Perhitungan Harga Pokok Produksi Slip BCA

advertisement
Perhitungan Harga Pokok Produksi Slip BCA Berdasarkan Pesanan Pada CV Sinar
Kencana Di Samarinda
Ann Febryan
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
Anis Rahma Utary
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
Iskandar
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
ABSTRACT
Ann Febryan, of Job Order Cost Method Slip BCA Based on CV Sinar Kencana in Samarinda, from
Economics Faculty, Mulawarman University, belong Mrs. Hj. Anis Rahma Utary and Mr. Iskandar as I
counselor and II counselor.
The purpose of this paper is to determine the level of the cost of the order slip BCA conducted by the
company in accordance with the cost accounting theory. The method by conducting comparative research
conducted by the method of joint cost allocation.
The issues raised in this study is the calculation of job order cost slip BCA conducted by the company
not to use cost accounting theory and to determine the expected profits by the company. The analytical tool used
in this study is the calculation of job order cost order, the order cost cards, and the allocation of common costs.
The calculations show the cost of the product slip BCA with our cost method of accounting based on
the theory of lower cost of computation performed by CV Sinar Kencana.
The calculations show a difference in determining the cost of slip BCA products made by the company
and according to the theory of cost accounting. Company preview cost of the product to slip BCA is Rp
16.774.750,00 and product cost Rp Rp 279,58 for a single sheet. Meanwhile, according to the theory of cost
accounting product cost Rp16.644.879,99 and Rp 295,2 for the cost per sheet. The difference is caused by CV
Sinar Kencana not analyze in detail the production costs that occur. Companies put cost helper in raw material
costs, overhead rates were only 45% by using approximations. With the joint cost allocation method based on
the theory of cost accounting policy of the company is expected to take in determining the selling price and the
expected profit.
Keywords : Job Order Cost, Joint Cost Allocation, Order Cost Cards
RINGKASAN
Ann Febryan, Perhitungan Harga Pokok Produksi Slip BCA Berdasarkan Pesanan Pada CV Sinar
Kencana Di Samarinda, dengan Ibu Hj. Anis Rahma Utary dan Bapak Iskandar sebagai Pembimbing I dan
Pembimbing II.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besarnya harga pokok produksi slip BCA
berdasarkan pesanan yang dikalkulasikan oleh perusahaan dalam hubungannya dengan teori akuntansi biaya.
Metode yang dipakai dalam penelitian adalah perbandingan perhitungan dengan menggunakan metode alokasi
biaya bersama.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah dalam menghitung harga pokok produksi slip
BCA berdasarkan pesanan yang dilakukan oleh perusahaan tidak menggunakan teori akuntansi biaya yang
semestinya dan mempengaruhi keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam
penulisan ini adalah kalkulasi harga pokok pesanan, kartu harga pokok, dan alokasi biaya bersama.
Perhitungan menunjukkan bahwa biaya untuk memproduksi slip BCA yang dilakukan berdasarkan
teori lebih kecil dikeluarkan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh CV Sinar Kencana.
Perhitungan menunjukkan adanya perbedaan dalam menentukan biaya produksi slip BCA yang
dilakukan oleh perusahaan dengan berdasarkan teori akuntansi biaya. Perhitungan harga pokok produksi yang
dilakukan oleh perusahaan adalah Rp 16.774.750,00 dengan Rp 279,58 harga per lembarnya. Sedangkan
perhitungan menurut teori akuntansi biaya adalah Rp16.644.879,99 dengan Rp 277,41 harga per lembarnya.
Perbedaan ini disebabkan oleh CV Sinar Kencana tidak menganalisis dengan detail biaya produksi yang terjadi.
Perusahaan memasukkan biaya penolong pada biaya bahan baku, biaya overhead 45% yang menggunakan
system klasik. Dengan kebijakan penggunaan metode alokasi biaya bersama berdasarkan teori akuntansi biaya
diharaokan dapat meningkatkan harga penjualan dan meningkatkan keuntungan.
Kata kunci : Harga Pokok Pesanan, Alokasi BIaya Bersama, Kartu Harga Pokok Pesanan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Telah kita sadari bahwa begitu banyak perkembangan usaha di Kalimantan
Timur, khususnya kota Samarinda. Selain menjadi ibukota provinsi dan pusat
pemerintahan, kota Samarinda yang kaya akan sumber daya menjadi faktor utama
pemicu munculnya usaha–usaha baru. Salah satu perusahaan yang sedang
berkembang di kota Samarinda adalah perusahaan percetakan. Maraknya usaha
percetakan yang bermunculan menimbulkan persaingan. Hal inilah yang merupakan
sebuah tantangan dan tuntutan bagi para pengusaha di bidang ini untuk mengelola
usahanya sebaik mungkin. Karena tiap-tiap perusahaan memiliki strategi dalam
menjalankan usahanya, dalam upayanya untuk dapat bersaing dalam dunia bisnis
tersebut. Harga pokok produksi dapat dijadikan sebagai dasar acuan bagi perusahaan
dalam menentukan harga jual dari produk yang dihasilkannya, biaya dan pengeluaran,
dan dapat pula membantu dalam menghitung atau memprediksi besarnya laba /
keuntungan yang diinginkan perusahaan.
CV Sinar Kencana adalah salah satu perusahaan di kota Samarinda yang
bergerak di bidang jasa dalam hubungannya dengan menerima pesanan dimana kita
dapat memesan dengan kegiatan produksinya di bidang percetakan, dengan kualifikasi
kegiatan produksi dapat disebutkan diantaranya antara lain memproduksi undangan,
kop surat, slip Bank BCA dan blanko Bank BCA, yang tentunya berdasarkan pesanan
konsumen dengan spesifikasi pesanan tergantung permintaan dari konsumen CV
Sinar Kencana, yang beralamat di Jl. Biawan 2 No. 057 RT. 11 RW. 04, Samarinda.
Perlu diketahui bahwa dalam menghitung harga pokok produksi suatu pesanan, CV
Sinar Kencana melakukan perhitungan hanya dengan metode klasik dengan penetapan
tarif di muka saja, yaitu perhitungan hanya dengan berdasarkan pengalaman –
pengalaman, tanpa menggolongkan secara pasti biaya-biaya yang terjadi dalam
memproduksi suatu pesanan. Hal itu pula yang diterapkan CV Sinar kencana dalam
salah satu produknya yaitu slip Bank BCA dengan menentukan tarif BOP 45 % dari
biaya-biaya bahan baku produksinya.
Pada penelitian yang dilakukan terhadap CV Sinar Kencana ini, diperoleh
data-data pesanan yang terjadi pada per periode bulan Desember tahun 2010, dengan
mengambil salah satu produk yang dominan dipesan pada bulan Desember tahun
2010, yaitu pesanan produksi Slip Bank BCA. Hal yang menjadi dasar dalam memilih
produk Slip Bank BCA adalah pesanan produksi yang lebih meningkat dari bulan –
bulan sebelumnya, dan pesanan untuk produk Slip Bank BCA memiliki nilai harga
jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesanan-pesanan lain yang terjadi pada
bulan tersebut, serta pesanan produksi Slip Bank BCA tersebut adalah pesanan yang
paling besar jumlah produksinya dibanding dengan pesanan lain yang terjadi pada
periode yang sama.
Dalam menghitung harga pokok produksi untuk slip Bank BCA, perusahaan
menggunakan metode kalkulasi yang sederhana. Penetapan harga ditentukan
berdasarkan jumlah produksi pada bulan sebelumnya, dikarenakan penetapan harga
untuk produksi dilakukan di awal proses produksi. Dari data kalkulasi yang didapat
pada bulan Desember 2010 perusahaan menetapkan harga pokok produksi sebesar Rp
16.774.750,00 dengan komposisi biaya untuk penetapan biaya tenaga kerja yang
hanya menggunakan metode jam kerja sebesar Rp 7.560.000, dan penetapan biaya
overhead sebesar 45 % dari biaya bahan baku, yaitu sebesar Rp 2.859.750,00. Jadi,
masalah yang dialami oleh CV Sinar Kencana sebenarnya adalah perusahaan belum
dapat menerapkan cara perhitungan pembebanan untuk biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik kepada produk secara benar dan menurut teori akuntansi
biaya.
Hal itu juga didukung dengan data produksi perusahaan yang di dalamnya
terdapat perbedaan antara jumlah produksi dan penetapan tarif BOP dengan periode
bulan Desember tahun sebelumnya. Pada bulan Desember 2010, didapat data jumlah
pesanan slip Bank BCA yang diproduksi adalah 60.000 lembar dengan harga per
rangkapnya sebesar Rp 450,- dan biaya overhead yang dibebankan adalah sebesar
45%. Sedangkan pada bulan Desember 2009, didapat data pesanan produksi
berjumlah 50.000 lembar dan dengan harga per rangkap yang sama Rp 450,- namun
dengan pembebanan tarif biaya overhead yang hanya sebesar 40% saja.
Berdasarkan perbedaan itu dan uraian yang telah dikemukakan diatas, penulis
tertarik untuk melakukan perhitungan harga pokok untuk produk pesanan Slip Bank
BCA yang dihasilkan oleh CV Sinar Kencana dengan menggunakan metode harga
pokok pesanan berdasarkan teori akuntansi biaya.
1.2.
Perumusan Masalah
Dari uraian di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
“Apakah kalkulasi harga pokok pesanan yang diterapkan oleh perusahaan CV Sinar
Kencana untuk produk pesanan slip Bank BCA lebih kecil atau lebih besar dengan
kalkulasi harga pokok pesanan berdasarkan metode harga pokok pesanan dari teori
akuntansi biaya”.
1.3.
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana penerapan perhitungan kalkulasi harga pokok produksi dengan
menggunakan metode harga pokok pesanan pada CV Sinar Kencana, yang meliputi
perhitungan harga pokok produk per unitnya serta perhitungan laba yang diharapkan
oleh perusahaan.
1.4.
Kegunaan Penelitian
Adapun yang mrnjadi kegunaan dari penelitian ini diantaranya adalah:
1. Sebagai bahan informasi bagi pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan
dalam menentukan harga pokok produk ataupun harga jual selanjutnya dan laba
yang diharapkan.
2. Sebagai referensi mengenai perhitungan harga pokok produk dengan
menggunakan metode harga pokok pesanan yang dapat dipergunakan bagi
penulis lain guna menambah pengetahuan serta wawasan bagi penulis itu
sendiri.
BAB II
DASAR TEORI
2.1.
Dasar Teori
2.1.1. Akuntansi
Al Haryono Jusup (2003:4) memberikan pengertian akuntansi dari dua
sudut pandang, yaitu pengertian dari sudut pemakai jasa dan pengertian dari
sudut proses kegiatan akuntansi yaitu sebagai berikut :
“Dari sudut pemakai
Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi dapat
didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi
yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan
mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.
Definisi dari sudut proses kegiatannya, akuntansi dapat
didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu
organisasi.
2.1.2. Akuntansi Biaya
2.1.2.1. Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya merupakan bagian tak terpisahkan dari
akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, namun lebih
menekankan pada masalah penetapan dan pengendalian biaya..
Menurut Mulyadi (2005 : 7), pengertian dari Akuntansi Biaya
adalah sebagai berikut: “Akuntansi biaya merupakan proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajiannya biaya-biaya
pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara tertentu, serta
penafsiran terhadapnya”.
2.1.2.2. Tujuan dan Manfaat Akuntansi Biaya
Menurut Mulyadi (2005 : 7), tujuan akuntansi biaya adalah
sebagai berikut:
1.
“Penentuan harga pokok produk
2.
Pengendalian biaya
3.
Pengambilan keputusan khusus oleh manajemen”.
2.1.2.3. Pengertian Biaya
Henry Simamora (2002 : 36) memberikan definisi biaya (cost)
adalah kas atau nilai setara kas yang diharapkan memberikan manfaat
pada saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi. Disebut
setara dengan kas (cash equivalent) karena sumber – sumber non kas
dapat ditukarkan dengan barang atau jasa yang dikehendaki.
2.1.2.4. Penggolongan Biaya
Mulyadi (2007:13) mengemukakan bahwa biaya dapat
digolongkan dengan berbagai macam cara, yaitu:
1. “Objek pengeluaran
2. Fungsi pokok dalam perusahaan
3. Hubungan biaya dengan sengan sesuatu yang
dibiayai
4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan
perubahan volume kegiatan.
5. Jangka waktu manfaatnya.
2.1.3. Harga Pokok Produksi
2.1.3.1. Pengertian Harga Pokok Produksi
Muhadi dan Joko Siswanto (2002:10) mengungkapkan bahwa
harga pokok produksi adalah biaya yang terjadi dalam rangka untuk
menghasilkan barang jadi (produk) dalam perusahaan manufaktur.
2.1.3.2. Unsur – Unsur Harga Pokok Produksi
Unsur-unsur biaya yang membentuk harga pokok produksi,
seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, terdiri dari tiga bagian,
yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik
2.1.3.3. Metode Pengumpulan Harga Pokok Produksi
Kemudian Mulyadi (2005:16-17) menjelaskan metode
pengumpulan kos produksi sangat ditentukan oleh cara produksi.
Secara garis besar, cara produksi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu
produksi atas dasar pesanan dan produksi massa.
2.1.3.4. Metode Harga Pokok Pesanan (Job Order Cost Method)
Sesuai dengan pendapat Carter dan Usry (2006:127), yaitu :
“Dalam sistem perhitungan harga pokok pesanan (job order costing
atau job costing), biaya produksi diakumulasikan untuk setiap pesanan
(job) yang terpisah; suatu pesanan adalah output yang diidentifikasikan
untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau untuk mengisi
kembali suatu item dari persediaan”.
2.1.3.5. Karakteristik Perusahaan yang Menggunakan Metode Harga
Pokok Pesanan
Menurut Mulyadi (2005 : 38) karakteristik perusahaan yang
pengumpulan harga pokok produksinya dengan metode harga pokok
pesanan adalah sebagai berikut :
a. “Proses pengolahan produk terjadi secara terputus –
putus. Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, dan
mulai dengan pesanan berikutnya.
b. Produksi dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang
ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian pesanan
yang satu dapat berbeda dengan pesanan yang lain.
c. Produksi ditujukan untuk memnuhi pesanan, bukan
untuk memenuhi persediaan di gudang”.
2.1.3.6. Kartu Harga Pokok Pesanan
Menurut Mulyadi (2005 : 44) mendefinisikan kartu harga pokok
merupakan catatan yang penting dalam metode harga pokok
pesanan.Kartu harga pokok ini berfungsi sebagai rekening pembantu,
yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan
produk. Dengan kata lain kartu harga pokok pesanan adalah catatan
yang berfungsi sebagai rekening pembantu untuk mencatat
pengumpulan biaya produksi tiap produk pesanan, yang memuat nama
pemesan, jumlah dipesan, tanggal pesan, biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan lain sebagainya.
2.1.3.7. Pengertian dan Metode Alokasi Biaya Bersama
Pengertian biaya bersama menurut Mulyadi (2005 : 358) yaitu :
“Biaya bersama dapat diartikan sebagai biaya overhead bersama (joint
overhead cost) yang harus dialokasikan ke berbagai departemen baik
dalam perusahaan yang kegiatan produknya berdasarkan pesanan
maupun kegiatan kegiatan produknya dilakukan secara massa.“
Maksudnya dapat disimpulkan bahwa biaya bersama terjadi selama
masa proses produksi yang dialokasikan ke berbagai produk atau
departemen yang menikmati manfaat dari biaya tersebut.
2.2.
Definisi Konsepsional
Untuk membatasi ruang lingkup dari permasalahan, maka penulis
mengemukakan beberapa batasan pengertian dan konsepsional sebagai berikut :
L.M. Samryn (2002:27) mengungkapkan bahwa harga pokok produksi adalah
semua biaya yang terjadi dalam rangka pembelian atau pembuatan produk.
Harga pokok pesanan adalah jumlah keseluruhan biaya produksi yang
dikeluarkan untuk tiap pesanan.
Mulyadi (2005:64) mengemukakan, bahwa di dalam metode harga pokok
pesanan, biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dan biaya
produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung dibebankan kepada produk
berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya tidak langsung
dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
Mulyadi (2005 : 35) juga menambahkan bahwa Perusahaan yang berproduksi
berdasar pesanan, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan
metode harga pokok pesanan (job order cost method). Dalam metode ini biaya – biaya
produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produk produksi per
satuan produk yang dihasilkan untuk memnuhi pesanan tersebut dihitung dengan cara
membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk
dalam pesanan yang bersangkutan.
Kartu harga pokok pesanan adalah catatan yang berfungsi sebagai rekening
pembantu untuk mencatat pengumpulan biaya produksi tiap produk pesanan, yang
memuat nama pemesan, jumlah dipesan, tanggal pesan, biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan lain sebagainya. Mulyadi (2005 : 44)
mendefinisikan kartu harga pokok merupakan catatan yang penting dalam metode
harga pokok pesanan.
Biaya bersama menurut Mulyadi (2005 : 358) yaitu : “Biaya bersama dapat
diartikan sebagai biaya overhead bersama (joint overhead cost) yang harus
dialokasikan ke berbagai departemen baik dalam perusahaan yang kegiatan
produknya berdasarkan pesanan maupun kegiatan kegiatan produknya dilakukan
secara massa”.
2.3.
Kerangka Pikir
CV Sinar Kencana
Akuntansi Biaya
Perhitungan harga pokok produk
pesanan menurut perusahaan:
- Biaya Bahan Baku
Perhitungan harga pokok produk
pesanan menurut teori:
- Biaya Tenaga Kerja Langsung
- Biaya
Overhead
Pabrik
(BOP)
ditentukan 25 % dari Biaya Bahan
Baku
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Tenaga Kerja Langsung
- Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Perumusan Masalah
“Apakah kalkulasi harga pokok pesanan yang
diterapkan oleh perusahaan CV Sinar Kencana untuk
produk pesanan slip Bank BCA lebih kecil atau lebih
besar dengan kalkulasi harga pokok pesanan
berdasarkan metode harga pokok pesanan dari teori
akuntansi biaya”
Alat Analisis
- Kalkulasi Harga Pokok Pesanan
- Kartu Harga Pokok Pesanan
- Alokasi Biaya Bersama
- Laba Kotor
Hasil Penelitian
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Definisi Operasional
CV Sinar Kencana merupakan perusahaan yang kegiatan produksinya
berdasarkan pesanan (order) dari pembeli. CV Sinar Kencana adalah salah satu badan
usaha yang mengerjakan atau menerima pesanan berupa Slip Bank BCA, Undangan,
Kop Surat dan Buku Harian Dinas PU dan lainnya, yang tentunya berdasarkan
pesanan konsumen dengan spesifikasi pesanan tergantung dari permintaan dari
konsumen. Dalam menjalankan aktivitas perusahaan sehari-hari, CV Sinar Kencana
memiliki sebuah bangunan sebagai tempat usaha yang beralamat di Jalan Biawan 2
No. 057 RT. 11 RW.04 Samarinda.
Pengertian harga pokok produksi yang dimaksud di dalam penulisan ini adalah
jumlah biaya produksi yang dimulai dari pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung serta biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi hingga produk
tersebut siap dipakai, berdasarkan spesifikasi pesanan dari konsumen, dan dalam hal
ini produk pesanan berupa slip Bank BCA.
3.2
3.3.
Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen yang dikorbankan untuk mendapatkan
barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa yang akan
datang.
Biaya produksi adalah jumlah dari semua biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi pada periode tertentu. Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya yang dikeluarkan guna menyelesaikan suatu
produk tertentu.
Adapun komponen biaya produksi adalah sebagai berikut :
1.
Biaya bahan baku langsung
Biaya bahan baku langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh bahan baku langsung. Bahan baku langsung dalam produk
slip Bank BCA adalah kertas NCR dan Tinta merk Cemani Toka.
2.
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh
Percetakan Sinar Kencana untuk membayar upah tenaga kerja yang
secara langsung berhubungan dengan proses produksi..
3.
Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya lain-lain yang dikeluarkan selain
dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja yang ikut menunjang
proses produksi. Biaya tersebut antara lain :
1)
Biaya bahan penolong.
Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk
jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi
nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok
produksi tersebut.
2)
Biaya Listrik.
Biaya listrik ini adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
membayar listrik selama periode bulan Desember tahun 2010.
3)
Biaya Penyusutan Mesin dan Penyusutan Kendaraan.
Biaya ini berupa jumlah penyusutan mesin-mesin serta kendaraan
yang dimiliki oleh CV Sinar Kencana.
4)
Biaya Depresiasi bangunan dan pabrik.
5)
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin dan Kendaraan
Rincian Data Yang Diperlukan
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengumpulkan data-data yang berkaitan
dengan alat analisis dan pembahasan, guna menunjang terhadap pembahasan masalah
yang dikemukakan. Data-data tersebut meliputi :
1. Gambaran Umum dan Struktur Organisasi CV Sinar Kencana di
Samarinda yang merupakan objek dari penelitian
2. Data biaya-biaya produksi yang terjadi terhadap pesanan, yang meliputi
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik periode
bulan November 2010
3. Kartu Harga Pokok Pesanan
4. Laba yang diharapkan oleh perusahaan
5. Data lain yang mempunyai keterkaitan dalam penulisan ini.
Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penulisan ini penulis hanya memusatkan perhatian pada CV Sinar
Kencana selaku objek penelitian dengan membatasi ruang lingkup penelitian pada
masalah produksi dan penganalisaan biaya berdasar metode harga pokok pesanan
untuk produk slip Bank BCA.
3.4.
3.5.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini, penulis mengadakan penelitian dengan teknik-teknik
pengumpulan data sebagai berikut :
1. Field Work Research ( Penelitian Lapangan), yaitu suatu metode dengan
melakukan peninjauan kepada objek yang diteliti yang dilakukan dengan
cara sebagai berikut
a. Interview, yaitu mengumpulkan data dengan cara mengadakan tanya
jawab dengan staf dan karyawan perusahaan.
b. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data-data tertulis yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti.
2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), yaitu pengumpulan data
melalui buku-buku literatur serta tulisan-tulisan lainnya yang berkaitan
dengan permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini
Alat Analisis
Untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dikemukakan, maka digunakan
alat analisis dan pengujian hipotesis dengan cara membandingkan antara cara
perhitungan perusahaan dengan penerapan metode harga pokok pesanan (komparatif).
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi di dalam pembuatan produk
jadi. Unsur-unsur biaya produksi inilah yang akan membentuk harga pokok produksi,
dimana unsur-unsur tersebut terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan
biaya overhead pabrik.
Dalam penelitian ini variabel-variabel yang dianalisis adalah :
1. Biaya bahan baku
2. Biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya overhead pabrik
Pada dasarnya perhitungan harga pokok produksi dapat diartikan pula sebagai
perhitungan dari biaya produksi yaitu sebagai berikut :
Taksiran Biaya Bahan Baku
Rp XX
Taksiran Biaya Tenaga Kerja Langsung
XX
Taksiran Biaya Overhead Pabrik
XX +
-
Taksiran biaya produksi
Rp XX
(Mulyadi, 2005 : 40).
Untuk menghitung berapa besarnya harga pokok produksi untuk tiap lembar
produk slip Bank BCA, digunakan perhitungan harga pokok produk per satuan yaitu
sebagai berikut :
Jumlah harga pokok pesanan tertentu
Harga pokok per satuan =
Jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan
(Muhadi, Joko Siswanto, 2002 : 24)
Untuk menghitung tarif biaya overhead pabrik menggunakan dasar perhitungan
atas dasar kapasitas normal, dengan pembebanan BOP atas dasar biaya biaya bahan
baku. Dasar pembenanan ini dipilih untuk mengetahui perbandingan tarif biaya
overhead pabrik antara tarif yang digunakan oleh perusahaan, dengan tarif BOP hasil
analisa, dimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa perusahaan menggunakan dasar
pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar persentase dari biaya bahan baku yang
dikeluarkan dalam membuat suatu produk pesanan.
Pada dasarnya rumus perhitungan biaya overhead pabrik (BOP) adalah sebagai
berikut :
Biaya Overhead Pabrik yang dianggarkan
= Tarif Biaya Overhead pabrik
Taksiran dasar pembebanan
(Mulyadi, 2005:203).
Apabila dasar pembebanan yang digunakan atas dasar biaya bahan baku, maka
rumus perhitungan tarif biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut :
Taksiran Biaya Overhead Pabrik
X 100% = Persentase BOP dari biaya
Taksiran Biaya bahan baku
bahan baku yang dipakai
(Mulyadi, 2005:200).
Kemudian untuk kartu harga pokok pesanan, Mulyadi (2005 : 48) memberikan
contoh kartu harga pokok yang dapat dilihat pada gambar berikut:
PT. Eliona Sari
Yogyakarta
KARTU HARGA POKOK
No. Pesanan
Jenis Produk
Tgl. Pesan
Tgl. Selesai
: 102
: Pamflet Iklan
: 15 November 1986
: 16 November 1986
Biaya Bahan Baku
Tgl.
No.
BPBG
Ket.
Jumlah
Pemesanan
Sifat Pesanan
Jumlah
Harga Jual
Biaya Tenaga Kerja
Tgl.
No. Kartu
Jam Kerja
Jumlah
: PT. Oki
: Biasa
: 20.000 lembar
: Rp 20.000.000,00
Biaya Overhead Pabrik
Tgl.
Dasar
Tarif
Jumlah
Selanjutnya dalam menentukan biaya bersama (joint cost) yang dialokasikan
kepada tiap-tiap produk bersama dengan dasar pikiran bahwa harga jual suatu produk
merupakan perwujudan biaya – biaya yang dikeluarkan dalam mengolah produk
tersebut maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Perhitungan alokasi biaya bersama
Harga
Nilai
Alokasi
Pokok
Nilai
Jual
Biaya
Produk
Jumlah
Jual
Harga
Relatif
Bersama Bersama
Produk
Jual /
Produk
/ Unit
Yang
Unit
Bersama
Dihasilkan
(1)
x (3)
(4) x y
(5)
(2)
x100%
x
(1)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
Jumlah
x
y
(Mulyadi, 2005:336)
Sedangkan untuk perhitungan laba atau rugi bruto tiap pesanan dapat dihitung
sebagai berikut :
Harga jual yang dibebankan kepada pemesan
Biaya produksi pesanan tertentu :
Biaya bahan baku sesungguhnya
Rp
Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya
Taksiran biaya overhead pabrik
Total biaya produksi pesanan
Laba / Rugi bruto
(Mulyadi, 2005:41).
Rp XX
XX
XX
XX+
(Rp XX)
Rp XX
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
CV Sinar Kencana adalah salah satu perusahaan di kota Samarinda yang
beralamat di Jl. Biawan 2 No. 057 RT. 11 RW. 04, Samarinda, yang bergerak di bidang
jasa dalam hubungannya dengan menerima pesanan dimana kita dapat memesan dengan
kegiatan produksinya di bidang percetakan, dengan kualifikasi kegiatan produksi dapat
disebutkan diantaranya antara lain memproduksi undangan, kop surat dan buku harian
Dinas PU, slip dan blanko Bank BCA, yang tentunya berdasarkan pesanan konsumen
dengan spesifikasi pesanan tergantung permintaan dari konsumen. Produk yang utama
dihasilkan perusahaan adalah memproduksi slip BCA berupa slip pembayaran / transfer
dan penarikan.
CV Sinar Kencana mulai berdiri pada tahun 2004 yang dipimpin oleh Bapak
Cahyo Ernandio. Perusahaan ini didirikan berdasarkan akte notaris Lia Cittawan Nanda
Gunawan, SH, dengan Surat Izin Usaha Perdagangan nomor 0153/18.01/PK/VII/2006
dengan NPWP 6.805.925.2-722.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya CV Sinar Kencana mempekerjakan 8
orang pekerja yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan
posisi yang mereka tempati di dalam struktur organisasi perusahaan. Berikut ini adalah
daftar tabel jumlah para pekerja yang menduduki posisi-posisi yang terdapat di dalam
perusahaan, yaitu sebagai berikut:
Jumlah Pekerja pada CV Sinar Kencana
POSISI
JUMLAH
Bagian Administrasi dan Umum
1 orang
Bagian Produksi :
Bagian Operator
Bagian Finishing
2 orang
3 orang
Bagian Transportasi
2 orang
Total
8 orang
Sumber data : CV Sinar Kencana
4.2
Struktur Organisasi
4.3. Proses Produksi
Secara sistemastis proses produksi slip BCA dapat di gambarkan sebagai berikut:
Proses Desain
Proses Finishing
Produk Jadi
Proses Produksi slip BCA
4.4. Data Produksi Produk Slip BCA
Penelitian pada CV Sinar Kencana ini difokuskan mengenai pembuatan produk
slip BCA yang dipesan pada bulan Desember 2010. Untuk keperluan tersebut maka
diperoleh satu sampel penelitian pada CV Sinar Kencana pada bulan November 2010
sebagai penentuan harga produksi.
Data produksi yang dihasilkan selama bulan Desember 2010 adalah sebagai
berikut:
Data Produksi Pesanan CV Sinar Kencana Bulan Desember 2010
No
Jenis Produk
Volume
Produksi
1000
60.000
1.500
500
100
Harga per
rangkap
Rp
150,00
Rp
450,00
Rp 1.000,00
Rp
500,00
Rp 2.000,00
Jumlah
1
Blanko BCA
Rp
150.000,00
2
Slip BCA
Rp 27.000.000,00
3
Undangan
Rp 1.500.000,00
4
Kop Surat Dinas PU
Rp
250.000,00
5
Buku harian Dinas PU
Rp
200.000,00
Jumlah
Rp 29.100.000,00
Dari seluruh pesanan yang diproduksi oleh CV Sinar Kencana pada bulan
Desember 2010, pesanan yang diteliti oleh penulis adalah pesanan slip BCA dengan
jumlah pesanan sebanyak 60.000 lembar dengan harga Rp 450,00 per rangkapnya..
4.4.1. Biaya Produksi Produk Slip BCA
Berikut data-data yang diperoleh berkaitan dengan pesanan slip bank BCA.
4.4.1.1. Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat slip BCA per lembar
nya adalah Kertas NCR dengan komposisi satu rangkap untuk tiga
lembar (Top, Middle, Bottom), tinta merk Cemani Toka, dan lem merk
Weber. Biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk membuat 60.000
lembar pesanan slip BCA ialah sebesar Rp 5.505.000,00
4.4.1.2. Biaya Bahan Penolong
Berikut dapat dilihat besarnya bahan penolong :
Harga Satuan
Bahan Penolong
Jumlah
Jumlah Biaya (Rp)
(Rp)
Kalkir
5
Rp 50.000,00
Rp 250.000,00
Tinta printer
2
Rp 50.000,00
Rp 100.000,00
Plat aluminium
1
Rp 500.000,00
Rp 500.000,00
Jumlah
Rp 850.000,00
4.4.1.3. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Berikut dapat dilihat besarnya biaya tenaga kerja langsung:
Biaya Tenaga Kerja Langsung Operator CV Sinar Kencana
Total Gaji
Upah Per Orang / hari
Jumlah
Karyawan
Keterangan
Tenaga
1 jam
7 jam
14 hari
Jumlah
Kerja
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Operator
2
15.000 70.000
1.470.000
2.940.000
Sumber data : CV Sinar Kencana
Biaya Tenaga Kerja Langsung Finishing CV Sinar Kencana
Total Gaji
Upah Per Orang / hari
Karyawan
Jumlah Tenaga
Keterangan
Kerja
1 jam 7 jam
22 hari
Jumlah
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Finishing
3
10.000 70.000 1.680.000
4.620.000
Sumber data : CV Sinar Kencana
Total by. tenaga kerja langsung =
Rp 2.940.000 + Rp 4.620.000
=
Rp 7.560.000,00
4.4.1.4. Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Total biaya bahan baku = Biaya bahan baku + Biaya bahan penolong
= Rp 5.505.000,00 + Rp 850.000,00
= Rp 6.335.000,00
Tarif biaya overhead pabrik sebesar 45%, sehingga biaya overhead
pabrik yang dikeluarkan adalah sebesar:
BOP
= Tarif BOP x Tarif Biaya Bahan Baku
=
45% x
Rp 6.335.000,00
= Rp 2.859.750,00
4.4.2. Perhitungan Harga Pokok Produksi
Pesanan 60.000 lembar slip BCA.
Biaya Bahan Baku (Biaya Bahan Penolong) Rp
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Rp
Biaya Overhead Pabrik
(45% x Rp 6.335.000,00)
Rp
6.335.000,00
7.560.000,00
2.859.750,00
+
Harga Pokok Produksi
Rp 16.774.750,00
Rp 16.774.750,00
Harga Pokok Produksi
per rangkap
=
60.000 lembar
=
Rp
279,58
4.4.3. Kartu Harga Pokok Pesanan
Dengan diperolehnya data perhitungan harga pokok produksi diatas,
maka kartu harga pokok pesanan untuk produksi 60.000 lembar slip BCA
bulan Desember 2010 dapat dilihat sebagai berikut :
CV SINAR KENCANA
Jl. Biawan 2 No. 057 RT. 11 RW. 04
Samarinda
Kartu Harga Pokok Pesanan
No. Pesanan
: 111001/2010
Pemesan
: Bank Central Asia
Jenis Produksi : Slip Pembayaran & Penarikan
Jumlah
: 60,000 lbr / 20.000 rkp
Tgl. Pesanan : 2 Desember 2010
Harga per rangkap : Rp 450,00
Biaya Bahan Baku
Tgl
No.
BPBG
Ket.
Slip Bank
Jumlah
Jumlah
(Rp)
6.335.000
Biaya Tenaga Kerja
No.
Kartu
Jumlah
Tgl
Jam
(Rp)
Kerja
7.560.000
Biaya Overhead Pabrik
Tgl
Jam
Mesin
Tarif
Jumlah
(Rp)
45%
2.859.750
Jumlah
Jumlah
6.335.000
7.560.000
2.859.750
Total Harga Pokok Produksi
16.774.750
Sumber data : CV Sinar Kencana
4.4.4 Laba yang Diharapkan
Berdasarkan data – data dan perhitungan yang telah dijelaskan diatas,
maka perhitungan perusahaan untuk mencapai laba yang diharapkan dapat
dilihat sebagai berikut:
Harga Jual
= Rp 27.000.000,00
Biaya Produksi Slip BCA
Biaya Bahan Baku
= Rp 6.335.000,00
Biaya TK Langsung = Rp 7.560.000,00
Taksiran BOP
= Rp 2.859.750,00 +
Total Biaya Produksi Pesanan
= (Rp 16.774.750,00)
Laba / Rugi
= Rp 10.225.250,00
Dengan demikian, laba yang diharapkan perusahaan dalam penjualan
produk slip BCA bulan Desember 2010 adalah Rp 10.225.250,00
4.5. Analisis
Sebelum dilakukan perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode harga
pokok pesanan terlebih dahulu penulis melakukan perhitungan atas biaya tenaga kerja
yang menurut metode perusahaan menggunakan jam kerja, sedangkan berdasarkan teori
harga pokok pesanan menggunakan alokasi biaya bersama untuk mengetahui
pembebanan biaya terhadap produk slip BCA.
4.5.1. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan pada bulan
Desember 2010, perusahaan membayar biaya tenaga kerja sebesar Rp
7.560.000,00. Alokasi biaya tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel berikut
ini:
Alokasi Biaya Tenaga Kerja Langsung bulan Desember 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Harga
Nilai Jual
Jual
biaya
produk
Jual per
Relatif
bersama
yang
lembar /
Macam
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan
rangkap
(1) x (2)
Produk
jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko
1.000
150,00
150.000
0,52
38.969,07
BCA
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,86
64.948,45
PU
Undangan
1.500 1.000,00
1.500.000
5,15
389.690,72
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
Jumlah
60.000
450,00
27.000.000
92,78
7.014.432,99
100
2.000,00
200.000
0,69
51.958,76
100%
7.560.000
29.100.000
Sumber data : Hasil olahan data
Pembebanan biaya overhead pabrik ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan
dari perhitungan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Karena dalam menetapkan
tarif sebesar 45% dari biaya bahan baku, perusahaan tidak melakukan estimasi secara
akuntansi dari komponen biaya overhead pabrik itu sendiri.
Sebelum dilakukan perhitungan tarif biaya overhead pabrik, terlebih dahulu
dilakukan perhitungan anggaran biaya overhead pabrik untuk produk slip BCA. Dasar
penetapan tarif biaya overhead bulan Desember 2010 menggunakan asumsi dari
perhitungan biaya overhead dari bulan sebelumnya, yaitu bulan November 2010.
Rincian data produksi selama bulan November 2010 dapat dilihat sebagai berikut :
Data Produksi Pesanan CV Sinar Kencana Bulan November 2010
Volume
Harga per
No
Jenis Produk
Jumlah
Produksi
rangkap
1 Blanko BCA
1000 Rp
150,00 Rp
150.000,00
2 Slip BCA
52.500 Rp
500,00 Rp 26.250.000,00
3 Undangan
2.000 Rp 1.000,00 Rp 2.000.000,00
4 Kop Surat Dinas PU
500 Rp
500,00 Rp
250.000,00
5 Buku harian Dinas PU
100 Rp 2.000,00 Rp
200.000,00
Jumlah
Rp 28.850.000,00
Sumber data : CV Sinar Kencana
Kemudian berikut ini adalah rincian biaya overhead pabrik yang terjadi dalam
pembuatan slip BCA di bulan November 2010 yaitu sebagai berikut:
4.5.2. Biaya Bahan Penolong
Selain menggunakan bahan baku, proses pembuatan slip BCA juga
menggunakan beberapa bahan penolong dalam proses produksinya. Dalam
halaman sebelumnya telah diuraikan jenis dan biaya bahan penolong yang
dikeluarkan untuk membuat 52.500 lembar pesanan slip BCA, jumlah biaya
bahan penolong yang dikeluarkan tersebut adalah sebesar Rp 850.000,00.
4.5.3. Biaya Listrik
Selama bulan November 2010, perusahaan membayar biaya listrik
sebesar Rp 700.000,00. Perhitungan didasarkan pada alokasi jumlah
pemakaian listrik yang dilakukan oleh departemen produksi dan departemen
adm. & keu. Berikut dapat dilihat perhitungannya:
Alokasi kWh per Departemen bulan November 2010
Pemakaian kWh
Daftar Mesin (Departemen)
Alokasi
kWh
%
Mesin Cetak KOMORI
3.200
80 Rp
560.000,00
(Finishing)
Komputer (Desain layout)
400
10 Rp
70.000,00
Komputer (Adm & Keu)
400
10 Rp
70.000,00
Jumlah
4.000 100 Rp
700.000,00
Sumber data : Hasil olahan data
Berdasarkan alokasi pemakaian listrik yang telah diuraikan diatas, maka
dapat dihitung alokasi biaya bersama untuk biaya listrik yang dibebankan
kepada departemen produksi (Finishing & desain) sebagai berikut :
Alokasi Biaya Listrik bulan November 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Harga
Nilai Jual
Jual
biaya
produk
Jual per
Relatif
bersama
yang
lembar /
Macam
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan rangkap
(2) x (2)
Produk
jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko
1000
150,00
150.000
0,52
3.275,56
BCA
Slip BCA
52.500
500,00 26.250.000
90,99
573.223,57
Undangan
Kop Surat
Dinas PU
Buku harian
Dinas PU
2000
1.000,00
2.000.000
6,93
43.674,18
500
500,00
250.000
0,87
5.459,27
100
2.000,00
200.000
0,69
4.367,42
Jumlah
28.850.000
100%
630.000
Sumber data : Hasil olahan data
4.5.4. Biaya Bahan Bakar Minyak
Biaya bahan bakar minyak yang dikeluarkan oleh perusahaan selama
bulan November 2010 diasumsikan pembebanan biaya diberikan kepada
departemen pemasaran adalah sebesar Rp 350.000,00. Alokasi biaya bahan
bakar minyak dapat dilihat dalam tabel berikut:
Alokasi Biaya Bahan Bakar Minyak bulan November 2010
Alokasi
Nilai Jual
Jumlah
Harga
Nilai Jual
biaya
Relatif
produk
Jual per
bersama
yang
lembar /
Macam
(4) x (biaya
dihasilkan rangkap
(3) : jumlah
Produk
(1) x (2)
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko
1000
150,00
150.000
0,52
1.819,76
BCA
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
3.032,93
Undangan
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
2000
1.000,00
2.000.000
6,93
24.263,43
52.500
500,00
26.250.000
90,99
318.457,54
100
2.000,00
200.000
0,69
2.426,34
Jumlah
28.850.000
100%
350.000
Sumber data : Hasil olahan data
4.5.5. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin
Dalam bulan November 2010, jumlah biaya reparasi dan pemeliharaan
mesin dan kendaraan yang dikeluarkan perusahaan dengan asumsi dasar
pembebanan biaya pada departemen produksi dengan biaya Rp 80.000,00.
Perhitungannya dilihat dalam tabel berikut:
Alokasi Biaya Reparasi & Pemeliharaan Mesin bulan November 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Nilai Jual
Jual
biaya
Harga Jual
produk
Relatif
bersama
per lembar
yang
Macam
/ rangkap
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan
Produk
(1) x (2) jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko
1000
150,00
150.000
0,52
415,94
BCA
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
693,24
Undangan
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
2.000
1.000,00
2.000.000
6,93
5.545,93
52.500
500,00
26.250.000
90,99
72.790,29
100
2.000,00
200.000
0,69
554,59
Jumlah
28.850.000
100%
80.000
4.5.6. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Kendaraan
Dalam bulan November 2010, jumlah biaya reparasi dan pemeliharaan
kendaraan yang dikeluarkan perusahaan dengan asumsi dasar pembebanan
biaya pada departemen pemasaran dengan biaya Rp 210.000,00,
perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut:
Alokasi Biaya Reparasi & Pemeliharaan Kendaraan bulan November 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Nilai
Jual
Jual
biaya
Harga Jual
produk
Relatif
bersama
per lembar
yang
Macam
/ rangkap
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan
Produk
(1) x (2) jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko
1000
150,00
150.000
0,52
1.091,85
BCA
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
1.819,76
Undangan
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
2.000
1.000,00
2.000.000
6,93
14.558,06
52.500
500,00
26.250.000
90,99
191.074,52
100
2.000,00
200.000
0,69
1.445,81
Jumlah
28.850.000
100%
210.000
Sumber data : Hasil olahan data
4.5.7. Biaya Penyusutan Mesin
Berikut ini disajikan dalam bentuk tabel data-data mengenai daftar mesinmesin dan perhitungan penyusutan mesin-mesin yang dimiliki perusahaan:
Daftar Mesin yang dimiliki oleh CV Sinar Kencana
Umur
Jenis
Harga/Unit
Nilai Sisa
Jumlah
Kuantitas Ekonomis
Mesin
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Tahun)
Mesin
1 unit
5
450.000.000 410.000.000 450.000.000
Komori
450.000.000
Jumlah
Sumber data : CV Sinar Kencana
Perhitungan Penyusutan Mesin CV Sinar Kencana
Harga
Umur
Nilai Sisa
Penyusutan
Perolehan
Ekonomis
Aktiva
Tetap
Per Tahun
Per Bulan
(Rp)
(tahun)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Mesin
450.000.000
5
410.000.000
8.000.000 666.666,67
Komari
10.000.000 666.666,67
Jumlah
Sumber data : Hasil olahan data
Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk penyusutan mesin setiap bulan
adalah sebesar Rp 666.666,67. Alokasi biaya penyusutan mesin diasumsikan
biaya dibebankan terhadap departemen produksi dapat dilihat pada tabel
berikut:
Alokasi Biaya Penyusutan Mesin bulan November 2010
Nilai
Jumlah
Nilai
Jual
Jual
Harga Jual
produk
Relatif
per lembar
yang
Macam
/ rangkap
(3) :
dihasilkan
Produk
(1) x (2)
jumlah
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(1)
(2)
(3)
(4)
Blanko
1.000
150,00
150.000
0,52
BCA
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
Undangan
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
Alokasi
biaya
bersama
(4) x (biaya
bersama)
(Rp)
(5)
3.466,20
5,777,01
2.000
1.000,00
2.000.000
6,93
46.216,06
52.500
500,00
26.250.000
90,99
606.585,79
100
2.000,00
200.000
0,69
4.621,61
28.850.000 100%
666.666,67
Jumlah
Sumber data : Hasil olahan data
4.5.8.
Biaya Penyusutan Kendaraan
Data-data mengenai daftar kendaraan yang dimiliki oleh CV Sinar
Kencana dan perhitungan penyusutan kendaraannya adalah sebagai berikut:
Daftar Kendaraan yang dimiliki oleh CV Sinar Kencana
Umur
Jenis
Harga/Unit Nilai Sisa
Jumlah
Kuantitas Ekonomis
Kendaraan
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Tahun)
Zebra
1
5
80.000.000 35.000.000 80.000.000
Pick up
Motor
1
5
12.000.000
3.000.000 12.000.000
Smash
Motor
1
5
14.000.000
5.000.000 14.000.000
Shogun
106.000.000
Jumlah
Sumber data : CV Sinar Kencana
Perhitungan Penyusutan Kendaraan CV Sinar Kencana
Harga
Umur
Nilai Sisa
Penyusutan
Perolehan Ekonomis
Aktiva
Tetap
Per Tahun
Per Bulan
(Rp)
(tahun)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Zebra
80.000.000
5
35.000.000
9.000.000
750.000
Pick up
Motor
12.000.000
5
3.000.000
1.000.000
83.333,33
Smash
Motor
14.000.000
5
5.000.000
1.800.000
150.000
Shogun
11.800.000 983.333,33
Jumlah
Sumber data : Hasil olahan datam
Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk penyusutan kendaraan setiap
bulan adalah sebesar Rp 983.333,33. Alokasi biaya penyusutan kendaraan
diasumsikan biaya dibebankan terhadap departemen pemasaran dapat dilihat
pada tabel berikut:
Alokasi Biaya Penyusutan Kendaraan bulan November 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Nilai
Jual
Jual
biaya
Harga Jual
produk
Relatif
bersama
per lembar
yang
Macam
/ rangkap
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan
Produk
(1) x (2)
jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko BCA
1.000
150,00
150.000
0,52
5.112,65
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
8.521,09
Undangan
2.000
1.000,00
2.000.000
6,93
68.168,69
52.500
500,00
26.250.000
90,99
894.714,04
100
2.000,00
200.000
0,69
6.816,87
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
Jumlah
28.850.000
100% 983.333,33
Sumber data : Hasil olahan data
4.5.9. Biaya Depresiasi Gedung
CV Sinar Kencana menggunakan sebuah rumah dalam pelaksanaan
proses produksinya yang beralamat di Jl, Biawan 2 No. 057 RT. 11 RW. 04,
Samarinda. Dari data yang diperoleh, berikut perhitungan depresiasi gedung :
Perhitungan Depresiasi Gedung CV Sinar Kencana
Harga
Umur
Nilai Sisa
Penyusutan
Perolehan
Ekonomis
Aktiva
Tetap
Per Tahun
Per Bulan
(Rp)
(tahun)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
Gedung
720.000.000
5
700.000.000
2.000.000 166.666,67
900 m2
2.000.000 166.666,67
Jumlah
Sumber data : Hasil olahan data
Berdasarkan perhitungan depresiasi gedung diatas, diperoleh biaya
depresiasi gedung per bulan adalah Rp 250.000,00. Alokasi biaya diasumsikan
pada penggunaan luas lantai pada masing-masing departemen. Berikut dapat
dilihat perhitungan alokasi luas lantai m2:
Alokasi luas lantai m2 per Departemen bulan November 2010
Luas lantai
Daftar Mesin (Departemen)
Alokasi
M2
%
Produksi
750
83,3 Rp
140.350,88
Administrasi & Keuangan
100
11,1 Rp
17.543,86
Pemasaran
50
5,26 Rp
8.771,93
Jumlah
900
100 Rp
166.666,67
Sumber data : Hasil olahan data
Kemudian setelah diperoleh data diatas untuk asumsi penetapan biaya
didasarkan pada departemen produksi Rp 210.526,32 maka dapat dihitung
alokasi biaya bersama untuk biaya depresiasi gedung yang dapat dilihat pada
tebel berikut :
Alokasi Biaya Depresiasi Gedung bulan November 2010
Nilai
Alokasi
Jumlah
Nilai
Jual
Jual
biaya
Harga Jual
produk
Relatif
bersama
per lembar
yang
Macam
/ rangkap
(3) :
(4) x (biaya
dihasilkan
Produk
(1) x (2)
jumlah
bersama)
lembar
(Rp)
(Rp)
(%)
(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Blanko BCA
1.000
150,00
150.000
0,52
729,73
Kop Surat
500
500,00
250.000
0,87
1.216,21
Undangan
2.000
1.000,00
2.000.000
6,93
9.729,70
52.500
500,00
26.250.000
90,99
127.702,27
100
2.000,00
200.000
0,69
972,97
Slip BCA
Buku harian
Dinas PU
Jumlah
28.850.000
100% 140.350,88
Sumber data : Hasil olahan data
Dari data diatas diperoleh data biaya depresiasi gedung dengan asumsi
penetapan biaya yang dibebankan pada departemen produksi adalah Rp
140.350,88
Setelah diketahui besarnya masing-masing biaya overhead pabrik yang
dibebankan kepada pesanan slip BCA selama bulan November 2010 yang
berdasarkan metode alokasi biaya bersama, maka dapat diketahui besarnya
biaya overhead pabrik yang akan dibebankan kepada pesanan slip BCA
adalah:
Biaya Overhead Pabrik bulan November 2010
No
Elemen Biaya
Jumlah Biaya
1
Biaya Bahan Penolong
Rp
850.000,00
2
Biaya Listrik
Rp
573.223.57
3
Biaya Bahan Bakar Minyak
Rp
318.457,54
4
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin
Rp
72.790,29
5
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Kendaraan
Rp
191.074,52
6
Biaya Penyusutan Mesin
Rp
606.585,79
7
Biaya Penyusutan Kendaraan
Rp
894.714,04
8
Biaya Depresiasi Gedung
Rp
140.350,88
Rp 3.634.548,03
Total
Sumber data : Hasil olahan data
Setelah disusun pembebanan biaya overhead pabrik, selanjutnya adalah
menghitung besarnya tarif biaya overhead pabrik. Dasar yang digunakan untuk
membebankan biaya overhead pabrik adalah atas dasar biaya bahan baku,
sehingga besarnya tarif BOP dapat dihitung sebagai berikut:
Total Biaya Overhead
Tarif Biaya Overhead Pabrik =
Total Biaya Bahan Baku
produksi bulan November 2010
Rp 3.634.548,03
=
x 100 %
Rp 4.850.000,00
=
74,94%
Dari perhitungan di atas, maka tarif biaya overhead pabrik berdasarkan
biaya bahan baku adalah sebesar 74,94%.
4.5.10. Perhitungan Harga Pokok Produksi
Berdasarkan data yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat
dihitung harga pokok produksi slip BCA untuk bulan Desember 2010 dengan
asumsi dasar penetapan tarif BOP didasarkan pada perhitungan BOP bulan
November 2010 sebesar 74,94%.
Berikut perhitungan harga pokok produksi slip BCA yang terhitung
bulan Desember 2010:
Pesanan 60.000 lembar slip BCA.
Biaya Bahan Baku
Rp 5.505.000,00
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Rp 7.014.432,99
Biaya Overhead Pabrik (November)
(74,94% x Rp 5.505.000,00)
Rp 4,125,447,00
+
Harga Pokok Produksi
Rp 16.644.879,99
Rp 16.644.879,99
Harga Pokok Produksi
=
per rangkap
60.000 lembar
=
Rp
277,41
Jadi, besarnya harga pokok produksi untuk tiap lembar slip BCA menurut
metode perusahaan adalah sebesar Rp 277,41
4.5.11. Kartu Harga Pokok Pesanan Berdasarkan Analisis
Setelah diketahui jumlah harga pokok produksi slip BCA, kemudian ketiga
komponen biaya produksi ini dimasukkan ke dalam kartu harga pokok
pesanan, yang dapat dilihat dalam gambar berikut:
CV SINAR KENCANA
Jl. Biawan 2 No. 057 RT. 11 RW. 04
Samarinda
kok
No. Pesanan
: 11/001/2010
Jenis Produksi : Slip Pembayaran & Penarikan
Tgl. Pesanan : 2 Desember 2010
Biaya Bahan Baku
Tgl
No.
BPBG
Ket.
Jumlah
(Rp)
Slip Bank
5.505.000
Jumlah
5.505.000
Total Harga Pokok Produksi
Pemesan
: Bank Central Asia
Jumlah
: 60.000 lbr / 20.000 rkp
Harga per rangkap : Rp 279,58
Biaya Tenaga Kerja
No.
Kartu Jumlah
Tgl
Jam
(Rp)
Kerja
Biaya Overhead Pabrik
Tgl
Jam
Mesin
7.014.432,99
Jumlah
7.014.432,99
Jumlah
Tarif
Jumlah
(Rp)
74,94%
4,125,447
4,125,447
16.644.879,99
4.5.12. Laba yang Diharapkan
Berdasarkan data – data dan perhitungan yang telah dijelaskan diatas,
maka perhitungan perusahaan untuk mencapai laba yang diharapkan dapat
dilihat sebagai berikut:
Harga Jual
= Rp 27.000.000,00
Biaya Produksi Slip BCA
Biaya Bahan Baku
= Rp 5.505.000,00
Biaya TK Langsung = Rp 7.014.432,99
Taksiran BOP
= Rp 4,125,447,00 +
Total Biaya Produksi Pesanan
(Rp 16.644.879,99)
Laba / Rugi
Rp 10.355.120,01
Dengan demikian, laba yang diharapkan berdasarkan hasil analisis dalam
penjualan produk slip BCA bulan Desember 2010 adalah Rp 10.355.120,01.
4.6.
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap pesanan slip BCA, maka
dapat dilihat adanya perbedaan antara hasil perhitungan harga pokok produksi
menurut metode perusahaan dengan hasil perhitungan harga pokok produksi
berdasarkan hasil analisa dengan metode harga pokok pesanan. Adapun perbedaan
perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan dengan perhitungan menurut
hasil analisis dapat dilihat dalam tabel berikut:
Perbedaaan perhitungan harga pokok produksi Slip BCA menurut
perhitungan perusahaan dan analisa pada bulan Desember 2010
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Produk
Selisih
Perusahaan
Analisa
Slip BCA
Biaya Bahan Baku Rp 6.355.000.00 Rp 5.505.000,00 Rp
850.000.00
Biaya
Tenaga
Kerja Langsung
Rp 7.560.000,00 Rp 7.014.432,99 Rp
545.567,01
Biaya
Overhead
Pabrik
Rp 2.859.750,00 Rp 4,125,447,00 Rp 1.295.697,00
Harga
Pokok
Rp 16.774.750,00 Rp16.644.879,99 Rp
129.870,01
Produksi
Harga
Pokok
Rp
279,58 Rp
277,41 Rp
2,16
Produksi / rangkap
Sumber data : Hasil olahan data
Dari tabel perbandingan perhitungan harga pokok produksi di atas, menunjukkan
adanya perbedaan perhitungan harga pokok produksi antara perhitungan perusahaan
dengan perhitungan harga pokok produksi dari hasil analisis penulis, yaitu
perhitungan menurut perusahaan adalah sebesar Rp 16.774.750,00, sedangkan
menurut hasil analisis berdasarkan biaya yang sesungguhnya dikeluarkan adalah
sebesar Rp 16.644.879,99. Terjadi selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar
Rp 129.870,01, dimana perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan lebih
besar dibandingkan berdasarkan hasil analisis. Selisih ini terjadi karena adanya
perbedaan
pembebanan
biaya
bahan
penolong
dimana
perusahaan
memperhitungkannnya ke dalam biaya bahan baku, akan tetapi menurut teori
akuntansi biaya, biaya tersebut dimasukkan ke dalam biaya overhead pabrik.
Penyebab lain yang membedakan perhitungan harga pokok produksi tersebut
terletak pada pembebanan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Perusahaan
menetapkan pembebanan biaya overhead pabrik hanya berdasarkan perkiraan dari
pengalaman-pengalaman saja, tanpa memperhitungkan secara pasti biaya overhead
yang terjadi di dalam perusahaan, sehingga perusahaan tidak mengetahui secara pasti
berapa besarnya biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi di dalam proses
produksi terhadap suatu produk.
Dalam menetapkan biaya overhead pabrik yang terjadi di dalam proses produksi,
perusahaan menggunakan dasar pembebanan pada jumlah biaya bahan baku yang
dikeluarkan untuk memproduksi suatu pesanan. Tarif biaya overhead pabrik yang
dibebankan kepada biaya bahan baku sebesar 45% dari jumlah bahan baku yang
digunakan. Dalam hal ini perusahaan tidak memperhitungkan adanya variasi harga
bahan baku yang terjadi pada tiap-tiap produk yang dihasilkan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
5.2.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, perhitungan analisis dan pembahasan yang telah
dikemukakan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan antara lain:
a. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan perusahaan maka dihasilkan
harga pokok produksi untuk produk slip BCA adalah sebesar Rp
16.774.750,00 sedangkan menurut hasil analisis diperoleh harga pokok
produksi yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 16.644.879,99 sehingga selisih
antara perhitungan menurut perusahaan dan menurut analisa sebesar Rp
129.870,01. Perbedaan harga pokok tersebut disebabkan penetapan tarif
biaya overhead pabrik dari perusahaan sebesar 45% berdasarkan biaya
bahan baku atas kebijaksanaan yang hanya diperkirakan saja tanpa ada
estimasi perhitungan alokasi biaya tenaga kerja dan biaya overhead.
Sedangkan perhitungan hasil analisis, biaya overhead pabrik berdasarkan
biaya bahan baku dengan asumsi penetapan tarif didasarkan pada
perhitungan biaya overhead produksi pada bulan sebelumnya, yaitu bulan
November 2010.
b. Terdapat perbedaan perhitungan harga pokok produksi per lembar untuk
produk slip BCA sebesar Rp 2,16. Perhitungan harga pokok produksi per
lembar untuk produk slip BCA menurut perusahaan adalah sebesar Rp
279,58, sedangkan menurut metode harga pokok pesanan adalah sebesar Rp
277,41.
c. Perusahaan menetapkan tarif biaya overhead pabrik adalah sebesar 45%
dari total biaya, sedangkan menurut metode harga pokok pesanan biaya
overhead pabrik dibebankan sebesar 74,94% dari biaya bahan baku dengan
mengasumsikan dasar penetapan tarif berdasarkan perhitungan biaya
overhead pabrik pada bulan sebelumnya, yaitu bulan November 2010.
d. Dengan menggunakan metode harga pokok pesanan menurut teori
akuntansi biaya, laba yang diharapkan penulis sebesar Rp 10.355.120,01,
lebih tinggi dibanding perkiraan perusahan sebesar Rp 10.225.250,00.
Saran
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh penulis, maka penulis
mengajukan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan bagi CV Sinar Kencana
adalah sebagai berikut:
a. Untuk memperoleh harga pokok produksi seperti yang terjadi pada CV Sinar
Kencana, perusahaan hendaknya mencermati jenis produk yang dihasilkan,
apakah merupakan produk tunggal atau produk bersama.
b. Untuk mendapatkan hasil perhitungan pembebanan pada pengumpulan harga
pokok produksi secara tepat dan teliti, maka perusahaan hendaknya merubah
cara perhitungan pembebanan biaya tenaga kerja yang menggunakan jam
kerja dengan menetapkan alokasi biaya bersama untuk pembebanan biaya
terhadap produk tertentu, serta menentukan tarif biaya overhead pabrik
terhadap produk pesanan berdasrkan perhitungan biaya overhead pabrik pada
bulan sebelumnya sebagai dasar penetapan tarif, sesuai dengan prosedur
perhitungan menurut prinsip akuntansi biaya berdasarkan metode harga
pokok pesanan.
c. Dalam pembebanan biaya overhead pabrik, perusahaan hendaknya
memahami konsep harga pokok produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Al Haryono Jusup, 2003, Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid Pertama, Edisi Keenam, Cetakan
Kedua, STIE YKPN, Yogyakarta.
Carter William K. and Milton F. Usry, 2006, Cost Accounting 13 Edition, Penerjemah
Krista, Salemba Empat, Jakarta.
Muhadi dan Joko Siswanto, 2002, Akuntansi Biaya 1, Cetakan Ketujuh, Kanisius,
Yogyakarta.
Mulyadi, 2005, Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, Cetakan Ketujuh, UPP AMPYKPN,
Yogyakarta.
Simamora, Henry, 2002, Akuntansi Manajemen, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Salemba
Empat, Jakarta.
LM Samryn, 2002, Akuntansi Manajerial, Suatu Pengantar, Cetakan Kedua, Penerbit PT
Raja Grafindo Persada, Jakarta
Download