BAB 1 - Maria Purwantini

advertisement
ETIKA
BISNIS DAN
PROFESI
Materi
1. Gambaran umum etika bisnis dan
profesi
2. Prinsip-prinsip etika
3. Teori Etika
4. Dilema Etika
Pengertian Etika
Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta
etha), berarti adat istiadat
Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik
pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik,
aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut
dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain
atau dari satu generasi ke generasi yg lain
Pengertian etika = moralitas
Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak –
Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama
berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus
hidup
baik
sebagai
manusia
yang
telah
diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan
yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang
ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama
sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan
PENGERTIAN ETIKA
Beberapa pengertian tentang etika adalah
sebagai berikut:
• Etika adalah perbuatan standar yang
memimpin individu dalam membuat
keputusan
• Etika adalah suatu studi mengenai yang
benar dan yang salah serta pilihan moral
yang dilakukan seseorang
• Keputusan etis adalah suatu hal yang
benar mengenai perilaku standar
Etika Bisnis
Etika bisnis adalah keseluruhan dari
aturan-aturan etika, baik yang tertulis
maupun yang tidak tertulis yang
mengatur hak-hak dan kewajiban
produsen dan konsumen serta etika
yang harus dipraktekkan dalam
bisnis.
Peran Etika Dalam Bisnis
• Prinsip dari “Etika Bisnis” adalah bahwa
aktivitas bisnis tidak boleh merugikan
siapapun, aktivitas bisnis harus
menguntungkan semua fihak.
7
• Aturan Hukum merupakan aturan
etika minimum
• Etika merupakan standar norma di
atas aturan hukum
Sering Overlap
Etika
Aturan Hukum
Mengapa bisnis harus beretika?
1. Memenuhi kebutuhan para stakeholders
Para stakeholder: investor, kreditor, karyawan
lebih memilih perusahaan yang beretika
baik.
Contoh:
Co-Operative Bank di Inggris mempunyai
kebijakan tidak memberi pinjaman kepada
perusahaan yang menggunakan binatang
dalam percobaannya, perusahaan nuklir atau
tidak baik dalam melakukan karyawannya.
Perusahaan menolak kredit $12 juta. Namun
demikian perusahaan mengalami
pertumbuhan laba yang tinggi, nasabah yang
meningkat.
2. Meningkatkan kinerja perusahaan
Dari hasil survey yang dilakukan di
New Zealand: perusahaan yang
pemimpinnya ber etika baik akan
menarik karyawan yang terbaik,
meningkatnya penjualan dan
meningkatnya loyalitas konsumen
3. Memenuhi aturan hukum
4. Mencegah dan meminimalisir
kecerobohan
Salah satu prinsip etika adalah:
jangan melakukan kecerobohan,
misal membuang limbah yang
belum diolah ke sungai.
5. Mendorong moralitas personal
Karyawan ingin bertindak benar,
perusahaan mendorong agar
karyawan dapat bertindak benar.
Di Amerika 1 dari 3 karyawan
keluar dari perusahaan karena tidak
setuju dengan perlakuan tidak etis
perusahaan.
TEORI ETIKA
1.Teori Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani
‘deon’ yang berarti kewajiban (duty).
Menurut teori deontologi suatu tindakan itu
baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan
akibat atau tujuan baik dari tindakan itu,
melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri
sebagai baik pada dirinya sendiri.
Kewajiban yang harus dilakukan oleh
seseorang, dimana kewajiban tersebut
layak dilakukan sebagai bentuk tanggung
jawab yang diperintahakan kepadanya
Contoh:
• Memberikan pelayanan baik kepada
konsumen
• Menawarkan barang dan jasa dengan
mutu yang baik
• Membayar semua kewajibannya
2. Teori Etika Teleologi
dari kata Yunani, telos = tujuan,
Mengukur baik buruknya suatu tindakan
berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang
ditimbulkan oleh tindakan itu.
Suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan
mencapai sesuatu yang baik, atau akibat yang
ditimbulkan baik dan berguna
Dua aliran etika teleologi :
- Egoisme
- Utilitarianisme
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan
dari setiap orang pada dasarnya bertujuan
untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya
sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti
“bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik
jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus
menyangkut bukan saja
satu dua orang
melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
a. Utilitarianisme Perbuatan (Act
Utilitarianism)
b. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)
Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar
bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada
perbuatan.
Utilitarianisme aturan membatasi diri pada
justifikasi aturan-aturan moral.
3.Teori Hak
• Seseorang mempunyai hak terhadap
sesuatu. Hak ini harus dihargai.
• Hak didasarkan atas martabat manusia dan
martabat semua manusia itu sama. Karena itu
hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
.
4. Teori Keutamaan
ï‚•Keutamaan bisa didefinisikan
sebagai berikut :
disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan
memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik
secara moral.
• Setiap orang ingin diutamakan dalam
memenuhi kepentingan yang diinginkan.
• Usaha untuk memenuhi kepentingan
seseorang sering menimbulkan sikap
egoism.
Dilema Etika
1. Mementingkan diri sendiri
Perusahaan yang memiliki
manajemen yang mementingkan
diri sendiri dapat menyebabkan
perusahaan melakukan perbuatan
yang tidak etis.
Dilema Etika
2. Persaingan yang tinggi
Dalam persaingan usaha yang
sangat kompetitif dapat mendorong
perusahaan melakukan hal-hal
yang tidak etis
Dilema Etika
3. Perbedaan kepentingan
Perbedaan kepentingan dapat
menyebabkan perusahaan
melakukan perbuatan tidak etis,
misalnya:
– Suap
– Disuap
Dilema Etika
4. Perbedaan Lingkungan
Suatu tindakan etis di suatu
lingkungan mungkin menjadi tidak
etis di lingkungan lain, contoh:
– Zat katinon dijual bebas di Singapore
– Zat katinon menjadi zat yang dilarang
di Indonesia
Download