BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Internet Internet merupakan

advertisement
11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Internet
Internet merupakan jadinagn longgar dari ribuan jaringan komputer yang
menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Mmisi awalnya adalah menyediakan
sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah komputer. Namun,
sekarang internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat
dan efektif, sehingga telah menyimpang jauh dari misi awalnya. Dewasa ini
internet telah menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai alat informasi dan
komunikasi yang tak dapat diabaikan1
Asal muasal internet berawal dari terciptanya suatu ledakan tak terduga du
tahun 1969, yaitu dengan lahirnya ARPANET, suatu Proyek Eksperimen
Kementrian Pertahan Amerika Serikat bernama DARPA (Department of Defense
Advance Research Project Agency). Misi awalnya sederhana yaitu mencoba
menggali teknologi jaringan yang dapat menghubungkan para peneliti dengan
berbagai sumber data yang jauh seperti komputer dan pangkalan data yang besar.
Keberhasilan ARPANET membantu membudidayakan sejumlah jaringan
lainnya yang kemudian menjadi saling berhubungan. Dua puluh lima tahun
1
(Laquey, 1997 :1)
12
kemudian, sistem ini berevolsi menjadi suatu “organisme” yang semakin kuas
pperkembangannya mencakup puluhan juta orang da ribuan jaringan. 2
Internet merupakan media komunikasi yang sangat dasyat dan sangat jelas
berbeda dengan jaringan global hasil teknologi komunikasi tradisional yang ada
sebelumnya. adapun yang memebedakan menurut Laquey (1997) yaitu bila di tilik
dari segi komunikasinya, adalah tingkat interaksi dan kecepatan yang dapat
dinikmati penggunan untuk menyiarkan pesannya. Tak ada media yang memberi
setiap penggunanya berkemampuan untuk berkomunikasi secara seketika dengan
ribuan orang. Informasi penting yang tersedia di internet juga jumlahnya terus
meningkat mencangkup berbagai arsip grartis dan arsip umum, kataloh
perpustakaan , layanan pemerintah dan berbagai pangkalan data komersil. 3
Pengguna internet akan semakin luas dan meliputi berbagai kalangan
menciptakan beraneka motif orang memakai internet, mulai dari sekerda tidak
mau dianggap orang gagap teknologi dimana hanya ingin menyalurkan nilai
rekreatif semata (contoh: chatting atau membuka situs –situs pornografi) atau
memang mengakses internet untuk hal – hal yang produktif seperti pengusaha
yang mencari peluang bisnis serta dosen dan peneliti yang mengakses jurnal
ilmiah untuk perkembangan ilmunya. 4
Laquey berpendapat, nilai yang ditawarkan internet dapat dikiaskan sebagai
sistem jalan raya dengan transportasi berkecepatan tinggi yang memperpendek
waktu perjalanan kita. Dapat juga diibaratkan sebagai sebuah perpustakaan yang
2
(Laquey, 1997 :2, Reddick dan King, 1996 : 109)
(Soemirat & Ardianto, 2003 :190)
4
(Soemirat dan Ardianto, 2003 :188).
3
13
dapat dikunjungi setiap saat, dengan kelengkapan buku, sumber informasi, dan
kemungkinan penelurusan informasi yang tidak terbatas. Atau juga, sebagai
sebuah jamuan pesta semalam suntuk dengan penerima tamu ramah yang siap
menyambut kehadiran kita setiap saat.5
2.1.1
Website
Didalam
menggunakan jaringan
internet, pengguna dihadapkan dengan
berbagai pilihan, salah satunya yakni menjelajahi suatu lokasi yang berada dalam
suatu situs (site) atau secara lengkapnya dikenal dengan nama website. Website
terdiri 2 (dua) kata yaitu web dan site. Didalam perkembangannya hingga saat ini,
kata web memiliki banyak arti. Namun, intinya secara singkat mengarah pada
definisi berikut, yakni “Fasilitas hiperteks yang mengorganisir semua informasi
dalam internet.” 6
Menurut Ima Hardiman website adalah, “Kumpulan halaman di media
internet yang berisi informasi dengan topik tertentu. Setiap website memiliki
nama/domain, atau disebut juga situs.”7
Dari pengertian di atas, penulis memahami bahwa website adalah
kumpulan halaman situs yang berisikan informasi dengan topik tertentu.
Dasar – dasar public Relaion,Soemirat dan Ardianto,2003:189
Lani Sidharta, 1996 :239)
7
Ima Hardiman, Seri Pintar PR 400 Istilah Public Relations, Media dan Periklanan, Gagasan
Ulung, Jakarta, 2006, hal.135
5
6
14
Sementara menurut Betha Sidik website adalah, “Merupakan suatu
layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang
memudahkan surfer (sebutan bagi pemakai komputer yang melakukan
penulusuran informasi di internet.”8
Dari pengertian di atas, penulis memahami bahwa website merupakan
suatu layanan informasi yang menggunakan konsep hyperlink yang dapat
diakses oleh pemakainya.
Menurut Ima Hardiman halaman website adalah, ”Dokumen yang
dibuat dengan program HTML melalui HTTP yaitu jaringan yang
meneruskan informasi dari server pembuat website ke pengguna website ke
seluruh dunia. Melalui website pengguna dapat mengakses informasi teks,
juga dapat mendownload musik dan gambar.”9
Dari pengertian di atas, penulis berpendapat bahwa halaman website
adalah dokumen yang dibuat dengan program HTML (Hyper Mark-up Text
Language) melalui HTTP yaitu jaringan yang meneruskan informasi dari
server pembuat website ke pengguna website. Melalui website pengguna
dapat mengakses informasi lainnya berupa teks, mendownload musik dan
gambar.
8
9
Betha Sidik, Pemrograman Web dengan PHP, CV.Informatika, Bandung, 2002, hal.1
Ima Hardiman, Op.Cit, hal.136
15
2.1.2
Fungsi Situs Web
Secara umum situs web mempumyai fungsi sebagai berikut :
a.
Fungsi Komunikasi
Sebuah web mempunyai komunikasi pada umumnya adalah
situs web dinamis. Karena dibuat menggunakan pemrograman
web (server side) maka dilengkapi fasilitas yang memberikan
fungsi – fungsi komunikasi seperti web mail, form contact,
chatting, forum dan yang lainnya.
b.
Fungsi Informasi
Situs web yang memiliki fungsi informasi pada umumnya
lebih menekankan pada kualitas bagian kontennya karena tujuan
situs tersebut adalah menyampaikan isinya.
c.
Fungsi Entertainment
Situs web juga dapat memiliki fungsi entertain / hiburan. Bila
situs web berfungsi sebagai sara hiburan maka penggunaan
animasi gambar dan elemen bergerak dapat meningkatkan mutu
presentasi desainnya, meski tetap harus mempertimbangkan
kecepatan download.
d.
Fungsi Transaksi
Situs web dapat dijadikan sebagai transaksi bisnis, baik
barang , jasa atau yang lainnya. Situs web ini menghubungkan
16
perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi
elektronik.
2.1.3
Jenis Situs Web
Berikut beberapa jenis situs web yang di kelompokkan sesuai
tujuannya :
a.
Alat pemasaran
Sebuah
situs
yang
dibuat
dengan
tujuan
untuk
mempromosikan dan memasarkan produk atau jasa layanan suatu
perusahaan. Dapat juga berupa company profile. Kini media
pemasaran tidak hanya media cetak saja. Media elektronik sejenis
situs juga dapat digunakan sebagai media pemasaran. Pemasaran
melalui internet lebih cepat sampai dan memilik jangkauan yang
jauh lebih luas.
b.
Nilai tambah
Biasa sebuah halaman web pada awalnya disusun sebagai
sarana promosi, karena media promosi di web lebih murah dan
efektif dibandingkan media promosi konvensional seperti brosur,
majalah atau koran. Walaupun demikian kebijakan perusahaan
seringkali menempatkan web hanya sebagai media promosi
pelengkap saja.
Sebuah situs web sering dibuat hanya sebagai nilai tambah.
Mungkin sebenarnya Perusahaan tidak terlalu membutuhkan
17
seitus web itu, tetapi menggunakannya hanya sekedar mengikuti
trend sehingga Perusahaan tampak lebih modern.
Beberapa yang perlu diperhatikan dalam merancang situs
web dengan tujuan nilai tambah, secara garis besar sama seperti
pada marketing tool, tetapi lebih sederhana. Karena hanya sebagai
nilai tambah, umumnya konten situs itu berupa referensi atau
tambahan dari apa yang sudah diberikan secara offline.
c.
Katalog
Situs web juga dapat memiliki fungsi entertain / hiburan. Bila
situs web berfungsi sebagai sara hiburan maka penggunaan
animasi gambar dan elemen bergerak dapat meningkatkan mutu
presentasi desainnya, meski tetap harus mempertimbangkan
kecepatan download.
d.
Fungsi Transaksi
Situs web dapat dijadikan sebagai transaksi bisnis, baik
barang , jasa atau yang lainnya. Situs web ini menghubungkan
perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi
elektronik.
Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan website adalah
kumpulan situs yang berisikan layanan informasi dengan menggunakan
hyperlink yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja.
18
Halaman website juga berisikan informasi lainnya seperti teks, gambar
ataupun berupa musik.
Jika dikaitkan dengan masalah pokok penelitian ini, maka website
adalah halaman yang berisikan informasi yang bervariasi yang memuat
gambar, teks, ataupun artikel mengenai Garuda Indonesia yang dapat
dijadikan sumber informasi bagi publiknya, khususnya publik eksternal yaitu
pelanggan Garuda Frequent Flyer.
Adapun menu atau isi yang ditampilkan dalam website www.garudaindonesia.com yaitu : Profil Garuda Indonesia (Visi dan Misi, Etika Usaha &
Tata Perilaku, Sumber Daya Manusia, Struktur Organisasi), Sejarah Garuda
Indonesia, Tanggung Jawab Perusahaan (Program CSR (Garuda Indonesia
dan Kesehatan, Garuda Indonesia dan Masyarakat, Garuda Indonesia dan
Pendidikan, Garuda Indonesia dan Lingkungan, Garuda Indonesia Youth
Program), Berita CSR).
Website
www.garuda-indonesia.com
merupakan
cara
untuk
menampilkan segala informasi mengenai Garuda Indonesia di internet dan
disajikan oleh Divisi Komunikasi Garuda Indonesia sehingga dapat diakses di
mana saja dan kapan saja oleh publik eksternalnya yaitu pelanggan Garuda
Frequent Flyer, serta untuk mengetahui informasi atau mengajukan
pertanyaan seputar Garuda Indonesia.
19
Website www.garuda-indonesia.com dirancang oleh Garuda Indonesia
dan ditampilkan di internet sehingga dapat dijangkau dan diakses oleh siapa
saja yang terhubung dengan jaringan internet.
2.2 Humas
Menurut Rhenald Kasali, “Public Relations adalah fungsi manajemen
yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidentifikasi
kebijakan dan prosedur seseorang atau sebuah perusahaan terhadap
publiknya,
menyusun
rencana
serta
menjalankan
program-program
komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik.”10
Dari pengertian di atas, penulis berpendapat bahwa Public Relations
(Humas) merupakan fungsi manajemen dalam melakukan evaluasi atau
perbaikan dan menganalisa kebijakan perusahaan kepada publiknya demi
tercapainya tujuan perusahaan untuk mendapatkan pemahaman dan
penerimaan dari publiknya.
Sedangkan menurut Cutlip & Centre, dan Canfield yang dikutip oleh
Rosady Ruslan, fungsi Humas sebagai berikut :
10
Rhenald Kasali, Manajemen Public Relations : Konsep dan Aplikasi di Indonesia,, Pustaka Utama Grafiti,
Jakarta, 2003, hal.7
20
1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan
bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi).
2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan
publiknya yang emrupakan khalayak sasaran.
3. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini,
persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi yang
mewakilinya, atau sebaliknya.
4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran
kepada pimpinan manajemen demi tujan dan manfaat bersama.
5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus
informasi, publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya atau
sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.11
Dari uraian di atas, penulis berpendapat bahwa fungsi Humas adalah
menunjang aktivitas manajemen dalam membina hubungan yang harmonis
dengan publiknya, mengidentifikasi segala sesuatu opini, persepsi dan
tanggapan masyarakat
terhadap perusahaan, memberikan saran kepada
pimpinan demi tujuan perusahaan serta menciptakan komunikasi dua arah
timbal balik antara publiknya, dan mengatur arus informasi, publikasi serta
pesan yang berhubungan dengan perusahaan ke publiknya demi tercapainya
citra positif antara perusahaan dengan publiknya.
11
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi, PT. RajaGrafindo persada,
Jakarta, Edisi Revisi, 2006, hal.19
21
Sementara menurut Onong Uchjana Effendy, ciri-ciri Humas adalah :
1. Komunikasi yang dilancarkan berlangsung dua arah secara timbal
balik.
2. Kegiatan komunikasi yang dilakukan terdiri atas penyebaran
informasi, penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum.
3. Tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan organisasi tempat
Humas menginduk.
4. Sasaran yang dituju adalah khalayak di dalam organisasi dan
khalayak diluar organisasi.
5. Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis
antara organisasi dan khalayak.12
Dari uraian di atas, penulis berpendapat bahwa komunikasi yang
dilakukan
oleh Humas itu berlangsung dua arah secara timbal balik,
komunikasi yang dilakukan terdiri atas penyebaran informasi, penggiatan
persuasi serta pengkajian pendapat umum (opini public), dan khalayak
sasaran yang dituju yaitu publik internal dan publik eksternal perusahaan
dapat dijangkau dan tercipta hubungan yang harmonis antara organisasi
dengan publiknya sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa ciri-ciri
Humas adalah melakukan kegiatan komunikasi yang berlangsung secara
12
Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, PT. Remaja Rosdakarya,
Bandung, 2007, hal.132
22
timbal balik atau dua arah dan menyebarkan informasi, penggiatan persuasi
serta pengkajian pendapat umum (opini public), agar sasaran yang dituju
yaitu publik internal dan publik eksternal perusahaan dan efek yang
diharapkan sesuai dengan tujuan perusahaan tempat Humas berada.
Selanjutnya menuurut Rex. F. Harlow yang dikutip oleh Rosady
Ruslan mengemukakan bahwa secara umum Public Relations mempunyai dua
pengertian, yaitu :
a. Public Relations sebagai Methode Of Communications adalah
merupakan rangkaian atau metode komunikasi terdapat makna bahwa setiap
pimpinan dari organisasi bagaimanapun kecilnya dapat melaksanakan fungsifungsi PR.
b. Public Relations sebagai State Of Being adalah perwujudan suatu
kegiatan komunikasi yang dlembagakan ke dalam bentuk biro, bagian, divisi
atau seksi itulah dimaksudkan sebagai state of being dalam sistem
manajemen kehumasan, artinya terdapat orang yang memimpin atau pejabat
humas suatu kelembagaan tertentu.13
Dari pendapat di atas, penulis memahami bahwa Humas mempunyai
dua kategori yaitu Humas sebagai methode of communications di mana
Humas merupakan suatu rangkaian sistem komunikasi yang khas dalam arti
PR tersebut belum melembaga atau belum berdiri sendiri di dalam organisasi.
13
Rosady Ruslan, Op.Cit, hal.35-36
23
Sedangkan Humas sebagai state of being merupakan perwujudan suatu
komunikasi yang dilembagakan ke dalam biro, bagian atau divisi dalam
sistem manajemen kehumasan bahwa Humas tersebut telah melembaga dan
berdiri sendiri dalam organisasinya.
Bila penulis kaitkan dengan masalah pokok penelitian ini, maka
Humas di Garuda Indonesia merupakan State Of Being atau sudah
melembaga karena kedudukannya sudah berada dalam suatu divisi yaitu
Divisi Komunikasi.
Oemi Abdurrachman menjelaskan tujuan Humas adalah :
Mengembangkan goodwill dan memperoleh opini publik yang
favorable atau menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang harmonis
dengan berbagai publik, kegiatan Public Relations harus dikerahkan ke dalam
dan ke luar.Kegiatan-kegiatan yang ditujukan ke dalam disebut
Internal
Public Relations dan kegiatan ke luar disebut External Public Relations.14
Dari uraian di atas, penulis memahami bahwa tujuan Humas adalah
mengembangkan goodwill dan meciptakan opini publik yang favorable atau
seimbang, serta menjalin kerja sama yang harmonis dengan publik internal
dan publik eksternal sehingga tujuan organisasi dapat terwujud.
14
Oemi Abdurrachman. Dasar-Dasar Public Relations, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001, h.34
24
Jadi, publik internal dan publik eksternal adalah sasaran kegiatan
Humas. Publik internal adalah orang-orang yang berada di lingkungan
organisasi atau instansi seperti pimpinan, karyawan, pemegang saham. Publik
eksternal adalah orang-orang yang berada di luar lingkungan organisasi atau
instansi seperti masyarakat, pelanggan Garuda Frequent Flyer dan pelanggan.
Jika dikaitkan dengan masalah pokok penelitian ini, maka Divisi
Komunikasi Garuda Indonesia sebagai penunjang manajemen dalam
menyebarluaskan informasi melalui website www.garuda-indonesia.com
yang bertujuan untuk menginformasikan peristiwa yang terjadi di lingkungan
perusahaan dan berfungsi sebagai sumber informasi bagi publiknya,
khususnya publik eksternal yang menjadi penelitian ini yaitu pelanggan
Garuda Frequent Flyer.
Divisi Komunikasi Garuda Indonesia selalu memelihara alur
komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan publik eksternalnnya
pelanggan Garuda Frequent Flyer.
Hal tersebut dilakukan guna mendapatkan dukungan, pengertian dan
saling memahami antara Garuda Indonesia dengan pelanggan Garuda
Frequent Flyer ataupun sebaliknya. Selain itu Divisi Komunikasi Garuda
Indonesia juga berfungsi dalam membentuk opini publik bagi organisasinya.
25
Bila dihubungkan dengan masalah pokok penelitian ini, maka website
www.garuda-indonesia.com merupakan salah satu sarana komunikasi
kegiatan eksternal dari Divisi Komunikasi Garuda Indonesia untuk menjalin
dan menciptakan hubungan komunikasi secara dua arah yang timbal balik
dengan pelanggan Garuda Frequent Flyer sebagai publik eksternalnya untuk
menyampaikan informasi, berita, artikel maupun peristiwa-peristiwa yang
terjadi di lingkup Garuda Indonesia kepada publiknya sehingga dapat menarik
perhatian dan memperoleh pengakuan dari publik serta terciptanya citra
(image) positif bagi Garuda Indonesia.
2.3 Cyber Humas
1.3.1
Pengertian Cyber Public Relation
Metode Pulic Relation (PR) yang baru merupakan bagian dari
bauran promosi ini telah melahirkan strategi baru yaitu cyber
public relation dengan menggunakan media internet sebagai saran
komunikasinya dengan publik.
Bob Julius Ongo (Ongo 2006 :1) mengatakan “Cyber Public
Relation adalah suatu perbedaan strategi promosi dimana suatu
perusahaan dapat berbicara langsung kepada pasar melalui
perusahaan website”. Para pengelola sebuah website dan media
fisik masih mempunyai suatu peran, karena kredibilitas mereka
sebagai sumber informasi yang madiri dan peredaran mereka yang
lebih luas.
26
Cyber Public Relation adalah “inisiatif public relation (PR)
yang menggunakan media internet sebagai sarana publisitasnya”
15
Media internet memiliki popularitas dan multifungsi maka media
ini dimanfaatkan oleh praktisi PR untuk membangun merk,
memelihara kepercayaan, menarik konsumen dan lain-lain.
Perbedaan cyber PR dengan dunia fisik adalah dimana letak
keterbukaan identitas yang dimiliki perusahaan, cyber PR
mempublikasikan perusahaan dengan bebas tanpa memandang
pihak – pihak tertentu dan siapapun dapat memperoleh
informasinya. PR melalui media internet memiliki peranan yang
lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR dunia fisik.
Terkadang informasi yang sampai kepada publik belum tentu
selengkap yang perusahaan berikan kepada media fisik. Selain itu
perusahaan yang akan ditampilkan dalam media massa fisik harus
menghadapi kemungkinan untuk mengirim bahan press release
atau sejenisnya dengan harapan perusahaan media massa akan
berminat memuat berita mengenai perusahaan itu. Kemudian
terkadang media mass meminta biaya untuk publikasi.
Aplikasi cyber PR dapat memudahkan melewati batas
penghalang tersebut dan langsung dapat menyampaikan pesan
15
Bob Julius Onggo, Cyber Public Relatiom, 2006:11
27
kepada target publik serta memanfaatkan potensi besar yang
terdapat dalam Cyber PR16
e. Constantly
Communication,
Internet
tidak
pernah
mengalami istirahat sepanjang waktu selalu tersedia untuk
diakses oleh seluruh masyarakat di dunia, sehingga publik
dapat melakukan komunikasi secara terus menerus.
Internet tidak mengalami pergesaran lokasi seperti halnya
tempat fisik. Sehingga pelanggan mampu menemukan
suatu alamat website dan tidak akan kehilangan kontak
dengan intern yang memiliki potensi target publik seluruh
dunia.
f. Responsiveness,
perusahaan
Cyber
karena
PR
internet
bermanfaat
bagi
pihak
memungkinkan
untuk
memberikan respon secara cepat serta merta terhadap
semua permasalahan
dan pertanyaan dari prospek
stakeholder. Begitu pula halnya bagi stakeholder bisa
langsung merespon informasi yang bernilai dari suatu
perusahaan.
g. Globally, Dunia maya atau internet telah menghilangkan
garis pemisah geografis (keuali psikologis) berbagai
belahan dunia ketika seseorang terhubung ke dunia online.
16
Bob Julius Onggo, Cyber Public Relatiom, 2006:5
28
h. Interactive, sifat internet yang interaktif membuat kita
memperoleh feed back secara langsung dari pelanggan
atau pengunjung situs dengan cepat. Sehingga perusahaan
dapat mengetahui harapan dengan jelas dan bisa
diaplikasikan dalam melakukan perbaikan produka atau
jasa mereka.
i. Mutualism, Komunikasi berlangsung dua arah antara
perusahaan dengan publik atu pelanggan merupakan
tujuan penting dalam aktifitas Cyber PR karena aktifitas
ini membantu mewujudkan membangun dan memelihara
hubungan yang kuat dan baik agar saling memberikan
keuntungan atau manfaat yang tidak bisa dilakukan
langsung jika menggunakkan media offline. Perusahaan
mampu memberikan penjelasan, jawaban serta arahan
kepada stakeholder yang melakukan kontak melalu
internet dengan perusahaan
j. Economically,
dianggap lebih
Public
Relation
dalam
dunia
maya
dapat mempengaruhi tanggapan dan
respon pasar serta mengurangi pengeluaran perusahaan
untuk membiayai promosi. Cyber PR dapat pula membuat
organisasi menjadi lebih hemat karena tidak membutuhkan
stationary atau biaya cetak. Biaya internet pun dinilai
relatif lebih murah dan tidak jauh berbeda, biaya
29
mengakses internet tidak ditentukan berdasarkan jenis data
yang dicari, hanya tergantung pada waktu pemakaian.
Jenis data dan informasi apapun yang didapat dari internet
tidak mempengaruhi tinggi rendahnya biaya, berbeda
dengan media cetak yang memiliki harga yang bervariasi
tergantung jenis media cetak tersebut dan informasi yang
ada didalamnya. Oleh sebab itu banyak publik yang
memilih media informasi sebagai media pencari informasi.
Donald menyatakan Cyber Public Relation juga dikenal dengan istilah
Public Relation 2.0 (PR generasi kedua), dimana kini teknologi internet
memasuki generasi kedua dari website atau disebut dengan web 2.0. Berbeda
dengan generasi sebelumnya yaitu web 1.0 memiliki ciri – ciri umu yaitu
consult (berunding/mencari manfaat), surf (menjelajah) dan search (mencari).
Web 2.0 hadir untuk menggantikan web 1.0 dimana interakasi sosial di dunia
maya sudah menjadi kebutuhan sehingga generasi web 2.0 ini memiliki
beberapa ciri dominan yaitu share (berbagi), collaborate (bekerjasama) dan
exploit (memanfaatkan sumber daya). Generasi web 10 mayoritas pengguna
internet hanya sebatas mencari atau briwsing untuk mendapatkan informasi
tertentu. Masa web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi,
pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting.17
17
opcit
30
Eddi Yansen (menyatakan Generasi baru web memberikan praktisi PR
untuk mempergunakan aplikasi – aplikasi internet untuk melaksanakan
komunikasi dengan publiknya. Public Relation 2.0 adalah definisi ulang dari
kegiatan PR, akibat pengaruh teknologi berbasis web dan multimedia. PR 2.0
memanfaatkan web 2.0 untuk mencapai tujuan yang lebih jauh lebih efektir
dan tentunya juga lebih efisien dari segi biaya. Pernyataan tersebut
menerangkan bahwa Public Relation telah dipengaruhi generasi web yang
baru untuk mencapai tujuan yang lebih jauh di mana perubahan perilaku
konsumen yang telah beralih ke gaya hidup digital yang lebih sering
memanfaatkan teknologi internet dalam segala aktifitasnya. Hal tersebut
memberikan potensi baru bagi para praktisi PR untuk memanfaatkan layanan
internet utnuk membangun hubungan masyarakat melalui internet karena
dinilai lebih hemat waktu dan biaya.18
1.3.2
Cyber Public Relation mendukung Offline Public Relation
Pelaksanaan cyber public relation mampu memberikan kontribusi
yang cukup signifikan pada pelaksanaan offline public relatiion yang
berfungsi sebagai pernacangan hubungan masyarakan yang menghasilkan 3R
diantaranya yaitu :
18
opcit
31
1.
Relation (hubungan), mampu berinteraksi dengan
berbagai target audiens untuk membangun hubungan dan
citra perusahaan;
2. Reputation (reputasi), cyber PR merupakan suatu seni
dalam membangun reputasi online yang baik secara
berkesinambungan karena reputasi merupakan aset yang
paling berharga bagi perusahaan;
3. Relevation (relevansi), merupakan upaya agar setiap
inisiatif online sesuai (relevan) dengan target audiens
suatu perusahaan.
1.3.3
Fokus Utama Cyber Public Relation
Sasaran utama cyber PR adalah media online, misalnya media
tradisional yang memiliki status online terkenal dan publikasi berorientasi
web (baik kalangan maupun kalangan bisnis). Jika tidak digabungkan dengan
agen PR offline untuk meningkatkan liputan berita, aktifitas cyber PR juga
dapat dimaksimalkan untuk menggunakan penyampaian elektronik kepada
organisasi media lokal, nasional, regional dan internasional. Penyampaian
yang dilakukan ini adalah permohonan press release dan dokumen – dokumen
penunjang pada website mitra atau untuk industr sejenis atau juga untuk
pelengkap (complimentary).
32
Cyber PR juga memfokuskan agar suatu produk atau bisnis
ditampilkan dibagian artikel editorial yang ada pada situs web atau enzine
lain yang terkenal. Jika suatu perusahaan ingin membangun merek global
dengan memiliki produk yang universal maka harus memanfaatkan media
online lokal, regional dan global sebagai aktifitas cyber PR. Karena
berdasarkan suatu survei menunjukkan bahwa 95% pembaca memilih mengklik artikel editorial daripada iklan banner. Oleh karena itu, strategi PR juga
termasuk membidik situs web atau enzine atau komunitas online yang disebut
discussion group yang berorientasi khusus.
Cyber Public Relation Mix
1.3.4
Cyber public relation sama halnya dengan Public Relation, yaitu
menjalin hubungan dengan masyarakat. Sarana – sarana utama yang bisa
dilaksanakan dalam kegiatan hubungan masyarakat
19
adalah Publication
(publikasi dan publisitas), Event (penyusunan program acara), News
(menciptakan berita), Community involvement (kepedulian pada komunitas),
inform of image (memberitahukan atau meraih citra). Lobbying and
negotating (pendekatan dan bernegosiasi), dan Social responsibilty (tanggung
jawab sosial).
Bauran cyber public relatio20n tidak jauh berbeda dengan Public
Relation konvesional, dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
19
20
(Elvinaro 2004: 53)
opcit
33
1. Publication (publikasi atau publisitas)
Praktisi
PR
masa
kini
perlu
mempertimbangkan
untuk
menggunakan dunia web 2.0 untuk melaksanakan publikasi kepada publik.
Sifat dan kebutuhan manusia kini telah berubah semakin cenderung untuk
memanfaatkan internet dalam mencari segala hal yang memuaskan.
Publikasi online yang dilakukan dengan membangun website dan blog
pribadi sebagai alat untuk menyajikan informasi tentang perusahaan
selengkap mungkin.
2. News (Menciptakan berita)
Berita merupakan aspek penting dalam cyber public relation selain
sebagai informasi mengenai rpfil perusahaan secara detail, berita juga
untuk menyajikan informasi ter updater tentang apa yang terjadi pada
perusahaan. Bob Julius Ongo
21
mengatakan “ suatu suvey menunjukkan
95% pembaca mengatakan bahwa mereka lebih suka meng-klik artikel
editorial daripada iklan banner, dalam hali ini stiap kolom dari tulisan
artikel sangat berperan besar baik ditempatkan secara online maupun
offline”. Oleh sebab itu berita bukan hanya disajikan dalam website
pribadi perusahaan akan tetapi harus memanfaatkan 18.000 lebih koren
dan majalah online di seluruh dunia, misalnya perusahaan yang sedang
mengalami peningkatan atau bahkan kebangkrutan akan dimuat dalam
kompas.com; swaonline.com dan berbagai website serta blog terkait.
21
Bob Julius Onggo, Cyber Public Relatiom, 2006
34
Berita yang menarik akan menggungah pengguna internet untuk membaca
informasi tersebut.
3. Community (komunitas)
Menjalin hubungan dengan komunitas merupakan aspek yang tidak
bisa dianggap kecil, karena suatu komunitas merupakan potensi dalam
memelihara potensi dalam memelihara pelanggan yang setia. PR peprlu
menyediakan layanan keluhan konsumen sebagai penanganan segala
keluhan yang ingin disampaukan publik untuk perusahaan. Dalam dunia
online sangat mudah membangun komunitas, misalnya banyak perusahaan
yang memiliki situs pertemanan
4. Costumer service
a. Autoresponder, auto responder adalah sekretaris pribadi yang
meripakan program penjawab email secara otomatis dan cepat
22
Program ini terletak di mail server yang akan mengirimkan jawaban
yang sudah di program untuk menjawab pertanuaan dari resipien yang
mengirimnya. Jawaban bisa berupa satu pesan tunggal atau serangkain
pesan follow-up. Hal ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan –
pertanyaan
yang
berulang-ulang,
auto
responder
jelas
akan
meringankan pekerjaan seorang cyber PR tanpa ia haris berada di depan
komputernya terus menerus. Program inilah yang akan berinda sebagai
sekretasi pribadi selama 24 jam tanpa hemti sehimngga akan memberi
kesan bahwa perusahaan anda memiliki costumer service yang baik.
22
opcit
35
Program ini mampu mengirimkan serangkaian pesan follow-up yang
dapay dikirimkan seusia dengan jadwal yang kita inginkan. Misalnya,
email pertama akan mengirimkan jawaban sesegera mungkin dalam
waktu tidak lebih dari 5 detik. Kemidian jawaban email kedua dapat
dikirim dua hari kemudian dengan maksud untuk mengingatkan apakah
ia telah menerima email jawaban. Informasi yang dapat dikirim melalui
program autoresponder adalah daftar harga, formulir aplikasi, pesan
selamat datang, ucapan terimakasih, catalog produk, press release,
brosur, pengingat masa habis suatu premi asuransi, pesan petunjuk
pengoperasian sesuatu dan lain – lain.
b. Secretary, Bob Julius Ongo23 “Email sangat erat kaitannya dengan
cyber public relation untuk membangun dan meruntuhkan reputasi
perusahaan, cara menulis email yang salah atau terlalu lama dalam
menjawab pertanyaan melalui email yang masuk akan meruntuhkan
reputasi”. Jasa customer service yang cepat tanggap dan rama dalam
merespon setiap keluhan dan pertanyaan pelanggaln sangat membantu
memberi kenyamanan kepada pelanggan, dalam cyber PR penempatan
CS bisa diterapkan menggunakan email, yahoo messenger, voice call
dan lainnya. Beda halnya dengan autoresponder, CS digunakan untuk
merespon pertanyaan yang lebih mendetail dan tidak umum.
5. Search Engine (situs pencari)
23
opcit
36
Para pemimpin perusahaan dan manajer pemasaranj serta departemen
cyber PR menggunakan berbagai strategi untuk membantu tercapainya
quota penjualan perusahaan. Strategi paling efektid adalah mendaftarkan
website perusahaan pada perusahaan search engine (situs pencari). Situ
pencari merupakkan perangkat paling umum digunakan oleh para praktisi
cyber PR dalam kaitannya untuk membangun dan mempertahankan merek
yang di embannya Ongo24. Jelaslah bahwa situs pencari dapat
mendatangkan sejumlah prospe atau calon pelanggan atau public yang
berminat terhadap anda. Para pencari biasanya hanya melihat urutan awal
sampai paling banyak 20 uruttan dan kurang berminat terhadap ututan
yang diatas 20, oleh sebab itu situs web perusahaan anda harus muncul di
urutan 10 atau 20 pertama dari hasi pencarian setelah target publik.
Perusahaan atau pemilik brand seharusnya membuat produknya mudah
dicari oleh para pencari.
2.4 Pelanggan
Dalam pengertian sehari-hari pelanggan adalah orang-orang yang
kegiatannya membeli dan menggunakan suatu produk, baik barang
maupun jasa, secara terus menerus. Pelanggan atau pemakai suatu produk
adalah orang-orang yang berhubungan secara langsung maupun tidak
langsung dengan perusahaan-perusahaan bisnis. Adapun pihak-pihak yang
berhubungan dan bernegosiasi dengan perusahaan-perusahaan bisnis
sebelum tahap menghasilkan produk dinamakan pemasok.
24
opcit
37
Dilihat dari segi perbaikan kualitas, definisi pelanggan adalah
setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhi
suatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat memberi
pengaruh pada performansi (performance) pemberi jasa (perusahaan)
tersebut. Dengan kata lain, pelanggan adalah orang-orang atau pembeli
yang tidak tergantung pada suatu produk, tetapi produk yang tergantung
pada orang tersebut. Oleh karena pelanggan ini pembeli atau pengguna
suatu produk maka harus diberi kepuasan.
Secara garis besarnya terdapat tiga jenis pelanggan, yaitu
pelanggan internal, pelanggan perantara, dan pelanggan eksternal. Ketiga
jenis pelanggan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Pelanggan internal
Pelanggan internal (internal costumer), adalah orang-orang atau
pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dab memiliki pengaruh
terhadap maju mundurnya perusahaan.
Pelanggan internal (internal costumer), adalah orang-orang atau
pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dab memiliki pengaruh
terhadap maju mundurnya perusahaan.
Berdasarkan keanggotaannya, pelanggan internal ada dua macam,
yaitu pelanggan internal organisasi dan pelanggan internal pemerintah.
Pelanggan internal organisasi
38
Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan merupakan
anggoata dari organisasi yang menghasilkan produk tersebut.
Pelanggan internal pemerintah
Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan bukan
anggota organisasi penghasil produk, tetapi masih dalam lingkungan atau
instansi pemerintah.
b. Pelanggan perantara
Pelanggan perantara (intermediate costumer) adalah setiap orang
yang berperan sebagai perantara produk, bukan sebagai pemakai.
Komponen distributor, seperti agen-agen Koran yang memasarkan Koran,
atau toko-toko buku merupakan contoh pelanggan perantara.
Misalnya Penerbit Armico Bandung memerima pesanan buku dari
toko buku untuk dijual kepada siswa SMK maka dalam hal ini Penerbit
Armikco bertindak sebagai pemasok, toko buku sebagai pelanggan
perantara, dan siswa SMK sebagai pelanggan akhir atau pelanggan nyata
(real costumer).
c. Pelanggan eksternal
Pelanggan eksternal (external costumer), adalah setiap orang atau
kelompok orang pengguna suatu produk (barang/jasa) yang dihasilkan oleh
perusahaan bisnis. Pelanggan eksternal inilah yang berperan sebagai
pelanggan nyata atau pelanggan akhir.
39
2.5 Loyalitas Pelanggan
Menurut Tjiptono terciptanya kepuasan dapat memberikan beberapa
manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi
harmonis, men jadi dasar bagi pembelian ulang dan menciptakan loyalitas
pelanggan serta rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan
perusahaan.
Menurut Kotler25Hubungan antara kepuasan dan loyalitas
adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang
menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan
merek perusahaan.
Kesetiaan konsumen tidak terbentuk dalam waktu singkat tetapi melalui
proses belajar dan berdasarkan hasil pengalaman dari konsumen itu sendiri
dari pembelian konsisten sepanjang waktu. Bila yang didapat sudah sesuai
dengan harapan, maka proses pembelian ini terus berulang. Hal ini dapat
dikatakan
bahwa
telah
timbul
kesetiaan
konsumen.
Bila
dari
pengalamannya, konsumen tidak mendapatkan merek yang memuaskan
maka ia tidak akan berhenti untuk mencoba merek-merek lain sampai ia
mendapatkan produk atau jasa yang memenuhi kriteria yang mereka
tetapkan. Loyalitas merupakan besarnya konsumsi dan frekuensi pembelian
dilakukan oleh seorang konsumen terhadap suatu perusahaan. Dan mereka
berhasil menemukan bahwa kualitas keterhubungan yang terdiri dari
25
Bauran Pemasaran, Phillip Kotler, 2003
40
kepuasan, kepercayaan dan komitmen mempunyai hubungan yang positif
dengan loyalitas.
Loyalitas memberi pengertian yang sama atas loyalitas merek dan
loyalitas pelanggan. Memang benar bahwa loyalitas merek mencerminkan
loyalitas pelanggan terhadap merek tertentu, tetapi apabila pelanggan
dimengerti sama dengan konsumen, maka loyalitas konsumen lebih luas
cakupannya daripada loyalitas merek karena loyalitas konsumen mencakup
loyalitas terhadap merek. Loyalitas adalah tentang presentase dari orang
yang pernah membeli dalam kerengka waktu tertentu dan melakukan
pembelian ulang sejak pembelian yang pertama.
Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :
1.
Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada
orang lain
2.
Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang
meminta saran
3.
Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan
pertama dalam melakukan pembelian jasa
4.
Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan
perusahaan beberapa tahun mendatang.
Oliver mendefinisikan loyalitas konsumen dengan suatu keadaan
dimana terdapat komitmen yang kuat dalam pembelian ulang dan
41
penggunaan kembali barang dan jasa perusahaan. Tingkat loyalitas
konsumen terdiri dari empat tahap :
1.
Loyalitas Kognitif
Tahap dimana pengetahuan langsung maupun tidak langsung
konsumen akan merek, manfaat dan dilanjutkan kepembelian
berdasarkan keyakinan akan superioritas yang ditawarkan. Dasar
kesetiaan adalah informasi tentang produk atau jasa yang tersedia bagi
konsumen.
2.
Loyalitas Afektif
Sikap favorable konsumen terhadap merek merupakan hasil dari
konfirmasi yang berulang dari harapannya selama tahap cognitively
loyalty berlangsung. Dasar kesetiaan konsumen adalah sikap dan
komitmen terhadap produk dan jasa, sehingga telah terbentuk suatu
hubungan yang lebih mendalam antara konsumen dengan penyedia
produk atau jasa dibandingkan pada tahap sebelumnya.
3.
Loyalitas Konatif
Intensi membeli ulang sangat kuat dan memiliki keterlibatan tinggi
yang merupakan dorongan motivasi.
4.
Loyalitas Tindakan
Menghubungkan penambahan yang baik untuk tindakan serta
keinginan untuk mengatasi kesulitan seperti pada tindakan kesetiaan.
Download