Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Gigi

advertisement
Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar
Ni Putu Tania Chintya Dewi Karima
NPM : 10.8.03.81.41.1.5.037
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2013
i
Lembar Persetujuan Pembimbing
Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar
Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan
gelar sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Mahasaraswati Denpasar
Oleh :
Ni Putu Tania Chintya Dewi Karima
NPM : 10.8.03.81.41.1.5.037
Menyetujui
Dosen Pembimbing
Pembimbing I
Pembimbing II
drg. Gusti Ayu Yohanna Lily, M.Kes., AAK
NPK : 826 903 221
drg. Yudha Rahina, M.Kes., Sert. KGI
NPK : 826 693 189
ii
Lembar Persetujuan Penguji dan Pengesahan Dekan
Tim Penguji skripsi Sarjana Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Mahasaraswati Denpasar telah meneliti dan mengetahui cara
pembuatan skripsi dengan judul : “Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap
Tingkat Kepuasan PasienGigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar” yang telah
dipertanggung jawabkan oleh calon sarjana yang bersangkutan pada tanggal
11 Desember 2013.
Maka atas nama Tim Penguji skripsi Sarjana Kedokteran Gigi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar dapat mengesahkan.
Denpasar, 11 Desember 2013
Tim Penguji Skripsi
FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar
Ketua,
drg. Gusti Ayu Yohanna Lily, M.Kes., AAK
NPK : 826 903 221
Anggota :
Tanda Tangan
1. drg. Yudha Rahina, M.Kes., Sert. KGI
NPK. 826 594 196
…………………
2. drg. I Putu Indra Prihanjana, M.Kes
NPK. 828 207372
…………………
Mengesahkan
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Mahasaraswati Denpasar
P.A Mahendri Kusumawati, drg., M.Kes., FISID
NIP. 19590512 198903 2 001
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmat Nyalah sehingga penelitian yang berjudul “Kualitas Pelayanan JKBM
Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar”
dapat penulis selesaikan pada waktunya. Penulisan skripsi ini merupakan
persyaratan mencapai gelar Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) di Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari bahwa penulisan skripsi
ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan waktu, kemampuan, dan
pengetahuan yang dimiliki penulis, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari berbagai pihak.
Keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan yang
begitu besar dari banyak pihak. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima
kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1. drg. Gusti Ayu Yohanna Lily, M.Kes., AAK. selaku dosen pembimbing I
atas segala bantuan beliau dalam mengarahkan, membimbing dan memberi
petunjuk kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan
baik.
2. drg. Yudha Rahina, M.Kes., Sert. KGI. selaku pembimbing II yang telah
banyak memberikan bantuan dalam mengarahkan, membimbing dan
memberi petunjuk sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
3. drg. I Putu Indra Prihanjana, M.Kes selaku dosen penguji yang telah
banyak memberikan masukan dalam mengarahkan, membimbing dan
memberi
petunjuk
sehingga
iv
skripsi
ini
dapat
terselesaikan.
4. Responden yaitu pasien gigi dan mulut pengguna JKBM, Kepala
Puskesmas, dokter gigi dan perawat gigi di poliklinik gigi Puskesmas Kota
Denpasar yang telah bersedia membantu penulis dalam penelitian ini.
5. Seluruh keluarga besar terutama I Made Kompiang dan Kadek Dewi
Mariani selaku orang tua, I Nyoman Triaditya Kresna Putra selaku adik,
dan mbok kadek yang telah memberikan restu dan dukungan kepada
penulis selama menyelesaikan skripsi ini.
6. Sahabat-sahabat Nandhi, Gek Oki, Gochi, Gina, Cok Mirah, Agek, Indah,
dan semua teman angkatan Cranter 2010 yang tidak bisa penulis sebutkan
satu persatu yang telah banyak membantu, memberi dukungan dan
semangat dalam penulisan skripsi ini.
Sebagai akhir kata, penulis memohon maaf jika terdapat kekeliruan atau
kesalahan dalam penyusunan skripsi ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.
Denpasar,
Desember 2013
Penulis
v
Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar
Abstrak
Dewasa ini masyarakat kurang peduli dengan kebersihan rongga mulut,
masalah pelayanan kesehatan pemicu kurangnya minat masyarakat mengobati
kesehatan gigi dan mulutnya. Peningkatan kualitas pelayanan merupakan salah
satu isu yang sangat krusial dalam manajemen, baik dalam sektor pemerintah
maupun sektor swasta. Karena disatu sisi tuntutan masyarakat terhadap perbaikan
kualitas pelayanan dari tahun ke tahun menjadi semakin besar, sedangkan di sisi
lain praktek penyelenggara pelayanan kesehatan tidak mengalami perbaikan yang
berarti. Tenaga kesehatan yang bertugas harus memahami cara melayani
pasiennya dengan baik untuk memberikan kepuasan yang optimal. Jaminan
Kesehatan Bali Mandara (JKBM) adalah program kesehatan untuk masyarakat
Bali sehingga masalah kesehatan gigi yang terjadi di masyarakat diharapkan bisa
teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan
JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas kota
Denpasar. Rancangan penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross
sectional. Sampel sebanyak 400 orang pasien yang diambil secara purposive
incidental sampling. Teknik analisis adalah korelasi Product Moment Pearson,
regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualitas pelayanan JKBM yang terdiri dari dimensi reliability,
responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan pasien (p < 0,05). Secara bersama-sama dimensi
assurance memiliki pengaruh yang dominan dan sangat kuat terhadap kepuasan
pasien. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan
maka dapat meningkatkan kepuasan pasien.
Kata kunci : kualitas pelayanan, kepuasan pasien, JKBM
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................
i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..............................................
ii
HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI DAN PENGESAHAN DEKAN ...
iii
KATA PENGANTAR .....................................................................................
iv
ABSTRAKSI ...................................................................................................
vi
DAFTAR ISI ....................................................................................................
vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................
x
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................
xii
BAB I
PENDAHULUAN ..........................................................................
1
1.1 Latar Belakang .........................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................
4
1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................
5
1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................
5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................
6
2.1 Kualitas ...................................................................................
6
2.1.1 Pengertian Kualitas .................................................................
6
2.1.2 Dimensi Kualitas ...................................................................
6
2.2 Kepuasan .................................................................................
8
2.2.1 Pengertian Kepuasan Pasien .........................................
8
2.2.2 Tingkat Kepuasan ..........................................................
9
2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien ...
10
2.3 Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) ............................
11
2.3.1Pengertian JKBM ...........................................................
11
2.3.2 Sasaran ..........................................................................
12
2.3.3 Tujuan JKBM ................................................................
12
vii
2.3.4 Landasan Hukum ..........................................................
12
2.3.5 Kebijakan Operasional ..................................................
13
2.3.6 Tata Laksana Kepesertaan .............................................
14
2.3.7 Tata Laksana Pelayanan Kesehatan ..............................
17
2.3.8 Manfaat yang diperoleh Peserta JKBM ........................
24
2.3.9 Tindakan Medis dan Pembiayaan untuk Pengobatan Gigi
25
2.4 Puskesmas ...............................................................................
26
2.4.1 Pengertian Puskesmas ...................................................
26
2.4.2 Visi Puskesmas .............................................................
27
2.4.3 Misi Puskesmas .............................................................
28
2.4.4 Tujuan Puskesmas .........................................................
29
2.4.5 Fungsi Puskesmas .........................................................
29
2.4.6 Program Kesehatan Puskesmas .....................................
31
2.4.7 Kedudukan Puskesmas ..................................................
32
2.5 Kerangka Konsep ....................................................................
33
BAB III HIPOTESIS ....................................................................................
34
BAB IV METODE PENELITIAN ...............................................................
37
4.1 Rancangan Penelitian ...............................................................
37
4.2 Identifikasi Variabel ................................................................
37
4.3 Definisi Operasional ................................................................
37
4.4 Subyek Penelitian ....................................................................
38
4.5 Instrumen Penelitian ................................................................
41
4.6 Alat dan Bahan Penelitian .......................................................
43
4.7 Lokasi dan Waktu ....................................................................
43
4.8 Jalannya Penelitian ...................................................................
43
4.9 Analisis Data ............................................................................
45
viii
BAB V HASIL .............................................................................................
46
5.1 Karakteristik Responden ...........................................................
46
5.1.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..........
46
5.1.2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur .......................
47
5.1.3 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan .
47
5.1.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan ..................
48
5.2 Analisis Kualitas Pelayanan JKBM terhadap Tingkat Kepuasan
Pasien Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar .................
49
5.3 Analisis Antar Variabel ...............................................................
53
BAB VI PEMBAHASAN ...............................................................................
59
BAB VII PENUTUP .......................................................................................
63
7.1 Kesimpulan ...................................................................................
63
7.2 Saran ..............................................................................................
63
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 5.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .......................
46
Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur .....................................
47
Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan ............................
47
Tabel 5.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan...............................
48
Tabel 5.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pelayanan
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ditinjau dari Aspek Kehandalan (Reliability)................
49
Tabel 5.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pelayanan
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ditinjau dari Aspek Ketanggapan (Responsiveness) .....
50
Tabel 5.7 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pelayanan
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ditinjau dari Aspek Keyakinan (Assurance) .................
50
Tabel 5.8 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pelayanan
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ditinjau dari Aspek Perhatian (Emphaty) ......................
51
Tabel 5.9 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pelayanan
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ditinjau dari Aspek Penampilan (Tangible) ..................
52
Tabel 5.10 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kepuasan Pasien
JKBM di Poliklinik Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar ........................................................................................
52
Tabel 5.11 Korelasi Product Moment Pearson antara kualitas pelayanan
JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di
Puskesmas Kota Denpasar ............................................................
53
Tabel 5.12 Korelasi Product Moment Pearson antara masing-masing
dimensi kualitas pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan
pasien gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar .....................
54
x
Tabel 5.13 Analisis Regresi linier sederhana antara dimensi antara kualitas
pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan
mulut di Puskesmas Kota Denpasar ..............................................
55
Tabel 5.14 Analisis Regresi linier berganda antara kualitas pelayanan
JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di
Puskesmas Kota Denpasar ............................................................
56
Tabel 5.15 Analisa regresi linier sederhana antara kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas
Kota Denpasar ...............................................................................
58
xi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konsep ........................................................................
33
Gambar 4.1 Alur Penentuan Sampel ...............................................................
40
xii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu persoalan penting bagi seluruh
masyarakat karena kesehatan gigi dan mulut mencakup kesehatan tubuh secara
menyeluruh. Fungsi gigi selain sebagai fungsi estetika juga digunakan untuk
mengunyah makanan atau fungsi mastikasi. Sistem saraf pada gigi terhubung
dengan beberapa jaringan saraf lain di dalam tubuh, yang salah satunya adalah
bagian saraf kepala manusia. Oleh karena itu diperlukan kesadaran tinggi untuk
merawat dan menjaga kesehatan gigi. Dewasa ini adanya fakta mengenai
kurangnya
kepedulian
masyarakat
terhadap
kebersihan
rongga
mulut
menyebabkan tingginya angka penyakit gigi dan mulut. Adanya masalah pada
pelayanan kesehatan dianggap sebagai pemicu utama yang menyebabkan
kurangnya minat masyarakat untuk mengobati kesehatan gigi dan mulutnya.
Selain itu terdapat juga masalah layanan kesehatan
yang dipengaruhi oleh
beberapa konsep yaitu: akses pelayanan kesehatan, kualitas, dan tarif.
Kualitas dalam layanan kesehatan merupakan sebuah konsep manajemen
yang berfokus konsumen yang inovatif dan pasrtisipatif yang mempengaruhi
setiap individu dalam organisasi dan kualitas dapat bertahan melalui transformasi
budaya. Kualitas pelayan kepada masyarakat sangat tergantung pada individual
dan sistem yang dipakai. Tenaga kesehatan dan tenaga penunjang medis serta non
medis yang bertugas harus memahami cara melayani pasiennya dengan baik agar
dapat memberikan kepuasan yang optimal (Assaf 2009).
1
2
Peningkatan kualitas pelayanan merupakan salah satu isu yang sangat
krusial dalam manajemen, baik dalam sektor pemerintah maupun sektor swasta.
Hal ini terjadi karena disatu sisi tuntutan masyarakat terhadap perbaikan kualitas
pelayanan dari tahun ke tahun menjadi semakin besar, sedangkan di sisi lain
praktek penyelenggara pelayanan kesehatan tidak mengalami perbaikan yang
berarti. Hal ini berhubungan dengan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan
kesehatan. Ukuran kepuasan pemakaian jasa pelayanan kesehatan dikaitkan
dengan semua persyaratan pelayan kesehatan. Suatu pelayanan kesehatan
dikatakan kualitasnya baik apabila penerapan semua persyaratan pelayanan
kesehatan telah dirasakan baik oleh pasien dan memberikan kepuasan pelayanan
terhadap pasien.
Kualitas tidak harus berupa layanan atau barang dengan tarif yang mahal,
namun sebuah produk atau layanan yang memadai, mudah dijangkau, efisien,
efektif, dan aman sehingga harus terus dievaluasi dan ditingkatkan. Tarif yang
merupakan faktor penentu permintaan pasar pada suatu barang atau produk
menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi suatu masalah dalam layanan
kesehatan. Tarif kesehatan menjadi persoalan utama para pemakai jasa pelayanan,
yang dalam batasan tertentu pemerintah juga turut mempersoalkannya, yaitu
dalam rangka terjaminnya pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi
seluruh masyarakat yang membutuhkannya (Azwar 2010).
Pemenuhan hak dasar khususnya pelayan kesehatan merupakan salah satu
kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang tercakup dalam strategi
penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan secara nyata mempengaruhi kunjungan
pasien
ke
tempat-tempat
pelayanan
kesehatan,
terutama
yang
nyata
3
mempengaruhi kunjungan yaitu karena tarif atau biaya kesehatan gigi yang
semakin mahal sehingga tidak terjangkau untuk kebanyakan masyarakat. Terlebih
lagi dengan sistem pembayaran yang ditanggung sendiri oleh masyarakat,
kebanyakan masyarakat tidak sanggup membayar ketika mereka jatuh sakit
(Pemprov. Bali 2010).
Jaminan Kesehatan Bali Mandara yang selanjutnya disebut JKBM adalah
program kesehatan untuk masyarakat Bali. Sejak tahun 2010 program ini telah
diluncurkan dan sudah banyak dibicarakan oleh media massa maupun di
pertemuan-pertemuan Gubernur Bali, bahwa seluruh masyarakat Bali akan
mendapatkan jaminan kesehatan, berupa pelayanan kesehatan gratis di seluruh
Puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Secara umum JKBM itu bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali. Program JKBM tentunya harus
dilakukan secara bertahap, dari tempat pelayanan kesehatan terdepan atau terkecil
(Puskesmas) kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit Daerah dan ke Rumah Sakit
Umum Pusat Sanglah. Dengan adanya JKBM diharapkan segala masalah
kesehatan terutama masalah gigi yang acap kali terjadi di masyarakat yang
dulunya jarang tertangani oleh alasan mahalnya tarif atau biaya perawatan
diharapkan bisa teratasi oleh program asuransi kesehatan tersebut.
Menurut Pemprov. Bali (2012), kota Denpasar sebagai Ibu kota Provinsi
Bali, memiliki tempat pelayanan kesehatan terdepan dengan jumlah Puskesmas 11
dan 25 Puskesmas pembantu. Puskesmas tersebut tersebar di seluruh kota
Denpasar yang dibagi dalam 4 kecamatan yaitu: Denpasar Utara, Denpasar Timur,
Denpasar Barat, dan Denpasar Selatan. Dengan jumlah penduduk di kota
Denpasar 680.919 orang
dan
jumlah
masyarakat yang terdaftar memiliki
4
JKBM 565.891 orang. Kota Denpasar merupakan daerah yang mengalami
pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang cepat serta daerah dengan laju
pembangunannya yang sangat pesat disegala bidang. Hal ini menyebabkan
bertambahnya tuntutan-tuntutan hidup terutama dalam bidang kesehatan.
Tingginya tingkat pendidikan dan gaya hidup masyarakatnya juga menyebabkan
tingginya tuntutan dan harapan tentang suatu kualitas pelayanan kesehatan yang
baik, yang tidak hanya berupa layanan atau barang dengan tarif yang mahal,
namun sebuah produk atau layanan yang memadai, mudah dijangkau, efisien,
efektif, dan aman bagi seluruh masyarakat. Sehingga dapat memberikan kepuasan
bagi masyarakat sebagai pasien selaku pihak penerima layanan kesehatan. Namun
dari wawancara awal kepada beberapa pasien yang menggunakan JKBM
diperoleh hasil bahwa petugas tidak ramah dengan pasien, tidak memberikan
perhatian kepada pasien dan tidak memberikan arahan kepada pasien yang belum
mengetahui prosedur pelayanan yang ada.
Berdasarkan masalah yang dijelaskan di atas, maka penulis tertarik untuk
meneliti pengaruh kualitas pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien
gigi dan mulut di Puskesmas kota Denpasar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, dapat dirumuskan
masalah penelitian yaitu, apakah terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan
JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas kota
Denpasar?
5
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas
pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas
kota Denpasar.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diharapkan pada penelitian ini adalah:
1. Sebagai informasi bagi para pembaca tentang kualitas pelayanan JKBM
yang diberikan di Poliklinik Gigi dan Mulut yang terdapat di puskemas
kota Denpasar. Sebagai informasi bagi Puskesmas dan Pemerintah
Provinsi Bali / Dinas Kesehatan terhadap evaluasi pelayanan JKBM dalam
meningkatkan kualitas pelayanan bagi
pasien
untuk
mendukung
terciptanya kepuasan pasien pengguna JKBM guna peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik.
2. Diharapkan dengan adanya penelitian ini masyarakat semakin yakin dan
tidak ragu-ragu untuk menggunakan pelayanan JKBM yang terdapat di
puskesmas kota Denpasar.
3. Diharapkan Pemerintah Provinsi Bali dapat terus melaksanakan program
JKBM.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kualitas
2.1.1 Pengertian Kualitas
Menurut Hermanto et al. (2012) kualitas jasa pelayanan adalah
kemampuan usaha untuk menghasilkan produk barang atau jasa yang semakin
baik dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen atau pelanggan. Keadaan
ini dapat menciptakan suatu kepuasan nyata dalam diri pelanggan. Prinsipnya
bahwa jasa pelayanan mempunyai sifat Intangibility yaitu sesuatu hal yang tidak
dapat secara langsung dilihat, dirasa, dicium, atau didengar sebelum dibeli dan
dirasakan.
Kualitas pelayanan sangat menentukan tingkat kepuasan konsumen.
Kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil
perbandingan atas kinerja jasa yang
diterima
kualitas jasa berpusat pada upaya
dan yang diharapkan. Definisi
pemenuhan kebutuhan dan keinginan
pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan
pelanggan (Kotler 1997 cit. Handayani dan Irianto 2009).
2.1.2 Dimensi Kualitas
Menurut Kotler (1997 cit. Hufron dan Supratman 2008) mutu pelayanan
dapat diukur (tangible) namun kualitas jasa pelayanan agak sulit diukur, karena
umumnya bersifat subyektif, sebab menyangkut kepuasan seseorang, persepsi,
latar belakang, sosial ekonomi, norma, pendidikan, budaya, bahkan kepribadian
6
7
seseorang. Terdapat lima dimensi kualitas jasa atau pelayanan yang dapat dirinci
sebagai berikut:
1. Kehandalan (reliability) yaitu kemampuan untuk melaksanakan jasa yang
dijanjikan dengan tepat dan terpercaya, yang dapat dilihat dari: proses
penerimaan pasien yang cepat dan tepat; pelayanan pemeriksaan, pengobatan
yang cepat dan tepat; jadwal pelayanan dijalankan dengan tepat; prosedur
pelayanan yang tidak berbelit.
2. Ketanggapan (responsiveness) yaitu kemampuan untuk membantu pelanggan
dan memberikan jasa cepat, yang dapat dilihat dari: kemampuan petugas untuk
cepat tanggap menyelesaikan keluhan pasien; petugas memberikan informasi
yang jelas danmudah dimengerti; tindakan cepat pada saat pasien
membutuhkan.
3. Keyakinan (assurance) yaitu pengetahuan, kemampuan dan kesopanan
pemberi jasa untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan yang terlihat
dari: pengetahuan dan kemampuan petugas menetapkan keluhan pasien;
keterampilan petugas dalam bekerja; pelayanan yang sopan dan ramah;
jaminan keamanan pelayanan dan kepercayaan terhadap pelayanan. Menurut
Kotler dalam Febriani (2012) mendefinisikan keyakinan (assurance) adalah
pengetahuan terhadap produk secara tepat, kesopansatunan karyawan dalam
memberi pelayanan, kemampuan dalam menanamkan kepercayaan dan
keyakinan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.
4. Perhatian (empathy) yaitu perhatian pribadi yang diberikan kepada pelanggan,
dapat terlihat dari: memberikan perhatian secara khusus kepada setiap pasien;
8
perhatian terhadap keluhan pasien dan keluarga; pelayanan terhadap semua
pasien tanpa memandang status sosial.
5. Penampilan (tangible) merupakan penampilan fisik, peralatan serta personil,
dapat dilihat dari: kebersihan, kerapian dan kenyamanan ruangan; penataan
eksterior dan interior; pelengkapan, kesiapan dan kebersihan alat yang
dipakai; kerapian dan kebersihan penampilan petugas.
2.2 Kepuasan
2.2.1 Pengertian Kepuasan Pasien
Memahami kebutuhan dan keinginan pasien, adalah hal penting yang
mempengaruhi kepuasan pasien. Pasien yang puas merupakan aset yang sangat
berharga karena apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian
terhadap jasa pilihannya, tetapi jika pasien merasa tidak puas mereka akan
memberi dua kali lebih hebat kepada orang lain tentang pengalaman buruknya
(Yusnita 2011).
Kepuasan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah puas, merasa senang,
perihal (hal yang bersifat puas, kesenangan, kelegaan dan sebagainya). Kepuasan
dapat diartikan sebagai perasaan puas, rasa senang dan kelegaan seseorang karena
mengonsumsi suatu produk atau jasa untuk mendapatkan pelayanan suatu jasa
(Simbolon 2011). Menurut Imbalo (2006 cit. Nur 2011) kepuasan pasien adalah
suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan
kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkannya dengan apa yang
diharapkan.
Ilyas (1999 cit. Yusnita 2011) mengatakan kepuasan pasien dapat diartikan
sebagai
suatu
sikap
konsumen
yakni
berapa
derajat
kesukaan
atau
9
ketidaksukaannya terhadap pelayanan yang pernah dirasakan. Oleh karena itu
perilaku konsumen dapat juga diartikan sebagai model perilaku pembeli.
2.2.2 Tingkat Kepuasan
Menurut Purnama (2012) berpedoman pada skala pengukuran yang
dikembangkan Likert yang dikenal dengan istilah skala Likert, kepuasan pasien
dikatagorikan menjadi sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas dan sangat tidak
puas.
a. Sangat Puas
Sangat puas merupakan ukuran subjektif hasil-hasil penilaian perasaan
pasien yang menggambarkan pelayanan kesehatan sepenuhnya atau sebagian
besar sesuai dengan kebutuhan, harapan, atau keinginan pasien, bahkan melebihi
harapan atau keinginan pasien yang seluruhnya menggambarkan tingkat kualitas
yang paling tinggi.
b. Puas
Puas merupakan ukuran subjektif hasil penelitian perasaan pasien yang
menggambarkan pelayanan kesehatan sepenuhnya atau sebagian besar sesuai
kebutuhan, harapan atau keinginan pasien, tetapi tidak melebihi harapan atau
keinginan pasien yang seluruhnya menggambarkan tingkat kualitas yang baik.
c. Cukup Puas
Cukup puas merupakan ukuran subjektif hasil penilaian perasaan pasien
yang menggambarkan pelayanan kesehatan tidak sepenuhnya atau sebagian sesuai
kebutuhan atau keinginan yang seluruhnya hal ini menggambarkan tingkat
kualitas yang katagori sedang.
10
d. Tidak Puas
Tidak puas merupakan ukuran subjektif hasil penilaian perasaan pasien
yang rendah yang menggambarkan pelayanan kesehatan tidak sesuai kebutuhan ,
harapan, atau keinginan yang seluruhnya menggambarkan tingkat kualitas yang
katagori rendah.
e. Sangat Tidak Puas
Sangat tidak puas merupakan ukuran subjektif hasil penilaian perasaan
pasien yang rendah yang menggambarkan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai
kebutuhan , harapan, atau keinginan pasien yang seluruhnya menggambarkan
tingkat kualitas yang paling buruk yang termasuk dalam katagori paling rendah.
2.2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Pasien
Menurut Budiastuti (2002 cit. Yusnita 2011) kepuasan pasien terhadap
jasa pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor, antara lain:
1. Kualitas produk atau jasa
Pasien akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa
produk atau jasa yang digunakan berkualitas. Persepsi konsumen terhadap
kualitas produk atau jasa dipengaruhi oleh dua hal yaitu kenyataan kualitas
produk atau jasa yang sesungguhnya dan komunikasi perusahaan terutama
iklan dalam mempromosikan produk atau jasa tersebut.
2. Kualitas Pelayanan
Kualitas
pelayanan memegang peranan penting dalam industri jasa.
Pelanggan dalam hal ini pasien akan merasa puas jika mereka memperoleh
pelayanan yang baik a tau sesuai yang diharapkan.
11
3. Faktor Emosional
Pasien yang merasa bangga dan yakin bahwa orang lain kagum terhadap
konsumen bila dalam hal ini pasien memilih produk atau jasa yang sudah
mempunyai pandangan produk mahal, cenderung memiliki tingkat kepuasan
yang lebih tinggi.
4. Harga
Harga merupakan aspek penting, namun yang terpenting dalam penentuan
kualitas guna mencapai kepuasan pasien. Meskipun demikian element ini
mempengaruhi pasien dari segi biaya yang dikeluarkan, biasanya semakin
mahal harga perawatan maka pasien mempunyai harapan yang lebih besar.
Produk atau jasa yang berkualitas sama tetapi berharga murah, member nilai
yang lebih tinggi pada pasien.
5. Biaya
Mendapatkan produk atau jasa, pasien yang tidak perlu mengeluarkan biaya
tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan jasa
pelayanan, cenderung puas terhadap jasa pelayanan tersebut.
2.3 Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM)
2.3.1 Pengertian JKBM
Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) adalah program Jaminan
Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi
Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan. Pada hakekatnya pelayanan
kesehatan terhadap masyarakat Bali merupakan tanggung jawab bersama antara
12
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten
atau Kotamadya (Pemprov. Bali 2012).
2.3.2 Sasaran
Sasaran program JKBM adalah penduduk Bali yang sudah terdaftar dan
memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bali dan anggota keluarganya. Memiliki
kartu keluarga dan surat keterangan belum memiliki jaminan kesehatan, yang
diperkirakan jumlahnya 3.277.106 jiwa (Pemprov. Bali 2012).
2.3.3 Tujuan JKBM
Menurut Pemprov. Bali 2012 JKBM memiliki tujuan yaitu tujuan umum
dan tujuan khusus. Tujuan umum JKBM adalah meningkatkan akses dan mutu
pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan khusus JKBM adalah meningkatkan
cakupan masyarakat Bali yang mendapatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bali, dan pengelolaan keuangan
yang transparan dan akuntabel.
2.3.4 Landasan Hukum
Menurut Pemprov. Bali 2012 pelaksanaan program Jaminan Kesehatan
Bali
Mandara
(JKBM) berdasarkan pada: 1).
Undang-undang Dasar 1945
(amandemen), Pasal 28 H dan Pasal 34; 2). Undang-undang No. 40 tahun 2004
tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, Pasal 18,
Pasal 19, Pasal 22,
Pasal 23, dan
Pasal 24;
3). Undang-undang No. 36
tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 13,
dan
Pasal 20;
4). Undang-undang No. 24
Penyelenggara Jaminan Sosial, Pasal 51;
Pembagian
tahun 2011
tentang
Badan
5). PP No. 38 tahun 2007 tentang
urusan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, pada sub
13
bidang pembiayaa kesehatan tugas Pemerintah Daerah Provinsi; 6). Permendagri
No. 32 tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pasal 22 dan
Pasal 23; 7). Peraturan Gubernur Bali No. 20 tahun 2011 tentang Besaran Biaya
Pelayanan Kesehatan dan Formularium Obat Peserta Jaminan Kesehatan Bali
Mandara di Rumah Sakit; 8). Peraturan Gubernur Bali No. 21 tahun 2011
tentang Besaran Biaya Pelayanan Kesehatan Peserta Jaminan Kesehatan Bali
Mandara di Puskesmas dan Jaringannya; 9).
Pedoman Penyelenggaraan
Kesehatan Bali Mandara mengacu pada Perda/Pergub yang berlaku.
2.3.5 Kebijakan Operasional
Menurut Pemprov. Bali (2012) Kebijakan Operasional JKBM yaitu:
1. Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) adalah program Jaminan Kesehatan
untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Bali yang
belum memiliki Jaminan Kesehatan
2. Pada hakekatnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Bali merupakan
tanggungjawab bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi
dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
3. Sebagai Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) adalah Puskesmas dan
Jaringannya, Rumah Sakit Jejaring JKBM (Pemerintah dan swasta)
4. Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Bali Mandara mengacu pada prinsipprinsip: Dana amanat dan nirlaba dengan pemanfaatan semata-mata untuk
peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bali, Menyeluruh (komprehensif)
sesuai dengan standar pelayanan medik yang cost effective dan rasional,
14
Pelayanan terstruktur berjenjang dengan portabilitas serta ekuitas, Transparan
dan akuntabel.
2.3.6 Tata Laksana Kepesertaan
1. Ketentuan Umum
Tata Laksana Kepesertaan Jaminan Kesehatan Bali Mandara adalah:
a. Persyaratan umum untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Bali
Mandara (JKBM) adalah setiap penduduk yang sudah terdaftar dan
memiliki KTP Bali bagi yang berumur 17 tahun keatas dan
anggota
keluarganya yang berumur 17 tahun memiliki Kartu Keluarga atau dengan
identitas Kartu Elektronik (E-JKBM). Khusus untuk pasien yang
mengalami kelainan jiwa dan tidak memiliki KTP/KK, identitas peserta
dapat
menggunakan
surat
keterangan
dari
Kelian
banjar/Kepala
lingkungan/Kepala Desa
b. Berdasarkan pendapatan di masing-masing Banjar pada Kabupaten/Kota,
Bupati/Walikota menetapkan jumlah peserta JKBM
c. Terhadap SK Bupati/Walikota tentang penetapan peserta JKBM dapat
terjadi updating data terkait dengan terjadinya Peserta Baru, mutasi peserta
yang meninggal, lahir, pindah alamat, perubahan status dan lain-lain.
Updating data dilakukan melalui Pemberi Pelayanan Kesehatan di
Puskesmas, yang selanjutnya diverifikasi kemudian diusulkan oleh Tim
Pengelola Kabupaten/Kota ke Tim Pengelola Provinsi
untuk
segera
dilakukan pencetakan kartu E-JKBM dimaksud
d. Penerbitan kartu E-JKBM menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan
Provinsi Bali (melalui UPT Jaminan Kesehatan Masyarakat Bali) dan
15
pendistribusian kartu JKBM menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota
e. Bayi yang dilahirkan dari keluarga peserta JKBM sampai berumur
kurang dari 1 (satu)
tahun langsung
menjadi peserta baru dengan
menggunakan identitas kepala keluarga dan surat keterangan kelahiran
untuk kemudian diusulkan perubahan kartu setelah dilaporkan melalui
mekanisme pendataan diatas. Sebaliknya bagi peserta yang meninggal
dunia pihak keluarga wajib melaporkan ke Puskesmas dan bagi peserta
yang meninggal dunia langsung hilang haknya sebagai peserta JKBM
f. Bagi peserta yang pindah domisili minimal antar Kabupaten/Kota, hak
kepesertaannya
masih
dimiliki
dengan melaporkan
kepesertaannya
kepada Tim Pengelola Kabupaten/Kota (Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
daerah asal dan daerah yang dituju)
g. Pemberian Pelayanan Kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit Jejaring
JKBM) dalam operasionalnya
akan
berobat
mewajibkan
untuk menggunakan
kepada masyarakat yang
Kartu E-JKBM
sesuai
dengan
Edaran Gubernur Bali Nomor: 440/1155/X/JKBM, tanggal 11 Oktober
2012, tentang Penggunaan Kartu E-JKBM sebagaimana terlampir
(Pemprov. Bali 2012).
2. Administrasi Kepesertaan
Administrasi kepersertaan antara lain:
a. Pendaftaran Peserta
1) Pendataan Kepesertaan bagi penduduk yang belum memiliki Jaminan
Kesehatan dilakukan oleh Kelian Banjar dengan menyerahkan
16
kelengkapan KTP-Bali, Kartu Keluarga. Surat Keterangan Kelahiran
bagi bayi dan surat keterangan tidak memiliki Jaminan Kesehatan dari
Kepala Desa, yang selanjutnya Kelian Banjar menyetor kepesertaan
tersebut pada Kepala Desa dan dari Kepala Desa data kepesertaan
tersebut dibawa ke Puskesmas untuk didaftarkan secara elektronik.
Data dimaksud di input oleh Puskesmas/Tenaga E-JKBM
2) Bagi peserta baru yang emergency masuk ke Rumah Sakit proses input
dilaksanakan di UGD oleh Rumah Sakit/Tenaga E-JKBM
3) Bagi peserta baru yang kepesertaannya telah di input oleh
Puskesmas/UGD Rumah Sakit sesuai dengan point a dan b
kelengkapan
berkasnya
diserahkan
kepada
Dinas
Kesehatan
Kabupaten/Kota untuk ditetapkan melalui keputusan Bupati/Walikota
selanjutnya diserahkan ke Provinsi untuk diterbitkan Kartu EJKBM;
b. Validasi Peserta
1) Mutasi, peserta JKBM dapat segera melaporkan ke Puskesmas dengan
membawa
serta menyerahkan Kartu E-JKBM yang asli dan oleh
Pemberi Pelayanan Kesehatan Puskesmas dan Rumah Sakit Jejaring
JKBM melakukan input data terhadap perubahan tersebut, yang
selanjutnya Kartu E-JKBM asli dikirim ke Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, dan di Dinas Kabupaten/Kota oleh Tim Pengelola
JKBM cukup melakukan persetujuan melalui aplikasi JKBM dan
lanjut mengirimkan ke server serta membawa Kartu E-JKBM ke
Provinsi (UPT Jaminan Kesehatan Masyarakat Bali) oleh Tim
17
pengelola Provinsi
Bupati/Walikota
tanpa menunggu proses
segera
dilakukan
pengesahan oleh
perubahan Kartu E-JKBM
dimaksud
2) Penambahan atau pengurangan anggota keluarga, atau perbaikan kartu
prosedur sama dengan point 1;
c. Penerbitan dan Distribusi Kartu Peserta
1) Penerbitan dan pendistribusian Kartu E-JKBM sampai dengan tahunn
2012 berjumlah 893.657 kartu
2) Penerbitan
Kartu
Bupati/Walikota,
Peserta
Dinas
Baru
sesuai
dengan
Keputusan
Kesehatan Provinsi Bali melalui UPT
JKMB menerbitkan Kartu E-JKBM dan pendistribusiannya dilakukan
melalui Tim Pengelola JKBM Kabupaten/Kota sesuai dengan alur
kepesertaan (Pemprov. Bali 2012).
2.3.7. Tata Laksana Pelayanan Kesehatan
1. Ketentuan Umum
Tata Laksana Pelayanan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) adalah:
a. Setiap peserta Jaminan Kesehatan Bali Mandara berhak mendapatkan
pelayanan kesehatan dasar meliputi pelayanan kesehatan Rawat Jalan
Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP),
pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL), Rawat Inap
Tingkat Lanjut (RITL) dan pelayanan Gawat Darurat;
b. Manfaat yang diberikan kepada peserta JKBM masih terdapat pembatasan,
yaitu sesuai dengan Pergub No. 20 tahun 2011 dan Pergub No. 21 tahun
2011;
18
c. Pelayanan kesehatan dasar (rawat jalan tingkat pertama dan rawat inap
tingkat pertama) diberikan di Puskesmas dan jaringannya;
d. Sistem Rujukan program JKBM dilakukan secara berjenjang dari
Puskesmas ke Rumah Sakit Kabupaten/Kota (Pemerintah dan swasta) atau
apabila pasien JKBM sudah teridentifikasi secara jelas mengalami
kelainan jiwa atau kelainan indera dapat dirujuk langsung ke Rumah Sakit
Indera atau ke Rumah Sakit Jiwa, selanjutnya dari Rumah Sakit
Kabupaten/Kota/Rumah Sakit Indera/Rumah Sakit Jiwa dirujuk ke Rumah
Sakit Pusat rujukan (RSUP Sanglah);
e. Pelayanan tingkat lanjutan (rawat jalan dan rawat inap) berdasarkan
rujukan diberikan di Rumah Sakit Kabupaten/Kota, RS. Jiwa, RS. Indera,
RS. Swasta sebagai pusat rujukan di Provinsi adalah di RSUP Sanglah
Denpasar. Pelayanan rawat inap diberikan di ruang rawat inap Kelas III;
f. Rumah Sakit yang melaksanakan pelayanan rujukan lintas wilayah antara
Kabupaten/Kota di Provinsi Bali dari RS. Tipe C, sebelum dirujuk ke RS.
Pusat Rujukan Provinsi sebaiknya dirujuk ke RS. Tipe B (RSUD.
Sanjiwani/RSUD. Singaraja/Badan RSU Tabanan/RSUD. Wangaya)
kecuali kasus-kasus khusus kesehatan jiwa dan kesehatan indera ke RS.
Jiwa dan RS. Indera;
g. Pada kasus Gawat Darurat (emergency), semua Pemberi pelayanan
Kesehatan (PPK) yang berada dalam wilayah Provinsi Bali wajib
memeberikan pelayanan sampai kasus emergency teratasi dan selanjutnya
bagi Rumah Sakit yang belum menjadi Rumah Sakit Jejaring wajib segera
merujuk ke Rumah Sakit Jejaring JKBM terdekat;
19
h. Persyaratan peserta JKBM untuk mendapat pelayanan, sesuai dengan
Surat Edaran Gubernur Nomor 440/1155/X/JKMB tanggal 11 Oktober
2012
terlampir;
i. Pemeberian pelayanan kesehatan kepada peserta oleh PPK harus dilakukan
secara efisien dengan menerapkan prinsip kendali biaya dan kendali
mutu;
j. Ketentuan pelayanan obat di Puskesmas beserta jaringannya dan di Rumah
Sakit sebagai berikut:
1) Untuk memenuhi kebutuhan obat di Puskesmas dan jaringannya
disediakan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melalui dana DAU untuk
pengadaan obat PKD. Apabila terjadi kekurangan obat maka Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota mengususlkan melalui buffer stok obat
di Provinsi dan bila dana di Puskesmas mencukupi
dapat juga
digunakan untuk pembelian obat
2) Untuk memenuhi kebutuhan obat dan bahan abis pakai di Rumah Sakit
dan Instalasi Farmasi, Rumah Sakit bertanggungjawab menyediakan
semua obat dan bahan habis pakai untuk pelayanan kesehatan
masyarakat yang diperlukan mengacu pada formularium obat JKBM,
sesuai Peraturan Gubernur Bali No. 20 tahun 2011 (terlampir). Obat
yang belum tercantum dalam obat generik berlogo sampai dengan obat
branded dengan harga ditentukan oleh JKBM
3) Apabila terjadi kekurangan atau ketiadaan obat sebagaimana butir b
maka Rumah Sakit berkewajiban memenuhi obat tersebut melalui
koordinasi dengan pihak-pihak terkait
20
4) Pemberian obat untuk RJTP dan RJTL diberikan selama 3 (tiga) hari
kecuali untuk penyakit kronis tertentu dapat diberikan lebih dari 3
(tiga) hari sesuai dengan kebutuhan medis
5) Apabila terjadi peresapan diluar ketentuan sebagaimana butir b diatas
maka biaya obat dibayarkan pihak Rumah Sakit, dan tidak ada iur
biaya obat oleh pasien JKBM
6) Pemberian
obat
di
RS
menerapkan
prinsip
one
day
dose
dispensing
7) Instalasi Farmasi/Apotik Rumah Sakit dapat mengganti obat
sebagaimana butir 2) diatas dengan obat-obat yang jenis dan harganya
sepadan dengan sepengetahuan dokter penulis resep;
k. Pelayanan Kesehatan RJTL di Rumah Sakit serta pelayanan rawat inap di
Rumah Sakit yang mencakup tindakan, pelayanan obat, penunjang
diagnostik, pelayanan darah, serta pelayanan lainnya dilakukan secara
terpadu sehingga biaya pelayanan kesehatan diklaimkan berdasarkan tarif
pelayanan kesehatan peserta JKBM, sesuai Peraturan Gubernur Bali No.
20 tahun 2011 sehingga dokter berkewajiban melakukan penegakan
diagnose sebagai dasar pengajuan klaim
l. Apabila dalam proses pelayanan memerlukan pelayanan khusus dengan
diagnose penyakit/prosedur yang belum tercantum dalam paket tarif
sebagaimana butir l, maka Direktur Rumah Sakit member keputusan
tertulis untuk sahnya penggunaan pelayanan tersebutsetelah mendengarkan
pertimbangan dan saran dari Komite Medik RS yang tarifnya sesuai
dengan jenis paket dan tarif pelayanan kesehatan peserta JKBM;
21
m. Pada kasus-kasus dengan diagnosa sederhana, dokter yang memeriksa
harus mencantumkan nama jelas
n. Pada kasus-kasus dengan diagnosa yang komplek harus dicantumkan
nama dokter yang memeriksa dengan diketahui oleh Komite Medik
Rumah Sakit
o. Untuk pemeriksaan/pelayanan dengan menggunakan alat canggih (CT
Scan) dan (MRI) dengan tujuan life saving, dokter yang menangani harus
mencantumkan
namanya dengan jelas dan menandatangani lembar
pemeriksaan/pelayanan serta mendapat persetujuan dari Komite Medik;
p. Verifikasi pelayanan di Puskesmas dilaksanakan oleh Verifikator
Independent yang ditempatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota;
q. Verifikasi pelayanan di Rumah Sakit dilaksanakan oleh pelaksana
Verifikasi Independent yang ditempatkan di Rumah Sakit;
r. Sepanjang pelayanan sesuai dengan paket jaminan JKBM tidak kena
iur biaya;
s. Apabila semenjak awal masyarakat tidak menggunakan JKBM namun
kemudian beralih status menjadi pasien JKBM, maka yang dijamin
melalui program JKBM adalah semenjak menyerahkan persyaratan
menjadi pasien JKBM;
t. Dalam hal terjadi sengketa terhadap hasil penilaian pelayanan di RS maka
dilakukan langkah-langkah penyelesaian dengan meminta pertimbangan
kepada Tim Ad-Hoc yang terdiri dari unsure-unsur Dinas Kesehatan, IDI
Wilayah, Arsada, dan MAB (Medical Advisor Board) dan keputusannya
bersifat final (Pemprov. Bali, 2012).
22
2. Prosedur Pelayanan
Untuk memperoleh Pelayanan Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Bali
Mandara, sebagai berikut:
a. Pelayanan Kesehatan Dasar:
1) Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar (non emergency)
harus ke Puskesmas dan jaringannya terlebih dahulu. Bila kunjungan
dilakukan diluar jam kerja Puskesmas, maka pelayanan kesehatan
dasar dapat dilakukan di Puskesmas Perawatan atau Poliklinik Umum
RSUD
2) Untuk keadaan Gawat Darurat, peserta JKBM dapat langsung menuju
ke Puskesmas dan jaringannya atau ke RS jejaring JKBM terdekat
3) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, peserta harus menunjukkan
identitas peserta JKBM (ketentuan kepesertaan)
b. Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjutan:
1) Apabila peserta JKBM memerlukan pelayanan kesehatan Tingkat
Lanjut (LJTL dan LITL), dirujuk dari Puskesmas dan jaringannya ke
fasilitas pelayanan kesehatan tingkay lanjut dengan disertai surat
rujukan dan identitas kepesertaan Jaminan Kesehatan Bali Mandara
yang ditunjukan sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan
kesehatan., kecuali dalam keadaan amergency dapat langsung
pelayanan kesehatan tingkat lanjut dan identitas peserta JKBM dapat
disusulkan kemudian dalam waktu 2 x 24 jam (dua hari kerja). Namun
sebagai jaminan Rumah Sakit dapat meminta panjar kepada pasien
JKBM yang akan dikembalikan setelah melengkapi identitas sebelum
23
2 x 24 jam. Sebagai contoh pasien masuk RS jumat malam maka
persyaratan/identitas peserta JKBM dapat dipenuhi pada hari senin
sampai selasa
2) Pelayanan Tingkat Lanjut yang dimaksud dalam poin 2.1). meliputi :
pelayanan rawat jalan specialistik di rumah sakit, pelayanan rawat inap
kelas III di Rumah Sakit dan tidak diperkenankan pindah kelas atas
permintaannya,
pelayanan obat-obatan, dan pelayanan rujukan
specimen dan penunjang diagnostik lainnya
3) Identitas kepesertaan JKBM tersebut diatas dan surat rujukan dari
Puskesmas dibawa ke loket JKBM untuk di verifikasi kebenaran dan
kelengkapannya untuk selanjutnya dikeluarkan ke absahaannya
sebagai peserta JKBM untuk selanjutnya peserta mendapatkan
pelayanan kesehatan
4) Apabila terjadi penempatan pasien JKBM diluar kelas III oleh karena
kelas III penuh klaim akan tetap dibayarkan sesuai kelas III
5) Untuk kasus kronis tertentu yangmemerlukan perawatan berkelanjutan
dalam waktu lama surat rujukan dapat berlaku selama 1 bulan (seperti
Diabetes Mellitus,Hipertensi, PPOK, dan lain-lain). Untuk kusus
gangguan jiwa,surat rujukan dapat berlaku sampai dengan tiga bulan,
6) Agar
pelayanan
berjalan dengan lancar, RS. bertanggungjawab
untuk menjamin ketersediaan alat medis habis pakai, obat dan
darah (Pemprov. Bali, 2012).
24
2.3.8 Manfaat yang Diperoleh Peserta JKBM
Menurut Pemprov. Bali 2012, pada dasarnya manfaat yang disediakan
untuk masyarakat bersifat komprehensif sesuai dengan indikasi medis kecuali
beberapa
hal
yang
dibatasi
dan
tidak
dijamin.
Pelayanan
kesehatan
komperenhesif tersebut meliputi :
1. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan jaringannya
a. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dilaksanakan pada Puskesmas dan
jaringannya baik dalam maupun luar gedung meliputi pelayanan:
pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum,
pemeriksaan dan
pengobatan oleh dokter spesialis, tindakan medis kecil termasuk cuci luka,
rawat luka, jahit luka, penunjang diagnostik sederhana, pemeriksaan dan
pengobatan gigi termasuk cabut atau tambal
b. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP) , dilaksanakan pada Puskesmas
Perawatan, meliputi pelayanan : perawatan dan akomodasi rawat inap,
visite dokter spesialis,
konsultasi medis,
penyuluhan, tindakan medis
dan
jahit
pemeriksaan fisik dan
kecil termasuk cuci luka,
rawat
luka,
luka, penunjang diagnostic sederhana, pemberian obat.
c. Pelayanan Gawat Darurat (emergency)
2. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit
a. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan ( LJTL), dilaksanakan pada Puskesmas
yang menyediakan pelayanan spesialistik, poliklinik spesialistik Rumah
Sakit Pemerintah yang merupakan jejaring JKBM meliputi: konsultasi
medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan oleh dokter
25
spesialis/umum, rehabilitasi medis, penunjang diagnostic: laboratorium
klinik, radiologi dan elektro medic, tindakan medis kecil-sedang,
pemeriksaan dan pengobatan gigi tingkat lanjutan, pemberian obat sesuai
formularium obat JKBM, dan pelayanan jalan
b. Rawat
Inap
Tingkat
Lanjutan (RITL), dilaksanakan pada ruang
perawatan kelas III Rumah Sakit Pemerintah, meliputi : akomodasi dan
konsumsi rawat inap kelas III,
konsultasi medis, pemeriksaan fisik,
penunjang diagnopstik: Patologi klinik, Patologi anatomi, laboratorium
mikro patologi, patologi radiologi, dan elektro medic, tindakan medis
kecil,
operasi kecil, sedang dan besar sesuai dengan kompetensinya,
pelayanan rehabilitasi medis, perawatan intensif ( ICU, ICCU, PICU,
NICU,PACU),
pemberian
obat
sesuai
formularium
obat
JKBM,
pelayanan darah, pelayanan hemodialisa (HD) sesuai indikasi medis dan
kebutuhan pasien, bahan dan alat kesehatan habis pakai
c. Pelayanan Gawat Darurat (emergency).
2.3.9 Tindakan Medis dan Pembiayaan untuk Pengobatan Gigi
Menurut Pemprov. Bali, 2010, pemeriksaan dan tindakan gigi yang
ditanggung oleh JKBM adalah sebagai berikut:
1. Pemeriksaan radiodiagnostik termasuk kedalam paket IIB dengan biaya
tertanggung Rp. 53.000,00 yaitu photo gigi biasa dan photo panoramic
2. Paket tindakan medis IIIA yaitu cabut dan tambal gigi tanpa komplikasi dan
pulpotomi dengan biaya Rp. 40.000,00 dilakukan Puskesmas
26
3. Paket IIB yaitu apeks reseksi, eksisi keloid > 5cm, eksisi kista ateroma atau
lipoma > 2cm, insisi epulis, insisi intra oral, dan pencabutan gigi dengan
komplikasi ditanggung sebesar Rp. 100.000,00 dilakukan di Poliklinik
4. Jenis pelayanan yang masuk kedalam paket IIIC adalah alveolektomi,
fistulektomi, frenectomi, gingivectomi, insisi mucocele, odontektomi dengan
local
anastesi dan
operculektomi
ditanggung sebesar Rp. 300.000,00
5. Tindakan medis operatif kelompok I yang dilakukan di Rumah
Kabupaten/Kota dengan tarif Rp. 1.750.000,00 di Rumah
Sakit
Sakit Tipe
B
(Rumah Sakit Sanjiwani atau Rumah Sakit Singaraja atau Badan Rumah
Sakit Tabanan
Rumah
Sakit
dan
Pusat
Rumah Sakit Wangaya),
Sanglah
Denpasar
dan Tipe A
ditanggung
sebesar
yaitu
Rp.
2.000.000,00 adalah odontektomi lebih dari dua element dengan nekrosa;
6. Jenis
tindakan
medis operatif kelompok II yang
Sakit Kabupaten/Kota biaya ditanggung
sebesar
dilakukan
di Rumah
Rp. 2.500.000,00 dan
Rumah Sakit Tipe B dan A biaya ditanggung sebesar Rp. 2.750.000,00 adalah
reposisi fraktur rahang sederhana dan reposisi fraktur rahang simple;
7. Tindakan medis operatif kelompok khusus hanya dilakukan di Rumah
Sakit Tipe A dan Tipe B dengan biaya
yang ditanggung sebesar
Rp. 5.000.000,00 adalah maksilektomi totalis, mandibulektomi partialis
dengan rekontruks, dan mandibulektomi totalis.
2.4 Puskesmas
2.4.1 Pengertian Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
adalah salah satu sarana
pelayanan kesehatan yang menjadi andalan atau tolak ukur dari pembangunan
27
kesehatan, sarana peran serta masyarakat, dan pusat pelayanan pertama yang
menyeluruh dari suatu wilayah (Alamsyah 2011).
Menurut Muninjaya (2004), Puskesmas merupakan unit teknis pelayanan
Dinas
Kesehatan
Kabupaten/Kota
yang
bertanggung
jawab
untuk
menyelenggarakan pembangunan kesehatan disatu atau sebagian wilayah
kecamatan yang mempunyai fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan
masyarakat, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan
tingkat pertama dalam rangka pencapaian keberhasilan fungsi Puskesmas sebagai
ujung tombak pembangunan bidang kesehatan.
Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004, Puskesmas adalah
unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas
sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota (UPTD),
berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas
kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta
ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia.
2.4.2 Visi Puskesmas
Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004, visi pembangunan
kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan
Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat adalah gambaran
masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku
sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
28
bermutu secara adil dan merata serta memliki derajat kesehatan yang setinggitingginya. Indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai mencakup 4 indikator
utama yakni: 1). Lingkungan sehat; 2). Perilaku sehat; 3). Cakupan pelayanan
kesehatan yang bermutu; 4). Derajat kesehatan penduduk kecamatan.
2.4.3 Misi Puskesmas
Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004, misi pembangunan
kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya
misi pembangunan kesehatan nasional. Misi tersebut adalah: 1). Menggerakkan
pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas akan selalu
menggerakkan pembangunansektor lain yang diselenggarakan di wilayah
kerjanya, agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu pembangunan yang tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, setidak-tidaknya terhadap
lingkungan dan perilaku masyarakat; 2). Mendorong kemandirian hidup sehat
bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya. Puskesmas akan selalu
berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah
kerjanya makin berdaya dibidang kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan
dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat; 3). Memelihara dan
meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
yang diselenggarakan Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar dan memuaskan masyarakat,
mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi
pengelolaan
dana
sehingga dapat
dijangkau oleh
seluruh
anggota
masyarakat; 4). Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga
29
dan masyarakat
beserta lingkungannya. Puskesmas akan selalu berupaya
memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan
penyakit, serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
yang berkunjung dan
yang
bertempat
tinggal
di wilayah kerjanya, tanpa
diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan
yang sesuai. Upaya
pemeliharaan
dan
peningkatan yang
dilakukan
Puskesmas mencakup pula aspek lingkungan dari yang bersangkutan.
2.4.4 Tujuan Puskesmas
Menurut
pembangunan
mendukung
Kepmenkes
RI
No.
128/Menkes/SK/II/2004,
kesehatan
yang
diselenggarakan
tercapainya
tujuan
pembangunan
oleh
Puskesmas
kesehatan
nasional
tujuan
adalah
yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang yang
bertempat tinggal di wilayah
derajat kesehatan
setinggi-tingginya
dalam
kerja Puskesmas
agar terwujud
rangka mewujudkan Indonesia
Sehat.
2.4.5 Fungsi Puskesmas
Menurut Notoatmodjo (2003), fungsi Puskesmas dalam melaksanakan
dapat mewujudkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu menggerakkan
pembangunan
kecamatan
yang
berwawasan
pembangunan,
mendorong
kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat, memelihara dan
meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu merata dan terjangkau serta
30
memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, kelompok dan masyarakat
serta lingkungannya.
Menurut Azwar (1996 cit. Dede Subakti 2009), sesuai dengan Sistem
Kesehatan Nasional sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
mempunyai tiga fungsi sebagai berikut:
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan Puskesmas.
Puskesmas harus mampu membantu menggerakkan (motivator,fasilitator) dan
turut serta memantau pembangunan yang diselenggarakan di tingkat
kecamatan agar dalam pelaksanaannya mengacu, berorientasi serta dilandasi
oleh kesehatan sebagai faktor pertimbangan utama.
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga
Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non
instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat atau
keluarga agar mampu mengidentifikasikan masalah, merencanakan dan
mengambil keputusan untuk pemecahannya dengan benar.
3. Pusat Pelayanan Tingkat Pertama.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health service) adalah
pelayanan kesehatan yang bersifat pokok (basic health service) yang sangat
dibutuhkan oleh sebagian masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan
tingkat
pertama
yang
diselenggarakan
Puskesmas
bersifat
holistic,
komprehensif, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat
pertama meliputi pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan medik. Pada
31
umumnya pelayanan kesehatan pertama ini bersifat pelayanan rawat jalan
(ambulatory/out patient service).
2.4.6 Program Kesehatan Puskesmas
Menurut Alamsyah (2011) agar dapat memberikan kontribusi dan
distribusi terhadap masyarakat dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh di
wilayah kerjanya, Puskesmas memiliki atau menjalankan beberapa program
pokok yang meliputi: Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB),
Usaha Perbaikan Gigi, Kesehatan Lingkungan (Kesling), Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM), Pengobatan Termasuk Pelayanan
Darurat Karena Kecelakaan, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (Promkes),
Kesehatan Sekolah, Kesehatan Jiwa, Laboratorium Sederhana, Pencatatan
Pelaporan dalam rangka Sistem Imunisasi Kesehatan, Kesehatan Olah Raga,
Kesehatan Usia Lanjut, Kesehatan Gigi dan Mulut, Pembinaan Pengobatan
Tradisional, dan Perawatan Kesehatan Masyarakat. Berdasarkan enam belas (16)
program Puskesmas yang disebutkan dibedakan menjadi dua yaitu program
kesehatan dasar dan program kesehatan pengembangan.
Program kesehatan dasar ada enam atau yang di kenal dengan The Six
Basic yang terdiri dari promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu
dan anak termasuk keluarga berencana, kebaikan gizi, pemberantasan penyakit
menular dan pengobatan yang dimaksud disini adalah program lain yang sesuai
misalnya adalah berupa Puskesmas yang letaknya industri dan Puskesmas daerah
terpencil ( Alamsyah 2011).
32
2.4.7 Kedudukan Puskesmas
Dalam Sistem Kesehatan Nasional (2004), dijelaskan kependudukan
adalah sebagai berikut:
a.
Puskesmas sebagai aspek funsional, dalam hal ini Puskesmas dibedakan
menjadi tiga bidang yaitu bidang pelayanan kesehatan masyarakat artinya
Puskesmas merupakan pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat
pertama yang di bina oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang
kedua di bidang pelayanan medik artinya Puskesmas merupakan unit
pelayanan medik dasar tingkat pertama yang secara teknis dapat
berkoordinasi dan bekerja sama dengan RSUD Kabupaten/Kota. Yang ketiga
adalah Puskesmas berkedudukan sebagai pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang merupakan ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di
Indonesia.
b.
Puskesmas sebagai aspek organisasi struktural dan berkedudukan sebagai
pelaksana teknis dinas di pimpin oleh seorang kepala, yang berada dibawah
dan bertanggung
jawab kepada Kepala Kabupaten/Kota dan secara
operasional dikoordinasikan oleh camat.
Secara rumusan organisasi Puskesmas sebagai UPTD dari Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota bahwa Puskesmas juga memiliki peran ganda sebagai tugas
teknis operasional untuk melaksanakan kegiatan teknis yang langsung
berhubungan dengan masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
mempunyai tugas untuk menetapkan struktur organisasi Puskesmas dengan
pertimbangan beban kerja dan potensi sumber daya yang ada di Puskesmas.
33
2.5 Kerangka Konsep
Kerangka konsep dalam penelitian ini akan digambarkan sebagai berikut.
Kualitas Pelayanan JKBM di Puskesmas Kota Denpasar, meliputi:
a. Kehandalan (reliability)
b. Ketanggapan (responsiveness)
c. Keyakinan (assurance)
d. Perhatian (emphaty)
e. Penampilan (tangible)
Pasien Gigi dan Mulut Pengguna JKBM
di Puskesmas Kota Denpasar
Tingkat Kepuasan Pasien Gigi dan Mulut Pengguna JKBM di
Puskesmas Kota Denpasar
Keterangan
: arah hubungan variabel penelitian
: Indikator variabel penelitian
Gambar 2.1 Kerangka konsep kualitas pelayanan JKBM terhadap tingkat
kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas kota Denpasar.
Berdasarkan Gambar 2.1 menunjukkan indikator kualitas pelayanan
JKBM di Puskesmas Kota Denpasar terdiri dari
kehandalan (reliability),
ketanggapan (responsiveness), keyakinan (assurance), perhatian (emphaty), dan
penampilan (tangible) (Kotler 1997 cit. Hufron dan Supratman 2008). Kelima
indikator tersebut digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui kualitas
pelayanan yang diberikan di puskesmas terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan
mulut pengguna JKBM di kota Denpasar.
BAB III
HIPOTESIS
Menurut Tjiptono (2000) yang dikutip oleh Hendroyono menyebutkan
bahwa kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan.
Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan
hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan seperti ini
memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan
serta kebutuhan mereka.
Bila jasa yang diterima berada di bawah garis adequate service (tingkat
kinerja minimal), penerima jasa pelayanan akan kecewa atau tidak puas.
Sebaliknya, bila kinerja jasa pelayanan berada diatas garis desired service (tingkat
kinerja jasa yang diharapkan), penerima jasa akan puas menerima jasa pelayanan.
Pendekatan seperti ini sering digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan para
pengguna pelayanan kesehatan dikaitkan dengan kualitas pelayanan atau
kemampuan manajemen institusi penyedia pelayanan kesehatan memproduksi
berbagai jenis pelayanan kesehatan yang bisa disediakan untuk masyarakat
(Muninjaya 2011).
Menurut Kotler (1997 cit. Hufron dan Supratman 2008) kualitas jasa
pelayanan agak sulit diukur, karena umumnya bersifat subyektif, sebab kualitas
jasa pelayanan menyangkut kepuasan seseorang, persepsi, latar belakang, sosial
ekonomi, norma, pendidikan, budaya, bahkan kepribadian seseorang. Untuk
mengukur kualitas pelayanan, terdapat lima dimensi kualitas jasa atau pelayanan
yaitu:
kehandalan
(reliability),
ketanggapan
34
(responsiveness),
keyakinan
35
(assurance), perhatian (empathy), dan penampilan (tangible). Dimana dimensi
kualitas jasa atau pelayanan ini dapat digunakan sebagai indikator dalam
menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan jasa yang telah
diberikan.
Pada dasarnya kepuasan dan ketidakpuasan pasien atas kualitas pelayanan
kesehatan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya. Hal ini ditunjukkan pasien
setelah berkunjung ke pelayanan kesehatan (Kotler, 1997 cit. Hufron dan
Supratman 2008). Apabila pasien merasa puas, maka pasien tersebut akan
menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali datang berkunjung ke
pelayanan kesehatan. Pasien yang puas, cenderung memberikan referensi yang
baik terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya kepada orang lain. Tetapi,
tidak demikian oleh pasien yang tidak puas (disatisfied). Pasien yang tidak puas
dapat melakukan tindakan dengan tidak akan memanfaatkan lagi pelayanan
kesehatan tersebut (Lupiyoadi 2001).
Kepuasan dan ketidakpuasan pasien akan suatu pelayanan kesehatan,
merupakan akhir dari proses pemberian pelayanan kesehatan yang memberikan
dampak tersendiri kepada perilaku pasien akan pelayanan yang diterimanya.
Pembentukan sikap dan perilaku pasien terhadap pelayanan yang diterimanya
berdasarkan hasil pengalaman sebelumnya. Pasien yang merasa puas akan
pelayanan mungkin akan mengembangkan sikap yang mendukung, misalnya akan
berkata positif tentang pelayanan kesehatan yang diterimanya. Sebaliknya,
pemberi pelayanan kesehatan gagal memenuhi fungsinya sebagaimana yang
diharapkan, dan pasien merasa tidak puas, maka pasien dapat menimbulkan sikap
negatif dengan mudah, seperti berkata negatif tentang pelayanan yang
36
diterimanya, dan tidak penggunakan pelayanan kesehatan tersebut kembali
(Lupiyoadi 2001).
Bertitik tolak dari penjelasan diatas, maka hipotesis yang dapat diajukan
adalah kualitas pelayanan dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Semakin
baik dan sempurnanya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas,
maka semakin puas pasien dalam menerima pelayanan sehingga dapat memotivasi
pasien untuk datang kembali menggunakan jasa pelayanan kesehatan tersebut.
Namun apabila sebaliknya semakin rendah dan buruknya kualitas pelayanan
kesehatan yang diberikan di Puskesmas, maka semakin tidak puas pasien dalam
menerima pelayanan sehingga menyebabkan pasien tidak menggunakan
pelayanan kesehatan tersebut kembali.
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.
4.2 Identifikasi Variabel
Adapun variabel yang ditentukan dalam penelitian ini adalah:
4.2.1 Variabel Pengaruh
: Kualitas Pelayanan JKBM
4.2.2 Variable Terpengaruh
: Tingkat Kepuasan Pasien
4.3 Definisi Operasional
Definisi operasional dari masing-masing variabel penelitian dapat
dijelaskan sebagai berikut.
4.3.1
Kualitas Pelayanan JKBM adalah sesuatu yang harus dikerjakan
dengan baik oleh operator, termasuk tingkat baik buruknya suatu
pelayanan kesehatan yang ditinjau dari lima dimensi yaitu:
kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan
(assurance), perhatian (empathy), dan penampilan (tangible).
4.3.2 Tingkat Kepuasan Pasien adalah perasaan senang yang muncul setelah
tercapainya kebutuhan pasien dan melebihi apa yang diharapkan
pasien. Diukur dengan berpedoman terhadap skala pengukuran Likert,
yang dikategorikan menjadi sangat puas, puas, cukup puas, tidak
puas, dan sangat tidak puas.
37
38
4.4 Subyek Penelitian
4.4.1 Populasi
Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh pasien gigi dan
mulut pengguna JKBM yang berobat ke Puskesmas di Kota Denpasar.
4.4.2 Sampel
Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan
dengan finite population yaitu populasi yang jumlah seluruh anggotanya
dapat di daftar dan di data. Jumlah masyarakat yang terdaftar memiliki
JKBM di kota Denpasar tahun 2012 diketahui berjumlah 565.891 orang.
Untuk mengukur sampel minimal dari pengguna JKBM di Kota Denpasar,
maka peneliti mengukur dengan menggunakan Rumus Slovin.
n
=
N
1 N
2
Dimana:
n
= jumlah sampel minimum
N = jumlah populasi
α
= taraf signifikansi 0,05 (5%) (dengan tingkat kesalahan 5%)
n
=
565 .891
1 (565 .891).(0,05) 2
n
=
565 .891
1.415 ,7275
n
=
399,717
= 400
39
Jadi besar sampel minimal yang harus diambil adalah 400 orang pasien
gigi dan mulut pengguna JKBM di Puskesmas kota Denpasar.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive incidental
sampling. Purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan
pertimbangan ahli bahwa sampel yang digunakan adalah pasien gigi dan
mulut yang berobat ke Puskesmas di kota Denpasar dengan menggunakan
JKBM, dan incidental sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan
kebetulan, siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat
digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan dijumpai dianggap
cocok sebagai sumber data. Sampel tersebut diperoleh dari empat
Puskesmas di Kota Denpasar yaitu Puskesmas di Kecamatan Denpasar
Utara, Denpasar Timur, Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Dari
masing-masing Puskesmas tersebut diambil sebanyak 100 orang pasien
untuk dilakukan penelitian dengan menjawab kuisioner yang telah
diberikan peneliti. Pada pasien anak-anak atau pasien yang sudah lanjut
usia, pengisian kuesioner dilakukan oleh orang tua atau keluarga yang
mendampingi ke Puskesmas.
40
Puskesmas
di Kota Denpasar
Puskesmas
Denpasar
Utara
Puskesmas
Denpasar
Timur
Puskesmas
Denpasar
Barat
Puskesmas
Denpasar
Selatan
Puskesmas I
Denpasar Utara
Puskesmas I
Denpasar Timur
Puskesmas I
Denpasar Barat
Puskesmas I
Denpasar Selatan
Puskesmas II
Denpasar Utara
Puskesmas II
Denpasar Timur
Puskesmas II
Denpasar Barat
Puskesmas II
Denpasar Selatan
Puskesmas III
Denpasar Utara
Puskesmas III
Denpasar Selatan
Puskesmas IV
Denpasar Selatan
Puskesmas I
Denpasar
Utara
Puskesmas II
Denpasar
Timur
Puskesmas I
Denpasar
Barat
Puskesmas I
Denpasar
Selatan
100 orang
100 orang
100 orang
100 orang
Gambar 4.1 Alur Penentuan Sampel.
Kota Denpasar terbagi dalam empat kecamatan yaitu Kecamatan Denpasar
Utara, Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Barat, dan Kecamatan
Denpasar Selatan. Setiap Kecamatan terdiri dari beberapa Puskesmas. Dari
masing-masing Kecamatan tersebut diambil secara acak, dengan memilih masingmasing satu Puskesmas di setiap Kecamatan di Kota Denpasar. Dari setiap
Puskesmas diambil masing-masing 100 orang sampel untuk dilakukan penelitian.
41
4.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah
kuesioner tentang Kualitas Pelayanan JKBM Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar. Kuesioner yang digunakan terdiri
dari dua bagian:
1.
Kuesioner tentang kualitas pelayanan JKBM. Data ini di kumpulkan untuk
mengetahui bagaimana penilaian pasien terhadap kualitas pelayanan yang
diberikan oleh Puskesmas di kota Denpasar. Kelima aspek dimensi kualitas
yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible dinilai
dengan menggunakan lima kategori pengukuran yaitu sangat baik (nilai 5),
baik (nilai 4), cukup baik (3), tidak baik (nilai 2), sangat tidak baik (nilai 1).
2.
Kuesioner kepuasan pasien. Data ini diperlukan untuk mengetahui kepuasan
pasien pengguna JKBM setelah mendapatkan pelayanan di poliklinik gigi dan
mulut di Puskesmas kota Denpasar sebagai tanggapan atau masukan kepada
pihak
penyedia
jasa
pelayanan.
Kepuasan
pasien
dinilai
dengan
menggunakan lima kategori pengukuran yaitu sangat puas (nilai 5), puas
(nilai 4), cukup puas (nilai 3),
tidak puas (nilai 2), sangat tidak
puas
(nilai 1).
Kuesioner tersebut dalam pengukurannya berpedoman pada skala
pengukuran yang dikembangkan Likert atau yang sering disebut dengan Skala
Likert. Kuesioner yang digunakan diadopsi dari skripsi dengan judul Analisis
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Poliklinik Gigi
BRSU Tabanan yang kemudian di modifikasi kembali oleh penulis. Kuesioner
dalam penelitian ini sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas.
42
Uji validitas adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan
seberapa tepat suatu item pertanyaan dapat mengukur suatu variabel yang akan
diukur atau diteliti. Nilai validitas suatu item pertanyaan dikatakan valid jika nilai
signifikansi suatu item pertanyaan <0,05. Sedangkan uji reliabilitas adalah uji
statistik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas atau kestabilan
serangkaian item pertanyaan dalam kehandalannya untuk mengukur suatu
variabel. Nilai reliabilitas suatu pertanyaan dikatakan reliable jika nilai Alpha
Cronbach untuk uji reliabilitasnya >0,6.
Dalam kuesioner pertama yaitu kuesioner tentang kualitas pelayanan
JKBM, setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dari 29 pertanyaan yang
dilakukan uji validitas, keseluruhan pertanyaan tersebut valid dengan nilai
signifikansi <0,05 dan nilai Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas kualitas
pelayanan JKBM sebesar 0,927 yang termasuk dalam data yang reliable atau
stabil.
Selanjutnya pada kuesioner kedua yaitu kuesioner tentang kepuasan
pasien, setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dari 29 pertanyaan yang
dilakukan uji validitas, keseluruhan pertanyaan tersebut valid dengan nilai
signifikansi <0,05 dan nilai Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas kepuasan pasien
sebesar 0,914 yang juga termasuk dalam data yang reliable atau stabil.
Setelah melakukan uji validitas dan uji reliabilitas, data yang diperoleh
dilakukan uji normalitas data guna menentukan analisis data yang digunakan
selanjutnya dalam penelitiaan. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data
dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov
karena sampel yang digunakan
43
dalam penelitian termasuk dalam sampel jumlah besar. Suatu data dikatakan
normal apabila nilai Asymp. Signifikansi uji normalitasnya >0,05.
Untuk data pada kuesioner kualitas pelayanan JKBM diperoleh Asymp.
Signifikansi uji normalitas sebesar 0,70 dan untuk data pada kuesioner kepuasan
pasien diperoleh Asymp. Signifikansi uji normalitas sebesar 0,92. Dari kedua data
tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal dan data dalam
penelitian tersebut termasuk dalam data parametrik.
4.6 Alat dan Bahan Penelitian
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pulpen dan papan
alas tulis.
4.7 Lokasi dan Waktu
Lokasi dan waktu pelaksanaan dalam penelitian ini yaitu
4.7.1
Lokasi
: Puskesmas di Kota Denpasar; Puskesmas I Denpasar
Utara, Puskesmas II Denpasar Timur, Puskesmas I
Denpasar Barat, dan Puskesmas I Denpasar Selatan.
4.7.2
Waktu
: Juli 2013 – selesai.
4.8 Jalannya Penelitian
Jalannya penelitian dalam penelitian ini adalah
1. Peneliti mencari data tentang Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) dan
data tentang Puskesmas yang ada di Kota Denpasar pada Dinas Kesehatan
Kota Denpasar dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
44
2. Peneliti membuat kuisioner dan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas
terhadap kuisioner yang akan diberikan kepada pasien.
3. Peneliti memilih Puskesmas yang akan dilakukan penelitian secara acak,
dengan memilih masing-masing satu Puskesmas di setiap Kecamatan di Kota
Denpasar.
4. Peneliti meminta bantuan kepada teman untuk membantu penelitian
dan
mengintruksikan tata cara pengisian kuesioner sehingga terdapat persamaan
persepsi dalam tata cara pengisian kuesioner.
5. Peneliti memperkenalkan diri, serta meminta ijin kepada Kepala Puskesmas
sebelum melakukan penelitian.
6. Peneliti memperkenalkan diri, serta menginformasikan tujuan dilakukannya
penelitian kepada pasien.
7. Peneliti meminta kesediaan kepada pasien gigi dan mulut pengguna JKBM di
Puskesmas Kota Denpasar untuk menjadi sampel.
8. Peneliti meminta kesediaan sampel untuk mengisi lembar persetujuan.
9. Kuesioner dibagikan kepada setiap sampel.
10. Peneliti menginstruksikan tata cara pengisian kuesioner kepada sampel.
11. Apabila ada pertanyaan yang tidak di mengerti oleh sampel, boleh ditanyakan
pada peneliti.
12. Mengumpulkan kuesioner
13. Analisis data
45
4.9 Analisis Data
Untuk dapat mengetahui adanya hubungan antar variabel maka data
kuantitatif yang telah terkumpul di analisa dengan menggunakan analisis bivariate
correlation atau dikenal dengan nama korelasi Product Moment Pearson, regresi
linier sederhana, dan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh variabel
kualitas
yang
terdiri
dari
aspek
kehandalan
(reliability),
ketanggapan
(responsiveness), keyakinan (assurance), perhatian (emphaty), dan penampilan
(tangible) terhadap variabel kepuasan.
BAB V
HASIL PENELITIAN
5.1 Karakteristik Responden
Responden pada penelitian ini yaitu pasien gigi dan mulut pengguna
JKBM yang berobat ke Puskesmas di Kota Denpasar. Kuesioner ini diberikan
kepada 400 orang responden berdasarkan pengambilan sampel yang dilakukan
secara purposive incidental sampling. Responden tersebut diperoleh dari empat
Puskesmas di Kota Denpasar yaitu Puskesmas di Kecamatan Denpasar Utara,
Denpasar Timur, Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Dari masing-masing
Puskesmas tersebut diambil sebanyak 100 orang responden
untuk dilakukan
penelitian dengan menjawab kuesioner yang telah diberikan peneliti.
5.1.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 5.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No.
Jenis Kelamin
Frekuensi
Persentase
1.
Perempuan
238
59,5 %
2.
Laki-laki
162
40,5 %
400
100 %
Total
Dari data
hasil
penelitian
dapat dilihat
bahwa
berdasarkan jenis
kelamin, responden perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden
laki-laki dengan jumlah persentase responden perempuan sebesar 59,5%.
46
47
5.1.2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur
Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur
No.
Umur (tahun)
Frekuensi
Persentase
1.
< 20
38
9,5 %
2.
20 - 40
218
54,5 %
3.
41 - 60
144
36,0 %
400
100 %
Total
Dilihat dari data umur yang telah diperoleh, mayoritas responden dalam
penelitian ini adalah responden berusia 20 sampai 40 tahun dengan jumlah
melebihi dari setengah jumlah responden. Berdasarkan usia menunjukkan bahwa
responden penelitian rata-rata berusia produktif.
5.1.3 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir
Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir
No.
Pendidikan Terakhir
Frekuensi
Persentase
1.
SD
36
9,0 %
2.
SMP
19
4,8 %
3.
SMA
271
67,8 %
4.
Perguruan Tinggi
74
18,5 %
400
100 %
Total
48
Ditinjau dari tingkat pendidikan terakhirnya, sebagian besar dari
responden dalam penelitian ini berlatar belakang pendidikan SMA dengan jumlah
persentase mencapai 67,8%.
5.1.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 5.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
No.
Pekerjaan
Frekuensi
Persen Frekuensi
1.
Pelajar/Mahasiswa
33
8,3 %
2.
Ibu Rumah Tangga
102
25,5 %
3.
Wiraswasta
148
37,0 %
4.
Pegawai/Karyawan Swasta
117
29,3 %
400
100 %
Total
Dari data hasil penelitian yang diperoleh, mayoritas pekerjaan responden
adalah wiraswasta dengan persentase 37,0%.
49
5.2 Analisis Kualitas Pelayanan JKBM terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar
Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM yang
diberikan di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar dapat
diketahui melalui tabel di bawah ini :
Tabel 5.5 Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar di tinjau dari
aspek kehandalan (reliability).
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat tidak baik
0
0,00%
7–9
Tidak Baik
12
3,0%
10 – 13
Cukup Baik
23
5,75%
14 – 16
Baik
114
28,5%
17 - 20
Sangat Baik
251
62,75%
SKOR
KRITERIA
4–6
100%
Tabel 5.5 memperlihatkan distribusi jawaban responden terhadap kualitas
pelayanan JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar yang
ditinjau dari aspek kehandalan (reliability) dengan menanyakan 4 buah pertanyaan
menunjukkan bahwa dari 400 orang responden, 251 orang menyatakan bahwa
kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang di tinjau dari aspek kehandalan
(reliability) yang telah diberikan sudah sangat baik (62,75%).
50
Tabel 5.6 Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar di tinjau dari
aspek ketanggapan (responsiveness).
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat tidak baik
7
1,75%
6–7
Tidak Baik
25
6,25%
8 – 10
Cukup Baik
39
9,75%
11 – 13
Baik
186
46,5%
14 – 15
Sangat Baik
143
35,75%
SKOR
KRITERIA
3–5
100%
Tabel 5.6 memperlihatkan distribusi jawaban responden terhadap kualitas
pelayanan JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar yang
ditinjau dari aspek ketanggapan (responsiveness) dengan menanyakan 3 buah
pertanyaan menunjukkan bahwa dari 400 orang responden, 186 orang menyatakan
bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang di tinjau dari aspek ketanggapan
(responsiveness) yang telah diberikan sudah baik dengan nilai persentase yang
diperoleh yaitu sebesar 46,5%.
Tabel 5.7 Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar di tinjau dari
aspek keyakinan (assurance).
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat tidak baik
0
0,00%
7–9
Tidak Baik
21
5,25%
10 – 13
Cukup Baik
41
10,25%
14 – 16
Baik
97
24,25%
17 - 20
Sangat Baik
241
60,25%
SKOR
KRITERIA
4–6
100%
51
Tabel 5.7 memperlihatkan distribusi jawaban responden terhadap kualitas
pelayanan JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar yang
ditinjau dari aspek keyakinan (assurance) dengan menanyakan 4 buah pertanyaan
menunjukkan bahwa dari 400 orang responden, 241 orang menyatakan bahwa
kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang ditinjau dari aspek keyakinan
(assurance) yang telah diberikan sudah sangat baik (60,25%).
Tabel 5.8 Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas kota Denpasar di tinjau dari
aspek Perhatian (Emphaty).
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat tidak baik
0
0,00%
9 – 12
Tidak Baik
14
3,5%
13 – 15
Cukup Baik
27
6,75%
16 – 19
Baik
80
20,0%
20 – 25
Sangat Baik
279
69,75%
SKOR
KRITERIA
5–8
100%
Tabel 5.8 memperlihatkan distribusi jawaban responden terhadap kualitas
pelayanan JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar yang
ditinjau dari aspek perhatian (emphaty) dengan menanyakan 5 buah pertanyaan
menunjukkan bahwa dari 400 orang responden, 279 orang menyatakan bahwa
kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang ditinjau dari aspek perhatian
(emphaty) yang telah diberikan sudah sangat baik dengan nilai persentase yang
diperoleh sebesar (69,75%).
52
Tabel 5.9 Distribusi jawaban responden terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar di tinjau dari
aspek penampilan (tangible).
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat tidak baik
0
0,00%
24 – 33
Tidak Baik
4
1,00%
34 – 44
Cukup Baik
54
13,5%
45 – 54
Baik
151
37,75%
55 - 65
Sangat Baik
191
47,75%
SKOR
KRITERIA
13 – 23
100%
Tabel 5.9 memperlihatkan distribusi jawaban responden terhadap kualitas
pelayanan JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar yang
ditinjau dari aspek penampilan (tangible) dengan menanyakan 13 pertanyaan
menunjukkan bahwa dari 400 orang responden 191 orang menyatakan bahwa
kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang ditinjau dari aspek penampilan
(tangible) yang telah diberikan sudah sangat baik (47,75%).
Tabel 5.10 Distribusi jawaban responden terhadap kepuasan pasien JKBM di
poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar.
JUMLAH
PERSENTASE
TOTAL
(ORANG)
(%)
(N=400)
Sangat Tidak Puas
0
0,00%
46 – 70
Tidak Puas
2
0,5%
71 – 95
Cukup Puas
40
10,0%
96 – 120
Puas
144
36,0%
121 - 145
Sangat Puas
214
53,5%
SKOR
KRITERIA
29 – 45
100%
53
Tabel 5.10 menunjukkan distribusi jawaban responden terhadap kepuasan
pasien JKBM di poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar dengan
menanyakan 29 buah pertanyaan menunjukkan bahwa dari 400 orang responden
sebanyak 214 orang pasien
menyatakan
sangat puas terhadap pelayanan
kesehatan gigi dan mulut yang telah diberikan (53,5%).
5.3 Analisis Antar Variabel
Uji korelasi product moment pearson digunakan untuk dapat mengetahui
ada tidaknya korelasi antar dua variabel.
Tabel 5.11 Korelasi product moment pearson antara kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas Kota
Denpasar.
N
R
Sig.
400
0,976
0,000
Tabel 5.11 menunjukkan nilai hubungan antara kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas Kota Denpasar
sebesar 0,976 dengan nilai signifikansi
value sebesar 0,000 dengan arah yang
positif. Menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas pelayanan JKBM
dengan tingkat kepuasan pasien, artinya semakin baik kualitas pelayanan yang
diberikan maka kepuasan pasien akan meningkat.
Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara masing-masing dimensi
kualitas dengan kepuasan, untuk pengujiannya juga digunakan uji korelasi
product moment pearson.
54
Tabel 5.12 Korelasi product moment pearson antara masing-masing dimensi
kualitas pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan gigi dan mulut
di Puskesmas Kota Denpasar.
No.
DIMENSI
R
N
Sig.
1.
Kehandalan (reliability)
0,730
400
0,000
2.
Ketanggapan (responsiveness)
0,699
400
0,000
3.
Keyakinan (assurance)
0,815
400
0,000
4.
Perhatian (emphaty)
0,864
400
0,000
5.
Penampilan (tangible)
0,860
400
0,000
Berdasarkan tabel di atas dijelaskan bahwa korelasi antara kehandalan
(reliability) dengan kepuasan sebesar 0,730; korelasi antara ketanggapan
(responsiveness) dengan kepuasan
yaitu 0,699; korelasi antara keyakinan
(assurance) dengan kepuasan sebesar 0,815; korelasi antara perhatian (emphaty)
dengan kepuasan sebesar 0,864; dan nilai 0,860 untuk korelasi antara penampilan
(tangible) dengan kepuasan, serta masing-masing dimensi tersebut memiliki nilai
signifikansi 0,000.
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang bermakna dari masingmasing dimensi kualitas (reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan
tangible) terhadap kepuasan pasien yang ditinjau dari aspek kualitas maka
digunakan uji regresi linier sederhana.
55
Tabel 5.13 Analisa regresi linier sederhana antara dimensi antara kualitas
pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di
Puskesmas Kota Denpasar.
No.
Dimensi
Constanta
B
Sign.
1.
Kehandalan (reliability)
53,364
3,827
0,000
2.
Ketanggapan (responsiveness)
66,013
4,192
0,000
3.
Keyakinan (assurance)
54,394
3,856
0,000
4.
Perhatian (emphaty)
41,453
3,793
0,000
5.
Penampilan (tangible)
27,797
1,720
0,000
Berdasarkan
tabel
di atas didapatkan
hasil
bahwa
terdapat
pengaruh yang bermakna dari masing-masing dimensi kualitas (reliability,
responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible) terhadap kepuasan pasien yang
ditinjau dari aspek
kualitas. Nilai signifikansi dari masing-masing dimensi
adalah 0,000 (p < 0,05). Artinya masing-masing dimensi mempunyai pengaruh
yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien JKBM di poliklinik gigi.
Berdasarkan hasil pengujian regresi sederhana di atas maka diketahui
dimensi yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap kualitas pelayanan yaitu
ketanggapan (responsiveness), kemudian diikuti oleh keyakinan (assurance),
kehandalan (reliability), dan perhatian (emphaty). Dimensi penampilan (tangible)
merupakan dimensi yang memiliki pengaruh terendah terhadap kualitas
pelayanan.
Dengan adanya pengaruh yang bermakna ini, maka seluruh dimensi
tersebut dapat dimasukkan ke dalam uji regresi linier berganda.
56
Uji regresi linier berganda dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh
secara bersama-sama antara variabel kualitas pelayanan JKBM di poliklinik gigi
dan mulut terhadap variabel kepuasan pasien.
Tabel 5.14 Analisa regresi linier berganda antara kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas Kota
Denpasar.
No.
Dimensi
Kehandalan
1.
2.
Constanta
(reliability)
Ketanggapan
(responsiveness)
Keyakinan
3.
(assurance)
11,140
Perhatian
4.
(emphaty)
Penampilan
5.
(tangible)
B
Adjusted R
R
Square
Sign.
0,742
0,000
0,855
0,000
0,998
0,953
0,976
0,000
0,836
0,000
0,962
0,000
Tabel 5.14 menunjukkan bahwa signifikansi dimensi kehandalan
(reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan (assurance), perhatian
(emphaty),
dan
penampilan
(tangible)
memiliki
nilai
signifikansi
sebesar 0,00 (p < 0,05). Artinya kelima dimensi tersebut secara bersama-sama
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pelayanan JKBM di
poliklinik gigi. Nilai R yang menunjukkan adanya korelasi antara kualitas
pelayanan JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas
Kota Denpasar sebesar 0,976. Artinya terdapat korelasi yang kuat dengan arah
57
yang positif secara bersama-sama antara masing-masing dimensi, sedangkan nilai
Adjusted R Square sebesar 0,953, menunjukkan kontribusi secara bersama-sama
dari seluruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien sebesar 95,3%
sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
Diketahui bahwa persamaan regresi berganda adalah
Y=
+ X1 + X2 + X3 + X4 + X5
sehingga berdasarkan rumus regresi berganda di atas, maka dapat ditulis hasil
persamaan regresi sebagai berikut.
Y = 11,140 + 0,742 + 0,855 + 0,998 + 0,836 + 0,962
Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan nilai konstanta sebesar 11,140
artinya bahwa apabila variabel dimensi kehandalan (reliability), ketanggapan
(responsiveness), keyakinan (assurance), perhatian (emphaty) dan penampilan
(tangible) tidak mengalami perubahan maka kepuasan pasien adalah konstan
sebesar 11,140. Nilai B pada variabel kehandalan (reliability) adalah sebesar
0,742 artinya apabila variabel kehandalan (reliability) mengalami satu kali
peningkatan maka akan meningkatkan kepuasan pasien sebesar 0,742. Nilai B
pada variabel ketanggapan (responsiveness) adalah sebesar 0,855 artinya apabila
variabel ketanggapan (responsiveness) mengalami satu kali peningkatan maka
akan meningkatkan
kepuasan pasien
sebesar 0,855. Nilai B pada variabel
keyakinan (assurance) adalah sebesar 0,998 artinya apabila variabel keyakinan
(assurance) mengalami satu kali peningkatan maka akan menigkatkan kepuasan
pasien sebesar 0,998. Nilai B pada variabel perhatian (emphaty) adalah sebesar
0,836 artinya apabila variabel perhatian (emphaty) mengalami satu kali
58
peningkatan maka akan meningkatkan kepuasan pasien sebesar 0,836. Nilai B
pada variabel penampilan (tangible) adalah sebesar 0,962 artinya apabila variabel
penampilan (tangible) mengalami satu kali peningkatan maka akan meningkatkan
kepuasan pasien sebesar 0,962.
Berdasarkan dari hasil pengujian regresi berganda di atas maka diketahui
kelima dimensi tersebut secara bersama-sama yang mempunyai pengaruh terbesar
terhadap kualitas pelayanan yaitu keyakinan (assurance), kemudian diikuti oleh
penampilan (tangible), ketanggapan (responsiveness), dan perhatian (emphaty).
Dimensi kehandalan (reliability) merupakan dimensi yang memiliki pengaruh
terendah terhadap kualitas pelayanan.
Tabel 5.15 Analisa regresi linier sederhana antara kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas Kota
Denpasar.
Constanta
B
Adjusted R Square
R
Sign.
11,177
0,903
0,953
0,976
0,000
Berdasarkan Tabel 5. 15 di atas, maka dapat ditulis hasil persamaan regresi
sederhana sebagai berikut. Y =
Y = 11,177 + 0,903
Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan nilai konstanta sebesar 11,177
artinya bahwa apabila variabel kualitas pelayanan tidak mengalami perubahan
maka kepuasan pasien adalah konstan sebesar 11,177. Nilai B pada variabel
kualitas pelayanan adalah sebesar 0,903 artinya apabila variabel kualitas
pelayanan mengalami satu kali peningkatan maka akan meningkatkan kepuasan
pasien sebesar 0,903.
BAB VI
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat jelaskan bahwa dari 400 jumlah
reponden yang menerima pelayanan JKBM di Poliklinik gigi dan mulut di
Puskesmas Kota Denpasar mayoritas responden menyatakan sangat puas
sebanyak
214 orang (53,5%). Kepuasan pasien terjadi karena prosedur
penerimaan pasien JKBM di Puskesmas, kesigapan tenaga kesehatan pada saat
pasien membutuhkan perawatan, keterampilan petugas kesehatan dalam bekerja,
rasa empati terhadap pasien, kesiapan alat medis yang dipakai sudah baik.
Sedangkan yang menyatakan
tidak puas sebanyak 2 orang (0,5%). Penyebab
ketidakpuasan pasien berdasarkan tinjauan hasil kuesioner bahwa pasien tidak
puas
dengan
keadaan
gedung Puskesmas karena kondisi gedung
yang
mempunyai arsitektur bangunan lama belum diadakan renovasi seperti
Puskesmas I Denpasar Selatan. Penyebab lainnya adalah ruang parkir yang
tersedia sempit sehingga tidak bisa menampung jumlah kendaraan yang banyak.
Berdasarkan hasil pengujian regresi berganda dimensi yang mempunyai
pengaruh paling dominan adalah keyakinan (assurance) dengan nilai B
sebesar 0,998. Besar hubungan antara variabel kepuasan dengan keyakinan
(assurance) memiliki nilai R sebesar 0,976 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05).
Hasil ini menunjukkan bahwa berdasarkan dimensi seperti pengetahuan petugas
kesehatan dalam mendiagnosis keluhan pasien, keterampilan petugas kesehatan,
pelayanan yang diberikan petugas, keamanan perawatan dan pengobatan yang
59
60
diberikan sudah dilaksanakan dengan baik oleh petugas Puskesmas di kota
Denpasar. Hasil penelitian ini didukung oleh pendapat dari Kotler dalam Febriani
(2012) mendefinisikan keyakinan (assurance) adalah pengetahuan terhadap
produk secara tepat, kesopansatunan karyawan dalam memberi pelayanan,
kemampuan dalam menanamkan kepercayaan dan keyakinan pelanggan terhadap
pelayanan yang diberikan.
Dimensi yang mempunyai pengaruh paling rendah adalah dimensi
kehandalan (reliability) dengan nilai B sebesar 0,742. Besar hubungan antara
variabel kepuasan dengan kehandalan (reliability) memiliki nilai R sebesar 0,976
dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa prosedur
penerimaan pasien, prosedur pelayanan, prosedur pengambilan obat di apotek, dan
kecepatan dalam pelayanan yang diberikan oleh petugas Puskesmas masih kurang,
yaitu dalam proses tersebut tidak diberikan arahan oleh petugas tentang proses
pelayanan yang ada. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Yurista (2013) pelayanan yang buruk terhadap kualitas dalam hal
kehandalan pelayanan, karena didapati pelayanan yang belum sesuai dengan apa
yang diharapkan pasien. Sebagian besar responden yang menyatakan buruk
merasa bahwa prosedur penerimaan dan pelayanan cenderung berbeli-belit.
Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasien telah puas
dengan pelayanan JKBM yang ada di Poliklinik gigi dan mulut di Puskesmas
Kota Denpasar. Hal ini ditunjukkan berdasarkan kriteria jawaban responden dari
masing-masing dimensi kualitas pelayanan termasuk kategori sangat baik.
61
Kualitas pelayanan sangat menentukan tingkat kepuasan konsumen.
Kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil
perbandingan atas kinerja jasa yang
kualitas jasa berpusat pada upaya
diterima
dan yang diharapkan. Definisi
pemenuhan kebutuhan dan keinginan
pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan
pelanggan
(Kotler 1997 cit. Handayani dan Irianto 2009). Pada dasarnya
kepuasan dan ketidakpuasan pasien atas
kualitas pelayanan kesehatan
berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya. Hal ini ditunjukkan pasien setelah
berkunjung
ke
pelayanan
kesehatan
(Kotler,
1997
cit.
Hufron
dan
Supratman 2008). Apabila pasien merasa puas, maka pasien tersebut akan
menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali datang berkunjung ke
pelayanan kesehatan. Pasien yang puas, cenderung memberikan referensi yang
baik terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya kepada orang lain.
Puskesmas di kota Denpasar telah memenuhi kebutuhan pasien yang
menggunakan JKBM dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya
sehingga harapan pasien untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik sudah
terpenuhi.
Menurut Budiastuti (2002 cit. Yusnita 2011) kepuasan pasien terhadap jasa
pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor, antara lain: kualitas
produk atau jasa, kualitas pelayanan, faktor emosional dan harga. Berdasarkan
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, kualitas pelayanan yang
diberikan terhadap pasien yang menggunakan JKBM khususnya di poliklinik gigi
dan mulut pada Puskesmas di kota Denpasar dapat dikategorikan baik, kondisi ini
62
harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Faktor biaya bukan merupakan
hambatan bagi pasien JKBM karena sudah mendapat bantuan dari pemerintah.
Selain faktor kualitas pelayanan faktor lain juga perlu menjadi perhatian dari
Puskesmas
karena merupakan komponen pendukung dalam menunjang
pelayanan yang diberikan, sehingga apa yang menjadi harapan pasien dapat
terwujud.
BAB VII
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan
bahwa terdapat korelasi antara kualitas pelayanan JKBM, dimana terdapat lima
dimensi kualitas yang mempengaruhi kepuasan pasien. Kelima dimensi kualitas
tersebut yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible. Nilai
signifikansi dari kelima dimensi tersebut adalah 0,000 (p < 0,05) yang
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara kualitas pelayanan
JKBM terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas kota
Denpasar. Berdasarkan hasil pengujian regresi berganda dimensi assurance secara
bersama-sama memiliki pengaruh yang paling dominan dan sangat kuat terhadap
kepuasan pasien (0,998). Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh
petugas kesehatan maka dapat meningkatkan kepuasan pasien. Sehingga semakin
puas pasien dalam menerima pelayanan dapat memotivasi pasien untuk datang
menggunakan jasa pelayanan kesehatan tersebut kembali.
7.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan penelitian maka saran yang dapat disampaikan
sebagai berikut.
1. Perlu dilakukan penelitian
untuk mengetahui variabel lain selain kualitas
yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien.
63
64
2. Perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak lagi
sehingga dapat mewakili jumlah pasien gigi yang berada di kota Denpasar.
3. Pelayanan terhadap pasien perlu ditingkatkan dengan demikian kepuasan
pasien terhadap program JKBM ini juga akan meningkat.
4. Manajemen Puskesmas di kota Denpasar perlu memperhatikan faktor lain
selain kualitas pelayanan seperti kelengkapan fasilitas, kenyamanan ruangan,
tempat parkir dan kelengkapan fasilitas pelayanan sehingga kebutuhan pasien
benar-benar terpenuhi.
5. Pemerintah Provinsi Bali dapat terus melaksanakan dan melanjutkan program
JKBM.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Assaf. 2009, Mutu Pelayanan Kesehatan, EGC Penerbit Buku Kedokteran,
Jakarta.
Alamsyah, D. 2011. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Nuha Medika.
Yogyakarta.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar (2012). Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di
Kota Denpasar 2012.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya (2006). Profil Kesehatan Kabupaten
Tasikmalaya Tahun 2006.
Febriani, 2012, Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen.
Volume I, Nomor 1, Tahun 2012. Diponegoro Journal of Management.
Hufron, A. dan Supratman. 2008, ‘Analisis hubungan persepsi pasien tentang
mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat mutu kepuasan pasien di
Puskesmas Penumping Kota Surakarta’, Berita Ilmu Keperawatan ISSN,
Vol. 1, No. 3.
Lupiyoadi, R. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa, Salemba Empat. Jakarta.
Muninjaya, G. 2011, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, EGC Penerbit
Buku Kedokteran, Jakarta.
Nur, S. 2011, Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan
Pasien di Rumah Sakit Haji, Tesis, Universitas Sumatera Utara, Sumatera
Utara.
Pemerintah Kota Denpasar (2003). Profil Kota Denpasar Tahun 2003.
65
66
Pemerintah Provinsi Bali (2010). Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan
Kesehatan Bali Mandara Tahun 2010.
Pemerintah Provinsi Bali (2012). Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan
Kesehatan Bali Mandara Tahun 2012.
Puspita, Ika. 2009, Hubungan Persepsi Pasien Tentang Kualitas Pelayanan
dengan Citra Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang,
Tesis, Universitas Sumatra Utara, Medan.
Simbolon, R. 2011, Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan
Gigi dan Mulut di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, Tesis,
Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.
Taviyanda, D. 2010, ‘Perbedaan persepsi pasien terhadap komunikasi terapeutik
antara perawat pegawai tetap dengan perawat pegawai kontrak di ruang
dewasa kelas III rumah sakit Baptis Kediri’, Jurnal STIKES RS. Baptis
Kediri Vol. 3, No.2.
Yusnita, E. 2011, Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat
Kepuasan Pasien di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, Tesis,
Universitas Muhammadiyah, Semarang.
Yusrita, 2013. Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien
Pengguna Askes Sosial pada Pelayanan Rawat Inap di RSUD Lakipdada
Kabupaten Tana Toraja Tahun 2013.
67
Lampiran 1
PERSETUJUAN RESPONDEN
Judul
: Kualitas Pelayanan JKBM terhadap tingkat Kepuasan Pasien Gigi
dan Mulut di Puskesmas Kota Denpasar
Peneliti
: Ni Putu Tania Chintya Dewi Karima
NPM
: 10.8.03.81.41.1.5.037
Saya
adalah
mahasiswi
Fakultas
Kedokteran
Gigi
Universitas
Mahasaraswati Denpasar, akan melakukan penelitian tentang “Kualitas Pelayanan
JKBM terhadap tingkat Kepuasan Pasien Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota
Denpasar”. Penelitian ini dilakukan untuk keperluan karya tulis ilmiah di Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka saya sebagai peneliti
memohon kesediaan saudara/i sebagai responden dalam penelitian ini, demi
terkumpulnya data yang diperlukan untuk kelancaran penulisan karya tulis ilmiah.
Semua data yang terkait dalam penelitian ini hanya digunakan untuk
kepentingan penyusunan karya tulis ilmiah, tidak untuk kepentingan yang lain dan
data ini dijamin keberadaan dan kerahasiaannya.
Demikian permohonan ini disampaikan atas bantuan dan partisipasinya
saya ucapkan terima kasih.
Denpasar,
Responden
68
Lampiran 2
KUESIONER KUALITAS PELAYANAN JKBM
Kuesioner ini digunakan hanya untuk penelitian kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di Puskesmas kota Denpasar.
Peneliti sangat mengharapkan kejujuran saudara dalam memberikan jawaban
sehingga penelitian ini dapat lebih akurat.
IDENTITAS PASIEN
No. Reg.
:
Nama
:
Umur
:
Pendidikan terakhir :
Pekerjaan
:
Berikan tanda centang (√) pada kolom di bawah ini sesuai dengan kategori
jawaban yang telah disediakan.
KATEGORI JAWABAN:
1: Sangat tidak baik
2: Tidak baik
3: Cukup baik
4: Baik
5: Sangat baik
Kehandalan (reliability)
No.
Pertanyaan
1.
Bagaimana pendapat
prosedur penerimaan
Puskesmas?
saudara mengenai
pasien JKBM di
2.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
prosedur pelayanan terhadap pasien JKBM?
3.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
prosedur pengambilan obat bagi pasien
JKBM di apotek?
4.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
kecepatan dalam pelayanan yang diberikan
oleh tenaga kesehatan?
Kode Jawaban
1
2
3
4
5
69
Ketanggapan (responsiveness)
Kode Jawaban
No.
Pertanyaan
5.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
informasi medis yang diberikan oleh tenaga
kesehatan?
6.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
kesigapan tenaga kesehatan pada saat saudara
membutuhkan perawatan?
7.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
kemampuan tenaga kesehatan untuk cepat
tanggap menyelesaikan keluhan saudara?
1
2
3
4
5
Keyakinan (assurance)
Kode Jawaban
No.
Pertanyaan
8.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
pengetahuan
petugas
kesehatan
dalam
mendiagnosis keluhan saudara?
9.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
keterampilan petugas kesehatan dalam bekerja?
10.
Bagaimana pendapat saudara
pelayanan yang diberikan?
11.
Bagaimana
pendapat
saudara
terhadap
keamanan perawatan dan pengobatan yang
diberikan oleh petugas kesehatan?
1
2
3
4
5
mengenai
Perhatian (emphaty)
No.
Kode Jawaban
Pertanyaan
1
12.
Bagaimana
pendapat
saudara
keramahan petugas Puskesmas?
13.
Bagaimana
pendapat
saudara
mengenai
komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan?
14.
mengenai
Bagaimana pendapat saudara mengenai perhatian
(rasa simpati) yang diberikan petugas kesehatan
terhadap keluhan saudara dan keluarga ?
2
3
4
5
70
No.
Kode Jawaban
Pertanyaan
1
15.
Bagaimana pendapat saudara mengenai rasa
turut merasakan akan keluhan saudara (rasa
empati) dari petugas kesehatan?
16.
Bagaimana
pendapat
saudara
mengenai
pelayanan yang sudah diberikan tanpa
memandang status sosial?
2
3
4
5
Penampilan (tangible)
No.
Kode Jawaban
Pertanyaan
1
17.
Bagaimana pendapat saudara
keadaan gedung Puskesmas?
mengenai
18.
Bagaimana pendapat saudara
kebersihan ruang tunggu?
mengenai
19.
Bagaimana pendapat saudara
kerapian ruang tunggu?
mengenai
20.
Bagaimana pendapat saudara
kenyamanan ruang tunggu?
mengenai
21.
Bagaimana pendapat saudara
kebersihan ruang pelayanan?
mengenai
22.
Bagaimana pendapat saudara
kenyamanan ruang pelayanan?
mengenai
23.
Bagaimana pendapat
kebersihan toilet?
saudara
mengenai
24.
Bagaimana pendapat saudara
ruang parkir yang tersedia?
mengenai
25.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
penataan di luar dan di dalam ruangan
Puskesmas?
26.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
kelengkapan alat yang dipakai tenaga
kesehatan?
Bagaimana pendapat saudara mengenai
27.
kesiapan alat medis yang dipakai tenaga
kesehatan?
2
3
4
5
71
No.
Pertanyaan
28.
Bagaimana
kebersihan
kesehatan?
pendapat saudara mengenai
alat yang dipakai tenaga
29.
Bagaimana pendapat saudara mengenai
kerapian dan kebersihan penampilan tenaga
kesehatan?
Kode Jawaban
1
2
3
4
5
72
KUESIONER KEPUASAN PASIEN
Kuesioner ini digunakan hanya untuk penelitian kualitas pelayanan JKBM
terhadap tingkat kepuasan pasien gigi dan mulut di puskesmas kota Denpasar.
Peneliti sangat mengharapkan kejujuran saudara dalam memberikan jawaban
sehingga penelitian ini dapat lebih akurat.
IDENTITAS PASIEN
No. Reg.
:
Nama
:
Umur
:
Pendidikan terakhir :
Pekerjaan
:
Berikan tanda centang (√) pada kolom di bawah ini sesuai dengan kategori
jawaban yang telah disediakan.
KATEGORI JAWABAN :
1: Sangat tidak puas
2: Tidak puas
3: Cukup puas
4: Puas
5: Sangat puas
No.
1.
Prosedur penerimaan
puskesmas
2.
Prosedur pelayanan terhadap pasien JKBM
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kode Jawaban
Pernyataan
pasien JKBM
1
di
Prosedur pengambilan obat bagi pasien
JKBM di apotek
Kecepatan dalam pelayanan yang diberikan
oleh tenaga kesehatan
Informasi medis yang diberikan oleh tenaga
kesehatan
Kesigapan tenaga kesehatan pada saat
saudara membutuhkan perawatan
Kemampuan tenaga kesehatan untuk cepat
tanggap menyelesaikan keluhan saudara
Pengetahuan petugas kesehatan dalam
mendiagnosis keluhan saudara
2
3
4
5
73
17.
Keterampilan petugas kesehatan dalam
bekerja
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh
petugas kesehatan
Keamanan perawatan dan pengobatan yang
diberikan oleh petugas kesehatan
Keramahan petugas puskesmas terhadap
saudara dan keluarga
Komunikasi antara pasien dan tenaga
kesehatan
Perhatian (rasa simpati) yang diberikan
petugas kesehatan terhadap keluhan saudara
dan keluarga
Rasa turut merasakan akan keluhan saudara
(rasa empati) dari petugas kesehatan
Pelayanan yang sudah diberikan tanpa
memandang status sosial
Keadaan gedung puskesmas
18.
Kebersihan ruang tunggu
19.
Kerapian ruang tunggu
20.
Kenyamanan ruang tunggu
21.
Kebersihan ruang pelayanan
22.
Kenyamanan ruang pelayanan
23.
Kebersihan toilet
24.
Ruang parkir yang tersedia
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
25.
26.
27.
28.
29.
Penataan di luar dan di dalam ruangan
puskesmas
Kelengkapan alat yang dipakai tenaga
kesehatan
Kesiapan alat medis yang dipakai tenaga
kesehatan
Kebersihan alat yang dipakai tenaga
kesehatan
Kerapian dan kebersihan penampilan tenaga
kesehatan
74
Lampiran 3
DOKUMENTASI
Alat dan instrument penelitian
Peneliti memperkenalkan diri, serta menginformasikan tujuan dilakukannya penelitian
kepada responden
Responden sedang mengisi kuesioner
75
Puskesmas I Denpasar Utara
Gedung Puskesmas
Poliklinik Gigi
Ruang Tunggu
76
Puskesmas II Denpasar Timur
Gedung Puskemas
Poliklinik Gigi
Ruang Tunggu
77
Puskesmas I Denpasar Barat
Gedung Puskesmas
Poliklinik Gigi
Ruang Tunggu
78
Puskesmas I Denpasar Selatan
Gedung Puskesmas
Poliklinik Gigi
Ruang Tunggu
79
Lampiran 4
Uji Validitas dan Reliabilitas
Reliability (Kepuasan)
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N
Cases
Valid
%
400
a
Excluded
Total
100.0
0
.0
400
100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.914
29
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item
Deleted
Corrected Item-Total
Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
P1
113.61
191.536
.567
.910
P2
113.73
194.141
.454
.912
P3
113.72
191.608
.607
.909
P4
113.64
193.407
.526
.911
P5
113.77
193.675
.485
.911
P6
113.78
190.390
.558
.910
P7
113.75
191.341
.578
.910
P8
113.75
191.994
.521
.911
P9
113.64
192.322
.543
.910
P10
113.78
188.915
.662
.908
P11
113.81
189.780
.586
.909
P12
113.94
189.209
.594
.909
P13
113.90
189.404
.586
.909
P14
113.84
188.823
.678
.908
P15
113.60
194.762
.483
.911
P16
113.86
195.506
.383
.913
P17
113.91
191.559
.479
.911
P18
113.64
194.051
.474
.911
P19
113.86
187.491
.704
.908
P20
113.86
187.920
.591
.909
P21
114.09
189.969
.507
.911
P22
114.06
191.793
.475
.911
P23
114.15
193.700
.394
.913
P24
113.77
193.958
.421
.912
P25
113.81
193.665
.433
.912
P26
113.56
198.838
.295
.914
P27
113.57
198.987
.285
.914
P28
113.67
198.713
.319
.913
P29
113.63
202.433
.128
.916
Scale Statistics
Mean
117.85
Variance
206.135
Std. Deviation
14.357
N of Items
29
80
Correlations (Validitas Kepuasan)
Correlations
P1
P1
Pearson Correlation
P2
Sig. (2-tailed)
N
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
P9
P10
P3
**
1 .605
400
**
Pearson Correlation .605
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
.000
.000
400
400
**
1 .499
400
Pearson Correlation .524** .499**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
N
400
400
**
Pearson Correlation .360
P4
**
.524
**
.350
P5
.360
**
.000
400
.350
**
P6
**
.371
.000
400
**
.390
P7
**
.421
.000
400
**
.362
P8
**
.389
.000
400
**
.269
P9
**
.466
.000
400
**
.330
P10
**
.431
.000
400
**
.295
**
.494
.000
400
**
.310
P11
**
.384
.000
400
**
.360
P12
**
.403
.000
400
**
.374
P13
**
.337
.000
400
**
.241
P14
**
.411
.000
400
**
.289
P15
**
.214
.000
400
**
.165
P16
P17
**
.137
**
.187
.006
.000
400
400
**
.088 .130
P18
**
.257
.000
400
**
.222
P19
**
.407
.000
400
**
.299
P20
**
.302
.000
400
**
.270
P21
**
.227
.000
400
**
.217
P22
P23
**
.185
.000
400
P24
**
.162
.001
**
.144
.004
P25
P26
**
.098 .202
.050
.000
400
400
400
400
.103
.114
*
.060
.066 .138
*
**
P27
P28
**
.181
.000
400
**
.201
**
.238
.000
400
**
.189
P29
Total
*
**
.027
.000
400
400
.111 .608
**
.052 .503
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.079
.009
.000
.000
.000
.000
.039
.022
.232
.185
.006
.000
.000
.300
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .473** .419** .471** .507** .612** .346** .437** .386** .428** .397** .362** .236** .194** .286** .286** .397** .212** .224** .263** .143** .171** .157** .229** .277** .241**
400
**
.473
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
N
400
400
400
.050 .643**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.001
.002
.000
.000
.000
.321
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
*
**
*
**
**
1 .495
400
Pearson Correlation .371** .390** .419** .495**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
**
.408
**
.389
**
.512
**
.491
**
.389
**
.491
**
.307
**
.511
**
.375
**
.072 .119 .186
.085 .346
**
.291
**
.206
**
.254
**
.265
*
**
.081 .109
.092 .112 .151
.021 .567
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.153
.017
.000
.090
.000
.000
.000
.000
.000
.106
.029
.067
.025
.003
.672
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .445** .468** .443** .346** .282** .469** .404** .407** .439**
400
Pearson Correlation .421** .362** .471** .408** .445**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
.093 -.009 .170**
.056 .292** .242** .241** .204** .162**
.038 -.003 .107*
.078 .212** .131** .531**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.064
.865
.001
.262
.000
.000
.000
.000
.001
.449
.953
.033
.120
.000
.009
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .664** .514** .546** .559** .360** .392** .379** .360** .179**
400
Pearson Correlation .389** .269** .507** .389** .468** .664**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
.089 .139** .154** .399** .326** .219** .227** .167**
.065 .112* .192** .117* .156**
.077 .603**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.076
.005
.002
.000
.000
.000
.000
.001
.194
.025
.000
.020
.002
.122
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .540** .539** .517** .367** .396** .383** .385** .159** .164** .200** .172** .441** .285** .262** .238** .242**
400
Pearson Correlation .466** .330** .612** .512** .443** .514** .540**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
1 .441** .475** .463** .367** .471** .333**
400
Pearson Correlation .431** .295** .346** .491** .346** .546** .539** .441**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
.092 .109* .225**
.047 .218**
.068 .618**
.176
.000
400
400
.001
.001
.000
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.066
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.029
.000
.349
.000
400
400
400
400
.044 .123* .151** .122* .349** .197** .139** .176** .187** -.003
.019 .166** .118* .164**
.054 .567**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.375
.014
.002
.014
.000
.000
.005
.000
.000
.946
.704
.001
.018
.001
.280
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.097 .146** .102* .403** .383** .203** .282** .288**
.052
.013 .200**
.093 .099*
.077 .585**
1 .468** .409** .354** .482** .473** .127*
400
Pearson Correlation .494** .310** .437** .389** .282** .559** .517** .475** .468**
.000
.000
.000
.000
.000
.011
.052
.004
.041
.000
.000
.000
.000
.000
.299
.798
.000
.064
.047
.124
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .565** .477** .459** .494** .321** .205** .277** .276** .640** .462** .303** .362** .299** .191** .209** .153**
.077 .150**
.017 .697**
81
P11
P12
P13
P14
P15
P16
P17
P18
P19
P20
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
Pearson Correlation .384
**
.360
**
.386
.491
**
**
.469
**
.360
**
.367
**
.463
**
.409
400
**
.565
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
Pearson Correlation .403
**
.374
**
.428
.307
**
**
.404
**
.392
**
.396
**
.367
**
.354
**
.477
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.002
.125
.003
.736
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
1 .526
400
**
.526
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
Pearson Correlation .337
**
.241
**
.397
.511
**
**
.407
**
.379
**
.383
**
.471
**
.482
**
.459
**
.498
.000
.000
.211
.046
.029
.006
.002
.075
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
1 .401
400
**
.401
.000
.000
.000
400
400
400
**
.470
**
.089 .629
400
400
**
**
.154
.000
.000
.494
**
400
400
**
*
.000
.000
.473
.109 .138
400
400
**
*
.000
.000
.333
.063 .100
400
400
**
**
.238
.016
.000
.385
**
.295
400
400
**
**
.396
.021
.000
.360
**
.422
400
400
**
**
.011
.000
.439
*
400
400
**
.120 .492
.000
.000
.375
*
400
400
**
.115
.000
.000
.362
*
400
400
**
.126
.000
.000
.289
**
.203
400
N
**
**
.470
.000
Sig. (2-tailed)
Pearson Correlation .411
**
.498
**
.458
**
.458
**
.213
**
.217
**
.255
**
.256
**
.324
**
.470
**
.489
**
.238
**
.205
**
.176
**
.190
**
.142
.109 .201
*
**
.114 .637
*
**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.030
.000
.023
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.045
.053
.093
.023 .630
**
1 .581
400
**
.581
**
.197
**
.170
**
.303
**
.180
**
.480
**
.356
**
.236
**
.401
**
.393
**
.149
.135
**
.000
.000
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.003
.007
.373
.288
.062
.646
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
1 .323
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation .214** .165** .236**
.072
.093 .179** .159**
.044 .127* .321** .203** .213** .197** .323**
Sig. (2-tailed)
.000
.001
.000
.153
.064
.000
.001
.375
.011
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.266
**
.424
**
.290
**
.612
**
.500
**
.366
**
.340
**
.418
**
.261
**
.171
**
.176
**
.098 .265
**
.140
.000
400
**
.711
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.000
.051
.000
.005
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .495** .461** .513** .511** .332** .239** .322** .194** .521** .518** .145** .302** .134**
400
Pearson Correlation .137**
.088 .194** .119* -.009
.089 .164** .123*
.097 .205** .126* .217** .170** .266** .495**
Sig. (2-tailed)
.006
.079
.000
.017
.865
.076
.001
.014
.052
.000
.011
.000
.001
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.014 .525**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.000
.007
.777
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .466** .507** .350** .316**
400
Pearson Correlation .187** .130** .286** .186** .170** .139** .200** .151** .146** .277** .115* .255** .303** .424** .461** .466**
.089 .179** .142** .429** .469** .137** .146** .140** -.033 .436**
.000
.000
.000
.000
.074
.000
.004
.000
.000
.006
.003
.005
.504
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .553** .470** .408** .248** .209** .195** .448** .412** .151** .134** .109*
Sig. (2-tailed)
.000
.009
.000
.000
.001
.005
.000
.002
.004
.000
.021
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation .257** .222** .286**
.085
.056 .154** .172** .122* .102* .276** .120* .256** .180** .290** .513** .507** .553**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.090
.262
.002
.001
.014
.041
.000
.016
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.005 .533**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.002
.007
.030
.928
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .414** .406** .268** .185**
400
Pearson Correlation .407** .299** .397** .346** .292** .399** .441** .349** .403** .640** .492** .324** .480** .612** .511** .350** .470** .414**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.088 .539** .482** .125* .271** .227** -.003 .520**
.000
.000
.000
.000
.079
.000
.000
.012
.000
.000
.952
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .548** .344** .408** .364** .394** .349** .150**
400
Pearson Correlation .302** .270** .212** .291** .242** .326** .285** .197** .383** .462** .422** .470** .356** .500** .332** .316** .408** .406** .548**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.029 .736**
.105
.564
.000
400
.000
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .457** .379** .322** .308** .372**
.028
.028
.075
.037 .637**
400
.003
.081 .145**
.004
.000
.000
.000
.000
.000
.577
.582
.136
.456
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
82
P21
P22
P23
P24
P25
P26
P27
P28
P29
Total
**
Pearson Correlation .227
**
.217
**
.224
.206
**
**
.241
**
.219
**
.262
**
.139
**
.203
**
.303
**
.396
**
.489
**
.236
**
.366
**
.239
**
.089 .248
**
.268
**
.344
**
.457
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.005
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.074
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.103 .263
*
**
Sig. (2-tailed)
.000
.039
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.204
**
.408
-.033
400
.000
.509
.229
.759
.077
.000
400
400
400
400
400
400
400
*
**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.000
.079
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
*
.004
.232
.001
.106
.449
.194
.066
.946
.299
.000
.211
.000
.003
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
.098
.066 .157
.109 -.003 .112
.109
*
.019
.013 .209
.100 .190
*
**
Sig. (2-tailed)
.050
.185
.002
.029
.953
.025
.029
.704
.798
.000
.046
.000
.007
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.469
**
.412
**
.482
**
.349
**
.372
**
.456
**
.415
.261
400
**
N
**
.350
.000
400
Sig. (2-tailed)
.518
.425
.029
400
.063 .176
**
.308
.581
400
.052 .191
.171
.394
.765
400
.092 -.003
**
.539
.625
400
.065
.135
.448
.000
.038
**
.429
**
.368
-.025 -.015 -.028 -.109 .454
400
.081
*
.521
**
.368
.000
.060 .171
*
.261
**
1 .261
Pearson Correlation .144
**
.149
**
.060 -.015 -.089 .528
.000
.000
**
**
.562
.415
400
400
.236
**
.350
.000
.001
.322
**
400
**
**
1 .562
400
.088 .364
**
**
.488
.001
.195
**
**
.379
400
.142
**
**
.185
.000
400
.000
.194
**
**
.209
.345
400
400
.418
**
**
.179
.000
400
.004
.393
**
**
.322
.005
400
400
.205
**
**
.340
.001
400
.022
.238
**
**
.401
.000
400
.299
**
**
.238
**
.047 .562
400
.001
.288
**
**
.295
**
.235
.000
N
.187
**
**
.362
**
.142
400
Sig. (2-tailed)
.242
**
**
.282
**
.168
.000
**
.167
**
**
.176
**
.456
400
*
.162
**
**
.238
**
.425
.000
.114 .143
**
**
**
.227
**
.236
Pearson Correlation .162
.265
**
**
400
Pearson Correlation .185
.254
**
**
1 .488
1 .738
400
**
.738
.131
.133
**
.121 -.040 .475
.000
.009
.008
.015
.422
.000
400
400
400
400
400
400
**
1 .138
400
Pearson Correlation .202** .138** .229**
.092 .107* .192** .225** .166** .200** .153** .109* .142**
.045 .176** .145** .137** .151** .125* .150**
.028 .168** -.033 -.025 .131** .138**
Sig. (2-tailed)
.000
.006
.000
.067
.033
.000
.000
.001
.000
.002
.029
.004
.373
.000
.004
.006
.002
.012
.003
.577
.001
.509
.625
.009
.006
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.160
*
**
.119 -.053 .486
.006
.001
.017
.292
.000
400
400
400
400
400
1 .567** .383** .502** .346**
400
Pearson Correlation .181** .201** .277** .112*
.078 .117*
.047 .118*
.093
.077 .138** .109*
.053
.098 .302** .146** .134** .271**
.081
.028 .142**
.060 -.015 .133** .160** .567**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.025
.120
.020
.349
.018
.064
.125
.006
.030
.288
.051
.000
.003
.007
.000
.105
.582
.005
.229
.765
.008
.001
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
1 .476** .444** .337**
400
.000
.000
.000
400
400
400
Pearson Correlation .238** .189** .241** .151** .212** .156** .218** .164** .099* .150** .154** .201**
.093 .265** .134** .140** .109* .227** .145**
.075 .235** -.015 -.028 .121* .119* .383** .476**
1 .425** .367**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.003
.000
.002
.000
.001
.047
.003
.002
.000
.062
.000
.007
.005
.030
.000
.004
.136
.000
.759
.581
.015
.017
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation .111*
.052
.050
.021 .131**
.077
.068
.054
.077
.017
.089 .114*
.023 .140**
.014 -.033
.005 -.003
.029
.037
.047 -.089 -.109* -.040 -.053 .502** .444** .425**
Sig. (2-tailed)
.027
.300
.321
.672
.009
.122
.176
.280
.124
.736
.075
.023
.646
.005
.777
.504
.928
.952
.564
.456
.345
.077
.029
.422
.292
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.000
.000
400
400
1 .184**
.000
400
400
Pearson Correlation .608** .503** .643** .567** .531** .603** .618** .567** .585** .697** .629** .637** .630** .711** .525** .436** .533** .520** .736** .637** .562** .528** .454** .475** .486** .346** .337** .367** .184**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
400
83
Reliability (Kualitas Pelayanan)
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N
Cases
Valid
%
400
a
Excluded
Total
100.0
0
.0
400
100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.927
29
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if
Item Deleted
Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if
Correlation
Item Deleted
P1
113.89
224.492
.599
.923
P2
114.00
226.820
.500
.925
P3
114.00
224.033
.658
.923
P4
113.91
226.272
.560
.924
P5
114.06
226.415
.506
.925
P6
114.05
222.165
.612
.923
P7
114.01
222.737
.646
.923
P8
114.03
222.648
.620
.923
P9
113.94
224.590
.592
.924
P10
114.07
219.911
.727
.922
P11
114.15
221.104
.642
.923
P12
114.26
220.302
.650
.923
P13
114.21
220.670
.643
.923
P14
114.15
221.431
.685
.922
P15
113.89
228.148
.496
.925
P16
114.16
228.464
.407
.926
P17
114.24
223.044
.529
.924
P18
113.96
226.710
.496
.925
P19
114.18
219.042
.738
.921
P20
114.18
220.734
.598
.923
P21
114.43
222.170
.540
.924
P22
114.38
224.090
.501
.925
P23
114.50
225.719
.447
.926
P24
114.08
227.518
.422
.926
P25
114.14
226.911
.448
.925
P26
113.88
232.367
.319
.927
P27
113.88
232.221
.310
.927
P28
113.97
232.946
.320
.927
P29
113.93
236.695
.137
.929
Scale Statistics
Mean
118.16
Variance
240.927
Std. Deviation
15.522
N of Items
29
84
Correlations (Validitas Kualitas Pelayanan)
Correlations
P1
P1
Pearson Correlation
P2
**
1 .651
Sig. (2-tailed)
N
P2
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
P3
P4
P5
P6
P7
P8
P9
P10
Pearson Correlation
P3
400
**
.651
.581
.411
.440
.495
.498
**
.554
.528
**
.450
**
.453
P13
**
.407
P14
**
.408
P15
**
.220
P16
**
.136
P17
**
.220
P18
P19
**
.289
.429
**
P20
**
.306
P21
**
.281
P22
P23
**
.211
P24
**
.173
**
.141
P25
P26
*
**
.102 .216
P27
**
.211
P28
P29
**
.233
Total
*
.122 .634**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.006
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.005
.041
.000
.000
.000
.015
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
1 .545
400
**
.405
**
.442
**
.426
**
.358
**
.421
**
.372
**
.439
**
.436
**
.315
**
.323
**
.173
**
.075 .187
**
.249
.324
**
**
.281
**
.284
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.135
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .560** .461** .533** .601** .689** .408** .498** .466** .526** .474** .400** .261** .223** .353** .308** .444** .242** .264**
400
.411** .405** .560**
.000
.000
.000
N
400
400
400
*
.105
*
.091
.083 .181
**
**
.035
.035
.068
.096
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
.227
**
.193
.273** .166** .173** .156** .292** .320** .251**
**
.075 .542
.134
.000
400
400
.102* .688**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.001
.002
.000
.000
.000
.041
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.251** .293**
.029
.068 .140** .130** .178**
.082 .596**
1 .577** .440** .464** .608** .515** .464** .587** .399** .575** .403** .106* .128* .188**
400
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.033
.011
.000
.211
.000
.000
.000
.000
.000
.565
.176
.005
.009
.000
.100
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .524** .537** .563** .409** .337** .523** .453** .497** .437**
400
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
.027 .318** .267** .225**
.199** .202** -.016 -.040 .125*
.091 .199**
.162** .549**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.150
.901
.002
.586
.000
.000
.000
.000
.000
.755
.425
.012
.070
.000
.001
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.277** .192**
.025
.095 .259** .170** .182**
1 .778** .589** .595** .632** .446** .476** .474** .392** .195** .120* .141** .170** .472** .362** .253**
400
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.017
.005
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.625
.057
.000
.001
.000
.005
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .657** .628** .610** .462** .498** .471** .427** .162** .156** .212** .169** .498** .338** .262**
400
.042 .099* .297** .117* .254**
.165** .679**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.002
.000
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.403
.047
.000
.019
.000
.001
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.244** .255**
.018
.052 .226** .195** .194**
.109* .657**
1 .513** .540** .547** .475** .570** .392**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
**
**
**
**
**
**
**
**
.628
.295** .286**
.000
Sig. (2-tailed)
.595
.142** .650**
.000
.554** .421** .689** .608** .563** .589** .657**
.409
.072 -.006 .153**
.000
.498** .358** .601** .464** .537** .778**
.515
.063 .405** .302** .209**
.000
.495** .426** .533** .440** .524**
.408
.105
.000
.440** .442** .461** .577**
.357
**
.357
.000
Sig. (2-tailed)
.513
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
.491
**
P12
400
.581** .545**
.491
**
P11
.000
400
Pearson Correlation
P10
400
.000
Pearson Correlation
**
P9
.000
400
Pearson Correlation
**
P8
400
.000
Pearson Correlation
**
P7
.000
N
Pearson Correlation
**
P6
400
Sig. (2-tailed)
Pearson Correlation
**
P5
.000
.000
400
P4
.090 .181** .219** .204** .413** .269** .205**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.073
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.717
.301
.000
.000
.000
.029
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
**
**
**
**
**
**
**
*
**
**
**
**
**
.036
.047 .187
*
.054 .113
*
.108 .628**
1 .558
400
.528** .372** .498** .464** .337** .632** .610** .540** .558**
.454
.396
.556
.491
.155
.151
.202
.121 .483
.431
.251
.357
.349
**
.000
.000
.000
.000
.000
.002
.002
.000
.015
.000
.000
.000
.000
.000
.469
.347
.000
.278
.023
.030
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .645** .533** .532** .550** .328** .245** .351** .324** .711** .508** .345**
.425** .370** .213** .233** .209** .135** .180**
.072 .755**
85
P11
P12
P13
P14
P15
P16
P17
P18
P19
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
**
.439
**
.466
**
.587
**
.523
**
.446
**
.462
**
.547
**
.454
**
.645
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
**
.453
**
.436
**
.526
**
.399
**
.453
**
.476
**
.498
**
.475
**
.396
**
.533
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.007
.000
.153
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
*
**
**
1 .549
400
**
.549
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
**
.407
**
.315
**
.474
**
.575
**
.497
**
.474
**
.471
**
.570
**
.556
**
.532
**
.577
.000
.000
.073
.004
.026
.009
.002
.030
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
1 .464
400
**
.464
.000
.000
.000
400
400
400
400
**
**
.550
**
.516
**
.460
**
.545
**
.274
**
.237
**
.241
**
.249
**
.143
.128 .200
*
**
.115 .687
*
**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.010
.000
.022
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.092
.068 .106
.048 .680
**
1 .620
400
**
.620
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.224
**
.180
**
.346
**
.179
.522
**
**
.382
**
.251
**
.451
**
.455
**
.182
.145
*
**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.066
.176
.034
.341
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
*
**
**
1 .315
400
.072 .195** .162**
.090 .155** .328** .219** .228** .224** .315**
Sig. (2-tailed)
.000
.001
.000
.033
.150
.000
.001
.073
.002
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
.245
**
.458
**
.312
.668
**
**
.512
**
.400
**
.399
**
.499
**
.291
**
.198
**
.168
.103 .250
**
.131
.000
400
**
.716
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.001
.039
.000
.009
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .559** .492** .585** .531** .356** .304**
400
.075 .223** .128* -.006 .120* .156** .181** .151** .245** .140** .271** .180** .245** .559**
Sig. (2-tailed)
.006
.135
.000
.011
.901
.017
.002
.000
.002
.000
.005
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.370** .215** .574** .558** .133** .318** .120*
-.024 .535**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.008
.000
.016
.628
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .503** .551** .372** .338** .133**
400
.220** .187** .353** .188** .153** .141** .212** .219** .202** .351** .204** .335** .346** .458** .492** .503**
.226** .194** .488** .536** .121* .169** .122*
-.045 .457**
.000
.000
.000
.000
.008
.000
.000
.000
.000
.016
.001
.014
.367
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .616** .496** .444** .305**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.002
.005
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.289** .249** .308**
.063
.027 .170** .169** .204** .121* .324** .164** .307** .179** .312** .585** .551** .616**
400
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.211
.586
.001
.001
.000
.015
.000
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
**
.494
400
400
N
**
.000
.000
Pearson Correlation
.400
400
400
Pearson Correlation
**
.307
.000
.000
Pearson Correlation
**
.335
400
400
.136**
**
.271
.000
.000
Pearson Correlation
**
.228
400
N
.220** .173** .261** .106*
**
.460
.000
Sig. (2-tailed)
Pearson Correlation
.109 .679
.000
.000
.491
**
.154
400
400
**
**
.000
.000
.392
*
400
400
**
.111 .131
.000
.000
.427
**
400
400
**
.090 .144
.001
.000
.392
**
.285
400
400
**
**
.329
.000
.000
.437
**
.434
400
400
**
**
.453
.005
.000
.403
**
400
400
**
.555
.000
.000
.400
**
.164
400
400
**
**
.204
.000
.000
.323
**
.140
400
400
**
**
.219
.000
.000
.408
**
.516
400
N
Pearson Correlation
**
.577
.000
Sig. (2-tailed)
Sig. (2-tailed)
P20
**
.450
400
.276** .249** .485** .446** .183** .198** .149**
.020 .577**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.003
.692
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .399** .418** .326**
400
.429** .324** .444** .405** .318** .472** .498** .413** .483** .711** .555** .400** .522** .668** .531** .372** .496** .399**
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.197** .139** .577** .542** .136** .319** .238**
-.037 .539**
.000
.000
.000
.000
.005
.000
.000
.006
.000
.000
.457
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
1 .599** .374**
400
.306** .281** .242** .302** .267** .362** .338** .269** .431** .508** .453** .494** .382** .512** .356** .338** .444** .418** .599**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.000
.000
400
400
1 .478**
400
.484** .418** .399** .364** .160**
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
.417** .373** .315** .372**
.095 .169**
.057 .765**
.001
.058
.254
.000
400
400
.001
400
400
400
.018 -.002
.076
.000 .642**
.000
.000
.000
.000
.000
.720
.967
.131
.992
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
86
P21
P22
P23
P24
P25
P26
P27
P28
P29
Pearson Correlation
**
.281
**
.284
**
.264
**
.209
**
.225
**
.253
**
.262
**
.205
**
.251
**
.345
**
.434
**
.545
**
.251
**
.400
**
.304
**
.133
**
.305
**
.326
.374
**
**
.478
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.008
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
*
**
Pearson Correlation
**
.211
.105 .273
**
.251
**
.199
**
.277
**
.295
**
.244
**
.357
**
.425
**
.329
**
.274
**
.451
**
.399
**
.370
**
.226
**
.276
**
.197
.484
**
**
.417
1
400
**
.508
Sig. (2-tailed)
.000
.035
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
*
**
Pearson Correlation
**
.173
.105 .166
**
.293
**
.202
**
.192
**
.286
**
.255
**
.349
**
.370
**
.285
**
.237
**
.455
**
.499
**
.215
**
.194
**
.249
**
.139
.418
**
**
.373
**
.266
**
.508
**
.266
.000
.000
.001
.000
.812
400
400
400
400
400
400
**
-.053
**
1 .616
400
**
.616
.293
.570
.357
.003
.000
400
400
400
400
400
**
.018
.043
.012
.000
.000
.721
.395
.810
.110
.000
400
400
400
400
400
400
400
**
*
**
.128 .156
*
.127
*
**
.000
.010
.002
.011
.039
.000
400
400
400
400
400
400
**
1 .292
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.005
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
**
.090 .241
.182
.291
.574
.488
.485
.577
.399
.315
.492
.379
.292
Sig. (2-tailed)
.005
.068
.001
.565
.755
.625
.403
.717
.469
.000
.073
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**
**
**
**
.083 .156
.068 -.040
.095 .099
*
.052
.047 .233
Sig. (2-tailed)
.041
.096
.002
.176
.425
.057
.047
.301
.347
.000
.004
.000
.004
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.092 .168** .133** .121* .183** .136** .160**
.018 .195**
-.053
.249
.216** .181** .292** .140** .125* .259** .297** .226** .187** .209** .111* .143**
**
.145
**
.198
**
.558
**
.536
**
.446
**
.542
.364
**
**
.372
**
.501
**
.438
**
400
.102
.144
.392
.392
1 .784
Pearson Correlation
Pearson Correlation
*
**
.784
**
1 .202
400
.018 .128* .202**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.005
.012
.000
.000
.000
.000
.000
.026
.004
.066
.001
.008
.016
.000
.006
.001
.720
.000
.293
.721
.010
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
Pearson Correlation
.211** .227** .320** .130**
**
.137
-.103 .473
**
-.080 .497
.000
.006
.109
.000
400
400
400
400
400
1 .602** .398**
400
.091 .170** .117* .195**
.054 .135** .131** .128*
.068 .103* .318** .169** .198** .319**
.095 -.002 .171**
.028
.043 .156** .207** .602**
.000
.000
.000
.009
.070
.001
.019
.000
.278
.007
.009
.010
.176
.039
.000
.001
.000
.000
.058
.967
.001
.570
.395
.002
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.076 .262**
-.046
.233** .193** .251** .178** .199** .182** .254** .194** .113* .180** .154** .200** .106* .250** .120* .122* .149** .238** .169**
**
.207
**
-.080 .500
.000
Sig. (2-tailed)
Pearson Correlation
**
400
.000
.036 .213
400
.551
.000
400
.018
**
-.149
400
.000
.042
.028 -.046
.000
400
.025
.438
400
.001
.029 -.016
**
.379
.000
.000
400
.091 .173
**
.012 .589
.000
.035
.141
**
.262
400
400
Pearson Correlation
**
.171
.000
.001
**
**
.195
400
N
**
**
.501
.000
Sig. (2-tailed)
**
**
.492
.525** .366**
.000
.000
.000
.000
400
400
400
400
1 .488**
.437** .359**
.000
.000
.000
400
400
400
400
.012 .127* .137** .398** .488**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.023
.000
.002
.000
.034
.000
.016
.014
.003
.000
.001
.131
.000
.357
.810
.011
.006
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.000
.000
400
400
Pearson Correlation
.122*
.075 .102*
.082 .162** .142** .165** .109* .108*
.072 .109* .115*
.048 .131** -.024 -.045
.020 -.037
.057
.000
.012
Sig. (2-tailed)
.015
.134
.041
.100
.001
.005
.001
.029
.030
.153
.030
.022
.341
.009
.628
.367
.692
.457
.254
.992
.812
.003
.110
.039
.109
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
.551** .500** .473** .497** .366** .359** .363**
.190**
1
Total Pearson Correlation
.634** .542** .688** .596** .549** .650** .679** .657** .628** .755** .679** .687** .680** .716** .535** .457** .577** .539** .765** .642** .589**
-.149** -.080 -.103* -.080 .525** .437** .425**
.425** .363**
1 .190**
.000
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
N
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
400
87
Lampiran 5
Hasil Analisis Korelasi Pearson
Kehandalan (Reliability)
Correlations
Kehandalan
(Reliability)
Kehandalan (Reliability)
Kepuasan Pasien
Pearson Correlation
1
.730
Sig. (2-tailed)
.000
N
Kepuasan Pasien
Pearson Correlation
**
400
400
**
1
.730
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Ketanggapan (Responsiveness)
Correlations
Ketanggapan
(Responsiveness)
Ketanggapan (Responsiveness)
Pearson Correlation
1
Sig. (2-tailed)
.699
Pearson Correlation
400
400
**
1
.699
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Keyakinan (Assurance)
Correlations
Keyakinan
(Assurance)
Keyakinan (Assurance)
Pearson Correlation
Kepuasan Pasien
1
Sig. (2-tailed)
N
Kepuasan Pasien
Pearson Correlation
.815
**
.000
400
400
**
1
.815
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
**
.000
N
Kepuasan Pasien
Kepuasan Pasien
400
88
Perhatian (Emphaty)
Correlations
Perhatian
(Emphaty)
Perhatian (Emphaty)
Pearson Correlation
Kepuasan Pasien
1
.864
Sig. (2-tailed)
.000
N
Kepuasan Pasien
**
Pearson Correlation
400
400
**
1
.864
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Penampilan (Tangible)
Correlations
Penampilan
(Tangible)
Penampilan (Tangible)
Pearson Correlation
Kepuasan Pasien
1
.860
Sig. (2-tailed)
.000
N
Kepuasan Pasien
Pearson Correlation
400
400
**
1
.860
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Kepuasan Pasien
Correlations
Kepuasan Pasien
Kepuasan Pasien
Pearson Correlation
1
Sig. (2-tailed)
N
Kualitas Pelayanan
**
Pearson Correlation
.976
**
.000
400
400
**
1
.976
Sig. (2-tailed)
.000
N
400
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Kualitas
Pelayanan
400
89
Regresi Sederhana Kehandalan (Reliability)
Variables Entered/Removed
Model
1
b
Variables Entered Variables Removed
Kehandalan
a
(Reliability)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
Model
R
1
R Square
.730
a
Adjusted R Square
.533
Std. Error of the
Estimate
.532
9.82514
a. Predictors: (Constant), Kehandalan (Reliability)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
df
Mean Square
Regression
43827.450
1
43827.450
Residual
38420.247
398
96.533
Total
82247.697
399
F
Sig.
454.014
.000
a
a. Predictors: (Constant), Kehandalan (Reliability)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Kehandalan (Reliability)
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Std. Error
53.364
3.066
3.827
.180
Standardized
Coefficients
Beta
t
.730
Sig.
17.405
.000
21.308
.000
90
Regresi Sederhana Ketanggapan
Variables Entered/Removed
Model
1
b
Variables Entered Variables Removed
Ketanggapan
a
(Responsiveness)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
Model
R
1
R Square
.699
a
Adjusted R Square
.489
Std. Error of the
Estimate
.488
10.27616
a. Predictors: (Constant), Ketanggapan (Responsiveness)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
df
Mean Square
Regression
40219.128
1
40219.128
Residual
42028.569
398
105.599
Total
82247.697
399
F
Sig.
380.865
.000
a
a. Predictors: (Constant), Ketanggapan (Responsiveness)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Ketanggapan
(Responsiveness)
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Std. Error
66.013
2.705
4.192
.215
Standardized
Coefficients
Beta
t
.699
Sig.
24.402
.000
19.516
.000
91
Regresi Sederhana Keyakinan
Variables Entered/Removed
Model
1
b
Variables Entered Variables Removed
Keyakinan
a
(Assurance)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
Model
R
1
R Square
.815
a
Adjusted R Square
.664
Std. Error of the
Estimate
.663
8.33837
a. Predictors: (Constant), Keyakinan (Assurance)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Regression
54575.391
1
54575.391
Residual
27672.306
398
69.528
Total
82247.697
399
Sig.
784.937
.000
a
a. Predictors: (Constant), Keyakinan (Assurance)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Keyakinan (Assurance)
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Std. Error
54.394
2.303
3.856
.138
Standardized
Coefficients
Beta
t
.815
Sig.
23.620
.000
28.017
.000
92
Regresi Sederhana Perhatian
Variables Entered/Removed
Model
1
b
Variables Entered Variables Removed
Perhatian
a
(Emphaty)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
Model
R
1
R Square
.864
a
Std. Error of the
Estimate
Adjusted R Square
.747
.746
7.23047
a. Predictors: (Constant), Perhatian (Emphaty)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
df
Mean Square
Regression
61440.391
1
61440.391
Residual
20807.306
398
52.280
Total
82247.697
399
F
Sig.
1175.225
.000
a
a. Predictors: (Constant), Perhatian (Emphaty)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Perhatian (Emphaty)
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Std. Error
41.453
2.258
3.793
.111
Standardized
Coefficients
Beta
t
.864
Sig.
18.361
.000
34.282
.000
93
Regresi Sederhana Penampilan
Variables Entered/Removed
Model
1
b
Variables Entered Variables Removed
Penampilan
a
(Tangible)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
Model
R
1
R Square
.860
a
Std. Error of the
Estimate
Adjusted R Square
.740
.739
7.32918
a. Predictors: (Constant), Penampilan (Tangible)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
df
Mean Square
Regression
60868.358
1
60868.358
Residual
21379.339
398
53.717
Total
82247.697
399
F
Sig.
1133.132
.000
a
a. Predictors: (Constant), Penampilan (Tangible)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Std. Error
27.797
2.700
1.720
.051
Penampilan
(Tangible)
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Standardized
Coefficients
Beta
t
.860
Sig.
10.295
.000
33.662
.000
94
Regresi Berganda Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien
Variables Entered/Removed
Model
1
Variables
Removed
Variables Entered
Penampilan
(Tangible),
Ketanggapan
(Responsiveness),
Kehandalan
(Reliability),
Perhatian
(Emphaty),
Keyakinan
a
(Assurance)
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
Model Summary
R
Model
Adjusted R
Square
R Square
1
.976
a
.953
Std. Error of the
Estimate
.953
3.11854
a. Predictors: (Constant), Penampilan (Tangible), Ketanggapan
(Responsiveness), Kehandalan (Reliability), Perhatian (Emphaty),
Keyakinan (Assurance)
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
Regression
Mean Square
78415.936
5
15683.187
3831.761
394
9.725
82247.697
399
Residual
Total
df
F
Sig.
1612.620
.000
a
a. Predictors: (Constant), Penampilan (Tangible), Ketanggapan (Responsiveness), Kehandalan
(Reliability), Perhatian (Emphaty), Keyakinan (Assurance)
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Std. Error
11.140
1.263
Kehandalan (Reliability)
.742
.090
Ketanggapan
(Responsiveness)
.855
Keyakinan (Assurance)
Standardized
Coefficients
Beta
t
Sig.
8.822
.000
.141
8.200
.000
.106
.143
8.088
.000
.998
.101
.211
9.918
.000
Perhatian (Emphaty)
.836
.087
.190
9.618
.000
Penampilan (Tangible)
.962
.034
.481
28.607
.000
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
95
Regresi Sederhana Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien
Variables Entered/Removed
Model
Variables Entered
1
Kualitas
a
Pelayanan
b
Variables
Removed
Method
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Model Summary
R
Model
R Square
1
.976
a
Std. Error of the
Estimate
Adjusted R Square
.953
.952
3.13158
a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan
b
ANOVA
Model
1
Sum of Squares
Regression
Residual
Total
df
Mean Square
78344.598
1
78344.598
3903.099
398
9.807
82247.697
399
F
Sig.
7988.818
.000
a
a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan
b. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Coefficients
a
Unstandardized Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Kualitas Pelayanan
a. Dependent Variable: Kepuasan Pasien
Std. Error
11.177
1.204
.903
.010
Standardized
Coefficients
Beta
Sig.
t
.976
9.285
.000
89.380
.000
96
97
Download