BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Jenis

advertisement
29
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
3.1.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif
analisis. Peneltian deskriptif analisis menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat
digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah bisnis.
Studi deskriptif (descriptive study) dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk
menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi. Tujuan studi deskriptif,
karena itu adalah memberikan kepada peneliti sebuah riwayat atau untuk menggambarkan
aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari perspektif seseorang, organisasi,
orientasi industri, atau lainnya.
3.1.2 Unit Analisis
Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan
rokok yang telah Go Public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang diperoleh
dari BEI akan diolah dengan menggunakan dasar-dasar teori manajemen keuangan.
Perusahaan-perusahaan rokok yang telah Go Public dan terdaftar di BEI terdapat sejumlah 4
perusahaan, antara lain :
No.
Stock
Nama Emiten
Tanggal Berdiri
Tanggal Listing
1
BATI
PT. BAT Indonesia Tbk.
23 September 1979
20 Desember 1979
2
GGRM
PT. Gudang Garam Tbk.
30 Juni 1971
27 Agustus 1990
3
HMSP
PT. H.M. Sampoerna Tbk.
19 Oktober 1963
15 Agustus 1990
30
4
RMBA
PT. Bentoel Internasional Inv. Tbk.
19 Januari 1979
5 Maret 1990
3.1.3 Horizon Waktu
Horizon waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi cross sectional.
Studi cross sectional adalah sebuah studi yang dapat dilakukan dengan data yang hanya
sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, atau bulanan, dalam rangka
menjawab pertanyaan penelitian. Horizon waktu dalam penelitian ini adalah menggunakan
data laporan keuangan pertiga bulan (kuartalan) dalam periode waktu tahun 2000-2008
(Q3). Penelitian ini menggunakan studi cross sectional karena ingin meneliti kinerja
perusahaan rokok yang telah Go Public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk
menentukan besarnya nilai EVA, MVA, dan ROI pada periode tahun 2000-2008 (Q3) dan
menentukan perencanaan laba di tahun 2008 (Q3) dan 2009 (Q1).
3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
1. Dalam penelitian ini, perhitungan EVA menggunakan:
EVA = NOPAT – Capital charge
•
NOPAT
Nopat (Net Operating Profit After Tax – Laba bersih setelah pajak) yaitu laba yang
diperoleh dari operasi perusahaan setelah dikurangi pajak penghasilan. NOPAT
dinyatakan sebagai berikut:
NOPAT = EBIT (1 – Tarif pajak)
•
Invested capital
Invested capital adalah jumlah seluruh pinjaman perusahaan di luar pinjaman jangka
pendek tanpa bunga (non-interest bearing liabilities). Invested capital dalam
penelitian ini adalah sebagia berikut:
31
Invested capital = total ekuitas + hutang jangka panjang
•
WACC (Weighted Average Cost of Capital)
WACC adalah jumlah biaya dari masing-masing komponen modal, misalnya pinjaman
jangka pendek dan pinjaman jangka panjang (cost of debt) serta setoran modal
saham (cost of equity) yang diberikan bobot sesuai dengan proporsinya dalam
struktur modal perusahaan. Rumus WAC dinyatakan sebagi berikut:
WACC = Wd.Ki + We.Ke
•
Capital charge
Capital charge adalah aliran kas yang dibutuhkan untuk mengganti para investor atas
resiko usaha dari modal yang ditanamkannya. Rumus capital charge dinyatakan
sebagi berikut:
Capital charge = Invested capital x WACC (weighted average cost of capital)
2. Perhitungan MVA menggunakan:
MVA = Market capitalization – Shareholders equity
•
Market capitalization (Nilai pasar dari saham)
Market capitalization yaitu diperoleh dari perkalian antara jumlah saham yang
beredar dengan harga saham. Rumusnya adalah:
Market capitalization = Saham beredar x Harga saham
•
Shareholder’s equity (Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham biasa)
Shareholder’s equity adalah modal yang diberikan oleh pemegang saham biasasaham biasa, modal disetor, laba ditahan, dan kadang-kadang pencadangan
tertentu. Dalam penelitian ini nilai shareholder’s equity adalah sebesar total ekuitas.
3. Perhitungan ROI
ROI = Laba bersih x 100 %
Total Aktiva
32
•
Laba bersih , yaitu keuntungan perusahaan setelah dikurangi biaya-biaya operasional
perusahaan selama tahun berjalan, laba bersih yang digunakan dalam penelitian
adalah tahun 2000-2008 (Q3) pertiga bulanan.
•
Total aktiva adalah jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan
4. Perencanaan Laba
•
Metode persentase penjualan, suatu metode untuk meramalkan laporan keuangan
masa depan yang menyatakan setiap jumlah sebagai persentase penjualan.
Persentase ini bisa konstan, atau berubah sejalan dengan berlalunya waktu.
Persamaan Laporan Rugi-Laba
Penjualan bersih
(100% + Y%) x Penjualant-1
Harga Pokok Penjualan
(HPPt-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
LABA KOTOR
Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
Biaya usaha
Biaya pemasaran
(Biaya Pemasarant-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Biaya umum & adm
(Biaya Umum & Admt-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Royalti yg dibayar
(Royaltit-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Biaya riset & pengembangan (Biaya R&Pt-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Jumlah biaya usaha
LABA USAHA / EBIT
B. Pemasaran + B. Umum & Adm + Royalti + B. R&P
Laba kotor – Biaya Usaha
Biaya (Pendapatan) lain-lain
Biaya bunga-bersih
(Biaya Bungat-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Penyisihan piutang ragu-ragu (Peny. Piutangt-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Rugi (Laba) kurs-bersih
(Rugi (Laba) Kurs t-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Laba Penj. Ak. Tetap
(Laba Penj. Ak. Tetap t-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
Biaya (Pend) lain-lain
(Biaya (Pend) lain-laint-1 / Penjualant-1) x Penjualan Bersih
33
Biaya lain-lain-Bersih
B. bunga + Peny. Piutang + Rugi (Laba) kurs-bersih – Laba
Penj. Ak. Tetap + Biaya (Pend) lain-lain
LABA SEBELUM PAJAK
Pajak
Laba Usaha – Biaya (Pendapatan) lain-lain
Tax Rate (Penjualan – HPP – B. Usaha – B. lain-lain)
LABA BERSIH
Laba Sebelum Pajak – Pajak
Dalam perencanaan laba dengan menggunakan metode EVA dan ROI digunakan juga
metode trend linier yang terdapat di software QM (Quality Management) dalam meramalkan
besarnya nilai EVA dan ROI untuk periode tahun 2008 (Q4) dan 2009 (Q1).
•
Dengan menggunakan aplikasi rumus EVA:
EVA = NOPAT – Capital Charge
NOPAT = EVA + Capital charge
NOPAT = EBIT ( 1 – Tarif pajak)
EBIT = NOPAT : (1 – Tarif pajak)
EBIT
xx
Interest
(xx)
EBT
xx
Tax
(xx)
EAT/NI (laba bersih)
•
xx
Dengan menggunakan aplikasi rumus ROI:
ROI = Laba bersih x 100 %
Total Aktiva
Laba bersih = ROI x Total Aktiva
34
3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data
kualitatif. Data kuantitatif yaitu perhitungan EVA, MVA, ROI, dan perencanaan laba. Dimana
data perhitungan EVA mengambil data NOPAT, invested capital, WACC, dan capital charge;
dan untuk perhitungan MVA mengambil data saham beredar, harga saham dan total ekuitas
saham biasa serta perhitungan ROI mengambil data laba bersih dan total aktiva. Untuk
perencanaan laba dengan metode persentase penjualan digunakan data laporan keuangan
perusahaan periode sebelumnya untuk menghitung besarnya kenaikan persentase penjualan
saat periode yang akan dihitung; dan untuk perencanaan laba dengan menggunakan metode
EVA dan ROI digunakan ramalan besarnya nilai EVA dan ROI diperiode yang akan dihitung
dengan menggunakan analisis trend. Sedangkan data kualitatif mengenai penjelasan atau
analisis atas perhitungan yang dihasilkan tersebut.
Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa data
mengenai laporan keuangan perusahaan, yaitu neraca dan laporan laba rugi perusahaanperusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2000-2008 (Q3).
Data penelitian ini berasal dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di Gedung Bursa Efek
Indonesia (BEI). Peneliti juga memperoleh data-data lain yang dibutuhkan melalui studi
kepustakaan di perpustakaan Bina Nusantara.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan berdasarkan
tujuan yang ada menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan
rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di
gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu juga memperoleh data-data yang dibutuhkan
melalui 2 kegiatan utama, yaitu :
35
1) Riset lapangan (Field Research)
Penulis mencari, mengumpulkan dan menganalisa data sekunder dari lapangan yang
telah ada seperti neraca dan laporan laba rugi perusahaan-perusahaan rokok yang telah
go public dan tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beralamat di Gedung Bursa
Efek Indonesia, Menara 2 – lantai 1 Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190, bagian
PRPM (Pusat Referensi Pasar Modal).
2) Riset kepustakaan
Kegiatan penelitian dilakukan dengan membaca, mempelajari, mengumpulkan, dan
mencatat informasi dari buku-buku, literatur-literatur, artikel, jurnal serta sumber lainnya
yang bersifat ilmiah dan teoritis. Riset kepustakaan dilakukan di perpustakaan Universitas
Bina Nusantara, dan Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di Gedung Bursa Efek
Indonesia (BEI).
3.5 Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan metode
analisis kualitatif yang menginterpretasikan dan menganalisis hasil dari perhitungan metode
EVA, MVA, dan ROI untuk mengukur kinerja perusahaan. Apakah nilai EVA, MVA, dan ROI
positif atau negatif, yang menunjukkan apakah perusahaan menciptakan nilai (value
creation) atau bahwa tingkat pengembalian yang dihasilkan melebihi tingkat biaya modal
atau tingkat pengembalian yang diminta investor atas investasi yang dilakukan. Atau ada
penghancuran nilai (value destruction) atau bahwa nilai perusahaan berkurang sebagai
akibat tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih rendah dari pada tingkat pengembalian
yang dituntut investor. Kemudian menggunakan hasil perhitungan kinerja keuangan
perusahaan tersebut untuk membuat perencanaan laba di tahun yang akan datang.
36
3.6 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian
Rancangan implikasi hasil penelitian ini menjelaskan mengenai hasil analisis peneliti,
yaitu melihat nilai EVA, MVA, dan ROI dari perusahaan-perusahaan rokok yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Hasil penilaian
kinerja keuangan yang berasal dari metode EVA, dan ROI digunakan kembali untuk
menghitung besarnya nilai EVA dan ROI diperiode berikutnya yaitu pada periode tahun 2008
(Q4) dan 2009 (Q1) untuk selanjutnya meramalkan laba bersih diiperiode tersebut serta
membandingkan hasil peramalan laba bersih diperiode tahun 2008 (Q4) dan 2009 (Q1)
dengan menggunakan metode persentase penjualan (percentage of sales). Sehingga hasil
perencanaan laba bersih dengan ketiga metode tersebut dapat membantu perusahaan dalam
membuat perencanaan laba diperiode tahun yang akan datang.
Download