Surat 2 Yohanes - RADIO GPT OMER

advertisement
Surat 2 Yohanes
(Bagian 22)
Friday, March 4, 2016
Mengasihi di dalam Kebenaran
2 Yoh. 1:1-3
1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu,
tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, 1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan
menyertai kita sampai selama-lamanya. 1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak
Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
-
-
-






Pada ayat 1-3 kita bisa melihat adanya suatu persekutuan keluarga Allah. Sekalipun rasul Yohanes
tidak bersama-sama dengan mereka secara fisik, tetapi dia menempatkan diri sebagai seorang
‘penatua’ atau ‘gembala sidang jemaat’.
Seorang penatua adalah wakil Allah yang bertugas untuk mengatur kehidupan sidang jemaat di
dalam rumah Allah. Rasul Yohanes ‘seakan-akan’ ditempatkan oleh Allah ditengah-tengah sidang
jemaat, supaya sidang jemaat bisa merasakan dan mengalami Kasih Karunia, rahmat, dan damai
sejahtera dari Allah.
Jika kita baca ayat-ayat selanjutnya, kita bisa melihat bagaimana rasul Yohanes melalui suratnya,
menyatakan terang Kebenaran dan Kasih di dalam sidang jemaat. Di hadapan Allah, rasul Yohanes
sebagai seorang penatua adalah pribadi yang indah.
Kepada pribadi yang indah, Tuhan percayakan pekerjaan indah, sehingga persekutuan yang ada
pada saat itu juga menjadi persekutuan yang sangat indah di hadapan Allah, sebab Allah bisa
melihat bahwa penatua dan sidang jemaat berpegang teguh kepada Kebanaran di dalam Kasih.
Perhatikan kembali dengan baik: seorang penatua yang dipanggil, dipilih, dan dipakai oleh Tuhan,
adalah wakil Allah yang Tuhan tempatkan di dalam rumah Allah, dan bertugas untuk mengatur
kehidupan sidang jemaat (Tit. 1:7).
Pada dia ada Kebenaran Allah dan Kasih Allah. Dia ditempatkan di tengah-tengah sidang jemaat
untuk menyatakan Kebenaran dan Kasih Allah. Dengan demikian, sidang jemaat bisa bertumbuh
dalam segala hal ke arah Kristus Kepala.
1
-
Kebenaran dan Kasih adalah Sinar Terang yang ada pada Bapa. Yesus Kristus adalah wujud nyata
dari Kebenaran Bapa dan Kasih Bapa. Saat Yesus datang ke dunia, Sinar Terang (Kebenaran dan Kasih)
ini dipancarkan oleh Yesus, sampai saatnya Yesus mati di atas kayu salib. Kurban Kristus merupakan
wujud Kebenaran dan Kasih Allah yang dinyatakan di dalam Yesus Kristus.
Saat Yesus mati di atas kayu salib, pada saat itulah gereja Tuhan dilahirkan. Jadi, seperti kedatangan
Yesus yang ditandai dengan kemuliaan yang di dalamnya nyata Kebenaran dan Kasih Allah,
demikian juga dengan kelahiran gereja Tuhan.
Gereja Tuhan dilahirkan saat Yesus menyatakan Kebenaran dan Kasih, sehingga tidak berlebihan
jika dikatakan oleh rasul Yohanes bahwa Kebenaran dan Kasih harus senantiasa menyertai
kehidupan gereja Tuhan. Jadi, gereja Tuhan identik dengan Kebenaran dan Kasih.
Menjelang kedatangan Yesus yang kedua, sinar Terang dari Kebenaran dan Kasih ini sudah harus
semakin nyata di dalam kehidupan gereja. Gereja Tuhan harus hidup mengasihi kebenaran, gereja
Tuhan harus benar di dalam mengasihi.
Selama gereja Tuhan mengalami penyertaan bahkan berpegang kepada Kebenaran dan Kasih
(Kurban Kristus), gereja Tuhan kuat dan tidak bisa dipermainkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,
gereja Tuhan akan bertumbuh di dalam segala hal ke arah DIA, Kristus, yang adalah Kepala.
Page
-
Yes. 28:16
Batu Penjuru di Sion
28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang
teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
-
-
-
-
-





Allah meletakkan sebuah batu teruji atau batu penjuru di Sion. Hal ini Allah kerjakan sebab pada
saat itu umat Allah mengikat perjanjian dengan maut, mengadakan persetujuan dengan dunia
orang mati. Umat Tuhan berada di bawah ancaman penghukuman, dan perlindungan mereka
adalah dusta.
Sion adalah gambaran umat Allah. Melihat keadaan semacam ini, Allah tidak bisa tinggal diam,
sebaliknya Allah menempatkan sebuah batu teruji atau batu penjuru sebagai batu dasar untuk
membangun kehidupan Sion. Batu penjuru itu adalah Tuhan Yesus Kristus (Kis. 4:11).
Pada ayat 17 dan 18 dikatakan bahwa ‘batu penjuru’ (Tuhan Yesus Kristus) adalah ukuran dari
‘Keadilan Allah dan Kebenaran Allah’. DIA yang akan menyapu bersih segala kebohongan yang
selama ini diandalkan oleh umat Allah, dan yang akan menghanyutkan tempat persembunyian.
Keberadaan ‘Batu Penjuru’ di Sion juga akan meniadakan perjanjian dengan maut. DIA juga yang
akan membatalkan segala perjanjian dengan dunia orang mati. Setiap orang yang percaya kepada
Batu Penjuru, tidak akan dipermalukan dan tidak akan gelisah.
Bagi orang yang percaya, Batu Penjuru ini mahal, sebab apa yang DIA kerjakan adalah suatu
perbuatan besar, yaitu memilih dan memanggil kita supaya kita keluar dari kegelapan kepada
terang-Nya yang ajaib. DIA adalah Sinar Terang yang ajaib, yang ditempatkan Allah di Sion.
Apa yang tertulis di dalam Yes. 28:17-18 sudah dikerjakan dengan sempurna oleh Tuhan Yesus
Kristus, di atas kayu salib. Sekarang Sion bukan lagi umat Allah yang mengandalkan kebohongan
dan yang terikat dengan perjanjian maut dan dunia orang mati, tetapi Sion sekarang adalah umat
Allah yang memandang dan masuk dalam ukuran Keadilan dan Kebenaran Allah.
Di dalam Ibr. 12:22-23 disebutkan bahwa pada saatnya Sion akan disebut kota Allah yang hidup,
Yerusalem Surgawi, suatu kumpulan yang meriah (indah), di mana terdapat jemaat-jemaat sulung
yang namanya terdaftar di Kerajaan Surga.
Secara lembaga, Tuhan Yesus sudah tidak bersama dengan kita lagi, sebab DIA yang sudah mati
telah bangkit dan telah naik ke Surga. Sekarang DIA berada di sebelah kanan Allah Bapa untuk
berjaga di dalam doa-Nya.
Sebagai kehidupan yang sudah dibebaskan dari perjanjian maut dan dunia orang mati, sekarang
kita yang tinggal di dalam ‘Keadilan dan Kebenaran’ Allah, harus sampai kepada tujuan, yaitu
menjadi Jemaat Sulung dan nama kita terdaftar di dalam Kerajaan Surga.
Untuk itu, kehidupan kita harus dibangun. Sebagai suatu bangunan, Allah telah meletakkan Batu
Dasar, itulah Kurban Kristus. Selama bangunan ini didirikan di atas Kurban Kristus (Kebenaran dan
Kasih), bangunan ini kuat dan akan bertumbuh menjadi jemaat sulung yang mengarah kepada DIA
yang adalah Kepala (sulung).
1 Kor. 3:10-11 Dibangun
-
-
Dikatakan bahwa rasul Paulus adalah seorang ahli bangunan yang cakap. Perkataan ‘cakap’ di sini
diukur dengan apa yang dia kerjakan, yaitu meletakkan Kurban Kristus sebagai dasar seperti yang
ditetapkan oleh Allah.
Jika Batu Dasar sudah diletakkan, maka selanjutnya bangunan harus didirikan. Untuk mendirikan
bangunan ini, Firman Allah mengatakan ‘orang lain’. Yang dimaksud dengan ‘orang lain’ di sini
bukanlah orang sembarangan, tetapi orang yang menerima tahbisan dari Allah.
Orang yang hidup berohani dan yang menerima tahbisan dari Allah, inilah yang akan
menyempurnakan bangunan ini (orang-orang kudus). Kehidupan kita yang sudah disebut kudus
Page
-
2
3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah
meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus
membangun di atasnya.
-
-
sebab Batu Dasar telah memerdekakan kita dari perjanjian maut, harus berada pada ‘tangan yang
tepat’, yaitu berada pada tangan-tangan orang yang menerima tahbisan dari Allah, supaya kita bisa
menjadi bangunan yang tumbuh dan berdiri dengan sempurna (menerima Kristus sebagai Kepala).
Dalam hal ini, untuk membangun rumah Allah dengan sempurna, Allah tidak tinggal diam, Allah
bertanggung-jawab dengan menempatkan seorang ‘penatua’ di dalam rumah-Nya (Sion), untuk
mengatur sidang jemaat supaya sidang jemaat bisa bertumbuh ke arah sempurna.
Perhatikan baik-baik: jika pertama-tama Allah menempatkan Batu Penjuru di Sion untuk
membebaskan umat-Nya dari maut, selanjutnya Allah menempatkan ‘wakil-Nya’ di Sion, itulah
‘penatua’, yang bertugas untuk membangun atau melengkapi umat-Nya.
Yes. 52:6-7
52:6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya
Aku! 52:7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan
memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
-
-
-
-
-
Kepada Sion, Tuhan mengirimkan seorang ‘pembawa berita’. Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, kita bisa
menemukan pribadi yang menerima berita dan bertugas menyampaikan berita, dia adalah
‘malaikat sidang jemaat’ atau ‘gembala sidang jemaat’.
Seorang penatua yang hidup berohani dan menerima tahbisan dari Allah, dia adalah wakil Kristus
yang dipercaya berita dari Allah. Keberadaan seorang penatua di tengah-tengah sidang jemaat
harus mampu menyatakan keadaan ‘Batu Penjuru’.
Ada 3 macam berita yang dipercayakan oleh Allah kepada seorang penatua, yaitu:
1. Berita damai, berita yang memperdamaikan manusia dengan Tuhan
2. Berita baik, berita yang membebaskan kita dari rasa takut (akan maut)
3. Berita selamat, berita yang membawa manusia untuk hidup kudus dan saleh
Dengan berita-berita yang dibawa oleh seorang penatua, sidang jemaat dibuat semakin mengenal
Nama Allah dan semakin mengerti bahwa DIA-lah Allah Yang Benar dan Yang Hidup, DIA adalah
Raja (Kepala). Sidang jemaat dibawa sampai mengenal bahwa Allah itu Raja.
Mengenal dan mengerti Allah sebagai Raja artinya menempatkan Allah sebagai Kepala atas
kehidupan kita, dan kita menempatkan diri sebagai Tubuh yang menerima kepenuhan dari Kepala.
Orang semacam inilah yang nanti akan disebut Mempelai Wanita.
Efe. 2:19-22
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggotaanggota keluarga Allah, 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 2:21
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 2:22 Di dalam Dia kamu
juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
-
3
-
Seorang penatua adalah wakil dari Batu Penjuru. Batu Penjuru adalah Kristus Yesus, DIA adalah
Firman yang menjadi Daging. Batu Penjuru tidak bisa dipisahkan dari kitab para nabi dan kitab para
rasul, itulah kitab-kitab yang ditulis berdasarkan ilham dan dorongan Roh Allah.
Di dalam membawa berita, seorang penatua selalu kembali kepada Kebenaran dan Kasih Allah,
melalui Firman Allah yang tertulis. Dia mengajar, mendidik, dan membangun sidang jemaat menjadi
suatu bangunan, rapi tersusun, dan menjadi bait Allah yang kudus di dalam Kristus Yesus.
Dia sebagai pekerja, dipandang sebagai pekerja yang indah, pekerjaan yang dia kerjakaan adalah
pekerjaan yang indah, dan hasil pekerjaannya juga dipandang sebagai hasil yang indah. Di hadapan
Tuhan, inilah Keluarga Allah yang indah, di mana Kebenaran Allah dan Kasih Allah berada. Inilah
tempat kediaman Allah di dalam Roh Allah.
Page
-
Download