W Hamil di wilayah kerja Puskesmas Muara Fajar Kota Pekanbaru

advertisement
Anemia, Pengetahuan dan Sik^ mengenai Keenkupan Qizi pada n?W Hamil di
wilayah kerja Puskesmas Muara Fajar Kota Pekanbaru
Yanti Emalia^ Handayani^'Tuti Restuastuti^
'Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran UR^Bagian IKM&IKK, 'Sagian IKM&IKK,
ABSTRAK
Latar Belakang: Anemia kurang zat besi merupakan masalah gizi yang paling sering
ditemukan di dunia.Menurut World Health Organization (WHO), 40% kematian ibu
di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Angka anemia gizi
ibu hamil di Provinsi Riau masih tinggi walaupun tiap tahun mengalami penurunan,
berdasarkan survey sebanyak 21 % ibu hamil mengalami anemia. Di Puskesmas
Muara Fajar Pekanbaru 37% ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan
kehamilan termasuk kehamilan berisiko tinggi (2010). Kurangnya
konsimisi
makanan bergizi merupakan faktor yang m^enyebabkan rendahnya gizi ibu hamjL
Pemenuhan asupan gizi saat kehamilan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan
sikap ibu hamil tentang kecukupan zat gizi saat kehamilan.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia,
pengetahuan, dan sikap mengenai kecukupan gizi pada ibu hamil di wilayah kerja
puskesmas muara fajar kota pekanbaru
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian stifvey dengan
rancangan penelitian crossectional. Sampel diambil dari seluruh ibu hamil di wilayah
kerja Puskesmas Muara Fajar Kota Pekanbaru sebanyak 47 ibu hamil. Pada semua
sampel dilakidcan pemeriksaan kadar Hb, pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas),
dan pemberian kuesioiier kuesioner pengetahuan dan sikap tentang kecukupan gizi
ibu hamil. Data diolah dengan program statistik spss versi 17.
Hasii penelitian; Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 89,4% ibu hamil
mengalami anemia. Berdasarkan penilaian kuesioner terdapat ibu hamil yang
memiliki pengetahuan yang kuranj (44,7%) dan sikap yang negatif (8.5%) mengenai
kecukupan gizi ibu hanul
Keywords: Ibu Hamil, Anemia, Pengetahuan, Sikap, Kecukupan Gizi
PENDAHULUAN
Anemia kurang zat besi merupakan masalah gizi yang paling sering
ditemukan di dunia. Sebanyak 4-5 milyar (66-80%) penduduk dunia mengalami
anemia.* Menurut World Health Organization (WHO), 40% kematian ibu di negara
berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia ini
disebabkan oleh defisiensi besi Berdasarkan data kesehatan di Propinsi Riau tahun
2009, ditemukan anemia gizi pada ibu hamil sebesar 48%. ^ Dari data diatas terlihat
masih tingginya kejadian anemia pada ibu hamil, hal ini menunjukkan keadaan gizi
ibu hamil yang kurang baik, Kurangnya konsumsi makanan bergizi merupakan faktor
yang menyebabkan rendahnya gizi ibu tersebut.^
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2010 di
provinsi Riau terdapat cukup rendah ibu hamil yang memeriksakan kehamilan pada 1
bulan trimester pertama, hanya sekitar 30,6%. Berbeda dengan daerah lain yang
sudah hampir 90% ibu hamilnya melakukan pemeriksaan darah, di provinsi riau
persentasenya hanya sekitar 79,4%. * Angka anemia gizi pada ibu hamil di Provinsi
Riau masih tinggi walaupun tiap tahun mengalami penurunan, tahun 2006 ibu hamil
yang anemia 47,8 % menjadi 32,9 % pada tahim 2007, dan pada tahun 2009 menurun
menjadi 21 %.^ Di Puskesmas Muara Fajar Pekanbaru 37 %
ibu hamil yang
melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan termasuk kehamilan berisikQ tinggi
(2010). * Keadaan ini mengindikasikan bahwa anemia gizi masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat.
Ada banyak penyebab anemia, namim tiga penyebab utama yaitu (a) defisiensi
gizi (b) infeksi isonis, dan hemoglobin opathies, Tiga langkah utama yang dapat
mencegah anemia yaitu : diversifikasi diet, fortifikasi makanan, dan suplementasi.'
Penyebab utama anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah tidak cukupnya asupan
besi dengan bioavailability yang tinggi, walaupun penyebab lainnya juga memainkan
peranan penting, seperti defisiensi vitamin A dan Vitamin
Hasil riset kesehatan
daerah di Indonesia tahun 2010 persentase ibu hamil yang mengkonsumsi protein
dibawah kebutuhan minimal sebesar 49,5%. Ibu hamil yang mengkonsumsi energi
dibawah kebutuhan minimal sebesar 44,4%.'*
hamil yang mengalami anemia b^ri$iko tinggi yntuk mengalami komplikasi
kehamilan, pemilihan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Muara Fajar sebagai
subjek dalam penelitian ini berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu (a) Lokasi
penelitian termasuk wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk yang
cukup tinggi; (b) Belum pemah dilakukan penelitian mengenai prevalensi anemia ibu
hamil di wilayah setempat
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan penelitian crosssectional
Penelitian dilakukan d?ngan mengambil lokasi di Wilayah Kerja Puskesmas Muara
Fajar Rumbai Pesisir. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di
wilayah keija Puskesmas Muara Fajar Rumbai Pesisir, yang terdata di Puskesmas
Muara Fajar Pekanbaru Riau sebanyak 47 ibu hamil yang bersedia ikut berpartipasi
daiam penelitian dengan menandatangi lembar informed consent, Ibu hamil
responden penelitian dengan kriteria bersedia mengikuti penelitian, tidak memiliki
riwayat penyakit kronis, di kumpulkan di puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan
kesehatan,
pemeriksaan
hemoglobin
dan
pengambilan
kuesioner. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling,Ym&M pada penelitian ini
adalah umur, tigkat pendidikan terakhir, pekerjaan, paritas, umur kehamilan, kadar
Hb, status gizi berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA), pengetahuan dan sikap ibu
hamil mengenai kecukupan gizi.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur
yang diisi untuk mengetahui identitas responden (nama, umur, pekeijaan, pendidikan
terakhir, umur kehamilan, paritas), pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang
kecukupan zat gizi saat kehamilan.
Untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin. Pemeriksaan Hb dilakukan
dengan menggunakan alat hemoglobinometer. Ibu hamil dikategorikan mengalami
anemia bila kadar Hb < llg/dL,Selanjutnja dilakukan analisis data melalui uji
statistik dengan cara analisis univariat
Pengykwan pengetahuan responden dilakukan melalui kuesioner l?eri§i
pemyataan-pemyataan
yang dibuat sendiri oleh peneliti dan telah diuji coba.
Berdasarkan hasil uji coba 10 pemyataan kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang
kecukupan zat gizi saat kehamilan diperoleh 5 pemyataan yang valid dan reliabel.
Jenis pemj^ataan untuk mengukur tingkat pengetahuan ada dua, yataii; a)/gvomkh.
dengan pilihan jaw^aban Benar (B) dengan skor satu, dan Salah (S) dengan skor nol,
b) unfavorable, dengan pilihan jawaban Benar (B) dengan skor nol, dan Salah (S)
dengan skor satu. Tingkat pengetahuan dibagi menjadi tiga, yaitu pengetahuan baik
jika nilai 68-100, pengetahuan cukup jika nilai 34-67, dan pengetahuan kurang jika
nilai 0-33.
Pengukuran
sikap
responden
diperoleh
melalui
kuesioner
dengan
menggunakan skala Likert. Untuk semua pemyataan sikap dirancang oleh penulis
sendiri dan telah diuji coba. Berdasarkan hasil uji coba 11 pemyataan kuesioner sikap
ibu hamil tentang kecukupan zat gizi saat kehamilan diperoleh 6 pemyataan yang
valid dan reliabel. Jenis pertanyaan untuk mengukur sikap ada dua, yakni; a)
favorable, dengan pilihan jawaban Sangat SeUiju (SS) dengan skor empat, Setuju (S)
dengan skor tiga, Tidak Semju (TS) dengan skor dua, dan Sangat Tidak Setuju (STS)
dengan skor satu, b) unfavorable, dengan pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) dengan
skor satu, Setuju (S) dengan skor dua, Tidak Setuju (TS) dengan skor tiga, dan Sangat
Tidak Setuju (STS) dengan skor empat. Tingkat sikap dibagi menjadi tiga, yaitu sikap
positif jika nilai 68-100, netral jika nilai 34-67, dan negatif nilai 0-33.
HASIL PENELITIAN
Karakteristik responden penelitian
Gambaran umum latar belakang responden dipaparkan dalam bentuk distribusi
frekuensi. Sebaran responden berdasarkan karakteristik responden (usia, tingkat
pendidikan terkahir, pekerjaan) dan corak reproduksi pada penelitian ini disajikan
dalam Tabel 1.
Tabel 1 Sebaran responden berdasarkan karakteristik responden (usia, tingkat
pendidikan terkahir, pekerjaan) dan corak reproduksi (paritas, umur
kehamilan)
Frekuensi (n)
Persentasi (%)
Umur
a, < 20 tahun
b. 20-35 tahun
c, >35 tahun
Pendidikan terakbtf
a. SD
b. SMP
c. SMA
d. Perguruan tinggi
Pekerjaan
a. Bekerja
b. Tidak bekerja
Paritas
a. Nullipara
b. Primipara
c. Multipara
Umur kehamilan
a. Trimester I
b. Trimester II
c. Trimester III
1
39
7
2,1
83
14,9
12
18
14
3
25,5
38,3
29,8
6,4
5
42
10,6
89,4
10
11
26
21,3
23,4
55,3
2
29
9
19,1
61,8
19,1
Anemia dan Status Gizi Responden Penelitian
Gambaran umum kejadian anemia dan status gizi responden di sajikan pada Tabel 2
Tabel 2,gizi
Kejadian
corak reproduksi (paritas, umur kehamilan) dan status
(lingkarAnemia
lengan atas)
Variabel
Kejadian Anemia
a. Anemia
b. Tidak Anemia
Status gizi berdasarkan LILA
a. K E K
b. Normal
Frekuensi (n)
Persentase (%)
42
5
89,4
10,6
4
43
8,5
91,5
Pfngetiiliuan dan Sikap mengenai Keeukupiin QM Iba Hamil
Pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai keciikupan gizi ibu hamil
diperoleh dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Hal ini dapat
dilihat dari tabel 3 berikut:
^
Tabel 3 Pengetahuan dan sikap mengenai kecukupan gizi ibu hamil
Variabel
Pengetahuan mengenai Kecukupan Gizi
a. Kurang
b. Cukup
c. Baik
Sikap mengenai Kecukupan Gizi
a, Negatif
b. Netral
c. Positif
n
%
21
25
1
44,7
53,2
2,1
4
30
13
8,5
63,8
27,7
PEMBAHASAN
Karakteristik Responden Penelitian
Data tentang karakteristik responden dari penelitian ini menunjukkan bahwa
sebagian besar responden berumur 20-35 tahun. Umur 20-35 tahun secara fisiologis
merupakan rentang waktu masa subur seorang wanita. Secara statistik pada periode
tersebut dapat teijadi kehamilan aman tanpa terdapat risiko kecacatan pada bayi.'
Hamil pada umur yang lebih dari 35 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi,
dimana ibu dan bayi memiliki risiko terjadinya berbagai komplikasi yang dapat
menyebabkan kematian atau kecacatan pada ibu dan bayi. Pada penelitian ini,
terdapat 14,9 % (Tprang) responden termasuk kedalam kehamilan risiko tinggi,
Data tentang tingkat pendidikan terakhir menunjukan bahwa hampu* sepertiga
responden hanya tamat bangku sekolah dasar. Hal ini berarti hampir sepertiga
re§pond?n memilki tingkat pendidikan yang rendah, Responden yang tingkat
pendidikanya tinggi yaitu sampai perguruan tinggi hanya 6,4%. Sebagian besar
responden ibu hamil adalah wanita yang bekerja (89,4 %) yaitu sebagai pekeija pada
pembuatan batu bata. Pekeijaan pembuatan batu bata ini adalah pekeijaan yang cukup
berat bagi wanita hamil seperti mengolah tanah_, men^angkat tanah yang sudah
diolah, mencetak tanah dalam bentuk batu bata, kemudian menyusun batu bata yang
sudah kering untuk di oven secara tradisional.
Hampir sebagian besar responden saat penelitian memiliki status kehamilan
multipara (55,3%) yaitu pemah melahirkan 2x-5x dan berada pada trimester II
(61,8%). Sepanjang trimester II dan III, kebutuhan akan terns membesar sampai pada
akhir kehamilan, Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran
jaringan ibu, yaitu penambahan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara,
serta penumpukan lemak. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama
hamil, WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 kkal sehari pada trirhester
I, dan 350 kkal selama trimester II dan III.*°
Anemia dan status Gizi responden Penelitian
Berdasarkan data prevalensi anemia pada ibu hamil sangat tinggi (89,4%),
Berdasarkan kriteria WHO prevalensi anemia > 40% termasuk permasalahan
kesehatan tingkat berat" Angka ini jauh lebih tinggi dari data prevalensi anemia di
Provinsi Riau Tahun 2010. Angka anemia gizi pada ibu hamil di Provinsi Riau masih
tinggi walaupun tiap tahun mengalami penurunan, tahun 2006 ibu hamil yang anemia
47,8 % menjadi 32,9 % pada tahun 2007, dan pada tahun 2009 menurun menjadi 21
%.* Pada wanita usia kehamilan 20-26 minggu memiliki persentase teringgi
mengalami anemia ringan hingga sedang*^ Anemia yang teijadi pada masa
kehamilan dapat berakibat buruk terhadap ibu hamil maupim pada bayi yang akan
dilahirkan, Anemia ringan meningkatkan risiko kelahiran prematur sedangkan anemia
Iperat §elani«i kehamilan merupakan faktpr risikp hertambahnya angka mQrbi4ita§ <ilan
mortalitas dari ibu dan bayi yang akan dilahirkan.'^
Pada penelitian ini tidak digali lebih dalam faktor faktor resiko anemia pada
ibu hamil, namun bila dianalisa berdasarkan karakteristik responden hal ini bisa saja
disebabkan oleh masih banyak t i n ^ t pendidikan ibu rendah, kurangnya informasi
kesehatan sehingga masih kurangnya pemahamanan dan pengetahuan ibu mengenai
kecukupan gizi ibu hamil sehingga mempengaruhi asupan zat gizi yang kurang
terutama asupan zat gizi protein dan zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya
anemia, Ada banyak penyebab anemia, namun tiga penyebab utama yaitu (a)
defisiensi gizi (b) infeksi kronis, dan hemoglobin opathies. Tiga langkah utama yang
dapat mencegah anemia yaitu: diversifikasi diet, fortifikasi
makanan, dan
suplementasi.'
Data dari status gizi berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)
responden menunjukkan bahwa ada 4 orang responden (8,5%) yang mengalami
masalah gizi yaitu Kurang Energi Kronik (KEK) dimana LILA <23,5 cm. LILA
merupakan salah satu indikator yang digunakan imtuk penentuan status gizi pada ibu
hamil Ibu hamil yang mengalami K E K dengan LILA <23,5 cm menandakan bahwa
status gizi ibu hamil tersebut buruk. Status gizi yang buruk saat kehamilan dapat
menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya, Masalah
pada ibu antara lain anemia, persalinan prematur, persalinan lama atau bahkan
kematian pada ibu akibat perdarahan setelah persalinan, sedangkan pada bayi dapat
terjadi berat bayi lahir rendah, lahir mati dan kecacatan.*'*''^
Peos«taha«n dm Sikap Mengenai Kecukupan gii! Ibu Hamil
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah seseorang
melakukan penginderaan terhadap objek tertentu seperti melihat, mendengar, merasa,
memba, dan mencimn. Hasil penelitian pada tabel 3 memmjukkan bahwa hampir
separuh dari responden (44,7%)
memib^ki pengetahuan yang kurang tentang
kecukupan zat gizi saat kehamilan. Kurangnya pengetahuan tentang kecukupan zat
gizi saat kehamilan pada responden berhubungan dengan tingkat pendidikan terakhir
re?P9n4cn, 4imana 4apat dilihat pa4a <teta kerakteri§tik responden 25.5 % responden
hanya tamat SD. Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan. Semakin
tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin banyak ihnu yang didapatoya dari
proses belajar dibangku sekolah, maka orang tersebut semakin banyak tahu tentang
ilmu pengetahuan dan informasi, Banyaioiya informasi yang didapat tersebut akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan.
Menurut Notoatmojo, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan
seseorang antara lain tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman. Tingkat
pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir dan daya ceroa seseorang terhadap
informasi yang diterima. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin
tinggi pula informasi yang dapat diserap dan tingginya informasi yang diserap
mempengaruhi tingkat pengetahuaimya. Semakin banyak pengalaman yang sudah
diperoleh maka dapat memperluas pengetahuan seseorang.Tingkat pendidikan
masyarakat yang rendah berhubimgan dengan tingkat pengetahuan yang rendah
pula.''
Berdasarkan hasil penelitian sikap ibu hamil mengenai kecukupan gizi ibu
hamil belum optimal hanya 27,7 % ibu hamil yang memiliki sikap positif dan 8,5 ibu
hamil masih bersikap negatif selebihnya bersikap netral. Masih kurangnya persentase
ibu hamil yang bersikap positif ini dapat dikaitkan dengan pengetahuan ibu hamil
yang masih rendah mengenai kecukupan zat gizi selama kehamilan. Sikap yang utuh
dapat ditentukau oleh pengetahuan, keyakinan, dan emosi yang masing-masing faktor
memegang peranan penting, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik
pula tingkat pengetahuannya'* Sikap seseorang tidak dapat diubah dalam waktu
singkat, diperlukan waktu lebih lama untuk seseorang memahanii suatu objek.*'
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Seb^an responden berumur diantara 20 s/d 35 tahun yaitu pada usia
produktif, berpendidikan rendah (tamat sekolah dasar), tidak bekerja.
multipara (pemah melahirkan 2x-$x), hamil pada trimester II dan sebanyak
8,5 % ibu hamil mengalami K E K (kurang energi kronik)
2, Prevalensi anemia ibu hamil pada penelitian ini sebanyak 89,4%.
3. Sebagian besar responden berpengetahuan cukun (53,2%) dan bersikap netral
(63,8%). namun masih banyak ditemukan masalah pengetahuan yang kurang
(44,7%) dan sikap yang negatif (8,5%)mengenai kecukupan gizi ibu hamil
Saran
1. Tmggmya prevalensi anemia ibu hamil di wilayah penelitian ini maka di
sarankan bagi Tenasa Kesehatan, bidan dan kader di posyandu agar dapat
memberikan penyulxihan tentang pengetahuan dan sikap mengenai kecukupan
zat gizi selama kehamilan. Informasi yang diberikan sebaiknya sesuai dengan
budaya setempat
2, Disediakan jadwal yang rutin atau penyuluhan berkala untuk dapat merubah
sikap responden penelitian mengenai kecukupan zat gizi yang masih kurang
Ucapan Teriinakasili
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada kepala puskesmas Muara Fajar yang
telah memberikan kesempatan dan tempat untuk pelaksanaau penelitian serta kepada
responden yang berperan aktif dalam kegiatan ini.
Daftar Pustaka
1. .Bakta, I,M, Suega, K. & Dharmayuda, GT. Anemia Defisiensi Besi. In: Sudoyo,
A.W.ed. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007 pp.634^9
2. Dinas Kesehatan Riau.Laporan Dinas Kedehatan Provinsi Riau. Dinas Kesehatan
Riau.2009
3. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. laporan Pencapaian MDGs 2010.
Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional. 2011
4. Departemen Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) Laporan Nasional.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Republik Indonesia.2010
5.
Dinkes prov Riau. Profil Kesehatan Provinsi Riau 2009:60-3.
6.
Puskesmas Muara Fajar. Laporan tahunan program KIA-KB Puskesmas Rawat
Inap Muara Fajar tahun 2009. Pekanbaru: Puskesmas Muara Fajar; 2009
7. Jamil, K.M., Rahman,SA., Bardhan,P.K., Khan^.I., Chowdhury, F., Sarker,S.A.,
Khan, A . M , & Ahmed, T. Micronutrients and anaemia.. 2010 J Health Popul
A'^M/rPntemet],
September,
26(3),
pp.
340-55
.
Available from;
www.ncbi.nlm.mh.gov/pubmed/1883122.
8. Soekarjo, D.D., Pee, S.D., Bloem, M.W., Tjiong, R., Yip, R., Schreurs, W.H.P. &
Muhilal. Socio-economic status and puberty are the main factors determining
anaemia in Adolescent girls and boys in East Java. 2010. Eur J Clin M//r[Intemet],
55, pp. 932-39
9. Wiknjosastro H. Ihnu kandungan. Jakarta: Bma Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
2008; 102-11.
10. Arisman.Buku ajar ihnu gizi: gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC; 2004:3-31.
11. World Health Organization. (2008). Worldwide prevalence of anaemia 1993-2005
WHO
global
database
on
anaemia
[Intemrt].
Available from:
<whqlibdoc.who.int/publications/2008/9789241596657_eng.pdC>
[Accessed
28
October 2009]
12. Ansari, NB., Badruddin, HS., Karmalianijfl., Harris, H., Jehan, I,, Pasha, O., Moss,
N . , McClure, EM, & Goldenberg, RL.2008 JumAnemia Prevalence and Risk Factors
in Pregnant Women in an Urban Area of Pakistan, [mtemet] Food and Nutrition
Bulletin, 29(2), pp. 132-139
13. Syafiq, A., Setiarin, A. & Utari, D. (2007) Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada.\
14. Guindi WE, Pronost J, Carles G, Largeaud M , Gareh NE, Montoya Y, et.al.. Severe
maternal anemia and pregnancy outcome. JGYN. 2004;10:33-6. Diunduh dari :
http.//www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15567966
15. Gonzales GF, Steenland K, Tapia V. Maternal hemoglobin level and fetal outcome at
low and high altitudes. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol. 2009
November;297(5):R1477-R85. Diunduh dari httD://www.ncbi.nhn.nih.gov/pmc/
articles/PMC2777782
16. Levy A, FraserD, KatzM, MazorM, SheinerE. Maternal anemia during pregnancy is
an independent risk factor for low birthweight and preterm delivery. European
Journal of Obstetrics & Gvnecoloev and Reproductive Biology. 2005
October; 122(2): 182-6. Diunduh dari : http://vyvyw.sciencedirect.com/science/
article/pii/S0301211505000758
17. Notoatmojo, soekidjo.2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: P.T
Rineka Cipta
18. Chuang H, Velott Diana L, dan Welsman C. Exploring Knowledge and Attitudes
Related to Pregnancy and Preconception Health in Women with Chronic Medical
Conditions. Matern Child Health J. 17 September 2009
19. Qi zhao, Asli Kulane, Y i Gao, Biao Xu. Knowledge and attitude on maternal health
care among rural- to- urban migrant in Shanghai, China. 2009:9:5. Available from :
httD://www.biomedcentral.com/1472-6874/9/5
Download