Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Visualisasi

advertisement
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Visualisasi Pengelompokan
Lahan Kelas Tanah dalam Pembelajaran Geografi Kelas X di SMA
Theresiana Salatiga Tahun Ajaran 2015/2016
Artikel Ilmiah
Diajukan kepada
Fakultas Teknologi Informasi
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Oleh:
Rachel Beatriks Marsyom Laly
NIM: 702011165
Program Studi Pendidikan Teknologi Informatika Dan Komunikasi
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
2016
1
2
3
4
5
6
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Visualisasi
Pengelompokan Lahan Kelas Tanah dalam Pembelajaran
Geografi Kelas X di SMA Theresiana Salatiga
Tahun Ajaran 2015/2016
1)
Rachel Beatriks Laly, 2) Dharma T Palekahelu, 3) Charitas Fibriani
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana
Jln. Diponegoro 56-60, Salatiga 50711, Indonesia
Email: 1) [email protected], 2) [email protected]
3)
[email protected]
Abstract
In schools, media is used as a tool to help teachers when they teach. Besides that, media can
overcome the limitations of senses, space and time. This makes a lot easier to explain certain things to
students, like Pedosphere, teachers can use land visualization media. The purpose of the research is, to
develop a visualization based learning media in Geography learning, to teach Pedosphere about
grouping class of land to 10 grade students in Theresiana High School. Research development using
Four-D model of development which includes 4 stages which are, Define, Design, Develop and
Disseminate. The result of this research shows that, the development of visualization based learning
media in Geography, about grouping class of land had impact on the result of the learning, and in the
development of media that has been applied dinjukan give effect to the achievement of learning goals.
Key Word: Geography learning, Pedosphere, Learning Media
Abstrak
Penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar digunakan sebagai, alat untuk membantu
guru dalam menyampaikan materi, selain itu media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan
waktu, sehingga untuk menjelaskan materi pembelajaran seperti pedosfer tentang lahan tanah, guru
dapat menggunakan media visualisasi lahan tanah, untuk menjelaskan kepada siswa dengan lebih
mudah. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis
visualisasi dalam pembelajaran geografi untuk materi pedosfer tentang pengelompokan lahan kelas
tanah di kelas X SMA Theresiana. Penelitian pengembangan memakai model pengembangan Four-D
yang meliputi 4 tahapan yang digunakan yaitu tahapan, pendefinisian (define), perancangan (design),
pengembangan (develop), penyebaran (disseminate). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
pengembangan media pembelajaran berbasis visualisasi pengelompokan lahan kelas tanah pada
pembelajaran geografi memberi pengaruh kepada hasil belajar, dan dalam uji coba pengembangan
menunjukan adanya pengaruh dari penerapan media dalam kegiatan belajar mengajar yang ditunjukan
dengan tercapainya tujuan pembelajaran.
Kata Kunci: Pembelajaran Geografi, Pedosfer, Media Pembelajaran
1) Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer,
Universitas Kristen Satya Wacana
2) & 3) Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
7
1. Pendahuluan
Kehadiran teknologi informasi sangat membantu peningkatan mutu pendidikan.
Pendidikan sangat berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar dan guru menjadi pemeran
utama oleh karena itu, guru memiliki peran untuk menciptakan serangkaian tingkah laku yang
berkaitan dengan hal yang dilakukan dalam suatu keadaan tertentu dan memiliki hubungan
dengan kemajuan agar ada perubahan tingkah laku siswa yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran [1]. Agar tercapai suatu tujuan pembelajaran, dipengaruhi beberapa hal terutama
ketersediaan fasilitas belajar, penggunaan metode dan media pembelajaran. Dalam proses
belajar mengajar, di harapkan guru harus mampu mengelola proses pembelajaran yang dapat
memotivasi siswa, kreatif dan selalu berinovasi dalam menyediakan bahan dan media
pembelajaran bagi siswa [2].
SMA Theresiana merupakan, salah satu sekolah swasta yang ada di Salatiga dengan
berbagai siswa yang memiliki prestasi belajar dan kemampuan dalam penguasaan materi yang
berbeda-beda seperti halnya dalam melakukan observasi didapatkan permasalahan dalam
kegiatan belajar mengajar untuk beberapa mata pelajaran yang bersifat teori, salah satunya
untuk mata pelajaran geografi yang kebanyakan hanyalah teori sehingga membuat siswa cepat
bosan, siswa kurang berminat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran
sangat di butuhkan untuk menunjang proses pembelajaran dan sebagai alat komunikasi antara
guru dan siswa untuk memperjelas materi yang bersifat abstrak untuk lebih di pahami.
Melihat adanya fasilitas sekolah yang cukup memadahi sehingga dalam pembelajaran
selain dengan metode konvensional yang sering guru gunakan dalam kegiatan belajar
mengajar, guru dapat memanfaatkan media pembelajaran. Media pembelajaran digunakan
sebagai alat untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan berbagai bahan materi
pelajaran, serta mengefekktifkan dan mengefisienkan siswa dalam memahami materi dan
bahan pelajaran tersebut. Media pembelajaran yang dibuat dengan cara yang menarik dan
disesuaikan dengan kebutuhan siswa sehingga, siswa dapat belajar dengan mudah dan merasa
senang dalam mengikuti pelajaran [2].
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terkait matapelajaran geografi di SMA
Theresiana Salatiga tergambar bahwa untuk kegiatan belajar mengajar geografi ada beberapa
indikator pembelajaran geografi yang tidak terselesaikan dan dilihat dari hasil belajar siswa
dibawah batas kriteria ketuntasan minimal pembelajaran geografi. Tidak tercapainya indikator
disebabkan juga oleh kurangnya minat belajar siswa dan tidak terlepas dari metode dan
penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Untuk kegiatan belajar mengajar, media
yang guru gunakan biasanya buku paket dan power point namun tidak selalu digunakan,
tergantung materi yang diberikan dan hanya dengan metode konvensional. Penyajian materi
yang dianggap sulit untuk di pahami oleh siswa seperti, pedosfer, atmosfer, hidrosfer tidak
cukup hanya sekedar menjelaskan dengan metode ceramah (konvensional), karena tidak semua
siswa dapat memahami materi hanya dengan menggunakan metode yang ada, siswa
membutuhkan suatu media pembelajaran sebagai contoh visualisasi dari materi sebagai
pelengkap dalam guru menjelaskan materi yang diberikan.
Salah satu materi yang diajarkan pada kelas X semester II ini adalah Pedosfer atau
Tanah, materi ini membutuhkan media visualisasi yang dapat menjelaskan lahan tanah untuk
pertanian dan lahan tanah alami karena, dengan menggunakan media visualisasi lahan tanah
secara langsung siswa akan lebih paham tanpa harus turun secara langsung ke lahan pertanian.
[3]
. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, munculah alternatif untuk mengembangkan media
pembelajaran geografi berbasis visualisasi lahan tanah, dengan menggunakan salah satu
perangkat lunak sistem informasi geografis yang dapat digunakan untuk pemetaan dan analisis
bahkan dapat digunakan untuk memperlihatkan visualisasi peta lahan kelas tanah yang di
sesuaikan dengan materi geografi. [5].
8
Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh dari hasil uji coba
pengembangan media sistem informasi geografis sebagai media pembelajaran geografi untuk
materi pengelompokan lahan kelas tanah?
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari hasil uji coba pengembangan
media sistem informasi geografis sebagai media pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran
geografi terkait materi pedosfer agar memudahkan guru dalam menyampaikan materi mengajar
yang menarik bagi siswa dan disertai dengan gambar dan penjelasan sehingga dapat dilihat
dengan tercapainya tujuan pembelajaran yang di harapkan.
Penelitian ini berfokus pada penelitian pengembangan dengan mengembangkan media
sistem informasi geografis, yang dijadikan sebagai media pembelajaran geografi berbasis
visualisasi dalam menjelaskan materi tentang pengelompokan lahan kelas tanah pada kelas X
di SMA Theresiana Salatiga.
2. Tinjauan Pustaka
Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan media yang digunakan dalam penelitian ini
berjudul: “Klasifikasi Kemampuan Lahan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis
di Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow”. Penelitian dilaksanakan dengan
metode survei. Penilaian klasifikasi kemampuan lahan berdasarkan metode USDA dan
pembuatan peta klasifikasi kemampuan lahan dengan metode overlay (geoprocessing) dengan
menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian terdapat empat kelas kemampuan
lahan di Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, yaitu: kelas III dengan luas
8347,72 hektar, kelas IV dengan luas 548,32 hektar, kelas VI dengan luas 8987,45 hektar dan
kelas VII dengan luas 30039,19 hektar. Kelas kemampuan lahan di Kecamatan Lolak
Kabupaten Bolaang Mongondow digambarkan dalam peta kelas kemampuan lahan [6].
Penelitian yang berjudul “Pemetaan dan Analisa Sebaran Sekolah Untuk Peningkatan
Layanan Pendidikan di Kabupaten Kediri. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat
dilihat bahwa secara keseluruhan aplikasi web dapat berjalan dengan baik pada software
maupun hardware. Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang berbasis web dan perangkat
lunak Mapserver serta aplikasi maplab yang dapat dimodifikasi dengan script PHP dapat
bekerja dengan baik dalam memvisualisasikan data-data spasial [7].
Penelitian lain yang berkaitan dalam materi penelitian ini berjudul “Aplikasi Model
Quantum Learning di Sertai Media Flash Untuk Meningkatkan Motivasi dan hasil Belajar
Materi Pedosfer Pada Siswa Kelas XA Semester Genap SMA N 5 Magelang” [8]. Penelitian
dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group
Investigation di integrasikan dengan Metode Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Pembelajaran Geografi Materi Pedosfer di SMA N 1 Limboto“ [9]. Dari kedua penelitian
ini berfokus pada pembelajaran geografi tentang materi pedosfer, namun dengan metode dan
fokus penerapan yang berbeda.
Penelitian-penelitian terdahulu yang dipaparkan diatas menggambarkan, keterkaitan
antara penelitian yang sekarang di lakukan dan penelitian sebelumnya, baik dari segi media,
metode dan penerapan dalam penelitian-penelitian tersebut. Keempat penelitian diatas kalau
dilihat dari media dan materi memiliki beberapa kesamaan namun, yang membedakan dengan
penelitian yang sekarang ialah metode yang digunakan. Karena, penelitian yang dilakukan ini
berfokus pada metode pengembangan media pembelajaran geografi berbasis visualisasi
pengelompokan lahan kelas tanah untuk kelas X SMA Theresiana sedangkan, beberapa
penelitian diatas menggunakan media dan metode yang sudah ada lalu digunakan untuk
penelitian.
9
Media pembelajaran merupakan suatu alat bantu yang digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar, untuk menerapkan ilmu dalam proses belajar mengajar yang dipakai oleh
guru dalam menjelaskan maksud dan tujuan pembelajaran. Media yang digunakan dalam
kegiatan belajar mengajar terdiri atas berbagai jenis, baik yang berupa fisik maupun non fisik.
Masing-masing media tersebut memiliki karakteristik, ada media tradisional, ada modern, ada
media proyeksi ada juga media non proyeksi, ada media visual, media audio, media kinestik,
dan media lainnya [2]. Modalitas belajar merupakan potensi dasar atau kecenderungan yang
dimiliki anak. Modalitas ini akan mempengaruhi penentuan pendekatan belajar, strategi,
metode dan teknik belajar anak. Sehingga modalitas belajar ini perlu dipertimbangkan dalam
proses pembelajaran, termasuk pemilihan dan penggunaan media pembelajaran yang akan di
terapkan [2]. Media pembelajaran berfungsi sebagai berikut: (1) Membantu mempermudah
belajar bagi siswa dan juga memudahkan proses pembelajaran bagi guru, (2) Memberikan
pengalaman lebih nyata, (3) Menarik perhatian siswa lebih besar sehingga jalannya
pembelajaran tidak membosankan, (4) Semua alat indera siswa dapat diaktifkan, (5) Dapat
membangkitkan dunia teori dengan realitanya [2].
Seperti halnya penelitian ini berfokus pada media yang berbasis visual sehingga, dapat
dilihat melalui pendapat Levied dan Lentz yang mengemukakan empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual ialah: (a) Fungsi Atensi media visual meupakan inti,
yaitu menarik dan mengarahkan siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan
dengan maksud visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran, (b) Fungsi
Afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca
teks yang bergambar, (c) Fungsi Kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian
yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan
untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar, (d)
Fungsi Kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual
yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca
untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingat kembali [2].
Pengembangan media pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan, salah satu
perangkat lunak Sistem Informasi Geografis dan telah di kembangkan oleh ESRI
(Environmental System Researc Institute, Inc). Dengan menggunakan perangkat lunak SIG
pengguna dapat memiliki kemampuan untuk melakukan visualisasi, meng-explore, menjawab
query (basisdata spasial maupun non spasial), menganalisis data secara geografis dan
sebagainya [3]. Aplikasi ini dapat kita gunakan dengan mudah untuk membuka atau mengambil
projek yang sudah kita simpan, atau membuat projek yang baru bahkan kita dapat mebuat peta
dengan melukis, memanggil peta yang sudah ada, membuat tabel baru ataupun melakukan
perubahan-perubahan sesuai yang kita inginkan serta kita dapat melakukan analisis [4].
Pengembangan media dalam penelitian dibuat dengan menggunakan perangkat lunak
yang sudah jadi, kemudian di kembangkan dengan menggunakan script avenue menu-menu
ikon dengan fungsi masing-masing yang di sesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang ada
didalam perangkat lunak tersebut sehinggga, dapat menjadi sebuah media pembelajaran [4].
Media dikembangkan berdasarkan kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran geografi, agar guru
lebih mudah menjelaskan materi yang diberikan. Media pembelajaran yang di kembangkan ini
berupa perangkat lunak berbasis visualisasi, yang berisikan materi-materi pedosfer berupa teks,
gambar-gambar terkait materi, dan visualisasi lahan tanah yang di bagi kedalam 2 jenis
visualisasi yaitu, visualisasi lahan tanah yang cocok untuk pertanian dan lahan yang tidak
cocok atau lahan yang sering terjadi erosi, kemiringan lereng dan lahan yang lebih cocok untuk
tumbuh hutan, cagar alam dan suplai air. Visualisasi dalam perangkat lunak ini menggunakan
beberapa gambar-gambar yang sudah jadi, dan peta lahan dalam bentuk (.shp dan jpg), yang
kemudian di desain menggunakan warna lahan tanah dan penjelasan materi untuk lebih di
pahami.
10
Pembelajaran Geografi adalah pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan
gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dan lingkungannya
dalam konteks keruangan dan kewilayahan [5]. Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek
dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial, manusia dengan lingkungan,
serta interaksi manusia dengan tempat dan juga memadukan dimensi alam fisik dengan
dimensi manusia dalam melihat keberadaan kehidupan manusia di tempat lingkungan mereka
berada [5]. Pada mata pelajaran geografi terkait materi pedosfer, yang berkaitan dengan proses
pembentukan tanah dan pengolahan lahan. Lahan adalah, perpaduan berbagai unsur fisikbiologis tanah dan semua yang ada diatasnya dan saling berpengeruh. Tanah merupakan
sumber daya alam yang penting, dan dapat digunakan untuk memproduksi bahan pangan dan
pakaian. Untuk melestarikan sumber daya lahan sebagai sumber produksi dan tempat
penyimpanan air tanah, diperlukan usaha pengolahan tanah yang baik. Agar dapat mengetahui
kemampuan lahan yang ada maka diperlukan adanya evaluasi sehingga, dapat melakukan
pengelompokan tanah untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Kelas kemampuan lahan
untuk pertanian dibuat oleh Staf Pengawetan Tanah Departemen Pertanian Amerika yang
akhirnya di kenal dengan sebutan delapan kelas kemampuan atau kesesuaian lahan. Delapan
kelas kemampuan lahan tersebut di bagi kedalam kelas-kelas yang cocok untuk pertanian yaitu
kelas I, II, III, IV dan kelas V, VI, VII, VIII merupakan lahan yang sangat terbatas untuk
pertanian dan lebih cocok untuk hutan wisata, cagar alam, dan suplai air. Pengelompokan
lahan-lahan tersebut kedalam 8 kelas dengan melihat keadaan tanah yang baik, atau tanah
yang sering terjadi banjir, erosi kecuraman lereng, drainase yang kurang baik, tanah berpasir
dan berbatu [5].
3. Metode Penelitian
Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan yang
berdasarkan pada pengembangan produk berupa, media pembelajaran yang dikembangkan
dari perangkat lunak sistem informasi geografis, dan dalam pelaksanaannya penelitian ini,
menggunakan metode deskriptif, evaluatif dan eksperimental, namun hanya digunakan dua
metode yaitu metode deskriptif dan evaluatif [14]. Metode penelitian deskriptif digunakan
dalam penelitian awal untuk mengumpulkan data berupa kondisi guru, siswa, keadaan
lingkungan kelas, penggunaan media dan permasalahan yang di hadapi dalam kegiatan
pembelajaran sehingga dapat menjadi patokan dalam pengembangan media. Metode evaluatif
digunakan untuk mengevaluasi proses uji coba produk sehingga dapat dievaluasi kelayakan
produk yang di kembangkan [14]. Penelitian pengembangan dalam penelitian ini menggunakan
model Four-D, yang dikembangkan oleh Sivasailam Thiagarajaan, Dorothy S.Semmel, dan
Melvynl Semmel.
Ada empat tahapan dalam penelitian dan pengembangan yang disingkat dengan 4D,
yaitu “define, design, develop and disseminate” [14]. Penggunaan model 4D dalam penelitian
ini disusun berdasarkan 4 tahapan yang ada dan disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan.
Keempat tahapan tersebut antara lain, tahapan define (pendefinisian), design (perancangan),
develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Penjelasan tahapan penelitian
pengembangan dibuat kedalam sebuah diagram alur, sehingga dapat memperjelas tahapantahapan penelitian model 4D. Diagram alur hasil modifikasi model Four-D dapat di lihat pada
gambar 1 [20].
11
Gambar 1. Bagan Modifikasi Model Pengembangan 4-D
Penelitian dilakukan di SMA Theresiana Salatiga dari pengambilan data, desain
produk, pengembangan sampai pada penyebaran produk melalui penerapan media, penelitian
yang dimulai dari bulan November 2015 sampai Maret 2016. Penggunaan teknik sampling
dalam penelitian ini bersifat purposeive sampling, karena peneliti memilih informan yang
mengetahui informasi dan permasalahan sehingga melalui penelitian ini peneliti mengambil
sampel siswa kelas X dengan jumlah siswa 12 orang [14]. Untuk memeriksa validasi media
dilakukan oleh guru geografi terkait indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran dan isi materi
sedangkan, untuk pemilihan media sampai pada pembuatan media beserta format media
diperikasa oleh dosen ahli media.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan jenis penelitian
pengembangan yaitu, untuk pengambilan data awal digunakan wawancara dan observasi dan
untuk mengetahui hasil pada saat uji coba produk digunakan soal tes awal, tes akhir dan
pemberian angket kepada siswa untuk menilai produk yang dijadikan media pembelajaran.
Data penelitian berupa data kuantitatif yaitu, data angka-angka yang dianalisis untuk
mengetahui hasil akhir dari penyebaran yang dilakukan dengan uji coba produk dengan
memberikan tes dan kuesoner. Kuesioner dibuat menggunakan Skala Likert digunakan untuk
mengukur pendapat siswa tentang penerapan media yang dikembangkan dalam penelitian.
Kuesioner yang dipakai dalam peneltian diadopsi dari kuesioner penelitian yang dilakukan oleh
Adhywiarta. L dengan judul penelitian “Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran
Matematika Berbantuan Komputer Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar
Matematika”.
12
Tabel 1. Kisi-kisi Kuesioner Penerapan Media
NO
INDIKATOR
NOMOR BUTIR SOAL
1.
1
2
3
4
Aplikasi Arcview dapat digunakan sebagai media
pembelajaran yang menarik
2. Media pembelajaran yang digunakan sudahsesuai
Efektivitas Isi Media
dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan
4. Isi media sudah sangat sesuai dengan materi sehingga
mudah untuk dimengerti
5. Penggunaan media membantu siswa memperoleh
informasi tentang materi geografi yang di ajarkan
3. Media pembelajaran yang digunakan begitu menarik
karena menampilkan huruf dan warna
6. Saya senang belajar geografi dengan menggunakan
Rasa senang dan
media pembelajaran geografi
tertarik belajar
7. Saya lebih beta belajar geografi dengan menggunakan
dengan media
media pembelajaran arcview
pembelajaran
10. Saya lebih tertarik mempelajari geografi dengan
menggunakan aplikasi arcview sebagai visualisasi
media pembelajaran
18. Saya tidak merasa bosan ketika guru menjelaskan
materi dengan menggunakan aplikasi arcview sebagai
media pembelajaran geografi
9. Saya lebih memperhatikan materi pembelajaran selama
proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi
Perhatian saat belajar
arcview sebagai visualisasi media pembelajaran.
11. Pembelajaran dengan menggunakan aplikasi arcview
sebagai visualisasi media pembelajaran membuat saya
lebih memahami materi pelajaran.
15. Pembelajaran dengan aplikasi arcview sebagai media
pembelajaran geografi mebuat saya lebih mampu
memahami materi yang diajarkan
8. Saya lebih aktif selama proses belajar menggunakan
aplikasi arcview sebagai media pembelajaran
12. Selama pelajaran ini saya selalu menanyakan hal-hal
yang belum saya ketahui baik kepada teman ataupun
guru.
13. Media pembelajaran geografi dengan bantuan aplikasi
arcview yang digunakan menimbulkan banyak
pertanyaan di benak saya karena, ditayangkan
beberapa gambar menarik
14. Saya ingin lebih meningkatkan prestasi pada mata
Rasa Ingin tahu dan
pelajaran geografi setelah mengikuti pembelajaran
kemauan untuk
dengan menggunakan aplikasi arcview sebagai media
belajar dengan
pembelajaran.
menggunakan media
16. Menurut saya, penggunaan aplikasi arcview dalam
menjelaskan materi geografi sangat menarik.
17. Saya lebih bersemangat mempelajari geografi pada
pertemuan ini karena, disajikan dengan visualisasi
materi yang menarik sehingga konsentrasi saya
meningkat.
JUMLAH
BUTIR
SOAL
13
4
5
3
6
4. Hasil dan Pembahasan
Proses pengembangan media pembelajaran berbasis visualisasi pengelompokan lahan
kelas tanah dalam pembelajaran geografi dilakukan mulai dari tanggal 18 Januari 2016 sampai
30 Maret 2016. Model pengembangan produk menggunakan 4-D, yang terdiri atas 4 tahapan
yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran yang alur (bagan)
tahapannya ada pada gambar 1.
Tahapan pendefinisian (define) meliputi beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu: (1)
pengambilan data awal untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa dalam kegiatan
belajar mengajar khususnya pada pembelajaran geografi dan dari pengambilan data awal
tersebut didapatkan pada kelas X SMA Theresiana yang kemudian dilakukan analisis lagi
untuk melihat lebih jelas keadaan siswa dan proses belajar mengajar, (2) Kegiatan analisis
kegiatan belajar mengajar meliputi analisis pada siswa dan analisis materi pembelajaran.
Analisis siswa dilakukan dengan observasi sehingga dapat melihat keadaan siswa secara
langsung dan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa dilihat berdasarkan hasil
belajar yang ada, sehingga di dapatkan ada beberapa siswa pada kelas X di SMA Theresiana
yang hasil belajarnya di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Analisis materi dilakukan
untuk menganalisis materi-materi yang sulit dipahami siswa dan dapat menjadi fokus penelitian
dalam pengembangan media dan didapatkan beberapa materi yang sulit dipahami siswa salah
satunya materi pada semester II yaitu materi pedosfer. Analisis tugas dilihat berdasarkan materi
pedosfer dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat di dalam silabus kelas X, dan (3)
Analisis spesifikasi tujuan pembelajaran dilihat pada RPP dan Silabus pelajaran geografi kelas
X pada semester II yang biasanya guru gunakan. Untuk mengetahui informasi terkait
permasalahan yang ada, peneliti melakukan wawancara dan diskusi dengan guru geografi kelas
X di SMA Theresiana Salatiga. Hasil wawancara dan diskusi tentang kondisi secara umum
siswa kelas X akan dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan pengembangan media
pembelajaran.
Tahapan perancangan (design), meliputi (1) pemilihan media disesuaikan dengan
tahapan pendefinisian dan menyesuaikan dengan sarana yang tersedia di SMA Theresiana, (2)
pemilihan format, format isi dipilih dalam mendesain media visualisasi dengan menyesuaikan
kompetensi dasar, indikator pembelajaran geografi, dan didalam media yang di kembangkan
memuat materi yang berupa gambar, dan visualisasi lahan kelas tanah yang dibuat dengan
tujuan agar peserta didik aktif, bersemangat, dan termotivasi pada proses pembelajaran
sehingga dapat memberikan hasil belajar yang maksimal, dan (3) Perancangan awal, pada
tahapan ini peneliti melakukan pemilihan media yang sesuai, pertama-tama berdiskusi dengan
guru terkait indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang bisa dilihat melalui silabus,
dan setelah itu peneliti berdiskusi dengan dosen dalam pemilihan media, isi media, dan
perancangan awal. Media yang dipilih dalam penelitian ini adalah, produk berupa perangkat
lunak sistem informasi geografis yang dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran
berbasis visualisasi pengelompokan lahan kelas tanah, beserta materi tentang tanah.
Tampilan hasil desain media pembelajaran dapat dilihat pada gambar 2, 3, 4, 5, 6, 7,
dan 8. Gambar 2, 3, 4, 5, merupakan tampilan awal dari desain beserta isi materi dan gambar
6, 7, dan 8 merupakan desain visualisasi lahan tanah yang di kelompokan, berikut ini
merupakan tampilan hasil desain media pembelajaran berbasis visualisasi pengelompokan
lahan kelas tanah, beserta penjelasan masing-masing gambar dan tampilan gambar-gambar
14
desain media ini merupakan tampilan akhir setelah di lakukan penilaian kelayakan media oleh
masing-masing validator sehingga dapat dinyatakan layak digunakan untuk uji coba media.
Gambar 2. Tampilan Awal Media Pembelajaran
Tampilan awal media media pembelajaran ini, berisikan dua tombol button yaitu,
Tombol Stop dan Tombol Mulai. Tombol Stop mengarahkan kita untuk Stop dan keluar dari
media sedangkan Tombol Mulai untuk memulai tampilan utama yang berisikan indikator dan
tujuan pembelajaran.
Gambar 3. Tampilan Tujuan Pembelajaran
Setelah melewati tampilan awal, masuk dalam tampilan kedua ini yang berisi nama
materi yang akan diberikan, dan tujuan dari pembelajaran yang di harapkan. Tampilan ini
berisikan 3 tombol yaitu: tombol kembali yang bertujuan untuk kembali pada tampilan awal,
tombol materi jika di klik masuk dalam materi yang akan di ajarkan, dan tombol visualisasi
lahan jika di klik akan masuk pada tampilan visualisasi lahan tanah.
Gambar 4. Materi Terbentuknya Tanah
Gambar 4, merupakan tampilan isi materi terbentuknya tanah yang ada dalam media.
Materi ini sebagai pelengkap penjelasan pengelompokan lahan kelas tanah yang terdiri atas
15
gambar dan penjelasan. Pada tampilan ini terdapat 2 tombol, tombol kembali yaitu tombol
untuk kembali pada tampilan sebelumnya dan tombol faktor pembentukan tanah yang nantinya
jika di klik akan masuk pada materi faktor pembentukan tanah.
Gambar 5. Materi Sifat Fisik Tanah
Gambar 5 menunjukan tampilan materi cici-ciri tanah yang terdiri atas materi sifat fisik
tanah, sifat kimia tanag, sifat biologi tanah dan jenis-jenis tanah. Tampilan gambar di atas ini
mewakili beberapa materi di dalamnya yang sudah di desain dalam media pembelajaran.
Materi-materi ini di berikan untuk mengarahkan siswa memahami proses terbentuknya tanah
dan ciri-ciri tanah itu sendiri.
Gambar 6. Pengelompokan Lahan Tanah ke dalam VIII kelas
Tampilan pada gambar 6, merupakan tampilan pengelompokan tanah kedalam VIII kelas
secara keseluruhan, sehingga untuk lebih memperjelas kelas-kelas sesuai dengan kegunaannya,
di bagi kedalam 2 contoh visualisasi lahan yang cocok untuk pertanian, dan yang tidak cocok
untuk pertanian seperti pada gambar 7 dan 8. Desain gambar 6 ini merupakan desain yang telah
dilakukan beberapa kali dilakukan perbaikan untuk memperjelas materi sehingga di tambahkan
gambar 7 dan 8, agar siswa lebih memahami materi.
16
Gambar 7. Desain Visualisasi Kelas Tanah Untuk Pertanian
Gambar 7 menunjukan hasil desain penjelasan visualisasi kelas lahan tanah dan diberikan
warna hijau untuk menjelaskan bahwa dalam pengelompokan lahan kelas I, II, III dan IV
merupakan lahan yang cocok di jadikan untuk pertanian karena, memiliki tingkat kesuburan
tanah yang tinggi dan tingkat erosi dan kemiringan lereng yang rendah bahkan tidak ada.
Gambar 8. Desain Visualisasi Kelas Tanah Bukan Untuk Pertanian
Gambar 8, merupakan tampilan desain visualisasi lahan kelas tanah yang di berikan
warna coklat untuk menjelaskan bahwa lahan tanah ini tidak cocok untuk pertanian karena
memiliki tingkat erosi dan kemiringan lereng yang tinggi. Visualisasi ini menunjukan kelas
lahan tanah V, VI, VII, dan VIII beserta penjelasan bahwa lahan tanah ini lebih cocok untuk
hutan, wisata cagar alam dan suplai air.
Tahapan pengembangan (develop) meliputi, (1) Analisis isi media berupa, validasi
media yang dilakukan oleh ahli media yang kemudian di revisi. Peneliti melakukan beberapa
revisi sampai media yang di buat dinyatakan sudah benar, sesuai dan dapat digunakan seperti
yang ditunjukan pada gambar 3, 4, 5, 6, 7, 8 merupakan hasil dari beberapa kali revisi agar
media layak untuk digunakan. Penilaian media yang digunakan dinilai melalui diskusi dengan
dosen pembimbing untuk melihat desain media jika belum sesuai atau masih kurang lengkap
direvisi, dan terkait materi pembelajaran yang di pakai, koreksi di lakukan oleh guru mata
pelajaran geografi.
17
Tahapan terakhir adalah tahapan penyebaran (disseminate). Pada tahapan ini peneliti
melakukan kegiatan penyebaran berupa uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini dengan
menerapkan penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar secara langsung dalam kelas,
sehingga dapat mengetahui bagaimana media yang dibuat apakah sudah sesuai dan dapat
dikatakan efektif sebagai media pembelajaran. Untuk melakukan pengukuran digunakan
kuesioner penerapan media untuk mengetahui hasil penggunaan media yang di kembangkan
menjadi media pembelajaran dan tes diberikan untuk mengukur hasil belajar siswa, apakah
dengan menggunakan media ini dalam pembelajaran siswa dapat memahami penjelasan materi
yang diberikan.
Pelaksanaan uji coba pada tahapan penyebaran ini hanya dilakukan satu kali uji coba.
Uji coba dilakukan sesuai jam pelajaran geografi pada kelas X dengan menerapkan penggunaan
media pembelajaran yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2016, dengan waktu
pembelajaran 90 menit (2 x 45 menit). Proses pembelajaran dimulai pada pukul 07. 15 WIB
dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama, guru perkenalan kepada siswa terkait penelitian
yang di lakukan dan sebelum masuk pada penjelasan materi, guru membagikan soal pretes
untuk di kerjakan sebelum penjelasan materi, agar dapat mengetahui hasil dan pemahaman.
Tahapan kedua, perkenalan terhadap media pembelajaran yang digunakan, penjelasan materi
utama dengan menggunakan media pembelajaran yang sudah didesain, yang sudah berisikan
materi dan visualisasi dari pengelompokan lahan kelas tanah kedalam delapan kelas yang
terbagi menjadi lahan kelas yang layak untuk pertanian dan lahan kelas yang tidak layak untuk
pertanian. Tahapan ketiga, pemberian postes setelah diberikan materi untuk melihat sejauh
mana pemahaman siswa setelah di berikan materi dengan menggunakan media. Tahapan
terakhir, setelah semua kegiatan pembelajaran telah selesai guru membagikan kuesioner, agar
siswa dapat menilai bagaimana uji coba penerapan media yang telah dilakukan.
Melalui uji coba media dalam tahapan penyebaran kemudian dianalisis dan
mendapatkan hasil belajar dari tes awal (pretest), tes akhir (postest) dan hasil presentase
pengisian kuesioner setelah menerapkan media. Proses belajar mengajar dengan melakukan uji
coba menerapkan media visualisasi pada kelas X dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang yang
menunjukan adanya peningkatan pada hasil belajar yang ditunjukan dengan hasil rata-rata
pretes yang tadinya, 39,17 meningkat menjadi 80,00 pada hasil rata-rata posttest.
Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Kelas X
Jenis Tes
Jumlah Siswa
Tidak Tuntas
11
Rata-rata
Pretes
Jumlah Siswa
Tuntas
1
39. 17
Presentase
Ketuntasan
8%
Postest
11
1
Keterangan
Belum Tercapai
80,00
75%
Tercapai
Untuk menentukan hasil belajar siswa sudah tercapai atau belum digunakan kriteria
ketuntasan minimal pembelajaran geografi yang digunakan di SMA Theresiana yaitu batas
nilai ≥70 dinyatakan tercapai, ≤ 70 belum tercapai. Pada tabel 1, perhitungan ketuntasan pretes
8% dan postes 75% yang di dapatkan dengan menghitung jumlah siswa yang tuntas di bagi
dengan jumlah siswa yang mengikuti tes dan di kali seratus persen. Melalui hasil presentase
tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil posttes lebih tinggi dari pretes maka, uji coba media
visualisasi lahan kelas tanah dalam pembelajaran geografi dapat dikatakan efektif, karena dapat
mencapai tujuan pembelajaran yang di harapkan dengan ditunjukan meningkatnya hasil
belajar.
18
Kuesioner dalam uji coba media berisikan 18 pertanyaan dengan indikator yang telah
di tentukan seperti pada tabel 1. Pilihan jawaban 5, dengan skor tertinggi (ideal) adalah 5 dan
skor terendah adalah 1. Semakin tinggi skor menunjukan bahwa media yang diuji cobakan
sudah layak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dan jika semakin rendah skor
menunjukan bahwa, media yang telah di buat harus di revisi agar lebih baik.
Skor ideal untuk penerapan media = 5 x 18 x 12 =1080 (5 = skor tertinggi, 18 butir
jumlah pertanyaan dan 12 jumlah responden) [15].
Tabel 2. Data Hasil Penerapan Media Pembelajaran
Sehingga berdasarkan tabel tersebut, dapat dinyatakan bahwa tanggapan siswa
(responden) dalam uji coba media pembelajaran untuk melihat pengaruh dari pengembangan
media pembelajaran yang telah di terapkan maka, dapat dihitung dengan langkah sebagai
berikut. Berdasarkan data yang terkumpul (tabel. 2) setelah dihitung dapat ditemukan bahwa
jumlah skor untuk indikator penerapan media pembelajaran yang diperoleh melalui
pengumpulan data = 907. Dengan demikian untuk hasil uji coba penerapan media yang telah
di kembangkan sebagai media pembelajaran yang di tampilkan = 907:1080 = 0.84 atau 84%
dari yang diharapkan atau nilai dari 84 untuk skor 100 [15].
Melalui kuesioner yang diberikan terdapat 4 indikator (tabel 1), maka dapat juga
dilakukan perhitungan berdasarkan 4 indikator tersebut sehingga dapat diketahui hasil masingmasing indikator menurut persepsi siswa (responden). Untuk itu dapat dilakukan perhitungan
sebagai berikut, (1) Indikator penerapan media pembelajaran tentang “Efektivitas Isi Media”
ada 4 pertanyaan yaitu nomor 1, 2, 4, 5. Jumlah nilai untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
(tabel 2 bagian bawah) 52 + 52 + 52 + 55 = 211. Skor tertinggi = 5 x 4 x 12 = 240. Jadi untuk
indikator efektivitas isi media dalam penerapan media pembelajaran = 211:240 = 0.88 atau
88% dari yang di harapkan, (2) Indikator penerapan media pembelajaran tentang “Rasa senang
dan tertarik belajar dengan media pembelajaran” ada 5 pertanyaan yaitu nomor 3, 6, 7, 10, 18.
Jumlah nilai untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut (tabel 2 bagian bawah) 50 + 48 + 48 + 49 +
50 = 245. Skor tertinggi = 5 x 5 x 12 = 240. Jadi untuk indikator rasa senang dan tertarik belajar
19
dengan media dalam penerapan media pembelajaran = 245:300 = 0.82 atau 82%, (3) Indikator
penerapan media pembelajaran tentang “Perhatian saat belajar” ada 3 pertanyaan yaitu nomor
9, 11, 15. Jumlah nilai untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut (tabel 2 bagian bawah) 51 + 50 +
51 = 152. Skor tertinggi = 5 x 3 x 12 = 180. Jadi untuk indikator perhatian saat belajar dalam
penerapan media pembelajaran = 152:180 = 0.84 atau 84%, (4) Indikator penerapan media
pembelajaran tentang “Rasa Ingin tahu dan kemauan untuk belajar dengan menggunakan
media” ada 6 pertanyaan yaitu nomor 8, 12, 13, 14, 16, 17. Jumlah nilai untuk pertanyaanpertanyaan tersebut (tabel 2 bagian bawah) 46 + 44 + 53 + 54 + 52 + 50 = 299. Skor tertinggi
= 5 x 6 x 12 = 360. Jadi untuk indikator perhatian ini dalam penerapan media pembelajaran =
299:360 = 0.83 atau 83% [15].
Berdasarkan hasil pada tabel 2 menunjukan bahwa dari hasil penelitian dengan uji
coba penerapan media pada tahapan penyebaran di dapatkan tanggapan siswa dengan
presentase 84 % atau nilai 84 dari skor 100, dan melalui perhitungan masing-masing indikator
dari nilai tertinggi 88%, 84%, 83%, 82% dapat di jelaskan bahwa media yang terapkan sudah
sangat efektif sehingga di tunjukan dengan tercapainya tujuan pembelajaran dan telah
menjawab rumusan masalah pada penelitian ini.
5. Kesimpulan dan Saran
Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis visualisasi dalam pembelajaran
geografi untuk materi pedosfer tentang pengelompokan lahan kelas tanah pada kelas X di SMA
Theresiana dapat diambil kesimpulan sebagi berikut:
Pengembangan produk media yang dibuat berupa, media pembelajaran berbasis
visualisasi dalam pembelajaran geografi untuk materi pedosfer tentang pengelompokan lahan
kelas tanah pada kelas X di SMA Theresiana telah di uji cobakan dengan menerapkan secara
langsung dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dan memberikan hasil yang efektif.
Respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis visualisasi dalam pembelajaran
geografi, untuk materi pedosfer tentang pengelompokan lahan kelas tanah pada kelas X di
SMA Theresiana ditunjukan berdasarkan hasil analisis di dapatkan berupa, hasil belajar yang
ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar dari hasil rata-rata pretest 30,17 meningkat
menjadi 80,00 pada hasil rata-rata pretest dan melalui perhitungan hasil kesioner terkait
indikator yang telah di tentukan menunjukan hasil presentase tertinggi dengan pandangan siswa
dari keseluruhan indikator yang ingin di capai yaitu 84% dari 100%
Berdasarkan kesimpulan, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:
Media pembelajaran berbasis visualisasi dalam pembelajaran geografi untuk materi
pedosfer tentang pengelompokan lahan kelas tanah pada kelas X di SMA Theresiana, jika
dalam penelitian ini hanya digunakan oleh guru dalam penyampaian materi, maka untuk
penelitian selanjutnya dapat digunakan oleh siswa agar secara langsung siswa dapat
menggunakan media tersebut.
Kalau pada penelitian ini pada tahapan penyebaran hanya dilakukan pada satu sekolah
saja dengan satu kali uji coba penerapan pada kelas X saja maka, pada penelitian selanjutnya
dapat diuji cobakan beberapa kali ke sekolah-sekolah dengan subjek yang berbeda-beda.
20
6. Daftar Pustaka
[1]
[2]
[3]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10]
[11]
[12]
[13]
Darmawan, D. (2012) Teknologi Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Musfikon, HM. (2012) Pengembangan Media Dan Sumber Belajar, Jakarta: PT
Prestasi Pustakaraya
Mulyono, Bambang N., dan Suhandini, P. (2007) Kompetensi Dasar Gografi 1, Solo:
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. [4]
Prahasta, E. (2004) Sistem Informasi
Geografis Arcview Lanjut, Bandung: Informatika.
Prahasta, E. (2004) Sistem Informasi Geografis, Bandung: Informatika.
Sefle, L., Pakasi, S. E., Kamagi, Y. E., & Kawulusan, R. (2013, January). Klasifikasi
Kemampuan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan
Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. In Cocos (Vol. 2, No. 4). Tersedia:
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=Klasifikasi+Kemampuan+Lahan+denga
n+menggunakan+Sistem+Informasi+Geografis+di+Kecamatan+Lolak+Kabupaten+B
olaang+Mongondow&btnG. Diakses tanggal 24 Februari 2016.
DI, S. U. P. L. P. (2010). Pemetaan dan Analisa Sebaran Sekolah untuk Peningkatan
Layanan Pendidikan di Kabupaten Kediri dengan GIS. Tersedia:
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=Pemetaan+dan+Analisa+Sebaran+Sekol
ah+Untuk+Peningkatan+Layanan+Pendidikan+di+Kabupaten+Kediri.+++++&btnG.
Diakses tanggal 26 Januari 2016
Yunianti, D. D., Rintayati, P., & Sarwono, S. (2015). Aplikasi Model Quantum
Learning Disertai Media Flash Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Materi
Pedosfer Pada Siswa Kelas Xa Semester Genap SMA Negeri 5 Magelang Tahun
Pelajaran
2013/2014. Geoeco, 1(1).
Tersedia:
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=Aplikasi+Model+Quantum+Learning+d
i+Sertai+Media+Flash+Untuk+Meningkatkan+Motivasi+dan+hasil+Belajar+Materi+
Pedosfer+Pada+Siswa+Kelas+XA+Semester+Genap+SMA+N+5+Magelang+tahun+
ajaran+2013%2F2014&btnG. Diakses tanggal 26 Januari 2016.
Olii, S. V., Paramata, Y., & Ntobuo, N. E. (2014). Pengaruh Penerapan Model
Pembelajaran Cooperative Learning Group Investigation Diintegrasikan Dengan
Metode Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Geografi
Materi Pedosfer Di SMA Negeri I Limboto. Kim Fakultas Matematika Dan IPA, 2(1).
Tersedia:
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=Pengaruh+Penerapan+Model+Pembelaj
aran+Cooperative+Learning+Tipe+Group+Investigation+Di+integrasikan+dengan+M
etode+Make+A+Match+Terhadap+Hasil+Belajar+Siswa+Pada+Pembelajaran+Geogr
afi+Materi+Pedosfer+di+SMA+N+1+Limboto.++++&btnG. Diakses tanggal 24
Februari 2016
Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan Spss untuk menguji pengaruh variabel
Moderating terhadap hubungan antara variabel Independen dan variabel
Dependen. Dinamik-Jurnal
Teknologi
Informasi, 14(2).
Tersedia:
http://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti1/article/viewFile/95/90. Diakses tanggal
26 Februari 2016.
Rinawan, S. Y. (2014). Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Jigsaw Berbasis
Wifi Ad Hoc dalam Pembelajaran Sistem Basis Data Kelas XI Jurusan Rekayasa
Perangkat Lunak . Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, (Vol.11. No. 2) Agustus 2014.
Tersedia: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/5129. Diakses tanggal 6 April
2016
Rahman, Muhamad S.K., dan Wijayanti, T. (2013) Geografi, Sidoarjo: PT Masmedia
Buana Pustaka
Nazir, M. (1983) Metode Penelitian, Jakarta Timur: Balai Aksara.
21
[14]
[15]
[16]
[17]
[18]
[19]
[20]
Arifin, Z. (2012) Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2012) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi, Bandung:
Alfabeta
Adhywiarta. L. (2011) Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Matematika
Berbantuan Komputer Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar
Matematika. Skripsi Thesis, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tersedia:
http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6383. Diakses tanggal 17 April 2016.
Mardapi, D. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes, Jogjakarta: Mitra
Cendikia Press
Tjo, E. (2012) Motivasi Dalam Pendidikan, Jakarta Utara: PT Indeks.
Indriana, D. (2011) Ragam Alat bantu Media Pembelajaran, Jogjakarta: DIVA Press
Suseno, P. U., Ismail, Y., & Ismail, S. (2013). Pengembangan Media Pembelajaran
Interactive Video Berbasis Multimedia Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Sub
Materi Segiempat Di Kelas Vii Smp (Suatu Penelitian Di Smp Negeri 3 Gorontalo).
Kim
Fakultas
Matematika
Dan
Ipa, 1(1).
Tersedia:
http://kim.ung.ac.id/index.php/KIMFMIPA/article/view/3350. Diakses tanggal 23
April 2016.
22
Download