Organisasi Internasional sebagai SHI

advertisement
BAB 1
SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL
1.0 Pendahuluan
Hukum internasional, pada dasarnya terbentuk akibat adanya hubungan internasional. Secara
spesifik, hukum internasional terdiri dari peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip yang mengatur
hubungan-hubungan antara Negara dengan negara, Negara dengan individual, dan individual
dengan individual lain secara lintas Negara. Pada hakikatnya, hukum internasional bertujuan
melindungi kepentingan suatu negara. Negara dalam konteks ini dapat dimaknai subjek hukum
internasional yang paling utama. Selain itu, yang termasuk dalam subjek hukum internasional
adalah Negara, tahta suci vatikan, Palang Merah Internasional, organisasi internasional, individu,
pemberontak, dan pihak-pihak yang bersengketa (Starke, 1989). Subjek hukum internasional
diartikan sebagai pemegang hak dan kewajiban dalam hukum internasional. Eksistensi organisasi
internasional merupakan subjek karena menghendaki keberadaannya. Negara-negara ini sepakat
dalam pembentukan suatu organisasi internasional membutuhkan suatu instrument yuridis yang
disebut sebagai akte konstitutif. Pembahasan dalam hand-out ini akan berfokus pada eksistensi
organisasi internasional, tujuan beserta klasifikasinya. Setelah mengikuti perkuliahan ini
mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian organisasi internasional, persyaratan
pembentukan organisasi internasional, tujuan pembentukan organisasi internasional serta
klasifikasi organisasi internasional. Di akhir perkuliahan mahasiswa dapat memberikan contoh
organisasi internasional berdasarkan klasifikasinya.
1.1 Organisasi Internasional
Organisasi internasional merupakan subjek hukum internasional setelah Negara. Negaranegara inilah dalam kapasitasnya sebagai subjek hukum internasional yang mendirikan
organisasi-organisasi internasional. Dasar hukum yang menyatakan bahwa organisasi
internasional adalah subjek hukum internasional adalah pasal 104 Piagam PBB yang
1
menyatakan: “The organization shall enjoy in the territory of each of its members such legal
capacity as maybe necessary for the exercise of its functions and the fulfillment of its purposes”.
1.1.1 Definisi organisasi internasional
Banyak definisi organisasi internasional yang diberikan oleh para pakar hukum
internasional. Berikut penguraiannya:
a. Boer Mauna
Boer mauna mendefinisikan organisasi internasional sebagai himpunan-himpunan
Negara-negara yang merdeka dan berdaulat dengan tujuan untuk mencapai kepentingan
bersama melalui organ-organ dari perhimpunan itu sendiri.
b. D.W Bowett
D.W Bowett mendefinisikan organisasi internasional: “….. they were permanent
association of governments, or administration (i.e postal or railway administration),
based upon a treaty of a multilateral rather than a bilateral type and with some definite
criterion of purpose.” Organisasi internasional adalah organisasi permanen di suatu
bidang tertentu yang didirikan atas dasar suatu traktat yang lebih bersifat multilateral
daripada yang bersifat bilateral dan dengan kriteria tujuan tertentu.
c. Maryam Green
Organisasi internasional adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan suatu perjanjian
tertulis yang dilakukan oleh sekurang-kurangnya tiga Negara atau pemerintah maupun
organisasi-organisasi internasional yang telah ada.
d. Clive Archer
Clive Archer mengemukakan bahwa: “International organization is a process;
international organizations are representative aspects of the phase of that process which
has been reached in a given time.”
2
Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa organisasi internasional
adalah suatu persekutuan yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional berdasarkan
suatu perjanjian atau secara sukarela atas dasar kesamaan kepentingan yang bertujuan
untuk menciptakan perdamaian dunia dalam tata hubungan internasional.
1.2 Persyaratan Pendirian Organisasi Internasional
Pensyaratan pendirian organisasi internasional menurut Konvensi Wina (artikel 2) 1969:
“International agreement concluded between states in written form and governed by
international law, whether embodied in a single instrument or in two or more related
instruments, and whatever its particular designation.”
Berdasarkan hal diatas, Ade Maman Suherman merinci tentang persyaratan suatu organisasi
internasional yaitu:
a. Dibuat oleh Negara sebagai para pihak (contracting state);
b. Berdasarkan perjanjian tertulis dalam satu, dua atau lebih instrument;
c. Untuk tujuan tertentu;
d. Dilengkapi dengan organ;
e. Berdasarkan Hukum Internasional.
1.3 Tujuan Pembentukan Organisasi Internasional
Pada dasarnya tujuan setiap organisasi internasional pasti telah ada sejak pendiriannya. Tujuan
ini sesuai dengan karakteristik masing-masing organisasi internasional. Ada organisasi
internasional yang berdiri untuk tujuan umum dan diterima seluruh masyarakat internasional, dan
ada pula organisasi internasional yang bertujuan khusus untuk Negara anggotanya saja dan
beberapa kelompok kecil masyarakat internasional saja.
Secara umum tujuan organisasi internasional adalah:
a. Mewujudkan dan memelihara perdamaian dunia, serta keamanan internasional;
3
b. Mengatur serta meningkatkan kesejahteraan Negara anggota;
c. Untuk kepentingan bersama.
Secara khusus tujuan organisasi internasional adalah:
a. Untuk kepentingan para Negara pendirinya;
b. Memiliki pengaruh tertentu terhadap beberapa kelompok masyarakat internasional.
1.4 Klasifikasi Organisasi Internasional
Klasifikasi organisasi internasional dibuat berdasarkan jenis, bentuk serta sifat organisasi
internasional tersebut. Berikut penggolongan organisasi internasional berdasarkan pada pendapat
para pakar hukum internasional:
a. Schemers
 Organisasi Internasional Publik
Sebuah organisasi yang didirikan berdasar pada perjanjian antar Negara, dengan
syarat bahwa organisasi tersebut harus didirikan berdasarkan perjanjian
internasional, harus memiliki organ dan didirikan berdasarkan hukum
internasional.
 Organisasi privat internasional
Organisasi ini didirikan berdasarkan hukum internasional privat yang dalam hal
ini telah masuk dalam yurisdiksi hukum nasional yang membidangi masalah
privat dan tunduk pada hukum nasional suatu Negara.
 Organisasi universal
Organisasi ini berkarakteristik universalitas (global), ultimate necessity (secara
pesat organisasi ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi dalam level
internasional) dan heterogeneity (dibangun atas dasar perbedaan pandangan
politik, budaya serta perbedaan tahap kemajuan)
 Organisasi internasional tertutup
Persekutuan tertutup ini tidak akan menerima keanggotaan selain dari grupnya
atau komunitasnya secara terbatas
 Organisasi antar pemerintah
4
Schemers membatasi pada organisasi antar pemerintah terbatas pada organ
tertentu, misalnya eksekutif.
 Organisasi Supranasional
Organisasi kerjasama baik dalam bidang legislasi, yudikatif dan legislative
bahkan sampai pada level warga Negara
 Organisasi Fungsional
Organisasi teknis yang memiliki kekhususan dalam bidang fungsi spesifik dari
suatu organisasi
 Organisasi Umum
Sering disebut Political organization
b. A. Leroy Bennet
Bennet berpendapat “Modern International Organizations may be classified as
intergovernmental organizations (IGOs) and non-governmental organizations (NGOs).”
(mengklasifikasikan organisasi internasional antara privat dan public, universal dan
regional, tujuan umum dan tujuan khusus.
c. Bowett
Klasifikasi organisasi internasional menurut Bowett berdasarkan fungsi, sifat, perjanjian,
dan kewenangan.
1. Fungsi: Organisasi politik, organisasi administrasi, organisasi-organisasi yang
mempunyai kompetensi luas dan organisasi-organisasi yang mempunyai kompetensi
terbatas.
2. Sifat: Organisasi bersifat global dan regional
3. Perjanjian: antar Negara dan antar pemerintah dan non-pemerintah
4. Kewenangan: mempunyai kewenangan supranasional dan tidak mempunyai
kewenangan supranasional.
5
1.5 Contoh Organisasi Internasional
 United Nations (PBB)
Gambar 1: Logo PBB
Gambar 2: General Assembly Hall
6
1.6 Tugas
Mahasiswa ditugaskan mencari informasi lengkap tentang organisasi global, organisasi
regional masing-masing dua organisasi.
1.7 Kesimpulan
Subjek hukum internasional adalah semua pihak atau entitas yang dapat dibebani oleh hak dan
kewajiban yang diatur oleh hukum internasional. Hak dan kewajiban tersebut berasal dari semua
ketentuan baik yang bersifat formal ataupun non-formal dari perjanjian internasional ataupun
dari kebiasaan internasional. Negara sebagai subjek sentral dalam hukum internasional
mendirikan organisasi internasional untuk mengakomodasi tujuan dari setiap Negara anggota.
7
REFERENSI
 Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.
 Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. Buku I
 Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika
Global. Penerbit Alumni. Bandung.
 Openheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London.
 Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London.
 ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar
Grafika. Jakarta.
 Brownlie, 1979. Principle Of Public Law, Third Edition. Oxford. University Press.
 Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.
 Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. Buku I.
 Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika
Global. Penerbit Alumni. Bandung.
 Openheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London.
 Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London.
 ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar
Grafika. Jakarta.
 Brownlie, 1979. Principle Of Public Law, Third Edition. Oxford. University Press.
 Istanto, 1994, Hukum Internasional. Universitas Admajaya. Yogyakarta.
 Kusumaadmadja, 1991. Pengantar Hukum Internasional. Cetakan keempat. Buku I .
 Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika
Global. Penerbit Alumni. Bandung.
 Openheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London.
 Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London.
 ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar
Grafika. Jakarta.
 Brownlie, 1979. Principle Of Public Law, Third Edition. Oxford. University Press.
 Mauna, 2000. Hukum Internasional, Pengertian, Peranan Dan Fungsi Dalam Era Dinamika
Global. Penerbit Alumni. Bandung.
 Openheim, 1974, The International Law, Volume I. Logman. London.
 Starke, 1989. Introduction To International Law. Butterworth. London.
 ---------, 1990. Pengantar Hukum Internasional. Edisi Kesepuluh. Terjemahan. Penerbit Sinar
Grafika. Jakarta.
 Tasrif, 1966, Pengakuan Internasional Dalam Teori Dan Praktek. Media Raya. Jakarta.
8
Download