Universitas Gadajah Mada 1 IV. Faktor Lingkungan Tumbuh

advertisement
IV. Faktor Lingkungan Tumbuh
Tanaman Sayur
4.1. PENDAHULUAN
4.1.1. Deskripsi Singkat
Dalam Pokok Bahasan IV akan dibahas mengenai suhu udara, cahaya matahari, baban
relatif udara, air, jenis tanah, kesuburan tanah, pH, suhu tanah dan baban tanah yang
berpengaruh terhadap produksi tanaman sayur.
4.1.2. Outcome Pembelajaran
Setelah mempelajari Pokok Bahasan IV ini diharapkan mahasiswa akan dapat menentukan
tanaman sayur yang cocok dengan Iingkungan tumbuhnya.
4.2. PENYAJIAN MATERI
Potensi hasil tanaman sayur ditentukan oleh varietas, lingkungan dan interaksi antara dan
lingkungan. Varietas merupakan faktor internal tanaman sayur yang dikendalikan oleh gengen yang menentukan genotipe tanaman tersebut. Genotipe dan varietas tanaman sayur
akan menentukan daya hasilnya, adaptabilitas terhadap kungan tumbuhnya, resistensi
terhadap gulma, hama serta penyakit, dan entukan kualitas hasilnya. Disisi lain, lingkungan
tumbuh akan mempengaruhi kenampakan dan sifat-sifat genotipe tanaman sayur tersebut.
Dengan demikian, dalam membudidayakan suatu varietas tanaman sayur, pengaruh
lingkungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman harus dimengerti.
OIeh karena potensial hasil tananan sayur berkisar diseputar fotosintesis dan respirasi baik
secara
langsung
ataupun
tidak
langsung,
semua
faktor-faktor
lingkungan
yang
mempengaruhi efisiensi dan proses tersebut harus berada dalam tingkat optimum. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadop pertumbuhan dan hasil tanaman sayur dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor abiotik yang mencakup faktor iklim dan tanah serta
faktor biotik yang mencakup organisme yang menguntungkan maupun yang mengganggu
pertumbuhan tanaman sayur.
Setiap tanaman sayur menghendaki iklim tertentu yang sesuai untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Untuk mendapatkan hasil tanaman sayur yang paling tinggi per satuan
luas lahan, tanaman harus ditumbuhkan dalam Iingkungan yang memenuhi faktor-faktor
iklim yang dikehendakinya. Akan tetapi seringkali tanaman sayur ditumbuhkan di lingkungan
yang kurang mendukung untuk pertumbuhannya akibat dan tingginya permintaan akan
sayuran tersebut. Kondisi iklim yang tidak sesuai bagi tanaman dapat menyebabkan
Universitas Gadajah Mada
1
tanaman mengalomi stress (cekaman) dalom prosesproses metabolismenya sehingga hasil
tanaman menjadi rendah. Dalam kasus seperti ini lingkungan dapat dimodifikasi sehingga
dapat memenuhi kebutuhan faktor iklim yang sesuai bagi tanaman tersebut. Banyak cara
yang dapat dilakukan untuk melakukan modifikasi faktor-faktor iklim namun memerlukan
biaya tinggi, salah satu contohnya adalah modifikasi suhu. Suhu udara dapat diturunkan di
daerah dataran rendah jika udaranya lembab, suhu udara ini dapat diturunkan dengan salah
satu cara yaitu dengan memberikan irigasi sprinkler:
Di daerah iklim sedang, suhu berubah secara konstan, suhu inilah yang menentukan hash
tanaman sayur. Di daerah tropis, hulan merupakan penentu dan keberhasilan budidaya
tanaman sayur karena suhu udara sedikit banyak konstan. Zona iklim di daerah tropis
biasanya didasarkan pada distribusi curah hujannya. Akan tetapi, topografi, ketinggian
tempat, jauh dekatnya dengan laut atau sumber air Iainnya, dan arah datangnya angin
merupakan modifikasi dari pengaruh iklim.
Topografi berhubungan dengan datar atau bergelombangnya permukaan bumi, maringan
lereng dan keadaan permukaan bumi pada umumnya. Sebagai contoh pengaruh dari
topografi terhadap anasir iklim adalah banyaknya cahaya matahari yang rima pada suatu
permukaan tanah dibandingkan dengan permukaan yang lainnya. Adanya sumber mata air
yang besar yang dekat dengan pertanaman sayur dapat mengurangi fluktuasi suhu.
Dengan demikian, iklim akan menentukan jenis tanaman sayur yang dapat didayakan di
suatu lokasi tertentu karena laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman ditentukan oleh
cuaca. Adanya awan (mendung), jumlah dan Iamanya hujan suatu hari dan gerakan angin
mempengaruhi proses-proses fisiologi tanaman juga mempengaruhi dalam melakukan
kegiatan budidaya tanaman sayur, seperti penyiapan lahan, pengendalian gulma,
pemupukan, panen dan pemberian irigasi.
Tanah berperan sebagai penompang untuk berdirinya tanaman sayur dan sebagai air serta
unsur hara yang dipenlukan bagi tanaman sayur. Terdapat sifat-sifat
dan kimia tanah yang sangat berpengaruh pada laju pertumbuhan tanaman sayur.
e lain yang tumbuh di sekitar tanaman sayur ada yang bersifat untungkan, seperti bakteni
bintil akar pada tanaman sayur legum, dan ada pula bersifat merugikan karena dapat
menyebabkan luka serta membahayakan bagi ngsungan hidupnya tanaman sayur, seperti
adanya hama, penyakit dan gulma.
Universitas Gadajah Mada
2
4.2.1. Subpokok Bahasan IV.1.
IV.1. Suhu Udara
Suhu udara merupakan salah satu faktor penting yang menentukan jenis tanaman sayur
yang akan dibudidayakan di suatu tempat. Suhu udara mempengaruhi semua aktivitas
fisiologis melalui laju reaksi biokimiawi. Setiap proses fisiologi, seperli fotosintesis atau
respirasi, mempunyai batas suhu di atas dan di bawah suhu optimum untuk mencapai laju
reaksi maksimum. Sebagian besar reaksi biokimiawi dikendalikan oleh enzim dan laju
aktivitas enzim poda setiap proses reaksi merupakan fungsi dan suhu. Laju reaksi dan
sebagian besar reaksi kimia menjadi dua kali setiap kenaikan suhu 10°C sampai sekitar 2030°C. Di atAs suhu ini, reaksi biokimiAwi menurun karena secara perlahan - lahan enzim
mengalami denoturai atau menjadi tidak aktif. Selain proses biokimiawi, proses yang
dipengaruhi oleh suhu adalah solubilitas gas, absorpsi mineral dan air. Suhu udara juga
mempengaruhi pembungaan dan viabilitas pollen, pembentukan buah, keseimbangan
hormon, laju pemasakan dan penuaan, kualitas, hasil dan Iamanya produk layak untuk
dikonsumsi.
Suhu udara juga mempengaruhi pembungaan tanaman biennuals yang termasuk dalam
familia Umbelliferae dan Cruciferae seperti bawang bombay, bawang merah, wortel, beet,
brussel sprouts dan kubis. Tanaman sayur jenis ini tidak akan dapat berbunga jika tidak
mendapatkan (dipaparkan) pada suhu rendah dalam jangka waktu tertentu. Kemampuan
tanaman untuk dapat berbunga dan menghasilkan biji melalui perlakuan suhu rendah
disebut vernalisasi. Pembahasan lebih lanjut mengenai vernaIisasi terdapat dalam Pokok
Bahasan VI.
Berbunganya tanaman tomat juga dipengaruhi oleh suhu udara. Dibawah suhu udara malam
han yang tinggi selama musim hujan, butir-butir pollen (serbuk sari) tidak akan berkembang
sempurna sehingga tidok dapat terjadi pembuahan.
Suhu udara berpengaruh juga terhadap waktu panen sayuran. Jagung manis dan sayuran
kedelai panen dilakukan sebelum fajar (dini hari), karena dengan semakin meningkatnya
suhu udara akan memacu respirasi sehingga menyebobkan biji langan rosa manisnya.
Sayuran daun dipanen pada siang hari ketika daun tersebut kehilangan air melalui
transpirasi sehingga daun tersebut tidak rapuh untuk mengurangi kerusakan hasil selama
penanganan.
Universitas Gadajah Mada
3
Tingginya suhu udara yang dekat dengan waktu panen akan mempercepat kemasakan dan
memperpendek interval waktu panen. Hal ini sering terjadi pada tanaman sayur mentimun,
jagung manis dan buncis. Suhu udara ini dapat menguntungkan maupun merugikan
tergantung apakah pengusaha tanaman sayur mengingmnkan periode pan nnya dalam
waktu lama atau dalam jangka waktu pendek.
Setiap jenis tanaman sayur dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat pada suhu atau
kisaran suhu yang paling menguntungkan. Suhu ini disebut dengan kisaran suhu optimum,
yang mona pada kisaran suhu tersebut fotosintesis dan respirasi terjadi pada laju yang dapat
menghasilkan hasil ekonomis yang paling tinggi. Laju fotosintesisnya akan tinggi sementaro
laju respirasi berjalan normal sehingga hasil bersih fotosintesis akan maksimum. Tanaman
sayur dapat digolongkan menurut kisaran suhu optimum yang dikehendakinya seperti
tercantum dalom Tabel 5. Meskipun demikian, tanaman sayur tersebut secaro umum dapat
dikelompokkan apakah mereka menghendaki suhu rendah atau suhu tinggi untuk
pertumbuhannya.
Tabel 5. Kisaran suhu yang diperlukan bagi tanaman sayur
Kisaran suhu (o C)
Jenis tanaman sayur
7-1 3
Asparagus, kubis, cauliflower, seledri, bawang putih, bawang prey,
(suhu rendah)
bawang bombay, buncis, kentang, spinach dan selada.
13-18
Kapri, cabai, wortel, loncang, lobak, kedelai dan tomat.
(suhu sedang)
18-30
(suhu tinggi)
Mentimun, mungbean, okra, jahe, jagung manis, ketala rambat, taro,
bayam, terung, kecipir, kacang panjang dan jenis labu-labuan.
Suhu udara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman sayur, biasanya didasarkan pada
suhu malam hari. Dengan demikian, tanaman sayur yang dapat tumbuh dan berkembang di
bawah suhu 18°C disebut tanaman sayur iklim dingmn dan tanaman sayur yang
memperlihatkan keragoan pertumbuhan dan hasil yang baik di atas suhu 18°C disebut
sayuran iklim panas. Tanaman sayur yang berasal dari daerah iklim sedang biasanya
memerlukan suhu rendah sementara sayuran yang berasal dari daerah tropis menghendaki
suhu hangat.
Pada suhu udara tinggi, suhu malam hari dapat mempengaruhi hasil sejumlah tanaman
fotosintesis terjadi pada siang hari, akan tetapi respirasi terjadi pada jika laju respirasi tinggi
pada waktu malam hari akan menyebabkan fotosintesis rendah sehingga akan mengurangi
potensial hasil tanaman. Biasanya malam hari yang tinggi terjadi selama musim hujan.
Universitas Gadajah Mada
4
Suhu udara di luar kisaran suhu yang dibutuhkan tanaman sayur dapat menyebabkan
tanaman memperlihatkan perubahan keragaan pertumbuhan dan hasilnya.
a. Diatas suhu maksimum menyebabkan tanaman sayur:
1) Mengalami kematian.
2) Mengalami kerontokan bunga dan buah.
Pembentukan buah pada tanaman sayur jenis Leguminosa dan Solanaceae urun
pada suhu udara slang han lebih dan 32°C. Suhu udara yang tinggi dan disi kering
menyebabkan tongkol jagung manis tidak terisi penuh.
3) Menghambat perkecambahan don pembentukan umbi.
Suhu udara di atas 30°C dapat menghambat perkecambahan benih seledri dan
selada, meningkatkan akar wortel yang pecah, dan menghambat pembentukan umbi
akar pada lobak senta pembentukan umbi batang pada kentang.
4) Tanaman sayur kehilangan air lewat transpirasi sehingga menyebabkan layu.
5) Pertumbuhan vegetatif kerdil dan pada tanaman kubis dapat menyebabkan
kegagalan terbentuknya head.
6) Panas dapat merusakkan protoplasma sehingga menyebabkan sel mati.
b. Dibawah suhu minimum menyebabkan tanaman sayur menjadi:
1) Pertumbuhan vegetatif tanaman lebih singkat waktunya.
2) Tanaman dapat menumbuhkan batang dan berbunga lebih awal (bolting) pada jenis
tanaman sayur Crucifenae dan Umbeliferae.
3) Tanaman sayur tidak dapat tumbuh karena pembelahan sel terhenti.
4) Meningkatnya kemampuan sel untuk melepaskan bahan-bahan kimia melalui
membran sel (meningkatnya permeabilifas) sehingga menyebabkan kematian sel dan
jaringan akibat tanaman mengalami chilling injury.
4.2.2. Subpokok Bahasan IV.2.
IV.2. Cahaya Matahari
Cahaya dari matahari yang sampai ke bumi dalam bentuk gelombang. Gelombang ini diukur
dengan panjang gelombang dan diberi satuan nanometer (nm). Masing-masing panjang
gelombang berhubungan dengan warna tertentu sehingga cahaya matahari tersusun oleh
warna cahaya yang berbeda-beda yang nampak berwarna putih oleh mata manusia
(Gambar 9.).
Universitas Gadajah Mada
5
Gambar 9. Panjang gelombang dan warna sinar matahari.
Cahaya matahari yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur
ditentukan oleh kualitas cahaya dan amanya penyinaran (panjang hari).
a. Kualitas cahaya matahari
Kualitas cahaya matahari berhubungan dengan panjang gelombang cahaya.
tosintesis menggunakan cahaya matahari dengan kisaran dan warna violet dengan uang
gelombang sekitar 380 nm sampai merah dengan panjang gelombang sekitar nm.
Cahaya matahari yang tidak dipergunakan untuk proses fotosintesis akan diteruskan
otau dipantulkan oleh daun tanaman.
Cahaya matahari dengan panjang gelombang Iebih pendek (cahaya biru sekitar
450 nm) diserap oleh karotenoid dan kiorofil. Untuk cahaya matahani yang Iebih panjang
gelombangnya (cahaya merah sekitar 675 nm) hanya diserap oleh klorofil saja. Klorofil
tidak mempergunakan cahaya hijau tetapi cahaya ini dipantulkan, sehingga nampak
berwarna hijau.Kualitas cahaya akan menjadi penting hanya jika tanaman ditumbuhkan
bawah cahaya buatan. Lampu yang digunakan harus dapat memasok cahaya merah dan
biru dalam jumlah yang mencukupi. Tanaman sayur yang ditumbuhkan di bawah cahaya
yang dominan sinar ultravioletnya, tanaman ini akan kerdil. Cahaya matahari dengan
intensitas rendah (dominan cahaya merah) menyebabkan tanaman sayur tinggi dan
kurus.
b. Lamanya penyinaran (panjang hari)
Oleh karena bumi berputar pada sumbunya dan mengitari matahari maka
Iamanya penyinaran di muka bumi bervariasi tergantung pada musim dan garis lintang
Universitas Gadajah Mada
6
(latitute). Lamanya penyinanan dihitung dengan jumlah jam sejak matahari tenbit sampai
matahani am. lniIah yang disebut sebagal panjang hail atau fotopeniodisitas. Panjang
hail ariasi mulal dani 1 2 jam di doerah equator sampai terus-menenus gelap atau terang
ma 24 jam di daenah kutub. Dengan semakin jauhnya letak suatu tempat dari equator,
semakin besan penbedaan pan jang atau pendeknya han (lama penyinanannya).
Siklus panjang hari sangat tepat bagi tanaman yang mempunyai respon positif
terhadap cahaya matahari untuk mengukur lamanya siang atau malam dan ini penting
untuk menentukan kapan (saat) tanaman akan berbunga. Fenomena ini disebut
fotoperiodisme.
Beberapa tanaman sayur memiliki respon terhadap panjang hari dan hanya akan
berbunga jika mendapatkan panjang penyinaran tenentu. Tanaman hari pendek (shortplant) hanya akan berbunga jika mendapatkan cahaya kurang dari periode kritisnya,
contohnya adalah labu siam, kecipir dan bayam, dan sebaliknya tanaman hari panjang
(long-day plant) hanya akan berbunga jika mendapatkan lama penyinaran Iebih panjang
daripada periode kritisnya, contohnya adalah spinach, lobak dan sawi. Tanaman hari
netral (day-neutral plant) tidak terpengaruh panjang pendeknya penyinaran, contohnya
adalah tomat, blewah, kacang-kacangan. Kenyataannya, lamanya malam hari (periode
gelap) yang menentukan, jadi tanaman sayur hari pendek memerlukan periode gelap
Iebih panjang setiap harinya untuk menginduksi pembungaan sementara tanaman sayur
hail panjang memenlukan peniode gelap yang pendek daripada periode terangnya.
Uraian lebih lanjut mengenai fotopeniodisme terdapat dalam Pokok Bahasan VI.
Disamping pengaruhnya terhadap pembungaan, ada penganuh lain dan panjang
han, pembentukan bulb pada bawang bombay dan penkembangan tuber pada kentang
ubi jalar. Vanietas bawang Bombay yang tergolong tanaman hari panjang tidak
membentuk bulb jika ditanam pada tempat yang memiliki panjang hari kurang dari kritis
minimum. Pada tanaman kentang panjang hari akan menginisiasi bentukan tuber.
4.2.3. Subpokok Bahasan IV.3.
IV.3. Kelembaban Relatif Udara
Kelembaban relatif udara sangat berpengaruh terhadap transpirasi sehingga penting
tumbuhan dan perkembangan tanaman sayur. Kelembaban relatif udara yang cenderung
meningkatkan transpirasi tanaman sayur. Kelembaban relatif udara menyebabkan transpirasi
tanaman sayur rendah, tetapi memiliki pengaruh lain dan kelembaban relatif udara tinggi
merupakan kondisi yang sesuai bagi dengan berbagai jenis penyakit dan hama.
Kisaran ideal kelembaban relatif udara bagi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman sayur adalah 70-80%. Pada kisaran kelembaban relatif udara ini penyerapan unsur
Universitas Gadajah Mada
7
akar tanaman dapat berlangsung optimal dan gangguan hama serta penyakit dapat
terkendali. Akan tetapi pada kelembaban relatif udara kurang dari 40% evapotranspirasi
akan berlebihan sehingga tanaman sayur akan tampak Iayu.
4.2.4. Subpokok Bahasan IV.4.
IV.4. Air
Air merupakan salah satu faktor utama yang diperlukan dalam budidaya tanaman
sayur. Terlalu banyak atau terlalu sedikit air yang diberikan pada tanaman sayur akan
membahayakan tanaman tersebut. Apabila semua pori tanah terisi dengan air maka akan
menyebabkan kelebihan air sehingga akar tanaman tidak dapat memperoleh oksigen dalam
jumlah yang cukup untuk respirasi akar. Hal ini akan menyebabkan akar tanaman
kekurangan energi untuk menyerap air dan unsur hara dan dalam tanah. Selain itu,
kelebihan air juga akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida di dalam tanah karena
karbondioksida yarg dihasilkan fanaman melalui respirasi tidak dapat dibebaskan ke udara
akibat poni tanah terisi air. Hal mi akan menurunkan permeabilitas membran sel-sel akar
untuk menyerap air. Kelebihan air akan Iebih berbahaya pada suhu udara tinggi daripada
suhu rendah karena respirasi akar benjalan cepat, kebutuhan air Iebih tinggi dan
ketersediaan oksigen yang larut dalam air Iebih rendah. Sebaliknya, apabila air berada
dalam jumlah yang kurang sehingga akar tanaman kekeringan, ml akan membatasi
produktivitas tanaman sehingga hasilnya turun. Kekurangan air pada tanaman sayur
determinate Iebih merugikan pengaruhnya daripada tanaman sayur indeterminate terutama
pada saat pembungaan. Pada tanaman sayur determinate periode kekeringan yang pendek
pada saat pembungaan akan menurunkan hasH yang sangat nyata karena pertumbuhan
akar tanaman telah terhenti pada saat tanaman membentuk bunga. Akan tetapi sebaliknya,
pada tanaman sayur indeterminate periode kekeringan pada saat pembungaan tidok begitu
menurunkan hasil karena akar tanaman masih tumbuh terus meskipun tanaman sudah
berbunga sehingga akar tanaman masih dapat bentambah panjang dan dapat menyerap air
dan tanah yang lebih dalam.
Kekurangan air merupakan faktor utama bagi rendahnyo hasil tanaman sayur. Tubuh
tanaman sayur sebagian besar tersusun oleh air dengan kandungan airnya berkisor ntara
80-95% dan tanaman mi akan dapat menyisakan 5-20% beratnya dan [osintesis (Tabel 6).
Air selain penting sebagai penyusun biomassa tanaman juga ensial bagi pertumbuhan dan
perkembangannya.
Universitas Gadajah Mada
8
Tabel 6. Kandungan air dalam organ tanaman sayur
Organ tanaman sayur
Berat segar (%)
Buah mentimun
96
Head selada
94
Head kubis
90
Umbi kentang
79
Daun tomat
85-95
Daun jagung manis
65-82
Akarwortet
88
Trubus asparagus
88
Buah tomat
94
Biji jagung manis
85
Sumber: AVRDC (1990).
Tanaman sayur umumnya menyerap air dari Iingkungannya Iebih banyak daripada yang
dibutuhkan tanaman tersebut. Sebagian besar dari air yang diserap tersebut dikeluarkan
kembali melalui stomata selama transpirasi. Air yang dikeluarkan kembali ini untuk
mendinginkan tanaman supay suhu tubuh tanaman tidak terlalu tinggi untuk aktivifas enzim
dalam proses fotosintesis dan respirasi. Selain itu, transpirasi juga diperlukan untuk
menyerap air oleh akar tanaman dan dalam tanah (lewat aliran massa).
Jumlah air yang tersedia bagi tanaman sayur di daerah tropis terutama ditentukan oleh curah
hujan, selain embun dan kabut. Dengan demikian, jumlah dari intensitas curah hujan akan
menentukan jenis tanaman sayur yang akan dibudidayakan. Selama musim hujan air yang
tersedia melebihi daripada air yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga apabila tidak ada
saluran drainase yang memadai akan menyebabkan tanaman kelebihan air. OIeh karena itu,
pada saat musim hujan apabila membudidayakan tanaman sayur bedengan dibuat Iebih
tinggi daripada biasanya dan dibuat saluran drainase yang bisa mengalirkan kelebihan air
dengan cepat. Akan tetapi sebaliknya pada musim kemarau seringkali terjadi kekurangan air
karena pasokan air kurang dari kebutuhan tanaman sayur. Jadi budidaya tanaman di musim
kemarau, irigasi perlu menjadi perhatian utama. OIeh karena itu, biasanya petani di negara
berkembang menanam sayuran di akhir musim hujan setelah tanaman utama (tanaman
sumber kanan pokok) karena tanaman sayur ini merupakan tanaman sekunder.
Terlalu banyak hujan selain mengakibatkan secara Iangsung melalui kerusakan akar juga
akan menyebabkan tingginya intensitas serangan hama dan penyakit, rusaknya bunga
Universitas Gadajah Mada
9
secara fisik sehingga bunga rontok dan mengurangi kegiatan penyerbukan. Seloin itu juga
mengakibatkan tercucinya unsur hara yang larut dalam air.
Menurut
kebutuhan
air
yang
dibutuhkan
tanaman,
tanaman
sayur
dapat
dikiasifikasikan sebagai berikut:
a. Great water-users with poor root penetration.
Contoh tanaman sayur yang tergolong jenis ini adalah kubis, mentimun, sayuran daun
dan lobak. Tanaman sayur jenis ini mempunyai akar yang dangkal dan memiliki luas
daun yang besar serta jaringannya kuat, sehingga mereka memerlukan air dalam jumlah
banyak.
b. Economical water-users with vigorous root penetration
Contoh tanaman sayur yang termasuk dalam jenis ini adalah melon dan jenis
Cucurbitaceoe yang Iainnya. Tanaman sayur jenis ini memiliki perakaran yang dalam,
luas daunnya besar tetapi daun-daunnya memiliki rambut untuk mengurangi transpirasi
sehingga mereka sedikil- toleran terhadap kekeringan.
c. Economical water-users with poor root penetration.
Contoh tanaman sayur yang termasuk jenis ini adclah Alilum dan asparagus. Tanaman
sayur jenis ini memiliki daun-daun yang kecil dan daun-daun ini memiliki lapisan lilin
untuk mengurangi transpirasi. Akan tetapi, tanaman sayur jenis mi memiliki sistem
perakoran yang jelek dengan rambut-rambut akar yang sedikit untuk menyerap air
daripada tanaman sayur jenis Iainnya.
d. Economical water-user with moderate root penetration.
Contoh tanaman sayur yang tergolong jenis ini adalah Solanaceae, sayuran akar dan
heguminosa. Tanaman sayur jenis ini memiliki luas daun yang sempit tetapi daundaunnya memiliki rambut unfuk mengurangi transpirasi. Tanaman sayur jenis memiliki
sistem akar yang Iebih baik daripada Cruciferae tetapi masih lebih jelek daripada
Cucurbitaceae.
e. Extravagant water-users with poor root penetration.
Contoh tanaman sayur yang termasuk jenis ini adalah sebagian besar sayuran air seperti
tolas, genjer, selada air don seledri air. Tanaman sayur jenis mi memiliki sistem
perakaran yang kuat akan tetapi rambut-rambut akarnya sedikit tanpa ada yang efisien
dalam menyerap air.
Meskipun air dan hujan maupun dan irigasi dalam jumlah yang cukup, kemampuan akar
tanaman dalam menyerap air ditentukan oleh laju transpirasi dan aliran air dalam tubuh
tanaman melalui jaringan pengangkut. Jumlah air di dalam tubuh tanaman merupakan selisih
antara laju air yang diserap dengan air yang dikeluarkan dari tubuh tanaman.
Universitas Gadajah Mada
10
Apabila laju penyerapan air sama deigan laju transpirasi sel sel-sel tetamgga stomata
tekanan turgornya tinggi sehingga stomata membuka, karbondioksida dapat masuk ke dalom
daun dengan cepat, laju fotosintesisnya tinggi, laju respirasinya normal sehingga fotosintat
yang dihasilkan dapat banyak. Keragaan optimum dan semua komponen seperti ini berguna
dalam pertumbuhan aktif tanaman sayur. Akan tetapi sebaliknya, keseimbangan menjadi
negatif apabila ketersediaan lengas di dalam tanah tidàk cukup atau transpirasi melalui
stomata berlebihan. Dalam kondisi yang seperti ini sel-sel tetangga stomata akan kehilangan
turgiditasnya sehingga stomata menutup, laju fotosintesis lambat akibatnya pertumbuhan
dan hasil tanaman sayur menurun. Tanaman sayur yang terkena cekaman kekeringan hanya
tergantung pada subtansisubstansi yang dapat balik (recovery), apabila hal ini tidak terjadi
tanaman akan mengalami kekeringan permanen dan bahkan mati.
4.2.5. Subpokok Bahasan IV.5.
IV.5. Tekstur dan Struktur Tanah
Tanah sebagai penopang fisik untuk berdirinya tanaman sayur, juga bertindak sebagai don
air dan unsur hara. Sifat-sifat fisik dan kimia tanah akan berpenganuh terhadap laju
pertumbuhan tanaman sayur. Sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, struktur tanah, suhu
tanah dan kelembaban tanah, sedangkan sifat kimia tanah meliputi pH tanah dan kesuburan
tanah.
Tekstur tanah adalah ukuran kasar-halusnya tanah. Tekstur tanah ditentukan oleh proporsi
fraksi pasir, debu dan lempung yang terkandung dalam suatu tanah. Pasir dicirikan dengan
rasa kasar, debu dicirikan dengan 11 cm, sedangkan lempung dicirikan dengan lengket
apabila dirasokan dengan perabaan antara ibujari don telunjuk. Tanah bertektur pasir kurang
cocok untuk budidaya tanaman sayur karena kopasitas menahan air yang rendah dan juga
rendahnya kandungan unsur hara dalam pasir. Meskipun demikian, pasir ini sangat penting
kareno dapat meningkatkan ruang pori dan memperbaiki aerasi tanah. Tanah bertekstur
lempung lebih bonyak kandungan unsur haranya dan lebih tinggi daya menahan airnya
daripada tanah bertekstur pasir. Namun demikian, tanah lempung sering kali menyebabkan
air tidak cepat mengatus ke bawah sehingga menyebabkan air menggenang di daerah
perakaran tanaman sayur akibat kurangnya pori di dalam tanah.
Tanah bertekstur kasar/pasiran (sandy soils) sangat cocok untuk budidaya tanaman sayur
umbi akar, bulb dan tuber yang mendapat curah hujan atau irigasi yang cukup. Tanah ini
akan lebih mudah ditembus oleh akar tanaman sayur jenis ini dan juga perkembangan organ
akar tersebut akan cepat serta memudahkan dalam panen organ akar tersebut. Meskipun
demikian, untuk tanaman sayur jenis umbi akar dan bulb tanahnya tidak boleh terlalu pasiran
karena tanah jenis ini tidak dapat menahan air dan unsur hara yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan tanaman sayur ini.
Universitas Gadajah Mada
11
Tanah berIekstur sedong/geluhan (loamy soils) merupakan jenis tanah yang ideal untuk
budidaya tanamon sayur. Tanab jenis mi mempunyal campuran yang seimbang antara pasir
dan lempung sehingga tanah mi memiliki kapasitas menahan air don unsur hara yang baik
serta memiliki aerasi yang baik pub.
Tanah bertektur halus/lempungan (clayey soils) sulit dalam pengolahan tanah ketika dalam
kondisi kering tetapi jenis tanah ml memiliki kapasmtas menahan air dan unsur hara yang
sangat bogus. Penetrasi akar tanaman sayur pada tanah lempung lebih sulit dibanding pada
tanah pasir.
Struktur tanah adalah susunan agregat/bongkah tanah. Struktur tanah mempengaruhi aerasi
tanah. Struktur tanah yang baik memungkinkan pertukaran CO2 dan O2 yang mencukupi
kebutuhan tanaman sayur, karena diperlukan untuk aktivitas akar. Selain itu dengan struktur
tanah
yang
balk
memungkinkan
terjadinya
perembesan
dan
drainase
air
baik,
perkembarigan akar balk don memungkinkan aktivitas mikroorgonisme berlangsung optimum
dalam melakukan perombakan bohan organik di dalam tanah.
Struktur tanah dapat rusak apabila pengolahan tanah dilakukan dalam kondisi tanah yang
terlalu kering atau terlalu basah. Pengolahan tanah yang terus menerus dapat berakibat
buruk pada struktur tanah. Dengan demikian, pembajakan tanah, penggaruan dan jenis
pengolahan tanah lainnya dilakukon dalam keadaan minimum dan sebaiknya tanah diberi
tambahan pupuk kandang atau kompos.
4.2.6. subpokok Bahasan IV.6.
IV.6. Kesuburan Tanah
Hasil tanaman sayur yang tinggi tergantung pada pasokan unsur hara yang optimum bagi
tanaman tersebut. Unsur hara dapat dapat berasal dari bahan organik yang terurai atau dan
tambahan lewat pemberian pupuk organik maupun anorganik. Kandungan bahan organik
tanah yang tinggi diperlukan bagi pertumbuhan tanaman sayur karena diperlukan untuk tetap
menjamin tersedianya unsur hara bagi tanaman sayur dan bahan organik ini juga dapat
mempertinggi kapasitas menahan air dan tanah dan memperbaiki aerasi tanah.
Unsur hara seringkali harus ditambahkan ke dalam tanah karena seringkali unsur hara ini
dalam bentuk tidak tersedia bagi tanaman sayur. Oleh karenanya seringkali jumlah total
unsur-unsur hara di dalam tanah cukup tinggi tetapi gejala defisiensi sering nampak pada
tanaman sayur. Unsur nitrogen (N) seringkali merupakan unsur yang kekurangan diikuti oleh
fosfor (P) don kalium (K) sehingga ketiga macam unsur ini merupakan unsur hara yang
umum diperjualbelikan. Penambahan ketiga macam unsur tersebut dimaksudkan untuk tetap
menjaga kandungan N, P dan K dalam tanoh tetap optimum bagi pertumbuhan tanaman.
Unsur hara mikro sepenti besi, tembaga, mangan, seng, boron, kobalt, klorin don
molibdenum juga diperlukan oleh tanaman sayur. Kelebihan unsur hara mikro dapat
Universitas Gadajah Mada
12
menyebabkan keracunan, akan tetapi apabila kekurangan dapat menyebabkan pertumbuhan
tanaman jelek atau tidak normal. Keseimbangan hara yang memadai diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimum.
4.2.7. Subpokok Bahasan IV.7.
IV.7.pH Tanah
pH tanah mempengaruhi ketersediaan unsur hara makro maupun mikro bagi tanaman sayur.
Pengaruh pH tanah terhadap ketersediaan unsur-unsur tersebut adalah unsur hara menjadi
tersedia atau kurang tersedia yang dapat berakibat pada kekurangan (defisiensi) atau
keracunon suatu unsur bagi tanaman sayur. Contohnya adalah unsur kalsium menjadi
kurang tersedia apabila pH tanah yang semula 7 turun menjadi pH kurong dan atau sama
dengan 5. Besi dan mangan menjadi kurang tersedia jika pH tanah tinggi (kondisi bosa).
Kedua macam unsur mi ketersediaannya berlebihan apabila kondisi tanahnya masam (pH
rendah).
Tanah di daerah yang memiliki curah hujan tinggi cenderung Iebih masam, sedangkan tanah
di daerah kering sering bersifat lebih basa. pH optimum untuk pertumbuhan tanaman sayur
odalah 5,5-7,0. Pada kisaran pH tersebut tanaman mudah menyerap unsur hara mikro yang
sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. pH tanah yang masam dapat dikurangi
dengan menambahkan kapur (liming). Pengaturan pH tanah dapat juga digunakan untuk
mengendalikan penyakit tanaman yang sensitif terhadap pH tanah, contohnya menanam
kentang disarankan di daerah dengan tanah yang memiliki pH poda kisaran 5,0-5,2 karena
patogen penyebab penyakit scab (yang diakibatkan oleh jamur) tidak tahan hidup pada
kisaran pH tersebut.
4.2.8. Subpokok Bahasan IV.8.
IV.8. Suhu Tanah
Suhu tanah sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Biasanya suhu tanah Iebih rendah
daripada suhu udara pada kondisi (musim panas atau kemarau) tetapi pada kondisi dingin
suhu tanah Iebih tinggi daripada suhu udara.
Suhu tanah sangat menentukan kecepatan perkecambahan biji, pertumbuhan akar
tanaman dan perkembangan organ penyimpan cadangan makanan di dalam tanah.
Contohnya adalah pembentukan umbi kentang sangat dipengaruhi oleh suhu tanah. Apabila
suhu tanah Iebih dan 30°C pembentukan umbi kentang terhambat.
Universitas Gadajah Mada
13
4.2.9. Subpokok Bahasan IV.9.
IV.9. Kelembaban Tanah
Kelembaban tanah atau disebut juga sebagai lengas tanah berperan dalam
pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta berperan besar dalam perkecambahan
benih tanaman sayur.
Lengas tanah yang berlebihan pada periode yang lama dan tanahnya mampat
(compct), dapat menyebabkan kerusakan tanaman sayur karena kekurangan O2 dan
kelebihan CO2 yang mengganggu respirasi akar. OIeh karena respirasi akar terhambat,
menyebabkan penyerapan air dan unsur hara terganggu akibat akar kekurangan energi
untuk melakukan aktivitasnya. Tanah mampat cenderung memiliki konsentrasi etilen tinggi.
Adanya konsentrasi etilen yang tinggi mi mempercepat tanaman mengalami senescence
sehingga tanaman Iebih cepat menguning. Sebaliknya, apabila enaas tanah tidak mencukupi
kebutuhan tanaman, pertumbuhan tanaman akan mengganggu karena proses fotosintesis
tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pertumbuhan dan fotosintesis sudah sangat
berkurang sebelum lengas tanah mencapai titik Iayu permanen.
Saat lengas tanah berlebihan sebagian besar benih sayuran mengimbibisi air dan
perkecambahan
berlangsung
cepat.
Pada
lengas
tanah
rendah,
waktu
untuk
perkecambahan benih Iebih lama dibandingkan dengan tingkat kelengasan tanah memadai.
Kisaran lengas tanah yang diperlukan bagi perkecambahan benih sayur perlu diketahui.
Perkecambahan benih seledri memerlukan lengas tanah yang mendekati atau pada
kapasitas lapong (field capacity). Perkecambahan benih kacang lima, kapri, selada dan bit
gula memerlukan kisaran lengas tanah di atas kisaran lengas tanah yang tersedia. Benih
mentimun, wortel, bawang bombay dan buncis tidak dapat berkecambah lika lengas tanah
mendekati titik Iayu. Benih Brassicaceae dan Cucurbitaceae seperti labu-labuan, tomat,
cabai merah dan jagung manis dapat berkecambah pada kisaran lengos yang lebar mulai
dan kapasitas lapang hingga titik layu permanen.
4.2.10. Subpokok Bahasan IV.10.
IV.10. Organisme Pengganggu Tanaman
Semua organisme hidup yang berhubungan erat dengan tanaman sayur tertentu
dipertimbangkan sebagai faktor-faktor biologis dan Iingkungan. Faktor-faktor biologis
tersebut termasuk gulma, hama don penyakit yang mencakup bakteri dan fungi, nematoda,
virus, serangga dan binatang.
Hama dan penyakit mudah berkembang pada kondisi lengas udara tinggi
(kelembaban relatif udara tinggi). Oleh karena itu budidaya tanaman sayur pada musim
hujan yang diminati petani, meskipun pada musim hujan harga sayuran jauh Iebih mahal.
Universitas Gadajah Mada
14
Gulma juga cepat berkembang selama musim hujan sehingga penyiangan gulma
juga harus sering dilakukan. Adanya gulma di pertanaman sayur akan menurunkan hasil
akibat adanya kompetisi tanaman dengan gulma dalam hal mendapatkan cahaya, air, unsur
hara dan udara. Gulma juga dapat sebagai inang pengganti dan hama dan penyakit.
Bakteri dan jamur merupakan organisme penyebab penyakit pada kebanyakan
naman sayur. Bakteri merusak tanaman sayur dengan cara mengeluarkan racun atau toksin
yang dapat mereduksi pertumbuhan tanaman karena menyebabkan leaf blight pada
beberapa tanaman sayur. Selain itu, bakteri berkembang biak dengan cepat dan merusak
sistem jaringan vaskuler sehingga menyebabkan tanarnan sayur layu. Contohnya adalah
penyakit layu bakteri pada tanaman tomat dan cabal yang merusak tern jaringan vaskuler.
Jamur berkembang biak di permukaan daun tanaman sayur hingga menyebabkan
menurunnya daerah fotosintesis serta miselia jamur menyerap air dan fotosintat dan dalam
tubuh tanaman sayur yang sedang ditranslokasikan.
Nematoda merusak jaringon akar sehingga mengurangi efisiensi jaringan akar dalarn
nyerap air don unsur hara. Selain itu, nematoda jua mernbuatkan jalan bagi masuknya
penyebab penyakit ke dalam tubuh tanaman sayur melalui akar. Virus juga .yebabkan
penyakit pada tanaman sayur. Virus mengambil substansi DNA tanaman untuk
memperbanyak diri.
Serangga juga merusakkan tanaman sayur sehingga menurunkan hasil dan kualitas
pasar dan produk sayuran tersebut. Serangga seperti semut, kepik dan belalang pakan
agensia untuk pindahnya virus antar tanaman sayur. Binatang seperti tikus burung
merusakkan bagian tanarnan yang sedang tumbuh atau seluruh tubuh tanaman ataupun
juga basil tanaman yang sudah masak sebelum dipanen atau selama dalam penyimpanan.
Pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sayur
dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya tetapi satu sama lain saling
berinteraksi. Kombinasi yang benar antara faktor iklim, tanah dan biotik akan memunculkan
kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur.
4.3. RANGKUMAN
Potensi hasil tanaman sayur ditentukan oleh varietas, lingkungan dan interaksi antara
variates dan Iingkungan. Varietas merupakan faktor internal tanaman sayur yang
dikendalikan oleh gen-gen yang menentukan genotipe tanaman tersebut. Genotipe dan
varietas tanaman sayur akan menentukan daya hasilnya, adaptabilitas terhadap dengan
tumbuhnya, resistensi terhadap gulma, hama serta penyakit, dan menentukan kualitas
hasilnya. Disisi lain, lingkungan tumbuh akan mempengaruhi kenampakan dan sifat-sifat
genotipe tanaman sayur tersebut.
Universitas Gadajah Mada
15
Suhu udara merupakan salah satu faktor penting yang menentukan ienis tanaman sayur
yang akan dibudidayakan di suatu tempat. Suhu udara mempengaruhi semua aktivitas
fisiologis melalui laju reaksi biokimiawi dan juga suhu udara menentukan dapat berbunga
otau tidaknya tanaman sayur biennuals.
Cahaya matahari yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur
ditentukan oleh kualitas cahaya (panjang gelombang atau cahaya tampak) dan lamanya
penyinaran (panjang hail).
Kelembaban relatif udara sangat berpengaruh terhadap transpirasi sehingga penting bagi
pertumbuhan dan perkembanan tanaman sayur. Kelembaban relatif udara yang rendah
cenderung meningkatkan transpirasi tanaman sayur. Kelembaban relatif udara tinggi
menyebabkan transpirasi tanaman sayur rendah, tetapi memiliki pengaruh lain yaitu pada
kelembaban relatif udara tinggi merupakan kondisi yang sesuai bagi perkembangan
berbagai jenis penyakit dan hama.
Air diperlukan bagi tanaman untuk menyusun tubuh tanaman karena kandungan tubuh
tanaman sayur yang paling besar adalah air. Selain itu, air diperlukan tubuh tanaman untuk
menurunkan suhu tubuh melalui transpirasi sehingga enzim fotosintesis dan respirasi dapat
beraktivitas normal, selain diperlukan dalam proses fotosintesis. Air di dalam tanah
diperlukan juga bagi proses perkecambahan benih tanaman sayur.
Tanah sebagai penopang fisik untuk berdirinya tanaman sayur, juga bertindak sebagai
tandon air dan unsur hara. Sifat-sifat fisik dan kimia tanah akan berpengaruh terhadap laju
pertumbuhan tanaman sayur. Sifat-sifat tanah ini yang perlu diperhatikan dalam budidaya
tanaman sayur adalah jenis tanah (menentukan struktur dan tekstur tanah), kandungan
bahan organik tanah, pH, suhu tanah dan kelembaban tanah.
Semua organisme hidup yang berhubungan erat dengan tanaman sayur tertentu
dipertimbangkan sebagai faktor-faktor biologis dan lingkungan. Faktor-faktor biologis
tersebut termasuk gulma, hama dan penyakit yang mencakup bakteri dan fungi, toda, virus,
serangga dsn binatang. Gulma sebagai kompetitor tanaman sayur terdapat cahaya matahari,
air, unsur hara dan udara; selain itu gulma juga dapat sebagai inang pengganti dan hama
dan penyakit. Semua faktor biotik ini dapat menurunkan hasil dan kualitas jual sayuran.
Universitas Gadajah Mada
16
4.4. PENUTUP
4.4.1. Tes Formatif
1. Akibat pengaruh suhu lingkungan, bagaimana bolting dapat terjadi pada tanaman sayur
biennuals?
2. Apakah yang terjadi pada tanaman sayur yang memperoleh cahaya merah lebih banyak?
3. Apa pengaruh langsung kelembaban relatif udara terhadap tanaman sayur?
4. Bagaimana pengaruhnya hujan terhadap tubuh tanaman yang berada di bagian atas
tanah?
5. Tanah yang bagaimanakah teksturnya yang paling baik untuk budidaya tanaman sayur?
Jelaskan!
6. Apakah pengaruhnya pH tanah terhadap pertumbuhan tanaman sayur? Jelaskan!
7. Bagaimanakah suhu tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman sayur?
8. Bagaimana gulma dapat menurunkan hash tanaman sayur?
4.4.2. Petunjuk Jawaban Tes Formatif
1.
Suhu di bawah suhu optimum akan menginduksi terjadinya bolting pada tanaman sayur
biennuols. Hal ini dapat terjadi karena laju fotosintesis cukup tinggi dan pada saat yang
bersamaan laju respirasi dan laju pembelahan sel lambat. Sebagai hasilnya, jumlah
fotosintat yang digunakan baik untuk respirasi maupun untuk pembelahan sel relatif
sedikit sehingga banyak fotosintat yang ditimbun. Keadaan ini akan memacu akumulasi
fotosintat sehingga hormon pembungaan menjadi aktif
dan memunculkan kuncup
bunga, pada kondisi yang hangat akan berkembang men ladi tangkai bunga yang
nantinya memunculkan bunga dan biji.
2.
Apabila
tanaman
sayur
Iebih
banyak
(dominan)
memperoleh
cahaya
merah
menyebabkan tanaman akan tinggi dan kurus.
3.
Pengaruh Iangsung kelembaban relatif udara terhadap tanaman sayur adalah melalui
transpirasi tanaman. Pada kelembaban relatif udara rendah menyebabkan transpirasi
tanaman sayur tinggi, dan sebaliknya apabila kelembaban relatif udara tinggi transpirasi
tanaman akan rendah.
4.
Pengaruh hujan terhadap bagian tubuh tanaman di atas tanah adalah dapat
menyebabkan kerusakan fisik bunga secara fisik sehingga bunga rontok dan
mengurangi kegiatan penyerbukan juga akan menyebabkan tingginya intensitas
serangan hama dan penyakit.
5.
Tanah bertekstur sedang/geluhan (loamy soils) merupakan jenis tanah yang ideal untuk
budidaya tanaman sayur. Tanah jenis mi rrempunyai campuran yang seimbang antara
Universitas Gadajah Mada
17
pasir dan lempung sehingga tanah ini memiliki kapasitas menahan air dan unsur hara
yang balk serta memiliki aerasi yang baik pub.
6.
pH tanah mempengaruhi ketersediaan unsur hara makro maupun mikro bagi tanaman
sayur. Pengaruh pH tanah terhadap ketersediaan unsur-unsur tersebut adalah unsur
hara menjadi tersedia atau kurang tersedia yang dapat berakibat pada kekurangan
(defisiensi) atau keracunan suatu unsur bagi tanaman sayur. Contohnya adalah unsur
kalsium menjadi kurang tersedia apabila pH tanah yang semula 7 turun menjadi pH
kurang dan atau sama dengan 5. Besi dan mangan menjadi kurang tersedia jika pH
tanah tinggi (kondisi basa). Kedua macam unsur ini ketersediaannya berlebihan apabila
kondisi tanahnya masam (pH rendah).
7.
Suhu tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman sayur melaui aktivitas enzim
yang ada di dalam akar tanaman, sehingga suhu tanah akan mempengaruhi respirasi
akar. Adanya aktivitas respirasi akar ini tanaman sayur dapat menyerap air dan unsur
hara yang dibutuhkannya. Selain itu, suhu tanah ini juga berpengaruh terhadap
pembentukan dan perkembangan organ penyimpan cadangan makanan di dalam tanah
seperti umbi akar, bulb dan tuber.
8.
Gulma dapat menurunkan hash tanaman sayur karena gulma merupakan kompetitor
tanaman dalam hal memperoleh cahaya matahari, ruang tumbuh, air, unsur hara dan
udora. Selain itu, gulma juga dapat sebagai inang pengganti bagi hidupnya hama dan
penyebab penyakit tanaman sayur.
4.4.3. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Bagi mahasiswa yang dapat mengerjakan soal tes formatif dengan paling tidak 70% jawaban
benar maka mahasiswa dapat melanjutkan belajar ke pokok bahasan berikutnya. Akan tetapi
apabila jawaban benar kurang dari 70% maka mahasiswa dipersilahkan mempelajari
kembali Pokok Bahasan IV ini dengan menambah bahan bacaan dan buku acuan yang
disebutkan atau sumber lainnya yang relevan dengan pokok bahasan ini.
4.5 BUKU ACUAN
Ashari, S. Hortikultura: Aspek Budidaya. 1995. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
AVRDC. 1990. Vegetable Production Training Manual. Asian Vegetable Research and
Development Center. Shanhua, Tainan. Taipei.
Bautista, O.K. and R.C. Mabesa (eds.). 1 986. Vegetable Production. University of The
Philippines, Los Banos. Philippines.
Bautista, O.K., H.V. Valmayor, P.C. Tabora and R.R.C. Espino. 1983. Introduction to Tropical
Horticulture. University of The Philippines, Los Banos. Philippines.
Universitas Gadajah Mada
18
Knott, J.E. and J.R. Deanon. 1 970. Vegetable Production in Southeast Asia. University of
The Philippines, Los Banos. Philippines.
Siemonsma, J.S. and ,K. Piluek (eds.). 1994. Plant Resources of South-East Asia:
Vegetables. No. 8. Bogor.
Williams, C.N., J.O. Uzo dan W.T.H. Peregrine. 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika
(Terjemahan oleh: S. Ronoprawiro dan G. Tjitrosoepomo). Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta.
Universitas Gadajah Mada
19
Download