- Free Documents

advertisement
Makalah Ekologi Populasi
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
OLEH KELOMPOK
Diah Prajna Paramita Kuswati Dewi Kurniasari Anisa Farah Dila
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER
Bab I Pendahuluan .. Latar belakang Istilah quotEkologi populasiquot mengacu kepada
ekologi dari populasi, yaitu Sifatsifatnya nature interaksi populasi dengan yang lain dan
dengan lingkungannya.
Ekologi populasi berhubungan dengan perubahan dalam ukuran dan komposisi populasi,
dan dengan identifikasi penyebab ekologis dan evolusioner dari fluktuasifluktuasi tersebut.
Istilah quotpopulasiquot maksudnya adalah kumpulan organisme dari satu spesies jenis dan
biasanya didefinisikan sebagai suatu kumpulan mahluk hidup dengan berbagai karakter
yang sama, dengan asal sama dan tidak ada batas yang mecegah anggota dalam spesies
itu dapat berbiak satu dengan yang lain ketika jantan dan betina dari spesies itu mempunyai
kesempatan demikian. Istilah Ekologi Populasi berarti hubungan maupun interaksi antar
anggota populasi beserta hubungan timbal balik didalamnya. Ekologi populasi perlu dibahas
terutama saat sekarang ini dimana peningkatan jumlah makhluk hidup yang semakin
banyak. Pada populasi juga memiliki parameter populasi, dimana parameter ini berisi
komponen dalam populasi yang bisa diukur seperti natalitas / daya biak dan mortalitas / daya
surut beserta faktorfaktor yang mempengaruhi didalamnya.
..Tujuan
. Untuk mengetahui ekologi populasi beserta faktorfaktor yang ikut berperan memberikan
pengaruh penting pada populasi tersebut. . Untuk mengetahui pertumbuhan populasi baik
limited growth population dan unlimited growth population . Dapat menjelaskan apa saja
regulator populasi dan mekanisme kompetisi
patch pada lingkungan.yang inherent dalam sosialitas. dan penyebaran adalah jarak
individu. seperti kecepatankelahiran. yang ditunjukkan . Karakteristik Populasi Dua
karakterisitik penting pada populasi manapun adalah kepadatan dan jarak antar individu.
Diatas karakter yang umum tsb.Populasi memiliki parameter yakni besaran yang
menunjukkan karakteristik populasi itu. Penyebaran bisa berkisar mulai dari terumpun paling
umum. Metode penandaan dan penangkapan kembali adalah suatu teknik umum untuk
menaksir ukuran populasi. Parameter Populasi Parameter populasi merupakan
besaran/ukuran yang dapat dijadikan bahan untuk ditindak lanjuti pada aktivitas
management terhadap populasi . kecepatan kematian. kemampuan untuk bertahan
hidupsurvivorship dan struktur umur. Definisi Populasi Istilah quotpopulasiquot maksudnya
adalah kumpulaa organisme dari satu spesies jenis dan biasanya didefinisikan sebagai suatu
kumpulan mahluk hidup dengan berbagai karakter yang sama. Pola penyebaran bervariasi
dalam suatu kisaran atau tempat tinggal suatu populasi akibat munculnya patch. ada
karakter . yang merupakan karakter intrinsik untuk benda hidup yaitu pertumbuhangrowth.
umum terdapat pada tingkat sistem organisasi biologis yang rendah. b. seperti yang
ditentukan oleh berbagai faktor lingkungan dan sosial. sampai acak.BAB II Pembahasan a.
dengan asal sama dan tidak ada batas yang mecegah anggota dalam spesies itu dapat
berbiak satu dengan yang lain ketika jantan dan betina dari spesies itu mempunyai
kesempatan demikian. seragam. Kepadatan adalah jumlah individu per satuan luas daerah
atau volume. respons response dan perkembangan biakanreproduction. Populasi yang kita
kenal secara ilmiah memperlihatkan karakter yang dapat dikelompokkan menjadi dua
kelompok Karakter yang.
Parameter populasi tertentu nilainya tetap. ada pula yang berkernbangbiak beberapa kali
setahun. Natalitas Natalitas adalah kemampuan populasi yang memang sudah ada
didalamnya dalam hl ini di dalam populasi untuk bertambah. Dapat disebutkan disini bahwa
parameter utama yang mempengaruhi kerapatan ialah natalitas. Natalitas ekologik tidak
merupakan tetapan bagi suatu populasi tetapi dapat berbeda menurut ukuran besarnya
populasi dan komposisi populasi serta kondisi fisik lingkungan. atau timbulnya individu oleh
pembelahan sel. yaitu reproduksi hanya dibatasi oleh faktorfaktor fisiologik. misal rerata .
Natality rate/ laju natalitasNn/ t Nn produksi individu baru dalam populasi t interval waktu
Specific natality rate Nn/ Nt . Laju natalitas ekuivalen dengan laju kelahiran. imigrasi. dan
emigrasi. Dalam ekologi dikenal dua macam natalitas yaitu Natalitas maximum juga disebut
natalitas mutlak atau natalitas fisiologik adalah produksi individu maximum secara teoritis
dibawah kondisi ideal tidak ada faktor pembatas seacara ekologik.oleh hurufhuruf Romawi.
menetasnya telur. mortalitas. fixed values. simpangan baku s. Natalitas dapat berwujud
kelahiran. Di kawasan bagian makhluk tumbuhan dan hewan maka terdapatnya makluk ialah
dalam berbagai kerapatan yang berbeda. berubah pula populasinya. Perhatian bahwa
parameter populasi ini adalah hasil penjumlahan karakteristik individual. Beberapa spesies
berkembangbiak sekali setahun. dan yang lain malah berkembang biak berkesinambungan.
pembuahan.. variansi s. Natalitas ekologik adalah petambahan populasidibawah kondisi
lingkungan yang spesifik atau yang sesungguhnya. dalam hal ini natalitas maximum
merupakan tetapan untuk suatu populasi tertentu. jika nilainya berubah. Pengukuran laju
natalitas sangat tergantung pada jenis makluk yang dikaji. Laju natalitas dapat dinyatakan
sebagai cacah makluk yang dilahirkan per betina per satuan waktu.
yaitu Angka kelahiran positif atau nol tidak pernah negatif Daya biak selalu posiitif karena
belum memperhitungkan kematian. Fekunditas Adalah tingkat kinerja potensial populasi itu
untuk menghasilkan individu baru. yaitu Nisbah Kelamin sex ratio. emigrasi. N Jumlah total
populasi Ada dua aspek yang berkaitan dengan natalitas ini antara lain a. emigrasi. nol atau
negatif karena memperhitungkan faktor pembatas kematian. yang menunjukan penambahan
individu baru/lahir pada populasi Kelahiran merupakan suatu faktor yang mempengaruhi
jumlah penduduk. dan tinggi rendahnya aspek ini diukur dari jumlah telur yang di
ovovivarkan atau jumlah anak yang dilahirkan. Ketentuan yang biasanya terdapat pada
natalitas / daya biak. imigrasi Daya biak maksimum jumlah maksimum individu baru yang
mampu berbiak tanpa faktor pembatas ideal Daya biak nyata karena faktor pembatas selalu
ada di alam maka daya biak maksimum tdk pernah ada maka yang ada adalah adalah daya
biak nyata. Faktorfaktor yang mempengaruhi natalitas / daya biak. imigrasi Laju
pertumbuhan bisa positif. Natalitas merupakan parameter demografi. b. Tingkat kelahiran
tergatung pada banyaknya jumlah pasangan di usia subur yang tercermin dalam jumlah bayi
yang dilahirkan. perbandingan jumlah jantan dan betina dalam suatu populasi Umur tertua
satwaliar masih mampu melahirkan maximum breeding age . Fertilitaswanderwand Adalah
tingkat kinerja perkembangbiakan yang direalisasikan dalm populasi.
Rendah. dan rendah . . Seperti natalitas mortalitas dapat dinyatakan sebagai contoh individu
yang mati di dalam waktu tertentu . jika angka kelahiran kasar suatu daerah antara setiap
.Angka Kelahiran Menurut Umur Keterangan Bx Jumlah anak lahir dari kelompok wanita
umur x Px Jumlah wanita pada kelompok umur x k Konstanta . jika angka kelahiran kasar
lebih dari setiap . Mortalitas Mortalitas menunjukkan kernatian individu di dalam populasi.
yaitu tinggi. jika angka kelahiran kasar suatu daerah kurang dari setiap . jiwa. Umur termuda
satwaliar mampu melahirkan minimum breeding age Jumlah anak per kelahiran/jumlah telur
per sarang Kepadatan populasi Pengukuran kelahiran dapat diukur melalui bebarapa cara .
sedang. .Sedang. Angka Kelahiran Kasar Keterangan B banyaknya anak lahir birth pada
tahun tertentu P Jumlah penduduk population pada peretangahan tahun k Konstanta . jiwa. .
jiwa.Tinggi. Tingkat kelahiran kasar dapat dibedakan .
Pemangsaan.kematian per waktu. Mortalitas juga merupakan parameter demografi. shg
angka kematian yg sebenarnya lebih besar daripada minimumnya. air Pelindung. Daya surut
lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai perubahan lingkungan dibandingkan dengan daya
biak. bukan suatu tetapan tetapi dapat berubah dengan kondisi populasi dan kondisi
lingkungan. Faktor yang mempengaruhi Decimating factors faktor yang langsung mematikan
satwaliar Perbu ruan. Peracunan dll Welfare factors faktor yang menyangkut kesejahteraan
satwaliar terutama menyangkut kualitas habitat/lingkungan satwaliar pakan. Ternyata M atau
laju kelangsungan kehidupan sering lebih besar kepetingannya daripada laju kematian M.
atau sebagai suatu laju spesifik dalam hal satuan populasi total atau bagaian populasi yang
manapun. Tetapi walaupun dibawah kondisi paling baik sekalipun. mortalitas ekologik ialah
hilangnya individu dibawah kondisi lingkungan tertentu. seperti pada natalis ekologik.
Bencana Alam. individu akan mati karena umur tua yang ditentukan oleh longevitas fisiologik
/ Ecological longevity rerata lama hidup individu dalam populasi yang hidup pada kondisi
optimum yang seringkali jauh lebih besar daripada longevitas ekologik rerata lama hidup
empiric pada individu suatu populasi di bawah kondisi tertentu. tempat berbiak dll . Panjang
umur ratarata jauh di bawah rentang hidup maksimumnya. Penyakit. Kebanyakan dari
mereka dimusnahkan predator. yang menunjukan pengurangan individu pada suatu populasi
Ketentuan Untuk setiap populasi terdapat daya surut minimum yang menunjukkan besarnya
kehilangan dlm keadaan ideal atau keadaan tanpa keterbatasan Dalam kondisi yang baik
pun tetap saja ada bagian populasi yang mati. penyakit dan malapetaka lainnya jauh
sebelum mereka mencapai umur tua. Kenyataan di alam hanya sedikit makhluk yang
sebenarnya menjadi senescent. Kecelakaan.
b. Emigrasi perpindahan keluar dari area suatu populasi. Pembuatan Dam. Emigrasi.
Influencing factors faktor yang berpengaruh pada kualitas dan kuantitas satwaliar
Pembakaran. Imigrasi perpindahan masuk ke dalam suatu area populasi dan mengakibatkan
meningkatkan kerapatan Migrasi menyangkut perpindahan gerakan periodik berangkat dan
kembali dari populasi Parasitic . Angka Kematian Kasar Keterangan D Jumlah kematian P
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun k Konstanta . imigrasi dan migrasi. Pemupukan
dll a. Angka Kematian Menurut Umur Keterangan Dx Jumlah kematian dalam kelompok
umur x Px Jumlah penduduk pada kelompok umur x k Konstanta . Ketiga istilah diatas
bersangkut paut dengan perpindahan. Penebangan.
Densitas dan Distribusi Populasi Populasi terdiri dari banyak individu yang tersebar pada
rentangan goegrafis. untuk kepentingan hidupnya yang dapat dilakukan dengan
berulangulang. Ada pola penyebaran. Beberapa populasi mempertahankan ukuran poulasi
mempertahankan ukuran populasi. Perbedaan lingkungan yang pokok adalah suatu
eksperimen yang dirangsang untuk meningkatkan populasi grouse itu. Mikroparasit
berkembangbiak di dalam induk semang. termasuk di dalamnya virus.T. Parasit dapat dibagi
menjadi dua. menggerombol sebagai akibat dari tertariknya individuindividu pada tempat
yang sama.Pola distribusi ini disebabkan oleh tipe tingkah laku individu yang berbeda.
dipihak lain tersebar sebagai interaksi antagonis antar individu.Parasit adalah hewan renik
atau tumbuhan yang dapat menurunkan produktivitas hewan atau tumbuhan yang
ditumpanginya.Mc.Hadisubroto. Tetapi individu itu tidak selalu tersebar merata. Dalam hal
tidak adanya daya tarik bersama/penyebaran sosial individuindividu lain dalampopulasi. yang
relative konstan sedangkan pupolasi lain berfluktasi cukup besar. bakteri dan protozoa.
.sedangkan makroparasit berada diluar host.acak dantersebar. Ukuran populasi umumnya
bervariasi dari waktu. Individu yang diserang disebut mangsa. Karakteristik dasar suatu
populasi. Disatu pihak. yaitu menggerombol.yaitu mikroparasit dan makro parasit.
Penyelidikan tentang dinamika populasi. pada hakekatnya dengan keseimbangan antara
kelehiran dan kematian dalam populasi dalam upaya untuk memahami pada tersebut di
alam. Populasi memiliki beberapa karakteristik berupa pengukuran statistik yang tidak dapat
diterapkan pada individu anggota populasi. Predator Predator adalah binatang atau
serangga yang memangsa binatang atau serangga lain. apakah karna lingkungan yang
cocok atau tempat berkumpul untuk fungsi sosial. Misalnya perkawinan.. adalah ukuran
besar populasi atau kerapatan. biasanya mengikuti dua pola.Istilah predatisme adalah suatu
bentuk simbiosis dari dua individu yang salah satu diantara individu tersebut menyerang atau
memakan individu lainnya satu atau lebih spesies. c.Naughton.
juta diatoma per meter kubik air. Dalam pada itu ternyata dianggap telah cukup bila
diketahui kerapatan nisbi suatu populasi ialah bahwa daerah X memiliki makluk yang
dipermasalahkan itu dicacahnya lebih atau kurang daripada daerah Y.lain b. Perkiraan
kerapatan terhadap suatu jenis makluk hewan adalah lain sekali dengan yang dilakukan
terhadap tumbuhan. atau ton udang per hektare luas permukaan tambak. Seringkali lebih
penting mengetahui apakah sesuatu populasi itu berubah bertambah atau berkurang
daripada mengetahui besarnya pada suatu waktu saja. Teknik yang dapat dipergunakan
pada mamalia tidak dapat dipergunakan untuk zooplankton. Kerapatan kasar ialah cacah
individu atau biomassa per satuan ruang total. Dua sifat dasar yang mempengaruhi pilihan
atas teknik ialah ukuran besarnya dan mobilitas makluk hewan dibandingkan dengan
manusia. Dalam kebanyakan kejadian akan tidak praktis untuk menetapkan kerapatan
mutlak suatu populasi ialah cacah per hektare atau per meter pesegi.Densitas
Kepadatan/kerapatan densitas populasi yaitu besarnya populasi dalam hubungannya
dengan satuan ruangan atau dengan kata lain merupakan Jumlah individu suatu spesies
yang umumnya diteliti dan dinyatakan sebagai cacah individu atau biomassa per satuan luas
atau per satuan isi. sedangkan kerapatan ekologik adalah cacah individu atau biomassa per
satuan ruang habitat luas daerah isi ruang yang sesungguhnya dapat dihuni oleh
populasi.misalnya porifera dan binatang karang. misalnya cacah burung yang dapat diamati
per jam. Metode Sampling cuplikan . atau persentase berbagai jenis. Metode ini juga dapat
digunakan untuk menentukan populasi hewan yang berjalan lambat. seperti persentase plot
cuplikan yang dihuni spesies hewan. Jadi yang terpenting adalah petunjuk kelimpahan yang
nisbi berada dalam waktu tersebut . Misalnya pohon per hektare. Penting untuk
membedakan kerapatan kasar dari kerapatan ekologik kerapatan spesifik. misalnya jenis
hewan dari coelenterata. Pencacahan Total perhitungan menyeluruh metode ini disebut juga
sensus yang digunakan untuk mengetahui jumlah nyata dari individu yang hidup dari suatu
populasi. siput air dan lain. Metode ini biasanya diterapkan kepada daerah yang sempit pada
hewan yang hidupnya menetap. Pengukuran kerapatan mutlak dapat dilakukan dengan cara
a.
yaitu metode yang penentuan titiktitik terlebih dahulu ditentukan disepanjang garis transek.
Metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi. Pemakaian
metode ini bersangkut paut dengan masalah penentuan ukuran dan jumlah cuplikan. Pada
umumnya dilakukan jika hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan penelitian.
Wanderingquarter. Pada masingmasing kuadran inilah dilakukan pendaftaran dan
pengukuran luas penutupan satu pohon yang terdekat dengan pusat titik kuadran. Ada dua
macam metode yang umum digunakan Pointquarter. yaitu suatu proporsi kecil dari populasi
dan menggunakan hasil cuplikan tersebut untuk membuat taksiran kerapatan kelimpahan
populasi. Selain itu diukur pula jarak antara pohon terdekat dengan titik pusat kuadran.
Masingmasing titik dianggap sebagai pusat dari arah kompas.ratanya untuk seluruh area
yang diselidiki. . Jarak satu titik dengan lainnya dapat ditentukan secara acak atau
sistematis. Dengan menggunakan kompas ditentukan satu kuadran sudut yang berpusat
pada titik awal tersebut dan membelah garis transek dengan dua sudut sama besar.metode
statistik. Prosedur yang umum dipakai disini adalah menghitung semua individu dari
beberapa kuadrat yang diketahui ukurannya dan mengekstrapolasikan harga rata. yaitu
suatu metode dengan cara membuat suatu garis transek dan menetapkan titik sebagai titik
awal pengukuran. . sehingga setiap titik didapat empat buah kuadran. oleh karena itu
bersangkut paut pula dengan metode. Kemudian dilakukan pendaftaran dan pengukuran
luas penutupan dan jarak satu pohon terdekat dengan titik pusat kuadran Soegianto.
pencacahan dilakukan pada suatu cuplikan sample. lingkaran dan sebagainya. dominansi
pohon dan menaksir volumenya.beberapa metode pencuplikan yang digunakan antara lain
Metode kuadran Pencuplikan dilakukan pada suatu luasan yang dapat berbentuk bujur
sangkar. persegi enam.metode ini.
.. tanda.. dengan rumus TD u /d Keterangan U luas habitat yang dipakai untuk menyatakan
kepadatan.sebagai berikut Jarak Pohon Rata rata d.dn / n Keterangan D. yaitu
individu.menandai. umumnya dalam hektar d kuadrat jarak pohon rata rata kepadatan
seluruh jenis / ha . m / d Metode menangkap. individu. Metode removal pengambilan metode
ini umum digunakan untuk menaksir besar populasi mamalia kecil.menangkap ulang Metode
ini dinamakan juga dengan markrecapture.dn jarak masing masing pohon ke titik pusat
kuadran n banyaknya pohon Kepadatan Seluruh Jenis TD.individu yang tidak bertanda
maupun yang bertanda ditangkap secara acak.individu yang diberi tanda mengalami laju
mortalitas yang sama seperti yang tidak bertanda. dengan rumus Ddd . metode ini
mengambil tiga asumsi pokok.Berikut ini cara analisis perhitungan kepadatan dengan
metode kuadran.. .... Asumsi..tanda yang dikenakan pada individu tidak hilang ataupun tidak
tampak...asumsi dasar yang digunakan dalm metode pengambilan adalah sebagai berikut
populasi tetap stasioner selama periode penangkapan..
Analisi vegetasi untuk areal yang luas dengan vegetasi berebentuk semak rendah akan
efisien apabila digunakan metode garis menyinggung line intercept. untuk pengamatan
sebuah petak contoh dengan vegetasi tumbuhan yang menjalar digunaka metode titik
menyinggung point intercept. waktu dan biaya disamping kendalakendala lainnya. yaitu
metode yang hanya satu petak sampling yang mewakili suatu areal hutan. Biasanya
digunakan untuk sampling tumbuhan darat. b Metode Petak Ganda. yaitu a Metode Petak
Tunggal. tujuan. data tanah. hewan sessilemenetap atau bergerak lambat seperti hewan
tanah dan hewan yang meliang. ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis
tumbuhan di dalam area. Biasanya luas minimum ini ditetapkan dengan dar penambahan
luas petak tidak menyebabkan kenaikan jumlah spesies lebih atau . Metode Plot Berpetak
Suatu metode yang berbentuk segi empat atau persegi kuadrat ataupun lingkaran. data
geologi. untuk pengamatan vegetasi berbentuk pohon atau hutan digunakan metode
kuadran Point Centered Quarter Methods. data vegetasi yang mungkin. Di ni/A . probabilitas
penangkapan individu dari waktu selama perioda penangkapan adalah sama. Perbandingan
panjang dan lebar petak merupakan alternatif terbaik daripada bentuk lain. ketersediaan
dana. Ukuran berbedabeda berdasarkan kelompok tumbuhan yang akan dianalisis.
Pemilihan metode ini tergantung dari tipe vegetasi. data topografi. Untuk sampling tumbuhan
terdapat dua cara penerapan metode plot. tumbuh sebelumnya dan lainlain. peluang setiap
individu populasi untuk tertangkap pada setiap perioda panangkapan adalah sama. Guna
memperlancar pengerjaan analisis vegetasi sebaiknya pekerja lapangan surveyor dilengkapi
dengan data lapangan seperti peta lokasi. Penarikan contoh sampling dengan
metodemetode diatas umumnya digunakan pada penelitianpenelitian yang bersifat
kuantitatif. Kepadatan. yaitu pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan banyak
petak contoh yang letaknya tersebar merata sebaiknya secara sistematik.
yaitu pada dasarnya sama dengan line transect hanya saja penerapannya ekologi
vertebrata terestrial daratan. b. yang terdiri dari a. m. Di ni / L Keterangan Di kepadatan
unutk spesies i ni jumlah total individu untuk spesies i L panjang total habitat transek yang di
sampling . Lebar transek m dengan jarak antar transek m tergantung intensitas yang
dikehendaki. Garis transek kemudian dibuat segmensegmen yang panjangnya m. Metode ini
meliputi berjalan sepanjang garis transek dan mencatat spesiesspesies yang diamati di
sepanjang garis transek tersebut. Metode Transek Jalur Untuk vegetasi padang rumput
penggunaan metode plot kurang praktis. yaitu suatu metode dengan cara mempelajari
perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah. Data yang dicatat berupa indeks
populasi indeks kepadatan. c. Strip Sensus. Tebal garis transek biasanya cm. memotong
sungai atau menaiki dan menuruni lereng pegunungan. yaitu suatu metode dengan cara
menentukan dua titik sebagai pusat garis transek. Oleh karena itu digunakan metode
transek. Ha atau kurang intensitasnya . intensitas yang digunakan dan hutan yang luasnya .
Line Intercept Line Transect. Untuk kelompok hutan yang luasnya . penghitungan dan
pengukuran panjang penutupan semua spesies tumbuhan pada segmensegmen
tersebut.Keterangan Di kepadatan untuk spesies i ni jumlah total individu untuk spesies i A
luas total habitat yang disampling. m atau m. Selanjutnya dilakukan pencatatan. Transek
dibuat memotong garis topografi dari tepi laut ke pedalaman. m atau m. Panjang garis
transek dapat m. topografi dan elevasi. Anonim. ha. Belt Transect.
Imigrasi. Seragam uniform Penyebaran seragam jika individuindividu tersebar secara
seragam dalam area. c. b. merupakan proses ekologis yang menghasilkan aliran gen gen
flow diantara populasi lokal dan membantu untuk menghindari terjadinya inbreeding.
Distribusi populasi Kemampuan untuk menyebar merupakan salah satu siklus hidup yang
sangat penting dalam organisme. ke luar dan masuk populasi atau populasi pergi dan
datang secara periodik selama kondisi lingkungan tidak menguntungkan maka
individuindividu suatu populasi akan berpindah tempat. individuindividu di dalam populasi
menyebar dengan tiga pola yaitu a. Suatu pergerakan individu populasi ke dalam suatu
daerah populasi dan individu tersebut meninggalkan daerah populasinya selanjutnya tinggal
di tempat baru. Mengelompok clumped Penyebaran mengelompok jika individu di dalam
populasi lebih mudah ditemukan pada area tertentu dibandingkan pada areal yang lain . Tiga
pola penyebaran populasi a. dan berpengaruh terhadap komposisi komunitas. dan
c.Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada
jenis apa dari organisme yang terlibat tetapi tergantung kepada jumlahnya atau kerapatan
populasinya kadang kala penting untuk membedakn kerapatan kasar dari kerapatan ekologi
kerapatanspesifik. Acak random Penyebran acak adalah jika individuindividu dalam populasi
dapat hidup dimana saja di dalam area yang ditempati oleh populasi tersebut b. sedangkan
kalau suadah menguntungkan kembali ke tempat asal. Suatu pergerakan individu ke luar
dari tempat atau daerah populasinya ke tempat lainnya dan individu tersebut tinggal secara
permanen di tempat beru tersebut. Pergerakan dua arah. Emigrasi. Migrasi. Penyebaran
individu dalam populasi dapat dibatasi oleh halangan geofrafis. Dalam kaitannya dengan
ruang skala kecil.
air. Walau bagaimanapun. Penyebaran individu menggerombol umum terjadi di alam. yang
mendorong pembagian ruang hidup yang sama. bukan mengatur pertumbuhan populasi.
maka laju kematian juga meningkat. kompetisi diantara anggota populasi dan kelangkaan
sumberdaya menyebabkan laju kematian meningkat. Pengaruh kepadatan independent
pada tingkat peningkatan populasi. Fluktuasi laju kelahiran dan laju kematian menjaga
populasi pada atau sekitar titik keseimbangan dan dipengaruhi oleh kepadatan populasi.
Seperti halnya makanan. Iklim. perburuan yang berlebihan dan memancing oleh manusia
dapat memiliki pengaruh yang serupa. dan keadaan acak. Tapi mengatur umpan balik dari
homeostatis yang berfungsi dalam kepadatan populasi. pengeluaran polutan . bencana
alam. Jika laju kelahiran meningkat. dan habitat. Naughhton. populasi akan mencapai titik
keseimbangan jika laju kelahiran lebih besar dari laju kematian. Faktor kepadatan
independen adalah faktorfaktor lingkungan yang mempengaruhi populasi yang tidak terikat
oleh ukuran. cuaca termasuk kekeringan dan banjir dan kebakaran besar dapat
menyebabkan kematian pada populasi local terlepas dari kepadatan mereka. Saat
kepadatan populasi meningkat. seperti suhu dan suplai oksigen. Penggunaan pestisida. laju
kelahiran menurun atau keduanya Jika kepadatan populasi turun pada level terendah dan
kemelimpahan sumberdaya kembali meningkat maka kepadatan populasi kembali meningkat
dengan penurunan laju kematian dan peningkatan laju kelahiran atau kombinasi keduanya.
individuindividu dalam populasi menunjukkan derajad pengelompokan karena adanya
kebutuhan yang bersamaan akan faktorfaktor lingkungan. penyebaran secara acak akan
terjadi jika lingkungan homogen. Naughhton. . Laju kelahiran dan laju kematian dependent
pada kepadatan populasi. Penyebaran individu di dalam populasi seragam terjadi bilamana
terjadi persaingan yang keras diantara individuindividu di dalam populasi sehingga timbul
kompetisi pertentangan yang positif. Pengaruh kepadatan independent memungkinkan
menyembunyikan efek yang mempengaruhi sepenuhnya suatu populasi.Di alam penyebaran
secara acak jarang terjadi. pengaruh kepadatan independent sangat berpengaruh dalam
perubahan ukuran populasi dan juga mempengaruhi tingkat kelahiran dan kematian. Factor
kepadatan independent adalah factor kepadatan populasi yang bergantung pada cuaca.
fase post reproduksi. fase reproduksi. dimana hewan mampu bereproduksi. stabil.
pertumbuhan. sehingga menentukan pertumbuhan populasi untuk waktu berikutnya. . yang
didahului oleh angin antisiklon. Contohnya. Rasio dari kelompokkelompok umur dari populasi
menentukan status reproduktif yang sedang berlangsung dari populasi tersebut. dimana
hewan mengalami pertumbuhan yang cepat tetapi belum mampu berproduksi. atau sedang
mengalami penurunan. dan fungsinya sangat luas pada pengaruh persediaan makanan.
yaitu fase preduktif. pada pertumbuhan pohon cemara budworm Choristoneura
fumiferana.Pengaruh kepadatan independent pada umumnya dipengaruhi oleh cuaca yang
tidak dapat ditentukan dan diprediksi. Perubahan populasi yang sering terjadi sering
berhubungan langsung dengan adanya variasi kelembaban dan suhu. Dalam hal ini. Setiadi.
dewasa. Data tentang struktur umur dari populasi sering disajikan dalam bentuk piramida
umur . Karakteristik pada curah hujan rendah dan tingginya evaporasi dan berakhir ketika
cuaca kembali lagi. Dengan demikian struktur umur/ratio umur dalam suatu populasi dapat
menunjukkan suatu populasi apakah sedang mengalami pertumbuhan yang cepat. dimana
hewan tidak mampu lagi bereproduksi yaitu pada umur tua. Dalam ekologi Boden Heimer
membagi umur hewan dalam tiga periode. Distribusi Usia Populasi Proporsi individu dalam
setiap kelompok umur disebut distribusi umur. tua dan kemudian mati. pengaruh kepadatan
independent seperti bisa menempatkan pada lokasi dengan kondisi topografi dan iklim mikro
yang baik terhadap populasi lokal tersebut. Setiadi. Dalam lingkaran hidup dari organisme
terdapat fase lahir.
Setiadi. Perubahan status adalah proses dinamis. Populasi stasioner memiliki pembagian
kelas umur lebih merata C populasi yang mengalami kemunduran. d.Ratio umur pada A
populasi yang sedang tumbuh. Kedua kekuatan utama yang mempengaruhi pertumbuhan
populasi. r. sebagian besar individunya berusia tua. yaitu Model eksponensial dan model
logistik. Model eksponensial pertumbuhan populasi menjelaskan suatu populasi ideal dalam
lingkungan yang tidak terbatas. laju pertumbuhan suatu populasi. Dengan mengabaikan
imigrasi dan emigrasi. . Ada dua jenis model pertumbuhan populasi. Populasi yang
berkembang dengan cepat. dan proses inilah yang menjadi pusat perhatian dalam kajian
dinamika populasi. Populasi menurun. adalah angka kelahiran dikurangi angka kematian.
Pertumbuhan Populasi Pertumbuhan populasi yaitu lintasan suatu obyek yang berubah
tempat atau berpindah status dari satu titik ke titik berikutnya. dapat diukur dan digunakan
untuk memprediksi bagaimana ukuran populasi akan berubah menurut waktu. sebagian
besar individu muda B populasi sedang stabil. yaitu angka kelahiran dan angka kematian.
Persamaan logistik dN/dt rmaksimum NKN/K menjelaskan suaru kurva berbentuk S.Jika
populasi pada waktu to adalah No maka dapat diselesaikan dengan cara dimana. di mana
pertumbuhan populasi mendatar ketika ukuran populasi mendekati daya tampung. . Suatu
model yang lebih nyata realistis membatasi pertumbuhan dengan menyertakan daya
tampung K. bd laju pertumbuhan birth rate laju kematian death rate Bentuk kurva
pertumbuhan eksponensial ini adalah berbentuk huruf J seperti di bawah ini Model logistik
pertumbuhan populasi menyertakan konsep daya tampung K. Rumus dari pertumbuhan ini
adalah dimana. Pertumbuhan eksponensial tidak dapat dipertahankan tanpa batas dalam
populasi apapun. Model ini memprediksi laju pertumbuhan yang berbeda pada kepadatan
populasi yang berbeda. ukuran populasi maksimum yang dapat didukung oleh sumberdaya
yang tersedia. N e rm b d ukuran populasi awal . dibulatkan menjadi . laju pertambahan
intrinsik maks.
dN/dt rm N KN/K population growth per unit time maximum net population growth rate per
individual per unit time number of individuals proportion of resources not yet used Bentuk
kurva dari pertumbuhan ini adalah berbentuk S sigmoid seperti di bawah ini Pengaturan
Regulasi Populasi Pengaturan populasi berlangsung terjadi sejak teori Malthus dan juga
Darwin yang berpendapat bahwa tidak ada populasi di alam yang tumbuh tanpa batas. dan
Teori Smith. sedangkan faktor fisik abiotik seperti cuaca yang ekstrim hanya merupakan
faktor malapetaka yang bersifat sementara dan populasi dapat pulih kembali kedalam
keadaan seimbang. selalu dibatasi oleh banyak komponen yang merusak yang akan
menurunkan populasi tersebut. Faham Iklim Pada tahun Bodenheimer dan Uvarov.
kepadatan populasi suatu serangga selalu dalam keadaan seimbang dan keadaan seimbang
diatur oleh faktor pengendali fakultatif terutama parasitoid biotik. faham iklim. menganggap
faktor fisik abiotik sebagai faktor utama pengendali populasi. Teori ini menekankan bahwa
factorfaktor fisik sangat menentukan kelulus hidupan. Teori Nicholson . birth rate dan death
rate serangga. Mereka mencontohkan kasus ledakan populasi hama selalu disebabkan oleh
faktor iklim. b. a. Selanjutnya teori ini disebut sebagai faham atau aliran biotik. Ada empat
macam teori pengaturan populasi yaitu faham biotic. c. Teori Nicholson. Faham Biotik Pada
tahun Howard dan Fiske berpendapat bahwa jika dikaji dalam jangka panjang.
Jika kepadatan populasi meningkat maka tingkat kematian meningkat atau tingkat kelahiran
menurun. . seperti cahaya. Dr selajutnya dsb sebagai density dependent jika naik saat
kepadatan naik. Persaingan tersebut terjadi karena individuindividu mempunyai kebutuhan
yang sama atas apa yang ada pada ekosistemnya. Kemungkinan ketiga adalah br naik pada
saat kepadatan naik atau dr justru menurun pada saat kepadatan naik hal dsb sebagai
kebalikan density dependent. positifnetral. d. Dari ketiga kondisi ini disimpulkan bahwa pada
populasi tertutup pertumbuhan populasi tidak dapat berhenti kecuali kalau br dan dr
bergantung kepadatan. Secara sederhana. lahan untuk tumbuh.Pada tahun Nicholson
seorang Entomolog dari Australia yang juga penganut teori biotik menentang sama sekali
teori abiotik. Teori Smith Smith . Mekanisme Terjadinya Kompetisi Di alam organisme tidak
hidup sendirian tetapi berdampingan dan saling berinteraksi dengan organisme yang lainnya.
Salah satu bentuk interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu
individu dengan individu lain adalah bersifat persaingan kompetisi. Interaksi yang terjadi
antara organismeorganisme tersebut dapat bersifat positifpositif. sehingga populasi akan
seimbang pada tingkat pertemuan antara jumlah dr death rate dan jumlah br birth rate.
Kemungkinan lain adalah dr atau br tidak berubah meskipun kepadatan berubah yang dsb
density independent. yang sealiran dengan Nicholson mengemukakan bahwa hanya faktor
density dependentlah yang dapat menentukan tercapainya keseimbangan populasi atau
ratarata kepadatan populasi tidak dapat ditentukan oleh faktorfaktor yang tidak bergantung
kepadatan. Persaingan yang dilakukan oleh hewan sangat berbeda dengan
tumbuhan.negatif. netralnetral. pengaturan populasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
positifnegatif. Dia lebih menekankan kepadatan populasi dan persaingan antar individu
dalam populasi sebagai faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan populasi. interaksi
ini bisa terjadi antara tumbuhan yang sejenis ataupun tidak sejenis. dan sebagainya.
Begitupun yang terjadi terhadap tumbuhan. e. dan negatif. unsur hara.
Kompetisi tersebut dapat berbentuk perebutan sumber daya yang terbatas resource
competition atau saling menyakiti antar indifidu yang sejenis dengan kekuatan fisik
interference competition. Persaingan langsung dirict competitor. kondisi tanah. seperti
kehadiran hewan penyerbuk. Molles. Pernggantung dependent spesies. agen disperal biji.
udara serta angin dan gangguan atau kerusakan lingkungan oleh manusia juga berpengaruh
terhadap kelangsung hidup dari spesiesspesies tertentu didalam suatu habitat Indriyanto.
Kompetisi adalah interakksi antar individu yang muncul akibat kesamaan kebutuhan akan
sumberdaya yang bersifat terbatas. . . Modelmodel interaksi pada suatu komunitas tanaman
berdasarkan faktorinteraksinya menurut Walter yang dikutip oleh Muller Dombois amp
Ellenberg dibagi menjadi tiga kelompok. tumbuhan bersaing pada sumber daya yang sama
dengan menguasai strata yang sama baik diatas atau dibawah tanah. yaitu tanaman yang
hanya dapat hidup pada sebagian relung habitatnya karena kehadiran tanaman lain.
kelembababn tanah. yaitu . . air tanah. Kompetisi dapat terjadi antar individu intraspesifik dan
antar individu pada satu spesies yang sama atau interspesifik Krebs.Pada dasarnya
persaingan pada tumbuhan tidak melakukankontak fisik dan pada hewan sebaliknya yaitu
persaingan terlihat dari kontak fisik langsung. . dan karbon dioksida. sedangkan Molles
kompetisi didefinisikan sebagai interaksi antar individu yang berakibat pada pengurangan
kemampuan hidup mereka. Kompetisi yang terjadi antara individu sejenis disebut sebagai
kompetisi intraspesifik sedangakan interaksi antara individu yang tidak sejenis disebut
interaksi interspesifik.. pertumbuhan dan reproduksi individu penyaing Begon et al .
Faktorfaktor ekologi atau faktorfaktor lingkungan yang diperebutkan oleh dalam persaingan
antara lain cahaya.. unsur hara. sehingga membatasi kemampuan bertahan survival.
Faktorfaktor eksternal lainnya. oksigen.
Persaingan intraspesifik. Glopal dan Bhardwaj dalam buku indriyanto . amensalisme..
peningkatan efisiensi individu. Ekspansi suatu sumber memerlukan kelimpahan sumber itu
yang berhubungan dengan penggunaannya sekarang oleh spesiesspesies lain atau spesies
yang berkembang dan merupakan saingan yang lebih baik. setidaknya hingga populasi itu
mencapai K yang hari ini. parasitisme. momensialisme. Hal ini dapat dicapai dengan
penurunan densitas populasi. . Pelengkap compelementary spesies. yaitu persaingan yang
terjadi antara suatuindividu organisme yang berspesies sama dan persaingan interspesifik
yaitu persaingan yang terjadi antara organisme yang memiliki spesies berbeda. protokolisme
dan mutualisme. yaitu tanaman yang tidak bersaing secara langsung dengan tanaman lain
karena meraka memanfaatkan sumberdaya yang berbeda atau karena perbedaan irama
musiman seasonal rhythm Wijayanti. predasi pemangsaan. Individuindividu dari spesies
yang terdapat pada lingkungan yang penuh dengan spesies yang mengeksploitasi gradient
sumber yang sama mungkin tidak mampu secara evolusioner mengembangkan tingkan
eksploitasi dengan pengaruh kompetisi intraspesifik. . Selanjutnya populasi akan berada
dibawah daya dukung yang ditentukan. Baik secara mutlak maupun dalam kaitannya dengan
penggunaan sumbersumber tersebut oleh populasipopulasi lain. atau substitusi dengan
sumber lain. . Substitusi dengan sumbersumber lain sangat bergantung pada persediaan
sumbersumber tersebut. Pernyataan ini berdasarkan Odum . spesiesspesies anggota
populasi saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan membentuk interaksi yang positif.
negatif atau bahkan nol. Keseimbangan antara kompetisi intraspesifik dan interspesifik akan
memainkan peranan utama pada hasil evolusioner Naughton. Suatu cara untuk mengurangi
kompetisi ialah dengan mengurangi kompetisi diantara kospesifik ialah dengan mengurangi
kebutuhan untuk memperoleh sumber yang terbatsa itu. atau kombinasi yang bentuk
interaksinya dapat dibagi menjadi sembilan tipe tipe penggunaan sumberdaya. Secara teori.
Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA .III.
Download