Rekayasa Genetika PROGAM STUDI PETERNAKAN

advertisement
Rekayasa Genetika
PROGAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................
i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang .......................................................................................... 2
1.2. Tujuan ....................................................................................................... 2
1.3. Manfaat ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
2.1 Pengertian Rekayasa Genetika ................................................................. 3
2.2 Teknologi Rekayasa Genetika ................................................................. 3
2.3 Teknik Yang Digunakan Dalam Rekayasa Genetika ............................... 4
2.4 Tujuan dan Manfaat Rekayasa Genetika ................................................. 6
2.5 Rekayasa Genetika Dalam Peternakan .................................................... 6
2.6 Contoh Ternak Hasil Rekayasa Genetika ................................................ 7
2.7 Dampak Rekayasa Genetika .................................................................... 10
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah
perkembangan
genetika
sebagai
ilmu
pengetahuan
dimulaimenjelang akhir abad ke 19 ketika seorang biarawan Austria bernama
GregorJohann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan
interpretasi yangtepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman
kacang ercis (Pisumsatifum).Sebenarnya, Mendel bukanlah orang pertama yang
melakukanpercobaan-percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan
parapendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya
yangkompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga
menjadilebih mudah untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat
inikemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai
suatucabang ilmu pengetahuan, dan Mendelpun di akui sebagai Bapak Genetika.
Selanjutnya,
pada
awal
abad
ke-20
ketika
biokimia
mulai
berkembangsebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik
untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya
mengenai sifatbiokimianya.Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an,
terungkap bahwasenyawa kimia materi genetika adalah asam dioksiribonekleat
(DNA).Denganditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun1953 oleh
J.D.Watson danF.H.C. Crick dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika
molekuler.
Perkembangan
penelitian
genetika
molekuler
terjadi
demikian
pesatnya.Jika ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua
kali lipat(doubling time) dalam satu dasa warsa, maka hal pada genetika
molekulerhanyalah dua tahun.Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner
dapatdisaksikan
semenjak
tahun
1970-an,
yaitu
pada
saat
dikenalnya
teknologimanipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan atau dengan
istilahyang lebih populer disebut Rekayasa Genetika.
Rekayasa genetika dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk
kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau
2
tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula
penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Masyarakat ilmiah
sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan
teknik-teknik genetika molekuler untuk mengubah susunan genetik dalam
kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada
kemanfaatan tertentu. Perubahan sifat biologis melalui rekayasa genetika tersebut
menyebabkan “lahirnya organisme baru” produk bioteknologi dengan sifat-sifat
yang menguntungkan bagi manusia.
1.2 Tujuan
1) Memenuhi tugas paper matakuliah Genetika dengan judul “Dasar Rekayasa
Genetika”
2) Apa itu Rekayasa Genetika
3) Bagaimana Rekayasa Genetika dapat dilakukan
4) Apa tujuan serta manfaat dari Rekayasa Genetika
5) Bagaimana peran Rekayasa Genetika dalam Bidang Peternakan
6) Apa dampak positif dan negatif Rekayasa Genetika
1.3. Manfaat
1) Menjadi proses suatu pembelajaran
2) Untuk mengetahui pengertian dari Rekayasa Genetika
3) Untuk mengetahui proses Rekayasa Genetika
4) Untuk mengetahui tujuan serta manfaat dari Rekayasa Genetika
5) Untuk mengetahui peran Rekayasa Genetika dalam Bidang Peternakan
6) Untuk mengetahui dampak positif dan negatif Rekayasa Genetika
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika (genetic engineering) pencangkokan gen atau rekombinan
DNA. Penelitian tentang rekayasa genetika telah dimulai pada awal 1950-an.
Sebelumnya, rekayasa genetika dianggap sebagai suatu impian saja. akan tetapi,
kini kemampuan untuk mencangkokkan bahan genetik dan membongkar kembali
informasi keturunan memberikan hasil nyata dan telah terbukti manfaat.
Rekayasa genetika dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi gen untuk
mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui
penyisipan gen. DNA rekombinan adalah DNA yang urutannya telah
direkombinasikan agar memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan
sehingga organisme penerimanya mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi
yang kita inginkan. Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan
organisme, mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi,
hingga tumbuh-tumbuhan.
Bahan genetik DNA mengandung informasi keturunan yang dimiliki oleh
makhluk hidup. Bahan genetik DNA berupa pita ganda yang berbentuk spiral
(double helix). Jika diumpamakan, salah satu pita ini menyerupai sebuah pita
kaset rekaman. Pita dapat dihapus untuk kemudian di ganti dengan rekaman yang
lain (Karmana, Oman. 2005).
Prosedur-prosedur DNA rekombinan (penjalinan gen, gene splicing) adalah
contoh rekayasa genetika yang paling dikenal. DNA dari organisme asing,
biasanya merupakan spesies yang benar-benar berbeda, diintroduksi dan
diintegrasi dengan genom organisme tertentu. Genom hibrid yang baru pun
diperoleh dengan karakteristik-karakteristik organisme penyumbang DNA
diekspresikan pada organisme penerima (Fried, George H., dkk. 2006).
2.2 Teknologi Rekayasa Genetika
Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologididefinisikan
sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinandan injeksi
4
langsung DNA ke dalam sel atau organel atau fusi sel di luar keluargataksonomi
yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami,dan bukan
teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional.
Prinsip
dasar
teknologi
rekayasa
genetika
adalah
memanipulasi
ataumelakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau
menyelipkangen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang
diselipkan danorganisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja.
Misalnya, gen daribakteri bisa diselipkan di kromosom tanaman, sebaliknya gen
tanaman dapatdiselipkan pada kromosom bakteri. Gen serangga dapat diselipkan
pada tanamanatau gen dari babi dapat diselipkan pada bakteri, atau bahkan gen
dari manusiadapat diselipkan pada kromosom bakteri (Rangkuti, Rahmayani.
2011).
2.3 Teknik yang Digunakan dalam Rekayasa Genetika
Pada dasarnya upaya untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan
melalui teknologi DNA rekombinan melibatkan beberapa tahapan tertentu.
Tahapan-tahapan tersebut adalah isolasi DNA genomik/ kromosom yang akan
diklon, pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah flagmen dengan berbagai
ukuran, penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul
DNA rekombinan, transformasi sel inang menggunakan molekul DNA
rekombinan, pengklonaan vektor pembawa DNA rekombinan, dan identifikasi
klon sel yang membawa gen yang diinginkan (Almustanir. 2010).
Individu hasil rekayasa genetika disebut transgenik. Rekayasa genetika
memiliki beberapa cara, yaitu sebagai berikut
1) Fusi Sel
Cara ini bisa diterapkan untuk tumbuhan, hewan, dan manusia. Metode ini
adalah cara menggabungkan dua sel yang berbeda untuk mendapatkan sel
baru seperti yang diinginkan. Cara ini sudah diterapkan untuk menghasilkan
antibodi monoklonal dengan memfusikan sel leukosit (menghasilkan
antibodi) manusia dengan sel kanker tikus. Hasil fusi dari kedua sel tersebut
dikultur dan menghasilkan antibodi monoklonal.
5
2) Transgenik Inti (Somatic Cell Nuclear Transfer)
Metode ini biasa diterapkan pada manusia dan hewan. Metode ini dilakukan
dengan memindahkan inti sel telur dari satu individu dan menggantinya
dengan inti sel somatis dari sel somatis individu lain. Setelah menjadi embrio,
dimasukkan kembali ke dalam rahim yang sudah dipersiapkan. Individu dari
hasil metode ini akan memiliki sifat yang sama persis dengan individu yang
menyumbangkan inti sel somatis
3) Rekombinan DNA
Metode ini bias disebut dengan metode penyipan gen. Caranya adalah
memasukkan potongan DNA ke dalam sel vektor. Vektor ini biasanya adalah
plasmid atau bakteriophage. Gabungan antara vektor dengan potongan DNA
ini disebut Rekombinan DNA. Metode ini biasanya digunakan dalam dunia
kedokteran, contohnya untuk menghasilkan hormon insulin. Caranya untuk
menghasilkan insulin dengan teknik rekombinan DNA adalah sebagai berikut

DNA penghasil insulin pada manusia dipotong dengan menggunakan
enzim restriksi

Hasil potongan DNA dimasukkan ke dalam bakteri Escherichia coli
sebagai vektor

Plasmid tersebut dimasukkan ke dalam bakteri escherichia coli

E.coli yang sudah mengandung rekombinan DNA dikultur dalam
medium khusus sehingga bakteri tersebut bisa menghasilkan insulin
(Matrix. 2009).
6
(Sudjadi. 2008)
2.4 Tujuan dan Manfaat Rekayasa Genetika
1) Meningkatnya derajat kesehatan manusia, dengan diproduksinya berbagai
hormone manusia seperti insulin dan hormone pertumbuhan.
2) Tersedianya bahan makanan yang lebih melimpah.
3) Tersedianya sumber energy yang terbaharui.
4)
Proses industry yang lebih murah.
5)
Berkurangnya polusi (Anonim. 2011).
2.5 Rekayasa Genetika Dalam Bidang Peternakan
Organisme dan produksi hasil rekayasa genetika disebut Organisme Hasil
Modifikasi Genetika (OHMG) atau Genetically Modified Organism (GMO).
Organisme hasil modifikasi genetika dalam bidang peternakan meliputi
peningkatan produksi peternakan ditempuh dengan cara penurunan morbiditas
7
ternak, perbaikan pakan, dan perbaikan bibit. Hampir seluruh faktor produksi
peternakan telah disentuh oleh teknologi rekayasa genetika.
Vaksin yang diproduksi bagi dunia kedokteran hewan sama dengan vaksin
pada manusia, yaitu sebagai berikut :
1) Vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah gen virus antigen PMK yang
dikloning ke E. coli sehingga diperoleh antigen virus PMK dalam jumlah
besar.
2) Vaksin rabies juga diproduksi dengan teknologi rekayasa genetika
3) Vaksin Blue-tongue khusus pada domba
4) Vaksin white diarrhea pada babi
5) Vaksin fish-fibrosis, vaksin yang diproduksi dengan teknologi rekayasa
genetika yang digunakan untuk vaksin ikan atau aquakultur.
Hormon pertumbuhan pada manusia (Human Growth Hormone = HGH) saat
ini sudah dapat diproduksi dengan teknologi rekayasa genetika yang
menggunakan E. coli sebagai vektor plasmidnya. Selain itu, juga dijumpai Bovide
Growth Hormone (BGH), Porcine Growth Hormone (PGH), dan Chicken Growth
Hormone (CGH).
Penyuntikan hormon BGH pada sapi ternyata dapat meningkatkan produksi
susu selain meningkatkan produksi daging (Kadaryanto, dkk. 2006).
2.6 Contoh ternak hasil Rekayasa Genetika
1) Sapi perah hasil Rekayasa Genetika
8
Hormon pertumbuhan sapi mulai direkayasa agar dapat meningkatkan
produksi air susu sapi. Sapi yang diberi hormon tersebut diharapkan dapat
meningkatkan produksi air susunya sampai 20% (Kadaryanto, dkk. 2006).
2) Kambing Dolly
Kloning yang dilakukan pada domba dolly (1998), yang diambil dari sel
kelenjar susu kambing dan difertilisasikan pada sel telur tanpa inti, lalu
diimplankan ke rahim kambing agar terjadi proses embryogenesis alami dan
kemudian lahir klon yang sangat mirip dengan induknya (dolly) (Karmana ,
Oman. 2005).
3) Monyet hasil kloning
(Karmana , Oman. 2005).
4) Sapi - Penghasil Omega 3
N-3 Polyunsaturated fatty acids (n-3 PUFA) atau omega 3 merupakan
salah satu zat yang sangat penting bagi manusia. Dengan pendekatan secara
ekonomi, maka dapat dihasilkan omega 3 dengan cara merekayasa sapi
menjadi hewan transgenik penghasil omega 3. Sapi yang direkayasa disisipi
dengan gen mfat-1 yang mampu memproduksi n-3 PUFA. Dari penelitian ini
diperoleh hasil ekpresi gen berupa n-3 PUFA pada jaringan dan susu sapi.
5) Lembu Transgenik - Penghasil Protein Susu
Rekombinan Teknologi transgenik ini telah sukses dilakukan untuk
kepentingan di bidang agrikultur dalam meningkatkan mutu kualitas
pangan.Pada hewan uji yang berupa lembu jarang sekali dilakukan percobaan
transgenik hal ini dikarenakan banyak kendala seperti masa regenerasinya
butuh waktu sekitar 2 tahun. Namun para peneliti akhirnya bisa menyisipi gen
9
penghasil α-lactalbumin yang berasal dari manusia. Dari hasil uji produksi
susu sebesar 91 ml, ditemukan sekresi α–lactalbumin dengan konsentrasi 2,4
mg ml-1. Metode yang digunakan adalah melakukan fertilisasi secara in vitro
yang selanjutnya akan dihasilkan zigot. Tahap berikutnya zigot akan diinjeksi
dengan DNA yang mengandung gen α–lactalbumin. Proses injeksi dengan
menggunkan teknik microinjection (Gambar 2). Selanjutnya zigot dikultur
selama 6 atau 7 hari dengan menggunakan media sintetik yang menyerupai
cairan oviduk. Setelah itu akan tumbuh menjadi embrio dan ditransfer ke
rahim lembu untuk proses kehamilan.
6) Kelinci - Penghasil Bispesifik T-Cell Antibody
Salah satu penyakit pada manusia yang mematikan adalah kanker.Penyakit
ini dapat diatasi dengan meningkatkan antibodi sel T. Sekarang dengan
menggunakan rekayasa genetika, kelinci dapat dipakai sebagai hewan uji
untuk menghasilkan dua macam antibodi spesifik, yakni molekul CD28 dan
r28M yang mampu menginduksi TCR/CD3 yang mampu membunuh sel
kanker.Dengan ditemukannya antibodi bispesifik ini dapat diharapkan untuk
mendapatkan cukup banyak pengetahuan tentang antibodi bispesifik bagi
aplikasi medis.
7) Ayam - Penghasil Tetrasiklin
Penemuan ini merupakan terobosan baru dalam mengembangkan
bioreaktor yang mampu menghasilkan biofarmasi dalam jumlah kuantitas
yang besar.Tetrasiklin merupakan antibiotik yang diperlukan dalam dunia
medis untuk men-treatment pasien.Selama ini tetrasiklin dihasilkan dari
mikroorganisme. Dengan terobosan baru ini, diharapkan ayam transgenik
mampu menghasilkan tetrasiklin dalam jumlah yang lebih banyak serta lebih
hemat dalam proses pembutannya. Dalam penelitian ini digunakan retrovirus
sebagai vektornya.Dimana retrovirus didesain untuk membawa materi genetik
berupa GFP (Green Flourescent Protein) dan rtTA (reverse tetracyclinecontrolled
transactivator)
dibawah
pengontrolan
tetracycline-inducible
promoter dan PGK (Phosphoglycerate Kinase) promoter.Setelah itu, ayam
transgenik dihasilkan yang mana pada bagian telur ditemukan doxycycline
10
yang merupakan derivat dari tetrasiklin serta tidak ditemukan adanya
disfungsi fisiologis secara signifikan dari telur tersebut.
8) Tikus Transgenik - Resisten Terhadap Infeksi Bakteri
Resistensi suatu bakteri terhadap jenis antibiotik merupakan salah satu
masalah yang serius bagi dunia medis dan farmasi.Oleh karena itu diperlukan
suatu hewan ternak yang mampu menghasilkan protein antibiotik.Namun,
dalam hal ini tikus digunakan sebagai uji coba terlebih dahulu.Salah satu
protein penghasil antimikroba adalah Protegrin-1 (PG-1) yang meru-pakan
derivat dari neutrofil.
9) GlowFish – Ikan Bercahaya
GloFish merupakan salah satu contoh hewan transgenik yang direkayasa
secara genetiknya. Ikan ini dikembagkan dari Amerika Serikat yang
merekayasa DNA dari ikan zebra (Danio rerio) dengan gen pengkode protein
flourens warna hijau dari gfp (green flourescent protein). Namun secara
fenotip, warna yang dihasilkan bukan hanya warna hijau saja melainkan
warna kuning hingga merah (Anonim. 2012).
2.7 Dampak Rekayasa Genetika
1) Dengan adanya rekayasa genetika, perubahan genotipe tidak dirancang secara
alami
sesuai
dengan
kebutuhan dinamika populasi
sehingga
akan
menimbulkan perubahan drastis yang membahayakan.
2) Penggunaan hormon pertumbuhan sapi (Bovine Growth Hormone = BGH)
dapat meningkatkan produksi susu sapi hingga mencapai 20% yang dapat
mengakibatkan kerugian pada peternak kecil.
3) Dampak penggunaan insulin hasil rekayasa genetika yang telah menyebabkan
kematian di Inggris
4) Pemakaian BGH pada sapi mengandung bahan kimia baru yang memiliki
potensi membahayakan kesehatan manusia
5) Kloning untuk kesehatan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara etika
karena pasti terjadi penyimpangan yang tidak mungkin dapat dikontrol
sepenuhnya (Setiowati, Tetty, dkk. 2007).
11
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1) Rekayasa genetika dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi gen untuk
mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui
penyisipan gen.
2) DNA rekombinan adalah DNA yang urutannya telah direkombinasikan agar
memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan sehingga organisme
penerimanya mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi yang kita
inginkan.
3) Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme,
mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga
tumbuh-tumbuhan.
4) Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi ataumelakukan
perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkangen baru ke
dalam struktur DNA organisme penerima.
5) Gen yang diselipkan danorganisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja.
Misalnya, gen daribakteri bisa diselipkan di kromosom tanaman, sebaliknya gen
tanaman dapatdiselipkan pada kromosom bakteri.
6) Individu hasil rekayasa genetika disebut transgenik.
7) Rekayasa genetika memiliki beberapa cara, yaitu Fusi Sel, Transgenik Inti
(Somatic Cell Nuclear Transfer), Rekombinan DNA, dll
8) Organisme hasil modifikasi genetika dalam bidang peternakan meliputi
peningkatan produksi
peternakan ditempuh
dengan cara penurunan
morbiditas ternak, perbaikan pakan, dan perbaikan bibit.
9) Contoh ternak hasil Rekayasa Genetika adalah Sapi perah hasil Rekayasa
Genetika, Kambing Dolly, Monyet hasil kloning, Sapi - Penghasil Omega 3,
Lembu Transgenik - Penghasil Protein Susu, Kelinci - Penghasil Bispesifik
T-Cell Antibody, Ayam - Penghasil Tetrasiklin, Tikus Transgenik - Resisten
Terhadap Infeksi Bakteri, GlowFish – Ikan Bercahaya, dll
12
DAFTAR PUSTAKA
Almustanir. 2010. Rekayasa Genetika dan Sistem Imun.
http://www.slideshare.net/almustanir/makalah-rekayasa-genetika-dansistem-imun (diakses Tgl 9 Mei 2013)
Anonim. 2011. Rekayasa Genetika.
http://sceonity.blogspot.com/2011/07/rekayasa-genetika.pdf (diakses Tgl 9
Mei 2013)
Anonim. 2012. Rekayasa Genetika Pada Hewan.
http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/rekayasa-genetika-padahewan.html(diakses Tgl 9 Mei 2013)
Fried, George H., dkk. 2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: PT Gelora Aksara
Pratama
Kadaryanto, dkk. 2006. Biologi Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan.
Surabaya: Yudhistira
Karmana , Oman. 2005. Cerdas Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo
Matrix. 2009. Panduan Belajar dan Evaluasi Biologi. Jakarta: Grasindo
Rangkuti, Rahmayani. 2011. Rekayasa Genetika.
http://www.scribd.com/doc/66226705/MAKALAH-REKAYASAGENETIKA (diakses Tgl 9 Mei 2013)
Setiowati, Tetty, dkk. 2007. Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press
Sudjadi. 2008. Bioteknologi Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius
Download