpa tanaman
membutuhkan waktu 2 hari
atau lebih.
2. Pertumbuhan ikan mas
koki dengan tiga jenis
tanaman hias air yang
dipelihara bersama dalam
satu sistem yang
terintegrasi (akuaponik),
menunjukkan hasil yang
baik. Hasil uji lanjut
menunjukkan pertumbuhan
yang terbaik adalah
pemeliharaan ikan mas koki
dan dengan tanaman melati
air (Echinodorus sp.)
3. Tanaman Bucephalandra
merupakan jenis tanaman
yang memerlukan suhu yang
sejuk berkisar antara 28 -32
°C dengan kelembaban
relatif berkisar antara 8599% agar dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik.
√
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan
komponen teknologi
perikanan budidaya
air tawar
Menghasilkan inovasi
litbang perikanan air
tawar yang diusulkan
HKI
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 160
NO
2
SATKER
BPPBIH
JUDUL PENELITIAN
Eksplorasi Sumber Daya Genetik Ikan
Hias Lahan Gambut dan Evaluasi
Status Budidaya
LOKASI
BPPBIH
3
BPPBIH
Manipulasi Hormon dan Lingkungan
untuk Pemijahan Ikan Agamyxis,
Gurame Coklat dan Tiger Fish
BPPBIH
4
BPPBIH
Penentuan Pakan Awal Larva dan
Benih untuk Menunjang Budidaya
Ikan Agamysis, Tiger Fish dan
Gurame Coklat
BPPBIH
DESKRIPSI OUTPUT
1. Sequensing gen COI (DNA
barcoding) ikan hias
introduksi melalui Macrogen
2. Optimasi suhu dan lama
waktu anelling serta
ekstensi stage pada
amplifikasi gen Cyt b dan
RAG 2, amplifikasi gen RAG
menunjukkan waktu otimasi
aneling adalah 1,5 menit
pada suhu 60oC dan
ekstensi adalah 2,5 menit
pada waktu 72oC, untuk
jenis cat fish terdapat
singleband sedangkan ikan
tigerfish terdapat multiband
3. Telah dilakukan ekstrasi
gel elektroforesis untuk
amplifikasi band spesifik
4. Ikan Bamble bee
(Brachygobius doriae)
berhasil memijah di
lingkungan terkontrol
setelah 3 bulan
pemeliharaan
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
• Keberhasilan pemijahan ikan agamysis
dapat diindikasikan dengan ciri-ciri yaitu
kondisi stripping lancar, telur utuh dan
tidak pecah kemudian derajat pembuahan
tinggi sehingga dapat menetas dengan
maksimal. Dosis terbaik yang menghasilkan
larva tertinggi yaitu Kombinasi hormon hCG
500 IU/kg + ovaprim (0.7 ml/kg), jarak
penyuntikan 1 dan 2 : 7 jam
• Fotoperiod 12 jam terang dan 12 jam gelap
merupakan perlakuan terbaik untuk
memacu tingkat kematangan gonad induk
ikan tigerfish.
• Perlakuan kejut suhu belum berhasil
membuat ikan tigerfish memijah secara
alami
• Induk ikan Gurame cokelat berhasil
matang gonad TKG III
- Pada pemeliharaan larva agamysis, pakan
alami dapat diberikan mulai umur dua hari .
Jenis pakan alami yang dapat diberikan
adalah berukuran maksimal 0,2 mm sesuai
bukaan mulut larva.
- Jenis pakan awal yang baik adalah Artemia
sp.
- Pada pemeliharaan benih tigerfish, dapat
diberikan pakan alami dan pakan buatan.
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 161
NO
5
6
SATKER
BPPBIH
BPPBIH
JUDUL PENELITIAN
Pematangan Teknologi Budidaya
Ikan Ringau (Datniodes microlepis)
di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi
Kalimantan Barat
Inovasi Pakan untuk Budidaya Ikan
Hias Laut di Akuarium
LOKASI
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan
BPPBIH
BPPBIH
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
- Untuk mendapatkan sintasan benih yang
tinggi, lebih baik menggunakan pakan alami
seperti Tubifex sp
• Berdasarkan data hasil penelitian maka
dapat disimpulan bahwa pematangan gonad
ikan uji telah berhasil dilaksanakan dengan
jumlah ikan yang matang gonad, terdiri dari
9 ekor jantan pada TKG III, dan 5 ekor
betina pada TKG III.
• Pada periode Januari-November induk
betina telah dua kali mengalami
perkembangan gonad menuju tingkat
kematang gonad IV, yaitu pada periode
Januari-Maret dan Juli-November. Jeda atau
masa rematurasi bagi induk betina terjadi
sekitar 4 bulan. Pada bulan November ini
perkembangan telur masih berkisar antara
0,5-0,7 mm. oleh karena itu belum siap
untuk dilakukan pemijahan, baik secara
alami, semi buatan ataupun buatan.
- feeding trial tahap 1 terkait penggunaan
bahan alami untuk meningkatkan kualitas
warna ikan hias clown percula sudha
selesai, saat ini sedang dilakukan
pengolahan data. Hasil sementara
menunjukkan tidak ada perbedaan anatara
perlakuan menggunakan ubi ungu, buah
naga dan buah bit terhadap warna ikan.
- Feeding trial tahap 2 menggunakan
astaxanthin dan canthaxantin terhadap ikan
clown percula dan ocellaris masih
berlangsung. Hasil optimum pada jenis ikan
ocelaris terdapat pada perlakuan 300 ppm
astaxanthin meskipun dosis tertinggi yang
diberikan adalah 400 ppm yaitu pada skor 5
untuk warna dada dan 7 bagian tubuh
belakang dan ekor. Sedangkan pada ikan
clown perkula perlakuan 200 ppm
menunjukkan hasil yang optimal
dibandingkan dengan perlakuan lainnya
termasuk pakan otohime. Penggunaan
cantaxanthin tidak signifikan dalam
meningkatkan kualitas warna clown
percula. Kedua perlakuan baik pada ocelaris
maupun percula menghasilkan warna yang
lebih baik dibandingkan pakan otohime,
namun pertumbuhannya kurang optimal.
Hal tersebut diduga karena kandungan asam
amino pakan perlakuan lebih rendah
dibandingkan otohime (hasil analisis kimia)
meskipun kandungan protein sama yaitu
57%.
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 162
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
- Penambahan astxanthin dan cantaxanthin
dapat meningkatkan kualitas warna ikan
clown A percula dan A ocelaris terutama
pada jaringan ekor dan sirip, namun tidak
meningkatkan kualitas warna kulit.
7
8
BPPBIH
Pembentukan Strain dan Produksi
Benih/Induk Betta Giant
BPPBIH
BPPBIH
Pembentukan Ikan Hias Clown Biak
Strain Black Percula Generasi
Pertama (F0) Hasil Seleksi dengan
Modifikasi Filter untuk Pemeliharaan
Larva dan Benih
BPPBIH
- Gen PCcBA-PhGH pada ikan cupang B.
imbellis giant F1 berhasil ditransmisikan
dari enerasi F0 ke generasi F1 sebesar
58,33%-66,67%.
- Ekspresi fenotipe gen PCcBA-PhGH pada
ikan cupang B. imbellis giant F1 mampu
mningkatkan pertambahan panjang 58,8%64,5% dan bobot 59,24%-62,31%
dibandingkan dengan kontrol.
- Calon induk yang membawa dan
mengeskpresikan gen GH berjumlah 330
ekor.
- Ikan cupang alam yang diberi rGH dengan
dosis perendaman 1,5mg/L dan oral 3
mg/Lmenghasilkan pertumbuhan bobot
sebesar 1,235 gram dibandingkan kontrol
sebesar 1,013 gram. Pertambahan panjang
3,34 sedangkan pada ikan kontrol 3,23.Laju
pertumbuhan harian sebesar 3,34
sedangkan pada ikan kontrol 3,23.
Dihasilkan individu sebanyak 98 ekor ikan
cupang rGH dan 103 ekor ikan cupang
kontrol.
- Ekspresi gen IGF-1 pada ikan cupang
belum menghasilkan fragmen DNA. Namun
hasil sintesis cDNA organ hati cupang sudah
dapat diamplifikasi menggunakan primer
beta aktin dan menghasilkan gen target
300bp.
- Ekstraksi DNA total ikan clown untuk
analisa gen tyrosine
- Telah memijah pertama kali dua pasangan
induk baru ikan clown di Sistem Resirkulasi
Air Laut (SRAL) dengan jumlah telur sekitar
50 butir (Total induk memijah JuniSeptember: 3 pasang)
- Kondisi ion SRAL Ca 0.29 mg/L; Mg 2.32
mg/L; Na 9.28 mg/L; K 0.58 mg/L; Cl2 <0.01
mg/L; SO42-3009.28 mg/L, dan Kualitas air
SRAL 30 Agustus-September 2016 Suhu: 2627 C; Salinitas 30-39 ppt; pH: 7-8; DO: 7,959,42 mg/L; konduktivitas: 48,27-57,5 µS;
intesitas cahaya (IC) atas: 14,9-56,2 lux; IC
bawah: 3,1-13,6 lux.
- Berkaca pada kasus keragaan warna black
clownfish, pembentukan strain black
percula ikan clown dapat diarahkan
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 163
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
9
BPPBIH
Metode yang Efisien untuk Interaksi
Vtg dan AntiVtg (Uji Interaksi
Antigen dan Antibodi Serta Pemilihan
Metode untuk Kit Identifikasi
Kelamin)
10
BPPBIH
Perakitan Prototipe Mikro Filter
untuk Meningkatkan Kualitas Air
Ikan Hias
BPPBIH
BPPBIH
Budidaya Karang Hias Polip Besar
pada Kedalaman yang Berbeda
(Plerogyra Sp., Physogyra Sp., dan
Nemenzophylia Sp.) di Alam dan
Sistem Sirkulasi
BPPBIH
11
BPPBIH
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
berdasarkan pola, persentase penutupan,
dan jenis warna. Marker diperlukan untuk
mempermudah seleksi. Sistem resirkulasi
perlu dievaluasi dengan lebih baik untuk
meningkatkan kinerjanya.
- Hasil ELISA menunjukkan bahwa masingmasing antibody mengenali Vtg spesiesnya.
Anti-Vtg arwana Kalimantan mengenali Vtg
Gurame padang dan Patin albino, Anti-Vtg
arwana Papua mengenali Vtg ikan ringau
namun tidak sebaliknya.
- Tidak terdapat antiVtg yang bersifat
universal yang mengenali semua Vtg spesies
lainnya. Metode yang paling efisien untuk
reaksi immunoassay dari kelima Vtg
tersebut adalah metode ELISA. Untuk desain
kit ke depannya lebih diarahkan untuk
membuat kit yang spesifik perspesies dan
bukan kit universal.
a. Permodelan Mikro Filter Untuk
Menunjang Kualitas Ikan Hias
Sinstesis yang dilakukan sudah
menghasilkan bahan nanomagnetite
chitosan (Gambar.3) dari serbuk Chitosan
(gambar 2.) Hasil analisa SEM menujukkan
adanya gugus kecil dalam mikrofilter. Hasil
analisa pengunaan absorben sampai saat ini
menghasilkan serapan ammonia meningkat
34% menjadi 72.22% sedangkan serapan
nitrit mencapai 29.79%.
b.
Uji Kinerja Filter Karbon Aktive
- Hasil arang dari pembakaran untuk proses
activasi menjadi karbon active
- Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa adsorben magnetite
kitosan karbon aktif dapat digunakan untuk
mengurangi kadar amonia dan nitrit dalam
air akuarium budidaya ikan koki. Persentase
adsorpsi maksimal ammonia sebesar
72.22% dan persentase adsorpsi nitrit
sebesar 29.79% menggunakan adsorben 1
gram.
Penelitian propagasi karang polip besar
sudah berhasil dilakukan di pulau Panggang
Kepulauan Seribu untuk jenis karang
Plerogyra sp dan Physogyra sp. Karang jenis
Nemenzophyllia sp tidak berhasil hidup
pada ke tiga kedalaman berbeda. Perubahan
warna terjadi pada bulan Juni seiring
dengan terjadinya peristiwa pemutihan
karang secara global di dunia, namun
kembali ke kondisi awal pada akhir
penelitian. Parameter lingkungan yang
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 164
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
12
BPPBIH
Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan
Cupang (Betta Sp.) dengan
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan di
Kampung Sukamanah, Desa
Cikampek Barat
13
BPPBIH
Aplikasi Teknologi Produksi Benih
Ikan Hias Botia di Jambi dan Belitung
Timur
Jambi dan Belitung Timur
14
BPPBIH
Aplikasi Teknologi Produk Benih
Ikan Rainbow
Kab. Bekasi
15
BPPBIH
Aplikasi Teknologi Budidaya
Tanaman Air Anubias Sp. Dengan
Teknik Hidroponik di Kabupaten
Bogor
Kab. Bogor
Kampung Sukamanah, Desa Cikampek
Barat
Pembentukan Calon Induk di BPPI
Sukamandi, Subang, Jawa Barat
1
BPPI
Penyediaan Calon Induk Unggul Ikan
Air Tawar
Distribusi Calon Induk :
1. Ikan Lele Mutiara di Provinsi Jawa
Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur,
DI Yogyakarta, Bali, Bangka-Belitung,
Sumater Barat, Sumatera Selatan,
Lampung, dan Papua;
2. Ikan Nila Srikandi di Provinsi Jawa
Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan,
dan Kalimantan Timur;
3. Ikan Mas Mustika di Provinsi Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Riau, dan Nusa Tenggara
Barat; dan
4. Udang Galah GI Macro II di Provinsi
Jawa Barat, Jawa Tengah DI Yogyakarta,
Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan
Timur.
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
TERAPAN
mempengaruhi warna adalah intensitas
cahaya, karang jenis Plerogyra sp dan
Physogyra sp lebih menyukai intensitas
cahaya yang rendah.
- Hasil perlakuan menunjukkan peningkatan
dibandingkan dengan kontrol, dari segi
pertumbuhan dan sintasan.
- Aplikasi teknologi optimalisasi padat tebar
dari 2 ekor/L menjadi 4 ekor/L dan
√
ketinggian air 20 cm dapat meningkatkan
produksi dan mampu menambah
pendapatan pembudidaya hingga 41% dan
efisiensi penggunaan lahan budidaya
• Aplikasi teknologi kawin suntik (induce breeding) sudah
menghasilkan larva botia sebanyak 6.000 larva
• Aplikasi teknologi sistem resirkulasi dapat mengadaptasikan
ikan dari alam menjadi calon induk sebanyak 72 ekor dan benih
dari alam ukuran rata-rata 1 inci sampai ukuran 2-2,5 inchi
meningkatkan SR dari 5% menjadi 61,7% dengan ketersediaan
benih 3.700 ekor.
• Aplikasi teknologi budidaya Rainbow Kurumoi sudah diadopsi
oleh pembudidaya ikan hias di Bekasi, pemijahan induk
sebanyak 200 ekor meningkatkan pendapatan pembudidaya
sebasar Rp. 7.770.694,- per bulan
• Aplikasi teknologi hidroponik untuk pengaturan lingkungan
media tanam menggunakan pasir malang, dosis pupuk 5 ml/L,
intensitas cahaya dibawah 20.000 lux dan pengaturan
kelembaban melakukan penyiraman tanaman setiap hari.
tanaman anubias dapat tumbuh baik dengan kriteria daun
tumbuh 2 helai per pohon per bulan dan jumlah rerata bunga
tumbuh 0,9 bunga per pohon
Telah didistribusikan Calon Induk Unggul Ikan Air Tawar
dengan rincian :
1. Ikan Lele sebanyak 773 paket di Provinsi Jawa Barat, Banten,
Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Bangka-Belitung,
Sumater Barat, Sumatera Selatan, Lampung, dan Papua;
2. Ikan Nila sebanyak 10.800 ekor di Provinsi Jawa Barat, Jawa
Tengah, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur;
3. Ikan Mas sebanyak 4.600 ekor di Provinsi Jawa Barat, Jawa
Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Nusa
Tenggara Barat; dan
4. Udang Galah sebanyak 29.800 ekor di Provinsi Jawa Barat,
Jawa Tengah DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, dan
Kalimantan Timur.
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 165
NO
2
SATKER
BPPI
JUDUL PENELITIAN
Paket Teknologi Ikan Mas Tahan KHV
di Kabupaten Cianjur Jawa Barat
LOKASI
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat) dan Kabupaten Cianjur (Jawa
Barat)
3
BPPI
Paket Teknologi Pematangan
Budidaya Ikan lele Mutiara di
Kabupaten Kediri
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat) dan Kabupaten Kediri (Jawa
Timur)
4
BPPI
Seleksi Ikan Patin Siam F3
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
5
BPPI
Pembentukan Patin Pasupati II
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
6
BPPI
Pembentukan Ikan Patin Hibrida
Triploid
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
7
BPPI
Pembentukan Populasi F1 Strain
Udang Galah Tumbuh Cepat
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
TERAPAN
Telah dilakukan pendampingan kegiatan paket teknologi Ikan
Mas Mustika di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, menggunakan
total induk Ikan Mas Mustika sebanyak 50 pasang ukuran bobot
0.8-3,8 kg. Jumlah benih hasil pendederan 1 ukuran 2-3 cm yang
berhasil didapat adalah 430.800 ekor dan pendederan 2 ukuran
4-10 g sebanyak 174.500 ekor. Serah terima induk Ikan Mas
Mustika pada petani pembudidaya telah dilaksanakan sebanyak
50 pasang ukuran 1,5-3,8 kg dan diserahkan secara simbolik
pada DInas perikanan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Telah dilakukan pendampingan Paket Teknologi Ikan Mas Tahan
KHV kepada masyarakat di 7 Kecamatan wilayah Kabupaten
Kediri. Kegiatan tersebut menunjukkan hasil yang optimal.
Proses pemijahan calon-calon induk ikan lele MUTIARA yang
dilakukan di BBI Pare dan sembilan kelompok pembenih mitra
selama periode bulan Juli sampai September menghasilkan lebih
dari 2.400.000 ekor benih dengan performa pertumbuhan, daya
tahan terhadap penyakit, daya adaptasi/toleransi lingkungan,
daya tahan stres, efisiensi pakan dan keseragaman ukuran yang
relatif lebih tinggi daripada benih-benih yang dihasilkan dari
induk-induk sebelumnya, sehingga menghasilkan keuntungan
usaha yang optimal.
Hasil-hasil tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan minat
para pelaku usaha pembenihan ikan lele di wilayah Kediri untuk
menggunakan induk ikan lele MUTIARA, sehingga Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri meminta BPPI
Sukamandi untuk membantu penyediaan calon induk ikan lele
MUTIARA dalam rangka pengembangan budidaya ikan lele
MUTIARA di wilayah Kediri sebagai daerah sentra penghasil
benih ikan lele terbesar di Indonesia.
Telah terbentuk Ikan Patin Siam F3 cohort 1
terseleksi. Saat ini calon induk terseleksi
telah berumur >19 bulan dan memiliki
√
bobot berkisar antara 2.200 – 2.500 g dan
sekitar 70% induk betina sudah dalam
kondisi matang gonad (TKG IV).
Telah terbentuk populasi Ikan Patin
Pasupati II dengan rataan panjang standar
√
26,6 cm; panjang total 33,6 cm; dan bobot
ikan 310,4 g.
Telah terbentuk benih Ikan Patin Hibrida
Triploid yang berumur 1 bulan dan telah
√
berukuran panjang standar berkisar antara
2,5 - 5,0 cm.
Telah terbentuk populasi F1 Udang Galah
tumbuh cepat dan matang kelamin yang
lambat dengan beberapa keunggulan :
Biomas panen lebih unggul (perbedaan
relatif 45,23%); Kelangsungan hidup lebih
√
unggul (perbedaan relatif 40,19%); Proporsi
udang belum bertelur lebih banyak pada
populasi seleksi (perbedaan relatif
178,45%); Fekunditas larva induk udang
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 166
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
8
BPPI
Pembentukan Populasi F2 Udang
Galah
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
9
BPPI
Pembentukan Poulasi F4 Ikan Nila
Biru Dalam Rangka Perbaikan
Pertumbuhan Ikan Nila Srikandi
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
10
BPPI
Pembentukan Populasi Dasar Sintetis
Ikan Nila Merah F0
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
11
BPPI
Pembentukan Populasi Dasar
(Komposit) Ikan Mas Tumbuh Cepat
(2 Produk Biologi)
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
12
BPPI
Pembentukan Populasi F1 Ikan Lele
Tumbuh Cepat dan Tahan Penyakit
13
BPPI
Pembentukan Populasi Calon Induk
Ikan Lele Transgenik
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
14
BPPI
Pembentukan Ikan Gurame Hibrida
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
15
BPPI
16
BPPI
Pembentukan Induk Pembentuk
Populasi F0 Ikan Gurame Tumbuh
Cepat
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
Pembentukan Populasi Calon Induk
Ikan Mas Transgenik F2 Heterozigot
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
BPPI Sukamandi, Kabupaten Subang (Jawa
Barat)
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
galah populasi terseleksi lebih tinggi
(perbedaan relatif 3,07%).
Telah terbentuk populasi F2 Udang Galah
terseleksi yang memiliki beberapa
keunggulan : Kelangsungan hidup rerata
benih seleksi pada fase pendederan 25%
lebih tinggi dibandingkan kontrol; Level
resistensi rerata Udang Galah (8-10 g)
seleksi terhadap infeksi Vibrio harveyii 46%
lebih tinggi dibandingkan kontrol;
Produktivitas Udang Galah seleksi pada fase
pembesaran relatif lebih tinggi
dibandingkan kontrol.
Telah diperoleh populasi Ikan Nila Biru F4
hasil pembesaran di tambak salinitas 15-20
ppt terdiri dari populasi seleksi dan kontrol.
Populasi Ikan Nila Biru seleksi mempunyai
bobot yang lebih tinggi dibanding populasi
kontrol (perbedaan relatif 17,72%).
Telah terbentuk calon Induk Ikan Nila
Merah hasil dialel crossing dari 5 strain Ikan
Nila Merah Unggul.
Telah terbentuk populasi sintetik
(composite) Ikan Mas. Kisaran panjang
standar 96,84 – 185,5 mm; panjang total
118,67 – 227,51 mm; dan bobot rerata
benih populasi sintetik 19,00 – 153,92 g.
Nilai FCR terendah 0,82 untuk pemeliharaan
di kolam tanah dan tertinggi sebesar 1,44
untuk pemeliharaan di bak beton. Nilai
Kelangsungan hidup rerata 90% hingga
awal masa penebaran.
Telah dihasilkan populasi benih Ikan Lele
tumbuh cepat dan tahan penyakit, dengan
ukuran berkisar 150-550 g.
Telah dihasilkan calon induk Ikan Lele hasil
persilangan induk Transgenik dan Nontransgenik dengan bobot berkisar 150-580
gram.
Telah dihasilkan 7 populasi persilangan
Ikan Gurami Hibrida prospektif yang
memiliki pertumbuhan cukup tinggi. Benih
Ikan Gurami hasil persilangan Strain
Majalengka x Kalimantan memiliki nilai SR
dan SGR lebih tinggi dibandingkan dengan
benih Ikan Gurami hasil persilangan lainnya.
Telah diperoleh calon induk pembentuk F0
berumur 8-30 bulan dengan bobot berkisar
600-2.000 gram.
Telah dihasilkan 4 populasi Ikan Mas
Transgenik F2 hasil pemijahan induk jantan
Ikan Mas Transgenik F1 dengan Ikan Mas
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 167
NO
SATKER
1
LPPT
3
LPPT
2
4
5
LPPT
LPPT
LPPT
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Betina Non-transgenik, dengan ukuran
panjang total rerata 19 cm, panjang standar
rerata 15 cm, dan bobot rerata 75 gram.
Struktur dan Karakteristik Perikanan Pukat Cincin (Purse Seine) di Samudera Hindia untuk Menunjang Pengelolaan Perikanan Laut
Lepas di Wilayah RFMO
Karakteristik Eko-Biologi Sumberdaya Ikan Pelagis di Sekitar Rumpon di WPP-573 (Samudera Hindia Selatan Jawa Hingga Nusa
Tenggara)
Karakteristik Biopopulasi Madidihang (Thunnus albacares) di WPP 572 dan 573 untuk Menunjang Pengelolaan Perikanan Laut
Lepas di Wilayah RFMO
Data Enumerasi Perikanan
√
Data Saintifik Perikanan
√
1
LPPBRL
Kajian Budidaya Rumput Laut
(Sargassum sp.) dengan Metode
Kantong di Perairan Teluk Tomini
2
LPPBRL
Penentuan Jarak Tanam Optimal
antar Rumpun Bibit pada Metode
Vertikultur Rumput Laut
Perairan Desa Baruta Doda Bahari,
Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten
Buton Tengah, Provinsi Sulawesi
Tenggara.
3
LPPBRL
Penentuan Pola Musim Tanam
Rumput Laut di Perairan Kabupaten
Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan
Perairan Desa Bodiie, Kecamatan
Mandalle, Kabupeten Pangkajene dan
Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan
4
LPPBRL
Penentuan Pola Musim Tanam
Rumput Laut di Perairan Sidupa
Kabupaten Bolaang Mongondow
Utara, Provinsi Sulawesi Utara
Desa Tuntung Timur, Kecamatan
Pinogaluman, Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi
Utara
5
LPPBRL
6
LPPBRL
Propagasi Vegetatif Bibit Rumput
Laut Gracilaria gigas ex vitro
7
LPPBRL
Pemeliharaan Indoor Bibit Rumput
Laut Kappaphycus alvarezii
Perakitan Strain dan Produksi Bibit
Unggul Rumput Laut Kappaphycus
alvarezii melalui Rekayasa Genetik
Perairan Teluk Tomini, Desa Tabulo
Selatatan, Kecamatan Mananggu,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Desa Tabulo Selatatan, Kecamatan
Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi
Gorontalo
Desa Tabulo Selatatan, Kecamatan
Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi
Gorontalo
Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale,
Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi
Selatan
Data Informasi IPTEK
Budidaya Rumput Laut
berupa Kajian Budidaya
Rumput Laut (Sargassum
sp.) dengan Metode Kantong
di Perairan Teluk Tomini
Data dan informasi jarak
tanam optimal antara
rumpun bibit pada metode
vertikultur rumput laut
untuk peningkatan produksi
rumput laut.
Data Informasi IPTEK
Budidaya Rumput Laut
berupa
Kalender Musim Tanam
Rumput Laut di Perairan
Kabupaten Pangkep,
Provinsi Sulawesi Selatan
Data Informasi IPTEK
Budidaya Rumput Laut
berupa
Kalender Musim Tanam
Rumput Laut di Perairan
Kabupaten
Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara, Provinsi
Sulawesi
Utara
TERAPAN
√
√
√
√
√
√
√
Bibit Rumput Laut Gracilaria gigas Hasil
Kultur Jaringan
√
Bibit Unggul Rumput Laut
√
Bibit Rumput Laut
Kappaphycus alvarezii
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 168
NO
SATKER
8
LPPBRL
9
LPPBRL
1
2
JUDUL PENELITIAN
Pengembangan Teknologi
Peremajaan Bibit Rumput Laut
Gracilaria verrucosa dengan Metode
Stek
Pengembangan Teknologi Kebun
Bibit Unggul Rumput Laut Gracilaria
verrucosa di Tambak
LOKASI
Desa Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten
Pamekasan, Provinsi Jawa Timur
Desa Temmalebba, Kecamatan Bara,
Kotamadya Polopo, Provinsi Sulawesi
Selatan
P3SDLP
Analisis Karakteristik Dimensi
Ekologi Untuk Menunjang
Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil
Terluar di Nunukan
Perairan Nunukan
P3SDLP
Perencanaan dan Daya Dukung
Wilayah Pesisir Berbasis Budidaya
Laut di Pulau Lombok, Nusa
Tenggara Barat
Sekotong, Lombok
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
Paket Teknologi IPTEK Budidaya Rumput Laut berupa
Teknologi Peremajaan Bibit Rumput Laut Gracilaria verrucossa
dengan Metode Stek
Komponen Inovasi Perikanan berupa Penyediaan
Kebun Bibit Unggul Gracilaria verrucosa di Tambak
Rekomendasi Perairan Nunukan sangat
sesuai untuk area budidaya rumput laut
khususnya untuk jenis Eucheuma sp.,
karena Distribusi nitrat dan logam berat
masih dalam batas yang bisa di-toleransi
oleh lingkungan; Kecepatan arus 20 – 40
meter/menit, bahkan sampai berkisar 50
cm/dt; Pada waktu surut yang masih
digenangi air sedalam 30 – 60 cm; pH antara
7,3 – 8,2; Suhu air laut berkisar antara 27 –
300C; Salinitas antara 30 – 37 permil, denga
salinitas optimum 33 permil; Sebaran
indeks vegetasi pada tahun 2016
menunjukkan data kepadatan vegetasi
mangrove yang sangat rendah.
Hasil dari analisis dari daya dukung
lingkungan di lokasi penelitian Sekotong,
Lombok masih memiliki kondisi perairan
yang baik untuk dikembangkan menjadi
daerah budidaya;
Aktivitas budidaya laut belum melampaui
kapasitasnya namun pemanfaatan sumber
daya yang ada belum optimal, sehingga
perlu adanya pengembangan aktivitas
budidaya laut dengan tetap memperhatikan
batasannya;
Diperlukan adanya kebijakan ataupun
guideline terkait pengembangan aktivitas
budidaya laut. terutama terkait batasanbatasan sejauh mana pengembangan
budidaya laut dapat dilakukan oleh
perusahaan maupun kelompok masyarakat.
Hal ini dimaksudkan agar pengembangan
budidaya laut tetap dapat terlaksana, namun
dapat diawasi dan dikontrol agar tidak
melebihi kapasitas yang ada;
Rencana pembangunan pelabuhan baru
perlu perencanaan yang lebih lanjut begitu
pula dengan pengembangan aktifitas
pariwisata mengingat pengaruhnya nanti
yang akan mengurangi daya dukung di
daerah tersebut. Pembangunan diusahakan
dapat dilakukan dengan tetap
mempertimbangkan keberlanjutan.
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 169
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
3
P3SDLP
Penyusunan Model Optimalisasi Tata
Kelola Kawasan Tambak Garam
Rakyat
Tambak garam di pantai utara Jawa
4
P3SDLP
Kajian Daya Dukung Sumberdaya
Laut dan Pesisir untuk Perencanaan
Kawasan Budidaya Laut di Perairan
Teluk Saleh (PP30-PT)
Perairan Teluk Saleh, Kab. Dompu
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Pemilik tambak dapat menerima dan mudah
memahami konsep penerapan desain layout
tambak meskipun terdapat beberapa
informasi yang menurut mereka baru
diketahui maupun beberapa aspek yang
sudah lama dikenal/diketahui namun tidak
dipahami maksud atau alasannya;
Proses produksi garam menggunakan model
yang telah dikaji optimasinya tersebut dapat
menghasilkan lebih dari 120 ton per hektar
per musim (3,5-4 bulan) dengan kualitas K1.
Sehingga pendapatan per musim dari 1
hektar tambak tidak kurang dari 72 juta jika
harga perkilo Rp 600,-.
Model ini dapat menghindarkan petambak
mem-fungsikan kolam kristalisasi sebagai
condenser sehingga kualitas garam
meningkat karena ikutan pengotor
(impurities) gypsum jauh berkurang.
Penerapan model ini akan diperkuat dengan
menghitung masukan (intake) debit ideal air
tua yang dikombinasi dengan laju evaporasi
air di setiap tahapan proses, sehingga
diharapkan dapat ditentukan pola
pengaturan debit air tua yang akan
membuat sistem bekerja dengan sendirinya.
Hasil analisis spasial terhadap kesesuaian
kawasan untuk budidaya laut di Perairan
Kab. Dompu berhasil ditentukan kawasan
yang sesuai untuk budidaya rumput laut
dengan luas sekitar 72.515 Ha atau 99,49 %
dan kawasan yang sesuai untuk KJA dengan
luas sekitar 72.831 Ha atau 99,93% dari luas
total wilayah kawasan pengembangan;
Hasil pengukuran kualitas air yang
dilakukan di lokasi penelitian, menunjukan
terdapat beberapa parameter yang masih
melebihi baku mutu untuk budidaya laut
seperti nilai fosfat dan nitrat. Kondisi
tersebut diduga akibat dari aktivitas
perekonomian oleh masyarakat sekitar yang
menghasilkan limbah ke perairan, yang
dibuktikan dengan nilai parameter tersebut
diatas baku mutu di stasiun penelitian yang
berlokasi dekat dengan muara sungai;
Kondisi ekosistem pesisir meliputi
mangrove, lamun dan terumbu karang
berada pada kondisi cukup baik dengan
indeks keseragaman mangrove bernilai 0.68
berarti keseragaman sedang dan ditemukan
dua spesies mangrove yaitu rhizophora
stylosa dan rhizophora apiculata. Indeks
keseragaman lamun bernilai 0.82 yang
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 170
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
5
P3SDLP
Analisis Potensi Ekosistem Pesisir
Teluk Bone
Pesisir Teluk bone
6
P3SDLP
Kajian Potensi Pencemaran Laut di
Perairan Pulau Bintan
Bintan
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
berarti keseragaman tinggi dan ekosistem
berada dalam kondisi stabil serta ditemukan
tiga spesies lamun yaitu enhalus acroides,
cymodocea rotundata, dan halodule ovalis.
Indeks keseragaman terumbu karang
sebesar 3.44 yang berarti keseragaman
tinggi dan kondisi ekosistem yang stabil
serta ditemukan enam lifeform yaitu coral
massive, coral submassiv, coral folios,
acropora branching, coral encrusting, dan
coral mushroom di lokasi penelitian;
Hasil pendugaan daya dukung budidaya KJA
dapat diketahui bahwa daya dukung
perairan untuk KJA dengan komoditas ikan
kerapu adalah sebesar 9,9 – 16,68 ton ikan.
Apabila 1 keramba diisi dengan 200 ekor
ikan maka keramba yang dapat dibangun
sebanyak 50 – 84 buah keramba; Hasil
pendugaan daya dukung budidaya Rumput
Laut untuk nilai produksi pada unsur N
relative tinggi 0.7 ton/th, dengan masa
panen selama 7 kali, dengan penggunaan
unit long line sebanyak 3 unit, melalui luas
ruang perairan 0.4 ha;Hasil kesimpulan ini
sebagai rekomendasi tahap awal dan acuan
dalam pertimbangan pengambilan
kebijakan pengelolaan kelautan dan
perikanan di Kabupaten Dompu dan perlu
untuk dilakukan penelitian lanjutan.
Laju Perubahan Luas tutupan mangrove
pada zona selatan pada periode tahun 1989
ke 2016, cukup signifikan yaitu mencapai
3.62 Ha/thn; Dari kondisi fisik, kerusakan
terumbu karang terjadi akibat tindakan DF
(bom dan bius ) dan sedimentasi; Laju
perubahan penutupan karang berkisar 2.91
Ha/Tahun; Melakukan manajemen limbah
dengan menekan masukan limbah
√
antropogenik ke perairan sebesar 10%.
Daya dukung perairan dapat dijadikan
acuan dalam pengambilan kebijakan
pngembangan budidaya rumput laut; Untuk
mengetahui fluktuasi optimum biocapacity
dengan skenario pengelolaan menekan
limbah 10% akan menghasilkan biocapacity
perairan yang paling tinggi;
Melakukan koordinasi dan diskusi dengan Sampel Tar Minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1
diindikasikan adalah berasal dari crude oil.
Sampel Tar Minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 menunjukkan kesamaan karakteristik dan
genetik asal batuan sumber.
Kromatogram GC memberikan indikasi bahwa material organik pembentuk minyak diendapkan di
lingkungan anoksik – suboksik.
Biomarker sterana m/z 217 dari GCMS menunjukkan bahwa kontribusi bahan organik yang
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 171
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
7
P3SDLP
Optimalisasi Kajian Teknologi Spray
Dryer untuk Pengeringan
Magnesium Hidroksida
Pamekasan
8
P3SDLP
Kajian Potensi Sumber Daya
Arkeologi Maritim di Perairan Pulau
Laut, Natuna (PP30-PT)
Pulau laut, Natuna
9
P3SDLP
Penyusunan Basisdata Laut dan
Pesisir di Tanimbar (PP30-PD)
Tanimbar
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
DASAR
TERAPAN
EKSPERIMENTAL
terkandung pada minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 berasal dari ganggang (algae) yang
diendapkan pada lingkungan lakustrin dengan kondisi anoksik.
Distribusi Biomarker triterpana m/z 191 dari GCMS menunjukkan tidak adanya kontribusi
tumbuhan darat dan dengan adanya kelimpahan Gamacerana mengindikasikan bahwa senyawa
asal pembentuk minyak Mapur-3, Mapur-4 dan Sebong-1 diendapkan di lingkungan lakustrin.
Paramater kematangan termal dari fraksi saturat menunjukkan bahwa minyak Mapur-3, Mapur-4
dan Sebong-1 mempunyai tingkat kematangan yang cukup tinggi.
Jika pemerintah Indonesia memang
berkomitmen dalam mewujudkan tujuan
penelitian ini, dimana Indonesia sanggup
memproduksi garam magnesium sendiri
dalam memenuhi kebutuhan farmasi dalam
negeri. Niscaya perekonomian Indonesia
akan meningkat terutama masyarakat
pesisir pantai khususnya para kelompok
petani tambak garam. Hal ini dikarenakan
memiliki 2 produk yang dapat dijual, yang
pertama adalah garam konsumsi (NaCl)
yang diperoleh melalui proses pengeringan
√
tradisional dan yang kedua adalah garam
magnesium [Mg(OH)2] dengan mengolah air
limbah pembuatan garam menggunakan
teknologi modern;
Melalui spray dryer proses pengeringan
garam magnesium akan lebih cepat dan
hasil produksi lebih banyak. Memang
teknologi spray dryer membutuhkan biaya
yang begitu besar, akan tetapi harga jual
garam magnesium yang begitu besar jika
dibandingkan dengan harga garam
konsumsi.
Terdapat 3 lokasi di Kawasan Perairan
Pulau Laut, Natuna yang merupakan
wilayah terdepan NKRI berpotensi untuk
dikembangkan menjadi kawasan
pemanfaatan sumberdaya arkeologi maritim
berkelanjutan yang dipadu dengan
keindahan ekosistem bawah lautnya dalam
kerangka konsep Taman Bawah Laut EkoArkeologi (Marine Eco-Archaeological Park).
Lokasi tersebut adalah Kawasan Perairan
√
Karang Panjang ( 20 ), Karang Kie (16) dan
Kawasan Perairan Pulau Sekatung (15),
sementara itu satu lokasi yaitu lokasi kapal
kayu masih belum dapat di analisis
dikarenakan tidak cukupnya data
pendukung
Konsep ini diusulkan dapat berjalan selaras
dengan rencana pengembangan wilayah
Natuna oleh KKP dan Presiden RI.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70
peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang)
√
yang siap digunakan oleh para pengguna
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 172
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
10
P3SDLP
Penyusunan Basisdata Laut dan
Pesisir di Biak (PP30-PD)
Biak
11
P3SDLP
Penyusunan Basisdata Laut dan
Pesisir di Pulau Rote (PP30-PD)
Rote
12
P3SDLP
Kajian Interaksi Laut Atmosfer Terhadap Karakteristik Hidrodinamika Perairan
Selatan Jawa Untuk Sistem Informasi di Sentra Nelayan (PP30-PT)
13
P3SDLP
Kajian Dampak Pegembangan NCICD
pada Desain Hijau Tanggul Laut
Jakarta
Teluk jakarta
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan
grafik adalah suhu, salinitas, arus laut,
oksigen terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat,
silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks
kondisi terumbu karang, dan
keanekaragaman hayati.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70
peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang)
yang siap digunakan oleh para pengguna
terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan
grafik adalah suhu, salinitas, arus laut,
oksigen terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat,
silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks
kondisi terumbu karang, dan
keanekaragaman hayati.
Hasil dari kegiatan ini adalah dataset (70
peta, 8 grafik validasi dan 8 grafik batang)
yang siap digunakan oleh para pengguna
terkait dengan data dasar (baseline)
oseanografi serta ekosistem laut dan pesisir.
Parameter dari dataset pembuatan peta dan
grafik adalah suhu, salinitas, arus laut,
oksigen terlarut, diatom, pH, fosfat, nitrat,
silikat, batimetri, kerentanan pesisir, indeks
kondisi terumbu karang, dan
keanekaragaman hayati.
Suhu permukaan laut di perairan selatan
jawa pada kurun waktu Agustus – Oktober
2016 cenderung mengalami kenaikan;
Suhu permukaan laut tidak berbeda jauh
dengan suhu udara bulanan yang tercatat
pada kurun waktu yang sama;
Kecepatan pergerakan arus pada kurun
waktu Agustus – Oktober mengalami
penurunan dengan arah arus dari Tenggara
menuju Barat Laut.
Keberadaan hutan mangrove
(topografi/batimetri dan tegakan pohon)
mereduksi secara signifikan energi
gelombang datang (lebih dari 50%)
mengurangi ongkos konstruksi tanggul
beton di belakangnya;
Keberadaan pulau reklamasi akan
mengubah karakteristik perairan hutan
mangrove Angke;
Kondisi lingkungan perairan di sekitar
hutan mangrove harus diperbaiki untuk
menjamin keberlangsungan konsep “tanggul
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 173
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
14
P3SDLP
Kajian Karbon Biru Ekosistem Pesisir
Pada Kawasan Konservasi dan
Rehabilitasi
Kab. Berau, Karimunjawa, pati, Indramayu
15
P3SDLP
Riset Geodinamika dan Lingkungan
Perairan Pesisir dan Laut
Karimunjawa
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
hijau”
Rekomendasi Pokja Reklamasi Teluk
Jakarta;
Kerjasama penelitian terjalin Judul:
Investigasi pengurangan dampak kerusakan
pantai dengan hutan bakau melalui
pemodelan numerik, Mitra: Telkom
University Bandung (hingga 2018).
Lokasi Penelitian Kab.Berau, Karimunjawa,
Pati dan Indramayu
Terdapat perbedaan simpanan karbon pada
kawasan konservasi dan rehabilitasi.
Simpanan terbanyak terdapat pada sedimen
kemudian biomass atas dan terkahir
biomass bawah.
Kualitas perairan secara umum masih baik
untuk menunjang kehidupan vegetasi
pesisir, namun demikian di beberapa lokasi
perlu mendapat perhatian lebih.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
dasar pertimbangan dalam mekanisme
pembangunan bersih (Clean Development
Mechanism) untuk mengantisipasi
perubahan iklim global; sebagai bahan
untuk penyusunan kebijakan pengelolaan
wilayah pesisir dan perubahan iklim serta
penyelenggaraan konservasi di wilayah
pesisir.
Kualitas Perairan Karimunjawa masih dalam
kondisi yang baik.
Pengelolaan sampah di karimunjawa masih
belum terpadu, sehingga dikhawatirkan
sampah akan mencemari lingkungan dengan
cepat.Air tanah sudah mengalami
penurunan kualitas, sehingga tidak dapat
langsung digunakan sebagai air minum.
- Rawa-rawa diduga sebagai penyebab
intrusi air laut menjadi semakin parah.
- Diperlukan percepatan pembangunan
embung dan tempat pembuangan akhir
sampah untuk menjaga kualitas lingkungan
terutama air tanah.
- Diperlukan pembuatan sumur resapan dan
septic tank di setiap rumah untuk menjaga
kualitas air tanah.
- Pada tahun 2016 telah dilakukan
pemantauan kinerja dan pengolahan data
sensor pengukur kualitas air yang terpasang
di 5 pelabuhan perikanan, yaitu Bitung,
Kendari, Pare-pare, Lamongan dan Bintan.
Hasil pemantauan menunjukkan sensor di
Kendari mengalami kendala teknis, yaitu
surut yang terlalu rendah, sehingga harus
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 174
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
16
P3SDLP
Studi Pembaharuan Titik Situs Kapal
Karam Bersejarah di Kawasan
Perairan Bangka-Belitung
Bangka Belitung
17
P3SDLP
Kajian Hidrodinamika Perairan
Indonesia dan Dampaknya Terhadap
Ekosistem Laut
Selat Makasar dan Lombok
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
dilakukan pemindahan lokasi yang sesuai
syarat teknis. Sensor di Bintan mengalami
kendala pencemaran lokal dikarenakan
adanya perubahan peruntukan lahan di
dekat sensor terpasang sehingga juga
dilakukan pemindahan lokasi. Pemindahan
lokasi sensor kualitas air yang terpasang di
lokasi Kendari dan Bintan telah dilakukan
dengan tetap berfokus pada tujuan awal,
yaitu pemantauan kesehatan perairan;
- Hasil pengolahan data yang telah terekam
sejak Desember 2015 menunjukkan variasi
yang cukup dinamis pada skala harian,
mingguan maupun bulanan. Pada skala
bulanan secara umum untuk semua lokasi
menunjukkan parameter pH dan suhu yang
naik, dan elevasi permukaan air, oksigen
terlarut dan salinitas yang turun. Namun
demikian penilaian akhir apakah hal ini
disebabkan karena suatu fenomena
lingkungan/ iklim ataukah adanya sebab
teknis dari sensor terpasang masih perlu
pendalaman lebih lanjut.
65 titik terindikasi keberadaan situs kapal
karam bersejarah 7 titik telah diverifikasi
dengan penyelaman;
3 sampel artefak pada Situs Berlian –Beltim
diidentifikasi dari masa Dinasti Sung ( 960 –
1279 M - Ming ( 1368 – 1424 M);
Situs kapal karam di Perairan Bangka
Belitung sebagian besar terkubur pada
kedalaman 25 – 40 m;
Situs-situs berasal dari masa Sriwijaya awal
yang semasa dengan masa Dinasti Tang
(Cina Kuno awal abad 7) hingga masa
Kolonial dan Perang Dunia II;
Pelestarian in situ merupakan pilihan utama
untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya
maritim yang tersimpan pada situs, namun
ekskavasi merupakan pilihan terakhir jika
situs terancam oleh faktor alam dan
perusakan dari kegiatan illegal ekskavasi
dan treasure hunter.
Selama ekspedisi oseanografi, beberapa
fenomena penting di sepanjang Selat
Makassar hingga ke Lombok dapat terlihat
dengan jelas dari hasil CTD-casting, antara
lain kedalaman dimana salinitas dan
konsentrasi klorofil-a maksimum,
transformasi karakteristik massa air
pascamelewati Labani Channel, dan
karakteristik massa air NPSW dan NPIW di
Selat Makassar.
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 175
NO
18
SATKER
P3SDLP
JUDUL PENELITIAN
Analisis Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan di WPP 712, 715 (PP30PT)
LOKASI
WPP 712, 715
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Data temperatur dan salinitas terhadap
kedalaman dan waktu di sub-surface
mooring M1 di ujung utara Selat Makassar
dan L1 di Selat Lombok dapat menunjukkan
dengan jelas keberadaan gelombang
internal dan upwelling/downwelling di
Selat Makassar dan Lombok.
Hasil pengumpulan dan pengolahan data
yang dikombinasikan dengan pemodelan
numerik oseanografi dirasa sudah
mencukupi untuk dapat membuat analisis
terkait kondisi hidrodinamika di Selat
Makassar dan dampaknya pada ekosistem
laut.
Recovery subsurface mooring di Labani
Channel harus diagendakan di 2017 untuk
melengkapi data hidro-oseanografi di Selat
Makassar.
Telah disusun Laporan Ekspedisi
Oseanografi Indonesia Bagian Timur Leg keAdanya data informasi mengenai
pergerakan/migrasi/musim ikan di wilayah
perarian
Indonesia, sehingga kapal pengawas hanya
mengawasi daerah tersebut.
2. Saat ini KKP hanya mempunya radar
INDESO untuk mendeteksi obyek di laut,
sedangkan untuk mengetahui dan
memantau kapal ikan asing yang masuk ke
Indonesia, maka dibutuhan radar pantai
yang mempunyai jangkauan di atas 200 NM
(Over the Horizon coastal radar) untuk
meningkatkan kemampuan pemberantasan
illegal fishing di Indonesia.
3. Untuk meningkatkan pengawasan dari
Illegal fishing menuju unreported and
unregulated fishing, maka memerlukan
adanya data dan informasi yang lengkap
dari
logbook/borang di kapal penangkap ikan
yang telah terpasang transmitter VMS. Hal
ini diperlukan untuk pengawasan dari hasil
penangkapan apakah sesuai dengan
lokasi penangkapan.
4. Pencatatan hasil penangkapan ikan mulai
dari kualitas timbangan dan digital record
harus segera dibangunn di tiap-tiap
Pelabuhan, terutama Pelabuhan khusus
ekspor
perikanan sehingga dapat mningkatkan
pajak pendapatan di bidang perikanan.
5. Penguatan sistem operasional baik di
PSDKP-DJPT-BalitbangKP harus tetap
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 176
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
19
P3SDLP
Kajian Perubahan Monsun di
Perairan Indonesia (MOMSEI) (PP30PT)
20
P3SDLP
Kajian Karakteristik Sumber Daya Dasar Laut Dalam di Perairan Barat Sumatera
(WPP NRI 572)
21
P3SDLP
Paket Teknologi Pemurni Garam
Sebagai Model Industri Garam Rakyat
22
P3SDLP
Kajian Teknologi Untuk Optimalisasi Produksi Magnesium Hidroksida dari Limbah
Cair Industri Garam (bittern)
Selat Sunda, laut Jawa
Surabaya
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
dilakukan melalui operasi bersama baik
secara real-time maupun near-real time.
Besaran arus di selat Karimata dipengaruhi
oleh Laut Tiongkok Selatan yang
dipengaruhi oleh angin monsun
Kontribusi selat Sunda ke laut Jawa
Besaran arus di samudera Hindia selatan
Jawa mengikuti perioda musim (intraseasonal), yang puncaknya terjadi dua kali
pada bulan Feb-Mar dan Juli-Agustus
Direvisi menjadi kegiatan kajian berbasis
pengolahan data dan analisis sampel hasil
BENTHIC Cruise 2014 yang belum semua
berhasil diselesaikan;
Luarannya adalah analisis terhadap contoh
inti sedimen dasar laut dalam dan air laut
Perairan Barat Sumatera terkait fenomena
perubahan iklim (paleoklimat); data dan
informasi untuk karakteristik sumberdaya
dasar laut dalam sebagai basis data Peta
WPP NRI 572;
Sampel inti sedimen dapat menjadi proxy
bagi pengungkapan fenomena iklim
kelautan dan perubahan lingkungan global
menuju pendekatan paleklimat. Namun,
dukungan kontinuitas kegiatan dari
berbagai instansi yang terlibat di dalamnya
(P3SDLP-KKP, P3GL-KESDM, dan P2G-LIPI)
sangat diharapkan, mengingat masih banyak
sampel inti sedimen yang belum dianalisis
lebih lanjut.
Telah terinstalnya mesin pembuat garam
grosok kerjasama dengan Universitas Hang
Tuah Surabaya; Mengaplikasikan teknologi
adaptif lokasi teknologi pemurnian garam
secara mekanis.
1. Menaikkan kualitas dari KW 3 menjadi
KW 1
2. Menaikkan Nilai Jual garam konsumsi dari
500 rupiah sampai dengan 2500 rupiah
3. Menambah Pendapatan Petambak Garam
dengan produk MGOH atau garam
magnesium yang memiliki nilai jual
20000/kg yang memanfaatkan limbah
garam /Bittern/Air Tua
4. Mengurangi Biaya Produksi Pengolahan
Garam Konsumsi dengan beralihnya sumber
energi solar menjadi listrik
Produk yang dikeringkan adalah magnesium
hidroksida murni [Mg(OH)2] tanpa ada
kandungan NaCl. Karena magnesium
hidroksida [Mg(OH)2] memiliki banyak
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 177
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
23
P3SDLP
Rekayasa Kamera Pemantau Perairan
Berbasis Aplikasi Android
Pulau Pramuka
24
P3SDLP
Rekayasa Teknologi restorasi untuk
wilaya laut dan pesisir
Tabanan
1
BPOL
Laut Banda dan Teluk Tolo - WPP NRI 714
2
BPOL
Validasi Daerah Potensial
Penangkapan Ikan
3
BPOL
Operasional Oseanografi untuk
Prediksi Dinamika Laut
Validasi Aplikasi INDESO
4
BPOL
INDESO Joint Expedition Program
5
BPOL
Kajian Dinamika Laut untuk
Laut Banda - WPP NRI 714
Laut Natuna - WPP NRI 711;
Laut Sulawesi - 716;
Laut Arafuru - WPP NRI 718
WPP NRI 714;
WPP NRI 715;
WPP NRI 716
Pulau Lirang Kab. Maluku Barat Daya
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
kegunaan dan manfaat terutama bagi
kesehatan. Tingkat kemurnian Mg(OH)2
yang dihasilkan antara 85 sampai 100%;
Alur proses produksi padatan magnesium
telah terkonfirmasi (Proses kristalisasi,
Proses filtrasi dan Proses pengeringan).
Dapat memantau korelasi jenis ikan dan
jenis terumbu karang dan memantau
efektifitas Kawasan Konservasi Perairan
terhadap Terumbu Karang. Desain dan
rancang bangun selesai:
o Uji Teknologi di Pulau Pramuka 2016.
o Daya listrik menggunakan solar-cell.
o 24 jam/1minggu waktu operasional.
Aplikasi echo-hibrid untuk daerah Tabanan
cukup berhasil, dengan tingkat kerusakan
sekitar 10% akibat terkena gelombang
badai, dan untuk daerah Wonokerto
implementasi teknologi eco hibrid berhasil
dengan tingkat pertumbuhan akar sesuai
prediksi yaitu dalam waktu 3 bulan,
pertambahan panjang akar sekitar 1 meter.
Kuat geser tanah meningkat karena adanya
akar vetiver, sehingga teknologi eco hybrid
dapat menahan erosi karena mampu
meningkatkan ikatan tanah pantai. Terjadi
peningkatan besaran sudut geser tanah
antara tanah sebelum ada eco hibrid
(vetiver) dan setelah adanya eco hibrid
(vetiver).
Data dan informasi mengenai keakuratan
data PPDPI dengan menggunakan metode
experimental fishing di WPP NRI 714
Data dan informasi hasil analisis prediksi
variabel fisik, kimia dan dinamika populasi
di laut
Data dan informasi tingkat validasi citra SAR
untuk deteksi kapal dan pola sebaran
tumpahan minyak; tingkat korelasi secara
otomatisasi data echo SAR dengan data
transmitter VMS dan AIS dalam identifikasi
kapal legal dan illegal; analisis penelusuran
polluter tumpahan minyak yang terdeteksi
melalui citra SAR dan data transmitter AIS.
Data dan informasi kondisi fisik, biokimia
dan distribusi potensi perikanan hasil
prediksi dalam bentuk operasional
oseanografi yang telah terverifikasi; data
dan informasi citra radar terhadap deteksi
benda laut (kapal, rumpon dan off shore)
Data dan informasi kondisi oseanografi
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
√
√
Merupakan riset
aplikatif
Merupakan riset
aplikatif
Merupakan riset
aplikatif
Merupakan riset
aplikatif
Merupakan riset
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 178
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
Mendukung Pemetaan Potensi
Sumberdaya Kelautan
6
BPOL
Analisis Sebaran Kapal Ikan di Zona
Penangkapan Ikan
WPP NRI 711
Kab. Dumai, Riau;
Taman Nasional Bunakem, Sulawesi
Utara;
Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi
Selatan;
Nusa Lembongan, Kab. Klungkung, Bali
7
BPOL
Adaptasi Ekosistem Pesisir Terhadap
Perubahan Lingkungan
8
BPOL
Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan
di Wilayah Pesisir
Perairan Taman Nasional Wakatobi (WPP
NRI 715) dan Selat Madura (WPP NRI
712)
1
LPSDKP
Kajian Fenomena Bono dan
Pemanfaatan Pasir Bono Terhadap
Potensi Abrasi di Kampar, Riau
sungai Kampar Riau
2
LPSDKP
Kajian Kerentanan Pesisir di Pantai
Timur Pangandaran
Kabupaten Pangandaran Jawa Barat
3
LPSDKP
Analisis Karakteristik HidroOseanografi dan Dinamika Pesisir di
Kecamatan Sayung, Demak
Kecamatan Sayung Demak
4
LPSDKP
Kajian Dinamika Pesisir di Pantai
Utara Jawa untuk Mitigasi Bencana
Abrasi di Kec.Brebes
Kecamatan brebes jawa tengah
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
perairan dan eskosistem pesisir, serta
pemetaan sumber daya kelautan di Pulau
Lirang Kab. Maluku Barat Daya
Data dan informasi mengenai sebaran
daerah potensi penangkapan ikan di WPP
NRI-711 dengan pendekatan teknologi
penginderaan jauh menggunkaan data
tahun 2012-2014; Validasi daerah potensi
penangkapan ikan dengan menggunakan
informasi sebaran kapal yang dihasilkan
oleh deteksi satelit radar dan validasi
ukuran kapal dengan menggunakan alat GPS
tracker; Deteksi kapal ilegal dengan
menggunakan informasi dari VMS ataupun
AIS serta penghitungan kerugian ekomoni
akibat dari adanya kapal ilegal
Data dan informasi kemampuan mangrove
dalam beradaptasi terhadap kenaikan muka
laut di Kabupaten Dumai,Riau; Data dan
informasi terkait dengan pengaruh logam
berat terhadap pertumbuhan karang di
Taman Nasional Bunaken dan Taman
Nasional Taka Bonerate
Data dan informasi suhu permukaan laut
dan konsentrasi klorofil-a
Data dan informasi Fenomena Bono dan
Pemanfaatan Pasir Bono Terhadap Potensi
Abrasi di Kampar, Riau, yang meliputi
Perubahan morfologi dasar perairan sungai
kampar, wilayah yang terabrasi dan
terakresi, Alur Sungai Kampar terus
mengalami perubahan, Laporan akhir
penelitian dan KTI
Data dan informasi Kerentanan Pesisir di
Pantai Timur Pangandaran yang meliputi
data kerentanan pantai timur pangandaran,
data sumberdaya air tawar, laporan akhir
penelitian dan KTI
Data dan informasi Karakteristik HidroOseanografi dan Dinamika Pesisir di
Kecamatan Sayung, Demak yang meliputi
pemetaan kerentanan daerah pesisir
Kec.Sayung, Demak, Data dan informasi
sebagai bahan mitigasi pesisir Kec.Sayung,
Demak, laporan akhir penelitian dan KTI
Data dan informasi Dinamika Pesisir di
Pantai Utara Jawa untuk Mitigasi Bencana
Abrasi di Kec.Brebes yang meliputi Data dan
informasi wilayah pantai yang mengalami
abrasi dan akresi, Data dan informasi
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
aplikatif
Merupakan riset
aplikatif
√
√
√
Merupakan riset
aplikatif
Merupakan riset
aplikatif
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 179
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
5
LPSDKP
Identifikasi Potensi Sumber Daya
Pesisir dan Kerentanannya di Pulau
Pagai Utara Sumatra Barat
pagai utara
6
LPSDKP
Kajian Keluaran Air Tanah Lepas
Pantai dan Pengaruhnya Terhadap
Kondisi Ekosistem Pesisir di Lombok
Utara dan Sekitarnya
Pantai Krakas, Kecamatan Gangga, Kab.
Lombok Utara
7
LPSDKP
Kajian Sumber Daya Ekologi Maritim
Sebagai Potensi Kawasan Konservasi
Maritim Perairan Ambon
Teluk Ambon
8
LPSDKP
Kajian Dampak Reklamasi Teluk
Benoa Terhadap Ekosistem Laut dan
Pesisir
Benoa provinsi Bali
1
LPTK
UJI OPERASIONAL DAN KINERJA
KONVERTER KIT SISTEM HYBRID
DAN ALAT PEMANTAUAN
BUDIDAYA LAUT
Wakatobi
2
3
LPTK
LPTK
PEREKAYASAAN FILTER BLASTER
PENDINGIN MESIN KAPAL NELAYAN
DI DAERAH KONSERVASI
Wakatobi
RANCANG BANGUN METODE
RESTORASI BAMBU LAUT DI PULAU
– PULAU KECIL
Wakatobi
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
parameter hidro-oseanografi, Data dan
informasi kesesuaian kawasan untuk
pengembangan sabuk hijau dalam upaya
mitigasi bencana abrasi di pesisir
kecamatan Brebes, laporan akhir penelitian
dan KTI
Data dan informasi otensi Sumber Daya
Pesisir dan Kerentanannya di Pulau Pagai
Utara Sumatra Barat yakni data mengenai
potensi Sumberdaya, data mengenai
kerentanan pesisir, laporan akhir kegiatan
dan KTI
Data dan informasi Keluaran Air Tanah
Lepas Pantai dan Pengaruhnya Terhadap
Kondisi Ekosistem Pesisir di Lombok Utara
dan Sekitarnya yang meliputi, Karakteristik
fisik KALP, Fluks Komponen Darat ke Laut
yang berasal dari KALP, Kondisi Ekosistem
Pesisir, laporan akhir penelitian dan KTI
Data dan informasi Sumber Daya Ekologi
Maritim Sebagai Potensi Kawasan
Konservasi Maritim Perairan Ambon
mengenai sumberdaya arkeologi maritim
situs kapal kargo SS Duke of Sparta sebagai
potensi kawasan konservasi maritim (KKM)
di Perairan Ambon, laporan akhir penelitia
dan KTI
Data dan informasi Dampak Reklamasi
Teluk Benoa Terhadap Ekosistem Laut dan
Pesisir yang meliputi Data potensi sumber
daya (ekosistem) laut dan pesisir, serta
karakteristik fisik di sekitar Teluk Benoa,
Data dan informasi bahan mitigasi, laporan
akhir penelitian dan KTI
Memperbaiki dan menyempurnakan
Konverter Kit Sistem Hibrid berbahan bakar
Solar-Gas (KONSISH) dan Alat Pemantau
Budidaya Laut (APEMBULAT)
Membuat prototipe FILTER BLASTER
PENDINGIN MESIN KAPAL NELAYAN sesuai
dengan sistem kerja mesin diesel bakar,
sehingga dapat diaplikasikan pada kapal
nelayan yang bermesin diesel
Menghasilkan teknologi yang digunakan
untuk media tanam model terbaru yang
teruji kekuatan bahan dan kestabilan
struktur yang mampu mempercepat
perbaikan ekosistem akibat pemanfaatan
yang tidak memperhatikan kelestarian
lingkungan, dan pemanfaatan alam yang
tidak sustainable
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 180
NO
4
5
6
SATKER
LPTK
LPTK
LPTK
JUDUL PENELITIAN
PEREKAYASAN SISTEM AQUARIAL
KONSERVASI KARANG (MARC)
LOKASI
Wakatobi
Operasional Sistem Radar dan AIS
Data dan Informasi Hasil Pemantauan MPA
1
P3DSPBKP
Karakterisasi sifat fungsional ikan di
perairan umum Kabupaten Merauke
Papua (Kab. Merauke), Jawa Barat
(Kabupaten Bogor), Jawa Tengah
(Semarang), D.I Yogyakarta (Yogyakarta)
2
P3DSPBKP
Karakterisasi Bakteriological Grade
Agar dari Beberapa Jenis Rumput
Laut Merah di Indonesia
Yogyakarta (DIY), Garut (Jawa Barat),
Palopo (Sulawesi Selatan), Karawang dan
Bogor (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah)
3
P3DSPBKP
Eksploitasi Potensi Genetika
Mikrobioma Biota Laut sebagai
Penghasil Bahan Aktif
Buton, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan
Seribu,
4
P3DSPBKP
Isolasi Pigmen Fikoeritrin dari
Mikroalga Rhodomonas sp
Bogor dan Bandung (Jawa Barat), Padang
Cermin (Lampung), Kota Yogyakarta (DI
Yogyakarta), Malang (Jawa Timur).
5
P3DSPBKP
Mikroenkapsulasi Minyak Ikan
sebagai bahan pengayaan Asam
Lemak Essensial pada Produk Pangan
6
P3DSPBKP
7
P3DSPBKP
Optimasi Produksi Enzim Alginat
Lyase dan Oligosakarida Alginat
(AOS) Dari Rumput Laut Coklat
Sargassum Sp.
Penelitian Pembuatan Pupuk Bio
Padat dan Cair dari Rumput Laut
Kota Bogor, Kab. Karawang (Jawa Barat),
Kota Serpong (Banten), Semarang (Jawa
Tengah), Kab. Sleman (Yogyakarta),
Banyuwangi (Jawa Timur), Kab. Kampar
(Riau), Kab. Jembrana (Bali) dan Jakarta
(P3DSPBKP)
Banten (Kab. Lebak, Kab. Tangerang
Selatan); D.I Yogyakarta (Kab. Gunung
Kidul); Lampung (Kab. Lampung Selatan);
Jawa Barat (Kota Bogor, Kab Bogor,
Pameungpeuk)
Kota Bogor, Kab. Garut, Kab. Lebak, Kab.
Serang, Kota Sleman
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Menerapkan teknologi sistem aquarial
untuk studi penumbuhan dan pengamatan
perkembangan biota karang untuk
mendukung konservasi
Data dan informasi
mengenai karakteristik sifat
fungsional yang terdapat
pada ikan di perairan umum
Kab.Merauke dan
mengetahui potensinya
tersebut sebagai sumber
pangan tinggi protein
Data dan informasi
mengenai kandungan dan
mutu bacteriological grade
agar dari beberapa jenis
rumput laut merah
penghasil agar
Data dan informasi potensi
genetika mikrobioma pada
bakteri potensial
Entotheonella dan gen-gen
yang terlibat dalam
biosintesis senyawasenyawa golongan
poliketida yang diperoleh
dari kawasan konservasi
perairan laut Indonesia.
Data dan informasi
mengenai metode isolasi
pigmen fikoeritrin dari
mikroalga Rhodomonas sp.
yang dapat digunakan
sebagai pewarna alami
alternatif untuk produk
pangan dan kosmetika.
TERAPAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
Inovasi teknologi berupa teknik
mikroenkapsulasi minyak ikan dan
pengayaan asam lemak essensial dari
minyak ikan terenkapsulasi pada produk
pangan
Inovasi teknologi optimasi produksi enzim
Alginat Lyase dan Oligosakarida Alginat
(AOS) dari rumput laut coklat Sargassum Sp
Inovasi teknologi pembuatan pupuk bio
padat dan cair dari rumput laut
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 181
NO
SATKER
8
P3DSPBKP
10
P3DSPBKP
9
11
P3DSPBKP
P3DSPBKP
JUDUL PENELITIAN
LOKASI
Penelitian Teknologi Proses
Pengolahan Tuna Loin
Maluku (Kota Ambon, Maluku Tengah),
DKI Jakarta, DI Yogyakarta
Aplikasi Nanopartikel Kitosan
sebagai Blood Clot dan obat kumur
Penelitian Pengolahan Rumput Laut
Hijau Caulerpa Menjadi Produk
Pangan
Formulasi Karaginan Menjadi
Hydrogel Sebagai Bahan Untuk
Pembalut Luka Dan Produksi Skin
Lotion
Jawa Barat (Cirebon, Bandung, Cilamaya
Karawang, Bogor).
Aplikasi Pupuk dari Limbah Budidaya
Udang Superintensif
12
P3DSPBKP
13
P3DSPBKP
14
P3DSPBKP
15
P3DSPBKP
16
P3DSPBKP
17
P3DSPBKP
18
P3DSPBKP
19
P3DSPBKP
20
P3DSPBKP
Penelitian Teknologi Produksi
Hidrolisat Protein dan Peptida Aktif
dari Ikan secara Biologi
21
P3DSPBKP
Penelitian Biokonversi Limbah
Pengolahan Agar Menjadi Asam
Organik Dan Bioetanol
Preparasi Sediaan Probiotik Asal
BPPBAP Maros dan Uji Lapang
Formulasi Bahan Pengawet untuk
Ikan Pindang
Teknologi Produksi Bahan Baku
Produk Kesehatan dan Kosmetik dari
Teripang
Paket Teknologi Kit Uji Cepat Residu
Pestisida
Penelitian pemanfaatan rumput laut
coklat dan hijau sebagai bahan
pembuatan nanopartikel Seng
Oksidan (ZnO)
Penyusunan Teknologi Pembuatan
Gelatin dan Hidrolisatnya sebagai
Bahan Tambahan Pangan
Teknologi Produksi Pigmen
Sifonasantin dari Rumput Laut Hijau
Jawa Barat (Bogor, Bandung), Sulawesi
Selatan (Makasar, Maros), Yogyakarta
Banten (Lampung dan Binuangeun), DKI
Jakarta
Jawa Barat (Bandung, Bogor), DIY
(Jogjakarta), Bali (Nusa Penidai), DKI
Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan)
DKI Jakarta (Jakarta Pusat), Sulawesi
Selatan (Maros), Jawa Barat (Bogor), DI
Yogyakarta (Yogyakarta), Jawa Timur
(Malang).
Jawa Barat (Pelabuhan Ratu, Bogor,
Bandung, Cianjur, Subang, Karawang), DI
Yogyakarta, Jawa Tengah (Tegal,
Pekalongan).
Kab.Pesawaran Lampung, Perairan
Halmahera Maluku Utara, Perairan
Gorontalo, Bogor Jawa Barat, Jakarta
Jawa Barat (Bogor, Bandung), DIY
(Yogyakarta), Jawa Tengah (Tegal,
Semarang), Jawa Timur (Surabaya), DKI
Jakarta (Jakarta Pusat)
Banten (Kab. Lebak, Serang, Kota
Serpong), Sulawesi Tenggara (Kab.
Wakatobi), Jawa Barat (Kota Bogor, Kota
Depok (Jawa Barat), DI Yogyakarta (Kab.
Sleman), Kab. Malang (Jawa Timur), DKI
Jakarta
Yogjakarta, Jawa Barat (Bandung), Jawa
Tengah (Semarang), Jawa Timur
(Surabaya), DKI Jakarta (Kota Jakarta)
DKI Jakarta, Lampung, Ternate dan
Kupang
Jogjakarta, Subang, Bogor, Tegal, Cirebon,
Kuningan, Blitar, Bali, Solo
Jawa Barat (Pameungpeuk), Jawa Timur
(Surabaya,Malang), DKI Jakarta,
Jogjakarta, Banten, Jawa Barat (Bogor,
Bandung)
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
Inovasi teknologi dan Standarisasi proses
pengolahan tuna loin
Inovasi teknologi pengolahan limbah
budidaya udang super intensif dan
pemanfaatan padatan untuk pupuk
Inovasi teknologi aplikasi nanokitosan
sebagai obat kumur dan blood clot
Inovasi teknologi pengolahan saus rumput
laut hijau Caulerpa racemosa
Inovasi teknologi formulasi dan produksi
iota dan kappa karagenan untuk produksi
hydrogel sebagai bahan pembalut luka dan
skin lotion skala UKM
Inovasi teknologi sediaan probiotik dalam
bentuk serbuk dan tablet effervescent asal
BPPBAP Maros
Inovasi teknologi formula pengawet ikan
pindang untuk skala laboratorium
Inovasi teknologi produksi bahan baku
produk kesehatan dan kosmetik dari
teripang
TERAPAN
√
√
√
√
√
√
√
√
Inovasi teknologi Kit Uji Cepat Resiidu
Pestisida Pada Produk Perikanan Olahan
√
Komponen inovasi teknologi biosintesis
nanopartikel seng oksida (ZnO) dari rumput
laut coklat dan hijau
√
Komponen teknologi aplikasi gelatin dan
hidrolisatnya sebagai bahan tambahan
pada produk pangan.
Komponen inovasi teknologi produksi
pigmen sifonasantin dan aktivitas
antioksidan dari rumput laut hijau untuk
produksi bahan baku produk kosmetika
Komponen inovasi teknologi produksi
hidrolisat protein ikan (HPI) dan peptida
aktif secara biologis menggunakan enzim
mikroba lokal dan peptida aktif native yang
berasal dari ekstrak protein ikan-ikan unik
serta karakternya melalui studi proteomik
Komponen teknologi biorefinery senyawasenyawa potensial berbasis selulosa dan
hemiselulosa (ethanol, methanol, butanol,
asam laktat), serta Isolat bakteri selulolitik
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 182
NO
SATKER
22
P3DSPBKP
23
P3DSPBKP
24
P3DSPBKP
JUDUL PENELITIAN
Ekstraksi Lektin Murni dari
Makroalga
Penelitian teknologi produksi enzim
protease untuk produksi hidrolisat
protein
Produksi dan Karakterisasi Enzim
Transglutaminase dari Mikroba asal
Indonesia
LOKASI
Banten (Binuangeun, Serpong), DI
Jogjakarta (Gunung Kidul), Jakarta, Jawa
Barat (Cibinong/Bogor, Bandung), Jawa
Tengah (Solo)
DKI Jakarta, Jawa Barat (Bogor), Jawa
Tengah (Purwokerto), DIY Yogyakarta,
Banten (Serpong)
Jawa Tengah (Semarang), DI Yogyakarta,
Jawa Barat (Bogor, Bandung) dan Bali
Kab. Lebak (Banten), Lampung Selatan
(Lampung), Batam (Kepri), Kota Bogor,
Kab. Sukabumi, Kab. Karawang (Jabar),
Malang (Jawa Timur), Maros (Sulsel), dan
Semarang (Jateng).
Kepulauan Bangka Belitung (Belitung),
Jawa Barat (Kab. Sukabumi), DI
Yogyakarta (Yogyakarta), Jawa Tengah
(Kab. Rembang) dan Jawa Timur (Malang)
25
P3DSPBKP
Teknologi Pembuatan
Immunostimulan Untuk Udang
Menggunakan Fukoidan
26
P3DSPBKP
Potensi Sumber Pangan Fungsional
dari Moluska Hasil Perikanan
27
P3DSPBKP
Pengkajian Kebijakan Nilai Tambah
Hasil Laut
28
P3DSPBKP
Penelitian Peningkatan Kualitas
Garam secara Biologi
29
P3DSPBKP
Penelitian biopotensi terumbu
karang CTI
Kawasan Konservasi Perairan Laut di
Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, DKI
Jakarta
30
P3DSPBKP
Bioekologi Lingkungan dan
Biopotensi Invertebrata Laut
Kota Batam, Kepulauan Riau, DKI Jakarta
31
P3DSPBKP
Penelitian Ekstraksi Phytosterol dari
mikroalga
32
P3DSPBKP
Penelitian Teknologi Produksi
Pangan Fungsional dari Spirulina dan
stabilitasnya
33
P3DSPBKP
Penyusunan Profil Risiko Mikotoksin
Pada Produk Olahan Perikanan
Jawa Tengah (Pekalongan, Pati, Cilacap),
Jawa Timur (Malang, Probolinggo,
Surabaya), Jawa Barat (Bogor, Subang,
Sukabumi), dan Yogyakarta
Tuban, Sampang, Semarang, Bogor
Jakarta, Bali (Gondol), Lampung, Jepara,
Yogyakarta, Bandung, Bogor, Bali, DKI
Jakarta
Banten (Serang), Jawa Barat (Bogor,
Sukabumi) , Jawa Tengah (Jepara, Klaten),
Jawa Timur (Gresik), Yogyakarta
(Yogyakarta)
Jawa Barat (Bogor, Bandung, Cirebon,
P.Ratu), Jawa Timur (Tuban), Jawa Tengah
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
yang dapat diaplikasikan untuk mendukung
proses biokonversi limbah selulolitik
menjadi bioetanol
Komponen teknologi inovasi ekstraksi
(produksi) lektin murni dari makroalga
Enteromorpha chlatrata
Komponen inovasi teknologi produksi
enzim protease dari Bacillus licheniformis
skala fermentor 15L
Komponen inovasi teknologi dna
rekombinan untuk produksi
transglutaminase
TERAPAN
√
√
√
Draft usulan paten pembuatan sediaan
fukoidan sebagai imunostimulan udang
√
Data dan informasi kandungan senyawa
dalam moluska sebagai bahan pangan
fungsional
√
Data dan informasi teranalisis tentang
keragaman kualitas dan nilai hasil
tangkapan ikan antar musim di beberapa
lokasi dalam WPP guna menunjang
kebijakan pengelolaan nilai hasil perikanan.
Data dan Informasi mengenai karakteristik
komunitas mikroba beserta senyawa yang
dihasilkan yang diduga mempengaruhi
proses dan kualitas kristalisasi garam
Data dan informasi mengenai karakteristik
lingkungan dan biopotensi terumbu karang
di KKPD Kabupaten Buton sebagai data
dasar pada penetapan zonasi kawasan
konservasi laut
Data dan informasi peta karakteristik
ekologis dari pola lingkungan dan
pengaruhnya terhadap biopotensi biota
invetebrata, sebagai studi dasar untuk
penetapan zonasi di KKPD Kota Batam.
Data dan informasi kandungan dan teknik
ekstraksi fitosterol dari mikroalga
Nannochloropsis dan Spirulina
Data dan informasi mengenai proses
produksi biomassa dalam mendapatkan
bahan baku pangan fungsional dan
mengetahui stabiltas komponen aktif pada
produk pangan fungsional yang difortifikasi
dengan spirulina.
Data dan informasi mengenai kontaminasi
dan jenis mikotoksin pada ikan asin dan
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
√
√
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 183
NO
SATKER
JUDUL PENELITIAN
Kajian kandungan formaldehid pada
produk olahan ikan
34
P3DSPBKP
35
P3DSPBKP
36
P3DSPBKP
37
P3DSPBKP
38
P3DSPBKP
39
P3DSPBKP
40
P3DSPBKP
1
LPPMPHP
2
LPPMPHP
3
LPPMPHP
Lanjutan Rancang Bangun Prototipe
Peralatan Pengolahan Tepung Ikan
4
LPPMPHP
Rancang Bangun Alat Uji Kesegaran
Ikan Berbasis Non Destruktif
5
LPPMPHP
Rancang Bangun Alat Transpportasi
Ikan Segar - ALTIS-2E100
1
PPSEKP
Analisis Kebijakan Pengembangan
Industri Pengolahan Hasil Perikanan
Keamanan Lingkungan Perairan Dari
Cemaran Logam Berbahaya dan
Biotoksin Di Perairan Sidoarjo dan
sekitarnya
Zonasi berbasis cemaran logam berat
dan marine biotoxine (racun
cemaran laut) di perairan Teluk
Jakarta
Prevalensi Kandungan Histamin Pada
Produk Tuna Tangkapan Nelayan
Kecil Ambon
Kajian Risiko Salmonella pada Tuna
Tangkapan Nelayan Kecil Ambon
Kajian resiko V. parahaemolyticus
pada udang
Rancang Bangun Chilling Storage
Untuk Kapal Menggunakan Tenaga
Hibrida
Rancang Bangun Prototipe Mesin
Pembuat Es Hibrida (Hybrid Ice
Maker)
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
(Cilacap, Tegal), Banten (Serang)
Jawa Tengah (Tegal), Jawa Barat
(Brondong, Krawang, Tangerang,
Bandung, Bogor, Subang), DKI Jakarta
Pusat, DI Yogyakarta
WPP 711 Bangka Belitung (Sungai liat),
Kalimantan Barat (Pemangat), Kepulauan
Riau
ikan pindang
Data dan informasi mengenai kandungan
formaldehid pada setiap tahapan proses
pengolahan produk ikan laut secara
tertelusur
Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan
Seribu, Jawa Barat (Bogor, Bekasi), Banten
(Tangerang), DIY Yogyakarta.
Rekomendasi model pengawasan lingkungan perairan dan
status cemaran logam berat dan biotoksin di Teluk Jakarta dan
alternantif mitigasinya
DKI Jakarta, Jawa Barat (Bandung, Bogor),
DI Yogyakarta (Bantul), Jawa Timur
(Surabaya, Sidoarjo, Gresik)
DKI Jakarta (Jakarta Pusat), Jawa Barat
(Bogor, Bandung), DIY (Yogyakarta),
Maluku (Ambon), Bali (Denpasar),
Sulawesi Selatan (Makassar)
Jawa Barat (Bogor), Maluku (Ambon), Bali
(Denpasar), Sulawesi Selatan (Makassar),
DI. Yogyakarta
DKI Jakarta, Jawa Barat (Bogor), Banten,
DI Yogyakarta, Jawa Tengah (Rembang),
dan Jawa Timur (Banyuwangi).
Jawa Timur (Pacitan), Jawa Tengah
(Semarang, Tegal, Pekalongan, Cilacap), DI
Yogyakarta (Sleman, Bantul, Gunung
Kidul), DKI Jakarta (Jakarta Pusat)
DI Yogyakarta (Sleman, Bantul, Gunung
Kidul, Yogyakarta), DKI Jakarta (Jakarta
Pusat), Jawa Barat (Cirebon, Bogor),
Lampung (Lampung Selatan)
Jawa Timur (Pacitan), Jawa Tengah
(Tegal), DI Yogyakarta (Sleman, Bantul,
Gunung Kidul), DKI Jakarta (Jakarta Pusat)
Jawa Timur (Pacitan, Surabaya), Jawa
Tengah (Semarang, Cilacap), DI
Yogyakarta (Sleman, Bantul, Yogyakarta),
DKI Jakarta (Jakarta Pusat), Jawa Barat
(Bogor, Bandung)
Jawa Timur (Pacitan), Jawa Tengah
(Semarang), DI Yogyakarta (Yogyakarta,
Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo), DKI
Jakarta (Jakarta Pusat), Jawa Barat
(Bandung, Bogor)
ANALISIS KEBIJAKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Rekomendasi tentang penanganan dan pengolahan hasil
perikanan untuk mengurangi terjadinya susut hasil perikanan
rekomendasi mengenai peta pencemaran dan bioakumulasi
biotoksin terhadap lingkungan perairan dan produk perikanan
di Perairan Sidoarjo
√
√
√
Rekomendasi kajian risiko pembentukan histamin akibat
kesalahan penanganan pada hasil tangkapan nelayan kecil di
Ambon
√
Rekomendasi mengenai kemanan komoditas produk udang
beku tujuan ekspor terhadap cemaran Vibrio parahaemolyticus.
√
Rekomendasi hasil kajian risiko Salmonella pada tuna tangkapan
nelayan kecil yang diproduksi untuk memenuhi pasar ekspor
Alat penyimpanan ikan dengan kapasitas 1,5
ton untuk kapal, dengan sistem RSW
(refrigerated sea water)
√
Mesin pembuat es flake kapasitas 105 - 120
kg es/ hari menggunakan sumber energi
surya dan listrik (hibrid)
√
Alat uji kesegaran ikan Tuna menggunakan
sensor bau dan visual (citra digital)
√
Alat transportasi ikan segar berpendingin
untuk kendaraan bermotor roda 2 kapasitas
hingga 90 Kg
√
REKOMENDASI KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN KP
√
Mesin pembuat tepung ikan yang terdiri
continuous screw press, rotary dryer,
conveyor belt dan alat penepung
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 184
NO
SATKER
2
PPSEKP
3
PPSEKP
5
PPSEKP
6
PPSEKP
7
PPSEKP
4
PPSEKP
8
PPSEKP
9
PPSEKP
10
PPSEKP
11
PPSEKP
12
PPSEKP
13
PPSEKP
JUDUL PENELITIAN
KAJIAN HUKUM KELAUTAN DAN
PERIKANAN TERKAIT KEWAJIBAN
INDONESIA TERHADAP KETENTUAN
INTERNASIONAL DALAM
PEMANFAATAN SUMBER DAYA
HAYATI
KAJIAN PERLINDUNGAN NELAYAN
TERHADAP KEBERLANJUTAN
USAHA
PENATAAN KELEMBAGAAN
PENGELOLA WPP 712 DAN 718
PENGATURAN DAN PEMANFAATAN
KAWASAN KONSERVASI UNTUK
MENDUKUNG KEBERLANJUTAN
SUMBER DAYA KELAUTAN DAN
PERIKANAN
VALUASI EKONOMI SUMBER DAYA
KELAUTAN DAN PERIKANAN DI
LOKASI REHABILITASI DAN WISATA
BAHARI
KEPATUHAN PELAKU USAHA
TERHADAP KEWAJIBAN
PEMENUHAN PERSYARATAN
ECOLABELLING KOMODITAS UDAN
DAN TUNA DI PASAR
INTERNASIONAL
BASELINE SURVEY DAN MAPPING
SOSIAL EKONOMI UNTUK
MENDUKUNG PEMBANGUNAN
SENTRA KELAUTAN PERIKANAN
TERPADU
PANEL KELAUTAN DAN PERIKANAN
NASIONAL (PANELKANAS)
EFEKTIVITAS PROGRAM SISTEM
LOGISTIK IKAN NASIONAL DALAM
MENDUKUNG INDUSTRI
PENGOLAHAN BERKELANJUTAN
DAMPAK HAMBATAN NON TARIF
PERDAGANGAN PRODUK TUNA DAN
UDANG TERHADAP PEREKONOMIAN
SEKTOR PERIKANAN
MODEL BIOEKONOMI UNTUK
PENGELOLAAN PERIKANAN
TANGKAP INDONESIA
BERKELANJUTAN
IMPLEMENTASI CO-MANAGEMENT
PERIKANAN DI PERAIRAN UMUM
DARATAN DALAM MENDUKUNG
PROGRAM PERIKANAN TANGKAP
BERBASIS BUDIDAYA (Culture Base
Fisheries-CBF)
LOKASI
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat,
Kepulauan Riau, Bali dan Nusatenggara
Barat
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
√
Indramayu, Cilacap, Buton, Merauke
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
√
TWP Kapoposang, TNKJ Karimun Jawa,
TWP Gili Matra
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
√
TWP Kapoposang, Sulawesi Selatan, KKLD
Natuna, Kepulauan Riau TWP Gili Matra,
Nusa Tenggara Barat
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
√
Tarakan, Bitung, dan Bali.
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
√
Data dan Informasi
√
Data dan Informasi
√
Pekalongan, Semarang, Lampung, Tual,
dan Merauke
Sumenep (Jawa Timur), Kepulauan Aru
(Maluku), Indragiri Hilir (Kep. Riau),
Kabupaten Pemangkat (Kalimantan
Barat), Lembata, Kabupaten Kayong Utara,
Kabupaten Belitung, Wakatobi, Kotabaru
dan Anambas
Indramayu, Pengkajen Kepulauan, Bitung,
Ambon, Sorong, Sibolga, Batam, Cilacap
Banyuwangi,Ternate,Bitung, Surabaya,
Jakarta, Makassar, Medan, Natuna
REKOMENDASI SOSIAL
EKONOMI KP
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
√
DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur
dan Lampung
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
Jakarta, Bali, dan Jawa Tengah
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (waduk
Malahayu), Kabupaten Kebumen (waduk
sempor) jawa tengah, Kabupaten Kupang,
Nusa Tenggara Timur ( Waduk Tilong),
Dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
(Waduk Jati Gede)
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 185
NO
SATKER
14
PPSEKP
15
PPSEKP
16
PPSEKP
17
PPSEKP
JUDUL PENELITIAN
MODEL KELEMBAGAAN SENTRA
INOVASI TEKNOLOGI DAN BISNIS
PADA KAWASAN TP UNTUK
MENDUKUNG PSKPT DI PULAU
SIMEULUE
EFEKTIFITAS PROGRAM-PROGRAM
BANTUAN KKP
DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN
EKONOMI DAN PERAMALAN
BEBERAPA INDIKATOR MAKRO
KINERJA SEKTOR KP
MODEL INVESTASI PROGRAM
PENYEDIAAN BENIH DAN PAKAN
IKAN MANDIRI
LOKASI
Jawa Barat, Banda Aceh, Simeulue
Pangandaran, Ciamis, Indramayu,
Nunukan, Lombok Timur, Sarmi,
Kepulauan Sangihe dan Kepulauan
Talaud), Bengkulu dan Tidore Kepulauan
DKI Jakarta, Banten (Tanjung Pasir dan
serang), Jawa Barat (Bogor, Indramayu,
Cirebon), Jawa Tengah (Demak) Sulawesi
Selatan (Makasar), dan Belitung
Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon,
Brebes, Sleman, Gunungkidul, Agam,
Pontianak, Muaro Jambi, Bogor, Sukabumi
DESKRIPSI OUTPUT
CEK-LIST SALAH SATU
DASAR
TERAPAN
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
√
MODEL SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN
SEKTOR KP
KETERANGAN
PENGEMBANGAN
EKSPERIMENTAL
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 186
p)
IK 16 : Indeks Kompetensi dan Integritas Balitbang KP
q)
IK 17 : Jumlah ASN yang dtingkatkan kompetensinya lingkup Balitbang KP
NO
SATKER
NAMA
1
2
P4
P4
4
P4
Ir. Iswari Ratna Astuti
Ulfah Fayumi, S.Pi
Prasetyowati Lesmana
Susanto, A.Md
Muhammad Aris
Nurcholis, S.E
Susanna Purna Dewi
Suharto, A.Md
Sandi Wibowo, S.T
Iwan Malhani Al
Wazzan, S.Pi
Marlea Oktaviani
Retno Sari Widyanti,
A.Md
Andhika Prima
Prasetyo, S.Pi
Rasidi, S.Si, M.Si
Berbudi Wibowo, A.Pi,
M.T
Hatim Albasri, S.Pi
Niken Winarsih, S.E
Agus Setiyawan, S.St.Pi
Rita Rachmawati, S.Pi,
M.Si
Lolita Thesiana, S.Si
3
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
P4
1
BBPPBL
3
BBPPBL
2
BBPPBL
Rina Puji Astuti, S.Pd.,
M.Si.
Ni Wayan Widya Astuti,
S.Pi.
Fitriyah Husnul
Khotimah, S.Si., M.Si.
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KURSUS
:
:
:
77
62,89
81,60
Target
:
262
Realisasi
%
KEGIATAN
DIKLAT
Target
Realisasi
%
BIMTEK
:
:
354
135,10
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 187
NO
SATKER
4
BBPPBL
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
5
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BBPPBL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
BPPL
NAMA
Hirmawan Tirta Yudha,
S.Pi.
Dewi Syahidah, S.Pi.,
M.App.Sc.
Apri I. Supii, S.Pi., M.Si.
I Ketut Adnyana
Mohamad Ansari
Ja'far Shadiq
Edi Cahyanto
Ahmad Rifai
Ni Luh Seri, A.Md
Afandi
Ir. Des Roza
Ir. Tony Setiadharma
Ir. Ni Ketut Maha
Setiawati
Ananto Setiadi, S.Si, Pi.
Gunawan, S.T.
Wawan Andriyanto
Suciati
Sujannah
Syamsuddin
Zeny Widiastuti, S.Pi
John H. Hutapea, M.Sc
Ahmad Muzaki
Ni Kadek Ariani
Deny P. Utami
Slamet Haryanto
Putu Sarjana
Dr. Ketut Mahardika
Indah Mastuti, M.Si.
Erfin Nurdin
Prihatiningsih
Teguh Nugroho
Moh. Fauzi
Duranta Kembaren
Tirta Danu
Heri Widiyastuti
Andina
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Program S3
IPB (on going)
Program S2
IPB (on going)
Program S3
IPB (on going)
Program S2
IPB (on going)
Program S.2
IPB (Baru)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Pra jab Gol III
Pra jab Gol III
Jab Fung
Peneliti Pertama
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 188
NO
SATKER
1
BP3U
3
4
BP3U
BP3U
Arya Nugraha
Ridha Afyanti
Simarmata
Dian Pamularsih
Yoga Candra Ditya
BP3U
Mirna Dwirastina
2
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
BP3U
1
BP2KSI
3
BP2KSI
2
4
5
6
7
8
9
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
NAMA
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
Marson
M.Ali
Arif Wibowo
Muhtarul Abidin
Ahmad Fahrudin, S.A.N.
Engkos Kosasih
Ade Kusmayadi
Danu Wijaya, S.Pi., M.Si
Astri Suryandari, S.Si,
M.Si
Amula Nurfiarini, S.P.,
M.Si.
Lismining Pujiyani
Astuti, S.P., M.Si
Andika Luky Setiyo
KURSUS
BIMTEK
Diklat Prajabatan CPNS
√
√
Diklat Prajabatan CPNS
Diklat jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan
Pelatihan Audit Internal Sistem Manajemen Mutu
Lab Pengujian/Kalibrasi Berdasarkan SNI ISO/IEC
17025:2008
Pelatihan Bimbingan Teknis Survei Kepuasan
Pelayanan Publik
Diklat jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan
Diklat jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan
Pelatihan Tugas dan Fungsi Manajemen Puncak
Pelatihan Design dan Perhitungan Statistika Data
Uji Banding Dua Lab & Uji Banding Antar Analis
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga
Lab.Hidrobiologi
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga
Lab.Hidrobiologi
Pelatihan Teknik Sitogenetika dan Genetika
Molekular & Bioinformatika
Sertifikat Pelatihan Mikrobiologi
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Sertifikat Toefl ITP
Diklat Prajabatan CPNS
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
√
√
Subagja
Nanang Widarmanto,
S.Pi
DIKLAT
√
√
Vipen Aldiansyah
Tuah Nanda M.W
Suwinda Pratama
Ni Komang Suryati
Freddy Supriyadi
Solekha Apriyanti
Aroef Hukmanan Rais
Taufiq Hidayah
Sevrina Asri
Siswanta Kaban
KEGIATAN
√
Sevi Sawestri
Dwi Atminarso
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Tugas Belajar S2 Program Studi
Manajemen Sumber Daya Pantai
Diklat Audio Video Production Angkatan
I dan II Bagi Aparatur Lingkup KKP.
√
Bimtek Analisis Beban
Kerja
Bimtek Analisis Beban
Kerja
In house training Laboratorium: Teknik Sampling, Analisa Plankton dan
Benthos
Pelatihan "Desain Kawasan Konservasi Perairan untuk Perikanan
Berkelanjutan di Indonesia: Tantangan dan Peluang untuk Pengembangan"
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 189
NO
SATKER
10
BP2KSI
12
BP2KSI
11
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
BP2KSI
1
BPPBAP
2
BPPBAP
3
BPPBAP
NAMA
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
Hendrawan, S.Pi
Agus Koswara
Agus Arifin Sentosa.
S.Pi
Astri Suryandari, S.Si.,
M.Si
Aswar Rudi
Dedi Sumarno, A.Md
Dimas Angga Hedianto,
S.Pi
Dr. Joni Haryadi D.,
M.Sc
Dyah Ika
Kusumaningtyas, S.Si
Idat Ikhtafia, A.Md
Indriatmoko, S.Kel
Masayu Rahmia Anwar
Putri, S.Si
Diklat Prajabatan lingkup KKP Golongan
II Angkatan II Tahun 2016
Diklat Prajabatan lingkup KKP Golongan
III Angkatan IV Tahun 2016
Riswanto, S.Kel
Soleh Romdon
Sukamto
Sumindar
Tatok Priswanto, SE
Tri Muryanto
Undang Sukandi
Yayuk Sugianti, S.St.Pi
Yusup Nugraha
Debora Ayu
Christyandari, A.Md
Laode Muhamad Hafizh
Husuri,A.Md
Dr. Tarunamulia, S.T,
Diklat
Prajabatan
Golongan II
Diklat
Prajabatan
Golongan II
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
Bimtek Analisis Beban
Kerja
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
In house training Laboratorium: Audit Internal Laboratorium sesuai dengan
SNI ISO/IEC 17025:2008
Training Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Lautan
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 190
NO
SATKER
4
BPPBAP
5
BPPBAP
8
BPPBAP
6
7
BPPBAP
BPPBAP
9
BPPBAP
10
BPPBAP
12
BPPBAP
11
13
14
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
NAMA
M.Sc
Hawasia, SAP
Dr. Rosmiati,S.Si,M.Sc
Husain
Bimo Adi
Prianggoro,A.Md
Muhammad Hafid
Masruri,S.Si
Ilham
Makmur, S.Pi
Kasmawati, SE
Ahmad Abdullah
Admi Athirah Muchlies,
S.Pi,
Ruzkiyah Asaaf, S.Si,
M.Si
BPPBAP
16
BPPBAP
A. Tenriulo,S.Si
17
BPPBAP
Rezki Antoni, S.S.Kel
18
BPPBAP
Dr. Ince Ayu Khairana
19
BPPBAP
Early Septiningsih,
S.Pi,M.Si
20
BPPBAP
Makmur,S.Pi
BPPBAP
BPPBAP
Dr. Ince Ayu
Muhammad Chaidir
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
Diklat Monev.
Kinerja
Angkatan I
Diklat
Manajemen ASN
angkatan I 2016
Rahmadhany Natsir,
S.Sos
15
21
22
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
Izin Belajar
biaya sendiri
Izin Belajar S2
Izin Belajar S2
Diklat Analisis Jabatan (ANJAB) angkatan
II tahun 2016
Diklat
Fungsional
Peneliti tingkat
Pertama
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
Bimtek PBJ
Workshop Kehumasan
Bimtek Fungsional
arsiparis
Bimtek Fungsional
arsiparis
Diklat
Fungsional
Peneliti Tingkat
Lanjutan
Diklat
Fungsional
Peneliti Tingkat
Lanjutan
Diklat
Fungsional
Peneliti Tingkat
Lanjutan
Diklat
Fungsional
Peneliti Tingkat
Lanjutan
Diklat
Fungsional
Peneliti Tingkat
Lanjutan
Pelatihan Nasional
Audit Internal ISO
17025
Pelatihan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium
Pelatihan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 191
NO
SATKER
23
BPPBAP
25
BPPBAP
24
26
27
28
29
30
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
BPPBAP
1
BPPBAT
3
BPPBAT
2
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
1
2
3
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBAT
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
NAMA
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
Undu
Andi Sahrijanna, S.Si
Kamaria, S.Si
Endang Susianingsih,
S.Pi.M.Si.
Dr. Ince Ayu K.Kadriah
Nurhidayah, S.Pi. M.Si.
Adang Saputra, M.Si
√
M. Rizki Maulana,A.Md.
√
Lusi Herawati S, S.Si
Titin Kurniasih, S.Pi,
M.Si
Nunak Nafiqoh, S.Pi,
M.Sc
Dewi Puspaningsih,
S.Pi, M.Si
Lila Gardenia, S.Si, M.Si
Drh. Tatik Mufidah,
M.Si.
Yani Aryati, S.Pi, M.Si.
Wahyulia Cahyanti,
S.Pi.
Ibnu Mustofa, A.Md
Yulianti, A.Pi, M.Si
Rika Ayuni, S.Pi
Marina Dwi Astuti, S.Pi
Maya Wilakstanti,S.Pi
Firman Aji Weko,
Sabastya
Lili Solichah, S.Pi
Nina Meilisza, S.Pi, M.Si
Sulasy Rohmy, S.Pi
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Peneliti dan Workshop Peningkatan
Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti Daerah
DR. Sahabuddin
Bunga Rante
Tanpangallo, S.Pi.
Hidayat Suryanto
Suwoyo, S.Pi.M.Si.
KURSUS
Scan Surat Ijin Belajar No.45/SJ/KP.560/I/2014
Tgl. 21-01-2014
Scan Surat Ijin Belajar No.
18.8/BALITBANGKP/XII/2015 Tgl.18-12-2014
Scan Surat Ijin Belajar Nomor.
2485/BalitbangKP.0/KP.560/VIII/2016. Tgl 26-082016
√
√
Scan SK Nomor 291/SJ/KP.510/XII/2014
√
Scan SK Nomor 286/SJ/KP.510/XII/2014
√
Scan SK Nomor 43/SJ/KP.530/III/2016
√
Scan SK Nomor 42.A/SJ/KP.530/II/2016
√
SK belum turun
√
√
√
√
√
Scan SK belum turun
√
√
√
√
√
√
SK belum turun
Scan Sertifikat Peserta
Scan Sertifikat Peserta
Scan Sertifikat Peserta
Scan Sertifikat Peserta
Scan Sertifikat Peserta
Scan Sertifikat Peserta
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 192
NO
SATKER
NAMA
4
5
6
7
8
9
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
11
BPPBIH
Rina Hirnawati S.Pi
Siti Murniasih S.Pi
Ahmad Musa S.Si
Asep Permana S.Pi
Bastiar Nur S.Pi
Eni Kusrini S.Si, M.Si
Muhammad Yamin S.P,
M.Si
Sukarman S.Pt
Siti Zuhriyyah
Musthofa S.Si
Bunga Laily
10
12
13
BPPBIH
BPPBIH
BPPBIH
BPPI
BPPI
Khairul Syahputra, S.Pi,
M.Si.
Wahyu Pamungkas
Soengkawati, S.Pi, M.Si.
Didik Ariyanto, S.Pi,
M.Si.
Ikhsan Khasani, S.Si,
M.Si.
Asep Sopian, S.Pi.
Rommy Suprapto, S.Pi.
1
LP2T
Dian Novianto
2
LP2T
Ririk Kartika S.
4
LP2T
Andi Bahtiar
1
2
3
4
5
6
3
BPPI
BPPI
BPPI
BPPI
LP2T
5
LP2T
6
LP2T
7
LP2T
8
LP2T
9
LP2T
Arief Wujdi
Ollyvia Maria Christy
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
√
√
√
√
Hety Hartay
Fathur Rochman
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
BIMTEK
SK Ijin Belajar
√
SK Ijin Belajar
√
Baru
SK Ijin Belajar
√
Sertifikat Diklat Bendahara
SK Tugas Belajar Nomor 275/SJ/KP.532/XI/2016
Baru
SK Tugas Belajar Nomor 62/SJ/KP.530/III/2016
On-Going
SK Tugas Belajar Nomor 290/SJ/KP.510/XII/2014
On-Going
On-Going
SK Tugas Belajar Nomor 292/SJ/KP.510/XII/2014
SK Tugas Belajar Nomor 284/SJ/KP.510/XII/2014
On-Going
Ijin Belajar
(Universitas
Udayana)
Ijin Belajar
(Universitas
Udayana)
Ijin Belajar
(Universitas
Udayana)
Ijin Belajar
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Ijin Belajar
SK Ijin Belajar
SK Ijin Belajar
SK Ijin Belajar
√
Ramon Rahmanov
Zedta
Maya Agustina
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
√
√
SK Tugas Belajar Nomor 84/SJ/KP.510/IX/2014
Tugas Belajar
(Universty of
Tasmania)
Data Assessment Workshop – ACIAR Project
FIS/2009/059 (Bali)
Diklat
Prajabatan
Golongan II
Diklat
Prajabatan
Golongan III
Diklat
Prajabatan
Golongan III
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 193
NO
10
SATKER
LP2T
1
LPPBRL
3
LPPBRL
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
LPPBRL
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
NAMA
Bram Setyadji
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
(Universitas
Udayana)
Siti Fadilah, M.Si
Elmiwia Rani
Baturante, S.Pi
Sutriyah
Tubagus Solihuddin,
MT
Salvienty Makarim, S.Si,
M.Sc
Syahrial Nur Amri,
S.Kel, M.Si
Utami Retno
Kadarwati, M. Sc
Dino Gunawan
Pryambodo, M.T
Candra Dwi Puspita, ST
Herlina Ika Ratnawati,
S.Si
Muhammad Ramdhan,
ST, MT
Mariska Astrid
Kusumaningtyas, S.Si
August Daulat, S.St.Pi
L.P.A. Savitri Chitra
Kusuma, M.Si
Nur Azmi Ratna S, ST,
M.Sc
Dwiyoga Nugroho, ST,
MT
Rinny Rahmania, S.Pi,
M.Si
Niken Financia G, S.Si,
M.Si
Marza Ihsan Marzuki,
MT
Budhi Gunadharma G,
ST, MM
Johan Risandi, S.Kel,
M.Sc
Fallia Maunentia, SH
Anwar Rizal, ST
Ratna Kurnia Tyas Asih
Terry L. Kepel
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
BIMTEK
Technical Training for Fisheries organized by Overseas Fishery Coorperation Foundation of Japan ( di
Jepang)
√
Sertifikat
√
Sertifikat
√
S3
S3
S3
S3
S3
S2
S2
S3
S2
S2
S3
S3
S3
S3
S3
S3
S3
S3
S1
S3
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
S2
S2
Sertifikat
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SK
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 194
NO
SATKER
23
24
25
26
27
28
29
30
31
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
Ira Dillenia
Fajar Yudi Prabawa
Dani Saepuloh
Drs. B. Realino S, M.Si
Handy Chandra
Dwianti Nugraheni
Erish Widjanarko
Edy Pramono Sucipto
Ifan Ridlo Suhelmi
33
P3SDLP
Novi Sustyo Adi
32
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
P3SDLP
NAMA
Eko Triarso
Terr L. Kepel
Joko Prihantono
Redi Wibowo
Adi Darmawan
Usep Mulyadi
Dani Saepuloh
Eva Mustikasari
Aida Heriyati
Agustin Rustam
Terry L. Kepel
Hadiwijaya Salim
Hari Prihatno
Ira Dillenia
Agus Setiawan
Indra Hermawan
Imron Achmadi Fajar,
ST
Rendy Dwi Cahyo
Wahyu Ja'far Siddiq
Aris Wahyu Widodo
B. Realino
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
S3
S3
S1
S3
S3
S2
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat
Perekayasa
Diklat
Perencana
Pelatihan K3
dan Ohsas
Pelatihan K3
dan Ohsas
Pelatihan K3
dan Ohsas
Pelatihan ISO
9001 2015
Training data
BIMTEK
Revolusi Mental
Revolusi Mental
Revolusi Mental
Course on Marine
Radiochemistry
Mikrotik
Mikrotik
Mikrotik
Mikrotik
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SK
SK
SK
SK
SK
SK
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 195
NO
SATKER
1
BPOL
3
BPOL
2
4
5
6
7
8
9
10
11
12
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
NAMA
Eghbert Elvan Ampou,
S.Ik
Teja Arief Wibawa, S.Pi
Denny Wijaya Kusuma,
S.Pi, M.Si
Asmi Marintan Napitu,
S.Si, MT
Iis Triyulianti, M.Si
Dinarika Jatisworo, S.Si
Faisal Hamzah, S.Pi
Samsul Huda, SE
Camellia Kusuma
Tito,S.Si
Rochma Widia Lestari,
S.I.Kom
Kadek Ratna Pratiwi,
A.Md
Endah Mulyastuti, SE
13
BPOL
Ain Nur Rahman, SE
14
BPOL
Ricky Janitra, SE
16
BPOL
15
17
18
19
20
21
22
23
24
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
Adrianus Bagus Radite
Putra, SE
Dr. Agung Yunanto,
S.Pi, M.Si
Bayu Priyono, S.Si,M.Si
Megananda, SE
Dr. Bambang Sukresno,
S.Si, M.Si
Dr.Frida Sidik, M.Sc
Komang Iwan Suniada,
S.Pi,M.Si
Rizki Hanintyo, S.Si
Amandangi Wahyuning
Hastuti, S.I.K.
Novia Arinda Pradistya,
S.Si
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
S3
KEGIATAN
DIKLAT
radar cosmo
skymed
S3
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
S3
SERTIFIKAT
S3
SERTIFIKAT
S3
S2
S2
S2
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
S2
S1
KURSUS
SERTIFIKAT
S2
SERTIFIKAT
Diklat
Penyusunan
SOP
Diklat
Penyusunan
SOP
Diklat
Penyusunan
SOP
Diklat ASN
Pelatihan
MONEV - PPD
Pelatihan
MONEV - PPD
Pelatihan
MONEV - PPD
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Lanjutan
Diklat Peneliti
Pertama
Diklat Peneliti
Pertama
Diklat Peneliti
Pertama
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 196
NO
SATKER
25
BPOL
Wingking Era Rintaka
Siwi, M.Si
27
BPOL
Made Handy Oka,
S.Kom
26
28
BPOL
BPOL
29
BPOL
30
BPOL
32
BPOL
31
33
34
35
36
37
38
39
40
41
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
BPOL
NAMA
Romy Ardianto, A.Md
I Nyoman Surana
Mardatilah, S.Si
Adi Wijaya, S.Pd,M.Si
Teguh Agustiadi
Mukti Trenggono
Nuryani Widagti
Adib Aprilianur
Aldino Jusach Saputra
Ari Hadianti
Fikrul Islamy
Rashita Putra Megah
Mahardhika
Eko Susilo
Gusti Putu Sukadana
LPSDKP
Koko ondara
3
LPSDKP
wisnu arya gemilang
4
5
6
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
LPSDKP
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
Diklat Peneliti
Lanjutan
Pelatihan Virtual Server VMWare, Install
Configure & Manage
Pelatihan Virtual Server VMWare, Install
Configure & Manage
Diah Chandra Kirana,
S.Si
1
2
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
guntur adhi rahmawan
ulung jantama
Ruzana dhiaudin
Herdiana Mutmainah
Pelatihan Penjaminan Mutu Analisis
ISO/IEC 17025: 2005
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
Training Motivasi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM KKP
diklat
prajabatan
diklat
prajabatan
diklat
prajabatan
diklat
prajabatan
diklat
prajabatan
Diklat
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
Operasional,
Maintenan &
Kalibrasi Mikroskop
Kalibrasi
Spektrofotometer UVVis
Kalibrasi
Spektrofotometer UVVis
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 197
NO
SATKER
NAMA
7
LPSDKP
Wisnu arya gemilang
1
LPTK
Moamer Barata, S.Pi
Sunarwan Asuhadi,
S.pd., M.Si
8
2
3
4
5
LPSDKP
LPTK
LPTK
LPTK
LPTK
Adiguna R. Nugraha,
S.Kel
Susilo Wisnugroho,
A.md
1
P3DSPBKP
Suryanti, S.Pi, M.Si
3
P3DSPBKP
Endar Marraskuranto,
M.Si
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
S2
Nanda Radhitia P, S.Pi
LPTK
Retno Widyastuti, A.md
Ellya Sinurat, M.Si
Hedi Indra Januar, M.Si
Fera Roswita Dewi,
M.Si
Agusman, S.Pi
Radestya Tri Wibowo,
S.Pi
Asri Pratitis, S.Pi
Gintung Patantis, S.Kel
Ifah Munifah, M.Si
Nurhayati, S.Si
Netty Mulyawati, A.Md
Ade Fitri Amalia, A.Md
Sihono,S.T.P
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
Fungsional
peneliti pertama
Nia Naelul Hasanah
Ridwan
6
2
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
Program Studi
S3
Program Studi
S2
Program Studi
S1
Program Studi
S1
Program Studi
S3
Program Studi
S3
Program Studi
S3
Program Studi
S3
Program Studi
S3
Program Studi
S2
Program Studi
S2
Program Studi
S2
Program Studi
S2
Diklat PBJ
Diklat Peneliti
Pertama
Diklat Peneliti
Pertama
Diklat Peneliti
Pertama
Diklat
Prajabatan
Golongan II
Diklat
Prajabatan
Golongan II
BIMTEK
Asean Workshop on
alternative solution
and exended frontier
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Tugas Belajar
SK Ijin Belajar
SK Ijin Belajar
SK Ijin Belajar
Diklat Jabatan Fungsional Peneliti
SK Ijin Belajar
Sertifikat Nomor :
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 198
NO
SATKER
NAMA
15
P3DSPBKP
Zilfia Nora, M.Si
17
P3DSPBKP
Triyono S, MT
16
18
P3DSPBKP
P3DSPBKP
Nugroho Aji, M.Si
Dedi Noviendri, M.Si,
Ph.D
19
P3DSPBKP
20
P3DSPBKP
Restha Aristianty
21
P3DSPBKP
Giri Rohmad Barokah,
S.Pi
22
P3DSPBKP
Izhamil Hidayah, S.Pi
23
P3DSPBKP
Ukis Shofarudin, A.Md
24
P3DSPBKP
Hamdani
26
P3DSPBKP
Syamdidi, S.Pi,
M.App.Sc
25
27
28
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
29
P3DSPBKP
30
P3DSPBKP
31
P3DSPBKP
Umi Annisah, M.I.L
Dr. M. Nursid
Erki Herdian
Dra. Nur Rahayu
Chandra Kencana
Ocvitadewi, A.Md, A.K
Anggraeni Musvitawati,
A.Md
Hana Iswahyuni, A.Md
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
BIMTEK
Tingkat Pertama
Diklat Fungsional Penjenjangan
Perencana Tingkat Pertama Angkatan
XLIII
Pelatihan Pemahaman SNI ISO/IEC 17025:2008
Pelatihan Pemahaman SNI ISO/IEC
17025:2008
Pelatihan Sistem Manajemen Laboratorium
sesuai SNI ISO/IEC
17025:2008
Pelatihan Sistem Manajemen Laboratorium
sesuai SNI ISO/IEC
17025:2008
Pendidikan dan Pelatihan Monitoring
dan Evaluasi Kinerja
Angkatan I
Diklat
Prajabatan
CPNS Gol III
Angkatan III
Diklat
Prajabatan
CPNS Gol III
Angkatan V
Diklat
Prajabatan
CPNS Gol II
Angkatan V
Diklat Teknis Pemberkasan Arsip
Angkatan II
Pelatihan teknik bioasai untuk pengembangan
produk biofarmaka dibidang kosmetik kulit
Pelatihan OJS/ Intensive Training on E-journal
Management using open Journal System
Pelatihan OJS/ Intensive Training on E-journal
Management using open Journal System
Diklat Tim Penilai Jabatan ungsional
Pustakawan Angkatan XII
Uji kompetensi
tenaga penguji
lab
Uji kompetensi
tenaga penguji
lab
Uji kompetensi
tenaga penguji
lab
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
011/DJFP/TK.Pertama/XI/LIPI/2016
Sertifikat No. 21/Pusbindiklatren-LPEM FEB
UI/FPP Pertama-XLIII/2016.
Sertifikat Nomor: PUB/0282/XVI
Sertifikat Nomor: PUB/0283/XVI
Cet. No. MSI-2015-0525-T17025/14. Tanggal 15
Juni 2016
Cet. No. MSI-2015-0525-T17025/14. Tanggal 15
Juni 2016
STTPP Nomor :
054/BPSDMKP.03/DL.130/IV/2016
STTPP Nomor: 00002180/DIKLAT PRAJABATAN
III/032/3213/LAN/2016
STTPP Nomor: 00006968/DIKLAT PRAJABATAN
III/032/3213/LAN/2016
STTPP Nomor: 00003553/DIKLAT PRAJABATAN
III/032/3213/LAN/2016
STTPP Nomor: 20.9/P.A/36/2016
Sertifikat Pelatihan teknik bioasai untuk
pengembangan produk biofarmaka dibidang
kosmetik kulit
Sertifikat Pelatihan Nomor: B422/TR/VII/2016
Tanggal 20 Juli 2016
Sertifikat Pelatihan Nomor: B422/TR/VII/2016
Tanggal 20 Juli 2016
STTPP Nomor: 251/XII/TF/PERPUSNAS/2016
Sertifikat Kompetensi Nomor:
74220.3111.L2014.897
Sertifikat Kompetensi Nomor:
74220.3111.L2014.898
Sertifikat Kompetensi Nomor:
74220.3111.L2014.902
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 199
NO
SATKER
32
P3DSPBKP
Zulkarnaen Lubis, S.Pi
33
P3DSPBKP
Helena Malik
P3DSPBKP
Benget Ratuahman
Simanjuntak, S.Pi
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
P3DSPBKP
46
P3DSPBKP
47
P3DSPBKP
48
P3DSPBKP
49
P3DSPBKP
50
P3DSPBKP
51
P3DSPBKP
NAMA
Wahyu Widiyanto, S.Pi
Gunawan, STP
Yusma Yennie, M.Si
Tuti Hartati Siregar, M.
Biomed. Sc
Irma Hermana, S.St.Pi
Fateha, S.TP
Fairdiana Andayani,
S.St.Pi
Pujoyuwono
Martosuyono, M.Sc
Dr. Ema Hastarini, MP
Dra. Ninoek Indriati,
MKM
Arifah Kusumarwati,
M.Sc
Ir. Yusro Nuri Fawzya,
M.Si
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Dra.Th.Dwi
Suryaningrum, M.S
M. Darmawan, MT
Ajeng Kurniasari Putri,
S.Si
Hasta Oktaviani, STP
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
KEGIATAN
DIKLAT
Uji kompetensi
tenaga penguji
lab
Uji kompetensi
tenaga penguji
lab
KURSUS
BIMTEK
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
Sertifikat Kompetensi Nomor:
74220.3111.L2014.903
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Kapang secara
Morfologi dan Molekuler
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Sertifikat Kompetensi Nomor:
74220.3111.L2014.904
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat Inhouse Training
Sertifikat No: S/ORGL.208
Sertifikat No: S/ORGL.209
Sertifikat No: S/ORGL.213
Sertifikat No: S/ORGL.207
Sertifikat No: S/ORGL.210
Sertifikat No: S/ORGL.212
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 200
NO
SATKER
52
P3DSPBKP
Ika Setyaningrumtyas
1
LPPMPHP
Bakti B. Sedayu, M.Sc
3
LPPMPHP
Gilang R. Israwan, SAP
2
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
LPPMPHP
LPPMPHP
LPPMPHP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
PPSEKP
NAMA
Luthfi Assadad, S.Pi
IZIN BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
Izin Belajar S2
TUGAS
BELAJAR
(ON-GOING
DAN BARU)
Tugas Belajar
S3
Adrianto W. Prasetyo,
A.Md
Ahmat Fauzi, ST
Maharani Yulisti
Rani Hafsaridewi
Riski Aprilian Wijaya
Estu Sri Luhur
Yesi Dewita Sari
Nensyana
Ari Permana
Maulana Firdaus
Christina Yulianty
Ari Suswandi
Nurlaeli
Lathifatul R
Ahmad Akmal
Tikyrino Kurniawan
Cornelia Mirwantini
Ike Trisnawati
Edwin Yulia S
Nurhendra
Pieter Amalo
Asep Jajang S
Ilham Febriansyah
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
KEGIATAN
DIKLAT
KURSUS
BIMTEK
Pelatihan
Organoleptik
Produk Perikanan
Sertifikat No: S/ORGL.211
SK Tugas Belajar
SK Izin Belajar
Diklat
Pengadaan
Diklat
Pengadaan
Diklat
Pengadaan
√
√
√
√
√
√
√
BUKTI DOKUMEN (SK/SERTIFIKAT DLL)
Sertifikat Pengadaan
Sertifikat Pengadaan
Sertifikat Pengadaan
√
√
√
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 201
r)
IK 18 : Presentase unit kerja Balitbang KP yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar
s)
IK 19 : Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi Balitbang KP
t)
IK 20 : Nilai SAKIP Balitbang KP
NO.
KOMPONEN YANG DINILAI
1.
Perencanaan Kinerja
2.
Pengukuran Kinerja
3.
Pelaporan Kinerja
4.
Evaluasi Internal
5.
Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi
Nilai Hasil Evaluasi 5 Komponen
Predikat Penilaian
Target
Realisasi
%
:
:
:
Target
:
:
:
88,31
98,10
Target
:
84
Realisasi
%
BOBOT (%)
30
25
15
10
20
100
AA/A/B/CC/C/D
Realisasi
%
NILAI
26,38
19,51
11,97
8,00
18,63
84,50
A
:
:
50
100
200,00
90
84,50
100,6
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 202
u)
IK 21 : Nilai kinerja anggaran Balitbang KP
v)
IK 22 : Persentase kepatuhan terhadap SAP lingkup Balitbang KP
Target
Realisasi
%
Target
Realisasi
%
:
:
:
:
:
:
85
90,42
106,3
100
100
100,00
Lampiran Laporan Kinerja
BALITBANG KP 2016 | 203
Download